Memahami organ pencernaan dan fungsinya pada hewan dan manusia serta cara memelihara kesehatan organ pencernaan manusia.
Fungsi Sistem Pencernaan pada Manusia :
Sistem pencernaan manusia berfungsi untuk mencerna makanan / menghaluskan makanan hingga menjadi sari-sari makanan yang dapat diserap oleh tubuh menggunakan alat-alat / organ pencernaan yang dilakukan secara mekanik maupun kimia.
Fungsi Sistem Pencernaan pada Hewan :
Sistem pencernaan pada hewan pada dasarnya memiliki fungsi yang sama dengan manusia yaitu untuk mencerna makanan / menghaluskan makanan hingga menjadi sari-sari makanan yang dapat diserap oleh tubuh menggunakan alat-alat / organ pencernaan yang dilakukan secara mekanik maupun kimia.
Sistem Pencernaan pada Hewan.
1, Sistem Pencernaan pada Hewan Pemamah Biak :
Hewan-hewan herbivora (pemakan rumput) seperti sapi, domba, dan kerbau disebut hewan memamah biak / ruminansia. Saluran pencernaannya terdiri atas mulut, kerongkongan, perut besar (rumen), perut jala (retikulum), perut kitab (omasum), perut masam (abomasum), usus halus, usus besar, rektum, anus.
Berikut adalah penjelasan dari masing-masing organ pencernaan hewan pemamah biak:
Mulut : Di dalam rongga mulut terdapat gigi, lidah, dan kelenjar ludah. Hewan memamah biak tidak memiliki gigi seri atas dan gigi taring. Namun gigi gerahamnya lebih banyak dibandingkan gigi manusia.
Gigi seri digunakan untuk menjepit dan memotong makanan.
Gigi geraham digunakan untuk menggilas makanan.
Didalam mulut terdapat enzim selulase yang berfungsi untuk mengubah selulosa menjadi glukosa.
Kerongkongan :
Hewan memamah biak memiliki kerongkongan yang sangat pendek, lebar dan berdinding tipis.
Perut besar (rumen) : Rumen digunakan sebagai tempat penyimpanan makanan yang masih kasar yang berasal dari kerongkongan. Di rumen terjadi pencernaan protein dan proses fermentasi oleh enzim selulase.
Perut jala (retikulum) : Pada retikulum makanan dicerna secara mekanis dan kimiawi dibentuk menjadi gumpalan-gumpalan (bolus).
Perut Kitab (Omasum) : Pada omasum makanan yang telah dicerna untuk kedua kali akan dicerna secara mekanis dan kimiawi.
Perut masam (Abomasum) : Merupakan lambung yang sebenarnya, didalamnya makanan dicerna secara kimiawi oleh enzim-enzim.
Usus Halus : Berfungsi untuk menyerap sari-sari makanan dan mengedarkannya ke seluruh tubuh.
Usus Besar : Merupakan tempat terbentuknya feses dari sisa-sisa makanan yang tidak diserap.
Rektum dan anus : Usus berakhir dengan rektum dan kemudian sisa-sisa makanan akan dikeluarkan melalui anus.
Gambar :
Mekanisme pencernaan pada ruminansia :
Pencernaan dimulai dari mulut. Di mulut makanan dicampur dengan air liur. Makanan yang masih kasar ditelan melalui kerongkongan. Kemudian makanan yang ditelan, disimpan sementara di rumen, kemudian masuk ke dalam retikulum. Di dalam retikulum makanan dicerna secara kimiawi dan dibentuk menjadi gumpalan kecil kemudian dikeluarkan kembali ke mulut untuk di mamah kembali. Makanan yang sudah dimamah ditelan lagi dan masuk ke omasum untuk digiling dan kemudian dilanjutkan ke abomasum yang. Setelah itu makanan akan menuju usus halus untuk diserap sari-sari makanannya dan diedarkan ke seluruh tubuh. Kemudian pada akhirnya makanan akan menuju ke usus besar, bermuara ke rektum dan dikeluarkan melalui anus.
Sistem Pencernaan pada Burung.
Saluran pencernaan pada burung terdiri dari mulut, kerongkongan, tembolok,lambung kelenjar, lambung pengunyah (empedal), usus halus, usus besar, rektum, dan kloaka.
Pada bagian mulut terdapat paruh yang kuat untuk mengambil makanan karena tidak mempunyai gigi.
Rongga mulut : berfungsi sebagai tempat masuknya makanan.
Kerongkongan : berfungsi untuk meneruskan makanan dari mulut ke tembolok.
Tembolok : berfungsi sebagai tempat penyimpanan makanan sementara.
Lambung / perut besar, terdiri dari dua bagian yaitu lambung kelenjar di bagian depan dan lambung empedal di bagian belakang.
Lambung kelenjar : merupakan tempat pencernaan makanan secara kimiawai.
Lambung pengunyah : merupakan tempat pencernaan makanan secara mekanik. Di dalam empedal (lambung pengunyah) sering terdapat kerikil yang ditelan burung untuk membantu menghancurkan biji-biji yang ditelan.
Usus halus: merupakan tempat pencernaan secara kimiawi, dan penyerapan sari-sari makanan.
Usus besar : merupakan tempat terbentuknya feses dari sisa-sisa makanan yang tidak diserap.
Kloaka merupakan muara dari 3 saluran, yaitu saluran pencernaan dari usus, saluran uretra dari ginjal, dan saluran kelamin.
Proses pencernaan makanan pada manusia.
Pencernaan : proses melumatkan makanan yang semula kasar menjadi halus.
1, Pencernaan Mekanik : pencernaan dikunyah serta dilumatkan oleh gigi dan lidah di dalam mulut.
2, Pencernaan Kimiawi : makanan atau sari makanan bercampur dengan enzim.
Proses : Mulut – Kerongkongan – Lambung – usus halus – usus besar -anus.
Organ Pencernaan
Mulut: ada gigi, lidah, enzim amylase / ptyalin
Enzim .amilase : mengubah zat tepung jadi zat gula
Kerongkongan/Esofagus: saluran penghubung rongga mulut dengan lambung . Terdapat gerak peristaltic yaitu memijit dan mendorong ke satu arah.
Lambung (di sebelah kiri atas rongga perut) proses 3-4 jam.
Terdapat 1, HCL/asam klorida : membunuh kuman dan mengasamkan makanan.
2, Enzim Pepsin : protein menjadi pepton.
3, Enzim Renin : mengendapkan protein susu menjadi kasein.
Usus halus : terjadi pencernaan kimiawi dan penyerapan sari-sari makanan oleh jonjot-jonjot usus (vili) :
1, usus 12 jari / duodenum : pertemuan saluran kelenjar pancreas dengan kandung empedu.
2, Usus kosong / jejunum.
3, Usus penyerap /ileum.
Usus besar/kolon : pembusukan sisa makanan dan penyerapan air. Disini terdapat bakteri E-coli.
Anus / rectum: lubang tempat keluarnya feses.
Organ Pendukung Pencernaan lainnya :
1. Hati : penghasil getah empedu yang berfungsi untuk memecah lemak menjadi butiran –butiran lemak yang lebih halus.
2. Getah pancreas : mengandung enzim amylase, enzim tripsin( protein jadi asam amino), enzim lipase ( mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol).
E, Pentakit Gangguan pencernaan.
a, Kontipasi/sembelit : Kontipasi /sembelit adalah penyakit susah buang air besar yang disebabkan karena kurang makan makanan berserat ( sayur dan buah) dan kebiasaan menunda buang air besar.
b, Tifus : Tifus adalah penyakit peradangan pada usus halus. Tifus disebabkan oleh bakteri salmonella typhusa.
c, Kolera : Gejala seseorang terserang penyakit kolera yaitu diare, perut keram,mual,muntah dan dehidrasi.
F, Manfaat buah-buahan bagi manusia.
Buah-buahan merupakan makanan yang baikuntuk tubuh manusia. Buah mengandung serat dan berbagai macam vitamin. Serat berfungsi untuk melancarkan proses pencernaan. Vitamin berfungsi untuk memelihara kesehatan dan pertumbuhan yang normal. Kekurangan vitamin dalam tubuh disebut avitaminosis.
Buah pisang mengandung serat dan vitamin C. Serat berfungsi untuk menjaga system pencernaan agar selalu sehat. Serat berfungsi untuk melancarkan proses pencernaan sehingga memudahkan kita untuk buang air besar.
SD Kelas 5 Materi Rangkuman – K 2013 – Organ Pernafasan Manusia dan Hewan.
Memahami organ pernapasan dan fungsinya pada hewan dan manusia, serta cara memelihara kesehatan organ pernapasan manusia.
A – Organ Pernafasan Hewan.
1, Alat dan Sistem Pernapasan pada Cacing Tanah (Vermes).
Cacing tidak mempunyai alat pernapasan khusus, cacing bernapasmelalui permukaan kulit. Kulit cacing selalu basah dan berlendir untukmemudahkan penyerapan oksigen dari udara. Oleh karena itu, cacingmenyukai tempat lembap untuk menjaga supaya kulit tubuhnya selalubasah dan berlendir.
Di bawah permukaan kulit cacing yang tipis, terdapat pembuluh udara.Saat udara masuk melalui kulit, oksigen diikat oleh darah. Pada darahcacing terkandung hemoglobin sehingga mampu mengikat oksigen.Oksigen yang diikat oleh hemoglobin lalu diedarkan ke seluruh tubuh. Zatsisa pembakaran berupa karbon dioksida dan uap air dikeluarkan daritubuh juga melalui permukaan kulit.
2, Alat dan Sistem Pernapasan pada Serangga (Insekta).
Seperti hewan lain, serangga bernapas dengan mengisap oksigen dan melepaskan karbon dioksida. Namun, alat pernapasan serangga berbeda dengan hewan lain. Alat pernapasan serangga berupa trakea, yaitu systemtabung yang memiliki banyak percabangan di dalam tubuh. Percabangantrakea disebut trakeola. Trakea mengedarkan oksigen langsung ke semuasel tubuh dan organ serta menyerap karbon dioksida dari semua sel tubuhuntuk dibuang.Udara memasuki trakea melalui pori-pori kecil di permukaan tubuhserangga yang disebut spirakel. Selanjutnya udara beredar melalui pembuluhudara kecil. Sel-sel tubuh mengambil oksigen langsung dari pembuluhudara kecil itu. Karbon dioksida dari sel akan mengalir ke trakeola, laludibuang melalui lubang spirakel.
3, Alat dan Sistem Pernapasan pada Ikan (Pisces).
Semua makhluk hidup, termasuk ikan, memerlukan oksigen supaya tetap hidup. Pengambilan oksigen ini melalui proses pernapasan yang melibatkan organ pernapasan. Ikan bernapas dengan organ khusus mirip saringan yang disebut insang. Insang berbentuk lembaran tipis berwarna merah muda dan selalu lembap.
Insang terdapat tepat di belakang rongga mulut pada kedua sisi kepala ikan. Biasanya insang dilindungi oleh selaput atau rangka yang disebut tutup insang (operkulum). Di balik tutup insang ini terdapat empat deret insang yang saling tumpang tindih. Pada insang terdapat pembuluh darahhalus. Pembuluh darah itu dapat menyerap oksigen yang terkandung dalamair dan melepaskan karbon dioksida dari darah. Insang juga berfungsisebagai alat pengeluaran garam-garam dan sebagai penyaring makanan.Untuk memperoleh cukup oksigen, mulut ikan dan insang bekerjabersama-sama seperti pompa isap air. Pertama-tama tutup insang menutup.Secara bersamaan mulut terbuka dan dinding mulut mengembang. Saatitulah air terisap masuk. Kedua, rongga mulut menyempit dan mulutmenutup. Secara bersamaan tutup insang terbuka. Akibatnya air keluardari mulut dan melewati insang. Saat itulah oksigen dari dalam air terserapdan karbon dioksida dikeluarkan.
4, Alat dan Sistem Pernapasan pada Hewan Amfibi.
Katak termasuk hewan amfibi, yaitu hewan yang hidup di darat dan di air. Saat masih berupa kecebong, katak hidup di dalam air dan bernapas menggunakan insang. Insang kecebong terletak di luar tubuhnya dan terdiriatas lembaran-lembaran kulit halus mengandung kapiler darah.
Setelah berumur 9 hari, kecebong bernapas menggunakan insang dalam. Insang dalam akan menyusut seiring mulai berfungsinya paru-paru dan katak muda pun tumbuh menjadi katak dewasa. Katak dewasa bernapas menggunakan paru-paru dan permukaan kulit.
Di dalam paru-paru terdapat banyak gelembung udara yang sangat kecil, berselaput, dan penuh dengan kapiler darah. Di dalam gelembung udara, oksigen diserap dan karbon dioksida dikeluarkan. Selain dengan paru-paru,katak juga bernapas melalui kulit. Permukaan kulit katak selalu basah agarmemudahkan penyerapan oksigen dari udara.
5, Alat dan Sistem Pernapasan pada Reptil.
Hewan yang termasuk jenis reptil di antaranya ialah ular, kadal, cecak, buaya, dan biawak. Reptil bernapas mengunakan paru-paru. Udara masukmelalui hidung, lalu ke batang tenggorokan, lalu ke paru-paru.
Paru-paru reptil terletak di dalam rongga dada dan dilindungi oleh tulang rusuk. Paru-paru reptil sederhana dengan beberapa lipatan dindingyang dapat memperbesar permukaan paru-paru. Namun, paru-paru kadaldan buaya lebih kompleks dengan beberapa belahan dan bertekstur seperti spons.Pada reptil yang sering berkubang di air seperti buaya, lubang hidungnyadapat ditutup selama menyelam. Dengan begitu air tidak akan masuk kedalam paru-paru.
6, Alat dan Sistem Pernapasan pada Burung (Aves).
Burung bernapas dengan sepasang paru-paru. Paru-paru burung terletak di dalam rongga dada. Udara yang mengandung oksigen masuk melalui lubang hidung pada pangkal paruh sebelah atas. Selanjutnya udara masuk kepembuluh udara yang disebut trakea. Dari trakea, udara sebagian masuk keparu-paru dan sebagian lagi masuk ke kantong udara.
Burung menghirup udara sebanyak-banyaknya saat tidak terbang. Sebaliknya,saat terbang, burung tidak menghirup udara. Udara diembuskan dari kantong udara ke paru-paru. Kantong udara burung berfungsi sebagai tempat menyimpan udara.Saat tidak terbang, burung menghirup udara sebanyak-banyaknya. Udarayang dihirup itu kemudian disimpan dalam kantong udara. Saat terbang,burung tidak menghirup udara melainkan mengambil dari kantong udara.Kantong udara juga membantu burung saat terbang, membantu mencegahhilangnya panas tubuh yang terlalu besar, dan memperkeras suara.
7, Alat dan Sistem Pernapasan pada Mamalia.
Mamalia adalah jenis hewan yang menyusui anaknya. Ada dua jenis mamalia, yaitu mamalia darat dan mamalia air. Mamalia darat misalnya kambing, sapi, kerbau, dan kuda. Mamalia air misalnya paus, duyung, danlumba-lumba.Alat pernapasan mamalia darat terdiri atas hidung, pangkal tenggorok,batang tenggorok, dan paru-paru.Pada mamalia air, hidungnya dilengkapi dengan katup. Saat mamaliatersebut menyelam, katup akan menutup. Sebaliknya, saat mamaliatersebut muncul ke permukaan air, katup terbuka. Saat itulah mamalia airtersebut akan menghirup oksigen serta mengeluarkan karbon dioksidadan uap air.
B, Organ Pernafasan Manusia.
Organ pernapasan manusia terdiri atas hidung, faring, laring, trakea, bronkus, bronkiolus, dan paru-paru (alveolus).
1, Hidung:
Udara masuk melalui lubang hidung ke dalam rongga hidung. Di dalam rongga hidung terdapat rambut-rambut pendek dan tebal untuk menyaring dan menangkap kotoran yang masuk bersama udara. Selain disaring udara yang masuk dilembapkan oleh selaput hidung.
2, Faring:
Faring merupakan persimpangan antara saluran pernapasan pada bagian depan dan saluran pencernaan pada bagian belakang.
3, Laring:
Laring atau tekak (jakun) terdapat di bagian belakang faring. Laring terdiri atas sembilan susunan tulang rawan berbentuk kotak.
4, Trakea (batang tenggorokan):
Pada trakea terdapat jaringan yang disebut silia yang akan bergerak dan mendorong keluar debu-debu dan bakteri yang masuk.
5, Bronkus:
Bronkus merupakan percabangan dari trakea serta terdiri atas bronkus kiri dan bronkus kanan.
6, Bronkiolus:
Bronkiolus merupakan percabangan dari bronkus.
7, Alveolus:
Alveolus terdapat di dalam paru-paru merupakan tempat terjadinya pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Alveolus dikelilingi kapiler-kapiler darah. Alveolus berbentuk seperti buah anggur.
Proses pernapasan pada manusia.
Prosese pernafasan manusia secara umum yaitu Udara masuk ke dalam tubuh melalui lubang hidung, lalu masukke dalam batang tenggorokan. Batang tenggorokan adalah sebuah pipamulai dari belakang hidung dan mulut, lalu turun ke paru-paru. Dari batang
tenggorokan udara masuk ke dalam paru-paru. Di dalam paru-paru, oksigenterserap ke dalam pembuluh darah halus. Sebaliknya, gas karbon dioksida daripembuluh darah masukke dalam paru-paru dan selanjutnya dibuang saat kitamengembuskan napas.
Pernapasan Dada.
Pada pernapasan dada, Inspirasi terjadi ketika otot yang berada di antara tulang rusuk berkontraksi sehingga rongga dada akan membesar dan membuat tulang rusuk terangkat. Ketika itu terjadi maka paru-paru akan mengembang sehingga akan mengakibatkan turunnya tekanan di dalam paru-paru. Karena tekanan udara yang ada di luar tubuh lebih besar dari pada yang ada di dalam paru-paru, maka udara dapat masuk ke dalam paru-paru melalui hidung. Dan sedangkan pada proses ekspirasi otot antar tulang akan berelaksasi sehingga rongga dada menjadi lebih sempit yang mengakibatkan peningkatan tekanan udara sehingga udara akan terdorong keluar dari paru-paru yang melalui hidung.
Pernapasan Perut.
Pada pernapasan perut, Inspirasi terjadi ketika otot diafragma berkontraksi sehingga posisinya akan sedikit mendatar. Dalam kondisi tersebut akan membuat rongga perut turun sehingga rongga dada akan membesar dan mengakibatkan tekanan udara di dalam paru-paru menjadi kecil. Sehingga udara dapat masuk ke dalam paru-paru melalui hidung, sebaliknya ekspirasi akan terjadi bila mana otot diafragma melakukan relaksasi yang sehingga posisinya kembali melengkung dan mengakibatkan rongga perut kembali naik yang membuat rongga dada menjadi lebih kecil. Tekanan udara di dalam paru-paru akan meningkat sehingga udara akan tertekan keluar dari paru-paru yang melalui hidung.
C, Cara Memelihara Kesehatan Organ Pernafasan.
Gangguan pernapasan pada manusia.
Apa saja penyebab terjadinya gangguan pernapasan? Berikut faktor-faktor penyebab gangguan pernapasan.
1, Faktor Fisik.
Adanya kelainan pada organ pernapasan dapat menyebabkan gangguan pernapasan. Misalnya pada bayi terlahir dini (prematur)organ pernapasannya mungkin belum sempurna sehinggamemerlukan alat bantu pernapasan.
2, Faktor Penyakit.
Banyak penyakit menyebabkan gangguan pada pernapasan.Misalnya influenza, asma, bronkitis, emfisema, dan kanker paruparu.
3, Faktor Lingkungan.
Kita bernapas untuk menghirup oksigen. Lingkungan kotor, asapkendaraan, asap pabrik, dan asap rokok mencemari udara. Udaratercemar menyebabkan ketersediaan oksigen menipis sehinggakita merasa sesak saat bernapas.
Faktor-faktor Lain Penyebab Gangguan Pernapasan pada Manusia :
1, Udara Tercemar.
Pencemar / pengotor udara dapat berupa :
a, Debu : biasanya berasal dari tanah kering, serpihan kayu, atau benda padat lain yang sangat halus.
b, Asap : asap yang dapat mengotori udara dapat berasal dari kendaraan bermotor (mengandung gas beracun yang disebut karbon monoksida), rokok (mengandung nikotin yang dapat mengganggu kesehatan alat pernapasan), pabrik dan pembakaran sampah.
c, Bau tidak sedap : dapat berasal dari timbunan sampah basah.
2, Serangan Kuman.
Kuman penyakit dapat menyerang saluran pernapasan. Penyakit pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh serangan kuman antara lain : influenza, bronkitis, radang paru-paru (pneumonia), dan TBC paru-paru. Semua penyakit ini dapat ditularkan melalui udara karena kuman penyakit ini hidup di udara. Kuman dapat berpindah dari penderita ke orang sehat dengan perantara udara.
Gangguan pada Organ Pernapasan Manusia.
1, Asma.
Asma merupakan kelainan berupa penyumbatan saluran pernapasan yang disebabkan oleh alergi, seperti : debu, bulu, ataupun rambut. Kelainan ini dapat diturunkan dan dapat kambuh jika suhu lingkungan cukup rendah atau keadaan dingin. Ciri-ciri : Sulit bernapas (sesak napas), batuk atau suara sengau yang memburuk ketika terserang virus pernapasan, seperti pilek dan flu, kelelahan atau masalah pernapasan terjadi ketika bermain atau olahraga.
2, Bronkitis : Merupakan gangguan pada cabang batang tenggorokan akibat infeksi.
3, Emfisema : Emfisema adalah penyakit yang gejala utamanya adalah penyempitan saluran napas, karena kantung udara di paru-paru menggelembung secara berlebihan dan mengalami kerusakan.
4, Influenza (Flu) :
Merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus influenza. Penyakit ini timbul dengan gejala : bersin-bersin, demam, sakit kepala, nyeri otot, tenggorokan terasa sakit kadang disertai batuk-batuk dan pilek.
5, Kanker Paru-paru : Salah satu pemicu kanker paru-paru adalah kebiasaan merokok.
6, Tuberkulosis (TBC) :
Tuberkulosis merupakan penyakit paru-paru yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis. Bakteri tersebut menimbulkan bintil-bintil pada dinding alveolus. Gejala-gejala yang timbul antara lain: sangat mudah letih, berat badan terus turun, batuk berdahak disertai darah, dan nyeri di dada.
7, Pneumonia (batuk rejan atau batuk seratus hari) :
Pneumonia (radang paru-paru) adalah sebuah penyakit pada paru-paru dimana alveolus meradang dan berisi cairan. Gejala yang timbul antara lain : sulit bernapas, timbul batuk yang disertai darah atau lendir kuning kehijauan, dan dada terasa nyeri.
8, Flu Burung (Avian Influenza) :
Flu burung adalah penyakit yang menyerang organ pernapasan manusia yang disebabkan oleh virus H5N1 yang ditularkan oleh burung
Cara Mencegah Gangguan Organ Pernapasan Manusia.
1, Makan makanan bergizi : Makanan bergizi dapat meneningkatkan daya tahan tubuh sehingga tubuh tidak mudah terserang penyakit.
2, Berolahraga teratur : Olahraga yang teratur dapat memperlancar proses pernapasan. Olahraga yang baik bagi pernapasan adalah : atletik, senam, dan renang.
3, Menjaga Kebersihan : Lingkungan yang bersih akan sangat mengurangi pencemaran udara, seperti : debu, asap dan bau tidak sedap.
4, Menjauhi / menghindari asap rokok.
Asap rokok tidak hanya berbahaya bagi si perokok, tetapi juga sangat berbahaya bagi orang-orang di sekitarnya yang juga menghirup asap rokok tersebut (disebut perokok pasif). Adapun bahaya yang ditimbulkan oleh asap rokok antara lain : dapat menyebabkan sesak napas karena tubuh kekurangan oksigen, kanker paru-paru, dll.
5, Menjaga sirkulasi udara di rumah : Rumah harus memiliki cukup ventilasi agar udara dalam rumah dapat senantiasa berganti dengan udara baru yang lebih segar.
6, Menghindari tempat-tempat yang tterkena polusi udara.
Tempat-tempat seperti tempat sampah, tepi jalan raya, dan daerah sekitar pabrik memiliki udara yang tidak baik untuk untuk kesehatan kita karena banyak mengandung gas-gas berbahaya. Oleh sebab itu, jika tidak ada keperluan mendesak sebaiknya kita jangan berlama-lama berada di tempat tersebut.
7, Menggunakan masker :
Saat kita harus berada di tempat yang udaranya tercemar, misalnya saat menggunakan pestisida, mengendarai motor, atau mengecat, sebaiknya kita menggunakan masker untuk mengurangi gangguan pada organ pernapasan.
Semua makhluk hidup dapat bergerak. Cara bergerak setiap makhluk hidup berbeda-beda. Kita lebih mudah mengamati gerakan pada manusia dan hewan karena umumnya gerakannya dapat berpindah tempat sehingga disebut gerak aktif.
Dalam melakukan gerak hewan dan manusia dilengkapi dengan alat bantu gerak, misalnya manusia mempunyai kaki untuk berlari dan berjalan, berbagai jenis hewan seperti anjing, kuda, kucing dan sapi juga mempunyai kaki untuk berlari dan berjalan, burung mempunyai sayap untuk terbang, ikan berenang menggunakan siripnya, dan lain-lain. Dengan kata lain gerak merupakan suatu tanggapan terhadap rangsangan dari lingkungan.
Di dalam melakukan aktifitas sehari-hari pastinya kita melakukan banyak gerakan. Kemampuan yang dimiliki oleh manusia untuk bergerak tentunya dikarenakan adanya organ-organ yang mendukung tubuh manusia untuk melakukannya. di dalam biologi, kerjasama organ-organ tersebut dikenal dengan sistem gerak. sistem gerak meliputi tulang/rangka, otot, serta sendi-sendi.
1 Sistem Gerak pada Manusia.
a Tulang/rangka.
Merupakan alat gerak pasif, disebut demikian karena tulang tidak dapat melakukan gerakan apapun tanpa adanya gerakan dari otot, sehingga gerakan tulang hanyalah mengikuti gerakan dari otot dan sebagai tempat melekatnya otot. Tulang memiliki fungsi utama sebagai alat gerak pasif, artinya tulang hanya bisa bekerja/bergerak apabila ada bantuan dari otot. Kerangka pada manusia dapat dibagi ke dalam 3 kelompok yaitu: Bagian tengkorak, Bagian badan, serta Bagian anggota gerak.
Fungsi Rangka pada Manusia. Kerangka pada tubuh manusia memiliki beberapa fungsi utama, yaitu: • Penegak tubuh, • Pembentuk tubuh, • Tempat Melekatnya otot, • Tempat terjadinya proses pembentukan sel darah merah, • Alat gerak pasif.
b Otot .
Otot merupakan jaringan yang terdapat di dalam tubuh manusia yang fungsinya adalah sebagai alat gerak aktif untuk membantu tulang agar bisa bergerak. Tanpa adanya otot, tubuh manusia tidak akan bisa bergerak karena ototlah yang bisa membuat tulang bergerak. Jenis-jenis Otot Otot merupakan bagian yang dibangun dari jaringan otot sendiri. Otot sendiri terbagi menjadi 3 jenis, yaitu : Otot Polos, Otot Lurik dan Otot Jantung. Pembagian tersebut didasarkan pada cara kerja dan struktur daripada otot-otot tersebut.
2 Gerak Pada Hewan.
a Hewan Vertebrata,
Seperti halnya gerak pada makhluk hidup yang lain, hewan juga memiliki 2 jenis gerak yaitu gerak aktif dan gerak pasif. Perbedaan gerak ini terjadi karena perbedaan struktur yang melaksanakan jenis gerakan tersebut. Gerak aktif dilakukan oleh otot, sedangkan gerak pasif dilakukan oleh tulang. Otot sebagai alat gerak aktif pada hewan dan manusia memiliki 3 jenis berdasarkan struktur dan cara kerja dari masing-masing otot, sedangkan tulang terbagi menjadi 2 jenis berdasarkan struktur yang menyusunnya pula. Otot pada hewan dan manusia dibangun dari jaringan otot, pada masyarakat awam otot lebih dikenal dengan sebutan daging atau urat. Sedangkan tulang merupakan jaringan ikat yang dibangun dari sel-sel tulang, berperan sangat penting dalam proses pembentukan darah.
Berikut ini beberapa contoh gerak hewan vertebrata:
HEWAN ORGAN GERAK FUNGSI. 1, Hewan Kelinci, Orgran Gerak : Kaki , Fungsi : Meloncat. Kaki belakang kelinci digunakan sebagai tumpuan untuk meloncat.
2, Hewan : Ular, organ gerak : Otot perut. Fungsi : Bergerak.
3, Hewan : Ikan, Organ gerak : Sirip dan ekor Fungsi : Bergerak, ekor untuk mendorong tubuh ikan ke depan dan sirip untuk mengatur gerakan ke atas dan bawah.
4, Hewan : Burung, Organ Gerak : Kaki, sayap dan ekor Kaki untuk bertengger, sayap untuk terbang dan ekor untuk mengatur ketika akan menukik dan berbelok
5, Katak, Organ Gerak : Kaki. Fungsi : Kaki belakang katak yang lebih panjang digunakan untuk meloncat Kaki katak yang berselaput berfungsi untuk membantu ketika berenang di dalam air.
6, Burung Unta , organ gerak : Kaki dan sayap Fungsi : Bergerak, berlari. Kaki burung unta digunakan untuk berlari dan berjalan. Sayap pada burung unta tidak digunakan untuk terbang tetapi untuk menjaga keseimbangan pada saat berlari.
b, Hewan Avertebrata.
1, Nama Hewan : Siput ; Organ Gerak : Kaki perut. Fungsi : Bergerak.
2, Nama Hewan : Kepiting, Organ Gerak : Kaki. Fungsi : Bergerak. Kaki pada kepiting digunakan untuk berjalan diatas pasir dan capit pada kepiting juga berfungsi untuk memegang makanan.
3, Nama Hewan Cacing; Organ gerak : Otot perut ; Fungsi : Bergerak.
4, Belalang; organ hewan : Kaki dan sayap; Fungsi : Kaki belakang belalang yang panjang digunakan sebagai tumpuan untuk meloncat dan sayap pada belalang berfungsi untuk memperjauh jarak lompatan
5, Ubur-ubur organ geraknya Tubuhnya, rumbai-rumbai di tubuh ubur-ubur Ubur-ubur bergerak dengan sistem seperti propulsi jet. Untuk bergerak maju, ubur-ubur menghisap air ke dalam tubuh kemudian menyemprotkan keluar ke belakang memnciptakan propulsi jet. Rumbai-rumbai pada tubuh ubur-ubur dapat membuat rasa gatal pada tubuh saat tersentuh.
6, Hydra, orgran gerak Tentakel. Hydra bergerak dengan gerakan seperti ulat kilan, gerakan jungkir balik, gerakan merayap, gerakan meluncur (ski), gerak mengapung di dalam air dan mengikuti arus air laut. Tentakel pada hydra juga berfungsi untuk menangkap makanan.
B, PERBEDAAN VERTEBRATA DAN AVERTEBRATA.
Beberapa perbedaan vertebrata dan avertebrata dapat kita lihat dalam tabel berikut ini:
NO
VERTEBRATA
AVERTEBRATA
1
Vertebrata Mempunyai tulang yang terentang dari belakang kepala sampai dengan bagian ekor.
AVertebrata Tidak mempunyai tulang belakang,tetapi ada beberapa hewan yang di lindungi oleh rangka luar.
2
Vertebrata Mempunyai otak yang dilindungi oleh tulang tengkorak.
AVertebrata Otak tidak terlindungi oleh tengkorak.
3
Vertebrata Tubuh berbentuk simetris bilateral.
AVertebrata Susunan syaraf terletak di bagian perut tepat di bawah saluran pencernaan.
4
Vertebrata Mempunyai jelas kepala,leher,badan dan ekor walaupun ekor dan leher tidak mutlak ada.
Avertebrata Tidak jelas perbedaan bagian-bagian tubuhnya.
5
Vertebrata Contoh hewan : Ikan, ampibi, reptil, burung, mamalia.
Manusia memiliki kemampuan untuk bergerak dan melakukan aktivitas, seperti berjalan, berlari, menari dan lain-lain. Kemampuan melakukan gerakan tubuh pada manusia didukung adanya sistem gerak, yang merupakan hasil kerja sama yang serasi antar organ sistem gerak, seperti rangka (tulang), persendian, dan otot.
Lihat gambar rangka manusia, sebutkankan nama-nama tulang yang ada .
Fungsi rangka (tulang) adalah sebagai alat gerak pasif, yang hanya dapat bergerak bila dibantu oleh otot. Fungsi persendian adalah menghubungkan antara tulang yang satu dengan tulang yang lainnya. Fungsi otot adalah sebagai alat gerak aktif, yang dapat menggerak- kan organ lain sehingga terjadi suatu gerakan. Alat gerak pada manusia berupa tangan dan kaki. Berikut ini adalah tulang penyusun tulang tangan dan kaki pada manusia.
1-Alat gerak Pasif.
Terdiri dari tulang pada lengan manusia dan tulang pada kaki manusia.
Tulang pada kaki manusia terdiri dari : tulang paha, tulang kering, tulang betis, tulang tempurung lutut, tulang pergelangan kaki, tulang telapak kaki, tulang jari kaki.
2- Alat gerak Aktif pada manusia. Alat gerak aktif pada manusia berupa otot. Manusia memiliki 3 macam otot di dalam tubuhnya yaitu, otot polos, otot lurik dan otot jantung.
a, Otot Lurik : Otot lurik adalah otot yang menempel pada rangka tubuh manusia yang digunakan dalam pergerakan. Otot lurik adalah otot yang bekerja di bawah kesadaran. Otot lurik juga dinamakan otot rangka, Mengapa? karna menempel pada rangka.Dinamakan otot lurik karena adanya sisi gelap dan terang yang berselang seling.
Ciri-ciri Otot Lurik
Bentuk silindris dengan garis gelap terang.
Bentuk yang panjang dan memiliki banyak inti sel (multisel).
Melekat pada rangka.
Bekerja secara sadar dengan perintah otak.
Cepat dan mudah lelah.
Mempunyai pigmen mioglobin.
Inti sel yang berada di tepi.
b-Otot Polos : adalah otot yang bekerja tanpa kesadaran kita yang dipengaruhi oleh sistem saraf tak sadar atau saraf otonom, otot polos dibentuk oleh sel-sel yang berbentuk gelendong dimana kedua ujungnya runcing dan mempunyai 1 inti sel.
Ciri-ciri Otot Polos :
Bentuk dari otot polos adalah gelendong.
memiliki satu inti sel yang berada di tengah.
Dipengaruhi oleh saraf otonom.
Tidak diperintah oleh otak atau tidak dipengaruhi oleh otak.
Terletak pada organ dalam.
Berada pada bagian usus, saluran peredaran darah, dan otot di saluran kemih.
Pergerakannya dari otot polos lambat.
c – Otot jantung : adalah otot yang bekerja secara terus-menerus tanpa istirahat atau berhenti. Otot jantung merupakan perpaduan antara otot lurik dan otot polos karna adanya persamaan yang ada pada otot jantung misalnya, memiliki sisi gelap terang dan inti sel yang berada di tengah. Otot jantung berfungsi dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Otot Jantung bekerja di bawah kesadaran manusia. Saraf yang memengaruhi otot jantung adalah saraf simpatik dan parasimpatik.
Ciri-ciri Otot Jantung :
Otot jantung berbentuk silindris.
Memiliki percabangan.
Otot jantung terletak pada jantung.
Memiliki satu inti sel yang berada di tengah.
Bekerja tanpa kesadaran manusia.
Bekerja terus menerus dan tidak membutuhkan istirahat.
Perbedaan Otot Lurik, Otot Polos dan Otot Jantung.
Perbedaan antara Otot lurik, Otot polos, Otot jantung. Bentuk Otot lurik Memanjang, silindris. Bentuk Otot Polos : gelendong, ujung runcing. Bentuk Otot Jantung : Bercabang, silindris, memanjang
Jumlah inti sel otot lurik : Banyak. Jumlah inti sel otot polos : Satu. Jumlah inti sel otot jantung : Lebih dari satu.
Letak inti sel otot lurik : Di tepi sel. Letak inti sel otot polos : Di tengah sel. Letak inti sel otot jantung : Di tengah sel.
Sistem kerja otot lurik : Secara sadar. Sistem kerja otot polos : Secara tidak sadar. sistem kerja otot jantung : Secara tidak sadar.
Reaksi terhadap gerakan otot lurik : Cepat. Reaksi terhadap gerakan otot polos : Lambat. Reaksi terhadap gerakan otot jantung : Lambat.
Gerakan otot lurik : Cepat lelah. Gerakan otot polos :Tidak cepat lelah. Gerakan otot jantung :Tidak cepat lelah.
Letak otot polos : Melekat pada rangka. Letak otot lurik : Pada sistem organ. LEtak otot jantung : Di jantung.
KELAINAN PADA TULANG.
Tulang pada manusia sering mengalami gangguan baik gangguan tulang sejak lahir, karena makanan yang kita konsumsi, posisi tubuh yang salah, terkena penyakit, kecelakaan, dan lainnya.
1. Gangguan Tulang karena Kebiasaan Posisi Tubuh Yang Salah.
Kebiasaan yang tidak baik akan memengaruhi pertumbuhan tubuh. Sikap tubuh yang salah ketika duduk, berdiri, tidur, atau ketika membawa beban yang terlalu berat dapat menyebabkan gangguan pada tulang belakang/punggung sebagai berikut.
a. Skoliosis : Skoliosis,yaitu kondisi di mana tulang belakang bagian punggung membengkok ke kiri atau ke kanan. Penyebabnya adalah posisi duduk yang salah. Skoliosis juga dapat terjadi jika seseorang sering membebani salah satu sisi tulang belakang dan kebiasaan ini dilakukan selama bertahun-tahun. b. Lordosis : Lordosis,yaitu kondisi di mana tulang belakang bagian punggung membengkok ke belakang. Hal itu dapat terjadi, jika kita sering duduk di kursi dengan meja yang terlalu tinggi. c. Kifosis : Kifosis merupakan kondisi yang berkebalikan dengan lordosis. Kifosis, yaitu tulang belakang bagian dorsal perut membengkok ke depan. Hal itu dapat terjadi karena kebiasaan menulis yang terlalu membungkuk.
2. Gangguan Tulang Karena Penyakit.
a. Polio : Penderita polio akan mengalami kelumpuhan sehingga lama kelamaan tulangnya akan mengecil. Penyakit polio dapat dicegah dengan vaksin polio. Pemberian vaksin biasanya dilakukan melalui mulut pada saat anak berusia di bawah lima tahun.
b. Layuh Semu : Layuh semu terjadi akibat terinfeksi penyakit sifilis pada anak semasa dalam kandungan akibat tertular oleh ibu yang mengidap penyakit sifilis, akibat tulang tulang anggota gerak pada bayi atau anak menjadi layuh atau tidak bertenaga.
c. Rakhitis : Rakitis merupakan suatu penyakit yang mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan tulang. Penyakit ini timbul karena penderita kekurangan vitamin D dan sinar matahari pagi. Orang yang menderita penyakit rakhitis memiliki tulang yang lemah dan biasanya berbentuk X atau O karena tidak dapat menahan berat tubuh.
d. Kaku Sendi : Kaku sendi merupakan cacat pada persendian dimana sendi tidak dapat digerakkan. Penyakit ini disebabkan karena persendian terinfeksi penyakit sifilis atau gonorhoe sehingga minyak sendi menjadi kering dan tidak dapat digerakkan, misalnya pada lutut yang tidak dapat dibengkokkan. Kaku sendi biasanya ini terjadi pada orang dewasa.
e. Kanker Tulang : Virus juga dapat merusakkan pertumbuhan sel sel tulang yang tidak terkendali, sehingga di beberapa tempat pada tulang dapat tumbuh benjolan yang dapat berpindah pindah dan timbul rasa sakit. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian.
f. TBC Tulang : TBC tulang adalah penyakit pada tulang akibat infeksi oleh Tuberculosis sehingga membuat tulang menjadi rusak.
g. Osteoporosis : Osteoporosis atau tulang keropos merupakan penyakit yang menyebabkan tulang mudah retak atau patah. Penyakit ini biasanya menyerang orang lanjut usia, terutama perempuan. Penyebab osteoporosis adalah tubuh kekurangan zat kapur (kalsium).
h. Hidrosefalus : Hidrosefalus adalah bentuk kepala membesar karena terjadi pengumpulan cairan dan pelebaran rongga otak. Kelainan ini terjadi pada bayi sejak lahir.
i. Mikrosefalus : Mikrosefalus merupakan kelainan akibat pertumbuhan tulang-tulang tengkorak yang terhambat karena kekurangan zat kapur saat pembentukan tulang tengkorak pada waktu bayi, sehingga ukuran kepala kecil (ukurannya tidak proporsional). Akibat lebih lanjut biasanya berpengaruh pada perkembangan mental.
3, Gangguan Atau Kelainan Tulang Oleh Faktor Keturunan.
Suatu sifat keturunan pada orang tua yang bersifat menurun akan diwariskan kepada keturunannya, sifat itu disebut gen. Misalnya, kelainan bentuk tulang punggung yang dialami orang tua yang disebabkan oleh gen, maka akan diwariskan kepada keturunannya.
4, Gangguan Atau Kelainan Tulang Yang Disebabkan Oleh Makanan.
Pertumbuhan tulang tulang sangat tergantung dari makanan yang kita makan setiap hari. Makanan yang kita makan harus mengandung zat zat yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang. Misalnya, mengandung zat kapur, fosfor, dan vitamin D.
5, Gangguan Atau Kelainan Tulang Karena Kecelakaan.
a. Fraktura, jika terjadi patah tulang karena kecelakaan. b. Fisura, jika tulang mengalami retak. c. Urai Sendi, jika terjadi pergeseram sendi karena selaput sendi sobek. d. Kalus, jika tulang yang patah akibat kecelakaan, kemudian timbul gelembung pada bagian sambungan tulang, tempat sambungan tulang yang menggelembung setelah sembuh. e. Patah tulang tertutup, jika tulang yang patah tidak sampai merobek kulit. f. Patah tulang terbuka, jika tulang yang patah merobek kulit dan tulang mencuat ke luar.
E, KELAINAN DAN GANGGUAN PADA OTOT MANUSIA.
1, Tetanus.
Tetanus merupakan penyakit yang dapat menyebabkan ketegangan / kaku otot secara terus menerus. Tetanus terjadi karena infeksi dari bakteri Clostridium Tetani. Bakteri tersebut masuk melalui kulit yang sedang mengalami luka sehingga mengalami infeksi dan menghasilkan racun yang menyerang pada saraf. Akibatnya fungsi saraf dalam mengontrol otot akan terganggu. Gejala yang paling sering terjadi adalah kaku rahang. Pasien akan ditangani dengan antibiotik, relaksan otot, dan anti toksin. Namun jika pernah melakukan vaksin tetanus, maka diberikan imunoglobulin.
Gejala : Nyeri, Kejang-kejang otot. Penyebab : Otot yang terus berkontraksi akibat bakteri clostridium tetani. Akibat : Saraf dan otot menjadi kaku (rigid). Pengobatan : Untuk menetralisir racun, diberikan immunoglobulin tetanus. Antibiotiktetrasiklin dan penisilin diberikan untuk mencegah pembentukan racun lebih lanjut, supaya racun yang ada mati. Pencegahan : Setiap luka, harus dibersihkan unuk mencegah pertumbuhan Clostridium tetani.
2, Spasme (Kram Otot).
Spasme otot biasa disebut kram atau nyeri otot, yang terjadi akibat kerja otot yang berlebihan atau kontraksi yang terlalu kuat. Serangan spasme biasa sering terjadi pada otot betis secara tiba-tiba dan terasa berkedut. Penanganannya dengan mengistrahatkan otot yang bermasalah, melakukan pemijatan,dapat juga dengan penggunaan obat atau salep yang dapat merelaksasikan otot.
Gejala : Otot keras dan tegang, Nyeri.
Penyebab : Terlalu lama beraktivitas, Kekurangan air dan garam di dalam tubuh, Olahraga yang kurang pemanasan, Terlalu lama berada dalam satu posisi.
Akibat : Nyeri; Bagian tubuh yang kram sulit digerakkan.
Pengobatan : Regangkan otot yang terserang; Gosok bagian yang sakit dengan obat gosok analgesik; Minum obat pereda nyeri seperti parasetamol; Berobat ke dokter.
Pencegahan : Pemanasan yang cukup sebelum berolahraga; Sering mengubah-ubah posisi; Pasokan air dan garam yang memadai.
3. Atrofi otot.
Atrofi otot merupakan terjadinya penurunan fungsi otot karena otot mengecil atau kehilangan kemampuan untuk berkontraksi. Otot yang mengalami atrofi akan mengalami pengurangan ukuran sampai 25% dari ukuran semula. Atrofi dapat terjadi akibat adanya kerusakan pada otot atau pada saraf yang mengontrol otot tersebut. Penyebab lain adalah otot yang sudah lama tidak bekerja misalnya pada orang yang lama terbaring sakit. Orang yang mengalami atrofi tampak jelas kehilangan massa otot, serta tampak lemah untuk beraktivitas. Penanganan dilakukan berdasarkan penyebabnya yaitu melakukan olah raga disertai fisioterapi, mengkonsumsi makanan bernutrisi.
4.Hipertrofi otot.
Hipertrofi otot terjadi umumnya pada atlet binaraga dan kebugaran. Mungkin orang menganggap ini hal biasa, namun ini adalah sebua kelainan otot yang berupa meningkatnya massa otot. Hal ini terjadi atas faktor nutrisi, usia dan latihan.
Gejala : Membesarnya otot.
Penyebab : Otot dilatih secara berlebihan.
Akibat : Peningkatan volume organ atau jaringan.
Pengobatan : Terapi Akupuntur.
Pencegahan : Melatih otot sewajarnya dan mengurangi aktivitas.
5, Miastenia gravis.
Myastenia gravis termasuk salah satu kelainan otot dimana saraf tidak dapat mempengaruhi kerja otot. Penyebab myastenia gravis adalah autoimun. Hal ini dapat terjadi pada semua usia, namun lebih sering terkena pada usia diatas 40 tahun.
Gejala yang terjadi berupa otot yang terasa lemah dan lelah tanpa disertai rasa nyeri. Otot yang terserang dapat dari otot-otot kecil seprti otot wajah dan pernapasan. Penanganan dengan penggunaan obat antikolinesterase untu mengembalikan kekuatan otot, dan pemberian imunosupresan untuuk menghambat efek autoimun.
Gejala :Kelemahan otot setelah mengeluarkan tenaga yang sembuh kembali setelah istirahat.
Penyebab : Melemahnya otot.
Akibat : Dapat mengakibatkan kelumpuhan bahkan kematian.
Pengobatan : Tidur selama 10 jam agar dapat bangun dalam keadaan segar dan perlu menyelingi waktu dengan istirahat; Menghindari hal-hal yang memperberat sakit; Menggunakan obat-obat antikolinesterase yang kerjanya menghancurkan asetilkolin.
Pencegahan : Myasthenia gravis tidak bisa dicegah, tapi menghindari emosional, Paparan terhadap suhu ekstrim, Demam.
6, Hernia abdominalis.
Hernia abdominalis adalah pembukaan atau kelemahan dalam struktur otot dinding perut. Cacat ini menyebabkan penjolan dari dinding perut. Hal ini lebih terlihat ketika otot-otot perut dikencangkan, sehingga meningkatkan tekanan dalam perut. Setiap kegiatan yang meningkatkan tekanan intra-abdomen dapat memperburuk penyakit hernia; contoh kegiatan tersebut mengangkat, batuk, atau bahkan berusaha untuk buang air besar.Pengertian hernia menurut kamus kedokteran Dorland edisi 29 adalah penonjolan gelung atau ruas organ atau jaringan melalui lubang abnormal.
Lokasi yang paling umum untuk penyakit hernia adalah lipat paha (inguinal) sehingga ada jenis penyakit hernia yang disebut dengan hernia inguinal. Ada beberapa alasan mengapa terjadi kecenderungan pada penyakit hernia inguinal. Pertama, ada kelemahan anatomis alam di wilayah selangkangan yang dihasilkan dari cakupan otot lengkap. Kedua, posisi tegak hasil postur manusia dalam kekuatan yang lebih besar mendorong ke arah bawah perut, sehingga meningkatkan tekanan pada jaringan-jaringan yang lebih lemah. Jenis lain penyakit hernia, disebut hernia ventral, terjadi di garis tengah perut, biasanya di atas pusar (umbilicus). Jenis penyakit hernia ini biasanya tidak nyeri. Selain itu ada juga kasus penyakit hernia yang terjadi dalam pusar.
Gejala : Benjolan di paha dan pusar; Mual ; Muntah ; Susah makan ; Tubuh demam.
Penyebab : Sobeknya otot dinding perut yang lemah sehngga usus melorot ke awah.
Akibat : Penderita tidak mampu bergerak dengan baik; Kematian.
Pengobatan : Operasi (bila parah).
Pencegahan : Satu-satunya cara untuk mengurangi resiko Anda memiliki hernia perut adalah untuk menghentikan masalah yang membuat hernia lebih mungkin.
7. Serebral palsi.
Serebral palsi / Cerebral palsy adalah gangguan gerakan, otot, atau postur yang disebabkan oleh cedera atau perkembangan abnormal di otak, paling sering terjadi sebelum kelahiran. Tanda dan gejala muncul selama masa bayi atau prasekolah. Secara umum, cerebral palsy menyebabkan gangguan gerakan yang terkait dengan refleks berlebihan atau kekakuan, postur tubuh yang abnormal, gerakan tak terkendali, kegoyangan saat berjalan, atau beberapa kombinasi dari gangguan tersebut. Efek cerebral palsy pada kemampuan fungsional sangat bervariasi.
Orang dengan cerebral palsy sering memiliki kondisi lain yang berkaitan dengan kelainan perkembangan otak, seperti cacat intelektual, masalah penglihatan dan pendengaran, atau kejang. Sebuah spektrum yang luas dari perawatan dapat membantu mengurangi efek cerebral palsy dan meningkatkan kemampuan fungsional seseorang.
Penyebab : Penyebabnya adalah cedera pada bagian otak yang mengontrol kemampuan untuk menggunakan otot. Cerebral berarti berhubungan dengan otak. Palsy berarti kelemahan atau kesulitan menggunakan otot.
Penyebab CP meliputi:
Ibu mengalami cedera pada masa hamil, atau bayi mengalami cedera dalam proses persalinan atau masa awal kanak-kanak,
Tidak mendapatkan cukup oksigen selama atau setelah lahir,
Infeksi (misalnya campak jerman) yang menular dari ibu ke bayi,
Infeksi serius pada bayi yang baru lahir,
Dalam banyak kasus, penyebab pasti dari cerebral palsy masih belumdiketahui.
Gejala : Tanda dan gejala dapat sangat bervariasi. Gangguan gerakan dan koordinasi yang terkait dengan cerebral palsy dapat meliputi:
Gangguan pada otot, yaitu terlalu kaku atau terlalu lemah,
Kaku otot dan refleks berlebihan (kekejangan),
Kaku otot dengan refleks normal (kekakuan),
Kurangnya koordinasi otot (ataksia),
Getaran atau gerakan tidak sadar,
Gerakan lambat (athetosis),
Penundaan dalam mencapai keterampilan motorik,
Lebih menyukai menggunakan satu sisi tubuh, seperti menyeret kakinya saat merangkak,
Kesulitan berjalan, seperti berjalan kaki atau gaya berjalan berjongkok,
Kesulitan menelan,
Kesulitan menghisap atau makan,
Penundaan dalam perkembangan bicara atau kesulitan berbicara,
Kesulitan dengan gerakan yang tepat.
Pencegahan : Penyebab cerebral palsy (CP) kadang-kadang tidak diketahui tetapi hubungan CP dan kondisi tertentu selama kehamilan, kelahiran, dan prematuritas telah ditelaah. Beberapa penyebab tersebut dapat dicegah. Beberapa tidak bisa.
Pengobatan : Berbagai terapi juga dapat membantu orang dengan cerebral palsy untuk meningkatkan kemampuan fungsional. Terapi tersebut dapat meliputi:
1. Terapi fisik,
2. Terapi okupasi,
3. Terapi wicara.
Pembedahan mungkin diperlukan untuk mengurangi kejang otot atau kelainan tulang yang disebabkan oleh kekejangan. Prosedur pembedahan tersebut dapat meliputi:
1. Bedah ortopedi,
2. Pemotongan saraf.
8. Rhabdomyolysis.
Rhabdomyolysis adalah sebuah kondisi yang terjadi saat otot mengalami kerusakan. Kerusakan ini melepaskan pigmen mioglobin dari otot ke dalam darah. Ginjal dalam kondisi normal biasanya menyaring pigmen dari darah. Namun zat dari kerusakan otot dapat membahayakan ginjal karena menghalangi struktur penyaringan mereka. Terjadilah gagal ginjal sehingga ginjal mengeluarkan produk limbah beracun ke dalam darah.
Akibatnya gejala yang dialami berupa rasa lelah, nyeri otot, dan menyebabkan perubahan warna urin. Kelainan ini dapat menyerang segala usia. Prinsip utama dari penanganan kelainan ini adalah mengembalikan fungsi ginjal dengan terapi cairan atau bahkan dengan cuci darah (dialisis). Selain itu hindari obat-obatan atau zat yang dapat memperberat kondisi.
Gejala : Gejala yang paling umum adalah nyeri otot dan urin berwarna kemerahan atau keunguan yang kemudian akan berlanjut dengan berkurangnya urin dan bahkan menghilangnya produksi urin sama sekali. Kondisi serius di tahap tidak mampu kencing ini adalah gejala gagal ginjal, yang berarti Anda membutuhkan penanganan medis dengan segera. Gejala dan keluhan lain ialah kelelahan, kelesuan, nyeri otot, kehausan ekstrem, serta degup jantung yang terlampau cepat dan tidak teratur.
9, Fibromyalgia.
Fibromyalgia merupakan kelainan otot yang berupa rasa nyeri diseluruh tubuh. Hal ini dapat menyerang segala usia, namun tersering pada usia diatas 30 tahun. Gejala yang dapat dirasakan adalah mudah merasa nyeri, otot-otot kaku rasa lelah, gangguan pencernaan, sakit kepala dan konsentrasi menururn. Penanganan berupa terapi nyeri atas gejala yang dirasakan, konseling dan fisioterapi.
Gejala : Kejang otot, Nyeri otot.
Penyebab : Latihan yang berlebihan dalam olahraga.
Akibat : Otot yang tidak mampu beregenerasi, Mengurangi kemampuan dari otot yang terkena untuk kontrak dan bersantai dengan cepat.
Pengobatan : Aktif MMP-1 yang paling efektif dalam mengurangi fibrosis, walaupun pengobatan dengan proMMP-1 juga bermanfaat relatif terhadap kontrol.
Pencegahan : Menjaga aktivitas jangan sampai berlebihan.
10, Polio.
Polio (Poliomyelitis) adalah kelainan otot akibat infeksi dari virus polio. Infeksi ini sering menyerang anak-anak dan menyebabkan kelumpuhan. Virus ini menyebar melalui makanan, ari dan tangan yang terkontaminasi dengan kotoran (tinja) atau sekresi tenggorokan dari orang yang terinfeksi. Poliao pada awalnya dapat tidak bergejala, namun bila timbul dapat terjadi gejala sakit tenggorokan, demam, nyeri dan kaku otot hingga dapat mengakibatkan kelumpuhan otot. Penanganan yang dapat dilakukan bersifat suportif dengan pemberian antibiotik, antinyeri, alat bantu pernapasan dan fisioterapi. Namun sebaiknya dilakukan pencegahan sebelum terjadi infeksi sebagaimana yang sudah dianjurkan pemerintah, yaitu pemberian vaksin polio.
Penyebab polio : Virus polio menyebabkan poliomyelitis. Penyakit ini menular melalui kontak dengan air dan makanan yang terinfeksi feses penderita. Keadaan ini sering terjadi pada daerah dengan sistem drainase yang buruk. Penyakit ini juga dapat menular melalui kontak langsung dengan pembawa virus atau yang baru saja divaksin polio oral (vaksin dibuat dari virus hidup).
Gejala Polio : Polio non-paralitik Gejalanya: seperti flu yang dapat bertahan hingga 10 hari, termasuk: Sakit tenggorokan, demam, kelelahan, sakit kepala, muntah, leher dan punggung nyeri atau kaku, otot lemah dan nyeri, kaku pada lengan dan kaki.
Polio paralitik Gejala polio ini adalah kasus yang jarang terjadi, namun yang paling parah. Gejalanya dapat bervariasi tergantung bagian tubuh mana yang terkena misalnya tulang belakang atau otak, kadang-kadang keduanya. Gejala awal akan mirip dengan polio non-paralitik, namun gejalany berkembang menjadi parah sebagai berikut: Nyeri otot parah dan / atau kelemahan Hilangnya refleks Anggota badan jadi lemas dan mengendur (lemah-lumpuh).
11, Stiff neck (kaku leher).
Stiff neck atau kaku leher terjadi akibat adanya spasme yang terjadi pada otot-otot leher. Hal ini terjadi karena adanya sikap tubuh yang salah dan trauma. Gejala yang dirasakan berupa nyeri otot dan kaku leher hingga dasar punggung. Penanganan yang dilakukan adalah penggunaan obat nyeri dan obat-obatan atau salep relaksan.
Gejala : Leher yang terasa kaku dan sakit jika digerakan; Otot leher kejang/kaku, kepala sulit/nyeri digerakkan.
Penyebab : Otot trapesius leher mengalami peradangan (akibat dari entakan yang salah gerak).
Akibat : Kepala sulit digerakkan.
Pengobatan : Pemijatan, Terapi.
Pencegahan : Meregangkan otot leher.
12. Strain.
Strain merupakan keadaan dimana cederanya otot atau tendon (terutama tungkai bawah) akibat aktivitas berlebihan yang menyebabkan terjadinya peregangan berlebihan sehingga otot atau tendon dapat robek. Gejala yang dialami berupa nyeri, bengkak, rasa kaku sehingga tidak dapat digerakkan seperti biasanya. Penanganan yang dapat diberikan yaitu antinyeri, mengistrahatkan otot dan imobilisasi untuk mempercepat pemulihan.
Keseleo dan strain adalah salah satu cedera yang paling umum dalam olahraga. Ketegangan terjadi ketika unit tendon otot diregangkan atau robek. Alasan yang paling umum adalah berlebihan dan peregangan otot.
Strain adalah kerusakan pada jaringan otot karena trauma langsung (impact) atau tidak langsung (overloading). Cedera ini terjadi akibat otot tertarik pada arah yang salah,kontraksi otot yang berlebihan atau ketika terjadi kontraksi ,otot belum siap,terjadi pada bagian groin muscles (otot pada kunci paha),hamstring (otot paha bagian bawah),dan otot guadriceps. Fleksibilitas otot yang baik bisa menghindarkan daerah sekitar cedera memar dan membengkak. Strain akut pada struktur muskulotendious terjadi pada persambungan antara otot dan tendon. Tipe cedera ini sering terlihat pada pelari yang mengalami strain pada hamstringnya.
Gejala yang timbul : Nyeri local, Meningkat apabila bergerak/bila ada beban pada otot.
Tanda-tandanya : Adanya spasme otot ringan; Bengkak; Gangguan kekuatan otot; Fungsi yang sangat ringan.
13. Distrofi otot.
Distrofi otot yaitu penyakit kronis pada otot yang terjadi sejak anak-anak, diduga merupakan penyakit bawaan (genetis).
Gejala : Tubuh bergoyang saat mulai berjalan atau berlari, menggunakan jari kaki dibandingkan kaki keseluruhan untuk berjalan,
Penyebab : Genetik (Turunan).
Akibat : Kelemahan pada otot-otot yang dekat dengan batang tubuh.
Pengobatan : Terapi fisik dan latihan akan membantu mencegah pengkerutan otot yang menetap di sekitar sendi. Kadang perlu dilakukan pembedahan untuk meringankan nyeri otot.
Pencegahan : Konseling genetik disarankan bila ada riwayat keluarga distrofi otot. Perempuan mungkin tidak memiliki gejala tapi masih membawa gen untuk gangguan ini.
Saling Ketergantungan antara Makhluk Hidup dengan Lingkungannya – Ekosistem.
SD Kelas 5 – Tema 5.
Saling Ketergantungan antara Makhluk Hidup dengan Lingkungannya, meliputi :
Hubungan Khas antarmahluk Hidup.
Simbiosis mutualisme.
Simbiosis Parasitisme.
Simbiosis Komensalisme.
Saling Ketergantungan antara mahluk hidup dengan lingkungannya.
Ekosistem.
Konsumen.
Populasi.
Komunitas.
Rantai Makanan.
Dalam suatu lingkungan, misalnya sawah terjadi hubungan saling ketergantungan antarmakhluk hidup yang ada di dalamnya serta hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya
Makhluk hidup di bumi tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa melibatkan lingkungan demi kelangsungan hidupnya. Kenyataan ini dapat digambarkan dalam bentuk sederhana tentang tanaman padi yang tumbuh subur di sawah. Padi tumbuh subur karena memperoleh unsur hara yang tersedia dalam tanah. Dengan bantuan sinar matahari, padi melakukan fotosintesis untuk membuat makanannya. Dalam proses fotosintesis tersebut diperlukan beberapa unsur, antara lain gas CO2 dan H2O yang merupakan bahan dasar pembuatan makanan. Dari proses fotosintesis dilepaskan gas oksigen (O2) ke udara yang bermanfaat bagi pernapasan makhluk hidup lainnya. Hasil tanaman padi dimanfaatkan manusia sebagai bahan makanan pokok dan sebagian dimanfaatkan oleh burung pemakan padi. Batang padi dimakan oleh sapi dan kerbau. Di sini manusia, burung, sapi, dan kerbau hidupnya tergantung dari tanaman padi dan zat lain yang ada di lingkungannya. Apabila manusia dan hewan tersebut mengeluarkan kotoran, kotoran tersebut akan diuraikan oleh jamur dan bakteri pembusuk menjadi unsur hara yang dapat menyuburkan tanah dan dibutuhkan tanaman padi.
Berdasarkan penjelasan tersebut dapat kita ketahui adanya saling ketergantungan, yaitu: 1. Antara makhluk hidup dan makhluk hidup lainnya. 2. Antara makhluk hidup dan lingkungannya.
A. Hubungan Khas Antarmakhluk Hidup.
Antara hewan atau tumbuhan tertentu dengan hewan atau tumbuhan lain terjadi hubungan khas dinamakan simbiosis (a) hubungan benalu dengan tumbuhan inang, (b) hubungan lebah madu dengan bunga.
Apabila kamu mengamati lingkungan sekitar, kamu akan menemukan dua makhluk hidup yang memiliki hubungan khusus. Cobalah kamu amati hubungan yang terjadi antara benalu dengan tumbuhan yang ditumpanginya, hubungan antara lebah madu dengan bunga, seperti pada gambar di atas. Dua jenis makhluk hidup tersebut memiliki keterkaitan bersama yang terkadang saling menguntungkan dan terkadang juga merugikan salah satu pihak. Hubungan khas antara hewan atau tumbuhan tertentu dengan hewan atau tumbuhan yang lain semacam itu dinamakan simbiosis. Simbiosis ada 3 macam, yaitu simbiosis mutualisme, simbiosis parasitisme, dan simbiosis komensalisme.
1. Simbiosis Mutualisme.
Simbiosis mutualisme adalah hubungan antara dua makhluk hidup yang saling menguntungkan. Contoh simbiosis mutualisme antara lain sebagai berikut. a. Hubungan antara Kerbau dan Burung Jalak. Dalam hubungan ini, burung jalak mendapatkan keuntungan yaitu mendapatkan kutu kerbau untuk makanannya, sedangkan kerbau diuntungkan karena kutu di kulitnya berkurang, sehingga tidak terganggu oleh gigitan kutu.
b. Hubungan antara Kupu-kupu dan Bunga. Dalam hubungan ini, kupu-kupu mendapat keuntungan karena mendapatkan nektar bunga untuk makanannya, sedangkan bunga terbantu penyer- bukannya. Di mana serbuk sari dari satu tumbuhan dipindahkan ke tumbuhan lain tanpa sengaja.
c. Hubungan antara Lebah Madu dan Bunga. Dalam hubungan ini, lebah madu mendapatkan nektar untuk dibuat menjadi madu, sedangkan tumbuhan dibantu penyerbukannya.
2. Simbiosis Parasitisme.
Simbiosis parasitisme adalah hubungan antara dua makhluk hidup yang menguntungkan salah satu pihak dan merugikan pihak lain. Contoh simbiosis parasitisme antara lain sebagai berikut.
a. Hubungan antara Benalu dan Pohon Mangga. Dalam hubungan ini, benalu mendapat untung karena memperoleh bahan makanan dengan mudah dari pohon mangga, sedangkan pohon mangga dirugikan karena bahan makanannya dicuri oleh benalu.
b. Hubungan antara Tali Putri dan Bunga Sepatu. Dalam hubungan ini, tali putri diuntungkan karena memperoleh makanan dari tumbuhan bunga sepatu, sedangkan tumbuhan bunga sepatu menjadi merana dan bisa mati karena bahan makanannya diambil oleh tali putri.
c. Hubungan antara Bunga Rafflesia dan Tumbuhan Inangnya. Hubungan antara bunga Rafflesia dan tumbuhan inangnya juga hanya menguntungkan bunga Rafflesia, sedangkan tumbuhan inangnya dirugikan. Akibatnya, bunga Rafflesia tumbuh subur, sedangkan tumbuhan inang lama kelamaan akan mati.
d. Hubungan antara Kutu dengan Hewan. Hubungan kutu dan hewan selalu merugikan hewan yang dihinggapi. Hampir semua hewan yang berambut dapat dihinggapi kutu, misalnya kucing, anjing, dan kerbau. Hewan berbulu juga mudah dihinggapi kutu, misalnya ayam dan berbagai jenis burung. Kutu-kutu itu mengisap darah dari tubuh hewan. Kutu beruntung karena memperoleh makanan, sedangkan hewan yang dihinggapi merugi. Hewan merasa gatal di kulit dan pertumbuhannya menjadi tidak sehat.
3. Simbiosis Komensalisme.
Simbiosis komensalisme adalah hubungan antara dua makhluk hidup yang menguntungkan satu pihak, tetapi tidak merugikan maupun menguntungkan pihak lain. Contoh simbiosis komensalisme antara lain sebagai berikut.
a. Hubungan antara Anggrek dan Pohon yang Tinggi Dalam hubungan ini, anggrek mendapat untung karena mendapatkan tempat yang tinggi untuk mencari makan dan memperoleh sinar matahari guna melakukan fotosintesis, sedangkan pohon yang ditumpangi tidak diuntungkan maupun tidak dirugikan.
b. Hubungan antara Paku Tanduk Rusa dan Pohon Kedondong. Dalam hubungan ini, paku tanduk rusa mendapat untung karena mendapatkan tempat yang tinggi untuk mencari makan dan mem- peroleh sinar matahari guna melakukan foto- sintesis, sedangkan pohon kedondong tidak diuntungkan maupun dirugikan.
c. Hubungan antara Ikan Remora dan Ikan Hiu. Dalam hubungan ini, ikan remora mendapat keuntungan berupa keamanan dari gangguan ikan-ikan pemangsa, sedangkan ikan hiu tidak dirugikan maupun diuntungkan. Hubungan antara ikan hiu dan ikan remora terjadi di laut. Makanan ikan hiu adalah hewan laut lain. Nah, ikan remora memakan sisa-sisa makanan yang jatuh. Jadi, ikan remora beruntung karena mendapat makanan, sedangkan ikan hiu tidak mengalami kerugian atau keuntungan. Ikan re- mora memiliki alat penghisap untuk menempel pada tubuh ikan hiu. Ikan remora mendapat keuntungan dari ikan hiu karena terlindungi, terbawa berjalan dan terbawanya remora tidak menjadi beban bagi hiu.
d. Hubungan antara Anemon Laut dan Ikan Badut yang Terjadi di Laut. Hubungan antara anemon laut dan ikan badut terjadi di laut. Anemon laut adalah hewan laut yang tampak seperti tumbuhan bercabang banyak. Ikan badut memanfaatkan tubuh anemon laut sebagai tempat persembunyian. Ikan badut dapat segera bersembunyi di antara tubuh anemon laut saat menghindari musuhnya. Ikan badut beruntung karena selamat dari kejaran musuh, sedangkan anemon laut tidak diuntungkan ataupun dirugikan.
B. Saling Ketergantungan antara Makhluk Hidup dan Lingkungannya.
Apakah kamu dapat hidup sendiri? Antara makhluk hidup dan lingkungannya terjadi saling ketergantungan. Tiada yang sia-sia apa yang diciptakan Tuhan di muka bumi ini. Cacing memakan daun-daunan yang telah membusuk di permukaan tanah. Karena cacing hidup di dalam tanah, maka cacing membuat lubang-lubang di dalam tanah. Lubang ini memudahkan udara dan air masuk ke dalam tanah. Sehingga cacing dapat membantu menggemburkan dan menyuburkan tanah.
Sapi memerlukan rumput untuk dimakan. Setelah makan, sapi mengeluarkan kotoran yang dapat menyuburkan tanah, tanah yang subur membuat rumput dapat hidup subur. Istilah-istilah yang perlu diketahui dalam mempelajari kehidupan makhluk hidup antara lain sebagai berikut.
1. Ekosistem.
Ekosistem adalah tempat berlangsungnya hubungan saling ketergantungan antara makhluk hidup dan lingkungannya. Berdasar- kan proses pembentukannya, ekosistem dibedakan menjadi dua golongan, yaitu ekosistem alami dan ekosistem buatan. Ekosistem alami adalah ekosistem yang terjadi karena peristiwa alam, misalnya hutan, sungai, padang pasir, dan laut. Ekosistem buatan adalah ekosistem yang terjadi karena sengaja dibuat oleh manusia, misalnya sawah, ladang, kebun, kolam, dan akuarium.
Pada umumnya ekosistem memiliki beberapa komunitas. Apakah perbedaan keduanya? Untuk komunitas lebih ditekankan pada makhluk hidup yang menghuni suatu tempat, sedangkan ekosistem penekanannya lebih pada pengertian hubungan timbal balik makhluk hidup dengan lingkungannya. Komunitas adalah kumpulan beberapa populasi di suatu tempat dan waktu tertentu.
2. Produsen.
Produsen yaitu makhluk hidup yang berperan sebagai penghasil bahan makanan bagi makhluk hidup lain, karena dapat membuat makanan sendiri melalui proses fotosintesis. Dalam hal ini, yang berperan sebagai produsen adalah tumbuhan hijau.
3. Konsumen.
Konsumen yaitu pemakan atau pemakai. Konsumen dibedakan menjadi 3 tingkatan, yaitu sebagai berikut. a. Konsumen tingkat I adalah makhluk hidup yang mendapatkan energi dari produsen. Biasanya berasal dari golongan herbivora. Contohnya: sapi, kambing, dan kelinci. b. Konsumen tingkat II adalah makhluk hidup yang mendapatkan energi dari konsumen I. Biasanya berupa hewan pemakan daging (karnivora) dan hewan pemakan segala atau omnivora. Contohnya: ular, singa, dan elang. c. Konsumen tingkat III adalah makhluk hidup yang menggantungkan sumber makanan dari konsumen tingkat II
4. Populasi.
Suatu jenis makhluk hidup hampir tidak pernah ditemukan dalam jumlah hanya satu. Mereka cenderung ber- kelompok antarsesama jenis membentuk suatu populasi. Jadi, apakah yang dimaksud dengan populasi itu? Populasi berasal dari kata Latin yaitu populus yang berarti rakyat atau penduduk. Populasi adalah kumpulan beberapa individu sejenis pada suatu tempat dan waktu tertentu.
Syarat anggota populasi adalah hidup bersama dalam satu populasi, berfungsi sebagai anggota populasi, mempunyai persamaan anatomi dan fisiologi, serta dapat melakukan perkawinan yang menghasilkan keturunan fertil. Contohnya populasi burung, populasi kera, dan populasi rumput teki.
Populasi bersifat dinamis atau selalu mengalami perubahan. Perubahan populasi dapat disebabkan hal-hal berikut ini. a. Emigrasi, yaitu perpindahan individu ke tempat lain. Emigrasi mengakibatkan kepadatan populasi berkurang. b. Imigrasi, yaitu perpindahan individu dari tempat lain. Imigrasi mengakibatkan kepadatan populasi bertambah. c. Kelahiran, mengakibatkan kepadatan populasi bertambah. d. Kematian, mengakibatkan kepadatan populasi berkurang.
Jumlah suatu jenis makhluk hidup di suatu daerah dengan luas tertentu pada waktu tertentu disebut kepadatan populasi. Rumus kepadatan populasi sebagai berikut.
Kepadatan Populasi = (Jumlah Individu satu jenis / Luas daerah yang ditempati).
Contoh:
Dalam area penelitian seluas 1 m x 1 m ditemukan 10 ekor semut. Kepadatan populasi semut tersebut adalah = 10 semut / 1 metersegi = 10 ekor/meterpersegi.
5. Komunitas.
Pernahkah kamu mendengar komunitas hutan jati, kebun karet, atau padang rumput? Apakah komunitas itu?
Semua populasi yang menempati daerah tertentu disebut komunitas. Nama suatu komunitas mencerminkan makhluk hidup dominan yang menempati habitat tersebut. Misalnya komunitas kebun karet, dalam komunitas tersebut tanaman karet mendominasi habitat tersebut.
Habitat berasal dari kata Latin, yaitu habitare yang berarti tempat tinggal. Habitat adalah tempat hidup suatu makhluk hidup dengan lingkungan tertentu yang sesuai. Contoh:
a. Orangutan hidup di hutan. Hutan merupakan habitat orangutan.
b. Unta hidup di padang pasir. Padang pasir merupakan habitat unta.
c. Ikan mas hidup di air tawar. Air tawar merupakan habitat ikan mas.
d. Ikan tongkol hidup di air asin. Air asin merupakan habitat ikan tongkol.
Dalam suatu habitat dapat ditempati atau dihuni lebih dari satu jenis makhluk hidup. Misalnya di sawah dapat ditemukan tanaman padi, belalang, katak, kadal, atau cacing.
6. Rantai Makanan.
Dalam kehidupan di lingkungan persawahan, kita dapat menemukan adanya hubungan makan dan dimakan. Misalnya: padi dimakan tikus, tikus dimakan ular, dan ular dimakan burung elang. Jika elang sudah mati, elang diuraikan oleh bakteri. Peristiwa semacam ini disebut rantai makanan. Jadi rantai makanan adalah peristiwa makan dan dimakan dalam kehidupan dengan urutan tertentu.
Pada rantai makanan di samping, padi berkedudukan sebagai produsen, tikus sebagai konsumen I, ular sebagai konsumen II, elang sebagai konsumen III, dan bakteri sebagai pengurai. Perubahan pada salah satu komponen rantai makanan me- mengaruhi perubahan pada komponen yang lain. Misalnya: jika pada rantai makanan tersebut, tikus mengalami penyusutan populasi, maka populasi padi akan meningkat dan populasi ular akan menurun karena kekurangan makanan.
Peredaran Darah Pada Manusia – SD Kelas 5. Sumber : LKS.
A) Organ dan Peredaran darah manusia.
Tubuh manusia membutuhkan nutrisi (zat gizi) dan oksigen. Nutrisi diperoleh dan proses pencernaan makanan, sedangkan oksigen diperoleh dan proses pernapasan. Nutrisi dan oksigen diedarkan ke seluruh tubuh melalui sistem peredaran darah atau sistem transportasi manusia. Sistem peredaran darah manusia tersusun atas organ-.organ peredaran darah yaitu: jantung, pembuluh darah, dan darah. Setiap organ memiliki struktur dan peran berbeda dalam sistem peredaran darah manusia. Kerja organ-organ peredaran darah tersebut juga dibantu organ yang lain seperti paru-paru dan jaringan kelenjar.
1) Jantung. Jantung manusia terletak di sebelah kiri rongga dada, di antara paru-paru kanan dan kiri. Jantung berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Ukuran jantung sebesar kepalan tangan pemiliknya. Jantung tersusun oleh otot-otot jantung. Otot ini mempunyai keistimewaan, yaitu bekerja tidak menurut kehendak kita, Otot jantung bekerja di bawah sadar. OIeh karena itu, jantung memompa terus-menerus tanpa lelah.
Jantung manusia terbagi atas empat ruang, yaitu serambi kanan (atrium dekster), serambi kiri (atrium sinister), bilik kanan (ventrikel dekster), dan bilik kiri (ventnikel sinister). Antara sisi kiri dengan sisi kanan jantung dipisahkan oleh septum (sekat) yang berupa otot. Serambi kanan bertugas menampung darahyang mengandung banyak karbon dioksida (darah kotor) dan seluruh tubuh. Serambi kiri bertugas menampung darah yang mengandung banyak oksigen (darah bersih) dan paru-paru. Bilik kanan bertugas memompa darah yang mengandüng banyak kanbon dioksida dan seluruh tubuh ke paru-paru. Bilik kiri bentugas memompa darah yang mengandung banyak oksigen dan paru-panu ke seluruh tubuh.
Bilik mempunyai otot yang lebih tebal daripada serambi. Keadaan ini dikarenakan kerja bilik Iebih bérat danipada serambi. Bulk berfungsi memompa darah keluar jantun. Bilik kiri mempunyai otot yang lebih tebal danipada bilik kanan. Hal ml berkaitan dengan kerja bilik kiri yang Iebih berat, yaitu memompa danah ke seluruh bagian tubuh (kécuali paru-paru). Sebaliknya, bilik kanan hanya memompa danah dan serambi kanan ke paru-paru.
Antara serambi dan bilik terdapat semacam pintu yang disebut klep atau katup jantung. Di antara serambi kanan dan bilik kanan terdapat katup trikuspidalis. Sebaliknya, di antara serambi kiri dan bilik kiri terdapat katup bikuspidalis. Katup inimi dapat membuka dan menutup bersamaan dengan denyutan jantung. Katup yang sehat dapat menutup dan merapat. Katup yang menapat ini menyebabkan darah dan serambi dan bilik tidak bercampur.
Jantung dibungkus oleh selaput tipis yang disebut perikardium. Dinding jantung terdiri atas tiga lapisan, yaitu epikardium (lapisan terluar), miokardium (lapisan tengah yang terdiri atas otot jantung), dan endokardium (lapisan terdalam dari dinding jantung).
Jantung dibungkus oleh selaput tipis yang disebut perikardium. Dinding jantung terdiri atas tiga lapisan, yaitu epikardium (lapisan terluar), miokandium (lapisan tengah yang terdiri atas otot jantung), dan endokardium (lapisan tendalam dan dinding jantung).
Jantung memompa darah dengan cara berkontraksi dan relaksasi. Pada saat kontraksi keadaan jantung menguncup sehingga menimbulkan tekanan tinggi yang disebutsistol. Pada saat reláksasi keadaan jantung mengembang sehingga terjadi pengisian darah kemball yang disebut diastol.
Apabila otot jantung berkontraksi, jantung dikatakan berdenyut. Denyut jantung dapat dirasakan pada pembuluh nadi di permukaan kulit, seperti leher dan pergelangan tangan. Banyaknya denyut jantung setiap menit pada setiap orang berbeda-beda. Perbedaan ini tergantung pada usia, berat badan, kesehatan, jenis kelamin, dan kegiatan seseorang. Dalam keadaan biasa (istirahat), denyut jantung orang dewasa sehat berkisar antara 60 – 80 denyutan per menit. Sementara itu, denyut jantung anak-anak yang sehat dalam keadaan biasa (istirahat) berkisar antara 90—100 denyutan per menit.
Ketika jantung memompa darah timbul tekanan. Tekanan ini disebut tekanan darah atau tensi. Tekanan darah seseorarig dapat diukur menggunakan tensimeter atau sphigmomanometer. Tensi seseorang dinyatakan dengan sepasang angka, misalnya tensi orang dewasa normal 120/80 mmHg. Nilai 120 mmHg menunjukkan sistol dan nilai 80 mmHg menunjukkan diastol.
2) Pembuluh Darah.
Pembuluh darah merupakan saluran tempat darah dan jantung mengalir ke seluruh bagian
tubuh atau sebaliknya. Pembuluh darah dibedakan menjadi tiga macam sebagai berikut.
a) Pembuluh nadi (arteri) yaitu,
pembuluh yang mengalirkan darah keluarjantung. Pembuluh nadi dibedakan menjàdi tiga macam, yaitu aorta, arteri, dan arteriola. Aorta merupakan pembuluh nadi berukuran besar yang meninggalkan jantung menuju seluruh tubuh. Arteri merupakan percabangan dan aorta. Arteriola merupakan pembuluh nadi yang berhubungan dengan pembuluh kapiler.
b) Pembuluh balik (vena) adalah,
Pembuluh darah yang membawa qarah menuju jantung. – Pembuluh balik ada tiga macam, yaitu vena kava, venula, dan vena pulmonari. Vena kava merupakan pembuluh balik yang mengalirkan darah dan sbluruh tubuh kejantung melalui serambi kanan. Venula merupakan pembuluh vena yang berhubungan dengan pembuluh kapiler. Vena pulmonani merupakan satu-satunya pembuiuh balik yang mengalirkan darah dan paru-paru menuju serambi kiri yang mengandung banyak oksigen.
c) Pembuluh kapiler (pembuluh rambut) merupakan pembuluh darah yang sangat halus.
Pembuluh ini menghubungkan antara pembuluh nadi dan pembuluh balik.
3 Darah.
Darah merupakan jaringan ikat yang berfungsi mengangkut senyawa lain. Darah menjadi
komponen penting dalam tubuh manusia. Darah akan dipompa oleh jantung untuk diedarkan
ke seluruh tubuh. Dan jantung, darah mengangkut sari-sari makanan, oksigen, enzim, dan
hormon yang dibutuhkan oleh jaringan sel tubuh. Setelah beredar, darah akan kembali ke
jantung dengan mengangkut zat-zat sisa metabolisme tubuh sepérti karbon dioksida dan uap
air. Oleh karena itu, darah berperan penting dalam sistem-transportasi tubuh manusia.
Darah tersusun atas dua komponen utama yéitu plasma darah dan sel darah.
a) Plasma darah,
Merupakan komponen darah yang berupa cairan. Plasma darah tersusun atas 99% air. Bagian lainnya adalah senyawa organik terlarut seperti protein, glukosa, asahi amino, hormon, mineral, dan vitamin. Plasma darah inilah yang membawa sari- sari makanan, vitamin, mineral, hormon, dan enzim ke seluruh jaringan tubuh yang membutuhkan. Plasma darah juga membawa zat-zat sisa metabolisme untuk dikeluarkan dan tubuh.
b. Sel darah,
Merupakan seluruh sel dalam segala berituk yang secara normal ditemukan dalam darah. ketika masih janin, pembentukan seldarah berlangsung di hati. Setelah tulang-tulang tubuh terbentuk, sel darah dibentuk di sumsum tulang belakang. Sel darah manusia terdiri atas tiga macam, yaitu sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit). Sel darah merah berfungsi mengangkut gas-gas pernapasan, yaitu oksigén untuk diedarkan ke seluruh lubuh dan karbon dioksida untuk dikeluarkan dan tubuh. Sel darah merah mengandung heméglobin yang mampu mengikat gas-gas tersebut. Sel darah putih berperan dalam imunitas atau kekebalani tubuh. Sel darah putih melindungi tubuh dengan cara memangsa bibit penyakit dan mengeluarkan zat antibodi. Keping darah merupakan kepingan dan pembentukan sel. Keping darah tidak berinti sehingga tidak termasuk sel. Keping darah berperan dalam proses pembekuan darah.
Sistem peredaran darah manusia merupakan péredaran darah tertutup karena darah mengalir ke seluruh tubuh hanya di dalam pembuluh darah. Selain itu, peredaran darah manusia disebut peredaran darah ganda (rangkap) karena darah melewati jantung sebanyak dua kali setiap kali beredar. Peredaran darah ganda meliputi peredaran darah kecil dan peredaran darah besar.
1. Peredaran darah kecil adalah peredaran darah dan jantung (bilik kanan) menuju paru-paru dan masuk ke jantung lagi (serambi kiri). Darah yang menuju paru-paru mengandung banyak karbon dioksida. Setelah kembali ke jantung dan ketuar dan jantung, darah mengandung banyak oksigen. 2. Peredaran darah besar adalah peredaran darah dan jantung (bilik kiri) menuju seluruh tubuh (kecuali paru-paru) dan kembah ke jantung lagi (serambi kanan). Darah yang keluar dan jantung mengandung banyak oksigen. Kemudian, darah mengalir ke seluruh tubuh dan kembali ke jantung. Darah ini mengandung banyak karbon dioksida.
Dan uraian di atas tenlihat jelas peran penting paru-paru dalam sistem peredaran manusia. Paru-paru merupakan organ pernapasan yang bertugas menyuplai kebutuhan oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida dan tubuh. Paru-paru menjadi tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida, tepatnya di alveolus. Darah dan seluruh tubuh yang mengandung banyak karbon dioksida dialirkan dan jantung ke paru-paru. Di paru-paru (bagian alveolus), karbon dioksida dikeluarkan dan pembuluh darah dan diganti dengan oksigen melatui proses pertukaran gas. Selanjutnya, darah yang kaya oksigen dialirkan kembali ke jantung untuk dipompa ke seluruh tubuh melalui jaringan pembuluh darah hingga ke sel-sel tubuh.
B. Memelihara Organ Peredaran Darah Manusia.
Berdasarkan hasil penelitian di University of Gothenburg, Swedia, dinyatakan bahwa aktivitas bernyanyi termasuk upaya menjaga kesehatan organ peredaran darah, khususnya jantung. Selain bernyanyi, upaya yang dapat dilakukan untuk memelihara organ peredaran darah kita adalah dengan melakukan pola hidup sehat. Pola hidup sehat tersebut sebagal berikut.
1; Berolahraga secara Teratur.
Olahraga dapat membuat organ peredaran darah dapat berfungsi dengan baik. Sebagai contoh, untuk menjaga kebugaran jantung, kita dapat meluangkan waktu untuk berolahraga selama 30 menit setiap hari. Aktivitas fisik tersebut dapat membuét aliran darah dalam tubuh menjadi lancar.
2. Menghindari Makanan Berlemak Tinggi.
Agar organ peredaran darah bekerja dengan baik, kita sebaiknya menghindari makanan yang mengandung banyak lernak, seperti kuning telur, otak, dan lemak hewani. Kelebihan lemak di dalam darah dapat mengakibatkan penyempitan pembuluh darah. Akibat penyempitan pembuluh darah, akan timbul penyakit jantung dan pendarahan otak.
3. Tidak Merokok dan Minum-minuman Beralkohol.
Kebiasaan merokok dapat memicu timbulnya penyakit jantung. Selain merokok, mengonsumsi minuman beralkohol dapat memengaruhi organ peredaran darah. Jumlah alkohol yang terlalu banyak di dalam darah dapat mengakibatkan tubuh menjadi Iemah dan mudah terserang penyakit.
4. Istirahat yang Cukup.
Setelah beraktivitas, tubuh memerlukan istirahat untuk memulihkan kondisi. Pada saat beraktivitas otak dan otot-otot tubuh bekerja keras. Waktu istirahat diperlukan agar tubuh berhenti sejenak melakukan aktivitas yang berát. Istirahat yang paling baik adalah tidur. Orang dewasa membutuhkan waktu tidur yang normal sebanyak 7 jam sehari. Pada saat tidur tubuh meIakukan perbaikan sel-sel dan pengeluaran racun-racun di dalam tubuh. Setelah beristirahat (tidur), tubuh akan kembali bugar dan siap beraktivitas kembali.
Sudahkah kamu menerapkan pola hidup sehat seperti di atas? Memelihara kesehatan organ peredaran darah itu penting. Kesehatan organ peredaran darah sangat memengaruhi kesehatan tubuh kita. Apabila organ peredaran darah terganggu, aliran darah menjadi tidak lancar dan menimbulkan penyakit. Dengan demikian, tubuh menjadi tidak sehat. Padahal kesehatan sangat penting bagi kita. Mengapa kesehatan itu penting bagi kita? Berikut manfaat kesehatan yang dapat kita nikmati, balk secara Iangsung maupun tidak langsung.
1) Manfaat Kesehatan secara Langsung.
a. Mengurangi pengeluaran. Apabila kita sakit, tentu akan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk sedikit berobat di rumah sakit dan membeli obat.
b. Menambah pemasukan. Dengan tubuh yang sehat, kita dapat bekerja secara balk. Dengan demikian, pemasukan yang diperolen akan lebih banyak dibandingkan jika kita sedang sakit.
c. Menghemat waktu. Dengan tubuh yang sehat, kegiatan dan tugas dapat diselesaikan lebih cepat atau Iebih efektif.
2. Manfaat Kesehatan secara Tidak Langsung.
a. Peluang untuk sukses. Sukses dapat diperoleh dengan dukungan kesehatan pada diri kita. Kegiatan harian tidak akan terganggu jika tubuh dalam keadaan sehat.
b. Tabungan masa depan. Dengan tubuh yang sehat, kita dapat menabung untuk masa depan. Tabungan tersebut dapat berupa kegiatan positif ataupun kegiatan amal yang dilakukan sehari-hari.
c. Kesempatan untuk berbagi. Kesehatan membuat kita Iebih menghargai hidup. Dengan demikian, kita diberi kesempatan Iebih untuk berbagi antar sesama untuk memperoleh
pahala.
Sumber : IPA Salingtemas 5 untuk SD/MI Kelas 5. Penulis : Choiril Azmiyawati, Wigati Hadi Omegawati, Rohana Kusumawati.
Pernahkah kamu melihat cara pembuatan batu bata? Batu bata dibuat dari tanah liat.Tanah liat terlebih dahulu dicampur air untuk membentuk adonan. Adonan ini kemudian dicetak menggunakan cetakan batu bata. Setelah dicetak batu bata mentah dijemur di bawah sinar matahari hingga kering. Batu bata mentah yang telah kering dibakar hingga terbentuk batu bata merah. Adakah perbedaan antara tanah dan batu bata? Dapatkah batu bata kembali menjadi tanah?
Batu bata dibuat dari adonan tanah liat yang dicetak, kemudian dibakar. Sifat tanah liat berbeda dengan sifat batu bata. Tanah liat bersifat lembut dan berwarna hitam kecokelatan. Batu bata bersifat lebih keras dan berwarna jingga. Dari proses pembuatan batu bata ini tampak adanya perubahan sifat. Perubahan ini disebabkan oleh proses pencampuran dengan air dan proses pembakaran.
Peta Konsep .
Perubahan Sifat Benda akan di pelajari materi : – Penyebab Perubahan Benda : Pemanasan, Pembakaran, Pencampuran dengan air, Pembusukan. – Jenis PErubahan Benda : Sementara dan Tetap.
A. Sifat Benda.
Setiap benda mempunyai sifat tertentu yang membedakannya dengan benda lain. Sifat benda meliputi bentuk, warna, kelenturan, kekerasan, dan bau. Dapatkah kamu memberikan contohnya? 1) Bentuk. Bentuk benda bermacam-macam. Benda yang berupa bangun datar mempunyai bentuk persegi, persegi panjang, segitiga, dan lingkaran. Benda yang berupa bangun ruang mempunyai bentuk bola, kubus, balok, kerucut, dan tabung. 2) Warna. Pernahkah kamu mengamati pelangi? Pelangi mempunyai warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Sebagaimana pelangi, setiap benda mempunyai warna. Warna benda juga bermacam-macam. Misalnya batu berwarna hitam, mangga mentah berwarna hijau, dan jeruk matang berwarna kuning atau jingga. 3) Kelenturan. Kelenturan adalah sifat benda yang mudah dilengkungkan. Benda yang bersifat lentur dapat dibengkokkan dan tidak mudah patah. 4) Kekerasan. Kekerasan adalah kemampuan suatu benda untuk menahan goresan. Suatu benda bersifat lebih keras daripada benda lain jika dapat menggores benda tersebut. 5) Bau. Benda ada yang berbau dan ada yang tidak berbau. Bau benda meliputi harum, busuk, dan amis.
Setiap benda mempunyai sifat tertentu. Sifat benda dapat mengalami perubahan. Bagaimana benda dapat mengalami perubahan sifat? Faktor-faktor apa yang memengaruhinya?
B) Perubahan Sifat Benda dan Faktor-Faktor yang Memengaruhinya.
Benda-benda dapat berubah wujud. Benda padat dapat berubah wujud menjadi benda cair ataupun gas. Demikian juga sebaliknya. Perubahan wujud ini menyebabkan perubahan sifat-sifat benda. Perubahan sifat benda meliputi bentuk, warna, kelenturan, kekerasan, dan baunya. Bagaimana benda dapat mengalami perubahan? Peristiwa apa sajakah yang dapat menyebabkan benda berubah sifat?
1) Berbagai Penyebab Perubahan Sifat Benda.
Benda dapat berubah sifat apabila ada perlakuan atau peristiwa yang mengenainya. Benda dapat mengalami perubahan wujud jika mendapat perlakuan berikut ini.
Sumber : IPA Salingtemas 5 untuk SD/MI Kelas 5. Penulis : Choiril Azmiyawati, Wigati Hadi Omegawati, Rohana Kusumawati.
Jas hujan dikenakan ketika turun hujan. Jas hujan berfungsi untuk melindungi diri agar tidak basah oleh air hujan. Namun, jika mengenakan jaket kain di saat hujan, kamu akan tetap basah. Jas hujan lebih tahan air daripada jaket kain. Tahukah kamu, apa penyebabnya? Bahan apakah yang digunakan untuk membuat jas hujan?
Hubungan Antara Sifat Bahan dengan Bahan Penyusunnya.
Sifat suatu bahan tergantung dari penyusunnya. Sifat-sifat bahan meliputi kekuatan, kelenturan, ketahanan terhadap air atau api, hangat, halus atau kasar, dan juga kekakuan. Suatu benda dibuat berdasarkan sifat-sifat bahan tersebut.
1. Benang.
Benang adalah tali halus yang dipintal dari kapas atau bahan sintetis (buatan). Benang jahit biasanya dibuat dari bahan kapas. Benang nilon dibuat dari bahan sintetis. Sifat benang tergantung dari bahan penyusunnya.Benang yang dibuat dari kapas umumnya lebih kuat daripada benang nilon. Oleh karena itu, benang dari kapas digunakan sebagai benang jahit. Fungsi benang jahit untuk menyambung potongan- potongan kain menjadi pakaian. Jahitan pakaian akan kuat dan tahan lama jika menggunakan benang jahit yang kuat pula.
Ada bermacam-macam jenis benang. Benang tersebut dibuat untuk tujuan tertentu. Benang untuk menjahit tidak sama dengan benang untuk membuat sulaman. Demikian juga benang untuk menyulam tidak sama dengan benang untuk menerbangkan layang-layang.
2. Kain.
Kain terbuat dari serat. Serat-serat ini dipintal membentuk benang. Benang kemudian ditenun untuk dijadikan kain. Serat ada dua macam, yaitu serat alami dan serat sintetis. Serat alami berasal dari tumbuhan maupun hewan. Serat tumbuhan diperoleh dari kapas, kapuk, dan kulit batang rami. Serat kapas memiliki sifat yang lentur, lembut, serta mudah menyerap air. Oleh karena itu, serat dari bahan kapas banyak digunakan untuk membuat pakaian. Pakaian dari bahan kapas relatif nyaman dikenakan karena mudah menyerap keringat. Kain dari bahan kapas disebut kain katun.
Serat kapuk memiliki sifat yang kuat, lentur, dan mudah menyerap air. Serat kapuk cenderung lebih kuat jika dibanding serat kapas. Akan tetapi, serat kapuk kurang halus sehingga jarang digunakan untuk membuat pakaian. Serat kapuk dimanfaatkan untuk membuat perabotan rumah tangga misalnya kaos kaki, kasur, dan sumbu kompor. Serat dari kulit batang rami merupakan serat yang sangat kuat. Serat rami sangat kasar dan kaku. Oleh karena itu, serat rami sangat jarang digunakan sebagai bahan pakaian. Sifat serat yang kuat ini digunakan untuk membuat karung, misalnya karung beras dan karung gula.
Serat alami hewan diperoleh dari bulu binatang misalnya kambing, biri-biri, maupun unta. Bulu-bulu ini harus diolah terlebih dahulu sebelum dipintal dan ditenun. Serat yang dihasilkan dari pengolahan bulu- bulu hewan disebut serat wol. Sifat serat wol yang di- hasilkan tergantung jenis hewan yang diambil bulunya.
Serat wol kasar digunakan sebagai bahan pembuat selimut maupun karpet. Sementara itu, serat wol halus digunakan sebagai bahan pakaian. Pakaian dari wol merupakan pakaian yang bernilai tinggi. Wol memiliki sifat yang mudah menyerap air, halus, dan terasa hangat saat dipakai. Oleh karena itu, pakaian dari serat wol cocok digunakan di daerah yang bersuhu dingin. Serat juga dapat diperoleh dari kepompong ulat sutra yang disebut serat sutra. Kain sutra mempunyai sifat yang kuat dan sangat halus. Selain itu, kain sutra juga memiliki kilauan alami yang sangat indah. Kain sutra pertama kali dibuat di Cina sekitar tahun 2600 SM.
Serat Sutra. Serat-serat sutra diper- oleh dengan pemanasan dan pelunakan kepompong. Serat- serat sutra yang sangat halus dapat disatukan menjadi benang sutra. Benang-benang sutra tersebut kemudian diurai dan dipilin bersama agar kuat sehingga dapat ditenun atau dirajut.
Serat sintetis diperoleh dengan mengolah bahan plastik. Bahan pakaian yang terbuat dari bahan serat sintetis diantaranya nilon dan poliester. Pakaian yang terbuat dari serat sintetis memiliki sifat, antara lain tidak mudah kusut, kuat, tetapi tidak nyaman dipakai dan tidak menyerap keringat. Selain itu, terdapat pula beberapa kain yang dilapisi damar sehingga kedap air. Kain-kain seperti ini digunakan sebagai bahan untuk membuat jas hujan, parasut, karpet, serta tenda.
3. Kertas.
Kayu merupakan bahan dasar pembuatan kertas. Kayu dapat dibuat kertas karena memiliki serat selulosa yang kuat. Berbagai jenis kertas memiliki sifat dan kekuatan yang berbeda. Pada umumnya, kertas memiliki sifat mudah menyerap air dan cenderung mudah sobek. Saat ini pengolahan kertas melibatkan bahan-bahan lain sehingga mempunyai sifat yang berbeda. Misalnya untuk memperoleh kertas tahan air, lapisan lilin atau plastik ditambahkan pada permukaannya. Kertas juga dibuat lebih tebal dan padat agar tidak mudah sobek. Beberapa contoh kertas yang sering kita gunakan di antaranya kertas HVS, manila, karton, dan kertas minyak. Kertas-kertas tersebut memiliki sifat-sifat yang berbeda. Kertas tersebut juga digunakan untuk tujuan yang berbeda. Kertas HVS merupakan kertas tipis berwarna putih. Kertas ini digunakan untuk keperluan tulis menulis. Kertas manila cenderung lebih tebal dibanding kertas HVS. Kertas ini digunakan untuk membuat stopmap maupun berbagai kerajinan tangan. Kertas karton merupakan lembaran kertas yang sangat tebal dan kaku. Kertas karton digunakan untuk membuat kardus tempat menyimpan dan mengepak barang-barang. Sementara itu, kertas minyak digunakan untuk membungkus makanan karena sifatnya yang tahan air.
Cara Pembuatan Kertas. Kertas terbentuk dari pengolahan kayu menjadi bubur kertas. Selain kayu, dalam pembuatan bubur kertas juga ditambah dengan pepagan segar, sampah kertas, kain, kayu, dan jerami. Bahan-bahan ini kemudian dihancurkan menggunakan bahan kimia. Selama pem- buatan bubur, lignin dipisah- kan untuk memperoleh serat- serat selulosa. Setelah itu ditambahkan kanji, tanah liat atau bahan kimia tertentu untuk memberi kekuatan. Campuran bubur kertas ini disebut pulp. Pulp diolah lebih lanjut menjadi gulungan- gulungan kertas.
Rangkuman :
1. Benang terbuat dari kapas atau nilon. Benang dari kapas bersifat lebih kuat daripada benang nilon. 2. Benang berfungsi untuk menjahit, menyulam, atau menerbangkan layang-layang. Benang dapat juga dipintal menjadi kain. 3. Kain terbuat dari serat alami dan serat sintesis. Kapas, kapuk, kulit batang rami, wol, dan sutra merupakan serat alami. 4. Nilon dan poliester termasuk serat sintesis. 5. Kertas diperoleh dengan mengolah kayu menjadi bubur kertas. Kertas memiliki sifat mudah menyerap air dan mudah sobek. Tebal atau tipisnya kertas tergantung pada bahan-bahan yang ditambahkan.
SD Kelas 5 – IPA – Penyesuaian Diri Makhluk Hidup terhadap Lingkungannya
Sumber : IPA Salingtemas 5 untuk SD/MI Kelas 5. Penulis : Choiril Azmiyawati, Wigati Hadi Omegawati, Rohana Kusumawati.
Perhatikan burung elang pada gambar di atas! Bentuk cakar dan paruh burung elang sesuai dengan jenis makanannya yang berupa daging. Itulah salah satu bentuk penyesuaian burung elang terhadap lingkungannya. Bagaimana bentuk penyesuaian hewan lain dengan lingkungannya? Apakah tumbuhan juga menyesuaikan diri dengan lingkungannya?
Burung elang memiliki paruh yang kuat dan cakar yang tajam. Paruh ini berguna untuk menyobek makanannya. Makanan elang berupa daging. Kaki dan cakar yang kuat untuk mencengkeram mangsanya. Nah, itulah satu contoh alat tubuh hewan yang berguna untuk mencari makanan. Bagaimana dengan hewan yang lain?
A. Cara Hewan Menyesuaikan Diri dengan Lingkungannya.
Setiap hewan mempunyai kemampuan berbeda-beda dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Penyesuaian diri ini berguna untuk memperoleh makanan. Selain itu juga untuk mempertahankan diri dari musuhnya. Bagaimana bentuk penyesuaian diri pada hewan-hewan tersebut? Marilah kita pelajari dalam uraian materi berikut ini!
1. Penyesuaian Hewan untuk Memperoleh Makanan.
Hewan membutuhkan makanan agar tetap hidup. Setiap jenis hewan memiliki cara tersendiri dalam memperoleh makanan. Makhluk hidup menggunakan alat-alat tubuhnya untuk memperoleh makanan.
a. Burung.
Setiap jenis burung makanannya berbeda-beda. Ada yang berupa cairan madu (nektar), biji-bijian, atau daging. Oleh karena itu, bentuk paruh setiap jenis burung juga berbeda-beda. Perhatikan gambar di bawah ini! 1) Burung pipit mempunyai paruh pendek dan kuat. Bentuk paruh ini sesuai untuk memakan jenis biji- bijian. Paruh ini berfungsi meng- hancurkan biji tersebut. 2) Burung elang mempunyai paruh kuat, tajam, dan melengkung bagian ujungnya. Paruh seperti ini sesuai untuk mencabik mangsanya. 3) Bebek mempunyai paruh yang berbentuk seperti sudu. Bentuk paruh seperti ini sesuai untuk mencari makanan di tempat becek, ber- lumpur, atau di air.
4) Burung pelatuk mempunyai paruh yang panjang, kuat, dan runcing. Paruh burung pelatuk untuk mencari serangga yang bersembunyi di kulit pohon, dalam lubang pohon, atau pada batang pohon yang lapuk. 5) Burung kolibri mempunyai paruh berbentuk panjang dan runcing. Bentuk paruh seperti itu memudahkan burung kolibri mengisap nektar. 6) Burung pelikan mempunyai paruh berkantong. Paruh demikian memudahkan- nya untuk menangkap ikan dalam air. Berdasarkan penjelasan di atas dapat dikatakan bahwa ada kesesuaian antara bentuk paruh burung dan jenis makanannya.
Selain bentuk paruh, kaki pada berbagai burung juga mempunyai bentuk bermacam-macam. Berbagai bentuk kaki burung merupakan salah satu bentuk penyesuaian terhadap cara memperoleh makanan. Amati gambar-gambar di bawah ini!
a. Kaki burung kakatua untuk memanjat. Selain itu, juga untuk memegang makanan. b. Kaki ayam untuk mengais tanah saat mencari makanan. c. Burung elang mempunyai kaki kuat dengan kuku tajam. Kaki ini untuk mencengkeram mangsanya. d. Burung pipit mempunyai kaki langsing untuk bertengger. e. Kaki itik dan pelikan berselaput sehingga cocok untuk berenang di air. f. Burung pelatuk pandai memanjat karena bentuk kakinya sesuai untuk memanjat. Berdasarkan gambar di depan, terdapat hubungan antara bentuk kaki burung dengan cara memperoleh makanannya.
b. Serangga.
Serangga mempunyai cara khusus untuk memperoleh makanan. Misalnya, mulut kupu-kupu mempunyai alat pengisap. Oleh karena itu, mulutnya dinamakan mulut pengisap. Kupu-kupu menggunakan mulut ini untuk mengisap sari madu (nektar) pada bunga. Bentuk alat pengisap itu menyerupai belalai yang dapat digulung dan dijulurkan. Nyamuk mempunyai bentuk mulut penusuk dan pengisap. Mulut ini dapat mengisap makanan berupa darah manusia atau hewan. Mulut nyamuk berbentuk tabung panjang dan tajam (runcing). Bentuk mulut seperti ini untuk menusuk kulit manusia atau hewan. Jangkrik mempunyai bentuk mulut penggigit dan pengunyah. Mulut ini mempunyai gigi-gigi kecil untuk mengunyah makanan yang berupa daun. Lalat rumah mempunyai alat penyerap pada mulutnya. Alat penyerap ini mirip spons (gabus). Alat ini untuk menyerap makanan terutama yang berupa cairan.
c. Unta.
Unta hidup di daerah padang pasir yang kering, gersang, dan panas. Bentuk dan susunan tubuh unta sesuai dengan keadaan alam di padang pasir. Pada saat minum unta mampu meneguk air dalam jumlah banyak. Air tersebut disimpan sebagai cairan tubuh. Unta memiliki punuk. Punuk unta berisi makanan cadangan. Makanan cadangan tersebut berupa lemak. Jika tidak memperoleh makanan, unta akan menggunakan makanan cadangan tersebut. Dengan demikian, unta dapat tetap hidup meskipun kekurangan makanan.
2. Penyesuaian Hewan untuk Melindungi Diri dari Musuh.
Setiap jenis hewan selalu berusaha melindungi diri dari serangan musuhnya. Hampir semua jenis hewan memiliki bagian tubuh untuk melindungi diri. Selain itu, ada sebagian hewan melindungi diri dengan tingkah laku. Sekarang, simak cara hewan melindungi diri dari serangan musuhnya.
a. Cecak dan Kadal.
Cecak dan kadal memutuskan ekornya jika diserang oleh musuh. Tindakan hewan memutus bagian tubuhnya disebut autotomi. Hal ini dilakukan untuk mengelabui musuhnya. Bagian ekor yang putus dapat bergerak-gerak sehingga mengalihkan perhatian musuhnya. Saat itulah kadal atau cecak melarikan diri. Ekor yang telah putus pada hewan- hewan itu dapat tumbuh kembali.
b. Bunglon Bunglon dapat mengubah warna kulit sesuai dengan lingkungannya. Misalnya di daun yang ber- warna hijau, bunglon berwarna hijau. Ketika berada di batang pohon berwarna cokelat, bunglon akan berubah menjadi cokelat. Tindakan hewan mengubah warna kulitnya saat melindungi diri dinamakan mimikri.
c. Kalajengking, Lebah, dan Kelabang Hewan-hewan ini menggunakan sengatnya untuk melindungi diri. Sengat tersebut dapat me- ngeluarkan zat beracun yang dapat melukai musuh atau pemangsanya.
d. Cumi-Cumi, Sotong, dan Gurita Cumi-cumi, sotong, dan gurita hidup di laut. Ketika diserang musuh, hewan-hewan ini mengeluar- kan cairan hitam seperti tinta. Akibatnya air menjadi keruh. Saat itulah hewan-hewan ini segera melari- kan diri.
e. Landak. Landak mempunyai kulit berduri dan kaku. Saat menghadapi bahaya, landak mengembangkan durinya. Selain itu, landak juga berusaha membelakangi musuh. Dengan demikian, apabila musuhnya menyerang, tubuh musuh akan tertusuk duri. Walaupun duri landak ini tidak beracun, tetapi dapat membuat lawannya terluka.
f. Trenggiling dan Luing. Trenggiling dan luing akan meng- gulung tubuhnya jika mendapat gangguan dari luar. Trenggiling mem- punyai kulit berupa sisik yang keras. Saat menggulung, bagian perutnya yang lunak akan terlindungi suatu perisai yang sangat keras.
g. Belalang Daun Belalang daun biasanya hinggap di dedaunan untuk mencari makanan. Tubuh belalang daun berwarna hijau mirip warna daun sehingga tersamarkan. Hal ini menyulitkan musuhnya untuk mengetahui keberadaan belalang tersebut.
h. Walang Sangit. Walang sangit merupakan hewan dalam kelompok serangga. Walang sangit hinggap di dedaunan untuk mencari makanan. Walang sangit dapat mengeluarkan bau yang sangat menyengat. Bau ini untuk mengusir musuhnya.
i. Kecoak, Musang, Kumbang, dan Ular Tidak Berbisa. Hewan-hewan tersebut akan berpura-pura mati jika diserang oleh musuh. Hal ini dilakukan untuk mengelabui musuhnya. Jika musuhnya sudah pergi, hewan tersebut segera melarikan diri.
Di depan telah dijelaskan bahwa hewan mempunyai alat tubuh yang berfungsi untuk melindungi diri. Selain itu, hewan juga menunjukkan tingkah laku tertentu untuk menghindari musuhnya. Coba kamu lakukan kegiatan berikut untuk lebih memahami materi tersebut!
B. Cara Tumbuhan Menyesuaikan Diri dengan Lingkungannya.
Seperti halnya hewan, tumbuhan juga dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Tumbuhan mempunyai cara untuk melindungi diri. Selain itu, tumbuhan juga mempunyai ciri khusus sesuai lingkungan hidupnya. Ayo, simak baik-baik materi berikut!
1. Penyesuaian Tumbuhan untuk Melindungi Diri dari Musuhnya.
Tumbuhan memiliki bagian tubuh yang berguna untuk melindungi diri. Bagian tubuh setiap tumbuhan tersebut berbeda-beda. Sekarang, simak cara beberapa tumbuhan melindungi diri dari musuhnya!
a. Bambu. Pernahkah kamu menyentuh bambu? Saat menyentuhnya, tanganmu akan terasa gatal. Hal ini karena bambu mempunyai rambut-rambut halus. Rambut-rambut halus tersebut dapat menyebabkan gatal-gatal di kulit.
b. Salak, Bunga Mawar, dan Putri Malu. Tanaman salak, bunga mawar, dan putri malu mempunyai duri. Duri ini untuk melindungi diri dari musuhnya. Duri tersebut dapat melukai hewan yang mencoba mengganggunya.
c. Pohon Nangka, Pohon Karet, dan Bunga Kamboja. Jenis-jenis tumbuhan tersebut mampu mengeluarkan getah. Getah dapat menempel ke tubuh hewan yang mengganggunya. Getah yang menempel menyebabkan hewan sulit bergerak. Dengan demikian, tumbuhan tersebut terhindar dari gangguan hewan.
d. Buah Durian. Kulit buah durian memiliki duri yang sangat tajam. Duri ini sebagai alat pertahanan diri dari musuhnya. Adanya kulit berduri ini membuat biji yang berada di dalam buah terlindung. Biji pada buah durian dapat digunakan sebagai alat perkembangbiakan.
e. Buah Belimbing. Buah belimbing saat masih muda terasa pahit dan sepat. Oleh karena itu, tidak ada hewan yang memakan buahnya. Dengan demikian, biji di dalam buah belimbing terlindungi. Biji ini digunakan sebagai alat perkembangbiakan.
Itulah beberapa cara tumbuhan melindungi diri dari musuhnya. Tumbuhan melindungi diri menggunakan bagian-bagian tubuhnya.
2. Ciri Khusus Tumbuhan Berdasarkan Tempat Hidupnya.
Tumbuhan menyesuaikan diri untuk mempertahankan hidupnya. Tumbuhan ada yang hidup di air ataupun di tempat kering. Bagaimana cara tumbuhan tersebut menyesuaikan diri?
a. Tumbuhan Air.
Teratai, eceng gondok, dan kangkung adalah jenis tumbuhan yang hidup di air. Tumbuh-tumbuhan tersebut menyesuaikan diri dengan lingkungannya dengan cara berbeda-beda. Teratai akarnya berada di dasar perairan dan batangnya berada di dalam air. Sementara itu, daunnya menyembul di permukaan. Daun tumbuhan teratai lebar dan tipis. Bentuk daunnya yang seperti ini dapat memudahkan terjadinya penguapan.
Tumbuhan eceng gondok akarnya tidak menancap di dasar perairan. Akar tumbuhan ini sangat lebat dan berguna untuk menjaga keseimbangan agar tidak terbalik. Tumbuhan eceng gondok dapat mengapung di air karena diseluruh batangnya terdapat rongga udara.
b. Tumbuhan di Daerah Kering.
Tumbuhan yang hidup di daerah kering harus berhemat dalam menggunakan air. Ada berbagai cara menghemat air salah satunya dengan mengurangi penguapan. Dengan demikian, air yang keluar dari tumbuhan melalui daun bisa berkurang. Beberapa tumbuhan mempunyai cara tersendiri dalam mengurangi penguapan. Ada yang meng- gugurkan daunnya pada musim kemarau. Misalnya pohon jati dan pohon mahoni. Sementara itu, kaktus menyesuaikan diri dengan lingkungannya melalui dua cara. Pertama, mengubah bentuk daunnya menjadi duri. Kedua, batangnya berdaging dan berkulit tebal. Batang yang seperti ini untuk menyimpan air. Dengan demikian, kaktus dapat mengurangi penguapan dan tidak kekeringan. Pada saat musim hujan, kaktus menyerap air sebanyak- banyaknya. Air tersebut disimpan di dalam batang. Cadangan air ini digunakan ketika musim kering tiba.
Rangkuman :
1. Hewan menyesuaikan diri untuk memperoleh makanan. Hewan-hewan yang menyesuaikan diri untuk memperoleh makanan misalnya burung, serangga, dan unta. Burung memiliki paruh dan cakar yang disesuaikan dengan makanannya. Serangga memiliki berbagai tipe mulut yang disesuaikan dengan makanannya. Sementara itu, unta memiliki makanan cadangan yang berupa lemak dalam punuknya. 2. Hewan juga menyesuaikan diri untuk melindungi diri dari musuhnya. Beberapa hewan melindungi diri dengan berbagai cara. Misalnya, cecak memutuskan ekornya (autotomi). Bunglon melindungi diri dengan cara mengubah warna tubuhnya (mimikri). Kalajengking, lebah, dan kelabang melindungi diri dengan sengatnya. Cumi-cumi mengeluarkan tinta. Landak mengembangkan duri pada kulitnya. 3. Tumbuhan juga melakukan penyesuaian diri. Tumbuhan menyesuaikan diri untuk melindungi diri dari musuhnya. Bambu melindungi dirinya dengan rambut-rambut halus yang dapat menyebabkan gatal. Salak, bunga mawar, dan putri malu melindungi diri dengan duri. Pohon nangka dan karet melindungi diri dengan getah. Durian melindungi diri dengan kulit yang berduri tajam. 4. Tumbuhan juga menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya. Tumbuhan air memiliki daun lebar dan tipis, misalnya teratai. Kaktus memiliki batang yang dapat menyimpan air dan daunnya menyerupai duri agar mampu hidup di daerah kering.
Manusia memiliki kemampuan untuk bergerak dan melakukan aktivitas, seperti berjalan, berlari, menari dan lain-lain. Bagaimana manusia dapat melalakukan gerakan ? Kemampuan melakukan gerakan tubuh pada manusia didukung adanya sistem gerak, yang merupakan hasil kerja sama yang serasi antar organ sistem gerak, seperti rangka (tulang), persendian, dan otot.
Fungsi rangka (tulang) adalah sebagai alat gerak pasif, yang hanya dapat bergerak bila dibantu oleh otot. Berdasarkan bentuknya tulang dibedakan menjadi tulang pipa, tulang pipih, tulang pendek, sedangkan berdasarkan pada zat penyusun dan sturkturnya tulang dibedakan menjadi tulang rawan dan tulang keras.
Fungsi persendian adalah menghubungkan antara tulang yang satu dengan tulang yang lainnya.
Fungsi otot adalah sebagai alat gerak aktif, yang dapat menggerak- kan organ lain sehingga terjadi suatu gerakan.
Untuk lebih jelasnya dalam membahas system gerak ini, akan diuraikan satu persatu, sebagai berikut yaitu rangka (tulang), sendi dan otot.
A. Rangka (Tulang).
Rangka atau tulang pada tubuh manusia termasuk salah satu alat gerak pasif karena tulang baru akan bergerak bila digerakkan oleh otot. Sedangkan unsur pembentuk tulang pada manusia adalah unsur kalsium dalam bentuk garam yang direkatkan oleh kalogen. Dalam perkembangannya bentuk tulang dan rangka tubuh yang disusun nya dapat mengalami kelainan yang disebabkan oleh gangguan yang dibawa sejak lahir, infeksi penyakit, faktor gizi atau posisi tubuh yang salah. Hubungan antar tulang yang satu dengan tulang yang lainnya, dihubung- kan oleh persendian (sendi). Pada manusia terdapat tiga (3) bentuk persendian, yaitu sendi mati, sendi kaku dan sendi gerak.
1.Macam-Macam Organ Penyusun Sistem Gerak.
Rangka pada manusia terdiri atas 3 kelompok : bagian tengkorak, bagian badan, bagian aggota gerak.
Fungsi Rangka Pada Manusia.
Kerangka pada tubuh manusia memiliki fungsi yang sangat penting, yaitu :
sebagai penegak tubuh
sebagai pembentuk tubuh
sebagai tempat melekatnya otot (otot rangka)
sebagai pelindung bagian tubuh yang penting
sebagai tempat pembentukkan sel darah merah
sebagai alat gerak pasif
Kerangka manusia dapat dikelompokan menjadi 3 yaitu :
Bagian Tengkorak
Bagian Badan
Bagian Anggota Gerak
Bagian Tengkorak (Kepala) : tersusun dari tulang pipih yang berfungsi sebagai tempat pembuatan sel-sel darah merah dan sel-sel darah putih. terdiri dari :
Rangka Bagian Badan : Bagian badan terbagi menjadi 5 kelompok, yaitu :
Ruas-ruas tulang belakang ( 33 ruas ) b. Tulang rusuk ( 12 pasang ) -7 pasang tulang rusuk sejati -3 pasang tulang rusuk palsu -2 pasang tulang rusuk melayang c. Tulang dada, terdiri dari : -tulang hulu -tulang badan -tulang pedang-pedangan d. Gelang bahu terdiri dari : – 2 tulang selangka (kiri dan kanan) – 2 tulang belikat (kiri dan kanan) e. Gelang panggul terdiri dari : – 2 tulang duduk (kiri dan kanan) – 2 tulang usus (kiri dan kanan) – 2 tulang kemaluan (kiri dan kanan)
Bagian Anggota Gerak, Anggota gerak dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :
a. anggota gerak atas (tangan kiri dan kanan) terdiri dari :
2 tulang pengumpil
2 tulang lengan atas
2 tulang hasta
16 tulang pergelangan tangan
10 tulang telapak tangan
28 ruas tulang jari tangan
SD Kelas 5 – IPA – Bab 4 – Pembuatan Makanan pada Tumbuhan.
Sumber : IPA Salingtemas 5 untuk SD/MI Kelas 5. Penulis : Choiril Azmiyawati, Wigati Hadi Omegawati, Rohana Kusumawati.
Setiap makhluk hidup membutuhkan makanan untuk bertahan hidup. Manusia memakan berbagai jenis makanan setiap hari. Hewan seperti kambing memakan rumput-rumputan segar. Bagaimana dengan tumbuhan seperti gambar di atas? Tentunya tumbuhan juga membutuhkan makanan. Bagaimana cara tumbuhan memperoleh makanan?
Tumbuhan juga memerlukan makanan agar tetap hidup. Tumbuhan mampu membuat makanannya sendiri. Proses pembuatan makanan pada tumbuhan dinamakan fotosintesis. Bagaimanakah proses fotosintesis?
A. Fotosintesis.
Fotosintesis merupakan proses pembuatan makanan pada tumbuhan hijau. Proses fotosintesis ini memerlukan bantuan sinar matahari. Fotosintesis berlangsung di bagian daun. Namun proses ini terkadang juga terjadi di bagian lain yang mengandung klorofil. Klorofil merupakan zat warna warna hijau pada tumbuhan. Klorofil berfungsi untuk menyerap energi cahaya matahari. Perhatikan gambar di samping! Fotosintesis memerlukan cahaya matahari, klorofil, air, dan karbon dioksida. Air diserap oleh akar dari dalam tanah. Air dari akar menuju daun. Karbon dioksida diserap dari udara oleh daun melalui mulut daun atau stomata. Melalui fotosintesis, air dan karbon dioksida kemudian diubah menjadi karbohidrat dan oksigen dengan bantuan energi cahaya matahari. Apabila energi cahaya matahari tidak ada, energi cahaya yang lain dapat meng- gantikannya. Misalnya cahaya lampu neon. Oleh karena itu, fotosintesis dapat terjadi pada siang maupun malam hari. Reaksi fotosintesis dapat dituliskan sebagai berikut.
Air + Karbondioksida (diproses dg. Cahaya dan Clorofil) = Karbohidrat + Oksigen.
Dari reaksi fotosintesis di atas, dapat diketahui bahwa proses tersebut menghasilkan karbohidrat dan oksigen. Daun yang mengandung karbohidrat ini jika ditetesi larutan lugol atau yodium akan berubah warna menjadi ungu gelap. Percobaan berikut ini dapat membuktikan bahwa proses fotosintesis memerlukan cahaya.
Apa Itu Klorofil? Di dalam selembar daun, ada jutaan kantung kecil berisi zat berwarna hijau. Zat warna hijau ini disebut klorofil. Semua kantung hijau menyebabkan dedaunan berwarna hijau.
Sebagian gas oksigen hasil fotosintesis digunakan untuk pernapasan tumbuhan. Sisanya dibebaskan ke udara. Oksigen tersebut digunakan oleh makhluk hidup lainnya untuk bernapas. Sementara itu, kelebihan karbohidrat disimpan sebagai makanan cadangan. Di mana tumbuhan menyimpan makanan cadangan? Tempat penyimpanan makanan cadangan setiap tumbuhan berbeda-beda. Amati gambar di bawah! Gambar tersebut menunjukkan bahwa tumbuhan menyimpan makanan cadangan pada bagian- bagian yang berbeda. Tempat penyimpanan itu misalnya pada akar, buah, biji, atau batang.
Percobaan pembuktian fotosintesis pada daun. cari di youtube.
Akar (ketela pohon), buah, dan biji merupakan tempat menyimpan makanan cadangan.
Tumbuhan menyimpan cadangan makanan pada umbi, batang, biji atau buah. Cadangan makanan pada tumbuhan inilah yang dimanfaatkan oleh manusia untuk dimakan. Misalnya tumbuhan yang menyimpan makanan pada umbi akar adalah ketela atau singkong. Kita mungkin sering memakan singkong yang bisa dibuat keripik atau singkong goreng. 1. Tumbuhan yang menyimpan cadangan makanan pada umbi. Jenis tumbuhan umbi-umbian dibagi menjadi umbi batang, umbi akar dan umbi lapis.
a. Pengertian umbi batang adalah bagian batang tumbuhan yang menggembung karena dipakai untuk menyimpan cadangan makanan. Contohnya adalah tanaman kentang.
b. Pengertian umbi akar adalah bagian akar tumbuhan yang menggembung karena berfungsi sebagai menyimpan cadangan makanan. Contoh umbi akar adalah talas, wortel, dan ketela.
c. Pengertian umbi lapis adalah bagian batang yang menggembung berlapis-lapis karena dipakai untuk menyimpan cadangan makanan. Contohnya adalah bawang putih dan bawang merah.
2. Tumbuhan yang menyimpan cadangan makanan pada batang adalah tebu dan sagu. 3. Tumbuhan yang menyimpan cadangan makanan pada buah adalah pisang, jeruk, mangga, apel, rambutan, dan sebagainya. 4. Tumbuhan yang menyimpan cadangan makanan pada biji adalah kacang hijau, kedelai, padi, dan kacang tanah. 5. Tumbuhan yang menyimpan cadangan makanan pada daun adalah bayam, kangkung, kol, dan sawi.
B. Ketergantungan Manusia dan Hewan terhadap Tumbuhan Hijau.
Telah dijelaskan dalam materi sebelumnya bahwa fotosintesis menghasilkan oksigen. Selain digunakan oleh tumbuhan, sebagian oksigen dilepaskan ke udara di lingkungan sekitarnya. Oksigen dihirup oleh manusia dan hewan pada saat bernapas. Tanpa tumbuhan hijau, oksigen lama-kelamaan akan habis jika digunakan terus oleh manusia dan hewan. Namun, tumbuhan selalu menyediakan oksigen di alam. Jadi, manusia dan hewan membutuhkan tumbuhan hijau agar oksigen tetap tersedia di alam. Tumbuhan hijau juga merupakan sumber energi bagi manusia. Sebagian besar bahan makanan kita berasal dari tumbuhan. Bagian tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan makanan sebagai berikut. 1. Akar, contohnya wortel, lobak, dan singkong (ketela pohon). 2. Batang, contohnya tebu dan sagu. 3. Daun, contohnya bayam dan daun kol. 4. Bunga, contohnya kembang kol dan brokoli. 5. Buah, contohnya jeruk dan pisang. 6. Biji, contohnya kacang tanah dan kacang kedelai. 7. Tunas, contohnya rebung (tunas bambu) dan asparagus.
Bagian tumbuhan yang digunakan sebagai bahan makanan biasanya merupakan tempat menyimpan makanan cadangan.
Selain manusia, hewan juga memperoleh sumber energi dari tumbuhan hijau. Hewan herbivora (hewan pemakan tumbuhan) bergantung secara langsung kepada tumbuhan. Apabila tidak ada tumbuhan, jenis-jenis hewan tersebut akan mati kelaparan. Akibatnya, jumlah jenis-jenis hewan herbivora akan semakin berkurang. Peristiwa ini akan menyebabkan hewan-hewan karnivora (hewan pemakan daging) menjadi kekurangan bahan makanan. Jadi, hewan-hewan karnivora secara tidak langsung juga bergantung kepada tumbuhan.
Demikian juga untuk makhluk hidup golongan omnivora (pemakan tumbuhan dan hewan lain). Mereka dapat bergantung secara langsung maupun tidak langsung terhadap tumbuhan hijau. Bentuk ketergantungan herbivora, karnivora, dan omnivora terhadap tumbuhan hijau dapat dituliskan sebagai berikut.
Tumbuhan merupakan sumber energi bagi seluruh makhluk hidup di alam ini. Tumbuhan hijau umumnya tersedia dalam jumlah paling banyak dibandingkan jumlah makhluk hidup yang lain. Diskusikan dengan teman sekelompok mengenai hal-hal berikut. a. Pengaruh bagi hewan herbivora jika jumlah tumbuhan sedikit. b. Pengaruh bagi hewan karnivora jika jumlah tumbuhan sedikit. b. Pengaruh bagi manusia jika jumlah tumbuhan sedikit. Tulislah hasil diskusimu di buku kerja! Setelah itu, kumpulkan kepada bapak atau ibu guru.
Selain sebagai sumber energi, manusia memanfaatkan tumbuhan untuk berbagai keperluan berikut. 1. Bahan penyedap rasa, contohnya merica, pala, dan cengkeh. 2. Bahan obat-obatan, contohnya kencur, temulawak, dan kunyit. 3. Bahan sandang, contohnya serat tanaman kapas. 4. Bahan peralatan rumah tangga, contohnya kayu dan bambu. Jadi, manusia tidak hanya membutuhkan tumbuhan sebagai sumber makanan saja. Manusia sangat tergantung pada tumbuhan untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan hidupnya. Oleh karena itu, manusia wajib menjaga kelestarian tumbuhan. Dengan demikian, kehidupan semua makhluk hidup juga tetap terjaga.
Sumber : IPA Salingtemas 5 untuk SD/MI Kelas 5. Penulis : Choiril Azmiyawati, Wigati Hadi Omegawati, Rohana Kusumawati.
Di dalam tubuh kita terdapat darah. Darah merupakan cairan berwarna merah dan berasa asin. Darah mengalir di seluruh bagian tubuh. Di dalam tubuh, darah mengalir melalui alat peredaran darah. Perhatikan gambar di atas! Alat peredaran darah manusia terdiri atas jantung dan pembuluh darah. Apa fungsi jantung dan pembuluh darah itu? Apa fungsi darah bagi tubuh kita?
Darah dalam tubuh berfungsi mengangkut zat-zat penting ke seluruh bagian tubuh. Zat-zat penting tersebut di antaranya oksigen dan sari-sari makanan. Dalam pengangkutan tersebut diperlukan alat peredaran darah.
A. Alat peredaran darah dan Fungsinya.
Alat peredaran darah manusia meliputi pembuluh darah dan jantung. Pembuluh darah dan jantung mempunyai fungsi khusus. Bacalah uraian berikut untuk mengetahuinya!
1. Jantung.
Jantung terletak di dalam rongga dada sebelah kiri. Ukuran jantung kira-kira sebesar kepalan tangan pemiliknya. Jantung tersusun atas kumpulan otot-otot yang sangat kuat dan disebut miokardia.
Jantung terdiri atas empat ruang, yaitu serambi kanan, serambi kiri, bilik kanan, dan bilik kiri. Antara bagian kanan dan kiri jantung dibatasi oleh sekat jantung. Sekat ini berfungsi mencegah bercampurnya darah yang mengandung banyak oksigen dan karbon dioksida. Perhatikan bagian- bagian jantung pada gambar di samping!
Otot penyusun bilik jantung lebih tebal daripada otot pada serambi jantung. Hal ini disebabkan tugas bilik jantung lebih berat. Tugas bilik tersebut yaitu memompa darah keluar dari jantung ke seluruh bagian tubuh.
Jantung berfungsi memompa darah. Jantung memompa darah dengan cara menguncup (berkontraksi) dan mengembang (berelaksasi). Apa yang terjadi ketika jantung menguncup dan mengembang? Lakukan kegiatan berikut untuk mengetahuinya!
Kontraksi dan relaksasi pada jantung mengakibatkan terjadinya denyut jantung atau denyut nadi. Ketika jantung memompa darah ke dalam pembuluh nadi, pembuluh tersebut ikut berdenyut. Dengan demikian, kamu dapat mengetahui denyut jantung melalui denyut nadi. Denyut nadi dapat terasa dengan jelas ketika kamu menekan pembuluh nadi pada pergelangan tangan. Denyut tersebut juga terasa apabila bagian leher di bawah telinga ditekan. Kecepatan denyut jantung tergantung kegiatan yang dilakukan. Ketika sedang beristirahat, jantung berdenyut kira-kira 60 sampai 80 kali setiap menit. Semakin aktif tubuh kita, denyut jantung juga semakin cepat.
2. Pembuluh Darah
Pembuluh darah merupakan saluran tempat mengalirnya darah dari jantung ke seluruh tubuh maupun sebaliknya. Ada dua macam pembuluh darah. Pembuluh tersebut yaitu pembuluh nadi (arteri) dan pembuluh balik (vena). Pembuluh nadi atau arteri yaitu pembuluh yang membawa darah kaya oksigen keluar dari jantung, kecuali arteri pulmonalis. Arteri pulmonalis membawa darah kaya karbon dioksida dari jantung menuju paru-paru. Pembuluh nadi yang paling besar disebut aorta. Pembuluh balik yaitu pembuluh darah yang membawa darah kaya karbon dioksida dari seluruh tubuh menuju jantung, kecuali vena pulmonalis. Vena pulmonalis membawa darah kaya oksigen dari paru-paru menuju jantung.
Pembuluh nadi dan pembuluh balik bercabang- Darah mengandung banyak oksigen cabang. Ujung cabang pembuluh yang terkecil disebut pembuluh kapiler. Panjang seluruh pembuluh darah manusia jika dihubungkan dari ujung ke ujung mencapai 160.000 km.
Antara pembuluh nadi dan pembuluh balik terdapat perbedaan-perbedaan pokok sebagai berikut. Tabel Perbedaan Pembuluh Nadi dan Pembuluh Balik.
Pembuluh Nadi : – Denyut terasa. – Umumnya terletak di bagian dalam tubuh. – Dinding tebal, kuat, dan elastis. – Tekanan darahnya tinggi. – Darah mengalir cepat. – Membawa darah yang mengandung banyak oksigen, kecuali arteri pulmonalis.
Pembuluh Balik : – Denyut tidak terasa. – Terletak di dekat permukaan tubuh. – Dindingnya tipis dan tidak elastis. – Tekanan darahnya rendah. – Darah mengalir lambat. – Membawa darah yang mengandung banyak karbon dioksida, kecuali vena pulmonalis.
B. Gangguan pada Sistem Peredaran Darah dan Cara Pencegahannya.
1. Gangguan pada Darah dan Alat Peredaran Darah.
Beberapa gangguan pada jantung dan pembuluh darah.
a. Pelebaran pembuluh darah, dapat dibedakan menjadi ambeien (wasir) dan varises. Ambeien terjadi karena adanya pelebaran pembuluh darah balik di sekitar anus. Sementara itu, varises terjadi karena adanya pelebaran pembuluh darah balik di bagian kaki.
b. Anemia (kekurangan darah), dapat disebabkan oleh luka yang mengeluarkan banyak darah, kekurangan zat besi, atau adanya penyakit seperti kanker tulang.
c. Hipertensi (tekanan darah tinggi), ditunjukkan dengan tingginya tekanan darah. Besar kecilnya tekanan darah seseorang dapat diukur menggunakan tensimeter.
d. Penyakit jantung koroner, terjadi karena adanya penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh arteri koroner sehingga menyumbatnya.
e. Stroke, disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak sehingga saraf-saraf yang ada di otak tidak memperoleh cukup oksigen. Keadaan ini menyebabkan kerja saraf terganggu.
Lakukan kegiatan berikut agar kamu lebih memahami tentang penyakit atau gangguan pada sistem peredaran darah!
1. Anemia.
Yang pertama, adalah anemia. Anemia merupakan suatu kondisi dimana seseorang mengalami kekurangan darah, sehingga darah yang mengalir di pembuluh darah mengalami deficit, dan menyebabkan tidak optimalnya peredaran darah ke bagian-bagaian tubuh dan juga organ tubuh tertentu.
Penyebab anemia
Anemia sendiri disebabkan oleh beberapa hal, antara lain yang paling sering menyababkan anemia adalah : Keturunan, Kekurangan gizi dan mineral berupa makanan yang mengandung zat besi, Aktivitas yang berlebihan tanpa adanya asupan makanan yang sehat.
Pencegahan : Anemia merupakan salah satu jenis penyakit yang paling mudah untuk dicegah dan juga diobati. Berikut ini adalah beberapa cara mudah untuk mencegah dan juga menyembuhkan gejala-gejala anemia : Selalu atur asupan makanan dengan makanan yang bergizi tinggi; Istirahat cukup, dan hindari beraktivitas secara berlebihan; Minum suplemen penambah darah apabila diperlukan; Makan makanan yang memiliki kandungan zat besi tinggi, seperti daging merah dan kacang-kacangan; Rajin minum air putih.
2. Varises.
Varises merupakan salah satu kelainan dan juga penyakit yang berhubungan dengan pembuluh darah lainnya. Varises merupakan suatu kondisi dimana pembuluh darah vena memiliki gangguan atau hambatan dalam mengalirkan darah. Hal ini disebabkan karena adanya kelainan atau kesalahan pada katub pembuluh vena dalam mengatur peredaran darah sehingga menyebabkan peredaran darah pembuluh vena menjadi terhambat.
Penyebab : Ada beberapa penyebab munculnya varises pada pasien, antara lain : Faktor keturunan; Muncul tumor; Terlalu lama berdiri; Karena sedang berada dalam kondisi kehamilan Gejala.
3. Hipertensi
Hipertensi (darah tinggi) merupakan salah satu jenis penyakit yang berhubungan dengan peredaran darah yang paling “populer”. Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyakit dimana kondisi tekanan darah yang mengalir pada pemmbuluh darah melebihi batas normal, dan menimbulkan berbagai komplikasi lainnya.
Penyebab : Ada beberapa penyebab dari hipertensi, yaitu : Faktor gen atau keturunan; Merokok dan minuman beralkohol; Makan makanan yang terlalu banyak lemak dan juga tidak sehat.
4. Hipotensi. Hipotensi (darah rendah) merupakan kebalikan dari hipertensi, yaitu kondisi dimana tekanan darah yang mengalir pada pembuluh darah berada pada batasan di bawah normal. Biasanya penyakit yang berhubungan dengan peredaran darah ini dapat terjadi karena beberapa hal, yaitu : Terjadi pendarahan; Diare yang disertai muntah; Kekurangan zat gizi penting bagi tubuh; Overdosis atau kelebihan konsumsi obat penurun tekanan darah.
5. Leukemia (Kanker Darah). Leukemia juga sering disebut dengan kanker darah. Hal ini dsebabkan karena memang terdapat sel kanker yang menyerang bagian darah yang mengalir di pembuluh darah, terutama sel darah putih. Hal ini menyebabkan terjadinya pertumbuhan dari leukosit yang tidak normal yang disebabkan oleh : Virus karsinogenik; Adanya paparan zat radioaktif; Alkohol dan juga merokok berlebihan; Infeksi zat kimia beracun; Faktor gen atau keturunan.
6. Penyakit Jantung Koroner. Penyakit jantung koroner merupakan jenis lainnya dari penyakit yang berhubungan dengan peredaran darah. Lebih tepatnya adalah peredaran darah yang mengalir pada pembuluh darah koroner. Hal ini dapat menyebabkan penyakit ini adalah kondisi dimana pembuluh darah koroner mengalami penyumbatan, sehingga peredaran darah menjadi terganggu. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh : Pengerasan pembuluh nadi / arteri; Endapan lemak; Endapan zat kapur.
7. Gagal Jantung. Selain penyakit jantung coroner, penyakit yang berhubungan dengan peredaran darah lainnya adalah gagal jantung. Sesuai dengan namanya, gagal jantung terjadi ketika jantung pada tubuh seseorang gagal untuk bekerja secara optimal. Hal in imenyebabkan kekuatan kontraksi dari jantung menurun, yang dapat menyebabkan berkurangnya pasokan darah ke seluruh tubuh. Biasanya gangguan atau penyakit ini dapat menimbulkan gejala seperti : Cepat lelah; Penyebab dada sesak nafas; Bengkak pada bagian kaki; Pembengkakan paru-paru.
8. Hemofilia. Hemofilia merupakan salah satu kelainan pada darah, apabila tidak ingin disebut sebagai penyakit yang berhubungan dengan peredaran darah. Hemofilia merupakan kondisi dimana darah mengalami kesulitan untukmelakukan proses pembekuan. Hal ini dapat menyebabkan penderitanya mengalami pendarahan yang hebat dan tidak wajar, meskipun hanya mengalami luka kecil saja. Biasanya, penyebab hemofilia paling utama karena adanya faktor keturunan.
2. Menjaga Kesehatan Alat Peredaran Darah.
Menjaga kesehatan alat peredaran darah dapat dilakukan dengan berolahraga secara teratur. Berolahraga dapat membantu melancarkan peredaran darah. Berolahraga sebaiknya diawali dengan pemanasan. Pemanasan membuat kecepatan denyut jantung bertambah secara bertahap. Menjaga kesehatan alat peredaran darah juga dapat dilakukan dengan menjaga kebiasaan makan sehari-hari. Makanan berlemak tinggi tidak baik bagi kesehatan jantung. Kandungan lemak yang berlebihan dalam tubuh dapat mengakibatkan penyempitan pembuluh darah. Nah, sekarang kamu telah mengetahui cara menjaga kesehatan alat peredaran darah. Lakukan kegiatan berikut agar kamu mengetahui lebih banyak cara menjaga alat peredaran darah!
Rangkuman:
1. Alat peredaran darah manusia meliputi jantung dan pembuluh darah. 2. Jantung terdiri atas empat ruang, yaitu serambi kiri, bilik kiri, serambi kanan, dan bilik kanan. 3. Serambi kiri dan bilik kiri berisi darah bersih (mengandung banyak oksigen). 4. Serambi kanan dan bilik kanan berisi darah kotor (mengandung banyak karbon dioksida). 5. Pembuluh nadi membawa darah bersih keluar dari jantung, kecuali arteri pulmonalis. 6. Pembuluh balik membawa darah kotor menuju jantung, kecuali vena pulmonalis. 7. Gangguan pada alat peredaran darah di antaranya ambeien, varises, anemia, hipertensi, jantung koroner, dan stroke. 8. Cara menjaga kesehatan alat peredaran darah yaitu dengan berolahraga secara teratur dan menjaga kebiasaan makan makanan sehat.
Sumber : IPA Salingtemas 5 untuk SD/MI Kelas 5. Penulis : Choiril Azmiyawati, Wigati Hadi Omegawati, Rohana Kusumawati.
Saat akan makan, pertama-tama yang kamu lakukan melihat makananmu. Setelah itu, kamu akan mencium aromanya kemudian mencicipinya. Setelah makanan berada di mulut, kamu akan mengunyah makanan tersebut. Pada akhirnya kamu menelan makananmu itu. Itulah awal perjalanan makanan menuju sistem pencernaan. Bagaimana perjalanan makanan di dalam sistem pencernaanmu? Apa saja makanan yang kamu perlukan agar tubuhmu sehat dan kuat?
Makanan yang masuk ke dalam tubuh kita akan diolah melalui proses pencernaan. Proses pencernaan adalah proses penghancuran makanan menjadi zat-zat makanan yang dapat diserap tubuh. Alat yang berfungsi untuk menghancurkan makanan ini disebut alat pencernaan. Selain alat-alat pencernaan, dalam tubuh kita juga terdapat kelenjar pencernaan. Misalnya, hati dan kelenjar pankreas. Kelenjar pencernaan membantu alat-alat pencernaan dalam mencerna makanan.
Panjang Saluran Pencernaan : Seluruh saluran pen- cernaan dari mulut sampai anus panjangnya antara 8,5 sampai 10 meter. Berarti, 5–6 kali tinggi badan kita. Saluran pencernaan menjadi ringkas karena melingkar-lingkar dalam rongga perut kita. Proses pencernaan makanan dari awal hingga akhir secara keseluruhan berlangsung antara 18 sampai 24 jam.
1. Mulut.
Makanan masuk ke dalam tubuh melalui mulut. Di dalam rongga mulut terdapat gigi, lidah, dan air ludah (air liur). Ketiga komponen itu berperan untuk mencerna makanan di dalam mulut. Gigi dan lidah mencerna makanan secara mekanis. Air ludah mencerna makanan secara kimiawi. Pencernaan secara mekanis merupakan pencernaan makanan dengan cara dikunyah oleh gigi dan dibantu lidah. Sementara itu, pencernaan kimiawi merupakan pencernaan makanan yang dilakukan oleh enzim.
a. Gigi.
Gigi berfungsi menghancurkan makanan yang masuk dalam rongga mulut. Berdasarkan bentuk dan fungsinya, gigi dibedakan menjadi tiga. Ketiga gigi tersebut yaitu gigi seri, gigi taring, dan gigi geraham. Gigi seri untuk memotong makanan, gigi taring untuk mengoyak makanan, dan gigi geraham untuk mengunyah makan- an. Gigi geraham dibedakan menjadi geraham depan dan geraham belakang.
Gigi tertanam pada rahang dan diperkuat oleh gusi. Bagian-bagian gigi yaitu mahkota gigi, tulang gigi, dan rongga gigi. Mahkota gigi tampak putih, halus, dan licin karena dilapisi email. Tulang gigi terletak di bawah lapisan email. Tulang gigi meliputi leher gigi dan akar gigi. Rongga gigi berada di bagian dalam gigi. Perhatikan gambar di bawah!
b. Lidah.
Lidah mempunyai beberapa fungsi seperti berikut. 1) Mengatur letak makanan saat dikunyah. 2) Membantu menelan makanan. 3) Mengecap rasa makanan.
Lidah peka terhadap panas, dingin, dan adanya tekanan. Lidah dapat mengecap makanan karena pada permukaannya terdapat bintil-bintil lidah. Pada bintil-bintil lidah terdapat saraf pengecap. Setiap permukaan lidah mempunyai kepekaan rasa yang berbeda. Perhatikan gambar di samping!
Rasa asin : lidah bagian depan dan samping.
Rasa pahit : lidah bagian belakang / pangkal.
Rasa Manis : lidah bagian ujung.
Rasa Asam : lidah bagian samping.
Silakan lihat gambar lidah disamping ini.
c. Air Liur. Saat makanan dikunyah dalam mulut, makanan dibasahi oleh air liur. Makanan menjadi licin dan mudah ditelan. Selain itu, air liur mengandung enzim ptialin atau amilase. Enzim ini berfungsi untuk mencerna zat tepung (amilum) secara kimiawi menjadi zat gula. Itulah sebabnya, saat mengunyah nasi dalam waktu lama kita akan merasakan manis. Pencernaan seperti ini merupakan contoh pencernaan kimiawi.
2. Kerongkongan.
Kerongkongan merupakan penghubung antara rongga mulut dan lambung. Kerongkongan berupa saluran yang panjangnya kira-kira 20 cm. Kerongkongan terdiri atas otot yang lentur. Makanan yang berada di dalam kerongkongan akan didorong oleh dinding kerongkongan menuju lambung. Gerakan seperti ini disebut gerak peristaltik. Gerak peristaltik dilakukan oleh otot dinding kerongkongan.
3. Lambung. Lambung adalah alat pencernaan berotot yang berbentuk seperti kantong. Bagian dalam dinding lambung berlipat-lipat. Bagian ini berguna untuk mengaduk makanan yang berasal dari kerongkongan. Dinding lambung juga menghasilkan asam klorida. Asam klorida atau asam lambung berguna untuk membunuh kuman-kuman yang masuk bersama makanan. Selain itu, di dalam lambung terdapat enzim pepsin dan renin. Enzim renin berfungsi mengendapkan protein susu menjadi kasein. Enzim pepsin berguna untuk mengubah protein menjadi asam amino. Di dalam lambung ini terjadi pencernaan secara mekanik dan kimiawi.
4. Usus Halus. Setelah dicerna di lambung, makanan masuk ke usus halus. Usus halus ini sebenarnya sangat panjang, tetapi melipat-lipat di perut kita. Usus halus terdiri atas tiga bagian, yaitu usus dua belas jari, usus kosong, dan usus penyerap. Di dalam usus dua belas jari, makanan dicerna secara kimiawi. Pencernaan itu dilakukan oleh getah empedu dan getah pankreas. Getah empedu dihasilkan oleh hati. Getah empedu berfungsi untuk mencerna lemak. Beberapa enzim yang dihasilkan getah pankreas sebagai berikut. a. Enzim amilase, berfungsi mengubah zat tepung menjadi gula. b. Enzim tripsin, berfungsi mengubah protein menjadi asam amino. c. Enzim lipase, berfungsi mengubah lemak menjadi asam lemak.
Usus Buntu dan Apendiks.
Pada rangkaian alat pencernaan terdapat usus buntu. Usus buntu berada di awal usus besar dan ber- batasan dengan usus halus. Di bawah usus buntu terdapat apendiks (umbai cacing).
Setelah melewati usus dua belas jari, makanan sampai di usus kosong. Selanjutnya, makanan akan diurai proteinnya oleh enzim erepsin. Sementara itu, karbohidrat yang terkandung dalam makanan tersebut akan diurai oleh enzim maltase, sukrose, dan laktose. Setelah hancur dan lumat, makanan menuju usus penyerap. Bagian dalam dinding usus penyerap berupa jonjot-jonjot. Di dalam jonjot-jonjot itu terdapat ujung pembuluh darah. Melalui pembuluh darah inilah terjadi penyerapan sari- sari makanan. Sari-sari makanan masuk dalam aliran darah dan diedarkan ke seluruh tubuh.
5. Usus Besar. Usus besar merupakan kelanjutan dari usus halus. Usus besar terdiri atas usus besar naik, usus besar melintang, dan usus besar turun. Di dalam usus besar terjadi penyerapan air dan garam-garam mineral. Selanjutnya, sisa makanan dibusukkan oleh bakteri pembusuk di dalam usus besar. Hasil pembusukan berupa bahan padat, cair, dan gas.
6. Anus. Bagian akhir dari saluran pencernaan berupa lubang keluar yang disebut anus. Sisa pencernaan dari usus besar dikeluarkan melalui anus. Bahan padat hasil pembusukan dikeluarkan sebagai tinja dan gas. Gas dikeluarkan berupa kentut. Sisa pencernaan yang berupa cairan disalurkan dan disaring dalam ginjal. Cairan yang tidak berguna dikeluarkan melalui lubang kemih berupa air seni.
B. Penyakit pada Alat Pencernaan.
Berbagai penyakit dan gangguan (kelainan) dapat menyerang alat pencernaan. Penyakit dan gangguan itu dapat disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi makanan yang tidak sehat. Selain itu, juga karena masuknya kuman penyakit ke dalam tubuh seperti bakteri dan virus. Di bawah ini beberapa penyakit yang dapat menyerang alat- alat pencernaan.
1. Mag (Radang Lambung). Penyakit ini ditandai dengan gejala lambung terasa perih dan mual. Penyakit mag disebabkan kebiasaan makan yang tidak teratur. Jika kita tidak segera makan pada saat lapar, lambung menjadi kosong. Akibatnya, asam lambung (asam klorida) yang dihasilkan untuk mencerna makanan melukai lambung.
2. Apendisitis (Radang Umbai Cacing). Radang pada umbai cacing ditandai dengan sakit pada perut sebelah kanan bawah dan biasanya disertai demam. Umbai cacing (apendiks) adalah tonjolan kecil pada usus buntu (sekum). Penyakit ini disebabkan adanya makanan yang masuk di apendiks dan membusuk. Pembusukan makanan di apendiks tersebut dapat mengakibatkan radang.
3. Disentri. Penyakit disentri disebabkan oleh bakteri. Alat pencernaan yang diserang yaitu usus. Penyakit ini ditandai dengan muntah-muntah dan buang air besar terus- menerus. Disentri dapat dicegah dengan cara menjaga kebersihan makanan dan perlengkapan makan.
4. Sembelit. Gejala penyakit sembelit yaitu susah buang air besar. Penyakit ini disebabkan makanan yang kita makan kurang berserat. Makanan kurang serat dapat mengganggu proses pencernaan. Serat makanan membantu penyerapan air di usus besar. Jika kadar serat makanan berkurang, sisa makanan kurang menyerap air. Akibatnya, sisa makanan menjadi padat sehingga sulit dikeluarkan. Contoh makanan berserat yaitu sayur-sayuran dan buah-buahan.
Kamu sudah mengetahui penyakit-penyakit pada alat pencernaan. Rawatlah alat pencernaanmu supaya terhindar dari penyakit-penyakit tersebut dengan cara berikut ini. a. Makan makanan yang bergizi dan seimbang. b. Menjaga kebersihan alat-alat makan dan bahan makanan. c. Minum air putih dalam jumlah yang cukup. d. Makan secara teratur. e. Menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan cara menggosok gigi secara teratur. f. Menghindari makanan yang terlalu panas dan dingin. g. Mengurangi makanan yang mengandung banyak gula, misalnya permen dan cokelat. h. Mencuci tangan sebelum makan. i. Biasakan mengunyah makanan sampai halus agar mudah dicerna oleh lambung. j. Mengonsumsi makanan yang mengandung banyak serat, misalnya buah-buahan dan sayur-sayuran.
Kamu telah mempelajari alat-alat pencernaan dan cara merawatnya. Alat-alat pencernaan itu mempunyai peran yang sangat penting. Di antaranya untuk mencerna makanan yang masuk ke dalam tubuh kita. Makanan ini berguna untuk menjaga kesehatan tubuh.
C. Hubungan Makanan dan Kesehatan. Setiap hari kita selalu membutuhkan energi atau tenaga untuk melakukan kegiatan. Oleh karena itu, kita harus cukup makan untuk mendapatkan energi. Makanan yang kita makan harus bergizi dan seimbang.
1. Makanan Bergizi. Makanan bergizi sebagai sumber energi, bahan pembangun, pelindung tubuh, dan pengatur tubuh. Oleh karena itu, untuk memenuhi beberapa fungsi tersebut, kita harus makan makanan yang bergizi. Makanan yang bergizi yaitu makanan yang mengandung zat-zat yang diperlukan oleh tubuh. Adapun zat gizi yang diperlukan tubuh yaitu karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, dan air.
a. Karbohidrat
Fungsi karbohidrat bagi tubuh sebagai berikut. 1. Sebagai sumber tenaga. 2. Sebagai makanan cadangan. 3. Untuk mempertahankan suhu tubuh. Bahan makanan yang mengandung karbohidrat antara lain: gandum, beras, jagung, sagu, dan ketela pohon.
b. Lemak.
Lemak juga sebagai sumber tenaga. Lemak ini berfungsi sebagai makanan cadangan. Bahan makanan yang mengandung lemak antara lain: kelapa, kacang tanah, kuning telur, keju, dan daging.
Praktek : Menguji Kandungan Lemak pada Bahan Makanan. 1. Siapkan minyak goreng, air putih, buah jeruk, kacang tanah, dan kertas buram! 2. Buah jeruk diambil dagingnya. Kacang tanah diambil bijinya. 3. Oleskan bahan makanan tersebut di kertas sehingga terdapat bekas pada kertas! Setiap bahan makanan dioleskan pada kertas yang berbeda. 4. Selanjutnya, kertas dijemur sebentar agar air di kertas menguap. Bahan makanan yang mengandung lemak akan meninggalkan noda transparan pada kertas. 5. Amati bahan makanan yang mengandung lemak! Amati pula bahan makanan yang tidak mengandung lemak! 6. Tulislah kesimpulan dari kegiatan ini! Catatan: Lakukan kegiatan ini di dalam laboratorium bersama gurumu!
c. Protein.
Protein berguna sebagai zat pembangun tubuh. Makanan yang berprotein berguna untuk pertumbuhan, perkembangan, dan mengganti sel-sel tubuh yang rusak. Bahan makanan yang mengandung protein antara lain susu, daging, putih telur, dan kacang-kacangan terutama kedelai.
d. Mineral.
Mineral merupakan zat pengatur tubuh. Mineral diperlukan oleh tubuh dalam jumlah sedikit. Walaupun tubuh hanya membutuhkan sedikit, kita harus tetap memenuhinya. Jika tubuh kekurangan mineral, kesehatan akan terganggu. Beberapa mineral yang dibutuhkan oleh tubuh seperti tertera dalam tabel berikut.
Tabel 2.1 Beberapa Jenis Mineral, Sumber Bahan Makanan, dan Kegunaannya. Mineral; Sumber Bahan Makanan & Kegunaan 1) Fosfor. Sumber : Ikan, kacang-kacangan, susu, dan keju. Guna : Pertumbuhan sel-sel dalam tubuh. 2) Fluor : Sumber Susu, kuning telur, ikan laut, dan otak. Guna : Pembentukan tulang dan gigi, Mencegah kerusakan gigi. 3) Kalsium : Sumber : Sayuran kol, wortel, kacang- kacangan, bawang, susu, dan keju. Guna : Pembentukan tulang dan gigi. 4) Zat besi Sumber : Sayuran hijau (bayam, kangkung). Guna : Membantu kerja otot dan saraf, Membentuk sel darah merah, Mencegah penyakit kurang darah (anemia). 5) Yodium. Sumber : Ikan laut, garam beryodium, dan sayuran hijau. Guna : Mencegah penyakit gondok.
e. Vitamin.
Vitamin berfungsi sebagai zat pengatur dan pelindung tubuh. Vitamin dapat mencegah timbulnya penyakit. Sebaliknya, kekurangan vitamin (avitaminosis) dapat mengganggu kesehatan. Misalnya sariawan akibat tubuh kekurangan vitamin C. Kegunaan beberapa jenis vitamin seperti tabel berikut. Tabel 2.2 Jenis Vitamin, Sumber Bahan Makanan, dan Kegunaannya. 1. Vitamin A. Sumber : Hati, susu, mentega, minyak ikan, kuning telur, sayuran, wortel, buah-buahan yang berwarna merah seperti pepaya dan tomat. Guna : Meningkatkan daya tahan tubuh;. Menjaga kesehatan mata; Menjaga kesehatan kulit. 2. Vitamin B1. Sumber : Daging, hati, telur, susu, beras merah, bekatul, dan kacang hijau. Guna : Membantu pencernaan makanan, Mencegah penyakit beri-beri, Meningkatkan nafsu makan. 3. Vitamin C. Sumber : Buah-buahan dan sayuran segar seperti jeruk, nanas, cabai, tomat, dan pepaya. Guna : Mencegah sariawan, Membantu daya tahan tubuh terhadap infeksi, Menjaga agar dinding pembuluh darah kuat, Menyembuhkan luka, Menjaga tulang, gigi, dan gusi agar tetap sehat. 4. Vitamin D. Sumber : Minyak ikan, kuning telur, susu, mentega, dan ikan. Guna : Membantu proses pertumbuhan tulang, Mencegah penyakit rakhitis dan osteoporosis, Membentuk dan memelihara tulang serta gigi. 5. Vitamin E. Sumber : Biji-bijian (terutama yang sedang berkecambah), telur, mentega, dan susu. Guna : Mencegah kemandulan, Pelindung sel-sel darah merah, Menghaluskan kulit, Menyuburkan rambut. 6. Vitamin K. Sumber : Sayuran hijau, kacang kedelai, susu, kuning telur, bayam, kangkung, dan kubis. Guna : Membantu proses pembentukan darah.
f. Air.
Air berguna untuk melarutkan zat-zat makanan, melancarkan pencernaan makanan, dan mengatur suhu tubuh. Air dapat diperoleh dari air yang kita minum. Selain itu, air juga diperoleh dari bahan makanan seperti buah-buahan dan sayur-sayuran. Pada kondisi normal kita membutuhkan minimal 2,5 liter air setiap hari. Tubuh akan terasa lemas jika kita kekurangan air. Oleh karena itu, perbanyaklah minum, terutama air putih!
2. Makanan Bergizi Seimbang.
Makanan yang kita makan harus bergizi seimbang. Makanan dikatakan bergizi seimbang jika mengandung karbohidrat, protein, lemak, mineral, dan vitamin dalam jumlah tertentu. Kebutuhan untuk tiap kelompok bahan makanan dapat digambarkan dalam piramida di samping. Dari gambar di samping tampak bahwa karbohidrat sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah yang banyak. Setelah itu, berturut-turut protein, lemak, mineral, dan vitamin. Dengan komposisi demikian, kita dapat memenuhi kebutuhan makanan bergizi seimbang.
Urutan Besar ke Kecil : Karbohidrat, Protein, Lemak, Mineral dan yang paling kecil Vitamin.
Menu makanan bergizi seimbang disajikan dalam menu empat sehat lima sempurna. Menu makanan bergizi seimbang terdapat dalam empat macam makanan berikut. a. Makanan pokok (nasi, jagung, singkong, roti, dan sagu). b. Lauk pauk (daging, telur, ikan, tahu, dan tempe). c. Sayuran (bayam, kangkung, dan buncis). d. Buah-buahan (apel, mangga, pisang, dan pepaya).
Apabila kita sudah mengonsumsi empat macam makanan di atas, berarti makanan kita sudah memenuhi syarat kesehatan. Namun, bila ditambah susu, maka akan lebih sempurna. Makanan bergizi seimbang yang dilengkapi susu dinamakan makanan empat sehat lima sempurna. Selain memenuhi persyaratan empat sehat lima sempurna, dalam menyusun menu makanan bergizi seimbang perlu memperhatikan hal-hal berikut. a. Bersih dan bebas kuman penyakit. b. Makanan mudah dicerna dalam tubuh. c. Bervariasi sehingga tidak menimbulkan kebosanan.
Tubuh akan menjadi sehat jika mengonsumsi makanan bergizi dalam jumlah yang seimbang. Apabila kebutuhan gizi seseorang tidak mencukupi atau berlebihan, akan mengganggu kondisi kesehatannya. Kelebihan atau kekurangan salah satu zat gizi dapat mengakibatkan gangguan atau penyakit. Perhatikan tabel berikut!
Tabel 2.3 Jenis-Jenis Gangguan atau Penyakit Akibat Kelebihan atau Kekurangan Salah Satu Zat Gizi
1. Busung lapar, penyebabnya Kekurangan karbohidrat. 2. Kegemukan (obesitas) , penyebabnya Kelebihan karbohidrat dan lemak. 3. Sariawan , penyebabnya Kekurangan vitamin C. 4. Keropos tulang, penyebabnya Kekurangan kalsium (mineral). 5. Anemia, penyebabnya Kekurangan zat besi (mineral). 6. Rabun, penyebabnya senja Kekurangan vitamin A. 7. Penyakit gondok, penyebabnya Kekurangan yodium (mineral).
3. Cara Mengolah Makanan. Makanan harus diolah dengan cara yang benar. Hal ini bertujuan agar kandungan zat gizinya tidak hilang. Setiap jenis makanan harus diolah sesuai dengan sifat-sifatnya. Sebagai contoh beras. Beras mengandung banyak vitamin B1. Vitamin ini sifatnya mudah larut dalam air. Sebaiknya, beras tidak dicuci terlalu lama dan tidak diremas-remas. Mencuci beras terlalu lama, apalagi dengan meremasnya akan melarutkan vitamin tersebut. Vitamin itu akan terbuang.
Memasak sayuran pun ada aturannya. Kandungan gizi dalam sayuran dapat dipertahankan jika diolah secara benar. Cara memasak sayuran yang benar sebagai berikut. a. Sayuran dicuci terlebih dahulu sebelum dipotong. b. Memasak sayuran tidak terlalu lama atau jangan terlalu matang. c. Saat memasak sayuran sebaiknya panci dalam keadaan tertutup.
Sayuran yang telah matang sebaiknya diletakkan di piring bersih. Sayuran tersebut juga harus disimpan dalam lemari yang bersih. Ada beberapa jenis sayuran yang dapat dimakan mentah. Sayuran jenis ini biasa digunakan sebagai lalapan. Contoh lalapan yaitu kol, selada, kacang panjang, dan daun kemangi. Hati-hatilah kalau kamu ingin makan sayuran mentah ini! Sebaiknya, sayuran mentah ini kamu cuci sampai bersih sebelum dimakan.
Rangkuman :
1. Proses pencernaan adalah proses penghancuran makanan menjadi zat-zat makanan yang dapat diserap tubuh. 2. Sistem pencernaan manusia terdiri atas alat-alat pencernaan berikut. a. Mulut, tempat mencerna makanan secara mekanik dan kimiawi. Pencernaan mekanik menggunakan gigi dan lidah. Pencernaan kimiawi menggunakan air ludah. b. Kerongkongan, saluran untuk jalan makanan dari mulut ke lambung dengan adanya gerakan peristaltik. c. Lambung, tempat mengaduk makanan secara mekanik dan kimiawi. d. Usus halus, tempat penyerapan sari-sari makanan. e. Usus besar, tempat penyerapan air dan garam-garam mineral serta pembusukan sisa makanan. f. Anus, tempat untuk mengeluarkan kotoran (sisa-sisa makanan).
3. Penyakit-penyakit yang menyerang organ pencernaan antara lain: mag, disentri, apendisitis, dan sembelit.
4. Cara-cara merawat organ pencernaan sebagai berikut. a. Makan makanan yang bergizi seimbang. b. Menjaga kebersihan alat-alat makan dan bahan makanan. c. Makan secara teratur. d. Menghindari makanan yang terlalu panas dan dingin. e. Mengonsumsi makanan yang mengandung banyak serat. 5. Zat-zat yang diperlukan tubuh yaitu karbohidrat, protein, lemak, mineral, vitamin, dan air.
Dengarkan Audiobook tentang pernafasan manusia dan hewan , klik di bawah ini :