Arsip Kategori: SD5 Tema 7

Buku Tematik – Kelas 5 – Tema 7 – Peristiwa dalam Kehidupan

Buku Tematik – Kelas 5 – Tema 7 – Peristiwa dalam Kehidupan

https://drive.google.com/file/d/16cgPTh3vkq09YTEswqTzQRuV7Ds17cQS/view?usp=sharing

SD5 Tema 7-3-6 Peristiwa Kehidupan – Peristiwa Mengisi Kemerdekaan


 

SD Kelas 5 Tema 7 Peristiwa Kehidupan –
Sub Tema 3 : Peristiwa Mengisi Kemerdekaan.

Pembelajaran 6.

Sikap kepahlawanan dan patriotisme tidak hanya dibutuhkan dalam meraih cita-cita kemerdekaan bangsa. Namun, juga dibutuhkan dalam mengisi kemerdekaan.

Ingatlah sikap kepahlawanan dan patriotisme yang ditunjukkan oleh seorang guru. Manfaat apa yang kamu rasakan terhadap sikap kepahlawanan dan patriotisme guru? Karena guru, kamu bisa membaca, menulis, dan berhitung serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Kamu pun diarahkan untuk menguasai berbagai keterampilan.

Bisakah kamu membayangkan jika seorang guru tidak memiliki sikap kepahlawanan dan patriotisme? Pasti kamu akan menjadi anak yang miskin ilmu dan keterampilan. Kamu akan tumbuh menjadi generasi yang tertinggal. Guru merupakan pahlawan masa kini bagi kita. Kita harus menghargai jasa- jasanya.

Berbagai peristiwa dari masa penjajahan, pergerakan dan kebangkitan nasional, Proklamasi Kemerdekaan, dan usaha mempertahankan kedaulatan bangsa dan negara telah melahirkan banyak pejuang dan pahlawan bagi bangsa kita. Jasa mereka begitu besar. Kita pun harus bisa menghargainya. Bagaimanakah caranya? Bacalah bacaan berikut dengan saksama.

 

Judul Bacaan : Menghargai Jasa Para Pahlawan.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai jasa para pahlawan. Pepatah itu mengingatkan kita untuk selalu menghargai jasa para pahlawan. Para pahlawan telah berjuang dengan mengorbankan harta, benda, jiwa, bahkan nyawanya untuk meraih kemerdekaan seperti yang sekarang ini kita nikmati. Berkat pengorbanan dan pengabdiannya, bangsa kita bisa terlepas dari penjajahan dan menjadi negara yang merdeka, bebas, dan berdaulat.
Kini kamu sebagai putra putri penerus bangsa mempunyai tugas untuk meneruskan cita-cita para pahlawan. Kamu berkewajiban melanjutkan perjuangan pahlawan sebagai pahlawan pembangunan mewujudkan bangsa Indonesia yang sejahtera, aman, damai, tertib, tenteram, dan bahagia. Dengan demikian, kamu telah turut menghargai jasa para pahlawan.
Untuk menjadi pahlawan pembangunan, kamu dapat menerapkan nilai- nilai kepahlawanan yang telah ditunjukkan mereka. Berikut nilai-nilai kepahlwanan yang dapat kamu terapkan dalam kehidupan sehari-harimu.
1.Rela Berkorban
Sikap rela berkorban adalah sikap yang lebih mementingkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Sikap rela berkorban dapat dibiasakan di lingkungan rumah, keluarga, dan masyarakat. Kita harus peduli kepada orang lain.
2.Berjiwa Besar
Berjiwa besar adalah sikap yang mau menerima segala yang terjadi dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Berjiwa besar dapat diwujudkan dengan mau menerima kekalahan dengan ikhlas, meminta maaf dan memberi maaf.

 

Cara Menghargai Jasa Pahlawan .

1. Belajar dengan baik bagi pelajar dan mahasiswa serta bekerja dengan baik bagi yang sudah bekerja lagi halal.

2. Menjaga keamanan dan ketertiban nasional dari segala bentuk ancaman pihak dalam maupun luar.

3. Menjalankan pancasila, peraturan perundang-undangan yang berlaku, aturan agama, serta
budaya dalam masyarakat dengan baik dan benar.

4. Saling menghormati dan menghargai sesama anggota masyarakat dengan menerapkan musyawarah mufakat, tepo seliro, gotong royong, toleransi, dan lain sebagainya.

5. Mencintai produk dalam negeri dengan menggunakan dan mengembangkan hasil produksi dalam negeri daripada produk luar negeri.

6. Tidak melakukan perbuatan sia-sia yang tidak memberi manfaat seperti begadang, hura-hura, madat, tawuran, dugem, clubbing, nongkrong di mall, melakukan tindak kenakalan, dan lain sebagainya.

7. Rela berkorban dalam bela negara ketika kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia diinjak-injak bangsa asing.

8. Memupuk semangat untuk maju dan menyetarakan diri dari bangsa-bangsa yang telah maju dengan cara-cara yang baik demi terciptanya tujuan nasional seperti kesejahteraan rakyat dan terciptanya kedamaian di dunia.

9. Berperan aktif dalam pembangunan negara dan daerah lingkungan sekitar serta menjaga kondisi tersebut tetap dalam kondisi yang baik.

10. Serius dalam melaksanakan peringatan kemerdekaan dan juga dalam mengikuti mengheningkan cipta untuk menghormati jasa para pahlawan yang telah gugur mendahului kita. Tak lupa berikan doa kepada para pahlawan agar Tuhan Yang Maha Esa menerima mereka di sisiNya.

  • Meniru semangat juangnya dan mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari
  • Mengheningkan cipta untuk mengenang jasa pahlawan, pada saat upacara sekolah.
  • Menggunakan nama pahlawan untuk jalan atau bangunan sejarah berupa gedung.
  • Meneladani sikap pahlawan
  • mengunjungi makam para pahlawan
  • mengenang jas pahlawan dengan menamai gedung/bangunan/jalan raya dengan nama pahlawan

Ayo Belajar dari Masalah.

1) Bel tanda masuk berbunyi. Semua siswa masuk kelas. Ketika akan masuk kelas, tidak sengaja Bambang menginjak kaki Heru. Bambang minta maaf kepada Heru. Tetapi, Heru justru memarahi Bambang. Heru menganggap Bambang sengaja menginjak kakinya. Persoalan sepele tersebut menjadi besar.
– Jika kamu menjadi Heru, tindakan apakah yang akan kamu lakukan kepada Bambang?
– Jika kamu menjadi Bambang, tindakan apakah yang akan kamu lakukan kepada Heru?

2) Di kelasmu sering diadakan ulangan harian. Pernahkah kamu mendapat nilai yang kamu harapkan dan nilai yang tidak kamu harapkan?
– Bagaimana sikapmu ketika mendapat nilai yang kamu harapkan?
– Bagaimana sikapmu ketika mendapat nilai yang tidak kamu harapkan?

3.Di kelasmu, akan diadakan ulangan. Kamu ingin mendapat nilai bagus. Karena itu, kamu pun belajar dengan tekun.
– Bagaimana sikapmu saat menghadapi ulangan? Apa alasannya?
– Jika ada temanmu yang meminta jawabanmu, apakah kamu rela memberikannya? Mengapa demikian?

4.Setiap berangkat ke sekolah, Andi dan Agus selalu bersama-sama. Mereka berjalan kaki. Saat berjalan kaki, tiba-tiba seorang nenek jatuh persis di hadapan mereka. Agus dan Andi terus berjalan karena takut terlambat masuk sekolah. Padahal, nenek itu membutuhkan pertolongan mereka untuk bisa berdiri.
– Apakah sikap Andi dan Agus mencerminkan sikap rela berkorban? Mengapa?

– Jika kamu menjadi Agus atau Andi, tindakan apa yang akan kamu lakukan?

5.Saat Pak Guru sedang menjelaskan di depan kelas, ada dua orang temanmu yang asyik berbicara sendiri. Mereka tidak memperhatikan penjelasan Pak Guru.
– Bagaimana sikapmu terhadap dua temanmu itu? Mengapa demikian?
– Bagaimana sikap yang seharusnya dilakukan oleh kedua temanmu saat Pak Guru sedang mengajar? Mengapa demikian?

 

Ayo Berkreasi !

Sikap yang juga mencerminkan nilai-nilai kepahlawanan adalah cinta tanah air. Sikap cinta tanah air dapat diwujudkan dengan berbagai cara, salah satunya mengembangkan dan melestarikan budaya bangsa. Unsur budaya bangsa yang dapat kamu pelajari dan kamu kembangkan adalah seni lukis daerah.

Pada pembelajaran sebelumnya, kamu telah belajar mengenai pengertian, ciri, contoh, dan bahkan kamu telah mencoba menerapkannya dengan memadukannya ke dalam surat udangan. Sekarang, buatlah karya seni lukis daerah berupa gambar kesenian yang berasal dari suku bangsa atau daerahmu sendiri.

Kamu telah mempelajari materi yang dapat mengantarkanmu menjadi
seorang pahlawan, baik bagi dirimu sendiri, orang lain, keluarga, maupun bangsa dan negara. Selanjutnya, kamu tentu akan berusaha membiasakan perilaku-perilaku yang dapat mendukungmu menjadi pahlawan. Bagaimana wujud perilaku yang akan kamu lakukan? Apakah perilaku tersebut sudah kamu biasakan mulai dari sekarang?
Isilah tabel berikut ini dengan perilaku-perilaku yang dimiliki oleh pahlawan. Catatlah apakah kamu sudah membiasakan untuk melaksanakannya atau belum.

 

SD5 Tema 7-3-5 Peristiwa Kehidupan – Peristiwa Mengisi Kemerdekaan


 

SD Kelas 5 Tema 7 Peristiwa Kehidupan –
Sub Tema 3 : Peristiwa Mengisi Kemerdekaan.

Pembelajaran 5.

Kamu telah belajar membuat surat undangan resmi. Kali ini, kamu akan membuat sebuah surat undangan yang dipadukan dengan motif seni lukis daerah. Bagaimana hasilnya?

Mengisi kemerdekaan dapat kita lakukan dengan berbagai hal yang positif. Mengisi waktu dengan berlatih dan mengasah kreativitas dan keterampilan adalah salah satunya. Keterampilan yang didukung dengan kreativitas akan mampu menghasilkan karya atau produk-produk yang berkualitas, indah, dan berguna.

Masih ingatkah kamu apa itu undangan setengah resmi? Ingatlah kembali dan tuliskanlah di buku catatanmu !

Tentunya, kamu juga masih ingat bukan arti dan ciri seni lukis daerah itu. Tuliskanlah di tempat yang tersedia di bawah ini!

Kedua keterampilan ini, yakni keterampilan menulis surat undangan dan keterampilan melukis, jika dipadukan, akan menjadi sebuah karya yang indah dan menarik. Untuk memadukan kedua keterampilan ini, dibutuhkan kreativitas dan ketekunan yang baik.

Amati contohnya berikut ini!

Buatlah surat undangan setengah resmi dengan dihiasi lukisan daerah. Tema surat undangan yang dapat kamu pilih antara lain sebagai berikut.
1) Pertunjukan kesenian,
2) Pentas seni,
3) Peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia,
4) Perlombaan olahraga,
5) Kerja bakti.

Ceritakan pengalamanmu membuat undangan yang dipadukan dengan seni lukis daerah pada kolom berikut!

Cerita Pengalamanku :

  • Nama kegiatan ?
  • Bagian yang paling menarik ?
  • Kesulitan yang dialami ?
  • Pendapat saya tentang kegiatan ini ?
  • Saya menyarankan/tidak menyarankan kegiatan ini karena.

Berbicara mengenai pengalaman, banyak peristiwa yang terjadi di sekitar kita dalam kehidupan sehari-hari yang dapat dijadikan bahan cerita.

Tahukah Kamu? Pernahkah kamu mengalami peristiwa berikut ini? Pada saat meminum air es, kamu akan menjumpai adanya titik-titik air di dinding tempat air es tersebut. Tahukah kamu bahwa titik-titik air tersebut terjadi karena adanya peristiwa pengembunan udara yang berada di sekitar tempat es tersebut? Udara mengalami peristiwa pengembunan karena udara di sekeliling gelas atau plastik melepaskan kalor atau panas kepada es di dalam wadahnya. Hal tersebut karena suhu udara di luar gelas atau plastik lebih besar atau tinggi dibandingkan dengan suhu es dalam gelas atau plastik.

Peristiwa pengembunan lain yang sering kita jumpai, yaitu ketika pada pagi hari, kita melihat ada titik-titik air di dedaunan. Sekitar rumah kita pun basah. Air sering menetes dari atas genting. Titik-titik air tersebut merupakan embun yang berasal dari uap air yang mengembun menjadi titik-titik air.

PERCOBAAN 1.

Mengamati perubahan wujud benda
Alat dan Bahan :
1) Es batu,
2) Gelas kaca,

Cara Kerja :
1) Siapkan alat dan bahan.
2) Masukkan es batu ke dalam gelas.

Pangamatan :
Amatilah perubahan yang terjadi pada es batu tersebut selama percobaan berlangsung dan catatlah dari waktu ke waktu.

Waktu : 1 Menit; 5 Menit; 10 Menit; 15 Menit; 20 Menit; 25 Menit.

Berbagai peristiwa telah kita alami. Peristiwa-peristiwa tersebut menjadi sebuah pengalaman bagi kita. Entah itu menyenangkan ataupun yang tidak menyenangkan. Orang bijak berkata bahwa “Orang yang beruntung adalah orang yang belajar dari pengalaman”. Kemukakanlah satu peristiwa atau pengalaman yang pernah kamu alami dan sebutkan pelajaran apa yang dapat kamu ambil dari peristiwa tersebut!

 

 

SD5 Tema 7-3-4 Peristiwa Kehidupan – Peristiwa Mengisi Kemerdekaan


 

SD Kelas 5 Tema 7 Peristiwa Kehidupan –
Sub Tema 3 : Peristiwa Mengisi Kemerdekaan.

Pembelajaran 4.

Ingat kata Bung Karno “Bersatu karena Kuat, Kuat karena Bersatu”. Jadikanlah pedoman perilaku dalam keberagaman dan perbedaan dalam rangka mengisi kemerdekaan.

Salah satu cara yang tepat untuk mengisi kemerdekaan bagi para generasi penerus adalah dengan melestarikan kebudayaan bangsa dengan cara mempelajarinya. Kebudayaan bangsa merupakan warisan leluhur yang mengandung nilai-nilai luhur cerminan dari kehidupan manusia dan masyarakat.

Gambar : Belajar gamelan dan pewayanan.

Perhatikanlah gambar di atas. Dapatkah kamu menjelaskan makna gambar tersebut? Bagaimana denganmu? Apakah kamu pernah mempelajari budaya daerahmu? Mengapa kamu perlu mempelajarinya?

Sebuah masyarakat memiliki budaya dan nilai-nilai yang dijaga dan diteruskan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Mangapa hal itu perlu dilakukan? Bacalah bacaan berikut ini dengan saksama. Lalu, lakukan kegiatan berikutnya!

Judul Bacaan : Beda Budaya, Tetap Saudara.

Melestarikan dan mengembangkan budaya bangsa merupakan sikap yang perlu dikembangkan sebagai perwujudan sikap positif dalam menyikapi keragaman. Selain itu, juga merupakan sikap dan kegiatan positif untuk mengisi kemerdekaan.

Untuk bisa mempunyai sikap menerima keragaman suku bangsa dan budaya yang ada di masyarakat, diperlukan kesadaran dan keterbukaan. Namun, dengan menghayati semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”, perbedaan- perbedaan itu akan makin tidak terasakan. Kesamaan cita-cita untuk menjadi bangsa yang kuat, bersatu, dan utuh telah menyingkirkan sejumlah perbedaan yang ada. Kata Bung Karno “Bersatu karena Kuat, Kuat karena Bersatu’. Berikut ini adalah usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk menerima keragaman suku bangsa dan budaya masyarakat lain.
Selain lagu daerah, kita juga bisa mempelajari tarian dari daerah dan suku lain. Di berbagai tempat, telah banyak didirikan sanggar tari yang bisa menjadi tempat untuk memperkenalkan budaya dari daerah dan suku lain. Dengan mempelajari lagu dan tari dari daerah dan suku lain, kita sesungguhnya telah menerima keragaman budaya dalam masyarakat.

Mengembangkan Budaya Daerah Sendiri.

Berbagai atraksi budaya yang dimiliki oleh berbagai suku bangsa di Indonesia bisa hilang jika tidak diwariskan kepada generasi penerus. Unsur-unsur budaya yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia bisa tinggal cerita. Oleh karena itu, jika di sekitarmu masih ada atraksi budaya, ikuti dan pelajarilah.

Dengan mengikuti dan mempelajari budaya bangsa, seiring dengan berjalannya waktu, akan muncul rasa mencintai. Pada akhirnya, akan timbul keinginan untuk mengembangkan dan melestarikannya.

Cara Melestarikan Budaya Bangsa :
– Memperkenalkan budaya bangsa ke luar negri
– Generasi muda harus mempelajari budaya bangsa
– Budaya bangsa harus di lestarikan
– mempelajari tari-tarian daerah dan lagu-lagu daerah
– lebih memcintai produk dalam negeri
– menonton kebudayaan daerah seperti adat istiadat, hiburan, dan lain-lain
– memakai bahasa daerah untuk berkomunikasi
– memakai pakaain daerah seperti kebaya, batik, dan lain-lain.

Cara lain untuk melestarikan kebudayaan bangsa adalah dengan memperkenalkan kepada masyarakat dengan cara mengadakan pertunjukan kesenian. Pertunjukan kesenian selain memperkenalkan kepada masyarakat umum, juga dapat membina rasa cinta budaya bagi anak-anak yang mementaskannya. Seperti apa yang dilakukan oleh siswa-siswi pada bacaan berikut!

Siswa SD Juara Pekanbaru Persembahkan Pentas Seni.

Pentas seni merupakan kegiatan untuk menumbuhkan percaya diri tampil di depan teman-teman, guru, dan masyarakat umum. Juga untuk menumbuhkan kreativitas dalam berkarya dan berkesenian, melatih kekompakan, serta menumbuhkan rasa ingin tahu bagi teman-teman yang lain. Demikian halnya dengan yang dilaksanakan oleh SD Juara Pekanbaru.

Kegiatan pentas seni dimulai dengan penampilan tari persembahan dari siswa kelas 4 dan diiringi oleh musik dan lagu “Bermain Layang-Layang”. Kemudian, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu “Mars Pramuka”. Lalu, penampilan lagu-lagu keagamaan persembahan dari siswa kelas 3.
Para siswa, guru, dan penonton sangat senang dan bersemangat. Berharap kegiatan ini terus diadakan bahkan juga ditiru oleh sekolah-sekolah yang lain. Tujuannya agar budaya bangsa kita tetap lestari.

Disadur dari: WWW.rumahzakat-go-id.

Pada saat merencanakan sebuah acara seperti pentas seni, biasanya kamu juga membuat daftar pihak-pihak yang perlu diundang untuk menghadirinya. Oleh karena itu, kamu perlu membuat surat undangan.
Dengan menggunakan tempat yang tersedia di bawah ini, buatlah sebuah surat undangan resmi untuk menghadiri kegiatan pentas seni yang diadakan di sekolahmu.

Judul Bacaan : Perilaku di Lingkungan Sekolah.

Sekolah merupakan masyarakat dalam ukuran yang kecil. Di sekolah, banyak terdapat keragaman. Banyak warga sekolah yang berasal dari berbagai daerah yang berarti juga memiliki latar belakang yang berbeda. Lalu, bagaimana caramu bersikap?
Menghormati dan Menghargai Sesama Teman Wujud nyata sikap saling menghormati dan menghargai  sesama  teman adalah toleransi. Toleransi merupakan sikap dan perilaku mau menerima perbedaan. Misalnya, mau menerima perbedaan pendapat dalam sebuah diskusi. Selain menghargai pendapat, perwujudan sikap dan perilaku adalah toleransi terhadap kebiasaan teman, kelakuan teman, dan lain-lain.

Menolong Teman Tanpa Membedakannya.
Wujud nyata sikap saling menolong teman dapat ditunjukkan dengan membantu teman yang kesulitan belajar, menengok teman sekolah yang sakit, meminjamkan buku ke teman, dan lain-lain.

Menumbuhkan Semangat Persaudaraan.
Bertikai hanya akan memperbanyak musuh. Bertikai hanya akan menambah kesulitan. Bertikai tidak ada untungnya. Perlakukan teman layaknya saudara dengan saling membantu, saling memaafkan, dan saling mengingatkan. Salah satu kegiatan sekolah yang mengajarkan kebersamaan, tanggung jawab, dan persaudaraan adalah pramuka.

Bersama dengan teman sebangkumu, jawablah pertanyaan berikut ini dengan jawaban yang lengkap dan jelas.
Semboyan bangsa kita adalah Bhinneka Tunggal Ika, yang artinya berbeda-beda, tetapi tetap satu jua. Berikan contoh yang mencerminkan kebhinnekatunggalikaan di daerah tempat tinggalmu!

  1. mendorong makin kukuhnya persatuan indonesia;
  2. saling menghormati dan saling mencintai antarsesama;
  3. meningkatkan identitas dan kebanggaan sebagai bangsa indonesia.
  4. tidak memilih-milih teman
  5. menghormati teman yg berbeda agama atau suku
  6. menerima perbedaan yg ada di sekolah.

Keanekaragaman terbukti tidak menjadi penghalang terwujudnya persatuan dan kesatuan. Bagaimanakah caramu turut menjaga persatuan dan kesatuan bangsa?

Perbedaan merupakan hal yang biasa yang berasal dari Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itulah, kita harus menerima keragaman suku bangsa dan budaya di masyarakat. Tuliskan tiga contoh perilaku yang dapat kamu lakukan untuk menerima keragaman suku bangsa dan budaya di masyarakat!

Kamu telah mempelajari keragaman suku bangsa dan budaya yang ada di sekitar tempat tinggalmu. Kamu tentu menyadari bahwa keragaman merupakan kenyataan yang tidak bisa dihindari. Contohnya setiap temanmu memiliki latar belakang yang berbeda denganmu. Meskipun memiliki sejumlah perbedaan, persahabatan dengan teman tetap bisa terjalin, bukan? Dalam pergaulan, sudah selayaknya kita mengedepankan sikap saling menghormati dan toleransi.
Lalu, bagaimanakah caramu menyikapi perbedaan dan keragaman yang ada di sekitar tempat tinggalmu? Kamu tentu pernah mengamalkan sikap dan perilaku yang mencerminkan keragaman di bawah ini. Namun, jika belum pernah mengamalkan, kamu bisa segera mengamalkannya.  Menghargai pendapat teman; 

  • Bersahabat dengan teman yang berkebutuhan khusus; 
  • Menolong teman yang kekurangan; 
  • Mendukung hobi teman meskipun berbeda dengan hobimu; 
  • Menghormati asal usul teman.
  • Tidak membeda-bedakan teman berdasarkan agama.
  • Menghormati tradisi yang dianut teman.
  • Mempelajari kesenian dari daerah lain.
  • Menghormati bahasa daerah dari suku bangsa lain.
  • Tidak membedakan teman berdasarkan kaya atau miskin.
  • Menjenguk teman yang sakit.
  • Menghargai perilaku teman meskipun berbeda dengan perilakumu.
  • Menyaksikan pertunjukan kesenian dari daerah lain.
  • Mempelajari lagu tradisional.
  • Menyaksikan upacara adat dari daerah lain.

Saya Berikrar!
1) Sebagai makhluk sosial, manusia bergantung kepada manusia lain. Karena itu, saya berjanji saling mengasihi dan menyayangi. Dengan demikian, saya dapat bekerja sama dengan orang lain.
2) Indonesia terdiri atas beragam suku bangsa dan budaya. Saya berjanji untuk menghargai suku bangsa dan budaya lain dengan cara mempelajarinya.
3) Prinsip keadilan sosial dan kerja keras perlu dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, saya berjanji bersikap adil dan bekerja keras dengan cara giat belajar untuk mengisi kemerdekaan.

Mintalah orang tuamu bercerita tentang kesenian daerah yang sering mereka saksikan pada waktu kecil. Kemudian, bandingkan dengan kesenian daerah yang sering kamu saksikan sekarang. Apakah masih ada kesenian daerah pada waktu orang tuamu masih kecil hingga sekarang?

 

SD5 Tema 7-3-2 Peristiwa Kehidupan – Peristiwa Mengisi Kemerdekaan

 

SD Kelas 5 Tema 7 Peristiwa Kehidupan –
Sub Tema 3 : Peristiwa Mengisi Kemerdekaan.

Pembelajaran 2.

 

 

Setiap warga negara Indonesia berkewajiban mengisi kemerdekaan dengan kegiatan-kegiatan yang positif sesuai dengan peran masing-masing di dalam masyarakat. Demikian juga dengan pelajar. Peran apa yang bisa dilakukan sebagai pelajar untuk mengisi kemerdekaan?

Judul Bacaan : Peran Pelajar dalam Mengisi Kemerdekaan.

Negara Kesatuan Republik Indonesia kini telah menjadi negara yang berdaulat dan merdeka. Sebagai negara yang telah merdeka, adalah tugas warga negaranya untuk melakukan kegiatan-kegiatan mengisi kemerdekaan sesuai dengan peran masing-masing.

Pelajar merupakan salah satu warga negara yang memiliki peran dan tugas yang harus dilaksanakan untuk mengisi kemerdekaan. Pelajar merupakan bagian dari pemuda bangsa yang akan menjadi penerus bangsa ini. Sebagai generasi penerus bangsa, para pelajar dituntut bekerja keras dan belajar dengan sungguh-sungguh untuk meningkatkan kualitas dirinya. Ya, generasi berkualitas pasti diperlukan untuk memajukan bangsa.

Belajar tidak hanya dilakukan di lingkungan sekolah. Belajar dapat dilakukan melalui kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang sangat berguna untuk mengasah rasa peduli dan cinta tanah air. Kegiatan-kegiatan seperti pramuka, Palang Merah Remaja (PMR), menjadi duta seni, kegiatan olahraga, merupakan beberapa kegiatan yang berdampak baik bagi peningkatan kualitas diri pelajar. Dengan demikian pelajar terhindar dari kegiatan negatif yang dapat menimbulkan masalah dalam masyarakat, seperti tawuran antarpelajar atau terjerumus dalam tindakan kekerasan serta pelanggaran hukum lainnya.

Perjuangan pelajar sebagai generasi muda saat ini tidak lagi mengangkat senjata dan berlaga di medan perang melawan penjajah yang tampak. Masa itu telah berlalu. Pelajar sebagai generasi penerus bangsa harus berjuang untuk melawan kebodohan, kemiskinan, rasa malas, rasa mudah menyerah yang dapat merugikan masyarakat dan bangsa. Generasi muda Indonesia harus sehat jiwa dan raganya. Ia harus berpendidikan, pantang menyerah, pekerja keras, kreatif, berakhlak mulia, cinta tanah air dan bangsa.

Dari bacaan di atas, temukanlah kosakata baku dan tidak baku. Lalu, carilah artinya dengan menggunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia, bertanya pada guru, atau berdiskusi.

Salah satu peran yang ditunjukkan oleh pelajar dalam mengisi kemerdekaan adalah dengan belajar giat dan melakukan kegiatan-kegiatan yang positif. Carilah informasi mengenai perilaku dan kegiatan positif yang dapat dilakukan pelajar di lingkungan-lingkungan berikut! Perhatikan contoh yang telah dibuat untuk membantumu.

Kegiatan Positif dalam mengisi kemerdekaan :

  • Rajin Belajar di sekolah dan dirumah.
  • Menjunjung tinggi persatuan, saling menghormati antar individu.
  • Meningkatkan rasa nasionalisme : ikut upacara bendera, mengisi acara hari 17 agustus, berlomba mewakili negara indonesia.
  • Aktif dalam kegiatan sosial baik di sekolah ataupun di masyarakat.
  • Semangat dalam meraih cita-cita dan rajin belajar dan sekolah.
  • menghormati orang tua, guru, dan sesama manusia.
  • Mengerti tentang atiribut dasar negara seperti dasar negara, lambang, lagu kebangsaan, para pemimpin negara, dll agar ketika ada orang lain yang bukan warga negara Indonesia bertanya, kita bisa menjelaskan dengan baik.
  • berpikiran terbuka dan mau belajar, bukan berarti anti kepada semua yang berbau asing, tetapi mempelajari apa yang baik dari asing dan menerapkannya di Indonesia.
  • berhati-hati dalam menggunakan media sosial karena apa yang kita ucapkan atau lakukan di dunia maya akan bisa diakses oleh orang di negara lain sehingga bisa mewakili citra Indonesia juga.

Catatan Harianku

Buatlah tabel catatan kegiatanmu sehari-hari. Siapkan dua tabel. Tabel pertama berisi catatan kegiatan positif yang kamu lakukan dalam sehari. Tabel kedua berisi catatan kesalahan.

Jila kamu melakukan perbuatan baik, kamu berhak mendapatkan tanda bintang

( ¶ ) pada tabel kebaikan. Misalnya, kamu baru saja membantu ibu menyapu lantai. Kamu dapat menulis sendiri dan membubuhkan tanda bintang.

Begitu pula dengan kesalahan. Catatlah kesalahan yang kamu perbuat dan berilah tanda sedih( L ).

Mintalah bantuan orang tuamu untuk mengamati. Di akhir pekan, hitunglah jumlah bintang dan tanda sedih. Bandingkanlah, berapa banyak kamu berbuat kebaikan dan berapa banyak kamu berbuat kesalahan. Dengan  demikian,  kamu akan bisa mengontrol perilakumu.

Catatan Harianku. 

Buatlah tabel catatan kegiatanmu sehari-hari. Siapkan dua tabel. Tabel pertama berisi catatan kegiatan positif yang kamu lakukan dalam sehari. Tabel kedua berisi catatan kesalahan.
Jila kamu melakukan perbuatan baik, kamu berhak mendapatkan tanda bintang pada tabel kebaikan. Misalnya, kamu baru saja membantu ibu menyapu lantai. Kamu dapat menulis sendiri dan membubuhkan tanda bintang.
Begitu pula dengan kesalahan. Catatlah kesalahan yang kamu perbuat dan berilah tanda sedih.
Mintalah bantuan orang tuamu untuk mengamati. Di akhir pekan, hitunglah jumlah bintang dan tanda sedih. Bandingkanlah, berapa banyak kamu berbuat kebaikan dan berapa banyak kamu berbuat kesalahan. Dengan demikian, kamu akan bisa mengontrol perilakumu.

Contoh kebaikah yang dilakukan : belajar rajin, membantu orang tua, membantu teman, dan lain-lain.

Contoh kesalahan yang dilakukan  : lupa tidak mengerjakan Pekerjaan Rumah, Bangun terlambat, Tidur terlalu malam, malas belajar, dan sebagainya.

Tahukan Kamu ?  Bacalah Artikel berikut :

Banyak kegiatan positif yang dapat dilakukan oleh pelajar di sekolah. Dengan mempelajari fenomena alam di sekitar kita, kamu dapat memahami apa yang sedang terjadi di sekitarmu. Sebelumnya, kamu telah melakukan percobaan tentang penyubliman sebagai salah satu perubahan wujud benda karena kalor. Sekarang, kamu akan melakukan percobaan untuk menunjukkan perubahan wujud benda yang juga disebabkan oleh kalor, yaitu peristiwa pengkristalan.

Pengkristalan ialah perubahan wujud benda dari gas menjadi padat dengan proses pelepasan maupun penyerapan kalor. Contoh peristiwa pengkristal- an dengan proses pelepasan kalor adalah salju dan gas yang didinginkan.

Contoh peristiwa pengkristalan dengan penyerapan kalor ada- lah pada proses pembuatan garam. Garam dibuat dari air laut, kemudian diuapkan dengan sinar matahari di dalam petak-petak hingga tersisa kristal-kristal garam.

PERCOBAAN : Mengamati perubahan wujud benda.

Alat dan Bahan :
• 4 buah batu bata untuk membuat tungku,
• 1 buah lilin,
• 1 buah kaleng susu bekas,
• Air laut atau larutan garam.

Cara Kerja : 
1) Buatlah tungku dengan meletakkan dua tingkat batu bata secara sejajar, berikan ruang di tengah untuk lilin yang telah dinyalakan.
2) Isi kaleng susu dengan air laut hingga setengah bagian.
3) Jika tidak ada air laut, larutkan satu sendok makan garam dapur dengan setengah kaleng air suhu ruang.
4) Letakkan kaleng susu bekas berisi air laut atau larutan garam ke atas tungku.
5) Diamkan hingga air di dalam kaleng mendidih dan menyusut. Amati apa yang terjadi.

 

Sebagai generasi penerus bangsa, kamu tentu tahu bahwa pelajar harus berusaha untuk meningkatkan kualitas dirinya. Selain memahami ilmu pengetahuan, seorang pelajar juga harus dapat menyeimbangkan dirinya dengan kemampuan untuk memahami dan menikmati keindahan di sekitarnya. Salah satu keindahan yang dapat dinikmati adalah seni rupa.

Hasil karya seni rupa telah menjadi bagian dari peradaban manusia, termasuk nenek moyang kita. Bentuk seni rupa seperti seni tekstil (batik, tenun, dan songket), seni anyam, seni ukir, seni keramik, seni lukis, dan seni patung. Keindahan karya-karya seni rupa terdapat pada bentuk dan warnanya. Dengan mengenal berbagai bentuk karya seni rupa, kamu dapat merasakan keindahannya dengan baik. Mari kita simak bacaan berikut ini untuk memahami berbagai jenis seni rupa tanah air sejak zaman nenek moyang kita dahulu.

Ayo Membaca : 

Judul Bacaan : Seni Rupa Daerah Indonesia.

Seni rupa daerah adalah seni rupa yang terdapat di berbagai daerah di Indonesia. Seni rupa daerah dapat disebut juga seni rupa tradisional karena dikerjakan secara turun-temurun di suatu daerah. Seni rupa daerah dapat berupa seni kerajinan, seni lukis, dan seni patung. Seni kerajinan meliputi seni tekstil (batik, tenun, dan songket), seni anyam, seni ukir, seni keramik. Hasil karya seni tekstil dan seni lukis berbentuk dua dimensi, yaitu memiliki ukuran panjang dan lebar. Hasil karya seni anyam, seni keramik, dan seni patung pada umumnya berbentuk tiga dimensi, yaitu memiliki ukuran panjang, lebar, dan tinggi atau memiliki volume.

1) Seni Lukis Daerah.

Seni lukis adalah seni menggambar- kan objek-objek berupa pemandang- an alam, tumbuhan, binatang, manusia, benda di alam, untuk me- nimbulkan perasaan keindahan. Seni lukis daerah mengandung nilai- nilai budaya yang berkembang di suatu daerah.
Salah satu seni lukis daerah yang terkenal adalah seni lukis Kamasan dari Bali. Kamasan adalah sebuah desa di Kabupaten Klungkung yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai pelukis. Seni lukis Kamasan merupakan seni lukis klasik yang biasanya bertema kisah pewayangan, kehidupan bangsawan, dan dongeng binatang. Para pelukis menggunakan warna alam yang dicampur dengan perekat yang menempel pada kanvas. Kanvas yang digunakan berupa kain kasar yang dicelup dengan bubur beras, lalu dijemur di bawah matahari. Setelah dijemur, kain digosok agar permukaannya halus dan siap untuk dibuat sketsa. Selain seni lukis daerah dari Kamasan, seni lukis kaca Cirebon juga merupakan seni lukis klasik yang menggunakan bahan dan teknik yang berbeda.

  

Seni lukis kaca Cirebon dibuat dengan cara terbalik menggunakan media kaca. Sketsa dibuat pada kertas yang kemudian ditempel pada kaca, lalu dilukis bagian sebaliknya dengan menggunakan kuas. Salah satu tema khas lukis kaca Cirebon adalah wayang dan batik Cirebon dengan motif mega mendung yang terkenal.

2) Seni Patung Daerah.

Seni patung adalah seni membuat bentuk manusia atau binatang dengan bahan yang lunak atau bahan keras. Patung dari bahan lunak dibuat dengan teknik membentuk, sedangkan patung dari bahan keras dibuat dengan teknik meraut atau memahat.

Salah satu contoh patung tradisional adalah patung Asmat yang dibuat oleh suku Asmat yang tinggal di Pulau Papua. Masyarakat suku ini biasanya menggunakan kayu bakau untuk membuat patung yang menjadi bentuk hubungan mereka dengan nenek moyang. Oleh karenanya, tema pemahatan pada umumnya tentang penghargaan kepada nenek moyang mereka.

Walaupun hanya menggunakan peralatan sederhana seperti kapak batu, pisau dari tulang, dan paku yang dipipihkan, patung yang dihasilkan bernilai estetika dan religius yang sangat tinggi.

3.Seni Kriya
Seni kriya merupakan seni kerajinan dalam membuat benda-benda pakai berdasarkan kegunaan dan keindahannya dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai jenis seni kriya dapat dijumpai sehari-hari seperti seni tekstil berupa batik, songket, dan tenun. Selain itu, terdapat pula seni anyam dan seni ukir.

Karya seni kriya seperti batik, songket, dan tenun telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Karya seni tekstil biasanya digunakan pada acara-acara penting dalam masyarakat adat, mulai dari acara kelahiran, pernikahan, hingga kematian. Seni tekstil selalu menjadi bagian penting suatu daerah.

Seni anyaman merupakan seni menjalin bahan berbentuk bilah atau batang dengan menggunakan pola tertentu sehingga berbentuk sebuah benda. Seni anyam dibuat untuk memenuhi kebutuhan untuk membuat wadah- wadah dengan menggunakan bahan alam yang tersedia. Bahan-bahan yang digunakan pun sangat beragam, misalnya bilah bambu, rotan, lidi, akar-akaran, pelepah pisang, dan daun pandan. Seni anyam digunakan untuk membuat tikar, keranjang, bakul, kursi, dan alat rumah tangga lainnya. Perhatikan beberapa contoh hasil seni anyaman berikut ini.

Tahukah kamu kegunaan barang-barang ini?


Gambar Anyaman.

Seni ukir juga telah lama menjadi bagian kehidupan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Seni ukir menggunakan motif tertentu yang memiliki makna dan keunikan tersendiri sesuai dengan budaya masyarakat. Seni ukir Bali berhubungan dengan agama Hindu yang menggunakan motif-motif tumbuhan, manusia, dan binatang. Ukiran Jepara (Jawa) berhubungan dengan agama Islam dan banyak menggunakan motif tumbuhan.

Seni ukir juga telah lama menjadi bagian kehidupan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Seni ukir menggunakan motif tertentu yang memiliki makna dan keunikan tersendiri sesuai dengan budaya masyarakat. Seni ukir Bali berhubungan dengan agama Hindu yang menggunakan motif-motif tumbuhan, manusia, dan binatang. Ukiran Jepara (Jawa) berhubungan dengan agama Islam dan banyak menggunakan motif tumbuhan.

Bersama temanmu, isilah kolom-kolom di bawah ini dengan keterangan sesuai dengan jenis-jenis seni rupa daerah yang dapat kamu temukan di daerah sekitar tempat tinggalmu! Kamu dapat mencari bahannya dari buku, ensiklopedia, majalah, atau internet.

Seni Kerajinan di Daerahku
– Asal Daerah; Ciri-Ciri  ; Seni Tekstil ; Seni Anyaman Seni Ukir/Pahat/ Raut.
– Jenis (batik/ tenun/songket); Kegunaan ; Bentuk (dua dimensi/tiga dimensi); Warna; Motif hias; Bahan; Teknik pembuatan.

Bagaimana perasaanmu saat belajar di dalam kelas bersama teman- temanmu? Pasti menyenangkan, bukan? Dengan bersekolah, berarti kamu telah berkesempatan mendapatkan pendidikan. Saat ini, pemerintah telah banyak membangun gedung sekolah di setiap daerah dengan tujuan untuk mempermudah masyarakat untuk bersekolah dan mendapatkan pendidikan.
Bagaimanakah caramu untuk mensyukuri hal ini?

Minta bantuanlah kepada orang tuamu atau anggota keluarga lain yang sudah dewasa. Lakukan percobaan untuk membuktikan peristiwa pengkristalan. Tentukan sendiri jenis percobaannya dan laporkan hasilnya.

SD5 Tema 7-3-1 Peristiwa Kehidupan – Peristiwa Mengisi Kemerdekaan

 

SD Kelas 5 Tema 7 Peristiwa Kehidupan –
Sub Tema 3 : Peristiwa Mengisi Kemerdekaan.

Pembelajaran 1.

 

 

Tampak gambar : proses belajar mengajar aktif di dalam kelas; gambar pembangunan gedung-gedung; gambar menjadi juara dalam bidang olahraga; gambar belajar gamelan untuk meningkatkan budaya Indonesia.

Banyak peristiwa yang terjadi di dalam kehidupan kita. Ada peristiwa-peristiwa yang dianggap penting dan patut dirayakan bersama orang lain. Untuk itu, diperlukan sebuah surat undangan untuk merayakannya bersama orang lain.

Hari menjelang sore. Ayah Beni mengajak Beni pulang dari kebun cengkih Pak Rudi. Ayah Beni akan menghadiri undangan pertemuan warga. Pertemuan warga tersebut sangat penting karena akan membahas pembangunan jalan dusun.
Ayah : “Beni, ayo, kita pamit pulang ke Pak Rudi.”
Beni : “Kenapa kita harus buru-buru pulang, Yah? Beni masih betah di sini.”
Ayah : “Ayah ada undangan ke pertemuan warga. Ini surat undangannya.”
Beni : ”Baik, Ayah. Nanti Ayah harus jelaskan tentang surat undangan, ya!”

Surat Undangan.

Surat undangan merupakan surat yang berisi pemberitahuan dan permintaan kesediaan seseorang untuk menghadiri suatu acara atau kegiatan. Kalimat yang digunakan dalam undangan haruslah efektif, yaitu singkat, padat, dan jelas. Tujuannya agar orang yang membacanya dapat segera mengerti isinya.

Surat undangan dibedakan atas 3 jenis, yaitu sebagai berikut.

1, Undangan resmi.
Undangan yang mengatasnamakan sebuah instansi atau organisasi dan kedinasan. Biasanya dipergunakan untuk kepentingan kedinasan.

2, Undangan setengah resmi.
Undangan yang mengatasnamakan perorangan yang ditujukan ke perorangan maupun instansi atau organisasi.

3, Undangan tidak resmi.
Undangan yang mengatasnamakan perorangan yang ditujukan kepada perorangan untuk kepentingan perorangan, seperti undangan ulang tahun, undangan perayaan kelahiran.

Kamu telah mengatahui jenis-jenis surat. Setiap jenis surat memuat bagian- bagian surat. Secara umum, inilah gambaran bagian-bagian yang ada dalam suatu surat.

Bagian dari Udangan :
– Kepala Surat.
– Nama dan Alamat Tujuan.
– Pembuka Surat.
– Isi Surat.
– Penutup Surat.
– Tempat dan Tanggal Surat.
– Pembuat Surat.

Pernahkah kamu melihat surat undangan yang diterima ayah atau ibumu? Dapatkah kamu menentukan bagian-bagian di dalamnya?
Perhatikan beberapa contoh surat undangan berikut, lalu lakukanlah petunjuk kegiatannya.
1.Tandai dengan warna merah untuk contoh undangan resmi.
2.Tandai dengan warna kuning untuk contoh undangan setengah resmi.
3.Tandai dengan warna biru untuk contoh tidak undangan resmi.


Persamaan Undangan Resmi, setengah resmi, dan tidak resmi : Semua undangan mencantumkan siapa yang diundang, kapan, di mana, acaranya apa, dan siapa yang mengundang.

Undangan Resmi : biasanya berbentuk polos dan hiasan, pada kertas kop instansi, disertai Nomer surat, tulisan font resmi, ditanda tangani dan ada stempel instansi.

Undangan setengah Resmi : berbentuk polos, belum ada kop, tanpa stempel, font resmi, tidak ada nomor surat.

Undangan tidak resmi : bentuk variatif, dan penuh dengan hiasan, warna-warni, tanpa kop, tanpa stempel, tidak ada nomor surat.

Undangan yang diterima ayah Beni terbuat dari kertas. Kertas merupakan benda yang mudah terbakar. Tahukah kamu bahwa pada peristiwa pembakaran, terjadi perubahan bentuk benda karena kalor, tetapi tidak mengubah wujud benda? Kertas yang merupakan benda padat dibakar dengan api (panas) dan berubah menjadi abu yang juga masih benda padat, hanya berubah bentuknya.
Perubahan wujud benda terjadi di sekitar kita. Salah satu perubahan wujud yang mungkin tidak kamu sadari adalah penyubliman. Pernahkah kamu mengamati kapur barus yang diletakkan ibu di dalam lemari untuk melindungi pakaian dari ngengat? Kapur barus di lemari pakaianmu dalam beberapa hari akan mengecil dan meng- hilang dari lemari pakaianmu. Apakah yang sebenarnya terjadi? Mengapa kapur barus itu seperti menghilang dari lemari?

Kapur barus merupakan benda padat, yang dalam waktu tertentu berubah wujud menjadi gas. Kapur barus mengalami penyubliman. Menyublim adalah peristiwa berubahnya wujud benda dari padat ke gas. Dapatkah kamu menemukan contoh penyubliman lain di dalam kehidupan sehari-hari?
Untuk menunjukkan proses penyubliman, lakukan percobaan berikut.

PERCOBAAN – Mengamati perubahan wujud benda.

Alat dan Bahan
•4 buah batu bata untuk membuat tungku sederhana,
•1 buah lilin,
•1 buah kaleng bekas susu,
•5 butir kapur barus ukuran kecil,
•1/5 bagian kaleng pasir kering,
•Piring aluminium,
•Es batu.

Cara Kerja :
1, Tumpuk batu bata menjadi dua tingkat untuk dijadikan tungku sederhana.
2, Letakkan lilin di tengah tungku, lalu nyalakan lilin.
3, Isi kaleng bekas susu dengan pasir, lalu masukkan kapur barus.
4, Letakkan kaleng bekas susu tersebut di atas tungku.
5, Letakkan piring aluminium di atas kaleng susu, lalu letakkan beberapa butir es batu.
6, Diamkan selama sepuluh menit.

Pengamatan :
Amatilah perubahan yang terjadi pada kapur barus setelah sepuluh menit. Angkatlah piring alumunium dari atas kaleng. Lalu, perhatikanlah apa yang terjadi pada dasar piring.
Setelah melakukan pengamatan pada kegiatan di atas, dapatkah kamu menjelaskan kesimpulanmu?

Perubahan wujud benda terjadi di sekitar kita tanpa kita sadari. Perubahan wujud benda merupakan satu perubahan alami karena fenomena alam yang terjadi di sekeliling kita. Dalam kehidupan bermasyarakat, perubahan juga terjadi. Perubahan itu dapat berupa perubahan fisik maupun perubahan perilaku masyarakat. Perubahan secara fisik merupakan perubahan yang dapat dengan mudah dilihat, misalnya perubahan kenampakan suatu wilayah karena pembangunan gedung-gedung prasarana, dan juga jalan-jalan.

Usaha dan kegiatan pembangunan di negara kita sudah dilakukan sejak negara merdeka oleh pemerintah hingga sekarang. Pembangunan nasional Indonesia merupakan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. Artinya, pembangunan semua aspek dan bidang kehidupan, tidak hanya pembangunan fisik, tetapi juga manusia Indonesia seutuhnya.

Pembangunan tidak dapat dilakukan jika kita belum merdeka dan berdaulat sebagai sebuah negara dan bangsa yang diakui dunia. Oleh karena kita sudah merdeka, ada banyak kegiatan pembangunan yang perlu dilakukan untuk mengisi kemerdekaan ini.

Judul Bacaan : Kegiatan Mengisi Kemerdekaan Negara Indonesia.

Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia didapatkan dengan cara yang tidak mudah dan tidak murah. Bertahun-tahun para pemimpin bangsa ini berupaya dengan berbagai macam cara untuk melepaskan diri dari penjajahan bangsa lain. Ribuan nyawa manusia juga telah melayang dalam upaya ini.

Kini, Indonesia telah merdeka dan berdaulat. Namun, banyak hal yang harus dilakukan untuk mengisinya dalam rangka pembangunan bangsa Indonesia yang seutuhnya seperti yang dicita-citakan para pendiri bangsa ini. Generasi penerus bangsa harus mengupayakan agar pembangunan manusia seutuhnya ini dapat dilakukan terus-menerus dengan berbagai cara.

Cara-cara yang dapat dilakukan antara lain adalah mencintai dan bangga menjadi bangsa Indonesia. Hal ini dapat dimulai dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai dalam Pancasila sebagai dasar negara dan mengenal budaya bangsa sendiri. Rasa cinta tanah air dan bangsa dapat dipupuk dan dilakukan dengan kegiatan-kegiatan sederhana, seperti mengunjungi berbagai daerah di Indonesia dan mengenal cara hidup dan nilai-nilai masyarakatnya.

Selain itu, kemerdekaan harus diisi dengan membangun kualitas manusia Indonesia. Para pemuda hendaknya dapat menggunakan masa kemerdekaan bangsa dengan menuntut ilmu setinggi-tingginya dan berkarya untuk membangun negara sendiri. Berbagai ilmu dan teknologi hendaknya dikuasai untuk memajukan kehidupan berbangsa dan bernegara dan untuk menuju masyarakat Indonesia yang sejahtera.

Sumber: diolah dari berbagai sumber.

Berdasarkan bacaan di atas, temukan kosakata baku dan tidak baku. Kemudian, carilah arti katanya di Kamus Besar Bahasa Indonesia, bertanya kepada Guru, atau berdiskusi dengan teman lainnya.
Perhatikan cara-cara menggunakan kamus
1.Pilihlah sebuah kata dari daftar kosakata barumu. Misalnya pembangunan.
2.Bukalah kamusmu, carilah daftar kata-kata yang dimulai dengan huruf awal “p”. Ingat, setiap kata pada kamus selalu diurutkan berdasarkan urutan abjad.
3.Dalam daftar kata yang berhuruf awal “p” itu, carilah daftar kata yang dimulai dengan “pe”.
4.Carilah daftar kata yang dimulai dengan “pem”. Kata tebal akan kamu temukan di antara kata-kata itu. Selamat mencari.

 

Amati gambar-gambar berikut yang menunjukkan kegiatan pembangunan! Pembangunan sarana dan prasarana di berbagai bidang berikut dilakukan untuk menunjang kegiatan masyarakat dalam rangka meningkatkan kualitas hidup dan manusia guna mencapai kesejahteraan.

Tampak pada gambar proyek pembangunan jalan, pembangunan jembatan, pembangunan pasar, pembangunan sekolah, pembangunan Tempat ibadah. Semua biayanya berasal dari Pajak yang kita setor ke negara.

Pernahkah kamu melihat kegiatan pembangunan yang ada di lingkungan sekolah dan tempat tinggalmu? Apakah yang kamu rasakan? Bagaimana masyarakat sekitarmu menanggapi pembangunan tersebut?
Di masyarakat, terdapat kegiatan-kegiatan yang mendukung pembangunan nasional. Ada juga, kegiatan yang tidak mendukung kegiatan pembangunan nasional, baik pembangunan fisik maupun nonfisik.
Bersama teman-temanmu, carilah informasi mengenai permasalahan berikut : 
•Faktor pendukung pembangunan nasional.
•Faktor penghambat pembangunan nasional.

Informasi dapat kamu peroleh dengan melakukan kegiatan-kegiatan berikut.
1.Studi pustaka: mencari informasi melalui buku, surat kabar, majalah, atau artikel di internet.
2.Diskusi: bisa dilakukan dalam diskusi kelompok kecil maupun diskusi kelas.
3.Wawancara: melakukan wawancara kepada orang yang memiliki pengetahuan seperti guru atau sejarawan.
Setelah informasi kamu dapatkan, tuliskan hasilnya pada kolom berikut.

A, Faktor Pendukung Pembangunan Nasional.

1) Kemerdekaan dan kedaulatan bangsa,

Untuk terselenggaranya pembangunan ekonomi bangsa Indonesia, modal yang dipandang sangat penting adalah modal yang mencerminkan harga diri dan martabat bangsa yang merupakan motivasi kuat untuk bertekad memperbaiki nasib dengan mengandalkan kekuatan sendiri.

2) Posisi geografik negara

Indonesia yang berada di daerah tropis kaya akan sumber daya alam; demikian juga Indonesia sebagai persimpangan antara Asia dan Australia sangat mendukung dalam lalulintas perekonomian dunia.

3) Penduduk.

Jumlah penduduk yang besar merupakan keunggulan yang luar biasa menguntungkan bagi bangsa Indonesia. Bila potensi ini dapat didayagunakan dan ditingkatkan terutama kualitas fisik dan mental intelektualnya, maka selain merupakan sumber tenaga kerja yang besar serta menjadi konsumen bagi pasaran industri nasioanl, juga dapat menjadi modal utama Indonesia dalam menghadapi persaingan global di dunia internasional.

4) Kekayaan alam

Keberhasilan pembangunan ekonomi yang telah dicapai oleh Indonesia selama ini tidak terlepas dari dukungan sumber daya alam yang dimiliki, yang menjadi modal dasar pembangunan ekonomi nasional.

5) Faktor rohaniah dan mental

Keimanan dan ketaqwaa terhadap Tuhan YME serta diterimanya Pancasila sebagai satu-satunya asas dalam kehidupan merupakan faktor pendukung bisa terlaksanya pembangunan ekonomi.

6) Globalisasi ekonomi,

Tata pergaulan dunia yang melahirkan globalisasi di berbagai bidang terutama di bidang informasi dan ekonomi memberikan peluang untuk mengenali dan memanfaatkan budaya ekonomi bangsa lain dan membuka jalan masuk keluarnya produk dalam dan luar negeri yang akan bersaing dalam pasar internasional.

7) Kepercayaan kreditur luar negeri,

Keberhasilan pembangunan ekonomi bangsa Indonesia menambah kepercayaan kreditur luar negeri.

8) Situasi politik nasional yang stabil,

Hal ini merupakan kesadaran bahwa dalam keadaan situasi politik yang stabil pembangunan di segala bidang bisa diselenggarakan.

B, Faktor Penghambat Pembangunan Nasional.

Pelaksanaan pembangunan nasional tidak berjalan mulus seperti yang dikehendaki tetapi pelaksanaannya banyak dihadapkan pada berbagai masalah yang merupakan penghambat pembangunan nasional. Faktor-faktor penghambat tersebut adalah :

1) Gejolak SARA (Suku, Agama, Ras).

Adanya perbedaan suku, ras dan agama, dapat dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk menimbulkan gejolak sara yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan Indonesia.

2) Produktivitas penduduk yang rendah

Masih tertinggalnya Indonesia di bidang produktivitas yang masih rendah serta tingkat pertumbuhan penduduk masih cukup tinggi membuat sumber daya manusia Indonesia saat ini lebih cenderung menjadi beban yang menghambat laju pertumbuhan Indonesia.

3) Kesenjangan sosial.

Kesenjangan pemerataan pendapatan, kesempatan kerja (pengangguran), pelayanan kesehatan, kesenjangan pembangunan antar daerah dapat menyebabkan kecemburuan sosial.

4) Kekurangan modal dan teknologi.

Kekurangan modal mengakibatkan terjadinya banyak pengangguran dan pertumbuhan teknologi yang lambat akan memperlambat pula seluruh aktivitas kegiatan.

5) Persaingan dan proteksi negara lain. 

Di bidang perdagangan; persaingan semakin ketat terhadap komoditas ekspor serta tindakan proteksi Negara lain merupakan hambatan pengembangan ekspor Indonesia.

6) Tingkat pendidikan bangsa Indonesia.

Tingkat pendidikan bangsa Indonesia kebanyakan masih rendah serta masih banyak ditemui penduduk yang buta aksara.

Ayo Renungkan !.

Undangan adalah surat ajakan dari seseorang untuk menghadiri suatu acara. Jadi, kehadiran orang-orang yang mendapat undangan sangatlah diharapkan oleh pihak yang mengundang.
Apa yang kamu lakukan seandainya kamu mendapat undangan? Kamu abaikan isi undangan tersebut ataukah kamu baca isi undangan tersebut? Kamu akan datang tepat waktu sesuai waktu yang dicantumkan dalam undangan, terlambat, ataukah justru tidak datang?

Mintalah bantuan kepada orang tuamu atau dengan anggota keluarga lain yang sudah dewasa. Lakukan percobaan untuk membuktikan peristiwa menyublim. Tentukan sendiri jenis percobaannya dan laporkan hasilnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SD5 Tema 7-2-6 Peristiwa Kehidupan – Peristiwa Kebangsaan Masa Proklamasi

SD5 Tema 7 Peristiwa Kehidupan – Sub Tema 2 : Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan.

Pembelajaran 6.

Setelah melalui berbagai peristiwa perlawanan, baik fisik maupun diplomasi, tibalah waktunya pengakuan kedaulatan Indonesia. Apa saja peristiwa yang mengiringnya?
Ayo, kita cari tahu bersama!

Masih ingatkah kamu salah satu isi Perjanjian Roem Royen? Ya, salah satu isinya adalah akan segera diselenggarakan Konferensi Meja Bundar (KMB). Bagaimanakah hasil dari KMB? Bacalah bacaan berikut dengan saksama!

 

Judul Bacaan : Peristiwa Pengakuan Kedaulatan Indonesia oleh Belanda.

Tindak lanjut Perjanjian Roem Royen adalah diselenggarakannya Konfe- rensi Meja Bundar atau yang disingkat dengan KMB. KMB dilaksanakan di Deen Haag, Belanda pada tanggal 23 Agustus-2 November 1949. Delegasi Belanda dipimpin olah Van Maarseven. Delegasi BFO atau Badan Musya- warah Negara-Negara Federal dipimpin oleh Sultan Hamid II.

Adapun hasil KMB sebagai berikut.
1, Belanda akan menyerahkan sepenuhnya kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat pada akhir bulan Desember 1949.
2, Penyelesaian masalah Irian Barat ditunda setahun kemudian setelah penyerahan kedaulatan pada Republik Indonesia Serikat.
3, Republik Indonesia Serikat dan Belanda membentuk Uni yang dipimpin oleh Ratu Belanda berdasarkan kerja sama sukarela dan sederajat.
4, Republik Indonesia Serikat harus membayar utang kepada Belanda sejak tahun 1942.
5, Pembubaran KNIL dan memasukkan anggota KNIL ke APRIS.
6, Kapal-kapal perang Belanda ditarik kembali dari Indonesia.
7, Konstitusi Republik Indonesia Serikat dipermaklumkan kepada Kerajaan Belanda.

Konferensi Meja Bundar.

Selain itu, hasil KMB juga mengembalikan wilayah-wilayah Indonesia menjadi satu kesatuan, kecuali Irian Barat. Sesuai hasil kesepakatan dalam KMB, pada tanggal 27 Desember 1949, diadakan upacara pengakuan kedaulatan dari Pemerintah Belanda kepada Republik Indonesia Serikat. Namun sebelumnya, pada tanggal 17 Desember 1949, diadakan pelantikan Presiden Republik Indonesia Serikat, yaitu Ir. Soekarno. Pada tanggal 20 Desember 1949, Drs. Moh. Hatta dilantik sebagai Perdana Menteri Republik Indonesia Serikat.

Pengakuan kedaulatan Indonesia dilaksanakan di Belanda dan di Indonesia. Wakil Indonesia yang menandatangani pengakuan kedaulatan di negeri Belanda adalah Drs. Muh. Hatta dan wakil dari Belanda adalah Ratu Yuliana. Adapun proses penandatanganan di Indonesia, pihak Belanda diwakili oleh Lovink dan wakil Indonesia adalah Sultan Hamengkubuwono IX.

Dengan adanya pengakuan kedaulatan tersebut, berakhirlah penjajahan dan kekuasaan Belanda atas Indonesia. Peristiwa tersebut juga menandai berdirinya negara Republik Indonesia Serikat (RIS).

Salah satu hasil dari KMB adalah Belanda akan menyerahkan sepenuhnya kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat pada akhir Desember 1949.

Apakah Republik Indonesia Serikat itu (RIS)? Carilah informasi mengenai RIS. Informasi dapat kamu peroleh dengan melakukan kegiatan-kegiatan berikut.
1, Studi pustaka: mencari informasi melalui buku, surat kabar, majalah, atau artikel di internet.
2, Diskusi: dilakukan dalam diskusi kelompok kecil maupun diskusi kelas.
3, Wawancara: melakukan wawancara kepada orang yang memiliki pengetahuan seperti kepada Guru atau sejarahwan.

Dengan adanya peristiwa KMB dan pengakuan kedaulatan Indonesia, bangsa Indonesia telah terlepas dari penjajahan. Bangsa Indonesia telah benar-benar menjadi negara merdeka dan berdaulat. Oleh karena itu, Indonesia berhak menentukan nasib bangsanya sendiri tanpa campur tangan dan tanpa penindasan dari negara lain. Hal inilah yang patut kita syukuri.

Bersyukur kepada Tuhan atas karunia berupa bangsa dan negara Indonesia merupakan bentuk cinta tanah air. Rasa syukur harus terus kita wujudkan dalam bentuk yang nyata oleh siapa pun, kapan pun, dan di mana pun kita berada.

Nyanyikan lagu “Syukur” berikut bersama teman-temanmu dengan khidmat. Pahamilah makna lirik atau syairnya.

Diskusikan jawaban pertanyaan-pertanyaan berikut. Diskusikan bersama teman-teman sekelompokmu (4-5 orang). Tuliskan hasil diskusi kalian, lalu diskusikan bersama kelompok lain. Tuliskan hasil diskusi kalian dalam kotak berikut.
1, Nilai yang sesuai dengan jiwa dan sikap pahlawan pada lagu “Syukur” adalah ?

2, Sebagai generasi sekarang, apa yang harus kita lakukan untuk mewujudkan rasa syukur sebagai bentuk cinta tanah air?

Bersyukur sebagai negara merdeka harus terus kita wujudkan dalam setiap kesempatan, kapan pun dan di mana pun. Rasa syukur sebagai bentuk cinta tanah air dapat kita lakukan dengan berbagai hal, salah satunya dengan menjaga persatuan dan kesatuan dalam keberagaman bangsa.

Anak-anak dari berbagai penjuru Nusantara saling bertemu dan berkenalan di Jakarta pada tanggal 14-18 Oktober 2003. Mereka mengadakan konferensi. Konferensi adalah rapat untuk bertukar pendapat mengenai suatu masalah yang dihadapi bersama.

Semua anak menyadari bahwa mereka berbeda. Tetapi, mereka mempunyai tekad yang sama, yaitu perbedaan bukanlah alasan untuk bertengkar antara satu dan yang lainnya. Bahkan, mereka berhasil menyusun sebuah kesepakatan tentang cara menyikapi keragaman bangsa.

 

Konferensi Berteman dalam Keragaman – Jakarta 14-18 Oktober 2003.

Tentang Keragaman Agama Kami Tahu:
•Perbedaan agama janganlah dijadikan alasan terjadinya pertengkaran dan perpecahan.
•Bertegur sapa, senyum, dan adil harus dilakukan kepada siapa pun walaupun berbeda agama.
•Agama itu mengajarkan kebaikan.
•Perbedaan agama itu anugerah dari Tuhan karena di sanalah kita bisa mengisi, saling berbagi, dan saling menolong.

Untuk Itu:
•Di rumah kami bisa:
» Berbagi cerita tentang keragaman agama kepada adik, kakak, ayah, dan ibu.
» Memperkukuh iman dengan menjalankan ibadah yang kami anut dengan sebaik-baiknya.
» Tetap percaya pada agama yang kami anut sepenuhnya dengan tetap bertoleransi pada agama lain agar persatuan antarumat beragama tetap terjaga.

•Di sekolah kami bisa:
» Tidak mempermasalahkan agama yang dianut teman-teman.
» Tidak bertengkar hanya karena agama.
» Memberikan kesempatan teman-teman melakukan ibadah.
» Bertegur sapa dan senyum dengan semua teman meskipun berbeda agama.
» Mendamaikan teman yang berselisih karena perbedaan agama.
» Berteman dengan siapa pun, dengan latar belakang agama yang berbeda sekalipun.

Tentang Keragaman Budaya Kami Tahu:
•Indonesia memiliki suku dan budaya yang beragam.
•Bahwa setiap budaya memiliki ciri tersendiri.
•Tiap daerah mempunyai senjata tradisional, rumah adat, tarian, pakaian, permainan, dan makanan yang wajib kami hargai dan hormati.
•Pengetahuan kami tentang kebudayaan orang lain masih sangat terbatas.
•Kami pun belum begitu jelas tentang kebudayaan milik daerah sendiri.
Kami tahu ada masalah
•Orang lebih senang membanggakan daerah sendiri.
•Orang sering merasa budayanya paling baik.
•Orang sering merasa daerahnya punya kelebihan lebih baik dari yang lain. Padahal, beragam itu indah, sebab jika semua daerah sama, tidak akan menarik.
Untuk itu:

•Di rumah kami bisa:
» Belajar dan bermain dengan teman dan sahabat pena dari macam- macam daerah.
» Berlatih menari macam-macam tarian, seperti Kecak, Gending Sriwijaya, tari Baris, Serimpi.
» Belajar bersama ayah, ibu, adik, atau kakak melalui radio, tv, dan buku.
» Mengajak tetangga untuk bermain congklak, petak umpet, engklek, enggrang, gobak sodor, dan permainan lainnya.
» Mengajak teman yang baru pindah dari daerah lain untuk bercerita dan bermain bersama.
•Mengajak bermain dan belajar bersama teman yang cacat.

Di sekolah kami bisa:
•Mengajak teman untuk tidak mengatakan “ih” terhadap budaya lain.
•Meminjam buku dari perpustakaan tentang macam-macam budaya.
•Membaca cerita-cerita daerah dan bermain dengan teman-teman.
•Mengajak teman untuk menyapa dan bermain dengan teman baru.

Ayo, belajar dari masalah yang terjadi di sekitar kita dalam kehidupan sehari- hari!

1, Ali, Amin, Rudi, dan Heri membentuk kelompok belajar. Seminggu dua kali mereka belajar di rumah masing-masing secara bergiliran. Kali ini, mereka belajar di rumah Ali.
Ketika sedang mengerjakan soal, Ali dan Amin meminta izin untuk melak- sanakan ibadah karena waktunya telah tiba. Walaupun Rudi dan Heri berbeda agama, mereka mempersilakan Ali dan Amin melaksanakan ibadah. Rudi dan Heri menunggu dengan tenang sampai Ali dan Amin selesai melaksanakan ibadah.
a,Bagaimana pendapatmu tentang sikap Rudi dan Heri?
b, Apakah manfaat saling menghargai antarteman yang berbeda agama dalam pergaulan?

2, Nirma anak orang kaya. Ayahnya pengusaha yang sukses. Semua permintaan Nirma selalu dipenuhi orang tuanya. Hal ini membuat dia sombong. Dalam pergaulannya, dia selalu memilih-milih teman. Dia tidak mau bergaul dengan anak-anak lain yang berasal dari keluarga miskin.
a, Menurut pendapatmu, benarkah tindakan Nirma? 
b.Apakah seorang anak seperti Nirma memiliki banyak teman? Mengapa demikian?

3, Rina siswa baru di kelas 5. Rina duduk bersebelahan dengan Irma. Rina berasal dari daerah yang berbeda dengan daerah asal Rina.
Bagaimana sebaiknya sikap Rina?

Betapa kaya dan beragamnya bangsa Indonesia. Sungguh suatu keajaiban di mana sebuah bangsa yang sangat besar dan beragam ini bisa utuh dan bersatu. Lalu, apakah keragaman budaya tersebut bisa kekal dan persatuan tersebut bisa terjaga terus? Itu menjadi tanggung jawabmu sebagai generasi penerus bangsa. Di pundakmu ada tugas besar untuk melestarikan dan mengembangkan unsur-unsur budaya tersebut tetap lestari di bumi Indonesia. Lalu, bagaimana caramu melakukannya?

Ceritakan keragaman yang ada di kelasmu kepada orang tua dan anggota keluargamu yang lain. Bagaimana pendapat mereka tentang keberagaman di kelasmu? Tuliskan pada kotak berikut.

 

SD5 Tema 7-2-5 Peristiwa Kehidupan – Peristiwa Kebangsaan Masa Proklamasi

SD5 Tema 7 Peristiwa Kehidupan – Sub Tema 2 : Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan.

Pembelajaran 5.

Peristiwa-peristiwa heroik banyak terjadi di daerah-daerah setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Para pejuang dengan gagah berani dan pantang menyerah berusaha mengusir Jepang dari Indonesia.

Semangat dan suka cita menyambut Proklamasi Kemerdekaan sangat terasa di seluruh penjuru Indonesia. Semangat tersebut diikuti oleh keinginan yang kuat untuk mengusir Jepang dari Indonesia. Seberapa pun kuatnya tentara Jepang yang dipersenjatai lengkap dan modern tidak menyurutkan nyali dan tekad pejuang-pejuang Indonesia. Dengan gagah berani dan jiwa pantang mundur yang berkobar-kobar, pejuang-pejuang Indonesia terus menentang dan melakukan berbagai macam perlawanan terhadap Jepang.
Ayo, rasakan semangat gagah berani dan pantang mundur para pejuang Indonesia tersebut dengan menyanyikan lagu “Maju Tak Gentar” berikut ini!

Bersama teman-temanmu, nyanyikan lagu berikut dengan nada dan tempo yang sesuai.

Setelah kamu dan teman-temanmu bernyanyi, cari tahu jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut!

1, Apa yang kamu rasakan saat menyanyikan lagu “Maju Tak Gentar”? Jelaskan!
2, Bagaimanakah nada dan tempo lagu “Maju Tak Gentar”? Jelaskan!
3, Apakah lirik lagu “Maju Tak Gentar” mencerminkan nilai-nilai kepah- lawanan? Jelaskan!

Dapatkah kamu memperagakan gerak tari dengan iringan lagu “Maju Tak Gentar”? Peragakan gerak tari berikut dengan iringan lagu “Maju Tak Gentar”. Kamu boleh membuat pola lantai lain yang berbeda dari gambar di bawah. Pasti kamu lebih kreatif.

Peragakan gerak berikut dengan semangat seperti para pejuang mem- pertahankan kemerdekaan Indonesia.

– Gerak 1 : Berjalan tegap ke depan.
– Gerak 2: Mengayunkan gendewa ke depan, lalu ditarik ke atas.

– Gerak 3 : Berlari-lari kecil, pandangan ke arah gendewa.
– Gerak 4 : Meluruskan tangan kanan ke atas, lalu menekuk. Pandangan menatap tajam ke depan, lalu kepala menengok ke kanan.

Sejak pembacaan teks Proklamasi oleh Soekarno-Hatta, gaung Proklamasi terdengar di mana-mana. Namun, belum lama menikmati kemerdekaan, bangsa Indonesia sudah dihadapkan dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Perjuangan itu dikarenakan Belanda ingin menjajah Indonesia lagi. Belanda datang ke Indonesia dengan membonceng tentara Sekutu pimpinan Inggris. Akibatnya, pertempuran terjadi di mana-mana. Korban pun banyak berjatuhan.

 

Judul Bacaan : Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan.

Ketika bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, banyak pihak asing yang tidak menyetujuinya. Pihak-pihak asing tersebut antara lain Sekutu, terutama Belanda dan Inggris. Demikian pula dengan Jepang. Banyak tentara Jepang yang masih tersisa di Indonesia belum mengetahui jika mereka telah kalah dan menyerah kepada Sekutu. Mereka juga belum tahu jika bangsa Indonesia telah merdeka.
Belanda datang kembali ke Indonesia dengan membonceng Inggris. Inggris merupakan perwakilan Sekutu di Asia Tenggara. Tentara Inggris ini diberi nama AFNEI di bawah pimpinan Jenderal Sir Philip Cristison. Inggris bertugas melucuti senjata tentara Jepang yang masih ada di Indonesia serta membebaskan tawanan perang Sekutu.
Kedatangan Inggris yang ternyata juga diboncengi tentara sipil Belanda yang disebut NICA ditentang oleh rakyat dan pemerintah Indonesia. Mereka tidak menghormati kedaulatan bangsa Indonesia. Perlawanan rakyat terjadi di mana-mana. Perjuangan rakyat dalam rangka mempertahankan kemerdekaan Indonesia dilakukan dengan dua cara, yakni perlawanan fisik dan diplomasi. Perlawanan fisik dilakukan dengan kontak senjata. Adapun perjuangan dengan diplomasi dilakukan melalui meja-meja perundingan. Perlawanan fisik dilakukan di berbagai daerah, antara lain sebagai berikut.

1, Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, yang kemudian setiap tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan. Berawal dari tewasnya Jenderal Mallaby, pimpinan Sekutu. Adapun tokoh yang terlibat adalah Bung Tomo, Gubernur Suryo, dan Kolonel Sungkono.

2, Palagan Ambarawa, terjadi pada tanggal 15 Desember 1945 di Ambarawa, Jawa Tengah. Kemudian, setiap tanggal 15 Desember diperingati sebagai Hari Infantri Nasional. Insiden ini bermula dari Sekutu mempersenjatai tawanan yang sudah dibebaskan. Sekutu juga membebaskan orang- orang Belanda secara sepihak. Adapun tokoh yang terlibat dalam peristiwa ini antara lain Kolonel Isdiman dan Kolonel Sudirman.

3, Bandung Lautan Api, terjadi pada tanggal 23 Maret 1946. Insiden ini bermula dari ultimatum Sekutu meminta senjata yang diperoleh
dari tentara Jepang untuk diserahkan kepada Sekutu. Namun, rakyat Bandung menolaknya, bahkan membakar Kota Bandung agar tidak dikuasai Sekutu. Tokoh yang terlibat antara lain Moh. Toha, Abdul Haris Nasution, dan Suryadi Suryadarma.

4, Medan Area, terjadi pada tanggal 10 Desember 1945 karena orang- orang Belanda menginjak-injak bendera Merah Putih. Tokoh yang terkenal adalah Ahmad Tahir.

5, Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta. Peristiwa ini dipicu Belanda yang menduduki Kota Yogyakarta dan mempropagandakan bahwa TNI telah hancur. Tokoh yang terlibat antara lain Letkol. Suharto dan Sultan Hamengkubuwono IX.

Perjuangan secara diplomasi juga dilakukan dari perundingan satu ke perundingan yang lain.
1, Perundingan Linggarjati.
Diadakan pada tanggal 10 November 1946 di Linggarjati, Cirebon, Jawa Barat. Dalam perundingan ini, Indonesia diwakili oleh Sutan Syahrir dan Belanda diwakili oleh Prof. Schermerhon. Hasil perjanjian ini sebagai berikut.
•Belanda hanya mengakui kekuasaan Republik Indonesia atas Jawa, Madura, dan Sumatra.
•Negara Indonesia Serikat terdiri dari Negara Republik Indonesia,
Negara Indonesia Timur, dan Negara Kalimantan.
•Negara Indonesia Serikat dan Belanda merupakan satu uni dengan nama Uni Indonesia-Belanda yang diketuai
Belanda. Namun, Belanda mengingkari perjanjian ini dan melancarkan Agresi Militer Belanda I pada tanggal 21 Juli 1947.

Gambar Gedung Perundingan Linggarjati.

2, Perjanjian Renville.

Perjanjian Renville diadakan pada tanggal 17 Januari 1948 di atas kapal USS Renville milik Amerika Serikat. Isi perjanjian ini sebagai berikut.
•Belanda hanya mengakui daerah Republik Indonesia atas Jawa Tengah, Yogyakarta, sebagian kecil Jawa Barat, dan Sumatra.
•Semua pasukan RI harus ditarik mundur dari wilayah-wilayah yang diduduki Belanda.
•Belanda tetap berdaulat di seluruh wilayah Indonesia sampai diserahkan kepada Republik Indonesia Serikat (RIS) yang akan segera dibentuk. Namun, Belanda lagi-lagi mengingkari isi Perjanjian Renville dan melakukan Agresi Militer Belanda II pada tanggal 19 Desember 1949.

3, Perjanjian Roem Royen.
Diadakan pada tanggal 17 April 1949 di Jakarta. Indonesia diwakili oleh Moh. Roem dan Belanda diwakili oleh Van Royen. Isi perjanjian ini sebagai berikut.
•Pemerintah Indonesia dikembalikan ke Yogyakarta.
•Menghentikan gerakan militer dan mengembalikan tawanan.
•Republik Indonesia sebagai bagian dari Negara Indonesia Serikat.
•Akan segera dilaksanakan Konferensi Meja Bundar.

Cari tahu jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
1, Mengapa bangsa Indonesia masih harus berjuang lagi mempertahankan kemerdekaannya?
2, Apa yang dimaksud perjuangan fisik dan diplomasi?
3, Apa yang melatarbelakangi peristiwa Pertempuran 10 November di Surabaya?
4, Apa isi Perjanjian Roem Royen?
5, Apa yang dimaksud agresi militer Belanda? Kapan terjadinya?

Perjuangan fisik dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia adalah bentuk perlawanan terhadap penjajah dengan kontak senjata. Pada waktu itu, senjata yang digunakan oleh pejuang-pejuang Indonesia masih tradi- sional seperti bambu runcing, keris, dan tombak. Jika memakai senapan api, itu pun hanya hasil dari rampasan. Sangat berbeda dengan senjata yang dimiliki Inggris, Belanda, ataupun Jepang. Mereka sudah menggunakan senjata modern, seperti meriam, pis- tol, bahkan bom.

Perjuangan para pahlawan waktu itu sungguh hebat. Mereka tetap semangat membara pantang menyerah walaupun para penjajah Indonesia menggunakan senjata modern. Tentu saja suhu udara saat itu sangat panas saat para penjajah menembakkan meriam dan mengebom.

Berbicara tentang panas, tentu kamu masih ingat akan kalor, termasuk perpindahan kalor dan kemampuan kalor mengubah suhu dan mengubah wujud benda. Pada pembelajaran yang lalu, telah kita buktikan melalui percobaan bahwa kalor dapat mengubah wujud benda melalui peristiwa mencair.
Sekarang, kita akan buktikan lagi kemampuan kalor mengubah wujud benda melalui peristiwa penguapan. Penguapan adalah peristiwa perubahan wujud dari cair menjadi gas melalui penyerapan kalor.

Pernahkah kamu mengamati ketika merebus air sampai mendidih? Apakah yang keluar dari cerek? Dari mulut cerek, keluar asap putih. Asap putih tersebut adalah air yang terkena panas berubah menjadi uap air.

Contoh lain perubahan wujud karena penguapan sebagai berikut.
1, Bensin dibiarkan di tempat terbuka lama-lama akan habis.
2, Minyak kayu putih dibiarkan di dalam botol terbuka dalam waktu lama akan berkurang isinya.
3, Baju basah akan kering ketika dijemur di bawah panas matahari.

 

PERCOBAAN 1 – Mengamati perubahan wujud benda.

Alat dan Bahan
1, Kompor spiritus.
2, Panci tertutup.
3, Dudukan pembakar.
4, Air secukupnya.

Cara Kerja
1, Tuangkan air ke dalam panci.
2, Siapkan kompor spiritus dan dudukan, kemudian nyalakan.
3, Panaskan air dalam panci tanpa tutup di atas kompor spiritus. Berilah tanda tinggi permukaan air pada dinding panci.
4,Tunggu beberapa saat sampai terlihat ada sesuatu yang keluar dari permukaan air bergerak melayang ke udara.
5, Setelah beberapa saat, tutuplah panci rapat-rapat.
6, Bukalah tutup panci dengan hati-hati. Lihatlah dan perhatikan sesuatu yang terdapat pada tutup panci.
7, Panaskan air dalam panci tanpa tutup lagi. Kemudian, bandingkan jumlah air dalam panci dengan jumlah air pada waktu awal sebelum dipanaskan (lihat tanda tinggi permukaan air pada dinding panci).

Ceritakan pengalamanmu dalam bekerja sama saat melakukan percobaan.
1, Ketika kamu menuangkan air ke dalam panci, benda berwujud apakah air itu?
2, Bagaimanakah suhu air sebelum dipanaskan dengan kompor spiritus?
3, Apa yang sedang terjadi pada saat air dalam panci itu diletakkan di atas kompor spiritus?
4, Setelah beberapa saat di atas kompor spiritus, apakah yang tampak keluar dari permukaan air dalam panci? Berwujud apakah benda itu?
5, Setelah ditutup dengan tutup kering, kemudian tutup dibuka, apa yang tampak pada permukaan tutup itu?
6, Dari manakah asal air yang ada ditutup panci itu?
7, Setelah air dipanaskan beberapa saat, bertambah atau berkurangkah air dalam panci? Jika berkurang, ke manakah air itu hilang?

Kesimpulan : Kegiatan yang telah kamu lakukan menunjukkan: dengan pemanasan, air akan berubah wujud menjadi gas yaitu uap air.

 

PERCOBAAN 2 – Mengamati perubahan wujud benda.

Alat dan Bahan :
1, Sapu tangan.
2, Air dalam mangkuk.

Cara Kerja :
1, Siapkan alat dan bahan.
2, Celupkan sapu tangan ke dalam air.
3, Jemur sapu tangan di bawah terik matahari.
4, Amati sapu tangan setelah dijemur.

  1. Menyiapkan alat dan bahan.
  2. Mencelupkan sapu tangan ke dalam air.
  3. Menjemur sapu tangan di bawah terik matahari.
  4. Mengamati keadaan sapu tangan setelah dijemur.

Percobaan : Sapu tangan basah karena mengandung air Saat dijemur, air pada
sapu tangan mengalami perubahan wujud menjadi gas.
Uap air bergerak ke udara yang suhunya lebih panas.
Setelah semua air berubah menjadi uap, sapu tangan kering.
Percobaan ini membuktikan dengan pemanasan  terjadi perubahan wujud benda dari benda cair  menjadi benda gas.

Beruntunglah kita memiliki pejuang-pejuang bangsa yang mempunyai semangat pengabdian dan keikhlasan dalam berjuang. Para pejuang tersebut merupakan putra putri pilihan, mempunyai kualitas diri yang baik, cakap di bidangnya, dan berbudi pekerti luhur. Mereka adalah pejuang-pejuang sejati yang patut kita teladani.
Nah, sekarang, kamu renungkan dan pikirkan. Apa manfaat dari mempelajari perjuangan mempertahankan kemerdekaan? Tulislah perilaku-perilaku keteladanan yang dimiliki dan ditunjukkan oleh para pejuang!
Apakah kehidupan sehari-harimu sudah mencerminkan sikap yang menghargai jasa para pejuang? Tuliskan semua jawabanmu pada kolom berikut.

Nyanyikan lagu “Maju Tak Gentar” di depan orang tua dan anggota keluargamu yang lain. Nyanyikan dengan nada dan tempo yang tepat. Jangan lupa, mintalah pendapat kepada orang tuamu!

 

SD5 Tema 7-2-4 Peristiwa Kehidupan – Peristiwa Kebangsaan Masa Proklamasi

SD5 Tema 7 Peristiwa Kehidupan – Sub Tema 2 : Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan.

Pembelajaran 4.

Setelah peristiwa Proklamasi Kemerdekaan, ada pekerjaan sangat penting yang harus dikerjakan. Pekerjaan itu adalah pembentukan negara kesatuan Indonesia.
Banyak peristiwa dalam proses terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sebagai negara yang baru lahir, Indonesia belum memiliki undang-undang dasar yang berfungsi untuk mengatur segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Kepala negara dan kepala pemerintahan yang akan menjalankan pemerintahan serta kelengkapannya juga belum ada. Para pemimpin bangsa segera memanfaatkan dengan sebaik-baiknya lembaga yang ada pada waktu itu, yaitu PPKI yang dibentuk Jepang sejak tanggal 7 Agustus 1945 diketuai Ir. Soekarno dan wakil ketuanya Drs. Moh. Hatta. PPKI menggantikan tugas BPUPKI yang sudah berakhir. BPUPKI dibentuk pada tanggal 29 April 1945. Apakah kepanjangan PPKI dan BPUPKI?

PPKI = Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia.

BPUPKI = Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. 

 

Bacaan : Proses Pembentukan NKRI.

1.Pembentukan Kelengkapan Pemerintahan.

Pada tanggal 18 Agustus 1945, PPKI mengadakan sidangnya yang pertama di Gedung Kesenian Jakarta. Sidang dipimpin oleh IR Soekarno dan DRS Mohammad Hatta sebagai wakilnya. Anggota Sidang PPKI sebanyak 27 orang.

Melalui pembahasan secara musyawarah, sidang mengambil keputusan penting, antara lain sebagai berikut.
a, Mengesahkan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi RI.
b, Memilih presiden dan wakil presiden, Ir. Soekarno sebagai Presiden RI dan Drs. Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden RI.
c, Tugas presiden untuk sementara waktu dibantu oleh Komite Nasional.

PPKI melanjutkan pekerjaannya guna melengkapi berbagai hal yang diperlukan bagi berdirinya negara dengan melaksanakan sidang pada tanggal 19 Agustus 1945. Dalam sidang kedua, PPKI menghasilkan keputusan, antara lain sebagai berikut.
a, Menetapkan dua belas kementerian yang membantu tugas presiden dalam pemerintah.
b, Membagi wilayah Republik Indonesia menjadi delapan provinsi, yaitu Provinsi Sumatra , Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Sunda Kecil, Provinsi Maluku, Provinsi Sulawesi, dan Provinsi Kalimantan.

2, Pembentukan Komite Nasional Indonesia.
PPKI kembali mengadakan sidang pada tanggal 22 Agustus 1945 yang memiliki agenda pokok tentang rencana pembentukan Komite Nasional dan Badan Keamanan Rakyat. Komite Nasional dibentuk di seluruh Indonesia dan berpusat di Jakarta. Tujuannya sebagai penjelmaan tujuan dan cita-cita bangsa Indonesia untuk menyelenggarakan kemerdekaan Indonesia yang berdasarkan kedaulatan rakyat.

3, Pembentukan Alat Kelengkapan Keamanan Negara.
Dalam rapat Pleno PPKI pada tanggal 22 Agustus 1945, diputuskan pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR). BKR ditetapkan sebagai bagian dari Badan Penolong Keluarga Korban Perang (BPKKP) yang merupakan induk organisasi dengan tujuan untuk memelihara keselamatan masyarakat, serta merawat para korban perang.

Perkembangan situasi negara makin membahayakan. Pimpinan negara menyadari bahwa sulit untuk mempertahankan negara dan kemerdekaan tanpa angkatan perang. Dalam kondisi seperti itu, pemerintah memanggil pensiunan Mayor KNIL Oerip Soemoharjo dari Yogyakarta ke Jakarta dan diberi tugas membentuk tentara kebangsaan. Dengan Maklumat Pemerintah pada tanggal 5 Oktober 1945, terbentuklah organisasi ke- tentaraan yang bernama Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

4, Pembentukan Lembaga Pemerintahan di Seluruh Daerah di Indonesia.
Bentuk pemerintah daerah di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 18 (sebelum diamandemen). Pasal tersebut berbunyi: Pembagian daerah Indonesia atas daerah besar dan kecil dengan bentuk susunan pemerintahannya ditetapkan dengan undang-undang dengan memandang dan mengingat dasar musyawarah dalam sistem pemerintahan negara, dan hak-hak asal usul dalam daerah-daerah yang bersifat istimewa. Berdasarkan bunyi pasal tersebut, berarti daerah Indonesia akan dibagi dalam daerah provinsi. Setiap daerah provinsi akan dibagi pula dalam daerah yang lebih kecil.
Sesuai dengan keputusan PPKI tanggal 18 Agustus 1945 bahwa tugas presiden dibantu oleh Komite Nasional, di daerah-daerah tugas gubernur (kepala daerah) juga dibantu oleh Komite Nasional di daerah. Pembentukan Komite Nasional Indonesia Daerah yang ada di tiap-tiap provinsi merupakan lembaga yang akan berfungsi sebagai Dewan Perwakilan Rakyat Daerah sebelum diadakan pemilihan umum. Dengan terbentuknya pemerintahan di daerah, yang dibantu oleh Komite Nasional di daerah, diharapkan roda pemerintahan dapat berjalan, baik di tingkat pusat maupun di daerah.

Cari tahu jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
1, Apakah tugas PPKI?
2, Apa hasil Sidang PPKI pertama?
3, Apa tujuan pembentukan KNI?
4, Kapan BKR sebagai cikal bakal TNI dibentuk?

Tuliskan 8 provinsi yang dibentuk sebagai hasil Sidang PPKI pertama!

Peristiwa sebelum, saat, dan sesudah Proklamasi juga melahirkan tokoh-tokoh yang sangat berjasa bagi bangsa dan negara. Dengan jiwa rela berkorban dan pantang menyerah serta gagah berani, mereka berdiri di barisan terdepan untuk memperjuangkan kepentingan bangsa dan negara. Selain tokoh Dwitunggal, yakni Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta, juga kita kenal Amhad Soebarjo. Dia juga sangat berjasa dalam perumusan dan penyusunan naskah Proklamasi.

Tokoh : Ahmad Soebarjo.

Ahmad Soebarjo lahir di Karawang, Jawa Barat pada tanggal 23 Maret 1897. Beliau dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan bersahaja. Peran yang menonjol adalah ketika beliau ikut menjadi Panitia Sembilan yang merumuskan Piagam Jakarta yang menjadi cikal bakal Pembukaan UUD 1945.
Beliau juga menjadi penengah antara golongan muda dan golongan tua ketika terjadi perbedaan pendapat. Perbedaan itu muncul ketika akan menentukan waktu pembacaan Proklamasi.
Ahmad Soebarjo juga dikenal sebagai tokoh perumus naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Beliau diperintahkan oleh IR Soekarno untuk mengutip kata-kata dari Piagam Jakarta terutama bagian pembukaannya, yaitu “Atas berkat rahmat Allah maka rakyat Indonesia menyatakannya kemerdekaannya”. Kalimat tersebut diminta untuk dijadikan kalimat pembuka naskah Proklamasi. Pada akhirnya, disepakati kalimat pertama pada teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia adalah “Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia”. Kalimat ini berasal dari kutipan alinea ketiga Piagam Jakarta.

Berbagai peristiwa dalam usaha pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka dan berdaulat telah menunjukkan arti pentingnya persatuan dan kesatuan. Bangsa Indonesia dibangun di atas keragaman dan perbedaan. Ras, suku, golongan, agama dan budaya yang hidup beriringan manjadikan Indonesia bangsa yang besar.
Perbedaan merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang perlu dijaga. Satu di antara perbedaan yang dimiliki bangsa Indonesia adalah suku bangsa dan budaya. Sebagai bangsa yang terdiri atas beraneka ragam suku bangsa, kita harus bangga karena suku-suku yang ada mempunyai budaya yang beragam. Keragaman tersebut terlihat jelas dalam unsur-unsurnya.

Unsur-Unsur Budaya
1. Religi/Kepercayaan
Di Indonesia, diakui adanya enam agama resmi, yaitu Hindu, Buddha, Islam, Katolik, Kristen, dan Konghucu. Semuanya dapat mengembangkan sikap tolerensi dan kerukunan.

2, Mata Pencaharian.
Keragaman alam di Indonesia menyebabkan mata pencaharian masya- rakatnya juga beragam. Sebagian penduduk Indonesia menjadi petani karena memang tanahnya subur. Sementara itu, orang-orang yang tinggal di tepi sungai atau pantai mengandalkan perikanan sebagai mata pencahariannya. Lalu, ada pula yang menjadi pedagang, peternak, pekerja jasa, atau mata pencaharian lainnya.

3,Teknologi dan Peralatan.
Teknologi berkaitan dengan kepandaian dan keterampilan orang dalam membuat atau melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan hidup. Teknologi bermula dari bentuk yang sangat sederhana, lalu berkembang terus sesuai dengan perkembangan dan kemajuan zaman. Selain itu, kebutuhan manusia mulai beragam. Teknologi yang sudah ada sejak zaman dulu hingga sekarang seperti teknologi dan peralatan senjata, wadah, alat angkut, tempat berlindung (rumah), alat pembuat makanan dan minuman, serta pakaian dan perhiasan.

4, Kesenian.

Hampir semua suku bangsa di Indonesia memiliki kesenian yang menjadi ciri khasnya. Kesenian dapat dikelompokan menjadi dua macam.
a, Kesenian yang dapat dinikmati oleh mata, misalnya seni patung, seni ukir, seni lukis, seni rias, seni tari, seni pedalangan (wayang), dan seni olahraga.
b, Kesenian yang dapat dinikmati oleh telinga, misalnya seni musik dan seni sastra. Setiap suku di Indonesia juga memiliki lagu daerah, alat musik, dan berbagai keseniannya sendiri-sendiri.

5, Pengetahuan.
Berbagai suku bangsa di Indonesia telah memiliki pengetahuan yang tinggi. Pengetahuan itu telah mereka terapkan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan hidup.
Pengetahuan itu antara lain tentang alam sekitar, flora fauna, bahan- bahan mentah, benda-benda di lingkungan alam, tubuh manusia, sifat dan kelakuan manusia, serta pengetahuannya tentang ruang dan waktu.
Misalnya, pengetahuan tentang berbagai jenis tanaman dan ramuan obat tradisonal, pengetahuan menentukan arah orang Dayak sehingga tidak tersesat di hutan belantara, dan pengetahuan menentukan arah para pelaut tradisional kita ketika mengarungi samudra dengan kapal pinisinya sehingga bangsa kita dikenal sebagai bangsa bahari.

6, Sistem Kemasyarakatan.
Sistem kemasyarakatan adalah pola hidup yang menjadi kebiasaan dan dianut serta telah menjadi kebiasaan suatu masyarakat. Ada sistem perkawinan, sistem kekerabatan, dan sistem berperilaku dalam masyarakat.
Contohnya, sistem marga pada suku Batak dan sistem trah pada suku Jawa. Kedua contoh ini merupakan sistem kekerabatan suku-suku tersebut.

7, Bahasa.
Setiap suku bangsa mempunyai alat komunikasi sendiri-sendiri yang terkadang hanya dimengerti dan dipakai oleh suku itu sendiri. Itulah yang dinamakan dialek. Lalu, bagaimana suku-suku di Indonesia bisa berkomunikasi dengan suku yang lain?
Beruntunglah kita memiliki bahasa Indonesia yang telah ditetapkan sebagai bahasa nasional dan bahasa persatuan. Tentu kamu ingat bukan salah satu ikrar Sumpah Pemuda 1928.

Kamu telah mengetahui unsur-unsur budaya di Indonesia. Keragaman unsur budaya tersebut lahir karena adanya berbagai faktor. Faktor itu seperti faktor biologis (keturunan, ras, suku), geografis (keadaan alam), dan historis (sejarah/ masa lampau), serta keterbukaan terhadap pihak luar.

Cari tahu dengan mengamati unsur-unsur budaya yang ada di sekitar tempat tinggalmu. Jika kamu mengalami kesulitan, baca kembali uraian tentang unsur-unsur budaya di atas. Kemudian, tuliskan nama-nama bagian dari kebudayaan pada suku yang kamu kenal.

 

Salah satu unsur budaya adalah kesenian. Tari adalah salah satu dari berbagai bentuk kesenian. Tari merupakan karya seni dengan gerak tubuh sebagai media utama. Amatilah berbagai karya tari berikut. Tahukah kamu asal daerah karya tari berikut?

Telah diuraikan pada Pembelajaran Dua, bahwa bentuk karya tari ada tiga, yaitu bentuk karya tari tunggal, berpasangan, dan kelompok. Setiap bentuk karya tari lebih indah saat penyajiannya mempertimbangkan pola lantai. Pola lantai adalah garis di lantai yang dilalui oleh penari saat melakukan gerak tari. Selain itu, pola lantai tari kelompok dapat diartikan juga garis di lantai yang dibuat oleh formasi penari. Perhatikan pola lantai pada tari kelompok berikut.

Kedua gerak di atas menggambarkan semangat kepahlawan. Semangat para pahlawan dalam membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tahukah kamu bentuk pola lantai pada kedua gerak di atas? Lakukan kegiatan berikut.

1.Bentuklah kelompok terdiri atas 3 anak. Kemudian, tirukan gerakan di atas dengan pola lantai sesuai gambar.
2.Berlatihlah hingga kelompok kalian kompak memperagakan gerak di atas.
3.Peragakan gerak di atas dengan pola lantai sesuai gambar di depan kelompok lain.

Kamu sekarang telah duduk di kelas V. Tentu kamu memiliki banyak teman yang beragam latar belakangnya. Kamu memiliki teman yang sifat, pembawaan, asal usul, kebiasaan, bahkan suku, ras, dan agama yang beragam, bahkan bisa jadi berbeda dengan dirimu. Betapa beragamnya teman dan lingkunganmu. Lalu, apa yang kamu rasakan dengan memiliki teman-teman yang beragam tersebut? Bagaimana kamu harus memperlakukan teman- temanmu yang memiliki perbedaan-perbedaan itu? Tuliskan pendapatmu pada kolom berikut.

Kamu telah berhasil membuat identitas sukumu dengan menyebutkan unsur- unsur budayanya. Kamu pun juga telah mengetahui identitas suku teman- temanmu di kelas dengan mengenal unsur-unsur budayanya. Nah, sekarang, ceritakan kepada orang tuamu dan anggota keluargamu yang lain mengenai identitas suku bangsamu dan suku bangsa dari seorang temanmu!

 

 

SD5 Tema 7-2-3 Peristiwa Kehidupan – Peristiwa Kebangsaan Masa Proklamasi

SD5 Tema 7 Peristiwa Kehidupan – Sub Tema 2 : Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan.

Pembelajaran 3.

Seluruh rakyat Indonesia menyambut dengan suka cita Proklamasi Kemerdekaan.

Peristiwa-peristiwa heroik pun terjadi di berbagai daerah.
Pembacaan teks Proklamasi memicu semangat pejuang-pejuang bangsa mengusir penjajah.

Dalam peristiwa pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, ada dua tokoh penting yang mewakili seluruh rakyat Indonesia, yaitu IR Soekarno dan DRS Mohamad Hatta. Kedua tokoh tersebut dikenal sebagai Proklamator.

IR Soekarno merupakan Presiden Pertama Republik Indonesia (RI) dan Pahlawan Proklamator. Beliau menjadi Presiden RI sejak tahun 1945 sampai dengan 1967. IR Soekarno dikenal pandai berpidato dan menguasai beberapa bahasa asing sehingga dijuluki sebagai “Singa Podium”. IR Soekarno lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada tanggal 6 Juni 1901. Jenjang pendidikannya dimulai dari Indische School (IS) di Tulungagung. Setelah lulus, Soekarno melanjutkan pendidikannya di Europesche Lagene School (ELS) Mojokerto, Jawa Timur; Hogene Burger School (HBS) Surabaya; dan Technische Hogere School (THS), sekarang menjadi Institut Teknologi Bandung (ITB), di Bandung, Jawa Barat, dan memperoleh gelar insinyur.

DRS Mohammad Hatta adalah Wakil Presiden Pertama RI (1945-1957) dan Bapak Koperasi Indonesia. Beliau juga sangat berperan dalam upaya memperoleh pengakuan dari pemerintah Belanda terhadap kedaulatan RI. Mohammad Hatta lahir di Bukittinggi, Sumatra Barat pada tanggal 12 Agustus 1902. Jenjang pendidikannya ditempuh di Europoesche Lagere School (ELS) di Bukittinggi, Meer Uitgebreid Lagere Onderwijs (MULO) di Padang, dan Handels Middelsbare School (HMS) di Jakarta.

Pada tanggal 17 Agustus 1945, IR Soekarno dan DRS Mohamad Hatta beserta para tokoh lainnya memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. IR Soekarno membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan dan DRS Mohamad Hatta sebagai pendampingnya. Bahkan, dalam teks Proklamasi tersebut, tercantum nama dan tanda tangan mereka berdua atas nama bangsa Indonesia. Oleh karena itulah, IR Soekarno dan DRS Mohamad. Hatta diberi gelar sebagai Pahlawan Proklamator pada tahun 1986.

Pahamilah bacaan di atas! Tuliskan informasi penting dalam bacaan ke dalam kolom-kolom berikut dengan menggunakan prinsip: apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana!

1. Siapakah nama tokoh berikut? IR Soekarno. Proklamator RI.

2. Kapan dan di manakah beliau dilahirkan? 6 Juni 1901 , Di Surabaya.

3. Bagaimanakah riwayat pendidikannya? Insinyur.

4. Julukan apa yang diberikan kepadanya? Mengapa dijuluki seperti itu? Bapak Proklamator.

5. Apa saja yang sudah diperjuangkannya bagi bangsa dan negara Indonesia? Memperjuangkan Kemerdekaan, Tokoh Proklamasi, Menjadi Presiden RI di awal berdirinya Indonesia.

 

1. Siapakah nama tokoh berikut? Mohamad Hatta.

2. Kapan dan di manakah beliau dilahirkan? Bukit Tinggi, 12 Agustus 1902.

3. Bagaimanakah riwayat pendidikannya? Drs. / Sarjana.

4. Julukan apa yang diberikan kepadanya? Mengapa dijuluki seperti itu? Bapak Proklamator bersama IR Soekarno.

5. Apa saja yang sudah diperjuangkannya bagi bangsa dan negara Indonesia? Perjuangan kemerdekaan, Proklamator, Wakil Presiden 1, Perdana menteri. 

Pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan disambut dengan penuh suka cita oleh seluruh rakyat di berbagai penjuru daerah. Peristiwa pembacaan Proklamasi memberikan semangat untuk melakukan perlawanan mengusir penjajah di berbagai daerah.

 

Peristiwa Heroik di Yogyakarta / Serangan Umum 1 Maret 1949.

Perebutan kekuasaan di Yogyakarta dimulai pada tanggal 26 September 1945 sejak pukul 10.00 WIB. Para pegawai pemerintah dan perusahaan yang dikuasai Jepang melakukan aksi mogok. Mereka menuntut agar Jepang menyerahkan semua kantor kepada pihak Indonesia.

 

Peristiwa Heroik di Surabaya.

Terjadi insiden bendera di Hotel Yamato, Tunjungan, Surabaya. Orang Belanda mengibarkan bendera Merah Putih Biru di atap hotel. Rakyat kemudian menyerbu hotel, menurunkan, dan merobek warna biru bendera itu untuk dikibarkan kembali. Insiden ini terjadi pada tanggal 19 September 1945.

 

Peristiwa Heroik Semarang.
Pada tanggal 15 Oktober 1945, pasukan Jepang melakukan serangan ke Kota Semarang dan dihadapi oleh TKR dan laskar pejuang lainnya. Pertempuran berlangsung selama lima hari. Akibat pertempuran ini, ribuan pemuda gugur dan ratusan orang Jepang tewas. Untuk mengenang peristiwa itu, di Semarang didirikan Monumen Tugu Muda.

Peristiwa Heroik Aceh.
Pada tanggal 6 Oktober 1945, para pemuda dari tokoh masyarakat membentuk Angkatan Pemuda Indonesia (API). Anggota API kemudian merebut dan mengambil alih kantor-kantor pemerintahan. Di tempat-tempat yang telah mereka rebut, para pemuda mengibarkan bendera Merah Putih dan berhasil melucuti senjata tentara Jepang.

Peristiwa Heroik Bali.
Pada bulan Agustus 1945, pemuda Bali membentuk organisasi Angkatan Muda Indonesia (AMI) dan Pemuda Republik Indonesia (PRI). Upaya perundingan untuk menegakkan kedaulatan RI telah mereka upayakan, tetapi pihak Jepang selalu menghambat. Pada tanggal 13 Desember 1945, para pemuda merebut kekuasaan dari Jepang secara serentak, tetapi belum berhasil karena persenjataan Jepang masih kuat.

Peristiwa Heroik di Sumbawa.
Bentrokan fisik antara pemuda dan Jepang terjadi di Gempe, Sape, dan Raba.

Peristiwa Heroik di Kalimantan.
Rakyat Kalimantan juga berusaha menegakkan kemerdekaan dengan cara mengibarkan bendera Merah Putih, memakai lencana Merah Putih, dan mengadakan rapat-rapat. Namun, kegiatan ini dilarang oleh pasukan Sekutu yang sudah ada di Kalimantan. Rakyat tidak menghiraukan larangan Sekutu sehingga pada tanggal 14 November 1945 di Balikpapan (depan markas Sekutu) berkumpul lebih kurang 8.000 orang dengan membawa bendera Merah Putih.

Peristiwa Heroik di Palembang.
Adanya upacara pengibaran bendera Merah Putih pada tanggal 8 Oktober 1945 yang dipimpin oleh dr. A.K. Gani. Pada kesempatan itu, diumumkan bahwa Sumatra Selatan berada di bawah kekuasaan RI. Upaya penegakan kedaulatan di Sumatra Selatan tidak memerlukan kekerasan karena Jepang berusaha menghindari pertempuran.

Peristiwa Heroik di Makassar.
Gubernur Sam Ratulangi menyusun pemerintahan pada tanggal 19 Agustus 1945. Sementara itu, para pemuda bergerak untuk merebut gedung-gedung penting seperti stasiun radio dan tangsi polisi.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
1.Bagaimanakah reaksi rakyat Indonesia menyambut Proklamasi Kemerdekaan?
2.Apa yang terjadi di Hotel Yamato Surabaya pada tanggal 19 September 1945?
3.Peristiwa apa yang melatarbelakangi dibangunnya Tugu Muda di Semarang?
4.Mengapa pemuda Bali melakukan perlawanan terhadap Jepang?
5.Apa yang dilakukan oleh rakyat Kalimantan dalam menyambut Proklamasi Kemerdekaan?

Bersama dengan kelompokmu, tentukan kota-kota atau daerah-daerah yang melakukan tindakan heroik menyambut Proklamasi Kemerdekaan pada peta buta di bawah ini. Berilah tanda merah pada kota dan daerah yang kamu tunjuk!

 <gambar peta indonesia>

Mengapa rakyat di seluruh daerah di Indonesia sangat antusias mendengar dan menyambut berita mengenai Proklamasi Kemerdekaan Indonesia? Tuliskan cerita kalian pada kolom berikut.

Seluruh rakyat di berbagai daerah dari berbagai suku, agama, dan golongan penuh suka cita menyambut dan merayakan Proklamasi Kemerdekaan. Semua bersatu padu dan lebur saling bahu-membahu melakukan perlawan terhadap penjajah. Semua menunjukkan rasa persatuan dan kesatuan, tidak lagi memikirkan kedaerahan, suku, agama, dan golongan. Hanya ada satu identitas, yaitu Indonesia.

 

1.Indahnya Hidup Ber-bhinneka.

Perhatikan lambang negara kita, Burung Garuda. Lihatlah pita yang dicengkeramnya. Pada pita itu, tertulis kalimat “Bhinneka Tunggal Ika”. Kalimat ter- sebut diambil dari Kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular, yang memiliki arti  berbeda-beda  tetapi tetap satu. Kata-kata tersebut kemudian diberi makna yang lebih luas dan menjadi semboyan “meskipun berbeda-beda, tetapi tetap satu jua”. Semboyan itulah kemudian yang mengikat keberagaman bangsa menjadi satu kesatuan.
Cukupkah kamu mengerti artinya saja? Tentu tidak. Setelah memahami makna yang terkandung di dalamnya, kamu harus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kamu bergaul dengan teman dalam kehidupan sehari-hari, tentu kamu akan bertemu dengan keanekaragaman. Kamu akan berbeda dengan teman-temanmu. Mungkin kamu dengan temanmu berbeda dalam kepandaian, keterampilan, hobi, ukuran tubuh, warna kulit, kebiasaan, bahkan suku, golongan, budaya, dan agama. Lalu, bagaimana kamu harus bersikap?

Untuk menerapkan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika, kamu pun tidak perlu harus meniru temanmu atau orang lain agar terlihat sama. Kamu tidak harus seperti orang lain. Biarlah kamu berbeda dengan orang lain dan orang lain biarlah berbeda dengan dirimu.

Kamu harus menyadari perbedaan itu anugerah dari Tuhan Yan Maha Esa yang harus kita syukuri. Dengan demikian, kamu tidak perlu berselisih hanya karena adanya perbedaan. Kamu harus mensyukuri perbedaan dengan cara menghormati dan menghargai teman-temanmu. Dengan begitu, perbedaan itu justru membuat hidup makin indah.

2.Indahnya Hidup Bersatu dalam Perbedaan.

Kamu tidak dapat hidup sendiri. Kamu membutuhkan bantuan orang lain. Demikian pula, kamu juga dapat membantu orang lain. Dengan saling membantu di tengah masyarakat, hidup akan terasa aman, nyaman, dan tenteram.

Misalnya, dalam bidang keamanan masyarakat. Untuk menjaga keamanan masyarakat, setiap anggota masyarakat wajib melaksanakan ronda sesuai jadwal. Semua mendapat kewajiban yang sama, tidak memandang dia kaya atau miskin, tidak pula memandang asal suku dan agama. Dengan demikian, di masyarakat, akan tercipta keamanan dan ketertiban. Itulah salah satu arti pentingya persatuan dalam perbedaan.

Apa yang akan terjadi jika tidak ada persatuan di masyarakat? Tanpa persatuan, kerukunan di masyarakat sulit terwujud. Setiap orang akan hidup mementingkan dirinya sendiri. Di antara orang, akan muncul rasa saling curiga. Hidup tidak akan nyaman.

Salah satu wujud nyata adanya kerukunan dan persatuan di masyarakat adalah tradisi gotong royong. Misalnya, bergotong royong membangun rumah. Gotong royong melibatkan semua unsur masyarakat.

 

1.Ayo, amati berbagai keberagaman yang ada di kelasmu. Tuliskan pada tabel berikut.

2.Bagaimanakah menciptakan kerukunan dalam kelasmu? Tuliskan pada kolom berikut!
Nama dan Indentitas temanmu, Ciri Fisik , Suku , Agama, Warna Kulit, Bentuk Rambut, Ukuran Tubuh ,Jenis Kelamin.

 

Pentingnya Persatuan di Tempat Tinggalku

Untuk mengetahui pentingnya persatuan, kamu dapat mengamati masyarakat sekitar tempat tinggalmu. Kamu dapat melakukan kegiatan ini secara berkelompok.
Dengan bantuan anggota keluargamu, catatlah kegiatan-kegiatan yang melibatkan seluruh anggota masyarakat di sekitar tempat tinggalmu. Masukkan hasil pengamatanmu pada tabel di bawah ini.

Untuk mengetahui pentingnya persatuan, kamu dapat mengamati masyarakat sekitar tempat tinggalmu. Kamu dapat melakukan kegiatan ini secara berkelompok.

Dengan bantuan anggota keluargamu, catatlah kegiatan-kegiatan yang melibatkan seluruh anggota masyarakat di sekitar tempat tinggalmu. Masukkan hasil pengamatanmu pada tabel di bawah ini.

No. Nama Kegiatan Jenis Kegiatan Waktu Kegiatan Tempat Kegiatan Hasil Kegiatan
1. Kerja Bakti Membersihkan saluran air Hari Minggu, 29 Oktober

2017

Sepanjang jalan desa Saluran air menjadi lancar.

Tidak ada genangan air.

2. Pertemuan Warga   Pukul 8.30    
3.  Dan Seterusnya.        
4.          
5.          

Setelah tabel selesai kamu isi, buatlah penilaian sederhana dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut.
1.Apakah kegiatan tersebut berjalan dengan baik?
2.Adakah masalah yang menghambat untuk melaksanakan kegiatan itu?
3.Cara apa yang ditempuh oleh masyarakat untuk mengatasi hambatan itu?
4.Apakah persatuan masyarakat sangat menentukan keberhasilan kegiatan itu?
5.Apakah manfaat kegiatan itu dapat dirasakan oleh masyarakat? Manfaat apa sajakah itu?
Gunakan hasil pengamatanmu sebagai bahan untuk membuat laporan. Kemudian, presentasikan hasil laporanmu di depan guru dan teman-temanmu.

Laporan Hasil Pengamatan.

  • Nama Kegiatan : 
  • Hari/Tanggal :
  • Tempat :
  • Anggota :
  • Isikan Pengamatan :
  • Kesimpulan  Hasil Pengamatan.

Kamu telah mengetahui arti penting persatuan bagi dirimu dan bagi masyarakat secara luas. Ingatlah itu sebagai bekal kehidupanmu kelak.
Sekarang, kamu juga sadar bahwa kamu juga bisa hidup dalam keberagaman, bukan? Sebutkan bentuk-bentuk keberagaman yang ada di masyarakat sekitar tempat tinggalmu! Bagaimana caramu menyikapi keberagaman tersebut? Kemukakan pada kolom berikut!

Di dalam keluargamu, pastilah juga ada perbedaan. Kemukakan perbedaan yang ada di keluargamu! Kemudian, ceritakan cara keluargamu menyikapi perbedaan yang ada! Bagaimana pula orang tuamu mendidik untuk hidup rukun?

SD5 Tema 7-2-2 Peristiwa Kehidupan – Peristiwa Kebangsaan Masa Proklamasi

SD5 Tema 7 Peristiwa Kehidupan – Sub Tema 2 : Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan.

Pembelajaran 2.

Beni dan ayahnya di kebun cengkih milik Pak Rudi.
Beni : “Ayah, tadi sewaktu kita datang, di daun-daun cengkih dan rerumputan, terdapat titik-titik air. Ke mana perginya titik-titik air itu? Mengapa sekarang tidak ada lagi?”
Ayah : “Itu namanya embun. Tadi, ketika kita datang, masih pagi. Jadi, masih banyak kita jumpai embun di dedaunan. Sekarang sudah siang, embun- embun itu menguap terkena panas sinar matahari.”
“Peristiwa ini disebut penguapan. Proses penguapan embun terjadi dengan bantuan energi sinar matahari dan angin. Akibat panas dari sinar matahari, air menguap menjadi uap air.”

Beni : “Oh, begitu.”
Ayah : “Energi panas atau kalor memiliki peran utama dalam proses penguapan tersebut. Energi panas dapat mengubah suhu benda dan dapat mengubah wujud benda.”

Untuk menyelidiki bahwa kalor dapat menyebabkan perubahan wujud benda, lakukan percobaan berikut!

 

Percobaan.

Tujuan : Mengamati Perubahan Wujud Benda.

Alat dan Bahan : Es Batu;  Mangkuk; Palu/martil.

Cara Kerja : 
1, Siapkan alat dan bahan.
2, Pecahkan es hingga berukuran kecil-kecil.
3, Letakkan beberapa potong es di mangkuk.
4, Letakkan es tersebut di bawah panas terik matahari.
5, Biarkan es selama lima menit.
6, Amatilah perubahan pada es.

Peristiwa perubahan wujud benda padat menjadi benda cair karena adanya pemanasan disebut mencair. Contoh lain peristiwa mencair sebagai bentuk perubahan wujud benda karena kalor atau panas adalah sebagai berikut.
1.Mentega dipanaskan.
2.Logam dipanaskan pada suhu tinggi.
3.Lilin dipanaskan.

Untuk menyelidiki terjadinya peristiwa mencairnya suatu benda yang disebabkan oleh kalor atau panas, lakukan percobaan memanaskan mentega di atas kompor. Berhati-hatilah saat melakukan percobaan menggunakan kompor. Tuliskan prosedur percobaan seperti berikut.

  • Judul Percobaan :
  • Tujuan :
  • Alat dan Bahan:
  • Langkah Kerja :
  • Kesimpulan. 

Banyak peristiwa di sekitar kita yang menunjukkan perubahan wujud benda karena kalor. Bahkan, di sekitar rumah, kamu akan menjumpai peristiwa itu. Nah, bagaimanakah dengan peristiwa sebelum, saat, dan setelah pembacaan teks Proklamasi? Peristiwa apa sajakah yang terjadi? Mari, kita pelajari bersama.

Banyak peristiwa terjadi turut mengiringi peristiwa pembacaan teks proklamasi. Peristiwa yang terjadi menjadi catatan sejarah penting bagi bangsa Indonesia.

Judul Bacaan : Peristiwa Menjelang dan Sesudah Pembacaan Teks Proklamasi.

Setelah mendengar berita Jepang menyerah kepada Sekutu, bangsa Indonesia memper- siapkan dirinya untuk merdeka. Perundingan- perundingan diadakan di antara para pemuda dengan tokoh-tokoh tua, maupun di antara para pemuda sendiri. Walaupun demi- kian, antara tokoh pemuda dan golongan tua sering terjadi perbedaan pendapat. Akibatnya, terjadilah “Peristiwa Rengasdengklok”. Pada tanggal 16 Agustus pukul 04.00 WIB, Bung Hatta dan Bung Karno beserta Ibu Fatmawati dan Guntur Soekarno Poetra dibawa pemuda ke Rengasdengklok agar tidak terpengaruh oleh Jepang. Tujuannya mendesak golongan tua untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.

Setelah melalui perdebatan dan ditengahi Ahmad Soebardjo, menjelang malam hari, kedua tokoh, Bung Hatta dan Bung Karno, akhirnya kembali ke Jakarta. Rombongan Soekarno-Hatta sampai di Jakarta pada pukul 23.00 WIB. Soekarno dan Hatta setelah singgah di rumah masing masing, lalu bersama rombongan lainnya menuju rumah Laksamana Maeda di Jalan Imam Bonjol No. 1 Jakarta (tempat Ahmad Soebardjo bekerja). Di tempat itu, mereka akan merumuskan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Perumusan sampai dengan penandatanganan teks Proklamasi Kemer- dekaan baru selesai pada pukul 04.00 WIB dini hari pada tanggal 17 Agustus 1945. Pada saat itu juga, disepakati bahwa teks Proklamasi akan dibacakan di halaman rumah IR  Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta pada pukul 10.00 WIB.

 

Adapun peristiwa setelah dibacakannya teks Proklamasi Kemerdekaan sebagai berikut.

1, Penyebaran Berita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

  • Para pemuda menyebarkan berita Proklamasi melalui berbagai cara, antara lain menyebar pamflet, mengadakan pertemuan, dan menulis pada tembok-tembok.
  • Wartawan Kantor Berita Domei (sekarang Kantor Berita Antara), Syahruddin berhasil menyelundupkan teks Proklamasi dan diterima oleh Kepala Bagian Radio, Waidan B. Palenewen. Teks Proklamasi tersebut kemudian diberikan kepada F. Wuz untuk segera disiarkan melalui radio.
  • Berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia juga disebarkan melalui beberapa surat kabar. Harian Soeara Asia di Surabaya adalah koran pertama yang menyiarkan berita Proklamasi.
  • Pihak pemerintah Republik Indonesia juga menugaskan para gubernur yang telah dilantik pada tanggal 2 September 1945 untuk menyebarluaskan berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di wilayahnya.

2, Sambutan Rakyat di Berbagai Daerah terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Peristiwa penting yang menunjukkan dukungan rakyat secara spontan terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, antara lain sebagai berikut.

  • Rapat Raksasa di Lapangan lkada (Ikatan Atletik Djakarta) Jakarta pada tanggal 19 September 1945 menyambut kemerdekaan.
  • Usaha menegakkan kedaulatan juga terjadi di berbagai daerah dengan adanya tindakan heroik di berbagai kota yang mendukung Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, antara lain di Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Aceh, Bali, Palembang, Kalimantan, Bandung, Makassar, Lampung, Solo, Sumatra Selatan, dan Sumbawa.

Ayo, temukan kosakata baku dan tidak baku pada bacaan yang berjudul “Peristiwa Menjelang dan Sesudah Pembacaan Teks Proklamasi”. Kemudian, carilah arti katanya di Kamus Besar Bahasa Indonesia, bertanya kepada guru atau berdiskusi.

1.Jawablah pertanyaan-pertanyaan terkait Peristiwa Rengasdengklok berikut.

  • Kapan Peristiwa Rengasdengklok terjadi?
  • Siapakah yang diamankan pada Peristiwa Rengasdengklok?
  • Siapakah yang memelopori Peristiwa Rengasdengklok?
  • Apa yang terjadi di Rengasdengklok?
  • Apa tujuan Peristiwa Rengasdengklok?
  • Apa hasil kesepakatan pada Peristiwa Rengasdengklok?

2.Ceritakan kembali secara tertulis peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada kolom berikut.

A.Penyebarluasan Berita Pembacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan
B.Reaksi Masyarakat Indonesia

Peristiwa pembacaan teks Proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945 merupakan tonggak sejarah yang menjadikan bangsa Indonesia merdeka dan berdaulat. Seluruh rakyat Indonesia pun menyambut dengan penuh kegembiraan. Ayo, tularkan semangat kemerdekaan dengan menyanyikan lagu berikut.

 

Lirik Lagu Hari Merdeka.

Tujuh belas agustus tahun empat lima.
Itulah hari kemerdekaan kita.
Hari merdeka, nusa dan bangsa.
Hari lahirnya bangsa Indonesia.
Merdeka.

Sekali merdeka tetap merdeka.
Selama hayat masih di kandung badan.
Kita tetap setia tetap setia.
Mempertahankan Indonesia.
Kita tetap setia tetap setia.
Membela negara kita.

Dapatkah kamu melakukan gerak tari diiringi lagu “Hari Merdeka” di atas? Gerak tari adalah serangkaian gerakan indah dari dalam tubuh manusia. Penampilan gerak tari akan terasa lebih indah jika ada iringan musiknya. Musik dan tari merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Musik dapat mengatur tempo gerak, sebagai pengiring, memberikan suasana, dan sebagai ilustrasi untuk mempertegas ekspresi gerak. Selain musik atau iringan tarinya, keindahan gerak tari juga dapat dilihat dari pola lantai saat penari memperagakan gerak tari. Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan pola lantai? Pola lantai adalah garis-garis di lantai yang dilalui oleh penari dari perpindahan tempat satu ke tempat lain pada saat melakukan gerak tari.

Menurut jenisnya, ada tiga bentuk karya tari yang perlu kamu ketahui sebelum kita lebih lanjut membahas tentang pola lantai. Ada bentuk karya tari tunggal, karya tari berpasangan, dan bentuk tari kelompok. Perhatikan gambar berikut.

Apakah kamu bisa membedakan ketiga bentuk karya tari tersebut? Ayo, diskusikan bersama teman sebangkumu.

Tampak gambar tari tunggal; tari berpasangan; tari berkelompok.

Diskusikan bersama teman sebangkumu.
1.Apa perbedaan bentuk karya tari tunggal, berpasangan, dan kelompok?
2.Bagaimana pola lantai pada karya tari tunggal, berpasangan, dan kelompok?

Tuliskan hasil diskusi kalian pada kolom berikut.

Dengan mengetahui peristiwa Proklamasi, kita menjadi makin mengetahui bahwa diperlukan usaha keras dan pengorbanan yang besar untuk meraih kemerdekaan dan membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pelajaran yang dapat kita petik adalah kepentingan bangsa dan negara adalah yang utama di atas kepentingan pribadi dan golongan. Dalam lingkup yang lebih kecil (dalam kehidupan bermasyarakat), kepentingan umum harus diutamakan daripada kepentingan pribadi.

Kamu adalah generasi penerus bangsa. Apa yang dapat kamu lakukan untuk mengisi kemerdekaan ini? Tuliskan pada kolom berikut.

Nyanyikan lagu “Hari Merdeka” dengan nada dan tempo yang benar di depan orang tua dan anggota keluargamu yang lain. Cobalah bernyanyi sambil bergerak dengan tegas dan semangat. Selesai bernyanyi dan bergerak, mintalah tanggapan orang tuamu. Tuliskan tanggapan orang tuamu atas kegiatan yang kamu lakukan pada kolom berikut!

 

SD5 Tema 7-2-1 Peristiwa Kehidupan – Peristiwa Kebangsaan Masa Proklamasi

SD5 Tema 7 Peristiwa Kehidupan – Sub Tema 2 : Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan.

Pembelajaran 1.

Bangsa Indonesia pernah mengalami masa penjajahan cukup lama. Selama penjajahan, bangsa Indonesia mengalami penderitaan. Oleh karena itu, bangsa Indonesia semangat untuk melepaskan diri dari penjajah. Namun, usaha untuk memperoleh kemerdekaan ternyata tidak mudah. Indonesia harus melalui berbagai rintangan dan peristiwa sejarah yang perlu dicatat dan menjadi pelajaran bagi kehidupan bangsa.

 

 

Tampak gambar peristiwa proklamasi Kemerderkaan Indonesia oleh Ir Sukarno.

Amatilah gambar pada halaman sebelumnya dan jawablah pertanyaan- pertanyaan berikut.

1, Peristiwa apakah yang tampak pada gambar di atas? Peristiwa Proklamasi.

2, Adakah hubungan peristiwa pada gambar dan kemerdekaan bangsa Indonesia? Proklamasi adalah pernyataan kemerdekaan bangsa Indonesia dan lepas dari penjajahan.

3, Apakah dengan adanya peristiwa pada gambar, Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk?  Ya terbentuk, mestipun penuh tantangan dan rintangan dan penuh perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan.

4.Apakah dengan adanya di peristiwa pada gambar, bangsa dan negara Indonesia terbebas dari penjajahan? Merupakan awal tonggak terbebas dari penjajahan, meskipun masih penuh perjuangan untuk bisa lepas dari penjajah.

Terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak hanya cukup dengan pembacaan naskah Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945. Namun, terbentuknya Negara
Kesatuan Republik Indonesia melalui berbagai tahapan dan peristiwa.

Tahapan dan peristiwa memperkukuh terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Saat ini pun, kita masih harus tetap mempertahankan kedaulatan negara.

Proklamasi menjadi peristiwa paling bersejarah bagi bangsa Indonesia. Proklamasi menjadi tonggak sejarah berdirinya bangsa Indonesia menjadi negara yang merdeka dan berdaulat. Proklamasi menjadikan bangsa Indonesia terlepas dari penjajahan. Proklamasi juga menjadi awal bagi bangsa Indonesia untuk menentukan nasibnya sendiri.

Pada akhir bulan Juli 1945, Jepang menyetujui pemberian kemerdekaan kepada Indonesia pada tanggal 7 September 1945. Namun, pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945, bom atom dijatuhkan Sekutu di kota Hiroshima dan Nagasaki. Peristiwa itu mendorong diubahnya tanggal pemberian kemerdekaan Indonesia menjadi 24 Agustus 1945.

Kemudian, pada tanggal 15 Agustus 1945, Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. Akibatnya, terjadi kekosongan kekuasaan di Indonesia. Kesempatan inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaan. Bacalah bacaan berikut dengan saksama.

 

Judul Bacaan : Peristiwa Pembacaan Teks Proklamasi.

Pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 17 Agustus 1945. Sejak pagi, telah dilakukan persiapan di rumah IR Soekarno, untuk menyambut Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Banyak tokoh pergerakan nasional beserta rakyat berkumpul di tempat itu. Mereka ingin menyaksikan pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Sesuai kesepakatan yang diambil di rumah Laksamana Maeda, para tokoh Indonesia menjelang pukul 10.30 waktu Jawa zaman Jepang atau pukul 10.00 WIB telah berdatangan ke rumah IR Soekarno. Mereka hadir untuk menjadi saksi pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Acara yang disusun dalam upacara di kediaman IR Soekarno itu, antara lain sebagai berikut.
a, Pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
b, Pengibaran bendera Merah Putih.
c, Sambutan Wali Kota Suwiryo dan dr. Muwardi.

Upacara Proklamasi Kemerdekaan berlangsung tanpa protokol. Latief Hendraningrat memberi aba-aba siap kepada semua barisan pemuda. Semua yang hadir berdiri tegak dengan sikap sempurna. Suasana menjadi sangat hening. IR Soekarno dan DRS Mohamad Hatta dipersilakan maju beberapa langkah dari tempatnya semula. IR Soekarno mendekati mikrofon. Dengan suaranya yang mantap, IR Soekarno didampingi DRS Mohamad Hatta membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang telah diketik oleh Sayuti Melik. Berikut teks Proklamasi yang diketik oleh Sayuti Melik.

PROKLAMASI.

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan Kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempo jang sesingkat- singkatnja.

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05 Atas nama bangsa Indonesia
Soekarno/Hatta.

Sesaat setelah pembacaan Proklamasi Kemerdekaan, dilanjutkan upacara pengibaran bendera Merah Putih. Bendera Sang Saka Merah Putih dijahit oleh Ibu Fatmawati Soekarno. Suhud mengambil bendera dari atas baki (nampan) yang telah disediakan dan mengibarkannya dengan bantuan Shodanco Latief Hendraningrat. Kemudian, Sang Merah Putih mulai dinaikkan dan hadirin yang datang bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya. Bendera dinaikkan perlahan-lahan menyesuaikan syair lagu Indonesia Raya. Seusai pengibaran bendera Merah Putih, acara dilanjutkan sambutan dari Wali Kota Suwiryo dan dr. Muwardi.

Berdiskusilah dengan teman sebangkumu mengenai bacaan di atas. Buatlah ulasan mengenai isi bacaan. Tuliskan pada kolom berikut.
1.Judul bacaan ?

2.Isi bacaan yang paling menarik ?

 

Ayo, temukan kosakata baku dan tidak baku pada bacaan yang berjudul “Peristiwa Pembacaan Teks Proklamasi”. Kemudian, carilah arti katanya di Kamus Besar Bahasa Indonesia, bertanya kepada guru, atau berdiskusi.
Perhatikan cara-cara menggunakan kamus.
1, Pilihlah sebuah kata dari daftar kosakata barumu. Misalnya: proklamasi
2, Bukalah kamusmu, carilah daftar kata-kata yang dimulai dengan huruf awal “p”. Ingat, setiap kata pada kamus selalu diurutkan berdasarkan urutan abjad.
3, Dalam daftar kata yang berhuruf awal “p” itu, carilah daftar kata yang dimulai dengan “pr”.
4, Carilah daftar kata yang dimulai dengan “pro”. Kata proklamasi akan kamu temukan di antara kata-kata itu. Selamat mencari!

Bacalah kembali bacaan Peristiwa Pembacaan Teks Proklamasi. Kemudian, tuliskan kembali peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia melalui kegiatan berikut.

1. Kapan teks Proklamasi Kemerdekaan dibacakan?
Jawaban:

2. Di mana teks Proklamasi dibacakan?
Jawaban:

3. Siapakah yang membuat dan membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan?
Jawaban:

4. Siapa sajakah tokoh yang hadir pada acara pembacaan teks Proklamasi?
Jawaban:

5. Apa saja susunan acara yang dilakukan pada pembacaan teks Proklamasi?
Jawaban:

 

Kita tahu bahwa teks Proklamasi dibacakan pada pukul 10.00 WIB. Bagaimanakah kira-kira cuaca dan suhu udara pada saat itu? Apa yang kamu rasakan saat ini pada pukul yang sama, yaitu 10.00 WIB? Bagaimanakah suhu udara saat ini? Panas ataukah dingin?

Suhu udara yang kita rasakan sangat terpengaruh oleh sinar matahari. Jika intensitas sinar matahari tinggi, suhu udara pun akan tinggi. Sebaliknya, jika intensitas sinar matahari rendah, suhu udara pun akan rendah. Hal tersebut juga berkaitan dengan perpindahan kalor secara radiasi dari sinar matahari.

 

Judul Bacaan : Kalor Mengubah Suhu Benda.

Kalor didefinisikan sebagai energi panas yang dimiliki oleh benda. Secara umum, mengetahui adanya kalor yang dimiliki oleh benda dapat dilakukan dengan cara mengukur suhu benda tersebut. Jika suhu benda tinggi, kalor yang dikandung oleh benda juga besar. Sebaliknya, jika suhu benda rendah, kalor yang dikandung oleh benda juga kecil.

Kalor yang dimiliki oleh suatu benda bisa berubah-ubah. Bisa naik, bisa juga turun karena kalor dapat berpindah dari suhu tinggi menuju suhu rendah.

Contoh bahwa kalor dapat mengubah suhu benda: Air panas memiliki suhu tinggi. Air dingin memiliki suhu rendah.
Apabila kedua air dicampur, campuran itu akan menghasilkan suhu baru.
Suhu rendah akan meningkat karena menerima panas yang bersuhu tinggi.

Percobaan :

Menyelidiki Kalor Dapat Mengubah Suhu Benda.

Alat :
1, Cerek.
2, Kompor.

Bahan
1, Air.

Cara Kerja :
1, Tuangkan air ke dalam cerek.
2, Letakkan cerek di atas kompor.
3, Nyalakan kompor.
4, Amati apa yang terjadi pada air.

Saat air dipanaskan, air yang semula dingin (bersuhu rendah) menerima panas dari kompor  melalui Cerek.
Air menerima panas, lama-kelamaan air menjadi panas dan mendidih (suhu meningkat).
Makin tinggi energi yang diterima, maka semakin cepat kenaikan suhunya.

 

Ayo, amatilah peristiwa-peristiwa dalam kehidupan sehari-hari yang menunjukkan adanya perubahan suhu benda yang disebabkan kalor. Indentifikasi dengan cara menuliskan perubahan suhu benda yang disebabkan oleh kalor pada tabel berikut!

Kemerdekaan seperti yang sekarang ini kita rasakan tidaklah terjadi begitu saja. Kemerdekaan terjadi melalui proses yang sangat panjang. Berbagai peristiwa, usaha, dan pengorbanan turut andil dalam mencapai kemerdekaan, khususnya peristiwa penyusunan dan pembacaan teks Proklamasi.

Tidak bisa dimungkiri bahwa peran dan jasa tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan sangatlah besar. Dengan segenap jiwa dan raga, mereka bersatu padu mempersiapkan proklamasi. Mereka bekerja sama, saling bahu-membahu, tanpa membedakan golongan.

Apakah sebagai generasi penerus bangsa, kamu akan merusak nilai-nilai perjuangan tersebut? Akankah kamu mampu meneruskan perjuangan tersebut? Apa yang dapat kamu lakukan untuk meneruskan perjuangan para pahlawan pendahulu? Ungkapkan pendapatmu!

Bacakan teks Proklamasi di depan orang tua dan anggota keluargamu yang lain. Selesai membaca teks Proklamasi, mintalah tanggapan kepada mereka dan tuliskan pada kolom berikut!

 

SD5 Tema 7-1-6 Peristiwa Kehidupan – Peristiwa Kebangsaan Masa Penjajahan

SD5 Tema 7 Peristiwa Kehidupan – Sub Tema 1 : Peristiwa Kebangsaan Masa Penjajahan.

Pembelajaran 6.

Masa pergerakan dan kebangkitan nasional tidak semata-mata dilakukan oleh kaum pria. Kaum perempuan pun turut berperan dan memiliki andil besar bagi usaha-usaha pergerakan nasional.
Apa saja yang dilakukan oleh kaum perempuan? Ayo, kita pelajari bersama.

Bacalah dengan saksama bacaan tentang Kongres Perempuan berikut ini!

 

Judul Bacaan : Kongres Perempuan Indonesia.

Kongres Perempuan Indonesia berlangsung tiga kali. Pada tanggal 22 Agustus 1928 di Yogyakarta, diselenggarakan Kongres Perempuan Indonesia I. Kongres ini diikuti berbagai wakil organisasi wanita di antaranya Ny. Sukamto, Ny. Ki Hajar Dewantara, dan Nona Suyatin. Kongres berhasil membentuk Perserikatan Perempuan Indonesia (PPI). Kongres itu juga berhasil merumuskan tujuan mempersatukan cita-cita dan usaha memajukan wanita Indonesia serta mengadakan gabungan atau perikatan di antara perkumpulan wanita. Pada tangal 28–31 Desember 1929, PPI mengadakan kongres di Jakarta dan mengubah nama PPI menjadi PPII (Perserikatan Perhimpunan Isteri Indonesia).

Tanggal 20–24 Juli 1935, diadakan Kongres Perempuan Indonesia II di Jakarta dipimpin oleh Ny. Sri Mangunsarkoro. Kongres tersebut membahas masalah perburuhan perempuan, pemberantasan buta huruf, dan perkawinan.

Kongres Perempuan III berlangsung di Bandung tanggal 23–28 Juli 1938 dipimpin oleh Ny. Emma Puradireja, membicarakan hak pilih dan dipilih bagi wanita di badan perwakilan. Dalam kongres tersebut, disetujui RUU tentang perkawinan modern yang disusun oleh Ny. Maria Ulfah dan disepakati tanggal lahir PPI 22 Desember sebagai Hari Ibu.

Ayo, temukan kosakata baku dan tidak baku pada bacaan yang berjudul “Kongres Perempuan Indonesia”. Kemudian, carilah arti katanya di Kamus Besar Bahasa Indonesia, bertanya kepada Guru, atau berdiskusi.

Pahamilah bacaan di atas! Tuliskan informasi penting dalam bacaan ke dalam kolom-kolom berikut dengan menggunakan prinsip: apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana!

  • Kapan Kongres Perempuan Indonesia dilaksanakan?
  • Di manakah Kongres Perempuan Indonesia dilaksanakan?
  • Siapakah peserta Kongres Perempuan Indonesia?
  • Apakah hasil Kongres Perempuan Indonesia I?
  • Apa hasil Kongres Perempuan Indonesia II?
  • Apa hasil Kongres Perempuan Indonesia III?
  • Kegiatan yang dilakukan oleh para perempuan Indonesia pada masa pergerakan dan kebangkitan nasional merupakan salah satu bentuk perwujudan cinta tanah air.

Ayo, tumbuhkan kesadaran dalam diri untuk cinta tanah air dengan menyanyikan lagu berikut!

Judul Lagu :  Lagu Tanah Airku.

Tanah airku tidak kulupakan.
Kan terkenang selama hidupku.
Biarpun saya pergi jauh.
Tidak kan hilang dari kalbu.
Tanah ku yang kucintai.
Engkau kuhargai.

Walaupun banyak negri kujalani.
Yang masyhur permai dikata orang.
Tetapi kampung dan rumahku.
Di sanalah kurasa senang.
Tanahku tak kulupakan.
Engkau kubanggakan.

Setelah itu, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!

  • Apa yang kamu rasakan saat menyanyikan lagu “Tanah Air”? Jelaskan! Lebih bangga memiliki tanah air Indonesia.
  • Bagaimanakah nada dan tempo lagu “Tanah Airku”? Jelaskan! Tempo nya lambat
    birama nya 4/4.
  • Apakah lirik lagu “Tanah Airku” mencerminkan nilai-nilai cinta tanah air? Jelaskan! Ya, Syairnya berisi kecintaan terhadap tanah air.

Diskusikan jawaban pertanyaan-pertanyaan tersebut. Diskusikan bersama teman-teman sekelompokmu (4-5 orang). Tuliskan hasil diskusi kalian, lalu diskusikan bersama kelompok lain. Tuliskan hasil diskusi kalian dalam kotak berikut.

  • 1.Nilai yang terkandung pada lagu “Tanah Airku” adalah:
  • 2.Bagaimana caramu mencintai tanah air?

Persamaan hak dan kewajiban antara golongan pria dan wanita dalam bidang tertentu merupakan salah satu bentuk penerapan nilai-nilai Sumpah Pemuda dan Kongres Perempuan Indonesia. Dalam melakukan kegiatan demi kepentingan bangsa dan negara, setiap golongan memiliki hak dan kewajiban yang sama. Alasan-alasan yang bersifat kedaerahan, keagamaan, kesukuan, dan golongan harus dikesampingkan dengan tetap menghormati dan menghargai adanya perbedaan. Sikap tersebut juga berlaku dalam bidang kebudayaan.

 

Tahukah Kamu ?

Kebudayaan nasional merupakan hasil dari akal budi seluruh bangsa Indonesia yang terdiri atas beragam suku bangsa. Bahkan, kebudayaan nasional juga diatur dalam UUD 1945, bahwa “pemerintah memajukan kebudayaan nasional Indonesia”. Dengan demikian, perkembangan dan pelestarian kebudayaan nasional menjadi tanggung jawab seluruh bangsa Indonesia.

Mengembangkan dan melestarikan kebudayaan daerah merupakan salah satu caranya karena kebudayaan daerah merupakan akar dari kebudayaan nasional.

Upaya-upaya pengembangan dan pelestarian kebudayaan nasional yang lain adalah sebagai berikut.
1.Secara terus-menerus diadakan kegiatan pengenalan dan penyebaran budaya nasional kepada masyarakat.
2.Kegiatan penggalian situs-situs bersejarah dan pemeliharaan temuan- temuan sejarah harus senantiasa digalakkan.
3.Pengembangan budaya daerah dan nasional melalui pendidikan dan pengajaran, misalnya menjadikan bahasa dan kesenian daerah sebagai mata pelajaran muatan lokal wajib di sekolah-sekolah.
4.Senantiasa dikembangkan sikap menghormati kebudayaan sendiri dan kebudayaan daerah lain.
5.Mengenal dan mempelajari kebudayaan sendiri yang merupakan warisan leluhur.

Ayo, tunjukkan sikapmu terhadap pernyataan-pernyataan pada tabel berikut. Kerjakan sesuai pemahaman konsepmu mengenai penerapan nilai-nilai Sumpah Pemuda dan keragaman di Indonesia.

  • Mempelajari kesenian dari daerah lain. (Setuju).
  • Mengagung-agungkan suku bangsanya sendiri. (Tidak Setuju).
  • Memilih ketua kelas berdasarkan kesamaan daerah asal. (Tidak Setuju).
  • Memilih-milih teman berdasarkan kesamaan daerah asal. (Tidak Setuju).
  • Tidak mengikuti upacara bendera. (Tidak Setuju).
  • Mengibarkan bendera Merah Putih setiap hari besar kenegaraan. (Setuju).
  • Mempelajari bahasa asing. (Setuju).
  • Berdiam diri di rumah ketika ada kegiatan kerja bakti di lingkungannya. (Tidak Setuju).
  • Lebih memilih memberi upah kepada orang lain untuk menggantikannya dalam kegiatan ronda malam. (Tidak Setuju).

Buatlah satu kelompok belajar. Catatlah keragaman suku bangsa dan budaya yang ada di sekitar tempat tinggalmu. Kemudian, diskusikan dengan kelompokmu, bagaimana cara kelompokmu menunjukkan sikap menerima keragaman suku bangsa dan budaya yang ada di lingkungan sekitar tempat tinggalmu.

Hasil diskusi ditulis pada selembar kertas dan serahkan kepada guru untuk kemudian didiskusikan secara bersama dalam satu kelas. Buatlah seperti tabel berikut!

 

Masa pergerakan dan kebangkitan nasional tidak semata-mata dilakukan oleh kaum pria. Kaum perempuan pun turut berperan dan memiliki andil besar bagi usaha-usaha pergerakan nasional.
Apa saja yang dilakukan oleh kaum perempuan? Ayo, kita pelajari bersama.

Kongres Perempuan Indonesia berperan penting dalam memajukan perempuan Indonesia. Bagaimanakah peranan perempuan pada masa kini? Tulislah pendapatmu pada kotak berikut ini.

 

Nyanyikan kembali lagu “Tanah Airku” di depan orang tua dan anggota keluargamu yang lain. Selesai bernyanyi, mintalah tanggapan kepada mereka mengenai lagu yang kamu nyanyikan dan penampilanmu saat menyanyikan lagu itu. Tuliskan tanggapan itu pada kolom berikut!

SD5 Tema 7-1-5 Peristiwa Kehidupan – Peristiwa Kebangsaan Masa Penjajahan

SD5 Tema 7 Peristiwa Kehidupan – Sub Tema 1 : Peristiwa Kebangsaan Masa Penjajahan.

Pembelajaran 5.

Peristiwa Sumpah Pemuda 1928 memberi dampak yang sangat besar terhadap perjuangan pergerakan nasional.

Dampak Peristiwa Sumpah Pemuda 1928.

Pada tanggal 28 Oktober 1928, suatu tekad yang sangat penting bagi penguatan konsep wawasan kebangsaan Indonesia telah diikrarkan. Ikrar tersebut merupakan modal yang sangat berharga bagi terbentuknya negara kesatuan. Tekad untuk bersatu dan mengesampingkan alasan-alasan kedaerahan, kesukuan, keturunan, keagamaan, dan golongan. Namun, persatuan itu tetap dalam kerangka saling menghormati dan menghargai perbedaan-perbedaan yang ada. Kesemuanya bersatu padu dan melebur dalam ikrar Sumpah Pemuda.
Sejak peristiwa Sumpah Pemuda 1928, dunia dikejutkan oleh kemampuan dan kebulatan tekad bangsa Indonesia untuk bersatu padu dalam sebuah ikatan kebangsaan. Pengaruhnya pun sangat besar bagi organisasi pergerakan. Organisasi-organisasi politik yang lahir setelah peristiwa Sumpah Pemuda semuanya memakai kata “Indonesia” dalam namanya. Begitu pun dengan organisasi yang masih bersifat kedaerahan mulai memproses untuk bersatu dalam satu wadah, yaitu Organisasi Indonesia Muda. Adapun tujuannya adalah untuk mempererat tali persatuan segenap pemuda yang berbangsa, berbahasa, dan bertanah air Indonesia.

Peristiwa Sumpah Pemuda telah membawa kesadaran dalam diri setiap orang akan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam sebuah bangsa. Penyatuan berbagai sifat kedaerahan menjadi sifat nasional terus dilakukan.

Peristiwa Sumpah Pemuda menegaskan rasa senasib sepenanggungan sebagai satu bangsa. Rasa inilah yang kemudian menyebabkan timbulnya semangat persatuan untuk membentuk sebuah negara kesatuan.

Diskusikan dengan teman sebangkumu teks di atas. Kemudian, buatlah ulasan mengenai bacaan tersebut pada bagan di bawah ini.

Ulasan Teks.

  • Apakah Judul teks ?
  • Bagian yang paling menarik adalah ?
  • Informasi penting ?
  • Pendapat saya tentang teks ini
  • Saya menyarankan/tidak menyarankan teks ini karena

Pada peristiwa Sumpah Pemuda 1928, turut diakui lagu “Indonesia Raya” ciptaan
W.R. Supratman sebagai Lagu Kebangsaan Indonesia. Ayo, kita nyanyikan lagu tersebut dengan penuh khidmat.

Dampak Peristiwa Sumpah Pemuda : Sumpah pemuda membuat para pemuda Indonesia bersatu sehingga menciptakan gerakan-gerakan yang dipelopori generasi muda Indonesia. Tokoh2 muda ini banyak membantu Indonesia dalam menacapai kemerdekaan.

Judul Lagu : Indonesia Raya.

Indonesia tanah airku,
Tanah tumpah darahku,
Disanalah aku berdiri,
Jadi pandu ibuku,
Indonesia kebangsaanku,
Bangsa dan Tanah Airku,
Marilah kita berseru,
Indonesia bersatu,

Hiduplah tanahku,
Hiduplah negriku,
Bangsaku Rakyatku semuanya,
Bangunlah jiwanya,
Bangunlah badannya,
Untuk Indonesia Raya,

Indonesia Raya,
Merdeka Merdeka,
Tanahku negriku yang kucinta,

Indonesia Raya,
Merdeka Merdeka,
Hiduplah Indonesia Raya,

Indonesia Raya,
Merdeka Merdeka,
Tanahku negriku yang kucinta,

Indonesia Raya,
Merdeka Merdeka,
Hiduplah Indonesia Raya.

Lirik Lagu Indonesia Raya – Stanza 2 (tidak tercakup PP 44/1958).

Indonesia Tanah Yang Mulia Tanah Kita Yang Kaya Disanalah Aku Berdiri Untuk Slama-lamanya.
Indonesia Tanah Pusaka Pusaka Kita Semuanya Marilah Kita Mendoa Indonesia Bahagia.

Suburlah Tanahnya Suburlah Jiwanya Bangsanya Rakyatnya Semuanya.

Sadarlah Hatinya Sadarlah Budinya Untuk Indonesia Raya.

Indonesia Raya Merdeka Merdeka Tanahku Negeriku Yang Kucinta.

Indonesia Raya Merdeka Merdeka Hiduplah Indonesia Raya.

 

Stanza 3 (tidak tercakup PP 44/1958).

Indonesia Tanah Yang Suci Tanah Kita Yang Sakti Disanalah Aku Berdiri Menjaga Ibu Sejati Indonesia.
Tanah Berseri Tanah Yang Aku Sayangi Marilah Kita Berjanji Indonesia Abadi.

Slamatkan Rakyatnya Slamatkan Puteranya Pulaunya Lautnya Semuanya.

Majulah Negerinya Majulah Pandunya Untuk Indonesia Raya.

Indonesia Raya Merdeka Merdeka Tanahku Negeriku Yang Kucinta.

Indonesia Raya Merdeka Merdeka Hiduplah Indonesia Raya.

 

Setelah bernyanyi, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!

  • Apa yang kamu rasakan saat menyanyikan lagu “Indonesia Raya”? Jelaskan!
  • Bagaimanakah nada dan tempo lagu “Indonesia Raya”? Jelaskan!
  • Apakah lirik lagu “Indonesia Raya” mencerminkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan? Jelaskan!
  • Jelaskan isi lagu tersebut dengan kata-katamu sendiri. Tuliskan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Perhatikan penggunaan kata-kata baku. Perhatikan pula penggunaan tanda baca yang benar. Tuliskan dalam kotak berikut.

Suasana hening dan khidmat ketika lagu Indonesia Raya dinyanyikan pada peristiwa Sumpah Pemuda 1928. Terlihat W. R. Suprat- man dengan gesekan biolanya mengu- mandangkan lagu Indonesia Raya. Semen- tara para pengurus yang terdiri atas enam orang pemuda dan semua peserta dengan penuh khidmat turut mendengarkan.


Diorama WR Supratman memainkan biolanya.

 

Judul Bacaan : Peristiwa Mengembun dan Menyublim.

Selain peristiwa mencair, membeku, dan menguap, masih terdapat dua peristiwa perubahan wujud benda. Perubahan wujud benda yang dimaksud adalah mengembun dan menyublim.
Mengembun adalah peristiwa perubahan wujud gas menjadi cair. Peristiwa ini merupakan kebalikan dari peristiwa menguap. Pada waktu gas mengembun, gas melepaskan kalor karena terjadi penurunan suhu di sekitarnya. Peristiwa sehari-hari yang mudah kamu jumpai antara lain peristiwa pengembunan yang terjadi di pagi hari. Meskipun pada malam sebelumnya tidak terjadi hujan, tetapi pada pagi hari, terdapat tetesan air pada tanaman yang berada di luar. Kamu juga dapat menjumpai beberapa tempat terasa lembap oleh air. Peristiwa mengembun ini terjadi karena uap air dalam udara menyentuh permukaan seperti permukaan daun atau permukaan yang lainnya.

Menyublim merupakan peristiwa berubahnya wujud zat padat menjadi gas. Mengkristal adalah perubahan wujud gas menjadi padat. Peristiwa “lenyapnya” kapur barus yang diletakkan di dalam lemari sering dijadikan contoh peristiwa menyublim. Contoh peristiwa ini terjadi pada saat uap iodium yang mengkristal menjadi padatan pada saat didinginkan pada suhu tertentu.

Peristiwa perubahan wujud benda dapat dijelaskan dengan menggunakan diagram berikut ini. Perhatikanlah diagram tersebut dengan saksama!

 

Bersama dengan teman sekelompokmu, diskusikanlah soal-soal berikut.

1.Jelaskan bagan perubahan wujud benda di atas dengan lengkap berdasarkan pengamatanmu sebelumnya dan bacaan yang kamu miliki.

2.Jelaskan perbedaan antara peristiwa mengembun dan menyublim!

3.Jelaskan perbedaan antara peristiwa mengembun dan disposisi!

4.Jelaskan perbedaan antara peristiwa menyublim dan mengkristal!

5.Apa saja yang menyebabkan terjadinya peristiwa mengembun, menyublim dan mengkristal?

6.Peristiwa sehari-hari apa sajakah yang menunjukkan terjadinya peristiwa mengembun? Jelaskan!

7.Peristiwa sehari-hari apa sajakah yang menunjukkan terjadinya peristiwa menyublim? Jelaskan!

 

Bersama dengan teman sekelompokmu, rancanglah percobaan untuk menunjukkan terjadinya peristiwa mengembun dan menyublim.

1.Siapkanlah alat dan bahan yang diperlukan.

2.Tulislah tahapan dan langkah-langkahnya.

3.Gambarlah setiap tahapan yang kamu rancang.

4.Lakukan percobaan sesuai tahap yang telah kamu rancang.

5.Catatlah setiap perubahan yang terjadi dengan saksama.

6.Buatlah laporan hasil percobaanmu ke dalam sebuah poster.

7.Pada poster, jelaskan perbedaan utama kedua peristiwa perubahan wujud benda tersebut.

8.Presentasikan hasil percobaanmu dengan percaya diri.

 

Judul Bacaan : Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh.

Dengan mempelajari sejarah perjuangan bangsa melawan penjajah, khusus- nya peristiwa Sumpah Pemuda, banyak pelajaran yang kita petik. Kita menjadi tahu bahwa persatuan dan kesatuan memiliki arti penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Berbagai perlawanan yang bersifat kedaerahan selalu saja gagal dalam mengusir penjajah. Bangsa kita pun mudah diadu domba.

Dengan demikian, tepat kiranya pepatah ”bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”. Persatuan dan kesatuan dapat kita wujudkan dengan membina kerukunan di rumah, sekolah, dan masyarakat. Selain itu, pola hidup gotong royong juga harus senantiasa dilakukan oleh masyarakat.

Sekarang, ceritakan sikap dan perilakumu sehari-hari yang sudah menunjuk- kan nilai-nilai kerukunan hidup. Tuliskan pada kolom berikut!

Bersama orang tua atau anggota keluargamu yang lain, amatilah kegiatan sehari-hari anggota masyarakat di lingkungan tempat tinggalmu. Identifikasi dan sebutkan kegiatan-kegiatan yang menunjukkan adanya nilai-nilai gotong royong!

Tuliskan hasilnya pada kolom berikut dan mintalah tanda tangan orang tua atau anggota keluargamu yang lain yang telah bekerja sama denganmu!

SD5 Tema 7-1-4 Peristiwa Kehidupan – Peristiwa Kebangsaan Masa Penjajahan

SD5 Tema 7 Peristiwa Kehidupan – Sub Tema 1 : Peristiwa Kebangsaan Masa Penjajahan.

Pembelajaran 4.

Berbagai perlawanan terhadap penjajah terus mengalami kegagalan karena perlawanan masih bersifat kedaerahan.
Kemudian, lahir sistem perjuangan baru yang dikenal dengan kebangkitan nasional.

 

 

 

 

Bangsa Indonesia mengalami penderitaan akibat penjajahan mulai awal abad ke-17 sampai abad ke-20. Pada masa penjajahan, bangsa Indonesia telah berusaha sekuat tenaga untuk mengusir penjajah dan bercita-cita menjadi bangsa yang merdeka, bebas dari penjajahan. Berbagai bentuk perlawanan terhadap penjajah yang dilakukan oleh para raja, bangsawan, tokoh masyarakat, dan tokoh agama dilakukan dengan cara mengangkat senjata. Namun, pada umumnya, bentuk perlawanan semacam itu mengalami kegagalan.

Adapun faktor penyebab gagalnya perjuangan bangsa Indonesia dalam mengusir penjajah adalah sebagai berikut.
a, Perjuangan bersifat kedaerahan.
b, Perlawanan tidak dilakukan secara serentak.
c, Masih bergantung pada pimpinan (jika pemimpin tertangkap, perlawanan terhenti).
d, Kalah dalam persenjataan.
e, Belanda menerapkan politik adu domba (devide et impera).

Berdasarkan pengalaman tersebut, kaum terpelajar ingin berjuang dengan cara yang lebih modern, yaitu menggunakan kekuatan organisasi. Lahirnya organisasi-organisasi tersebut menandai lahirnya masa pergerakan nasional.

Masa pergerakan kebangsaan dibedakan menjadi 3 masa, yaitu masa awal (perkembangan) pergerakan nasional, masa radikal, dan masa moderat.

Masa Awal Pergerakan Nasional.
(Tahun 1900-an).

Pada masa ini, lahir banyak organisasi pergerakan, seperti Budi Utomo, Sarekat Islam, Muhammadiyah, dan Indische Partij (IP). Salah satu organisasi yang besar pengaruhnya terhadap pergerakan nasional adalah Budi Utomo.

Pada hari Minggu tanggal 20 Mei 1908, Sutomo beserta kawan-kawannya berkumpul di Jakarta. Mereka sepakat mendirikan Budi Utomo yang berarti “usaha mulia”.

Karena sebagai organisasi modern yang pertama kali muncul di Indonesia, pemerintah RI menetapkan tanggal berdirinya Budi Utomo diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

 

Masa Awal Radikal.
(Tahun 1920-1927-an).

Perjuangan bangsa Indonesia me- lawan penjajah pada abad ke-20 disebut masa radikal karena pergerakan-pergerakan nasional pada masa ini bersifat radikal/ keras terhadap pemerintah Hindia Belanda. Mereka menggunakan asas nonkooperatif/tidak mau be- kerja sama. Organisasi-organisasi yang bersifat radikal adalah Per- himpunan Indonesia (PI), Partai Komunis Indonesia (PKI), Nahdlathul Ulama (NU), Partai Nasional Indonesia (PNI).

 

Masa Moderat.
(Tahun 1930-an).

Sejak tahun 1930, organisasi-organisasi pergerakan Indonesia mengubah taktik perjuangannya. Mereka menggunakan taktik kooperatif (bersedia bekerja sama) dengan pemerintah Hindia Belanda. Organisasi-organisasi  yang berhaluan moderat antara lain Partindo 1930, PNI Baru, Partai Indonesia Raya (Parindra), Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo), dan Gabungan Politik Indonesia (Gapi).
Selain organisasi-organisasi di atas, masih banyak organisasi kepemudaan dan keagamaan lainnya yang ada dan berkembang pada masa itu, antara lain: Pergerakan Tarbiyah Islamiyah (Perti), Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI), Jong Islamieten Bond, Sumatra Thawalib yang lahir di Minangkabau, Persatuan Pemuda Kristen, dan Persatuan Pemuda Katholik.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan tepat!
1, Mengapa berbagai bentuk perlawanan terhadap Belanda sering mengalami kegagalan?

2, Bagaimanakah perubahan strategi perlawanan terhadap Belanda dilakukan oleh kaum atau golongan muda terpelajar?

3, Peristiwa apa yang menandai lahirnya masa pergerakan nasional?

4, Jelaskan pembagian masa pergerakan nasional!

5, Peristiwa apa yang menjadi latar belakang ditetapkannya Hari Kebangkitan Nasional? Jelaskan alasannya!

Carilah sumber bacaan seperti buku, koran, majalah atau internet yang menjelaskan biografi dr. Sutomo.
1, Tuliskan secara singkat tentang perjuangan dr. Sutomo dalam menghadapi penjajah.
2, Baca dengan jelas dan berikan komentar (presentasikan) biografi dan kisah perjuangan dr. Sutomo tersebut di depan kelas.

Munculnya rasa kebangsaan Indonesia berasal dari keinginan kuat rakyat Indonesia untuk merdeka dan berdaulat. Sejak abad ke-19, mulai muncul benih-benih rasa kebangsaan atau nasionalisme bagi bangsa-bangsa di Asia dan Afrika, khususnya Indonesia.

Banyak faktor yang memicu munculnya rasa kebangsaan di Indonesia. Salah satunya kenangan kejayaan masa lalu. Kenangan kejayaan masa lalu, khususnya pada kejayaan Kerajaan Majapahit dan Sriwijaya serta kebesaran kerajaan- kerajaan Islam. Pada masa Majapahit, kerajaan itu mampu menguasai seluruh Nusantara. Adapun pada masa Sriwijaya, kerajaan mampu berkuasa di lautan karena pasukan maritimnya kuat.

Pada bacaan di atas, disebutkan salah satu faktor munculnya rasa kebangsaan di Indonesia. Sekarang, diskusikan bersama kelompokmu mengenai faktor- faktor lain yang memicu munculnya rasa kebangsaan Indonesia. Sebagai bahan diskusi, kamu dapat mencari referensi dari buku atau artikel.

Perkembangan masyarakat Indonesia pada masa munculnya rasa kebangsaan terjadi di berbagai bidang kehidupan, di antaranya sebagai berikut.

Perkembangan pendidikan menyebabkan munculnya para cendekiawan, baik hasil dari pendidikan Barat maupun pendidikan di Indonesia. Para cendekiawan ini menjadi pelopor dan pemimpin munculnya organisasi- organisasi pelajar dan mahasiswa untuk melawan penjajah, seperti dokter Sutomo dan organisasi Budi Utomo.

Banyak muncul organisasi- organisasi pergerakan yang menyuarakan aspirasi masyarakat pribumi yang telah hidup dalam penindasan penjajah. Mereka ingin menghancurkan kekuasaan kolonial di Indonesia.

Mulai muncul paham-paham baru seperti nasionalisme, liberalisme, sosialisme, demokrasi, dan pancasilaisme. Semangat nasionalisme pada masa ini digunakan sebagai paham atau ideologi bagi organisasi pergerakan, salah satunya Partai Nasional Indonesi yang diketuai oleh Ir. Soekarno.

 

Bidang Ekonomi.

Ada upaya untuk penghapusan eksploitasi ekonomi asing. Tujuannya untuk membentuk masyarakat yang bebas dari kesengsaraan dan kemelaratan serta meningkatkan taraf hidup bangsa Indonesia.

Melakukan pembentukan identitas nasional, seperti penggunaan nama Indonesia untuk menyebut negara kita. Hal ini diawali oleh J.R. Logan pada tahun 1850 dan istilah Indonesia makin populer sejak Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

Ada upaya untuk melindungi, memperbaiki, dan mengembalikan budaya bangsa Indonesia yang hampir punah karena masuknya budaya asing sejalan dengan masuknya penjajah di Indonesia.

 

Bersama kelompokmu, diskusikan pengaruh dan keberlanjutan keadaan masyarakat Indonesia pada masa munculnya rasa kebangsaan pada masa sekarang!

  • Pengaruh perkembangan dan keadaan masa munculnya rasa kebangsaan terhadap kehidupan masa kemerdekaan hingga sekarang di bidang pendidikan.
  • Pengaruh perkembangan dan keadaan masa munculnya rasa kebangsaan terhadap kehidupan masa kemerdekaan hingga sekarang di bidang ekonomi.
  • Pengaruh perkembangan dan keadaan masa munculnya rasa kebangsaan terhadap kehidupan masa kemerdekaan hingga sekarang di bidang politik.
  • Pengaruh perkembangan dan keadaan masa munculnya rasa kebangsaan terhadap kehidupan masa kemerdekaan hingga sekarang di bidang sosial dan budaya.

Sejak dirintisnya organisasi yang bersifat nasional, Budi Utomo, pemuda juga tergugah untuk membentuk organisasi-oganisasi yang memperjuangkan nasib bangsanya. Semula di Indonesia, terdapat macam-macam organisasi pemuda. Pada awal kemunculannya, organisasi-organisasi pemuda itu dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu organisasi pemuda bersifat kedaerahan, organisasi pemuda bersifat nasional, dan organisasi pemuda bersifat keagamaan. Untuk menggabungkan semua organisasi kedaerahan menjadi satu kesatuan, mereka mengadakan Kongres Pemuda Indonesia.

 

Peristiwa Sumpah Pemuda 1928.

Selama zaman penjajahan Belanda, Kongres Pemuda Indonesia diselenggarakan tiga kali. Kongres Pemuda Indonesia I berlangsung di Jakarta pada tanggal 30 April – 2 Mei tahun 1926 diikuti oleh semua organisasi pemuda. Namun, Kongres Pemuda Indonesia I belum dapat menghasilkan keputusan yang mewujudkan persatuan seluruh pemuda. Kongres Pemuda Indonesia I merupakan persiapan Kongres Pemuda Indonesia II.

Kongres Pemuda Indonesia II berlangsung di Jakarta pada tanggal 27 – 28 Oktober. Pusat penyelenggaraan kongres tersebut di Gedung Indonesische Club di Jl. Kramat Raya 106, tetapi keseluruhan sidang diselenggarakan di tiga tempat.

Pemuda bekerja keras mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, termasuk menyusun panitia kongres. Pada malam penutupan tanggal 28 Oktober 1928, Kongres Pemuda Indonesia II mengambil keputusan sebagai berikut.
a, Menerima lagu “Indonesia Raya” ciptaan W.R. Supratman sebagai lagu kebangsaan Indonesia.
b, Menerima sang “Merah Putih” sebagai Bendera Indonesia.
c, Semua organisasi pemuda dilebur menjadi satu dengan nama Indonesia Muda (berwatak nasional dalam arti luas).
d.Diikrarkannya “Sumpah Pemuda” oleh semua wakil pemuda yang hadir.

Isi Sumpah Pemuda.

1, Kami putra dan putri Indonesia, mengakui bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
2, Kami putra dan putri Indonesia, mengakui berbangsa satu, bangsa Indonesia.
3, Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

 

Ayo, temukan kosakata baku dan tidak baku pada bacaan berjudul “Peristiwa Sumpah Pemuda 1928”. Kemudian, carilah arti katanya di Kamus Besar Bahasa Indonesia, bertanya kepada Guru, atau berdiskusi.

  • Kapan Kongres Pemuda dilaksanakan?
  • Di manakah Kongres Pemuda dilaksanakan?
  • Siapakah peserta Kongres Pemuda?
  • Apakah hasil Kongres Pemuda I?
  • Apa hasil Kongres Pemuda II?
  • Apa isi ikrar Sumpah Pemuda?

Sejak J.R. Logan menggunakan kata “Indonesia” untuk menyebut penduduk dan kepulauan Nusantara (1850), istilah “Indonesia” mulai dikenal. Bahkan, beberapa tokoh banyak menulis artikel tentang keberadaan Nusantara dengan istilah “Indonesia”, dan tidak lagi dengan Istilah “Hindia–Belanda”.

Dalam perkembangan selanjutnya, istilah “Indonesia” dijadikan sebagai nama organisasi para mahasiswa Indonesia di negeri Belanda, yaitu Perhimpunan Indonesia (Indonesische Vereeniging). Istilah “Indonesia” makin populer setelah ditetapkannya Ikrar Sumpah Pemuda.

Sekarang, diskusikan bersama temanmu arti penting penggunaan istilah “Indonesia” bagi perjuangan bangsa Indonesia. Adakah hubungannya dengan proses pergerakan bangsa Indonesia?

Peristiwa Sumpah Pemuda menunjukkan adanya rasa persatuan dan kesatuan di antara para pemuda yang berbeda ras, suku, golongan, dan agama. Memang demikian seharusnya. Walaupun berbeda ras, suku, golongan, dan agama, tetapi derajat kita sama sebagai manusia. Tidak ada manusia yang lebih tinggi dan tidak ada yang lebih rendah.

 

Perbedaan antara satu suku dan suku lainnya hanya terletak pada bahasa dan adat istidatnya serta sistem kekerabatan.

1.Adat Istiadat
Setiap suku bangsa pasti memiliki adat istiadat tertentu, meliputi upacara adat dan kebiasaan-kebiasaan lain. Kebiasaan-kebiasaan tersebut sudah dijalankan secara turun-temurun dalam suatu suku. Contohnya upacara pembakaran mayat (ngaben) di Bali.
Perbedaan adat istiadat menunjukkan perbedaan kebudayaan yang tam- pak dari pola perilaku atau gaya hidup. Pola perilaku orang Batak yang suka bicara terus terang sehingga terkesan tegas dan keras sangat berbeda dengan pola perilaku orang Jawa Tengah (khususnya Solo dan Yogya) yang suka berbicara hati-hati penuh dengan sindiran secara halus.

2.Bahasa Daerah
Tiap suku bangsa biasanya memiliki bahasa daerah tertentu. Sebagai contoh suku Jawa memakai bahasa Jawa dalam melakukan percakapan sehari-hari. Suku-suku bangsa lainnya pun menggunakan bahasa daerahnya masing-masing.

3.Sistem Kekerabatan
Sistem kekerabatan merupakan sistem keturunan yang dianut oleh suku bangsa tertentu berdasarkan garis ayah, garis ibu, atau kedua-duanya.

Pada pembelajaran sebelumnya, kamu telah menceritakan asal ras dan suku bangsamu. Sekarang, ceritakan identitas suku bangsa salah satu temanmu.
Ayo, ceritakan kepada Guru dan teman-temanmu.
•Siapakah nama temanmu?
•Termasuk ras apakah temanmu?
•Termasuk suku apakah temanmu?
•Apa bahasa daerahnya?
•Sebutkan satu kesenian yang menjadi ciri khas suku bangsanya.
•Bagaimana sikapmu jika kamu dan temanmu berasal dari suku bangsa berbeda?

 

Dengan mempelajari pergerakan kebangsaan Indonesia, kita makin tahu seja- rah perjalanan perjuangan bangsa Indonesia. Kita juga tahu bahwa munculnya kesadaran nasional dan pergerakan kebangsaan Indonesia dipelopori oleh para pemuda dan pelajar. Mereka dengan segenap pemikiran dan tenaga berupaya memperjuangkan nasib bangsa Indonesia. Perjuangannya melalui organisasi- organisasi pergerakan yang tentunya menuntut adanya kemampuan berpikir, bekerja sama, berstrategi, dan berdiplomasi.
Salah satu pelajaran yang dapat kita petik adalah hasil pemikiran pemuda yang tercetus dalam Ikrar Sumpah Pemuda. Pada saat itu, semua pemuda saling menyadari dan mengakui, serta meletakkan ego kedaerahannya masing- masing untuk melebur dalam satu kepentingan demi terwujudnya satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, yaitu Indonesia. Ikrar tersebut mampu memotivasi seluruh elemen bangsa untuk bersatu padu mengusir penjajah.
Bagaimanakah dengan pemuda saat ini? Bagaimana juga denganmu? Apakah kamu sudah mampu menerapkan nilai-nilai Sumpah Pemuda? Jika sudah, kembangkan dan tingkatkanlah terus. Jika belum, mulailah dari sekarang dengan membina persatuan di sekolah dan masyarakat sekitar.
Kemukakan sikap dan perilakumu yang telah menunjukkan pengamalan nilai- nilai Sumpah Pemuda!

 

Bersama orang tua atau anggota keluargamu yang lain, amatilah kegiatan sehari-hari anggota keluargamu. Identifikasi dan sebutkan kegiatan-kegiatan yang menunjukkan adanya penerapan nilai-nilai Sumpah Pemuda!
Tuliskan hasilnya pada kolom berikut, lalu mintalah tanda tangan orang tua atau anggota keluargamu yang lain yang telah bekerja sama denganmu!

Riwayat Perjuangan Sultan Hasanuddin

Riwayat Perjuangan Sultan Hasanuddin

Sumber : http://lobelobenamakassar.blogspot.co.id/2012/02/riwayat-perjuangan-sultan-hasanuddin.html

Nusantara kita terdiri dari ribuan pulau dengan kekayaan alam yang berlimpah ruah. Diantara pulau-pulau itu, ada sebuah pulau yang bentuknya menyerupai huruf K. Pulau itu tidak lain adalah Pulau Sulawesi. Dahulu, pada abad ke-15 sampai abad ke-17, di bagian pulau sulawesi terletak sebuah kerajaan yang besar dan disegani bernama kerajaan gowa. Menurut catatan para ahli, kerajaan gowa ini didirikan pada sekitar tahun 1300 Masehi dan dikenal serta disegani oleh bangsa Eropa kerena kebesaran dan kekuatan armada perangnnya. Salah satu raja yang memerintah kerajaan gowa itu adalah I Mallombasi Daeng Mattawang, Karaeng Bonto Mangape, Sultan Hasanuddin, Tumenanga ri Ballapangkana (yang meninggal di istananya yang indah). Beliau dikenal sebagai Sultan Hasanuddin, yang dijuluki “Ayam Jantan Dari Timur”. Raja Gowa ke-16 yang memerintah kerajaan gowa tahun 1653-1669 menggantikan ayahnya Sultan Malikussaid yang memerintah pada tahun 1639-1653.

I Mallombasi, nama kecil dari Sultan Hasanuddin yang dilahirkan pada tanggal 12 Januari 1631. Ayahnya bernama I Manuntungi Daeng Mattola, Karaeng Lakiung yang bergelar Sultan Malikussaid dan ibunya bernama I Sabbe To’mo Lakuntu, Putri bangsawan Laikang adalah salah seorang istri Sultan Malikussaid. Sultan Hasanuddin atau I Mallombasi mempunyai seorang saudara perempuan yang bernama I Sani atau I Patimang Daeng Nisaking Karaeng Bonto Je’ne yang kemudian menjadi permaisuri Sultan Bima, Ambela Abul Chair Sirajuddin.
 
Masa Kelahiran Dan Remaja
Pada saat kelahiran dan masa kecil I Mallombasi Sultan Hasanuddin Ayahnya belum menjadi raja Gowa. Sejak kecil Sultan Hasanuddin telah menunjukan kelebihannya dari saudara-saudaranya yang lain. Kecerdasan dan kerajinannya dalam belajar sangat menonjol. Walaupun Hasanuddin adalah putra bangsawan, pada masa kecilnya sangat rendah hati dan perbuatannya selalu jujur. Dia sangat disayangi karena sifatnya itu. Pendidikannya di Pusat Pendidikan dan Pengajaran Islam di Mesjid Bontoala membentuk Hasanuddin menjadi pemuda yang beragama dan memiliki semangat perjuangan.
 

Pada umur 8 tahun, Sultan Alauddin Mangkat setelah memerintah selama 46 tahun. Hasanuddin merasa sangat sedih sekali. Kemudian ayahnya yang mengantikan kakek Beliau menjadi raja Gowa ke-15. Beliau dilantik pada tanggal 15 Juni 1639. Mas remaja Hasanuddin diisi dengan kesibukan belajar dan bergaul dengan kawan-kawannya dan juga dengan putra-putra raja Bone yang waktu itu menjadi tawanan kerajaan Gowa.

Pada usia 16 tahun Hasanuddin kerap kali hadir menyertai ayahnya dalam perundingan-perundingan penting. Dalam kesempatan itulah I Mallombasi Sultan Hasanuddin mulai belajar ilmu pemerintahan, diplomasi dan ilmu perang. Kecakapan dalam bidang ini sudah menonjol, Hasanuddin juga banyak mendapat bimbingan dari ayahnya serta mangkubumi kerajaan Gowa Karaeng Pattingaloang tokoh yang paling berpengaruh dan cerdas. Pergaulan Hasanuddin tidak hanya dalam lingkungan bangsawan istana dan rakyatnya, tetapi meluas kepada orang asing, melayu, b\portugis dan inggris yang pada saat itu banyak berkunjung ke Makassar untuk berdagang.

Pada usia 20 tahun, Sultan Hasanuddin beberapa kali menjadi utusan mewakili ayahnya mengunjungi kerajaan nusantara yang bersahabat, membawa titah persatuan nusantara. Juga terutama pada daerah-daerah dalam gabungan pengawalan kerajaan Gowa, Hasanuddin selalu mendapat tugas membawa amanat Raja Gowa yang tak lain adalah ayahnya sendri. Menjelang umurnya 21 tahun, Sultan Hasanuddin dipercaya untuk menjabat urusan Pertahanan Kerajaan Gowa dan banyak membantu ayahnya mengatur pertahanan guna menangkis serangan Belanda yang saat itu mulai dilancarkan.

Penobatan Sultan Hasanuddin Menjadi Raja Gowa Ke-16
I Mallombasi bukanlah putra mahkota yang mutlak menjadi pewaris kerajaan. Apalagi derajat kebangsawanan ibunya lebih rendah dari ayahnya. I Mallombasi diangkat menjadi raja karena adanya pesan dari ayahnya sebelum wafat. Mangkubumi Kerajaan Karaeng Pattingaloang juga mendukung keputusan almarhum Raja Gowa Malikussaid. Dukungan itu diberikan karena sifat-sifat Hasanuddin yang tegasa dan berani. Juga kemampuan serta pengetahuan yang luas dan menonjol dari saudaranya yang lain. Kerajaan Gowa memang memerlukan Raja yang berani serta bijaksana menghadapi perang dengan penjajah Belanda.

I Mallombasi Daeng Mattawang dinobatkan menjadi Raja Gowa ke-16 dengan gelar Sultan Hasanuddin pada bulan Nopember 1653 menggantikan ayahnya pada saat beliau berusia 22 tahun. Dua tahun setelah dinobatkan Sultan Hasanuddin kemudian menikahi I Bate Daeng Tommi atau I lo’mo Tombong Karaeng Pabineang dan menjadi permaisurinya. I Bate Daeng Tommi adalah putri Mangngada’ Cinna Daeng Sitaba, Karaeng Pattingaloang mangkubumi Kerajaan Gowa.

Masa Jaya Kerajaan Gowa
Lama sebelum Sultan Hasanuddin dilahirkan, Kerajaan Gowa adalah kerajaan yang besar. Pelabuhan Makassar ramai dikunjungi oleh para pedagang dari Portugis, Ingris dan Belanda. Pada masa Sultan Alauddin memerintah, Kerajaan Gowa telah tumbuh semangat persatuan nusantara dari kerajaan-kerajaan besar. Persahabatan akrab antara Raja Mataram di Pulau Jawa, Sultan Aceh di Sumatra, Sultan Ternate di Maluku, Sultan Banten di Jawa Barat dan lainnya.

Persaingan antara Portugis, Inggris, Spanyol dan Belanda menimbulkan ketegangan-ketegangan keren aketiga bangsa penjajah itu masiing-masing mau memonopoli perdagangan rempah-rempah dari Maluku dan perdagangan di Malaka. Kekuatan armada perang Kerajaan Gowa sudah terkenal kemana-mana. Persahabatan dengan Ternate, Bima, Ambon dan kerajaan-kerajaan kecil di Sulawesi dan Maluku memberi kewajiban kepada armada perang Kerajaan Gowa untuk melindungi kerajaan itu dari serangan penjajah.

Sultan Muhammad Said ayah dari Sultan Hasanuddin terkenal sebagai seorang raja yang berani, bijaksana, hormat kepada orang tua, tahu membalas budi serta tidak mebeda-bedakan antara bangsawan dan orang kebanyakan. Pandai bergaul dengan sesamanya raja dan dipuji sebagai orang yang meperlakukan rakyatnya sebagai manusia. Dia bersahabat dengan Gubernur Spanyol di Manila, Raja Muda Portugis di Goa India, Presiden di Keling (Koromandel India), Saudagar di Masulipatan (India). Bersahabat dengan Raja Ingris, Raja Portugal, Raja Kastilia (Spanyol) dan dengan Mufti di Mekah. Mufti inilah yang mula-mula meberi gelar “Sultan Muhammad Said” Karena memang nama Arabnya adalah Malikussaid.

Awal Masa Perang
Perang pertama dengan Belanda terjadi pada saat Hasnuddin berumur 3 tahun. Tahun 1631 sampai 1634 armada Gowa dan Ternate saling serang dengan armada Belanda di perairan Maluku. Tahun 1634 Raja Gowa mengirim armada terdiri dari 100 perahu perang ke Ambon membantu rakyat Ambon melawan Belanda yang memusnahkan pohon-pohon cengkeh dan pala di Maluku.

Raja Gowa berkewajiban melindungi kerajaan sekutunya di Ambon. Perang itu dikenal dengan nama perang Hongi. Setahun sesudah itu belanda mengirim 12 kapal ke perairan Makassar dan memulai menembaki benteng galesong. Untunglah setahun sebelumnya benteng yang terbuat dari tanah itu sudah diubah dan dibuat dari batu, sedangkan perahu dan kapal perang armada Gowa sudah meninggalkan perairan Makassar sebagai taktik untuk menghindari bentrokan. Serangan Belanda ini gagal total.

Keinginan Kompeni Belanda untuk mengusai dan menaklukkan Gowa makin kuat. Berbagai cara dipergunakan. Pada bulan Juni 1637 Kompeni Belanda yang dipimpin Gubernur Jendral Anthony Van Diemen berhasil membuat perjanjian dengan Kerajaan Gowa. Van Diemen meminta agar Raja Gowa melarang Portugis dan inggris berdagang di Makassar, tetapi permintaan itu ditolak oleh Sultan Alauddin. Orang Belanda belum diluaskan untuk tinggal dan menetap di Makassar. Pada waktu itu Raja Gowa menerima tamu-tamu asing di istananya yang terdapat di dalam benteng Somba Opu.

Benteng Pertahanan
Pengepungan beberapa kali oleh kompeni Belanda terhadap pantai makassar menambah keyakinan bahwa kompeni Belanda pada suatu saat akan menyerbu dan melaksanakan niatnya untuk merebut dan menaklukkan kerajaan Gowa. Kompeni Belanda memang mau memonopoli perdagangan rempah dari maluku. Sultan Hasanuddin yang waktu itu telah sering menjadi duta dan mengurus pertahanan Kerajaan Gowa dengan dukungan Karaeng Pattingaloang Mangkubumi Kerajaan Gowa mulai memperkuat benteng di sepanjang pantai.

Ada tiga 3 Benteng yang diperkuat dan dipasangi meriam. Benteng Somba Opu yang menjadi pertahanan utama, dan menjadi kediaman Sultan, tebalnya 12 kaki. Benteng ini dipasangi meriam besar yang dijuluki “Anak Mangkasara” dan ada lebih 270 meriam-meriam kecil lainnya. Meriam “Anak Mangkasara” ini dibuat pada tahun 1593 dengan panjang 3 meter dan garis tengah lubang mulutnya 41,5cm serta beratnya 500kg (11.000 Pound).

Selama perang antara Gowa dan Belanda berlangsung, tahun-tahun berikutnya Sultan Hasanuddin kemudian membangun lagi benteng Mariso, Anak Gowa dan kale Gowa serta beberapa benteng lagi di daerah Bantaeng dan juga sebuah parit yang panjangnya 3 setengah kilometer antara Binanga Beru dan Ujung Tanah.

Benteng yang memperkuat Pantai Kota Makassar itu berjajar dari utara keselatan : Tallo (Mangngara’ Bombang), Benteng Ujungpandang atau Ford Rotterdam, Benteng Somba Opu dan Benteng Barombong. Antara Tallo dengan Ujungpandang terdapat Benteng kecil Ujung tanah, antara Benteng Ujungpandang dengan Benteng Somba Opu dan Benteng Barombong terdapat benteng kecil Panakkukang, yaitu sebuah kastil kecil tempat raja beristirahat.

Benteng Somba Opu, sebagai tempat kediaman Raja, dilindungi pula oleh sebuah benteng besar di sebelah timurnya yang bernama Anak Gowa, sedangkan di sebelah timur benteng Anak Gowa terdapat benteng Tamalate (Het Ringmuur Van Gowa).

Masa Perang Perlawanan
Sultan Hasanuddin sebagai Raja Gowa memeliki kewajiban untuk kerajaan sahabat-sahabat bawahannya, mulai dari sepanjang pesisir Pulau Sulawesi sampai Maluku. Satu-satunya halangan Belanda untuk menguasai perdagangan di Maluku adalah Kerajaan Gowa dan armadanya. Selama lebih dari 200 tahun kedua armada ini telah saling menyerang. Belanda memiliki kapal dan perlengkapan perang yang baik, sedangkan laskar dan pelaut armada Kerajaan Gowa memiliki semangat juang yang tinggi dan tidak takut mati ini karena budaya siri’ na pacce telah berakar dihati sanubari para pejuang Kerajaan Gowa dan Aru atau sumpah setia para prajurit Kerajaan Gowa.

Tahun 1645 adalah tahun yang penuh cobaan bagi Sultan Hasanuddin, belum cukup setahun menduduki tahta, Mangkubumi yang berani dan bijaksana I Mangngada’ Cinna Karaeng Pattingaloang wafat. Cobaan ini tidaklah menyurutkan tekad Sultan Hasanuddin, Karaeng Karunrung Putra Karaeng Pattingaloang naik menggantikan ayahnya sebagai mangkubumi kerajaan Gowa.

Perang dua hari dengan pasukan Belanda pada April 1655 di Buton yang dipimpin langsung oleh Sultan Hasanuddin. Benteng pertahanan Kompeni Belanda di Buton berhasil direbut dan 35 orang Belanda terbunuh dalam peperangan ini. Belanda menyadari bahwa perang dengan Sultan Hasanuddin telah menelan biaya yang dan kerugian yang besar, maka diutuslah duta ke somba opu mewakili gubernur jendral belanda di Batavia. Utusan itu bernama Willem Van der beek dan menerima perjanjian tanggal 28 Desember 1655 yang berisi: “Pasukan Makassar yang berada di Maluku di tarik kembali, tukar menukar tawanan perang. Belanda berjanji, bila kerajaan Gowa berperang dengan salah satu bangsa maka kompeni Belanda tidak boleh ikut campur. Musuh Belanda bukanlah musuh Kerajaan Gowa”.

Tahun 1657 Belanda mengutus lagi Willem Bastingh karena tidak senang melihat perdagangan antara Hitu, Seram dan Makassar berjalan lancar, karena ingin memonopoli perdagangan. Utusan itu membawa ultimatum yang bersifat mengancam kepada Sultan Hasanuddin. Ultimatum itu dibalas dengan surat yang juga bernada keras. Sultan Hasanuddin tidak mau menyerah. Semangatnya semakin membara, setiap benteng diperlengkapi. Kompeni Belanda memilih perang, armada besar dipersiapkan 31 kapal perang dan 2700 tentara terlatih dipimpin oleh Johan van Dam dan dibantu oleh Johan Truytman. Peperangan ini berlangsung selama hampir 2 tahun lamanya. Pada tangal 12 Juni 1660 Benteng Panakkukang jatuh ketangan Belanda.

Dengan semangat lebih baik mati daripada menyerah kepada Belanda, pasukan Sultan Hasanuddin bertempur selama dua hari, lebih dari 2000 orang portugis diusir dari Makassar dan armadanya dihancurkan. Orang Portugis ini oleh Belanda dikirim ke Pulau Timor, dari kedua belah pihak berjatuhan banyak korban yang tewas dan luka.

Setelah itu gencatan senjata dilakukan. Perundingan damai dilaksanakan. Karaeng Popo dan sejumlah bangsawan kerajaan Gowa berangkat ke Batavia untuk berunding. Hasilnya, adalah sebuah perjanjian yang merugikan Kerajaan Gowa. Perjanjian itu bernama Perjanjian Batavia yang berisi:

  1. Makassar tidak boleh campur tangan soal Buton, Ternate dan Ambon.
  2. Banda, Buton, Maluku, Manado tidak boleh didatangi oleh orang-orang Makassar.
  3. Orang Portugis dilarang berdagang di Makassar.
  4. Belanda Boleh Menetap di Makassar.

Sultan Hasanuddin terpaksa menanda tangani perjanjian itu,. Namun, perjanjian ini tidak berlangsung lama.

Belum hilang bekas perang dengan Belanda, Raja Bone melakukan pemberontakan dengan mulai memerangi Kerajaan Gowa. La Tenri Tatta to Erung Bergelar Arung Palakka, sahabat sepermainan Sultan Hasanuddin semasa kecil yang memimpin pemberontakan itu. Namun, laskar kerajaan Gowa dapat mematahkan pemberontakan itu pada tanggal 11 Oktober 1660. Arung Palakka bersama 4000 orang pasukannya menyingkir ke Buton dan mendapat perlindungan di sana. karena pada saat itu Sultan Buton telah bersekutu dengan Belanda.

Politik Memecah Belah
Belanda punya cara menaklukkan lawan. Kerajaan-Kerajaan Nusantara yang terpecah-pecahdiadu satu sama lain. Kedatangan Arung Palakka di Batavia disambut hangat oleh Kompeni Belanda. Kerugian yang diderita Belanda untuk menundukkan Sultan Hasanuddin cukup banyak dan sudah memakan waktu yang lama. Kesempatan menaklukkan Gowa sudah terbuka, Arung Palakka bisa diadu dengan Sultan Hasanuddin. Perang saudara bisa dilakukan.

Sambutan terhadap Arug Palakka sangat meriah. Daerah Angke di Batavia diberikan untuk tempat tinggal Arung Palakka bersama pengikutnya. Sultan Hasanuddin sangat sedih mendengarnya. Persiapan sudah dilakukan. Benteng-bentang sudah diperbaiki. Merian dan alat perang sudah ditambah, prajurit juga ditambah. Sementara itu Belanda sudah mempersiapkan suatu armada besar, pukulan terakgir untuk Kerajaan Gowa akan segera dilancarkan.

Pada tahun 1662 kapal Belanda De Walvis masuk ke perairan Makassar tanpa pemberitahuan. Pengawal pantai mencegat dan perangpun terjadi, 16 pucuk merian disita. Pihak Belanda menuntut pengembalian meriam itu. Belanda kemudian mulai meniupkan perang saudara. Tahun 1664, Sultan Ternate, Sultan Buton dan Arung Palakka dikumpulkan dalam suatu pertemuan di Batavia.

Mereka harus memerangi Sultan Hasanuddin, dan Belanda akan memberi bantuan. Sultan Hasanuddin sudah mengetahui cara Belanda itu, sikap lunak ditunjukkan karen aperang saudara harus dihindari. Sultan Hasanuddin mau berdamai tetapi meminta Belanda agar Bone, Buton dan Seram tidak dianak emaskan. Akan tetapi Belanda sudah berniat untuk menghancurkan Kerajaan Gowa.

Untuk mempersiapkan perang besar melawan Belanda, Sultan Hasanuddin harus menundukkan kerajaan yang sudah berhasil dibujuk oleh Belanda. Buton harus dibebaskan terlebih dahulu, Sultan Hasanuddin memerintahkan untuk menyiapkan sebuah ekspedisi ke timur. 700 buah kapal perang dan 20.000 prajurit di bawah pimpinan Laksamana Alimuddin Karaeng Bontomarannu beserta Sultan Bima dan Raja Luwu yang telah diangkat menjadi laksamana muda kerajaan Gowa memimpin armada tersebut.

Akhir Oktober 1666 Buton berhasil diduduki oleh Laksamana Karaeng Bontomarannu, akan tetapi Buton dapat dibebaskan oleh armada Belanda yang dipimpin oleh Admiral Speelman dan Arung Palakka yang ikut dalam armada itu. Belanda telah berhasil mengadu domba antara kerajaan-kerajaan Nusantara di belahan timur sehingga saling menyerang.

Perang Terbuka
Rapat penguasa Kolonial Belanda di Batavia tanggal 5 Oktober 1666 memutuskan untuk segara menaklukkan Kerajaan Gowa dan merebut Makassar. Armada Belanda dipimpin oleh Cornelius Speelman dibantu oleh Arung Palakka dan Kapten Jongker dari Manipa dan sekutu-sekutu Belanda. Armada itu berangkat dari Batavia 24 Nopember 1666 dengankekuatan yang besarnya 21 buah kapal perang besar 600 orang tentara Belanda, 400 laskar Arung Palakka dan Kapten Jongker. Armada itu tiba di depan bentang Somba Opu tanggal 15 Desember 1666.

Di dalam Kota Makassar di pusat Ibu Kota Gowa dan daerah di sepanjang pantai menjadi tegang. Menunggu saat-saat penyerangan Belanda. Para pedagang asing yang bermukim disana menghentikan kegiatannya dan membuat perlindungan. Semua meriam dan pasukan di seluruh benteng sudah siap, bahan makanan sudah dipersiapkan untuk persiapan perang beberapa bulan, sepanjang pantai dari Tallo sampai Bantaeng pasukan perlawanan rakyat sudah dipersiapkan pula.

Satu-satunya yang dikhawatirkan Sultan Hasanuddin adalah pasukan Bone yang berada di dalam daerah pertahanan Gowa yang sudah memberontak, dan armada perangnya dengan 700 kapal di bawah pimpinan Laksamana Karaeng Bontomarannu yang masih berada di Buton.

Saat-saat tegang Speelman mengirim utusan menemui Sultan Hasanuddin, utusan itu membawa tuntutan agar Sultan Hasanuddin menyerah saja dan membayar kerugian Belanda dalam perang terdahulu. Tuntutan Speelman ini hanya alasan untuk memulai penyerangan. Sultan Hasanuddin menjawab surat itu dengan berkata “Bila kami diserang, maka kami akan mempertahankan diri dan menyerang kembali dengan segenap kemampuan yang ada. Kami berada dipihak yang benar. Kami ingin mempertahankan kebenaran dan kemerdekaan negeri kami.”

Saat yang ditunggu akhirnya tiba. Pagi buta tanggal 21 Desember 1666Bendera merah dikibarkan armada perang Speelman. Meriam-meriam Belanda mulai memuntahkan pelurunya, udarapun dipenuhi asap mesiu. Semangat perlawanan para prajurit Gowa terbakar dan menyala-nyala. Perahu kecil bersenjata menyerbu mendekati kapal perang Belanda. Dengan dilindungi oleh hujan yang sangat lebat armada semut perahu perang milik Kerajaan Gowa mulai menghantam dari dekat inti armada perang Speelman. Speelman menhgundurkan diri dari Somba Opu ke selatan meninggalkan pantai.

Di Laikang pantai sebelah selatan Makassar, pasukan-pasukan pendarat Speelman dan Arung Palakka mencoba mengadakan pendaratan. Pasukan Gowa bersama rakyat telah menanti dengan semangat pantang menyerah. Pasukan penjajah dibuat kocar-kacir olehnya. Tanggal 24 Desember 1666, armada Speelman mundur dan meninggalkan pantai Laikang, berlayar ke selatan dan mendaratkan pasukannya di Bantaeng esok harinya. Perahu-perahu dagang yang ramai dipantai waktu itu dihantam dan ditenggelamkan. Bantaeng dan 30 desa di sekitarnya dibumihanguskan, tak luput pula lumbung beras Kerajaan Gowa ikut dibakar.

Laskar kerajaan Gowa menyerbu dan perangpun berkecamuk Perkelahian satu lawan satu terjadi. Korban berjatuhan dikedua belah pihak. Setelah bertempur sehari semalam Speelman mundur dan semua pasukannya ditarik naik ke kapal. Speelman memutuskan untuk menghadapkan Sultan Hasanuddin dengan pasukan Raja-raja Buton, Ternate dan Bone untuk mengurangi kerugian dipihak mereka.

Kabar dari mata-mata Speelman juga memberitahukan bahwa armada inti kerajaan Gowa dibawah pimpinann Laksamana Karaeng Bontomarannu masih berada di Buton dengan 700 kapal perangnnya. Inilah kesempatan menghancurkan kekuatan laut Sultan Hasanuddin.

Tanggal 1 Januari 1667 armada Speelman tiba di Buton dan langsung menghantam armada Karaeng Bontomarannu yang sudah kelelahan menghadapi pasukan Buton di darat. Akhirnya Karaeng Bontomarannu menyerah tanpa syarat kepada Speelman pada tanggal 4 januari 1667. Kemenangan ini dirayakan Speelman. Kepada Sultan Buton, pihak Belanda memberikan hadiah 100 ringgit setahun.

Armada Speelman berlayar ke Ternate. Arung Palakka mengirim pasukannnya sebanyak 2000 orang ke Bone untuk membentuk pasukan baru untuk persiapan menyarang Gowa. Bulan Juni 1667 Speelman bersama Sultan Mandarsyah yang membawa pasuka Ternate, Bacan dan Tidore bergabung dengan pasukan Arung Palakka dan Kapten Jongker. Perang pecah tanggal 7 Juli setelah sekitar 7000 orang pasukan Gowa menyerang tiba-tiba. Empat hari kemudian armada Belanda berlayar menuju pusat Kerajaan Gowa. tanggal 19 Juli perairan Makassar sudah dipenuhi oleh kapal perang Belanda. Benteng Somba Opu sudah dikepung dari laut.

Perang Menentukan
Perang yang menentukan telah tiba. Bau mesiu dan darah memenuhi udara. Benteng Somba Opu yang menjadi pusat pertahanan utam kerajaan Gowa langsung dipimpin oleh Sultan Hasanuddin dan Sultan Harun Al Rasyid Raja Tallo. Karaeng Bontosunggu memimpin benteng Ujungpandang dan Karaeng Popo memimpin pertahanan di benteng Panakkukang.

Tanggal 19 Agustus 1667 pagi hari, Benteng Galesong diserang oleh meriam pasukan Belanda, dalam serangan ini persedian beras kerajaan Gowa di Galesong berhasil dibakar Belanda. Hari demi hari perang berkecamuk. Diawal September 1667 Speelman memindahkan perhatiannya. Di daratan 6000 orang pasukan Arung Palakka bersama Kapten Poolman menyerang Galesong dan Barombong. Dengan meriam besar jarak jauh milik pasukan Gowa mengusir armada Speelman. Di darat pasukan Arung Palakka berhasil dipukul mundur.

Keadaan ini membuat Speelman meminta bantuan  dari Batavia. Belanda mengirim 5 kapal perang besar dibawah komando Kapten P. Dopun. Tanggal 22 Oktober 1667 Armada Speelman dan Dupon mengepung rapat Makassar. Dengan meriam-meriam besar, benteng Barombong dibobol. Pasukan Speelman didaratkan di Galesong dibantu Arung Palakka. Somba Opu dikepung dari laut maupun darat. Terjadi pertempuran yang sangat sengit antara Gowa dan pasukan Bone, Ternate, Buton dan Maluku, korban berjatuhan dari bangsa sendiri yang diadu oleh Belanda.

Kedua belah pihak sudah sangat kelelahan. Tanggal 5 Nopember 1667 Speelman melapor ke Batavia bahwa pasukannya sudah sangat lelah, semangat tempur merosot. 182 serdadu dan 95 matros jatuh sakit. Pasukan Buton, Ternate dan Bugis juga diserang sakit perut. Speelman minta dikirimi lagi perlengkapan dan prajurit. Pasukan Sultan Hasanuddin juga mengalami hal serupa. Pertempuran selama berbulan dan pengepungan benteng sangat mencemaskan dan merisaukan Sultan Hasanuddin. Setelah 4 hari bertempur, benteng Barombong direbut Belanda, tetapi semangat semangat prajurit Gowa masih membara. Sultan Hasanuddin masih mampu meneruskan perang.

Sultan Hasanuddin dikenal arif dan bijaksana. Beliau merasa sedih karena harus bertempur melawan keluarga sendiri. Arung Palakka La Tenri Tatta to Erung sudah seperti saudara kandung sendiri. Speelman kemudian mengusulkan perdamaian. Sultan Hasanuddin mempertimbangkan bahwa pertumpahan darah di kalangan orang Makassar dan Bugis harus segera dihentikan.

Meneruskan perang hanya akan menguntungkan Belanda. Perundingan antara Speelman dan Sultan Hasanuddin diadakan di Bungaya dekat benteng Barombong yang sudah direbut Belanda. Setalah berkali-kali berunding, maka pada hari Jum’at tanggal 18 November 1667, tercapailah suatu perjanjian perdamaian yang dikenal sebagai “Cappaya Ri Bungaya” atau perjanjian Bungaya. Perjanjian ini tidak berlangsung lama karena memberatkan kerajaan Gowa. Benteng Ujungpandang diserahkan kepada Speelman dan diganti namanya menjadi “Fort Rotterdam“. Speelman juga mempersiapkan benteng ini untuk bertahan dan menyerang, karena keyakinannya bahwa perjanjian Bungaya akan segera batal.

Perang Terakhir
Raja Tallo Sultan Harun Al Rasyid, Karaeng Lengkese, dan Arung Matowa Wajo tidak menerima perjanjian Bungaya. Pasukannya ditarik, tekad mereka tetap. “Hanya Mayat yang bisa menyerah”. Karaeng Karunrung mendesak Sultan Hasanuddin membatalkan Perjanjian Bungaya. Akhirnya perang pecah kembali tanggal 21 April 1668. Karaeng Karunrung menyerang benteng Ujungpandang (Fort Rotterdam). Hari demi hari bulan demi bulan perang terus berkecamuk.

Dalam catatan buku harian Speelman tertulis antara lain: “Pertempuran berlangsung sengit. Banyak orang Belanda mati atau luka, Arung Palakka juga menderita luka. Setiap hari 7 atau 8 orang serdadu Belanda dikuburkan. Speelman jatuh sakit. 5 orang dokter, 15 pandai besi tewas. Tenaga bantuan dari Batavia hanya 8 orang yang masih sehat. Dalam tempo 4 minggu, 139 orang mati dalam benteng Ford Rotterdam dan 52 orang tewas di kapal”.

Sultan Hasanuddin memerintahkan untuk melakukan perbaikan kembali benteng yang rusak. Tanggal 5 Agustus 1668, Karaeng Karunrung membawa pasukannya menyerbu Fort Rotterdam. Pada serangan ini Arung Palakka nyaris tewas. Speelman meminta bantuan dari Batavia. Pasukan dan peralatan perang dari Batavia tiba pada bulan April 1669. Meriam besar dibuat dan larasnya diarahkan ke benteng Somba Opu. Parit-parit pertahanan ke benteng Somba Opu sudah dibuat, persiapan Belanda sudah matang.

Akhirnya pada tanggal 15 Juni 1669 pasukan Speelman menyerang benteng Somba Opu. Pertempuran berlangsung siang dan malam. Meriam Belanda menembakkan lebih 30.000 biji peluru ke benteng Somba Opu. Patriot kerajaan Gowa tetap memberikan perlawanan yang gigih atas serangan Belanda dan hujan peluru.

Setelah perang selama selama 10 hari siang dan malam, maka pada tanggal 24 Juni 1669 seluruh benteng Somba Opu dikuasai Belanda. Tdak kurang 272 pucuk meriam besar dan kecil termasu meriam keramat “Anak Mangkasara” dirampas Speelman. Sultan Hasanuddin mundur ke benteng Kale Gowa di Maccini Sombala dan Karaeng Karunrung meninggalkan istananya di Bontoala mundur ke Benteng Anak Gowa.

Benteng Somba Opu kemudian diratakan dengan tanah, beribu-ribu kilo amunisi meledakkan benteng yang tebalnya 12 kaki ini. Udara merona merah dan tanah seakan gempa. Mayat-mayat bergelimpangan dimana-mana. Hangus dibakar ledakan mesiu dan api yang menjilat. Seluruh Istana Somba Opu dihancurkan.

Sultan Hasanuddin kalah perang, tetapi menurut pengakuan Belanda, pertempuran inilah yang paling dahsyat dan terbesar serta memakan waktu yang paling lama dari yang pernah dialami Belanda dibumi Nusantara waktu itu. Sultan Hasanuddin dan Pasukannya dijuluki “Ayam Jantan Dari Timur” karena semangatnya yang pantang mundur.

Turun Tahta Dan Wafat
Setelah kekalahan yang diderita Kerajaan Gowa dan mundurnya Sultan Hasanuddin dari benteng Somba Opu ke benteng Kale Gowa, maka usaha Speelman memecah belah persatuan kerajaan Gowa terus dilancarkan. Usaha ini berhasil, setelah diadakan “pengampunan umum”. Siapa yang mau menyerah diampuni Belanda. Beberapa pembesar kerajaan menyatakan menyerah. Karaeng Tallo dan Karaeng Lengkese menyatakan tunduk pada Perjanjian Bungaya.

Sultan Hasanuddin sudah bersumpah tidak akan sudi bekerja sama dengan penjajah Belanda. Pada tanggal 29 Juni 1669 Sultan Hasanuddin meletakkan jabatan sebagai Raja Gowa ke-16 setelah selama 16 tahun berperang melawan penjajah dan berusaha mempersatukan kerajaan Nusantara. Sebagai penggantinya ditunjuk putranya I Mappasomba Daeng Nguraga Bergelar Sultan Amir Hamzah. Sesudah turun tahta, Sultan Hasanuddin banyak mencurahkan waktunya sebagai pengajar Agama Islam dan berusaha menanamkan rasa kebangsaan dan persatuan.

Pada hari Kamis tanggal 12 Juni 1670 bertepatan dengan tanggal 23 Muharram 1081 Hijriah. Sultan Hasanuddin wafat dalam usia 39 tahun. Beliau dimakamkan disuatu bukit di pemakaman Raja-raja Gowa di dalam benteng Kale Gowa di Kampung Tamalate.

I Mallombasi Daeng Mattawang Karaeng Bontomangape Sultan Hasanuddin Tumenanga Ri Balla’Pangkana telah tiada. Tetapi semangatnya tetap berkobar di dada setiap insan bangsa yang mendambakan perdamaian dan kebebasan di Bumi Pancasila ini.

Nama Sultan Hasanuddin abadi dalam dada. Menghormati jasanya dengan mengabadikan namanya menjadi nama jalan pada hampir disetiap Kota di Nusantara. Universitas Hasanuddin sebagai salah satu universitas terkemuka di INdonesia bagian Timur, mempergunakan namanya dan memakai lambangnya “Ayam Jantan Dari Timur“. Komando Daerah Militer (KODAM) XIV Hasanuddin mengabadikan namanya dan menjadikan semboyannya “Abbatireng Ri Pollipukku” (setia pada Negeriku). Dan dengan keputusan Presiden RI No. 087/TK?tahun 1973 Tanggal 6 November 1973, Sultan Hasanuddin dianugerahi gelar Pahlawan Nasional, untuk menghargai jasa-jasa kepahlawanannya.

SD5 Tema 7-1-3 Peristiwa Kehidupan – Peristiwa Kebangsaan Masa Penjajahan

SD5 Tema 7 Peristiwa Kehidupan – Sub Tema 1 : Peristiwa Kebangsaan Masa Penjajahan. Pembelajaran 3.

Berbagai kebijakan pemerintah kolonial telah menyengsarakan rakyat Indonesia. Salah satunya Sistem Tanam Paksa yang dilaksanakan pemerintah kolonial Belanda.
Apakah sistem tanam paksa itu?
Apa pengaruhnya terhadap kehidupan rakyat Indonesia?

 

 

 

Judul Bacaan : Sistem Tanam Paksa Pemerintah Kolonial Belanda.

Pada masa kepemimpinan Johanes Van Den Bosch, Belanda memper- kenalkan sistem tanam paksa. Sistem tanam paksa pertama kali diperkenalkan di Jawa dan dikembangkan di daerah-daerah lain di luar Jawa. Di Sumatra Barat, sistem tanam paksa dimulai sejak tahun 1847. Saat itu, penduduk yang telah lama menanam kopi secara bebas dipaksa menanam kopi untuk diserahkan kepada pemerintah kolonial. Sistem yang hampir sama juga dilaksanakan di tempat lain seperti Minahasa, Lampung, dan Palembang. Kopi merupakan tanaman utama di Sumatra Barat dan Minahasa. Adapun lada  merupakan tanaman utama di Lampung dan Palembang. Di Minahasa, kebijakan yang sama kemudian juga berlaku pada tanaman kelapa.

Pelaksanaan tanam paksa banyak terjadi penyimpangan, di antaranya sebagai berikut.
1, Jatah tanah untuk tanaman ekspor melebihi seperlima tanah garapan, apalagi jika tanahnya subur.
2, Rakyat lebih banyak mencurahkan perhatian, tenaga, dan waktunya untuk tanaman ekspor sehingga banyak yang tidak sempat mengerjakan sawah dan ladang sendiri.
3, Rakyat yang tidak memiliki tanah harus bekerja melebihi 1/5 tahun.
4, Waktu pelaksanaan tanam paksa ternyata melebihi waktu tanam padi (tiga bulan) sebab tanaman-tanaman perkebunan memerlukan perawatan terus-menerus.
5, Setiap kelebihan hasil panen dari jumlah pajak yang harus dibayarkan kembali kepada rakyat ternyata tidak dikembalikan kepada rakyat.
6, Kegagalan panen tanaman wajib menjadi tanggung jawab rakyat/ petani.

Adanya penyimpangan-penyimpangan pelaksanaan tanam paksa mem- bawa akibat yang memberatkan rakyat Indonesia. Akibat penyimpangan pelaksanaan tanam paksa tersebut antara lain: banyak tanah terbengkalai sehingga panen gagal, rakyat makin menderita, wabah penyakit merajalela, bahaya kelaparan melanda Cirebon dan memaksa rakyat mengungsi ke daerah lain untuk menyelamatkan diri. Kelaparan hebat juga terjadi di Grobogan yang mengakibatkan banyak kematian sehingga jumlah penduduk menurun tajam.

Tanam paksa yang diterapkan Belanda di Indonesia ternyata mengakibatkan aksi penentangan. Berkat adanya kecaman dari berbagai pihak, akhirnya pemerintah Belanda menghapus tanam paksa secara bertahap. Salah satu tokoh Belanda yang menentang sistem tanam paksa adalah Douwes Dekker dengan nama samaran Multatuli.

Dia menentang tanam paksa dengan mengarang buku berjudul Max Havelaar. Edward Douwes Dekker mengajukan tuntutan kepada pemerintah kolonial Belanda untuk lebih memperhatikan kehidupan bangsa Indonesia karena kejayaan negeri Belanda itu merupakan hasil tetesan keringat rakyat Indonesia. Dia mengusulkan langkah-langkah untuk membalas budi baik bangsa Indonesia.

Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut.
a, Pendidikan (edukasi).
b, Membangun saluran pengairan (irigasi).
c, Memindahkan penduduk dari daerah yang padat ke daerah yang jarang penduduknya (transmigrasi).

Ayo, temukan kosakata baku dan kata serapan pada bacaan yang berjudul “Sistem Tanam Paksa Pemerintah Kolonial Belanda”. Kemudian, carilah arti katanya. Kamu dapat mencarinya di Kamus Besar Bahasa Indonesia, bertanya kepada Guru, atau berdiskusi.

Perhatikan cara-cara menggunakan kamus berikut.
1, Pilihlah sebuah kata dari daftar kosakata barumu, misalnya: pilar.
2, Bukalah kamusmu. Carilah daftar kata-kata yang dimulai dengan huruf awal “p”. Ingat, setiap kata pada kamus selalu diurutkan berdasarkan urutan abjad.
3, Dalam daftar kata yang berhuruf awal “p”, carilah daftar kata yang dimulai dengan “pi”.
4, Carilah daftar kata yang dimulai dengan “pil”. Kata pilar akan kamu temukan di antara kata-kata itu. Selamat mencari.

Kosakata Baku  – Arti Kata.
Wajib , artinya Harus dilakukan.
Kolonial, artinya  Penjajah.

Pahamilah bacaan di atas! Tuliskan informasi penting dalam bacaan ke dalam kolom-kolom berikut dengan menggunakan prinsip: apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana!

  • Apakah tanam paksa itu?
  • Siapakah yang menerapkan tanam paksa?
  • Di manakah tanam paksa dilaksanakan?
  • Bagaimana tanam paksa dilaksanakan?
  • Apa akibat tanam paksa?
  • Siapakah penentang tanam paksa?

Tahukah kamu ?

Judul : Reaksi Rakyat Indonesia terhadap Pemerintah Kolonial.

Menjelang kedatangan bangsa Eropa, masyarakat di wilayah Nusantara hidup dengan tenteram di bawah kekuasaan raja-raja. Kedatangan bangsa- bangsa Eropa di Indonesia mula-mula disambut baik oleh bangsa Indonesia. Namun, lama-kelamaan, rakyat Indonesia mengadakan perlawanan karena niat jahat bangsa-bangsa Eropa itu mulai terkuak dan diketahui oleh bangsa Indonesia. Perlawanan-perlawanan yang dilakukan rakyat Indonesia disebabkan orang-orang Barat ingin memaksakan monopoli perdagangan dan berusaha mencampuri urusan kerajaan-kerajaan di Indonesia.

 

Peristiwa Perlawanan terhadap Portugis.

Setelah Malaka dapat dikuasai oleh Portugis pada tahun 1511, terjadilah persaingan dagang antara pedagang-pedagang Portugis dan pedagang di Nusantara. Portugis ingin selalu menguasai perdagangan. Maka, terjadilah perlawanan-perlawanan terhadap Portugis. Perlawanan tersebut antara lain sebagai berikut.
a, Sultan Ali Mughayat Syah (1514–1528) berhasil membebaskan Aceh dari upaya penguasaan bangsa Portugis.
b, Sultan Alaudin Riayat Syah (1537–1568) berani menentang dan mengusir Portugis yang bersekutu dengan Johor.
c, Sultan Iskandar Muda (1607–1636).
Raja Kerajaan Aceh yang terkenal sangat gigih melawan Portugis adalah Iskandar Muda. Pada tahun 1615 dan 1629, Iskandar Muda melakukan serangan terhadap Portugis di Malaka.

Pada awalnya, Portugis diterima dengan baik oleh raja setempat dan diizinkan mendirikan benteng. Namun, lama-kelamaan, rakyat Ternate mengadakan perlawanan karena Portugis serakah, ikut campur dalam pemerintahan, membenci agama rakyat Ternate, dan bersikap sewenang- wenang.
Rakyat Ternate dipimpin oleh Sultan Hairun bersatu dengan Tidore melawan Portugis sehingga Portugis terdesak. Pada waktu terdesak, Portugis mendatangkan bantuan dari Malaka dipimpin oleh Antoni Galvo sehingga Portugis mampu bertahan di Maluku.

Pada tahun 1565, rakyat Ternate bangkit kembali di bawah pimpinan Sultan Hairun. Portugis berusaha menangkap Sultan Hairun, tetapi rakyat bangkit untuk melawan Portugis dan berhasil membebaskan Sultan Hairun dan tawanan lainnya. Akan tetapi, Portugis melakukan tindakan licik dengan mengajak Sultan Hairun berunding. Dalam perundingan, Sultan Hairun ditangkap dan dibunuh.

Perlawanan rakyat Ternate dilanjutkan di bawah pimpinan Sultan Baabullah (putra Sultan Hairun). Pada tahun 1574, benteng Portugis dapat direbut, kemudian Portugis menyingkir ke Hitu dan akhirnya menguasai dan menetap di Timor-Timur sampai tahun 1975.

Berdasarkan bacaan di atas, isilah kolom-kolom berikut sesuai dengan informasi yang kamu dapatkan dari bacaan!

Peristiwa Perlawanan terhadap Portugis.

1. Alasan Ternate melakukan perlawanan, adalah ?

2. Pemimpin rakyat Aceh dan Ternate yang melakukan perlawanan, adalah ?

3. Hasil perlawanan adalah ?

 

 

 

 

Peristiwa Perlawanan terhadap Belanda :

  • Sultan Hasanudin dari Makasar;
  • Pangeran Antasari dari Banjarmasin,
  • Kalimantan Selatan; Pattimura dari Maluku;
  • Sisingamangaraja dari Sumatera Utara,
  • Sulta Ageng Tirtayasa dari Banten;
  • Pangeran Diponegoro dari Yogyakarta;
  • Silas Papare dari Papua.

Bentuklah kelas menjadi 7 kelompok sesuai dengan jumlah tokoh pada peta tematik di atas. Bagilah satu tokoh kepada satu kelompok (bisa dengan diundi).
Setiap kelompok mencari informasi tentang perjuangan para tokoh sesuai dengan bagiannya masing-masing. Carilah dari buku-buku yang ada di perpustakaan, media elektronik, guru, atau sumber lain.
Tuliskan sebanyak mungkin informasi yang telah kamu peroleh di bawah ini. Diskusikan hasilnya dengan temanmu!
Agar informasi kalian tentang perlawanan para pahlawan di berbagai daerah lengkap, pada akhir kegiatan, setiap kelompok mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas.

 

Riwayat Sultan Hasanuddin. 

Sultan Hasanuddin (lahir di Gowa, Sulawesi Selatan, 12 Januari 1631 – meninggal di Gowa, Sulawesi Selatan, 12 Juni 1670 pada umur 39 tahun) adalah Raja Gowa ke-16 dan pahlawan nasional Indonesia yang terlahir dengan nama I Mallombasi Muhammad Bakir Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangape sebagai nama pemberian dari Qadi Islam Kesultanan Gowa yakni Syeikh Sayyid Jalaludin bin Muhammad Bafaqih Al-Aidid, seorang mursyid tarekat Baharunnur Baalwy Sulawesi Selatan sekaligus guru tarekat dari Syeikh Yusuf dan Sultan Hasanuddin. Setelah menaiki Tahta sebagai Sultan, ia mendapat tambahan gelar Sultan Hasanuddin Tumenanga Ri Balla Pangkana, hanya saja lebih dikenal dengan Sultan Hasanuddin saja. Karena keberaniannya, ia dijuluki De Haantjes van Het Osten oleh Belanda yang artinya Ayam Jantan/Jago dari Timur. Ia dimakamkan di Katangka, Kabupaten Gowa. Ia diangkat sebagai Pahlawan Nasional dengan Surat Keputusan Presiden No. 087/TK/1973, tanggal 6 November 1973.[1] Nominal seratus repes

Sultan Hasanuddin lahir di Gowa, merupakan putera I Manuntungi Daeng Mattola Karaeng Lakiyung Sultan Malikulsaid, Raja Gowa ke-15. Sultan Hasanuddin memerintah Kerajaan Gowa, ketika Belanda yang diwakili Kompeni sedang berusaha menguasai perdagangan rempah-rempah. Kerajaan Gowa|GOWA merupakan kerajaan besar di wilayah timur Indonesia yang menguasai jalur perdagangan.

Pada tahun 1666, di bawah pimpinan Cornelis Speelman|Laksamana Cornelis Speelman, Kompeni berusaha menundukkan kerajaan-kerajaan kecil, tetapi belum berhasil menundukkan Kerajaan Gowa|Gowa. Di lain pihak, setelah Sultan Hasanuddin naik takhta, ia berusaha menggabungkan kekuatan kerajaan-kerajaan kecil di Indonesia bagian timur untuk melawan Kompeni.

Pertempuran terus berlangsung, Kompeni menambah kekuatan pasukannya hingga pada akhirnya Kerajaan Gowa|Gowa terdesak dan semakin lemah sehingga pada tanggal 18 November1667 bersedia mengadakan Perdamaian Bungaya di Bungaya. Gowa merasa dirugikan, karena itu Sultan Hasanuddin mengadakan perlawanan lagi. Akhirnya pihak Kompeni minta bantuan tentara ke. Batavia. Pertempuran kembali pecah di berbagai tempat. Sultan Hasanuddin memberikan perlawanan sengit. Bantuan tentara dari luar menambah kekuatan pasukan Kompeni, hingga akhirnya Kompeni berhasil menerobos benteng terkuat Gowa yaitu Benteng Sombaopu pada tanggal 12 Juni 1669. Sultan Hasanuddin kemudian mengundurkan diri dari takhta kerajaan dan wafat pada tanggal 12 Juni 1670.

 

Pangeran Antasari. Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.

Ia adalah Sultan Banjar. Pada 14 Maret 1862, dia dinobatkan sebagai pimpinan pemerintahan tertinggi di Kesultanan Banjar (Sultan Banjar) dengan menyandang gelar Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin dihadapan para kepala suku Dayak dan adipati (gubernur) penguasa wilayah Dusun Atas, Kapuas dan Kahayan yaitu Tumenggung Surapati/Tumenggung Yang Pati Jaya Raja.

Perlawanan terhadap Belanda.

Lanting Kotamara semacam panser terapung di sungai Barito dalam pertempuran dengan Kapal Celebes dekat pulau Kanamit, Barito Utara
Perang Banjar pecah saat Pangeran Antasari dengan 300 prajuritnya menyerang tambang batu bara milik Belanda di Pengaron tanggal 25 April 1859. Selanjutnya peperangan demi peperangan dikomandoi Pangeran Antasari di seluruh wilayah Kerajaan Banjar. Dengan dibantu para panglima dan pengikutnya yang setia, Pangeran Antasari menyerang pos-pos Belanda di Martapura, Hulu Sungai, Riam Kanan, Tanah Laut, Tabalong, sepanjang sungai Barito sampai ke Puruk Cahu.

Pertempuran yang berkecamuk makin sengit antara pasukan Pangeran Antasari dengan pasukan Belanda, berlangsung terus di berbagai medan. Pasukan Belanda yang ditopang oleh bala bantuan dari Batavia dan persenjataan modern, akhirnya berhasil mendesak terus pasukan Pangeran Antasari. Dan akhirnya Pangeran Antasari memindahkan pusat benteng pertahanannya di Muara Teweh.

Berkali-kali Belanda membujuk Pangeran Antasari untuk menyerah, namun dia tetap pada pendiriannya. Ini tergambar pada suratnya yang ditujukan untuk Letnan Kolonel Gustave Verspijck di Banjarmasin tertanggal 20 Juli 1861.

“ …dengan tegas kami terangkan kepada tuan: Kami tidak setuju terhadap usul minta ampun dan kami berjuang terus menuntut hak pusaka (kemerdekaan)… ”
Dalam peperangan, Belanda pernah menawarkan hadiah kepada siapa pun yang mampu menangkap dan membunuh Pangeran Antasari dengan imbalan 10.000 gulden. Namun sampai perang selesai tidak seorangpun mau menerima tawaran ini.

Orang-orang yang tidak mendapat pengampunan dari pemerintah Kolonial Hindia Belanda:

  • Antasari dengan anak-anaknya
  • Demang Lehman
  • Amin Oellah
  • Soero Patty dengan anak-anaknya
  • Kiai Djaya Lalana
  • Goseti Kassan dengan anak-anaknya

Meninggal dunia.

Monumen Perang Banjar yang dibangun pemerintah Hindia Belanda untuk mengenang tentaranya yang tewas. Setelah berjuang di tengah-tengah rakyat, Pangeran Antasari kemudian wafat di tengah-tengah pasukannya tanpa pernah menyerah, tertangkap, apalagi tertipu oleh bujuk rayu Belanda pada tanggal 11 Oktober 1862 di Tanah Kampung Bayan Begok, Sampirang, dalam usia lebih kurang 75 tahun. Menjelang wafatnya, dia terkena sakit paru-paru dan cacar yang dideritanya setelah terjadinya pertempuran di bawah kaki Bukit Bagantung, Tundakan. Perjuangannya dilanjutkan oleh puteranya yang bernama Muhammad Seman.

Setelah terkubur selama lebih kurang 91 tahun di daerah hulu sungai Barito, atas keinginan Banjar dan persetujuan keluarga, pada tanggal 11 November 1958 dilakukan pengangkatan kerangka Pangeran Antasari. Yang masih utuh adalah tulang tengkorak, tempurung lutut dan beberapa helai rambut. Kemudian kerangka ini dimakamkan kembali Taman Makam Perang Banjar, Kelurahan Surgi Mufti, Banjarmasin.

Pangeran Antasari telah dianugerahi gelar sebagai Pahlawan Nasional dan Kemerdekaan oleh pemerintah Republik Indonesia berdasarkan SK No. 06/TK/1968 di Jakarta, tertanggal 27 Maret 1968. Nama Antasari diabadikan pada Korem 101/Antasari dan julukan untuk Kalimantan Selatan yaitu Bumi Antasari. Kemudian untuk lebih mengenalkan Pangeran Antasari kepada masyarakat nasional, Pemerintah melalui Bank Indonesia (BI) telah mencetak dan mengabadikan nama dan gambar Pangeran Antasari dalam uang kertas nominal Rp 2.000.

 

Riwayat Pattimura.

Pattimura(atau Thomas Matulessy) (lahir di Haria, pulau Saparua, Maluku, 8 Juni 1783 – meninggal di Ambon, Maluku, 16 Desember 1817 pada umur 34 tahun), juga dikenal dengan nama Kapitan Pattimura adalah pahlawan Maluku dan merupakan Pahlawan nasional Indonesia.

Menurut buku biografi Pattimura versi pemerintah yang pertama kali terbit, M Sapija menulis, “Bahwa pahlawan Pattimura tergolong turunan bangsawan dan berasal dari Nusa Ina (Seram). Ayahnya yang bernama Antoni Mattulessy adalah anak dari Kasimiliali Pattimura Mattulessy. Yang terakhir ini adalah putra raja Sahulau. Sahulau merupakan nama orang di negeri yang terletak dalam sebuah teluk di Seram.

Namanya kini diabadikan untuk Universitas Pattimura dan Bandar Udara Pattimura di Ambon.

Sebelum melakukan perlawanan terhadap VOC ia pernah berkarier dalam militer sebagai mantan sersan Militer Inggris.  Kata “Maluku” berasal dari bahasa Arab Al Mulk atau Al Malik yang berarti Tanah Raja-Raja. mengingat pada masa itu banyaknya kerajaan

Pada tahun 1816 pihak Inggris menyerahkan kekuasaannya kepada pihak Belanda dan kemudian Belanda menetapkan kebijakan politik monopoli, pajak atas tanah (landrente), pemindahan penduduk serta pelayaran Hongi (Hongi Tochten), serta mengabaikan Traktat London I antara lain dalam pasal 11 memuat ketentuan bahwa Residen Inggris di Ambon harus merundingkan dahulu pemindahan koprs Ambon dengan Gubenur dan dalam perjanjian tersebut juga dicantumkan dengan jelas bahwa jika pemerintahan Inggris berakhir di Maluku maka para serdadu-serdadu Ambon harus dibebaskan dalam artian berhak untuk memilih untuk memasuki dinas militer pemerintah baru atau keluar dari dinas militer, akan tetapi dalam pratiknya pemindahan dinas militer ini dipaksakan Kedatangan kembali kolonial Belanda pada tahun 1817 mendapat tantangan keras dari rakyat. Hal ini disebabkan karena kondisi politik, ekonomi, dan hubungan kemasyarakatan yang buruk selama dua abad. Rakyat Maluku akhirnya bangkit mengangkat senjata di bawah pimpinan Kapitan Pattimura Maka pada waktu pecah perang melawan penjajah Belanda tahun 1817, Raja-raja Patih, Para Kapitan, Tua-tua Adat dan rakyat mengangkatnya sebagai pemimpin dan panglima perang karena berpengalaman dan memiliki sifat-sfat kesatria (kabaressi). Sebagai panglima perang, Kapitan Pattimura mengatur strategi perang bersama pembantunya. Sebagai pemimpin dia berhasil mengkoordinir Raja-raja Patih dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan, memimpin rakyat, mengatur pendidikan, menyediakan pangan dan membangun benteng-benteng pertahanan. Kewibawaannya dalam kepemimpinan diakui luas oleh para Raja Patih maupun rakyat biasa. Dalam perjuangan menentang Belanda ia juga menggalang persatuan dengan kerajaan Ternate dan Tidore, raja-raja di Bali, Sulawesi dan Jawa. Perang Pattimura yang berskala nasional itu dihadapi Belanda dengan kekuatan militer yang besar dan kuat dengan mengirimkan sendiri Laksamana Buykes, salah seorang Komisaris Jenderal untuk menghadapi Patimura.

Pertempuran-pertempuran yang hebat melawan angkatan perang Belanda di darat dan di laut dikoordinir Kapitan Pattimura yang dibantu oleh para penglimanya antara lain Melchior Kesaulya, Anthoni Rebhok, Philip Latumahina dan Ulupaha. Pertempuran yang menghancurkan pasukan Belanda tercatat seperti perebutan benteng Belanda Duurstede, pertempuran di pantai Waisisil dan jasirah Hatawano, Ouw- Ullath, Jasirah Hitu di Pulau Ambon dan Seram Selatan. Perang Pattimura hanya dapat dihentikan dengan politik adu domba, tipu muslihat dan bumi hangus oleh Belanda. Para tokoh pejuang akhirnya dapat ditangkap dan mengakhiri pengabdiannya di tiang gantungan pada tanggal 16 Desember 1817 di kota Ambon. Untuk jasa dan pengorbanannya itu, Kapitan Pattimura dikukuhkan sebagai “PAHLAWAN PERJUANGAN KEMERDEKAAN” oleh pemerintah Republik Indonesia. Pahlawan Nasional Indonesia.

 

Riwayat Sisingamangaraja  :

Sisingamangaraja adalah keturunan seorang pejabat yang ditunjuk oleh raja Pagaruyung yang sangat berkuasa ketika itu, yang datang berkeliling Sumatera Utara untuk menempatkan pejabat-pejabatnya. Dalam sepucuk surat kepada Marsden bertahun 1820, Raffles menulis bahwa para pemimpin Batak menjelaskan kepadanya mengenai Sisingamangaraja yang merupakan keturunan Minangkabau dan bahwa di Silindung terdapat sebuah arca batu berbentuk manusia sangat kuno yang diduga dibawa dari Pagaruyung. Sampai awal abad ke-20, Sisingamangaraja masih mengirimkan upeti secara teratur kepada pemimpin Minangkabau melalui perantaraan Tuanku Barus yang bertugas menyampaikannya kepada pemimpin Pagaruyung.

Perang melawan Belanda.

Peta Ekspedisi Toba 1878.
Pada tahun 1877 para misionaris di Silindung dan Bahal Batu meminta bantuan kepada pemerintah kolonial Belanda dari ancaman diusir oleh Singamangaraja XII. Kemudian pemerintah Belanda dan para penginjil sepakat untuk tidak hanya menyerang markas Si Singamangaraja XII di Bakara tetapi sekaligus menaklukkan seluruh Toba.

Pada tanggal 6 Februari 1878 pasukan Belanda sampai di Pearaja, tempat kediaman penginjil Ingwer Ludwig Nommensen. Kemudian beserta penginjil Nommensen dan Simoneit sebagai penerjemah pasukan Belanda terus menuju ke Bahal Batu untuk menyusun benteng pertahanan . Namun kehadiran tentara kolonial ini telah memprovokasi Sisingamangaraja XII, yang kemudian mengumumkan pulas (perang) pada tanggal 16 Februari 1878 dan penyerangan ke pos Belanda di Bahal Batu mulai dilakukan.

Pada tanggal 14 Maret 1878 datang Residen Boyle bersama tambahan pasukan yang dipimpin oleh Kolonel Engels sebanyak 250 orang tentara dari Sibolga. Pada tanggal 1 Mei 1878, Bangkara pusat pemerintahan Si Singamangaraja diserang pasukan kolonial dan pada 3 Mei 1878 seluruh Bangkara dapat ditaklukkan namun Singamangaraja XII beserta pengikutnya dapat menyelamatkan diri dan terpaksa keluar mengungsi. Sementara para raja yang tertinggal di Bakara dipaksa Belanda untuk bersumpah setia dan kawasan tersebut dinyatakan berada dalam kedaulatan pemerintah Hindia Belanda.

Walaupun Bakara telah ditaklukkan, Singamangaraja XII terus melakukan perlawanan secara gerilya, namun sampai akhir Desember 1878 beberapa kawasan seperti Butar, Lobu Siregar, Naga Saribu, Huta Ginjang, Gurgur juga dapat ditaklukkan oleh pasukan kolonial Belanda.

Di antara tahun 1883-1884, Singamangaraja XII berhasil melakukan konsolidasi pasukannya. Kemudian bersama pasukan bantuan dari Aceh, secara ofensif menyerang kedudukan Belanda antaranya Uluan dan Balige pada Mei 1883 serta Tangga Batu pada tahun 1884.

 

Riwayat Sultan Ageng Tirtayasa.

Sultan Ageng Tirtayasa atau Pangeran Surya (Lahir di Kesultanan Banten, 1631 – meninggal di Batavia, Hindia Belanda, 1692 pada umur 60 – 61 tahun) adalah Sultan Banten ke-6. Ia naik takhta pada usia 20 tahun menggantikan kakeknya, Sultan Abdul Mafakhir yang wafat pada tanggal 10 Maret 1651, setelah sebelumnya ia diangkat menjadi Sultan Muda dengan gelar Pangeran Adipati atau Pangeran Dipati, menggantikan ayahnya yang wafat lebih dulu pada tahun 1650.

Sultan Ageng Tirtayasa berkuasa di Kesultanan Banten pada periode 1651 – 1683. Ia memimpin banyak perlawanan terhadap Belanda. Masa itu, VOC menerapkan perjanjian monopoli perdagangan yang merugikan Kesultanan Banten. Kemudian Tirtayasa menolak perjanjian ini dan menjadikan Banten sebagai pelabuhan terbuka. Saat itu, Sultan Ageng Tirtayasa ingin mewujudkan Banten sebagai kerajaan Islam terbesar.

Di bidang ekonomi, Tirtayasa berusaha meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan membuka sawah-sawah baru dan mengembangkan irigasi. Di bidang keagamaan, ia mengangkat Syekh Yusuf sebagai mufti kerajaan dan penasehat sultan.

Ketika terjadi sengketa antara kedua putranya, Sultan Haji dan Pangeran Purbaya, Belanda ikut campur dengan bersekutu dengan Sultan Haji untuk menyingkirkan Sultan Ageng Tirtayasa. Saat Tirtayasa mengepung pasukan Sultan Haji di Sorosowan (Banten), Belanda membantu Sultan Haji dengan mengirim pasukan yang dipimpin oleh Kapten Tack dan Saint-Martin.

Pada tahun 1683, Sultan Ageng tertangkap dan dipenjarakan di Batavia. Ia meninggal dunia dalam penjara dan dimakamkan di Komplek Pemakaman Raja-raja Banten, di sebelah utara Masjid Agung Banten, Banten Lama.

Atas jasa-jasanya pada negara, Sultan Ageng Tirtayasa diberi gelar pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden Republik Indonesia No. 045/TK/Tahun 1970, tanggal 1 Agustus 1970.

Nama Sultan Ageng Tirtayasa juga kemudian diabadikan menjadi nama salah satu perguruan tinggi negeri di Banten, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

 

Riwayat Diponegoro.

Bendara Pangeran Harya Dipanegara (lebih dikenal dengan nama Diponegoro, lahir di Ngayogyakarta Hadiningrat, 11 November 1785 – meninggal di Makassar, Hindia Belanda, 8 Januari 1855 pada umur 69 tahun) adalah salah seorang pahlawan nasional Republik Indonesia. Pangeran Diponegoro terkenal karena memimpin Perang Diponegoro/Perang Jawa (1825-1830) melawan pemerintah Hindia Belanda. Perang tersebut tercatat sebagai perang dengan korban paling besar dalam sejarah Indonesia.

Perang Diponegoro berawal ketika pihak Belanda memasang patok di tanah milik Diponegoro di desa Tegalrejo. Saat itu, ia memang sudah muak dengan kelakuan Belanda yang tidak menghargai adat istiadat setempat dan sangat mengeksploitasi rakyat dengan pembebanan pajak.

Sikap Diponegoro yang menentang Belanda secara terbuka, mendapat simpati dan dukungan rakyat. Atas saran GPH Mangkubumi, pamannya, Diponegoro menyingkir dari Tegalrejo, dan membuat markas di sebuah gua yang bernama Gua Selarong. Saat itu, Diponegoro menyatakan bahwa perlawanannya adalah perang sabil, perlawanan menghadapi kaum kafir. Semangat “perang sabil” yang dikobarkan Diponegoro membawa pengaruh luas hingga ke wilayah Pacitan dan Kedu. Salah seorang tokoh agama di Surakarta, Kyai Maja, ikut bergabung dengan pasukan Diponegoro di Gua Selarong. Kyai Mojo yang lahir di Desa Mojo di wilayah Pajang, dekat Kota Surakarta tertarik berjuang bersama Pangeran Diponegoro karena Pangeran Diponegoro ingin mendirikan kerajaan yang berlandaskan Islam. Kyai Mojo dikenal sebagai ulama besar yang sebenarnya masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Diponegoro. Ibu Kyai Mojo, R.A. Mursilah, adalah saudara perempuan dari Sultan Hamengkubuwana III. Akan tetapi, Kyai Mojo yang aslinya bernama Muslim Mochamad Khalifah semenjak lahir tidak mencicipi kemewahan gaya hidup keluarga istana. Jalinan persaudaraan Diponegoro dan Kyai Mojo kian erat setelah Kyai Mojo menikah dengan janda Pangeran Mangkubumi yang merupakan paman dari Diponegoro. Tak heran, Diponegoro memanggil Kyai Mojo dengan sebutan “paman” meski relasi keduanya adalah saudara sepupu.

Selain Kyai Mojo, perjuangan Diponegoro juga didukung oleh Sunan Pakubuwono VI dan Raden Tumenggung Prawiradigdaya Bupati Gagatan. Meski demikian, pengaruh dukungan Kyai Mojo terhadap perjuangan Diponegoro begitu kuat karena ia memiliki banyak pengikut dari berbagai lapisan masyarakat. Kyai Mojo yang dikenal sebagai ulama penegak ajaran Islam ini bercita-cita, tanah Jawa dipimpin oleh pemimpin yang mendasarkan hukumnya pada syariat Islam. Semangat memerangi Belanda yang merupakan musuh Islam dijadikan taktik Perang Suci. Oleh sebab itu, kekuatan Dipenogoro kian mendapat dukungan terutama dari tokoh-tokoh agama yang berafiliasi dengan Kyai Mojo.[4] Menurut Peter Carey (2016) dalam Takdir: Riwayat Pangeran Diponegoro 1785-1855 disebutkan bahwa sebanyak 112 kyai, 31 haji, serta 15 syekh dan puluhan penghulu berhasil diajak bergabung.

Selama perang ini kerugian pihak Belanda tidak kurang dari 15.000 tentara dan 20 juta gulden.

Berbagai cara terus diupayakan Belanda untuk menangkap Diponegoro. Bahkan sayembara pun dipergunakan. Hadiah 50.000 Gulden diberikan kepada siapa saja yang bisa menangkap Diponegoro, hingga akhirnya ditangkap pada 1830.

Perang Diponegoro merupakan perang terbuka dengan pengerahan pasukan-pasukan infanteri, kavaleri, dan artileri—yang sejak perang Napoleon menjadi senjata andalan dalam pertempuran frontal—di kedua belah pihak berlangsung dengan sengit. Front pertempuran terjadi di puluhan kota dan desa di seluruh Jawa. Pertempuran berlangsung sedemikian sengitnya sehingga bila suatu wilayah dapat dikuasai pasukan Belanda pada siang hari, maka malam harinya wilayah itu sudah direbut kembali oleh pasukan pribumi; begitu pula sebaliknya. Jalur-jalur logistik dibangun dari satu wilayah ke wilayah lain untuk menyokong keperluan perang. Berpuluh kilang mesiu dibangun di hutan-hutan dan dasar jurang. Produksi mesiu dan peluru berlangsung terus sementara peperangan berkencamuk. Para telik sandi dan kurir bekerja keras mencari dan menyampaikan informasi yang diperlukan untuk menyusun stategi perang. Informasi mengenai kekuatan musuh, jarak tempuh dan waktu, kondisi medan, curah hujan menjadi berita utama; karena taktik dan strategi yang jitu hanya dapat dibangun melalui penguasaan informasi.

Serangan-serangan besar rakyat pribumi selalu dilaksanakan pada bulan-bulan penghujan; para senopati menyadari sekali untuk bekerja sama dengan alam sebagai “senjata” tak terkalahkan. Bila musim penghujan tiba, gubernur Belanda akan melakukan berbagai usaha untuk gencatan senjata dan berunding, karena hujan tropis yang deras membuat gerakan pasukan mereka terhambat. Penyakit malaria, disentri, dan sebagainya merupakan “musuh yang tak tampak” melemahkan moral dan kondisi fisik bahkan merenggut nyawa pasukan mereka. Ketika gencatan senjata terjadi, Belanda akan mengkonsolidasikan pasukan dan menyebarkan mata-mata dan provokator mereka bergerak di desa dan kota; menghasut, memecah belah dan bahkan menekan anggota keluarga para pengeran dan pemimpin perjuangan rakyat yang berjuang di bawah komando pangeran Diponegoro. Namun pejuang pribumi tersebut tidak gentar dan tetap berjuang melawan Belanda.

Pada puncak peperangan, Belanda mengerahkan lebih dari 23.000 orang serdadu; suatu hal yang belum pernah terjadi ketika itu, ketika suatu wilayah yang tidak terlalu luas seperti Jawa Tengah dan sebagian Jawa timur dijaga oleh puluhan ribu serdadu. Dari sudut kemiliteran, ini adalah perang pertama yang melibatkan semua metode yang dikenal dalam sebuah perang modern. Baik metode perang terbuka (open warfare), maupun metode perang gerilya (guerilla warfare) yang dilaksanakan melalui taktik hit and run dan penghadangan. Ini bukan sebuah perang suku, melainkan suatu perang modern yang memanfaatkan berbagai siasat yang saat itu belum pernah dipraktikkan. Perang ini juga dilengkapi dengan taktik perang urat saraf (psy-war) melalui insinuasi dan tekanan-tekanan serta provokasi oleh pihak Belanda terhadap mereka yang terlibat langsung dalam pertempuran; dan kegiatan telik sandi (spionase) dengan kedua belah pihak saling memata-matai dan mencari informasi mengenai kekuatan dan kelemahan lawannya.

Pada tahun 1827, Belanda melakukan penyerangan terhadap Diponegoro dengan menggunakan sistem benteng sehingga Pasukan Diponegoro terjepit. Pada tahun 1829, Kyai Maja, pemimpin spiritual pemberontakan, ditangkap. Menyusul kemudian Pangeran Mangkubumi dan panglima utamanya Sentot Alibasya menyerah kepada Belanda. Akhirnya pada tanggal 28 Maret 1830, Jenderal De Kock berhasil menjepit pasukan Diponegoro di Magelang. Di sana, Pangeran Diponegoro menyatakan bersedia menyerahkan diri dengan syarat sisa anggota laskarnya dilepaskan. Maka, Pangeran Diponegoro ditangkap dan diasingkan ke Manado, kemudian dipindahkan ke Makassar hingga wafatnya di Benteng Rotterdam tanggal 8 Januari 1855.

Perang melawan penjajah lalu dilanjutkan oleh para putra Pangeran Diponegoro: Ki Sodewa atau Bagus Singlon, Dipaningrat, Dipanegara Anom, Pangeran Joned yang terus-menerus melakukan perlawanan walaupun harus berakhir tragis. Empat putra Pangeran Diponegoro dibuang ke Ambon, sementara Pangeran Joned terbunuh dalam peperangan, begitu juga Ki Sodewa.

Berakhirnya Perang Jawa yang merupakan akhir perlawanan bangsawan Jawa. Perang Jawa ini banyak memakan korban di pihak pemerintah Hindia sebanyak 8.000 serdadu berkebangsaan Eropa, 7.000 pribumi, dan 200.000 orang Jawa. Sehingga setelah perang ini jumlah penduduk Ngayogyakarta menyusut separuhnya. Mengingat bagi sebagian kalangan dalam Kraton Ngayogyakarta, Pangeran Diponegoro dianggap pemberontak, sehingga konon anak cucunya tidak diperbolehkan lagi masuk ke Kraton, sampai kemudian Sri Sultan Hamengkubuwana IX memberi amnesti bagi keturunan Diponegoro, dengan mempertimbangkan semangat kebangsaan yang dipunyai Diponegoro kala itu. Kini anak cucu Diponegoro dapat bebas masuk Kraton, terutama untuk mengurus silsilah bagi mereka, tanpa rasa takut akan diusir.

Sebagai penghargaan atas jasa Diponegoro dalam melawan penjajahan. Di beberapa kota besar Indonesia terdapat Jalan Pangeran Diponegoro. Kota Semarang sendiri juga memberikan apresiasi agar nama Pangeran Diponegoro akan senantiasa hidup. Nama-nama tempat yang menggunakan namanya antara lain Stadion Diponegoro, Jalan Pangeran Diponegoro, Universitas Diponegoro (Undip), maupun Kodam IV/Diponegoro. Juga ada beberapa patung yang dibuat, patung Diponegoro di Undip Pleburan, patung Diponegoro di Kodam IV/Diponegoro serta di pintu masuk Undip Tembalang.

Mata uang kertas Rp1.000,00 bergambar Pangeran Diponegoro, diterbitkan tahun 1975 setelah kemerdekaan.
Pemerintah Republik Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Soekarno pada tanggal 8 Januari 1955 pernah menyelenggarakan Haul Nasional memperingati 100 tahun wafatnya Pangeran Diponegoro, sedangkan pengakuan sebagai Pahlawan Nasional diperoleh Pangeran Diponegoro pada tanggal 6 November 1973 melalui Keppres No.87/TK/1973.

Penghargaan tertinggi justru diberikan oleh Dunia, pada 21 Juni 2013, UNESCO menetapkan Babad Diponegoro sebagai Warisan Ingatan Dunia (Memory of the World). Babad Diponegoro merupakan naskah klasik yang dibuat sendiri oleh Pangeran Diponegoro ketika diasingkan di Manado, Sulawesi Utara, pada 1832-1833. Babad ini bercerita mengenai kisah hidup Pangeran Diponegoro yang memiliki nama asli Raden Mas Antawirya.

Selain itu, untuk mengenang jasa Pangeran Diponegoro dalam memperjuangkan kemerdekaan, didirikanlah Museum Monumen Pangeran Diponegoro atau yang lebih dikenal dengan sebutan “Sasana Wiratama” di Tegalrejo, Yogyakarta, yang menempati bekas kediaman Pangeran Diponegoro.

 

Riwayat Silas Papare.

Silas Papare (lahir di Serui, Papua, 18 Desember 1918 – meninggal di Serui, Papua, 7 Maret 1973 pada umur 54 tahun) adalah seorang pejuang penyatuan Irian Jaya (Papua) ke dalam wilayah Indonesia. Ia adalah seorang pahlawan nasional Indonesia. Namanya diabadikan menjadi salah satu Kapal Perang Korvet kelas Parchim TNI AL KRI Silas Papare dengan nomor lambung 386. Selain itu, dididirkan Monumen Silas Papare di dekat pantai dan pelabuhan laut Serui. Sementara di Jayapura, namanya diabadikan sebagai nama Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Politik (STISIPOL) Silas Papare, yang berada di Jalan Diponegoro. Sedangkan di kota Nabire, nama Silas Papare dikenang dalam wujud nama jalan.

Ia menyelesaikan pendidikan di Sekolah Juru Rawat pada tahun 1935 dan bekerja sebagai pegawai pemerintah Belanda. Ia sangat gigih dalam memperjuangkan kemerdekaan Papua sehingga ia sering berurusan dengan aparat keamanan Belanda dalam memerangi kolonialisme Belanda dan pada akhirnya ia dipenjarakan di Jayapura karena memengaruhi Batalyon Papua untuk memberontak.

Semasa menjalani masa tahanan di Serui, Silas berkenalan dengan Dr. Sam Ratulangi, Gubernur Sulawesi yang diasingkan oleh Belanda ke tempat tersebut. Perkenalannya tersebut semakin menambah keyakinan ia bahwa Papua harus bebas dan bergabung dengan Republik Indonesia. Akhirnya, ia mendirikan Partai Kemerdekaan Indonesia Irian (PKII). Akibatnya, ia kembali ditangkap oleh Belanda dan dipenjarakan di Biak. Namun, dengan transportasi kapal laut, Silas Papare dan isterinya, Regina Aibui serta keluarganya memilih melarikan diri menuju Yogyakarta ke Yogyakarta.

Pada bulan Oktober 1949 di Yogyakarta, ia mendirikan Badan Perjuangan Irian di Yogyakarta dalam rangka membantu pemerintah Republik Indonesia untuk memasukkan wilayah Irian Barat ke dalam wilayah RI. Silas Papare yang ketika itu aktif dalam Front Nasional Pembebasan Irian Barat (FNPIB) juga diminta oleh Soekarno menjadi salah seorang delegasi Indonesia dalam New York Agreement yang ditandatangani pada 15 Agustus 1962, yang mengakhiri konfrontasi Indonesia dengan Belanda perihal Irian Barat. Setelah penyatuan Irian Barat, ia kemudian diangkat menjadi anggota MPRS (Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara).

 

 

Perlawanan terhadap para penjajah di berbagai daerah banyak mengalami kegagalan. Salah satu sebabnya adalah perlawanan yang dilakukan masih bersifat kedaerahan dan secara sendiri-sendiri. Dengan demikian, perlawanan itu tidak akan kuat dan mudah diadu domba oleh penjajah.
Negara kita sangat luas wilayahnya dan beragam pula sosial budayanya. Seandainya setiap daerah, suku, dan golongan bersatu padu melawan penjajah, niscaya penjajah dapat kita usir sejak dahulu kala.
Tahukah kamu keragaman sosial budaya yang dimiliki oleh bangsa kita? Ayo, kita cari tahu!

Keragaman Sosial Budaya di Indonesia
Budaya merupakan segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi manusia. Adapun wujud budaya, yaitu:
•gagasan atau ide, misalnya kepercayaan;
•tindakan, misalnya upacara adat dan seni pertunjukan; serta
•benda, misalnya pakaian adat dan senjata tradisional.
Selain sebagai identitas, kebudayaan juga sebagai kepribadian suatu bangsa. Negara kita mengembangkan kebudayaan daerah dalam rangka memperkaya kebudayan nasional. Hubungan antara keduanya sangat erat karena kebudayaan nasional bersumber dari kebudayaan daerah. Kebudayaan nasional lahir sebagai hasil usaha akal budi atau pikiran seluruh bangsa Indonesia yang terdiri atas beragam ras dan suku.

Faktor Penyebab Keragaman Bangsa Indonesia
Indonesia merupakan negara kesatuan yang masyarakatnya majemuk. Bangsa Indonesia terdiri atas beberapa suku bangsa yang menyebar dari Sabang (ujung Sumatra Utara) sampai Merauke (ujung Papua).

Faktor Keturunan.
d.Ras di Indonesia.
Berdasarkan ciri-ciri fisiknya, masyarakat Indonesia dapat dibedakan menjadi 4 (empat) kelompok ras sebagai berikut.
1)Kelompok ras Papua Melanezoid, terdapat di Papua, Pulau Aru, Pulau Kai.
2)Kelompok ras Negroid, antara lain orang Semang di Semenanjung Malaka, orang Mikopsi di Kepulauan Andaman.

3)Kelompok ras Weddoid, antara lain orang Sakai di Siak Riau, orang Kubu di Sumatra Selatan dan Jambi, orang Tomuna di Pulau Muna, orang Enggano di Pulau Enggano, dan orang Mentawai di Kepulauan Mentawai.
4)Kelompok ras Melayu Mongoloid, yang dibedakan menjadi 2 (dua) golongan.
a)Ras Proto Melayu (Melayu Tua) antara lain Suku Batak, Suku Toraja, Suku Dayak.
b)Di samping kelompok ras di atas, masyarakat Indonesia juga terdiri atas kelompok warga keturunan China (ras Mongoloid), warga keturunan Arab, Pakistan, India, ras Kaukasoid, dan sebagainya yang hidup berdampingan membaur menjadi warga negara Indonesia. Masyarakat Indonesia tidak mengenal superioritas suatu ras dan tidak menganut paham rasialisme.

b. Suku di Indonesia.
Masyarakat Indonesia yang majemuk terdiri atas beberapa suku bangsa (etnis). Tiap-tiap suku bangsa memiliki bahasa dan adat istiadat serta budaya yang berbeda.
Di suatu daerah, mungkin terdapat beberapa suku. Sebagai contoh di Sumatra terdapat suku Aceh, suku Melayu, dan suku Batak. Di Pulau Jawa terdapat suku Betawi, suku Sunda, suku Osing, dan suku Jawa. Bagaimana dengan daerahmu? Suku apa sajakah yang ada?

5.Perbedaan Kondisi Geografis
Perbedaan kondisi geografis turut berdampak pada munculnya berbagai ragam mata pencaharian. Contohnya perikanan, pertanian, kehutanan, dan perdagangan. Pada setiap bidang tersebut, mereka akan mengembangkan corak kebudayaan yang khas dan cocok dengan kondisi geografis lingkungan tempat tinggalnya.

6.Pengaruh Kebudayaan Luar
Bangsa Indonesia adalah contoh bangsa yang terbuka. Keterbukaan ini dapat dilihat dari besarnya pengaruh asing dalam membentuk keberagaman masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
Pengaruh asing yang pertama ialah ketika orang-orang dari India, Cina, dan Arab, kemudian disusul oleh orang-orang dari Eropa. Bangsa-bangsa tersebut datang dengan membawa kebudayaan masing-masing.

Ayo, ceritakan kepada Guru dan teman-temanmu.
•Siapakah kamu?
•Termasuk ras apakah kamu?
•Termasuk suku apakah kamu?
•Apa bahasa daerahmu?
•Sebutkan satu kesenian yang menjadi ciri khas suku bangsamu.

Suku bangsa yang ada di Indonesia tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Bersama teman semeja, sebutkan daerah-daerah persebaran suku-suku tersebut dengan mengisi Peta Tematik berikut.

Syukur adalah ucapan yang tepat atas keberagaman sosial budaya bangsa kita. Melestarikan adalah tindakan yang tepat ketika menyaksikan kebudayaan- kebudayaan dari berbagai suku bangsa di Indonesia. Adapun kerukunan merupakan cita-cita yang harus diwujudkan ketika melihat berbagai perbedaan suku bangsa yang ada di Indonesia.

Dalam sikap saling menghargai keberagaman sosial budaya, kita dilarang membeda-bedakan. Kita dilarang menganggap bahwa suku bangsa kita sendiri lebih tinggi dibandingkan dengan suku bangsa lain. Kita juga dilarang merendahkan budaya dari suku bangsa lain.
Pada dasarnya, kebudayaan daerah menyumbang bagi kekayaan budaya nasional. Akan lebih membanggakan lagi jika kita tidak hanya mengenal budaya dari suku bangsa lain, tetapi juga mengerti maknanya dan turut melestarikannya.

Kemukakan sikap dan perilakumu yang telah menunjukkan sikap saling menghargai perbedaan ras dan suku bangsa!

Ceritakan kembali di hadapan orang tua dan anggota keluarga yang lain mengenai identitas ras dan suku bangsamu! Mintalah tanggapan kepada mereka!

SD5 Tema 7-1-2 Peristiwa Kehidupan – Peristiwa Kebangsaan Masa Penjajahan

SD5 Tema 7 Peristiwa Kehidupan – Sub Tema 1 : Peristiwa Kebangsaan Masa Penjajahan.

Bangsa-bangsa Eropa mulai memperkuat dan melanggengkan kekuasaannya
di Indonesia. Mereka membentuk pemerintahan kolonial dengan berlaku tidak adil terhadap rakyat Indonesia.

Demi mewujudkan Semboyan 3 G, bangsa-bangsa Eropa di Indonesia membentuk pemerintahan kolonial di Indonesia, tidak lagi hanya urusan perdagangan. Pemerintahan kolonial yang mereka bentuk semata-mata hanya untuk melanggengkan dan memperluas kekuasaan mereka terhadap bangsa Indonesia. Penderitaan rakyat Indonesia pun makin bertambah. Pemerintahan kolonial melakukan penindasan-penindasan dengan membuat peraturan dan program kerja yang hanya menguntungan pihak mereka sendiri, seperti kerja paksa, tanam paksa, dan lain-lain.

Bagaimanakah pemerintahan kolonial di Indonesia terbentuk? Bagaimana pula kondisi rakyat Indonesia? Bacalah bacaan berikut dengan saksama!

Peristiwa-Peristiwa pada Masa Pemerintahan Kolonial Inggris
Setelah berhasil menguasai Indonesia, pemerintah Inggris kemudian mengangkat Thomas Stamford Raffles sebagai Letnan Gubernur di Indonesia. Raffles memulai tugasnya pada tanggal 19 Oktober 1811.

Kebijakan di Bidang Ilmu Pengetahuan :
1, Mengundang ahli pengetahuan dari luar negeri untuk mengadakan berbagai penelitian ilmiah di Indonesia.
2, Raffles bersama Arnoldi berhasil menemukan bunga bangkai sebagai bunga raksasa dan terbesar di dunia. Bunga tersebut diberinya nama ilmiah Rafflesia Arnoldi.

3.Raffles menulis buku “History of Java” dan merintis pembangunan Kebun Raya Bogor. Kebun Raya Bogor merupakan kebun biologi yang mengoleksi berbagai jenis tanaman di Indonesia bahkan dari berbagai penjuru dunia.

Kebijakan di Bidang Ekonomi :
1, Menghapus contingenten penyerahan diganti dengan sistem sewa tanah (land-rente).
2, Semua tanah dianggap milik negara. Maka, petani harus membayar pajak sebagai uang sewa.

Upaya Raffles menerapkan sistem pajak tanah mengalami kegagalan karena faktor-faktor berikut.
1, Sulit menentukan besar kecilnya pajak bagi pemilik tanah karena tidak semua rakyat mempunyai tanah yang sama.
2, Sulit menentukan luas sempitnya dan tingkat kesuburan tanah petani.
3, Keterbatasan pegawai-pegawai Raffles.
4, Masyarakat desa belum mengenal sistem uang.

Kebijakan di Bidang Pemerintahan, Pengadilan, dan Sosial Dalam bidang ini, Raffles menetapkan kebijakan berikut:
1, Pulau Jawa dibagi menjadi 16 keresidenan termasuk Yogyakarta dan Surakarta.
2, Setiap keresidenan mempunyai badan pengadilan.
3, Melarang perdagangan budak.

 

Judul Bacaan : Peristiwa-Peristiwa pada Masa Pemerintahan Kolonial Belanda.

Pada tahun 1595, Belanda berangkat dari Eropa di bawah pimpinan Cornelis de Houtman dan sampai di Indonesia pada tahun 1596 dengan mendarat di Banten. Sejak pelayaran de Houtman, banyak berdiri perusahaan- perusahaan dagang Belanda yang masing-masing memiliki kapal sendiri dan berlayar ke Indonesia.

Pembentukan VOC.

Pedagang Belanda dengan didukung oleh pemerintahnya membentuk kongsi dagang yang bernama VOC (Vereenidge Oostindische Compagnie) pada tanggal 20 Maret 1602.

Tujuan VOC di Indonesia antara lain sebagai berikut.
1, Menguasai pelabuhan-pelabuhan penting.
2, Menguasai kerajaan-kerajaan di Indonesia.
3, Melaksanakan monopoli perdagangan rempah- rempah.

Pengalihan Kekuasaan VOC kepada Kerajaan Belanda

Memasuki akhir abad ke-18, kejayaan VOC mulai merosot.
Faktor internal yang menyebabkan kemerosotan VOC adalah sebagai berikut.
1, Banyak pegawai VOC melakukan korupsi.
2, Sulitnya melakukan pengawasan terhadap daerah penguasaan VOC yang sangat luas.

Faktor eksternal yang menyebabkan kemerosotan VOC adalah sebagai berikut.
1, Meletusnya Revolusi Prancis menyebabkan Belanda jatuh ke tangan Prancis di bawah pimpinan Napoleon Bonaparte.
2, Penentangan oleh rakyat Indonesia terhadap VOC dalam bentuk peperangan yang banyak menyedot pembiayaan dan tenaga.

Pada tanggal 15 Januari 1808, Herman W. Daendels menerima kekuasaan dari Gubernur Jenderal Weise. Daendels dibebani tugas mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris karena Inggris telah menguasai daerah kekuasaan VOC di Sumatra, Ambon, dan Banda.

Sebagai gubernur jenderal, langkah-langkah yang ditempuh Daendels antara lain:
1, meningkatkan jumlah tentara dengan cara mengambil dari berbagai suku bangsa di Indonesia,
2, membangun pabrik senjata di Semarang dan Surabaya,
3, membangun pangkalan armada di Anyer dan Ujung Kulon,
4, membangun jalan raya dari Anyer hingga Panarukan sepanjang lebih kurang 1.100 km, dan
5, membangun benteng-benteng pertahanan.

Daendels menerapkan sistem kerja paksa (rodi). Daendels juga melakukan berbagai usaha untuk mengumpulkan dana dalam menghadapi Inggris, antara lain: mengadakan penyerahan hasil bumi, memaksa rakyat menjual hasil buminya kepada pemerintah Belanda dengan harga murah, mewajibkan rakyat Priangan untuk menanam kopi, dan menjual tanah- tanah.

Pahamilah bacaan di atas!
Buatlah perbandingan pelaksanaan pemerintahan kolonial Inggris dan Belanda. Buatlah perbandingan dengan menggunakan prinsip: apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana!

Pemerintahan Kolonial Inggris dan Belanda.

  • Siapakah tokoh yang paling terkenal pada masa pemerintahan kolonial Belanda di Indonesia?
  • Siapakah tokoh yang paling terkenal pada masa pemerintahan kolonial Inggris di Indonesia?
  • Di manakah daerah kekuasaannya Kolonial Belanda dan Inggris ?
  • Kebijakan apa yang diambil selama pemerintahan kolonial belanda berlangsung?
  • Kebijakan apa yang diambil selama pemerintahan kolonial inggris berlangsung?
  • Kapankah waktu pemerintahan kolonial Belanda di Indonesia dimulai?
  • Kapankah waktu pemerintahan kolonial Inggris di Indonesia dimulai?
  •  Kebijakan apa yang diambil selama pemerintahan kolonial belanda berlangsung?
  • Kebijakan apa yang diambil selama pemerintahan kolonial inggris berlangsung?
  • Bagaimana kondisi rakyat pada masa pemerintahan kolonial?

 

Diskusi :

1, Bentuk kelompok diskusi yang beranggotakan 3-5 siswa.
2, Lakukan diskusi kelompok mengenai permasalahan berikut.
a.Faktor-faktor pendorong terjadinya penjelajahan samudra bangsa- bangsa Eropa.
b.Ringkasan peristiwa dibentuknya VOC.
c.Kondisi rakyat Indonesia pada masa pelaksanaan tanam paksa.

Presentasikan hasil diskusi kelompokmu di depan kelas. Beri kesempatan kepada setiap anggota kelompok untuk berbicara atau menjawab pertanya- an dari kelompok lain.
Ingat, saat berbicara di depan kelas, pastikan suaramu cukup jelas terdengar. Bicaralah dengan kalimat yang teratur dan tidak terburu-buru.

Jika kamu telah selesai presentasi, mintalah satu orang temanmu untuk memberikan penilaian seperti dalam tabel di bawah ini. Kamu juga memberikan penilaian terhadap presentasi seorang temanmu.

 

Judul Bacaan : Perubahan Wujud Benda.

Benda-benda di sekitar kita memiliki sifat dan ciri yang unik. Dengan memahami sifat-sifat benda, kita dapat mempelajari fenomena alam yang terjadi di sekitar kita dengan baik. Dengan memahami sifat benda, kamu tahu apa yang akan kamu lakukan ketika kamu berada di sungai, di laut, atau di danau. Dengan mengetahui sifat benda, kamu tahu apa yang akan kamu lakukan untuk mengubah bentuk benda-benda tersebut.

Meskipun hanya tiga wujud benda, tetapi ketiganya dapat mengalami perubahan wujud dengan cara yang berbeda. Perubahan wujud benda disebabkan oleh lingkungan yang berubah, misalnya suhu lingkungan yang menjadi panas atau dingin. Perubahan wujud suatu benda yang terjadi antara lain adalah peristiwa membeku, mencair, menguap, mengembun, atau menyublim.

Membeku merupakan perubahan wujud benda cair menjadi benda padat. Perubahan ini terjadi karena suhu di lingkungan menjadi dingin. Benda cair akan membeku jika suhunya di bawah 0°C. Perubahan air menjadi es merupakan salah satu peristiwa yang sering dijumpai sehari-hari.

Mencair merupakan perubahan wujud benda padat menjadi benda cair akibat suhu yang panas. Beberapa peristiwa di sekitarmu mudah kamu temui untuk menunjukkan peristiwa ini. Salah satunya ialah es mencair.

Menguap merupakan perubahan wujud benda cair menjadi benda gas. Peristiwa ini mudah dijumpai ketika ada kegiatan masak-memasak. Pada saat air dipanaskan di atas api kompor, dalam beberapa saat, air akan mendidih. Peristiwa mendidih adalah contoh terjadinya penguapan atau perubahan dari benda cair ke gas dan pada saat yang sama, terjadi pengurangan volume air.

  1. Jelaskan perbedaan peristiwa membeku dan mencair!
  2. Jelaskan perbedaan peristiwa membeku dan menguap!
  3.  Jelaskan perbedaan peristiwa mencair dan menguap!
  4. Apa saja yang menyebabkan terjadinya peristiwa membeku, mencair, dan menguap?
  5. Peristiwa sehari-hari apa sajakah yang menunjukkan terjadinya peristiwa mencair?
  6. Peristiwa sehari-hari apa sajakah yang menunjukkan terjadinya peristiwa membeku?
  7. Peristiwa sehari-hari apa sajakah yang menunjukkan terjadinya peristiwa menguap?

Bersama dengan teman sekelompokmu, rancanglah percobaan untuk menunjukkan terjadinya peristiwa mencair, membeku, dan menguap.
1, Siapkanlah alat dan bahan yang diperlukan.
2, Tulislah tahap dan langkah-langkahnya.
3, Gambarlah setiap tahapan yang kamu rancang.
4, Lakukan percobaan sesuai tahap yang telah kamu rancang.
5, Catatlah setiap perubahan yang terjadi dengan saksama.
6, Buatlah laporan hasil percobaanmu ke dalam sebuah poster.
7, Pada poster, jelaskan perbedaan utama ketiga peristiwa perubahan wujud benda tersebut.
8, Gambarkanlah hubungan antara ketiga perubahan wujud benda tersebut dalam sebuah bagan, dan jelaskanlah.
9, Presentasikan hasil percobaanmu dengan percaya diri.

Kamu telah mempelajari wujud-wujud benda berupa padat, cair, dan gas beserta sifat-sifatnya. Benda berwujud gas tidak dapat dilihat, tetapi dapat dirasakan. Contohnya adalah angin. Saat kamu di pantai, kamu dapat merasakan embusan angin. Angin juga menerpa daun-daun kelapa sehingga tampak melambai-lambai. Kini, ayo berlatih menyanyikan lagu berjudul “Rayuan Pulau Kelapa”.

Ciptaan: Ismail Marzuki

Tanah airku Indonesia,
Negeri elok amat kucinta,
Tanah tumpah darahku yang mulia,
Yang kupuja sepanjang masa.

Melambai lambai,
Nyiur di pantai,
Berbisik bisik,
Raja Kelana.

Memuja pulau,
Nan indah permai,
Tanah Airku,
Indonesia.

Tanah airku aman dan makmur,
Pulau kelapa yang amat subur,
Pulau melati pujaan bangsa,
Sejak dulu kala.

Melambai lambai,
Nyiur di pantai,
Berbisik bisik,
Raja Kelana.

Memuja pulau,
Nan indah permai,
Tanah Airku,
Indonesia.

Lagu “Rayuan Pulau Kelapa” merupakan salah satu lagu wajib. Apakah lagu wajib itu?

Lagu wajib adalah lagu yang wajib dipelajari oleh siswa dalam rangka menanamkan rasa cinta tanah air, menghargai jasa pahlawan, dan membakar semangat perjuangan agar selalu menyala.
Ciri-ciri lagu wajib antara lain sebagai berikut.
1.Lirik lagu wajib bertujuan untuk menanamkan sikap cinta tanah air, kepahlawanan, nasionalisme, serta rela berkorban demi bangsa dan negara.
2.Biasanya, lagu wajib menggunakan irama yang penuh semangat dan atau berupa himne.
3.Lagu-lagu wajib diajarkan, dipelajari, dan dihayati sesuai dengan maksud dan tujuan yang terkandung di dalamnya.

Jelaskan isi lagu “Rayuan Pulau Kelapa” dengan kata-katamu sendiri. Tuliskan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Perhatikan penggunaan kata- kata baku. Perhatikan pula penggunaan tanda baca yang benar. Tuliskan dalam kotak berikut.

1.Kamu telah memahami konsep dan pengetahuan mengenai informasi dari bacaan sejarah mengenai pemerintahan kolonial di Indonesia. Salah satunya tentang penderitaan yang dialami oleh rakyat Indonesia akibat penindasan dan kekejaman yang dilakukan pemerintahan kolonial. Bandingkan kondisi kehidupan pada masa pemerintahan kolonial dan kondisi kehidupan seperti yang kamu alami sekarang! Apa yang kamu rasakan? Bagaimanakah kamu mensyukuri kehidupanmu sekarang ini?

2.Kamu telah memahami konsep dan pengetahuan mengenai perpindahan kalor. Tuliskan benda-benda dalam kehidupan sehari-hari yang dapat berubah wujud karena perpindahan kalor.

Bersama orang tua atau anggota keluargamu yang lain, amatilah kegiatan sehari-hari keluargamu di rumah. Identifikasilah, lalu tuliskan kegiatan- kegiatan yang menunjukkan adanya perubahan wujud benda.

SD5 Tema 7-1-1 Peristiwa Kehidupan – Peristiwa Kebangsaan Masa Penjajahan

SD5 Tema 7 Peristiwa Kehidupan – Sub Tema 1 : Peristiwa Kebangsaan Masa Penjajahan.

Banyak peristiwa dalam kehidupan. Ada peristiwa pribadi, peristiwa keluarga, peristiwa masyarakat, bahkan ada juga peristiwa yang dialami oleh bangsa dan negara.
Peristiwa dapat dibedakan menjadi dua macam. Pertama, peristiwa yang menyenangkan (peristiwa yang membuat kita senang). Kedua, peristiwa yang tidak menyenangkan (peristiwa yang membuat kita sedih).

 

 

Amati gambar-gambar berikut!
Berikan tanda centang (V) pada peristiwa menyenangkan. Berikan tanda silang (X) pada peristiwa tidak menyenangkan.

  • Peristiwa Menang dalam Lomba : Menyenangkan.
  • Peristiwa sakit : tidak menyenangkan.
  • Peristiwa Jatuh dari sepeda : tidak menyenangkan.
  • peristiwa merayakan ulang tahun : menyenangkan.
  • peristiwa Rumah Kebanjiran : tidak menyenangkan.
  • peristiwa tamasya ke kebun binatang : menyenangkan.

 

Pembelajaran 1.

Tampak gambar Buah cengkih sebelum dikeringkan dan gambar Cengkih kering buah cengkih setelah dikeringkan.

Rempah-rempah begitu melimpah di bumi Indonesia. Melimpahnya rempah- rempah dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Namun, rempah-rempah yang begitu melimpah juga membuat bangsa-bangsa di Eropa berusaha untuk menguasai perdagangannya.

 

  • Mengapa bangsa Eropa berhasrat memonopoli perdagangan rempah- rempah? Karena bangsa eropa ingin menguasai indonesia dan ingin memiliki Kejayaaan dan kekayaan, juga mereka ingin memiliki keuntugan besar dari rempah rempah yang mereka jual ke negara-negara asalnya.
  • Seberapa tinggikah nilai ekonomis rempah-rempah di mata bangsa- bangsa Eropa? Sangat tinggi.karena bangsa indonesia kaya akan rempah2 selain itu rempah2 kaya akan khasiatnya untuk menghangatkan tubuh makanya bangsa eropa banyak yg datang ke indonesia untuk mengambil rempah2 tsb dan diolah menjadi minuman penghangat.
  • Apa hubungan rempah-rempah dan penjajahan di Indonesia? Dengan menguasai dan menjajah Indonesia maka bangsa eropah tadi bisa mengeruk kekayaan Indonesia pada masa itu.
  • Salah satu peristiwa tidak menyenangkan yang dialami oleh bangsa Indonesia adalah penjajahan yang berlangsung cukup lama.

Bersama ayahnya, Beni berkunjung ke kebun cengkih milik Pak Rudi. Kebun cengkih Pak Rudi sangat luas. Pohon cengkihnya pun banyak dan tumbuh subur. Sebagian besar pohon cengkih di kebun itu sudah memasuki masa panen.
Tahukah kamu hubungan antara cengkih dan penjajahan yang dialami oleh bangsa kita?

Cengkih memiliki banyak manfaat. Sebagai bumbu masak, cengkih digunakan dalam bentuk bunga utuh atau dalam bentuk bubuk. Cengkih juga dimanfaatkan oleh bangsa China dan Jepang sebagai dupa. Selain itu, minyak cengkih digunakan sebagai aroma terapi dan obat sakit gigi.
Pohon cengkih banyak manfaatnya sehingga menjadikannya bernilai ekonomis tinggi. Oleh karena itulah, cengkih merupakan salah satu bahan rempah-rempah yang menjadi buruan bangsa-bangsa Eropa. Hal itu memicu terjadinya penjajahan di Indonesia.

Bangsa kita mengalami penjajahan cukup lama. Selama masa penjajahan, bangsa kita mengalami penderitaan akibat adanya penindasan.
Pada masa pemerintahan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia, datanglah orang-orang Eropa yang mengadakan pelayaran samudra. Kedatangan orang- orang Eropa di Nusantara mula-mula disambut baik oleh bangsa Indonesia. Namun, ketika orang-orang Eropa itu berusaha menguasai Nusantara, mereka mendapat reaksi keras berupa perlawanan-perlawanan di berbagai daerah.

Lalu, apa sebenarnya yang melatarbelakangi bangsa-bangsa Eropa tersebut datang ke Indonesia dan akhirnya menjajah bangsa Indonesia? Ayo, kita cari tahu faktor-faktor yang melatarbelakangi kedatangan bangsa-bangsa Eropa ke Indonesia!

Judul Bacaan : Peristiwa Kedatangan Bangsa Barat.

Mulai akhir abad XV, bangsa Eropa berusaha melakukan penjelajahan samudra. Bangsa Eropa yang pernah melakukan penjelajahan dan penjajahan di Indonesia dimulai oleh bangsa Portugis. Kapal mereka pertama kali mendarat di Malaka pada tahun 1511. Berikutnya ialah bangsa Spanyol yang mendarat di Tidore, Maluku pada tahun 1521. Kemudian, disusul oleh bangsa Inggris dan Belanda. Kapal-kapal Belanda pertama kali mendarat di Pelabuhan Banten pada tahun 1596.

Faktor-faktor pendorong penjelajahan samudra antara lain sebagai berikut.

a, Adanya keinginan mencari kekayaan (gold).
Kekayaan yang mereka cari terutama adalah rempah-rempah. Sekitar abad XV di Eropa, harga rempah-rempah sangat mahal. Harga rempah-rempah semahal emas (gold). Mereka sangat membutuhkan rempah-rempah untuk industri obat-obatan dan memasak.

b, Adanya keinginan menyebarkan agama (gospel).
Selain mencari kekayaan dan tanah jajahan, bangsa Eropa juga membawa misi khusus. Misi khusus tersebut adalah menyebarkan agama kepada penduduk daerah yang dikuasainya. Tugas mereka ini dianggap sebagai tugas suci yang harus dilaksanakan ke seluruh dunia dan dipelopori oleh bangsa Portugis.

c, Adanya keinginan mencari kejayaan (glory).
Di Eropa, ada suatu anggapan bah- wa apabila suatu negara mempunyai banyak tanah jajahan, negara tersebut termasuk negara yang jaya (glory). Dengan adanya anggapan ini, negara- negara Eropa berlomba-lomba untuk mencari tanah jajahan sebanyak- banyaknya.

d, Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang cepat seperti :
– Dikembangkannya teknik pembuatan kapal yang dapat digunakan untuk mengarungi samudra luas; Ditemukannya mesiu untuk persen- jataan.
– Senjata dapat digunakan untuk melindungi pelayaran dari ancaman bajak laut dan sebagainya.
– Ditemukannya kompas. Kompas digunakan sebagai penunjuk arah sehingga para penjelajah tidak lagi bergantung pada kebiasaan alam. Untuk menentukan arah, biasanya mereka berpedoman pada bintang sehingga jika angkasa tertutup awan, mereka tidak dapat meneruskan pelayarannya. Dengan kompas, mereka bebas berlayar ke arah mana pun tanpa gangguan, baik siang maupun malam.

 

1, Siapa yang dimaksud dengan bangsa Barat? Belanda, Inggris, Portugis.

2, Apa faktor yang melatar- belakangi bangsa Barat melakukan penjajahan di Indonesia? Mencari Kekayaan, Kejayaan, Menyebarkan Agama, Perkembangan Teknologi.

3. Kapan bangsa Barat mulai melakukan penjelajahan samudra? Abad 15.

4.Di mana bangsa Barat pertama kali mendarat di Indonesia? Portugal mendarat di Malaka; Spanyol di Sumatera Utara; Inggris di Ternate dan Tidore; Belanda mendarat pertama kali di Banten.

5.Mengapa bangsa Barat melakukan penjelajahan samudra? teknologi perkapalan yang sudah maju dan ditemukan kompas; mencari kekayaraan, kejayaan, dan penyebaran agama.

6.Bagaimana kondisi rakyat yang mengalami penjajahan? Menderita karena hasil di bawa ke negara penjajah.

Diskusikan teks Peristiwa Kedatangan Bangsa Barat dengan teman sebangku- mu. Kemudian, buatlah ulasan mengenai bacaan tersebut seperti di bawah ini.

Ulasan Teks :

  • Judul teks
  • Bagian yang paling menarik
  • Informasi penting
  • Pendapat saya tentang teks ini
  • Saya menyarankan/tidak menyarankan teks ini karena

Bersama kelompokmu, carilah informasi mengenai kedatangan tiap-tiap bangsa Eropa ke Indonesia. Informasi dapat kamu peroleh dari buku, surat kabar, majalah, atau artikel di internet!

Kedatangan Bangsa Portugis di Indonesia.

  • Tahun kedatangan:
  • Tempat/Daerah:
  • Tujuan:
  • Peristiwa-peristiwa penting yang terjadi:
  • Reaksi masyarakat

Kedatangan Bangsa Spanyol di Indonesia :

  • Tahun kedatangan:
  • Tempat/Daerah:
  • Tujuan:
  • Peristiwa-peristiwa penting yang terjadi:
  • Reaksi masyarakat.

Kedatangan Bangsa Belanda di Indonesia :

  • Tahun kedatangan:
  • Tempat/Daerah:
  • Tujuan:
  • Peristiwa-peristiwa penting yang terjadi:
  • Reaksi masyarakat.

 

Salah satu latar belakang kedatangan bangsa-bangsa Eropa ke Indonesia adalah Semboyan 3G (Gold, Gospel, Glory).
Tuliskan kembali arti Gold, Gospel, dan Glory pada kolom berikut!

Gold artinya : …

Gospel artinya …

Glory artinya …

 

Tuliskan pendapatmu mengenai Semboyan 3G tersebut.

Alasan: …
Setuju atau  Tidak Setuju …

Buatlah pengandaian berkaitan dengan peristiwa kedatangan bangsa- bangsa Eropa di Indonesia!

Seandainya aku menjadi rakyat Indonesia pada masa itu, aku akan … (menerima/ menolak) kedatangan bangsa-bangsa Eropa di Indonesia.
Penjajah … (membantu/ menyengsarakan) kehidupan rakyat Indonesia.
Sikap para penjajah awalnya … (baik/ jahat). Namun, pada akhirnya, kelihatan juga sifat aslinya, yaitu …. (ramah dan suka menolong/menindas dan kejam).

Cengkih merupakan salah satu jenis rempah-rempah yang banyak manfaatnya. Harganya pun cukup tinggi sehingga sampai kini masih banyak masyarakat yang membudidayakannya.
Untuk dapat mengambil manfaat cengkih secara maksimal, setelah dipetik, cengkih kemudian dikeringkan dengan cara dijemur. Selama proses penjemuran, terjadi perubahan warna pada cengkih, dari yang semula kuning dan merah menjadi hitam dan cokelat.

Pada proses pengeringan cengkih, terjadi perubahan benda yang disebabkan kalor (panas). Dari proses tersebut, kita ketahui pengaruh kalor atau energi panas (dalam hal ini sinar matahari) pada benda.
Pernahkah kamu mengamati benda-benda yang ada di sekitarmu? Benda- benda yang ada di sekitarmu memiliki sifat dan wujud yang berbeda- beda. Masih ingatkah kamu wujud-wujud benda? Tahukah kamu cara membedakannya? Salah satu cara membedakan wujud benda adalah dengan mengetahui sifat setiap benda itu.

 

Judul Bacaan : Sifat-Sifat Benda.

Benda-benda yang ada di sekitar kita digolongkan menjadi tiga, yaitu benda padat, cair, dan gas. Ketiganya memiliki sifat yang berbeda. Mengapa kamu perlu mengetahui sifat-sifat benda? Salah satu manfaat mengetahui sifat- sifat benda ialah kita akan tahu cara memperlakukan benda-benda yang ada di sekitar kita.

Salah satu wujud benda adalah padat. Kamu pasti memiliki banyak benda di sekitarmu yang berwujud padat. Kamu dapat memegangnya, dapat memindahkannya tanpa mengubah bentuk aslinya. Benda padat yang ada di sekitarmu dapat diubah dengan beberapa perlakukan seperti diberi panas, diberi tekanan tinggi, atau diberi perlakuan fisik seperti menggunting, menekan, melipat, atau menyobek.

Wujud berikutnya adalah cair. Benda-benda cair dapat ditemui dengan mudah di sekitarmu. Air merupakan zat penting dalam kehidupan makhluk hidup yang berwujud cair. Benda cair yang ada di rumahmu biasanya berada dalam sebuah wadah seperi bak kamar mandi, baskom, gelas, atau ketel air. Perhatikanlah bahwa ketika benda cair itu dipindahkan, ia akan berubah mengikuti wadahnya. Jika wadahnya berlubang, benda cair itu akan segera mengalir ke luar dari wadahnya. Jika kamu melihat sungai atau air terjun, air yang ada di dalam badan sungai akan mengalir dari tepat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah. Benda cair juga dapat merambat melalui serat-serat halus dari bahan seperti bahan kain. Benda cair mengisi rongga kecil atau pori-pori bahan tersebut.

Wujud benda yang lain adalah gas. Manusia dapat memasukkan dan mengeluarkan gas dari dalam tubuhnya pada saat bernapas. Manusia menghirup gas oksigen dan mengeluarkan gas karbon dioksida. Dengan cara meniup, kamu dapat membuat sebuah balon mengembang. Dengan meniup, kamu juga dapat menggerakkan selembar kertas di tanganmu. Kamu dapat mencium bau napasmu sendiri. Kamu pun dapat mencium bau-bau lainnya yang berupa gas. Dengan memahami sifat gas, manusia menciptakan parfum atau minyak wangi untuk menyebarkan bau dari gas yang dikeluarkan dari wadah parfum tersebut. Namun, apakah kamu dapat melihat wujud gas dengan mata telanjang? Dapatkah kamu mengubah bentuknya?

Lakukanlah percobaan-percobaan berikut bersama dengan teman sekelompok- mu yang terdiri atas 3–4 orang.

Percobaan 1.

Alat dan Bahan :
•dua buah pensil
•penghapus pensil
•peraut pensil
•buku catatan

Langkah Kegiatan :
1, Ambillah pensil yang masih utuh. Perhatikan bentuknya dan gambarlah.
2, Dengan menggunakan penyerut pensil, rautlah bagian ujung pensil hingga dapat digunakan untuk menulis. Perhatikanlah, gambarlah dan bandingkan gambar ini dengan gambar pensil yang utuh sebelumnya.
3, Ambil penghapus pensil, amati bentuknya dan gambarlah.
4, Gosokkan penghapus tersebut ke permukaan meja yang rata dan halus selama beberapa saat. Amati bentuknya, terutama pada bagian yang digosokkan. Gambarlah dan bandingkan dengan gambar sebelumnya.

Diskusikan :
1, Apakah ujung pensil berubah bentuk setelah diraut?
2, Apakah ujung karet penghapus pensil berubah bentuk setelah digosokkan?
3, Apakah kesimpulanmu?

 

Percobaan 2.

•gelas yang diisi air 3/4 tinggi gelas
•wadah lain yang transparan
•nampan atau papan kayu

Langkah Kegiatan :
1, Letakkan gelas yang berisi air pada permukaan yang rata. Amati dan gambarlah.
2, Letakkan gelas tersebut di atas nampan atau papan kayu. Perlahan, miringkan nampan atau papan kayu tersebut dan jagalah jangan sampai isi gelas tumpah. Perhatikan dengan saksama, lalu gambarlah. Bandingkan dengan gambar sebelumnya.
3, Pindahkan air di dalam gelas ke dalam wadah yang lain. Perhatikan apa yang terjadi. Gambarlah.
4, Tuangkan air tersebut ke atas tanah. Perhatikan apa yang terjadi. Catatlah.

Diskusikan
1, Bagaimana bentuk permukaan air di gelas saat sebelum dan sesudah dimiringkan?

2, Apakah yang terjadi ketika air dituangkan ke dalam wadah yang lain?

3, Bagaimana cara air tersebut dapat mengalir?

4, Apa yang terjadi ketika air dituang ke atas tanah? Ke manakah air itu mengalir?

5, Bagaimana cara air tersebut dapat mengalir?

6, Apa yang terjadi ketika air dituang ke atas tanah? Ke manakah air itu mengalir?

7. Apakah kesimpulanmu?

 

Percobaan 3.
Alat dan Bahan :
•gelas plastik,
•ember,
•air,
•buku catatan.

Langkah Kegiatan :

1, Isilah ember air sampai 3/4-nya.
2, Masukkan gelas ke dalam ember dengan posisi menelungkup. Perhatikan apa yang terjadi.
3, Miringkanlah gelas perlahan-lahan di dalam ember. Amati apa yang keluar dari gelas tersebut.

Diskusikan :
1, Apakah yang terjadi pada saat kamu membenamkan gelas tersebut? Mengapa?
2, Apa yang terjadi pada saat gelas dimiringkan? Mengapa hal itu terjadi?
3, Apakah kesimpulanmu dari percobaan ini?
4, Berdasarkan percobaan di atas, buatlah sebuah laporan percobaan dengan menggunakan poster. Dalam poster, jelaskan perbedaan sifat ketiga wujud benda tersebut. Lengkapi dengan gambar dan keterangan yang diperlukan untuk menjelaskannya. Presentasikanlah postermu di dalam sebuah kegiatan galeri berjalan dengan percaya diri.

1, Kamu telah memahami konsep dan pengetahuan mengenai latar belakang kedatangan bangsa-bangsa Eropa di Indonesia. Kemukakan pendapatmu, sesuaikah perilaku dan latar belakang orang-orang Eropa tersebut dengan nilai-nilai budaya kita?

2.Kamu telah memahami konsep dan pengetahuan mengenai perubahan wujud benda. Jelaskan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Bersama orang tua atau anggota keluargamu yang lain, amatilah wujud benda- benda di rumahmu. Identifikasilah, lalu tuliskan benda berwujud padat, benda berwujud cair, dan benda berwujud gas.

Sejarah Kedatangan Bangsa Eropa ke Indonesia

Sejarah Kedatangan Bangsa Eropa ke Indonesia

Sumber : http://www.fauzanalrasyid.com/2011/04/hindia-timur-atau-indonesia-telah-lama.html

Hindia Timur atau Indonesia telah lama dikenal sebagai daerah penghasil rempah-rempah seperti vanili, lada, dan cengkeh. Rempah-rempah ini digunakan untuk mengawetkan makanan, bumbu masakan, bahkan obat. Karena kegunaannya, rempah-rempah ini sangat laku di pasaran dan harganya pun mahal. Hal ini mendorong para pedagang Asia Barat datang dan memonopoli perdagangan rempah-rempah. Mereka membeli bahan-bahan ini dari para petani di Indonesia dan menjualnya kepada para pedagang Eropa.

Namun, jatuhnya Konstantinopel pada tahun 1453 ke Turki Utsmani mengakibatkan pasokan rempah-rempah ke wilayah Eropa terputus. Hal ini dikarenakan boikot yang dilakukan oleh Turki Utsmani kepada bangsa Eropa. Situasi ini mendorong orang-orang Eropa menjelajahi jalur pelayaran ke wilayah yang banyak memiliki bahan rempah-rempah, termasuk kepulauan Nusantara (Indonesia). Dalam perkembangannya, mereka tidak saja berdagang, tetapi juga menguasai sumber rempah-rempah di negara penghasil. Sejak saat itu dimulailah era kolonialisasi Barat di Asia.

  1. Sebab dan Tujuan Kedatangan Bangsa Barat

Secara umum, kedatangan bangsa Eropa ke Asia termasuk ke Indonesia dilandasi keinginan mereka untuk berdagang, menyalurkan jiwa penjelajah, dan menyebarkan agama. Adapun sebab dan tujuan bangsa Eropa ke dunia Timur adalah sebagai berikut :

  1. Mencari kekayaan termasuk berdagang (Gold)
  2. Mencari kemuliaan bangsa (Glory)
  3. Menyebarkan agama (Gospel)

Sejak abad ke-3, rempah-rempah memang merupakan bahan dagang yang sangat menguntungkan. Hal ini mendorong orang-orang Eropa berusaha mencari harta kekayaan ini sekalipun menjelajah semudera. Keinginan ini diperkuat dengan adanya jiwa penjelajah. Bangsa Eropa dikenal sebagai bangsa penjelajah, terutama untuk menemukan daerah-daerah baru. Mereka berlomba-lomba meninggalkan Eropa. Mereka yakin bahwa jika berlayar ke satu arah, maka mereka akan kembali ke tempat semula. Selain itu, orang-orang Eropa terutama Protugis dan Spanyol yakin bahwa di luar Eropa ada Prestor John (kerajaan dan penduduknya beragama Kristen). Oleh karena itu, mereka berani berlayar jauh. Mereka yakin akan bertemu dengan orang-orang seagama.

Pada awalnya, tujuan kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia hanya untuk membeli rempah-rempah dari para petani Indonesia. Namun, dengan semakin meningkatnya kebutuhan industri di Eropa akan rempah-rempah, mereka kemudian mengklaim daerah-daerah yang mereka kunjungi sebagai daerah kekuasaannya. Di tempat-tempat ini, bangsa Eropa memonopoli perdagangan rempah-rempah dan mengeruk kekayaan alam sebanyak mungkin. Dengan memonopoli perdagangan rempah-rempah, bangsa Eropa menjadi satu-satunya pembeli bahan-bahan ini. Akibatnya, harga bahan-bahan ini pun sangat ditentukan oleh mereka. Untuk memperoleh hak monopoli perdagangan ini, bangsa Eropa tidak jarang melakukan pemaksaan. Penguasaan sering dilakukan terhadap para penguasa setempat melalui suatu perjanjian yang umumnya menguntungkan bangsa Eropa. Selain itu, mereka selalu turut campur dalam urusan politik suatu daerah. Bangsa Eropa tidak jarang mengadu domba berbagai kelompok masyarakat dan kemudian mendukung salah satunya. Dengan cara seperti ini, mereka dengan mudah dapat mempengaruhi penguasa untuk memberikan hak-hak istimewa dalam berdagang.

  1. Kedatangan dan Terbentuknya Kekuasaan Kolonial di Indonesia
  1. Bangsa Portugis

Ekspedisi pertama untuk mencari jalan langsung ke Indonesia dirintis oleh bangsa Portugis dan Spanyol. Bangsa-bangsa lain seperti Inggris, Prancis, dan Belanda baru melakukan ekspedisi setelah kedua bangsa ini menemukan jalan ke Indonesia.

Orang Portugis pertama yang mencoba mencari jalan baru ke Indonesia adalah Bartholomeus Diaz. Ia meninggalkan Portugal pada tahun 1486. Ia menyusuri pantai barat Afrika hingga tiba di Tanjung Harapan, tetapi ia gagal mencapai Indonesia. Setelah Bartholomeus Diaz menemukan jalan ke timur di Tanjung Harapan (Afrika Selatan), upaya mencari jalan ke Indonesia diteruskan oleh armada-armada Portugis berikutnya.

Armada Portugis berikutnya yang mencoba berlayar ke Indonesia dipimpin oleh Vasco da Gama. Mereka berangkat pada tahun 1497 dan berhasil melewati Tanjung Harapan. Sewaktu tiba di Pelabuhan Malinda (Afrika Timur), mereka bertemu dengan pedagang-pedagang Arab dan India. Namun, jalan ke Asia Tenggara tetap dirahasiakan oleh para pedagang tersebut. Oleh karena itu, orang-orang Portugis melanjutkan perjalannya menyusuri pantai timur Afrika. Mereka harus melewati perairan dengan ombak yang sangat besar. Daerah itu terletak di timur laut Afrika terutama di sekitar Ujung Tanduk. Oleh karena itu, daerah ini disebut Guadafui (berhati-hatilah).

Ekspedisi ini kemudian berhasil melewati selat di ujung selatan Laut Merah yang disebutnya Bab el Mandeb (Gapura Air Mata). Pada tahun 1498, Vasco da Gama tiba di Kalikut (India). Sejak saat itu, perdagangan antara orang Eropa dan India tidak lagi melalui jalur Laut Tengah melainkan melalui pantai timur Afrika. Namun, penemuan ini belum juga memuaskan bangsa Portugis. Mereka ingin menjelajahi daerah timur lainnya yakni Malaka dan Maluku.

Pada waktu itu, di Asia Tenggara terdapat salah satu daerah pusat perdagangan  yang sangat ramai dikunjungi. Daerah tersebut adalah Malaka sedangkan daerah sumber rempah-rempahnya adalah Maluku. Bagi Portugis, cara termudah menguasai perdagangan di sekitar Malaka termasuk di Maluku adalah dengan merebut atau menguasai Malaka. Kolonialisme Portugis di Indonesia dimulai sejak kedatangan Alfonso d’Albuquerque di Maluku. Pada tahun 1511, ekspedisi Portugis di bawah pimpinan Alfonso d’Albuquerque berhasil menaklukkan Malaka. Dari sana, mereka menuju Maluku dan diterima dengan baik oleh raja Ternate. Mereka diperkenankan berdagang dan membangun benteng di Ternate.

  1. Bangsa Spanyol

Pelopor berkebangsaan Spanyol yang mencari jalan langsung ke Indonesia adalah Christopher Columbus, ia berlayar ke arah barat. Setelah dua bulan, ia sampai di sebuah pulau yang kemudian dinamakan San Salvador. Columbus gagal mencapai India.

Setelah Columbus gagal menemukan India, ekspedisi Spanyol selanjutnya ke daerah rempah-rempah dipelopori oleh Ferdinand Magelhaens. Berbeda dengan armada Portugis, pada tahun 1519 Magellan berangkat  melalui Samudera Atlantik. Setelah melewati ujung Amerika Selatan, ia masuk ke Samudera Pasifik. Ia tiba di Filipina pada tahun 1521. Ketika mencoba mengatasi perang antarsuku di Cebu, Magelhaens terbunuh. Posisinya kemudian digantikan oleh Del Cano.  Dalam perjalanan kembali ke Spanyol, mereka singgah di Tidore. Sejak saat itu, terjalin kerja sama antara Spanyol dan Tidore. Kerja sama itu tidak hanya dalam hal perdagangan, tetapi juga diperkuat dengan dibangunnya benteng Spanyol di Tidore. Sementara itu, Portugis yang membuka kantor dagangnya di Ternate merasa terancam dengan hadirnya Spanyol di Tidore. Hal ini diperkuat lagi dengan kenyataan bahwa Tidore dan Ternate telah lama bermusuhan. Dengan alasan tersebut, Portugis yang didukung pasukan Tidore. Berhasil merebut Benteng Spanyol di Tidore. Namun, berkat perantara Paus di Roma, Portugis dan Spanyol akhirnya mengadakan perjanjian yang disebut Perjanjian Saragosa. Berdasarkan perjanjian itu, Maluku dikuasai Portugis sedangkan Philipina dikuasai Sepanyol.

Isi Perjanjian Saragosa: 

  1. Daerah kekuasaan dan pelayaran Portugis adalah dari Brazilia ke Timur sampai Halmahera (Maluku).
  2. Spanyol berkuasa atas Mexico ke Barat terus sampai Phillipina.
  1. Bangsa Inggris

Kedatangan bangsa Inggris ke Indonesia dirintis oleh Francis Drake dan Thomas Cavendish. Dengan mengikuti jalur yang dilalui Magelhaens, pada tahun 1579 Francis Drake berlayar ke Indonesia. Armadanya berhasil membawa rempah-rempah dari Ternate dan kembali ke Inggris lewat Samudera Hindia. Perjalanan beriktunya dilakukan pada tahun 1586 oleh Thomas Cavendish melewati jalur yang sama.

Pengalaman kedua pelaut tersebut mendorong Ratu Elizabeth I meningkatkan pelayaran internasionalnya. Hal ini dilakukan dalam rangka menggalakan ekspor wol, menyaingi perdagangan Spanyol, dan mencari rempah-rempah. Ratu Elizabeth I kemudian memberi hak istimewa kepada EIC (East Indian Company) untuk mengurus perdagangan dengan Asia. EIC kemudian mengirim armadanya ke Indonesia. Armada EIC yang dipimpin James Lancestor berhasil melewati jalan Portugis (lewat Afrika). Namun, mereka gagal mencapai Indonesia karena diserang Portugis dan bajak laut Melayu di selat Malaka.

Awal abad ke-17, Inggris telah memiliki jajahan di India dan terus berusaha mengembangkan pengaruhnya di Asia Tenggara, kahususnya di Indonesia. Kolonialisme Inggris di Hindia Belanda dimulai tahun 1604. menurut catatan sejarah, sejak pertama kali tiba di Indonesia tahun 1604, EIC mendirikan kantor-kantor dagangnya. Di antaranya di Ambon, Aceh, Jayakarta, Banjar, Japara, dan Makassar.

Walaupun demikian, armada Inggris tidak mampu menyaingi armada dagang barat lainnya di Indonesia, seperti Belanda. Mereka akhirnya memusatkan aktivitas perdagangannya di India. Mereka berhasil membangun kota-kota perdagangan seperti Madras, Kalkuta, dan Bombay.

  1. Bangsa Belanda

Armada Belanda yang pertama berusaha mencapai Indonesia dipimpin Van Neck, namun ekspedisi ini gagal. Kemudian, pada tahun 1595 armada Belanda dipimpin Cornelis de Houtman dan Pieter de Kaizer berangkat menuju Indonesia. Mereka menyusuri pantai barat Afrika lalu sampai ke Tanjung Harapan. Dari sana, mereka mengarungi Samudera Hindia dan masuk ke Indonesia melalui Selat Sunda lalu tiba di Banten.

Armada ini tidak diterima oleh rakyat Banten karena Belanda bersikap kasar. Selain itu, hubungan antara Banten dan Portugis masih baik. Kemudian dari Banten, armada ini bermaksud menuju Maluku untuk membeli rempah-rempah namun ternyata gagal mencapai Maluku. Cornelis de Houtman tiba kembali di negerinya pada tahun 1597 dan ia disambut sebagai penemu jalan ke Indonesia.

Setelah de Houtman, armada Belanda datang ke Indonesia susul-menyusul. Hal ini mengakibatkan lalu lintas Indonesia – Belanda menjadi ramai. Armada Belanda yang pertama mencapai Maluku adalah armada kedua. Mereka berhasil melakukan pembelian remapah-rempah di sana.

Pada awalnya, Belanda memang gagal menghadapi persaingan dengan Portugis, baik di Maluku maupun di pelabuhan-pelabuhan lain di Indonesia. Namun, karena armada Belanda semakin hari semakin bertambah, sedikit demi sedikit armada Portugis mulai terdesak. Akhirnya Portugis terusir dari Maluku dan itu menandai era kolonialisme Belanda di Indonesia. Sejak saat itu, pedagang-pedagang Belanda semakin banyak yang datang ke Maluku.

Lahirnya VOC

Untuk mengatasi persaingan diantara pedagang-pedagang Belanda sendiri, pada tanggal 20 Maret 1682 Belanda membentuk VOC (Vereenigde OostIndische Compagnie) atau persekutuan Dagang Hindia Timur atas usulan Johan Van Oldenbarneveld. Tujuan pembentukan VOC tidak lain adalah menghindari persaingan antar pengusaha Belanda (intern) serta mampu menghadapi persaingan dengan bangsa lain terutama Spanyol dan Portugis sebagai musuhnya (ekstern). VOC dipimpin oleh De Heren Zuventien (Dewan Tujuh Belas) yang berkedudukan di Amsterdam. Oleh Pemerintahan Belanda, VOC diberi oktroii (hak-hak istimewa). Artinya dengan hak-hak tersebut berarti VOC memiliki kekuasaan seperti suatu negara. Mereka dapat bertindak bebas tanpa harus konsultasi terlebih dulu dengan pemerintah Belanda di negeri induk. Hak-hak istimewa tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Dianggap sebagai wakil pemerintah Belanda di Asia
  2. Memonopoli perdagangan
  3. Mencetak dan mengedarkan uang sendiri
  4. Mengadakan perjanjian
  5. Menaklukkan perang dengan negara lain
  6. Menjalankan kekuasaan kehakiman
  7. Pemungutan pajak
  8. Memiliki angkatan perang sendiri
  9. Mengadakan pemerintahan sendiri

Untuk melaksanakan kekuasaannya di Indonesia diangkatlah jabatan Gubernur Jenderal VOC, seperti Pieter Both yang merupakan Gubernur Jenderal VOC pertama yang memerintah tahun 1610 – 1619 di Ambon. Jan Pieterzoon Coen, merupakan Gubernur Jenderal kedua yang memindahkan pusat VOC dari Ambon ke Jayakarta (Batavia) karena letaknya strategis di tengah-tengah Nusantara sehingga memudahkan pelayaran ke Belanda. Sedangkan dalam melaksanakan pemerintahan, VOC banyak mempergunakan tenaga bupati. Sementar bangsa Cina dipercaya untuk pemungutan pajak dengan cara menyewakan desa selama waktu yang ditentukan.

Setelah berpusat di Batavia, VOC melakukan perluasan kekuasaan dengan pendekatan serta campur tangan terhadap kerajaan-kerajaan di Nusantara, antara lain Mataram, Banten, Banjar, Sumatra, Gowa, serta Maluku. Akibat hak monopoli yang dimilikinya, VOC memaksakan kehendaknya sehingga menimbulkan permusuhan dengan kerajaan-kerajaan di Nusantara. Untuk menghadapi perlawanan bangsa Indonesia VOC meningkatkan kekuatan militernya serta membangun benteng-benteng seperti di Ambon, Makasar, Jayakarta dan lain-lain.

Cara Belanda Memeroleh Monopoli Perdagangan di Nusantara

  1. Melakukan pelayaran Hongi (Hongi Tockten) untuk memberantas penyelundupan. Tindakan yang dilakukan VOC adalah merampas setiap kapal penduduk yang menjual langsung rempah-rempah kepada pedagang asing seperti Inggris, Perancis dan Denmark. Hal ini banyak dijumpai di pelabuhan bebas Makasar.
  2. Melakukan Ekstirpasi, yaitu penebangan tanaman milik rakyat. Tujuannya adalah mepertahankan agar harga rempah-rempah tidak merosot bila hasil panen berlebihan (over produksi).
  3. Perjanjian dengan raja-raja setempat, terutama yang kalah perang wajib menyerahkan hasil bumi yang dibutuhkan VOC dengan harga yang ditetapkan VOC. Penyerahan wajib disebut Verplichte Leverantie.
  4. Rakyat wajib menyerahkan hasil bumi sebagai pajak, yang disebut dengan istilah Contingenten.

Namun, seiring dengan perubahan permintaan dan kebutuhan di Eropa dari rempah-rempah ke tanaman industri yaitu kopi, gula dan teh maka pada abad ke-18 VOC mengalihkan perhatiannya untuk menanam ke tiga jenis barang komoditi tersebut. Misalnya tebu di Muara Angke (sekitar Batavia), kopi dan teh daerah Priangan.

Kemunduran VOC

Pada pertengahan abad ke-18 VOC mengalami banyak kemunduran karena beberapa hal sehingga pada akhirnya dibubarkan. Berikut ini adalah sebab-sebab kemunduran VOC:

  1. Banyak pegawai VOC yang curang dan korupsi.
  2. Banyak pengeluaran untuk biaya peperangan contoh perang melawan Sultan Hasanuddin dari Gowa.
  3. Banyaknya gaji yang harus dibayar karena kekuasaan yang luas membutuhkan pegawai yang banyak.
  4. Pembayaran Devident (keuntungan) bagi pemegang saham turut memberatkan setelah pemasukan VOC kekurangan.
  5. Bertambahnya saingan dagang di Asia terutama Inggris dan Perancis.
  6. Perubahan politik di Belanda dengan berdirinya Republik Bataaf 1795 yang demokratis dan liberal yang menganjurkan perdagangan bebas.

Berdasarkan alasan di atas akhirnya VOC dibubarkan pada tanggal 31 Desember 1799 dengan hutang 136,7 juta Gulden dan kekayaan yang ditinggalkan berupa kantor dagang, gudang, benteng, kapal serta daerah kekuasaan di Indonesia.

  1. Dampak Positif dan Negatif Kedatangan Bangsa Eropa di Indonesia
  1. Dampak Positif

Setelah kedatangan bangsa Eropa di Indonesia, kemajuan bangsa Indonesia bertambah. Adapun beberapa manfaat atas kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia adalah sebagai berikut:

  1. Banyaknya dibangun pelabuhan-pelabuhan sehingga Indonesia menjadi pusat perdagangan di Asia tenggara terutama di daerah Malaka.
  2. Setelah kedatangan bangsa Eropa di Indonesia banyak berdiri pusat-pasat Industri yang dapat mengurangi angka penganguran di Indonesia.
  3. Dibangunnya sarana jalan darat (jalan raya) sehingga antara kota yang satu dengan yang lainnya terasa dekat.
  4. Didirikannya sekolah yang dapat mencerdaskan para generasi penerus bangsa Indonesia.
  1. Dampak Negatif

Setelah kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia bangsa Eropa beralih keinginan untuk untuk menjajah bangsa Indonesia sehingga terjadilah peperangan di mana-mana. Adapun dampak negatif kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia adalah:

  1. Masyarakat Indonesia merasa tertindas dengan kedatangan bangsa Eropa yang selalu bersikap semena-mena terhadap bangsa  Indonesia.
  2. Terjadinya pemberontakan dimana-mana yang mengakibatkan banyak nya warga Negara Indonesia yang meninggal.
  3. Bangsa Eropa mengadu domba seluruh masyarakat Indonesia.
  4. Terjadinya perebutan kekuasaan yang dilakukan oleh Bangsa Eropa terhadap bangsa Indonesia yang akhirnya banyak menelan korban para warga Indonesia.
  5. Warga Indonesia merasa tidak bebas dengan adanya bangsa Eropa di Indonesia.

Buku Siswa Kelas 5 Tematik 7 Kurikulum 2013 Rev 2017 – Peristiwa dalam Kehidupan

Buku Siswa Kelas 5 Tematik 6 Kurikulum 2013 Rev 2017, PDF bisa di download disini !

Tema 6 : Peristiwa dalam Kehidupan.