Arsip Kategori: SD5-BSE

SD5 PKN – KEUTUHAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (NKRI)

SD5 PKN – Keuntuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia – NKRI.

A, Pengertian Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk yang paling sempurna. Meskipun demikian, antara manusia yang satu dengan yang lain tidak dapat hidup sendiri. Manusia senantiasa membutuhkan orang lain. Pada akhirnya manusia hidup berkelompok-kelompok. Pada mulanya manusia hidup dalam kelompok keluarga. Selanjutnya mereka membentuk kelompok yang lebih besar seperti suku, masyarakat, bangsa, atau negara. Salah satu contoh negara di dunia ini adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Apa itu Negara Kesatuan Republik Indonesia? Untuk mengetahuinya, pelajarilah uraian materi berikut secara saksama!

1, Pengertian Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kita adalah bangsa Indonesia yang tinggal di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Definisi “bangsa” dan “negara” memiliki perbedaan. Bangsa adalah suatu masyarakat dalam suatu daerah yang sama dan mereka tunduk kepada kedaulatan negaranya. Bangsa juga merupakan persekutuan hidup yang berdiri sendiri dan setiap anggota persekutuan hidup tersebut merasa memiliki kesatuan ras, bahasa, agama, dan adat istiadat.

Berdasarkan pengertian tersebut bangsa memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

a) Sekelompok manusia yang memiliki rasa kebersamaan.
b) Memiliki wilayah tertentu, tetapi tidak memiliki pemerintah sendiri.
c) Ada kehendak bersama untuk membentuk atau berada di bawah pemerintahan yang dibuatnya sendiri.
d) Keanggotaan orangnya bersifat kebangsaan atau nasionalitas.
e) Tidak dapat ditentukan secara pasti waktu kelahirannya, misalnya bangsa Indonesia tidak diketahui secara pasti kapan mulai ada bangsa Indonesia.
f) Dapat terjadi karena kesamaan identitas budaya, agama, dan bahasa sehingga dapat dibedakan dengan bangsa lainnya. Bangsa yang mempunyai identitas sama seperti ini adalah bangsa yang homogen (sama).

Negara adalah bentuk organisasi dari masyarakat atau kelompok orang yang mempunyai kekuasaan mengatur hubungan, menyelenggarakan ketertiban, dan menetapkan tujuan-tujuan dari kehidupan bersama. Beberapa pengertian negara antara lain:
a) Beberapa kelompok manusia yang bersama-sama mendiami wilayah tertentu dengan mengakui adanya suatu pemerintahan yang mengurus tata tertib dan keselamatan sekelompok atau beberapa kelompok manusia.
b) Suatu daerah teritorial yang bersama-sama diperintah oleh sejumlah pejabat yang berhasil menuntut warganya dalam ketaatan pada perundang-undangan melalui penguasaan kontrol dari kekuasaan yang sah.

Dari beberapa pendapat tentang pengertian negara di atas, maka secara teoritis negara memiliki unsur sebagai berikut.
a)  Unsur Konstitutif.
Unsur konstitutif merupakan unsur mutlak pembentuk atau unsur yang harus ada untuk terjadinya negara. Unsur tersebut mencakup wilayah (darat, udara, dan perairan), rakyat atau masyarakat, serta pemerintah yang berdaulat.
b. Unsur Deklaratif.

Unsur deklaratif merupakan unsur yang bersifat pernyataan dan melengkapi unsur konstitutif. Unsur ini meliputi adanya tujuan negara, undang-undang dasar, pengakuan dari negara lain secara de jure ataupun de facto.

Secara umum, suatu negara dikatakan terbentuk dengan terpenuhinya unsur-unsur negara, yaitu adanya pemerintahan yang berdaulat, bangsa, dan wilayah terpenuhi. Selain unsur-unsur negara, adapula unsur-unsur tambahan lain sebagai syarat terbentuknya dan diakuinya suatu negara oleh bangsa dan negara lain.

 

2, Proses Terjadinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bagi bangsa Indonesia terjadinya negara merupakan proses yang melalui berbagai tahap, yaitu:

a)  Perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia.

Terjadinya negara merupakan suatu proses yang tidak hanya diambil dari proklamasi, tetapi dari perjuangan bangsa Indonesia yang menuntut kemerdekaan, sehingga membentuk ideologi (ide-ide dasar yang dicita-citakan).

Sejarah mencatat sebelum abad ke-16, kehidupan bangsa Indonesia rukun dan damai. Tetapi setelah para penjajah dari negara Barat datang, keutuhan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara mulai retak. Para penjajah, khususnya Belanda, menerapkan politik adu domba, memecah belah, saling menghasut, memfitnah antara satu kelompok dengan kelompok lainnya. Pada akhirnya hubungan antara satu dengan lainnya retak.

Dalam situasi yang tidak akur dan terpecah belah tersebut, penjajah masuk menyusup dengan mudah. Perang saudara tidak terelakkan lagi. Akhirnya setiap daerah berjuang sendiri-sendiri. Pangeran Diponegoro yang berasal dari Jawa Tengah, Tuanku Imam Bonjol dari Sumatra Barat, adalah contoh tokoh pahlawan yang gigih berani melawan penjajah. Namun perjuangan kedua tokoh tersebut gagal karena perjuangan mereka bersifat kedaerahan. Bahkan Pangeran Diponegoro ditangkap dan dibuang ke luar Pulau Jawa. Beliau di pengasingan sampai akhirnya wafat.

Dari Aceh muncul tokoh Cut Nyak Dien, Teuku Umar, dan Cut Meutia. Mereka berjuang melawan penjajah, tetapi juga belum berhasil. Pahlawan dari wilayah Timur di antaranya Kapitan Pattimura yang berasal dari Ambon dengan dibantu teman-temannya. Pangeran Antasari dari Kalimantan Selatan pun berjuang melawan penjajah tetapi belum berhasil juga. Bahkan Kapitan Pattimura atau Thomas Matulesi gugur di tiang gantungan. Dari Ujung Pandang, ada Sultan Hasanuddin yang gigih dan perkasa mengusir penjajah, walaupun kandas juga. Sultan Hasanuddin terkenal dengan julukan “Ayam Jantan dari Timur”.

b) Proklamasi sebagai pintu gerbang kemerdekaan Indonesia.
Setelah melalui perjuangan yang panjang akhirnya terbentuklah negara Indonesia. Proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 mengantarkan bangsa Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan. Dengan negara yang berdaulat, lepas dari cengkeraman penjajah, bangsa Indonesia dapat meraih cita-cita dan meningkatkan taraf hidupnya.

c.Terjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk melalui proses dan tahapan yang panjang. Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk karena beberapa faktor, yaitu:

1) Adanya persamaan nasib, yaitu penderitaan bersama di bawah penjajahan bangsa asing selama kurang lebih 350 tahun.
2) Adanya keinginan bersama untuk merdeka dan melepaskan diri dari belenggu penjajahan.
3) Adanya kesatuan tempat tinggal, yaitu wilayah Nusantara yang terbentang dari Sabang sampai Merauke.
4) Adanya cita-cita bersama untuk mencapai kemakmuran dan keadilan sebagai suatu bangsa.

Faktor-faktor pembentuk bangsa Indonesia tersebut, secara bertahap telah melahirkan negara Indonesia. Secara runtut, perkembangan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah:
1) Adanya kesadaran dari seluruh bangsa Indonesia bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Bangsa Indonesia memiliki tekad kuat untuk menghapus segala penindasan dan penjajahan yang ada di Indonesia.
2) Kesadaran akan hak kemerdekaan tersebut mendorong bangsa Indonesia untuk berjuang melawan penjajah. Perjuangan panjang bangsa Indonesia menghasilkan proklamasi. Proklamasi inilah yang mengantarkan bangsa Indonesia ke pintu gerbang kemerdekaan.
3) Terjadinya negara Indonesia adalah kehendak bersama seluruh rakyat Indonesia dan atas rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa.
4) Setelah merdeka, negara Indonesia menyusun alat-alat kelengkapan negara yang meliputi tujuan negara, bentuk negara, sistem pemerintahan negara, UUD negara, dan dasar negara. Dengan demikian, sempurnalah Indonesia sebagai sebuah negara.

Tokoh-tokoh yang berjasa dalam memproklamasikan berdirinya NKRI.

a) IR. Soekarno.
Soekarno lahir di Surabaya, Jawa Timur pada tanggal 6 Juni 1901. Soekarno merupakan lulusan Techische Hoge School (sekarang ITB) Bandung.
Pada tanggal 4 Juli 1927, Soekarno mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI). Lewat pidato dan kritikannya yang tajam, Soekarno sering keluar masuk penjara pemerintahan Belanda. Bersama DRS. Mohammad Hatta, pada tanggal 17 Agustus 1945, beliau memproklamaksikan kemerdekaan Indonesia. Setelah kemerdekaan, Soekarno menjabat sebagai presiden Republik Indonesia yang pertama. IR. Soekarno wafat pada tanggal 21 Juni 1970 di Jakarta dan dimakamkan di Blitar Jawa Timur.

b) DRS. Mohammad Hatta.
Mohammad Hatta lahir di Bukittinggi pada tanggal 12 Agustus 1902. Beliau melanjutkan sekolah Rotterdam, Belanda, tepatnya di Sekolah Tinggi Ekonomi Negera Belanda.
Mohammad Hatta aktif dalam organisasi Jong Sumatra dan ketika di Belanda, beliau mendirikan organisasi Perhimpunan Indonesia (PI). Pada tanggal 17 Agustus 1945 beliau mendampingi IR. Soekarno membacakan teks proklamasi. Mohammad Hatta juga dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia. Mohammad Hatta wafat pada tanggal 14 Maret 1980 di Jakarta.

c) Ahmad Soebardjo.
Ahmad Soebardjo terkenal sebagai konseptor dalam penulisan naskah teks proklamasi dan Pembukaan UUD 1945. Beliaulah yang menjamin IR. Soekarno dan Mohammad Hatta dengan nyawanya ketika terjadi peristiwa Rengasdengklok. 

 

3, Tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Negara merupakan perkumpulan manusia yang hidup dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Tujuan negara bermacam-macam, di antaranya memperluas kekuasaan, menyelenggarakan ketertiban umum, dan menciptakan kebahagiaan bagi rakyatnya. Tujuan Negara Republik Indonesia tercantum di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Indonesia Tahun 1945, yaitu:
a) Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.
b) Memajukan kesejahteraan umum.
c) Mencerdaskan kehidupan bangsa.
d) Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Keempat tujuan tersebut didasarkan pada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

 

4, Fungsi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ada banyak fungsi negara yang perlu diketahui. Beberapa fungsi mutlak dari setiap negara adalah sebagai berikut.
a) Melaksanakan penertiban.
Fungsi negara sebagai penertiban, yaitu untuk mencapai tujuan bersama dan mencegah bentrokan-bentrokan di dalam masyarakat, sehingga masyarakat tetap stabil.
b) Mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Fungsi ini dianggap sangat penting terutama bagi negara-negara baru. Pemerintah Indonesia menerapkan fungsi ini ke dalam bentuk Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun).
c) Pertahanan.
Fungsi ini untuk menjaga kemungkinan serangan dari luar. Untuk menjaga kondisi keamanan, negara memfasilitasi angkatan perangnya dengan peralatan yang lengkap beserta peralatan pertahanannya.
d) Menegakkan keadilan.
Fungsi ini diharapkan dapat menciptakan supremasi hukum.

Kemudian apa fungsi Negara Kesatuan Republik Indonesia? Menurut E. Mirriam Budiardjo, fungsi negara yang sesuai dengan kondisi di negara Indonesia adalah:
a) keamanan ekstern,
b) ketertiban intern,
c) keadilan,
d) kesejahteraan umum, dan
e) kebebasan.

 

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpukan bahwa tugas-tugas pemerintah dalam mengurus rumah tangga meliputi:
a) Fungsi reguler.
Dalam hal ini, pemerintah menjalankan fungsinya berkaitan dengan pelaksanaan tugas yang mempunyai akibat langsung yang dirasakan oleh seluruh masyarakat.

Fungsi reguler pemerintah antara lain:
1) Negara sebagai negara politik, yaitu pemeliharaan ketenangan dan ketertiban, serta pertahanan dan keamanan.
2) Negara sebagai diplomatik, yaitu menjalankan kerukunan dan persahabatan dengan negara-negara lain terutama negara tetangga.
3) Negara sebagai sumber hukum, yaitu pemerintah harus bertindak adil terhadap warga negaranya melindungi hak/harta benda setiap warganya dari gangguan anggota masyarakat lainnya.
4) Negara sebagai administratif, fungsi ini menitikberatkan pada kekuatan di tangan rakyat, pemerintah hanya menerima pendelegasian yang diberikan rakyat melalui wakil-wakilnya di MPR dan DPR.

b, Fungsi Perkembangan.

1) Fungsi stabilisator.
Dalam hal ini pemerintah wajib melaksanakan fungsi sebagai berikut.

a) Stabilitas politik. 
Stabilitas politik bertujuan menetapkan suasana politik yang aman dan keutuhan persatuan bangsa baik faktor-faktor ekonomi maupun faktor-faktor ideologis.

b) Stabilitas ekonomi.
Stabilitas ini menciptakan perekonomian yang stabil dan mantap seperti menghilangkan inflasi, meningkatkan pendapatan masyarakat, memperluas kesempatan kerja, dan lain-lain.

c) Stabilitas sosial budaya. 
Stabilitas ini bertujuan menghilangkan dan mengurangi pembangunan yang menghambat.

2) Sebagai inovator.
Negara menciptakan ide-ide baru terutama berhubungan dengan pembangunan. Presiden memiliki wewenang untuk melaksanakan pembangunan.

 

B. Pentingnya Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Negara Kesatuan Republik Indonesia dianugerahi wilayah yang luas dan kekayaan alam yang beraneka ragam untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Oleh karena itu, semua rakyat Indonesia berkewajiban untuk melindungi dan mempertahankan wilayah Indonesia agar tetap utuh.

Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak berdiri dengan sendirinya, tetapi melalui perjuangan para pejuang yang dilakukan dengan proses yang sangat panjang. Mereka telah mengorbankan harta dan bahkan nyawa mereka demi Indonesia tercinta, sehingga para pejuang dan pendiri Indonesia sudah bertekad bahwa bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan pilihan terakhir.

1, Pengertian Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keutuhan berasal dari kata dasar utuh yang berarti dalam keadaan sempurna seperti semula. Utuh juga berarti tidak bercerai berai atau tidak terpecah belah. Jadi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia artinya adalah bahwa Indonesia merupakan negara kesatuan yang memiliki kedaulatan, memiliki tujuan nasional, dan berdiri secara utuh baik wilayahnya, rakyatnya, ataupun pemerintahnya.

Keutuhan NKRI juga ditunjukkan melalui hal-hal berikut:
a) Indonesia yang utuh dan tidak mudah terpecah belah.
b) Hubungan antara pemerintah dengan rakyatnya baik.
c) Tidak ada pergolakan, peperangan, pemberontakan ataupun perpecahan di antara rakyat.
d) Situasi negara yang aman, nyaman, dan damai.
Jika Indonesia bisa mencapai keempat butir di atas maka Indonesia adalah negara yang utuh.

Sejak proklamasi kemerdekaan, keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia mengalami pasang surut. Gangguan demi gangguan yang berusaha membubarkan Republik Indonesia sudah banyak terjadi, baik yang berasal dari luar maupun dari dalam negeri. Misalnya, pemberontakan PKI di Madiun, PRRI Semesta, Pemberontakan Kahar Muzakar, Pemberontakan Republik Maluku Selatan, Pemberontakan G 30 S/PKI, Gerakan Aceh Merdeka, dan Organisasi Papua Merdeka. Semua peristiwa yang berusaha memecah dan menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia tersebut berhasil digagalkan oleh tekad segenap bangsa Indonesia untuk tetap mempertahankan keutuhan dan kesatuan Republik Indonesia.

Kita harus selalu waspada terhadap ancaman dan gangguan yang ingin memecah belah bangsa Indonesia. Rakyat Indonesia harus membangun rasa kebersamaan dan menjadikan perbedaan sebagai sumber kekuatan bersama.

Negara Indonesia merupakan negara kepulauan, karena terdiri atas pulau-pulau besar dan kecil. Wilayahnya membentang dari Sabang sampai Merauke. Negara Indonesia disebut juga negara maritim karena pulau-pulaunya dikelilingi oleh lautan yang luas. Bahkan luas perairan negara Indonesia lebih besar daripada luas daratan. Seluruh wilayah kepulauan Indonesia disebut sebagai Nusantara.

Negara kesatuan Republik Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Wilayah ini terbagi atas beberapa provinsi. Tiap-tiap provinsi dikepalai oleh seorang gubernur. Saat ini Indonesia terdiri dari 33 provinsi. Perhatikanlah tabel yang mencantumkan beberapa provinsi berikut ini!

No. Nama Provinsi. Ibu Kotanya
1. Nangro Aceh Darusalam, Ibukotanya Banda Aceh.
2. Sumatra Utara, Ibukotanya Medan.
3. Sumatra Barat, Ibukotanya Padang.
4. Riau, Ibukotanya Pekan Baru.
5. Kepulauan Riau, Ibukotanya Batam.
6. Jambi , IbukotanyaJambi.
7. Sumatra Selatan, Ibukotanya Palembang.
8. Bangka Belitung, Ibukotanya Pangkal Pinang.
9. Bengkulu, Ibukotanya Bengkulu.
10. Lampung Bandar, Ibukotanya Lampung.
11. DKI Jakarta, Ibukotanya Jakarta.
12. Jawa Barat, Ibukotanya Bandung.
13. Banten, Ibukotanya Serang.
14. Jawa Tengah, Ibukotanya Semarang.
15. DI Yogyakarta, Ibukotanya Yogyakarta.
16. Jawa Timur, Ibukotanya Surabaya.
17. Kalimantan Barat, Ibukotanya Pontianak.
18. Kalimantan Tengah, Ibukotanya Palangkaraya.
19. Kalimantan Selatan, Ibukotanya Banjarmasin.
20. Kalimantan Timur , Ibukotanya Samarinda.
21. Sulawesi Utara, Ibukotanya Manado.
22. Gorontalo, Ibukotanya Gorontalo.
23. Sulawesi, Ibukotanya Tengah Palu.
24. Sulawesi Selatan, Ibukotanya Makassar.
25. Sulawesi Tenggara, Ibukotanya Kendari.
26. Sulawesi Barat, Ibukotanya Mamuju.
27. Bali, Ibukotanya Denpasar.
28. Nusa Tenggara Barat, Ibukotanya Mataram.
29. Nusa Tenggara Timur, Ibukotanya Kupang.
30. Maluku, Ibukotanya Ambon.
31. Maluku Utara, Ibukotanya Ternate.
32. Papua Barat, Ibukotanya Manokwari.
33. Papua, Ibukotanya Jayapura.

Dari tabel tersebut, terlihat betapa luasnya wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, sehingga kita perlu menjaga dan mempertahankan keutuhannya.

Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam. Kekayaan alam ini dimanfaatkan dan digunakan untuk kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Sehingga semua warga dan rakyat Indonesia berkewajiban melindungi dan mempertahankan wilayah Indonesia agar tetap utuh. Keutuhan wilayah ini sangat penting karena mengingat kemajemukan bangsa Indonesia.

Nasihat Bijak : Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, kita mengenal istilah “Tri Kerukunan Umat Beragama”. Isi Tri Kerukunan Umat Beragama meliputi 3 hal, yaitu: 
1) Kerukunan intern umat beragama.
2) Kerukunan antarumat beragama.
3) Kerukunan umat beragama dengan pemerintah.

Keutuhan wilayah sebuah negara sangat penting, karena keutuhan wilayah suatu negara sangat menentukan berlangsung tidaknya pemerintahan suatu negara. Maka, semua negara berusaha untuk menjaga keutuhan wilayahnya. Demikian juga dengan negara Indonesia yang selalu berusaha untuk menjaga keutuhan wilayahnya termasuk di dalamnya pemerintah dan aparat keamanan untuk bersama-sama dan bersatu padu menjaga keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia diperlukan sikap-sikap: a. Cinta tanah air

Sebagai warga negara Indonesia kita wajib mempunyai rasa cinta terhadap tanah air. Cinta tanah air dan bangsa dapat diwujudkan dalam berbagai hal, antara lain:
1) Menjaga keamanan wilayah negaranya dari ancaman yang datang dari luar maupun dari dalam negeri.
2) Menjaga kelestarian lingkungan dan men-cegah terjadinya pencemaran lingkungan.
3) Mengolah kekayaan alam dengan menjaga ekosistem guna meningkatkan kesejahteraan rakyat.
4) Rajin belajar guna menguasai ilmu pengetahuan dari berbagai disiplin untuk diabdikan kepada negara.

b,  Membina persatuan dan kesatuan.
Pembinaan persatuan dan kesatuan harus dilakukan di manapun kita berada, baik di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, bangsa, dan negara. Tindakan yang menunjukkan usaha membina persatuan dan kesatuan, antara lain:

1) Menyelenggarakan kerjasama antar daerah.
2) Menjalin pergaulan antarsuku bangsa.
3) Memberi bantuan tanpa membedakan suku bangsa atau asal daerah.
4) Mempelajari berbagai kesenian dari daerah lain.
5)Memperluas pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.
6)Mengerti dan merasakan kesedihan dan penderitaan orang lain, serta tidak mudah marah atau menyimpan dendam.
7)Menerima teman tanpa mempertimbangkan perbedaan suku, agama, maupun bahasa dan kebudayaan

c, Rela Berkorban.
Sikap rela berkorban adalah sikap yang mencerminkan adanya kesediaan dan keikhlasan memberikan sesuatu yang dimiliki untuk orang lain, walaupun akan menimbulkan penderitaan bagi diri sendiri. Dalam pengertian yang lebih sederhana, rela berkorban adalah sikap dan perilaku yang tindakannya dilakukan dengan ikhlas serta mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan diri sendiri. Sikap rela berkorban ditunjukkan dengan cara membiasakan merelakan sebagian kepentingan kita untuk kepentingan orang lain atau kepentingan bersama.

Pelaksanaan sikap rela berkorban antara lain:
1) Di rumah.
a) Menunda acara bermain untuk membantu pekerjaan ibu.
b) Menunda rencana berkemah bersama teman-teman karena harus menunggu anggota keluarga yang sedang sakit.

2) Di sekolah.
a) Memberi iuran bila ada teman yang kena musibah.
b) Mau berangkat lebih pagi untuk melaksanakan piket kelas.

c) Memberikan sumbangan untuk PMI (Palang Merah Indonesia).

3) Di masyarakat.
a) Menunda pergi piknik ketika ada acara kerja bakti di kampung.
b) Membatalkan perayaan ulang tahun di rumah karena ada tetangga di sebelah rumah yang sedang sakit keras.

 

 

C, Upaya-Upaya dalam Menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Setiap rakyat Indonesia mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebagai generasi penerus bangsa, kita juga harus turut serta dalam menjaga dan mempertahankan keutuhan NKRI. UUD 1945 Pasal 30 Ayat (1) dan (2) mengatur hal ini. Pada pasal tersebut dinyatakan bahwa tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Usaha pertahanan dan keamanan rakayat dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia sebagai kekuatan utama dan rakyat sebagai kekuatan pendukung. Isi pasal tersebut juga menunjukkan bahwa patisipasi warga negara sangat penting untuk menjaga keutuhan negara dan berlangsungnya pemerintahan.

Keikutsertaan rakyat dalam usaha membela negara demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat dilakukan melalui bela negara secara fisik dan nonfisik.

1, Bela Negara Secara Fisik.
Menurut Undang-Undang No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, keikutsertaan warga negara dalam usaha bela negara dapat dilakukan dengan cara bergabung dalam:

a) Anggota TNI.
b) Jajaran Kepolisian RI (Polri).
c) Pelatihan dasar kemiliteran, seperti Rakyat Terlatih (Ratih), pertahanan rakyat semesta (Permesta), dan lain-lain.

2, Bela Negara secara Nonfisik.
Berdasarkan Undang-Undang No. 3 Tahun 2002, keikutsertaan warga negara dalam bela negara secara nonfisik dapat dilakukan melalui berbagai bentuk, misalnya:
a) Meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara dengan cara menghargai perbedaan pendapat dan tidak memaksakan kehendak kita kepada orang lain.
b) Menanamkan kecintaan terhadap tanah air, melalui pengabdian tulus dalam membangun masyarakat.
c) Berperan serta dalam memajukan bangsa dan negara dengan karya nyata.
d) Meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku dan menjunjung tinggi hak asasi manusia serta menangkal pengaruh-pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan norma-norma kehidupan bangsa Indonesia dengan lebih bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sebagai seorang pelajar, kita juga wajib membela negara kita. Wujud partisipasi kita dalam usaha bela negara dapat dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya:
1) Menghormati jasa para pahlawan.
2) Bangga memiliki dan menggunakan bahasa Indonesia.
3) Menghormati dan menghargai bendera Merah Putih.
4) Melestarikan dan mencintai budaya daerah.
5) Menggunakan barang-barang dari dalam negeri.

Selain melalui bela negara secara fisik dan nonfisik, partisipasi rakyat dalam menjaga keutuhan NKRI dapat dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

1, Lingkungan Keluarga.
Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan yang lebih besar. Oleh karena itu, setiap anggota keluarga harus dapat menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan keluarga.

Keamanan dan ketertiban keluarga dapat terwujud jika di dalam keluarga ada kepatuhan dan ketaatan terhadap aturan keluarga, tata krama, dan adat istiadat.

Jadi, apabila setiap anggota keluarga telah memiliki kepatuhan dan ketaatan terhadap tata krama dan aturan keluarga, maka akan terciptalah kehidupan yang harmonis, rukun, dan damai. Adapun hal-hal yang dapat mendukung suasana harmonis dalam keluarga, antara lain:
a) beribadah bersama,
b) saling mencintai, menghargai, dan tolong menolong antaranggota keluarga.
c) mengakui keberadaan dan fungsi atau kedudukan masing-masing anggota keluarga,
d) menghargai pendapat satu sama lain, dan sebagainya.

2, Lingkungan Sekolah.
Di dalam ligkungan sekolah ada tata tertib yang harus ditaati oleh seluruh warga sekolah. Tata tertib di sekolah bertujuan untuk menciptakan ketertiban, kelancaran, dan keamanan sekolah dalam proses kegiatan belajar mengajar. Jika semua warga sekolah menaati tata tertib maka keamanan, kenyamanan, dan keberhasilan belajar dapat dicapai. Sebaliknya, bila warga sekolah tidak menaati tata tertib maka akan terjadi kekacauan dalam kegiatan belajar mengajar. Selain itu, menjaga teta tertib di sekolah juga dapat meningkatkan persatuan dan kesatuan.

Adapun hal-hal yang dapat dilakukan untuk menjaga persatuan dan kesatuan di sekolah antara lain:
a) Melaksanakan 6K (keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, kekeluargaan, dan kerindangan) di lingkungan sekolah masing-masing.
b) Berperan aktif dalam kegiatan UKS, PMR, pramuka, OSIS, olahraga, dan kesenian.
c) Aktif belajar, mematuhi tata tertib, hormat kepada bapak/ibu guru, kepala sekolah, dan semua karyawan di sekolah.
d) Mempunyai kepedulian sosial, misalnya memberi sumbangan bila ada bencana alam, membantu kegiatan donor darah PMI, dan sebagainya.

3, Lingkungan Masyarakat.
Masyarakat adalah bagian dari suatu negara, sehingga masyarakat dapat memengaruhi persatuan dan kesatuan bangsa dan negara yang bersangkutan. Masyarakat yang terdiri atas berbagai individu dengan berbagai sikap dan kehendak akan mengalami kekacauan jika tidak memiliki tata tertib di masyarakat. Oleh karena itu, perlu dibuat tata tertib yang mengatur kehidupan bermasyarakat, agar dapat mewujudkan lingkungan yang aman, tertib, serta menjaga persatuan dan kesatuan. Agar tujuan tersebut dapat dicapai maka semua warga masyarakat harus berpartisipasi dalam menjaga keamanan di lingkungan masyarakat.

Adapun contoh-contoh kegiatan di masyarakat sebagai wujud peran serta dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, antara lain:
a) Kerja bakti dan gotong royong membersihkan lingkungan dan sarana prasarana hidup milik umum.
b) Saling menghormati dan bekerja sama.
c) Toleransi antarumat beragama dan penganut kepercayaan.
d) Ikut ronda malam bagi yang sudah dewasa sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

e) Rela berkorban untuk kepentingan bersama bagi bangsa dan negara.

Dengan ikut menjaga keamanan, ketertiban, dan ketenteraman di lingkungan masyarakat, kita akan dapat:
a) Menciptakan keamanan lingkungan sehingga warga tidak merasa takut dan gelisah.
b) Menciptakan ketenangan dan ketenteraman hidup.
c) Menciptakan suasana yang teratur sesuai dengan peraturan yang berlaku.
d) Menciptakan kehidupan yang menyejukkan hati, tidak ada kerusuhan, dan tidak ada kekacauan.
e) Menjaga keutuhan wilayah Indonesia.

Selain hal-hal yang telah disebutkan di atas, kita sebagai warga negara Indonesia harus bangga, karena dengan adat istiadat yang berbeda, persatuan dan kesatuan masih tetap terjaga. Jadi, upaya yang perlu dilakukan bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah kita harus memahami dan mengamalkan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yang terdapat pada pita yang digenggam oleh burung Garuda Pancasila.

Istilah Bhinneka Tunggal Ika ini diambil dari Kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular, yang berarti walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu juga. Semboyan ini sangat cocok bagi bangsa Indonesia dan perlu diemban. Seperti kita ketahui, bahwa bangsa Indonesia terdiri dari beragam suku bangsa, maka hal itu jangan sampai menjadi penghalang bagi bangsa Indonesia untuk bersatu menjaga dan mewujudkan satu kesatuan Negara Republik Indonesia.

Melalui semboyan Bhinneka Tunggal Ika ini, kita harus dapat menjadikan pegangan bagi masyarakat untuk mewujudkan keutuhan NKRI. Semboyan ini mengajarkan kita untuk menghindari perpecahan karena adanya perbedaan. Perbedaan yang ada justru dapat dijadikan sebagai kekayaan bangsa, sebagai modal dalam mengembangkan dan memajukan bangsa Indonesia.

 

Rangkuman :

Bangsa adalah suatu masyarakat dalam suatu daerah yang sama dan mereka tunduk kepada kedaulatan negaranya.
– Negara adalah bentuk organisasi dari masyarakat atau kelompok orang yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan, menyelenggarakan ketertiban, dan menetapkan tujuan-tujuan dari kehidupan bersama.
– Unsur-unsur teoritis berdirinya suatu negara, terdiri dari unsur konstitusif dan unsur deklaratif.

– Tahap-tahap yang merupakan proses terbentuknya negara bagi bangsa Indonesia:
1) Perjuangan pergerakan kemederkaan Indonesia.
2) Proklamasi sebagai pintu gerbang kemerdekaan.
3) Terjadinya NKRI (kemerdekaan RI 17 Agustus 1945).

– Tujuan NKRI tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 alenia keempat, antara lain:
1) Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.
2) Memajukan kesejahteraan umum.
3) Mencerdaskan kehidupan bangsa.
4) Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

– Fungsi negara, terdiri dari:
1) Melaksanakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
2) Pertahanan.
3) Menegakkan keadilan.

– Keutuhan wilayah suatu negara menentukan berlangsung tidaknya pemerintahan suatu negara.
– Sikap-sikap yang harus dimiliki oleh bangsa Indonesia untuk melindungi keutuhan

Negara Kesatuan Republik Indonesia, antara lain:
1) Menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan, dan keselamatan negara di atas pribadi dan golongan.
2) Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan.
3) Sanggup dan rela bekorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
4) Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.
5) Mengembangkan rasa bangga berbangsa dan bertanah air Indonesia.
6) Mengurangi ketegangan dalam segala hal pada negara asing.
7) Meningkatkan kesadaran rakyat akan pentingnya menjaga keutuhan wilayah negara.

– Upaya-upaya dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia :
1) Keikutsertaan rakyat demi menjaga keutuhan NKRI dapat dilakukan melalui bela negara, baik secara fisik maupun nonfisik.
2) Partisipasi dalam menjaga keutuhan NKRI dapat dimulai dari:
a) Lingkungan keluarga.
b) Lingkungan sekolah.
c) Lingkungan masyarakat.

Selamat Belajar.

 

RANGKUMAN IPA KELAS 5 SEMESTER 2 K-13 PANAS DAN PERPINDAHANNYA

RANGKUMAN IPA KELAS 5 SEMESTER 2 Kurikulum 2013 – PANAS DAN PERPINDAHANNYA

A SUMBER ENERGI PANAS.

a, Pengertian dan contoh sumber energi panas.
Benda yang dapat menghasilkan energi panas disebut sumber energi panas. Contoh sumber energi panas antara lain:
1) Matahari, sumber energi panas terbesar di dunia,
2) Dua buah benda yang bergesekan,
3) Api,
4) Kompor yang dinyalakan,
5) Lilin yang dinyalakan,
6) Setrika yang dinyalakan,
7) Magma dan lava,
8) Uap panas, dan lain-lain.

b, Manfaat sumber energi panas.

1) Bagi Tumbuhan.
Energi panas matahari membantu proses pembuatan makanan pada tumbuhan yang disebut sebagai proses fotosintesis. Makanan yang dihasilkan dari hasil fotosintesis menjadi sumber energi bagi makhluk hidup lainnya, termasuk manusia.

2) Bagi Manusia.
Manfaat sumber energi panas bagi manusia antara lain:
a) Energi panas matahari dapat menerangi bumi sehingga udara di bumi menjadi hangat.
b) Energi panas matahari dimanfaatkan untuk mengeringkan padi setelah dipanen, mengeringkan garam, mengeringkan ikan asin, bahkan untuk mengeringkan pakaian yang basah.
c) Api digunakan untuk kegiatan memasak atau merebus air.
d) Panas setrika untuk membantu merapikan p-akaian yang kusut.

e) Uap panas digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

 

B PERBEDAAN SUHU DAN KALOR.

Panas (kalor) dan suhu (temperatur) adalah dua hal yang berbeda. Energi panas merupakan salah satu energi yang dapat diterima dan dilepaskan oleh suatu benda. Ketika sebatang logam dipanaskan dengan api, batang logam tersebut mendapatkan energi panas dari api. Energi panas membuat batang logam tersebut menjadi panas. Ketika batang logam tersebut panas, suhunya meningkat. Ketika batang logam menjadi dingin, suhunya menurun. Suhu adalah besaran yang menyatakan derajat panas suatu benda. Suhu suatu benda menunjukkan tingkat energi panas benda tersebut.
Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel perbedaan suhu dan kalor berikut:

Suhu Panas (Kalor)
Suhu adalah derajat panas suatu benda. Panas (kalor) adalah energi.
Suhu tidak bisa berpindah, namun bisa naik atau turun (berubah). Panas (kalor) bisa berpindah dari benda satu ke benda yang lainnya.
Suhu dapat diukur dengan termometer. Panas (kalor) diukur menggunakan kalorimeter.
Satuan suhu adalah derajat Celcius, Reamur, Fahrenheit dan Kelvin. (Indonesia umumnya menggunakan  satuan derajat Celcius). Satuan Panas (kalor) adalah kalori.
Catatan:

Suhu dan kalor berbanding lurus. Semakin besar energi kalor maka suhunya semakin tinggi, sebaliknya semakin kecil energi kalor maka semakin rendah suhunya.

 

C, PERUBAHAN AKIBAT PERUBAHAN SUHU.

Perubahan akibat perubahan suhu pada benda akan menyebabkan benda mengalami pemuaian dan penyusutan.
– Pemuaian panas adalah perubahan suatu benda yang dapat menjadi bertambah panjang, lebar, luas, atau berubah volumenya karena terkena kalor atau panas.
– Penyusutan adalah perubahan suatu benda yang menjadi berkurangnya panjang, lebar, dan luas karena terkena suhu dingin.

Pemuaian dan penyusutan bisa terjadi pada logam, udara, dan air.
Berikut ini adalah beberapa contoh pemuaian benda karena perubahan suhu dalam kehidupan sehari-hari.

1) Pemasangan Kaca Jendela.

Para tukang kayu selalu merancang ukuran bingkai jendela  yang sedikit lebih lebar dari ukuran sebenarnya. Hal ini dilakukan oleh tukang kayu dengan tujuan untuk memberikan ruang pemuaian bagi kaca saat terkena panas. Jika bingkai jendela tidak diberi ruang pemuaian, maka ketika terkena panas akan mengakibatkan kaca menjadi retak atau bahkan pecah. Selain itu, untuk menghindari keretakan kaca saat ada bunyi yang menggelegar seperti ketika ada petir, atau bunyi keras lainnya.

2) Ban Sepeda/Motor dan Mobil.
Jika ban sepeda, ban sepeda motor, dan ban mobil, diisi udara terlalu banyak, maka ban akan mengeras dan menjadi tidak nyaman dikendarai. Selain itu, mengisi udara terlalu penuh ke dalam ban sepeda atau mobil akan membahayakan pengemudinya. Ban yang diisi terlalu banyak udara dapat meletus dan dapat mengakibatkan kecelakaan. Hal ini disebabkan karena udara di dalam ban dapat memuai karena panas. Contoh peristiwa serupa dengan pemuaian pada ban adalah pemuaian pada balon. Jika balon yang sudah ditipup diletakkan dibawah terik matahari akan meletus karena udara dalam balon akan memuai karena panas matahari.

3) Pemuaian yang Terjadi pada Gelas Kaca.

Pernahkah kamu melihat sebuah gelas kaca yang tiba-tiba pecah atau retak ketika dituangi air panas? Hal ini terjadi karena adanya pemuaian yang tidak merata pada bagian gelas. Oleh karena itu, disarankan agar tidak menuangi gelas basah atau gelas dingin dengan air panas yang baru mendidih.

4) Pemuaian pada Sambungan Rel Kereta Api.

Sambungan pada rel kereta api, dibuat ada celah antara dua batang rel. Hal ini dilakukan untuk memberikan ruang muai sehingga saat terkena panas, rel tersebut tidak melengkung. Rel yang melengkung akan membahayakan gerbong kereta yang melewatinya.

 

Berikut ini adalah beberapa contoh penyusutan benda karena perubahan suhu dalam kehidupan sehari-hari.

1) Penggunaan Termometer.
Termometer akan ditempelkan ke beberapa bagian tubuh seperti dalam mulut atau ketiak. Tujuannya adalah untuk mengukur suhu panas tubuh. Setelah beberapa lama, cairan di dalam termometer akan naik karena terjadi pemuaian setelah mendapatkan panas dari tubuh. Cairan akan berhenti pada angka tertentu untuk menunjukkan suhu tubuh.
Ketika termometer tidak digunakan, akan kembali turun karena mengalami penyusutan.

2) Kawat/kabel Listrik dan Telepon.
Pemasangan kawat atau kabel telepon dan listrik dibuat mengendur dantidak tegang. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar kawat atau kabel tidak putus pada malam hari ketika mengalami penyusutan. Selain itu,agar kawat atau kabel tidak putus jika tertimpa pohon yang tumbang.

3) Penyusutan Pada Puding.
Ketika agar-agar atau puding masih panas (berebentuk cair) dalam wadah akan penuh, tetapi setelah dingin maka ukurannya akan sedikit berkurang.

4) Penyusutan Pada Ban.
Jika sepeda yang telah dipompa diletakkan pada teras rumah yang yang terbuat dari keramik beberapa hari maka ban tersebut akan mengempis.

 

 

Perpindahan Panas atau Kalor.

Panas berpindah dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu lebih rendah.
Panas Berpindah dapat Melalui Tiga Cara, yaitu:

1 Konduksi.
Konduksi adalah cara perpindahan panas melalui zat perantara seperti benda padat.
Perpindahan panas secara konduksi disebut juga perpindahan panas/kalor secara hantaran, yaitu perpindahan panas/kalor tanpa memindahkan zat perantaranya, sehingga yang berpindah hanya energy kalornya saja.
Contoh:
a) Saat mengaduk teh panas menggunakan sendok, ujung sendok yang dipegang lama-kelamaan akan terasa panas. Hal ini membuktikan bahwa panas merambat melalui sendok.
b) Setrika listrik ketika dihubungkan dengan arus listrik maka arus listrik akan mengalilr melalui elemen pemanas, kemudian berpindah ke bagian alas setrika.

2 Konveksi.
Konveksi adalah perpindahan panas yang disertai dengan perpindahan bagian zat perantaranya.
Umumnya peristiwa perpindahan kalor secara konveksi terjadi pada zat cair dan gas.
Zat yang menerima kalor akan memuai dan menjadi lebih ringan sehingga akan bergerak ke atas. Saat zat yang lebih ringan tersebut pindah ke atas, molekul zat yang ada di atasnya akan menggantikannya.
Contoh:
a) Merebus air hingga mendidih.
Air yang letaknya dekat dengan api akan mendapat panas sehingga air menjadi lebih ringan. Air akan bergerak ke atas dan digantikan oleh air yang ada diatasnya. Demikian seterusnya.
b) Terjadinya angin laut dan angin darat.
Angin darat terjadi karena udara di darat pada malam hari lebih cepat dingin daripada udara di laut, sehingga udara yang berada di atas laut akan naik dan udara dari darat akan
menggantikan posisi udara yang naik tadi. Angin laut terjadi karena pada siang hari daratan lebih cepat panas dibandingkan di laut, sehingga udara di darat akan naik dan udara dari laut akan mengalir ke darat menggantikan tempat udara yang naik tadi

3 Radiasi.
Radiasi adalah cara perpindahan panas dengan pancaran yang tidak membutuhkan zat
perantara.
Contoh : panas matahari bisa sampai ke bumi.

Sifat-sifat Benda Padat, Cair dan Gas.

 

Jenis Benda dan Sifatnya :

16)  Benda Padat Dapat dipegang.
Dapat dipindahkan tanpa mengubah bentuk aslinya
Dapat diubah dengan beberapa perlakuan seperti diberi panas, diberi tekanan tinggi, diberi perlakuan fisik seperti menggunting,menekan, melipat, atau menyobek. Benda padat bentuknya tidak dipengaruhi wadahnya.

17) Benda Cair Bentuknya sesuai dengan wadahnya.
Mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Dapat merambat melalui serat-serat halus dari bahan seperti kain. Bentuk permukaan benda cair yang tenang selalu datar. Menekan ke segala arah.

18)  Gas Benda gas mengisi seluruh ruangan yang ditempatinya :
Benda gas menekan ke segala arah, Benda gas terdapat di segala tempat.

 

Perubahan Wujud Benda.

No soal –  Perubahan Wujud – Pengertian Butuh kalor atau Melepas kalor – Contoh.

– Membeku : yaitu Perubahan wujud dari padat manjadi cair ; melepaskan kalor ;
Contoh :  Air menjadi es,agar-agar panas lama-kelamaan dingin menjadi padat, dan lain-lain.

– Mencair : yaitu Perubahan wujud dari cair manjadi padat; membutuhkan kalor ;
Contoh : Es mencair, margarin dipanaskan, lilin dipanaskan, dan lain-lain.

– Menguap : yaitu Perubahan wujud dari cair manjadi gas ; membutuhkan kalor;
Contoh : Air dipanaskan, alcohol dibiarkan di tempat terbuka, minyak wangi/parfum, dan lain-lain.

– Mengembun : yaitu Perubahan wujud dari gas manjadi cair ; mengeluarkan kalor ;
Contoh : Titik air di atas daun pada pagi hari, titik air pada wadah minuman bagian dalam yang tertutup rapat. dan lain-lain.

– Menyublim Perubahan wujud dari padat manjadi gas ; membutuhkan kalor;
Contoh : Kapur barus/kamper, es kering/dry ice, padatan arsenic yang dipanaskan, padatan iodine/iodium yang dipanaskan, dan lain-lain.

– Mengkristal Perubahan wujud dari gas manjadi padat ; mengeluarkan kalor.
Contoh : Uap air yang menjadi salju, uap iodine/iodium yang didinginkan, gas belerang pada kawah gunung berapi yang bertemu dengan suhu dingin, dan lain-lain.

21, Kalor yang dimiliki oleh suatu benda bisa berubah-ubah. Bisa naik, bisa juga turun karena kalor dapat berpindah dari suhu tinggi menuju suhu rendah. Contoh bahwa kalor dapat mengubah suhu benda: air panas memiliki suhu tinggi. Air dingin memiliki suhu rendah. Apabila kedua air dicampur, campuran itu akan menghasilkan suhu baru.

22, Mencair merupakan perubahan wujud benda padat menjadi cair. Peristiwa mencair terjadi karena pemanasan.

23, Contoh peristiwa mencair antara lain:
a) Mentega yang dipanaskan,
b) Es yang dibiarkan terkena udara,
c) Lilin dipanaskan,
d) Logam dipanaskan pada suhu tinggi,
e) Gula yang dipanaskan.

24, 

Padat ke Gas : Menyublim ;
Gas ke Padat : Mengkristal;
Pada ke Cair : Melebur;
Cair ke Padat : Membeku;
Gas ke Cair : Mengembun;
Cair ke Gas :Menguap.

25, Contoh pemanfaatan perubahan wujud benda dari cair ke gas adalah:
a) Bensin dibiarkan di tempat terbuka lama-lama akan habis.
b) Minyak wangi yang diletakkan di kamar baunya akan menyebar.
c) Baju basah akan kering ketika dijemur di bawah panas matahari.

 

Sejarah Termos.

Hampir semua keluarga memiliki termos di rumahnya. Termos memang sering digunakan untuk menyimpan air panas agar tetap panas saat digunakan. Biasanya keluarga yang memiliki bayi yang memerlukan susu setiap saat, menggunakan termos untuk menyimpan air panas. Termos adalah sebuah benda yang biasanya berbentuk tabung seperti botol yang mempunyai dinding berlapis.

Benda ini dirancang berbentuk seperti kaca dengan bahan mengkilap yang dapat menyimpan cairan agar tetap memiliki suhu Sir James Dewar seperti semula. Dengan dinding dalam termos yang (1842-1923) dirancang seperti kaca, maka kalor yang terdapat pada air panas tersebut tidak bisa berpindah dengan cepat. Panas yang dikeluarkan oleh air panas tadi, dapat ditahan oleh dinding dalam termos yang terbuat dari bahan mengkilap ini. Sehingga air panas di dalamnya akan tetap hangat hingga beberapa saat tergantung dari ketebalan dindingnya. Saat ini termos tidak hanya digunakan untuk menyimpan air panas, tetapi juga untuk menyimpan air dingin agar tetap dingin.

Pencipta termos pertama kali pada tahun 1902 adalah James Dewar. Penemuannya didorong oleh kebutuhannya untuk menjaga agar minuman bayinya tetap hangat. Tetapi saat itu, untuk menjaga suhu minuman agar tetap hangat merupakan hal yang sulit dilakukan, terutama dalam kondisi cuaca yang dingin seperti di Eropa.
Karena kebutuhan inilah, James Dewar menemukan cara membuat botol hampa udara. Botol hampa udara, merupakan wadah dari kaca berdinding ganda dengan ruang di antara dindingnya dikosongkan dan ditutup rapat untuk mencegah agar panas tidak menjalar. Sementara dinding sebelah dalam botol tersebut, dilapisi perak untuk mempertahankan panas. Botol hampa udara itulah yang kemudian menjadi cikal bakal lahirnya termos. Botol hampa udara buatan James Dewar dan penutup wol buatan mertuanya sampai sekarang dapat dilihat di Museum Ilmu Pengetahuan, di London.

 

Judul Bacaan : Bahan Konduktor dan Isolator di Sekitar Kita.

Barang-barang dalam kehidupan sehari-hari, banyak yang memanfaatkan sifat benda sebagai konduktor atau isolator. Benda apakah itu? Selimut dan panci merupakan benda yang memanfaatkan sifat ini.

Bagaimana cara kerja selimut? Selimut memerangkap udara. Udara adalah isolator sehingga tidak menghantarkan panas yang keluar dari tubuhmu. Dengan demikian, badanmu tetap terasa hangat. Jaket dan sarung tangan wol memiliki cara kerja yang sama, yaitu untuk memerangkap udara agar badan tetap hangat dan tidak kedinginan.

Bagaimana dengan panci yang biasa digunakan di dapur? Panci terbuat dari bahan logam, misalnya Aluminium. Aluminium merupakan penghantar panas yang baik. Panci akan menghantarkan panas ke makanan yang dimasak. Ada bagian pada panci yang justru berfungsi sebagai isolator. Pegangan panci terbuat dari plastik. Plastik merupakan isolator sehingga kamu tidak akan kepanasan ketika memegangnya.

Oven atau pemanggang, juga menggunakan prinsip perpindahan panas secara konduksi. Dengan menggunakan bahan konduktor seperti Aluminium, diharapkan panas dari sumber panas seperti kompor, tidak keluar. Sehingga, panas tersebut dapat mematangkan kue atau masakan yang dipanggang. Pemanggang biasanya berbentuk kotak dan tertutup. Bentuk yang tertutup ini ingin memaksimalkan panas untuk mematangkan makanan secara merata.

Mesin mobil dan motor, terbuat dari bahan yang dapat menghantarkan panas. Mesin memerlukan panas untuk memperoleh kinerja mesin yang ideal. Mesin juga memerlukan energi listrik sehingga perlu bahan konduktor sebagai penghantar listrik.

Kamu tentu memiliki setrika di rumah. Dahulu, ketika listrik belum banyak digunakan, masyarakat menggunakan bara arang sebagai sumber panas. Arang hitam dibakar terlebih dahulu, setelah menjadi bara baru kemudian dimasukkan ke dalam setrika. Setrika ditutup dengan pegangan yang terbuat dari kayu. Biasanya setrika arang ini terbuat dari tembaga yang berat. Berbeda dengan setrika listrik yang digunakan saat ini.

Sumber panas berasal dari aliran listrik yang memanaskan kumparan di bagian bawah. Agar panasnya sampai dari kabel listrik ke pakaian maka pada alas atau bagian bawah setrika dibuat dari bahan logam. Selanjutnya bagian pegangan setrika terbuat dari bahan plastic yang bersifat isolator.

 

RANGKUMAN MUATAN IPA TEMA 7 SUBTEMA 3.

Pembelajaran 1 Penyubliman.

  • Menyublim adalah peristiwa perubahan wujud benda dari padat menjadi gas.
  • Contoh dari peristiwa penyubliman adalah kapur barus dalam lemari pakaian yang dalam beberapa hari akan mengecil dan menghilang. Kapur barus itu dapat mengecil dan menghilang karena wujud dari kapur barus tersebut berubah, dari yang semula merupakan benda padat, berubah wujud menjadi gas.

Pembelajaran 2 Pengkristalan.

  • Pengkristalan ialah perubahan wujud benda dari gas menjadi padat dengan proses pelepasan maupun penyerapan kalor.
  • Contoh peristiwa pengkristalan dengan proses pelepasan kalor adalah salju dan gas yang didinginkan.
  • Contoh peristiwa pengkristalan dengan penyerapan kalor adalah pada proses pembuatan garam. Garam dibuat dari air laut, kemudian diuapkan dengan sinar matahari di dalam petak-petak hingga tersisa kristal-kristal garam.

 

Pembelajaran 3 Pengembunan.

-Mengembun adalah peristiwa perubahan benda dari wujud gas menjadi cair.
-Pada waktu gas mengembun, gas melepaskan kalor karena terjadi penurunan suhu di sekitarnya.

-Contoh dari peritiwa pengembunan adalah :

1) Adanya titik-titik air di dinding gelas yang berisi air es.
Titik-titik air tersebut terjadi karena karena udara di sekeliling gelas atau plastik melepaskan kalor atau panas kepada es di dalam wadahnya. Hal tersebut karena suhu udara di luar gelas atau plastik lebih besar atau tinggi dibandingkan dengan suhu es dalam gelas atau plastik.

2) Adanya titik air di dedaunan pada pagi hari.
Titik-titik air tersebut merupakan embun yang berasal dari uap air yang terkena suhu dingin kemudian menjadi titik-titik air

3) Saat hujan, di dalam mobil yang tidak ber-AC dan kaca jendelanya tertutup rapat, maka bagian dalam kaca akan tertutup oleh embun yang menempel. Hal ini dikarenakan udara di sekitar kaca bagian dalam terpengaruh oleh suhu dingin dari luar.

 

 

RANGKUMAN MATERI – TEMA 7 SUB TEMA 3 PB 5.

PENGHEMATAN AIR.

Air yang kita gunakan sehari-hari untuk memasak,mandi,dan mencuci adalah air bersih. Air bersih memiliki cirri-ciri tidak berbau,tidakberasa,dan tidak berwarna.air bersih harus kita hemat.

Tindakan penghematan air yang dapat dilakukan di rumah antara lain :
1) Menutup kran saat kita menggosok gigi,mencuci muka atau bencuci piring
2) Jika memungkinkan mandilah dengan pancuran.
3) Menyiram tanaman pada pagi hari atau sore hari agar tidak banyak air yang menguapkarana panas matahari.Gunakan air limbah yang tidak terlalu kotor untuk menyiram tanaman.
4) Jka mencuci pakaian dengan tangan, gunakan 3 ember ; ember pertama untuk merendam dan menyabun, ember kedua untuk membersihkan, ember ketiga untuk membilas.
5) Jika menggunakan mesin cuci, operasikan mesin cuci dengan beban cucian penuh.
6) Sebaiknya mencuci sepeda, motor, atau mobil dengan lap atau ember, cucilah kendaraan di atas rumput taman ,sehingga sekaligus menyiram tanaman.

 

 

RANGKUMAN MATERI :

* Syarat-syarat air bersih meliputi tiga komponen yaitu, yaitu persyaratan secara fisik, secara kimia, dan kandungan mikroba yang terdapat di dalamnya.

1) Persyaratan secara fisik air bersih :

  • Tidak keruh
  • Tidak berwarna
  • Tidak berasa apapun
  • Tidak berbau apapun
  • Suhu antara 10 -25 derajat Celsius (sejuk)
  • Tidak meninggalkan endapan

2) Syarat kimiawi air bersih :

  • Tidak mengandung bahan kimiawi yang mengandung racun.
  • Tidak mengandung zat-zat kimia yang berlebihan.
  • pH (derajat keasaman) air antara 6,5 – 9,2.

3) syarat mikrobiologi air bersih : tidak mengandung kuman-kuman penyakit seperti disentri, tipus, dan kolera.

* usaha pelestarian air untuk mengurangi krisis air bersih:

  1. menghemat penggunaan air.
  2. membuat lubang resapan untuk menampung air hujan supaya terserap ke dalam tanah.
  3. menanam pohon(reboisai) supaya akar-akar pohon dapat menahan air di dalam tanah .
  4. tidak membuang samabah dan limbah secara sembarangan.
  5. membuat bendungan.
  6. membatasi pembuatan sumur bor.
  7. tidak menebang hutan secar liar.
  8. melindungi lingkungan sumber air tanah.
  9. melakukan konservasi air tanah.
  10. tidak menimbun sampah di dekat sumber air tanah.
  11. mengurangi penggunaan zat kimiawi.

* contoh cara penghematan air:

  1. mematikan kran jika sudah tidak digunakan lagi.
  2. menyiram tanaman dengan air bekas cucian beras.
  3. mencuci kendaran jika kotor.
  4. mandi dengan shower dari pada gayung dan bathtub.
  5. cuci peralatan makanan dan pakaian dengan air tampungan.

10, Panas (kalor) dapat berpindah melalui 3 cara, yaitu :
a) Konduksi adalah proses perpindahan kalor secara hantaran.
b) Konveksi adalah proses perpindahan ka;or yang disertai dengan perpindahan zat
perantaranya.
c) Radiasi adalah proses perpindahan kalor yang tidak memerlukan zat perantara.

11, Contoh perambatan kalor secara radiasi antara lain :
a) Panas matahari sampai ke bumi
b) Berada disekitar api unggun, maka panasnya akan sampai ditubuh kita
c) Warna hitam pada siang hari lebih banyak menyerap kalor

12, Sifat-sifat bahan penghantar panas, yaitu :
a) konduktor adalah bahan yang dapat menghantarkan panas dengan baik.
contoh : bahan logam seperti panci, wajan penggorengan, serta alat-alat dapur yang berbahan logam, tembaga, alumunium.
b) isolator adalah bahan yang tidak menghantarkan panas.
contoh : kayu, kain, plastik, kaca, porselin.
c) semi konduktor adalah bahan yang sedikit dapat menghantarkan panas.
contoh : silikon, germanium.

 

 

Rangkuman Materi IPA – Tema 9 ST 2 PB 5.

CAMPURAN HOMOGEN DAN CAMPURAN HETEROGEN.

Campuran adalah materi yang terdiri atas dua jenis zat atau lebih. Campuran dibagi menjadi dua yaitu campuran homogen dan campuran heterogen. Campuran homogen adalah campuran atas dua/lebih materi atau zat yang dapat menyatu secara merata dan tidak dapat disah-pisah lagi. Contohnya ; air sirup merupakan campuran dari tiga materi yaitu air mineral, gula dan sari buah. Setelah tercampur sempurna ketiga zat ini sudah tidak dapat dipisahkan lagi.

Campuran heterogen adalah campuran yang terdiri atas dua zat/ lebih atau materi berbeda yang tidak dapat menyatu secara sempurna. Contohnya; air kopi merupakan campuran dari tiga materi yaitu air mineral, gula dan kopi. Setelah menjadi air kopi, antara air dan kopi masih bisa dipisahkan. Artinya, zat-zat penyusun air kopi tidak tercampur sempurna.

Berdasarkan ciri-ciri campuran, baik campuran homogen maupun campuran heterogen dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut;
1) Campuran tersusun atas dua atau lebih unsur atau senyawa.
2) Campuran dapat dipisahkan menjadi zat-zat penyusunnya.
3) Perbandingan massa zat-zat penyusunnya tidak tetap.
4) Sifat campuran sama dengan sifat zat-zat penyusunnya.

 

Rangkuman Materi IPA – Tema 9 ST 3 PB 1.

MATERI.

Materi adalah setiap objek atau segala sesuatu yang menempati ruang dan mempunyai massa. Materi yang banyak jenisnya tersebut dapat dikelompokkan menjadi benda padat, cair, dan gas. Berdasarkan komponen penyusunannya, materi dibedakan atas zat tunggal dan campuran.
1) Zat tunggal adalah zat yang komponen penyusunnya hanya satu zat atau materi. Zat tunggal dapat berupa unsur dan senyawa.
1a)  Unsur adalah zat kimia yang tak dapat dibagi lagi menjadi zat yang lebih sederhana. Ada dua jenis unsur, yaitu unsur logam dan nonlogam. contoh unsur logam adalah perak, besi, emas, dan platina. Adapun contoh unsur nonlogam antara lain hidrogen, oksigen, nitrogen, dan karbon.
1b) Senyawa adalah zat tunggal yang terbentuk dari beberapa unsur. contoh unsur senyawa adalah garam, air, dan gula.

2 Zat campuran adalah zat yang komponen penyusunnya terdiri atas
dua atau lebih zat atau materi. Berdasarkan sifatnya, zat campuran terdiri atas zat campuran homogen dan zat campuran heterogen.
2a) Zat campuran Homogen adalah campuran yang terdiri atas dua materi atau zat yang dapat menyatu secara merata. contoh campuran homogen antara lain sirop (campuran gula, pewarna, dan air), larutan oralit (campuran air dan garam), dan udara (campuran gas-gas).
2b) Zat campuran heterogen adalah campuran yang terdiri atas dua zat atau materi berbeda yang tidak dapat menyatu secara sempurna. contoh campuran heterogen antara lain air kopi tumbuk, air dengan tanah, dan air dengan minyak.

Pengelompokan zat ada dua yaitu zat tunggal dan campuran. Zat tunggal terdiri atas unsur dan senyawa.Contohnya : Pada saat di sekolah ibu kantin membuat teh manis, berarti ibu kantin membuat suatu campuran. Campuran yang di buat ibu kantin yaitu campuran antara gula pasir dan air teh sebagai pelarut. Contoh lain misalnya saat kamu membuat susu. Kamu akan mencampurkan susu dengan air.saat kamu membuat kopi untuk ayahmu, kamu akan mencampurkan kopi, gula dan air. Pada dasarnya suatu campuran dapat berupa unsur dengan unsur ataupun unsur dengan senyawa. Komposisi unsur-unsur atau senyawa penyusun suatu campuran tidak tertentu. Sifat asli zat-zat pembentuk campuran masih tampak, sehingga penyusun cam puran tersebut dapat di kenal dan dapat di pisahkan lagi Ada dua campuran yaitu campuran homogen dan campuran hitrogen.
Pada saat pulang sekolah cuaca sangat panas,Karena ibu masih asik membaca majalah sambil mendengarkan lagu-lagu favoritnya, Edo mengambil gelas dan Edo masukkan sesendok gula pasir, lalu sekantung teh celup dan terakhir ditambahkan air panas. Edo mengaduknya hingga gula terlarut dan terbentuklah teh manis yang hangat. Agar tehnya menjadi dingin , Edo menambahkan enam butir es batu berbentuk dadu yang di ambil dari kemari es, lalu Edo mengambil lagi es batu dari gelas dan membuangnya, jadilah teh dingin yang manis tanpa es. Seperti yang kamu ketahui bahwa segelas teh manis yang dibuat oleh Edo merupakan campuran homogen atau di sebut larutan. Ketika ditambahkan butiran es, campuran tersebut menjadi campuran heterogen karena dapat di pisahkan dengan tangan. Butiran es dapat di pisahkan dari air teh hanya dengan di ambil menggunakan tangan oleh Edo.

SD5 IPS Bab 9 – Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan

 

SD Kelas 5 IPS Bab 9 – Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan.

A. Pendahuluan.

Apa yang akan kamu lakukan kalau ada bangsa asing menyerbu dan ingin menjajah negara kita lagi? Tentu kamu tidak akan tinggal diam bukan? Sebagai warga negara Indonesia kita tentu akan berjuang mengusir bangsa penjajah itu. Demikian juga sikap rakyat Indonesia setelah kemerdekaan negara Indonesia diproklamasikan.
Kemerdekaan Indonesia sudah diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945. Meskipun demikian, Belanda tidak mengakui kemerdekaan itu dan terus berusaha untuk menjajah Indonesia kembali. Bangsa Indonesia berjuang dengan gigih untuk mempertahankan kemerdekaan.
Dalam bab ini kamu akan belajar tentang perjuangan Bangsa Indone- sia mempertahankan kemerdekaan. Setelah mempelajari bab ini diharapkan kamu memiliki kemampuan sebagai berikut.
1, Menyebutkan dan menceritakan beberapa pertempuran dalam rangka mempertahankan kemerdekaan.
2, Menyebutkan usaha-usaha diplomasi yang dilakukan oleh para pemim- pin bangsa untuk mempertahankan kemerdekaan.
3, Menyebutkan tokoh-tokoh penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
4, Menampilkan perilaku menghargai perjuangan mempertahankan ke- merdekaan.

 

B, Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan.

Ada dua bentuk perjuangan mempertahakan kemerdekaan, yaitu perjuangan fisik dan perjuangan diplomasi. Perjuangan fisik dilakukan de- ngan cara bertempur melawan musuh. Perjuangan diplomasi dilakukan dengan cara menggalang dukungan dari negara-negara lain dan lewat perundingan-perundingan.

1, Pertempuran-pertempuran mempertahankan kemerdekaan.

Setelah Jepang menyerah, Sekutu masuk Indonesia untuk mengambil alih kekuasaan. Pasukan Sekutu diboncengi Belanda. Belanda ingin me- nguasai Indonesia lagi. Rakyat Indonesia tidak senang Belanda kembali ke bumi pertiwi. Terjadilah pertempuran-pertempuran. Pertempuran terjadi di Surabaya, Ambarawa, Bandung, Palembang, Bali, Medan, dan kota-kota lainnya. Mari kita pelajari beberapa pertempuran ini!

 

a, Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

Tentara Sekutu mendarat untuk pertama kali di Surabaya pada tanggal 25 Oktober 1945. Komandan pasukan Sekutu yang mendarat di Surabaya adalah Brigjen A.W.S Mallaby. Tentara Sekutu bertugas melucuti tentara Jepang dan membebaskan interniran (tawanan perang).

Awalnya, pemerintah dan rakyat Indonesia menyambut kedatangan tentara Sekutu tersebut dengan tangan terbuka. Namun, Sekutu meng- abaikan uluran tangan tersebut. Pada tanggal 27 Oktober 1945, Sekutu menyerbu penjara Kalisosok. Mereka berhasil membebaskan Kolonel Huiyer. Kolonel Huiyer ialah seorang perwira angkatan laut Belanda yang ditawan Jepang.

Pada tanggal 28 Oktober 1945, pos-pos Sekutu di seluruh kota Surabaya diserang oleh rakyat Indonesia. Dalam berbagai serangan itu, pasukan Sekutu terjepit. Pada tanggal 29 Oktober 1945, para pemuda dapat menguasai tempat-tempat yang telah dikuasai Sekutu. Komandan Sekutu menghubungi Presiden Sukarno untuk menyelamatkan pasukan Inggris dari bahaya kehancuran. Presiden Sukarno bersama Moh. Hatta, Amir Syarifudin, dan Jenderal D.C. Hawthorn tiba di Surabaya untuk menenangkan keadaan. Akhirnya, pada tanggal 30 Oktober 1945 dicapai kesepakatan untuk menghentikan tembak-menembak.

Namun, pada sore harinya terjadi pertempuran di gedung Bank Inter- national, tepatnya di Jembatan Merah. Dalam peristiwa itu, Brigjen Mallaby tewas. Menanggapi peristiwa ini, pada tanggal 9 November 1945, pimpinan Sekutu di Surabaya mengeluarkan ultimatum. Isi ultimatum itu adalah: “Semua pemimpin dan orang-orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat-tempat yang telah ditentu- kan, kemudian menyerahkan diri dengan mengangkat tangan. Batas waktu ultimatum tersebut adalah pukul 06.00 tanggal 10 November 1945. Jika sampai batas waktunya tidak menyerahkan senjata, maka Surabaya akan diserang dari darat, laut, dan udara”.

Batas waktu itu tidak diindahkan rakyat Surabaya. Oleh karena itu, pecahlah pertempuran Sura- baya pada tanggal 10 November 1945. Tentara Sekutu berjumlah kira-kira 10 sampai 15 ribu orang. Mereka terdiri dari pasukan darat, laut, dan udara. Pasukan Sekutu ini merupakan gabungan dari tentara Gurkha, Inggris, dan Belanda.

Dalam pertempuran yang berjalan sampai awal bulan Desember 1945 itu telah gugur beribu-ribu pejuang. Perjuangan rakyat Surabaya ini mencerminkan tekad perjuangan seluruh rakyat Indonesia. Untuk memperingati kepahlawanan rakyat Surabaya itu, pemerintah menetap- kan tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan.

“Pekik Perjuangan Merdeka” Pada tanggal 31 Agustus 1945, Presiden Sukarno
mengeluarkan Maklumat Pemerintah yang menetapkan pekik perjuangan “Merdeka” sebagai salam nasional. Salam nasional ini dilakukan dengan meng- angkat tangan setinggi bahu sambil memekikkan “merdeka!”. Salam nasional ini turut mengobarkan semangat para pejuang mempertahankan kemerdekaan.

 

b, Pertempuran Ambarawa.

“Pertempuran Ambarawa” diawali oleh mendaratnya tentara Sekutu di bawah pimpinan Brigadir Jenderal Bethel di Semarang. Tentara Sekutu mendarat di Semarang pada tanggal 20 Oktober 1945. Tujuan kedatangan mereka adalah untuk mengurus tawanan perang dan tentara Jepang di Jawa Tengah.
Kedatangan Sekutu semula disambut baik oleh rakyat Semarang. Bah- kan, Gubernur Jawa Tengah menawarkan bantuan bahan makanan dan keperluan-keperluan lainnya. Pihak Sekutu pun berjanji untuk tidak meng- ganggu kedaulatan Republik Indonesia.
Bentrokan bersenjata mulai timbul di Magelang. Bentrokan itu mulai meluas menjadi pertempuran antara pasukan Sekutu dengan pejuang In- donesia. Penyebabnya adalah tentara Sekutu diboncengi NICA. NICA adalah singkatan dari Netherlands Indies Civil Administration, yaitu peme- rintahan peralihan Belanda. NICA hendak membebaskan tawanan perang Belanda di Magelang dan Ambarawa.
Setelah diadakan perundingan antara Presiden Sukarno dengan Bri- gadir Jenderal Bethel, tentara Sekutu kemudian meninggalkan Magelang menuju Ambarawa pada tanggal 21 November 1945. Para pejuang Indo- nesia yang dipimpin Letnan Kolonel M. Sarbini mengejar pasukan Sekutu yang mundur ke Ambarawa. Di desa Jambu, pasukan Sekutu dihadang pejuang Angkatan Muda yang dipimpin oleh Sastrodiharjo. Di desa Ngipik, pasukan Sekutu diserang pejuang Indonesia yang dipimpin oleh Suryosumpeno.
Pada saat mundur, pasukan Sekutu mencoba menduduki dua desa di sekitar Ambarawa. Dalam pertempuran untuk membebaskan kedua desa tersebut, Letnan Kolonel Isdiman gugur. Letnan Kolonel Isdiman adalah Komandan Resimen Banyumas.
Dengan gugurnya Letnan Kolonel Isdiman, Kolonel Sudirman turun langsung ke medan pertempuran Ambarawa. Kolonel Sudirman adalah Panglima Divisi Banyumas. Kehadiran Kolonel Sudirman memberi semangat baru bagi pejuang Indonesia. Pasukan Indonesia mengepung kota Ambarawa dari berbagai jurusan. Siasat yang dipakai adalah meng- adakan serangan serentak dari berbagai jurusan pada saat yang sama. Pasukan Indonesia mendapat bantuan dari Yogyakarta, Surakarta, Salatiga, Purwokerto, Magelang, Semarang, dan lain-lain.
Pada tanggal 12 Desember 1945 pasukan Indonesia melancarkan se- rangan serentak ke Ambarawa. Pada tanggal 15 Desember 1945 pasukan Sekutu berhasil dipukul mundur ke Semarang. Dalam pertempuran di Ambarawa ini banyak pejuang yang gugur.

Untuk memperingati hari bersejarah itu, maka setiap tanggal 15 Desember diperingati sebagai Hari Infanteri. Selain itu, di Ambarawa juga didirikan sebuah monumen yang diberi nama Palagan Ambarawa.

 

c, Pertempuran “Medan Area”.

Pasukan Inggris di bawah pimpinan Brigadir Jenderal T.E.D. Kelly mulai mendarat di Medan (Sumatera Utara) pada tanggal 9 Oktober 1945. Tentara NICA yang telah dipersiapkan untuk mengambil alih pemerintahan ikut membonceng pasukan Inggris itu. Mereka menduduki beberapa hotel di Medan.

Pasukan Inggris bertugas untuk membebaskan tentara Belanda yang ditawan Jepang. Para tawanan dari daerah Rantau Prapat, Pematang Siantar, dan Brastagi dikirim ke Medan atas persetujuan Gubernur Moh. Hasan. Ternyata kelompok tawanan itu dibentuk menjadi “Medan Batalyon KNIL”. Mereka ini bersikap congkak.

Para pemuda dipelopori oleh Achmad Tahir, seorang mantan perwira Tentara Sukarela (Giyugun) membentuk Barisan Pemuda Indonesia. Mereka mengambil alih gedung-gedung pemerintahan dan merebut senjata dari tangan tentara Jepang. Kemudian pada tanggal 10 Oktober 1945 diben- tuklah TKR (Tentara Keamanan Rakyat) Sumatera Timur. Anggotanya para pemuda bekas Giyugun dan Heiho Sumatera Timur yang dipimpin oleh Ahmad Tahir.

Pada tanggal 13 Oktober 1945 terjadi insiden di sebuah hotel di Jalan Bali, Medan. Seorang anggota NICA menginjak-injak bendera merah putih yang dirampas dari seorang pemuda. Pemuda-pemuda Indonesia marah.

Hotel tersebut dikepung dan diserang oleh para pemuda dan TRI (Tentara Republik Indonesia). Terjadilah pertempuran. Dalam peristiwa itu banyak orang Belanda terluka. Peperangan pun menjalar ke Pematang Siantar dan Brastagi.

Pada tanggal 1 Desember 1945 pihak Inggris memasang papan-papan pengumuman bertuliskan “Fixed Boundaries Medan Area.” Dengan cara itu, Inggris menetapkan secara sepihat batas-batas kekuasaan mereka. Sejak saat itulah dikenal istilah Pertempuran Medan Area.
Jenderal T.E.D Kelly kembali mengancam para pemuda agar menyerahkan senjata. Siapa yang melanggar akan ditembak mati. Namun, para pemuda Indonesia tidak menggubris ancaman tersebut. Perlawan terus berlangsung dan semakin sengit. Para pemuda membentuk Komando Resi- men Laskah Rakyat Medan Area. Perlawanan terhadap Inggris dan Belanda terus berlanjut sampai Agresi Militer Belanda I pada bulan Juli 1947.

 

d, Bandung Lautan Api.

Pada bulan Oktober 1945, tentara Sekutu memasuki Kota Bandung. Ketika itu para pejuang Bandung sedang melaksanakan pemindahan kekuasaan dan merebut senjata dan peralatan dari tentara Jepang. Tentara Sekutu menduduki dan menguasai kantor-kantor penting. Tentara NICA membonceng tentara Sekutu itu. NICA berkeinginan mengembalikan ke- kuasaan Belanda di Indonesia. Para pejuang yang tergabung dalam TKR, laskar-laskar, dan badan-badan pejuang mengadakan perlawanan terhadap tentara Sekutu dan Belanda.
Pada tanggal 21 November 1945, tentara Sekutu mengeluarkan ulti- matum (peringatan) pertama agar kota Bandung bagian utara dikosongkan oleh pihak Indonesia selambat-lambatnya tanggal 29 November 1945. Para pejuang kita harus menyerahkan senjata yang dirampas dari tentara Jepang. Alasannya untuk menjaga keamanan. Apabila tidak diindahkan, tentara Sekutu akan menyerang habis-habisan.
Peringatan ini tidak dihiraukan oleh para pejuang Indonesia. Sejak saat itu sering terjadi bentrokan senjata. Kota Bandung terbagi menjadi dua, Bandung Utara dan Bandung Selatan. Karena persenjataan yang tidak memadai, pasukan TKR dan para pejuang lainnya tidak dapat mem- pertahankan Bandung Utara. Akhirnya Bandung Utara dikuasai oleh Sekutu.
Pada tanggal 23 Maret 1946 tentara Sekutu mengeluarkan ultimatum kedua. Mereka menuntut agar semua masyarakat dan para pejuang TRI (Tentara Republik Indonesia) mengosongkan kota Bandung bagian selatan. Perlu diketahui bahwa sejak 24 Januari 1946, TKR telah berubah namanya menjadi TRI.

Demi keselamatan rakyat dan pertimbangan politik, pemerintah Republik Indonesia Pusat memerintahkan TRI dan para pejuang la-innya mundur dan mengosongkan Bandung Selatan. Tokoh-tokoh pejuang, se- perti Aruji Kartawinata, Suryadarma, dan Kolonel Abdul Harris Nasution yang menjadi Panglima TRI waktu itu segera bermusyawarah. Mereka se- pakat untuk mematuhi perintah dari Pemerintah Pusat. Namun, mereka tidak mau menyerahkan kota Bandung bagian selatan itu secara utuh kepada musuh.

Rakyat diungsikan ke luar kota Bandung. Pasukan TRI dan para pejuang lainnya dengan berat hati meninggalkan Bandung Selatan. Sebelum ditinggalkan, Bandung Selatan dibumihanguskan oleh para pejuang. Bumi hangus adalah memusnahkan dengan pembakaran semua barang, bangunan, gedung yang mungkin akan dipakai oleh musuh. Pertempuran terus berlanjut. Para anggota TKR dan pemuda kita menggunakan taktik perang gerilya. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 23 Maret 1946 dan terkenal dengan sebutan Bandung Lautan Api. Dalam peristiwa tersebut, gugur seorang pejuang Mohammad Toha.

Pertempuran yang telah kita bahas di atas hanyalah sebagian dari per- tempuran yang terjadi. Masih banyak pertempuran mempertahankan ke- merdekaan yang terjadi di tempat-tempat lain. Pertempuran-pertempuran lainnya dalam rangka mempertahankan kemerdekaan yang terkenal antara lain sebagai berikut.
1, Pertempuran Margarana yang dipimpin Letkol I Gusti Ngurah Rai di Bali pada tanggal 12 November 1946.
2, Pertempuran di Sulawesi Selatan yang dipimpin Robert Wolter Mongisidi pada tanggal 3 November 1946.
3, Pertempuran lima hari lima malam di Palembang pada awal bulan Ja- nuari 1947.
4, Pertempuran laut di Teluk Cirebon yang menenggelamkan Kapal Perang RI, Gajah Mada, pada tanggal 5 Januari 1947.
5, Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta yang dipimpin oleh Letkol Suharto.

Dari berbagai pertempuran yang terjadi antara pejuang-pejuang kemer- dekaan dan tentara Sekutu dan NICA, kita dapat belajar beberapa hal berikut ini:
1, Kemerdekaan merupakan hal yang sangat mahal harganya. Demi ke- merdekaan yang telah diproklamasikan para pejuang rela mengorban- kan jiwa dan raganya.
2, Semangat perjuangan merupakan kekuatan yang dahsyat, melebihi kekuatan senjata. Hal ini dibuktikan, misalnya dalam pertempuran Am- barawa.
3, Menghormati keputusan para pemimpin. Para pejuang mempunyai jiwa yang besar. Meskipun dengan berat hati, keputusan pemimpin dilaksanakan. Hal ini misalnya terjadi dalam peristiwa Bandung Lautan Api.

Halo-Halo Bandung.Ismail Marzuki mengabadikan peristiwa “Bandung Lautan  Api” dengan menciptakan lagu “Halo-Halo Bandung”. Lagu ini menjadi mars perjuangan yang sangat terkenal sampai sekarang.

Berikut ini syair lagu “Halo- Halo Bandung”:
Halo, Halo Bandung,
Ibu kota Periangan,
Halo, Halo Bandung,
kota kenang-kenangan
Sudah lama beta,
tidak berjumpa dengan kau

Sekarang telah menjadi lautan api.
Mari Bung rebut kembali.

 

2, Usaha Perdamaian dan Agresi Militer Belanda.

Para pemimpin negara menyadari bahwa perang memakan banyak korban. Perang juga membuat rakyat menderita. Oleh karena itu para pe- mimpin mengusahakan perdamaian dengan jalan perundingan. Berikut ini beberapa usaha perundingan yang dilakukan.

a, Perjanjian Linggajati.
Pimpinan tentara Inggris menyadari, sengketa Indonesia dengan Belanda tidak mungkin diselesaikan melalui peperangan. Inggris berusaha mempertemukan kedua belah pihak di meja perundingan. Melalui meja perundingan diharapkan konflik bisa diatasi.
Pada tanggal 10 November 1946 diadakan perundingan antara Indo- nesia dan Belanda. Perundingan ini dilaksanakan di Linggajati. Linggajati terletak di sebelah selatan Cirebon. Dalam perundingan itu delegasi Indo- nesia dipimpin oleh Perdana Menteri Sutan Syahrir. Sementara delegasi Belanda dipimpin oleh Van Mook.
Pada tanggal 15 November 1946, hasil perundingan diumumkan dan disetujui oleh kedua belah pihak. Secara resmi, naskah hasil perundingan ditandatangani oleh Pemerintah Indonesia dan Belanda pada tanggal 25 Maret 1947. Hasil Perjanjan Linggajati sangat merugikan Indonesia karena wilayah Indonesia menjadi sempit.
Berikut ini isi perjanjian Linggajati.
1, Belanda hanya mengakui kekuasaan Republik Indonesia atas Jawa, Madura, dan Sumatera.
2, Republik Indonesia dan Belanda akan bersama-sama membentuk Negara Indonesia Serikat yang terdiri atas:
a, Negara Republik Indonesia,
b, Negara Indonesia Timur, dan
c, Negara Kalimantan.
3, Negara Indonesia Serikat dan Belanda akan merupakan suatu uni (ke- satuan) yang dinamakan Uni Indonesia-Belanda dan diketuai oleh Ratu Belanda.

 

b, Agresi Militer Belanda I.
Meskipun sudah ada Perjanjian Linggajati, Belanda tetap berusaha untuk menjajah Indonesia. Pada tanggal 21 Juli 1947, Belanda menyerang wilayah Republik Indonesia. Tindakan ini melanggar Perjanjian Linggajati. Belanda berhasil merebut sebagian Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Akibatnya wilayah kekuasaan Republik Indonesia semakin kecil.
Serangan militer Belanda ini dikenal sebagai Agresi Militer Belanda I. Peristiwa tersebut menimbulkan protes dari negara-negara tetangga dan dunia internasional. Wakil-wakil dari India dan Australia mengusulkan kepada PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) agar mengadakan sidang untuk membicarakan masalah penyerangan Belanda ke wilayah Republik Indonesia.

c, Perjanjian Renville (17 Januari 1948).
Pada tanggal 1 Agustus 1947, Dewan Keamanan PBB memerintahkan agar pihak Indonesia dan Belanda menghentikan tembak-menembak. Akhirnya pada tanggal 4 Agustus 1947, Belanda mengumumkan gencatan senjata. Gencatan senjata adalah penghentian tembak-menembak di antara pihak-pihak yang berperang.
PBB membantu penyelesaian sengketa antara Indonesia dan Belanda dengan membentuk Komisi Tiga Negara (KTN) yang terdiri atas:
1, Australia, dipilih oleh Indonesia;
2, Belgia, dipilih oleh Belanda;
3, Amerika Serikat, dipilih oleh Australia dan Belanda.
Komisi Tiga Negara (KTN) memprakarsai perundingan antara Indone- sia dan Belanda. Perundingan dilakukan di atas kapal Renville, yaitu kapal Angkatan Laut Amerika Serikat. Oleh karena itu, hasil perundingan ini dina- makan Perjanjian Renville.
Dalam perundingan itu Negara Indonesia, Belanda, dan masing-masing anggota KTN diwakili oleh sebuah delegasi.

1, Delegasi Indonesia dipimpin oleh Mr. Amir Syarifuddin.
2, Delegasi Belanda dipimpin oleh R. Abdul Kadir Wijoyoatmojo.
3, Delegasi Australia dipimpin oleh Richard C. Kirby.
4, Delegasi Belgia dipimpin oleh Paul van Zeeland.
5, Delegasi Amerika Serikat dipimpin oleh Frank Porter Graham.

Isi perjanjian Renville adalah sebagai berikut.
1, Belanda hanya mengakui daerah Republik Indonesia atas Jawa Tengah,
Yogyakarta, sebagian kecil Jawa Barat, dan Sumatera.
2, Tentara Republik Indonesia ditarik mundur dari daerah-daerah yang telah diduduki Belanda.
Hasil Perjanjian Renville sangat merugikan Indonesia. Wilayah kekuasaan Republik Indonesia menjadi semakin sempit.

d, Agresi Militer Belanda II.
Belanda terus berusaha menguasai kembali Indonesia. Pada tanggal 19 Desember 1948, Belanda melancarkan serangan atas wilayah Republik Indonesia. Penyerangan Belanda ini dikenal sebagai Agresi Militer Belanda II.
Ibu kota Republik Indonesia waktu itu, Yogyakarta, diserang Belanda. Perlu diketahui bahwa sejak 4 Januari 1946, lbu kota Republik Indonesia pindah dari Jakarta ke Yogyakarta. Belanda mengerahkan angkatan udara- nya. Lapangan Udara Maguwo tidak dapat dipertahankan. Akhirnya Yogyakarta direbut Belanda.

Pada tanggal 19 Desember 1948 Tentara Belanda menduduki kota Yogyakarta setelah sebelumnya mengebom Lapangan Terbang Maguwo. Peristiwa ini dikenal dengan sebutan Agresi Militer Belanda II.

Presiden Sukarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta, Sutan Syahrir, dan Suryadarma ditangkap Belanda. Presiden Sukarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta ditawan dan diasingkan ke Pulau Bangka. Sebelum ter- tangkap, Presiden Sukarno telah mengirim mandat lewat radio kepada Menteri Kemakmuran, Mr. Syaffiruddin Prawiranegara yang berada di Su- matera. Tujuannya ialah untuk membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dengan ibu kota Bukit Tinggi.
Agresi Militer Belanda II menimbulkan reaksi dunia, terutama negara- negara di Asia. Negara-negara di Asia seperti India, Myanmar, Afganistan, dan lain-lain segera mengadakan Konferensi New Delhi pada bulan Desem- ber 1949. Mereka bersimpati kepada perjuangan rakyat Indonesia, dan mendesak agar:
1, Pemerintah RI segera dikembalikan ke Yogyakarta, dan
2, Serdadu Belanda segera ditarik mundur dari Indonesia.
Belanda tidak memperdulikan desakan itu. Belanda baru bersedia berunding setelah Dewan Keamanan PBB turun tangan.

 

C, Usaha Diplomasi dan Pengakuan Kedaulatan.

Komisi PBB untuk Indonesia atau UNCI (United Nations Commission for Indonesia) berhasil mempertemukan pihak Indonesia dan Belanda dalam meja perundingan. Dalam perundingan-perundingan itu, delegasi dari In- donesia berjuang secara diplomasi supaya kedaulatan Indonesia diakui. Perundingan-perundingan itu antara lain, Perundingan Rum-Royen dan Konferensi Meja Bundar (KMB).

1,  Perjanjian Rum-Royen.
Perjanjian Rum-Royen disetujui di Jakarta pada tanggal 7 Mei 1949. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Mr. Moh. Rum, sedangkan pihak Belanda dipimpin oleh Dr. van Royen. Anggota delegasi Indonesia lainnya ialah Drs. Moh. Hatta dan Sri Sultan Hamengku Buwono lX.

Isi Perjanjian Rum-Royen adalah sebagai berikut.
1, Pemerintah Republik Indonesia dikembalikan ke Yogyakarta.
2, Menghentikan gerakan-gerakan militer dan membebaskan semua ta- hanan politik.
3, Belanda menyetujui adanya Republik Indonesia sebagai bagian dari Negara Indonesia Serikat.
4, Akan diselenggarakan perundingan lagi, yaitu KMB, antara Belanda dan Indonesia setelah Pemerintah Republik Indonesia kembali ke Yogyakarta.

2, Konferensi Meja Bundar (KMB).
Sebagai tindak lanjut Perjanjian Rum-Royen, pada tanggal 23 Agustus sampai dengan 2 November 1949 diadakan Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Drs. Moh. Hatta, delegasi BFO (Bijeenkomst Voor Federal Overleg) atau Badan Musyawarah Negara- negara Federal dipimpin oleh Sultan Hamid II. Delegasi Belanda dipimpin oleh Mr. van Maarseveen. Sedangkan UNCI dipimpin oleh Chritchley.

Hasil-hasil persetujuan yang dicapai dalam KMB adalah sebagai berikut.
1, Indonesia menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Belanda akan menyerahkan kedaulatan kepada RIS pada akhir bulan Desember 1949.
2, RIS dan Belanda akan tergabung dalam Uni Indonesia Belanda.
3, Irian Barat akan diserahkan setahun setelah pengakuan kedaulatan oleh Belanda.
Kesepakatan-kesepakatan yang dihasilkan dalam KMB sangat memuas- kan rakyat Indonesia. Akhirnya kedaulatan negara Indonesia diakui oleh pihak Belanda. Seluruh rakyat Indonesia menyambut hasil KMB dengan suka cita.

3, Pengakuan Kedaulatan.
Sesuai hasil KMB, pada tanggal 27 Desember 1949 diadakan upacara pengakuan kedaulatan dari Pemerintah Belanda kepada Pemerintah RIS. Upacara pengakuan kedaulatan dilakukan di dua tempat, yaitu Den Haag dan Yogyakarta secara bersamaan. Dalam acara penandatanganan pengakuan kedaulatan di Den Haag, Ratu Yuliana bertindak sebagai wakil Negeri Belanda Belanda dan Drs. Moh. Hatta sebagai wakil Indonesia. Sedangkan dalam upacara pengakuan kedaulatan yang dilakukan di Yogyakarta, pihak Belanda diwakili oleh Mr. Lovink (wakil tertinggi pemerintah Belanda) dan pihak Indonesia diwakili Sri Sultan Hamengkubuwono IX.
Dengan pengakuan kedaulatan itu berakhirlah kekuasaan Belanda atas Indonesia dan berdirilah Negara Republik Indonesia Serikat. Sehari setelah pengakuan kedaulatan, ibu kota negara pindah dari Yogyakarta ke Jakarta. Kemudian dilangsungkan upacara penurunan bendera Belanda dan dilanjutkan dengan pengibaran bendera Indonesia.

 

D, Menghargai Jasa Tokoh-tokoh Perjuangan dalam Mempertahankan Kemerdekaan.

Ada banyak tokoh yang terlibat dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Ada tokoh-tokoh yang berjuang secara fisik dengan melaku- kan perang gerilya. Ada juga tokoh-tokoh yang berjuang lewat jalur perjuangan diplomasi. Berikut ini kita akan membahas beberapa tokoh di antaranya.

1, IR. Sukarno.
Sukarno adalah proklamator kemerdekaan Indonesia. Didampingi Drs. Moh. Hatta beliau membacakan teks proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945. Beliau adalah presiden pertama Republik Indonesia. Sebagai presiden, beliau turut berjasa dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Beliau mulai merintis pemerintahan Indonesia dalam masa-masa yang sangat sulit. Sebagai presiden, beliau memberikan semangat kepada Bangsa Indonesia untuk tetap berjuang. Beliau ditangkap dan diasingkan ke Pulau Bangka ketika Belanda melakukan agresi militer pada tanggal 19 Desember 1948. Sebelumnya, beliau telah mengirimkan mandat kepada Menteri Kemakmuran Syafrudin Prawiranegara yang berada di Sumatera untuk membentuk dan memimpin Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).

2, DRS. Mohammad Hatta.
DRS. Mohammad Hatta juga dikenal sebagai Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia. Beliau memimpin kabinet di awal pembentukan negara Indonesia. Jasa beliau dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan sangatlah besar. Beliau dikenal sebagai delegasi Indonesia yang handal. Pada tanggal 23 Agustus – 2 November 1949, beliau memimpin delegasi Indonesia dalam Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Belanda. Hasil KMB sangat memuaskan Bangsa Indonesia. Belanda akhirnya meng- akui kedaulatan Republik Indonesia. Upacara pengakuan kedaulatan di- lakukan di dua tempat, yaitu di Yogyakarta dan di Den Haag pada tanggal 27 Desember 1949.

3, Jenderal Sudirman.
Peranan Jenderal Sudirman dalam perjuangan mempertahankan ke- merdekaan Indonesia sangat besar. Sebagai Panglima TKR, Divisi V Banyumas, Sudirman memimpin Pertempuran Ambarawa dan berhasil mengusir tentara Inggris. Pada tanggal 18 Desember 1945, Sudirman diangkat oleh menjadi Panglima Besar TKR dengan pangkat jenderal. Sudirman tetap me- mimpin perang gerilya meskipun beliau dalam keadaan sakit.

Panglima Besar Jenderal Sudirman disambut oleh para pejuang ketika tiba di Jakarta untuk menghadiri perundingan Panitia Gencatan Senjata pada tanggal 1 November 1946.

Bung Tomo, tokoh yang mengobarkan semangat perjuangan rakyat Surabaya.

4, Bung Tomo.
Sutomo atau Bung Tomo dilahirkan di Surabaya. Pada zaman pergerakan beliau bekerja di Surat Kabar Suara Umum dan menjadi redaktur mingguan Pembela Rakyat. Beliau mendirikan dan memimpin Barisan Pemberontakan Rakyat Indonesia. Beliau mengobarkan semangat rakyat Surabaya dalam perang melawan pasukan Sekutu pada tanggal 10 November 1945.

5, Sri Sultan Hamengku Buwono IX.
Sri Sultan Hamengku Buwono IX berperan besar dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Sebagai bangsawan, beliau membaur berjuang bersama rakyat biasa. Sri Sultan Hamengku Buwono merupakan tokoh pejuang diplomatik Indonesia. Beliau menjadi anggota delegasi Indonesia dalam Perundingan Rum-Royen yang dilakukan di Jakarta pada tanggal 2 Mei 1949.

 

Rangkuman :

Setelah Bung Karno memproklamasikan kemerdekaan, lahirlah Negara Indonesia. Ada banyak gangguan yang ingin merobohkan kedaulat- an negara yang baru berdiri ini. Tentara Sekutu masuk ke Indonesia untuk mengambil alih kekuasaan Jepang. Belanda yang membonceng Sekutu juga ingin berkuasa lagi di Indonesia.

Rakyat Indonesia berjuang mempertahankan kemerdekaan. Ada dua bentuk perjuangan yang dilakukan, yaitu perjuangan fisik dan perjuang- an diplomasi. Perjuangan fisik dilakukan dengan cara bertempur. Pertempuran-pertempuran yang dilakukan dalam rangka mempertahan- kan kemerdekaan antara lain sebagai berikut.
1, Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.
2, Pertempuran Ambarawa.
3, Pertempuran Medan Area.
4, Bandung Lautan Api.
5, Pertempuran Margarana di Bali.
6, Pertempuran di Sulawesi Selatan yang dipimpin Robert Wolter Monginsidi.
7, Pertempuran Lima Hari Lima Malam di Palembang.
8, Pertempuran laut di Teluk Cirebon.
9, Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta.

Perjuangan diplomasi dilakukan dengan cara mencari dukungan dari negara-negara lain. Perjuangan diplomasi juga dilakukan dengan cara perundingan. Perundingan-perundingan yang dilakukan, antara lain Perundingan Linggajati, Perjanjian Remville, Perjanjian Rum-Royen, dan Konferensi Meja Bundar (KMB).

Perjuangan Bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan akhirnya membuahkan hasil. Belanda mengakui kedaulatan RI secara penuh. Upacara pengakuan kedaulatan dilakukan di Den Haag (Belanda) dan di Yogyakarta secara bersamaan pada tanggal 27 Desember 1949.

Banyak tokoh yang terlibat dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, antara lain Bung Hatta, Bung Karno, Jenderal Sudirman, Bung Tomo, Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Suharto, dan Sutan Syahrir. Kita harus menghargai perjuangan mereka. Antara lain dengan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif.

 

Glosarium :

Adat istiadat : tata kelakuan yang diwarisi turun-temurun dan menjadi pola perilaku dalam masyarakat.
Agresi : penyerangan suatu negara terhadap negara lain.
Atlas : buku yang berisi gambar-gambar peta bumi. Bhanyangkari : pasukan pengawal raja pada zaman Majapahit. Brahmana : pendeta agama Hindu.
Budaya : semua hasil karya manusia berkat akal budinya untuk mempermudah hidup
Cagar alam : daerah yang kelestarian hidup tumbuh-tumbuhan
dan binatang yang terdapat di dalamnya dilindung oleh undang-undang dari bahaya kepunahan.
Candi : bangunan kuno yang terbuat dari susunan batu sebagai empat pemujaan (ibadah) atau penyimpanan abu jenazah raja-raja pada zaman kerajaan Hindu- Buddha.
Delegasi : orang yang ditunjuk dan diutus oleh suatu perkumpulan/negara dalam suatu perundingan.
Diplomasi : urusan kepentingan sebuah negara dengan perantaraan wakil-wakilnya.
Distribusi : usaha menyalurkan barang dari produsen ke pemakai.
Distributor : orang atau lembaga yang menyalurkan barang dari konsumen ke pemakai.
Diversifikasi : usaha meningkatkan hasil pertanian dengan cara memperbanyak jenis tanaman.
Ekspor : kegiatan menjual barang-barang produksi ke luar negeri
Ekstensifikasi : usaha meningkatkan hasil pertanian dengan cara memperlua lahan pertanian.
Empu : orang yang sangat ahli (terutama ahli membuat keris).
Fauna : dunia hewan
Flora : dunia tumbuh-tumbuhan

Gempa tektonik : gempa bumi yang disebabkan oleh pergeseran lempeng bumi.
Gempa vulkanik : gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas gunung berapi.
Globe : peta permukaan bumi yang berbentu bola dunia.
GMT : singkatan dari Greenwich Mean Time, yaitu patokan waktu matahari pada garis bujur 00.
Hikayat : karya sastra lama Melayu berisi cerita, undang-
undang, silsilah rekaan sebagai pelipur lara atau pembangkit semangat juang.
Iklim : keadaan hawa (suhu, kelembaban, awan, hujan, dan sinar matahari) pada suatu daerah dalam jangka waktu yang agak lama.
Impor : kegiatan mendatangkan barang-barang dari luar negeri
Infantri : angkatan bersenjata yang termasuk dalam kesatuan pasukan berjalan kaki.
Intensifikasi : usaha meningkatkan hasil pertanian tanpa memperluas lahan tetapi dengan cara penggunaan pu- puk, bibit unggul, pengairan, pemeliharaan, dan penyuluhan.
Interniran : tawanan perang.
Kaligrafi : seni menulis indah dengan pena. Kaum padri : kelompok agamawan di Minangkabau.
Kegiatan ekonomi : semua kegiatan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya.
Kenampakan alam : Kenampakan alam: bentuk-bentuk permukaan bumi yang terjadi secara alamiah, misalnya gunung, sungai, lembah, bukit, danau, dan sebagainya.
Kenampakan buatan : bentuk-bentuk permukaan bumi yang sengaja dibuat oleh manusia, misalnya bendungan, sungai irigasi, jalan raya, waduk, dan sebagainya.
Keragaman : keadaan beragama-ragam atau berjenis-jenis.
Kerja rodi : kerja paksa untuk membangun jalan pada zaman penjajahan Belanda.
Konferensi : rapat atau pertemuan untuk berunding atau bertukar pikiran mengenai suatu masalah yang dihadapi bersama.
Konsumen : orang yang menggunakan barang atau jasa.

Konsumsi : kegiatan memakai barang dan jasa.
Koperasi : bentuk usaha bersama atas dasar kekeluargaan dan gotong-royong untuk mewujudkan kemakmuran bersama.
Lahan produktif : tanah subur yang bisa menghasilkan berbagai hasil pertanian.
Legenda : keterangan yang menjelaskan arti simbol-simbol pada peta.
Maritim : berkaintan dengan laut.
Mata pencarian : pekerjaan pokok yang dilakukan untuk biaya sehari-hari
Mihrab : ruang kecil di masjid tempat imam berdiri waktu salat berjamaah.
Monopoli : sistem perdagangan yang dikuasai oleh satu orang atau kelompok sehingga harga bisa dikendalikan.
Muazin : orang yang menyerukan azan.
Nelubulanin : upacara menginjak tanah untuk pertama kalinya bagi anak yang berusia tiga bulan.
Ngaben : upacara pembakaran jenazah yang dilakukan oleh masyarakat Hindu Bali.
NICA : singkatan dari Netherlands Indies Civil Administra- tion, yaitu pemerintahan peralihan Belanda.
Nusantara : sebutan atau nama bagi seluruh kepulauan Indonesia.
Palagan : medan perang atau tempat terjadinya pertempuran.
Pasukan marchose : pasukan gerak cepat yang dibentuk Belanda untuk meredam perlawanan rakyat Aceh.
Pelayaran hongi : patroli laut yang dilakukan VOC untuk mengawasi
rakyat Maluku supaya tidak menjual rempah-rempah kepada pedagan lain.
Peninggalan sejarah : warisan dari masa lampau yang berupa benda mau-
pun kebiasaan yang mempunyai nilai sejarah.
Perang gerilya : perang yang dilakukan oleh pasukan-pasukan kecil dengan cara serangan mendadak.
Perang puputan : perang sampai dengan titik darah penghabisan. Pesantren : tempat murid-murid belajar, terutama tentang agama Islam.
Peta/map : gambar permukaan bumi pada suatu bidang datar dengan perbandingan atau skala tertentu.

Prasasti : tulisan dari masa lampau yang ditulis pada batu, emas, perak, perunggu, tembaga, tanah liat, atau tanduk binatang.
Preambule : pembukaan suatu konstitusi atau undang undang dasar.
Produksi : usaha atau kegiatan menghasilkan barang atau jasa. Produsen : orang yang menghasilkan barang-barang produksi. Proklamasi : pemberitahuan resmi kepada seluruh rakyat; pengumuman.
Proklamator : orang yang memproklamasikan.
Rehabilitasi : usaha meningkatkan hasil pertanian dengan cara mengganti cara bertani atau mengganti tanaman yang tidak produktif lagi.
Relief : gambar timbul yang biasa terdapat di dinding candi. Romusha : pekerja paksa pada zaman penjajahan Jepang.
Rotasi : perputaran bumi pada porosnya.
Stupa : bangunan dari batu seperti genda untuk menyimpan benda-benda suci sang Buddha.
Suku bangsa : kesatuan sosial yang dapat dibedakan dari kesatuan
sosial lain berdasarkan kesadaran akan identitas ke- budyaan tertentu, khususnya bahasa.
Sunan : gelar untuk para wali.
Tambang mineral : hasil tambang yang berupa bijih
tanam paksa : kebijakan pemerintah penjajahan Belanda yang mengharuskan rakyat menanam suatu jenis ta- naman, tujuannya untuk mengisi kekosongan kas Belanda.
Tradisional : menurut tradisi/adat.
Ultimatum : peringatan terakhir yang disertai dengan ancaman. VOC : singkatan dari Vereenigde Oost Indische Compagnie, artinya perkumuplan dagang Hindia Timur.
Volksraad : parlemen atau lembaga perwakilan rakyat pada zaman penjajahan Belanda.
Waduk/bendungan : tempat untuk menampung air yang sangat besar, biasanya dibuat dengan cara membendung sungai.
Wali : orang saleh/suci; penyebar agama.

 

SD5 IPS Bab 8 – Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia

 

SD Kelas 5 IPS Bab 8 – Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

A Pendahuluan.

Kapan Proklamasi Kemerdekaan negara kita dilakukan? Tahukah kamu siapa yang memproklamasikan kemerdekaan Indonesia? Apa artinya proklamasi kemerdekaan bagi bangsa Indonesia?

Proklamasi memiliki makna yang begitu besar bagi bangsa Indonesia. Proklamasi merupakan puncak perjuangan bangsa Indonesia dan menandai lahirnya negara Indonesia. Dalam bab ini kita akan mempelajari tentang beberapa peristiwa yang terjadi menjelang proklamasi kemerdekaan dan peran tokoh-tokoh dalam peristiwa bersejarah tersebut. Setelah mempe- lajari bab ini diharapkan kamu memiliki kemampuan berikut.
1, Menyebutkan tokoh-tokoh dalam peristiwa Proklamasi Kemerdekaan.
2, Menyebutkan beberapa peristiwa menjelang Proklamasi.
3, Menceritakan peristiwa Proklamasi.
4, Berperilaku menghargai jasa-jasa tokoh-tokoh dalam peristiwa Proklamasi.

B Peristiwa-peristiwa Sekitar Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Menjelang proklamasi kemerdekaan, Indonesia berada dalam kekuasa- an Jepang. Saat itu Jepang mengalami kekalahan dalam perang melawan Sekutu. Pasukan Sekutu terdiri dari Amerika, Inggris, Belanda, dan Perancis. Kesempatan itu digunakan oleh bangsa Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaan. Ada beberapa pe- ristiwa sejarah menjelang Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang patut kita ketahui.

1, Pertemuan di Dalat.

Pada tanggal 12 Agustus 1945 tiga tokoh pergerakan nasional, yaitu Dr. Radjiman Wedyodiningrat, Ir. Sukarno, dan DRS. Mohammad Hatta memenuhi undangan Jenderal Terauchi di Dalat (Vietnam Selatan). Jenderal Terauchi adalah Panglima tentara Jepang di Asia Tenggara.

Dalam pertemuan itu, Jenderal Terauchi mengatakan pemerintah Jepang telah memutuskan untuk mem- berikan kemerdekaan kepada Indone- sia. Keputusan itu diambil setelah Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Jepang. Bom atom pertama di- jatuhkan di kota Hiroshima pada tang- gal 6 Agustus 1945. Bom kedua di- jatuhkan di kota Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945. Akibatnya, Jepang menyatakan menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945.

 

2, Menanggapi berita kekalahan Jepang.

Berita tentang kekalahan itu sangat dirahasiakan oleh Jepang. Semua radio disegel oleh pemerintah Jepang. Namun demikian, ada juga tokoh- tokoh pergerakan yang dengan sembunyi-sembunyi mendengar berita tentang kekalahan Jepang tersebut. Di antaranya adalah Sutan Syahrir.
Pada tanggal 14 Agustus 1945 sore, Sutan Syahrir sudah menunggu kedatangan Mohammad Hatta dari Dalat. Syahrir mendesak agar proklamasi jangan dilakukan oleh PPKI. Menurut Syahrir, Negara Indonesia yang lahir dengan cara demikian akan dicap oleh Sekutu sebagai negara buatan Je- pang. Syahrir mengusulkan agar proklamasi kemerdekaan dilakukan oleh Bung Karno saja sebagai pemimpin rakyat, atas nama rakyat lewat siaran radio.

Hatta setuju kemerdekaan Indonesia di- selenggarakan secepatnya. Namun, beliau ti- dak yakin proklamasi dapat dilakukan oleh Bung Karno saja sebagai pemimpin rakyat dan atas nama rakyat. Menurut Hatta, kalau Bung Karno bertindak seperti itu, berarti merampas hak PPKI. Hatta tidak yakin Bung Karno mau bertindak seperti usul Syahrir. Setelah terjadi perdebatan, akhirnya Hatta dan Syahrir pergi ke rumah Bung Karno. Syahrir menyatakan maksudnya. Bung Karno menjawab bahwa beliau tidak berhak bertindak sendiri. Mem- proklamasikan kemerdekaan adalah hak dan tugas PPKI.
Pada tanggal 15 Agustus 1945 sore, para pemuda kembali menemui Bung Hatta dan mendesak agar beliau jangan menyetujui proklamasi di hadapan PPKI, karena menurut mereka hal itu berbau Jepang. Malamnya, se- kitar pukul 20.00, golongan muda revolusio- ner mengadakan rapat di salah satu ruangan Lembaga Bakteriologi di Pegangsaan Timur. Rapat ini antara lain dihadiri oleh Chairul Saleh, Wikana, Margono, Armansyah, dan Kusnandar. Dalam rapat itu golongan muda menegaskan pendirian mereka. Mereka ber- pendirian bahwa kemerdekaan Indonesia ada- lah hak dan urusan rakyat Indonesia sendiri. Kemerdekaan tidak dapat digantungkan kepa- da orang lain dan negara lain. Rapat juga memutuskan tuntutan agar Proklamasi Kemer- dekaan dinyatakan oleh Ir. Sukarno pada keesokan harinya (16 Agustus 1945).

Keputusan rapat pada tanggal 15 Agustus 1945 sore, disampaikan oleh Wikana dan Darwis kepada Sukarno. Utusan golongan muda mengancam akan terjadi pertumpahan darah jika tuntutan golongan muda tidak di- laksanakan. Hal itu menimbulkan suasana ketegangan. Sukarno marah mendengar ancaman itu. Peristiwa menegangkan itu disaksikan oleh golongan tua, seperti Mohammad Hatta, Ahmad Subarjo, Dr. Buntaran, Dr. Sanusi, dan Iwa Kusumasumantri. Golongan tua tetap menekankan perlunya melakukan proklamasi kemerdekaan dalam rapat PPKI untuk menghindari pertumpahan darah.

 

3 Peristiwa Rengasdengklok.

Setelah mengetahui pendirian golongan tua, golongan muda meng- adakan rapat lagi menjelang pukul 24.00. Mereka melakukan rapat di Asra- ma Baperpi, Cikini 71, Jakarta. Rapat tersebut selain dihadiri mereka yang mengikuti rapat di Pegangsaan Timur, juga dihadiri oleh Sukarni, Jusuf Kunto, dr. Muwardi, dan Sodancho Singgih.
Dalam rapat itu diputuskan untuk mengungsikan Sukarno dan Hatta ke luar kota. Tempat yang dipilih adalah Rengasdengklok, sebuah kota kawedanan di sebelah timur Jakarta. Tujuan “penculikan” itu adalah men- jauhkan kedua pemimpin nasional itu dari pengaruh Jepang. Untuk meng- hindari kecurigaan dan tindakan yang dapat diambil oleh tentara Jepang, rencana itu diserahkan kepada Sodancho Singgih. Rencana itu berhasil dengan baik berkat dukungan Cudanco Latief Hendraningrat, berupa per- lengkapan tentara Peta.
Pagi-pagi buta sekitar pukul 04.00, tanggal 16 Agustus 1945, Sukarno- Hatta dibawa ke Rengasdengklok. Sehari penuh kedua pemimpin “ditahan” di Rengasdengklok. Selain untuk menjauhkan Sukarno-Hatta dari pengaruh Jepang, para pemuda bermaksud memaksa mereka agar segera mem- proklamasi kemerdekaan lepas dari segala sesuatu yang berkaitan dengan Jepang. Ternyata kedua tokoh ini cukup berwibawa. Para pemuda pun segan untuk mendesak mereka. Namun, Sodancho Singgih memberikan keterangan bahwa dalam pembicaraan berdua dengan Bung Karno, Bung Karno menyatakan bersedia melaksanakan proklamasi segera setelah kembali ke Jakarta. Berdasarkan hal itu, siang itu juga Singgih kembali ke Jakarta. Ia menyampaikan rencana Proklamasi kepada para pemimpin pemuda di Jakarta.
Sementara itu, di Jakarta, golongan tua dan golongan muda sepakat bahwa proklamasi kemerdekaan dilakukan di Jakarta. Golongan tua diwakili Mr. Ahmad Subarjo dan golongan muda yang diwakili Wikana. Laksamana Maeda, bersedia menjamin keselamatan mereka selama berada di rumah- nya. Maeda adalah seorang Perwira penghubung Angkatan Darat dan Ang- katan Laut Jepang.
Berdasarkan kesepakatan itu, Jusuf Kunto, dari pihak Pemuda mengantar Ahmad Subarjo ke Rengasdengklok pada hari itu juga. Mereka akan menjemput Sukarno-Hatta. Semula para pemuda tidak mau melepas Sukarno-Hatta. Ahmad Subarjo memberi jaminan bahwa proklamasi ke- merdekaan akan diumumkan pada tanggal 17 Agustus keesokan harinya, selambat-lambatnya pukul 12.00. Bila hal tersebut tidak terjadi, Ahmad Subarjo rela mempertaruhkan nyawanya. Dengan jaminan itu, komandan kompi Peta setempat, Cudanco Subeno, bersedia melepaskan Sukarno- Hatta kembali ke Jakarta.

4 Perumusan teks proklamasi.
Sesampai di Jakarta Sukarno-Hatta bersama Laksamana Maeda mene- mui Mayjen Nishimura untuk berunding. Nishimura tidak mengizinkan pro- klamasi kemerdekaan. Kemudian, mereka menuju rumah Laksamana Maeda di Jalan Imam Bonjol No. 1. Di tempat inilah naskah proklamasi dirumuskan. Para pemuka Indonesia yang hadir berkumpul dalam dua ruangan, ruang makan dan serambi depan. Perumusan teks proklamasi dilakukan di dalam ruang makan oleh Sukarno, Hatta, dan Mr. Ahmad Soebardjo. Sukarno menulis rumusan proklamasi tersebut.

Setelah selesai, teks proklamasi tersebut dibacakan di hadapan tokoh- tokoh peserta rapat. Setelah terjadi kesepakatan bersama, teks proklamasi selanjutnya diserahkan kepada Sayuti Melik untuk diketik. Teks proklamasi yang sudah diketik ditandatangani oleh Ir. Sukarno dan DRS. Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia. Naskah itulah yang dikenal sebagai naskah Proklamasi yang autentik .
Timbul persoalan tentang cara mengumumkan proklamasi. Sukarni mengatakan bahwa rakyat di sekitar Jakarta telah diberi tahu untuk datang berbondong-bondong ke lapangan Ikada pada tanggal 17 Agustus. Di sana mereka akan mendengarkan proklamasi kemerdekaan. Bung Karno meno- lak cara tersebut. Akhirnya, disepakati proklamasi kemerdekaan dilakukan di kediaman Sukarno di Jalan Pegangsaan Timur 56, pukul 10.00. Setelah itu, para tokoh bangsa yang hadir, keluar dari rumah Laksamana Maeda dan pulang ke rumah masing-masing. Sebelum semua pulang, Hatta ber- pesan kepada para pemuda yang bekerja pada pers dan kantor berita, terutama B.M Diah untuk memperbanyak teks proklamasi dan menyiar- kannya ke seluruh dunia.
Sementara itu, para pemuda tidak langsung pulang ke rumah masing- masing. Mereka dibagi dalam kelompok-kelompok. Setiap kelompok pemuda mengirim kurir untuk memberitahukan kepada masyarakat bahwa saat proklamasi telah tiba.

5. Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945
Pada tanggal 17 Agustus 1945 pagi banyak orang berkumpul di kediam- an Sukarno. Mereka adalah rakyat dan para pemuda. Sekitar pukul 10.00, Ir. Sukarno didampingi DRS. Mohammad Hatta memproklamasikan kemer- dekaan Indonesia. Berikut ini perkataan Sukarno pada pembacaan prokla- masi kemerdekaan:
“Saudara-saudara sekalian, saya telah meminta Saudara hadir di sini untuk menyaksikan suatu peristiwa maha penting dalam sejarah kita. Berpuluh-puluh tahun kita, bangsa Indonesia telah berjuang, untuk ke- merdekaan tanah air kita. Bahkan, telah beratus-ratus tahun. Gelom- bangnya aksi kita untuk mencapai kemerdekaan kita itu ada naiknya, ada turunnya, tetapi jiwa kita tetap menuju ke arah cita-cita. Juga di dalam zaman Jepang, usaha kita untuk mencapai kemerdekaan nasional tidak berhenti. Di dalam zaman Jepang ini tampaknya saja kita menyan- darkan diri kepada mereka. Tetapi pada hakikatnya, tetap kita menyusun tenaga kita sendiri, tetap kita percaya pada kekuatan sendiri. Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri, akan dapat berdiri dengan kekuatannya. Maka kami, tadi malam telah mengadakan musyawarah dengan pemuka-pemuka rakyat Indonesia dari seluruh Indonesia. Permusyawaratan itu seia sekata berpendapat, bahwa seka- ranglah datang saatnya untuk menyatakan kemerdekaan kita.
Saudara-saudara! Dengan ini kami menyatakan kebulatan tekad itu. Dengarkanlah proklamasi kami:
Proklamasi
Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indone- sia. Hal-hal yang mengenai pemindahan kekusaan d.l.l., diseleng- garakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat- singkatnya.
Jakarta, hari 17 bulan 8 tahun ’05 Atas nama Bangsa Indonesia Sukarno/Hatta
Demikianlah Saudara-saudara! Kita sekarang telah merdeka. Tidak ada satu ikatan lagi yang mengikat tanah air kita dan bangsa kita! Mulai saat ini kita menyusun negara kita! Negara merdeka, negara Republik Indonesia merdeka, kekal, dan abadi. Insya’ Allah, Tuhan memberkati kemerdekaan kita itu.”
Setelah pembacaan teks proklamasi selesai, upacara dilanjutkan dengan pengibaran bendera Merah Putih. Pengibaran Bendera Merah Putih dilakukan oleh S. Suhud dan Cudanco Latif, serta diiringi lagu Indonesia Raya. Bendera Merah Putih itu dijahit oleh Ibu Fatmawati Sukarno.
Pada saat Sang Saka Merah Putih dikibarkan, tanpa ada yang memberi aba-aba, para hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah pengibar- an Bendera Merah Putih, Wali kota Suwiryo dan dr. Mawardi memberikan sambutan. Kemudian mereka yang hadir saling bertukar pikiran sebentar lalu pulang ke rumah masing-masing.

Peristiwa yang sangat penting bagi Bangsa Indonesia ini berlangsung sekitar satu jam. Meski sangat sederhana, namun upacara itu dilakukan penuh kehikmatan. Peristiwa itu membawa perubahan yang luar biasa dalam kehidupan bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang merdeka. Bangsa baru telah lahir.

Peristiwa Sekitar Proklamasi Kemerdekaan 6-18 Agustus 1945

 

Tgl Pukul Peristiwa
Tanggal 6   Kota Hiroshima dibom atom.
Tanggal  7   Jendral Terauchi menyetujui pembentukan PPKI.
Tanggal  9   Kota Nagasaki dibom.
Tanggal  9-14   Sukarno, Hatta, dan Rajiman Wedyodiningrat ke Dalat menemui Jenderal Terauchi untuk membicarakan kemerdekaan Indonesia.
Tanggal 14 11.00 Sukarno, Hatta, Radjiman tiba di Jakarta dari Dalat.
  12,00 Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu.
  14.00 Syahrir menemui Hatta, lalu mereka menemui Sukarno. Syahrir meminta agar kemerdekaan diproklamasikan lepas dari dukungan Jepang.
Tanggal 15 pagi Sukarno, Hatta, Subarjo menemui Maeda untuk menanyakan kebenaran berita Jepang menyerah kepada Sekutu. Hatta memerintahkan anggota PPKI berkumpul besok jam 10.00 untuk memproklamasikan kemerdekaan.
  sore Hatta didesak supaya jangan menyetujui proklamasi dalam rapat PPKI.
  20.00 Rapat pemuda di Institut Bakterologi, di Pegangsaan Timur.
  22.00 – 23.30 Utusan pemuda, Darwis dan Wikana, menemui Sukarno. Mereka men- desak agar Sukarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan atas nama rakyat malam ini juga. Perundingan berjalan panas.
  24.00 Rapat pemuda di Cikini 71. Keputusannya, mereka akan mengamankan Sukarno-Hatta dari pengaruh Jepang.
Tanggal 16 04.30 Sukarno-Hatta dibawa oleh para pemuda ke Rengasdengklok.
  10.00 Anggota PPKI menuju gedung Volksraad untuk menghadiri proklamasi, tetapi mereka pulang karena Sukarno-Hatta tidak dapat hadir.
  ses. 12.00 Markas Besar Tentara Jepang di Saigon menginstruksikan pimpinan ten- tara Jepang di Jakarta tidak boleh mendukung proklamasi kemerdekaan Indonesia dan harus menjaga status quo.
  17.30 Mr. Subarjo tiba di Rengasdengklok untuk menjemput Sukarno dan Hatta supaya kembali ke Jakarta. Soebarjo menjamin bahwa proklamasi kemerdekaan akan dilaksanakan besok (17 Agustus 1945).
  20.00 Sukarno-Hatta dan Subarjo kembali ke Jakarta.
  22.00 Sukarno dan Hatta ke rumah Laksamana Maeda di Jalan Diponegoro 1.
  22.30 Sukarno-Hatta bersama Maeda menemui Mayjen Nishimura untuk me- rundingkan kemerdekaan. Keputusannya, Jepang mengikuti perintah Sekutu tidak mengubah status quo.
  24.00 Sukarno-Hatta ke rumah Maeda, bertemu dengan anggota PPKI, para pemuda, wartawan, dan beberapa orang   Jepang.
Tanggal 17 00.30 Perumusan naskah proklamasi di rumah Laksamana Maeda. Sukarno menulis konsep proklamasi, sementara Subardjo dan Hatta memberi-kan masukan. Setelah selesai, rumusan itu dibacakan di depan semua hadirin. Kemudian terjadi perdebatan tentang penandatanganan pro-klamasi.

Sayuti Melik (Sukarni?) mengusulkan kata-kata “Atas nama bangsa Indonesia” dan naskah ditandatangani oleh Sukarno-Hatta. Kemudian Sayuti Melik mengetik naskah yang telah diubah dan disetujui semua hadirin.

  10.00 Proklamasi Kemerdekaan di Pegangsaan Timur 56 Jakarta oleh Sukarno- Hatta atas nama bangsa Indonesia.
  sore Seorang opsir AL Jepang menemui Hatta melaporkan keberatan rakyat Indonesia Timur atas kata-kata dalam Piagam Jakarta.
Tanggal 18-22   Sidang PPKI berhasil mengesahkan UUD 1945, memilih Presiden, membentuk departeman, dan membagi wilayah Indonesia menjadi delapan provinsi.

 

C Tokoh-tokoh Penting dalam Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Ada banyak tokoh yang turut terlibat dalam peristiwa Proklamasi Ke- merdekaan 17 Agustus 1945. Tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa proklamasi dibagi menjadi dua golongan, yaitu golongan tua dan golongan muda. Kedua golongan ini sama-sama berjuang agar Indonesia segera merdeka
Sebagai warga negara Indonesia kita harus, menghargai jasa tokoh- tokoh yang terlibat dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan. Bagaimana kita menghargai jasa-jasa para tokoh tersebut? Penghargaan kita terhadap jasa para tokoh proklamasi kemerdekaan dapat kita wujudkan dengan me- lakukan beberapa hal berikut.
1, Berziarah ke makam para pahlawan yang terlibat dalam peristiwa pro- klamasi kemerdekaan dan mendoakan mereka.
2, Melakukan upacara peringatan kemerdekaan dengan penuh hikmat.
3, Mengisi kemerdekaan dengan sebaik-baiknya. Sebagai pelajar, kamu dapat mengisi kemerdekaan dengan belajar tekun supaya kelak bisa menjadi generasi penerus yang cerdas, terampil, dan berguna bagi bangsa dan negara.
4, Mempelajari riwayat para tokoh yang terlibat dalam proklamasi kemer- dekaan. Setelah kita mengetahui riwayat hidup para tokoh tersebut, kita bisa meneladani hal-hal positif yang telah mereka lakukan.
Selanjutnya, mari kita bahas beberapa tokoh penting yang berperan dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan.

 

1, IR. Sukarno (1901-1970).

Sukarno adalah tokoh sangat penting dalam peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Sebagai pemimpin Indonesia yang menonjol waktu itu, Bung Karno dipilih menjadi ketua PPKI. PPKI adalah badan yang diberi wewenang untuk mempersiapkan segala sesuatu yang menyangkut masalah ketatanegaraan bagi negara Indonesia baru. Sepak terjang Bung Karno pada saat-saat menjelang kemerdekaan tidak bisa dilepaskan dari kedudukan beliau sebagai ketua PPKI.

Bung Karno merupakan salah satu dari golongan tua yang menghendaki pelaksanaan proklamasi di dalam PPKI. Hal ini didasari pertimbangan untuk menghindari terjadinya pertumpahan darah. Karena pendapat ini, beliau harus berhadapan dengan para pemuda. Puncaknya adalah peristiwa Rengasdengklok. Bersama Bung Hatta Beliau diculik para pemuda dan diamankan di Rengasdengklok.

Sebagai Ketua PPKI, beliau mene- mui penguasa Jepang di Indonesia, yaitu Mayjen Nishimura. Mereka membicarakan kemerdekaan Indonesia. Beliau dan para pemimpin yang lain tetap melanjutkan tekad memproklamasikan kemerdekaan meskipun tanpa perse- tujuan penguasa Jepang.
Bung Karno bersama dengan Bung Hatta dan Ahmad Subarjo merumus- kan naskah Prklamasi. Bahkan rumusan awal naskah proklamasi adalah tulisan tangan Bung Karno. Setelah naskah diketik oleh Sayuti Melik, Bung Karno dan Hatta menandatanganinya atas nama Bangsa Indonesia.
Peran Bung Karno yang sangat menonjol adalah bersama Bung Hatta bertindak sebagai Proklamator. Bung Karnolah yang akhirnya dengan penuh keberanian dan kekhidmatan mem- proklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

 

2 DRS. Mohammad Hatta.

Peran DRS. Mohammad Hatta dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan sangat penting. Waktu itu, Bung Hatta dianggap sebagai pemimpin utama Bangsa Indonesia selain Bung Karno. Beberapa kali beliau menjadi perantara antara golongan muda dan golongan tua, terutama dengan Bung Karno. Ka- rena peran beliau, pendapat golongan tua dan golongan muda bisa dipertemukan. Beliau berdialog dengan golongan muda tentang cara memprokla- masikan kemerdekaan Indonesia.

Selain itu, Bung Hatta adalah salah seorang perumus naskah Proklamasi. Bersama Bung Karno, Bung Hatta bertindak sebagai proklamator kemerdekaan Indonesia. Selain menandatangani naskah Proklamasi, beliau mendampingi Bung Karno memprokla- masikan kemerdekaan Indonesia.
Bung Hatta juga sangat berjasa atas perubahan beberapa kata dalam Piagam Jakarta. Sebagai pemimpin bangsa beliau menerima aspirasi selu- ruh rakyat Indonesia. Beliau memikirkan keutuhan seluruh bangsa Indonesia.

 

3 Ahmad Subarjo,

Ahmad Subarjo adalah Penasihat PPKI. Beliau menjadi penengah golongan muda dan kedua pemimpin nasional, Sukarno-Hatta. Beliau mewakili golongan tua berunding dengan para pemuda ke- tika Sukarno-Hatta diculik dan diamankan ke Rengasdengklok. Setelah dicapai ke- sepakatan, beliau menjemput Sukarno- Hatta ke Rengasdengklok. Beliau meya- kinkan para pemuda bahwa pada tanggal 17 Agustus 1945 akan diumumkan Prokla- masi Kemerdekaan Indonesia.
Peran penting lain Subarjo adalah tu- rut merumuskan naskah Proklamasi Ke- merdekaan. Bersama Bung Karno dan Bung Hatta, Beliau merumuskan naskah Proklamasi di rumah Laksamana Maeda.

 

4 Ibu Fatmawati.

Sebagai istri pemimpin Bangsa Indonesia, Fatmawati turut mendampingi Bung Karno. Ibu Fatmawati dikenal sebagai tokoh wanita yang dekat dengan rakyat Indonesia yang sedang memperjuangkan kemerdekaan.
Jasa Ibu Fatmawati sangat menonjol dalam peristiwa Proklamasi. Beliau menjahit Bendera Pusaka, Merah Putih. Beliau menjahit Bendera Pusaka ini pada bulan Oktober 1944. Bendera ini dikibarkan setelah Bung Karno membaca Proklamasi.

 

5 Sutan Syahrir.

Sutan Syahrir adalah tokoh politik, pejuang kemerdekaan, dan perdana menteri pertama RI. Syahrir dilahirkan di Bukit Tinggi. Pada zaman Jepang, Syahrir memutuskan untuk tidak bekerja sama dengan pemerintah Jepang.

Beliau salah satu tokoh yang be- rani mengambil risiko mencari berita mendengarkan berita radio. Syahrir adalah salah satu tokoh yang paling awal mengetahui berita Jepang me- nyerah kepada Sekutu. Setelah beliau mengetahui berita tersebut beliau mendesak Sukarno-Hatta untuk mem- proklamasikan kemerdekaan Indonesia di luar rapat PPKI.

 

6 Laksamana Takasi Maeda.

Laksamana Maeda adalah seorang perwira penghubung Jepang. Beliau mendukung gerakan kemerdekaan Indonesia. Dukungannya telah tumbuh sejak beliau menjabat atase militer di Belanda. Di Belanda, beliau menjalin hubungan dengan sejumlah tokoh mahasiswa, misalnya Ahmad Subarjo.
Beliau menjamin keselamatan perencanaan proklamasi. Perumusan teks Proklamasi dilakukan di rumah beliau. Karena dukungannya terhadap persiapan proklamasi kemerdekaan Indonesia, beliau ditangkap oleh Sekutu dan dipenjarakan di Gang Tengah.

 

Rangkuman :

Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 sangat penting bagi bangsa Indonesia. Proklamasi Kemerdekaan menjadi puncak perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan. Proklamasi Kemerdekaan juga menandai lahirnya Negara Indonesia.

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dikuasai oleh Jepang. Namun kedudukan Jepang mulai terdesak oleh pasukan Sekutu. Akhirnya, Jepang menyerah tanpa syarat pada Sekutu pada tanggal 14 Agus- tus 1945. Ini merupakan kesempatan emas bagi Bangsa Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaan.

Namun, untuk memproklamasikan kemerdekaan negara bukanlah hal yang mudah. Tokoh-tokoh bangsa golongan muda dan golongan tua berbeda pendapat tentang cara memproklamasikan kemerdekaan. Golongan muda menginginkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilakukan di luar rapat PPKI. Karena mereka menganggap bahwa PPKI adalah lembaga buatan Jepang. Sementara golongan tua berpendapat sebaiknya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilakukan dalam rapat PPKI. Hal ini dilakukan untuk menghindari pertumpahan darah. Perten- tangan kedua golongan memuncak pada peristiwa penculikan. Sukarno- Hatta diculik oleh para pemuda dan dibawa ke Rengasdengklok.

Namun akhirnya terjadi juga kesepakatan, Proklamasi Kemerdekaan akan dilakukan tanggal 17 Agustus 1945 di Jakarta. Naskah Proklamasi pun dirumuskan di rumah Laksamana Maeda oleh Sukarno, Hatta, dan Ahmad Subarjo. Konsep naskah proklamasi ditulis oleh Sukarno. Setelah itu naskah itu diketik oleh Sayuti Melik.

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilakukan di kediaman Sukarno, yaitu di Jalan Pegangsaan Timur No. 56. Sekitar pukul 10.00 Bung Karno di dampingi Bung Hatta memproklamasi kemerdekaan Indonesia. Setelah itu, dilakukan pengibaran Sang Saka Merah Putih diiringi nyanyian lagu Indonesia Raya.

Banyak tokoh dalam peristiwa Proklamasi 17 Agustus 1945, antara lain Sukarno, Hatta, Ahmad Subarjo, Maeda, Fatmawati, Syahrir, B. M. Diah, dan lain-lain. Mereka telah berjasa dengan caranya masing-ma- sing. Sebagai generasi penerus bangsa, kita harus menghargai perjuang- an mereka memproklamasikan kemerdekaan negara kita.

 

SD5 IPS Bab 7 – Perjuangan Mempersiapkan Kemerdekaan Indonesia


SD KElas 5 IPS Bab 7 – Perjuangan Mempersiapkan Kemerdekaan Indonesia.

A Pendahuluan.

Pengalaman pahit hidup di bawah penjajahan bangsa asing menjadikan bangsa Indonesia bertekad merebut kemerdekaan. Perjuangan mewu- judkan kemerdekaan dilakukan dengan perjuangan fisik dan melalui or- ganisasi modern. Tanda-tanda terwujudnya cita-cita rakyat Indonesia untuk merdeka mulai tampak ketika Jepang terdesak oleh kekuatan Sekutu.
Kesempatan untuk memerdekakan diri benar-benar datang ketika terjadi kekosongan kekuasaan di Indonesia. Jepang telah menyerah kepada Se- kutu, sementara Sekutu belum tiba di Indonesia. Kesempatan emas ini digunakan oleh bangsa Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaan. Sekitar tiga bulan sebelum proklamasi, wakil-wakil bangsa Indonesia telah berusaha merumuskan dasar bagi negara Indonesia merdeka.
Dalam bab ini kamu akan belajar tentang perjuangan mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Setelah mempelajari bab ini diharapkan kamu memiliki kemampuan sebagai berikut.
1 Menyebutkan tokoh-tokoh persiapan kemerdekaan.
2 Menceitakan perjuangan para tokoh mempersiapkan kemerdekaan.
3 Menyebutkan proses perumusan dasar Negara Indonesia.
4 Menampilkan perilaku menghargai hasil perjuangan para tokoh mem- persiapkan kemerdekaan Indonesia.

B Persiapan Kemerdekaan dan Proses Perumusan Dasar Negara.

Kemerdekaan telah diperjuangkan oleh bangsa Indonesia sejak lama. Hal ini nyata dari perjuangan para pahlawan untuk mengusir penjajah dari bumi pertiwi. Pada kongres Pemuda kedua tahun 1928, telah jelas arah pergerakan kebangsaan Indonesia. Banyak organisasi kebangsaan mempunyai tujuan mewujudkan Indonesia merdeka.

Ketika Jepang terdesak dalam perang Asia Timur Raya, tokoh-tokoh pergerakan semakin giat mempersiapkan kemerdekaan. Golongan muda dan tua sepakat untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Mes- kipun mereka berbeda pendapat mengenai cara dan waktu memprokla- masikan kemerdekaan. Kita akan membahasa usaha-usaha mempersiapkan kemerdekaan dan perumusan dasar negara.

B-1 Usaha mempersiapkan kemerdekaan.
Secara resmi persiapan kemerdekaan Indonesia dilakukan Badan Penye- lidik Usaha-usaha Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Mari kita bahas keduanya.

a, Persiapan kemerdekaan oleh BPUPKI.
Perdana Menteri Jepang, Jenderal Kuniaki Koiso, pada tanggal 7 September 1944 mengumumkan bahwa Indonesia akan dimerdekakan kelak, sesudah tercapai kemenangan akhir dalam perang Asia Timur Raya. De- ngan cara itu, Jepang berharap tentara Sekutu akan disambut rakyat In- donesia sebagai penyerbu negara mereka. Pada tanggal 1 Maret 1945, Pemerintah Militer Jepang di Jawa, Kumakici Harada, mengumumkan pem- bentukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indo- nesia (BPUPKI). Dalam bahasa Jepang disebut Dokuritsu Zumbi Coosakai. BPUPKI dibentuk untuk mempelajari dan menyelidiki hal-hal penting untuk mendirikan negara Indonesia merdeka.

BPUPKI resmi dibentuk pada tanggal 29 April 1945, bertepatan dengan ulang tahun kaisar Jepang. Dr. K.R.T Radjiman Wedyodiningrat ditunjuk menjadi ketua didampingi dua orang ketua muda, yaitu R.P Suroso dan Ichibangase. Selain menjadi ketua muda, R.P. Suroso juga diangkat menjadi kepala kantor tata usaha BPUPKI dibantu Toyohiko Masuda dan Mr. A.G. Pringgodigdo. Tanggal 28 Mei 1945, diadakan upacara pelantikan dan seka- ligus upacara pembukaan sidang pertama BPUPKI di gedung Chuo Sangiin (Gedung Pancasila sekarang). Berikut ini daftar nama anggota-anggota BPUPKI.

Susunan Keanggotaan BPUPKI.

Ketua : Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat.
Ketua Muda : R.P. Suroso.
Ketua Muda : Itibangase Yosio.

Anggota:
1, IR. Sukarno.
2, Mr. Muh Yamin.
3, Mr. Dr. R. Kusuma Atmaja.
4, R. Abdulrahim Pratalykrama.
5, M. Aris.
6, Ki Hajar Dewantara.
7, R.A.A. Wiranatakusuma.
8, Munandar.
9, Oei Tiang Tjoei.
10, DRS. Moh. Hatta.
11, R.M. Margono Joyohadikusumo.
12, K.H. Abdul Halim.
13, K.H. Masykur.
14, R. Sudirman.
15, Prof. Dr. P. A. H. Jayadiningrat.
16, Ki Bagus Hadikusumo.
17, B. P. H. Bintoro.
18, A. K. Muzakir.
19, B. P. H. Puruboyo.
20, Ny. Mr. Maria Ulfah Santoso.
21, R. M. T. A. Suryo.
22, R. Ruslan Wongsokusumo.
23, Mr. Susanto.
24, Ny. R.S.S. Sunarjo Mangunpespito.
25, Dr. R. Buntaran Martoatmo jo.
26, Liem Kun Hian.
27, Mr. J. Latuharhary.
28, Mr. R. Hindromartono.
29, R. Sukarjo Wiryopranoto.
30, Haji Ah. Sanusi.

31, A. M. Dasaad.
32, Mr. Tan Eng Hoa.
33, Oei Tjong Hauw.
34, H. Agus Salim.
35, M. Sutarjo Kartohadikusumo.
36, IR. R. M. P. Surahman Cokroadisuryo.
37, R.A.A. Sumitro Kolopaking Purbonegoro.
38, K.R.M.T.H. Wuryaningrat.
39, Mr. Achmad Subarjo.
40, Prof. Dr. Asikin Wijayakusuma.
41, Abikusno Cokrosuyoso.
42, Parada Harahap.
43, Mr. R.M. Sartono.
44, K.H.M. Mansur.
45, DRS. K.R.M.A. Sosrodiningrat.
46, Prof. Mr. Dr. Supomo.
47, Prof.Ir. R. Rooseno.
48, Mr. R. Singgih.
49, Mr. Suwandi.
50, K.H.A. Wahid Hasyim.
51, P. F. Dahler.
52, Dr. Sukiman.
53, Mr. K.R.M.T. Wongsonagoro.
54, R. Oto Iskandardinata.
55, A. Baswedan.
56, Abdul Kadir.
57, Dr. Samsi.
58, Mr. A.A. Maramis.
59, Mr. R. Samsudin.
60, Mr. R. Sastromulyono.

Selama berdiri BPUPKI mengadakan dua kali masa sidang resmi, yaitu:

1, Sidang resmi pertama.

Sidang resmi pertama berlangsung lima hari, yaitu 28 Mei sampai 1 Juni 1945. Pada masa sidang resmi pertama ini, dibahas dasar negara. Banyak anggota sidang yang memberikan pandangannya tentang ben- tuk negara dan dasar negara. Masa sidang pertama BPUPKI ini dikenang dengan sebutan detik-detik lahirnya Pancasila. Seluruh anggota BPUPKI yang berjumlah 62 orang ditambah 6 anggota tambahan berkumpul dalam satu ruang sidang.

2, Sidang resmi kedua.

Sidang resmi kedua berlangsung tanggal 10-17 Juli 1945. Sidang ini membahas bentuk negara, wilayah negara, kewarganegaraan, rancang- an undang-undang dasar, ekonomi dan keuangan, pembelaan negara, pendidikan dan pengajaran. Pada termin ini, anggota BPUPKI dibagi- bagi dalam panitia-panitia kecil. Panitia-panitia yang terbentuk antara lain Panitia Perancang Undang-Undang Dasar (diketuai Sukarno), Panitia Pembelaan Tanah Air (diketuai Abikusno Cokrosuyoso), dan Panitia Ekonomi dan Keuangan (diketuai Mohammad Hatta).

Di antara dua sidang resmi itu, berlangsung pula sidang tidak resmi yang dihadiri 38 orang. Sidang yang dipimpin Bung Karno ini membahas rancangan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yang kemudian di- bahas pada sidang resmi kedua BPUPKI (10-17 Juli 1945).

 

b. Persiapan kemerdekaan oleh PPKI

Setelah BPUPKI menyelesaikan tugas-tugasnya, pada 7 Agustus 1945 dibentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Badan ini bertu- gas mempersiapkan segala sesuatu yang menyangkut masalah ketata- negaraan bagi negara Indonesia baru. Badan ini beranggotakan 21 orang. Adapun yang ditunjuk sebagai ketua adalah IR. Sukarno, sedangkan wakil ketuanya DRS. Moh Hatta. Sebagai penasihat ditunjuk Mr. Ahmad Subarjo. Kemudian, anggota PPKI ditambah lagi sebanyak enam orang, yaitu Wira- natakusumah, Ki Hajar Dewantara, Mr. Kasman Singodimejo, Sayuti Melik, Iwa Kusumasumantri, dan Ahmad Subarjo.

Ketika PPKI terbentuk, keinginan rakyat Indonesia untuk merdeka sema- kin memuncak. Memuncaknya keinginan itu terbukti dengan adanya tekad dari semua golongan untuk segera memproklamasikan kemerdekaan In- donesia. Golongan muda menghendaki agar kemerdekaan diproklamasikan tanpa kerja sama dengan Jepang sama sekali, termasuk proklamasi kemer- dekaan dalam rapat PPKI. Ada anggapan dari golongan muda bahwa PPKI adalah badan bentukan Jepang. Di lain pihak PPKI adalah badan yang ada untuk menyiapkan hal-hal yang perlu bagi suatu negara. Dalam suasana seperti inilah PPKI bekerja sebagai badan yang bertugas menyiapkan ketatanegara- an Indonesia Baru.

Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).
Ketua : IR. Sukarno.
Wakil : DRS. Moh. Hatta.
Anggota :
1, Supomo.
2, Radjiman.
3, Suroso.
4, Sutarjo.
5, W. Hasyim.
6, Ki Bagus Hadikusumo.
7, Oto Iskandardinata.
8, Abdoel Kadir.
9, Suryohamijoyo.
10, Puruboyo.
11, Yap Tjwan Bing.
12, Latuharhary.
13, Dr. Amir.
14, Abd. Abbas.
15, Muh. Hassan.
16, Hamidhan.
17, Ratulangie.
18, Andipangeran.
19, I Gusti Ktut Pudja.

Atas wewenang dan tanggung jawab sendiri sebagai proklamator Sukarno-Hatta mengangkat 9 anggota baru, yaitu:
1, R.A.A Wiranatakusuma.
2, Ki Hadjar Dewantara.
3, Mr. Kasman Singodimejo.
4, Sajuti Melik.
5, Iwa Kusuema Sumantri.
6, Achmad Subarjo.
7, Sukarni.
8, Khaerul Saleh.
9, Adam Malik.

Namun, Sukarni, Khaerul Saleh, dan Adam Malik menolak pengangkatan itu karena PPKI dianggap sebagai buatan Jepang.

PPKI baru dapat bersidang sehari se- telah proklamasi kemerdekaan. Selama terbentuk PPKI melakukan beberapa kali sidang.
1, Sidang pertama dilaksanakan tanggal 18 Agustus 1945, di Gedung Kesenian Jakarta. Pada sidang ini dihasilkan beberapa keputusan penting yang menyangkut kehidupan ketatanegara- an serta landasan politik bagi bangsa Indonesia yang merdeka, yaitu:
a, mengesahkan UUD1945 setelah mendapat beberapa perubahan pada pembukannya,
b, memilih presiden dan wakil pre- siden, yakni IR. Sukarno dan DRS. Moh. Hatta,
c, menetapkan bahwa Presiden un- tuk sementara waktu akan dibantu oleh sebuah Komite Nasional.

2, Sidang kedua dilakukan pada hari be- rikutnya, tanggal 19 Agutus 1945. Sidang hari kedua ini menghasilkan keputusan:
a, membentuk 12 departemen dan sekaligus menunjuk pemimpin- nya (menteri),
b, menetapkan pembagian wilayah negara Republik Indonesia men- jadi delapan provinsi dan sekaligus menunjuk gubernurnya,
c, memutuskan agar tentara kebangsaansegera dibentuk.

3.Sidang ketiga (20 Agustus 1945) PPKI membahas tentang Badan Peno- long Keluarga Korban Perang.  Sidang ketiga PPKI menghasilkan delapan pasal ketentuan. Salah satu pasalnya, yakni pasal 2 berisi tentang pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR).

4, Sidang keempat dilakukan pada tanggal 22 Agustus 1945 membahas tentang:
a, Komite Nasional
b, Partai Nasional
c, Badan Keamanan Rakyat.
Pada tanggal 23 Agustus 1945, Presiden Sukarno dalam pidatonya menyatakan berdirinya tiga badan baru, yaitu Komite Nasional Indonesia (KNI), Partai Nasional Indonesia (PNI), dan Badan Keamanan Rakyat (BKR). Sejak dibentuknya lembaga-lembaga kenegaraan tersebut, berakhirlah tugas PPKI.
PPKI sangat berperan dalam penataan awal negara Indonesia. Walau- pun kelompok muda menganggap PPKI sebagai lembaga buatan Jepang, peran dan jasa badan ini tidak boleh kita lupakan. Anggota PPKI telah menjalankan tugas yang diembankan kepada mereka dengan sebaik- baiknya. Sampai akhirnya PPKI dapat meletakkan dasar-dasar ketatane- garaan bagi negara Indonesia yang baru saja berdiri.

 

2 Perumusan dasar negara.

Perumusan dasar negara untuk negara Indonesia yang akan berdiri dilakukan oleh BPUPKI. Mengapa sebuah negara perlu dasar? Bagaimana proses perumusan dasar negara kita? Mari kita bahas lebih lanjut.

a, Perlunya perumusan dasar negara.
Seperti sebuah rumah, negara memerlukan dasar atau landasan. Dasar yang kokoh memungkinkan rumah berdiri dengan mantap. Di atas dasar itulah, sebuah negara melakukan pembangunan menuju masyarakat makmur. Di atas dasar itulah kehidupan negara diatur dan diarahkan.
Mengingat begitu besar peran dasar negara bagi kelangsungan hidup suatu negara, maka dasar negara harus dirumuskan dan ditetapkan.

Hal-hal yang menjadi alasan mengapa suatu dasar negara perlu dirumuskan, antara lain:
1, Nilai-nilai kepribadian bangsa perlu dirumuskan secara resmi.
Semua bangsa di dunia ini mempunyai nilai-nilai kepribadian luhur. Nilai-nilai itu telah dihayati dari zaman ke zaman sebagai pandangan dan penghayatan hidup. Namun, nilai-nilai itu belum nyata jika belum dirumuskan secara resmi. Nilai-nilai Pancasila seperti pengakuan ada- nya Tuhan Yang Maha Esa, berperikemanusiaan, bela negara, musyawarah, hidup bersama dalam perbedaan, dan nilai-nilai lainnya telah ada sejak dahulu. Dengan perumusan dasar negara nilai-nilai itu diakui secara resmi.

2, Negara memerlukan dasar untuk melangkah maju.
Negara membutuhkan dasar untuk melandasi semua kegiatan kenega- raan yang akan dibuatnya. Semua kegiatan negara akan mendapatkan dasarnya jika sudah ada dasar negara yang dirumuskan dan dite- tapkan.

 

b, Perumusan dasar negara Indonesia.

Dasar negara menjadi salah satu agenda pembicaraan sidang pertama BPUPKI. Selama sidang pertama BPUPKI yang berlangsung dari tanggal 28 Mei sampai dengan 1 Juni 1945 ada tiga tokoh yang menawarkan konsep dasar negara, yaitu Mr. Mohammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Supomo, dan IR. Sukarno.

1, Pada tanggal 29 Mei 1945 Mr. M. Yamin menawarkan lima asas dasar Negara Republik Indonesia sebagai berikut:
a, Peri Kebangsaan.
b, Peri Kemanusiaan.
c, Peri Ketuhanan.
d, Peri Kerakyatan.
e, Kesejahteraan yang berkebudayaan.

2, Dua hari kemudian, pada tanggal 31 Mei 1945, Prof. Dr. Mr. Supomo,
mengajukan dasar-dasar negara sebagai berikut:
a, Persatuan.
b, Kekeluargaan.
c, Keseimbangan lahir dan batin.
d, Musyawarah.
e, Keadilan rakyat.

3, IR. Sukarno mengusulkan konsep dasar negara dalam rapat BPUPKI tanggal 1 Juni 1945. Selain mengusulkan konsep dasar negara, Bung Karno juga mengusulkan nama bagi dasar negara yaitu Pancasila. Berikut ini lima dasar yang diusulkan oleh Bung Karno.
a, Kebangsaan Indonesia.
b, Internasionalisme atau perikemanusiaan.
c, Mufakat atau demokrasi.
d, Kesejahteraan sosial.
e, Ketuhanan Yang Maha Esa.
Setelah sidang pada tanggal 1 Juni 1945 itu, BPUPKI memasuki masa jeda. Sampai dengan saat itu belum ada rumusan dasar negara. Yang ada hanyalah usulan dasar negara Indonesia. Sebelum masuk masa jeda itu telah terbentuk sebuah panitia kecil yang diketuai IR. Sukarno, dengan anggota DRS. Mohammad Hatta, Sutarjo Kartohadikusumo, Wahid Hasjim, Ki Bagus Hadikusumo, Oto Iskandardinata, M. Yamin, dan A. A. Maramis. Panitia kecil ini bertugas menampung saran dari anggota BPUPKI.

Pada tanggal 22 Juni 1945, Panitia Kecil mengadakan pertemuan de- ngan 38 anggota BPUPKI. Bung Karno menyebut pertemuan itu sebagai “rapat pertemuan antara Panitia Kecil dengan anggota BPUPKI.” Pertemuan itu menampung suara-suara dan usul-usul lisan dari anggota BPUPKI. Dalam pertemuan itu juga dibentuk Panitia Kecil lain, yang beranggota sembilan orang. Panitia ini dikenal dengan nama Panitia Sembilan. Anggota Panitia Sembilan terdiri dari IR. Sukarno, DRS. Moh. Hatta, Mr. M. Yamin, Mr. Ahmad Subarjo, Mr. A. A. Maramis, Abdulkadir Muzakir, Wahid Hasyim,
H. Agus Salim, dan Abikusno Cokrosuyoso. Mereka menghasilkan suatu rumusan pembukaan UUD yang menggambarkan maksud dan tujuan pem- bentukan negara Indonesia Merdeka. Rumusan itu disepakati dan ditanda- tangani bersama oleh anggota Panitia Sembilan. Rumusan Panitia Sembilan itu kemudian diberi nama Jakarta Charter atau Piagam Jakarta.

Rumusan dasar negara dalam Piagam Jakarta itu berbunyi:
1, Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan Syari’at Islam bagi peme- luk-pemeluknya.
2, Kemanusiaan yang adil dan beradab.
3, Persatuan Indonesia.
4, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permu- syawaratan/perwakilan.
5, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Perumusan terakhir dasar negara dilakukan pada persidangan BPUPKI tahap kedua, yang dimulai pada tanggal 10 Juli 1945. Pada kesempatan itu, dibahas rencana UUD, termasuk pembukaan (preambule) oleh Panitia Perancang Undang-Undang Dasar yang diketuai oleh IR. Sukarno. Dalam rapat tanggal 11 Juli 1945, Panitia Perancang Undang-Undang Dasar me- nyetujui isi preambule yang diambil dari Piagam Jakarta. Panitia ini kemu- dian membentuk “Panitia Kecil Perancang Undang Undang Dasar” yang diketuai oleh Prof. Dr. Mr. Supomo dengan anggota Mr. Wongsonegoro, Mr. Ahmad Subarjo, Mr. A. A. Maramis, Mr. R. P. Singgih, H. Agus Salim, dan dr. Sukiman. Hasil perumusan panitia kecil disempurnakan bahasanya oleh sebuah “Panitia penghalus bahasa” yang terdiri dari Husein Jayadiningrat, Agus Salim, dan Supomo. Panitia ini juga bertugas menyem- purnakan dan menyusun kembali rancangan undang-undang dasar yang sudah dibahas itu.
Pembukaan serta batang tubuh rancangan UUD yang dihasilkan disahkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. Namun, sebelum disah- kan Pembukaan UUD yang diambil dari Piagam Jakarta rumusan Panitia Sembilan mengalami perubahan. Pada tanggal 17 Agustus 1945 sore, se- orang opsir angkatan laut Jepang menemui DRS. Mohammad Hatta. Opsir itu menyampaikan keberatan dari tokoh-tokoh rakyat Indonesia bagian Timur atas kata-kata “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya,” dalam Piagam Jakarta. Sebelum rapat PPKI tanggal 18 Agustus 1945, DRS. Moh. Hatta dan IR. Sukarno meminta empat tokoh Islam, yakni Ki Bagus Hadikusumo, Wahid Hasyim, Mr. Kas- man Singodimejo, dan Mr. Teuku Moh. Hassan untuk membicarakan hal tersebut. Hal ini dilakukan untuk menghindari perdebatan panjang dalam rapat PPKI. Akhirnya mereka sepakat kata-kata yang menjadi ganjalan bagi masyarakat Indonesia Timur itu diubah menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa.”

Dengan demikian, rumusan dasar negara yang resmi bukan rumusan- rumusan individual yang dikemukakan oleh Mr. Mohammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Supomo, maupun IR. Sukarno. Dasar negara yang resmi juga bukan rumusan Panitia Kecil. Pancasila Dasar Negara yang resmi adalah rumusan yang disahkan PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. Rumusan itu berbunyi, sebagai berikut:
1, Ketuhanan Yang Maha Esa.
2, Kemanusiaan yang adil dan beradab.
3, Persatuan Indonesia.
4, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusya- waratan/perwakilan.
5, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

C Tokoh-tokoh Persiapan Kemerdekaan.

1, Mengenal tokoh-tokoh persiapan kemerdekaan.

Ada banyak tokoh yang berperan dalam usaha persiapan kemerdekaan. Tentu saja kita tidak akan dapat membahas semua tokoh dan perannya dalam persiapan kemerdekaan. Berikut ini akan dibahas beberapa tokoh persiapan kemerdekaan, yaitu:

a, IR. Sukarno (1901-1970).
Sukarno dilahirkan tanggal 6 Juni 1901. Beliau menjadi tokoh penting dalam persiapan kemerdekaan Indonesia. Pada tahun 1928 beliau mendirikan Partai Nasional Indonesia. Pada tahun 1930-an, karena perjuangannya beliau sering masuk penjara dan harus menjalani hidup di pengasingan.

Menjelang kemerdekaan, beliau menjadi anggota BPUPKI dan menjadi ketua PPKI. Sumbangan pemikiran dan perannya dalam kedua badan ini sangat menonjol. Pada tanggal 1 Juni 1945 beliau menyampaikan usul dasar-dasar negara dalam sidang BPUPKI. Beliau juga yang mengusulkan nama Pancasila bagi dasar negara Indonesia.
Bersama dengan Bung Hatta, sebagai wakil rakyat Indonesia beliau memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Pada tahun 1948 bersama dengan para pemimpin bangsa Indonesia lainnya, beliau diasingkan ke Bangka. Pada tahun 1949 beliau dipulangkan ke Yogyakarta dan dipilih menjadi presiden RIS.
Beliau menyerahkan pemerintahan kepada Jenderal Suharto pada tanggal 20 Februari 1967. Pada tanggal 21 Juni 1970 beliau wafat di Rumah Sakit Angkatan Darat Gatot Subroto Jakarta setelah menderita sakit ginjal agak lama. Bung Karno dimakamkan di Blitar, Jawa Timur.

 

b, Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat (1879-1952).

Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat adalah seorang dokter dan tokoh pergerakan. Peran beliau sangat menonjol menjelang kemerdekaan Indonesia. Khususnya ketika bangsa kita sedang merumuskan dasar- dasar negara.
Beliau masuk Budi Utomo sejak organisasi itu berdiri. Beliau termasuk anggota Volksraad angkatan pertama ketika lembaga ini dibentuk oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1918. Beliau menjadi anggota Volksraad hingga tahun 1931. Pada zaman pendudukan Jepang, beliau menjadi anggota Dewan Pertimbangan Daerah Madiun, kemudian ditarik ke pusat menjadi anggota Dewan Petimbangan Pusat. Setelah Putera terbentuk, beliau duduk dalam Majelis Pertimbangan. Puncak peranannya terjadi ketika beliau menjadi ketua BPUPKI menjelang kemerdekaan Indonesia.

c, Prof. Dr. Mr. Supomo (1903-1958).
Supomo dilahirkan di Sukoharjo, Solo. Setelah tamat dari Sekolah Tinggi Hukum, beliau melanjutkan studi ke Universitas Leiden, Belanda, dan memperoleh gelar doktor di sana. Sekembalinya di tanah air, beliau bekerja di Pengadilan Negeri Yogyakarta.
Supomo terpilih menjadi anggota BPUPKI dan PPKI. Beliau sangat ber- peran dalam perumusan UUD 1945. Sebagai seorang ahli hukum, beliau menjadi anggota tim perumus Undang-Undang Dasar. Beliau juga meng- usulkan dasar-dasar negara pada rapat BPUPKI tanggal 31 Mei 1945. Se- telah Indonesia merdeka, beliau menjadi menteri kehakiman. Sesudah pengakuan kedaulatan (1949) beliau kembali menduduki jabatan itu.
Beliau terlibat aktif dalam dunia pendidikan. Beliau merintis pendirian Universitas Gajah Mada dan menjadi salah satu guru besar dalam univer- sitas tersebut. Beliau juga pernah menjabat rektor Universitas Indonesia.

d, Mohammad Hatta (1902-1980).
Mohammad Hatta lahir di Bukit Tinggi, 12 Agustus 1902. Ketika menjadi mahasiwa di Belanda beliau sudah aktif dalam gerakan mahasiswa nasio- nalis. Sepulang dari Belanda beliau bergabung dengan PNI. Tahun 1934 beliau ditangkap dan dimasukkan penjara kemudian dibuang ke Digul.
Menjelang kemerdekaan, beliau terpilih menjadi anggota BPUPKI. Perannya sangat besar. Beliau masuk dalam Panitia Sembilan yang meng- hasilkan Piagam Jakarta. Bersama dengan Bung Karno, beliau memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Setelah Indonesia merdeka beliau mendampingi Bung Karno menjadi wakil presiden.
Pada tahun 1956 beliau mengundurkan diri dari jabatan wakil presiden. Setelah itu, beliau mengabdikan diri sebagai guru besar ilmu ekonomi di Universitas Indonesia. Setelah pemerintahan Bung Karno runtuh beliau diangkat menjadi penasihat khusus dan beberapa kali menjadi ketua misi internasional. Beliau wafat di Jakarta pada tanggal 14 Maret 1980.

e, Muhammad Yamin (1903 – 1962).
Muhammad Yamin adalah seorang ahli hukum, tokoh pergerakan kemerdekaan, penyair angkatan Pujangga Baru, dan penggali sejarah Indonesia. Sejak muda beliau sudah berkecimpung dalam kegiatan organisasi. Bersama Bung Hatta ia mendirikan Jong Sumatranen Bond. Dalam gerakan politik ia mula-mula bergabung dengan Partindo.
Menjelang kemerdekaan Indonesia, beliau terpilih menjadi anggota BPUPKI. Beliau salah seorang yang mengajukan usul dasar negara dalam rapat BPUPKI tanggal 29 Mei 1945. Beliau juga menjadi anggota Panitia Kecil yang merumuskan Piagam Jakarta.
Ketika Indonesia merdeka beliau beberapa kali memangku jabatan menteri dan menjadi anggota DPR/MPRS. Sebagai sastrawan beliau me- nulis banyak karya sastra yang meliputi sajak dan naskah drama. Studi sejarahnya menghasilkan karya seperti “Gajah Mada”, “Sejarah Peperangan Diponegoro”, dan lain-lain.

f, Ahmad Subarjo (1896-1978).
Ahmad Subarjo adalah pejuang kemerdekaan dari golongan tua. Semasa kuliah beliau giat dalam Perhimpunan Indonesia. Menjelang pro- klamasi kemerdekaan, ia duduk dalam keanggotaan BPUPKI. Beliau juga termasuk dalam Panitia Sembilan yang menghasilkan Piagam Jakarta. Perannya yang sangat penting adalah menjadi penengah antara golongan muda dan Sukarno dalam peristiwa Rengas Dengklok.
Setelah Indonesia merdeka, ia diangkat sebagai Menteri Luar Negeri RI dalam Kabinet Presidensial. Setelah penyerahan kedaulatan, Subarjo beberapa kali diangkat sebagai anggota delegasi Indonesia dalam perun- dingan dengan sejumlah pemerintah asing. Setelah tidak aktif dalam bidang diplomasi dan pemerintahan, beliau memberi kuliah di berbagai universi- tas, antara lain di Universitas Indonesia.

 

2 Menghormati usaha para tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan.

Kita pantas menghargai usaha tokoh-tokoh bangsa dalam mempersiap- kan kemerdekaan kita. Berkat usaha mereka, kita dapat hidup di alam merdeka dan menikmati sistem ketatanegaraan yang mereka perjuangkan. Bentuk penghormatan kepada mereka dapat kita ungkapkan dengan me- ngenang jasa-jasa mereka. Kita juga bisa berziarah ke makam mereka da berdoa untuk mereka.
Bentuk penghargaan yang tak kalah penting adalah mencontoh sikap- sikap positif yang mereka tunjukkan dan meneruskan perjuangan mereka. Sikap positif tokoh-tokoh bangsa yang patut kita contoh antara lain:
1, Rela berjuang demi bangsa dan negara.
2, Berpendirian tetapi juga menghormati pendapat orang lain. Para tokoh bangsa terkenal memegang teguh pendapat dan memperjuangkan pen- dapatnya. Namun, ketika suatu kesepakatan bersama telah diambil dengan lapang dada mereka menerima keputusan itu.

Karya mereka membangun dasar negara harus kita teruskan agar sendi- sendi negara ini makin kokoh. Undang-Undang Dasar 1945 yang mereka hasilkan merupakan karya yang amat mengagumkan. Namun demikian, seiring dengan perkembangan zaman undang-undang dasar itu ternyata dirasa perlu untuk disempurnakan. Maka kita mengenal adanya aman- demen terhadap UUD 1945. Usaha ini harus tetap kita lakukan agar tercipta suatu sistem yang lebih baik. Ini menjadi tugas kita sekarang sebagai generasi penerus bangsa.

Ada banyak hal yang harus dipersiapkan ketika sebuah negara baru berdiri. Tugas berat ini diemban oleh pemimpin-pemimpin bangsa yang duduk menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).
BPUPKI bertugas mempelajari dan meneyelidiki hal-hal penting un- tuk mendirikan Indonesia merdeka. BPUPKI diketuai oleh Dr. K.R.T Rajiman Wedyodiningrat. BPUPKI mengadakan dua kali masa sidang resmi. Selama masa ini, dengan sungguh-sungguh memikirkan bentuk negara yang akan segera berdiri. BPUPKI akhirnya menghasilkan Ran- cangan Undang-Undang Dasar 1945.
PPKI dibentuk setelah BPUPKI menyelesaikan tugasnya. PPKI dike- tuai oleh IR. Sukarno. Lembaga ini bertugas mempersiapkan segala se- suatu berkaitan dengan masalah ketatanegaraan bagi Indonesia baru. PPKI melakukan beberap kali persidangan. Hasil persidangan PPKI, antara lain: mengesahkan UUD 1945, memilih Presiden dan Wakil Pre- siden, membentuk 12 departemen, dan menetapkan pembagian wila- yah negara RI menjadi 8 provinsi.
Bentuk negara dan dasar negara dibahas secara sungguh-sungguh oleh anggota BPUPKI dan PPKI. Banyak tokoh yang mengusulkan ben- tuk negara. Selain itu, ada tiga tokoh yang mengusulkan dasar negara, yaitu Mohammad Yamin, Supomo, dan Sukarno. Nama “Pancasila” un- tuk dasar negara diusulkan oleh IR. Sukarno.
Rumusan dasar negara, Pancasila, terdapat dalam Pembukaan Un- dang-Undang Dasar 1945. Rumusan itu bukan rumusan dasar negara yang diusulkan Mohammad Yamin, Supomo, maupun Sukarno. Rumus- an dasar negara dalam Pembukaan UUD 1945 berbunyi:
1, Ketuhanan Yang Maha Esa.
2, Kemanusiaan yang adil dan beradab.
3, Persatuan Indonesia.
4, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam per- musyawaratan/perwakilan.
5, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

SD5 IPS Bab 6 – Perjuangan Melawan Penjajahan


SD5 IPS Bab 6 – Perjuangan Melawan Penjajahan

A Pendahuluan.

Indonesia pernah dikuasai oleh bangsa asing dalam waktu yang sangat lama. Bangsa-bangsa asing yang pernah menjajah Indonesia adalah Portugis, Belanda, Inggris, dan Jepang. Penjajahan menyebabkan penderitaan bagi rakyat Indonesia. Bangsa Indonesia tidak tinggal diam. Bangsa Indonesia berjuang mengusir penjajah dari bumi pertiwi.

Mula-mula bangsa Indonesia mengadakan perlawanan di daerahnya masing-masing. Kemudian tumbuh kesadaran bahwa kita ini adalah satu bangsa. Kesadaran itu menimbulkan tekad untuk bersatu menjadi satu bangsa yang terwujud dalam Sumpah Pemuda tahun 1928. Perjuangan melawan penjajah juga tidak hanya dalam bentuk fisik, tetapi juga melalui organisasi-organisasi.
Dalam bab ini kamu akan mempelajari bentuk-bentuk perjuangan bang- sa Indonesia melawan penjajahan. Setelah mempelajari bab ini diharapkan kamu memiliki kemampuan berikut ini.
1, Menceritakan penderitaan rakyat di bawah penjajahan Belanda dan bentuk-bentuk perlawanan terhadap penjajahan Belanda.
2, Menceritakan penderitaan rakyat di bawah penjajahan Jepang dan bentuk-bentuk perlawanan terhadap penjajahan Jepang.
3, Menyebutkan tokoh-tokoh penting pergerakan nasional.
4, Menjelaskan peranan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dalam mem- persatukan Bangsa Indonesia.

 

B.Perjuangan Melawan Penjajahan Belanda.

Bangsa Belanda pernah menguasai Indonesia lebih dari 300 tahun. Dalam kurun waktu itu, berkali-kali rakyat Indonesia mengadakan perlawan- an. Pada bagian ini kita akan membahas tentang kedatangan Bangsa Be- landa ke Indonesia, bentuk-bentuk penindasan Bangsa Belanda, dan perjuangan menentang penjajahan Bangsa Belanda.

B-1 Kedatangan Bangsa Belanda.

Bangsa Eropa mulai mencari barang- barang kebutuhan sehari-hari, seperti buah-buahan, rempah-rempah, wol, porselin , dan lain-lain dari negara-negara di luar Eropa. Indonesia, terkenal sebagai tempat penghasil rempah-rempah. Rem- pah-rempah yang dihasilkan bangsa In- donesia digunakan sebagai bahan obat- obatan, penyedap makanan, dan peng- awet makanan. Maka, berlomba-lombalah Bangsa Eropa untuk mendapatkan rempah-rempah dari Indonesia.

Bangsa Belanda sampai ke Indonesia pada tanggal 22 Juni 1596. Armada Belanda berhasil mendarat di Banten, Jawa Barat. Pada awalnya, kedatangan Bangsa Belanda disambut baik oleh Sultan Banten. Kegiatan perdagangan menjadi ramai. Namun, hal itu tidak berlangsung lama. Bangsa Belanda berubah menjadi serakah dan kasar. Sikap itu menyebabkan mereka dimusuhi dan diusir dari Banten.

B-2, Penindasan lewat VOC.
Dua tahun setelah kedatangan pertama, bangsa Belanda datang lagi ke Indonesia. Kali ini mereka bersikap baik dan ramah. Belanda dapat diterima kembali di Indonesia. Banyak pedagang Belanda datang ke Indo- nesia. Hal ini mengakibatkan terjadinya persaingan dagang dan pertikaian di antara mereka. Akibatnya, harga rempah-rempah tidak terkendali. Untuk menghindari pertikaian yang lebih parah pada tanggal 20 Maret 1602 dibentuk Perkumpulan Dagang Hindia Timur atau Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC).

Mula-mula kegiatan VOC hanya berdagang. Akan tetapi, lama-kelamaan VOC berusaha menguasai perdagangan (monopoli). Untuk mewujudkan maksud itu VOC membentuk tentara, mencetak mata uang sendiri, dan mengadakan perjanjian dengan raja-raja setempat.
Di Maluku VOC melakukan Pelayaran Hongi (patroli laut) untuk meng- awasi rakyat Maluku agar tidak menjual rempah-rempah mereka kepada pedagang lain. Untuk mempertahankan harga, VOC juga memerintahkan penebangan sebagian pohon rempah-rempah milik rakyat. VOC mem- berikan hukuman berat kepada rakyat yang melanggar aturan monopoli itu.

Pusat-pusat perdagangan yang di- kuasai VOC adalah Ambon, Jayakarta, dan Banda. Pusat perdagangan Jayakarta direbut Belanda pada masa Gubernur Jenderal J.P. Coen. Ia mengganti nama Jayakarta menjadi Batavia. Coen kemu- dian membangun kota Batavia dengan gaya Belanda. Kantor VOC yang semula ada di Ambon dipindahkan ke Batavia.
VOC mampu berdiri dalam waktu yang sangat lama. Pada Tanggal 31 Desember 1799, VOC dibubarkan. VOC di- bubarkan karena sebab-sebab berikut ini.

1, Pejabat-pejabat VOC melakukan korupsi dan hidup mewah.
2, VOC menanggung biaya perang yang sangat besar.
3, Kalah bersaing dengan pedagang Inggris dan Prancis.
4, Para pegawai VOC melakukan perdagangan gelap.
Pada tanggal 1 Januari 1800, kekuasaan VOC di Indonesia digantikan langsung oleh pemerintah Kerajaan Belanda. Semua hutang VOC ditang- gung oleh Kerajaan Belanda. Sejak saat itu, Indonesia diperintah lansung oleh pemerintah Belanda. Pemerintahan Kerajaan Belanda atas wilayah Indonesia ini berlansung sampai tahun 1942. Pemerintah Belanda di Indo- nesia dinamakan Pemerintahan Hindia Belanda.

VOC adalah singkatan dari Vereenigde Oost Indische Compagnie, yang berarti perkumpulan dagang Hindia Timur. VOC didirikan dengan tujuan meng- hindari pertikaian antarpedagang Belanda. Rakyat Indonesia lebih mengenal VOC dengan sebutan Kompeni. Pada perkembangannya,VOC menyimpang dari tujuan awal. VOC bukan sekadar perkumpulan dagang, tetapi organisasi yang dilengkapi dengan kekuatan militer yang menindas bangsa Indonesia.

 

B-3 Penindasan lewat kerja paksa, penarikan pajak, dan tanam paksa.

Pada tahun 1806, Napoleon Bonaparte berhasil menaklukkan Belanda. Napoleon mengubah ben- tuk negara Belanda dari kerajaan menjadi republik. Napoleon ingin memberantas penyelewengan dan korupsi serta mempertahankan Pu- lau Jawa dari Inggris. Ia mengang- kat Herman Willem Daendels menjadi Gubernur Jenderal di Batavia. Untuk menahan serangan Inggris, Daendels melakukan tiga hal, yaitu:
1, menambah jumlah prajurit,
2, membangun pabrik senjata, kapal-kapal baru, dan pos-pos pertahanan,
3.membangun jalan raya yang menghubungkan pos satu dengan pos lainnya.

Tampak Gambar Herman Willem Daendels, Gubernur Jenderal Belanda di Indonesia dari tahun 1808-1811.

Daendels memberlakukan kerja paksa tanpa upah untuk membangun jalan. Kerja paksa ini dikenal dengan nama kerja rodi. Rakyat dipaksa mem- bangun Jalan Raya Anyer-Panarukan yang panjangnya sekitar 1.000 km. Jalan ini juga dikenal dengan nama Jalan Pos. Selain untuk membangun jalan raya, rakyat juga dipaksa menanam kopi di daerah Priangan untuk pemerintah Belanda. Banyak rakyat Indonesia yang menjadi korban kerja rodi. Untuk mendapatkan dana biaya perang pemerintah kolonial Belanda menarik pajak dari rakyat. Rakyat diharuskan membayar pajak dan me- nyerahkan hasil bumi kepada pemerintah Hindia Belanda.

Pada tahun 1811, Daendels dipanggil ke Belanda. Ia digantikan oleh Gubernur Jenderal Janssens. Saat itu pasukan Inggris berhasil mengalah- kan Belanda di daerah Tuntang, dekat Salatiga, Jawa Tengah. Gubernur Jenderal Janssens terpaksa menandatangani Perjanjian Tuntang. Berikut ini isi Perjanjian Tuntang.
1, Seluruh wilayah jajahan Belanda di Indonesia diserahkan kepada Inggris.
2, Adanya sistem pajak/sewa tanah.
3, Sistem kerja rodi dihapuskan.
4, Diberlakukan sistem perbudakan.

 

Inggris berkuasa di Indonesia selama lima tahun (1811-1816). Pemerintah Inggris mengangkat Thomas Stamford Raffles menjadi Gubernur Jenderal di Indonesia. Pemerintah memberlakukan sistem sewa tanah yang dikenal dengan nama land- rente. Rakyat yang menggarap tanah di- haruskan menyewa dari pemerintah.

Pada tahun 1816, Inggris menyerah- kan wilayah Indonesia kepada Belanda. Pemerintah Belanda menunjuk Van Der Capellen sebagai gubernur jenderal. Van Der Capellen mempertahankan monopoli perdagangan yang telah dimulai oleh VOC dan tetap memberlakukan kerja paksa. Pada tahun 1830, Van Der Capellen diganti Van Den Bosch. Bosch mendapat tugas mengisi kas Belanda yang kosong. Ia memberlakukan tanam paksa atau cultuur stelsel untuk mengisi kas pemerintah yang kosong.
Van Den Bosch membuat aturan- aturan untuk tanam paksa sebagai berikut.
1, Rakyat wajib menyediakan 1/5 dari tanahnya untuk ditanami tanaman yang laku di pasaran Eropa.
2,Tanah yang dipakai untuk tanamam paksa bebas dari pajak.
3, Hasil tanaman diserahkan kepada Belanda.
4, Pekerjaan untuk tanam paksa tidak melebihi pekerjaan yang diperlu- kan untuk menanam padi.
5, Kerusakan-kerusakan yang tidak dapat dicegah oleh petani menjadi tanggungan Belanda.
6, Rakyat Indonesia yang bukan petani harus bekerja 66 hari tiap tahun bagi pemerintah Hindia Belanda.

Kenyataannya, ada banyak penyelewengan dari ketentuan itu. Misal- nya, tanah yang harus disediakan oleh petani melebihi luas tanah yang telah ditentukan, rakyat harus menanggung kerusakan hasil panen, rakyat  harus bekerja lebih dari 66 hari, dan lain-lain. Akhirnya ketentuan- ketentuan yang diatur dalam tanam paksa tidak berlaku sama sekali. Pemerintah Belanda semakin bertindak sewenang-wenang.

Tanam paksa mengakibatkan penderitaan luar biasa bagi rakyat Indo- nesia. Hasil pertanian menurun. Rakyat mengalami kelaparan. Akibat ke- laparan banyak rakyat yang mati. Sebaliknya, tanam paksa ini memberikan keuntungan yang melimpah bagi Belanda. Namun, masih ada orang Belan- da yang peduli terhadap nasib rakyat Indonesia. Di antaranya adalah Douwes Dekker. Ia mengecam tanam paksa melalui bukunya yang berjudul Max Havelaar, dengan nama samaran Multatuli. Max Havelaar mencerita- kan penderitaan bangsa Indonesia sewaktu dilaksanakan tanam paksa. Max Havelaar menggegerkan seluruh warga Belanda. Timbul perdebatan hebat tentang tanam paksa di negeri Belanda. Akhirnya, Parlemen Belanda me-mutuskan untuk menghapus tanam paksa secepatnya.

 

4 Perlawanan menentang penjajahan Belanda.

Monopoli perdagangan, kerja paksa, penarikan pajak, sewa tanah, dan tanam paksa menimbulkan banyak kerugian dan membuat sengsara rakyat Indonesia. Rakyat Indonesia tidak tahan lagi. Rakyat Indonesia melakukan perlawanan memperjuangkan martabat dan kemerdekaannya. Dari seluruh penjuru tanah air timbul perlawanan terhadap penjajah Belanda. Perhatikan peta perlawanan-perlawanan yang terjadi pada Gambar 6.6 di halaman 136 atas! Kita akan membahas beberapa di antaranya.

a Perlawanan terhadap VOC.
Pada saat VOC berkuasa di Indonesia terjadi beberapa kali perlawanan. Pada tahun 1628 dan 1629, Mataram melancarkan serangan besar-besaran terhadap VOC di Batavia. Sultan Agung mengirimkan ribuan prajurit untuk menggempur Batavia dari darat dan laut. Di Sulawesi Selatan VOC mendapat per- lawanan dari rakyat Indonesia di bawah pimpinan Sultan Hassanuddin. Perlawanan terhadap VOC di Pasuruan Jawa Timur dipimpin oleh Untung Suropati. Sementara Sultan Ageng Tirtayasa mengobarkan perlawanan di daerah Banten.

b Perlawanan Pattimura (1817).
Belanda melakukan monopoli perda- gangan dan memaksa rakyat Maluku men- jual hasil rempah-rempah hanya kepada Be- landa, menentukan harga rempah-rempah secara semena-mena, melakukan pelayaran hongi, dan menebangi tanaman rempah- rempah milik rakyat. Rakyat Maluku beron- tak atas perlakuan Belanda. Dipimpin oleh Thomas Matulessi yang nantinya terkenal dengan nama Kapten Pattimura, rakyat Maluku melakukan perlawanan pada tahun 1817. Pattimura dibantu oleh Anthony Ribok, Philip Latumahina, Ulupaha, Paulus Tiahahu, dan seorang pejuang wanita Christina Martha Tiahahu. Perang melawan Belanda meluas ke berbagai daerah di Maluku, seperti Ambon, Seram, Hitu, dan lain-lain.
Belanda mengirim pasukan besar- besaran. Pasukan Pattimura terdesak dan bertahan di dalam benteng. Akhirnya, Pattimura dan kawan-kawannya tertawan. Pada tanggal 16 Desember 1817, Pattimura dihukum gantung di depan Benteng Victoria di Ambon.

c Perang Padri (1821-1837).
Perang Padri bermula dari pertentangan antara kaum adat dan kaum agama (kaum Padri). Kaum Padri ingin memurnikan pe- laksanaan agama Islam. Gerakan Padri itu ditentang oleh kaum adat. Terjadilah ben- trokan-bentrokan antara keduanya. Karena terdesak, kaum adat minta bantuan kepada Belanda. Belanda bersedia membantu kaum adat dengan imbalan sebagian wilayah Mi- nangkabau.
Pasukan Padri dipimpin oleh Datuk Bandaro. Setelah beliau wafat diganti oleh Tuanku Imam Bonjol. Pasukan Padri dengan taktik perang gerilya, berhasil mengacaukan pasukan Belanda. Karena kewalahan, Belanda mengajak berunding. Pada tahun 1925 terjadi gencatan senjata. Belanda mengakui beberapa wilayah sebagai dae- rah kaum Padri.
Perang Padri meletus lagi setelah Perang Diponegoro berakhir. Tahun 1833 terjadi pertempuran hebat di daerah Agam. Tahun 1834 Belanda mengepung pasukan Bonjol. Namun pasukan Padri dapat ber- tahan sampai dengan tahun 1837. Pada tanggal 25 Oktober 1837, benteng Imam Bonjol dapat diterobos. Beliau tertangkap dan ditawan.


d Perang Diponegoro (1925-1830).
Perang Diponegoro berawal dari keke- cewaan Pangeran Diponegoro atas campur tangan Belanda terhadap istana dan tanah tumpah darahnya. Kekecewaan itu memuncak ketika Patih Danureja atas perintah Belanda memasang tonggak-tonggak untuk membuat rel kereta api melewati makam leluhurnya.
Dipimpin Pangeran Diponegoro, rakyat Tegalrejo menyatakan perang melawan Belanda tanggal 20 Juli 1825. Diponegoro dibantu oleh Pangeran Mangkubumi sebagai penasehat, Pangeran Ngabehi Jayakusuma sebagai panglima, dan Sentot Ali Basyah Prawiradirja sebagai panglima perang. Pa- ngeran Diponegoro juga didukung oleh para ulama dan bangsawan. Daerah-daerah lain di Jawa ikut berjuang melawan Belanda. Kyai Mojo dari Surakarta mengobarkan Perang Sabil.
Antara tahun 1825-1826 pasukan Dipo- negoro mampu mendesak pasukan Belanda. Pada tahun 1827, Belanda mendatangkan bantuan dari Sumatra dan Sulawesi. Jenderal De Kock menerapkan taktik perang benteng stelsel. Taktik ini berhasil mempersempit ru- ang gerak pasukan Diponegoro. Banyak pe- mimpin pasukan Pangeran Diponegoro gugur dan tertangkap. Namun demikian, pasukan Diponegoro tetap gigih. Akhirnya, Belanda mengajak berunding. Dalam perundingan yang diadakan tanggal 28 Maret 1830 di Magelang, Pangeran Diponegoro ditangkap Belanda. Beliau diasingkan dan meninggal di Makassar.

e Perang Banjarmasin (1859-1863).
Penyebab perang Banjarmasin adalah Belanda melakukan monopoli perdagangan dan mencampuri urusan kerajaan. Perang Banjarmasin dipimpin oleh Pangeran Antasari. Beliau didukung oleh Pangeran Hidayatullah. Pada tahun 1862 Hidayatullah ditahan Belanda dan dibuang ke Cianjur. Pangeran Antasari diangkat rakyat menjadi Sultan. Setelah itu perang me- letus kembali. Dalam perang itu Pangeran Antasari luka-luka dan wafat.

f Perang Bali (1846-1868).
Penyebab perang Bali adalah Belanda ingin menghapus hukum tawan karang dan memaksa Raja-raja Bali mengakui kedaulatan Belanda di Bali. Isi hukum tawan karang ada- lah kerajaan berhak merampas dan menyita barang serta kapal-kapal yang terdampar di Pulau Bali. Raja-raja Bali menolak keinginan Belanda. Akhirnya, Belanda menyerang Bali.
Belanda melakukan tiga kali penyerang- an, yaitu pada tahun 1846, 1848, dan 1849. Rakyat Bali mempertahankan tanah air mere- ka. Setelah Buleleng dapat ditaklukkan, rakyat Bali mengadakan perang puputan, yaitu berperang sampai titik darah terakhir. Di antara- nya Perang Puputan Badung (1906), Perang Puputan Kusumba (1908), dan Perang Puputan Klungkung (1908). Salah saut pemimpin per- lawanan rakyat Bali yang terkenal adalah Raja Buleleng dibantu oleh Gusti Ketut Jelantik.

g Perang Sisingamangaraja XII (1870-1907).
Pada saat Sisingamangaraja memerintah Kerajaan Bakara, Tapanuli, Sumatera Utara, Belanda datang. Belanda ingin menguasai Tapanuli. Sisingamangaraja beserta rakyat Bakara mengadakan perlawanan. Tahun 1878, Belanda menyerang Tapanuli. Namun, pasuk- an Belanda dapat dihalau oleh rakyat.
Pada tahun 1904 Belanda kembali menyerang tanah Gayo. Pada saat itu Belanda juga menyerang daerah Danau Toba. Pada tahun 1907, pasukan Belanda menyerang kubu per- tahanan pasukan Sisingamangaraja XII di Pakpak. Sisingamangaraja gugur dalam pe- nyerangan itu. Jenazahnya dimakamkan di Tarutung, kemudian dipindahkan ke Balige.

h  Perang Aceh (1873-1906).
Sejak terusan Suez dibuka pada tahun 1869, kedudukan Aceh makin penting baik dari segi strategi perang maupun untuk perdagangan. Belanda ingin menguasai Aceh. Sejak tahun 1873 Belanda menyerang Aceh. Rakyat Aceh mengadakan perlawanan di bawah pemimpin-pemimpin Aceh antara lain Panglima Polim, Teuku Cik Ditiro, Teuku Ibrahim, Teuku Umar, dan Cut Nyak Dien.
Meskipun sejak tahun 1879 Belanda dapat menguasai Aceh, namun wilayah pedalaman dan pegunungan dikuasai pejuang-pejuang Aceh. Perang gerilya membuat pasukan Belanda kewalahan. Belanda menyiasatinya dengan stelsel konsentrasi, yaitu memusatkan pasukan supaya pasukannya dapat lebih ter- kumpul.
Belanda mengirim Dr. Snouck Hurgronje untuk mempelajari sistem kemasyarakatan penduduk Aceh. Dari penelitian yang dibuat- nya, Hurgronje menyimpulkan bahwa kekuat- an Aceh terletak pada peran para ulama. Pene- muannya dijadikan dasar untuk membuat siasat perang yang baru. Belanda membentuk pasukan gerak cepat (Marchose) untuk me- ngejar dan menumpas gerilyawan Aceh. Dengan pasukan marchose Belanda berhasil mematahkan serangan gerilya rakyat Aceh. Tahun 1899, Teuku Umar gugur dalam per- tempuran di Meulaboh. Pasukan Cut Nyak Dien yang menyingkir ke hutan dan meng- adakan perlawanan juga dapat dilumpuhkan.

 

C Perjuangan Melawan Penjajahan Jepang.

Bangsa Jepang pernah menguasai Indonesia selama 3,5 tahun. Namun, pendudukan dalam waktu yang singkat ini menyebabkan penderitaan yang luar biasa. Pada bagian ini kita akan membahas kedatangan Bangsa Jepang ke Indonesia, penderitaan rakyat pada masa pendudukan Jepang, dan perlawanan menentang penjajahan Jepang.

C-1 Kedatangan Jepang di Indonesia.
Dalam Perang Dunia II (1939-1945), Jepang bergabung dengan Jerman dan Italia melawan Sekutu. Sekutu terdiri dari Amerika, Inggris, Belanda, dan Perancis. Pada tanggal 8 Desember 1941 pasukan Jepang menyerang pangkalan Angkatan Laut Amerika di Pearl Harbour (Hawai). Terjadilah Perang Pasifik atau Perang Asia Timur Raya. Dalam waktu singkat, pasukan Jepang menyerbu dan menduduki Filipina, Myanmar, Malaya, Singapura, dan Indonesia.

Ketika masuk wilayah Indonesia, pertama-tama Jepang menduduki daerah penghasil minyak seperti Tarakan, Balikpapan, dan Palembang. Kemudian perhatian Jepang diarah- kan untuk menguasai Pulau Jawa. Tanggal 1 Maret 1942 pasukan Je- pang berhasil mendarat di tiga tem-
pat secara serempak di Pulau Jawa, yaitu di Teluk Banten, Eretan Wetan (Pantura), dan Pasuruan (Jawa Ti- mur). Tanggal 5 Maret 1942 pasukan Jepang sudah berhasil menguasai Batavia.

Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang di Kalijati, Subang. Sejak saat itu, Jepang berkuasa di Indonesia.

Tanggal 8 Maret 1942 Panglima Angkatan Perang Hindia Belanda Letjen Ter Poorten atas nama Angkatan Perang Sekutu menyerah tanpa syarat kepada Angkatan Perang Jepang yang dipimpin Letjen Hithoshi Imamura. Upacara serah terima ditandatangani di Kalijati, Subang, Jawa Barat.
Pasukan Jepang disambut dengan sukacita penuh harapan oleh rakyat Indonesia. Jepang dianggap sebagai pembebas bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Padahal Jepang punya rencana tersembunyi.

Ada beberapa alasan Jepang menduduki Indonesia, antara lain sebagai berikut.
a, Indonesia kaya akan bahan-bahan mentah, seperti minyak bumi dan batu bara. 
b, Wilayah Indonesia menghasilkan banyak produksi pertanian yang dibutuhkan tentara Jepang dalam peperangan.
c, Indonesia memiliki tenaga manusia dalam jumlah besar yang diperlu- kan untuk membantu perang Jepang.

Setelah menduduki Indonesia, Jepang berusaha menarik simpati rakyat Indonesia. Ada tiga hal yang dilakukan Jepang, yaitu:
1.mengijinkan mengibarkan bendera Merah Putih;
2.mengijinkan rakyat Indonesia menyanyi- kan lagu Indonesia Raya;
3.larangan menggunakan bahasa Belanda dalam pergaulan sehari-hari. Bahasa pergaulan sehari-hari diganti dengan bahasa Indonesia.
Untuk memikat hati rakyat, Jepang mem- buat propaganda tiga A. Propaganda yang dilancarkan Jepang itu berisi:

Propaganda Tiga A dari Jepang untuk memikat hati rakyat Indonesia.
1 Jepang pemimpin Asia,
2 Jepang pelindung Asia,
3 Jepang cahaya Asia.

C-2 Penderitaan rakyat pada masa pendudukan Jepang.
Kegembiraan rakyat Indonesia atas kedatangan tentara Jepang tidak berlangsung lama. Pasukan Jepang mulai berubah perangai. Jepang mulai mengadakan pemerasan dan penindasan. Bahkan lebih rakus dan lebih kejam dari penjajah Belanda. Penderitaan rakyat Indonesia semakin parah.

Penderitaan rakyat Indonesia selama masa penjajahan Jepang antara lain sebagai berikut.
1 Jepang merampas hasil pertanian rakyat, seperti padi dan jagung untuk persediaan makanan pasukan Jepang. Akibatnya, rakyat tidak punya cukup makanan dan kelaparan. Karena kurang gizi rakyat mudah terserang penyakit. Berbagai penyakit, seperti tipes, kolera, beri-beri, dan malaria merajalela di mana-mana. Obat-obatan sulit didapatkan. Banyak rakyat Indonesia terpaksa memakai pakaian dari karung goni, karet lempengan, atau bahkan pakaian dari daun rumbia. Karena pen- deritaan itu, ribuan rakyat meninggal.

2 Pemerintah Jepang sangat ketat melakukan pengawasan terhadap pemberitaan. Media masa disegel.

3 Jepang juga memanfaatkan rakyat Indonesia untuk diperas tenaganya bagi keperluan Jepang. Para pekerja paksa pada zaman Jepang disebut romusha. Jepang mengerahkan rakyat Indonesia khususnya para pe- muda untuk membangun prasarana perang, seperti: kubu-kubu, jalan raya, bandar udara, benteng, jembatan, dan sarana perang lainnya.

Para romusha harus bekerja berat dalam bahaya serangan Sekutu yang selalu mengancam. Tenaga mereka diperas secara berlebihan, sementara makanan tidak diperhatikan. Mereka tinggal dan tidur dalam barak-barak yang kotor dan tidak sehat. Banyak romusha mati karena kelaparan, kecapaian, terkena serangan Sekutu, atau karena terserang penyakit.

Selain romusha, banyak barisan dibentuk untuk kepentingan Je- pang, seperti:
a Seinendan (barisan pemuda),
b Keibodan (Barisan Pembantu Polisi),
c Fujinkai (Barisan Wanita),
d Suishintai (Barisan Pelopor),
e Jibakutai (Barisan Berani Mati),
f Gakutotai (Barisan Pelajar),
g Peta (Pembela Tanah Air).

4 Banyak wanita Indonesia yang terpaksa melayani nafsu bejat pasukan Jepang. Kebanyakan dari antara mereka tertipu karena bujukan dan janji-janji tentara Jepang yang akan memberikan lapangan pekerjaan yang baik dengan gaji yang lumayan.

C-3 Perlawanan menentang penjajahan Jepang.

Penderitaan lahir batin yang dialami rakyat Indonesia selama pendu- dukan Jepang di Indonesia menimbulkan rasa benci dan pemberontakan di berbagai wilayah Indonesia. Pemberontakan-pemberontakan itu antara lain sebagai berikut.
– Perlawanan rakyat Aceh di Cot Plieng tahun 1942.
Perlawanan ini dipimpin oleh Tengku Abdul Jalil. Perlawanan rakyat Aceh juga terjadi di Mereudu pada tahun 1944.
– Perlawanan di Kaplongan, Jawa Barat.
Jepang memaksa petani di Kaplongan untuk menyerahkan sebagian hasil buminya. Petani marah. Terjadilah perlawanan terhadap pasukan Jepang.
– Perlawanan di Lohbener, Jawa Barat.
Petani di Lohbener menolak memberikan hasil panen padi kepada Jepang. Terjadilah peperangan terhadap pasukan Jepang.
– Perlawanan di Pontianak, Kalimantan Barat.
Penduduk dipaksa untuk membuat pelabuhan dan lapangan terbang. Para pemimpin sepakat untuk menyerang Jepang. Perlawanan terjadi pada tanggal 16 Oktober 1943. Mereka ditangkap dan dibunuh.
– Perlawanan Peta di Gumilir, Cilacap.
Perlawanan Peta Gumilir, Cilacap terjadi pada bulan Juni 1945. Perla- wanan ini dipimpin oleh Kusaeri, komandan regu Peta di Cilacap. Kusaeri menyerah tetapi tidak dijatuhi hukuman. Sudirman berhasil menolong dan membebaskannya.
– Perlawanan di Singaparna, Jawa Barat.
Perlawanan Singaparna dipimpin oleh Kiai Haji Zainal Mustafa. Beliau menolak seikeirei (membungkukkan badan kepada Kai-sar Jepang Tenno Heika) dan menentang romusha. Beliau memandang hal itu bertentangan dengan ajaran Islam.
– Perlawanan Peta di Blitar, Jawa Timur.
Tentara Peta di Blitar memberontak di bawah pimpinan Shodanco F.X. Supriyadi. Namun Jepang dapat mematahkan perlawanan ini. Supriyadi dan teman-temanya ditangkap oleh tentara Jepang.

Pada tanggal 15 Maret 1945, perwira-perwira Peta yang memberontak diadili di Pengadilan Militer Jepang di Jakarta. Dalam pengadilan itu, mereka dijatuhi hukuman mati. Perwira-perwira Peta yang dijatuhi hu- kuman mati antara lain Muradi, Dr. Ismangil, Suparyono, Sunarto, Halim Mangkudijaya, dan Supriyadi. Namun, Supriyadi menghilang dan tidak menghadiri persidangan.

 

D Tokoh-tokoh Pergerakan Nasional.

Perjuangan rakyat Indonesia mengusir penjajah tidak hanya dilakukan dengan kekuatan fisik, tetapi juga melalui organisasi. Putera-putera bangsa Indonesia, mulai sadar perlunya organisasi modern untuk perjuangan ke- merdekaan. Selain itu, tumbuh juga kesadaran perlunya persatuan dari rakyat Indonesia untuk mengusir penjajah. Berikut ini akan dibahas secara ringkas tokoh-tokoh kebangkitan nasional.

1 Raden Ajeng Kartini dan Dewi Sartika.
Raden Ajeng Kartini dan Dewi Sartika sama-sama memperjuangkan nasib kaum wanita melalui pendidikan. Kartini mendirikan sekolah untuk wanita pribumi pada tahun 1903. Beliau juga mendirikan sekolah di rumahnya, di Rembang. Pada tahun 1904 Kartini meninggal dunia. Kumpulan surat- suratnya disusun dalam sebuah buku yang berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang”.
Pada tahun 1904, Dewi Sartika mendirikan Sekolah Istri di Bandung. Pada tahun 1915, Dewi Sartika mendirikan sebuah perkumpulan wanita bernama Pengasah Budi. Perkumpulan ini memperjuangkan kemajuan wanita.

2 Ki Hajar Dewantara.
Ki Hajar Dewantara memiliki nama asli Raden Mas Suwardi Suryaningrat. Bersama dengan Danudirja Setiabudi (Douwes Dekker), dan Cipto Mangunkusumo, beliau mendirikan Indische Partij. Mereka bertiga dikenal dengan sebutan Tiga Serangkai. Indische Partij menuntut kemerdekaan Indonesia.
Beliau juga mendirikan Perguruan Taman Siswa. Perguruan ini mengajarkan kepada siswanya sifat kebangsaan. Karena peranan- nya yang besar dalam dunia pendidikan, Ki Hajar Dewantara diberi julukan sebagai Bapak Pendidikan Nasional.

3 Dr. Sutomo.
Sutomo adalah salah satu pendiri Budi Utomo. Budi Utomo adalah organisasi per- gerakan kebangsaan modern pertama di In- donesia yang dibentuk tanggal 20 Mei 1908. Tujuannya adalah mempertinggi derajat bangsa Indonesia dan mempertinggi keluhur- an budi orang Jawa. Sutomo bercita-cita memakmurkan rakyat Indonesia. Beliau bertekad memperkecil perbe- daan antara orang kaya dan miskin, serta antara kaum terpelajar dan rakyat biasa. Beliau merasa yakin bahwa dengan persamaan dan persau- daraan maka perjuangan akan berhasil.

4 Ahmad Dahlan.
Ahmad Dahlan adalah tokoh pergerakan nasional yang lama belajar pengetahuan agama di Mekkah. Beliau mendirikan Muhammadiyah pada tanggal 18 November 1912 di Yogyakarta. Tujuan Muhammadiyah adalah mengajarkan agama Islam sesuai dengan Al Quran dan Hadist.

5 Wahid Hasyim.
Wahid Hasyim adalah putra Hasyim Ashari, pelopor dan pendiri NU (Nahdatul Ulama). Tuju- an NU adalah memecahkan berbagai persoalan umat Islam baik dalam hal agama maupun kehidupan di masyarakat. Tahun 1938, Wahid Hasyim bergabung dengan NU. Empat tahun kemudian beliau diangkat sebagai ketua NU. Perkembangan NU sebagai organisasi politik dan keagamaan tidak terlepas dari peranannya.

6 Samanhudi.
Samanhudi belajar agama Islam di Surabaya. Untuk memperjuangkan para pedagang Indonesia, beliau mendirikan Serikat Dagang Islam (SDI) di Solo tahun 1911. SDI bertujuan menghidupkan perekonomian para pedagang Indonesia dan membantu anggotanya yang mengalami kesulitan.

 

E  Peranan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dalam Mempersatukan Bangsa Indonesia.

Para pemuda yang tergabung dalam organisasi pemuda mendambakan adanya persatuan nasional di kalangan para pemuda. Mereka mengingin- kan agar organisasi-organisasi yang ada melebur menjadi satu perkumpul- an nasional. Pada tanggal 2 Mei 1926 diadakan rapat besar pemuda Indo- nesia yang dikenal dengan nama Kongres Pemuda I. Rapat besar itu dihadiri oleh wakil-wakil dari organisasi-organisasi pemuda, seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, Jong Islamiten, Jong Bataks Bond, dan lain-lain. Kongres Pemuda I dipimpin oleh Muhammad Tabrani.
Tujuan Kongres Pemuda I ialah membentuk perkumpulan pemuda yang tunggal. Tujuannya adalah untuk:
1 Memajukan paham persatuan dan kebangsaan.
2 Mempererat hubungan antara semua perkumpulan kebangsaan.
Menindaklanjuti kongres I, diadakan Kongres Pemuda II. Kongres pemuda II dilaksanakan pada tanggal 27 – 28 Oktober 1928. Kongres pemuda II dihadiri sekitar 750 peserta utusan dari berbagai organisasi pemuda seperti Jong Ja- va, Jong Sumatranen Bond, Jong Bataks Bond, Jong Ambon, Jong Celebes, Pemuda Betawi, Sekar Rukun, dan lain-lain. Kongres di- penuhi gelora semangat persatuan nasional.

Pada kongres hari kedua, W.R. Supratman, seorang wartawan mem- bawakan lagu ciptaannya yang berjudul Indonesia Raya. W.R. Supratman membawakan lagu ciptaannya dengan gesekan biola. Peserta rapat ter- pukau mendengar lagu itu. Demikianlah untuk pertama kalinya lagu Indo- nesia Raya dinyanyikan di Gedung Sumpah Pemuda.
Kongres Pemuda II menghasilkan keputusan yang sangat penting dalam sejarah kehidupan bangsa Indonesia, yaitu Sumpah Pemuda. Isi Sumpah Pemuda adalah:
1, Kami putera dan puteri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
2, Kami putera dan puteri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
3, Kami putera dan puteri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Inti isi Sumpah Pemuda adalah satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa.
Berkat Sumpah Pemuda itu, arah perjuangan bangsa Indonesia menjadi semakin tegas, yaitu mencapai kemerdekaan tanah air Indonesia. Untuk mencapai kemerdekaan tersebut, bangsa Indonesia memandang perlu adanya rasa persatuan dan kesatuan sebagai bangsa, yaitu bangsa Indonesia.

Rangkuman.

Indonesia pernah dijajah oleh bangsa asing dalam waktu yang sa- ngat lama. Penjajahan oleh bangsa Asing membuat rakyat Indonesia sengsara. Penjajah Belanda menindas rakyat Indonesia dengan cara memonopoli perdangan hasil bumi, memberlakukan kerja paksa, me- ninggikan pajak dan sewa tanah, dan memberlakukan tanam paksa. Dari berbagai penjuru tanah air timbul perlawanan menentang pen- jajahan oleh Bangsa Belanda. Di antaranya adalah Perlawanan Sultan Agung, Trunojoyo, Untung Suropati, Perang Maluku, Perang Dipo- negoro, Perang Bali, Perang Banjar, Perang Aceh, Perang Sisinga- mangaraja, Perang Lombok, dan Perang Padri.

Lepas dari penjajahan Belanda, bangsa Indonesia dikuasai oleh Bangsa Jepang. Bentuk-bentuk penjajahan Bangsa Jepang antara lain: merampas hasil pertanian rakyat, mengawasi media massa, memaksa rakyat menanam jarak, memaksa pemuda-pemuda untuk menjadi romusha. Rakyat Indonesia melakukan perlawanan, contohnya per- lawanan di Cot Plien (Aceh), Kaplongan, Lohbener, dan Singaparna (Jawa Barat), perlawan Peta di Gumilir (Cilacap, Jawa Tengah), dan Perlawanan Peta di Blitar (Jawa Timur).

Kaum terpelajar Indonesia mulai sadar melawan penjajahan bisa dilakukan lewat organisasi. Maka mulai bermunculan organisasi- organisasi yang memiliki cita-cita melepaskan bangsa Indonesia dari penjajahan. Inilah yang disebut masa kebangkita nasional. Para pelopor kebangkitan nasional antara lain R.A. Kartini, Dr. Sutomo, Dewi Sartika, Ki Hajar Dewantara, Danudirja Setiabudi, Cipto Mangunkusumo, Ahmad Dahlan, Wahid Hasyim, dan Samanhudi. Puncak kebangkitan nasional adalah ketika para pemuda mengucapkan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Saat itu para pemuda mengikrarkan satu bangsa, satu tanah air, dan satu bangsa.

SD5 IPS Bab-5 Macam-macam Usaha dan kegiatan Ekonomi di Indonesia

SD Kelas 5 Bab-5 Macam-macam Usaha dan kegiatan Ekonomi di Indonesia.

A, Pendahuluan.

Coba ceritakan usaha apa saja yang ada di lingkungan tempat ting- galmu? Apakah ada orang yang menanam padi di lingkungan tempat tinggalmu? Apakah ada tetanggamu yang menjadi dokter? Apakah ada salon kecantikan di dekat rumahmu? Apakah tetanggamu ada yang mem- buka warung? Bertani, praktik sebagai dokter, membuka salon kecantikan, dan berdagang adalah bentuk-bentuk usaha atau kegiatan ekonomi.

Dalam bab ini kamu akan mempelajari jenis-jenis usaha dan kegiatan ekonomi yang ada di negara kita. Setelah mempelajari bab ini diharapkan kamu memiliki kemampuan sebagai berikut.
1, Menjelaskan pengertian kegiatan ekonomi.
2, Menyebutkan macam-macam usaha yang ada di lingkungan sekitar.
3, Menyebutkan dan menjelaskan macam-macam usaha dan kegiatan ekonomi yang ada di Indonesia.


Tampak gambar peternakan,  tampak gambar perikanan, pertanian dan warung kelontong.

 

B, Jenis-jenis Usaha Ekonomi.

Ada bermacam-macam usaha untuk mencukupi kebutuhan hidup. Pada bagian ini kita akan membicarakan pengertian kegiatan atau usaha eko-nomi, jenis-jenis usaha dalam kegiatan ekonomi, dan usaha ekonomi yang dikelola sendiri dan yang dikelola kelompok.

B-1, Pengertian kegiatan ekonomi.

Kembali ke Kegiatan 1 di atas. Kegiatan-kegiatan yang kamu lihat dalam gambar tersebut termasuk kegiatan ekonomi. Untuk mencukupi kebutuhan-nya sehari-hari orang melakukan usaha yang berbeda-beda. Jenis usaha yang dijalankan orang sesuai dengan bakat dan keterampilan yang dimiliki. Dalam gambar Kegiatan 1, tampak kegiatan sebagai pedagang, nelayan, peternak, dan petani. Coba perhatikan kegiatan or- ang-orang di sekitar kamu, apa saja pekerjaan mereka?
Untuk apa orang bekerja? Pada dasarnya, orang mempunyai tujuan yang sama ketika bekerja, yaitu untuk mendapatkan uang atau penghasilan. Penghasilan itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Maka kita dapat menyimpulkan apa yang dimaksudkan dengan kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi adalah semua kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Dalam kehidupan sehari-hari tak seorang pun dapat membuat semua barang yang dibutuhkannya. Oleh sebab itu ada kerja sama antara orang yang satu dengan orang lainnya. Kerja sama itu saling melengkapi. Ada orang yang bekerja sebagai petani yang memproduksi bahan pangan. Ada yang membuat pakaian untuk dijual dan diperdagangkan, dan seterusnya.

 

B-2 Jenis-jenis usaha dalam bidang ekonomi.

Tanah air kita kaya dan luas. Ada banyak potensi bidang usaha di ta- nah air kita. Berikut ini kita akan membahas aneka bidang usaha, seperti pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, kehutanan, pertambangan, perindustrian, perdagangan, dan pariwisata.

a, Pertanian.
Negara kita adalah negara agraris. Berbagai jenis tanaman dapat tumbuh. Hasil tanah pertanian Indonesia, antara lain padi, jagung, ubi, tembakau, kelapa sawit, karet, cengkeh, palm, kopi, cendana, kayu putih, lada, dan teh.
Upaya untuk meningkatkan hasil pertanian dilakukan dengan cara in- tensifikasi, ekstensifikasi, diversifikasi, dan rehabilitasi. Mari kita pelajari apa maksudnya.

1, Intensifikasi Pertanian :
Ialah upaya untuk meningkatkan hasil pertanian tanpa memperluas lahan pertanian yang telah ada. Upaya intensifikasi dilaku- kan dengan cara penggunaan pupuk, bibit unggul, pengairan, pe- meliharaan, dan penyuluhan. Intensifikasi lebih dikenal dengan nama pancausaha tani.
Untuk keperluan irigasi pertanian, pemerintah membangun waduk. Air yang ditampung di waduk dialirkan ke lahan pertanian. Di Bali, ada organisasi masyarakat yang khusus mengatur pengairan sawah yang disebut subak. Anggota subak adalah kelompok pemakai air.

2, Ekstensifikasi Pertanian :
adalah usaha meningkatkan hasil pertanian dengan memperluas lahan pertanian. Perluasan lahan pertanian di Pulau Jawa sudah tidak memungkinkan lagi. Oleh karena itu, perluasan lahan per- tanian dilaksanakan di luar Pulau Jawa. Pemerintah melakukan kegiatan transmigrasi ke Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

3, Diversifikasi Pertanian :
adalah usaha meningkatkan hasil pertanian dengan cara memperbanyak jenis tanaman pada suatu lahan pertanian. Diversifikasi tanaman dilakukan agar pertanian tidak hanya menghasilkan satu jenis tanaman. Contoh diversifikasi pertanian adalah sistem tumpang sari yaitu menanam beberapa jenis tanaman secara bersamaan pada lahan yang sama. Misalnya, menanam secara bersama-sama ubi kayu, ke- delai, dan jagung. Diversifikasi dapat dilakukan di antara dua musim tanam atau pada satu musim secara bersamaan.

4, Rehabilitasi Pertanian :
adalah usaha meningkatkan hasil pertanian dengan cara memperbarui cara-cara pertanian yang ada atau mengganti tanaman tidak produktif lagi. Upaya-upaya ini misalnya memperbaiki sawah ta- dah hujan menjadi sawah irigasi, mengganti tanamannya sudah tua dengan tanaman baru, dan mengganti tanaman yang tidak mengun- tungkan dengan tanaman yang lebih menguntungkan.

 

b, Perkebunan.
Perkebunan merupakan usaha penanaman lahan dengan tanaman- tanaman keras. Ada dua macam perkebunan, yaitu perkebunan rakyat dan perkebunan besar. Perkebunan rakyat adalah perkebunan yang dikelola oleh rakyat. Perkebunan besar biasanya dikelola oleh pemerintah atau peru- sahaan perkebunan. Perkebunan besar biasanya menanam karet, kelapa, kelapa sawit, dan tebu. Hasil perkebunan ini lebih ditujukan untuk ekspor sehingga dapat menghasilkan devisa bagi negara.

Tanaman perkebunan dapat digolongkan ke dalam dua golongan, yaitu tanaman musiman dan tanaman tahunan.
1.Contoh tanaman perkebunan musiman atau berumur pendek adalah tebu, tembakau, dan rosela.
2.Contoh anaman perkebunan tahunan atau berumur panjang atau ta- hunan adalah teh, kopi, cengkeh, lada, karet, kelapa, dan kelapa sawit.

Usaha untuk meningkatkan hasil perkebunan dilakukan dengan cara pembukaan perkebunan baru, pemeliharaan tanaman perkebunan, pem- berian modal, kegiatan penyuluhan lapangan tentang perkebunan atau tanaman tertentu. Salah satu model pengembangan perkebunan adalah Perkebunan Inti Rakyat (PIR).

c, Peternakan.
Peternakan adalah usaha memelihara binatang peliharaan yang diambil manfaatnya. Usaha peternakan dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu peternakan hewan besar, peternakan hewan kecil, dan peternakan unggas.
1, Contoh peternakan hewan besar adalah peternakan sapi, kerbau, dan kuda. Peternakan hewan besar banyak dilakukan di daerah dengan padang rum- put yang luas. Contohnya di Nusa Tenggara Timur.
2.Contoh peternakan hewan kecil adalah peternakan kambing, domba, kelinci, dan babi.
3.Contoh peternakan unggas ada- lah peternakan ayam, itik, entok, dan burung.

Keadaan alam di Nusa Tenggara Timur dengan padang rumput luas cocok untuk peternakan hewan besar seperti sapi, kuda, dan kerbau.

Peternakan di Indonesia ada yang dikelola secara kecil-kecilan dan ada juga yang dikelola secara besar-besaran. Peternakan kecil-kecilan di- lakukan di rumah-rumah penduduk, contohnya peternakan ayam, kambing, kerbau, dan kelinci. Peternakan besar-besaran biasanya dilaksanakan oleh pemerintah dan pengusaha swasta.

Usaha peternakan menghasilkan daging, telur, susu, dan kulit. Peme- rintah membantu memajukan usaha peternakan. Upaya pemerintah me- majukan hasil peternakan, antara lain dengan memberikan bantuan bibit unggul, terutama untuk ternak sapi, menyediakan pakan ternak, mendirikan laboratorium penyelidikan penyakit hewan, dan memberikan penyuluhan kepada para peternak. Penyuluhan antara lain berupa penjelasan tentang cara-cara melakukan pembuahan buatan.

d, Perikanan.
Usaha perikanan dibedakan menjadi perikanan darat dan perikanan laut. Mari kita bahas lebih lanjut.

1, Perikanan darat adalah usaha memelihara dan menangkap ikan di per- airan darat. Perikanan darat meliputi perikanan air tawar dan perikanan air payau.
a, Perikanan air tawar diusahakan di sungai, danau, rawa, waduk, atau bendungan di lembah-lembah sungai dan empang, serta sa- wah yang digenangi air selama tanaman padi masih muda.
b, Perikanan air payau diusahakan di tambak-tambak yang terdapat di tepi pantai.

2, Perikanan air laut adalah usaha menangkap ikan di pantai atau di laut dan pembudidayaan ikan laut dalam tambak-tambak. Di Indonesia, usa- ha penangkapan ikan laut banyak dilakukan oleh nelayan tradisional. Lahan perikanan air laut di Indonesia sangat luas. Pada musim ikan hasil tangkapan para nelayan akan berlimpah ruah sehingga harga di pelelangan ikan akan merosot.
Selain ikan, laut juga mengha- silkan mutiara, udang, rumput laut, dan garam. Hasil-hasil itu digunakan untuk memenuhi keperluan pen- duduk dan sebagai bahan ekspor. Ekspor hasil laut Indonesia yang terkenal adalah udang. Produksi udang dilakukan dengan membuat tambak udang.

e, Kehutanan.

Hutan Indonesia sangat luas. Hasil-hasil hutan, antara lain kayu, rotan, damar, dan kemenyan. Selain hasil-hasil tersebut, hutan mem- punyai fungsi penting, yaitu menjaga keseimbangan alam. Pepohonan yang tumbuh di hutan membantu peresapan air ke dalam tanah. Dengan demikian bisa menghindari terjadinya banjir. Selain itu, hutan menjadi tempat hidup serta ber- kembangnya berbagai satwa. Oleh karena itu, hutan tidak boleh dirusak dan harus diremajakan. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menjaga agar hutan tidak rusak adalah mencegah penebangan liar dan mengadakan reboisasi atau peremajaan hutan.
Pusat pengolahan sumber daya hutan terutama kayu, terdapat hampir di setiap daerah. Pusat pengolahan kayu di Jawa terutama kayu jati terdapat di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Daerah penghasil kayu hutan adalah Kalimantan, Sumatera, dan Papua.

f, Pertambangan.

Indonesia memiliki berbagai macam mineral. Usaha untuk mengolah atau memanfaatkan mineral demi kesejahteran manusia disebut pertam- bangan. Mineral ini berada di dalam perut bumi. Untuk mendapatkannya perlu dilakukan penggalian atau penambangan.

Barang tambang dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1, Bahan tambang mineral logam. Contohnya adalah timah, bauk- sit, besi, nikel, tembaga, dan emas.
2, Bahan tambang bukan logam. Contohnya adalah keramik, be- lerang, gibs, dan marmer.
3, Bahan tambang sumber energi. Contohnya adalah minyak bu- mi, batubara, dan gas.

Pengolahan minyak bumi dan gas bumi Indonesia dilakukan oleh Pertamina (Perusahaan Tambang Minyak Nasional). Selain itu, di-lakukan oleh usaha patungan Indonesia dan negara Inggris, Amerika, dan Belanda melalui perusahaan Caltex, Stanvac, atau Arco.
Gas bumi terletak di atas minyak karena berat jenisnya lebih ringan. Gas bumi pertama-tama dibor, kemudian diproses untuk menjadi cair. Setelah menjadi cair, bahan ini dikenal dengan nama Liquitied Petroleum Gas (LPG atau dibaca elpiji).
Batubara berasal dari tumbuh-tumbuhan yang membatu dan terjadi dalam jutaan tahun. Persediaan batubara di negara kita sangat besar. Kebanyakan batubara di negara kita termasuk batubara muda.

Batubara digunakan untuk bahan bakar dan keperluan industri, seperti:
1, peleburan bijih besi,
2, peleburan nikel,
3, bahan pembuat semen, dan
4, pembangkit tenaga listrik.

Ada dua jenis timah di Indonesia, yaitu timah putih dan timah hitam.
Timah digunakan untuk bermacam-macam keperluan, antara lain:
1, melapisi seng dan logam agar tidak mudah berkarat,
2, pembuatan tube,
3, mematri,
4, kertas timah, dan
5, peluru.

Tembaga telah lama digunakan manusia. Bijih tembaga dilebur terlebih dahulu sebelum diekspor. Tembaga diolah menjadi:
1, peralatan listrik,
2, kuningan, dan
3, Perunggu.

Logam emas merupakan cadangan kekayaan bagi suatu negara. Emas dan perak digunakan untuk membuat:
1, perhiasan seperti kalung dan cincin,
2, uang logam, dan
3, barang-barang barang kerajinan.

 

g, Perindustrian.

Industri adalah usaha atau kegiatan untuk mengubah bahan mentah menjadi bahan setengah jadi atau barang jadi. Bahan mentah berasal dari sumber daya alam. Industri dilakukan untuk meningkatkan mutu atau nilai suatu barang. Usaha industri dapat dilakukan oleh perorangan, kelompok, atau suatu perusahaan, baik pemerintah maupun swasta. Contoh industri adalah pengolahan ikan menjadi ikan kaleng, karet menjadi ban, dan sebagainya.

Industri dikelompokkan menjadi industri rumah tangga, industri kecil, industri sedang, dan industri besar.

Ciri-ciri industri kecil atau rumah tangga, antara lain:
1, dilakukan sebagai usaha sampingan,
2, menggunakan peralatan sederhana,
3, membutuhkan modal kecil, dan
4, memerlukan banyak pekerjaan tangan.

Ciri-ciri industri sedang antara lain:
1, modalnya relatif besar,
2, menggunakan peralatan dan teknologi modern,
3, menggunakan tenaga ahli dan teknisi terampil.

Ciri-ciri industri besar antara lain:
1,  modal besar,
2, menggunakan peralatan berteknologi modern .
3, tenaga ahli berketerampilan tinggi,
4, memiliki organisasi kerja dan pembagian tugas yang jelas, dan
5, proses produksi dilakukan siang dan malam hari secara terus-menerus.

 

h, Perdagangan.

Perdagangan adalah kegiatan yang bertujuan menyalurkan barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Barang-barang yang diperdagangkan merupakan hasil-hasil pertanian, peternakan, perikanan, hutan, dan barang- barang hasil industri. Perdagangan muncul karena kemampuan manusia, daerah, atau negara menyediakan baran kebutuhan terbatas. Akibatnya, terjadi saling ketergantungan.

Contoh : Pasar apung di Banjar, Kalimantan. Usaha perdagangan berfungsi menyampaikan barang-barang kebutuhan dari produsen ke konsumen.

 

i, Pelayanan jasa pariwisata.

Para pedagang memperoleh ke- untungan dari selisih harga ketika melakukan pembelian dan penjualan. Berdasarkan jumlah barang yang diperjualbelikan, usaha perda- gangan dibedakan menjadi tiga, yaitu perdagangan golongan kecil, sedang, dan besar.
Selain perdangan antar peda- gang dalam satu negara, ada juga perdagangan antar negara. Kegiat- an perdagangan antarnegara di- sebut ekspor-impor. Ekspor adalah usaha mengirim dan menjual ba- rang keluar negeri. Impor adalah usaha memasukkan dan membeli barang dari luar negeri.

 

i. Pelayanan jasa pariwisata.

Pariwisata adalah kegiatan bepergian dari tempat tinggal ke tempat wisata dengan tujuan rekreasi. Orang yang melakukan pariwisata disebut wisatawan. Ada wisatawan Nusantara atau wisatawan domestik dan wisa- tawan manca negara (luar negeri).
Indonesia memiliki banyak sekali objek wisata. Objek wisata itu bisa berupa pemandangan alam maupun budaya. Objek wisata dapat berupa pemandangan alam dan budaya. Contoh objek wisata alam adalah pegu- nungan, pantai, danau, suaka alam, flora, dan fauna. Contoh objek wisata budaya adalah candi, upacara adat, dan kesenian daerah.

Usaha-usaha dalam bidang jasa pariwisata antara lain sebagai berikut.
1, Pengelola jasa penginapan seperti hotel dan losmen.
2, Industri dan penjualan barang-barang suvenir atau cinderamata.
3, Penyedia jasa pemandu wisata.
4, Penyedia jasa transportasi wisata.

 

3, Usaha ekonomi yang dikelola sendiri dan yang dikelola kelompok.
Usaha-usaha dalam bidang ekonomi ada yang dikelola sendiri, dan ada juga yang dikelola secara berkelompok. Mari kita bahas lebih lanjut.

3a, Usaha ekonomi yang dikelola sendiri.
Usaha ekonomi yang dikelola perse- orangan atau diusahakan sendiri biasanya modalnya yang terbatas. Contoh-contoh usaha ekonomi yang dikelola perorangan antara lain sebagai berikut.

1, Usaha pertanian :
Kebanyakan usaha dalam bidang per- tanian dilakukan secara perseorangan. Usaha pertanian biasanya dilakukan dengan modal yang terbatas. Seorang petani biasanya mengolah dan meng- garap lahan yang terbatas. Hanya sedikit saja usaha pertanian yang dilakukan secara besar-besaran.

2, Industri kecil :
Industri-industri kecil yang berupa in- dustri rumah tangga biasanya dikelola secara perseorangan. Contoh industri kecil ini adalah usaha kerajinan, misal- nya industri pembuatan mebel seperti meja, kursi, lemari, industri keramik, kerajinan anyaman, tembikar, dan lain- lain.

3, Usaha perdagangan :
Usaha perdagangan yang dikelola seca- ra perseorangan biasanya perdagangan dalam jumlah kecil sampai menengah. Termasuk dalam usaha perdagangan antara lain: usaha membuka toko kecil, membuka warung, penjaja keliling, yang dikelola sendiri, bertani (1), industri pembuatan kompor (2), dan membuka bengkel (3). pedagang kaki lima, pedagang di lapak-lapak pasar, pedagang hasil bumi, dan lain-lain.

4, Usaha jasa.
Banyak usaha jasa yang dikelola secara perorangan. Contoh usaha jasa yang dikelola perorangan adalah: usaha salon, bengkel, foto kopi, tukang cukur, tukang pijit, dan lain-lain.

 

3b Usaha ekonomi yang dikelola kelompok.

Usaha ekonomi yang dikelola secara berkelompok adalah usaha yang dijalankan secara bersama-sama, baik dalam hal modal, pengelolaan, maupun dalam hal bagi hasil. Contoh usaha ekonomi yang dikelola secara bersama-sama, antara lain firma, CV, PT, BUMN, Perusahaan Daerah, dan Koperasi.

1, Firma :
Firma adalah perusahaan yang didirikan oleh sedikitnya dua orang. Biasanya pendiri firma adalah orang-orang yang sudah saling kenal. Setiap anggota firma mempunyai hak untuk bertindak atas nama firma. Risiko tindakan anggota firma ditanggung bersama.

2, CV (Commanditaire Vennotschaap/Persekutuan Komanditer) :
CV adalah perusahaan yang didirikan oleh satu orang pengusaha atau lebih dengan modal dari pengusaha itu dan dari beberapa penanam modal. Pengusaha menjadi pimpinan perusahaan dan bertanggung jawab atas kelangsungan hidup perusahaan. Para penanam modal mempercayakan pengelolaan CV kepada pengusaha. Sebuah perusa- haan yang berbentuk CV bisa dikembangkan dari firma. Hal ini terjadi bila sebuah firma ingin mengembangkan usaha dan membutuhkan tambahan modal.

3, PT (Perseroan Terbatas) :
PT adalah perusahaan yang modalnya diperoleh dari penjualan saham. Saham adalah surat berharga sebagai tanda keikutsertaan mena- namkan modal dalam perusahaan. Setiap saham memiliki nilai nominal. Nilai nominal adalah nilai yang tercantum dalam saham. Saham diperjualbelikan di pasar modal. Pemilik saham akan mendapatkan deviden. Deviden adalah laba perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang saham.

4, BUMN (Badan Usaha Milik Negara) :
BUMN atau perusahaan negara adalah perusahaan yang seluruh modalnya dimiliki oleh negara. Ada tiga bentuk perusahaan negara, yaitu:
a, Perusahaan Jawatan (Perjan);
b, Perusahaan Umum (Perum); dan
c, Perusahaan Perseroan (Per- sero).

5, Perusahaan Daerah :
Perusahaan daerah adalah perusahaan yang modalnya dimiliki oleh Pemerintah Daerah. Tujuan pendirian perusahaan daerah antara lain sebagai berikut.
a,Turut melaksanakan pembangunan ekonomi daerah dan pemba- ngunan ekonomi nasional.
b,Memenuhi kebutuhan rakyat dan menyediakan lapangan kerja dalam rangka menuju masyarakat adil dan makmur.
Perusahan daerah dipimpin oleh staf direksi yang jumah dan ang- gotanya ditetapkan dalam peraturan pendiriannya. Anggota staf direksi diangkat dan diberhentikan oleh Kepala Daerah atas persetujuan DPRD.

6, Koperasi :
Koperasi adalah usaha bersama dalam bidang ekonomi. Kerjasama dalam koperasi berdasarkan prin- sip saling membutuhkan dan ke- samaan kebutuhan anggotanya. Di Indonesia ada lima bentuk kope- rasi, yaitu Koperasi Konsumsi, Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Produksi, Koperasi Jasa, dan Koperasi Serba Usaha.

a, Koperasi Konsumsi adalah koperasi yang menjalankan usaha penyediaan berbagai barang untuk memenuhi ke- butuhan sehari-hari, seperti beras, gula, sabun, minyak goreng, perkakas rumah tangga, dan barang-barang elektronik. Tujuannya pembentukan koperasi konsumsi adalah memenuhi kebutuhan anggotanya akan barang- barang konsumsi dengan harga dan mutu yang layak.

b, Koperasi Simpan Pinjam atau Koperasi Kredit adalah koperasi koperasi yang bergerak dalam usaha simpanpinjam. Koperasi ini menerima simpanan dari anggota. Uang yang terkumpul disalurkan kepada anggota dalam bentuk pinjaman. Contoh Koperasi Sim- pan Pinjam adalah KUD, Bukopin, dan Bank Koperasi Pasar.

c, Koperasi Produksi adalah koperasi yang bergerak dalam bidang produksi barang-barang. Produksi barang-barang tersebut dapat dilakukan secara bersama-sama ataupun sendiri-sendiri. Contoh Koperasi Produksi antara lain koperasi peternakan sapi, koperasi pengusaha tahu dan tempe, koperasi pengusaha batik, dan kope- rasi pertanian.

d, Koperasi Jasa adalah koperasi yang bergerak di bidang penyediaan jasa tertentu bagi para anggotanya maupun masyarakat umum. Contoh koperasi jasa adalah: koperasi angkutan, koperasi jasa au- dit, koperasi perumahan, koperasi asuransi, dan koperasi peng- urusan dokumen. Contoh Koperasi Jasa yang terkenal di Jakarta adalah Kopaja. Kopaja menyediakan jasa angkutan bagi warga ibu kota.

e, Koperasi serba usaha adalah koperasi yang menjalankan ber- macam-macam usaha, seperti menyediakan barang kebutuhan se- hari-hari, melayani simpan pinjam, melakukan usaha produksi, dan lain-lain.

d, Menghargai kegiatan ekonomi orang lain.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup orang bekerja. Ada bermacam- macam usaha yang dilakukan manusia. Ada yang menjadi petani, nelayan, karyawan pabrik, pegawai negeri, pedagang, pengusaha, guru, polisi, jaksa, artis, tukang, dan lain-lain. Coba kamu sebutkan pekerjaan apa saja yang dilakukan oleh warga di sekitar tempat tinggalmu!

Pekerjaan atau usaha setiap orang dalam memenuhi kebutuhan hidup harus kita hargai. Bagaimana kita menghargai pekerjaan orang lain? Menghargai kegiatan atau usaha orang lain dapat kita lakukan dengan cara sebagai berikut.
1, Tidak menghina orang karena pekerjaannya. Misalnya, kita tidak boleh menghina seorang pemulung. Mengapa? Karena semua pekerjaan halal adalah pekerjaan yang mulia. Oleh karena itu kita harus menghargai pekerjaan setiap orang.
2,Tidak menggangu usaha orang lain.
3,Tidak iri terhadap keberhasilan usaha orang lain. Orang lain yang ber- hasil patut kita teladani.
4,Melakukan persaingan yang sehat dalam melakukan usaha yang sama. Misalnya, tidak boleh merusak harga untuk menarik pelanggan.
5,Jika sudah berhasil, kita sebaiknya membantu usaha orang lain.

C Kegiatan Ekonomi di Indonesia.

Kamu sudah mengenal macam-macam usaha. Apa saja usaha atau kegiatan ekonomi yang ada di Indonesia? Kita akan membahas macam- macam kegiatan ekonomi di Indonesia dalam bagian ini. Namun, sebelum itu, kita pelajari terlebih dahulu pengelompokan kegiatan ekonomi.

1, Pengelompokan kegiatan ekonomi.
Berbagai macam jenis kegiatan ekonomi yang telah kita bicarakan di atas, dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok, yaitu kegiatan produksi, kegiatan konsumsi, dan kegiatan distribusi.

1, Kegiatan produksi.
Apa kegiatan produksi itu? Perhatikan contoh-contoh berikut! Pak Manto seorang petani ka- ret. Mula-mula ia menyiapkan la- han untuk ditanami batang karet. Ketika pohon karet mulai tumbuh, ia merawat tanaman karetnya dengan menyiangi, memupuk, dan membasmi hama. Setelah sekitar tiga tahun, pohon karet siap dipetik hasilnya. Setiap pagi Pak Manto pergi ke kebunannya untuk menya- dap getah karet. Getah karet itu dikumpulkan. Akhirnya diperoleh getah karet mentah. Semua kegiat- an yang dilakukan Pak Manto itu disebut kegiatan menghasilkan barang-barang hasil perkebunan.
Hasilnya, yaitu getah karet disebut produk perkebunan.
Setiap hari Bu Warsi menjahit baju dan celana. Baju dan celana itu ia jual ke pedagang. Kegiatan Ibu Warsi menghasilkan baju atau celana itu disebut kegiatan meng- hasilkan barang-barang konfeksi. Sementara baju atau celana hasil jahitannya disebut hasil produksi konfeksi.
Pak Rojak dan teman-temannya adalah nelayan. Mereka melaut, menjala ikan, menjemur ikan, dan mengasinkan ikan. Kegiatan mere- ka disebut kegiatan menghasilkan barang-barang hasil perikanan. Hasilnya, disebut hasil produksi nelayan.
Kita dapat mengatakan kegiatan Pak Manto, Ibu Warsi, dan Pak Rojak merupakan kegiatan produk- si. Mereka menghasilkan suatu barang. Jadi, produksi adalah se- mua kegiatan yang dapat mengha- silkan barang atau pun jasa. Sedangkan orang atau sekelompok orang yang menghasilkan barang/ jasa disebut produsen.

2, Kegiatan konsumsi.
Kegiatanmu membeli makanan dan minuman di kantin sekolah meru- pakan kegiatan konsumsi. Demikian juga, ketika kamu memakai baju, sepatu, tas, jam tangan, kaus kaki, dan peralatan sekolah lainnya. Jadi, kegiatan konsumsi adalah kegiatan manusia memakai barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhannya. Orang yang memakai atau me- nikmati barang dan jasa disebut konsumen. Konsumen usaha trans- portasi, adalah penumpang. Usaha pariwisata konsumennya adalah para wisatawan. Coba kamu sebutkan siapa saja konsumen usaha- usaha ekonomi yang ada di sekelilingmu!

3, Kegiatan distribusi.
Setiap hari kamu makan nasi, sayur dan lauk-pauk. Kita tahu bahan- bahan makanan itu tidak dihasilkan di kota besar, seperti Jakarta. Bahan-bahan itu dihasilkan di daerah lain. Beras yang kita makan sehari-hari mungkin berasal dari petani di Sukabumi, Karawang, dan Jawa Tengah. Daging sapi mungkin berasal dari para peternak di Sumba. Barang-barang itu harus disampai- kan kepada konsumen di kota agar lebi berguna.
Karena lokasi produsen dan konsumen berbeda, maka perlu adanya kegiatan membawa, menyebarluas- kan, atau menyalurkan barang hasil produksi. Kegiatan itu disebut distri- busi. Jadi, distribusi adalah kegiatan menyalurkan barang dari produsen ke konsumen. Orang atau badan yang menjalankan kegiatan distri- busi disebut distributor.

2, Berbagai kegiatan ekonomi di Indonesia
Kamu sudah tahu bahwa kegiatan ekonomi dapat digolongkan menjadi tiga kelompok, yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi. Berikut ini kamu akan melihat bagaimana ketiga hal itu dilakukan di Indonesia.
Produksi pertanian dihasilkan di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. Hasil-hasil bumi digunakan untuk memenuhi kebutuhan atau dikonsumsi di dalam negeri. Sebagian lagi diekspor. Ekspor hasil pertanian menghasilkan devisa negara. Demikian pula dengan hasil perkebunan.

Hasil perkebunan yang diekspor antara lain sebagai berikut.
1,Teh : Pematang Siantar, Ciamis, Sukabumi, Bandung Selatan, Dieng, dan Garut.
2,Karet : Sumatera, Kalimantan, dan Jawa.
3,Tembakau : Deli (Sumut), Temangung (Jateng), dan Besuki (Jatim).
4,Kopi : Sumatera, Jawa, Bali, Lampung, dan Sulawesi.
5,Lada : Lampung, Riau, Bangka, dan Kalimantan Barat.
6,Cengkeh : Sulawesi, Sumatera, Ambon, Seram, dan Minahasa.
7,Kelapa sawit : Sumatera dan Kalimantan.

Produksi peternakan di Indonesia terutama dihasilkan di Nusa Teng- gara, Sumatera, dan Jawa. Berikut ini daerah pembudidayaan ternak.
1, Sapi : Bali, Jawa, dan Madura.
2, Kerbau : Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Utara.
3, Kuda : Sumbawa, Jawa, dan Sumatera Utara.

Berikut ini daerah-daerah penghasil kekayaan laut.
1, Garam : Jawa Tengah, Jawa Barat, Madura, dan Jawa Timur.
2, Ikan : seluruh pantai Indonesia seperti di Bagan Siapiapi Sumatera Utara, Laut Jawa, Laut Sulawesi, Laut Maluku, Laut Arafura.
3, Mutiara : Maluku, Lombok Barat, NTB, Pulau Sebuku Lampung.
4, Taman Laut : Banda, Bunaken di Sulawesi Utara.

Berikut ini daerah-daerah penghasil dan pusat pengolahan bahan tambang.
1, Minyak bumi: Pangkalan Brandan (Sumut), Dumai (Riau), Plaju (Sumsel), Balongan (Jabar), Cilacap (Jateng), Cepu (Jatim), Bontang (Kaltim), dan Sorong (Papua).
2, Gas alam : Arun (NAD) dan (Bontang Kaltim).
3, Timah putih : Pulau Belitung, Bangka, Singkep, dan Karimun.
4, Timah hitam : Kalimantan Timur dan Cirebon (Jawa Barat).
5, Batu bara : Bukit Asam (Sumsel), Umbilin (Sumbar), Bengkulu, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua.
6, Tembaga : Jambi, Jawa Barat, Sulawesi.

Barang-barang yang dihasilkan harus didistribusikan. Pendistribusian- nya menggunakan angkutan sederhana maupun angkutan modern. Contoh alat angkutan sederhana adalah gerobak dan perahu sampan. Contoh alat angkutan modern adalah truk, kereta api, kapal laut, dan pesawat terbang.

3, Mengunjungi salah satu tempat usaha.
Di sekitar tempat tinggalmu tentu ada kegiatan industri yang meng- hasilkan barang-barang yand dibutuhkan masyarakat. Ada bermacam- macam industri. Ada industri kecil, sedang, dan besar.

Rangkuman :

Untuk mencukupi kebutuhan hidup, manusia harus bekerja. Ada bermacam-macam pekerjaan, misalnya bertani, menangkap ikan, sopir, guru, menjual makanan, menjadi pengacara, dan lain-lain. Semua ke- giatan yang dilakukan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup ini disebut kegiatan ekonomi.

Ada tiga bentuk kegiatan ekonomi, yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi. Produksi adalah kegiatan menghasilkan barang atau jasa. Distrisbusi adalah kegiatan menyalurkan barang dari produsen ke pemakai atau konsumen. Sedangkan konsumsi adalah kegiatan memanfaatkan barang dan jasa.

Tanah air kita sangat luas dan kaya. Banyak potensi alam untuk membuka usaha. Ada bermacam-macam bidang usaha, antara lain dalam bidang pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, kehutan- an, pertambangan, perindustrian, perdagangan, dan pariwisata.

Usaha pertanian menghasilkan padi, jagung, kedelai, ubi, dan sayur- sayuran dan hasil tanaman perkebunan. Hasil usaha pertanian dapat ditingkatkan dengan cara intensifikasi, ekstensifikasi, diversifikasi, dan rehabilitasi. Tanaman perkebunan dibedakan menjadi dua, yaitu tanam- an perkebunan musiman dan tahunan.

Usaha peternakan dibedakan menjadi tiga, yaitu peternakan hewan besar, hewan kecil, dan unggas. Usaha peternakan banyak dilakukan di Nusa Tenggara, Jawa, dan Sumatera. Usaha perikanan dibedakan menjadi dua, yaitu perikanan darat dan perikanan air laut.

Hutan menghasilkan berbagai jenis kayu dan rotan. Usaha-usaha yang memanfaatkan hasil hutan antara lain usaha pengolahan kayu, usaha pembuatan mebel, dan usaha kerajinan rotan.

Ada tiga jenis hasil pertambangan yaitu bahan tambang mineral logam, mineral bukan logam, dan sumber energi. Hasil-hasil tambang bisa diolah lebih lanjut untuk berbagai keperluan manusia.
Negara kita juga memiliki banyak objek wisata. Usaha dalam bidang pariswisata antara lain perhotelan dan jasa perjalanan wisata.

SD5 – IPA – Daur Air

Sumber : http://gretha.my.id/audiobuku/sd-kelas-5-ilmu-pengetahuan-alam-5-bse-saling-temas-choiril-a/

Air memberi kehidupan pada semua makhluk hidup. Dengan demikian, air digunakan secara terus-menerus oleh semua makhluk hidup. Apakah air yang ada di bumi ini dapat habis? Sebenarnya air yang ada di bumi ini tidak akan pernah habis. Akan tetapi, mengapa akhir-akhir ini banyak daerah mengalami kekeringan?

Air memang dibutuhkan oleh seluruh makhluk hidup di dunia. Air tidak pernah habis. Air senantiasa tersedia di Bumi karena air selalu mengalami daur atau siklus. Namun, walaupun air mengalami daur, negeri kita sering dilanda kekeringan. Salah satu penyebab kekeringan berasal dari kegiatan manusia. Apa saja kegiatan manusia yang memengaruhi daur air? Mari simak uraian berikut untuk mengetahui jawabannya!

A, Daur Air dan Kegiatan Manusia yang Memengaruhinya.

Manusia dan makhluk hidup lain tidak dapat lepas dari air. Air memang diperlukan bagi kehidupan kita. Kegunaan air antara lain untuk keperluan rumah tangga, pertanian, industri, dan tidak terkecuali untuk pusat pembangkit listrik. Untungnya, air senantiasa tersedia di Bumi. Oleh karena itu, manusia seharusnya senantiasa bersyukur kepada Tuhan pencipta alam. Mengapa air selalu tersedia di Bumi? Hal ini karena air mengalami daur (siklus).

A-1, Daur Air. 

Daur air merupakan sirkulasi (perputaran) air secara terus-menerus dari bumi ke atmosfer dan kembali ke Bumi. Daur air ini terjadi melalui proses evaporasi (penguapan), presipitasi (pengendapan), dan kondensasi (pengembunan). Perhatikan skema proses daur air di bawah ini!

Air di laut, sungai, dan danau menguap karena pengaruh panas dari sinar matahari. Tumbuhan juga mengeluarkan uap air ke udara. Proses penguapan ini disebut evaporasi. Uap air naik dan berkumpul di udara. Lama-kelamaan, udara tidak dapat lagi menampung uap air (jenuh). Proses ini disebut presipitasi (pengendapan). Jika suhunya turun, uap air akan berubah menjadi titik-titik air. Titik-titik air ini membentuk awan. Proses ini disebut kondensasi (pengembunan). Titik-titik air di awan kemudian akan turun menjadi hujan. Air hujan akan turun di darat maupun di laut. Air hujan itu akan jatuh ke tanah atau perairan. Air hujan yang jatuh di tanah akan meresap menjadi air tanah. Selanjutnya, air tanah akan keluar melalui sumur. Air tanah juga akan merembes ke danau atau sungai. Air hujan juga ada yang jatuh ke perairan, misalnya sungai atau danau. Kondisi ini akan menambah jumlah air di
tempat tersebut.

Air di sungai akan mengalir ke laut. Di lain pihak sebagian air di sungai dapat menguap kembali. Air sungai yang menguap membentuk awan bersama dengan uap dari air laut dan tumbuhan.
Proses perjalanan air di daratan itu terjadi dalam daur air. Dari sini dapat disimpulkan bahwa jumlah air di Bumi secara keseluruhan cenderung tetap. Hanya wujud dan tempatnya yang berubah. Secara sederhana daur air dapat digambarkan seperti di samping ini.

 

Tampak gambar bagan proses daur air : Air – Evaporasi – Uap air – Presipitasi – Udara Jenuh uap air – Kondensasi – Awan – Hujan, kembali ke siklus awal air.

Akhir-akhir ini kekeringan terjadi di mana-mana. Padahal secara teori, air tidak akan pernah habis. Apakah faktor yang memengaruhinya? TErjadinya gangguan pada siklus air tersebut.

 

A-2 KegiatanManusiayang Memengaruhi Daur Air.

Coba amati kembali proses daur air di depan! Proses daur air menyebabkan air bergerak meninggalkan tanah ke udara. Selanjutnya, air turun lagi ke tanah. Nah, air yang turun ke tanah ini ada yang mengalir di permukaan tanah dan masuk sungai. Aliran air di sungai ini akan terkumpul kembali di laut. Ada juga air yang tergenang membentuk danau.

Air yang turun ke tanah ada yang masuk dan bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah serta batuan. Air yang masuk ke dalam tanah ini kemudian menjadi air cadangan (sumber air).

Air cadangan akan selalu ada apabila daerah peresapan air selalu tersedia. Daerah peresapan air biasa terdapat di hutan-hutan. Tetumbuhan hutan mampu memperkokoh struktur tanah. Saat hujan turun, air tidak langsung hanyut, tetapi akan teresap dan tersimpan di dalam tanah. Air yang tersimpan dalam tanah akan menjadi air tanah. Air akan lebih mudah meresap jika terdapat banyak tumbuhan. Air yang meresap akan diserap oleh akar tumbuhan tersebut. Adanya air dan akar di dalam tanah menyebabkan struktur tanah menjadi kokoh dan tidak mudah longsor.

Nah, menyimak uraian di atas dapat disimpulkan bahwa keberadaan hutan sangat penting. Hutan berperan dalam penyimpanan air. Oleh karena itu, kita harus senantiasa menjaga kelestarian hutan.
Saat ini telah banyak hutan yang gundul akibat penebangan liar. Selain penebangan, hutan dapat rusak akibat pembakaran. Biasanya hutan ditebang atau dibakar dengan alasan tertentu. Seperti untuk membuka lahan pertanian, perumahan, atau industri. Kegiatan- kegiatan ini dapat mengurangi kemampuan tanah dalam menyimpan air. Akibatnya, pada saat hujan terjadi banjir dan pada saat kemarau banyak daerah mengalami kekeringan.

Di perkotaan hingga di pedesaan kini marak pembangunan jalan yang menggunakan aspal atau beton. Penutupan tanah dengan aspal atau beton dapat menghalangi meresapnya air hujan ke dalam tanah. Akibatnya, pada saat hujan air tidak dapat meresap ke dalam tanah. Hal ini menyebabkan terjadinya banjir dan air menggenangi jalan-jalan.

Nah, apa kira-kira akibatnya jika daerah peresapan air semakin berkurang? Apabila daerah peresapan air semakin berkurang, cadangan air di bumi ini semakin menipis. Hal ini dapat mengakibatkan sungai-sungai dan danau menjadi kering. Keringnya sungai dan danau menyebabkan proses penguapan semakin menurun. Menurunnya proses penguapan ini menyebabkan berkurangnya pengendapan titik-titik air di awan. Keadaan ini tentu mengurangi terjadinya hujan.
Apa tindakan kita agar daur air di bumi berjalan baik? Coba lakukan kegiatan berikut!

Daur air merupakan sebuah proses yang berkesinambungan. Kita akan menikmati air sampai waktu yang tidak terbatas apabila daur air tersebut tidak terganggu. Kegiatan apa saja yang dapat memengaruhi atau mengganggu proses daur air? Diskusikan topik tersebut bersama teman-temanmu! Catatlah hasil diskusi secara rapi di dalam buku kerjamu!

Saat ini ketersediaan air semakin berkurang akibat kegiatan manusia. Kini saatnya kita memulai tindakan penghematan air. Menurutmu tindakan seperti apa yang dapat dilakukan untuk menghemat air?

 

B, Tindakan Penghematan Air.

Cobalah kamu mengamati penggunaan air di rumahmu! Air digunakan untuk mandi, mencuci pakaian, memasak, dan mencuci piring. Berapa banyak air yang digunakan di rumahmu setiap hari?
Walaupun hingga saat ini air selalu tersedia di alam, tetapi kita harus menggunakan air secara bijaksana. Menghemat penggunaan air sangat bermanfaat, terutama jika air diperoleh melalui pompa air listrik atau PDAM. Semakin sering kita menghidupkan pompa tersebut, semakin besar tagihan listrik yang harus kita bayar. Demikian juga jika kita menggunakan air dari PDAM. Semakin banyak air yang kita pakai, tagihan air perbulannya juga semakin besar. Mungkin kamu belum dapat membayangkan tentang pemborosan penggunaan air. Nah, melalui kegiatan berikut, kamu akan mengetahui salah satu sebab pemborosan penggunaan air.

Percobaan : Mengetahui Tingkat Pemborosan Air.
1, Sediakan satu buah gelas (ukuran ±300 mL)!
2, Bukalah keran air sekecil mungkin sehingga air hanya menetes perlahan-lahan! Apabila tidak ada kran air di sekolahmu, dapat diganti dengan penampung air, misalnya ember atau kaleng bekas. Buatlah lubang kecil pada penampung air itu, kemudian isilah dengan air hingga penuh! Usahakan lubang itu cukup kecil sehingga air hanya keluar dengan menetes.
3, Tampunglah tetesan air tersebut hingga gelas penuh!
4, Catatlah waktu yang diperlukan oleh tetesan air untuk memenuhi gelas tersebut!
5, Seandainya keran atau tandon air di rumahmu bocor sehingga air menetes seperti pada percobaan ini, berapa liter air yang terbuang sia-sia selama satu hari (24 jam)?
6, Tulislah laporan dan kesimpulan kegiatan ini, kemudian kumpulkan kepada bapak atau ibu guru!
Catatan: Lakukan kegiatan ini di dalam laboratorium bersama gurumu!

Percobaan di atas telah menunjukkan pemborosan air yang sering terjadi di lingkungan rumah tangga. Dari jumlah air yang terbuang, kamu dapat memperkirakan pemborosan yang terjadi, bukan? Sekarang, apa tindakanmu untuk menghemat pemakaian air?

Air yang digunakan di rumah-rumah penduduk berasal dari sumur maupun ledeng (PDAM). Berdasarkan pengetahuanmu tentang pemborosan air, diskusikanlah bersama kelompokmu mengenai cara-cara menghemat air! Jangan lupa mencatat hasil diskusi di dalam buku kerjamu!

Tindakan penghematan air dapat dilakukan dengan cara-cara berikut.
a, Menutup kran setelah menggunakannya. Ingat, jangan sampai air bersih terbuang sia-sia!
b, Memanfaatkan air bekas cucian beras atau sayuran untuk menyiram tanaman. Hal ini dapat dilakukan untuk menghemat penggunaan air bersih.
c, Tidak mencuci kendaraan setiap hari. Membersihkan kendaraan bisa dengan mengelapnya saja.
d, Menggunakan air seperlunya, artinya tidak berlebih-lebihan untuk keperluan apa pun.
Itulah beberapa cara penghematan air. Terapkanlah dalam kehidupanmu sehari- hari! Usahakan untuk menghemat air, terutama di lingkungan keluargamu!

Rangkuman :

1, Daur air dimulai dari menguapnya air dari berbagai sumber. Uap air naik dan berkumpul di udara. Lama-kelamaan udara tidak dapat lagi menampung uap air. Jika suhu uap air turun, uap air ini akan berubah menjadi titik-titik air (mengembun). Titik-titik air ini membentuk awan. Titik-titik air turun menjadi hujan.

2, Kegiatan yang memengaruhi daur air sebagai berikut.
a,Penebangan pohon secara liar.
b,Betonisasi atau pengaspalan jalan, terutama jalan-jalan di kampung.

3.Cara menghemat air sebagai berikut.
a,Menutup keran setelah menggunakannya.
b,Memanfaatkan air bekas cucian beras atau sayuran untuk menyiram tanaman.
c,Tidak mencuci kendaraan setiap hari.
d,Menggunakan air seperlunya.

 

1.Air di bumi tidak pernah habis walaupun terus-menerus digunakan. Hal ini disebabkan air mengalami . . . .
a, penambahan.
b, perputaran.
c, pencampuran.
d, pengurangan.

Jawab : B – Perputaran air atau sering di sebut Siklus Air.

2.Air hujan dapat menjadi air tanah karena proses . . . .
a, penguapan.
b, pengembunan.
c, pengendapan.
d, peresapan.
Jawab : D-Peresapan, yaitu peresapan air hujan kedalam tanah.

3.Uap air naik ke udara membentuk . . . .
a, awan.
b, pelang.i
c, air.
d, es.

4.Uap air yang suhunya turun akan ber- ubah menjadi air. Air ini akan berkumpul di angkasa kemudian turun menjadi . . . .
a.hujan c. angin
b.kabut d. pelangi

5.Air di permukaan Bumi mengalami penguapan karena mendapat . . . .
a.panas bumi
b.panas matahari
c.tiupan angin
d.terpaan hujan

6.Air di Bumi selalu tersedia karena adanya . . . .
a.lautan c. mata air
b.hujan d. daur air

7.Pohon-pohon mempunyai arti penting dalam daur air. Pohon-pohon tersebut berfungsi untuk . . . .

SD Kelas 5 – Ilmu Pengetahuan Alam 5 – BSE – Saling Temas – Choiril A

SD Kelas 5 – Ilmu Pengetahuan Alam 5 – BSE – Saling Temas – Choiril A

Daftar Isi :

Bab I Alat Pernapasan.
A, Alat Pernapasan pada Manusia, 2.
B, Alat Pernapasan pada Hewan, 7.

Bab II Pencernaan Makanan pada Manusia.
A, Alat Pencernaan pada Manusia, 14.
B, Penyakit pada Alat Pencernaan, 18.
C, Hubungan Makanan dengan Kesehatan, 19.

Bab III Alat Peredaran Darah.
A, Alat Peredaran Darah dan Fungsinya, 30.
B, Gangguan pada Sistem Peredaran Darah dan Cara Pencegahannya, 33.

Bab IV Pembuatan Makanan pada Tumbuhan.
A, Fotosintesis, 38.
B, Ketergantungan Manusia dan Hewan terhadap Tumbuhan Hijau, 42.

Bab V Penyesuaian Diri Makhluk Hidup terhadap Lingkungannya.
A, Cara Hewan Menyesuaikan Diri dengan Lingkungannya, 48.
B, Cara Tumbuhan Menyesuaikan Diri dengan Lingkungannya, 54.

Bab VI Sifat Bahan.
Hubungan Antara Sifat Bahan dengan Bahan Penyusunnya, 62.

Bab VII Perubahan Sifat Benda.
A. Sifat Benda, 70.
B. Perubahan Sifat Benda dan Faktor-Faktor yang Memengaruhinya, 71.
Latihan Ulangan Semester, 77.

Bab VIII Gaya.
A. Gaya Gravitasi, 82.
B. Gaya Gesek, 84.
C. Gaya Magnet, 88.

Bab IX Pesawat Sederhana.
Jenis-Jenis Pesawat Sederhana dan Kegunaannya, 98.

Bab X Sifat-Sifat Cahaya dan Pemanfaatannya.
A. Sifat-Sifat Cahaya, 110.
B. Pemanfaatan Sifat-Sifat Cahaya dalam Karya Sederhana, 117.

Bab XI Pembentukan Tanah.
Proses Terbentuknya Tanah, 124.

Bab XII Susunan Bumi.
Mengenal Proses Terjadinya Bumi dan Susunan Bumi, 138.

Bab XIII Daur Air.
A. Daur Air dan Kegiatan Manusia yang Memengaruhinya, 146.
B. Tindakan Penghematan Air, 149.

Bab XIV Peristiwa Alam Beserta Dampaknya.
Peristiwa Alam yang Terjadi di Indonesia, 154

Bab XV Dampak Kegiatan Manusia terhadap Permukaan Bumi.
Kegiatan Manusia yang Memengaruhi Permukaan Bumi, 162

Latihan Ulangan Kenaikan Kelas, 169.
Glosarium, 175.
Daftar Pustaka, 180.
Kunci Jawaban Soal-Soal Terpilih, 181.