Perbedaan Narasi, Deskripsi, Eksposisi, Argumentasi dan Persuasi.
sumber : http://rezkiiqkye.blogspot.com/2013/10/perbedaan-narasi-deskripsi-eksposisi.html
Paragraf adalah kesatuan pikiran yang mengungkapkan ide pokok yang berbentuk dalam rangkaian kalimat yang berkaitan dengan bentuk (kohesi) dan makna (koherensi).
Ditinjau dari jenisnya, paragraf dibedakan menjadi lima jenis, yakni:
Paragraf Narasi,
Paragraf Deskripsi,
Paragraf Eksposisi,
Paragraf Argumentasi,
Paragraf Persuasi.
Kali ini, saya akan memberi contoh masing-masing kelima paragraf tersebut dengan tema bahasan mengenai Pantai Parangtritis. Sengaja saya buat dengan tema yang sama agar pembaca lebih mudah mengetahui perbedaan dari kelima jenis paragraf tersebut.
A. Paragraf Narasi –> Menceritakan atau mengisahkan suatu kejadian atau peristiwa sehingga tampak seolah-olah pembaca mengalami sendiri peristiwa itu.
Contoh: Tepat ketika tanggal 10 Maret, sekolahku libur selama sembilan hari dan akan berakhir pada tanggal 18 Maret. Aku dan seluruh keluargaku tidak menyia-nyiakan waktu ini untuk mengadakan liburan keluarga. Ketika itu aku memilih berlibur ke Pantai Parangtritis. Pagi-pagi aku telah berbenah dan menyiapkan semua perbekalan yang nantinya diperlukan. Sepanjang perjalanan, aku iringi dengan nyanyian lagu riang. Betapa senangnya aku ketika sampai di pantai tersebut. Dengan hati suka ria, aku sambut Pantai Parangtritis dengan senyumku. Pantai Parangtritis, pantai nan elok yang menjadi favoritku. Tanpa menyia-nyiakan waktu, aku mengajak kakakku untuk bermain air. Kuambil air dan aku ayunkan ke mukanya. Dengan canda tawa, kami saling berbalasan. Puas rasanya, terasa hilang semua kepenatan karena kesibukan tiap harinya. Di sana, aku dan seluruh keluargaku saling berfoto-foto untuk mengabadikan momen yang indah ini. Tak terasa waktu berjam-jam telah kuhabiskan disana. Hari pun mulai sore menandakan perpisahan dan kembali pulang. Tak rela rasanya kebahagiaan ini akhirnya selesai. Dalam benakku, aku kan kembali esok.
B. Paragraf Deskripsi –> Menggambarkan sesuatu (objek) secara terperinci atau mendetil sehingga tampak seolah-olah pembaca melihat, mendengar, dan merasakannya sendiri.
Contoh: Masih melekat di mataku, pemandangan indah nan elok pantai Parang Tritis. Gelombang ombak bergulung-gulung datang silih berganti menyambutku serasa ingin mengajak bermain. Air yang jernih dan pasir putih lembut yang menghampar luas tanpa ada tumbuh-tumbuhan atau karang yang menghalangi membuatku ingin kembali lagi. Di sebelah kanan-kiri, aku bisa memandang air laut sejauh mata memandang, pandai dengan bukit berbatu, pesisir serta pemandangan bukit kapur di sebelah utara pantai. Kurasakan dingin membasuh kakiku karena ombah menghempas kakiku dan terasa asin air itu ketika bibirku terkena percikan. Sepanjang aku berjalan, hampir pinggiran pantai dipenuhi oleh pengunjung wisatawan. Kulihat ada yang berlari berkejar-kejaran di bibir pantai, bermain bola, bermain dengan air, berfoto-foto dengan latar sekitar pantai. Tapi yang paling membuatku tertarik, kulihat ada beberapa turis manca negara yang menikmati keindahan pantai ini dengan naik delman. Seperti apa yang aku lihat, pantai ini memang sangat ramai pengunjung. Tak pernah sunyi pantai Parang Tritis.
C. Paragraf Eksposisi –> Menjelaskan atau memaparkan tentang sesuatu dengan tujuan member informasi (menambah wawasan).
Contoh: Parangtritis adalah nama desa di kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di desa ini terdapat pantai Samudera Hindia yang terletak kurang lebih 25 km sebelah selatan kota Yogyakarta. Parangtritis merupakan objek wisata yang cukup terkenal di Yogyakarta selain objek pantai lainnya seperti Samas, Baron, Kukup, Krakal dan Glagah. Parangtritis mempunyai keunikan pemandangan yang tidak terdapat pada objek wisata lainnya yaitu selain ombak yang besar juga adanya gunung-gunung pasir yang tinggi di sekitar pantai, gunung pasir tersebut biasa disebut gumuk. Objek wisata ini sudah dikelola oleh pihak pemda Bantul dengan cukup baik, mulai dari fasilitas penginapan maupun pasar yang menjajakan souvenir khas Parangtritis. Selain itu ada pemandian yang disebut parang wedang konon air di pemandian dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit diantaranya penyakit kulit, air dari pemandian tersebut mengandung belerang yang berasal dari pengunungan di lokasi tersebut. Air panas dari parang wedang dialirkan ke pantai parangtritis untuk bilas setelah bermain pasir dan juga mengairi kolam kecil bermain anak-anak. Di Parangtritis ada juga ATV, kereta kuda & kuda yang dapat disewa untuk menyusuri pantai dari timur ke barat. selain itu juga parangtritis sebagai tempat untuk olahraga udara/aeromodeling.
D. Paragraf Argumentasi –> mengungkapkan ide, gagasan, atau pendapat penulis dengan disertai bukti dan fakta
Contoh: Pantai Parangtritis memang memiki keindahan eksotis yang membuat wisatawan ramai berkunjung, tetapi juga sering menelan korban. Yang disayangkan, sebagian masyarakat Indonesia masih saja menganggap peristiwa tersebut berkaitan dengan hal-hal mistis, yakni dikarenakan Ratu Pantai Selatan meminta tumbal. Padahal, ada penjelasan ilmiah di balik musibah tersebut. Para praktisi ilmu kebumian menegaskan bahwa penyebab utama hilangnya sejumlah wisatawan di Pantai Parangtritis, Bantul, adalah akibat terseret rip current. Dengan kecepatan mencapai 80 kilometer per jam, arus balik tidak hanya kuat, tetapi juga mematikan. Jadi, banyaknya korban tenggelam tidak ada kaitannya sama sekali dengan anggapan para masyarakat. Ali Susanto, Komandan SAR Pantai Parangtritis, juga menambahkan bahwa disepanjang Pantai Parangtritis juga banyak terdapat palung (pusaran air) yang tempatnya selalu berpindah-pindah dan sulit diprediksi. Kondisi inilah yang sering banyak menimbulkan korban mati tenggelam.
E. Paragraf Persuasi –> karangan yang bertujuan untuk meyakinkan dan membujuk seseorang agar melakukan sesuatu yang dikehendaki penulis.
Contoh: Pantai Parangtritis memang memiki keindahan eksotis yang membuat wisatawan ramai berkunjung, tetapi juga sering menelan korban. Yang disayangkan, sebagian masyarakat Indonesia masih saja menganggap peristiwa tersebut berkaitan dengan hal-hal mistis, yakni dikarenakan Ratu Pantai Selatan meminta tumbal. Padahal, ada penjelasan ilmiah di balik musibah tersebut. Para praktisi ilmu kebumian menegaskan bahwa penyebab utama hilangnya sejumlah wisatawan di Pantai Parangtritis, Bantul, adalah akibat terseret rip current. Dengan kecepatan mencapai 80 kilometer per jam, arus balik tidak hanya kuat, tetapi juga mematikan. Jadi, banyaknya korban tenggelam tidak ada kaitannya sama sekali dengan anggapan para masyarakat. Ali Susanto, Komandan SAR Pantai Parangtritis, juga menambahkan bahwa disepanjang Pantai Parangtritis juga banyak terdapat palung (pusaran air) yang tempatnya selalu berpindah-pindah dan sulit diprediksi. Kondisi inilah yang sering banyak menimbulkan korban mati tenggelam. Oleh karena itu, selayaknya warga masyarakat tidak lagi percaya hal-hal gaib dan bisa mengedepankan penalaran logika atau akal sehat. Pemerintah daerah pun sebaiknya memberikan pemahaman yang benar mengenai penyebab bencana laut kepada warga di sekitar pantai. Informasi tersebut dapat diteruskan kepada wisatawan guna meningkatkan kewaspadaan mereka.
Sinonim, biasanya disebut persamaan kata, merupakan bentuk kata yang maknanya mirip atau sama dengan bentuk kata lain. Sedangkan antonim, biasanya disebut lawan kata, merupakan bentuk kata yang maknanya berlawanan dengan makna kata tersebut. Sinonim dan antonim bahasa Indonesia terkumpul dalam Tesaurus. Tesaurus merupakan buku referensi berupa daftar kata dengan sinonim dan antonimnya, buku tersebut berisi referensi berupa informasi tentang berbagai perangkat konsep atau istilah dalam berbagai bidang kehidupan atau pengetahuan.
Contoh Kalimat Sinonim dan Antonim
Berikut kumpulan contoh kalimat sinonim dan antonim kosa kata Bahasa Indonesia.
abadi = awet, baka, daim, infinit, kekal, langgeng; Antonimnya adalahsementara. Contoh kalimat: Akhirat dipercaya sebagai kehidupan abadi, sedangkan dunia itu kehidupan sementara
abdi 1 aku, ana (cak), awak, beta, ego, hamba, kami, saya; Antonimnya adalahkamu, juragan. Contoh kalimat : Aku tidak seperti kamu yang menyukai bola.
cantik = adiwarna, adun, anggun, apas, ayu, bagus, bahari, baik, bergaya, berupa, cakap, cendayam, elok, ganteng, geulis, gombang, hasan, indah, jambu, jangak, janguk, jelita, jombang, juita, kacak, kirana, laksmi, majelis, manis, memesonakan, menarik hati, menawan, mentereng, molek, mongel, pantas, rancak, ranggi, rupawan, sajak, segak, sekak, songgak, syahdu, tampan, tampan, tumandang; Antonimnya adalahjelek. Contoh kalimat : Baik jelek atau cantik aku akan selalu berada di sampingnya.
dahulu = awal, berlalu, di depan, di muka, dulu, lalu, lampau, lepas, lewat, mulamula, purba, silam, sudah-sudah, tempo hari, waktu lalu; Antonimnya adalahsekarang. Contoh kalimat : Dari dahulu sampai sekarang penampilannya tetap sama.
daif = cacat, hina, kecil, keji, laif, lata, leceh, lemah, leta, miskin, nista, papa, remeh, rendah, sukar; Antonimnya adalah mulia. Contoh kalimat : Penggunaan dalil daif, akan menodai kemuliaan dalil sesungguhnya.
ekonomis = cermat, hati-hati, hemat, irit; Antonimnya adalahboros. Contoh kalimat : belilah barang – barang ekonomis sehingga pengeluaran tidak akan boros.
ekor = akhir, belakang, buntut, burit, hujung, kotek, punggung, sudut, ujung; Antonimnya adalahkepala. Contoh kalimat : bulu kucing itu sangat halus dari kepala hingga ekor.
eksplisit = akurat, definitif, gamblang, jelas, kentara, positif, spesifik, tegas, terang, terperinci,tersurat. Antonimnya adalah Implisit.Contoh kalimat : Beritanya seharusnya disajikan secara eksplisit, bukan implisit.
fana = sementara, temporer;Antonimnya adalah baka. Contoh kalimat : kita tidak mampu memilih hidup dalam kefanaan atau alam baka.
fasih = bacar, bijak, calak, cepat, galir, lancar, lincir, lincir lidah, pantas, petah, petah lidah, petes; Antonimnya adalahgagap; Contoh kalimat : Salah satu kriteria yang dibutuhkan saat penerimaan penyiar yaitu berbicara tidak gagap, namun fasih.
gadai mempertanggungkan, mempertaruhkan, mengagunkan, menjaminkan, menyandarkan, merungguhkan; Antonimnya adalahmenebus. Contoh kalimat : mobilnya memang ia gadaikan, sekarang ia telah menebusnya.
gadis n anak dara, anak perempuan, cewek (cak), dara, dayang, inong, kenya, kuntum, lajang, nona, pemudi, perawan, putri, teruna, upik; Antonimnya adalah (je)jaka. Contoh kalimat : Gadis sekarang lebih memilih duda ketimbang jejaka.
homogen = sama, seragam, tunggal, unik; Antonimnya adalahheterogen. Contoh kalimat: Pandangan masyarakat heterogen dapat menjadi homogen melalui pancasila.
identik = analog, ekuivalen, sama, sebangun, serupa; Antonimnya adalahberbeda. Contoh kalimat : Bunga – bunga itu identikmeskipun berasal dari induk yang berbeda.
ilegal = bawah tangan, gelap (ki), haram, liar, palsu, terlarang; Antonimnya adalahlegal. Contoh kalimat : Jangan memilih kosmetik ilegal, yang aman untuk kesehatan itu legal.
ilmiah a keilmuan, objektif, rasional, saintifik; Antonimnya adalah khayal. Contoh kalimat : Karya ilmiah tidak akan berasal dari cerita khayal.
imitasi = artifisial, bikinan, buatan, lancung, lip-lap, palsu, selungkang, sintetis, tiruan; Antonimnya adalah asli. Contoh kalimat : Wanita menegah kebawah lebih memilih produk imitasi dibanding asli, karena harganya lebih miring.
jahat = bandel, bangor, bangpak, bengal, bengis, biadab (cak), buas, busuk, curang, dengki, durjana, hina, jahanam, jahil, jalang, jelek, kejam, keji, khianat, kotor (ki), kurang ajar, lacur, licik, nakal, pasik, rusak, sadis, sundal, tambung, tebal hati, terkutuk; Antonimnya adalah baik. Contoh kalimat : Sebuah drama sengaja menghadirkan kedua karakter tokoh yaitu tokoh jahat dan tokoh baik.
jalang a beringas, binal, buas, galak, ganas, garang, geladak, jahat, lacur, liar, nakal, panjang mata, sundal; Antonimnya adalahjinak.Binatang jalang telah berhasil dijinakkan.
janda = balu, bujang, randa; Antonimnya adalah duda. Contoh kalimat : Tetangga sebelah rumahku yang janda besok menikah dengan seorang duda.
jawab = balas, balasan, elakan, jawaban, perlawanan, reaksi, respons, sahutan, sambutan, tanggapan, tangkisan; Antonimnya adalah tanya. Contoh kalimat : Sesi tanya dan jawab jumpa pers Syahrini akan segera berakhir.
kawan n bendu, dongan, kenalan, sahabat, sejawat, sobat (cak), teman; Antonimnya adalah musuh. Contoh kalimat : dalam politik, yang awalnya kawan dapat menjadi lawan.
pendahuluan = alas kata, haluan kata, introduksi, kata pengantar, mukadimah, pembukaan, pengantar kata, pengenalan, permulaan, pimpinan, prakata, prawacana, prolog; Antonimnya adalahpenutup. Contoh kalimat : Pendahuluan sebuah artikel itu di buat semenarik mungkin, sedangkan penutupannya biasa saja.
tergabung = tercampur, terhimpun, terpadu, terkumpul, terpumpun; Antonimnya adalahterpisah. Contoh kalimat : Salah satu sekolah tergabung ke dalam sekolah berbasis Internasional, terpisah dari kurikulum yang ditetapkan pemerintah.
terikat v 1 terbalut, terbebat, terbelenggu, terbelit, terberkas, terjalin, terkait, terkebat, terkongkong, terkujut, terkurung, terlilit, terpaut, terpikat, tersaur, tersekat, tersimpai, tersimpul, tertambat, tertawan; tergabung, tergolong, terlibat, tersangkut; tertakluk; Antonimnya adalahterbebas. Contoh kalimat : Hewan terikat itu ingin terbebas dari tali temali pengikatnya.
kontroversi = perbalahan, perbantahan, perdebatan, polemik, silang pendapat; percederaan, percekcokan, perselisihan, pertengkaran, pertikaian; prahara Antonimnya adalahselaras. Contoh kalimat : Ahmad Dani memang pribadi yang penuh kontroversi, selaras dengan ide – ide musik yang dihasilkannya.
konsisten = konstan, malar, persisten, stabil, taat asas, tetap; harmonis, koheren, selaras, sesuai; Antonimnya adalahinkonsisten.Contoh kalimat : Remaja biasanya belum konsisten dalam hal perasaan, mereka masih inkonsisten terhadap perubahan kehidupannya.
konotatif = alegoris, asosiatif, figuratif, metaforis, simbolis; Antonimnya adalahdenotatif. Contoh kalimat : Pakai kata denotatif saja, karena kata konotatif kerap membuatku kebingungan.
kualitas n 1 bobot, derajat, jenis, kadar,kaliber (cak), kelas, kapasitas, karakter, status, peringkat, mutu, nilai, taraf, tingkat; atribut, ciri, karakteristik, keunikan, sifat, tanda; Antonimnya adalahkuantitas. Contoh kalimat : Baik kuantitas maupun kualitasproduk baru ini harus unggul dibanding produk-produk lama.
laba = keuntungan, kelebihan, margin, profit, surplus; arti, faedah, guna, manfaat; Antonimnya adalahrugi. Contoh kalimat : Bukannya mendapat laba, tetapi merugi.
labil = goyah, goyang, temperamental; fluktuatif; Antonimnya adalahstabil. Contoh kalimat : Tunggulah ketika ia telah stabil, bukan sekarang saat ia labil.
lahir = jebol, ada, berdiri, hadir, jadi, keluar, muncul, terbentuk, timbul, tumbuh, jasmani, keduniaan; Antonimnya adalahmeninggal, mati.Kelahiran disambut dengan tawa, kematian disambut dengan tangis.
lahiriah = badaniah, fisis, jasmaniah, ragawi, zahir; Antonimnya adalahbatiniah. Contoh kalimat : Kemuliaan itu terbentuk dari kebersihan lahiriah dan kesucian batiniah.
laki = adam, laki-laki, lanang, lelaki, maskulin, pria; bujang, cowok (cak), jaka, jejaka, pemuda, perjaka; jantan; junjungan, suami; Antonimnya adalahperempuan. Contoh kalimat : Sekat laki – laki dan perempuan masa kini telah berangsur – angsur menghilang.
mortalitas = kematian; Antonimnya adalah natalitas. Contoh kalimat : Tahun ini angka natalitas lebih tinggi dibandingkan angka mortalitas.
muda = anak muda, anom, baru, belia, bujang, enom, jejaka, kecil, lembut, mengunjung, mentah, orang muda, pentil, peria, perjaka, rawan, remaja, teruna, yuana, yunior, yuvenil, yuwana; Antonimnya adalahtua. Contoh kalimat : Pertunjukan ini cocok bagi semua kalangan, baik muda maupun tua.
mudah = encer, enteng, gampang, gembur,lancar, lasuh, lekeh, lun-tur, murah, ringan, sederhana, senang, sepele, suang; Antonimnya adalah susah, sulit. Contoh kalimat : Ali mengerjakan pertanyaan yang mudah dahulu dan mengabaikan yang sulit.
mujur = asian, berbahagia, berbintang terang, berkat, bernasib baik, beruntung, membujur, mendapat habuan, mendapat laba, mendingan, menyaruk, warisan; Antonimnya adalahsial, apes. Contoh kalimat : Pejudi hanya mengandalkan kemujuran belaka, ketika apes bangkrut keuangannya.
mumpuni = ahli, cakap, lihai, mahir, >< bodoh. Contoh kalimat : Pekerjaan ini membutuhkan keahlian yang mumpuni, tidak akan bisa dikerjakan oleh orang bodoh.
munafik = bermuka dua, hipokrit, inkonsisten, kepalsuan, kepura-puraan, nifak; >< jujur. Contoh kalimat : Bersikap itu pilihan, ingin jadi orang jujur atau munafik.
mundur = berkurang, hanyut, hengkang, kembali, kolot, meleset, menarik langkah, mengundurkan diri, menyusut, merosot, surut, terkebelakang, tertinggal, undur; Antonimnya adalahmaju. Contoh kalimat : Maju mundur cantik menjadi lagu andalan Syahrini saat manggung.
murah = banyak, berlebih-lebih, ekonomis, gampang, limpah, melimpah, mudah; Antonimnya adalahmahal. Contoh kalimat : pasar tidak selalu menjual barang murah, terkadang barang mahal pun dijual disana.
murid = anak buah, anak didik, anak sasian, cantrik, cekel, centerik, mahasiswa, mahasiswi, pelajar, pengikut, penuntut, siswa; Antonimnya adalahguru; mursyid.Contoh kalimat : Guru sukses membuat muridnya lebih pintar darinya.
naik = bertambah, ke atas, maju, terangkat, terbang; Antonimnya adalahturun. Contoh kalimat : Berhati – hatilah saat naik turun tangga.
nakal = badung, bandel, bangor, bengal, bengkok (ki), biadab, binal, buruk (kelakuan), culas, curang, degil, dugal, geladak, jahanam, jahat, jalang, kasar, kepala batu, keras kepala, kotor (ki), kurang ajar,lacur, lancang, liar, licik, licin (ki), rusak (ki), mbeling (cak), sundal, tambeng, tambung, tekak, ugal-ugalan; Antonimnya adalahalim, patuh. Contoh kalimat : Orang tuanya mengharapkan anak nakalnya menjadi alim.
nasional = dalam negeri, domestik, kebangsaan, lokal; Antonimnya adalahinternasional. Contoh kalimat : Pemasaran produk lama mencapai pasar nasional dan internasional.
netral = adil, objektif; bebas, independen, nonblok; Antonimnya adalahberpihak. Contoh kalimat : Polisi harus netral dalam pilkada, tidak boleh berpihak pada partai tertentu.
nikah, menikah = berbaur (ki), beristri, berjodoh, berkawin, berkeluarga, bersemenda, bersuami, berumah tangga, duduk, janji, kawin, menempuh hidup baru, mengikat, naik ke pelaminan;Antonimnya adalahbercerai. Contoh kalimat : Baru seminggu menikah, hari ini mereka bercerai.
niskala = abstrak, khayali, maya, mujarad, tanwujud; Antonimnya adalahnyata. Contoh kalimat : Penglihatan kita hanya mampu melihat sesuatu yang nyata bukan niskala.
objektif = adil, faktual, ilmiah, netral, rasional; Antonimnya adalahsubjektif. Contoh kalimat : Seorang pengajar harus objektif dalam melakukan penilaian, subjektivitas karena hubungan pribadi dapat menjadi penilaian yang kurang baik.
opa = cak aki, engkong, eyang kakung, kakek; Antonimnya adalahoma. Contoh kalimat : Liburan tahun baru 2017 aku berencana mengajak opa dan oma ke puncak.
optimistis = berpengharapan, yakin; Antonimnya adalah pesimistis. Contoh kalimat : Ketika kamu gagal jangan pesimis, haru optimis terhadap masa depan.
orang tua = ayah bunda, ibu bapak, penanggung, pengampu, wali; ki sesepuh, tokoh; Antonimnya adalahanak. Contoh kalimat : Rupa anak tidak jauh – jauh dari orang tuanya.
orisinal = asli, otentik, sah, sejati, tulen, bersih, Antonimnya adalahimitasi; tiruan. Contoh kalimat : Kamu sudah tertipu barang imitasi, yang original tidak akan rusak secepat itu.
palsu = artifisial, bikinan, buatan, imitasi, kuasi, lancung, pseudo, semu, sintetis, tiruan, samaran; bohong bohongan, ecekecek, gadungan, ilegal; Antonimnya adalahasli; legal. Contoh kalimat : Badan POM membandingkan produk palsudengan produk asli sebuah minuman botol.
panas = bahang, kolor, beringsang, gerah, dedar, demam, meriang, kemarau, kering, berbahaya, bergolak, gawat, genting, kritis, tegang, ki erotis, hot (cak), memberahikan, menggairahkan, menggiurkan, merangsang, seksi, sensual, seronok. Antonimnya adalahdingin. Contoh kalimat : Musim kemarau identik dengan panas yang terik, sedangkan musim penghujan ditandai dengan suasana dingin sepanjang hari.
pangkal = akar (ki), asal mula, awal, benih, biang, bibit, induk (ki), kausa, punca, sebab, sumber, dasar, pokok, subyek, kapital, modal; Antonimnya adalahujung. Tanaman hias itu sangat menawan dari pangkal hingga ujungnya.
panik belingsatan, bingung, buncah, gagap, gamam, ganar, gelagapan, gelisah, kalangkabut, nanar, resah, salah tingkah, senewen(cak), tegang, tersara bara, terkencar-kencar; Antonimnya adalahtenang; diam. Beberapa saat lalu ketika terjadi gempa, ia panik mengitari rumahnya yang roboh, namun sekarang ia bisa tenang setelah TIM Penanggulangan Bencana datang.
Contoh kalimat sinonim dan antonim lengkap dengan artinya di atas, semoga dapat menambah wawasan pembaca. Contoh kalimatnya juga dapat anda kembangkan sendiri sesuai dengan kebutuhan.
Materi Meliputi : A) Besaran Fisika dan Satuan. B) Pengukuran Besaran Fisika. C) Suhu dan Pengukurannya. D) Memperhatikan dan Menerapkan Keselamatan Kerja dalam Pengukuran.
Kegiatan yang berhubungan dengan pengukuran sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya di pasar. Sebagai contoh, pedagang sembako dan sayur menimbang massa barang sembako dan sayur untuk dijual secara eceran, pedagang kain mengukur panjang dan lebar kain dengan meteran kain, serta pembeli sepulang dari pasar melihat jamnya untuk memperkirakan waktu kedatangan angkutan umum. Massa, panjang, dan waktu termasuk besaran fisika. Karena dalam kehidupan sehari-hari banyak terdapat kegiatan yang berhubungan dengan pengukuran besaran fisika, maka sangatlah penting bagi kalian untuk mempelajari pengukuran tersebut secara baik. Dapatkah kalian melakukan pengukuran secara benar dan teliti? Sudahkah kalian menjaga keselamatan kerja ketika melakukan pengukuran?
Fisika merupakan ilmu pengetahuan yang mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan yang lainnya, misalnya teknologi elektronika, teknologi informasi, dan teknologi alat ukur. Hal ini disebabkan di dalam fisika mengandung prinsip-prinsip dasar mengenai gejala-gejala alam yang ada di sekitar kita. Fenomena dan gejala-gejala alam tersebut meliputi besaran-besaran fisika di antaranya: gerak, cahaya, kalor, listrik, dan energi.
Penerapan besaran-besaran fisika dalam aktivitas kegiatan sehari-hari senantiasa berkaitan dengan pengamatan dan pengu-kuran. Sebagai contoh, informasi kecepatan gerak pesawat terbang bagi seorang pilot berguna untuk mengoperasikan pesawat yang dikendalikannya. Besarnya suhu badan kita merupakan informasi untuk mengetahui apakah badan kita sehat atau tidak. Sepatu dan pakaian yang kita gunakan mempunyai ukuran tertentu.
Melihat betapa pentingnya pengukuran besaran fisika, maka di dalam bab ini akan dipelajari pengertian besaran fisika, pengukuran besaran fisika yang meliputi massa, panjang, waktu, dan suhu serta konversi satuannya.
A)Besaran Fisika dan Satuan.
1, Pengertian Besaran Fisika, Besaran Pokok, dan Besaran Turunan.
Berapakah tinggi dan berat badanmu? Tentu saja kamu dapat mengukur secara langsung tinggi badanmu dengan alat ukur meteran pita, misalnya 165 cm. Bagaimana dengan berat badanmu? Di dalam pembicaraan kita sehari-hari yang dimaksud dengan berat badan adalah massa, sedangkan dalam fisika pengertian berat dan massa berbeda. Berat badan dapat kita tentukan dengan menggunakan alat timbangan berat badan. Misalnya, setelah ditimbang berat badanmu 50 kg atau dalam fisika bermassa 50 kg. Tinggi atau panjang dan massa adalah sesuatu yang dapat kita ukur dan dapat kita nyatakan dengan angka dan satuan. Panjang dan massa merupakan besaran fisika. Jadi, besaran fisika adalah ukuran fisis suatu benda yang dinyatakan secara kuantitas.
Selain besaran fisika juga terdapat besaran-besaran yang bukan besaran fisika, misalnya perasaan sedih, gembira, dan lelah. Karena perasaan tidak dapat diukur dan tidak dapat dinyatakan dengan angka dan satuan, maka perasaan bukan besaran fisika.
Besaran fisika dikelompokkan menjadi dua, yaitu besaran pokok dan besaran turunan. Besaran pokok adalah besaran yang sudah ditetapkan terlebih dahulu. Adapun, besaran turunan merupakan besaran yang dijabarkan dari besaran-besaran pokok.
Sistem satuan besaran fisika pada prinsipnya bersifat standar atau baku, yaitu bersifat tetap, berlaku universal, dan mudah digunakan setiap saat dengan tepat. Sistem satuan standar ditetapkan pada tahun 1960 melalui pertemuan para ilmuwan di Sevres, Paris. Sistem satuan yang digunakan dalam dunia pendidikan dan pengetahuan dinamakan sistem metrik, yang dikelompokkan menjadi sistem metrik besar atau MKS (Meter Kilogram Second) yang disebut sistem internasional atau disingkat SI dan sistem metrik kecil atau CGS (Centimeter Gram Second).
Besaran pokok dan besaran turunan beserta dengan satuannya dapat dilihat dalam Tabel 1.1 dan Tabel 1.2 berikut.
Tabel 1-1 Satuan Besaran Pokok dalam Sistem Metrik.
Besaran Pokok Satuan SI / MKS, Singkatan , Satuan Sistem CGS dan Singkatan.
1) Besaran Panjang, satuannya meter, disingkat m; dalam sistem CGS satuannya centimeter – cm. 2) Besaran Massa, satuannya kilogram, disingkat kg; ; dalam sistem CGS satuannya gram – g. 3) Besaran Waktu, satuannya detik, disingkat s ; dalam sistem CGS satuannya detik – s. 4) Besaran Suhu, satuannya kelvin, disingkat K ; dalam sistem CGS satuannya Kelvin – K. 5) Besaran Kuat arus listrik, satuannya ampere, disingkat A ; dalam sistem CGS satuannya stat ampere – statA. 6) Besaran Intensitas cahaya, satuannya candela , disingkat Cd ; dalam sistem CGS satuannya candela Cd. 7) Besaran Jumlah zat, satuannya kilo mol, disingkat kmol ; dalam sistem CGS satuannya mol – mol.
Tabel 1.2 Beberapa Besaran Turunan beserta Satuannya
Besaran Turunan – Penjabaran dari Besaran Pokok – Satuan Sistem MKS : 1) Luas Panjang × Lebar; satuanya adalah m2 (meter persegi). 2) Volume Panjang × Lebar × Tinggi; satuanya adalah m3 (meter kubik). 3) Massa jenis Massa : Volume ; satuanya adalah kg/m3 (kg per meter kubik). 4) Kecepatan Perpindahan : Waktu ; satuanya adalah m/s. 5) Percepatan Kecepatan : Waktu ; satuanya adalah m/s2. 6) Gaya Massa × Percepatan newton (N) = kg.m/s2. 7) Usaha Gaya × Perpindahan joule (J) = kg.m2/s2. 8) Daya Usaha : Waktu watt (W) = kg.m2/s3. 9) Tekanan Gaya : Luas pascal (Pa) = N/m2. 10) Momentum Massa × Kecepatan ; satuanya adalah kg.m/s.
Satuan Sistem Internasional (SI) digunakan di seluruh negara dan berguna untuk perkembangan ilmu pengetahuan dan perdagangan antarnegara. Kamu dapat membayangkan betapa kacaunya per-dagangan apabila tidak ada satuan standar, misalnya satu kilogram dan satu meter kubik.
a.Satuan Internasional untuk Panjang
Hasil pengukuran besaran panjang biasanya dinyatakan dalam satuan meter, centimeter, milimeter, atau kilometer. Satuan besaran panjang dalam SI adalah meter. Pada mulanya satu meter ditetapkan sama dengan panjang sepersepuluh juta ( 1 / 10000000 ) kutub utara ke khatulistiwa melalui Paris. Kemudian dibuatlah batang meter standar dari campuran Platina-Iridium. Satu meter didefinisikan sebagai jarak dua goresan pada batang ketika bersuhu 0ºC. Meter standar ini disimpan di International Bureau of Weights and Measure di Sevres, dekat Paris. Batang meter standar dapat berubah dan rusak karena dipengaruhi suhu, serta menimbulkan kesulitan dalam menentukan ketelitian pengukuran. Oleh karena itu, pada tahun 1960 definisi satu meter diubah. Satu meter didefinisikan sebagai jarak 1650763,72 kali panjang gelombang sinar jingga yang dipancarkan oleh atom gas krypton-86 dalam ruang hampa pada suatu lucutan listrik.
Pada tahun 1983, Konferensi Internasional tentang timbangan dan ukuran memutuskan bahwa satu meter merupakan jarak yang ditempuh cahaya pada selang waktu ( 1 / 299792458 ) sekon. Penggunaan kecepatan cahaya ini, karena nilainya dianggap selalu konstan.
b, Satuan Internasional untuk Massa. Besaran massa dalam SI dinyatakan dalam satuan kilogram (kg). Pada mulanya para ahli mendefinisikan satu kilogram sebagai massa sebuah silinder yang terbuat dari bahan campuran Platina dan Iridium yang disimpan di Sevres, dekat Paris. Untuk mendapatkan ketelitian yang lebih baik, massa standar satu kilogram didefinisikan sebagai massa satu liter air murni pada suhu 4ºC.
c, Satuan Internasional untuk Waktu. Besaran waktu dinyatakan dalam satuan detik atau sekon dalam SI. Pada awalnya satuan waktu dinyatakan atas dasar waktu rotasi bumi pada porosnya, yaitu 1 hari. Satu detik didefinisikan sebagai ( 1/ 26400 ) kali satu hari rata-rata = 86400 detik. Karena satu hari matahari tidak selalu tetap dari waktu ke waktu, maka pada tahun 1956 para ahli menetapkan definisi baru. Satu detik adalah selang waktu yang diperlukan oleh atom cesium-133 untuk melakukan getaran sebanyak 9192631770 kali.
Tokoh : Christiaan Huygens. Christiaan Huygens (14 April 1629—8 Juli 1695), merupakan ahli matematika dan ahli fisika; lahir di Den Haag, Belanda, sebagai anak dari Constantin Huygens. Ahli sejarah umumnya mengaitkan Huygens dengan revolusi ilmiah. Christiaan umumnya menerima penghargaan minor atas perannya dalam perkembangan kalkulus modern. Ia juga mendapatkan peringatan atas argumennya bahwa cahaya terdiri dari gelombang. Tahun 1655, ia menemukan bulan Saturnus, yaitu Titan. Selain itu, Christiaan Huygens adalah penemu pertama jam pendulum atau jam bandul.
2, Mengonversi Satuan Panjang, Massa, dan Waktu.
Setiap besaran memiliki satuan yang sesuai. Penggunaan satuan suatu besaran harus tepat, sebab apabila tidak sesuai akan berkesan janggal bahkan lucu. Misalnya seseorang mengatakan tinggi badannya 150ºC, orang lain yang mendengar mungkin akan tersenyum karena hal itu salah. Demikian pula dengan pernyataan bahwa suhu badan orang yang sehat biasanya 36 meter, terdengar janggal.
Hasil suatu pengukuran belum tentu dinyatakan dalam satuan yang sesuai dengan keinginan kita atau yang kita perlukan. Contohnya panjang meja 1,5 m, sedangkan kita memerlukan dalam satuan cm, satuan gram dinyatakan dalam kilogram, dari satuan milisekon menjadi sekon. Untuk mengonversi atau mengubah dari suatu satuan ke satuan yang lainnya diperlukan tangga konversi. Gambar 1.8 pada halaman 7 menunjukkan tangga konversi panjang, massa, dan waktu, beserta dengan langkah-langkah penggunaannya.
kilometer (km), hektometer (hm), dekameter (dam), meter (m), desimeter (dm), centimeter (cm), milimeter (mm).
Turun satu satuan di kalikan 10.
3, Awalan Satuan dan Sistem Satuan di Luar Sistem Metrik.
Di samping satuan sistem metrik, juga dikenal satuan lainnya yang sering dipakai dalam kehidupan sehari-hari, misalnya liter, inci, yard, feet, mil, ton, dan ons. Satuan-satuan tersebut dapat dikonversi atau diubah ke dalam satuan sistem metrik dengan patokan yang ditentukan. Konversi besaran panjang menggunakan acuan sebagai berikut: a) 1 mil = 1760 yard; (1 yard adalah jarak pundak sampai ujung jari tangan orang dewasa). b) 1 yard = 3 feet ; (1 feet adalah jarak tumit sampai ujung jari kaki orang dewasa). c) 1 feet = 12 inci ; (1 inci adalah lebar maksimal ibu jari tangan orang dewasa). d) 1 inci = 2,54 cm e) 1 cm = 0,01 m.
Satuan mil, yard, feet, inci tersebut dinamakan satuan sistem Inggris. Untuk besaran massa berlaku juga sistem konversi dari satuan sehari-hari maupun sistem Inggris ke dalam sistem SI. Contohnya sebagai berikut. • 1 ton = 1000 kg ; • 1 ons (oz) = 0,02835 kg; • 1 kuintal = 100 kg ; • 1 pon (lb) = 0,4536 kg; • 1 slug = 14,59 kg;
Satuan waktu dalam kehidupan sehari-hari dapat dikonversi ke dalam sistem SI yaitu detik atau sekon.
Contohnya sebagai berikut: • 1 tahun = 3,156 x 10^7 detik . • 1 jam = 3600 detik. • 1 hari = 8,640 x 10^4 detik. • 1 menit = 60 detik.
Di dalam sistem metrik juga dikenal sistem awalan dari sistem MKS baik ke sistem makro maupun ke sistem mikro. Perhatikan Tabel 1.3 berikut ini.
Konversi Mikro : – centi, lambangnya c , konversi 10^-2. – mili, lambangnya m , konversi 10^-3. – mikro, lambangnya μ , konversi 10^-6. – nano, lambangnya n , konversi 10^-9. – piko, lambangnya p , konversi 10^-12. – femto, lambangnya f , konversi 10^-15. – atto, lambangnya a , konversi 10^-18.
Penelitian jagad mikro dengan konversi sistem mikro banyak berkembang dalam bidang teknolgi dewasa ini, contohnya teknologi nano yang menyelidiki jagad renik seperti sel, virus, bakteriofage, dan DNA. Adapun penelitian jagad makro menggunakan konversi sistem makro karena objek penelitiannya mencakup wilayah lain dari jagad raya, yaitu objek alam semesta di luar bumi.
4, Mengonversi Satuan Besaran Turunan.
Besaran turunan memiliki satuan yang dijabarkan dari satuan besaran-besaran pokok yang mendefinisikan besaran turunan tersebut. Oleh karena itu, seringkali dijumpai satuan besaran turunan dapat berkembang lebih dari satu macam karena penjabarannya dari definisi yang berbeda. Sebagai contoh, satuan percepatan dapat ditulis dengan m/s2 dapat juga ditulis dengan N/kg. Satuan besaran turunan dapat juga dikonversi. Perhatikan beberapa contoh di bawah
Peranan pengukuran dalam kehidupan sehari-hari sangat penting. Seorang tukang jahit pakaian mengukur panjang kain untuk dipotong sesuai dengan pola pakaian yang akan dibuat dengan menggunakan meteran pita. Penjual daging menimbang massa daging sesuai kebutuhan pembelinya dengan menggunakan timbangan duduk.
Seorang petani tradisional mungkin melakukan pengukuran panjang dan lebar sawahnya menggunakan satuan bata, dan tentunya alat ukur yang digunakan adalah sebuah batu bata. Tetapi seorang insinyur sipil mengukur lebar jalan menggunakan alat meteran kelos untuk mendapatkan satuan meter. Apakah yang dimaksud dengan pengukuran itu? Untuk memahaminya lakukan kegiatan berikut ini.
Berdasarkan Kegiatan, kamu telah mengukur panjang suatu meja, misalnya kamu mendapatkan panjang meja tersebut lima jengkal. Kegiatan yang kamu lakukan tersebut merupakan membandingkan besaran panjang dengan satuan jengkal. Dalam fisika, kegiatan tersebut dinamakan pengukuran. Pengukuran adalah membandingkan suatu besaran dengan suatu satuan.
Contoh lain adalah ketika kita mengukur panjang meja dengan penggaris, misalnya didapat panjang meja 100 cm, maka panjang meja merupakan besaran, 100 merupakan hasil dari pengukuran sedangkan cm adalah satuannya.
Beberapa aspek pengukuran yang harus diperhatikan yaitu ketepatan (akurasi), kalibrasi alat, ketelitian (presisi), dan kepekaan (sensitivitas). Dengan aspek-aspek pengukuran tersebut diharapkan mendapatkan hasil pengukuran yang akurat dan benar.
Berikut ini akan kita bahas pengukuran besaran-besaran fisika, meliputi panjang, massa, dan waktu.
1, Pengukuran Panjang.
Alat ukur yang digunakan untuk mengukur panjang benda haruslah sesuai dengan ukuran benda. Sebagai contoh, untuk mengukur lebar buku kita gunakan pengaris, sedangkan untuk mengukur lebar jalan raya lebih mudah menggunakan meteran kelos.
a.Pengukuran Panjang dengan Mistar.
Penggaris atau mistar berbagai macam jenisnya, seperti penggaris yang berbentuk lurus, berbentuk segitiga yang terbuat dari plastik atau logam, mistar tukang kayu, dan penggaris berbentuk pita (meteran pita). Mistar mempunyai batas ukur sampai 1 meter, sedangkan meteran pita dapat mengukur panjang sampai 3 meter. Mistar memiliki ketelitian 1 mm atau 0,1 cm.
Posisi mata harus melihat tegak lurus terhadap skala ketika membaca skala mistar. Hal ini untuk menghindari kesalahan pemba-caan hasil pengukuran akibat beda sudut kemiringan dalam melihat atau disebut dengan kesalahan paralaks.
Mistar Terpanjang.
Cahaya merambat menurut garis lurus maka dapat dijadikan mistar terpanjang. Contohnya sinar laser. Dengan sinar laser kita dapat mengukur jarak bumi ke bulan. Gambar di samping merupakan pembangkit sinar laser. Sinar laser dipancarkan dari bumi ke bulan. Kemudian dipantulkan kembali ke bumi oleh reflektor dengan mengukur waktu (t) yang diperlukan sinar laser dari bumi ke bulan, dan kembali lagi ke bumi. Kita dapat mengukur jarak (s) bumi ke bulan dengan rumus, s = ( c x t ) / 2, dengan c = cepat rambat cahaya/sinar laser =3 x 10^8 m/s.
b, Pengukuran Panjang dengan Jangka Sorong.
Bagaimanakah mengukur kedalaman suatu tutup pulpen? Untuk mengukur kedalaman tutup pulpen dapat kita gunakan jangka sorong. Jangka sorong merupakan alat ukur panjang yang mempunyai batas ukur sampai 10 cm dengan ketelitiannya 0,1 mm atau 0,01 cm. Jangka sorong juga dapat digunakan untuk mengukur diameter cincin dan diameter bagian dalam sebuah pipa. Bagian-bagian penting jangka sorong yaitu :
1) rahang tetap dengan skala tetap terkecil 0,1 cm.
2) rahang geser yang dilengkapi skala nonius. Skala tetap dan nonius mempunyai selisih 1 mm.
c) Pengukuran Panjang dengan Mikrometer Sekrup.
Tahukah kamu alat ukur apa yang dapat digunakan untuk mengukur benda berukuran kurang dari dua centimeter secara lebih teliti? Mikrometer sekrup memiliki ketelitian 0,01 mm atau 0,001 cm. Mikrometer sekrup dapat digunakan untuk mengukur benda yang mempunyai ukuran kecil dan tipis, seperti mengukur ketebalan plat, diameter kawat, dan onderdil kendaraan yang berukuran kecil.
Bagian-bagian dari mikrometer adalah rahang putar, skala utama, skala putar, dan silinder bergerigi. Skala terkecil dari skala utama bernilai 0,1 mm, sedangkan skala terkecil untuk skala putar sebesar 0,01 mm. Berikut ini gambar bagian-bagian dari mikrometer.
2, Pengukuran Massa Benda.
Pernahkah kamu pergi ke pasar? Ketika di pasar kamu mungkin akan melihat berbagai macam alat ukur timbangan seperti dacin, timbangan pasar, timbangan emas, bahkan mungkin timbangan atau neraca digital. Timbangan tersebut digunakan untuk mengukur massa benda. Prinsip kerjanya adalah keseimbangan kedua lengan, yaitu keseimbangan antara massa benda yang diukur dengan anak timbangan yang digunakan. Dalam dunia pendidikan sering digunakan neraca O’Hauss tiga lengan atau dua lengan. Perhatikan beberapa alat ukur berat berikut ini.
Bagian-bagian dari neraca O’Hauss tiga lengan adalah sebagai berikut:
– Lengan depan memiliki skala 0—10 g, dengan tiap skala bernilai 1 g.
– Lengan tengah berskala mulai 0—500 g, tiap skala sebesar 100 g.
– Lengan belakang dengan skala bernilai 10 sampai 100 g, tiap skala 10 g.
3, Pengukuran Besaran Waktu.
Ketika bepergian kita tidak lupa membawa jam tangan. Jam tersebut kita gunakan untuk menentukan waktu dan lama perjalanan yang sudah ditempuh. Berbagai jenis alat ukur waktu yang lain, misalnya: jam analog, jam digital, jam dinding, jam atom, jam matahari, dan stopwatch. Dari alat-alat tersebut, stopwatch termasuk alat ukur yang memiliki ketelitian cukup baik, yaitu sampai 0,1 s.