Arsip Kategori: ips

SD6 – IPS – Bab 3B – Negara-negara Besar di Dunia

SD6 – IPS – Bab 3B – Negara-negara Besar di Dunia.

Wilayah benua-benua di bumi terbagi menjadi banyak negara. Saat ini jumlah negara di dunia lebih dari dua ratus negara. Hanya Benua Antartika yang tidak memiliki negara karena tidak berpenghuni. Berikut ini beberapa contoh negara besar di dunia.

1. Negara Besar di Asia.

Asia adalah benua terbesar di dunia dan terdiri atas banyak negara. Jepang dan Cina adalah contoh negara besar di Benua Asia.

a. Jepang.

Jepang adalah negara kepulauan. Jepang atau Nippon juga mendapat sebutan negeri Matahari Terbit atau negeri Sakura.

1) Ibu kota:Tokyo
2) Letak :30°LU–47°LU dan 128°BT–146°BT
3) Luas :377.643 km2

4) Batas-batas  :
a) Sebelah utara :Pulau Sakhalin,
b) Sebelah timur :Samudra Pasifik,
c) Sebelah selatan:Samudra Pasifik dan Laut Cina Selatan,
d) Sebelah barat :Selat Korea dan Laut Jepang.

5) Bentang Alam

Wilayah kepulauan Jepang bergunung-gunung. Gunung-gunung api di Jepang termasuk bagian dari jalur pegunungan di wilayah Pasifik. Gunung Fujiyama (3.779 m) adalah gunung tertinggi di Jepang.

Dataran rendah yang sempit terdapat di sepanjang pantai. Dataran rendah yang luas, yaitu Dataran Kwanto, Kimiki, dan Nobi terdapat di Pulau Honshu. Sungai di Jepang pendek-pendek dan mengalir deras. Di wilayah Jepang sering terjadi gempa bumi dan tsunami.

Pulau-pulau besar di Jepang, yaitu Pulau Honshu, Hokkaido, Shikoku, dan Kiusyu.

6) Iklim

Wilayah Jepang beriklim sedang. Di Jepang terdapat empat musim, yaitu musim panas, gugur, dingin, dan semi.

7) Kota-Kota Penting :

a) Tokyo menjadi ibu kota negara dan pusat perdagangan.
b) Ginza menjadi pusat per-dagangan dan hiburan.
c) Kyoto menjadi pusat ke-budayaan dan bekas ibu kota Jepang.
d) Osaka menjadi pusat industri tekstil.
e) Nagoya menjadi pusat industri mesin dan pesawat terbang.
f) Kobe menjadi pusat industri galangan kapal.

8) Penduduk :

Penduduk Jepang termasuk dalam ras Mongoloid. Penduduk asli Jepang adalah suku bangsa Ainu.

9) Perekonomian :

Perekonomian Jepang tumbuh dari kegiatan industri, pertanian, dan perikanan. Jepang adalah negara industri yang maju.

 

b. Cina.

Cina memiliki wilayah terluas ketiga di dunia setelah Rusia dan Kanada. Perkembangan industri Cina sangat pesat. Barang-barang industri Cina terkenal murah harganya.

1) Ibu kota: Beijing.
2) Letak : 19°LU–52°LU dan 74°BT–132°BT.
3) Luas : 9.596.961 km2.

4) Batas-batas :

a) Sebelah utara : Siberia (Republik Rusia) dan Mongolia.
b) Sebelah timur : Laut Cina Timur, Laut Kuning, dan Korea Utara.
c) Sebelah selatan : Laut Cina Selatan, Vietnam, Laos, Myanmar, India, Nepal, dan Bhutan.
d) Sebelah barat : Laut Cina Bhutan, Kashmir, Tajikistan, Kirgistan, dan Kazakhstan.

5) Bentang Alam :
Sebagian besar wilayah Cina adalah pegunungan, dataran tinggi, dan gurun pasir. Dataran rendahnya relatif sempit.

a) Bagian Timur dan Timur Laut :

Daerah di bagian timur dan timur laut sangat subur. Daerah ini dialiri banyak sungai, seperti Sungai Huang Ho, Chang Jiang (Yang Tse), dan Xinjiang.

b) Dataran Tinggi Mongolia.

Dataran ini berada di sisi tenggara Gurun Gobi dan berbatasan dengan Republik Mongolia. Daerah ini sangat kering.

c) Bagian Selatan dan Barat Daya.

Daerah di bagian selatan dan barat daya berelief sangat kasar karena banyak pegunungan. Pegunungan yang ada antara lain Pegunungan Himalaya, Kunlun, Altintagh Tanghla, Dungbare, dan Bayangkara.

d) Bagian Barat Laut.

Di bagian ini berupa Lembah Xinjiang. Di dalamnya terdapat Lembah Tarim, gurun Taklamakan, Lembah Dzungare, dan stepa.

6) Iklim : Wilayah Cina beriklim tropis, sedang, benua, dan gurun. Wilayah beriklim sedang memiliki musim panas, gugur, dingin, dan semi.

7)Kota-Kota Penting:

a)Beijing menjadi ibu kota Cina.
b)Kanton menjadi kota industri dan pelabuhan.
c)Shanghai menjadi kota pelabuhan, pusat industri, dan kota terbesar di Cina.
d)Shenyang menjadi kota industri dan pusat trans-portasi.
e)Wuhan menjadi kota industri dan perdagangan.

8) Penduduk Penduduk Cina adalah bangsa Mongoloid dan suku bangsa Han, Mongol, Tibet, Kazakh, dan Uigkaur.

9) Perekonomian : Cina termasuk negara agraris. Penduduk Cina banyak bekerja di bidang pertanian, peternakan, pertambangan, industri, dan perdagangan.

 

2. Negara Besar di Afrika.

Wilayah Afrika terbagi lebih dari lima puluh negara. Contoh negara besar di Benua Afrika adalah Mesir dan Republik Afrika Selatan.

a. Mesir.

Mesir (Egypt) terkenal karena peninggalan sejarahnya. Piramida dan patung Sphinx adalah contoh peninggalan sejarah yang penting.

1) Ibu kota : Kairo.
2) Letak : 22°LU–31°30’LU dan 25°BT–36°BT.
3) Luas : 1.001.449 km2.

4) Batas-Batas Negara Mesir :

a) Sebelah utara : Laut Tengah.
b) Sebelah timur : Arab Saudi, Israel, dan Laut Merah
c) Sebelah selatan : Sudan
d) Sebelah barat : Libia.

5) Bentang Alam Mesir.

Sebagian besar (90%) wilayah Mesir berupa gurun. Sungai Nil menjadikan wilayah Mesir subur. Wilayah Mesir dapat dibagi menjadi empat sebagai berikut:

a) Lembah dan Delta Nil : Aliran Sungai Nil membentuk lembah sepanjang 1.200 km. Muara Sungai Nil di Laut Tengah berbentuk delta.

b) Daerah Gurun Barat : Gurun Barat adalah kelanjutan dari Gurun Libia dan Sahara. Sumber air atau oase muncul di Gurun Barat.

c) Daerah Gurun Timur : Gurun Timur terletak di sebelah timur Lembah Nil dan barat Laut Merah. Oase tidak muncul di Gurun Timur.

d) Semenanjung Sinai : Semenanjung Sinai berupa gurun pasir dan dihubungkan dengan daratan Mesir oleh Terusan Suez.

6) Iklim Negara Mesir : Wilayah Mesir beriklim subtropis dan gurun (di bagian selatan dan tengah).

 

SD6 – IPS – Bab 3 – Mengenal Benua di Dunia

SD Kelas 6 – IPS – Bab 3 – Mengenal Benua di Dunia.

Tampak Gambar di atas menunjukkan kenampakan bumi dilihat dari angkasa. Di bagian atas gambar tampak daratan yang luas. Di sekitar daratan itu terdapat perairan atau lautan yang luas pula. Di bagian bawah gambar tampak daratan berwarna putih. Warna putih itu menunjukkan lapisan es di Kutub Selatan. Permukaan bumi terdiri atas daratan dan lautan. Manusia bertempat tinggal di daratan yang luas atau disebut dengan benua. Benua-benua di bumi memiliki ciri-ciri yang berbeda. Ayo mengenal benua-benua di bumi!

 

A. Pembagian Benua di Bumi.

Amati peta dunia! Kamu akan menemukan daratan dan lautan. Daratan dan lautan membentuk permukaan bumi. Daratan yang luas disebut dengan benua. Lautan yang luas disebut dengan samudra. Benua dikelilingi oleh samudra. Benua-benua yang ada memiliki ciri yang berbeda-beda. Benua terbagi menjadi banyak kawasan dan negara. Hanya Benua Antartika yang tidak memiliki negara.

Bumi terdiri atas tujuh daratan luas atau benua. Benua yang satu dengan yang lain umumnya dipisahkan oleh samudra. Ketujuh benua itu adalah Benua Asia, Afrika, Eropa, Amerika Utara, Amerika Selatan, Australia, dan Antartika. Benua-benua di bumi dikelilingi oleh samudra. Samudra itu adalah Samudra Pasifik, Atlantik, Hindia, Arktik, dan Samudra Selatan.

Sebagian orang menganggap bumi terdiri atas enam benua, bukan tujuh benua. Anggapan ini tidak salah. Mereka membagi bumi menjadi Benua Amerika Utara, Amerika Selatan, Afrika, Eurasia, Australia (Oceania), dan Antartika. Eurasia adalah gabungan Benua Asia dan Eropa. Mereka juga ada yang membagi menjadi Benua Amerika, Asia, Eropa, Afrika, Australia (Oceania), dan Antartika. Benua Amerika Utara dan Amerika Selatan dianggap satu, yaitu Benua Amerika. Bila kamu menganggap bumi terbagi menjadi enam benua pun juga tidak salah.

Sebagian besar benua masih saling berhubungan. Hanya Benua Australia dan Antartika yang benar-benar terpisah dari benua lain. Seluruh wilayah Benua Australia dan Antartika dikelilingi samudra. Benua Asia dan Afrika dihubungkan oleh Tanah Genting Suez. Benua Amerika Utara dan Amerika Selatan dihubungkan oleh Tanah Genting Panama. Asia dan Eropa sebenarnya satu benua yang disebut Eurasia. Kedua benua terpisah karena alasan budaya dan sejarah.

Apabila kita mengamati peta dunia, dua pertiga wilayah benua terbentang di belahan bumi utara. Seluruh benua dihuni manusia, kecuali Benua Antartika. Luas benua-benua di bumi dapat kamu ketahui pada tabel berikut.

Tabel  Luas Benua-Benua di Bumi :

Benua & Luas (km persegi) :
1. Asia, Luasnya 44.579.000  km2.
2. Afrika, Luasnya 30.065.000 km2.
3. Amerika Utara,  Luasnya 24.256.000 km2.
4. Amerika Selatan,  Luasnya 17.819.000 km2.
5. Antartika,  Luasnya 13.209.000 km2.
6. Eropa,  Luasnya 9.938.000 km2.
7. Australia,  Luasnya 7.687.000 km2.
Luas semua benua,  Luasnya 147.553.000 km2.

Luas semua benua adalah 147.553.000 km2 atau 34% dari luas permukaan bumi. Luas permukaan bumi adalah 510.065.000 km2.

Tunjukkan pada peta Tanah Genting Suez dan Panama yang memisahkan Benua Asia dan Afrika, serta Benua Amerika Utara dan Amerika Selatan.

 

B. Letak dan Batas Benua.

Pada peta dunia tampak benua-benua letaknya tersebar. Benua Asia dan Eropa tergabung menjadi satu. Kedua wilayah dibatasi oleh Pegunungan Ural. Selain dipisahkan oleh batas alam, kedua wilayah berbeda secara budaya dan sejarah. Benua Asia berdekatan dengan Benua Afrika.

Di manakah letak dan batas Benua Asia di bumi? Letak benua dilihat dari posisi geografis dan wilayah sekitarnya. Letak benua berkaitan dengan batas wilayah benua. Kamu dapat mengetahui posisi geografis dan batas Benua Asia dan benua lain pada tabel berikut.

Tabel – Posisi Geografis dan Batas Benua.

Batas-batas Benua.
1. Benua Asia. 

  • Lokasi Lintang dan Bujur : 1°15’LU – 77°45’LU  –  26°04’BT – 169°40’BB.
  • Sebelah Utara Benua Asia adalah : Samudra Arktik.
  • Sebelah Timur Benua Asia adalah : Samudra Pasifik.
  • Sebelah Selatan Benua Asia adalah : Samudra Hindia dan Benua Afrika.
  • Sebelah Barat Benua Asia adalah : Benua Eropa dan Benua Afrika.

 

2. Benua Afrika.

  • Lokasi Lintang dan Bujur : 34°52’LS – 37°21’LU – 17°32’BB – 51°26’BT .
  • Sebelah Utara Benua Afrika adalah : Benua Eropa, Benua Asia.
  • Sebelah Timur Benua Afrika adalah : Samudra Hindia, Benua Asia.
  • Sebelah Selatan Benua Afrika adalah : Samudra Hindia, Samudra Antlantik.
  • Sebelah Barat Benua Afrika adalah : Samudra Atlantik.

 

3. Benua Amerika Utara :

  • Lokasi Lintang dan Bujur : 70°30’LU – 9°20’LU   ;  Utara 76°BB–168°05’BB.
  • Sebelah Utara Benua Amerika Utara adalah : Samudra
    Arktik.
  • Sebelah Timur Benua Amerika Utara adalah : samudra Antlantik.
  • Sebelah Selatan Benua Amerika Utara adalah : Benua Amerika Selatan, Samudra Pasifik.
  • Sebelah Barat Benua Amerika Utara adalah : Samudra Pasifik.

 

4. Benua Amerika Selatan.

  • Lokasi Lintang dan Bujur : 12°25’LU–56°LS ; 34°47’BB–81°20’BB .
  • Sebelah Utara Benua Amerika Selatan adalah :  Benua Amerika Utara, Samudra Atlantik.
  • Sebelah Timur Benua Amerika Selatan adalah : Samudra Antlantik.
  • Sebelah Selatan Benua Amerika Selatan adalah : Benua Antartika
  • Sebelah Barat Benua Amerika Selatan adalah : Samudra Pasifik.

 

5. Benua Eropa.

  • Lokasi Lintang dan Bujur : 36°01’LU–71°10’LU ; 9°30’BB–71°BT .
  • Sebelah Utara benua Eropa adalah : Samudra Arktik.
  • Sebelah Timur benua Eropa adalah : Benua Asia.
  • Sebelah Selatan benua Eropa adalah : Benua Afrika dan Asia.
  • Sebelah Barat benua Eropa adalah : Samudra Atlantik.

 

6. Benua Australia.

  • Lokasi Lintang dan Bujur : 10°41’LS–39°08’LS; 113°09’BT–153°38’BT.
  • Sebelah Utara benua Australia adalah :  Samudra Pasifik.
  • Sebelah Timur benua Australia adalah : Samudra Pasifik.
  • Sebelah Selatan benua Australia adalah : Samudra Hindia.
  • Sebelah Barat benua Australia adalah : Samudra Hindia.

 

7. Benua Antartika.

  • Lokasi lintang : 90°LS dan dikelilingi garis lingkar Antartika.
  • Sebelah Utara Antartika : Samudra Selatan.
  • Sebelah Timur Antartika :Samudra Selatan.
  • Sebelah Selatan Antartika : Samudra Selatan.
  • Sebelah Barat Antartika : Samudra Selatan.

 

C. Ciri-Ciri Benua.

Bentuk benua yang khas adalah salah satu ciri dari benua. Ciri benua yang lain masih banyak, antara lain bentang alam, iklim, dan penduduk. Bentang alam wilayah benua dapat berupa gunung, pegunungan, danau, sungai, dan dataran.

Bagaimana ciri-ciri benua di bumi? Kamu dapat mengetahuinya dari penjelasan berikut.

 

1. Benua Asia.

Benua Asia adalah benua terluas di dunia. Luasnya lebih dari 44,5 juta km2. Wilayah Benua Asia bagian barat menyatu dengan wilayah Benua Eropa. Kedua wilayah dibatasi oleh batas alam, yaitu Pegunungan Ural dan Kaukasus, Sungai Ural dan Emba, serta Laut Hitam dan Kaspia.

a. Bentang Alam di Benua Asia.

Wilayah Asia Utara mencakup sebagian besar Siberia. Wilayah Asia Tengah sebelah barat berupa dataran rendah. Gurun pasir terdapat di wilayah ini. Dataran tinggi sangat luas terletak di wilayah Tibet dan Cina. Dataran tinggi ini dikelilingi pegunungan, yaitu Pegunungan Himalaya, Karakoram, Kunlun, Tian Shan, dan Hindukush. Dataran tinggi di India dan Arab berdampingan dengan dataran rendah yang dibentuk oleh aliran Sungai Gangga, Tigris, dan Eufrat. Bentang alam di Benua Asia meliputi sebagai berikut.

1) Pegunungan / Gunung di Benua Asia.

a) Pegunungan Himalaya (Cina, India, Nepal, dan Bhutan).
b) Pegunungan Karakoram (Pakistan dan India).
c) Pegunungan Kunlun (Cina).
d) Pegunungan Tian Shan (Kirgistan dan Cina).
e) Pegunungan Hindukush (Afganistan dan Pakistan).
f) Pegunungan Zagros (Iran).
g) Pegunungan Verkhoyansk (Rusia).
h) Pegunungan Cherski (Rusia).
i) Pegunungan Stanovoy (Rusia).
j) Pegunungan Khingan Besar (Cina).
k) Gunung Everest (8.856 m) di Cina dan Nepal tertinggi di dunia.
l) Gunung K2 (Cina dan Pakistan).
m) Gunung Kanchenjunga (India dan Nepal).
n) Gunung Nanga Parbat (Pakistan).
o) Gunung Annapurna (Nepal).
p) Gunung Dhaulagiri (Nepal).

 

2) Dataran Tinggi/Plato di Benua Asia:

a)Plato Tibet (Cina).
b)Plato Iran (Iran).
c)Dataran Tinggi Siberia (Rusia).

 

3) Dataran Rendah di Benua Asia:

a) Dataran Rendah Gangga (India dan Bangladesh).
b) Dataran Rendah Tigris dan Eufrat (Irak).
c) Dataran Rendah Cina (Cina).
d) Dataran Rendah Siberia (Rusia).

4) Gurun di Benua Asia: Gurun Gobi (Cina).

 

5) Danau di Benua Asia:

a) Danau/Laut Aral (Kazaktan dan Uzbekistan).
b) Danau Balkhash (Kazakstan).
c) Danau Baikal (Rusia).

 

6) Sungai di Benua Asia:

a) Sungai Ob-Irtysh (Rusia).
b) Sungai Yenisai-Argana (Rusia).
c) Sungai Lena (Rusia).
d) Sungai Amur (Rusia dan Cina).
e) Sungai Hoang Ho (Cina).
f) Sungai Chang/Yang Tze (Cina).
g) Sungai Xi (Cina).
h) Sungai Mekong (Indo-Cina).
i) Sungai Salween (Myanmar).
j) Sungai Gangga-Brahmaputra (India dan Bangladesh).
k) Sungai Tigris-Eufrat (Irak).
l) Sungai Irrawaddy (Myanmar).

m) Sungai Indus (Pakistan dan India).
n) Sungai Amu Darya (Uzbekistan dan Afganistan).
o) Sungai Syr Darya (Kazakstan).
p) Sungai Tarim (Cina).

 

b. Iklim di Benua Asia.

Benua Asia memiliki perbedaan iklim yang tajam :

  1. Iklim sangat panas dan sangat dingin terdapat di wilayah Arktik.
  2. Iklim hujan deras karena ada pengaruh angin muson.
  3. Iklim sangat kering terdapat di cekungan atau basin Tarim.

 

c. Penduduk di Benua Asia.

Wilayah Benua Asia dikuasai oleh banyak bangsa sebagai berikut:

1) Arab.
2) Jepang.
3) Manchuria.
4) Melayu.
5) Mongolia.
6) Persi.
7) Tartar.

 

2. Benua Afrika.

Afrika merupakan benua terbesar kedua di dunia. Luas Benua Afrika lebih dari 30 juta km2. Bila kamu amati pada peta, bentuk Benua Afrika tampak seperti sepatu bot. Wilayah di bagian utara lebih lebar dibanding bagian tengah dan selatan. Benua Afrika terletak di sebelah selatan Benua Eropa dan Asia. Semenanjung Sinai dan Laut Merah memisahkan Benua Afrika dan Asia. Di semenanjung ini terdapat Terusan Suez.

a. Bentang Alam Benua Afrika.

Wilayah di bagian utara dan barat Benua Afrika berupa dataran rendah. Wilayah di bagian selatan dan timur Benua Afrika berupa dataran tinggi. Daerah dataran tinggi berlereng curam dan sering berdekatan dengan pantai. Keadaan ini menyebabkan dataran pantainya sempit. Bentang alam di Benua Afrika meliputi sebagai berikut:

1) Gunung/Pegunungan Benua Afrika.

a) Pegunungan Atlas (Maroko-Aljazair).
b) Pegunungan Mitumba (Rep. Demokrasi Kongo).

c) Pegunungan Drakensberg (Afrika Selatan).
d) Gunung Kilimanjaro (5.895 m) di Tanzania, tertinggi di Afrika.
e) Gunung Ruwen zori (Rep. Demokrasi Kongo).
f) Gunung Kamerun (Kamerun).
g) Gunung Ras Dhasan (Etiopia)

 

2) Dataran Tinggi/Plato di Benua Afrika.

a) Plato Etiopia (Etiopia).
b) Plato Du Taimait (Aljazair).

 

3) Gurun di Benua Afrika.

a) Gurun Sahara (terluas di dunia), membentang di wilayah Mauritania, Mali, Niger, Chad, dan Sudan.
b) Gurun Kalahari (Botswana).
c) Gurun Namib (Namibia).
d) Gurun Libia (Libia).
e) Gurun Arabia (Mesir).

 

4) Danau di Benua Afrika.
a) Danau Nyasa (Mozambik,Tanzania dan Malawi).
b) Danau Tanganyika (Tanzania, Zambia, Rep. Demokrasi Kongo, dan Burundi).
c) Danau Victoria (Tanzania, Uganda, dan Kenya).
d) Danau Chad (Chad, Niger, dan Nigeria).
e) Danau Nasser (Mesir).
f) Danau Tana (Etiopia).
g) Danau Edward (Rep. Demokrasi Kongo).
h) Danau Albert (Rep. Demokrasi Kongo).
i) Danau Mweru (Zambia dan Rep. Demokrasi Kongo).

5) Sungai di Benua Afrika.
a) Sungai Nil (6.671 km) di Mesir dan Sudan, ter-panjang di dunia.
b) Sungai Kongo/Zaire (Rep. Demokrasi Kongo dan Kongo).
c) Sungai Niger (Nigeria, Niger, dan Mali).
d) Sungai Zambezi (Mozambik).
e) Sungai Orange (Afrika Selatan dan Namibia).
f) Sungai Limpopo (Mozambik, Botswana, Zimbabwe, dan Afrika Selatan).
g) Sungai Senegal (Senegal).

 

b. Iklim di Benua Afrika.

Sebagian besar wilayah Benua Afrika berada di sekitar khatulistiwa sehingga beriklim tropis dan subtropis. Di daerah gurun beriklim gurun.

 

c. Penduduk di Benua Afrika.

Penduduk di Benua Afrika terdiri atas bangsa Negro (penduduk asli), Hamit, Semit, Eropa, dan orang kerdil (Bushmen, Hotentot, dan Pygmi).

3. Benua Eropa.

Benua Eropa secara fisik menyatu dengan Benua Asia. Wilayah Benua Eropa sebenarnya merupakan gabungan beberapa semenanjung, yaitu Semenanjung Skandinavia, daratan utama Eropa Balkan, Iberia, dan Italia. Benua Eropa dan Afrika dibatasi Laut Mediterania (Laut Tengah).

 

a. Bentang Alam benua Eropa.

Wilayah Benua Eropa memiliki relief bervariasi, yaitu pegunungan, perbukitan, dataran tinggi, dan dataran rendah. Bentang alam di Benua Eropa meliputi sebagai berikut:

1) Pegunungan/Gunung benua Eropa.

a) Pegunungan Alpen (Prancis, Italia, Swiss, Austria, dan Jerman).
b) Pegunungan Pyrenees (Spanyol dan Prancis).
c) Pegunungan Karpatia (Polandia, Ukraina, dan Rumania).
d) Pegunungan Apennina (Italia).
e) Pegunungan Balkan (Bulgaria dan Yugoslavia).
f) Pegunungan Ural (Rusia).
g) Pegunungan Kaukasus (Rusia).
h) Gunung Elbrus (5.633 m) di Georgia, tertinggi di Benua Eropa.
i) Gunung Mount Blanc (Prancis).
j) Gunung Etna (Italia).
k) Gunung Olympus (Yunani).

2) Dataran Tinggi di Benua Eropa.
– Dataran Tinggi Rusia (Rusia).

3) Perbukitan di Benua Eropa.
– Perbukitan Volga (Rusia).

4) Dataran Rendah di Benua Eropa.
a) Dataran Po (Italia).
b) Dataran Alford/Hongaria (Hongaria).

5) Danau di benua Eropa.
a) Danau/Laut Kaspia (Rusia).
b) Danau Onega (Rusia).
c) Danau Ladoga (Rusia).

 

6) Sungai di benua Eropa :

a) Sungai Volga (Rusia),
b) Sungai Don (Rusia),
c) Sungai Dniper (Rusia),
d) Sungai Danube (Rumania, Bulgaria, Yugoslavia, dan Hongaria),
e) Sungai Vistula (Polandia),
f) Sungai Oder (Jerman),
g) Sungai Ebro (Spanyol),
h) Sungai Elbe (Jerman),
i) Sungai Rhine (Jerman),
j) Sungai Rhone (Prancis),
k) Sungai Seine (Prancis),
l) Sungai Loire (Prancis),
m) Sungai Garrone (Prancis),
n) Sungai Tagus (Portugal dan Spanyol),
o) Sungai Thames (Inggris),

p) Sungai Po (Italia).

 

b. Iklim di benua Eropa.

Wilayah Eropa memiliki iklim dingin dan sedang. Empat jenis musim di Eropa, yaitu musim panas, gugur, dingin, dan semi.

 

c. Penduduk di benua Eropa.

Wilayah Eropa terdapat tiga kelompok bangsa, yaitu bangsa Jermania, Romania, dan Slavia.

 

4. Benua Amerika Utara.

Benua Amerika Utara adalah benua terbesar ketiga di dunia. Benua ini berada di belahan bumi barat. Wilayah Benua Amerika Utara dan Amerika Selatan dibatasi oleh Tanah Genting Panama.

a. Bentang Alam.

Benua Amerika Utara dapat dibagi menjadi wilayah bagian barat, tengah, dan timur.

1) Wilayah Bagian Barat – Benua Amerika Utara.

Wilayah bagian barat mencakup Pegunungan Rocky ke barat.

a) Pegunungan di bagian Barat Benua Amerika Utara.

(1) Pegunungan Rocky (Kanada dan Amerika Serikat),
(2) Pegunungan Pantai (Kanada dan Amerika Serikat),
(3) Pegunungan Cascade (Amerika Serikat),
(4) Pegunungan Sierra Nevada (Amerika Serikat),
(5) Pegunungan Madre Barat (Meksiko),
(6) Pegunungan Madre Timur (Meksiko),

 

b) Lembah  di bagian Barat Benua Amerika Utara.

(1) Great Basin (Amerika Serikat),
(2)Lembah Kematian/Death Valley (–86 meter) di Amerika Serikat, titik terendah di Benua Amerika Utara,

 

c) Danau  di bagian Barat Benua Amerika Utara : Danau Garam Besar (Amerika Serikat)

 

d) Sungai  di bagian Barat Benua Amerika Utara.

(1) Sungai Kolorado (Amerika Serikat),
(2) Sunga Kolombia (Amerika Serikat dan Kanada),
(3) Sungai Yukon (Kanada).

 

2) Benua Amerika Utara – Wilayah Bagian Timur.
Wilayah bagian timur mencakup Pegunungan Appalachia ke timur.

a) Pegunungan di Benua Amerika Utara – Wilayah Bagian Timur : Pegunungan Appalachia (Amerika Serikat).

b) Dataran Rendah Benua Amerika Utara – Wilayah Bagian Timur : Dataran Pantai Atlantik (Amerika Serikat).

 

3) Benua Amerika Utara – Wilayah Bagian Tengah :
Wilayah bagian tengah mencakup wilayah antara Pegunungan Rocky dan Appalachia.

a) Dataran Tinggi dan Perbukitan – Benua Amerika Utara – Wilayah Bagian Tengah :
Great Plains (Kanada dan Amerika Serikat)

b) Dataran Rendah di Benua Amerika Utara – Wilayah Bagian Tengah :
1) Interior Plain,
2) Dataran Pantai Teluk Meksiko.

c) Danau di Benua Amerika Utara – Wilayah Bagian Tengah :

1) Danau Superior (82.414 km2) di perbatasan Kanada dan Amerika Serikat, terbesar di Benua Amerika Utara.
2) Danau Michigan (Amerika Serikat),
3) Danau Huron (Kanada dan Amerika Serikat),
4) Danau Ontario (Kanada dan Amerika Serikat).
5) Danau Erie (Kanada dan Amerika Serikat).

d) Sungai di Benua Amerika Utara – Wilayah Bagian Tengah.

1) Sungai Mississippi (6.020 km) di Amerika Serikat, terpanjang di Benua Amerika Utara.
2) Sungai Missouri (Amerika Serikat),
3) Sungai Arkansas (Amerika Serikat),
4) Sungai Machenzie (Kanada),
5) Sungai Nelson (Kanada),
6) Sungai Rio Grande (Amerika Serikat),
7) Sungai Saint Lawrence (Kanada),
8) Sungai Mackenzie (Kanada).

b. Iklim : Wilayah Benua Amerika Utara yang luas memiliki iklim tropis, subtropis, sedang, dingin, dan kontinental (benua).

c. Penduduk : Penduduk Amerika Utara terdiri atas bangsa Indian dan Eskimo (penduduk asli) serta penduduk dari bangsa Eropa.

 

5.Benua Amerika Selatan.

Benua Amerika Selatan terletak di selatan Benua Amerika Utara. Benua Amerika Selatan termasuk bagian belahan bumi barat. Panjang benua lebih dari 7.000 km dan lebarnya lebih dari 5.000 km. Bentuk Benua Amerika Selatan tampak seperti mangkuk.

a. Bentang Alam benua Amerika Selatan.

Wilayah Benua Amerika Selatan dapat dibagi menjadi lima wilayah utama sebagai berikut:

1)Bagian Barat – benua Amerika Selatan.

a) Cordillera/Pegunungan/ Gunung.

Di bagian barat, di Argentina, terdapat Gunung Aconcagua (6.969 meter), tertinggi di Benua Amerika Selatan. Di bagian utara, Pe-gunungan Andes di Kolombia bercabang menjadi tiga, yaitu Cordillera Occidental, Central, dan Oriental.

b) Sungai : Sungai Magdalena-Causa (Kolombia)

c) Danau : Danau Titicaca di perbatasan Peru dan Bolivia, terbesar di Benua Amerika Selatan.

2) Bagian Timur Laut.

a) Dataran Rendah

(1) Dataran Rendah Amazon (Brasil),
(2) Dataran Rendah Orinoko (Venezuela).

b) Dataran Tinggi : Dataran Tinggi Guiana (Guyana dan Venezuela).

c) Sungai :

(1) Sungai Amazon (Brasil),
(2) Sungai Orinoko (Venezuela).

3) Bagian Timur.

a) Dataran Tinggi Brasil (Brasil).
b) Mato Grasso (Brasil).

4) Bagian Tenggara : Dataran Rendah lembah Sungai Parana dan Paraguay (Argentina dan Paraguay).

5) Bagian Selatan : Dataran Tinggi Patagonia (Argentina).

 

b.Iklim :
Benua Amerika Selatan memiliki iklim tropis, subtropis, sedang, dan dingin.

c. Penduduk : Penduduk Amerika Selatan berasal dari bangsa Latin (Spanyol dan Portugis), Indian, Negro, serta bangsa campuran (Mestizo, Mulato, Zambo, dan Kreol).

 

6. Benua Australia.

Benua Australia mudah dikenali pada peta karena letaknya menyendiri. Wilayah Benua Australia berada di belahan bumi selatan. Relief Benua Australia relatif rata dibanding benua lain.

a. Bentang Alam

Benua Australia dapat dibagi menjadi lima wilayah sebagai berikut:

1)  Wilayah Plato Barat :

a)Plato Hammersley (Australia Barat),
b)Plato Kimberly (Australia Barat),
c)Plato Arnhem Land (Teritorial Utara),
d)Pegunungan Macdonnell (Teritorial Utara),
e)Pegunungan Musgrave (Australia Selatan dan Barat).

2) Wilayah Dataran Rendah Tengah :

a)Basin Carpentaria (Queensland),
b)Basin Eyre (Australia Selatan),
c)Basin Murray-Darling (News South Wales),
d)Dataran Nullarbor (Australia Barat dan Selatan),
e)Gurun Simpson (Teritorial Utara dan Australia Selatan),
f)Gurun Great Sandy (Australia Barat),
g)Gurun Gibson (Australia Barat),
h)Gurun Great Victoria (Australia Barat dan Selatan),
i)Danau Eyre (Australia Selatan), terbesar di Australia.
j)Danau Torrens (Australia Selatan),
k)Danau Frome (Australia Selatan),
l)Danau Gairdner (Australia Selatan),
m)Sungai Murray-Darling (Australia Selatan dan New South Wales), terpanjang di Australia.

3)Wilayah Dataran Tinggi Timur:

a)Pegunungan Pemisah Besar (Queensland dan New South Wales),
b)Pegunungan Biru (New South Wales),
c)Pegunungan Salju (New South Wales dan Victoria),
d)Gunung Kasciusko (2.228 km) di New South Wales, tertinggi di Australia.

4)Wilayah Dataran Pantai Barat :

a)Sungai Gascoyne (Australia Barat),
b)Sungai Murchison (Australia Barat),
c)Sungai Asburton (Australia Barat).

5)Wilayah Dataran Pantai Timur :

a)Karang Penghalang Besar (Queensland)

b)Sungai Burdekin (Queensland)

c)Sungai Dawson (Queensland)

 

b. Iklim.
Wilayah Australia beriklim tropis, subtropis, dan sedang. Musim di Australia yaitu musim panas, gugur, dingin, dan semi.

c. Penduduk.
Penduduk Australia berasal dari suku Aborigin (penduduk asli) dan bangsa Eropa.

7. Benua Antartika.

Benua Antartika terletak di Kutub Selatan bumi dan merupakan tempat terdingin di bumi. Hampir seluruh wilayahnya tertutup salju.

a.Bentang Alam Antartika.

1) Benua Antartika dapat dibagi menjadi Antartika Barat dan Timur. Kedua wilayah ter-gabung menjadi benua tunggal oleh lapisan es tebal.
2)Sebagian kecil wilayah Antartika (<5%) tidak tertutup es, seperti puncak gunung, lembah kering, dan pantai.
3)Danau Vostok, terbesar di Antartika.
4)Pegunungan Ellsworth.
5)Puncak Vinsson Massif (5.140 meter), tertinggi di Antartika.

b. Iklim : Wilayah Antartika beriklim kutub yang bersuhu sangat dingin.

c. Penduduk : Satu-satunya benua yang tidak berpenduduk tetap.

 

SD5 IPS Bab 9 – Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan

 

SD Kelas 5 IPS Bab 9 – Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan.

A. Pendahuluan.

Apa yang akan kamu lakukan kalau ada bangsa asing menyerbu dan ingin menjajah negara kita lagi? Tentu kamu tidak akan tinggal diam bukan? Sebagai warga negara Indonesia kita tentu akan berjuang mengusir bangsa penjajah itu. Demikian juga sikap rakyat Indonesia setelah kemerdekaan negara Indonesia diproklamasikan.
Kemerdekaan Indonesia sudah diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945. Meskipun demikian, Belanda tidak mengakui kemerdekaan itu dan terus berusaha untuk menjajah Indonesia kembali. Bangsa Indonesia berjuang dengan gigih untuk mempertahankan kemerdekaan.
Dalam bab ini kamu akan belajar tentang perjuangan Bangsa Indone- sia mempertahankan kemerdekaan. Setelah mempelajari bab ini diharapkan kamu memiliki kemampuan sebagai berikut.
1, Menyebutkan dan menceritakan beberapa pertempuran dalam rangka mempertahankan kemerdekaan.
2, Menyebutkan usaha-usaha diplomasi yang dilakukan oleh para pemim- pin bangsa untuk mempertahankan kemerdekaan.
3, Menyebutkan tokoh-tokoh penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
4, Menampilkan perilaku menghargai perjuangan mempertahankan ke- merdekaan.

 

B, Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan.

Ada dua bentuk perjuangan mempertahakan kemerdekaan, yaitu perjuangan fisik dan perjuangan diplomasi. Perjuangan fisik dilakukan de- ngan cara bertempur melawan musuh. Perjuangan diplomasi dilakukan dengan cara menggalang dukungan dari negara-negara lain dan lewat perundingan-perundingan.

1, Pertempuran-pertempuran mempertahankan kemerdekaan.

Setelah Jepang menyerah, Sekutu masuk Indonesia untuk mengambil alih kekuasaan. Pasukan Sekutu diboncengi Belanda. Belanda ingin me- nguasai Indonesia lagi. Rakyat Indonesia tidak senang Belanda kembali ke bumi pertiwi. Terjadilah pertempuran-pertempuran. Pertempuran terjadi di Surabaya, Ambarawa, Bandung, Palembang, Bali, Medan, dan kota-kota lainnya. Mari kita pelajari beberapa pertempuran ini!

 

a, Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

Tentara Sekutu mendarat untuk pertama kali di Surabaya pada tanggal 25 Oktober 1945. Komandan pasukan Sekutu yang mendarat di Surabaya adalah Brigjen A.W.S Mallaby. Tentara Sekutu bertugas melucuti tentara Jepang dan membebaskan interniran (tawanan perang).

Awalnya, pemerintah dan rakyat Indonesia menyambut kedatangan tentara Sekutu tersebut dengan tangan terbuka. Namun, Sekutu meng- abaikan uluran tangan tersebut. Pada tanggal 27 Oktober 1945, Sekutu menyerbu penjara Kalisosok. Mereka berhasil membebaskan Kolonel Huiyer. Kolonel Huiyer ialah seorang perwira angkatan laut Belanda yang ditawan Jepang.

Pada tanggal 28 Oktober 1945, pos-pos Sekutu di seluruh kota Surabaya diserang oleh rakyat Indonesia. Dalam berbagai serangan itu, pasukan Sekutu terjepit. Pada tanggal 29 Oktober 1945, para pemuda dapat menguasai tempat-tempat yang telah dikuasai Sekutu. Komandan Sekutu menghubungi Presiden Sukarno untuk menyelamatkan pasukan Inggris dari bahaya kehancuran. Presiden Sukarno bersama Moh. Hatta, Amir Syarifudin, dan Jenderal D.C. Hawthorn tiba di Surabaya untuk menenangkan keadaan. Akhirnya, pada tanggal 30 Oktober 1945 dicapai kesepakatan untuk menghentikan tembak-menembak.

Namun, pada sore harinya terjadi pertempuran di gedung Bank Inter- national, tepatnya di Jembatan Merah. Dalam peristiwa itu, Brigjen Mallaby tewas. Menanggapi peristiwa ini, pada tanggal 9 November 1945, pimpinan Sekutu di Surabaya mengeluarkan ultimatum. Isi ultimatum itu adalah: “Semua pemimpin dan orang-orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat-tempat yang telah ditentu- kan, kemudian menyerahkan diri dengan mengangkat tangan. Batas waktu ultimatum tersebut adalah pukul 06.00 tanggal 10 November 1945. Jika sampai batas waktunya tidak menyerahkan senjata, maka Surabaya akan diserang dari darat, laut, dan udara”.

Batas waktu itu tidak diindahkan rakyat Surabaya. Oleh karena itu, pecahlah pertempuran Sura- baya pada tanggal 10 November 1945. Tentara Sekutu berjumlah kira-kira 10 sampai 15 ribu orang. Mereka terdiri dari pasukan darat, laut, dan udara. Pasukan Sekutu ini merupakan gabungan dari tentara Gurkha, Inggris, dan Belanda.

Dalam pertempuran yang berjalan sampai awal bulan Desember 1945 itu telah gugur beribu-ribu pejuang. Perjuangan rakyat Surabaya ini mencerminkan tekad perjuangan seluruh rakyat Indonesia. Untuk memperingati kepahlawanan rakyat Surabaya itu, pemerintah menetap- kan tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan.

“Pekik Perjuangan Merdeka” Pada tanggal 31 Agustus 1945, Presiden Sukarno
mengeluarkan Maklumat Pemerintah yang menetapkan pekik perjuangan “Merdeka” sebagai salam nasional. Salam nasional ini dilakukan dengan meng- angkat tangan setinggi bahu sambil memekikkan “merdeka!”. Salam nasional ini turut mengobarkan semangat para pejuang mempertahankan kemerdekaan.

 

b, Pertempuran Ambarawa.

“Pertempuran Ambarawa” diawali oleh mendaratnya tentara Sekutu di bawah pimpinan Brigadir Jenderal Bethel di Semarang. Tentara Sekutu mendarat di Semarang pada tanggal 20 Oktober 1945. Tujuan kedatangan mereka adalah untuk mengurus tawanan perang dan tentara Jepang di Jawa Tengah.
Kedatangan Sekutu semula disambut baik oleh rakyat Semarang. Bah- kan, Gubernur Jawa Tengah menawarkan bantuan bahan makanan dan keperluan-keperluan lainnya. Pihak Sekutu pun berjanji untuk tidak meng- ganggu kedaulatan Republik Indonesia.
Bentrokan bersenjata mulai timbul di Magelang. Bentrokan itu mulai meluas menjadi pertempuran antara pasukan Sekutu dengan pejuang In- donesia. Penyebabnya adalah tentara Sekutu diboncengi NICA. NICA adalah singkatan dari Netherlands Indies Civil Administration, yaitu peme- rintahan peralihan Belanda. NICA hendak membebaskan tawanan perang Belanda di Magelang dan Ambarawa.
Setelah diadakan perundingan antara Presiden Sukarno dengan Bri- gadir Jenderal Bethel, tentara Sekutu kemudian meninggalkan Magelang menuju Ambarawa pada tanggal 21 November 1945. Para pejuang Indo- nesia yang dipimpin Letnan Kolonel M. Sarbini mengejar pasukan Sekutu yang mundur ke Ambarawa. Di desa Jambu, pasukan Sekutu dihadang pejuang Angkatan Muda yang dipimpin oleh Sastrodiharjo. Di desa Ngipik, pasukan Sekutu diserang pejuang Indonesia yang dipimpin oleh Suryosumpeno.
Pada saat mundur, pasukan Sekutu mencoba menduduki dua desa di sekitar Ambarawa. Dalam pertempuran untuk membebaskan kedua desa tersebut, Letnan Kolonel Isdiman gugur. Letnan Kolonel Isdiman adalah Komandan Resimen Banyumas.
Dengan gugurnya Letnan Kolonel Isdiman, Kolonel Sudirman turun langsung ke medan pertempuran Ambarawa. Kolonel Sudirman adalah Panglima Divisi Banyumas. Kehadiran Kolonel Sudirman memberi semangat baru bagi pejuang Indonesia. Pasukan Indonesia mengepung kota Ambarawa dari berbagai jurusan. Siasat yang dipakai adalah meng- adakan serangan serentak dari berbagai jurusan pada saat yang sama. Pasukan Indonesia mendapat bantuan dari Yogyakarta, Surakarta, Salatiga, Purwokerto, Magelang, Semarang, dan lain-lain.
Pada tanggal 12 Desember 1945 pasukan Indonesia melancarkan se- rangan serentak ke Ambarawa. Pada tanggal 15 Desember 1945 pasukan Sekutu berhasil dipukul mundur ke Semarang. Dalam pertempuran di Ambarawa ini banyak pejuang yang gugur.

Untuk memperingati hari bersejarah itu, maka setiap tanggal 15 Desember diperingati sebagai Hari Infanteri. Selain itu, di Ambarawa juga didirikan sebuah monumen yang diberi nama Palagan Ambarawa.

 

c, Pertempuran “Medan Area”.

Pasukan Inggris di bawah pimpinan Brigadir Jenderal T.E.D. Kelly mulai mendarat di Medan (Sumatera Utara) pada tanggal 9 Oktober 1945. Tentara NICA yang telah dipersiapkan untuk mengambil alih pemerintahan ikut membonceng pasukan Inggris itu. Mereka menduduki beberapa hotel di Medan.

Pasukan Inggris bertugas untuk membebaskan tentara Belanda yang ditawan Jepang. Para tawanan dari daerah Rantau Prapat, Pematang Siantar, dan Brastagi dikirim ke Medan atas persetujuan Gubernur Moh. Hasan. Ternyata kelompok tawanan itu dibentuk menjadi “Medan Batalyon KNIL”. Mereka ini bersikap congkak.

Para pemuda dipelopori oleh Achmad Tahir, seorang mantan perwira Tentara Sukarela (Giyugun) membentuk Barisan Pemuda Indonesia. Mereka mengambil alih gedung-gedung pemerintahan dan merebut senjata dari tangan tentara Jepang. Kemudian pada tanggal 10 Oktober 1945 diben- tuklah TKR (Tentara Keamanan Rakyat) Sumatera Timur. Anggotanya para pemuda bekas Giyugun dan Heiho Sumatera Timur yang dipimpin oleh Ahmad Tahir.

Pada tanggal 13 Oktober 1945 terjadi insiden di sebuah hotel di Jalan Bali, Medan. Seorang anggota NICA menginjak-injak bendera merah putih yang dirampas dari seorang pemuda. Pemuda-pemuda Indonesia marah.

Hotel tersebut dikepung dan diserang oleh para pemuda dan TRI (Tentara Republik Indonesia). Terjadilah pertempuran. Dalam peristiwa itu banyak orang Belanda terluka. Peperangan pun menjalar ke Pematang Siantar dan Brastagi.

Pada tanggal 1 Desember 1945 pihak Inggris memasang papan-papan pengumuman bertuliskan “Fixed Boundaries Medan Area.” Dengan cara itu, Inggris menetapkan secara sepihat batas-batas kekuasaan mereka. Sejak saat itulah dikenal istilah Pertempuran Medan Area.
Jenderal T.E.D Kelly kembali mengancam para pemuda agar menyerahkan senjata. Siapa yang melanggar akan ditembak mati. Namun, para pemuda Indonesia tidak menggubris ancaman tersebut. Perlawan terus berlangsung dan semakin sengit. Para pemuda membentuk Komando Resi- men Laskah Rakyat Medan Area. Perlawanan terhadap Inggris dan Belanda terus berlanjut sampai Agresi Militer Belanda I pada bulan Juli 1947.

 

d, Bandung Lautan Api.

Pada bulan Oktober 1945, tentara Sekutu memasuki Kota Bandung. Ketika itu para pejuang Bandung sedang melaksanakan pemindahan kekuasaan dan merebut senjata dan peralatan dari tentara Jepang. Tentara Sekutu menduduki dan menguasai kantor-kantor penting. Tentara NICA membonceng tentara Sekutu itu. NICA berkeinginan mengembalikan ke- kuasaan Belanda di Indonesia. Para pejuang yang tergabung dalam TKR, laskar-laskar, dan badan-badan pejuang mengadakan perlawanan terhadap tentara Sekutu dan Belanda.
Pada tanggal 21 November 1945, tentara Sekutu mengeluarkan ulti- matum (peringatan) pertama agar kota Bandung bagian utara dikosongkan oleh pihak Indonesia selambat-lambatnya tanggal 29 November 1945. Para pejuang kita harus menyerahkan senjata yang dirampas dari tentara Jepang. Alasannya untuk menjaga keamanan. Apabila tidak diindahkan, tentara Sekutu akan menyerang habis-habisan.
Peringatan ini tidak dihiraukan oleh para pejuang Indonesia. Sejak saat itu sering terjadi bentrokan senjata. Kota Bandung terbagi menjadi dua, Bandung Utara dan Bandung Selatan. Karena persenjataan yang tidak memadai, pasukan TKR dan para pejuang lainnya tidak dapat mem- pertahankan Bandung Utara. Akhirnya Bandung Utara dikuasai oleh Sekutu.
Pada tanggal 23 Maret 1946 tentara Sekutu mengeluarkan ultimatum kedua. Mereka menuntut agar semua masyarakat dan para pejuang TRI (Tentara Republik Indonesia) mengosongkan kota Bandung bagian selatan. Perlu diketahui bahwa sejak 24 Januari 1946, TKR telah berubah namanya menjadi TRI.

Demi keselamatan rakyat dan pertimbangan politik, pemerintah Republik Indonesia Pusat memerintahkan TRI dan para pejuang la-innya mundur dan mengosongkan Bandung Selatan. Tokoh-tokoh pejuang, se- perti Aruji Kartawinata, Suryadarma, dan Kolonel Abdul Harris Nasution yang menjadi Panglima TRI waktu itu segera bermusyawarah. Mereka se- pakat untuk mematuhi perintah dari Pemerintah Pusat. Namun, mereka tidak mau menyerahkan kota Bandung bagian selatan itu secara utuh kepada musuh.

Rakyat diungsikan ke luar kota Bandung. Pasukan TRI dan para pejuang lainnya dengan berat hati meninggalkan Bandung Selatan. Sebelum ditinggalkan, Bandung Selatan dibumihanguskan oleh para pejuang. Bumi hangus adalah memusnahkan dengan pembakaran semua barang, bangunan, gedung yang mungkin akan dipakai oleh musuh. Pertempuran terus berlanjut. Para anggota TKR dan pemuda kita menggunakan taktik perang gerilya. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 23 Maret 1946 dan terkenal dengan sebutan Bandung Lautan Api. Dalam peristiwa tersebut, gugur seorang pejuang Mohammad Toha.

Pertempuran yang telah kita bahas di atas hanyalah sebagian dari per- tempuran yang terjadi. Masih banyak pertempuran mempertahankan ke- merdekaan yang terjadi di tempat-tempat lain. Pertempuran-pertempuran lainnya dalam rangka mempertahankan kemerdekaan yang terkenal antara lain sebagai berikut.
1, Pertempuran Margarana yang dipimpin Letkol I Gusti Ngurah Rai di Bali pada tanggal 12 November 1946.
2, Pertempuran di Sulawesi Selatan yang dipimpin Robert Wolter Mongisidi pada tanggal 3 November 1946.
3, Pertempuran lima hari lima malam di Palembang pada awal bulan Ja- nuari 1947.
4, Pertempuran laut di Teluk Cirebon yang menenggelamkan Kapal Perang RI, Gajah Mada, pada tanggal 5 Januari 1947.
5, Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta yang dipimpin oleh Letkol Suharto.

Dari berbagai pertempuran yang terjadi antara pejuang-pejuang kemer- dekaan dan tentara Sekutu dan NICA, kita dapat belajar beberapa hal berikut ini:
1, Kemerdekaan merupakan hal yang sangat mahal harganya. Demi ke- merdekaan yang telah diproklamasikan para pejuang rela mengorban- kan jiwa dan raganya.
2, Semangat perjuangan merupakan kekuatan yang dahsyat, melebihi kekuatan senjata. Hal ini dibuktikan, misalnya dalam pertempuran Am- barawa.
3, Menghormati keputusan para pemimpin. Para pejuang mempunyai jiwa yang besar. Meskipun dengan berat hati, keputusan pemimpin dilaksanakan. Hal ini misalnya terjadi dalam peristiwa Bandung Lautan Api.

Halo-Halo Bandung.Ismail Marzuki mengabadikan peristiwa “Bandung Lautan  Api” dengan menciptakan lagu “Halo-Halo Bandung”. Lagu ini menjadi mars perjuangan yang sangat terkenal sampai sekarang.

Berikut ini syair lagu “Halo- Halo Bandung”:
Halo, Halo Bandung,
Ibu kota Periangan,
Halo, Halo Bandung,
kota kenang-kenangan
Sudah lama beta,
tidak berjumpa dengan kau

Sekarang telah menjadi lautan api.
Mari Bung rebut kembali.

 

2, Usaha Perdamaian dan Agresi Militer Belanda.

Para pemimpin negara menyadari bahwa perang memakan banyak korban. Perang juga membuat rakyat menderita. Oleh karena itu para pe- mimpin mengusahakan perdamaian dengan jalan perundingan. Berikut ini beberapa usaha perundingan yang dilakukan.

a, Perjanjian Linggajati.
Pimpinan tentara Inggris menyadari, sengketa Indonesia dengan Belanda tidak mungkin diselesaikan melalui peperangan. Inggris berusaha mempertemukan kedua belah pihak di meja perundingan. Melalui meja perundingan diharapkan konflik bisa diatasi.
Pada tanggal 10 November 1946 diadakan perundingan antara Indo- nesia dan Belanda. Perundingan ini dilaksanakan di Linggajati. Linggajati terletak di sebelah selatan Cirebon. Dalam perundingan itu delegasi Indo- nesia dipimpin oleh Perdana Menteri Sutan Syahrir. Sementara delegasi Belanda dipimpin oleh Van Mook.
Pada tanggal 15 November 1946, hasil perundingan diumumkan dan disetujui oleh kedua belah pihak. Secara resmi, naskah hasil perundingan ditandatangani oleh Pemerintah Indonesia dan Belanda pada tanggal 25 Maret 1947. Hasil Perjanjan Linggajati sangat merugikan Indonesia karena wilayah Indonesia menjadi sempit.
Berikut ini isi perjanjian Linggajati.
1, Belanda hanya mengakui kekuasaan Republik Indonesia atas Jawa, Madura, dan Sumatera.
2, Republik Indonesia dan Belanda akan bersama-sama membentuk Negara Indonesia Serikat yang terdiri atas:
a, Negara Republik Indonesia,
b, Negara Indonesia Timur, dan
c, Negara Kalimantan.
3, Negara Indonesia Serikat dan Belanda akan merupakan suatu uni (ke- satuan) yang dinamakan Uni Indonesia-Belanda dan diketuai oleh Ratu Belanda.

 

b, Agresi Militer Belanda I.
Meskipun sudah ada Perjanjian Linggajati, Belanda tetap berusaha untuk menjajah Indonesia. Pada tanggal 21 Juli 1947, Belanda menyerang wilayah Republik Indonesia. Tindakan ini melanggar Perjanjian Linggajati. Belanda berhasil merebut sebagian Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Akibatnya wilayah kekuasaan Republik Indonesia semakin kecil.
Serangan militer Belanda ini dikenal sebagai Agresi Militer Belanda I. Peristiwa tersebut menimbulkan protes dari negara-negara tetangga dan dunia internasional. Wakil-wakil dari India dan Australia mengusulkan kepada PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) agar mengadakan sidang untuk membicarakan masalah penyerangan Belanda ke wilayah Republik Indonesia.

c, Perjanjian Renville (17 Januari 1948).
Pada tanggal 1 Agustus 1947, Dewan Keamanan PBB memerintahkan agar pihak Indonesia dan Belanda menghentikan tembak-menembak. Akhirnya pada tanggal 4 Agustus 1947, Belanda mengumumkan gencatan senjata. Gencatan senjata adalah penghentian tembak-menembak di antara pihak-pihak yang berperang.
PBB membantu penyelesaian sengketa antara Indonesia dan Belanda dengan membentuk Komisi Tiga Negara (KTN) yang terdiri atas:
1, Australia, dipilih oleh Indonesia;
2, Belgia, dipilih oleh Belanda;
3, Amerika Serikat, dipilih oleh Australia dan Belanda.
Komisi Tiga Negara (KTN) memprakarsai perundingan antara Indone- sia dan Belanda. Perundingan dilakukan di atas kapal Renville, yaitu kapal Angkatan Laut Amerika Serikat. Oleh karena itu, hasil perundingan ini dina- makan Perjanjian Renville.
Dalam perundingan itu Negara Indonesia, Belanda, dan masing-masing anggota KTN diwakili oleh sebuah delegasi.

1, Delegasi Indonesia dipimpin oleh Mr. Amir Syarifuddin.
2, Delegasi Belanda dipimpin oleh R. Abdul Kadir Wijoyoatmojo.
3, Delegasi Australia dipimpin oleh Richard C. Kirby.
4, Delegasi Belgia dipimpin oleh Paul van Zeeland.
5, Delegasi Amerika Serikat dipimpin oleh Frank Porter Graham.

Isi perjanjian Renville adalah sebagai berikut.
1, Belanda hanya mengakui daerah Republik Indonesia atas Jawa Tengah,
Yogyakarta, sebagian kecil Jawa Barat, dan Sumatera.
2, Tentara Republik Indonesia ditarik mundur dari daerah-daerah yang telah diduduki Belanda.
Hasil Perjanjian Renville sangat merugikan Indonesia. Wilayah kekuasaan Republik Indonesia menjadi semakin sempit.

d, Agresi Militer Belanda II.
Belanda terus berusaha menguasai kembali Indonesia. Pada tanggal 19 Desember 1948, Belanda melancarkan serangan atas wilayah Republik Indonesia. Penyerangan Belanda ini dikenal sebagai Agresi Militer Belanda II.
Ibu kota Republik Indonesia waktu itu, Yogyakarta, diserang Belanda. Perlu diketahui bahwa sejak 4 Januari 1946, lbu kota Republik Indonesia pindah dari Jakarta ke Yogyakarta. Belanda mengerahkan angkatan udara- nya. Lapangan Udara Maguwo tidak dapat dipertahankan. Akhirnya Yogyakarta direbut Belanda.

Pada tanggal 19 Desember 1948 Tentara Belanda menduduki kota Yogyakarta setelah sebelumnya mengebom Lapangan Terbang Maguwo. Peristiwa ini dikenal dengan sebutan Agresi Militer Belanda II.

Presiden Sukarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta, Sutan Syahrir, dan Suryadarma ditangkap Belanda. Presiden Sukarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta ditawan dan diasingkan ke Pulau Bangka. Sebelum ter- tangkap, Presiden Sukarno telah mengirim mandat lewat radio kepada Menteri Kemakmuran, Mr. Syaffiruddin Prawiranegara yang berada di Su- matera. Tujuannya ialah untuk membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dengan ibu kota Bukit Tinggi.
Agresi Militer Belanda II menimbulkan reaksi dunia, terutama negara- negara di Asia. Negara-negara di Asia seperti India, Myanmar, Afganistan, dan lain-lain segera mengadakan Konferensi New Delhi pada bulan Desem- ber 1949. Mereka bersimpati kepada perjuangan rakyat Indonesia, dan mendesak agar:
1, Pemerintah RI segera dikembalikan ke Yogyakarta, dan
2, Serdadu Belanda segera ditarik mundur dari Indonesia.
Belanda tidak memperdulikan desakan itu. Belanda baru bersedia berunding setelah Dewan Keamanan PBB turun tangan.

 

C, Usaha Diplomasi dan Pengakuan Kedaulatan.

Komisi PBB untuk Indonesia atau UNCI (United Nations Commission for Indonesia) berhasil mempertemukan pihak Indonesia dan Belanda dalam meja perundingan. Dalam perundingan-perundingan itu, delegasi dari In- donesia berjuang secara diplomasi supaya kedaulatan Indonesia diakui. Perundingan-perundingan itu antara lain, Perundingan Rum-Royen dan Konferensi Meja Bundar (KMB).

1,  Perjanjian Rum-Royen.
Perjanjian Rum-Royen disetujui di Jakarta pada tanggal 7 Mei 1949. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Mr. Moh. Rum, sedangkan pihak Belanda dipimpin oleh Dr. van Royen. Anggota delegasi Indonesia lainnya ialah Drs. Moh. Hatta dan Sri Sultan Hamengku Buwono lX.

Isi Perjanjian Rum-Royen adalah sebagai berikut.
1, Pemerintah Republik Indonesia dikembalikan ke Yogyakarta.
2, Menghentikan gerakan-gerakan militer dan membebaskan semua ta- hanan politik.
3, Belanda menyetujui adanya Republik Indonesia sebagai bagian dari Negara Indonesia Serikat.
4, Akan diselenggarakan perundingan lagi, yaitu KMB, antara Belanda dan Indonesia setelah Pemerintah Republik Indonesia kembali ke Yogyakarta.

2, Konferensi Meja Bundar (KMB).
Sebagai tindak lanjut Perjanjian Rum-Royen, pada tanggal 23 Agustus sampai dengan 2 November 1949 diadakan Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Drs. Moh. Hatta, delegasi BFO (Bijeenkomst Voor Federal Overleg) atau Badan Musyawarah Negara- negara Federal dipimpin oleh Sultan Hamid II. Delegasi Belanda dipimpin oleh Mr. van Maarseveen. Sedangkan UNCI dipimpin oleh Chritchley.

Hasil-hasil persetujuan yang dicapai dalam KMB adalah sebagai berikut.
1, Indonesia menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Belanda akan menyerahkan kedaulatan kepada RIS pada akhir bulan Desember 1949.
2, RIS dan Belanda akan tergabung dalam Uni Indonesia Belanda.
3, Irian Barat akan diserahkan setahun setelah pengakuan kedaulatan oleh Belanda.
Kesepakatan-kesepakatan yang dihasilkan dalam KMB sangat memuas- kan rakyat Indonesia. Akhirnya kedaulatan negara Indonesia diakui oleh pihak Belanda. Seluruh rakyat Indonesia menyambut hasil KMB dengan suka cita.

3, Pengakuan Kedaulatan.
Sesuai hasil KMB, pada tanggal 27 Desember 1949 diadakan upacara pengakuan kedaulatan dari Pemerintah Belanda kepada Pemerintah RIS. Upacara pengakuan kedaulatan dilakukan di dua tempat, yaitu Den Haag dan Yogyakarta secara bersamaan. Dalam acara penandatanganan pengakuan kedaulatan di Den Haag, Ratu Yuliana bertindak sebagai wakil Negeri Belanda Belanda dan Drs. Moh. Hatta sebagai wakil Indonesia. Sedangkan dalam upacara pengakuan kedaulatan yang dilakukan di Yogyakarta, pihak Belanda diwakili oleh Mr. Lovink (wakil tertinggi pemerintah Belanda) dan pihak Indonesia diwakili Sri Sultan Hamengkubuwono IX.
Dengan pengakuan kedaulatan itu berakhirlah kekuasaan Belanda atas Indonesia dan berdirilah Negara Republik Indonesia Serikat. Sehari setelah pengakuan kedaulatan, ibu kota negara pindah dari Yogyakarta ke Jakarta. Kemudian dilangsungkan upacara penurunan bendera Belanda dan dilanjutkan dengan pengibaran bendera Indonesia.

 

D, Menghargai Jasa Tokoh-tokoh Perjuangan dalam Mempertahankan Kemerdekaan.

Ada banyak tokoh yang terlibat dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Ada tokoh-tokoh yang berjuang secara fisik dengan melaku- kan perang gerilya. Ada juga tokoh-tokoh yang berjuang lewat jalur perjuangan diplomasi. Berikut ini kita akan membahas beberapa tokoh di antaranya.

1, IR. Sukarno.
Sukarno adalah proklamator kemerdekaan Indonesia. Didampingi Drs. Moh. Hatta beliau membacakan teks proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945. Beliau adalah presiden pertama Republik Indonesia. Sebagai presiden, beliau turut berjasa dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Beliau mulai merintis pemerintahan Indonesia dalam masa-masa yang sangat sulit. Sebagai presiden, beliau memberikan semangat kepada Bangsa Indonesia untuk tetap berjuang. Beliau ditangkap dan diasingkan ke Pulau Bangka ketika Belanda melakukan agresi militer pada tanggal 19 Desember 1948. Sebelumnya, beliau telah mengirimkan mandat kepada Menteri Kemakmuran Syafrudin Prawiranegara yang berada di Sumatera untuk membentuk dan memimpin Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).

2, DRS. Mohammad Hatta.
DRS. Mohammad Hatta juga dikenal sebagai Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia. Beliau memimpin kabinet di awal pembentukan negara Indonesia. Jasa beliau dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan sangatlah besar. Beliau dikenal sebagai delegasi Indonesia yang handal. Pada tanggal 23 Agustus – 2 November 1949, beliau memimpin delegasi Indonesia dalam Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Belanda. Hasil KMB sangat memuaskan Bangsa Indonesia. Belanda akhirnya meng- akui kedaulatan Republik Indonesia. Upacara pengakuan kedaulatan di- lakukan di dua tempat, yaitu di Yogyakarta dan di Den Haag pada tanggal 27 Desember 1949.

3, Jenderal Sudirman.
Peranan Jenderal Sudirman dalam perjuangan mempertahankan ke- merdekaan Indonesia sangat besar. Sebagai Panglima TKR, Divisi V Banyumas, Sudirman memimpin Pertempuran Ambarawa dan berhasil mengusir tentara Inggris. Pada tanggal 18 Desember 1945, Sudirman diangkat oleh menjadi Panglima Besar TKR dengan pangkat jenderal. Sudirman tetap me- mimpin perang gerilya meskipun beliau dalam keadaan sakit.

Panglima Besar Jenderal Sudirman disambut oleh para pejuang ketika tiba di Jakarta untuk menghadiri perundingan Panitia Gencatan Senjata pada tanggal 1 November 1946.

Bung Tomo, tokoh yang mengobarkan semangat perjuangan rakyat Surabaya.

4, Bung Tomo.
Sutomo atau Bung Tomo dilahirkan di Surabaya. Pada zaman pergerakan beliau bekerja di Surat Kabar Suara Umum dan menjadi redaktur mingguan Pembela Rakyat. Beliau mendirikan dan memimpin Barisan Pemberontakan Rakyat Indonesia. Beliau mengobarkan semangat rakyat Surabaya dalam perang melawan pasukan Sekutu pada tanggal 10 November 1945.

5, Sri Sultan Hamengku Buwono IX.
Sri Sultan Hamengku Buwono IX berperan besar dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Sebagai bangsawan, beliau membaur berjuang bersama rakyat biasa. Sri Sultan Hamengku Buwono merupakan tokoh pejuang diplomatik Indonesia. Beliau menjadi anggota delegasi Indonesia dalam Perundingan Rum-Royen yang dilakukan di Jakarta pada tanggal 2 Mei 1949.

 

Rangkuman :

Setelah Bung Karno memproklamasikan kemerdekaan, lahirlah Negara Indonesia. Ada banyak gangguan yang ingin merobohkan kedaulat- an negara yang baru berdiri ini. Tentara Sekutu masuk ke Indonesia untuk mengambil alih kekuasaan Jepang. Belanda yang membonceng Sekutu juga ingin berkuasa lagi di Indonesia.

Rakyat Indonesia berjuang mempertahankan kemerdekaan. Ada dua bentuk perjuangan yang dilakukan, yaitu perjuangan fisik dan perjuang- an diplomasi. Perjuangan fisik dilakukan dengan cara bertempur. Pertempuran-pertempuran yang dilakukan dalam rangka mempertahan- kan kemerdekaan antara lain sebagai berikut.
1, Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.
2, Pertempuran Ambarawa.
3, Pertempuran Medan Area.
4, Bandung Lautan Api.
5, Pertempuran Margarana di Bali.
6, Pertempuran di Sulawesi Selatan yang dipimpin Robert Wolter Monginsidi.
7, Pertempuran Lima Hari Lima Malam di Palembang.
8, Pertempuran laut di Teluk Cirebon.
9, Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta.

Perjuangan diplomasi dilakukan dengan cara mencari dukungan dari negara-negara lain. Perjuangan diplomasi juga dilakukan dengan cara perundingan. Perundingan-perundingan yang dilakukan, antara lain Perundingan Linggajati, Perjanjian Remville, Perjanjian Rum-Royen, dan Konferensi Meja Bundar (KMB).

Perjuangan Bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan akhirnya membuahkan hasil. Belanda mengakui kedaulatan RI secara penuh. Upacara pengakuan kedaulatan dilakukan di Den Haag (Belanda) dan di Yogyakarta secara bersamaan pada tanggal 27 Desember 1949.

Banyak tokoh yang terlibat dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, antara lain Bung Hatta, Bung Karno, Jenderal Sudirman, Bung Tomo, Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Suharto, dan Sutan Syahrir. Kita harus menghargai perjuangan mereka. Antara lain dengan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif.

 

Glosarium :

Adat istiadat : tata kelakuan yang diwarisi turun-temurun dan menjadi pola perilaku dalam masyarakat.
Agresi : penyerangan suatu negara terhadap negara lain.
Atlas : buku yang berisi gambar-gambar peta bumi. Bhanyangkari : pasukan pengawal raja pada zaman Majapahit. Brahmana : pendeta agama Hindu.
Budaya : semua hasil karya manusia berkat akal budinya untuk mempermudah hidup
Cagar alam : daerah yang kelestarian hidup tumbuh-tumbuhan
dan binatang yang terdapat di dalamnya dilindung oleh undang-undang dari bahaya kepunahan.
Candi : bangunan kuno yang terbuat dari susunan batu sebagai empat pemujaan (ibadah) atau penyimpanan abu jenazah raja-raja pada zaman kerajaan Hindu- Buddha.
Delegasi : orang yang ditunjuk dan diutus oleh suatu perkumpulan/negara dalam suatu perundingan.
Diplomasi : urusan kepentingan sebuah negara dengan perantaraan wakil-wakilnya.
Distribusi : usaha menyalurkan barang dari produsen ke pemakai.
Distributor : orang atau lembaga yang menyalurkan barang dari konsumen ke pemakai.
Diversifikasi : usaha meningkatkan hasil pertanian dengan cara memperbanyak jenis tanaman.
Ekspor : kegiatan menjual barang-barang produksi ke luar negeri
Ekstensifikasi : usaha meningkatkan hasil pertanian dengan cara memperlua lahan pertanian.
Empu : orang yang sangat ahli (terutama ahli membuat keris).
Fauna : dunia hewan
Flora : dunia tumbuh-tumbuhan

Gempa tektonik : gempa bumi yang disebabkan oleh pergeseran lempeng bumi.
Gempa vulkanik : gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas gunung berapi.
Globe : peta permukaan bumi yang berbentu bola dunia.
GMT : singkatan dari Greenwich Mean Time, yaitu patokan waktu matahari pada garis bujur 00.
Hikayat : karya sastra lama Melayu berisi cerita, undang-
undang, silsilah rekaan sebagai pelipur lara atau pembangkit semangat juang.
Iklim : keadaan hawa (suhu, kelembaban, awan, hujan, dan sinar matahari) pada suatu daerah dalam jangka waktu yang agak lama.
Impor : kegiatan mendatangkan barang-barang dari luar negeri
Infantri : angkatan bersenjata yang termasuk dalam kesatuan pasukan berjalan kaki.
Intensifikasi : usaha meningkatkan hasil pertanian tanpa memperluas lahan tetapi dengan cara penggunaan pu- puk, bibit unggul, pengairan, pemeliharaan, dan penyuluhan.
Interniran : tawanan perang.
Kaligrafi : seni menulis indah dengan pena. Kaum padri : kelompok agamawan di Minangkabau.
Kegiatan ekonomi : semua kegiatan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya.
Kenampakan alam : Kenampakan alam: bentuk-bentuk permukaan bumi yang terjadi secara alamiah, misalnya gunung, sungai, lembah, bukit, danau, dan sebagainya.
Kenampakan buatan : bentuk-bentuk permukaan bumi yang sengaja dibuat oleh manusia, misalnya bendungan, sungai irigasi, jalan raya, waduk, dan sebagainya.
Keragaman : keadaan beragama-ragam atau berjenis-jenis.
Kerja rodi : kerja paksa untuk membangun jalan pada zaman penjajahan Belanda.
Konferensi : rapat atau pertemuan untuk berunding atau bertukar pikiran mengenai suatu masalah yang dihadapi bersama.
Konsumen : orang yang menggunakan barang atau jasa.

Konsumsi : kegiatan memakai barang dan jasa.
Koperasi : bentuk usaha bersama atas dasar kekeluargaan dan gotong-royong untuk mewujudkan kemakmuran bersama.
Lahan produktif : tanah subur yang bisa menghasilkan berbagai hasil pertanian.
Legenda : keterangan yang menjelaskan arti simbol-simbol pada peta.
Maritim : berkaintan dengan laut.
Mata pencarian : pekerjaan pokok yang dilakukan untuk biaya sehari-hari
Mihrab : ruang kecil di masjid tempat imam berdiri waktu salat berjamaah.
Monopoli : sistem perdagangan yang dikuasai oleh satu orang atau kelompok sehingga harga bisa dikendalikan.
Muazin : orang yang menyerukan azan.
Nelubulanin : upacara menginjak tanah untuk pertama kalinya bagi anak yang berusia tiga bulan.
Ngaben : upacara pembakaran jenazah yang dilakukan oleh masyarakat Hindu Bali.
NICA : singkatan dari Netherlands Indies Civil Administra- tion, yaitu pemerintahan peralihan Belanda.
Nusantara : sebutan atau nama bagi seluruh kepulauan Indonesia.
Palagan : medan perang atau tempat terjadinya pertempuran.
Pasukan marchose : pasukan gerak cepat yang dibentuk Belanda untuk meredam perlawanan rakyat Aceh.
Pelayaran hongi : patroli laut yang dilakukan VOC untuk mengawasi
rakyat Maluku supaya tidak menjual rempah-rempah kepada pedagan lain.
Peninggalan sejarah : warisan dari masa lampau yang berupa benda mau-
pun kebiasaan yang mempunyai nilai sejarah.
Perang gerilya : perang yang dilakukan oleh pasukan-pasukan kecil dengan cara serangan mendadak.
Perang puputan : perang sampai dengan titik darah penghabisan. Pesantren : tempat murid-murid belajar, terutama tentang agama Islam.
Peta/map : gambar permukaan bumi pada suatu bidang datar dengan perbandingan atau skala tertentu.

Prasasti : tulisan dari masa lampau yang ditulis pada batu, emas, perak, perunggu, tembaga, tanah liat, atau tanduk binatang.
Preambule : pembukaan suatu konstitusi atau undang undang dasar.
Produksi : usaha atau kegiatan menghasilkan barang atau jasa. Produsen : orang yang menghasilkan barang-barang produksi. Proklamasi : pemberitahuan resmi kepada seluruh rakyat; pengumuman.
Proklamator : orang yang memproklamasikan.
Rehabilitasi : usaha meningkatkan hasil pertanian dengan cara mengganti cara bertani atau mengganti tanaman yang tidak produktif lagi.
Relief : gambar timbul yang biasa terdapat di dinding candi. Romusha : pekerja paksa pada zaman penjajahan Jepang.
Rotasi : perputaran bumi pada porosnya.
Stupa : bangunan dari batu seperti genda untuk menyimpan benda-benda suci sang Buddha.
Suku bangsa : kesatuan sosial yang dapat dibedakan dari kesatuan
sosial lain berdasarkan kesadaran akan identitas ke- budyaan tertentu, khususnya bahasa.
Sunan : gelar untuk para wali.
Tambang mineral : hasil tambang yang berupa bijih
tanam paksa : kebijakan pemerintah penjajahan Belanda yang mengharuskan rakyat menanam suatu jenis ta- naman, tujuannya untuk mengisi kekosongan kas Belanda.
Tradisional : menurut tradisi/adat.
Ultimatum : peringatan terakhir yang disertai dengan ancaman. VOC : singkatan dari Vereenigde Oost Indische Compagnie, artinya perkumuplan dagang Hindia Timur.
Volksraad : parlemen atau lembaga perwakilan rakyat pada zaman penjajahan Belanda.
Waduk/bendungan : tempat untuk menampung air yang sangat besar, biasanya dibuat dengan cara membendung sungai.
Wali : orang saleh/suci; penyebar agama.

 

SD5 IPS Bab 8 – Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia

 

SD Kelas 5 IPS Bab 8 – Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

A Pendahuluan.

Kapan Proklamasi Kemerdekaan negara kita dilakukan? Tahukah kamu siapa yang memproklamasikan kemerdekaan Indonesia? Apa artinya proklamasi kemerdekaan bagi bangsa Indonesia?

Proklamasi memiliki makna yang begitu besar bagi bangsa Indonesia. Proklamasi merupakan puncak perjuangan bangsa Indonesia dan menandai lahirnya negara Indonesia. Dalam bab ini kita akan mempelajari tentang beberapa peristiwa yang terjadi menjelang proklamasi kemerdekaan dan peran tokoh-tokoh dalam peristiwa bersejarah tersebut. Setelah mempe- lajari bab ini diharapkan kamu memiliki kemampuan berikut.
1, Menyebutkan tokoh-tokoh dalam peristiwa Proklamasi Kemerdekaan.
2, Menyebutkan beberapa peristiwa menjelang Proklamasi.
3, Menceritakan peristiwa Proklamasi.
4, Berperilaku menghargai jasa-jasa tokoh-tokoh dalam peristiwa Proklamasi.

B Peristiwa-peristiwa Sekitar Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Menjelang proklamasi kemerdekaan, Indonesia berada dalam kekuasa- an Jepang. Saat itu Jepang mengalami kekalahan dalam perang melawan Sekutu. Pasukan Sekutu terdiri dari Amerika, Inggris, Belanda, dan Perancis. Kesempatan itu digunakan oleh bangsa Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaan. Ada beberapa pe- ristiwa sejarah menjelang Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang patut kita ketahui.

1, Pertemuan di Dalat.

Pada tanggal 12 Agustus 1945 tiga tokoh pergerakan nasional, yaitu Dr. Radjiman Wedyodiningrat, Ir. Sukarno, dan DRS. Mohammad Hatta memenuhi undangan Jenderal Terauchi di Dalat (Vietnam Selatan). Jenderal Terauchi adalah Panglima tentara Jepang di Asia Tenggara.

Dalam pertemuan itu, Jenderal Terauchi mengatakan pemerintah Jepang telah memutuskan untuk mem- berikan kemerdekaan kepada Indone- sia. Keputusan itu diambil setelah Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Jepang. Bom atom pertama di- jatuhkan di kota Hiroshima pada tang- gal 6 Agustus 1945. Bom kedua di- jatuhkan di kota Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945. Akibatnya, Jepang menyatakan menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945.

 

2, Menanggapi berita kekalahan Jepang.

Berita tentang kekalahan itu sangat dirahasiakan oleh Jepang. Semua radio disegel oleh pemerintah Jepang. Namun demikian, ada juga tokoh- tokoh pergerakan yang dengan sembunyi-sembunyi mendengar berita tentang kekalahan Jepang tersebut. Di antaranya adalah Sutan Syahrir.
Pada tanggal 14 Agustus 1945 sore, Sutan Syahrir sudah menunggu kedatangan Mohammad Hatta dari Dalat. Syahrir mendesak agar proklamasi jangan dilakukan oleh PPKI. Menurut Syahrir, Negara Indonesia yang lahir dengan cara demikian akan dicap oleh Sekutu sebagai negara buatan Je- pang. Syahrir mengusulkan agar proklamasi kemerdekaan dilakukan oleh Bung Karno saja sebagai pemimpin rakyat, atas nama rakyat lewat siaran radio.

Hatta setuju kemerdekaan Indonesia di- selenggarakan secepatnya. Namun, beliau ti- dak yakin proklamasi dapat dilakukan oleh Bung Karno saja sebagai pemimpin rakyat dan atas nama rakyat. Menurut Hatta, kalau Bung Karno bertindak seperti itu, berarti merampas hak PPKI. Hatta tidak yakin Bung Karno mau bertindak seperti usul Syahrir. Setelah terjadi perdebatan, akhirnya Hatta dan Syahrir pergi ke rumah Bung Karno. Syahrir menyatakan maksudnya. Bung Karno menjawab bahwa beliau tidak berhak bertindak sendiri. Mem- proklamasikan kemerdekaan adalah hak dan tugas PPKI.
Pada tanggal 15 Agustus 1945 sore, para pemuda kembali menemui Bung Hatta dan mendesak agar beliau jangan menyetujui proklamasi di hadapan PPKI, karena menurut mereka hal itu berbau Jepang. Malamnya, se- kitar pukul 20.00, golongan muda revolusio- ner mengadakan rapat di salah satu ruangan Lembaga Bakteriologi di Pegangsaan Timur. Rapat ini antara lain dihadiri oleh Chairul Saleh, Wikana, Margono, Armansyah, dan Kusnandar. Dalam rapat itu golongan muda menegaskan pendirian mereka. Mereka ber- pendirian bahwa kemerdekaan Indonesia ada- lah hak dan urusan rakyat Indonesia sendiri. Kemerdekaan tidak dapat digantungkan kepa- da orang lain dan negara lain. Rapat juga memutuskan tuntutan agar Proklamasi Kemer- dekaan dinyatakan oleh Ir. Sukarno pada keesokan harinya (16 Agustus 1945).

Keputusan rapat pada tanggal 15 Agustus 1945 sore, disampaikan oleh Wikana dan Darwis kepada Sukarno. Utusan golongan muda mengancam akan terjadi pertumpahan darah jika tuntutan golongan muda tidak di- laksanakan. Hal itu menimbulkan suasana ketegangan. Sukarno marah mendengar ancaman itu. Peristiwa menegangkan itu disaksikan oleh golongan tua, seperti Mohammad Hatta, Ahmad Subarjo, Dr. Buntaran, Dr. Sanusi, dan Iwa Kusumasumantri. Golongan tua tetap menekankan perlunya melakukan proklamasi kemerdekaan dalam rapat PPKI untuk menghindari pertumpahan darah.

 

3 Peristiwa Rengasdengklok.

Setelah mengetahui pendirian golongan tua, golongan muda meng- adakan rapat lagi menjelang pukul 24.00. Mereka melakukan rapat di Asra- ma Baperpi, Cikini 71, Jakarta. Rapat tersebut selain dihadiri mereka yang mengikuti rapat di Pegangsaan Timur, juga dihadiri oleh Sukarni, Jusuf Kunto, dr. Muwardi, dan Sodancho Singgih.
Dalam rapat itu diputuskan untuk mengungsikan Sukarno dan Hatta ke luar kota. Tempat yang dipilih adalah Rengasdengklok, sebuah kota kawedanan di sebelah timur Jakarta. Tujuan “penculikan” itu adalah men- jauhkan kedua pemimpin nasional itu dari pengaruh Jepang. Untuk meng- hindari kecurigaan dan tindakan yang dapat diambil oleh tentara Jepang, rencana itu diserahkan kepada Sodancho Singgih. Rencana itu berhasil dengan baik berkat dukungan Cudanco Latief Hendraningrat, berupa per- lengkapan tentara Peta.
Pagi-pagi buta sekitar pukul 04.00, tanggal 16 Agustus 1945, Sukarno- Hatta dibawa ke Rengasdengklok. Sehari penuh kedua pemimpin “ditahan” di Rengasdengklok. Selain untuk menjauhkan Sukarno-Hatta dari pengaruh Jepang, para pemuda bermaksud memaksa mereka agar segera mem- proklamasi kemerdekaan lepas dari segala sesuatu yang berkaitan dengan Jepang. Ternyata kedua tokoh ini cukup berwibawa. Para pemuda pun segan untuk mendesak mereka. Namun, Sodancho Singgih memberikan keterangan bahwa dalam pembicaraan berdua dengan Bung Karno, Bung Karno menyatakan bersedia melaksanakan proklamasi segera setelah kembali ke Jakarta. Berdasarkan hal itu, siang itu juga Singgih kembali ke Jakarta. Ia menyampaikan rencana Proklamasi kepada para pemimpin pemuda di Jakarta.
Sementara itu, di Jakarta, golongan tua dan golongan muda sepakat bahwa proklamasi kemerdekaan dilakukan di Jakarta. Golongan tua diwakili Mr. Ahmad Subarjo dan golongan muda yang diwakili Wikana. Laksamana Maeda, bersedia menjamin keselamatan mereka selama berada di rumah- nya. Maeda adalah seorang Perwira penghubung Angkatan Darat dan Ang- katan Laut Jepang.
Berdasarkan kesepakatan itu, Jusuf Kunto, dari pihak Pemuda mengantar Ahmad Subarjo ke Rengasdengklok pada hari itu juga. Mereka akan menjemput Sukarno-Hatta. Semula para pemuda tidak mau melepas Sukarno-Hatta. Ahmad Subarjo memberi jaminan bahwa proklamasi ke- merdekaan akan diumumkan pada tanggal 17 Agustus keesokan harinya, selambat-lambatnya pukul 12.00. Bila hal tersebut tidak terjadi, Ahmad Subarjo rela mempertaruhkan nyawanya. Dengan jaminan itu, komandan kompi Peta setempat, Cudanco Subeno, bersedia melepaskan Sukarno- Hatta kembali ke Jakarta.

4 Perumusan teks proklamasi.
Sesampai di Jakarta Sukarno-Hatta bersama Laksamana Maeda mene- mui Mayjen Nishimura untuk berunding. Nishimura tidak mengizinkan pro- klamasi kemerdekaan. Kemudian, mereka menuju rumah Laksamana Maeda di Jalan Imam Bonjol No. 1. Di tempat inilah naskah proklamasi dirumuskan. Para pemuka Indonesia yang hadir berkumpul dalam dua ruangan, ruang makan dan serambi depan. Perumusan teks proklamasi dilakukan di dalam ruang makan oleh Sukarno, Hatta, dan Mr. Ahmad Soebardjo. Sukarno menulis rumusan proklamasi tersebut.

Setelah selesai, teks proklamasi tersebut dibacakan di hadapan tokoh- tokoh peserta rapat. Setelah terjadi kesepakatan bersama, teks proklamasi selanjutnya diserahkan kepada Sayuti Melik untuk diketik. Teks proklamasi yang sudah diketik ditandatangani oleh Ir. Sukarno dan DRS. Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia. Naskah itulah yang dikenal sebagai naskah Proklamasi yang autentik .
Timbul persoalan tentang cara mengumumkan proklamasi. Sukarni mengatakan bahwa rakyat di sekitar Jakarta telah diberi tahu untuk datang berbondong-bondong ke lapangan Ikada pada tanggal 17 Agustus. Di sana mereka akan mendengarkan proklamasi kemerdekaan. Bung Karno meno- lak cara tersebut. Akhirnya, disepakati proklamasi kemerdekaan dilakukan di kediaman Sukarno di Jalan Pegangsaan Timur 56, pukul 10.00. Setelah itu, para tokoh bangsa yang hadir, keluar dari rumah Laksamana Maeda dan pulang ke rumah masing-masing. Sebelum semua pulang, Hatta ber- pesan kepada para pemuda yang bekerja pada pers dan kantor berita, terutama B.M Diah untuk memperbanyak teks proklamasi dan menyiar- kannya ke seluruh dunia.
Sementara itu, para pemuda tidak langsung pulang ke rumah masing- masing. Mereka dibagi dalam kelompok-kelompok. Setiap kelompok pemuda mengirim kurir untuk memberitahukan kepada masyarakat bahwa saat proklamasi telah tiba.

5. Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945
Pada tanggal 17 Agustus 1945 pagi banyak orang berkumpul di kediam- an Sukarno. Mereka adalah rakyat dan para pemuda. Sekitar pukul 10.00, Ir. Sukarno didampingi DRS. Mohammad Hatta memproklamasikan kemer- dekaan Indonesia. Berikut ini perkataan Sukarno pada pembacaan prokla- masi kemerdekaan:
“Saudara-saudara sekalian, saya telah meminta Saudara hadir di sini untuk menyaksikan suatu peristiwa maha penting dalam sejarah kita. Berpuluh-puluh tahun kita, bangsa Indonesia telah berjuang, untuk ke- merdekaan tanah air kita. Bahkan, telah beratus-ratus tahun. Gelom- bangnya aksi kita untuk mencapai kemerdekaan kita itu ada naiknya, ada turunnya, tetapi jiwa kita tetap menuju ke arah cita-cita. Juga di dalam zaman Jepang, usaha kita untuk mencapai kemerdekaan nasional tidak berhenti. Di dalam zaman Jepang ini tampaknya saja kita menyan- darkan diri kepada mereka. Tetapi pada hakikatnya, tetap kita menyusun tenaga kita sendiri, tetap kita percaya pada kekuatan sendiri. Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri, akan dapat berdiri dengan kekuatannya. Maka kami, tadi malam telah mengadakan musyawarah dengan pemuka-pemuka rakyat Indonesia dari seluruh Indonesia. Permusyawaratan itu seia sekata berpendapat, bahwa seka- ranglah datang saatnya untuk menyatakan kemerdekaan kita.
Saudara-saudara! Dengan ini kami menyatakan kebulatan tekad itu. Dengarkanlah proklamasi kami:
Proklamasi
Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indone- sia. Hal-hal yang mengenai pemindahan kekusaan d.l.l., diseleng- garakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat- singkatnya.
Jakarta, hari 17 bulan 8 tahun ’05 Atas nama Bangsa Indonesia Sukarno/Hatta
Demikianlah Saudara-saudara! Kita sekarang telah merdeka. Tidak ada satu ikatan lagi yang mengikat tanah air kita dan bangsa kita! Mulai saat ini kita menyusun negara kita! Negara merdeka, negara Republik Indonesia merdeka, kekal, dan abadi. Insya’ Allah, Tuhan memberkati kemerdekaan kita itu.”
Setelah pembacaan teks proklamasi selesai, upacara dilanjutkan dengan pengibaran bendera Merah Putih. Pengibaran Bendera Merah Putih dilakukan oleh S. Suhud dan Cudanco Latif, serta diiringi lagu Indonesia Raya. Bendera Merah Putih itu dijahit oleh Ibu Fatmawati Sukarno.
Pada saat Sang Saka Merah Putih dikibarkan, tanpa ada yang memberi aba-aba, para hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah pengibar- an Bendera Merah Putih, Wali kota Suwiryo dan dr. Mawardi memberikan sambutan. Kemudian mereka yang hadir saling bertukar pikiran sebentar lalu pulang ke rumah masing-masing.

Peristiwa yang sangat penting bagi Bangsa Indonesia ini berlangsung sekitar satu jam. Meski sangat sederhana, namun upacara itu dilakukan penuh kehikmatan. Peristiwa itu membawa perubahan yang luar biasa dalam kehidupan bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang merdeka. Bangsa baru telah lahir.

Peristiwa Sekitar Proklamasi Kemerdekaan 6-18 Agustus 1945

 

Tgl Pukul Peristiwa
Tanggal 6   Kota Hiroshima dibom atom.
Tanggal  7   Jendral Terauchi menyetujui pembentukan PPKI.
Tanggal  9   Kota Nagasaki dibom.
Tanggal  9-14   Sukarno, Hatta, dan Rajiman Wedyodiningrat ke Dalat menemui Jenderal Terauchi untuk membicarakan kemerdekaan Indonesia.
Tanggal 14 11.00 Sukarno, Hatta, Radjiman tiba di Jakarta dari Dalat.
  12,00 Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu.
  14.00 Syahrir menemui Hatta, lalu mereka menemui Sukarno. Syahrir meminta agar kemerdekaan diproklamasikan lepas dari dukungan Jepang.
Tanggal 15 pagi Sukarno, Hatta, Subarjo menemui Maeda untuk menanyakan kebenaran berita Jepang menyerah kepada Sekutu. Hatta memerintahkan anggota PPKI berkumpul besok jam 10.00 untuk memproklamasikan kemerdekaan.
  sore Hatta didesak supaya jangan menyetujui proklamasi dalam rapat PPKI.
  20.00 Rapat pemuda di Institut Bakterologi, di Pegangsaan Timur.
  22.00 – 23.30 Utusan pemuda, Darwis dan Wikana, menemui Sukarno. Mereka men- desak agar Sukarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan atas nama rakyat malam ini juga. Perundingan berjalan panas.
  24.00 Rapat pemuda di Cikini 71. Keputusannya, mereka akan mengamankan Sukarno-Hatta dari pengaruh Jepang.
Tanggal 16 04.30 Sukarno-Hatta dibawa oleh para pemuda ke Rengasdengklok.
  10.00 Anggota PPKI menuju gedung Volksraad untuk menghadiri proklamasi, tetapi mereka pulang karena Sukarno-Hatta tidak dapat hadir.
  ses. 12.00 Markas Besar Tentara Jepang di Saigon menginstruksikan pimpinan ten- tara Jepang di Jakarta tidak boleh mendukung proklamasi kemerdekaan Indonesia dan harus menjaga status quo.
  17.30 Mr. Subarjo tiba di Rengasdengklok untuk menjemput Sukarno dan Hatta supaya kembali ke Jakarta. Soebarjo menjamin bahwa proklamasi kemerdekaan akan dilaksanakan besok (17 Agustus 1945).
  20.00 Sukarno-Hatta dan Subarjo kembali ke Jakarta.
  22.00 Sukarno dan Hatta ke rumah Laksamana Maeda di Jalan Diponegoro 1.
  22.30 Sukarno-Hatta bersama Maeda menemui Mayjen Nishimura untuk me- rundingkan kemerdekaan. Keputusannya, Jepang mengikuti perintah Sekutu tidak mengubah status quo.
  24.00 Sukarno-Hatta ke rumah Maeda, bertemu dengan anggota PPKI, para pemuda, wartawan, dan beberapa orang   Jepang.
Tanggal 17 00.30 Perumusan naskah proklamasi di rumah Laksamana Maeda. Sukarno menulis konsep proklamasi, sementara Subardjo dan Hatta memberi-kan masukan. Setelah selesai, rumusan itu dibacakan di depan semua hadirin. Kemudian terjadi perdebatan tentang penandatanganan pro-klamasi.

Sayuti Melik (Sukarni?) mengusulkan kata-kata “Atas nama bangsa Indonesia” dan naskah ditandatangani oleh Sukarno-Hatta. Kemudian Sayuti Melik mengetik naskah yang telah diubah dan disetujui semua hadirin.

  10.00 Proklamasi Kemerdekaan di Pegangsaan Timur 56 Jakarta oleh Sukarno- Hatta atas nama bangsa Indonesia.
  sore Seorang opsir AL Jepang menemui Hatta melaporkan keberatan rakyat Indonesia Timur atas kata-kata dalam Piagam Jakarta.
Tanggal 18-22   Sidang PPKI berhasil mengesahkan UUD 1945, memilih Presiden, membentuk departeman, dan membagi wilayah Indonesia menjadi delapan provinsi.

 

C Tokoh-tokoh Penting dalam Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Ada banyak tokoh yang turut terlibat dalam peristiwa Proklamasi Ke- merdekaan 17 Agustus 1945. Tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa proklamasi dibagi menjadi dua golongan, yaitu golongan tua dan golongan muda. Kedua golongan ini sama-sama berjuang agar Indonesia segera merdeka
Sebagai warga negara Indonesia kita harus, menghargai jasa tokoh- tokoh yang terlibat dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan. Bagaimana kita menghargai jasa-jasa para tokoh tersebut? Penghargaan kita terhadap jasa para tokoh proklamasi kemerdekaan dapat kita wujudkan dengan me- lakukan beberapa hal berikut.
1, Berziarah ke makam para pahlawan yang terlibat dalam peristiwa pro- klamasi kemerdekaan dan mendoakan mereka.
2, Melakukan upacara peringatan kemerdekaan dengan penuh hikmat.
3, Mengisi kemerdekaan dengan sebaik-baiknya. Sebagai pelajar, kamu dapat mengisi kemerdekaan dengan belajar tekun supaya kelak bisa menjadi generasi penerus yang cerdas, terampil, dan berguna bagi bangsa dan negara.
4, Mempelajari riwayat para tokoh yang terlibat dalam proklamasi kemer- dekaan. Setelah kita mengetahui riwayat hidup para tokoh tersebut, kita bisa meneladani hal-hal positif yang telah mereka lakukan.
Selanjutnya, mari kita bahas beberapa tokoh penting yang berperan dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan.

 

1, IR. Sukarno (1901-1970).

Sukarno adalah tokoh sangat penting dalam peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Sebagai pemimpin Indonesia yang menonjol waktu itu, Bung Karno dipilih menjadi ketua PPKI. PPKI adalah badan yang diberi wewenang untuk mempersiapkan segala sesuatu yang menyangkut masalah ketatanegaraan bagi negara Indonesia baru. Sepak terjang Bung Karno pada saat-saat menjelang kemerdekaan tidak bisa dilepaskan dari kedudukan beliau sebagai ketua PPKI.

Bung Karno merupakan salah satu dari golongan tua yang menghendaki pelaksanaan proklamasi di dalam PPKI. Hal ini didasari pertimbangan untuk menghindari terjadinya pertumpahan darah. Karena pendapat ini, beliau harus berhadapan dengan para pemuda. Puncaknya adalah peristiwa Rengasdengklok. Bersama Bung Hatta Beliau diculik para pemuda dan diamankan di Rengasdengklok.

Sebagai Ketua PPKI, beliau mene- mui penguasa Jepang di Indonesia, yaitu Mayjen Nishimura. Mereka membicarakan kemerdekaan Indonesia. Beliau dan para pemimpin yang lain tetap melanjutkan tekad memproklamasikan kemerdekaan meskipun tanpa perse- tujuan penguasa Jepang.
Bung Karno bersama dengan Bung Hatta dan Ahmad Subarjo merumus- kan naskah Prklamasi. Bahkan rumusan awal naskah proklamasi adalah tulisan tangan Bung Karno. Setelah naskah diketik oleh Sayuti Melik, Bung Karno dan Hatta menandatanganinya atas nama Bangsa Indonesia.
Peran Bung Karno yang sangat menonjol adalah bersama Bung Hatta bertindak sebagai Proklamator. Bung Karnolah yang akhirnya dengan penuh keberanian dan kekhidmatan mem- proklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

 

2 DRS. Mohammad Hatta.

Peran DRS. Mohammad Hatta dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan sangat penting. Waktu itu, Bung Hatta dianggap sebagai pemimpin utama Bangsa Indonesia selain Bung Karno. Beberapa kali beliau menjadi perantara antara golongan muda dan golongan tua, terutama dengan Bung Karno. Ka- rena peran beliau, pendapat golongan tua dan golongan muda bisa dipertemukan. Beliau berdialog dengan golongan muda tentang cara memprokla- masikan kemerdekaan Indonesia.

Selain itu, Bung Hatta adalah salah seorang perumus naskah Proklamasi. Bersama Bung Karno, Bung Hatta bertindak sebagai proklamator kemerdekaan Indonesia. Selain menandatangani naskah Proklamasi, beliau mendampingi Bung Karno memprokla- masikan kemerdekaan Indonesia.
Bung Hatta juga sangat berjasa atas perubahan beberapa kata dalam Piagam Jakarta. Sebagai pemimpin bangsa beliau menerima aspirasi selu- ruh rakyat Indonesia. Beliau memikirkan keutuhan seluruh bangsa Indonesia.

 

3 Ahmad Subarjo,

Ahmad Subarjo adalah Penasihat PPKI. Beliau menjadi penengah golongan muda dan kedua pemimpin nasional, Sukarno-Hatta. Beliau mewakili golongan tua berunding dengan para pemuda ke- tika Sukarno-Hatta diculik dan diamankan ke Rengasdengklok. Setelah dicapai ke- sepakatan, beliau menjemput Sukarno- Hatta ke Rengasdengklok. Beliau meya- kinkan para pemuda bahwa pada tanggal 17 Agustus 1945 akan diumumkan Prokla- masi Kemerdekaan Indonesia.
Peran penting lain Subarjo adalah tu- rut merumuskan naskah Proklamasi Ke- merdekaan. Bersama Bung Karno dan Bung Hatta, Beliau merumuskan naskah Proklamasi di rumah Laksamana Maeda.

 

4 Ibu Fatmawati.

Sebagai istri pemimpin Bangsa Indonesia, Fatmawati turut mendampingi Bung Karno. Ibu Fatmawati dikenal sebagai tokoh wanita yang dekat dengan rakyat Indonesia yang sedang memperjuangkan kemerdekaan.
Jasa Ibu Fatmawati sangat menonjol dalam peristiwa Proklamasi. Beliau menjahit Bendera Pusaka, Merah Putih. Beliau menjahit Bendera Pusaka ini pada bulan Oktober 1944. Bendera ini dikibarkan setelah Bung Karno membaca Proklamasi.

 

5 Sutan Syahrir.

Sutan Syahrir adalah tokoh politik, pejuang kemerdekaan, dan perdana menteri pertama RI. Syahrir dilahirkan di Bukit Tinggi. Pada zaman Jepang, Syahrir memutuskan untuk tidak bekerja sama dengan pemerintah Jepang.

Beliau salah satu tokoh yang be- rani mengambil risiko mencari berita mendengarkan berita radio. Syahrir adalah salah satu tokoh yang paling awal mengetahui berita Jepang me- nyerah kepada Sekutu. Setelah beliau mengetahui berita tersebut beliau mendesak Sukarno-Hatta untuk mem- proklamasikan kemerdekaan Indonesia di luar rapat PPKI.

 

6 Laksamana Takasi Maeda.

Laksamana Maeda adalah seorang perwira penghubung Jepang. Beliau mendukung gerakan kemerdekaan Indonesia. Dukungannya telah tumbuh sejak beliau menjabat atase militer di Belanda. Di Belanda, beliau menjalin hubungan dengan sejumlah tokoh mahasiswa, misalnya Ahmad Subarjo.
Beliau menjamin keselamatan perencanaan proklamasi. Perumusan teks Proklamasi dilakukan di rumah beliau. Karena dukungannya terhadap persiapan proklamasi kemerdekaan Indonesia, beliau ditangkap oleh Sekutu dan dipenjarakan di Gang Tengah.

 

Rangkuman :

Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 sangat penting bagi bangsa Indonesia. Proklamasi Kemerdekaan menjadi puncak perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan. Proklamasi Kemerdekaan juga menandai lahirnya Negara Indonesia.

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dikuasai oleh Jepang. Namun kedudukan Jepang mulai terdesak oleh pasukan Sekutu. Akhirnya, Jepang menyerah tanpa syarat pada Sekutu pada tanggal 14 Agus- tus 1945. Ini merupakan kesempatan emas bagi Bangsa Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaan.

Namun, untuk memproklamasikan kemerdekaan negara bukanlah hal yang mudah. Tokoh-tokoh bangsa golongan muda dan golongan tua berbeda pendapat tentang cara memproklamasikan kemerdekaan. Golongan muda menginginkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilakukan di luar rapat PPKI. Karena mereka menganggap bahwa PPKI adalah lembaga buatan Jepang. Sementara golongan tua berpendapat sebaiknya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilakukan dalam rapat PPKI. Hal ini dilakukan untuk menghindari pertumpahan darah. Perten- tangan kedua golongan memuncak pada peristiwa penculikan. Sukarno- Hatta diculik oleh para pemuda dan dibawa ke Rengasdengklok.

Namun akhirnya terjadi juga kesepakatan, Proklamasi Kemerdekaan akan dilakukan tanggal 17 Agustus 1945 di Jakarta. Naskah Proklamasi pun dirumuskan di rumah Laksamana Maeda oleh Sukarno, Hatta, dan Ahmad Subarjo. Konsep naskah proklamasi ditulis oleh Sukarno. Setelah itu naskah itu diketik oleh Sayuti Melik.

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilakukan di kediaman Sukarno, yaitu di Jalan Pegangsaan Timur No. 56. Sekitar pukul 10.00 Bung Karno di dampingi Bung Hatta memproklamasi kemerdekaan Indonesia. Setelah itu, dilakukan pengibaran Sang Saka Merah Putih diiringi nyanyian lagu Indonesia Raya.

Banyak tokoh dalam peristiwa Proklamasi 17 Agustus 1945, antara lain Sukarno, Hatta, Ahmad Subarjo, Maeda, Fatmawati, Syahrir, B. M. Diah, dan lain-lain. Mereka telah berjasa dengan caranya masing-ma- sing. Sebagai generasi penerus bangsa, kita harus menghargai perjuang- an mereka memproklamasikan kemerdekaan negara kita.

 

SD5 IPS Bab 7 – Perjuangan Mempersiapkan Kemerdekaan Indonesia


SD KElas 5 IPS Bab 7 – Perjuangan Mempersiapkan Kemerdekaan Indonesia.

A Pendahuluan.

Pengalaman pahit hidup di bawah penjajahan bangsa asing menjadikan bangsa Indonesia bertekad merebut kemerdekaan. Perjuangan mewu- judkan kemerdekaan dilakukan dengan perjuangan fisik dan melalui or- ganisasi modern. Tanda-tanda terwujudnya cita-cita rakyat Indonesia untuk merdeka mulai tampak ketika Jepang terdesak oleh kekuatan Sekutu.
Kesempatan untuk memerdekakan diri benar-benar datang ketika terjadi kekosongan kekuasaan di Indonesia. Jepang telah menyerah kepada Se- kutu, sementara Sekutu belum tiba di Indonesia. Kesempatan emas ini digunakan oleh bangsa Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaan. Sekitar tiga bulan sebelum proklamasi, wakil-wakil bangsa Indonesia telah berusaha merumuskan dasar bagi negara Indonesia merdeka.
Dalam bab ini kamu akan belajar tentang perjuangan mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Setelah mempelajari bab ini diharapkan kamu memiliki kemampuan sebagai berikut.
1 Menyebutkan tokoh-tokoh persiapan kemerdekaan.
2 Menceitakan perjuangan para tokoh mempersiapkan kemerdekaan.
3 Menyebutkan proses perumusan dasar Negara Indonesia.
4 Menampilkan perilaku menghargai hasil perjuangan para tokoh mem- persiapkan kemerdekaan Indonesia.

B Persiapan Kemerdekaan dan Proses Perumusan Dasar Negara.

Kemerdekaan telah diperjuangkan oleh bangsa Indonesia sejak lama. Hal ini nyata dari perjuangan para pahlawan untuk mengusir penjajah dari bumi pertiwi. Pada kongres Pemuda kedua tahun 1928, telah jelas arah pergerakan kebangsaan Indonesia. Banyak organisasi kebangsaan mempunyai tujuan mewujudkan Indonesia merdeka.

Ketika Jepang terdesak dalam perang Asia Timur Raya, tokoh-tokoh pergerakan semakin giat mempersiapkan kemerdekaan. Golongan muda dan tua sepakat untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Mes- kipun mereka berbeda pendapat mengenai cara dan waktu memprokla- masikan kemerdekaan. Kita akan membahasa usaha-usaha mempersiapkan kemerdekaan dan perumusan dasar negara.

B-1 Usaha mempersiapkan kemerdekaan.
Secara resmi persiapan kemerdekaan Indonesia dilakukan Badan Penye- lidik Usaha-usaha Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Mari kita bahas keduanya.

a, Persiapan kemerdekaan oleh BPUPKI.
Perdana Menteri Jepang, Jenderal Kuniaki Koiso, pada tanggal 7 September 1944 mengumumkan bahwa Indonesia akan dimerdekakan kelak, sesudah tercapai kemenangan akhir dalam perang Asia Timur Raya. De- ngan cara itu, Jepang berharap tentara Sekutu akan disambut rakyat In- donesia sebagai penyerbu negara mereka. Pada tanggal 1 Maret 1945, Pemerintah Militer Jepang di Jawa, Kumakici Harada, mengumumkan pem- bentukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indo- nesia (BPUPKI). Dalam bahasa Jepang disebut Dokuritsu Zumbi Coosakai. BPUPKI dibentuk untuk mempelajari dan menyelidiki hal-hal penting untuk mendirikan negara Indonesia merdeka.

BPUPKI resmi dibentuk pada tanggal 29 April 1945, bertepatan dengan ulang tahun kaisar Jepang. Dr. K.R.T Radjiman Wedyodiningrat ditunjuk menjadi ketua didampingi dua orang ketua muda, yaitu R.P Suroso dan Ichibangase. Selain menjadi ketua muda, R.P. Suroso juga diangkat menjadi kepala kantor tata usaha BPUPKI dibantu Toyohiko Masuda dan Mr. A.G. Pringgodigdo. Tanggal 28 Mei 1945, diadakan upacara pelantikan dan seka- ligus upacara pembukaan sidang pertama BPUPKI di gedung Chuo Sangiin (Gedung Pancasila sekarang). Berikut ini daftar nama anggota-anggota BPUPKI.

Susunan Keanggotaan BPUPKI.

Ketua : Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat.
Ketua Muda : R.P. Suroso.
Ketua Muda : Itibangase Yosio.

Anggota:
1, IR. Sukarno.
2, Mr. Muh Yamin.
3, Mr. Dr. R. Kusuma Atmaja.
4, R. Abdulrahim Pratalykrama.
5, M. Aris.
6, Ki Hajar Dewantara.
7, R.A.A. Wiranatakusuma.
8, Munandar.
9, Oei Tiang Tjoei.
10, DRS. Moh. Hatta.
11, R.M. Margono Joyohadikusumo.
12, K.H. Abdul Halim.
13, K.H. Masykur.
14, R. Sudirman.
15, Prof. Dr. P. A. H. Jayadiningrat.
16, Ki Bagus Hadikusumo.
17, B. P. H. Bintoro.
18, A. K. Muzakir.
19, B. P. H. Puruboyo.
20, Ny. Mr. Maria Ulfah Santoso.
21, R. M. T. A. Suryo.
22, R. Ruslan Wongsokusumo.
23, Mr. Susanto.
24, Ny. R.S.S. Sunarjo Mangunpespito.
25, Dr. R. Buntaran Martoatmo jo.
26, Liem Kun Hian.
27, Mr. J. Latuharhary.
28, Mr. R. Hindromartono.
29, R. Sukarjo Wiryopranoto.
30, Haji Ah. Sanusi.

31, A. M. Dasaad.
32, Mr. Tan Eng Hoa.
33, Oei Tjong Hauw.
34, H. Agus Salim.
35, M. Sutarjo Kartohadikusumo.
36, IR. R. M. P. Surahman Cokroadisuryo.
37, R.A.A. Sumitro Kolopaking Purbonegoro.
38, K.R.M.T.H. Wuryaningrat.
39, Mr. Achmad Subarjo.
40, Prof. Dr. Asikin Wijayakusuma.
41, Abikusno Cokrosuyoso.
42, Parada Harahap.
43, Mr. R.M. Sartono.
44, K.H.M. Mansur.
45, DRS. K.R.M.A. Sosrodiningrat.
46, Prof. Mr. Dr. Supomo.
47, Prof.Ir. R. Rooseno.
48, Mr. R. Singgih.
49, Mr. Suwandi.
50, K.H.A. Wahid Hasyim.
51, P. F. Dahler.
52, Dr. Sukiman.
53, Mr. K.R.M.T. Wongsonagoro.
54, R. Oto Iskandardinata.
55, A. Baswedan.
56, Abdul Kadir.
57, Dr. Samsi.
58, Mr. A.A. Maramis.
59, Mr. R. Samsudin.
60, Mr. R. Sastromulyono.

Selama berdiri BPUPKI mengadakan dua kali masa sidang resmi, yaitu:

1, Sidang resmi pertama.

Sidang resmi pertama berlangsung lima hari, yaitu 28 Mei sampai 1 Juni 1945. Pada masa sidang resmi pertama ini, dibahas dasar negara. Banyak anggota sidang yang memberikan pandangannya tentang ben- tuk negara dan dasar negara. Masa sidang pertama BPUPKI ini dikenang dengan sebutan detik-detik lahirnya Pancasila. Seluruh anggota BPUPKI yang berjumlah 62 orang ditambah 6 anggota tambahan berkumpul dalam satu ruang sidang.

2, Sidang resmi kedua.

Sidang resmi kedua berlangsung tanggal 10-17 Juli 1945. Sidang ini membahas bentuk negara, wilayah negara, kewarganegaraan, rancang- an undang-undang dasar, ekonomi dan keuangan, pembelaan negara, pendidikan dan pengajaran. Pada termin ini, anggota BPUPKI dibagi- bagi dalam panitia-panitia kecil. Panitia-panitia yang terbentuk antara lain Panitia Perancang Undang-Undang Dasar (diketuai Sukarno), Panitia Pembelaan Tanah Air (diketuai Abikusno Cokrosuyoso), dan Panitia Ekonomi dan Keuangan (diketuai Mohammad Hatta).

Di antara dua sidang resmi itu, berlangsung pula sidang tidak resmi yang dihadiri 38 orang. Sidang yang dipimpin Bung Karno ini membahas rancangan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yang kemudian di- bahas pada sidang resmi kedua BPUPKI (10-17 Juli 1945).

 

b. Persiapan kemerdekaan oleh PPKI

Setelah BPUPKI menyelesaikan tugas-tugasnya, pada 7 Agustus 1945 dibentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Badan ini bertu- gas mempersiapkan segala sesuatu yang menyangkut masalah ketata- negaraan bagi negara Indonesia baru. Badan ini beranggotakan 21 orang. Adapun yang ditunjuk sebagai ketua adalah IR. Sukarno, sedangkan wakil ketuanya DRS. Moh Hatta. Sebagai penasihat ditunjuk Mr. Ahmad Subarjo. Kemudian, anggota PPKI ditambah lagi sebanyak enam orang, yaitu Wira- natakusumah, Ki Hajar Dewantara, Mr. Kasman Singodimejo, Sayuti Melik, Iwa Kusumasumantri, dan Ahmad Subarjo.

Ketika PPKI terbentuk, keinginan rakyat Indonesia untuk merdeka sema- kin memuncak. Memuncaknya keinginan itu terbukti dengan adanya tekad dari semua golongan untuk segera memproklamasikan kemerdekaan In- donesia. Golongan muda menghendaki agar kemerdekaan diproklamasikan tanpa kerja sama dengan Jepang sama sekali, termasuk proklamasi kemer- dekaan dalam rapat PPKI. Ada anggapan dari golongan muda bahwa PPKI adalah badan bentukan Jepang. Di lain pihak PPKI adalah badan yang ada untuk menyiapkan hal-hal yang perlu bagi suatu negara. Dalam suasana seperti inilah PPKI bekerja sebagai badan yang bertugas menyiapkan ketatanegara- an Indonesia Baru.

Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).
Ketua : IR. Sukarno.
Wakil : DRS. Moh. Hatta.
Anggota :
1, Supomo.
2, Radjiman.
3, Suroso.
4, Sutarjo.
5, W. Hasyim.
6, Ki Bagus Hadikusumo.
7, Oto Iskandardinata.
8, Abdoel Kadir.
9, Suryohamijoyo.
10, Puruboyo.
11, Yap Tjwan Bing.
12, Latuharhary.
13, Dr. Amir.
14, Abd. Abbas.
15, Muh. Hassan.
16, Hamidhan.
17, Ratulangie.
18, Andipangeran.
19, I Gusti Ktut Pudja.

Atas wewenang dan tanggung jawab sendiri sebagai proklamator Sukarno-Hatta mengangkat 9 anggota baru, yaitu:
1, R.A.A Wiranatakusuma.
2, Ki Hadjar Dewantara.
3, Mr. Kasman Singodimejo.
4, Sajuti Melik.
5, Iwa Kusuema Sumantri.
6, Achmad Subarjo.
7, Sukarni.
8, Khaerul Saleh.
9, Adam Malik.

Namun, Sukarni, Khaerul Saleh, dan Adam Malik menolak pengangkatan itu karena PPKI dianggap sebagai buatan Jepang.

PPKI baru dapat bersidang sehari se- telah proklamasi kemerdekaan. Selama terbentuk PPKI melakukan beberapa kali sidang.
1, Sidang pertama dilaksanakan tanggal 18 Agustus 1945, di Gedung Kesenian Jakarta. Pada sidang ini dihasilkan beberapa keputusan penting yang menyangkut kehidupan ketatanegara- an serta landasan politik bagi bangsa Indonesia yang merdeka, yaitu:
a, mengesahkan UUD1945 setelah mendapat beberapa perubahan pada pembukannya,
b, memilih presiden dan wakil pre- siden, yakni IR. Sukarno dan DRS. Moh. Hatta,
c, menetapkan bahwa Presiden un- tuk sementara waktu akan dibantu oleh sebuah Komite Nasional.

2, Sidang kedua dilakukan pada hari be- rikutnya, tanggal 19 Agutus 1945. Sidang hari kedua ini menghasilkan keputusan:
a, membentuk 12 departemen dan sekaligus menunjuk pemimpin- nya (menteri),
b, menetapkan pembagian wilayah negara Republik Indonesia men- jadi delapan provinsi dan sekaligus menunjuk gubernurnya,
c, memutuskan agar tentara kebangsaansegera dibentuk.

3.Sidang ketiga (20 Agustus 1945) PPKI membahas tentang Badan Peno- long Keluarga Korban Perang.  Sidang ketiga PPKI menghasilkan delapan pasal ketentuan. Salah satu pasalnya, yakni pasal 2 berisi tentang pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR).

4, Sidang keempat dilakukan pada tanggal 22 Agustus 1945 membahas tentang:
a, Komite Nasional
b, Partai Nasional
c, Badan Keamanan Rakyat.
Pada tanggal 23 Agustus 1945, Presiden Sukarno dalam pidatonya menyatakan berdirinya tiga badan baru, yaitu Komite Nasional Indonesia (KNI), Partai Nasional Indonesia (PNI), dan Badan Keamanan Rakyat (BKR). Sejak dibentuknya lembaga-lembaga kenegaraan tersebut, berakhirlah tugas PPKI.
PPKI sangat berperan dalam penataan awal negara Indonesia. Walau- pun kelompok muda menganggap PPKI sebagai lembaga buatan Jepang, peran dan jasa badan ini tidak boleh kita lupakan. Anggota PPKI telah menjalankan tugas yang diembankan kepada mereka dengan sebaik- baiknya. Sampai akhirnya PPKI dapat meletakkan dasar-dasar ketatane- garaan bagi negara Indonesia yang baru saja berdiri.

 

2 Perumusan dasar negara.

Perumusan dasar negara untuk negara Indonesia yang akan berdiri dilakukan oleh BPUPKI. Mengapa sebuah negara perlu dasar? Bagaimana proses perumusan dasar negara kita? Mari kita bahas lebih lanjut.

a, Perlunya perumusan dasar negara.
Seperti sebuah rumah, negara memerlukan dasar atau landasan. Dasar yang kokoh memungkinkan rumah berdiri dengan mantap. Di atas dasar itulah, sebuah negara melakukan pembangunan menuju masyarakat makmur. Di atas dasar itulah kehidupan negara diatur dan diarahkan.
Mengingat begitu besar peran dasar negara bagi kelangsungan hidup suatu negara, maka dasar negara harus dirumuskan dan ditetapkan.

Hal-hal yang menjadi alasan mengapa suatu dasar negara perlu dirumuskan, antara lain:
1, Nilai-nilai kepribadian bangsa perlu dirumuskan secara resmi.
Semua bangsa di dunia ini mempunyai nilai-nilai kepribadian luhur. Nilai-nilai itu telah dihayati dari zaman ke zaman sebagai pandangan dan penghayatan hidup. Namun, nilai-nilai itu belum nyata jika belum dirumuskan secara resmi. Nilai-nilai Pancasila seperti pengakuan ada- nya Tuhan Yang Maha Esa, berperikemanusiaan, bela negara, musyawarah, hidup bersama dalam perbedaan, dan nilai-nilai lainnya telah ada sejak dahulu. Dengan perumusan dasar negara nilai-nilai itu diakui secara resmi.

2, Negara memerlukan dasar untuk melangkah maju.
Negara membutuhkan dasar untuk melandasi semua kegiatan kenega- raan yang akan dibuatnya. Semua kegiatan negara akan mendapatkan dasarnya jika sudah ada dasar negara yang dirumuskan dan dite- tapkan.

 

b, Perumusan dasar negara Indonesia.

Dasar negara menjadi salah satu agenda pembicaraan sidang pertama BPUPKI. Selama sidang pertama BPUPKI yang berlangsung dari tanggal 28 Mei sampai dengan 1 Juni 1945 ada tiga tokoh yang menawarkan konsep dasar negara, yaitu Mr. Mohammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Supomo, dan IR. Sukarno.

1, Pada tanggal 29 Mei 1945 Mr. M. Yamin menawarkan lima asas dasar Negara Republik Indonesia sebagai berikut:
a, Peri Kebangsaan.
b, Peri Kemanusiaan.
c, Peri Ketuhanan.
d, Peri Kerakyatan.
e, Kesejahteraan yang berkebudayaan.

2, Dua hari kemudian, pada tanggal 31 Mei 1945, Prof. Dr. Mr. Supomo,
mengajukan dasar-dasar negara sebagai berikut:
a, Persatuan.
b, Kekeluargaan.
c, Keseimbangan lahir dan batin.
d, Musyawarah.
e, Keadilan rakyat.

3, IR. Sukarno mengusulkan konsep dasar negara dalam rapat BPUPKI tanggal 1 Juni 1945. Selain mengusulkan konsep dasar negara, Bung Karno juga mengusulkan nama bagi dasar negara yaitu Pancasila. Berikut ini lima dasar yang diusulkan oleh Bung Karno.
a, Kebangsaan Indonesia.
b, Internasionalisme atau perikemanusiaan.
c, Mufakat atau demokrasi.
d, Kesejahteraan sosial.
e, Ketuhanan Yang Maha Esa.
Setelah sidang pada tanggal 1 Juni 1945 itu, BPUPKI memasuki masa jeda. Sampai dengan saat itu belum ada rumusan dasar negara. Yang ada hanyalah usulan dasar negara Indonesia. Sebelum masuk masa jeda itu telah terbentuk sebuah panitia kecil yang diketuai IR. Sukarno, dengan anggota DRS. Mohammad Hatta, Sutarjo Kartohadikusumo, Wahid Hasjim, Ki Bagus Hadikusumo, Oto Iskandardinata, M. Yamin, dan A. A. Maramis. Panitia kecil ini bertugas menampung saran dari anggota BPUPKI.

Pada tanggal 22 Juni 1945, Panitia Kecil mengadakan pertemuan de- ngan 38 anggota BPUPKI. Bung Karno menyebut pertemuan itu sebagai “rapat pertemuan antara Panitia Kecil dengan anggota BPUPKI.” Pertemuan itu menampung suara-suara dan usul-usul lisan dari anggota BPUPKI. Dalam pertemuan itu juga dibentuk Panitia Kecil lain, yang beranggota sembilan orang. Panitia ini dikenal dengan nama Panitia Sembilan. Anggota Panitia Sembilan terdiri dari IR. Sukarno, DRS. Moh. Hatta, Mr. M. Yamin, Mr. Ahmad Subarjo, Mr. A. A. Maramis, Abdulkadir Muzakir, Wahid Hasyim,
H. Agus Salim, dan Abikusno Cokrosuyoso. Mereka menghasilkan suatu rumusan pembukaan UUD yang menggambarkan maksud dan tujuan pem- bentukan negara Indonesia Merdeka. Rumusan itu disepakati dan ditanda- tangani bersama oleh anggota Panitia Sembilan. Rumusan Panitia Sembilan itu kemudian diberi nama Jakarta Charter atau Piagam Jakarta.

Rumusan dasar negara dalam Piagam Jakarta itu berbunyi:
1, Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan Syari’at Islam bagi peme- luk-pemeluknya.
2, Kemanusiaan yang adil dan beradab.
3, Persatuan Indonesia.
4, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permu- syawaratan/perwakilan.
5, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Perumusan terakhir dasar negara dilakukan pada persidangan BPUPKI tahap kedua, yang dimulai pada tanggal 10 Juli 1945. Pada kesempatan itu, dibahas rencana UUD, termasuk pembukaan (preambule) oleh Panitia Perancang Undang-Undang Dasar yang diketuai oleh IR. Sukarno. Dalam rapat tanggal 11 Juli 1945, Panitia Perancang Undang-Undang Dasar me- nyetujui isi preambule yang diambil dari Piagam Jakarta. Panitia ini kemu- dian membentuk “Panitia Kecil Perancang Undang Undang Dasar” yang diketuai oleh Prof. Dr. Mr. Supomo dengan anggota Mr. Wongsonegoro, Mr. Ahmad Subarjo, Mr. A. A. Maramis, Mr. R. P. Singgih, H. Agus Salim, dan dr. Sukiman. Hasil perumusan panitia kecil disempurnakan bahasanya oleh sebuah “Panitia penghalus bahasa” yang terdiri dari Husein Jayadiningrat, Agus Salim, dan Supomo. Panitia ini juga bertugas menyem- purnakan dan menyusun kembali rancangan undang-undang dasar yang sudah dibahas itu.
Pembukaan serta batang tubuh rancangan UUD yang dihasilkan disahkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. Namun, sebelum disah- kan Pembukaan UUD yang diambil dari Piagam Jakarta rumusan Panitia Sembilan mengalami perubahan. Pada tanggal 17 Agustus 1945 sore, se- orang opsir angkatan laut Jepang menemui DRS. Mohammad Hatta. Opsir itu menyampaikan keberatan dari tokoh-tokoh rakyat Indonesia bagian Timur atas kata-kata “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya,” dalam Piagam Jakarta. Sebelum rapat PPKI tanggal 18 Agustus 1945, DRS. Moh. Hatta dan IR. Sukarno meminta empat tokoh Islam, yakni Ki Bagus Hadikusumo, Wahid Hasyim, Mr. Kas- man Singodimejo, dan Mr. Teuku Moh. Hassan untuk membicarakan hal tersebut. Hal ini dilakukan untuk menghindari perdebatan panjang dalam rapat PPKI. Akhirnya mereka sepakat kata-kata yang menjadi ganjalan bagi masyarakat Indonesia Timur itu diubah menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa.”

Dengan demikian, rumusan dasar negara yang resmi bukan rumusan- rumusan individual yang dikemukakan oleh Mr. Mohammad Yamin, Prof. Dr. Mr. Supomo, maupun IR. Sukarno. Dasar negara yang resmi juga bukan rumusan Panitia Kecil. Pancasila Dasar Negara yang resmi adalah rumusan yang disahkan PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. Rumusan itu berbunyi, sebagai berikut:
1, Ketuhanan Yang Maha Esa.
2, Kemanusiaan yang adil dan beradab.
3, Persatuan Indonesia.
4, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusya- waratan/perwakilan.
5, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

C Tokoh-tokoh Persiapan Kemerdekaan.

1, Mengenal tokoh-tokoh persiapan kemerdekaan.

Ada banyak tokoh yang berperan dalam usaha persiapan kemerdekaan. Tentu saja kita tidak akan dapat membahas semua tokoh dan perannya dalam persiapan kemerdekaan. Berikut ini akan dibahas beberapa tokoh persiapan kemerdekaan, yaitu:

a, IR. Sukarno (1901-1970).
Sukarno dilahirkan tanggal 6 Juni 1901. Beliau menjadi tokoh penting dalam persiapan kemerdekaan Indonesia. Pada tahun 1928 beliau mendirikan Partai Nasional Indonesia. Pada tahun 1930-an, karena perjuangannya beliau sering masuk penjara dan harus menjalani hidup di pengasingan.

Menjelang kemerdekaan, beliau menjadi anggota BPUPKI dan menjadi ketua PPKI. Sumbangan pemikiran dan perannya dalam kedua badan ini sangat menonjol. Pada tanggal 1 Juni 1945 beliau menyampaikan usul dasar-dasar negara dalam sidang BPUPKI. Beliau juga yang mengusulkan nama Pancasila bagi dasar negara Indonesia.
Bersama dengan Bung Hatta, sebagai wakil rakyat Indonesia beliau memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Pada tahun 1948 bersama dengan para pemimpin bangsa Indonesia lainnya, beliau diasingkan ke Bangka. Pada tahun 1949 beliau dipulangkan ke Yogyakarta dan dipilih menjadi presiden RIS.
Beliau menyerahkan pemerintahan kepada Jenderal Suharto pada tanggal 20 Februari 1967. Pada tanggal 21 Juni 1970 beliau wafat di Rumah Sakit Angkatan Darat Gatot Subroto Jakarta setelah menderita sakit ginjal agak lama. Bung Karno dimakamkan di Blitar, Jawa Timur.

 

b, Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat (1879-1952).

Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat adalah seorang dokter dan tokoh pergerakan. Peran beliau sangat menonjol menjelang kemerdekaan Indonesia. Khususnya ketika bangsa kita sedang merumuskan dasar- dasar negara.
Beliau masuk Budi Utomo sejak organisasi itu berdiri. Beliau termasuk anggota Volksraad angkatan pertama ketika lembaga ini dibentuk oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1918. Beliau menjadi anggota Volksraad hingga tahun 1931. Pada zaman pendudukan Jepang, beliau menjadi anggota Dewan Pertimbangan Daerah Madiun, kemudian ditarik ke pusat menjadi anggota Dewan Petimbangan Pusat. Setelah Putera terbentuk, beliau duduk dalam Majelis Pertimbangan. Puncak peranannya terjadi ketika beliau menjadi ketua BPUPKI menjelang kemerdekaan Indonesia.

c, Prof. Dr. Mr. Supomo (1903-1958).
Supomo dilahirkan di Sukoharjo, Solo. Setelah tamat dari Sekolah Tinggi Hukum, beliau melanjutkan studi ke Universitas Leiden, Belanda, dan memperoleh gelar doktor di sana. Sekembalinya di tanah air, beliau bekerja di Pengadilan Negeri Yogyakarta.
Supomo terpilih menjadi anggota BPUPKI dan PPKI. Beliau sangat ber- peran dalam perumusan UUD 1945. Sebagai seorang ahli hukum, beliau menjadi anggota tim perumus Undang-Undang Dasar. Beliau juga meng- usulkan dasar-dasar negara pada rapat BPUPKI tanggal 31 Mei 1945. Se- telah Indonesia merdeka, beliau menjadi menteri kehakiman. Sesudah pengakuan kedaulatan (1949) beliau kembali menduduki jabatan itu.
Beliau terlibat aktif dalam dunia pendidikan. Beliau merintis pendirian Universitas Gajah Mada dan menjadi salah satu guru besar dalam univer- sitas tersebut. Beliau juga pernah menjabat rektor Universitas Indonesia.

d, Mohammad Hatta (1902-1980).
Mohammad Hatta lahir di Bukit Tinggi, 12 Agustus 1902. Ketika menjadi mahasiwa di Belanda beliau sudah aktif dalam gerakan mahasiswa nasio- nalis. Sepulang dari Belanda beliau bergabung dengan PNI. Tahun 1934 beliau ditangkap dan dimasukkan penjara kemudian dibuang ke Digul.
Menjelang kemerdekaan, beliau terpilih menjadi anggota BPUPKI. Perannya sangat besar. Beliau masuk dalam Panitia Sembilan yang meng- hasilkan Piagam Jakarta. Bersama dengan Bung Karno, beliau memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Setelah Indonesia merdeka beliau mendampingi Bung Karno menjadi wakil presiden.
Pada tahun 1956 beliau mengundurkan diri dari jabatan wakil presiden. Setelah itu, beliau mengabdikan diri sebagai guru besar ilmu ekonomi di Universitas Indonesia. Setelah pemerintahan Bung Karno runtuh beliau diangkat menjadi penasihat khusus dan beberapa kali menjadi ketua misi internasional. Beliau wafat di Jakarta pada tanggal 14 Maret 1980.

e, Muhammad Yamin (1903 – 1962).
Muhammad Yamin adalah seorang ahli hukum, tokoh pergerakan kemerdekaan, penyair angkatan Pujangga Baru, dan penggali sejarah Indonesia. Sejak muda beliau sudah berkecimpung dalam kegiatan organisasi. Bersama Bung Hatta ia mendirikan Jong Sumatranen Bond. Dalam gerakan politik ia mula-mula bergabung dengan Partindo.
Menjelang kemerdekaan Indonesia, beliau terpilih menjadi anggota BPUPKI. Beliau salah seorang yang mengajukan usul dasar negara dalam rapat BPUPKI tanggal 29 Mei 1945. Beliau juga menjadi anggota Panitia Kecil yang merumuskan Piagam Jakarta.
Ketika Indonesia merdeka beliau beberapa kali memangku jabatan menteri dan menjadi anggota DPR/MPRS. Sebagai sastrawan beliau me- nulis banyak karya sastra yang meliputi sajak dan naskah drama. Studi sejarahnya menghasilkan karya seperti “Gajah Mada”, “Sejarah Peperangan Diponegoro”, dan lain-lain.

f, Ahmad Subarjo (1896-1978).
Ahmad Subarjo adalah pejuang kemerdekaan dari golongan tua. Semasa kuliah beliau giat dalam Perhimpunan Indonesia. Menjelang pro- klamasi kemerdekaan, ia duduk dalam keanggotaan BPUPKI. Beliau juga termasuk dalam Panitia Sembilan yang menghasilkan Piagam Jakarta. Perannya yang sangat penting adalah menjadi penengah antara golongan muda dan Sukarno dalam peristiwa Rengas Dengklok.
Setelah Indonesia merdeka, ia diangkat sebagai Menteri Luar Negeri RI dalam Kabinet Presidensial. Setelah penyerahan kedaulatan, Subarjo beberapa kali diangkat sebagai anggota delegasi Indonesia dalam perun- dingan dengan sejumlah pemerintah asing. Setelah tidak aktif dalam bidang diplomasi dan pemerintahan, beliau memberi kuliah di berbagai universi- tas, antara lain di Universitas Indonesia.

 

2 Menghormati usaha para tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan.

Kita pantas menghargai usaha tokoh-tokoh bangsa dalam mempersiap- kan kemerdekaan kita. Berkat usaha mereka, kita dapat hidup di alam merdeka dan menikmati sistem ketatanegaraan yang mereka perjuangkan. Bentuk penghormatan kepada mereka dapat kita ungkapkan dengan me- ngenang jasa-jasa mereka. Kita juga bisa berziarah ke makam mereka da berdoa untuk mereka.
Bentuk penghargaan yang tak kalah penting adalah mencontoh sikap- sikap positif yang mereka tunjukkan dan meneruskan perjuangan mereka. Sikap positif tokoh-tokoh bangsa yang patut kita contoh antara lain:
1, Rela berjuang demi bangsa dan negara.
2, Berpendirian tetapi juga menghormati pendapat orang lain. Para tokoh bangsa terkenal memegang teguh pendapat dan memperjuangkan pen- dapatnya. Namun, ketika suatu kesepakatan bersama telah diambil dengan lapang dada mereka menerima keputusan itu.

Karya mereka membangun dasar negara harus kita teruskan agar sendi- sendi negara ini makin kokoh. Undang-Undang Dasar 1945 yang mereka hasilkan merupakan karya yang amat mengagumkan. Namun demikian, seiring dengan perkembangan zaman undang-undang dasar itu ternyata dirasa perlu untuk disempurnakan. Maka kita mengenal adanya aman- demen terhadap UUD 1945. Usaha ini harus tetap kita lakukan agar tercipta suatu sistem yang lebih baik. Ini menjadi tugas kita sekarang sebagai generasi penerus bangsa.

Ada banyak hal yang harus dipersiapkan ketika sebuah negara baru berdiri. Tugas berat ini diemban oleh pemimpin-pemimpin bangsa yang duduk menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).
BPUPKI bertugas mempelajari dan meneyelidiki hal-hal penting un- tuk mendirikan Indonesia merdeka. BPUPKI diketuai oleh Dr. K.R.T Rajiman Wedyodiningrat. BPUPKI mengadakan dua kali masa sidang resmi. Selama masa ini, dengan sungguh-sungguh memikirkan bentuk negara yang akan segera berdiri. BPUPKI akhirnya menghasilkan Ran- cangan Undang-Undang Dasar 1945.
PPKI dibentuk setelah BPUPKI menyelesaikan tugasnya. PPKI dike- tuai oleh IR. Sukarno. Lembaga ini bertugas mempersiapkan segala se- suatu berkaitan dengan masalah ketatanegaraan bagi Indonesia baru. PPKI melakukan beberap kali persidangan. Hasil persidangan PPKI, antara lain: mengesahkan UUD 1945, memilih Presiden dan Wakil Pre- siden, membentuk 12 departemen, dan menetapkan pembagian wila- yah negara RI menjadi 8 provinsi.
Bentuk negara dan dasar negara dibahas secara sungguh-sungguh oleh anggota BPUPKI dan PPKI. Banyak tokoh yang mengusulkan ben- tuk negara. Selain itu, ada tiga tokoh yang mengusulkan dasar negara, yaitu Mohammad Yamin, Supomo, dan Sukarno. Nama “Pancasila” un- tuk dasar negara diusulkan oleh IR. Sukarno.
Rumusan dasar negara, Pancasila, terdapat dalam Pembukaan Un- dang-Undang Dasar 1945. Rumusan itu bukan rumusan dasar negara yang diusulkan Mohammad Yamin, Supomo, maupun Sukarno. Rumus- an dasar negara dalam Pembukaan UUD 1945 berbunyi:
1, Ketuhanan Yang Maha Esa.
2, Kemanusiaan yang adil dan beradab.
3, Persatuan Indonesia.
4, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam per- musyawaratan/perwakilan.
5, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

SD5 IPS Bab 6 – Perjuangan Melawan Penjajahan


SD5 IPS Bab 6 – Perjuangan Melawan Penjajahan

A Pendahuluan.

Indonesia pernah dikuasai oleh bangsa asing dalam waktu yang sangat lama. Bangsa-bangsa asing yang pernah menjajah Indonesia adalah Portugis, Belanda, Inggris, dan Jepang. Penjajahan menyebabkan penderitaan bagi rakyat Indonesia. Bangsa Indonesia tidak tinggal diam. Bangsa Indonesia berjuang mengusir penjajah dari bumi pertiwi.

Mula-mula bangsa Indonesia mengadakan perlawanan di daerahnya masing-masing. Kemudian tumbuh kesadaran bahwa kita ini adalah satu bangsa. Kesadaran itu menimbulkan tekad untuk bersatu menjadi satu bangsa yang terwujud dalam Sumpah Pemuda tahun 1928. Perjuangan melawan penjajah juga tidak hanya dalam bentuk fisik, tetapi juga melalui organisasi-organisasi.
Dalam bab ini kamu akan mempelajari bentuk-bentuk perjuangan bang- sa Indonesia melawan penjajahan. Setelah mempelajari bab ini diharapkan kamu memiliki kemampuan berikut ini.
1, Menceritakan penderitaan rakyat di bawah penjajahan Belanda dan bentuk-bentuk perlawanan terhadap penjajahan Belanda.
2, Menceritakan penderitaan rakyat di bawah penjajahan Jepang dan bentuk-bentuk perlawanan terhadap penjajahan Jepang.
3, Menyebutkan tokoh-tokoh penting pergerakan nasional.
4, Menjelaskan peranan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dalam mem- persatukan Bangsa Indonesia.

 

B.Perjuangan Melawan Penjajahan Belanda.

Bangsa Belanda pernah menguasai Indonesia lebih dari 300 tahun. Dalam kurun waktu itu, berkali-kali rakyat Indonesia mengadakan perlawan- an. Pada bagian ini kita akan membahas tentang kedatangan Bangsa Be- landa ke Indonesia, bentuk-bentuk penindasan Bangsa Belanda, dan perjuangan menentang penjajahan Bangsa Belanda.

B-1 Kedatangan Bangsa Belanda.

Bangsa Eropa mulai mencari barang- barang kebutuhan sehari-hari, seperti buah-buahan, rempah-rempah, wol, porselin , dan lain-lain dari negara-negara di luar Eropa. Indonesia, terkenal sebagai tempat penghasil rempah-rempah. Rem- pah-rempah yang dihasilkan bangsa In- donesia digunakan sebagai bahan obat- obatan, penyedap makanan, dan peng- awet makanan. Maka, berlomba-lombalah Bangsa Eropa untuk mendapatkan rempah-rempah dari Indonesia.

Bangsa Belanda sampai ke Indonesia pada tanggal 22 Juni 1596. Armada Belanda berhasil mendarat di Banten, Jawa Barat. Pada awalnya, kedatangan Bangsa Belanda disambut baik oleh Sultan Banten. Kegiatan perdagangan menjadi ramai. Namun, hal itu tidak berlangsung lama. Bangsa Belanda berubah menjadi serakah dan kasar. Sikap itu menyebabkan mereka dimusuhi dan diusir dari Banten.

B-2, Penindasan lewat VOC.
Dua tahun setelah kedatangan pertama, bangsa Belanda datang lagi ke Indonesia. Kali ini mereka bersikap baik dan ramah. Belanda dapat diterima kembali di Indonesia. Banyak pedagang Belanda datang ke Indo- nesia. Hal ini mengakibatkan terjadinya persaingan dagang dan pertikaian di antara mereka. Akibatnya, harga rempah-rempah tidak terkendali. Untuk menghindari pertikaian yang lebih parah pada tanggal 20 Maret 1602 dibentuk Perkumpulan Dagang Hindia Timur atau Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC).

Mula-mula kegiatan VOC hanya berdagang. Akan tetapi, lama-kelamaan VOC berusaha menguasai perdagangan (monopoli). Untuk mewujudkan maksud itu VOC membentuk tentara, mencetak mata uang sendiri, dan mengadakan perjanjian dengan raja-raja setempat.
Di Maluku VOC melakukan Pelayaran Hongi (patroli laut) untuk meng- awasi rakyat Maluku agar tidak menjual rempah-rempah mereka kepada pedagang lain. Untuk mempertahankan harga, VOC juga memerintahkan penebangan sebagian pohon rempah-rempah milik rakyat. VOC mem- berikan hukuman berat kepada rakyat yang melanggar aturan monopoli itu.

Pusat-pusat perdagangan yang di- kuasai VOC adalah Ambon, Jayakarta, dan Banda. Pusat perdagangan Jayakarta direbut Belanda pada masa Gubernur Jenderal J.P. Coen. Ia mengganti nama Jayakarta menjadi Batavia. Coen kemu- dian membangun kota Batavia dengan gaya Belanda. Kantor VOC yang semula ada di Ambon dipindahkan ke Batavia.
VOC mampu berdiri dalam waktu yang sangat lama. Pada Tanggal 31 Desember 1799, VOC dibubarkan. VOC di- bubarkan karena sebab-sebab berikut ini.

1, Pejabat-pejabat VOC melakukan korupsi dan hidup mewah.
2, VOC menanggung biaya perang yang sangat besar.
3, Kalah bersaing dengan pedagang Inggris dan Prancis.
4, Para pegawai VOC melakukan perdagangan gelap.
Pada tanggal 1 Januari 1800, kekuasaan VOC di Indonesia digantikan langsung oleh pemerintah Kerajaan Belanda. Semua hutang VOC ditang- gung oleh Kerajaan Belanda. Sejak saat itu, Indonesia diperintah lansung oleh pemerintah Belanda. Pemerintahan Kerajaan Belanda atas wilayah Indonesia ini berlansung sampai tahun 1942. Pemerintah Belanda di Indo- nesia dinamakan Pemerintahan Hindia Belanda.

VOC adalah singkatan dari Vereenigde Oost Indische Compagnie, yang berarti perkumpulan dagang Hindia Timur. VOC didirikan dengan tujuan meng- hindari pertikaian antarpedagang Belanda. Rakyat Indonesia lebih mengenal VOC dengan sebutan Kompeni. Pada perkembangannya,VOC menyimpang dari tujuan awal. VOC bukan sekadar perkumpulan dagang, tetapi organisasi yang dilengkapi dengan kekuatan militer yang menindas bangsa Indonesia.

 

B-3 Penindasan lewat kerja paksa, penarikan pajak, dan tanam paksa.

Pada tahun 1806, Napoleon Bonaparte berhasil menaklukkan Belanda. Napoleon mengubah ben- tuk negara Belanda dari kerajaan menjadi republik. Napoleon ingin memberantas penyelewengan dan korupsi serta mempertahankan Pu- lau Jawa dari Inggris. Ia mengang- kat Herman Willem Daendels menjadi Gubernur Jenderal di Batavia. Untuk menahan serangan Inggris, Daendels melakukan tiga hal, yaitu:
1, menambah jumlah prajurit,
2, membangun pabrik senjata, kapal-kapal baru, dan pos-pos pertahanan,
3.membangun jalan raya yang menghubungkan pos satu dengan pos lainnya.

Tampak Gambar Herman Willem Daendels, Gubernur Jenderal Belanda di Indonesia dari tahun 1808-1811.

Daendels memberlakukan kerja paksa tanpa upah untuk membangun jalan. Kerja paksa ini dikenal dengan nama kerja rodi. Rakyat dipaksa mem- bangun Jalan Raya Anyer-Panarukan yang panjangnya sekitar 1.000 km. Jalan ini juga dikenal dengan nama Jalan Pos. Selain untuk membangun jalan raya, rakyat juga dipaksa menanam kopi di daerah Priangan untuk pemerintah Belanda. Banyak rakyat Indonesia yang menjadi korban kerja rodi. Untuk mendapatkan dana biaya perang pemerintah kolonial Belanda menarik pajak dari rakyat. Rakyat diharuskan membayar pajak dan me- nyerahkan hasil bumi kepada pemerintah Hindia Belanda.

Pada tahun 1811, Daendels dipanggil ke Belanda. Ia digantikan oleh Gubernur Jenderal Janssens. Saat itu pasukan Inggris berhasil mengalah- kan Belanda di daerah Tuntang, dekat Salatiga, Jawa Tengah. Gubernur Jenderal Janssens terpaksa menandatangani Perjanjian Tuntang. Berikut ini isi Perjanjian Tuntang.
1, Seluruh wilayah jajahan Belanda di Indonesia diserahkan kepada Inggris.
2, Adanya sistem pajak/sewa tanah.
3, Sistem kerja rodi dihapuskan.
4, Diberlakukan sistem perbudakan.

 

Inggris berkuasa di Indonesia selama lima tahun (1811-1816). Pemerintah Inggris mengangkat Thomas Stamford Raffles menjadi Gubernur Jenderal di Indonesia. Pemerintah memberlakukan sistem sewa tanah yang dikenal dengan nama land- rente. Rakyat yang menggarap tanah di- haruskan menyewa dari pemerintah.

Pada tahun 1816, Inggris menyerah- kan wilayah Indonesia kepada Belanda. Pemerintah Belanda menunjuk Van Der Capellen sebagai gubernur jenderal. Van Der Capellen mempertahankan monopoli perdagangan yang telah dimulai oleh VOC dan tetap memberlakukan kerja paksa. Pada tahun 1830, Van Der Capellen diganti Van Den Bosch. Bosch mendapat tugas mengisi kas Belanda yang kosong. Ia memberlakukan tanam paksa atau cultuur stelsel untuk mengisi kas pemerintah yang kosong.
Van Den Bosch membuat aturan- aturan untuk tanam paksa sebagai berikut.
1, Rakyat wajib menyediakan 1/5 dari tanahnya untuk ditanami tanaman yang laku di pasaran Eropa.
2,Tanah yang dipakai untuk tanamam paksa bebas dari pajak.
3, Hasil tanaman diserahkan kepada Belanda.
4, Pekerjaan untuk tanam paksa tidak melebihi pekerjaan yang diperlu- kan untuk menanam padi.
5, Kerusakan-kerusakan yang tidak dapat dicegah oleh petani menjadi tanggungan Belanda.
6, Rakyat Indonesia yang bukan petani harus bekerja 66 hari tiap tahun bagi pemerintah Hindia Belanda.

Kenyataannya, ada banyak penyelewengan dari ketentuan itu. Misal- nya, tanah yang harus disediakan oleh petani melebihi luas tanah yang telah ditentukan, rakyat harus menanggung kerusakan hasil panen, rakyat  harus bekerja lebih dari 66 hari, dan lain-lain. Akhirnya ketentuan- ketentuan yang diatur dalam tanam paksa tidak berlaku sama sekali. Pemerintah Belanda semakin bertindak sewenang-wenang.

Tanam paksa mengakibatkan penderitaan luar biasa bagi rakyat Indo- nesia. Hasil pertanian menurun. Rakyat mengalami kelaparan. Akibat ke- laparan banyak rakyat yang mati. Sebaliknya, tanam paksa ini memberikan keuntungan yang melimpah bagi Belanda. Namun, masih ada orang Belan- da yang peduli terhadap nasib rakyat Indonesia. Di antaranya adalah Douwes Dekker. Ia mengecam tanam paksa melalui bukunya yang berjudul Max Havelaar, dengan nama samaran Multatuli. Max Havelaar mencerita- kan penderitaan bangsa Indonesia sewaktu dilaksanakan tanam paksa. Max Havelaar menggegerkan seluruh warga Belanda. Timbul perdebatan hebat tentang tanam paksa di negeri Belanda. Akhirnya, Parlemen Belanda me-mutuskan untuk menghapus tanam paksa secepatnya.

 

4 Perlawanan menentang penjajahan Belanda.

Monopoli perdagangan, kerja paksa, penarikan pajak, sewa tanah, dan tanam paksa menimbulkan banyak kerugian dan membuat sengsara rakyat Indonesia. Rakyat Indonesia tidak tahan lagi. Rakyat Indonesia melakukan perlawanan memperjuangkan martabat dan kemerdekaannya. Dari seluruh penjuru tanah air timbul perlawanan terhadap penjajah Belanda. Perhatikan peta perlawanan-perlawanan yang terjadi pada Gambar 6.6 di halaman 136 atas! Kita akan membahas beberapa di antaranya.

a Perlawanan terhadap VOC.
Pada saat VOC berkuasa di Indonesia terjadi beberapa kali perlawanan. Pada tahun 1628 dan 1629, Mataram melancarkan serangan besar-besaran terhadap VOC di Batavia. Sultan Agung mengirimkan ribuan prajurit untuk menggempur Batavia dari darat dan laut. Di Sulawesi Selatan VOC mendapat per- lawanan dari rakyat Indonesia di bawah pimpinan Sultan Hassanuddin. Perlawanan terhadap VOC di Pasuruan Jawa Timur dipimpin oleh Untung Suropati. Sementara Sultan Ageng Tirtayasa mengobarkan perlawanan di daerah Banten.

b Perlawanan Pattimura (1817).
Belanda melakukan monopoli perda- gangan dan memaksa rakyat Maluku men- jual hasil rempah-rempah hanya kepada Be- landa, menentukan harga rempah-rempah secara semena-mena, melakukan pelayaran hongi, dan menebangi tanaman rempah- rempah milik rakyat. Rakyat Maluku beron- tak atas perlakuan Belanda. Dipimpin oleh Thomas Matulessi yang nantinya terkenal dengan nama Kapten Pattimura, rakyat Maluku melakukan perlawanan pada tahun 1817. Pattimura dibantu oleh Anthony Ribok, Philip Latumahina, Ulupaha, Paulus Tiahahu, dan seorang pejuang wanita Christina Martha Tiahahu. Perang melawan Belanda meluas ke berbagai daerah di Maluku, seperti Ambon, Seram, Hitu, dan lain-lain.
Belanda mengirim pasukan besar- besaran. Pasukan Pattimura terdesak dan bertahan di dalam benteng. Akhirnya, Pattimura dan kawan-kawannya tertawan. Pada tanggal 16 Desember 1817, Pattimura dihukum gantung di depan Benteng Victoria di Ambon.

c Perang Padri (1821-1837).
Perang Padri bermula dari pertentangan antara kaum adat dan kaum agama (kaum Padri). Kaum Padri ingin memurnikan pe- laksanaan agama Islam. Gerakan Padri itu ditentang oleh kaum adat. Terjadilah ben- trokan-bentrokan antara keduanya. Karena terdesak, kaum adat minta bantuan kepada Belanda. Belanda bersedia membantu kaum adat dengan imbalan sebagian wilayah Mi- nangkabau.
Pasukan Padri dipimpin oleh Datuk Bandaro. Setelah beliau wafat diganti oleh Tuanku Imam Bonjol. Pasukan Padri dengan taktik perang gerilya, berhasil mengacaukan pasukan Belanda. Karena kewalahan, Belanda mengajak berunding. Pada tahun 1925 terjadi gencatan senjata. Belanda mengakui beberapa wilayah sebagai dae- rah kaum Padri.
Perang Padri meletus lagi setelah Perang Diponegoro berakhir. Tahun 1833 terjadi pertempuran hebat di daerah Agam. Tahun 1834 Belanda mengepung pasukan Bonjol. Namun pasukan Padri dapat ber- tahan sampai dengan tahun 1837. Pada tanggal 25 Oktober 1837, benteng Imam Bonjol dapat diterobos. Beliau tertangkap dan ditawan.


d Perang Diponegoro (1925-1830).
Perang Diponegoro berawal dari keke- cewaan Pangeran Diponegoro atas campur tangan Belanda terhadap istana dan tanah tumpah darahnya. Kekecewaan itu memuncak ketika Patih Danureja atas perintah Belanda memasang tonggak-tonggak untuk membuat rel kereta api melewati makam leluhurnya.
Dipimpin Pangeran Diponegoro, rakyat Tegalrejo menyatakan perang melawan Belanda tanggal 20 Juli 1825. Diponegoro dibantu oleh Pangeran Mangkubumi sebagai penasehat, Pangeran Ngabehi Jayakusuma sebagai panglima, dan Sentot Ali Basyah Prawiradirja sebagai panglima perang. Pa- ngeran Diponegoro juga didukung oleh para ulama dan bangsawan. Daerah-daerah lain di Jawa ikut berjuang melawan Belanda. Kyai Mojo dari Surakarta mengobarkan Perang Sabil.
Antara tahun 1825-1826 pasukan Dipo- negoro mampu mendesak pasukan Belanda. Pada tahun 1827, Belanda mendatangkan bantuan dari Sumatra dan Sulawesi. Jenderal De Kock menerapkan taktik perang benteng stelsel. Taktik ini berhasil mempersempit ru- ang gerak pasukan Diponegoro. Banyak pe- mimpin pasukan Pangeran Diponegoro gugur dan tertangkap. Namun demikian, pasukan Diponegoro tetap gigih. Akhirnya, Belanda mengajak berunding. Dalam perundingan yang diadakan tanggal 28 Maret 1830 di Magelang, Pangeran Diponegoro ditangkap Belanda. Beliau diasingkan dan meninggal di Makassar.

e Perang Banjarmasin (1859-1863).
Penyebab perang Banjarmasin adalah Belanda melakukan monopoli perdagangan dan mencampuri urusan kerajaan. Perang Banjarmasin dipimpin oleh Pangeran Antasari. Beliau didukung oleh Pangeran Hidayatullah. Pada tahun 1862 Hidayatullah ditahan Belanda dan dibuang ke Cianjur. Pangeran Antasari diangkat rakyat menjadi Sultan. Setelah itu perang me- letus kembali. Dalam perang itu Pangeran Antasari luka-luka dan wafat.

f Perang Bali (1846-1868).
Penyebab perang Bali adalah Belanda ingin menghapus hukum tawan karang dan memaksa Raja-raja Bali mengakui kedaulatan Belanda di Bali. Isi hukum tawan karang ada- lah kerajaan berhak merampas dan menyita barang serta kapal-kapal yang terdampar di Pulau Bali. Raja-raja Bali menolak keinginan Belanda. Akhirnya, Belanda menyerang Bali.
Belanda melakukan tiga kali penyerang- an, yaitu pada tahun 1846, 1848, dan 1849. Rakyat Bali mempertahankan tanah air mere- ka. Setelah Buleleng dapat ditaklukkan, rakyat Bali mengadakan perang puputan, yaitu berperang sampai titik darah terakhir. Di antara- nya Perang Puputan Badung (1906), Perang Puputan Kusumba (1908), dan Perang Puputan Klungkung (1908). Salah saut pemimpin per- lawanan rakyat Bali yang terkenal adalah Raja Buleleng dibantu oleh Gusti Ketut Jelantik.

g Perang Sisingamangaraja XII (1870-1907).
Pada saat Sisingamangaraja memerintah Kerajaan Bakara, Tapanuli, Sumatera Utara, Belanda datang. Belanda ingin menguasai Tapanuli. Sisingamangaraja beserta rakyat Bakara mengadakan perlawanan. Tahun 1878, Belanda menyerang Tapanuli. Namun, pasuk- an Belanda dapat dihalau oleh rakyat.
Pada tahun 1904 Belanda kembali menyerang tanah Gayo. Pada saat itu Belanda juga menyerang daerah Danau Toba. Pada tahun 1907, pasukan Belanda menyerang kubu per- tahanan pasukan Sisingamangaraja XII di Pakpak. Sisingamangaraja gugur dalam pe- nyerangan itu. Jenazahnya dimakamkan di Tarutung, kemudian dipindahkan ke Balige.

h  Perang Aceh (1873-1906).
Sejak terusan Suez dibuka pada tahun 1869, kedudukan Aceh makin penting baik dari segi strategi perang maupun untuk perdagangan. Belanda ingin menguasai Aceh. Sejak tahun 1873 Belanda menyerang Aceh. Rakyat Aceh mengadakan perlawanan di bawah pemimpin-pemimpin Aceh antara lain Panglima Polim, Teuku Cik Ditiro, Teuku Ibrahim, Teuku Umar, dan Cut Nyak Dien.
Meskipun sejak tahun 1879 Belanda dapat menguasai Aceh, namun wilayah pedalaman dan pegunungan dikuasai pejuang-pejuang Aceh. Perang gerilya membuat pasukan Belanda kewalahan. Belanda menyiasatinya dengan stelsel konsentrasi, yaitu memusatkan pasukan supaya pasukannya dapat lebih ter- kumpul.
Belanda mengirim Dr. Snouck Hurgronje untuk mempelajari sistem kemasyarakatan penduduk Aceh. Dari penelitian yang dibuat- nya, Hurgronje menyimpulkan bahwa kekuat- an Aceh terletak pada peran para ulama. Pene- muannya dijadikan dasar untuk membuat siasat perang yang baru. Belanda membentuk pasukan gerak cepat (Marchose) untuk me- ngejar dan menumpas gerilyawan Aceh. Dengan pasukan marchose Belanda berhasil mematahkan serangan gerilya rakyat Aceh. Tahun 1899, Teuku Umar gugur dalam per- tempuran di Meulaboh. Pasukan Cut Nyak Dien yang menyingkir ke hutan dan meng- adakan perlawanan juga dapat dilumpuhkan.

 

C Perjuangan Melawan Penjajahan Jepang.

Bangsa Jepang pernah menguasai Indonesia selama 3,5 tahun. Namun, pendudukan dalam waktu yang singkat ini menyebabkan penderitaan yang luar biasa. Pada bagian ini kita akan membahas kedatangan Bangsa Jepang ke Indonesia, penderitaan rakyat pada masa pendudukan Jepang, dan perlawanan menentang penjajahan Jepang.

C-1 Kedatangan Jepang di Indonesia.
Dalam Perang Dunia II (1939-1945), Jepang bergabung dengan Jerman dan Italia melawan Sekutu. Sekutu terdiri dari Amerika, Inggris, Belanda, dan Perancis. Pada tanggal 8 Desember 1941 pasukan Jepang menyerang pangkalan Angkatan Laut Amerika di Pearl Harbour (Hawai). Terjadilah Perang Pasifik atau Perang Asia Timur Raya. Dalam waktu singkat, pasukan Jepang menyerbu dan menduduki Filipina, Myanmar, Malaya, Singapura, dan Indonesia.

Ketika masuk wilayah Indonesia, pertama-tama Jepang menduduki daerah penghasil minyak seperti Tarakan, Balikpapan, dan Palembang. Kemudian perhatian Jepang diarah- kan untuk menguasai Pulau Jawa. Tanggal 1 Maret 1942 pasukan Je- pang berhasil mendarat di tiga tem-
pat secara serempak di Pulau Jawa, yaitu di Teluk Banten, Eretan Wetan (Pantura), dan Pasuruan (Jawa Ti- mur). Tanggal 5 Maret 1942 pasukan Jepang sudah berhasil menguasai Batavia.

Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang di Kalijati, Subang. Sejak saat itu, Jepang berkuasa di Indonesia.

Tanggal 8 Maret 1942 Panglima Angkatan Perang Hindia Belanda Letjen Ter Poorten atas nama Angkatan Perang Sekutu menyerah tanpa syarat kepada Angkatan Perang Jepang yang dipimpin Letjen Hithoshi Imamura. Upacara serah terima ditandatangani di Kalijati, Subang, Jawa Barat.
Pasukan Jepang disambut dengan sukacita penuh harapan oleh rakyat Indonesia. Jepang dianggap sebagai pembebas bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Padahal Jepang punya rencana tersembunyi.

Ada beberapa alasan Jepang menduduki Indonesia, antara lain sebagai berikut.
a, Indonesia kaya akan bahan-bahan mentah, seperti minyak bumi dan batu bara. 
b, Wilayah Indonesia menghasilkan banyak produksi pertanian yang dibutuhkan tentara Jepang dalam peperangan.
c, Indonesia memiliki tenaga manusia dalam jumlah besar yang diperlu- kan untuk membantu perang Jepang.

Setelah menduduki Indonesia, Jepang berusaha menarik simpati rakyat Indonesia. Ada tiga hal yang dilakukan Jepang, yaitu:
1.mengijinkan mengibarkan bendera Merah Putih;
2.mengijinkan rakyat Indonesia menyanyi- kan lagu Indonesia Raya;
3.larangan menggunakan bahasa Belanda dalam pergaulan sehari-hari. Bahasa pergaulan sehari-hari diganti dengan bahasa Indonesia.
Untuk memikat hati rakyat, Jepang mem- buat propaganda tiga A. Propaganda yang dilancarkan Jepang itu berisi:

Propaganda Tiga A dari Jepang untuk memikat hati rakyat Indonesia.
1 Jepang pemimpin Asia,
2 Jepang pelindung Asia,
3 Jepang cahaya Asia.

C-2 Penderitaan rakyat pada masa pendudukan Jepang.
Kegembiraan rakyat Indonesia atas kedatangan tentara Jepang tidak berlangsung lama. Pasukan Jepang mulai berubah perangai. Jepang mulai mengadakan pemerasan dan penindasan. Bahkan lebih rakus dan lebih kejam dari penjajah Belanda. Penderitaan rakyat Indonesia semakin parah.

Penderitaan rakyat Indonesia selama masa penjajahan Jepang antara lain sebagai berikut.
1 Jepang merampas hasil pertanian rakyat, seperti padi dan jagung untuk persediaan makanan pasukan Jepang. Akibatnya, rakyat tidak punya cukup makanan dan kelaparan. Karena kurang gizi rakyat mudah terserang penyakit. Berbagai penyakit, seperti tipes, kolera, beri-beri, dan malaria merajalela di mana-mana. Obat-obatan sulit didapatkan. Banyak rakyat Indonesia terpaksa memakai pakaian dari karung goni, karet lempengan, atau bahkan pakaian dari daun rumbia. Karena pen- deritaan itu, ribuan rakyat meninggal.

2 Pemerintah Jepang sangat ketat melakukan pengawasan terhadap pemberitaan. Media masa disegel.

3 Jepang juga memanfaatkan rakyat Indonesia untuk diperas tenaganya bagi keperluan Jepang. Para pekerja paksa pada zaman Jepang disebut romusha. Jepang mengerahkan rakyat Indonesia khususnya para pe- muda untuk membangun prasarana perang, seperti: kubu-kubu, jalan raya, bandar udara, benteng, jembatan, dan sarana perang lainnya.

Para romusha harus bekerja berat dalam bahaya serangan Sekutu yang selalu mengancam. Tenaga mereka diperas secara berlebihan, sementara makanan tidak diperhatikan. Mereka tinggal dan tidur dalam barak-barak yang kotor dan tidak sehat. Banyak romusha mati karena kelaparan, kecapaian, terkena serangan Sekutu, atau karena terserang penyakit.

Selain romusha, banyak barisan dibentuk untuk kepentingan Je- pang, seperti:
a Seinendan (barisan pemuda),
b Keibodan (Barisan Pembantu Polisi),
c Fujinkai (Barisan Wanita),
d Suishintai (Barisan Pelopor),
e Jibakutai (Barisan Berani Mati),
f Gakutotai (Barisan Pelajar),
g Peta (Pembela Tanah Air).

4 Banyak wanita Indonesia yang terpaksa melayani nafsu bejat pasukan Jepang. Kebanyakan dari antara mereka tertipu karena bujukan dan janji-janji tentara Jepang yang akan memberikan lapangan pekerjaan yang baik dengan gaji yang lumayan.

C-3 Perlawanan menentang penjajahan Jepang.

Penderitaan lahir batin yang dialami rakyat Indonesia selama pendu- dukan Jepang di Indonesia menimbulkan rasa benci dan pemberontakan di berbagai wilayah Indonesia. Pemberontakan-pemberontakan itu antara lain sebagai berikut.
– Perlawanan rakyat Aceh di Cot Plieng tahun 1942.
Perlawanan ini dipimpin oleh Tengku Abdul Jalil. Perlawanan rakyat Aceh juga terjadi di Mereudu pada tahun 1944.
– Perlawanan di Kaplongan, Jawa Barat.
Jepang memaksa petani di Kaplongan untuk menyerahkan sebagian hasil buminya. Petani marah. Terjadilah perlawanan terhadap pasukan Jepang.
– Perlawanan di Lohbener, Jawa Barat.
Petani di Lohbener menolak memberikan hasil panen padi kepada Jepang. Terjadilah peperangan terhadap pasukan Jepang.
– Perlawanan di Pontianak, Kalimantan Barat.
Penduduk dipaksa untuk membuat pelabuhan dan lapangan terbang. Para pemimpin sepakat untuk menyerang Jepang. Perlawanan terjadi pada tanggal 16 Oktober 1943. Mereka ditangkap dan dibunuh.
– Perlawanan Peta di Gumilir, Cilacap.
Perlawanan Peta Gumilir, Cilacap terjadi pada bulan Juni 1945. Perla- wanan ini dipimpin oleh Kusaeri, komandan regu Peta di Cilacap. Kusaeri menyerah tetapi tidak dijatuhi hukuman. Sudirman berhasil menolong dan membebaskannya.
– Perlawanan di Singaparna, Jawa Barat.
Perlawanan Singaparna dipimpin oleh Kiai Haji Zainal Mustafa. Beliau menolak seikeirei (membungkukkan badan kepada Kai-sar Jepang Tenno Heika) dan menentang romusha. Beliau memandang hal itu bertentangan dengan ajaran Islam.
– Perlawanan Peta di Blitar, Jawa Timur.
Tentara Peta di Blitar memberontak di bawah pimpinan Shodanco F.X. Supriyadi. Namun Jepang dapat mematahkan perlawanan ini. Supriyadi dan teman-temanya ditangkap oleh tentara Jepang.

Pada tanggal 15 Maret 1945, perwira-perwira Peta yang memberontak diadili di Pengadilan Militer Jepang di Jakarta. Dalam pengadilan itu, mereka dijatuhi hukuman mati. Perwira-perwira Peta yang dijatuhi hu- kuman mati antara lain Muradi, Dr. Ismangil, Suparyono, Sunarto, Halim Mangkudijaya, dan Supriyadi. Namun, Supriyadi menghilang dan tidak menghadiri persidangan.

 

D Tokoh-tokoh Pergerakan Nasional.

Perjuangan rakyat Indonesia mengusir penjajah tidak hanya dilakukan dengan kekuatan fisik, tetapi juga melalui organisasi. Putera-putera bangsa Indonesia, mulai sadar perlunya organisasi modern untuk perjuangan ke- merdekaan. Selain itu, tumbuh juga kesadaran perlunya persatuan dari rakyat Indonesia untuk mengusir penjajah. Berikut ini akan dibahas secara ringkas tokoh-tokoh kebangkitan nasional.

1 Raden Ajeng Kartini dan Dewi Sartika.
Raden Ajeng Kartini dan Dewi Sartika sama-sama memperjuangkan nasib kaum wanita melalui pendidikan. Kartini mendirikan sekolah untuk wanita pribumi pada tahun 1903. Beliau juga mendirikan sekolah di rumahnya, di Rembang. Pada tahun 1904 Kartini meninggal dunia. Kumpulan surat- suratnya disusun dalam sebuah buku yang berjudul “Habis Gelap Terbitlah Terang”.
Pada tahun 1904, Dewi Sartika mendirikan Sekolah Istri di Bandung. Pada tahun 1915, Dewi Sartika mendirikan sebuah perkumpulan wanita bernama Pengasah Budi. Perkumpulan ini memperjuangkan kemajuan wanita.

2 Ki Hajar Dewantara.
Ki Hajar Dewantara memiliki nama asli Raden Mas Suwardi Suryaningrat. Bersama dengan Danudirja Setiabudi (Douwes Dekker), dan Cipto Mangunkusumo, beliau mendirikan Indische Partij. Mereka bertiga dikenal dengan sebutan Tiga Serangkai. Indische Partij menuntut kemerdekaan Indonesia.
Beliau juga mendirikan Perguruan Taman Siswa. Perguruan ini mengajarkan kepada siswanya sifat kebangsaan. Karena peranan- nya yang besar dalam dunia pendidikan, Ki Hajar Dewantara diberi julukan sebagai Bapak Pendidikan Nasional.

3 Dr. Sutomo.
Sutomo adalah salah satu pendiri Budi Utomo. Budi Utomo adalah organisasi per- gerakan kebangsaan modern pertama di In- donesia yang dibentuk tanggal 20 Mei 1908. Tujuannya adalah mempertinggi derajat bangsa Indonesia dan mempertinggi keluhur- an budi orang Jawa. Sutomo bercita-cita memakmurkan rakyat Indonesia. Beliau bertekad memperkecil perbe- daan antara orang kaya dan miskin, serta antara kaum terpelajar dan rakyat biasa. Beliau merasa yakin bahwa dengan persamaan dan persau- daraan maka perjuangan akan berhasil.

4 Ahmad Dahlan.
Ahmad Dahlan adalah tokoh pergerakan nasional yang lama belajar pengetahuan agama di Mekkah. Beliau mendirikan Muhammadiyah pada tanggal 18 November 1912 di Yogyakarta. Tujuan Muhammadiyah adalah mengajarkan agama Islam sesuai dengan Al Quran dan Hadist.

5 Wahid Hasyim.
Wahid Hasyim adalah putra Hasyim Ashari, pelopor dan pendiri NU (Nahdatul Ulama). Tuju- an NU adalah memecahkan berbagai persoalan umat Islam baik dalam hal agama maupun kehidupan di masyarakat. Tahun 1938, Wahid Hasyim bergabung dengan NU. Empat tahun kemudian beliau diangkat sebagai ketua NU. Perkembangan NU sebagai organisasi politik dan keagamaan tidak terlepas dari peranannya.

6 Samanhudi.
Samanhudi belajar agama Islam di Surabaya. Untuk memperjuangkan para pedagang Indonesia, beliau mendirikan Serikat Dagang Islam (SDI) di Solo tahun 1911. SDI bertujuan menghidupkan perekonomian para pedagang Indonesia dan membantu anggotanya yang mengalami kesulitan.

 

E  Peranan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dalam Mempersatukan Bangsa Indonesia.

Para pemuda yang tergabung dalam organisasi pemuda mendambakan adanya persatuan nasional di kalangan para pemuda. Mereka mengingin- kan agar organisasi-organisasi yang ada melebur menjadi satu perkumpul- an nasional. Pada tanggal 2 Mei 1926 diadakan rapat besar pemuda Indo- nesia yang dikenal dengan nama Kongres Pemuda I. Rapat besar itu dihadiri oleh wakil-wakil dari organisasi-organisasi pemuda, seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, Jong Islamiten, Jong Bataks Bond, dan lain-lain. Kongres Pemuda I dipimpin oleh Muhammad Tabrani.
Tujuan Kongres Pemuda I ialah membentuk perkumpulan pemuda yang tunggal. Tujuannya adalah untuk:
1 Memajukan paham persatuan dan kebangsaan.
2 Mempererat hubungan antara semua perkumpulan kebangsaan.
Menindaklanjuti kongres I, diadakan Kongres Pemuda II. Kongres pemuda II dilaksanakan pada tanggal 27 – 28 Oktober 1928. Kongres pemuda II dihadiri sekitar 750 peserta utusan dari berbagai organisasi pemuda seperti Jong Ja- va, Jong Sumatranen Bond, Jong Bataks Bond, Jong Ambon, Jong Celebes, Pemuda Betawi, Sekar Rukun, dan lain-lain. Kongres di- penuhi gelora semangat persatuan nasional.

Pada kongres hari kedua, W.R. Supratman, seorang wartawan mem- bawakan lagu ciptaannya yang berjudul Indonesia Raya. W.R. Supratman membawakan lagu ciptaannya dengan gesekan biola. Peserta rapat ter- pukau mendengar lagu itu. Demikianlah untuk pertama kalinya lagu Indo- nesia Raya dinyanyikan di Gedung Sumpah Pemuda.
Kongres Pemuda II menghasilkan keputusan yang sangat penting dalam sejarah kehidupan bangsa Indonesia, yaitu Sumpah Pemuda. Isi Sumpah Pemuda adalah:
1, Kami putera dan puteri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
2, Kami putera dan puteri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
3, Kami putera dan puteri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Inti isi Sumpah Pemuda adalah satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa.
Berkat Sumpah Pemuda itu, arah perjuangan bangsa Indonesia menjadi semakin tegas, yaitu mencapai kemerdekaan tanah air Indonesia. Untuk mencapai kemerdekaan tersebut, bangsa Indonesia memandang perlu adanya rasa persatuan dan kesatuan sebagai bangsa, yaitu bangsa Indonesia.

Rangkuman.

Indonesia pernah dijajah oleh bangsa asing dalam waktu yang sa- ngat lama. Penjajahan oleh bangsa Asing membuat rakyat Indonesia sengsara. Penjajah Belanda menindas rakyat Indonesia dengan cara memonopoli perdangan hasil bumi, memberlakukan kerja paksa, me- ninggikan pajak dan sewa tanah, dan memberlakukan tanam paksa. Dari berbagai penjuru tanah air timbul perlawanan menentang pen- jajahan oleh Bangsa Belanda. Di antaranya adalah Perlawanan Sultan Agung, Trunojoyo, Untung Suropati, Perang Maluku, Perang Dipo- negoro, Perang Bali, Perang Banjar, Perang Aceh, Perang Sisinga- mangaraja, Perang Lombok, dan Perang Padri.

Lepas dari penjajahan Belanda, bangsa Indonesia dikuasai oleh Bangsa Jepang. Bentuk-bentuk penjajahan Bangsa Jepang antara lain: merampas hasil pertanian rakyat, mengawasi media massa, memaksa rakyat menanam jarak, memaksa pemuda-pemuda untuk menjadi romusha. Rakyat Indonesia melakukan perlawanan, contohnya per- lawanan di Cot Plien (Aceh), Kaplongan, Lohbener, dan Singaparna (Jawa Barat), perlawan Peta di Gumilir (Cilacap, Jawa Tengah), dan Perlawanan Peta di Blitar (Jawa Timur).

Kaum terpelajar Indonesia mulai sadar melawan penjajahan bisa dilakukan lewat organisasi. Maka mulai bermunculan organisasi- organisasi yang memiliki cita-cita melepaskan bangsa Indonesia dari penjajahan. Inilah yang disebut masa kebangkita nasional. Para pelopor kebangkitan nasional antara lain R.A. Kartini, Dr. Sutomo, Dewi Sartika, Ki Hajar Dewantara, Danudirja Setiabudi, Cipto Mangunkusumo, Ahmad Dahlan, Wahid Hasyim, dan Samanhudi. Puncak kebangkitan nasional adalah ketika para pemuda mengucapkan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Saat itu para pemuda mengikrarkan satu bangsa, satu tanah air, dan satu bangsa.

SD5 IPS Bab-5 Macam-macam Usaha dan kegiatan Ekonomi di Indonesia

SD Kelas 5 Bab-5 Macam-macam Usaha dan kegiatan Ekonomi di Indonesia.

A, Pendahuluan.

Coba ceritakan usaha apa saja yang ada di lingkungan tempat ting- galmu? Apakah ada orang yang menanam padi di lingkungan tempat tinggalmu? Apakah ada tetanggamu yang menjadi dokter? Apakah ada salon kecantikan di dekat rumahmu? Apakah tetanggamu ada yang mem- buka warung? Bertani, praktik sebagai dokter, membuka salon kecantikan, dan berdagang adalah bentuk-bentuk usaha atau kegiatan ekonomi.

Dalam bab ini kamu akan mempelajari jenis-jenis usaha dan kegiatan ekonomi yang ada di negara kita. Setelah mempelajari bab ini diharapkan kamu memiliki kemampuan sebagai berikut.
1, Menjelaskan pengertian kegiatan ekonomi.
2, Menyebutkan macam-macam usaha yang ada di lingkungan sekitar.
3, Menyebutkan dan menjelaskan macam-macam usaha dan kegiatan ekonomi yang ada di Indonesia.


Tampak gambar peternakan,  tampak gambar perikanan, pertanian dan warung kelontong.

 

B, Jenis-jenis Usaha Ekonomi.

Ada bermacam-macam usaha untuk mencukupi kebutuhan hidup. Pada bagian ini kita akan membicarakan pengertian kegiatan atau usaha eko-nomi, jenis-jenis usaha dalam kegiatan ekonomi, dan usaha ekonomi yang dikelola sendiri dan yang dikelola kelompok.

B-1, Pengertian kegiatan ekonomi.

Kembali ke Kegiatan 1 di atas. Kegiatan-kegiatan yang kamu lihat dalam gambar tersebut termasuk kegiatan ekonomi. Untuk mencukupi kebutuhan-nya sehari-hari orang melakukan usaha yang berbeda-beda. Jenis usaha yang dijalankan orang sesuai dengan bakat dan keterampilan yang dimiliki. Dalam gambar Kegiatan 1, tampak kegiatan sebagai pedagang, nelayan, peternak, dan petani. Coba perhatikan kegiatan or- ang-orang di sekitar kamu, apa saja pekerjaan mereka?
Untuk apa orang bekerja? Pada dasarnya, orang mempunyai tujuan yang sama ketika bekerja, yaitu untuk mendapatkan uang atau penghasilan. Penghasilan itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Maka kita dapat menyimpulkan apa yang dimaksudkan dengan kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi adalah semua kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Dalam kehidupan sehari-hari tak seorang pun dapat membuat semua barang yang dibutuhkannya. Oleh sebab itu ada kerja sama antara orang yang satu dengan orang lainnya. Kerja sama itu saling melengkapi. Ada orang yang bekerja sebagai petani yang memproduksi bahan pangan. Ada yang membuat pakaian untuk dijual dan diperdagangkan, dan seterusnya.

 

B-2 Jenis-jenis usaha dalam bidang ekonomi.

Tanah air kita kaya dan luas. Ada banyak potensi bidang usaha di ta- nah air kita. Berikut ini kita akan membahas aneka bidang usaha, seperti pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, kehutanan, pertambangan, perindustrian, perdagangan, dan pariwisata.

a, Pertanian.
Negara kita adalah negara agraris. Berbagai jenis tanaman dapat tumbuh. Hasil tanah pertanian Indonesia, antara lain padi, jagung, ubi, tembakau, kelapa sawit, karet, cengkeh, palm, kopi, cendana, kayu putih, lada, dan teh.
Upaya untuk meningkatkan hasil pertanian dilakukan dengan cara in- tensifikasi, ekstensifikasi, diversifikasi, dan rehabilitasi. Mari kita pelajari apa maksudnya.

1, Intensifikasi Pertanian :
Ialah upaya untuk meningkatkan hasil pertanian tanpa memperluas lahan pertanian yang telah ada. Upaya intensifikasi dilaku- kan dengan cara penggunaan pupuk, bibit unggul, pengairan, pe- meliharaan, dan penyuluhan. Intensifikasi lebih dikenal dengan nama pancausaha tani.
Untuk keperluan irigasi pertanian, pemerintah membangun waduk. Air yang ditampung di waduk dialirkan ke lahan pertanian. Di Bali, ada organisasi masyarakat yang khusus mengatur pengairan sawah yang disebut subak. Anggota subak adalah kelompok pemakai air.

2, Ekstensifikasi Pertanian :
adalah usaha meningkatkan hasil pertanian dengan memperluas lahan pertanian. Perluasan lahan pertanian di Pulau Jawa sudah tidak memungkinkan lagi. Oleh karena itu, perluasan lahan per- tanian dilaksanakan di luar Pulau Jawa. Pemerintah melakukan kegiatan transmigrasi ke Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

3, Diversifikasi Pertanian :
adalah usaha meningkatkan hasil pertanian dengan cara memperbanyak jenis tanaman pada suatu lahan pertanian. Diversifikasi tanaman dilakukan agar pertanian tidak hanya menghasilkan satu jenis tanaman. Contoh diversifikasi pertanian adalah sistem tumpang sari yaitu menanam beberapa jenis tanaman secara bersamaan pada lahan yang sama. Misalnya, menanam secara bersama-sama ubi kayu, ke- delai, dan jagung. Diversifikasi dapat dilakukan di antara dua musim tanam atau pada satu musim secara bersamaan.

4, Rehabilitasi Pertanian :
adalah usaha meningkatkan hasil pertanian dengan cara memperbarui cara-cara pertanian yang ada atau mengganti tanaman tidak produktif lagi. Upaya-upaya ini misalnya memperbaiki sawah ta- dah hujan menjadi sawah irigasi, mengganti tanamannya sudah tua dengan tanaman baru, dan mengganti tanaman yang tidak mengun- tungkan dengan tanaman yang lebih menguntungkan.

 

b, Perkebunan.
Perkebunan merupakan usaha penanaman lahan dengan tanaman- tanaman keras. Ada dua macam perkebunan, yaitu perkebunan rakyat dan perkebunan besar. Perkebunan rakyat adalah perkebunan yang dikelola oleh rakyat. Perkebunan besar biasanya dikelola oleh pemerintah atau peru- sahaan perkebunan. Perkebunan besar biasanya menanam karet, kelapa, kelapa sawit, dan tebu. Hasil perkebunan ini lebih ditujukan untuk ekspor sehingga dapat menghasilkan devisa bagi negara.

Tanaman perkebunan dapat digolongkan ke dalam dua golongan, yaitu tanaman musiman dan tanaman tahunan.
1.Contoh tanaman perkebunan musiman atau berumur pendek adalah tebu, tembakau, dan rosela.
2.Contoh anaman perkebunan tahunan atau berumur panjang atau ta- hunan adalah teh, kopi, cengkeh, lada, karet, kelapa, dan kelapa sawit.

Usaha untuk meningkatkan hasil perkebunan dilakukan dengan cara pembukaan perkebunan baru, pemeliharaan tanaman perkebunan, pem- berian modal, kegiatan penyuluhan lapangan tentang perkebunan atau tanaman tertentu. Salah satu model pengembangan perkebunan adalah Perkebunan Inti Rakyat (PIR).

c, Peternakan.
Peternakan adalah usaha memelihara binatang peliharaan yang diambil manfaatnya. Usaha peternakan dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu peternakan hewan besar, peternakan hewan kecil, dan peternakan unggas.
1, Contoh peternakan hewan besar adalah peternakan sapi, kerbau, dan kuda. Peternakan hewan besar banyak dilakukan di daerah dengan padang rum- put yang luas. Contohnya di Nusa Tenggara Timur.
2.Contoh peternakan hewan kecil adalah peternakan kambing, domba, kelinci, dan babi.
3.Contoh peternakan unggas ada- lah peternakan ayam, itik, entok, dan burung.

Keadaan alam di Nusa Tenggara Timur dengan padang rumput luas cocok untuk peternakan hewan besar seperti sapi, kuda, dan kerbau.

Peternakan di Indonesia ada yang dikelola secara kecil-kecilan dan ada juga yang dikelola secara besar-besaran. Peternakan kecil-kecilan di- lakukan di rumah-rumah penduduk, contohnya peternakan ayam, kambing, kerbau, dan kelinci. Peternakan besar-besaran biasanya dilaksanakan oleh pemerintah dan pengusaha swasta.

Usaha peternakan menghasilkan daging, telur, susu, dan kulit. Peme- rintah membantu memajukan usaha peternakan. Upaya pemerintah me- majukan hasil peternakan, antara lain dengan memberikan bantuan bibit unggul, terutama untuk ternak sapi, menyediakan pakan ternak, mendirikan laboratorium penyelidikan penyakit hewan, dan memberikan penyuluhan kepada para peternak. Penyuluhan antara lain berupa penjelasan tentang cara-cara melakukan pembuahan buatan.

d, Perikanan.
Usaha perikanan dibedakan menjadi perikanan darat dan perikanan laut. Mari kita bahas lebih lanjut.

1, Perikanan darat adalah usaha memelihara dan menangkap ikan di per- airan darat. Perikanan darat meliputi perikanan air tawar dan perikanan air payau.
a, Perikanan air tawar diusahakan di sungai, danau, rawa, waduk, atau bendungan di lembah-lembah sungai dan empang, serta sa- wah yang digenangi air selama tanaman padi masih muda.
b, Perikanan air payau diusahakan di tambak-tambak yang terdapat di tepi pantai.

2, Perikanan air laut adalah usaha menangkap ikan di pantai atau di laut dan pembudidayaan ikan laut dalam tambak-tambak. Di Indonesia, usa- ha penangkapan ikan laut banyak dilakukan oleh nelayan tradisional. Lahan perikanan air laut di Indonesia sangat luas. Pada musim ikan hasil tangkapan para nelayan akan berlimpah ruah sehingga harga di pelelangan ikan akan merosot.
Selain ikan, laut juga mengha- silkan mutiara, udang, rumput laut, dan garam. Hasil-hasil itu digunakan untuk memenuhi keperluan pen- duduk dan sebagai bahan ekspor. Ekspor hasil laut Indonesia yang terkenal adalah udang. Produksi udang dilakukan dengan membuat tambak udang.

e, Kehutanan.

Hutan Indonesia sangat luas. Hasil-hasil hutan, antara lain kayu, rotan, damar, dan kemenyan. Selain hasil-hasil tersebut, hutan mem- punyai fungsi penting, yaitu menjaga keseimbangan alam. Pepohonan yang tumbuh di hutan membantu peresapan air ke dalam tanah. Dengan demikian bisa menghindari terjadinya banjir. Selain itu, hutan menjadi tempat hidup serta ber- kembangnya berbagai satwa. Oleh karena itu, hutan tidak boleh dirusak dan harus diremajakan. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menjaga agar hutan tidak rusak adalah mencegah penebangan liar dan mengadakan reboisasi atau peremajaan hutan.
Pusat pengolahan sumber daya hutan terutama kayu, terdapat hampir di setiap daerah. Pusat pengolahan kayu di Jawa terutama kayu jati terdapat di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Daerah penghasil kayu hutan adalah Kalimantan, Sumatera, dan Papua.

f, Pertambangan.

Indonesia memiliki berbagai macam mineral. Usaha untuk mengolah atau memanfaatkan mineral demi kesejahteran manusia disebut pertam- bangan. Mineral ini berada di dalam perut bumi. Untuk mendapatkannya perlu dilakukan penggalian atau penambangan.

Barang tambang dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1, Bahan tambang mineral logam. Contohnya adalah timah, bauk- sit, besi, nikel, tembaga, dan emas.
2, Bahan tambang bukan logam. Contohnya adalah keramik, be- lerang, gibs, dan marmer.
3, Bahan tambang sumber energi. Contohnya adalah minyak bu- mi, batubara, dan gas.

Pengolahan minyak bumi dan gas bumi Indonesia dilakukan oleh Pertamina (Perusahaan Tambang Minyak Nasional). Selain itu, di-lakukan oleh usaha patungan Indonesia dan negara Inggris, Amerika, dan Belanda melalui perusahaan Caltex, Stanvac, atau Arco.
Gas bumi terletak di atas minyak karena berat jenisnya lebih ringan. Gas bumi pertama-tama dibor, kemudian diproses untuk menjadi cair. Setelah menjadi cair, bahan ini dikenal dengan nama Liquitied Petroleum Gas (LPG atau dibaca elpiji).
Batubara berasal dari tumbuh-tumbuhan yang membatu dan terjadi dalam jutaan tahun. Persediaan batubara di negara kita sangat besar. Kebanyakan batubara di negara kita termasuk batubara muda.

Batubara digunakan untuk bahan bakar dan keperluan industri, seperti:
1, peleburan bijih besi,
2, peleburan nikel,
3, bahan pembuat semen, dan
4, pembangkit tenaga listrik.

Ada dua jenis timah di Indonesia, yaitu timah putih dan timah hitam.
Timah digunakan untuk bermacam-macam keperluan, antara lain:
1, melapisi seng dan logam agar tidak mudah berkarat,
2, pembuatan tube,
3, mematri,
4, kertas timah, dan
5, peluru.

Tembaga telah lama digunakan manusia. Bijih tembaga dilebur terlebih dahulu sebelum diekspor. Tembaga diolah menjadi:
1, peralatan listrik,
2, kuningan, dan
3, Perunggu.

Logam emas merupakan cadangan kekayaan bagi suatu negara. Emas dan perak digunakan untuk membuat:
1, perhiasan seperti kalung dan cincin,
2, uang logam, dan
3, barang-barang barang kerajinan.

 

g, Perindustrian.

Industri adalah usaha atau kegiatan untuk mengubah bahan mentah menjadi bahan setengah jadi atau barang jadi. Bahan mentah berasal dari sumber daya alam. Industri dilakukan untuk meningkatkan mutu atau nilai suatu barang. Usaha industri dapat dilakukan oleh perorangan, kelompok, atau suatu perusahaan, baik pemerintah maupun swasta. Contoh industri adalah pengolahan ikan menjadi ikan kaleng, karet menjadi ban, dan sebagainya.

Industri dikelompokkan menjadi industri rumah tangga, industri kecil, industri sedang, dan industri besar.

Ciri-ciri industri kecil atau rumah tangga, antara lain:
1, dilakukan sebagai usaha sampingan,
2, menggunakan peralatan sederhana,
3, membutuhkan modal kecil, dan
4, memerlukan banyak pekerjaan tangan.

Ciri-ciri industri sedang antara lain:
1, modalnya relatif besar,
2, menggunakan peralatan dan teknologi modern,
3, menggunakan tenaga ahli dan teknisi terampil.

Ciri-ciri industri besar antara lain:
1,  modal besar,
2, menggunakan peralatan berteknologi modern .
3, tenaga ahli berketerampilan tinggi,
4, memiliki organisasi kerja dan pembagian tugas yang jelas, dan
5, proses produksi dilakukan siang dan malam hari secara terus-menerus.

 

h, Perdagangan.

Perdagangan adalah kegiatan yang bertujuan menyalurkan barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Barang-barang yang diperdagangkan merupakan hasil-hasil pertanian, peternakan, perikanan, hutan, dan barang- barang hasil industri. Perdagangan muncul karena kemampuan manusia, daerah, atau negara menyediakan baran kebutuhan terbatas. Akibatnya, terjadi saling ketergantungan.

Contoh : Pasar apung di Banjar, Kalimantan. Usaha perdagangan berfungsi menyampaikan barang-barang kebutuhan dari produsen ke konsumen.

 

i, Pelayanan jasa pariwisata.

Para pedagang memperoleh ke- untungan dari selisih harga ketika melakukan pembelian dan penjualan. Berdasarkan jumlah barang yang diperjualbelikan, usaha perda- gangan dibedakan menjadi tiga, yaitu perdagangan golongan kecil, sedang, dan besar.
Selain perdangan antar peda- gang dalam satu negara, ada juga perdagangan antar negara. Kegiat- an perdagangan antarnegara di- sebut ekspor-impor. Ekspor adalah usaha mengirim dan menjual ba- rang keluar negeri. Impor adalah usaha memasukkan dan membeli barang dari luar negeri.

 

i. Pelayanan jasa pariwisata.

Pariwisata adalah kegiatan bepergian dari tempat tinggal ke tempat wisata dengan tujuan rekreasi. Orang yang melakukan pariwisata disebut wisatawan. Ada wisatawan Nusantara atau wisatawan domestik dan wisa- tawan manca negara (luar negeri).
Indonesia memiliki banyak sekali objek wisata. Objek wisata itu bisa berupa pemandangan alam maupun budaya. Objek wisata dapat berupa pemandangan alam dan budaya. Contoh objek wisata alam adalah pegu- nungan, pantai, danau, suaka alam, flora, dan fauna. Contoh objek wisata budaya adalah candi, upacara adat, dan kesenian daerah.

Usaha-usaha dalam bidang jasa pariwisata antara lain sebagai berikut.
1, Pengelola jasa penginapan seperti hotel dan losmen.
2, Industri dan penjualan barang-barang suvenir atau cinderamata.
3, Penyedia jasa pemandu wisata.
4, Penyedia jasa transportasi wisata.

 

3, Usaha ekonomi yang dikelola sendiri dan yang dikelola kelompok.
Usaha-usaha dalam bidang ekonomi ada yang dikelola sendiri, dan ada juga yang dikelola secara berkelompok. Mari kita bahas lebih lanjut.

3a, Usaha ekonomi yang dikelola sendiri.
Usaha ekonomi yang dikelola perse- orangan atau diusahakan sendiri biasanya modalnya yang terbatas. Contoh-contoh usaha ekonomi yang dikelola perorangan antara lain sebagai berikut.

1, Usaha pertanian :
Kebanyakan usaha dalam bidang per- tanian dilakukan secara perseorangan. Usaha pertanian biasanya dilakukan dengan modal yang terbatas. Seorang petani biasanya mengolah dan meng- garap lahan yang terbatas. Hanya sedikit saja usaha pertanian yang dilakukan secara besar-besaran.

2, Industri kecil :
Industri-industri kecil yang berupa in- dustri rumah tangga biasanya dikelola secara perseorangan. Contoh industri kecil ini adalah usaha kerajinan, misal- nya industri pembuatan mebel seperti meja, kursi, lemari, industri keramik, kerajinan anyaman, tembikar, dan lain- lain.

3, Usaha perdagangan :
Usaha perdagangan yang dikelola seca- ra perseorangan biasanya perdagangan dalam jumlah kecil sampai menengah. Termasuk dalam usaha perdagangan antara lain: usaha membuka toko kecil, membuka warung, penjaja keliling, yang dikelola sendiri, bertani (1), industri pembuatan kompor (2), dan membuka bengkel (3). pedagang kaki lima, pedagang di lapak-lapak pasar, pedagang hasil bumi, dan lain-lain.

4, Usaha jasa.
Banyak usaha jasa yang dikelola secara perorangan. Contoh usaha jasa yang dikelola perorangan adalah: usaha salon, bengkel, foto kopi, tukang cukur, tukang pijit, dan lain-lain.

 

3b Usaha ekonomi yang dikelola kelompok.

Usaha ekonomi yang dikelola secara berkelompok adalah usaha yang dijalankan secara bersama-sama, baik dalam hal modal, pengelolaan, maupun dalam hal bagi hasil. Contoh usaha ekonomi yang dikelola secara bersama-sama, antara lain firma, CV, PT, BUMN, Perusahaan Daerah, dan Koperasi.

1, Firma :
Firma adalah perusahaan yang didirikan oleh sedikitnya dua orang. Biasanya pendiri firma adalah orang-orang yang sudah saling kenal. Setiap anggota firma mempunyai hak untuk bertindak atas nama firma. Risiko tindakan anggota firma ditanggung bersama.

2, CV (Commanditaire Vennotschaap/Persekutuan Komanditer) :
CV adalah perusahaan yang didirikan oleh satu orang pengusaha atau lebih dengan modal dari pengusaha itu dan dari beberapa penanam modal. Pengusaha menjadi pimpinan perusahaan dan bertanggung jawab atas kelangsungan hidup perusahaan. Para penanam modal mempercayakan pengelolaan CV kepada pengusaha. Sebuah perusa- haan yang berbentuk CV bisa dikembangkan dari firma. Hal ini terjadi bila sebuah firma ingin mengembangkan usaha dan membutuhkan tambahan modal.

3, PT (Perseroan Terbatas) :
PT adalah perusahaan yang modalnya diperoleh dari penjualan saham. Saham adalah surat berharga sebagai tanda keikutsertaan mena- namkan modal dalam perusahaan. Setiap saham memiliki nilai nominal. Nilai nominal adalah nilai yang tercantum dalam saham. Saham diperjualbelikan di pasar modal. Pemilik saham akan mendapatkan deviden. Deviden adalah laba perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang saham.

4, BUMN (Badan Usaha Milik Negara) :
BUMN atau perusahaan negara adalah perusahaan yang seluruh modalnya dimiliki oleh negara. Ada tiga bentuk perusahaan negara, yaitu:
a, Perusahaan Jawatan (Perjan);
b, Perusahaan Umum (Perum); dan
c, Perusahaan Perseroan (Per- sero).

5, Perusahaan Daerah :
Perusahaan daerah adalah perusahaan yang modalnya dimiliki oleh Pemerintah Daerah. Tujuan pendirian perusahaan daerah antara lain sebagai berikut.
a,Turut melaksanakan pembangunan ekonomi daerah dan pemba- ngunan ekonomi nasional.
b,Memenuhi kebutuhan rakyat dan menyediakan lapangan kerja dalam rangka menuju masyarakat adil dan makmur.
Perusahan daerah dipimpin oleh staf direksi yang jumah dan ang- gotanya ditetapkan dalam peraturan pendiriannya. Anggota staf direksi diangkat dan diberhentikan oleh Kepala Daerah atas persetujuan DPRD.

6, Koperasi :
Koperasi adalah usaha bersama dalam bidang ekonomi. Kerjasama dalam koperasi berdasarkan prin- sip saling membutuhkan dan ke- samaan kebutuhan anggotanya. Di Indonesia ada lima bentuk kope- rasi, yaitu Koperasi Konsumsi, Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Produksi, Koperasi Jasa, dan Koperasi Serba Usaha.

a, Koperasi Konsumsi adalah koperasi yang menjalankan usaha penyediaan berbagai barang untuk memenuhi ke- butuhan sehari-hari, seperti beras, gula, sabun, minyak goreng, perkakas rumah tangga, dan barang-barang elektronik. Tujuannya pembentukan koperasi konsumsi adalah memenuhi kebutuhan anggotanya akan barang- barang konsumsi dengan harga dan mutu yang layak.

b, Koperasi Simpan Pinjam atau Koperasi Kredit adalah koperasi koperasi yang bergerak dalam usaha simpanpinjam. Koperasi ini menerima simpanan dari anggota. Uang yang terkumpul disalurkan kepada anggota dalam bentuk pinjaman. Contoh Koperasi Sim- pan Pinjam adalah KUD, Bukopin, dan Bank Koperasi Pasar.

c, Koperasi Produksi adalah koperasi yang bergerak dalam bidang produksi barang-barang. Produksi barang-barang tersebut dapat dilakukan secara bersama-sama ataupun sendiri-sendiri. Contoh Koperasi Produksi antara lain koperasi peternakan sapi, koperasi pengusaha tahu dan tempe, koperasi pengusaha batik, dan kope- rasi pertanian.

d, Koperasi Jasa adalah koperasi yang bergerak di bidang penyediaan jasa tertentu bagi para anggotanya maupun masyarakat umum. Contoh koperasi jasa adalah: koperasi angkutan, koperasi jasa au- dit, koperasi perumahan, koperasi asuransi, dan koperasi peng- urusan dokumen. Contoh Koperasi Jasa yang terkenal di Jakarta adalah Kopaja. Kopaja menyediakan jasa angkutan bagi warga ibu kota.

e, Koperasi serba usaha adalah koperasi yang menjalankan ber- macam-macam usaha, seperti menyediakan barang kebutuhan se- hari-hari, melayani simpan pinjam, melakukan usaha produksi, dan lain-lain.

d, Menghargai kegiatan ekonomi orang lain.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup orang bekerja. Ada bermacam- macam usaha yang dilakukan manusia. Ada yang menjadi petani, nelayan, karyawan pabrik, pegawai negeri, pedagang, pengusaha, guru, polisi, jaksa, artis, tukang, dan lain-lain. Coba kamu sebutkan pekerjaan apa saja yang dilakukan oleh warga di sekitar tempat tinggalmu!

Pekerjaan atau usaha setiap orang dalam memenuhi kebutuhan hidup harus kita hargai. Bagaimana kita menghargai pekerjaan orang lain? Menghargai kegiatan atau usaha orang lain dapat kita lakukan dengan cara sebagai berikut.
1, Tidak menghina orang karena pekerjaannya. Misalnya, kita tidak boleh menghina seorang pemulung. Mengapa? Karena semua pekerjaan halal adalah pekerjaan yang mulia. Oleh karena itu kita harus menghargai pekerjaan setiap orang.
2,Tidak menggangu usaha orang lain.
3,Tidak iri terhadap keberhasilan usaha orang lain. Orang lain yang ber- hasil patut kita teladani.
4,Melakukan persaingan yang sehat dalam melakukan usaha yang sama. Misalnya, tidak boleh merusak harga untuk menarik pelanggan.
5,Jika sudah berhasil, kita sebaiknya membantu usaha orang lain.

C Kegiatan Ekonomi di Indonesia.

Kamu sudah mengenal macam-macam usaha. Apa saja usaha atau kegiatan ekonomi yang ada di Indonesia? Kita akan membahas macam- macam kegiatan ekonomi di Indonesia dalam bagian ini. Namun, sebelum itu, kita pelajari terlebih dahulu pengelompokan kegiatan ekonomi.

1, Pengelompokan kegiatan ekonomi.
Berbagai macam jenis kegiatan ekonomi yang telah kita bicarakan di atas, dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok, yaitu kegiatan produksi, kegiatan konsumsi, dan kegiatan distribusi.

1, Kegiatan produksi.
Apa kegiatan produksi itu? Perhatikan contoh-contoh berikut! Pak Manto seorang petani ka- ret. Mula-mula ia menyiapkan la- han untuk ditanami batang karet. Ketika pohon karet mulai tumbuh, ia merawat tanaman karetnya dengan menyiangi, memupuk, dan membasmi hama. Setelah sekitar tiga tahun, pohon karet siap dipetik hasilnya. Setiap pagi Pak Manto pergi ke kebunannya untuk menya- dap getah karet. Getah karet itu dikumpulkan. Akhirnya diperoleh getah karet mentah. Semua kegiat- an yang dilakukan Pak Manto itu disebut kegiatan menghasilkan barang-barang hasil perkebunan.
Hasilnya, yaitu getah karet disebut produk perkebunan.
Setiap hari Bu Warsi menjahit baju dan celana. Baju dan celana itu ia jual ke pedagang. Kegiatan Ibu Warsi menghasilkan baju atau celana itu disebut kegiatan meng- hasilkan barang-barang konfeksi. Sementara baju atau celana hasil jahitannya disebut hasil produksi konfeksi.
Pak Rojak dan teman-temannya adalah nelayan. Mereka melaut, menjala ikan, menjemur ikan, dan mengasinkan ikan. Kegiatan mere- ka disebut kegiatan menghasilkan barang-barang hasil perikanan. Hasilnya, disebut hasil produksi nelayan.
Kita dapat mengatakan kegiatan Pak Manto, Ibu Warsi, dan Pak Rojak merupakan kegiatan produk- si. Mereka menghasilkan suatu barang. Jadi, produksi adalah se- mua kegiatan yang dapat mengha- silkan barang atau pun jasa. Sedangkan orang atau sekelompok orang yang menghasilkan barang/ jasa disebut produsen.

2, Kegiatan konsumsi.
Kegiatanmu membeli makanan dan minuman di kantin sekolah meru- pakan kegiatan konsumsi. Demikian juga, ketika kamu memakai baju, sepatu, tas, jam tangan, kaus kaki, dan peralatan sekolah lainnya. Jadi, kegiatan konsumsi adalah kegiatan manusia memakai barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhannya. Orang yang memakai atau me- nikmati barang dan jasa disebut konsumen. Konsumen usaha trans- portasi, adalah penumpang. Usaha pariwisata konsumennya adalah para wisatawan. Coba kamu sebutkan siapa saja konsumen usaha- usaha ekonomi yang ada di sekelilingmu!

3, Kegiatan distribusi.
Setiap hari kamu makan nasi, sayur dan lauk-pauk. Kita tahu bahan- bahan makanan itu tidak dihasilkan di kota besar, seperti Jakarta. Bahan-bahan itu dihasilkan di daerah lain. Beras yang kita makan sehari-hari mungkin berasal dari petani di Sukabumi, Karawang, dan Jawa Tengah. Daging sapi mungkin berasal dari para peternak di Sumba. Barang-barang itu harus disampai- kan kepada konsumen di kota agar lebi berguna.
Karena lokasi produsen dan konsumen berbeda, maka perlu adanya kegiatan membawa, menyebarluas- kan, atau menyalurkan barang hasil produksi. Kegiatan itu disebut distri- busi. Jadi, distribusi adalah kegiatan menyalurkan barang dari produsen ke konsumen. Orang atau badan yang menjalankan kegiatan distri- busi disebut distributor.

2, Berbagai kegiatan ekonomi di Indonesia
Kamu sudah tahu bahwa kegiatan ekonomi dapat digolongkan menjadi tiga kelompok, yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi. Berikut ini kamu akan melihat bagaimana ketiga hal itu dilakukan di Indonesia.
Produksi pertanian dihasilkan di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. Hasil-hasil bumi digunakan untuk memenuhi kebutuhan atau dikonsumsi di dalam negeri. Sebagian lagi diekspor. Ekspor hasil pertanian menghasilkan devisa negara. Demikian pula dengan hasil perkebunan.

Hasil perkebunan yang diekspor antara lain sebagai berikut.
1,Teh : Pematang Siantar, Ciamis, Sukabumi, Bandung Selatan, Dieng, dan Garut.
2,Karet : Sumatera, Kalimantan, dan Jawa.
3,Tembakau : Deli (Sumut), Temangung (Jateng), dan Besuki (Jatim).
4,Kopi : Sumatera, Jawa, Bali, Lampung, dan Sulawesi.
5,Lada : Lampung, Riau, Bangka, dan Kalimantan Barat.
6,Cengkeh : Sulawesi, Sumatera, Ambon, Seram, dan Minahasa.
7,Kelapa sawit : Sumatera dan Kalimantan.

Produksi peternakan di Indonesia terutama dihasilkan di Nusa Teng- gara, Sumatera, dan Jawa. Berikut ini daerah pembudidayaan ternak.
1, Sapi : Bali, Jawa, dan Madura.
2, Kerbau : Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Utara.
3, Kuda : Sumbawa, Jawa, dan Sumatera Utara.

Berikut ini daerah-daerah penghasil kekayaan laut.
1, Garam : Jawa Tengah, Jawa Barat, Madura, dan Jawa Timur.
2, Ikan : seluruh pantai Indonesia seperti di Bagan Siapiapi Sumatera Utara, Laut Jawa, Laut Sulawesi, Laut Maluku, Laut Arafura.
3, Mutiara : Maluku, Lombok Barat, NTB, Pulau Sebuku Lampung.
4, Taman Laut : Banda, Bunaken di Sulawesi Utara.

Berikut ini daerah-daerah penghasil dan pusat pengolahan bahan tambang.
1, Minyak bumi: Pangkalan Brandan (Sumut), Dumai (Riau), Plaju (Sumsel), Balongan (Jabar), Cilacap (Jateng), Cepu (Jatim), Bontang (Kaltim), dan Sorong (Papua).
2, Gas alam : Arun (NAD) dan (Bontang Kaltim).
3, Timah putih : Pulau Belitung, Bangka, Singkep, dan Karimun.
4, Timah hitam : Kalimantan Timur dan Cirebon (Jawa Barat).
5, Batu bara : Bukit Asam (Sumsel), Umbilin (Sumbar), Bengkulu, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua.
6, Tembaga : Jambi, Jawa Barat, Sulawesi.

Barang-barang yang dihasilkan harus didistribusikan. Pendistribusian- nya menggunakan angkutan sederhana maupun angkutan modern. Contoh alat angkutan sederhana adalah gerobak dan perahu sampan. Contoh alat angkutan modern adalah truk, kereta api, kapal laut, dan pesawat terbang.

3, Mengunjungi salah satu tempat usaha.
Di sekitar tempat tinggalmu tentu ada kegiatan industri yang meng- hasilkan barang-barang yand dibutuhkan masyarakat. Ada bermacam- macam industri. Ada industri kecil, sedang, dan besar.

Rangkuman :

Untuk mencukupi kebutuhan hidup, manusia harus bekerja. Ada bermacam-macam pekerjaan, misalnya bertani, menangkap ikan, sopir, guru, menjual makanan, menjadi pengacara, dan lain-lain. Semua ke- giatan yang dilakukan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup ini disebut kegiatan ekonomi.

Ada tiga bentuk kegiatan ekonomi, yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi. Produksi adalah kegiatan menghasilkan barang atau jasa. Distrisbusi adalah kegiatan menyalurkan barang dari produsen ke pemakai atau konsumen. Sedangkan konsumsi adalah kegiatan memanfaatkan barang dan jasa.

Tanah air kita sangat luas dan kaya. Banyak potensi alam untuk membuka usaha. Ada bermacam-macam bidang usaha, antara lain dalam bidang pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, kehutan- an, pertambangan, perindustrian, perdagangan, dan pariwisata.

Usaha pertanian menghasilkan padi, jagung, kedelai, ubi, dan sayur- sayuran dan hasil tanaman perkebunan. Hasil usaha pertanian dapat ditingkatkan dengan cara intensifikasi, ekstensifikasi, diversifikasi, dan rehabilitasi. Tanaman perkebunan dibedakan menjadi dua, yaitu tanam- an perkebunan musiman dan tahunan.

Usaha peternakan dibedakan menjadi tiga, yaitu peternakan hewan besar, hewan kecil, dan unggas. Usaha peternakan banyak dilakukan di Nusa Tenggara, Jawa, dan Sumatera. Usaha perikanan dibedakan menjadi dua, yaitu perikanan darat dan perikanan air laut.

Hutan menghasilkan berbagai jenis kayu dan rotan. Usaha-usaha yang memanfaatkan hasil hutan antara lain usaha pengolahan kayu, usaha pembuatan mebel, dan usaha kerajinan rotan.

Ada tiga jenis hasil pertambangan yaitu bahan tambang mineral logam, mineral bukan logam, dan sumber energi. Hasil-hasil tambang bisa diolah lebih lanjut untuk berbagai keperluan manusia.
Negara kita juga memiliki banyak objek wisata. Usaha dalam bidang pariswisata antara lain perhotelan dan jasa perjalanan wisata.

Riwayat Perjuangan Sultan Hasanuddin

Riwayat Perjuangan Sultan Hasanuddin

Sumber : http://lobelobenamakassar.blogspot.co.id/2012/02/riwayat-perjuangan-sultan-hasanuddin.html

Nusantara kita terdiri dari ribuan pulau dengan kekayaan alam yang berlimpah ruah. Diantara pulau-pulau itu, ada sebuah pulau yang bentuknya menyerupai huruf K. Pulau itu tidak lain adalah Pulau Sulawesi. Dahulu, pada abad ke-15 sampai abad ke-17, di bagian pulau sulawesi terletak sebuah kerajaan yang besar dan disegani bernama kerajaan gowa. Menurut catatan para ahli, kerajaan gowa ini didirikan pada sekitar tahun 1300 Masehi dan dikenal serta disegani oleh bangsa Eropa kerena kebesaran dan kekuatan armada perangnnya. Salah satu raja yang memerintah kerajaan gowa itu adalah I Mallombasi Daeng Mattawang, Karaeng Bonto Mangape, Sultan Hasanuddin, Tumenanga ri Ballapangkana (yang meninggal di istananya yang indah). Beliau dikenal sebagai Sultan Hasanuddin, yang dijuluki “Ayam Jantan Dari Timur”. Raja Gowa ke-16 yang memerintah kerajaan gowa tahun 1653-1669 menggantikan ayahnya Sultan Malikussaid yang memerintah pada tahun 1639-1653.

I Mallombasi, nama kecil dari Sultan Hasanuddin yang dilahirkan pada tanggal 12 Januari 1631. Ayahnya bernama I Manuntungi Daeng Mattola, Karaeng Lakiung yang bergelar Sultan Malikussaid dan ibunya bernama I Sabbe To’mo Lakuntu, Putri bangsawan Laikang adalah salah seorang istri Sultan Malikussaid. Sultan Hasanuddin atau I Mallombasi mempunyai seorang saudara perempuan yang bernama I Sani atau I Patimang Daeng Nisaking Karaeng Bonto Je’ne yang kemudian menjadi permaisuri Sultan Bima, Ambela Abul Chair Sirajuddin.
 
Masa Kelahiran Dan Remaja
Pada saat kelahiran dan masa kecil I Mallombasi Sultan Hasanuddin Ayahnya belum menjadi raja Gowa. Sejak kecil Sultan Hasanuddin telah menunjukan kelebihannya dari saudara-saudaranya yang lain. Kecerdasan dan kerajinannya dalam belajar sangat menonjol. Walaupun Hasanuddin adalah putra bangsawan, pada masa kecilnya sangat rendah hati dan perbuatannya selalu jujur. Dia sangat disayangi karena sifatnya itu. Pendidikannya di Pusat Pendidikan dan Pengajaran Islam di Mesjid Bontoala membentuk Hasanuddin menjadi pemuda yang beragama dan memiliki semangat perjuangan.
 

Pada umur 8 tahun, Sultan Alauddin Mangkat setelah memerintah selama 46 tahun. Hasanuddin merasa sangat sedih sekali. Kemudian ayahnya yang mengantikan kakek Beliau menjadi raja Gowa ke-15. Beliau dilantik pada tanggal 15 Juni 1639. Mas remaja Hasanuddin diisi dengan kesibukan belajar dan bergaul dengan kawan-kawannya dan juga dengan putra-putra raja Bone yang waktu itu menjadi tawanan kerajaan Gowa.

Pada usia 16 tahun Hasanuddin kerap kali hadir menyertai ayahnya dalam perundingan-perundingan penting. Dalam kesempatan itulah I Mallombasi Sultan Hasanuddin mulai belajar ilmu pemerintahan, diplomasi dan ilmu perang. Kecakapan dalam bidang ini sudah menonjol, Hasanuddin juga banyak mendapat bimbingan dari ayahnya serta mangkubumi kerajaan Gowa Karaeng Pattingaloang tokoh yang paling berpengaruh dan cerdas. Pergaulan Hasanuddin tidak hanya dalam lingkungan bangsawan istana dan rakyatnya, tetapi meluas kepada orang asing, melayu, b\portugis dan inggris yang pada saat itu banyak berkunjung ke Makassar untuk berdagang.

Pada usia 20 tahun, Sultan Hasanuddin beberapa kali menjadi utusan mewakili ayahnya mengunjungi kerajaan nusantara yang bersahabat, membawa titah persatuan nusantara. Juga terutama pada daerah-daerah dalam gabungan pengawalan kerajaan Gowa, Hasanuddin selalu mendapat tugas membawa amanat Raja Gowa yang tak lain adalah ayahnya sendri. Menjelang umurnya 21 tahun, Sultan Hasanuddin dipercaya untuk menjabat urusan Pertahanan Kerajaan Gowa dan banyak membantu ayahnya mengatur pertahanan guna menangkis serangan Belanda yang saat itu mulai dilancarkan.

Penobatan Sultan Hasanuddin Menjadi Raja Gowa Ke-16
I Mallombasi bukanlah putra mahkota yang mutlak menjadi pewaris kerajaan. Apalagi derajat kebangsawanan ibunya lebih rendah dari ayahnya. I Mallombasi diangkat menjadi raja karena adanya pesan dari ayahnya sebelum wafat. Mangkubumi Kerajaan Karaeng Pattingaloang juga mendukung keputusan almarhum Raja Gowa Malikussaid. Dukungan itu diberikan karena sifat-sifat Hasanuddin yang tegasa dan berani. Juga kemampuan serta pengetahuan yang luas dan menonjol dari saudaranya yang lain. Kerajaan Gowa memang memerlukan Raja yang berani serta bijaksana menghadapi perang dengan penjajah Belanda.

I Mallombasi Daeng Mattawang dinobatkan menjadi Raja Gowa ke-16 dengan gelar Sultan Hasanuddin pada bulan Nopember 1653 menggantikan ayahnya pada saat beliau berusia 22 tahun. Dua tahun setelah dinobatkan Sultan Hasanuddin kemudian menikahi I Bate Daeng Tommi atau I lo’mo Tombong Karaeng Pabineang dan menjadi permaisurinya. I Bate Daeng Tommi adalah putri Mangngada’ Cinna Daeng Sitaba, Karaeng Pattingaloang mangkubumi Kerajaan Gowa.

Masa Jaya Kerajaan Gowa
Lama sebelum Sultan Hasanuddin dilahirkan, Kerajaan Gowa adalah kerajaan yang besar. Pelabuhan Makassar ramai dikunjungi oleh para pedagang dari Portugis, Ingris dan Belanda. Pada masa Sultan Alauddin memerintah, Kerajaan Gowa telah tumbuh semangat persatuan nusantara dari kerajaan-kerajaan besar. Persahabatan akrab antara Raja Mataram di Pulau Jawa, Sultan Aceh di Sumatra, Sultan Ternate di Maluku, Sultan Banten di Jawa Barat dan lainnya.

Persaingan antara Portugis, Inggris, Spanyol dan Belanda menimbulkan ketegangan-ketegangan keren aketiga bangsa penjajah itu masiing-masing mau memonopoli perdagangan rempah-rempah dari Maluku dan perdagangan di Malaka. Kekuatan armada perang Kerajaan Gowa sudah terkenal kemana-mana. Persahabatan dengan Ternate, Bima, Ambon dan kerajaan-kerajaan kecil di Sulawesi dan Maluku memberi kewajiban kepada armada perang Kerajaan Gowa untuk melindungi kerajaan itu dari serangan penjajah.

Sultan Muhammad Said ayah dari Sultan Hasanuddin terkenal sebagai seorang raja yang berani, bijaksana, hormat kepada orang tua, tahu membalas budi serta tidak mebeda-bedakan antara bangsawan dan orang kebanyakan. Pandai bergaul dengan sesamanya raja dan dipuji sebagai orang yang meperlakukan rakyatnya sebagai manusia. Dia bersahabat dengan Gubernur Spanyol di Manila, Raja Muda Portugis di Goa India, Presiden di Keling (Koromandel India), Saudagar di Masulipatan (India). Bersahabat dengan Raja Ingris, Raja Portugal, Raja Kastilia (Spanyol) dan dengan Mufti di Mekah. Mufti inilah yang mula-mula meberi gelar “Sultan Muhammad Said” Karena memang nama Arabnya adalah Malikussaid.

Awal Masa Perang
Perang pertama dengan Belanda terjadi pada saat Hasnuddin berumur 3 tahun. Tahun 1631 sampai 1634 armada Gowa dan Ternate saling serang dengan armada Belanda di perairan Maluku. Tahun 1634 Raja Gowa mengirim armada terdiri dari 100 perahu perang ke Ambon membantu rakyat Ambon melawan Belanda yang memusnahkan pohon-pohon cengkeh dan pala di Maluku.

Raja Gowa berkewajiban melindungi kerajaan sekutunya di Ambon. Perang itu dikenal dengan nama perang Hongi. Setahun sesudah itu belanda mengirim 12 kapal ke perairan Makassar dan memulai menembaki benteng galesong. Untunglah setahun sebelumnya benteng yang terbuat dari tanah itu sudah diubah dan dibuat dari batu, sedangkan perahu dan kapal perang armada Gowa sudah meninggalkan perairan Makassar sebagai taktik untuk menghindari bentrokan. Serangan Belanda ini gagal total.

Keinginan Kompeni Belanda untuk mengusai dan menaklukkan Gowa makin kuat. Berbagai cara dipergunakan. Pada bulan Juni 1637 Kompeni Belanda yang dipimpin Gubernur Jendral Anthony Van Diemen berhasil membuat perjanjian dengan Kerajaan Gowa. Van Diemen meminta agar Raja Gowa melarang Portugis dan inggris berdagang di Makassar, tetapi permintaan itu ditolak oleh Sultan Alauddin. Orang Belanda belum diluaskan untuk tinggal dan menetap di Makassar. Pada waktu itu Raja Gowa menerima tamu-tamu asing di istananya yang terdapat di dalam benteng Somba Opu.

Benteng Pertahanan
Pengepungan beberapa kali oleh kompeni Belanda terhadap pantai makassar menambah keyakinan bahwa kompeni Belanda pada suatu saat akan menyerbu dan melaksanakan niatnya untuk merebut dan menaklukkan kerajaan Gowa. Kompeni Belanda memang mau memonopoli perdagangan rempah dari maluku. Sultan Hasanuddin yang waktu itu telah sering menjadi duta dan mengurus pertahanan Kerajaan Gowa dengan dukungan Karaeng Pattingaloang Mangkubumi Kerajaan Gowa mulai memperkuat benteng di sepanjang pantai.

Ada tiga 3 Benteng yang diperkuat dan dipasangi meriam. Benteng Somba Opu yang menjadi pertahanan utama, dan menjadi kediaman Sultan, tebalnya 12 kaki. Benteng ini dipasangi meriam besar yang dijuluki “Anak Mangkasara” dan ada lebih 270 meriam-meriam kecil lainnya. Meriam “Anak Mangkasara” ini dibuat pada tahun 1593 dengan panjang 3 meter dan garis tengah lubang mulutnya 41,5cm serta beratnya 500kg (11.000 Pound).

Selama perang antara Gowa dan Belanda berlangsung, tahun-tahun berikutnya Sultan Hasanuddin kemudian membangun lagi benteng Mariso, Anak Gowa dan kale Gowa serta beberapa benteng lagi di daerah Bantaeng dan juga sebuah parit yang panjangnya 3 setengah kilometer antara Binanga Beru dan Ujung Tanah.

Benteng yang memperkuat Pantai Kota Makassar itu berjajar dari utara keselatan : Tallo (Mangngara’ Bombang), Benteng Ujungpandang atau Ford Rotterdam, Benteng Somba Opu dan Benteng Barombong. Antara Tallo dengan Ujungpandang terdapat Benteng kecil Ujung tanah, antara Benteng Ujungpandang dengan Benteng Somba Opu dan Benteng Barombong terdapat benteng kecil Panakkukang, yaitu sebuah kastil kecil tempat raja beristirahat.

Benteng Somba Opu, sebagai tempat kediaman Raja, dilindungi pula oleh sebuah benteng besar di sebelah timurnya yang bernama Anak Gowa, sedangkan di sebelah timur benteng Anak Gowa terdapat benteng Tamalate (Het Ringmuur Van Gowa).

Masa Perang Perlawanan
Sultan Hasanuddin sebagai Raja Gowa memeliki kewajiban untuk kerajaan sahabat-sahabat bawahannya, mulai dari sepanjang pesisir Pulau Sulawesi sampai Maluku. Satu-satunya halangan Belanda untuk menguasai perdagangan di Maluku adalah Kerajaan Gowa dan armadanya. Selama lebih dari 200 tahun kedua armada ini telah saling menyerang. Belanda memiliki kapal dan perlengkapan perang yang baik, sedangkan laskar dan pelaut armada Kerajaan Gowa memiliki semangat juang yang tinggi dan tidak takut mati ini karena budaya siri’ na pacce telah berakar dihati sanubari para pejuang Kerajaan Gowa dan Aru atau sumpah setia para prajurit Kerajaan Gowa.

Tahun 1645 adalah tahun yang penuh cobaan bagi Sultan Hasanuddin, belum cukup setahun menduduki tahta, Mangkubumi yang berani dan bijaksana I Mangngada’ Cinna Karaeng Pattingaloang wafat. Cobaan ini tidaklah menyurutkan tekad Sultan Hasanuddin, Karaeng Karunrung Putra Karaeng Pattingaloang naik menggantikan ayahnya sebagai mangkubumi kerajaan Gowa.

Perang dua hari dengan pasukan Belanda pada April 1655 di Buton yang dipimpin langsung oleh Sultan Hasanuddin. Benteng pertahanan Kompeni Belanda di Buton berhasil direbut dan 35 orang Belanda terbunuh dalam peperangan ini. Belanda menyadari bahwa perang dengan Sultan Hasanuddin telah menelan biaya yang dan kerugian yang besar, maka diutuslah duta ke somba opu mewakili gubernur jendral belanda di Batavia. Utusan itu bernama Willem Van der beek dan menerima perjanjian tanggal 28 Desember 1655 yang berisi: “Pasukan Makassar yang berada di Maluku di tarik kembali, tukar menukar tawanan perang. Belanda berjanji, bila kerajaan Gowa berperang dengan salah satu bangsa maka kompeni Belanda tidak boleh ikut campur. Musuh Belanda bukanlah musuh Kerajaan Gowa”.

Tahun 1657 Belanda mengutus lagi Willem Bastingh karena tidak senang melihat perdagangan antara Hitu, Seram dan Makassar berjalan lancar, karena ingin memonopoli perdagangan. Utusan itu membawa ultimatum yang bersifat mengancam kepada Sultan Hasanuddin. Ultimatum itu dibalas dengan surat yang juga bernada keras. Sultan Hasanuddin tidak mau menyerah. Semangatnya semakin membara, setiap benteng diperlengkapi. Kompeni Belanda memilih perang, armada besar dipersiapkan 31 kapal perang dan 2700 tentara terlatih dipimpin oleh Johan van Dam dan dibantu oleh Johan Truytman. Peperangan ini berlangsung selama hampir 2 tahun lamanya. Pada tangal 12 Juni 1660 Benteng Panakkukang jatuh ketangan Belanda.

Dengan semangat lebih baik mati daripada menyerah kepada Belanda, pasukan Sultan Hasanuddin bertempur selama dua hari, lebih dari 2000 orang portugis diusir dari Makassar dan armadanya dihancurkan. Orang Portugis ini oleh Belanda dikirim ke Pulau Timor, dari kedua belah pihak berjatuhan banyak korban yang tewas dan luka.

Setelah itu gencatan senjata dilakukan. Perundingan damai dilaksanakan. Karaeng Popo dan sejumlah bangsawan kerajaan Gowa berangkat ke Batavia untuk berunding. Hasilnya, adalah sebuah perjanjian yang merugikan Kerajaan Gowa. Perjanjian itu bernama Perjanjian Batavia yang berisi:

  1. Makassar tidak boleh campur tangan soal Buton, Ternate dan Ambon.
  2. Banda, Buton, Maluku, Manado tidak boleh didatangi oleh orang-orang Makassar.
  3. Orang Portugis dilarang berdagang di Makassar.
  4. Belanda Boleh Menetap di Makassar.

Sultan Hasanuddin terpaksa menanda tangani perjanjian itu,. Namun, perjanjian ini tidak berlangsung lama.

Belum hilang bekas perang dengan Belanda, Raja Bone melakukan pemberontakan dengan mulai memerangi Kerajaan Gowa. La Tenri Tatta to Erung Bergelar Arung Palakka, sahabat sepermainan Sultan Hasanuddin semasa kecil yang memimpin pemberontakan itu. Namun, laskar kerajaan Gowa dapat mematahkan pemberontakan itu pada tanggal 11 Oktober 1660. Arung Palakka bersama 4000 orang pasukannya menyingkir ke Buton dan mendapat perlindungan di sana. karena pada saat itu Sultan Buton telah bersekutu dengan Belanda.

Politik Memecah Belah
Belanda punya cara menaklukkan lawan. Kerajaan-Kerajaan Nusantara yang terpecah-pecahdiadu satu sama lain. Kedatangan Arung Palakka di Batavia disambut hangat oleh Kompeni Belanda. Kerugian yang diderita Belanda untuk menundukkan Sultan Hasanuddin cukup banyak dan sudah memakan waktu yang lama. Kesempatan menaklukkan Gowa sudah terbuka, Arung Palakka bisa diadu dengan Sultan Hasanuddin. Perang saudara bisa dilakukan.

Sambutan terhadap Arug Palakka sangat meriah. Daerah Angke di Batavia diberikan untuk tempat tinggal Arung Palakka bersama pengikutnya. Sultan Hasanuddin sangat sedih mendengarnya. Persiapan sudah dilakukan. Benteng-bentang sudah diperbaiki. Merian dan alat perang sudah ditambah, prajurit juga ditambah. Sementara itu Belanda sudah mempersiapkan suatu armada besar, pukulan terakgir untuk Kerajaan Gowa akan segera dilancarkan.

Pada tahun 1662 kapal Belanda De Walvis masuk ke perairan Makassar tanpa pemberitahuan. Pengawal pantai mencegat dan perangpun terjadi, 16 pucuk merian disita. Pihak Belanda menuntut pengembalian meriam itu. Belanda kemudian mulai meniupkan perang saudara. Tahun 1664, Sultan Ternate, Sultan Buton dan Arung Palakka dikumpulkan dalam suatu pertemuan di Batavia.

Mereka harus memerangi Sultan Hasanuddin, dan Belanda akan memberi bantuan. Sultan Hasanuddin sudah mengetahui cara Belanda itu, sikap lunak ditunjukkan karen aperang saudara harus dihindari. Sultan Hasanuddin mau berdamai tetapi meminta Belanda agar Bone, Buton dan Seram tidak dianak emaskan. Akan tetapi Belanda sudah berniat untuk menghancurkan Kerajaan Gowa.

Untuk mempersiapkan perang besar melawan Belanda, Sultan Hasanuddin harus menundukkan kerajaan yang sudah berhasil dibujuk oleh Belanda. Buton harus dibebaskan terlebih dahulu, Sultan Hasanuddin memerintahkan untuk menyiapkan sebuah ekspedisi ke timur. 700 buah kapal perang dan 20.000 prajurit di bawah pimpinan Laksamana Alimuddin Karaeng Bontomarannu beserta Sultan Bima dan Raja Luwu yang telah diangkat menjadi laksamana muda kerajaan Gowa memimpin armada tersebut.

Akhir Oktober 1666 Buton berhasil diduduki oleh Laksamana Karaeng Bontomarannu, akan tetapi Buton dapat dibebaskan oleh armada Belanda yang dipimpin oleh Admiral Speelman dan Arung Palakka yang ikut dalam armada itu. Belanda telah berhasil mengadu domba antara kerajaan-kerajaan Nusantara di belahan timur sehingga saling menyerang.

Perang Terbuka
Rapat penguasa Kolonial Belanda di Batavia tanggal 5 Oktober 1666 memutuskan untuk segara menaklukkan Kerajaan Gowa dan merebut Makassar. Armada Belanda dipimpin oleh Cornelius Speelman dibantu oleh Arung Palakka dan Kapten Jongker dari Manipa dan sekutu-sekutu Belanda. Armada itu berangkat dari Batavia 24 Nopember 1666 dengankekuatan yang besarnya 21 buah kapal perang besar 600 orang tentara Belanda, 400 laskar Arung Palakka dan Kapten Jongker. Armada itu tiba di depan bentang Somba Opu tanggal 15 Desember 1666.

Di dalam Kota Makassar di pusat Ibu Kota Gowa dan daerah di sepanjang pantai menjadi tegang. Menunggu saat-saat penyerangan Belanda. Para pedagang asing yang bermukim disana menghentikan kegiatannya dan membuat perlindungan. Semua meriam dan pasukan di seluruh benteng sudah siap, bahan makanan sudah dipersiapkan untuk persiapan perang beberapa bulan, sepanjang pantai dari Tallo sampai Bantaeng pasukan perlawanan rakyat sudah dipersiapkan pula.

Satu-satunya yang dikhawatirkan Sultan Hasanuddin adalah pasukan Bone yang berada di dalam daerah pertahanan Gowa yang sudah memberontak, dan armada perangnya dengan 700 kapal di bawah pimpinan Laksamana Karaeng Bontomarannu yang masih berada di Buton.

Saat-saat tegang Speelman mengirim utusan menemui Sultan Hasanuddin, utusan itu membawa tuntutan agar Sultan Hasanuddin menyerah saja dan membayar kerugian Belanda dalam perang terdahulu. Tuntutan Speelman ini hanya alasan untuk memulai penyerangan. Sultan Hasanuddin menjawab surat itu dengan berkata “Bila kami diserang, maka kami akan mempertahankan diri dan menyerang kembali dengan segenap kemampuan yang ada. Kami berada dipihak yang benar. Kami ingin mempertahankan kebenaran dan kemerdekaan negeri kami.”

Saat yang ditunggu akhirnya tiba. Pagi buta tanggal 21 Desember 1666Bendera merah dikibarkan armada perang Speelman. Meriam-meriam Belanda mulai memuntahkan pelurunya, udarapun dipenuhi asap mesiu. Semangat perlawanan para prajurit Gowa terbakar dan menyala-nyala. Perahu kecil bersenjata menyerbu mendekati kapal perang Belanda. Dengan dilindungi oleh hujan yang sangat lebat armada semut perahu perang milik Kerajaan Gowa mulai menghantam dari dekat inti armada perang Speelman. Speelman menhgundurkan diri dari Somba Opu ke selatan meninggalkan pantai.

Di Laikang pantai sebelah selatan Makassar, pasukan-pasukan pendarat Speelman dan Arung Palakka mencoba mengadakan pendaratan. Pasukan Gowa bersama rakyat telah menanti dengan semangat pantang menyerah. Pasukan penjajah dibuat kocar-kacir olehnya. Tanggal 24 Desember 1666, armada Speelman mundur dan meninggalkan pantai Laikang, berlayar ke selatan dan mendaratkan pasukannya di Bantaeng esok harinya. Perahu-perahu dagang yang ramai dipantai waktu itu dihantam dan ditenggelamkan. Bantaeng dan 30 desa di sekitarnya dibumihanguskan, tak luput pula lumbung beras Kerajaan Gowa ikut dibakar.

Laskar kerajaan Gowa menyerbu dan perangpun berkecamuk Perkelahian satu lawan satu terjadi. Korban berjatuhan dikedua belah pihak. Setelah bertempur sehari semalam Speelman mundur dan semua pasukannya ditarik naik ke kapal. Speelman memutuskan untuk menghadapkan Sultan Hasanuddin dengan pasukan Raja-raja Buton, Ternate dan Bone untuk mengurangi kerugian dipihak mereka.

Kabar dari mata-mata Speelman juga memberitahukan bahwa armada inti kerajaan Gowa dibawah pimpinann Laksamana Karaeng Bontomarannu masih berada di Buton dengan 700 kapal perangnnya. Inilah kesempatan menghancurkan kekuatan laut Sultan Hasanuddin.

Tanggal 1 Januari 1667 armada Speelman tiba di Buton dan langsung menghantam armada Karaeng Bontomarannu yang sudah kelelahan menghadapi pasukan Buton di darat. Akhirnya Karaeng Bontomarannu menyerah tanpa syarat kepada Speelman pada tanggal 4 januari 1667. Kemenangan ini dirayakan Speelman. Kepada Sultan Buton, pihak Belanda memberikan hadiah 100 ringgit setahun.

Armada Speelman berlayar ke Ternate. Arung Palakka mengirim pasukannnya sebanyak 2000 orang ke Bone untuk membentuk pasukan baru untuk persiapan menyarang Gowa. Bulan Juni 1667 Speelman bersama Sultan Mandarsyah yang membawa pasuka Ternate, Bacan dan Tidore bergabung dengan pasukan Arung Palakka dan Kapten Jongker. Perang pecah tanggal 7 Juli setelah sekitar 7000 orang pasukan Gowa menyerang tiba-tiba. Empat hari kemudian armada Belanda berlayar menuju pusat Kerajaan Gowa. tanggal 19 Juli perairan Makassar sudah dipenuhi oleh kapal perang Belanda. Benteng Somba Opu sudah dikepung dari laut.

Perang Menentukan
Perang yang menentukan telah tiba. Bau mesiu dan darah memenuhi udara. Benteng Somba Opu yang menjadi pusat pertahanan utam kerajaan Gowa langsung dipimpin oleh Sultan Hasanuddin dan Sultan Harun Al Rasyid Raja Tallo. Karaeng Bontosunggu memimpin benteng Ujungpandang dan Karaeng Popo memimpin pertahanan di benteng Panakkukang.

Tanggal 19 Agustus 1667 pagi hari, Benteng Galesong diserang oleh meriam pasukan Belanda, dalam serangan ini persedian beras kerajaan Gowa di Galesong berhasil dibakar Belanda. Hari demi hari perang berkecamuk. Diawal September 1667 Speelman memindahkan perhatiannya. Di daratan 6000 orang pasukan Arung Palakka bersama Kapten Poolman menyerang Galesong dan Barombong. Dengan meriam besar jarak jauh milik pasukan Gowa mengusir armada Speelman. Di darat pasukan Arung Palakka berhasil dipukul mundur.

Keadaan ini membuat Speelman meminta bantuan  dari Batavia. Belanda mengirim 5 kapal perang besar dibawah komando Kapten P. Dopun. Tanggal 22 Oktober 1667 Armada Speelman dan Dupon mengepung rapat Makassar. Dengan meriam-meriam besar, benteng Barombong dibobol. Pasukan Speelman didaratkan di Galesong dibantu Arung Palakka. Somba Opu dikepung dari laut maupun darat. Terjadi pertempuran yang sangat sengit antara Gowa dan pasukan Bone, Ternate, Buton dan Maluku, korban berjatuhan dari bangsa sendiri yang diadu oleh Belanda.

Kedua belah pihak sudah sangat kelelahan. Tanggal 5 Nopember 1667 Speelman melapor ke Batavia bahwa pasukannya sudah sangat lelah, semangat tempur merosot. 182 serdadu dan 95 matros jatuh sakit. Pasukan Buton, Ternate dan Bugis juga diserang sakit perut. Speelman minta dikirimi lagi perlengkapan dan prajurit. Pasukan Sultan Hasanuddin juga mengalami hal serupa. Pertempuran selama berbulan dan pengepungan benteng sangat mencemaskan dan merisaukan Sultan Hasanuddin. Setelah 4 hari bertempur, benteng Barombong direbut Belanda, tetapi semangat semangat prajurit Gowa masih membara. Sultan Hasanuddin masih mampu meneruskan perang.

Sultan Hasanuddin dikenal arif dan bijaksana. Beliau merasa sedih karena harus bertempur melawan keluarga sendiri. Arung Palakka La Tenri Tatta to Erung sudah seperti saudara kandung sendiri. Speelman kemudian mengusulkan perdamaian. Sultan Hasanuddin mempertimbangkan bahwa pertumpahan darah di kalangan orang Makassar dan Bugis harus segera dihentikan.

Meneruskan perang hanya akan menguntungkan Belanda. Perundingan antara Speelman dan Sultan Hasanuddin diadakan di Bungaya dekat benteng Barombong yang sudah direbut Belanda. Setalah berkali-kali berunding, maka pada hari Jum’at tanggal 18 November 1667, tercapailah suatu perjanjian perdamaian yang dikenal sebagai “Cappaya Ri Bungaya” atau perjanjian Bungaya. Perjanjian ini tidak berlangsung lama karena memberatkan kerajaan Gowa. Benteng Ujungpandang diserahkan kepada Speelman dan diganti namanya menjadi “Fort Rotterdam“. Speelman juga mempersiapkan benteng ini untuk bertahan dan menyerang, karena keyakinannya bahwa perjanjian Bungaya akan segera batal.

Perang Terakhir
Raja Tallo Sultan Harun Al Rasyid, Karaeng Lengkese, dan Arung Matowa Wajo tidak menerima perjanjian Bungaya. Pasukannya ditarik, tekad mereka tetap. “Hanya Mayat yang bisa menyerah”. Karaeng Karunrung mendesak Sultan Hasanuddin membatalkan Perjanjian Bungaya. Akhirnya perang pecah kembali tanggal 21 April 1668. Karaeng Karunrung menyerang benteng Ujungpandang (Fort Rotterdam). Hari demi hari bulan demi bulan perang terus berkecamuk.

Dalam catatan buku harian Speelman tertulis antara lain: “Pertempuran berlangsung sengit. Banyak orang Belanda mati atau luka, Arung Palakka juga menderita luka. Setiap hari 7 atau 8 orang serdadu Belanda dikuburkan. Speelman jatuh sakit. 5 orang dokter, 15 pandai besi tewas. Tenaga bantuan dari Batavia hanya 8 orang yang masih sehat. Dalam tempo 4 minggu, 139 orang mati dalam benteng Ford Rotterdam dan 52 orang tewas di kapal”.

Sultan Hasanuddin memerintahkan untuk melakukan perbaikan kembali benteng yang rusak. Tanggal 5 Agustus 1668, Karaeng Karunrung membawa pasukannya menyerbu Fort Rotterdam. Pada serangan ini Arung Palakka nyaris tewas. Speelman meminta bantuan dari Batavia. Pasukan dan peralatan perang dari Batavia tiba pada bulan April 1669. Meriam besar dibuat dan larasnya diarahkan ke benteng Somba Opu. Parit-parit pertahanan ke benteng Somba Opu sudah dibuat, persiapan Belanda sudah matang.

Akhirnya pada tanggal 15 Juni 1669 pasukan Speelman menyerang benteng Somba Opu. Pertempuran berlangsung siang dan malam. Meriam Belanda menembakkan lebih 30.000 biji peluru ke benteng Somba Opu. Patriot kerajaan Gowa tetap memberikan perlawanan yang gigih atas serangan Belanda dan hujan peluru.

Setelah perang selama selama 10 hari siang dan malam, maka pada tanggal 24 Juni 1669 seluruh benteng Somba Opu dikuasai Belanda. Tdak kurang 272 pucuk meriam besar dan kecil termasu meriam keramat “Anak Mangkasara” dirampas Speelman. Sultan Hasanuddin mundur ke benteng Kale Gowa di Maccini Sombala dan Karaeng Karunrung meninggalkan istananya di Bontoala mundur ke Benteng Anak Gowa.

Benteng Somba Opu kemudian diratakan dengan tanah, beribu-ribu kilo amunisi meledakkan benteng yang tebalnya 12 kaki ini. Udara merona merah dan tanah seakan gempa. Mayat-mayat bergelimpangan dimana-mana. Hangus dibakar ledakan mesiu dan api yang menjilat. Seluruh Istana Somba Opu dihancurkan.

Sultan Hasanuddin kalah perang, tetapi menurut pengakuan Belanda, pertempuran inilah yang paling dahsyat dan terbesar serta memakan waktu yang paling lama dari yang pernah dialami Belanda dibumi Nusantara waktu itu. Sultan Hasanuddin dan Pasukannya dijuluki “Ayam Jantan Dari Timur” karena semangatnya yang pantang mundur.

Turun Tahta Dan Wafat
Setelah kekalahan yang diderita Kerajaan Gowa dan mundurnya Sultan Hasanuddin dari benteng Somba Opu ke benteng Kale Gowa, maka usaha Speelman memecah belah persatuan kerajaan Gowa terus dilancarkan. Usaha ini berhasil, setelah diadakan “pengampunan umum”. Siapa yang mau menyerah diampuni Belanda. Beberapa pembesar kerajaan menyatakan menyerah. Karaeng Tallo dan Karaeng Lengkese menyatakan tunduk pada Perjanjian Bungaya.

Sultan Hasanuddin sudah bersumpah tidak akan sudi bekerja sama dengan penjajah Belanda. Pada tanggal 29 Juni 1669 Sultan Hasanuddin meletakkan jabatan sebagai Raja Gowa ke-16 setelah selama 16 tahun berperang melawan penjajah dan berusaha mempersatukan kerajaan Nusantara. Sebagai penggantinya ditunjuk putranya I Mappasomba Daeng Nguraga Bergelar Sultan Amir Hamzah. Sesudah turun tahta, Sultan Hasanuddin banyak mencurahkan waktunya sebagai pengajar Agama Islam dan berusaha menanamkan rasa kebangsaan dan persatuan.

Pada hari Kamis tanggal 12 Juni 1670 bertepatan dengan tanggal 23 Muharram 1081 Hijriah. Sultan Hasanuddin wafat dalam usia 39 tahun. Beliau dimakamkan disuatu bukit di pemakaman Raja-raja Gowa di dalam benteng Kale Gowa di Kampung Tamalate.

I Mallombasi Daeng Mattawang Karaeng Bontomangape Sultan Hasanuddin Tumenanga Ri Balla’Pangkana telah tiada. Tetapi semangatnya tetap berkobar di dada setiap insan bangsa yang mendambakan perdamaian dan kebebasan di Bumi Pancasila ini.

Nama Sultan Hasanuddin abadi dalam dada. Menghormati jasanya dengan mengabadikan namanya menjadi nama jalan pada hampir disetiap Kota di Nusantara. Universitas Hasanuddin sebagai salah satu universitas terkemuka di INdonesia bagian Timur, mempergunakan namanya dan memakai lambangnya “Ayam Jantan Dari Timur“. Komando Daerah Militer (KODAM) XIV Hasanuddin mengabadikan namanya dan menjadikan semboyannya “Abbatireng Ri Pollipukku” (setia pada Negeriku). Dan dengan keputusan Presiden RI No. 087/TK?tahun 1973 Tanggal 6 November 1973, Sultan Hasanuddin dianugerahi gelar Pahlawan Nasional, untuk menghargai jasa-jasa kepahlawanannya.

Sejarah Kedatangan Bangsa Eropa ke Indonesia

Sejarah Kedatangan Bangsa Eropa ke Indonesia

Sumber : http://www.fauzanalrasyid.com/2011/04/hindia-timur-atau-indonesia-telah-lama.html

Hindia Timur atau Indonesia telah lama dikenal sebagai daerah penghasil rempah-rempah seperti vanili, lada, dan cengkeh. Rempah-rempah ini digunakan untuk mengawetkan makanan, bumbu masakan, bahkan obat. Karena kegunaannya, rempah-rempah ini sangat laku di pasaran dan harganya pun mahal. Hal ini mendorong para pedagang Asia Barat datang dan memonopoli perdagangan rempah-rempah. Mereka membeli bahan-bahan ini dari para petani di Indonesia dan menjualnya kepada para pedagang Eropa.

Namun, jatuhnya Konstantinopel pada tahun 1453 ke Turki Utsmani mengakibatkan pasokan rempah-rempah ke wilayah Eropa terputus. Hal ini dikarenakan boikot yang dilakukan oleh Turki Utsmani kepada bangsa Eropa. Situasi ini mendorong orang-orang Eropa menjelajahi jalur pelayaran ke wilayah yang banyak memiliki bahan rempah-rempah, termasuk kepulauan Nusantara (Indonesia). Dalam perkembangannya, mereka tidak saja berdagang, tetapi juga menguasai sumber rempah-rempah di negara penghasil. Sejak saat itu dimulailah era kolonialisasi Barat di Asia.

  1. Sebab dan Tujuan Kedatangan Bangsa Barat

Secara umum, kedatangan bangsa Eropa ke Asia termasuk ke Indonesia dilandasi keinginan mereka untuk berdagang, menyalurkan jiwa penjelajah, dan menyebarkan agama. Adapun sebab dan tujuan bangsa Eropa ke dunia Timur adalah sebagai berikut :

  1. Mencari kekayaan termasuk berdagang (Gold)
  2. Mencari kemuliaan bangsa (Glory)
  3. Menyebarkan agama (Gospel)

Sejak abad ke-3, rempah-rempah memang merupakan bahan dagang yang sangat menguntungkan. Hal ini mendorong orang-orang Eropa berusaha mencari harta kekayaan ini sekalipun menjelajah semudera. Keinginan ini diperkuat dengan adanya jiwa penjelajah. Bangsa Eropa dikenal sebagai bangsa penjelajah, terutama untuk menemukan daerah-daerah baru. Mereka berlomba-lomba meninggalkan Eropa. Mereka yakin bahwa jika berlayar ke satu arah, maka mereka akan kembali ke tempat semula. Selain itu, orang-orang Eropa terutama Protugis dan Spanyol yakin bahwa di luar Eropa ada Prestor John (kerajaan dan penduduknya beragama Kristen). Oleh karena itu, mereka berani berlayar jauh. Mereka yakin akan bertemu dengan orang-orang seagama.

Pada awalnya, tujuan kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia hanya untuk membeli rempah-rempah dari para petani Indonesia. Namun, dengan semakin meningkatnya kebutuhan industri di Eropa akan rempah-rempah, mereka kemudian mengklaim daerah-daerah yang mereka kunjungi sebagai daerah kekuasaannya. Di tempat-tempat ini, bangsa Eropa memonopoli perdagangan rempah-rempah dan mengeruk kekayaan alam sebanyak mungkin. Dengan memonopoli perdagangan rempah-rempah, bangsa Eropa menjadi satu-satunya pembeli bahan-bahan ini. Akibatnya, harga bahan-bahan ini pun sangat ditentukan oleh mereka. Untuk memperoleh hak monopoli perdagangan ini, bangsa Eropa tidak jarang melakukan pemaksaan. Penguasaan sering dilakukan terhadap para penguasa setempat melalui suatu perjanjian yang umumnya menguntungkan bangsa Eropa. Selain itu, mereka selalu turut campur dalam urusan politik suatu daerah. Bangsa Eropa tidak jarang mengadu domba berbagai kelompok masyarakat dan kemudian mendukung salah satunya. Dengan cara seperti ini, mereka dengan mudah dapat mempengaruhi penguasa untuk memberikan hak-hak istimewa dalam berdagang.

  1. Kedatangan dan Terbentuknya Kekuasaan Kolonial di Indonesia
  1. Bangsa Portugis

Ekspedisi pertama untuk mencari jalan langsung ke Indonesia dirintis oleh bangsa Portugis dan Spanyol. Bangsa-bangsa lain seperti Inggris, Prancis, dan Belanda baru melakukan ekspedisi setelah kedua bangsa ini menemukan jalan ke Indonesia.

Orang Portugis pertama yang mencoba mencari jalan baru ke Indonesia adalah Bartholomeus Diaz. Ia meninggalkan Portugal pada tahun 1486. Ia menyusuri pantai barat Afrika hingga tiba di Tanjung Harapan, tetapi ia gagal mencapai Indonesia. Setelah Bartholomeus Diaz menemukan jalan ke timur di Tanjung Harapan (Afrika Selatan), upaya mencari jalan ke Indonesia diteruskan oleh armada-armada Portugis berikutnya.

Armada Portugis berikutnya yang mencoba berlayar ke Indonesia dipimpin oleh Vasco da Gama. Mereka berangkat pada tahun 1497 dan berhasil melewati Tanjung Harapan. Sewaktu tiba di Pelabuhan Malinda (Afrika Timur), mereka bertemu dengan pedagang-pedagang Arab dan India. Namun, jalan ke Asia Tenggara tetap dirahasiakan oleh para pedagang tersebut. Oleh karena itu, orang-orang Portugis melanjutkan perjalannya menyusuri pantai timur Afrika. Mereka harus melewati perairan dengan ombak yang sangat besar. Daerah itu terletak di timur laut Afrika terutama di sekitar Ujung Tanduk. Oleh karena itu, daerah ini disebut Guadafui (berhati-hatilah).

Ekspedisi ini kemudian berhasil melewati selat di ujung selatan Laut Merah yang disebutnya Bab el Mandeb (Gapura Air Mata). Pada tahun 1498, Vasco da Gama tiba di Kalikut (India). Sejak saat itu, perdagangan antara orang Eropa dan India tidak lagi melalui jalur Laut Tengah melainkan melalui pantai timur Afrika. Namun, penemuan ini belum juga memuaskan bangsa Portugis. Mereka ingin menjelajahi daerah timur lainnya yakni Malaka dan Maluku.

Pada waktu itu, di Asia Tenggara terdapat salah satu daerah pusat perdagangan  yang sangat ramai dikunjungi. Daerah tersebut adalah Malaka sedangkan daerah sumber rempah-rempahnya adalah Maluku. Bagi Portugis, cara termudah menguasai perdagangan di sekitar Malaka termasuk di Maluku adalah dengan merebut atau menguasai Malaka. Kolonialisme Portugis di Indonesia dimulai sejak kedatangan Alfonso d’Albuquerque di Maluku. Pada tahun 1511, ekspedisi Portugis di bawah pimpinan Alfonso d’Albuquerque berhasil menaklukkan Malaka. Dari sana, mereka menuju Maluku dan diterima dengan baik oleh raja Ternate. Mereka diperkenankan berdagang dan membangun benteng di Ternate.

  1. Bangsa Spanyol

Pelopor berkebangsaan Spanyol yang mencari jalan langsung ke Indonesia adalah Christopher Columbus, ia berlayar ke arah barat. Setelah dua bulan, ia sampai di sebuah pulau yang kemudian dinamakan San Salvador. Columbus gagal mencapai India.

Setelah Columbus gagal menemukan India, ekspedisi Spanyol selanjutnya ke daerah rempah-rempah dipelopori oleh Ferdinand Magelhaens. Berbeda dengan armada Portugis, pada tahun 1519 Magellan berangkat  melalui Samudera Atlantik. Setelah melewati ujung Amerika Selatan, ia masuk ke Samudera Pasifik. Ia tiba di Filipina pada tahun 1521. Ketika mencoba mengatasi perang antarsuku di Cebu, Magelhaens terbunuh. Posisinya kemudian digantikan oleh Del Cano.  Dalam perjalanan kembali ke Spanyol, mereka singgah di Tidore. Sejak saat itu, terjalin kerja sama antara Spanyol dan Tidore. Kerja sama itu tidak hanya dalam hal perdagangan, tetapi juga diperkuat dengan dibangunnya benteng Spanyol di Tidore. Sementara itu, Portugis yang membuka kantor dagangnya di Ternate merasa terancam dengan hadirnya Spanyol di Tidore. Hal ini diperkuat lagi dengan kenyataan bahwa Tidore dan Ternate telah lama bermusuhan. Dengan alasan tersebut, Portugis yang didukung pasukan Tidore. Berhasil merebut Benteng Spanyol di Tidore. Namun, berkat perantara Paus di Roma, Portugis dan Spanyol akhirnya mengadakan perjanjian yang disebut Perjanjian Saragosa. Berdasarkan perjanjian itu, Maluku dikuasai Portugis sedangkan Philipina dikuasai Sepanyol.

Isi Perjanjian Saragosa: 

  1. Daerah kekuasaan dan pelayaran Portugis adalah dari Brazilia ke Timur sampai Halmahera (Maluku).
  2. Spanyol berkuasa atas Mexico ke Barat terus sampai Phillipina.
  1. Bangsa Inggris

Kedatangan bangsa Inggris ke Indonesia dirintis oleh Francis Drake dan Thomas Cavendish. Dengan mengikuti jalur yang dilalui Magelhaens, pada tahun 1579 Francis Drake berlayar ke Indonesia. Armadanya berhasil membawa rempah-rempah dari Ternate dan kembali ke Inggris lewat Samudera Hindia. Perjalanan beriktunya dilakukan pada tahun 1586 oleh Thomas Cavendish melewati jalur yang sama.

Pengalaman kedua pelaut tersebut mendorong Ratu Elizabeth I meningkatkan pelayaran internasionalnya. Hal ini dilakukan dalam rangka menggalakan ekspor wol, menyaingi perdagangan Spanyol, dan mencari rempah-rempah. Ratu Elizabeth I kemudian memberi hak istimewa kepada EIC (East Indian Company) untuk mengurus perdagangan dengan Asia. EIC kemudian mengirim armadanya ke Indonesia. Armada EIC yang dipimpin James Lancestor berhasil melewati jalan Portugis (lewat Afrika). Namun, mereka gagal mencapai Indonesia karena diserang Portugis dan bajak laut Melayu di selat Malaka.

Awal abad ke-17, Inggris telah memiliki jajahan di India dan terus berusaha mengembangkan pengaruhnya di Asia Tenggara, kahususnya di Indonesia. Kolonialisme Inggris di Hindia Belanda dimulai tahun 1604. menurut catatan sejarah, sejak pertama kali tiba di Indonesia tahun 1604, EIC mendirikan kantor-kantor dagangnya. Di antaranya di Ambon, Aceh, Jayakarta, Banjar, Japara, dan Makassar.

Walaupun demikian, armada Inggris tidak mampu menyaingi armada dagang barat lainnya di Indonesia, seperti Belanda. Mereka akhirnya memusatkan aktivitas perdagangannya di India. Mereka berhasil membangun kota-kota perdagangan seperti Madras, Kalkuta, dan Bombay.

  1. Bangsa Belanda

Armada Belanda yang pertama berusaha mencapai Indonesia dipimpin Van Neck, namun ekspedisi ini gagal. Kemudian, pada tahun 1595 armada Belanda dipimpin Cornelis de Houtman dan Pieter de Kaizer berangkat menuju Indonesia. Mereka menyusuri pantai barat Afrika lalu sampai ke Tanjung Harapan. Dari sana, mereka mengarungi Samudera Hindia dan masuk ke Indonesia melalui Selat Sunda lalu tiba di Banten.

Armada ini tidak diterima oleh rakyat Banten karena Belanda bersikap kasar. Selain itu, hubungan antara Banten dan Portugis masih baik. Kemudian dari Banten, armada ini bermaksud menuju Maluku untuk membeli rempah-rempah namun ternyata gagal mencapai Maluku. Cornelis de Houtman tiba kembali di negerinya pada tahun 1597 dan ia disambut sebagai penemu jalan ke Indonesia.

Setelah de Houtman, armada Belanda datang ke Indonesia susul-menyusul. Hal ini mengakibatkan lalu lintas Indonesia – Belanda menjadi ramai. Armada Belanda yang pertama mencapai Maluku adalah armada kedua. Mereka berhasil melakukan pembelian remapah-rempah di sana.

Pada awalnya, Belanda memang gagal menghadapi persaingan dengan Portugis, baik di Maluku maupun di pelabuhan-pelabuhan lain di Indonesia. Namun, karena armada Belanda semakin hari semakin bertambah, sedikit demi sedikit armada Portugis mulai terdesak. Akhirnya Portugis terusir dari Maluku dan itu menandai era kolonialisme Belanda di Indonesia. Sejak saat itu, pedagang-pedagang Belanda semakin banyak yang datang ke Maluku.

Lahirnya VOC

Untuk mengatasi persaingan diantara pedagang-pedagang Belanda sendiri, pada tanggal 20 Maret 1682 Belanda membentuk VOC (Vereenigde OostIndische Compagnie) atau persekutuan Dagang Hindia Timur atas usulan Johan Van Oldenbarneveld. Tujuan pembentukan VOC tidak lain adalah menghindari persaingan antar pengusaha Belanda (intern) serta mampu menghadapi persaingan dengan bangsa lain terutama Spanyol dan Portugis sebagai musuhnya (ekstern). VOC dipimpin oleh De Heren Zuventien (Dewan Tujuh Belas) yang berkedudukan di Amsterdam. Oleh Pemerintahan Belanda, VOC diberi oktroii (hak-hak istimewa). Artinya dengan hak-hak tersebut berarti VOC memiliki kekuasaan seperti suatu negara. Mereka dapat bertindak bebas tanpa harus konsultasi terlebih dulu dengan pemerintah Belanda di negeri induk. Hak-hak istimewa tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Dianggap sebagai wakil pemerintah Belanda di Asia
  2. Memonopoli perdagangan
  3. Mencetak dan mengedarkan uang sendiri
  4. Mengadakan perjanjian
  5. Menaklukkan perang dengan negara lain
  6. Menjalankan kekuasaan kehakiman
  7. Pemungutan pajak
  8. Memiliki angkatan perang sendiri
  9. Mengadakan pemerintahan sendiri

Untuk melaksanakan kekuasaannya di Indonesia diangkatlah jabatan Gubernur Jenderal VOC, seperti Pieter Both yang merupakan Gubernur Jenderal VOC pertama yang memerintah tahun 1610 – 1619 di Ambon. Jan Pieterzoon Coen, merupakan Gubernur Jenderal kedua yang memindahkan pusat VOC dari Ambon ke Jayakarta (Batavia) karena letaknya strategis di tengah-tengah Nusantara sehingga memudahkan pelayaran ke Belanda. Sedangkan dalam melaksanakan pemerintahan, VOC banyak mempergunakan tenaga bupati. Sementar bangsa Cina dipercaya untuk pemungutan pajak dengan cara menyewakan desa selama waktu yang ditentukan.

Setelah berpusat di Batavia, VOC melakukan perluasan kekuasaan dengan pendekatan serta campur tangan terhadap kerajaan-kerajaan di Nusantara, antara lain Mataram, Banten, Banjar, Sumatra, Gowa, serta Maluku. Akibat hak monopoli yang dimilikinya, VOC memaksakan kehendaknya sehingga menimbulkan permusuhan dengan kerajaan-kerajaan di Nusantara. Untuk menghadapi perlawanan bangsa Indonesia VOC meningkatkan kekuatan militernya serta membangun benteng-benteng seperti di Ambon, Makasar, Jayakarta dan lain-lain.

Cara Belanda Memeroleh Monopoli Perdagangan di Nusantara

  1. Melakukan pelayaran Hongi (Hongi Tockten) untuk memberantas penyelundupan. Tindakan yang dilakukan VOC adalah merampas setiap kapal penduduk yang menjual langsung rempah-rempah kepada pedagang asing seperti Inggris, Perancis dan Denmark. Hal ini banyak dijumpai di pelabuhan bebas Makasar.
  2. Melakukan Ekstirpasi, yaitu penebangan tanaman milik rakyat. Tujuannya adalah mepertahankan agar harga rempah-rempah tidak merosot bila hasil panen berlebihan (over produksi).
  3. Perjanjian dengan raja-raja setempat, terutama yang kalah perang wajib menyerahkan hasil bumi yang dibutuhkan VOC dengan harga yang ditetapkan VOC. Penyerahan wajib disebut Verplichte Leverantie.
  4. Rakyat wajib menyerahkan hasil bumi sebagai pajak, yang disebut dengan istilah Contingenten.

Namun, seiring dengan perubahan permintaan dan kebutuhan di Eropa dari rempah-rempah ke tanaman industri yaitu kopi, gula dan teh maka pada abad ke-18 VOC mengalihkan perhatiannya untuk menanam ke tiga jenis barang komoditi tersebut. Misalnya tebu di Muara Angke (sekitar Batavia), kopi dan teh daerah Priangan.

Kemunduran VOC

Pada pertengahan abad ke-18 VOC mengalami banyak kemunduran karena beberapa hal sehingga pada akhirnya dibubarkan. Berikut ini adalah sebab-sebab kemunduran VOC:

  1. Banyak pegawai VOC yang curang dan korupsi.
  2. Banyak pengeluaran untuk biaya peperangan contoh perang melawan Sultan Hasanuddin dari Gowa.
  3. Banyaknya gaji yang harus dibayar karena kekuasaan yang luas membutuhkan pegawai yang banyak.
  4. Pembayaran Devident (keuntungan) bagi pemegang saham turut memberatkan setelah pemasukan VOC kekurangan.
  5. Bertambahnya saingan dagang di Asia terutama Inggris dan Perancis.
  6. Perubahan politik di Belanda dengan berdirinya Republik Bataaf 1795 yang demokratis dan liberal yang menganjurkan perdagangan bebas.

Berdasarkan alasan di atas akhirnya VOC dibubarkan pada tanggal 31 Desember 1799 dengan hutang 136,7 juta Gulden dan kekayaan yang ditinggalkan berupa kantor dagang, gudang, benteng, kapal serta daerah kekuasaan di Indonesia.

  1. Dampak Positif dan Negatif Kedatangan Bangsa Eropa di Indonesia
  1. Dampak Positif

Setelah kedatangan bangsa Eropa di Indonesia, kemajuan bangsa Indonesia bertambah. Adapun beberapa manfaat atas kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia adalah sebagai berikut:

  1. Banyaknya dibangun pelabuhan-pelabuhan sehingga Indonesia menjadi pusat perdagangan di Asia tenggara terutama di daerah Malaka.
  2. Setelah kedatangan bangsa Eropa di Indonesia banyak berdiri pusat-pasat Industri yang dapat mengurangi angka penganguran di Indonesia.
  3. Dibangunnya sarana jalan darat (jalan raya) sehingga antara kota yang satu dengan yang lainnya terasa dekat.
  4. Didirikannya sekolah yang dapat mencerdaskan para generasi penerus bangsa Indonesia.
  1. Dampak Negatif

Setelah kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia bangsa Eropa beralih keinginan untuk untuk menjajah bangsa Indonesia sehingga terjadilah peperangan di mana-mana. Adapun dampak negatif kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia adalah:

  1. Masyarakat Indonesia merasa tertindas dengan kedatangan bangsa Eropa yang selalu bersikap semena-mena terhadap bangsa  Indonesia.
  2. Terjadinya pemberontakan dimana-mana yang mengakibatkan banyak nya warga Negara Indonesia yang meninggal.
  3. Bangsa Eropa mengadu domba seluruh masyarakat Indonesia.
  4. Terjadinya perebutan kekuasaan yang dilakukan oleh Bangsa Eropa terhadap bangsa Indonesia yang akhirnya banyak menelan korban para warga Indonesia.
  5. Warga Indonesia merasa tidak bebas dengan adanya bangsa Eropa di Indonesia.

IPS – Pengetahuan Sosial – SD Kelas 5 – Tema 1,2,3,4,5 – Kurikulum 2013 Rev 2017

IPS – Pengetahuan Sosial – SD Kelas 5 – Tema 1, 2, 3, 4, 5 – Kurikulum 2013 Rev 2017.


TEMA 1. 

KD 3.1  Mengidentifikasi karakteristik geografis Indonesia sebagai negara kepulauan/ maritim dan agraris serta pengaruhnya terhadap kehidupan ekonomi, sosial, budaya, komunikasi serta transportasi.

  • LETAK INDONESIA SECARA ASTRONOMIS DAN GEOGRAFIS

Secara astronomis, Indonesia terletak antara 95° Bujur Timur – 141° Bujur Timur dan 6° Lintang Utara – 11° Lintang Selatan.

Secara geografis, Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudra. Benua yang mengapit Indonesia adalah Benua Asia yang terletak di sebelah utara Indonesia dan Benua Australia yang terletak di sebelah selatan Indonesia. Samudra yang mengapit Indonesia adalah Samudra Pasifik di sebelah timur Indonesia dan Samudra Hindia di sebelah barat Indonesia.

 

BATAS-BATAS WILAYAH INDONESIA : 

Batas-batas wilayah Indonesia dengan wilayah lainnya adalah seperti berikut.

  1. Di sebelahutara, Indonesia berbatasan dengan Malaysia, Singapura, Palau, Filipina dan Laut Cina Selatan.
  2. Di sebelahselatan, Indonesia berbatasan dengan Timor Leste, Australia, dan Samudra.
  3. Di sebelah barat, Indonesia berbatasan.
  4. Di sebelah timur, Indonesia berbatasan dengan Papua Nugini dan Samudra Pasifik.

 

KARAKTERISTIK KHAS INDONESIA :
Posisi Geografis Indonesia menyebabkan Indonesia mempunyai karakterisitik khas dan juga menguntungkan sebagai berikut :

  • Letak Indonesia yang berada diantara 2 benua yaitu Asia dan Australia membuat Indonesia bisa menjalin hubungan yang baik antara negara-negara di kedua benua tersebut. Posisi geografis membuat dua samudera Inodnesia berada dijalur lalu lintas internasional dan dpat menjadi transit jalur perdagangan dunia.
  • Indonesia yang terdiri banyak pulau yang membuat beragam kebudayaan, karena terdiri dari suku, budaya, dan bangsa.
  • Laut yang sangat begitu luas dan garis pantai membuat Indonesia menyimpan hasil laut yang berlimpah seperti ikan, kerang laut, dan serta bahan tambang seperti minyak bumi.
  • Indonesia dilalui jalur perdagangan Indonesia.
  • Aadanya pembagian tiga daerah waktu yang berbeda di Indonesia.
  • Keragaman anatara Flora dan Fauna.
  • Keragaman jenis tanah di Indonesia.

PULAU BESAR DI INDONESIA : 5 pulau besar di Indonesia diantaranya :

  1. Sumatra,
  2. Jawa,
  3. Kalimantan,
  4. Sulawesi,
  5. Papua.

 

DAFTAR SUNGAI TERPANJANG DI INDONESIA :

  • Sungai Kapuas sebagai sungai terpanjang di Indonesia, juga di Kalimantan, dengan panjang mencapai 1.143 km.
  • Sungai Mahakam sebagai sungai terpanjang kedua di Indonesia, dengan panjang 920 km.
  • Sungai Barito sebagai sungai terpanjang ketiga di Indonesia dengan panjang 900 km.
  • Sungai Batanghari sebagai sungai terpanjang keempat di Indonesia serta terpanjang di Sumatera dengan panjang 800 km.
  • Sungai Musi sebagai sungai terpanjang kelima di Indonesia dengan panjang 750 km.
  • Sungai Mamberamo sebagai sungai terpanjang keenam di Indonesia serta terpanjang di Papua dengan panjang 670 km.
  • Sungai Bengawan Solo sebagai sungai terpanjang ketujuh di Indonesia, serta terpanjang di Pulau Jawa dengan panjang mencapai 548 km.

 

NAMA SELAT DI INDONESIA : 

  • Selat Malaka antara pulau sumatra dan Malaysia.
  • Selat Bali antara pulau Jawa dan Bali.
  • Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra.
  • Selat Karimata antara pulau Kalimantan dan Sumatra.

 

 

PERSEBARAN FLORA DI INDONESIA : 

 

 

1. Sumatera, Jenis Tumbuhan : Meranti, Pinus, Merkusii, Beringin, Damar, Raflesia, bunga bangkai, anggrek.
2. Jawa, jenis tumbuhan : Rasamala, cemara, Akasia, pinus, Bambu, Jati, Kayu, Kina, Asam.
3. Nusa Tenggara, Jenis Tumbuhan : Akasia, Cendana, Kayu putih, Kemiri, Tal, Gebang.
4. Bali, tumbuhan : Pala, kayu, Cempaka, Cemara.
5. Kalimantan : Kayu kamper, rotan, bambu, dan Samin.
6. Sulawesi, jenis tumbuhan : Pinus, Rota, Jati, Anggrek putih, Dan Damar.
7. Maluku , jenis tumbuhan : Kayu putih, sagu, dan anggrek.
8. Papua, jenis tumbuhan : bakau, sagu, beech, berbagai anggrek.

PERSEBARAN HEWAN DI INDONESIA.

  1. Sumatera : Beruang MAdu, harimau sumatera, Gajah.
    TErmasuk indonesia bagian barat (wallace’s Line)
  2. Jawa : Badak, harimau jawa, banteng.
    TErmasuk indonesia bagian barat (wallace’s Line).
  3. Kalimantan : Orang Hutan.
    TErmasuk indonesia bagian barat (wallace’s Line).
  4. Sulawesi : babi rusa, anoa, burung maleo.
    termasuk peralihan dari indonesia barat dan timur. diantara wallace’s line dan webber line.
  5. Nusa Tenggara : Komodo.
    termasuk peralihan dari indonesia barat dan timur. diantara wallace’s line dan webber line.
  6. Papua : Burung kakaktua, cendrawasih, kus-kus, wallaby,
    termasuk bagian timur. webber line.

PENGARUH KONDISI GEOGRAFIS INDONESIA.

Keuntungan Letak Geografis Indonesia di Bidang Ekonomi :

  • Menambah devisa negara.
  • Sebagai pusat perekonomian diantara dua benua dan dua samudera.
  • Perkembangan pariwisata di Indonesia menjadi lebih pesat.
  • Sebagai jalur perdagangan Internasional.
  • Sebagai destinasi pariwisata utama.

 

Keuntungan Letak Geografis Indonesia di Bidang Komunikasi : 

  • Indonesia kaya akan bahasa.
  • Indonesia bisa menguasai bahasa asing secara tidak langsung.
  • Masyarakat dituntut dapat berbahasa Inggris karena merupakan jalur lintas Internasional.

 

Keuntungan Letak Geografis Indonesia di Bidang Transportasi :

  • Percepatan infrastruktur di daerah-daerah Indonesia.
  • Peningkatan transportasi untuk tujuan wisata.
  • Peningkatantransportasi laut secara maksimal.
  • Peningkatan akomodasi angkutan umum.

Keuntungan Letak Geografis Indonesia di Bidang Sosial Budaya :

  • Pakaian Indonesia semakin modern.
  • Adanya kulturasi budaya asing dengan budaya lokal.
  • Mempunyai keanekaragaman budaya.
  • Dapat dengan mudah menyebarkan budaya di Indonesia.

Kerugian Letak Geografis di Bidang Ekonomi : 

  • Adanya pasar gelap yang masuk ke Indonesia.
  • Eksploitasi secara besar-besaran.
  • Persaingan global.

Kerugian Letak Geografis di Bidang Komunikasi :

  • Menguasai bahasa asing dapat mengakibatkan budaya lokal terus berkurang dan tidak menjadi prioritas lagi.
  • Sulitnya menggunakan bahasa Inggris.

Kerugian Letak Geografis di Bidang Transportasi

  • Tersingkirnya transportasi tradisional.
  • Semakin padatnya lalu lintas karena jumlah imigran.
  • Semakin bersifat konsumtif terhadap kendaraan dari luar negeri.

 

Kerugian Letak Geografis di Bidang Sosial Budaya : 

  • Banyaknya budaya asing yang masuk membuat budaya lokal dapat terancam punah.
  • Maraknya perilaku dari turis asing yang membawa pengaruh negatif bagi masyarakat Indonesia.
  • Maraknya perilaku yang tidak sesuai dengan adat istiadat Indonesia dan norma-norma Indonesia karena pengaruh global.

 


TEMA 2. 

3.3.   Menganalisis peran ekonomi dalam upaya menyejahterakan kehidupan masyarakat di bidang sosial dan budaya untuk memperkuat kesatuan dan persatuan bangsa.

 

  1. Kegiatan mengubah bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi merupakan kegiatan perindustrian
  2. Contoh usaha di bidang jasa pariwisata antara lain tour guide dan penyedia penginapan
  3. PT Pelindo dan PT Garuda merupakan badan usaha milik negara yang bergerak dalam bidang transportasi
  4. PT adalah suatu badan hukum untuk menjalankan usaha yang memiliki modal terdiri dari saham-saham yang pemilinya memiliki bagian sebanyak saham yang dimilikinya
  5. Didtribusi merupakan kegiatan menyalurkan barang dari produsen ke konsumen
  6. Daur ulang merupakan kegiatan memanfaatkan barang-barang bekas tak terpakai menjadi barang yang memiliki nilai lebih
  7. “Bagaimana cara kita menghargai kegiatan usaha ekonomi orang lain? Cara menghargai kegiatan usaha ekonomi antara lain sebagai berikut.
    • Menumbuhkan persaingan usaha yang sehat dalam kegiatan perekonomian.
    • Menghormati usaha ekonomi orang lain dengan tidak iri atas keberhasilannya.
    • Menjunjung tinggi setiap jenis pekerjaan yang dilakukan orang lain.
    • Meneladani keberhasilan orang lain dengan meniru sikap positif orang.
  1. BULOG adalah salah satu perusaahn milik negara yang bergerak dalam bidang tata niaga beras
  2. Perkebunan merupakan kegiatan yang mengusahakan tanaman tertentu pada tanah dalam ekosistem yang sesuai. Hasil dari perkebunan misalnya kopi, the, cengkeh, sayur, dan buah
  3. ciri-ciri usaha perseorangan adalah:
    • mudah didirikan dan dibubarkan,
    • tanggung jawab pemilik tidak dibatasi,
    • seluruh keuntungan dinikmati sendiri,
    • roda perusahaan diatur sendiri,
    • pengelolaan usaha dilakukan secara sederhana,
    • kelangsungan usaha bersifat turun-temurun.

 

 

TEMA 3 :
3.2  Menganalisis bentuk-bentuk interaksi manusia dengan lingkungan  dan pengaruhnya terhadap pembangunan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat Indonesia.

 

Pengertian interaksi sosial.

Interaksi sosial adalah hubungan-hubungan sosial yang menyangkut hubungan antar individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Interaksi sosial amat dibutuhkan untuk kehidupan bersama sebab individu tidak dapat hidup tanpa individu lainnya.Interaksi dengan lingkungan hidup merupakan interaksi antara manusia dengan lingkungan yang terbentuk secara alami. Gunung, sungai, rawa, merupakan contoh-contoh lingkungan alam.

  1. Contoh Interaksi Manusia dengan Lingkungan Alam dan Lingkungan Sosial
    • Contoh Interaksi manusia dengan lingkungan alam sekitarnya.
    • Mengolah tanah persawahan, dengan mengolah tanah maka hasil panen juga akan meningkat,
    • Penambangan, manusia mengambil bahan alam yang ada di dalam tanah untuk kepentingan manusia,
    • Reboisasi, dilakukan untuk mengurangi menanami hutan yang gundul supaya bisa memberikan manfaat kepada manusia,
    • Tebang pilih, kayu hasil penebangan dimanfaatkan untuk kepentingan manusia,
    • Melaut, ikan hasil tangkapan nelayan digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia.
  2. Interaksi manusia dengan lingkungan sosial.
    • Bersekolah, di sekolah akan terjadi interaksi sosial antar siswa dan guru,
    • Berbelanja di pasar, di pasar akan terjadi interaksi sosial antar penjual dan pembeli,
    • Bekerja, ketika bekerja akan terjadi interaksi sosial antar rekan kerja.
  3. Melihat pertunjukan budaya, akan terjadi interaksi sosial antar penonton.
  4. Paguyuban kelas, akan terjadi interaksi sosial antar wali murid dan guru.

 

Pembangunan Sosial.

Semua aktivitas yang menggabungkan aspek sosial dan ekonomi yang dimaksudkan untuk meningkatkan taraf hidup  atau kesejahteraan sosial disebut pembangunan sosial. Kesejahteraan sosial tidak hanya berkenaan dengan terpenuhinya kebutuhan material, tetapi juga spiritual. Dengan demikian memungkinkan semua warga negara untuk mengembangkan dirinya.

 

Tujuan Pembangunan Sosial :
Pembangunan sosial dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial dimana kebutuhan setiap anggota masyarakat secara sosial, ekonomi, dan spiritual dapat terpenuhi. Dalam melakukan aktivitas kehidupan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial, tak jarang kita akan berhadapan dengan keanekaragaman yang tinggi. Contohnya di pasar.

 

Pengertian Adat Istiadat :
Kebiasaan yang mengikat masyarakat dan berlangsung dalam jangka waktu cukup lama dikenal dengan adat istiadat. Adat istiadat merupakan kebiasaan sosial yang sejak lama ada di dalam masyarakat dan bertujuan mengatur tata tertib dalam masyarakat tersebut. Adat istiadat setiap kelompok masyarakat bisa sama atau berbeda satu dengan yang lain. Contohnya saja, ada istiadat masyarakat Osing di Banyuwangi yang merupakan perpaduan antara budaya Jawa, Madura, dan Bali. Kemudian adat istiadat masyarakat desa di Jawa Timur dan Jawa Tengah yang ternyata memiliki persamaan. Salah satu persamaannyanya bahwa mereka memiliki ikatan yang berdasarkan pada persahabatan.

 

Contoh Pembanguan sosial Budaya :
Bahasa Indonesia merupakan contoh upaya manusia dalam sebuah pembangunan sosial budaya. Kegiatan seni yang bertujuan melestarikan budaya nusantara juga merupakan sebuah upaya pembangunan sosial budaya.

  1. Di bidang pendidikan :
    Semakin terbukanya kesempatan bagi kaum wanita untuk bersekolah dan menuntut ilmu setinggi mungkin.
  2. Di bidang pertanian :
    Organisasi P3A (Organisasi petani pemakai Air) merupakan sebuah contoh pembangunan sosial budaya. Disebut sosial karena tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakatnya. Disebut budaya karena di dalamnya terdapat ide atau gagasan yang bisa jadi merupakan warisan dari generasi sebelumnya. Inilah yang mendasari pembangunan sosial budaya yang memang dirancang untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di dalamnya.
    Organisasi P3A terdiri atas para petani yang menggunakan irigasi sebagai modal kerjanya. Para petani tersebut dapat berupa petani pemilik sawah, petani penggarap sawah, pemilik kolam ikan yang memperoleh air dari jaringan irigasi serta petani pemakai air irigasi lainnya. Keragaman yang terdapat dalam organisasi ini menjadi kekuatan tersendiri bagi organisasi tersebut terutama saat menghadapi masalah yang berkaitan dengan irigasi. Sebagaimana yang tertera dalam bacaan di atas bahwa, “ Organisasi ini menjadi wadah bertemunya petani untuk saling bertukar pikiran, curah pendapat serta membuat keputusan-keputusan guna memecahkan permasalahan yang dihadapi bersama oleh petani, baik yang dapat dipecahkan sendiri maupun yang memerlukan bantuan dari luar.” Keberagaman yang dimiliki oleh organisasi ini justru memperkuat keberadaan organisasi tersebut, terutama dalam menghadapi masalah atau tantangan-tantangan baru.
  3. Di bidang budaya :
    Sanggar tari merupakan contoh sebuah pembangunan sosial budaya. Berlandaskan pada keberagaman yang terdapat di dalam keanggotaan organisasi, sanggar tari ini pun menjalani kiprahnya sebagai sebuah wadah bagi para pemuda dan pemudi Kalimantan Selatan untuk secara positif mengembangkan bakat dan kemampuan diri.

 

TEMA 4 :
3.2  Memahami interaksi  manusia dengan lingkungan dan pengaruhnya terhadap pembangunan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat Indonesia.

Manusia hidup dalam lingkungan tertentu. Lingkungan adalah ruangyang ditempati oleh makhluk hidup dan benda tidak hidup. Kehidupanmanusia tidak dapat dipisahkan dari lingkungannya, baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Manusia tidak bisa hidup sendiri untuk memenuhikebutuhan hidupnya. Manusia pasti membutuhkan orang lain.Secara kodratnya, setiap manusia akan berinteraksi. Intersaksi antarindivisi, individu dengan kelompok. Interaksi tersebut dinamakan interaksisosial.

Interaksi sosial merupakan aktivitas-aktivitas yang tampak ketika antarindividu ataupun kelompok-kelompok manusia saling berhubungan.

Interaksi sosial terjadi antara dua orang atau lebih. Interaksi sosial dapat terjadi antar individu, antar kelompok, dan antara individu dengan kelompok.

Interaksi antarindividu :

  • Seorang siswa bertanya kepada gurunya tentang materi pembelajaran.
  • Seorang anak menolong temannya yang jatuh.
  • Seorang anak menyapa teman saat bertemu di jalan.

 

Interaksi antara individu dengan kelompok :

  • Orang berpidato di depan khalayak pada suatu acara.
  • Presiden dengan rakyatnya.
  • Ketua kelompok dengan anggotanya saat berdiskusi.

 

Interaksi antarkelompok :

  • Pertandingan basket antarsekolah.
  • Suatu kelompok melakukan presentasi di depan kelompok lain saat pembelajaran di kelas.

 

Selain itu, interaksi juga dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Bentuk interaksi sosial dapat berupa kerja sama, persaingan, dan pertentangan atau pertikaian.

  1. Interaksi manusia dan lingkungan.
    • Seseorang memanfaatkan kayu untuk memproduksi barang.
    • Pengusaha memberdayakan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerjanya.
  2. Pengaruh interaksi manusia terhadap lingkungan bagi masyarakat.
    • Pemanfaatan hasil sebagai sumber daya alam untuk kebutuhan manusia.
    • Meningkatnya kesejahteraan masyarakat.
    • Terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat.
  3. Manfaat pengusaha/pengrajin bagi masyarakat di sekitarnya.
    • Meningkatkan taraf hidup masyarakat.
    • Membuka lapangan pekerjaan baru.
    • Memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap barang yang dibutuhkan.
  4. Usaha yang dilakukan pengrajin untuk mengurangi kerusakan lingkungan akibat usahanya.
    • Menyarankankan kepada pemasok bahan baku untuk menjaga kelestarian lingkungan.
    • Memanfaatkan bahan baku yang tidak digunakan untuk dijadikan benda kreatif
  5. Hubungan ketergantungan pengusaha dengan masyarakat
    • Pengusaha membutuhkan pasokan bahan baku dari masyarakat.
      Pemasok kayu membutuhkan pengusaha untuk membeli kayunya. Dari hubungan ketergantungan tersebut, keduanya memperoleh keuntungan berupa uang.
    • Pengusaha membutuhkan masyarakat disekitanya sebagai tenaga kerja. Masyarakat di sekitarnya membutuhkan pekerjaan dari Pengusaha. Dari hubungan ketergantungan tersebut, keduanya memperoleh keuntungan berupa uang.

Kegiatan jalan sehat merupakan contoh interaksi manusia dengan lingkungan, baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Interaksi manusia dengan lingkungan, memengaruhi pembangunan sosial budaya. Selain itu, upaya pembangunan di bidang sosial budaya dapat dilakukan melalui pendidikan, baik pendidikan formal maupun informal. Melalui pendidikan, maka akan tercapai kesejahteraan masyarakat. Berikut contoh aktivitas masyarakat dalam upaya pembangunan sosial budaya:

  1. Mengikuti wajib belajar 9 tahun yang telah dicanangkan oleh pemerintah.
  2. Mengikuti pelatihan keterampilan seperti menjahit, membatik, dan membuat karya kerajinan lainnya.
  3. Turut serta dalam organisasi masyarakat.

 

Interaksi sosial merupakan dasar bagi semua aktivitas manusia yang berhubungan dengan orang lain. Proses interaksi tidak dapat dilepaskan dari kehidupan sehari-hari. Proses interaksi ini dapat terjadi apabila ada pertemuan dua orang atau lebih. Selain itu, interaksi terjadi karena adanya kepentingan pemenuhan kebutuhan masyarakat di berbagai bidang seperti berikut.

 

Bidang Ekonomi :

Kepentingan ekonomi adalah kepentingan seseorang yang saling bergantung satu sama lain. Hubungannya dalam perdagangan dan kebutuhan pemenuhan makan, sandang, dan papan. Interaksi dalam ekonomi dapat kita jumpai di pasar atau tempat perbelanjaan, di tempat terjadinya proses interaksi ekonomi.

Selain kepentingan ekonomi dalam bentuk barang, kepentingan ekonomi yang lain terlihat dalam bentuk jasa. Misalnya, banyaknya organisasi yang menawarkan jasa kepada masyarakat umum, seperti lembaga belajar, bank, rumah sakit, event organizer, jasa paket atau kurir, sampai jasa cuci. Semua produk jasa juga termasuk dalam interaksi ekonomi. Secara umum, interaksi ekonomi ditandai dengan adanya hubungan antara dua individu atau antara individu dengan lembaga yang menggunakan proses transaksi uang.

 

Bidang Politik.

Jenis kepentingan ini digunakan oleh para anggota pemerintahan dan anggota partai politik untuk menjalankan kekuasaan negara. Di dalam kepentingan politik, terdapat juga kepentingan keamanan dan pertahanan. Kepentingan ini, secara umum ditandai dengan adanya proses transaksi politis dan kesepakatan untuk menjalankan negara.

 

Bidang Sosial dan Budaya.

Dalam kepentingan sosial, seseorang selalu ingin mendapatkan tempat atau kedudukan dalam masyarakat. Kepentingan ini akan menimbulkan interaksi dalam masyarakat karena kedudukan seseorang ditentukan oleh pengakuan masyarakat sekitarnya. Jadi, mencari kedudukan tanpa pengakuan masyarakat sangat tidak mungkin terjadi.

Sementara itu, kepentingan bidang budaya berkaitan dengan pola-pola perilaku, bahasa, organisasi sosial, religi, dan seni yang telah menjadi kebiasaan turun-temurun dari leluhur. Warga masyarakat yang saling berinteraksi tidak menutup kemungkinan akan ikut berinteraksi pula dalam bidang budaya sehingga terjadi pengaruh budaya yang satu kebudaya yang lain.

 

 

Bidang Moral.

Kepentingan moral, berarti kepentingan yang berangkat dari keprihatinan akan rendahnya situasi moralitas masyarakat di wilayah tertentu. Situasi yang demikian menggugah para pemerhati sosial untuk menggalang kegiatan moral agar mutu masyarakat meningkat. Contoh kepentingan moral, yaitu siar agama, pelatihan keterampilan masyarakat, dan pembinaan masyarakat oleh pemerintah. Tujuannya, agar kesadaran masyarakat di wilayah tersebut timbul untuk maju bersama dengan masyarakat di wilayah lain dalam membangun bangsa. Gotong royong memiliki arti penting dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan serta meningkatkan solidaritas dan rasa kekeluargaan dengan sesama. Oleh karena itu, gotong royong menjadi tanggung jawab setiap warga masyarakat.

Interaksi dalam berbagai bidang tersebut. secara otomatis akan memengaruhi pembangunan di bidang-bidang yang bersangkutan, baik ekonomi, politik, sosial budaya, maupun moral. Tentu saja yang diharapkan interaksi tersebut dapat membawa pembangunan yang bersifat kemajuan daripada kemunduran.

 

Perbedaan adat pernikahan merupakan contoh perbedaan budaya. Pengenalan budaya daerah dengan daerah lain terjadi karena adanya interaksi antarwarga masyarakat. Interaksi antarwarga masyarakat terjadi dalam berbagai bidang seperti sosial dan ekonomi. Interaksi antarwarga masyarakat terjadi karena beberapa faktor seperti berikut.

Perbedaan Kandungan Sumber Daya Alam pada Setiap Daerah :

Perbedaan kandungan sumber daya alam jelas akan memengaruhi kegiatan produksi pada daerah bersangkutan. Daerah dengan kandungan sumber daya alam cukup tinggi ,akan dapat memproduksi barang-barangtertentu dengan biaya relatif murah dibandingkan dengan daerah lain yang memiliki kandungan sumber daya alam lebih rendah. Kondisi ini mendorong pertumbuhan ekonomi daerah bersangkutan menjadi lebihcepat. Sementara itu, daerah lain yang memiliki kandungan sumber daya alam lebih kecil hanya akan dapat memproduksi barang-barang dengan biaya produksi lebih tinggi sehingga daya saingnya menjadi lemah.

 

Perbedaan Kondisi Demografis.
Perbedaan kondisi demografis adalah perbedaan tingkat pertumbuhan dan stuktur kependudukan, perbedaan tingkatpendidikan dan kesehatan, perbedaan kondisi ketenagakerjaan, dan perbedaan dalam tingkah laku dan kebiasaan, serta etos kerja yang dimiliki masyarakat daerah bersangkutan. Kondisi demografis ini dapat memengaruhi ketimpangan pembangunan antar wilayah karena hal ini akan berpengaruh terhadap produktivitas kerja masyarakat pada daerah bersangkutan. Daerah dengan kondisi demografis yang baik akan cenderung memiliki produktivitas kerja yang lebih tinggi. Hal tersebut akan mendorong peningkatan investasi yang selanjutnyaakan meningkatkan penyediaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi daerah bersangkutan. Sebaliknya, bila suatu daerah yang kondisi demografisnya kurang baik maka dapat menyebabkan rendahnya produktivitas kerja masyarakat setempat. Hal tersebut akan menimbulkan kondisi yang kurang menarik bagi penanaman modal sehingga pertumbuhan ekonomi daerah bersangkutan menjadi lebih rendah.

 

Kurang Lancarnya Mobilitas Barang dan Jasa.
Kurang lancarnya mobilitas barang dan jasa dapat pula mendorong terjadinya peningkatan ketimpangan pembangunan antar wilayah.Mobilitas barang dan jasa ini meliputi kegiatan perdagangan antar daerah dan migrasi baik yang disponsori pemerintah (transmigrasi) atau migrasi spontan. Alasannya, apabila mobilitas tersebut kurang lancer maka kelebihan produksi suatu daerah tidak dapat dijual kedaerah lain yang membutuhkan. Demikian pula halnya migrasi yang kurang lancarmenyebabkan kelebihan tenaga kerja suatu daerah tidak dapat dimanfaatkan oleh daerah lain yang sangat membutuhkannya. Akibatnya, ketimpangan pembangunan antar wilayah akan cenderung tinggi karena kelebihan suatu daerah tidak dapat dimanfaatkan oleh daerah lain yang membutuhkannya sehingga daerah terbelakang sulit mendorong proses pembangunannya.

 

Konsentrasi Kegiatan Ekonomi Daerah/Wilayah.

Terjadinya konsentrasi kegiatan ekonomi yang cukup tinggi pada wilayah tertentu, jelas akan memengaruhi ketimpangan pembangunan antarwilayah. Pertumbuhan ekonomi daerah akan cenderung lebih cepat pada daerah dengan konsentrasi kegiatan ekonomi yang cukup besar.

 

Alokasi Dana Pembangunan Antardaerah/Wilayah.

Alokasi investasi pemerintah ke daerah, lebih banyak ditentukan oleh sistem pemerintahan daerah yang dianut. Bila sistem pemerintahan daerah yang dianut bersifat sentralistik, maka alokasi dana pemerintah akan cenderung lebih banyak dialokasikan pada pemerintah pusat sehingga ketimpangan pembangunan antarwilayah akan cenderung tinggi. Sebaliknya, jika sistem pemerintahan yang dianut adalah otonomi atau federal, maka dana pemerintah akan lebih banyak dialokasikan ke daerah sehingga ketimpangan pendapatan akan cenderung rendah. Alokasi dana pemerintah yang antara lain akan memberikan dampak pada ketimpangan pembangunan antarwilayah, adalah alokasi dana untuk sektor pendidikan, kesehatan, jalan, irigasi, dan listrik. Semua sektor ini akan memberikan dampak pada peningkatan produktivitas tenaga kerja, pendapatan per kapita, dan pada akhirnya dapat meningkatkan pergerakan ekonomi di daerah tersebut.

Berdasarkan faktor pendorong terjadinya interaksi antarwarga masyarakat dalam berbagai bidang, dapat dipahami pengaruh interaksi terhadap pembangunan di segala bidang. Tentu saja, interaksi yang terjadi bertujuan untuk meningkatkan pembangunan di berbagai bidang tersebut. Dengan demikian, kepentingan masyarakat yang belum bisa terpenuhi di daerah yang satu akan bisa terpenuhi dengan berinteraksi dengan masyarakat dari daerah lain. Jadi, interaksi yang terjalin untuk menutupi kekurangan masing-masing sehingga pada akhirnya semua kebutuhan akan bisa terpenuhi dengan baik. Taraf kemampuan ekonomi tiap-tiap daerah pun akan meningkat. Meningkatnya kemampuan ekonomi tiap-tiap daerah, akan memengaruhi pemenuhan terhadap kebutuhan sosial dan budaya tiap-tiap daerah. Yang pasti, pegang teguh budaya masing-masing jangan sampai budaya daerah luntur akibat interaksi sosial.

 

TEMA 5.

KD 3.1 Mengidentifikasi karakteristik geografis Indonesia sebagai negara kepulauan/ maritim dan agraris serta pengaruhnya terhadap kehidupan ekonomi, sosial,budaya,komunikasi serta transportasi.

  1. Letak geografis Indonesia terletak diantara dua benua, yaitu benua asia dan benua Australia, demikian juga terletak di antara dua samudra yaitu samudra pasifik dan samudra
  2. Wilayah Indonesia membentang dari sabang sampai merauke terdiri atas daratan dan Luas daratan Indonesia adalah 1.922.570 Km, Luas perairan Indonesia adalah 3.257.483 Km.
  3. Bentuk Negara yang terdiri atas pulau – pulau seperti Indonesia disebut Negara kepulauan, Negara kepulauan merupakan salah satu cirri dari Negara maritim. Negara maritim adalah Negara yang memiliki luas laut lebih besar di bandingkan dengan luas
  4. Selain sebagai Negara maritim, berdasarkan kondisi geografisnya, Indonesia juga merupakan Negara agraris. Negara agraris adalah Negara yang sebagian besar penduduknya bekerja sebagai petani yang mengolah lahan
  5. Subak merupakan sekumpulan petani di Bali yang mengolah system irigasi yang ada di sebuah kawasan persawahan, Para anggota kelompok subak menggunakan system gotong royong dan saling bantu dengan cara meminjam air ,bukan utang
  6. Pada tahun 2012, Subak di akui sebagai salah satu warisan dunia oleh UNESCO, pengakuan ini menjadi sebuah kebanggaan bagi bangsa Indonesia.
  7. Terdapat banyak kenampakan alam dan buatan di sekitar kita, kenampakan berupa sawah merupakan salah satu contoh kenampakan buatan, sedangkan gunung/pegunungan merupakan salah satu contoh kenampakan alam ciptaan
  8. Sumber daya alam yang tersimpan di dalam laut Indonesia ternyata amat Data FAO 2015 menyebutkan bahwa Indonesia penghasil terbesar di dunia produk rumput laut dan tuna.
  9. Selain di kenals ebagai Negara maritim, Indonesia juga merupakan sebuah Negara agraris. Indonesia sejak dulu sudah terkenal sebagai penghasil rempah – rempah dan memiliki tanah yang subur. Kelapa sawit, beras, jagung, cengkeh, tembakau, teh, karet, kopi dan tebu merupakan beberapa contoh dari sekian banyak hasil pertanian/perkebunan di Indonesia.
  10. Wilayah Indonesia terdiri atas ribuan pulau yang di pisahkan oleh selat dan laut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat di pisahkan. Kondisi tersebut melahirkan keanekaragaman bahasa, suku, agama dan kebudayaan Kebudayaan daerah merupakan kebudayaan yang tumbuh dan berkembang di daerah – daerah di seluruh wilayah Indonesia dan mempunyai cirri khas daerah tersebut.

 

Keragaman Kenampakan dan Pembagian Waktu di Indonesia – SD Kelas 5

Keragaman Kenampakan dan Pembagian Waktu di Indonesia – SD Kelas 5.

A. Pendahuluan.

Perhatikan lingkungan tempat tinggalmu! Kenampakan alam apa saja yang kamu lihat? Contoh kenampakan alam adalah gunung, lembah, sungai, danau, bukit, dan lain-lain. Kenampakan alam yang kamu lihat itu bagian dari keragaman kenampakan alam yang ada di negara kita.

Negara kita adalah negara yang sangat luas. Wilayah negara kita terdiri dari daratan dan lautan. Wilayah daratannya terdiri dari beribu-ribu pulau. Karena itu, Indonesia disebut negara kepulauan. Negara kita memiliki wilayah laut atau perairan yang sangat luas. Maka Indonesia juga dikenal sebagai negara maritim.

Akibat keadaan wilayah yang demikian ini terjadi keragaman kenam- pakan alam, ada perbedaan cuaca antara satu daerah dengan daerah lain, perbedaan flora dan fauna. Selain itu, karena luasnya wilayah, Indonesia dibagi menjadi tiga daerah waktu. Hal-hal ini akan kita pelajari dalam bab ini. Kamu juga akan belajar menggunakan peta, atlas, atau globe untuk mempelajari keragaman kenampan alam dan buatan di Indonesia. Setelah mempelajari bab ini diharapkan kamu memiliki kemampuan sebagai berikut.
1. Menunjukkan dan menjelaskan keragaman kenampakan alam di Indo- nesia menggunakan peta, atlas, atau globe.
2. Menunjukkan dan menjelaskan keragaman kenampakan buatan di In- donesia menggunakan peta, atlas, atau globe.
3. Menyebutkan dan menjelaskan akibat-akibat wilayah Indonesia yang sangat luas, seperti keragaman flora dan fauna, dan pembagian wilayah waktu, dan perbedaan cuaca serta iklim.

 

B. Mengengal Keragaman Kenampakan Alam Indonesia Menggunakan Peta.

Kamu sudah belajar membaca di kelas 4. Kamu juga sudah mengenal beberapa simbol yang digunakan dalam peta. Apakah kamu masih mengingatnya? Sekarang coba buka buku atlasmu! Carilah peta provinsimu masing-masing! Simbol apa saja yang kalian lihat dalam peta itu? Tahukah kalian apa makna simbol-simbol itu?

Biasanya makna simbol-simbol itu dijelaskan dalam legenda. Legenda adalah bagian dari peta yang berisi tentang simbo-simbol beserta makna- nya. Mari kita pelajari lagi makna simbol-simbol dalam peta. Ada tiga macam simbol yang digunakan dalam peta, yaitu:

1. Simbol-simbol untuk menunjukkan kenampakan alam seperti sungai, danau, rawa, dan gunung. Contohnya sebagai berikut. Lihat Gambar : simbol gunung, danau, sungai, rawa.


2. Simbol-simbol untuk menunjukkan kenampakan buatan, misalnya jalan raya, ibu kota, rel kereta api, lapangan udara, pelabuhan, rumah sakit, batas provinsi, dan lain-lain.
Simbol ibu kota negara, ibu kota provinsi, lapangan udara, pelabuhan, batas wilayah provinsi, jalur jalan kereta api, jalan raya antarprovinsi.

3. Simbol-simbol yang menunjukkan permukaan muka bumi seperti dataran tinggi, pegunungan, dataran rendah, dan perairan. Warna biru menunjukkan wilayah perairan. Warna hijau menunjukkan dataran rendah. Warna kuning menunjukkan dataran tinggi. Warna coklat me- nunjukkan wilayah pegunungan.

Sekarang siapkan buku atlasmu. Kita akan menggunakan peta yang ada dalam buku atlas untuk mengenal keragaman kenampakan alam di wilayah negara kita.

 

1. Kenampakan alam wilayah Indonesia.

Di atas sudah disebutkan bahwa Indonesia adalah negara kepulauan yang sangat luas. Indonesia memiliki lima pulau besar, yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Pulau Sumatera, Jawa, dan Kali- mantan sering disebut Kepulauan Sunda Besar. Kelima pulau besar ini dikelilingi oleh laut dangkal yang dinamakan Dangkalan Sunda. Jajaran pulau di antara Pulau Bali sampai Pulau Wetar sering disebut Kepulauan Sunda Kecil atau wilayah Nusa Tenggara. Selain itu, di beberapa wilayah Indonesia terdapat pulau-pulau kecil yang membentuk gugusan pulau, misalnya Kepulauan Maluku dan Kepulauan Nusa Tenggara. Kepulauan Maluku terdiri atas Pulau Seram, Ternate, Halmahera, Saparua, dan pulau- pulau kecil lainnya. Kepulauan Nusa Tenggara terdiri atas Pulau Flores, Bali, Lombok, Sumbawa, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.

Wilayah daratan Indonesia memiliki ciri-ciri kenampakan alam yang berbeda-beda. Contoh kenampakan alam itu antara lain gunung, sungai, lembah, danau, pantai, teluk, tanjung, dataran rendah, dataran tinggi, pegu- nungan, dan sebagainya. Mari kita bahas ciri-ciri kenampakan alam di lima pulau besar di Indonesia. Bukalah buku atlasmu ketika kita membahas hal ini!

a. Kenampakan alam pulau Sumatra.

Di bagian tengah Pulau Sumatra membentang pegunungan Bukit Baris- an, yang membentang dari Provinsi Nangroe Aceh Darussalam sampai Lampung. Masuk dalam deretan pegunungan ini beberapa gunung baik yang masih aktif maupun yang tidak aktif seperti Gunung Leuser (NAD), Gunung Sibayak (Sumatra Utara), Gunung Sorikmarapi (Sumatra Utara), Gunung Marapi (Sumatra Ba- rat), Gunung Kerinci (Jambi), Gu- nung Seblat (Bengkulu), Gunung Dempo (Sumatera Selatan), dan Gu- nung Tanggamus (Lampung). Masih dalam barisan pegunungan Bukit Barisan terdapat juga lembah pa- tahan yang disebut dengan Se- mangko Zone. Di wilayah patahan ini terdapat Danau Toba, Danau Singkarak, Danau Kerinci dan ter- dapat juga Dataran Tinggi Karo serta Dataran Tinggi Agam.

Sebelah barat Pegunungan Bukit Barisan terdapat daerah datar sempit. Di daerah ini ada beberapa sungai yang pendek dengan arus yang deras, seperti sungai Alas, Pasaman, dan Seblat. Di sepanjang pantai barat Suma- tera terdapat beberapa teluk. Teluk-teluk itu dimanfaatkan sebagai pelabuh- an, seperti Teluk Tapanuli di Sibolga dan Teluk Bayur di Sumatra Barat.

Sebelah timur Pegunungan Bukit Barisan merupakan dataran rendah yang luas. Di wilayah ini mengalir sungai-sungai yang panjang seperti Sungai Asahan (Sumatra Utara), Sungai Kampar (Riau), Sungai Batanghari (Jambi), dan Sungai Musi (Sumatra Selatan). Di pantai timur Sumatra ter- dapat beberapa teluk, tanjung, dan selat.

Di Pulau Sumatra terdapat beberapa tempat cagar alam, yaitu Taman Nasional Gunung Leuseur, Cagar Alam Rimbopanti, Cagar Alam Indrapura, dan Cagar Alam Raflesia Bengkulu.

b. Kenampakan alam Pulau Jawa.

Bagian tengah dan selatan Pulau Jawa terdapat daerah pegunungan muda. Beberapa barisan pegunungan yang terkenal adalah Dataran Tinggi Cianjur, Dataran Tinggi Dieng, dan Dataran Tinggi Malang.

Pegunungan di selatan Jawa merupakan daerah kapur. Di sini terdapat danau, bukit berbentuk kubah, gua dalam tanah, dan sungaisungai bawah tanah. Deretan pegunungan di Pulau Jawa menjadi sumber aliran beberapa sungai, antara lain: Citandui, Ciliwung, Citarum, dan Sungai Brantas.

Di deretan pegunungan yang melintasi Pulau Jawa, terdapat banyak gunung berapi aktif. Di wilayah Jawa Barat terdapat G. Salak, G. Galung- gung, G. Tangkuban Perahu, dan G. Cermai. Di Wilayah Jawa Tengah terdapat G. Slamet, G. Sundoro, G. Merbabu, dan G. Merapi. Di Wilayah Jawa Timur terdapat G. Arjuno, G. Bromo, G. Mahameru, dan G. Raung.
Di sepanjang pantai selatan Jawa terdapat laut dalam dengan ombak besar dari Samudera Hindia. Sedangkan di sepanjang pantai utara Jawa terdapat laut dangkal. Di pantai utara Jawa ini terdapat beberapa pe- labuhan yang besar antara lain Tanjungpriok, Tanjungemas, dan Tanjung- perak.

Di Pulau Jawa terdapat beberapa cagar alam, antara lain Cagar Alam Ujung Kulon, Cagar Alam Pangandaran, Cagar Alam Muara Angke, Cagar Alam Cibodas, Cagar Alam Gunung Honji, dan Cagar Alam Arjuno Lajiwo.

c. Kenampakan alam pulau Kalimantan.

Pulau Kalimantan merupakan wilayah daratan yang cukup luas. Bagian selatan berupa daerah dataran rendah dan sebagian merupakan daerah rawa-rawa. Di sepanjang pantai bagian selatan Pulau Kalimantan terdapat banyak teluk dan tanjung. Teluk-teluk di bagian selatan Kalimantan antara lain Teluk Sukadana, Teluk Air Hitam, Teluk Kumai, Teluk Sampit, dan Teluk Sabangan. Sedangkan tanjungnya antara lain Tanjung Puting, Tanjung Matalayur, Tanjung Selatan, dan Tanjung Layar.
Di bagian tengah dan utara Pulau Kalimantan terdapat deretan pegu- nungan tua. Dalam deretan pegununan ini terdapat Pegunungan Kapuas Hulu, Pegununungan Schwaner, Pegunungan Muller, Pegunungan Meratus, dan gunung aktif Pegununungan Apokayan. Gunung-gunung yang ada di Kalimantan, antara lain: Gunung Raya, Gunung Batebrok, Gunung Keng- kemul, Gunung Kulat, dan Gunung Sombang.
Ciri lain dari pulau Kalimantan adalah adanya sungai-sungai yang sa- ngat panjang. Sungai-sungai itu bersumber dari daerah pegunungan di bagian tengah pulau. Sungai-sungai yang terdapat di Pulau Kalimantan antara lain Sungai Kapuas (sungai terpanjang di Indonesia), Sungai Ma- hakam, Sungai Kahayan, dan Sungai Barito.

d. Kenampakan alam Pulau Sulawesi.

Pulau Sulawesi terbentuk dari empat semenanjung. Di tengah ke- empat semenanjung itu terdapat de- retan pegunungan yang bertemu di Sulawesi Tengah. Di bagian utara terdapat Pegunungan Sinandaka dan Pegunungan Utimbela. Di Bagi- an tengah terdapat pegunungan Tolekaju, Fenema, Verbek, Pom- pange. Di bagian Selatan terdapat Pegunungan Tineba, Pegunungan Erotik, dan Quares. Di sebelah teng- gara terdapat Pegunungan Tangke- leboke, Pegunungan Matarombe, Pegunungan Meluhu, dan Pegu- nungan Boroboro. Di Sulawesi ter- dapat beberapa gunung berapi yang masih aktif, antara lain Gu- nung Rante Kombala dan Gunung Lompobatang di Sulawesi Selatan, serta Gunung Soputan di Sulawesi Utara.

Karena banyaknya pegunungan, daerah dataran di Sulawesi menjadi sempit. Sungai-sungai yang ada di Sulawesi antara lain Sungai Walane, Sungai Palu, dan Sungai Konanweha. Sungai-sungai di Sulawesi pendek- pendek. Selain sungai, di Sulawesi juga terdapat danau. Danau-danau yang ada di Sulawesi antara lain Danau Tempe, Danau Towuti, dan Danau Matana di Sulawesi Selatan, Danau Poso di Sulawesi Tengah, serta Danau Tondano di Sulawesi Utara.

Cagar alam yang terdapat di Sulawesi antara lain Cagar Alam Napabalanno, Cagar Alam Patipati, Cagar Alam Tanjung Api, Cagar Alam Morowali, Cagar Alam Tangkoko, Cagar Alam Batuangus, Cagar Alam Gunung Dua Saudara, Cagar Alam Panua, dan Mas Popaya Raja.

e. Kenampakan alam Pulau Papua.

Pulau Papua merupakan wilayah daratan yang cukup luas. Di bagian tengah Papua membujur deretan pegunungan, antara lain Pegunungan Sudirman dan Pegunungan Jayawijaya. Di deretan Pegunungan Jayawijaya terdapat beberapa puncak tertinggi, antara lain:
1. Gunung Puncak Jaya (5030 m),
2. Puncak Trikora (4750 m),
3. Puncak Yamin (4595 m), dan
4. Puncak Mandala 4700 m).
Di tengah-tengah deretan Pegunungan Jayawijaya terdapat Lembah Baliem yang cukup luas. Di bagian Utara terdapat lembah-lembah yang dalam dan deretan pegununguan sejajar dengan deretan pegunungan dibagian tengah pulau. Di bagian selatan terdapat dataran rendah berawa-rawa. Di bagian barat yang disebut daerah Kepala Burung terdapat pegu- nungan di sepanjang pantai, kecuali daerah di sekitar Teluk Berau.

Dari puncak-puncak pegunungan mengalir sungai-sungai panjang yang akhirnya bermuara di Samudera Pasifik di Utara dan Laut Arafuru di bagian Selatan. Beberapa sungai yang terkenal antara lain Sungai Memberamo, Sungai Digul, Sungai Waren, dan Sungai Kumandan. Selain itu, di Papua ter-dapat puluhan danau. Danau-danau yang cukup luas antara lain Danau Paniai, Danau Rambabai, dan Danau Sentani.
Daerah cagar alam yang terdapat di Papua antara lain Cagar Alam Gunung Lorentz, Cagar Alam Pulau Dolok, Cagar Alam Wasur, Cagar Alam Pulau Angramaias, dan Cagar Alam Nambire.

 

2. Persebaran flora dan fauna di wilayah Indonesia.

Di wilayah Indonesia tumbuh ribuan jenis pohon (flora) dan hidup bermacam-macam hewan atau binatang (fauna). Flora dan fauna Indone- sia dibedakan menjadi tiga, yaitu flora dan fauna asiatis, peralihan (asli), dan australis. Flora dan fauna asiatis ditemukan di Indonesia bagian barat. Flora dan fauna australis ditemukan di Indonesia bagian timur. Flora dan fauna di Indonesia bagian tengah merupakan flora dan fauna asli Indone- sia. Pembagian ini didasarkan hasil penelitian penelitian Alfred Russel Walace dan Max Wilhelm Carl Weber.

a. Pesebaran flora di Indonesia.

Tanah yang subur menyebabkan berbagai jenis tanaman dapat tumbuh dengan baik di wilayah Indonesia. Flora Indonesia terdiri dari sekitar 4.000 jenis pohon, 1.500 jenis paku-pakuan, dan 5.000 jenis anggrek.

1. Flora Indonesia barat.

Flora Indonesia bagian barat meliputi berbagai jenis tanaman yang tumbuh di Pulau Sumatra, Jawa, Kalimatan, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Jenis flora Indonesia bagian barat memiliki persamaan dengan tumbuhan yang terdapat di Asia.

Jenis-jenis tumbuhan yang ada di Indonesia bagian barat sebagai berikut.
Wilayah Sumatra :
– Jenis Flora : pinus, kamper, meranti, kayu besi, kayu manis, beringin, dan raflesia.
– Dibudidaya : markisa, rambutan, duku, durian, manggis, kemenyan, salak, bam-
bu, karet, kelapa sawit, dan rotan.
Wilayah Jawa :
– Jenis Flora : jati meranti, mahoni, beringin, pinang, bunga anggrek, dan bugenvil.
– Dibudidaya : nangka, tumbuhan jamu, jarak, kina, jambu, durian, salak, dan cempedak.
Wilayah Kalimantan :
– Jenis Flora : ramin, kamper, meranti, besi, jelutung, bakau, pinus, dan rotan.
– Dibudidaya : langsat, rambutan, dan durian.

 

2. Flora Indonesia tengah.

Flora Indonesia tengah meliputi tumbuhan yang terdapat di Su- lawesi, Nusa Tenggara, dan Ma- luku. Di Nusa Tenggara terdapat padang rumput alami yang baik untuk daerah peternakan. Pe- nyebabnya adalah curah hujan yang rendah. Jenis tumbuh- tumbuhan atau flora Indonesia tengah adalah sebagai berikut.

– Sulawesi : eboni, kayu besi, pinus, kayu hitam, rotan, dan beberapa jenis bunga anggrek.
Budidaya flora : markisa, jati, dan rotan.

– Nusa Tenggara : jati, sandelwood, akasia, cendana, dan beberapa jenis bunga anggrek.
Budidaya Flora : lada, sorgum, cokelat, cengkeh, salak, dan jeruk bali.

– Maluku : sagu, meranti, gotasa, kayu besi, lenggua, jati, kayu putih, dan anggrek.
Budidaya Flora : sagu, gandaria, kayu putih.

3. Flora Indonesia timur.
Flora Indonesia bagian timur adalah tumbuhan yang hidup di pulau Papua dan pulau-pulau sekitarnya. Jenis tanaman yang sering dijumpai di Papua adalah jenis conifera seperti agatis alba dan obi. Di daerah dataran rendahnya terdapat pohon sagu, nipah, dan bakau.

 

b. Pesebaran fauna di Indonesia.

Hewan yang hidup di wilayah Indonesia termasuk hewan asiatis (In- donesia Barat), australis (Indonesia Timur), hewan yang memiliki sifat cam- puran, dan hewan asli Indonesia. Beberapa hewan yang terdapat di Indo- nesia termasuk hewan langka sehingga perlu dilindungi.

1. Fauna Indonesia barat.

Fauna Indonesia barat adalah berbagai jenis hewan yang terdapat di Pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Macam-macam fauna Indonesia barat sebagai berikut.

– Hewan Liar di Sumatera : gajah, harimau, tapir, badak, orang utan, kera, pelanduk, siamang, kijang, ular, kambing, burung kakaktua, kutilang, tekukur, dan gereja.
– Hewan Budidaya di Sumatera : kambing, kijang, sapi, kerbau, babi,
gajah di Lampung, dan buaya di Medan.
– Hewan di Lindungi di Sumetera :  burung beo, buaya senyulong, gajah sumatera, owa, kambing hutan, kera hantu, malu- malu, orang utan, dan siamang.

– Hewan Liar di Jawa : harimau, badak, tapir, domba, kambing, ru- sa, kerbau liar, mo- nyet, ular, musang, burung gereja dan burung belibis.
– Hewan Budidaya di Jawa : sapi, kambing, rusa, kerbau, dan domba.
– Hewan di Lindungi di Jawa : malu-malu, merak hijau, rangkong, banteng, treng- giling, dan rusa jawa.

– Hewan liar di Kalimantan : harimau, orang utan, kukang, monyet be- kantan, kijang, mu- sang, pelanduk, bua- ya, burung elang, pekakak, kakatua, rajawali, serta ular piton dan kobra.
– Hewan budidaya di Kalimantan : sapi, kambing, kerbau, babi, dan itik.
– Hewan di lindungi di Kalimantan : banteng, burung beo, buaya senyu- long, kera hantu, malu-malu, orang utan, dan rangkong.

2. Fauna Indonesia tengah.

Fauna yang terdapat di Indone- sia tengah adalah jenis fauna peralihan antara fauna asiatis dan fauna australis. Selain itu juga terdapat fauna asli Indone- sia. Fauna Indonesia tengah meliputi berbagai jenis hewan yang terdapat di pulau Sulawesi dan Kepulauan Nusa Tenggara. Fauna Indonesia tengah sebagai berikut.

– Sulawesi dan pulau sekitarnya – Hewan Liar : rusa, anoa, musang, tapir, dan monyet.
– Sulawesi dan pulau sekitarnya – Hewan budidayanya : rusa dan sapi.
– Sulawesi dan pulau sekitarnya – Hewan di lindungi : owa, kera hantu, kuskus tutul, burung maleo, dan soa-soa.

– Kepulauan NusaTenggara, hewan liar : sapi, rusa, komodo, domba, burung kakaktua, jalak, dan nuri.
– Kepulauan NusaTenggara, hewan budidaya : sapi, kuda, kerbau, dan domba.
– Kepulauan NusaTenggara, hewan dilindungi : anoa, burung beo, komodo, kuskus,
tutul, dan rusa.

3. Fauna Indonesia timur.

Fauna Indonesia timur meliputi jenis-jenis fauna yang ditemukan di Papua, Maluku, dan pulau-pulau di sekitarnya. Fauna Indonesia timur bercorak australis. Berikut ini fauna Indonesia timur.

– Kepulauan Maluku , hewan liar : kambing, kuskus, burung nuri, dan cenderawasih.
– Kepulauan Maluku , hewan budidaya  :kerbau.
– Kepulauan Maluku , hewan dilindungi :  kuskus tutul, soa-soa, burung cenderawasih,
kakaktua, dan kasuari.

– Papua dan pulau sekitarnya, hewan liar : rusa, kanguru, burung cenderawasih, maleo, kakaktua raja, kasuari, dan parkit.
– Papua dan pulau sekitarnya, hewan budidaya : babi.
– Papua dan pulau sekitarnya, hewan dilindungi : soa-soa, burung beo, betet kepala kuning, cenderawasih, kasuari, nuri kepala hitam, dan pelikan.

3. Cuaca dan iklim di Indonesia.
Cuaca dan iklim adalah dua hal yang berbeda. Cuaca adalah keadaan suhu udara, tekanan udara, curah hujan, angin, sinar matahari pada waktu dan tempat tertentu. Sedangkan iklim adalah keadaan rata-rata cuaca di suatu wilayah yang luas dan diperhitungkan dalam jangka waktu lama. Berikut ini perbedaan cuaca dan iklim.

Perbedaan antara Cuaca dan Iklim.
1. Cuaca jangka waktu pendek (hari/jam); Iklim jangka waktu panjang hingga ratusan tahun.
2. Cuaca cakupan daerah sempit; Iklam Luas.
3. Cuaca Perubahan sering dan cepat; Iklim jarang terjadi perubahan.

Cuaca dan iklim sangat tergantung pada kondisi geografis. Bagaimana dengan cuaca dan iklim di Indonesia? Indonesia terletak di sekitar garis katulistiwa, maka Indonesia beriklim tropis. Kita akan membahas secara lebih mendalam cuaca dan iklim di Indonesia.
Unsur-unsur cuaca yang sering diamati dan diukur adalah suhu udara, kelembaban udara, angin, dan curah hujan.

a. Suhu udara.

Suhu udara atau temperatur adalah panas dan dinginnya udara. Suhu udara diukur dengan termometer. Rata-rata suhu udara di Indonesia tinggi, yaitu 280C. Suhu udara paling tinggi mencapai 340C dan terjadi pada pukul
15.00. Suhu udara paling rendah sekitar 230C terjadi pada pukul 06.00.
Suhu udara di satu tempat berbeda dengan tempat yang lain. Suhu udara di Bogor dan Puncak lebih dingin dari suhu udara di Jakarta. Hal ini terjadi karena letak Bogor dan Puncak lebih tinggi dari Jakarta. Makin tinggi letak suatu tempat, makin rendah atau dingin udaranya. Sebaliknya, makin rendah suatu tempat, suhu makin panas. Tempat-tempat yang tingginya lebih dari 4.200 meter, biasanya selalu tertutup salju. Puncak-puncak Pegu- nungan Jayawijaya di Provinsi Papua Barat adalah contohnya.

b. Kelembaban udara.

Kelembaban udara adalah banyaknya uap air yang dikandung udara. Karena Indonesia memiliki wilayah perairan yang cukup luas, maka kelembaban udara di Indonesia selalu tinggi.

c. Angin.

Angin adalah udara yang bergerak. Udara bergerak dari tempat ber- tekanan tinggi ke tempat bertekanan rendah. Alat untuk mengukur kecepat- an dan arah angin adalah anemometer. Kita dapat menentukan arah dan merasakan kecepatan angin ketika kita bermain layang-layang.
Angin biasanya diberi nama sesuai dengan arah datangnya. Angin Timur adalah angin yang bertiup dari timur ke arah barat. Angin buritan adalah angin yang bertiup dari belakang kapal menuju ke depan kapal.

d. Curah hujan.

Curah hujan adalah banyaknya hujan yang jatuh di suatu daerah pada waktu tertentu. Curah hujan di wilayah Indonesia umumnya tergolong tinggi. Daerah-daerah yang memiliki curah hujan tinggi, antara lain Geumpang, Sibolga, Indarung, Bogor, Ciater, Wonosobo, dan Putussibau. Ada pula daerah yang memiliki curah hujan yang rendah, seperti Palu, kota Lombok di pesisir timur Pulau Lombok, dan Waingapu.

e. Iklim di Indonesia.

Berdasarkan letak dan unsur-unsur iklim, di Indonesia dikenal tiga iklim, yaitu iklim tropis, iklim musim, dan iklim laut.
1. Iklim tropis dialami oleh negara-negara di sekitar garis katulistiwa. In- donesia beriklim tropis. Ciri iklim tropis adalah panas dan curah hujan tinggi sepanjang tahun.
2. Iklim musim terjadi karena angin musim barat dan angin musim timur. Akibatnya, di Indonesia dikenal dua musim, yaitu musim hujan dan kemarau. Musim hujan terjadi pada bulan Oktober sampai April. Musim kemarau terjadi antara bulan April sampai Oktober.
3. Karena sekitar 70% wilayah Indonesia berupa perairan, maka Indone- sia memiliki iklim laut. Ciri-ciri iklim laut antara lain udara sering berawan, basah, suhu udara sedang, dan memiliki curah hujan yang tinggi.

 

4. Dampak perubahan cuaca dan iklim.

Tentu kalian kecewa jika tidak jadi berekreasi karena cuaca buruk. Kondisi cuaca dan iklim dapat mempengaruhi kegiatan masyarakat, misal- nya kegiatan pertanian, perikanan, perhubungan, industri, dan pariwisata.

a. Pengaruh cuaca dan iklim dalam bidang pertanian.

Cuaca dan iklim sangat berpengaruh dalam bidang pertanian. Para petani padi biasanya menanam padi pada musim penghujan. Sedangkan pada musim kemarau mereka menanam palawija.

b. Pengaruh cuaca dan iklim dalam bidang perikanan.

Aktivitas para pelaut dan nelayan sangat dipengaruhi oleh kondisi cua-ca. Para nelayan biasanya pergi ke laut pada sore hari atau malam hari. Waktu itu angin darat bertiup. Mereka kembali ke darat siang hari saat angin laut berhembus. Arah dan kecepatan angin sangat diperhitungkan sebelum para nelayan melakukan pelayaran. Cuaca yang buruk seperti angin kencang atau badai dapat mengakibatkan arah angin menjadi tidak menentu. Hal ini tentu saja mempersulit nelayan mencari ikan. Sebaliknya, apabila cuaca cerah hasil panen ikan banyak.

c. Pengaruh cuaca dan iklim dalam bidang industri.

Kondisi cuaca juga sangat penting bagi beberapa bidang industri. Industri pembuatan krupuk, pembuatan garam, serta pembuatan batu bata dan genting mengandalkan sinar matahari. Kegiatan industri semacam itu sangat terganggu jika turun hujan terus.

d. Pengaruh cuaca dan iklim dalam bidang perhubungan.

Kondisi cuaca juga sangat mempengaruhi kegiatan penerbangan dan pelayaran. Penerbangan dilakukan jika cuaca baik. Cuaca buruk seperti angin kencang, awan tebal, dan hujan lebat, mengganggu pesawat yang sedang terbang. Banyak peristiwa kecelakaan pesawat yang disebabkan oleh cuaca buruk. Angin kencang dan gelombang tinggi juga mengganggu kegiatan pelayaran. Jadwal pelayaran sering ditunda jika cuaca buruk.

e. Pengaruh cuaca dan iklim dalam bidang pariwisata.

Kondisi cuaca juga berpengaruh pada kegiatan pariwisata. Pemandang- an indah akan mengesankan bagi para wisatawan saat cuaca cerah. Para wisatawan tidak dapat berjemur di tepi pantai apabila hujan turun. Aktivitas wisata seperti selancar juga baik dilakukan pada saat kondisi laut tidak terjadi badai atau angin kencang.

 

C. Kenampakan Buatan di Wilayah Indonesia.

Kenampakan buatan adalah suatu bentuk kenampakan di lingkungan yang sengaja dibuat oleh manusia. Kenampakan buatan dibangun untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia atau mempermudah aktivitas manusia. Pada bagian ini kita akan membahas macam-macam kenampakan alam serta keuntungan dan kerugian pembangunan kenampakan buatan.

1. Macam-macam kenampakan buatan.

Ada bermacam-macam kanampakan buatan. Contoh kenampakan buatan adalah bendungan/waduk, jalan, rel kereta api, lapangan terbang, pelabuhan, taman kota, dan lain-lain. Kita akan membahas beberapa kenam- pakan buatan yang penting.

a. Bendungan.

Bendungan atau waduk dibuat untuk tempat menampung air. Wa- duk disebut juga danau buatan. Waduk biasanya dibuat dengan cara membendung satu atau beberapa sungai. Waduk dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, antara la- in untuk mengendalikan banjir, mengairi lahan pertanian, pembang- kit listrik, tempat budidaya ikan, dan tempat rekreasi atau pariwisata.

b. Jalan.

Jalan dibuat untuk menghu- bungkan satu tempat dengan tem- pat lainnya. Jalan-jalan di pegu- nungan dibuat berkelok-kelok agar kemiringan tanahnya berkurang. Se- mentara jalan di dataran rendah biasanya lurus.
Ada bermacam-macam jalan. Misalnya, jalan raya, jalan kam- pung, jalan setapak dan sebagainya. Di kota-kota besar ada jalan bebas hambatan atau jalan tol untuk mem- perlancar transportasi. Ada juga jalan-jalan protokol. Jalan protokol  diberi nama dengan nama-nama pahlawan seperti Jalan Jenderal Sudir- man, Jalan Pangeran Diponegoro, Jalan M.H. Thamrin, Jalan Gatot Subroto, Jalan A. Yani, Jalan Imam Bonjol, dan lain-lain.
Berdasarkan pemeliharaan dan pengelolaannya, jalan dibedakan men- jadi jalan negara, jalan provinsi, jalan kabupaten, dan jalan desa.
❖ Jalan negara adalah jalan yang menghubungkan ibu kota provinsi yang satu dengan ibu kota provinsi lainnya. Jalan negara dikelola oleh peme- rintah pusat. Semua jalan negara sudah beraspal.
❖ Jalan provinsi adalah jalan yang menghubungkan ibu kota kabupaten dan kota atau tempat-tempat penting di provinsi tersebut. Jalan provin- si dikelola oleh Pemerintah Daerah Tingkat I.
❖ Jalan kabupaten adalah jalan yang menghubungkan ibu kota kecamat- an dengan kota lain di kabupaten tersebut.
❖ Jalan desa adalah jalan yang dibangun secara sederhana dan sebagian besar berupa jalan tanah dan jalan batu. Jalan ini dikelola oleh pendu- duk setempat atau pemerintah desa secara gotong royong.

c. Pelabuhan.

Pelabuhan dibangun untuk memperlancar transportasi air. Pengangkut- an dengan kapal lebih menguntungkan karena biayanya lebih murah dan barang yang diangkut lebih banyak. Biasanya pelabuhan dibangun di dae- rah teluk agar terhindar dari badai dan gelombang laut.
Ada dua jenis pelabuhan, yaitu pelabuhan domestik dan pelabuhan internasional. Pelabuhan Tanjung Priok adalah salah satu pelabuhan in- ternasional. Pelabuhan ini melayani masuk dan keluarnya barang-barang dari dan ke luar negeri. Pelabuhan laut lainnya yang terdapat di Indonesia adalah Pelabuhan Tanjungpinang, Telukbayur, Merak, Belawan, Tanjung-emas, Makassar, Bitung, Balikpapan, Ambon, dan Irian Jaya. Pelabuhan biasanya menyediakan bahan bakar, air tawar, dan bahan makanan. Selain itu, di pelabuhan tersedia tenaga dan alat-alat bongkar pasang muatan dan gudang penyimpanan barang.

d. Lapangan terbang atau bandar udara

Lapangan terbang atau bandar udara (bandara) digunakan sebagai tempat untuk lepas landas dan mendarat pesawat. Ada bandara berkelas internasional dan ada juga lapangan terbang domestik. Bandara internasional melayani pesawat-pesawat yang melakukan penerbangan ke dalam dan luar negeri. Lapangan terbang domestik hanya melayani pesawat-pesawat yang melakukan penerbangan antar- provinsi di dalam negeri.

Beberapa lapangan terbang yang dapat digunakan untuk mendarat pesawat jenis besar antara lain sebagai berikut.
1. Lapangan terbang Polonia di Medan (Sumatra Utara).
2. Lapangan terbang Juanda di Surabaya (Jawa Timur).
3. Lapangan terbang Soekarno-Hatta di Tangerang (Banten).
4. Lapangan terbang Halim Perdana Kusuma di Jakarta.
5. Lapangan terbang Ngurah Rai di Denpasar (Bali).
6. Lapangan terbang Frans Kaisiepo di Biak (Irian Jaya).

e. Taman dan hutan kota.

Taman dan hutan kota dijumpai di kota-kota besar. Taman dan hutan kota berguna untuk memperindah lingkungan kota, mengurangi polusi, dan membantu peresapan air ke dalam tanah.
Jakarta mempunyai hutan kota Srengseng dan hutan kota Pluit. Taman juga terdapat di hampir seluruh wilayah Indonesia, seperti: Taman bunga Cibubur, Taman Sikundur di Sumatra Utara, taman Anggrek di Jambi, dan Taman Narmanda di Nusa Tenggara Barat.

2. Untung dan rugi membangun kenampakan buatan.

Negara kita sedang membangun bermacam-macam kenampakan buat- an, seperti waduk, pelabuhan, kawasan industri, jalan raya, gedung-ge- dung perkantoran, dan sebagainya. Pembangunan tersebut dapat menguntungkan sekaligus merugikan masyarakat. Perhatikan beberapa contoh berikut ini!

❖ Untung-rugi pembangunan waduk/bendungan.
Keuntungannya antara lain dapat dimanfaatkan untuk irigasi, meme- lihara ikan, pembangkit listrik, rekreasi, dan sebagainya. Kerugiannya banyak penduduk yang harus pindah tempat tinggal, mengurangi lahan pertanian, dan lain-lain.

❖ Untung-rugi pembangunan kawasan industri.
Keuntungannya antara lain menyediakan lapangan pekerjaan, dapat menghasilkan bermacam-macam barang produksi dalam negeri yang murah, dan memajukan perdagangan. Kerugiannya antara lain sumber polusi, daerah resapan air semakin berkurang, dan menimbulkan ke- bisingan.

❖ Untung-rugi pembangunan jalan raya.
Keuntungan pembangunan jalan raya antara lain memudahkan orang bepergian, memudahkan pengangkutan barang, dan mengurangi ke- macetan. Kerugiannya mengurangi lahan produktif.

Sekarang coba perhatikan pembangunan beberapa kenampakan buatan yang ada di lingkungan sekitarmu! Kenampakan apa saja yang ada di lingkungan sekitarmu? Apa keuntungan dan kerugian pembangunan kenampakan buatan tersebut?

 

D. Pembagian wilayah waktu di Indonesia.

Pada tahun 1884 dibuat kesepakatan internasional yang menetapkan setiap 150 garis bujur selisih waktunya adalah satu jam. Dengan demikian, di seluruh dunia terdapat 24 daerah waktu. Pembagian 24 daerah waktu ini berdasarkan perhitungan kecepatan rotasi bumi (perputaran bumi pada porosnya), lingkaran bola bumi, dan lama rotasi bumi. Besar lingkaran bola bumi adalah 3600. Sekali putaran penuh dibutuhkan waktu 24 jam. Dengan demikian, setiap jam bumi berputar sejauh 150.

Wilayah negara Indonesia sangat luas. Indonesia terletak pada garis bujur 950 BT sampai 1410 BT. Berdasarkan kesepakatan di atas, Indonesia dibagi menjadi tiga daerah waktu, yaitu Waktu Indonesia Barat (WIB), Waktu Indonesia Tengah (WITA), dan Waktu Indonesia Timur (WIT).

1. Waktu Indonesia Barat (WIB) mengikuti waktu pada bujur 1050 BT. Dae- rahnya meliputi Sumatra, Jawa, Madura, Kalimantan Barat, dan Kali- mantan Tengah. WIB dihitung tujuh jam lebih cepat dari GMT (Green- wich Mean Time, yaitu waktu matahari baku pada garis bujur 00).

2. Waktu Indonesia Tengah (WITA) mengikuti waktu pada garis bujur 1200 BT. Daerahnya meliputi Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi. WITA di- hitung delapan jam lebih cepat dari GMT.

3. Waktu Indonesia Timur (WIT) mengikuti garis bujur 1350 BT. Daerahnya meliputi Kepulauan Maluku dan Irian Jaya. WIT dihitung sembilan jam lebih cepat dari GMT.

Sebagai contoh, bila di London pukul 00.00, maka di wilayah WIB misal- nya di Jakarta pukul 07.00, di wilayah WITA misalnya di Makassar pukul 08.00, dan di wilayah WIT misalnya di Jayapura pukul 09.00. Selisih waktu antara WIB dan WITA adalah satu jam. Selisih waktu antara WIB dan WIT adalah dua jam. Selisih antara WITA dan WIT adalah satu jam. Contoh, bila di Medan pukul 07.00 berarti di Denpasar pukul 08.00 dan di Ambon pukul 09.00.

Rangkuman :

Wilayah negara kita sangat luas. Akibat luasnya wilayah Indonesia, maka terdapat beragam kenampakan alam, perbedaan cuaca antar- daerah, perbedaan flora dan fauna, serta pembagian tiga daerah waktu.
Kenampakan alam adalah bentuk permukaan bumi yang terjadi se- cara alami. Contohnya gunung, sungai, lembah, danau, pantai, teluk, tanjung, dan pegunungan. Gunung-gunung yang terdapat di Indonesia antara lain G. Lauser, G. Sibayak, G. Kratau, G. Ceremai, G. Kelud, G. Merapi, G. Lampobattang, G. Agung, G. Batur, G. Rinjani, dan G. Ranakah. Sungai-sungai besar di Indonesia antara lain Sungai Asahan, Kampar, Musi, Bengawan Solo, Berantas, Kapuas, Mahakam, dan Memberamo. Danau-danau yang terkenal di Indonesia antara lain Danau Toba, Singkarak, Kerinci, Rawa Pening, Tempe, dan Sentani.
Di Indonesia juga terdapat bermacam-macam kenampakan buatan. Kenampakan buatan adalah bentuk permukaan bumi yang sengaja di- buat oleh manusia. Contoh kenampakan buatan adalah bendungan/wa- duk, jalan raya, pelabuhan, dan lapangan udara.
Indonesia dibagi menjadi tiga daerah waktu. Daerah Waktu Indone- sia Barat (WIB) meliputi Sumatra, Jawa, Madura, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. Daerah Waktu Indonesia Tengah (WITA) meliputi Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Bali, NTB, NTT, dan Sulawesi. Daerah Waktu Indonesia Tengah (WIT) meliputi Maluku dan Papua.

 

Macam-macam Usaha dan Kegiatan Ekonomi di Indonesia – Materi Pelajaran SD Kelas 5

SD5 – Macam-macam Usaha dan Kegiatan Ekonomi di Indonesia.

A. Pendahuluan.
Coba ceritakan usaha apa saja yang ada di lingkungan tempat ting- galmu? Apakah ada orang yang menanam padi di lingkungan tempat tinggalmu? Apakah ada tetanggamu yang menjadi dokter? Apakah ada salon kecantikan di dekat rumahmu? Apakah tetanggamu ada yang mem- buka warung? Bertani, praktik sebagai dokter, membuka salon kecantikan, dan berdagang adalah bentuk-bentuk usaha atau kegiatan ekonomi. 

 

 

Dalam bab ini kamu akan mempelajari jenis-jenis usaha dan kegiatan ekonomi yang ada di negara kita. Setelah mempelajari bab ini diharapkan kamu memiliki kemampuan sebagai berikut.
1. Menjelaskan pengertian kegiatan ekonomi.
2. Menyebutkan macam-macam usaha yang ada di lingkungan sekitar.
3. Menyebutkan dan menjelaskan macam-macam usaha dan kegiatan ekonomi yang ada di Indonesia.
Sebagai pembuka bahasan lakukan kegiatan berikut ini!

Tampak Kegiatan ekomoni berupa : peternakan, pertanian, dagang, nelayan.

 

B. Jenis-jenis Usaha Ekonomi.

Ada bermacam-macam usaha untuk mencukupi kebutuhan hidup. Pada bagian ini kita akan membicarakan pengertian kegiatan atau usaha eko-nomi, jenis-jenis usaha dalam kegiatan ekonomi, dan usaha ekonomi yang dikelola sendiri dan yang dikelola kelompok.

1. Pengertian kegiatan ekonomi.

Kembali ke Kegiatan 1 di atas. Kegiatan-kegiatan yang kamu lihat dalam gambar tersebut termasuk kegiatan ekonomi. Untuk mencukupi kebutuhan-nya sehari-hari orang melakukan usaha yang berbeda-beda. Jenis usaha yang dijalankan orang sesuai dengan bakat dan keterampilan yang dimiliki. Dalam gambar Kegiatan 1, tampak kegiatan sebagai pedagang, nelayan, peternak, dan petani. Coba perhatikan kegiatan or- ang-orang di sekitar kamu, apa saja pekerjaan mereka?
Untuk apa orang bekerja? Pada dasarnya, orang mempunyai tujuan yang sama ketika bekerja, yaitu untuk mendapatkan uang atau penghasilan. Penghasilan itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Maka kita dapat menyimpulkan apa yang dimaksudkan dengan kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi adalah semua kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Dalam kehidupan sehari-hari tak seorang pun dapat membuat semua barang yang dibutuhkannya. Oleh sebab itu ada kerja sama antara orang yang satu dengan orang lainnya. Kerja sama itu saling melengkapi. Ada orang yang bekerja sebagai petani yang memproduksi bahan pangan. Ada yang membuat pakaian untuk dijual dan diperdagangkan, dan seterusnya.

2. Jenis-jenis usaha dalam bidang ekonomi.
Tanah air kita kaya dan luas. Ada banyak potensi bidang usaha di ta- nah air kita. Berikut ini kita akan membahas aneka bidang usaha, seperti pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, kehutanan, pertambangan, perindustrian, perdagangan, dan pariwisata.

a. Pertanian.
Negara kita adalah negara agraris. Berbagai jenis tanaman dapat tumbuh. Hasil tanah pertanian Indonesia, antara lain padi, jagung, ubi, tembakau, kelapa sawit, karet, cengkeh, palm, kopi, cendana, kayu putih, lada, dan teh.
Upaya untuk meningkatkan hasil pertanian dilakukan dengan cara in- tensifikasi, ekstensifikasi, diversifikasi, dan rehabilitasi. Mari kita pelajari apa maksudnya.

1. Intensifikasi Pertanian ialah upaya untuk meningkatkan hasil pertanian tanpa memperluas lahan pertanian yang telah ada. Upaya intensifikasi dilaku- kan dengan cara penggunaan pupuk, bibit unggul, pengairan, pe- meliharaan, dan penyuluhan. Intensifikasi lebih dikenal dengan nama pancausaha tani.
Untuk keperluan irigasi pertanian, pemerintah membangun waduk. Air yang ditampung di waduk dialirkan ke lahan pertanian. Di Bali, ada organisasi masyarakat yang khusus mengatur pengairan sawah yang disebut subak. Anggota subak adalah kelompok pemakai air.

2. Ekstensifikasi Pertanian adalah usaha meningkatkan hasil pertanian dengan memperluas lahan pertanian. Perluasan lahan pertanian di Pulau Jawa sudah tidak memungkinkan lagi. Oleh karena itu, perluasan lahan per- tanian dilaksanakan di luar Pulau Jawa. Pemerintah melakukan kegiatan transmigrasi ke Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

3. Diversifikasi Pertanian adalah usaha meningkatkan hasil pertanian dengan cara memperbanyak jenis tanaman pada suatu lahan pertanian. Diversifikasi tanaman dilakukan agar pertanian tidak hanya menghasilkan satu jenis tanaman. Contoh diversifikasi pertanian adalah sistem tumpang sari yaitu menanam beberapa jenis tanaman secara bersamaan pada lahan yang sama. Misalnya, menanam secara bersama-sama ubi kayu, ke- delai, dan jagung. Diversifikasi dapat dilakukan di antara dua musim tanam atau pada satu musim secara bersamaan.

4. Rehabilitasi Pertanian adalah usaha meningkatkan hasil pertanian dengan cara memperbarui cara-cara pertanian yang ada atau mengganti tanaman tidak produktif lagi. Upaya-upaya ini misalnya memperbaiki sawah ta- dah hujan menjadi sawah irigasi, mengganti tanamannya sudah tua dengan tanaman baru, dan mengganti tanaman yang tidak mengun- tungkan dengan tanaman yang lebih menguntungkan.

 

b. Perkebunan.

Perkebunan merupakan usaha penanaman lahan dengan tanaman- tanaman keras. Ada dua macam perkebunan, yaitu perkebunan rakyat dan perkebunan besar. Perkebunan rakyat adalah perkebunan yang dikelola oleh rakyat. Perkebunan besar biasanya dikelola oleh pemerintah atau peru- sahaan perkebunan. Perkebunan besar biasanya menanam karet, kelapa, kelapa sawit, dan tebu. Hasil perkebunan ini lebih ditujukan untuk ekspor sehingga dapat menghasilkan devisa bagi negara.

Tanaman perkebunan dapat digolongkan ke dalam dua golongan, yaitu tanaman musiman dan tanaman tahunan.
1. Contoh tanaman perkebunan musiman atau berumur pendek adalah tebu, tembakau, dan rosela.
2. Contoh anaman perkebunan tahunan atau berumur panjang atau tahunan adalah teh, kopi, cengkeh, lada, karet, kelapa, dan kelapa sawit.
Usaha untuk meningkatkan hasil perkebunan dilakukan dengan cara pembukaan perkebunan baru, pemeliharaan tanaman perkebunan, pem- berian modal, kegiatan penyuluhan lapangan tentang perkebunan atau tanaman tertentu. Salah satu model pengembangan perkebunan adalah Perkebunan Inti Rakyat (PIR).

 

c. Peternakan.

Peternakan adalah usaha memelihara binatang peliharaan yang diambil manfaatnya. Usaha peternakan dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu peternakan hewan besar, peternakan hewan kecil, dan peternakan unggas.

1. Contoh peternakan hewan be- sar adalah peternakan sapi, kerbau, dan kuda. Peternakan hewan besar banyak dilakukan di daerah dengan padang rum- put yang luas. Contohnya di Nusa Tenggara Timur.
2. Contoh peternakan hewan kecil adalah peternakan kambing, domba, kelinci, dan babi.
3. Contoh peternakan unggas ada- lah peternakan ayam, itik, entok, dan burung.

Peternakan di Indonesia ada yang dikelola secara kecil-kecilan dan ada juga yang dikelola secara besar-besaran. Peternakan kecil-kecilan di- lakukan di rumah-rumah penduduk, contohnya peternakan ayam, kambing, kerbau, dan kelinci. Peternakan besar-besaran biasanya dilaksanakan oleh pemerintah dan pengusaha swasta.
Usaha peternakan menghasilkan daging, telur, susu, dan kulit. Peme- rintah membantu memajukan usaha peternakan. Upaya pemerintah me- majukan hasil peternakan, antara lain dengan memberikan bantuan bibit unggul, terutama untuk ternak sapi, menyediakan pakan ternak, mendirikan laboratorium penyelidikan penyakit hewan, dan memberikan penyuluhan kepada para peternak. Penyuluhan antara lain berupa penjelasan tentang cara-cara melakukan pembuahan buatan.

d. Perikanan.
Usaha perikanan dibedakan menjadi perikanan darat dan perikanan laut. Mari kita bahas lebih lanjut.

1. Perikanan darat adalah usaha memelihara dan menangkap ikan di per- airan darat. Perikanan darat meliputi perikanan air tawar dan perikanan air payau.
a. Perikanan air tawar diusahakan di sungai, danau, rawa, waduk, atau bendungan di lembah-lembah sungai dan empang, serta sa- wah yang digenangi air selama tanaman padi masih muda.
b. Perikanan air payau diusahakan di tambak-tambak yang terdapat di tepi pantai.

2. Perikanan air laut adalah usaha menangkap ikan di pantai atau di laut dan pembudidayaan ikan laut dalam tambak-tambak. Di Indonesia, usa- ha penangkapan ikan laut banyak dilakukan oleh nelayan tradisional. Lahan perikanan air laut di Indonesia sangat luas. Pada musim ikan hasil tangkapan para nelayan akan berlimpah ruah sehingga harga di pelelangan ikan akan merosot.
Selain ikan, laut juga mengha- silkan mutiara, udang, rumput laut, dan garam. Hasil-hasil itu digunakan untuk memenuhi keperluan pen- duduk dan sebagai bahan ekspor. Ekspor hasil laut Indonesia yang terkenal adalah udang. Produksi udang dilakukan dengan membuat tambak udang.

e. Kehutanan.
Hutan Indonesia sangat luas. Hasil-hasil hutan, antara lain kayu, rotan, damar, dan kemenyan. Selain hasil-hasil tersebut, hutan mem- punyai fungsi penting, yaitu menjaga keseimbangan alam. Pepohonan yang tumbuh di hutan membantu peresapan air ke dalam tanah. De- ngan demikian bisa menghindari terjadinya banjir. Selain itu, hutan menjadi tempat hidup serta ber- kembangnya berbagai satwa. Oleh karena itu, hutan tidak boleh dirusak dan harus diremajakan. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menjaga agar hutan tidak rusak adalah mencegah penebangan liar dan mengadakan reboisasi atau peremajaan hutan.
Pusat pengolahan sumber daya hutan terutama kayu, terdapat hampir di setiap daerah. Pusat pengolahan kayu di Jawa terutama kayu jati terdapat di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Daerah penghasil kayu hutan adalah Kalimantan, Sumatera, dan Papua.

f. Pertambangan.
Indonesia memiliki berbagai macam mineral. Usaha untuk mengolah atau memanfaatkan mineral demi kesejahteran manusia disebut pertam- bangan. Mineral ini berada di dalam perut bumi. Untuk mendapatkannya perlu dilakukan penggalian atau penambangan.

Barang tambang dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1. Bahan tambang mineral logam. Contohnya adalah timah, bauk- sit, besi, nikel, tembaga, dan emas.
2. Bahan tambang bukan logam. Contohnya adalah keramik, be- lerang, gibs, dan marmer.
3. Bahan tambang sumber energi. Contohnya adalah minyak bu- mi, batubara, dan gas.

Pengolahan minyak bumi dan gas bumi Indonesia dilakukan oleh Pertamina (Perusahaan Tambang Minyak Nasional). Selain itu, di-lakukan oleh usaha patungan Indonesia dan negara Inggris, Amerika, dan Belanda melalui perusahaan Caltex, Stanvac, atau Arco.

Gas bumi terletak di atas minyak karena berat jenisnya lebih ringan. Gas bumi pertama-tama dibor, kemudian diproses untuk menjadi cair. Setelah menjadi cair, bahan ini dikenal dengan nama Liquitied Petroleum Gas (LPG atau dibaca elpiji).

Batubara berasal dari tumbuh-tumbuhan yang membatu dan terjadi dalam jutaan tahun. Persediaan batubara di negara kita sangat besar. Kebanyakan batubara di negara kita termasuk batubara muda. Batubara digunakan untuk bahan bakar dan keperluan industri, seperti:
1. peleburan bijih besi,
2. peleburan nikel,
3. bahan pembuat semen, dan
4. pembangkit tenaga listrik.

Ada dua jenis timah di Indonesia, yaitu timah putih dan timah hitam.
Timah digunakan untuk bermacam-macam keperluan, antara lain:
1. melapisi seng dan logam agar tidak mudah berkarat,
2. pembuatan tube,
3. mematri,
4. kertas timah, dan
5. peluru.

Tembaga telah lama digunakan manusia. Bijih tembaga dilebur terlebih dahulu sebelum diekspor. Tembaga diolah menjadi:
1. peralatan listrik,
2. kuningan, dan
3. Perunggu.

Logam emas merupakan cadangan kekayaan bagi suatu negara. Emas dan perak digunakan untuk membuat:
1. perhiasan seperti kalung dan cincin,
2. uang logam, dan
3. barang-barang barang kerajinan.

g. Perindustrian
Industri adalah usaha atau kegiatan untuk mengubah bahan mentah menjadi bahan setengah jadi atau barang jadi. Bahan mentah berasal dari sumber daya alam. Industri dilakukan untuk meningkatkan mutu atau nilai suatu barang. Usaha industri dapat dilakukan oleh perorangan, kelompok, atau suatu perusahaan, baik pemerintah maupun swasta. Contoh industri adalah pengolahan ikan menjadi ikan kaleng, karet menjadi ban, dan sebagainya.

Industri dikelompokkan menjadi industri rumah tangga, industri kecil, industri sedang, dan industri besar.
Ciri-ciri industri kecil atau rumah tangga, antara lain:
1. dilakukan sebagai usaha sampingan,
2. menggunakan peralatan sederhana,
3. membutuhkan modal kecil, dan
4. memerlukan banyak pekerjaan tangan.

Ciri-ciri industri sedang antara lain:
1. modalnya relatif besar,
2. menggunakan peralatan dan teknologi modern,
3. menggunakan tenaga ahli dan teknisi terampil.

Ciri-ciri industri besar antara lain:
1. modal besar,
2. menggunakan peralatan berteknologi modern,
3. tenaga ahli berketerampilan tinggi,
4. memiliki organisasi kerja dan pembagian tugas yang jelas, dan
5. proses produksi dilakukan siang dan malam hari secara terus-menerus.

h. Perdagangan.
Perdagangan adalah kegiatan yang bertujuan menyalurkan barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Barang-barang yang diperdagangkan merupakan hasil-hasil pertanian, peternakan, perikanan, hutan, dan barang- barang hasil industri. Perdagangan muncul karena kemampuan manusia, daerah, atau negara menyediakan baran kebutuhan terbatas. Akibatnya, terjadi saling ketergantungan.

 

i. Pelayanan jasa pariwisata.

Para pedagang memperoleh keuntungan dari selisih harga ketika melakukan pembelian dan penjual- an. Berdasarkan jumlah barang yang diperjualbelikan, usaha perda- gangan dibedakan menjadi tiga, yaitu perdagangan golongan kecil, sedang, dan besar.
Selain perdangan antar peda- gang dalam satu negara, ada juga perdagangan antar negara. Kegiat- an perdagangan antarnegara di- sebut ekspor-impor. Ekspor adalah usaha mengirim dan menjual ba- rang keluar negeri. Impor adalah usaha memasukkan dan membeli barang dari luar negeri.

Pariwisata adalah kegiatan bepergian dari tempat tinggal ke tempat wisata dengan tujuan rekreasi. Orang yang melakukan pariwisata disebut wisatawan. Ada wisatawan Nusantara atau wisatawan domestik dan wisa- tawan manca negara (luar negeri).
Indonesia memiliki banyak sekali objek wisata. Objek wisata itu bisa berupa pemandangan alam maupun budaya. Objek wisata dapat berupa pemandangan alam dan budaya. Contoh objek wisata alam adalah pegu- nungan, pantai, danau, suaka alam, flora, dan fauna. Contoh objek wisata budaya adalah candi, upacara adat, dan kesenian daerah.

Usaha-usaha dalam bidang jasa pariwisata antara lain sebagai berikut.
1. Pengelola jasa penginapan seperti hotel dan losmen.
2. Industri dan penjualan barang-barang suvenir atau cinderamata.
3. Penyedia jasa pemandu wisata.
4. Penyedia jasa transportasi wisata.

 

3. Usaha ekonomi yang dikelola sendiri dan yang dikelola kelompok.

Usaha-usaha dalam bidang ekonomi ada yang dikelola sendiri, dan ada juga yang dikelola secara berkelompok. Mari kita bahas lebih lanjut.

a. Usaha ekonomi yang dikelola sendiri

Usaha ekonomi yang dikelola perse- orangan atau diusahakan sendiri biasanya modalnya yang terbatas. Contoh-contoh usaha ekonomi yang dikelola perorangan antara lain sebagai berikut.

1. Usaha pertanian.
Kebanyakan usaha dalam bidang per- tanian dilakukan secara perseorangan. Usaha pertanian biasanya dilakukan dengan modal yang terbatas. Seorang petani biasanya mengolah dan meng- garap lahan yang terbatas. Hanya sedikit saja usaha pertanian yang dilakukan secara besar-besaran.

2. Industri kecil.
Industri-industri kecil yang berupa in- dustri rumah tangga biasanya dikelola secara perseorangan. Contoh industri kecil ini adalah usaha kerajinan, misal- nya industri pembuatan mebel seperti meja, kursi, lemari, industri keramik, kerajinan anyaman, tembikar, dan lain- lain.

3. Usaha perdagangan.
Usaha perdagangan yang dikelola seca- ra perseorangan biasanya perdagangan dalam jumlah kecil sampai menengah. Termasuk dalam usaha perdagangan antara lain: usaha membuka toko kecil, membuka warung, penjaja keliling, yang dikelola sendiri, bertani (1), industri pembuatan kompor (2), dan membuka bengkel (3). pedagang kaki lima, pedagang di lapak- lapak pasar, pedagang hasil bumi, dan lain-lain.

4. Usaha jasa.
Banyak usaha jasa yang dikelola secara perorangan. Contoh usaha jasa yang dikelola perorangan adalah: usaha salon, bengkel, foto kopi, tukang cukur, tukang pijit, dan lain-lain.

 

b. Usaha ekonomi yang dikelola kelompok.
Usaha ekonomi yang dikelola secara berkelompok adalah usaha yang dijalankan secara bersama-sama, baik dalam hal modal, pengelolaan, maupun dalam hal bagi hasil. Contoh usaha ekonomi yang dikelola secara bersama-sama, antara lain firma, CV, PT, BUMN, Perusahaan Daerah, dan Koperasi.

1. Firma.
Firma adalah perusahaan yang didirikan oleh sedikitnya dua orang. Biasanya pendiri firma adalah orang-orang yang sudah saling kenal. Setiap anggota firma mempunyai hak untuk bertindak atas nama firma. Risiko tindakan anggota firma ditanggung bersama.

2. CV (Commanditaire Vennotschaap/Persekutuan Komanditer).
CV adalah perusahaan yang didirikan oleh satu orang pengusaha atau lebih dengan modal dari pengusaha itu dan dari beberapa penanam modal. Pengusaha menjadi pimpinan perusahaan dan bertanggung jawab atas kelangsungan hidup perusahaan. Para penanam modal mempercayakan pengelolaan CV kepada pengusaha. Sebuah perusa- haan yang berbentuk CV bisa dikembangkan dari firma. Hal ini terjadi bila sebuah firma ingin mengembangkan usaha dan membutuhkan tambahan modal.

3. PT (Perseroan Terbatas).
PT adalah perusahaan yang modal- nya diperoleh dari penjualan sa- ham. Saham adalah surat berharga sebagai tanda keikutsertaan mena- namkan modal dalam perusahaan. Setiap saham memiliki nilai nomi- nal. Nilai nominal adalah nilai yang tercantum dalam saham. Saham diperjualbelikan di pasar modal. Pemilik saham akan mendapatkan deviden. Deviden adalah laba peru- sahaan yang dibagikan kepada para pemegang saham.

4. BUMN (Badan Usaha Milik Negara).
BUMN atau perusahaan negara adalah perusahaan yang seluruh modalnya dimiliki oleh negara. Ada tiga bentuk perusahaan negara, yaitu:
a. Perusahaan Jawatan (Perjan);
b. Perusahaan Umum (Perum); dan
c. Perusahaan Perseroan (Per- sero).

5. Perusahaan Daerah.
Perusahaan daerah adalah perusahaan yang modalnya dimiliki oleh Pemerintah Daerah. Tujuan pendirian perusahaan daerah antara lain sebagai berikut.
a. Turut melaksanakan pembangunan ekonomi daerah dan pemba- ngunan ekonomi nasional.
b. Memenuhi kebutuhan rakyat dan menyediakan lapangan kerja dalam rangka menuju masyarakat adil dan makmur.
Perusahan daerah dipimpin oleh staf direksi yang jumah dan ang- gotanya ditetapkan dalam peraturan pendiriannya. Anggota staf direksi diangkat dan diberhentikan oleh Kepala Daerah atas persetujuan DPRD.

6. Koperasi
Koperasi adalah usaha bersama dalam bidang ekonomi. Kerjasama dalam koperasi berdasarkan prin- sip saling membutuhkan dan ke- samaan kebutuhan anggotanya. Di Indonesia ada lima bentuk kope- rasi, yaitu Koperasi Konsumsi, Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Produksi, Koperasi Jasa, dan Koperasi Serba Usaha.
a. Koperasi Konsumsi adalah koperasi yang menjalankan usaha penyediaan berbagai barang untuk memenuhi ke- butuhan sehari-hari, seperti beras, gula, sabun, minyak goreng, perkakas rumah tangga dan barang-barang elektronik. Tujuannya pembentukan koperasi konsumsi adalah memenuhi kebutuhan anggotanya akan barang- barang konsumsi dengan harga dan mutu yang layak.
b. Koperasi Simpan Pinjam atau Koperasi Kredit adalah koperasi koperasi yang bergerak dalam usaha simpanpinjam. Koperasi ini menerima simpanan dari anggota. Uang yang terkumpul disalurkan kepada anggota dalam bentuk pinjaman. Contoh Koperasi Sim- pan Pinjam adalah KUD, Bukopin, dan Bank Koperasi Pasar.
c. Koperasi Produksi adalah koperasi yang bergerak dalam bidang produksi barang-barang. Produksi barang-barang tersebut dapat dilakukan secara bersama-sama ataupun sendiri-sendiri. Contoh Koperasi Produksi antara lain koperasi peternakan sapi, koperasi pengusaha tahu dan tempe, koperasi pengusaha batik, dan kope- rasi pertanian.
d. Koperasi Jasa adalah koperasi yang bergerak di bidang penyediaan jasa tertentu bagi para anggotanya maupun masyarakat umum. Contoh koperasi jasa adalah: koperasi angkutan, koperasi jasa au- dit, koperasi perumahan, koperasi asuransi, dan koperasi peng- urusan dokumen. Contoh Koperasi Jasa yang terkenal di Jakarta adalah Kopaja. Kopaja menyediakan jasa angkutan bagi warga ibu kota.
e. Koperasi serba usaha adalah koperasi yang menjalankan ber- macam-macam usaha, seperti menyediakan barang kebutuhan se- hari-hari, melayani simpan pinjam, melakukan usaha produksi, dan lain-lain.

 
d. Menghargai kegiatan ekonomi orang lain.

 

Untuk memenuhi kebutuhan hidup orang bekerja. Ada bermacam- macam usaha yang dilakukan manusia. Ada yang menjadi petani, nelayan, karyawan pabrik, pegawai negeri, pedagang, pengusaha, guru, polisi, jaksa, artis, tukang, dan lain-lain. Coba kamu sebutkan pekerjaan apa saja yang dilakukan oleh warga di sekitar tempat tinggalmu!

Pekerjaan atau usaha setiap orang dalam memenuhi kebutuhan hidup harus kita hargai. Bagaimana kita menghargai pekerjaan orang lain? Menghargai kegiatan atau usaha orang lain dapat kita lakukan dengan cara sebagai berikut.
1. Tidak menghina orang karena pekerjaannya. Misalnya, kita tidak boleh menghina seorang pemulung. Mengapa? Karena semua pekerjaan halal adalah pekerjaan yang mulia. Oleh karena itu kita harus menghargai pekerjaan setiap orang.
2. Tidak menggangu usaha orang lain.
3. Tidak iri terhadap keberhasilan usaha orang lain. Orang lain yang ber- hasil patut kita teladani.
4. Melakukan persaingan yang sehat dalam melakukan usaha yang sama. Misalnya, tidak boleh merusak harga untuk menarik pelanggan.
5. Jika sudah berhasil, kita sebaiknya membantu usaha orang lain.

 

C. Kegiatan Ekonomi di Indonesia.

Kamu sudah mengenal macam-macam usaha. Apa saja usaha atau kegiatan ekonomi yang ada di Indonesia? Kita akan membahas macam- macam kegiatan ekonomi di Indonesia dalam bagian ini. Namun, sebelum itu, kita pelajari terlebih dahulu pengelompokan kegiatan ekonomi.

1. Pengelompokan kegiatan ekonomi
Berbagai macam jenis kegiatan ekonomi yang telah kita bicarakan di atas, dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok, yaitu kegiatan produksi, kegiatan konsumsi, dan kegiatan distribusi.

1. Kegiatan produksi.

Apa kegiatan produksi itu? Perhatikan contoh-contoh berikut! Pak Manto seorang petani ka- ret. Mula-mula ia menyiapkan la- han untuk ditanami batang karet. Ketika pohon karet mulai tumbuh, ia merawat tanaman karetnya dengan menyiangi, memupuk, dan membasmi hama. Setelah sekitar tiga tahun, pohon karet siap dipetik hasilnya. Setiap pagi Pak Manto pergi ke kebunannya untuk menya- dap getah karet. Getah karet itu dikumpulkan. Akhirnya diperoleh getah karet mentah. Semua kegiat- an yang dilakukan Pak Manto itu disebut kegiatan menghasilkan barang-barang hasil perkebunan.

Setiap hari Bu Warsi menjahit baju dan celana. Baju dan celana itu ia jual ke pedagang. Kegiatan Ibu Warsi menghasilkan baju atau celana itu disebut kegiatan meng- hasilkan barang-barang konfeksi. Sementara baju atau celana hasil jahitannya disebut hasil produksi konfeksi.
Pak Rojak dan teman-temannya adalah nelayan. Mereka melaut, menjala ikan, menjemur ikan, dan mengasinkan ikan. Kegiatan mere- ka disebut kegiatan menghasilkan barang-barang hasil perikanan. Hasilnya, disebut hasil produksi nelayan.

Kita dapat mengatakan kegiatan Pak Manto, Ibu Warsi, dan Pak Rojak merupakan kegiatan produk- si. Mereka menghasilkan suatu barang. Jadi, produksi adalah se- mua kegiatan yang dapat mengha- silkan barang atau pun jasa. Sedangkan orang atau sekelompok orang yang menghasilkan barang/ jasa disebut produsen.

2. Kegiatan Konsumsi.

Kegiatanmu membeli makanan dan minuman di kantin sekolah meru- pakan kegiatan konsumsi. Demikian juga, ketika kamu memakai baju, sepatu, tas, jam tangan, kaus kaki, dan peralatan sekolah lainnya. Jadi, kegiatan konsumsi adalah kegiatan manusia memakai barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhannya. Orang yang memakai atau me- nikmati barang dan jasa disebut konsumen. Konsumen usaha trans- portasi, adalah penumpang. Usaha pariwisata konsumennya adalah para wisatawan. Coba kamu sebutkan siapa saja konsumen usaha- usaha ekonomi yang ada di sekelilingmu!

3. Kegiatan distribusi
Setiap hari kamu makan nasi, sayur dan lauk-pauk. Kita tahu bahan- bahan makanan itu tidak dihasilkan di kota besar, seperti Jakarta. Bahan-bahan itu dihasilkan di daerah lain. Beras yang kita makan sehari-hari mungkin berasal dari petani di Sukabumi, Karawang, dan  Jawa Tengah. Daging sapi mungkin berasal dari para peternak di Sumba. Barang-barang itu harus disampai- kan kepada konsumen di kota agar lebi berguna.
Karena lokasi produsen dan kon- sumen berbeda, maka perlu adanya kegiatan membawa, menyebarluas- kan, atau menyalurkan barang hasil produksi. Kegiatan itu disebut distri- busi. Jadi, distribusi adalah kegiatan menyalurkan barang dari produsen ke konsumen. Orang atau badan yang menjalankan kegiatan distri- busi disebut distributor.
 

2. Berbagai kegiatan ekonomi di Indonesia
Kamu sudah tahu bahwa kegiatan ekonomi dapat digolongkan menjadi tiga kelompok, yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi. Berikut ini kamu akan melihat bagaimana ketiga hal itu dilakukan di Indonesia.
Produksi pertanian dihasilkan di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. Hasil-hasil bumi digunakan untuk memenuhi kebutuhan atau dikonsumsi di dalam negeri. Sebagian lagi diekspor. Ekspor hasil pertanian menghasilkan devisa negara. Demikian pula dengan hasil perkebunan. Hasil perkebunan yang diekspor antara lain sebagai berikut.
1. Teh : Pematang Siantar, Ciamis, Sukabumi, Bandung Selatan, Dieng, dan Garut.
2. Karet : Sumatera, Kalimantan, dan Jawa.  
3. Tembakau : Deli (Sumut), Temangung (Jateng), dan Besuki (Jatim).
4. Kopi : Sumatera, Jawa, Bali, Lampung, dan Sulawesi.
5. Lada : Lampung, Riau, Bangka, dan Kalimantan Barat.
6. Cengkeh : Sulawesi, Sumatera, Ambon, Seram, dan Minahasa.
7. Kelapa sawit : Sumatera dan Kalimantan.

Produksi peternakan di Indonesia terutama dihasilkan di Nusa Teng- gara, Sumatera, dan Jawa. Berikut ini daerah pembudidayaan ternak.
1. Sapi : Bali, Jawa, dan Madura.
2. Kerbau : Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Utara.
3. Kuda : Sumbawa, Jawa, dan Sumatera Utara.

Berikut ini daerah-daerah penghasil kekayaan laut.
1. Garam : Jawa Tengah, Jawa Barat, Madura, dan Jawa Timur.
2. Ikan : seluruh pantai Indonesia seperti di Bagan Siapiapi Sumatera Utara, Laut Jawa, Laut Sulawesi, Laut Maluku, Laut Arafura.
3. Mutiara : Maluku, Lombok Barat, NTB, Pulau Sebuku Lampung.
4. Taman Laut : Banda, Bunaken di Sulawesi Utara.

Berikut ini daerah-daerah penghasil dan pusat pengolahan bahan tambang.
1. Minyak bumi: Pangkalan Brandan (Sumut), Dumai (Riau), Plaju (Sumsel), Balongan (Jabar), Cilacap (Jateng), Cepu (Jatim), Bontang (Kaltim), dan Sorong (Papua).
2. Gas alam : Arun (NAD) dan (Bontang Kaltim).
3. Timah putih : Pulau Belitung, Bangka, Singkep, dan Karimun.
4. Timah hitam : Kalimantan Timur dan Cirebon (Jawa Barat).
5. Batu bara : Bukit Asam (Sumsel), Umbilin (Sumbar), Bengkulu, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua.
6. Tembaga : Jambi, Jawa Barat, Sulawesi.

Barang-barang yang dihasilkan harus didistribusikan. Pendistribusian- nya menggunakan angkutan sederhana maupun angkutan modern. Contoh alat angkutan sederhana adalah gerobak dan perahu sampan. Contoh alat angkutan modern adalah truk, kereta api, kapal laut, dan pesawat terbang.

3. Mengunjungi salah satu tempat usaha.
Di sekitar tempat tinggalmu tentu ada kegiatan industri yang meng- hasilkan barang-barang yand dibutuhkan masyarakat. Ada bermacam- macam industri. Ada industri kecil, sedang, dan besar. Untuk menambah pengetahuan kalian tentang kegiatan produksi, kunjungilah salah satu tempat kegiatan produksi yang ada di lingkungan tempat tinggalmu! Lakukanlah kegiatan sesuai petunjuk Kegiatan 3 berikut.

Untuk mencukupi kebutuhan hidup, manusia harus bekerja. Ada bermacam-macam pekerjaan, misalnya bertani, menangkap ikan, sopir, guru, menjual makanan, menjadi pengacara, dan lain-lain. Semua ke- giatan yang dilakukan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup ini disebut kegiatan ekonomi.

Ada tiga bentuk kegiatan ekonomi, yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi. Produksi adalah kegiatan menghasilkan barang atau jasa. Distrisbusi adalah kegiatan menyalurkan barang dari produsen ke pemakai atau konsumen. Sedangkan konsumsi adalah kegiatan memanfaatkan barang dan jasa.

Rangkuman :

  • Untuk mencukupi kebutuhan hidup, manusia harus bekerja. Ada bermacam-macam pekerjaan, misalnya bertani, menangkap ikan, sopir, guru, menjual makanan, menjadi pengacara, dan lain-lain. Semua ke- giatan yang dilakukan manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup ini disebut kegiatan ekonomi.
  • Ada tiga bentuk kegiatan ekonomi, yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi. Produksi adalah kegiatan menghasilkan barang atau jasa. Distrisbusi adalah kegiatan menyalurkan barang dari produsen ke pemakai atau konsumen. Sedangkan konsumsi adalah kegiatan memanfaatkan barang dan jasa.
  • Tanah air kita sangat luas dan kaya. Banyak potensi alam untuk membuka usaha. Ada bermacam-macam bidang usaha, antara lain dalam bidang pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, kehutan- an, pertambangan, perindustrian, perdagangan, dan pariwisata.
  • Usaha pertanian menghasilkan padi, jagung, kedelai, ubi, dan sayur- sayuran dan hasil tanaman perkebunan. Hasil usaha pertanian dapat ditingkatkan dengan cara intensifikasi, ekstensifikasi, diversifikasi, dan rehabilitasi. Tanaman perkebunan dibedakan menjadi dua, yaitu tanam- an perkebunan musiman dan tahunan.
  • Usaha peternakan dibedakan menjadi tiga, yaitu peternakan hewan besar, hewan kecil, dan unggas. Usaha peternakan banyak dilakukan di Nusa Tenggara, Jawa, dan Sumatera. Usaha perikanan dibedakan menjadi dua, yaitu perikanan darat dan perikanan air laut.
    Hutan menghasilkan berbagai jenis kayu dan rotan. Usaha-usaha yang memanfaatkan hasil hutan antara lain usaha pengolahan kayu, usaha pembuatan mebel, dan usaha kerajinan rotan.
  • Ada tiga jenis hasil pertambangan yaitu bahan tambang mineral logam, mineral bukan logam, dan sumber energi. Hasil-hasil tambang bisa diolah lebih lanjut untuk berbagai keperluan manusia.
  • Negara kita juga memiliki banyak objek wisata. Usaha dalam bidang pariswisata antara lain perhotelan dan jasa perjalanan wisata.

Tokoh Sejarah Hindu-Buddha dan Islam – SD Kelas 5 – IPS – Bab 2

Buku Donwload di sini !

SD5 – IPS – Bab 2 Tokoh Sejarah Hindu-Buddha dan Islam.

 

A. Pendahuluan.

Kamu sudah belajar peninggalan sejarah dan kerajaan-kerajaan Hindu- Buddha dan Islam di Indonesia. Apakah kamu bisa menyebutkan tokoh- tokoh sejarah pada masa itu? Pada bab ini kita akan membahas tokoh- tokoh dalam perkembangan agama Hindu, Buddha, dan Islam. Tokoh yang dimaksud bisa seorang raja ataupun penyebar agama. Berkat jasa mereka agama Hindu, Buddha, dan Islam berkembang di Indonesia.


Setelah mempelajari bab ini diharapkan kamu memiliki kemampuan sebagai berikut.
1. Menyebutkan dan menceritakan tokoh-tokoh sejarah pada masa Hindu.
2. Menyebutkan dan menceritakan tokoh-tokoh sejarah pada masa Bud- dha.
3. Menyebutkan dan menceritakan tokoh-tokoh sejarah pada masa Islam. Mari kita mulai membahas materi ini dengan kegiatan berikut ini!

B. Tokoh-tokoh Sejarah pada Masa Hindu.
Agama Hindu berasal dari India. Siapa yang membawa agama Hindu ke Indonesia? Diduga agama Hindu sampai ke Indonesia dibawa oleh para pedagang. Para pedagang dari India menyebarkan agama dan kebudayaan mereka sambil berdagang. Namun, banyak ahli juga berpendapat bahwa kaum brahmana yang telah membawa agama Hindu ke tanah air kita. Mari kita pelajari lebih lanjut tokoh-tokoh sejarah pada masa Hindu.

1. Aswawarman.
Aswawarman adalah raja Kutai kedua. Ia menggantikan Kudungga sebagai raja. Sebelum masa pemerintahan Aswawarman, Kutai menganut kepercayaan animisme. Ketika Asmawarman naik tahta, ajaran Hindu masuk ke Kutai. Kemudian kerajaan ini menganut agama Hindu. Aswawarman dipandang sebagai pembentuk dinasti raja yang beragama Hindu. Agama Hindu masuk de dalam sendi kehidupan Kerajaan Kutai. Keturunan Aswawarman memakai nama-nama yang lazim digunakan di India. Penga- ruh Hindu juga tampak pada tatanan masyarakat, upacara keagamaan, dan pola pemerintahan Kerajaan Kutai.

2. Mulawarman.
Mulawarman menggantikan Aswawarman sebagai raja Kutai. Mulawarman menganut agama Hindu. Kemungkinan besar pada masa pemerintahan Mulawarman telah ada orang Indonesia asli yang menjadi pendeta Hindu. Dengan demikian upacara keagamaan tidak lagi dipimpin oleh Brahmana dari India. Mulawarman mempunyai hubungan baik dengan kaum Brahmana. Hal ini dibuktikan karena semua yupa dibuat oleh pendeta Hindu. Mereka membuatnya sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada Raja Mulawarman. Sanga raja telah melindungi agama Hindu dan memberi- kan banyak hadiah kepada kaum brahmana. Agama Hindu dapat berkem- bang pesat di seluruh wilayah Kerajaan Kutai.

3. Purnawarman.
Purnawarman merupakan raja Tarumanegara. Kerajaan Taruma- negara merupakan kerajaan tertua kedua setelah Kerajaan Kutai. Pur- nawarman memeluk agama Hindu yang menyembah Dewa Wisnu.
Prasasti-prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanegara banyak menceritakan kebesaran Raja Purna- warman. Dalam Prasasti Ciaruteun terdapat jejak tapak kaki seperti tapak kaki Wisnu dan dinyatakan sebagai tapak kaki Raja Purnawarman. Di bawah kepemimpinan Raja Purnawarman, Kerajaan Tarumanegara dan rakyatnya berjalan baik dan teratur. Bukti keberhasilan kepemimpinan ini tercermin dalam Prasasti Tugu. Di prasasti itu diceritakan pembangunan saluran air untuk pengairan dan pencegahan banjir.

 

4. Airlangga.

Airlangga adalah Raja Kahuripan. Beliau memerintah pada tahun 1019- 1049. Airlangga sebenarnya putera raja Bali. Beliau dijadikan menantu oleh Raja Darmawangsa. Ketika pernikahan berlangsung, Kerajaan Kahuripan di- serang bala tentara dari Wurawuri. Airlangga dan dibeberapa pengiring- nya berhasil melarikan diri.
Airlangga menyusun kekuatan untuk mengusir musuh. Usaha ter- sebut berhasil. Bahkan, Airlangga berhasil memperkuat kerajaan Kahu- ripan dan memakmurkan rakyatnya. Airlangga sebenarnya merupakan gelar yang diterima karena beliau berhasil mengendalikan air sungai Brantas sehingga bermanfaat bagi rakyat.

Ketika sudah tua, Airlangga mengundurkan diri dari pemerintahan. Beliau pergi ke gunung untuk menjadi petapa. Sebagai petapa beliau bergelar Jatiningrat. Urusan pemerintahan diserahkan kepada dua orang puteranya. Namun kedua puteranya bersaing memperebutkan kekuasaan. Airlangga memerintahkan Empu Baradah untuk membagi kerajaan menjadi dua, yakni Panjalu (Kadiri) dan Jenggala. Sungai Brantas menjadi batas kedua kerajaan baru itu.
Airlangga merupakan salah satu raja besar dalam sejarah Indonesia. Dalam patung-patung lama, beliau sering digambarkan sebagai penjelma- an Wisnu yang mengendarai garuda.

5. Jayabaya.
Jayabaya adalah raja terbesar dari Kerajaan Panjalu atau Kadiri. Beliau memerintah tahun 1135-1157 M. Namanya selalu dikaitkan dengan Jang-ka Jayabaya yang berisi ramalan-ramalan tentang nasib Pulau Jawa.
Keberhasilan dan kemasyhuran Raja Jayabaya dapat dilihat dari hasil sastra pada masa pemerintahannya. Atas perintahnya, pujangga-pujangga keraton berhasil menyusun kitab Bharatayudha. Kitab ini ditulis oleh Empu Sedah dan diselesaikan oleh Empu Panuluh. Kitab Bharatayudha itu dimak- sudkan untuk mengabadikan kebesaran raja dan memperingati kemenang- an-kemenangan Raja Jayabaya.

6. Ken Arok.

Ken Arok adalah pendiri kerajaan Singasari. Beliau juga menjadi cikal bakal raja-raja Majapahit. Mula-mula Ken Arok mengabdi kepada Awuku Tunggul Ametung di Tumapel. Tumapel termasuk wilayah kerajaan Kediri. Ken Arok jatuh cinta kepada Ken Dedes, istri Tunggul Ametung. Ken Arok membunuh Tunggul Ametung. Kemudian ia memperistri Ken Dedes dan menjadi penguasa di Tumapel.
Waktu itu di Kerajaan Kediri terjadi pertentangan antara raja dan kaum Brahmana. Kaum Brahmana melarikan diri ke Tumapel dan mendapatkan perlindungan dari Ken Arok. Kemu-
dian, para brahmana menobatkan Ken Arok sebagai raja di Tumapel pada tahun 1222. Setelah menjadi raja, Ken Arok bergelar Sri Ranggah Rajasa Amurwabhumi. Nama kerajaannya adalah Singasari.
Berita pendirian Kerajaan Singasari membuat raja Kediri Kertajaya (Dan- dang Gendis) marah. Kertajaya me- mimpin pasukan yang besar jumlahnya dari Kediri untuk menyerang Singasari. Terjadilah pertempuran besar antara Kerajaan Kediri melawan Singasari di desa Ganter. Ken Arok berhasil meme- nangkan pertempuran. Sejak saat itu, wilayah Kerajaan Kediri dikuasai oleh Singasari.

Ken Arok tidak lama memerintah Singasari. Pada tahun 1227 beliau di-bunuh oleh suruhan Anusapati, anak tirinya.

 

7.  Raden Wijaya.

Raden Wijaya adalah pendiri dan raja pertama Kerajaan Majapahit. Raden Wijaya bergelar Kertarajasa Jayawardhana. Sebelum menjadi raja, adalah pemimpin tentara Singasari. Dalam pertempuran melawan tentara Jayakatwang, pasukannya kalah. Beliau melarikan diri ke desa Kudadu bersama para pengikutnya. Selanjutnya, beliau menyingkir ke Madura dan minta bantuan Wiraraja, adipati Sumenep. Atas saran Wiraraja, Raden Wijaya menyerahkan diri kepada Jayakatwang dan mengabdikan diri kepadanya.

Raden Wijaya diizinkan untuk membuka Hutan Tarik. Daerah inilah yang kemudian berkembang menjadi pusat Kerajaan Majapahit. Raden Wijaya menyusun kekuatan untuk menyerang Jayakatwang. Saat itu datang pasukan Kubilai Khan dari Cina dengan tujuan menghancurkan Kerajaan Singasari. Mereka tidak mengetahui bahwa Kerajaan Singasari sudah hancur. Hal ini dimanfaatkan Raden Wijaya untuk membalas dendam kepa- da Jayakatwang.
Raden Wijaya bekerjasama dengan pasukan Kubilai Khan. Dalam waktu singkat, Kerajaan Kediri hancur dan Raja Jayakatwang terbunuh. Setelah itu, Raden Wijaya bersama pasukannya menyerang pasukan Kubilai Khan. Pasukan Kubilai Khan dapat dikalahkan dengan mudah. Pasukan Kubilai Khan banyak yang tewas, sisanya melarikan diri. Setelah itu, Raden Wijaya mendirikan Kerajaan Majapahit.
Raden Wijaya wafat pada tahun 1309 M. Beliau didarmakan (disema- yamkan) di Candi Siwa di Simping. Kedudukannya sebagai raja digantikan putranya, Kalagemet yang bergelar Sri Jayanegara.

8. Gajah Mada.
Gajah Mada adalah patih mangku- bumi (maha patih) Kerajaan Majapahit. Namanya mulai dikenal setelah beliau berhasil memadamkan pemberontakan Kuti. Gajah Mada muncul sebagai se- orang pemuka kerajaan sejak masa pemerintahan Jayanegara (1309-1328). Kariernya dimulai dengan menjadi anggota pasukan pengawal raja (Ba- hanyangkari). Mula-mula, beliau men- jadi Bekel Bahanyangkari (setingkat komandan pasukan). Kariernya terus menanjak pada masa Kerajaan Maja- pahit dilanda beberapa pemberontak- an, seperti pemberontakan Ragga Lawe (1309), Lembu Sura (1311), Nambi (1316), dan Kuti (1319).

Pada tahun 1328 Raja Jayanegara wafat. Beliau digantikan oleh Tribhuanatunggadewi. Sadeng melakukan pemberontakan. Pemberontakan Sadeng dapat ditumpas oleh pasukan Gajah Mada. Atas jasanya, Gajah Mada diangkat menjadi Maha Patih Majapahit pada tahun 1334. Pada upacara pengangkatannya, beliau bersumpah untuk menaklukkan seluruh Nusantara di bawah kekuasaan Majapahit. Sumpah itu dikenal dengan Sumpah Palapa.

Gajah Mada tetap menjadi Patih mangkubumi ketika Hayam Wuruk naik tahta. Beliau mendampingi Hayam Wuruk menjalankan pemerintahan. Pada masa inilah Majapahit mengalami masa Kejayaan. Wilayah Majapahit meliputi hampir seluruh Jawa, sebagian besar Pulau Sumatera, Semenan- jung Malaya, Kalimantan, dan Indonesia bagian timur hingga Papua.

 

9. Hayam Wuruk.

Hayam Wuruk (1334-1389) adalah raja terbesar Majapahit. Beliau ber- gelar Sri Rajasanagara. Beliau adalah Putra Ratu Tribhuanatunggadewi dan Kertawardana. Di bawah pemerintahan beliau, Majapahit mengalami puncak kebesaran dan zaman keemasan. Pada masa itu, Mahapatih Gajah Mada berhasil mempersatukan seluruh Nusantara. Daerah kekuasaan Majapahit kurang lebih meliputi wilayah Indonesia saat ini. Perdagangan dengan luar negeri, terutama Cina, mencapai kema- juan, begitu pula bidang kesusastraan, seni pahat, seni bangun, kehakiman, dan agama.

Nama Hayam Wuruk terkenal dalam sejarah Indonesia karena di- kisahkan dalam kitab Negarakertagama yang disusun oleh Empu Prapanca. Peninggalan Majapahit yang terkenal dari masa pemerintahan Hayam Wuruk antara lain himpunan kitab sejarah Singsari dan Majapahit hasil karya Empu Prapanca, serta cerita sastra Arjunawiwaha dan Sutasoma gubahan Empu Tantular. Salah satu peristiwa penting ketika Hayam Wuruk berkuasa adalah kemenangan Majapahit dalam pertempuran melawan Kerajaan Sunda (Pajajaran) tahun 1351. Perang tersebut dikenal dengan sebutan Perang Bubat. Setelah Hayam Wuruk wafat (1389), Majapahit mengalami kemerosotan.

 

C. Tokoh-tokoh Sejarah pada Masa Buddha.

Kita memiliki banyak peninggalan sejarah kerajaan Buddha. Namun, catatan sejarah tentang masa itu masih sangat kurang. Salah satu catatan sejarah yang sangat penting untuk mengetahui sejarah kerajaan Buddha, khususnya Sriwijaya adalah catatan sejarah I-Tsing.
I-Tsing adalah seorang pendeta Buddha dari Cina. Pada tahun 671, be- liau pergi ke India untuk mempelajari ajaran Buddha. Beliau singgah di Sriwijaya selama enam bulan untuk mempelajarai tata bahasa Sansekerta. Ketika kembali dari India I-Tsing, tinggal di Sriwijaya untuk menerjemahkan naskah-naskah Buddha berbahasa Sansekerta ke dalam bahasa Cina.
Pada tahun 689, I-Tsing pulang ke Kanton. Beliau menjemput empat orang pembantunya. Kemudian beliau kembali lagi ke Sriwijaya. Beliau menyelesaikan dua buah karya tulis termasyhur, yaitu Catatan Ajaran Agama Buddha yang dikirim dari Laut Selatan dan Catatan Pendeta- pendeta yang menuntut ilmu di India pada zaman Dinasti Tang. Dalam ke- dua karya ini, I-Tsing menguraikan letak dan keadaan Sriwijaya dan negara- negara Nusantara lainnya. Karya I-Tsing ini menjadi sumber informasi penting tentang sejarah Nusantara abad ke-7, khususnya tentang Sriwijaya.
Mari kita bahas beberapa tokoh pada masa kerjaan Buddha di Indone- sia. Kita akan membahas tiga tokoh, yaitu Balaputradewa, Sakyakirti, dan Kertanegara.

1. Balaputradewa.
Balaputradewa adalah raja Sriwijaya yang memerintah sekitar abad ke-9 atau ke-10 Masehi. Beliau berasal dari keluarga Syailendra, yang berkuasa di Pulau Jawa mulai sekitar tahun 750. Ayah Balaputradewa bernama Samaragrawira dan ibunya bernama Tara. Balaputradewa kemu- dian bergelar Sri Wirawairimathana.
Pada zaman pemerintahan Balaputradewa, Sriwijaya menjalin hubungan dagang dengan kerajaan-kerajaan di Jawa, Semenanjung Ma- laya, dan Cina. Karena itu, nama Balaputradewa juga dikenal di negeri lain. Di daerah Nalanda, India, nama Balaputradewa terpahat pada prasasti di antara puing suatu wihara kuno. Di situ tercantum Suwarnadwipa, sebut- an lain bagi Pulau Sumatra atau Kerajaan Sriwijaya.

2. Sakyakirti.
Sakyakirti adalah seorang mahaguru agama Buddha yang ada di Kerajaan Sriwijaya. Menurut kesaksian I-Tsing Sriwijaya telah menjadi pusat agama Buddha. Di sana ada lebih dari seribu pendeta yang belajar agama Buddha. Diperkirakan di Sriwijaya sudah berdiri sebuah perguruan Buddha. Perguruan ini mempunyai hubungan baik dengan perguruan Bud- dha yang ada di Nalanda, India.

3. Kertanegara.
Kertanegara adalah raja terakhir dari Kerajaan Singasari. Beliau adalah cicit Ken Arok. Kertanegara meme- rintah tahun 1268-1292. Kertanegara bergelar Maharajadhiraja Sri Kertane- gara Wikrama Dharmottunggadewa. Kertanegara adalah raja yang sangat terkenal baik dalam bidang politik maupun keagamaan. Dalam bidang politik, Jayanegara dikenal sebagai raja yang menguasai ilmu ketatanegaraan dan mempunyai gagasan memperluas wilayah kerajaannya. Kertanegara menganut agama Buddha Tantrayana.
Tahun 1275 Kertanegara mengirim pasukan untuk menaklukkan Kerajaan Sriwijaya. Pengiriman pasukan itu di- kenal dengan ekspedisi Pamalayu. Ketika Kertanegara memerintah, Kera- jaan Singasari sempat menguasai Su- matera, Bakulapura (Kalimantan Barat), Jawa Barat (Sunda), Madura, Bali, dan Gurun (bagian Indonesia Timur).

Pemerintahan Kertanegara berakhir ketika diserang oleh Jayakatwang dari Gelang-gelang. Setelah Kertanegara gugur, seluruh kerajaan Singasari dikuasai oleh Jayakatwang.

 

D. Tokoh-tokoh Sejarah pada Masa Islam.

Agama Islam masuk ke wilayah Indonesia dibawa oleh para pedagang dari Arab dan Gujarat. Mula-mula Islam dikenal dan berkembang di daerah Sumatra Utara, tepatnya di Pasai dan Peurlak. Dari daerah tersebut, Agama Islam terus menyebar ke hampir seluruh wilayah Nusantara. Agama Islam dapat diterima dengan mudah oleh masyarakat Indonesia waktu itu. Mengapa agama Islam dapat diterima dengan mudah? Sebab-sebabnya antara lain sebagai berikut.
1. Syarat-syarat untuk masuk Islam tidak sulit. Untuk masuk Islam seseorang cukup mengucapkan dua kalimat syahadat.
2. Peran ulama, kyai, dan para pendakwah giat melakukan siar agama. Banyak tokoh penyebar agama Islam menggunakan sarana budaya setempat. Misalnya, beberapa wali di Pulau Jawa menggunakan sarana wayang untuk sarana dakwah.
Siapa saja tokoh-tokoh penyebaran Agama Islam di tanah air? Kita akan membahas tokoh-tokoh penyebaran agama Islam di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Maluku, dan Sulawesi.

1. Tokoh-tokoh Sejarah Islam di Sumatera.
Di Sumatra pernah berdiri kerajaan-kerajaan Islam, yaitu Samudra Pasai dan Kerajaan Aceh. Beberapa tokohnya sebagai berikut.

a. Sultan Malik Al-Saleh.
Sultan Malik Al-Saleh adalah pen- diri dan raja pertama Kerajaan Samu- dera Pasai. Sebelum menjadi raja beliau bergelar Merah Sile atau Merah Selu. Beliau adalah putera Merah Gajah. Diceritakan Merah Selu me- ngembara dari satu tempat ke tempat lain. Akhirnya, beliau berhasil diangkat menjadi raja di suatu daerah, yaitu Samudra Pasai.
Merah Selu masuk Islam berkat per- temuannya dengan Syekh Ismail, se- orang Syarif Mekah. Setelah masuk Is- lam, Merah Selu diberi gelar Sultan Malik Al-Saleh atau Sultan Malikus Saleh. Sultan Malik Al-Saleh wafat pada tahun 1297 M.

b. Sultan Ahmad (1326-1348).
Sultan Ahmad adalah sultan Samudera Pasai yang ketiga. Beliau ber- gelar Sultan Malik Al-Tahir II. Pada masa pemerintahan beliau, Samudera Pasai dikunjungi oleh seorang ulama Maroko, yaitu Ibnu Battutah. Ulama ini mendapat tugas dari Sultan Delhi, India untuk berkunjung ke Cina. Dalam perjalanan ke Cina Ibnu Battutah singgah di Samudera Pasai.
Ibnu Battutah menceritakan bahwa Sultan Ahmad sangat mem- perhatikan perkembangan Islam. Sultan Ahmad selalu berusaha menyebar- kan Islam ke wilayah-wilayah yang berdekatan dengan Samudera Pasai. Beliau juga memperhatikan kemajuan kerajaannya.

c. Sultan Alauddin Riyat Syah.
Sultan Alauddin Riyat Syah adalah sultan Aceh ketiga. Beliau memerintah tahun 1538-1571. Sultan Alauddin Riyat Syah meletakan dasar- dasar kebesaran Kesultanan Aceh. Untuk menghadapi ancaman Portugis, beliau menjalin kerja sama dengan Kerajaan Turki Usmani dan kerajaan- kerajaan Islam lainnya. Dengan bantuan Kerajaan Turki Usmani, Aceh dapat membangun angkatan perang yang baik.
Sultan Alauddin Riyat Syah mendatangkan ulama-ulama dari India dan Persia. Ulama-ulama tersebut mengajarkan agama Islam di Kesultanan Aceh. Selain itu, beliau juga mengirim pendakwah-pendakwah masuk ke pedalaman Sumatera, mendirikan pusat Islam di Ulakan, dan membawa ajaran Islam ke Minang Kabau dan Indrapura. Sultan Alauddin Riyat Syah wafat pada tanggal 28 September 1571.

 

d. Sultan Iskandar Muda 1606-1637).
Sultan Iskandar Muda adalah sultan Aceh yang ke-12. Beliau memerintah tahun 1606-1637. Pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda, Aceh mengalami puncak ke- makmuran dan kejayaan. Aceh memperluas wilayahnya ke selatan dan memperoleh kemajuan ekono- mi melalui perdagangan di pesisir

Sumatera Barat sampai Indrapura. Aceh meneruskan perlawanan ter- hadap Portugis dan Johor untuk merebut Selat Malaka. Sultan Iskandar Muda menaruh perhatian dalam bidang agama. Beliau mendirikan sebuah masjid yang megah, yaitu Masjid Baiturrahman. Beliau juga mendirikan pusat pen- didikan Islam atau dayah. Pada masa inilah, di Aceh hidup seorang ulama yang sangat terkenal, yaitu Hamzah Fansuri.
Pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda, disusun sistem per- undang-undangan yang disebut Adat Mahkota Alam. Sultan Iskandar Muda juga menerapkan hukum Islam dengan tegas. Bahkan beliau menghukum rajam puteranya sendiri. Ketika dicegah melakukan hal tersebut, beliau mengatakan, “Mati anak ada makamnya, mati hukum ke mana lagi akan dicari keadilan.” Setelah beliau wafat, Aceh mengalami kemunduran.

2. Tokoh-tokoh Sejarah Islam di Jawa
Di pulau Jawa terdapat sembilan ulama pelopor dan pejuang pengem- bangan Islam. Mereka adalah Sunan Gresik, Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Giri, Sunan Drajat, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, dan Sunan Gunung Jati. Mereka lebih populer dengan sebutan Wali Songo.
a. Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim).
Sunan Gresik juga dikenal dengan nama Maulana Malik Ibrahim, Maulana Magribi atau Syekh Magribi, dan Jumadil Kubra. Tapi masyara- kat umum di Jawa lebih mengenalnya sebagai Sunan Gresik, karena beliau menyiarkan agama Islam dan dimakamkan di Gresik.

Sunan Gresik adalah pendiri pondok pesantren pertama di Indo- nesia. Beliau menyebarkan agama Islam dengan bijaksana. Waktu itu penduduk di sekitar Gresik belum beragama Islam. Penyebaran agama yang dilakukan Sunan Gresik dapat diterima dengan cepat. Beliau wafat pada tahun 1419 dan dimakamkan di Gresik.

b. Sunan Ampel (Raden Rahmat).
Nama asli Sunan Ampel adalah Raden Rahmat. Beliau adalah putra Maulana Malik Ibrahim. Beliau dilahirkan di Campa, Aceh sekitar tahun 1401. Ketika berumur 20 tahun, Sunan Ampel hijrah ke Pulau Jawa. Beliau meneruskan cita-cita dan perjuangan Maulana Malik Ibrahim.

Sunan Ampel memulai kegiatan dakwahnya dengan mendirikan dan mengasuh pesantren di Ampel Denta, dekat Surabaya. Di pesantren inilah, Sunan Ampel mendidik para pemuda untuk menjadi dai-dai yang akan disebar ke seluruh Jawa. Mu- rid-murid beliau yang terkenal adalah Raden Paku (Sunan Giri), Raden Fatah (raja/sultan pertama kerajaan Demak), Raden Makhdum Ibrahim (Sunan Bonang), Syarifud- din (Sunan Drajat), dan Maulana Ishak.

Sunan Ampel merancang kerajaan Islam di Pulau Jawa, yaitu kerajaan Demak. Beliau yang mengangkat Raden Fatah sebagai sultan pertama Demak. Selain itu, beliau juga berperan besar dalam membangun Masjid Agung Demak. Sunan Ampel wafat pada tahun 1481. Jenazahnya di- makamkan di daerah Ampel.

 

c. Sunan Bonang (Maulana Makdum Ibrahim).
Sunan Bonang adalah penyebar Islam di pesisir utara Jawa Timur. Beliau adalah putra Sunan Ampel. Nama lain beliau adalah Maulana Makdum Ibrahim atau Raden Ibrahim. Ketika masih remaja, bersama dengan Raden Paku, Sunan Bonang dikirim oleh Sunan Ampel ke Pasai untuk memperdalam ilmu agama. Sepulang dari sana, beliau mulai berdakwah dengan cara menjadi guru dan mubalig. Beliau juga mendirikan pesantren di daerah Tuban, Jawa Timur. Santri-santri yang menjadi muridnya berasal dari berbagai daerah di Nusantara.

Dalam menyebarkan agama Is- lam, Sunan Bonang selalu menye- suaikan diri dengan corak kebuda- yaan masyarakat Jawa. Beliau di- anggap sebagai pencipta gending (lagu) pertama dalam rangka siar agama Islam. Sunan Bonang dan wali-wali lainnya, menggunakan wa- yang dan musik gamelan sebagai sa- rana dakwah Islam. Sunan Bonang sendiri menciptakan lagu-lagu untuk kegiatan dakwah yang dikenal dengan nama Tembang Durma. Sunan Bonang wafat tahun 1525 dan dimakamkan di Tuban, Jawa Timur.

d. Sunan Giri (Raden Paku).
Sunan Giri adalah seorang ulama yang menyebarkan agama di daerah Blambangan. Beliau adalah saudara Sunan Gunung Jati. Nama asli beliau adalah Raden Paku, di- kenal juga dengan nama Prabu Satmata.
Ketika remaja beliau belajar agama di Pondok Pesantren Ampel Denta yang dipimpin oleh Sunan Ampel. Bersama Sunan Bonang, beliau memperdalam ilmu agama di Pasai. Setelah kembali dari Pasai, Sunan Giri menyebarkan agama Is- lam lewat berbagai cara. Beliau mendirikan pesantren di daerah Giri. Sunan Giri mengirim juru dakwah terdidik ke berbagai daerah di luar Pulau Jawa, antara lain Madura, Bawean, Kangean, Ternate, dan Tidore. Sunan Giri mendidik anak-anak melalui berbagai permainan yang berjiwa agamis, misalnya melalui permainan Jelungan, Jamuran, Gendi Ferit, Gula Ganti, Cublak-cublak Suweng, dan Ilir-ilir.
Selain aktif menyebarkan agama, beliau juga menjadi pemimpin masya- rakat di daerah Giri. Daerah yang dipimpinnya kemudian berkembang menjadi kerajaan kecil yang bernama Kerajaan Giri. Sebagai raja Giri, beliau bergelar Sultan Abdul Faqih. Beliau juga sangat berpengaruh dalam peme- rintahan Kesultanan Demak. Setiap ada masalah penting yang harus dipu- tuskan, para wali yang lain selalu menanti keputusan dan pertimbangannya. Sunan Giri wafat pada tahun 1506. Beliau dimakamkan di Bukit Giri, Gresik.

e. Sunan Drajat (Syarifuddin).
Sunan Drajat adalah penyebar agama Islam di daerah Sedayu, Gresik, Jawa Timur. Beliau putra Sunan Ampel dan adik Sunan Bonang. Nama asli beliau adalah Raden Kosim atau Syarifuddin. Namun, kebanyakan masyarakat mengenalnya sebagai Sunan Sedayu.
Untuk melancarkan kegiatan dakwah, Sunan Drajat menciptakan satu jenis lagu yang disebut gending pangkur. Beliau menjadikan Sedayu sebagai wilayah penyebaran dakwahnya. Murid-muridnya berasal dari berbagai wilayah Nusantara. Bahkan, ada yang berasal dari Ternate dan Hitu Ambon. Sunan Drajat sangat menekankan sifat sosial sebagai peng- amalan agama Islam. Beliau memberi pertolongan kepada masyarakat umum dan menyantuni anak yatim serta fakir miskin.

f. Sunan Kalijaga (Raden Mas Syahid).
Nama asli Sunan Kalijaga adalah Raden Mas Syahid. Beliau juga men- dapat julukan Syek Malaya. Beliau adalah putra seorang bupati Tuban, yang bernama Raden Sahur Tumenggung Wilatikta. Sunan Kalijaga dikenal sebagai wali berjiwa besar, berpikiran tajam, dan berpandangan jauh.
Beliau berdakwah sebagai mubalig dari satu daerah ke daerah lain. Ka- rena dakwahnya yang intelek, beliau dapat diterima di kalangan para bangsawan, kaum cendikiawan, dan para penguasa. Beliau juga menjadi penasihat Kesultanan Demak.
Sunan Kalijaga memiliki pe- ngetahuan luas dalam bidang kese- nian dan kebudayaan Jawa. Beliau
menggunakan wayang dan gamelan sebagai sarana dakwah. Sunan Kalijaga mengarang cerita wayang yang bernafaskan Islam. Selain itu, beliau juga berjasa dalam mengem- bangkan seni ukir, seni busana, seni pahat, dan kesusastraan. Salah satu karya beliau yang terkenal adalah lagu Ilir-ilir. Lagu ini berisi ajakan untuk masuk Islam.

g. Sunan Kudus (Ja’far Sadiq).
Sunan Kudus adalah putera Raden Umar Haji, penyebar agama Islam di daerah Jipang Panolan, Blora, Jawa Timur. Nama asli beliau adalah Ja’far Sadiq. Ketika kecil beliau biasa dipanggil Raden Undung.
Sunan Kudus menyiarkan agama Islam di daerah Kudus dan sekitar- nya. Selain menjadi pendakwah, Sunan Kudus juga menjadi Panglima Perang Kesultanan Demak. Beliau dipercaya untuk mengendalikan peme- rintahan di daerah Kudus. Di wilayah tersebut, beliau menjadi pemimpin pemerintahan sekaligus pemimpin agama. Beliau dianggap sebagai pendiri Masjid Raya Kudus. Masjid Kudus memiliki menara yang indah. Oleh karena itu, masjid tersebut terkenal dengan nama Masjid Menara Kudus. Sunan Kudus wafat pada tahun 1550 dan dimakamkan di kota Kudus.

h. Sunan Muria (Raden Umar Said).
Sunan Muria adalah putra Sunan Kalijaga. Nama aslinya Raden Umar Said. Beliau menjadi wali yang banyak berjasa dalam menyiarkan agama Islam di pedesaan pulau Jawa. Ciri khas Sunan Muria adalah menyiarkan agama Islam di desa-desa terpencil. Beliau lebih suka menyendiri dan tinggal di desa serta bergaul dengan rakyat biasa. Beliau mendidik rakyat di sekitar Gunung Muria. Cara beliau menyiarkan agama Islam adalah dengan mengadakan kursus bagi kaum pedagang, para nelayan, dan rakyat biasa. Sebagai sarana dakwah beliau menciptakan Tembang Sinom dan Kinanti.

i. Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah).
Sunan Gunung Jati adalah wali yang banyak berjasa dalam menye- barkan agama Islam di daerah Jawa Barat. Beliau masih keturunan raja Pajajaran, Prabu Siliwangi. Ibunya, Nyai Larang Santang, adalah putri Prabu Siliwangi. Sementara ayahnya, Maulana Sultan Mahmud (Syarif Abdullah), adalah seorang bangsawan Arab. Nama kecil beliau adalah Syarif Hidayatullah.
Ketika dewasa, Syarif Hidayatullah memilih berdakwah ke Jawa, dari- pada menetap di tanah kelahirannya, Arab. Beliau menemui pamannya Raden Walangsungsang di Cirebon. Setelah pamannya wafat, beliau menggantikan kedudukannya. Syarif Hidayatullah berhasil meningkatkan Cirebon menjadi sebuah kesultanan.

Setelah Cirebon menjadi keraja-an Islam, Sunan Gunung Jati ber-usaha mempengaruhi Kerajaan Pajajaran yang belum menganut Is- lam. Dari Cirebon Sunan Gunung Jati mengembangkan Islam ke daerah-daerah lain seperti Maja- lengka, Kuningan, Kawali (Galuh), Sunda Kelapa, dan Banten. Beliau meletakkan dasar bagi pengem- bangan dan perdaganan Islam di Banten. Ketika beliau kembali ke Cirebon, Banten diserahkan kepada Putranya, Sultan Maulana Hasanud- din yang kemudian menurunkan raja-raja Banten. Sunan Gunung Jati wafat pada tahun 1570. Beliau dimakamkan di Gunung Jati, Cire- bon, Jawa Barat.

 

3. Tokoh-tokoh Sejarah Islam di Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku.

Perkembangan Islam di wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku ju- ga terjadi melalui jalur perdagangan. Perkembangan Islam di daerah ini semakin cepat karena peran putra-putra daerah ini menuntut ilmu agama Islam ke Jawa. Ketika pulang mereka menjadi ulama yang menyebarkan agama di daerahnya. Perkembangan Islam di wilayah ini ditandai dengan berdirinya kerajaan Islam seperti Kesultanan Kutai Kertanegara, Ternate, dan Kerajaan Gowa-Tallo. Beberapa tokoh dari sejarah perkembangan Is- lam di Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku antara lain sebagai berikut.

a. Dato ri Bandang dan kawan-kawan.
Ada tiga mubalik asal Minangkabau yang merintis penyebaran Islam di Sulawesi Selatan. Mereka adalah Dato ri Bandang (Abdul Makmur Khatib Tunggal), Dato ri Patimang (Sulaiman Khatib Sulung), dan Dato ri Tiro (Jawad Khatib Bungsu). Dato ri Bandang bersama dengan Dato Suleman datang ke Kerajaan Gowa-Tallo untuk menyiarkan agama Islam. Mereka berdua dengan giat mengenalkan agama Islam dan seluk-beluknya kepada masyarakat setempat. Lambat laun, banyak masyarakat yang tertarik me- meluk agama Islam. Setelah masuk Islam Sultan Gowa tersebut bergelar Sultan Alauddin.

b. Sultan Alauddin
Sultan Alauddin adalah raja Gowa ke-14. Beliau adalah raja Gowa pertama yang memeluk agama Islam. Beliau masuk Islam bersamaan dengan raja Tallo. Raja Tallo tersebut sekaligus menjadi Mangkubumi Kera- jaan Gowa. Setelah masuk Islam, raja Tallo itu dinamai Sultan Abdullah Awwal al-Islam.

SetelahSultan Alauddin dan Mangkubuminya Sultan Abdullah Awwal al-Islam masuk Islam, berangsur-angsur rakyat Gowa-Tallo juga di-islam- kan. Sultan Alauddin juga berusaha menyebarkan Islam ke kerajaan tetang- ganya. Kerajaan-kerajaan yang berhasil di-islam-kan antara lain Kerajaan Soppeng (1607), Wajo (1610), dan Bone (1611). Beliau masih melanjutkan penyebaran Islam ke Buton, Dompu (Sumbawa), dan Kengkelu (Tambora, Sumbawa).

c. Tuan Tunggang Parangan.
Tuan Tunggang Parangan ada- lah ulama yang menyebarkan agama Islam di Kerajaan Kutai Ker- tanegara di Kalimantan Timur. Awal- nya di kerajaan ini ada dua ulama yang melakukan siar agama Islam yaitu Tuan Tunggang Parangan dan Dato ri Bandang. Namun setelah beberapa lama, Dato ri Bandang kembali ke Makasar (Kerajaan Gowa- Tallo) melanjutkan siar yang telah beliau rintis di sana. Tuan Tunggang Parangan tetap tinggal di Kutai.

Berkat ajaran Tuan Tunggang Parangan, Raja Aji Mahkota memeluk Islam. Hal itu diikuti oleh putranya, Ai Di Langgar, yang menggantikan ke- dudukannya. Keislaman Raja Mahkota diikuti juga oleh pangeran, hulu- balang, dan seluruh rakyat Kutai. Penduduk yang enggan masuk Islam semakin terdesak masuk ke pedalaman.
Kerajaan Kutai Kertanegara berganti nama menjadi Kesultanan Kutai Kertanegara. Ajaran Islam berkembang pesat di kesultanan ini. Raja memberlakukan undang-undang kesultanan yang berpedoman pada ajaran Islam.

d. Sultan Zainal Abidin.
Zainal Abidin adalah raja Ke- rajaan Ternate (1486-1500). Beliau pernah pergi ke Giri, untuk belajar agama Islam. Ketika kembali dari Giri, beliau berusaha memasukkan ajaran Islam dalam pemerintahan- nya. Beliau juga berusaha memper- luas pengajaran Islam untuk rakyat. Beliau mendirikan pesantren dan mendatangkan guru-guru (ulama) dari Jawa. Selain itu, Zainal Abidin juga berusaha menyebarkan Islam lewat ekspansi kekuasaannya.

Rangkuman :

Ada banyak tokoh di balik perkembangan agama Hindu, Buddha, dan Islam di wilayah tanah air. Tokoh itu bisa seorang raja, penyebar ataupun tokoh agama seperti pendeta, brahmana, dan mubalig.
Selain para pedagang India, kaum Brahmana turut menyebarkan agama Hindu di Indonesia. Tokoh-tokoh besar pada masa kerajaan Hindu antara lain Aswawarman, Mulawarman, Purnawarman, Airlanga, Jayabaya, Ken Arok, Raden Wijaya, Gajah Mada, dan Hayam Wuruk.
Kita bisa tahu banyak tentang sejarah agama Buddha di Indonesia dari catatan I-Tsing. Salah satu tokoh yang diceritakan adalah Sakyakirti. Beliau adalah mahaguru agama Buddha di Kerajaan Sriwijaya. Tokoh lain yang bisa disebutkan adalah Balaputradewa dan Kertanegara.
Agama Islam mulai masuk ke Indonesia dari wilayah barat, yaitu Sumatera Utara. Tokoh-tokoh penyebaran Islam di wilayah Sumatera antara lain Sultan Malik Al-Saleh, Sultan Ahmad, Sultan Alauddin Riyat Syah, dan Sultan Iskandar Muda. Di Pulau Jawa ada sembilan tokoh penyebaran agama Islam. Mereka dikenal dengan sebutan Wali Songo. Tokoh-tokoh penyebaran Islam di wilayah tengah dan timur Indonesia (Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku) antara lain Dato’ri Bandang, Sul- tan Alauddin, Tuan Tunggang Parangan, dan Sultan Zainal Abiddin.

 

Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha dan Islam – SD Kelas 5 – IPS – Bab1

Buku Donwload di sini !

SD5 – IPS – Bab1 Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha dan Islam.

A. Pendahuluan.

Di wilayah Indonesia yang sekarang kita diami, dulu berdiri kerajaan- kerajaan. Kerajaan-kerajaan itu ada yang besar ada yang kecil. Ada yang bercorak Hindu, Buddha, dan ada juga yang bercorak Islam. Sebagai bukti adanya kerajaan-kerajaan itu, ada peninggalan-peninggalan sejarah.
Dalam bab ini kamu akan belajar kerajaan dan peninggalan sejarah Hindu-Buddha dan Islam. Setelah mempelajari bab ini diharapkan kamu memiliki kemampuan berikut ini.

1. Menyebutkan dan menceritakan kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha dan Islam yang pernah berdiri di Indonesia.
2. Menyebutkan peninggalan sejarah Hindu-Buddha dan Islam.
3. Menjelaskan pentingnya peninggalan sejarah Hindu-Buddha dan Islam.
4. Menghargai peninggalan-peninggalan sejarah.
Sebagai pembuka bahasan, coba kerjakan kegiatan berikut ini!

 

B. Kerajaan dan Peninggalan Hindu di Indonesia.

Tahukah kalian agama apa yang dianut oleh sebagian besar penduduk Pulau Bali? Sebagian besar penduduk Pulau Bali menganut agama Hindu. Masyarakat Bali memiliki banyak sekali upacara yang dilakukan secara turun-temurun. Upacara-upacara tradisi masyarakat Bali terkenal ke seluruh dunia.
Tradisi-tradisi yang dijalankan tersebut merupakan warisan kebudaya- an Hindu di masa lalu. Warisan itu terus dikembangkan sampai dengan sekarang ini. Bagaimanakah agama Hindu masuk ke wilayah tanah air kita? Apa saja peninggalan-peninggalannya? Mari kita bahas lebih lanjut per- tanyaan-pertanyaan ini.

Tidak diketahui secara pasti kapan agama Hindu masuk ke Indo- nesia. Agama Hindu dibawa oleh para pedagang dari India. Di antara pedagang tersebut ada yang mene- tap di Indonesia. Mereka menikah dengan penduduk Indonesia. Pengaruh agama dan kebudayaan India semakin kuat di Indonesia. Bukti-buktinya sebagai berikut.
1. Banyak penduduk yang memeluk agama Hindu setelah para pendatang dari India memperkenalkan agama Hindu.
2. Masyarakat Indonesia dahulu tidak mengenal sistem kerajaan. Sistem pemerintahan yang ada pada waktu itu adalah pemerintahan desa yang dipimpin oleh kepala suku. Kedudukan sebagai kepala suku tidak di-wariskan secara turun-temurun. Karena pengaruh agama Hindu, sistem pemerintahan desa diganti kerajaan.
3. Adanya hasil kebudayaan khas India seperti bangunan candi, seni pa- hatan patung, seni relief, dan seni sastra. Dalam bidang sastra kebu- dayaan India memperkenalkan budaya baca tulis dalam huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta.

 

Kerajaan-kerajaan Hindu di Indonesia.

Agama Hindu yang dibawa dari India berpengaruh di Indonesia. Salah satu bentuknya adalah munculnya kerajaan-kerajaan Hindu, seperti Kerajaan Kutai, Tarumanegara, Kediri, Singasari, dan Majapahit.

a. Kerajaan Kutai.

Kutai adalah kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Kerajaan Kutai didirikan sekitar tahun 400 masehi. Letaknya di tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Raja pertamanya bernama Kudungga. Raja yang terkenal adalah Mulawarman.
Mulawarman menyembah Dewa Syiwa. Dalam suatu upacara Raja Mulawarman menghadiahkan 20.000 ekor sapi kepada Brahmana. Untuk memperingati upacara itu maka didirikan sebuah Yupa. Dalam Yupa itu ditulis berita mengenai Kerajaan Kutai.

b. Kerajaan Tarumanegara.
Tarumanegara adalah kerajaan Hindu tertua di Pulau Jawa. Kerajaan ini berdiri kira-kira pada abad ke- 5 Masehi. Lokasi kerajaan itu sekitar Bogor, Jawa Barat. Rajanya yang terkenal adalah Purnawarman. Purnawarman memeluk agama Hindu yang menyembah Dewa Wisnu.
Pada zaman Purnawarman, ke- rajaan Tarumanegara telah mampu membuat saluran air yang diambil dari sungai Citarum. Saluran air itu berfungsi untuk mengairi lahan pertanian dan menahan banjir.

c. Kerajaan Kediri

Kerajaan Kediri terletak di sekitar Kali Berantas, Jawa Timur. Kerajaan Kediri berjaya pada pemerintahan Raja Kameswara yang bergelar Sri Ma- haraja Sirikan Kameswara. Kameswara meninggal pada tahun 1130. Penggantinya adalah Jayabaya. Jayabaya adalah raja terbesar Kediri. Ia begitu terkenal karena ramalannya yang disebut Jangka Jayabaya. Raja Kediri yang terakhir adalah Kertajaya yang meninggal tahun 1222. Pada tahun itu Kertajaya dikalahkan oleh Ken Arok di Desa Ganter, Malang.
Peninggalan-peninggalan Kerajaan Kediri antara lain Prasasti Panumbangan, Prasasti Palah, Kitab Smaradhahana karangan Empu Dharmaja, Kitab Hariwangsa karangan Empu Panuluh, Kitab Krinayana karangan Empu Triguna, dan Candi Panataran.

 

d. Kerajaan Singasari.

Kerajaan Singasari terletak di Singasari, Jawa Timur. Luasnya me- liputi wilayah Malang sekarang.
Kerajaan Singasari didirikan oleh Ken Arok. Beliau memerintah tahun 1222-1227 M. Para pengganti- nya adalah Anusapati (1227-1248), Panji Tohjaya (1248), Ranggawuni (1248-1268), Kertanegara (1268 – 1292).
Patung Ken Dedes sebagai Dewi Prajnaparamita peninggalan Kerajaan Singosari.

Beberapa peninggalan masa ke- besaran Singasari antara lain:
1. Candi Jago/Jajaghu, sebagai makam Wisnuwardhana,
2. Candi Singasari dan Candi Jawi, sebagai makam Kertanegara,
3. Candi Kidal, sebagai makam Anusapati,
4. Patung Prajnaparamita, sebagai perwujudan Ken Dedes.

 

2. Peninggalan sejarah Hindu di Indonesia.

Kebudayaan Hindu di masa lampau mewariskan bermacam-macam peninggalan sejarah. Peninggalan sejarah yang bercorak kebudayaan Hindu antara lain candi, prasasti, patung, karya sastra (kitab), dan tradisi. Mari kita bahas peninggalan-peninggalan ini satu per satu.

a. Candi.
Candi adalah bangunan yang biasanya terdiri dari tiga bagian, yaitu kaki, tubuh, dan atap. Pada candi Hindu biasanya terdapat arca perwujudan tiga dewa utama dalam ajaran Hindu. Tiga dewa itu adalah Brahma, Wisnu, dan Syiwa. Brahma adalah dewa pencipta, Wisnu dewa pemelihara, dan Syiwa dewa pelebur. Pada dinding candi terdapat relief, yaitu gambar timbul yang biasanya dibuat dengan cara memahat. Relief mengisahkan sebuah cerita.
Candi peninggalan Hindu yang terkenal adalah Candi Prambanan atau Candi Loro Jonggrang. Candi Prambanan dibangun pada abad ke-9 di perbatasan Yogyakarta dan Surakarta. Di dalam candi ini terdapat patung Trimurti dan relief yang mengisahkan cerita Ramayana. Tokoh dalam cerita Ramayana adalah Rama, Shinta, dan Burung Jatayu.

Candi-candi  peninggalan  agama Hindu:

 

No. Nama Candi Lokasi Pembuatan Peninggalan.
1 Prambanan, Yogyakarta, Abad ke-7 M, Mataram Lama.
2 Dieng, Dieng, Jawa Tengah, Abad ke-7 M, Mataram Lama.
3 Badut, Malang, Jawa Timur, 760 M, Kanjuruhan.
4 Canggal, Jawa Tengah, Abad ke-8 M, Mataram Lama.
5 Gedong Sanga, Jawa Tengah, Abad ke-8 M, Mataram Lama.
6 Penataran, Blitar, Jawa Timur, Abad ke-11 M, Kediri.
7 Sawentar, Blitar Jawa Timur, Abad ke-12 M, Singasari.
8 Candi Kidal, Jawa Timur, Abad ke-12 M, Singasari.
9 Singasari, Jawa Timur, Abad ke-12 M, Singasari.
10 Sukuh, Karang Anyar, Jateng, Abad ke-13 M, Majapahit.

Tabel 1.1 Candi-candi peninggalan Hindu.

b. Prasasti.

Prasasti adalah benda peninggalan sejarah yang berisi tulisan dari masa lampau. Tulisan itu dicatat di atas batu, logam, tanah liat, dan tanduk binatang. Prasasti pening- galan Hindu ditulis dengan huruf Pallawa dan berbahasa Sansekerta. Prasasti tertua adalah Prasasti Yupa, dibuat sekitar tahun 350-400 M. Prasasti Yupa berasal dari Kerajaan Kutai. Yupa adalah tiang batu yang digunakan pada saat upacara korban. Hewan kurban ditambatkan pada tiang ini. Prasasti Yupa terdiri dari tujuh batu bertulis. Isi Prasasti Yupa adalah syair yang mengisahkan Raja Mulawarman. Berikut ini daftar pra-sasti-prasasti peninggalan kebudayaan Hindu.

No. Prasasti Lokasi Penemuan Pembuatan Peninggalan
1 Kutai, Kutai, Kaltim, Abad ke-4 M, Kutai.
2 Ciaruteun, Bogor, Jabar, Abad ke-5 M, Tarumanegara.
3 Tugu, Cilincing, Jakut, Abad ke-5 M, Tarumanegara.
4 Jambu, Bogor, Jabar, Abad ke-5 M, Tarumanegara.
5 Kebon Kopi, Bogor, Jabar, Abad ke-5 M, Tarumanegara.
6 Cidanghiang, Pandeglang, Abad ke-5 M, Tarumanegara.
7 Pasir Awi, Leuwiliang, Jabar, Abad ke-5 M, Tarumanegara.
8 Muara Cianten, Bogor, Jabar, Abad ke-5 M, Tarumanegara.
9 Canggal, Magelang, Jateng, Abad ke-7 M, Mataram Lama.
10 Kalasan, Yogyakarta, 732 M, Mataram Lama.
11 Dinoyo, Malang, Jatim, 760 M, Mataram Lama.
12 Kedu, Temanggung, Jateng, 778 M, Mataram Lama.
13 Sanur, Bali Abad ke-9 M, Bali.

Tabel 1.2 Prasasti-prasasti peninggalan kerajaan Hindu.

c. Patung.
Wujud patung Hindu antara lain hewan dan manusia. Patung berupa hewan dibuat karena hewan tersebut dianggap memiliki kesaktian. Patung berupa manusia dibuat untuk mengabadikan tokoh tertentu dan untuk menggambarkan dewa dewi. Contoh patung peninggalan kerajaan Hindu yang terkenal adalah Patung Airlangga sedang menunggang garuda. Dalam patung itu, Airlangga digambarkan sebagai penjelmaan Dewa Wisnu.

No. Patung Lokasi Pembuatan Peninggalan.
1 Trimurti,
2 Dwarapala, Bogor,  Jabar, Abad ke-5 M, Tarumanegara.
3 Wisnu Cibuaya I, Cibuaya, Jabar, Abad ke-5 M, Tarumanegara.
4 Wisnu Cibuaya II, Cibuaya, Jabar, Abad ke-5 M, Tarumanegara.
5 Rajasari, Jakarta, Abad ke-5 M, Tarumanegara.
6 Airlangga, Medang Kemulan, Abad ke-10 M, Medang Kemulan.
7 Ken Dedes, Kediri, Jatim, Abad ke-12 M, Kediri.
8 Kertanegara, Jawa Timur, Abad ke-12 M, Singasari.
9 Kertarajasa, Mojekerto, Jatim, Abad ke-13 M, Majapahit.

Tabel 1.3 Patung-patung peninggalan kerajaan Hindu.

d. Karya sastra (kitab).
Karya sastra peninggalan kerajaan Hindu berbentuk kakawin atau kitab. Kitab-kitab peninggalan itu berisi ca- tatan sejarah. Umumnya karya sastra peninggalan sejarah Hindu ditulis de- ngan huruf Pallawa dalam bahasa Sansekerta pada daun lontar. Karya sastra yang terkenal antara lain Kitab Bara- tayuda dan Kitab Arjunawiwaha. Kitab Baratayuda dikarang Empu Sedah dan Empu Panuluh. Kitab Baratayuda ber- isi cerita keberhasilan Raja Jayabaya dalam mempersatukan Kerajaan Kediri dan Kerajaan Jenggala. Kitab Arjunawiwaha berisi pengalaman hidup dan keberhasilan Raja Airlangga.

Berikut ini daftar kitab-kitab peninggalan sejarah Hindu di Indonesia.

 

No. Nama Kitab Lokasi Dibuat Peninggalan.
1 Carita Parahayangan, Bogor, Jabar, Abad ke-5 M, Tarumanegara.
2 Kresnayana, Bogor,  Jabar, Abad ke-5 M, Tarumanegara.
3 Arjunawiwaha, Kahuripan, Jatim, Abad ke-10 M, Medang Kemulan.
4 Lubdaka, Kediri, Jatim, Abad ke-11 M, Kediri.
5 Baratayuda, Kediri, Jatim, Abad ke-12 M, Kediri.

Tabel 1.4 Kitab-kitab peninggalan sejarah Hindu.

 

e. Tradisi

Tradisi adalah kebiasaan nenek moyang yang masih dijalankan oleh masyarakat saat ini. Tradisi agama Hindu banyak ditemukan di daerah Bali karena penduduk Bali sebagian besar beragama Hindu. Tradisi agama Hindu yang berkembang di Bali, antara lain:
1. Upacara nelubulanin ketika bayi berumur 3 bulan.
2. Upacara potong gigi (mapandes).
3. Upacara pembakaran mayat yang disebut Ngaben. Dalam tradisi Ngaben, jenazah dibakar beserta sejumlah benda berharga yang dimiliki orang yang dibakar.
4. Ziarah, yaitu mengunjungi makam orang suci dan tempat suci leluhur seperti candi.

 

3. Kerajaan Majapahit dan peranan Gajah Mada dalam mempersatukan Nusantara.

Dapat dikatakan Majapahit adalah puncak kejayaan kerajaan Hindu di Indonesia. Kerajaan Majapahit terletak di hutan Tarik dekat delta sungai Berantas, Mojokerto, Jawa Timur. Sejarah Majapahit dapat kita telusuri dengan membahas raja-raja yang memerintah di kerajaan itu.

a. Pemerintahan Raden Wijaya (1293-1309)
Raden Wijaya adalah seorang keturunan penguasa Singasari. Ketika Singasari diserang oleh Jaya- katwang dari Kediri, Raden Wijaya berhasil meloloskan diri ke Madura. Beliau minta bantuan Wiraraja. Wiraraja menganjurkan supaya Raden Wijaya kembali ke Kediri, berpura-pura mengabdi kepada Jaya katwang. Sebagai imbalan Jaya- katwang menghadiahkan daerah hutan Tarik kepada Raden Wijaya.
Raden Wijaya bergabung dengan pasukan Kubilai Khan dari Cina menyerang Jayakatwang. Pasukan Jayakatwang berhasil dikalahkan.

Raden Wijaya mengatur siasat untuk mengusir pasukan Cina. Diadakan pesta kemenangan secara besar-besaran. Ketika tentara Cina terlena dalam kemabukan, anak buah Raden Wijaya menyerang mereka. Banyak pasukan Cina terbunuh. Hanya sebagian kecil yang berhasil melarikan diri kembali ke Cina. Raden Wijaya kemudian menjadi raja pada tahun 1294, dengan gelar Kertarajasa Jayawardana. Raden Wijaya memerintah selama 16 tahun.

Asal usul nama Majapahit. Ketika Raden Wijaya bersama para pengikutnya sedang membuka hutan Tarik, hadiah Jayakatwang, seseorang menemukan buah maja. Buah itu dimakan. Ternyata rasanya sangat pahit. Sejak itu, daerah tersebut dinamakan Majapahit. Daerah ini kemudian berkembang menjadi pusat kerajaan Majapahit.

 

b. Pemerintahan Jayanegara (1309-1328).

Raden Wijaya digantikan oleh puteranya, Kalagemet. Kalagemet adalah putra Raden Wijaya dan putri Melayu, Dara Petak. Setelah menjadi raja, Kalagemet bergelar Sri Jayanegara. Pada saat Jayanegara menjadi raja, sering terjadi pemberontakan, antara lain pemberontakan Ranggalawe, Sora, Nambi, dan Kuti.
Pemberontakan Kuti sangat berbahaya. Akibat pemberontakan itu, Jayanegara melarikan diri ke Badander. Jayanegara dikawal oleh pasukan Bayangkari yang dipimpin oleh Gajah Mada. Berkat pengawalan pasukan Bayangkari, raja selamat dari pemberontakan Kuti. Berkat bantuan Gajah Mada, Jayanegara dapat merebut kembali tahta Majapahit. Atas jasanya, Gajah Mada diangkat menjadi Patih di Kahuripan. Dua tahun kemudian, Gajah Mada diangkat menjadi patih di Daha.

c. Pemerintahan Tribuwanatunggadewi (1328-1350).

Jayanegara memerintah sampai tahun 1328. Beliau wafat tanpa mening- galkan putra. Seharusnya, Jayanegara digantikan oleh Rajapatni (Gayatri). Namun, karena Rajapatni hidup membiara, pemerintahan diserahkan pada putrinya, Sri Gitarja.

Ketika menjadi ratu, Sri Gitarja bergelar Tribuwanatunggadewi Jaya wisnuwardhani. Pada masa itu terjadi pemberontakan Sadeng. Gajah Mada diangkat menjadi pejabat perdana menteri (maha patih) Majapahit menggantikan Arya Tadah yang sedang sakit. Gajah Mada ditugasi memimpin penumpasan pemberontakan Sadeng. Gajah Mada berhasil melaksanakan tugas itu. Beliau diangkat menjadi maha patih. Saat dilantik, Gajah Mada meng- ucapkan Sumpah Palapa. Dalam sumpah itu tersirat cita-cita Gajah Mada mempersatukan Nusantara. Adapun yang dimaksud dengan Nusantara ketika itu adalah Hasta Dwipa Nusantara (delapan pulau), yaitu Malaka, Sumatra, Jawa, Madura, Kalimantan, Sulawesi, Sunda Kecil (Nusa Tenggara), Maluku, dan Irian (Gurun).

Untuk mewujudkan cita-cita itu, Gajah Mada membangun armada laut. Karena memiliki angkatan laut yang kuat, Kerajaan Majapahit dikenal seba-gai kerajaan maritim. Pimpinan armada laut dipercayakan kepada Empu Nala. Dengan armada yang kuat, Majapahit berhasil menaklukkan Dompo pada tahun 1340 dan Bali pada tahun 1343.

Sumpah Palapa. Bunyi sumpah yang diucapkan Gajah Mada sebagai berikut:
“Sira Gajah Mada pepatih amugkubumi tan ayun amukita palapa, sira Gajah Mada, lamun huwus kalah nusantara ingsun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seram, Tanjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana ingsun amukti palapa. (Sumber: Ensiklopedi Umum untuk Pelajar 3).

d. Pemerintahan Hayam Wuruk (1334-1389).
Rajapatni (Gayatri) wafat pada tahun 1350. Setelah ibundanya wafat, Ratu Tribuwanatunggadewi menyerahkan tahta Majapahit kepada putranya, Hayam Wuruk. Ketika naik tahta Hayam Wuruk baru berusia 16 tahun. Setelah naik tahta Hayam Wuruk bergelar Sri Rajasanegara.
Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, Majapahit mengalami zaman keemasan. Hayam Wuruk didampingi oleh Patih Gajah Mada. Hayam Wuruk menjadi raja Majapahit yang paling besar. Gajah Mada meneruskan cita-citanya. Satu per satu kerajaan di Nusantara dapat ditaklukkan di bawah Majapahit. Wilayah kerajaannya meliputi hampir seluruh wilayah Nusantara sekarang, ditambah Tumasik (Singapura) dan Semenanjung Melayu.

Pada masa ini, Majapahit menjalin hubungan dengan kerajaan- kerajaan di daerah daratan Asia Tenggara seperti India, Muangthai, Kamboja, dan Cina. Dengan kemajuan hubungan itu, perdagangan dan pelayaran kerajaan Majapahit semakin maju. Bandar-bandar Majapahit, seperti Ujung Galuh, Tuban, Gresik, dan Pasuruan ramai dikunjungi oleh pedagang-pedagang dari Cina, India, dan Persia.

Selain berkembang menjadi kerajaan maritim yang besar, Majapahit juga menjadi kerajaan agraris yang maju. Hayam Wuruk membangun wa- duk dan saluran irigasi untuk mengairi lahan pertanian. Beberapa jalan dan jembatan penyeberangan juga dibangun untuk mempermudah lalu lintas antardaerah. Hasil pertanian Majapahit antara lain beras, rempah- rempah, kapas, sutera, dan hasil-hasil perkebunan.

Hayam Wuruk juga memperhatikan kegiatan kebudayaan. Hal ini ter- bukti dengan banyaknya candi yang didirikan dan kemajuan dalam bidang sastra. Candi-candi peninggalan Majapahit, antara lain Candi Sawentar, Candi Sumberjati, Candi Surawana, Candi Tikus, dan Candi Jabung. Karya sastra yang terkenal pada masa Kerajaan Majapahit ialah Kitab Negara- kertagama karangan Empu Prapanca dan Kitab Sutasoma karangan Empu Tantular. Dalam kitab Negarakertagama terdapat istilah Pancasila. Sedang- kan di dalam Sutasoma terdapat istilah Bhinneka Tunggal Ika.

Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, terjadi Perang Bubat. Perang Bubat terjadi antara Kerajaan Majapahit dan kerajaan Pajajaran. Hayam Wuruk bermaksud mempersunting Diyah Pitaloka (Ciptaresmi), putri raja Pajajaran. Pihak Majapahit mengirim utusan untuk melamar. Pihak Pajajaran dan utusan tersebut membuat kesepakatan. Isinya raja Majapahit tidak melamar ke istana Pajajaran, tetapi di perbatasan kedua kerajaan, yaitu di Desa Bubat. Raja Pajajaran memimpin secara langsung rombongan putrinya ke Desa Bubat. Patih Gajah Mada mempunyai rencana lain. Gajah Mada memaksa raja Pajajaran yang sudah ada di Desa Bubat untuk mempersembahkan putrinya sebagai upeti kepada Raja Hayam Wuruk. Permintaan itu ditolak oleh raja Pajajaran, sehingga terjadi perang besar di Desa Bubat. Seluruh rombongan Kerajaan Pajajaran, termasuk raja dan puterinya tewas.
Hayam Wuruk tidak berkenan atas tindakan Gajah Mada. Sejak peristiwa itu, hubungan keduanya renggang. Gajah Mada wafat pada tahun 1364 M. Sedangkan Hayam Wuruk wafat padatahun 1389. Setelah dua tokoh ini wafat, Majapahit mengalami kemunduran.

e. Kusumawardhani-Wirakramawardhana (1389-1429).
Sepeninggal Hayam Wuruk, terjadi perebutan kekuasaan di Majapahit. Pengganti Hayam Wuruk adalah Kusumawardhani yang bersuamikan Wirakramawardhana. Wirakramawardhanalah yang memimpin Majapahit tahun 1389-1429. Bhre Wirabumi (anak selir Hayam Wuruk) diberi kekuasa- an di Blambangan. Menurut Bhre Wirabumi, dirinya yang berhak menjadi raja di Majapahit.
Pada tahun 1401-1406 terjdi perang saudara di Paregreg. Bhre Wirabumi terbunuh dalam perang itu. Tumbuhlah benih persengketaan berlarut-larut di antara keturunan Hayam Wuruk. Pada tahun 1429 Wirakramawardana wafat. Wirakramawardana digantikan oleh Suhita. Suhita digantikan oleh Bhre Tumapel Kertawijaya. Beliau hanya empat tahun memerintah. Pengganti berikutnya adalah Bhre Pamotan yang bergelar Srirajasawardhana. Bhre Pamotan memindahkan pusat pemerintahan Kerajaan Majapahit ke Kahuripan untuk menghindari pertentangan keluarga. Bhre Pamotan wafat pada tahun 1453 dan tidak ada pengganti- nya. Baru pada tahun 1456, muncul Bhre Wengker yang bergelar Girindra Wardhana. Pertentangan keluarga kerajaan Majapahit terus berlanjut sampai pemerintahan Ranawijaya. Pada tahun 1522, Majapahit dikuasai oleh Demak.

 

C. Kerajaan dan Peninggalan Agama Buddha.

Agama Buddha mulai masuk ke Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, sekitar abad ke-5 Masehi. Pada tahun 423 Bhiksu Gunawarman datang ke Jawa untuk menyebarluaskan ajaran Buddha. Ia memperoleh perlindungan dari penguasa setempat. Usaha Bhiksu Gunawarman berjalan lancar.
Agama Buddha berasal dari India. Agama Buddha masuk ke Indonesia bersamaan dengan masuknya agama Hindu. Agama Hindu berkembang setelah agama Buddha. Namun, persebaran agama Hindu lebih cepat dari pada persebaran agama Buddha. Hal ini terbukti dari lebih banyaknya kerajaan Hindu daripada kerajaan Buddha. Pusat-pusat kerajaan Buddha hanya terdapat di Sumatra dan beberapa daerah di Jawa. Kita akan membahas peninggalan-peninggalan sejarah bercorak Buddha dan Kerajaan Sriwijaya sebagai pusat penyebaran agama Buddha pada waktu itu.

 

1. Peninggalan sejarah bercorak Buddha.

Peninggalan sejarah Buddha dan Hindu hampir sama, yaitu candi, prasasti, patung, dan kitab. Mari kita bahas peninggalan-peninggalan sejarah bercorak Buddha satu per satu!

Candi Borobudur salah satu peninggalan sejarah warisan agama dan kebudayaan Buddha. Candi Borobudur terletak di Kabupaten Magelang.

a. Candi.
Candi-candi Buddha digunakan sebagai tempat pemujaan. Ciri candi Buddha adalah adanya stupa dan patung Sang Buddha Gautama. Stupa adalah bangunan dari batu tempat menyimpan patung Sang Buddha. Beberapa Candi Buddha dapat dilihat dalam tabel berikut ini.

No. Candi Lokasi Penemuan Dibangun Peninggalan
1 Sewu, Jawa Tengah, Abad ke-7 M, Mataram Lama.
2 Plaosan, Jawa Tengah, Abad ke-7 M, Mataram Lama.
3 Mendut, Jawa Tengah, Abad ke-7 M, Mataram Lama.
4 Borobudur, Jawa Tengah, 770-842 M, Mataram Lama.
5 Muara Takus, Sumatra Selatan, Abad ke-8 M, Sriwijaya.
6 Jago, Malang, Jawa Timur, Abad ke-12 M, Singasari.
7 Sari, Jawa Tengah, Abad ke-13 M, Majapahit.
8 Pawon, Jawa Tengah, Abad ke-13 M, Majapahit.
9 Tikus, Mojokerto, Jawa Timur, Abad ke-13 M, Majapahit.

Tabel 1.5 Candi-candi peniggalan agama Buddha.

Candi Borobudur. Candi Borobudur adalah candi Buddha terbesar. Candi ini terletak di Magelang, Jawa Tengah. Candi Borobudur dibangun sebelum agama Hindu berkembang di Jawa. Pembangunannya membutuhkan waktu sekitar 50 tahun. Relief (lukisan timbul) yang terdapat pada Candi Borobudur panjangnya mencapai 4 km. Tinggi Candi Borobudur 42 meter. Arca atau patung yang terdapat di sana mencapai 500 buah.

 

b. Prasasti.

Di Sumatra Selatan ditemukan beberapa prasasti warisan Keraja- an Sriwijaya. Di sekitar Palembang ditemukan Prasasti Telaga Batu, Prasasti Talang Tuwo, dan Prasasti Kedukan Bukit. Ketiganya menceri- takan berdirinya kerajaan Sriwijaya. Prasasti Karang Berahi dan Prasasti Kota Kapur ditemukan di Jambi dan Bangka. Kedua prasasti itu menceri- takan wilayah kekuasaan Sriwijaya.

c. Patung.
Patung yang bercorak Buddha biasanya berupa arca Sang Buddha Gautama. Arca Sang Buddha Gautama pertama kali ditemukan di Sikendeng, Sulawesi Selatan. Berikut ini daftar patung atau arca peninggal- an sejarah Buddha.

Tabel 1.6 Patung-patung atau arca-arca peniggalan agama Buddha.

No Nama Patung Lokasi Dibuat / Peninggalan
1 Patung Buddha, Sikendeng Abad ke -2 M, –
2 Arca Bhumisparsa Mudra, Jawa Tengah, Abad ke-8 M, Mataram Lama.
3 Arca Dhyana Mudra, Jawa Tengah, Abad ke-8 M, Mataram Lama.
4 Arca Abhaya Mudra, Jawa Tengah, Abad ke-8 M, Mataram Lama.
5 Arca Vitarka Mudra, Jawa Tengah, Abad ke-8 M, Mataram Lama.
6 Dharmacakra Mudra, Jawa Tengah, Abad ke-8 M, Mataram Lama.
7 Arca Vara Mudra, Jawa Tengah, Abad ke-8 M, Mataram Lama.
8 Arca Buddha, Palembang, Abad ke-8 M, Sriwijaya.

 

Mudra. Mudra adalah sikap tangan pada patung Budha. Bhumipasra Mudra adalah Buddha dengan sikap tangan menyentuh bumi; Vara Mudra adalah Buddha dengan sikap tangan memberi anugerah; Dhyana Mudra dan Abhaya Mudra adalah sikap Buddha sedang bersemedi dan memberi kedamaian; Vitarka Mudra sikap tangan Buddha memberi pelajaran; Dharmacakra Mudra adalah sikap Buddha sedang memutar roda ajaran.

d. Karya sastra (kitab)
Ada beberapa karya sastra peninggalan sejarah yang bercorak Bud- dha. Salah satu karya sastra bercorak Buddha yang terkenal adalah Kitab Sutasoma. Kitab ini dikarang oleh Mpu Tantular. Kitab Sutasoma mence- ritakan kisah Raden Sutasoma. Kisah ini mengajarkan pengorbanan dan belas kasih yang harus ditempuh seseorang untuk mencapai kesem- purnaan tertinggi. Salah satu ungkapan yang terkenal dari Kitab Sutasoma adalah “Bhinneka Tunggal lka Tan Hana Dharma Mangrwa.”
Berikut ini daftar karya sastra atau kitab-kitab peninggalan sejarah yang bercorak Buddha.

Tabel 1.7 Kitab-kitab peniggalan agama Buddha di Indonesia.

No Kitab Lokasi Dibuat Peninggalan
1 Negara Kertagama, Jawa Timur, Abad ke-13 M, Majapahit.
2 Sutasoma, Jawa Timur, Abad ke-13 M, Majapahit.
3 Pararaton, Jawa Timur, Abad ke-13 M, Majapahit.
4 Ranggalawe, Jawa Timur, Abad ke-13 M, Majapahit.
5 Arjunawiwaha, Jawa Timur, Abad ke-13 M, Majapahit.

e. Tradisi
Tradisi agama Buddha yang sekarang ini kita jumpai banyak dipengaruhi oleh budaya Cina. Tradisi agama Buddha yang ada, misalnya berdoa di wihara. Tradi- si lain agama Buddha yang masih ada adalah ziarah. Ziarah dilaku- kan dengan mengunjungi tempat suci leluhur seperti candi. Kegiat- an yang dilakukan pada saat ziarah adalah membaca doa dan membawa sesajen.

 

2. Kejayaan Kerajaan Sriwijaya sebagai pusat penyebaran agama Buddha.
Agama dan kebudayaan Hindu dan Buddha masuk dan berkem- bang di wilayah tanah air dalam waktu hampir bersamaan. Ada be- berapa kerajaan yang dipengaruhi baik oleh agama Hindu maupun Buddha. Bahkan, ada peninggalan sejarah yang membuktikan bahwa kedua agama itu hidup secara berdampingan dalam suatu kerajaan. Kerajaan-kerajaan yang mempunyai ciri baik Hindu maupun Buddha, an- tara lain Kerajaan Mataram Lama di Jawa Tengah dan Singasari di Jawa Timur. Sedangkan kerajaan yang bercorak Buddha antara lain Sriwijaya di Sumatra Selatan. Kita akan membahas lebih lanjut Kerajaan Sriwijaya sebagai salah satu pusat agama Buddha di Indonesia.
Kerajaan Sriwijaya sudah dikenal pada tahun 682. Pusatnya di muara Sungai Musi, dekat Palembang. Awalnya, Sriwijaya hanya kerajaan kecil. Sriwijaya berkembang menjadi kerajaan besar setelah dipimpin oleh Dapunta Hyang. Dapunta Hyang berhasil memperluas daerah kekuasaan- nya dengan menaklukkan kerajaan-kerajaan di sekitarnya.

Candi Muara Takus, salah satu peninggalan sejarah Kerajaan Sriwijaya. Candi ini terletak di antara dua sungai, yaitu Sungai Kampar Kanan dan Kampar Kiri.

Sriwijaya mencapai puncak kejayaan ketika diperintah oleh Raja Balaputradewa. Letaknya sangat strategis bagi pelayaan, yaitu di dekat Selat Malaka dan Selat Sunda. Sriwijaya menjadi kerajaan Maritim yang besar dan dilengkapi dengan armada kuat. Situasi yang aman bagi pelayar- an membuat banyak kapal asing singgah di pelabuhan Sriwijaya. Sejak saat itu, Sriwijaya menjadi pusat perdagangan.

Kerajaan Sriwijaya juga dikenal sebagai pusat agama Buddha. Hal itu diceritakan seorang pendeta Buddha, I-tsing, yang pernah tinggal di Palembang. Banyak Candi dan kuil agama Buddha didirikan. Di Sriwijaya terdapat Perguruan Tinggi agama Buddha. Mahaguru yang terkenal adalah Sakyakirti. Kerajaan Sriwijaya juga menjalin kerja sama dengan Perguruan Tinggi Nalanda di India. Kerajaan Sriwijaya banyak mengirimkan maha- siswanya. Raja Sriwijaya membantu memperbaiki kuil di Kanton, Cina pada awal abad ke-11.

Keruntuhan Sriwijaya disebabkan oleh serangan dari kerajaan Cola- mandala dari India Selatan, dari kerajaan Singasari, dan Majapahit. Tahun 1025 ibu kota Sriwijaya diserbu dan Raja Sanggarma Wijayatungga- warman ditawan musuh. Tahun 1275, Singasari menyerang Sriwijaya. Kerajaan Majapahit juga menyerang Sriwijaya pada tahun 1377.

Pelajarilah kembali pembahasan tentang Kerajaan dan Peninggalan Buddha. Kemudian, jawablah soal-soal berikut ini!
1. Sebutkan empat bentuk peninggalan sejarah Buddha!
2. Sebutkan empat prasasti peninggalan Kerjaan Sriwijaya!
3. Sebutkan lima buah candi peninggalan agama Buddha!
4. Sebutkan beberapa contoh tradisi Buddha!
5. Apa bukti Sriwijaya pernah menjadi pusat agama Buddha?

 

D. Kerajaan dan Peninggalan Agama Islam di Indonesia.

Kebanyakan penduduk negara kita beragama Islam. Bagaimana Agama Islam masuk dan berkembang di negara kita? Umumnya para ahli ber- pendapat Agama Islam mulai masuk ke Indonesia pada abad ke-13 M. Agama dan kebudayaan Islam masuk Indonesia melalui para pedagang yang berasal dari Arab, Persia, dan Gujarat (India), dan Cina.

Agama Islam berkembang dengan pesat di tanah air. Hal ini dapat di lihat dengan berdirinya kerajaan-kerajaan Islam. Kita akan membahas peninggalan-peninggalan sejarah dan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia.

1. Peninggalan sejarah bercorak Islam di Indonesia.
Agama dan kebudayaan Islam mewarikan banyak sekali peninggalan sejarah. Peninggalan-peninggalan sejarah bercorak Islam antara lain mas- jid, kaligrafi, karya sastra, dan tradisi keagamaan. Berikut ini akan dibahas satu per satu peninggalan sejarah Islam di Indonesia.

a. Masjid.

Masjid merupakan seni arsitektur Islam yang paling menonjol. Masjid adalah tempat peribadatan umat Islam. Berbeda dengan masjid-masjid yang ada sekarang, atap masjid peninggalan sejarah biasanya beratap tumpang bersusun. Semakin ke atas atapnya makin kecil. Jumlah atap tumpang itu biasanya ganjil, yaitu tiga atau lima. Atap yang paling atas berbentuk limas. Di dalam masjid terdapat empat tiang utama yang menyangga atap tumpang.

Pada bagian barat masjid terdapat mihrab. Di sebelah kanan mihrab ada mimbar. Di halaman masjid biasanya terdapat menara. Keberadaan menara tidak hanya untuk menambah keindahan bangunan masjid. Fungsi menara adalah sebagai tempat muazin mengumandangkan azan ketika tiba waktu salat. Sebelum azan dikumandangkan, dilakukan pemukulan tabuh atau beduk.
Contoh masjid peninggalan sejarah Islam adalah Masjid Agung Demak dan Masjid Kudus. Masjid Agung Demak dibangun atas perintah Wali Songo. Pembangunan masjid dipimpin langsung oleh Sunan Kalijaga. Masjid Demak tidak memiliki menara. Sementara masjid Kudus didirikan oleh Sunan Kudus.
Masjid Agung Demak. Pembangunan masjid dipimpin langsung oleh Sunan Kalijaga. Salah satu keunikan Masjid Agung Demak adalah salah satu tiangnya terbuat dari susunan tatal. Konon, tiang ini dibuat oleh Sunan Kalijaga. Tiang dari tatal ini kemudian diganti ketika Masjid Agung Demak dipugar pada tahun 1980. Potongan tiang tatal ini masih tersimpan di bangsal belakang masjid.

Berikut ini daftar masjid-masjid peninggalan sejarah kerajaan Islam.

  1. Masjid Agung Demak, di demak, Jateng, dibuat Abad 14M, Kerajaan Demak.
  2. Masjid Ternate, di Ternate, Ambon, dibuat abad 14 M, Kerajaan Ternate.
  3. Masjid Sunan Ampel, Surabaya, Jatim, Abad 15M.
  4. Masjid Kudus, Jateng -Kudus, Abad 15M
  5. Masjid Banten, Banten, Abad 15 M , Kerajaan Banten.
  6. Masjid Cirebon, Jabar – Cirebon, Abad 15 M, Kerjaan Cirebon.
  7. Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Abad 15M Ke Aceh.
  8. Masjid Katangga, Katangga Sulsel, Abad ke16, Kerajaan Gowa.

b. Kaligrafi.

Kaligrafi adalah tulisan indah da- lam huruf Arab. Tulisan tersebut biasa- nya diambil dari ayat-ayat suci Al Quran. Kaligrafi digunakan sebagai hiasan dinding masjid, batu nisan, ga- pura masjid dan gapura pemakaman. Batu nisan pertama yang ditemukan di Indonesia adalah batu nisan pada ma- kam Fatimah binti Maimun di Leran, Surabaya. Sedangkan kaligrafi pada gapura terdapat di gapura makam Sunan Bonang di Tuban, gapura makam raja-raja Mataram, Demak, dan Gowa.

1, Kaligrafi Makam Fatima binti Maimun, di Gresik Jatim, Abad 13 Masehi.
2, Makam Ratu Nahrasiyah, di Samudra Pasai, abad 14 Masehi, Kerajaan Samudra Pasai.
3, Makam  Maulana Malik Ibrahim, di gresik Jatim, Abad 15 Masehi.
4, Makam Sunan Giri, di Gresik Jatim, Abad 15 Masehi.
5, Makam Sunan Gunung Jati, di Cirebon Jawa barat, abad 15 Masehi, Cirebon.
6, Makam Sunan Kudus dan Sunan Muria, di Kudus Jawa Tengah, abad 15 masehi.
7, Makam Sunan Kalijaga, Demak Jawa Tengah, abad 15 masehi, Demak.
8, Makam raja-raja Banten, di Banten, abad 15 masehi, Banten.
9, Makam raja-raja Mataram, di Imogiri, abad ke 16 masehi, kerajaan Mataram.
10, Makam raja-raja Mangkunegaran, Astana Giri, abad 16 masehi, Kerajaan Mataram.
11. Makam raja-raja Gowa, Katangga, aba 16 Masehi, kerajaan Gowa.

c. Istana.

Istana adalah tempat tinggal raja atau sultan beserta keluarganya. Istana berfungsi sebagai pusat pemerintahan. Adanya istana sebenarnya karena pengaruh Hindu dan Buddha. Setelah Islam masuk, tradisi pem- bangunan istana masih berlangsung. Akibatnya, pada bangunan istana yang bercorak Islam, pengaruh Hindu dan Buddha masih tampak. Saat ini peninggalan Islam yang berupa Istana tinggal beberapa saja.

Keraton Kasultanan Yogyakarta merupakan istana Kerajaan Mataram Islam. Istana ini masih berdiri sampai sekarang.

No Nama Istana Lokasi Dibuat Peninggalan.
1 Istana Kesultanan Ternate Ternate, Ambon, Abad 14 M, K. Ternate.
2 Istana Kesultanan Tidore Tidore, Ambon, Abad 14 M, K. Tidore.
3 Keraton Kasepuhan Cirebon, Jabar, Abad 15 M, K. Cirebon.
4 Keraton Kanoman Cirebon, Jabar, Abad 15 M, K. Cirebon.
5 Keraton Kesultanan Aceh NAD, Abad 15 M, K. Aceh.
6 Istana Sorusuan Banten, Abad 15 M, K. Banten.
7 Istana Raja Gowa Gowa, Sulsel, Abad 16 M, K. Gowa.
8 Keraton Kasultanan Yogyakarta, Abad 17 M, K. Mataram.
9 Keraton Pakualaman Yogyakarta, Abad 17 M, K. Mataram.

Tabel 1.10 Istana-istana peninggalan sejarah kerajaan Islam di Indonesia.

 

d. Kitab.

Kesusastraan Islam berkembang di Jawa dan Sumatra. Peninggalan karya sastra yang bercorak Islam adalah suluk dan hikayat. Suluk dan hikayat ada yang ditulis dalam bahasa daerah ada juga yang ditulis dalam bahasa Arab. Ada juga suluk yang diterjemahkan dalam bahasa Melayu. Suluk dan hikayat dibuat untuk mempermudah masyarakat Indonesia me- nangkap ajaran Islam.

Beberapa suluk terkenal adalah syair Si Burung Pingai dan syair Perahu karya Hamzah Fansuri serta syair Abdul Muluk dan syair gurindam dua belas karya Ali Haji. Syair gurindam dua belas berisi nasihat kepada para pemimpin agar mereka memimpin dengan bijaksana. Ada juga nasihat untuk rakyat biasa agar mereka menjadi terhormat dan disegani oleh se- sama manusia. Syair Abdul Muluk menceritakan Raja Abdul Muluk.

Hikayat adalah cerita atau dongeng yang isinya diambil dari kejadian sejarah. Di pulau Jawa, hikayat dikenal dengan nama babad. Babad tanah Jawa menceritakan kerajaan-kerajaan yang terdapat di Jawa. Cerita tersebut dimulai dari kerajaan Hindu-Buddha sampai kerajaan Islam. Di Aceh ada beberapa jilid Bustan Al-Salatin yang berisi ri- wayat nabi-nabi, riwayat sultan-sultan Aceh, dan penjelasan penciptaan langit dan bumi. Kitab ini ditulis oleh Nuruddi Ar- Raniri.

e. Pesantren.
Sejak masuknya Islam ke Indonesia, pesantren merupakan lembaga yang mengajarkan Islam. Pesantren pertama kali didirikan di daerah Jawa dan Madura oleh para kiai. Pesantren pertama ini dibangun pada masa Sunan Ampel yaitu pada masa pemerintahan Prabu Kertawijaya dari Majapahit. Pesatren kemudian berkembang pesat dan melahirkan kelom- pok-kelompok terpelajar. Para santri belajar bahasa Arab, kitab Kuning, fiqih, pendalaman Al Quran, tahuhid, akhlak, dan tradisi tasawuf.

Beberapa pesantren besar yang ada di Indonesia antara lain Pesantren Tebuireng di Jombang, Pesantren Lasem di Rembang, Pesantren Lirboyo di Kediri, Pesantren Asembagus di Situbondo, Pesantren As-Shiddiqiyyah di Jakarta, Al-Kautsar Medan.

f. Tradisi.
Beberapa tradisi Islam kita warisi sampai sekarang, antara lain ziarah ke makam, sedekah, sekaten. 
1. Ziarah, yaitu kegiatan mengunjungi makam. Ziarah berkembang ber- sama dengan tradisi lain. Di Jawa, misalnya pengunjung di sebuah makam melaksankan ziarah dengan cara melakukan berbagai kegiatan. Kegiatan tersebut adalah membaca Al Quran atau kalimat syahadat, berdoa, begadang untuk semadi, atau tidur dengan harapan memper- oleh firasat dalam mimpi.
2. Sedekah, acara keluarga dengan mengundang tetangga sekitar. Sedekah untuk peristiwa gembira disebut syukuran. Sedekah untuk peristiwa sedih atau meminta perlindungan, disebut selamatan. Sede- kah meminta sesuatu disebut hajatan.
3. Sekaten, yaitu perayaan Maulid Nabi Muhammad dalam budaya Jawa. Perayaan Sekaten dikenal di Yogyakarta, Surakarta, Jawa Timur, dan Cirebon.

 

2. Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia.

Setelah keraajaan-kerajaan Hindu-Buddha surut, mulai berdiri kerajaan- kerajaan Islam di tanah air kita. Berikut ini beberapa contoh kerajaan Is- lam yang pernah berdiri di Indonesia.

a. Kerajaan Samudera Pasai.

Samudera Pasai merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia. Letaknya di daerah Lhokseumawe, pantai timur Aceh. Raja-rajanya adalah Sultan Malik as-Saleh, Sultan Muhammad yang bergelar Malik Al-Tahir (1297-1326), Sultan Akhmad yang bergelar Malik Az Zahir (1326-1348) dan Zainal Abidin. Pada pertengahan abad ke-15 Samudra Pasai mengalami kemunduran karena diserang oleh Kerajaan Aceh.

b. Kerajaan Aceh.

Kerajaan Aceh didirikan oleh Sultan Ibrahim pada tahun 1514. Aceh bekembang pesat setelah Malaka dikuasai Portugis. Para pe- dagang Islam memindahkan kegiat- an berdagang dari Malaka ke Aceh. Aceh mencapai kejayaannya pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1635). Karena menjadi pusat agama Islam, Aceh sering disebut Serambi Mekah.

c. Kerajaan Demak.

Kerajaan Demak terletak di pantai utara Jawa Tengah, didirikan Raden Patah pada tahun 1478. Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Demak menjadi pusat kegiatan Wali Songo. Raden Patah mempunyai putera bernama Adipati Unus yang mendapat julukan Pangeran Sabrang Lor. Pada masa pemerintahan Sultan Trenggono, Demak menyerang Sunda Kelapa, Banten, dan Cirebon. Ketiga daerah dapat direbut tahun 1526. Ketika menyerang Panarukan, Sultan Trenggono tewas dalam pertempuran.

d. Kerajaan Mataram.

Kerajaan Mataram mencapai puncak kejayaan pada masa Sultan Agung. Beliau banyak berjasa dalam bidang kebudayaan dan agama. Be- liau mengarang Serat Sastra Gending yang berisi filsafat Jawa, mencipta- kan penanggalan tahun Jawa, dan memadukan unsur Jawa dan Islam, seperti penggunaan gamelan dalam perayaan Sekaten untuk memperingati Maulud Nabi.

e. Kerajaan Banten.

Banten dikuasai Demak setelah direbut Falatehan. Kerajaan Banten dipimpin putra Falatehan yang bernama Hasanuddin. Dia berhasil mengusir Portugis dari Sunda Kelapa pada tahun 1527. Di bawah pemerintahannya, Banten menyebarkan agama Islam ke pedalaman Jawa Barat. Selain itu, Banten berhasil menguasai Lampung. Kerajaan Banten mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1682).

f. Kerajaan Gowa-Tallo (Makasar).

Kerajaan Gowa-Tallo terletak di Sulawesi Selatan. Pada tahun 1605, agama Islam masuk ke kerajaan Gowa-Tallo melalui seorang ulama dari Minangkabau bernama Dato ri Bandang. Karaeng Tunigallo adalah raja Gowa pertama yang memeluk agama Islam. Gelar Karaeng Tunigallo adalah Sultan Alauddin. Kerajaan Gowa Tallo mencapai kejayaan pada masa peme- rintahan Sultan Hassanuddin (1653 – 1669).

g. Kerajaan Ternate dan Tidore.

Kerajaan Ternate dan Tidore letaknya berdekatan. Keduanya menganut agama Islam sejak abad ke-16. Ajaran Islam dibawa oleh para pedagang dari Malaka dan Jawa. Raja-rajanya antara lain Zainal Abidin (1486 – 1500), Sultan Baabullah, Sultan Hairun, dan Sultan Nuku. Kerajaan-kerajaan lain di sekitar Ternate seperti kerajaan Tidore, Bacan, dan Jailolo mengikuti Ternate memeluk agama Islam. Raja-rajanya memakai gelar sultan dan nama-nama Arab.

c. Kerajaan Demak.

Kerajaan Demak terletak di pantai utara Jawa Tengah, didirikan Raden Patah pada tahun 1478. Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Demak menjadi pusat kegiatan Wali Songo. Raden Patah mempunyai putera bernama Adipati Unus yang mendapat julukan Pangeran Sabrang Lor. Pada masa pemerintahan Sultan Trenggono, Demak menyerang Sunda Kelapa, Banten, dan Cirebon. Ketiga daerah dapat direbut tahun 1526. Ketika menyerang Panarukan, Sultan Trenggono tewas dalam pertempuran.

d. Kerajaan Mataram.

Kerajaan Mataram mencapai puncak kejayaan pada masa Sultan Agung. Beliau banyak berjasa dalam bidang kebudayaan dan agama. Be- liau mengarang Serat Sastra Gending yang berisi filsafat Jawa, mencipta- kan penanggalan tahun Jawa, dan memadukan unsur Jawa dan Islam, seperti penggunaan gamelan dalam perayaan Sekaten untuk memperingati Maulud Nabi.

e. Kerajaan Banten.

Banten dikuasai Demak setelah direbut Falatehan. Kerajaan Banten dipimpin putra Falatehan yang bernama Hasanuddin. Dia berhasil mengusir Portugis dari Sunda Kelapa pada tahun 1527. Di bawah pemerintahannya, Banten menyebarkan agama Islam ke pedalaman Jawa Barat. Selain itu, Banten berhasil menguasai Lampung. Kerajaan Banten mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1682).

f. Kerajaan Gowa-Tallo (Makasar).

Kerajaan Gowa-Tallo terletak di Sulawesi Selatan. Pada tahun 1605, agama Islam masuk ke kerajaan Gowa-Tallo melalui seorang ulama dari Minangkabau bernama Dato ri Bandang. Karaeng Tunigallo adalah raja Gowa pertama yang memeluk agama Islam. Gelar Karaeng Tunigallo adalah Sultan Alauddin. Kerajaan Gowa Tallo mencapai kejayaan pada masa peme- rintahan Sultan Hassanuddin (1653 – 1669).

g. Kerajaan Ternate dan Tidore.

Kerajaan Ternate dan Tidore letaknya berdekatan. Keduanya menganut agama Islam sejak abad ke-16. Ajaran Islam dibawa oleh para pedagang dari Malaka dan Jawa. Raja-rajanya antara lain Zainal Abidin (1486 – 1500), Sultan Baabullah, Sultan Hairun, dan Sultan Nuku. Kerajaan-kerajaan lain di sekitar Ternate seperti kerajaan Tidore, Bacan, dan Jailolo mengikuti Ternate memeluk agama Islam. Raja-rajanya memakai gelar sultan dan nama-nama Arab.

 

Rangkuman :

Di Indonesia ada banyak sekali peninggalan sejarah. Di antaranya ada yang berasal dari masa kerajaan Hindu, Buddha, dan Islam. Kita harus menjaga dan merawat peninggalan-peninggalan sejarah ter- sebut.
Contoh kerajaan Hindu adalah Kutai, Tarumanegara, Kediri, Singo- sari, dan Majapahit. Peninggalan sejarah dari zaman Hindu ini antara lain berupa candi, prasasti, patung, kitab, dan tradisi-tradisi. Beberapa peninggalan Hindu yang terkenal antara lain Candi Prambanan, Candi Singasari, Prasasti Kutai, Prasasti Ciaruteun, Patung Airlangga, Patung Ken Dedes, Patung Kertarajasa, Kitab Baratayuda, dan Kitab Arjuna- wiwaha.
Agama Buddha mencapai kejayaan pada masa kerajaan Sriwijaya. Peninggalan sejarah Buddha antara lain Candi Borobudur, Candi Sewu, Candi Mendut, Patung Buddha di Sikendeng, Arca Dhyana Mudra, dan Kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular.
Peninggalan sejarah Islam berupa masjid, kaligrafi, istana, kitab, dan tradisi-tradisi. Peninggalan-peninggalan yang terkenal antara lain masjid Demak, Masjid Raya Baiturrahman, Masjid Kudus, kaligrafi di makam Fatima binti Maimun, Istana Kesultanan Aceh, Keraton Kasultanan Yogyakarta, dan Kiatab Bustan Al-Salatin. Kerajaan-kerajaan Islam yang pernah berdiri di Indonesia antara lain Samudera Pasai, Aceh, Banten, Demak, Mataram, Gowa-Tallo, dan Ternate-Tidore.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber: Dokumen GPM

Gambar 1.21 Peta wilayah kekuasaan Kerajaan Aceh.

b. Kerajaan Aceh
Kerajaan Aceh didirikan oleh Sultan Ibrahim pada tahun 1514. Aceh bekembang pesat setelah Malaka dikuasai Portugis. Para pe- dagang Islam memindahkan kegiat- an berdagang dari Malaka ke Aceh. Aceh mencapai kejayaannya pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1635). Karena menjadi pusat agama Islam, Aceh sering disebut Serambi Mekah.