Arsip Kategori: SD5 Agama Katolik

Yesus dalam Perjanjian Baru – SD Kelas 5 Agama Katolik

SD Kelas 5 Agama Katolik.

Yesus dalam Perjanjian Baru.

Pada bagian pertama kita telah mempelajari bagaimana Al-lah memilih suatu bangsa untuk menjadi saluran rahmat keselamatan bagi seluruh umat manusia. Pada bagian dua ini, kita akan lebih menyadari bahwa Yesus Kristus yang telah lama dinubuatkan, telah lama dipersiapkan kedatangannya di dalam sejarah Perjanjian Lama, hadir untuk memenuhi janji Al-lah. Inilah yang kita namakan sejarah keselamatan di dalam Perjanjian Baru.
Kehidupan Yesus untuk mewartakan kabar keselamatan, serta perbuatan- perbuatan-Nya untuk mewujudkan Kerajaan Al-lah, nyata di dalam pengalaman hidup manusia. Hal tersebut tentu merupakan buah nyata dari kesediaan serta peran perempuan pilihan Al-lah. Pertama Elisabeth isteri Zakaria, yang melahirkan Yohanes pada masa tuanya. Hal itulah titik pangkal persiapan menjelang kehadiran Yesus. Secara lebih mengagumkan, Maria sebagai wanita pilihan Al-lah, memberikan jawaban “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan, terjadilah kepadaku menurut perkataan-Mu”, mampu mengubah lintasan sejarah. Jawabannya itulah yang mengubah segalanya. Yesus, Al-lah yang menjadi manusia, dikandung dan dilahirkan Maria.
Karya Yesus di hadapan umum selama kurang lebih tiga tahun, diawalinya dengan baptisan di Sungai Yordan oleh Yohanes Pembaptis, dimatangkan dengan kesetiaan dan ketaatan-Nya, ketika harus menghadapi cobaan iblis di padang gurun. Ia pun mengajarkan sikap pengampunan sebagai syarat untuk masuk ke dalam kerajaan Al-lah. Ia pun menunjukkan cinta-Nya kepada orang-orang berdosa. Ia berkata : “bukan orang sehat yang memerlukan tabib, melainkan orang sakit. Demikian pula bukan orang benar, melainkan orang berdosa yang membutuhkan pengampunan dan kasih”
Penderitaan, wafat serta kebangkitan-Nya, membuka mata umat beriman yang menantikan dan merindukan Mesias Juru Selamat. Dialah yang bangkit, yang mereka nantikan. Kenaikan-Nya ke surga, diiringi janji untuk mengutus Roh Kudus yang akan menguatkan para murid yang terguncang. Janji-Nya terpenuhi di dalam Roh Kudus yang tercurah kepada para murid, pada hari pentakosta. Tentu hal itu, menguatkan dan meneguhkan kita, sebagai umat beriman kepada-Nya.

Pada Bab 2 bagian kedua ini akan diuraikan tujuh pokok bahasan, yaitu:
E. Maria dan Elisabet Menanggapi Rencana Al-lah.
F. Yesus Taat pada Al-lah.
G. Yesus Mengajarkan Pengampunan.
H. Yesus Memanggil Orang Berdosa.
I. Yesus Menderita, Wafat, dan Bangkit.
J. Roh Kudus Menguatkan Hati Para Rasul.
K. Roh Kudus Dicurahkan kedalam Hati Setiap Orang.

 

E, Maria dan Elisabet Menanggapi Rencana Al-lah.

Keteladanan Maria dan Elisabet adalah tawaran nilai bagi manusia yang berlaku sepanjang masa, dalam mengimani Al-lah. Maria dan Elisabet adalah dua pribadi yang sama seperti kita, yang mendambakan kebahagiaan. Sikap iman Maria dan Elisabet tampak dalam ketaatan, kesetiaan, dan kerendahan hatinya. Mereka rela menanggung kedukaan, sebagai konsekuensi untuk memperoleh kebahagiaan sejati. Jawaban Maria atas kabar Malaikat Gabriel menangung risiko yang berat: dikucilkan, dihina, ditinggalkan oleh Yusuf tunangannya. Kesedihan dan kedukaannya, ia simpan di dalam hatinya. karena ia yakin, rencana Al-lah akan terlaksana di dalam dirinya.

Doa.
Ya Al-lah Bapa Mahapengasih, Hari ini kami hendak belajar.
Untuk meneladani Maria dan Elisabet Yang taat, setia, dan rendah hati.
Ajarilah kami untuk meneladani mereka Agar rencana-Mu dapat terlaksana.
Di dalam diri kami dan semua orang. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

1. Menyimak Cerita tentang Sebatang Bambu yang Taat pada Petani.

Baca dan simaklah Kisah Sebatang Bambu dibawah ini!.

Kisah Sebatang Bambu.

Alkisah, sebatang bambu yang indah tumbuh di halaman rumah seorang petani. Batang bambu ini tumbuh tinggi menjulang di antara batang-batang bambu lainnya. Suatu hari datanglah sang petani yang empunya pohon bambu itu.
Dia berkata kepada batang bambu, “Wahai bambu, maukah engkau kupakai untuk menjadi pipa saluran air, yang sangat berguna untuk mengairi sawahku?”
Batang bambu menjawabnya, “Oh, tentu aku mau bila dapat berguna bagi engkau, Tuan. Tapi ceritakan apa yang akan kau lakukan untuk membuatku menjadi pipa saluran air itu.”
Sang petani menjawab, “Pertama, aku akan menebangmu untuk memisahkan engkau dari rumpunmu yang indah itu. Lalu aku akan membuang cabang-cabangmu yang dapat melukai orang yang memegangmu. Setelah itu aku akan membelah-belah engkau sesuai dengan keperluanku. Terakhir aku akan membuang sekat-sekat yang ada di dalam batangmu, supaya air dapat mengalir dengan lancar. Apabila aku sudah selesai dengan pekerjaanku, engkau akan menjadi pipa yang akan mengalirkan air untuk mengairi sawahku sehingga padi yang kutanam dapat tumbuh dengan subur.”

Mendengar hal ini, batang bambu lama terdiam…, kemudian dia berkata kepada petani, “Tuan, tentu aku akan merasa sangat sakit ketika engkau menebangku. Juga pasti akan sakit ketika engkau membuang cabang-cabangku, bahkan lebih sakit lagi ketika engkau membelah-belah batangku yang indah ini, dan pasti tak tertahankan ketika engkau mengorek-ngorek bagian dalam tubuhku untuk membuang sekat-sekat penghalang itu. Apakah aku akan kuat melalui semua proses itu, Tuan?”

Petani menjawab batang bambu itu, “Wahai bambu, engkau pasti kuat melalui semua itu, karena aku memilihmu justru karena engkau yang paling kuat dari semua batang pada rumpun ini. Jadi tenanglah.”
Akhirnya batang bambu itu berserah diri, “Baiklah, Tuan. Aku ingin sekali berguna bagimu. Ini aku, tebanglah aku, perbuatlah sesuai dengan yang kau kehendaki.”
Setelah petani selesai dengan pekerjaannya, batang bambu indah yang dulu hanya menjadi penghias halaman rumah petani, kini telah berubah menjadi pipa saluran air yang mengairi sawahnya sehingga padi dapat tumbuh dengan subur dan berbuah banyak.

(sumber: catatannyasulung.wordpress.com/2012/08/04).

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
a. Bagaimana perasaanmu setelah mendengar cerita tersebut?
b. Apa yang dilakukan petani terhadap bambu tersebut?
c. Bagaimana bambu menunjukkan ketaatannya pada petani?
d. Menurut kisah tersebut, apa jasa dan buah pengorbanan bambu tersebut?

Penjelasan :

Ada berbagai perasaan yang muncul setelah mendengar cerita tersebut. Ada yang merasa sedih, bangga, salut, dan lain-lain. Petani menebang, memotong, membelah, dan menempatkan bambu tersebut sebagai saluran air untuk mengairi sawah. Meskipun berat dan menyakitkan, bambu taat kepada rencana dan rancangan petani. Ia menyerahkan dirinya untuk ditebang, dipotong, dibelah dan dibentuk sesuai rencana petani. Atas jasa dan pengorbanannya, sawah yang kurang subur dapat menghasilkan tanaman serta buah yang melimpah. Bambu tentu merasa tidak sia-sia, bahkan merasa bangga karena pengorbanan dirinya menjadi berkat bagi petani dan orang-orang di sekitarnya.

 

2. Menggali Pengalaman Kitab Suci.

Bacalah cerita tentang Elisabet dan Maria di dalam Kitab Suci di bawah ini!
Elisabet, Kepadanya Al-lah Berkenan
(Lukas 1:5-25; 26-38)
Pada zaman Herodes, Raja Yudea, adalah seorang Imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Istrinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. Keduanya adalah benar di hadapan Al-lah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.
Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan. Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan Imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk

untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar persembahan/korban bakar-

Sumber: http://stjosephsparish.co.uk/images/elizabeth.jpg Gambar 2.8 Maria dan Elisabet

an di situ. Sementara itu, seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan. Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan. Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut.
Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu. Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Al-lah mereka, dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak- anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.”
Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: “Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan istriku sudah lanjut umurnya.”
Jawab malaikat itu kepadanya: “Akulah Gabriel yang melayani Al-lah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya.”

Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran, bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci. Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata- kata kepada mereka dan mengertilah mereka, bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia tetap bisu.
Ketika selesai jangka waktu tugas jabatannya, ia pulang ke rumah. Beberapa lama kemudian Elisabet, istrinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya:”Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang.”

 

Baca juga kisah Maria Menerima Kabar Gembira.

Maria Menerima Kabar Gembira.

Dalam bulan yang keenam Al-lah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”
Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Al-lah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Al-lah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Al-lah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”

Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Al-lah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Al-lah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Al-lah tidak ada yang mustahil.”
Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
a. Apa yang diharapkan Zakharia dan Elisabet sampai masa tuanya?
b. Secara manusiawi, mungkinkah Elisabet mempunyai anak?
c. Bagaimana Elisabet mempunyai anak?
d. Kabar apa yang disampaikan oleh Malaikat kepada Maria?
e. Bagaimana sikap Maria?.

Rangkuman.

a. Sebagai Perempuan Yahudi, Elisabet tentu merindukan kehadiran anak di
tengah keluarganya. Bagi perempuan Yahudi, kemandulan merupakan aib, yang menempatkan perempuan pada kehinaan. Derita Elisabet makin bertambah, ketika ia semakin tua. Tapi, Elisabet dan Zakaria tidak pernah putus asa. Berdoa dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Al-lah merupakan sikap hidup mereka.

b. Secara manusiawi, Kondisi fisik dan usia Elisabet tidak mungkin untuk me- ngandung dan melahirkan seorang anak. Tetapi apa yang tidak mungkin secara manusiawi, menjadi nyata bagi Al-lah. Kabar sukacita yang tidak terukur oleh kemampuan kemanusiaannya, membuat Zakaria bisu.

c. Elisabet mengandung dan melahirkan seorang anak, membuktikan bahwa Al-lah berkenan kepadanya. Elisabet yang menanggung aib kemandulan, kehinaan, dan penderitaan, diangkat oleh Al-lah sebagai perempuan pilihan.

d. Hal serupa dialami Maria, ketika menerima kabar sukacita dari Malaikat Tuhan. Jawaban Maria : “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah kepadaku menurut perkataan- Mu” menunjukkan sikap iman, ketaatan, dan kerendahan hati Maria.

 

Renungkan dan kuatkan niatmu untuk rajin berdoa di rumah, secara pribadi maupun doa bersama keluarga!
1) Apakah aku selalu mengandalkan Tuhan di dalam hidupku?
2) Apakah aku selalu berdoa dan pergi ke Gereja untuk mengikuti misa?
3) Jika kamu memiliki niat untuk rajin berdoa setiap hari, isilah jadwal doa berikut ini sesuai dengan kesanggupan dan niatmu!

Untuk diingat : “Aku inihamba Tuhan, terjadilah kepadaku menurut perkataan-Mu” menunjukkan sikap iman, ketaatan, dan kerendahan hati Maria.

Lagu : Mukjizat Itu Nyata.

Tak terbatas kuasa-Mu Tuhan,
Semua dapat Kaulakukan,
Apa yang kelihatan mustahil bagiku,
Itu sangat mungkin bagi-Mu,
Reff: Di saat ku tak berdaya,
Kuasa-Mu yang sempurna,
Ketika kupercaya,
Mukjizat itu nyata,
Bukan karena kekuatan,
Namun roh-Mu ya Tuhan,
Ketika kuberdoa,
Mukjizat itu nyata.

 

F. Yesus Taat pada Al-lah.

Ketiga godaan yang dihadapi Yesus dilancarkan Setan, dalam upaya untuk menggagalkan rencana Yesus melaksanakan kehendak Al-lah. Dalam menghadapi godaan-godaan setan, sikap Yesus adalah menolak dengan tegas. Sikap tegas Yesus menunjukkan ketaatan-Nya kepada kehendak Al-lah. Ketaatan Yesus menunjukkan bahwa Ia mengasihi Al-lah dan manusia. Hal itu dibuktikan-Nya sampai mati disalib. Namun berkat ketaatan serta kesetiaan-Nya, Yesus menyelamatkan umat manusia.

Doa :
Al-lah Bapa yang Maharahim, sekarang kami mau belajar dari pengalaman Yesus ketika digoda oleh setan.
Berikanlah kami terang Roh Kudus-Mu supaya kami mengerti dan meneladan Yesus dalam hidup kami, kini dan sepanjang masa. Amin.

 

1. Menyadari Godaan dalam Diri Sendiri.

Baca dan simaklah cerita Kelinci, Serigala, dan Pohon Kopi di bawah ini!

Kelinci, Serigala, dan Pohon Kopi.

Pada suatu pagi, seekor anak kelinci yang lucu sedang menikmati wortel di kebun pinggiran hutan. Karena lapar, kelinci itu makan dengan lahap. Ia tidak menyadari bahwa ada seekor serigala yang mengendap-endap, hendak memangsanya.

Melihat kesempatan yang baik, Serigala yang semakin dekat dengan kelinci itu, melompat hendak menangkap kelinci. Namun kelinci yang lincah itu, bisa meloloskan diri dari terkaman serigala. Lompatan yang lincah dan kemahiran berlarinya, membuat kelinci mampu meninggalkan serigala jauh di belakangnya.

Tiba di tepi hutan, pohon kopi yang memiliki daun-daun lebar merasa kasihan terhadap kelinci yang kelelahan. Pohon kopi menawarkan diri untuk melindungi kelinci dengan daun-daun  lebarnya. Kelinci pun bersembunyi di bawah pohon kopi, dengan dilindungi oleh daun- daun kopi. Serigala pun tidak mampu menemukan kelinci, karena daun-daun kopi yang lebar dan sangat rapat melindunginya.

Cukup lama kelinci bersembunyi di bawah pohon kopi. Rasa lelah dan lapar yang tertunda, membuat kelinci tergoda dengan daun-daun kopi yang segar. Ia kemudian mulai menyantap daun-daun kopi yang telah melindunginya. Pohon kopi mengingatkan kelinci: “Hai kelinci, apa yang kamu lakukan? Astaga, berhentilah menyantap daun- daunku!”. Kelinci tidak menghiraukan peringatan pohon kopi, karena ia merasa lapar dan tidak mampu mengendalikan diri.

Akhirnya, daun kopi pelindungnya makin terbuka. Hal ini membuat badan kelinci terlihat jelas oleh serigala. Maka dengan mudah, serigala menangkap dan menerkam kelinci lucu itu.
Sebelum mati kelinci itu pun berkata dalam hatinya: “Pohon kopi, maafkan aku. Rasa lapar membuatku tergoda untuk menyantap daun-daunmu, padahal daun-daunmulah yang melindungi dan menyelamatkan aku.” (diadaptasi dari Dongeng Kelinci yang Tidak Tahu Diri).

Jawablah pertanyaan- pertanyaan di bawah ini!
a. Bagaimana perasaanmu mendengar cerita di atas?
b. Apa kiranya pesan cerita di atas bagi dirimu sendiri?
c. Apakah kamu pernah mengalami godaan-godaan seperti yang dialami kelinci itu?
d. Apa godaan yang sering kamu alami?
e. Bagaimana kamu mengatasinya?

Cerita binatang atau fabel di atas, menunjukkan kepada kita bahwa kita sering terpikat dan tergoda oleh sesuatu di dalam hidup ini. Mungkin saja barang atau hal tersebut merupakan sesuatu yang baik, bermanfaat bahkan sebagai kebutuhan.
Ketertarikan bisa jadi merupakan hal yang wajar. Namun, menjadi tidak wajar apabila hal tersebut membuat kita lupa terhadap hal-hal yang lebih luhur. Apalagi jika keterpikatan tersebut membahayakan hidup kita, menjauhkan kita dari Al-lah, dan membuat kita lupa diri.

 

2. Membaca dan Mendengarkan Cerita Kitab Suci.

Yesus Dicobai. (Matius 4: 1-11).

Pada usia tiga puluh tahun, Yesus mulai menampakkan diri di depan umum. Selama itu, Yesus tinggal di Nazaret bersama ibu dan ayahnya, Maria dan Yosef. Setiap hari Yesus bekerja bersama Yosef sebagai tukang kayu, sampai Ia dewasa.

Pada suatu hari, Yesus pergi ke Sungai Yordan. Ia minta supaya dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, walaupun Ia tidak berdosa. Sesudah Ia dibaptis, Roh Kudus mendorong Dia pergi ke padang gurun untuk berpuasa selama 40 hari 40 malam. Ia tidak makan dan tidak minum selama berpuasa. Suasana padang Gurun yang tandus dan panas matahari yang menyengat pada siang hari membuat Yesus sangat letih.
Sesudah hari yang ke-40, Yesus merasa sangat lapar, haus, dan letih, maka muncullah setan untuk menggoda-Nya. Setan menghadap Yesus dan berkata, “Jika Engkau Anak Al-lah, perintahkanlah batu-batu itu menjadi roti!” Tetapi Yesus menjawab, “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, melainkan dari setiap firman yang keluar dari mulut Tuhan!”
Kemudian, setan itu membawa Yesus ke kota suci Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Al-lah, lalu berkata, “Jika Engkau Anak Al-lah, jatuhkanlah diri- Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat- malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki- Mu jangan terantuk batu.” Yesus berkata kepadanya, “Ada tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan Al-lahmu!”
Selanjutnya, setan membawa Yesus ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya dan berkata: “Semua ini akan kuberikan kepada-Mu jika Engkau sujud menyembah aku!” Maka berkatalah Yesus kepadanya, “Enyahlah, engkau setan! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Al-lahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”
Lalu setan itu meninggalkan Yesus, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani- Nya.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini.
a. Di mana Yesus berpuasa?
b. Dalam Kitab Suci, padang gurun melambangkan apa?
c. Bagaimana setan menggoda Yesus?
d. Percobaan mengubah batu menjadi roti berhubungan dengan godaan apakah itu?
e. Percobaan agar Yesus menjatuhkan diri dari bubungan Bait Suci berhubungan dengan godaan apakah itu?
f. Percobaan agar Yesus memiliki semua kerajaan di dunia berhubungan dengan godaan apakah itu?
g. Bagaimana jawaban Yesus terhadap godaan-godaan tersebut?
h. Bagaimana sikapmu kalau kamu dicobai?

 

Rangkuman:

Godaan hampir setiap saat datang di dalam hidup kita. Godaan-godaan itu datang dari setan atau roh jahat. Setan atau roh jahat selalu berusaha menghalangi kita agar tidak melakukan perbuatan baik yang sesuai dengan kehendak Al-lah. Dengan godaan- godaannya, setan menginginkan agar kita jauh dari Al-lah, bahkan menolak kehendak Al-lah. Niat atau rencana yang baik, sering terbelokkan oleh hal yang dianggap menyenangkan, yang mudah, atau yang menguntungkan.

Godaan dilancarkan Setan, dalam upaya menggagalkan rencana atau kehendak Al-lah di dalam diri kita. Sebagaimana Yesus bersikap tegas dan tidak mengenal kompromi, kita pun seharusnya memiliki sikap Yesus dalam menghadapinya.

Untuk meneguhkan hati dan niatmu, cobalah membuat semboyan atau kata-kata sebagai prinsip yang menguatkan niat, dalam menghadapi berbagai godaan, misalnya: Taatilah Suara Hatimu dan Tolaklah Bisikan Setan. Pajanglah atau tempelkan hasil karyamu pada tempat yang ditentukan. Jika diberi kesempatan, sampaikan secara lisan di dalam kelompok atau di depan kelas!

Doa Ketaatan :
Al-lah yang Mahakuasa, Engkau telah memberi kami teladan ketaatan yang kokoh dalam diri Yesus yang telah taat pada-Mu sampai mati, bahkan sampai mati di salib; demikian juga Engkau memberi kami seorang ibu, Maria, yang menaati panggilan-Mu dengan menjawab,”Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.”
Tanamkanlah semangat ketaatan Yesus dan Maria dalam hati kami, supaya kami pun taat kepada kehendak-Mu, yang Kau nyatakan lewat para pemimpin jemaat dan pemimpin masyarakat; juga lewat panggilan-Mu, dan terlebih lewat suara hati yang adalah bisikan Roh-Mu sendiri.
Semoga kami selalu taat mengikuti bimbingan Roh-Mu, agar kami jangan jatuh ke dalam dosa, tetapi selamat sampai kepada-Mu meniti jalan hidup yang penuh tantangan dan cobaan.
Ya Bapa, berilah kami semangat ketaatan sejati. Amin.

 

G. Yesus Mengajarkan Pengampunan.

1.Pendahuluan.

Masyarakat yang tenteram hanya dapat dibangun dengan mengembangkan sikap mau mengampuni, bukan dengan sikap menghukum, apalagi balas dendam, pada mereka yang berbuat salah dan dosa. Sebagaimana Yesus mengajarkan dalam Doanya: .. dan ampunilah kesalahan kami, seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami. Melalui perumpamaan dalam Lukas 15:11-32, Ia mewartakan bahwa Al-lah Mahapengampun. Yesus tidak hanya mengajar, tetapi Ia pun memberi teladan mengenai pengampunan itu, sebagaimana dikisahkan dalam Yoh 8:1-1, Akupun tidak menghukum engkau, pergilah dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang. Juga dalam Luk 23:34 Yesus melakukan hal serupa: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”

Doa.

Al-lah Bapa di surga,
puji dan syukur kami haturkan ke hadirat-Mu,
karena pada hari ini kami dapat berkumpul untuk belajar bersama.
Kami ingin belajar pada Yesus yang rela mengampuni,
mau mendoakan orang-orang yang memusuhinya dan tidak membalas dendam.
Kami menyadari hal itu tidak mudah bagi kami, untuk itu kami mohon Roh Kudus-Mu
agar menguatkan kami,
untuk bertindak sesuai dengan ajaran Yesus yang rela mengampuni. Amin.

 

2. Mendalami Pengalaman Hidup Berkaitan dengan Pengampunan.

Kita sering mengalami pertentangan dan permusuhan. Antar suku bangsa bahkan terjadi perang yang berkepanjangan. Kita juga sering mengalami adanya orang- orang yang bertindak tidak baik, seperti mencuri, memaki, dan sebagainya. Sikap orang terhadap hal-hal itu bermacam-macam. Ada orang yang ingin membalas dendam, ada orang yang ingin menghukum langsung, ada orang yang rela mengampuni, ada orang yang mau berdamai dengan syarat tertentu, dan sebagainya. Penggalan kisah di bawah ini menggambarkan salah satu peristiwa dan berbagai tanggapan terhadapnya. Marilah kita cermati bersama peristiwa itu.

 

Dua Pencuri Helm dihajar Massa.

Solo (KRjogja.com) – Dua pencuri helm kepergok terekam di CCTV saat beraksi di parkiran pusat perbelanjaan Beteng Trade Center (BTC), Pasar Kliwon, Solo, Rabu (28/8/2013). Mereka adalah Suprayogi (31) warga Jalan Gambir Anom, Kemlayan, Serengan, Solo dan Adi Anindito (29) warga Kerten, Laweyan, Solo. Kedua pencuri sempat babak belur dipukuli massa.
Pelaku awalnya menyamar sebagai pengunjung, naik sepeda motor Honda Beat bebek AD 4209 O. Pelaku tanpa menyadari, aksinya terekam kamera CCTV sedang menyikat helm merk INK yang masing-masing seharga Rp 250 ribu milik pengunjung mall, Nana warga Gondang rejo, Karanganyar dan Eti Handayani penduduk Kemalang, Klaten. Pelaku memasukkan dua helm ke dalam tas punggung.
Saat akan keluar, petugas Satpam langsung menghentikan sepeda motor pelaku. Saat ditanya, pelaku sempat berkilah, namun saat digeledah ada dua buah helm curian, pelaku tidak berkutik.
Massa yang marah sempat memukuli pelaku hingga babak belur. Petugas dari Polsekta Pasar Kliwon yang berdatangan segera mengamankan pelaku digelandang ke sel tahanan Polsekta Pasar Kliwon.
Sementara Kapolsekta Pasar Kliwon, AKP Parni Handoko mewakili Kapolresta Solo Kombes Pol Asjimain, Rabu (28/8/2013) petang mengatakan, dua pelaku masih diperiksa dan dijerat pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. (Hwa)

 

3. Mengungkapkan pertanyaan.

a. Menyusun pertanyaan pribadi.
Setelah membaca bacaan di atas, susunlah pertanyaan berkaitan dengan peristiwa itu, misalnya:
1) Mengapa pencuri helm itu dihajar massa?
2) Mengapa polisi mengamankan pencuri helm itu dari amuk massa?
3) Bagaimana seharusnya masyarakat bersikap terhadap orang yang berbuat salah?
4) Bagaimana Ajaran Yesus tentang sikap terhadap orang yang berbuat salah?

b. Menyusun pertanyaan bersama.

Setelah menyusun pertanyaan pribadi, komunikasikan pertanyaanmu dengan pertanyaan-pertanyaan temanmu sekelas. Bersama teman-teman sekelas, pilihlah pertanyaan-pertanyaan yang pokok untuk didalami dan dipelajari bersama. Misalnya teman-teman sekelas menyetujui 4 pertanyaan di atas, maka pertanyaan itulah yang dicari jawabannya.

Beberapa catatan tambahan:
• Masyarakat menghajar pencuri atau orang yang berbuat kesalahan yang lain
mungkin karena jengkel, marah, pernah kehilangan, dan sebagainya.
• Polisi mengamankan pencuri karena polisi adalah penegak hukum. Dalam Negara
hukum, tidak dibenarkan masyarakat menghakimi dan menghukum sendiri
orang yang mencuri. Masyarakat tidak boleh ‘main hakim’ sendiri. Meskipun jelas
ketahuan mencuri, orang tersebut harus diserahkan ke polisi dan akan disidangkan
di pengadilan. Hakimlah yang akan memutuskan hukuman kepada pencuri itu.
• Tindakan melaporkan kepada polisi adalah tindakan yang berbudaya dan
menghormati martabat luhur manusia. Bagaimanapun orang berbuat salah, ia
tetap manusia yang bermartabat.

6. Mendalami Kitab Suci Lukas 15:11-32.

a. Membaca kitab Suci Lukas 15:11-32.
Yesus berkata lagi: “Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki. Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka. Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya. Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan ia pun mulai melarat.
Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya. Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorang pun yang memberikannya kepadanya. Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa. Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa. Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka
mulailah mereka bersukaria.
Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian. Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu. Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat. Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia. Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku. Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.
Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.

b. Mencari inspirasi dari Kitab Suci
Setelah membaca kutipan Kitab Suci tersebut, tentu ada hal yang berkaitan dengan pertanyaan dan hasil wawancara yang sudah dibahas pada bagian sebelumnya. Coba jawablah pertanyaan berikut pada kolom yang disediakan.

– Apa yang dilakukan si bungsu terkait dengan hartawarisan dari bapaknya?
– Apa akibat dari tindakan si bungsu itu?
– Menyadari akibat dari tindakannya itu, apa yang dilakukan si bungsu?
– Bagaimana tanggapan bapaknya terhadap si bungsu yang kembali kepadanya?
– Bagaimana tanggapan si sulung terhadap bapaknya yang memesta- kan si bungsu?
– Bagaimana tanggapan bapaknya terhadap si sulung?
– Bagaimanakah tanggapanmu ter- hadap tindakan bapak kepada kedua anaknya?

 

c. Mengomunikasikan jawaban dengan teman sekelas.

Setelah menjawab secara pribadi, selanjutnya komunikasikan jawabanmu dengan teman-teman sekelas. Apakah jawabanmu seluruhnya sama dengan teman-temanmu? Adakah hal yang berbeda? Apakah jawaban yang berbeda dari temanmu masuk akal juga? Pikirkan kembali jawabanmu setelah melihat jawaban temanmu yang berbeda? Kemudian tariklah kesimpulan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang ada.

 

d. Beberapa catatan tambahan.

• Setiap agama melarang segala bentuk pembalasan. Pembalasan hanya milik Tuhan. Yang berhak menghukum adalah Tuhan. Tidak ada manusia yang sempurna. Dalam Lukas 15:11-32, Yesus mengajak kita untuk bersikap mengampuni, sebagaimana Al-lah adalah Mahapengampun. Dengan memakan makanan babi, Si bungsu kehilangan kehormatannyasebagai manusia. Ia menjadi seperti binatang. Menyadari situasinya dan mengingat keadaan di rumah bapanya, si bungsu bertobat.
Bapa menyambut si bungsu yang bertobat dan memulihkan kehormatan dia dengan mengenakan baju baru dan cincin serta memestakannya. Melihat tanggapan bapanya terhadap adiknya, si Sulung marah-marah. Si sulung merasa diri baik di hadapan bapanya, sehingga berhak mendapat yang lebih dari yang didapat adiknya. Terhadap si Sulung sang Bapapun keluar dan menemuinya. Ia mengatakan apa yang menjadi milik Bapa menjadi miliknya juga. Selayaknya si Sulung bergembira karena adiknya yang hilang sudah ditemukan kembali.
• Perumpamaan tentang “Anak yang Hilang”, menekankan sikap murah hati dan pengampun dari Al-lah. Perumpamaan itu juga mengkritik orang-orang farisi yang merasa lebih suci daripada para pemungut cukai dan orang berdosa. Perumpamaan itu juga mengingatkan setiap orang agar tetap rendah hati di hadapan Al-lah, senantiasa menyadari kehinaan dan kedosaannya sehingga bersedia bertobat.
• Pada ayat lain (Mat 5: 38-45) Yesus mengajarkan agar kita tidak melawan orang yang berbuat jahat, membenci musuh, melainkan mengasihi dan berdoa bagi orang yang menganiaya kita, sebab dengan itu kita menjadi anak-anak Bapa yang di sorga yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
Ketika ditanyai Petrus berapa kali harus mengampuni orang yang berbuat salah, Yesus menjawab “tujuh puluh kali tujuh kali” (Mat 18:21-22). Demikianlah sebagai pengikut Yesus, orang-orang Katolik perlu mengembangkan sikap mengampuni, sebagaimana Al-lah Bapa yang menerima baik si Bungsu maupun si Sulung.

Untuk Diingat.
“Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali” (Luk 15:22-24).

Refleksi.

• Bacalah kembali rangkuman jawaban hasil wawancara dengan beberapa anggota masyarakat dan polisi.
• Bacalah kembali rangkuman kitab suci yang kamu buat.
• Coba ingat-ingat pengalamanmu: tindakan mana yang lebih sering kamu lakukan? Seperti orang-orang Yahudi dan masyarakat yang senang menghukum sendiri orang yang bersalah, atau seperti pak polisi yang memproses orang yang bersalah secara hukum? Atau melaporkan orang yang bersalah kepada polisi?
• Sebagai orang kristiani, coba resapkan ajaran Yesus tentang pengampunan! Pernahkah kamu melakukan pengampunan? Bagaimana perasaanmu ketika melakukan pengampunan itu?

Lagu :

Mengasihi lebih sungguh,
Mengasihi, mengasihi lebih sungguh Mengasihi, mengasihi lebih sungguh,
Tuhan Yesus Kristus mengasihi lebih sungguh Mengasihi, mengasihi lebih sungguh,
Mengampuni, mengampuni lebih sungguh Mengampuni, mengampuni lebih sungguh Tuhan ,Yesus Kristus mengampuni lebih sungguh Mengampuni, mengampuni lebih sungguh.

 

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:
a. Ceritakan secara singkat “Perumpamaan Anak yang Hilang” (Luk 15:11-32)?
b. Jelaskan mengapa Bapa mengampuni dan bersukacita atas kembalinya Si Bungsu yang telah berbuat dosa dan melakukan kesalahan?
c. Jelaskan mengapa Bapa menjumpai si Sulung yang marah-marah kepada Bapanya?
d. Jelaskan teladan apa yang diperoleh perumpamaan “Anak yang Hilang” bagi kita sebagai murid-murid Yesus!

 

H. Yesus Memanggil Orang Berdosa

 

1.Pendahuluan.
Masyarakat pada umumnya menjauhi orang-orang yang dianggap bermasalah, seperti narapidana yang sudah selesai menjalani hukumannya, orang-orang yang berpenyakit tertentu, dan orang-orang yang berpihak pada musuh.
Sebagaimana dikisahkan dalam Luk 19:1-10, Yesus bersikap berbeda dari masyarakat pada umumnya. Masyarakat Yahudi menjauhi Zakheus. Zakheus adalah seorang pemungut cukai. Pekerjaan pemungut cukai dianggap tidak jujur, dan berhubungan dengan penjajah. Karena itu Zakheus dianggap sebagai orang berdosa dan harus dijauhi. Ketika melihat Zakheus yang memanjat pohon, Yesus tergerak hatinya dan bermaksud menumpang dirumahnya. Tindakan Yesus itu dipertanyakan orang-orang Yahudi. “Ia menumpang di rumah orang berdosa”. Yesus bertindak menumpang di rumah Zakheus karena itulah tugas perutusannya, yakni: mencari dan menyelamatkan yang hilang. Yesus memanggil orang berdosa.

Doa.
Al-lah Bapa di surga,
puji dan syukur kami haturkan ke hadirat-Mu
karena pada hari ini kami dapat berkumpul untuk belajar bersama.
Kami ingin belajar pada Tuhan yang mencari dan memanggil kembali orang yang berdosa. Kami menyadari hal itu tidak mudah bagi kami,
untuk itu kami mohon Roh Kudus-Mu agar menguatkan kami
untuk bertindak sesuai dengan ajaran Yesus
yang bersedia mencari dan memanggil orang-orang berdosa. Amin.

 

2. Mengamati Pengalaman Berkaitan dengan Orang yang Dianggap Bermasalah.

» Dalam kehidupan, kita terkadang menyaksikan adanya orang-orang yang dijauhi oleh masyarakat. Teman-teman yang nakal kadang dijauhi oleh teman-teman. Bekas narapidana juga sering dijauhi oleh masyarakat. Orang-orang sakit yang dianggap menular juga sering dijauhi. Mengapa masyarakat menjauhi orang-orang seperti itu? Apa harapan orang-orang seperti itu terhadap masyarakat? Baikkah masyarakat yang menjauhi orang-orang seperti itu? Marilah kita simak dan ikuti nyanyian berikut:

Kalian Dengarkah Keluhanku.
Karya: Ebiet G Ade

Dari pintu ke pintu kucoba tawarkan nama.
Demi berhenti tangis anakku dan keluh ibunya.
Tetapi nampaknya semua mata memandangku curiga.
Seperti hendak telanjangi dan kuliti jiwaku

Apakah buku diri ini harus selalu hitam pekat.
Sapakah dalam sejarah orang mesti jadi pahlawan.
Sedang Tuhan di atas sana tak pernah menghukum.
Dengan sinar mata-Nya yang lebih tajam dari matahari.

Reff
Ke manakah sirnanya nurani embun pagi.
Yang biasanya ramah kini membakar hati
Apakah bila telanjur salah, akan tetap dianggap salah.
Tak ada waktu lagi benahi diri.
Tak ada tempat lagi untuk kembali.

Kembali dari keterasingan ke bumi berada.
Ternyata lebih menyakitkan dari derita panjang.
Tuhan bimbinglah batin ini agar tak gelap mata.
Dan sampaikanlah rasa inginku kembali bersatu.

 

3. Mengungkapkan Pertanyaan.

a. Menyusun pertanyaan pribadi
Setelah mendengarkan dan menyimak lagu di atas, susunlah pertanyaan berkaitan dengan isi lagu tersebut, misalnya:
1) Apa keluhan yang disampaikan dalam lagu?
2) Mengapa tokoh dalam lagu itu mengeluh?
3) Apa keinginan tokoh dalam lagu itu?
4) Bagaimana pendapat tokoh dalam lagu mengenai Tuhan?

b. Menyusun pertanyaan bersama
Setelah menyusun pertanyaan pribadi, komunikasikan pertanyaanmu dengan pertanyaan-pertanyaan temanmu sekelas. Bersama teman-teman, pilihlah pertanyaan-pertanyaan yang pokok untuk didalami dan dipelajari bersama, misalnya disepakati empat pertanyaan seperti di atas untuk didalami.

 

4. Melakukan Wawancara dengan Beberapa Tokoh.

a. Wawancara.
Berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan yang telah disepakati di kelas, coba carilah jawabannya pada beberapa anggota masyarakat dan kepada salah seorang Pastor atau pemuka jemaat, misalnya:
1) Pertanyaan kepada anggota masyarakat: mengapa sebagian masyarakat tidak mau menerima atau curiga kepada bekas narapidana yang telah kembali ke masyarakat?
2) Bertanya pada Pastor atau pemuka umat: apa yang sebaiknya dilakukan pada narapidana yang telah selesai menjalani hukumannya dan kembali ke masyarakat?

b. Mengomunikasikan hasil wawancara.
Komunikasikan hasil wawancaramu dengan teman-temanmu. Adakah jawaban yang sama? Manakah jawaban yang berbeda? Hasil wawancara yang berbeda dapat dikomunikasikan dengan teman lain lagi. Lalu ambillah kesimpulan dan tulislah kesimpulan tersebut.

c. Beberapa catatan tambahan.
• Baikkah menjauhi orang-orang yang dianggap bermasalah dalam masyarakat? Kebanyakan orang bersikap menjauhi orang-orang yang dianggap bermasalah dalam masyarakat, misalnya: orang yang pulang dari penjara, orang yang mengidap penyakit tertentu, orang berpihak pada musuh, dan sebagainya. Sebagian masyarakat menjauhi karena belum percaya kalau orang-orang yang pulang dari penjara itu benar-benar sudah baik; orang-orang yang berpenyakit tertentu dianggap karena perilakunya tidak baik; orang yang berpihak pada musuh dianggap sebagai pengkhianat. Mereka semua dijauhi. Tetapi benarkah sikap seperti itu?
• Nasihat pemuka jemaat.
Berbeda dengan sikap masyarakat pada umumnya, pemuka jemaat tentu menasihatkan agar kita tidak bersikap menjauhi orang-orang yang bermasalah. Justru masyarakat sebaiknya mendekati dan menerima mereka. Mereka yang pulang dari penjara sudah menjalani hukumannya. Mereka kembali ke masyarakat berharap diterima seperti warga yang lain. Berkaitan dengan penyakit, tidak semua penderita penyakit merupakan akibat dari perilakunya sendiri. Mereka menderita bisa saja karena perilaku orang lain. Demikian juga orang-orang yang dianggap berpihak pada musuh. Mereka berpihak pada musuh justru karena masyarakat tidak mau menerimanya atau mengasingkannya.

 

5. Mendalami Kitab Suci Luk 19:1-10.

a. Membaca kitab Suci Luk 19:1-10
Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.
Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: “Ia menumpang di rumah orang berdosa.”
Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.” Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

b. Mencari inspirasi dari Kitab Suci
Setelah membaca kutipan Kitab Suci tersebut, tentu ada hal yang berkaitan dengan pertanyaan dan hasil wawancara yang sudah dibahas pada bagian sebelumnya. Coba jawablah pertanyaan berikut pada kolom yang disediakan.

Pertanyaan.
-Mengapa masyarakat Yahudi menjauhi Zakheus?
-Apa harapan Zakheus pada Yesus?
-Apa yang dilakukan Yesus terhadap Zakheus?
-Mengapa Yesus berbuat seperti itu terhadap Zakheus?
-Bagaimana sikap Zakheus terhadap tindakan Yesus kepadanya?

c. Mendiskusikan jawaban dengan teman sekelas.
Coba beritahukan jawabanmu kepada beberapa temanmu dalam kelompok. Juga bertanyalah apa jawaban temanmu. Dari jawabanmu dan teman-temanmu, manakah jawaban yang sama atau yang berbeda? Untuk jawaban yang berbeda manakah yang disetujui bersama? Setelah mengetahui jawaban yang disetujui bersama, catatlah jawaban itu pada bukumu.

d. Beberapa catatan tambahan.
• Tidak seperti masyarakat pada umumnya, Yesus justru memanggil dan menumpang di rumah Zakheus. Masyarakat Yahudi pada umumnya bersikap curiga dan menjauhi Zakheus, karena Zakheus dianggap berdosa sebagai pemungut cukai. Yesus berbuat seperti itu, karena itulah salah satu tugas perutusan dari Bapa-Nya. Anak manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.

• Kedatangan Yesus ke rumah Zakheus membuat Zakheus merasa amat bahagia dan
diselamatkan. Zakheus mengungkapkan tobatnya dengan mengucapkan: “Tuhan,
setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada
sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.” Atas
sikap tobat Zakheus tersebut Yesus menguatkan: “Hari ini telah terjadi keselamatan
kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham”. Zakheus anak Abraham
berarti memiliki warisan keselamatan sebagaimana dijanjikan Al-lah kepada
Abraham.

 

Untuk Diingat.
“Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang” (Luk 19:9-10)

 

6. Refleksi dan Aksi.

-Bacalah Kembali rangkuman jawaban hasil wawancara dengan beberapa anggota masyarakat dan Pastor atau pemuka umat.
• Bacalah kembali rangkuman hasil mendalami kitab suci.
• Coba ingat-ingat pengalamanmu: tindakan mana yang lebih sering kamu lakukan: Seperti orang-orang Yahudi dan masyarakat yang mengucilkan orang- orang yang dianggap bersalah? Atau menerima mereka?
• Sebagai orang kristiani, bagaimana sikapmu selama ini terhadap warga masyarakat yang dianggap bermasalah? apakah seperti masyarakat pada umumnya? Atau seperti nasihat pemuka jemaat, atau seperti ajaran Yesus? Tindakan apa yang akan kamu lakukan pada masa selanjutnya.
• Tulislah hasil refleksimu dalam bentuk uraian, puisi, syair lagu, atau doa.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:
a. Ceritakan secara singkat kisah Yesus yang menumpang di rumah Zakheus!
b. Jelaskan mengapa Yesus mengunjungi Zakheus!
c. Bagaimana tanggapan Zakheus terhadap kehadiran Yesus di rumahnya?
d. Jelaskan arti kisah Yesus mengunjungi Zakheus bagi dirimu!

I. Yesus Menderita, Wafat, dan Bangkit.

 

Pendahuluan.

Bangsa Indonesia pernah mengalami penjajahan dari bangsa Belanda dan Jepang. Banyak orang telah melakukan perlawanan terhadap para penjajah hingga gugur. Mereka itulah yang disebut pahlawan kemerdekaan. Mereka rela mengorbankan apapun termasuk hidupnya demi bangsa Indonesia. Pengorbanan mereka pada akhirnya membuahkan kemerdekaan Indonesia.

Dari sudut pandang iman manusia juga mengalami penjajahan. Penjajahan yang dimaksud bukan penjajahan oleh suatu bangsa, melainkan manusia dijajah oleh kuasa setan. Hal ini tampak dari perbuatan manusia yang cenderung berdosa, seperti Adam dan Hawa, Kain, rakyat Sodom dan Gomora, dan sebagainya. Dengan kekuatannya sendiri manusia ternyata tidak dapat melepaskan diri dari kuasa dosa. Melihat hal itu, Al-lah berbelas kasih hingga mengutus Anak-Nya yang tunggal sebagai penebus dosa. Dengan sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya Yesus telah menyelamatkan umat manusia, sebagaimana tergambar dalam perjamuan terakhir.

 

A. Pengalaman Berkaitan dengan Orang yang Mau Mengorbankan Diri.

Kahu bahwa Negara kita Indonesia dahulu pernah dijajah oleh Belanda dan Jepang. Pada masa penjajahan itu, banyak orang yang berjuang dengan gagah berani, bahkan rela mati demi mengusir penjajah. Mereka itulah para pahlawan. Coba buatlah ringkasan tentang kehidupan salah seorang pahlawan yang gugur demi memperjuangkan kemerdekaan bangsa dan Negara Indonesia.

Ringkasan Pahlawan Teuku Umar :

Teuku Umar bertempat tinggal di Meulaboh, bagian barat Aceh, anak dari Teuku Mahmud. Ia seorang pemberani. Kegemarannya melakukan pengembaraan. Pada usia sekitar 16 tahun, Teuku Umar mengembara selama dua tahun tanpa meminta nafkah dari orang tuanya. Selama pengembaraannya ia belajar berbagai ilmu, termasuk pencak silat. Dari berbagai pengembaraannya, Teuku Umar semakin cinta pada tanah airnya.

Pada tahun 1871, Inggris dan Belanda membuat perjanjian Sumatera. Isi perjanjian itu yang terpenting adalah bahwa Belanda boleh bebas bergerak di dalam daerah Aceh. Rakyat Aceh sangat marah mengetahui isi perjanjian tersebut. Seluruh rakyat Aceh merasa bahwa perjanjian antara orang-orang Belanda dengan Inggris itu adalah perbuatan yang merampas kemerdekaan rakyat Aceh. Kemarahan itu sebenarnya sudah lama terjadi, yaitu kira-kira tahun 1857 ketika daerah Siak mulai diduduki Belanda. Teuku Umar beserta seluruh rakyat bertekad mengusir para penjajah itu. Mereka berunding dan sepakat mengangkat Nanta Satia sebagai pemimpin tertinggi perjuangan Kemerdekaan. Nanta Satia adalah hulubalang VI Mukim Aceh Besar. Dan perang akan dikobarkan di daerah VI Mukim dalam tahun 1873.

Teuku Umar pada waktu itu berumur 19 tahun, sebelum berangkat berperang ia pamitan kepada orang tuanya. Orang tuanya sangat terharu dan bangga.

Pada waktu perang berkobar, prajurit-prajurit Aceh sangat bersemangat, meskipun persenjataan mereka kalah dari persenjataan Belanda. Tentara Belanda mulai kewalahan menghadapi rakyat Aceh yang mahir hidup di hutan. Mengingat pengalaman itu, Belanda mulai meningkatkan kemampuan dalam bertempur di medan hutan. Berkat latihan itu, Belanda mulai menguasai medan perang. Tentara dan rakyat Aceh mengalami kekalahan.

Mempelajari situasi itu, Teuku Umar mengembangkan siasat perang dengan merebut sebanyak-banyaknya persenjataan tentara Belanda dengan menyusup ke pihak mereka. Atas dasar siasat tersebut, selanjutnya Teuku Umar menyerahkan diri kepada Belanda. Belanda sangat senang dan Teuku Umar diserahi tugas untuk melatih tentara Belanda keterampilan berperang di hutan. Teuku Umar melaksanakan tugas dengan sebaik- baiknya. Teuku Umar melatih tentara Belanda dengan sangat keras sehingga banyak yang mengalami sakit dan meninggal. Tentara Belanda berkurang persenjataannya.

Selesai latihan, tentara Belanda di bawah pimpinan Teuku Umar diperintahkan menumpas perlawanan rakyat Aceh. Dalam pertempuran ini banyak jatuh korban pada kedua belah pihak. Perjuangan rakyat Aceh tidak lama, mereka segera mundur dari medan perang. Belanda sangat gembira menyaksikan hal itu. Dan Teuku Umar mendapat kenaikan pangkat dan hadiah.

Demikianlah, ketika sebuah kapal Inggris bernama Nicero terdampar dan kemudian dirampas oleh Raja Teunom, Teuku Umar ditugasi untuk membebaskan kapal tersebut. Pembebasan itu membawa ketegangan antara Belanda dan Inggris. Dalam pembebasan itu, Teuku Umar membawa persenjataan sangat banyak.

Beberapa waktu setelah upacara pemberangkatan, Belanda dikejutkan dan digemparkan oleh berita yang menyatakan bahwa semua tentaranya dibunuh di tengah laut dan senjatanya dirampas oleh Teuku Umar sendiri. Teuku Umar berbalik ke rakyat Aceh, yang disambut dengan sangat gembira. Dengan itu rakyat Aceh punya persenjataan sangat banyak dan Belanda menjadi lemah. Selanjutnya rakyat Aceh menyerbu Belanda yang dipimpin Teuku Umar dan berhasil dengan gemilang merebut daerah VI Mukim.

Pada tahap kedua, Teuku Umar menggunakan siasat yang sama. Ia pura-pura menyerah kepada Belanda dan mendapat kepercayaan. Kepercayaan yang didapat itu dipakai untuk mengumpulkan persenjataan bagi rakyat Aceh. Rakyat Aceh tidak tahu maksud Teuku Umar sehingga mereka marah kepada Teuku Umar. Ketika Teuku Umar berbalik kembali kepada rakyat Aceh mereka sangat gembira. Sehingga mereka berhasil mengalahkan kembali tentara Belanda.

Melihat situasi itu Belanda mengirim pasukan khusus yang dipimpin Jenderal Van Houts. Pada bulan Februari 1899, Van Houts berada di Meulaboh tanpa pengawalan yang ketat. Mengetahui hal itu, Teuku Umar bermaksud menyerbu pasukan Van Houts. Malang bagi Teuku Umar dan tentaranya karena rencana mereka diketahui oleh Belanda. Sehingga Teuku Umar dan tentaranya dapat dikalahkan. Teuku Umar meninggal.

Beberapa catatan tambahan :

• Para pahlawan merasakan bahwa masyarakatnya mengalami penindasan, ketidak- adilan, dan penderitaan. Sesuai dengan kemampuannya, mereka berjuang untuk mengatasi hal itu. Mereka melawan para penindas dan pelaku ketidakadilan. Mereka tidak ingin masyarakatnya mengalami situasi penindasan, ketidakadilan, dan penderitaan itu.

Tindakan-tindakan penindasan dan ketidakadilan itu, menurut pembukaan UUD 1945 tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Tindakan penindasan atau penjajahan harus dihapuskan dari muka bumi. Para pahlawan rela mengorbankan apapun, bahkan jiwanya demi perjuangannya itu. Banyak di antara

mereka ditangkap, dimasukkan penjara, atau dibuang ke tempat yang jauh dengan harapan, mereka menghentikan perjuangannya. Namun selepas dari pembuangan atau penjara, mereka tetap meneruskan perjuangannya. Di antara mereka bahkan ada yang dibunuh.

• Para pahlawan tidak mati sia-sia. Semangat dan perjuangan mereka tetap dikenang dan diteruskan oleh masyarakatnya. Masyarakat menyadari bahwa apa yang dialami sekarang ini berkat perjuangan para pahlawan. Meskipun para pahlawan telah wafat, namun semangatnya tetap hidup di tengah masyarakatnya.

 

Bacaan Kitab Suci.

a. Membaca Kitab Suci Matius 26: 26-29. dan 27:1- 28:10.

Matius 26: 26-29.
Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: “Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.” Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: “Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. Akan tetapi Aku berkata kepadamu: mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku.”

Matius 27:1- 66.
Ketika hari mulai siang, semua Imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi berkumpul dan mengambil keputusan untuk membunuh Yesus. Mereka membelenggu Dia, lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus, wali negeri itu. Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesAl-lah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam- imam kepala dan tua-tua, dan berkata: “Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah.” Tetapi jawab mereka: “Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!”

Maka ia pun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri. Imam-imam kepala mengambil uang perak itu dan berkata: “Tidak diperbolehkan memasukkan uang ini ke dalam peti persembahan, sebab ini uang darah.” Sesudah berunding mereka membeli dengan uang itu tanah yang disebut Tanah Tukang Periuk untuk dijadikan tempat pekuburan orang asing. Itulah sebabnya tanah itu sampai pada hari ini disebut Tanah Darah.

Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: “Mereka menerima tiga puluh uang perak, yaitu harga yang ditetapkan untuk seorang menurut penilaian yang berlaku di antara orang Israel, dan mereka memberikan uang itu untuk tanah tukang periuk, seperti yang dipesankan Tuhan kepadaku.” Lalu Yesus dihadapkan kepada wali negeri. Dan wali negeri bertanya kepada-Nya: “Engkaukah raja orang Yahudi?” Jawab Yesus: “Engkau sendiri mengatakannya.”

Tetapi atas tuduhan yang diajukan imam-imam kepala dan tua-tua terhadap Dia, Ia tidak memberi jawaban apa pun. Maka kata Pilatus kepada-Nya: “Tidakkah Engkau dengar betapa banyaknya tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?” Tetapi Ia tidak menjawab suatu kata pun, sehingga wali negeri itu sangat heran. Telah menjadi kebiasaan bagi wali negeri untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap- tiap hari raya itu atas pilihan orang banyak. Dan pada waktu itu, ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya yang bernama Barabas.

Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: “Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?” Ia memang mengetahui, bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki. Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya: “Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam.” Tetapi oleh hasutan imam- imam kepala dan tua-tua, orang banyak bertekad untuk meminta supaya Barabas dibebaskan dan Yesus dihukum mati.

Wali negeri menjawab dan berkata kepada mereka: “Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?” Kata mereka: “Barabas.” Kata Pilatus kepada mereka: “Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?” Mereka semua berseru: “Ia harus disalibkan!”

Katanya: “Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?” Namun mereka makin keras berteriak: “Ia harus disalibkan!” Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak dan berkata: “Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri!” Dan seluruh rakyat itu menjawab: “Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!”

Lalu ia membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus disiksa/dihukum cambuk lalu diserahkannya untuk disalibkan. Kemudian serdadu-serdadu wali negeri membawa Yesus ke gedung pengadilan, lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul sekeliling Yesus. Mereka menanggalkan pakaian-Nya dan mengenakan jubah ungu kepada-Nya. Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya, lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olokkan Dia, katanya: “Salam, hai raja orang Yahudi!”

Mereka meludahi-Nya dan mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepala- Nya. Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya. Kemudian mereka membawa Dia ke luar untuk disalibkan. Ketika mereka berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene yang bernama Simon. Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus. Maka sampailah mereka di suatu tempat yang bernama Golgota, artinya: Tempat Tengkorak.

Lalu mereka memberi Dia minum anggur bercampur empedu. Setelah Ia mengecapnya, Ia tidak mau meminumnya. Sesudah menyalibkan Dia mereka membagi-bagi pakaian-Nya dengan membuang undi. Lalu mereka duduk di situ menjaga Dia. Dan di atas kepala-Nya terpasang tulisan yang menyebut alasan mengapa Ia dihukum: “Inilah Yesus Raja orang Yahudi.”

Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan dan seorang di sebelah kiri-Nya. Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia dan sambil menggelengkan kepala, mereka berkata: “Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, selamatkanlah diri- Mu jikalau Engkau Anak Al-lah, turunlah dari salib itu!” Demikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli-ahli Taurat dan tua-tua mengolok-olokkan Dia dan mereka berkata:

“Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Ia Raja Israel? Baiklah Ia turun dari salib itu dan kami akan percaya kepada-Nya. Ia menaruh harapan-Nya pada Al-lah: baiklah Al-lah menyelamatkan Dia, jikalau Al-lah berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata: Aku adalah Anak Al-lah.” Bahkan penyamun- penyamun yang disalibkan bersama-sama dengan Dia mencela-Nya demikian juga. Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga.

Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suaranyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Al-lah-Ku, Al-lah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: “Ia memanggil Elia.” Dan segeralah datang seorang dari mereka; ia mengambil bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam, lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum. Tetapi orang-orang lain berkata: “Jangan, baiklah kita lihat, apakah Elia datang untuk menyelamatkan Dia.”

Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya. Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah, dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit.

Dan sesudah kebangkitan Yesus, mereka pun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang. Kepala pasukan dan prajurit- prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: “Sungguh, Ia ini adalah Anak Al-lah.”

Dan ada di situ banyak perempuan yang melihat dari jauh, yaitu perempuan- perempuan yang mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani Dia. Di antara mereka terdapat Maria Magdalena, dan Maria ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu anak-anak Zebedeus. Menjelang malam datanglah seorang kaya, orang Arimatea, yang bernama Yusuf dan yang telah menjadi murid Yesus juga.

Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. Pilatus memerintahkan un- tuk menyerahkannya kepadanya. Dan Yusuf pun mengambil mayat itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih, lalu membaringkannya di dalam kuburnya yang baru, yang digalinya di dalam bukit batu, dan sesudah menggulingkan sebuah batu be-sar ke pintu kubur itu, pergilah ia. Tetapi Maria Magdalena dan Maria yang lain tinggal di situ duduk di depan kubur itu.

Keesokan harinya, yaitu sesudah hari persiapan, datanglah imam-imam kepala dan orang-orang Farisi bersama-sama menghadap Pilatus, dan mereka berkata: “Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit.

Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga; jikalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang untuk mencuri Dia, lalu mengatakan kepada rakyat: Ia telah bangkit dari antara orang mati, sehingga penyesatan yang terakhir akan lebih buruk akibatnya dari pada yang pertama.”

Kata Pilatus kepada mereka: “Ini penjaga-penjaga bagimu, pergi dan jagalah kubur itu sebaik-baiknya.” Maka pergilah mereka dan dengan bantuan penjaga-penjaga itu mereka memeterai kubur itu dan menjaganya.

Matius 28:1-10.
Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu. Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju.

Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati. Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: “Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.

Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu.” Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.

Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: “Salam bagimu.” Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. Maka kata Yesus kepada mereka: “Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.”

 

b. Mencari inspirasi dari Kitab Suci.

Membaca kisah sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus di atas, tentu muncul berbagai pertanyaan di dalam hati kita. Misalnya seperti yang sudah tertulis di bawah ini. Coba jawablah pertanyaan berikut pada kolom yang disediakan.

Pertanyaan.
1, Bagaimana proses penangkapan dan pengadilan Yesus?
2, Apa alasan para pemimpin agama Yahudi menangkap Yesus?
3, Apa keputusan pengadilan terhadap Yesus?
4, Bagaimana Yesus memaknai penderitaan dan wafatNya berdasarkan kisah perjamuan terakhir?
5, Bagaimana kisah kebangkitan Yesus?

 

a. Mendiskusikan jawaban dengan teman sekelas.

Coba diskusikan jawabanmu dengan teman-teman sekelas. Adakah jawaban yang sama atau berbeda? Carilah keterangan dari jawaban teman-temanmu baik yang sama maupun yang beda. Untuk jawaban yang berbeda manakah jawaban yang lebih masuk akal dan dapat diterima. Berdasarkan jawaban dari teman dan jawabanmu, kamu dapat membuat rangkuman jawaban dari pertanyaan di atas.

 

b. Beberapa catatan tambahan.

Makna penderitaan, wafat, dan kebangkitan Yesus.

 

Yesus menentang segala ketidakadilan dan segala kebobrokan di masyarakatnya. Tidak hanya itu, Yesus banyak berbuat baik bagi orang-orang miskin, menderita, dan tersingkir di masyarakat-Nya. Bagi masyarakat Yahudi, segala hal yang tidak baik, penyakit, penderitaan, dan kemiskinan dipercaya sebagai akibat dosa. Maka tindakan- tindakan Yesus bagi orang-orang miskin, menderita, dan tersingkir dipahami dan dinyatakan sebagai tindakan pengampunan dosa atau penyelamatan. Tindakan Yesus itu oleh para pemimpin agama dianggap sebagai menghujat Al-lah. Sebuah tindakan yang tidak terampuni. Maka para pemimpin bangsa Israel sepakat untuk membunuh Yesus. Bangsa Yahudi berada di bawah penjajahan Romawi. Oleh karena itu, bangsa Yahudi tidak boleh memberikan hukuman mati. Yang boleh menghukum mati adalah pemerintahan Romawi. Maka pemimpin bangsa Yahudi membawa Yesus ke Pontius Pilatus untuk dijatuhi hukuman mati. Meskipun pada awalnya Pontius Pilatus tidak setuju dengan hukuman itu, akhirnya memberikan juga. Yesus disiksa, dipaksa memanggul salib hingga akhirnya mati disalib.

Bagi masyarakat Yahudi, mati muda dianggap sebagai kutukan dari Al-lah. Maka yang dapat menghilangkan kutukan hanya Al-lah. Yesus pada hari ketiga bangkit, hidup kembali dengan mulia. Kebangkitan Yesus berarti menolak kutukan Al-lah. Itu berarti segala ucapan dan tindakan Yesus dibenarkan oleh Al-lah. Sengsara dan wafat Yesus merupakan pengorbanan yang membuahkan pengampunan dan penyelamatan bagi manusia. Sebagaimana Ia nyatakan dalam perjamuan terakhir. Yesus wafat untuk keselamatan manusia.

Untuk Diingat

“Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: “Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.” Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: “Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa” (Mat 26:26-28).

 

Perjanjian Lama sampai Yesus Kristus – SD5 Agama Katolik Bab 2

Perjanjian Lama sampai Yesus Kristus – SD5 Agama Katolik Bab 2.

Bagian Pertama : Perjanjian Lama.

Pada Bab pertama, kita telah mempelajari dan mendalami tentang pribadi dan lingkungan kita. Bab 2 ini akan mengajak kita untuk semakin mengenal Yesus Kristus. Untuk mengenal Yesus Kristus, terlebih dahulu kita harus mengetahui Perjanjian Lama, sebagai sejarah yang telah menubuatkan serta terarah pada kedatangan Yesus Kristus, yang secara khusus akan kita bahas pada bagian kedua, yaitu Perjanjian Baru.

Ketika duduk di kelas IV, kita telah mempelajari bagaimana Al-lah memilih dan mempersiapkan suatu bangsa, untuk menyelamatkan seluruh dunia. Pembebasan Bangsa Israel dari Tanah Mesir, direncanakan Al-lah hingga memasuki tanah terjanji. Di dalam karya-Nya itu, Al-lah telah memperlihatkan kepada manusia betapa besar cinta-Nya. Keagungan-Nya ditunjukkan-Nya melalui pemerintahan Daud dan Salomo. Demikian pula tokoh perempuan Israel, yaitu Ester, turut mewarnai perjuangan untuk tetap berdirinya kerajaan Israel sebagai bangsa terpilih dan kerajaan yang jaya.
Menurunnya kewibawaan pemerintahan raja-raja pengganti Daud dan Salomo, diakibatkan oleh ketidaksetiaan mereka terhadap ikatan perjanjian sebelumnya. Keserakahan, penyembahan berhala, dan ketidakadilan menyebabkan mereka semakin jauh dari Al-lah. Maka, runtuhlah Israel sebagai sebuah kerajaan yang besar. Namun cinta Al-lah serta rencana agung-Nya, tidak pernah sirna.

Bagian pertama dari bab 2 ini akan diuraikan ke dalam empat pokok bahasan, yaitu:
A. Daud Sang Pemimpin
B. Salomo yang Bijaksana
C. Ester Perempuan Pemberani
D. Kejayaan dan Keruntuhan Israel

Keempat pokok bahasan yang terkait dengan Sejarah Perjanjian Lama ini, akan mengantar kita untuk menyadari bahwa janji Tuhan dan rencana-Nya tetap ber- langsung, meskipun kerajaan Israel telah runtuh. Pemenuhan janji Al-lah tersebut akan kita bahas pada bagian II bab ini, yaitu Perjanjian Baru.

Doa.

Ya Al-lah Bapa yang Mahapenyayang, hari ini kami mau belajar
tentang kesetiaan-Mu yang selalu menyertai Bangsa Israel,
terutama melalui para pemimpin bangsa Israel.
Bantulah kami supaya memahami dan meneladani para pemimpin yang setia kepada-Mu,
dan menerima Engkau sebagai Al-lah kami. Demi Kristus Tuhan kami.
Amin.

1. Menemukan Nilai-Nilai Kepemimpinan.

 

Pangeran Bungsu yang Peduli.

Raja Suta Permana adalah pemimpin bagi rakyat di wilayah Jati Mandala. Ia sangat disayangi rakyatnya, dan disegani kerajaan-kerajaan di sekitarnya. Puluhan tahun, Raja Suta Permana telah memimpin Jati Mandala dengan bijaksana. Rakyat hidup sejahtera dan saling menghormati.
Menyadari dirinya sudah tua, Raja Suta Permana memanggil ketiga putranya. Kepada ketiga putranya, Raja Suta Permana menegaskan bahwa mereka memiliki hak yang sama untuk menggantikan dirinya sebagai raja. Tetapi ada satu syarat yang harus mereka penuhi, yaitu bahwa mereka harus membunuh seekor anak ayam di tempat tersembunyi, tanpa diketahui oleh manusia.

Setelah mereka mengetahui syaratnya, pengawal raja memberikan kepada mereka masing-masing seekor anak ayam yang masih kecil. Si sulung dengan hati-hati membawa anak ayam, ke atas menara kerajaan. Ia menyumpal paruh anak ayam itu dengan kain. Ia menyembelih anak ayam itu dengan pisau kecil. Setelah mati ia membungkusnya dengan kain.
Si tengah memilih gudang di bawah tanah sebagai tempat untuk menyembelih anak ayam tersebut. Setelah disembelih, anak ayam tersebut dimasukkannya ke dalam kotak. Sementara si bungsu masuk kandang ayam. Dekat dengan induknya, anak ayam tersebut berbunyi semakin keras seolah memanggil induknya. Di kandang ayam, si bungsu merasa kasihan. Ia pun mulai memikirkan perintah ayahnya untuk membunuh anak ayam ditempat tersembunyi tanpa diketahui oleh manusia. Ia menyadari bahwa jika ia membunuh anak ayam tersebut, ada lima orang yang akan mengetahuinya. Ayahnya, pengawal, kedua kakaknya dan dirinya sendiri. Ia pun melepaskan anak ayam itu. Anak ayam dan induknya, nampak sangat gembira.

Ketika mereka kembali menghadap ayahnya, ketiga pangeran melaporkan syarat untuk menggantikan ayahnya. Si Sulung dan Si Tengah dipuji ayahnya karena telah melakukan perintah ayahnya. Sementara si Bungsu diancam hukum gantung karena berani melawan perintah ayah sebagai raja. Tiang gantungan telah tersedia, rakyat telah berkumpul di alun-alun kerajaan, tetapi Si Bungsu melangkah tenang menuju tiang gantungan, siap menerima hukuman.

Raja pun bertanya: “Hai bungsu, mengapa kamu tidak melaksanakan titah ayah sebagai raja, untuk membunuh anak ayam itu?”. Si Bungsu pun menjawab: “Maaf ayah dan raja, hamba tidak melaksanakan titah ayah sebagai raja, karena hamba merasa kasihan terhadap anak ayam yang tidak berdaya dan induknya yang kehilangan anak- anaknya. Selanjutnya, jika hamba membunuh anak ayam tersebut, maka ada banyak orang yang akan mengetahui perbuatan hamba, yaitu hamba, raja, pengawal, kedua kakak, dan kini semua rakyat. Untuk itu, hamba siap menerima hukuman gantung, dari pada mengingkari hati nurani dan berbuat tidak adil terhadap anak ayam yang tidak berdaya.”
Mendengar jawaban tersebut, Raja Suta Permana memeluk Si Bungsu dengan berkata: “kamulah anakku yang berhak menggantikan ayah sebagai raja, karena kamu memiliki ketulusan, cinta kasih, dan hati nurani yang suci, kendati tiang gantungan telah disediakan untukmu”. Rakyatpun bersorak sorai menyambut Pangeran Bungsu menggantikan ayahnya sebagai raja. Mahkota kerajaanpun dikenakan kepadanya. Kerajaan Jati Mandala hidup penuh sukacita dibawah kepemimpinan Raja Bungsu. (sumber: Marianus Didi Kasmudi, SFK).

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
a. Mengapa Raja Suta Permana memberi syarat kepada ketiga putranya untuk membunuh anak ayam yang tidak berdaya?
b. Mengapa kedua kakaknya sampai hati membunuh anak ayam yang tidak berdaya?
c. Mengapa Si Bungsu berani menanggung hukuman gantung dengan tidak menaati titah ayahnya sebagai raja?
d. Sikap-sikap apa saja yang kamu kagumi dari Pangeran Bungsu? Beri alasan!
e. Tuliskan sikap-sikap yang seharusnya dimiliki oleh seorang pemimpin pada zaman sekarang!

Penjelasan.
1) Raja Suta Permana menunjukkan kekuasaan dan keadilan bagi ketiga putranya. Mereka memiliki hak yang sama. Syarat untuk menggantikan dirinya dengan membunuh anak ayam, ditujukan untuk melihat sikap-sikap yang diperlukan untuk menjadi seorang pemimpin.
2) Tindakan kedua kakaknya menunjukkan bahwa mereka taat kepada perintah. Mereka memenuhi aturan, tetapi mereka melupakan hati nurani.
3) Si Bungsu berani menanggung hukuman gantung, karena baginya kebenaran, kepedulian, dan kesucian hati nurani, lebih penting daripada perintah dan ketaatan.

 

Ciri-ciri Pemimpin yang baik.

Kisah di atas menunjukkan bahwa seorang pemimpin tidak lahir dengan sendirinya. Jiwa dan semangat kepemimpinan, dipengaruhi oleh keluarga. Orang tua kita adalah pemimpin kita di dalam keluarga. Nasihat dan petuah mereka pantas kita taati, namun kita pun dapat berkomunikasi dengan mereka, terutama jika ada hal-hal yang kurang kita mengerti. Perjuangan, pengorbanan, dan kepedulian mereka, dapat kita jadikan sebagai teladan dalam kehidupan kita. Kita akan selalu merasa aman dan bahagia jika kita mengalami penyertaan dari orang tua atau orang lain yang sangat mengasihi kita. Kita juga akan merasa aman jika kita memiliki pemimpin-pemimpin yang selalu memperhatikan dan mendukung kita dalam perjalanan hidup kita.

Sebagai generasi muda, kita akan menjadi pemimpin di masa yang akan datang. Maka kita harus belajar dan membekali diri dengan sikap-sikap yang pantas untuk menjadi seorang pemimpin. Dalam kehidupan Bangsa Israel, Al-lah adalah pemimpin mereka. Raja atau Pemimpin bangsa, adalah wakil Al-lah yang sepenuhnya menjalankan kedaulatan dari Al-lah. Pemimpin atau raja yang baik, merupakan lambang kehadiran dan penyertaan Al-lah di tengah umat-Nya. Kesetiaan Bangsa Israel dan para pemimpinnya kepada Al-lah akan selalu mengantar mereka untuk merasakan kehadiran Al-lah yang menolong dan menyelamatkan.

Cerita dari Kitab Suci :

Janji Tuhan Kepada Daud.
(Bdk. 2 Sam 7: 8-17).

Setelah bangsa Israel menetap di tanah Kanaan, Tuhan tetap menyertai bangsa Israel. Bangsa Israel merasa aman dan damai di bawah naungan Tuhan. Al-lah tetap menyertai umat Israel hingga menjadi suatu kerajaan yang besar. Waktu Raja Saul tidak setia kepada Al-lah, maka Al-lah memilih Daud sebagai raja kedua yang memimpin bangsa Israel.

Waktu itu ada seorang nabi, Natan namanya. Kepada Natan Al-lah berfirman: “Pergilah kepada Daud. Katakanlah kepada hamba-Ku Daud, “Beginilah firman Tuhan semesta alam: Akulah yang mengambil engkau dari padang, ketika menggiring kambing domba, untuk menjadi raja atas umat-Ku Israel. Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang engkau jalani dan telah melenyapkan segala musuh di depanmu. Aku membuat namamu besar, seperti nama orang-orang besar di bumi. Aku menentukan tempat bagi umat-Ku Israel dan menanamkannya, sehingga ia dapat diam di tempatnya sendiri dengan tidak lagi dikejutkan dan tidak pula ditindas oleh orang-orang lalim seperti dulu. Juga diberitahukan kepadamu: Tuhan akan memberikan keturunan kepadamu. Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. Dialah yang akan mendirikan rumah bagi-Ku dan Aku akan mengokohkan tahta kerajaannya untuk selama-lamanya. Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Tetapi kasih setia-Ku tidak akan hilang dari padanya untuk selama-lamanya.”

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
a. Siapa yang memimpin bangsa Israel sampai ke tanah Kanaan?
b. Siapakah nabi yang diminta Al-lah untuk pergi kepada raja Daud?
c. Apa isi perjanjian Al-lah dengan Daud?
d. Mengapa Al-lah mengadakan perjanjian dengan Daud?
e. Pernahkah kamu menjadi ketua atau pemimpin? Ceritakan pengalamanmu secara singkat.
f. Tuliskan sifat-sifat pemimpin yang baik, yang disukai rakyatnya!

Penjelasan :

Al-lah itu Mahaagung. Ia selalu menyertai umat Israel dari tanah Mesir sampai ke Tanah Terjanji, yaitu Kanaan. Setelah Saul menjadi raja atas Kerajaan Israel, ia lengah, tidak setia, dan menyembah berhala. Ia lupa bahwa bagi bangsa Israel, pemimpin mereka adalah Al-lah. Raja hanyalah wakil Al-lah, yang seharusnya setia kepada Al-lah. Oleh karena itu, Al-lah mengangkat Daud menjadi raja atas Israel. Al-lah mengutus Nabi Natan untuk pergi kepada Daud.

Untuk mengingatkan Daud akan kekuasaan Al-lah, maka dibuatlah perjanjian sebagai berikut:
• Al-lah telah mengangkat Daud sebagai raja dan menempatkan Daud di atas takhta. Kepada bangsa Israel, Al-lah tetap memberikan tempat untuk dapat menetap.
• Daud akan diberi keturunan yang besar.
• Keturunan Daud akan diberkati. Anak kandung Daud akan mendirikan rumah bagi Al-lah. Anak Daud akan diangkat menjadi anak Al-lah dan Al-lah menjadi Bapa-nya. Kerajaan Daud akan kokoh selama-lamanya.
• Al-lah juga akan menyertai kita sampai selama-lamanya.
Sebagaimana Raja Daud, jika kita pernah mengalami menjadi ketua, pemimpin atau pengurus dalam suatu kelompok, tentu kita dituntut untuk memiliki berbagai kelebihan, di antaranya sifat rendah hati, selalu dekat dengan Al-lah, bijaksana, adil, mau melayani, dan menjadi teladan bagi yang lain.

Untuk Diingat.
Pemimpin atau raja yang baik, merupakan lambang kehadiran dan penyertaan Al-lah di tengah umat-Nya. Kesetiaan rakyat dan para pemimpinnya kepada Al-lah akan membawa suatu bangsa untuk merasakan kehadiran Al-lah yang menolong dan menyelamatkan.

Evaluasi :
a. Bagaimana pengalamanmu selama berada bersama orang tuamu?
b. Sikap-sikap apakah yang seharusnya dimiliki oleh seorang pemimpin?
c. Apakah janji Al-lah terhadap Daud? Sebutkan!
d. Apakah sekarang ini Al-lah tetap menyertai kita? Jelaskan!
e. Apakah kamu merasa Tuhan menyertai hidupmu? Dapatkah kamu menyebutkan contoh pengalaman itu?

Doa :
Al-lah Bapa yang Mahabaik,
Engkau dulu selalu menyertai bangsa Israel.
Sertailah kami dan jagalah kami sekarang,
selalu, dan sepanjang masa. Amin.

Nyanyikanlah lagu berikut ini bersama teman-temanmu. “Bila Roh Al-lah ada di dalamku”

Bila Roh Al-lah ada di dalamku,
Ku kan menari sperti Daud menari,
Ku kan menari sperti Daud menari
Ku kan menari Ku kan menari,
Ku kan menari sperti Daud menari ,
Ku kan menari Ku kan menari,
Ku kan menari sperti Daud menari.

Salomo Raja yang Bijaksana.

Raja Salomo yang menggantikan Daud, ayahnya, justru meminta kebijaksanaan kepada Al-lah waktu Al-lah menanyakan kepadanya apa yang ia minta. Jawab salomo kepada Al-lah: “Berilah hambamu ini hati yang tahu menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang besar ini?” Inilah yang disebut kebijaksanaan. Kebijaksanaan itu muncul dari hati.

Doa.
Al-lah Bapa yang Maharahim,
Engkau telah menjaga kami sepanjang malam tadi. Bantulah kami supaya kami sungguh-sungguh mengerti kebijaksanaan yang berasal daripada-Mu sendiri.
Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

1. Mendalami Arti dari Kebijaksanaan.

Semut dan Belalang.

Pada musim panas, sinar mentari sangat terik dan langit membiru sangat cerah. Di sana sini bunga bermekaran. Demikian pula buah-buahan yang masak di pohonnya nampak ranum dan lezat menggoda selera. Suasana indah tersebut membuat Belalang sangat gembira dan terlena dengan keadaan. Setiap hari dari pagi, siang hingga senja ia bernyanyi, bermain, dan bersenang- senang. Maka ia pun heran dengan semut yang nampak sibuk dan bekerja keras mengumpulkan makanan dan menyimpannya di rumahnya.

Belalang pun bertanya penuh keheranan: “Hai semut, mengapa kamu tidak bersenang-senang seperti aku? Ayolah bermain dan bergembira, mumpung cuaca cerah dan indah. Ayo kita bersukaria bersama!”. Tetapi semut berpikir sebaliknya. Dia sibuk menyimpan makanan untuk persediaan pada musim dingin yang segera tiba. Semut terus bekerja tanpa tergoda ajakan Belalang. Belalang pun mengejek Semut: “Ah dasar semut bodoh, cuaca cerah begini malah sibuk sendiri!”. Karena ajakannya tidak ditanggapi oleh Semut, maka Belalang memilih bermain sendirian di pohon jambu.

Tidak lama kemudian musim dingin pun tiba. Udara dingin terasa menusuk tulang. Dimana-mana turun salju menutupi jalanan, pepohonan, dan rerumputan. Belalang tersiksa karena kemana pun ia pergi tidak ada makanan yang tersedia. Dengan terpaksa ia pun mendatangi semut sambil memohon: “Hai semut, sahabatku. Berilah aku sedikit makananmu, karena aku sangat kelaparan”. Tetapi semut menjawab: “Maaf, persediaan makananku harus cukup sampai musim dingin berakhir”. Belalang pun agak memaksa: “Tetapi kamu kan memiliki banyak makanan!”, kata Belalang sambil melihat sekeliling rumah Semut, di mana persediaan makanan nampak bertumpuk tertata rapi. Semut pun menjawab dingin: “Memang, karena aku tidak mau menanggung risiko kekurangan makanan. Tidak seperti kamu yang selalu memboroskan waktu sepanjang musim panas, maka kamu pun harus menanggung akibatnya”.
(Bdk. Cosmas Fernandes, SVD, 2005. 50 Cerita Bijak, Yogyakarta: Kanisius, hlm. 33-34).

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
a. Mengapa Semut tidak ikut bermain dan bersenang-senang dengan Belalang pada musim panas?
b. Dari kedua tokoh di dalam cerita di atas, siapakah tokoh yang dapat disebut bijaksana? Mengapa?
c. Apa yang mau diajarkan melalui cerita tersebut kepada kita?
d. Mengapa Semut tidak mau membagi makanannya kepada Belalang?

Penjelasan :
Di dalam cerita Semut dan Belalang, Semut bukan tidak menikmati musim panas. Sebaliknya, semut menggunakan musim panas sebagai masa untuk bekerja mengumpulkan dan menyimpan makanan. Hal itu ia lakukan karena ia belajar dari pengalaman, sehingga ia tidak mau mengulangi kesalahan yang sama. Dalam hal ini tindakan semut disebut bijaksana, karena ia tidak memikirkan saat ini saja, tetapi memikirkan masa yang akan datang. Ia bijaksana karena mau belajar dari pengalaman. Kisah ini tentu menawarkan nilai-nilai serta sikap bijaksana kepada kita. Sikap bijaksana adalah sikap dan keputusan yang didasarkan pada pengalaman, untuk dapat melangkah ke masa yang akan datang. Semut tidak mau berbagi makanannya kepada Belalang. Hal tersebut sekilas menunjukkan ketamakan atau ketidakpedulian Semut kepada sesama. Tetapi, nilai yang hendak disampaikan adalah bahwa sikap Belalang yang memboroskan waktu hanya untuk bermain dan bersenang-senang mengandung resiko bagi dirinya sendiri.

Cerita sederhana tersebut, mengajarkan bahwa sikap bijaksana diperlukan dalam kehidupan bersama. Para pemimpin hendaknya memiliki sikap dan bertindak bijaksana, sehingga rakyat bisa memperoleh kesejahteraan bersama. Kebijaksanaan merupakan berkat Tuhan, yang diberikan kepada setiap orang yang mau mendengarkan Firman- Nya.

Contoh pemimpin yang adil dan bijaksana dapat kita baca dalam Kitab Suci, yaitu kisah Raja Salomo.

2. Menanggapi Persoalan dengan Bijaksana.

Edo, Si Anak Yatim.

Sejak ayahnya meninggal, Edo merasa menghadapi banyak kesulitan. Ibunya hanya bisa memberi uang jajan Rp 2.000,00 (dua ribu rupiah) setiap hari. Maklum, ibunya hanya bekerja sebagai tukang cuci pakaian. Dengan uang jajan sebesar itu, Edo harus rela berjalan kaki ke sekolah, karena jika naik angkutan umum, uang jajan dari ibunya tidak cukup.

Kesulitan lainnya, Edo belum memiliki buku pegangan IPA. Buku tersebut harus dibeli dengan harga yang cukup mahal bagi Edo. Padahal, buku IPA tersebut merupakan buku pegangan wajib bagi siswa kelas V. Yang menjadi beban tambahan, bahwa ulangan harian IPA akan dilaksanakan 7 hari ke depan. Edo ingin berusaha supaya nilai ulangannya baik. (sumber: Marianus Didi Kasmudi, SFK)

Lengkapilah upaya pemecahan masalah di bawah ini dengan upaya bijaksana lainnya!
a. Edo berusaha untuk memperoleh buku pegangan IPA, dengan cara meminjam buku IPA ke perpustakaan.
b. Jika perpustakaan sekolah tidak memiliki buku IPA, Edo berusaha meminjam kepada teman sekelas, untuk kemudian dibaca dan membuat rangkuman pelajaran IPA yang menjadi bahan ulangan.

3. Mendalami Cerita Kitab Suci.

Kebijaksanaan Salomo.
(Bdk. 1Raj 3: 1-28).
Setelah Daud meninggal, anaknya, Salomo, menduduki takhta kerajaan Israel. Ia mengasihi dan setia kepada Tuhan dan menuruti nasihat-nasihat ayahnya. Pada suatu malam, di Gibeon Tuhan menampakkan diri kepadanya dalam mimpi. Sabda Tuhan kepadanya: “Mintalah apa yang engkau kehendaki!” Jawab Salomo: “Ya Tuhan, Engkau telah menjadikan hamba-Mu ini raja. Aku masih muda dan tidak tahu seluk-beluk perkara. Lagi pula rakyat-Mu banyak sekali jumlahnya. Maka karuniakanlah hamba-Mu ini hati yang bijaksana supaya dapat memerintah umat-Mu!” Tuhan bersabda kepadanya: “Oleh karena engkau meminta hati yang bijaksana dan tidak menghendaki kekayaan dan umur panjang, maka akan Kuberikan kepadamu kebijaksanaan seperti belum pernah ada sebelum engkau atau sesudah engkau. Tambahan pula, Kuberikan kepadamu umur yang panjang!”

Tak lama kemudian, datanglah dua orang perempuan menghadap Raja Salomo. Yang pertama berkata kepadanya: “Ya Tuanku, aku dan perempuan ini tinggal bersama dalam satu rumah dan aku melahirkan anak, pada waktu ia di rumah itu. Tiga hari kemudian, perempuan ini pun melahirkan anak. Kami sendirian. Tidak ada orang bersama-sama kami di dalam rumah. Pada waktu malam, anak perempuan ini mati, karena tertindih waktu perempuan ini tidur. Di tengah malam ia bangun, diambilnya anakku dari sisiku dan anakku digantinya dengan anaknya yang sudah meninggal. Tadi pagi, ketika saya bangun dan memeriksa anak yang telah mati ini dengan teliti, ternyata bukan dia anak yang kulahirkan.”
Tetapi perempuan yang lain berkata: “Bukan, anakku masih hidup. Anak perempuan itu yang telah mati!” Keduanya bertengkar sengit di depan raja Salomo. Maka, Raja Salomo berkata kepada prajurit: “Ambilkan pedang dan belahlah anak yang masih hidup menjadi dua bagian. Separuhnya diberikan kepada perempuan ini, sebagian lain diberikan kepada perempuan itu.” Mendengar keputusan raja, perempuan yang anaknya masih hidup berkata: “Saya memohon, ya Tuanku, berikanlah anak yang masih hidup kepada perempuan itu. Jangan membunuhnya.”

Tetapi perempuan yang lain berkata: “Supaya jangan untukku ataupun untukmu, maka lebih baik belahlah anak itu.” Mendengar itu, maka raja memutuskan: “Berikanlah anak yang masih hidup itu kepada perempuan yang menyayangi nyawa anak itu, karena dialah ibunya yang benar.”
Seluruh Israel mengakui bahwa kebijaksanaan Al-lah pada Raja Salomo untuk melakukan keadilan.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
a. Apa yang diminta Salomo kepada Tuhan menurut cerita tadi?
b. Mengapa kebijaksanaan yang diminta oleh Salomo?
c. Bagaimana Salomo memutuskan perkara dari dua perempuan yang memperebut- kan seorang bayi?
d. Apakah keputusan Salomo bijaksana? Mengapa?
e. Mengapa sikap adil dan bijaksana harus kita junjung tinggi dalam kehidupan sehari-hari?

Penjelasan :
Raja Salomo meminta kepada Tuhan “hati yang bijaksana”. Ia menyadari bahwa ia masih muda dan harus berhadapan dengan banyak perkara dari rakyatnya, maka ia tidak meminta kemuliaan dan kekayaan. Sebab, kemuliaan akan diperoleh dari kebijaksanaan hati. Raja yang bijaksana akan dicintai dan dihormati oleh rakyatnya.
Keadilan pun akan diperoleh apabila keluhan orang didengar dengan hati. Raja Salomo langsung tahu siapa pemilik anak yang masih hidup itu, karena ibu yang sesungguhnya tidak akan sampai hati membiarkan anaknya dibunuh. Maka, keputusan Raja Salomo dinilai adil.
Tuhan sendiri tidak menilai manusia dari hukum tertulis. Santo Paulus berkata: “Hukum tertulis itu mematikan, tetapi Roh menghidupkan” (2Kor 3:6). Roh itu membawa kebijaksanaan, Roh bekerja di dalam hati manusia.
Hukum tertulis di negeri kita masih sering direkayasa. Maka, seringkali orang yang bersalah dibenarkan dan orang benar disalahkan serta dipenjarakan. Hal ini menunjukkan bahwa sikap bijaksana hendaknya dimiliki oleh para pemimpin, sehingga seluruh rakyat memperoleh keadilan.

Bersikap dan Bertindak Bijaksana:

Ungkapkan pendapat pribadi mengenai pemimpin yang bijaksana. Berdasarkan nilai- nilai kebijaksanaan yang terdapat pada pemimpin bijaksana, coba rumuskan semboyan, peribahasa, ungkapan, atau pantun yang mencerminkan nilai kebijaksanaan, disertai dengan pesan yang hendak disampaikan, seperti pada kolom di bawah ini! Bagikan kepada temanmu jika diperlukan!

Untuk Diingat.
Pemimpin yang dibutuhkan oleh masyarakat zaman sekarang, adalah pemimpin yang bijaksana. Artinya, pemimpin yang mau belajar dari pengalaman, yang memikirkan masa yang akan datang, serta memperjuangkan kesejahteraan bersama.

Doa Penutup.
Al-lah Bapa yang Maharahim,
Engkau telah memberi kebijaksanaan kepada Salomo sehingga Salomo berlaku adil dan bijaksana kepada rakyatnya. Berilah juga kepada kami Roh Kebijaksanaan, supaya kami selalu bertindak adil terhadap sesama kami. Demi Kristus Tuhan kami.

Amin.

C. Cerita Perempuan Pemberani.

Dalam Perjanjian Lama, tokoh perempuan Israel yang peduli terhadap kesejahteraan dan memperjuangkan bangsanya adalah Ester. Kecantikan dan kesederhanaan Ester menimbulkan kasih sayang Raja Ahasyweros dan semua orang yang melihat dia. “Maka Ester dikasihi oleh baginda lebih dari pada semua perempuan lain, dan ia beroleh sayang dan kasih baginda lebih dari pada semua anak dara lain, sehingga baginda mengenakan mahkota kerajaan ke atas kepalanya dan mengangkat dia menjadi ratu ganti Wasti.” (Est. 2:17)

Doa.
Al-lah Bapa yang Mahapengasih,
Di antara kami masih banyak orang-orang yang miskin, Orang-orang yang menderita dan tidak berdaya.
Ajarilah kami untuk mau peduli dan mengasihi mereka, Agar kami dapat menjadi saudara bagi semua orang, Demi Yesus Kristus Tuhan dan pengantara kami.
Amin

1. Kisah Bunda Theresa dari Kalkuta India.

Bunda Theresa (Agnes Gonxha Bojaxhiu; lahir di Üsküp, Kerajaan Ottoman, 26 Agustus 1910 – meninggal di Kalkuta, India, 5 September 1997 pada umur 87 tahun) adalah seorang biarawati Katolik Roma keturunan Albania dan berkewarganegaraan India: Ia mendirikan Misionaris Cinta Kasih (bahasa Inggris: Missionaries of Charity) di Kalkuta, India, pada tahun 1950. Selama lebih dari 45 tahun, ia melayani orang miskin, sakit, yatim piatu dan sekarat, sementara membimbing ekspansi Misionaris Cinta Kasih yang pertama di seluruh India dan selanjutnya di negara lain. Setelah kematiannya, ia diberkati oleh Paus Yohanes Paulus II dan diberi gelar Beata Theresa dari Kalkuta. Dalam gereja katolik, beatifikasi (dari bahasa Latin “beatus”, yang berbahagia) adalah suatu pengakuan atau pernyataan yang diberikan oleh Gereja terhadap orang yang telah meninggal bahwa orang tersebut adalah orang yang berbahagia. Beatifikasi diberikan kepada orang yang dianggap telah bekerja sangat keras untuk kebaikan atau memiliki keistimewaan secara spiritual. Beatifikasi memerlukan bukti berupa mukjizat (kecuali dalam kasus martir), sebagai bukti bahwa orang yang dianggap suci atau kudus itu telah berada dalam Surga dan dapat mendoakan orang lain. Orang yang mendapat beatifikasi diberi gelar beato untuk laki-laki dan beata untuk perempuan.

Pada tahun 1970-an, ia menjadi terkenal di dunia internasional untuk pekerjaan kemanusiaan dan advokasi bagi hak-hak orang miskin dan tak berdaya. Misionaris Cinta Kasih terus berkembang sepanjang hidupnya dan pada saat kematiannya, ia telah menjalankan 610 misi di 123 negara, termasuk penampungan dan rumah bagi penderita HIV/AIDS, Lepra, dan TBC, program konseling untuk anak dan keluarga, panti asuhan, dan sekolah. Pemerintah, organisasi sosial, dan tokoh terkemuka telah terinspirasi dari karyanya, namun tak sedikit filosofi dan implementasi Bunda Theresa yang menghadapi banyak kritik. Ia menerima berbagai penghargaan, termasuk penghargaan pemerintah India, Bharat Ratna (1980) dan Penghargaan Perdamaian Nobel pada tahun 1979. Ia merupakan salah satu tokoh yang paling dikagumi dalam sejarah. Saat peringatan kelahirannya yang ke-100 pada tahun 2010, seluruh dunia menghormatinya dan karyanya dipuji oleh Presiden India, Pratibha Patil. (Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas).

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
a. Apa yang diperjuangkan oleh Bunda Theresa dari Kalkuta India, sehingga ia mendapat beberapa penghargaan?

b. Paus Yohanes Paulus II menganugerahkan gelar Beata kepada Bunda Theresa. Apa arti gelar tersebut?

 

2. Belajar dari Keteladanan Tokoh-Tokoh Perempuan.

a. Selain tokoh laki-laki, terdapat banyak tokoh perempuan yang berjuang menegakkan nilai-nilai kebenaran dan kemanusiaan.
b. Tokoh-tokoh perempuan tersebut memberikan teladan kepada kita. Misalnya nilai kepemimpinan dan perjuangan terhadap kesejahteraan rakyat, nilai keberanian dan perjuangan melawan ketidakadilan, nilai perjuangan kemanusiaan, nilai pelayanan dan cinta kasih, nilai perjuangan untuk mendapat perlakuan serta hak yang sama, nilai solidaritas dan kesetiakawanan sosial.
c. Tokoh perempuan yang berani memperjuangkan bangsanya, terdapat juga di dalam Kitab Suci, yaitu Ester.

3. Membaca dan Mendengarkan Cerita Kitab Suci.

Bacalah kisah Ester dalam kitab suci berikut ini!

Ester, Perempuan Pembela Bangsa Israel.
(Est.2:2-21, 3:15, 7:1-6).

2 Maka sembah para biduanda raja yang bertugas pada baginda: “Hendaklah orang mencari bagi raja, gadis-gadis, yaitu anak-anak dara yang elok rupanya; 3 hendaklah raja menempatkan kuasa-kuasa di segenap daerah kerajaannya, supaya mereka mengumpulkan semua gadis, anak-anak dara yang elok rupanya, di dalam benteng Susan, di balai perempuan, di bawah pengawasan Hegai, sida-sida raja, penjaga para perempuan; hendaklah diberikan wangi-wangian kepada mereka. 4 Dan gadis yang terbaik pada pemandangan raja, baiklah dia menjadi ratu ganti Wasti.” Hal itu dipan- dang baik oleh raja, dan dilakukanlah demikian.
5Pada waktu itu, ada di dalam Benteng Susan seorang Yahudi, yang bernama Mordekhai bin Yair bin Simei bin Kish, seorang Benyamin 6yang diangkut dari Yerusalem sebagai salah seorang buangan yang turut dengan Yekhonya, Raja Yehuda, ketika ia diangkut ke dalam pembuangan oleh Raja Nebukadnezar, Raja Babel. 7Mordekhai itu pengasuh Hadasa, yakni Ester, anak saudara ayahnya, sebab anak itu tidak beribu bapa lagi. Gadis itu elok perawakannya dan cantik parasnya. Ketika ibu bapanya mati, ia diangkat sebagai anak oleh Mordekhai.
8Setelah titah dan undang-undang raja tersiar dan banyak gadis dikumpulkan di dalam benteng Susan, di bawah pengawasan Hegai, maka Ester pun dibawa masuk ke dalam istana raja, di bawah pengawasan Hegai, penjaga para perempuan. 9Maka gadis itu sangat baik pada pemandangannya dan menimbulkan kasih sayangnya, sehingga Hegai segera memberikan wangi-wangian dan pelabur kepadanya, dan juga tujuh orang dayang-dayang yang terpilih dari isi istana raja, kemudian memindahkan dia dengan dayang-dayangnya ke bagian yang terbaik di dalam balai perempuan. 10Ester tidak memberitahukan kebangsaan dan asal usulnya, karena dilarang oleh Mordekhai. 11Tiap-tiap hari berjalan-jalanlah Mordekhai di depan pelataran balai perempuan itu untuk mengetahui bagaimana keadaan Ester dan apa yang akan berlaku atasnya. 12Tiap- tiap kali seorang gadis mendapat giliran untuk masuk menghadap Raja Ahasyweros, dan sebelumnya ia dirawat menurut peraturan bagi para perempuan selama dua belas bulan, sebab seluruh waktu itu digunakan untuk pemakaian wangi-wangian: enam bulan untuk memakai minyak mur dan enam bulan lagi untuk memakai minyak kasai serta lain-lain wangi-wangian perempuan. 13Lalu gadis itu masuk menghadap raja, dan segala apa yang dimintanya harus diberikan kepadanya untuk dibawa masuk dari balai perempuan ke dalam istana raja. 14Pada waktu petang ia masuk dan pada waktu pagi ia kembali, tetapi sekali ini ke dalam balai perempuan yang kedua, di bawah pengawasan Saasgas, sida-sida raja, penjaga para gundik. Ia tidak diperkenankan masuk lagi menghadap raja, kecuali jikalau raja berkenan kepadanya dan ia dipanggil dengan
disebutkan namanya.
15Ketika Ester — anak Abihail, yakni saudara ayah Mordekhai yang mengangkat Ester sebagai anak — mendapat giliran untuk masuk menghadap raja, maka ia tidak menghendaki sesuatu apa pun selain dari pada yang dianjurkan oleh Hegai, sida-sida raja, penjaga para perempuan. Maka Ester dapat menimbulkan kasih sayang pada semua orang yang melihat dia. 16Demikianlah Ester dibawa masuk menghadap Raja Ahasyweros ke dalam istananya pada bulan yang kesepuluh — yakni bulan Tebet — pada tahun yang ketujuh dalam pemerintahan baginda. 17Maka Ester dikasihi oleh baginda lebih dari pada semua perempuan lain, dan ia beroleh sayang dan kasih baginda lebih dari pada semua anak dara lain, sehingga baginda mengenakan mahkota kerajaan ke atas kepalanya dan mengangkat dia menjadi ratu ganti Wasti.
18Kemudian diadakanlah oleh baginda suatu perjamuan bagi semua pembesar dan pegawainya, yakni perjamuan karena Ester, dan baginda menitahkan kebebasan pajak bagi daerah-daerah serta mengaruniakan anugerah, sebagaimana layak bagi raja. 19Selama anak-anak dara dikumpulkan untuk kedua kalinya, Mordekhai duduk di pintu gerbang istana raja. 20Adapun Ester tidak memberitahukan asal usul dan kebangsaannya seperti diperintahkan kepadanya oleh Mordekhai, sebab Ester tetap berbuat menurut perkataan Mordekhai seperti pada waktu ia masih dalam asuhannya.
21Pada waktu itu, ketika Mordekhai duduk di pintu gerbang istana raja, sakit hatilah Bigtan dan Teresh, dua orang sida-sida raja yang termasuk golongan penjaga pintu, lalu berikhtiarlah mereka untuk membunuh Raja Ahasyweros. 15Maka dengan tergesa-gesa berangkatlah pesuruh-pesuruh itu, atas titah raja, dan undang-undang itu dikeluarkan di dalam Benteng Susan. Sementara itu raja serta Haman duduk minum-minum, tetapi kota Susan menjadi gempar. 1Datanglah raja dengan Haman untuk dijamu oleh Ester, sang ratu. 2Pada hari yang kedua itu, sementara minum anggur, bertanyalah pula raja kepada Ester: “Apakah permintaanmu, hai Ratu Ester? Niscaya akan dikabulkan. Dan apakah keinginanmu? Sampai setengah kerajaan sekalipun akan dipenuhi.” 3Maka jawab Ester, sang ratu: “Ya raja, jikalau hamba mendapat kasih raja dan jikalau baik pada pemandangan raja, karuniakanlah kiranya kepada hamba nyawa hamba atas permintaan hamba, dan bangsa hamba atas keinginan hamba. 4Karena kami, hamba serta bangsa hamba, telah terjual untuk dipunahkan, dibunuh dan dibinasakan. Jikalau seandainya kami hanya dijual sebagai budak laki-laki dan perempuan, niscaya hamba akan berdiam diri, tetapi malapetaka ini tiada taranya di antara bencana yang menimpa raja.” 5Maka bertanyalah Raja Ahasyweros kepada Ester, sang ratu: “Siapakah orang itu dan di manakah dia yang hatinya mengandung niat akan berbuat demikian?” 6Lalu jawab Ester: “Penganiaya dan musuh itu, ialah Haman, orang jahat ini!” Maka Haman pun sangatlah ketakutan di hadapan raja dan ratu.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!
a. Apa peran Ester seperti yang dikisahkan dalam Kitab Suci tersebut?
b. Sikap-sikap apakah yang pantas kita teladani dari Ester?
c. Siapakah yang diperjuangkan oleh Ester, sehingga ia berani mempertaruhkan hidupnya?

Penjelasan :
Ester memiliki anugerah kecantikan dan kesederhanaan. Kecantikan yang ia miliki merupakan anugerah Tuhan. Dengan kecantikan wajah serta keelokan hatinya, ia berperan sebagai perempuan yang berani memperjuangkan kebenaran demi keselamatan bangsanya.
Dalam cerita kitab suci, kita dapat meneladani sikap-sikap Ester, yaitu keseder- hanaan, kecantikan hatinya, keberanian, serta sikap peduli. Ester sebenarnya bisa hidup bahagia di dalam istana raja dan memiliki apa saja yang ia minta, tetapi karena ia peduli terhadap penderitaan bangsanya, ia rela mempertaruhkan hidupnya demi keselamatan bangsa.
Al-lah telah memberikan cinta kasih yang begitu besar kepada setiap manusia. Maka, sudah sepatutnya manusia juga memberikan cinta kasih kepada sesamanya melalui hal-hal kepedulian, kerjasama, semangat saling membantu, dan lain-lain.

4. Membangun Niat dan Sikap Peduli.

Cobalah untuk mewujudkan bentuk kepedulian terhadap lingkungan di sekitarmu, baik secara pribadi maupun secara berkelompok. Lengkapilah kolom di bawah ini sebagai perencanaan serta laporan atas pelaksanaan kegiatan yang kamu rencanakan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan!

 

Lagu : “Al-lah Peduli”

Banyak perkara, yang tak dapat ku mengerti Mengapakah harus terjadi, di dalam kehidupan ini.
Satu perkara, yang kusimpan dalam hati Tiada sesuatu kan terjadi, tanpa Al-lah peduli.
Al-lah mengerti Al-lah peduli Segala persoalan yang kita hadapi Tak akan pernah dibiarkan-Nya Ku bergumul sendiri.
S’bab Al-lah mengerti.
(Nikita ).

 

D. Kejayaan dan Keruntuhan Israel.

Tuhan memalingkan muka dari mereka dan membiarkan mereka dirampok. Mereka dibiarkan ditindas oleh Bangsa Asyur. Dan pada pemerintahan Raja Yerobeam, orang Israel diangkut ke pembuangan ke Asyur. Kerajaan Israel runtuh dan mereka dijajah dan ditindas sebagai hamba. Inilah akibatnya jika berpaling dari Al-lah dan menolak Al-lah.

Doa.
Al-lah, Bapa kami yang Mahakasih,
hari ini kami akan mendalami kejatuhan kerajaan Israel.
Terangilah akal budi kami
agar kami dapat memetik hikmahnya untuk hidup kami,
sekarang, selalu, dan sepanjang hidup kami.
Amin.

1. Hal-Hal yang Menyebabkan Kejayaan atau Runtuhnya Suatu Bangsa.

Bacalah dengan saksama cerita tentang tujuh buli-buli emas di bawah ini!

Tujuh Buli-Buli Emas.

Seorang tukang cukur sedang berjalan di bawah sebatang pohon yang angker, ketika ia mendengar suara yang berkata: ‘Inginkah engkau mempunyai emas sebanyak tujuh buli-buli?’ Tukang cukur itu melihat kiri kanan dan tidak tampak seorang pun. Tetapi nafsu lobanya timbul, maka dengan tak sabar ia menjawab lantang: ‘Ya, aku ingin!’ ‘Kalau begitu, pulanglah segera ke rumah,’ kata suara itu. ‘Engkau akan menemukannya di sana.’

Si tukang cukur cepat-cepat berlari pulang. Sungguh, ada tujuh buli-buli penuh emas, kecuali satu yang hanya berisi setengah saja. Si tukang cukur tak bisa melepaskan pikiran, bahwa satu buli-buli hanya berisi setengah saja. Ia ingin sekali untuk segera mengisinya sampai penuh. Sebab jika tidak, ia tidak akan bahagia.

Seluruh perhiasan milik anggota keluarganya disuruhnya dilebur menjadi uang emas dan dimasukkannya dalam buli-buli yang berisi setengah itu. Tetapi buli-buli itu tetap berisi setengah seperti semula. Ini menjengkelkan! Ia menabung, menghemat dan berpuasa sampai ia sendiri dan seluruh keluarganya kelaparan. Namun demikian, sia- sia belaka. Biarpun begitu banyak emas telah dimasukkannya ke dalam, buli-buli itu tetap berisi setengah saja.

Pada suatu hari ia minta kenaikan gaji kepada raja. Upahnya dinaikkan 2x lipat. Sekali lagi ia berjuang untuk mengisi buli-buli itu. Bahkan ia sampai mengemis. Namun buli-buli itu tetap menelan setiap mata uang emas yang dimasukkan dan tetap berisi setengah.

Raja mulai memperhatikan, betapa tukang cukur itu tampak kurus dan menderita. ‘Kau punya masalah apa?’ tanya sang raja. ‘Kau dulu begitu puas dan bahagia waktu gajimu kecil saja. Sekarang gajimu sudah lipat dua, namun kau begitu muram dan lesu. Barangkali kau menyimpan tujuh buli-buli emas itu?’ Tukang cukur terheran-heran. ‘Siapakah yang menceritakan hal itu kepada Paduka, ya Tuanku Raja?’

Raja tertawa seraya berkata: ‘Tindak-tandukmu jelas menampakkan gejala-gejala yang terdapat pada semua orang yang ditawari tujuh buli-buli emas oleh setan. Ia pernah menawarkannya juga kepadaku. Aku bertanya, apakah uang itu boleh dipergunakan atau semata-mata untuk disimpan. Namun ia terus menghilang tanpa berkata apa-apa. Uang itu tidak bisa digunakan, tetapi hanya memaksa orang supaya mau menyimpannya. Lekas kembalikanlah uang itu pada setan. Pastilah engkau akan bahagia kembali!’

(Burung Berkicau, Anthony de Mello SJ, Yayasan Cipta Loka Caraka, Cetakan 7, 1994).

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
a. Sikap apa yang ditunjukkan oleh Si Tukang Cukur setelah menerima tawaran tujuh buli-buli emas dari setan?
b. Mengapa Si Tukang Cukur tidak pernah merasa puas?
c. Beri contoh nyata kasus mengenai orang-orang yang serakah dan tidak pernah puas dengan apa yang dimiliki, di lingkungan masyarakat kita!
d. Pelajaran apa yang dapat kita petik dari cerita tersebut?

Penjelasan.

Setelah menerima tujuh buli-buli emas, Si Tukang Cukur menjadi serakah dan tamak. Ia tidak pernah puas, jika ketujuh buli-bulinya tidak penuh semua dengan emas. Ia tidak bahagia dan tidak mampu bersyukur dengan apa yang ia peroleh, sebaliknya dengan segala cara, ia menumpuk harta kekayaan.

Sikap serakah, tamak, tidak pernah puas, menumpuk harta kekayaan, dan menghalalkan segala cara, adalah sikap-sikap yang dihadapi oleh Bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia yang kaya raya dan memiliki sumber daya alam yang melimpah, kini menghadapi krisis serta terancam runtuh. Salah satu penyebabnya sikap serakah, tidak pernah puas, dan memperkaya diri. Hal itu tercermin dengan maraknya korupsi di berbagai segi kehidupan. Jika kita tidak mampu mengubah sikap, Indonesia akan runtuh.

Pengalaman orang kaya tadi memberi pelajaran kepada kita supaya kita selalu ingat dan akrab bergaul dengan Al-lah. Sebab, Al-lah adalah sumber kebahagiaan sejati.

 

2. Membaca dan Mendengarkan Cerita Kitab Suci.

Baca dan simaklah kisah “Runtuhnya Kerajaan Israel” dari Kitab Suci berikut ini!

Keruntuhan Kerajaan Israel
(Bdk. 2Raj 17: 7-23)

Setelah Raja Daud dan Salomo meninggal, kerajaan Israel dipimpin oleh raja-raja yang tidak setia kepada Al-lah. Bangsa Israel mulai menyembah berhala di bukit- bukit. Mereka menyembah dewa-dewa di bawah pohon besar dan membuat berbagai kejahatan di hadapan Al-lah, sehingga Al-lah sakit hati.

Al-lah mengutus nabi-nabi-Nya untuk memperingatkan mereka. “Berbaliklah kamu daripada jalan-jalanmu yang jahat itu, dan ikutlah segala perintah dan ketetapan-Ku, sesuai dengan undang-undang yang telah Kuperintahkan kepada nenek moyangmu.”
Tetapi mereka tidak mau mendengar-Ku. Mereka menolak semua ketetapan dari nenek moyang mereka. Malahan mereka mengorbankan anak-anak mereka kepada para dewa. Mereka membuat patung Asyera dan beribadat kepada Baal. Maka Tuhan memalingkan muka dari mereka dan membiarkan mereka dirampok. Mereka dibiarkan ditindas oleh Bangsa Asyur. Dan pada pemerintahan Raja Yerobeam, orang Israel diangkut ke pembuangan ke Asyur. Kerajaan Israel runtuh dan mereka dijajah dan ditindas sebagai hamba. Inilah akibatnya jika berpaling dari Al-lah dan menolak Al-lah.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
a. Pelanggaran-pelanggaran apa yang dilakukan oleh raja-raja dan bangsa Israel menurut cerita di atas?
b. Apa akibat yang ditanggung Bangsa Israel atas ketidaksetiaan mereka terhadap Tuhan?
c. Apakah sikap menjauhkan diri dari Al-lah sama dengan menjauhkan diri dari kebahagiaan? Mengapa?

Rangkuman :

Para pengganti Raja Daud dan Salomo, adalah raja-raja yang tidak setia kepada
Tuhan. Mereka berpaling dari Tuhan dan menyembah berhala. Atas pelanggaran
mereka, Tuhan murka serta menghukum Israel, dengan membiarkan Israel dirampok
dan ditindas oleh Bangsa Asyur.

Menjauhkan diri dari Tuhan berarti menjauhkan diri dari kebahagiaan, karena
Tuhanlah sumber kebahagiaan sejati. Seperti Bangsa Israel pada saat itu, banyak
orang mencari kebahagiaan dengan menyembah berhala. Harta kekayaan dan jabatan
yang tinggi, sering dianggap sebagai sumber kebahagiaan. Hal inilah yang dinamakan
berhala modern.

Ungkapan Harapan.

Sebagai generasi muda Indonesia, kamu tentu memiliki harapan agar bangsa dan negara kita tetap jaya. Coba ungkapkan harapanmu kepada para pemimpin masyarakat, agar berjuang membangun kejayaan Bangsa Indonesia berdasarkan nilai-nilai

pancasila, yaitu nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan dan nilai keadilan. Harapan dapat ditulis dalam bentuk surat, doa, puisi, atau bentuk lainnya.

Untuk Diingat.
Berhala, yaitu penyembahan terhadap kekayaan, kekuasaan, dan kesenangan, akan membawa bencana bagi manusia. Kebahagiaan sejati hanya akan tercipta kalau kita dekat dengan Tuhan.

Doa.
Doa untuk Pemuka Masyarakat.

Al-lah, Bapa yang Mahakuasa, kami bersyukur kepada-Mu karena telah mengikut sertakan para pemuka masyarakat dalam karya penggembalaan-Mu terhadap seluruh masyarakat kami. Semoga para pemuka masyarakat yang telah Kau pilih menyadari tugas dan tanggung jawabnya, sebab karisma kepemimpinannya berasal dari-Mu. Berilah mereka semangat pelayanan yang tulus untuk mengupayakan kemakmuran dan kesejahteraan semua orang.
Bapa, bimbinglah para pemuka masyarakat dengan terang kebijaksanaan sejati agar dapat mengambil keputusan yang adil, tepat, dan benar. Jauhkanlah dari mereka sikap hanya mementingkan diri sendiri, sikap menyelewengkan dan memanfaatkan jabatan untuk kepentingan-kepentingan yang merugikan masyarakat. Semoga para pemimpin masyarakat mampu mengatasi godaan.

Ya Bapa, karuniailah mereka berkat yang mereka perlukan. Sudilah Engkau mengangkat pemuka-pemuka yang serasi, yang dapat menjadi panutan bagi semua warga.
Doa ini kami sampaikan kepada-Mu dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus. Amin. (Puji Syukur No.196 Tahun 1992).

 

 

 

Agama Katolik – Yesus Kristus – Materi Pelajaran SD Kelas 5 Bab 2

Bab 2 – Agama Katolik – Yesus Kristus – Materi Pelajaran SD Kelas 5.

Bagian Pertama, tentang Perjanjian Lama.

Pada Bab pertama, kita telah mempelajari dan mendalami tentang pribadi dan lingkungan kita. Bab 2 ini akan mengajak kita untuk semakin mengenal Yesus Kristus. Untuk mengenal Yesus Kristus, terlebih dahulu kita harus mengetahui Perjanjian Lama, sebagai sejarah yang telah menubuatkan serta terarah pada kedatangan Yesus Kristus, yang secara khusus akan kita bahas pada bagian kedua, yaitu Perjanjian Baru.

Ketika duduk di kelas IV, kita telah mempelajari bagaimana Allah memilih dan mempersiapkan suatu bangsa, untuk menyelamatkan seluruh dunia. Pembebasan Bangsa Israel dari Tanah Mesir, direncanakan Allah hingga memasuki tanah terjanji. Di dalam karya-Nya itu, Allah telah memperlihatkan kepada manusia betapa besar cinta-Nya. Keagungan-Nya ditunjukkan-Nya melalui pemerintahan Daud dan Salomo. Demikian pula tokoh perempuan Israel, yaitu Ester, turut mewarnai perjuangan untuk tetap berdirinya kerajaan Israel sebagai bangsa terpilih dan kerajaan yang jaya.
Menurunnya kewibawaan pemerintahan raja-raja pengganti Daud dan Salomo, diakibatkan oleh ketidaksetiaan mereka terhadap ikatan perjanjian sebelumnya. Keserakahan, penyembahan berhala, dan ketidakadilan menyebabkan mereka semakin jauh dari Allah. Maka, runtuhlah Israel sebagai sebuah kerajaan yang besar. Namun cinta Allah serta rencana agung-Nya, tidak pernah sirna.

Bagian pertama dari bab 2 ini akan diuraikan ke dalam empat pokok bahasan, yaitu:
A, Daud Sang Pemimpin.
B, Salomo yang Bijaksana.
C, Ester Perempuan Pemberani.
D, Kejayaan dan Keruntuhan Israel.

Keempat pokok bahasan yang terkait dengan Sejarah Perjanjian Lama ini, akan mengantar kita untuk menyadari bahwa janji Tuhan dan rencana-Nya tetap ber- langsung, meskipun kerajaan Israel telah runtuh. Pemenuhan janji Allah tersebut akan kita bahas pada bagian II bab ini, yaitu Perjanjian Baru.

Marilah kita berdoa,

Ya Allah Bapa yang Mahapenyayang, hari ini kami mau belajar tentang kesetiaan-Mu yang selalu menyertai Bangsa Israel, terutama melalui para pemimpin bangsa Israel.
Bantulah kami supaya memahami dan meneladani para pemimpin yang setia kepada-Mu,
dan menerima Engkau sebagai Allah kami. Demi Kristus Tuhan kami.
Amin.

1. Menemukan Nilai-Nilai Kepemimpinan.

Pangeran Bungsu yang Peduli.
Raja Suta Permana adalah pemimpin bagi rakyat di wilayah Jati Mandala. Ia sangat disayangi rakyatnya, dan disegani kerajaan-kerajaan di sekitarnya. Puluhan tahun, Raja Suta Permana telah memimpin Jati Mandala dengan bijaksana. Rakyat hidup sejahtera dan saling menghormati.
Menyadari dirinya sudah tua, Raja Suta Permana memanggil ketiga putranya. Kepada ketiga putranya, Raja Suta Permana menegaskan bahwa mereka memiliki hak yang sama untuk menggantikan dirinya sebagai raja. Tetapi ada satu syarat yang harus mereka penuhi, yaitu bahwa mereka harus membunuh seekor anak ayam di tempat tersembunyi, tanpa diketahui oleh manusia.
Setelah mereka mengetahui syaratnya, pengawal raja memberikan kepada mereka masing-masing
seekor anak ayam yang masih kecil.

Si sulung dengan hati-hati membawa anak ayam, ke atas menara kerajaan. Ia menyumpal paruh anak ayam itu dengan kain. Ia menyembelih anak ayam itu dengan pisau kecil. Setelah mati ia membungkusnya dengan kain.

Si tengah memilih gudang di bawah tanah sebagai tempat untuk menyembelih anak ayam tersebut. Setelah disembelih, anak ayam tersebut dimasukkannya ke dalam kotak. Sementara si bungsu masuk kandang ayam. Dekat dengan induknya, anak ayam tersebut berbunyi semakin keras seolah memanggil induknya. Di kandang ayam, si bungsu merasa kasihan. Ia pun mulai memikirkan perintah ayahnya untuk membunuh anak ayam ditempat tersembunyi tanpa diketahui oleh manusia. Ia menyadari bahwa jika ia membunuh anak ayam tersebut, ada lima orang yang akan mengetahuinya.

Ayahnya, pengawal, kedua kakaknya dan dirinya sendiri. Ia pun melepaskan anak ayam itu. Anak ayam dan induknya, nampak sangat gembira.
Ketika mereka kembali menghadap ayahnya, ketiga pangeran melaporkan syarat untuk menggantikan ayahnya. Si Sulung dan Si Tengah dipuji ayahnya karena telah melakukan perintah ayahnya. Sementara si Bungsu diancam hukum gantung karena berani melawan perintah ayah sebagai raja. Tiang gantungan telah tersedia, rakyat telah berkumpul di alun-alun kerajaan, tetapi Si Bungsu melangkah tenang menuju tiang gantungan, siap menerima hukuman.

Raja pun bertanya: “Hai bungsu, mengapa kamu tidak melaksanakan titah ayah sebagai raja, untuk membunuh anak ayam itu?”. Si Bungsu pun menjawab: “Maaf ayah dan raja, hamba tidak melaksanakan titah ayah sebagai raja, karena hamba merasa kasihan terhadap anak ayam yang tidak berdaya dan induknya yang kehilangan anak- anaknya. Selanjutnya, jika hamba membunuh anak ayam tersebut, maka ada banyak orang yang akan mengetahui perbuatan hamba, yaitu hamba, raja, pengawal, kedua kakak, dan kini semua rakyat. Untuk itu, hamba siap menerima hukuman gantung, dari pada mengingkari hati nurani dan berbuat tidak adil terhadap anak ayam yang tidak berdaya.”
Mendengar jawaban tersebut, Raja Suta Permana memeluk Si Bungsu dengan berkata: “kamulah anakku yang berhak menggantikan ayah sebagai raja, karena kamu memiliki ketulusan, cinta kasih, dan hati nurani yang suci, kendati tiang gantungan telah disediakan untukmu”. Rakyatpun bersorak sorai menyambut Pangeran Bungsu menggantikan ayahnya sebagai raja. Mahkota kerajaanpun dikenakan kepadanya. Kerajaan Jati Mandala hidup penuh sukacita dibawah kepemimpinan Raja Bungsu. (sumber: Marianus Didi Kasmudi, SFK).

 

Pribadi dan Lingkungan – SD Kelas 5 – Agama Katolik

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti.

Sumber : Buku Sekolah Elektronik Dik Nas Kurikulum 2013 Revisi 2017.

Bab 1 Pribadi dan Lingkunganku.

Sebagai anak kelas V SD yang tumbuh dan berkembang, di usia sekitar 11-12 tahun, kita mengalami pertumbuhan serta perkembangan yang pesat. Dalam segi jasmani, tubuh kita terasa makin besar dan makin tinggi. Demikian pula dalam kehidupan rohani kita mengalami perkembangan akal dan budi, yang meliputi bakat, kecerdasan, dan perasaan.

Pada usia ini, seharusnya kita mampu mengenal dan menemukan jati diri. Hal itu bisa dialami, apabila kita mampu menerima diri sebagai perempuan atau laki- laki. Selain itu, untuk menjadi pribadi yang baik, kita harus mampu mengarahkan diri dalam suasana kerja sama, saling menghargai, dan saling melengkapi seturut kehendak Allah, Sang Pencipta.

Kita harus menyadari bahwa Allah menciptakan kita sebagai citra-Nya. Laki-laki dan perempuan sama-sama dipanggil Allah untuk berkembang. Perkembangan tersebut akan kita alami, dalam kerja sama yang saling melengkapi. Hal ini mencerminkan sikap saling menghormati dan saling menghargai, di dalam kesederajatan dan kesepadanan.

Bab 1 “Pribadi dan Lingkunganku” ini dijabarkan ke dalam empat pokok bahasan, yaitu:
A. Perempuan dan Laki-Laki Diciptakan sebagai Citra Allah,
B. Perempuan dan Laki-Laki Dipanggil untuk Berkembang,
C. Perempuan dan Laki-Laki Saling Melengkapi,
D. Perempuan dan Laki-Laki Sederajat.

Pokok-pokok bahasan ini diharapkan dapat membantu untuk makin menyadari bahwa kita semua, perempuan atau laki-laki, dipanggil Allah untuk berkembang. Kita dituntut untuk mampu bekerja sama, saling menghargai, dan saling melengkapi.

Perempuan dan Laki-laki Diciptakan sebagai Citra Allah.

Doa :
Allah, Bapa yang Mahabaik,
Engkau telah menciptakan kami perempuan dan laki-laki yang memiliki ciri berbeda satu sama lain.
Hari ini kami akan belajar tentang jati diri kami Sebagai perempuan dan laki-laki dalam terang iman.
Bantulah kami supaya dapat menemukan diri
dan berkembang bersama sesuai dengan rencana-Mu sendiri. Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.

Di dalam masyarakat terdapat banyak pandangan yang berbeda-beda mengenai manusia, laki-laki dan perempuan. Jika kita baca secara cermat atau kita dengarkan dengan penuh perhatian, penggalan kisah berikut ini pun mencerminkan pandangan dan perlakuan masyarakat terhadap manusia laki-laki dan perempuan. Marilah kita cermati kisah berikut:

Bacaan : Hadiah dari Ibu.

Edo adalah anak laki-laki dari Ibu Elisabeth dan Bapak Donatus. Edo kini berusia 9 tahun. Sejak kecil, jika Edo berulangtahun, ayah dan ibunya selalu memberi hadiah mainan atau keperluan sekolah.
Hadiah mainan untuk Edo, di antaranya mobil- mobilan, pistol-pistolan, robot, pedang mainan, dan sepeda berwarna merah.

Edo mempunyai adik perempuan bernama Elda. Beberapa hari yang lalu, Elda berulang tahun yang ke- tiga. Sebagaimana ayah ibunya selalu memberikan hadiah kepada Edo, mereka juga memberi hadiah istimewa kepada Elda adiknya. Ayah dan Ibu, menghadiahkan sebuah boneka yang cantik, berambut pirang, berpita ungu dan berbaju bunga-bunga berwarna merah jambu. Boneka untuk Elda juga bisa berkedip dan menyanyi jika disentuh.

Setelah bermain bersama, Elda nampak lelah dan tertidur. Edo merapikan dan menyimpan mainan mereka ke tempatnya masing-masing. Ketika hendak menyimpan boneka Elda, Edo menimang boneka itu sambil menyanyikan lagu “Nina Bobo”. Edo membelai rambut boneka itu dan terus menimangnya.
Ketika melihat Edo melakukan hal itu, Ibu menegur Edo dan meminta Edo untuk tidak melakukannya lagi.
Edo pun berhenti menimang boneka itu, kemudian menempatkan boneka milik Elda pada tempatnya.***
(sumber: Marianus Didi Kasmudi, SFK)

Jawablah pertanyaan- pertanyaan di bawah ini!

Jika gurumu memberi kesempatan, sampaikanlah pertanyaan atau tanggapan kepada gurumu.
a. Apakah kamu pernah mendapat hadiah? Ceritakan secara singkat!
b. Apakah perbedaan hadiahyang kamu terimasebagai anak laki-laki dan perempuan?
c. Ajaran apa yang terkandung dalam cerita di atas?
d. Mengapa Ibu melarang Edo bermain boneka?
e. Mainan apa saja yang biasanya diberikan oleh orang tua untuk anak laki-laki dan anak perempuan?

f. Apa perbedaan bentuk permainan untuk anak laki-laki dan anak perempuan yang ada di lingkungan masyarakatmu?
g. Tuliskanlah pengalamanmu sendiri yang menunjukkan perbedaan sikap orang tua atau masyarakat terhadap anak laki-laki dan perempuan!
h. Apakah perbedaan bentuk permainan antara laki-laki dan perempuan tersebut masih berlaku pada saat ini?

2. Laki-laki dan Perempuan memiliki Perbedaan Untuk Saling Melengkapi.

Jika dicermati, kita akan semakin mengetahui bahwa laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan, baik secara fisik atau jasmani, maupun perbedaan psikis atau kejiwaan. Kita akan mencoba mengisi tabel di bawah ini, sehingga kita semakin menyadari perbedaan laki-laki dan perempuan.

a. Tuliskan perbedaan fisik antara laki-laki dan perempuan.
– Anak laki-laki tumbuh Jakun, perempuan tidak.
– Anak laki-laki tidak tumbuh payudara, anak perempuan tumbuh.
– Anak laki-laki badan lebih kuat dari anak perempuan.
– Anak laki-laki suara menjadi lebih besar dan berat.
– Anak laki-laki umumnya lebih tinggi dari anak perempuan.

b. Tuliskan perbedaan kejiwaan antara laki-laki dan perempuan!
– anak perempuan lebih perasa daripada anak laki-laki.
– anak perempuan lebih halus perasaannya.
– anak perempuan lebih teliti.
– anak perempuan lebih terbawa perasaannya (menangis) daripada anak laki-laki.

c. Tuliskan perbedaan kodrati atau perbedaan yang tidak dapat diubah, antara laki- laki dan perempuan!
– Perempuan menjadi seorang ibu dan melahirkan anak, laki-laki tidak bisa.
– Laki-laki karena lebih kuat harus bekerja keras dan mencukupi keluarganya.

d. Sebagai citra Allah, sikap-sikap apa yang harus dikembangkan oleh perempuan dan laki-laki?
– Menunjukan citra Allah yang baik, saling menolong.
– Laki-laki dan perempuan tidak boleh mempertentangkan perbedaannya tetapi harus saling melengkapi.

Setelah kita melengkapi tabel-tabel di atas, kita pun semakin menyadari bahwa pada umumnya perbedaan antara laki-laki dan perempuan lebih didasarkan pada pandangan serta perlakuan masyarakat terhadap laki- laki dan perempuan. Misalnya saja, pada zaman dahulu perempuan umumnya berambut panjang, sedangkan laki- laki berambut pendek. Hal itu menunjukkan perbedaan laki-laki dan perempuan yang didasarkan pada kebiasaan, adat atau budaya semata. Pada zaman sekarang, banyak kaum perempuan yang memotong pendek rambutnya. Sebaliknya, kaum laki-laki memelihara rambutnya hingga panjang. Hal lain yang terjadi, misalnya memakai anting- anting, profesi, dan pakaian.

Dalam hal ini, kita menyadari bahwa laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan yang kodrati, yaitu perbedaan yang tidak bisa diubah. Misalnya, laki-laki tidak mungkin mengandung dan melahirkan anak. Kodrat artinya pemberian Tuhan tidak tergantikan oleh yang lain.

Penjelasan :
a. Laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan secara jasmaniah. Misalnya perbedaan suara, perbedaan bentuk badan, perbedaan rambut, perbedaan kelamin, dan perbedaan lain.
b. Selain itu, laki-laki dan perempuan berbeda secara kejiwaan atau sifat-sifat dasarnya. Perbedaan kejiwaan laki-laki dan perempuan adalah perbedaan emosi atau perasaan hati, perbedaan cara berpikir, serta perbedaan tugas atau peran. Misalnya: Perempuan memiliki perasaan yang lebih halus dibandingkan dengan perasaan laki-laki; Perempuan memiliki pola berpikir per bagian tidak utuh, sedangkan laki-laki berpikir secara lebih luas; Perempuan memiliki peran sebagai “yang merawat, memelihara, dan mengolah”, sedangkan laki-laki memiliki peran sebagai “yang mencari dan membuat.”
c. Pada umumnya laki-laki dan perempuan dibedakan secara jasmaniah dan kejiwaan. Tetapi ada perbedaan kodrati atau perbedaan yang mendasar yang dikehendaki Tuhan, yaitu bahwa hanya perempuan yang bisa mengandung, melahirkan, dan menyusui anak-anaknya. Namun tanpa laki-laki, perempuan pun tidak mungkin memiliki kemampuan untuk itu. Di dalam hal ini, perbedaan kodrati laki-laki dan perempuan, saling melengkapi dan menyempurnakan.
d. Berdasarkan nilai-nilai Kristiani, baik laki-laki maupun perempuan perlu mengembangkan sikap keibuan, sikap merawat, menyukai keindahan, kreatif, bekerja keras, kebapakan, penuh tanggungjawab, dan melindungi.

3. Membaca Cerita Kitab Suci.

Di dalam Kitab Suci terdapat juga cerita tentang penciptaan manusia pertama. Marilah kita baca perikop kitab suci berikut secara cermat.

Tuhan Menciptakan Laki-laki dan Perempuan
(Bdk. Kej 1: 26-28)
26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” 27Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 28Allah memberkati mereka, lalu berfirman kepada mereka: “Beranak cuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

Untuk mendalami isi atau pesan Kitab Suci di atas, diskusikan bersama teman-temanmu. Hal itu akan semakin memperkaya pengetahuanmu. Di dalam kelompok, diskusikan juga pertanyaan-pertanyaan berikut:
a. Menurut ayat 27 itu, bagaimana Allah menciptakan manusia?
b. Mengapa Tuhan menciptakan manusia menurut gambar-Nya?
c. Dapatkah laki-laki dan perempuan hidup sendiri-sendiri? Mengapa?
d. Dalam hal apa, manusia laki-laki dan perempuan dapat bekerjasama untuk menguasai dan melestarikan alam?

Kesimpulan :
Tuhan menciptakan manusia laki-laki dan perempuan menurut gambar dan rupa Allah. Keduanya memiliki derajat yang sama. Laki-laki dan perempuan bertugas membantu Tuhan untuk melahirkan manusia baru, menguasai bumi dan melestarikan alam lingkungannya. Mereka menaklukkan alam dengan bekerja, mengolah, dan memelihara alam supaya membahagiakan pribadi, keluarga, dan masyarakat.
Dalam hal ini, laki-laki dan perempuan tidak dapat hidup sendiri-sendiri, melainkan bekerja sama dan saling melengkapi, sehingga dapat melaksanakan tugasnya sesuai dengan rencana Allah. Kita harus bersyukur kepada Tuhan yang telah menciptakan kita sebagai perempuan atau laki-laki.

Evaluasi :
a. Sebutkanlah ciri-ciri fisik laki-laki dan perempuan!
b. Jelaskan bagaimana Tuhan menciptakan manusia!
c. Apa tugas manusia yang diberikan Allah?
d. Tuliskan sikap-sikap yang harus dimiliki sebagai laki-laki atau perempuan!
e. Bertanyalah kepada orang tua mengenai suka dan duka mereka sebagai ayah dan ibu di rumah!
f. Susunlah sebuah doa syukur kepada Allah sebagai Pencipta!

Doa.
Sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang telah menciptakan kita sebagai manusia laki-laki dan perempuan, mazmur 8:2-10 berikut baik untuk kita daraskan!
Refrein  :Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!
Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan.

Laki-laki  : Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam.

Perempuan : Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan:

Laki-laki : apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?

Perempuan : Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.

Laki-laki : Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kau letakkan di bawah kakinya:

Perempuan : kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang;

Laki-laki : burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan.

Perempuan : Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!
(Kembali ke Refrein).

 

B. Perempuan dan Laki-laki Dipanggil untuk Berkembang.

Selain asupan makanan dan usaha pribadi, pertumbuhan dan perkembangan juga terjadi melalui pendampingan dan bantuan dari orang-orang di sekitar kita, misalnya orang tua, saudara, guru, dan masyarakat di sekitar kita.

Doa : 
Allah Bapa kami yang Mahabaik,
Engkau menciptakan kami,
dan menghendaki agar kami berkembang.
Bantulah kami dalam pelajaran ini,
agar kami menyadari kehendak dan rencana-Mu atas diri kami.
Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

1.Berkembang sebagai Perempuan atau Laki-laki.

Adik pasti melihat seorang bayi, setelah itu menjadi besar, sekolah TK dan akhirnya Sekolah SD;  jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
– Mengapa ada anak yang masih kecil, remaja, dan orang dewasa?

Tanpa kita sadari, seiring waktu kita terus tumbuh dan berkembang, itulah sebabnya kita semakin tinggi dan badan kita pun bertambah berat. Kita melihat di sekitar kita terdapat anak yang lebih kecil, yang seusia, dan banyak yang lebih besar atau lebih dewasa dari kita.
Ketika kita semakin bertumbuh, kita dapat membimbing, menuntun bahkan menggendong anak yang lebih kecil. Hal itu dapat kita lakukan, karena badan kita lebih besar, tenaga kita pun semakin kuat. Itulah sebabnya, kita harus menyadari bahwa kita mengalami pertumbuhan dan perkembangan, baik secara jasmani maupun secara jiwani.

2. Arti Pertumbuhan dan Perkembangan.
Supaya kamu mengerti pertumbuhan dan perkembangan, coba kamu jawab pertanyaan- pertanyaan di bawah ini, secara pribadi atau berkelompok.
a. Jelaskanlah arti pertumbuhan dan perkembangan!
b. Buatlah daftar pertumbuhan dan perkembangan yang dialami perempuan dan laki-laki!
c. Apa yang membuat kamu bisa bertumbuh dan berkembang?
d. Siapakah orang-orang yang dapat membantumu, sehingga kamu dapat tumbuh dan berkembang?

Pertumbuhan dan perkembangan adalah proses peningkatan semua potensi manusia, baik fisik maupun psikis. Pertumbuhan dan perkembangan meliputi keseluruhan bagian fisik manusia, tetapi juga kemampuan non fisik, seperti bakat, kecerdasan, keterampilan, perasaan, dan kemampuan budi lainnya. Pertumbuhan dan perkembangan terjadi karena makanan, minuman, olah raga, dan latihan fisik lainnya. Di samping itu, perkembangan terjadi melalui pengalaman, pembelajaran, pelatihan, dan usaha lainnya.
Selain makanan dan minuman, pertumbuhan dan perkembangan juga terjadi melalui pendampingan dan bantuan dari orang-orang di sekitar kita, misalnya orang tua, saudara, guru, dan masyarakat.

Baca dan simaklah “Perumpamaan Tentang Talenta”berikut ini!

Perumpamaan Tentang Talenta.
(Bdk. Matius 25: 14-30).

Ada seorang tuan yang mau mengadakan perjalanan jauh ke luar negeri. Sebelum berangkat, ia memanggil hamba-hambanya dan memberikan uang kepada mereka masing-masing. Kepada orang pertama ia memberikan lima talenta. Orang yang kedua diberikannya dua talenta, dan yang seorang lagi diberikannya satu talenta. Semuanya diberikan sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing. Setelah itu, pergilah tuan itu ke luar negeri.

Sesudah menerima uang itu, maka pulanglah hamba-hamba itu ke rumahnya masing-masing. Hamba yang menerima lima talenta langsung menjalankan uang itu dan mendapat laba lima talenta. Hal yang sama dibuat juga oleh hamba yang menerima dua talenta, sehingga ia memperoleh laba dua talenta lagi. Tetapi hamba yang menerima satu talenta menyembunyikan uang itu di dalam tanah.
Lama sesudah itu, pulanglah tuan itu dari luar negeri. Ia memanggil hamba- hambanya untuk mengadakan perhitungan dengan mereka. Maka datanglah hamba pertama yang menerima lima talenta. Ia menyerahkan kembali uang kepada tuannya sambil berkata: “Tuan, ini uang lima talenta yang Tuan percayakan kepadaku; lihat aku telah beroleh laba lima talenta.” Kata tuannya: “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, maka aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.”
Sesudah itu datanglah hamba kedua yang menerima dua talenta. Ia berkata kepada tuan itu: “Tuan, ini uang dua talenta yang Tuan percayakan kepada saya; lihat aku telah beroleh laba dua talenta.” Kata tuannya: “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.”
Yang terakhir, datang hamba ketiga yang menerima satu talenta. Dengan takut-takut ia berkata kepada tuannya: “Tuan, aku tahu bahwa Tuan adalah manusia yang kejam, yang menuai di mana Tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana Tuan tidak menanam. Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta Tuan itu di dalam tanah, ini kepunyaan Tuan.”

Maka marahlah Tuan itu: “Hai kamu hamba yang jahat dan malas. Jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam? Karena itu sudah seharusnya uangku itu kau berikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembalinya aku, aku menerimanya serta dengan bunganya. Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Dan buanglah dia hamba yang tidak berguna itu ke dalam tempat yang gelap dan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi!”

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!
a. Siapakah yang dimaksudkan dengan Tuan dalam cerita tadi?
b. Apa yang dibuat oleh hamba yang menerima lima talenta dan dua talenta dari Tuannya tadi?
c. Apa yang dimaksud dengan membungakan talenta?
d. Apa yang dialami oleh hamba yang menerima satu talenta?
e. Mengapa ia dibuang ke tempat yang gelap?
f. Apa yang dapat kita petik dari cerita di atas?
g. Apakah bakat atau kemampuan yang kamu miliki?
h. Apa yang seharusnya kamu lakukan dengan bakat dan kemampuanmu?
i. Buatlah gambar atau kata-kata untuk menggambarkan keadaanmu kelak sebagaimana yang kamu cita-citakan!

Rangkuman :
Tuhan telah memberikan kepada kita talenta berupa bakat dan kemampuan. Setiap orang memiliki bakat dan kemampuan yang berbeda-beda agar dapat digunakan atau berguna bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat dan setiap bakat/kemampuan perlu dikembangkan dengan maksimal.
Kita mengenal nama-nama orang yang berhasil dalam mengembangkan bakat atau talentanya. Misalnya Boas Salosa, Ferdinand Sinaga, dan Evan Dimas sebagai pemain nasional Sepak Bola Indonesia, Lillyana Natsir sebagai atlet putri bulu tangkis Indonesia, dan lain-lain.

Mari kita mengingat sejenak mengenai perkembangan yang kita alami, dengan menjawab pertanyaan berikut:
1) Bakat dan kemampuan apa saja yang telah berkembang dalam diriku?
2) Apakah aku sudah berusaha secara sungguh-sungguh dalam mengembangkan diri?
3) Sikap dan niat apakah yang harus aku miliki agar bisa mengembangkan bakat dan kemampuan secara lebih baik?

Untuk Diingat :
Tuhan telah memberikan bakat dan kemampuan kepada kita masing-masing. Kita memiliki tanggung jawab untuk dapat mengembangkannya. Kesungguhan dalam mengembangkan bakat atau kemampuan, akan berguna bagi diri sendiri, sesama, dan memuliakan nama Tuhan yang mengaruniakannya.

Doa :
Allah, Bapa yang Mahabaik,
kami telah menyadari bahwa Engkau telah memberikan bakat dan kemampuan kepada kami masing-masing.
Bantulah kami supaya kami berusaha Mengembangkan bakat dan kemampuan itu, supaya berguna bagi kami sendiri,
keluarga, dan masyarakat.
Semuanya ini kami mohon kepada-Mu, dengan perantaraan Kristus Tuhan kami. Amin.

 

C. Perempuan dan Laki-laki saling Melengkapi.

Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan. Keduanya diciptakan berbeda, tetapi perbedaan ini adalah perbedaan saling melengkapi atau perbedaan yang terarah satu sama lain.

Doa :
Allah Bapa yang Mahapenyayang,
hari ini kami akan melihat dan menyadari diri kami sebagai laki-laki dan perempuan. Engkaulah yang menciptakan kami sebagai laki-laki dan perempuan.
Ajarilah kami untuk saling menghargai sebagai teman dan saling membantu satu sama lain.
Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

a. Dunia ini diciptakan Tuhan dengan sangat baik dan mengagumkan.
b. Laki-laki dan perempuan diciptakan Tuhan untuk saling melengkapi.
c. Jika di dunia ini hanya ada laki-laki atau perempuan saja, maka rencana Tuhan yang indah tidak akan terpenuhi.
d. Laki-laki dan perempuan harus bekerja sama untuk saling melengkapi dan menyempurnakan.

Di dalam masyarakat, kita dapat melihat laki-laki dan perempuan dengan bermacam- macam tugas atau pekerjaan. Tugas serta pekerjaan kaum laki-laki dan perempuan, sangat dipengaruhi oleh keadaan fisik. Oleh karena kondisi fisiknya, laki-laki cenderung memilih pekerjaan dan peranan yang agak keras dan membutuhkan tenaga. Sebaliknya, perempuan, sesuai dengan fisiknya yang halus, lembut, dan lemah gemulai, sering memilih jenis pekerjaan yang lebih halus.
Dengan perkembangan zaman dan kesetaraan laki-laki dan perempuan (gender), maka ada pekerjaan dan peranan yang disukai oleh laki-laki dan juga disukai oleh perempuan. Misalnya: perempuan menjadi sopir bus maupun truk, tukang batu, dan bangunan. Demikian pula, laki-laki menjadi perawat, juru masak, mencuci pakaian, dan mengasuh bayi.

Bacalah kisah penciptaan manusia pertama berikut ini:

Manusia dan Taman Eden.
(Bdk. Kejadian  2: 8-24).

Setelah menciptakan manusia pertama, Tuhan menciptakan sebuah taman di Eden. Tuhan menumbuhkan banyak pohon yang dapat dimakan buahnya. Dan di tengah taman tumbuhlah sebatang pohon yang menarik dan indah, yang dinamakan pohon kehidupan yang memiliki pengetahuan baik dan jahat.
Taman itu dialiri empat sungai yang besar untuk membasahi seluruh taman itu. Yang pertama bernama Sungai Pison, kedua Sungai Gihon, ketiga Sungai Tigris, dan keempat Sungai Efrat.
Lalu Tuhan menempatkan manusia yang pertama di taman itu. Oleh Tuhan, ia diberi tugas untuk menguasai dan memelihara taman itu.
Namun kemudian Tuhan berpikir bahwa tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja. Lalu Tuhan membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Ia membawa semuanya itu kepada manusia, tetapi semuanya tidak sepadan dengan manusia itu. Manusia itu tetap merasa diri sunyi dan tidak memiliki teman untuk berbicara dan bertukar pikiran.
Lalu Tuhan membuat manusia itu tidur nyenyak. Sementara ia tidur nyenyak, Tuhan mengambil salah satu tulang rusuknya kemudian menutupnya kembali dengan daging sehingga tidak berlubang. Dari tulang rusuk itulah, Tuhan membuat seorang perempuan yang cantik jelita.
Setelah manusia itu bangun tidur, Tuhan membawa kepadanya perempuan itu. Melihat perempuan yang cantik itu, berkatalah manusia: “Inilah dia tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.”

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
a. Sebutkan tokoh-tokoh di dalam cerita Kitab Suci tentang kisah penciptaan manusia pertama! “Manusia dan Taman Eden”
b. Bagaimana caranya Tuhan menciptakan perempuan pertama?
c. Apakah yang dikatakan oleh manusia pertama itu terhadap perempuan?
d. Apa arti kata-kata tersebut?
e. Mengapa perempuan tidak diciptakan dari tulang kepala atau tulang kaki, tetapi dari tulang rusuk?
f. Apa arti kata perempuan?

Penjelasan :

Perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki, itu berarti bahwa perempuan dan laki-laki berasal dari sumber yang sama, sehingga keduanya sederajat. Perempuan merupakan pendamping laki-laki, sederajat untuk dihormati dan disayangi sebagai teman.
Oleh sebab itu, perempuan tidak diciptakan dari tulang kepala untuk menguasai laki-laki, dan juga tidak diciptakan dari tulang kaki supaya diinjak-injak oleh laki-laki.
Sebagai teman, laki-laki dan perempuan dapat saling menghargai, menghormati, dan dapat saling membantu dalam suka dan duka. Antara laki-laki dan perempuan, selain terdapat banyak persamaan terdapat pula perbedaan yang menarik. Laki-laki dan perempuan memiliki kekhasannya masing-masing. Selain perbedaan jasmani, terdapat pula perbedaan kemampuan, pembawaan, dan sifat-sifat. Perbedaan itu tidak menyebabkan laki-laki dan perempuan saling bertolak belakang, tetapi justru saling mengisi dan melengkapi. Oleh sebab itu, antara laki-laki dan perempuan harus saling menghormati dan mencintai.
Berdasarkan kebudayaan, istilah perempuan menegaskan peran mulia sebagai “yang empunya” kehidupan. Hal ini terkait dengan kedudukan perempuan sebagai ibu yang mampu melahirkan. Semua orang yang ada di muka bumi tentu dilahirkan dari ibu atau perempuan. Sebagai perbandingan, istilah wanita lebih menempatkan peran kedua atau lebih rendah dari laki-laki. Istilah wanita sering diartikan sebagai “wani ditata” atau yang harus ditata dan diatur.

3. Membangun Sikap Hormat antara Perempuan dan Laki-laki.

Selain perbedaan jasmani, terdapat pula perbedaan kemampuan, pembawaan, dan sifat-sifat. Perbedaan itu tidak menyebabkan laki-laki dan perempuan saling bertolak belakang, tetapi justru saling mengisi dan melengkapi. Oleh sebab itu, antara laki-laki dan perempuan hendaknya saling menghormati dan mencintai.

Doa
Allah, Bapa kami yang Mahabaik,
kami sekarang sudah tahu dan percaya bahwa Engkau telah menciptakan
laki-laki dan perempuan sederajat.
Kami mohon, doronglah supaya
kami saling menghormati dan menghargai serta dapat bekerja sama di sekolah
dan di luar sekolah.
Karena Kristus Tuhan kami. Amin.

 

 

D. Perempuan  dan Laki-laki Sederajat.

Laki-laki dan perempuan tersebut ditempatkan Tuhan di Taman Eden, supaya mereka memelihara dan berkuasa atas seluruh taman tersebut. Keduanya dianugerahi martabat yang sama, yaitu dengan bekerja sama dan saling melengkapi, laki-laki dan perempuan dipanggil untuk ikut serta di dalam rencana dan karya Allah.

Doa :
Ya Allah Bapa yang Mahapenyayang,
Pada hari ini kami akan melihat dan menyadari
diri kami sebagai laki-laki dan perempuan yang sederajat.
Engkaulah yang menciptakan kami sebagai laki-laki dan perempuan.
Ajarilah kami untuk saling menghargai sebagai teman dan saling membantu satu sama lain.
Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

A. Pandangan Masyarakat tentang Kesetaraan Perempuan dan Laki-laki.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
a. Kegiatan apa yang biasa dilakukan oleh perempuan di lingkungan masyarakat kita?
b. Kegiatan apa yang biasa dilakukan oleh laki-laki di lingkungan masyarakat kita?
c. Sebutkan beberapa kegiatan perempuan yang mungkin dilakukan oleh laki-laki?
d. Sebutkan beberapa kegiatan laki-laki yang mungkin dilakukan oleh perempuan?
e. Adakah ? kegiatan laki-laki yang tidak mungkin dilakukan oleh perempuan
dan sebaliknya kegiatan perempuan yang tidak bisa dilakukan oleh laki-laki? Beri keterangan!
f. Bagaimana pendapat masyarakat di sekitarmu, terhadap laki-laki dan perempuan? setujukah kamu terhadap pendapat tersebut? Beri penjelasan!

Penjelasan :

a. Setiap masyarakat dan budaya memiliki pandangan yang berbeda-beda mengenai kedudukan laki- laki dan perempuan. Pendapat masyarakat dan budaya mempengaruhi kebiasaan atau kegiatan yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan.

b. Sebagian masyarakat berpendapat bahwa derajat perempuan lebih rendah dari laki-laki. Kaum perempuan cukup bekerja di dapur, mengurus rumah, merawat anak-anak, dan melakukan kegiatan di dalam rumah. Berdasarkan pendapat ini, perempuan tidak perlu sekolah sampai ke perguruan tinggi. Sementara laki-laki haruslah berpendidikan tinggi, bekerja dan mencari nafkah untuk menghidupi keluarga.

c. Pendapat lain menegaskan bahwa derajat perempuan lebih tinggi dari kaum laki- laki. Menurut pendapat ini, perempuan tidak perlu bekerja keras, karena pekerjaan dan nafkah mutlak menjadi tanggungjawab kaum laki-laki. Perempuan seolah menjadi perhiasan dan atasan. Disebut perhiasan karena perempuan seolah tidak boleh kotor, dan disebut atasan, karena laki-laki harus tunduk dan taat kepada perempuan.

d. Secara Umum, masyarakat dewasa ini memandang laki-laki dan perempuan memiliki martabat dan derajat yang sama. Laki-laki dan perempuan memiliki hak serta kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita dan mengembangkan kemampuan mereka. Maka, selain yang bersifat kodrati, perempuan dan laki-laki dapat melakukan kebiasaan serta kegiatan yang sama. Misalnya bermain sepak bola, menjadi tentara, bekerja sebagai sopir bus, atau berprofesi sebagai montir, kini bukan lagi merupakan pekerjaan laki-laki saja. Sebaliknya, laki-laki pun bisa merawat bayi, memasak, mencuci pakaian, menjahit pakaian, dan sebagainya. Hal ini menunjukkan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki derajat yang sama, meskipun terdapat kebiasaaan dan kegiatan yang tidak mungkin diubah, yaitu kebiasaan dan kegiatan yang terkait dengan kodrat sebagai laki-laki atau perempuan. Misalnya menyusui bayi, tidak mungkin dilakukan oleh laki-laki.

 

2. Membaca dan Mendengarkan Cerita Kitab Suci.

Bacalah cerita kitab suci tentang kesederajatan perempuan dan laki-laki di bawah ini!

Perempuan dan Laki-laki Sepadan.
(Bdk. Kejadian 1: 26-27; 2: 18, 20-23)

Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”
Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
Tuhan Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”
Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.
Lalu Tuhan Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, Tuhan Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging.
Dan dari rusuk yang diambil Tuhan Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.
Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.

Mendalami Cerita Kitab Suci.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
a. Allah berfirman : “tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia”. Jelaskan arti kata sepadan pada ayat tersebut?
b. Apa artinya jika dikatakan bahwa Allah menciptakan perempuan dari tulang rusuk laki-laki?
c. Sebutkan sikap-sikap yang harus ditunjukkan oleh perempuan dan laki-laki, sebagai wujud kesepadanan di antara mereka!
d. Sebutkan bentuk-bentuk kerja sama antara perempuan dan laki-laki yang ada di masyarakat kita!

Rangkuman :

Allah menciptakan manusia, laki-laki dan perempuan, dengan tujuan agar di antara keduanya terjalin kerja sama untuk saling menyempurnakan dan saling melengkapi. Sikap kerja sama, dibutuhkan agar keduanya dapat melaksanakan rencana Allah dalam membangun dunia. Allah tidak menghendaki jika laki-laki atau perempuan berjalan masing-masing, karena hal itu tidak baik di mata Tuhan.
Perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki, hal ini menyatakan bahwa perempuan dan laki-laki berasal dari sumber yang sama, sehingga keduanya sederajat. Perempuan merupakan pendamping laki-laki yang sederajat untuk disayangi dan dikasihi sebagai teman. Perempuan tidak diciptakan dari tulang kepala untuk menguasai laki-laki, dan juga tidak diciptakan dari tulang kaki untuk dijadikan bawahan oleh laki- laki.
Sebagai teman, laki-laki dan perempuan dapat saling menghargai, menghormati, dan dapat saling membantu dalam suka dan duka. Antara laki-laki dan perempuan, selain terdapat banyak persamaan terdapat pula perbedaan yang menarik. Laki-laki dan perempuan memiliki kekhasannya masing-masing. Selain perbedaan jasmani terdapat pula perbedaan kemampuan, pembawaan, dan sifat-sifat. Perbedaan itu tidak menyebabkan laki-laki dan perempuan saling bertolak belakang, tetapi justru saling mengisi dan melengkapi. Oleh sebab itu, antara laki-laki dan perempuan hendaknya saling menghormati dan mencintai.

Refleksi dan Ungkapan Syukur atas Kesederajatan Perempuan dan Laki-Laki :
Sejenak kita merenungkan untuk menemukan contoh nyata yang menunjukkan kesederajatan laki-laki dan perempuan. Bagaimana sikap kita terhadap teman yang berbeda jenis selama ini? Tentukan pula sikap-sikap yang harus kita miliki untuk menunjukkan kesederajatan laki-laki dan perempuan!
Jika diberi kesempatan, ungkapkan rasa syukurmu kepada Tuhan, karena telah diciptakan sebagai laki-laki atau perempuan yang sederajat. Ungkapan syukurmu dapat berupa doa, puisi, atau semboyan. Bagikan kepada teman-temanmu, jika diperlukan!

Untuk Diingat
Meskipun memiliki kodrat yang berbeda, tetapi laki-laki dan perempuan memiliki derajat serta martabat yang sama. Laki-laki dan perempuan hendaknya saling menghargai dan membangun kerja sama di dalam membangun hidup yang lebih baik.

 

Doa.
Allah, Bapa kami yang Mahabaik,
kami sekarang sudah tahu dan percaya bahwa Engkau telah menciptakan
laki-laki dan perempuan sederajat.
Kami mohon, doronglah supaya
kami saling menghormati dan menghargai serta dapat bekerja sama di sekolah
dan di luar sekolah.
Karena Kristus Tuhan kami. Amin.