Arsip Tag: agama

SMP8 Agama Katolik : Bab V Peran Roh Kudus bagi Murid Yesus

SMP8 Agama Katolik : Bab V Peran Roh Kudus bagi Murid Yesus.

Setelah peristiwa kebangkitan Yesus pada hari Minggu Paskah, Yesus pun berkali-kali menampakkan diri-Nya kepada para murid-Nya. Setelah 40 hari, Yesus tidak lagi menampakkan diri-Nya karena Ia telah naik ke surga, pulang ke rumah Bapa. Namun demikian Yesus tidak meninggalkan para murid-Nya seperti yatim piatu tanpa pertolongan. Mereka disuruh tinggal di Yerusalem sambil menunggu kedatangan Sang Penolong, yang dahulu pernah dijanjikan oleh Yesus: “ Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu, yaitu Roh Kebenaran” (Yohanes bab 14 : 16- 17). Kata Yesus, Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi”
(Lukas 24: 29). Janji Yesus tersebut terpenuhi pada hari Pentakosta, yakni peristiwa turunnya Roh Kudus atas para rasul (Kisah Para Rasul 2: 1- 13). Apa daya dan karya Roh Kudus pada Para Rasul? Apa pengaruh Roh Kudus bagi Gereja sekarang ini? Bagaimana kita dapat mengikuti bimbingan Roh Kudus? Inilah
yang akan kamu pelajari bersama dalam bab ke lima.

Pada bab ini akan dibahas tiga hal yaitu:
A. Yesus Mengutus Roh Kudus.
B. Roh Kudus Memberi Daya Kekuatan.
C. Mengikuti Bimbingan Roh Kudus.

 


A. Yesus Mengutus Roh Kudus.

Sesudah kebangkitan-Nya dari alam maut, Yesus Kristus naik ke surga. Kenaikan Yesus inilah yang dimaksudkan-Nya ketika Ia mengatakan “… Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu” (Yohanes 16:7) Ia pergi kepada Bapa dan akan mengutus Roh Kudus, Roh Kebenaran. Ia pergi kepada Bapa karena Ia adalah Anak Allah dan Utusan-Nya. Roh Kudus atau Roh Kebenaran diutus untuk mengingatkan murid-murid-Nya akan perkataan-perkataan yang pernah diucapkan Yesus semasa tinggal bersama-sama dengan para murid. Apa yang pernah dijanjikan oleh Yesus tersebut sungguh-sungguh terpenuhi, bahwa Roh Kudus akan datang, yakni pada hari Pentakosta. Roh Kudus turun atas para rasul dalam bentuk lidah-lidah api dan tiupan angin yang sangat kencang memenuhi seluruh ruangan di mana mereka berkumpul. Para murid percaya bahwa Roh Kudus adalah Roh Yesus sendiri yang pernah dijanjikan-Nya kepada mereka.

 

1. Roh Kudus yang Berkarya dalam Hidup Kita.

Saksi.
Pada suatu malam terdengar teriakan seorang wanita meminta pertolongan.
Tetangga segera menyalakan lampu depan rumah mereka dan dari jendela rumah
bertingkat itu mereka melihat seorang wanita sedang ditikam berulang kali oleh
seorang pria. Terkejut karena lampu, pria itu melarikan diri. Setelah tenang kembali,
lampu-lampu tetangga dimatikan. Tetapi tidak lama kemudian rintihan meminta
tolong kedengaran lagi. Lampu-lampu kemudian menyala lagi dan terlihat seorang
pria itu berulangkali menikam wanita itu sampai mati lalu ditinggalkan.
Keesokan harinya polisi datang memeriksa peristiwa pembunuhan itu. Ternyata
ada 39 orang yang menyaksikan drama pembunuhan itu. Semua memiliki telepon
di kamarnya. Tapi tidak ada satu pun dari mereka yang memberi pertolongan
ataupun mengangkat telepon untuk menelpon polisi supaya datang menolong
wanita itu. Mengapa? Mereka semua takut menjadi saksi atas peristiwa itu!
(Rm. Yosef Lalu. Homili Tahun C. hal.117)

 

2. Kisah Turunnya Roh Kudus atas Para Rasul.

Roh Kudus adalah Roh Allah yang dijanjikan Yesus kepada para rasul sebelum Ia naik ke surga. Pada saat itu Yesus menjanjikan Roh yang akan membantu para Rasul dalam melanjutkan karya dan pewartaan Yesus tentang kabar suka cita Kerajaan Allah.

Bacaan : Yohanes 16 : 8- 15.
Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum.

Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.
Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.
Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.”

2. Bahan diskusi kelompok
a. Apa janji Yesus kepada para Rasul?
b. Disebut dengan apakah Roh Kudus yang dijanjikan oleh Yesus itu? Menurutmu, mengapa disebut demikian?
c. Apa harapan Yesus tentang kehidupan rasul-rasul bila Roh Kudus ada dalam diri mereka?

 

Kisah Para Rasul  –  2: 1-13.
Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit.
Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.
Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: “Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea?
Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:  kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatanperbuatan besar yang dilakukan Allah.”
Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: “Apakah artinya ini?”  Tetapi orang lain menyindir: “Mereka sedang mabuk oleh anggur manis.”

 

Setelah Yesus di salibkan, wafat, dan dimakamkan, para rasul mengalami kesedihan dan ketakutan yang luar biasa. Mereka sedih karena merasa ditinggalkan oleh Gurunya. Mereka takut untuk memberi kesaksian tentang Yesus. Mereka senantiasa menantikan terpenuhinya janji Yesus untuk mengutus Roh Penghibur yaitu Roh Kebenaran.

Roh Kudus adalah Roh Kebenaran yang mengajarkan tentang kebenaran Kebenaran Allah, yaitu mewartakan tentang Yesus Kristus sendiri dan karya Penyelamatan-Nya. Roh Kudus adalah Roh Kebenaran yang menuntun Gereja kepada kekudusan. Dengan hidup mengikuti tuntunan dan bimbingan Roh Kudus maka setiap orang akan  memperoleh keselamatan. Roh Kudus adalah Roh Kebenaran yang menggerakkan, mendorong, menguatkan dan memberikan semangat kepada Gereja untuk berkarya dan mewartakan Kerajaan Allah. Roh Kudus adalah Roh Kebenaran, karena Ia akan selalu membimbing dan memimpin kita menuju kepada seluruh Kebenaran Allah. Roh Kudus adalah Roh Kebenaran karena apa yang dikatakan, apa yang didengar dan apa yang diberitakan berasal dari Allah.

Kerinduan Para Rasul itu akhirnya terjawab, ketika tiba-tiba terjadi tiupan angin  yang keras memenuhi seluruh rumah dan lidah-lidah api bertebaran hinggap pada mereka masing-masing, lalu mereka dipenuhi Roh Kudus (lih. Kisah. para rasul 2: 1-11.). Ini membuktikan bahwa Yesus tidak pernah meninggalkan mereka, melainkan akan menyertai senantiasa hingga akhir zaman.

 

Dalam keheningan ini cobalah kalian merefleksikan kembali apa saja yang telah kita pelajari bersama pada hari ini. Kita telah mengetahui bersama bahwa Roh Kudus adalah Roh Allah sendiri yang senantiasa mendampingi kita.

– Sadarkah kalian bahwa dalam kehidupan kalian senantiasa dibimbing oleh Roh Kudus?
– Pekakah kalian akan bimbingan Roh Kudus?
– Percayakah kalian bahwa dalam setiap kesulitan yang kita hadapi, Roh Kudus selalu mendampingi?

 


 

B. Roh Kudus Memberi Daya Kekuatan.

Pentakosta adalah peristiwa turunnya Roh Kudus atas para rasul. Melalui peristiwa Pentakosta, Gereja purba ingin mengungkapkan kepercayaannya, bahwa Roh Kudus datang dari Allah dan menggerakkan para rasul seperti angin yang kencang. Roh Kudus melepaskan lidah para rasul untuk mewartakan bahwa Yesus adalah Tuhan.

Roh Kuduslah yang mengobarkan semangat para rasul sehingga mereka berani untuk mewartakan dengan semangat yang berapi-api, seperti nyala api. Roh Kuduslah yang mempersatukan umat dari berbagai bangsa. Kabar gembira ditujukan kepada semua bangsa, hal tersebut dilambangkan dengan peristiwa dimana para rasul berbicara dengan menggunakan bahasa dari semua orang yang datang dari berbagai bangsa.

Peristiwa turunnya Roh Kudus atas para rasul pada hari Pentakosta mengawali babak baru bagi kehidupan umat beriman yang percaya akan Yesus Kristus yang bangkit. Pengaruh Roh Kudus begitu besar bagi perkembangan dan cara hidup jemaat beriman. Dalam Kisah tersebut juga digambarkan tentang cara hidup jemaat perdana.

Roh Kudus juga mendampingi Gereja, sehingga Gereja sebagai persekutuan tetap hidup dan berkarya. Karya Gereja dapat dirasakan oleh jemaat hingga saat ini, misalnya pelayanan pendidikan melalui sekolah-sekolah, karya pewartaan melalui pengajaran-pengajaran (khotbah), karya liturgia seperti Perayaan Ekaristi dan ibadat, karya dan sebagainya.

 

1. Menggali Pemahaman tentang Karunia Roh Kudus.

Doa Mohon Tujuh Karunia Roh Kudus (St. Bonaventura).

Kami mohon kepada Allah Bapa yang penuh belas kasih melalui Engkau, Putera Tunggal-Nya yang menjadi manusia demi keselamatan kami, yang disalibkan dan dimuliakan demi kami, agar mengirimkan kepada kami dari perbendaharaan harta karun surgawi ketujuh karunia Roh Kudus, yang menaungi Engkau dalam segala kepenuhan-Nya:

  • Karunia kebijaksanaan, guna memampukan kami menikmati buah dari pohon kehidupan, yang adalah sungguh Engkau sendiri;
  • Karunia pengertian, guna mencerahkan akal budi kami;
  • Karunia nasihat, guna memampukan kami mengikuti jejak langkah-Mu;
  • Karunia keperkasaan, guna menghadapi serangan gencar musuh kami;
  • Karunia pengenalan, guna membedakan yang baik dari yang jahat oleh terang pengajaran yang kudus;
  • Karunia kesalehan, guna menyelubungi kami dengan kemurahan dan belas kasihan;
  • Karunia takut akan Allah, guna menjauhkan kami dari segala yang jahat dan tinggal damai dalam keterpesonaan akan kemuliaan-Mu yang abadi.

Itulah ya Tuhan permohonan kami. Sudilah Engkau mengabulkannya demi kehormatan Nama-Mu yang kudus, bersama Bapa dan Roh Kudus, segala sembah sujud dan kemuliaan, puji-pujian, keagungan dan kuasa untuk selama-lamanya. Amin.

 

 

2. Memahami Daya Karya Roh Kudus pada Para Rasul dan Gereja.

Ketika Roh Kudus turun atas para rasul dan mereka menjadi berani untuk menjadi saksi akan Yesus Kristus yang telah wafat dan bangkit adalah Tuhan, ada sebagian orang yang mengganggap para Rasul sedang mabuk. Karya Roh Kudus menjadikan mereka berani untuk mewartakan kebenaran. Petrus menjelaskan kepada mereka bahwa mereka tidak mabuk, tetapi mewartakan kebenaran.

Bacalah dengan saksama teks bacaan Kitab Suci berikut ini! Kisah para rasul  2:14-43.

14) Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: “Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini.
15) Orang-orang ini tidak mabuk seperti yang kamu sangka, karena hari baru pukul sembilan,
16) tetapi itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi Yoël:
17) Akan terjadi pada hari-hari terakhir — demikianlah firman Allah — bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatanpenglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.
18) Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat.
19) Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit dan tanda-tanda di bawah, di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap.
20) Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan, hari yang besar dan mulia itu.
21) Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.
22) Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu.

23 Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu
salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka.
24 Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut,
karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.
25 Sebab Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa memandang kepada Tuhan,
karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
26 Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan
diam dengan tenteram,
27 sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati, dan tidak
membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.
28 Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi
aku dengan sukacita di hadapan-Mu.
29 Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang
Daud, bapa bangsa kita. Ia telah mati dan dikubur, dan kuburannya masih ada pada
kita sampai hari ini.
30 Tetapi ia adalah seorang nabi dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya
dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan
Daud sendiri di atas takhtanya.
31 Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan
Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang
mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan.
32 Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah
saksi.
33 Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus
yang dijanjikan itu, maka dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan dengar di sini.
34 Sebab bukan Daud yang naik ke sorga, malahan Daud sendiri berkata: Tuhan
telah berfirman kepada Tuanku:
35 Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi
tumpuan kaki-Mu.
36 Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat
Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.”
37 Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka
bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: “Apakah yang harus kami perbuat,
saudara-saudara?”

38 Jawab Petrus kepada mereka: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing
memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu,
maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.
39 Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih
jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita.”
40 Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang
sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: “Berilah
dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini.”
41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada
hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan
mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
43 Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak
mukjizat dan tanda.

 

  • Berkat Roh Kudus, para rasul yang awalnya merasa takut dan tidak berani lagi untuk menampakkan diri di hadapan orang banyak, apalagi untuk mewartakan Yesus adalah Tuhan, kini mereka menjadi tidak takut lagi, menjadi berani untuk menunjukkan diri di hadapan orang banyak, bahkan berani mewartakan bahwa Yesus adalah Tuhan.
  • Sampai sekarang pun Roh Kudus tetap mendampingi Gereja yang masih terus menghadapi  tantangan. Roh Kudus senantiasa menjiwai setiap anggota Gereja, sehingga mereka memiliki semangat untuk berperan aktif dalam kehidupan beriman. Saling memperhatikan, saling berbagi, saling menguatkan.
  • Roh Kudus juga mendampingi Gereja, sehingga Gereja sebagai persekutuan tetap hidup dan berkarya. Karya Gereja dapat dirasakan oleh jemaat hingga saat ini, misalnya pelayanan pendidikan melalui sekolah-sekolah, karya pewartaan melalui pengajaran-pengajaran (khotbah), karya liturgia seperti perayaan Ekaristi dan ibadat, karya dan sebagainya.

Doa Mohon Tujuh Karunia Roh Kudus (St. Bonaventura).

Kami mohon kepada Allah Bapa yang penuh belas kasih melalui Engkau, Putera
Tunggal-Nya yang menjadi manusia demi keselamatan kami, yang disalibkan dan
dimuliakan demi kami, agar mengirimkan kepada kami dari perbendaharaan
harta karun surgawi ketujuh karunia Roh Kudus, yang menaungi Engkau dalam
segala kepenuhan-Nya:

  • Karunia kebijaksanaan, guna memampukan kami menikmati buah dari pohon
    kehidupan, yang adalah sungguh Engkau sendiri;
  • Karunia pengertian, guna mencerahkan akal budi kami;
  • Karunia nasihat, guna memampukan kami mengikuti jejak langkah-Mu;
  • Karunia keperkasaan, guna menghadapi serangan gencar musuh kami;
  • Karunia pengenalan, guna membedakan yang baik dari yang jahat oleh
    terang pengajaran yang kudus;
  • Karunia kesalehan, guna menyelubungi kami dengan kemurahan dan belas
    kasihan;
  • Karunia takut akan Allah, guna menjauhkan kami dari segala yang jahat
    dan tinggal damai dalam keterpesonaan akan kemuliaan-Mu yang abadi.

Itulah ya Tuhan permohonan kami. Sudilah Engkau mengabulkannya demi kehormatan Nama-Mu yang kudus, bersama Bapa dan Roh Kudus, segala sembah sujud dan kemuliaan, puji-pujian, keagungan dan kuasa untuk selama-lamanya. Amin.


 

C. Mengikuti Bimbingan Roh Kudus.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita dipenuhi oleh berbagai macam tantangan dan
godaan. Banyak manusia yang mudah tergoyahkan imannya karena berbagai macam
godaan yang menggiurkan itu.

Dengan mengetahui beberapa godaan tersebut, kita berharap bisa lebih hati-hati
guna melangkah. Mengutamakan untuk mendengar dan melakukan bimbingan
Roh Kudus yang menggema dalam hati kita merupakan langkah yang baik. Namun
demikian, kita juga perlu waspada dalam mendengarkan inspirasi/ bisikan dari dalam
hati kita. Jangan sampai kita justru lebih mendengar bisikan yang berasal dari si jahat
dibandingkan bisikan dari Roh Kudus.

 

2. Menggali Pengalaman Tokoh dalam Kitab Suci yang Menerima Bimbingan Roh Kudus.

Tokoh-tokoh dalam Kitab Suci baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru,
menunjukkan bagaimana mereka menerima bimbingan Roh Allah. Mereka dengan
kepekaan masing-masing menerima dan menanggapi bimbingan Roh Allah.
1. Bacalah teks Kitab Suci berikut ini!
Keluaran 13:17-22
17 Setelah Firaun membiarkan bangsa itu pergi, Allah tidak menuntun mereka
melalui jalan ke negeri orang Filistin, walaupun jalan ini yang paling dekat; sebab
firman Allah: “Jangan-jangan bangsa itu menyesal, apabila mereka menghadapi
peperangan, sehingga mereka kembali ke Mesir.”
18 Tetapi Allah menuntun bangsa itu berputar melalui jalan di padang gurun
menuju ke Laut Teberau. Dengan siap sedia berperang berjalanlah orang Israel dari
tanah Mesir.
19 Musa membawa tulang-tulang Yusuf, sebab tadinya Yusuf telah menyuruh anakanak
Israel bersumpah dengan sungguh-sungguh: “Allah tentu akan mengindahkan
kamu, maka kamu harus membawa tulang-tulangku dari sini.”
20 Demikianlah mereka berangkat dari Sukot dan berkemah di Etam, di tepi
padang gurun.
21 TUHAN berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk
menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi
mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam.
22 Dengan tidak beralih tiang awan itu tetap ada pada siang hari dan tiang api pada
waktu malam di depan bangsa itu.

Markus 1:1-13
1 Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.
2 Seperti ada tertulis dalam kitab Nabi Yesaya: “Lihatlah, Aku menyuruh utusan-
Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu;
3 ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk
Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya”,
4 demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan:
“Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu.”
5 Lalu datanglah kepadanya orang-orang dari seluruh daerah Yudea dan semua
penduduk Yerusalem, dan sambil mengaku dosanya mereka dibaptis di sungai Yordan.
6 Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya
belalang dan madu hutan.
7 Inilah yang diberitakannya: “Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa
dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.
8 Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh
Kudus.”
9 Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di
sungai Yordan oleh Yohanes.
10 Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung
merpati turun ke atas-Nya.
11 Lalu terdengarlah suara dari sorga: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-
Mulah Aku berkenan.”
12 Segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun.
13 Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh Iblis. Ia
berada di sana di antara binatang-binatang liar dan malaikat-malaikat melayani Dia.
Yesus pun dalam karya-Nya dibimbing oleh Roh Kudus. Terungkap dalam Markus
1:12 dikatakan “segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun.” Kalimat ini
menunjukkan bahwa Yesus juga dibimbing oleh Roh Kudus.

 

Zaman sekarang ini, Roh Kudus membimbing kita melalui berbagai cara antara
lain:

a) Melalui sabda-Nya dalam Kitab Suci. Kitab Suci adalah sumber bimbingan
yang pertama dan utama dalam hidup kita sebagai umat beriman. Dengan sabda-
Nya yang kita baca dalam Kitab Suci, Allah mengajar, menerangi, menyatakan kehendak-Nya, menegur dan juga menguatkan kita.

b) Melalui Gereja-Nya.
Mengikuti ajaran Gereja, berarti kita mengikuti bimbingan Roh Kudus, sebab
Gereja dalam pimpinan Paus dan para Uskup telah menerima Roh Kudus
secara istimewa dari Kristus sendiri.

c) Melalui bimbingan khusus. Allah selalu
membimbing umat-Nya, tidak hanya secara kolektif atau massal, melainkan juga
secara pribadi. Bimbingan secara khusus/pribadi ini dapat berupa inspirasi/ilham,
dorongan Roh untuk melakukan hal yang baik, ataupun dapat berupa tandatanda.

d) Bimbingan khusus lewat orang lain. Kita dapat menerima bimbingan
Roh Kudus yang berkarya melalui orang lain dengan cara belajar, dan meminta
pendapat dari orang lain yang berpengatahuan dan berpengalaman serta meminta
nasihat-nasihatnya.

Beberapa hal yang dikembangkan agar kita dapat  tumbuh dalam karunia ini antara lain:
a) Menjalani  kehidupan doa yang baik dan mendalam,
b) Memiliki sikap kesungguhan hati dalam mencari kehendak Allah,
c) percaya penuh kepada Tuhan bahwa Ia akan membimbing kita dalam membedakan Roh,
d) Senantiasa menjalin dan mencari kehendak Allah melalui firman-Nya dalam Kitab Suci, Menjadikan firman Tuhan sebagai pegangan yang pertama dan utama,
e) Meminta bimbingan rohani kepada mereka yang sudah lebih lama terlibat dalam kehidupan rohani.

 

Pribadi dan Lingkungan – SD Kelas 5 – Agama Katolik

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti.

Sumber : Buku Sekolah Elektronik Dik Nas Kurikulum 2013 Revisi 2017.

Bab 1 Pribadi dan Lingkunganku.

Sebagai anak kelas V SD yang tumbuh dan berkembang, di usia sekitar 11-12 tahun, kita mengalami pertumbuhan serta perkembangan yang pesat. Dalam segi jasmani, tubuh kita terasa makin besar dan makin tinggi. Demikian pula dalam kehidupan rohani kita mengalami perkembangan akal dan budi, yang meliputi bakat, kecerdasan, dan perasaan.

Pada usia ini, seharusnya kita mampu mengenal dan menemukan jati diri. Hal itu bisa dialami, apabila kita mampu menerima diri sebagai perempuan atau laki- laki. Selain itu, untuk menjadi pribadi yang baik, kita harus mampu mengarahkan diri dalam suasana kerja sama, saling menghargai, dan saling melengkapi seturut kehendak Allah, Sang Pencipta.

Kita harus menyadari bahwa Allah menciptakan kita sebagai citra-Nya. Laki-laki dan perempuan sama-sama dipanggil Allah untuk berkembang. Perkembangan tersebut akan kita alami, dalam kerja sama yang saling melengkapi. Hal ini mencerminkan sikap saling menghormati dan saling menghargai, di dalam kesederajatan dan kesepadanan.

Bab 1 “Pribadi dan Lingkunganku” ini dijabarkan ke dalam empat pokok bahasan, yaitu:
A. Perempuan dan Laki-Laki Diciptakan sebagai Citra Allah,
B. Perempuan dan Laki-Laki Dipanggil untuk Berkembang,
C. Perempuan dan Laki-Laki Saling Melengkapi,
D. Perempuan dan Laki-Laki Sederajat.

Pokok-pokok bahasan ini diharapkan dapat membantu untuk makin menyadari bahwa kita semua, perempuan atau laki-laki, dipanggil Allah untuk berkembang. Kita dituntut untuk mampu bekerja sama, saling menghargai, dan saling melengkapi.

Perempuan dan Laki-laki Diciptakan sebagai Citra Allah.

Doa :
Allah, Bapa yang Mahabaik,
Engkau telah menciptakan kami perempuan dan laki-laki yang memiliki ciri berbeda satu sama lain.
Hari ini kami akan belajar tentang jati diri kami Sebagai perempuan dan laki-laki dalam terang iman.
Bantulah kami supaya dapat menemukan diri
dan berkembang bersama sesuai dengan rencana-Mu sendiri. Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.

Di dalam masyarakat terdapat banyak pandangan yang berbeda-beda mengenai manusia, laki-laki dan perempuan. Jika kita baca secara cermat atau kita dengarkan dengan penuh perhatian, penggalan kisah berikut ini pun mencerminkan pandangan dan perlakuan masyarakat terhadap manusia laki-laki dan perempuan. Marilah kita cermati kisah berikut:

Bacaan : Hadiah dari Ibu.

Edo adalah anak laki-laki dari Ibu Elisabeth dan Bapak Donatus. Edo kini berusia 9 tahun. Sejak kecil, jika Edo berulangtahun, ayah dan ibunya selalu memberi hadiah mainan atau keperluan sekolah.
Hadiah mainan untuk Edo, di antaranya mobil- mobilan, pistol-pistolan, robot, pedang mainan, dan sepeda berwarna merah.

Edo mempunyai adik perempuan bernama Elda. Beberapa hari yang lalu, Elda berulang tahun yang ke- tiga. Sebagaimana ayah ibunya selalu memberikan hadiah kepada Edo, mereka juga memberi hadiah istimewa kepada Elda adiknya. Ayah dan Ibu, menghadiahkan sebuah boneka yang cantik, berambut pirang, berpita ungu dan berbaju bunga-bunga berwarna merah jambu. Boneka untuk Elda juga bisa berkedip dan menyanyi jika disentuh.

Setelah bermain bersama, Elda nampak lelah dan tertidur. Edo merapikan dan menyimpan mainan mereka ke tempatnya masing-masing. Ketika hendak menyimpan boneka Elda, Edo menimang boneka itu sambil menyanyikan lagu “Nina Bobo”. Edo membelai rambut boneka itu dan terus menimangnya.
Ketika melihat Edo melakukan hal itu, Ibu menegur Edo dan meminta Edo untuk tidak melakukannya lagi.
Edo pun berhenti menimang boneka itu, kemudian menempatkan boneka milik Elda pada tempatnya.***
(sumber: Marianus Didi Kasmudi, SFK)

Jawablah pertanyaan- pertanyaan di bawah ini!

Jika gurumu memberi kesempatan, sampaikanlah pertanyaan atau tanggapan kepada gurumu.
a. Apakah kamu pernah mendapat hadiah? Ceritakan secara singkat!
b. Apakah perbedaan hadiahyang kamu terimasebagai anak laki-laki dan perempuan?
c. Ajaran apa yang terkandung dalam cerita di atas?
d. Mengapa Ibu melarang Edo bermain boneka?
e. Mainan apa saja yang biasanya diberikan oleh orang tua untuk anak laki-laki dan anak perempuan?

f. Apa perbedaan bentuk permainan untuk anak laki-laki dan anak perempuan yang ada di lingkungan masyarakatmu?
g. Tuliskanlah pengalamanmu sendiri yang menunjukkan perbedaan sikap orang tua atau masyarakat terhadap anak laki-laki dan perempuan!
h. Apakah perbedaan bentuk permainan antara laki-laki dan perempuan tersebut masih berlaku pada saat ini?

2. Laki-laki dan Perempuan memiliki Perbedaan Untuk Saling Melengkapi.

Jika dicermati, kita akan semakin mengetahui bahwa laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan, baik secara fisik atau jasmani, maupun perbedaan psikis atau kejiwaan. Kita akan mencoba mengisi tabel di bawah ini, sehingga kita semakin menyadari perbedaan laki-laki dan perempuan.

a. Tuliskan perbedaan fisik antara laki-laki dan perempuan.
– Anak laki-laki tumbuh Jakun, perempuan tidak.
– Anak laki-laki tidak tumbuh payudara, anak perempuan tumbuh.
– Anak laki-laki badan lebih kuat dari anak perempuan.
– Anak laki-laki suara menjadi lebih besar dan berat.
– Anak laki-laki umumnya lebih tinggi dari anak perempuan.

b. Tuliskan perbedaan kejiwaan antara laki-laki dan perempuan!
– anak perempuan lebih perasa daripada anak laki-laki.
– anak perempuan lebih halus perasaannya.
– anak perempuan lebih teliti.
– anak perempuan lebih terbawa perasaannya (menangis) daripada anak laki-laki.

c. Tuliskan perbedaan kodrati atau perbedaan yang tidak dapat diubah, antara laki- laki dan perempuan!
– Perempuan menjadi seorang ibu dan melahirkan anak, laki-laki tidak bisa.
– Laki-laki karena lebih kuat harus bekerja keras dan mencukupi keluarganya.

d. Sebagai citra Allah, sikap-sikap apa yang harus dikembangkan oleh perempuan dan laki-laki?
– Menunjukan citra Allah yang baik, saling menolong.
– Laki-laki dan perempuan tidak boleh mempertentangkan perbedaannya tetapi harus saling melengkapi.

Setelah kita melengkapi tabel-tabel di atas, kita pun semakin menyadari bahwa pada umumnya perbedaan antara laki-laki dan perempuan lebih didasarkan pada pandangan serta perlakuan masyarakat terhadap laki- laki dan perempuan. Misalnya saja, pada zaman dahulu perempuan umumnya berambut panjang, sedangkan laki- laki berambut pendek. Hal itu menunjukkan perbedaan laki-laki dan perempuan yang didasarkan pada kebiasaan, adat atau budaya semata. Pada zaman sekarang, banyak kaum perempuan yang memotong pendek rambutnya. Sebaliknya, kaum laki-laki memelihara rambutnya hingga panjang. Hal lain yang terjadi, misalnya memakai anting- anting, profesi, dan pakaian.

Dalam hal ini, kita menyadari bahwa laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan yang kodrati, yaitu perbedaan yang tidak bisa diubah. Misalnya, laki-laki tidak mungkin mengandung dan melahirkan anak. Kodrat artinya pemberian Tuhan tidak tergantikan oleh yang lain.

Penjelasan :
a. Laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan secara jasmaniah. Misalnya perbedaan suara, perbedaan bentuk badan, perbedaan rambut, perbedaan kelamin, dan perbedaan lain.
b. Selain itu, laki-laki dan perempuan berbeda secara kejiwaan atau sifat-sifat dasarnya. Perbedaan kejiwaan laki-laki dan perempuan adalah perbedaan emosi atau perasaan hati, perbedaan cara berpikir, serta perbedaan tugas atau peran. Misalnya: Perempuan memiliki perasaan yang lebih halus dibandingkan dengan perasaan laki-laki; Perempuan memiliki pola berpikir per bagian tidak utuh, sedangkan laki-laki berpikir secara lebih luas; Perempuan memiliki peran sebagai “yang merawat, memelihara, dan mengolah”, sedangkan laki-laki memiliki peran sebagai “yang mencari dan membuat.”
c. Pada umumnya laki-laki dan perempuan dibedakan secara jasmaniah dan kejiwaan. Tetapi ada perbedaan kodrati atau perbedaan yang mendasar yang dikehendaki Tuhan, yaitu bahwa hanya perempuan yang bisa mengandung, melahirkan, dan menyusui anak-anaknya. Namun tanpa laki-laki, perempuan pun tidak mungkin memiliki kemampuan untuk itu. Di dalam hal ini, perbedaan kodrati laki-laki dan perempuan, saling melengkapi dan menyempurnakan.
d. Berdasarkan nilai-nilai Kristiani, baik laki-laki maupun perempuan perlu mengembangkan sikap keibuan, sikap merawat, menyukai keindahan, kreatif, bekerja keras, kebapakan, penuh tanggungjawab, dan melindungi.

3. Membaca Cerita Kitab Suci.

Di dalam Kitab Suci terdapat juga cerita tentang penciptaan manusia pertama. Marilah kita baca perikop kitab suci berikut secara cermat.

Tuhan Menciptakan Laki-laki dan Perempuan
(Bdk. Kej 1: 26-28)
26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” 27Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 28Allah memberkati mereka, lalu berfirman kepada mereka: “Beranak cuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

Untuk mendalami isi atau pesan Kitab Suci di atas, diskusikan bersama teman-temanmu. Hal itu akan semakin memperkaya pengetahuanmu. Di dalam kelompok, diskusikan juga pertanyaan-pertanyaan berikut:
a. Menurut ayat 27 itu, bagaimana Allah menciptakan manusia?
b. Mengapa Tuhan menciptakan manusia menurut gambar-Nya?
c. Dapatkah laki-laki dan perempuan hidup sendiri-sendiri? Mengapa?
d. Dalam hal apa, manusia laki-laki dan perempuan dapat bekerjasama untuk menguasai dan melestarikan alam?

Kesimpulan :
Tuhan menciptakan manusia laki-laki dan perempuan menurut gambar dan rupa Allah. Keduanya memiliki derajat yang sama. Laki-laki dan perempuan bertugas membantu Tuhan untuk melahirkan manusia baru, menguasai bumi dan melestarikan alam lingkungannya. Mereka menaklukkan alam dengan bekerja, mengolah, dan memelihara alam supaya membahagiakan pribadi, keluarga, dan masyarakat.
Dalam hal ini, laki-laki dan perempuan tidak dapat hidup sendiri-sendiri, melainkan bekerja sama dan saling melengkapi, sehingga dapat melaksanakan tugasnya sesuai dengan rencana Allah. Kita harus bersyukur kepada Tuhan yang telah menciptakan kita sebagai perempuan atau laki-laki.

Evaluasi :
a. Sebutkanlah ciri-ciri fisik laki-laki dan perempuan!
b. Jelaskan bagaimana Tuhan menciptakan manusia!
c. Apa tugas manusia yang diberikan Allah?
d. Tuliskan sikap-sikap yang harus dimiliki sebagai laki-laki atau perempuan!
e. Bertanyalah kepada orang tua mengenai suka dan duka mereka sebagai ayah dan ibu di rumah!
f. Susunlah sebuah doa syukur kepada Allah sebagai Pencipta!

Doa.
Sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang telah menciptakan kita sebagai manusia laki-laki dan perempuan, mazmur 8:2-10 berikut baik untuk kita daraskan!
Refrein  :Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!
Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan.

Laki-laki  : Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam.

Perempuan : Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan:

Laki-laki : apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?

Perempuan : Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.

Laki-laki : Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kau letakkan di bawah kakinya:

Perempuan : kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang;

Laki-laki : burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan.

Perempuan : Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!
(Kembali ke Refrein).

 

B. Perempuan dan Laki-laki Dipanggil untuk Berkembang.

Selain asupan makanan dan usaha pribadi, pertumbuhan dan perkembangan juga terjadi melalui pendampingan dan bantuan dari orang-orang di sekitar kita, misalnya orang tua, saudara, guru, dan masyarakat di sekitar kita.

Doa : 
Allah Bapa kami yang Mahabaik,
Engkau menciptakan kami,
dan menghendaki agar kami berkembang.
Bantulah kami dalam pelajaran ini,
agar kami menyadari kehendak dan rencana-Mu atas diri kami.
Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

1.Berkembang sebagai Perempuan atau Laki-laki.

Adik pasti melihat seorang bayi, setelah itu menjadi besar, sekolah TK dan akhirnya Sekolah SD;  jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
– Mengapa ada anak yang masih kecil, remaja, dan orang dewasa?

Tanpa kita sadari, seiring waktu kita terus tumbuh dan berkembang, itulah sebabnya kita semakin tinggi dan badan kita pun bertambah berat. Kita melihat di sekitar kita terdapat anak yang lebih kecil, yang seusia, dan banyak yang lebih besar atau lebih dewasa dari kita.
Ketika kita semakin bertumbuh, kita dapat membimbing, menuntun bahkan menggendong anak yang lebih kecil. Hal itu dapat kita lakukan, karena badan kita lebih besar, tenaga kita pun semakin kuat. Itulah sebabnya, kita harus menyadari bahwa kita mengalami pertumbuhan dan perkembangan, baik secara jasmani maupun secara jiwani.

2. Arti Pertumbuhan dan Perkembangan.
Supaya kamu mengerti pertumbuhan dan perkembangan, coba kamu jawab pertanyaan- pertanyaan di bawah ini, secara pribadi atau berkelompok.
a. Jelaskanlah arti pertumbuhan dan perkembangan!
b. Buatlah daftar pertumbuhan dan perkembangan yang dialami perempuan dan laki-laki!
c. Apa yang membuat kamu bisa bertumbuh dan berkembang?
d. Siapakah orang-orang yang dapat membantumu, sehingga kamu dapat tumbuh dan berkembang?

Pertumbuhan dan perkembangan adalah proses peningkatan semua potensi manusia, baik fisik maupun psikis. Pertumbuhan dan perkembangan meliputi keseluruhan bagian fisik manusia, tetapi juga kemampuan non fisik, seperti bakat, kecerdasan, keterampilan, perasaan, dan kemampuan budi lainnya. Pertumbuhan dan perkembangan terjadi karena makanan, minuman, olah raga, dan latihan fisik lainnya. Di samping itu, perkembangan terjadi melalui pengalaman, pembelajaran, pelatihan, dan usaha lainnya.
Selain makanan dan minuman, pertumbuhan dan perkembangan juga terjadi melalui pendampingan dan bantuan dari orang-orang di sekitar kita, misalnya orang tua, saudara, guru, dan masyarakat.

Baca dan simaklah “Perumpamaan Tentang Talenta”berikut ini!

Perumpamaan Tentang Talenta.
(Bdk. Matius 25: 14-30).

Ada seorang tuan yang mau mengadakan perjalanan jauh ke luar negeri. Sebelum berangkat, ia memanggil hamba-hambanya dan memberikan uang kepada mereka masing-masing. Kepada orang pertama ia memberikan lima talenta. Orang yang kedua diberikannya dua talenta, dan yang seorang lagi diberikannya satu talenta. Semuanya diberikan sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing. Setelah itu, pergilah tuan itu ke luar negeri.

Sesudah menerima uang itu, maka pulanglah hamba-hamba itu ke rumahnya masing-masing. Hamba yang menerima lima talenta langsung menjalankan uang itu dan mendapat laba lima talenta. Hal yang sama dibuat juga oleh hamba yang menerima dua talenta, sehingga ia memperoleh laba dua talenta lagi. Tetapi hamba yang menerima satu talenta menyembunyikan uang itu di dalam tanah.
Lama sesudah itu, pulanglah tuan itu dari luar negeri. Ia memanggil hamba- hambanya untuk mengadakan perhitungan dengan mereka. Maka datanglah hamba pertama yang menerima lima talenta. Ia menyerahkan kembali uang kepada tuannya sambil berkata: “Tuan, ini uang lima talenta yang Tuan percayakan kepadaku; lihat aku telah beroleh laba lima talenta.” Kata tuannya: “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, maka aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.”
Sesudah itu datanglah hamba kedua yang menerima dua talenta. Ia berkata kepada tuan itu: “Tuan, ini uang dua talenta yang Tuan percayakan kepada saya; lihat aku telah beroleh laba dua talenta.” Kata tuannya: “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.”
Yang terakhir, datang hamba ketiga yang menerima satu talenta. Dengan takut-takut ia berkata kepada tuannya: “Tuan, aku tahu bahwa Tuan adalah manusia yang kejam, yang menuai di mana Tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana Tuan tidak menanam. Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta Tuan itu di dalam tanah, ini kepunyaan Tuan.”

Maka marahlah Tuan itu: “Hai kamu hamba yang jahat dan malas. Jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam? Karena itu sudah seharusnya uangku itu kau berikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembalinya aku, aku menerimanya serta dengan bunganya. Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Dan buanglah dia hamba yang tidak berguna itu ke dalam tempat yang gelap dan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi!”

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!
a. Siapakah yang dimaksudkan dengan Tuan dalam cerita tadi?
b. Apa yang dibuat oleh hamba yang menerima lima talenta dan dua talenta dari Tuannya tadi?
c. Apa yang dimaksud dengan membungakan talenta?
d. Apa yang dialami oleh hamba yang menerima satu talenta?
e. Mengapa ia dibuang ke tempat yang gelap?
f. Apa yang dapat kita petik dari cerita di atas?
g. Apakah bakat atau kemampuan yang kamu miliki?
h. Apa yang seharusnya kamu lakukan dengan bakat dan kemampuanmu?
i. Buatlah gambar atau kata-kata untuk menggambarkan keadaanmu kelak sebagaimana yang kamu cita-citakan!

Rangkuman :
Tuhan telah memberikan kepada kita talenta berupa bakat dan kemampuan. Setiap orang memiliki bakat dan kemampuan yang berbeda-beda agar dapat digunakan atau berguna bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat dan setiap bakat/kemampuan perlu dikembangkan dengan maksimal.
Kita mengenal nama-nama orang yang berhasil dalam mengembangkan bakat atau talentanya. Misalnya Boas Salosa, Ferdinand Sinaga, dan Evan Dimas sebagai pemain nasional Sepak Bola Indonesia, Lillyana Natsir sebagai atlet putri bulu tangkis Indonesia, dan lain-lain.

Mari kita mengingat sejenak mengenai perkembangan yang kita alami, dengan menjawab pertanyaan berikut:
1) Bakat dan kemampuan apa saja yang telah berkembang dalam diriku?
2) Apakah aku sudah berusaha secara sungguh-sungguh dalam mengembangkan diri?
3) Sikap dan niat apakah yang harus aku miliki agar bisa mengembangkan bakat dan kemampuan secara lebih baik?

Untuk Diingat :
Tuhan telah memberikan bakat dan kemampuan kepada kita masing-masing. Kita memiliki tanggung jawab untuk dapat mengembangkannya. Kesungguhan dalam mengembangkan bakat atau kemampuan, akan berguna bagi diri sendiri, sesama, dan memuliakan nama Tuhan yang mengaruniakannya.

Doa :
Allah, Bapa yang Mahabaik,
kami telah menyadari bahwa Engkau telah memberikan bakat dan kemampuan kepada kami masing-masing.
Bantulah kami supaya kami berusaha Mengembangkan bakat dan kemampuan itu, supaya berguna bagi kami sendiri,
keluarga, dan masyarakat.
Semuanya ini kami mohon kepada-Mu, dengan perantaraan Kristus Tuhan kami. Amin.

 

C. Perempuan dan Laki-laki saling Melengkapi.

Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan. Keduanya diciptakan berbeda, tetapi perbedaan ini adalah perbedaan saling melengkapi atau perbedaan yang terarah satu sama lain.

Doa :
Allah Bapa yang Mahapenyayang,
hari ini kami akan melihat dan menyadari diri kami sebagai laki-laki dan perempuan. Engkaulah yang menciptakan kami sebagai laki-laki dan perempuan.
Ajarilah kami untuk saling menghargai sebagai teman dan saling membantu satu sama lain.
Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

a. Dunia ini diciptakan Tuhan dengan sangat baik dan mengagumkan.
b. Laki-laki dan perempuan diciptakan Tuhan untuk saling melengkapi.
c. Jika di dunia ini hanya ada laki-laki atau perempuan saja, maka rencana Tuhan yang indah tidak akan terpenuhi.
d. Laki-laki dan perempuan harus bekerja sama untuk saling melengkapi dan menyempurnakan.

Di dalam masyarakat, kita dapat melihat laki-laki dan perempuan dengan bermacam- macam tugas atau pekerjaan. Tugas serta pekerjaan kaum laki-laki dan perempuan, sangat dipengaruhi oleh keadaan fisik. Oleh karena kondisi fisiknya, laki-laki cenderung memilih pekerjaan dan peranan yang agak keras dan membutuhkan tenaga. Sebaliknya, perempuan, sesuai dengan fisiknya yang halus, lembut, dan lemah gemulai, sering memilih jenis pekerjaan yang lebih halus.
Dengan perkembangan zaman dan kesetaraan laki-laki dan perempuan (gender), maka ada pekerjaan dan peranan yang disukai oleh laki-laki dan juga disukai oleh perempuan. Misalnya: perempuan menjadi sopir bus maupun truk, tukang batu, dan bangunan. Demikian pula, laki-laki menjadi perawat, juru masak, mencuci pakaian, dan mengasuh bayi.

Bacalah kisah penciptaan manusia pertama berikut ini:

Manusia dan Taman Eden.
(Bdk. Kejadian  2: 8-24).

Setelah menciptakan manusia pertama, Tuhan menciptakan sebuah taman di Eden. Tuhan menumbuhkan banyak pohon yang dapat dimakan buahnya. Dan di tengah taman tumbuhlah sebatang pohon yang menarik dan indah, yang dinamakan pohon kehidupan yang memiliki pengetahuan baik dan jahat.
Taman itu dialiri empat sungai yang besar untuk membasahi seluruh taman itu. Yang pertama bernama Sungai Pison, kedua Sungai Gihon, ketiga Sungai Tigris, dan keempat Sungai Efrat.
Lalu Tuhan menempatkan manusia yang pertama di taman itu. Oleh Tuhan, ia diberi tugas untuk menguasai dan memelihara taman itu.
Namun kemudian Tuhan berpikir bahwa tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja. Lalu Tuhan membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Ia membawa semuanya itu kepada manusia, tetapi semuanya tidak sepadan dengan manusia itu. Manusia itu tetap merasa diri sunyi dan tidak memiliki teman untuk berbicara dan bertukar pikiran.
Lalu Tuhan membuat manusia itu tidur nyenyak. Sementara ia tidur nyenyak, Tuhan mengambil salah satu tulang rusuknya kemudian menutupnya kembali dengan daging sehingga tidak berlubang. Dari tulang rusuk itulah, Tuhan membuat seorang perempuan yang cantik jelita.
Setelah manusia itu bangun tidur, Tuhan membawa kepadanya perempuan itu. Melihat perempuan yang cantik itu, berkatalah manusia: “Inilah dia tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.”

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
a. Sebutkan tokoh-tokoh di dalam cerita Kitab Suci tentang kisah penciptaan manusia pertama! “Manusia dan Taman Eden”
b. Bagaimana caranya Tuhan menciptakan perempuan pertama?
c. Apakah yang dikatakan oleh manusia pertama itu terhadap perempuan?
d. Apa arti kata-kata tersebut?
e. Mengapa perempuan tidak diciptakan dari tulang kepala atau tulang kaki, tetapi dari tulang rusuk?
f. Apa arti kata perempuan?

Penjelasan :

Perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki, itu berarti bahwa perempuan dan laki-laki berasal dari sumber yang sama, sehingga keduanya sederajat. Perempuan merupakan pendamping laki-laki, sederajat untuk dihormati dan disayangi sebagai teman.
Oleh sebab itu, perempuan tidak diciptakan dari tulang kepala untuk menguasai laki-laki, dan juga tidak diciptakan dari tulang kaki supaya diinjak-injak oleh laki-laki.
Sebagai teman, laki-laki dan perempuan dapat saling menghargai, menghormati, dan dapat saling membantu dalam suka dan duka. Antara laki-laki dan perempuan, selain terdapat banyak persamaan terdapat pula perbedaan yang menarik. Laki-laki dan perempuan memiliki kekhasannya masing-masing. Selain perbedaan jasmani, terdapat pula perbedaan kemampuan, pembawaan, dan sifat-sifat. Perbedaan itu tidak menyebabkan laki-laki dan perempuan saling bertolak belakang, tetapi justru saling mengisi dan melengkapi. Oleh sebab itu, antara laki-laki dan perempuan harus saling menghormati dan mencintai.
Berdasarkan kebudayaan, istilah perempuan menegaskan peran mulia sebagai “yang empunya” kehidupan. Hal ini terkait dengan kedudukan perempuan sebagai ibu yang mampu melahirkan. Semua orang yang ada di muka bumi tentu dilahirkan dari ibu atau perempuan. Sebagai perbandingan, istilah wanita lebih menempatkan peran kedua atau lebih rendah dari laki-laki. Istilah wanita sering diartikan sebagai “wani ditata” atau yang harus ditata dan diatur.

3. Membangun Sikap Hormat antara Perempuan dan Laki-laki.

Selain perbedaan jasmani, terdapat pula perbedaan kemampuan, pembawaan, dan sifat-sifat. Perbedaan itu tidak menyebabkan laki-laki dan perempuan saling bertolak belakang, tetapi justru saling mengisi dan melengkapi. Oleh sebab itu, antara laki-laki dan perempuan hendaknya saling menghormati dan mencintai.

Doa
Allah, Bapa kami yang Mahabaik,
kami sekarang sudah tahu dan percaya bahwa Engkau telah menciptakan
laki-laki dan perempuan sederajat.
Kami mohon, doronglah supaya
kami saling menghormati dan menghargai serta dapat bekerja sama di sekolah
dan di luar sekolah.
Karena Kristus Tuhan kami. Amin.

 

 

D. Perempuan  dan Laki-laki Sederajat.

Laki-laki dan perempuan tersebut ditempatkan Tuhan di Taman Eden, supaya mereka memelihara dan berkuasa atas seluruh taman tersebut. Keduanya dianugerahi martabat yang sama, yaitu dengan bekerja sama dan saling melengkapi, laki-laki dan perempuan dipanggil untuk ikut serta di dalam rencana dan karya Allah.

Doa :
Ya Allah Bapa yang Mahapenyayang,
Pada hari ini kami akan melihat dan menyadari
diri kami sebagai laki-laki dan perempuan yang sederajat.
Engkaulah yang menciptakan kami sebagai laki-laki dan perempuan.
Ajarilah kami untuk saling menghargai sebagai teman dan saling membantu satu sama lain.
Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

A. Pandangan Masyarakat tentang Kesetaraan Perempuan dan Laki-laki.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
a. Kegiatan apa yang biasa dilakukan oleh perempuan di lingkungan masyarakat kita?
b. Kegiatan apa yang biasa dilakukan oleh laki-laki di lingkungan masyarakat kita?
c. Sebutkan beberapa kegiatan perempuan yang mungkin dilakukan oleh laki-laki?
d. Sebutkan beberapa kegiatan laki-laki yang mungkin dilakukan oleh perempuan?
e. Adakah ? kegiatan laki-laki yang tidak mungkin dilakukan oleh perempuan
dan sebaliknya kegiatan perempuan yang tidak bisa dilakukan oleh laki-laki? Beri keterangan!
f. Bagaimana pendapat masyarakat di sekitarmu, terhadap laki-laki dan perempuan? setujukah kamu terhadap pendapat tersebut? Beri penjelasan!

Penjelasan :

a. Setiap masyarakat dan budaya memiliki pandangan yang berbeda-beda mengenai kedudukan laki- laki dan perempuan. Pendapat masyarakat dan budaya mempengaruhi kebiasaan atau kegiatan yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan.

b. Sebagian masyarakat berpendapat bahwa derajat perempuan lebih rendah dari laki-laki. Kaum perempuan cukup bekerja di dapur, mengurus rumah, merawat anak-anak, dan melakukan kegiatan di dalam rumah. Berdasarkan pendapat ini, perempuan tidak perlu sekolah sampai ke perguruan tinggi. Sementara laki-laki haruslah berpendidikan tinggi, bekerja dan mencari nafkah untuk menghidupi keluarga.

c. Pendapat lain menegaskan bahwa derajat perempuan lebih tinggi dari kaum laki- laki. Menurut pendapat ini, perempuan tidak perlu bekerja keras, karena pekerjaan dan nafkah mutlak menjadi tanggungjawab kaum laki-laki. Perempuan seolah menjadi perhiasan dan atasan. Disebut perhiasan karena perempuan seolah tidak boleh kotor, dan disebut atasan, karena laki-laki harus tunduk dan taat kepada perempuan.

d. Secara Umum, masyarakat dewasa ini memandang laki-laki dan perempuan memiliki martabat dan derajat yang sama. Laki-laki dan perempuan memiliki hak serta kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita dan mengembangkan kemampuan mereka. Maka, selain yang bersifat kodrati, perempuan dan laki-laki dapat melakukan kebiasaan serta kegiatan yang sama. Misalnya bermain sepak bola, menjadi tentara, bekerja sebagai sopir bus, atau berprofesi sebagai montir, kini bukan lagi merupakan pekerjaan laki-laki saja. Sebaliknya, laki-laki pun bisa merawat bayi, memasak, mencuci pakaian, menjahit pakaian, dan sebagainya. Hal ini menunjukkan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki derajat yang sama, meskipun terdapat kebiasaaan dan kegiatan yang tidak mungkin diubah, yaitu kebiasaan dan kegiatan yang terkait dengan kodrat sebagai laki-laki atau perempuan. Misalnya menyusui bayi, tidak mungkin dilakukan oleh laki-laki.

 

2. Membaca dan Mendengarkan Cerita Kitab Suci.

Bacalah cerita kitab suci tentang kesederajatan perempuan dan laki-laki di bawah ini!

Perempuan dan Laki-laki Sepadan.
(Bdk. Kejadian 1: 26-27; 2: 18, 20-23)

Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”
Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
Tuhan Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”
Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.
Lalu Tuhan Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, Tuhan Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging.
Dan dari rusuk yang diambil Tuhan Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.
Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.

Mendalami Cerita Kitab Suci.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
a. Allah berfirman : “tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia”. Jelaskan arti kata sepadan pada ayat tersebut?
b. Apa artinya jika dikatakan bahwa Allah menciptakan perempuan dari tulang rusuk laki-laki?
c. Sebutkan sikap-sikap yang harus ditunjukkan oleh perempuan dan laki-laki, sebagai wujud kesepadanan di antara mereka!
d. Sebutkan bentuk-bentuk kerja sama antara perempuan dan laki-laki yang ada di masyarakat kita!

Rangkuman :

Allah menciptakan manusia, laki-laki dan perempuan, dengan tujuan agar di antara keduanya terjalin kerja sama untuk saling menyempurnakan dan saling melengkapi. Sikap kerja sama, dibutuhkan agar keduanya dapat melaksanakan rencana Allah dalam membangun dunia. Allah tidak menghendaki jika laki-laki atau perempuan berjalan masing-masing, karena hal itu tidak baik di mata Tuhan.
Perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki, hal ini menyatakan bahwa perempuan dan laki-laki berasal dari sumber yang sama, sehingga keduanya sederajat. Perempuan merupakan pendamping laki-laki yang sederajat untuk disayangi dan dikasihi sebagai teman. Perempuan tidak diciptakan dari tulang kepala untuk menguasai laki-laki, dan juga tidak diciptakan dari tulang kaki untuk dijadikan bawahan oleh laki- laki.
Sebagai teman, laki-laki dan perempuan dapat saling menghargai, menghormati, dan dapat saling membantu dalam suka dan duka. Antara laki-laki dan perempuan, selain terdapat banyak persamaan terdapat pula perbedaan yang menarik. Laki-laki dan perempuan memiliki kekhasannya masing-masing. Selain perbedaan jasmani terdapat pula perbedaan kemampuan, pembawaan, dan sifat-sifat. Perbedaan itu tidak menyebabkan laki-laki dan perempuan saling bertolak belakang, tetapi justru saling mengisi dan melengkapi. Oleh sebab itu, antara laki-laki dan perempuan hendaknya saling menghormati dan mencintai.

Refleksi dan Ungkapan Syukur atas Kesederajatan Perempuan dan Laki-Laki :
Sejenak kita merenungkan untuk menemukan contoh nyata yang menunjukkan kesederajatan laki-laki dan perempuan. Bagaimana sikap kita terhadap teman yang berbeda jenis selama ini? Tentukan pula sikap-sikap yang harus kita miliki untuk menunjukkan kesederajatan laki-laki dan perempuan!
Jika diberi kesempatan, ungkapkan rasa syukurmu kepada Tuhan, karena telah diciptakan sebagai laki-laki atau perempuan yang sederajat. Ungkapan syukurmu dapat berupa doa, puisi, atau semboyan. Bagikan kepada teman-temanmu, jika diperlukan!

Untuk Diingat
Meskipun memiliki kodrat yang berbeda, tetapi laki-laki dan perempuan memiliki derajat serta martabat yang sama. Laki-laki dan perempuan hendaknya saling menghargai dan membangun kerja sama di dalam membangun hidup yang lebih baik.

 

Doa.
Allah, Bapa kami yang Mahabaik,
kami sekarang sudah tahu dan percaya bahwa Engkau telah menciptakan
laki-laki dan perempuan sederajat.
Kami mohon, doronglah supaya
kami saling menghormati dan menghargai serta dapat bekerja sama di sekolah
dan di luar sekolah.
Karena Kristus Tuhan kami. Amin.

 

SD4.2.5. Agama Katolik : Menghormati Hidup.

SD4.2.5. Agama Katolik : Menghormati Hidup.

Yesus menekankan sikap baru dalam memahami firman kelima “Jangan membunuh”. Pemahaman baru ini kembali menempatkan cinta kasih sebagai hukum utama. Membunuh dapat diartikan sebagai membuang sesama dari persaudaraan, dengan menghilangkan nyawanya, menyebut sesama sebagai kafir atau juga dengan membencinya. Bagi murid-murid Yesus, yang utama bukan tindakan tidak membunuh, tetapi mengasihi sesama sebagai saudara. Dengan mengasihi sesama, kita menghormatihidupdanmelestarikankehidupan.Karena“Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakahlebihnyadaripadaperbuatanoranglain?Bukankahorang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?” (Mat 5:46-47).

1. Kisah Kehidupan

Sepenggal Warisan Bunda Teresa

Ada warisan yang paling berharga yang pernah ditinggalkan oleh Bunda Teresa.

Teresa muda menulis dalam buku hariannya tentang tahun pertamanya memulai pekerjaan misionarisnya bersama orang miskin di Kalkuta, India pada 1948. Dia meninggalkan jubah Loreto (kebiaraannya) dengan sari katun sederhanaberwarnaputihdihiasidengan pinggiran biru. Dia juga berkisah tentang kesulitan dan penderitaanya. Ia tidak memiliki penghasilan dan harus memohon makanan dan persediaan. Teresa muda mengalami keraguan, kesepian dan godaan untuk kembali dalam kenyamanan kehidupan biara.
Ia menulis dalam buku hariannya:
“Tuhaninginsayamasukdalamkemelaratan.Hariinisayamendapat pelajaran yang baik. Kemelaratan para orang miskin pastilah sangat keras. Ketika saya mencari tempat tinggal, saya berjalan dan terus berjalansampailengandankakisayasakit. Sayabayangkanbagaimana mereka sakit jiwa dan raga, mencari tempat tinggal, makanan dan kesehatan.
Kemudian kenikmatan Loreto datang pada saya:”Kamu hanya perlu mengatakan dan semuanya akan menjadi milikmu lagi,” kata Sang Penggoda…Sebuah pilihan bebas, Tuhanku, cintaku untukmu, aku ingin tetap bertahan dan melakukan segala keinginan-Mu merupakan kehormatan bagiku. Aku tidak akan membiarkan satu tetes air mata jatuh karenanya”.

Pada 5 September 1997 Bunda Teresa meninggal. Warisannya bukan berbentuk materi. Tapi berupa sebuah gerakan kemanusiaan yang dahsyat. MisionarisCintaKasihyangdipimpinnya memiliki lebih dari 4.000 suster dan persaudaraandengan300anggotayang menjalankan 610 misi di 123 negara. Misionaris Cinta Kasih juga dibantu oleh wakil pekerja yang berjumlah lebih dari 1 juta pada tahun 1990-an untuk mengurusrumah-rumahpenampungan orang miskin dan tidak berdaya, rumah bagi penderita HIV/AIDS, kusta dan TBC, dapur umum, program konseling anak-anak dan keluarga, pembantu pribadi, panti asuhan, dan sekolah.

Namun, warisan yang paling dahsyat menurut saya adalah ketika BundaTeresa menulis beberapa bait tentang seluruh pengalamannya ketika memilih kesulitan, penderitaan, dan kesabaran untuk membela harkat dan martabat kemanusiaan.

Selalu antara Engkau dan Tuhan

Orang kerap kali tak bernalar, tak logis dan egois Biar begitu, maafkanlah mereka
Bila engkau baik, orang mungkin akan menuduhmu menyembunyikan motif egois
Biar begitu, tetaplah bersikap baik
Bila engkau jujur dan berterus terang, orang akan menipumu Biar begitu, tetaplah jujur dan berterus terang
Bila engkau sukses, engkau akan mendapati teman-teman palsu dan teman-teman sejati
Biar begitu, tetap lah meraih sukses
Apa yang engkau bangun selama bertahun-tahun, mungkin akan dihancurkan seseorang dalam semalam
Biar begitu, tetaplah membangun
Bila engkau menemukan ketenangan dan kebahagiaan, orang mungkin akan iri hati dan dengki
Biar begitu, tetaplah berbahagia dan temukan kedamaian hati Kebaikan yang engkau lakukan hari ini, mungkin akan dilupakan orang keesokan harinya
Biar begitu, tetaplah lakukan kebaikan
Berikan pada dunia milikmu yang terbaik, dan mungkin itu tak akan pernah cukup
Biar begitu, tetaplah berikan pada dunia milikmu yang terbaik Ketahuilah, pada akhirnya
Sesungguhnya ini semua adalah antara engkau dan Tuhan Tidak pernah antara engkau dan mereka”.
(Faizal Rizki dlm http://www.aktual.co/wisatahati/203134sepenggal-warisan-bunda-teresa)

Jawab pertanyaan berikut ini!
• Apa yang dikisahkan dalam cerita di atas?
• Apa yang paling berkesan dari cerita tentang Ibu Teresa?

Refleksi.

Catatan Harian Bunda Teresa

“Hidup adalah kesempatan, gunakan itu. Hidup adalah keindahan, kagumi itu. Hidup adalah mimpi, wujudkan itu. Hidup adalah tantangan, hadapi itu. Hidup adalah kewajiban, penuhi itu. Hidup adalah pertandingan, jalani itu. Hidup adalah mahal, jaga itu. Hidup adalah kekayaan, simpan itu. Hidup adalah kasih, nikmati itu. Hidup adalah janji, genapi itu. Hidup adalah kesusahan, atasi itu. Hidup adalah nyanyian, nyanyikan itu. Hidup adalah perjuangan, terima itu. Hidup adalah tragedi, hadapi itu. Hidup adalah petualangan, lewati itu. Hidup adalah keberuntungan, laksanakan itu. Hidup adalah terlalu berharga, jangan rusakkan itu. Hidup adalah HIDUP, berjuanglah untuk itu”
2. Panggilan untuk Menghormati Hidup
Simaklah teks Kitab Suci berikut ini!

Yesus dan Hukum Taurat
(Mat 5:21-24)

Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan keMahkamahAgamadansiapayangberkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu diatas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

Jawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
• Ayat-ayat yang mana yang menunjukkan bahwa Yesus menghormati hidup orang lain?
• Apa makna “menghormati hidup” menurut teks Kitab Suci di atas?
• Apa contoh tindakanmu yang menunjukkan sikap hormat terhadap hidup sesama?

3. Sikap untuk Menghormati Hidup
Jawablah pertanyaan berikut! Jika perlu diskusikan dengan teman sebangku atau kelompokmu!

• Apa saja usaha yang dapat kita lakukan untuk menghormati hidup?
Lengkapilah tabel jawaban berikut !

Tindakan yang tidak menghormati hidup :
1. Ketika sakit tidak mau minum obat,
2. Bersikap tidak hati-hati/ sembrono,
3. Tidak menjaga kebersihan badan.
4. Makan sembarangan
5. Mengucilkan teman.
6. …

Usaha-usaha yang menghormati hidup :
1. Ketika sakit mau minum obat.
2. Bersikap hati-hati.
3. Menjaga kebesihan anggota badan.
4. Makanjenis makanan yang sehat.
5. Bersahabat dengan semua orang.

Refleksi.

Sebuah syair lagu melukiskan bahwa “Hidup itu anugerah, hidup itu hadiah, Betapa bahagia yang menyadarinya, Betapa ringan langkah mereka”. (Bdk. Mat 6 : 26-34). Inilah gambaran bahwa Tuhan memberikan kehidupan kepada kita sebagai hadiah. Tuhanlah yang memiliki kehidupan, sehingga tidak ada orang atau pihak mana pun yang dapat mengambilnya, dengan alasan apa pun.
Sebagai hadiah Tuhan, hidup yang kita miliki harus kita rawat, kita jaga dan kita pelihara. Hal itu berlaku bagi semua makhluk hidup di muka bumi ini. Hal ini ditegaskan oleh Tuhan di dalam perjanjian lama “jangan membunuh” (kel 20:13 )

Lebih dalam dari itu, Yesus menekankan sikap baru dalam memahami firman kelima tersebut. Jangan membunuh bukan hanya larangan menghabisi nyawa orang lain atau bunuh diri, melainkan penekanan sikap hormat dan sikap kasih terhadap kehidupan. Hal itu tergambar dalam sabda Yesus: “jangan membunuh: siapa membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu, setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus diserahkan ke dalam api yang menyala-nyala” (Mat 5:21-22).

Pemahaman baru ini kembali menempatkan cinta-kasih sebagai hukum utama. Membunuh dapat diartikan sebagai membuang sesama dari persaudaraan, dengan menghilangkan nyawanya, menyebut sesama sebagai kafir atau juga dengan membencinya. Bagi murid-murid Yesus, yang utama bukan tindakan tidak membunuh, tetapi mengasihi sesama sebagai saudara. Dengan mengasihi sesama, kita menghormati hidup dan melestarikan kehidupan dengan segenap jiwa raga, bakat, dan perasaan.
Tuhan menghendaki kita agar kita ikut serta menawarkan kasih dan kebaikan-Nya kepada orang-orang di sekitar kita.

 

SD4.2.4. Agama Katolik : Masyarakat – Cinta Kepada Sesama.

SD4.2.4. Agama Katolik : Masyarakat – Cinta Kepada Sesama.

Melalui kisah “Orang Samaria Yang Murah Hati” (Luk 10:25- 37), Yesus mengajarkan bahwa sesama adalah mereka yang menunjukkanbelaskasih,khususnyamerekayangmembutuhkan pertolongan. Melalui kisah itu, Yesus menegaskan bahwa sesama kita adalah semua orang. Dengan demikian, bagi kita tidak ada orang lain atau orang asing, karena semua orang adalah sesama kita, semua orang saudara kita. Apabila kita memandang semua orang sebagai saudara, kita patut menunjukkan belas kasih kepada semua orang. Kita diajak untuk belajar mencintai dan peduli kepada siapa pun tanpa membedakan latar belakang suku, agama, kaya, miskin, dan sebagainya.
Nyanyikanlah lagu berikut ini!

Saling Cinta

Ayah, ibu, saudara kami cinta
Teman dan orang lain, kami cinta
Kami saling membantu, kar’na cinta
Tolong siapa saja, kar’na cinta

Orang lain yang susah kami hibur
Siapa saja susah, kami bantu
Di dalam apa saja, kami rela
Tolong siapa saja, kar’na cinta

(Sumber, Hatiku Penuh Nyanyian, KKI, 2003)

1. Kisah Seorang Petani
Bacalah cerita di bawah ini!

Petani yang Dermawan.

Ada seorang petani tua yang berasal dari sebuah desa dan sangat kaya raya. Tanahnya berhektar- hektar, jagungnya selalu tumbuh subur dan buahnya sangat banyak. Panennya tak pernah gagal dan ia adalahsosokyangsangatdermawan. Ia selalu membagi-bagikan bibit jagung berkualitas baik kepada tetangga-tetangganya untuk ditanam, dan ia tak pernah memungut bayaran.

Suatu hari sebuah media massa datang untuk mewawancarai dirinya, pertanyaan demi pertanyaan ia jawab. Kemudian sampailah pada sebuah pertanyaan yang membuat si wartawan sempat kebingungan. “Mengapa Anda sering membagikan bibit jagung terbaik kepada tetangga Anda, Pak? Bukankah sangat mahal harganya? Apakah Anda tidak rugi?” tanya si wartawan.

Pak petani pun menjawab, “Apakah kamu tidak tahu, bahwa angin akan membawa serbuk sari dari satu pohon ke pohon lain. Jika serbuk sari jagung yang kualitasnya buruk membuahi jagung di ladangku, bagaimana aku bisa mendapat jagung dengan kualitas yang baik?”

Si wartawan termenung. Apa yang dilakukan pak tani sungguh luar biasa. Dengan uang yang dimilikinya, seharusnya ia bisa melakukan apa saja untuk tanamannya. Namun, ia memilih cara alami dengan menambahkan bibit kepedulian dan pupuk cinta di dalamnya.
(Sumber : vemale.com. inspiring. Lentera).

Jawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
• Mengapa Pak tani yang dikisahkan bisa menjadi orang yang kaya raya?
• Manfaat apa yang diperoleh dengan membagi-bagikan benih jagung terbaik, baik bagi dirinya maupun sesamanya?
• Apa pesan yang kamu pelajari dari kisah tersebut?
• Orangyang bagaimanakahyang biasanyadipedulikan? Mengapa demikian?

Pak tani di dalam kisah tersebut menjadi orang yang kaya raya karena hasil panennya selalu berlimpah. Hasil panen yang berlimpah itu dipengaruhi oleh lingkungan di sekitarnya. Bunga jagung yang baik, akan menghasilkan jagung yang bermutu jika mendapat penyerbukan dari benih jagung yang baik pula. Maka ia tak sungkan untuk membagi-bagikan benih jagung kepada sesamanya. Dengan demikian selain bermanfaat bagi sesamanya, juga sangat menunjang panen yang berlimpah bagi dirinya.
Kisah ini mengajarkan sikap peduli, sikap penuh cinta kepada sesama dan tidak mementingkan diri sendiri. Dengan sikap peduli kepada sesama, kita akan menuai cinta dan kepedulian dari sesama.
Pada umumnya, orang lebih mempedulikan orang-orang yang mereka kenal dan memiliki kesamaan latar belakang. Misalnya kesamaan suku bangsa, kesamaan ras, kesamaan agama, atau kesamaan daerah asal. Sedangkan orang-orang yang tidak mereka kenal atau tidak memiliki kesamaan latar belakang, kerap kurang mereka pedulikan, karena dianggap orang asing dan tidak memberikan keuntungan.
Pedulikah aku terhadap sesama yang membutuhkan bantuan?

2. Pesan Kitab Suci tentang Cinta pada Sesama

Orang Samaria yang Murah Hati
(Luk 10:25-37)

Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya:“Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperolehhidupyang kekal?” Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang

tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?”Jawab orang itu: “Kasihilah Tuhan, Al-lahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Kata Yesus kepadanya: “Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.”

Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepadaYesus: “Dan siapakah sesamaku manusia?”Jawab Yesus: “Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun- penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati. Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.

Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.

Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali. Siapakah di antaraketigaorangini, menurutpendapatmu, adalahsesamamanusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?”

Jawab orang itu: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.”KataYesuskepadanya:“Pergilah,danperbuatlahdemikian!”

Jawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
• Menurut kisah tersebut, apa yang harus diperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?
• Mengapa imam dan orang Lewi tidak disebut sebagai sesama?
• Mengapa Orang Samaria disebut sesama bagi orang yang dirampok?
• Bagaimana sikap kita terhadap sesama kita selama ini?
• Apa yang dapat kita lakukan sehingga kita pantas disebut sebagai sesama bagi semua orang?

Rangkuman.

• Cinta kasih merupakan hukum yang terutama. Hal itu merupakan isi hukum Taurat, sebagaimana dikatakan oleh ahli Taurat dalam percakapan dengan Yesus. “Kasihilah Tuhan, Al-lahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”. (Luk 10: 27). Itu merupakan satu cara untuk memperoleh hidup yang kekal.
• Ahli Taurat bertanya mengenai siapakah sesama manusia? Hal ini didasarkan pada pandangan Yahudi bahwa sesama adalah mereka yang sama-sama menjunjung adat istiadat Yahudi. Dia berharap Yesus memberi jawaban yang keliru, sehingga dapat dilaporkan kepada ahli Taurat lainnya dan ditangkap. Tetapi dengan mengisahkan orang Samaria yang murah hati, pertanyaan tersebut dijawab oleh dirinya sendiri. Sesama adalah orang yang telah menunjukkan belas kasihan.
• Yesus mengajak ahli Taurat tersebut untuk menemukan pola yang baru, yaitu pola cinta kasih. Di dalam pola ini, sesama lebih luas dari sekedar mereka yang memegang adat istiadat dan agama, sesama adalah semua orang tanpa memandang agama, adat istiadat, suku bangsa atau status sosial lainnya.
• Kesamaan sebagai manusia di hadapan Tuhan, menjadi dasar utama bagi kepedulian serta berbagi cinta kasih.

SD4.2.2. Agama Katolik : Mukjizat Yesus

SD4.2.2. Agama Katolik : Mukjizat Yesus..

Mukjizat sebagai tindakan keilahian Yesus juga terjadi pada saat seorang perwira memohon Yesus untuk menyembuhkan hambanya. Pada peristiwa itu, hamba tersebut sembuh bukan karena Yesus datang ke rumahnya, tetapi iman perwira tersebut. Hal itu tercermin pada kata-katanya: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, makahambakuituakansembuh”.Selainkuasailahi,Imanmenjadi syarat utama bagi terjadinya suatu mukjizat.Peristiwa mukjizat menunjukkan hubungan antara kata-kata dengan tindakan Yesus. Sabda atau kata-kata Yesus diwujudkan di dalam tindakan nyata. Sebaliknya, tindakan atau mukjizat Yesus menguatkan kata-kata-Nya.

1. Mukjizat-Mukjizat yang Terjadi pada Zaman Ini.

Simaklah kisah berikut ini!
Penyembuhan Berkat Perantara Yohanes Paulus II.

Mantan Walikota Huila, Kolombia, Marco Fidel Rojas memberi kesaksian, bahwa dirinya mengalami kesembuhan secara ajaib atas penyakit parkinsonnya berkat doa melalui perantara Beato Yohanes Paulus II (JP-II). Kesaksiannya itu dilaporkan sebuah koran terbitan Kolombia, El Tiempo. Menurut Koran El Tiempo, demikian catholicnewsagency.com, Selasa, 17/7, testimoni Rojastelah dikirim ke ke kantor Kongregasi Penggelaran Kudus di Vatikan, untuk diperiksa berkaitan dengan proses kanonisasi Beato JP-II. Pada hari yang sama, ewtn.com juga melansir hal tersebut.

Disebutkan oleh koran tersebut, Rojas mengungkapkan bahwa dirinya merasakan gejala sakit sejak Desember 2005. Dokter menyatakan dirinya terkena stroke yang dapat menyebabkan Parkinson. Penyakitnya semakin memburuk. “Beberapa kali saya jatuh di jalan,” kenangnya, seraya menambahkan bahwa suatu kali ia hampir ditabrak taksi. Dia merasa seperti kehilangan kendali setiap kali berjalan.

Ketika penyakitnya kian memburuk, Rojas teringat perjalanannya ke Roma. Kala itu senja hari, 27 Desember 2001, dia bertemu dengan Paus JP-II. Pertemuannya itu terjadi setelah Misa. Bahkan Rojas pun sempat bercakap-cakap sebentar dengan Paus kelahiran Polandia itu. Dalam ingatan perjumpaan yang sangat berharga itu, Rojas berteriak di tengah rasa sakitnya, “Aku punya teman! Dia juga menderita parkinson.” Pada malam itu, dia pun berdoa mohon kesembuhan melalui perantaraan Beato JP-II. “Bapa, datang dan sembuhkan aku, tumpangkan tanganmu di kepalaku”, ucapnya.

Setelah berdoa, Rojas tidur lelap. Keesokan harinya, dia bangun tanpa rasa sakit. Dia merasakan penyakit parkinson yang dideritanya telah sembuh. Dia juga semakin yakin, JP-II telah menyembuhkannya. “Ya, JP-II telah memberi saya keajaiban dengan menyembuhkan saya!” katanya. Rojas pun berjanji untuk menyebarluaskan devosi kepada Beato JP-II. Dalam El Tiempo, Dr Antonio Schlesinger Piedrahita, neurolog ternama di Kolombia menyatakan Rojas sembuh, dan dalam keadaan sehat.

Sebelumnya, seorangsusterwargaPerancis, SrMarie Simon-Pierre, mengalami kesembuhan dari penyakit yang sama, setelah berdoa dengan perantaraan JP-II. Mukjizat penyembuhan itu membuka jalan lebar beatifikasi JP-II. Pada Mei 2011, Paus JP-II dibeatifikasi oleh Paus Benediktus XVI. Sekarang, setelah kesembuhan penyakit parkinson biarawati Perancis itu, Rojas juga telah membuktikan mukjizat kesembuhan dari penyakit yang sama. Banyak pendapat muncul bahwa mukjizat kesembuhan ini akan membuka jalan kanonisasi Beato JP-II.
sumber : (Hidupkatolik.com, Benidiktus W. / Y. Prayogo/ 21 Juli 2012 23:56 WIB).

Jawab pertanyaan-pertanyaan berikut!
1. Apa inti kisah di atas?
2. Siapa yang disembuhkan?
3. Pernahkah kamu mendengar bahwa ada anggota keluargamu atau orang lain di sekitarmu mengalami suatu mukjizat dalam hidupnya? Ceritakan mukjizat apa yang dialami itu!
4. Apakah dalam hidupmu, kamu sendiri pernah mengalami mukjizat?
5. Apakah menurut kamu pada zaman ini masih terjadi mukjizat dalam kehidupan manusia? Jelaskan!

 

2. Yesus Membuat Mukjizat-mukjizat.
Simak kisah-kisah mukjizat Yesus berikut ini!

Yesus Menyembuhkan Hamba Seorang Perwira
(Mat 8:5-10)

“KetikaYesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya: “Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita.” Yesus berkata kepadanya: “Aku akan datang menyembuhkannya.” Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.”

Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya:“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel”.

 

Yesus Mengusir Setan
(Luk 4: 31-44)

Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat. Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa.

Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras: “Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mudengankami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Al-lah.”Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: “Diam, keluarlah dari padanya!” Dan setan itu pun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya. Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: “Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar.” Dan tersebarlah berita tentang Dia ke mana-mana di daerah itu.

Kemudian Ia meninggalkan rumah ibadat itu dan pergi ke rumah Simon.Adapunibumertua Simondemamkeras danmerekameminta kepadaYesus supaya menolong dia. Maka Ia berdiri di sisi perempuan itu, lalu menghardik demam itu, dan penyakit itu pun meninggalkan dia. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka. Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang- orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit.

Ia pun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka. Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: “Engkau adalah Anak Al-lah.” Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias. Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka. Tetapi Ia berkata kepada mereka:“Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Al-lah sebab untuk itulah Aku diutus.” Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea.

Jawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
• Apa saja mukjizat yang dilakukan Yesus di Kapernaum? …

• Mengapa Yesus bisa mengusir setan dan menyembuhkan berbagai penyakit? Yesus menunjukkan bahwa Al-lah adalah Maha Kuasa, Al-lah mencintai Manusia. Manusia harus percaya itu.

 

RANGKUMAN.

Dalam tugas-Nya memaklumkan Kerajaan Al-lah, selain mengajar dengan menggunakan banyak perumpamaan, Yesus pun membuat banyak mukjizat. Mukjizat adalah suatu tanda di mana Al-lah bertindak. Mukjizat-mukjizat itu dibuat Yesus sebagai bukti bahwa Al-lah mengasihi manusia. Selain itu, mukjizat dibuat untuk menyatakan kemuliaan Al-lah di dalam diri Yesus. “Karena pekerjaan Al-lah harus dinyatakan di dalam dia” (Yoh 9:1-3).

Dengan kuasa dan kasih-Nya, Yesus menyembuhkan banyak orang dari berbagai macam penyakit, mengusir setan bahkan menghidupkan orang mati. Mukjizat menjadi tanda bahwa Al-lah hadir untuk menyelamatkan manusia.

Selain Yesus menunjukkan kuasa dan kasih-Nya, mukjizat terjadi jika orang memiliki iman. Iman menjadi syarat bagi terjadinya suatu mukjizat. Hal itu ditunjukkan dalam berbagai mukjizat Yesus, sebagaimana ditunjukkan oleh perwira:“katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh” (Mat 8:8). Oleh karena imannya itulah, hamba sembuh. Atas imannya itu pula Yesus memuji perwira: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel”.

Dari kisah mukjizat Yesus, kita dapat melihat kesatuan yang erat antara kata dengan tindakan Yesus. Kata-kata Yesus menjelaskan perbuatan-Nya, dan tindakan Yesus menguatkan kata-kata-Nya. Contoh Yesus berkata: “Akulah kebangkitan dan hidup”. Kata- kataYesus menjadi nyata ketika ia membangkitkan Lazarus. “Akulah gembala yang baik”. Kata-kata Yesus itu Ia laksanakan dengan menginap di rumah Zakheus si pemungut cukai.

 

 

SD4.2.1 Agama Katolik : Yesus Mewartakan Kerajaan Al-lah melalui Perumpamaan

SD4.2.1. Agama Katolik : Yesus Mewartakan Kerajaan Al-lah melalui Perumpamaan.

Di dalam mewartakan Kerajaan Al-lah, Yesus menggunakan beraneka macam cerita atau dongeng yang dikenal sebagai perumpamaan. Perumpamaan-perumpamaan yang digunakan Yesus, ditujukan agar para pendengar dapat dengan mudah memahami makna Kerajaan Al-lah yang hendak disampaikan-Nya. Murid-murid serta masyarakat umum, yang sering mengikuti Yesus adalah kaum sederhana. Mereka adalah para nelayan,penggembala kambing domba, serta orang-orang yang memiliki status sosial yang kurang diperhitungkan di dalam masyarakat. Atas dasar alasan itulah Yesus menggunakan perumpamaan sebagai cara untuk menyampaikan ajaran mengenai Kerajaan Al-lah.

1. Mengenal Simbol-simbol dalam Kehidupan Masyarakat Kita :

Tentukan makna pantun, peribahasa, dan ungkapan berikut ini!
1. Pantun yang berbunyi “Berakit-rakit ke hulu, berenang- renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang- senang kemudian”, artinya:.Berusaha atau bersusah dahulu untuk mendapatkan hasil atau panen yang menggembiarakan kemudian hari.

2. Peribahasa “Tong kosong nyaring bunyinya”, artinya : Banyak omong tidak ada hasilnya

3. Ungkapan “Makan garam”, artinya: memiliki banyak pengalaman.

Tulislah masing-masing satu pantun, peribahasa, dan ungkapan. Jelaskan maknanya!
1. Pantun : merupakan karya yang dapat menghibur sekaligus dan menegur. Pantun merupakan ungkapan perasaan dan pikiran, karena ungkapan tersebut disusun dengan kata-kata hingga sedemikian rupa sehingga sangat menarik untuk didengar atau dibaca. Pantun menunjukkan bahwa Indonesia memiliki ciri khas tersendiri dalam mendidik dan menyampaikan hal-hal yang bermanfaat.
2. Peribahasa ;adalah kelompok kata atau kalimat yang menyatakan suatu maksud, keadaan seseorang, atau hal yang mengungkapkan kelakuan, perbuatan atau hal mengenai diri seseorang. Peribahasa mencakup ungkapan, pepatah, perumpamaan, ibarat, tamsil.
3. Ungkapan : merupakan gabungan kata yang maknanya sudah menyatu dan tidak ditafsirkan dengan makna unsur yang membentuknya. Idiom atau disebut juga dengan ungkapan adalah gabungan kata yang membentuk arti baru dimana tidak berhubungan dengan kata pembentuk dasarnya.

Refleksi :

Di dalam komunikasi dengan sesama, nenek moyang kita memilikibudayayanghalus. Budayainiditujukanuntukmemberi semangat, menyindir, atau menasihati orang lain secara halus dan tidak langsung. Oleh karena itu, di dalam masyarakat kita terdapat aneka jenis pantun, pepatah, peribahasa atau nasihat. Semua itu digunakan oleh nenek moyang kita agar mudah diingat dan mudah dipahami. Dengan mengingat dan memahami makna-maknanya, seseorang tidak merasa ditegur atau dinasihati secara langsung, melainkan merasa ditegur atau disapa oleh pemahamannya sendiri.
Sudahkah aku memegang teguh nasihat-nasihat dari orang tua, guru, dan orang-orang dewasa lainnya?

2. Mengenal Beberapa Perumpamaan Yesus.
Bacalah beberapa perumpamaan berikut!

Perumpamaan tentang Seorang Penabur.
(Matius 13:1-13)

Pada hari itu keluarlah Yesus dari rumah itu dan duduk di tepi danau.Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai. Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kata-Nya: “Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.

Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh,karena tanahnya tipis.

Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati.Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!” Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: “Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?”

Jawab Yesus: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.Karena siapa yang mempunyai, kepadanyaakandiberi, sehinggaiaberkelimpahan;tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan  diambil dari padanya.Itulah sebabnya Aku berkata- kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti”.

 

Perumpamaan Gandum dan Ilalang.
(Matius 13:24-30)

Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu. Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata, “Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakahlalangitu?”Jawab tuan itu, “Seorang musuh yang melakukannya”. Lalu berkatalah hamba- hamba itu kepadanya,“Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu?”

Tetapi ia berkata, “Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku”.

Perumpamaan tentang Harta Terpendam.
(Mat 13: 44-51)

“Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.”

“Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan. Setelah penuh, pukat itu pun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang. Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. “Mengertikah kamu semuanya itu?” Mereka menjawab: “Ya, kami mengerti”.

3. Makna yang Terkandung di dalam Perumpamaan

Jawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
1. Siapakah yang dimaksud penabur pada perumpamaan yang pertama (Mat 13:1-13)? Yesus sendiri.
2. Apa yang dimaksud dengan benih? Ajaran atau Sabda Al-lah.
3. Di mana sajakah benih yang ditaburkan itu jatuh?
4. Mengapa benih yang jatuh di tanah yang subur dapat berbuah berlipat ganda?
5. Apa yang hendak digambarkan dengan perumpamaan “tanah yang subur”?
6. Pesan apa yang hendakYesus sampaikan melalui perumpamaan “tentanggandumdanilalang”(Mat13: 24-30) danperumpamaan “tentang harta terpendam” (Mat 13:44-51)?

Rangkuman :

• Yang dimaksud sebagai penabur adalah Yesus sendiri yang mewartakan Injil Kerajaan Al-lah kepada semua orang. Sedangkan yang dimaksud dengan benih, yaitu Sabda Al-lah. Sabda Al-lah itulah yang berisi nilai-nilai Kerajaan Al-lah, yaitu damai, kerendahan hati, sikap lemah lembut, penuh kasih, pengampunan, dan persaudaraan.
• Benih yang ditaburkan jatuh di berbagai tempat yaitu di pinggir jalan, di tanah yang berbatu-batu, di semak berduri, dan di tanah yang baik.
• Perumpamaan tentang gandum dan ilalang (Mat 13: 24-30) melambangkan bahwa Kerajaan Al-lah akan terwujud jika orang dapat membedakan dan melaksanakan kebenaran serta membuang kejahatan. Sementara perumpamaan tentang harta terpendam (Mat 13:44-51) memiliki makna bahwa Kerajaan Al-lah merupakan hal yang utama, sehingga kita harus memperjuangkannya secara penuh bahkan rela meninggalkan hal-hal lain demi Kerajaan Al-lah.

4. Menemukan Makna Perumpamaan
Cari dan bacalah perumpamaan-perumpamaan di dalam Kitab Suci dan tulis makna yang terkandung di dalamnya!

 

Agama Katolik – 10 Perintah Allah – Aku Percaya – Tobat

Teks resmi Sepuluh Perintah Al-lah untuk Gereja Katolik adalah sebagai berikut:

Akulah Tuhan, Al-lahmu,
1, Jangan menyembah berhala, berbaktilah kepada-Ku saja, dan cintailah Aku lebih dari segala sesuatu.
2, Jangan menyebut Nama Tuhan Al-lahmu dengan tidak hormat.
3, Kuduskanlah hari Tuhan.
4, Hormatilah ibu-bapamu.
5, Jangan membunuh.
6, Jangan berzinah.
7, Jangan mencuri.
8, Jangan bersaksi dusta tentang sesamamu.
9, Jangan mengingini istri sesamamu.
10, Jangan mengingini milik sesamamu secara tidak adil.

 

Aku Percaya.

Aku percaya akan Al-lah,
Bapa yang Maha Kuasa, pencipta langit dan bumi.
Dan akan Yesus Kristus,
PuteraNya yang tunggal, Tuhan kita.
Yang dikandung dari Roh Kudus,
dilahirkan oleh perawan Maria.
Yang menderita sengsara,
dalam pemerintahan Pontius Pilatus,
disalibkan, wafat dan dimakamkan.
Yang turun ketempat penantian,
pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati.
Yang naik ke surga,
duduk disebelah kanan Al-lah Bapa yang Maha Kuasa.
Dari situ Ia akan datang mengadili orang hidup dan mati.
Aku percaya akan Roh Kudus,
Gereja Katholik yang Kudus,
Persekutuan para Kudus,
pengampunan dosa,
kebangkitan badan,
kehidupan kekal.

Amin.

 

Doa Tobat.

Al-lah yang maharahim, aku menyesal atas dosa-dosaku. Aku sungguh patut Engkau hukum, terutama karena aku telah tidak setia kepada Engkau yang maha pengasih dan mahabaik bagiku.
Aku benci akan segala dosaku, dan berjanji dengan pertolongan rahmat-Mu hendak memperbaiki hidupku da tidak akan berbuat dosa lagi. Al-lah yang maha-murah, ampunilah aku, orang berdosa. (Amin.)

 

[Puji Syukur no 13]
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. (Amin.)

Terpujilah nama Yesus, Maria dan Yosef, sekarang dan selama-lamanya (Amin.)

 

Agama Katolik – Riwayat St. Thomas

Santo Thomas, Rasul.

Thomas lahir di Galilea dan dikenal sebagai salah seorang dari Keduabelas Rasul Yesus. Perihal tempat dan waktu dia dipilih menjadi Rasul tidak dibeberkan di dalam Injil. Banyak keterangan tentang pribadinya dapat kita temukan di dalam Injil Yohanes. Thomas yang disebut juga Didimus (artinya: kembar) “ adalah seorang nelayan pembantu. Ia tidak memiliki perahu sendiri seperti Petrus dan Andreas. Hidupnya hampir selalu serba kurang. Hal inilah yang membuat dia bersikap selalu hati-hati, pesimis dan cepat menyangka akan terjadi hal yang buruk atas dirinya. Banyak orang yang mempunyai gambaran yang kurang tepat tentang Thomas. Meskipun demikian, Thomas dikenal berani.

Thomas hadir dalam peristiwa pembangkitan Lazaurus dan Perjamuan Terakhir. Di antara keduabelas Rasul, Thomas dikenal sebagai orang yang tidak mudah mempercayai sesuatu. Sikapnya ini terlihat dengan sangat jelas dalam kaitannya dengan peristiwa penampakan Yesus setelah kebangkitanNya (Yoh 20:24 – 29). Oleh karena itu di kalangan umat sering terdapat gambaran yang kurang baik tentang Thomas. Setiap kali namanya disebut, yang terbayang di benak mereka adalah seorang rasul yang tidak mau percaya kepada sesuatu hal yang belum disaksikannya sendiri.

Ketika Yesus mendengar bahwa Lazaurus meninggal dunia, Ia berkeputusan untuk kembali ke Yudea, pada hal baru saja orang mau melempariNya dengan batu di daerah itu. Sesudah para Rasul gagal menahan Yesus, Thomas dengan tegas mengajak: Ayo, kita pergi juga! Biarlah kita mati bersama – sama dengan Dia. Thomas tak mau membiarkan Yesus pergi sendirian menantang bahaya. Thomas seorang yang terus terang, polos dan tidak malu -malu menyatakan ketidaktahuannya. Pada Perjamuan Terakhir, ketika Yesus berpamitan, Thomas bertanya dengan polos: Kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan kesitu? Keraguan Thomas ini mengundang Yesus untuk menyingkap rahasia Tritunggal yang mendalam itu: Akulah jalan, Kebenaran dan Hidup. Tak seorang pun datang kepada Bapa tanpa melalui Aku. Kalau kamu mengenal Aku, kamu juga menganal BapaKu. Sikap ragu “ ragu Thomas tampak jelas sekali dalam sikapnya terhadap berita penampakan Yesus kepada para Rasul: Sebelum aku melihat bekas paku pada tanganNya dan sebelum aku mencucukkan jariku kedalam lambungNya, sekali – kali aku tidak akan percaya.
Tentang sikap Thomas ini, Santo Agustinus menulis: Dengan pengakuannya dan dengan menjamah luka Tuhan, ia sudah mengajarkan kepada kita apa yang harus dan patut kita percayai. Ia melihat sesuatu dan percaya sesuatu yang lain. Matanya memandang kemanusiaan Yesus, namun imannya mengakui Ke -Allahan Yesus, sehingga dengan suara penuh gembira tercampur penyesalan mendalam, ia berseru: Ya Tuhanku dan Allahku.

Kepadanya Yesus bersabda: Karena kau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya . Kata -kata Yesus ini masih berkumandang aktual hingga dewasa ini.

Tentang karya kerasulan Thomas sesudah itu, Kitab Suci tak menyebutkan apa-apa lagi. Juga tidak ada sepucuk surat peninggalan Thomas yang sampai kepada kita. Menurut tradisi, yang dibeberkan Santo Ambrosius dan Hieronimus, Thomas menyebarkan kabar gembira ke arah Timur dengan mengikuti jalan para pedagang, yaitu ke Sirya, Armenia, Persia dan India. Dekat Madras, di kota Malaipur, Thomas menerima mahkota kemartirannya. Orang Kristen India Selatan, lebih-lebih di sepanjang pantai Syro – Malabar, percaya bahwa Thomas menobatkan Raja Gondaphur dan bahwa mereka keturunan orang-orang Kristen abad pertama. Thomas mati ditusuk tombak, dan relikiunya masih tetap ada sewaktu makamnya dibuka kembali pada tahun 1523.

 

SD4 1-1 Agama Katolik – Pribadi Peserta Didik

Pembahasan meliputi :
A. Aku Bangga Diciptakan sebagai Perempuan atau laki-laki.
B. Lingkungan Turut Mengembangkan Diriku sebagai Perempuan atau Laki-laki.
C. Mensyukuri Diri sebagai Perempuan atau Laki-laki.
D. Kemampuan dan Keterbatasanku.
E. Mengembangkan Kemampuan Diri.
F. Aku Butuh Orang Lain untuk Mengembangkan Diri.
G. Mengembangkan Diri dengan Bekerja Sama.

 

A. Aku Bangga Diciptakan sebagai Perempuan atau Laki-Laki.

Pada hakikatnya manusia diciptakan Tuhan sebagai laki-laki dan perempuan. Laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan atau keunikannya masing-masing. Tetapi keduanya diciptakan Tuhan sebagai citra Allah. Laki-laki dan perempuan diciptakan Tuhan untuk saling melengkapi.

 1. Mengenal Diri sebagai Laki-laki atau Perempuan.

 sd4 laki perempuan

• Gambar 1 adalah gambar seorang anak….
• Gambar 2 adalah gambar seorang anak….
• Mengapa kamu berpendapat seperti itu? Beri alasan atas jawabanmu!

2. Mengenal Berbagai Pandangan Masyarakat tentang Laki-laki dan Perempuan.
Dalam masyarakat kita, terdapat banyak pandangan atau pendapat tentang jati diri seorang laki-laki dan seorang perempuan.

Pendapat itu bisa berdasarkan latar belakang tradisi, suku, agama, dan sebagainya. Tentu kamu pernah mendengar pendapat orang-orang di sekitarmu mengenai laki-laki dan perempuan. Catat beberapa pandangan masyarakat tentang laki-laki dan perempuan yang pernah kamu dengar!

Refleksi :

Apabila kita mencermati kehidupan masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dengan beraneka ragam suku dan budaya, tradisi, agama dan kepercayaan, kita dapat menemukan banyak pandangan masyarakat tentang perempuan dan laki- laki. Ada orang yang berpendapat bahwa perempuan dan laki-laki itu sama saja tidak ada bedanya. Sebagian masyarakat memandang bahwa laki-laki merupakan manusia sejati yang memiliki derajat lebih tinggi dari perempuan. Pandangan ini melatarbelakangi sikap keliru terhadap diri sendiri dan orang lain yang berbeda jenis kelamin. Ada sebagian kecil masyarakat yang berpendapat bahwa perempuan merupakan manusia nomor dua. Perempuan dipandang lebih rendah derajatnya dari laki-laki. Hal ini tentu membuat kaum perempuan kurang dihargai, bahkan cenderung dihina. Selain itu, sebagian besar masyarakatmemilikipandanganbahwalaki-lakidanperempuan itusamaderajatnya, karenakeduanyaadalahciptaanTuhan,yang memiliki keistimewaan serta kedudukan yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan jenis makhluk ciptaan yang lain. Perempuan dan laki-laki memang berbeda, tetapi Tuhan menghendaki agar perempuan dan laki-laki bisa bekerja sama dan saling melengkapi.
Apakah aku merasa bangga diciptakan Tuhan sebagai laki- laki atau perempuan?

SD3-K3-1-Masyarakat

SD Kelas 3 – Pelajaran 3 – Masyarakat.

A. Pemimpin Masyarakat.
Mari berdoa : Bapa yang Mahakuasa. Dampingilah pemimpin masyarakat di lingkungan kami agar mereka dapat melaksanakan tugasnya dengan semangat cinta kasih. Amin.

Mari bernyanyi : 
Tuhan Yesus ajarilah kami,
hidup rukun saling menghormati.
Tuhan Yesus ajarilah kami,
saling cinta, saling mengasihi.
Tuhan Yesus ajarilah kami,
rendah hati tak sombongkan diri
Tuhan Yesus ajarilah kami,
saling jujur, saling memahami.

 

Mendengar Cerita !

Pak Lukas seorang yang sederhana, jujur dan pekerja keras. Ia sangat disenangi oleh tetangga – tetangganya. Maka tak heran Pak Lukas terpilih menjadi kepala desa. Sejak pak Lukas menjadi Kepala Desa Suka Ramai banyak perubahan yang ia lakukan. Sebulan sekali seluruh warganya dikerahkan untuk kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar rumah. Warga desa beramai-ramai membersihkan selokan, sehingga desa Suka Ramai menjadi desa yang lingkungannya bersih.
Bila sore hari, pak Lukas mengendarai sepeda mengunjungi warganya . Bila ia berjumpa dengan warganya yang sakit pak Lukas pun dengan suka cita membantunya.

Suatu hari turunlah hujan yang sangat lebat. Desa Suka Ramai kebanjiran. Pak Lukas sebagai kepala desa sangat sedih dengan bencana ini. pak Lukas membantu para korban banjir dengan perahu karet sumbangan pemerintah. Ia bekerja
siang dan malam demi menyelamatkan warganya. Pak Lukas bersama warganya membangun tenda darurat sebagai tempat penampungan bagi warga yang rumahnya terendam banjir. Setelah bencana berakhir, masyarakat desa Suka Ramai semakin kagum dan menyayangi pak Lukas , sang kepala desa yang selalu melayani rakyatnya.

 

BACAAN INJIL :  Mateus 20: 20-28.

Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepadanya. Kata Yesus: “Apa yang kau kehendaki?” Jawabnya: “Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.” Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: “Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus kuminum?” kata mereka kepada-Nya: “Kami dapat.” Yesus berkata kepada mereka: “Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.” Mendengar itu marahlah ke sepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: “Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.
Tidaklah demikian di antara kamu. Barang siapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barang siapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak manusia datang bukan untuk dilayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

RANGKUMAN :

  • Tuhan yesus mengajarkan bahwa seorang pemimpin adalah seorang pelayan masyarakat.
  • Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mau melayani.
  • Yesus berkata, “Aku datang untuk melayani, bukan untuk dilayani” Mateus 20:28)

 

B. TRADISI MASYARAKAT.

Tuhan berkatilah negriku. Limpahkanlah kasih-Mu,
Curahkanlah damai-Mu, agar aman tentram bersama-Mu,
Damai negriku tentram bangsaku, karna kasih Tuhan melimpah selalu.
Tuhan berkatilah bangsa-ku, hilangkan permusuhan,
Musnahkan kekerasan, karena Engkau sumber kedamaian,
Damai negriku tentram bangsaku, karna damai Tuhan melimpah selalu.

 

MENDENGAR CERITA :

Fahombo, biasa juga disebut dengan Lompat Batu. Tradisi ini berasal dari Pulau Nias, yang terletak di sebelah barat Sumatra, tepatnya di Desa Bawomataluo, di puncak bukit yang ada di Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan. Acara
ini merupakan ritual budaya sebagai simbol kedewasaan pemuda Nias. Jika seorang pemuda yang mampu melakukan lompatan dengan sempurna dianggap telah dewasa dan matang secara fisik. Karena itu hak dan kewajiban sosialnya sebagai orang dewasa sudah bisa dijalankan. Misalnya, memasuki pernikahan
dan untuk menjadi prajurit desa jika ada perang antar desa atau konflik dengan warga desa lain. Karena sekarang sudah tidak ada perang, maka lompat batu hanya dipertunjukkan untuk menyambut tamu, dan sebagai wisata andalan Pulau Nias.

Mari mendengar Kitab Suci,
Lukas 2:41-52,

Tiap–tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah. Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu. Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui oleh orang tua-Nya. Karena mereka menyangka bahwa Ia ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah
mereka sehari perjalanan jauhnya, lalu mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan mereka. Karena mereka tidak menemukan Dia, kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia. Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia
di Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan  kepada mereka. Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasannya dan segala jawab
yang diberikan-Nya. Dan ketika orangtua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: “Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau.” Jawab-Nya kepada mereka: “Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam Rumah Bapa-Ku?” tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka. Lalu ia pulang bersama-sama mereka ke Nasaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan Ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya. Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.

RANGKUMAN :

  • Setiap suku atau daerah mempunyai tradisi yang berbeda.
  • Semua tradisi yang kita miliki merupakan kekayaan bangsa yang sangat membanggakan dan semua merupakan anugerah Tuhan.
  • Kita harus menjaga, melestarikan sekaligus menghormati tradisi –tradisi yang ada dalam masyarakat Indonesia.
  • Yesus sejak dari kecil dididik oleh orang tua-Nya dalam tradisi atau adat istiadat agama Yahudi.
  • Yesus pada umur 12 tahun diajak oleh Yusuf dan Maria untuk merayakan hari Paskah di Yerusalem.
  • Dalam masyarakat Indonesia terdapat enam agama yang diakui yakni: agama Islam, agama Katolik, agama Kristen, agama Budha, agama Hindu, dan agama Kong Hu Cu.
  • Semua agama percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa, pencipta manusia dan alam semesta.
  • Walaupun berbeda-beda keyakinan, kita tetap satu umat Tuhan yang hidup di bumi Indonesia tercinta.
  • Sebagai murid Yesus, kita diajarkan untuk saling memperhatikan, saling mengasihi, saling menjaga agar hidup bahagia dan sejahtera.

Renungkan : “ Sudahkah aku menghormati teman yang berbeda tradisi dan agama?

Untuk diingat : Semua tradisi yang kita miliki merupakan kekayaan bangsa yang sangat membanggakan dan semua merupakan anugerah Tuhan.

Mari berdiskusi dalam kelompok tentang hari raya agama-agama di Indonesia dan apa yang kamu lakukan apabila ada teman yang merayakan hari raya
keagamaannya?

6 Agama di Indonesia ; Berikut ini adalah 6 (enam) Agama yang diakui di Indonesia :

Agama Islam.
Nama Kitab Suci : Al-Qur’an.
Nama Pembawa : Nabi Muhammad SAW.
Permulaan : Sekitar 1400 tahun yang lalu
Tempat Ibadah : Masjid.
Hari Besar Keagamaan : Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Idul Adha, Tahun Baru Hijrah, Isra’ Mi’raj.

Agama Kristen Protestan.
Nama Kitab Suci : Alkitab.
Nama Pembawa : Yesus Kristus.
Permulaan : Sekitar 2000 tahun yang lalu.
Tempat Ibadah : Gereja.
Hari Besar Keagamaan : Hari Natal, Hari Jumat Agung, Hari Paskah, Kenaikan Isa Almasih.

Agama Katolik.
Nama Kitab Suci : Alkitab.
Nama Pembawa : Yesus Kristus.
Permulaan : Sekitar 2000 tahun yang lalu.
Tempat Ibadah : Gereja.
Hari Besar Keagamaan : Hari Natal, Hari Jumat Agung, Hari Paskah, Kenaikan Isa Almasih.

Agama Hindu.
Nama Kitab Suci : Weda.
Permulaan : Sekitar 3000 tahun yang lalu.
Tempat Ibadah : Pura.
Hari Besar Keagamaan : Hari Nyepi, Hari Saraswati, Hari Pagerwesi.

 

Agama Buddha.
Nama Kitab Suci : Tri Pitaka.
Nama Pembawa : Siddharta Gautama.
Permulaan : Sekitar 2500 tahun yang lalu.
Tempat Ibadah : Vihara.
Hari Besar Keagamaan : Hari Waisak, Hari Asadha, Hari Kathina.

 

Agama Kong Hu Cu.
Nama Kitab Suci : Si Shu Wu Ching.
Nama Pembawa : Kong Hu Cu.
Permulaan : Sekitar 2500 tahun yang lalu.
Tempat Ibadah : Li Tang / Klenteng.
Hari Besar Keagamaan : Tahun Baru Imlek, Cap Go Meh.

 

C. Melestarikan Lingkungan Alam.

Mari berdoa :
Bapa yang Mahabaik. Engkau telah menyerahkan alam yang indah ini kepada kami untuk dijaga dan dikembangkan demi kabaikan kami. Terima kasih Tuhan atas karunia-Mu yang sangat indah dan berguna bagi kami. Amin.

Mari bernyanyi : 
Allah Mahakuasa, pencipta alam semesta,
Bapa yang Mahamurah, penyelenggara hidup kami,
Terimalah pujian, sembah syukur umat-Mu.
Seluruh jagat raya dan segala makhluk hidup
Bersama isi surga, bersujud dihadirat-Mu
Puji keagungan-Mu dan luhurkan nama-Mu.
Berkatilah, ya Bapa, negara dan bangsa kami
Jauhkanlah bencana dari keluarga kami,
Berilah kemakmuran, damai dan keadilan.

 

Mari mendengar cerita.

Desa Kopisan adalah desa yang sangat indah dan subur. Seluruh desa kelihatan hijau karena ditumbuhi berbagai tanaman dan pohon-pohon yang rindang. Setiap pagi terdengar kicauan burung. Penduduk desa menanam berbagai jenis sayur
untuk dijual ke kota. Di desa itu terdapat sebuah bukit dan di kaki bukit terdapat mata air yang menjadi sumber air bagi masyarakat. Pada musim kemarau mata air tersebut juga sangat membantu orang kota, karena mereka mengambil air di desa
tersebut.

Keadaan desa berubah beberapa tahun ini. Sayur yang ditanam banyak yang tidak bisa di panen, sehingga masyarakat tidak cukup membiayai kehidupan keluarga. Burung-burung tidak terdengar lagi kicauannya. Yang terdengar hanya suara
palsu burung yang direkam untuk memancing burung walet agar hinggap di rumah yang telah disiapkan. Mata air yang dulu tidak pernah berhenti mengalir, sekarang justru kering dan masyarakat mengalami kesulitan air pada musim kemarau.
Mengapa hal ini terjadi? Ternyata masyarakat mulai menebang pohon-pohon untuk di jual kepada pedagang-pedagang kayu dan mereka menjadi malas untuk mengurus kebun yang mereka miliki. Akhirnya desa itu menjadi gersang.

 

BACAAN INJIL : Kejadian 1:1-2:4.
Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong, hanya ada air di mana-mana. Seluruh permukaan bumi gelap. Maka berfirmanlah, “Jadilah terang.” Setelah itu Allah memisahkan terang dan gelap. Lalu
Allah menamakan terang itu siang dan gelap itu malam. Itulah hari pertama Allah mencipta.
Pada hari kedua, berfirmanlah Allah, “Jadilah cakrawala” maka tidak lama kemudian muncullah cakrawala dan Tuhan memisahkan air yang di bawah cakrawala itu dari air yang ada di bawahnya. Pada hari ketiga, Allah berfirman lagi, “Berkumpullah air pada satu tempat.” Lalu Allah menamai tanah yang kering itu darat dan kumpulan air itu dinamainya laut. Setelah itu Allah berfirman lagi, “Hendaknya tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon yang menghasilkan buah, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi. Maka tumbuhlah dari tanah itu bermacam-macam tumbuhan.
Hari keempat, berfirmanlah Allah, “Jadilah benda-benda penerang di cakrawala untuk memisahkan siang dan malam.” Maka jadilah matahari untuk menerangi siang, dan bulan untuk menerangi malam. Allah melihat semuanya itu baik.
Hari kelima, Allah berfirman lagi, “Hendaklah ikan berenang dalam air dan burung-burung berterbangan di atas bumi.”
Kemudian Allah memberkati ikan-ikan dan burung-burung itu supaya mereka berkembang biak dan menjadi banyak. Allah melihat semuanya itu baik.
Hari keenam, berfirmanlah Allah, “Hendaklah dari bumi muncul ternak dan binatang-binatang liar dan melata.” Maka muncullah kambing, domba, sapi, kerbau, kuda, kemudian muncul lagi singa, harimau, kucing, anjing, gajah, ular dan lainlain.
Setelah itu Allah berfirman, “Baiklah kita jadikan manusia menurut rupa Kita, supaya mereka menguasai segala ikan di laut, burung-burung di udara dan semua binatang.” Maka Allah menciptakan manusia laki-laki dan perempuan menurut
rupa Allah sendiri. Kepada manusia itu Allah bersabda, “beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah muka bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut, burung-burung di udara dan atas segala binatang jinak maupun
liar.” Maka jadilah demikian. Allah melihat semuanya itu baik. Demikianlah Allah menciptakan dunia dengan segala isinya. Pada hari ketujuh Allah berhenti mencipta dan beristirahat. Hari itu disebut hari Tuhan bagi manusia. Semua orang berkumpul
untuk memuliakan Tuhan.

 

MENDENGAR CERITA :

Santo Fransiskus Asisi.

Pada waktu itu di kota Gubbio hiduplah seekor serigala yang amat besar, mengerikan, dan ganas. Serigala itu tidak saja memakan binatang-binatang, tetapi juga manusia. Semua penduduk kota hidup dalam ketakutan dan tidak berani pergi
sendirian. Melihat situasi yang demikian Fransiskus merasa kasihan, sehingga ia mendamaikan serigala itu dengan penduduk kota Gubbio, sekalipun mereka melarangnya pergi.

Ketika Fransiskus memasuki daerah serigala itu bersama-sama sahabatnya, ia membuat tanda salib dan menaruh kepercayaan sepenuh-penuhnya pada Tuhan. Ketika saudara-saudara lain tidak mau pergi mendekati serigala itu, Fransiskus
berjalan terus menuju tempat serigala itu bersarang. Ketika serigala itu melihat Fransiskus, maka ia pun menyerbu kearahnya dengan cakar terbuka. Ketika serigala itu mendekat, Fransiskus membuat tanda salib di atasnya dan menyapanya, “kemarilah, saudara serigala. Demi nama Kristus aku memerintahkan kamu jangan menyerang aku.” Anehnya begitu Fransiskus membuat tanda salib, serigala yang ganaspun tunduk. Ia menaati Fransiskus. Serigala itu lalu membaringkan diri di kaki Fransiskus dengan lembut seperti seekor anak domba.
Fransiskus lalu mengajak serigala itu membuat suatu perjanjian dengan penduduk kota Gubbio. Dari pihak serigala, ia harus berjanji bahwa ia tidak akan mengganggu dan melakukan kejahatan dengan penduduk kota Gubbio lagi. Dari pihak penduduk Gubbio, mereka berjanji akan menyediakan makanan yang dibutuhkan serigala itu setiap hari. Dan sebagai jaminan bahwa perjanjian itu akan dilaksanakan dan ditepati, maka Fransiskus mengulurkan tangannya, dan serigala itu mengangkat kaki depannya dan menempatkannya dengan lembut ke dalam tangan Fransiskus, sebagai bukti kesetiaannya.

Mari Berdiskusi : Apa yang dapat diteladani dari cara hidup Santo Fransisikus Asisi dan bagaimana cara melestarikan lingkungan alam ini?

Rangkuman :

  • Tuhan menciptakan dunia dan segala isinya dalam keadaan baik.
  • Manusia mempunyai akal budi sehingga dapat berpikir dan mempunyai kemampuan untuk melestarikan ciptaan Tuhan yang indah.
  • Santo Fransiskus Asisi menjadi teladan dalam pelestarian lingkungan.
  • kita melibatkan diri untuk ambil bagian menata lingkungan sehingga menjadi tempat yang nyaman untuk ditempati.

Renungkan : Sudahkah aku melestarikan alam ciptaan Tuhan?

Untuk diingat : Manusia mempunyai akal budi sehingga dapat berpikir dan mempunyai kemampuan untuk melestarikan ciptaan Tuhan yang indah.

 

Mari berdoa :

Puji Tuhan Pencipta.
Pujilah Tuhan di surga.
Pujilah Tuhan, hai matahari dan bulan.
Pujilah Dia hai segala binatang.
Pujilah Dia hai langit yang mengatasi segala langit.
Dia mendirikan semua untuk seterusnya dan selamanya.
Dia memberi ketetapan yang tak dapat dilanggar.
Pujilah Tuhan di bumi.
Hai segenap samudra raya.
Pujilah Tuhan, hai api dan hujan es, salju, dan laut.
Pujilah Tuhan, hai gunung dan segala bukit.
Segala pohon buah-buahan.
Pujilah Tuhan, hai hewan dan burung bernyanyi.
Pujilah Tuhan, hai raja dan pemimpin.
Hai orangtua, hai kaum muda dan anak-anak.
Marilah kita memuji Tuhan.
Pencipta segala yang ada dan yang hidup di bumi. Amin.

 

Glosarium

  • Bait Allah : tempat ibadah orang Yahudi, terletak di kota Yerusalem.
  • Bertobat : menyesal dan berniat hendak memperbaiki perbuatan yang salah.
  • Dosa : keadaan atau situasi seseorang jauh atau terpisah dari Allah karena melanggar ketentuan atau kehendak Allah.
  • Dusun : Desa
  • Farisi : suatu golongan dari para rabi dan ahli Taurat yang sangat  berpengaruh. Mereka berpegang pada Taurat Musa dan pada adat istiadat
    nenek moyang. Seluruh hukum dan peraturan mereka taati secara mutlak.
  • Hidup Kristiani : hidup orang yang mengikuti teladan hidup Yesus Kristus.
  • Iman : sikap sungguh percaya pada Allah.
  • Liturgi : Ibadat resmi Gereja.
  • Minyak krisma : minyak yang digunakan pada penerimaan Sakramen Krisma; minyak zaitun yang telah diberkati oleh uskup menjadi tanda dan sarana penguatan oleh Roh Kudus.
  • Pemungut cukai : petugas pajak, dan merupakan salah satu jenis pekerjaan di masyarakat Yahudi waktu itu.
  • Tabernakel : tempat untuk menyimpan Hosti Kudus.