Arsip Kategori: SD4 IPS

SD4 – IPS – Menghargai Keragaman Suku Bangsa dan Budaya

SD4 – IPS – Menghargai Keragaman Suku Bangsa dan Budaya.

A. Pendahuluan.

Kamu mengenal tetangga-tetangga yang tinggal di RT-mu, bukan? Suku bangsa apa saja yang menjadi warga RT-mu? Tentu warga RT-mu tidak hanya berasal dari satu suku bangsa.

Masyarakat Indonesia terdiri dari beragam suku bangsa. Keragaman ini kita alami dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, warga RT terdiri dari beberapa suku bangsa. RT ini menjadi cermin keadaan negara kita. Bangsa Indonesia terdiri dari bermacam-macam suku bangsa. Menurut ahli-ahli antropologi, ada sekitar tiga ratus kelompok suku bangsa di Indonesia.

Dalam bab ini kita akan membahas keragaman suku bangsa dan budaya. Setelah mempelajari bab ini diharapkan kamu mampu:

  1. menyebutkan macam-macam suku bangsa dan budaya di kabupaten dan provinsi,
  2. menjelaskan bentuk keanekaragaman bangsa Indon esia,
  3. menjelaskan pentingny a menjaga persatuan dalam keragaman,
  4. bersikap menghargai keragaman suku bangsa dan budaya dalam masyarakat.

 

B. Keragaman Suku Bangsa dan Budaya Setempat.

Dalam mengerjakan kegiatan di atas, mungkin kamu akan menuliskan beberapa suku bangsa. Mungkin juga kamu menuliskan nama- nama yang asing. Nama-nama itu tidak ada dalam tradisi keluargamu. Apa yang dapat kamu pelajari dari kegiatan di atas?

Kegiatan di atas menunjukkan ada keragaman suku bangsa di sekitar kita. Mari kita mulai dari ruang kelas. Ada berapa siswa di kelasmu? Mungkin jumlah siswa di kelasmu tidak lebih dari 40 anak. Tapi di sana ada keragaman. Mungkin ada temanmu yang berasal dari Sumatera. Dia dari suku Melayu. Mungkin ada juga dari suku Batak. Ada juga temanmu dari Bali. Ada yang datang dari suku Bugis, Dayak, Ambon, atau Papua. Kamu bersama-sama ada di kelas dan belajar bersama.

Di lingkungan rumahmu juga demikian. Mungkin tetanggamu berasal dari suku Batak atau Jawa. Mungkin tetanggamu berasal dari suku Melayu, Ambon, Flores, dan seterusnya. Orang tuamu dan mereka semua tinggal sebagai anggota masyarakat, bergaul bersama secara aman dan damai.

Sekarang, mari kita pelajari keragaman suku bangsa dan budaya di wilayah provinsi atau kabupaten. Kita akan mengambil contoh keragaman suku bangsa dan budaya di Provinsi DKI Jakarta.

Jakarta menjadi pusat pemerintahan dan perekono mian Indon esia. Banyak orang dari segala penjuru tanah air hijrah ke Jakarta. Mereka mengadu nasib di Ibu kota. Akhirny a, Jakarta menjadi kota padat penduduk. Pada tahun 2006 tercatat penduduk DKI Jakarta berjumlah 7.512.323. Warga Jakarta terdiri dari beragam suku bangsa. Mereka juga memiliki bermacam-macam kebudayaan. Mari kita pelajari bentuk-bentuk keragaman di Provinsi DKI Jakarta.

1. Keragaman suku bangsa di Provinsi DKI Jakarta.

Pada awalnya, Jakarta dihuni oleh orang-orang Sunda, Jawa, Bali, Melayu, Maluku, dan beberapa suku lain. Selain itu, ada ju- ga orang-orang Cina, Portugis, Belanda, Arab, dan India. Suku yang dianggap sebagai penduduk asli Jakarta adalah suku Betawi. Suku Betawi merupakan hasil perpaduan antar etnis dan bangsa di masa lalu.

Saat ini, suku bangsa yang ada lebih banyak lagi. Jakarta menjadi miniatur Indon esia. Hampir semua suku bangsa yang ada di Indon esia kita jumpai di Jakarta. Berdasarkan data Sensus Penduduk 2000, suku Jawa merupakan suku terbesar disusul su- ku Betawi, dan suku Sunda. Selain itu masih ada orang Aceh, Batak, Minang (Padang), Madura, Bali, Makasar, Flores, Ambon, dan lain-lain.

2. Keragaman bahasa di Provinsi DKI Jakarta.

Bahasa resmi yang digunakan di Jakarta adalah Bahasa Indo- nesia. Bahasa percakapan sehari-hari adalah Bahasa Indon esia dialek Betawi. Bahasa daerah juga digunakan oleh kelompok pen- duduk yang berasal dari daerah lain. Misalnya saja bahasa Jawa bahasa Sunda, bahasa Minang, bahasa Batak, bahasa Madura, bahasa Bugis, dan bahasa Tionghoa.

3. Keragaman agama dan kepercayaan di Provinsi DKI Jakarta.

Agama yang dipeluk penduduk Jakarta cukup beragam. Berikut ini jumlah penganut agama berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2000.
a. Penganut agama Islam (85,75 persen)
b. Kristen Protestan (6 persen),
c. Katolik (4,03 persen),
d. Budha (3,75 persen),
e. Hindu (0,13 persen).

Berbagai tempat peribadatan dijumpai di Jakarta. Antara lain masjid, gereja, pura, vihara, dan kelenteng. Di Jakarta juga ada satu sinagoga. Sinagoga adalah tempat ibadah penganut agama Yahudi. Sinagoga itu digunakan oleh pekerja-pekerja asing yang menganut agama Yahudi. Beberapa tempat ibadah yang ada di wilayah DKI Jakarta. Masjid Istiglal, Gereja Katedral, Pura Adhitya Jaya di Rawa Mangun, dan Wihara Arya Dwipa Arama.

4. Keragaman tradisi dan seni budaya di Provinsi DKI Jakarta.

Ada bermacam-macam upacara adat yang dilakukan oleh ma- syarakat Jakarta. Orang-orang Betawi melakukan upacara sela- matan nuju bulanin atau kekeba, upacara kerik tangan, khitanan (pengantin sunat), khatam Qur’an (pengantin tamat), ngelancong, dan upacara perkawinan. Suku-suku lain yang tinggal di Jakarta juga sering melakukan upacara adat masing-masing.
Kesenian tradisional yang yang dijumpai di Jakarta juga ber- macam-macam. Kesenian tradisional masyarakat Betawi antara lain sebagai berikut.

Dua contoh kesenian daerah Betawi, tari Cokek (kiri) dan musik tanjidor (kanan).

  • a. Tari Topeng, Ondel-Ondel, Sambrah, Cokek, Doger dan Ogel, Sembah Nyai, Sirih Kuning dan sebagainya.
  • b. Musik tanjidor, kroncong, gambus, rebana, dan gambang kro- mong.
  • c. Pertunjukan lenong, wayang sumedar, wayang senggol, dan wayang dermuluk.
  • d. Lagu daerah Kicir-Kicir, Jali-Jali, Lenggang Kangkung, Burung Putih, Pulo Angsa Dua, Sirih Kuning, dan Cik Minah.

Selain itu, sering juga ditampilkan kesenian tradisional suku- suku lain. Misalnya, pertunjukan wayang kulit dan kuda lumping (Jawa), wayang golek (Sunda), dan barongsai (Tiongho wa).

C. Bentuk-bentuk Keragaman di Indonesia.

Coba sekarang kamu perhatikan peta Indonesia berikut ini! Dapat- kah kamu menghitung pulau-pulau yang ada di peta tersebut?

Sesungguhnya, banyak sekali pulau yang tidak tergambar dalam peta di atas. Negara kita terdiri dari ribuan pulau. Menurut catatan, di Indonesia terdapat 17.508 pulau. Sebanyak 11.808 pulau (67%) belum diketahui namanya. Jadi yang dikenal namanya baru 33% atau 5.700 pulau. Ada pulau yang besar dan ada juga yang kecil. Pulau-pulau itu membentang dari Sabang sampai Merauke. Karena itu, negara kita disebut negara kepulauan. Mengapa disebut negara kepulauan? Karena negara kita terdiri dari banyak pulau.
Banyaknya jumlah pulau menjadi kekayaan bangsa Indonesia. Akibat keadaan ini masyarakat Indon esia sangat beragam. Mari kita bahas bentuk-bentuk keragaman yang ada di tanah air kita.

1. Keragaman suku bangsa.

Sekarang kita akan mengenal berbagai macam suku bangsa yang ada di lingkungan kita. Yang dimaksud dengan lingkungan kita di si- ni adalah tetangga-tetangga kita di rumah dan di sekolah. Kita mau belajar dari pengalaman Adi.

Adi adalah murid SD Nusa Bangsa. Ayah Adi bernama Pak Basuki. Ibunya bernama Ibu Dewi. Keluarga Adi tinggal di sebuah perumahan di Jakarta Selatan. Ayah dan ibu Adi berasal dari Yogyakarta. Jadi keluarga Adi adalah orang Jawa.

Di perumahan itu, keluarga Adi tidak tinggal sendirian. Ada banyak keluarga lain tinggal di perumahan itu. Di sebelah kanan rumah Adi, tinggal keluarga Pak Simbolon. Di sebelah kiri rumah Adi, tinggal ke- luarga Pak Thomas Watimena. Di depan rumah Adi adalah rumah keluarga Pak Atep Sujana. Di sebelah rumah Pak Atep adalah rumah keluarga Pak Rojali. Di sebelah kiri rumah Pak Rojali adalah rumah Pak Nurdin Malarangeng. Di perumahan itu ada juga Pak Nyoman Ray Sukiartha, Pak Yoseph Ricardo Mandagi, Pak Liem Swie King, Pak Anton Belau, dan Pak Tengku Riyan. Ada juga tetangga Adi yang berasal dari India, namanya Pak Gandhi Kapoor. Mereka semua adalah tetangga-tetangga Adi.

Dari nama-namanya, kita bisa menduga berasal dari suku apa tetangga-tetangga Adi. Pak Anton Simbolon berasal dari Sumatera Utara. Simbolon adalah salah satu nama marga suku Batak. Pak Sa- muel Watimena berasal dari Maluku. Pak Atep Sujana berasal dari Subang, Jawa Barat. Pak Rojali berasal dari Betawi. Pak Nurdin Ma- larangeng berasal dari Makasar, Sulawesi Selatan. Pak Nyoman Ray Sukiartha berasal dari Bali. Pak Yoseph Ricardo Mandagi berasal dari Minahasa, Sulawesi Utara. Pak Liem Swie King berasal dari suku Tiongho a. Pak Anton Belau berasal dari Papua. Pak Tengku Riyan berasal dari Aceh.

Meskipun dari berbagai suku bangsa, mereka hidup rukun sebagai tetangga. Mereka dapat bekerja sama dan saling membantu. Itulah pengalaman Adi tinggal bersama dengan tetangga-tetangga yang berasal dari berbagai macam suku bangsa.

Lingkungan tempat tinggal Adi mencerminkan keadaan bangsa kita. Bangsa kita terdiri dari bermacam-macam suku bangsa. Di In- donesia ini terdapat lebih dari 300 kelompok suku bangsa. Dalam satu pulau saja, ada berberapa suku bangsa. Dapatkah kamu me- nyebutkan suku-suku bangsa yang tinggal di Indon esia. Berikut ini contoh suku bangsa yang ada di Indonesia.

1 Suku bangsa Aceh.
2 Suku bangsa Batak.
3 Suku Bangsa Minangkabau.
4 Suku bangsa Melayu.
5 Suku bangsa Kubu.
6 Suku bangsa Betawi.
7 Suku bangsa Sunda.
8 Suku bangsa Banten.
9 Suku bangsa Baduy.
10 Suku bangsa Jawa.
11 Suku bangsa Madura.
12 Suku bangsa Tengger.
13 Suku bangsa Bali.
14 Suku bangsa Sasak.
15 Suku bangsa Sumba.
16 Suku bangsa Bima.
17 Suku bangsa Manggarai.
18 Suku bangsa Bajawa.
19 Suku bangsa Ende.
20 Suku bangsa Rote.
21 Suku bangsa Dayak.
22 Suku bangsa Banjar.
23 Suku bangsa Minahasa.
24 Suku bangsa Bugis.
25 Suku bangsa Toraja.
26 Suku bangsa Ambon.
27 Suku bangsa Ternate.
28 Suku bangsa Papua.

Suku-suku bangsa yang disebutkan di atas baru sebagian kecil saja. Masih banyak suku bangsa lain yang belum disebut. Coba kamu tambahkan sendiri nama-nama suku bangsa yang belum disebut di sini!

2. Keragaman budaya.

Kita sudah mempelajari keragaman suku bangsa di Indonesia. Tiap suku bangsa memiliki adat istiadat dan budaya sendiri . Budaya dan adat istiadat daerah dapat kita jumpai dalam hidup sehari-hari. Maka terbentuklah bermacam-macam adat istiadat dan budaya sendiri. Mari kita bahas bentuk-bentuk keragaman budaya bangsa Indo- nesia dalam aspek-aspek berikut.

a. Bahasa daerah.

Setiap suku bangsa mempunyai bahasa daerah yang khas. Ada bahasa Jawa, bahasa Minangkabau, bahasa Sunda, bahasa Batak, bahasa Madura, dan sebagainya.

b. Adat istiadatnya.

Ada bermacam-macam adat istiadat. Contohnya upacara adat yang dipakai waktu orang menikah, waktu orang melahirkan, waktu orang meninggal, dan masih banyak lagi yang lainnya. Kadang-kadang, upacara-upacara ini dipadukan dalam agama yang dianut masyarakat. Meskipun berbeda-beda, adat istiadat ini menunjukkan kekayaan budaya yang sangat indah yang dimiliki bangsa Indonesia.

Tiga contoh upacara adat : Upacara penerimaan menjadi anggota suku Asmat,
upacara potong gigi suku Bali, dan upacara ruwatan (suku Jawa).

Bagaimana dengan adat istiadat di daerahmu?

Upacara penerimaan menjadi anggota suku Asmat (kiri), upacara potong gigi suku Bali (tengah), dan upacara ruwatan (suku Jawa).

Bagaimana upacara perkawinan atau kematian di daerahmu. Bagai- mana masyarakat di daerahmu menyambut kelahiran bayi, me- nyelenggarakan upacara pemotongan rambut bayi, sunatan, dan sebagainya? Coba ceritakan semuanya ini kepada teman-temanmu.

 

c. Bentuk rumah adat.

Bentuk rumah suku-suku bangsa yang ada di Indonesia juga bermacam-macam. Misalnya:
❖ Rumah adat Sumatera Barat disebut rumah gadang.
❖ Rumah adat Jawa Tengah dan Yogyakarta disebut rumah joglo.
❖ Rumah adat Sulawesi Utara disebut rumah pewaris.
❖ Rumah adat suku Toraja disebut rumah tongkanan.
❖ Rumah betang di Kalimantan Tengah.
❖ Rumah lobo di Sulawesi Tengah.
Dua contoh rumah adat, rumah lobo di Sulawesi Tengah (kiri) dan rumah betang di Kalimantan Tengah (kanan).

d. Kesenian daerah
Ada bermacam-macam kesenian daerah, misalnya alat musik, tarian, lagu, dan seni pertunjukan. Berikut ini beberapa contoh alat musik daerah.
❖ Alat musik gamelan (Jawa).
❖ Alat musik kolintang (Minahasa).
❖ Alat musik calung dan angklung (Jawa Barat).
❖ Alat musik sasando (Kupang).
❖ Alat musik gambang kromong (Betawi).

Contoh bentuk kesenian daerah, tarian dari Minang Kabau  dan drama-tari Prembon dari Bali .

 

e. Pakaian adat.

Selain fungsi utamanya sebagai penutup tubuh, pakaian juga menunjukkan budaya suatu daerah. Berbagai suku bangsa memiliki pakaian tradisionalnya sendiri .

 

f. Senjata tradisional,
Setiap daerah mempunyai senjata tradisionalnya sendiri -sendiri .
Misalnya:
❖ Badik, golok, trisula, keris, dan tombak sering dipakai orang Betawi.
❖ Rencong adalah senjata tradisional dari Aceh.
❖ Kujang adalah senjata tradisional dari Jawa Barat.
❖ Keris adalah senjata tradisional dari Jawa.

g. Makanan khas daerah,

❖ Makanan khas orang Betawi antara lain gado-gado, ketoprak, nasi uduk, dan kerak telor.
❖ Masyarakat Maluku memiliki makanan khas yang disebut dabu- dabu sesi.
❖ Masyarakat Yogyakarta memiliki makanan khas yang disebut gudeg.
❖ Masyarakat Palembang memiliki makanan khas yang disebut pempek.
❖ Masyarakat Sumatera Barat memiliki makanan khas yang disebut rendang.

 

h. Lagu-lagu daerah,
Setiap daerah di nusantara ini memiliki berbagai lagu tradisional.
Misalnya:
❖ Gambang Suling dan Ilir-ilir dari Jawa Tengah.
❖ Bubuy Bulan adalah lagu tradisional dari Jawa Barat.
❖ Injit-injit Semut adalah lagu tradisional dari Jambi.
❖ Sapu Tangan Bapuncu adalah lagu tradisional dari Kalimantan Selatan.
❖ Soleram adalah lagu tradisional dari Riau.
❖ Ampar-ampar Pisang dari Kalimantan Selatan.
❖ Kalayar dan Tumpi Wayu dari Kalimantan Tengah.
❖ Angin Mamiri dari Sulawesi Selatan.
❖ Apuse dan Yamko Rambe Yamko dari Papua
❖ Bungeng Jeumpa dari Nangroe Aceh Darussalam.
❖ Burung Tentiana dan O Ulate dari Maluku.
❖ Sinanggar Tulo dari Sumatera Utara.
❖ Kicir-kicir dan Keroncong Kemayoran dari Jakarta.

 

3. Penyebab Keragaman Suku dan Budaya.

Masyarakat kita adalah masyarakat yang majemuk. Disebut masyarakat majemuk karena masyarakat kita berasal dari berbagai macam suku, agama, ras, dan budaya. Di daerah kita, kita bisa menemukan beberapa suku bangsa yang ada di Indon esia. Apa yang menyebabkan masyarakat menjadi masyarakat yang beragam? Masyarakat menjadi beragam karena orang-orang dari berbagai dae- rah di Indon esia datang dan menetap di suatu tempat. Mereka mem- bawa kebudayaan dan adat istiadat mereka ke tempat tinggal mereka yang baru.

Hal-hal yang menyebabkan keragaman budaya di suatu daerah antara lain adalah:

1. Agama.

Agama yang dianut warga masyarakat di antaranya adalah Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Selain agama-agama ini, masih banyak lagi aliran kepercayaan.

2. Adat istiadat.
Karena masyarakat suatu daerah terdiri dari penduduk asli dan pendatang, maka adat istiadatnya pun beraneka macam.
3. Tingkat pendidikan.
Warga masyarakat ada yang lulusan Perguruan Tinggi, SLTA, SLTP, SD. Tetapi ada juga yang tidak sekolah. Akibatnya masih ada yang buta huruf.
4. Macam-macam jenis pekerjaan.
Ada orang yang bekerja sebagai pegawai negeri, pegawai swas- ta, pedagang, pelaut, petani, buruh pabrik, pemulung. Tetapi ada juga yang pengangguran.

 

D. Pentingnya Menjaga Persatuan dalam Keberagaman.

Kamu sudah mempelajari beberapa bentuk keragaman bangsa Indonesia. Dalam keadaan serba beragam itu, kita harus menjaga persatuan. Mengapa persatuan penting bagi bangsa kita? Mari kita memulai membahasnya dengan kegiatan berikut!

Kapan biasanya lomba panjat pinang seperti itu dilakukan?
Apa saja aturan yang berlaku dalam lomba panjat pinang?
Apa kesulitan yang dihadapi peserta lomba?

Apa yang harus dilakukan peserta agar berhasil mendapatkan hadiah?
Bagaimana perasaan peserta jika bisa mencapai puncak?

Kamu pernah menonton lomba panjat pinang, bukan? Lomba tersebut biasa diadakan pada perayaan HUT Kemerdekaan RI. Kita bisa belajar arti persatuan dari lomba panjat pinang. Apa hikmah yang dapat kita petik? Berikut ini uraiannya.

Peserta lomba akan mendapatkan hadiah jika bisa mencapai pun- cak. Namun, untuk mencapainya tidak mudah. Batang pinang sangat licin karena dilumuri minyak oli. Peserta harus berjuang mati-matian untuk mendapatkan hadiah. Ini berarti untuk mencapai tujuan diper- lukan perjuangan.

Peserta lomba dibagi dalam beberapa kelompok. Anggota ke- lompok belum tentu dari golongan yang sama. Mungkin suku, agama, pekerjaan, dan RT mereka berbeda-beda. Tapi tujuan mereka sama, mencapai puncak dan mendapatkan hadiah. Bangsa Indon esia juga demikian. Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa. Namun, bangsa Indon esia mempunyai tujuan yang sama. Tujuannya adalah menciptakan masyarakat adil dan makmur.

Kelompok mana yang bisa memenangkan lomba panjat pinang? Biasanya kelompok yang bersatu dan bekerja sama. Mereka bersatu untuk mencapai puncak dan mendapatkan hadiah. Mereka bekerja sama dan mengatur peran. Dengan cara tersebut kelompok bisa mencapai puncak.

Dari sana kita bisa mengerti arti penting persatuan. Dengan persatuan kita bisa kuat. Dengan persatuan dan kerja sama kita bisa mencapai tujuan. Ini sesuai dengan peribahasa “ bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.” Bang- sa Indonesia juga bisa kuat dan ja- ya jika bersatu. Namun jika tidak bersatu, kita akan lemah.

“Bhinneka Tunggal Ika”. Ingat semboyan itu? Kita bisa menemukan semboyan itu di kaki burung Garuda Pancasila. Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan negara kita. Apa arti semboyan Bhinneka Ika berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. Mengapa semboyan itu dipilih oleh para pendiri negara kita? Semboyan itu sesuai dengan ke- adaan bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia dari berbagai suku bangsa. Akan tetapi, bangsa Indonesia merupakan satu kesatuan.

Kalimat “Bhinneka Tunggal Ika” pertama kali dikemukakan oleh Mpu Tantular dalam Kitab Sutasoma. Kata bhinneka berarti beraneka ragam. Kata tunggal berarti satu. Dan kata ika berarti itu. Demikianlah, kata bhinneka tunggal ika berarti beragam atau beranekaragam itu satu. Kalimat ini kemudian dijadikan semboyan negara Republik Indonesia.

E. Menghargai Keragaman Suku Bangsa dan Budaya dalam Hidup Bermasyarakat.

Seperti yang sudah kamu pelajari, masyarakat Indon esia sangat beragam. Ada banyak suku, bangsa, bahasa, adat-istiadat, dan ke- senian di Indonesia. Apakah karena perbedaan-perbedaan itu kita harus saling bermusuhan? Bagaimana seharusnya kita menyikapi semua bentuk keanekaragaman ini?

Masih ingat lomba panjat pinang di depan. Apa yang terjadi jika kelompok yang ikut lomba tidak bersatu? Pasti mereka gagal men- capai tujuan, yakni kemenangan. Hadiah pasti tidak mereka terima. Sebagai bangsa yang beragam, kita juga harus bersatu. Dengan ber- satu kita bisa mencapai tujuan. Tujuan yang ingin kita capai adalah ma- syarakat adil dan makmur. Kita ingin mencapai kesejahteraan hidup secara bersama.

Bagaimana kita bisa bersatu sementara kita berbeda-beda? Kita bisa bersatu kalau kita saling menghargai. Kita juga harus berani menerima perbedaan.
Bagaimana cara menghargai keragaman suku bangsa dan budaya? Caranya antara lain sebagai berikut.
1. Menerima dan menghargai suku, agama, budaya, dan adat istiadat orang lain.
2. Ikut memelihara, melestarikan, dan mengembangkan tradisi dan budaya yang ada dalam masyarakat.
3. Melakukan dialog antarsuku, agama, dan golongan. Dialog ini dapat mengurangi rasa saling curiga dan permusuhan.
4. Tidak menganggap suku sendiri yang paling baik dan suku yang lain jelek.
5. Tidak meremehkan dan menghina adat istiadat, kebiasaan, dan hasil kesenian suku bangsa lain.
6. Menghor mati suku, agama, budaya, dan adat istiadat orang lain.
7. Kalau menjadi pemimpin masyarakat, kita harus melindungi semua golongan yang ada dalam masyarakat.

Kelompok wayang orang anak sedang pentas. Melestarikan seni budaya termasuk sikap menghargai keragaman budaya.

RANGKUMAN.

Masyarakat Indonesia beragam suku bangsa dan budayanya. Kita ambil contoh masyarakat Jakarta. Kita bisa menjumpai bermacam-macam suku bangsa di Jakarta. Kota Jakarta menjadi miniatur Indonesia

Bentuk keragaman masyarakat Indon esia bisa kita lihat dalam dua kelompok besar, yaitu keragaman suku bangsa dan budaya.

  • 1. Ada banyak sekali suku bangsa di Indonesia, antara lain Jawa, Sunda, Madura, Batak, Aceh, Ambon, dan Dayak.
  • 2. Bentuk keragaman budaya antara lain bermacam-macam bahasa daerah, adat istiadat, hasil kesenian, bentuk rumah, sen- jata tradisional, dan makanan khas daerah.

Faktor-faktor penyebab terjadinya keragaman budaya, antara lain:

  • 1. keragaman agama yang dianut,
  • 2. keragaman adat istiadat,
  • 3. tingkat pendidi kan, dan
  • 4. jenis pekerjaan.

Keragaman suku bangsa dan budaya adalah kekayaan dan tan- tangan bagi bangsa Indon esia. Agar bangsa dan negara kita bisa maju, kita harus bersatu. Ingatlah selalu pepatah “ bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.”

SD4 – IPS 1-1 – Membaca dan Menggambar Peta Lingkungan Sekitar

SD4 – IPS 1 – Membaca  dan Menggambar Peta Lingkungan Sekitar.

A. Pendahuluan.

Di dinding kelas biasanya dipasang hiasan-hiasan. Apakah di dinding kelasmu juga dipasang hiasan-hiasan? Apakah ada gambar peta di antara hiasan-hiasan itu? Kalau ada, coba perhatikan peta tersebut. Peta wilayah mana yang dipasang di kelasmu? Apakah ka- mu bisa membaca peta itu?

Ada sejumlah unsur yang perlu diperhatikan ketika membaca peta. Dalam bab ini kamu belajar unsur-unsur peta. Pengetahuan tentang unsur-unsur peta membantu kamu membaca peta. Setelah itu, kamu akan belajar membaca dan menggambar peta. Setelah mempelajari bab ini, kamu diharapkan mampu membaca peta lingkungan setempat. Mari mengasah keterampilan membaca peta!

Kamu sudah tahu bahwa peta menampilkan suatu wilayah. Luas wilayah dalam peta lebih kecil dari keadaan sebenarnya. Itu berarti wilayah yang digambar di peta diperkecil. Namun, dalam memper- kecil ukuran tidak boleh sembarangan. Untuk menggambar peta harus mengikuti skala atau perbandingan tertentu. Coba periksalah skala gambar peta yang ada di kelasmu!

Dari sini kita bisa mendefinisikan apa itu peta. Kata lain untuk peta adalah map. Peta atau map adalah gambar seluruh atau se- bagian dari permukaan bumi yang dilukiskan ke suatu bidang datar dengan perbandingan atau skala tertentu. Peta atau map memang merupakan gambar. Gambar apa? Gambar dari permukaan bumi. Permukaan bumi digambar seluruhny a atau hanya sebagian. Gambar itu dibuat di atas sebuah bidang datar. Misalnya, kertas, karton, papan, dan sebagainya.

sd4 peta jakarta

Coba cari dan lihat. Peta kota Jakarta sebagai contoh gambar permukaan bumi yang meliputi wilayah yang sempit.

Unsur-unsur apa saja yang kamu temukan pada peta di atas? Ada enam unsur dalam sebuah peta yang baik. Keenam unsur itu adalah judul peta, garis tepi peta, legenda, skala, penunjuk arah (mata angin), dan garis astronomi.

 

a. Judul Peta.

Judul peta menunjukkan nama peta. Judul peta ditulis di bagian atas dengan huruf yang menonjol. Misalnya, PETA JAWA BARAT, PETA KALIMANTAN, PETA INDONESIA, dan sebagainya. Apa judul peta dalam Kegiatan 1 di atas?

sd4 denah2

b. Garis tepi peta.

Garis tepi peta adalah batas-batas pinggir  gambar peta. Fungsi garis tepi untuk menulis angka-angka derajat astronomi.

c. Legenda. 

Legenda adalah keterangan-keterangan yang menjelaskan simbol-simbol pada peta. Biasanya legenda terletak di bagian bawah sebelah kiri ataupun kanan. Sedangkan simbol adalah gambar yang digunakan untuk mewakili objek-objek dalam peta. Misalnya simbol untuk danau, sungai, jalan, rel kereta, ibukota provinsi, batas kabupaten, dan sebagainya. Pemakai peta bisa melihat keadaan suatu wilayah. Simbol-simbol peta berbentuk warna, garis dan gambar.

 1. Warna. 

Arti warna dalam peta sebagai berikut :

  • Warna hijau menunjukkan dataran rendah.
  • Warna kuning menunjukkan dataran tinggi.
  • Warna cokelat menunjukkan daerah pegunungan.
  • Warna putih menunjukkan puncak pegunungan yang tertutup salju.
  • Warna biru menunjukkan daerah perairan (laut, sungai, danau). Warna biru untuk laut, dibedakan ketajamannya. Gunanya untuk menunjukkan kedalaman laut. Warna biru tua untuk laut dalam dan biru muda untuk laut dangkal.

2. Garis.

Arti simbol-simbol garis pada peta sebagai berikut : 

sd4 garis simbol

Batas negara : Garis tebal Sekali hitam, 
Batas Provinsi : Garis Putus-putus,
Jalan negara : Garis hitam agak tebal.
Jalan Raya  : Garis hitam tipis.
Rel Kereta Api : Garis sejajar,  dipotong tanda setrip dobel.
Silakan lihat dan cari Simbol pada peta.

 

3. Gambar.

Ada banyak gambar simbol dalam peta. Arti gambar-gambar simbol dalam peta sebagai berikut.

sd4 denah peta3

Silakan lihat gambar simbol peta : Ibu kota provinsi, Ibu kota kabupaten, Kotamadya/administratif, Kecamatan/kota lain, Gunung, Danau, Rawa-rawa, Sungai, Bandara/lapangan terbang perintis, Pelabuhan laut.

d. Skala.

Skala adalah perbandingan jarak pada peta dengan jarak yang sesungguhnya. Sebuah peta selalu dibuat jauh lebih kecil dari keadaan yang sebenarnya. Akan tetapi, letak, jarak, dan arahnya seperti keadaan yang sebenarnya.

Ada dua macam jenis skala, yaitu skala angka dan skala garis, Mari kita bahas keduanya.

1. Skala angka (skala numerik).

Skala angka disebut juga skala perbandingan. Skala biasanya ditulis di bagian bawah. Misalnya dalam sebuah peta kita me- nemukan Skala 1:10.000 (dibaca 1 berbanding 10.000). Ini berarti bahwa jarak 1 cm pada peta sama dengan 10.000 cm di permukaan bumi. Atau 1 cm pada peta sama dengan 100 m atau 0,1 km jarak yang sebenarnya.
Misalnya, jarak antara kota A ke kota B di peta adalah 5 cm. Ini berarti jarak yang sebenarnya dari kota A ke kota B adalah 5 cm X 10.000 cm = 50.000 cm. Kalau dinyatakan dalam meter berarti 500 meter. Kalau dinyatakan dalam kilometer berarti 0,5 km.

2. Skala garis.

Skala ini ditunjukkan oleh garis lurus yang dibagi dalam bagian-bagian yang sama. Panjang masing-masing ruas = 1 cm. Mari kita pelajari contoh skala garis berikut ini.

sd4 skala garis 1

Skala garis di atas berarti bahwa 1 cm di peta sama dengan 1 km di tempat sebenarnya.
Bagaimana mengubah skala angka menjadi skala garis? Mari kita belajar dari contoh berikut. Misalnya dalam sebuah peta tertulis skala angka 1 : 5.000.000. Kamu tahu ini berarti 1 cm pada peta sama dengan 5.000.000 cm pada jarak yang sebenarnya (dimuka bumi). Atau, 1 cm pada peta sama dengan 50 km pada jarak sesungguhnya. Jika skala angka tersebut diubah ke skala garis, gambarnya sebagai berikut.

sd4 skala garis 2

e. Penunjuk arah (mata angin).

Kamu sudah belajar tentang mata angin di kelas 3. Kamu masih ingat bukan? Coba kamu menyebut atau menyanyikan arah mata angin yang sudah kamu pelajari. Mata angin atau penunjuk arah ini juga merupakan salah satu unsur yang penting dalam sebuah peta.

ARAH MATA ANGINU   : Utara,
TL : Timur Laut,
T   : Timur,
TG : Tenggara,
S    : Selatan,
BD : Barat Daya,
B    : Barat,
BL  : Barat Laut.

Mata angin adalah jarum pedoman atau garis yang menunjukkan arah suatu tempat. Mata angin juga berarti arah, jurusan, atau kiblat suatu tempat. Penunjuk arah mata angin dalam peta sangat penting. Penunjuk mata angin membantu kita bisa menjelaskan posisi suatu tempat. Misalnya, kota Tangerang itu terletak di sebelah barat Jakarta.

f. Garis astronomis.

Coba perhatikan gambar peta pada gambar 1.3. Dalam peta itu terdapat garis-garis tegak (vertikal) dan mendatar (horizontal). Garis- garis itu disebut garis astronomis. Garis-garis yang tegak disebut garis bujur. Sementara yang garis-garis yang mendatar disebut garis lintang.
Apa gunanya garis astrono mis? Garis astrono mis berguna untuk menentukan letak suatu tempat atau wilayah. Misalnya, letak Provinsi DKI Jakarta itu di antara 106°22‘ sampai 106°58‘ Bujur Timur (BT) dan 5°19‘ sampai 6°24‘” Lintang Selatan (LS). Sekarang coba lihat peta provin si atau kabupatenmu! Bisakah kamu menyebutkan letak astrono mis provinsi dan kabupatenmu?.

B. Membaca Peta Lingkungan Setempat.

Kamu sudah mempelajari unsur-unsur peta. Masih ingat apa saja unsur-unsur peta? Coba sebutkan kembali unsur-unsur peta. Seka- rang, mari kita belajar membaca peta berdasarkan unsur-unsur ter- sebut. Kamu akan membaca peta kabupaten/kota dan provinsi.

1. Langkah-langkah membaca peta.

Bagaimana cara membaca peta suatu kabupaten atau provinsi? Ikuti langkah-langkah berikut ini.

❖ Menemukan peta kabupaten dan provinsi.
Peta kabupaten dan provinsi bisa kita temukan dalam atlas. Atlas adalah buku yang berisi gambar-gambar peta. Kamu bisa mene- mukan peta kabupaten dan provinsi di atlas provinsi-provinsi. Lihatlah daftar isi atlas tersebut. Carilah nama provinsimu. Kemu- dian bukalah halaman yang ditunjukkan dalam daftar isi itu. Di halaman itu kamu akan menemukan peta provinsimu.

❖ Menentukan letak wilayah.
Letak suatu wilayah bisa ditunjukkan dengan menyebutkan letak astronomisnya. Bagaimana menentukan letak astronomis suatu wilayah? Tarik garis lurus mendatar (horizontal) di wilayah terluar sebelah utara dan selatan. Sebutkan angka koordinat garis lintang kedua garis itu. Kemudian tarik garis tegak lurus di wilayah terluar sebelah barat dan timur. Sebutkan angka koordinat garis bujur kedua garis itu. Kamu sudah menemukan letak astronomis wilayah provinsi atau kabupatenmu! Dengan cara di atas mari kita tentukan letak astronomis Provinsi Banten. Letak astronomis Provinsi Banten kira-kira di antara 105.1° sampai 106.2° Bujur Ti- mur (BT) dan 5.8° sampai 7.1° Lintang Selatan (LS).

❖ Menyebutkan batas-batas wilayah.
Batas-batas wilayah bisa berupa wilayah provinsi lain. Bisa juga berupa kenampakan alam seperti selat, laut, atau samudera. Sebutkan batas-batas di sebelah timur, selatan, barat, dan utara.
❖ Menyebutkan pembagian wilayah.
Perhatikan pembagian wilayah di peta yang kamu baca. Sebuah provinsi terdiri dari beberapa kabupaten. Sebuah kabupaten terdiri dari beberapa kecamatan. Sebutkan kabupaten atau kecamatan di wilayah yang kamu pelajari.

❖ Menyebutkan kenampakan-kenampakan alam dan buatan.
Kamu tentu masih ingat arti simbol-simbol yang biasa terdapat di sebuah peta bukan? Ada simbol-simbol untuk kenampakan alam dan buatan. Sebutkan macam-macam kenampakan alam dan buatan di peta yang kamu pelajari. Misalnya saja gunung, sungai, teluk, pelabuhan, bandar udara, jalur kereta api, dan sebagainya.

 

2. Membaca peta kabupaten/kota.
Wilayah kabupaten atau kotamadya merupakan gabungan dari beberapa kecamatan. Sebuah kabupaten dipimpin oleh seorang bu- pati. Sementara sebuah kotamadya dipimpin oleh wali kota. Bupati dan wali kota dipilih secara langsung oleh masyarakat di kabupaten tersebut.

Mari kita baca peta salah satu kabupaten. Perhatikan gambar peta Kabupaten Sleman di halaman 12! Agar lebih jelas, lihatlah pe- ta Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada buku atlasmu!

Apa saja yang dapat kamu baca pada peta Kabupaten Sleman? Hal-hal yang dapat kita baca dari peta Kabupaten Sleman sebagai berikut.

sd4 peta sleman

  1. Kabupaten Sleman adalah salah satu kabupaten di Provinsi Dae- rah Istimewa Yogyakarta. Ibu kota Kabupaten Sleman juga ber- nama Sleman.
  2. Di bagian utara wilayah Sleman berbatasan dengan Kabupaten Boyolali dan Magelang. Di bagian timur wilayah Sleman ber- batasan dengan Kabupaten Klaten dan Gunung Kidul. Di bagian selatan wilayah Sleman berbatasan dengan Kabupaten Bantul dan Kodya Yogyakarta. Sedangkan di bagian barat wilayah Sleman berbatasan dengan Kabupaten Kulon Progo.
  3. Wilayah Sleman dibagi menjadi 17 kecamatan. Kecamatan-ke- camatan itu adalah Sleman, Moyudan, Minggir, Tempel, Sayegan, Godean, Gamping, Mlati, Turi, Pakem, Ngaglik, Depok, Berbah, Prambanan, Kalasan, Ngemplak, dan Cangkringan.
  4. Kenampakan alam yang terdapat di wilayah Kabupaten Sleman antara lain Gunung Merapi, Kali Opak, Kali Tepus, dan Kali Coda. Di wilayah Sleman terdapat Bandara Adi Sucipto.

 

2. Membaca peta provinsi.

Sebuah provinsi dipimpin oleh seorang gubernur. Gubernur dipilih secara langsung oleh rakyat dalam pemilihan kepala daerah. Masa jabatan gubernur adalah lima tahun. Seorang gubernur hanya bisa dipilih selama dua kali masa jabatan. Wilayah provinsi terdiri dari beberapa kabupaten/kota.

Pada awal kemerdekaan, jumlah provinsi di Indonesia cuma ada delapan. Kedelapan provinsi itu adalah Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Borneo, Sulawesi, Sunda Kecil (Nusa Tenggara) dan Maluku. Jumlah provinsi di Indonesia mengalami perubahan. Sekarang ini negara Indonesia dibagi menjadi 33 provinsi.

Berikut daftar 34 nama provinsi beserta ibukota provinsi di seluruh Indonesia di tahun 2015, sebagai berikut:

1. Provinsi Nanggroe Aceh Darusalam (NAD) : Banda Aceh
2. Provinsi Bali : Denpasar
3. Provinsi Bangka Belitung (Babel) : Pangkal Pinang
4. Provinsi Banten : Serang
5. Provinsi Bengkulu : Bengkulu
6. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) : Yogyakarta
7. Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta): Jakarta
8. Provinsi Gorontalo : Gorontalo
9. Provinsi Jambi : Jambi
10. Provinsi Jawa Barat (Jabar): Bandung
11. Provinsi Jawa Tengah (Jateng): Semarang
12. Provinsi Jawa Timur (Jatim) : Surabaya
13. Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) : Pontianak
14. Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) : Banjarmasin
15. Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) : Palangkaraya
16. Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) : Samarinda
17. Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) : Tanjung Selor
18. Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) : Tanjungpinang
19. Provinsi Lampung : Bandar Lampung
20. Provinsi Maluku : Ambon
21. Provinsi Maluku Utara (Malut) : Ternate
22. Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) : Mataram
23. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) : Kupang
24. Provinsi Papua : Jayapura
25. Provinsi Papua Barat : Manokwari
26. Provinsi Riau : Pekanbaru
27. Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) : Mamuju
28. Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) : Makasar
29. Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) : Palu
30. Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) : Kendari
31. Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) : Manado
32. Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) : Padang
33. Provinsi Sumatera Selatan (Sulsel) : Palembang
34. Provinsi Sumatera Utara : Medan

 

D. Menggambar Peta Lingkungan Setempat.

Kamu sudah belajar membaca peta kabupaten dan provinsimu. Selanjutnya kamu akan belajar menggambar peta. Bagaimana cara menggambar peta. Cara yang paling mudah adalah dengan cara menjiplak peta yang sudah ada. Langkah-langkah menggambar pe- ta dengan cara menjiplak sebagai berikut.

  1. Siapkan peralatan yang diperlukan. Peralatan yang diperlukan adalah kertas tembus pandang (kertas mika), kertas gambar, penggaris, pensil, spidol, dan peta.
  2. Buatlah garis-garis tegak (vertikal) dan mendatar (horizontal) pada kertas mika. Jarak antargaris harus sama.
  3. Tempelkan kertas mika pada peta yang akan dijiplak. Agar tidak bergeser-geser, kamu bisa menjapit di bagian pinggir. Lihat contoh di bawah ini!
  4. Jiplaklah gambar peta menggunakan spidol atau pensil di atas kertas mika. Lakukan penjiplakan ini dengan hati-hati. Berikut ini contoh hasil jiplakan Provinsi Bali di atas.
  5. Sekarang kamu sudah memiliki model untuk menggambar peta. Proses selanjutnya adalah menggambar peta di kertas gambar. Siapkan kertas untuk menggambar peta. Buatlah garis tegak dan mendatar menggunakan pensil. Ukuran antar garis sama dengan garis-garis pada kertas mika.
  6. Gambarlah peta di atas kertas menggunakan pensil. Tirulah gam- bar peta pada kertas mika. Garis-garis yang sudah dibuat dapat membantu dalam menggambar.
  7. Setelah selesai, ulangilah goresan pensil menggunakan spidol. Ke- mudian hapuslah garis-garis pensilnya. Kemudian warnailah peta- mu seperti warna dalam peta. Jangan lupa menggambar simbol- simbol yang ada. Jadilah gambar petamu!

 

E. Mengukur Jaraak Memakai Skala Sederhana.

Kamu sudah belajar membaca dan menggambar peta setempat. Sekarang kamu akan belajar mengukur jarak satu tempat ke tempat lain menggunakan peta. Kita bisa mengukur jarak sebenarnya karena pada peta dicantumkan skala. Masih ingat apa itu skala? Skala adalah perbandingan jarak pada peta dengan jarak yang sesungguhnya.
Bagaimana cara mengukur jarak sesungguhnya menggunakan peta? Misalnya kita akan mengukur jarak antara kota A dan kota B. Skala pada peta 1 : 1.000.000. Langkah-langkahnya sebagai berikut.
1. Ambilah jangka untuk mengukur. Tancapkan jarum jangka di kota
A. Aturlah jangka supaya pensilnya tepat di atas kota B.
2. Ukurlah lebar jangka menggunakan penggaris. Kamu akan mengetahui jarak antara kota A dan B di peta.