Arsip Kategori: UAS-BN

Contoh Peribahasa Indonesia

[wpb-random-posts]

 

Contoh Peribahasa Huruf A.

  1. Ada uang abang disayang, tak ada uang abang melayang,
    (Berbuat baik hanya ketika seseorang mempunyai banyak harta).
  2. Ada udang dibalik batu,
    ada maksud tersembunyi.
  3. Ada gula ada semut,
    dimana ada kesenangan, disitu pasti ada keramaian.
  4. Ada asap ada api,
    segala akibat pasti ada sebabnya.
  5. Air beriak tanda tak dalam
    orang yang banyak bicara, biasanya kurang berilmu
  6. Air tenang menghanyutkan,
    orang pendiam, tapi banyak ilmu.
  7. Air susu dibalas dengan air tuba,
    kebaikan yang dibalas dengan kejahatan.
  8. Air tenang jangan disangka tiada buayanya,
    orang pendiam belum tentu penakut.
  9. Anjing menggonggong kafilah berlalu,
    tidak peduli pada omongan, cemoohan, cibiran orang lain.
  10. Ayam berkokok hari siang
    mendapatkan sesuatu yang telah lama diidamkan
  11. Adat pasang berturung naik,
    nasib orang tidak akan selamanya sama, pasti ada senang dan sedih.
  12. Air jernih ikannya jinak,
    suatu negeri atau wilayah makmur dengan penduduk yang juga ramah.
  13. Asam di darat, ikan di laut, bertemu di belanga,
    kalau sudah jodoh, pada akhirnya nanti akan bertemu juga.

 

Contoh Peribahasa B.

  1. Bagai air di daun talas,
    Orang yang tidak tetap pendiriannya / plin plan.
  2. Bergantung pada akar lapuk,
    Mengharapkan bantuan pada orang yang tak mungkin memberikan bantuan.
  3. Bagai makan buah simalakama,
    Kondisi atau keaadan yang membuat serba salah (mau melakukan A salah, B salah).
  4. Bagai pungguk merindukan bulan,
    Mengharapkan sesuatu yang sulit sekali terwujudkan.
  5. Berguru kepalang ajar bagai bunga kembang tak jadi,
    Mempelajari ilmu setengah-setengah tak akan membawa manfaat.
  6. Bagai telur diujung tanduk,
    Situasi dimana seseorang berada dalam kondisi berbahaya atau genting.
  7. Bagai aur dengan tebing,
    Saling tolong menolong.
  8. Bagai api dengan asap,
    persahabatan yang erat dan tak terpisahkan.
  9. Bagai anjing menyalak di ekor gajah,
    Orang hinta atau miskin melawan orang berkuasa atau kaya.
  10. Bagai musuh dalam selimut,
    Teman atau orang dekat yang diam diam berkhianat.
  11. Bagai bumi dan langit,
    Dua hal yang berbeda jauh dan tak bertolak belakang satu sama lain.
  12. Berakit rakit ke hulu Berenang renang ke tepian, Bersakit sakit dahulu bersenang-senang kemudian,
    Untuk mencapai keberhasilan atau kesenangan, kita harus bersusah payah dan pantang menyerah.
  13. Bagai katak dalam tempurung,
    Orang yang wawasannya sedikit pandangannya pun akan sempit.
  14. Bagai mentimun dengan durian,
    orang lemah tak berdaya melawan orang yang berkuasa.
  15. Besar pasak daripada tiang,
    Besar pengeluaran daripada pendapatan.
  16. Berat sama dipikul ringan sama dijinjing,
    Bersama sama dalam suka ataupun duka, dalam senang ataupun susah.

 

[/responsivevoice]

 

Contoh Peribahasa C.

  1. Cempedak berbuah nangka;
    Mendapatkan sesuatu lebih dari yang kita harapkan.
  2. Cepat kaki ringan tangan;
    Orang yang suka tolong menolong dalam kebaikan.

 

Contoh Peribahasa D;

  1. Daripada hujan emas di negeri orang, lebih baik hujan batu di negeri sendiri,
    sesenang-senangnya hidup di negeri orang, lebih senang hidup di negeri sendiri.
  2. Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi,
    sejajar dalam martabat/tingkat/kedudukanya.
  3. Dikasih hati minta jantung,
    Orang yang tidak tahu terima kasih atau melunjak.
  4. Dunia tak selebar daun kelor,
    Dunia itu luas dan tidak sempit.
  5. Datang tidak berjemput pulang tidak berantar,
    Tidak dipedulikan atau diabaikan.
  6. Dari telaga yang jernih tak akan mengalir air yang keruh,
    Orang-orang yang baik akan melahirkan keturunan yang baik pula.
  7. Di mana bumi di pijak disitu langit dijunjung,
    Hormatilah adat dan budaya di tempat kita berada.
  8. Duduk sama rendah berdiri sama tinggi,
    Sama kedudukan, tingkat atau martabatnya.
  9. Datang tampak muka, pulang tampak punggung,
    Hendaklah berpamitan ketika datang ataupun pulang.
  10. Diatas langit masih ada langit,
    Diatas orang hebat/pintar/pandai dsb masih ada orang yang lebih tinggi lagi tingkat kehebatannya.

 

Contoh Peribahasa E.

  1. Embun diujung rumput,
    Hubungan, pekerjaan atau kedudukan dll yang sangat rapuh atau mudah goyah.
  2. Emas disangka loyang,
    Orang jahat disangka orang baik / orang pintar disangka orang bodoh.
  3. Esa hilang dua terbilang,
    Berusaha dengan keras hingga tujuan tercapai.
  4. Emas berkilau hendak disimpan,
  5. Enak makan dikunyah enak kata diperkatakan,
    Segala sesuatu haruslah dimusyarahkan terlebih dahulu.

Contoh Peribahasa F.

  1. Fajar menyingsing elang menyongsong,
    Sambutlah pagi dengan penuh semangat untuk bekerja dengan gigih.

Contoh Peribahasa G.

  1. Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut diseberang lautan tampak.
    Kesalahan sendiri tak pernah terlihat, tapi kesalahan orang lain walaupun kecil terlihat jelas.
  2. Gali lubang tutup lubang,
    Berhutang untuk membayar hutang yang lainnya.
  3. Guru kencing berdiri, murid kencing berlari,
    Seorang pendidik / pemimpin /orang tua haruslah memberi contoh yang baik .
  4. Gayung bersambut kata berjawab,
    Menangkis atau menjawab pertanyaan orang.
  5. Gajah mati meninggalkan gading. Harimau mati meninggalkan belang.
    Orang baik akan meninggalkan nama baik, orang jahat akan meninggalkan nama yang tercemar ketika sudah tiada.
  6. Gajah mati karena gadingnya.
    Orang yang celaka karena kelebihan yang dimilikinya.

Contoh Peribahasa H.

  1. Hancur badan dikandung tanah budi baik terkenang jua.
    meskipun jasad manusia sudah tak berbentuk lagi di kubur, tapi kalau melakukan kebaikan maka orang akan tetap mengingatnya.
  2. Hasrat hati memeluk gunung apa daya tangan tak sampai.
    ingin mempunyai atau memiliki sesuatu tapi sayang hanya sebatas impian.
  3. Hangat hangat tahi ayam,
    kemauan yang tidak tetap.
  4. hati gatal mata digaruk,
    punya keinginan tapi tak punya kemampuan untuk mendapatkannya.
  5. hidup berkerat rotan,
  6. harum semerbak mengandung mala,
  7. hangat hangat kuku,
    agak hangat.
  8. hidup berakal mati beriman,
  9. Habis manis sepah dibuah,
    setelah tidak berguna lagi lalu dibuang atau tidak dipedulikan.
  10. Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, orang mati meninggalkan nama.
  11. Hemat pangkal kaya, rajin pangkal pandai.

Contoh Pribahasa I – M.

  1. Indah kabar daripada rupa,
    suatu keadaan yang tidak sesuai dengan apa yang kita perkirakan sebelumnya.
  2. Jatuh diatas tilam,
    mendapat keuntungan besar.
  3. Jangan memancing di air keruh,
    mengambil keuntungan diatas peristiwa yang menyedihkan.
  4. Kacang lupa akan kulitnya,
    lupa akan asalnya atau tak tahu diri.
  5. Karena nila setitik rusak susu sebelangga,
    karena persoalan kecil, seluruh keadaan menjadi berantakan.
  6. Kura kura dalam perahu,
    menanyakan sesuatu yang dia sendiri sebetulnya sudah tahu jawabannya.
  7. Kecil-kecil cabai rawit,
    tampaknya kecil, tapi pemberani, cerdik atau membahayakan.
  8. Lempar batu sembunyi tangan,
    melakukan suatu kejahatan, kemudian pura- pura tidak melakukan perbuatan tersebut.
  9. Malu bertanya sesat dijalan,
    segan bertanya membuat kita rugi karena permasalahan kita tak pernah terselesaikan.
  10. Musang berbulu ayam,
    orang jahat yang bertingkah seperti orang baik.
  11. Menang jadi arang, kalah jadi abu.
    Dalam pertengkaran, menang atau kalah sama sama mendapatkan kerugian.
  12. Menepuk air di dulang, tepercik muka sendiri.
    bila orang membuka aib keluarga sendiri, sama seperti membuka aib sendiri
  13. Membasuh muka dengan air liur.
    hendak mencuci aib, tetapi bahkan menambahnya.
  14. Membasuh arang dimuka,
    melakukan usaha untuk mencuci noda atau malu.
  15. Menjilat air ludah,
    meminta kembali hal atau barang yang telah diberikan/ tak tahu malu.

Contoh Peribahasa N – R.

  1. Nasi sudah menjadi bubur,
    perbuatan yang sudah terlanjur terjadi dan tidak dapat diperbaiki lagi.
  2. Pagar makan tanaman,
    orang yang merusakan barang yang dititipkan atau diamanatkan padanya.
  3. Pucuk dicinta ulam pun tiba,
    mendapat sesuatu lebih dari yang diharapkan/harapan yang terwujud.

Contoh Peribahasa S.

  1. Seperti anjing dan kucing,
    selalu bertengkar tak pernah rukun.
  2. Seperti labu dibenam,
  3. Setali tiga uang.
  4. Sudah jatung tertimpa tangga,
    mendapatkan musibah ketika mendapat musibah (berturut-turut).
  5. Sambil menyelam minum air,
    mengerjakan suatu pekerjaan sambil menyelesaikan pekerjaan/ masalah orang lain.
  6. Sebagai api makan sekam,
    suatu dendam yang tersembunyi dan membahayakan.
  7. Seperti kayu terapung dilatu,
    pekerjaan atau perkara yang tak terutus.
  8. Seperti ayam kehilangan induk,
    menderita kesusahan karena kehilangan sosok pemimpin.
  9. Sepandai- pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga,
    sehebat hebatnya orang pasti memiliki kelemahan.
  10. Seperti air di dalam kolam,
    orang yang memiliki pembawaan tenang.
  11. Sedia payung sebelum hujan,
    mempersiapkan sesuatu sebelum hal yang tidak diinginkan datang.
  12. Sedikit demi sedikit lama lama menjadi bukit,
    usaha kecil yang dilakukan secara terus menerus pasti akan membuahkan hasil.
  13. Seperti pinang dibelah dua,
    orang yang memiliki wajah atau karakter mirip.
  14. Seperti ilmu padi makin berisi makin merunduk,
    semakin berilmu, orang akan semakin rendah hati.
  15. Senjata makan tuan,
    sesuatu yang direncanakan untuk melukai orang lain, tapi malah berbalik melukai diri sendiri.
  16. Serigala berburu domba,
    orang yang kelihatannya pendiam dan penurut tapi sebetulnya kejam/jahat/curang.
  17. Seperti kerbau dicocok hidung,
    o
    rang yang tidak punya pendirian dan selalu menuruti kemauan orang lain.
  18. Seperti katak dalam tempurung,
    orang yang wawasannya kurang luas.

Contoh Peribahasa T.

  1. Tak ada gading yang tak retak,
    tak ada sesuatu yang tak ada cacatnya.
  2. Tangan mencencang bahu memikul,
    siapa yang berbuat kesalahan dia sendirilah yang merasakan akibatnya.
  3. Tikus mati dilumbung padi,
    negara kaya namun rakyatnya tidak dapat menikmati kekayaan tersebut.
  4. Terdorong gajah karena besarnya,
  5. Tong kosong nyaring bunyinya,
    orang yang kurang ilmu banyak bicara.
  6. Tak ada rotan akar pun jadi,
    apabila yg baik tidak ada, maka yang kurang baik pun bisa dimanfaatkan.
  7. tercoreng arang di kening,
    mendapat malu.
  8. tajam ke bawah tumpul ke atas,
    galak ke orang-orang lemah dan lembut pada orang-orang kaya/berkuasa.
  9. Tua tua keladi makin tua makin menjadi,
    orang yang umurnya sudah tua, tapi lagaknya seperti anak muda.

 

Contoh Peribahasa U-Z

  1. Usul menunjukan asal,
    Kkelakuan seseorang dapat menunjukan dari mana asal keturunannya.
  2. Udang tidak tahu bongkoknya,
    orang yg tidak sadar diri atas segala kekurangan yg dimiliki.
  3. Udang tak tahu di bungkuknya orang tak tahu buruknya,
    orang yang tidak menyadari kekurangan dan kesalahannya sendiri.
  4. Umur setahun jagung,
    belum berpengalaman.
  5. Waktu adalah uang,
    waktu adalah kesempatan (Orang yang menghargai waktu).
  6. Walau seribu anjing menyalak gunung takkan runtuh,
    orang yang mempunyai prinsip hidup tinggi tak tergoyahkan dengan godaan.
  7. Yang secupak takkan jadi segantang,
    sesuatu yang tak dapat diubah lagi.
  8. Zaman beralih musim bertukar,
    segala sesuatu hendaknya disesuaikan dengan keadaan zaman.
  9. Zaman beredar musim berganti,
    musim yang tak dapat ditentukan kapan akan berganti..

 


Contoh Kalimat Peribahasa Indonesia


Selain membahas contoh peribahasa dan artinya seperti pada list diatas. Kita juga memberikan beberapa contoh kalimat menggunakan peribahasa- peribahasa tersebut. Berikut beberapa diantaranya.

Contoh Kalimat Peribahasa.

  • Dian dan Fatimah sudah berteman sejak kelas 1 SD, dimana ada Dian, disitu pasti ada Fatimah. Mereka bagai api dengan asap. (tak dapat terpisahkan).
  • Kau jangan sombong dengan kepintaranmu!. Ingat! Diatas langit masih ada langit (diatas orang pintar/kaya dll masih ada yang lebih tinggi lagi).
  • Pak Asmuri tidak mungkin manghukum Rio tanpa alasan yang jelas, dia pasti telah melakukan kesalahan. Ada asap pasti ada api. ada akibat pasti ada sebabnya.
  • Setelah sukses sebagai pengusaha bengkel Motor di desanya. Yuda menjadi sombong, menyapa teman- temanya saja sudah tidak mau. Padahal teman- temannya dulu sering membantunya ketika hidupnya kesusahan. Yuda seperti Kacang lupa kulitnya.
  • Wajah Sulastri mirip sekali seperti wajah Nisa Sabyan. Mereka Seperti pinang dibelah dua.
  • Awalnya Jojo berniat menjahili Adi yang sedang tidur dengan melemparkan petasan disamping kasur. Namun petasan itu malah meledak ketika dinyalakan ditangannya sehingga melukai tangan kanannya. dia terkena Senjata makan tuan.
  • Jeri dan Herli hidupnya gak pernah akur. setiap hari mereka selalu bertengkar hanya karena masalah yang kadang sepele. Mereka Seperti kucing dan anjing.
  • Padahal aku sudah meminjamkannya uang lima ribu, eh dia malah memaksa dan minta dipinjami uang sepuluh ribu. Sudah Dikasih hati malah minta jantung.
  • Hukum di negara ini memang Tajam keatas tumpul kebawah. Koruptor yang korupsi uang negara sampai ratusan milyar hanya dihukum 4 tahun penjara. sedangkan maling ayam malah dihukum 6 tahun.
  • Adiknya pendiam, pintar dan rajin mengaji, Sedangkan kakaknya banyak bicara, bodoh dan sering mabuk-mabukan. Walaupun mereka berdua adalah saudara kandung. Tapi sifat mereka Bagaikan langit dan bumi.

Pengertian Sinonim dan Antonim

Pengertian Sinonim dan Antonim

Sinonim, biasanya disebut persamaan kata, merupakan  bentuk kata yang maknanya mirip atau sama dengan bentuk kata lain. Sedangkan antonim, biasanya disebut lawan kata, merupakan bentuk kata yang maknanya berlawanan dengan makna kata tersebut. Sinonim dan antonim bahasa Indonesia terkumpul dalam Tesaurus. Tesaurus merupakan buku referensi berupa daftar kata dengan sinonim dan antonimnya, buku tersebut berisi referensi berupa informasi tentang berbagai perangkat konsep atau istilah dalam berbagai bidang kehidupan atau pengetahuan.

Contoh Kalimat Sinonim dan Antonim

Berikut kumpulan contoh kalimat sinonim dan antonim kosa kata Bahasa Indonesia.

  1. abadi =  awet, baka, daim, infinit, kekal, langgeng; Antonimnya adalahsementara. Contoh kalimat: Akhirat dipercaya sebagai kehidupan abadi, sedangkan dunia itu kehidupan sementara
  2. abang akang, kakak, kakanda, kakang, kanda, kangmas, mas, raka, uda; Antonimnya adalah adik.Contoh kalimat : Adik dan abang sama-sama ramah
  3. abdi 1 aku, ana (cak), awak, beta, ego, hamba, kami, saya; Antonimnya adalah kamu, juragan. Contoh kalimat : Aku tidak seperti kamu yang menyukai bola.
  4. cantik = adiwarna, adun, anggun, apas, ayu, bagus, bahari, baik, bergaya, berupa, cakap, cendayam, elok, ganteng, geulis, gombang, hasan, indah, jambu, jangak, janguk, jelita, jombang, juita, kacak, kirana, laksmi, majelis, manis, memesonakan, menarik hati, menawan, mentereng, molek, mongel, pantas, rancak, ranggi, rupawan, sajak, segak, sekak, songgak, syahdu, tampan, tampan, tumandang; Antonimnya adalah jelek. Contoh kalimat : Baik jelek atau cantik aku akan selalu berada di sampingnya.
  5. dahulu = awal, berlalu, di depan, di muka, dulu, lalu, lampau, lepas, lewat, mulamula, purba, silam, sudah-sudah, tempo hari, waktu lalu; Antonimnya adalah sekarang. Contoh kalimat : Dari dahulu sampai sekarang penampilannya tetap sama.
  6. daif cacat, hina, kecil, keji, laif, lata, leceh, lemah, leta, miskin, nista, papa, remeh, rendah, sukar; Antonimnya adalah mulia. Contoh kalimat : Penggunaan dalil daif, akan menodai kemuliaan dalil sesungguhnya.
  7. ejek, mengejek = jajatmeledek, mempermainkan, mencebik, mencela, mencemeeh, mencemek, mencemooh, mencemuh (cak), mencibir, mengajuk, mengata-ngatai, mengecimus, mengeji, menggiat, menggonjak, menggonyakkan, menghinakan, mengolok-olok, mengumpat, mengusik, menistakan, menyendakan, menyepelekan, menyindir, meremehkan, merendahkan; Antonimnya adalah memuji. Contoh kalimat : Jadikanlah ejekan sebagai tantangan, dan pujian sebagai cobaan.
  8. ekonomis = cermat, hati-hati, hemat, irit; Antonimnya adalah boros. Contoh kalimat : belilah barang – barang ekonomis sehingga pengeluaran tidak akan boros.
  9. ekor = akhir, belakang, buntut, burit, hujung, kotek, punggung, sudut, ujung; Antonimnya adalah kepala. Contoh kalimat : bulu kucing itu sangat halus dari kepala hingga ekor.
  10. eksak = akurat, cermat, korek, pasti, persis, saksama, tepat, tentu; Antonimnya adalah non-eksak.
  11. eksklusif = idiosinkretis, individual, istimewa, khas, khusus, privat, tunggal, unik; diskriminatif, parokial, sektarian, terbatas, terpilih; Antonimnya adalah inklusif.Contoh kalimat : Pribadi inklusif lebih disukai dibanding eksklusif.
  12. eksplisit = akuratdefinitif, gamblang, jelas, kentara, positif, spesifik, tegas, terang, terperinci,tersurat. Antonimnya adalah Implisit.Contoh kalimat : Beritanya seharusnya disajikan secara eksplisit, bukan implisit.
  13. fana sementara, temporer; Antonimnya adalah baka. Contoh kalimat : kita tidak mampu memilih hidup dalam kefanaan atau alam baka.
  14. fasih = bacarbijak, calak, cepat, galir, lancar, lincir, lincir lidah, pantas, petah, petah lidah, petes; Antonimnya adalah gagap; Contoh kalimat : Salah satu kriteria yang dibutuhkan saat penerimaan penyiar yaitu berbicara tidak gagap, namun fasih.
  15. gadai  mempertanggungkan, mempertaruhkan, mengagunkan, menjaminkan, menyandarkan, merungguhkan; Antonimnya adalah menebus. Contoh kalimat : mobilnya memang ia gadaikan, sekarang ia telah menebusnya.
  16. gadis anak dara, anak perempuan, cewek (cak), dara, dayang, inong, kenya, kuntum, lajang, nona, pemudi, perawan, putri, teruna, upik; Antonimnya adalah (je)jaka. Contoh kalimat : Gadis sekarang lebih memilih duda ketimbang jejaka.
  17. hiruk = berisik, bising, damat, gaduh, gegap, gempar, gempita, heboh, hingar-bingar, ramai, ribut, riuh-rendah; Antonimnya adalah sunyi.
  18. homogen sama, seragam, tunggal, unik; Antonimnya adalah heterogen. Contoh kalimat: Pandangan masyarakat heterogen dapat menjadi homogen melalui pancasila.
  19. identik = analog, ekuivalen, sama, sebangun, serupa; Antonimnya adalah berbeda. Contoh kalimat : Bunga – bunga itu identikmeskipun berasal dari induk yang berbeda.
  20. ilegal = bawah tangan, gelap (ki), haram, liar, palsu, terlarang; Antonimnya adalah  legal. Contoh kalimat : Jangan memilih kosmetik ilegal, yang aman untuk kesehatan itu legal.
  21. ilmiah keilmuan, objektif, rasional, saintifik; Antonimnya adalah khayal. Contoh kalimat : Karya ilmiah tidak akan berasal dari cerita khayal.
  22. imitasi artifisial, bikinan, buatan, lancung, lip-lap, palsu, selungkang, sintetis, tiruan; Antonimnya adalah asli. Contoh kalimat : Wanita menegah kebawah lebih memilih produk imitasi dibanding asli, karena harganya lebih miring.
  23. jahat = bandel, bangor, bangpak, bengal, bengis, biadab (cak), buas, busuk, curang, dengki, durjana, hina, jahanam, jahil, jalang, jelek, kejam, keji, khianat, kotor (ki), kurang ajar, lacur, licik, nakal, pasik, rusak, sadis, sundal, tambung, tebal hati, terkutuk; Antonimnya adalah baik. Contoh kalimat : Sebuah drama sengaja menghadirkan kedua karakter tokoh yaitu tokoh jahat dan tokoh baik.
  24. jalang a beringas, binal, buas, galak, ganas, garang, geladak, jahat, lacur, liar, nakal, panjang mata, sundal; Antonimnya adalah jinak.Binatang jalang telah berhasil dijinakkan.
  25. janda = balu, bujang, randa; Antonimnya adalah duda. Contoh kalimat : Tetangga sebelah rumahku yang janda besok menikah dengan seorang duda.
  26. jawab balas, balasan, elakan, jawaban, perlawanan, reaksi, respons, sahutan, sambutan, tanggapan, tangkisan; Antonimnya adalah  tanya. Contoh kalimat : Sesi tanya dan jawab jumpa pers Syahrini akan segera berakhir.
  27. kawan bendu, dongan, kenalan, sahabat, sejawat, sobat (cak), teman; Antonimnya adalah musuh. Contoh kalimat : dalam politik, yang awalnya kawan dapat menjadi lawan.
  28. pendahuluan = alas kata, haluan kata, introduksi, kata pengantar, mukadimah, pembukaan, pengantar kata, pengenalan, permulaan, pimpinan, prakata, prawacana, prolog; Antonimnya adalah penutup. Contoh kalimat : Pendahuluan sebuah artikel itu di buat semenarik mungkin, sedangkan penutupannya biasa saja.
  29. tergabung tercampur, terhimpun, terpadu, terkumpul, terpumpun; Antonimnya adalah terpisah. Contoh kalimat : Salah satu sekolah tergabung ke dalam sekolah berbasis Internasional, terpisah dari kurikulum yang ditetapkan pemerintah.
  30. terikat terbalut, terbebat, terbelenggu, terbelit, terberkas, terjalin, terkait, terkebat, terkongkong, terkujut, terkurung, terlilit, terpaut, terpikat, tersaur, tersekat, tersimpai, tersimpul, tertambat, tertawan; tergabung, tergolong, terlibat, tersangkut; tertakluk; Antonimnya adalah terbebas. Contoh kalimat : Hewan terikat itu ingin terbebas dari tali temali pengikatnya.
  31. kontroversi = perbalahan, perbantahan, perdebatan, polemik, silang pendapat; percederaan, percekcokan, perselisihan, pertengkaran, pertikaian; prahara Antonimnya adalah selaras. Contoh kalimat : Ahmad Dani memang pribadi yang penuh kontroversiselaras dengan ide – ide musik yang dihasilkannya.
  32. konsisten = konstan, malar, persisten, stabil, taat asas, tetap; harmonis, koheren, selaras, sesuai; Antonimnya adalah inkonsisten.Contoh kalimat : Remaja biasanya belum konsisten dalam hal perasaan, mereka masih inkonsisten terhadap perubahan kehidupannya.
  33. konotatif = alegoris, asosiatif, figuratif, metaforis, simbolis; Antonimnya adalah denotatif. Contoh kalimat : Pakai kata denotatif saja, karena kata konotatif kerap membuatku kebingungan.
  34. kualitas bobot, derajat, jenis, kadar,kaliber (cak), kelas, kapasitas, karakter, status, peringkat, mutu, nilai, taraf, tingkat; atribut, ciri, karakteristik, keunikan, sifat, tanda; Antonimnya adalah kuantitas. Contoh kalimat : Baik kuantitas maupun kualitasproduk baru ini harus unggul dibanding produk-produk lama.
  35. laba = keuntungan, kelebihan, margin, profit, surplus; arti, faedah, guna, manfaat; Antonimnya adalah rugi. Contoh kalimat : Bukannya mendapat laba, tetapi merugi.
  36. labil goyah, goyang, temperamental; fluktuatif; Antonimnya adalah stabil. Contoh kalimat : Tunggulah ketika ia telah stabil, bukan sekarang saat ia labil.
  37. lahir = jebol, ada, berdiri, hadir, jadi, keluar, muncul, terbentuk, timbul, tumbuh, jasmani, keduniaan; Antonimnya adalah meninggal, mati. Kelahiran disambut dengan tawa, kematian disambut dengan tangis.
  38. lahiriah = badaniah, fisis, jasmaniah, ragawi, zahir; Antonimnya adalah batiniah. Contoh kalimat : Kemuliaan itu terbentuk dari kebersihan lahiriah dan kesucian batiniah.
  39. laki = adam, laki-laki, lanang, lelaki, maskulin, pria; bujang, cowok (cak), jaka, jejaka, pemuda, perjaka; jantan; junjungan, suami; Antonimnya adalah perempuan. Contoh kalimat : Sekat laki – laki dan perempuan masa kini telah berangsur – angsur menghilang.
  40. monolog ceramah, lektur, orasi, pidato; Antonimnya adalah dialog.
  41. mortalitas = kematian; Antonimnya adalah natalitas. Contoh kalimat : Tahun ini angka natalitas lebih tinggi dibandingkan angka mortalitas.
  42. muda anak muda, anom, baru, belia, bujang, enom, jejaka, kecil, lembut, mengunjung, mentah, orang muda, pentil, peria, perjaka, rawan, remaja, teruna, yuana, yunior, yuvenil, yuwana; Antonimnya adalah tua. Contoh kalimat : Pertunjukan ini cocok bagi semua kalangan, baik muda maupun tua.
  43. mudah = encer, enteng, gampang, gembur,lancar, lasuh, lekeh, lun-tur, murah, ringan, sederhana, senang, sepele, suang; Antonimnya adalah susah, sulit. Contoh kalimat : Ali mengerjakan pertanyaan yang mudah dahulu dan mengabaikan yang sulit.
  44. mujur = asian, berbahagia, berbintang terang, berkat, bernasib baik, beruntung, membujur, mendapat habuan, mendapat laba, mendingan, menyaruk, warisan; Antonimnya adalah sialapes. Contoh kalimat : Pejudi hanya mengandalkan kemujuran belaka, ketika apes bangkrut keuangannya.
  45. mumpuni ahli, cakap, lihai, mahir, >< bodoh. Contoh kalimat : Pekerjaan ini membutuhkan keahlian yang mumpuni, tidak akan bisa dikerjakan oleh orang bodoh.

  46. munafik bermuka dua, hipokrit, inkonsisten, kepalsuan, kepura-puraan, nifak; >< jujur. Contoh kalimat : Bersikap itu pilihan, ingin jadi orang jujur atau munafik.
  47. muncul  bertambah, bertunas, hidup, kelihatan, keluar, lahir, membuntang, mencagun, mencongol, mencuat, mengembol, menjedul, menjelma, menjengul, menjungkar, menongol, menonjol, menyembu, menyempal, pegari, tampak, tepercul, terangkat, terbit, tersembul, timbul, tumbuh; ada, datang, hadir, masuk, pegari, tampak, terlihat; berbentuk, berdiri, jadi, lahir, mengemuka, menjelma, tampil, tumbuh; keluar, terbit; Antonimnya adalah tenggelam. Contoh kalimat : Ikan koi itu kadang muncul kadang tenggelam.
  48. mundur berkurang, hanyut, hengkang, kembali, kolot, meleset, menarik langkah, mengundurkan diri, menyusut, merosot, surut, terkebelakang, tertinggal, undur; Antonimnya adalah maju. Contoh kalimat : Maju mundur cantik menjadi lagu andalan Syahrini saat manggung.
  49. murah = banyak, berlebih-lebih, ekonomis, gampang, limpah, melimpah, mudah; Antonimnya adalah mahal. Contoh kalimat : pasar tidak selalu menjual barang murah, terkadang barang mahal pun dijual disana.
  50. muram benguk, buram, guram, kabur, kecut, kelam, kucam, kusam, kusut muka, kuyu, layu, masygul, menderita, mendung, menipu, murung, pucat, pudar, redup, sabak, sayu, sedih, sedu, suram, teduh, udam; Antonimnya adalah ceria; cerah; berseri. Contoh kalimat : Jangan selalu muram, nikmatilah hari ini dengan ceria.
  51. murid anak buah, anak didik, anak sasian, cantrik, cekel, centerik, mahasiswa, mahasiswi, pelajar, pengikut, penuntut, siswa; Antonimnya adalah guru; mursyid.Contoh kalimat : Guru sukses membuat muridnya lebih pintar darinya.
  52. naik = bertambah, ke atas, maju, terangkat, terbang; Antonimnya adalah turun. Contoh kalimat : Berhati – hatilah saat naik turun tangga.
  53. nakal badung, bandel, bangor, bengal, bengkok (ki), biadab, binal, buruk (kelakuan), culas, curang, degil, dugal, geladak, jahanam, jahat, jalang, kasar, kepala batu, keras kepala, kotor (ki), kurang ajar,lacur, lancang, liar, licik, licin (ki), rusak (ki), mbeling (cak), sundal, tambeng, tambung, tekak, ugal-ugalan; Antonimnya adalah alim, patuh. Contoh kalimat : Orang tuanya mengharapkan anak nakalnya menjadi alim.
  54. nasional dalam negeri, domestik, kebangsaan, lokal; Antonimnya adalah internasional. Contoh kalimat : Pemasaran produk lama mencapai pasar nasional dan internasional.
  55. netral = adil, objektif; bebas, independen, nonblok; Antonimnya adalah berpihak. Contoh kalimat : Polisi harus netral dalam pilkada, tidak boleh berpihak pada partai tertentu.
  56. nikah, menikah berbaur (ki), beristri, berjodoh, berkawin, berkeluarga, bersemenda, bersuami, berumah tangga, duduk, janji, kawin, menempuh hidup baru, mengikat, naik ke pelaminan;Antonimnya adalah bercerai. Contoh kalimat : Baru seminggu menikah, hari ini mereka bercerai.
  57. niskala abstrak, khayali, maya, mujarad, tanwujud; Antonimnya adalah nyata. Contoh kalimat : Penglihatan kita hanya mampu melihat sesuatu yang nyata bukan niskala.
  58. objektif adil, faktual, ilmiah, netral, rasional; Antonimnya adalah subjektif. Contoh kalimat : Seorang pengajar harus objektif dalam melakukan penilaian, subjektivitas karena hubungan pribadi dapat menjadi penilaian yang kurang baik.
  59. opa = cak aki, engkong, eyang kakung, kakek; Antonimnya adalah oma. Contoh kalimat : Liburan tahun baru 2017 aku berencana mengajak opa dan oma ke puncak.
  60. optimistis berpengharapan, yakin; Antonimnya adalah pesimistis. Contoh kalimat :  Ketika kamu gagal jangan pesimis, haru optimis terhadap masa depan.
  61. orang tua = ayah bunda, ibu bapak, penanggung, pengampu, wali; ki sesepuh, tokoh; Antonimnya adalah anak. Contoh kalimat : Rupa anak tidak jauh – jauh dari orang tuanya.
  62. orisinal = asli, otentik, sah, sejati, tulen, bersih, Antonimnya adalah imitasi; tiruan. Contoh kalimat : Kamu sudah tertipu barang imitasi, yang original tidak akan rusak secepat itu.
  63. palak = beringsang, gerah, panas; benci,berang, dongkol, gemas, geram, gondok, gregetan, gusar, jengkel, keki (cak), kesal, mangkel, marah, masygul, mengkal, murka, naik darah, naik pitam, pedar, pegal hati, salah hati, redut, rongseng, sebal sewot, mengotot, nekat; Antonimnya adalah sabar. Contoh kalimat : ketika menginginkan sesuatu janganlah palak, bersabarlah dalam meraihnya.
  64. palsu = artifisial, bikinan, buatan, imitasi, kuasi, lancung, pseudo, semu, sintetis, tiruan, samaran; bohong bohongan, ecekecek, gadungan, ilegal; Antonimnya adalah asli; legal. Contoh kalimat : Badan POM membandingkan produk palsudengan produk asli sebuah minuman botol.
  65. panas = bahang, kolor, beringsang, gerah, dedar, demam, meriang, kemarau, kering, berbahaya, bergolak,
    gawat, genting, kritis, tegang, ki erotis, hot (cak), memberahikan, menggairahkan, menggiurkan, merangsang, seksi, sensual, seronok. Antonimnya adalah dingin. Contoh kalimat : Musim kemarau identik dengan panas yang terik, sedangkan musim penghujan ditandai dengan suasana dingin sepanjang hari.
  66. pangkal = akar (ki), asal mula, awal, benih, biang, bibit, induk (ki), kausa, punca, sebab, sumber, dasar, pokok, subyek, kapital, modal; Antonimnya adalah ujung. Tanaman hias itu sangat menawan dari pangkal hingga ujungnya.
  67. panik belingsatan, bingung, buncah, gagap, gamam, ganar, gelagapan, gelisah, kalangkabut, nanar, resah, salah tingkah, senewen(cak), tegang, tersara bara, terkencar-kencar; Antonimnya adalah tenang; diam. Beberapa saat lalu ketika terjadi gempa, ia panik mengitari rumahnya yang roboh, namun sekarang ia bisa tenang setelah TIM Penanggulangan Bencana datang.

Contoh kalimat sinonim dan antonim lengkap dengan artinya di atas, semoga dapat menambah wawasan pembaca. Contoh kalimatnya juga dapat anda kembangkan sendiri sesuai dengan kebutuhan.

Penggunaan Huruf Kapital yang Benar Menurut EYD

Sumber : https://dosenbahasa.com/penggunaan-huruf-kapital

 

Penggunaan Huruf Kapital yang Benar Menurut EYD.

 

Sebuah tulisan berbahasa Indonesia harus mematuhi aturan atau kaidah penulisan yang telah ditetapkan sehingga tulisan tersebut layak untuk dipublikasikan atau dibaca oleh masyarakat umum. EYD (Ejaan yang Disempurnakan) merupakan standar yang mengatur semua kaidah penulisan dalam bahasa Indonesia. Sebuah kata, kalimat maupun tulisan dikatakan layak jika telah memenuhi standar atau sesuai dengan EYD. Artikel kali ini kita akan membahas tentang penggunaan huruf kapital yang benar.

Pengertian Huruf Kapital

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), huruf kapital atau disebut juga dengan huruf besar adalah huruf yang berukuran dan berbentuk khusus (lebih besar daripada huruf biasa).

Huruf kapital biasanya selalu diletakkan di setiap awal kata pertama dalam suatu kalimat. Padahal sebenarnya huruf kapital tak hanya dapat digunakan pada awal kata pertama saja tapi juga pada kata-kata setelahnya akan tetapi penggunaan dan penulisannya harus sesuai dengan kondisi dan aturan tertentu yang telah ditetapkan.

Penggunaan Huruf Kapital Menurut EYD (Ejaan yang Disempurnakan)

Penggunaan huruf kapital tidak sesederhana sekedar meletakkan huruf besar di awal kata saja, namun penggunaan dan penulisannya harus sesuai dengan Ejaan yang Disempurnakan (EYD). Dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (2001), dijelaskan bahwa terdapat 15 aturan penggunaan serta tata cara penulisan huruf kapital.

Adapun 15 aturan penggunaan huruf kapital, yaitu sebagai berikut :

 

1. Sebagai huruf pertama pada kata pertama dalam suatu kalimat.

Contoh :

  • Matahari menjadi cahaya paling terang di muka bumi ini. (Huruf M pada kata Matahari adalah Kapital).
  • Senyum adalah cara paling sederhana menikmati hidup. (Huruf S pada kata Senyum  adalah Kapital).

 

2. Sebagai huruf pertama dalam kalimat petikan langsung.

Contoh :

  • Dia memarahiku sambil berkata, “Kenapa kau tega mengkhianati kepercayaan yang sudah kami berikan padamu?”. (Kata Kenapa dalam kalimat petikan langsung didahului huruf Kapital).
  • Tiba-tiba orang tersebut menghampiriku dan bertanya, “Siapa namamu?”. (Kata Siapa dalam kalimat petikan langsung didahului huruf Kapital).

 

3. Sebagai huruf pertama untuk ungkapan/sebutan yang berhubungan dengan Tuhan, kitab suci serta kata ganti untuk menyebut Tuhan.

Contoh :

  • Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. (Kata Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang didahului dengan huruf Kapital).
  • Lindungilah kami dari siksaan api neraka-Mu. (Kata neraka-Mu huruf M didahului dengan huruf Kapital).

4. Sebagai huruf pertama untuk menyebutkan nama gelar kehormatan, keturunan dan keagamaan (hanya jika diikuti oleh nama seseorang yang dimaksudkan).

Contoh :

  • Salah satu pahlawan kebanggaan bangsa Indonesia adalah Pangeran Diponegoro. (Kata Pangeran Diponegoro didahului dengan huruf Kapital).
  • Acara do’a bersama itu dipimpin oleh Ustad Jefri Al-Bukhori. (Kata Ustad Jefri Al-Bukhori didahului dengan huruf Kapital).

5. Sebagai huruf pertama sebutan/gelar, jabatan dan pangkat seseorang (hanya jika diikuti oleh nama orang yang dimaksudkan atau jika nama orang tersebut diganti dengan nama instansi maupun nama tempat ia berkedudukan).

Contoh :

  • Kasus korupsi itu juga menyeret nama Gubernur Jawa Tengah. (Kata Gubernur Jawa Tengah didahului dengan huruf Kapital).
  • Rektor Universitas Indonesia terpaksa digantikan sementara oleh wakilnya karena kondisi kesehatannya tiba-tiba memburuk. (Kata Rektor Universitas Indonesia didahului dengan huruf Kapital).

6. Sebagai huruf pertama nama orang.

Contoh :

  • Keponakanku yang baru lahir itu diberi nama Adnan Khair Ardhani. (Kata Adnan Khair Ardhani didahului dengan huruf Kapital).
  • Wali kelas kami bernama Siti Fahmi Septiani. (Kata Siti Fahmi Septiani didahului dengan huruf Kapital).

7. Sebagai singkatan nama orang.

Contoh :

  • Presiden ke-6 Indonesia adalah bapak SBY. (Kata SBY dalam kalimat bapak SBY didahului dengan huruf Kapital).
  • A.H. Nasution adalah salah satu pahlawan nasional Indonesia. (Kata A.H. Nasution didahului dengan huruf Kapital).

8. Sebagai huruf pertama nama bahasa, suku, bangsa dan agama.

Contoh :

  • Negara Indonesia mengakui 6 agama, yaitu : Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha dan Konghucu. (Kata Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha dan Konghucu didahului dengan huruf Kapital).
  • Bahasa Inggris menjadi bahasa internasional yang dapat digunakan di seluruh negara-negara di dunia. (Kata Inggris didahului dengan huruf Kapital).

9. sebagai huruf pertama nama hari, bulan, tahun, peristiwa sejarah dan nama hari raya suatu agama.

Contoh :

  • Setiap tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan. (Kata Hari Pahlawan didahului dengan huruf Kapital).
  • Sisil lahir tepat di Hari Raya Natal yakni 25 Desember sehingga dalam nama lengkapnya dicantumkan kata Natalia. (Kata Hari Raya Natal dan Natalia didahului dengan huruf Kapital).

10. Sebagai huruf pertama nama tempat, lokasi secara geografis.

Contoh :

  • ASEAN terdiri atas 11 negara yang semuanya terletak di Asia Tenggara. (Kata ASEAN menggunakan Huruf Kapital Semua).
  • Rumah nenekku berada di kaki Pegunungan Brawijaya. (Kata Pegunungan Brawijaya didahului dengan huruf Kapital).

11. Sebagai huruf pertama nama negara, lembaga pemerintahan, ketatanegaraan serta nama dokumen resmi.

Contoh :

  • Panduan tentang penulisan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar dapat dilihat di buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. (Kata Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan didahului dengan huruf Kapital).
  • Peraturan baru tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia, No. 21 Tahun 2008. (Kata Keputusan Presiden Republik Indonesia didahului dengan huruf Kapita).

12. Sebagai huruf pertama perulangan kata suatu badan/instansi, lembaga pemerintah, ketatanegaraan dan dokumen resmi.

Contoh :

  • Pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia merupakan hal yang wajib dilakukan dalam kegiatan upacara bendera. (Kata Pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia didahului dengan huruf Kapital).
  • Besok akan diselenggarakan pemilihan ketua dari Yayasan Ilmu-Ilmu Ekonomi. (Kata Yayasan Ilmu-Ilmu Ekonomi didahului dengan huruf Kapital).

13. Sebagai huruf pertama nama buku, majalah, surat kabar, judul karangan.

Contoh :

  • Ayah sangat suka membaca majalah Tempo. (Kata Ayah didahului dengan huruf Kapital).
  • Hampir seluruh penghuni komplek ini berlangganan surat kabar Media Indonesia. (Kata Media Indonesia didahului dengan huruf Kapital).

14. Sebagai huruf pertama singkatan gelar, pangkat maupun sapaan.

Contoh :

  • Para sarjana bidang ekonomi mendapatkan gelar S.E yaitu Sarjana Ekonomi. (Kata Sarjana Ekonomi didahului dengan huruf Kapital).
  • Semua skripsi yang terkumpul diperiksa kelayakannya oleh Ketua Prodi (Program Studi) masing-masing jurusan. (Kata Program Studi didahului dengan huruf Kapital).

15. Sebagai huruf pertama kata penunjuk kekerabatan (baik yang diikuti dengan atau tanpa nama orang yang dimaksudkan).

Contoh :

  • Kapan Bapak akan kembali dari perjalanan dinasnya? (Kata Bapak didahului dengan huruf Kapital).
  • Hari ini aku harus mendatangi rumah Pak RT untuk mengurus kartu keluarga. (Kata Pak RT didahului dengan huruf Kapital).

16. Sebagai huruf pertama kata ganti Anda (dengan maksud berkata secara sopan).

Contoh :

  • Apakah Anda tidak keberatan jika saya duduk disini? (Huruf A pada kata Anda adalah Kapital).
  • Kehadiran Saudara sangat dinantikan oleh beliau. (Kata Kehadiran Saudara didahului dengan huruf Kapital).

17. Sebagai huruf pertama pada kata keterangan seperti, catatan dan misalnya yang di awali oleh sebuah pernyataan dan di ikuti oleh penjelasan yang berkaitan dengan pernyataan tersebut.

Contoh :

  • Balita membutuhkan asupan gizi yang cukup untuk pertumbuhannya. Tidak kekurangan juga tidak berlebihan. Karenanya orangtua harus dapat mengatur porsi menu anak. Misalnya :
    • roti : ½-1 potong ukuran sedang, nasi : 2-5 sendok makan
    • wortel : 1-3 sendok makan, apel : ¼-½ buah
    • keju : 2-4 sendok makan sebagai topping/isi roti, susu : 100-120 ml
    • telur : ½-1 butir, ikan : 1-1½ sendok makan
    • biskuit : 1-2 keping, jus buah : 100-120 ml

Catatan : menu dapat berubah dan di sesuaikan dengan kebutuhan anak

Dalam beberapa kasus, huruf kapital justru dilarang atau tidak dibenarkan penggunaannya, antara lain :

  1. Huruf kapital tidak dibenarkan penggunaannya pada nama gelar, kehormatan, keturunan maupun keagamaan tidak diikuti oleh nama orang yang dimaksudkan.
    Contoh : Kami diajari mengaji oleh salah satu ustad terbaik di kampung ini.
  2. Huruf kapital tidak dibenarkan penggunaannya pada nama jabatan dan pangkat yang tidak diikuti oleh nama orang yang dimaksudkan, instansi,  lokasi atau tempat orang tersebut berkedudukan.
    Contoh : Ia menjadi gubernur ketika berusia 40 tahun.
  3. Huruf kapital tidak dibenarkan penggunaannya pada nama orang yang berfungsi sebagai jenis atau satuan suatu ukuran.
    Contoh : Mesin diesel yang berada di ujung lorong itu hampir dicuri maling.
  4. Huruf kapital tidak dibenarkan penggunaannya pada nama bahasa, bangsa dan suku yang dipakai sebagai kata turunan.
    Contoh : Ia mendapat tugas mengindonesiakan istilah asing yang terdapat dalam artikel tersebut.
  5. Huruf kapital tidak dibenarkan penggunaannya pada peristiwa sejarah jika bukan dipakai sebagai sebuah nama.
    Contoh : Kesalahpahaman yang terus berlanjut itu dapat mengakibatkan perang dunia.

Artikel Bahasa Lainnya

Demikianlah pembahasan tentang penggunaan huruf kapital yang  benar menurut EYD (Ejaan yang Disempurnakan). Semoga artikel ini bermanfaat.

 

PENGERTIAN TERSIRAT DAN TERSURAT

  • Pengertian tersirat dan tersurat beserta contohnya itu apa ?
  • Apa yang dimaksud dengan makna tersirat dan tersurat ?
  • Apa perbedaan makna tersirat dan tersurat ?
  • Apa makna tersirat dan tersurat dalam teks ?
  • Apa contoh makna tersirat dan tersurat ?

Ketika kita berbicara dengan seseorang atau membaca sebuah buku artinya kita mencoba memahami apa yang dibicarakan seseorang atau ditulis dalam buku tersebut. Dalam proses memahami suatu pembicaraan atau tulisan terkadang ada maksud yang disampaikan secara tersurat dan ada pula yang tersirat. Apa itu tersirat dan tersurat? Apa perbedaan tersirat dan tersurat? Mari kita lihat sama-sama maksudnya.

Pengertian tersurat adalah sesuatu hal yang disampaikan secara jelas dan dapat dipahami sebagaimana adanya apakah tertulis atau diucapkan. Kita dapat langsung memahami dan menangkap pesan yang ingin disampaikan hanya dengan memperhatikan kata-kata yang diucapkan. Contohnya kalimat Atina pergi ke pasar pagi ini. Saya yakin semua orang dapat memahami kalimat ini dengan baik.

Sebaliknya, pengertian tersirat adalah maksud atau makna pembicaraan atau tulisan yang tidak disampaikan secara gamblang tetapi secara tersembunyi yang hanya dapat dimengerti dengan benar-benar memahami keseluruhan pembicaraan atau tulisan. Contohnya paragraf : Minuman-minuman instan sangat nikmat diminum, apalagi jika disajikan dalam keadaan dingin. Namun baru-baru ini ada hasil penelitian yang diterbitkan di internet mengenai daftar minuman instan yang belum terdaftar dan ternyata memiliki kandungan berbahaya.

Pada contoh paragraf tersirat di atas, kita memang dapat memahami kata-katanya secara jelas namun jika kita pahami lebih lanjut ada makna tersirat dalam paragraf tersebut yaitu bahwa kita sebagai konsumen sebaiknya harus lebih berhati-hati dalam mengonsumsi minuman-minuman instan apalagi merek-merek baru yang belum memiliki izin.

Tentu kata-kata yang tersurat jauh lebih mudah dipahami daripada yang tersirat. Perlu kemampuan memahami dan menyimpulkan sesuatu untuk dapat mengambil makna tersirat dari suatu pembicaraan atau tulisan. Bahkan terkadang ada juga orang yang tidak dapat menangkap maksud yang tersirat dari suatu pembicaraan atau tulisan. Baik penggunaan kata-kata yang tersurat atau tersirat memiliki kelebihan dan kekuarangan masing-masing.

Kata-kata tersurat memang lebih mudah dipahami namun ada kalanya penggunaan kata-kata tersurat tidak tepat karena dianggap terlalu vulgar atau kasar. Seperti ketika seorang mertua ingin mengingatkan menantunya agar rajin bekerja. Tentu akan terdengar kasar jika si mertua menggunakan kata-kata tersurat. Akan lebih baik jika mertua menggunakan kata-kata tersirat yang dapat mengingatkan menantunya secara halus agar rajin bekerja.

Sebaliknya kata-kata tersirat biasanya lebih terdengar sopan namun jika terlalu ‘tersembunyi’ akan menyulitkan orang yang dituju untuk memahaminya. Apalagi jika orang tersebut tidak sensitif dan cenderung cuek. Seperti pada contoh di atas dimana si menantu bisa jadi tidak memahami maksud ucapan mertuanya sehingga ia tidak kunjung berubah menjadi rajin.

sumber : http://www.definisimenurutparaahli.com/pengertian-tersirat-dan-tersurat-beserta-contohnya/

 

Pengertian Sinonim dan Antonim

Pengertian Sinonim dan Antonim Serta Contohnya.

Pengertian Sinonim dan Antonim Serta Contohnya – Sinonim dan antonim adalah dua ragam kata yang ikut memperkaya kosakata bahasa Indonesia. Setiap kata dalam bahasa Indonesia memiliki sinonim beserta dengan antonimnya. Namun, Apakah yang dimaksud dengan sinonim dan antonim ? Bagaimanakah contoh – contohnya ? Marilah kita bahas materi sinonim dan antonim secara detail ini melalui artikel berikut ini.

Sinonim.

Sinonim adalah kata – kata yang memiliki bentuk yang berbeda, seperti tulisan maupun pelafalan, tetapi kata – kata tersebut memiliki makna yang mirip atau sama. Sinonim sering sekali disebut dengan persamaan kata atau padanan kata. Nah, berikut ini adalah contoh – contoh kalimat yang bersinonim dan daftar kata – kata umum beserta dengan sinonimnya.

Perhatikan contoh – contoh berikut ini:

Cerdas = Pintar = Pandai
Dani adalah anak yang cerdas.
Riki adalah anak yang pintar.
Shinta adalah anak yang pandai.

Hadir = Datang = Mampir
Pak guru hadir ke kelas kami tepat waktu.
Pak guru datang ke kelas kami tepat waktu.
Pak guru mampir ke kelas kami tepat waktu.

Melihat = Menonton
Aku melihat pertunjukan wayang bersama ibu kemarin malam.
Aku menonton pertunjukan wayang bersama ibu kemarin malam.

Gembira = Senang
Hari ini Shinta terlihat gembira.
Hari ini Shinta terlihat senang.

Dahaga = Haus
Setelah bekerja keras, aku sangat haus hingga menghabiskan air putih sebanyak delapan gelas.
Setelah bekerja keras, aku sangat dahaga hingga menghabiskan air putih sebanyak delapan gelas.

Berjumpa = bertemu
Kemarin malam aku berjumpa dengan Shinta di pasar malam.
Kemarin malam aku bertemu dengan Shinta di pasar malam.

Berikut ini adalah daftar kata – kata umum dan sinonimnya :

Tumbuhan = Flora
Binatang = hewan = fauna
Bohong = dusta
Baju = pakaian
Indah = Bagus
Pelit = kikir
Memohon = meminta
Kesal = marah
Memasak = menggoreng
Alami = tradisional
Mudah = gampang
Sulit = sukar
Menyukai = menyenangi
Mendengarkan = menyimak
Meminta = memohon
Lemah = Tidak berdaya
Mudah = gampang
Sulit = sukar
Pendek = rendah
Kosong = tidak berisi
Lunak = lembek
Kebut = Kencang

 

Antonim.

Antonim adalah kata – kata yang maknanya saling berlawanan satu sama lain. Antonim sering sekali disebut dengan lawan kata. Nah, berikut ini adalah contoh – contoh kalimat yang berantonim dan daftar kata – kata umum beserta dengan lawan katanya.

Perhatikan contoh – contoh berikut ini!

Tinggi = pendek
Bangunan yang baru didirikan itu sangat tinggi.
Bangunan yang beru didirikan itu cukup pendek.

Gelap = Terang
Ruangan ini sangat gelap.
Ruangan ini sangat terang.

Jauh = dekat
Jarak dari rumahku ke rumah Shinta sangat jauh.
Jarak dari rumahku ke rumah Shinta sangat dekat.

Lapar = kenyang
Aku sangat lapar hingga mampu menghabiskan nasi sebanyak 3 piring.
Aku sangat kenyang setelah menghabiskan nasi sebanyak 3 piring.

Datang = Pergi
Setelah menemui diriku, Adi datang ke tempat Danang.
Setelah pergi ke tempat diriku, Andi datang ke tempat Danang.

Baca Juga: Berbagai Contoh Kalimat Ambigu & Definisi Lengkap
Mengembalikan = Meminjam
Aku mengembalikan barang yang telah aku pinjam dari Budi.
Aku meminjam barang yang dimiliki oleh Budi.

Menjual = Membeli
Ayah menjual sepeda motornya yang sudah lama dia pakai.
Ayah membeli sepeda motor baru setelah mendapatkan rejeki.

Berikut ini adalah daftar kata – kata umum beserta dengan lawan katanya:

Berlari – Jalan
Kosong – Penuh
Indah – Jelek
Bodoh – pandai
Kurus – gemuk
Mateng – Mentah
Panas – dingin
banjir – kemarau
Baik – jahat
Dermawan – kikir
Dorong – tarik
Angkat – jatuhkan
Kotor – bersih
Sepi – ramai
Meminta – memberi
Mendatangi – menghindari
Menjauhi – mendekati
Menambahkan – mengurangi
Menggali – mengubur
Menang – kalah
Maju – mundur
Datang – pergi
Sedih – senang
Banyak – sedikit
Tarik – ulur
Gelar – Gulung
Menangis – tertawa
Diam – Berisik
Baru – lama
Tua – muda
Wanita – pria
Rapih – berantakan
Alami – buatan

 

Sumber : http://kakakpintar.com/pengertian-sinonim-dan-antonim-serta-contohnya/

 

Pengertian dan jenis-jenis Makna Kata dalam Bahasa

Makna adalah arti atau maksud yang tersimpul dari suatu kata, jadi makna dengan bendanya sangat bertautan dan saling menyatu. Jika suatu kata tidak bisa dihubungkan dengan bendanya, peristiwa atau keadaan tertentu maka kita tidak bisa memperoleh makna dari kata itu (Tjiptadi, 1984:19).

Bunga ternyata punya makna yang dalam …

Kata-kata yang bersal dari dasar yang sama sering menjadi sumber kesulitan atau kesalahan berbahasa, maka pilihan dan penggunaannya harus sesuai dengan makna yang terkandung dalam sebuah kata. Agar bahasa yang dipergunakan mudah dipahami, dimengerti, dan tidak salah penafsirannya, dari segi makna yang dapat menumbuhkan resksi dalam pikiran pembaca atau pendengar karena rangsangan aspek bentuk kata tertentu.

Ada beberapa istilah yang berhubungan dengan pengertian makna kata, yakni makna donatif, makna konotatif, makna leksikal, makna gramatikal.

Makna Denotatif.

Sebuah kata mengandung kata denotatif, bila kata itu mengacu atau menunjukan pengertian atau makna yang sebenarnya. Kata yang mengandung makna denotative digunakan dalam bahasa ilmiah, karena itu dalam bahasa ilmiah seseorang ingin menyampaikan gagasannya. Agar gagasan yang disampaikantidak menimbulkan tafsiran ganda, ia harus menyampaikan gagasannya dengan kata-kata yang mengandung makna denotative.

Makna denotatif ialah makna dasar, umum, apa adanya, netral tidak mencampuri nilai rasa, dan tidak berupa kiasan Maskurun (1984:10).

Makna denotatif adalah makna dalam alam wajar secara eksplisit maka wajar, yang berarti mkna kat ayang sesuai dengan apa adanya, sesuai dengan observasi, hasil pengukuran dan pembatasan (perera, 1991:69).

Makna denotatif didasarkan atas penunjukan yang lugas pada sesuatu diluar bahasa atau didasarkan atas konvensi tertentu (kridalaksana, 1993:40).

Berdasarkan pendapat diatas, maka penulis simpulkan bahwa makna denotative adalah makna yang sebenarnya, umum, apa adanya, tidak mencampuri nilai rasa, dan tidak berupa kiasan. Apabila seseorang mengatakan tangan kanannya sakit, maka yang dimaksudkan adalah tangannya yang sebelah kanan sakit.

 

Makna Konotatif.

Sebuah kata mengandung makna konotatif, bila kata-kata itu mengandung nilai-nilai emosi tertentu. Dalam berbahasa orang tidak hanya mengungkap gagasan, pendapat atau isi pikiran. Tetapi juga mengungkapakan emosi-emosi tertentu. Mungkin saja kata-kata yang dipakai sama, akan tetapi karena adanya kandungan emosi yang dimuatnya menyebabkan kata-kata yang diucapkan mengandung makna konotatif disamping makna denotatif.

Makna konotatif adalah makna yang berupa kiasan atau yang disertai nilai rasa, tambahan-tambahan sikap sosial, sikap pribadi sikap dari suatu zaman, dan criteria-kriteria tambahan yang dikenakan pada sebuah makna konseptual.

Seperti kata kursi, kursi disini bukan lagi tempat duduk, melaikan suatu jabatan atau kedudukan yang ditempati oleh seseorang. Kursi diartikan sebagai tempat duduk mengandung makna lugas atau makna denotatif. Kursi yang diartikan suatu jabatan atau kedudukan yang diperoleh seseorang mengandung makna kiasan atau makna konotatif.

 

Makna Leksikal.

Makna Leksikal ialah makna kata seperti yang terdapat dalam kamus, istilah leksikal berasal dari leksikon yang berarti kamus. Makna kata yang sesuai dengan kamus inilah kata yang bermakna leksikal. Misalnya : Batin (hati), Belai (usap), Cela (cacat).

Makna Gramatikal.

Makna gramatikal adalah makna kata yang diperoleh dari hasil perstiwa tata bahasa, istilah gramatikal dari kata grammar yang artinya tata bahasa. Makna gramatikal sebagau hasil peristiwa tata bahasa ini sering disebut juga nosi. Misalnya : Nosi-an pada kata gantungan adalah alat.

Makna Asosiatif.

Makna asosiatif mencakup keseluruhan hubungan makna dengan nalar diluar bahasa. Ia berhubungan dengan masyarakat pemakai bahasa, pribadi memakai bahasa, perasaan pemakai bahasa, nilai-nilai masyarakat pemakai bahasa dan perkembangan kata sesuai kehendak pemakai bahasa. Makna asositif dibagi menjadi beberapa macam, seperti makna kolokatif, makna reflektif, makna stilistik, makna afektif, dan makna interpretatif.

1. Makna Kolokatif .
Makna kolokatif lebih berhubungan dengan penempatan makna dalam frase sebuah bahasa. Kata kaya dan miskin terbatas pada kelompok farase. Makna kolokatif adalah makna kata yang ditentukan oleh penggunaannya dalam kalimat. Kata yang bermakna kolokatif memiliki makna yang sebenarnya.

2. Makna Reflektif.
Makna reflektif adalah makna yang mengandung satu makna konseptual dengan konseptual yang lain, dan cenderung kepada sesuatu yang bersifat sacral, suci/tabu terlarang, kurang sopan, atau haram serta diperoleh berdasarkan pengalaman pribadi atau pengalaman sejarah.

3. Makna Stilistika.
Makna stilistika adalah makna kata yang digunakan berdasarkan keadaan atau situasi dan lingkungan masyarakat pemakai bahasa itu. Sedangkan bahasa itu sendiri merupakan salah satu cirri pembeda utama dari mahluk lain didunia ini. Mengenai bahasa secara tidak langsung akan berbicara mempelajari kosa kata yang terdapat dalam bahasa yang digunakan pada eaktu komunikasi itu.

4. Makna Afektif.
Makna ini biasanya dipakai oleh pembicara berdasarkan perasaan yang digunakan dalam berbahasa.

5. Makna interpretatif .
Makna interpretatif adalah makna yang berhubungan dengan penafsiran dan tanggapan dari pembaca atau pendengar, menulis atau berbicara, membaca atau mendengarkan (parera,1991:72).

Sumber : https://www.kajianpustaka.com/2013/03/pengertian-dan-jenis-jenis-makna-kata.html

Daftar Pustaka :
Kridalaksana. 1993. Kamus Linguistik. Jakarta : PT Gramedia
Maskurun, 1984. Bahasa dan Sastra Indonesia. Jakarta Yudistira.
Parera. 1991. Sintaksis. Jakarta. Garamadia Utama.
Tjiptadi, Bambang.1984.Tata Bahasa Indonesia. Cetakan II. Jakarta: Yudistira.

SD – Kisi-Kisi UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL

SD – Kisi-Kisi UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL.

Materi Dapat di Download di sini ! SD UASBN 2018 (irisan)

Bahasa Indonesia – Membaca Non Sastra :

  • Peserta didik dapat: menentukan makna kata/istilah pada teks menentukan antonim/sinonim menggali informasi tersurat teks menentukan unsur teks (kalimat utama/penjelas).
  • Peserta Didik dapat menentukan ide pokok teks menggali informasi tersirat teks menentukan pernyataan sesuai isi teks mengidentifikasi jenis teks .
  • Peserta didik dapat: memprediksi kejadian berdasarkan isi teks membandingkan isi
    teks melengkapi tabel dengan pokok-pokok pikiran berdasarkan isi teks.

Bahasa Indonesia – Membaca Sastra :

  • Peserta didik dapat: menentukan informasi tersurat pada karya sastra menentukan unsur
    intrinsik karya sastra (tokoh, latar, watak tokoh) menentukan makna kata/simbol/kias.
  • Peserta didik dapat: menggali informasi tersirat dalam karya sastra  (menyimpulkan /
    memaknai bagian teks ) menentukan unsur intrinsik karya sastra (konflik, amanat,
    tema).
  • Peserta didik dapat: memprediksi kejadian berdasarkan isi cerita menentukan nilai-
    nilai cerita menentukan keteladanan tokoh cerita .

Bahasa Indonesia – Menulis Terbatas :

  • Peserta didik dapat melengkapi kalimat/teks dengan istilah/kata/ungkapan/peribahasa .
  • Peserta didik dapat : menyusun berbagai petunjuk (menggunakan/membuat
    sesuatu) menyusun berbagai teks (deskripsi, narasi) melengkapi berbagai jenis teks (laporan, iklan, pidato) melengkapi kalimat/teks dengan kata bentukan .
  • Peserta didik dapat: memperbaiki penulisan/penggunaan istilah/kata memperbaiki tata kalimat dalam paragraf.

Bahasa Indonesia –  Menyunting kata/istilah, frase, kalimat, paragraf, ejaan, dan tanda baca.

  • Peserta didik dapat: menunjukkan kesalahan penggunaan ejaan menunjukkan kesalahan
    penggunaan tanda baca.
  • Peserta didik dapat : menggunakan ejaan menggunaan tanda baca.
  • Peserta didik dapat: memperbaiki kesalahan penggunaan ejaan memperbaiki penggunaan kesalahan penggunaan tanda baca.

Matematika – Bilangan :

  • Peserta didik dapat mengenal dan memahami pengetahuan tentang:  operasi hitung bilangan cacah, operasi hitung bilang bulat, operasi hitung bilangan pangkat dua dan tiga, akar pangkat dua dan tiga, KPK dan FPB, pecahan, perbandingan.
  • Peserta didik dapat mengaplikasikan pengetahuan tentang:
    – operasi hitung bilangan cacah,
    ˗ operasi hitung bilangan bulat,
    ˗ operasi hitung bilangan pangkat dua dan tiga, akar  pangkat dua dan tiga ,
    ˗ KPK dan FPB,
    ˗ pecahan,
    ˗ perbandingan.
  • Peserta didik dapat menggunakan nalar yang berkaitan dengan:
    ˗ operasi hitung bilangan cacah,
    ˗ operasi hitung bilangan bulat,
    ˗ KPK dan FPB,
    ˗ pecahan,
    ˗ perbandingan.

Matematika – Geometri dan Pengukuran.

  • Peserta didik dapat mengenal dan memahami pengetahuan tentang:
    – satuan ukuran kuantitas, satuan berat, satuan panjang, satuan waktu, satuan
    volum.
    – waktu, jarak, dan kecepatan,
    – keliling dan luas segiempat,
    – keliling dan luas lingkaran,
    – sifat-sifat bangun datar,
    – sifat-sifat bangun ruang,
    – koordinat Kartesius,
    – simetri dan pencerminan.
  • Peserta didik dapat mengaplikasikan pengetahuan tentang:
    – satuan ukuran kuantitas, satuan berat, satuan panjang, satuan waktu, satuan volum,
    – waktu, jarak, dan kecepatan,
    – keliling segiempat,
    – keliling dan luas lingkaran
    – luas permukaan kubus, balok, dan tabung
    – volume kubus, balok, dan tabung
    – koordinat Kartesius
    – simetri dan pencerminan
  • Peserta didik dapat menggunakan nalar yang berkaitan dengan:
    ˗ satuan ukuran,
    ˗ waktu, jarak, dan kecepatan,
    ˗ keliling dan luas segiempat
    ˗ keliling dan luas lingkaran
    ˗ luas permukaan kubus, balok, dan tabung
    ˗ volume kubus, balok, dan tabung.

Matematika – Pengolahan Data :

  • Peserta didik dapat mengenal dan memahami pengetahuan tentang:
    penyajian data dalam bentuk tabel, diagram batang, dan diagram lingkaran
    rata-rata hitung dan modus
  • Peserta didik dapat mengaplikasikan pengetahuan tentang:
    ˗ penyajian data dalam bentuk tabel, diagram batang, dan diagram lingkaran
    ˗ rata-rata hitung dan modus
  • Peserta didik dapat menggunakan nalar yang berkaitan dengan:
    ˗ penyajian data dalam bentuk tabel, diagram batang, dan diagram lingkaran
    ˗ rata-rata hitung dan modus.

 

IPA – Makhluk Hidup dan Lingkungannya.

  • Peserta didik mampu memahami pengetahuan tentang:
    ˗ hubungan antar makhluk hidup dengan lingkungannya
    ˗ penyesuaian diri makhluk hidup
    ˗ pelestarian  lingkungan.
  • Peserta didik mampu mengaplikasikan pengetahuan tentang:
    ˗ hubungan antar makhluk hidup dengan lingkungannya,
    ˗ penyesuaian diri makhluk hidup.
  • Peserta didik mampu menggunakan nalar berkaitan dengan:
    ˗ hubungan antarmakhluk hidup,
    ˗ upaya manusia dalam pelestarian lingkungan.

IPA – Struktur dan Fungsi Makhluk Hidup :

  • Peserta didik mampu memahami pengetahuan tentang:
    ˗ bagian tubuh tumbuhan/hewan dan fungsinya
    – daur hidup hewan,
    ˗ alat gerak dan fungsinya,
    ˗ sistem pernapasan pada manusia/hewan,
    ˗ sistem pencernaan pada manusia,
    ˗ sistem peredaran darah pada manusia,
    ˗ perkembangbiakan makhluk hidup,
    ˗ perkembangan dan pertumbuhan manusia,
    ˗ pemeliharaan kesehatan organ.
  • Peserta didik mampu mengaplikasikan pengetahuan tentang:
    ˗ daur hidup hewan,
    ˗ mekanisme sistem gerak,
    ˗ mekanisme sistem organ (pernapasan, pencernaan, dan peredaran darah),
    ˗ pemeliharaan kesehatan organ.
  • Peserta didik mampu menggunakan nalar berkaitan dengan:
    ˗ hubungan antara system organ dan gangguan yang ditimbulkan,
    ˗ percobaan pada system organ hubungan antara daur,
    ˗ hidup/perkembangbiakan dengan pelestarian makhluk hidup.

IPA – Benda dan Sifatnya :

  • Peserta didik mampu memahami pengetahuan tentang:
    ˗ sifat benda,
    ˗ perubahan wujud benda.
  • Peserta didik mampu mengaplikasikan pengetahuan tentang:
    ˗ sifat benda,
    ˗ perubahan wujud benda.
  • Peserta didik mampu menggunakan nalar berkaitan dengan:
    ˗ perubahan wujud benda.

 

IPA – Energi dan Perubahannya :

  • Peserta didik mampu memahami pengetahuan tentang:
    ˗ gaya dan gerak,
    ˗ bentuk energi dan perubahannya,
    ˗ suhu dan kalor,
    ˗ bunyi dan cahaya,
    ˗ listrik dan magnet.
  • Peserta didik mampu mengaplikasikan pengetahuan tentang:
    ˗ gaya dan gerak,
    ˗ bentuk energy dan perubahannya,
    ˗ suhu dan kalor,
    ˗ bunyi dan cahaya,
    ˗ listrik dan magnet.
  • Peserta didik mampu menggunakan nalar berkaitan dengan:
    ˗ gaya dan gerak,
    ˗ bentuk energi dan perubahannya,
    ˗ suhu dan kalor,
    ˗ bunyi dan  cahaya,˗ listrik dan magnet.

IPA – Bumi dan Alam Semesta :

  • Peserta didik mampu memahami pengetahuan tentang:
    ˗ sumber daya alam,
    ˗ daur air,
    ˗ sistem tata surya.
  • Peserta didik mampu mengaplikasikan pengetahuan tentang:
    ˗ sumber daya alam,
    ˗ daur air,
    ˗ sistem tata surya.
  • Peserta didik mampu menggunakan nalar berkaitan dengan:
    ˗ sumber daya alam,
    ˗ daur air.

Ciri Khusus Hewan – Sesuai Kisi-kisi USBN SD – IPA 2019

Ciri Khusus Hewan – Sesuai Kisi-kisi USBN SD – IPA 2019.

 

Ciri Khusus Hewan

1. Kelelawar

  • Merupakan satu-satunya mamalia yang dapat terbang.
  • Jenisnya terdiri atas :  kelelawar buah (pemakan buah), kelelawar ikan (pemakan ikan), kelelawar lidah panjang (pemakan nektar), kelelawar katak (pemakan katak), dan kelelawar vampir (penghisap darah).
  • Hidup di gua yang lembab dan gelap atau di pohon yang tinggi.
  • Mencari makan pada waktu malam hari (nocturnal).
  • Tidur pada siang hari dengan keadaan menggantung terbalik.
  • Memiliki daya pendengaran yang tajam.
  • Memiliki kemampuan ekolokasi yaitu menggunakan gelombang bunyi untuk mengetahui posisi mangsanya.
  • Pada saat terbang kelelawar mengeluarkan bunyi berfrekuensi tinggi (ultrasonik)yang  jika mengenai benda akan menimbulkan pantulan.  Pantulan bunyi ini ditangkap oleh telinga kelelawar sehingga dapat mengetahui ukuran, jarak, dan arah benda pada waktu singkat.

2. Cecak atau Tokek

  • Dapat merayap di dinding.
  • Pada telapak kakinya terdapat struktur lapisan yang bersifat lengket dan tampak seperti guratan-guratan yang berfungsi sebagai alat pelekat.
  • Untuk mempertahankan diri dari musuh, cicak memutuskan ekornya dengan tujuan untuk mengelabui musuhnya (autotomi).  Ekor cicak tersebut dapat tumbuh kembali.

3. Ikan Lele dan Serowot

  • Hidup di air tawar
  • Tidak mengandalkan mata untuk mencari makan yang tersembunyi di dasar sungai yang berlumpur dan gelap.
  • Mengandalkan kumis (misai) yang merupakan organ indra khusus.
  • Misai berbentuk embelan panjang pada bibir bawah dan bibir atas ikan.
  • Misai memiliki kuncup pengecap.
  • Ketika berenang di air, ikan lele dan serowot menyapu dasar sungai dengan misainya untuk mengenali rasa binatang di dekatnya.
  • lele kampung

    lele dumbo

4. Bunglon

  • Dapat mengubah warna tubuhnya sebagai tanggapan terhadap perubahan suhu dan cahaya di sekitarnya.
  • Kemampuan untuk menyamar membantu bunglon untuk menangkap mangsa dan menghindari pandangan musuh.
  • Memiliki lidah panjang dan lengket untuk menangkap mangsa dan membawanya ke rahang.
  • Memiliki mata yang dapat berputar dan dapat melihat ke segala arah.
  • Memiliki kaki yang dapat mencengkeram seperti tangan agar dapat menggenggam dengan kuat.

5. Laba-laba

.

  • Kebanyakan memiliki penglihatan yang buruk
  • Membuat jaring untuk menangkap mangsa
  • Jaring terbuat dari bahan yang berasal dari organ khusus dalam abdomen (perut) yang disebut alat antih.
  • Mengandalkan indra peraba pada kakinya untuk memeriksa apakah terdapat mengsa dalam jaringnya.

6. Jerapah

  • Memiliki leher yang  panjang sehingga memungkinkan untuk memakan tunas dan daun muda.
  • Dapat minum dengan menundukkan kepalanya.
  • Memiliki katup kecil pada bagian dalam pembuluh darah di kepalanya sehingga saat ketinggian kepala jerapah berubah, katup tersebut dapat mencegah tekanan darah yang tinggi naik ke kepala.

7. Tupai

  • Memakan buah berkulit keras seprti buah kenari, chestnut, hazelnut, dab buah cemara.
  • Memiliki ekor yang panjang berumbai dan hampir sama panjang dengan badannya.
  • Ekor berfungsi sebagai alat keseimbangan dan kemudi, sehingga memudahkan tupai melompat dari satu pohon ke pohon lain.
  • Dapat melompat dari ujung dahan ke dahan lain sejauh 4 meter.
  • Pada saat melompat kaki depan dan belakang direnggangkan dan melayang serta ekor dipipihkan.
  • Dapat jatuh bebas dari ketinggian 9 meter dan mendarat dengan mulus di atas keempat kakinya.
  • Memiliki mata yang  jeli untuk memperkirakan jarak yang tepat.

8. Ikan Penyumpit

  • Hidup di perairan pantai serta air tawar dari India hingga Australia.
  • Menyerang mangsa yang berada di atas air tempat tinggalnya.
  • Mampu menyemprotkan air ke udara untuk menjatuhkan serangga dari tumbuhan atau udara.
  • Dapat melompat dari air untu menyergap serangga yang hinggap di daun atau dahan yang menggantung di atas air.

9. Paus

  • Tulang paus berupa bahan berongga berisi minyak sehingga dapat mengapung di permukaan air.
  • Memiliki lapisan lemak yang tebalnya sekitar 50 cm yang berfungsi untuk menjaga suhu tubuh agar tetap 34⁰C – 37⁰C.
  • Mata paus ditutupi lapisan berminyak untuk melindungi dari berbagai efek yang membahayakan dari air laut.
  • Paus tergolong binatang menyusui.  Susu paus bukan berbentuk cair tetapi padatan yang sangat berlemak.
  • Paus betina menyemprotkan susu ke dalam mulut, susu masuk ke dalam mulut dan terlarut dalam perut bayi paus.

10. Burung Hantu

  • Mencari mangsa pada waktu malam hari dan tidur pada waktu siang hari.
  • Menggunakan mata dan telinga yang tajam untukmenangkap mangsanya.
  • Dapat dengan cepat memusatkan bola mata dalam kegelapan.
  • Pupil mata dapat menyerap cahaya yang ada di malam hari, sehingga burung hantu dapat melihat walau cahaya sedikit.
  • Ketika berburu burung hantu mengeluarkan suara sehingga membuat takut mangsanya.  Gerakan mangsa yang ketakutan terdengar oleh burung hantu sehingga dapat menemukan letak mangsanya.
  • Bulu sayap burung hantu sangat halus dan lembut sehingga burung hantu dapat terbang tanpa suara dan dapat menyambar mangsanya dengan diam-diam.

11. Bebek

  • Memiliki kaki yang berselaput sehingga memudahkan untuk berenang.
  • Memiliki paruh yang berbentuk pipih dan lebar untuk memudahkan mencari cacing di dalam lumpur.
  • Bulu bebek selalu berminyak sehingga bebek tidak basah walaupun berendam lama di dalam air.

12. Unta

  • Hidup di padang pasir (daerah minim air)
  • Memiliki kemampuan tidak makan atau tidak minum selama berhari-hari karena memiliki punuk yang merupakan tempat cadangan makanan.
  • Punuk terdiri dari lapisan lemak.
  • Memiliki bulu mata yang panjang untuk melindungi mata dari pasir.
  • Memiliki kaki yang tebal untuk dapat berjalan di padang pasir yang panas.
  • Memiliki dua jari kaki yang bersatu untuk mencegah tenggelam di dalam pasir.
  • Memiliki lubang hidung yang dapat tertutup untuk melindungi hidung saat terjadi badai pasir.

13. Penguin

  • Dapat hidup di daerah bersuhu sangat rendah.
  • Memiliki bulu tebal dan lemak di bagian bawah lapisan kulitnya sehingga seperti memakai baju berlapis-lapis.
  • Hidup berkelompok sampai ratusan ribu dan saling mendekatkan diri agar tidak banyak panas yang dikeluarkan  dan terlindung dari udara dingin.

14. Rubah Artik

  • Dapat hidup di daerah bersuhu sangat rendah.
  • Memiliki telinga yang berukuran kecil dan tubuh yang berwarna putih yang membuat rubah artik mampu menjaga panas sehingga tidak banyak keluar dari tubuh.

15. Ikan Gelodok (mudskipper)

  • Hidup di daerah payau yang banyak terdapat hutan bakau.
  • Memili ukuran kecil dan gerakan yang  sangat lincah.
  • Dapat berjalan di daratan atau memanjat pohon.
  • Di daratan ikan gelodok bergerak meloncat-loncat.

16. Trenggiling

  • Memiliki cakar yang kuat untuk menarik rayap/semut dari sarangnya
  • Tidak memiliki gigi, tetapi memiliki lidah yang panjang dan lengket yang dapat dijulurkan untuk memperdaya mangsanya.
  • Memiliki sisik yang tebal dan keras, dan dapat menggulung tubuhnya seperti bola untuk melindungi diri.

17. ikan pari :

  • Ikan pari (rays) termasuk dalam sub grup elasmobranchii, yaitu ikan yang bertulang rawan dan grup Cartilaginous.
  • Bentuk tubuh gepeng melebar (depressed) dimana sepasang sirip dada (pectoral, fins)-nya melebar dan menyatu dengan sisi kiri-kanan kepalanya, sehingga tampak atas atau tampak bawahnya terlihat bundar atau oval.
  • Umumnya mempunyai ekor yang sangat berkembang (memanjang) menyerupai cemeti. Pada beberapa spesies, ekor ikan pari dilengkapi duri penyengat sehingga disebut ‘sting-rays’.
  • Mata ikan pari umumnya terletak di kepala bagian samping.
  • Posisi dan bentuk mulutnya adalah terminal (terminal mouth) dan umumnya bersifat predator.
  • Bernapas melalui celah insang (gill openings atau gill slits) yang berjumlah 5-6 pasang. Posisi celah insang adalah dekat mulut di bagian bawah (ventral).
  • Ikan pari jantan dilengkapi sepasang alat kelamin yang disebut “clasper” letaknya di pangkal ekor. Ikan pari betina umumnya berbiak secara melahirkan anak (vivipar) dengan jumlah anak antara 5-6 ekor.

18. ikan sidat :

  • Sidat (ordo Anguilliformes) kelompok ikan berbentuk tubuh mirip ular.Ordo Anguilliformes terdiri atas 4 subordo, 19 famili, 110 genera, dan 400 spesies.
  • Kebanyakan hidup di laut namun ada pula yang hidup di air tawar.
  • merupakan ikan nokturnal, sehingga keberadaannya lebih mudah ditemukan pada malam hari

17. Sigung (teledu) / skunk

  • Sigung atau teledu : mamalia seperti musang yang berbulu indah namun mempunyai kemampuan mengeluarkan bau yang busuk sebagai alat pertahanan dirinya terhadap predator.
  • Sigung di Indonesia dikenal sebagai spesies Mydaus javanensis. Namun sebenarnya sigung merupakan kelompok mamalia dari famili Mephitidae yang terdiri atas sekitar 10 spesies dari empat genus yaitu Conepatus, Mydaus, Mephitis, dan Spilogale. Dari genus Mydaussaja terdapat dua spesies yaitu Mydaus javanensis yang terdapat di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan (Indonesia dan Malaysia) dan spesies Mydaus marchei yang terdapat di Filipina. Sedangkan 8 spesies lainnya menghuni benua Amerika.
  • Sigung dalam bahasa inggris dikenal sebagai skunk, sedangkan untuk spesies sigung Indonesia (Mydaus javanensis) biasa disebut sebagai Indonesian Stink Badger, Malayan Stink Badger, Malay Badger, Sunda Stink Badger. Di Malaysia (dan sebagian Indonesia), sigung juga dikenal sebagai teledu.
  • Sigung Indonesia (Mydaus javanensis)  memiliki moncong panjang dan berbulu panjang dan lebat. Warna bulu sigung didominasi coklat tua atau hitam dengan belang putih. Warna putih berada di tengah bagian tubuh, yaitu dari tengah bagian atas kepala hingga ekor. Sigung mempunyai panjang tubuh mencapai 50 cm dengan berat badan berkisar antara 1,4-3,6 kg.
  • Sigung merupakan binatang penyendiri yang beraktifitas di malam hari (nokturnal). Pada siang hari, binatang ini lebih banyak bersembunyi di dalam terowongan. Sigung mempunyai habitat di hutan-hutan sekunder hingga pada ketinggian 2000 mdpl.
  • Sigung (Mydaus javanensis) merupakan binatang omnivora yang mempunyai makanan kesukaan antara lain serangga, cacing tanah, tikus, katak, ular, burung, dan telur. Sigung juga memakan buah-buahan, akar, jamur, dan dedaunan.
  • Yang paling khas dari sigung adalah kemampuannya mengeluarkan sejenis gas yang berbau menyengat dan busuk dari kelenjar khusus yang terdapat di sekitar anusnya. Kelenjar ini menghasilkan bau yang mengandung sulfur (belerang), methyl and butyl thiols. Bau ini berfungsi sebagai alat pertahanan diri terhadap predator.
  • Sigung yang merasa terpojok akan mengancam lawan atau predator dengan cara menundukkan kepala, menaikkan ekornya, dan akan menjejak-jejakkan cakar depannya di tanah. Jika musuh atau predator tidak segera pergi, sigung akan melengkungkan tubuhnya menyerupai huruf “U” dengan kepada dan dubur menghadap ke lawannya. Dan menyemburlah bau yang sangat busuk.
  • Semburan sigung (Mydaus javanensis) sangat kuat hingga mampu mencapai jarak 3,6 meter yang arahnya bisa ke kanan, ke kiri, ke atas, atau lurus. Bau ini sangat kuat yang mampu menyebabkan iritas dan kebutaan.
  • Sigung (Mydaus javanensis) meskipun tidak diketahui populasinya dengan pasti namun oleh IUCN Redlist dikategorikan sebagai Resiko Rendah (Least Concern). Di Eropa banyak yang memelihara sigung sebagai binatang peliharaan. Namun musti hati-hati, karena tidak semua spesies sigung dapat dipelihara. Hanya sigung dari genus Mephitis yang didapatkan dari negara-negara di Amerika saja yang boleh dipelihara karena spesies-spesies lainnya di negara lain termasuk dari Mydaus javanensisIndonesia dilindungi oleh undang-undang.Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia; Filum: Chordata; Kelas: Mamalia; Famili:Mephitidae; Genus: Mydaus; Spesies: Mydaus javanensis;Nama binomial: Mydaus javanensis (Desmarest , 1820). Sinonim: Mydaus meliceps. Nama Indonesia: SigungTeleduReferensi: http://www.iucnredlist.org/apps/redlist/details/41628/0http://www.yangzhi.com (gambar) . Sumber tulisan : http://alamendah.wordpress.com/2010/07/03/sigung-berbulu-indah-berbau-busuk18. Anjing

  • Anjing adalah mamalia yang telah mengalami domestikasi dari serigala.
  • Anjing adalah omnivora (pemakan daging dan tumbuhan), namun lebih dominan sebagi pemakan daging, memiliki gigi tajam dan rahang yang kuat untuk menyerang, menggigit, dan mencabik-cabik makanan
  • memiliki otot yang kuat, tulang pergelangan kaki yang bersatu, sistem kardiovaskuler yang mendukung ketahanan fisik serta kecepatan berlari
  • secara teknis anjing berjalan berjingkat dengan jari-jari kaki
  • Anjing bisa mendengar suara frekuensi rendah 16Hz hingga 70KHz,  mampu menentukan sumber suara lebih cepat dari manusia, sekaligus bisa mendengar suara yang sumbernya empat kali lebih jauh yang dapat didengar manusia.
  • Anjing memiliki hampir 220 juta sel penciuman yang sensitif terhadap bau.
  • Anjing dapat mengeluarkan zat yang tidak diinginkan dari perut dengan cara memuntahkannya
  • Menaikkan telinga, ekor, dan menunjukkan gigi untuk mengancam dan menyerang musuh

19. Kadal

  • Kadal adalah hewan bersisik berkaki empat yang termasuk kelompok reptil.
  • mempunyai lubang telinga luar, dan pelupuk mata yang dapat dibuka tutup.
  • kadal termasuk binatang berdarah dingin (itu sebabnya kadal kerap berjemur) dan mempunyai sisik-sisik yang beraneka bentuknya yang terbangun dari zat tanduk. Sebagian jenis mempunyai sisik-sisik yang halus berkilau, terkesan licin atau seperti berminyak, walaupun sebenarnya sisik-sisik itu amat kering karena kadal tidak memiliki pori di kulitnya untuk mengeluarkan keringat atau minyak.
  • Kebanyakan kadal bertelur (ovipar), meskipun ada pula yang melahirkan anak (vivipar). Juga, umumnya kadal dapat menumbuhkan kembali ekor atau bahkan tungkai yang terputus.
  • Beberapa spesies kadal tak berkaki, seperti ular kaca misalnya, memiliki struktur gelangan bahu dan panggul dalam tubuhnya, meski tak ada tungkainya
  • Kadal-kadal tertentu, misalnya bunglon, dapat berganti warna sesuai kondisi lingkungan atau suasana hati.
  • Meski kebanyakan hidup di daratan, umumnya kadal dapat berenang dengan baik.

20. Domba

  • domba atau biri-biri (Ovis) adalah ruminansia dengan rambut tebal dan dikenal orang banyak karena dipelihara untuk dimanfaatkan rambut (disebut wol), daging, dan susunya
  • domba garut/priangan : untuk pedaging/aduan : Bertubuh besar dan lebar, lehernya kuat, dahi konveks. Domba priangan jantan memiliki tanduk besar dan kuat, melengkung ke belakang berbentuk spiral, dan pangkal tanduk kanan dan kiri hampir menyatu. Sedangkan domba betina tidak memiliki tanduk, panjang telinga sedang, dan terletak di belakang tanduk. Domba jantan mempunyai berat 40-80 kg, sedangkan betina 30-40 kg. Kadang-kadang dijumpai adanya domba tanpa daun telinga. Keunggulan domba ini  adalah kulitnya merupakan salah satu kulit dengan kualitas terbaik di dunia, selain itu dengan leher yang kokoh dan tubuh yang besar, kuat, domba ini sesuai untuk domba aduan. Keunggulan lainnya adalah penghasil daging yang sangat baik dan mudah dipelihara.
  • untuk jenis-jenis domba coba lihat di http://dompi.co.id/_dompi.php?_i=jenis-domba

21. Elang

  • merupakan hewan berdarah panas, mempunyai sayap dan tubuh yang diselubungi bulu pelepah.
  • berkembang biak dengan cara bertelur yang mempunyai cangkang keras di dalam sarang yang dibuatnya. Ia menjaga anaknya sampai mampu terbang.
  • Merupakan hewan pemangsa, makanan utamanya hewan mamalia kecil seperti tikus, tupai dan ayam. Terdapat sebagian elang yang menangkap ikan sebagai makanan utama mereka (biasanya elang tersebut tinggal di wilayah perairan)
  • Paruh elang tidak bergigi tetapi melengkung dan kuat untuk mengoyak daging mangsanya
  • mempunyai sepasang kaki yang kuat dan kuku yang tajam dan melengkung untuk mencengkeram mangsa serta daya penglihatan yang tajam untuk memburu mangsa dari jarak jauh tak terkira.
  • Elang mempunyai sistem pernapasan yang baik dan mampu untuk membekali jumlah oksigen yang banyak yang diperlukan ketika terbang

22. Landak

  • termasuk hewan pengerat (Rodentia)
  • memiliki rambut yang tebal dan berbentuk duri tajam.
  • Hewan ini ditemukan di Asia, Afrika, maupun Amerika, dan cenderung menyebar di kawasan tropika.
  • Hewan ini agak “membulat” serta tidak terlalu lincah apabila dibandingkan dengan tikus.
  • Landak secara umum adalah herbivora, dan menyukai daun, batang, khususnya bagian kulit kayu. Karena hal inilah banyak landak dianggap sebagai hama tanaman pertanian. Meskipun demikian, orang juga menjadikan landak sebagai salah satu bahan pangan.

23. walangsangit

  • Walang sangit  adalah serangga yang menjadi hama penting pada tanaman budidaya, terutama padi.
  • bentuknya yang memanjang, berukuran sekitar 2 cm, berwarna coklat kelabu, dan memiliki “belalai” (proboscis) untuk menghisap cairan tumbuhan.
  • Walang sangit adalah anggota ordo Hemiptera (bangsa kepik sejati).
  • menghisap cairan tanaman dari tangkai bunga (paniculae) dan juga cairan buah padi yang masih pada tahap masak susu sehingga menyebabkan tanaman kekurangan hara dan menguning (klorosis), dan perlahan-lahan melemah.
  • untuk pertahanan diri ia  mengeluarkan aroma yang menyengat hidung (sehingga dinamakan “sangit”)

24. belalang

  • Belalang adalah serangga herbivora dari subordo Caelifera dalam ordo Orthoptera.
  • Serangga ini memiliki antena yang hampir selalu lebih pendek dari tubuhnya dan juga memiliki ovipositor (alat khusus pd serangga untuk bertelur) yang pendek.
  • Suara yang ditimbulkan beberapa spesies belalang biasanya dihasilkan dengan menggosokkan femur (tulang paha) belakangnya terhadap sayap depan atau abdomen atau karena kepakan sayapnya sewaktu terbang.
  • Femur belakangnya umumnya panjang dan kuat yang cocok untuk melompat.
  • Serangga ini umumnya bersayap, walaupun sayapnya kadang tidak dapat dipergunakan untuk terbang.
  • Belalang betina umumnya berukuran lebih besar dari belalang jantan.

25. Lumba-lumba

  • merupakan mamalia laut yang sangat cerdas.
  • kulitnya mampu memperkecil gesekan dengan air, sehingga lumba-lumba dapat berenang dengan sedikit hambatan air.
  • memiliki sebuah sistem yang digunakan untuk berkomunikasi dan menerima rangsang yang dinamakan sistem sonar, yang dapat menghindari benda-benda yang ada di depannya sehingga tidak terjadi benturan.
  • merupakan binatang menyusui, hidup di laut dan sungai di seluruh dunia. Ada lebih dari 40 jenis lumba-lumba.
  • Bayi lumba-lumba yang baru lahir akan dibawa ke permukaan oleh induknya agar bisa menghirup udara
  • Lumba-lumba bernapas melalui lubang udara yang terletak di atas kepalanya

26. gajah

  • merupakan mamalia darat terbesar  yang masih ada.
  • Mempunyai belalai dan daun telinga yang lebar
  • mempunyai gading yang merupakan sepasang gigi seri pada bagian depan rahang atas, yang terus tumbuh selama gajah hidup meskipun tidak tumbuh terlalu panjang.
  • Terdiri dari dua spesies : gajah Afrika dan gajah Asia
  • Umur gajah biasanya mencapai 70 tahun.
  • Umumnya, gajah hidup berkelompok dengan jumlah anggota 30 ekor
  • Periode kehamilan gajah adalah 22 bulan, masa kehamilan terlama dibandingkan hewan darat lainnya
  • Gajah adalah satu-satunya mamalia di dunia yang tidak bisa melompat.
  • mempunyai bantalan tebal berupa jaringan kenyal, yang tumbuh sebagai lapisan pada bagian bawah setiap telapak kaki gajah yang dapat  menyerap guncangan berat badannya. Lapisan bantalan ini menyebarkan efek tekanan yang dikenakan gajah ke permukaan tanah. Itu memungkinkannya mengangkat kaki dengan mudah. Berkat bantalan ini, gajah mampu berjalan menempuh jarak yang jauh meskipun tubuhnya amat berat.
  • berkomunikasi dengan menggunakan suara infrasonik yang tak terdengar oleh telinga manusia. Suara infrasonik memungkinkan gajah berbicara menggunakan bahasa khusus dengan gajah lain yang terpisah sejauh 4 km
  • dapat berenang selama 6 jam dan menempuh jarak hingga 50 km.

26. badak

  • merupakan mamalia herbivora berukuran besar dengan berat dapat mencapai lebih dari satu ton
  • memiliki cula dibagian tengah dahi, satu atau dua buah. jika berjumlah dua, salah satu terletak di depan yang lainnya (tidak bersisian).
  • memiliki kulit yang tebal, 1.5 – 5 cm, terbentuk dari lapisan kolagen.
  • memiliki indra pendengaran dan penciuman yang tajam, tapi tidak dapat melihat jauh
  • Sebagian besar badak dapat hidup melebihi 40 tahun

27. Rusa

  • Rusasambar, atau menjangan adalah hewan mamalia pemamah biak (ruminan) yang termasuk familia Cervidae.
  • Salah satu ciri khas rusa adalah adanya antler (tanduk rusa), dan bukan tanduk, yang merupakan pertumbuhan tulang yang berkembang setiap tahun (biasanya pada musim panas) terutama pada rusa jantan (walaupun ada beberapa pengecualian).
  • Ada sekitar 34 spesies rusa di seluruh dunia
  • memiliki tubuh yang luwes,  badan kompak dan panjang, kaki kuat cocok untuk medan hutan kasar.

28. Zebra

  • merupakan binatang dari famili kuda yang tubuhnya berbelang-belang hitam dan putih.
  • Penyebaran habitat di Afrika Selatan, Afrika Barat dan Afrika Timur. Ada tiga jenis zebra yaitu : zebra gunung, zebra dataran dan zebra primitif.
  • Belang-belang pada tubuh zebra dapat membantu sistem pertahanan zebra terhadap predator.Belang zebra dapat membingungkan predator. Belang pada tubuh zebra memecah kontur rata hewan,menyamarkan bentuk asli zebra.Ketika zebra bergerak, pola itu lebih membingungkan lagi
  • Zebra betina melahirkan 1 anak, yang hampir langsung dapat berdiri dan berlari sekitar 1 jam setelah dilahirkan

29. kucing

  • Kaki kucing memiliki lapisan empuk dan tebal yang berguna untuk menyembunyikan kukunya. Pada saat berjalan kukunya ditarik masuk sehingga tidak bersuara, sehingga musuh tidak mendengar ketika didekatinya.
  • Mata kucing sangat tajam sehingga bisa melihat dalam gelap.
  • Kucing dapat melihat dalam cahaya yang amat terang karena memiliki Selaput pelangi (iris) yang  membentuk celah pada mata yang akan menyempit.
  • Ketika cahaya yang ada terlalu sedikit untuk melihat, kucing akan menggunakan “kumis” atau misainya (vibrissae) untuk membantunya menentukan arah dan menjadi alat indera tambahan. Misai dapat mendeteksi perubahan angin yang amat kecil, membuat kucing dapat mengetahui adanya benda-benda di sekitarnya tanpa melihat
  • kucing juga memiliki keseimbangan tubuh yang sangat baik, ketika kucing terjatuh maka kucing bisa mengatur tubuhnya supaya tetap berdiri.
  • merupakan karnivora yang sempurna dengan gigi dan saluran pencernaan yang khusus. Gigi premolar dan molar pertama membentuk sepasang taring di setiap sisi mulut yang bekerja efektif seperti gunting untuk merobek daging.
  • Kucing yang sedang berkelahi menegakkan rambut tubuh dan melengkungkan punggung agar mereka tampak lebih besar.
  • kucing memerlukan kegiatan mencakar untuk menanggalkan lapisan lama pada kukunya agar kukunya dapat tetap tajam dan terjaga kesehatannya.
  • kucing menyimpan energi dengan cara tidur lebih sering ketimbang hewan lain. Lama tidur kucing bervariasi antara 12-16 jam per hari, dengan angka rata-rata 13-14 jam.

30. ular

  • merupakan reptil bersisik yang tak berkaki dan bertubuh panjang.
  • termasuk hewan berdarah dingin.
  • Ular adalah hewan karnivora atau pemakan daging, dan tidak pernah mengunyah atau mencabik cabik makanannya tapi  langsung ditelan secara utuh.
  • susunan rahangnya melekat secara longgar dengan susunan tulang pada rangka kepala yang memungkinkan ular menelan mangsa yang lebih besar dari dirinya sendiri.
  • ular juga memiliki cairan pencerna yang mampu menghancurkan makanan.
  • Pada beberapa jenis ular, ada yang membelit mangsanya dengan kuat sehingga mangsanya kehabisan nafas, dan dengan mudah sang ular dapat memakannya.
  • Ular juga memiliki bisa yang dapat membunuh musuh-musuhnya.
  • Ular tidak memiliki daun telinga dan gendang telinga, tidak mempunyai keistimewaan pada ketajaman indera mata maupun telinga
  • Indera yang menjadi andalan ular adalah sisik pada perutnya, yang dapat menangkap getaran langkah manusia atau binatang lainnya
  • Lubang yang terdapat antara mata dan mulut ular dapat berfungsi sebagai thermosensorik (sensor panas). Ular juga dapat mengetahui perubahan suhu karena kedatangan mahluk lainnya.
  • Kulit ular dimanfaatkan untuk membuat membuat tas, dompet dan barang lainnya.

31. beruang

    • Beruang memiliki ekor kecil
    • indra penciuman dan pendengaran yang tajam
    • memiliki empat cakar yang lebar, lima kuku per telapak tangan yang tak dapat ditarik masuk, Kuku-kukunya digunakan untuk memanjat pohon, menyobek sarang rayap dan sarang lebah, menggali akar, atau menangkap mangsa, tergantung pada spesiesnya.
    • bulu yang panjang, lebat dan kasar. Warna bulu bervariasi tergantung pada spesiesnya. Ada yang berwarna putih, blonde atau krem, hitam dan putih, sampai hitam semua atau coklat semua. Warna bulu beruang juga bervariasi walaupun mereka satu spesies. Sebagai contoh, Beruang Amerika hitam mungkin saja berbulu hitam, coklat, coklat kemerahan, atau hitam kebiruan. Beberapa spesies, seperti sun beardan spectacled bear memiliki dada yang berwarna cerah dengan facial markings.
    • moncong yang panjang, dan telinga bundar.
    • Giginya digunakan untuk bertahan dan tergantung pada makanannya. Tergantung pada spesiesnya, beruang dapat memiliki 32 hingga 42 gigi. Gigi beruang tidak dikhususkan untuk membunuh mangsa mereka.Gigi taring beruang relatif kecil dan umumnya digunakan untuk pertahanan diri atau alat. Gigi geraham beruang lebar, datar dan digunakan untuk memotong dan menggiling tumbuhan menjadi potongan lebih kecil yang dapat dicerna.
    • Penglihatan beruang hampir sama dengan penglihatan manusia. Beruang hitam dan sejenisnya, tidak buta warna, yang memungkinkan mereka membedakan.
    • dapat berlari mencapai kecepatan 50 km/jam (30 mph). Beruang juga dapat bergerak dengan fleksibel dan lincah.
    • Pada semua spesies beruang, jantan lebih besar daripada betina. Perbedaan antar jenis kelamin ini, semakin besar pada spesies yang lebih besar. Beruang kutub jantan berbobot dua kali lebih besar daripada betinanya, sedangkan jantan spesies beruang yang lebih kecil berbobot hampir sama dengan betinanya. Beruang dapat hidup sekitar 25 tahun hingga 40 tahun. Beruang yang hidup di hutan, lebih cepat mati daripada mereka yang hidup di kebun binatang
    • Ada banyak macam beruang yang berbeda seperti beruang kutub, beruang coklat, beruang hitam, panda, beruang madu, dsb
    • Beruang hidup di habitat yang bervariasi, dari lingkungan tropik hingga Artik, dari hutan ke lingkungan bersalju. Umumnya mereka omnivora, walaupun beberapa memiliki makanan yang khusus, seperti beruang kutub. Mereka memakan lumur, akar, kacang dan beri. Mereka juga kadang-kadang pergi ke sungai untuk menangkap ikan. Beruang umumnya pergi jauh untuk mencari makanan. Waktu berburu biasanya ketika senja atau pagi buta kecuali ketika manusia ada di sekitar.
    • Kebanyakan beruang biasa berhibernasi (atau tidur tanpa bangun) selama musim dingin.

    32. harimau/macan

    • Harimau adalah jenis kucing terbesar dari spesiesnya, lebih besar dari singa.
    • Harimau juga adalah jenis kucing tercepat kedua dalam hal berlari, setelah cheetah.
    • Dalam keseluruhan karnivora, harimau adalah kucing karnivora terbesar dan karnivora terbesar ketiga keseluruhan, setelah beruang kutub dan beruang coklat
    • harimau memiliki loreng,  yang bervariasi dari coklat ke hitam. Bentuk dan kepadatan lorengnya berbeda-beda subspesies satu dengan yang lain, tapi hampir semua harimau memiliki lebih dari 100 loreng. Pola loreng unik setiap harimau digunakan untuk membedakan satu sama lain, mirip dengan fungsi sidik jari yang digunakan untuk mengindentifikasi orang.  Loreng juga berfungsi untuk kamuflase, menyembunyikan mereka dari mangsanya.

    33. bintang laut

    • Bintang laut merupakan hewan simetri radial dan umumnya memiliki lima atau lebih lengan.
    • Bintang laut tidak memiliki rangka yang mampu membantu pergerakan. Rangka mereka berfungsi sebagai perlindungan.
    • Mereka bergerak dengan menggunakan sistem vaskular air. Mereka bergantung kepada kaki tabung yang terletak di bagian ventral lengan bintang laut, yang berfungsi untuk pergerakan dan membantu makan.
    • Bintang laut adalah hewan invertebrata yang bergerak bebas dengan menggunakan kaki-kaki tabungnya, merayap sepanjang dasar laut dalam kecepatan yang cukup rendah untuk kebanyakan spesies.
    • dapat meregenerasikan (menumbuhkan) lengannya yang putus. jika bintang laut terancam oleh predator, dia dapat memutuskan lengannya sendiri dan kabur. Dibutuhkan sekitar satu tahun untuk dapat tumbuh kembali.
    • Mulut bintang laut ada di bawah tubuhnya. Mereka memangsa kerang dan remis, serta ikan kecil, keong, dan lainnya.  Mereka mencerna binatang dan memasukkan perutnya kembali ke dalam tubuh sendiri. Mekanisme cara makan yang unik ini memungkinkan bintang laut untuk memakan mangsa yang lebih besar dan dapat masuk ke dalam mulutnya yang kecil.

    34. Tapir

    •  ada ciri khas “pelana” warna terang dari bahu hingga pantat.
    • Bulu-bulu di bagian tubuh lainnya berwarna hitam kecuali ujung telinga yang berwarna putih Pola warna ini berguna untuk kamuflase supaya musuh tidak melihatnya sebagai tapir tapi mungkin batu besar dan bukannya mangsa saat tapir ini berbaring atau tidur.
    • ekornya pendek gemuk serta belalai yang panjang dan lentur.
    • Tiap kaki depanya ada empat kuku dan di tiap kaki belakangnya ada tiga kuku.
    • Binatang ini vegetarian(herbivora)  artinya hanya makan umbi empuk dan daun-daunan.
    • mereka bisa lari amat cepat bila merasa terancam. Mereka juga bisa membela diri dengan rahang kuat serta gigi tajamnya.
    • Tapir merupakan perenang yang sangat baik dan dapat tinggal di air selama berberapa menit untuk menghindari predator.
    • Tapir mampu memancat tebing-tebing curam dengan lincah.
    • Tapir menandai daerah teritorialnya dengan urine.
    • Jika meliahat bentuk moncongnya yang panjang, mungkin tapir akan dianggap berkerabat dekat dengan babi, padahal tapir berkerabat dengan kuda dan badak

    35. cumi-cumi

    •  jenis moluska yang hidup di laut dengan kakinya yang terpisah menjadi sejumlah tangan yang melingkari kepala
  • memiliki tubuh yang berbentuk pipa, kepala yang berkembang sempurna, dan 10 tangan yang panjang yang bermangkuk penghisap
  • Tangan-tangan ini berguna untuk menjerat mangsanya kemudian disobek menggunakan rahangnya yang kuat, mirip dengan paruh binatang.
  • Cumi-cumi menghisap air melalui rongga pusat tubuhnya, rongga mantel, dan memaksanya keluar melalui suatu pembuluh yang lentur yang disebut dengan sifonSifon terletak tepat di belakang tangan. Oleh karena pancaran air yang mendorong cumi-cumi berenang mundur.
  • Sirip cumi-cumi merupakan 2 perluasan mantel seperti cuping yang digunakan sebagai kemudi pergerakannya
  • Matanya tidak memiliki kelopak mata, namun tampak seperti mata manusia.
  • Cumi-cumi mempunyai tiga jantung dan berdarah biru. Dua dari jantung mereka berlokasi dekat dengan masing-masing insangnya dan karena hal itu mereka dapat memompa oksigen ke bagian tubuh yang beristirahat dengan mudah.
  • Cumi-cumi memiliki pokok sistem pernapasan senyawa tembaga, berbeda dengan manusia dimana manusia mempunyai pokok sistem pernapasan senyawa besi, yang berakibat jika terlalu tertutup pada permukaan di mana terdapat air panas, cumi-cumi dapat mati dengan mudah karena mati lemas.
  • Banyak cumi-cumi yang dapat mengubah warna tubuhnya dari coklat menjadi ungu, merah, atau kuning sebagai kamuflase terhindar dari ancaman pemangsanya.
  • cumi-cumi juga menyemprotkan tinta untuk menghindari musuh.

36. ikan lepu ayam (lionfish)

  • sirip dada besar seperti kipas, sirip punggungnya panjang, tubuh bergaris-garis.
  • spesies ikan laut yang beracun yang merupakan spesies predator.
  • Ketika berburu, mereka akan menyudutkan buruannya dengan sirip besarnya dan dengan refleks cepatnya mereka menekan buruannya sekaligus.
  • Lepu dikenal karena durinya yang panjang dan memiliki warna merah, coklat, oranye, kuning, hitam atau putih berselang-seling.
  •  Habitat Lepu berada di bebatuan karang
  • merupakan hewan nocturnal (artinya aktif di malam hari).
  • merupakan hewan soliter (hidup menyendiri), kecuali saat musim kawin.

37. singa

  • hewan dari jenis kucing yang hidup dalam kelompok. Tiap kelompok terdiri atas jantan 1-6 ekor, betina 4-15 ekor. wilayah kekuasaan satu kelompok antara 20-400 km2.
  • Singa jantan di tumbuhi bulu tebal disekitar tengkuknya, hal ini lebih menguntungkan untuk melindungi tengkuknya, terutama dalam perkelahian bebas antara kucing besar, yang terkenal dengan selalu menerkam tengkuk untuk melumpuhkan musuhnya.
  • Singa betina jauh lebih aktif dalam berburu, sedangkan Singa jantan lebih santai dan selalu bersikap menunggu dan meminta jatah dari hasil buruan para betinanya
  • tidak bisa memanjat pohon
  • Singa tidak suka dengan air
  • Hidup di savanna/padang pasir
  • karena hewan malam hari, dalam sehari 20 jam ber baring di bebatuan/di bawah pohon yang teduh
  • kalau makan habis 1 hari penuh mencari makanan/meluaskan wilayah kekuasaan. pekerjaan jantan adalah melindungi betina dari jantan kelompok lain/mejaga wilayah kekuasaan. kalau merebut wilayah kelmpok lain jantan yang merebut kelompok lain akan membunuh anak singa yang berada di kelompok yang direbut. kecepatan lari jantan adalah 58km/h.

38. kura-kura

  • merupakan hewan bersisik berkaki empat yang termasuk golongan reptil.
  • memiliki  ‘rumah’ atau batok (bony shell) yang keras dan kaku.
  • Batok kura-kura ini terdiri dari dua bagian. Bagian atas yang menutupi punggung disebut karapas (carapace) dan bagian bawah (ventral, perut) disebut plastron. Kemudian setiap bagiannya ini terdiri dari dua lapis. Lapis luar umumnya berupa sisik-sisik besar dan keras, dan tersusun seperti genting; sementara lapis bagian dalam berupa lempeng-lempeng tulang yang tersusun rapat seperti tempurung
  • mampu menyembunyikan kepala, kaki dan ekornya ke dalam tempurungnya.
  • Kura-kura tidak memiliki gigi. Akan tetapi perkerasan tulang di moncong kura-kura sanggup memotong apa saja yang menjadi makanannya
  • Kura-kura berbiak dengan bertelur (ovipar)

39. kuda

  • adalah salah satu hewan ternak yang penting secara ekonomis, dan telah memegang peranan penting dalam pengangkutan orang dan barang selama ribuan tahun.
  • Kuda dapat ditunggangi oleh manusia dengan menggunakan sadel dan dapat pula digunakan untuk menarik sesuatu, seperti kendaraan beroda, atau bajak.

40. walang daun

  • mempunyai bentuk dan warna tubuh yang menyerupai daun/sesuai daunnya sehingga dapat melindungi diri dari musuhnya

41. katak

  • umumnya berkulit halus, lembap, dengan kaki belakang yang panjang
  • siklus hidupnya dimulai dari  telur yang menetas menjadi berudu atau kecebong yang bertubuh mirip ikan gendut, bernapas dengan insang dan selama beberapa lama hidup di air. Perlahan-lahan akan tumbuh kaki belakang, yang kemudian diikuti dengan tumbuhnya kaki depan, menghilangnya ekor dan bergantinya insang dengan paru-paru. Setelah masanya, berudu ini akan melompat ke darat sebagai katak kecil.
  • ada kantung suara yang terletak di sekitar leher katak jantan, yang akan menggembung besar manakala digunakan untuk memanggil betina pada musim kawin.
  • Bagi katak, melakukan kamuflase (penyamaran) agar seolah tubuhnya beracun adalah trik untuk menghindar dari predator atau pemangsa.
  • Katak memiliki lidahnya yang panjang dan lengket, sehingga serangga yang mendekat dapat dengan cepat disambar dan tidak dapat berkutik lagi.

42. Luwing/Kaki seribu

  • memiliki dua pasang kaki per segmen (kecuali untuk segmen pertama di belakang kepala yang tidak memiliki pelengkap sama sekali, dan berikutnya yang hanya memiliki satu pasang kaki). Setiap segmen yang memiliki dua pasang kaki adalah hasil dari dua segmen tunggal digabungkan bersama sebagai satu.
  • memiliki tubuh yang panjang silindris sampai 20 cm.
  • Kepala luwing di hiasi oleh dua buah sungut.
  • jika dalam keadaan terancam akan melingkarkan tubuhnya rapat-rapat membentuk spiral seperti obat nyamuk, selain itu akan mengeluarkan bau busuk yang akan mengusir predator pengganggunya.
  • Meskipun namanya kaki seribu tapi jumlah kakinya tidak sampai 1.000, tapi ia merupakan binatang yang berkaki terbanyak. spesies umum memiliki antara 36 s.d 400 kaki, sedang spesies langka Illacme plenipes memiliki 750 kaki.
  • bisa jadi indikator kerusakan lingkungan.

43. Gurita

  • Gurita adalah hewan moluska dari kelas Cephalopoda (kaki hewan terletak di kepala)
  • Gurita memiliki 8 lengan dengan alat penghisap berupa bulatan-bulatan cekung pada lengan yang digunakan untuk bergerak di dasar laut dan menangkap mangsa. Lengan itu merupakan struktur hidrostat muskuler yang hampir seluruhnya terdiri dari lapisan otot tanpa tulang.
  • Tubuh yang sangat fleksibel memungkinkan gurita untuk menyelipkan diri pada celah batuan yang sangat sempit di dasar laut, terutama sewaktu melarikan diri dari ikan pemangsa seperti belut laut Moray
  • Gurita mempunyai masa hidup yang relatif singkat dan beberapa spesies hanya hidup selama 6 bulan. Spesies yang lebih besar seperti Gurita raksasa Pasifik Utara yang beratnya bisa mencapai 40 kilogram bisa hidup sampai 5 tahun di bawah kondisi lingkungan yang sesuai. Reproduksi merupakan salah satu sebab kematian, gurita jantan hanya bisa hidup beberapa bulan setelah kawin dan gurita betina mati mati tidak lama setelah bertelur. Kematian disebabkan kelalaian gurita untuk makan selama sekitar satu bulan sewaktu menjaga telur-telur yang belum menetas.
  • Gurita memiliki tiga buah jantung yang terdiri dari dua buah jantung untuk memompa darah ke dua buah insang dan sebuah jantung untuk memompa darah ke seluruh bagian tubuh
  • Gurita bernapas dengan menyedot air ke dalam rongga mantel melalui kedua buah insang dan disemburkan keluar melalui tabung siphon
  • Gurita kemungkinan merupakan hewan paling cerdas di antara semua hewan invertebrata.
  • Gurita biasanya memiliki tiga mekanisme pertahanan diri: kantong tinta, kamuflase dan memutuskan lengan.
  • Pada siang hari, gurita biasanya meyembunyikan diri di kawasan berbatu atau di terumbu karang.

44. Kuda Laut

kuda laut-Hippocampus

  • Kuda laut adalah jenis ikan yang hidup di laut dari genus Hippocampus dan famili Syngnathidae. Ada paling sedikit 54 jenis kuda laut.
  • ukurannya bervariasi antara 16 mm (untuk spesies Hippocampus denise) sampai 35 cm ini dapat ditemukan di perairan tropis dan menengah di seluruh dunia.
  • Kuda laut merupakan satu-satunya spesies yang jantannya dapat hamil. Kuda laut jantan ini memiliki kantung perut yang besar dan pembuka seperti celah di bagian dasar perutnya. Kuda laut betina akan meletakkan lebih 100 telurnya langsung ke dalam kantung perut itu dan kuda laut jantan membuahi telur saat dijatuhkan.  Lapisan dalam kantung perut menjadi seperti spons dan dipenuhi dengan pembuluh darah, yang berfungsi untuk memberi makan telur atau embrio. Kantong perut atau kantung benih berfungsi untuk menyimpan telur yang diberikan sang betina. Telur-telur akan mengalir melalui tabung ke kantong benih kemudian mereka akan dibuahi. Hasil pembuahannya dinamakan embrio. Embrio akan berkembang selama 10 hari sampai 6 minggu, tergantung pada spesies dan kondisi air. Jika sudah waktunya, ‘melahirkan’ sang jantan akan memompa ekornya sampai bayi kuda laut keluar. Bayi-bayi kuda laut akan keluar dengan bentuk yang sangat kecil. Selain untuk mengandung, kantong kuda laut jantan juga berfungsi untuk mengatur kadar garam, agar sesuai dengan lingkungan luar saat telur menetas.
  • kuda laut juga memiliki baju yang disebut baju zirah atau “baju besi” yang berfungsi sebagai pelindung bahaya. Baju Zirah itu sangat keras seperti batu, bahkan tidak bisa dihancurkan hanya dengan tangan manusia. Kuda laut ini ternyata termasuk dalam jenis ikan, dan bernafas dengan insang. Ukuran mereka bervariasi dari sekitar 4 sampai 30 sentimeter.
  • Sirip dorsal pada kuda laut terletak pada bagian bawah sedangkan sirip pektoralnya terletak pada bagian kepala, di dekat insang.
  • Tubuh kuda laut itu berwarna-warni (merah, kuning, hijau, dan hitam) dan bisa berubah sesuai dengan keadaan sinar matahari yang menyinari tubuhnya, dan keadaan tubuhnya sendiri. Walaupun memiliki banyak warna, namun beberapa spesiesnya berwarna sebagian transparan, sehingga tidak mudah dilihat. Kuda laut biasanya tinggal di sekitar karang-karang laut dan menambatkan ekornya pada celah bebatuan. Ia hidup menyebar di perairan tropis di seluruh lautan dunia.
  • Meskipun termasuk dalam jenis ikan, cara berenang kuda laut berbeda dengan cara berenang ikan. Kuda laut bergerak dalam air dengan cara mengubah isi udara dalam kantung renangnya. Jika kantung renang ini rusak dan kehilangan sedikit udara, kuda laut tenggelam ke dasar laut. Kuda laut berenang dengan tubuh yang tegak dan mereka dapat menganggukkan kepala ke atas dan ke bawah
  • Mata kuda laut sangat unik. Ia bisa melihat dua buah benda yg berbeda pada waktu yang bersamaan. Matanya juga dapat bergerak dengan bebas, berputar-putar mengamati setiap sisi sehingga mereka dapat melihat sekelilingnya dengan mudah, tanpa harus menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan

45. Hiu

hiu

  • ikan dengan kerangka tulang rawan yang lengkap  dan tubuh yang ramping.
  • bernapas dengan lima liang insang (kadang-kadang enam atau tujuh, tergantung pada spesiesnya) di samping, atau dimulai sedikit di belakang kepalanya
  • tubuh dilapisi kulit dermal denticles untuk melindungi kulit mereka dari kerusakan, dari parasit, dan untuk menambah dinamika air.
  • mempunyai beberapa deret gigi yang dapat digantikan dan rahangn yang dapat digerakkan
  • memiliki alat gerak berpasangan
  • Hewan berdarah dingin, suhu tubuh mengikuti suhu lingkungan.

46. Cenderawasih

cenderawasih

  • bulu yang indah yang hanya dimiliki oleh burung jantan
  • Umumnya bulunya berwarna cerah dengan kombinasi beberapa warna seperti hitam, cokelat, kemerahan, oranye, kuning, putih, biru, hijau dan ungu.
  • Keindahan bulu Cendrawasih jantan digunakan untuk menarik perhatian lawan jenis.
  • Untuk ‘merayu’ betina agar bersedia diajak kawin, burung jantan akan memamerkan bulunya dengan melakukan tarian-tarian indah
  • hanya terdapat di Indonesia bagian timur, Papua Nugini, dan Australia timur, terdiri atas 14 genus dan sekitar 43 spesies. 30-an spesies diantaranya bisa ditemukan di Indonesia

47. Babi rusa

babirusa

  • hanya terdapat di sekitar Sulawesi, Pulau Togian, Malenge, Sula, Buru dan Maluku
  • tubuh yang meyerupai babi namun berukuran lebih kecil
  • mempunyai taring panjang yang mencuat ke atas menembus moncongnya, berguna melindungi matanya dari duri rotan
  • mencari makan di malam hari, memakan buah dan tumbuhan seperti mangga, jamur, dan dedaunan serta membelah kayu-kayu mati untuk mencari larva lebah.
  • Suka berkubang dalam lumpur sehingga menyukai tempat-tempat yang dekat dengan sungai.
  • Panjang tubuh babirusa sekitar 87 sampai 106 cm. Tinggi babirusa berkisar pada 65-80 sentimeter dan berat tubuhnya bisa mencapai 90 kg.
  • Meskipun bersifat penyendiri, pada umumnya mereka hidup berkelompok dengan seekor pejantan yang paling kuat sebagai pemimpinnya.
  • Babirusa betina melahirkan satu sampai dua ekor satu kali melahirkan. Masa kehamilannya berkisar antara 125 hingga 150 hari. Bayi babirusa itu akan disusui selama satu bulan, setelah itu akan mencari makanan sendiri di hutan bebas. Selama setahun babirusa betina hanya melahirkan satu kali. Usia dewasa seekor babirusa lima hingga 10 bulan, dan dapat bertahan hingga usia 24 tahun.

48. tarantula

tarantula

  • salah satu jenis laba-laba dengan ukuran sangat besar yang umumnya berbulu. termasuk keluarga theraphosidae dengan sekitar 800 spesies
  • seluruh tubuh laba-laba tarantula hingga ke kaki kakinya yang panjang dipenuhi oleh bulu.
  • Sebagian besar spesies tarantula tidak berbahaya untuk manusia, dan beberapa jenis spesies lainnya menjadi terkenal karena diperdagangkan sebagai hewan peliharaaan eksotik.
  • Tarantula dapat menggigit, karena memiliki taring dan gigitannya dikenal menyakitkan untuk manusia, namun racun dalam gigitannya lebih lemah daripada racun yang terdapat pada lebah madu pada umumnya  dan gigitannya diketahui lebih sakit dari sengatan tawon.
  • hidup di daerah-daerah hangat di seluruh dunia, beberapa laba-laba ditemukan hidup dalam sarangnya yang berupa liang yang terdapat di bawah tanah, beberapa lainnya hidup diatas tanah, dan sebagian lain hidup di pohon-pohon.

49. belut

belut Monopterus_albus

  • belut adalah sekelompok ikan berbentuk mirip ular yang termasuk dalam suku Synbranchidae. Suku ini terdiri dari empat genera dengan total 20 jenis.
  • Anggotanya bersifat pantropis (ditemukan di semua daerah tropika).
  • Belut berbeda dengan sidat. Ikan ini boleh dikatakan tidak memiliki sirip, kecuali sirip ekor yang juga tereduksi, sementara sidat masih memiliki sirip yang jelas.
  • Ciri khas belut yang lain adalah tidak bersisik (atau hanya sedikit), dapat bernapas dari udara, bukaan insang sempit, tidak memiliki kantung renang dan tulang rusuk.
  • Belut praktis merupakan hewan air darat, sementara kebanyakan sidat hidup di laut meski ada pula yang di air tawar. Mata belut kebanyakan tidak berfungsi baik; jenis-jenis yang tinggal di gua malahan buta.
  • Ukuran tubuh bervariasi. Monopterus indicus hanya berukuran 8,5 cm, sementara belut marmer Synbranchus marmoratus diketahui dapat mencapai 1,5m. Belut sawah sendiri, yang biasa dijumpai di sawah dan dijual untuk dimakan, dapat mencapai panjang sekitar 1 m (dalam bahasa Betawi disebut moa).
  • Kebanyakan belut tidak suka berenang dan lebih suka bersembunyi di dalam lumpur. Semua belut adalah pemangsa. Daftar mangsanya biasanya hewan-hewan kecil di rawa atau sungai, seperti ikan, katak, serangga, serta krustasea kecil.

50. Merak

merak -Peacock_melbourne_zoo

  • merupakan burung terbesar yang bisa terbang
  • Burung merak jantan punya bulu ekor indah yang sangat panjang dan lebar. Warna bulu bermacam-macam. Burung merak India (Pavo cristatus ) mempunyai bulu dada dan jambul berwarna biru. Sedangkan, burung merak Jawa (Pavo muticus ) berwarna hijau
  • Ekor indah dipakai untuk menarik burung merak betina . saat menari, burung merak jantan bisa mengembangkan ekornya jadi kipas besar yang sangat indah
  • Habitat burung merak ada di hutan dan hutan hujan yang banyak ditemukan di daerah India, Pakistan, Sri Lanka, Asia Tenggara dan Afrika Tengah. Merak suka sekali memakan biji-bijian, buah berry, daun, bagian bunga, serangga serta makhluk kecil.
  • Burung merak hidup berkelompok dan membentuk keluarga. Mereka tinggal di atas pohon saat malam hari. Dan di siang hari, mereka lebih suka berjalan-jalan di tanah dan bertengger di atas dahan pohon yang gundul.
  • Sementara itu, sang betina tidak punya bulu ekor yang panjang supaya bisa bersembunyi dan bertelur dengan aman di balik semak-semak.

 

Ciri Khusus Tumbuhan – Sesuai Kisi-kisi USBN SD – IPA 2019

Ciri Khusus Tumbuhan – Sesuai Kisi-kisi USBN SD – IPA 2019.

 

A. Tumbuhan yang hidup di daerah Kering :

– Tumbuhan yang hidup di daerah kering disebut juga tumbuhan Xerofit.

– Ciri-ciri tumbuhan xerofit :

  • Berdaun kecit menyerupai duri, berfungsi untuk mengurangi penguapan air.
  • Batang tebat, berfungsi untuk menyimpan air.
  • Berakar panjang berfungsi untuk memperluas daerah penyerapan air. 

– Contoh tumbuhan xerofit, adalah kaktus, kurma, dan lidah mertua.

 

B. Tumbuhan yang hidup di air.

  • Tumbuhan yang hidup di air disebut tumbuhan hidrofit.
  • Ciri-ciri tumbuhan hidrofit :
    • Memiliki daun lebar dan tipis, berfungsi untuk mempercepat penguapan.
    • Batang berongga berisi udara, berfungsi untuk mengapung di air.
  • Contoh tumbuhan hidrofit adalah : eceng gondok, teratai, dan genjer.

 

C. Tumbuhan yang hidup di Tempat Lembab.

  • Tumbuhan yang hidup di daerah lembap disebut higrofit.
  • Ciri-ciri tumbuhan yang hidup di daerah lembab :
    • Memiliki daun lebar dan tipis, berfungsi untuk mempercepat penguapan.
    • Pada permukaan daun terdapat banyak stomata, berfungsi untuk mempercepat penguapan.
    • Contoh tumbuhan talas dan Keladi.

 

D. Tumbuhan yang hidup di daerah Pasang surut Air Laut. 

  • Memiliki Ciri : 
  • Memiliki akar tunjang, berfungsi untuk menopang batang agar tidak roboh saat diterpa ombak.
  • Memiliki akar napas untuk mengambil oksigen.
  • Contoh : tumbuhan bakau.

 

Contoh Ciri Khusus Tumbuhan.

  • Pohon jati: Daun pohon jati dapat gugur dengan sendirinya setiap musim kemarau keempat. Manfaat kemampuan menggugurkan daunnya sendiri ini adalah untuk mengurangi penguapan sehingga persediaan air di dalam batang pohon jati mencukupi walaupun di saat tanah sangat kering sekalipun.
  • Mawar: Batang tumbuhan mawar memiliki duri yang disebut spina. Manfaat duri ini adalah sebagai alat pertahanan diri dari hewan pengganggu.
  • Kaktus: Akar kaktus sangatlah panjang dan daunnya berbentuk seperti duri. Manfaat akar kaktus yang panjang adalah untuk menjangkau sumber air yang berada puluhan meter di bawah tanah. Sedangkan manfaat bentuk daunnya yang menyerupai duri adalah untuk mengurangi penguapan (fungsinya sama seperti pohon jati) dan sebagai alat pertahanan diri (fungsinya sama seperti mawar).
  • Teratai: Batang tumbuhan teratai memiliki rongga. Selain itu, tumbuhan teratai memiliki daun yang lebar dan tipis. Manfaat rongga pada batang teratai adalah untuk membuat teratai dapat mengapung di atas air. Sedangkan manfaat bentuk daun teratai yang lebar dan tipis adalah untuk mempercepat proses penguapan air mengingat teratai tumbuh di areal perairan tenang.
  • Kantong semar: Tumbuhan ini memiliki semacam kantong yang di dalamnya berisi nektar. Manfaat kantong ini adalah untuk menjebak serangga dan mencernanya. Kantong semar adalah salah satu tumbuhan karnivora.
  • Tumbuhan venus: Tumbuhan venus juga merupakan tumbuhan karnivora yang memiliki daun yang dilapisi cairan nektar. Cairan ini manis dan harus sehingga dapat memikat serangga. Ketika serangga menyentuh daun, daun tersebut akan mengatup dan menjebak serangga tersebut kemudian dicerna. Manfaat daun ini adalah untuk mendapatkan mangsa.
  • Pohon bakau: Pohon bakau memiliki akar yang pajang hingga batang pohon tersebut terangkat ke atas permukaan tanah. Manfaat struktur akar seperti demikian adalah untuk melindungi pohon bakau dari hantaman ombak supaya tidak rubuh.
  • Tumbuhan putri malu: Ciri khusus tumbuhan ini adalah daunnya yang dapat menutup ketika disentuh. Selain itu, tumbuhan ini juga memiliki duri di batangnya. Manfaat ciri khusus tersebut adalah sebagai alat pertahanan dari hewan herbivora.
  • Bunga bangkai: Bunga bangkai yang sudah mekar memiliki bau yang sangat busuk seperti bangkai. Ini sangat berbeda dengan kebanyakan bunga yang justru berbau wangi. Manfaat bau busuk tersebut adalah untuk menarik para serangga untuk mendekatinya dan secara tidak sadar serangga tersebut telah membantu proses penyerbukan bunga bangkai.
  • Pohon kelapa: pohon kelapa memiliki ciri khusus pada buahnya yaitu memiliki serabut yang sangat keras dan tebal. Manfaat serabut tersebut adalah untuk menjaga isi buah kelapa supaya tidak cepat busuk dan mampu mengapung di air. Ini dikarenakan pohon kelapa yang kebanyakan tumbuh di pantai buahnya bisa jatuh ke pantai dan terbawa arus selama berbulan-bulan hingga menemukan daratan yang cocok untuk dijadikan tempat berkecambah.
  • Jagung: Ketika membuka buah jagung, maka ditemukan rambut-rambut berwarna kecoklatan. Rambut-rambut tersebut sebenarnya adalah putik jagung. Manfaat putik yang berbentuk mirip rambut-rambut itu adalah untuk memudahkan putik menangkap serbuk sari.
  • Tumbuhan lidah buaya: Daun tumbuhan lidah buaya (aloe vera) tebal, berair, dan memiliki duri. Manfaat struktur daun yang tebal adalah untuk menyimpan air. Sedangkan manfaat duri pada daun aloe vera adalah supaya daun tersebut tidak dirusak oleh hewan herbivora.
  • Bunga matahari: Bunga matahari selalu menghadap ke arah matahari. Manfaat pergerakan bunga tersebut adalah supaya semua daun mendapatkan pasokan sinar matahari yang cukup.
  • Pohon beringin: Pohon beringin memiliki akar gantung yang besar dan kuat. Manfaat akar gantung ini adalah untuk membantu pohon beringin mendapatkan pasokan uap air dan gas.

 

Pembahasan Kisi-kisi SD – IPA Tahun 2019

Pembahasan Kisi-kisi SD – IPA Tahun 2019.

Makhluk Hidup Dan Lingkungannya.

Peserta didik mampu memahami pengetahuan tentang:
– hubungan antar makhluk hidup dengan lingkungannya,
– penyesuaian diri makhluk hidup,
– pelestarian lingkungan.

Peserta didik mampu mengaplikasikan pengetahuan tentang:
– hubungan antar makhluk hidup dengan lingkungannya, 
– penyesuaian diri makhluk hidup, 
– keseimbangan lingkungan.

Peserta didik mampu bernalar tentang:
– hubungan – antarmakhluk hidup,
– upaya manusia dalam menjaga keseimbangan/pelestarian Lingkungan.

 

Struktur Dan Fungsi Maklhuk Hidup.

Peserta didik mampu memahami pengetahuan tentang:
– fungsi bagian tubuh tumbuhan/hewan,
– daur hidup hewan,
– alat gerak dan fungsinya, 
– sistem pernapasan pada manusia/hewan, 
– sistem pencernaan pada manusia, 
– sistem peredaran darah pada manusia
– perkembangbiakan tumbuhan/hewan,
– perkembangan dan pertumbuhan manusia
– pemeliharaan kesehatan organ.

Peserta didik mampu mengaplikasikan pengetahuan tentang:
– daur hidup hewan, 
– mekanisme sistem gerak,
– mekanisme sistem, 
– organ (pernapasan, pencernaan, dan peredaran darah),
– pemeliharaan kesehatan organ

Peserta didik mampu bernalar tentang:
– hubungan antara sistem organ dan proses yang ditimbulkan,
– 
percobaan pada sistem organ.

 

Benda Dan Sifatnya.

Peserta didik mampu memahami pengetahuan tentang:
– sifat benda,
– perubahan wujud, 
– Benda sifat bahan dan bahan penyusunnya.

Peserta didik mampu mengaplikasikan pengetahuan tentang:
– sifat bahan dengan kegunaannya, 
– pemanfaatan perubahan wujud benda, 
– suhu dan kalor.

Peserta didik mampu bernalar tentang:
– pemanfaatan benda berdasarkan sifatnya, 
– perubahan wujud benda, 
– suhu dan kalor.

 

 

Energi Dan Perubahannya

Peserta didik mampu memahami pengetahuan tentang:
– jenis-jenis gaya,
– bentuk energi dan perubahannya,
– 
energi alternatif, 
– sifat-sifat magnet.

Peserta didik mampu mengaplikasikan pengetahuan tentang:
– pengaruh gaya terhadap gerak, arah, dan bentuk benda,
– bunyi,
– cahaya, 
– perubahan energi listrik dan penghematan energi listrik,
– energi alternatif dan cara penggunaannya.
– listrik dan magnet.

Peserta didik mampu bernalar tentang:
– hubungan gaya dengan gerak, 
– bunyi, 
– cahaya.

 

 

Bumi Dan Alam Semesta : 

Peserta didik mampu memahami pengetahuan tentang:
– sumber daya alam,
– siklus air, 
– sistem tata surya, 
– gerhana bulan dan gerhana matahari.

Peserta didik mampu mengaplikasikan pengetahuan tentang:
– mencegah kerusakan lingkungan,
– dampak pengambilan bahan alam,
– rotasi dan revolusi bumi dan bulan,
– gerhana bulan dan gerhana matahari.

Peserta didik mampu bernalar tentang:
– gerhana bulan dan gerhana matahari.
– siklus air dan dampaknya pada peristiwa di bumi,
– serta kelangsungan mahluk hidup.

Kisi-Kisi UN Tingkat SMK Tahun 2019

Kisi-Kisi UN Tingkat SMA Tahun 2019 : Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris,

Download disini : KISI KISI UN SMK 2019

Kisi-kisi UN Tingkat SMA Tahun 2019

Kisi-Kisi UN Tingkat SMA Tahun 2019 : Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris,

Download disini : KISI-KISI UN SMA 2019

Kisi-Kisi UN Tingkat SMP Tahun 2019

Kisi-Kisi UN Tingkat SMP Tahun 2019 : Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA

Download KISI-KISI UN SMP 2019

Kisi-kisi USBN SD 2019 Matematika, IPA, Bahasa Indonesia.

Kisi-kisi USBN SD 2019 Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, Materi Bisa di Download di bawah ini :