Arsip Tag: ujian

Pengertian Sinonim dan Antonim

Pengertian Sinonim dan Antonim Serta Contohnya.

Pengertian Sinonim dan Antonim Serta Contohnya – Sinonim dan antonim adalah dua ragam kata yang ikut memperkaya kosakata bahasa Indonesia. Setiap kata dalam bahasa Indonesia memiliki sinonim beserta dengan antonimnya. Namun, Apakah yang dimaksud dengan sinonim dan antonim ? Bagaimanakah contoh – contohnya ? Marilah kita bahas materi sinonim dan antonim secara detail ini melalui artikel berikut ini.

Sinonim.

Sinonim adalah kata – kata yang memiliki bentuk yang berbeda, seperti tulisan maupun pelafalan, tetapi kata – kata tersebut memiliki makna yang mirip atau sama. Sinonim sering sekali disebut dengan persamaan kata atau padanan kata. Nah, berikut ini adalah contoh – contoh kalimat yang bersinonim dan daftar kata – kata umum beserta dengan sinonimnya.

Perhatikan contoh – contoh berikut ini:

Cerdas = Pintar = Pandai
Dani adalah anak yang cerdas.
Riki adalah anak yang pintar.
Shinta adalah anak yang pandai.

Hadir = Datang = Mampir
Pak guru hadir ke kelas kami tepat waktu.
Pak guru datang ke kelas kami tepat waktu.
Pak guru mampir ke kelas kami tepat waktu.

Melihat = Menonton
Aku melihat pertunjukan wayang bersama ibu kemarin malam.
Aku menonton pertunjukan wayang bersama ibu kemarin malam.

Gembira = Senang
Hari ini Shinta terlihat gembira.
Hari ini Shinta terlihat senang.

Dahaga = Haus
Setelah bekerja keras, aku sangat haus hingga menghabiskan air putih sebanyak delapan gelas.
Setelah bekerja keras, aku sangat dahaga hingga menghabiskan air putih sebanyak delapan gelas.

Berjumpa = bertemu
Kemarin malam aku berjumpa dengan Shinta di pasar malam.
Kemarin malam aku bertemu dengan Shinta di pasar malam.

Berikut ini adalah daftar kata – kata umum dan sinonimnya :

Tumbuhan = Flora
Binatang = hewan = fauna
Bohong = dusta
Baju = pakaian
Indah = Bagus
Pelit = kikir
Memohon = meminta
Kesal = marah
Memasak = menggoreng
Alami = tradisional
Mudah = gampang
Sulit = sukar
Menyukai = menyenangi
Mendengarkan = menyimak
Meminta = memohon
Lemah = Tidak berdaya
Mudah = gampang
Sulit = sukar
Pendek = rendah
Kosong = tidak berisi
Lunak = lembek
Kebut = Kencang

 

Antonim.

Antonim adalah kata – kata yang maknanya saling berlawanan satu sama lain. Antonim sering sekali disebut dengan lawan kata. Nah, berikut ini adalah contoh – contoh kalimat yang berantonim dan daftar kata – kata umum beserta dengan lawan katanya.

Perhatikan contoh – contoh berikut ini!

Tinggi = pendek
Bangunan yang baru didirikan itu sangat tinggi.
Bangunan yang beru didirikan itu cukup pendek.

Gelap = Terang
Ruangan ini sangat gelap.
Ruangan ini sangat terang.

Jauh = dekat
Jarak dari rumahku ke rumah Shinta sangat jauh.
Jarak dari rumahku ke rumah Shinta sangat dekat.

Lapar = kenyang
Aku sangat lapar hingga mampu menghabiskan nasi sebanyak 3 piring.
Aku sangat kenyang setelah menghabiskan nasi sebanyak 3 piring.

Datang = Pergi
Setelah menemui diriku, Adi datang ke tempat Danang.
Setelah pergi ke tempat diriku, Andi datang ke tempat Danang.

Baca Juga: Berbagai Contoh Kalimat Ambigu & Definisi Lengkap
Mengembalikan = Meminjam
Aku mengembalikan barang yang telah aku pinjam dari Budi.
Aku meminjam barang yang dimiliki oleh Budi.

Menjual = Membeli
Ayah menjual sepeda motornya yang sudah lama dia pakai.
Ayah membeli sepeda motor baru setelah mendapatkan rejeki.

Berikut ini adalah daftar kata – kata umum beserta dengan lawan katanya:

Berlari – Jalan
Kosong – Penuh
Indah – Jelek
Bodoh – pandai
Kurus – gemuk
Mateng – Mentah
Panas – dingin
banjir – kemarau
Baik – jahat
Dermawan – kikir
Dorong – tarik
Angkat – jatuhkan
Kotor – bersih
Sepi – ramai
Meminta – memberi
Mendatangi – menghindari
Menjauhi – mendekati
Menambahkan – mengurangi
Menggali – mengubur
Menang – kalah
Maju – mundur
Datang – pergi
Sedih – senang
Banyak – sedikit
Tarik – ulur
Gelar – Gulung
Menangis – tertawa
Diam – Berisik
Baru – lama
Tua – muda
Wanita – pria
Rapih – berantakan
Alami – buatan

 

Sumber : http://kakakpintar.com/pengertian-sinonim-dan-antonim-serta-contohnya/

 

Pengertian dan jenis-jenis Makna Kata dalam Bahasa

Makna adalah arti atau maksud yang tersimpul dari suatu kata, jadi makna dengan bendanya sangat bertautan dan saling menyatu. Jika suatu kata tidak bisa dihubungkan dengan bendanya, peristiwa atau keadaan tertentu maka kita tidak bisa memperoleh makna dari kata itu (Tjiptadi, 1984:19).

Bunga ternyata punya makna yang dalam …

Kata-kata yang bersal dari dasar yang sama sering menjadi sumber kesulitan atau kesalahan berbahasa, maka pilihan dan penggunaannya harus sesuai dengan makna yang terkandung dalam sebuah kata. Agar bahasa yang dipergunakan mudah dipahami, dimengerti, dan tidak salah penafsirannya, dari segi makna yang dapat menumbuhkan resksi dalam pikiran pembaca atau pendengar karena rangsangan aspek bentuk kata tertentu.

Ada beberapa istilah yang berhubungan dengan pengertian makna kata, yakni makna donatif, makna konotatif, makna leksikal, makna gramatikal.

Makna Denotatif.

Sebuah kata mengandung kata denotatif, bila kata itu mengacu atau menunjukan pengertian atau makna yang sebenarnya. Kata yang mengandung makna denotative digunakan dalam bahasa ilmiah, karena itu dalam bahasa ilmiah seseorang ingin menyampaikan gagasannya. Agar gagasan yang disampaikantidak menimbulkan tafsiran ganda, ia harus menyampaikan gagasannya dengan kata-kata yang mengandung makna denotative.

Makna denotatif ialah makna dasar, umum, apa adanya, netral tidak mencampuri nilai rasa, dan tidak berupa kiasan Maskurun (1984:10).

Makna denotatif adalah makna dalam alam wajar secara eksplisit maka wajar, yang berarti mkna kat ayang sesuai dengan apa adanya, sesuai dengan observasi, hasil pengukuran dan pembatasan (perera, 1991:69).

Makna denotatif didasarkan atas penunjukan yang lugas pada sesuatu diluar bahasa atau didasarkan atas konvensi tertentu (kridalaksana, 1993:40).

Berdasarkan pendapat diatas, maka penulis simpulkan bahwa makna denotative adalah makna yang sebenarnya, umum, apa adanya, tidak mencampuri nilai rasa, dan tidak berupa kiasan. Apabila seseorang mengatakan tangan kanannya sakit, maka yang dimaksudkan adalah tangannya yang sebelah kanan sakit.

 

Makna Konotatif.

Sebuah kata mengandung makna konotatif, bila kata-kata itu mengandung nilai-nilai emosi tertentu. Dalam berbahasa orang tidak hanya mengungkap gagasan, pendapat atau isi pikiran. Tetapi juga mengungkapakan emosi-emosi tertentu. Mungkin saja kata-kata yang dipakai sama, akan tetapi karena adanya kandungan emosi yang dimuatnya menyebabkan kata-kata yang diucapkan mengandung makna konotatif disamping makna denotatif.

Makna konotatif adalah makna yang berupa kiasan atau yang disertai nilai rasa, tambahan-tambahan sikap sosial, sikap pribadi sikap dari suatu zaman, dan criteria-kriteria tambahan yang dikenakan pada sebuah makna konseptual.

Seperti kata kursi, kursi disini bukan lagi tempat duduk, melaikan suatu jabatan atau kedudukan yang ditempati oleh seseorang. Kursi diartikan sebagai tempat duduk mengandung makna lugas atau makna denotatif. Kursi yang diartikan suatu jabatan atau kedudukan yang diperoleh seseorang mengandung makna kiasan atau makna konotatif.

 

Makna Leksikal.

Makna Leksikal ialah makna kata seperti yang terdapat dalam kamus, istilah leksikal berasal dari leksikon yang berarti kamus. Makna kata yang sesuai dengan kamus inilah kata yang bermakna leksikal. Misalnya : Batin (hati), Belai (usap), Cela (cacat).

Makna Gramatikal.

Makna gramatikal adalah makna kata yang diperoleh dari hasil perstiwa tata bahasa, istilah gramatikal dari kata grammar yang artinya tata bahasa. Makna gramatikal sebagau hasil peristiwa tata bahasa ini sering disebut juga nosi. Misalnya : Nosi-an pada kata gantungan adalah alat.

Makna Asosiatif.

Makna asosiatif mencakup keseluruhan hubungan makna dengan nalar diluar bahasa. Ia berhubungan dengan masyarakat pemakai bahasa, pribadi memakai bahasa, perasaan pemakai bahasa, nilai-nilai masyarakat pemakai bahasa dan perkembangan kata sesuai kehendak pemakai bahasa. Makna asositif dibagi menjadi beberapa macam, seperti makna kolokatif, makna reflektif, makna stilistik, makna afektif, dan makna interpretatif.

1. Makna Kolokatif .
Makna kolokatif lebih berhubungan dengan penempatan makna dalam frase sebuah bahasa. Kata kaya dan miskin terbatas pada kelompok farase. Makna kolokatif adalah makna kata yang ditentukan oleh penggunaannya dalam kalimat. Kata yang bermakna kolokatif memiliki makna yang sebenarnya.

2. Makna Reflektif.
Makna reflektif adalah makna yang mengandung satu makna konseptual dengan konseptual yang lain, dan cenderung kepada sesuatu yang bersifat sacral, suci/tabu terlarang, kurang sopan, atau haram serta diperoleh berdasarkan pengalaman pribadi atau pengalaman sejarah.

3. Makna Stilistika.
Makna stilistika adalah makna kata yang digunakan berdasarkan keadaan atau situasi dan lingkungan masyarakat pemakai bahasa itu. Sedangkan bahasa itu sendiri merupakan salah satu cirri pembeda utama dari mahluk lain didunia ini. Mengenai bahasa secara tidak langsung akan berbicara mempelajari kosa kata yang terdapat dalam bahasa yang digunakan pada eaktu komunikasi itu.

4. Makna Afektif.
Makna ini biasanya dipakai oleh pembicara berdasarkan perasaan yang digunakan dalam berbahasa.

5. Makna interpretatif .
Makna interpretatif adalah makna yang berhubungan dengan penafsiran dan tanggapan dari pembaca atau pendengar, menulis atau berbicara, membaca atau mendengarkan (parera,1991:72).

Sumber : https://www.kajianpustaka.com/2013/03/pengertian-dan-jenis-jenis-makna-kata.html

Daftar Pustaka :
Kridalaksana. 1993. Kamus Linguistik. Jakarta : PT Gramedia
Maskurun, 1984. Bahasa dan Sastra Indonesia. Jakarta Yudistira.
Parera. 1991. Sintaksis. Jakarta. Garamadia Utama.
Tjiptadi, Bambang.1984.Tata Bahasa Indonesia. Cetakan II. Jakarta: Yudistira.

SD – Kisi-Kisi UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL

SD – Kisi-Kisi UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL.

Materi Dapat di Download di sini ! SD UASBN 2018 (irisan)

Bahasa Indonesia – Membaca Non Sastra :

  • Peserta didik dapat: menentukan makna kata/istilah pada teks menentukan antonim/sinonim menggali informasi tersurat teks menentukan unsur teks (kalimat utama/penjelas).
  • Peserta Didik dapat menentukan ide pokok teks menggali informasi tersirat teks menentukan pernyataan sesuai isi teks mengidentifikasi jenis teks .
  • Peserta didik dapat: memprediksi kejadian berdasarkan isi teks membandingkan isi
    teks melengkapi tabel dengan pokok-pokok pikiran berdasarkan isi teks.

Bahasa Indonesia – Membaca Sastra :

  • Peserta didik dapat: menentukan informasi tersurat pada karya sastra menentukan unsur
    intrinsik karya sastra (tokoh, latar, watak tokoh) menentukan makna kata/simbol/kias.
  • Peserta didik dapat: menggali informasi tersirat dalam karya sastra  (menyimpulkan /
    memaknai bagian teks ) menentukan unsur intrinsik karya sastra (konflik, amanat,
    tema).
  • Peserta didik dapat: memprediksi kejadian berdasarkan isi cerita menentukan nilai-
    nilai cerita menentukan keteladanan tokoh cerita .

Bahasa Indonesia – Menulis Terbatas :

  • Peserta didik dapat melengkapi kalimat/teks dengan istilah/kata/ungkapan/peribahasa .
  • Peserta didik dapat : menyusun berbagai petunjuk (menggunakan/membuat
    sesuatu) menyusun berbagai teks (deskripsi, narasi) melengkapi berbagai jenis teks (laporan, iklan, pidato) melengkapi kalimat/teks dengan kata bentukan .
  • Peserta didik dapat: memperbaiki penulisan/penggunaan istilah/kata memperbaiki tata kalimat dalam paragraf.

Bahasa Indonesia –  Menyunting kata/istilah, frase, kalimat, paragraf, ejaan, dan tanda baca.

  • Peserta didik dapat: menunjukkan kesalahan penggunaan ejaan menunjukkan kesalahan
    penggunaan tanda baca.
  • Peserta didik dapat : menggunakan ejaan menggunaan tanda baca.
  • Peserta didik dapat: memperbaiki kesalahan penggunaan ejaan memperbaiki penggunaan kesalahan penggunaan tanda baca.

Matematika – Bilangan :

  • Peserta didik dapat mengenal dan memahami pengetahuan tentang:  operasi hitung bilangan cacah, operasi hitung bilang bulat, operasi hitung bilangan pangkat dua dan tiga, akar pangkat dua dan tiga, KPK dan FPB, pecahan, perbandingan.
  • Peserta didik dapat mengaplikasikan pengetahuan tentang:
    – operasi hitung bilangan cacah,
    ˗ operasi hitung bilangan bulat,
    ˗ operasi hitung bilangan pangkat dua dan tiga, akar  pangkat dua dan tiga ,
    ˗ KPK dan FPB,
    ˗ pecahan,
    ˗ perbandingan.
  • Peserta didik dapat menggunakan nalar yang berkaitan dengan:
    ˗ operasi hitung bilangan cacah,
    ˗ operasi hitung bilangan bulat,
    ˗ KPK dan FPB,
    ˗ pecahan,
    ˗ perbandingan.

Matematika – Geometri dan Pengukuran.

  • Peserta didik dapat mengenal dan memahami pengetahuan tentang:
    – satuan ukuran kuantitas, satuan berat, satuan panjang, satuan waktu, satuan
    volum.
    – waktu, jarak, dan kecepatan,
    – keliling dan luas segiempat,
    – keliling dan luas lingkaran,
    – sifat-sifat bangun datar,
    – sifat-sifat bangun ruang,
    – koordinat Kartesius,
    – simetri dan pencerminan.
  • Peserta didik dapat mengaplikasikan pengetahuan tentang:
    – satuan ukuran kuantitas, satuan berat, satuan panjang, satuan waktu, satuan volum,
    – waktu, jarak, dan kecepatan,
    – keliling segiempat,
    – keliling dan luas lingkaran
    – luas permukaan kubus, balok, dan tabung
    – volume kubus, balok, dan tabung
    – koordinat Kartesius
    – simetri dan pencerminan
  • Peserta didik dapat menggunakan nalar yang berkaitan dengan:
    ˗ satuan ukuran,
    ˗ waktu, jarak, dan kecepatan,
    ˗ keliling dan luas segiempat
    ˗ keliling dan luas lingkaran
    ˗ luas permukaan kubus, balok, dan tabung
    ˗ volume kubus, balok, dan tabung.

Matematika – Pengolahan Data :

  • Peserta didik dapat mengenal dan memahami pengetahuan tentang:
    penyajian data dalam bentuk tabel, diagram batang, dan diagram lingkaran
    rata-rata hitung dan modus
  • Peserta didik dapat mengaplikasikan pengetahuan tentang:
    ˗ penyajian data dalam bentuk tabel, diagram batang, dan diagram lingkaran
    ˗ rata-rata hitung dan modus
  • Peserta didik dapat menggunakan nalar yang berkaitan dengan:
    ˗ penyajian data dalam bentuk tabel, diagram batang, dan diagram lingkaran
    ˗ rata-rata hitung dan modus.

 

IPA – Makhluk Hidup dan Lingkungannya.

  • Peserta didik mampu memahami pengetahuan tentang:
    ˗ hubungan antar makhluk hidup dengan lingkungannya
    ˗ penyesuaian diri makhluk hidup
    ˗ pelestarian  lingkungan.
  • Peserta didik mampu mengaplikasikan pengetahuan tentang:
    ˗ hubungan antar makhluk hidup dengan lingkungannya,
    ˗ penyesuaian diri makhluk hidup.
  • Peserta didik mampu menggunakan nalar berkaitan dengan:
    ˗ hubungan antarmakhluk hidup,
    ˗ upaya manusia dalam pelestarian lingkungan.

IPA – Struktur dan Fungsi Makhluk Hidup :

  • Peserta didik mampu memahami pengetahuan tentang:
    ˗ bagian tubuh tumbuhan/hewan dan fungsinya
    – daur hidup hewan,
    ˗ alat gerak dan fungsinya,
    ˗ sistem pernapasan pada manusia/hewan,
    ˗ sistem pencernaan pada manusia,
    ˗ sistem peredaran darah pada manusia,
    ˗ perkembangbiakan makhluk hidup,
    ˗ perkembangan dan pertumbuhan manusia,
    ˗ pemeliharaan kesehatan organ.
  • Peserta didik mampu mengaplikasikan pengetahuan tentang:
    ˗ daur hidup hewan,
    ˗ mekanisme sistem gerak,
    ˗ mekanisme sistem organ (pernapasan, pencernaan, dan peredaran darah),
    ˗ pemeliharaan kesehatan organ.
  • Peserta didik mampu menggunakan nalar berkaitan dengan:
    ˗ hubungan antara system organ dan gangguan yang ditimbulkan,
    ˗ percobaan pada system organ hubungan antara daur,
    ˗ hidup/perkembangbiakan dengan pelestarian makhluk hidup.

IPA – Benda dan Sifatnya :

  • Peserta didik mampu memahami pengetahuan tentang:
    ˗ sifat benda,
    ˗ perubahan wujud benda.
  • Peserta didik mampu mengaplikasikan pengetahuan tentang:
    ˗ sifat benda,
    ˗ perubahan wujud benda.
  • Peserta didik mampu menggunakan nalar berkaitan dengan:
    ˗ perubahan wujud benda.

 

IPA – Energi dan Perubahannya :

  • Peserta didik mampu memahami pengetahuan tentang:
    ˗ gaya dan gerak,
    ˗ bentuk energi dan perubahannya,
    ˗ suhu dan kalor,
    ˗ bunyi dan cahaya,
    ˗ listrik dan magnet.
  • Peserta didik mampu mengaplikasikan pengetahuan tentang:
    ˗ gaya dan gerak,
    ˗ bentuk energy dan perubahannya,
    ˗ suhu dan kalor,
    ˗ bunyi dan cahaya,
    ˗ listrik dan magnet.
  • Peserta didik mampu menggunakan nalar berkaitan dengan:
    ˗ gaya dan gerak,
    ˗ bentuk energi dan perubahannya,
    ˗ suhu dan kalor,
    ˗ bunyi dan  cahaya,˗ listrik dan magnet.

IPA – Bumi dan Alam Semesta :

  • Peserta didik mampu memahami pengetahuan tentang:
    ˗ sumber daya alam,
    ˗ daur air,
    ˗ sistem tata surya.
  • Peserta didik mampu mengaplikasikan pengetahuan tentang:
    ˗ sumber daya alam,
    ˗ daur air,
    ˗ sistem tata surya.
  • Peserta didik mampu menggunakan nalar berkaitan dengan:
    ˗ sumber daya alam,
    ˗ daur air.

Kisi-kisi UN Tingkat SMA Tahun 2019

Kisi-Kisi UN Tingkat SMA Tahun 2019 : Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris,

Download disini : KISI-KISI UN SMA 2019