Arsip Kategori: SD5 Bahasa Indonesia

Rangkuman SD5 Bahasa Indonesia


Membuat Tanggapan.

Tanggapan adalah pendapat ataupun reaksi seseorang setelah melihat,mendengar ataupun merasakan sesuatu. Tanggapan dapat berupa persetujuan, sanggahan, pertanyaan, atau pendapat. Semua tanggapan harus disampaikan dengan sopan. Dalam menanggapi suatu permasalahan harus disertai jalan keluar (solusi). 

Alasan adalah suatu hal yang diungkapkan untuk mengokohkan pendapat yang bersifat opini yg dipakai untuk menguatkan pendapat.
 
Saran sama dengan usulan, yakni menanggapi tindakan atau pendapat orang lain berupa usulan yang menurut pemberi saran adalah yang terbaik atau lebih baik dari sebelumnya.
Untuk memberikan pendapat yang terdapat pada sebuah permasalahan atau yang disampaikan oleh seseorang, kamu dapat menanyakannya dengan pertanyaan berikut.
 

1. Apa yang menjadi permasalahan?
2. Siapa yang menjadi pokok pembicaraan?
3. Di mana hal itu terjadi?
4. Kapan hal itu terjadi?
5. Mengapa hal itu terjadi?
6. Bagaimana penyelesaiannya?

 

Kamu harus bertanya jika ingin tahu. Misalnya, kamu bisa bertanya kepada narasumber. Narasumber adalah orang yang tahu di bidangnya. Saat bertanya tentu ada hal yang kamu tanggapi. Dalam  memberikan tanggapan, gunakan bahasa yang santun.

Pernah melakukan kegiatan pertanian? Pupuk apa yang kamu gunakan? Kimia atau organis? Pupuk kimia membawa akibat negatif bagi kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, gunakan pupuk buatan yaitu kompos dan kotoran hewan.

Pemakaian pestisida (obat pembunuh serangga) kimia secara terus-menerus dapat mematikan hewan tanah, seperti cacing dan jasad renik (hewan pengurai) penyubur tanah. Penyemprotan pestisida dapat juga mematikan serangga yang berguna, seperti serangga penyerbuk, yaitu kupu-kupu dan lebah.

Bagaimana tanggapanmu mengenai masalah ini? Ya, seharusnya dalam pertanian tidak perlu menggunakan pupuk kimia ataupun pestisida kimia. Hal ini akan merusak hewan-hewan yang bermanfaat untuk tanaman. Oleh karena itu, petani seharusnya menggunakan pupuk buatan
atau kompos. Sebagai pengganti pestisida kimia, kita dapat menggunakan pengendalian hayati

Apakah kamu pernah memberi saran? Saran yang baik sangat berguna. Jika menemukan sebuah masalah, kamu wajib memberi saran pemecahan. Hal ini penting. Misalnya, ada seorang teman yang suka memetik bunga milik orang lain.

Padahal, bunga itu dirawat dengan baik. Selain itu, tanaman untuk memperindah lingkungan. Apa yang kamu lakukan? Ya, berilah saran kepadanya. Sebaiknya, dia tidak melakukan perbuatan itu lagi. Bunga itu bukan milik temanmu. Jika dipetik, tanaman itu akan berkurang keindahannya. Selain itu, pemilik tanaman akan sedih bahkan marah.

Jika seorang teman berbuat kesalahan, sebagai teman yang baik kamu harus memberi saran. Hal ini dilakukan agar temanmu tidak mengulang kesalahan yang sama. Dalam memberikan saran, sebaiknya kamu menggunakan bahasa yang santun dan alasan yang masuk akal.

Perhatikan contoh berikut!
Temanmu membuang limbah cucian di sungai. Padahal di sungai itu banyak ikan. Apa yang harus kamu lakukan?
Saran: Aku akan mengingatkan agar temanku tidak membuang limbah di sungai. Ikan-ikan bisa mati. Aku akan berkata, “Maaf teman, sebaiknya kamu tidak membuang limbah di sungai. Lihat, sungai ini banyak ikan. Ikan-ikan ini bisa mati. Kalau ikan-ikan mati, kita tidak dapat mencari ikan di sungai ini.”

Kegiatan bertanya itu disebut wawancara. Orang yang kamu tanya disebut narasumber. Aku harus mendengarkan penjelasan narasumber dengan saksama. Jadi, aku dapat menanggapi penjelasan narasumber dengan memperhatikan santun berbahasa. 

Tanggapan dapat bermacam-macam. Tanggapan dapat berupa saran, usul, atau kritikan. Sebelum menanggapi sesuatu, aku harus menemukan masalahnya. Kemudian, aku memberikan saran.
Saran yang disampaikan harus menggunakan bahasa yang santun dan alasan yang masuk akal.

 

Menceritakan hasil pengamatan.

Kata Kunci: Menentukan objek pengamatan – Mencatat hal-hal penting – Menulis hasil pengamatan – menceritakan hasil pengamatan

1, Menentukan objek pengamatan : Sebelum melakukan pengamatan, kamu harus menentukan sesuatu yang akan kamu amati. Sesuatu yang akan diamati disebut objek pengamatan.

2, Mencatat hal-hal penting : Pada saat melakukan pengamatan, cobalah mencatat peristiwa atau perihal yang telah kamu tentukan. Hal yang kamu amati itu, misalnya, kepadatan lalu lintas di jalan raya dekat sekolahmu. Untuk itu kamu harus mencatat orang dan kendaraan yang lewat.

3, Menyunting laporan : Laporan yang baik menggunakan bahasa yang tidak berbelit-belit, efektif, dan struktur kalimat yang tepat. Dengan demikian, para pembaca lebih mudah mengetahui isi laporan. Struktur kalimat yang salah dalam laporan dapat diperbaiki. Memperbaiki kalimat dalam laporan merupakan kegiatan menyunting. Dengan kata lain, menyunting adalah kegiatan memeriksa dan memperbaiki naskah.

Menyunting dapat dilakukan dengan memperhatikan hal-hal berikut : 
a) Ketepatan penulisan huruf, kata, lambang bilangan, serta ketepatan penggunaan tanda baca.
b) Ketepatan penggunaan kata-kata untuk mengungkapkan suatu maksud sesuai situasi dan kondisi.
c) Keefektifan kalimat untuk mewakili gagasan atau perasaan penulis yang ingin disampaikan kepada pembaca.

Contoh :

Hasil pengamatan Taman Kota.

Hari, tanggal : Minggu, 15 Januari  2018.
Lokasi pengamatan : Taman Kota.
Pengamat : Amran dan Fitri.

Hasil pengamatan:
1) Daerah taman itu difungsikan kembali sebagai tempat berekreasi umum dan paru-paru kota.
2) Berbagai pembenahan dilaksanakan.
3) Air mancur yang berada di tengah taman yang selama ini mogok mulai dihidupkan kembali.
4) Tempat duduk diperbaiki dan dilengkapi dengan pohon pelindung.
5) Ketertiban di taman dilaksanakan secara ketat.
6) Kini taman telah difungsikan kembali.
7) Para pengunjung silih berganti mendatangi taman.

4, Menceritakan hasil pengamatan : Setelah dilengkapi hingga berbentuk seperti diatas kita dapat menceritakannya dengan runtut dan benar.

Tugas : Kamu dapat membentuk sebuah kelompok yang terdiri atas 3-5 orang. Bersama kelompokmu, cobalah untuk membuat sebuah laporan pengamatan kondisi perpustakaan, kantin atau tempat-tempat yang dirasa menarik di sekitar sekolahmu. Kemudian tunjukkan salah satu temanmu untuk menceritakan hasil pengamatannya di depan kelas.

 

Cerita Rakyat.

Ringkasan Materi Unsur-unsur Cerita Rakyat.

Cerita rakyat merupakan cerita kuno yang beredar di masyarakat. Dimana cerita tersebut mengisahkan tentang kejadian sesuatu atau asal usul sebuah tempat. Di masyarakat cerita rakyat lebih dikenal dengan nama dongeng. 

Ada beberapa jenis dongeng yang perlu anda ketahui, antara lain :

1, Fabel.
Fabel merupakan cerita rekaan yang isinya mengisahkan tentang binatang. Dimana tokoh binatang dalam cerita tersebut mampu berbuat dan berbicara seperti manusia. Di dalam masyaraka sekarang ini banyak kita temukan animasi kartun yang binatang yang bisa berbicara. Beberapa contoh fabel seperti : Si Kancil, Monyet dan Kura-kura, dan masih banyak lagi di tiap daerah yang memiliki cerita yang bertemakan binatang

2, Legenda.
Legenda adalah cerita rekaan yang dihubungkan dengan tempat terjadinya suatu tempat. Contoh : Terjadinya Rawa Pening, Terjadinya Gunung Tangkupan Perahu.

3, Sage.
Sage adalah cerita rekaan yang dihubungkan dengan sejarah. Contoh : Saur Sepuh.

4, Mite.
Mite adalah cerita rekaan yang dikaitkan dengan kepercayaan terhadap dewa-dewa dan roh.
contoh mite adalah cerita Nyai Roro Kidul

5, Parabel.
Parabel adalah cerita perumpamaan yang di dalamnya berisikan kiasan-kiasan yang bersifat mendidik.  Contoh cerita bawang merah dan bawang putih

Dalam cerita rakyat sudah pasti kita akan menemukan beberapa unsur di dalamnya. Adapun unsur-unsur cerita rakyat adalah sebagai berikut :

1, Tokoh.
Tokoh dalam cerita rakyat adalah para pemain atau pelaku dalam cerita. Tokoh dalam cerita rakyat memiliki sifat, tingkah laku yang berbeda satu sama lain.

2, Latar.
Latar marupakan tempat kejadian peristiwa. Latar dalam cerita rakyat sangat beragam. Latar dalam cerita rakyat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu : latar tempat, latar waktu dan latar suasana. Latar tempat misalnya : di desa, di hutan, di sungai, di pantai, di sawah dan tempat lainnya. Latar waktu misalnya : pagi hari, siang hari, sore hari atau malam hari. Latar suasana misalnya : menggembirakan, mencekam, menegangkan, mengerikan, menyedihkan, atau mengharukan.

3, Alur.
Alur merupakan jalannya cerita dimana memiliki hubungan sebab akibat.

4, Amanat.
Amanat merupakan pesan yang ingin disampaikan dari pengarang kepada pembaca. Pesan disini bisa berupa nasihat yang diperoleh oleh pembaca setelah membaca cerita tersebut

Demikian ringkasan singkat tentang jenis dan unsur cerita rakyat yang bisa kami sampaikan kali ini. Semoga ringkasan ini bisa menjadi referensi bagi guru kelas khususnya guru kelas5 sekolah dasar yang sedang dan akan mengajarkan materi cerita rakyat kepada siswa kelas 5.

 

Unsur-unsur dalam cerita rakyat antara lain :

  1. Latar
    Latar suatu cerita, dalam hal ini dongeng, dapat berupa latar tempat, latar waktu, maupun suasana.

    • Latar Tempat
      Latar tempat merupakan keterangan dalam cerita yang menjelaskan tempat terjadinya peristiwa dalam cerita.Contoh latar tempat dalam cerita misalnya di hutan, di sungai, di suatu kerajaan, di desa, atau di gunung.
    • Latar Waktu
      Latar waktu adalah waktu terjadinya peristiwa dalam dongeng, misalnya pagi hari, malam hari, saat matahari terbit, setahun yang lalu, atau beberapa tahun yang lalu.
    • latar Suasana
      Latar suasana merupakan penjelasan mengenai suasana saat peristiwa dalam dongeng terjadi.Contoh latar suasana misalnya suasana menyedihkan, menggembirakan, mendung, matahari bersinar terik, gelap gulita, atau angin bertiup sepoi-sepoi.
     
  2. Tema
    Tema atau topik adalah ide pokok yang mendasari penulisan cerita.
  3. Tokoh
    Tokoh adalah pelaku dalam cerita. Dalam dongeng tokoh dapat berupa manusia, tumbuhan, hewan, maupun benda-benda mati seperti sandal, sepatu, balon, dan sebagainya.
  4. Watak tokoh dalam dongeng
    Tokoh dalam dongeng memiliki sifat yang berbeda-beda, misalnya baik, jahat, pemalas, rajin, suka berbohong, jujur, licik, pemarah, sabar, atau pendendam. Tokoh yang sifatnya baik, biasa disebut tokoh protagonis, sedangkan tokoh yang sifatnya jahat, disebut tokoh antagonis.
  5. Amanat dalam dongeng
    Amanat merupakan pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca dalam dongeng. Pesan tersebut biasanya berupa nasehat atau perbuatan bijak yang seharusnya dilakukan.

 

Wawancara.

Wawancara adalah percakapan antara dua pihak yang ditujukan untuk mencari keterangan.

Persiapan sebelum Wawancara.
Persiapan sebelum wawancara, antara lain:

a) Membuat jadwal atau janji dengan narasumber, kapan dan di mana wawancara berlangsung.
b) Mempersiapkan garis besar hal-hal yang akan ditanyakan pada narasumber.
c) Mempersiapkan alat pencatat atau perekam yang berfungsi dengan baik.

Tahap-tahap Wawancara :
a, Tahap pembukaan :
1) Pewawancara memperkenalkan diri dengan menyebutkan asal sekolah.

2) Pewawancara mengemukakan maksud dan tujuan wawancara.

b. Tahap inti : Pewawancara mengajukan pertanyaan sesuai yang telah dirancang. Pertanyaan ini diajukan secara jelas, teratur dan sopan.

c. Tahap akhir :
1) Akhiri wawancara dengan kesan yang baik dan menyenangkan.

2) Pewawancara mengucapkan terima kasih dan berpamitan dengan sopan.
3) Saat berwawancara jangan lupa menulis biodata narasumber.

Cantumkan dalam laporan hasil wawancara kamu.
Misalnya:
Nama :
Usia :
Jenis Kelamin :
Pekerjaan :
Alamat :

Tips Berwawancara:

Basa-Basi!
Sebuah wawancara, tidak dapat dilaksanakan begitu saja. Kamu perlu berbasa-basi terlebih dahulu agar  narasumber yang kamu wawancarai tidak merasa canggung, karena banyak narasumber yang belum terbiasa berhadapan dengan mikrofon atau ucapannya direkam ke dalam kaset rekorder. Dalam kesempatan berbasa-basi itu, kamu dapat menanyakan namanya, bagaimana pengucapannya, dan dengan apa ia lebih suka dipanggil: Saudara, Mas/Mbak, Bapak/Ibu, Tante/Om, dan sebagainya.

 

Surat Undangan.

Surat undangan merupakan surat yang berisi permintaan untuk menghadiri suatu acara, seperti rapat, pengajian, pernikahan atau pesta ulang tahun.

Surat undangan dapat dibedakan menjadi dua , yaitu surat undangan resmi dan surat undangan tidak resmi. Surat undangan resmi merupakan jenis surat undangan yang dikirim oleh istansi atau lembaga kepada intansi lain atau seseorang. Surat undangan resmi sangat memperhatikan penggunaan bahasa, sehingga surat undangan resmi lebih banyak menggunakan bahasa baku. Surat undangan resmi juga disertakan dengan kop surat.

Kop surat merupakan identitas dari lembaga atau instansi pengirim surat. Kop surat undang resmi bisanya disertakan dengan logo dari instansi tersebut. Surat undangan resmi dalam setiap surat yang keluar selalu disertai dengan nomor surat sesuai dengan agenda surat pada instansi tersebut.

Di akhir penutup surat undangan resmi selalu disertai dengan cap dan tanda tangan dari kepala intansi terebut. Berikut ini contoh surat undangan resmi yang dapat membantu anda memahami surat undangan resmi.

Apa yang kami sajikan diatas adalah bentuk dari surat undangan resmi. Berikut ini keterangan nomor dalam surat tersebut :
– Kop surat/kepala surat.
– Tanggal penulisan surat.
– Nomor surat.
– Hal.
– Lampiran jika ada.
– Alamat yang dituju.
– Salam pembuka.
– Isi surat.
– Salam penutup.
– Nama wakil instansi atau lembaga yang mengundang.
– Tanda tangan.
– Nama terang wakil instansi yang mengundang.

Selanjutnya jenis surat undangan tidak resmi. Surat undangan tidak resmi lebih umum dikirim antar personal. Sifat surat ini tidak resmi sehingga bahasa yang digunakan dalam jenis surat ini juga tidak memperhatikan kaedah berbahasa. Karena sifatnya yang tidak resmi, memungkinkan bahasa yang digunakan lebih akrab dan tidak kaku.

Dalam surat undangan tidak resmi sedikit ada perbedaan antara surat tersebut. Surat tidak resmi tidak disertai dengan kop surat. Surat undangan tidak resmi juga tidak disertai dengan nomor surat. Karena bersifat antar perorangan yang tidak terlalu resmi jadi nomor surat tidak perlu dibuat. Berbeda dengan surat undangan resmi yang dikirim oleh intansi. Isi surat juga bersifat sangat kekeluargaan dan penuh dengan keakraban. Berikut ini susunan dari surat undangan tidak resmi :
– Alamat yang dituju.
– Salam pembuka.
– isi surat.
– Salam penutup.
– Nama terang penulis surat.

 

Puisi .

Pengertian Puisi : Puisi merupakan karya sastra yang menggunakan kata-kata indah dan kaya makna. Karya sastra yang singkat, padat, dan menggunakan bahasa yang indah. Singkat karena diungkapkan tidak panjang lebar seperti prosa. Padat, maksudnya puisi digarap dengan pilihan kata yang mengandung kekuatan rasa dan makna. Yakni dengan memilih kata yang mempunyai majas, lambang, rima, sajak dan ungkapan yang menarik. Jadi, puisi berbeda dengan bahasa keseharian.

Unsur-unsur puisi antara lain:
a) Tema, yaitu pokok persoalan yang akan diungkapkan oleh penyair. Tema ini tersirat dalam keseluruhan isi puisi.
b) Rasa, yaitu sikap penyair terhadap pokok persoalan yang terkandung di dalam puisi.
c) Nada, yaitu sikap penyair terhadap pembacaannya. Nada berkaitan erat dengan
tema dan rasa. Hal ini ditunjukkan dengan adanya sikap merayu, mengadu, mengkritik, dan sebagainya.
d) Amanat, yaitu pesan yang ingin disampaikan penyair dalam puisi itu.

Jenis-jenis Puisi : 
a) Jenis-jenis puisi berdasarkan bentuknya:
Puisi yang terkait aturan-aturan bait dan baris. Antara lain: pantun, syair, dan soneta. Dikenal juga puisi yang berbentuk distikon, terzina, kuatren, kuint, sektet, septima, dan oktaf.
Puisi bebas yaitu puisi yang tidak terikat oleh aturan-aturan bait, baris, maupun rima. Contoh: puisi karangan Chairil Anwar, Taufik Ismail, W.S. Rendra.

b. Jenis puisi berdasarkan zamannya:
1) Puisi lama : 
Puisi lama adalah puisi yang merupakan peninggalan sastra melayu lama. Puisi lama terdiri atas puisi asli dan puisi pengaruh asing. Contoh puisi asli masyarakat melayu adalah pantun dan contoh puisi asing pengaruh bahasa Arab adalah syair. Yang termasuk puisi lama adalah:
a) Pantun (puisi lama) : 
Pantun merupakan salah satu jenis karya sastra lama yang berbentuk puisi. Sebagaimana bentuk puisi lainnya, pantun mementingkan keindahan bahasa, pemadatan makna kata, serta bentuk penulisannya yang berbait-bait.
Ciri-ciri pantun:
1) Satu bait terdiri atas empat baris;
2) Baris pertama dan kedua merupakan sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempat merupakan isi;
3) Setiap baris terdiri dari 8 sampai 12 suku kata;
4) Rima akhir berpola a-b-a-b.

b) Syair (puisi lama).
Syair termasuk dalam jenis puisi lama. Hampir sama dengan pantun, syair terikat akan aturan-aturan baku.
Ciri-cirinya adalah:
1) Setiap bait terdiri atas empat baris;
2) Setiap baris terdiri atas delapan sampai dua belas suku kata;
3) Syair tidak memiliki sampiran, semua barisnya merupakan isi;
4) Rima akhir berpola a-a-a-a.
c. Mantra, yaitu puisi yang mengandung kekuatan gaib.
d. Talibun, yaitu pantun yang tediri atas 6, 8 atau 10 baris.
e. Karmina (pantun kiat), yaitu pantun yang hanya terdiri atas 2 baris.

2, Puisi baru :
Puisi baru adalah puisi yang lahir pada tahun dua puluhan. Menurut bentuknya. puisi baru terdiri atas:
a) Distikon, sajak dua seuntai.
b) Terzina, sajak tiga seuntai.
c) Kuatren, sajak empat seuntai.
d) Kuint, sajak lima seuntai.
e) Sektet, sajak enam seuntai.
f) Septima, sajak tujuh seuntai.
g) Stanza, sajak delapan seuntai.
h) Soneta, sajak empat belas seuntai. Soneta adalah bentuk puisi yang berasal dari Italia. Masuknya soneta ke Indonesia dimulai sekitar zaman angkatan pujangga baru. Pelopor soneta adalah Moh. Yamin dan Rustam Effendi.

Ciri-ciri soneta adalah:
1) Terdiri dari 14 baris;
2) Terbagi atas dua kuatren (oktaf) dan dua terzina (sektet);
3) Oktaf sebagai sampiran dan sektet merupakan kesimpulannya.

c, Jenis puisi berdasarkan isinya:
1) Romansa, yaitu puisi yang berisi curahan cinta.
2) Elegi, yaitu puisi yang berisikan cerita sedih (dukacita).
3) Ode, yaitu puisi yang berisikan sanjungan kepada tokoh (pahlawan).
4) Himne, yaitu puisi yang berisikan doa dan pujian kepada Tuhan.
5) Epigram, yaitu puisi berisikan slogan, semboyan, untuk membangkitkan perjuangan dan semangat hidup.
6) Satire, yaitu puisi yang berisikan kisah atau cerita.

Membacakan Puisi.
Membaca puisi berbeda dengan membaca teks bacaan. Membaca puisi harus tahu lafal, jeda serta intonasi.
– Lafal : cara pengucapan bunyi.
– Jeda : hentian sebentar dalam ujaran.
– Intonasi : ketepatan penyajian tinggi rendah nada.
– Ekspresi : mimik wajah yang menunjukkan perasaan hati (senang, sedih, bahagia, marah).

Contoh Puisi : 

Ilmu – Karya : S. Nadrotul Ain.

Ilmu semua orang,
Memerlukanmu,
Aku belajar dengan tekun,
Untuk mendapatkanmu.

Buku adalah sumbermu,
Bagai makanan,
Yang kusantap setiap waktu.

Tanpamu ilmu,
Aku tak berguna,
Di dunia ini.

 

Pengertian Membaca Memindai

Apakah yang dimaksud dengan membaca memindai?

Membaca memindai adalah membaca selayang pandang untuk menemukan informasi yang kamu cari. Membaca memindai dilakukan ketika membaca buku berindeks, seperti kamus, buku telepon, atau eksiklopedi. 

Buku tersebut disusun secara alfabetis berdasarkan urutan abjad dan di dalamnya selalu terdapat indeks atau petunjuk agar pembaca dengan mudah menemukan informasi yang dicarinya.

Sebagai gambaran, apabila kamu membuka salah satu halaman kamus, kamu akan menemukan kata yang terletak pada sudut kiri atau kanan atas. Kata yang terletak pada sudut kiri atas merupakan kata pertama yang diuraikan pada halaman tersebut.

Kata yang terletak pada sudut kanan atas merupakan kata terakhir yang diuraikan pada halaman tersebut. Hal tersebut juga berlaku dalam mencari informasi pada buku telepon dan buku lain yang berindeks.

Tujuan Membaca Memindai

Dalam kehidupan sehari-hari, teknik membaca memindai digunakan dengan tujuan, antara lain menemukan topik tertentu, memilih acara tertentu, menemukan kata dalam kamus, mencari nomor telepon dalam buku petunjuk telepon, dan mencari entri pada indeks.

Langkah-langkah dan Cara Membaca Memindai Ensiklopedia atau Buku Telepon

Secara umum, Cara membaca Memindai adalah cara membaca secara cepat dari atas halaman hingga kebawah tanpa memperhatikan makna kalimat yang terkandung dalam baris-baris atau paragraf tersebut. Yang penting tujuannya tercapai yaitu mencari kata atau penggalan kata kalam satu tulisan yang panjang.

Cara kerja cara membaca memindai ini mirip jika kita menggunakan perintah “find” di komputer. Cara kerja membaca memindai ini dilakukan dengan cara membaca dari atas tetapi pusat pandangan tidak boleh berpindah-pindah dari kiri kekanan. Tetapi usahakan selalu terpusat ditengah-tengah bagian atas.

Dengan melebarkan sudut pandangan kita maka kita akan dapat melihat semua kata dihalaman mulai dari kiri sampai yang paling kanan. Sehingga kita dapat membaca sekaligus seluruh kalimat dalam waktu kira-kira seperempat detik dalam satu baris.

Artinya kita akan dapat membaca empat bari dalam satu detik atau mungkin kurang dari satu detik. Kita tentukan apa kata yang hendak kita cari dari buku tersebut, dan kita mulai membaca seperti yang diterangkan diatas mulai dari baris yang paling atas sampai yang paling bawah mencari kata yang telah ditentukan.

Setelah bertemu dengan kata yang dicari maka ditandai. Kalau perlu catat no halamannya dan paragraf keberapa ini penting untuk mencari ulang, kita akan dengan mudah dapat menemukan kata yang dimaksud.

Cara kerja Membaca Memindai

  1. Anda harus tahu apa yang anda cari. Tetapkan dulu satu kata atau penggalan kata yang menjadi kata kunci.
  2. Cari dihalaman mana anda dapat menemukan kata kunci tersebut, pergunakan indeks, yang ada dihalaman lampiran belakang buku.
  3. Persempit wilayah pencarian jika tidak ada indeks, maupun ada indeks dibuku, dengan cara membaca didaftar isi. Jika anda menemukan nomor halaman di daftar indeks, periksa ulang nomor halaman tersebut di halaman daftar isi, ketahui pada Judul Bab dan Sub Judul apa nomor halaman itu berada. Perkirakan apakah sesuai kata kunci dan pemikiran yang kita cari dibawah Judul atau Sub Judul tersebut?
  4. Baca Pindai halaman yang di temukan dan apabila ditemukan kata kunci yang dimaksud, baca satu kalimat tempat kata kunci tersebut berada.

 

Langkah-langkah Cara Membaca Memindai Kamus

Kamus merupakan buku yang memuat perbendaharaan kata dan makna suatu bahasa tertentu yang idealnya tidak terbatas jumlahnya. Untuk mempercepat menemukan kata yang dicari, terlebih dahulu pembaca harus mempelajari kamus tersebut.

Beberapa tahapan yang dapat dilakukan untuk mencari kata dan maknanya dalam kamus dengan teknik membaca memindai adalah sebagai berikut.

  1. Menentukan kata yang akan dicari maknanya.
  2. Mencari kata tersebut dengan langsung membuka halaman pertama yang mengandung huruf awal dari kata yang dicari. Misalnya, mencari makna kata silogisme. Pembaca langsung membuka halaman pertama yang berhuruf awal s. Untuk memudahkannya, pembaca dapat memanfaatkan pembatas huruf yang ada pada kamus. Setelah itu, pembaca memindai halaman tersebut ke halaman berikutnya sampai menemukan kata silogisme.
  3. Setelah menemukan, lalu membaca dengan teliti makna kata tersebut.

Dalam membaca kamus, pembaca perlu memerhatikan petunjuk berikut.

  1. Memerhatikan ejaan kata tersebut dengan saksama.
  2. Memerhatikan cara pengucapan, panjang pendeknya, dan tekanannya.
  3. Memerhatikan asal usul katanya, biasanya ditulis dalam kurung.
  4. Tidak cepat memilih suatu makna kata karena satu kata kadang mempunyai makna lebih dari satu dan diperinci dengan angka 1, 2, 3.
  5. Memerhatikan contoh kalimat yang dapat memperjelas makna kata yang dicari.
  6. Untuk dapat cepat menemukan makna kata yang dicari, hendaknya memerhatikan petunjuk yang ada pada setiap halaman.

SD Kelas 5 – Tema 1,2,3,4,5 – Bahasa Indonesia – Menentukan pokok pikiran dalam teks lisan dan tulis

SD Kelas 5 – Tema 1,2,3,4,5 – Bahasa Indonesia – Menentukan pokok pikiran dalam teks lisan dan tulis.

Menentukan pokok pikiran dalam teks lisan dan tulis.

MATERI.

  • Bacaan adalah kumpulan dari beberapa paragraph yang tergabung menjadi satu-kesatuan yang utuh.
  • Setiap paragraf dalam teks bacaan tersebut terdapat ide pokok / kalimat utama / pokok pikiran dan kalimat pengembang.
  • Kalimat utama adalah kalimat / gagasan yang dijadikan sebagai dasar untuk mengembangkan kalimat menjadi sebuah paragraf.
  • Kalimat pengembang adalah kalimat penjelas dari kalimat utama dalam paragraph. Biasanya kalimat pengembang ini terdapat lebih dari satu kalimat dalam sebuah paragraph. Sehingga setiap paragraph tersusun dari beberapa kalimat yang salah satunya adalah KALIMAT UTAMA.

 

Jenis-jenis paragraph berdasarkan letak kalimat utama adalah sebagai berikut:

1, Deduktif.

Paragraf deduktif adalah paragraf yang ide pokok atau kalimat utamanya terletak di awal paragraf dan selanjutnya di ikuti oleh kalimat kalimat penjelas untuk mendukung kalimat utama.
ciri-ciri paragraf deduktif :
a, kalimat utama berada di awal paragraf.
b, kalimat disusun dari pernyataan umum yang kemudian disusul dengan penjelasan.
c, Pola paragraph : “Umum ke Khusus” / “Kalimat utama ke Pengembang”
Contoh :
Indonesia adalah negara yang majemuk. Terdapat banyak agama dan kepercayaan dan selain itu suku budaya indonesia sangat beragam misalnya suku jawa, madura, batak, ambon dan masih banyak lagi suku – suku yang memiliki ciri khas masing-masing.

 

2, Induktif.

Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan kalimat yang berisi penjelasan- penjelasan kemudian diakhiri dengan kalimat utama.
Ciri-ciri paragraf induktif :
a, kalimat utama berada di akhir paragraph.
b, kalimat disusun dari uraian/penjelasan bersifat khusus diikuti dengan kalimat pernyataan umum.
c, Pola paragraph : “Khusus ke Umum” / “Kalimat Pengembang ke Utama”.
Contoh:
Suku jawa, suku madura, batak dan ambon adalah salah satu dari sekian banyak suku yang terdapat di Indonesia. Selain suku dan budaya yang beragam, terdapat pula berbagai agama dan kepercayaan maka dari itu Indonesia dikenal dengan negara yang majemuk.

 

3, Paragraf Campuran.

Paragraf campuran adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan kalimat utama dan diakhiri pula dengan kalimat utama. Kalimat utama yang terletak diakhir paragraf merupakan penegasan dari kalimat di awal paragraf.
Ciri-ciri Paragraf Campuran :
a, Pikiran utama terletak diawal atau diakhir paragraph.
b, Kalimat berikutnya berisi penjelasan dan uraian yang mendukung pikiran utama.
c, Akhir paragraf diakhiri dengan penegasan yang mendukung pikiran utama.
d, Pola Paragraf : Umum – Khusus – Umum.
Contoh :
Bunga melati cukup diminati banyak orang. Selain bunganya cantik, bunga melati juga sangat harum. bahkan bunga berwarna putih ini dijadikan sebagai simbol kesucian. Keharuman bunga ini sangat cocok untuk di tanam di dekat rumah dan cocok sebagai tanaman hias. Oleh karena itu, bunga ini menjadi salah satu bunga favorit bagi pecinta tanaman dan bunga.

 

4, Paragraf Ineratif.

Paragraf Ineratif adalah paragraf yang kalimat utamanya berada di tengah paragraf. Biasanya diawali dengan gagasan penjelas sebagai pengantar, lalu disajikan gagasan utama sebagai puncaknya. Setelah itu masih dilanjutkan dengan gagasan penjelas
Ciri-ciri paragraph ineratif :
Kalimat-kalimat penjelas terlebih dahulu, lalu diikuti kalimat utamanya, dan diakhiri dengan kalimat-kalimat penjelas lagi.
Contoh :
Manusia lahir ke dunia membutuhkan orang lain. Mereka juga makan membutuhkan orang lain. Bahkan mati pun masih membutuhkan orang lain. Hal ini menunjukan bahwa manusia adalah makhluk sosial. Kita tidak bisa hidup sendiri karena kita sangat membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidup di dunia ini. Tidak ada satu pun pekerjaan besar yang tidak membutuhkan orang lain. Bahkan orang terkaya sedunia yang memiliki segalannya pun tidak bisa hidup sendiri.

 

Tema : 2 ; Sub Tema : 1, 2, 3 ; Pembelajaran : 1 – 6

Kompetensi Dasar : Bahasa Indonesia.

Mengklasifikasi informasi yang didapat dari buku ke dalam aspek: apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana .

Kata Tanya :

Kata tanya adalah kata yang dipakai dalam kalimat tanya untk menanyakan sesuatu.
Kalimat tanya adalah kalimat yang di dalamnya terkandung pertanyaan kepada pihak lain, guna memperoleh jawaban.

Ciri-ciri kata tanya, yaitu:
1, Kata tanya selalu diikuti dengan tanda tanya (?) pada akhir kalimat.
2, Kata tanya terletak di awal sebuah kalimat tanya.
3, Seringkali ditambah dengan imbuhan sufiks –kah, seperti: apakah, siapakah, dimanakah.

Kata tanya terbagi menjadi 7 jenis, yaitu:
1, “Apa” untuk menanyakan benda.
2, “Siapa” untuk menanyakan orang.
3, “(Di, ke, dari) mana” untuk menanyakan tempat.
4, “Mengapa” untuk menanyakan sebab atau alasan.
5, “Bagaimana” menanyakan keadaan.
6, “Berapa” untuk menanyakan jumlah.
7, “Kapan” untuk menanyakan waktu.

Contoh penggunaan kata tanya dalam kalimat.
1, Apa yang harus kita lakukan supaya ketersediaan oksigen terjaga?
2, Siapakah nama presiden pertama Indonesia.
3, Di mana kamu tinggal?
4, Mengapa Indonesia dikatakan sebagai paru-paru dunia?
5, Bagaimana proses pengambilan oksigen oleh makhluk hidup?
6, Berapa tahun umur ayahmu?
7, Kapankah kamu akan berhenti merokok?

 

 

TEMA : 3 (MAKANAN SEHAT),
SUB TEMA : 1, 2, 3, 4.

BAHASA INDONESIA.
Menganalisis informasi yang disampaikan paparan iklan dari media cetak atau elektronik.

Pengertian Kata Kunci :
Kata kunci adalah kata atau frasa yang digunakan untuk mencocokkan iklan dengan istilah yang dicari/ dibaca oleh orang-orang.

 

Pengertian Iklan :

Sebuah informasi yang tujuannya untuk mendorong, menyampaikan sesuatu, membujuk/memberikan pengaruh kepada khalayak ramai atau banyak orang agar tertarik pada barang/jasa yang ditawarkan.
Sebuah pengumuman yang berisi informasi produk dan di sebarkan kepada khalayak ramai.
Mempromosikan sesuatu kepada pembaca.

Tujuan Iklan :
1, Memberitahukan kepada khalayak ramai tentang suatu produk.
2, Mempengaruhi khalayak ramai tentang suatu produk.
3, Menyarankan seseorang untuk membeli suatu produk yang di iklankan.
4, Memberikan informasi tentang produk.
5, Menarik khalayak ramai.
6, Dan lain-lain.

 

Sasaran Iklan :
Secara umum iklan di tujukan kepada khalayak ramai, dan harus sesuai antara target pasar dengan produk yang ingin di tawarkan.
Misalnya, jika ingin mengiklankan sebuah produk kendaraan, maka target orang yang akan melihat iklan tersebut adalah orang kalangan atas atau orang yang membutuhkan kendaraan.

Syarat-syarat Iklan :
Dari segi isi iklan :
1, Harus objektif dan jujur.
2, Singkat, jelas dan mudah dipahami.
3, Tidak menyinggung pihak lain.
4, Menarik perhatian orang banyak.
5, Informatif.
6, komunikatif.

Dari segi bahasa iklan :
1, Menggunakan pilihan kata yang tepat, menarik, logis dan sopan.
2, Ungkapan/majas yang digunakan memikat dan memiliki daya sugesti bagi khalayak.
3, Bahasa disusun untuk menonjolkan informasi yang dipentingkan.
4, Teks iklan harus menuju sasaran.

Jenis-jenis Iklan :

  • 1. Iklan Pemberitahuan/Pengumuman : Iklan yang bertujuan untuk memberitahukan sesuatu kepada khalayak. Salah satu contoh iklan pemberitahuan adalah iklan keluarga. contoh : kelahiran, ulang tahun, perkawinan, kematian, dsb.
  • 2. Iklan Undangan : Iklan yang berisi ajakan/himbauan untuk mendatangi suatu acara.
  • 3. Iklan Layanan Masyarakat : Iklan yang bertujuan memberikan penerangan/penjelasan kepada masyarakat. Contohnya adalah iklan KB dan iklan bahaya narkoba.
  • 4. Iklan Permintaan : Iklan yang berisi permintaan sesuatu, seperti lowongan kerja.
  • 5. Iklan Penawaran/ reklame : Iklan yang berisi menawarkann sesuatu seperti menawarkan suatu barang/ produk. Iklan ini dipasang oleh perusahaan-perusahaan. Contoh : barang-barang niaga. Misalnya : dikontrakkan rumah di Griya Asri Indah. Fasilitas lengkap. Hubungi (0342) xxxxxx.
  • 6. Iklan artikel : Iklan yang berisi informasi/ penawaran panjang yang diawali dengan perkenalan isi, keunggulan dan penutup.

 

Bentuk Iklan :

1. Bentuk Iklan baris
Yaitu iklan kecil (singkat) berisi penawaran/ informasi tentang sesuatu yang terdiri atas beberapa baris saja, iklan baris disebut juga iklan kolom.

Ciri iklan baris :

  • Menggunakan bahasa yang singkat, padat dan jelas.
  • Menggunakan bahasa yang memikat.
  • Menggunakan kaa konotasi positif.
  • Isi iklan berisi objektif, jujur, singkat, dan menarik perhatian.
  • Contoh iklan baris pada Koran.

2, Iklan kolom :

Yaitu iklan yang muatannya memanfaatkan beberapa bagian kolom dari halanan surat kabar.
Ciri iklan kolom :

  • Menyampaikan informasi secara jujur pada pembaca.
  • Menjelaskan karakteristik produk barang/ jasa yang ditawarkan.
  • Meyakinkan pembaca untuk meggunakan produk barang/ jasa yang ditawarkan.
  • Menarik dan mudah diingat oleh pembaca.

Contoh iklan kolom :

Berdasarkan penggunaannya media iklan dapat dogolongkan menjadi :
1, Iklan radio dengan menggunakan efek suara.
2, Iklan media cetak dengan menggunakan efek gambar atau teks.
3, Iklan televise dengan menggunakan efek gambar, suara dan teks.

Manfaat Iklan :
Adapun manfaat iklan yaitu :
1, Produk menjadi lebih terkenal di mata masyarakat.
2, Keuntungan yang diperoleh dalam bisnis dapat melonjak naik karena produk dipromosikan.

Contoh Teks Iklan , Berikut contoh teks iklan.

 

 

RANGKUMAN MATERI KELAS 5, TEMA : 4, SUB TEMA : 1, 2, 3.

 

KOMPETENSI DASAR :
Menggali isi dan amanat pantun yang disajikan secara lisan dan tulis dengan tujuan kesenangan.

A, PENGERTIAN PANTUN.
Pantun adalah jenis puisi lama yang tiap baitnya terdiri atas empak baris serta memiliki sampiran dan isi.

B, CIRI-CIRI PANTUN.
Jenis puisi lama yang asal bermula dari kata patuntun ini pada dasarnya diharapkan dapat menjadi penuntun hidup bagi orang yang mendengar maupun membacanya. Tidak hanya sekadar berisi nasihat dan imbauan, penyampaiannya pun memiliki cirri khas yang begitu kental, seperti berikut ini.

1, Tiap Bait Terdiri atas Empat Baris.
Puisi lama yang satu ini memiliki ciri khas kuat, yaitu tiap baitnya selalu terdiri atas empat baris. Barisan kata-kata pada pantun dikenal juga dengan sebutan larik.

2, Terdiri dari 8-12 Suku Kata di Tiap Baris.
Mulanya pantun cenderung tidak dituliskan, melainkan disampaikan secara lisan. Karena itulah, tiap baris pada pantun dibuat sesingkat mungkin, namun tetap padat isi. Oleh karena alasan inilah, tiap baris pada pantun umumnya terdiri atas 8—12 suku kata.

3, Memiliki Sampiran dan Isi.
Salah satu keunikan pantun yang membuatnya menjadi begitu mudah diingat adalah jenis puisi lama yang satu ini tidak hanya padat berisi, melainkan juga memiliki pengantar yang puitis hingga terdengar jenaka. Pengantar tersebut biasanya tidak berhubungan dengan isi, namun menjabarkan tentang peristiswa ataupun kebiasaan yang terjadi di masyarakat. Pengantar isi pantun inilah yang kerap dikenal sebagai sampiran.
Untuk masalah penempatannya di dalam pantun, sampiran akan selalu berada di baris pertama dan kedua. Sementara itu, isi pantun menyusul di posisi baris ketiga sampai keempat.

4, Berima a-b-a-b.
Rima atau yang juga biasa disebut dengan sajak adalah kesamaan bunyi yang terdapat dalam puisi. Biasanya, jenis-jenis puisi lama kental akan rima, termasuk dengan pantun. Khusus untuk pantun, jenis puisi yang satu ini memiliki ciri khas yang begitu kuat, yakni rimanya adalah a-b-a-b.
Yang dimaksud dengan rima a-b-a-b adalah ada kesamaan bunyi antara baris pertama dengan ketiga pantun dan baris kedua dengan baris keempat. Jadi, kesamaan bunyi pada pantun selalu terjadi antara sampiran dan isi.

 

C, JENIS-JENIS PANTUN.

1, Pantun Nasihat.
Pada dasarnya, pantun dibuat untuk memberi imbauan dan anjuran terhadap seseorang ataupun masyarakat. Karena itulah, tema isi pantun yang paling banyak dijumpai berjenis pantun nasihat. Pantun yang satu ini memiliki isi yang bertujuan menyampaikan pesan moral dan didikan.
Contoh:

Di jalan tak sengaja berjumpa daun sugi
Ingat manfaat, lantas cepat dibawa
Tiada belajar tiada yang rugi
Kecuali diri sendiri di masa tua

2, Pantun Jenaka.
Sesuai namanya, jenis pantun yang satu ini memang memiliki kandungan isi yang lucu dan menarik. Tujuannya tak lain untuk memberi hiburan kepada orang yang mendengar ataupun membacanya. Tidak jarang pula, pantun jenaka digunakan untuk menyampaikan sindiran akan kondisi masyarakat yang dikemas dalam bentuk ringan dan jenaka.

Contoh:
Hujan turun di hari sabtu.
Anak duduk makan bubur.
Melihat katak duduk termangu.
Bangau berjoged untuk menghibur.

3, Pantun Agama.
Jenis pantun yang satu ini memiliki kandungan isi yang membahas mengenai manusia dengan pencipta-Nya. Tujuannya serupa dengan pantun nasihat, yaitu memberikan pesan moral dan didikan kepada pendengar dan pembaca. Akan tetapi, tema di pantun agama lebih spesifik karena memegang nilai-nilai dan prinsip agama tertentu.

Contoh:

Kalau sudah duduk berdamai,
Jangan lagi diajak perang,
Kalau sunah sudah dipakai,
Jangan lagi dibuang-buang.
(Tenas Effendy)

4, Pantun Teka-teki.
Jenis pantun yang satu ini selalu memiliki ciri khas khusus di bagian isinya, yakni diakhiri dengan pertanyaan pada larik terakhir. Tujuan dari pantun ini umumnya untuk hiburan dan mengakrabkan kebersamaan.
Contoh:

Jikalau tuan tajuk cendana,
Ambil gantang jemurkan pala,
Jikalau tuan memang bijaksana,
Binatang apa ekor di kepala ?

 

5, Pantun Anak.
Tidak hanya untuk orang dewasa, pantun bisa juga disampaikan untuk anak-anak. Tentu saja isinya lebih ringan dan menyangkut hal-hal yang dianggap menyenangkan oleh si kecil. Tujuan awal dari jenis pantun yang satu ini adalah untuk mengakrabkan anak dengan pantun, sekaligus memberikan didikan moral bagi mereka.

Contoh:
Kita menari ke luar bilik,
Sembarang tari kita tarikan,
Kita bernyanyi bersama adik,
Sembarang lagi kita nyanyikan.

D, MENGENALI ISI PANTUN.
Bimbim mempunyai kebiasaan kurang baik. Ia sering jajan sembarangan. Ia sering membeli makan-makanan yang mengandung pewarna buatan dan bahan pengawet. Dia tidak suka makan sayur dan makanan yang dimasak ibunya sendiri. Akibatnya Bimbim sering sakit tifus dan dirawat di RS. Meskipun demikian, Bimbim tidak jera. Ia masih melakukan kebiasaan buruknya.

 

E, BERBALAS PANTUN.
Berbalas pantun dilakukan oleh laki-laki dan perempuan yang masing-masing mewakili pihak pria dan wanita. Dalam berbalas pantun, harus menyiapkan banyak pantun untuk diucapkan secara bergantian. Pantun satu dan lainnya saling berkaitan sehingga disebut pantun berkait atau disebut seloka. Seloka dapat berisi nasihat, tetapi terkadang juga berisi sindiran untuk menciptakan suasana gembira (kelucuan).

(1)
Menimbang barang dengan bejana,
Makan nasi lauknya ikan,
Tuntutlah ilmu sampai ke Cina,
Ilmu baik harus diamalkan.

(2)
Makan nasi lauknya ikan,
Manis rasanya buah mangga,
Ilmu baik harus diamalkan,
Biar jadi amalan berharga.

(3)
Manis rasanya buah mangga,
Buah yang bususk jangan dimakan,
Biar jadi amalan berharga,
Berbuat baik jangan bicarakan.

 

F, MENGUBAH CERITA MENJADI PANTUN.
Sebuah cerita dapat diubah menjadi pantun. Mengubah cerita menjadi pantun disebut memparafrasa. Memparafrasa adalah mengubak teks menjadi bentuk lain. Misalnya mengubah cerpen menjadi cerita. Cerpen juga dapat diparafrasa menjadi drama. Pantun dapat diparafrasa menjadi cerita. Begitu juga bentuk teks lain dapat diparafrasa bentuk lain.

CONTOH : Cerita drama diubah menjadi pantun.

Ke kebun binatang melihat badak,
Badak banyak jenisnya,
Berbakti kewajiban anak,
Sesuai tuntutan agama.

Anak mengejar layang-layang,
Layangan terbang ke angkasa,
Orang tua harus disayang,
Agar tidak jadi durhaka.

Pohon tumbang diatas bukit,
Burung terbang diangkasa,
Jika orang tua sakit,
Kewajiban anak merawatnya.

Si Dudung kakak Si Mimin,
Si Budi adik Si Wati,
Anak-anak berhak bermain,
Bermain untuk menghibur dir.i

 

 

 

RANGKUMAN MATERI KELAS 5.

TEMA : 5.
SUB TEMA : 1, 2, 3.

Ekosistem.

Semua makhluk hidup memerlukan lingkungan tertentu untuk memenuhi kebutuhannya. Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada di sekitar makhluk hidup. Sebuah lingkungan terdiri atas bagian yang hidup(biotik) dan bagian tak hidup (abiotik) Bagian yang hidup di sebuah lingkungan terdiri atas tumbuhan, hewan, dan makhluk hidup lainnya. Bagian lingkungan yang tak hidup terdiri atas cahaya matahari, air, udara dan tanah.

Cahaya matahari dapat menghangatkan udara, air, dan tanah agar mencapai suhu yang sesuai kebutuhan hidup makhluk hidup. Cahaya matahari juga membantu tumbuhan membuat makanan. Air dan tanah merupakan bagian penting dari sebuah lingkungan. Air yang turun dalam bentuk hujan, meresap ke dalam tanah. Air di dalam tanah ini akan dimanfaatkan oleh tumbuhan yang hidup di atasnya dan makhluk hiduk kecil lainnya yang hidup di dalam tanah.

Bagian hidup dan tak hidup di sebuah lingkungan saling berinteraksi dan saling bergantung satu sama lain. Interaksi antara makhluk hidup dan benda-benda tak hidup di sebuah lingkungan disebut ekosistem. Ekosistem tersusun atas individu, populasi, dan komunitas.

Individu adalah makhluk hidup tunggal, misalnya seekor kambing, seekor burung, dan sebuah pohon cemara. Tempat individu tinggal disebut habitat. Populasi adalah kumpulan individu sejenis yang menempati sesuatu daerah tertentu. Contoh, di sebuah kolam, terdapat populasi ikan, populasi tumbuhan teratai, dan populasi lumut. Sementara itu komunitas adalah populasi makhluk hidup di suatu daerah tertentu. Contoh komunitas adalah komunitas sungai dan komunitas padang rumput.
Berdasarkan bacaan di atas, temukan pokok pikiran utama dari setiap paragrapaf beserta informasi yang kamu anggap penting!

Setelah membaca teks bacaan, buatlah beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan teks bacaan tersebut.
Dalam menulis pertanyaan yang harus selalu diingat, menggunakan kata tanya yang tepat dan ejaan bahasa Indonesia yang benar.
Percakapan adalah dialog yang dilakukan dua orang atau lebih.

Menulis percakapan menggunakan kalimat langsung, yang penulisannya sebelum dan sesudah menulis kalimat diberi tanda petik
Terdapat titik dua (:) setelah menuliskan nama orang.

Membaca teks yang berjudul “Jenis-Jenis Ekosistem” pada buku siswa
Setelah membaca, temukan pikiran utama dari setiap paragraph beserta informasi yang dianggap penting.
Membaca teks “Mengenal Letak Geografis Indonesia” pada buku siswa Tema 5
Setelah membaca, temukan pikiran utama dari setiap paragraf beserta informasi yang dianggap penting.
Membaca teks “Indonesia sebagai Negara Maritim dan Agraris” pada buku siswa Tema 5
Setelah membaca, temukan pikiran utama dari setiap paragraf beserta informasi yang dianggap penting.

Membuat ringkasan berdasarkan bacaan.
Dalam menulis ringkasan yang harus diperhatikan adalah tanda baca, penggunaan huruf kapital yang tepat, dan penggunaan kata-kata baku dalam kalimat bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Menulis pertanyaan berdasarkan bacaan, menggunakan kata tanya mengapa, dan apa,
Kegiatan membaca tentang “Daur Hidup Hewan”
Kegiatan menulis tentang daur hidup hewan, tahapan tumbuh kembang hewan tersebut.
Membuat sebuah tulisan tentang hewan paling sedikit dalam tiga paragraf.
Menjelaskan beberapa informasi tentang hewan dan daur hidupnya.

Percakapan tentang beberapa jenis hewan langka di Indonesia yang dilakukan oleh tiga anak, yaitu Siti, Udin, dan Dayu.

Membaca teks : Setiap bacaan, tentunya memiliki ide pokok yang tertuang dalam pokok pikiran. Dengan mengetahui pokok pikiran yang ada, kita dapat mengetahui informasi penting yang terdapat dalam bacaan.

Sistem Irigasi Subak : Subak merupakan sekumpulan petani di Bali yang mengelola sistem irigasi yang ada di sebuah kawasan persawahan.
Sistem irigasi subak dipimpin oleh seorang pengatur yang disebut pekasih atau klean subak.

Para pekasih diangkat oleh petani, bukan oleh perangkat desa.
Subak tidak hanya memperhatikan sistem irigasi, tetapi juga memperhatikan asas kerja sama dan keadilan dengan menggunakan sistem memimpin air kepada anggotanya.
Setelah membaca bacaan yang berjudul “Sistem Irigasi Subak” temukan pikiran utama dari setiap paragraf beserta informasi yang dianggap penting.
Membuat ringkasa dalam satu paragraf dengan kalimatnya sendiri. Harus memperhatikan tanda baca , penggunaan huruf capital yang tepat, dan penggunaan kata-kata baku dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Membaca teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia:
Menentukan tokokh-tokoh yang terlibat di dalamnya, termasuk tokoh-tokoh yang terlibat pada peristiwa Rengasdengklok.
Bermain peran bersama teman sekelompok tentang peristiwa Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.
Membuat pertanyaan berdasarkan bacaan yang berjudul “Indahnya Kebun Teh di Puncak, Bogor
Menceritakan pengalaman berkunjung ke tempat wisata favorit keluarga.
Melakukan percakapan tentang kawasan puncak di Bogor
Melakukan wawancara tentang lingkungan sekolah dan rumah

Ekosistem dibagi menjadi 2 yaitu: ekosistem alami dan ekosistem buatan.
Ekosistem alami terdiri atas ekosistem air dan ekosistem darat.
Ekosistem air terdiri atas air tawar dan air asin
Ekosistem darat terdiri atas hutan, padang rumput, padang pasir, Tundra, dan Taiga
Ekosistem buatan adalah ekosistem hasil karya manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Contoh: sawah, bendungan, taman, dll
Bentuk teks bacaan ada 2 yaitu fiksi dan nonfiksi
Teks nonfiksi adalah teks yang berisikan hasil pengamatan, data-data, dan fakta serta bukan hasil imajinasi atau karangan yang dihasilkan dalam bentuk cerita yang nyata.
Teks fiksi adalah karangann tidak nyata hasil imajinasi manusia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bahasa Indonesia – SD Kelas 5 – Tema 5 – Kurikulum 2013 Rev 2017

Bahasa Indonesia – SD Kelas 5 – Tema 5 – Kurikulum 2013 Rev 2017.

RANGKUMAN MATERI KELAS V.

TEMA                                    : 5.
SUB TEMA                           : 1, 2, 3.

Ekosistem.

Semua makhluk hidup memerlukan lingkungan tertentu untuk memenuhi kebutuhannya. Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada di sekitar makhluk hidup. Sebuah lingkungan terdiri atas bagian yang hidup(biotik) dan bagian tak hidup (abiotik) Bagian yang hidup di sebuah lingkungan terdiri atas tumbuhan, hewan, dan makhluk hidup lainnya. Bagian lingkungan yang tak hidup terdiri atas cahaya matahari, air, udara dan tanah.

Cahaya matahari dapat menghangatkan udara, air, dan tanah agar mencapai suhu yang sesuai kebutuhan hidup makhluk hidup. Cahaya matahari juga membantu tumbuhan membuat makanan. Air dan tanah merupakan bagian penting dari sebuah lingkungan. Air yang turun dalam bentuk hujan, meresap ke dalam tanah. Air di dalam tanah ini akan dimanfaatkan oleh tumbuhan yang hidup di atasnya dan makhluk hiduk kecil lainnya yang hidup di dalam tanah.

Bagian hidup dan tak hidup di sebuah lingkungan saling berinteraksi dan saling bergantung satu sama lain. Interaksi antara makhluk hidup dan benda-benda tak hidup di sebuah lingkungan disebut ekosistem. Ekosistem tersusun atas individu, populasi, dan komunitas.

Individu adalah makhluk hidup tunggal, misalnya seekor kambing, seekor burung, dan sebuah pohon cemara. Tempat individu tinggal disebut habitat. Populasi adalah kumpulan individu sejenis yang menempati sesuatu daerah tertentu. Contoh, di sebuah kolam, terdapat populasi ikan, populasi tumbuhan teratai, dan populasi lumut. Sementara itu komunitas adalah populasi makhluk hidup di suatu daerah tertentu. Contoh komunitas adalah komunitas sungai dan komunitas padang rumput.

Berdasarkan bacaan di atas, temukan pokok pikiran utama dari setiap paragrapaf beserta informasi yang kamu anggap penting!

Setelah membaca teks bacaan, buatlah beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan teks bacaan tersebut.

Dalam menulis pertanyaan yang harus selalu diingat, menggunakan kata tanya  yang tepat dan ejaan bahasa Indonesia yang benar.

Percakapan adalah dialog yang dilakukan dua orang atau lebih.

 

Menulis percakapan menggunakan kalimat langsung, yang penulisannya sebelum dan sesudah menulis kalimat diberi tanda petik

Terdapat titik dua (:) setelah menuliskan nama orang.

 

Membaca teks yang berjudul “Jenis-Jenis Ekosistem” pada buku siswa. Setelah membaca, temukan pikiran utama dari setiap paragraph beserta informasi yang dianggap penting.

Membaca teks “Mengenal Letak Geografis Indonesia” pada buku siswa Tema 5

Setelah membaca, temukan pikiran utama dari setiap paragraf beserta informasi yang dianggap penting.

Membaca teks “Indonesia sebagai Negara Maritim dan Agraris” pada buku siswa Tema 5

Setelah membaca, temukan pikiran utama dari setiap paragraf beserta informasi yang dianggap penting.

 

Membuat ringkasan berdasarkan bacaan.

Dalam menulis ringkasan yang harus diperhatikan adalah tanda baca, penggunaan huruf kapital yang tepat, dan penggunaan kata-kata baku dalam kalimat bahasa Indonesia yang baik dan benar.

 

Menulis pertanyaan berdasarkan bacaan, menggunakan kata tanya mengapa, dan apa,

Kegiatan membaca tentang “Daur Hidup Hewan”

Kegiatan menulis tentang daur hidup hewan, tahapan tumbuh kembang hewan tersebut.

Membuat sebuah tulisan tentang hewan paling sedikit dalam tiga paragraf.

Menjelaskan beberapa informasi tentang hewan dan daur hidupnya.

 

Percakapan tentang beberapa jenis hewan langka di Indonesia yang dilakukan oleh tiga anak, yaitu Siti, Udin, dan Dayu.

Membaca teks

Setiap bacaan, tentunya memiliki ide pokok yang tertuang dalam pokok pikiran. Dengan mengetahui pokok pikiran yang ada, kita dapat mengetahui informasi penting yang terdapat dalam bacaan.

 

Sistem Irigasi Subak

Subak merupakan sekumpulan petani di Bali yang mengelola sistem irigasi yang ada di sebuah kawasan persawahan.

Sistem irigasi subak dipimpin oleh seorang pengatur yang disebut pekasih atau klean subak.

 

Para pekasih diangkat oleh petani, bukan oleh perangkat desa.

Subak tidak hanya memperhatikan sistem irigasi, tetapi juga memperhatikan asas kerja sama dan keadilan dengan menggunakan sistem memimpin air kepada anggotanya.

Setelah membaca bacaan yang berjudul “Sistem Irigasi Subak” temukan pikiran utama dari setiap paragraf beserta informasi yang dianggap penting.

Membuat ringkasa dalam satu paragraf  dengan kalimatnya sendiri. Harus memperhatikan tanda baca , penggunaan huruf capital yang tepat, dan penggunaan kata-kata baku dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar/

 

Membaca teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia

Menentukan tokokh-tokoh yang terlibat di dalamnya, termasuk tokoh-tokoh yang terlibat pada peristiwa Rengasdengklok.

Bermain peran bersama teman sekelompok tentang peristiwa Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.

Membuat pertanyaan berdasarkan bacaan yang berjudul “Indahnya Kebun Teh di Puncak, Bogor

Menceritakan pengalaman berkunjung ke tempat wisata favorit keluarga.

Melakukan percakapan tentang kawasan puncak di Bogor

Melakukan wawancara tentang lingkungan sekolah dan rumah

Ekosistem dibagi menjadi 2 yaitu: ekosistem alami dan ekosistem buatan.

Ekosistem alami terdiri atas ekosistem air dan ekosistem darat.

Ekosistem air terdiri atas air tawar dan air asin

Ekosistem darat terdiri atas hutan, padang rumput, padang pasir, Tundra, dan Taiga

Ekosistem buatan adalah ekosistem hasil karya manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Contoh: sawah, bendungan, taman, dll

Bentuk teks bacaan ada 2 yaitu fiksi dan nonfiksi

Teks nonfiksi adalah teks yang berisikan hasil pengamatan, data-data, dan fakta serta bukan hasil imajinasi atau karangan yang dihasilkan dalam bentuk cerita yang nyata.

Teks fiksi adalah karangann tidak nyata hasil imajinasi manusia

Bahasa Indonesia – SD Kelas 5 – Tema 4 – Kurikulum 2013 Rev 2017

Bahasa Indonesia – SD Kelas 5 – Tema 4 – Kurikulum 2013 Rev 2017.

RANGKUMAN MATERI KELAS V

 

TEMA                                    : 4

SUB TEMA                           : 1, 2, 3

 

KOMPETENSI DASAR :

3.6 Menggali isi dan amanat pantun yang disajikan secara lisan dan tulis dengan tujuan kesenangan.

 

  1. PENGERTIAN PANTUN

Pantun adalah jenis puisi lama yang tiap baitnya terdiri atas empak baris serta memiliki sampiran dan isi.

 

  1. CIRI-CIRI PANTUN

Jenis puisi lama yang asal bermula dari kata patuntun ini pada dasarnya diharapkan dapat menjadi penuntun hidup bagi orang yang mendengar maupun membacanya. Tidak hanya sekadar berisi nasihat dan imbauan, penyampaiannya pun memiliki cirri khas yang begitu kental, seperti berikut ini.

 

  1. Tiap Bait Terdiri atas Empat Baris

Puisi lama yang satu ini memiliki ciri khas kuat, yaitu tiap baitnya selalu terdiri atas empat baris. Barisan kata-kata pada pantun dikenal juga dengan sebutan larik.

 

  1. Terdiri dari 8-12 Suku Kata di Tiap Baris

Mulanya pantun cenderung tidak dituliskan, melainkan disampaikan secara lisan. Karena itulah, tiap baris pada pantun dibuat sesingkat mungkin, namun tetap padat isi. Oleh karena alasan inilah, tiap baris pada pantun umumnya terdiri atas 8—12 suku kata.

 

  1. Memiliki Sampiran dan Isi

Salah satu keunikan pantun yang membuatnya menjadi begitu mudah diingat adalah jenis puisi lama yang satu ini tidak hanya padat berisi, melainkan juga memiliki pengantar yang puitis hingga terdengar jenaka. Pengantar tersebut biasanya tidak berhubungan dengan isi, namun menjabarkan tentang peristiswa ataupun kebiasaan yang terjadi di masyarakat. Pengantar isi pantun inilah yang kerap dikenal sebagai sampiran.

Untuk masalah penempatannya di dalam pantun, sampiran akan selalu berada di baris pertama dan kedua. Sementara itu, isi pantun menyusul di posisi baris ketiga sampai keempat.

 

  1. Berima a-b-a-b

Rima atau yang juga biasa disebut dengan sajak adalah kesamaan bunyi yang terdapat dalam puisi. Biasanya, jenis-jenis puisi lama kental akan rima, termasuk dengan pantun. Khusus untuk pantun, jenis puisi yang satu ini memiliki ciri khas yang begitu kuat, yakni rimanya adalah a-b-a-b.

Yang dimaksud dengan rima a-b-a-b adalah ada kesamaan bunyi antara baris pertama dengan ketiga pantun dan baris kedua dengan baris keempat. Jadi, kesamaan bunyi pada pantun selalu terjadi antara sampiran dan isi.

 

  1. JENIS-JENIS PANTUN

 

  1. Pantun Nasihat

Pada dasarnya, pantun dibuat untuk memberi imbauan dan anjuran terhadap seseorang ataupun masyarakat. Karena itulah, tema isi pantun yang paling banyak dijumpai berjenis pantun nasihat. Pantun yang satu ini memiliki isi yang bertujuan menyampaikan pesan moral dan didikan.

Contoh:

Di jalan tak sengaja berjumpa daun sugi
Ingat manfaat, lantas cepat dibawa
Tiada belajar tiada yang rugi
Kecuali diri sendiri di masa tua

 

  1. Pantun Jenaka

Sesuai namanya, jenis pantun yang satu ini memang memiliki kandungan isi yang lucu dan menarik. Tujuannya tak lain untuk memberi hiburan kepada orang yang mendengar ataupun membacanya. Tidak jarang pula, pantun jenaka digunakan untuk menyampaikan sindiran akan kondisi masyarakat yang dikemas dalam bentuk ringan dan jenaka.

Contoh:

Hujan turun di hari sabtu

Anak duduk makan bubur

Melihat katak duduk termangu

Bangau berjoged untuk menghibur

 

  1. Pantun Agama

Jenis pantun yang satu ini memiliki kandungan isi yang membahas mengenai manusia dengan pencipta-Nya. Tujuannya serupa dengan pantun nasihat, yaitu memberikan pesan moral dan didikan kepada pendengar dan pembaca. Akan tetapi, tema di pantun agama lebih spesifik karena memegang nilai-nilai dan prinsip agama tertentu.

Contoh:

Kalau sudah duduk berdamai
Jangan lagi diajak perang
Kalau sunah sudah dipakai
Jangan lagi dibuang-buang

(Tenas Effendy)

 

  1. Pantun Teka-teki

Jenis pantun yang satu ini selalu memiliki ciri khas khusus di bagian isinya, yakni diakhiri dengan pertanyaan pada larik terakhir. Tujuan dari pantun ini umumnya untuk hiburan dan mengakrabkan kebersamaan.

Contoh:

Jikalau tuan tajuk cendana

Ambil gantang jemurkan pala

Jikalau tuan memang bijaksana

Binatang apa ekor di kepala ?

 

 

  1. Pantun Anak

Tidak hanya untuk orang dewasa, pantun bisa juga disampaikan untuk anak-anak. Tentu saja isinya lebih ringan dan menyangkut hal-hal yang dianggap menyenangkan oleh si kecil. Tujuan awal dari jenis pantun yang satu ini adalah untuk mengakrabkan anak dengan pantun, sekaligus memberikan didikan moral bagi mereka.

Contoh:

Kita menari ke luar bilik
Sembarang tari kita tarikan
Kita bernyanyi bersama adik
Sembarang lagi kita nyanyikan

 

  1. MENGENALI ISI PANTUN

Bimbim mempunyai kebiasaan kurang baik. Ia sering jajan sembarangan. Ia sering membeli makan-makanan yang mengandung pewarna buatan dan bahan pengawet. Dia tidak suka makan sayur dan makanan yang dimasak ibunya sendiri. Akibatnya Bimbim sering sakit tifus dan dirawat di RS. Meskipun demikian, Bimbim tidak jera. Ia masih melakukan kebiasaan buruknya.

 

 

 

 

 

 

  1. BERBALAS PANTUN

Berbalas pantun dilakukan oleh laki-laki dan perempuan yang masing-masing mewakili pihak pria dan wanita. Dalam berbalas pantun, harus menyiapkan banyak pantun untuk diucapkan secara bergantian. Pantun satu dan lainnya saling berkaitan sehingga disebut pantun berkait atau disebut seloka. Seloka dapat berisi nasihat, tetapi terkadang juga berisi sindiran untuk menciptakan suasana gembira (kelucuan).

 

(1)

Menimbang barang dengan bejana

Makan nasi lauknya ikan

Tuntutlah ilmu sampai ke Cina

Ilmu baik harus diamalkan

 

(2)

Makan nasi lauknya ikan

Manis rasanya buah mangga

Ilmu baik harus diamalkan

Biar jadi amalan berharga

(3)

Manis rasanya buah mangga

Buah yang bususk jangan dimakan

Biar jadi amalan berharga

Berbuat baik jangan bicarakan

 

 

 

 

 

 

  1. MENGUBAH CERITA MENJADI PANTUN

            Sebuah cerita dapat diubah menjadi pantun. Mengubah cerita menjadi pantun disebut memparafrasa. Memparafrasa adalah mengubak teks menjadi bentuk lain. Misalnya mengubah cerpen menjadi cerita. Cerpen juga dapat diparafrasa menjadi drama. Pantun dapat diparafrasa menjadi cerita. Begitu juga bentuk teks lain dapat diparafrasa bentuk lain.

 

CONTOH : Cerita drama diubah menjadi pantun

 

Ke kebun binatang melihat badak

Badak banyak jenisnya

Berbakti kewajiban anak

Sesuai tuntutan agama

Anak mengejar layang-layang

Layangan terbang ke angkasa

Orang tua harus disayang

Agar tidak jadi durhaka

Pohon tumbang diatas bukit

Burung terbang diangkasa

Jika orang tua sakit

Kewajiban anak merawatnya

Si Dudung kakak Si Mimin

Si Budi adik Si Wati

Anak-anak berhak bermain

Bermain untuk menghibur diri

 

 

 

 

 

Bahasa Indonesia – SD Kelas 5 – Tema 3 – Kurikulum 2013 Rev 2017

Bahasa Indonesia – SD Kelas 5 – Tema 3 – Kurikulum 2013 Rev 2017.

RANGKUMAN MATERI KELAS 5.

TEMA                                    : 3 (MAKANAN SEHAT).

SUB TEMA                           : 1, 2, 3, 4.

 

 

KOMPETENSI DASAR :

BAHASA INDONESIA.

3.4 Menganalisis informasi yang disampaikan paparan iklan dari media cetak atau elektronik.

 

MATERI.

Pengertian Kata Kunci :

  • Kata kunci adalah kata atau frasa yang digunakan untuk mencocokkan iklan dengan istilah yang dicari/ dibaca oleh orang-orang.

 

Pengertian Iklan :

  • Sebuah informasi yang tujuannya untuk mendorong, menyampaikan sesuatu, membujuk/memberikan pengaruh kepada khalayak ramai atau banyak orang agar tertarik pada barang/jasa yang ditawarkan.
  • Sebuah pengumuman yang berisi informasi produk dan di sebarkan kepada khalayak ramai.
  • Mempromosikan sesuatu kepada pembaca.

 

Tujuan Iklan

  1. Memberitahukan kepada khalayak ramai tentang suatu produk.
  2. Mempengaruhi khalayak ramai tentang suatu produk.
  3. Menyarankan seseorang untuk membeli suatu produk yang di iklankan.
  4. Memberikan informasi tentang produk.
  5. Menarik khalayak ramai.
  6. Dan lain-lain.

 

 

 

Sasaran Iklan.

Secara umum  iklan di tujukan kepada khalayak ramai, dan harus sesuai antara target pasar dengan produk yang ingin di tawarkan.

Misalnya, jika ingin mengiklankan sebuah produk kendaraan, maka target orang yang akan melihat iklan tersebut adalah orang kalangan atas atau orang yang membutuhkan kendaraan.

 

Syarat-syarat Iklan.

 

Dari segi isi iklan :

  1. Harus objektif dan jujur.
  2. Singkat, jelas dan mudah dipahami .
  3. Tidak menyinggung pihak lain.
  4. Menarik perhatian orang banyak.
  5. Informatif.
  6. komunikatif.

 

Dari segi bahasa iklan :

  1. Menggunakan pilihan kata yang tepat, menarik, logis dan sopan
  2. Ungkapan/majas yang digunakan memikat dan memiliki daya sugesti bagi khalayak
  3. Bahasa disusun untuk menonjolkan informasi yang dipentingkan
  4. Teks iklan harus menuju sasaran

 

Jenis-jenis Iklan :

  1. Iklan Pemberitahuan / Pengumuman :Iklan yang bertujuan untuk memberitahukan sesuatu kepada khalayak. Salah satu contoh iklan pemberitahuan adalah iklan keluarga. contoh : kelahiran, ulang tahun, perkawinan, kematian, dsb.
  1. Iklan Undangan :Iklan yang berisi ajakan/himbauan untuk mendatangi suatu acara.
  1. Iklan Layanan Masyarakat :Iklan yang bertujuan memberikan penerangan/penjelasan kepad amasyarakat. Contohnya adalah iklan KB dan iklan bahaya narkoba.
  1. Iklan Permintaan : Iklan yang berisi permintaan sesuatu, seperti lowongan kerja.
  1. Iklan Penawaran/ reklame :Iklan yang berisi menawarkann sesuatu seperti menawarkan suatu barang/ produk. Iklan ini dipasang oleh perusahaan-perusahaan. Contoh : barang-barang niaga. Misalnya : dikontrakkan rumah di Griya  Asri Indah. Fasilitas lengkap. Hubungi (0342) 336542..
  1. Iklan artikel :Iklan yang berisi informasi/ penawaran panjang yang diawali dengan perkenalan isi, keunggulan dan penutup.

 

Bentuk Iklan :

  1. Iklan baris :Yaitu iklan kecil (singkat) berisi penawaran/ informasi tentang sesuatu yang terdiri atas beberapa baris saja, iklan baris disebut juga iklan kolom.Ciri iklan baris :
    • Menggunakan bahasa yang singkat, padat dan jelas.
    • Menggunakan bahasa yang memikat.
    • Menggunakan kaa konotasi positif.
    • Isi iklan berisi objektif, jujur, singkat, dan menarik perhatian.
    • Contoh iklan baris pada Koran :

 

  1. Iklan kolom :Yaitu iklan yang muatannya memanfaatkan beberapa bagian kolom dari halanan surat kabar.
    Ciri iklan kolom :

    • Menyampaikan informasi secara jujur pada pembaca.
    • Menjelaskan karakteristik produk barang/ jasa yang ditawarkan.
    • Meyakinkan pembaca untuk meggunakan produk barang/ jasa yang ditawarkan.
    • Menarik dan mudah diingat oleh pembaca.
    • Contoh iklan kolom : lihat gambar berikut.

 

Berdasarkan penggunaannya media iklan dapat dogolongkan menjadi :

  1. Iklan radio dengan menggunakan efek suara.
  2. Iklan media cetak dengan menggunakan efek gambar atau teks.
  3. Iklan televise dengan menggunakan efek gambar, suara dan teks.

 

Manfaat Iklan.

Adapun manfaat iklan yaitu :

  • Produk menjadi lebih terkenal di mata masyarakat.
  • Keuntungan yang diperoleh dalam bisnis dapat melonjak naik karena produk dipromosikan.

 

 

 

Contoh Teks Iklan.

Berikut contoh teks iklan.

contoh iklan produk
contoh teks iklan penjualan
contoh teks iklan jasa

 

 

Bahasa Indonesia – SD Kelas 5 – Tema 2 – Kurikulum 2013 Rev 2017

Bahasa Indonesia – SD Kelas 5 – Tema 2 – Kurikulum 2013 Rev 2017.

 

RANGKUMAN MATERI.

 Tema                           : 2.

Sub Tema                    : 1, 2, 3.

Pembelajaran               : 1 – 6.

 

Kompetensi Dasar

Bahasa Indonesia

3.2     Mengklasifikasi informasi yang didapat dari buku ke dalam  aspek: apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana

Materi.

Kata Tanya.

Kata tanya adalah kata yang dipakai dalam kalimat tanya untk menanyakan sesuatu.

Kalimat tanya adalah kalimat yang di dalamnya terkandung pertanyaan kepada pihak lain, guna memperoleh jawaban.

Ciri-ciri kata tanya, yaitu:

  1. Kata tanya selalu diikuti dengan tanda tanya (?) pada akhir kalimat.
  2. Kata tanya terletak di awal sebuah kalimat tanya.
  3. Seringkali ditambah dengan imbuhan sufiks –kah, seperti: apakah, siapakah, dimanakah.

Kata tanya terbagi menjadi 7 jenis, yaitu:

  1. “Apa” untuk menanyakan benda.
  2. “Siapa” untuk menanyakan orang.
  3. “(Di, ke, dari) mana” untuk menanyakan tempat.
  4. “Mengapa” untuk menanyakan sebab atau alasan.
  5. “Bagaimana” menanyakan keadaan.
  6. “Berapa” untuk menanyakan jumlah.
  7. “Kapan” untuk menanyakan waktu.

Contoh penggunaan kata tanya dalam kalimat.

  1. Apa yang harus kita lakukan supaya ketersediaan oksigen terjaga?.
  2. Siapakah nama presiden pertama Indonesia.
  3. Di mana kamu tinggal?.
  4. Mengapa Indonesia dikatakan sebagai paru-paru dunia?.
  5. Bagaimana proses pengambilan oksigen oleh makhluk hidup?.
  6. Berapa tahun umur ayahmu?.
  7. Kapankah kamu akan berhenti merokok?.

 

Bahasa Indonesia – SD Kelas 5 – Tema 1 – Kurikulum 2013 Rev 2017

Bahasa Indonesia – SD Kelas 5 – Tema 1 – Kurikulum 2013 Rev 2017.

RANGKUMAN MATERI.

TEMA                         : 1.

SUB TEMA                : 1, 2, dan 3.

PEMBELAJARAN   : 1-6.

 

KOMPETENSI DASAR.

BAHASA INDONESIA.

3,1, Menentukan pokok pikiran dalam teks lisan dan tulis.

 

MATERI

  • Bacaan adalah kumpulan dari beberapa paragraph yang tergabung menjadi satu-kesatuan yang utuh.
  • Setiap paragraf dalam teks bacaan tersebut terdapat ide pokok / kalimat utama / pokok pikiran dan kalimat pengembang.
  • Kalimat utama adalah kalimat / gagasan yang dijadikan sebagai dasar untuk mengembangkan kalimat menjadi sebuah paragraf.
  • Kalimat pengembang adalah kalimat penjelas dari kalimat utama dalam paragraph. Biasanya kalimat pengembang ini terdapat lebih dari satu kalimat dalam sebuah paragraph. Sehingga setiap paragraph tersusun dari beberapa kalimat yang salah satunya adalah KALIMAT UTAMA.
  • Jenis-jenis paragraph berdasarkan letak kalimat utama adalah sebagai berikut:
  1. Deduktif

Paragraf deduktif adalah paragraf yang ide pokok atau kalimat utamanya terletak di awal paragraf dan selanjutnya di ikuti oleh kalimat kalimat penjelas untuk mendukung kalimat utama.

ciri-ciri paragraf deduktif :

  1. kalimat utama berada di awal paragraf.
  2. kalimat disusun dari pernyataan umum yang kemudian disusul dengan penjelasan.
  3. Pola paragraph : “Umum ke Khusus” / “Kalimat utama ke Pengembang”

Contoh :

Indonesia adalah negara yang majemuk. Terdapat banyak agama dan kepercayaan dan selain itu suku budaya indonesia sangat beragam misalnya suku jawa, madura, batak, ambon dan masih banyak lagi suku – suku yang memiliki ciri khas masing-masing.

 

  1. Induktif.

Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan kalimat yang berisi penjelasan- penjelasan kemudian diakhiri dengan kalimat utama.

Ciri-ciri paragraf induktif :

  1. kalimat utama berada di akhir paragraph
  2. kalimat disusun dari uraian/penjelasan bersifat khusus diikuti dengan kalimat pernyataan umum.
  3. Pola paragraph : “Khusus ke Umum” / “Kalimat Pengembang ke Utama”

Contoh:

Suku jawa, suku madura, batak dan ambon adalah salah satu dari sekian banyak suku yang terdapat di Indonesia. Selain suku dan budaya yang beragam, terdapat pula berbagai agama dan kepercayaan maka dari itu Indonesia dikenal dengan negara yang majemuk.

 

  1. Paragraf Campuran.

Paragraf campuran adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan kalimat utama dan diakhiri pula dengan kalimat utama. Kalimat utama yang terletak diakhir paragraf merupakan penegasan dari kalimat di awal paragraf.

Ciri-ciri Paragraf Campuran :

  1. Pikiran utama terletak diawal atau diakhir paragraph
  2. Kalimat berikutnya berisi penjelasan dan uraian yang mendukung pikiran utama
  3. Akhir paragraf diakhiri dengan penegasan yang mendukung pikiran utama
  4. Pola Paragraf : Umum – Khusus – Umum

Contoh :

Bunga melati cukup diminati banyak orang. Selain bunganya cantik, bunga melati juga sangat harum. bahkan bunga berwarna putih ini dijadikan sebagai simbol kesucian. Keharuman bunga ini sangat cocok untuk di tanam di dekat rumah dan cocok sebagai tanaman hias. Oleh karena itu, bunga ini menjadi salah satu bunga favorit bagi pecinta tanaman dan bunga.

 

  1. Paragraf Ineratif.

Paragraf Ineratif adalah paragraf yang kalimat utamanya berada di tengah paragraf. Biasanya diawali dengan gagasan penjelas sebagai pengantar, lalu disajikan gagasan utama sebagai puncaknya. Setelah itu masih dilanjutkan dengan gagasan penjelas

Ciri-ciri paragraph ineratif :

Kalimat-kalimat penjelas terlebih dahulu, lalu diikuti kalimat utamanya, dan diakhiri dengan kalimat-kalimat penjelas lagi.

Contoh :

Manusia lahir ke dunia membutuhkan orang lain. Mereka juga makan membutuhkan orang lain. Bahkan mati pun masih membutuhkan orang lain. Hal ini menunjukan bahwa manusia adalah makhluk sosial. Kita tidak bisa hidup sendiri karena kita sangat membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidup di dunia ini. Tidak ada satu pun pekerjaan besar yang tidak membutuhkan orang lain. Bahkan orang terkaya sedunia yang memiliki segalannya pun tidak bisa hidup sendiri.