Arsip Tag: tema 1

SD Kelas 5 – Tema 1,2,3,4,5 – Bahasa Indonesia – Menentukan pokok pikiran dalam teks lisan dan tulis

SD Kelas 5 – Tema 1,2,3,4,5 – Bahasa Indonesia – Menentukan pokok pikiran dalam teks lisan dan tulis.

Menentukan pokok pikiran dalam teks lisan dan tulis.

MATERI.

  • Bacaan adalah kumpulan dari beberapa paragraph yang tergabung menjadi satu-kesatuan yang utuh.
  • Setiap paragraf dalam teks bacaan tersebut terdapat ide pokok / kalimat utama / pokok pikiran dan kalimat pengembang.
  • Kalimat utama adalah kalimat / gagasan yang dijadikan sebagai dasar untuk mengembangkan kalimat menjadi sebuah paragraf.
  • Kalimat pengembang adalah kalimat penjelas dari kalimat utama dalam paragraph. Biasanya kalimat pengembang ini terdapat lebih dari satu kalimat dalam sebuah paragraph. Sehingga setiap paragraph tersusun dari beberapa kalimat yang salah satunya adalah KALIMAT UTAMA.

 

Jenis-jenis paragraph berdasarkan letak kalimat utama adalah sebagai berikut:

1, Deduktif.

Paragraf deduktif adalah paragraf yang ide pokok atau kalimat utamanya terletak di awal paragraf dan selanjutnya di ikuti oleh kalimat kalimat penjelas untuk mendukung kalimat utama.
ciri-ciri paragraf deduktif :
a, kalimat utama berada di awal paragraf.
b, kalimat disusun dari pernyataan umum yang kemudian disusul dengan penjelasan.
c, Pola paragraph : “Umum ke Khusus” / “Kalimat utama ke Pengembang”
Contoh :
Indonesia adalah negara yang majemuk. Terdapat banyak agama dan kepercayaan dan selain itu suku budaya indonesia sangat beragam misalnya suku jawa, madura, batak, ambon dan masih banyak lagi suku – suku yang memiliki ciri khas masing-masing.

 

2, Induktif.

Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan kalimat yang berisi penjelasan- penjelasan kemudian diakhiri dengan kalimat utama.
Ciri-ciri paragraf induktif :
a, kalimat utama berada di akhir paragraph.
b, kalimat disusun dari uraian/penjelasan bersifat khusus diikuti dengan kalimat pernyataan umum.
c, Pola paragraph : “Khusus ke Umum” / “Kalimat Pengembang ke Utama”.
Contoh:
Suku jawa, suku madura, batak dan ambon adalah salah satu dari sekian banyak suku yang terdapat di Indonesia. Selain suku dan budaya yang beragam, terdapat pula berbagai agama dan kepercayaan maka dari itu Indonesia dikenal dengan negara yang majemuk.

 

3, Paragraf Campuran.

Paragraf campuran adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan kalimat utama dan diakhiri pula dengan kalimat utama. Kalimat utama yang terletak diakhir paragraf merupakan penegasan dari kalimat di awal paragraf.
Ciri-ciri Paragraf Campuran :
a, Pikiran utama terletak diawal atau diakhir paragraph.
b, Kalimat berikutnya berisi penjelasan dan uraian yang mendukung pikiran utama.
c, Akhir paragraf diakhiri dengan penegasan yang mendukung pikiran utama.
d, Pola Paragraf : Umum – Khusus – Umum.
Contoh :
Bunga melati cukup diminati banyak orang. Selain bunganya cantik, bunga melati juga sangat harum. bahkan bunga berwarna putih ini dijadikan sebagai simbol kesucian. Keharuman bunga ini sangat cocok untuk di tanam di dekat rumah dan cocok sebagai tanaman hias. Oleh karena itu, bunga ini menjadi salah satu bunga favorit bagi pecinta tanaman dan bunga.

 

4, Paragraf Ineratif.

Paragraf Ineratif adalah paragraf yang kalimat utamanya berada di tengah paragraf. Biasanya diawali dengan gagasan penjelas sebagai pengantar, lalu disajikan gagasan utama sebagai puncaknya. Setelah itu masih dilanjutkan dengan gagasan penjelas
Ciri-ciri paragraph ineratif :
Kalimat-kalimat penjelas terlebih dahulu, lalu diikuti kalimat utamanya, dan diakhiri dengan kalimat-kalimat penjelas lagi.
Contoh :
Manusia lahir ke dunia membutuhkan orang lain. Mereka juga makan membutuhkan orang lain. Bahkan mati pun masih membutuhkan orang lain. Hal ini menunjukan bahwa manusia adalah makhluk sosial. Kita tidak bisa hidup sendiri karena kita sangat membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidup di dunia ini. Tidak ada satu pun pekerjaan besar yang tidak membutuhkan orang lain. Bahkan orang terkaya sedunia yang memiliki segalannya pun tidak bisa hidup sendiri.

 

Tema : 2 ; Sub Tema : 1, 2, 3 ; Pembelajaran : 1 – 6

Kompetensi Dasar : Bahasa Indonesia.

Mengklasifikasi informasi yang didapat dari buku ke dalam aspek: apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana .

Kata Tanya :

Kata tanya adalah kata yang dipakai dalam kalimat tanya untk menanyakan sesuatu.
Kalimat tanya adalah kalimat yang di dalamnya terkandung pertanyaan kepada pihak lain, guna memperoleh jawaban.

Ciri-ciri kata tanya, yaitu:
1, Kata tanya selalu diikuti dengan tanda tanya (?) pada akhir kalimat.
2, Kata tanya terletak di awal sebuah kalimat tanya.
3, Seringkali ditambah dengan imbuhan sufiks –kah, seperti: apakah, siapakah, dimanakah.

Kata tanya terbagi menjadi 7 jenis, yaitu:
1, “Apa” untuk menanyakan benda.
2, “Siapa” untuk menanyakan orang.
3, “(Di, ke, dari) mana” untuk menanyakan tempat.
4, “Mengapa” untuk menanyakan sebab atau alasan.
5, “Bagaimana” menanyakan keadaan.
6, “Berapa” untuk menanyakan jumlah.
7, “Kapan” untuk menanyakan waktu.

Contoh penggunaan kata tanya dalam kalimat.
1, Apa yang harus kita lakukan supaya ketersediaan oksigen terjaga?
2, Siapakah nama presiden pertama Indonesia.
3, Di mana kamu tinggal?
4, Mengapa Indonesia dikatakan sebagai paru-paru dunia?
5, Bagaimana proses pengambilan oksigen oleh makhluk hidup?
6, Berapa tahun umur ayahmu?
7, Kapankah kamu akan berhenti merokok?

 

 

TEMA : 3 (MAKANAN SEHAT),
SUB TEMA : 1, 2, 3, 4.

BAHASA INDONESIA.
Menganalisis informasi yang disampaikan paparan iklan dari media cetak atau elektronik.

Pengertian Kata Kunci :
Kata kunci adalah kata atau frasa yang digunakan untuk mencocokkan iklan dengan istilah yang dicari/ dibaca oleh orang-orang.

 

Pengertian Iklan :

Sebuah informasi yang tujuannya untuk mendorong, menyampaikan sesuatu, membujuk/memberikan pengaruh kepada khalayak ramai atau banyak orang agar tertarik pada barang/jasa yang ditawarkan.
Sebuah pengumuman yang berisi informasi produk dan di sebarkan kepada khalayak ramai.
Mempromosikan sesuatu kepada pembaca.

Tujuan Iklan :
1, Memberitahukan kepada khalayak ramai tentang suatu produk.
2, Mempengaruhi khalayak ramai tentang suatu produk.
3, Menyarankan seseorang untuk membeli suatu produk yang di iklankan.
4, Memberikan informasi tentang produk.
5, Menarik khalayak ramai.
6, Dan lain-lain.

 

Sasaran Iklan :
Secara umum iklan di tujukan kepada khalayak ramai, dan harus sesuai antara target pasar dengan produk yang ingin di tawarkan.
Misalnya, jika ingin mengiklankan sebuah produk kendaraan, maka target orang yang akan melihat iklan tersebut adalah orang kalangan atas atau orang yang membutuhkan kendaraan.

Syarat-syarat Iklan :
Dari segi isi iklan :
1, Harus objektif dan jujur.
2, Singkat, jelas dan mudah dipahami.
3, Tidak menyinggung pihak lain.
4, Menarik perhatian orang banyak.
5, Informatif.
6, komunikatif.

Dari segi bahasa iklan :
1, Menggunakan pilihan kata yang tepat, menarik, logis dan sopan.
2, Ungkapan/majas yang digunakan memikat dan memiliki daya sugesti bagi khalayak.
3, Bahasa disusun untuk menonjolkan informasi yang dipentingkan.
4, Teks iklan harus menuju sasaran.

Jenis-jenis Iklan :

  • 1. Iklan Pemberitahuan/Pengumuman : Iklan yang bertujuan untuk memberitahukan sesuatu kepada khalayak. Salah satu contoh iklan pemberitahuan adalah iklan keluarga. contoh : kelahiran, ulang tahun, perkawinan, kematian, dsb.
  • 2. Iklan Undangan : Iklan yang berisi ajakan/himbauan untuk mendatangi suatu acara.
  • 3. Iklan Layanan Masyarakat : Iklan yang bertujuan memberikan penerangan/penjelasan kepada masyarakat. Contohnya adalah iklan KB dan iklan bahaya narkoba.
  • 4. Iklan Permintaan : Iklan yang berisi permintaan sesuatu, seperti lowongan kerja.
  • 5. Iklan Penawaran/ reklame : Iklan yang berisi menawarkann sesuatu seperti menawarkan suatu barang/ produk. Iklan ini dipasang oleh perusahaan-perusahaan. Contoh : barang-barang niaga. Misalnya : dikontrakkan rumah di Griya Asri Indah. Fasilitas lengkap. Hubungi (0342) xxxxxx.
  • 6. Iklan artikel : Iklan yang berisi informasi/ penawaran panjang yang diawali dengan perkenalan isi, keunggulan dan penutup.

 

Bentuk Iklan :

1. Bentuk Iklan baris
Yaitu iklan kecil (singkat) berisi penawaran/ informasi tentang sesuatu yang terdiri atas beberapa baris saja, iklan baris disebut juga iklan kolom.

Ciri iklan baris :

  • Menggunakan bahasa yang singkat, padat dan jelas.
  • Menggunakan bahasa yang memikat.
  • Menggunakan kaa konotasi positif.
  • Isi iklan berisi objektif, jujur, singkat, dan menarik perhatian.
  • Contoh iklan baris pada Koran.

2, Iklan kolom :

Yaitu iklan yang muatannya memanfaatkan beberapa bagian kolom dari halanan surat kabar.
Ciri iklan kolom :

  • Menyampaikan informasi secara jujur pada pembaca.
  • Menjelaskan karakteristik produk barang/ jasa yang ditawarkan.
  • Meyakinkan pembaca untuk meggunakan produk barang/ jasa yang ditawarkan.
  • Menarik dan mudah diingat oleh pembaca.

Contoh iklan kolom :

Berdasarkan penggunaannya media iklan dapat dogolongkan menjadi :
1, Iklan radio dengan menggunakan efek suara.
2, Iklan media cetak dengan menggunakan efek gambar atau teks.
3, Iklan televise dengan menggunakan efek gambar, suara dan teks.

Manfaat Iklan :
Adapun manfaat iklan yaitu :
1, Produk menjadi lebih terkenal di mata masyarakat.
2, Keuntungan yang diperoleh dalam bisnis dapat melonjak naik karena produk dipromosikan.

Contoh Teks Iklan , Berikut contoh teks iklan.

 

 

RANGKUMAN MATERI KELAS 5, TEMA : 4, SUB TEMA : 1, 2, 3.

 

KOMPETENSI DASAR :
Menggali isi dan amanat pantun yang disajikan secara lisan dan tulis dengan tujuan kesenangan.

A, PENGERTIAN PANTUN.
Pantun adalah jenis puisi lama yang tiap baitnya terdiri atas empak baris serta memiliki sampiran dan isi.

B, CIRI-CIRI PANTUN.
Jenis puisi lama yang asal bermula dari kata patuntun ini pada dasarnya diharapkan dapat menjadi penuntun hidup bagi orang yang mendengar maupun membacanya. Tidak hanya sekadar berisi nasihat dan imbauan, penyampaiannya pun memiliki cirri khas yang begitu kental, seperti berikut ini.

1, Tiap Bait Terdiri atas Empat Baris.
Puisi lama yang satu ini memiliki ciri khas kuat, yaitu tiap baitnya selalu terdiri atas empat baris. Barisan kata-kata pada pantun dikenal juga dengan sebutan larik.

2, Terdiri dari 8-12 Suku Kata di Tiap Baris.
Mulanya pantun cenderung tidak dituliskan, melainkan disampaikan secara lisan. Karena itulah, tiap baris pada pantun dibuat sesingkat mungkin, namun tetap padat isi. Oleh karena alasan inilah, tiap baris pada pantun umumnya terdiri atas 8—12 suku kata.

3, Memiliki Sampiran dan Isi.
Salah satu keunikan pantun yang membuatnya menjadi begitu mudah diingat adalah jenis puisi lama yang satu ini tidak hanya padat berisi, melainkan juga memiliki pengantar yang puitis hingga terdengar jenaka. Pengantar tersebut biasanya tidak berhubungan dengan isi, namun menjabarkan tentang peristiswa ataupun kebiasaan yang terjadi di masyarakat. Pengantar isi pantun inilah yang kerap dikenal sebagai sampiran.
Untuk masalah penempatannya di dalam pantun, sampiran akan selalu berada di baris pertama dan kedua. Sementara itu, isi pantun menyusul di posisi baris ketiga sampai keempat.

4, Berima a-b-a-b.
Rima atau yang juga biasa disebut dengan sajak adalah kesamaan bunyi yang terdapat dalam puisi. Biasanya, jenis-jenis puisi lama kental akan rima, termasuk dengan pantun. Khusus untuk pantun, jenis puisi yang satu ini memiliki ciri khas yang begitu kuat, yakni rimanya adalah a-b-a-b.
Yang dimaksud dengan rima a-b-a-b adalah ada kesamaan bunyi antara baris pertama dengan ketiga pantun dan baris kedua dengan baris keempat. Jadi, kesamaan bunyi pada pantun selalu terjadi antara sampiran dan isi.

 

C, JENIS-JENIS PANTUN.

1, Pantun Nasihat.
Pada dasarnya, pantun dibuat untuk memberi imbauan dan anjuran terhadap seseorang ataupun masyarakat. Karena itulah, tema isi pantun yang paling banyak dijumpai berjenis pantun nasihat. Pantun yang satu ini memiliki isi yang bertujuan menyampaikan pesan moral dan didikan.
Contoh:

Di jalan tak sengaja berjumpa daun sugi
Ingat manfaat, lantas cepat dibawa
Tiada belajar tiada yang rugi
Kecuali diri sendiri di masa tua

2, Pantun Jenaka.
Sesuai namanya, jenis pantun yang satu ini memang memiliki kandungan isi yang lucu dan menarik. Tujuannya tak lain untuk memberi hiburan kepada orang yang mendengar ataupun membacanya. Tidak jarang pula, pantun jenaka digunakan untuk menyampaikan sindiran akan kondisi masyarakat yang dikemas dalam bentuk ringan dan jenaka.

Contoh:
Hujan turun di hari sabtu.
Anak duduk makan bubur.
Melihat katak duduk termangu.
Bangau berjoged untuk menghibur.

3, Pantun Agama.
Jenis pantun yang satu ini memiliki kandungan isi yang membahas mengenai manusia dengan pencipta-Nya. Tujuannya serupa dengan pantun nasihat, yaitu memberikan pesan moral dan didikan kepada pendengar dan pembaca. Akan tetapi, tema di pantun agama lebih spesifik karena memegang nilai-nilai dan prinsip agama tertentu.

Contoh:

Kalau sudah duduk berdamai,
Jangan lagi diajak perang,
Kalau sunah sudah dipakai,
Jangan lagi dibuang-buang.
(Tenas Effendy)

4, Pantun Teka-teki.
Jenis pantun yang satu ini selalu memiliki ciri khas khusus di bagian isinya, yakni diakhiri dengan pertanyaan pada larik terakhir. Tujuan dari pantun ini umumnya untuk hiburan dan mengakrabkan kebersamaan.
Contoh:

Jikalau tuan tajuk cendana,
Ambil gantang jemurkan pala,
Jikalau tuan memang bijaksana,
Binatang apa ekor di kepala ?

 

5, Pantun Anak.
Tidak hanya untuk orang dewasa, pantun bisa juga disampaikan untuk anak-anak. Tentu saja isinya lebih ringan dan menyangkut hal-hal yang dianggap menyenangkan oleh si kecil. Tujuan awal dari jenis pantun yang satu ini adalah untuk mengakrabkan anak dengan pantun, sekaligus memberikan didikan moral bagi mereka.

Contoh:
Kita menari ke luar bilik,
Sembarang tari kita tarikan,
Kita bernyanyi bersama adik,
Sembarang lagi kita nyanyikan.

D, MENGENALI ISI PANTUN.
Bimbim mempunyai kebiasaan kurang baik. Ia sering jajan sembarangan. Ia sering membeli makan-makanan yang mengandung pewarna buatan dan bahan pengawet. Dia tidak suka makan sayur dan makanan yang dimasak ibunya sendiri. Akibatnya Bimbim sering sakit tifus dan dirawat di RS. Meskipun demikian, Bimbim tidak jera. Ia masih melakukan kebiasaan buruknya.

 

E, BERBALAS PANTUN.
Berbalas pantun dilakukan oleh laki-laki dan perempuan yang masing-masing mewakili pihak pria dan wanita. Dalam berbalas pantun, harus menyiapkan banyak pantun untuk diucapkan secara bergantian. Pantun satu dan lainnya saling berkaitan sehingga disebut pantun berkait atau disebut seloka. Seloka dapat berisi nasihat, tetapi terkadang juga berisi sindiran untuk menciptakan suasana gembira (kelucuan).

(1)
Menimbang barang dengan bejana,
Makan nasi lauknya ikan,
Tuntutlah ilmu sampai ke Cina,
Ilmu baik harus diamalkan.

(2)
Makan nasi lauknya ikan,
Manis rasanya buah mangga,
Ilmu baik harus diamalkan,
Biar jadi amalan berharga.

(3)
Manis rasanya buah mangga,
Buah yang bususk jangan dimakan,
Biar jadi amalan berharga,
Berbuat baik jangan bicarakan.

 

F, MENGUBAH CERITA MENJADI PANTUN.
Sebuah cerita dapat diubah menjadi pantun. Mengubah cerita menjadi pantun disebut memparafrasa. Memparafrasa adalah mengubak teks menjadi bentuk lain. Misalnya mengubah cerpen menjadi cerita. Cerpen juga dapat diparafrasa menjadi drama. Pantun dapat diparafrasa menjadi cerita. Begitu juga bentuk teks lain dapat diparafrasa bentuk lain.

CONTOH : Cerita drama diubah menjadi pantun.

Ke kebun binatang melihat badak,
Badak banyak jenisnya,
Berbakti kewajiban anak,
Sesuai tuntutan agama.

Anak mengejar layang-layang,
Layangan terbang ke angkasa,
Orang tua harus disayang,
Agar tidak jadi durhaka.

Pohon tumbang diatas bukit,
Burung terbang diangkasa,
Jika orang tua sakit,
Kewajiban anak merawatnya.

Si Dudung kakak Si Mimin,
Si Budi adik Si Wati,
Anak-anak berhak bermain,
Bermain untuk menghibur dir.i

 

 

 

RANGKUMAN MATERI KELAS 5.

TEMA : 5.
SUB TEMA : 1, 2, 3.

Ekosistem.

Semua makhluk hidup memerlukan lingkungan tertentu untuk memenuhi kebutuhannya. Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada di sekitar makhluk hidup. Sebuah lingkungan terdiri atas bagian yang hidup(biotik) dan bagian tak hidup (abiotik) Bagian yang hidup di sebuah lingkungan terdiri atas tumbuhan, hewan, dan makhluk hidup lainnya. Bagian lingkungan yang tak hidup terdiri atas cahaya matahari, air, udara dan tanah.

Cahaya matahari dapat menghangatkan udara, air, dan tanah agar mencapai suhu yang sesuai kebutuhan hidup makhluk hidup. Cahaya matahari juga membantu tumbuhan membuat makanan. Air dan tanah merupakan bagian penting dari sebuah lingkungan. Air yang turun dalam bentuk hujan, meresap ke dalam tanah. Air di dalam tanah ini akan dimanfaatkan oleh tumbuhan yang hidup di atasnya dan makhluk hiduk kecil lainnya yang hidup di dalam tanah.

Bagian hidup dan tak hidup di sebuah lingkungan saling berinteraksi dan saling bergantung satu sama lain. Interaksi antara makhluk hidup dan benda-benda tak hidup di sebuah lingkungan disebut ekosistem. Ekosistem tersusun atas individu, populasi, dan komunitas.

Individu adalah makhluk hidup tunggal, misalnya seekor kambing, seekor burung, dan sebuah pohon cemara. Tempat individu tinggal disebut habitat. Populasi adalah kumpulan individu sejenis yang menempati sesuatu daerah tertentu. Contoh, di sebuah kolam, terdapat populasi ikan, populasi tumbuhan teratai, dan populasi lumut. Sementara itu komunitas adalah populasi makhluk hidup di suatu daerah tertentu. Contoh komunitas adalah komunitas sungai dan komunitas padang rumput.
Berdasarkan bacaan di atas, temukan pokok pikiran utama dari setiap paragrapaf beserta informasi yang kamu anggap penting!

Setelah membaca teks bacaan, buatlah beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan teks bacaan tersebut.
Dalam menulis pertanyaan yang harus selalu diingat, menggunakan kata tanya yang tepat dan ejaan bahasa Indonesia yang benar.
Percakapan adalah dialog yang dilakukan dua orang atau lebih.

Menulis percakapan menggunakan kalimat langsung, yang penulisannya sebelum dan sesudah menulis kalimat diberi tanda petik
Terdapat titik dua (:) setelah menuliskan nama orang.

Membaca teks yang berjudul “Jenis-Jenis Ekosistem” pada buku siswa
Setelah membaca, temukan pikiran utama dari setiap paragraph beserta informasi yang dianggap penting.
Membaca teks “Mengenal Letak Geografis Indonesia” pada buku siswa Tema 5
Setelah membaca, temukan pikiran utama dari setiap paragraf beserta informasi yang dianggap penting.
Membaca teks “Indonesia sebagai Negara Maritim dan Agraris” pada buku siswa Tema 5
Setelah membaca, temukan pikiran utama dari setiap paragraf beserta informasi yang dianggap penting.

Membuat ringkasan berdasarkan bacaan.
Dalam menulis ringkasan yang harus diperhatikan adalah tanda baca, penggunaan huruf kapital yang tepat, dan penggunaan kata-kata baku dalam kalimat bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Menulis pertanyaan berdasarkan bacaan, menggunakan kata tanya mengapa, dan apa,
Kegiatan membaca tentang “Daur Hidup Hewan”
Kegiatan menulis tentang daur hidup hewan, tahapan tumbuh kembang hewan tersebut.
Membuat sebuah tulisan tentang hewan paling sedikit dalam tiga paragraf.
Menjelaskan beberapa informasi tentang hewan dan daur hidupnya.

Percakapan tentang beberapa jenis hewan langka di Indonesia yang dilakukan oleh tiga anak, yaitu Siti, Udin, dan Dayu.

Membaca teks : Setiap bacaan, tentunya memiliki ide pokok yang tertuang dalam pokok pikiran. Dengan mengetahui pokok pikiran yang ada, kita dapat mengetahui informasi penting yang terdapat dalam bacaan.

Sistem Irigasi Subak : Subak merupakan sekumpulan petani di Bali yang mengelola sistem irigasi yang ada di sebuah kawasan persawahan.
Sistem irigasi subak dipimpin oleh seorang pengatur yang disebut pekasih atau klean subak.

Para pekasih diangkat oleh petani, bukan oleh perangkat desa.
Subak tidak hanya memperhatikan sistem irigasi, tetapi juga memperhatikan asas kerja sama dan keadilan dengan menggunakan sistem memimpin air kepada anggotanya.
Setelah membaca bacaan yang berjudul “Sistem Irigasi Subak” temukan pikiran utama dari setiap paragraf beserta informasi yang dianggap penting.
Membuat ringkasa dalam satu paragraf dengan kalimatnya sendiri. Harus memperhatikan tanda baca , penggunaan huruf capital yang tepat, dan penggunaan kata-kata baku dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Membaca teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia:
Menentukan tokokh-tokoh yang terlibat di dalamnya, termasuk tokoh-tokoh yang terlibat pada peristiwa Rengasdengklok.
Bermain peran bersama teman sekelompok tentang peristiwa Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.
Membuat pertanyaan berdasarkan bacaan yang berjudul “Indahnya Kebun Teh di Puncak, Bogor
Menceritakan pengalaman berkunjung ke tempat wisata favorit keluarga.
Melakukan percakapan tentang kawasan puncak di Bogor
Melakukan wawancara tentang lingkungan sekolah dan rumah

Ekosistem dibagi menjadi 2 yaitu: ekosistem alami dan ekosistem buatan.
Ekosistem alami terdiri atas ekosistem air dan ekosistem darat.
Ekosistem air terdiri atas air tawar dan air asin
Ekosistem darat terdiri atas hutan, padang rumput, padang pasir, Tundra, dan Taiga
Ekosistem buatan adalah ekosistem hasil karya manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Contoh: sawah, bendungan, taman, dll
Bentuk teks bacaan ada 2 yaitu fiksi dan nonfiksi
Teks nonfiksi adalah teks yang berisikan hasil pengamatan, data-data, dan fakta serta bukan hasil imajinasi atau karangan yang dihasilkan dalam bentuk cerita yang nyata.
Teks fiksi adalah karangann tidak nyata hasil imajinasi manusia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bahasa Indonesia – SD Kelas 5 – Tema 1 – Kurikulum 2013 Rev 2017

Bahasa Indonesia – SD Kelas 5 – Tema 1 – Kurikulum 2013 Rev 2017.

RANGKUMAN MATERI.

TEMA                         : 1.

SUB TEMA                : 1, 2, dan 3.

PEMBELAJARAN   : 1-6.

 

KOMPETENSI DASAR.

BAHASA INDONESIA.

3,1, Menentukan pokok pikiran dalam teks lisan dan tulis.

 

MATERI

  • Bacaan adalah kumpulan dari beberapa paragraph yang tergabung menjadi satu-kesatuan yang utuh.
  • Setiap paragraf dalam teks bacaan tersebut terdapat ide pokok / kalimat utama / pokok pikiran dan kalimat pengembang.
  • Kalimat utama adalah kalimat / gagasan yang dijadikan sebagai dasar untuk mengembangkan kalimat menjadi sebuah paragraf.
  • Kalimat pengembang adalah kalimat penjelas dari kalimat utama dalam paragraph. Biasanya kalimat pengembang ini terdapat lebih dari satu kalimat dalam sebuah paragraph. Sehingga setiap paragraph tersusun dari beberapa kalimat yang salah satunya adalah KALIMAT UTAMA.
  • Jenis-jenis paragraph berdasarkan letak kalimat utama adalah sebagai berikut:
  1. Deduktif

Paragraf deduktif adalah paragraf yang ide pokok atau kalimat utamanya terletak di awal paragraf dan selanjutnya di ikuti oleh kalimat kalimat penjelas untuk mendukung kalimat utama.

ciri-ciri paragraf deduktif :

  1. kalimat utama berada di awal paragraf.
  2. kalimat disusun dari pernyataan umum yang kemudian disusul dengan penjelasan.
  3. Pola paragraph : “Umum ke Khusus” / “Kalimat utama ke Pengembang”

Contoh :

Indonesia adalah negara yang majemuk. Terdapat banyak agama dan kepercayaan dan selain itu suku budaya indonesia sangat beragam misalnya suku jawa, madura, batak, ambon dan masih banyak lagi suku – suku yang memiliki ciri khas masing-masing.

 

  1. Induktif.

Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan kalimat yang berisi penjelasan- penjelasan kemudian diakhiri dengan kalimat utama.

Ciri-ciri paragraf induktif :

  1. kalimat utama berada di akhir paragraph
  2. kalimat disusun dari uraian/penjelasan bersifat khusus diikuti dengan kalimat pernyataan umum.
  3. Pola paragraph : “Khusus ke Umum” / “Kalimat Pengembang ke Utama”

Contoh:

Suku jawa, suku madura, batak dan ambon adalah salah satu dari sekian banyak suku yang terdapat di Indonesia. Selain suku dan budaya yang beragam, terdapat pula berbagai agama dan kepercayaan maka dari itu Indonesia dikenal dengan negara yang majemuk.

 

  1. Paragraf Campuran.

Paragraf campuran adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan kalimat utama dan diakhiri pula dengan kalimat utama. Kalimat utama yang terletak diakhir paragraf merupakan penegasan dari kalimat di awal paragraf.

Ciri-ciri Paragraf Campuran :

  1. Pikiran utama terletak diawal atau diakhir paragraph
  2. Kalimat berikutnya berisi penjelasan dan uraian yang mendukung pikiran utama
  3. Akhir paragraf diakhiri dengan penegasan yang mendukung pikiran utama
  4. Pola Paragraf : Umum – Khusus – Umum

Contoh :

Bunga melati cukup diminati banyak orang. Selain bunganya cantik, bunga melati juga sangat harum. bahkan bunga berwarna putih ini dijadikan sebagai simbol kesucian. Keharuman bunga ini sangat cocok untuk di tanam di dekat rumah dan cocok sebagai tanaman hias. Oleh karena itu, bunga ini menjadi salah satu bunga favorit bagi pecinta tanaman dan bunga.

 

  1. Paragraf Ineratif.

Paragraf Ineratif adalah paragraf yang kalimat utamanya berada di tengah paragraf. Biasanya diawali dengan gagasan penjelas sebagai pengantar, lalu disajikan gagasan utama sebagai puncaknya. Setelah itu masih dilanjutkan dengan gagasan penjelas

Ciri-ciri paragraph ineratif :

Kalimat-kalimat penjelas terlebih dahulu, lalu diikuti kalimat utamanya, dan diakhiri dengan kalimat-kalimat penjelas lagi.

Contoh :

Manusia lahir ke dunia membutuhkan orang lain. Mereka juga makan membutuhkan orang lain. Bahkan mati pun masih membutuhkan orang lain. Hal ini menunjukan bahwa manusia adalah makhluk sosial. Kita tidak bisa hidup sendiri karena kita sangat membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidup di dunia ini. Tidak ada satu pun pekerjaan besar yang tidak membutuhkan orang lain. Bahkan orang terkaya sedunia yang memiliki segalannya pun tidak bisa hidup sendiri.

 

 

 

SD5. Tema 1 – Wujud Benda dan Cirinya – Pembelajaran 4

SD Kelas 5 Sub Tema 1 Wujud Benda dan Cirinya.

Pembelajaran 4.

Hari ini Pak Tagor mengajak anak-anak untuk melakukan kegiatan di luar kelas. Anak-anak menyambutnya dengan gembira. Di mana mereka akan melakukan kegiatan?

Oh, ternyata mereka menuju ke belakang sekolah. Di sana terdapat hamparan sawah dan sungai. Namun sayang, sawahnya tidak lagi subur. Sungainya pun juga tercemar.

Siti dan teman-teman telah memahami bahaya perilaku membuang sampah ke sungai. Pak Tagor menceritakan salah satu bahan kimia yang berbahaya bagi lingkungan jika berlebihan dalam menggunakannya, yakni pestisida. Simak cerita Pak Tagor di bawah ini.

Judul Bacaan : DAMPAK NEGATIF PENGGUNAAN PESTISIDA.

Pestisida merupakan bahan kimia beracun yang digunakan untuk mengendalikan jasad pengganggu yang merugikan kepentingan manusia. Di Indonesia petani yang paling banyak menggunakan berbagai jenis pestisida ialah petani sayuran, petani tanaman pangan, dan petani tanaman hortikultura buah-buahan. Pestisida memang banyak memberi manfaat dan keuntungan. Keuntungan itu di antaranya: cepat menurunkan populasi jasad pengganggu tanaman, mudah dan praktis cara penggunaannya, mudah diproduksi secara besar-besaran, serta mudah diangkut dan disimpan. Manfaat lain adalah secara ekonomi penggunaan pestisida relatif menguntungkan.
Namun, bukan berarti penggunaan pestisida tidak menimbulkan dampak buruk. Akhir-akhir ini disadari bahwa pemakaian pestisida, khususnya pestisida sintetis, ibarat pisau bermata dua. Di balik manfaatnya yang besar bagi peningkatan produksi pertanian, terselubung bahaya mengerikan.

Dampak buruk penggunaan pestisida dapat dikelompokkan atas 3 bagian sebagai berikut.
1. Pestisida berpengaruh negatif terhadap kesehatan manusia.
2. Pestisida berpengaruh buruk terhadap kualitas lingkungan.
3. Pestisida meningkatkan perkembangan populasi jasad penganggu tanaman.

Disadur dari: usitani.wordpress.com

1. Apakah pestisida itu? Pestisida atau pembasmi hama adalah bahan yang digunakan untuk mengendalikan, menolak, atau membasmi organisme pengganggu. Nama ini berasal dari pest (“hama”) yang diberi akhiran -cide (“pembasmi”). Sasarannya bermacam-macam, seperti serangga, tikus, gulma, burung, mamalia, ikan, atau mikrobia yang dianggap mengganggu.

2. Mengapa penggunaan pestisida yang berlebihan akan berdampak negatif?
3. Apa saja dampak negatif yang ditimbulkan dari penggunaan pestisida yang berlebihan?

Menyebabkan dampak negative sebagai berikut : 1) Dapat meracuni manusia dan hewan domestic
Meracuni organisme yang berguna, misalnya musuh alam,I hama,lebah dan serangga yang membantu penyerbukan, dan satwa liar yang mendukung fungsi kelestarian alam. 2) Mencemari lingkungan dengan segala akibatnya, termasuk residu pestisida. 3) Menimbulkan strain hama baru yang resisten terhadap pestisida. 4) Menimbulkan terjadinya resurgensi hama atau peristiwa meningkatnya populasi hama setelah diperlakukan dengan pestisida tertentu. 5) Menyebabkan terjadinya ledakan hama sekunder dan hama potensial. 6). Memerlukan biaya yang mahal karena sifat ketergantungan keberhasilan budi daya tanaman pada pestisida.

Beberapa pemakaian zat yang dapat mengakibatkan perubahan pada alam:
1. Pembersih.
Salah satu contoh bahan pembersih adalah detergen. Detergen mengandung bahan aktif ABS (Alkil Benzena Sulfonat). Bahan ini merupakan bahan kimia yang sulit terurai oleh mikroorganisme, sehingga menyebabkan pencemaran air dan tanah. Selain itu, busa yang berlimpah dapat menutup permukaan air dan mengakibatkan pencemaran lingkungan.

2. Pewangi / Parfum.
Pewangi dalam bentuk semprot mengandung kloro fluoro karbon (CFC). Bahan ini menyebabkan tipisnya lapisan ozon. lapisan ozon yang semakin tipis bahkan jika berlubag, sangat berbahaya bagi kehidupan dibumi.

3. Pestisida.
Penggunaan pestisida yang berlebihan, dapat menyebabkan hama kebal terhadapnya, bahkan memicu munculnya spesies baru. Spesies ini hanya bisa dikendalikan dengan pestisida dalam dosis yg lebih tinggi lagi. Hal ini tentunya akan menimbulkan pencemaran yang lebih besar baik terhadap lingkungan ataupun manusia.Perilaku atau kegiatan manusia yang dapat mengakibatkan perubahan pada alam.

Perilaku atau kegiatan manusia yang dapat mengakibatkan perubahan pada alam.

  • Menebang pohon secara liar.
  • Tidak menaati undang2 mengenai alam .
  • Tidak melakukan Terasering di tanah curam, Tidak melakukan Lahan berpindah.
  • Membuang limbah tanpa di uraikan kembali.
  • Penebangan pohon liar
  • Membuang sampah sembarangan.
  • Menangkap ikan secara besar2an.
  • Pembakaran hutan liar.
  • Asap pabrik.
  • Asap kendaraan.

Dampak Penebangan Hutan Secara Liar adalah sebagai berikut :

1. Hilangnya kesuburan tanah.
Ketika hutan di babat pohon-pohonnya, hal ini mengakibatkan tanah menyerap sinar matahari terlalu banyak sehingga menjadi sangat kering dan gersang. Hingga nutrisi dalam tanah mudah menguap. Selain itu, hujan bisa menyapu sisa-sisa nutrisi dari tanah. Oleh sebab itu, ketika tanah sudah kehilangan banyak nutrisi, maka reboisasi menjadi hal yang sulit dan budidaya di lahan itu menjadi tidak memungkinkan.

2. Turunnya sumber daya air.
Pohon sangat berkontribusi dalam menjaga siklus air, melalui akar pohon menyerap air yang kemudian di alirkan ke daun dan kemudian menguap dan dilepaskan ke lapisan atmosfer. Ketika pohon-pohon ditebang dan daerah tersebut menjadi gersang, maka tak ada lagi yang membantu tanah menyerap lebih banyak air, dengan demikian, akhirnya menyebabkan terjadinya penurunan sumber daya air.

3. Punahnya keaneka ragaman hayati.
Meskipun hutan hujan tropis hanya seluas 6% dari permukaan bumi, tetapi sekitar 80-90% dari spesies ada di dalamnya. Akibat penebangan liar pohon secara besar-besaran, ada sekitar 100 spesies hewan menurun setiap hari, keanekaragaman hayati dari berbagai daerah hilang dalam skala besar, banyak mahluk hidup, baik hewan maupun tumbuhan telah lenyap dari muka bumi. (baca : cara mencegah hutan gundul)

4. Mengakibatkan banjir.
Salah satu fungsi hutan adalah menyerap dengan cepat dan menyimpan air dalam jumlah yang banyak ketika hujan lebat terjadi. Namun ketika hutan digunduli, hal ini tentu saja membuat aliran air terganggu dan menyebabkan air menggenang dan banjir yang mengalir ke pemukiman penduduk. (baca : penyebab banjir )

5. Global Warming.
Deforestasi juga berdampak pada pemanasan global. Pohon berperan dalam menyimpan karbondioksida yang kemudian digunakan untuk menghasilkan karbohidrat, lemak dan protein yang membentuk pohon, dalam biologi proses ini disebut fotosintesis. Ketika terjadi deforestasi, banyak pepohonan yang dibakar, ditebang, yang mengakibatkan lepasnya karbondioksida di dalamnya, hal ini menyebabkan tingginya kadar karbondioksida yang ada di atmosfir. Dengan melihat dampaknya yang sangat mengerikan, maka pelestarian hutan perlu dan Harus segera dilaksanakan. Eksploitasi hutan yang terus menerus terjadi, berlangsung sejak dahulu hingga sekarang tanpa dibarengi dengan penanaman kembali, menyebabkan kawasan hutan menjadi rusak.

Pembalakan liar yang dilakukan manusia merupakan salah satu penyebab utama terjadinya kerusakan hutan. Padahal sudah kita ketahui, hutan merupakan penopang kelestarian kehidupan di bumi, sebab hutan bukan hanya menyediakan bahan pangan maupun bahan produksi, melainkan juga penghasil oksigen, penahan lapisan tanah, dan menyimpan cadangan air. Alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian semakin merebak dari dulu hingga kini, demikian pula penebangan hutan semakin tak terkendali, baik untuk memenuhi kebutuhan industri kayu , untuk bahan bagunan, bahan perkakas rumah tangga, maupun untuk bahan bakar. Kita bisa menghitung berapa volume kayu untuk semua kebutuhan tadi, dan berapa dari luar Jawa yang masuk, dan berapa yang dihasilkan oleh Perhutani.

Dampak Perburuan Burung secara liar : Burung di hutan menjadi sepi tanpa kicau burung (silent forest), juga mengganggung keseimbangan hutan / alam; yaitu burung yang menjadi penebar biji-bijian dan tumbuh tidak ada lagi, demikian juga penyerbukan tanaman menjadi terganggung akibat tidak adanya burung.

 

Anak-anak sangat senang belajar di luar kelas. Mereka merasa dekat dengan alam. Namun, di samping itu mereka juga sedih. Sawah yang sebelumnya menjadi tumpuan kehidupan ekonomi masyarakat kini sudah tidak lagi produktif, karena sudah tidak subur lagi.

Oleh karena sawahnya tidak lagi produktif, banyak masyarakat yang berpindah profesi dan bahkan ada yang berpindah tempat. Ada yang beralih profesi menjadi tukang bangunan, pedagang asongan, dan lain-lain. Ada juga yang mencari pekerjaan dan berpindah tempat tinggal ke kota.

Keseimbangan alam yang terganggu pada akhirnya juga mengakibatkan perubahan pada perilaku manusia.

1. Sosial .
Dahulu : Interaksi dan komunikasi dilakukan dengan tatap muka langsung (kunjungan) –
Sekarang : Dengan majunya teknologi komunikasi, interaksi dan komunikasi dilakukan dengan alat komunikasi, seperti telepon.
Masa Depan : Ketergantungan manusia akan alat komunikasi modern semakin besar.

2. Ekonomi :
dulu; kegiatan ekonomi dilakukan dgn sistem barter.
sekarang: kegiatan ekonomi dilakukan dengan mnggunakan uang.
masa depan : mungkin dilakukan dengan sistem online kalau jual beli barang cukup dengan transfer uang.

3. Pendidikan :
dulu; seorang guru lebih terdorong untuk mengabdikan diri dan guru sekrang: meningkatkn kecerdasan perstasi dan keterampilan.
masa depan : mempersiapkan siswa dengan menghadapi persaingn globalisasi.

4. Budaya :
dulu ; kehidupan berhubungan langsung dengan alam.
sekarang : alam dikendalikan dengan pengetahuan manusia menunjang kehidupan yang lebih baik.
masa depan: segala sesuatu bersifat canggih dan serba praktis.

Bagaimana Sikapmu ? Setuju atau tidak ?   apa alasannya.

1. Media massa dan elektronik memilik peran yang besar dalam mempengaruhi perubahan perilaku manusia.
Setuju. Karena penduduk bumi sekarang di era informasi, sangat tergantung akan media informasi dan elektronik, hampir tiap hari mereka menggunakannya.

2. Pendidikan bukan alat yang tepat untuk mengubah perilaku manusia.
Tidak Setuju. Pendidikan merupakan salah satu faktor untuk mengubah perilaku, misalnya kesehatan sekarang lebih maju. Kedokteran canggih yang dulu tida bisa di lakukan saat ini bisa dilakukan. Kemampuan menguasai teknologi hanya bisa terjadi apabila masyarakat mendapatkan pendidikan yang baik.

3. Perubahan perilaku manusia selalu berdampak negatif.
Tidak Setuju; Perilaku manusia berusaha untuk menjadi lebih baik; meskipun ada sebagian kecil yang berpikir negatif, atau tanpa sengaja berdampak buruk.

4. Orang yang tidak mau berubah adalah orang yang tidak mau maju.
Setuju. Orang harus berubah, terlebih berubah ke hal yang lebih baik dan maju.

5. Penggunaan teknologi modern cenderung merusak lingkungan alam.
Tidak Setuju. Teknologi modern bila di gunakan secara baik maka dampaknya juga baik, yang bukan teknologinya tetapi cenderung tujuan manusia sendiri yang salah, sebagai contoh teknologi nuklir bisa untuk sumber tenaga listrik, tetapi juga bisa untuk membuat Bom yang merusak.

 

Contoh : DAMPAK NEGATIF PENGGUNAAN SMARTPHONE.

Dewasa ini kemajuan teknologi tidak terbendung khususnya perkembangan gadget atau lebih di kenal dengan nama smartphone.Gadget canggih udah bukan barang mewah lagi, sampai anak kecil pun udah pada punya gadget. Gadget yang beredar sekarang rata-rata berharga ratusan ribu untuk yang paling murah, hingga jutaan rupiah untuk gadget kelas menengah ke atas. Hal itu karena para produsen smartphone berlomba-loba untuk menggaet konsumen lebih banyak dengan menghadirkan smartphone yang murah-meriah yang di khususkan untuk kalangan menegah ke bawah agar mereka tidak ketinggalan teknologi dan dapat mengikuti perkembanagan teknologi. Gadget yang beredar saat ini rata-rata mempunyai sistem operasi Blackberry OS dengan Blackberry, Android OS dengan banyak vendor yang menggunakannnya seperti Samsung, Sony, HTC, dll serta IOS dengan Applenya. Masing-masing dari Operating System Smartphone tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan. Akan tetapi pada kesempatan kali ini akan di bahas bahaya penggunaan smartphone baik pada kalangan dewasa maupun anak-anak. Smartphone saat ini sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidup kita. Mulai dari bangun tidur hingga kembali tidur, saat berada di mana saja , kapan saja kita selalu tidak ketinggalan memainkan smartphone kita. Akan tetapi tahukah anda bahwa di balik kebiasaan kita yang hampir setiap hari tidak bisa pisah dari smartphone itu menimbulkan dampak negatif yang cukup mencengangkan bagi kesehatan fisik maupun psikis kita. Utnuk mengetahui dampak negatif yang di timbulkan oleh smartphone bagi kesehatan marilah kita simak uraian berikut:

Dampak negatif bagi kesehatan fisik.
1.Penglihatan menjadi terganggu. Dalam dunia kedokteran di kenal istilah Computer Vision Syndrome/CVS yang merupakan gejala (sindrom) yang di akibatkan karena sering melihat layar, dalam hal ini termasuk layar smartphone. Gejala-gejala akibat CVS Mata kering/Dry Eyes. Normalnya mata kita akan berkedip 16-20 kali permenit, akan tetapi saat melihat layar handphone mata kita hanya berkedip 6-8 kali permenit. Bisa kita bayangkan mata kita kan menjadi kering bila dalam semenit hanya berkedip selama 6 kali.
2.Sakit kepala. Ini di akibatkan karena posisi leher yang salah dan tegang pada mata yang memicu timbulnya sakit kepala karena seringnya melihat layar handphone.
3.Pandangan kabur (Blurry Vision). Hal ini akibat dari tegangnya otot mata yang tidak mampu fokus lagi pada jarak yang berbeda Bisa mengakibatkan terjadinya rabun jauh. Seringnya melihat layar pada waktu yang lama dapat meregangkan otot mata yang mana didesain untuk fokus secara alami pada jarak 20 kaki.
4.Timbulnya gangguan pendengaran akibat terlalu lama meggunakan speaker. Pengguna yang rata-rata menggunakan 10 menit atau lebih dalam sehari dapat meningkatakan resiko mendapatkan gangguan pendengaran.
5.Kelainan postur tubuh. Biasanya gangguan arthritis serta penyakit degeneratif lainyya banyak di temui pada usia 40-50 tahun. Akan tetapi kini di temukan juga pada pengguna smartphone berusia muda akibat postur tubuh yang salah.

a. Sebutkan contoh perubahan perilaku manusia yang terjadi pada bacaan tersebut! Terlalu sering menggunakan Smartphone.

b. Jelaskan faktor penyebab perubahannya! dari Komunikasi manusia ke manusia menjadi komonikasi dengan alat, bahkan menggunakan alat / smarphone untuk hiburan terus menerus.

c. Jelaskan dampak perubahan perilaku manusia pada bacaan tersebut! berdampak negatif penurunan hubungan manusia dengan manusia lain; dan buruk terhadap kesehatan karena pola yang salah dalam penggunaan alat tersebut.

 

Amatilah kehidupan bertetangga di daerah tempat tinggalmu.
Fokuskan pengamatan pada kebutuhan-kebutuhan dalam hidup bertetangga. Tuliskan hasilnya pada tabel berikut!

No. Aspek Kebutuhan Contoh kebutuhan
1. Jasmani

2. Rohani

2. Mengapa kita harus saling memenuhi kebutuhan hidup dalam bertetangga?

 

3. Apa yang akan terjadi jika di antara tetangga tidak ada sikap saling memenuhi kebutuhan ?

SD5.1 Wujud Benda dan Cirinya – Matematika

SD Kelas 5 Sub Tema 1 Wujud Benda dan Cirinya – Matematika.

Setelah berkunjung ke rumah Defi, Sahabat Alam beristirahat di tanah lapang. Mereka melihat beberapa anak-anak sedang bermain. Anak-anak itu membawa bola, boneka, dan pesawat mainan. Inilah mainan yang mereka bawa.

 

 

 

 

Banyak mainan bola = 3.
Banyak mainan boneka = 5.
Banyak pesawat mainan = 4.
Jumlah mainan = 3 + 4 + 5 = 12.
Banyak bola dibandingkan dengan seluruh mainan dapat dituliskan dalam bentuk 3/12 . Artinya, 3 mainan bola dibandingkan dengan 12 mainan.

Sambil melihat anak-anak bermain, Lani mengeluarkan bekalnya. Lani mengeluarkan beberapa roti untuk dibagikan kepada teman-teman dan anak- anak yang sedang bermain. Lani mengambil satu roti. Satu roti itu dipotong menjadi 8 bagian sama besar. Besar setiap potongan dapat dinyatakan sebagai 1/8 roti. Setelah roti dimakan 3 potong tersisa 5 potong. Sisa 5 potong ini dapat dituliskan sebagai 5/8 roti.

Dalam pecahan ada pembilang dan penyebut, bagian atas pembilang, bagian bawah penyebut; 3/12 maka 3 disebut pembilang, 12 disebut penyebut.

Selain roti, Lani juga membawa 7 buah jeruk. 7 buah jeruk dibagi 2 bagian. Satu bagian untuk Lani dan teman-teman. Satu bagian untuk anak-anak yang sedang bermain.

7 jeruk dibagikan kepada dua anak, masing-masing anak mendapat bagian 7/2 .
7/2 dibaca tujuh per dua, Artinya tujuh dibagi dua ;
7/2 , termasuk bentuk pecahan biasa. 7 : 2 hasilnya 3 1/2 , dibaca tiga setengah, termasuk bentuk pecahan campuran.

Pecahan campuran terdiri atas bilangan bulat diikuti bilangan pecahan.
3 = Bilangan bulat, 1/2 Bilangan pecahan.

 

Ketika mengunjungi Desa Matahari, Kepala Desa mengatakan bahwa kira-kira hanya 15% lahan pertanian yang dapat ditanami. Apa maksudnya? Berapakah 15% itu?

15 / 100  ;  angka 15 adalah pembilang, 100 adalah penyebut.

Jadi 15% artinya 15/100.

Untuk menjadikan suatu pecahan kedalam bentuk persen, maka pecahan tersebut harus di jadikan ke bentuk pecahan dengan pembilang 100.

Contoh . 1/2  maka bisa di jadikan 50/100  dalam bentuk persen adalah 50%.
1/4  maka bisa dijadikan 25/100 dalam bentuk persen adalah 25%.
3/4  maka bisa dijadikan 75/100 dalam bentuk persen adalah 75%.
1/10  maka bisa dijadikan 10/100 dalam bentuk persen adalah 10%. dan seterusnya.

 

Bapak Kepala Desa juga mengatakan bahwa ketika lahan pertanian dapat ditanami, warga pernah menanam melon. Berat rata-rata sebuah melon 2,58 kg. Bilangan 2,58 disebut pecahan desimal.
Perhatikan pecahan desimal berikut.

2,58  ; angka 2 satuan; 5 per puluhan ; 8 per seratusan.

2,58 = 2 satuan + 5 per puluhan + 8 per ratusan.
= 2 + 5/10 + 8/100
= 200/100 + 50/100 + 8/100
= 258/100.

Menjadi angka 3/20 menjadi bentuk desimal.
3/20 kira jadikan pecahan dengan pembilan 100,  3/20 = (3×5) / (20×5) = 15/100 = 0,15.
dalam bentuk persen adalah 15%.