Gambar Dan Nama Pakaian Adat Tradisional Dari 33 Provinsi di Indonesia – Mungkin anak muda zaman sekarang sudah langka yang tertarik dengan kebudaya negara tercinta Indonesia ini. Karena kebanyakan dari mereka terlalu sibuk dengan urusan seperti pacaran, ke salon, shoping, nonton atau yang lainnya.
Namun jika bukan kita sebagai anak muda, siapa lagi yang akan melestarikan kebudayaan Indonesia minimal mengetahui kebudayaan masing-masing. Berikut adalah gambar dan nama rumah adat dari 33 provinsi di Indonesia.
1. Provinsi Nanggro Aceh Darussalam – Pakaian Adat Tradisional Ulee Balang
Pakaian adat tradisional Aceh biasa adalah Ulee Balang, pakaian tersebut biasanya digunakan oleh para raja dan keluarganya.
2. Provinsi Sumatera Utara – Pakaian Adat Tradisional Ulos
Pakaian adat tradisional Sumatera Utara adalah Ulos. Pakaian adat Ulos dianggap oleh masyarakat suku Batak Karo sebagai ajimat yang mempunyai daya magis tertentu.
3. Provinsi Sumatera Barat – Pakaian Adat Tradisional Bundo Kanduang
Pakaian adat tradisional Sumatera Barat di bagi menjadi 2 yaitu Pakaian Penghulu dan Pakaian Adat Bundo Kanduang yang terdapat di daerah Minangkabau Sumatra Barat.
(Pakaian Adat Tradisional Penghulu)
(Pakaian Adat Tradisional Bundo Kanduang)
4. Provinsi Riau – Pakaian Adat Tradisional Melayu
Pakaian adat tradisional Riau adalah pakaian adat tradisional Melayu. Di Riau ada 3 macam pakaian adat tradisional Melayu yaitu Siak Riau, Indragiri dan Bengkalis Riau.
(Pakaian Adat Tradisional Siak Riau, Indragiri dan Bengkalis Riau)
5. Provinsi Kepulauan Riau – Pakaian Adat Tradisional Belanga Untuk pakaian adat tradisional pria, baju yang dipakai adalah baju Melayu berupa atasan yang disebut teluk belanga. Busana ini terdiri dari celana, kain sampin, dan songkok atau penutup kepala. Untuk perempuan, pakaian yang dipakai berupa baju kurung, kain, dan selendang. Selendang dipakai dengan cara disampirkan di bahu.
6. Provinsi Jambi – Pakaian Adat Tradisional Melayu Jambi
Pakaian adat tradisional Jambi sama seperti yang ada di daerah Pulau Sumatera yang lain, yaitu pakaian adat tradisional Melayu. Pakaian adat tradisional Melayu dari Jambi ini biasanya lebih mewah daripada pakaian yang digunakan sehari-hari karena disulam dengan benang emas dan dihiasi dengan berbagai hiasan yang mewah untuk kelengkapannya.
7. Provinsi Sumatera Selatan – Pakaian Adat Tradisional Aesan Gede
Pakaian adat tradisional Sumatera Selatan adalah Aesan Gede. Baju adat tradisional ini terinspirasi dari zaman kerajaan Sriwijaya yang dulunya berjaya di daerah Sumatera Selatan.
8. Provinsi Bangka Belitung – Pakaian Adat Tradisional Paksian
Pakaian adat tradisional Bangka Belitung adalah Paksian. Untuk perempuan biasanya memakai baju kurung berwarna merah yang berbahan kain sutra dan kepalanya memakai mahkota yang biasa disebut dengan nama Paksian. Sedangkan untuk laki-laki menggunakan sorban atau yang biasa disebut masyarakat Bangka Belitung sebagai Sungkon.
9. Provinsi Bengkulu – Pakaian Adat Tradisional Bengkulu
Pakaian adat tradisional wanita di Bengkulu mengenakan baju kurung berlengan panjang, bertabur corak-corak, sulaman emas berbentuk lempengan-lempengan bulat seperti uang logam. Pakaian adat tradisional pria terdiri atas jas, sarung, celana panjang, alas kaki yang dilengkapi dengan tutup kepala dan sebuah keris.
10. Provinsi Lampung – Pakaian Adat Tradisional Tulang Bawang Pakaian adat tradisional Lampung bila dicermati terdapat perbedaan antara lampung pesisir dengan lampung daratan tetapi pada dasar masih sama yaitu menggunakan kain tapis di hias dengan logam kuningan yang memper indah dan mebuat mewah, sedangkan kain tapis adalah suatu kain yang ditenun secara manual dengan menggunakan tinta mas yang di ukir dengan tangan tangan terampil hingga membuat yang memakai pakaian penganten tersebut terlihat lebih berwibawa.
11. Provinsi DKI Jakarta – Pakaian Adat Tradisional Betawi Pakaian adat tradisional Jakarta biasa disebut dengan nama Pakaian Adat Betawi yang dipengaruhi dari berbagai corak masyarakat Jakarta yang sangat beragam diantaranya dipengaruhi oleh budaya Arab, China, Melayu dan Budaya Barat.
12. Provinsi Jawa Barat – Pakaian Adat Tradisional Kebaya Untuk pakaian adat tradisional Jawa Barat memiliki perbedaan untuk laki-laki dan perempuan. Kain kebaya pada dasarnya digunakan perempuan di semua lapisan, baik rakyat biasan maupun bangsawan. Perbedaannya mungkin hanya pada bahan kebaya yang digunakan serta corak hiasnya.
13. Provinsi Banten – Pakaian Adat Tradisional Pangsi Untuk masyarakat Baduy masih mengenakan pakaian adat tradisionalnya dalam kehidupan sehari-hari. Baduy Dalam sering mengenakan pakaian adat berwarna putih yang melambangkan kesucian. Sementara Baduy Luar mengenakan pakaian adat berwarna hitam.
14. Provinsi Jawa Tengah – Pakaian Adat Tradisional Kain Kebaya Pakaian adat tradisional Jawa Tengah identik dengan penggunaan kain kebaya dengan motif batik, dimana batik yang digunakan merupakan batik tulis yang masih tergolong asli.
15. Provinsi Daerah Istimewa Yogjakarta – Pakaian Adat Tradisional Kasatrian Pakaian adat tradisional masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta terdiri dari seperangkat pakaian adat tradisional yang memiliki unsur-unsur yang tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya. Kelengkapan berbusana tersebut merupakan ciri khusus pemberi identitas bagi pemakainya yang meliputi fungsi dan peranannya. Oleh karena itu, cara berpakaian biasanya sudah dibakukan secara adat, kapan dikenakan, di man dikenakan, dan siapa yang mengenakannya.
16. Provinsi Jawa Timur – Pakaian Adat Tradisional Pesa’an Pakaian adat tradisional Madura, Jawa Timur biasa disebut pesa’an. Pakaian ini terkesan sederhana karena hanya berupa kaos bergaris merah putih dan celana longgar. Untuk wanita biasa menggunakan kebaya.
17. Provinsi Bali – Pakaian Adat Tradisional Bali Pakaian adat tradisional Bali sesungguhnya sangat bervariasi, meskipun secara selintas kelihatannya sama. Masing-masing daerah di Bali mempunyai ciri khas simbolik dan ornamen, berdasarkan kegiatan/upacara, jenis kelamin dan umur penggunanya. Status sosial dan ekonomi seseorang dapat diketahui berdasarkan corak busana dan ornamen perhiasan yang dipakainya.
18. Provinsi Nusa Tenggara Barat – Pakaian Adat Tradisional Lombok Pakaian adat tradisional Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah Pakaian Adat Lombok.
19. Provinsi Nusa Tenggara Timur – Pakaian Adat Tradisional Nusa Tenggara Timur Ti’langga merupakan aksesoris dari pakaian adat tradisional untuk pria Rote, Nusa Tenggara Timur. Untuk wanita, biasanya mengenakan baju kebaya pendek dan bagain bawahnya mengenakan kain tenun.
20. Provinsi Kalimantan Barat – Pakaian Adat Tradisional Perang Pakaian ini adalah pakaian yang digunakan sudah sejak dulu oleh masyarakat Kalimantan Barat. Pakaian adat trasional Kalimantan Barat berbahan kulit kayu yang diproses menjadi kain. Untuk bahan utama yang digunakan sebagai bahan pakaian adat tradisional Kalimantan Barat adalah kulit kayu kapuo atau ampuro. Kulit kayu tersebut dipukul termasuk di pukul di dalam air menggunakan pemukul yang berbentuk bulat. Kemampuan mengolah kulit kayu menjadi kain oleh masyarakat merupakan kemampuan yang secara turun temurun diturunkan oleh nenek moyang.
21. Provinsi Kalimantan Tengah – Pakaian Adat Tradisional Kalimantan Tengah Untuk pakaian adat tradisional pengantin pria di Kalimantan Tengah memakai celana panjang sampai lutut, selempit perak atau tali pinggang dan tutup kepala. Perhiasan yang dipakai adalah inuk atau kalung panjang, cekoang atau kalung pendek dan kalung yang terbuat dari gigi binatang. Pengantin wanita memakai kain berupa rok pendek, rompi, ikat kepala dengan hiasan bulu enggang, kalung dan subang.
22. Provinsi Kalimantan Selatan – Pakaian Adat Pengantin Bagajah Gamuling Baular Lulut Ada beberapa jenis pakaian adat tradisional Suku Banjar yang berasal dari provinsi Kalimantan Selatan, antara lain Pengantin Bagajah Gamuling Baular Lulut, Pengantin Baamar Galung Pancar Matahari, Pengantin Babaju Kun Galung Pacinan dan Pengantin Babaju Kubaya Panjang.
23. Provinsi Kalimantan Timur – Pakaian Adat Tradisional Kalimantan Timur Orang Kalimantan Timur biasanya mengenakan pakaian adat tradisional khas mereka bergantung fungsi dan penggunaan. Pakaian yang dikenakan untuk bepergian berbeda dengan pakaian sehari-hari. Apalagi pakaian untuk acara dan upacara-upacara tertentu. Begitu pula pakaian yang dikenakan untuk menari pun berbeda dengan pakaian lainnya. Pakaian adat yang dimiliki masyarakat Kalimantan Timur biasa dikenakan pada saat upacara, perkawinan, tarian, dan sebagainya.
24. Provinsi Sulawesi Utara – Pakaian Adat Tradisional Kulavi (Donggala) Provinsi Kalimantan Utara dapat dikatakan provinsi yang paling muda dalam sejarah berdirinya negara Indonesia. Provinsi ini juga sekaligus provinsi yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Awalnya provinsi ini termasuk kedalam provinsi Kalimantan Timur sehingga untuk suku bangsa dan kebudayannya pun mirip dengan Kalimantan timur.
25. Provinsi Sulawesi Barat – Pakaian Adat Tradisional Mandar Lipa Saqbe Mandar (Sarung Sutra Mandar) adalah pakaian adat Sulawesi Barat yang sepintas memiliki persamaan dengan kain sutra daerah lain, tapi di setiap jenis dan nama Lipa Saqbe Mandar memiliki ciri khas khusus yakni dari segi corak (sure’ ataupun bunga) dan cara pembuatannya, yang membuatnya terkenal ke daerah sekitarnya (bugis dan makassar).
26. Provinsi Sulawesi Tengah – Pakaian Adat Tradisional Nggembe Baju Nggembe adalah pakaian adat tradisional yang dipakai oleh remaja putri untuk Upacara Adat atau pesta. Baju Nggembe berbentuk segi empat, berkerah bulat berlengan selebar kain, panjang blus sampai pinggang dan berbentuk longgar.
27. Provinsi Sulawesi Tenggara – Pakaian Adat Tradisional Suku Tolaki Pakaian adat Provinsi Sulawesi Tenggara adalah Pakaian Adat Suku Tolaki.
28. Provinsi Sulawesi Selatan – Pakaian Adat Tradisional Bodo Baju bodo adalah pakaian adat tradisional perempuan Bugis, Sulawesi Selatan, Indonesia. Baju bodo berbentuk segi empat, biasanya berlengan pendek, yaitu setengah atas bagian siku lengan. Baju bodo juga dikenali sebagai salah satu busana tertua di dunia.
29. Provinsi Gorontalo – Pakaian Adat Tradisional Gorontalo Dalam acara pernikahan pakaian adat tradisional daerah khas Gorontalo disebut Biliu (pakaian pengantin putri) dan Mukuta (pakaian pengantin putra). Pakaian adat Gorontalo umumnya mempunyaitiga warna dan memiliki arti tertentu yaitu warna ungu, warna kuning keemasan, dan warna hijau.
30. Provinsi Maluku – Pakaian Adat Tradisional Baju Cele Baju Cele bermotif garis-garis geometris atau berkotak-kotak kecil. Biasanya, baju Cele dikombinasikan dengan kain sarung yang warnanya tidak terlalu jauh berbeda, yang penting harus seimbang dan serasi. Baju cele dipakai dalam upacara-upacara adat.
31. Provinsi Maluku Utara – Pakaian Adat Tradisional Manteren Lamo Pakaian Manteren Lamo (Sultan) adalah pakaian adat tradisional Maluku Utara yang terdiri atas celana panjang hitam dengan bis merah memanjang dari atas ke bawah, baju berbentuk jas tertutup dengan kancing besar terbuat dari perak berjumlah sembilan . Sementara itu, leher jas, ujung tangan, dan saku jas yang terletak di bagian luar berwarna merah.
32. Provinsi Papua Barat – Pakaian Adat Tradisional Ewer Pakaian adat Ewer merupakan pakaian adat tradisional Papua Barat.
33. Provinsi Papua – Pakaian Adat Tradisional Papua Pakaian adat pria dan wanita di Papua hampir sama bentuknya. Mereka memakai baju dan penutup badan bagian bawah dengan model yang sama. Mereka juga sama-sama memakai hiasan kepala berupa burung cendrawasih, gelang, kalung, dan ikat pinggang dari manik-manik, serta rumbai-rumbai pada pergelangan kaki. Bentuk pakaian yang terlukis di sini merupakan ciptaan baru. Dengan tombak/panah dan perisai yang dipegang mempelai laki-laki menambah kesan adat Papua.
Itulah gambar dan nama pakaian adat tradisional dari 33 provinsi di Indonesia yang alangkah baiknya kita sebagai anak bangsa Indonesia minimal mengetahuinya dan melestarikannya meskipun tidak melihatnya secara langsung. Semoga artikel yang saya berikan di atas dapat bermanfaat untuk semuanya, terutama teman-teman Tasik Cyber.
Bunyi merupakan hasil dari getaran suatu benda yang merambat dalam bentuk gelombang. Oleh Karena itu bunyi sering disebut sebagai gelombang bunyi. Bunyi dihasilkan oleh benda-benda yang bergetar.
B. Sifat-sifat bunyi.
Sifat-sifat bunyi ada 3 yaitu :
Termasuk gelombang longitudinal ( gelombang yagn arah rambatnya sejajar dengan arah getarnya).
Perambatan membutuhkan medium.
Dapat dipantulkan.
C. Sumber-sumber bunyi.
Setiap benda yang bergetar pasti akan menghasilkan bunyi. Benda-benda itu dinamakan sumber bunyi. Sumber bunyi adalah benda-benda yang dapat menghasilkan bunyi. Contoh sumber bunyi adalah garpu tala, alat-alat musik seperti gamelan, suling, dan trompet, serta benda-benda lain seperti drum dan bedug yang dipukul.
D. Jenis-jenis Bunyi.
Bunyi mempunyai jenis-jenis yang berbeda-beda. Hal ini bergantung dari frekuensi. Frekuensi adalah banyaknya getaran yang terjadi setiap satu detik. Satuan frekuensi adalah Hertz (Hz). Berdasarkan frekuensinya, bunyi dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu :
Bunyi Infrasonik adalah bunyi yang mempunyai frekuensi sangat rendah, yaitu kurang dari 20Hz. Bunyi infrasonik ini dapat didengar oleh anjing, jangkrik, dan kuda.
Bunyi Audiosonik adalah bunyi yang mempunyai frekuensi antara 20 – 20000 Hz. Bunyi audiosonik dapat didengar oleh telinga manusia.
Bunyi Ultrasonik adalah bunyi yang mempunyai frekuensi sangat tinggi, yaitu lebih dari 20000 Hz. Bunyi ultrasonik ini dapat didengar oleh lumba-lumba, kelelawar.
E. Perambatan Bunyi.
Ketik ada terompet ditiup dan gitar dipetik, kita akan mendengar bunyi secara bersamaan. Bunyi trompet dan gitar tersebut merambat melalui medium udara. Udara merupakan medium yang sering dilalui oleh gelombang bunyi. Cepat rambat bunyi dipengaruhi oleh dua hal yaitu : jenis dan suhu medium. Pada umumnya, bunyi dapat merambat melalui medium padat, cair dan udara. Bunyi tidak merambat diruang hampa udara karena bunyi memerlukan medium untuk merambat.
Benda padat dan cair merupakan penghantar bunyi yang baik daripada udara. Hal ini dikarenakan susunan partikel zat padat dan cair lebih rapat daripada susunan partikel udara. Selain jenis medium, faktor yang mempengaruhi cepat rambat bunyi adalah suhu medium. Semakin besar (meningkat) suhu medium, maka cepat rambat bunyi akan semakin besar. Hal ini dikarenakan pada saat suhu medium meningkat, molekul-molekul medium akan bergerak lebih cepat. Gerakan tersebut akan menimbulkan tumbukan antar partikel medium yang frekuensinya semakin besar. Dengan meningkatnya frekuensi tumbukan ini, energi akan berpindah dalam waktu singkat, sehingga cepat rambat bunyi akan semakin cepat.
F. Pemantulan Bunyi.
Bunyi merupakan suatu gelombang sehingga bunyi mengalami pembantulan. Berikut ini adalah jenis-jenis bunyi pantul.
Bunyi yang memperkuat bunyi asli. Bunyi ini terjadi apabila sumber bunyi mempunyai jarak yang sangat dekat dengan dinding pemantulnya. Dengan demikian, bunyi pntulnya akan terdengar jelas dan bersamaan dengan bunyi aslinya. Contoh adalah suara seseorang yang berada didalam ruangan kecil akan terdengar jelas.
Gaung. Gaung adalah bunyi pantul yang terdengar hampir bersamaan dengan bunyi asli sehingga bunyi terpantul berulang-ulang. Gaung terjadi jika bunyi dipantulkan pada permukaan yang keras. Contohnya dalah pemantulan bunyi yang terjadi di dalam bioskop. Untuk menghindari terjadinya gaung, maka dinding didalam bioskop atau gedung konser dilapisi oleh bahan-bahan yang lunak, seperti karpet, busa karet, dan gabus.
Gema. Gema adalah bunyi pantul yang terdengar setelah bunyi asli. Gema akan terjadi karena jarak antar sumber bunyi dengan dinding pemantulnya. Contohnya adalah bunyi pantul yang dihasilkan oleh dinding antar bangunan dan dasar suatu ruangan.
G. Jenis Bunyi yang lain.
Berikut ini adalah jenis-jenis bunyi yang lain :
Nada adalah bunyi yang mempunyai frekuensi yang teratur.
Desah adalah bunyi yang memiliki frekuensi yang tidak teratur.
Dentum adalah bunyi yang mempunyai amplitudo yang sangat besar dan terdengar mendadak.
Warna bunyi atau timbre adalah bunyi yang memiliki frekuensi yang sama, tetapi terdengar berbeda.
H. Resonansi Bunyi.
Peristiwa resonansi banyak terjadi di dalam kehidupan sehari-hari. Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda karena ada benda lain yang bergetar. Frekuensi benda yang bergetar bernilai sama dengan frekuensi benda yang dipengaruhinya. Berikut ini adalah contoh peristiwa resonansi yang menguntungkan dan merugikan.
Resonansi yang menguntungkan yaitu resonansi yang terjadi pada alat musik, seperti gitar, gamelan dan genderang.
Resonansi yang merugikan, yaitu resonansi yang terjadi pada suara deru pesawat terbang yang dapat membuat kaca pecah.
Seperti biasa ketika libur kenaikan kelas, Dayu dan adik-adiknya berlibur ke rumah nenek di Bali. Dayu selalu senang pulang ke Bali. Banyak hal di Bali yang tidak ditemuinya di Jakarta. Tetapi, liburan ini istimewa. Bli Oka, pamannya, mengajak Dayu dan adik-adik menyeberang ke pulau Lombok. Wah, Dayu merasa senang.
Dari cerita sepupu-sepupunya di Bali, Lombok adalah pulau yang indah, sama indahnya dengan Bali. Lombok juga dikelilingi oleh pantai yang indah, tetapi saat ini wisatawan yang datang ke Lombok belum seramai wisatawan di Bali. Dayu ingin tahu, apa beda Bali dengan Lombok?
Ternyata Bli Oka memahami rasa ingin tahu Dayu. Tiba di Lombok, diajaknya Dayu ke pemukiman suku Sasak, salah satu suku asli di Pulau Lombok. Kebetulan, teman Bli Oka yang bernama Bli Lalu, adalah salah satu penghuni pemukiman tersebut. Bli Lalu memberi tahu bahwa hari itu ada upacara pernikahan di pemukiman tersebut.
Dayu, adik-adiknya, dan Bli Oka datang tepat ketika upacara akan dimulai. Sama seperti upacara pernikahan di Bali. Hari itu, kampung Sasak penuh dengan hiasan adat. Semua orang berpakaian adat khas Sasak. Tetapi, satu hal yang menarik perhatian Dayu adalah pertunjukan musik adatnya.
Serombongan laki-laki membawa gendang besar. Besar sekali! Kata teman Bli Oka, namanya Gendang Beleq. ‘Beleq’ berarti besar. Wah, sesuai dengan namanya. Selain gendang, ada pula alat-alat musik lain yang menjadi pelengkap pertunjukan musik itu. Ada gong, terumpang, oncer, seruling, dan pencek. Menurut cerita Bli Lalu, dulu musik Gendang Beleq ini dimainkan ketika berperang, untuk memberi semangat pada prajurit. Sampai sekarang, beberapa atribut adat dalam memainkan musik ini tidak ditinggalkan. Pemusik harus menggunakan sapo (ikat kepala), bebet (kain pelapis pinggang), dan dodot (ikat pinggang) yang bercorak batik.
Dayu dan adik-adik senang sekali melihat pertunjukan musik Gendang Beleq. Dung-dung-dung-tang-tang-crek…ramai, seru, dan membangkitkan semangat! Tidak jauh dari Bali, pulau Lombok sudah memberikan wawasan kesenian yang berbeda. Tentu pulau-pulau lain memiliki kesenian yang unik juga. Indonesia memang kaya!
Bacaan kedua.
Sajian Berbeda dari Timur Indonesia, Oleh Santi Hendriyeti.
Hari Minggu siang ini Udin, Dayu, dan Siti diundang Edo untuk berkumpul di rumahnya. Secara rutin Edo dan keluarga besar dari pihak ibunya berkumpul. Tempat berkumpul diatur bergantian. Hari ini giliran rumah Edo yang menjadi tempat kumpul saudara. Edo memang sengaja mengundang teman-teman dekatnya itu. Ia ingin memperkenalkan aneka masakan khas Maluku, daerah asalnya keluarganya. Ketika kumpul keluarga, selalu makanan Maluku yang dihidangkan. Memang sengaja, supaya tradisi makanan keluarga besar tetap terjaga. Di meja makan tersedia beragam makanan. Edo menunjukkan deret makanan ke teman-temannya singkong rebus, ubi rebus, pisang rebus, nasi jaha, ikan cakalang, gohu dan sambal colo-colo. Ternyata, masyarakat Maluku jarang makan lauk dengan nasi. Sumber karbohidrat bagi mereka biasanya sagu, singkong, ubi, pisang rebus, atau nasi jaha. Nasi Jaha adalah ketan atau beras yang dimasak dengan santan, dibungkus daun kelapa, dan dimasak dalam bambu. Lauknya adalah ikan cakalang bakar dan sambal Colo-Colo. Sambal Colo-Colo terbuat dari potongan cabai, tomat, bawang merah, serta ditaburi garam dan perasan jeruk nipis. Ada pula Gohu, yaitu campuran sayur dengan parutan kelapa dan dibubuhi perasan Lemon Cui. Mirip dengan sayur urap di Jawa.
Wah, hari itu Udin dan teman-teman terkesan dengan sajian berbeda dari Maluku, pulau rempah di bagian Timur Indonesia. Lagi-lagi mereka merasakan bukti bahwa Indonesia memang kaya.
Bacaan ke-tiga.
Indahnya Negeriku.
Oleh Santi Hendriyeti
Siapa yang tidak mengenal pulau Bali? Pulau yang diberi julukan Pulau Dewata, karena mencerminkan indahnya tempat tinggal para dewa dan dewi. Pulau Bali terkenal hingga ke mancanegara karena pantai- pantainya yang indah nan menawan. Namun, apakah hanya pantai di Pulau Bali yang mampu memikat hati. Apakah kamu pernah melihat ribuan pantai di kepulauan Indonesia lain?
Ternyata, Pulau Bali bukan satu-satunya pulau yang memiliki pantai- pantai memikat hati. Ketika liburan sekolah yang lalu, aku pergi berlibur dengan keluargaku ke Pulau Belitung. Pulau ini terletak di sebelah Timur Pulau Sumatera, tidak jauh dari pulau tetangganya, Pulau Bangka.
Dahulu, pulau ini terkenal dengan kekayaan mineral Timah dan Kaolin. Sekarang eksploitasi atas kekayaan mineral tersebut menyisakan danau bekas galian, Danau Kaolin. Walaupun seungguhnya danau ini merupakan bukti sisa eksploitasi yang tak terurus, warna biru Toska yang jernih menjadikan danau tersebut sebagai salah satu obyek wisata di Pulau Belitung.
Ketika di sana, aku dan keluargaku sempat berwisata ke berbagai pantai. Tentu saja pertama-tama kami mengunjungi Pantai Tanjung Tinggi. Pasir putih serta batu granit hitam yang memikat berjajar mengelilingi pantai. Pantas saja, film terkenal, Laskar Pelangi, memilih tempat ini sebagai salah satu lokasi pengambilan gambarnya. Aku dan keluargaku juga berwisata dengan perahu untuk menyusuri pulau- pulau dengan ragam indah yang berbeda. Ada Pulau Pasir, sebuah pulau kecil yang dipenuhi dengan puluhan bintang laut. Ada juga Pulau Lengkuas yang memiliki sebuah mercu suar setinggi 50 meter di tengah pulau. Mercu suar ini dibangun pada tahun 1882. Dari jendela di sekeliling mercu suar, wisatawan mengabadikan keindahan laut dan pantai sekeliling pulau. Pokoknya, hampir semua pulau kecil yang kami singgahi memberikan pemandangan biru laut yang tak terlupakan.
Kami pun sempat melihat keindahan ragam penghuni lautan ketika melakukan snorkeling di tengah laut. Tak tergambarkan indahnya makhluk penghuni laut yang beraneka bentuk dan warna. Sesungguhnya, aku belum menjelajah ke seluruh pelosok Belitung. Namun, dari perjalanan liburanku ke sana aku sudah melihat indahnya panorama alam Belitung. Aku semakin terpesona. Betapa indah negeriku.
Indonesia memiliki keberagaman adat istiadat, makanan, permainan tradisional, lagu, tarian, serta lainnya. Kita perlu mensyukurinya karena dapat menikmatinya.
Makanan tradisional Indonesia membutuhkan waktu dalam mengolahnya. Pembuatnya pun harus ahli membuatnya. Kamu akan belajar tentang seorang ibu pembuat dodol Betawi, makanan tradisional Betawi.
Siswa menyimak cerita tentang tentang seorang ibu pembuat dodol, makanan tradisional Betawi, yang dilisankan oleh guru.
Siswa diminta untuk menyimak dengan teliti, kemudian menemukan gagasan pokok dan gagasan pendukung dari setiap paragraf tersebut.
Dodol Betawi Mak Salmah.
Sebentar lagi kota Jakarta akan berulang tahun. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Mak Salmah menerima banyak pesanan. Mak Salmah adalah pembuat dodol tradisional betawi di kampungnya. Biasanya, ketika menyambut ulang tahun kota Jakarta banyak pertokoan yang mengadakan Festival Betawi. Makanan betawi menjadi jajanan di festival. Kerak telor, bir pletok, dan dodol betawi menjadi primadona makanan dalam menyambut dirgahayu Jakarta.
Sudah sejak seminggu yang lalu Mak Salmah bekerja keras. Ia dan beberapa ibu-ibu tetangganya membuat adonan dodol. Ketan, gula merah, gula pasir, dan santan dicampur menjadi satu. Membuat dodol betawi membutuhkan kerja sama. Tidak hanya perempuan. Laki-laki pun terlibat dalam pembuatannya. Biasanya, Mak Salmah dan ibu-ibu menyiapkan bahan, memarut kelapa, dan menumbuk beras ketan. Adonan dituang kawa, lalu diaduk hingga kental. Proses mengaduk ini dilakukan terus menerus selama 8-12 jam. Pembuatannya memang berat dan lama. Oleh karena itu, pembuatan dodol betawi membutuhkan kerja sama.
Untuk memenuhi pesanannya, Mak Salmah selalu melibatkan tetangga- tetangganya. Mak Salmah ingin rejeki yang diperolehnya dari dodol betawi tidak dirasakannya sendiri. Mak Salmah juga ingin dodol betawi selalu dikenal. Ia ingin warga di sekitarnya juga ikut melestarikan makanan tradisional milik kampung sendiri. Dodol Betawi Mak Salmah ikut melestarikan budaya, memupuk kerja sama, serta menjalin keakraban antarwarga.
Indonesia yang kaya akan keragaman budaya, suku, agama dan kepercayaan, juga memiliki ribuan jenis makanan tradisional . Makanan tradisional yang berasal dari berbagai suku bangsa di Indonesia juga merupakan bagian dari Identitas bangsa kita. Tentunya kita bangga dengan kekayaan budaya Indonesa. Salah satu wujud kebanggaan tersebut adalah dengan mempelajari dan mencoba beragam makanan tradisonal tersebut.
Aku suka sekali makan nasi uduk dengan irisan bawang goreng dan telur dadar. Itu makanan tradisional Betawi.
Apa makanan favorit daerahmu?
Apakah kamu juga menyukai makanan khas daerah lain?
Bagaimana pendapatmu dengan beragamnya makanan khas negeri kita?
Sega jamblang (nasi jamblang dalam bahasa Indonesia) adalah makanan khas dari Cirebon, Jawa Barat. Nama jamblang berasal dari nama daerah di sebelah barat Kota Cirebon.
Nasi pecel adalah sarapan kesukaan masyarakat Madiun, Jawa Timur.
Lontong sayur sangat mudah kamu temui di Jakarta dan Jawa Barat sebagai menu sarapan favorit.
Nasi krawu adalah makanan khas Kota Gresik yang terbuat dari campuran nasi dan daging sapi dengan kadar minyak yang cukup tinggi.
Nasi gudeg, atau dalam bahasa Jawa disebut sego gudeg, adalah makanan favorit di Yogyakarta.
Pernahkah kamu mencoba salah satu makanan tradisional? Ceritakan pengalamanmu dalam bentuk tulisan. Tulisanmu dapat memuat tempat kamu makan, asal makanan tradisional, bagaimana makanan dibuat, siapa yang sering makan makanan tersebut. Wah, banyak sekali ya makanan di Indonesia ini. Apa lagi yang ingin kamu ketahui tentang keberagaman makanan tradisional Indonesia?
Di beberapa daerah, makanan tradisional ditawarkan penjual dengan berkeliling kampung. Terkadang mereka berteriak atau membunyikan alat menawarkan makanan tersebut. Suaranya nyaring terdengar.
Ingatkah kamu bahwa bunyi memerlukan penghantar untuk bisa terdengar? Media penghantar untuk perambatan bunyi adalah udara, zat cair, dan benda padat. Tahukah kamu sifat-sifat bunyi lainnya?
Percobaan Pemantulan dan Penyerapan Bunyi.
Tujuan: Memahami macam-macam bunyi pantul melalui percobaan terhadap bunyi benda-benda sederhana dalam ruangan,
Alat dan bahan: piring kaca, piring plastik, piring kaleng, gabus, dua tabung kertas, beberapa buku, dan arloji yang berdetak. Langkah Kerja: 1. Susunlah dua baris buku dengan ketinggian yang sama. 2. Letakkan tabung-tabung di atas buku dengan hati-hati. 3. Pegang arloji di telingamu. Dengar baik-baik untuk meyakinkan bahwa kamu mendengar bunyi detak arloji. 4. Letakkan arloji ke dalam salah satu tabung. Dengarkan dari ujung tabung yang lain. Apakah kamu dapat mendengar bunyi detakan jarum arloji? 5. Minta temanmu untuk memegang piring atau benda lain di ujung tabung yang lain, seperti pada gambar. Apakah sekarang kamu dapat mendengar bunyi detakan jarum.
1. Apa yang terjadi dengan gelombang bunyi pada tabung kedua jika kamu meletakkan piring kaca.
2. Ketika piring kaca diganti dengan gabus yang empuk, apa yang terjadi? Jelaskan.
3. Apa yang terjadi pada gelombang bunyi pada tabung pertama?
Bunyi sebagai sebuah gelombang memiliki sifat dapat dipantulkan dan diserap.
Bunyi akan dipantulkan dengan baik jika mengenai benda-benda yang keras, seperti permukaan dinding batu, semen, besi, kaca dan seng. Bunyi akan diserap jika mengenai benda-benda yang lunak, seperti gabus, kapas, dan spons.
PEMBELAJARAN 2.
Indonesia memiliki rumah Adat yang beragam. Kita harus mensyukurinya. Ayo, kita caritahu lebih lanjut.
Keberagaman Indonesia tercermin pada rumah adat. Kita harus mensyukuri keberagaman dan keindahan rumah adat tersebut.
Berikut adalah rumah adat dari berbagai provinsi di Indonesia.
Rumah Gadang (Rumah Adat Sumatera Barat/Sumbar),
Rumah Balai Batak Toba (Rumah Adat Sumatera Utara/ Sumut),
Baileo (Rumah Adat Provinsi Maluku),
Rumoh Aceh (Rumah Adat Nanggroe Aceh Darussalam),
Rumah Adat Tongkonan (Rumah Adat Provinsi Sulawesi Selatan/ Sulsel/Suku Toraja),
Rumah Adat Bangka Belitung.
Salah satu keunikah dari rumah adat Indonesia adalah bentuk sudut atapnya. Sudut-sudut pada segibanyak juga menjadi satu keunikan.
Guru menyampaikan bahwa Indonesia sangatlah kaya akan keberagaman budaya. Rumah adat adalah salah satu keberagaman budaya Indonesia. Sudut dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari untuk bangunan. Sudut-sudut pada rumah adat terlihat berbeda-beda. Hal itu adalah salah satu keunikannya.
Guru meminta siswa untuk mengidentifikasi sudut-sudut yang ada di rumah adat. Guru menunjuk siswa secara bergantian. Coba amati segibanyak berikut. Bisakah kamu mengelompokkan segi banyak beraturan dan tidak beraturan berdasarkan sudutnya.
Ya, segibanyak beraturan memiliki sudut dan sisi yang sama. Ayo kita cari tahu lebih lanjut tentang keunikan sudut pada segibanyak beraturan. Amatilah segibanyak beraturan berikut. Ukurlah besar setiap sudut pada segi banyak. Hitung pula jumlah besar seluruh sudutnya.
Apa yang dapat kamu simpulkan?
Segi banyak adalah bangun tertutup yang seluruh sisinya dibatasi oleh garis. Jumlah sudut yang ada sama banyak dengan jumlah sisi yang dimilikinya.
Mozaik Kreasi Bersama.
Lani duduk termenung di meja ruang tengah rumahnya. Di hadapannya terbentang sebuah karton besar. Masih kosong. Pak Burhan memberi tugas kepada anak-anak untuk membuat mozaik kreasi sendiri. Tugas tersebut harus dilakukan secara berpasangan. Lani berpasangan dengan Edo. Sejak kemarin Lani sudah mencari ide untuk tugas tersebut, tetapi ia belum menemukan yang sesuai.
“Ah, tunggu Edo saja,” pikir Lani.
Tugas bersama akan lebih baik hasilnya jika dikerjakan bersama. Beberapa saat kemudian Edo datang. Benar saja dugaan Lani, Edo sudah mempunyai ide untuk mozaik mereka. Usul Edo adalah membuat mozaik rumah adat. Edo berasal dari Maluku, ia sudah punya contoh gambar rumah adat Maluku. Baileo namanya. Menarik. Lani pun memberi usul untuk membuat juga mozaik rumah adat dari daerah lain. Rumah Gadang dari Padang, Rumah Kebaya dari Betawi, Rumoh Aceh, Rumah Joglo dari Jawa, atau Rumah Limas dari Sumatera Selatan. Rumah adat daerah-daerah di Indonesia memang beragam dan unik.
Mozaik rumah adat akan menjadi kreasi yang menarik. Selain itu, ketika nanti teman-teman mencoba merangkai mozaik, mereka akan belajar juga tentang keragaman rumah adat Indonesia.
Pak Burhan memang sengaja memberikan tugas membuat mozaik secara berpasangan. Bukan hanya untuk mengasah kreativitas, tetapi juga memunculkan diskusi, mengasah kerja sama, serta memecahkan masalah bersama-sama. Sama seperti mozaik. Ketika keping-kepingnya digabungkan menjelma menjadi gambar yang indah.
1. Apa ide yang dimiliki Lani? 2. Apa ide yang dimiliki oleh Edo? 3. Bagaimana mereka menyikapi ide-ide berbeda? 4. Apakah ide mereka yang berbeda memberikan manfaat? Jelaskan 5. Kerjasama apa yang terlihat pada cerita di atas? 6. Apa manfaat kerjasama dalam keberagaman? 7. Hal baik apa yang bisa didapatkan ketika mereka bekerjasama dalam keberagaman? 8. Nilai-nilai apa yang dapat kita contoh dari cerita Lani di atas?
Coba ceritakan pengalamanmu, 1. Jenis kerjasama, 2. Perbedaan yang ada, 3. Manfaat dari kerjasama dalam perbedaan, 4. Nilai-nilai baik yang bisa kamu ambil.
Berlatihlah kembali Tari Bungong Jeumpa dengan formasi berdiri dan duduk. Jangan lupa gunakan iringan musik. Kamu akan tampil di depan kelas pada pertemuan ke 6. Pastikan bahwa kamu dan teman-teman kelompokmu hafal gerakannya.
Meskipun kita berbeda, kita harus bisa bekerjasama. Kerjasama dalam perbedaan itu akan semakin memperkaya kita.
PEMBELAJARAN 3.
Sebelumnya kamu telah belajar tentang permainan bakiak. Menarik, bukan? Kamu tentunya senang dapat mencobanya. Permainan tradisional lain yang cukup menarik adalah engklek. Tahukah kamu permainan ini? Ayo, kita coba bersama!
Pernahkan kamu bermain engklek? Permainan ini adalah permainan tradisional yang sangat banyak dimainkan oleh anak-anak di Indonesia. Engklek merupakan permainan lompat pada bidang datar yang digambar di atas tanah. Permainan engklek biasa dimainkan oleh dua sampai lima orang. Mau tahu cara bermainnya? Ayo, kita coba!
Permainan Engklek. Jumlah Pemain: Dua sampai lima orang. Peralatan: • Gacuk /pecahan genting, • Kapur/tepung untuk garis batas. Cara Bermain: • Lompatlah dengan menggunakan satu kaki di setiap petak-petak yang telah digambar. • Siapkanlah gacuk sebelum bermain. • Lemparlah gacuk ke salah satu petak. • Petak yang ada gacuk-nya tidak boleh diinjak/ditempati oleh setiap pemain. • Lompatlah ke petak berikutnya dengan satu kaki mengelilingi petak- petak yang ada. • Pilihlah sebuah petak yang dijadikan sawah setelah menyelesaikan satu putaran. Petak itu boleh diinjak dengan dua kaki. Pemain lain tidak boleh menginjak petak itu selama permainan. • Pemain yang memiliki sawah yang paling banyak adalah pemenangnya.
TAHUKAH KAMU? Permainan Engklek memerlukan Keterampilan lokomotor, yaitu kemampuan untuk melakukan gerakan anggota tubuh sehingga seluruh tubuh berpindah tempat. Keterampilan lokomotor sangat penting untuk mengukur kemampuan motorikmu.
Beberapa keterampilan lokomotor dasar yang perlu kamu kuasai adalah: • berjalan • berlari • melompat
Indonesia kaya akan keragaman permainan tradisional yang menarik dan menantang, salah satunya adalah Engklek. Dengan melakukan permainan Engklek, diharapkan siswa akan semakin terlatih dalam melakukan keterampilan dasar lokomotor Lompat.
Siswa diharapkan dapat melompat dengan menggunakan satu kaki sebagai tumpuan. Guru diharapkan dapat mempersiapkan pola bangun datar untuk permainan Engklek di area/lapangan tempat olahrga. Pola bangun datar ini bisa dibuat menggunakan kapur jika area permainan berupa lapangan keras/semen. Jika area permaianan berupa tanah lapang, maka pola tersebut bisa dibuat menggunakan tali yang dipancangkan pada sepotong kayu. Pola bangun datar bisa dibuat bervariasi.
Jumlah pemain Engklek dalam satu pola bangun datar paling sedikit 2 hingga 5 pemain. Hindari jumlah pemain yang terlalu banyak karena siswa akan menjadi terlalu lama menunggu giliran untuk melompat.
Siswa berdoa sebelum melakukan kegiatan olahraga. • Siswa melakukan pemanasan dengan mempraktikkan gerakan nonlokomotor. Salah satu siswa diminta untuk memimpin pemanasan di depan teman-teman yang lain. • Siswa dibagi dalam kelompok sesuai kebutuhan. • Guru memberikan penguatan tentang aturan permainan Engklek yang akan dilakukan.
Siswa dapat diberikan tantangan untuk berdiskusi menentukan sendiri pola bangun datar yang akan digunakan untuk permainan. Berikan motivasi pada siswa untuk berkreasi membuat pola yang unik seperti pesawat terbang, pola layangan, atau mungkin pola kupu-kupu.
Siswa juga dapat diminta untuk secara mandiri berdiskusi dan membuat kesepakatan bersama tentang aturan mainnya. Guru mengawasi jalannya diskusi dan dapat memberikan masukan agar kesepakatan yang dibuat cukup mudah untuk dilaksanakan.
Guru dapat menggunakan beberapa cara saat menentukan kelompok, seperti undian, atau berdasarkan nomor urut. Pastikan setiap kelompok memiliki anggota dengan kemampuan fisik yang berimbang.
Sungguh kaya budaya Indonesia. Sebagai anak Indonesia, kita harus bersyukur dengan kekayaan ini. Kita dapat mencicipi makanan beragam, bermain permainan tradisional yang berbeda dan tentunya mengenal kebiasaan- kebiasaan berbeda. Banyak hal yang kita bisa pelajari dari keanekaragaman itu.
Beberapa permainan tradisional membutuhkan teriakan pemainnya. Semakin banyak yang berteriak, semakin banyak pula suara yang kita dengar.
Pernahkah kamu mencoba berteriak di lapangan? Apa yang terjadi? Bandingkan juga ketika kamu berteriak di kamar mandi. Apa perbedaannya?
Kita bisa menemui gendang di banyak wilayah di Indonesia. Pernahkah kamu memperhatikan bagaimana bunyi pada gendang? Gendang dapat berbunyi jika kulit gendang dipukul. Saat dipukul, kulit gendang bergetar. Getaran ini menghasilkan bunyi. Bunyi tersebut masuk ke sebuah rongga yang terdapat dibawah kulit. Bentuk rongga memengaruhi bunyi yang dihasilkan. Makin kecil dan panjang rongga pada gendang, makin nyaring bunyi yang dihasilkan.
Pemantulan dan Penyerapan Bunyi.
Bunyi dapat dipantulkan dan diserap. 1. Pemantulan Bunyi Sebuah kelereng yang kita lempar ke dinding yang keras akan mengalami pemantulan, demikian juga dengan bunyi. Bunyi juga dapat memantul, jika dalam perambatannya dihalangi oleh benda yang permukaannya keras, seperti kayu, kaca, dinding, atau besi.
2. Penyerapan Bunyi Bunyi juga dapat diserap. Benda-benda yang dapat menyerap bunyi adalah benda yang permukaannya lunak. Benda yang demikian disebut peredam bunyi, misalnya karpet, goni, kertas, kain, busa, dan wol. Benda-benda tersebut dapat digunakan untuk mencegah terjadinya gaung atau kerdam. Dinding dan langit-langit gedung pertemuan, studio rekaman, dan gedung bioskop dilapisi dengan bahan-bahan tersebut supaya tidak terjadi gaung atau kerdam.
Macam-Macam Bunyi Pantul : 1. Gaung atau Kerdam : Gaung atau kerdam terjadi karena bunyi dipantulkan oleh dinding yang jaraknya tidak jauh dari sumber bunyi. Hal itu menyebabkan datangnya bunyi pantul bersamaan dengan bunyi asli yang belum selesai terucapkan. Akibatnya, bunyi pantul mengganggu bunyi asli sehingga suara yang terdengar tidak jelas.
2. Gema. Gema terjadi karena bunyi dipantulkan oleh dinding yang jaraknya jauh dari sumber bunyi. Hal itu menyebabkan datangnya bunyi pantul setelah bunyi asli selesai terucapkan. Jadi, bunyi pantul yang terdengar lengkap sesudah bunyi asli. Gema sering terjadi di gua-gua, lembah- lembah, dan bukit-bukit yang jaraknya jauh serta permukaannya keras dan rapat. Selain itu, gema juga dapat dipergunakan untuk mengukur kedalaman jurang atau gua.
Bersama teman kelompokmu, lakukan beberapa percobaan berikut. 1. Ambil beberapa botol atau alat lainnya yang menghasilkan bunyi seperti ember, gelas atau kaleng. 2. Bunyikan peralatan tersebut di dalam ruangan. 3. Bunyikan peralatan tersebut di luar ruangan 4. Catat hasilnya dan bandingkan.
PEMBELAJARAN 4.
Siti dan teman- temannya selalu mengajarkan kita untuk tetap bekerjasama dalam keberagaman. Ayo kita cari tahu cerita mereka.
Meskipun Siti dan teman-temannya berasal dari daerah yang berbeda, mereka tetap bekerja sama membantu sesama. Akhir- akhir ini, Bu Mimin, penjual makanan di kantin SDN 01 Nusantara, sering kali tampak sedih. Siti memberanikan diri bertanya kepada Bu Mimin tentang apa yang sedang terjadi padanya. Bu Mimin bercerita bahwa anaknya sedang sakit di rumah. Permasalahannya, Bu Mimin tidak dapat meninggalkan kantin sekolah. Ia membutuhkan biaya untuk membayar pengobatan anaknya dengan berjualan makanan. Siti pun menemui teman-temannya dan mengajak mereka berdiskusi untuk membantu memecahkan masalah Bu Mimin. Mereka memutuskan akan bekerja sama membantu Bu Mimin dengan menjaga kantin sekolah pada jam itu.
Jika kamu menjadi Siti, apa yang akan kamu lakukan bersama teman- temanmu? Diskusikan dalam kelompokmu! Pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dapat membantumu. • Jenis bantuan apa yang dapat kamu dan teman-temanmu berikan? • Apa yang akan kamu lakukan saat berhadapan dengan para pembeli? • Apa yang akan kamu lakukan terhadap makanan di kantin Bu Mimin agar disukai pembeli? • Apa yang akan kamu lakukan terhadap uang hasil penjualannya? • Sikap apa saja yang dapat kamu praktikkan ketika membantu Bu Mimin menjaga kantinnya?
Sekarang ceritakan kerjasamamu tadi. • Apakah kamu sudah bisa bekerjasama dengan baik dengan Temanmu. • Perbedaan pada kamu dan temanmu yang kamu lihat saat bekerjasama tadi? • Hal-hal baik yang kamu dapat dari kerjasama. • Hal yang sudah baik dari kamu • Hal yang masih perlu diperbaiki dari dirimu • Rencana perbaikan diri
Kamu sudah belajar sudut pada segibanyak beraturan. Sekarang, bagaimana sudut pada segitiga dan segi empat. Pada saat pembuktian di pertemuan sebelumnya, kamu mengukur segitiga sama sisi. Berapakah besar sudutnya? Berapakah jumlah besar semua sudutnya? Apakah itu berlaku juga untuk segitiga yang lainnya? Ayo kita buktikan. Ukurlah semua sudut dalam pada segitiga berikut.
Ya, semua segitiga mempunyai jumlah sudut 1800. Besar sudut pada segitiga juga mempengaruhi namanya.
PEMBELAJARAN 5.
Kamu telah belajar dan berlatih melakukan tari Bungong Jeumpa dari Aceh Sekarang kamu akan menampilkan tari tersebut secara berkelompok.
Sebelum kamu melakukan penampilan tari Bungong Jeumpa, diskusikan secara berkelompok keterampilan yang harus dilakukan ketika menari.
Apresiasi seni adalah merupakan suatu penilaian terhadap suatu karya seni, mulai dari mengenali, menilai, dan menghargai makna atau nilai- nilai yang terkandung dalam karya seni tersebut.
Kamu telah mengenal tentang keragaman sosial dan budaya pada pelajaran sebelumnya. Sekarang kamu akan menulis tentang keragaman sosial dan budaya yang ada di provinsimu. Sebelum menulis, kamu dapat melakukan wawancara kepada masyarakat sekitar (teman, guru, dan orang tua). Selain itu, kamu juga dapat melengkapi hasil wawancara kamu dari berbagai sumber bacaan, seperti buku perpustakaan, surat kabar, atau berbagai sumber dari internet.
Pembelajaran 6.
Sebelumnya kamu telah mengenal dan berlatih bagaimana melakukan permainan engklek. Ayo, kita mengenal dan berlatih permainan tersebut.
Permainan tradisional merupakan salah satu bentuk keragaman budaya yang ada di Indonesia. Sebelumnya, kamu telah mengenal dan mempelajari permainan tradisional tersebut. Apakah kamu masih ingat cara memainkannya? Ceritakan apa yang kamu ketahui kepada teman satu kelompok.
Permainan tradisional Engklek dapat dimainkan dengan beberapa cara yang berbeda? Permainan tradisional Engklek dikenal juga dengan istilah Angklek atau Ingkling. Permainan Engklek merupakan permainan berjalan atau melompat dengan menggunakan satu kaki pada bidang datar dengan peraturan yang disederhanakan dan disepakati oleh para pemainnya.
Permainan tradisional ini memiliki banyak variasi tergantung kesepakatan yang memainkannya.
Berdasarkan penelitian, ditemukan 43 jenis permainan Engklek, namanya pun berbeda-beda di tiap daerah. Istilah Engklek biasa digunakan di daerah Jawa. Pola petak Engklek ada 11 macam. Yang biasa digunakan di Jawa jenis Engklek Ebrek dan Engklek Gunungan.
Bagaimana di tempat tinggalmu? Apakah kamu juga menemukan permainan sejenis Engklek? Disebut apakah permainan Englek di lingkungan tempat tinggalmu? Sebelumnya kamu juga telah belajar keterampilan dasar yang diperlukan dalam permainan engklek. Apa saja keterampilan dasar tersebut? Diskusikan secara berpasangan dan tuliskan hasilnya.
Salah satu alat yang digunakan dalam permainan Engklek adalah Gacuk. Gacuk tersebut dilemparkan ke kotak- kotak tertentu pada kotak-kotak yang terdapat pada pola sesuai aturan bermain.
Pada permainan kali ini kamu akan mempraktikkan memindahkan Gacuk dengan menendang. Perhatikan penjelasan dan peragaan dari guru. Selain itu, kamu akan bermain Engklek dengan pola petak yang berbeda-beda.
Guru menyampaikan bahwa Tuhan Yang Maha Esa menganugerahi kita keragaman, mulai dari keragaman suku, agama, sosial dan budaya, hingga makanan tradisional. Keragaman tersebut perlu kita hargai dan syukuri. Selalu menunjukkan sikap yang santun dan peduli kepada orang yang memiliki latar belakang yang berbeda dengan kita adalah merupakan hal terpuji.
Sajian Berbeda dari Timur Indonesia. Oleh Santi Hendriyeti.
Hari Minggu siang ini Udin, Dayu, dan Siti diundang Edo untuk berkumpul di rumahnya. Secara rutin Edo dan keluarga besar dari pihak ibunya berkumpul. Tempat berkumpul diatur bergantian. Hari ini giliran rumah Edo yang menjadi tempat kumpul saudara. Edo memang sengaja mengundang teman-teman dekatnya itu. Ia ingin memperkenalkan aneka masakan khas Maluku, daerah asalnya keluarganya. Ketika kumpul keluarga, selalu makanan Maluku yang dihidangkan. Memang sengaja, supaya tradisi makanan keluarga besar tetap terjaga. Di meja makan tersedia beragam makanan. Edo menunjukkan deret makanan ke teman-temannya singkong rebus, ubi rebus, pisang rebus, nasi jaha, ikan cakalang, gohu dan sambal colo-colo. Ternyata, masyarakat Maluku jarang makan lauk dengan nasi. Sumber karbohidrat bagi mereka biasanya sagu, singkong, ubi, pisang rebus, atau nasi jaha. Nasi Jaha adalah ketan atau beras yang dimasak dengan santan, dibungkus daun kelapa, dan dimasak dalam bambu. Lauknya adalah ikan cakalang bakar dan sambal Colo-Colo. Sambal Colo-Colo terbuat dari potongan cabai, tomat, bawang merah, serta ditaburi garam dan perasan jeruk nipis. Ada pula Gohu, yaitu campuran sayur dengan parutan kelapa dan dibubuhi perasan Lemon Cui. Mirip dengan sayur urap di Jawa. Wah, hari itu Udin dan teman-teman terkesan dengan sajian berbeda dari Maluku, pulau rempah di bagian Timur Indonesia. Lagi-lagi mereka merasakan bukti bahwa Indonesia memang kaya.
Indahnya Negeriku. Oleh Santi Hendriyeti. Siapa yang tidak mengenal pulau Bali? Pulau yang diberi julukan Pulau Dewata, karena mencerminkan indahnya tempat tinggal para dewa dan dewi. Pulau Bali terkenal hingga ke mancanegara karena pantai- pantainya yang indah nan menawan. Namun, apakah hanya pantai di Pulau Bali yang mampu memikat hati. Apakah kamu pernah melihat ribuan pantai di kepulauan Indonesia lain? Ternyata, Pulau Bali bukan satu-satunya pulau yang memiliki pantai- pantai memikat hati. Ketika liburan sekolah yang lalu, aku pergi berlibur dengan keluargaku ke Pulau Belitung. Pulau ini terletak di sebelah Timur Pulau Sumatera, tidak jauh dari pulau tetangganya, Pulau Bangka. Dahulu, pulau ini terkenal dengan kekayaan mineral Timah dan Kaolin. Sekarang eksploitasi atas kekayaan mineral tersebut menyisakan danau bekas galian, Danau Kaolin. Walaupun seungguhnya danau ini merupakan bukti sisa eksploitasi yang tak terurus, warna biru Toska yang jernih menjadikan danau tersebut sebagai salah satu obyek wisata di Pulau Belitung.
Ketika di sana, aku dan keluargaku sempat berwisata ke berbagai pantai. Tentu saja pertama-tama kami mengunjungi Pantai Tanjung Tinggi. Pasir putih serta batu granit hitam yang memikat berjajar mengelilingi pantai. Pantas saja, film terkenal, Laskar Pelangi, memilih tempat ini sebagai salah satu lokasi pengambilan gambarnya. Aku dan keluargaku juga berwisata dengan perahu untuk menyusuri pulau- pulau dengan ragam indah yang berbeda. Ada Pulau Pasir, sebuah pulau kecil yang dipenuhi dengan puluhan bintang laut. Ada juga Pulau Lengkuas yang memiliki sebuah mercu suar setinggi 50 meter di tengah pulau. Mercu suar ini dibangun pada tahun 1882. Dari jendela di sekeliling mercu suar, wisatawan mengabadikan keindahan laut dan pantai sekeliling pulau. Pokoknya, hampir semua pulau kecil yang kami singgahi memberikan pemandangan biru laut yang tak terlupakan. Kami pun sempat melihat keindahan ragam penghuni lautan ketika melakukan snorkeling di tengah laut. Tak tergambarkan indahnya makhluk penghuni laut yang beraneka bentuk dan warna. Sesungguhnya, aku belum menjelajah ke seluruh pelosok Belitung. Namun, dari perjalanan liburanku ke sana aku sudah melihat indahnya panorama alam Belitung. Aku semakin terpesona. Betapa indah negeriku.
Si Hijau dari Sumatera Selatan. Oleh Santi Hendriyeti.
Hari ini di alun-alun kabupaten diadakan Pesta Budaya. Aku dan teman- teman senang sekali. Kami tidak pernah melewatkan kesempatan untuk hadir di Pesta Budaya. Pesta Budaya selalu diadakan setiap tahun menjelang perayaan kemerdekaan Indonesia. Berbeda dengan daerah lain yang merayakannya dengan berbagai lomba, sejak beberapa tahun lalu di daerahku selalu dimulai dengan Pesta Budaya. Tujuan diadakan acara ini adalah memperkenalkan budaya dari berbagai penjuru di Indonesia. Tiap anjungan budaya dikelola oleh orang-orang yang memang berasal dari daerah yang ditampilkannya. Di tiap anjungan akan ada informasi wilayah, pameran budaya, pameran karya seni, penampilan seni, dan tentu saja dijual juga makanan khas dari daerahnya. Nah,…makanan enak! Itulah yang membuat aku dan teman-teman selalu hadir di Pesta Budaya. Sejak pagi tadi, aku dan teman-teman sudah hadir di alun-alun. Setelah menyaksikan upacara pembukaan yang menampilkan parade dari berbagai daerah, kami mulai berkeliling dari satu anjungan ke anjungan lain. Tepat sekali waktunya. Perutku mulai bereaksi, sepertinya ingin diisi makanan. Ketika tiba di anjungan Sumatera Selatan, aku tertarik melihat deretan kue berwarna hijau bertabur kelapa. Menarik sekali warnanya! Selama ini, aku baru mengenal mpek-mpek dan tekwan sebagai makanan khas dari Sumatera Selatan. Aku baru pertama kali melihat kue hijau tersebut. Ibu penjual menjelaskan bahwa kue tersebut adalah kue lumpang. Bentuknya memang bulat berlubang seperti lumpang, wadah untuk menumbuk padi. Kue lumpang terbuat dari campuran tepung beras, santan, gula pasir, serta garam. Warna hijaunya berasal dari pewarna alami yaitu campuran air daun suji dan daun pandan. Pantas saja warnanya hijau cerah alami dan aromanya wangi memikat. Tak cukup bagiku makan satu kue lumpang. Aku makan tiga buah! Hmm … rasanya manis bercampur gurih dari taburan kelapa. Berkali- kali aku datang ke Pesta Budaya, selalu saja aku menemukan makanan khas dari berbagai pulau yang memikat mata dan memuaskan lidah. Warisan kuliner dari berbagai penjuru Indonesia merupakan salah satu bukti keragaman budaya. Aku dan teman-teman saja selalu terpikat oleh kekayaan kuliner Indonesia, apalagi wisatawan dari mancanegara. Indonesia memang kaya!
Pantang Menyerah Bermain Egrang. Oleh Santi Hendriyeti. Seperti tahun-tahun sebelumnya, hari ini diadakan kumpul keluarga di sekolah setelah upacara menyambut kemerdekaan Indonesia. Semua siswa dan keluarga kelas 4, 5, dan 6 ikut dalam upacara penurunan bendera. Nah, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tema kumpul keluarga tahun ini adalah “Mengenal Permainan Rakyat Indonesia”. Berbagai permainan diperkenalkan di berbagai penjuru halaman sekolah. Ada permainan yang menggunakan alat, ada pula permainan yang hanya membutuhkan kerja sama beberapa pemain. Ada pojok permainan rangku alu, egrang, congklak, cublak-cublak suweng, bakiak kayu, bakiak batok kelapa, becak-becakan, petak jongkok, benteng, galasin, dan masih banyak lagi permainan lain. Wah, tidak hanya siswa yang ingin mencoba, orang tua pun terlihat bersemangat. Aku ingin mencoba bermain Egrang. Permainan ini menggunakan dua bilah bambu yang diberi pijakan. Pemain harus menjaga keseimbangan agar bisa menjalankan bambu yang dipijaknya. Menurut penjelasan di pojok permainan egrang, permainan ini dijumpai di banyak daerah di Indonesia, walaupun dengan nama yang berbeda-beda. Tengkak- tengkak di Sumatera Selatan, Jangkungan di Jawa Tengah, Batungkau di Kalimantan Selatan, Ingkau di Bengkulu, atau Egrang di Lampung. Aku sudah lama ingin mencoba bermain egrang. Dulu, aku belum berani karena rasanya terlalu tinggi. Tetapi, aku sekarang sudah kelas 4, mudah-mudahan aku bisa. Ayah membantu memegang bilah bambu ketika aku naik di pijakan. Ibu pun bersiap di belakangku. Ia terlihat lebih cemas dari ayah. Begitulah ibu, selalu khawatir aku jatuh dan terluka. Setelah aku merasa cukup tenang berdiri di atas bambu, aku mencoba melangkahkan kaki kananku. Wah ,… bambu bergoyang- goyang tidak seimbang. Aku terhuyung,… hampir jatuh. Hup..ayah sigap menangkapku. Aku tidak menyerah. Aku naik lagi di atas pijakan. Aku langkahkan kaki kanan, kemudian kiri, kemudian kanan. Ayah mulai berani melepaskan pegangannya. Wah..ketika mulai yakin dan percaya diri aku pun terhuyung lagi. Kali ini aku benar-benar jatuh, tertimpa pula dengan bambu! Terdengar teriak kecil ibu. Aku pun segera bangkit untuk menenangkan hati ibu. Walaupun lututku sakit, aku tidak ingin menangis. Aku ingin mencoba lagi. Ibu khawatir, tetapi ibu selalu memberiku semangat. Ibu selalu begitu. Menjadi pendamping di setiap perjalanan belajarku dengan doanya. Ayah pun demikian. Ia membantuku bangkit dan naik lagi di pijakan Egrang. Satu..dua..tiga.. empat..lima langkah! Aku semakin mahir bermain Egrang.
Ternyata tidak mudah bermain Egrang. Butuh usaha, percaya diri, semangat dan pantang menyerah. Bagiku, belajar bermain Egrang terasa lebih mudah ketika ada ayah yang mendampingi dengan pegangan tangan dan ada ibu yang memberi semangat dengan usap sayang dan doanya.
Suku, budaya, dan agama yang berbeda tidak menghalangi Udin, Siti, Dayu, Beni, Lani, dan Edo menjalani kebersamaan. Mereka berbagi cerita tentang budaya masing-masing dan saling belajar. Hari-hari mereka penuh keceriaan dalam kebersamaan. Hari ini mereka berkumpul bersama untuk bekerjasama.
Bekerja sama dalam Keberagaman Edo dan kelima temannya mendapat tugas untuk melakukan percobaan tentang bunyi. Sepulang sekolah, mereka berkumpul di rumahnya.
Setiap orang sudah menyiapkan peralatan yang dibutuhkan. Lina dan Siti membawa beberapa kaleng yang sudah dilubangi. Udin dan Beni membawa benang kasur. Mereka berkumpul di halaman depan rumah. Keenam sekawan siap bekerja sama melakukan percobaan.
Saat percobaan akan dimulai, tiba-tiba terdengar adzan. Siti dan Udin meminta izin teman-temannya untuk shalat.
Teman-temannya mengijinkan mereka untuk melakukan ibadah. Edo meminjamkan ruang makannya untuk digunakan Siti dan Udin Shalat. Meskipun Edo beragama Protestan, ia tidak keberatan rumahnya dipakai untuk shalat. Beni yang beragama Protestan, Dayu yang beragama Hindu, dan Lani yang beragama Budha menunggu dengan sabar temannya beribadah. Keenam sahabat selalu menghargai satu dengan yang lain.
Tiba saatnya keenam sekawan melakukan percobaan. Setiap orang menunjukkan tanggung jawabnya dalam bekerja. Tidak ada satu pun di antara mereka yang duduk diam atau memberi perintah saja. Semuanya ikut bagian dalam percobaan.
Saat Dayu membutuhkan pertolongan memotong benang, Udin datang membawakan gunting. Saat Edo kesulitan menalikan benang di kaleng, Siti ikut membantu. Keenam sahabat bekerjasama dengan semangat. Mereka hidup rukun, saling membantu meskipun berbeda agama.
Indera Pendengar (Telinga).
Sifat Bunyi Merambat : Bunyi merupakan gelombang yang perambatan arahnya sejajar dengan arah getarnya. Bunyi dapat terdengar jika memenuhi syarat berikut. 1. Ada sumber bunyi. 2. Ada media penghantar. 3. Ada pendengar.
Bunyi yang berasal dari sumber bunyi sampai kepada pendengar dengan cara merambat. Bunyi dapat merambat melalui media perantara: udara, zat cair, dan benda padat. Bunyi tidak dapat merambat tanpa adanya media perantara. Bunyi yang merambat melalui benda padat dan zat cair akan terdengar lebih jelas dibandingkan bunyi yang merambat melalui udara.
Kita wajib bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah menciptakan bentuk tubuh yang paling sempurna. Salah satunya adalah kita diberi indera pendengar (telinga). Dengan menggunakan indra ini, kita bisa mendengar berbagai suara, seperti kicauan burung, suara air mengalir, dan musik. Apa saja bagian dan fungsi indera pendengar?
Hal apa yang perlu kita lakukan untuk merawatnya? Mari kita pelajari lebih jauh.
Bagaimana telinga merasakan getaran?
Semua bunyi membuat udara bergetar. Getaran bunyi mengenai gendang telinga yang berupa selembar kulit tipis. Saat itulah gendang telingamu juga mulai bergetar. Getaran dari gendang telingamu menjadi lebih besar di telinga tengahmu dan diubah menjadi pesan-pesan listrik di telinga dalammu.
Dengan indera pendengar, kita dapat mendengar bunyi- bunyi yang berbeda. Keanekaragaman bunyi yang berasal dari tempat ibadah dapat pula kita dengarkan.
Telinga sangat penting bagi kita. Dengan telinga kita dapat mendengar bunyi-bunyian. Kamu sudah melakukan percobaan tentang sumber bunyi. Kamu bisa mendengar alat musik tradisional karena telingamu berfungsi dengan baik. Oleh sebab itu, rawatlah telingamu dengan baik.
Nah, sekarang kamu akan melakukan percobaan tentang sumber bunyi seperti pembelajaran sebelumnya. Namun kali ini kamu harus mencari alat sendiri dan mencoba membunyikannya. Kamu bisa mencari berbagai peralatan seperti kertas, kayu, dan sebagainya.
Lakukanlah permainan bunyi bersama dengan teman kelompokmu. Secara bergantian kamu bisa menebak sumber bunyi yang dibunyikan temanmu.
Cara Merawat Telinga :
Hindari lingkungan yang bising, seperti tempat karaoke dan lainnya. Karena sering mendengar suara yang bising bisa membuat anda menjadi tuli, jika Anda berkerja di tempat yang bising maka gunakanlah perangkat pelindung telinga.
Bersihkanlah telinga secara teratur dengan menggunakan cutton bud, jangan terlalu kuat mendorong cutton bud kedalam telinga ketika sedang membersihkannya. Karena Membersihkan telinga dengan mendorong atau memasukkan cutton terlalu dalam kedalam bagian telinga bukannya akan mengeluarkan kotoran, tetapi justru akan mendorong kotoran masuk lebih jauh kedalam telinga. Hindari alat-alat yang dapat mendorong kotoran telinga masuk ke liang telinga, karena dapat menyebabkan cedera dan gangguan pendengaran.
Tidak bagus bagi kesehatan telinga kalau selalu mendengarkan lagu-lagu kesukaan dengan suara besar atau kecil dengan menggunakan earphone, ini juga bisa membuat kesehatan telinga anda berkurang dari batas normal pendengaran. Sebaiknya Anda mendengar lagu-lagu kesukaan Anda tanpa menggunakan earphone, Ini akan lebih baik apalagi orang lain disekitar Anda bisa mendengar dan menikmati lagu bersama Anda.
Tahukah kamu mengapa manusia dapat mendengar? Manusia dapat mendengar karena memiliki indra pendengaran. Telinga terdiri atas tiga bagian yaitu telinga luar, tengah, dan dalam.
a. Telinga bagian iuar Telinga bagian luar terdiri dari daun telinga, lubang telinga, dan saluran telinga luar. Daun telinga berfungsi untuk menangkap bunyi dari lingkungan. Bunyi ini akan masuk melalui lubang telinga. Selanjutnya, bunyi diteruskan ke telinga bagian tengah melalui saluran telinga luar.
b. Telinga bagian tengah Telinga bagian tengah terdiri dari gendang telinga, tulang-tulang pendengaran (tulang martil, landasan, sanggurdi), dan saluran eustachius. Setiap bagian telinga tersebut memiliki fungsinya masing-masing, diantaranya:. Gendang telinga untuk menerima getaran bunyi yang ditangkap daun telinga. Tulang-tulang pendengaran berfungsi untuk menghantarkan getaran dari gendang telinga ke telinga bagian dalam. Saluran eustachius menghubungkan telinga bagian tengah dengan hidung dan tenggorokan. Saluran ini menjaga tekanan udara di dalam rongga telinga dan tekanan udara di luar agar selalu sama.
c. Telinga bagian dalam Telinga bagian dalam terdiri dari tiga saluran setengah lingkaran, rumah siput, dan saraf-saraf pendengaran. Telinga bagian dalam memiliki fungsi sebagai berikut. Tiga saluran setengah lingkaran berfungsi sebagai alat keseimbangan tubuh. Di dalam rumah siput terdapat cairan dan rambut-rambut halus. Rambut rambut halus akan menyampaikan getaran ke ujung-ujung saraf pendengaran. Saraf-saraf pendengaran berfungsi menyampaikan bunyi ke pusat saraf (otak).
Kelainan pada Telinga : Telinga harus dirawat dan dijaga kebersihannya. Jika tidak dijaga, maka akan menimbulkan berbagai kelainan dan penyakit.
a. Tuli adalah kelainan pada telinga yang menyebabkan penderita tidak bisa mendengar. Tuli biasanya dialami sejak lahir (cacat sejak lahir). Namun, ada pula orang yang tuli setelah dewasa. Hal ini karena kebiasaan yang sering mendengar bunyi terlalu keras. Akibatnya, fungsi telinga menjadi menurun.
b. Congek adalah keluarnya cairan berbau busuk dari dalam telinga. Hal ini disebabkan adanya infeksi bakteri ke dalam telinga. Infeksi ini menyebabkan telinga bernanah dan berbau busuk. Orang yang menderita penyakit ini biasanya tidak menjaga kebersihan telinga.
Indonesia terdiri atas beragam agama. Perbedaan yang ada membutuhkan toleransi di antara pemeluknya.
Belajar dari Cerita.
Pak Burhan selalu memulai kegiatan di kelas dengan berbagi cerita. Bukan Pak Burhan yang bercerita, tetapi anak-anak di kelas yang bergantian bercerita. Berbagi cerita selalu dinantikan oleh anak-anak. Semua ingin memperoleh kesempatan bercerita.
Pagi ini, Pak Burhan mengajak anak-anak berbagi cerita seputar hari raya. “Sehari sebelum hari Natal, yaitu di tanggal 24 Desember, aku dan keluarga berkumpul di rumah Opa.” ujar Edo. “Di hari itu, Oma pasti memasak makanan spesial yang jarang dimasaknya di hari lain. Papeda juga menjadi makanan spesial yang terhidang di malam Natal. Kami sekeluarga berkumpul hingga larut malam, dan mengakhiri malam dengan berdoa. “Nah, kalau di hari Natal, pada tanggal 25 Desember, kami sekeluarga pergi beribadah Natal di gereja.
“Wah, ternyata hampir sama seperti hari raya Idul Fitri ya” ujar Siti. “Kami pun di hari Idul Fitri selalu berkumpul dan saling memohon maaf dengan kerabat dan saudara setelah ibadah di Masjid,” tambahnya.
“Iya ya, sama seperti Edo pada hari Natal, saat Idul Fitri juga selalu ada makanan spesial, yaitu ketupat dan opor ayam.” Udin menambahkan komentar Siti.
“Di Bali, menjelang hari raya Galungan seluruh kampung selalu ramai dihiasi oleh penjor atau janur yang tinggi. Kami sekeluarga lebih sering pulang ke Bali menjelang hari raya Galungan agar bisa berkumpul dengan sanak saudara di sana. Sebelum merayakan bersama, keluarga melakukan kegiatan ibadah di Pura pada pagi hari,” kata Dayu.
“Ah, semua sudah bercerita. Aku juga mau bercerita, Pak. Boleh ya, hari ini banyak yang berbagi cerita.” pinta Lani. Pak Burhan dan teman-teman sekelas tertawa. “Tentu saja boleh, Lani. Ayo, sekarang giliranmu bercerita.” ujar Pak Burhan. “Nah, kamu pasti belum pernah mendengar cerita tentang kebiasaan keluargaku di hari raya Waisak. Sebenarnya sih tidak banyak berbeda. Ibu dan nenekku biasanya juga membuat masakan spesial menjelang hari raya Waisak. Saat ini nenekku yang paling tua, jadi semua keluarga akan datang ke rumahku untuk berkumpul pada hari Waisak. Selain menyediakan makan untuk keluarga, pada hari tersebut biasanya kami pun berbuat kebaikan bagi orang lain yang membutuhkan. Vihara, rumah ibadah kami pun dipenuhi cahaya lilin dari umat yang hadir untuk menjalankan ritual ibadah di sana.” Lani mengakhiri ceritanya.
“Berbagi cerita memang selalu menyenangkan. Kita bisa belajar dari banyak cerita, juga belajar dari teman yang berbeda.” ujar Pak Burhan menutup kegiatan pagi ini.
Berdasarkan cerita di atas, jawablah pertanyaan berikut.
1. Apakah perbedaan yang dimiliki oleh enam sekawan menghalangi mereka untuk berteman dan bekerja sama? Jelaskan!
2. Bagaimana sikapmu jika kamu bermain dengan teman yang berbeda agama?
Pembelajaran 2.
Sebelumnya kita sudah banyak belajar tentang indahnya keberagaman budaya Indonesia. Bagaimana cara menjalin kebersamaan dalam keberagaman tersebut? Mari kita gali lebih jauh!
Tong Sampah Gotong Royong.
Ada yang berbeda setelah senam pagi pada hari Minggu ini. Warga berkumpul dengan berbagai peralatan dan perlengkapan di lapangan kampung. Beberapa drum kosong, bilah-bilah bambu, karung plastik bekas, dan ember bekas, tersusun di pojok kiri lapangan. Di pojok lain terlihat tumpukan kaleng cat, kuas, wadah cat, dan beberapa peralatan lain. Apa yang akan dikerjakan oleh warga hari ini?
Walaupun dini hari Pak Made dan keluarganya harus melakukan ibadah pagi di Pura, warga tetap bekerja sejak pagi bergotong royong menyiapkan tempat sampah baru. Udin, Siti, dan Edo membantu Pak Ismail dan beberapa warga lain menganyam bilah-bilah bambu menjadi keranjang sampah. Keranjang ini akan menjadi tempat sampah kebun, seperti daun-daun kering, batang, dan buah yang berjatuhan di bawah pohon. Lani memilih untuk membantu warga yang memoleskan cat dasar putih pada ember dan drum bekas. Ada juga warga yang menambal lubang-lubang di karung-karung plastik bekas, agar nantinya bisa dipakai kembali menjadi tempat sampah kering.
Kira-kira pukul 10.00, Pak Made, Dayu dan keluarganya sudah kembali dari kegiatan ibadah. Tong-tong sampah baru siap dihias! Pak Made, Ibu Made, dan Dayu berkeliling membuat pola hiasan di tempat-tempat sampah baru. Lani turut membantu Dayu. Setelahnya, warga bergotong- royong ng mengecat dan memperindah hiasan tempat sampah.
Sebelum matahari meninggi, sudah ada 12 tempat sampah baru yang dihasilkan warga secara bergotong royong. Drum bekas, ember bekas, karung plastik, keranjang anyam, sudah berubah menjadi tempat sampah kampung yang cantik.
Setelah kamu mengisi grafik di atas, Diskusikan pertanyaan berikut dengan temanmu. 1. Apa itu kerjasama? 2. Apa manfaat kerjasama? 3. Bagaimana cara kita supaya bisa bekerjasama dalam keberagaman?
Kerjasama merupakan usaha yang dilakukan oleh beberapa orang untuk mencapai tujuan bersama.
Bagaimana dengan warga di daerahmu? Apakah mereka juga bekerjasama dalam keberagaman. Ceritakan satu bentuk kerjasama yang di lakukan di tempat tinggalmu.
Kerjasama dalam keberagaman merupakan sikap yang harus dikembangkan.
Sikap tersebut akan semakin memupuk persatuan dan kesatuan. Jika setiap dari kita bekerjasama dengan baik, maka kebersamaan dalam keberagaman akan terus terjaga.
Keragaman budaya Indonesia juga terlihat dalam rumah adat. Rumah adat mencerminkan ciri khas suatu tempat. Mari amati rumah adat berikut.
Temukan sudut lancip, tumpul, dan siku-siku pada kedua rumah adat tadi dengan cara melingkari dan memberi nama tiap sudutnya!
Dua sinar garis yang memiliki titik pangkal yang sama akan membentuk suatu sudut. Titik pangkal yang sama itu disebut titik sudut, sedangkan dua sinar garis disebut kaki sudut.
Jenis-Jenis Sudut :
1. Sudut Siku-Siku, Suatu sudut disebut sudut siku-siku jika kaki-kaki sudutnya tegak lurus, yaitu ukurannya adalah 90 derajat.
2. Sudut Lancip, Suatu sudut disebut sudut lancip jika ukuran sudutnya lebih kecil dari sudut siku-siku, yaitu antara 0 dan 90 derajat (0o < sudut lancip < 90o ). Sudut-sudut berikut adalah sudut lancip.
3. Sudut Tumpul. Suatu sudut disebut sudut tumpul jika ukuran sudutnya lebih besar dari sudut siku-siku, yaitu antara 90 dan 180 derajat (90 derajat < sudut tumpul <180 derajat). Sudut-sudut berikut adalah sudut tumpul.
Bagaimana kita mengetahui besar sudut? Ayo kita mempelajarinya!
Menggunakan busur.
Alat yang digunakan untuk mengukur sudut secara baku adalah busur. Sudut dilambangkan dengan “ /_ “. Satuan sudut adalah derajat. Untuk mengukur sudut secara lebih akurat, mulai sekarang kamu dapat menggunakan busur derajat seperti gambar berikut.
Selain rumah adat, kita dapat menemukan sudut di sekitar kita. Bangunan di sekitar kita, termasuk tempat ibadah juga terdapat sudut. Sudut-sudut yang ada menjadikan ciri khas tersendiri. Keberagamannya semakin menjadikannya unik.
Kamu sudah berlatih gerakan dasar tarian Bungong Jeumpa. Sekarang kamu akan berlatih menarikan dengan menggunakan formasi. Kamu akan dibagi dalam kelompok, satu kelompok 8 siswa. Lakukan gerakan dengan hitungan dan iringan musik.
PEMBELAJARAN 3.
Bekerja sama bisa dilakukan kapan saja. Saat kita bermain pun kita bisa bekerja sama. Tahukah kamu, bahwa kita dapat belajar bekerja sama dari permainan tradisional?
Ayo, kita pelajari bersama.
Salah satu permainan tradisional Indonesia yang sangat menarik adalah permainan bakiak. Permainan ini berasal dari Sumatera Barat. Bakiak, atau biasa disebut Terompa Bakuak di Sumatera Barat merupakan permainan yang membutuhkan kekompakkan.
Sebelum melakukan permainan bakiak, kamu harus memperhatikan hal berikut. 1. Buatlah kelompok yang terdiri atas 3 orang. 2. Masukkan masing-masing kaki ke dalam tali bakiak. 3. Anggota ke dua memegang bahu anggota di depannya. Anggota ke tiga memegang bahu anggota di depannya. 4. Anggota paling depan memberi tanda kapan berjalan dan kapan berhenti. 5. Diskusikan kaki mana yang akan diangkat terlebih dahulu, kaki kanan atau kaki kiri. 6. Untuk menjaga kekompakkan, semua anggota bisa berteriak saat berjalan: kiri, kanan, kiri,… 7. Cobalah berkali-kali permainan ini dengan kelompokmu sampai terasa gerakan yang semakin baik dan kompak. 8. Kelompok yang pertama mencapai garis akhir adalah pemenangnya.
Dalam kelompok terdiri dari beberapa anggota yang memiliki kemampuan beragam. Namun hal tersebut tidak menghalangi kita untuk tetap bekerja sama. Saling menghargai perbedaan dalam bekerja sama akan membantu tim mencapai tujuan.
Saat bermain bakiak, kamu tentunya harus mendengarkan peluit yang ditiupkan guru dan aba-aba temanmu. Kegiatan tersebut tentunya membutuhkan pendengaran yang baik. Masih ingatkah kamu tentang pentingnya indra pendengar? Ayo, kita mengingatnya kembali.
PEMBELAJARAN 4.
Sebelumnya kita sudah banyak belajar tentang indahnya keberagaman budaya Indonesia. Bagaimana cara menjalin kebersamaan dalam keberagaman tersebut? Mari kita gali lebih jauh!
Dengan kerjasama maka kebersamaan dalam keberagaman akan semakin terjalin dengan baik. Seperti apa, ya, bentuk kerjasama yang lain?
Perbedaan Bukanlah Penghalang.
Tidak seperti biasa, hari Minggu ini sekolah terlihat ramai. Hari itu, semua siswa diminta datang ke sekolah untuk menghias kelas masing-masing. Hari Senin akan diadakan lomba menyambut hari kemerdekaan. Bapak kepala sekolah berpesan, tiap kelas harus terlihat unik dengan kreasi anak-anak. Udin dan teman-teman sekelasnya juga datang ke sekolah. Pembagian tugas membuat hiasan telah dilakukan Udin dan teman-teman di hari Jumat yang lalu. Menghias kelas merupakan tanggung jawab bersama.
Pagi-pagi hampir semua siswa di kelas Udin sudah hadir. Hanya Edo dan Martha yang belum terlihat. Edo dan Martha sudah meminta izin pada teman-temannya untuk hadir terlambat. Mereka harus pergi ke Sekolah Minggu di gereja untuk melakukan ibadah pagi. Udin dan teman-teman lainnya tidak keberatan. Sebelum ke sekolah, Udin dan Siti mampir ke rumah Edo, lalu ke rumah Martha untuk mengambil bahan dan hiasan kelas yang telah disiapkan Edo dan Martha. Udin dan teman-teman memahami bahwa hari Minggu pagi merupakan waktu ibadah bagi Edo dan Martha yang beragama Kristen Protestan. Perbedaan waktu dan cara beribadah tidak menghalangi niat kerja sama mereka.
Siang hari sekolah semakin ramai. Kelas-kelas sudah terlihat indah dan semarak dengan hiasan merah putih buatan siswa sekelas. Begitu pun kelas Udin. Edo dan Martha juga sudah terlihat di antara mereka. Selesai ibadah pagi di gereja Edo dan Martha menyusul datang ke sekolah. Senang sekali Udin dan teman-teman berbagi tugas. Ada yang menggunting kertas, ada yang naik ke atas meja untuk menggantung lampion kertas, ada juga yang menghias pintu dengan pita kertas merah putih. Lelah tidak terasa. Ketika tiba waktu sholat Zuhur, Udin, Siti, serta teman-teman lain yang beragama Islam menjalankan ibadahnya. Edo, Martha, Dayu serta beberapa teman lain yang tidak menjalankan ibadah sholat melanjutkan pekerjaan menghias kelas.
Menjelang sore, pekerjaan sudah selesai. Kelas Udin sudah terlihat semarak. Walaupun berbeda-beda, bekerja sama selalu menyenangkan. Perbedaan tidak menjadi penghalang untuk bekerja sama.
Tahukah kamu tentang Jam Gadang. Jam Gadang adalah menara jam yang terletak di pusat kota Bukittinggi, di Provinsi Sumatra Barat. Dinamai Jam Gadang karena menara ini memiliki jam dengan ukuran besar pada empat sisinya.
Pembelajaran 5.
Sebelumnya, kamu telah belajar teknik menari Bungong Jeumpa. Tari Bungong Jeumpa dapat ditampilkan dalam formasi duduk atau berdiri. Ayo, menari dalam formasi duduk.
Salah satu cara menghargai keberagaman budaya adalah dengan mempelajari dan melestarikannya, seperti yang telah kamu lakukan ketika mempelajari tari Bungong Jeumpa.
Tahukan kamu bahwa Tuhan menciptakan budaya yang berbeda agar kita saling mengenal dan saling menghargai? Tugas kita adalah menciptakan keselarasan di tengah-tengan perbedaan.
Masih ingat tangram yang telah kamu pelajari sebelumnya? Pada tangram tersebut juga terdapat bentuk yang berbeda-beda. Coba kamu perhatikan kembali berbagai tangram berikut. Dengan bentuk yang berbeda-beda, kita bisa membentuk bangun atau gambar baru yang menarik dan kreatif.
Beri huruf (A, B, C, D, dan seterusnya) di setiap sudut pada tangram tersebut. Tulis taksiranmu untuk besar masing-masing sudut yang sudah kamu beri huruf pada tabel berikut.
Sekarang buktikah taksiranmu dengan mengukur menggunakan busur derajat dan tuliskan hasilnya pada tabel di atas.
Perbedaan itu indah, perbedaan itu anugerah. Kita harus mensyukurinya dengan menunjukkan sikap saling menghargai.
Apakah kamu pernah mengikuti atau melihat perayaan hari besar agama di sekitar tempat tinggalmu? Buatlah gambar yang berkaitan dengan perayaan hari besar agama tersebut.
Sekarang saatnya kamu menceritakan secara tertulis tentang perayaan hari besar keagamaan yang pernah kamu ikuti atau yang pernah kamu lihat di lingkungan tempat tinggalmu
Di sekitar rumahmu banyak perayaan keagamaan yang dilakukan oleh penganutnya. Diskusikan dengan kedua orang tuamu perayaan apa saja yang pernah dilakukan? Bagaimana pula kerja sama antarumat beragama di lingkungan rumahmu? Tuliskan hasil diskusi pada kolom berikut.
Bandingkan hasilnya dengan yang diperoleh temanmu pada pelajaran yang akan datang.
Pembelajaran 6.
Apakah kamu pernah bekerja sama dengan orang yang berbeda- beda? Sikap apa yang perlu kamu tunjukkan ketika bekerja sama?
Udin, Edo, dan Beni merupakan sahabat dekat. Mereka berasal dari latar belakang budaya yang berbeda-beda. Mereka juga memeluk keyakinan yang berbeda pula. Udin beragama Islam, Edo beragama Katolik, sedangkan Beni beragama Kristen.
Perbedaan budaya dan agama bukanlah merupakan penghalang bagi mereka untuk bekerja sama. Mereka saling bahu-membahu mengerjakan tugas atau pekerjaan yang harus dikerjakan bersama- sama.
Pada peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang lalu, Udin, Edo, dan Beni mewakili kelasnya dalam perlombaan bakiak beregu. Sebelum berlomba mereka bersama-sama mendiskusikan dan merancang strategi agar mereka dapat meraih prestasi dalam lomba tersebut. Mereka pun secara bersama-sama menunjukkan usaha terbaik ketika lomba berlangsung. Alhasil, tim mereka meraih juara dalam lomba tersebut.
1. Bagaimana pendapatmu tentang persahabatan Udin, Edo, dan Beni? 2. Apakah kamu pernah mempunyai pengalaman bekerja sama dengan teman-teman yang berbeda agama? Jika pernah, ceritakan secara tertulis. Jika belum pernah, tuliskan sikapmu jika suatu hari mempunyai kesempatan bekerja sama dengan teman yang berbeda agama. 3. Apa yang dapat kamu pelajari dari cerita di atas?
Kamu akan mengikuti lomba bakiak secara berkelompok. Apakah kamu masih ingat tentang gerak dasar yang diperlukan dalam bermain bakiak? Diskusikan dan peragakan secara berpasangan gerak dasar tersebut. Perhatikan kembali cara guru memperagakan gerakan dasar yang diperlukan dalam bermain bakiak. Sebelum berlomba, berdiskusilah dengan anggota kelompokmu untuk menentukan strategi dan gerak dasar yang harus diterapkan agar kelompokmu bisa memenangkan pertandingan.
Cara Membuat Ringkasan adalah :
1. Membaca Naskah Asli • Membaca naskah asli sekali atau dua kali, kalau perlu berulang kali hingga kamu paham. • Mengetahui kesan umum (inti) tulisan. • Mengetahui maksud dan sudut pandangan penulis naskah asli.
2. Mencatat Gagasan Utama • Membaca tulisan bagian demi bagian sambil mencatat gagasan pokok. • Menggunakan gagasan pokok yang untuk menyusun ringkasan.
3. Gunakan Kalimat Baru • Menggunakan kesan umum (inti) untuk membuat ringkasan. • Menyesuaikan urutan isi dengan naskah asli. • Menggunakan kalimat baru dalam ringkasan. • Menggambarkan tulisan asli dalam kalimat baru.
4. Ketentuan Tambahan • Menyusun ringkasan dalam kalimat tunggal. • Meringkas kalimat menjadi frasa, frasa menjadi kata.
Gerakan Tari Bungong Jeumpa dalam Posisi Duduk :
Tangan kanan di bahu dan tangan kiri di paha. Ditepuk dua kali secara bersamaan. Lakukan secara bergantian kanan dan kiri. Hitungan 4 x 8
Tangan kanan berdiri dan tangan kiri memegang siku. Tangan kiri berdiri dan tangan kanan memegang siku. Kemudian tepuk 2X. Dilakukan bergantian. Hitungan 2 x 8
Kedua tangan tepuk lurus ke depan. Tepuk ke tengah. Tepuk ke atas. Tepuk ke tengah. Ketika tepuk atas badan diangkat. Hitungan 4 x 8.
Kedua tangan memegang lantai lantai. serong ke kanan dan ke kiri. Ditarik ke atas tangan lurus serong ke kanan dan ke kiri. Bergantian. Hitungan 2 x 8.
Kami akan mulai belajar keanekaragaman suku bangsa Indonesia. Pemahaman berbagai ragam budaya, upacara adat, dan kesenian akan menambah kecintaan kami pada tanah air Indonesia.
Belajar dari Lingkungan.
Saat bertemu orang di sekitar rumah, ajaklah mereka untuk bercerita tentang keunikan makanan khas, rumah adat, kesenian, atau yang lainnya yang menjadi ciri khas daerahnya.
Kerja Sama dengan Orang Tua.
Ceritakan latar belakang budaya ayah bunda, lalu diskusikan apa yang menarik dan menjadi ciri khasnya.
Sub Tema 1 – Keberagaman Budaya Bangsaku.
Pembelajaran 1.
Tahukah kamu bahwa Indonesia terdiri atas banyak pulau, suku bangsa, tarian, rumah adat, serta agama? Ayo, kita cari tahu lebih jauh tentang keberagaman itu.
Tahukah Kamu? Indonesia terdiri atas berbagai macam suku bangsa dan budaya yang berbeda-beda, namun tetap dalam satu wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Keberagaman tersebut merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa sehingga kita wajib mensyukurinya. Kita tidak boleh merendahkan suku bangsa lain dan menganggap suku bangsa sendiri sebagai suku bangsa yang terbaik.
Pawai Budaya
Pawai Budaya sangat menarik bagi warga Kampung Babakan. Pawai ini selalu menampilkan keragaman budaya Indonesia. Udin dan teman- teman tidak pernah bosan menanti rombongan pawai lewat. Tahun ini mereka datang ke alun-alun untuk melihat pawai tersebut. Kakek Udin pun terlihat sabar menanti. Terdengar suara gendang yang menandakan rombongan pawai semakin dekat.
Di barisan pawai terdepan terlihat rombongan dari Maluku. Rombongan laki-laki mengenakan kemeja putih, jas merah, dan topi tinggi dengan hiasan keemasan. Rombongan perempuan mengenakan baju Cele. Baju ini terdiri dari atasan putih berlengan panjang serta rok lebar merah. Langkah mereka diiringi oleh suara Tifa, alat musik dari Maluku. Bunyinya seperti gendang, namun bentuknya lebih ramping dan panjang. Budaya Maluku sangat unik dan menarik.
Budaya Bali terkenal karena bunyi musiknya yang berbeda. Rombongan dari Bali membunyikan alat musik daerahnya, Ceng-Ceng namanya. Alat ini berbentuk seperti dua keping simbal yang terbuat dari logam. Nyaring bunyinya ketika kedua keping ini dipadukan. Rombongan dari Bali diikuti oleh rombongan dari Toraja. Wanita Toraja memakai pakaian adat yang disebut baju Pokko. Rombongan laki-laki menggunakan pakaian adat yang disebut Seppa Tallung Buku. Rombongan Toraja membunyikan alat musik khas mereka, Pa’pompang namanya. Alat musik ini berupa suling bambu besar yang bentuknya seperti angklung. Unik bentuknya, unik pula bunyinya. Budaya Toraja sangat menarik untuk dipelajari. Udin dan teman-teman senang melihat pawai budaya. Selalu ada hal baru yang mereka perhatikan setiap tahun. Pakaian adat dari berbagai suku di Indonesia selalu menyenangkan untuk diamati. Benar kata Ibu Udin, kebudayaan Indonesia memang sangat beragam. Kaya dan mengagumkan.
Setiap bacaan biasanya terdiri atas beberapa paragraf. Setiap paragraf memiliki gagasan pokok yang didukung oleh gagasan pendukung. Gagasan pokok adalah ide utama yang dibahas dalam suatu bacaan, dapat berupa kalimat inti atau berupa pokok paragraf. Gagasan pendukung adalah uraian atau tambahan informasi untuk gagasan pokok.
Indonesia terdiri atas berbagai macam suku bangsa dan budaya yang berbeda-beda, namun tetap dalam satu wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Keberagaman tersebut merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa sehingga kita wajib mensyukurinya. Kita tidak boleh merendahkan suku bangsa lain dan menganggap suku bangsa sendiri sebagai suku bangsa yang terbaik.
Dibanding dengan negara-negara lain, Indonesia paling kaya akan keragaman suku bangsa dan budayanya. Bermacam-macam suku bangsa tinggal dari Sabang sampai Merauke. Bermacam-macam pula kebudayaan yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara, mulai pakaian adat, tari, dan lagu daerah, bahasa daerah, alat musik sampai rumah adat dan upacara adat. Semuanya mempunyai keunikan tersendiri.
Keragaman suku bangsa dan budaya terjadi karena letak wilayah Indonesia yang terdiri atas wilayah kepulauan. Bahkan ada beberapa pulau yang letaknya terpencil dan tidak dapat berhubungan dengan daerah lain. Wilayah yang terpisah-pisah itu menyebabkan berbagai perbedaan dan hal itu menimbulkan keragaman suku bangsa dan budaya.
Salah satu suku bangsa yang ada di Indonesia adalah suku Minang. Suku Minang sering disebut sebagai orang Padang atau Urang Awak. Mereka adalah kelompok etnis Nusantara yang berada di Sumatera Barat.
Selain bahasa Padang, orang Minang juga menggunakan bahasa Melayu. Alat musik tradisional Minang adalah talempong. Talempong dimainkan dengan cara dipukul. Alat musik khas Minang lainnya yang dimainkan dengan cara ditiup adalah saluang. Masyarakat Minang juga memiliki banyak jenis tarian, di antaranya adalah tari Pasambahan dan tari Piring. Tari Pasambahan biasanya ditampilkan dalam pesta adat. Rumah adat Minang disebut rumah gadang yang terbuat dari bahan kayu.
Rendang merupakan salah satu masakan tradisional suku Minang yang terkenal, bahkan telah dikenal di negara lain. Makanan khas masyarakat suku Minang lainnya yang juga digemari adalah sate padang dan dendeng balado.
Orang Minang gemar berdagang dan merantau ke daerah lain. Legenda yang terkenal adalah cerita “Si Malin Kundang”.
Temukan informasi penting dari bacaan tadi. Buatlah kesimpulanmu dalam bentuk peta pikiran!
Nama rumah adat suuku Minang ? Rumah Gadang. Bahasa yang digunakan oleh suku Minang ? Padang dan Melayu. Masakan tradisional minang ? Sate Padang dan Dendeng Balado. Tarian Tradisional suku Minang ? Tari Pasambahan dan Tari piring. Apa alat musik tradisional suku Minang ? Saluang dan Talempong.
Setelah membuat peta pikiran, jawablah pertanyaan berikut!
1. Jelaskan perasaanmu setelah membaca tentang Mengenal Suku Minang! Setelah membaca tentang suku minang saya merasa sangat senang dan bangga karena keberagaman suku bangsa, bahasa, dan budaya memperkaya budaya bangsa Indonesia.
2. Bagaimana cara memperkenalkan budaya Minang kepada orang di sekitarmu? Cara memperkenalkan budaya minang kepada orang lain yaitu dengan dengan cara memberitahu keragaman dan kelebihan budaya minang serta mengenalkan tentang adat suku minang tersebut.
Indonesia adalah negara yang sangat beragam budaya, agama, dan bahasa daerahnya. Sebagai warga negara yang baik, kita wajib menghargai keberagaman tersebut.
No.
Nama Siswa
Daerah Asal
Ciri Khas Daerah
Agama
1.
Siti
Padang (Sumatera Barat)
Rendang
Islam
2.
Endi Ruskendi
Bandung (Jawa Barat)
Tari Jaipong
Islam
3.
Novalia Metiaman
Jayapura (Papua)
Tari Yospan
Kristen
4.
Butet Manurung
Medan (Sumatera Utara)
Bika Ambon
Kristen
5.
Ni Putu Erni Andiani
Denpasar (Bali)
Tari Kecak
Hindu
6.
Joko Susilo
Semarang (Jawa Tengah)
Lumpia
Islam
1. Apakah kalian semua berasal dari daerah yang sama? Jelaskan! Ternyata teman-teman berasal dari beberapa daerah ada yang dari Jawa, Sumatera, dan Papua.
2. Apakah kalian mempunyai ciri khas daerah yang sama? Setiap daerahmemiliki ciri khas yang berbeda,
3. Bagaimana sikap yang seharusnya kalian tunjukkan terhadap perbedaan yang ada? Kita harus menghargai keberagaman yang ada, dengan menghargai keberagaman persatuan dan kesatuan tetap terjaga.
Perbedaan yang ada pada setiap daerah di Indonesia merupakan suatu anugerah dari Tuhan yang patut kita syukuri. Sikap menghormati keragaman budaya bangsa dapat dilakukan dengan cara-cara berikut 1. Bangga dengan kebudayaan daerah ataupun kebudayaan nasional. 2. Melestarikan nilai-nilai budaya yang telah ada. 3. Menghormati kebudayaan daerah bangsa Indonesia. 4. Tidak menjelek-jelekkan kebudayaan suku bangsa lain. 5. Lebih senang dengan kebudayaan nasional daripada budaya luar negeri. 6. Tidak menonjolkan kebudayaan daerah sendiri. 7. Mempelajari dan menikmati kebudayaan daerah lain, 8. Selalu bersikap positif dan selektif terhadap budaya luar
Sedangkan sikap yang kurang menghargai keberagaman antara lain sebagai berikut 1. Mengejek agama lain, 2. Tidak menghargai perbedaan agama, 3. Selalu menyombongkan budaya milik daerah sendiri, 4. Menjelek jelekkan budaya lain, 5. Membeda bedakan teman yang berbeda suku, agama,, dll.
Selain kaya akan budaya, tarian, dan makanan khas daerah, Indonesia juga kaya akan jenis alat musik. Berikut adalah contoh alat musik yang dimiliki oleh berbagai suku di Indonesia. Cara memainkannya berbeda-beda. Kecapi yang berasal dari Jawa Barat dimainkan dengan cara dipetik. Angklung yang berasal dari Jawa Barat dimainkan dengan cara digoyangkan. Saluang yang berasal dari Sumatra Barat dimainkan dengan cara ditiup. Kendang yang berasal dari Jawa barat dan Tifa dari Papua dimainkan dengan cara dipukul.
Contoh Alat Musik : Angklung, Seruling, Kecapi, Kendang, Tifa.
Alat musik merupakan suatu instrumen yang dibuat atau dimodifikasi untuk tujuan menghasilkan musik. Pada prinsipnya, segala sesuatu yang memproduksi suara, dan dengan cara tertentu bisa diatur oleh musisi, dapat disebut sebagai alat musik.
Selain kaya akan budaya, tarian, dan makanan khas daerah, Indonesia juga kaya akan jenis alat musik. Berikut adalah contoh alat musik yang dimiliki oleh berbagai suku di Indonesia. Cara memainkannya berbeda-beda. Berikut ini contoh lain alat musik berdasarkan cara memainkannya.
Alat musik tiup, yaitu alat musik yang dimainkan dengan cara ditiup. Contoh: recorder, flute, horn, tuba, seruling, harmonika, trompet, pianika, saksofon, klarinet, dan lain-lain.
Alat musik gesek, yaitu alat musik yang dimainkan dengan cara digesek. Contoh: cello, biola, rebab, kontra bas, dan lain-lain.
Alat musik petik, yaitu alat musik yang di mainkan dengan cara dipetik. Contoh: gitar, bas, mandolin, sasando, ukulele, harpa, siter, banjo, dan lain-lain.
Alat musik pukul, yaitu alat musik yang dimainkan dengan cara dipukul. Alat musik pukul ada dua macam: Pertama, Alat musik pukul bernada Contoh: kolintang, perangkat gamelan, calung, arumba, bellira, vibraphone, xylophone, glockenspiel, dan lain-lain. Kedua Alat musik pukul tak bernada Contoh: gendang, ketipung, rebana, gong, tamborin, symbal, triangle, tympani, kastanyet, pauken, drum set, dan lain-lain.
Alat musik tekan, yaitu alat musik yang dimainkan dengan cara ditekan. Contoh: piano, organ, keyboard dan lain-lain.
Tulislah nama alat musik tradisional lain yang kamu ketahui! Jelaskan asal alat musik itu dan cara memainkannya!
No.
Alat Musik
Daerah Asal
Cara Memainkannya
1
Seruling,
Jawa Barat,
Ditiup.
2
Anglung,
Jawa Barat,
Digoyang.
3
Gamelan,
Jawa, Bali Lombok,
Dipukul.
4
Kacapi,
Jawa Barat,
Dipetik.
5
Sasando,
Nusa Tenggara Timur,
Dipetik.
6
Talempong,
Sumatera Barat,
Dipukul.
7
Triton,
Papua,
Ditiup.
8
Sampek,
Kalimantan Timur,
Dipetik.
9
Saluang,
Sumatera Barat,
Ditiup.
10
Akordeon,
Sumatera Selatan,
Ditekan.
11
Kolintang,
Sulawesi Utara,
Dipukul.
12
Gendang Melayu,
Bangka Belitung,
Dipukul.
13
Ceng Ceng,
Bali,
Dipukul.
14
Serunai,
Nusa Tenggara Barat,
Ditiup.
15
Serunai Kalee,
Nangroe Aceh Darussalam,
Ditiup.
16
Aramba,
Sumatera Utara,
Dipukul.
17
Doli,
Bengkulu,
Dipukul.
18
Bende,
Lampung,
Dipukul.
19
Gambus Jambi,
Jambi,
Dipukul.
20
Tehyan,
DKI Jakarta,
Digesek.
21
Rebab,
Jawa Tengah,
Digesek.
22
Tuma,
Kalimantan Barat,
Dipukul.
23
Lado-Lado,
Sulawesi Tenggara,
Dipukul.
24
Fu,
Maluku Utara,
Ditiup.
25
Gendang Panjang,
Kepri,
Dipukul.
26
Japen,
Kalimantan Tengah,
Dipetik.
27
Katambung,
Kalimantan Tengah,
Dipukul.
28
Kuriding,
Kalimantan Tengah,
Dipukul.
29
Ganda,
Sulawesi Tengah,
Dipukul.
30
Tutuba,
Sulawesi Tengah,
Digesek.
31
Geso Geso,
Sulawesi Tengah,
Digesek.
32
Talindo atau Popondi,
Sulawesi Selatan,
Dipetik.
33
Lalove,
Sulawesi Tengah,
Ditiup.
34
Santu,
Sulawesi Tengah,
Dipetik.
35
Panting,
Kalimantan Selatan,
Dipetik.
36
Kecapi,
Sulawesi Selatan,
Dipetik.
37
Keso,
Sulawesi Utara,
Digesek.
38
Puik Puik,
Sulawesi Selatan,
Ditiup.
39
Karinding,
Jawa Barat,
Ditiup.
40
Tatali,
Sulawesi Tengah,
Ditiup.
41
Pare’e,
Sulawesi Tengah,
Dipukul.
42
Bansi,
Nangroe Aceh Darussalam,
Ditiup.
43
Canang,
Nangroe Aceh Darusslam,
Dipukul.
44
Tambo,
Nangroe Aceh Darussalam,
Dipukul.
45
Pangora,
Sumatera Utara,
Dipukul.
46
Gordang,
Sumatera Utara,
Dipukul.
47
Doli-Doli,
Sumatera Utara,
Ditiup.
48
Hapetan,
Sumatera Utara,
Dipetik.
49
Sarune Bolon,
Sumatera Utara,
Ditiup.
50
Garantung,
Sumatera Utara,
Dipukul.
51
Taganing,
Sumatera Utara,
Dipukul.
52
Tambua dan Tansa,
Sumatera Barat,
Dipukul.
53
Gendang OKU,
Sumatera Selatan,
Dipukul.
54
Tenun,
Sumatera Selatan,
Dipukul.
55
Gambus,
Sumatera Selatan,
Dipetik.
56
Kenong Basemah,
Sumatera Selatan,
Dipukul.
57
Terbangan,
Sumatera Selatan,
Dipukul.
58
Genggong,
Sumatera Selatan,
Ditiup.
59
Dol,
Bengkulu,
Dipukul.
60
Tasa,
Bengkulu,
Dipukul.
61
Serangko,
Jambi,
Ditiup.
62
Cangor,
Jambi,
Dipetik.
63
Puput Kayu,
Jambi,
Ditiup.
64
Sekdu,
Jambi,
Ditiup.
65
Gambangan,
Bangka Belitung,
Dipukul.
66
Rebana,
Bangka Belitung,
Dipukul.
67
Pikon,
Papua,
Ditiup.
68
Yi,
Papua,
Dipukul.
69
Krombi,
Papua,
Dipetik.
70
Amyen,
Papua,
Ditiup.
sumber: www.tematiku.blogspot.co.id.
Kamu telah mengetahui cara memainkan berbagai alat musik dan cara memainkannya. Tahukah kamu bahwa di sekitar kita juga banyak sekali benda yang dapat menghasilkan bunyi?
Ayo, kita pelajari lebih lanjut tentang bunyi!
Amati benda-benda yang ada di sekitarmu. Ambillah lima benda yang kamu anggap sebagai sumber bunyi. Pastikan bahwa benda yang kamu temukan berbeda cara membunyikannya (ditiup, digesek, dipetik, dipukul, atau ditekan).
Tuhan Yang Maha Esa menganugerahkan kita indera pendengar. Melalui indera ini, kita dapat mendengar dan menikmati hasil karya seni budaya yang beragam. Ayo kita cari tahu lebih lanjut tentang hal tersebut.
Bagaimana cara menghasilkan bunyi yang lebih keras atau lebih pelan?
Segala macam bentuk bunyi berasal dari benda yang bergetar. Getaran dari suatu benda akan mengakibatkan udara di sekitarnya bergetar. Getaran tersebut menimbulkan gelombang bunyi di udara. Benda-benda yang bergetar dan menghasilkan bunyi disebut sumber bunyi.
Secara berkelompok, bunyikanlah berbagai jenis barang seperti botol, sendok, ember, dan tutup panci. Usahakanlah agar bunyi yang dihasilkan enak didengar.
Apakah bunyi yang dihasilkan dari benda-benda itu sudah enak di dengar? Mengapa?
Apa yang kalian lakukan dalam kelompok sehingga alat-alat yang kalian mainkan menghasilkan bunyi?
Bagaimana caramu dan anggota kelompokmu bekerja sama agar menghasilkan bunyi yang enak didengar dengan alat yang beragam itu?
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak perbedaan yang kita temui, mulai dari perbedaan agama, suku, ras, hingga warna kulit. Sebagaimana halnya sebuah permainan musik yang terdiri atas berbagai alat musik, kehidupan nyata yang penuh dengan perbedaan pun dapat berdampingan dengan baik, asalkan setiap orang dapat saling menghargai keberagaman.
Menghargai perbedaan akan memperkuat persatuan dan kesatuan. Semua orang harus hidup rukun meskipun memiliki perbedaan.
PEMBELAJARAN 2.
Menyaksikan pawai budaya membuat Edo semakin kagum akan keberagaman budaya di Indonesia. Inginkah kamu tahu keberagaman budaya Indonesia lainnya? Ayo kita cari tahu bersama.
Pada saat menyaksikan Pawai Budaya, Udin sangat kagum dengan keindahan keberagaman budaya
Segi banyak adalah bangun tertutup yang seluruh sisinya dibatasi oleh garis. Jumlah sudut yang ada sama banyak dengan jumlah sisi yang dimilikinya.
Kurva tertutup sederhana yang memiliki sisi berupa ruas garis disebut dengan Segi Banyak. Segi banyak terjadi dengan menghubungkan beberapa titik satu sama lain yang tidak terletak pada satu garis lurus.
Apabila sisi dan sudut segi banyak berukuran sama, segi banyak tersebut dinamakan segi banyak beraturan. Segi banyak juga disebut bangun datar karena bangun datar merupakan sebuah bangun berupa bidang datar yang dibatasi oleh beberapa ruas garis dan di dalam bangun datar juga disebutkan mengenai segitiga, segi empat, segi lima dan segi enam.
Bangun datar dalam matematika disebut bangun geometri. Jumlah dan model ruas garis yang membatasi bangun tersebut menentukan nama dan bentuk bangun datar tersebut. Misalnya: Bidang yang dibatasi oleh 3 ruas garis, disebut bangun segitiga. Bidang yang dibatasi oleh 4 ruas garis, disebut bangun segiempat. Bidang yang dibatasi oleh 5 ruas garis, disebut bangun segilima dan seterusnya. Jumlah ruas garis serta model yang dimiliki oleh sebuah bangun merupakan salah satu sifat bangun datar tersebut. Jadi, sifat suatu bangun datar ditentukan oleh jumlah ruas garis, model garis, besar sudut, dan lain-lain
Manakah yang termasuk segi banyak?
Tunjukkan sudut pada segi banyak berikut dan ukurlah besar sudutnya dengan menggunakan busur derajat!
Hitunglah banyak sudut pada setiap segi banyak berikut!
Jam Gadang adalah nama untuk menara jam yang terletak di pusat kota Bukittinggi, di Provinsi Sumatra Barat. Dinamai Jam Gadang karena menara ini memiliki jam dengan ukuran besar di empat sisinya. Selain sebagai penanda kota Bukittinggi, Jam Gadang juga dijadikan sebagai objek wisata dengan diperluasnya taman di sekitar menara ini. Taman tersebut menjadi ruang bertemu masyarakat baik pada hari kerja maupun hari libur. Acara-acara yang sifatnya umum biasanya diselenggarakan di sekitar taman dekat menara ini.
Indahnya Kota Jam Gadang
Liburan kali ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagiku. Bagaimana nggak, aku diajak ayah dan ibu mengunjungi nenek di Bukittinggi, Sumatera Barat. Sudah lama banget aku tidak ke sana. Seingatku, terakhir ke sana aku masih berumur delapan tahun. Seperti apa ya, Bukittinggi sekarang?
Bukittinggi merupakan salah satu kota di Provinsi Sumatera Barat. Selain sebagai kota perjuangan, Bukittinggi juga ngetop sebagai kota wisata yang berhawa sejuk. Hari pertama aku tiba, hawa sejuk sudah menusuk kulitku. Kota Bukittinggi terletak pada rangkaian Bukit Barisan yang membujur sepanjang Pulau Sumatra, dikelilingi oleh dua gunung berapi, yaitu Gunung Singgalang dan Gunung Marapi. Kota ini berada pada ketinggian 909–941 meter di atas permukaan laut. Sebagian besar luas wilayah kota Bukittinggi diperuntukkan menjadi lahan budi daya, sedangkan sisanya merupakan hutan lindung.
Tidak hanya itu, Bukittinggi juga merupakan kota tujuan wisata. Tempat wisata yang rame dikunjungi adalah Jam Gadang. Jam ini adalah sebuah menara yang terletak di jantung kota, sekaligus menjadi simbol Bukittinggi. Jam Gadang berada di tepi sebuah lembah bernama Ngarai Sianok. Kedalaman Ngarai Sianok bervariasi antara 75 –110 meter. Di dasarnya mengalir sebuah sungai yang disebut dengan Batang Masang. Pemandangan kota ini benar-benar cakep, berbukit-bukit, dan berlembah. Beberapa bukit tersebut tersebar dalam wilayah perkotaan.
Perhatikan kata–kata pada bacaan di atas. Tuliskan 5 kata tidak baku dari teks. Pakailah Kamus Besar Bahasa Indonesia untuk mencari kata baku dan artinya.
Kata Tidak Baku
Kata Baku
Arti Kata
Nggak
Baku : Tidak
partikel untuk menyatakan pengingkaran, penolakan, penyangkalan, dan sebagainya; tiada:
Banget
Baku : Sangat
Terlebih-lebih (halnya, keadaannya, dan sebagainya); amat; terlalu:
Ngetop
Baku : Terkenal
Dikenal atau diketahui umum; termasyhur; tersohor
Rame
Baku : Ramai
Riuh rendah (tentang suara, bunyi):banyak kendaraan berlalu-lalang: riang gembira; meriah:
Cakep
Baku : Indah
Dalam keadaan enak dipandang; cantik; elok
Tahukah kamu bahwa sarang lebah juga terdiri atas segibanyak?
Sungguh menakjubkan bahwa Tuhan menciptakan sarang lebah yang tersusun dari sekumpulan bentuk segienam. Ahli matematika meneliti bahwa bentuk segienam adalah bentuk geometris yang paling sesuai untuk memanfaatkan setiap bagian secara maksimum. Seandainya sarang lebah dibangun dengan bentuk
lain akan banyak bagian yang tidak terpakai. Akan lebih sedikit madu yang dapat disimpan dan lebih sedikit lebah yang mendapat manfaatnya.
Setelah kamu belajar tentang segibanyak, kini saatnya kamu mengisi diagram berikut.
Keberagaman budaya Indonesia sangat Indah. Diantaranya tarian, rumah adat, makanan, dan lain-lain. Keberagaman tersebut memperkaya budaya Indonesia.
Tahukah kamu, bahwa kita bisa mendesain keberagaman budaya Indonesia dari tangram?
Perhatikan bentuk keberagaman budaya Indonesia! Keberagaman budaya Indonesia sangat Indah. Diantaranya tarian, rumah adat, makanan, dan lain-lain. Keberagaman tersebut memperkaya budaya Indonesia. Tahukah kamu, bahwa kita bisa mendesain keberagaman budaya Indonesia dari tangram?
Perhatikan bentuk keberagaman budaya Indonesia!
TANGRAM
Tangram adalah permainan yang paling tua yang dikenal dalam matematika. Perminan ini dikembangkan pertama kali di negeri Cina dan sering disebut dengan puzzle china. Tangram berasal dari kata Tang dan Gram. Istilah ini pertama kali dikenalkan oleh Thomas Hill dalam bukunya Geometrical Puzzle for the Youth pada tahun 1848.
Buatlah satu bentuk (rumah, tarian, keunikan keberagaram Indonesia lainnya) dari tangram. Mintalah pendapat temanmu.
Keberagaman budaya Indonesia juga terlihat dari tarian daerah.
Tari Bungong Jeumpa dari Aceh. Bungong Jeumpa berarti bunga cempaka.
Sekarang saatnya kamu berlatih menarikan tarian Bungong Jeumpa. Tarian ini dibagi ke dalam dua gerakan, yaitu gerakan saat berdiri dan gerakan saat duduk. Kali ini kita akan mempelajari gerakan berdiri. Lakukan gerakan ini dengan aba-aba hitungan dari gurumu.
Pak Sammy, Pak Encep, Pak Made, Pak Udin, dan Pak Nur tinggal di Kampung Babakan. Mereka berasal dari suku yang berbeda-beda. Mereka juga mempunyai kesukaan makanan yang berbeda-beda. Makanan kesukaan mereka adalah makanan khas daerahnya. Mereka juga sangat ahli dalam memainkan alat musik daerah masing-masing.
Mereka menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa sehari-hari meskipun masih sangat terpengaruh dengan logat bahasa daerah mereka.