Arsip Tag: pakaian adat

SD5 Tema 8-1-1 sd 3 Lingkunan Sahat Kita – Manusia dan Lingkungan


 

SD Kelas 5 Tema 8 Lingkunan Sahat Kita –
Sub Tema 1 – Manusia dan Lingkungan.

Pembelajaran 1 sampai dengan 3.

 

 

 

Pembelajaran 1.

Tampak gambar Lingkungan hijau yang subur, dan gambar 2 atau anak-anak mereboisasi lingkungan yang tandus.

Perhatikan gambar-gambar di atas.

1) Fakta-fakta apa sajakah yang ditunjukkan gambar-gambar tersebut?
2) Apakah lingkungan berguna bagi manusia? Mengapa?
3) Apakah keuntungan yang diperoleh manusia jika menjaga lingkungan?
4) Apakah akibatnya jika manusia tidak menjaga lingkungan?
5) Bagaimanakah kondisi lingkungan di sekitarmu?

Salah satu unsur penting dalam lingkungan adalah air. Air sangat diperlukan bagi kehidupan di bumi. Apa saja manfaat air?

Judul Bacaan : Demi Air Bersih, Warga Waborobo Rela Berjalan Sejauh 15 Kilometer.

Warga Kelurahan Waborobo, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara sulit mencari air bersih. Mereka harus menempuh perjalanan hingga sejauh 15 kilometer dari tempat tinggalnya untuk mendapatkan air bersih. Mereka terpaksa mengambil air bersih di Kelurahan Kaisabu Baru, Kecamatan Sorawolio. Mereka biasanya menumpang mobil dan membawa beberapa jeriken ukuran 15 liter. Jeriken itu digunakan untuk menampung air yang mengalir dari aliran sebuah anak sungai di Kelurahan Kaisabu Baru.

Letak Kelurahan Waborobo berada di dataran tinggi. Di daerah itu air tanah sulit didapat. Kalau pun ada, air hanya sedikit. Daerah itu juga belum mendapatkan akses aliran air bersih, karena pipa-pipa PDAM belum mencapai ke daerah sana. Warga Kelurahan Waborobo sangat membutuhkan air dan sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah daerah untuk keperluan tersebut.

Kamu telah membaca bacaan ”Demi Air Bersih, Warga Waborobo Rela Berjalan Sejauh 15 Kilometer”. Peristiwa apa yang terdapat pada bacaan? Carilah, lalu lengkapilah gambar peta pikiran berikut.

  • Peristiwa apa yang terjadi?
  • Di mana peristiwa itu terjadi?
  • Apa penyebab peristiwa itu terjadi?

Air sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia dan berbagai kegiatan di bumi. Apa fungsi penting air bagi manusia dan kehidupan di bumi? Ayo, diskusikan.

  • Membentuk sel-sel baru, memelihara dan mengganti sel-sel yang rusak.
  • Melarutkan dan membawa nutrisi-nutrisi, oksigen dan hormon ke seluruh sel tubuh yang membutuhkan.
  • Melarutkan dan mengeluarkan sampah-sampah dan racun dari dalam tubuh kita.
  • Katalisator dalam metabolisme tubuh.
  • Pelumas bagi sendi-sendi.
  • Menstabilkan suhu tubuh.
  • Meredam benturan bagi organ vital.

Fungsi air untuk tumbuhan :
1) proses fotosintesa.

2) sebagai transpor mengangkat zat hara.
3) media berlangsungnya reaksi biokimia.
4) menjadi pelarut zat hara yang diperlukan tumbuhan.
5) stabilisasi dan pemindahan panas.

Diskusikan dengan orang tuamu, kegiatan-kegiatan yang menggunakan air dalam keluarga. Kegiatan-kegiatan itu dapat ditulis berdasarkan urutan peristiwa, misalnya dari bangun tidur sampai saat akan tidur lagi. Tulislah hasilnya dalam tabel seperti berikut.

Kegiatan yang Membutuhkan Air dalam Keluargaku : Memasak, mencuci baju, minum, menyirami tanaman, mandi, menyucikan diri, dan lain lain.

 

Pembelajaran 2.

Lagu : Air Terjun.
Ciptaan : AT Mahmud.

Terdengar sayup-sayup bunyi air yang tak putus. 
Terbawa oleh angin dari arah lembah.
Makin dekat makin jelas gemuruh air yang terempas.
Air terjun di lembah mengalir terus.

Ayo Bernyanyi :

Pelajarilah lagu “Air Terjun” hingga kamu dapat menyanyikan dengan baik dan benar. Kemudian, nyanyikan bersama teman-temanmu. Jika perlu, gunakan alat musik yang ada di sekitarmu untuk mengiringi. Perhatikan keselarasan suara dan musik (jika kalian menggunakan alat musik).

Lagu yang kamu pelajari bercerita tentang air. Air sangat penting bagi kehidupan di bumi. Setiap hari kita membutuhkan air untuk berbagai keperluan, mulai dari membersihkan diri sampai memasak. Ingatlah kegiatanmu menggunakan air mulai dari bangun pagi hingga saat ini.

Begitu seringnya kita menggunakan air sehari-hari. Dari mana asal air? Bagaimana alam menjaga ketersediaan air?

Judul Bacaan : Siklus Air.

Manusia selalu membutuhkan air dalam kehidupan sehari-hari. Kegunaan air antara lain untuk keperluan rumah tangga, pertanian, industri, dan untuk pembangkit listrik. Begitu besarnya kebutuhan manusia akan air. Kita bersyukur, air senantiasa tersedia di bumi. Oleh karena itu, manusia seharusnya senantiasa bersyukur kepada Tuhan pencipta alam.

Mengapa air selalu tersedia di bumi? Air selalu tersedia di bumi karena air mengalami siklus. Siklus air merupakan sirkulasi (perputaran) air secara terus-menerus dari bumi ke atmosfer, lalu kembali ke bumi. Siklus air ini terjadi melalui proses penguapan, pengendapan, dan pengembunan. Perhatikan skema proses siklus air , lihat gambar!

Air di laut, sungai, dan danau menguap akibat panas dari sinar matahari. Proses penguapan ini disebut evaporasi. Tumbuhan juga mengeluarkan uap air ke udara. Uap air dari permukaan bumi naik dan berkumpul di udara. Lama-kelamaan, udara tidak dapat lagi menampung uap air (jenuh). Proses ini disebut presipitasi (pengendapan). Ketika suhu udara turun, uap air akan berubah menjadi titik-titik air. Titik-titik air ini membentuk awan. Proses ini disebut kondensasi (pengembunan).

Titik-titik air di awan selanjutnya akan turun menjadi hujan. Air hujan akan turun di darat maupun di laut. Air hujan itu akan jatuh ke tanah atau perairan. Air hujan yang jatuh di tanah akan meresap menjadi air tanah. Selanjutnya, air tanah akan keluar melalui sumur.

Air tanah juga akan merembes ke danau atau sungai. Air hujan yang jatuh ke perairan, misalnya sungai atau danau, akan menambah jumlah air di tempat tersebut. Selanjutnya air sungai akan mengalir ke laut. Namun, sebagian air di sungai dapat menguap kembali. Air sungai yang menguap membentuk awan bersama dengan uap dari air laut dan tumbuhan. Proses siklus air pun terulang lagi.

Dari proses siklus air itu dapat disimpulkan bahwa sebenarnya jumlah air di bumi secara keseluruhan cenderung tetap. Hanya wujud dan tempatnya yang berubah.

Sumber: IPA Salingtemas 5 untuk SD/MI Kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Kamu telah membaca teks “Siklus air”. Bersama kelompokmu, gambarlah bagan sederhana karyamu sendiri untuk menjelaskan siklus air. Tambahkan kalimat-kalimat untuk menjelaskan proses siklus air. Presentasikan hasil diskusi kelompokmu di depan kelompok lain dan Bapak/Ibu Guru.

Air sangat diperlukan bagi kelangsungan hidup di bumi. Semua makhluk hidup membutuhkan air. Banyak cara dilakukan untuk memenuhi kebutuhan akan air. Bacalah cerita tentang air berikut.

Ayo Membaca :

Judul : Semut dan Beruang.

Pada suatu hari, Beri si Beruang melihat ke dalam mata air. Beri mengeluh, “Sepertinya air di mata air ini semakin sedikit saja. Pasti bangsa semut terlalu banyak mengambil air!” Beri lalu menundukkan kepala, melihat ke tanah dengan teliti. Ah, ia melihat seekor semut hitam berjalan membawa guci mungil di pundak.

“Berhenti, semut!” teriaknya. “Aku tak akan membiarkanmu mengambil air di sumber airku lagi. Kamu sudah terlalu banyak mengambil air. Berhenti atau kucakar kau!” ancam Beri Beruang.

Semut hitam kecil itu tidak memperhatikan teriakan Beri. Ia merangkak ke bawah beberapa helai daun kering. Ia terus berjalan menuju sumber mata air. Beri mencakar dan mengendus daun-daun sambil berteriak, “Tak ada gunanya sembunyi! Aku bisa menemukanmu!”

Semut hitam berteriak dari arah belakang Beri, “Kenapa kamu pelit sekali? Bayi-bayi semut di lembah semut sangat kehausan. Air di mata air ini kan masih banyak sekali. Bahkan masih cukup untuk seribu rusa.”

“Dengar kataku!” geram Beri sambil membalik tubuhnya. “Aku tak akan memberikanmu air lagi. Semua semut dilarang mengambil air di sini lagi!”

Semut Hitam terdiam sebentar. Lalu katanya, “Apa boleh buat, kalau kau sudah memutuskan begitu! Tapi aku tetap akan mengambil air untuk bayi-bayi semut di lembah!”

Beri beruang sangat marah. Namun, Semut Hitam sudah menghilang lagi ke bawah daun-daun kering. Beri mencarinya, tetapi ia tidak melihat apa-apa di rumput. Akhirnya ia kembali dengan jengkel ke sarangnya di dekat pohon oak.

Semut-semut yang haus menunggu di lembah semut. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya mereka berbaris menuju mata air. Salah satu semut melihat guci air milik Semut Hitam yang tergeletak di jalan.

“Pasti Semut Hitam mendapat masalah. Lihatlah! Ini gucinya, tapi dia tidak tampak!” Mereka memungut guci itu dan terus berjalan.

Saat itu seekor kelinci mengintip dari balik semak. Kelinci itu mengangkat telinganya dan berbisik, “Jangan pergi ke mata air itu. Pulanglah, kalian dalam bahaya. Beri sedang marah. Ia bilang, air di mata airnya berkurang. Ia akan mencakar semut-semut yang berani mengambil air dari mata airnya!”

Akan tetapi semut-semut itu tidak takut. “Mana beruang itu sekarang?” tanya mereka.

“Ia sedang di rumahnya beristirahat,” jawab Kelinci.

Semut-semut itu berbaris seperti tali sepatu di rumput. Mereka melihat seekor tupai duduk di pohon dan bertanya, “Apa kami sedang berjalan tepat ke arah sarang beruang?”

“Ya, ya, ini memang jalan ke arah sarangnya,” jawab Tupai. “Tapi sebaiknya kalian balik ke rumah. Beri beruang dari tadi berteriak terus. Katanya, kalau kalian mengambil air dari mata airnya, ia akan mencakar kalian.”

Akan tetapi semut-semut itu tak mau kembali. Mereka terus berbaris seperti tali sepatu di tanah. Hari hampir malam ketika mereka tiba di depan pohon oak tua. Mereka melihat sekeliling, dan menemukan sebuah retakan di tanah. Mereka masuk ke dalamnya, dan mulai menggali sebuah lubang.

“Apa yang kalian lakukan? Kenapa kalian menggali?” tanya Tikus Tanah yang merasa terganggu dari tidurnya. “Kami ingin menangkap Beri beruang. Kami sedang membuat jebakan untuknya,” kata para semut.

“Bahaya sekali!” seru Tikus Tanah.

“Dia pasti sudah menangkap Semut Hitam saudara kami. Ia juga berniat mencakar kami, hanya karena kami mengambil air dari mata air!” kata semut-semut.

“Aku akan menolong kalian menggali di bawah sarangnya. Aku pernah hampir tertangkap dia dahulu.”

Seharian itu, para semut dan Tikus Tanah menggali lubang di bawah sarang Beri. Mereka terus menggali selama sepuluh hari. Beri beruang sama sekali tidak curiga.

Suatu malam di hari kesepuluh, Beri beruang kembali ke sarangnya dengan hati gembira. Ia berhenti di depan rumahnya di pohon oak dan berkata pada dirinya,

“Aku sudah makan dan minum sampai kenyang. Satu-satunya yang bikin aku jengkel adalah semut-semut itu. Mereka masih berani mengambil air dari mata airku! Besok akan aku hancurkan lembah semut itu! Akan kucakar mereka dengan cakarku seperti ini…”

Beri beruang mulai mencakar ke segala arah. Ia menghentakkan kakinya ke lantai sarangnya dan, BRRUUK.

Lantai sarangnya jebol. Beri beruang jatuh ke lubang di bawah sarangnya. Lubang itulah yang telah digali para semut dan Tikus Tanah. Beri Beruang harus terus tinggal di lubang itu, kecuali ada penjaga hutan yang menemukannya.

Semut-semut itu akhirnya hidup damai di lembah semut. Saat itu Semut Hitam saudara mereka juga sudah kembali ke rumah. Ternyata ia hanya terpeleset di jalan. Jadi tidak ada yang merusak kebahagiaan mereka sekarang. Para semut dengan bebas pergi mencari makan dan minum di hutan.

(Sumber: bobo.kidnesia.com).

Jelaskan peristiwa pada cerita “Semut dan Beruang” dengan bahasamu sendiri. Tulislah dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Perhatikan penggunaan kata-kata baku. Perhatikan pula penggunaan tanda baca yang benar. Tulislah dalam kotak berikut, lalu bacalah di depan teman-teman dan Bapak/Ibu Guru.

Urutan peristiwa pada cerita “Semut dan Beruang”!

 

Pembelajaran 3.

Ada beragam budaya di Indonesia. Keragaman budaya terjadi di antaranya karena masyarakat menyesuaikan dengan lingkungan sekitar.
Ada sebuah daerah yang memiliki keunikan budaya berupa rumah betang. Di daerah manakah itu? Ayo kita cari tahu.

Ayo Membaca :

Judul Bacaan : Rumah Betang Uluk Palin.

Rumah betang (rumah panjang) uluk palin terletak di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Rumah betang ini berukuran panjang 268 meter, tinggi 5-6 meter, dan memiliki 53 bilik rumah. Menurut data pada tahun 2007, rumah betang uluk palin dihuni lebih dari 500 jiwa yang terdiri atas sekitar 130 kepala keluarga. Tidak diketahui persis pada tahun berapa rumah betang ini pertama kali dibangun. Namun, diperkirakan rumah ini pertama kali didirikan oleh komunitas Tamambaloh Apalin pada tahun 1800-an. Kemudian, rumah betang ini pernah diperbaiki pada 1940-an karena kebakaran. Rumah betang ini juga telah tiga kali berpindah lokasi karena menyesuaikan dengan perubahan alur Sungai Uluk dan Sungai Nyabau akibat erosi.

Dalam tradisi Dayak, rumah betang—dan hutan—adalah pusat sekaligus bagian terpenting semesta kehidupan. Seperti jika kita mengucapkan kata “kampung”, “pulang”, “rumah”; rumah betanglah yang diingat oleh masyarakat Dayak. Bagi mereka, rumah betang juga merupakan pemersatu. Di sanalah mereka berkerabat dan bertradisi. Di rumah betanglah tradisi Dayak terpelihara. Rumah betang adalah kekayaan budaya Indonesia.

Namun, pada Sabtu 13 September 2014 malam rumah betang uluk palin terbakar. Tidak ada yang tersisa dari rumah betang yang terpanjang dan tertua di seantero Kalimantan itu. Masyarakat bersedih karena kehilangan tempat tinggal. Lebih dari itu, masyarakat Kalimantan bersedih karena rumah betang uluk palin merupakan cagar budaya yang sangat penting.

(Sumber: nationalgeographic.co.id).

Bentuk rumah adat setiap suku bangsa menyesuaikan kondisi lingkungan alam sekitarnya. Rumah adat Kalimantan biasanya berupa rumah panggung untuk menghindari serangan hewan-hewan liar. Bagaimana dengan rumah adat di daerahmu?

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan berdiskusi bersama teman-teman kelompokmu.

1) Ceritakanlah secara singkat peristiwa pada teks “Rumah Betang Uluk Palin”.
2) Apa keunikan rumah betang?
3) Apa keunikan rumah adat di daerahmu?

Rumah adat merupakan salah satu keragaman budaya di Indonesia. Adakah keragaman lain dalam budaya Indonesia? Ayo, bacalah teks berikut.

Judul : Keragaman Budaya Bangsa di Wilayah Indonesia.

Kekayaan budaya Indonesia karena berbagai suku bangsa yang ada. Kekayaan itu beragam bentuknya. Beberapa di antaranya berbentuk bahasa daerah, rumah tradisional, pakaian adat, dan kesenian daerah berupa tari-tarian, alat musik, lagu-lagu, dan upacara adat. Semua budaya tersebut menjadi ciri khas tiap-tiap daerah. Berikut contoh budaya daerah di Indonesia.

1) Bahasa Daerah.

Setiap suku bangsa dalam berkomunikasi menggunakan bahasa daerah setempat. Dengan demikian, keragaman suku menghasilkan bahasa yang beragam. Perhatikan contoh keragaman kata akibat keragaman bahasa daerah berikut.

Bahasa Indonesia Bahasa Jawa Bahasa Sunda Bahasa Batak Bahasa Papua
saya aku, kula abdi ahu sa
rumah omah imah bagas ruma

Keragaman bahasa daerah tidak menimbulkan masalah antarsuku bangsa. Hal ini karena dalam komunikasi antarsuku bangsa digunakan bahasa Indonesia yang telah mampu mempersatukan perbedaan bahasa daerah.

2) Rumah Adat.

Hampir setiap suku bangsa mempunyai bentuk rumah sebagai tempat tinggalnya yang berbeda-beda. Bangunan rumah setiap suku bangsa disesuaikan dengan kondisi alam. Nama rumah adat setiap daerah pun berbeda. Berikut nama beberapa rumah adat dari berbagai daerah di Indonesia.

Rumah Adat dan Asal Daerah :

1) Rumoh Aceh, Rumah Krong Bade, dari daerah  Aceh.
2) Rumah Balai Batak Toba, Rumah Bolon, dari daerah Sumatra Utara.
3) Rumah Gadang, dari daerah  Sumatra Barat.
4) Balai Salaso Jatuh atau Rumah Adat Selaso, Jatuh Kembar, Rumah Melayu Atap Belah Riau Bubung, Rumah Melayu Atap Lipat Kajang, dan Rumah Melayu Atap Lontik ; dari Riau.
5) Rumah Melayu Atap Limas Potong, dari daerah  Kepulauan Riau.
6) Rumah Panggung, dari daerah  Jambi.
7) Rumah Bubungan Lima, dari daerah  Bengkulu.
8) Rumah Limas , dari daerah Sumatra Selatan.
9) Rumah Rakit dan rumah Limas, dari daerah  Bangka Belitung.
10) Rumah Nuwou Sesat, dari daerah  Lampung.
11) Rumah Kasepuhan, dari daerah  Jawa Barat.
12) Rumah Adat Badui, dari daerah  Banten.
13) Rumah Kebaya dan Rumah Gudang , dari daerah DKI Jakarta.
14) Rumah Joglo , dari daerah Jawa Tengah.
15) Rumah Joglo , dari daerah DI Yogyakarta.
16) Rumah Joglo , dari daerah Jawa Timur.
17) Rumah Panjang , dari daerah Kalimantan Barat.
18) Rumah Betang , dari daerah Kalimantan Tengah.
19) Rumah Baloy , dari daerah Kalimantan Utara.
20) Rumah Lamin, dari daerah  Kalimantan Timur.
21) Rumah Banjar, dari daerah  Kalimantan Selatan.
22) Gapura Candi Bentar, dari daerah  Bali.
23) Laikas, dari daerah  Sulawesi Utara.
24) Rumah Adat Doloupa , dari daerah Gorontalo.
25) Souraja atau Rumah Raja atau Rumah Besar, Rumah Tambi , dari daerah  Sulawesi Tengah. 
26) Rumah Adat Mandar , dari daerah Sulawesi Barat.
27) Rumah Adat Tongkonan, dari daerah Sulawesi Selatan.

28) Rumah Adat Buton atau Rumah Adat Banua  Tada , dari daerah Sulawesi Tenggara.
29) Dalam Loka Samawa Nusa, dari daerah Tenggara Barat.
30) Sao Ata Mosa Lakitana Nusa, dari daerah Tenggara Timur.
31) Rumah Baileo, dari daerah Maluku.
32) Rumah Baileo, dari daerah Maluku Utara.
33) Honai, dari daerah Papua Barat.
34) Honai, dari daerah Papua.

 

3) Pakaian Adat. 

Pakaian adat tradisional Indonesia merupakan salah satu kekayaan budaya yang dimiliki negara Indonesia. Banyaknya suku-suku dan provinsi yang ada di wilayah negara Indonesia maka banyak pula baju adat yang dimiliki oleh setiap suku di seluruh provinsi Indonesia. Pakaian adat di Indonesia memiliki ciri-ciri khusus dalam pembuatan atau dalam mengenakan pakaian adat tersebut. Berikut beberapa nama pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.

Nama Pakaian Adat da Daerah Asal.
1) Elee Balang :  Aceh.
2) Ulos Sumatra : Utara.
3) Bundo Kanduang : Sumatra Barat.
4) Pakaian Tradisional Melayu : Riau.
5) Teluk Belanga : Kepulauan Riau.
7) Aesan Gede : Sumatra Selatan.
8) Paksian : Bangka Belitung.
9) Kebaya : Jawa Barat.
10) Baju Pangsi : Banten.
11) Kebaya : Jawa Tengah.
12) Kebaya Ksatrian : DI Yogyakarta.
13) Pesa’an : Jawa Timur.
14) Perang Kalimantan Barat.
15) Pengantian Bagajah Gamuling Baular Lulut : Kalimantan Selatan.
16) Kulavi (Donggala) : Sulawesi Utara.
17) Baju Nggembe : Sulawesi Tengah.
18) Baju Bodo : Sulawesi Selatan.
19) Baju Cele : Maluku.
20) Pakaian Manteren Lamo : Maluku Utara.

 

4) Kesenian Daerah.

Kesenian daerah di wilayah Indonesia sangat beragam. Setiap suku bangsa memiliki kesenian khas terdiri atas tari-tarian dan lagu daerah. Berikut beberapa nama tari dari berbagai daerah di Indonesia.

No. Tarian Daerah
1) Tari Seudati, Tari Saman Meusekat Aceh.
2) Tari Serampang Dua Belas, Tari Tor-tor Sumatra Utara.
3) Tari Piring, Tari Payung Sumatra Barat.
4) Tari Tandak, Tari Makan Sirih Riau.
5) Tari Joget Lambak Kepulauan Riau.
6) Tari Sekapur Sirih, Tari Selampir Delapan Jambi.
7) Tari Andun, Tari Bidadari Teminang Anak Bengkulu.
8) Tari Tanggai, Tari Putri Bekhusek Sumatra Selatan.
9) Tari Campak Bangka Belitung.
10) Tari Jangget, Tari Melinting, Tari Badana Lampung.
11) Tari Jaipong, Tari Topeng Kuncaran, Tari Merak : Jawa Barat.
12) Tari Merak, Tari Cokek Banten.
13) Tari Topeng, Tari Yopong DKI Jakarta.
14) Tari Serimpi, Tari Blambang Cakil, Tari Gambyong : Jawa Tengah.
15) Tari Golek Menak, Tari Bedhaya : DI Yogyakarta.
16) Tari Remong, Tari Reog Ponorogo, Tari Padang Wulan : Jawa Timur.
17) Tari Monong, Tari Zapin Tembung : Kalimantan Barat.
18) Tari Tambun dan Bungai, Tari Balean Dadas : Kalimantan Tengah.
19) Tarian Kancet Ledo : Kalimantan Utara.
20) Tari Gong, Tari Perang : Kalimantan Timur.
21) Tari Baksa Kembang, Tari Radab Rahayu : Kalimantan Selatan.
22) Tari Legong, Tari Kecak, Tari Pendet : Bali.
23) Tari Maengket, Tari Polo : Sulawesi Utara.
24) Tari Saronde : Gorontalo.
25) Tari Lumense, Tari Moduai, Tari Peule Cinde : Sulawesi Tengah.
26) Tari Toerang Batu : Sulawesi Barat.
29) Tari Kipas, Tari Bosara : Sulawesi Selatan.
28) Tari Balumpa, Tari Dinggu : Sulawesi Tenggara.
29) Tari Mpa Lenggogo, Tari Gandrung : Nusa Tenggara Barat.
30) Tari Perang, Tari Caci, Tari Gawi : Nusa Tenggara Timur.
31) Tari Lenso, Tari Cakelele : Maluku.
32) Tari Perang, Tari Nahar Ilaa : Maluku Utara.
33) Tari Suanggi, Tari Perang Papua : Papua Barat.
34) Tari Selamat Datang, Tari Musyoh : Papua.

Itulah contoh keragaman budaya yang ada dalam masyarakat Indonesia. Semua itu merupakan kekayaan negara Indonesia yang sangat dikagumi negara lain. Indonesia memang memiliki masyarakat majemuk. Namun demikian, masyarakat Indonesia tetap hidup rukun, saling menghormati, dan bertoleransi antarwarga masyarakat. Masih banyak keragaman masyarakat Indonesia lainnya.

Kamu telah mengetahui keragaman budaya di Indonesia. Keberagaman itu tentu diperlukan sikap toleransi di antara masyarakat Indonesia. Sikap apa yang dapat kalian terapkan dalam keragaman budaya masyarakat Indonesia? Buatlah naskah drama pendek tentang sikap toleransi, lalu mainkan naskah drama tersebut.

Kerjakan tugas ini bersama kelompokmu. Setiap kelompok terdiri atas 4-5 siswa.

1.Tuliskan daftar kosakata dari bahasa Indonesia dan bahasa daerahmu yang sesuai artinya. Tuliskan paling sedikit 25 kata.

2.Identifikasi nama dan keunikan pakaian adat dari daerahmu.

3.Tuliskan judul lagu-lagu daerah di Indonesia.

 

Selain keragaman budaya, ada berbagai jenis usaha dan kegiatan ekonomi dalam masyarakat. Apa sajakah itu?

Judul Bacaan : Jenis Usaha dengan Mengolah Sumber Daya Alam.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat melakukan berbagai usaha. Berbagai kegiatan dan jenis usaha yang dilakukan menghasilkan barang dan jasa. Salah satu jenis usaha di masyarakat yaitu mengolah sumber daya alam dari lingkungan.

Kita mengenal berbagai bentuk kegiatan manusia dalam mengolah sumber daya alam untuk mencukupi kebutuhan hidup. Jenis usaha bidang produksi yang bergerak dalam pengolahan sumber daya alam (hewan dan tumbuhan) disebut usaha agraris. Jenis usaha yang termasuk bidang agraris (pertanian dalam arti luas) antara lain persawahan, perkebunan, perhutanan, peternakan, dan perikanan.

Umumnya, usaha persawahan dan perkebunan dilakukan di daerah perdesaan karena tanahnya masih luas. Namun, sekarang kita dapat melakukan usaha penanaman pada lahan sempit, misalnya dengan cara hidroponik (penanaman dengan media air) atau vertikultur (cara bercocok tanam dengan menempatkan media tanam dalam wadah yang disusun secara vertikal). Tanah pertanian ditanami sayur-mayur, buah-buahan, dan palawija. Lahan pertanian juga dimanfaatkan untuk perkebunan. Tanaman perkebunan di antaranya cengkih, teh, karet, cokelat, tembakau, kopi, dan kelapa sawit.

Usaha di bidang peternakan membutuhkan lahan yang luas. Hewan-hewan yang diternakkan antara lain sapi, kambing, domba, itik, dan ayam. Selain itu, ada juga peternakan ulat sutra. Kepompong ulat sutra dapat menghasilkan serat bahan baku kain sutra.

Kegiatan pertanian lainnya adalah perikanan. Usaha di bidang perikanan dapat dilakukan di daerah pantai atau bendungan/waduk. Akan tetapi, ada juga usaha perikanan yang memanfaatkan kolam-kolam di lahan persawahan.

Ada pula jenis usaha lain yang memanfaatkan secara langsung sumber daya alam. Jenis usaha ini disebut bidang usaha ekstraktif. Dalam bidang usaha ekstraktif, kita hanya mengambil sumber daya alam tanpa harus mengolahnya terlebih dahulu. Bidang usaha ekstraktif yaitu berburu, pertambangan, dan penebangan hutan.

Amatilah aktivitas penduduk sekitarmu yang memanfaatkan sumber daya alam.

 

 

Pakaian Adat Indonesia

Gambar Dan Nama Pakaian Adat Tradisional Dari 33 Provinsi di Indonesia – Mungkin anak muda zaman sekarang sudah langka yang tertarik dengan kebudaya negara tercinta Indonesia ini. Karena kebanyakan dari mereka terlalu sibuk dengan urusan seperti pacaran, ke salon, shoping, nonton atau yang lainnya.

Namun jika bukan kita sebagai anak muda, siapa lagi yang akan melestarikan kebudayaan Indonesia minimal mengetahui kebudayaan masing-masing. Berikut adalah gambar dan nama rumah adat dari 33 provinsi di Indonesia.

1. Provinsi Nanggro Aceh Darussalam – Pakaian Adat Tradisional Ulee Balang

Pakaian adat tradisional Aceh biasa adalah Ulee Balang, pakaian tersebut biasanya digunakan oleh para raja dan keluarganya.

 

2. Provinsi Sumatera Utara – Pakaian Adat Tradisional Ulos

Pakaian adat tradisional Sumatera Utara adalah Ulos. Pakaian adat Ulos dianggap oleh masyarakat suku Batak Karo sebagai ajimat yang mempunyai daya magis tertentu.

 

3. Provinsi Sumatera Barat – Pakaian Adat Tradisional Bundo Kanduang

Pakaian adat tradisional Sumatera Barat di bagi menjadi 2 yaitu Pakaian Penghulu dan Pakaian Adat Bundo Kanduang yang terdapat di daerah Minangkabau Sumatra Barat.

(Pakaian Adat Tradisional Penghulu)

 

(Pakaian Adat Tradisional Bundo Kanduang)
 

4. Provinsi Riau
– Pakaian Adat Tradisional Melayu

Pakaian adat tradisional Riau adalah pakaian adat tradisional Melayu. Di Riau ada 3 macam pakaian adat tradisional Melayu yaitu Siak Riau, Indragiri dan Bengkalis Riau.

 (Pakaian Adat Tradisional Siak Riau, Indragiri dan Bengkalis Riau)

5. Provinsi Kepulauan Riau
– Pakaian Adat Tradisional Belanga

Untuk pakaian adat tradisional pria, baju yang dipakai adalah baju Melayu  berupa atasan yang disebut teluk belanga. Busana ini terdiri dari celana, kain sampin, dan songkok atau penutup kepala. Untuk perempuan, pakaian yang dipakai berupa baju kurung, kain, dan selendang. Selendang dipakai dengan cara disampirkan di bahu.


6. Provinsi Jambi
– Pakaian Adat Tradisional Melayu Jambi

Pakaian adat tradisional Jambi sama seperti yang ada di daerah Pulau Sumatera yang lain, yaitu pakaian adat tradisional Melayu. Pakaian adat tradisional Melayu dari Jambi ini biasanya lebih mewah daripada pakaian yang digunakan sehari-hari karena disulam dengan benang emas dan dihiasi dengan berbagai hiasan yang mewah untuk kelengkapannya.

 

7. Provinsi Sumatera Selatan – Pakaian Adat Tradisional Aesan Gede

Pakaian adat tradisional Sumatera Selatan adalah Aesan Gede. Baju adat tradisional ini terinspirasi dari zaman kerajaan Sriwijaya yang dulunya berjaya di daerah Sumatera Selatan.

 

8. Provinsi Bangka Belitung – Pakaian Adat Tradisional Paksian

 

Pakaian adat tradisional Bangka Belitung adalah Paksian. Untuk perempuan biasanya memakai baju kurung berwarna merah yang berbahan kain sutra dan kepalanya memakai mahkota yang biasa disebut dengan nama Paksian. Sedangkan untuk laki-laki menggunakan sorban atau yang biasa disebut masyarakat Bangka Belitung sebagai Sungkon.

 

9. Provinsi Bengkulu – Pakaian Adat Tradisional Bengkulu

Pakaian adat tradisional wanita di Bengkulu mengenakan baju kurung berlengan panjang, bertabur corak-corak, sulaman emas berbentuk lempengan-lempengan bulat seperti uang logam. Pakaian adat tradisional pria terdiri atas jas, sarung, celana panjang, alas kaki yang dilengkapi dengan tutup kepala dan sebuah keris.


10. Provinsi Lampung
– Pakaian Adat Tradisional Tulang Bawang

Pakaian adat tradisional Lampung bila dicermati terdapat perbedaan antara lampung pesisir dengan lampung daratan tetapi pada dasar masih sama yaitu menggunakan kain tapis di hias dengan logam kuningan yang memper indah dan mebuat mewah, sedangkan kain tapis adalah suatu kain yang ditenun secara manual dengan menggunakan tinta mas yang di ukir dengan tangan tangan terampil hingga membuat yang memakai pakaian penganten tersebut terlihat lebih berwibawa.


11. Provinsi DKI Jakarta – Pakaian Adat Tradisional Betawi
Pakaian adat tradisional Jakarta biasa disebut dengan nama Pakaian Adat Betawi yang dipengaruhi dari berbagai corak masyarakat Jakarta yang sangat beragam diantaranya dipengaruhi oleh budaya Arab, China, Melayu dan Budaya Barat.


12. Provinsi Jawa Barat
– Pakaian Adat Tradisional Kebaya

Untuk pakaian adat tradisional Jawa Barat memiliki perbedaan untuk laki-laki dan perempuan. Kain kebaya pada dasarnya digunakan perempuan di semua lapisan, baik rakyat biasan maupun bangsawan. Perbedaannya mungkin hanya pada bahan kebaya yang digunakan serta corak hiasnya.


13. Provinsi Banten – Pakaian Adat Tradisional Pangsi
Untuk masyarakat Baduy masih mengenakan pakaian adat tradisionalnya dalam kehidupan sehari-hari. Baduy Dalam sering mengenakan pakaian adat berwarna putih yang melambangkan kesucian. Sementara Baduy Luar mengenakan pakaian adat berwarna hitam.


14. Provinsi Jawa Tengah – Pakaian Adat Tradisional Kain Kebaya
Pakaian adat tradisional Jawa Tengah identik dengan penggunaan kain kebaya dengan motif batik, dimana batik yang digunakan merupakan batik tulis yang masih tergolong asli.


15. Provinsi Daerah Istimewa Yogjakarta
– Pakaian Adat Tradisional Kasatrian

Pakaian adat tradisional masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta terdiri dari seperangkat pakaian adat tradisional yang memiliki unsur-unsur yang tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya. Kelengkapan berbusana tersebut merupakan ciri khusus pemberi identitas bagi pemakainya yang meliputi fungsi dan peranannya. Oleh karena itu, cara berpakaian biasanya sudah dibakukan secara adat, kapan dikenakan, di man dikenakan, dan siapa yang mengenakannya.

16. Provinsi Jawa Timur – Pakaian Adat Tradisional Pesa’an
Pakaian adat tradisional Madura, Jawa Timur biasa disebut pesa’an. Pakaian ini terkesan sederhana karena hanya berupa kaos bergaris merah putih dan celana longgar. Untuk wanita biasa menggunakan kebaya.


17. Provinsi Bali
– Pakaian Adat Tradisional Bali

Pakaian adat tradisional Bali sesungguhnya sangat bervariasi, meskipun secara selintas kelihatannya sama. Masing-masing daerah di Bali mempunyai ciri khas simbolik dan ornamen, berdasarkan kegiatan/upacara, jenis kelamin dan umur penggunanya. Status sosial dan ekonomi seseorang dapat diketahui berdasarkan corak busana dan ornamen perhiasan yang dipakainya.


18. Provinsi Nusa Tenggara Barat
– Pakaian Adat Tradisional Lombok

Pakaian adat tradisional Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah Pakaian Adat Lombok.

 




19. Provinsi Nusa Tenggara Timur
– Pakaian Adat Tradisional Nusa Tenggara Timur

Ti’langga merupakan aksesoris dari pakaian adat tradisional untuk pria Rote, Nusa Tenggara Timur. Untuk wanita, biasanya mengenakan baju kebaya pendek dan bagain bawahnya mengenakan kain tenun.


20. Provinsi Kalimantan Barat
– Pakaian Adat Tradisional Perang

Pakaian ini adalah pakaian yang digunakan sudah sejak dulu oleh masyarakat Kalimantan Barat. Pakaian adat trasional Kalimantan Barat berbahan kulit kayu yang diproses menjadi kain. Untuk bahan utama yang digunakan sebagai bahan pakaian adat tradisional Kalimantan Barat adalah kulit kayu kapuo atau ampuro. Kulit kayu tersebut dipukul termasuk di pukul di dalam air menggunakan pemukul yang berbentuk bulat. Kemampuan mengolah kulit kayu menjadi kain oleh masyarakat merupakan kemampuan yang secara turun temurun diturunkan oleh nenek moyang.


21. Provinsi Kalimantan Tengah
– Pakaian Adat Tradisional Kalimantan Tengah

Untuk pakaian adat tradisional pengantin pria di Kalimantan Tengah memakai celana panjang sampai lutut, selempit perak atau tali pinggang dan tutup kepala. Perhiasan yang dipakai adalah inuk atau kalung panjang, cekoang atau kalung pendek dan kalung yang terbuat dari gigi binatang. Pengantin wanita memakai kain berupa rok pendek, rompi, ikat kepala dengan hiasan bulu enggang, kalung dan subang.


22. Provinsi Kalimantan Selatan
– Pakaian Adat Pengantin Bagajah Gamuling Baular Lulut

Ada beberapa jenis pakaian adat tradisional Suku Banjar yang berasal dari provinsi Kalimantan Selatan, antara lain Pengantin Bagajah Gamuling Baular Lulut, Pengantin Baamar Galung Pancar Matahari, Pengantin Babaju Kun Galung Pacinan dan Pengantin Babaju Kubaya Panjang.


23. Provinsi Kalimantan Timur
– Pakaian Adat Tradisional Kalimantan Timur

Orang Kalimantan Timur biasanya mengenakan pakaian adat tradisional khas mereka bergantung fungsi dan penggunaan. Pakaian yang dikenakan untuk bepergian berbeda dengan pakaian sehari-hari. Apalagi pakaian untuk acara dan upacara-upacara tertentu. Begitu pula pakaian yang dikenakan untuk menari pun berbeda dengan pakaian lainnya. Pakaian adat yang dimiliki masyarakat Kalimantan Timur biasa dikenakan pada saat upacara, perkawinan, tarian, dan sebagainya.


24. Provinsi Sulawesi Utara
– Pakaian Adat Tradisional Kulavi (Donggala)

Provinsi Kalimantan Utara dapat dikatakan provinsi yang paling muda dalam sejarah berdirinya negara Indonesia. Provinsi ini juga sekaligus provinsi yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Awalnya provinsi ini termasuk kedalam provinsi Kalimantan Timur sehingga untuk suku bangsa dan kebudayannya pun mirip dengan Kalimantan timur.



25. Provinsi Sulawesi Barat
– Pakaian Adat Tradisional Mandar

Lipa Saqbe Mandar (Sarung Sutra Mandar) adalah pakaian adat Sulawesi Barat yang sepintas memiliki persamaan dengan kain sutra daerah lain, tapi di setiap jenis dan nama Lipa Saqbe Mandar memiliki ciri khas khusus yakni dari segi corak (sure’ ataupun bunga) dan cara pembuatannya, yang membuatnya terkenal ke daerah sekitarnya (bugis dan makassar).


26. Provinsi Sulawesi Tengah
– Pakaian Adat Tradisional Nggembe

Baju Nggembe adalah pakaian adat tradisional yang dipakai oleh remaja putri untuk Upacara Adat atau pesta. Baju Nggembe berbentuk segi empat, berkerah bulat berlengan selebar kain, panjang blus sampai pinggang dan berbentuk longgar.


27. Provinsi Sulawesi Tenggara
– Pakaian Adat Tradisional Suku Tolaki

Pakaian adat Provinsi Sulawesi Tenggara  adalah Pakaian Adat Suku Tolaki.



28. Provinsi Sulawesi Selatan
– Pakaian Adat Tradisional Bodo

Baju bodo  adalah pakaian adat tradisional perempuan Bugis,  Sulawesi Selatan,  Indonesia. Baju bodo berbentuk segi empat, biasanya berlengan pendek, yaitu setengah atas bagian siku lengan. Baju bodo juga dikenali sebagai salah satu busana tertua di dunia.


29. Provinsi Gorontalo
– Pakaian Adat Tradisional Gorontalo

Dalam acara pernikahan pakaian adat tradisional daerah khas Gorontalo disebut Biliu (pakaian pengantin putri) dan Mukuta (pakaian pengantin putra). Pakaian adat Gorontalo umumnya mempunyaitiga warna dan memiliki arti tertentu yaitu warna ungu, warna kuning keemasan, dan warna hijau.


30. Provinsi Maluku
– Pakaian Adat Tradisional Baju Cele

Baju Cele bermotif garis-garis geometris atau berkotak-kotak kecil. Biasanya, baju Cele dikombinasikan dengan kain sarung yang warnanya tidak terlalu jauh berbeda, yang penting harus seimbang dan serasi. Baju cele dipakai dalam upacara-upacara adat.


31. Provinsi Maluku Utara
– Pakaian Adat Tradisional Manteren Lamo

Pakaian Manteren Lamo (Sultan) adalah pakaian adat tradisional Maluku Utara yang terdiri atas celana panjang hitam dengan bis merah memanjang dari atas ke bawah, baju berbentuk jas tertutup dengan kancing besar terbuat dari perak berjumlah sembilan . Sementara itu, leher jas, ujung tangan, dan saku jas yang terletak di bagian luar berwarna merah.


32. Provinsi Papua Barat
– Pakaian Adat Tradisional Ewer

Pakaian adat Ewer merupakan pakaian adat tradisional Papua Barat.


33. Provinsi Papua
– Pakaian Adat Tradisional Papua

Pakaian adat pria dan wanita di Papua hampir sama bentuknya. Mereka memakai baju dan penutup badan bagian bawah dengan model yang sama. Mereka juga sama-sama memakai hiasan kepala berupa burung cendrawasih, gelang, kalung, dan ikat pinggang dari manik-manik, serta rumbai-rumbai pada pergelangan kaki. Bentuk pakaian yang terlukis di sini merupakan ciptaan baru. Dengan tombak/panah dan perisai yang dipegang mempelai laki-laki menambah kesan adat Papua.

Itulah gambar dan nama pakaian adat tradisional dari 33 provinsi di Indonesia yang alangkah baiknya kita sebagai anak bangsa Indonesia minimal mengetahuinya dan melestarikannya meskipun tidak melihatnya secara langsung. Semoga artikel yang saya berikan di atas dapat bermanfaat untuk semuanya, terutama teman-teman Tasik Cyber.