Arsip Kategori: SD4 Agama Katolik

Syahadat Iman / Credo Singkat

Syahadat Iman / Credo Singkat (PS1).

Aku percaya akan Al-lah.
Bapa yang Maha Kuasa. pencipta langit dan bumi.
Dan akan Yesus Kristus.
PuteraNya yang tunggal, Tuhan kita.
Yang dikandung dari Roh Kudus.
dilahirkan oleh perawan Maria.
Yang menderita sengsara.
dalam pemerintahan Pontius Pilatus.
disalibkan, wafat dan dimakamkan.
Yang turun ketempat penantian.
pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati.
Yang naik ke surga.
duduk disebelah kanan Al-lah Bapa yang Maha Kuasa.
Dari situ Ia akan datang mengadili orang hidup dan mati.
Aku percaya akan Roh Kudus.
Gereja Katholik yang Kudus.
Persekutuan para Kudus.
pengampunan dosa.
kebangkitan badan.
kehidupan kekal.

Amin.

Doa Tobat.

Al-lah yang maharahim, aku menyesal atas dosa-dosaku. Aku sungguh patut Engkau hukum, terutama karena aku telah tidak setia kepada Engkau yang maha pengasih dan mahabaik bagiku.
Aku benci akan segala dosaku, dan berjanji dengan pertolongan rahmat-Mu hendak memperbaiki hidupku da tidak akan berbuat dosa lagi. Al-lah yang maha-murah, ampunilah aku, orang berdosa. (Amin.)

[Puji Syukur no 13]
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. (Amin.)

Terpujilah nama Yesus, Maria dan Yosef, sekarang dan selama-lamanya (Amin.)

SD Kelas 4-2 Agama Katolik – Bab 4 Gereja

SD Kelas 4-2 Agama Katolik – Bab 4 Gereja.

A. Ungkapan Syukur Tokoh-tokoh Perjanjian Lama.
B. Doa Syukur Gereja.
C. Doa Pribadi.
D. Doa Bersama.
E. Doa Spontan.

A. Ungkapan Syukur Tokoh-tokoh Perjanjian Lama.

* Perayaan Paskah Yahudi merupakan Perayaan syukur Bangsa Israel yang terbebas dan perbudakan bangsa Mesir. Bangsa Israel terbebas dan bangsa Mesir dipimpin oleh Musa.
* TokOh-tokoh yang menyertakan Tuhan dalam karya-karya adalah Musa dan Daud.
* Musa mengungkapkan imannya kepada Tuhan lewat nyanyian Musa (lilangan 32:14)
* Daud adalah penggembala domba yang pandal bermain kecapi dan mecitakan lagu. Lagu pujian Daud yang berjudul Tuhan adalah Gembalaku, terdapat dalam Kitab Mazmur 23.
* Paskab menurut Perjanjian Lama adaish Bangsa Israel terbebas ciari barigsa Israel.
* Paskah menurut Perfarijian Baru adalah Kebangkitan Yesus.

Latihan Soal:
1. .ielaskan tujuan perayaan Paskah Yahudi, Kel 12:1-12!
2. Ceritakan kembali secara singkat Nyanyian Musa (Ul 32:1-14)

 

B. DOA SYUKUR GEREJA.

* Perayaan Ekaristi adalah perayaan untuk mengenang Yesus yang rela berkurban menyerahkan tubuh dan darah-Nya bagi Keselamatan manu&a. Da a” Perayaan Ekaristi Tuhan Yesus bersabda (liturgi sabda), dan Yesus yang hadir  dengan  tubuh dan darah-Nya (liturgi ekaristi).

* Hari-hari raya dalam Gerela Katolik, yaitu:

  • a. Hari Natal adalah han untuk merayakan kelahiran Tuhan Yesus. Dirayakan pada tanggal 25 Desember.
  • b. Epifani adalah hari untuk merayakan penampakkan Tuhan pada tiga raja dari timur.
  • c. Minggu Palma adalah hari untuk merayakan Yesus memasuki kota “Yerusalem sebagai raja damai atau Yesus dielu-elukan sebagai raja di Yerusalem.
  • d. Kamis Putih adalah hari raya untuk mengenang perjamuan malam terakhir bersama murid-Nya. Kamis Putih mengawali pekan suci. Yesus memimpin perjamuan dengan mengucapkan berkat, memecahkan roti dan membagi-bagikan kepada murid-muridNya. Ia juga  mengedarkan piala yang berisi anggur. Kata-kata yang diucapkan Yesus  ketiga membagikan-bagikan roti kepada murid-Nya yaltu: “AmbiIIah, makanlah, inilah tubuh-Ku” dan ketika mengedarkan piala berisi anggur, Yesus mengucapkan “Minumlah, kamu semua dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa”.
  • e. Jumat  Agung adalah hari raya mengenang sengsara dan wafat Yesus di kayu salib.
  • f. Minggu Paskah adalah hari raya kebangkitan Yesus Kristus.
  • g. Pentakosta adalah merayakan turun-Nya Roh Kudus atas para rasul. Kita rayakan setelah 50 hari Minggu Paskah.

Latihan Soal:
1. Pada pehstiwa tersebut, apa yang dilakukan Yesus bersama para muridNya?
2. Kata-kata apa yang diucapkan Yesus ketika memberikan roti dan anggur kepada para muridNya?
3. Pada saat ini, peristiwa tersebut kita peringati pada hari raya apa?
4. Pada bagian mana di dalam ekaristi, kita mengenangkan secara khusus Peristiwa perjamuan  terakhir?
5. Jelaskan makna perayaan Ekaristi?
6. Sebutkan hari-hari raya dalam Gereja Katolik, jelaskan waktu perayaan serta maknanya!

 

C. DOA PRIBADI.

  • Berdoa adalah berkomunikasi dengan Tuhan, berbicara atau berbincang-bincang dengan Tuhan, mendengarkan kehendak Tuhan.
  • Berdoa mengungkapkan iman dan kepasrahan diri kepada Tuhan.
  • Ada 3 bagian dalam berdoa yaitu mengucapkan syukur, memuliakan nama Tuhan dan memohon berkat dan rahmat kepada Tuhan.
  • Sikap-sikap yang dilaksanakan dalam berdoa yaitu jujur, tidak pamer, tulus hati, sungguh keluar dari hati, tidak bertele-tele.
  • Di dalam tradisi Gereja mengenal berbagai bentuk doa yaitu doa permohonan, doa pujian, dan doa syukur. Doa pribadi dapat didoakan setiap hari dan setiap saat dimanapun kita berada.
  • Dalam doa pribadi kita menyampaikan perasaan baik kegembiraan maupun kesedihan, harapan serta kebimbangan, tetapi kita juga mendengarkan apa yang menjadi kehendak Tuhan.

Latihan :
1. Jelaskan arti doa.
2. Jelaskan bentuk-bentuk doa.
3. Tulislah doa pribadi sesuai dengan keperluanmu!
4. Tugas: Buat jadwal doa pribadi yang akan kamu Iaksanakan di rumah!

 

Doa Bersama.

  • Doa bersama sebagai ungkapan iman seluruh Gereja di antaranya Perayaan Ekaristi, Ibadat Lingkungan, pendalaman kitab suci, doa novena, ziarah dan lain sebagainya.
  • Urutan ibadat terdiri dan 3 bagian ritus pembukaan, liturgi sabda, dan ritus penutup.
  • Doa yang disampaikan dalam ibadat sabda adalah doa pembuka, doa Bapa Kami, dan doa penutup.
  • Ritus Pembuka terdiri dari tanda salib, salam, pen gantar, pernyataan tobat, Tuhan Kasihanilah dan doa pembuka.
  • Liturgi Sabda terdiri dan Bacaan Pertama, Bait Pengantar Injil, Bacaan Injil, Renungan, doa umat dan Doa Bapa Kami.
  • Ritus Penutup terdiri dan doa penutup dan mohon berkat Tuhan.
  • Petugas-petugas dalam ibadat yaltu pemimpin, lektor, dirigen, paduan suara, petugas doa umat, petugas yang menyiapkan sarana atau perlengkapan ibadat.
  • Doa yang diajarkan Tuhan Yesus adalah doa Bapa Kami. Yesus mengajarkan doa Bapa Kami kepada Para Murid-murid. Murid-murid yang diajak doa bersama dengan Yesus di Taman Getsman adalah : Petrus, Yakobus dan Yohanes.

Tugas : Praktek ibadat bersama kelompok.

 

E.Doa Spontan.

  • Doa yang berkenan di hadapan Al-lah bukan doa yang panjang dan dengan kata-kata yang indah.
  • Doa yang berkenan pada Tuhan adalah doa yang jujur dan tulus yang keluar dari hati.
  • Yesus memanggil Allah dengan Bapa. Hal ini menunjukkan kedekatan antara Yesus dengan Bapa-Nya. Ketika merasa sedih, membutuhkan bantuan, merasa ditinggalkan, merasa takut sebelum rnemulai pekerjaan, dan sesudah bekerja Yesus selalu berdoa kepada Bapa. Dengan berdoa Yesus mengungkapkan isi hati-Nya kepada Bapa.

Latihan Soal:
1, Jelaskan arti doa!
2. Tuliskan doa sesuai dengn keperluan!
3. Tugas : menuliskan doa Bapa Kami.

 

SD Kelas 4-2-9 – Ibadat Doa Agama Katolik

 Ibadat Doa Agama Katolik.

Tokoh / Petugas :
1. Pembawa Acara Doa. (1 orang).
2. Dirigen. ( 1 orang ).
3. Petugas Koor dan Umat ( beberapa orang).
4. Petugas Bacaan Pertama (1 orang).
5. Petugas Bacaan Injil (1 orang).

 

1. Ritus Pembuka.

Marilah Kita Buka Doa / Ibadat kita hari ini dengan menyanyikan Lagu pembuka: Tuhan Kau Satukan Kami. (Puji Syukur Nomer 428).

Tuhan, kau satukan kami dalam perjamuan-Mu.
Dengan makan roti ini, kami pun bersaudaralah.
Pesta kau selenggarakan, kau sebarkan undangan.
Yang serta dalam perjamuan, akan hidup kekal.
Bagai yang Engkau janjikan, pada rasul-rasul-Mu.
Dan kami percaya tulus hati, Dikau tak ingkar janji.

Tuhan, Kau satukan kami dalam perjamuan-Mu.
Dengan makan roti ini,  kami pun Bersaudaralah.
Kala Kau serahkan roti, pada para muridMu.
Engkau nyatakan penuh cinta, Trimalah hidupku.
Itulah tanda cinta-Mu, bagi kami umatMu.
Kini kami satu dengan Dikau, Dikau tak ingkar janji.

 

Tanda Salib.

Pembawa Acara : Dalam Nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus.
Umat Menjawa    : Amin.

Salam.

Pembawa Acara : Kasih karunia, dan damai sejahtera dari Al-lah Bapa dan dari Tuhan kita Yesus Kristus, selalu beserta kita.
Umat : Sekarang dan selama-lamanya.

Kata Pengantar.

Pembawa Acara & Umat :

Marilah kita menyatakan Tobat Kita.

Saya mengaku kepada Al-lah Yang Maha Kuasa dan kepada saudara sekalian bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian, saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu saya mohon, kepada, Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus, dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Al-lah, Tuhan kita.

Pembawa Acara :

Semoga Al-lah Yang Maha Kuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan menghantar Kita kehidupan yang kekal.

Umat :  Amin.

 

Tuhan Kasihanilah Kami.

Pembawa Acara : Tuhan kasihanilah kami.
Umat                   : Tuhan Kasihanilah kami.
Pembawa Acara : Kristus kasihanilah Kami.
Umat                   : Kristus Kasihanilah Kami.
Pembawa Acara : Tuhan Kasihanilah Kami.
Umat                   : Tuhan Kasihanilah Kami.

 

Doa Pembuka.

Pembawa Acara  : Marilah Kita bersatu dalam Doa (di doakan bersama Umat).

Al-lah Bapa kami, pada hari ini kami anak-anak-Mu berkumpul,
untuk mendengarkan Sabda-Mu.
Semoga Sabda-Mu yang kami terima pada hari ini,
mendorong kami untuk rajin berdoa,
baik secara pribadi maupun secara bersama,
di rumah, di lingkungan, ataupun di Gereja.
Dengan demikian, kami selalu dekat dengan-Mu.
Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami.
Amin.

 

2. Liturgi Sabda.

Bacaan Pertama.

Teks kitab suci yang dipilih disesuaikan dengan tema “doa” misalnya: Cara Hidup Jemaat Perdana (Kisah Para Rasul  bab 2: ayat 42 dan 46)

Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Al-lah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati.

 

Bait Pengantar Injil.

Petugas Bacaan Injil : Semoga Tuhan beserta kita.
Umat                          : Sekarang dan selama-lamanya.

Bacaan Injil.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Mateus  bab 7: ayat 7 – 11.

“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima, dan setiap orang yang mencari, mendapat; dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.

 

Doa Umat.

Pembawa Acara :

Marilah kita menyatukan segala doa dan permohonan, serta persembahan kita dengan doa yang diajarkan oleh Tuhan Kita Yesus Kristus.

Pembawa Acara bersama Umat :

Bapa kami yang ada di surga.
Dimuliakanlah nama-Mu.
Datanglah kerajaan-Mu.
Jadilah kehendak-Mu
di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini.
dan ampunilah kesalahan kami.
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami,
ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
Amin.

Doa Penutup.

Pembawa Acara  :

Ya Bapa yang Maha Kudus, kami bersyukur atas Sabda-Mu yang kami dengar hari ini. Semoga Sabda-Mu meneguhkan kami untuk semakin bertumbuh dalam kehidupan doa.
Dengan perantaraan Kristus,Tuhan kami.

Umat :  Amin.

 

3. Ritus Penutup, Berkat Penutup.

Pembawa Acara : Marilah kita mohon berkat dari Tuhan.
Semoga Tuhan beserta kita.
Umat                   : Sekarang dan selama-Iamanya.
Pembawa Acara : Semoga kita semua yang hadir saat ini,
orang-orang yang kita doakan,
dan kita selalu diberkati oleh Allah Bapa yang Maha Kuasa,
Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
Umat                   : Amin.

 

 

SD Kelas 4-2 Agama Katolik – Bab 3 Masyarakat

SD Kelas 4-2 Agama Katolik – Bab 3 Masyarakat.

Pelajaran 3 : Masyarakat.

A. Hormat kepada Orang Tua.
B. Cinta Kepada Sesama.
C. Menghormati Hidup.
D. Menghormati milik orang lain.

A. Hormat Kepada Orang Tua.

  1. Orang tua adalah wakil Al-lah yang bertugas menjaga, menghidupi dan mendidik anak-anak hingga menjadi manusia.
  2. Perintah keempat dalam Sepuluh  Perintah Al-lah berbunyi : Hormatilah ibu bapamu.
  3. Jasa ibu dan ayah sangat besar bagi kita.
  4. Jasa Ibu :
    • Ibu mengandung kita selama 9 bulan.
    • Ibu mengurus dan membesarkan kita
    • Ibu membimbing dan mendidik kita.
    • Ibu membantu ayah bekerja untuk menghidupi keluarga.
  5. Jasa Ayah :
    • Ayah menjadi tulang punggung kehidupan keluarga.
    • Ayah bekerja untuk menghidupi kita.
    • Ayah menjamin rasa aman.
    • Ayah mengupayakan dan menjamin pendidikan kita.
  6. Sikap dan kewajiban kita terhadap orang tua, antara lain :
    1. Hormat terhadap orang tua, berwujud :
      1. Berbicara dengan sopan dan rendah hati.
      2. Tidak metertawakan atau menghina orang tua.
    2. Cinta terhadap orang tua, berwujud :
      1. Senang hati dalam menghibur, memperhatikan, berterima kasih kepada orang tua dan mendoakan mereka.
    3. Taat kepada orang tua, berwujud :
      1. Menaati orangtua secara lahir dan batin.
      2. Melaksanakan perintahnya dengan sepenuh hati tanpa menggerutu (marah).
    4. Membantu orang tua, berwujud :
      1. Selalu siap sedia membantu orang tua terlebih pada tuanya agar tidak kekurangan dan kesepian.
    5. Santo Paulus menasihati kita : “Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan”.
    6. Kita Suci yang berbicara tentang menghormati orang tua, yaitu :
      • Ulangan 5 : 16 : Hormatilah ayah dan ibumu sebagaimana TUHAN Al-lahmu telah memerintahkannya kepadamu. Jika kamu mengikutinya, kamu akan hidup lama dan segala sesuatu berjalan dengan baik bagimu di negeri yang diberikan TUHAN Al-lahmu kepadamu.
      • Sirak 3: 12-16 :
        Kewajiban terhadap orang tua :
        1 – Anak-anakku, dengarkanlah aku, bapamu, dan hendaklah berlaku sesuai dengan apa yang kamu dengar, supaya selamat.
        2 – Memang Tuhan telah memuliakan bapa pada anak-anaknya, dan hak ibu atas para anaknya diteguhkan-Nya.
        3 – Barangsiapa menghormati bapanya memulihkan dosa,
        4 – dan siapa memuliakan ibunya serupa dengan orang yang mengumpulkan harta.
        5 – Barangsiapa menghormati bapanya, ia sendiri akan mendapat kesukaan pada anak-anaknya pula, dan apabila bersembahyang, niscaya doanya dikabulkan.
        6 – Barangsiapa memuliakan bapanya akan panjang umurnya, dan orang yang taat kepada Tuhan menenangkan ibunya
        7 – serta melayani orang tuanya sebagai majikannya.
        8 – Anakku, hormatilah bapamu, baik dengan perkataan maupun dengan perbuatan, supaya berkat dari padanya turun atas dirimu.
        9 – Rumah tangga anak dikukuhkan oleh berkat bapa, tapi dasar-dasarnya dicabut oleh kutuk ibu.
        10 – Jangan membanggakan nista bapamu. Memang nista bapa bukan kehormatan bagi dirimu!
        11 – Sebaliknya kemuliaan seseorang terletak dalam menghormati bapanya, dan malu anak ialah ibu ternista.
        12 – Anakku, tolonglah bapamu pada masa tuanya, jangan menyakiti hatinya di masa hidupnya.
        13 – Pun pula kalau akalnya sudah berkurang hendaklah kaumaafkan, jangan menistakannya sewaktu engkau masih berdaya.
        14 – Kebaikan yang ditunjukkan kepada bapa tidak sampai terlupa, melainkan dibilang sebagai pemulihan segala dosamu.
        15 – Pada masa pencobaan engkau akan diingat oleh Tuhan, maka dosamu lenyap seperti air beku yang kena matahari.
        16 – Serupa penghujat barangsiapa meninggalkan bapanya, dan terkutuklah oleh Tuhan orang yang mengerasi ibunya.
      • Markus 7 : 10 –  Karena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! dan: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati.
      • Kolese 3:20 : Hai anak-anak, taatilah orang tuamu  dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan. 3:21 Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu 2 , supaya jangan tawar hatinya.
      • Efesus 6 : 1 : Hai anak-anak, taatilah  orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.  6:2 Hormatilah ayahmu dan ibumu–ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: 6:3 supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.

 

B. Cinta Kepada Sesama.

  • Cinta kasih merupakan hukum yang utama. Hukum yang diberikan Yesus bagi kita adalah hukum kasih.
  • Bunyi hukum kasih :
    • Pertama : Kasihilah Tuhan Al-lahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dengan segenap akal budimu, dan segenap kekuatanmu.
    • Kedua : Kasihilah sesamamu  manusia seperti dirimu sendiri.
  • Hukum kasih merupakan dasar hidup bagi umat kristiani, yaitu selalu mengasihi Al-lah dan sesama.
  • Yesus memberikan contoh kepada kita agar selalu mengasihi sesama. Misalnya : Kisah orang Samaria yang murah hati ( Lukas 10 : 25-37 ); Yesus menyembuhkan orang kusta (Markus 1 : 40-45).
  • Orang Samaria yang murah hati ;
    Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: “Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?” Jawab orang itu: “Kasihilah Tuhan, Al-lahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Kata Yesus kepadanya: “Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.” Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: “Dan siapakah sesamaku manusia?” Jawab Yesus: “Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati. Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan. 10:33 Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali. Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?” 10:37 Jawab orang itu: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.” Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!”
  • Markus 1 : 40-45 – Yesus menyembuhkan seorang yang sakit kusta.
    Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut  di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.”  Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: “Aku mau, jadilah engkau tahir.”  Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir.  Segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras:  “Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapapun,  tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam  dan persembahkanlah untuk pentahiranmu  persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka.” Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Ia tinggal di luar di tempat-tempat  yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru.

 

C. MENGHORMATI HIDUP.

  • Kehidupan manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan harus kita hormati. Semua mahluk mendapat kehidupan dari Al-lah, maka kita tidak boleh membunuh makhluk hidup. Karena yang mempunyai hak atas kehidupan hanya Tuhan Al-lah.
  • Menghormati hidup terdapat dalam sepuluh Perintah Al-lah yang keliha “Jangan membunuh”.
  • Yesus menegaskan bahwa membunuh adalah membuang seseorang dari persaudaranya. Sebab orang yang marah kepada saudaranya sudah dikatakan sebagai orang yang berdosa (Matius 5:21-22).
  • Membunuh mempunyai makna yang luas yaitu :
    • Menghilangkan nyawa seseorang.
    • Membuang sesama dari persaudaraan. Contoh sikap-sikap membunuh, yaitu : melukai hati atau perasaan sesama, membenci, tidak mau berteman, iri , dengki, mengejek teman, saling bertengkar, dan bermusuhan, mempermalukan dan memfitnah sesama , dan lain-lain.
  • Kitab suci yang berbisaca tentang menghormati hidup adalah :
    • Matius 5:21-22 –
    • Matius 5:42-47 –
    • Matius 5:23-24 –
  • Usaha-usaha untuk memelihara dan menghormati kehidupan : berdoa dan bersyukur atas hidup, berolah raga secara teratur, makan dan minum yang bergizi, istirahat yang cukup, memelihara kebersihan diri dan lingkungan, dan lain sebagainya.
  • Tindakan-tindakan yang dapat merusak kehidupan , antara lain : merokok, membuang sampah tidak pada tempatnya, berbicara kotor dan membiarkan lingkungan kotor, tidak membersihkan anggota tubuh, dan lain-lain.

 

D. MENGHORMATI MILIK ORANG LAIN.

  • Menghormati milik orang lain berhubungan dengan Sepuluh Perintah Allah yang ke-7 (Jangan mencuri) dan ke-10 ( Jangan mengingini milik sesamamu secara tidak adil). Memiliki sesuatu adalah hak seseorang. Kita wajib  menghormati milik orang lain.
  • Mencuri adalah perbuatan yang tidak baik karena dengan mencuri kita :
    • merampas milik atau barang orang lain.
    • berbuat tidak adil.
    • Tidak menghormati dan menghargai barang atau milik orang lain.
  • Perintah ke-7 dan ke-10 menjamin keadilan. Keadilan berarti memberikan kepada setiap orang, apa yang menjadi haknya. Keadilan adalah hak setiap orang.
  • Perbuatan-buatan yang termasuk mencuri atau merampas hak milik orang lain misalnya :
    • Mencuri uang atau barang orang lain.
    • memeras sesama.
    • makan riba (memeras sesama yang kurang mampu atau miskin).
    • Tidak membayar hutang dan,
    • Korupsi uang dan waktu.
  • Kitab suci berbicara tentang menghormati hak milik orang lain, antara lain :
    • Efesus 4:28,
    • Tesalonika 3:10-12,
    • Kolose 4:1.
  • Santo Paulus mengatakan :
    • Orang yang mencuri, janganlah mencuri lagi, bekerjalah dengan baik supaya dapat berbagi dengan orang yang berkekurangan (Efesus 4:28).
    • Jika orang tidak mau bekerja, janganlah ia makan ( 2 Tesalonika 3:10-12).
    • Tuan-tuan berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu karena kamu juga mempunyai tuan disurga. (Kolose 4:1).

 

 

SELAMAT BELAJAR .

SD4.2.8. Agama Katolik : Gereja – Doa Syukur Gereja.

SD4.2.8. Agama Katolik : Gereja – Doa Syukur Gereja.

Dalam perjamuan malam terakhir,Yesus memaknai perjamuan Paskah Yahudi secara baru. Jika yang disantap dalam perjamuan Yahudi yaitu daging domba, roti, dan sayuran pahit, di dalam perjamuan terakhir Yesus memaknainya sebagai tubuh/daging dan darahNya sendiri. “Terimalah dan makanlah, inilah tubuhku yang diserahkan bagimu”. Kemudian, “Terimalah dan minumlah, inilah piala darah-Ku darah perjanjian baru dan kekal, yang ditumpahkan bagimu dan bagi semua orang demi pengampunan dosa. Lakukanlah ini untuk mengenangkan Daku”.

1. Makna Hari-hari Raya dalam Gereja
Jawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini!

• Hari raya apa saja yang ada di dalam Gereja Katolik? Natal, Paskah. Pentakosa,  
• Kapan hari-hari raya itu kita rayakan?
• Makna apa yang terkandung di dalam perayaan-perayaan Gereja tersebut?

 

2. Mengenang Perjamuan Malam Terakhir
Bacalah Teks Kitab Suci ini dengan saksama!

Perjamuan Malam Terakhir
(Mat 26:26-32)

Danketikamerekasedangmakan,Yesusmengambilroti,mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid- murid-Nyadanberkata:“Ambillah,makanlah,inilahtubuh-Ku.”Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata:“Minumlah, kamu semua, dari cawan ini.

Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. Akan tetapi Aku berkata kepadamu: mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku.”Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke Bukit Zaitun. Maka berkatalah Yesus kepada mereka: “Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis: Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai-berai. Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea”.

Jawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
• Apa yang dilakukan Yesus bersama para murid-Nya?
• Apa kata-kata yang diucapkan Yesus ketika memberikan roti dan anggur kepada para murid-Nya?
• Mengapa peristiwa tersebut disebut sebagai perjamuan terakhir?
• Pada saat ini, peristiwa tersebut kita peringati pada hari raya apa?
• Pada bagian mana di dalam ekaristi, kita mengenangkan secara khusus Peristiwa Perjamuan Terakhir?
Rangkuman.

• Apa yang dilakukan Yesus bersama murid-murid-Nya adalah mengadakan perjamuan atau makan malam bersama. Yesus memimpin perjamuan dengan mengucap berkat, memecahkan roti, dan membagi-bagikannya kepada murid-murid-Nya. Ia juga mengedarkan piala berisi anggur. Kata-kata yang diucapkan Yesus ketika membagi-bagikan roti kepada para murid-Nya yaitu: “Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku” dan ketika megedarkan piala berisi anggur, Yesus mengucapkan “Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa”. Disebut perjamuan terakhir, karena perjamuan tersebut diadakan oleh Yesus bersama murid-murid-Nya, pada malam terakhir sebelum Yesus ditangkap, menderita sampai wafat disalib.
• Peristiwa tersebut kita peringati sebagai hari raya Kamis Putih, yaitu hari kamis pada pekan suci, sehari sebelum hari Jumat agung. Peristiwa perjamuan terakhir secara khusus kita kenangkan pada perayaan Ekaristi, khususnya pada doa syukur agung.

Perayaan Ekaristi atau Perjamuan Syukur disebut sebagai sumber serta tujuan dari seluruh perayaan Gereja karena hal-hal berikut.
• Perayaan Ekaristi adalah perayaan yang dipesankan Yesus untuk kita rayakan untuk mengenang Yesus yang rela menyerahkan tubuh dan darah-Nya bagi keselamatan kita.
• Di dalam perayaan Ekaristi, kita mengenangkan Yesus yang bersabda (Liturgi Sabda), dan Yesus yang hadir dengan tubuh dan darahNya (Liturgi Ekaristi).

3. Tugas
Bertanyalah kepada orang tuamu, tokoh umat atau pastor parokimu, tentang keistimewaan sakramen Ekaristi dalam kehidupan umat Katolik. Jawaban ditulis pada buku catatanmu!
C. Doa Pribadi.

Doa pribadi mencerminkan relasi atau hubungan pribadi seseorang dengan Tuhan. Berdoa merupakan salah satu cara untuk bisa bertemu dengan Allah, bercakap-cakap, dan mendengarkan Allah yang berbicara. Doa pribadi, umumnya berisi perasaan serta ungkapan hati, sesuai dengan suasana dan situasi yang dialami. Ada pengalaman suka, duka atau sedih, kecewa, menyesal, takut, bingung, perasaanbersyukur, kagum, danperasaan lainnya. “Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Merekasukamengucapkan doanyadenganberdiri dalam rumah- rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya”. (Mat 6:5). Sabda Yesus ini mengingatkan kita untuk memiliki sikap doa yang rendah hati. Sikap rendah hati inilah sikap doa yang berkenan dihadapan Allah.

Nyanyikanlah lagu di bawah ini!

Baca Kitab Suci
Sumber: Dok. Kemdikbud

Baca Kitab Suci, doa tiap hari, doa tiap hari, doa tiap hari.
Baca Kitab Suci, doa tiap hari, kalau mau tumbuh.
kalau mau tumbuh, kalau mau tumbuh. Baca Kitab Suci, doa tiap hari, kalau mau tumbuh.
Baca Kitab Suci, doa tiap hari, kalau mau tumbuh.
(Sumber: Hatiku Penuh Nyanyian, KKI, 2003)
1. Cerita tentang Doa
Bacalah kisah berikut ini dengan saksama!

Doa Simon Dikabulkan
Hari itu Simon bangun pagi-pagi, padahal hari itu libur. Biasanya Simon malas bangun pagi saat hari libur. Ada apa hari itu? Ternyata tadi malam, ibu Simon berjanji mengajaknya jalan-jalan ke mal paling besar di kotanya. Tentu saja Simon sangat gembira, sehingga pagi itu dia langsung bangun dan mandi dengan riang. Tapi, ada satu kebiasaan yang Simon lupakan hari itu. Dia lupa tidak berdoa saat bangun tidur.

“Simon! Ayo cepat mandinya!”panggil ibu dari dapur.“Kamu harus sarapan dulu, baru kita berangkat!”. “Siap Bu!” jawab Simon. Simon cepat-cepat keluar dari kamar mandi, ganti baju, kemudian makan dengan lahap. Tapi, ada satu lagi kebiasan Simon yang dilupakan, yaitu berdoa sebelum makan.

Simon dan ibunya berangkat dengan bus menuju mal. Di jalan, Simon melihat keramaian kota dan jalanan yang hiruk-pikuk. Tanpa terasa mereka telah sampai di tempat tujuan.

Simon heran melihat ramainya mal. Banyak orang berlalu lalang. Banyak kios yang ramai dengan lampu yang gemerlapan. Aneka ragam barang dijual di tempat itu. Tanpa terasa, karena terlalu asyik melihat keramaian dan macam-macam hal yang baru Simon lihat, tangan Simon terlepas dari gandengan ibunya.

Simon semakin jauh dari ibunya, dan ibunya pun tidak menyadari hal itu. Setelah beberapa lama, Simon menyadari bahwa ia terpisah dari ibunya. Dia bingung, sedih dan takut. Simon tidak tahu harus bertanya kepada siapa. Tidak ada orang yang dia kenal. Semua orang sibuk dengan diri mereka sendiri. Ingin rasanya dia berteriak, tapi   itu tidak mungkin. Belum tentu ibunya mendengarnya. Apa yang harus dia lakukan? Dia membayangkan dirinya tidak bisa pulang karena dia tidak membawa uang untuk ongkos naik bus dan ia tidak mempunyai handphone untuk menghubungi ibunya.

Dalam kebingungan dan ketakutannya, Simon ingat kepada Tuhan. Simon pun mencari tempat yang agak sepi. D engan penuh kepercayaan akan kebaikan Tuhan, Simon berdoa: “Tuhan! Tolonglah aku. Aku tersesat. Aku terpisah dari ibuku. Pertemukanakudenganibuku.

Tuhan! Tuhan ampunilah aku, karena dari bangun tidur aku tadi sudah melupakan-Mu dengan tidak berdoa kepada-Mu. Amin.”

Doa yang diucapkan dengan sungguh-sungguh dan penuh keyakinan akan kebaikan Tuhan, ternyata didengarkan oleh Tuhan. Tak lama kemudian, terdengar lewat pengeras suara namanya disebut dan dia ditunggu oleh ibunya di ruang informasi. Betapa senangnya hati Simon. Dalam hatinya dia pun langsung berterima kasih kepada Tuhan yang telah mendengarkan dan mengabulkan doanya.
(Sumber, Menjadi Sahabat Yesus, Kanisius, Yogyakarta, 2010)
Jawab pertanyaan-pertanyaan berikut!
• Bagaimana kesanmu terhadap cerita tersebut?
• Mengapa Simon berdoa?
• Bagaimana Tuhan mengabulkan doa Simon?
• Apakah kamu memiliki kebiasaan berdoa secara pribadi setiap hari? Kapan saja waktu kamu berdoa?
• Bagaimana tata cara kamu berdoa? Apa Jenis doa, tempat, dan waktunya?
Refleksi :
• Kisah Doa Simon Terkabul menunjukkan bahwa Simon memiliki kebiasan berdoa setiap hari. Tapi pada hari itu ia lupa dengan kebiasaan doa pagi dan doa sebelum makan. Ia lupa karena ia sangat gembira diajak oleh ibunya pergi ke mal. Suasana senang, kadang membuat seseorang lupa dengan Tuhan.
• Simon berdoa karena mengalami kesusahan. Pada saat menghadapi masalah, Simon menjadi ingat kepada Tuhan. Hal itu mengingatkan kita pada Bangsa Israel yang bersungut-sungut dan berkeluh kesah, tetapi Tuhan mendengarkan keluhan mereka. (kel 16:2-4).
• Doa Simon dikabulkan Tuhan, setelah ibunya mengubungi petugas informasi, untuk menyampaikan pesan kepada Simon melalui pengeras suara.
• Sebagai umat beriman, kita sepantasnya memiliki kebiasaan berdoa secara pribadi setiap hari. Doa pribadi dapat kita lakukan pada pagi hari, menjelang tidur, sebelum dan sesudah makan, sebelum belajar, atau pada waktu tertentu dan untuk keperluan pribadi lainnya.
Apakah aku memiliki kebiasaan berdoa secara pribadi?

2. Yesus Mengajarkan Cara Berdoa.
Bacalah teks Kitab Suci berikut ini!

Hal Berdoa.
(Matius 6 : 1-13)

“Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga. Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”
“Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik . M er ek a suk a mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan- tikungan jalan raya, supaya merekadilihatorang. Akuberkata

kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele sepertikebiasaanorangyangtidakmengenalAllah.Merekamenyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama- Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya.Amin.

Jawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
• Apa yang dikisahkan dalam cerita ini?
• Bagaimana seharusnya kita berdoa menurut Yesus?
• Apa doa yang diajarkan oleh Yesus sendiri kepada kita?

 

Refleksi :

• Sebaiknya Doa pribadi kita laksanakan dengan tatacara sebagaimana Yesus mengajarkannya. “Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah- rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. (Matius 6:5)
• Berdoa adalah ungkapan iman seseorang. Melalui berdoa, kita bercakap-cakap dengan Tuhan. Dalam doa pribadi, kita menyampaikan perasaan, baik kegembiraan maupun kesedihan, harapan serta kebimbangan kita, tetapi kita juga mendengarkan apa yang menjadi kehendak Tuhan.
• Doa pribadi dapat kita lakukan setiap hari dan setiap saat di manapun kita berada, di rumah, di sekolah, di dalam gereja atau di manapun sejauh memungkinkan. Tetapi akan lebih baik jika kita berdoa di tempat-tempat yang khusus dengan jadwal yang tetap. Misalnya doa malam, doa pagi, doa sebelum dan sesudah makan, serta doa untuk keperluan khusus dapat dilaksanakan di dalam ruangan khusus di rumah.
• Di dalam tradisi Gereja kita mengenal berbagai bentuk doa, yaitu doa permohonan, doa pujian, serta doa syukur. Doa- doa tersebut dapat dilaksanakan secara pribadi maupun bersama.

3. Berdoa secara Pribadi
Buatlah jadwal doa pribadi untuk kamu laksanakan di rumah!

 

D. Doa Bersama.
Gereja Katolik menekankan pentingnya kebersamaan sebagai umat beriman Katolik. Gereja memang terdiri pribadi-pribadi yang beriman kepada Kristus, tetapi Gereja bukanlah orang perorangan.Gereja merupakan persekutuan. Persekutuan umat beriman akan semakin nampak di dalam kegiatan bersama, khususnya di dalam kegiatan doa bersama atau doa bersama. Doa bersama sebagai ungkapan iman seluruh anggota Gereja adalah Perayaan Ekaristi, ibadat lingkungan, doa bergilir dari rumah ke rumah, doa dengan ujud khusus, doa novena, ziarah, pendalaman iman atau pendalaman kitab suci, dan sebagainya.

1. Kegiatan Ibadat Bersama
Pada kesempatan pelajaran ini, kita akan melibatkan diri secara aktif di dalam doa ibadat bersama.

Tatacara ibadat bersama

1. Ritus Pembuka.

Lagu pembuka: Tuhan Kau Satukan Kami

Tuhan, Kau satukan kami dalam perjamuanMu Dengan makan roti ini kami pun bersaudaralah.

Pesta Kau selenggarakan, Kau sebarkan undangan Yang serta dalam perjamuan akan hidup kekal Bagai yang Engkau janjikan pada rasul-rasulMu Dan kami percaya tulus hati Dikau tak ingkar janji

Tuhan, Kau satukan kami dalam perjamuanMu Dengan makan roti ini kami pun bersaudaralah

Kala Kau serahkan roti pada para muridMu Engkau nyatakan penuh cinta Trimalah hidupku Itulah tanda cintaMu bagi kami umatMu
Kini kami satu dengan Dikau, Dikau tak ingkar janji (sumber, Puji Syukur no. 428, KWI, 1992)

Tanda Salib
P : Dalam Nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus U : Amin

Salam
P : Kasih karunia, dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan dari Tuhan kita Yesus Kristus, selalu beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.

Kata Pengantar
Spontan oleh guru

Pernyataan Tobat :

P : Saya mengaku kepada Allah Yang Maha Kuasa dan kepada saudara sekalian bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran danperkataan denganperbuatan dankelalaian, sayaberdosa, saya berdosa saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu saya mohon, kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus, dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P : Semoga Allah Yang Maha Kuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan menghantar Kita kehidupan yang kekal.
U : Amin.

Tuhan Kasihanilah Kami
P : Tuhan kasihanilah kami.
U : Tuhan Kasihanilah kami.
P : Kristus kasihanilah Kami.
U : Kristus Kasihanilah Kami.
P : Tuhan Kasihanilah Kami.
U : Tuhan Kasihanilah Kami.

Doa Pembuka
Marilah Kita bersatu dalam Doa (didoakan bersama)

Allah Bapa kami, pada hari ini kami anak-anakMu berkumpul, untuk mendengarkan SabdaMu. semoga SabdaMu yang kami terima pada hari ini, mendorong kami untuk rajin berdoa, baik secara pribadi maupun secara bersama, di rumah, di lingkungan ataupun di Gereja. Dengan demikian, kami selalu dekat denganMu. Demi Kristus Tuhan dan pengantara Kami. Amin.

2. Liturgi Sabda
BacaanI(Tekskitabsuciyangdipilihdisesuaikandengantema“doa”) Misalnya : (Kis 2:42, 46)

Cara Hidup Jemaat Perdana.

Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati.

Bait pengantar Injil
P : Semoga Tuhan beserta kita
U : Sekarang dan selama-lamanya

Bacaan Injil (Misalnya : Mat 7:7-11) Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius.

“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akanmendapat; ketoklah, makapintuakandibukakanbagimu.Karena setiaporangyangmeminta, menerimadansetiaporangyangmencari, mendapatdansetiaporangyangmengetok, baginyapintudibukakan. Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.

P : Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U : SabdaMu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.

Renungan (jika diperlukan)

Doa Umat
Teks doa umat dapat dipersiapkan sebelumnya untuk didaraskan oleh petugas yang telah ditunjuk atau didoakan secara spontan oleh petugas yang telah ditunjuk sebelumnya.

P : Marilah kita menyatukan segala doa dan permohonan, serta persembahan kita dengan doa yang diajarkan oleh Tuhan Kita Yesus Kristus.
P : Bapa Kami (bersama-sama) U : Amin.

Doa Penutup.
P : Ya Bapa yang Maha Kudus, kami bersyukur atas SabdaMu yang kami dengar hari ini. Semoga Sabda Mumeneguhkan kami untuk semakin bertumbuh dalam kehidupan doa. Dengan perantaran Kristus,Tuhan kami.
3. Ritus Penutup Berkat Penutup
P : Marilah kita mohon berkat dari Tuhan. P : Semoga Tuhan beserta kita.
U : Sekarang dan selama-lamanya.
P : Semoga kita semua yang hadir saat ini, orang-orangyang kita doakan, pelajaran kita selalu diberkati oleh Allah Bapa Yang Maha Kuasa, Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
U : Amin.
P : Ibadat sabda kita telah selesai. U : Syukur kepada Allah.

Jawab pertanyaan-pertanyaan berikut!
• Sebutkan urutan ibadat yang telah kita laksanakan?
• Apa doa yang kita sampaikan melalui ibadat tadi?
• Teks kitab suci tentang apa yang kita dengar dalam ibadat tadi?
• Apa lagu yang kita nyanyikan pada ibadat tersebut?
• Petugas apa saja yang terlibat di dalam ibadat?
• Bagaimana perasaanmu ketika melaksanakan mengikuti doa bersama atau ketika melaksanakan tugas di dalam ibadat? Jelaskan!
• Apa yang kita pelajari dari ibadat bersama?
Refleksi:
Yesus selalu hadir di tengah-tengah kumpulan umat beriman yang berdoa di dalam nama-Nya. Doa bersama akan dikabulkan oleh Bapa, yaitu doa yang disampaikan kepada Tuhan atas dasar kebutuhan bersama dan diamini secara bersama pula. Kita sebaiknya memiliki kebiasaan untuk berdoa bersama, baik di dalam keluarga, lingkungan, sekolah, dan melalui Perayaan Ekaristi atau doa-doa lain di gereja.
Apakah aku senang mengikuti doa di lingkungan atau doa bersama? Apakah aku senang berdoa bersama keluarga di rumah?

E. Doa Spontan

Allah adalah Bapa. Sebutan Bapa, menunjukkan relasi yang dekat dan akrab antara Allah dengan kita. Kita percaya bahwa Allah selalu terbuka untuk mendengarkan segala keluh kesah serta mengungkapkan perasaan suka dan duka kita. Sesuai dengan Sabda Yesus: “Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya” (bdk Mat 6:7-8). Sudahkah kita berdoa secara jujur dan spontan dari dalam hati? Allah mengetahui dan setia mendengarkan segala keluh kesah dan segala isi hati kita.
1. Ungkapan Perasaan Spontan

Jawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
• Pernahkahkamu mendapatnilaitertinggidisekolah? Bagaimana perasaanmu? Bagaimana kamu mengungkapkannya kepada orang tuamu?
• Pernahkah kamu merasa sedih karena uang jajanmu hilang sehinggga kamu tidak dapat membeli makanan di sekolah, padahal pulangnya sore hari? Bagaimana cara kamu mengungkapkan perasaan itu kepada temanmu?
• Pernahkah kamu mengungkapkan perasaan sedihmu kepada teman ketika ibumu sakit? Bagaimana cara kamu mengungkapkan perasaanmu itu?

1. Ungkapan Perasaan Spontan

Jawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
• Pernahkahkamu mendapatnilaitertinggidisekolah? Bagaimana perasaanmu? Bagaimana kamu mengungkapkannya kepada orang tuamu?
• Pernahkah kamu merasa sedih karena uang jajanmu hilang sehinggga kamu tidak dapat membeli makanan di sekolah, padahal pulangnya sore hari? Bagaimana cara kamu mengungkapkan perasaan itu kepada temanmu?
• Pernahkah kamu mengungkapkan perasaan sedihmu kepada teman ketika ibumu sakit? Bagaimana cara kamu mengungkapkan perasaanmu itu?
Refleksi :
Setiap orang memiliki reaksi dan perasaan spontan dalam menghadapi berbagai pengalamannya. Perasaan-perasaan spontan itu bisa senang, sedih, bingung, kecewa, marah, kagum, dan sebagainya.
Pada umumnya, setiap orang cenderung mengungkapkan atau menceritakan perasaan spontan yang dialaminya kepada orang lain. Orang lain yang biasanya menjadi tempat untuk mengungkapkan perasaan kita adalah mereka yang akrab, dekat, dan mau mendengarkan isi hati kita. Misalnya orang tua, guru, teman, dan saudara kita.

2. Kisah-kisah tentang Doa
Bacalah dengan saksama kisah-kisah tentang doa di bawah ini!
Doa Santa Theresia
Theresiasudahsejakkecilakrabdengan Tuhan. Melihat bunga yang indah dan burungataukupu-kupuyangberwarna- warni ia berdoa, “betapa indahnya ciptaan-Mu, ya Tuhan.” Mendengar Guntur, iaberdoa,“Tuhan,janganmarah samaTheresia.Lindungilahaku.”Melihat pelangi yang beraneka warna di langit, ia berdoa, “Oh Tuhan, bagus sekali kalungdileher-Mu.”Macam-macamkata diucapkan Theresia kecil yang begitu

(Sumber: http://images.google.com)

dekat dengan Tuhan. Waktu itu ia

berumur tujuh tahun, dan dia selalu berdoa kepada Yesus, katanya: “Yesus, Engkau tentu suka bermain. Saya mau jadi bola-Mu, kalau Engkau angkat, saya senang sekali. Kalau Engkau sepak dan banting

silakan. Kalau Engkau mau saya ke sudut, saya akan menunggu dengan sabar di situ.”(dikutip dari Lalu, Yosef, Pr. 2005. Percikan kisah- kisah Anak Manusia. Jakarta: Komkat KWI, hlm. 214.)

Jawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
• Kapan St. Theresia berdoa?
• Apa saja doa-doa yang diungkapkan St. Theresia?Tuliskan!
• Apa teladan yang dapat kamu ikuti dari St. Theresia?

Berikut ini adalah sebuah doa seorang anak yang juga sangat dekat dengan Tuhan Yesus.
Doa A Fung
Hampir setiap saat, kalau sempat, A Fung selalu mampir ke Gereja untukberdoa.Doanyasangatsingkat. Padasuatuhari, Pastor Parokinya mencegatnya dan berkata: “A Fung apa saja yang kamu doakan dalam waktu sesingkat itu?” “Pastor saya hanya menatap lurus ke Tabernakel dan bilang pada Yesus: Yesus ini A Fung. Lalu saya pamit pergi.” Beberapa waktu kemudian, A Fung sakit dan masuk rumah sakit. Ia membawa kegembiraan ke seluruh rumah sakit itu. Orang- orang yang biasanya mengeluh menjadi riang dan kadang tertawa terbahak-bahak.

“A Fung,” kata seorang perawat, “Orang-orang berkata, bahwa engkaulah yang menyebabkan perubahan suasana dalam rumah sakit ini. Mereka berkata engkau selalu bahagia.” A Fung menjawab, “Benar Suster. Sayaselalubahagia.Pengunjungkusetiapharimembuat saya bahagia.”“Pengunjungmu?” tanya suster itu. “Kapan dia datang? Saya tidak pernah melihatnya!” A Fung menjawab, “ Ya! Setiap hari pada pukul 12.00. Ia datang dan berdiri di sudut kaki tempat tidurku. Aku memandang Dia dan Dia tersenyum sambil berkata kepadaku: “A Fung ini Yesus.” (dikutip dari Lalu, Yosef, Pr. 2005. Percikan kisah- kisah Anak Manusia. Jakarta: Komkat KWI, hlm. 319.)

Jawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
Berdasarkan cerita mengenai Doa A Fung,
• Apa yang dilakukan A Fung saat pergi ke gereja?
• Mengapa A Fung selalu bahagia ketika di rumah sakit?
• Apa sikap yang perlu kita ikuti dari kisah A Fung?
• Mengapa doa spontan itu baik kita lakukan?

3. Sikap ketika Berdoa
Bacalah teks Kitab Suci berikut ini!

Doa yang Jujur dan Tulus
(Mat 6:5-8)

“Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata- kata doanya akan dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya”.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
• Apa yang diajarkan Yesus tentang berdoa?
• Tuliskan nasihat Yesus tentang berdoa!
• Bagaimana seharusnya sikap kamu waktu berdoa?

• Doa yang berkenan di hadapan Allah, bukan doa yang panjang dan dengan kata-kata yang indah. Doa yang berkenan pada Tuhan adalah doa yang jujur dan tulus yang keluar dari dalam hati kita.
• Doa yang jujur dan tulus, yang keluar dari dalam hati, adalah doa yang mengungkapkan situasi, perasaan serta pengalaman nyata yang kita hadapi. Yesus memanggil Allah sebagai Bapa. Hal ini menunjukkan kedekatan antara Yesus dengan Bapa-Nya. Ketika merasa sedih, membutuhkan bantuan, merasa ditinggalkan, merasa takut atau hendak memulai pekerjaan, Yesus selalu berdoa. Dengan berdoaYesus mengungkapkan isi hati-Nya kepada Bapa. Hal itu ditunjukkan pula oleh Santa Theresia dan A Fung. Mereka memandang Tuhan sebagai sahabat, sebagai Bapa yang selalu dekat, pribadi yang akrab dan pribadi yang setia mendengarkan semua isi hati mereka.

Drama : Orang Samaria yang Murah Hati

Cerita Orang Samaria yang Murah Hati dari Lukas 10:25-37

Naskah Drama

Tokoh :
1. Penyamun/perampok
2. Pemuda yang di Rampok
3. Orang Samaria yang Baik
4. Penginapan
5. Narator.

 

Narator   :     Pada suatu hari lewatlah seorang pemuda yang turun dari Yerusalem ke Yerikho, tiba-tiba seorang penyamun menghadang pemuda itu.

Penyamun  :     ( Sambil melihat-lihat Pemuda Samaria dan bersikap kasar ).
He Ini wilayah kekuasaanku, kamu darimana, apa yang kamu bawa,  Serahkan semua itu padaku.  Kalau tidak kamu tidak akan bisa lewat sini dengan selamat.

Pemuda :    Siapa kalian, dan mau apa kalian daripadaku!” (tegas pemuda itu dengan ketakutan)

Penyamun : Aku perampok yang ingin memerasmu. Serahkan uang dan segala yang berharga yang kau punya kepada kami!” (tegas penyamun dengan nada yang kasar dan tak sopan)

Pemuda : (maka makin takutlah pemuda itu pada para penyamun itu lalu ia menjawab) saya tidak punya apa-apa, tuan!”,kasihanilah saya! (sambil berlutut meminta belas kasihan daripada para penyamun)

Penyamun : Bohoong..! (suaranya yang semakin keras dan kemudian penyamun itu menghajar pemuda itu tanpa belas kasihan hingga pemuda itu hampir mati. Lalu penyamun itu merampas apa yang berharga yang dimiliki pemuda itu seketika itu ia telah sekarat).

Narator  :     Lalu hanya beberapa saat kemudian, lewatlah seorang imam melewati jalan itu tempat pemuda itu terbaring tak sadarkan diri dengan luka yang sangat parah. Akan tetapi imam itu hanya melihat pemuda itu saja, tapi ia tidak peduli, lalu pergi.  Kemudian lewat pula orang Lewi dari jalan itu juga, tapi orang itu hanya melihatnya, lalu pergi tanpa menolongnya. Lagi-lagi orang yang lewat di jalan itu tidak mau menolong orang yang habis di rampok itu.

Narator :     Kasihan sekali dia !”  ternyata yang lewat tadi adalah seorang Imam, kalau sekarang  ya , seperti  Pastor atau pendeta. Tapi ngak mau menolong, jangan di contoh ya! Seorang Imam itupun  tidak mau menolong orang yang baru saja di rampok itu. Dia malah pergi begitu saja. Sabar ya….. Mudah-mudahan saja ada orang yang lewat lagi dan mau menolong.

Narator :     Lewatlah seorang Samaria yang kebetulan juga melewati jalan itu tempat pemuda itu terbaring sekarat. Maka seketika itu pula tumbuhlah belas kasihan orang Samaria itu dibenaknya ketika ia menemukan pemuda itu lalu menghampirinya.

Orang Samaria :     Sungguh kasihan orang ini.( bisiknya dalam hati dengan penuh iba).Baiklah kiranya aku mengobatinya dengan minyak dan membungkusnya, lalu membawanya kepenginapan.(kata seorang Samaria itu sambil mengobatinya. Dan setelah itu, ia menaikkan pemuda itu ke atas keledainya hendak membawanya ke penginapan)

Narator :     Sesampainya mereka di penginapan, seorang Samaria itu lalu berkata:

Orang Samaria :     Pak, bolehkah kami menginap disini untuk merawat pemuda ini?”. Tolonglah, pak!” dia butuh peristirahatan dan perawatan segera.(tegas orang Samaria memohon)

Pemilik Penginapan : Tentu saja pak, disini masih banyak kamar untuk tempat bapak menginap dan membaringkan saudara bapak yang sedang sakit ini.(balas pemilik penginapan dengan ramah)

Narator :     Setelah itu, menginaplah mereka disana. Keesokan harinya, menjelang orang Samaria itu meninggalkan penginapan itu, berkatalah seorang Samaria itu pada pemilik penginapan

Orang samaria :     Pak, ini biaya buat penginapan kami dan perawatannya selama ia sakit dan apabila uang ini tidak cukup nantinya buat kebutuhan pemuda itu, kiranya penuhilah kebutuhannya. Nanti, aku akan menggantinya pada saat aku akan kembali kemari untuk membawa pemuda itu.

Pemilik Penginapan : Tentu, pak!”. Kami akan merawatnya disini hingga ia sembuh nantinya. Bapak tidak perlu khawatir tentang pemuda itu. Di saat bapak akan kembali kemari, ia akan baik-baik saja (tegas pemilik penginapan dengan nada yang ramah dan meyakinkan).

Orang samaria :     Terima kasih banyak, pak”. Permisi(lalu pamitlah orang Samaria itu).

Narator  :     Demikianlah orang Samaria itu telah menunjukkan belas kasihan kepada sesamanya tanpa membedakan suku, golongan dan agama.  Siapa sesama orang yang telah di rampok tadi?  “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.”  Kata Yesus: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!”
Sudahkah kita berbuat kasih seperti yang diteladankan orang Samaria tadi ?                                     Marilah kita meneladani Orang Samaria yang baik hati dalam drama ini. Sekian.

 

 

 

 

BACAAN :

Orang Samaria yang Murah Hati

(Luk 10:25-37)

Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya:“Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperolehhidupyang kekal?” Jawab Yesus kepadanya:  “Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?”Jawab orang itu: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Kata Yesus kepadanya: “Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.”

 

Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepadaYesus: “Dan siapakah sesamaku manusia?”Jawab Yesus: “Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun- penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati. Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.

 

Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.

 

Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali. Siapakah di antaraketigaorangini, menurutpendapatmu, adalahsesamamanusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?”

 

Jawab orang itu: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.”KataYesuskepadanya:“Pergilah,danperbuatlahdemikian!”

SD4.2.7. Agama Katolik : Tokoh Perjanjian lama

SD4.2.7. Agama Katolik : Gereja – Tokoh dalam perjanjian lama.

Pada Pelajaran 3 telah kita pelajari bersama mengenai hidup beriman di dalam masyarakat. Pada pelajaran ini, kita mempelajari “hidupberiman dalamGereja”. Bagian ini, secaralebihkhususkita akan mempelajari tradisi Gereja, khususnya tradisi doa sebagai ungkapan iman Gereja. Doa merupakan salah satu unsur yang penting di dalam kegiatan peribadatan Gereja. Namun, kita menyadari bahwa kehidupan doa yang terpelihara di dalam tradisi Gereja, tidak terlepas dari akar tradisi Yahudi di dalam perjanjian lama. Dari akar tradisi ini, Yesus memperkenalkan tata cara serta kehidupan doa di dalam setiap karya-Nya.

Pelajaran tentang doa ini terdiri dari hal-hal berikut.

A. Ungkapan Syukur Tokoh-tokoh Perjanjian Lama
B. Doa Syukur Gereja
C. Doa Pribadi
D. Doa Bersama
E. Doa Spontan

 

A. Ungkapan Syukur Tokoh-Tokoh di dalam Tradisi Perjanjian Lama.

Ungkapan syukur bangsa Israel tentu tidak terlepas dari Musa, yang telah memimpin mereka keluar dari Mesir. Ungkapan syukur atau madah Musa ditujukan untuk mengakui kemuliaan Tuhan Pencipta yang sempurna, setia, adil, dan benar. Tuhan yang mengasihi bangsa Israel, yang memiliki rencana indah bagi bangsa pilihan-Nya. Demikian pula ungkapan syukur Daud, yang mewarnai seluruh Mazmur ciptaannya. Di dalam nyanyiannya, Daud mengakui kesetiaan dan penyertaan Allah. Bimbingan, perlindungan, belaskasih serta pengampunan Tuhan, sangat ia rasakan. Apakah kita selalu bersyukur di dalam berbagai situasi hidup kita? Bersyukur bukan ungkapan jika kita telah berhasil, tetapi ungkapan iman kita. Kita bersyukur karena Tuhan selalu menyertai kita dalam berbagai situasi, baik suka maupun duka, ketika kita gagal maupun kita berhasil.

1. Pesan Kitab Suci tentang Ungkapan Syukur.

Bacalah teks Kitab Suci ini!

Nyanyian Musa.
(Ul 32:1-14)
Pasanglah telingamu, hai langit, aku mau berbicara, dan baiklah bumi mendengarkan ucapan mulutku. Mudah-mudahan pengajaranku menitik laksana hujan, perkataanku menetes laksana embun, laksana hujan renai ke atas tunas muda, dan laksana dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan. Sebab nama TUHAN akan kuserukan: Berilah hormat kepada Allah kita, Gunung Batu, yang pekerjaan-Nyasempurna,karenasegalajalan-Nya adil, Allah yang setia, dengan tiada kecurangan, adil dan benar Dia. Berlaku busuk terhadap Dia, mereka yang bukan lagi anak-anak-Nya, yang merupakan noda, suatu angkatan yangbengkok dan belat-belit.

Demikianlah engkau mengadakan pembalasan terhadap TUHAN, hai bangsa yang bebal dan tidak bijaksana? Bukankah Ia Bapamu yang mencipta engkau, yang menjadikan dan menegakkan engkau?

Ingatlahkepadazamandahulukala,perhatikanlah tahun-tahun keturunan yang lalu, tanyakanlah kepada ayahmu, maka ia memberitahukannya kepadamu, kepada para tua-tuamu, maka mereka mengatakannya kepadamu. Ketika Sang Maha tinggi membagi-bagikan milik pusaka kepada bangsa-bangsa, ketika Ia memisah-misah anak-anak manusia, maka Ia menetapkan wilayah bangsa-bangsa menurut bilangan anak-anak Israel. Tetapi bagian TUHAN ialah umat-Nya, Yakub ialah milik yang ditetapkan bagi-Nya. Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya. Laksana rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, menampung seekor, dan mendukungnya di atas kepaknya, demikianlah TUHAN sendiri menuntun dia, dan tidak ada allah asing menyertai dia. Dibuat-Nya dia berkendaraan mengatasi bukit-bukit di bumi, dan memakan hasil dari ladang; dibuat-Nya dia mengisap madu dari bukit batu, dan minyak dari gunung batu yang keras, dadih dari lembu sapi dan susu kambing domba, dengan lemak anak-anak domba; dan domba-domba jantan dari Basan dan kambing-kambing jantan, dengan gandum yang terbaik; juga darah buah anggur yang berbuih engkau minum.

Jawablah pertanyaan berikut!
• Apa alasan Musa menyanyikan lagu itu?
• Apa isi nyanyian Musa tersebut?

Memasukiusiatuadanmenjelangwafatnya,Musamengenang kembali perjalanan hidup Bangsa Israel. Perjalanan sejarah di manaAllahtetapsetiakepadaumat-Nya. IamenyelamatkanIsrael dariperbudakandanpenganiayaan.Allahyangmenyelamatkan, membimbing dan menuntun Israel menuju tanah yang dijanjikan-Nya. Nyanyian ini merupakan ungkapan iman Musa, yang seharusnya mencerminkan iman Bangsa Israel terhadap Allah yang selalu menyertai mereka.
2. Mengenal Salah Satu Mazmur Syukur.
Tuhan adalah Gembalaku
(Bdk. Mzm 23:1-6)

Ayat 1
Tuhan adalah Gembalaku, Takkan kekurangan aku
Dia membaringkan aku, Di padang yang berumput hijau

Koor
Dia membimbingku ke air yang tenang Dia menyegarkan jiwaku
Dia menuntunku di jalan yang benar Oleh kar’na namaNya

Sekalipun aku berjalan Dalam lembah kekelaman

Ayat 2
Aku tidak takut bahaya, Sebab Engkau besertaku GadaMu dan tongkatMu, Itulah yang menghibur aku

Sekalipun aku berjalan Dalam lembah kekelaman
(Sumber: max4christ.blogspot.com/2010/07/tuhan-adalah-gembalaku.html)

Jawab pertanyaan-pertanyaan berikut!
• Apa latar belakang syukur atau pujian pada Mazmur tersebut?
• Apa perasaan yang diungkapkan oleh Daud?

Daud adalah gembala domba yang pandai menciptakan lagu pujian/Mazmur. Ia mengiringi nyanyian pujiannya dengan iringan kecapi. Nyanyian Daud diciptakan pada semua situasi kehidupan yang dihadapinya, ada lagu syukur, lagu pujian, lagu ratapan, lagu penyesalan, lagu gembira, ada pula lagu dalam kegagalan. Pada Mazmur 23 yang berjudul Tuhan adalah gembalaKu, Daud mengungkapkan pujian serta rasa syukurnya kepada Tuhan. Tuhan dilukiskan sebagai gembala yang setia, yang selalu menjamin hidup setiap orang, yang menjaga, dan melindungi. Gambaran Allah seperti itulah yang dirasakan dan dialami Daud di dalam hidupnya. Tentu saja gambaran Allah sebagai gembala tidak terlepas dari pengalaman hidupnya sebagai penggembala yang menjaga dan menggembalakan domba-domba miliknya.

Apakah aku suka berterimakasih kepada orang-orang di sekitarku? Apakah aku suka berdoa sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan?

 

3. Tata Cara dan Makna Perayaan Paskah Yahudi.

(Keluaran 12:1-12)
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun di tanah Mesir: “Bulan inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun. Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh masing-masing seekor anak domba, menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap- tiap rumah tangga. Tetapi jika rumah tangga itu terlalu kecil jumlahnya untuk mengambil seekor anak domba, maka ia bersama-sama dengan tetangganya yang terdekat ke rumahnya haruslah mengambil seekor, menurut jumlah jiwa; tentang anak domba itu, kamu buatlah perkiraan menurut keperluan tiap-tiap orang. Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing.

Kamu harus mengurungnya sampai hariyang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israelyangberkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja.

Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya. Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga; yang dipanggang mereka harus makan dengan roti yang tidak beragi beserta sayur pahit.

Janganlah kamu memakannya mentah atau direbus dalam air; hanya dipanggang di api, lengkap dengan kepalanya dan betisnya dan isi perutnya. Janganlah kamu tinggalkan apa-apa dari daging itu sampai pagi; apa yang tinggal sampai pagi kamu bakarlah habis dengan api. Dan beginilah kamu memakannya: pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi TUHAN. Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, TUHAN.

Jawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
• Bagaimana bentuk perayaan Paskah Yahudi?
• Apa maksud perayaan Paskah Yahudi?

Untuk di Ingat.
Perayaan paskah Yahudi, merupakan perayaan syukur bangsa Israel. Mereka bersyukur atas pertolongan Allah yang membebaskan mereka dari perbudakan bangsa Mesir. Peristiwa pembebasan tersebut dirayakan setiap tahun sebagai perayaan syukur seluruh bangsa, dalam bentuk perjamuan syukur yang dilakukansecarabersama-sama.Perjamuanmakanpaskahterdiri dari perjamuan makan daging domba yang telah dipersiapkan menurut peraturan Tuhan. Daging tersebut dimakan bersama roti tidak beragi dan sayur pahit dengan cara makan yang buru-buru (lht. Kel 12:1-20).

4. Ungkapan Syukur kepada Tuhan
Renungkanlah pengalamanmu yang pantas kamu syukuri! Jika kita mengingat dan mengenang kembali pengalaman hidup kita, hal-hal baik apa yang pantas kita syukuri? Ungkapkanlah rasa syukurmudalambentukdoa,nyanyian, puisiatauniatuntukbertindak.

SD4.2.6. Agama Katolik : Menghargai Milik Orang Lain

SD4.2.6. Agama Katolik : Menghargai Milik Orang Lain.

Santo Paulus memberi peringatan yang cukup tegas: “Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan” (Ef 4:28). “Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu; ingatlah, kamu juga mempunyai tuan di sorga.” (Kol 4:1)
1. Berbagai Bentuk Tindakan yang Tidak Menghormati Milik Orang Lain atau Milik Umum
Jawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!

• Pernahkah kamu mendengar atau membaca berita mengenai pencurian atau perampokan? Apa isi berita tersebut?
• Bagaimana perasaanmu setelah mendengar atau membaca berita semacam itu?
• Apa sikap yang melatarbelakangi seseorang atau kelompok melakukan pencurian atau perampokan?
• Apa contoh tindakan lain yang mencerminkan pelanggaran terhadap hak milik orang lain?
• Mengapa tindakan mencuri disebut sebagai tindakan yang tidak adil?
• Apa yang dimaksud dengan sikap adil? Tuliskan contohnya!

Dewasa ini dengan maraknya media komunikasi, baik media tulis, elektronik maupun internet, hampir setiap saat kita membaca atau mendengar berita yang menunjukkan tindakan yang tidak menghormati hak milik orang lain atau milik umum. Misalnya pencurian, perampokan, pembobolan ATM, korupsi dan penjarahan.
Membaca atau mendengar berita semacam itu perasaan kita bermacam-macam, ada rasa jengkel, marah, prihatin, benci tetapi ada juga perasaan heran. Mengapa orangtega melakukan tindakan-tindakan seperti itu.
Pada umumnya perilaku tersebut dilatarbelakangi oleh sikap serakah dan tidak puas diri. Sikap serakah kerap menghalalkan segala cara, bahkan tidak jarang sampai tega menghilangkan nyawa orang lain. Tapi apapun alasannya, mengambil hak milik orang lain atau milik umum, tidak dapat dibenarkan. Hal ini tidak sesuai dengan ajaran mengenai keadilan.
Sikap adil adalah sikap hormat terhadap hak milik orang lain, karena adil berarti memberikan kepada orang lain sesuai dengan haknya.

2. Sikap Menghormati Hak Milik Orang Lain
Baca teks-teks Kitab Suci ini.

• Kel 20:15: “Jangan mencuri.”
• Kel 20:17: “Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apa pun yang dipunyai sesamamu.”

3. Merumuskan Pesan yang Terkandung dalam Kutipan Kitab Suci

Jawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
• Apa arti mengingini?
• Mengapa Tuhan melarang kita untuk mengingini hal-hal atau barang sebagaimana tertulis pada firman ke-10?
• Apa usaha yang bisa kita lakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap hak milik orang lain atau milik umum?

Rangkuman.

Sebagai makhluk sosial yang hidup bersama, tidak jarang kita terlibat dalam situasi saling membutuhkan. Kita meminjam barang milik orang lain, dan sebaliknya. Dalam hal ini, muncul suatu kewajiban, yaitu menjaga dan mengembalikan barang yang kita pinjam dalam keadaan yang baik dan pada waktu yang telah disepakati. Hak milik yang rusak akibat perilaku orang lain, tentu membuat hubungan tidak serasi. Demikian pula apabila barang milik kita hilang, dicuri atau dibawa teman tanpa permisi. Situasi semacam itulah yang hendak diatur oleh firman ke-7 dan ke-10.
Secara sederhana Firman ke-7 dan ke-10 menegaskan sikap- sikap sebagai berikut.
• Kesediaan untuk mau berbagi dengan teman-teman yang berkekurangan dan membutuhkan bantuan.
• Sikap berterima kasih atas kebaikan dan pertolongan dari teman.
• Sikap bertanggung jawab atas fasilitas umum atau barang pinjaman. Misalnya buku milik perpustakaan atau pinjaman dari teman. Jika barang yang kita pinjam, hilang atau rusak, kita harus bertanggung jawab.

• Sikap menerima diri dan tidak tergoda dengan hak milik orang lain.
• Tidak serakah, tidak mencuri atau bersikap yang tidak terpuji dalam memiliki sesuatu.
Hal itu dinasehatkan pula oleh Santo Paulus bahwa di dalam harta milik terdapat hak bagi mereka yang kurang beruntung , “Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu; ingatlah, kamu juga mempunyai tuan di Sorga” (Kol.41). Setiap kekayaan memiliki aspek sosial, di mana ada orang-orang yang berkekurangan memiliki sebagian hak atasnya. Mengapa? Karena dunia diciptakan Tuhan untuk kesejahteraan mereka juga. Tuhan menghendaki agar orang yang lebih mampu mau berbagi dengan mereka yang membutuhkan.

Tugas!
Ceritakan pengalamanmu dalam bentuk tertulis!
Tentu kamu pernah mengalami kehilangan uang atau barang karena dicuri atau dipinjam teman tetapi tidak pernah dikembalikan. Atau kamu pernah mendengar berita pencurian di sekitarmu.
Tulislah pengalaman atau pengamatanmu dengan memberi keterangan seperlunya, misalnya:
• Apa barang yang dicuri?
• Kapan peristiwa itu terjadi?
• Di mana peristiwa itu terjadi?
• Jika itu pengalamanmu, bagaimana perasaanmu?
• Jikaitu pengalaman orang lain, bagaimanakira-kiraperasaannya?
• Dalam peristiwa itu, siapa yang dirugikan?
• Apa akibat lain yang disebabkan oleh peristiwa itu?
• Mengapa kita dilarang mencuri?

 

SD4.2.5. Agama Katolik : Menghormati Hidup.

SD4.2.5. Agama Katolik : Menghormati Hidup.

Yesus menekankan sikap baru dalam memahami firman kelima “Jangan membunuh”. Pemahaman baru ini kembali menempatkan cinta kasih sebagai hukum utama. Membunuh dapat diartikan sebagai membuang sesama dari persaudaraan, dengan menghilangkan nyawanya, menyebut sesama sebagai kafir atau juga dengan membencinya. Bagi murid-murid Yesus, yang utama bukan tindakan tidak membunuh, tetapi mengasihi sesama sebagai saudara. Dengan mengasihi sesama, kita menghormatihidupdanmelestarikankehidupan.Karena“Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakahlebihnyadaripadaperbuatanoranglain?Bukankahorang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?” (Mat 5:46-47).

1. Kisah Kehidupan

Sepenggal Warisan Bunda Teresa

Ada warisan yang paling berharga yang pernah ditinggalkan oleh Bunda Teresa.

Teresa muda menulis dalam buku hariannya tentang tahun pertamanya memulai pekerjaan misionarisnya bersama orang miskin di Kalkuta, India pada 1948. Dia meninggalkan jubah Loreto (kebiaraannya) dengan sari katun sederhanaberwarnaputihdihiasidengan pinggiran biru. Dia juga berkisah tentang kesulitan dan penderitaanya. Ia tidak memiliki penghasilan dan harus memohon makanan dan persediaan. Teresa muda mengalami keraguan, kesepian dan godaan untuk kembali dalam kenyamanan kehidupan biara.
Ia menulis dalam buku hariannya:
“Tuhaninginsayamasukdalamkemelaratan.Hariinisayamendapat pelajaran yang baik. Kemelaratan para orang miskin pastilah sangat keras. Ketika saya mencari tempat tinggal, saya berjalan dan terus berjalansampailengandankakisayasakit. Sayabayangkanbagaimana mereka sakit jiwa dan raga, mencari tempat tinggal, makanan dan kesehatan.
Kemudian kenikmatan Loreto datang pada saya:”Kamu hanya perlu mengatakan dan semuanya akan menjadi milikmu lagi,” kata Sang Penggoda…Sebuah pilihan bebas, Tuhanku, cintaku untukmu, aku ingin tetap bertahan dan melakukan segala keinginan-Mu merupakan kehormatan bagiku. Aku tidak akan membiarkan satu tetes air mata jatuh karenanya”.

Pada 5 September 1997 Bunda Teresa meninggal. Warisannya bukan berbentuk materi. Tapi berupa sebuah gerakan kemanusiaan yang dahsyat. MisionarisCintaKasihyangdipimpinnya memiliki lebih dari 4.000 suster dan persaudaraandengan300anggotayang menjalankan 610 misi di 123 negara. Misionaris Cinta Kasih juga dibantu oleh wakil pekerja yang berjumlah lebih dari 1 juta pada tahun 1990-an untuk mengurusrumah-rumahpenampungan orang miskin dan tidak berdaya, rumah bagi penderita HIV/AIDS, kusta dan TBC, dapur umum, program konseling anak-anak dan keluarga, pembantu pribadi, panti asuhan, dan sekolah.

Namun, warisan yang paling dahsyat menurut saya adalah ketika BundaTeresa menulis beberapa bait tentang seluruh pengalamannya ketika memilih kesulitan, penderitaan, dan kesabaran untuk membela harkat dan martabat kemanusiaan.

Selalu antara Engkau dan Tuhan

Orang kerap kali tak bernalar, tak logis dan egois Biar begitu, maafkanlah mereka
Bila engkau baik, orang mungkin akan menuduhmu menyembunyikan motif egois
Biar begitu, tetaplah bersikap baik
Bila engkau jujur dan berterus terang, orang akan menipumu Biar begitu, tetaplah jujur dan berterus terang
Bila engkau sukses, engkau akan mendapati teman-teman palsu dan teman-teman sejati
Biar begitu, tetap lah meraih sukses
Apa yang engkau bangun selama bertahun-tahun, mungkin akan dihancurkan seseorang dalam semalam
Biar begitu, tetaplah membangun
Bila engkau menemukan ketenangan dan kebahagiaan, orang mungkin akan iri hati dan dengki
Biar begitu, tetaplah berbahagia dan temukan kedamaian hati Kebaikan yang engkau lakukan hari ini, mungkin akan dilupakan orang keesokan harinya
Biar begitu, tetaplah lakukan kebaikan
Berikan pada dunia milikmu yang terbaik, dan mungkin itu tak akan pernah cukup
Biar begitu, tetaplah berikan pada dunia milikmu yang terbaik Ketahuilah, pada akhirnya
Sesungguhnya ini semua adalah antara engkau dan Tuhan Tidak pernah antara engkau dan mereka”.
(Faizal Rizki dlm http://www.aktual.co/wisatahati/203134sepenggal-warisan-bunda-teresa)

Jawab pertanyaan berikut ini!
• Apa yang dikisahkan dalam cerita di atas?
• Apa yang paling berkesan dari cerita tentang Ibu Teresa?

Refleksi.

Catatan Harian Bunda Teresa

“Hidup adalah kesempatan, gunakan itu. Hidup adalah keindahan, kagumi itu. Hidup adalah mimpi, wujudkan itu. Hidup adalah tantangan, hadapi itu. Hidup adalah kewajiban, penuhi itu. Hidup adalah pertandingan, jalani itu. Hidup adalah mahal, jaga itu. Hidup adalah kekayaan, simpan itu. Hidup adalah kasih, nikmati itu. Hidup adalah janji, genapi itu. Hidup adalah kesusahan, atasi itu. Hidup adalah nyanyian, nyanyikan itu. Hidup adalah perjuangan, terima itu. Hidup adalah tragedi, hadapi itu. Hidup adalah petualangan, lewati itu. Hidup adalah keberuntungan, laksanakan itu. Hidup adalah terlalu berharga, jangan rusakkan itu. Hidup adalah HIDUP, berjuanglah untuk itu”
2. Panggilan untuk Menghormati Hidup
Simaklah teks Kitab Suci berikut ini!

Yesus dan Hukum Taurat
(Mat 5:21-24)

Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan keMahkamahAgamadansiapayangberkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu diatas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

Jawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
• Ayat-ayat yang mana yang menunjukkan bahwa Yesus menghormati hidup orang lain?
• Apa makna “menghormati hidup” menurut teks Kitab Suci di atas?
• Apa contoh tindakanmu yang menunjukkan sikap hormat terhadap hidup sesama?

3. Sikap untuk Menghormati Hidup
Jawablah pertanyaan berikut! Jika perlu diskusikan dengan teman sebangku atau kelompokmu!

• Apa saja usaha yang dapat kita lakukan untuk menghormati hidup?
Lengkapilah tabel jawaban berikut !

Tindakan yang tidak menghormati hidup :
1. Ketika sakit tidak mau minum obat,
2. Bersikap tidak hati-hati/ sembrono,
3. Tidak menjaga kebersihan badan.
4. Makan sembarangan
5. Mengucilkan teman.
6. …

Usaha-usaha yang menghormati hidup :
1. Ketika sakit mau minum obat.
2. Bersikap hati-hati.
3. Menjaga kebesihan anggota badan.
4. Makanjenis makanan yang sehat.
5. Bersahabat dengan semua orang.

Refleksi.

Sebuah syair lagu melukiskan bahwa “Hidup itu anugerah, hidup itu hadiah, Betapa bahagia yang menyadarinya, Betapa ringan langkah mereka”. (Bdk. Mat 6 : 26-34). Inilah gambaran bahwa Tuhan memberikan kehidupan kepada kita sebagai hadiah. Tuhanlah yang memiliki kehidupan, sehingga tidak ada orang atau pihak mana pun yang dapat mengambilnya, dengan alasan apa pun.
Sebagai hadiah Tuhan, hidup yang kita miliki harus kita rawat, kita jaga dan kita pelihara. Hal itu berlaku bagi semua makhluk hidup di muka bumi ini. Hal ini ditegaskan oleh Tuhan di dalam perjanjian lama “jangan membunuh” (kel 20:13 )

Lebih dalam dari itu, Yesus menekankan sikap baru dalam memahami firman kelima tersebut. Jangan membunuh bukan hanya larangan menghabisi nyawa orang lain atau bunuh diri, melainkan penekanan sikap hormat dan sikap kasih terhadap kehidupan. Hal itu tergambar dalam sabda Yesus: “jangan membunuh: siapa membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu, setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus diserahkan ke dalam api yang menyala-nyala” (Mat 5:21-22).

Pemahaman baru ini kembali menempatkan cinta-kasih sebagai hukum utama. Membunuh dapat diartikan sebagai membuang sesama dari persaudaraan, dengan menghilangkan nyawanya, menyebut sesama sebagai kafir atau juga dengan membencinya. Bagi murid-murid Yesus, yang utama bukan tindakan tidak membunuh, tetapi mengasihi sesama sebagai saudara. Dengan mengasihi sesama, kita menghormati hidup dan melestarikan kehidupan dengan segenap jiwa raga, bakat, dan perasaan.
Tuhan menghendaki kita agar kita ikut serta menawarkan kasih dan kebaikan-Nya kepada orang-orang di sekitar kita.

 

SD4.2.4. Agama Katolik : Masyarakat – Cinta Kepada Sesama.

SD4.2.4. Agama Katolik : Masyarakat – Cinta Kepada Sesama.

Melalui kisah “Orang Samaria Yang Murah Hati” (Luk 10:25- 37), Yesus mengajarkan bahwa sesama adalah mereka yang menunjukkanbelaskasih,khususnyamerekayangmembutuhkan pertolongan. Melalui kisah itu, Yesus menegaskan bahwa sesama kita adalah semua orang. Dengan demikian, bagi kita tidak ada orang lain atau orang asing, karena semua orang adalah sesama kita, semua orang saudara kita. Apabila kita memandang semua orang sebagai saudara, kita patut menunjukkan belas kasih kepada semua orang. Kita diajak untuk belajar mencintai dan peduli kepada siapa pun tanpa membedakan latar belakang suku, agama, kaya, miskin, dan sebagainya.
Nyanyikanlah lagu berikut ini!

Saling Cinta

Ayah, ibu, saudara kami cinta
Teman dan orang lain, kami cinta
Kami saling membantu, kar’na cinta
Tolong siapa saja, kar’na cinta

Orang lain yang susah kami hibur
Siapa saja susah, kami bantu
Di dalam apa saja, kami rela
Tolong siapa saja, kar’na cinta

(Sumber, Hatiku Penuh Nyanyian, KKI, 2003)

1. Kisah Seorang Petani
Bacalah cerita di bawah ini!

Petani yang Dermawan.

Ada seorang petani tua yang berasal dari sebuah desa dan sangat kaya raya. Tanahnya berhektar- hektar, jagungnya selalu tumbuh subur dan buahnya sangat banyak. Panennya tak pernah gagal dan ia adalahsosokyangsangatdermawan. Ia selalu membagi-bagikan bibit jagung berkualitas baik kepada tetangga-tetangganya untuk ditanam, dan ia tak pernah memungut bayaran.

Suatu hari sebuah media massa datang untuk mewawancarai dirinya, pertanyaan demi pertanyaan ia jawab. Kemudian sampailah pada sebuah pertanyaan yang membuat si wartawan sempat kebingungan. “Mengapa Anda sering membagikan bibit jagung terbaik kepada tetangga Anda, Pak? Bukankah sangat mahal harganya? Apakah Anda tidak rugi?” tanya si wartawan.

Pak petani pun menjawab, “Apakah kamu tidak tahu, bahwa angin akan membawa serbuk sari dari satu pohon ke pohon lain. Jika serbuk sari jagung yang kualitasnya buruk membuahi jagung di ladangku, bagaimana aku bisa mendapat jagung dengan kualitas yang baik?”

Si wartawan termenung. Apa yang dilakukan pak tani sungguh luar biasa. Dengan uang yang dimilikinya, seharusnya ia bisa melakukan apa saja untuk tanamannya. Namun, ia memilih cara alami dengan menambahkan bibit kepedulian dan pupuk cinta di dalamnya.
(Sumber : vemale.com. inspiring. Lentera).

Jawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
• Mengapa Pak tani yang dikisahkan bisa menjadi orang yang kaya raya?
• Manfaat apa yang diperoleh dengan membagi-bagikan benih jagung terbaik, baik bagi dirinya maupun sesamanya?
• Apa pesan yang kamu pelajari dari kisah tersebut?
• Orangyang bagaimanakahyang biasanyadipedulikan? Mengapa demikian?

Pak tani di dalam kisah tersebut menjadi orang yang kaya raya karena hasil panennya selalu berlimpah. Hasil panen yang berlimpah itu dipengaruhi oleh lingkungan di sekitarnya. Bunga jagung yang baik, akan menghasilkan jagung yang bermutu jika mendapat penyerbukan dari benih jagung yang baik pula. Maka ia tak sungkan untuk membagi-bagikan benih jagung kepada sesamanya. Dengan demikian selain bermanfaat bagi sesamanya, juga sangat menunjang panen yang berlimpah bagi dirinya.
Kisah ini mengajarkan sikap peduli, sikap penuh cinta kepada sesama dan tidak mementingkan diri sendiri. Dengan sikap peduli kepada sesama, kita akan menuai cinta dan kepedulian dari sesama.
Pada umumnya, orang lebih mempedulikan orang-orang yang mereka kenal dan memiliki kesamaan latar belakang. Misalnya kesamaan suku bangsa, kesamaan ras, kesamaan agama, atau kesamaan daerah asal. Sedangkan orang-orang yang tidak mereka kenal atau tidak memiliki kesamaan latar belakang, kerap kurang mereka pedulikan, karena dianggap orang asing dan tidak memberikan keuntungan.
Pedulikah aku terhadap sesama yang membutuhkan bantuan?

2. Pesan Kitab Suci tentang Cinta pada Sesama

Orang Samaria yang Murah Hati
(Luk 10:25-37)

Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya:“Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperolehhidupyang kekal?” Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang

tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?”Jawab orang itu: “Kasihilah Tuhan, Al-lahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Kata Yesus kepadanya: “Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.”

Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepadaYesus: “Dan siapakah sesamaku manusia?”Jawab Yesus: “Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun- penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati. Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.

Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.

Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali. Siapakah di antaraketigaorangini, menurutpendapatmu, adalahsesamamanusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?”

Jawab orang itu: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.”KataYesuskepadanya:“Pergilah,danperbuatlahdemikian!”

Jawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
• Menurut kisah tersebut, apa yang harus diperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?
• Mengapa imam dan orang Lewi tidak disebut sebagai sesama?
• Mengapa Orang Samaria disebut sesama bagi orang yang dirampok?
• Bagaimana sikap kita terhadap sesama kita selama ini?
• Apa yang dapat kita lakukan sehingga kita pantas disebut sebagai sesama bagi semua orang?

Rangkuman.

• Cinta kasih merupakan hukum yang terutama. Hal itu merupakan isi hukum Taurat, sebagaimana dikatakan oleh ahli Taurat dalam percakapan dengan Yesus. “Kasihilah Tuhan, Al-lahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”. (Luk 10: 27). Itu merupakan satu cara untuk memperoleh hidup yang kekal.
• Ahli Taurat bertanya mengenai siapakah sesama manusia? Hal ini didasarkan pada pandangan Yahudi bahwa sesama adalah mereka yang sama-sama menjunjung adat istiadat Yahudi. Dia berharap Yesus memberi jawaban yang keliru, sehingga dapat dilaporkan kepada ahli Taurat lainnya dan ditangkap. Tetapi dengan mengisahkan orang Samaria yang murah hati, pertanyaan tersebut dijawab oleh dirinya sendiri. Sesama adalah orang yang telah menunjukkan belas kasihan.
• Yesus mengajak ahli Taurat tersebut untuk menemukan pola yang baru, yaitu pola cinta kasih. Di dalam pola ini, sesama lebih luas dari sekedar mereka yang memegang adat istiadat dan agama, sesama adalah semua orang tanpa memandang agama, adat istiadat, suku bangsa atau status sosial lainnya.
• Kesamaan sebagai manusia di hadapan Tuhan, menjadi dasar utama bagi kepedulian serta berbagi cinta kasih.

SD4.2.2. Agama Katolik : Mukjizat Yesus

SD4.2.2. Agama Katolik : Mukjizat Yesus..

Mukjizat sebagai tindakan keilahian Yesus juga terjadi pada saat seorang perwira memohon Yesus untuk menyembuhkan hambanya. Pada peristiwa itu, hamba tersebut sembuh bukan karena Yesus datang ke rumahnya, tetapi iman perwira tersebut. Hal itu tercermin pada kata-katanya: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, makahambakuituakansembuh”.Selainkuasailahi,Imanmenjadi syarat utama bagi terjadinya suatu mukjizat.Peristiwa mukjizat menunjukkan hubungan antara kata-kata dengan tindakan Yesus. Sabda atau kata-kata Yesus diwujudkan di dalam tindakan nyata. Sebaliknya, tindakan atau mukjizat Yesus menguatkan kata-kata-Nya.

1. Mukjizat-Mukjizat yang Terjadi pada Zaman Ini.

Simaklah kisah berikut ini!
Penyembuhan Berkat Perantara Yohanes Paulus II.

Mantan Walikota Huila, Kolombia, Marco Fidel Rojas memberi kesaksian, bahwa dirinya mengalami kesembuhan secara ajaib atas penyakit parkinsonnya berkat doa melalui perantara Beato Yohanes Paulus II (JP-II). Kesaksiannya itu dilaporkan sebuah koran terbitan Kolombia, El Tiempo. Menurut Koran El Tiempo, demikian catholicnewsagency.com, Selasa, 17/7, testimoni Rojastelah dikirim ke ke kantor Kongregasi Penggelaran Kudus di Vatikan, untuk diperiksa berkaitan dengan proses kanonisasi Beato JP-II. Pada hari yang sama, ewtn.com juga melansir hal tersebut.

Disebutkan oleh koran tersebut, Rojas mengungkapkan bahwa dirinya merasakan gejala sakit sejak Desember 2005. Dokter menyatakan dirinya terkena stroke yang dapat menyebabkan Parkinson. Penyakitnya semakin memburuk. “Beberapa kali saya jatuh di jalan,” kenangnya, seraya menambahkan bahwa suatu kali ia hampir ditabrak taksi. Dia merasa seperti kehilangan kendali setiap kali berjalan.

Ketika penyakitnya kian memburuk, Rojas teringat perjalanannya ke Roma. Kala itu senja hari, 27 Desember 2001, dia bertemu dengan Paus JP-II. Pertemuannya itu terjadi setelah Misa. Bahkan Rojas pun sempat bercakap-cakap sebentar dengan Paus kelahiran Polandia itu. Dalam ingatan perjumpaan yang sangat berharga itu, Rojas berteriak di tengah rasa sakitnya, “Aku punya teman! Dia juga menderita parkinson.” Pada malam itu, dia pun berdoa mohon kesembuhan melalui perantaraan Beato JP-II. “Bapa, datang dan sembuhkan aku, tumpangkan tanganmu di kepalaku”, ucapnya.

Setelah berdoa, Rojas tidur lelap. Keesokan harinya, dia bangun tanpa rasa sakit. Dia merasakan penyakit parkinson yang dideritanya telah sembuh. Dia juga semakin yakin, JP-II telah menyembuhkannya. “Ya, JP-II telah memberi saya keajaiban dengan menyembuhkan saya!” katanya. Rojas pun berjanji untuk menyebarluaskan devosi kepada Beato JP-II. Dalam El Tiempo, Dr Antonio Schlesinger Piedrahita, neurolog ternama di Kolombia menyatakan Rojas sembuh, dan dalam keadaan sehat.

Sebelumnya, seorangsusterwargaPerancis, SrMarie Simon-Pierre, mengalami kesembuhan dari penyakit yang sama, setelah berdoa dengan perantaraan JP-II. Mukjizat penyembuhan itu membuka jalan lebar beatifikasi JP-II. Pada Mei 2011, Paus JP-II dibeatifikasi oleh Paus Benediktus XVI. Sekarang, setelah kesembuhan penyakit parkinson biarawati Perancis itu, Rojas juga telah membuktikan mukjizat kesembuhan dari penyakit yang sama. Banyak pendapat muncul bahwa mukjizat kesembuhan ini akan membuka jalan kanonisasi Beato JP-II.
sumber : (Hidupkatolik.com, Benidiktus W. / Y. Prayogo/ 21 Juli 2012 23:56 WIB).

Jawab pertanyaan-pertanyaan berikut!
1. Apa inti kisah di atas?
2. Siapa yang disembuhkan?
3. Pernahkah kamu mendengar bahwa ada anggota keluargamu atau orang lain di sekitarmu mengalami suatu mukjizat dalam hidupnya? Ceritakan mukjizat apa yang dialami itu!
4. Apakah dalam hidupmu, kamu sendiri pernah mengalami mukjizat?
5. Apakah menurut kamu pada zaman ini masih terjadi mukjizat dalam kehidupan manusia? Jelaskan!

 

2. Yesus Membuat Mukjizat-mukjizat.
Simak kisah-kisah mukjizat Yesus berikut ini!

Yesus Menyembuhkan Hamba Seorang Perwira
(Mat 8:5-10)

“KetikaYesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya: “Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita.” Yesus berkata kepadanya: “Aku akan datang menyembuhkannya.” Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.”

Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya:“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel”.

 

Yesus Mengusir Setan
(Luk 4: 31-44)

Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat. Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa.

Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras: “Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mudengankami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Al-lah.”Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: “Diam, keluarlah dari padanya!” Dan setan itu pun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya. Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: “Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar.” Dan tersebarlah berita tentang Dia ke mana-mana di daerah itu.

Kemudian Ia meninggalkan rumah ibadat itu dan pergi ke rumah Simon.Adapunibumertua Simondemamkeras danmerekameminta kepadaYesus supaya menolong dia. Maka Ia berdiri di sisi perempuan itu, lalu menghardik demam itu, dan penyakit itu pun meninggalkan dia. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka. Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang- orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit.

Ia pun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka. Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: “Engkau adalah Anak Al-lah.” Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias. Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka. Tetapi Ia berkata kepada mereka:“Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Al-lah sebab untuk itulah Aku diutus.” Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea.

Jawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
• Apa saja mukjizat yang dilakukan Yesus di Kapernaum? …

• Mengapa Yesus bisa mengusir setan dan menyembuhkan berbagai penyakit? Yesus menunjukkan bahwa Al-lah adalah Maha Kuasa, Al-lah mencintai Manusia. Manusia harus percaya itu.

 

RANGKUMAN.

Dalam tugas-Nya memaklumkan Kerajaan Al-lah, selain mengajar dengan menggunakan banyak perumpamaan, Yesus pun membuat banyak mukjizat. Mukjizat adalah suatu tanda di mana Al-lah bertindak. Mukjizat-mukjizat itu dibuat Yesus sebagai bukti bahwa Al-lah mengasihi manusia. Selain itu, mukjizat dibuat untuk menyatakan kemuliaan Al-lah di dalam diri Yesus. “Karena pekerjaan Al-lah harus dinyatakan di dalam dia” (Yoh 9:1-3).

Dengan kuasa dan kasih-Nya, Yesus menyembuhkan banyak orang dari berbagai macam penyakit, mengusir setan bahkan menghidupkan orang mati. Mukjizat menjadi tanda bahwa Al-lah hadir untuk menyelamatkan manusia.

Selain Yesus menunjukkan kuasa dan kasih-Nya, mukjizat terjadi jika orang memiliki iman. Iman menjadi syarat bagi terjadinya suatu mukjizat. Hal itu ditunjukkan dalam berbagai mukjizat Yesus, sebagaimana ditunjukkan oleh perwira:“katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh” (Mat 8:8). Oleh karena imannya itulah, hamba sembuh. Atas imannya itu pula Yesus memuji perwira: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel”.

Dari kisah mukjizat Yesus, kita dapat melihat kesatuan yang erat antara kata dengan tindakan Yesus. Kata-kata Yesus menjelaskan perbuatan-Nya, dan tindakan Yesus menguatkan kata-kata-Nya. Contoh Yesus berkata: “Akulah kebangkitan dan hidup”. Kata- kataYesus menjadi nyata ketika ia membangkitkan Lazarus. “Akulah gembala yang baik”. Kata-kata Yesus itu Ia laksanakan dengan menginap di rumah Zakheus si pemungut cukai.

 

 

SD4.2.1 Agama Katolik : Yesus Mewartakan Kerajaan Al-lah melalui Perumpamaan

SD4.2.1. Agama Katolik : Yesus Mewartakan Kerajaan Al-lah melalui Perumpamaan.

Di dalam mewartakan Kerajaan Al-lah, Yesus menggunakan beraneka macam cerita atau dongeng yang dikenal sebagai perumpamaan. Perumpamaan-perumpamaan yang digunakan Yesus, ditujukan agar para pendengar dapat dengan mudah memahami makna Kerajaan Al-lah yang hendak disampaikan-Nya. Murid-murid serta masyarakat umum, yang sering mengikuti Yesus adalah kaum sederhana. Mereka adalah para nelayan,penggembala kambing domba, serta orang-orang yang memiliki status sosial yang kurang diperhitungkan di dalam masyarakat. Atas dasar alasan itulah Yesus menggunakan perumpamaan sebagai cara untuk menyampaikan ajaran mengenai Kerajaan Al-lah.

1. Mengenal Simbol-simbol dalam Kehidupan Masyarakat Kita :

Tentukan makna pantun, peribahasa, dan ungkapan berikut ini!
1. Pantun yang berbunyi “Berakit-rakit ke hulu, berenang- renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang- senang kemudian”, artinya:.Berusaha atau bersusah dahulu untuk mendapatkan hasil atau panen yang menggembiarakan kemudian hari.

2. Peribahasa “Tong kosong nyaring bunyinya”, artinya : Banyak omong tidak ada hasilnya

3. Ungkapan “Makan garam”, artinya: memiliki banyak pengalaman.

Tulislah masing-masing satu pantun, peribahasa, dan ungkapan. Jelaskan maknanya!
1. Pantun : merupakan karya yang dapat menghibur sekaligus dan menegur. Pantun merupakan ungkapan perasaan dan pikiran, karena ungkapan tersebut disusun dengan kata-kata hingga sedemikian rupa sehingga sangat menarik untuk didengar atau dibaca. Pantun menunjukkan bahwa Indonesia memiliki ciri khas tersendiri dalam mendidik dan menyampaikan hal-hal yang bermanfaat.
2. Peribahasa ;adalah kelompok kata atau kalimat yang menyatakan suatu maksud, keadaan seseorang, atau hal yang mengungkapkan kelakuan, perbuatan atau hal mengenai diri seseorang. Peribahasa mencakup ungkapan, pepatah, perumpamaan, ibarat, tamsil.
3. Ungkapan : merupakan gabungan kata yang maknanya sudah menyatu dan tidak ditafsirkan dengan makna unsur yang membentuknya. Idiom atau disebut juga dengan ungkapan adalah gabungan kata yang membentuk arti baru dimana tidak berhubungan dengan kata pembentuk dasarnya.

Refleksi :

Di dalam komunikasi dengan sesama, nenek moyang kita memilikibudayayanghalus. Budayainiditujukanuntukmemberi semangat, menyindir, atau menasihati orang lain secara halus dan tidak langsung. Oleh karena itu, di dalam masyarakat kita terdapat aneka jenis pantun, pepatah, peribahasa atau nasihat. Semua itu digunakan oleh nenek moyang kita agar mudah diingat dan mudah dipahami. Dengan mengingat dan memahami makna-maknanya, seseorang tidak merasa ditegur atau dinasihati secara langsung, melainkan merasa ditegur atau disapa oleh pemahamannya sendiri.
Sudahkah aku memegang teguh nasihat-nasihat dari orang tua, guru, dan orang-orang dewasa lainnya?

2. Mengenal Beberapa Perumpamaan Yesus.
Bacalah beberapa perumpamaan berikut!

Perumpamaan tentang Seorang Penabur.
(Matius 13:1-13)

Pada hari itu keluarlah Yesus dari rumah itu dan duduk di tepi danau.Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai. Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kata-Nya: “Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.

Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh,karena tanahnya tipis.

Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati.Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!” Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: “Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?”

Jawab Yesus: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.Karena siapa yang mempunyai, kepadanyaakandiberi, sehinggaiaberkelimpahan;tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan  diambil dari padanya.Itulah sebabnya Aku berkata- kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti”.

 

Perumpamaan Gandum dan Ilalang.
(Matius 13:24-30)

Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu. Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata, “Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakahlalangitu?”Jawab tuan itu, “Seorang musuh yang melakukannya”. Lalu berkatalah hamba- hamba itu kepadanya,“Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu?”

Tetapi ia berkata, “Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku”.

Perumpamaan tentang Harta Terpendam.
(Mat 13: 44-51)

“Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.”

“Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan. Setelah penuh, pukat itu pun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang. Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. “Mengertikah kamu semuanya itu?” Mereka menjawab: “Ya, kami mengerti”.

3. Makna yang Terkandung di dalam Perumpamaan

Jawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
1. Siapakah yang dimaksud penabur pada perumpamaan yang pertama (Mat 13:1-13)? Yesus sendiri.
2. Apa yang dimaksud dengan benih? Ajaran atau Sabda Al-lah.
3. Di mana sajakah benih yang ditaburkan itu jatuh?
4. Mengapa benih yang jatuh di tanah yang subur dapat berbuah berlipat ganda?
5. Apa yang hendak digambarkan dengan perumpamaan “tanah yang subur”?
6. Pesan apa yang hendakYesus sampaikan melalui perumpamaan “tentanggandumdanilalang”(Mat13: 24-30) danperumpamaan “tentang harta terpendam” (Mat 13:44-51)?

Rangkuman :

• Yang dimaksud sebagai penabur adalah Yesus sendiri yang mewartakan Injil Kerajaan Al-lah kepada semua orang. Sedangkan yang dimaksud dengan benih, yaitu Sabda Al-lah. Sabda Al-lah itulah yang berisi nilai-nilai Kerajaan Al-lah, yaitu damai, kerendahan hati, sikap lemah lembut, penuh kasih, pengampunan, dan persaudaraan.
• Benih yang ditaburkan jatuh di berbagai tempat yaitu di pinggir jalan, di tanah yang berbatu-batu, di semak berduri, dan di tanah yang baik.
• Perumpamaan tentang gandum dan ilalang (Mat 13: 24-30) melambangkan bahwa Kerajaan Al-lah akan terwujud jika orang dapat membedakan dan melaksanakan kebenaran serta membuang kejahatan. Sementara perumpamaan tentang harta terpendam (Mat 13:44-51) memiliki makna bahwa Kerajaan Al-lah merupakan hal yang utama, sehingga kita harus memperjuangkannya secara penuh bahkan rela meninggalkan hal-hal lain demi Kerajaan Al-lah.

4. Menemukan Makna Perumpamaan
Cari dan bacalah perumpamaan-perumpamaan di dalam Kitab Suci dan tulis makna yang terkandung di dalamnya!

 

Agama Katolik – 10 Perintah Allah – Aku Percaya – Tobat

Teks resmi Sepuluh Perintah Al-lah untuk Gereja Katolik adalah sebagai berikut:

Akulah Tuhan, Al-lahmu,
1, Jangan menyembah berhala, berbaktilah kepada-Ku saja, dan cintailah Aku lebih dari segala sesuatu.
2, Jangan menyebut Nama Tuhan Al-lahmu dengan tidak hormat.
3, Kuduskanlah hari Tuhan.
4, Hormatilah ibu-bapamu.
5, Jangan membunuh.
6, Jangan berzinah.
7, Jangan mencuri.
8, Jangan bersaksi dusta tentang sesamamu.
9, Jangan mengingini istri sesamamu.
10, Jangan mengingini milik sesamamu secara tidak adil.

 

Aku Percaya.

Aku percaya akan Al-lah,
Bapa yang Maha Kuasa, pencipta langit dan bumi.
Dan akan Yesus Kristus,
PuteraNya yang tunggal, Tuhan kita.
Yang dikandung dari Roh Kudus,
dilahirkan oleh perawan Maria.
Yang menderita sengsara,
dalam pemerintahan Pontius Pilatus,
disalibkan, wafat dan dimakamkan.
Yang turun ketempat penantian,
pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati.
Yang naik ke surga,
duduk disebelah kanan Al-lah Bapa yang Maha Kuasa.
Dari situ Ia akan datang mengadili orang hidup dan mati.
Aku percaya akan Roh Kudus,
Gereja Katholik yang Kudus,
Persekutuan para Kudus,
pengampunan dosa,
kebangkitan badan,
kehidupan kekal.

Amin.

 

Doa Tobat.

Al-lah yang maharahim, aku menyesal atas dosa-dosaku. Aku sungguh patut Engkau hukum, terutama karena aku telah tidak setia kepada Engkau yang maha pengasih dan mahabaik bagiku.
Aku benci akan segala dosaku, dan berjanji dengan pertolongan rahmat-Mu hendak memperbaiki hidupku da tidak akan berbuat dosa lagi. Al-lah yang maha-murah, ampunilah aku, orang berdosa. (Amin.)

 

[Puji Syukur no 13]
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
seperti pada permulaan, sekarang, selalu,
dan sepanjang segala abad. (Amin.)

Terpujilah nama Yesus, Maria dan Yosef, sekarang dan selama-lamanya (Amin.)

 

Agama Katolik – Riwayat St. Thomas

Santo Thomas, Rasul.

Thomas lahir di Galilea dan dikenal sebagai salah seorang dari Keduabelas Rasul Yesus. Perihal tempat dan waktu dia dipilih menjadi Rasul tidak dibeberkan di dalam Injil. Banyak keterangan tentang pribadinya dapat kita temukan di dalam Injil Yohanes. Thomas yang disebut juga Didimus (artinya: kembar) “ adalah seorang nelayan pembantu. Ia tidak memiliki perahu sendiri seperti Petrus dan Andreas. Hidupnya hampir selalu serba kurang. Hal inilah yang membuat dia bersikap selalu hati-hati, pesimis dan cepat menyangka akan terjadi hal yang buruk atas dirinya. Banyak orang yang mempunyai gambaran yang kurang tepat tentang Thomas. Meskipun demikian, Thomas dikenal berani.

Thomas hadir dalam peristiwa pembangkitan Lazaurus dan Perjamuan Terakhir. Di antara keduabelas Rasul, Thomas dikenal sebagai orang yang tidak mudah mempercayai sesuatu. Sikapnya ini terlihat dengan sangat jelas dalam kaitannya dengan peristiwa penampakan Yesus setelah kebangkitanNya (Yoh 20:24 – 29). Oleh karena itu di kalangan umat sering terdapat gambaran yang kurang baik tentang Thomas. Setiap kali namanya disebut, yang terbayang di benak mereka adalah seorang rasul yang tidak mau percaya kepada sesuatu hal yang belum disaksikannya sendiri.

Ketika Yesus mendengar bahwa Lazaurus meninggal dunia, Ia berkeputusan untuk kembali ke Yudea, pada hal baru saja orang mau melempariNya dengan batu di daerah itu. Sesudah para Rasul gagal menahan Yesus, Thomas dengan tegas mengajak: Ayo, kita pergi juga! Biarlah kita mati bersama – sama dengan Dia. Thomas tak mau membiarkan Yesus pergi sendirian menantang bahaya. Thomas seorang yang terus terang, polos dan tidak malu -malu menyatakan ketidaktahuannya. Pada Perjamuan Terakhir, ketika Yesus berpamitan, Thomas bertanya dengan polos: Kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan kesitu? Keraguan Thomas ini mengundang Yesus untuk menyingkap rahasia Tritunggal yang mendalam itu: Akulah jalan, Kebenaran dan Hidup. Tak seorang pun datang kepada Bapa tanpa melalui Aku. Kalau kamu mengenal Aku, kamu juga menganal BapaKu. Sikap ragu “ ragu Thomas tampak jelas sekali dalam sikapnya terhadap berita penampakan Yesus kepada para Rasul: Sebelum aku melihat bekas paku pada tanganNya dan sebelum aku mencucukkan jariku kedalam lambungNya, sekali – kali aku tidak akan percaya.
Tentang sikap Thomas ini, Santo Agustinus menulis: Dengan pengakuannya dan dengan menjamah luka Tuhan, ia sudah mengajarkan kepada kita apa yang harus dan patut kita percayai. Ia melihat sesuatu dan percaya sesuatu yang lain. Matanya memandang kemanusiaan Yesus, namun imannya mengakui Ke -Allahan Yesus, sehingga dengan suara penuh gembira tercampur penyesalan mendalam, ia berseru: Ya Tuhanku dan Allahku.

Kepadanya Yesus bersabda: Karena kau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya . Kata -kata Yesus ini masih berkumandang aktual hingga dewasa ini.

Tentang karya kerasulan Thomas sesudah itu, Kitab Suci tak menyebutkan apa-apa lagi. Juga tidak ada sepucuk surat peninggalan Thomas yang sampai kepada kita. Menurut tradisi, yang dibeberkan Santo Ambrosius dan Hieronimus, Thomas menyebarkan kabar gembira ke arah Timur dengan mengikuti jalan para pedagang, yaitu ke Sirya, Armenia, Persia dan India. Dekat Madras, di kota Malaipur, Thomas menerima mahkota kemartirannya. Orang Kristen India Selatan, lebih-lebih di sepanjang pantai Syro – Malabar, percaya bahwa Thomas menobatkan Raja Gondaphur dan bahwa mereka keturunan orang-orang Kristen abad pertama. Thomas mati ditusuk tombak, dan relikiunya masih tetap ada sewaktu makamnya dibuka kembali pada tahun 1523.

 

SD4 1-1 Agama Katolik – Pribadi Peserta Didik

Pembahasan meliputi :
A. Aku Bangga Diciptakan sebagai Perempuan atau laki-laki.
B. Lingkungan Turut Mengembangkan Diriku sebagai Perempuan atau Laki-laki.
C. Mensyukuri Diri sebagai Perempuan atau Laki-laki.
D. Kemampuan dan Keterbatasanku.
E. Mengembangkan Kemampuan Diri.
F. Aku Butuh Orang Lain untuk Mengembangkan Diri.
G. Mengembangkan Diri dengan Bekerja Sama.

 

A. Aku Bangga Diciptakan sebagai Perempuan atau Laki-Laki.

Pada hakikatnya manusia diciptakan Tuhan sebagai laki-laki dan perempuan. Laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan atau keunikannya masing-masing. Tetapi keduanya diciptakan Tuhan sebagai citra Allah. Laki-laki dan perempuan diciptakan Tuhan untuk saling melengkapi.

 1. Mengenal Diri sebagai Laki-laki atau Perempuan.

 sd4 laki perempuan

• Gambar 1 adalah gambar seorang anak….
• Gambar 2 adalah gambar seorang anak….
• Mengapa kamu berpendapat seperti itu? Beri alasan atas jawabanmu!

2. Mengenal Berbagai Pandangan Masyarakat tentang Laki-laki dan Perempuan.
Dalam masyarakat kita, terdapat banyak pandangan atau pendapat tentang jati diri seorang laki-laki dan seorang perempuan.

Pendapat itu bisa berdasarkan latar belakang tradisi, suku, agama, dan sebagainya. Tentu kamu pernah mendengar pendapat orang-orang di sekitarmu mengenai laki-laki dan perempuan. Catat beberapa pandangan masyarakat tentang laki-laki dan perempuan yang pernah kamu dengar!

Refleksi :

Apabila kita mencermati kehidupan masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dengan beraneka ragam suku dan budaya, tradisi, agama dan kepercayaan, kita dapat menemukan banyak pandangan masyarakat tentang perempuan dan laki- laki. Ada orang yang berpendapat bahwa perempuan dan laki-laki itu sama saja tidak ada bedanya. Sebagian masyarakat memandang bahwa laki-laki merupakan manusia sejati yang memiliki derajat lebih tinggi dari perempuan. Pandangan ini melatarbelakangi sikap keliru terhadap diri sendiri dan orang lain yang berbeda jenis kelamin. Ada sebagian kecil masyarakat yang berpendapat bahwa perempuan merupakan manusia nomor dua. Perempuan dipandang lebih rendah derajatnya dari laki-laki. Hal ini tentu membuat kaum perempuan kurang dihargai, bahkan cenderung dihina. Selain itu, sebagian besar masyarakatmemilikipandanganbahwalaki-lakidanperempuan itusamaderajatnya, karenakeduanyaadalahciptaanTuhan,yang memiliki keistimewaan serta kedudukan yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan jenis makhluk ciptaan yang lain. Perempuan dan laki-laki memang berbeda, tetapi Tuhan menghendaki agar perempuan dan laki-laki bisa bekerja sama dan saling melengkapi.
Apakah aku merasa bangga diciptakan Tuhan sebagai laki- laki atau perempuan?