Drama : Orang Samaria yang Murah Hati

Cerita Orang Samaria yang Murah Hati dari Lukas 10:25-37

Naskah Drama

Tokoh :
1. Penyamun/perampok
2. Pemuda yang di Rampok
3. Orang Samaria yang Baik
4. Penginapan
5. Narator.

 

Narator   :     Pada suatu hari lewatlah seorang pemuda yang turun dari Yerusalem ke Yerikho, tiba-tiba seorang penyamun menghadang pemuda itu.

Penyamun  :     ( Sambil melihat-lihat Pemuda Samaria dan bersikap kasar ).
He Ini wilayah kekuasaanku, kamu darimana, apa yang kamu bawa,  Serahkan semua itu padaku.  Kalau tidak kamu tidak akan bisa lewat sini dengan selamat.

Pemuda :    Siapa kalian, dan mau apa kalian daripadaku!” (tegas pemuda itu dengan ketakutan)

Penyamun : Aku perampok yang ingin memerasmu. Serahkan uang dan segala yang berharga yang kau punya kepada kami!” (tegas penyamun dengan nada yang kasar dan tak sopan)

Pemuda : (maka makin takutlah pemuda itu pada para penyamun itu lalu ia menjawab) saya tidak punya apa-apa, tuan!”,kasihanilah saya! (sambil berlutut meminta belas kasihan daripada para penyamun)

Penyamun : Bohoong..! (suaranya yang semakin keras dan kemudian penyamun itu menghajar pemuda itu tanpa belas kasihan hingga pemuda itu hampir mati. Lalu penyamun itu merampas apa yang berharga yang dimiliki pemuda itu seketika itu ia telah sekarat).

Narator  :     Lalu hanya beberapa saat kemudian, lewatlah seorang imam melewati jalan itu tempat pemuda itu terbaring tak sadarkan diri dengan luka yang sangat parah. Akan tetapi imam itu hanya melihat pemuda itu saja, tapi ia tidak peduli, lalu pergi.  Kemudian lewat pula orang Lewi dari jalan itu juga, tapi orang itu hanya melihatnya, lalu pergi tanpa menolongnya. Lagi-lagi orang yang lewat di jalan itu tidak mau menolong orang yang habis di rampok itu.

BACA JUGA :   SD4.2.7. Agama Katolik : Tokoh Perjanjian lama

Narator :     Kasihan sekali dia !”  ternyata yang lewat tadi adalah seorang Imam, kalau sekarang  ya , seperti  Pastor atau pendeta. Tapi ngak mau menolong, jangan di contoh ya! Seorang Imam itupun  tidak mau menolong orang yang baru saja di rampok itu. Dia malah pergi begitu saja. Sabar ya….. Mudah-mudahan saja ada orang yang lewat lagi dan mau menolong.

Narator :     Lewatlah seorang Samaria yang kebetulan juga melewati jalan itu tempat pemuda itu terbaring sekarat. Maka seketika itu pula tumbuhlah belas kasihan orang Samaria itu dibenaknya ketika ia menemukan pemuda itu lalu menghampirinya.

Orang Samaria :     Sungguh kasihan orang ini.( bisiknya dalam hati dengan penuh iba).Baiklah kiranya aku mengobatinya dengan minyak dan membungkusnya, lalu membawanya kepenginapan.(kata seorang Samaria itu sambil mengobatinya. Dan setelah itu, ia menaikkan pemuda itu ke atas keledainya hendak membawanya ke penginapan)

Narator :     Sesampainya mereka di penginapan, seorang Samaria itu lalu berkata:

Orang Samaria :     Pak, bolehkah kami menginap disini untuk merawat pemuda ini?”. Tolonglah, pak!” dia butuh peristirahatan dan perawatan segera.(tegas orang Samaria memohon)

Pemilik Penginapan : Tentu saja pak, disini masih banyak kamar untuk tempat bapak menginap dan membaringkan saudara bapak yang sedang sakit ini.(balas pemilik penginapan dengan ramah)

Narator :     Setelah itu, menginaplah mereka disana. Keesokan harinya, menjelang orang Samaria itu meninggalkan penginapan itu, berkatalah seorang Samaria itu pada pemilik penginapan

Orang samaria :     Pak, ini biaya buat penginapan kami dan perawatannya selama ia sakit dan apabila uang ini tidak cukup nantinya buat kebutuhan pemuda itu, kiranya penuhilah kebutuhannya. Nanti, aku akan menggantinya pada saat aku akan kembali kemari untuk membawa pemuda itu.

BACA JUGA :   SD3-Tema6.1-Matematika

Pemilik Penginapan : Tentu, pak!”. Kami akan merawatnya disini hingga ia sembuh nantinya. Bapak tidak perlu khawatir tentang pemuda itu. Di saat bapak akan kembali kemari, ia akan baik-baik saja (tegas pemilik penginapan dengan nada yang ramah dan meyakinkan).

Orang samaria :     Terima kasih banyak, pak”. Permisi(lalu pamitlah orang Samaria itu).

Narator  :     Demikianlah orang Samaria itu telah menunjukkan belas kasihan kepada sesamanya tanpa membedakan suku, golongan dan agama.  Siapa sesama orang yang telah di rampok tadi?  “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.”  Kata Yesus: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!”
Sudahkah kita berbuat kasih seperti yang diteladankan orang Samaria tadi ?                                     Marilah kita meneladani Orang Samaria yang baik hati dalam drama ini. Sekian.

 

 

 

 

BACAAN :

Orang Samaria yang Murah Hati

(Luk 10:25-37)

Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya:“Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperolehhidupyang kekal?” Jawab Yesus kepadanya:  “Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?”Jawab orang itu: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Kata Yesus kepadanya: “Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.”

 

Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepadaYesus: “Dan siapakah sesamaku manusia?”Jawab Yesus: “Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun- penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati. Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.

BACA JUGA :   SD4.8.1.1-Daerah Tempat Tinggalku-Lingkungan Tempat Tinggalku

 

Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.

 

Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali. Siapakah di antaraketigaorangini, menurutpendapatmu, adalahsesamamanusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?”

 

Jawab orang itu: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.”KataYesuskepadanya:“Pergilah,danperbuatlahdemikian!”

1 Komentar

  1. Jeni Balas

    terima kasih atas naskahnya, say izin menggunakan kosnep cerita seperti ini terima kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *