Pengaruh Kalor – Panas pada Kehidupan – SD Kelas 5 Tema 6 – Sub Tema 3-5 – K2013 Rev 2017

Panas dan Perpindahannya – SD Kelas 5 Tema 6. 

Sub Tema 3 : Pengaruh Panas /  Kalor Terhadap Kehidupan

Pembelajaran 5.

 

Ingatkah kamu cara membuat Bolu Meranti yang sangat terkenal itu? Ya! Adonan bolu itu harus dipanggang ke dalam oven dalam waktu tertentu. Oven adalah alat untuk memanggang kue atau makanan lainnya. Pemanggang atau oven itu, biasanya diletakkan di atas kompor. Ada juga oven listrik yang menggunakan listrik sebagai sumber energi.

Sore itu, Beni tidak sabar menunggu hasil kue kering yang dibuat ibunya. Ibu tampak memasukkan dua loyang kue kering kesukaannya ke dalam sebuah oven. Ibu harus menunggu beberapa saat sampai oven itu panas, sebelum memasukkan kue di atas loyang itu.

Tahukah kamu, bahan apa yang digunakan untuk membuat oven atau pemanggang milik ibunya Beni? Proses perpindahan panas apa sajakah yang terjadi dan perlu diperhitungkan untuk membuat dan menggunakan alat tersebut? Bagaimana dengan peralatan lain di rumahmu? Terbuat dari bahan apa sajakah alat-alat tersebut?

 

Judul : Bahan Konduktor dan Isolator di Sekitar Kita.

Barang-barang dalam kehidupan sehari-hari, banyak yang memanfaatkan sifat benda sebagai konduktor atau isolator. Benda apakah itu? Selimut dan panci merupakan benda yang memanfaatkan sifat ini.

Bagaimana cara kerja selimut? Selimut memerangkap udara. Udara adalah isolator sehingga tidak menghantarkan panas yang keluar dari tubuhmu. Dengan demikian, badanmu tetap terasa hangat. Jaket dan sarung tangan wol memiliki cara kerja yang sama, yaitu untuk memerangkap udara agar badan tetap hangat dan tidak kedinginan.

Bagaimana dengan panci yang biasa digunakan di dapur? Panci terbuat dari bahan logam, misalnya Aluminium. Aluminium merupakan penghantar panas yang baik. Panci akan menghantarkan panas ke makanan yang dimasak. Ada bagian pada panci yang justru berfungsi sebagai isolator. Pegangan panci terbuat dari plastik. Plastik merupakan isolator sehingga kamu tidak akan kepanasan ketika memegangnya.

Oven atau pemanggang, juga menggunakan prinsip perpindahan panas secara konduksi. Dengan menggunakan bahan konduktor seperti Aluminium, diharapkan panas dari sumber panas seperti kompor, tidak keluar. Sehingga, panas tersebut dapat mematangkan kue atau masakan yang dipanggang. Pemanggang biasanya berbentuk kotak dan tertutup. Bentuk yang tertutup ini ingin memaksimalkan panas untuk mematangkan makanan secara merata.

Mesin mobil dan motor, terbuat dari bahan yang dapat menghantarkan panas. Mesin memerlukan panas untuk memperoleh kinerja mesin yang ideal. Mesin juga memerlukan energi listrik sehingga perlu bahan konduktor sebagai penghantar listrik.

Kamu tentu memiliki setrika di rumah. Dahulu, ketika listrik belum banyak digunakan, masyarakat menggunakan bara arang sebagai sumber panas. Arang hitam dibakar terlebih dahulu, setelah menjadi bara baru kemudian dimasukkan ke dalam setrika. Setrika ditutup dengan pegangan yang terbuat dari kayu. Biasanya setrika arang ini terbuat dari tembaga yang berat. Berbeda dengan setrika listrik yang digunakan saat ini.

Sumber panas berasal dari aliran listrik yang memanaskan kumparan di bagian bawah setrika. Agar panasnya sampai dari kabel listrik ke pakaian maka pada alas atau bagian bawah setrika dibuat dari bahan logam. Sedangkan bagian pegangan setrika terbuat dari plastik yang bersifat isolator.

Berdasarkan bacaan di atas, tuliskan hal-hal yang kamu pahami dari setiap paragraf pada bacaan dalam sebuah kalimat. Kalimat-kalimat tersebut akan mewakili isi dari bacaan yang kamu baca. Tuliskan pada tempat yang telah disediakan.

Buatlah sebuah paragraf untuk menjelaskan isi bacaan yang melibatkan semua isi dalam setiap paragraf! Jangan lupa untuk memperhatikan penggunaan kata-kata baku dan ejaan yang tepat.

Berdasarkan bacaan di atas, buatlah sebuah diagram untuk menjelaskan apa yang telah kamu baca. Gunakan beberapa bentuk diagram yang sudah diberikan contoh sebelumnya. Namun, kali ini kamu dapat menambahkan gambar-gambar yang mewakili pokok pikiran pada paragraf bacaan.

Jelaskanlah isi bacaan dengan menggunakan diagram di atas dan menggunakan gambar-gambar yang telah kamu buat. Mintalah saran dan tanggapan dari temanmu setelah kamu mempresentasikan hasil pekerjaanmu. Lalu, lakukanlah hal yang sama pada saat temanmu melakukan presentasi.

Perhatikanlah beberapa peralatan yang ada di rumahmu! Jika kamu perhatikan, ada beberapa peralatan yang menggunakan bahan isolator dan konduktor sebagai bagian dari peralatan tersebut. Lakukanlah pengamatan secara saksama di rumahmu. Temukan beberapa peralatan yang menggunakan bahan isolator dan konduktor dengan kegunaannya masing-masing. Identifikasikan nama, kegunaan, dan sifat hantaran yang ada pada alat tersebut. Gunakanlah tabel berikut untuk membantumu! Lihatlah contoh yang telah disediakan.

Nama Alat dan Bagiannya ;
Bahan ;
Kegunaan Sifat Hantaran (Konduktor/Isolator) ;

Presentasikanlah hasil pengamatanmu di dalam kelompokmu! Catatlah hal menarik apa saja yang kamu dapatkan dari kegiatan pengamatan maupun dari presentasi teman-temanmu! Tuliskanlah pertanyaan yang ingin kamu ketahui tentang topik ini dan juga kesimpulanmu dari kegiatan ini!

Ternyata banyak juga peralatan di rumahku yang mengandung bahan isolator dan konduktor. Pengetahuan manusia memang sangat berguna untuk menciptakan peralatan guna mempermudah hidup kita, ya! Ibuku pernah menunjukkan setrika arang peninggalan nenek.
Sedangkan sekarang setrika listrik sudah semakin canggih.

Saya setuju, Made.
Bicara tentang barang peninggalan, saya punya buku cerita kesayangan ayahku waktu
beliau seumur saya! Di dalam buku ini, ada beberapa gambar cerita yang menarik. Kamu pasti
suka melihatnya!

Wah, kamu tahu saja kalau saya suka menggambar. Bolehkah saya lihat gambar cerita yang ada di dalam buku cerita milik ayahmu?

Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan gambar cerita? Bacalah bacaan berikut ini dengan saksama!

Gambar Cerita.

Gambar cerita adalah gambar yang menunjukkan kegiatan orang- orang atau binatang-binatang dalam suatu peristiwa. Gambar cerita dapat ditemui pada buku-buku cerita, terutama untuk anak-anak, untuk menceritakan sebuah peristiwa, baik peristiwa yang benar-benar terjadi atau cerita imajinasi. Bagaimana gambar cerita dibuat?

Menggambar cerita dapat dilakukan dengan teknik kering dan teknik basah. Alat dan bahan untuk menggambar cerita dengan teknik kering, menggunakan beberapa alat misalnya, pensil, kapur, krayon, atau bahan lain yang tidak memerlukan air. Pada teknik basah, media yang diperlukan berupa cat air, tinta bak atau tinta Cina, cat poster yang menggunakan air sebagai pengencer.

1.Teknik Kering.
Menggambar cerita dengan teknik kering, tidak perlu menggunakan pengencer seperti air. Cerita dibuat langsung pada kertas gambar. Mula-mula dibuat sketsa atau rancangan gambar yang menggambarkan sebuah cerita. Setelah itu, diberikan garis atau warna sesuai dengan media kering yang digunakan. Beberapa contoh media kering yang biasa digunakan antara lain:
a.Pensil
Pensil yang digunakan dalam menggambar cerita, biasanya adalah pensil ukuran 2B sampai 6B.

Judul Gambar: Bencana Gunung Meletus.
Sumber : www.japirensil.blogspot.co.id.

b.Krayon.
Krayon memiliki beragam variasi warna. Krayon merupakan campuran antara lilin dan bahan pewarna yang aman untuk anak-anak. Krayon digunakan untuk menggambar cerita yang memerlukan variasi warna.

c.Pulpen atau Spidol
Pulpen atau spidol juga digunakan untuk menggambar cerita dengan karakter yang tegas pada garis-garis. Perhatikan salah satu gambar cerita berikut ini.

Judul Gambar : Baso Tahu Jalan Suryani, Bandung Karya Arga Nugraha Muharam
Sumber: www.imgrum.org.

2.Teknik Basah.
Media yang digunakan untuk teknik basah antara lain, cat air, tinta, atau media lain yang memerlukan air sebagai pengencer. Cerita dibuat dengan cara membuat sketsa pada bidang gambar dua dimensi berupa kertas. Setelah itu, baru diberi warna sesuai dengan media basah yang sudah ditentukan. Teknik basah memerlukan beberapa alat dan bahan seperti cat air, cat poster, tinta bak atau
tinta Cina, berbagai jenis kuas, dan palet cat air.

Berikut adalah contoh gambar cerita yang dibuat dengan menggunakan teknik basah.

Setelah kamu mengetahui alat dan bahan yang digunakan untuk membuat gambar cerita, gunakanlah informasi di atas untuk melakukan kegiatan berikut bersama dengan kelompokmu.
1.Jelaskanlah, apa yang kamu ketahui tentang gambar cerita. Tuliskan pemahamanmu dengan menggunakan kata-katamu sendiri, pada buku catatanmu!
2.Berdasarkan pemahamanmu tentang gambar cerita, bersama kelompok- mu, carilah beberapa gambar cerita dari majalah dan koran.
3.Guntinglah gambar cerita tersebut dan tempelkan di beberapa kertas gambar ukuran A4.
4.Tuliskanlah di bawah cerita tersebut beberapa keterangan, seperti:
   a.Pembuat gambar,
   b.Teknik yang digunakan, dan
   c.Alat yang digunakan.
5.Amatilah gambar cerita yang telah kamu pilih, lalu diskusikan dengan teman sekelompokmu, cerita apa yang disampaikan dari gambar cerita tersebut. Tuliskanlah cerita yang kamu tangkap dari gambar tersebut di bawah keterangan gambar.
6.Pajanglah hasil pekerjaan kelompokmu di dinding kelas. Lakukanlah pengamatan pada gambar-gambar cerita milik kelompok lain. Apakah yang dapat kamu simpulkan dari kegiatan di atas? Tuliskanlah kesimpulanmu di tempat yang tersedia di bawah ini.

1.Apa kegiatan pembelajaran yang paling menarik buatmu hari ini?
2.Apa tantangan yang kamu hadapi pada kegiatan pembelajaran hari ini?
3.Bagaimana caramu mengatasinya?

Bersama dengan orang tuamu, pilihlah satu dari peralatan elektronik yang sering dipakai. Lalu carilah brosur yang menjelaskan bagian-bagian dari alat tersebut. Cari tahu kegunaan bagian tersebut dan sifat hantarannya.

 

BACA JUGA :   SD Kelas 5 - IPA - Rangkuman - Sistem Pencernaan Hewan dan Manusia

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *