Berita Seputar Indonesia.
A. Menentukan Unsur-Unsur Berita.
1. Unsur-Unsur Berita.
B. Meringkas dan Menyimpulkan Berita.
1. Ringkasan Berita.
2. Penyimpulan Isi Berita.
3. Tanggapan terhadap Isi Berita.
C. Menemukan Struktur dan Kaidah Berita.
1. Struktur Berita.
2. Kaidah-Kaidah Kebahasaan.
D. Menyampaikan Informasi dalam Bentuk Berita.
1. Pentingnya Berita.
2. Penyampaian Berita.
3. Penyuntingan Berita.
A. Menentukan Unsur-Unsur Berita :
Sepuluh hari menjelang Lebaran, Sabtu (15/11), Pelabuhan Penyeberangan Merak mulai dipadati truk. Truk-truk tersebut mengangkut barang nonsembilan bahan pokok (non sembako).
Tingginya arus truk dalam dua hari terakhir berkaitan dengan adanya larangan melintas bagi truk nonsembilan bahan pokok (non sembako) pada tanggal 21–25 November. Larangan tersebut berlaku bagi truk bersumbu lebih dari dua. Truk gandengan, truk tempelan, dan truk kontainer.
Penumpukan truk bersumbu dua tersebut seperti di Pelabuhan Merak menyebabkan antrean truk sekitar 100 meter dari pintu masuk kapal. Antrean terjadi di dermaga satu hingga dermaga empat. Tetapi, antrean tersebut masih dalam batas normal. Antrean belum membeludak ke luar area parkir pelabuhan. Akan akibat penumpukan truk itu, beberapa sopir truk mengaku harus menunggu sekitar dua hingga empat hari untuk bisa masuk kapal. (Sumber: Kompas dengan beberapa penyesuaian).
1. Peristiwa apa yang terjadi?
Di Pelabuhan Penyeberangan Merak.
2. Siapa yang mengalami peristiwa itu?
Truk-truk pengangkut barang nonsembako.
3. Di mana peristiwa itu terjadi?
Sepuluh hari menjelang Lebaran, Sabtu, (15/11).
4. Kapan peristiwa itu terjadi?
Sepuluh hari menjelang Lebaran, Sabtu, (15/11).
5. Mengapa peristiwa itu terjadi?
Adanya larangan melintas bagi truk nonsembako pada 21–25 November.
6. Bagaimana proses terjadinya peristiwa? Padatnya Pelabuhan Merak. Proses tersebut menyebabkan antrean truk di pintu masuk kapal.
Keenam pertanyaan itu terkerangka pada rumus 5W+1H. What (apa), who (siapa), where (di mana), when (kapan), why (mengapa), dan how (bagaimana). Keenam pertanyaan tersebut merupakan cara tepat menemukan unsur-unsur berita. Keenam unsur berita itu dapat disingkat dengan ADIKSIMBA untuk memudahkan di dalam mengingatnya: Apa, Di mana, Kapan, Siapa, Mengapa, Bagaimana.
Perbedaan Narasi, Deskripsi, Eksposisi, Argumentasi dan Persuasi.
sumber : http://rezkiiqkye.blogspot.com/2013/10/perbedaan-narasi-deskripsi-eksposisi.html
Paragraf adalah kesatuan pikiran yang mengungkapkan ide pokok yang berbentuk dalam rangkaian kalimat yang berkaitan dengan bentuk (kohesi) dan makna (koherensi).
Ditinjau dari jenisnya, paragraf dibedakan menjadi lima jenis, yakni:
Paragraf Narasi,
Paragraf Deskripsi,
Paragraf Eksposisi,
Paragraf Argumentasi,
Paragraf Persuasi.
Kali ini, saya akan memberi contoh masing-masing kelima paragraf tersebut dengan tema bahasan mengenai Pantai Parangtritis. Sengaja saya buat dengan tema yang sama agar pembaca lebih mudah mengetahui perbedaan dari kelima jenis paragraf tersebut.
A. Paragraf Narasi –> Menceritakan atau mengisahkan suatu kejadian atau peristiwa sehingga tampak seolah-olah pembaca mengalami sendiri peristiwa itu.
Contoh: Tepat ketika tanggal 10 Maret, sekolahku libur selama sembilan hari dan akan berakhir pada tanggal 18 Maret. Aku dan seluruh keluargaku tidak menyia-nyiakan waktu ini untuk mengadakan liburan keluarga. Ketika itu aku memilih berlibur ke Pantai Parangtritis. Pagi-pagi aku telah berbenah dan menyiapkan semua perbekalan yang nantinya diperlukan. Sepanjang perjalanan, aku iringi dengan nyanyian lagu riang. Betapa senangnya aku ketika sampai di pantai tersebut. Dengan hati suka ria, aku sambut Pantai Parangtritis dengan senyumku. Pantai Parangtritis, pantai nan elok yang menjadi favoritku. Tanpa menyia-nyiakan waktu, aku mengajak kakakku untuk bermain air. Kuambil air dan aku ayunkan ke mukanya. Dengan canda tawa, kami saling berbalasan. Puas rasanya, terasa hilang semua kepenatan karena kesibukan tiap harinya. Di sana, aku dan seluruh keluargaku saling berfoto-foto untuk mengabadikan momen yang indah ini. Tak terasa waktu berjam-jam telah kuhabiskan disana. Hari pun mulai sore menandakan perpisahan dan kembali pulang. Tak rela rasanya kebahagiaan ini akhirnya selesai. Dalam benakku, aku kan kembali esok.
B. Paragraf Deskripsi –> Menggambarkan sesuatu (objek) secara terperinci atau mendetil sehingga tampak seolah-olah pembaca melihat, mendengar, dan merasakannya sendiri.
Contoh: Masih melekat di mataku, pemandangan indah nan elok pantai Parang Tritis. Gelombang ombak bergulung-gulung datang silih berganti menyambutku serasa ingin mengajak bermain. Air yang jernih dan pasir putih lembut yang menghampar luas tanpa ada tumbuh-tumbuhan atau karang yang menghalangi membuatku ingin kembali lagi. Di sebelah kanan-kiri, aku bisa memandang air laut sejauh mata memandang, pandai dengan bukit berbatu, pesisir serta pemandangan bukit kapur di sebelah utara pantai. Kurasakan dingin membasuh kakiku karena ombah menghempas kakiku dan terasa asin air itu ketika bibirku terkena percikan. Sepanjang aku berjalan, hampir pinggiran pantai dipenuhi oleh pengunjung wisatawan. Kulihat ada yang berlari berkejar-kejaran di bibir pantai, bermain bola, bermain dengan air, berfoto-foto dengan latar sekitar pantai. Tapi yang paling membuatku tertarik, kulihat ada beberapa turis manca negara yang menikmati keindahan pantai ini dengan naik delman. Seperti apa yang aku lihat, pantai ini memang sangat ramai pengunjung. Tak pernah sunyi pantai Parang Tritis.
C. Paragraf Eksposisi –> Menjelaskan atau memaparkan tentang sesuatu dengan tujuan member informasi (menambah wawasan).
Contoh: Parangtritis adalah nama desa di kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di desa ini terdapat pantai Samudera Hindia yang terletak kurang lebih 25 km sebelah selatan kota Yogyakarta. Parangtritis merupakan objek wisata yang cukup terkenal di Yogyakarta selain objek pantai lainnya seperti Samas, Baron, Kukup, Krakal dan Glagah. Parangtritis mempunyai keunikan pemandangan yang tidak terdapat pada objek wisata lainnya yaitu selain ombak yang besar juga adanya gunung-gunung pasir yang tinggi di sekitar pantai, gunung pasir tersebut biasa disebut gumuk. Objek wisata ini sudah dikelola oleh pihak pemda Bantul dengan cukup baik, mulai dari fasilitas penginapan maupun pasar yang menjajakan souvenir khas Parangtritis. Selain itu ada pemandian yang disebut parang wedang konon air di pemandian dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit diantaranya penyakit kulit, air dari pemandian tersebut mengandung belerang yang berasal dari pengunungan di lokasi tersebut. Air panas dari parang wedang dialirkan ke pantai parangtritis untuk bilas setelah bermain pasir dan juga mengairi kolam kecil bermain anak-anak. Di Parangtritis ada juga ATV, kereta kuda & kuda yang dapat disewa untuk menyusuri pantai dari timur ke barat. selain itu juga parangtritis sebagai tempat untuk olahraga udara/aeromodeling.
D. Paragraf Argumentasi –> mengungkapkan ide, gagasan, atau pendapat penulis dengan disertai bukti dan fakta
Contoh: Pantai Parangtritis memang memiki keindahan eksotis yang membuat wisatawan ramai berkunjung, tetapi juga sering menelan korban. Yang disayangkan, sebagian masyarakat Indonesia masih saja menganggap peristiwa tersebut berkaitan dengan hal-hal mistis, yakni dikarenakan Ratu Pantai Selatan meminta tumbal. Padahal, ada penjelasan ilmiah di balik musibah tersebut. Para praktisi ilmu kebumian menegaskan bahwa penyebab utama hilangnya sejumlah wisatawan di Pantai Parangtritis, Bantul, adalah akibat terseret rip current. Dengan kecepatan mencapai 80 kilometer per jam, arus balik tidak hanya kuat, tetapi juga mematikan. Jadi, banyaknya korban tenggelam tidak ada kaitannya sama sekali dengan anggapan para masyarakat. Ali Susanto, Komandan SAR Pantai Parangtritis, juga menambahkan bahwa disepanjang Pantai Parangtritis juga banyak terdapat palung (pusaran air) yang tempatnya selalu berpindah-pindah dan sulit diprediksi. Kondisi inilah yang sering banyak menimbulkan korban mati tenggelam.
E. Paragraf Persuasi –> karangan yang bertujuan untuk meyakinkan dan membujuk seseorang agar melakukan sesuatu yang dikehendaki penulis.
Contoh: Pantai Parangtritis memang memiki keindahan eksotis yang membuat wisatawan ramai berkunjung, tetapi juga sering menelan korban. Yang disayangkan, sebagian masyarakat Indonesia masih saja menganggap peristiwa tersebut berkaitan dengan hal-hal mistis, yakni dikarenakan Ratu Pantai Selatan meminta tumbal. Padahal, ada penjelasan ilmiah di balik musibah tersebut. Para praktisi ilmu kebumian menegaskan bahwa penyebab utama hilangnya sejumlah wisatawan di Pantai Parangtritis, Bantul, adalah akibat terseret rip current. Dengan kecepatan mencapai 80 kilometer per jam, arus balik tidak hanya kuat, tetapi juga mematikan. Jadi, banyaknya korban tenggelam tidak ada kaitannya sama sekali dengan anggapan para masyarakat. Ali Susanto, Komandan SAR Pantai Parangtritis, juga menambahkan bahwa disepanjang Pantai Parangtritis juga banyak terdapat palung (pusaran air) yang tempatnya selalu berpindah-pindah dan sulit diprediksi. Kondisi inilah yang sering banyak menimbulkan korban mati tenggelam. Oleh karena itu, selayaknya warga masyarakat tidak lagi percaya hal-hal gaib dan bisa mengedepankan penalaran logika atau akal sehat. Pemerintah daerah pun sebaiknya memberikan pemahaman yang benar mengenai penyebab bencana laut kepada warga di sekitar pantai. Informasi tersebut dapat diteruskan kepada wisatawan guna meningkatkan kewaspadaan mereka.
Ada uang abang disayang, tak ada uang abang melayang, (Berbuat baik hanya ketika seseorang mempunyai banyak harta).
Ada udang dibalik batu, ada maksud tersembunyi.
Ada gula ada semut, dimana ada kesenangan, disitu pasti ada keramaian.
Ada asap ada api, segala akibat pasti ada sebabnya.
Air beriak tanda tak dalam
orang yang banyak bicara, biasanya kurang berilmu
Air tenang menghanyutkan,
orang pendiam, tapi banyak ilmu.
Air susu dibalas dengan air tuba, kebaikan yang dibalas dengan kejahatan.
Air tenang jangan disangka tiada buayanya, orang pendiam belum tentu penakut.
Anjing menggonggong kafilah berlalu, tidak peduli pada omongan, cemoohan, cibiran orang lain.
Ayam berkokok hari siang mendapatkan sesuatu yang telah lama diidamkan
Adat pasang berturung naik, nasib orang tidak akan selamanya sama, pasti ada senang dan sedih.
Air jernih ikannya jinak, suatu negeri atau wilayah makmur dengan penduduk yang juga ramah.
Asam di darat, ikan di laut, bertemu di belanga, kalau sudah jodoh, pada akhirnya nanti akan bertemu juga.
Contoh Peribahasa B.
Bagai air di daun talas, Orang yang tidak tetap pendiriannya / plin plan.
Bergantung pada akar lapuk, Mengharapkan bantuan pada orang yang tak mungkin memberikan bantuan.
Bagai makan buah simalakama, Kondisi atau keaadan yang membuat serba salah (mau melakukan A salah, B salah).
Bagai pungguk merindukan bulan, Mengharapkan sesuatu yang sulit sekali terwujudkan.
Berguru kepalang ajar bagai bunga kembang tak jadi, Mempelajari ilmu setengah-setengah tak akan membawa manfaat.
Bagai telur diujung tanduk, Situasi dimana seseorang berada dalam kondisi berbahaya atau genting.
Bagai aur dengan tebing, Saling tolong menolong.
Bagai api dengan asap, persahabatan yang erat dan tak terpisahkan.
Bagai anjing menyalak di ekor gajah, Orang hinta atau miskin melawan orang berkuasa atau kaya.
Bagai musuh dalam selimut, Teman atau orang dekat yang diam diam berkhianat.
Bagai bumi dan langit, Dua hal yang berbeda jauh dan tak bertolak belakang satu sama lain.
Berakit rakit ke hulu Berenang renang ke tepian, Bersakit sakit dahulu bersenang-senang kemudian, Untuk mencapai keberhasilan atau kesenangan, kita harus bersusah payah dan pantang menyerah.
Bagai katak dalam tempurung, Orang yang wawasannya sedikit pandangannya pun akan sempit.
Bagai mentimun dengan durian, orang lemah tak berdaya melawan orang yang berkuasa.
Besar pasak daripada tiang, Besar pengeluaran daripada pendapatan.
Berat sama dipikul ringan sama dijinjing, Bersama sama dalam suka ataupun duka, dalam senang ataupun susah.
[/responsivevoice]
Contoh Peribahasa C.
Cempedak berbuah nangka; Mendapatkan sesuatu lebih dari yang kita harapkan.
Cepat kaki ringan tangan; Orang yang suka tolong menolong dalam kebaikan.
Contoh Peribahasa D;
Daripada hujan emas di negeri orang, lebih baik hujan batu di negeri sendiri, sesenang-senangnya hidup di negeri orang, lebih senang hidup di negeri sendiri.
Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi, sejajar dalam martabat/tingkat/kedudukanya.
Dikasih hati minta jantung, Orang yang tidak tahu terima kasih atau melunjak.
Dunia tak selebar daun kelor, Dunia itu luas dan tidak sempit.
Datang tidak berjemput pulang tidak berantar, Tidak dipedulikan atau diabaikan.
Dari telaga yang jernih tak akan mengalir air yang keruh, Orang-orang yang baik akan melahirkan keturunan yang baik pula.
Di mana bumi di pijak disitu langit dijunjung, Hormatilah adat dan budaya di tempat kita berada.
Duduk sama rendah berdiri sama tinggi, Sama kedudukan, tingkat atau martabatnya.
Datang tampak muka, pulang tampak punggung, Hendaklah berpamitan ketika datang ataupun pulang.
Diatas langit masih ada langit, Diatas orang hebat/pintar/pandai dsb masih ada orang yang lebih tinggi lagi tingkat kehebatannya.
Contoh Peribahasa E.
Embun diujung rumput, Hubungan, pekerjaan atau kedudukan dll yang sangat rapuh atau mudah goyah.
Emas disangka loyang, Orang jahat disangka orang baik / orang pintar disangka orang bodoh.
Esa hilang dua terbilang, Berusaha dengan keras hingga tujuan tercapai.
Emas berkilau hendak disimpan,
Enak makan dikunyah enak kata diperkatakan, Segala sesuatu haruslah dimusyarahkan terlebih dahulu.
Contoh Peribahasa F.
Fajar menyingsing elang menyongsong, Sambutlah pagi dengan penuh semangat untuk bekerja dengan gigih.
Contoh Peribahasa G.
Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut diseberang lautan tampak. Kesalahan sendiri tak pernah terlihat, tapi kesalahan orang lain walaupun kecil terlihat jelas.
Gali lubang tutup lubang, Berhutang untuk membayar hutang yang lainnya.
Guru kencing berdiri, murid kencing berlari, Seorang pendidik / pemimpin /orang tua haruslah memberi contoh yang baik .
Gayung bersambut kata berjawab, Menangkis atau menjawab pertanyaan orang.
Gajah mati meninggalkan gading. Harimau mati meninggalkan belang. Orang baik akan meninggalkan nama baik, orang jahat akan meninggalkan nama yang tercemar ketika sudah tiada.
Gajah mati karena gadingnya. Orang yang celaka karena kelebihan yang dimilikinya.
Contoh Peribahasa H.
Hancur badan dikandung tanah budi baik terkenang jua. meskipun jasad manusia sudah tak berbentuk lagi di kubur, tapi kalau melakukan kebaikan maka orang akan tetap mengingatnya.
Hasrat hati memeluk gunung apa daya tangan tak sampai. ingin mempunyai atau memiliki sesuatu tapi sayang hanya sebatas impian.
Hangat hangat tahi ayam, kemauan yang tidak tetap.
hati gatal mata digaruk, punya keinginan tapi tak punya kemampuan untuk mendapatkannya.
hidup berkerat rotan,
harum semerbak mengandung mala,
hangat hangat kuku, agak hangat.
hidup berakal mati beriman,
Habis manis sepah dibuah, setelah tidak berguna lagi lalu dibuang atau tidak dipedulikan.
Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, orang mati meninggalkan nama.
Hemat pangkal kaya, rajin pangkal pandai.
Contoh Pribahasa I – M.
Indah kabar daripada rupa, suatu keadaan yang tidak sesuai dengan apa yang kita perkirakan sebelumnya.
Jatuh diatas tilam, mendapat keuntungan besar.
Jangan memancing di air keruh, mengambil keuntungan diatas peristiwa yang menyedihkan.
Kacang lupa akan kulitnya, lupa akan asalnya atau tak tahu diri.
Karena nila setitik rusak susu sebelangga, karena persoalan kecil, seluruh keadaan menjadi berantakan.
Kura kura dalam perahu, menanyakan sesuatu yang dia sendiri sebetulnya sudah tahu jawabannya.
Kecil-kecil cabai rawit, tampaknya kecil, tapi pemberani, cerdik atau membahayakan.
Lempar batu sembunyi tangan, melakukan suatu kejahatan, kemudian pura- pura tidak melakukan perbuatan tersebut.
Malu bertanya sesat dijalan, segan bertanya membuat kita rugi karena permasalahan kita tak pernah terselesaikan.
Musang berbulu ayam, orang jahat yang bertingkah seperti orang baik.
Menang jadi arang, kalah jadi abu. Dalam pertengkaran, menang atau kalah sama sama mendapatkan kerugian.
Menepuk air di dulang, tepercik muka sendiri. bila orang membuka aib keluarga sendiri, sama seperti membuka aib sendiri
Membasuh muka dengan air liur. hendak mencuci aib, tetapi bahkan menambahnya.
Membasuh arang dimuka, melakukan usaha untuk mencuci noda atau malu.
Menjilat air ludah, meminta kembali hal atau barang yang telah diberikan/ tak tahu malu.
Contoh Peribahasa N – R.
Nasi sudah menjadi bubur, perbuatan yang sudah terlanjur terjadi dan tidak dapat diperbaiki lagi.
Pagar makan tanaman, orang yang merusakan barang yang dititipkan atau diamanatkan padanya.
Pucuk dicinta ulam pun tiba, mendapat sesuatu lebih dari yang diharapkan/harapan yang terwujud.
Contoh Peribahasa S.
Seperti anjing dan kucing, selalu bertengkar tak pernah rukun.
Seperti labu dibenam,
Setali tiga uang.
Sudah jatung tertimpa tangga, mendapatkan musibah ketika mendapat musibah (berturut-turut).
Sambil menyelam minum air, mengerjakan suatu pekerjaan sambil menyelesaikan pekerjaan/ masalah orang lain.
Sebagai api makan sekam, suatu dendam yang tersembunyi dan membahayakan.
Seperti kayu terapung dilatu, pekerjaan atau perkara yang tak terutus.
Seperti ayam kehilangan induk, menderita kesusahan karena kehilangan sosok pemimpin.
Sepandai- pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga, sehebat hebatnya orang pasti memiliki kelemahan.
Seperti air di dalam kolam, orang yang memiliki pembawaan tenang.
Sedia payung sebelum hujan, mempersiapkan sesuatu sebelum hal yang tidak diinginkan datang.
Sedikit demi sedikit lama lama menjadi bukit, usaha kecil yang dilakukan secara terus menerus pasti akan membuahkan hasil.
Seperti pinang dibelah dua, orang yang memiliki wajah atau karakter mirip.
Seperti ilmu padi makin berisi makin merunduk, semakin berilmu, orang akan semakin rendah hati.
Senjata makan tuan, sesuatu yang direncanakan untuk melukai orang lain, tapi malah berbalik melukai diri sendiri.
Serigala berburu domba, orang yang kelihatannya pendiam dan penurut tapi sebetulnya kejam/jahat/curang.
Seperti kerbau dicocok hidung,
orang yang tidak punya pendirian dan selalu menuruti kemauan orang lain.
Seperti katak dalam tempurung, orang yang wawasannya kurang luas.
Contoh Peribahasa T.
Tak ada gading yang tak retak, tak ada sesuatu yang tak ada cacatnya.
Tangan mencencang bahu memikul, siapa yang berbuat kesalahan dia sendirilah yang merasakan akibatnya.
Tikus mati dilumbung padi, negara kaya namun rakyatnya tidak dapat menikmati kekayaan tersebut.
Terdorong gajah karena besarnya,
Tong kosong nyaring bunyinya, orang yang kurang ilmu banyak bicara.
Tak ada rotan akar pun jadi, apabila yg baik tidak ada, maka yang kurang baik pun bisa dimanfaatkan.
tercoreng arang di kening, mendapat malu.
tajam ke bawah tumpul ke atas, galak ke orang-orang lemah dan lembut pada orang-orang kaya/berkuasa.
Tua tua keladi makin tua makin menjadi, orang yang umurnya sudah tua, tapi lagaknya seperti anak muda.
Contoh Peribahasa U-Z
Usul menunjukan asal, Kkelakuan seseorang dapat menunjukan dari mana asal keturunannya.
Udang tidak tahu bongkoknya, orang yg tidak sadar diri atas segala kekurangan yg dimiliki.
Udang tak tahu di bungkuknya orang tak tahu buruknya, orang yang tidak menyadari kekurangan dan kesalahannya sendiri.
Umur setahun jagung, belum berpengalaman.
Waktu adalah uang, waktu adalah kesempatan (Orang yang menghargai waktu).
Walau seribu anjing menyalak gunung takkan runtuh, orang yang mempunyai prinsip hidup tinggi tak tergoyahkan dengan godaan.
Yang secupak takkan jadi segantang, sesuatu yang tak dapat diubah lagi.
Zaman beralih musim bertukar, segala sesuatu hendaknya disesuaikan dengan keadaan zaman.
Zaman beredar musim berganti, musim yang tak dapat ditentukan kapan akan berganti..
Contoh Kalimat Peribahasa Indonesia
Selain membahas contoh peribahasa dan artinya seperti pada list diatas. Kita juga memberikan beberapa contoh kalimat menggunakan peribahasa- peribahasa tersebut. Berikut beberapa diantaranya.
Contoh Kalimat Peribahasa.
Dian dan Fatimah sudah berteman sejak kelas 1 SD, dimana ada Dian, disitu pasti ada Fatimah. Mereka bagai api dengan asap. (tak dapat terpisahkan).
Kau jangan sombong dengan kepintaranmu!. Ingat! Diatas langit masih ada langit (diatas orang pintar/kaya dll masih ada yang lebih tinggi lagi).
Pak Asmuri tidak mungkin manghukum Rio tanpa alasan yang jelas, dia pasti telah melakukan kesalahan. Ada asap pasti ada api. ada akibat pasti ada sebabnya.
Setelah sukses sebagai pengusaha bengkel Motor di desanya. Yuda menjadi sombong, menyapa teman- temanya saja sudah tidak mau. Padahal teman- temannya dulu sering membantunya ketika hidupnya kesusahan. Yuda seperti Kacang lupa kulitnya.
Wajah Sulastri mirip sekali seperti wajah Nisa Sabyan. Mereka Seperti pinang dibelah dua.
Awalnya Jojo berniat menjahili Adi yang sedang tidur dengan melemparkan petasan disamping kasur. Namun petasan itu malah meledak ketika dinyalakan ditangannya sehingga melukai tangan kanannya. dia terkena Senjata makan tuan.
Jeri dan Herli hidupnya gak pernah akur. setiap hari mereka selalu bertengkar hanya karena masalah yang kadang sepele. Mereka Seperti kucing dan anjing.
Padahal aku sudah meminjamkannya uang lima ribu, eh dia malah memaksa dan minta dipinjami uang sepuluh ribu. Sudah Dikasih hati malah minta jantung.
Hukum di negara ini memang Tajam keatas tumpul kebawah. Koruptor yang korupsi uang negara sampai ratusan milyar hanya dihukum 4 tahun penjara. sedangkan maling ayam malah dihukum 6 tahun.
Adiknya pendiam, pintar dan rajin mengaji, Sedangkan kakaknya banyak bicara, bodoh dan sering mabuk-mabukan. Walaupun mereka berdua adalah saudara kandung. Tapi sifat mereka Bagaikan langit dan bumi.
Sinonim, biasanya disebut persamaan kata, merupakan bentuk kata yang maknanya mirip atau sama dengan bentuk kata lain. Sedangkan antonim, biasanya disebut lawan kata, merupakan bentuk kata yang maknanya berlawanan dengan makna kata tersebut. Sinonim dan antonim bahasa Indonesia terkumpul dalam Tesaurus. Tesaurus merupakan buku referensi berupa daftar kata dengan sinonim dan antonimnya, buku tersebut berisi referensi berupa informasi tentang berbagai perangkat konsep atau istilah dalam berbagai bidang kehidupan atau pengetahuan.
Contoh Kalimat Sinonim dan Antonim
Berikut kumpulan contoh kalimat sinonim dan antonim kosa kata Bahasa Indonesia.
abadi = awet, baka, daim, infinit, kekal, langgeng; Antonimnya adalahsementara. Contoh kalimat: Akhirat dipercaya sebagai kehidupan abadi, sedangkan dunia itu kehidupan sementara
abdi 1 aku, ana (cak), awak, beta, ego, hamba, kami, saya; Antonimnya adalahkamu, juragan. Contoh kalimat : Aku tidak seperti kamu yang menyukai bola.
cantik = adiwarna, adun, anggun, apas, ayu, bagus, bahari, baik, bergaya, berupa, cakap, cendayam, elok, ganteng, geulis, gombang, hasan, indah, jambu, jangak, janguk, jelita, jombang, juita, kacak, kirana, laksmi, majelis, manis, memesonakan, menarik hati, menawan, mentereng, molek, mongel, pantas, rancak, ranggi, rupawan, sajak, segak, sekak, songgak, syahdu, tampan, tampan, tumandang; Antonimnya adalahjelek. Contoh kalimat : Baik jelek atau cantik aku akan selalu berada di sampingnya.
dahulu = awal, berlalu, di depan, di muka, dulu, lalu, lampau, lepas, lewat, mulamula, purba, silam, sudah-sudah, tempo hari, waktu lalu; Antonimnya adalahsekarang. Contoh kalimat : Dari dahulu sampai sekarang penampilannya tetap sama.
daif = cacat, hina, kecil, keji, laif, lata, leceh, lemah, leta, miskin, nista, papa, remeh, rendah, sukar; Antonimnya adalah mulia. Contoh kalimat : Penggunaan dalil daif, akan menodai kemuliaan dalil sesungguhnya.
ekonomis = cermat, hati-hati, hemat, irit; Antonimnya adalahboros. Contoh kalimat : belilah barang – barang ekonomis sehingga pengeluaran tidak akan boros.
ekor = akhir, belakang, buntut, burit, hujung, kotek, punggung, sudut, ujung; Antonimnya adalahkepala. Contoh kalimat : bulu kucing itu sangat halus dari kepala hingga ekor.
eksplisit = akurat, definitif, gamblang, jelas, kentara, positif, spesifik, tegas, terang, terperinci,tersurat. Antonimnya adalah Implisit.Contoh kalimat : Beritanya seharusnya disajikan secara eksplisit, bukan implisit.
fana = sementara, temporer;Antonimnya adalah baka. Contoh kalimat : kita tidak mampu memilih hidup dalam kefanaan atau alam baka.
fasih = bacar, bijak, calak, cepat, galir, lancar, lincir, lincir lidah, pantas, petah, petah lidah, petes; Antonimnya adalahgagap; Contoh kalimat : Salah satu kriteria yang dibutuhkan saat penerimaan penyiar yaitu berbicara tidak gagap, namun fasih.
gadai mempertanggungkan, mempertaruhkan, mengagunkan, menjaminkan, menyandarkan, merungguhkan; Antonimnya adalahmenebus. Contoh kalimat : mobilnya memang ia gadaikan, sekarang ia telah menebusnya.
gadis n anak dara, anak perempuan, cewek (cak), dara, dayang, inong, kenya, kuntum, lajang, nona, pemudi, perawan, putri, teruna, upik; Antonimnya adalah (je)jaka. Contoh kalimat : Gadis sekarang lebih memilih duda ketimbang jejaka.
homogen = sama, seragam, tunggal, unik; Antonimnya adalahheterogen. Contoh kalimat: Pandangan masyarakat heterogen dapat menjadi homogen melalui pancasila.
identik = analog, ekuivalen, sama, sebangun, serupa; Antonimnya adalahberbeda. Contoh kalimat : Bunga – bunga itu identikmeskipun berasal dari induk yang berbeda.
ilegal = bawah tangan, gelap (ki), haram, liar, palsu, terlarang; Antonimnya adalahlegal. Contoh kalimat : Jangan memilih kosmetik ilegal, yang aman untuk kesehatan itu legal.
ilmiah a keilmuan, objektif, rasional, saintifik; Antonimnya adalah khayal. Contoh kalimat : Karya ilmiah tidak akan berasal dari cerita khayal.
imitasi = artifisial, bikinan, buatan, lancung, lip-lap, palsu, selungkang, sintetis, tiruan; Antonimnya adalah asli. Contoh kalimat : Wanita menegah kebawah lebih memilih produk imitasi dibanding asli, karena harganya lebih miring.
jahat = bandel, bangor, bangpak, bengal, bengis, biadab (cak), buas, busuk, curang, dengki, durjana, hina, jahanam, jahil, jalang, jelek, kejam, keji, khianat, kotor (ki), kurang ajar, lacur, licik, nakal, pasik, rusak, sadis, sundal, tambung, tebal hati, terkutuk; Antonimnya adalah baik. Contoh kalimat : Sebuah drama sengaja menghadirkan kedua karakter tokoh yaitu tokoh jahat dan tokoh baik.
jalang a beringas, binal, buas, galak, ganas, garang, geladak, jahat, lacur, liar, nakal, panjang mata, sundal; Antonimnya adalahjinak.Binatang jalang telah berhasil dijinakkan.
janda = balu, bujang, randa; Antonimnya adalah duda. Contoh kalimat : Tetangga sebelah rumahku yang janda besok menikah dengan seorang duda.
jawab = balas, balasan, elakan, jawaban, perlawanan, reaksi, respons, sahutan, sambutan, tanggapan, tangkisan; Antonimnya adalah tanya. Contoh kalimat : Sesi tanya dan jawab jumpa pers Syahrini akan segera berakhir.
kawan n bendu, dongan, kenalan, sahabat, sejawat, sobat (cak), teman; Antonimnya adalah musuh. Contoh kalimat : dalam politik, yang awalnya kawan dapat menjadi lawan.
pendahuluan = alas kata, haluan kata, introduksi, kata pengantar, mukadimah, pembukaan, pengantar kata, pengenalan, permulaan, pimpinan, prakata, prawacana, prolog; Antonimnya adalahpenutup. Contoh kalimat : Pendahuluan sebuah artikel itu di buat semenarik mungkin, sedangkan penutupannya biasa saja.
tergabung = tercampur, terhimpun, terpadu, terkumpul, terpumpun; Antonimnya adalahterpisah. Contoh kalimat : Salah satu sekolah tergabung ke dalam sekolah berbasis Internasional, terpisah dari kurikulum yang ditetapkan pemerintah.
terikat v 1 terbalut, terbebat, terbelenggu, terbelit, terberkas, terjalin, terkait, terkebat, terkongkong, terkujut, terkurung, terlilit, terpaut, terpikat, tersaur, tersekat, tersimpai, tersimpul, tertambat, tertawan; tergabung, tergolong, terlibat, tersangkut; tertakluk; Antonimnya adalahterbebas. Contoh kalimat : Hewan terikat itu ingin terbebas dari tali temali pengikatnya.
kontroversi = perbalahan, perbantahan, perdebatan, polemik, silang pendapat; percederaan, percekcokan, perselisihan, pertengkaran, pertikaian; prahara Antonimnya adalahselaras. Contoh kalimat : Ahmad Dani memang pribadi yang penuh kontroversi, selaras dengan ide – ide musik yang dihasilkannya.
konsisten = konstan, malar, persisten, stabil, taat asas, tetap; harmonis, koheren, selaras, sesuai; Antonimnya adalahinkonsisten.Contoh kalimat : Remaja biasanya belum konsisten dalam hal perasaan, mereka masih inkonsisten terhadap perubahan kehidupannya.
konotatif = alegoris, asosiatif, figuratif, metaforis, simbolis; Antonimnya adalahdenotatif. Contoh kalimat : Pakai kata denotatif saja, karena kata konotatif kerap membuatku kebingungan.
kualitas n 1 bobot, derajat, jenis, kadar,kaliber (cak), kelas, kapasitas, karakter, status, peringkat, mutu, nilai, taraf, tingkat; atribut, ciri, karakteristik, keunikan, sifat, tanda; Antonimnya adalahkuantitas. Contoh kalimat : Baik kuantitas maupun kualitasproduk baru ini harus unggul dibanding produk-produk lama.
laba = keuntungan, kelebihan, margin, profit, surplus; arti, faedah, guna, manfaat; Antonimnya adalahrugi. Contoh kalimat : Bukannya mendapat laba, tetapi merugi.
labil = goyah, goyang, temperamental; fluktuatif; Antonimnya adalahstabil. Contoh kalimat : Tunggulah ketika ia telah stabil, bukan sekarang saat ia labil.
lahir = jebol, ada, berdiri, hadir, jadi, keluar, muncul, terbentuk, timbul, tumbuh, jasmani, keduniaan; Antonimnya adalahmeninggal, mati.Kelahiran disambut dengan tawa, kematian disambut dengan tangis.
lahiriah = badaniah, fisis, jasmaniah, ragawi, zahir; Antonimnya adalahbatiniah. Contoh kalimat : Kemuliaan itu terbentuk dari kebersihan lahiriah dan kesucian batiniah.
laki = adam, laki-laki, lanang, lelaki, maskulin, pria; bujang, cowok (cak), jaka, jejaka, pemuda, perjaka; jantan; junjungan, suami; Antonimnya adalahperempuan. Contoh kalimat : Sekat laki – laki dan perempuan masa kini telah berangsur – angsur menghilang.
mortalitas = kematian; Antonimnya adalah natalitas. Contoh kalimat : Tahun ini angka natalitas lebih tinggi dibandingkan angka mortalitas.
muda = anak muda, anom, baru, belia, bujang, enom, jejaka, kecil, lembut, mengunjung, mentah, orang muda, pentil, peria, perjaka, rawan, remaja, teruna, yuana, yunior, yuvenil, yuwana; Antonimnya adalahtua. Contoh kalimat : Pertunjukan ini cocok bagi semua kalangan, baik muda maupun tua.
mudah = encer, enteng, gampang, gembur,lancar, lasuh, lekeh, lun-tur, murah, ringan, sederhana, senang, sepele, suang; Antonimnya adalah susah, sulit. Contoh kalimat : Ali mengerjakan pertanyaan yang mudah dahulu dan mengabaikan yang sulit.
mujur = asian, berbahagia, berbintang terang, berkat, bernasib baik, beruntung, membujur, mendapat habuan, mendapat laba, mendingan, menyaruk, warisan; Antonimnya adalahsial, apes. Contoh kalimat : Pejudi hanya mengandalkan kemujuran belaka, ketika apes bangkrut keuangannya.
mumpuni = ahli, cakap, lihai, mahir, >< bodoh. Contoh kalimat : Pekerjaan ini membutuhkan keahlian yang mumpuni, tidak akan bisa dikerjakan oleh orang bodoh.
munafik = bermuka dua, hipokrit, inkonsisten, kepalsuan, kepura-puraan, nifak; >< jujur. Contoh kalimat : Bersikap itu pilihan, ingin jadi orang jujur atau munafik.
mundur = berkurang, hanyut, hengkang, kembali, kolot, meleset, menarik langkah, mengundurkan diri, menyusut, merosot, surut, terkebelakang, tertinggal, undur; Antonimnya adalahmaju. Contoh kalimat : Maju mundur cantik menjadi lagu andalan Syahrini saat manggung.
murah = banyak, berlebih-lebih, ekonomis, gampang, limpah, melimpah, mudah; Antonimnya adalahmahal. Contoh kalimat : pasar tidak selalu menjual barang murah, terkadang barang mahal pun dijual disana.
murid = anak buah, anak didik, anak sasian, cantrik, cekel, centerik, mahasiswa, mahasiswi, pelajar, pengikut, penuntut, siswa; Antonimnya adalahguru; mursyid.Contoh kalimat : Guru sukses membuat muridnya lebih pintar darinya.
naik = bertambah, ke atas, maju, terangkat, terbang; Antonimnya adalahturun. Contoh kalimat : Berhati – hatilah saat naik turun tangga.
nakal = badung, bandel, bangor, bengal, bengkok (ki), biadab, binal, buruk (kelakuan), culas, curang, degil, dugal, geladak, jahanam, jahat, jalang, kasar, kepala batu, keras kepala, kotor (ki), kurang ajar,lacur, lancang, liar, licik, licin (ki), rusak (ki), mbeling (cak), sundal, tambeng, tambung, tekak, ugal-ugalan; Antonimnya adalahalim, patuh. Contoh kalimat : Orang tuanya mengharapkan anak nakalnya menjadi alim.
nasional = dalam negeri, domestik, kebangsaan, lokal; Antonimnya adalahinternasional. Contoh kalimat : Pemasaran produk lama mencapai pasar nasional dan internasional.
netral = adil, objektif; bebas, independen, nonblok; Antonimnya adalahberpihak. Contoh kalimat : Polisi harus netral dalam pilkada, tidak boleh berpihak pada partai tertentu.
nikah, menikah = berbaur (ki), beristri, berjodoh, berkawin, berkeluarga, bersemenda, bersuami, berumah tangga, duduk, janji, kawin, menempuh hidup baru, mengikat, naik ke pelaminan;Antonimnya adalahbercerai. Contoh kalimat : Baru seminggu menikah, hari ini mereka bercerai.
niskala = abstrak, khayali, maya, mujarad, tanwujud; Antonimnya adalahnyata. Contoh kalimat : Penglihatan kita hanya mampu melihat sesuatu yang nyata bukan niskala.
objektif = adil, faktual, ilmiah, netral, rasional; Antonimnya adalahsubjektif. Contoh kalimat : Seorang pengajar harus objektif dalam melakukan penilaian, subjektivitas karena hubungan pribadi dapat menjadi penilaian yang kurang baik.
opa = cak aki, engkong, eyang kakung, kakek; Antonimnya adalahoma. Contoh kalimat : Liburan tahun baru 2017 aku berencana mengajak opa dan oma ke puncak.
optimistis = berpengharapan, yakin; Antonimnya adalah pesimistis. Contoh kalimat : Ketika kamu gagal jangan pesimis, haru optimis terhadap masa depan.
orang tua = ayah bunda, ibu bapak, penanggung, pengampu, wali; ki sesepuh, tokoh; Antonimnya adalahanak. Contoh kalimat : Rupa anak tidak jauh – jauh dari orang tuanya.
orisinal = asli, otentik, sah, sejati, tulen, bersih, Antonimnya adalahimitasi; tiruan. Contoh kalimat : Kamu sudah tertipu barang imitasi, yang original tidak akan rusak secepat itu.
palsu = artifisial, bikinan, buatan, imitasi, kuasi, lancung, pseudo, semu, sintetis, tiruan, samaran; bohong bohongan, ecekecek, gadungan, ilegal; Antonimnya adalahasli; legal. Contoh kalimat : Badan POM membandingkan produk palsudengan produk asli sebuah minuman botol.
panas = bahang, kolor, beringsang, gerah, dedar, demam, meriang, kemarau, kering, berbahaya, bergolak, gawat, genting, kritis, tegang, ki erotis, hot (cak), memberahikan, menggairahkan, menggiurkan, merangsang, seksi, sensual, seronok. Antonimnya adalahdingin. Contoh kalimat : Musim kemarau identik dengan panas yang terik, sedangkan musim penghujan ditandai dengan suasana dingin sepanjang hari.
pangkal = akar (ki), asal mula, awal, benih, biang, bibit, induk (ki), kausa, punca, sebab, sumber, dasar, pokok, subyek, kapital, modal; Antonimnya adalahujung. Tanaman hias itu sangat menawan dari pangkal hingga ujungnya.
panik belingsatan, bingung, buncah, gagap, gamam, ganar, gelagapan, gelisah, kalangkabut, nanar, resah, salah tingkah, senewen(cak), tegang, tersara bara, terkencar-kencar; Antonimnya adalahtenang; diam. Beberapa saat lalu ketika terjadi gempa, ia panik mengitari rumahnya yang roboh, namun sekarang ia bisa tenang setelah TIM Penanggulangan Bencana datang.
Contoh kalimat sinonim dan antonim lengkap dengan artinya di atas, semoga dapat menambah wawasan pembaca. Contoh kalimatnya juga dapat anda kembangkan sendiri sesuai dengan kebutuhan.
Sumber : https://dosenbahasa.com/penggunaan-huruf-kapital
Penggunaan Huruf Kapital yang Benar Menurut EYD.
Sebuah tulisan berbahasa Indonesia harus mematuhi aturan atau kaidah penulisan yang telah ditetapkan sehingga tulisan tersebut layak untuk dipublikasikan atau dibaca oleh masyarakat umum. EYD (Ejaan yang Disempurnakan) merupakan standar yang mengatur semua kaidah penulisan dalam bahasa Indonesia. Sebuah kata, kalimat maupun tulisan dikatakan layak jika telah memenuhi standar atau sesuai dengan EYD. Artikel kali ini kita akan membahas tentang penggunaan huruf kapital yang benar.
Pengertian Huruf Kapital
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), huruf kapital atau disebut juga dengan huruf besar adalah huruf yang berukuran dan berbentuk khusus (lebih besar daripada huruf biasa).
Huruf kapital biasanya selalu diletakkan di setiap awal kata pertama dalam suatu kalimat. Padahal sebenarnya huruf kapital tak hanya dapat digunakan pada awal kata pertama saja tapi juga pada kata-kata setelahnya akan tetapi penggunaan dan penulisannya harus sesuai dengan kondisi dan aturan tertentu yang telah ditetapkan.
Penggunaan Huruf Kapital Menurut EYD (Ejaan yang Disempurnakan)
Penggunaan huruf kapital tidak sesederhana sekedar meletakkan huruf besar di awal kata saja, namun penggunaan dan penulisannya harus sesuai dengan Ejaan yang Disempurnakan (EYD). Dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (2001), dijelaskan bahwa terdapat 15 aturan penggunaan serta tata cara penulisan huruf kapital.
Adapun 15 aturan penggunaan huruf kapital, yaitu sebagai berikut :
1. Sebagai huruf pertama pada kata pertama dalam suatu kalimat.
Contoh :
Matahari menjadi cahaya paling terang di muka bumi ini. (Huruf M pada kata Matahari adalah Kapital).
Senyum adalah cara paling sederhana menikmati hidup. (Huruf S pada kata Senyum adalah Kapital).
2. Sebagai huruf pertama dalam kalimat petikan langsung.
Contoh :
Dia memarahiku sambil berkata, “Kenapa kau tega mengkhianati kepercayaan yang sudah kami berikan padamu?”. (Kata Kenapa dalam kalimat petikan langsung didahului huruf Kapital).
Tiba-tiba orang tersebut menghampiriku dan bertanya, “Siapa namamu?”. (Kata Siapa dalam kalimat petikan langsung didahului huruf Kapital).
3. Sebagai huruf pertama untuk ungkapan/sebutan yang berhubungan dengan Tuhan, kitab suci serta kata ganti untuk menyebut Tuhan.
Contoh :
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. (Kata Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang didahului dengan huruf Kapital).
Lindungilah kami dari siksaan api neraka-Mu. (Kata neraka-Mu huruf M didahului dengan huruf Kapital).
4. Sebagai huruf pertama untuk menyebutkan nama gelar kehormatan, keturunan dan keagamaan (hanya jika diikuti oleh nama seseorang yang dimaksudkan).
Contoh :
Salah satu pahlawan kebanggaan bangsa Indonesia adalah Pangeran Diponegoro. (Kata Pangeran Diponegoro didahului dengan huruf Kapital).
Acara do’a bersama itu dipimpin oleh Ustad Jefri Al-Bukhori. (Kata Ustad Jefri Al-Bukhori didahului dengan huruf Kapital).
5. Sebagai huruf pertama sebutan/gelar, jabatan dan pangkat seseorang (hanya jika diikuti oleh nama orang yang dimaksudkan atau jika nama orang tersebut diganti dengan nama instansi maupun nama tempat ia berkedudukan).
Contoh :
Kasus korupsi itu juga menyeret nama Gubernur Jawa Tengah. (Kata Gubernur Jawa Tengah didahului dengan huruf Kapital).
Rektor Universitas Indonesia terpaksa digantikan sementara oleh wakilnya karena kondisi kesehatannya tiba-tiba memburuk. (Kata Rektor Universitas Indonesia didahului dengan huruf Kapital).
6. Sebagai huruf pertama nama orang.
Contoh :
Keponakanku yang baru lahir itu diberi nama Adnan Khair Ardhani. (Kata Adnan Khair Ardhani didahului dengan huruf Kapital).
Wali kelas kami bernama Siti Fahmi Septiani. (Kata Siti Fahmi Septiani didahului dengan huruf Kapital).
7. Sebagai singkatan nama orang.
Contoh :
Presiden ke-6 Indonesia adalah bapak SBY. (Kata SBY dalam kalimat bapak SBY didahului dengan huruf Kapital).
A.H. Nasution adalah salah satu pahlawan nasional Indonesia. (Kata A.H. Nasution didahului dengan huruf Kapital).
8. Sebagai huruf pertama nama bahasa, suku, bangsa dan agama.
Contoh :
Negara Indonesia mengakui 6 agama, yaitu : Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha dan Konghucu. (Kata Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha dan Konghucu didahului dengan huruf Kapital).
Bahasa Inggris menjadi bahasa internasional yang dapat digunakan di seluruh negara-negara di dunia. (Kata Inggris didahului dengan huruf Kapital).
9. sebagai huruf pertama nama hari, bulan, tahun, peristiwa sejarah dan nama hari raya suatu agama.
Contoh :
Setiap tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan. (Kata Hari Pahlawan didahului dengan huruf Kapital).
Sisil lahir tepat di Hari Raya Natal yakni 25 Desember sehingga dalam nama lengkapnya dicantumkan kata Natalia. (Kata Hari Raya Natal dan Natalia didahului dengan huruf Kapital).
10. Sebagai huruf pertama nama tempat, lokasi secara geografis.
Contoh :
ASEAN terdiri atas 11 negara yang semuanya terletak di Asia Tenggara. (Kata ASEAN menggunakan Huruf Kapital Semua).
Rumah nenekku berada di kaki Pegunungan Brawijaya. (Kata Pegunungan Brawijaya didahului dengan huruf Kapital).
11. Sebagai huruf pertama nama negara, lembaga pemerintahan, ketatanegaraan serta nama dokumen resmi.
Contoh :
Panduan tentang penulisan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar dapat dilihat di buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. (Kata Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan didahului dengan huruf Kapital).
Peraturan baru tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia, No. 21 Tahun 2008. (Kata Keputusan Presiden Republik Indonesia didahului dengan huruf Kapita).
12. Sebagai huruf pertama perulangan kata suatu badan/instansi, lembaga pemerintah, ketatanegaraan dan dokumen resmi.
Contoh :
Pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia merupakan hal yang wajib dilakukan dalam kegiatan upacara bendera. (Kata Pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia didahului dengan huruf Kapital).
Besok akan diselenggarakan pemilihan ketua dari Yayasan Ilmu-Ilmu Ekonomi. (Kata Yayasan Ilmu-Ilmu Ekonomi didahului dengan huruf Kapital).
13. Sebagai huruf pertama nama buku, majalah, surat kabar, judul karangan.
Contoh :
Ayah sangat suka membaca majalah Tempo. (Kata Ayah didahului dengan huruf Kapital).
Hampir seluruh penghuni komplek ini berlangganan surat kabar Media Indonesia. (Kata Media Indonesia didahului dengan huruf Kapital).
14. Sebagai huruf pertama singkatan gelar, pangkat maupun sapaan.
Contoh :
Para sarjana bidang ekonomi mendapatkan gelar S.E yaitu Sarjana Ekonomi. (Kata Sarjana Ekonomi didahului dengan huruf Kapital).
Semua skripsi yang terkumpul diperiksa kelayakannya oleh Ketua Prodi (Program Studi) masing-masing jurusan. (Kata Program Studi didahului dengan huruf Kapital).
15. Sebagai huruf pertama kata penunjuk kekerabatan (baik yang diikuti dengan atau tanpa nama orang yang dimaksudkan).
Contoh :
Kapan Bapak akan kembali dari perjalanan dinasnya? (Kata Bapak didahului dengan huruf Kapital).
Hari ini aku harus mendatangi rumah Pak RT untuk mengurus kartu keluarga. (Kata Pak RT didahului dengan huruf Kapital).
16. Sebagai huruf pertama kata ganti Anda (dengan maksud berkata secara sopan).
Contoh :
Apakah Anda tidak keberatan jika saya duduk disini? (Huruf A pada kata Anda adalah Kapital).
Kehadiran Saudara sangat dinantikan oleh beliau. (Kata Kehadiran Saudara didahului dengan huruf Kapital).
17. Sebagai huruf pertama pada kata keterangan seperti, catatan dan misalnya yang di awali oleh sebuah pernyataan dan di ikuti oleh penjelasan yang berkaitan dengan pernyataan tersebut.
Contoh :
Balita membutuhkan asupan gizi yang cukup untuk pertumbuhannya. Tidak kekurangan juga tidak berlebihan. Karenanya orangtua harus dapat mengatur porsi menu anak. Misalnya :
keju : 2-4 sendok makan sebagai topping/isi roti, susu : 100-120 ml
telur : ½-1 butir, ikan : 1-1½ sendok makan
biskuit : 1-2 keping, jus buah : 100-120 ml
Catatan : menu dapat berubah dan di sesuaikan dengan kebutuhan anak
Dalam beberapa kasus, huruf kapital justru dilarang atau tidak dibenarkan penggunaannya, antara lain :
Huruf kapital tidak dibenarkan penggunaannya pada nama gelar, kehormatan, keturunan maupun keagamaan tidak diikuti oleh nama orang yang dimaksudkan. Contoh : Kami diajari mengaji oleh salah satu ustad terbaik di kampung ini.
Huruf kapital tidak dibenarkan penggunaannya pada nama jabatan dan pangkat yang tidak diikuti oleh nama orang yang dimaksudkan, instansi, lokasi atau tempat orang tersebut berkedudukan. Contoh : Ia menjadi gubernur ketika berusia 40 tahun.
Huruf kapital tidak dibenarkan penggunaannya pada nama orang yang berfungsi sebagai jenis atau satuan suatu ukuran. Contoh : Mesin diesel yang berada di ujung lorong itu hampir dicuri maling.
Huruf kapital tidak dibenarkan penggunaannya pada nama bahasa, bangsa dan suku yang dipakai sebagai kata turunan. Contoh : Ia mendapat tugas mengindonesiakan istilah asing yang terdapat dalam artikel tersebut.
Huruf kapital tidak dibenarkan penggunaannya pada peristiwa sejarah jika bukan dipakai sebagai sebuah nama. Contoh : Kesalahpahaman yang terus berlanjut itu dapat mengakibatkan perang dunia.
Artikel Bahasa Lainnya
Demikianlah pembahasan tentang penggunaan huruf kapital yang benar menurut EYD (Ejaan yang Disempurnakan). Semoga artikel ini bermanfaat.
Pengertian tersirat dan tersurat beserta contohnya itu apa ?
Apa yang dimaksud dengan makna tersirat dan tersurat ?
Apa perbedaan makna tersirat dan tersurat ?
Apa makna tersirat dan tersurat dalam teks ?
Apa contoh makna tersirat dan tersurat ?
Ketika kita berbicara dengan seseorang atau membaca sebuah buku artinya kita mencoba memahami apa yang dibicarakan seseorang atau ditulis dalam buku tersebut. Dalam proses memahami suatu pembicaraan atau tulisan terkadang ada maksud yang disampaikan secara tersurat dan ada pula yang tersirat. Apa itu tersirat dan tersurat? Apa perbedaan tersirat dan tersurat? Mari kita lihat sama-sama maksudnya.
Pengertian tersurat adalah sesuatu hal yang disampaikan secara jelas dan dapat dipahami sebagaimana adanya apakah tertulis atau diucapkan. Kita dapat langsung memahami dan menangkap pesan yang ingin disampaikan hanya dengan memperhatikan kata-kata yang diucapkan. Contohnya kalimat Atina pergi ke pasar pagi ini. Saya yakin semua orang dapat memahami kalimat ini dengan baik.
Sebaliknya, pengertian tersirat adalah maksud atau makna pembicaraan atau tulisan yang tidak disampaikan secara gamblang tetapi secara tersembunyi yang hanya dapat dimengerti dengan benar-benar memahami keseluruhan pembicaraan atau tulisan. Contohnya paragraf : Minuman-minuman instan sangat nikmat diminum, apalagi jika disajikan dalam keadaan dingin. Namun baru-baru ini ada hasil penelitian yang diterbitkan di internet mengenai daftar minuman instan yang belum terdaftar dan ternyata memiliki kandungan berbahaya.
Pada contoh paragraf tersirat di atas, kita memang dapat memahami kata-katanya secara jelas namun jika kita pahami lebih lanjut ada makna tersirat dalam paragraf tersebut yaitu bahwa kita sebagai konsumen sebaiknya harus lebih berhati-hati dalam mengonsumsi minuman-minuman instan apalagi merek-merek baru yang belum memiliki izin.
Tentu kata-kata yang tersurat jauh lebih mudah dipahami daripada yang tersirat. Perlu kemampuan memahami dan menyimpulkan sesuatu untuk dapat mengambil makna tersirat dari suatu pembicaraan atau tulisan. Bahkan terkadang ada juga orang yang tidak dapat menangkap maksud yang tersirat dari suatu pembicaraan atau tulisan. Baik penggunaan kata-kata yang tersurat atau tersirat memiliki kelebihan dan kekuarangan masing-masing.
Kata-kata tersurat memang lebih mudah dipahami namun ada kalanya penggunaan kata-kata tersurat tidak tepat karena dianggap terlalu vulgar atau kasar. Seperti ketika seorang mertua ingin mengingatkan menantunya agar rajin bekerja. Tentu akan terdengar kasar jika si mertua menggunakan kata-kata tersurat. Akan lebih baik jika mertua menggunakan kata-kata tersirat yang dapat mengingatkan menantunya secara halus agar rajin bekerja.
Sebaliknya kata-kata tersirat biasanya lebih terdengar sopan namun jika terlalu ‘tersembunyi’ akan menyulitkan orang yang dituju untuk memahaminya. Apalagi jika orang tersebut tidak sensitif dan cenderung cuek. Seperti pada contoh di atas dimana si menantu bisa jadi tidak memahami maksud ucapan mertuanya sehingga ia tidak kunjung berubah menjadi rajin.
sumber : http://www.definisimenurutparaahli.com/pengertian-tersirat-dan-tersurat-beserta-contohnya/
Pengertian Sinonim dan Antonim Serta Contohnya – Sinonim dan antonim adalah dua ragam kata yang ikut memperkaya kosakata bahasa Indonesia. Setiap kata dalam bahasa Indonesia memiliki sinonim beserta dengan antonimnya. Namun, Apakah yang dimaksud dengan sinonim dan antonim ? Bagaimanakah contoh – contohnya ? Marilah kita bahas materi sinonim dan antonim secara detail ini melalui artikel berikut ini.
Sinonim.
Sinonim adalah kata – kata yang memiliki bentuk yang berbeda, seperti tulisan maupun pelafalan, tetapi kata – kata tersebut memiliki makna yang mirip atau sama. Sinonim sering sekali disebut dengan persamaan kata atau padanan kata. Nah, berikut ini adalah contoh – contoh kalimat yang bersinonim dan daftar kata – kata umum beserta dengan sinonimnya.
Perhatikan contoh – contoh berikut ini:
Cerdas = Pintar = Pandai Dani adalah anak yang cerdas. Riki adalah anak yang pintar. Shinta adalah anak yang pandai.
Hadir = Datang = Mampir Pak guru hadir ke kelas kami tepat waktu. Pak guru datang ke kelas kami tepat waktu. Pak guru mampir ke kelas kami tepat waktu.
Melihat = Menonton Aku melihat pertunjukan wayang bersama ibu kemarin malam. Aku menonton pertunjukan wayang bersama ibu kemarin malam.
Gembira = Senang Hari ini Shinta terlihat gembira. Hari ini Shinta terlihat senang.
Dahaga = Haus Setelah bekerja keras, aku sangat haus hingga menghabiskan air putih sebanyak delapan gelas. Setelah bekerja keras, aku sangat dahaga hingga menghabiskan air putih sebanyak delapan gelas.
Berjumpa = bertemu Kemarin malam aku berjumpa dengan Shinta di pasar malam. Kemarin malam aku bertemu dengan Shinta di pasar malam.
Berikut ini adalah daftar kata – kata umum dan sinonimnya :
Tumbuhan = Flora Binatang = hewan = fauna Bohong = dusta Baju = pakaian Indah = Bagus Pelit = kikir Memohon = meminta Kesal = marah Memasak = menggoreng Alami = tradisional Mudah = gampang Sulit = sukar Menyukai = menyenangi Mendengarkan = menyimak Meminta = memohon Lemah = Tidak berdaya Mudah = gampang Sulit = sukar Pendek = rendah Kosong = tidak berisi Lunak = lembek Kebut = Kencang
Antonim.
Antonim adalah kata – kata yang maknanya saling berlawanan satu sama lain. Antonim sering sekali disebut dengan lawan kata. Nah, berikut ini adalah contoh – contoh kalimat yang berantonim dan daftar kata – kata umum beserta dengan lawan katanya.
Perhatikan contoh – contoh berikut ini!
Tinggi = pendek Bangunan yang baru didirikan itu sangat tinggi. Bangunan yang beru didirikan itu cukup pendek.
Gelap = Terang Ruangan ini sangat gelap. Ruangan ini sangat terang.
Jauh = dekat Jarak dari rumahku ke rumah Shinta sangat jauh. Jarak dari rumahku ke rumah Shinta sangat dekat.
Lapar = kenyang Aku sangat lapar hingga mampu menghabiskan nasi sebanyak 3 piring. Aku sangat kenyang setelah menghabiskan nasi sebanyak 3 piring.
Datang = Pergi Setelah menemui diriku, Adi datang ke tempat Danang. Setelah pergi ke tempat diriku, Andi datang ke tempat Danang.
Baca Juga: Berbagai Contoh Kalimat Ambigu & Definisi Lengkap Mengembalikan = Meminjam Aku mengembalikan barang yang telah aku pinjam dari Budi. Aku meminjam barang yang dimiliki oleh Budi.
Menjual = Membeli Ayah menjual sepeda motornya yang sudah lama dia pakai. Ayah membeli sepeda motor baru setelah mendapatkan rejeki.
Berikut ini adalah daftar kata – kata umum beserta dengan lawan katanya:
Berlari – Jalan Kosong – Penuh Indah – Jelek Bodoh – pandai Kurus – gemuk Mateng – Mentah Panas – dingin banjir – kemarau Baik – jahat Dermawan – kikir Dorong – tarik Angkat – jatuhkan Kotor – bersih Sepi – ramai Meminta – memberi Mendatangi – menghindari Menjauhi – mendekati Menambahkan – mengurangi Menggali – mengubur Menang – kalah Maju – mundur Datang – pergi Sedih – senang Banyak – sedikit Tarik – ulur Gelar – Gulung Menangis – tertawa Diam – Berisik Baru – lama Tua – muda Wanita – pria Rapih – berantakan Alami – buatan
Sumber : http://kakakpintar.com/pengertian-sinonim-dan-antonim-serta-contohnya/
Makna adalah arti atau maksud yang tersimpul dari suatu kata, jadi makna dengan bendanya sangat bertautan dan saling menyatu. Jika suatu kata tidak bisa dihubungkan dengan bendanya, peristiwa atau keadaan tertentu maka kita tidak bisa memperoleh makna dari kata itu (Tjiptadi, 1984:19).
Bunga ternyata punya makna yang dalam …
Kata-kata yang bersal dari dasar yang sama sering menjadi sumber kesulitan atau kesalahan berbahasa, maka pilihan dan penggunaannya harus sesuai dengan makna yang terkandung dalam sebuah kata. Agar bahasa yang dipergunakan mudah dipahami, dimengerti, dan tidak salah penafsirannya, dari segi makna yang dapat menumbuhkan resksi dalam pikiran pembaca atau pendengar karena rangsangan aspek bentuk kata tertentu.
Ada beberapa istilah yang berhubungan dengan pengertian makna kata, yakni makna donatif, makna konotatif, makna leksikal, makna gramatikal.
Makna Denotatif.
Sebuah kata mengandung kata denotatif, bila kata itu mengacu atau menunjukan pengertian atau makna yang sebenarnya. Kata yang mengandung makna denotative digunakan dalam bahasa ilmiah, karena itu dalam bahasa ilmiah seseorang ingin menyampaikan gagasannya. Agar gagasan yang disampaikantidak menimbulkan tafsiran ganda, ia harus menyampaikan gagasannya dengan kata-kata yang mengandung makna denotative.
Makna denotatif ialah makna dasar, umum, apa adanya, netral tidak mencampuri nilai rasa, dan tidak berupa kiasan Maskurun (1984:10).
Makna denotatif adalah makna dalam alam wajar secara eksplisit maka wajar, yang berarti mkna kat ayang sesuai dengan apa adanya, sesuai dengan observasi, hasil pengukuran dan pembatasan (perera, 1991:69).
Makna denotatif didasarkan atas penunjukan yang lugas pada sesuatu diluar bahasa atau didasarkan atas konvensi tertentu (kridalaksana, 1993:40).
Berdasarkan pendapat diatas, maka penulis simpulkan bahwa makna denotative adalah makna yang sebenarnya, umum, apa adanya, tidak mencampuri nilai rasa, dan tidak berupa kiasan. Apabila seseorang mengatakan tangan kanannya sakit, maka yang dimaksudkan adalah tangannya yang sebelah kanan sakit.
Makna Konotatif.
Sebuah kata mengandung makna konotatif, bila kata-kata itu mengandung nilai-nilai emosi tertentu. Dalam berbahasa orang tidak hanya mengungkap gagasan, pendapat atau isi pikiran. Tetapi juga mengungkapakan emosi-emosi tertentu. Mungkin saja kata-kata yang dipakai sama, akan tetapi karena adanya kandungan emosi yang dimuatnya menyebabkan kata-kata yang diucapkan mengandung makna konotatif disamping makna denotatif.
Makna konotatif adalah makna yang berupa kiasan atau yang disertai nilai rasa, tambahan-tambahan sikap sosial, sikap pribadi sikap dari suatu zaman, dan criteria-kriteria tambahan yang dikenakan pada sebuah makna konseptual.
Seperti kata kursi, kursi disini bukan lagi tempat duduk, melaikan suatu jabatan atau kedudukan yang ditempati oleh seseorang. Kursi diartikan sebagai tempat duduk mengandung makna lugas atau makna denotatif. Kursi yang diartikan suatu jabatan atau kedudukan yang diperoleh seseorang mengandung makna kiasan atau makna konotatif.
Makna Leksikal.
Makna Leksikal ialah makna kata seperti yang terdapat dalam kamus, istilah leksikal berasal dari leksikon yang berarti kamus. Makna kata yang sesuai dengan kamus inilah kata yang bermakna leksikal. Misalnya : Batin (hati), Belai (usap), Cela (cacat).
Makna Gramatikal.
Makna gramatikal adalah makna kata yang diperoleh dari hasil perstiwa tata bahasa, istilah gramatikal dari kata grammar yang artinya tata bahasa. Makna gramatikal sebagau hasil peristiwa tata bahasa ini sering disebut juga nosi. Misalnya : Nosi-an pada kata gantungan adalah alat.
Makna Asosiatif.
Makna asosiatif mencakup keseluruhan hubungan makna dengan nalar diluar bahasa. Ia berhubungan dengan masyarakat pemakai bahasa, pribadi memakai bahasa, perasaan pemakai bahasa, nilai-nilai masyarakat pemakai bahasa dan perkembangan kata sesuai kehendak pemakai bahasa. Makna asositif dibagi menjadi beberapa macam, seperti makna kolokatif, makna reflektif, makna stilistik, makna afektif, dan makna interpretatif.
1. Makna Kolokatif . Makna kolokatif lebih berhubungan dengan penempatan makna dalam frase sebuah bahasa. Kata kaya dan miskin terbatas pada kelompok farase. Makna kolokatif adalah makna kata yang ditentukan oleh penggunaannya dalam kalimat. Kata yang bermakna kolokatif memiliki makna yang sebenarnya.
2. Makna Reflektif. Makna reflektif adalah makna yang mengandung satu makna konseptual dengan konseptual yang lain, dan cenderung kepada sesuatu yang bersifat sacral, suci/tabu terlarang, kurang sopan, atau haram serta diperoleh berdasarkan pengalaman pribadi atau pengalaman sejarah.
3. Makna Stilistika. Makna stilistika adalah makna kata yang digunakan berdasarkan keadaan atau situasi dan lingkungan masyarakat pemakai bahasa itu. Sedangkan bahasa itu sendiri merupakan salah satu cirri pembeda utama dari mahluk lain didunia ini. Mengenai bahasa secara tidak langsung akan berbicara mempelajari kosa kata yang terdapat dalam bahasa yang digunakan pada eaktu komunikasi itu.
4. Makna Afektif. Makna ini biasanya dipakai oleh pembicara berdasarkan perasaan yang digunakan dalam berbahasa.
5. Makna interpretatif . Makna interpretatif adalah makna yang berhubungan dengan penafsiran dan tanggapan dari pembaca atau pendengar, menulis atau berbicara, membaca atau mendengarkan (parera,1991:72).
Sumber : https://www.kajianpustaka.com/2013/03/pengertian-dan-jenis-jenis-makna-kata.html
Daftar Pustaka : Kridalaksana. 1993. Kamus Linguistik. Jakarta : PT Gramedia Maskurun, 1984. Bahasa dan Sastra Indonesia. Jakarta Yudistira. Parera. 1991. Sintaksis. Jakarta. Garamadia Utama. Tjiptadi, Bambang.1984.Tata Bahasa Indonesia. Cetakan II. Jakarta: Yudistira.
Peserta Didik dapat menentukan ide pokok teks menggali informasi tersirat teks menentukan pernyataan sesuai isi teks mengidentifikasi jenis teks .
Peserta didik dapat: memprediksi kejadian berdasarkan isi teks membandingkan isi teks melengkapi tabel dengan pokok-pokok pikiran berdasarkan isi teks.
Bahasa Indonesia – Membaca Sastra :
Peserta didik dapat: menentukan informasi tersurat pada karya sastra menentukan unsur intrinsik karya sastra (tokoh, latar, watak tokoh) menentukan makna kata/simbol/kias.
Peserta didik dapat: menggali informasi tersirat dalam karya sastra (menyimpulkan / memaknai bagian teks ) menentukan unsur intrinsik karya sastra (konflik, amanat, tema).
Peserta didik dapat: memprediksi kejadian berdasarkan isi cerita menentukan nilai- nilai cerita menentukan keteladanan tokoh cerita .
Bahasa Indonesia – Menulis Terbatas :
Peserta didik dapat melengkapi kalimat/teks dengan istilah/kata/ungkapan/peribahasa .
Peserta didik dapat : menyusun berbagai petunjuk (menggunakan/membuat sesuatu) menyusun berbagai teks (deskripsi, narasi) melengkapi berbagai jenis teks (laporan, iklan, pidato) melengkapi kalimat/teks dengan kata bentukan .
Bahasa Indonesia – Menyunting kata/istilah, frase, kalimat, paragraf, ejaan, dan tanda baca.
Peserta didik dapat: menunjukkan kesalahan penggunaan ejaan menunjukkan kesalahan penggunaan tanda baca.
Peserta didik dapat : menggunakan ejaan menggunaan tanda baca.
Peserta didik dapat: memperbaiki kesalahan penggunaan ejaan memperbaiki penggunaan kesalahan penggunaan tanda baca.
Matematika – Bilangan :
Peserta didik dapat mengenal dan memahami pengetahuan tentang: operasi hitung bilangan cacah, operasi hitung bilang bulat, operasi hitung bilangan pangkat dua dan tiga, akar pangkat dua dan tiga, KPK dan FPB, pecahan, perbandingan.
Peserta didik dapat mengaplikasikan pengetahuan tentang: – operasi hitung bilangan cacah, ˗ operasi hitung bilangan bulat, ˗ operasi hitung bilangan pangkat dua dan tiga, akar pangkat dua dan tiga , ˗ KPK dan FPB, ˗ pecahan, ˗ perbandingan.
Peserta didik dapat menggunakan nalar yang berkaitan dengan: ˗ operasi hitung bilangan cacah, ˗ operasi hitung bilangan bulat, ˗ KPK dan FPB, ˗ pecahan, ˗ perbandingan.
Matematika – Geometri dan Pengukuran.
Peserta didik dapat mengenal dan memahami pengetahuan tentang: – satuan ukuran kuantitas, satuan berat, satuan panjang, satuan waktu, satuan volum. – waktu, jarak, dan kecepatan, – keliling dan luas segiempat, – keliling dan luas lingkaran, – sifat-sifat bangun datar, – sifat-sifat bangun ruang, – koordinat Kartesius, – simetri dan pencerminan.
Peserta didik dapat mengaplikasikan pengetahuan tentang: – satuan ukuran kuantitas, satuan berat, satuan panjang, satuan waktu, satuan volum, – waktu, jarak, dan kecepatan, – keliling segiempat, – keliling dan luas lingkaran – luas permukaan kubus, balok, dan tabung – volume kubus, balok, dan tabung – koordinat Kartesius – simetri dan pencerminan
Peserta didik dapat menggunakan nalar yang berkaitan dengan: ˗ satuan ukuran, ˗ waktu, jarak, dan kecepatan, ˗ keliling dan luas segiempat ˗ keliling dan luas lingkaran ˗ luas permukaan kubus, balok, dan tabung ˗ volume kubus, balok, dan tabung.
Matematika – Pengolahan Data :
Peserta didik dapat mengenal dan memahami pengetahuan tentang: penyajian data dalam bentuk tabel, diagram batang, dan diagram lingkaran rata-rata hitung dan modus
Peserta didik dapat mengaplikasikan pengetahuan tentang: ˗ penyajian data dalam bentuk tabel, diagram batang, dan diagram lingkaran ˗ rata-rata hitung dan modus
Peserta didik dapat menggunakan nalar yang berkaitan dengan: ˗ penyajian data dalam bentuk tabel, diagram batang, dan diagram lingkaran ˗ rata-rata hitung dan modus.
IPA – Makhluk Hidup dan Lingkungannya.
Peserta didik mampu memahami pengetahuan tentang: ˗ hubungan antar makhluk hidup dengan lingkungannya ˗ penyesuaian diri makhluk hidup ˗ pelestarian lingkungan.
Peserta didik mampu mengaplikasikan pengetahuan tentang: ˗ hubungan antar makhluk hidup dengan lingkungannya, ˗ penyesuaian diri makhluk hidup.
Peserta didik mampu menggunakan nalar berkaitan dengan: ˗ hubungan antarmakhluk hidup, ˗ upaya manusia dalam pelestarian lingkungan.
IPA – Struktur dan Fungsi Makhluk Hidup :
Peserta didik mampu memahami pengetahuan tentang: ˗ bagian tubuh tumbuhan/hewan dan fungsinya – daur hidup hewan, ˗ alat gerak dan fungsinya, ˗ sistem pernapasan pada manusia/hewan, ˗ sistem pencernaan pada manusia, ˗ sistem peredaran darah pada manusia, ˗ perkembangbiakan makhluk hidup, ˗ perkembangan dan pertumbuhan manusia, ˗ pemeliharaan kesehatan organ.
Peserta didik mampu mengaplikasikan pengetahuan tentang: ˗ daur hidup hewan, ˗ mekanisme sistem gerak, ˗ mekanisme sistem organ (pernapasan, pencernaan, dan peredaran darah), ˗ pemeliharaan kesehatan organ.
Peserta didik mampu menggunakan nalar berkaitan dengan: ˗ hubungan antara system organ dan gangguan yang ditimbulkan, ˗ percobaan pada system organ hubungan antara daur, ˗ hidup/perkembangbiakan dengan pelestarian makhluk hidup.
IPA – Benda dan Sifatnya :
Peserta didik mampu memahami pengetahuan tentang: ˗ sifat benda, ˗ perubahan wujud benda.
Peserta didik mampu mengaplikasikan pengetahuan tentang: ˗ sifat benda, ˗ perubahan wujud benda.
Peserta didik mampu menggunakan nalar berkaitan dengan: ˗ perubahan wujud benda.
IPA – Energi dan Perubahannya :
Peserta didik mampu memahami pengetahuan tentang: ˗ gaya dan gerak, ˗ bentuk energi dan perubahannya, ˗ suhu dan kalor, ˗ bunyi dan cahaya, ˗ listrik dan magnet.
Peserta didik mampu mengaplikasikan pengetahuan tentang: ˗ gaya dan gerak, ˗ bentuk energy dan perubahannya, ˗ suhu dan kalor, ˗ bunyi dan cahaya, ˗ listrik dan magnet.
Peserta didik mampu menggunakan nalar berkaitan dengan: ˗ gaya dan gerak, ˗ bentuk energi dan perubahannya, ˗ suhu dan kalor, ˗ bunyi dan cahaya,˗ listrik dan magnet.
IPA – Bumi dan Alam Semesta :
Peserta didik mampu memahami pengetahuan tentang: ˗ sumber daya alam, ˗ daur air, ˗ sistem tata surya.
Peserta didik mampu mengaplikasikan pengetahuan tentang: ˗ sumber daya alam, ˗ daur air, ˗ sistem tata surya.
Peserta didik mampu menggunakan nalar berkaitan dengan: ˗ sumber daya alam, ˗ daur air.
SD Kelas 5 – Tema 1,2,3,4,5 – Bahasa Indonesia – Menentukan pokok pikiran dalam teks lisan dan tulis.
Menentukan pokok pikiran dalam teks lisan dan tulis.
MATERI.
Bacaan adalah kumpulan dari beberapa paragraph yang tergabung menjadi satu-kesatuan yang utuh.
Setiap paragraf dalam teks bacaan tersebut terdapat ide pokok / kalimat utama / pokok pikiran dan kalimat pengembang.
Kalimat utama adalah kalimat / gagasan yang dijadikan sebagai dasar untuk mengembangkan kalimat menjadi sebuah paragraf.
Kalimat pengembang adalah kalimat penjelas dari kalimat utama dalam paragraph. Biasanya kalimat pengembang ini terdapat lebih dari satu kalimat dalam sebuah paragraph. Sehingga setiap paragraph tersusun dari beberapa kalimat yang salah satunya adalah KALIMAT UTAMA.
Jenis-jenis paragraph berdasarkan letak kalimat utama adalah sebagai berikut:
1, Deduktif.
Paragraf deduktif adalah paragraf yang ide pokok atau kalimat utamanya terletak di awal paragraf dan selanjutnya di ikuti oleh kalimat kalimat penjelas untuk mendukung kalimat utama. ciri-ciri paragraf deduktif : a, kalimat utama berada di awal paragraf. b, kalimat disusun dari pernyataan umum yang kemudian disusul dengan penjelasan. c, Pola paragraph : “Umum ke Khusus” / “Kalimat utama ke Pengembang” Contoh : Indonesia adalah negara yang majemuk. Terdapat banyak agama dan kepercayaan dan selain itu suku budaya indonesia sangat beragam misalnya suku jawa, madura, batak, ambon dan masih banyak lagi suku – suku yang memiliki ciri khas masing-masing.
2, Induktif.
Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan kalimat yang berisi penjelasan- penjelasan kemudian diakhiri dengan kalimat utama. Ciri-ciri paragraf induktif : a, kalimat utama berada di akhir paragraph. b, kalimat disusun dari uraian/penjelasan bersifat khusus diikuti dengan kalimat pernyataan umum. c, Pola paragraph : “Khusus ke Umum” / “Kalimat Pengembang ke Utama”. Contoh: Suku jawa, suku madura, batak dan ambon adalah salah satu dari sekian banyak suku yang terdapat di Indonesia. Selain suku dan budaya yang beragam, terdapat pula berbagai agama dan kepercayaan maka dari itu Indonesia dikenal dengan negara yang majemuk.
3, Paragraf Campuran.
Paragraf campuran adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan kalimat utama dan diakhiri pula dengan kalimat utama. Kalimat utama yang terletak diakhir paragraf merupakan penegasan dari kalimat di awal paragraf. Ciri-ciri Paragraf Campuran : a, Pikiran utama terletak diawal atau diakhir paragraph. b, Kalimat berikutnya berisi penjelasan dan uraian yang mendukung pikiran utama. c, Akhir paragraf diakhiri dengan penegasan yang mendukung pikiran utama. d, Pola Paragraf : Umum – Khusus – Umum. Contoh : Bunga melati cukup diminati banyak orang. Selain bunganya cantik, bunga melati juga sangat harum. bahkan bunga berwarna putih ini dijadikan sebagai simbol kesucian. Keharuman bunga ini sangat cocok untuk di tanam di dekat rumah dan cocok sebagai tanaman hias. Oleh karena itu, bunga ini menjadi salah satu bunga favorit bagi pecinta tanaman dan bunga.
4, Paragraf Ineratif.
Paragraf Ineratif adalah paragraf yang kalimat utamanya berada di tengah paragraf. Biasanya diawali dengan gagasan penjelas sebagai pengantar, lalu disajikan gagasan utama sebagai puncaknya. Setelah itu masih dilanjutkan dengan gagasan penjelas Ciri-ciri paragraph ineratif : Kalimat-kalimat penjelas terlebih dahulu, lalu diikuti kalimat utamanya, dan diakhiri dengan kalimat-kalimat penjelas lagi. Contoh : Manusia lahir ke dunia membutuhkan orang lain. Mereka juga makan membutuhkan orang lain. Bahkan mati pun masih membutuhkan orang lain. Hal ini menunjukan bahwa manusia adalah makhluk sosial. Kita tidak bisa hidup sendiri karena kita sangat membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidup di dunia ini. Tidak ada satu pun pekerjaan besar yang tidak membutuhkan orang lain. Bahkan orang terkaya sedunia yang memiliki segalannya pun tidak bisa hidup sendiri.
Tema : 2 ; Sub Tema : 1, 2, 3 ; Pembelajaran : 1 – 6
Kompetensi Dasar : Bahasa Indonesia.
Mengklasifikasi informasi yang didapat dari buku ke dalam aspek: apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana .
Kata Tanya :
Kata tanya adalah kata yang dipakai dalam kalimat tanya untk menanyakan sesuatu. Kalimat tanya adalah kalimat yang di dalamnya terkandung pertanyaan kepada pihak lain, guna memperoleh jawaban.
Ciri-ciri kata tanya, yaitu: 1, Kata tanya selalu diikuti dengan tanda tanya (?) pada akhir kalimat. 2, Kata tanya terletak di awal sebuah kalimat tanya. 3, Seringkali ditambah dengan imbuhan sufiks –kah, seperti: apakah, siapakah, dimanakah.
Kata tanya terbagi menjadi 7 jenis, yaitu: 1, “Apa” untuk menanyakan benda. 2, “Siapa” untuk menanyakan orang. 3, “(Di, ke, dari) mana” untuk menanyakan tempat. 4, “Mengapa” untuk menanyakan sebab atau alasan. 5, “Bagaimana” menanyakan keadaan. 6, “Berapa” untuk menanyakan jumlah. 7, “Kapan” untuk menanyakan waktu.
Contoh penggunaan kata tanya dalam kalimat. 1, Apa yang harus kita lakukan supaya ketersediaan oksigen terjaga? 2, Siapakah nama presiden pertama Indonesia. 3, Di mana kamu tinggal? 4, Mengapa Indonesia dikatakan sebagai paru-paru dunia? 5, Bagaimana proses pengambilan oksigen oleh makhluk hidup? 6, Berapa tahun umur ayahmu? 7, Kapankah kamu akan berhenti merokok?
TEMA : 3 (MAKANAN SEHAT), SUB TEMA : 1, 2, 3, 4.
BAHASA INDONESIA. Menganalisis informasi yang disampaikan paparan iklan dari media cetak atau elektronik.
Pengertian Kata Kunci : Kata kunci adalah kata atau frasa yang digunakan untuk mencocokkan iklan dengan istilah yang dicari/ dibaca oleh orang-orang.
Pengertian Iklan :
Sebuah informasi yang tujuannya untuk mendorong, menyampaikan sesuatu, membujuk/memberikan pengaruh kepada khalayak ramai atau banyak orang agar tertarik pada barang/jasa yang ditawarkan. Sebuah pengumuman yang berisi informasi produk dan di sebarkan kepada khalayak ramai. Mempromosikan sesuatu kepada pembaca.
Tujuan Iklan : 1, Memberitahukan kepada khalayak ramai tentang suatu produk. 2, Mempengaruhi khalayak ramai tentang suatu produk. 3, Menyarankan seseorang untuk membeli suatu produk yang di iklankan. 4, Memberikan informasi tentang produk. 5, Menarik khalayak ramai. 6, Dan lain-lain.
Sasaran Iklan : Secara umum iklan di tujukan kepada khalayak ramai, dan harus sesuai antara target pasar dengan produk yang ingin di tawarkan. Misalnya, jika ingin mengiklankan sebuah produk kendaraan, maka target orang yang akan melihat iklan tersebut adalah orang kalangan atas atau orang yang membutuhkan kendaraan.
Syarat-syarat Iklan : Dari segi isi iklan : 1, Harus objektif dan jujur. 2, Singkat, jelas dan mudah dipahami. 3, Tidak menyinggung pihak lain. 4, Menarik perhatian orang banyak. 5, Informatif. 6, komunikatif.
Dari segi bahasa iklan : 1, Menggunakan pilihan kata yang tepat, menarik, logis dan sopan. 2, Ungkapan/majas yang digunakan memikat dan memiliki daya sugesti bagi khalayak. 3, Bahasa disusun untuk menonjolkan informasi yang dipentingkan. 4, Teks iklan harus menuju sasaran.
Jenis-jenis Iklan :
1. Iklan Pemberitahuan/Pengumuman : Iklan yang bertujuan untuk memberitahukan sesuatu kepada khalayak. Salah satu contoh iklan pemberitahuan adalah iklan keluarga. contoh : kelahiran, ulang tahun, perkawinan, kematian, dsb.
2. Iklan Undangan : Iklan yang berisi ajakan/himbauan untuk mendatangi suatu acara.
3. Iklan Layanan Masyarakat : Iklan yang bertujuan memberikan penerangan/penjelasan kepada masyarakat. Contohnya adalah iklan KB dan iklan bahaya narkoba.
4. Iklan Permintaan : Iklan yang berisi permintaan sesuatu, seperti lowongan kerja.
5. Iklan Penawaran/ reklame : Iklan yang berisi menawarkann sesuatu seperti menawarkan suatu barang/ produk. Iklan ini dipasang oleh perusahaan-perusahaan. Contoh : barang-barang niaga. Misalnya : dikontrakkan rumah di Griya Asri Indah. Fasilitas lengkap. Hubungi (0342) xxxxxx.
6. Iklan artikel : Iklan yang berisi informasi/ penawaran panjang yang diawali dengan perkenalan isi, keunggulan dan penutup.
Bentuk Iklan :
1. Bentuk Iklan baris Yaitu iklan kecil (singkat) berisi penawaran/ informasi tentang sesuatu yang terdiri atas beberapa baris saja, iklan baris disebut juga iklan kolom.
Ciri iklan baris :
Menggunakan bahasa yang singkat, padat dan jelas.
Menggunakan bahasa yang memikat.
Menggunakan kaa konotasi positif.
Isi iklan berisi objektif, jujur, singkat, dan menarik perhatian.
Contoh iklan baris pada Koran.
2, Iklan kolom :
Yaitu iklan yang muatannya memanfaatkan beberapa bagian kolom dari halanan surat kabar.
Ciri iklan kolom :
Menyampaikan informasi secara jujur pada pembaca.
Menjelaskan karakteristik produk barang/ jasa yang ditawarkan.
Meyakinkan pembaca untuk meggunakan produk barang/ jasa yang ditawarkan.
Menarik dan mudah diingat oleh pembaca.
Contoh iklan kolom :
Berdasarkan penggunaannya media iklan dapat dogolongkan menjadi :
1, Iklan radio dengan menggunakan efek suara.
2, Iklan media cetak dengan menggunakan efek gambar atau teks.
3, Iklan televise dengan menggunakan efek gambar, suara dan teks.
Manfaat Iklan :
Adapun manfaat iklan yaitu :
1, Produk menjadi lebih terkenal di mata masyarakat.
2, Keuntungan yang diperoleh dalam bisnis dapat melonjak naik karena produk dipromosikan.
Contoh Teks Iklan , Berikut contoh teks iklan.
RANGKUMAN MATERI KELAS 5, TEMA : 4, SUB TEMA : 1, 2, 3.
KOMPETENSI DASAR :
Menggali isi dan amanat pantun yang disajikan secara lisan dan tulis dengan tujuan kesenangan.
A, PENGERTIAN PANTUN.
Pantun adalah jenis puisi lama yang tiap baitnya terdiri atas empak baris serta memiliki sampiran dan isi.
B, CIRI-CIRI PANTUN.
Jenis puisi lama yang asal bermula dari kata patuntun ini pada dasarnya diharapkan dapat menjadi penuntun hidup bagi orang yang mendengar maupun membacanya. Tidak hanya sekadar berisi nasihat dan imbauan, penyampaiannya pun memiliki cirri khas yang begitu kental, seperti berikut ini.
1, Tiap Bait Terdiri atas Empat Baris.
Puisi lama yang satu ini memiliki ciri khas kuat, yaitu tiap baitnya selalu terdiri atas empat baris. Barisan kata-kata pada pantun dikenal juga dengan sebutan larik.
2, Terdiri dari 8-12 Suku Kata di Tiap Baris.
Mulanya pantun cenderung tidak dituliskan, melainkan disampaikan secara lisan. Karena itulah, tiap baris pada pantun dibuat sesingkat mungkin, namun tetap padat isi. Oleh karena alasan inilah, tiap baris pada pantun umumnya terdiri atas 8—12 suku kata.
3, Memiliki Sampiran dan Isi.
Salah satu keunikan pantun yang membuatnya menjadi begitu mudah diingat adalah jenis puisi lama yang satu ini tidak hanya padat berisi, melainkan juga memiliki pengantar yang puitis hingga terdengar jenaka. Pengantar tersebut biasanya tidak berhubungan dengan isi, namun menjabarkan tentang peristiswa ataupun kebiasaan yang terjadi di masyarakat. Pengantar isi pantun inilah yang kerap dikenal sebagai sampiran.
Untuk masalah penempatannya di dalam pantun, sampiran akan selalu berada di baris pertama dan kedua. Sementara itu, isi pantun menyusul di posisi baris ketiga sampai keempat.
4, Berima a-b-a-b.
Rima atau yang juga biasa disebut dengan sajak adalah kesamaan bunyi yang terdapat dalam puisi. Biasanya, jenis-jenis puisi lama kental akan rima, termasuk dengan pantun. Khusus untuk pantun, jenis puisi yang satu ini memiliki ciri khas yang begitu kuat, yakni rimanya adalah a-b-a-b.
Yang dimaksud dengan rima a-b-a-b adalah ada kesamaan bunyi antara baris pertama dengan ketiga pantun dan baris kedua dengan baris keempat. Jadi, kesamaan bunyi pada pantun selalu terjadi antara sampiran dan isi.
C, JENIS-JENIS PANTUN.
1, Pantun Nasihat.
Pada dasarnya, pantun dibuat untuk memberi imbauan dan anjuran terhadap seseorang ataupun masyarakat. Karena itulah, tema isi pantun yang paling banyak dijumpai berjenis pantun nasihat. Pantun yang satu ini memiliki isi yang bertujuan menyampaikan pesan moral dan didikan.
Contoh:
Di jalan tak sengaja berjumpa daun sugi
Ingat manfaat, lantas cepat dibawa
Tiada belajar tiada yang rugi
Kecuali diri sendiri di masa tua
2, Pantun Jenaka.
Sesuai namanya, jenis pantun yang satu ini memang memiliki kandungan isi yang lucu dan menarik. Tujuannya tak lain untuk memberi hiburan kepada orang yang mendengar ataupun membacanya. Tidak jarang pula, pantun jenaka digunakan untuk menyampaikan sindiran akan kondisi masyarakat yang dikemas dalam bentuk ringan dan jenaka.
Contoh:
Hujan turun di hari sabtu.
Anak duduk makan bubur.
Melihat katak duduk termangu.
Bangau berjoged untuk menghibur.
3, Pantun Agama.
Jenis pantun yang satu ini memiliki kandungan isi yang membahas mengenai manusia dengan pencipta-Nya. Tujuannya serupa dengan pantun nasihat, yaitu memberikan pesan moral dan didikan kepada pendengar dan pembaca. Akan tetapi, tema di pantun agama lebih spesifik karena memegang nilai-nilai dan prinsip agama tertentu.
Contoh:
Kalau sudah duduk berdamai,
Jangan lagi diajak perang,
Kalau sunah sudah dipakai,
Jangan lagi dibuang-buang.
(Tenas Effendy)
4, Pantun Teka-teki.
Jenis pantun yang satu ini selalu memiliki ciri khas khusus di bagian isinya, yakni diakhiri dengan pertanyaan pada larik terakhir. Tujuan dari pantun ini umumnya untuk hiburan dan mengakrabkan kebersamaan.
Contoh:
Jikalau tuan tajuk cendana,
Ambil gantang jemurkan pala,
Jikalau tuan memang bijaksana,
Binatang apa ekor di kepala ?
5, Pantun Anak.
Tidak hanya untuk orang dewasa, pantun bisa juga disampaikan untuk anak-anak. Tentu saja isinya lebih ringan dan menyangkut hal-hal yang dianggap menyenangkan oleh si kecil. Tujuan awal dari jenis pantun yang satu ini adalah untuk mengakrabkan anak dengan pantun, sekaligus memberikan didikan moral bagi mereka.
Contoh:
Kita menari ke luar bilik,
Sembarang tari kita tarikan,
Kita bernyanyi bersama adik,
Sembarang lagi kita nyanyikan.
D, MENGENALI ISI PANTUN.
Bimbim mempunyai kebiasaan kurang baik. Ia sering jajan sembarangan. Ia sering membeli makan-makanan yang mengandung pewarna buatan dan bahan pengawet. Dia tidak suka makan sayur dan makanan yang dimasak ibunya sendiri. Akibatnya Bimbim sering sakit tifus dan dirawat di RS. Meskipun demikian, Bimbim tidak jera. Ia masih melakukan kebiasaan buruknya.
E, BERBALAS PANTUN.
Berbalas pantun dilakukan oleh laki-laki dan perempuan yang masing-masing mewakili pihak pria dan wanita. Dalam berbalas pantun, harus menyiapkan banyak pantun untuk diucapkan secara bergantian. Pantun satu dan lainnya saling berkaitan sehingga disebut pantun berkait atau disebut seloka. Seloka dapat berisi nasihat, tetapi terkadang juga berisi sindiran untuk menciptakan suasana gembira (kelucuan).
(1)
Menimbang barang dengan bejana,
Makan nasi lauknya ikan,
Tuntutlah ilmu sampai ke Cina,
Ilmu baik harus diamalkan.
(2)
Makan nasi lauknya ikan,
Manis rasanya buah mangga,
Ilmu baik harus diamalkan,
Biar jadi amalan berharga.
(3)
Manis rasanya buah mangga,
Buah yang bususk jangan dimakan,
Biar jadi amalan berharga,
Berbuat baik jangan bicarakan.
F, MENGUBAH CERITA MENJADI PANTUN.
Sebuah cerita dapat diubah menjadi pantun. Mengubah cerita menjadi pantun disebut memparafrasa. Memparafrasa adalah mengubak teks menjadi bentuk lain. Misalnya mengubah cerpen menjadi cerita. Cerpen juga dapat diparafrasa menjadi drama. Pantun dapat diparafrasa menjadi cerita. Begitu juga bentuk teks lain dapat diparafrasa bentuk lain.
CONTOH : Cerita drama diubah menjadi pantun.
Ke kebun binatang melihat badak,
Badak banyak jenisnya,
Berbakti kewajiban anak,
Sesuai tuntutan agama.
Anak mengejar layang-layang,
Layangan terbang ke angkasa,
Orang tua harus disayang,
Agar tidak jadi durhaka.
Pohon tumbang diatas bukit,
Burung terbang diangkasa,
Jika orang tua sakit,
Kewajiban anak merawatnya.
Si Dudung kakak Si Mimin,
Si Budi adik Si Wati,
Anak-anak berhak bermain,
Bermain untuk menghibur dir.i
RANGKUMAN MATERI KELAS 5.
TEMA : 5. SUB TEMA : 1, 2, 3.
Ekosistem.
Semua makhluk hidup memerlukan lingkungan tertentu untuk memenuhi kebutuhannya. Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada di sekitar makhluk hidup. Sebuah lingkungan terdiri atas bagian yang hidup(biotik) dan bagian tak hidup (abiotik) Bagian yang hidup di sebuah lingkungan terdiri atas tumbuhan, hewan, dan makhluk hidup lainnya. Bagian lingkungan yang tak hidup terdiri atas cahaya matahari, air, udara dan tanah.
Cahaya matahari dapat menghangatkan udara, air, dan tanah agar mencapai suhu yang sesuai kebutuhan hidup makhluk hidup. Cahaya matahari juga membantu tumbuhan membuat makanan. Air dan tanah merupakan bagian penting dari sebuah lingkungan. Air yang turun dalam bentuk hujan, meresap ke dalam tanah. Air di dalam tanah ini akan dimanfaatkan oleh tumbuhan yang hidup di atasnya dan makhluk hiduk kecil lainnya yang hidup di dalam tanah.
Bagian hidup dan tak hidup di sebuah lingkungan saling berinteraksi dan saling bergantung satu sama lain. Interaksi antara makhluk hidup dan benda-benda tak hidup di sebuah lingkungan disebut ekosistem. Ekosistem tersusun atas individu, populasi, dan komunitas.
Individu adalah makhluk hidup tunggal, misalnya seekor kambing, seekor burung, dan sebuah pohon cemara. Tempat individu tinggal disebut habitat. Populasi adalah kumpulan individu sejenis yang menempati sesuatu daerah tertentu. Contoh, di sebuah kolam, terdapat populasi ikan, populasi tumbuhan teratai, dan populasi lumut. Sementara itu komunitas adalah populasi makhluk hidup di suatu daerah tertentu. Contoh komunitas adalah komunitas sungai dan komunitas padang rumput.
Berdasarkan bacaan di atas, temukan pokok pikiran utama dari setiap paragrapaf beserta informasi yang kamu anggap penting!
Setelah membaca teks bacaan, buatlah beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan teks bacaan tersebut.
Dalam menulis pertanyaan yang harus selalu diingat, menggunakan kata tanya yang tepat dan ejaan bahasa Indonesia yang benar.
Percakapan adalah dialog yang dilakukan dua orang atau lebih.
Menulis percakapan menggunakan kalimat langsung, yang penulisannya sebelum dan sesudah menulis kalimat diberi tanda petik
Terdapat titik dua (:) setelah menuliskan nama orang.
Membaca teks yang berjudul “Jenis-Jenis Ekosistem” pada buku siswa
Setelah membaca, temukan pikiran utama dari setiap paragraph beserta informasi yang dianggap penting.
Membaca teks “Mengenal Letak Geografis Indonesia” pada buku siswa Tema 5
Setelah membaca, temukan pikiran utama dari setiap paragraf beserta informasi yang dianggap penting.
Membaca teks “Indonesia sebagai Negara Maritim dan Agraris” pada buku siswa Tema 5
Setelah membaca, temukan pikiran utama dari setiap paragraf beserta informasi yang dianggap penting.
Membuat ringkasan berdasarkan bacaan.
Dalam menulis ringkasan yang harus diperhatikan adalah tanda baca, penggunaan huruf kapital yang tepat, dan penggunaan kata-kata baku dalam kalimat bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Menulis pertanyaan berdasarkan bacaan, menggunakan kata tanya mengapa, dan apa,
Kegiatan membaca tentang “Daur Hidup Hewan”
Kegiatan menulis tentang daur hidup hewan, tahapan tumbuh kembang hewan tersebut.
Membuat sebuah tulisan tentang hewan paling sedikit dalam tiga paragraf.
Menjelaskan beberapa informasi tentang hewan dan daur hidupnya.
Percakapan tentang beberapa jenis hewan langka di Indonesia yang dilakukan oleh tiga anak, yaitu Siti, Udin, dan Dayu.
Membaca teks : Setiap bacaan, tentunya memiliki ide pokok yang tertuang dalam pokok pikiran. Dengan mengetahui pokok pikiran yang ada, kita dapat mengetahui informasi penting yang terdapat dalam bacaan.
Sistem Irigasi Subak : Subak merupakan sekumpulan petani di Bali yang mengelola sistem irigasi yang ada di sebuah kawasan persawahan.
Sistem irigasi subak dipimpin oleh seorang pengatur yang disebut pekasih atau klean subak.
Para pekasih diangkat oleh petani, bukan oleh perangkat desa.
Subak tidak hanya memperhatikan sistem irigasi, tetapi juga memperhatikan asas kerja sama dan keadilan dengan menggunakan sistem memimpin air kepada anggotanya.
Setelah membaca bacaan yang berjudul “Sistem Irigasi Subak” temukan pikiran utama dari setiap paragraf beserta informasi yang dianggap penting.
Membuat ringkasa dalam satu paragraf dengan kalimatnya sendiri. Harus memperhatikan tanda baca , penggunaan huruf capital yang tepat, dan penggunaan kata-kata baku dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Membaca teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia:
Menentukan tokokh-tokoh yang terlibat di dalamnya, termasuk tokoh-tokoh yang terlibat pada peristiwa Rengasdengklok.
Bermain peran bersama teman sekelompok tentang peristiwa Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.
Membuat pertanyaan berdasarkan bacaan yang berjudul “Indahnya Kebun Teh di Puncak, Bogor
Menceritakan pengalaman berkunjung ke tempat wisata favorit keluarga.
Melakukan percakapan tentang kawasan puncak di Bogor
Melakukan wawancara tentang lingkungan sekolah dan rumah
Ekosistem dibagi menjadi 2 yaitu: ekosistem alami dan ekosistem buatan.
Ekosistem alami terdiri atas ekosistem air dan ekosistem darat.
Ekosistem air terdiri atas air tawar dan air asin
Ekosistem darat terdiri atas hutan, padang rumput, padang pasir, Tundra, dan Taiga
Ekosistem buatan adalah ekosistem hasil karya manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Contoh: sawah, bendungan, taman, dll
Bentuk teks bacaan ada 2 yaitu fiksi dan nonfiksi
Teks nonfiksi adalah teks yang berisikan hasil pengamatan, data-data, dan fakta serta bukan hasil imajinasi atau karangan yang dihasilkan dalam bentuk cerita yang nyata.
Teks fiksi adalah karangann tidak nyata hasil imajinasi manusia
Bahasa Indonesia – SD Kelas 5 – Tema 5 – Kurikulum 2013 Rev 2017.
RANGKUMAN MATERI KELAS V.
TEMA : 5. SUB TEMA : 1, 2, 3.
Ekosistem.
Semua makhluk hidup memerlukan lingkungan tertentu untuk memenuhi kebutuhannya. Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada di sekitar makhluk hidup. Sebuah lingkungan terdiri atas bagian yang hidup(biotik) dan bagian tak hidup (abiotik) Bagian yang hidup di sebuah lingkungan terdiri atas tumbuhan, hewan, dan makhluk hidup lainnya. Bagian lingkungan yang tak hidup terdiri atas cahaya matahari, air, udara dan tanah.
Cahaya matahari dapat menghangatkan udara, air, dan tanah agar mencapai suhu yang sesuai kebutuhan hidup makhluk hidup. Cahaya matahari juga membantu tumbuhan membuat makanan. Air dan tanah merupakan bagian penting dari sebuah lingkungan. Air yang turun dalam bentuk hujan, meresap ke dalam tanah. Air di dalam tanah ini akan dimanfaatkan oleh tumbuhan yang hidup di atasnya dan makhluk hiduk kecil lainnya yang hidup di dalam tanah.
Bagian hidup dan tak hidup di sebuah lingkungan saling berinteraksi dan saling bergantung satu sama lain. Interaksi antara makhluk hidup dan benda-benda tak hidup di sebuah lingkungan disebut ekosistem. Ekosistem tersusun atas individu, populasi, dan komunitas.
Individu adalah makhluk hidup tunggal, misalnya seekor kambing, seekor burung, dan sebuah pohon cemara. Tempat individu tinggal disebut habitat. Populasi adalah kumpulan individu sejenis yang menempati sesuatu daerah tertentu. Contoh, di sebuah kolam, terdapat populasi ikan, populasi tumbuhan teratai, dan populasi lumut. Sementara itu komunitas adalah populasi makhluk hidup di suatu daerah tertentu. Contoh komunitas adalah komunitas sungai dan komunitas padang rumput.
Berdasarkan bacaan di atas, temukan pokok pikiran utama dari setiap paragrapaf beserta informasi yang kamu anggap penting!
Setelah membaca teks bacaan, buatlah beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan teks bacaan tersebut.
Dalam menulis pertanyaan yang harus selalu diingat, menggunakan kata tanya yang tepat dan ejaan bahasa Indonesia yang benar.
Percakapan adalah dialog yang dilakukan dua orang atau lebih.
Menulis percakapan menggunakan kalimat langsung, yang penulisannya sebelum dan sesudah menulis kalimat diberi tanda petik
Terdapat titik dua (:) setelah menuliskan nama orang.
Membaca teks yang berjudul “Jenis-Jenis Ekosistem” pada buku siswa. Setelah membaca, temukan pikiran utama dari setiap paragraph beserta informasi yang dianggap penting.
Membaca teks “Mengenal Letak Geografis Indonesia” pada buku siswa Tema 5
Setelah membaca, temukan pikiran utama dari setiap paragraf beserta informasi yang dianggap penting.
Membaca teks “Indonesia sebagai Negara Maritim dan Agraris” pada buku siswa Tema 5
Setelah membaca, temukan pikiran utama dari setiap paragraf beserta informasi yang dianggap penting.
Membuat ringkasan berdasarkan bacaan.
Dalam menulis ringkasan yang harus diperhatikan adalah tanda baca, penggunaan huruf kapital yang tepat, dan penggunaan kata-kata baku dalam kalimat bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Menulis pertanyaan berdasarkan bacaan, menggunakan kata tanya mengapa, dan apa,
Kegiatan membaca tentang “Daur Hidup Hewan”
Kegiatan menulis tentang daur hidup hewan, tahapan tumbuh kembang hewan tersebut.
Membuat sebuah tulisan tentang hewan paling sedikit dalam tiga paragraf.
Menjelaskan beberapa informasi tentang hewan dan daur hidupnya.
Percakapan tentang beberapa jenis hewan langka di Indonesia yang dilakukan oleh tiga anak, yaitu Siti, Udin, dan Dayu.
Membaca teks
Setiap bacaan, tentunya memiliki ide pokok yang tertuang dalam pokok pikiran. Dengan mengetahui pokok pikiran yang ada, kita dapat mengetahui informasi penting yang terdapat dalam bacaan.
Sistem Irigasi Subak
Subak merupakan sekumpulan petani di Bali yang mengelola sistem irigasi yang ada di sebuah kawasan persawahan.
Sistem irigasi subak dipimpin oleh seorang pengatur yang disebut pekasih atau klean subak.
Para pekasih diangkat oleh petani, bukan oleh perangkat desa.
Subak tidak hanya memperhatikan sistem irigasi, tetapi juga memperhatikan asas kerja sama dan keadilan dengan menggunakan sistem memimpin air kepada anggotanya.
Setelah membaca bacaan yang berjudul “Sistem Irigasi Subak” temukan pikiran utama dari setiap paragraf beserta informasi yang dianggap penting.
Membuat ringkasa dalam satu paragraf dengan kalimatnya sendiri. Harus memperhatikan tanda baca , penggunaan huruf capital yang tepat, dan penggunaan kata-kata baku dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar/
Membaca teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia
Menentukan tokokh-tokoh yang terlibat di dalamnya, termasuk tokoh-tokoh yang terlibat pada peristiwa Rengasdengklok.
Bermain peran bersama teman sekelompok tentang peristiwa Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.
Membuat pertanyaan berdasarkan bacaan yang berjudul “Indahnya Kebun Teh di Puncak, Bogor
Menceritakan pengalaman berkunjung ke tempat wisata favorit keluarga.
Melakukan percakapan tentang kawasan puncak di Bogor
Melakukan wawancara tentang lingkungan sekolah dan rumah
Ekosistem dibagi menjadi 2 yaitu: ekosistem alami dan ekosistem buatan.
Ekosistem alami terdiri atas ekosistem air dan ekosistem darat.
Ekosistem air terdiri atas air tawar dan air asin
Ekosistem darat terdiri atas hutan, padang rumput, padang pasir, Tundra, dan Taiga
Ekosistem buatan adalah ekosistem hasil karya manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Contoh: sawah, bendungan, taman, dll
Bentuk teks bacaan ada 2 yaitu fiksi dan nonfiksi
Teks nonfiksi adalah teks yang berisikan hasil pengamatan, data-data, dan fakta serta bukan hasil imajinasi atau karangan yang dihasilkan dalam bentuk cerita yang nyata.
Teks fiksi adalah karangann tidak nyata hasil imajinasi manusia
Bahasa Indonesia – SD Kelas 5 – Tema 4 – Kurikulum 2013 Rev 2017.
RANGKUMAN MATERI KELAS V
TEMA : 4
SUB TEMA : 1, 2, 3
KOMPETENSI DASAR :
3.6 Menggali isi dan amanat pantun yang disajikan secara lisan dan tulis dengan tujuan kesenangan.
PENGERTIAN PANTUN
Pantun adalah jenis puisi lama yang tiap baitnya terdiri atas empak baris serta memiliki sampiran dan isi.
CIRI-CIRI PANTUN
Jenis puisi lama yang asal bermula dari kata patuntun ini pada dasarnya diharapkan dapat menjadi penuntun hidup bagi orang yang mendengar maupun membacanya. Tidak hanya sekadar berisi nasihat dan imbauan, penyampaiannya pun memiliki cirri khas yang begitu kental, seperti berikut ini.
Tiap Bait Terdiri atas Empat Baris
Puisi lama yang satu ini memiliki ciri khas kuat, yaitu tiap baitnya selalu terdiri atas empat baris. Barisan kata-kata pada pantun dikenal juga dengan sebutan larik.
Terdiri dari 8-12 Suku Kata di Tiap Baris
Mulanya pantun cenderung tidak dituliskan, melainkan disampaikan secara lisan. Karena itulah, tiap baris pada pantun dibuat sesingkat mungkin, namun tetap padat isi. Oleh karena alasan inilah, tiap baris pada pantun umumnya terdiri atas 8—12 suku kata.
Memiliki Sampiran dan Isi
Salah satu keunikan pantun yang membuatnya menjadi begitu mudah diingat adalah jenis puisi lama yang satu ini tidak hanya padat berisi, melainkan juga memiliki pengantar yang puitis hingga terdengar jenaka. Pengantar tersebut biasanya tidak berhubungan dengan isi, namun menjabarkan tentang peristiswa ataupun kebiasaan yang terjadi di masyarakat. Pengantar isi pantun inilah yang kerap dikenal sebagai sampiran.
Untuk masalah penempatannya di dalam pantun, sampiran akan selalu berada di baris pertama dan kedua. Sementara itu, isi pantun menyusul di posisi baris ketiga sampai keempat.
Berima a-b-a-b
Rima atau yang juga biasa disebut dengan sajak adalah kesamaan bunyi yang terdapat dalam puisi. Biasanya, jenis-jenis puisi lama kental akan rima, termasuk dengan pantun. Khusus untuk pantun, jenis puisi yang satu ini memiliki ciri khas yang begitu kuat, yakni rimanya adalah a-b-a-b.
Yang dimaksud dengan rima a-b-a-b adalah ada kesamaan bunyi antara baris pertama dengan ketiga pantun dan baris kedua dengan baris keempat. Jadi, kesamaan bunyi pada pantun selalu terjadi antara sampiran dan isi.
JENIS-JENIS PANTUN
Pantun Nasihat
Pada dasarnya, pantun dibuat untuk memberi imbauan dan anjuran terhadap seseorang ataupun masyarakat. Karena itulah, tema isi pantun yang paling banyak dijumpai berjenis pantun nasihat. Pantun yang satu ini memiliki isi yang bertujuan menyampaikan pesan moral dan didikan.
Contoh:
Di jalan tak sengaja berjumpa daun sugi
Ingat manfaat, lantas cepat dibawa
Tiada belajar tiada yang rugi
Kecuali diri sendiri di masa tua
Pantun Jenaka
Sesuai namanya, jenis pantun yang satu ini memang memiliki kandungan isi yang lucu dan menarik. Tujuannya tak lain untuk memberi hiburan kepada orang yang mendengar ataupun membacanya. Tidak jarang pula, pantun jenaka digunakan untuk menyampaikan sindiran akan kondisi masyarakat yang dikemas dalam bentuk ringan dan jenaka.
Contoh:
Hujan turun di hari sabtu
Anak duduk makan bubur
Melihat katak duduk termangu
Bangau berjoged untuk menghibur
Pantun Agama
Jenis pantun yang satu ini memiliki kandungan isi yang membahas mengenai manusia dengan pencipta-Nya. Tujuannya serupa dengan pantun nasihat, yaitu memberikan pesan moral dan didikan kepada pendengar dan pembaca. Akan tetapi, tema di pantun agama lebih spesifik karena memegang nilai-nilai dan prinsip agama tertentu.
Contoh:
Kalau sudah duduk berdamai
Jangan lagi diajak perang
Kalau sunah sudah dipakai
Jangan lagi dibuang-buang
(Tenas Effendy)
Pantun Teka-teki
Jenis pantun yang satu ini selalu memiliki ciri khas khusus di bagian isinya, yakni diakhiri dengan pertanyaan pada larik terakhir. Tujuan dari pantun ini umumnya untuk hiburan dan mengakrabkan kebersamaan.
Contoh:
Jikalau tuan tajuk cendana
Ambil gantang jemurkan pala
Jikalau tuan memang bijaksana
Binatang apa ekor di kepala ?
Pantun Anak
Tidak hanya untuk orang dewasa, pantun bisa juga disampaikan untuk anak-anak. Tentu saja isinya lebih ringan dan menyangkut hal-hal yang dianggap menyenangkan oleh si kecil. Tujuan awal dari jenis pantun yang satu ini adalah untuk mengakrabkan anak dengan pantun, sekaligus memberikan didikan moral bagi mereka.
Contoh:
Kita menari ke luar bilik
Sembarang tari kita tarikan
Kita bernyanyi bersama adik
Sembarang lagi kita nyanyikan
MENGENALI ISI PANTUN
Bimbim mempunyai kebiasaan kurang baik. Ia sering jajan sembarangan. Ia sering membeli makan-makanan yang mengandung pewarna buatan dan bahan pengawet. Dia tidak suka makan sayur dan makanan yang dimasak ibunya sendiri. Akibatnya Bimbim sering sakit tifus dan dirawat di RS. Meskipun demikian, Bimbim tidak jera. Ia masih melakukan kebiasaan buruknya.
BERBALAS PANTUN
Berbalas pantun dilakukan oleh laki-laki dan perempuan yang masing-masing mewakili pihak pria dan wanita. Dalam berbalas pantun, harus menyiapkan banyak pantun untuk diucapkan secara bergantian. Pantun satu dan lainnya saling berkaitan sehingga disebut pantun berkait atau disebut seloka. Seloka dapat berisi nasihat, tetapi terkadang juga berisi sindiran untuk menciptakan suasana gembira (kelucuan).
(1)
Menimbang barang dengan bejana
Makan nasi lauknya ikan
Tuntutlah ilmu sampai ke Cina
Ilmu baik harus diamalkan
(2)
Makan nasi lauknya ikan
Manis rasanya buah mangga
Ilmu baik harus diamalkan
Biar jadi amalan berharga
(3)
Manis rasanya buah mangga
Buah yang bususk jangan dimakan
Biar jadi amalan berharga
Berbuat baik jangan bicarakan
MENGUBAH CERITA MENJADI PANTUN
Sebuah cerita dapat diubah menjadi pantun. Mengubah cerita menjadi pantun disebut memparafrasa. Memparafrasa adalah mengubak teks menjadi bentuk lain. Misalnya mengubah cerpen menjadi cerita. Cerpen juga dapat diparafrasa menjadi drama. Pantun dapat diparafrasa menjadi cerita. Begitu juga bentuk teks lain dapat diparafrasa bentuk lain.
Bahasa Indonesia – SD Kelas 5 – Tema 3 – Kurikulum 2013 Rev 2017.
RANGKUMAN MATERI KELAS 5.
TEMA : 3 (MAKANAN SEHAT).
SUB TEMA : 1, 2, 3, 4.
KOMPETENSI DASAR :
BAHASA INDONESIA.
3.4 Menganalisis informasi yang disampaikan paparan iklan dari media cetak atau elektronik.
MATERI.
Pengertian Kata Kunci :
Kata kunci adalah kata atau frasa yang digunakan untuk mencocokkan iklan dengan istilah yang dicari/ dibaca oleh orang-orang.
Pengertian Iklan :
Sebuah informasi yang tujuannya untuk mendorong, menyampaikan sesuatu, membujuk/memberikan pengaruh kepada khalayak ramai atau banyak orang agar tertarik pada barang/jasa yang ditawarkan.
Sebuah pengumuman yang berisi informasi produk dan di sebarkan kepada khalayak ramai.
Mempromosikan sesuatu kepada pembaca.
Tujuan Iklan
Memberitahukan kepada khalayak ramai tentang suatu produk.
Mempengaruhi khalayak ramai tentang suatu produk.
Menyarankan seseorang untuk membeli suatu produk yang di iklankan.
Memberikan informasi tentang produk.
Menarik khalayak ramai.
Dan lain-lain.
Sasaran Iklan.
Secara umum iklan di tujukan kepada khalayak ramai, dan harus sesuai antara target pasar dengan produk yang ingin di tawarkan.
Misalnya, jika ingin mengiklankan sebuah produk kendaraan, maka target orang yang akan melihat iklan tersebut adalah orang kalangan atas atau orang yang membutuhkan kendaraan.
Syarat-syarat Iklan.
Dari segi isi iklan :
Harus objektif dan jujur.
Singkat, jelas dan mudah dipahami .
Tidak menyinggung pihak lain.
Menarik perhatian orang banyak.
Informatif.
komunikatif.
Dari segi bahasa iklan :
Menggunakan pilihan kata yang tepat, menarik, logis dan sopan
Ungkapan/majas yang digunakan memikat dan memiliki daya sugesti bagi khalayak
Bahasa disusun untuk menonjolkan informasi yang dipentingkan
Teks iklan harus menuju sasaran
Jenis-jenis Iklan :
Iklan Pemberitahuan / Pengumuman :Iklan yang bertujuan untuk memberitahukan sesuatu kepada khalayak. Salah satu contoh iklan pemberitahuan adalah iklan keluarga. contoh : kelahiran, ulang tahun, perkawinan, kematian, dsb.
Iklan Undangan :Iklan yang berisi ajakan/himbauan untuk mendatangi suatu acara.
Iklan Layanan Masyarakat :Iklan yang bertujuan memberikan penerangan/penjelasan kepad amasyarakat. Contohnya adalah iklan KB dan iklan bahaya narkoba.
Iklan Permintaan : Iklan yang berisi permintaan sesuatu, seperti lowongan kerja.
Iklan Penawaran/ reklame :Iklan yang berisi menawarkann sesuatu seperti menawarkan suatu barang/ produk. Iklan ini dipasang oleh perusahaan-perusahaan. Contoh : barang-barang niaga. Misalnya : dikontrakkan rumah di Griya Asri Indah. Fasilitas lengkap. Hubungi (0342) 336542..
Iklan artikel :Iklan yang berisi informasi/ penawaran panjang yang diawali dengan perkenalan isi, keunggulan dan penutup.
Bentuk Iklan :
Iklan baris :Yaitu iklan kecil (singkat) berisi penawaran/ informasi tentang sesuatu yang terdiri atas beberapa baris saja, iklan baris disebut juga iklan kolom.Ciri iklan baris :
Menggunakan bahasa yang singkat, padat dan jelas.
Menggunakan bahasa yang memikat.
Menggunakan kaa konotasi positif.
Isi iklan berisi objektif, jujur, singkat, dan menarik perhatian.
Contoh iklan baris pada Koran :
Iklan kolom :Yaitu iklan yang muatannya memanfaatkan beberapa bagian kolom dari halanan surat kabar.
Ciri iklan kolom :
Menyampaikan informasi secara jujur pada pembaca.
Menjelaskan karakteristik produk barang/ jasa yang ditawarkan.
Meyakinkan pembaca untuk meggunakan produk barang/ jasa yang ditawarkan.
Menarik dan mudah diingat oleh pembaca.
Contoh iklan kolom : lihat gambar berikut.
Berdasarkan penggunaannya media iklan dapat dogolongkan menjadi :
Iklan radio dengan menggunakan efek suara.
Iklan media cetak dengan menggunakan efek gambar atau teks.
Iklan televise dengan menggunakan efek gambar, suara dan teks.
Manfaat Iklan.
Adapun manfaat iklan yaitu :
Produk menjadi lebih terkenal di mata masyarakat.
Keuntungan yang diperoleh dalam bisnis dapat melonjak naik karena produk dipromosikan.
Bahasa Indonesia – SD Kelas 5 – Tema 1 – Kurikulum 2013 Rev 2017.
RANGKUMAN MATERI.
TEMA : 1.
SUB TEMA : 1, 2, dan 3.
PEMBELAJARAN : 1-6.
KOMPETENSI DASAR.
BAHASA INDONESIA.
3,1, Menentukan pokok pikiran dalam teks lisan dan tulis.
MATERI
Bacaan adalah kumpulan dari beberapa paragraph yang tergabung menjadi satu-kesatuan yang utuh.
Setiap paragraf dalam teks bacaan tersebut terdapat ide pokok / kalimat utama / pokok pikiran dan kalimat pengembang.
Kalimat utama adalah kalimat / gagasan yang dijadikan sebagai dasar untuk mengembangkan kalimat menjadi sebuah paragraf.
Kalimat pengembang adalah kalimat penjelas dari kalimat utama dalam paragraph. Biasanya kalimat pengembang ini terdapat lebih dari satu kalimat dalam sebuah paragraph. Sehingga setiap paragraph tersusun dari beberapa kalimat yang salah satunya adalah KALIMAT UTAMA.
Jenis-jenis paragraph berdasarkan letak kalimat utama adalah sebagai berikut:
Deduktif
Paragraf deduktif adalah paragraf yang ide pokok atau kalimat utamanya terletak di awal paragraf dan selanjutnya di ikuti oleh kalimat kalimat penjelas untuk mendukung kalimat utama.
ciri-ciri paragraf deduktif :
kalimat utama berada di awal paragraf.
kalimat disusun dari pernyataan umum yang kemudian disusul dengan penjelasan.
Pola paragraph : “Umum ke Khusus” / “Kalimat utama ke Pengembang”
Contoh :
Indonesia adalah negara yang majemuk. Terdapat banyak agama dan kepercayaan dan selain itu suku budaya indonesia sangat beragam misalnya suku jawa, madura, batak, ambon dan masih banyak lagi suku – suku yang memiliki ciri khas masing-masing.
Induktif.
Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan kalimat yang berisi penjelasan- penjelasan kemudian diakhiri dengan kalimat utama.
Ciri-ciri paragraf induktif :
kalimat utama berada di akhir paragraph
kalimat disusun dari uraian/penjelasan bersifat khusus diikuti dengan kalimat pernyataan umum.
Pola paragraph : “Khusus ke Umum” / “Kalimat Pengembang ke Utama”
Contoh:
Suku jawa, suku madura, batak dan ambon adalah salah satu dari sekian banyak suku yang terdapat di Indonesia. Selain suku dan budaya yang beragam, terdapat pula berbagai agama dan kepercayaan maka dari itu Indonesia dikenal dengan negara yang majemuk.
Paragraf Campuran.
Paragraf campuran adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan kalimat utama dan diakhiri pula dengan kalimat utama. Kalimat utama yang terletak diakhir paragraf merupakan penegasan dari kalimat di awal paragraf.
Ciri-ciri Paragraf Campuran :
Pikiran utama terletak diawal atau diakhir paragraph
Kalimat berikutnya berisi penjelasan dan uraian yang mendukung pikiran utama
Akhir paragraf diakhiri dengan penegasan yang mendukung pikiran utama
Pola Paragraf : Umum – Khusus – Umum
Contoh :
Bunga melati cukup diminati banyak orang. Selain bunganya cantik, bunga melati juga sangat harum. bahkan bunga berwarna putih ini dijadikan sebagai simbol kesucian. Keharuman bunga ini sangat cocok untuk di tanam di dekat rumah dan cocok sebagai tanaman hias. Oleh karena itu, bunga ini menjadi salah satu bunga favorit bagi pecinta tanaman dan bunga.
Paragraf Ineratif.
Paragraf Ineratif adalah paragraf yang kalimat utamanya berada di tengah paragraf. Biasanya diawali dengan gagasan penjelas sebagai pengantar, lalu disajikan gagasan utama sebagai puncaknya. Setelah itu masih dilanjutkan dengan gagasan penjelas
Ciri-ciri paragraph ineratif :
Kalimat-kalimat penjelas terlebih dahulu, lalu diikuti kalimat utamanya, dan diakhiri dengan kalimat-kalimat penjelas lagi.
Contoh :
Manusia lahir ke dunia membutuhkan orang lain. Mereka juga makan membutuhkan orang lain. Bahkan mati pun masih membutuhkan orang lain. Hal ini menunjukan bahwa manusia adalah makhluk sosial. Kita tidak bisa hidup sendiri karena kita sangat membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidup di dunia ini. Tidak ada satu pun pekerjaan besar yang tidak membutuhkan orang lain. Bahkan orang terkaya sedunia yang memiliki segalannya pun tidak bisa hidup sendiri.