Arsip Kategori: Ramling

SD6 Ramling -Hujan Asam

Hujan Asam : Pengertian, Proses, Manfaat, dan Dampaknya.

Hujan merupakan salah satu fenomena alam yang ada di Bumi selain beragam fenomena alam yang menakjubkan lainnya di dunia. Sebagai salah satu fenomena alam yang ada di Bumi, hujan ini mempunyai banyak sekali jenis. Secara garis besar pembedaan jenis- jenis hujan ini didasarkan pada dua hal, yakni berdasarkan proses terjadinya dan berdasarkan bentuknya.

Jenis hujan apabila dilihat dari proses terjadinya maka dibagi menjadi hujan- hujan sebagai berikut:

-Hujan orografis.
-Hujan frontal.
-Hujan muson.
-Hujan zenithal.
-Hujan buatan.
-Hujan siklonal.

Sementara itu jenis hujan apabila dilihat dari bentuknya maka dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
-Hujan es.

-Hujan salju.
-Hujan asam.
-Hujan rintik- rintik, dll.

Itulah beberapa jenis hujan yang dapat kita ketahui bersama. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai satu jenis hujan yang telah disebutkan di atas. Jenis hujan yang akan kita bahas adalah Hujan Asam,

Pengertian Hujan Asam :
Sebelum kita membicarakan lebih lanjut mengenai hujan asam, perlu kita ketahui terlebih dahulu mengenai pengertian hujan asam ini. Dari pengertian kemudian kita akan membahas lebih lanjut mengenai yang lainnya. Hujan asam sebagai salah satu jenis hujan apabila dilihat dari bentuknya. Hujan asam mempunyai pengertian sebagai segala bentuk hujan yang memiliki tingkat keasaman atau pH dibawah normal, yakni dibawah 5,6. Secara umum, hujan yang turun di wilayah Indonesia memiliki  p-H normal sekitar 6. Dan hujan asam ini mempunyai kandungan pH di bawah kadar normal tersebut. Asamnya hujan ini dikarenakan adanya kandungan karbondioksida atau CO₂ yang larut dengan air hujan tersebut dan memiliki bentuk sebagai asam lemah.

 

Karakteristik Hujan Asam.

Seperti jenis hujan lainnya, hujan asam ini juga mempunyai karakteristik khusus yang akan menjadi ciri khasnya dan membedakannya dengan jenis hujan yang lainnya. Karakteristik atau ciri- ciri yang dimiliki oleh hujan asam ini hanya dapat kita temukan di hujan asam saja dan tidak di hujan yang lainnya. Beberapa ciri atau karakteristik yang dimiliki oleh hujan asam ini antara lain adalah sebagai berikut:

  • Memiliki pH dibawah kadar normal, yakni dibawah 5,7
  • Terjadi karena adanya peningkatan kadar asam nitrat dan sulfat yang ada di dalam polusi udara.
  • Awal terjadinya karena disebabkan oleh peningkatan emisi sulfur dioksida dan nitrogen oksida yang ada di atmosfer
  • Meningkatkan seseorang terserang gangguan jantung dan juga paru- paru
  • Membuat kulit menjadi gatal- gatal dan memerah
  • Beresiko menyebabkan pusing bagi orang yang memiliki kekabalan tubuh yang rendah.

Itulah beberapa ciri atau karakteristik yang dimiliki oleh hujan asam. Karakteristik yang disebutkan di atas hanyalah sedikit karena merupakan karakteristik yang dimiliki oleh hujan asam semata dan tidak dimiliki oleh hujan lain. Sedangkan karaktersitik yang lainnya, yakni yang meliputi warna dan juga rasa, hujan asam ini tidak ada bedanya dengan hujan yang lainnya. Sehingga kita akan mengetahui terjadinya hujan asam ini dari kandungan yang dimiliki oleh hujan asam tersebut dan juga dampak yang mugkin ditimbulkan dari hujan asam tersebut.

 

Penyebab Terjadinya Hujan Asam.

Setelah kita mengetahui karakteristik dari hujan asam, selanjutnya kita akan meneruskan tahap perkenalan pada hujan asam ini, yakni membahas mengenai penyebab terjadinya hujan asam. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa hujan secara umum disebabkan karena banyak hal. Dan hujan asam ini juga terjadinya disebabkan oleh beberapa hal atau beberapa sebab. Sebab- sebab yang mendatangkan terjadinya hujan asam adalah sebagai berikut:

  • Karbondioksida atau CO₂ dan karbon monoksida atau CO. Karbondioksida dan karbon monoksida ini merupakan suatu gas hasil proses pembakaran yang bertemu dengan uap air atau H₂O. kedua gas ini apabila bertemu akan membentuk asam karbonat atau H2CO3 yang termasuk ke dalam kategori asam lemah.
  • Hidrogen sulfida atau H2S, sukfur oksida atau SO2 yang bertemu dengan uap air atau H2O akan membentuk asam sulfat atau H2SO4 yang meurapakan kategori asam yang kuat.
    Itulah penyebab terjadinya hujan asam secara alami. Kemudian sebab- sebab tersebut dapat ditimbulkan oleh karena adanya beragam aktivitas manusia maupun fenomena alam. Beberapa aktivitas manusia dan juga fenomena alam yang dapat menimbulkan terjadinya hujan asam diantaranya adalah pembakaran BBF, letusan gunung berapi (baca: penyebab gunung berapi meletus), kebakaran hutan, peleburan logam, aktivitas pabrik, dan pembangkit listrik.

Selain fenomena alam maupun beragam aktivitas manusia yang dapat menimbulkan hujan asam, kita juga perlu mengetahui tenang apa saja gas- gas yang terlibat dalam proses terjadinya hujan asam ini. Beberapa gas yang terlihat dalam proses terjadinya hujan asam ini antara lain adalah:

  • Karbondioksida atau CO₂. Karbondioksida ini merupakan suatu gas hasil proses pembakaran. Hal- hal yang dapat menyebakan karbondioksida ini antara lain adalah pernafasan makhluk hidup, hasil pembakaran, polusi kendaraan bermotor (baca: penyebab polusi udara), dan lain sebagainya.
  • Karbon monoksida atau CO. Karbon monoksida ini juga merupakan satu gas yang diperoleh dari berbagai proses pembakaran. Seperti halnya karbondioksida, karbon monoksida ini juga dapat diproduksi melalui beberapa aktivitas sebagai berikut: pernafasan makhluk hidup, hasil pembakaran, polusi kendaraan bermotor, dan lain sebagainya
  • Uap air atau H2O. uap air juga merupakan elemen yang berperan dalam proses terjadinya hujan asam. Uap air ini dapat disebabkan karena adanya penguapan dari sumber- sumber air yang ada di Bumi ketika sedang dipanasi oleh sinar matahari.
  • Hidrogen sulfida atau H2S. Yakni suatu gas yang dapat timbul karena adanya pembakaran atau pemanasan belerang.
  • Sulfur dioksida, yakni gas yang dapat timbul karena adanya pembakaran belerang pula, seperti halnya hidrogen sulfida.
    Itulah beberapa gas yang terlibat dalam pembuatan atau terjadinya hujan asam. Ujan asam ini terjadi setelah beberapa gas tersebut akan menghasilkan hujan asam ketika sudah bertemu antara uap air, sebagai contoh karbondioksida dan karbondioksida dengan uap air, serta hidrogen sulfida dan sulfur dioksida dengan uap air.

Proses Terjadinya Hujan Asam.
Seperti halnya hujan pada umumnya yang terbentuk karena melalui beberapa tahapan atau proses terjadinya hujan, hujan asam pun juga demikian. Tahapan- tahapan yang akan dilalui dalam proses terjadinya hujan asam ini setidaknya ada enam tahapan. Tahapan- tahapan tersebut akan disajikan secara urut dan disebut dengan kronologis. Berikut ini akan dipaparkan mengenai tahapan- tahapan terjadinya hujan asam ini secara urutan yakni:

  1. Di Bumi terdapat beragam aktivitas baik aktivitas alam maupun aktivitas manusia yang menimbulkan berbagai macam gas penyebab hujan asam, seperti karbondioksida, karbonmonoksida, sulfur dioksida, dan hidrogen sulfur.
  2. Kemudian di Bumi juga terjadi penguapan oleh berbagai macam sumber air yang disebabkan karena pemanasan sinar matahari dan menghasilkan uap air yang banyak.
  3. Setelah itu uap air yang timbul dari pengembunan tersebut akan bertemu dengan gas- gas yang menyebabkan terjadinya hujan asam tersebut. Yakni karbondioksida dan karbonmonoksida dengan uap air, serta hidrogen sulfur dan sulfur oksida dengan uap air.
  4. Adanya pertemuan uap air dengan karbondioksida atau karbon monoksida ini akan menghasilkan asam yang bersifat lemah. Hidrogen oksida dan sulfur dioksida ketika bertemu dengan uap air akan menghasilkan asam yang bersifat kuat.
  5. Kemudian kandungan syang bertemu tersebut terbawa oleh angin menuju tempat yang jauh dari sumbernya dan semakin ke atas.
  6. Ketika sudah sampai di atas, gas yag bercampur dengan uap air tersebut akan mengalami kejenuhan sehingga menjatuhkan kandungan airnya sebagai titik- titik air. Titik- titik air inilah yeng menjadi hujan. Hujan inilah yang yang dinamakan sebgai hujan asam.

Itulah kronologi atau tahapan proses terjadinya hujan asam. Tahapan- tahapan yang telah disebutkan di atas disajikan secara urut sehingga membentuk suatu kronologi. Untuk mengetaui lebih jelas dan lebih mendetail mengenai proses terjadinya hujan asam, disamping adalah visualisasi dari proses trejadinya hujan asam ini. Dalam gambar tersebut tampak asap yang diphasilkan sisa pembakan pabrik yang keluar dari cerobong asap menuju ke arah atas udara. Kemudian bercampur dengan uap air, yang pada akhirnya menghasikan hujan. Hujan ini turun di tempat yang jauh dari sumbernya karena telah terbawa oleh angin.

 

Sifat Hujan Asam.

Setelah kita mengetahui tentang proses terjadinya hujan asam, kita akan mengetahui fakta tentang hujan asam ini. Berikut ini adalah fakta mengenai hujan asam, yakni sebagai berikut:

  1. Hujan asam merupakan sebuah hujan yang intensitas terjadinya meningkat ketika terjadi revolusi industri. Jenis industri yang paling banyak menimbulkan atau memicu terjadinya hujan asam adalah indistri yang melakukan pembakaran atau yang mempunyai cerobong asam dan menggunakannya sebagai cara untuk membuang asap sisa pembakaran.
  2. Penggunaan cerobong asap memang bisa mengurangi polusi udara yang ada di permukaan Bumi (khususnya di bagian bawah), namun penggunaan cerobong asap ini justru akan menambah kontribusi pada penyebaran hujam asam sendiri.
  3. Hujan asam ini biasanya terjadi di daerah yang lokasinya jauh dari sumber atau penyebab terjadinya hujan itu sendiri. Di wilayah Bumi, yang paling banyak mengalami hujan asam adaah di daerah gunung atau pegunungan. Hal ini karena daerah pegunungan mempunyai curah hujan yang lebih tinggi daripada daerah atau kawasan yang ada di sekitarnya.
  4. Pengaruh dari hujan asam sendiri dapat kita lihat dari beberapa sudut atau beberapa hal, antara lain adalah menurunnya jumlah ikan yang berada di danau. Selain itu, efek yang terlihat pada tumbuhan hijau adalah rusaknya lapisan lilin yang ada di daun tumbuhan
  5. Dari hujan asam pula kita juga dapat menemui beragam nutrisi akan hilang. Hal ini akan berakibat pada tumbuhan yang tidak akan tahan pada udara dingin dan juga tidak tahan terhadap serangan serangga dan juga jamur
  6. Hujan asam juga akan membuat pertumbuhan akar pada tumbuhan menjadi lambat. Dan manusia dapat terganggu oleh berbagai macam penyakit karena adanya hujan asam ini.

Itulah beberapa informasi mengenai hujan asam ini. Informasi yang telah disebutkan di atas menjadi bagian dari sifat yang dimiliki oleh hujan asam ini.

 

Manfaat Hujan Asam

Sebagai salah satu jenis fenomena alam, hujan sangat dikenal sebagai fenomena alam yang mempunyai banyak sekali manfaat bagi alam dan juga makhluk hidup yang ada di dalamnya. Bukan hanya manusia, namun juga binatang dan tumbuh- tumbuhan.

Seperti halnya hujan pada umumnya, hujan asam pun juga mempunyai sisi positif. Sisi positif ini adalah sisi kemanfaatan dari hujan asam sendiri bagi alam sekitar atau alam semesta raya. Meskipun sebenarnya hujan asam lebih identik dengan sesuatu hal yang negatif, namun keberadaannya di Bumi ternyata juga membawa sedikit manfatat. Satu- satunya manfaat dari hujan asam yang banyak diketahui oleh banyak orang adalah hujan asam ini mampu melarutkan berbagai mineral yang sangat di butuhkan oleh binatang dan juga tumbuhan yang ada di Bumi. Kandungan asam yang tinggi inilah yang mampu melakukannya (melarutkan mineral di dalam tanah). Sementara hanya inilah manfaat dari hujan asam yang mampu dipecahkan. Selain manfaat tersebut, masih ada manfaat lain yang akan kita peroleh dari turunnya hujan asam ini.

 

Dampak Negatif Hujan Asam

Sesuatu selain mempunyai manfaat, terkadang juga mempunyai dampak atau kerugian. Hal ini seperti hukum alam, ada sisi positif dan ada sisi negatif. Demikian halnya dengan hujan asam ini. Sisi positif yang dimiliki oleh hujan asam adalah manfaatnya, dan sisi negatif adalah dampaknya. Seperti yang kita ketahui bersama dan dijelaskan di bagian awal bahwasannya hujan asam ini bisa membawa dampak yang bermacam- macam. Dampak- dampak tersebut apabila kita perhatikan banyak yang bersifat negatif. Agar mengetahui secara lebih lengkap dan lebih jelas mengenai dampak negatif dari hujan asam, berikut ini adalah dampak negatif daru hujan asam tersebut:

1. Menyebabkan jumlah ikan yang ada dilaut mengalami penurunan.
2. Merusak lapisan lilin yang ada di daun tumbuhan.
3. Hilangnya beragam nutrisi yang dimiliki oleh tumbuhan.
4. Pertumbuhan akar tanaman menjadi lambat.
5. Menyebabkan manusia mudah terkena beragam penyaki, dan penyakit kulit.
6. Membuat besi menjadi mudah berkarat.

itulah beberapa dampak negatif dari hujan asam yang dapat kita peroleh. Apabila dilihat dari jensi dampaknya, maka hujan asam ini sangat membahayakan. Oleh karena itulah kita sebagai manusai yang menghuni Bumi ini harusnya bisa menjaga agar hujan asam ini tidak jatu atau tidak terjadi di Bumi karena sangat berbahaya.

Cara Mencegah Terjadinya Hujan Asam.

Setelah membandingkan dampak positif dan juga dampak negatif dari hujan asam ini, ternyata dampak negatif jauh lebih banyak daripada dampak positifnya. Oleh karena itulah lebih baik hujan asam ini jangan dibiarkan untuk turun di wilayah negara kita. Hal ini akan menimbulkan banyak masalah. Ada beberapa cara untuk mencegah terjadinya hujan asam ini. beberapa cara untuk mencegah terjadinya hujan asam adalah sebagai berikut:

  1. Menggunakan bahan bakar yang mengandung belerang yang rendah.
  2. Mengaplikasikan prinsip reuse, recycle, dan reduce.

Upaya- upaya tersebut memanglah terlihat kecil, namun apabila dilakukan secara rutin upaya- upaya tersebut dapat mengurangi terjadinya hujan asam, sehingga kita lebih aman dan terbebas dari resiko terkena turunnya hujan asam yang dapat menyebabkan berbagai bahaya.

Ramling – IPA – Pengertian Ekosistem

Pengertian Ekosistem.

Ekosistem merupakan salah satu bidang kajian yang dipelajari dalam cabang biologi, yaitu ekologi. Ekologi (Yunani, oikos = rumah dan logy = “ilmu tentang” dari kata logikos = masuk akal) adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara makhluk hidup dengan makhluk hidup lain dan dengan lingkungan fisik. Hal tersebut diungkapkan ahli zoologi Jerman, Ernst Haeckel (1866).

Komponen Ekosistem.

Ekosistem terdiri atas dua komponen utama yaitu lingkungan biotik dan abiotik:
Lingkungan Biotik,
Lingkungan biotik adalah lingkungan yang terdiri atas komunitas makhluk hidup. Setiap makhluk hidup alam ekosistem menempati suatu tempat hidup yang spesifik. Tempat hidup tersebut antara lain dapat di dasar perairan, bawah bebatuan, atau di dalam tubuh makhluk hidup lainnya.
Itulah sebabnya, pada tempat-tempat tertentu kita dapat menemukan makhluk hidup yang khas dan tidak dijumpai di tempat lain. Tempat hidup yang spesifik tersebut dikenal dengan istilah habitat (Latin, habitare = bertempat tinggal). Setiap makhluk hidup memiliki peran khusus di dalam habitatnya. Peran atau cara hidup yang khusus dari setiap makhluk hidup di dalam habitatnya disebut relung ekologi atau nisia.
Lingkungan biotik terdiri atas bermacam jenis / spesies tumbuhan dan hewan. Sekelompok makhluk hidup dari spesies yang sama pada tempat dan waktu yang sama disebut populasi. Misalnya, rerumputan di halaman rumah (populasi rumput), sekawanan sapi di lapangan (populasi sapi), dan sejumlah siswa perempuan dan laki-laki di dalam kelas (populasi manusia).
Jika kita membicarakan suatu populasi, kita harus menyebutkan jenis individunya dan menentukan batas-batas waktu serta tempat. Misalnya, populasi banteng liar di Taman Nasional Baluran, Jawa Timur pada bulan Juli – Oktober 1996 sebanyak 2.000 ekor.
Populasi dapat berubah setiap saat. Perubahan populasi dipengaruhi oleh faktor kelahiran, kematian, dan migrasi. Satu populasi dapat meningkat jika angka kelahiran lebih besar daripada angka kematian atau migrasi. Beberapa populasi yang berbeda dari tumbuhan dan hewan yang hidup bersama di dalam lingkungan yang sama disebut komunitas. Ada beberapa macam komunitas. Misalnya, komunitas kolam, komunitas hutan, dan komunitas pantai.
Lingkungan Abiotik.
Lingkungan abiotik adalah lingkungan yang terdiri atas benda-benda tak hidup. Lingkungan abiotik meliputi cahaya, suhu, udara, air, tanah, mineral, dan kelembapan. Berikut ini akan dibahas contoh dari faktor abiotik:
Pengertian Ekosistem dan Komponennya
  • Cahaya,
Tumbuhan hijau dapat hidup jika memperoleh cukup cahaya matahari. Intensitas cahaya berpengaruh terhadap penyebaran tumbuhan dan hewan. Beberapa tumbuhan memperlihatkan adaptasi untuk menjangkau cahaya, seperti tumbuhan pemanjat. Kebanyakan hewan memerlukan cahaya matahari, tetapi beberapa di antaranya melakukan adaptasi khusus dalam lingkungan gelap. Misalnya, kelelawar, hewan yang biasa melakukan kegiatan dalam keadaan gelap.
  • Suhu,
Suhu mempengaruhi aktivitas tumbuhan dan hewan. Pada batas tertentu, penurunan suhu menyebabkan aktivitas metabolisme makhluk hidup menjadi menurun. Kebanyakan, makhluk hidup tidak tahan terhadap suhu ekstrem. Beberapa tumbuhan berbunga dapat beradaptasi terhadap perubahan musim dan tahan terhadap panas, musim panas atau musim hujan. Beberapa bentuk adaptasi tersebut adalah terdapatnya organ-organ penyimpanan di dalam tanah, kemampuan menggugurkan daun agar tidak kehilangan banyak air, atau kemampuan biji yang dapat melakukan dormansi.
  • Air,
Distribusi air hujan setiap tahun, menentukan jumlah ketersediaan air di dalam ekosistem. Air merupakan faktor penting dalam kehidupan tumbuhan dan hewan. Tidak ada satu pun makhluk hidup yang dapat hidup bertahan lama tanpa air. Meskipun demikian, ada beberapa makhluk hidup yang mampu hidup dalam keterbatasan persediaan air. Misalnya, unta dan tumbuhan serofit.
  • Oksigen ,
Sebagian besar makhluk hidup, memerlukan oksigen dalam kehidupannya. Makhluk hidup tersebut tidak akan dapat bertahan hidup jika lingkungannya kekurangan oksigen. Akan tetapi pada beberapa spesies tertentu, justru kehadiran oksigen dapat menyebabkan aktivitas hidupnya menjadi terganggu.
  • Topografi dan Tanah,
Bentuk fisik suatu daerah (topografi) dan kondisi tanah menentukan jenis tumbuhan dan hewan yang hidup di sana. Kesuburan tumbuhan sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah tempat tumbuhnya tumbuhan. Kondisi demikian, secara langsung ataupun tidak langsung akan berpengaruh terhadap penyebaran hewan.
sumber : http://www.tugassekolah.com/2016/02/pengertian-ekosistem-dan-komponennya.html

Materi Ramah Lingkungan – Ramling Kelas 5 SD

Materi Ramah Lingkungan – Ramling Kelas 5 SD.

1. Bencana adalah peistiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan masyarakat disebabkan oleh faktor alam maupun manusia yang berakibat korban jiwa,kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dandampak psikologis.

2. Macam bencana: bencana alam, bencana non alam, dan bencana sosial.

3. Bencana alam adalah bencana yang disebabkan olehperistiwa alam, misal: gempa bumi, stunami gunung meletus, banj ir, tanah longsor, kekeringan, angin topan, dan sebagainya.

4. Tanah longsor bisa terjadi karena:pengundulan hutan, hujan, gempa bumi.

5. Gempa yang disebabkan aktifitas gunung berapi: gempa vulkanik, gempa yang disebabkan oleh pergeseran lempeng bumi: gempa tektonik.

6. Bencana non alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa non alam antara lain: karena gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi dan wabab penyakit.

7. Bencana sosial adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa yang diakibatkan oieh manusia yang meliputi konflik sosial antar kelompok atau antarkomunitas masyarakat, dan teror (misal kerusuhan masyarakat, pertikaian antar suku dan sebagainya ).

8. Bencana yang bisa terjadi di kota Blitar: banjir, letusan gunung kelud, banjir lahar, gempa bumi.

9. Ancaman yang dapat ditimbulkan oleh gunung Kelud di kota Blitar: lahar, debu, pasir dan kerikil

10. Gunung Kelud terakhir meletus: Nopember 2007, dan Tahun 2014.

11. keuntungan yang bisa diperoleh dan letusan gunung berapi: tanah menjadi subur, tersedianya material pasir bagi pembangunan.

12. Langkah menyelamatkan din jika ten adi gempa, dan kita berada dalam kelas:
• Jangan berdiri di pinggir tembok,
• Benlindung di bawah meja.

13. Langkah yang diperlukan sebeluin gunung meletus: mengenali tanda bencana, membuat peta ancaman, inembuat sistem peringatan dini, menyebarluaskan informasi, merencanakan penanganan bencana, mempersiapkan jalur pengungsian, mempersiapkan tempat pengungsian, dan sebagainya.

14. bencana yang dapat dicegah: tanah longsor (dicegah dengan penghijauan), kebakaran hutan (dicegah dengan tidak membuka lahan hutan dengan membakamya), banjir (dicegah dengan tidak membuang sampah sembarangan).

15. bencana yang tidak dapat dicegah: tsunami, gempa bumi.

16, Sumber informasi utama tentang bencana yang hams kita percayai adalah siaran resmi  pemerintah bukan isu.

17. Penyelenggara penanggulangan bencana adalah serangkaian upaya yang meliputi penetapan kebijakan pembangunan yang beresiko timbulnya bencana, kegiatan pencegahan bencana, tanggap darurat, dan rehabilitasi.

18. Kegiatan pencegahan bencana adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan sebagai upaya untuk menghilangkan, atau mengurangi bencana.

19 Kesiapsiagaan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian serta melalui Iangkah yang tepat guna dan berdaya guna.

20. Peringatan dini adalab serangkaian kegiatan pemberitahuan tentang kemungkinan teijadinya bencana pada suatu tempat oleh lembaga yang berwenang.

21. Mitigasi adalahserangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemmampuan menghadapi ancaman bencana.

22. Tanggap darurat bencana adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera saat bencana untuk mengin-angidampak buruk beneana, misal:
• Kegiatan penyelamatan dan evakuasi kurban dan harta benda, pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan, pengurusan pengungsi, pemulihan sarana dan pra sarana.

23. Rehabilitasi adalah perbaikan dan pemulihan semua aspek pelayanan publik di wilayah pasca bencana.

24. Rekonstruksi adalah pembangunan kembali semua sarana prasarana segala aspek kehidupan masyarakat path wilayah pascabencana.

25. Ancaman bencana adalah suatu kejadian atau penistiwa yang bisa menimbulkan bencana.

26. Rawan bencana adalah kondisi tertentu yang mengurangi kemampuan dampak buruk bahaya tertentu.

27. ekosistem adalah hubungan timbal balik yang terjadi antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
28. Ekositem biotik adalah makhluk hidup yang berada di lingkungan tertentu (tanaman, hewan, manusia)

29. Ekositem abiotik adalah semua benda mati yang berada di lingkungan tertentu (batu, tanah, dsb)

30. 3R (reuse: menggunakan kembali sarnpah tanpa mengalami perubahan bentuk untuk kegiatan lain yang bermanfaat; reduce : mengurangi volume samha; recycle : mendaur ulang sampah menjadi benda lain yang berguna).

 

 

SD4 Semester 2 – Pendidikan Ramah Lingkungan – Pengunaan Lahan – Erosi – Abrasi

Ramling ( Ramah Lingkungan ) SD Kelas 4 Semester 2.

 

A. Perubahan Penggunaan Lahan.

Pemanfataan Lahan di Sekolah.

Pemanfaatan lahan disekolah tampak ketika membuat peta / denah sekolah, lahan digunakan untuk :
– Ruang Kelas dari kelas 1 – 6
– Ruang Kepala Sekolah.
– Ruang Guru.
– Ruang Kantin.
– Ruang Tata Usaha.
– Ruang Perpustakaan.
– Ruang UKS.
– Ruang Laboratorium Komputer atau lainnya.
– Halaman dan Lapangan Sekolah.
– Kebun atau Taman Sekolah.

Seiring dengan kebutuhan manusia yang berkembang dan berubah, penggunaan lahan juga berubah, dahulu masih menjadi lapangan, sekarang bisa sudah menjadi bangunan kelas. Dari lapangan yang masih tanah lapang menjadi lapangan basket.

Lahan berubah seiring dengan kebutuhan manusia manusia; tetapi dalam perubahan lahan harus memperhatikan keseimbangan alam. Jadi komposisi Pepohonan sebagai sumber O2 harus tetap dipertahankan. Kemudian kebersihan dan ketersiaan air juga harus diperhatikan. Perubahan lahan juga tidak boleh menimbulkan pencemaran yang akhirnya merugikan manusia penghuni lahan tersebut.

Pemanfaatan lahan di sekeliling sekolah.

Lahan disekeliling sekolah juga adalah : Sawah, Makam Pahlawan, Kantor, Sekolah TK, Lapangan, Sekolah SMP, Pompa Bensin SPBU, dan lain-lain.

Pemanfaatan Lahan dan Perubahannya.
Cerita : Dea dan La Ode tinggal di Kampung Mandiri, Mereka memiliki banyak teman di kampungnya.Setiap sepulang sekolah dan setelah makan siang, mereka berkumpul di lapangan terbuka untuk bermain karet, petak umpet, main bola atau layang-layang. Anak-anak ini selalu riang gembira bermain bersama. Sekali-kali ada yang bertengkar atau menangis, tetapi hanya sebentar. Namun pada suatu hari lapangan tempat mereka bermain dibangun perumahan. Mereka sedih tetapi tidak bisa berbuat apa-apa. Sekarang mereka main karet, petak umpet ataupun main bola dan layang-layang di jalanan.

Cerita diatas merupakan salah satu contoh perubahan pemanfaatan lahan. Lahan yang semula lapangan diubah menjadi perumahan. Perubahan pemanfaatan lahan bisa menimbulkan berbagai efek, yang perlu diperhatikan bahwa perubahan tersebut sebisa mungkin tidak membawa efek negatif yang banyak.

Macam-macam Perubahan dan Pemanfaatan Lahan :
1. Perubahan Lahan menjadi Pusat Pertokoan di Perkotaan.
2. Perubahan lahan menjadi Perumahan.
3. Perubahan lahan menjadi Perkebunan atau Persawahan.
4. PErubahan Lahan menjadi Taman Hijau.dan lain-lain.

 

PErencanaan Tata Kota :

Tata Ruang Kota di maksudkan agar kota menjadi Rapi, Tertib, Aman dan Seimbang atau bangunan dan Taman hijau. Dengan tata kota yang baik , maka lingkungan akan menjadi baik dan sehat; Jalan tidak macet, tidak terjadi banjir atau bencana; Tidak terjadi kebakaran. Bahkan kalau terjadi bencana alam, maka proses penyelamatan akan berjalan lancar karena tidak terjadi macet dan semua sudah diatur secara baik dan bisa berfungsi dengan baik.

 

Erosi pada Lahan.

Sejalan dengan perubahan masa, jumlah mahluk hidup selalu tumbuh makin bertambah banyak, tak terkecuali manusia. Oleh Karena itu , jumlah pemukiman yang dibutuhkan manusia juga bertambah banyak. Manusia banyak menebangi pohon dan hutan untuk tempat tinggal.

Erosi adalah pengikisan yang terjadi pada tanah.

Pengikisan tanah dapat disebabkan oleh :
1. air.
2. angin.
3. dan kemiringan tanah. 

Erosi pada tanah dapat disebabkan oleh : Perubahan lingkungan yang tidak seimbang.
Pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah erosi :
1. Reboisasi.
2. Penghijauan.
3. Mencegah penebangan secara liar.
4. Membuat terasering / sengkedan pada tanah yang miring.
5. Tidak menebang pohon-pohon dihuan secara liar.

 

1. Apa yang dimaksud Erosi : Pengikisan pada tanah.

2. Penyebab atau faktor-faktor Erosi Tanah :

  • Kecepatan aliran sungai yang tinggi merupakan salah satu penyebab utama erosi di lembah sungai dan daerah pesisir.
  • Tanah yag dilalui aliran sungai atau termasuk area banjir sungai menjadi terkikis. Sedimen ini kemudian ikut terbawa aliran sungai hingga ke hilir.
  • Angin merupakan agen penyebab erosi di padang pasir dan lahan kering. Angin memiliki kemampuan mengikis batu, tanah, dll dan memindahkannya ke zona yang berbeda.
  • Erosi tanah juga dapat disebabkan oleh gletser dan es. Partikel tanah bisa terkikis bersama dengan pergerakan gletser. Jenis erosi ini biasanya terjadi di wilayah yang tertutup es atau di dataran tinggi.
  • Faktor lain yang mempengaruhi erosi tanah adalah suhu, kecepatan angin, dan tingkat curah hujan di wilayah tertentu.
  • Daerah yang memiliki iklim panas dan lembab, kecepatan angin tinggi dan tingkat curah hujan sangat rendah rentan terhadap erosi tanah.
  • Penggembalaan ternak, penebangan hutan, dan kegiatan konstruksi turut menyumbang terhadap terjadinya erosi.
  • Vegetasi atau tanaman yang terus berkurang.
  • Perusakan tanah oleh manusia, misal penambangan pasir dan batuan.

Dampak Erosi Tanah :

  • Erosi tanah menyebabkan pengembangan struktur topologi baru karena pengendapan partikel tanah.
  • Tanah yang tererosi akan mengakibatkan penurunan produktivitas dan kesuburan tanah.
  • Akibat erosi, kadar air dan kandungan berbagai mineral dan nutrisi tanah akan sangat berkurang.
  • Pada akhirnya, lahan yang tandus dan tidak adanya curah hujan akibat erosi yang parah menyebabkan kekeringan.

 

Pengendalian Erosi Tanah

  • Penggantian vegetasi, reboisasi, serta menanami lereng adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengendalikan erosi tanah.
  • Selain itu, penebangan hutan liar juga mesti dikendalikan. Ladang berpindah yang banyak dipraktikkan juga harus dikurangi untuk mengendalikan erosi.
  • Terasiring atau Sengkedan merupakan metode konservasi dengan membuat teras-teras yang dilakukan untuk mengurangi panjang lereng, menahan air sehingga mengurangi kecepatan dan jumlah aliran permukaan, serta memperbesar peluang penyerapan air oleh tanah.

Gelombang laut yang menerjang pantai dapat mengakibatkan pengikisan pantai yang disebut Abrasi. Abrasi ini dapat merusak ekosistem pantai, misalnya pasir, batu karang, kerang dan pohon kelapa. Abrasi yang merusak batu karang dan menghanyutkan pasir menyebabkan hewan-hewan yang tinggal dibatu karang dan pasir kehilangan tempat tinggalnya. Keadaan setiap pantai berbagai tempat berbeda-beda.

Abrasi :

a. Cliff yaitu pantai berdinding curam.
b. Relung yaitu cekungan-cekungan yang terdapat pada dinding Cliff.
c. Dataran Abrasi yaitu hamparan wilayah yang datar akibat abrasi.

 

Erosi adalah peristiwa pindahnya / terangkutnya bagian-bagian tanah dari satu tempat ke tempat lain oleh media alami dapat terjadi secara normal atau tiba-tiba. Erosi mengakibatkan hilangnya lapisan tanah paling atas yang paling mengandung unsur hara organik dan mineral.

 

Pengertian Abrasi Dan Penyebabnya – Abrasi adalah suatu proses pengikisan tanah / pantai yang disebabkan oleh hantaman tenaga gelombang laut, arus laut, sungai, pasang surut laut, gletser dan angin yang bersifat merusak di sekitarnya. Abrasi disebut juga dengan erosi pantai. Abrasi berasal dari bahasa Latin yakni Abradĕre atau Abrasio, yang berarti “keributan”. Intensitas Abrasi tergantung pada, konsentrasi kecepatan kekerasan ombak , dan massa partikel yang bergerak. Akibat dari Abrasi ini adalah pembentukan sebuah tebing yang bisa mencapai beberapa meter hingga puluhan kilometer.

Penyebab Terjadinya Abrasi.
Abrasi terjadi karena naiknya permukaan air laut di seluruh dunia karena mencairnya lapisan es di daerah kutub bumi. Pencairan ES ini diakibatkan oleh pemanasan Global. Pemanasan Global ini terjadi karena gas-gas CO2 yang berasal dari asap pabrik maupun dari gas kendaraan bermotor menghalangi keluarnya gelombang panas dari matahari yang dipantulkan oleh bumi, sehingga panas tersebut akan terperangkap dalam atmosfer bumi sehingga mengakibatkan suhu permukaan bumi meningkat. dan membuat ES di Kutub mencair, dan permukaan air laut akan mengalami peningkatan diseluruh dunia dan menggerus daerh permukaan yang rendah. Ini menjadi bukti bahwa pencemaran lingkungan erat kaitannya dengan Abrasi ini.

Contoh garis pantai yang mengalami abrasi adalah didaerah pesisir pantai wialayah Indramayu. Abrasi yang terjadi di wilayah ini mampu menenggelamkan daratan dua sampai sepuluh meter per tahunnya, dan sekarang dari panjang pantai seratus empat belas KM telah tergerus lima puluh KM. Itulah informasi artikel dari admin kampus-info yang bisa kami berikan pada anda semua. Semoga artikel Pengertian Abrasi Dan Penyebabnya bermanfaat bagi Anda. 

MANFAAT PENANAMAN HUTAN MANGROVE  ATAU BAKAU.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia merupakan salah satu negara dengan luas hutan mangrove terbesar di dunia. Hutan mangrove memiliki peranan penting dan manfaat yang banyak baik langsung maupun tidak langsung bagi lingkungan sekitar khususnya bagi penduduk pesisir.

Secara umum hutan bakau atau mangrove mempunyai definisi sebagai hutan yang tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yang terletak di garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut tepatnya di daerah pantai dan sekitar muara sungai, sehingga tumbuhan yang hidup di hutan mangrove bersifat unik karena merupakan gabungan dari ciri-ciri tumbuhan yang hidup di darat dan di laut. Berikut merupakan beberapa manfaat dan peranan Hutan Mangrove :

  • Mencegah Intrusi Air Laut.
    Intrusi laut merupakan peristiwa perembesan air laut ke tanah daratan. Intrusi laut dapat menyebabkan air tanah menjadi payau sehingga tidak baik untuk dikonsumsi. Hutan Mangrove memiliki fungsi mengendapkan lumpur di akar-akar pohon bakau sehingga dapat mencegah terjadinya Intrusi Air laut ke daratan.
  • Mencegah Erosi dan Abrasi Pantai.
    Erosi merupakan pengikisan permukaan tanah oleh aliran air sedangkan abrasi merupakan pengikisan permukaan tanah akibat hempasan ombak laut. Hutan Mangrove memiliki akar yang efisien dalam melindungi tanah di wilayah pesisir, sehingga dapat menjadi pelindung pengikisan tanah akibat air.
  • Sebagai pencegah dan penyaring alami.
    Hutan mangrove biasanya yang dipenuhi akar pohon bakau dan berlumpur. Akar tersebut dapat mempercepat penguraian limbah organik yang terbawa ke wilayah pantai.Selain pengurai limbah organik, hutan mangrove juga dapat membantu mempercepat proses penguraian bahan kimia yang mencemari laut seperti minyak dan diterjen, dan merupakan enghalang alami terhadap angin laut yang kencang pada musim tertentu.
  • Sebagai tempat hidup dan sumber makanan bagi beberapa jenis satwa.
    Hutan Mangrove juga merupakan tempat tinggal yang cocok bagi banyak hewan seperti biawak, kura-kura, monyet, burung, ular, dan lain sebagainya. Beberapa jenis hewan laut seperti ikan, udang, kepiting dan siput juga banyak tinggal didaerah ini. Akar tongkat pohon mangrove memberi zat makanan dan menjadi daerah nursery bagi hewan ikan dan invertebrata yang hidup di sekitarnya. Ikan dan udang yang ditangkap di laut dan di daerah terumbu karang sebelum dewasa memerlukan perlindungan dari predator dan suplai nutrisi yang cukup di daerah mangrove ini. Berbagai jenis hewan darat berlindung atau singgah bertengger dan mencari makan di habitat mangrove.
  • Berperan dalam pembentukan pulau dan menstabilkan daerah pesisir.
    Hutan mangrove seringkali dikatakan pembentuk daratan karena endapan dan tanah yang ditahannya menumbuhkan perkembangan garis pantai dari waktu ke waktu. Pertumbuhan mangrove memperluas batas pantai dan memberikan kesempatan bagi tumbuhan terestrial hidup dan berkembang di wilayah daratan. Sebagai contoh, Buah vivipar yang terbawa air akan menetap di dasar yang dangkal, dapat berkembang dan menjadi kumpulan mangrove di habitat yang baru. Dalam kurun waktu yang panjang habitat baru ini dapat meluas menjadi pulau sendiri.

Hutan mangrove di Indonesia kini tidak luput dari permasalahan lingkungan. Akibat pengelolaan yang buruk, ekosistem hutan mangrove di pesisir pantai terancam punah sehingga akan mempercepat proses abrasi pantai dan dalam beberapa tahun kedepan, garis pantai akan lebih cepat bergeser ke arah daratan di Kawasan Sekitar Aceh.

 

SUNGAI.

Sungai merupakan satu kesatuan antara wadah air dan air  yang mengalir, karena itu kesatuan sungai dan lingkungan merupakan suatu persekutuan mendasar yang tidak terpisahkan. Pemanfaatan lahan disepanjang sungai untuk berbagai keperluan.

Ditinjau dari asal polutan dan sumber pencemarannya. Pencemaran air dapat dibedakan menjadi sumber Domestik dan Non Domestik.

Sumber Domestik : Limbah domestik adalah semua buangan yang berasal dari rumah tangga, apotek, rumah sakit, rumah makan dan lain sebagainya. Limbah rumah tangga berasal dari kamar mandi, kakus, dapur, tempat cuci pakaian, limbah dari apotek dan rumah sakit.

Pencemaran air dapat dibedakan menjadi dua : Domestik dan Non Domestik.

 

 

SD3 – Ramling – Susunan dan Fungsi Bagian Tumbuhan

MAteri Pengembangan.

Susunan dan Fungsi Bagian-bagian Tumbuhan .

Bagian tubuh tumbuhan memiliki bagian akar, batang, daun, bunga, buah dan biji.

1.      Akar

Akar dan bagian-bagiannya

Akar mempunyai susunan dari luar ke dalam yaitu kulit luar (epidermis), kulit pertama (korteks), dan silinder pusat. Bagian-bagian akar terdiri dari tudung akar, ujung akar, batang akar, cabang akar dan pangkal akar.

Fungsi akar bagi tumbuhan adalah :

a. untuk menguatkan berdirinya batang,

b.menyerap air dan garam mineral,

c.membantu penyerapan oksigen di udara pada tumbuhan tembakau, dan

d.  menyimpan cadangan makanan misalnya pada tumbuhan umbi-umbian.

g3

Berdasarkan bentuknya, terdapat dua jenis akar, yaitu akar serabut dan akar tunggang. Akar serabut biasanya dimiliki oleh tumbuhan jenis  monokotil (biji berkeping tunggal). Misalnya, padi, jagung, dan kelapa. Adapun akar tunggang biasanya dimiliki oleh tumbuhan jenis dikotil (biji berkeping dua). Misalnya, mangga, jambu, jeruk, dan kacang-kacangan.

 2.     Batang

4        1           2

Batang  merupakan bagian tubuh tumbuhan yang ada di atas tanah, serta tempat melekatnya daun, bunga dan buah.

Fungsi batang yaitu :

a. untuk penyokong tubuh tumbuhan,

b. mengangkut zat makanan ke seluruh tubuh tumbuhan,

c.  mengangkut air dan mineral dari akar ke daun, serta zat makanan hasil fotosintesis ke seluruh bagian tubuh.

3.     Daun

Daun banyak mengandung zat warna hijau yang disebut klorofil. Daun dibedakan menjadi daun tunggal dan daun majemuk. Berdasarkan susunannya, tulang daun ada yang menyirip (mangga dan jambu), menjari (singkong), dan sejajar (jagung. tebu, padi, dan alang-alang).

3       4        3

Fungsi daun yaitu :

a. untuk fotosintesis, penguapan air,

b.  pengeluaran air berupa tetesan, dan

c. alat pernapasan tumbuhan.

4.     Bunga

Bunga merupakan alat perkembangbiakan secara kawin pada tumbuhan. Bagian-bagian bunga meliputi tangkai, mahkota, kelopak, benang sari dan putik. Benang sari berfungsi sebagai alat kelamin jantan dan putik berfungsi sebagai alat kelamin betina. Berikut bagian-bagian bunga :

hal02b

a.  Tangkai bunga merupakan bagian yang berada pada bagian bawah bunga. Tangkai ini berperan sebagai penopang bunga dan sebagai penyambung antara bunga dan batang atau ranting.

b. Kelopak bunga, merupakan bagian bunga yang paling luar. Kelopak biasanya berwarna hijau seperti daun atau berwarna warni seperti mahkota.

c. Mahkota bunga, terletak di sebelah dalam kelopak dan biasanya mempunyai warna yang beraneka ragam. Mahkota bunga berguna untuk menarik serangga lain untuk datang membantu penyerbukan.

d. Benang sari, merupakan alat kelamin jantan yang terdiri dari tangkai sari dan kepala sari. Benang sari biasanya terletak di tengah-tengah mahkota bunga.

e. Putik, merupakan alat kelamin betina. Pada dasar putik terdapat bagian yang akan menjadi buah dan biji.

  •  Berdasarkan bagian-bagian yang dimiliki bunga dibedakan menjadi:

– bunga lengkap yaitu bunga yang  memiliki kelopak bunga, mahkota bunga, putik, dan benang sari

– bunga tak lengkap yaitu bunga yang  tidak memiliki salah satu bagian kelopak bunga, mahkota bunga, putik, atau benang sari

– bunga sempurna yaitu  bunga yang memiliki benang sari dan putik

– bunga tak sempurna yaitu  bunga yang hanya memiliki putik atau benang sari saja.

5.     Buah dan Biji

11

Buah ada yang berdaging, contohnya buah mangga dan buah apel. Buah terdiri atas daging buah dan biji. Biji merupakan hasil dari pembuahan yang terjadi akibat penyerbukan antara serbuk sari dan putik. Biji itu berkeping. Biji ada yang berkeping satu dan ada yang berkeping dua. Biji berkeping satu disebut monokotil

SD3 – Ramling – Mengamati Bagian dari Tanaman.

Mengamati Bagian-bagian Tumbuhan.

1. Bagian-bagian Tumbuhan : Akar, Batang, Daun, Bunga, Buah, Biji.

2. Guna Bagian Tumbuhan :

  • a. Akar : berguna untuk menyerap sari-sari makanan dari dalam tanah.
  • b. Batang : Menompang.
  • c. Daun : Tempat memasak makanan dengan bantuan sinar matahari. Proses memasak makanan pada tumbuhan di sebut Fotosintesis. Fotositesis terjadi pada daun berwarna hijau.
  • d. Bunga untuk penyerbukan.
    – Penyerbukan adalah bertemunya serbuk sari dan putik.
    – Alat kelamin betina pada bunga disebut putik.
    – Hewan yang membantu penyerbukan : lebah, Kupu-kupu.
    – Buah : Bagian cadangan Makanan.
    – Biji : untuk berkembang biak.

SD3 – Ramling – Penggunaan Lahan Di Desa

Penggunaan Lahan Di Desa.

 

1. Lahan di desa dimanfaatkan untuk :

  • sawah,
  • ladang,
  • kebun,
  • perkebunan,
  • sekolah,
  • Pasar,
  • Perumahan,
  • tempat ibadah,
  • dan lain-lain.

2. Sawah adalah tanah yang di tanami dengan cara diairi.

3. Tanaman yang ditanam di sawah : Padi.

4. Tanaman yang di tanam di ladang : misalnya jagung, cabe, ketela.

5. Padi yang di tanam di ladang disebut Padi Gogo Rancah.

6. Tanaman yang di tanam di kebun misalnya : tebu, jeruk.

7. Tanaman perkebunan misalnya : Apel, Kelapa, Cengkeh, Teh.

8. Agar tanaman tumbuh subur harus dipupuk dan disiram.

9. Macam-macam Pupuk :
a. Pupuk alam,
b. Pupuk buatan.

10. Yang termasuk pupuk alam :
– Pupuk Kandang : dari Kotoran Ternak.
– Pupuk Hijau : dari daun-daun busuk.

11. Pupun Buatan : Urea, ZA, NPK, TSP.

12. Sistem Pengairan sawah di sebut Irigasi.

13. Sistem Pengairan di Bali di sebuk Subak.

 

 

SD3-Ramling- Udara , Lingkungan dan Pencemaran.

 

LINGKUNGAN & PENCEMARAN

Makhluk hidup tidak dapat dipisahkan dari lingkungannya. Lingkungan tempat hidup berpengaruh terhadap kehidupannya.

Kita akan mempelajari tentang lingkungan sehat dan tidak sehat. Kamu diharapkan dapat mengenali ciri- ciri lingkungan sehat dan tidak sehat, menceritakan pengaruh lingkungan terhadap kesehatan, dan menjelaskan pula cara menjaga kesehatan lingkungan.

Komposisi Udara :

  • Nitrogen / N2 = 78%
  • Oksigen / O2 = 21%
  • Karbondioksida / CO2 = 0,03%
  • Zat Pencemar = 0,07
  • dll.

A.Lingkungan Sehat

Lingkungan sehat adalah lingkungan yang bersih, bebas dari pencemaran udara, air, dan suara. Kondisinya lebih aman dan nyaman. Lingkungan sehat banyak di temukan di pedesaan. Lingkungan sehat dalah lingkungan yang bersih, tidak tercemar baik oleh asap, debu, bau, bahan kimia, dan suara.

bersih

  ??????????

Ciri- ciri Lingkungan sehat adalah:

  • Udara bersih dan segar. Udara yang bersih dan segar berarti udara tidak mengandung gas beracun, asap kendaraan bermotor, dan asap pabrik.
  • Tanah yang subur.
  • Sumber air yang bersih. Ciri- ciri air yang bersih yaitu air tidak berwarna, tidak berasa, tidak berbau, dan tidak mengandung kuman- kuman penyakit.
  • Banyak tumbuhan yang tumbuh dengan subur.
  • Tidak ada sampah yang berserakan.
  • Air sungai yang mengalir terlihat bersih dan Jernih.

 

B. Lingkungan Tidak Sehat.

Lingkungan tidak sehat adalah lingkungan kotor, biasanya terkena pencemaran udara dan air.Lingkungan yang tidak memenuhi persyaratan lingkungan sehat. Lingkungan yang tidak sehat mengakhibatkan terjangkitnya berbagai macam penyakit, bau yang tidak sedap, dan pemandangan yang buruk.

Penanggulangan Pencemaran Air

Ciri- ciri lingkungan tidak sehat yaitu:

  • Sumber air tidak bersih.
  • Saluran air tidak lancar sehingga air tergenang.
  • Udara kotor karena banyak mengandung debu dan asap kendaraan.
  • Sampah bertebaran karena tidak dibuang pada tempatnya, dihinggapi lalat dan menimbulkan bau busuk.
  • Tumbuhan tidak dapat tumbuh dengan subur sehingga lingkungan menjadi gersang.
  • Air tercemar bahan kimia, limbah dari pabrik, dan industrI.

 

C. Penyebab Pencemaran Lingkungan.

Lingkungan menjadi tidak sehat apabila udara di sekitar lingkungan sudah tercemar. Pencemaran adalah pengotoran lingkungan yang disebabkan oleh adanya sisa produksi atau kegiatan manusia. Pencemaran yang terjadi dapat mengganggu kesehatan lingkungan maupun kesehatn makhluk hidup yang tinggal di dalamnya. Beberapa pencemaran yang dapat mengganggu lingkungan adalah sebagai berikut:

  • Pencemaran Udara.
    Pencemaran udara dapat disebabkan oelh asap pabrik, asap kendaraan bermotor, pembakaran sampah, dan kebakaran hutan. Asap pembakaran berasal dari pembakaran smpah, asap kendaraan bermotor, asap pabrik dan asap rokok. Asap- asap ini mencemari udara yang bersih. Kita manusia membutuhkan udara yang bersih untuk bernafas ( Oksigen). Udara yang tercemar tidak mengandung oksigen . Udara yang tercemar mengandung karbon monoksida, karbon dioksida, dan lain- lain. Karbon monoksida adalah gas hasil pembakaran yang tidak sempurna. Gas ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian. Karbon dioksida menyebabkan suh di bumi menjadi semakin panas. Gas karbondioksida dan karbonmonoksida banyak disebabkan oleh kendaraan bermotor dan asap dari pabrik.

asap kendaraan     PU-04-Polusi-Pabrik

  • Pencemaran Air.
    Pencemaran air disebabkan oleh adanya pembuangan limbah rumah tangga dan limbah pabrik ke lingkungan. Pencemaran air yang tinggi umumnya terjadi di daerah yang padat penduduknya. Air yang tercemar dapat menyebabkan tersebarnya berbagai macam penyakit, misalnya penyakit kulit dan diare.

Kualitas Air dan Pencemaran Air    jali

  • Pencemaran Tanah.
    Membuang sampah di sembarang tempat dapat mencemari lingkungan. Sampah harus di buang di tenpat yang semestinya yaitu di tempat sampah. Sampah dibedakan menjadi dua yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik adalah sampah yang berasal dari makhluk hidup. Sampah organik dapat membusuk dan dapat terurai oleh bateri atau jamur menjadi zat- zat yang tidak berbahaya di lingkungan. Sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang tidak dapat terurai oleh bakteri dan jamur. Diperlikan campur tangan manusia supaya sampah tersebut  dapat terurai.

botol_bekas

  • Pencemaran suara.
    Kemajuan teknologi manusia selain menghasilkan kemakmuran dapat menjadi pencemaran suara. Pencemaran suara terjadi di daerah perkotaan. Maupun di daerah perindustrian.

Pencemaran Suara

 

D.  Pengaruh Lingkungan terhadap kesehatan.

Jika kita tinggal di lingkungan yang sehat, tubuh kita akan menjadi sehat. Kita dapat menghirup udara yang bersih dan segar. Kita juga dapat menggunakan air yang bersih dan tidak mengandung kuman penyakit. Selain itu tumbuhan yang kita tanam dapat tumbuh dengan subur karena tanahnya tidak tercemar.

Akhibat pencemaran lingkungan adalah sebagai berikut:

  • Air yang tercemar dapat mengakhibatkan tersebarnya bibit penyakit misalnya penyakit kulit dan diare.
  • Udara yang tercemar dapat mengakhibatkan penyakit pernapasan dan pandangan terganggu oleh asap dan debu.
  • Tanah yang tercemar akan menjadi tidak subur sehingga tumbuhan menjadi  tidak dapat tumbuh dengan subur. Hal ini menyebabkan lingungan menjadi gersang.

E.Cara Menjaga Kesehatan Lingkungan.

  • a. Menciptakan rumah yang sehat, yaitu rumah yang memiliki lubang angin atau ventilasi udara. Adanya lubang angin menyebabkan pergantian udara yang ada di dalam rumah. Udara yang kotor di dalam rumah akan bertukar dengan udara yang bersih dari luara rumah. Udara yang bersih baik untuk pernapasan sehingga kesehatan kita dapat tejaga.
  • b. Menanam pohon- pohon di tepi jalan. Raya ( penghijauan). Selain itu menambah keindahan, daun- daun pada pohon tersebut dapat menyerap gas karbon dioksida yang di hasilkan oleh kendaraan bermotor. Tentunya hal ini akan membuat kota menjadi sejuk dan segar.
  • c. Mengolah limbah sampah sebelum di buang ke lingkungan.
  • d. Membuang sampah ke tempat sampah

SD3-RAMLING – Manfaat Tumbuhan dan Hewan

Manfaat Tumbuhan dan Hewan.

Hewan merupakan makhluk hidup  yang banyak dimanfaatkan untuk keperluan hidup manusia. Hewan  dapat digunakan sebagai bahan pangan (makanan), sandang (pakaian), obat-obatan, perhiasan dan kerajinan, membantu pekerjaan manusia dan percobaan/penelitian. Berikut ini adalah contoh-contohnya.
A. Manfaat hewan bagi manusia.
  • 1. Hewan sebagai bahan pangan (makanan), hewan-hewan yang biasa dijadikan bahan makanan terutama daging, susu, dan  telurnya misalnya ayam, kambing, sapi, domba, kerbau, burung.
  • 2. Hewan sebagai bahan sandang (pakaian), bahan pakaian (baju, sepatu, sandal, ikat pinggang, tas) banyak yang diambil dari hewan tertentu seperti ulat sutera, kulit kambing, kulit kerbau, kulit sapi.
  • 3. Hewan sebagai bahan obat-obatan, misalnya badak, harimau, cacing, kadal, biawak, ular, kelelawar dan sebagainya.
  • 4. Hewan sebagai bahan perhiasan dan kerajinan, misalnya ular, buaya, kerang, penyu, kupu-kupu, gajah, burung, sapi, kerbau dan kambing.
  • 5. Hewan yang digunakan untuk membantu pekerjaan manusia, kuda, kerbau, sapi, anjing, keledai, unta, burung merpati, lumba-lumba, dan gajah.
  • 6. Hewan yang digunakan untuk percobaan/penelitian, misalnya kelinci, tikus, domba, monyet, lalat buah, nyamuk, dan marmut.
B. Manfaat Tumbuhan bagi Manusia.
  • 1. Sebagai bahan makanan, banyak makanan dan sayuran yang kita makan berasal dari tumbuhan seperti padi, jagung, ketela pohon, ubi, buah-buahan dan sayuran.
  • 2. Sebagai bahan untuk membangun rumah dan perabot rumah tangga, tumbuhan tententu sering dijadikan sebagai bahan untuk membuat bangunan, alat rumah tangga, perabot bahkan kendaraan.
  • 3. Bahan pembuat kain untuk keperluan membuat pakaian atau kain seperti rami, serat kayu tertentu.
  • 4. Bahan pembuat obat, tumbuhan seperti kunyit, brotowali, kumis kucing, sereh, sirih, jahe, temulawak,jambu batu, mengkudu, dan sebagainya.
  • 5. Sebagai penghasil oksigen, banyak tumbuhan di tanam di lingkungan sekitar, sehingga kita merasakan kesejukan yang ditimbulkan oleh oksigen dari tumbuhan yang berfotosintesis.
  • 6. Penyerap karbondioksida, udara yang mengandung karbondioksida  diserap oleh tumbuhan dalamproses fotosintesis sehingga udara  menjadi lebih segar.
C. Manfaat Hewan bagi lingkungan.
  • 1. Menjaga keseimbangan lingkungan, diantara hewan ada yang pemakan tumbuhan dan ada pemakan hewan lain. Dalam satu ekosistem akan terjadi proses keseimbangan dimana hewan satu pemakan hewan lain seperti berkembangnya katak akan menghambat perkembangan nyamuk, berkembangnya tikus sawah akan terhambat jika populasi ular terjaga.
  • 2. Menjaga kesuburan tanah, hewan-hewan seperti cacing dan jangkrik selalu membuat lubang atau sarang di tanah sehingga oksigen akan mudah masuk ke dalam tanah akibatnya tanah semakin gembur dan menguntungkan bagi tumbuhan.
  • 3. Menghasilkan bahan penyubur tanaman berupa pupuk dari kotoran hewan.
D. Manfaat Tumbuhan bagi lingkungan.
  • 1. Tumbuhan sangat bermanfaat bagi lingkungan terutama sebagai penghasil oksigen dan menyerap karbondioksida.
  • 2. Sebagai bahan makanan bagi hewan dan manusia.
  • 3. Tempat bersarang dan tempat hidup bagi hewan-hewan tertentu.
  • 4. Mencegah longsor dan memelihara kemampuan tanah dalam menyerap air.