SD4 Semester 2 – Pendidikan Ramah Lingkungan – Pengunaan Lahan – Erosi – Abrasi

Ramling ( Ramah Lingkungan ) SD Kelas 4 Semester 2.

 

A. Perubahan Penggunaan Lahan.

Pemanfataan Lahan di Sekolah.

Pemanfaatan lahan disekolah tampak ketika membuat peta / denah sekolah, lahan digunakan untuk :
– Ruang Kelas dari kelas 1 – 6
– Ruang Kepala Sekolah.
– Ruang Guru.
– Ruang Kantin.
– Ruang Tata Usaha.
– Ruang Perpustakaan.
– Ruang UKS.
– Ruang Laboratorium Komputer atau lainnya.
– Halaman dan Lapangan Sekolah.
– Kebun atau Taman Sekolah.

Seiring dengan kebutuhan manusia yang berkembang dan berubah, penggunaan lahan juga berubah, dahulu masih menjadi lapangan, sekarang bisa sudah menjadi bangunan kelas. Dari lapangan yang masih tanah lapang menjadi lapangan basket.

Lahan berubah seiring dengan kebutuhan manusia manusia; tetapi dalam perubahan lahan harus memperhatikan keseimbangan alam. Jadi komposisi Pepohonan sebagai sumber O2 harus tetap dipertahankan. Kemudian kebersihan dan ketersiaan air juga harus diperhatikan. Perubahan lahan juga tidak boleh menimbulkan pencemaran yang akhirnya merugikan manusia penghuni lahan tersebut.

Pemanfaatan lahan di sekeliling sekolah.

Lahan disekeliling sekolah juga adalah : Sawah, Makam Pahlawan, Kantor, Sekolah TK, Lapangan, Sekolah SMP, Pompa Bensin SPBU, dan lain-lain.

Pemanfaatan Lahan dan Perubahannya.
Cerita : Dea dan La Ode tinggal di Kampung Mandiri, Mereka memiliki banyak teman di kampungnya.Setiap sepulang sekolah dan setelah makan siang, mereka berkumpul di lapangan terbuka untuk bermain karet, petak umpet, main bola atau layang-layang. Anak-anak ini selalu riang gembira bermain bersama. Sekali-kali ada yang bertengkar atau menangis, tetapi hanya sebentar. Namun pada suatu hari lapangan tempat mereka bermain dibangun perumahan. Mereka sedih tetapi tidak bisa berbuat apa-apa. Sekarang mereka main karet, petak umpet ataupun main bola dan layang-layang di jalanan.

Cerita diatas merupakan salah satu contoh perubahan pemanfaatan lahan. Lahan yang semula lapangan diubah menjadi perumahan. Perubahan pemanfaatan lahan bisa menimbulkan berbagai efek, yang perlu diperhatikan bahwa perubahan tersebut sebisa mungkin tidak membawa efek negatif yang banyak.

Macam-macam Perubahan dan Pemanfaatan Lahan :
1. Perubahan Lahan menjadi Pusat Pertokoan di Perkotaan.
2. Perubahan lahan menjadi Perumahan.
3. Perubahan lahan menjadi Perkebunan atau Persawahan.
4. PErubahan Lahan menjadi Taman Hijau.dan lain-lain.

 

PErencanaan Tata Kota :

Tata Ruang Kota di maksudkan agar kota menjadi Rapi, Tertib, Aman dan Seimbang atau bangunan dan Taman hijau. Dengan tata kota yang baik , maka lingkungan akan menjadi baik dan sehat; Jalan tidak macet, tidak terjadi banjir atau bencana; Tidak terjadi kebakaran. Bahkan kalau terjadi bencana alam, maka proses penyelamatan akan berjalan lancar karena tidak terjadi macet dan semua sudah diatur secara baik dan bisa berfungsi dengan baik.

 

Erosi pada Lahan.

Sejalan dengan perubahan masa, jumlah mahluk hidup selalu tumbuh makin bertambah banyak, tak terkecuali manusia. Oleh Karena itu , jumlah pemukiman yang dibutuhkan manusia juga bertambah banyak. Manusia banyak menebangi pohon dan hutan untuk tempat tinggal.

Erosi adalah pengikisan yang terjadi pada tanah.

Pengikisan tanah dapat disebabkan oleh :
1. air.
2. angin.
3. dan kemiringan tanah. 

Erosi pada tanah dapat disebabkan oleh : Perubahan lingkungan yang tidak seimbang.
Pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah erosi :
1. Reboisasi.
2. Penghijauan.
3. Mencegah penebangan secara liar.
4. Membuat terasering / sengkedan pada tanah yang miring.
5. Tidak menebang pohon-pohon dihuan secara liar.

 

BACA JUGA :   SD6 Ramling -Hujan Asam

1. Apa yang dimaksud Erosi : Pengikisan pada tanah.

2. Penyebab atau faktor-faktor Erosi Tanah :

  • Kecepatan aliran sungai yang tinggi merupakan salah satu penyebab utama erosi di lembah sungai dan daerah pesisir.
  • Tanah yag dilalui aliran sungai atau termasuk area banjir sungai menjadi terkikis. Sedimen ini kemudian ikut terbawa aliran sungai hingga ke hilir.
  • Angin merupakan agen penyebab erosi di padang pasir dan lahan kering. Angin memiliki kemampuan mengikis batu, tanah, dll dan memindahkannya ke zona yang berbeda.
  • Erosi tanah juga dapat disebabkan oleh gletser dan es. Partikel tanah bisa terkikis bersama dengan pergerakan gletser. Jenis erosi ini biasanya terjadi di wilayah yang tertutup es atau di dataran tinggi.
  • Faktor lain yang mempengaruhi erosi tanah adalah suhu, kecepatan angin, dan tingkat curah hujan di wilayah tertentu.
  • Daerah yang memiliki iklim panas dan lembab, kecepatan angin tinggi dan tingkat curah hujan sangat rendah rentan terhadap erosi tanah.
  • Penggembalaan ternak, penebangan hutan, dan kegiatan konstruksi turut menyumbang terhadap terjadinya erosi.
  • Vegetasi atau tanaman yang terus berkurang.
  • Perusakan tanah oleh manusia, misal penambangan pasir dan batuan.

Dampak Erosi Tanah :

  • Erosi tanah menyebabkan pengembangan struktur topologi baru karena pengendapan partikel tanah.
  • Tanah yang tererosi akan mengakibatkan penurunan produktivitas dan kesuburan tanah.
  • Akibat erosi, kadar air dan kandungan berbagai mineral dan nutrisi tanah akan sangat berkurang.
  • Pada akhirnya, lahan yang tandus dan tidak adanya curah hujan akibat erosi yang parah menyebabkan kekeringan.

 

Pengendalian Erosi Tanah

  • Penggantian vegetasi, reboisasi, serta menanami lereng adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengendalikan erosi tanah.
  • Selain itu, penebangan hutan liar juga mesti dikendalikan. Ladang berpindah yang banyak dipraktikkan juga harus dikurangi untuk mengendalikan erosi.
  • Terasiring atau Sengkedan merupakan metode konservasi dengan membuat teras-teras yang dilakukan untuk mengurangi panjang lereng, menahan air sehingga mengurangi kecepatan dan jumlah aliran permukaan, serta memperbesar peluang penyerapan air oleh tanah.

Gelombang laut yang menerjang pantai dapat mengakibatkan pengikisan pantai yang disebut Abrasi. Abrasi ini dapat merusak ekosistem pantai, misalnya pasir, batu karang, kerang dan pohon kelapa. Abrasi yang merusak batu karang dan menghanyutkan pasir menyebabkan hewan-hewan yang tinggal dibatu karang dan pasir kehilangan tempat tinggalnya. Keadaan setiap pantai berbagai tempat berbeda-beda.

Abrasi :

a. Cliff yaitu pantai berdinding curam.
b. Relung yaitu cekungan-cekungan yang terdapat pada dinding Cliff.
c. Dataran Abrasi yaitu hamparan wilayah yang datar akibat abrasi.

 

BACA JUGA :   SD Kelas 4 Tema 9.2.6 - Kayanya Negeriku - Pemanfaatan Kekayaan Alam di Indonesia

Erosi adalah peristiwa pindahnya / terangkutnya bagian-bagian tanah dari satu tempat ke tempat lain oleh media alami dapat terjadi secara normal atau tiba-tiba. Erosi mengakibatkan hilangnya lapisan tanah paling atas yang paling mengandung unsur hara organik dan mineral.

 

Pengertian Abrasi Dan Penyebabnya – Abrasi adalah suatu proses pengikisan tanah / pantai yang disebabkan oleh hantaman tenaga gelombang laut, arus laut, sungai, pasang surut laut, gletser dan angin yang bersifat merusak di sekitarnya. Abrasi disebut juga dengan erosi pantai. Abrasi berasal dari bahasa Latin yakni Abradĕre atau Abrasio, yang berarti “keributan”. Intensitas Abrasi tergantung pada, konsentrasi kecepatan kekerasan ombak , dan massa partikel yang bergerak. Akibat dari Abrasi ini adalah pembentukan sebuah tebing yang bisa mencapai beberapa meter hingga puluhan kilometer.

Penyebab Terjadinya Abrasi.
Abrasi terjadi karena naiknya permukaan air laut di seluruh dunia karena mencairnya lapisan es di daerah kutub bumi. Pencairan ES ini diakibatkan oleh pemanasan Global. Pemanasan Global ini terjadi karena gas-gas CO2 yang berasal dari asap pabrik maupun dari gas kendaraan bermotor menghalangi keluarnya gelombang panas dari matahari yang dipantulkan oleh bumi, sehingga panas tersebut akan terperangkap dalam atmosfer bumi sehingga mengakibatkan suhu permukaan bumi meningkat. dan membuat ES di Kutub mencair, dan permukaan air laut akan mengalami peningkatan diseluruh dunia dan menggerus daerh permukaan yang rendah. Ini menjadi bukti bahwa pencemaran lingkungan erat kaitannya dengan Abrasi ini.

Contoh garis pantai yang mengalami abrasi adalah didaerah pesisir pantai wialayah Indramayu. Abrasi yang terjadi di wilayah ini mampu menenggelamkan daratan dua sampai sepuluh meter per tahunnya, dan sekarang dari panjang pantai seratus empat belas KM telah tergerus lima puluh KM. Itulah informasi artikel dari admin kampus-info yang bisa kami berikan pada anda semua. Semoga artikel Pengertian Abrasi Dan Penyebabnya bermanfaat bagi Anda. 

MANFAAT PENANAMAN HUTAN MANGROVE  ATAU BAKAU.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia merupakan salah satu negara dengan luas hutan mangrove terbesar di dunia. Hutan mangrove memiliki peranan penting dan manfaat yang banyak baik langsung maupun tidak langsung bagi lingkungan sekitar khususnya bagi penduduk pesisir.

Secara umum hutan bakau atau mangrove mempunyai definisi sebagai hutan yang tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yang terletak di garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut tepatnya di daerah pantai dan sekitar muara sungai, sehingga tumbuhan yang hidup di hutan mangrove bersifat unik karena merupakan gabungan dari ciri-ciri tumbuhan yang hidup di darat dan di laut. Berikut merupakan beberapa manfaat dan peranan Hutan Mangrove :

  • Mencegah Intrusi Air Laut.
    Intrusi laut merupakan peristiwa perembesan air laut ke tanah daratan. Intrusi laut dapat menyebabkan air tanah menjadi payau sehingga tidak baik untuk dikonsumsi. Hutan Mangrove memiliki fungsi mengendapkan lumpur di akar-akar pohon bakau sehingga dapat mencegah terjadinya Intrusi Air laut ke daratan.
  • Mencegah Erosi dan Abrasi Pantai.
    Erosi merupakan pengikisan permukaan tanah oleh aliran air sedangkan abrasi merupakan pengikisan permukaan tanah akibat hempasan ombak laut. Hutan Mangrove memiliki akar yang efisien dalam melindungi tanah di wilayah pesisir, sehingga dapat menjadi pelindung pengikisan tanah akibat air.
  • Sebagai pencegah dan penyaring alami.
    Hutan mangrove biasanya yang dipenuhi akar pohon bakau dan berlumpur. Akar tersebut dapat mempercepat penguraian limbah organik yang terbawa ke wilayah pantai.Selain pengurai limbah organik, hutan mangrove juga dapat membantu mempercepat proses penguraian bahan kimia yang mencemari laut seperti minyak dan diterjen, dan merupakan enghalang alami terhadap angin laut yang kencang pada musim tertentu.
  • Sebagai tempat hidup dan sumber makanan bagi beberapa jenis satwa.
    Hutan Mangrove juga merupakan tempat tinggal yang cocok bagi banyak hewan seperti biawak, kura-kura, monyet, burung, ular, dan lain sebagainya. Beberapa jenis hewan laut seperti ikan, udang, kepiting dan siput juga banyak tinggal didaerah ini. Akar tongkat pohon mangrove memberi zat makanan dan menjadi daerah nursery bagi hewan ikan dan invertebrata yang hidup di sekitarnya. Ikan dan udang yang ditangkap di laut dan di daerah terumbu karang sebelum dewasa memerlukan perlindungan dari predator dan suplai nutrisi yang cukup di daerah mangrove ini. Berbagai jenis hewan darat berlindung atau singgah bertengger dan mencari makan di habitat mangrove.
  • Berperan dalam pembentukan pulau dan menstabilkan daerah pesisir.
    Hutan mangrove seringkali dikatakan pembentuk daratan karena endapan dan tanah yang ditahannya menumbuhkan perkembangan garis pantai dari waktu ke waktu. Pertumbuhan mangrove memperluas batas pantai dan memberikan kesempatan bagi tumbuhan terestrial hidup dan berkembang di wilayah daratan. Sebagai contoh, Buah vivipar yang terbawa air akan menetap di dasar yang dangkal, dapat berkembang dan menjadi kumpulan mangrove di habitat yang baru. Dalam kurun waktu yang panjang habitat baru ini dapat meluas menjadi pulau sendiri.

Hutan mangrove di Indonesia kini tidak luput dari permasalahan lingkungan. Akibat pengelolaan yang buruk, ekosistem hutan mangrove di pesisir pantai terancam punah sehingga akan mempercepat proses abrasi pantai dan dalam beberapa tahun kedepan, garis pantai akan lebih cepat bergeser ke arah daratan di Kawasan Sekitar Aceh.

 

BACA JUGA :   SD3 - Ramling - Mengamati Bagian dari Tanaman.

SUNGAI.

Sungai merupakan satu kesatuan antara wadah air dan air  yang mengalir, karena itu kesatuan sungai dan lingkungan merupakan suatu persekutuan mendasar yang tidak terpisahkan. Pemanfaatan lahan disepanjang sungai untuk berbagai keperluan.

Ditinjau dari asal polutan dan sumber pencemarannya. Pencemaran air dapat dibedakan menjadi sumber Domestik dan Non Domestik.

Sumber Domestik : Limbah domestik adalah semua buangan yang berasal dari rumah tangga, apotek, rumah sakit, rumah makan dan lain sebagainya. Limbah rumah tangga berasal dari kamar mandi, kakus, dapur, tempat cuci pakaian, limbah dari apotek dan rumah sakit.

Pencemaran air dapat dibedakan menjadi dua : Domestik dan Non Domestik.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *