Arsip Kategori: SD4 Tema 8

Buku Tematik – Kelas 4 – Tema 8 – Daerah Tempat Tinggalku

Buku Tematik – Kelas 4 – Tema 8 – Daerah Tempat Tinggalku

https://drive.google.com/file/d/1Okt_KZu0cLLpckOtJp2pqY1MmqdzfjkH/view?usp=sharing

SD Kelas 4 Tema 8.4 – Daerah Tempat Tinggalku – Literasi

SD Kelas 4 Tema 8.4. – Daerah Tempat Tinggalku – Literasi / Bacaan.

Masohi, Selalu Ingin Kembali.
Oleh: Uti Darmawati.

Liburan kenaikan kelas Buyung berlibur di rumah paman Abua. Paman Abua tinggal di Masohi, Maluku Tengah. Masohi adalah kota kecil di Kepulauan Seram. Penduduk asli di Kota Masohi adalah suku bangsa Alifuru. Akan tetapi, banyak pendatang yang tinggal di Kota Masohi, seperti Bibi Siti, istri Paman Abua.
Paman Abua memiliki seorang anak laki-laki yang bernama Pelupessy. Pelupessy seumuran dengan Buyung. Inilah yang membuat Buyung betah tinggal di rumahnya. Buyung memiliki teman sepantaran yang diajak bermain. Selain itu, setiap pagi Buyung diajak Pelupessy ke pantai. Letak pantai hanya beberapa kilometer dari rumah paman. Biasanya, mereka naik sepeda menuju pantai sambil menghirup udara segar. Buyung senang karena setiap hari dapat menikmati keindahan alam bersama Pelupessy.
“Udara pagi ini sangat segar, Yung?” kata Pelupessy.
“Emmmm…, segar sekali, Pelu,” teriak Buyung sambil mengayuh sepedanya di pinggir pantai.
“Ayo, kita ke ujung sana, Pelu!” kata Buyung kepada Pelupessy.
Pelupessy segera menyusul Buyung. Mereka berdua berlomba mengayuh sepeda. Sampai di ujung pantai tiba-tiba Buyung menghentikan sepedanya. Saat itu terjadi gesekan antara karet rem sepeda dengan pelek sepeda.

“Pelu, lihat apa yang dibawa orang itu!” kata Buyung kepada Pelupessy. Pelupessy pun segera memperhatikan orang yang ditunjuk Buyung.
“Terumbu karang!” kata Pelupessy dengan terkejut.
“Mengapa ia mengambil terumbu karang itu, Pelu? Bukankah perbuatannya mengancam habitat laut?” tanya Buyung.
“Iya. Perbuatannya sangat mengancam kelestarian alam bawah laut. Orang itu hanya mementingkan kesenangannya sendiri,” kata Pelu kepada Buyung dengan wajah sedih.
“Sudah jangan sedih. Lebih baik, kita sekarang pulang. Bibi Siti nanti bingung mencari kita,” ajak Buyung.
Pelupessy dan Buyung kembali mengayuh sepeda. Sepanjang perjalanan pulang, Buyung memperhatikan lingkungan alam di Masohi. Daerah Masohi merupakan daerah pantai yang landai. Daerah ini merupakan lahan bagi masyarakat untuk mencari ikan.
Menurut pengamatan Buyung, sebagian besar penduduk di Masohi bekerja sebagai nelayan. Mereka menangkap ikan di sekitar Kepulauan Seram. Namun, ada juga masyarakat yang melakukan pekerjaan seperti membuat jaring, mengangkut alat-alat penangkapan ikan ke dalam perahu atau kapal motor, dan mengangkut ikan dari perahu atau kapal motor. Tentu, mereka tidak dapat dikategorikan sebagai nelayan. Selain menangkap ikan, masyarakat Masohi juga melakukan budi daya mutiara dan rumput laut. Jika musim panen tiba, mereka menyelam untuk mengambil mutiara dan rumput laut.
Seperti halnya dengan penduduk Masohi lainnya, Paman Abua bekerja di laut. Paman seorang pelaut ulung. Paman Abau menggunakan alat rompong (Fish Aggregation Device) sebagai sarana pengumpul ikan. Ikan yang berkumpul di rompong , lalu ditangkap dengan jaring jenis purse sein. Selain mencari ikan, Paman Abua memiliki usaha budi daya rumput laut. Bibi Siti membantu usaha Paman Abua untuk merawat tanaman rumput laut. Usaha yang ditekuni Paman Abua mampu mencukupi kebutuhan keluarga.
Sesampai di rumah, Buyung melihat Bibi Siti memilah rumput laut. Bibi memisahkan rumput laut yang kurang bagus dan meletakkan dalam karung bekas.
“Buyung, capai tidak?” tanya Bibi Siti sambil tersenyum.
“Tidak, Bi. Buyung tidak capai. Baru saja Buyung naik sepeda bersama Pelupessy ke tepi pantai,” jawab Buyung.
“Ayo, bantu bibi menjemur rumput laut ini,” kata Bibi Siti sambil memilih rumput laut yang rusak.
“Iya, Bi. Ayo, Pelu kita jemur rumput laut ini bersama-sama,” kata Buyung kepada Pelu yang sedang memasukkan sepeda.

“Siap!” teriak Pelupessy.
Keduanya kemudian mengangkat rumput laut sedikit demi sedikit dan meletakkannya di atas para-para. Saat Buyung dan Pelupessy mengangkat rumput laut, mereka menggunakan kekuatan otot tangan. Rumput laut perlu dijemur agar kering. Setelah kering, rumput laut itu baru laku untuk dijual.
“Pelu, udara di daerah ini panas, ya?” kata Buyung.
“Iya, Buyung. Kan kamu sudah tahu jika di daerah pantai suhu udaranya panas. Masyarakat di daerah ini biasanya mengenakan pakaian terbuka, seperti kaus dan celana pendek. Suhu udara di daerah ini berbeda dengan suhu udara di dataran tinggi. Biasanya masyarakat di dataran tinggi berpakaian tertutup karena karena suhu udara di pegunungan dingin,” Pelupessy memberi penjelasan kepada Buyung.
“Iya, iya, saya paham penjelasan Profesor Pelupessy!” jawab Buyung sambil tertawa.
Pelupessy melempar beberapa ranting rumput laut ke arah Buyung.
Secepat kilat Buyung menghindar serangan Pelupessy.
“Sudah, sudah. Ayo, selesaikan dahulu pekerjaan ini! Setelah itu, kalian membersihkan diri dan sarapan, ” kata Bibi Siti.
“Iya, Bi,” kata Buyung.
Sarapan sudah tersaji di ruang tengah. Buyung, Pelupessy, dan Bibi Siti bersiap makan. Saat itu, tampak Paman Abua pulang. Setelah membersihkan diri, Paman Abua bergabung bersama untuk sarapan. Setelah makan bersama, kami duduk di depan rumah sambil menunggu jemuran rumput laut. Paman Abua bercerita kepada kami tentang kegiatannya melaut semalam. Kami mendengarkan cerita paman. Sesekali Buyung, Pelupessy, atau Bibi menanggapi cerita paman Abua. Buyung sangat bangga dengan kegigihan dan keberanian Paman Abua saat melaut. Buyung sangat senang dengan kesederhanaan keluarga Paman Abua. Wajar, jika liburan tiba Buyung ingin selalu kembali ke Masohi, kota kecil di Kepulauan Seram.

Jawablah pertanyaan berikut!
1. Siapa tokoh dalam cerita tersebut?
2. Bagaimana sifat tokoh-tokoh dalam cerita tersebut?
3. Mengapa Paman Abua bekerja sebagai nelayan?
4. Bagaimana cara Paman Abua menangkap ikan?
5. Apa jenis pekerjaan masyarakat di pesisir pantai selain sebagai nelayan?

 

Bacaan 2.

Kebaikan Tukang Bakso.
Oleh: Uti Darmawati.

“Ting, ting, ting, ting, bakso, bakso!” teriak si penjual bakso.
Penjual bakso mendorong gerobaknya. Gerobak bergerak ke depan karena adanya gaya dorong. Saat mendorong gerobak, penjual bakso menggunakan kekuatan otot tangan dan kaki.
“Ting, ting, ting, ting, ting bakso, bakso!” teriak si penjual bakso itu kembali. Sesekali ia menoleh ke kanan atau ke kiri mencari calon pembali.
Penjual bakso itu bernama Harno, asli Wonogiri. Harno sudah merantau di Ibukota Jakarta selama belasan tahun. Harno sudah hafal gang-gang kecil dan sempit yang ia lalui saat berjualan bakso. Harno sosok penjual bakso ulet dan tahan banting. Buktinya, ia mampu membeli rumah kecil di pinggiran Kota Jakarta. Ia pun mengajak keluarga kecilnya hidup di Kota Jakarta. Tinggal di kota besar berbeda dengan tinggal di desa. Harno dan istrinya harus lebih giat bekerja untuk m encukupi kebutuhan hidup dan sekolah anak semata wayangnya.

Di persimpangan jalan Harno melihat seseorang melambaikan tangan ke arahnya. Bergegas ia mendorong gerobaknya lebih cepat.

“Satu mangkuk, Bang!” kata anak muda itu.
“Ya, Mas. Tunggu sebentar, ya?” jawab Harno sambil menghentikan gerobaknya.
Harno kemudian menyiapkan semangkuk bakso pesanan anak muda itu. Saat tutup panci dibuka, uap dari kuah bakso mengepul. Aroma bakso mengunggah selera si pembeli. Harno menuangkan beberapa sendok kuah ke dalam mangkuk.
“Ini, Mas, baksonya. Silakan dilengkapi sendiri untuk kecap, sambal, atau sausnya,” kata Harno dengan ramah.
“Iya, Bang. Terima kasih,” kata anak muda. Kemudian, ia menuangkan kecap, saus, dan sambal ke dalam mangkuknya. Setelah mengaduk- aduk isi mangkuk, anak muda menyantap bakso dengan lahap.
“Ini, Bang, uangnya!” kata anak muda sambil menyerahkan uang dua puluh ribuan.
“Sebentar, Mas, uang kembaliannya!” Harno bergegas mencari lalu memberikan uang kembalian kepada anak muda tersebut.
“Bang, bengkel terdekat di daerah ini di mana, ya?” Tanya anak muda kepada Harno.
“Paling dekat sekitar dua kilometer lagi, Mas!” jawab Harno.
Harno kemudian menjelaskan letak bengkel kepada anak muda tersebut. Anak muda mengangguk-anggukkan kepala tanda paham dengan penjelasan Harno.
“Mobil milik Mas mogok?” tanya Harno.
“Iya, ini, Bang. Sudah satu jam saya coba memperbaiki sendiri, tetapi tetap tidak bisa menyala mesinnya. Saya sampai merasa lapar, lalu memanggil Abang tadi,” kata anak muda.
“Coba, saya dorong, Mas. Siapa tahu bisa menyala mesinnya. Kalau bisa menyala, Mas bisa membawa mobil ini ke bengkel terdekat,” usul Harno.
“Abang mau mendorong mobil saya?” Tanya si anak muda agak heran.
“Ya, mau tho, Mas. Apa salahnya membantu. Toh, jalan di kota ini datar, tidak menanjak seperti di daerah pegunungan,” kata Harno.
“Benar, Bang? Kalau begitu, mari kita coba,” kata anak muda itu dengan gembira.
Harno mencoba mendorong mobil. Anak muda itu mencoba menyalakan mesin. Harno beberapa kali mendorong mobil dan anak muda menyalakan mesin.

Mobil hanya bergerak ke depan beberapa meter. Mobil bergerak karena Harno memberikan kekuatan dari belakang mobil. Mobil yang mogok dapat bergerak ke depan beberapa meter karena didorong oleh Harno. Dorongan mempengaruhi gerak mobil.
Setelah dicoba berulang kali, akhirnya mobil bisa bergerak maju.
Mesin mobil menyala. Anak muda dan Harno tampak gembira. “Sudah, menyala, Mas. Silakan langsung menuju bengkel,” kata
Harno dengan senyum kepuasan.
“Maaf, ini, Bang. Uang sukarela dari saya,” kata anak muda sambil menyerahkan selembar uang.
Harno mengangkat kedua tangannya, “Tidak udah, Mas. Silakan menuju bengkel.”
“Terima kasih, ya, Bang! Terima kasih telah membantu mendorong mobil saya,” teriak anak muda sambil tersenyum gembira.
“Iya, sama-sama,” kata Harno sambil melambaikan tangan.
Harno merasa senang dan lega. Harno membantu anak muda itu dengan ikhlas. Harno tidak mengharapkan imbalan dari anak muda tersebut.
“Ting.., ting.., ting.., ting.., bakso, bakso!” Harno kembali memukul mangkuk sambil berteriak menarik calon pembeli. Harno mendorong gerobaknya perlahan-lahan. Harno berjalan hingga sampai di tanah lapang tepian kampung. Udara sore itu tidak begitu panas. Tampak beberapa anak bermain bola di tanah lapang tersebut.
“Ting.., ting.., ting.., ting.., bakso, bakso!” teriak Harno dari tepi tanah lapang.
Harno beristirahat di tepi tanah lapang. Harno memperhatikan anak-anak yang bermain sepak bola. Awalnya, bola diam tidak bergerak. Kemudian, bola bergerak karena ada pemain yang menendang. Bola tersebut dapat bergerak karena adanya gaya otot dari pemain tersebut. Saat pemain lawan hendak memasukkan bola ke gawang, kiper berhasil menangkap bola. Bola yang sedang melayang dapat berhenti dan diam dalam dekapan kiper. Harno terhibur oleh permainan bola anak-anak tersebut.
Keasyikan Harno menonton sepak bola terhenti. Harno menoleh ke arah sumber suara.
“Serrr.., serrr.., serrr…,!” tampak anak perempuan melintas di depan Harno. Anak perempuan tersebut bermain sepatu roda. Suara itu muncul karena adanya dua benda yang saling bergesekan.

Kedua benda yang bergesek adalah roda sepatu dan jalan aspal. Beberapa kali anak perempuan itu melintas di depan Harno. Tiba-tiba Harno mendengar suara seperti benda jatuh.
“Brukk…!” anak perempuan yang bermain sepatu roda itu jatuh. Harno mendekati anak perempuan tersebut. Anak perempuan itu tampak meringis menahan sakit.
“Boleh Abang bantu, Dik?” Harno menawarkan bantuan.
Anak perempuan itu mengangguk. Harno membantu anak perempuan itu berdiri.
“Hati-hati, ya, kalau bermain sepatu roda. Pelan-pelan saja, tidak usah terlalu kencang.” Harno memberi nasihat kepada anak perempuan itu. Anak perempuan itu tersenyum dan meninggalkan Harno.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut berdasarkan teks bacaan.
1. Siapakah tokoh utama cerita tersebut?
2. Bagaimana sifat tokoh utama?
3. Gaya apa yang dilakukan Harno saat mendorong gerobak bakso dan mobil mogok?
4. Gaya apa yang terjadi saat seseorang bermain sepatu roda?
5. Bagaimana benda diam seperti bola dapat bergerak?

 

Bacaan 3:

Petani Jagung yang Cerdik.
Oleh: Uti Darmawati.

Di areal persawahan seorang petani tampak berdiri sambil memandangi tanaman jagung. Sudah sebulan lebih tanaman jagung tersebut ia tanam. Kini tanaman jagung itu sudah mulai tampak menghijau. Setelah berkeliling di antara petak-petak sawahnya, matanya terhenti pada rumput-rumput liar di antara tanaman jagung. Tanpa menunggu lama, Pak Saleh menyingsingkan lengan bajunya. Ia turun ke sawah dan menyiangi rerumputan di sela tanaman jagung.

Panas matahari kian menyengat. Sesekali Pak Saleh menyeka mukanya dengan lengan baju.Iatak memedulikan panas yang membakar kulitnya. Ia terus membersihkan rumput-rumput pengganggu. Tanpa terasa azan zuhur berkumandang dari kejauhan. Ia terhenti sejenak, kemudian melangkah ke tepi sawah. Ia berjalan menyusuri pematang dan berhenti di sebuah gubug kecil di tengah sawah. Sebuah botol minuman ia raih. Sambil melepas lelah, ia menikmati hamparan hijau di bawah birunya langit. Nun jauh di sana tampak perbukitan hijau.

“Istirahat, Pak Saleh?” terdengar suara mendekati gubug tempat Pak Saleh istirahat.
“Iya, Pak Jati. Mari, istirahat di sini dahulu sebelum pulang,” ajak Pak Saleh kepada Pak Jati.
Pak Jati duduk bersama Pak Saleh di gubug tersebut.
“Pak Saleh, apakah Bapak tahu akan ada kontes jagung di Kecamatan Witahama?” kata Pak Jati.
“Iya, Pak. Saya sudah mendaftar di kantor kelurahan. Apakah Pak Jati turut serta dalam kontes tersebut?” tanya Pak Saleh.
“Tidak, Pak. Tahun ini saya tidak menanam jagung. Saya tidak bisa turut serta. Saya doakan semoga Pak Saleh memenangkan kontes tersebut,” kata Pak Jati.
“Amin, terima kasih doanya, Pak. Saya tidak berharap menjadi pemenang. Yang terpenting saya berpartisipasi dan memperoleh pengalaman dalam kontes tersebut,” kata Pak Saleh.
Beberapa minggu kemudian, Pak Jati bertemu dengan Pak Saleh di sawah. Tampak Pak Saleh sedang menyiangi rumput. Otot-otot tangan Pak Saleh terlihat kuat saat mencabuti rumput liar.
“Selamat, Pak Saleh! Anda memang pantas terpilih menjadi petani jagung terbaik. Saya bangga Anda membawa nama baik desa kita,” teriak Pak Jati.
“Terima kasih, Pak Jati. Semua ini berkat doa Anda dan para tetangga yang lain,” kata Pak Saleh dengan rendah hati.
“Banyak orang penasaran, bagaimana cara Anda merawat tanaman jagung tersebut?” tanya Pak Jati.
“Ada-ada saja. Saya merawat tanaman jagung sama seperti yang lain. Tapi, saya memiliki resep rahasia untuk tanaman jagung saya,” jelas Pak Saleh.
“Pupuk rahasia?” tanya Pak Jati dengan penasaran.
“Bukan, Pak. Bukan pupuk rahasia, tapi resep rahasia. Tapi apakah orang-orang percaya kalau saya memiliki resep rahasia?” kata Pak Saleh.
“Apa resep rahasia itu, Pak Saleh?” tanya Pak Jati penuh harap.
“Saya hanya membagikan benih-benih jagung terbaik kepada petani-petani di sekitar sawah ini,” kata Pak Saleh sambil tersenyum.

“Lo, benih jagung terbaiknya kok malah diberikan ke petani lain?” “Itu dia kuncinya. Tanaman jagung punya serbuk sari dan putik, kan, Pak?” “Iya, Pak. Lantas?” tanya Pak Jati kembali.
“Angin menerbangkan serbuk sari dari bunga-bunga yang masak.
Kemudian, angin menebarkannya dari satu sawah ke sawah lain.” “Wah, Pak Saleh memang cerdas!” puji Pak Jati.
“Coba bayangkan jika tanaman jagung di sawah sebelah ini buruk, maka serbuk sari yang ditebarkan ke sawah saya pun juga buruk. Ini tentu menurunkan kualitas jagung di sawah saya.” Terang Pak Saleh kepada Pak Jati.
“Musim tanam yang akan datang, saya akan coba resep Pak Saleh,” kata Pak Jati.
“Begitu pula dengan hidup kita, Pak. Jika kita ingin menjadi petani yang berhasil, kita harus menolong orang sekitar menjadi berhasil pula. Mereka yang ingin hidup dengan baik harus menolong orang di sekitarnya untuk hidup dengan baik pula,” kata Pak Saleh kepada Pak Jati.
Pak Jati tersenyum mendengar perkataan dari Pak Saleh. Angin sepoi-sepoi menerpa kedua wajah petani ini. Mereka tampak menikmati udara dan pemandangan hijau di sawah mereka.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!
1. Siapakah tokoh utama dalam cerita tersebut? Jelaskan.
2. Siapakah tokoh tambahan dalam cerita tersebut? Jelaskan.
3. Bagaimana sifat tokoh utama?
4. Siapakah tokoh protagonis dalam cerita tersebut?
5. Siapakah tokoh antagonis dalam cerita tersebut?

 

Literasi 4.

Bangga Hasil Keringat Ayah.
Oleh: Uti Darmawati.

Dita dan keluarga tinggal di lereng Gunung Arjuna, Kabupaten Malang. Ayah Dita seorang petani sayur. Potensi tanah subur dan berhumus membuat Ayah Dita dan penduduk lain di daerah tersebut memanfaatkan lahan secara optimal. Jadi, sebagian besar masyarakat di lereng Gunung Arjuna memiliki pekerjaan sebagai petani sayuran.
Setiap pagi Ayah Dita dan warga lain pergi ke ladang untuk merawat tanaman sayur mereka. Mereka melakukan pembibitan, pemupukan, hingga pengairan dengan baik. Untuk pengairan mereka memanfaatkan air irigasi dari Sungai Lanang, irigasi Sudimoro, dan Watu Gugut.
Menjadi petani sayuran adalah pilihan hidup dan identitas diri bagi Ayah Dita. Tak terkecuali bagi masyarakat di lereng Gunung Arjuna. Mereka mencintai pertanian.
“Mengapa Ayah memilih sebagai petani sayuran?” Tanya Dita suatu hari.
“Dita, bekerja di ladang sudah Ayah jalani sejak remaja. Dahulu Ayah selalu membantu kakekmu bekerja di ladang. Bekerja sebagai petani sayur itu sangat membanggakan,” jawab Ayah Dita.
“Bangga?” Tanya Dita seperti tak percaya.

“Iya. Kamu tidak percaya, kan?” Tanya Ayah Dita.
Dita terdiam sambil mengelengkan kepala. Dita tidak paham maksud ayahnya.
“Dita, kamu perlu ketahui bahwa semua orang sangat menanti hasil keringat Ayah. Kamu tahu kan hasil keringat Ayah itu apa?” Tanya Ayah kepada Dita.
“Sayuran?” Tanya Dita ragu-ragu.
“Iya, Nak. Setiap hari banyak orang ingin mengonsumsi sayuran. Sayuran adalah makanan yang menyehatkan bagi tubuh,” kata Ayah kepada Dita.
Tampak Dita mengangguk-anggukan kepala.
“Kalau Dita mau, ayo sekarang ikut Ayah ke ladang. Hari ini Ayah akan memanen wortel dan tomat. Dita bisa melihat kegiatan di ladang milik Ayah.”
“Iya. Dita mau Ayah. Ayo, kita pergi ke ladang sekarang,” kata Dita. “Baiklah, Ayah siap-siap dahulu. Jangan lupa membawa air minum,
ya? Kata Ayah sambil memakai topi.
Dita mengambil topi dan botol minuman. Setelah semua siap, Ayah dan Dita berangkat menuju ladang. Udara di desa tempat tinggal Dita sejuk. Keberadaan di atas permukaan air laut tersebut membuat desa tempat tinggal Dita memiliki hawa dingin. Menjelang malam hari, desa ini jauh dari hiruk pikuk dan polusi udara.
Beberapa saat kemudian, Ayah dan Dita sampai di ladang. Ternyata, Ayah sudah ditunggu beberapa orang yang akan membantu beliau.
“Dita, itu beberapa orang yang akan membantu Ayah. Ada yang bertugas memanen sayuran, ada yang bertugas memanggul hasil panen ke aliran sungai untuk dicuci, dan ada yang membantu memindahkan sayuran ke atas mobil pengangkut. Mereka semua orang-orang yang sudah terlatih. Mereka memiliki otot kuat untuk melakukan pekerjaan- pekerjaan tersebut,” terang Ayah kepada Dita.
Dita mendengarkan penjelasan ayahnya. Dita mendengarkan perkataan Ayah sambil memperhatikan orang-orang yang bekerja.
“Lantas, sayuran itu akan dibawa ke kota, Yah?” Tanya Dita.
“Hasil panen ini akan dibawa sopir dengan mobil pengangkut menuju pasar induk. Pasar induk ada di kota. Sayuran Ayah sudah dinanti pembeli di pasar induk. Pembeli-pembeli itu akan menjual kembali sayuran tersebut kepada para penjual di pasar tradisional. Di pasar tradisional sayuran ini akan dibeli oleh masyarakat umum. Mereka dapat menikmati hasil keringat Ayah, Dita.” kata Ayah kepada Dita.
“Apakah ini yang dimaksud Ayah bahwa hasil keringat Ayah dinantikan banyak orang?” tanya Dita sambil tersenyum.

“Kamu memang pintar, Nak. Kamu sudah paham maksud Ayah,” kata Ayah.
“Ayah, bolehkan Dita tanya sesuatu?” tanya Dita agak takut. “Apa itu, Nak?” kata Ayah
“Apakah Ayah yakin sayuran hasil keringat Ayah akan terus laku?” tanya Dita dengan sedikit rasa khawatir.
“Harus optimis dong, Dita. Kita harus berusaha sebaik mungkin untuk menghasilkan sayuran dengan kualitas bagus. Jaga kualitas produksi sayuran di ladang ini. Itu salah satu kunci agar sayuran kita laku di pasaran. Bahkan, dinantikan konsumen,” kata Ayah
“Bagaimana caranya, Ayah?” tanya Dita.
“Kita harus merawat tanaman sayuran tersebut dengan baik. Jangan malas ke ladang untuk memeriksa tanaman sayuran. Berikan pupuk dan air secukupnya. Jika kekurangan atau berlebih dalam memberikan pupuk, akan merusak pertumbuhan tanaman sayuran. Tapi tidak usah khawatir, kesuburan tanah dan air yang mengalir setiap saat di daerah ini sudah sangat membantu perkembangan tanaman sayuran di ladang Ayah.”
Dita mendengarkan penjelasan Ayah dengan saksama. Dalam hati Dita merasa bangga dengan ayahnya yang bekerja sebagai petani sayuran. Ayah tak kenal lelah bekerja untuk menghasilkan sayuran berkualitas yang sangat dibutuhkan masyarakat. Walaupun harga sayuran terkadang anjlok, Ayah dan masyarakat lain tetap menggantungkan hidupnya sebagai petani sayuran. Satu pelajaran yang dapat Dita ambil dari ayahnya adalah apa pun pekerjaan kita harus dilakukan dengan tekun dan sepenuh hati.

Jawablah pertanyaan berikut!
1. Siapa saja tokoh dalam cerita di atas?
2. Siapa tokoh utama dalam cerita di atas? Jelaskan alasanmu.
3. Siapa tokoh tambahan dalam cerita di atas? Jelaskan alasanmu.
4. Siapa saja pelaku kegiatan ekonomi berdasarkan bacaan di atas?
5. Apa jenis pekerjaan masyarakat di lingkungan tempat tinggal Dita?

 

Proyek : Memajang Cerita Fiksi.

1. Bentuklah kelompok yang terdiri atas empat anak.
2. Setiap anggota kelompok menyiapkan satu cerita fiksi. Kemudian menuliskan kembali cerita yang didapat pada kertas HVS atau memfotokopi lembar cerita.
3. Tempelkan hasil tulisan atau hasil fotokopi pada kertas manila. Cerita dari keempat anak anggota kelompok ditempel pada satu kertas manila.
4. Tuliskan keterangan dari keempat cerita dalam tabel seperti berikut.

  • Judul Cerita
  • Tokoh yang Ada .
  • Sifat Tokoh.

 

 

 

SD Kelas 4 Tema 8.3.6 – Daerah Tempat Tinggalku – Sub.Tema 3 – Bangga Terhadap Daerah Tempat Tinggalku

SD Kelas 4 Tema 8.3.6 – Daerah Tempat Tinggalku – Sub.Tema 3 – Bangga Terhadap Daerah Tempat Tinggalku

Pembelajaran 6.

Udin, Siti, Edo, dan Lani berkumpul. Mereka akan membuat karya tiga dimensi berbagai benda yang
nantinya akan digunakan sebagai bahan pembuatan maket lingkungan tempat tinggal. Apa saja yang dibuat oleh Udin dan teman-teman? Pelajari uraian berikut.

Pada pembelajaran 2 kamu sudah pernah mengamati berbagai gambar karya tiga dimensi berupa gerabah. Saat ini, perhatikan gambar berbagai karya tiga dimensi berupa benda lainnya.

Saat ini sudah banyak karya seni rupa yang disukai oleh banyak kalangan misalnya saja karya seni rupa 3 dimensi yang mana karya seni rupa 3 dimensi ini merupakan karya seni yang mempunyai dimensi terdiri dari panjang, lebar dan juga tinggi atau lebih mudahnya disebut dengan karya seni yang mempunyai volume dan menempati sebuah rungan. Karya seni rupa 3 dimensi inui biasanya digunakan untuk hias yang menghiasi kota, rumah dan lain sebagainya. Selain itu karya seni rupa 3 dimensi juga berupa benda pakai dan mempunyai nilai praktis sekaligus nilai keindahan. Karya seni rupa 3 dimensi ini juga merupakan karya seni yang banyak ditemui baik di jalan dirumah dan di tempat-tempat lain hampir ada karya seni rupa 3 dimensinya.

Seni Patung.
Seni patung merupakan seni rupa yang murni yaitu karya seni yang hanya memiliki kreativitas dan ekspresi saja. Karya seni patung ini tidak memiliki fungsi atau dibuat dengan tujuan untuk keindahan saja. Karya seni patung biasanya terbuat dari batu, kayu ataupun juga bisa menggunakan logam.

Benda hias.
Karya seni ini merupakan karya seni kriya yang hanya dibuat sebagai pajangan atau hiasan saja. Jenis ini lebih mementingkan aspek keindahan dibandingkan dengan fungsinya.

Keramik.
Seni keramik ini merupakan seni 3 dimensi yang memiliki tujuan dan fungsi yang mana seni kermik ini juga memprioritaskan keindahan akan tetapi juga bisa digunakan dan memiliki fungsi seperti vas bunga, guci dan lain sebagainya.

Arsitektur.
Arsitektur merupakan karya seni yang merancang suatu bentuk dari bangunan. Arsitektur ini tidak hanya merancang suatu bangunan akan tetapi juga membangun bangunan tersebut.
5 Contoh Karya Seni Rupa 3 Dimensi

Kursi.
Kursi merupakan seni 3 dimensi yang memiliki tujuan dan fungsi yang mana seni kermik ini juga memprioritaskan keindahan akan tetapi juga bisa digunakan dan memiliki fungsi.

Dengan kita mengetahui 5 contoh karya seni rupa 3 dimensi yang telah kita jelaskan tadi membuat kita lebih tau tentang perbedan dari seni rupa 3 dimensi dengan seni rupa 2 dimensi.

Karya tiga dimensi dapat dibuat dari berbagai bahan. Ada karya berbentuk rumah dari bahan kertas yang dibuat dengan cara menggunting dan menempel. Ada karya dari berbentuk binatang dari bahan tanah liat dan plastisin yang dibuat dengan cara membentuk. Ada karya berupa bentuk meja kursi dari bahan kayu yang dibuat dengan cara digergaji dan disatukan dengan paku. Pada pembelajaran sebelumnya kamu sudah menggambar benda dimensi mengenai lingkungan tempat tinggal. Benda apa yang sudah kamu gambar? Untuk membuat karya tiga dimensi sebaiknya memang harus membuat gambar rancangan karya yang akan dibuat. Berikut gambar rancangan karya tiga dimensi yang telah dibuat oleh Udin dan teman-teman.

Setelah membuat gambar rancangan karya seni rupa tiga dimensi, Udin dan teman-teman membuat karyanya. Berikut langkah-langkah udin dalam membuat karya tiga dimensi berupa pohon jagung.

1. Menyiapkan alat dan bahan.

2. Membentuk atau membuat bagian-bagian Pohon Jagung.

3. Hasil jadi bentuk bagian-bagian Pohon Jagung.

4. Menyatukan bagian-bagian pohon jagung.

5. Karya tiga dimensi berupa pohon jagung sudah jadi.

Bentuklah kelompok yang terdiri atas tiga anak. Cobalah membuat karya tiga dimensi berupa bentuk pohon jagung seperti langkah-langkah di atas. Setelah itu, buatlah karya tiga dimensi berupa benda-benda di lingkungan tempat tinggal. Setiap anak dalam satu anggota kelompok harus membuat karya berbeda. Karya tiga dimensi yang telah dibuat nantinya akan digunakan sebagai bahan pembuatan maket lingkungan tempat tinggal. Oleh karena itu, pertimbangkanlah benda yang akan dibuat. Tuliskan karya yang akan dibuat beserta bahan dan alat yang akan digunakan dalam kolom berikut.

Setelah membuat karya tiga dimensi, Udin dan teman-teman akan mengumpulkan karya-karyanya sebagai bahan pembuatan maket. Udin dan teman-teman berencana membuat maket lingkungan tempat tinggal berupa rumah pohon. Berikut contoh sketsa untuk maket rumah pohon. Berbicara mengenai rumah pohon, berikut ada sebuah cerita mengenai taman rumah pohon. Bacalah bacaan berikut.

 

Taman Rumah Pohon.

Devina memiliki sebuah rumah pohon. Rumah pohon itu terletak di batang pohon jambu yang berada di taman rumahnya. Rumah pohon itu lumayan luas. Di dalam rumah pohon itu ada lemari kecil tempat buku- buku cerita, 5 buah bantal besar, 2 buah tikar, sebuah selimut, 3 buah foto keluarga, dan kotak perlengkapan. Jika sedang murung, Devina lebih memilih berdiam diri di rumah pohonnya itu sampai sore. Kadang, dia juga menginap di rumah pohonnya bersama teman-temannya sambil mengadakan pesta.

Suatu siang, Devina mengajak Ira, Ovi, Tata, dan murid baru di kelasnya, Jenny, untuk mengadakan pesta di rumah pohonnya. Tentu saja mereka menerima ajakan itu dengan senang hati. Kebetulan, besok sekolah libur karena para guru akan rapat. Sore hari, teman-teman Devina datang. Mereka pun mengadakan pesta jambu sampai malam berganti pagi. Teman-teman Devina segera pulang ke rumahnya masing-masing. Sebelum pulang, mereka berbincang-bincang dulu. ”Rasanya, aku ingin memiliki rumah pohon yang banyak,” ucap Jenny.
“Ya, aku juga. Bagaimana kalau kita membuat taman yang berisi banyak pohon. Di setiap pohon disediakan rumah pohon untuk para pengunjung. Ya, semacam tempat wisata,” usul Ira ”Kita tidak bisa melakukannya. Kita butuh orang dewasa. Misalnya, orang tua kita. Nanti aku akan bicara kepada Mama dan Papa,” balas Devina.
Seperti janjinya, Devina mengutarakan usul Ira tadi kepada kedua orang tuanya. Orang tuanya pun setuju dan segera membeli sebuah tanah yang tidak terlalu besar, tapi cukup untuk beberapa pohon.Tak hanya itu, orang tua Devina juga membeli alat-alat untuk membuat rumah pohon serta bibit pohon. Orang tua Devina hanya membantu mengeluarkan uang. Sedangkan urusan tata menata dan membangun rumah pohon, itu urusan Devina dan teman-temannya.
1 tahun kemudian ….
Taman Rumah Pohon resmi dibuka untuk umum. Tanahnya diperbesar dan barang-barang lain juga ditambahkan. Tentu saja bukan hanya orang tua Devina. Tapi juga orang tua masing-masing teman Devina. Di hari pertama, Taman Rumah Pohon tidak memungut biaya apapun karena itu adalah hari di mana Taman Rumah Pohon diresmikan. Banyak orang berdatangan ke Taman Rumah Pohon karya Devina dan teman-temannya.
“Harapanku, Taman Rumah Pohon akan semakin terkenal dan semakin banyak pengunjungnya,” ucap Devina.

http://bobo.kidnesia.com/Bobo/Klinik-Cerita/Cerita-Kamu/Taman-Rumah-Pohon

Bagaimana sifat Devina tokoh dalam cerita di atas? Tuliskan jawabanmu pada kotak berikut.

Apa saja yang sudah kamu pelajari dan kamu lakukan pada pembelajaran ini. Apakah kamu mengalami kesulitan saat melakukan kegiatan? Jika kamu mengalami kesulitan , tuliskan kesulitan yang kamu alami. Jika kamu tidak mengalami kesulitan, tuliskan penyebab kamu dapat sukses mengikuti pembelajaran kali ini.

Tanyakan kepada orang tuamu mengenai keadaan lingkungan tempat tinggalmu pada waktu kamu masih bayi. Apakah lingkungan tempat tinggalmu sama seperti saat ini? Jika berbeda, mintalah orang tua untuk menceritakan perbedaannya. Kemudian, tanyakan kepada orang tuamu, “Apakah ayah dan Ibu bangga terhadap lingkungan tempat tinggal?”. Tuliskan jawaban orang tuamu pada kotak berikut. Tuliskan juga perasaanmu mengenai tempat tinggalmu.

 

 

 

SD Kelas 4 Tema 8.3.4 – Daerah Tempat Tinggalku – Sub.Tema 3 – Bangga Terhadap Daerah Tempat Tinggalku

SD Kelas 4 Tema 8.3.4 – Daerah Tempat Tinggalku – Sub.Tema 3 – Bangga Terhadap Daerah Tempat Tinggalku

Pembelajaran 4.

Udin menonton pentas kethoprak, Gadjah Mada: Sumpah Palapa Membawa Petaka. Kethoprak dipentaskan oleh murid Sekolah Dasar. Udin senang dengan tokoh utamanya yaitu Patih Gadjah Mada. Mereka senang dengan peran pahlawan Patih Gadjah Mada. Keluarga Udin keturunan Jawa. Ia merasa bangga dengan keberagaman kesenian Jawa.

Bentuklah kelompok terdiri dari tiga anak. Kemudian, carilah cerita fiksi yang di dalamnya minimal ada tiga tokoh. Tuliskan nama dan sifat tokoh yang ada pada cerita yang telah dipilih. Peragakan peran dengan sifatnya yang sesuai dari cerita itu di depan kelompok lain. Sebagai contoh, kamu memeragakan Patih Gajah Mada dan dua orang temanmu sebagai prajuritnya. Patih Gajah Mada mengajak dua prajurit untuk melawan musuh. Dialog saat bermain peran sebagai contoh berikut.

Patih Gajah Mada : “Prajurit, lawan musuh kita dengan semangat! Mari Kita serang bersama-sama. Serbuuuu!” (Patih Gajah Mada berdiri tegap di depan kedua prajurit, tangan kanan menuding ke arah musuh).

Dua Prajurit : “Semangat, Patih! Serbuuuu!” (Kedua prajurit, mengangkat tombak) (Patih Gajah dan Dua Prajurit, Berlari).

Gambar di atas menunjukkan gambar cerita Cindelaras? Pernahkah kamu membaca tentang cerita Cindelaras? Atau mungkin kamu melihat video drama cindelaras? Coba kamu cari informasi tentang cerita Cindelaras. Kamu bisa membaca buku atau kamu bisa memutar video. Kemudian, tuliskan ringkasan mengenai cerita Cindelaras pada kotak di bawah.

Berdasarkan cerita ”Cindelaras”, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!
1. Siapakah yang menjadi tokoh utama dalam cerita ”Cindelaras”?
2. Siapakah yang menjadi tokoh pembantu atau tokoh tambahan dalam cerita ”Cindelaras”?
3. Siapakah tokoh yang berperan antagonis dalam cerita ”Cindelaras”?
4. Mengapa tokoh dalam soal nomor 2 dikatakan berperan antagonis?
5. Apa lawan tokoh dari tokoh antagonis? Tuliskan contoh tokoh yang berperan protagonis dalam cerita ”Cindelaras”?

Jawablah pertanyaan di atas pada kolom berikut.

Kamu telah mampu menunjukkan tokoh utama dan tokoh pembantu atau tokoh tambahan dalam cerita ”Cindelaras”. Masih ingatkah kamu dengan pengertian tokoh utama dan tokoh pembantu atau tokoh tambahan?

Coba kami ingat kembali pengertian tokoh, tokoh utama, dan tokoh pembantu atau tokoh tambahan. Selanjutnya, tuangkan kembali dalam bentuk tulisan tentang pengertian tokoh, tokoh utama, dan tokoh pembantu atau tokoh tambahan sesuai ingatanmu. Tuliskan dalam kolom berikut.

Karakter atau sifat dalam sebuah cerita bermacam-macam. Dalam kehidupan sehari-hari pun, karakter manusia juga beragam. Meskipun demikian, manusia harus saling menghormati dan menghargai satu sama lain. Selain itu sebagai manusia, kita harus saling membantu. Mengapa demikian? Kita hidup pasti memerlukan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidup. Bagaimana cara manusia memenuhi kebutuhan hidup?
Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia melakukan kegiatan ekonomi. Coba amatilah lingkungan sekitarmu. Identifikasikan kegiatan ekonomi orang-orang di daerahmu. Apakah pekerjaan mereka? Pekerjaan yang dimaksudkan di sini, yaitu mata pencaharian sehari-hari yang hasilnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Mata pencaharian penduduk dapat dilihan dari corak kehidupan penduduk setempat, yaitu corak kehidupan tradisional (sederhana) dan corak kehidupan modern (kompleks).
Mata pencaharian penduduk yang memiliki corak sederhana sangat berhubungan dengan pemanfaatan lahan dan sumber daya alam. Contohnya pertanian, perkebunan, dan peternakan. Adapun mata pencaharian penduduk yang memiliki corak modern biasanya lebih mendekati sektor jasa, transportasi, dan pariwisata. Bagaimanakah dengan penduduk di lingkungan tempat tinggalmu?

Kamu telah memahami berbagai jenis pekerjaan berdasarkan corak kehidupan penduduk setempat. Lakukan pengamatan terhadap kegiatan ekonomi penduduk di lingkungan sekitarmu! Apa saja jenis pekerjaan yang ditekuni penduduk di lingkungan tempat tinggalmu? Apakah semua penduduk di sekitarmu menekuni pekerjaan sesuai corak kehidupan sederhana atau sebaliknya sesuai corak kehidupan modern? Tuliskan kegiatan ekonomi penduduk di lingkungan sekitarmu sesuai hasil pengamatanmu! buat kesimpulan sesuai dengan corak kehidupan yang bagaimanakah kegiatan ekonomi penduduk di lingkungan sekitarmu? Tuliskan dalam kotak berikut.

 

Kegeramanan Karakteristik Individu.

Adanya keberagaman jenis pekerjaan dalam kegiatan ekonomi
penduduk Indonesia menunjukkan adanya perbedaan karakteristik individu dalam masyarakat. Adanya karakteristik individu dalam masyarakat tersebut sangat bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Masih banyak manfaat lain adanya keberagaman karakteristik individu dalam masyarakat terutama dalam kegiatan ekonomi. Contohnya sebagai berikut.

1. Menumbuhkan Sikap Nasionalisme.
Sikap nasionalisme dalam diri setiap individu dapat tumbuh dengan adanya rasa cinta tanah air. Rasa cinta tanah air tecermin dari sikap mau menerima keberagaman karakteristik individu dalam masyarakat sebagai kekayaan khazanah budaya bangsa Indonesia. Dengan demikian, masyarakat akan senantiasa menjaga keberragaman karakteristik individu dalam masyarakat, bukan menghilangkan keberagaman tersebut.

2. Menciptakan Identitas Bangsa di Mata Internasional.
Keberagaman karakteristik masyarakat Indonesia telah dikenal bangsa-bangsa dunia sebagai identitas diri bangsa Indonesia. Indonesia dikenal sebagai bangsa yang beragam karakteristik masyarakatnya, tetapi bisa bersatu dalam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

3. Alat Pemersatu Bangsa.
Keberagaman karakteristik masyarakat Indonesia pada hakikatnya menjadi alat pemersatu bangsa, bukan sebagai pemecah persatuan dan kesatuan bangsa. Kunci sukses mempertahankan persatuan dan kesatuan dalam keberagaman yaitu memegang teguh semboyan bangsa Indonesia Bhinneka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

4. Sebagai Icon Pariwisata.
Keberagaman karakteristik masyarakat Indonesia akan memperkaya khazanah budaya bangsa. Kekayaan khazanah budaya masyarakat Indonesia yang beragam memberikan nilai keunikan dan keindahan tersendiri sehingga mampu menarik wisatawan manca negara untuk mengetahui dan mempelajari keberagaman budaya Indonesia.

5. Menambah Pendapatan Nasional.
Dengan menjadi simbol pariwisata, otomatis akan menambah devisa atau pendapatan negara. Hal tersebut bisa terjadi karena banyak wisatawan asing dan domestik yang berkunjung ke tempat- tempat pariwisata Indonesia.

6. Memupuk Sikap Toleransi
Adanya keberagaman karakteristik masyarakat Indonesia menuntut sikap toleransi yang tinggi dari segenap masyarakat Indonesia untuk tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sikap toleransi antarmasyarakat dapat ditunjukkan dengan sikap saling menghormati perbedaan yang ada, tolong menolong tanpa mempermasalahkan perbedaan yang ada, dan menjunjung tinggi kepentingan bersama daripada kepentingan individu atau kelompok.

Sudahkah kamu memupuk sikap toleransi dalam keberagaman dengan masyarakat di lingkungan tempat tinggalmu? Apa bentuk tindakan memupuk sikap toleransi dalam keberagaman masyarakat di lingkungan tempat tinggalmu. Coba kamu tuliskan tindakan-tindakanmu yang mencerminkan sikap toleransi dalam keberagaman masyarakat di lingkungan tempat tinggalmu. Tuliskan dalam kotak berikut.

Apa yang sudah kamu pelajaran pada hari ini? Bagaimana perasaanmu saat melakukan kegiatan pada pembelajaran ini. Tuliskan pada kolom berikut.

Dalam kegiatan ekonomi, banyak jenis pekerjaan yang ditekuni masyarakat. Semua dilakukan dengan tujuan yang sama yaitu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Keberagaman jenis pekerjaan dalam kegiatan ekonomi masyarakat tersebut sangat penting dalam pemenuhan kebutuhan manusia. Coba kamu diskusikan bersama orangtuamu hal yang akan terjadi jika semua masyarakat hanya menekuni satu jenis pekerjaan. Semua menekuni pekerjaan yang sama. Tuliskan hasil diskusi pada kolom berikut.

 

SD Kelas 4 Tema 8.3.3 – Daerah Tempat Tinggalku – Sub.Tema 3 – Bangga Terhadap Daerah Tempat Tinggalku

SD Kelas 4 Tema 8.3.3 – Daerah Tempat Tinggalku – Sub.Tema 3 – Bangga Terhadap Daerah Tempat Tinggalku

Pembelajaran 3.

Pada waktu liburan, Siti pulang ke kampung halaman ibunya di Yogyakarta. Siti mengunjungi neneknya. Rumah nenek Siti dari ibunya dekat dengan pantai. Siti senang membeli ikan di TPI (tempat pelelangan ikan). Siti membeli ikan bersama ibu. Di TPI banyak nelayan pulang melaut.

Nelayan bekerja mencari ikan di laut. Hasil tangkapan ikannya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Mata pencaharian sebagai nelayan ditemui di daerah pantai. Berbicara tentang nelayan mengingatkan kita pada cerita fiksi ‘Nelayan dan Ikan Mas’. Berikut ceritanya.

Nelayan dan Ikan Hias.

Dalam sebuah kisah diceritakan ada sepasang suami istri yang sudah tua dan hidup sederhana, sebut saja kakek dan nenek. Mereka tinggal di gubuk reot di tepi pantai. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya, kakek bekerja sebagai nelayan. Nenek di rumah mengerjakan pekerjaan rumah.

Seperti hari-hari biasa, pagi itu kakek pergi ke laut mencari ikan. Kakek mencari ikan menggunakan jala. Hampir seharian kakek menjala, tetapi kakek belum juga mendapat ikan. Hingga akhirnya, jala kakek bergerak kencang. Kakek segera mengangkat jalanya. Ternyata kakek mendapat seekor ikan mas kecil.

Alangkah terkejutnya kakek saat memegang ikan mas terdengar suara layaknya manusia. Suara itu berasal dari mulut ikan mas. Ternyata ikan mas hasil tangkapan kakek bisa berbicara. Ikan mas minta tolong kepada kakek untuk dilepas kembali ke laut. Sebagai imbalannya, ikan mas akan memenuhi segala permintaan kakek. Akibat rasa kaget, tanpa berpikir panjang kakek langsung melepas ikan mas kembali ke laut tanpa mengajukan permintaan apa pun.
Kakek pulang dengan tangan hampa karena seharian kakek tidak mendapatkan ikan. Tak pelak nenek yang sudah menunggu lama di rumah marah. Nenek bingung karena tidak ada yang bisa dimakan hari itu. Untuk menenangkan hati istrinya, kakek menceritakan pertemuannya dengan ikan mas ajaib yang bisa berbicara layaknya manusia dan berjanji mau memenuhi segala permintaannya. Mendengar cerita kakek, nenek tambah marah karena kakek tidak meminta apa pun dari ikan mas. Padahal hidup mereka serba kekurangan, bak cucian lapuk, dan hanya tinggal di gubuk reot.
Nenek menyuruh kakek kembali ke laut dan mengajukan permintaan kepada ikan mas. Nenek menginginkan bak cucian yang baru. Akhirnya, kakek kembali ke laut dan meminta bak cucian baru kepada ikan mas. Sungguh ajaib, dalam waktu sekejap sudah ada bak cuci baru di depan rumah. Keajaiban itu, ternyata tidak membuat nenek bersyukur. Sebaliknya, nenek semakin serakah. Nenek menyuruh kakek kembali ke laut untuk mengubah gubuk reotnya menjadi rumah baru tanpa ada

kayu lapuknya.Kakek pun menuruti keinginan nenek. Kembalilah kakek ke laut menemui ikan mas dan menyampaikan keinginan istrinya. Lagi- lagi terjadi keajaiban, sepulang dari laut rumah kakek sudah berubah menjadi rumah baru tanpa ada kayu lapuknya.
Sang nenek masih saja tidak puas dengan rumah barunya.Banyak permintaan yang nenek inginkan. Mulai dari istana, menjadi penguasa provinsi atau gubernur, dan menjadi ratu. Semua sudah kakek sampaikan kepada ikan mas dan terkabulkan. Dasar manusia serakah, ingin yang lebih dan lebih. Akhirnya, nenek menyuruh kakek minta kepada ikan mas agar nenek menjadi dewi laut dan ikan mas menjadi pelayannya. Mendengar permintaan tersebut, ikan mas tidak menjawab apa pun dan langsung kembali berenang ke laut.
Ketika kakek pulang ke rumahnya, tidak dilihat lagi istana dan pelayan-pelayan istrinya. Hanya gubuk reot dengan beberapa kayu lapuknya yang kakek lihat. Sementara nenek tampak duduk melamun memandangi bak cucian yang lapuk seperti sedia kala. Penyesalan atas keserakahan nenek pun tiada guna.

Sumber: http://dongengceritarakyat.com/dongeng-legenda-hewan-ikan-mas-pengabulpermintaan/

 

1. Mengapa cerita ‘Nelayan dan Ikan Mas’ disebut sebagai cerita fiksi?

2. Siapa sajakah tokoh-tokoh yang ada dalam cerita ‘Nelayan dan Ikan Mas’?

3. Bagaimanakah sifat dari tokoh-tokoh dalam cerita ‘Nelayan dan Ikan Mas’?

4. Hikmah apa yang bisa kamu petik dari cerita ‘Nelayan dan Ikan Mas’?

5. Sikap apakah yang harus kita hindari agar kita bisa bersyukur atas nikmat Tuhan Yang Maha Esa?

Berdasarkan cerita ‘Nelayan dan Ikan Mas’, dapat kamu pahami adanya tokoh dan peran tokoh. Dalam cerita fiksi, tokoh memegang peranan penting. Tokoh akan membuat suatu cerita lebih hidup dan menarik seolah-olah terjadi di alam nyata.

Tokoh adalah orang yang menggambarkan suatu peristiwa dalam sebuah cerita yang diperankan. Para tokoh dalam cerita memiliki peranan masing- masing yang berbeda satu tokoh dengan tokoh lainnya. Mari kita mengingat kembali mengenai tokoh dalam teks fiksi.

Pada dasarnya, tokoh dibedakan menjadi dua yaitu tokoh utama dan tokoh pembantu. Pada pembelajaran-pembelajaran sebelumnya kamu sudah mengenal berbagai tokoh dalam cerita. Mari, kita mengingat kembali.

1. Tokoh utama
Tokoh utama adalah tokoh yang memiliki peranan penting dalam suatu cerita. Tokoh utama paling banyak diceritakan, baik sebagai pelaku kejadian maupun yang dikenai kejadian.Bahkan dalam novel-novel tertentu, tokoh utama senantiasa hadir dalam setiap kejadian dan dapat ditemui dalam tiap halaman novel yang bersangkutan.
2. Tokoh Pembantu
Tokoh pembantu adalah tokoh yang memiliki peranan tidak penting dalam cerita. Kehadiran tokoh pembantu sekadar menunjang tokoh utama.

Tokoh juga dapat dibedakan berdasarkan peran tokoh dalam sebuah cerita yaitu tokoh protagonis dan antagonis. Mengapa dikatakan tokoh protagonis dan antagonis?

1. Tokoh Protagonis
Tokoh protagonis adalah tokoh yang memiliki watak baik sehingga disenangi dan dikagumi pembaca.
Protagonis adalah pelaku yang memiliki watak yang baik sehingga disenangi pembaca.
2. Tokoh Antagonis
Tokoh antagonis adalah tokoh yang tidak disenangi pembaca karena perannya tidak sesuai yang didambakan pembaca. Tokoh antagonis ini menjadi penyebab timbulnya konflik dan ketegangan yang dialami oleh tokoh protagonis. Antagonis adalah pelaku yang tidak disenangi pembaca yang tidak sesuai dengan apa yang didambakan oleh pembaca.

Berdasarkan penjelasan tentang tokoh dan jenisnya, diskusikan bersama dua orang temanmu tokoh utama dan tokoh pembantu dalam cerita ‘Nelayan dan Ikan Mas’. Selanjutnya berdasarkan peranannya, tuliskan tokoh protagonis dan tokoh antagonis dalam cerita ‘Nelayan dan Ikan Mas’.

Peran tokoh dalam sebuah cerita sebenarnya menggambarkan peran manusia dalam kehidupan nyata. Dalam kehidupan nyata manusia mempunyai katakter berbeda-beda. Ada yang berkarakter baik dan ada yang berkarakter tidak baik. Ada yang menyenangkan dan ada tidak menyenangkan. Semua itu merupakan keberagaman karakteristik individu.

Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat plural atau majemuk. Artinya, masyarakat Indonesia terdiri atas beragam karakteristik yang berbeda antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lainnya. Apa sebenarnya karakteristik itu? Apa saja jenis karakteristik masyarakat Indonesia?
Karakteristik adalah karakter dan gaya hidup seseorang serta nilai- nilai yang berkembang secara teratur sehingga tingkah laku menjadi lebih konsisten dan mudah diperhatikan. Karakteristik juga berarti ciri atau karakter secara alamiah yang melekat pada diri seseorang. Jadi, karakteristik individu adalah ciri atau karakter yang melekat pada diri individu. Karakteristik individu dalam masyarakat Indonesia beragam jenisnya di antaranya meliputi fisik, jenis kegemaran, pekerjaan, rasa, suku, pengetahuan, serta agama atau kepercayaan.

Keberagaman karakteristik masyarakat Indonesia bukan penghambat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Keberagaman karakteristik masyarakat Indonesia juga bukan sumber timbulnya konflik atau masalah. Sebaliknya, keberagaman karakteristik masyarakat Indonesia merupakan kekayaan khazanah budaya bangsa yang dapat memperkukuh persatuan dan kesatuan Indonesia. Bagaimanakah cara kita menghadapi karakteriksik masyarakat Indonesia?

Kita sebagai warga Negara Indonesia hendaknya saling menghormati perbedaan karakteristik antarmasyarakat. Banyak manfaat atas keberagaman karakteristik masyarakat Indonesia.Beberapa manfaat yang dimaksud sebagai berikut.
1. Dapat belajar saling menghargai karakter setiap individu.
2. Belajar bersosialisasi.
3. Belajar toleransi dan dewasa.
4. Saling melengkapi sesama individu.
5. Hidup rukun dalam masyarakat.

Kamu telah memahami berbagai jenis karakteristik individu dalam masyarakat. Teman-teman di sekolahmu tentu juga memiliki karakteristik sendiri-sendiri. Bagaimanakah sikap kamu dalam menghadapi berbagai karakteristik teman di sekolahmu? Manfaat apa yang kamu peroleh dengan adanya karakteristik antarteman di sekolah? Diskusikan bersama dua orang temanmu. Tuliskan dalam bentuk tabel seperti contoh berikut.

  • Jenis Perbedaan Karakter,
  • Sikap Menghadapi Perbedaan Karakteristik Antarteman,
  • Manfaat yang Diperoleh.

Pekerjaan merupakan salah satu jenis karakteristik individu dalam masyarakat. Misalnya, petani merupakan pekerjaan mayoritas bangsa Indonesia sebagai negara agraris. Nelayan adalah pekerjaan yang ditekuni oleh masyarakat di daerah pantai. Adapun di daerah pegunungan sebagian

Pekerjaan merupakan salah satu jenis karakteristik individu dalam masyarakat. Misalnya, petani merupakan pekerjaan mayoritas bangsa Indonesia sebagai negara agraris. Nelayan adalah pekerjaan yang ditekuni oleh masyarakat di daerah pantai. Adapun di daerah pegunungan sebagian warganya menggarap perkebunan. Banyak ragam pekerjaan dalam masyarakat. Pekerjaan yang ditekuni masyarakat sesuai dengan kondisi lingkungan alam sekitar.

Sebagian besar penduduk Indonesia bertani sesuai kondisi Indoneisa sebagai negara agraris.

Pekerjaan merupakan salah satu bentuk kegiatan ekonomi. Ingatkah kamu yang dimaksud kegiatan ekonomi? Kegiatan ekonomi adalah semua kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada dasarnya manusia bekerja bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Jadi jelaslah bahwa pekerjaan merupakan salah satu bentuk kegiatan ekonomi.
Pada dasarnya, pekerjaan dibedakan menjadi dua sebagai berikut.
1. Pekerjaan yang Menghasilkan Barang
Pekerjaan yang menghasilkan barang adalah pekerjaan yang menghasilkan suatu barang yang bisa dipergunakan oleh seseorang. Contohnya petani (menghasilkan padi dan jagung), nelayan (menghasilkan ikan), peternak (menghasilkan daging, susu, dan woll), penjual kue, dan pengrajin.
2. Pekerjaan yang Menghasilkan Jasa
Pekerjaan yang menghasilkan jasa adalah pekerjaan yang hasilnya bukan berupa barang, tetapi hasil pekerjaannya dapat dinikmati dan dirasakan orang lain. Contohnya guru, dokter, perawat, tukang potong rambut, polisi, tentara, dan seniman. Jenis pekerjaan jasa ini dibutuhkan masyarakat luas, terutama di bidang pendidikan, pelayanan kesehatan, layanan transportasi, ketertiban dan keamanan, serta pariwisata. Oleh karena itu, pekerjaan yang menghasilkan jasa ini sering disebut sebagai pekerjaan yang berkaitan dengan sosial budaya.

Kamu telah memahami jenis-jenis pekerjaan, baik pekerjaan yang menghasilkan barang maupun pekerjaan yang menghasilkan jasa. Sekarang lakukan pengamatan terhadap lingkungan tempat tinggalmu. Tuliskan jenis- jenis pekerjaan yang ditekuni masyarakat tempat tinggalmu. Kelompokkan jenis-jenis pekerjaan tersebut dalam dua kelompok yaitu pekerjaan yang menghasilkan barang dan pekerjaan yang menghasilkan jasa atau pekerjaan yang berhubungan dengan sosial budaya. Tuliskan hasil pekerjaanmu dalam bentuk kolom seperti berikut dan kumpulkan kepada Bapak/Ibu Guru untuk dinilai.

Yang menghasilkan jasa : Dokter, polisi, guru, dosen, tentara, bidan, perawat, mentor, kepala sekolah, presiden, pelawak, penari.

Jenis-jenis Usaha Bidang Ekonomi :
Jenis-jenis usaha perekonomian yang ada di masyarakat Indonesia beraneka ragam, di antaranya adalah pertanian, perdagangan, perikanan, peternakan, industri kerajinan, dan jasa.
a. Pertanian
Hasil usaha pertanian adalah usaha yang menghasilkan bahan pangan. Di antaranya padi, jagung, kacang, kedelai, sagu, umbi-umbian, buah-buahan, dan sayur-sayuran. Tanaman ini mempunyai umur pendek (dapat dipanen tiga sampai enam bulan). Hasil pertanian yang berumur panjang adalah hasil perkebunan seperti kelapa sawit, kopi, cokelat, teh, dan sebagainya. Indonesia disebut sebagai negara agraris karena sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani.
Usaha pertanian banyak terdapat di daerah pedesaan dan pegunungan. Orang yang bekerja dalam bidang pertanian atau orang yang mengolah tanah dan bercocok tanam disebut petani. Petani dibedakan menurut jenis usahanya yang meliputi sebagai berikut.
1) Petani sawah : mengolah sawah.
2) Petani ladang : mengolah lahan kering.
3) Petani perkebunan : mengolah lahan luas untuk tanaman perkebunan.
4) Petani tambak : mengolah lahan untuk tambak.

b. Perdagangan
Perdagangan adalah kegiatan usaha yang menyalurkan barang produksi dari produsen ke konsumen. Pedagang menjual barang ke konsumen. Pedagang disebut sebagai perantara. Jenis usaha perdagangan, di antaranya pedagang bahan makanan, pedagang sandang, pedagang perhiasan, pedagang hewan dan lain-lain.
Menurut tempat usahanya, pedagang dibedakan menjadi sebagai berikut:
1). Pedagang tetap, yaitu pedagang yang memiliki tempat yang tetap, misalnya berdagang di pasar, ruko (rumah toko), toko, warung atau mal/supermaket.
2) Pedagang asongan, yaitu pedagang yang tidak menetap dan berdagang dengan cara berkeliling.
3) Pedagang kaki lima, yaitu pedagang yang tidak menetap dan berpindah-pindah tempatnya. Contohnya, pedagang di pinggir jalan raya atau trotoar.

c. Perikanan
Perikanan adalah kegiatan usaha dalam budaya ikan. Budaya ikan adalah kegiatan mengembangbiakkan ikan. Nelayan adalah orang yang mencari ikan di laut. Indonesia memiliki wilayah perairan yang lebih luas daripada daratannya. Penduduk yang tinggal di sekitar pantai lebih banyak yang menjadi nelayan.

d. Peternakan
Peternakan adalah kegiatan usaha dengan cara memelihara hewan dan mengambil hasilnya dengan cara dijual ke konsumen. Peternak adalah orang yang pekerjaannya memelihara hewan. Jenis-jenis usaha.
peternakan dibedakan menjadi sebagai berikut.
1) Peternak hewan besar : memelihara sapi, kerbau, kuda, babi
2) Peternak hewan kecil : memelihara biri-biri, Kambing, kelinci.
3) Peternak ikan : memelihara ikan lele, ikan mas, mujair, dan gurame.
4) Peternak unggas : memelihara puyuh, ayam, itik, dan burung.

e.Industri kerajinan
Industri adalah kegiatan usaha bahan baku menjadi Bahan jadi. Kerajinan adalah kegiatan membuat peralatan dari bahan seadanya. Industri lebih mengacu pada kegiatan usaha yang berskala besar (dalam jumlah besar). Kerajinan adalah usaha dalam jumlah kecil. Pengrajin adalah orang yang pekerjaannya membuat kerajinan. Barang kerajinan biasanya pengerjaannya secara perorangan (bukan perusahaan).
Contoh industri, antara lain pembuatan sapu, jaket, pakaian, tas, industry elektronik, dan otomotif (mesin mobil). Industri yang berskala besar memiliki tenaga kerja yang banyak dan biasanya disebut perusahaan.
Contoh kerajinan, antara lain kerajinan perak (perhiasan), peralatan dapur/rumah tangga, kerajinan gerabah (tanah liat), dan kerajinan aksesoris, tas, tikar, dan sebagainya.

f.Jasa :
Jasa adalah kegiatan usaha dalam bentuk pelayanan terhadap konsumen. Contoh usaha jasa adalah perusahaan angkutan, perusahaan asuransi, pengacara, dokter, bank, bengkel, warung internet, warung telekomunikasi (wartel), dan rental computer.

Keberagaman karakteristik individu dalam masyarakat mempunyai peranan penting bagi kehidupan bersama. Manusia sebagai makhluk sosial selalu membutuhkan orang lain. Tidak ada seorang pun yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sendirian. Coba renungkan hal berikut. Bagaimana jika dalam kehidupan masyarakat tidak ada petani? Apakah kita bisa memenuhi kebutuhan pangan secara terjangkau?

1. Bagaimana seharusnya kamu menyikapi keberagaman karakteristik individu dalam masyarakat terutama dalam hal pekerjaan warga masyarakat?

2. Apakah kamu bangga dengan keberagaman pekerjaan di lingkungan tempat tinggalmu? Mengapa demikian?

Apa pekerjaan orang tuamu? Apa cita-cita pekerjaanmu kelak? Tentu ada keberagaman pekerjaan dalam keluargamu bukan? Kamu hendaknya bisa bekerja sama dengan orang tuamu terkait dengan keberagaman pekerjaan dalam keluargamu. Bagaimanakah cara yang dapat kamu lakukan sebagai bentuk pencerminan sikap bekerja sama dengan orang tua atas perbedaan pekerjaanmu dan orang tuamu? Diskusikan dengan anggota keluargamu, lalu tuliskan pendapat kamu dan keluargamu dalam kolom berikut.

 

SD Kelas 4 Tema 8.3.2 – Daerah Tempat Tinggalku – Sub.Tema 3 – Bangga Terhadap Daerah Tempat Tinggalku

SD Kelas 4 Tema 8.3.2 – Daerah Tempat Tinggalku – Sub.Tema 3 – Bangga Terhadap Daerah Tempat Tinggalku

Pembelajaran 2.

Aku bangga sekali dengan daerah tempat tinggal keluarga besarku Yogyakarta. Di Yogyakarta ada kampung yang terkenal dengan kerajinan gerabah. Kampung itu dinamakan Kasongan. Kasongan terletak di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Gerabah merupakan satu di antara karya tiga dimensi. Selain gerabah, benda-benda ukiran juga merupakan karya tiga dimensi. Apakah kamu dapat menyebutkan karya tiga dimensi lainnya? Dapatkah kamu menggambar benda tiga dimensi?
Ayo, kita belajar bersama-sama.

Amatilah gambar benda-benda berikut.

Gambar : Patung 2 orang , teko dan cangkir, kendi, kursi, tempat nasi, vas bunga, patung ikan.

Benda-benda pada gambar di atas merupakan gambar benda tiga dimensi. Apakah yang dimaksud benda tiga dimensi? Tuliskan pendapatmu mengenai pengertian benda tiga dimensi pada kolom berikut.

Gambar adalah karya seni rupa dua dimensi. Karya seni rupa dua dimensi merupakan karya seni rupa yang memiliki ukuran panjang dan lebar. objek gambar adalah benda-benda tiga dimensi. Benda tiga dimensi adalah karya seni rupa yang memiliki volume panjang, lebar, dan tinggi, serta memiliki volume. Unsur volume inilah yang menjadi pembeda antara benda dua dimensi dan benda tiga dimensi. Benda tiga dimensi misalnya benda hias dan benda pakai digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Contohnya guci, vas bunga, meja, kursi, lemari, dan lampu hias.
Berdasarkan pengertian karya seni tiga dimensi di atas, dapat kamu pahami adanya ciri-ciri tiga dimensi sebagai berikut.
1. Mempunyai panjang, lebar, dan tinggi.
2. Dapat dinikmati keindahannya dari sudut pandang mana pun.
3. Memiliki volume.
Ditinjau dari jenis bendanya, ada tiga jenis benda yang biasa dituangkan dalam gambar tiga dimensi. Tiga jenis benda yang dimaksud sebagai berikut.
1. Benda Kubistis
Benda kubistis adalah benda-benda yang berbentuk menyerupai bangunan kubus atau balok. Contohnya kotak pensil, kotak tisu, meja, kursi, lemari, bak sampah, dan kulkas.
2. Benda Silindris
Benda silindris adalah benda-benda yang berbentuk menyerupai silinder (elips). Contohnya botol, gelas, piring, mangkuk, teko, dan guci.
3. Benda Bebas adalah benda-benda yang bentuknya tidak beraturan. Contohnya buah-buahan, pepohonan, batu-batuan, dan benda alam lainnya.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut, supaya kamu lebih memahami karya benda tiga dimensi.

1. Bagaimana ciri-ciri benda berbentuk tiga dimensi.

2. Apa saja jenis-jenis benda karya tiga dimensi?

3. Apa saja contoh lain benda tiga dimensi yang dapat ditemukan dalam lingkungan kehidupan sehari-hari?

4. Bagaimanakah teknik dasar menggambar benda tiga dimensi?

Kamu telah memahami jenis-jenis benda yang bisa kamu tuangkan dalam gambar tiga dimensi. Sekarang perhatikan gambar benda tiga dimensi berikut. Kelompokkan gambar-gambar yang ada berdasarkan jenisnya. Tuliskan dalam buku tugasmu ada berapa jenis benda dalam kelompok benda kubistis, kelompok benda silindris, dan kelompok benda bebas? Presentasikan di depan kelas secara bergantian.

Jenis benda tiga dimensi banyak bentuknya. Kamu bisa menemukan benda- benda tiga dimensi di lingkungan tempat tinggalmu. Adakah pengrajin atau penjual gerabah di tempat tinggalmu? Lakukan kegiatan berikut.

Bentuklah kelompok terdiri atas lima anak. Lakukan kunjungan secara kelompok ke tempat pengrajin atau penjual gerabah di lingkungan tempat tinggalmu. Amati gerabah yang dijual atau dibuat pengrajin. Tuliskan nama gerabah yang termasuk jenis benda yang biasa dituangkan dalam gambar tiga dimensi. Tuliskan sesuai tiga kelompok jenis benda tiga dimensi!

Teko merupakan benda tiga dimensi. Melihat teko, mengingatkan kita pada cerita “Aladin dan Lampu Ajaib”. Cerita Aladin dan Lampu Ajaib merupakan contoh cerita fiksi. Tahukah kamu cerita Aladin dan Lampu Ajaib? Coba, cari tahu mengenai cerita Aladin dan Lampu Ajaib.

1. Coba cari tahu mengenai cerita fiksi Aladin dan Lampu Ajaib dengan cara bertanya pada orang tua, kakak, guru, atau siapapun yang kamu anggap tahu. Kamu juga bisa mencari tahu melalui berbagai media. Jika kamu akan membuka internet, mintalah pendampingan dari orang tuamu atau orang dewasa.
2. Tuliskan kembali dengan singkat cerita Aladin dan Lampu Ajaib. Tuliskan juga tokoh-tokoh dan sifatnya. Tuliskan dalam kotak berikut.

Benda tiga dimensi berupa teko dapat dibuat dengan cara dibentuk dari tanah liat. karena pengaruh gaya saat membentuk, maka tanah liat yang tadinya tidak berbentuk menjadi bentuk teko. Masih ingatkah kamu dengan pelajaran 1 yang membahas tentang hubungan gaya dan gerak? Dapatkah kamu menemukan hubungan gaya dan gerak pada peristiwa di lingkungan tempat tinggal? Amatilah gambar peristiwa berikut.

Cerita Lampu Ajaib Aladin.

Aladin adalah seorang laki-laki yang berasal dari Negara Persia. Dia tinggal berdua dengan ibunya. Mereka hidup dalam kesederhanaan. Hingga pada suatu hari ada seorang laki-laki yang datang kerumah Aladin. Laki-laki itu berkata kalau dia adalah saudara laki-laki almarhum bapaknya yang sudah lama merantau ke Negara tetangga. Aladin dan ibunya sangat senang sekali, karena ternyata mereka masih memiliki saudara.

“Malang sekali nasibmu saudaraku”, kata laki-laki itu kepada aladin dan ibunya. “Yang penting kita masih bisa makan, paman”, jawab Aladin. Karena merasa prihatin dengan keadaan saudaranya tersebut, maka laki-laki itu bermaksud untuk mengajak Aladin ke luar kota. Dengan seijin ibunya,lalu Aladin mengikuti pamannya pergi ke luar kota.

Perjalanan yang mereka tempuh sangat jauh sekali, dan pamannya tidak mengijinkan Aladin untuk beristirahat. Saat Aladin meminta pamannya untuk berhenti sejenak, pamannya langsung memarahinya. Hingga akhirnya mereka sampai di suatu tempat di tengah hutan. Aladin lalu diperintahkan pamannya untuk mencari kayu bakar. “Nanti ya paman, Aladin mau istirahat dulu”, kata Aladin. Pamannya sangat marah setelah mendengar jawaban Aladin tersebut. “Berangkatlah sekarang, atau kusihir engkau menjadi katak”, teriak pamannya. Melihat pamannya sangat marah,lalu Aladin bergegas berangkat mencari kayu.

Setelah mendapatkan kayu, pamannya lalu membuat api dan mengucapkan mantera. Aladin sangat terkejut sekali, karena setelah pamannya membacakan mantera, tiba-tiba tanah menjadi retak dan membentuk lubang. Aladin mulai bertanya pada dirinya sendiri, “Apakah dia benar pamanku? Atau dia hanya seorang penyihir yang ingin memanfaatkan aku saja?”

“Aladin, turunlah kamu kelubang itu. Ambilkan aku lampu antic di dasar gua itu”, suruh pamannya. “Aku takut paman”, kata Aladin. Pamannya lalu memberikan cincin kepada Aladin. “Pakailah ini, cincin ini akan melindungimu”, kata pamannya. Kemudian Aladin mulai turun kebawah.
Setelah sampai di bawah, Aladin sangat takjub dengan apa yang dia lihat. Di dasar gua tersebut Aladin menemukan pohon yang berbuahkan permata dan banyak sekali perhiasan. “Cepat kau bawa lampu antiknya padaku, Aladin. Jangan perdulikan yang lain”, teriak pamannya dari atas.

Aladin lalu mengambil lampu antik itu, dan mulaimemanjat ke atas. Tetapi setelah hampir sampai di atas, Aladin melihat pintu gua sudah tertutup dan hanya terbuka sedikit. Aladinmulai berpikir kalau pamannya akan menjebaknya. “Cepat Aladin, lemparkan saja lampunya”, teriak pamannya. “Tidak, aku tidak akan memberikan lampu ini, sebelum aku sampai di atas”, jawab Aladin.

Setelah berdebat, paman Aladin menjadi tidak sabar dan akhirnya “Brak!” pintu lubang ditutup, dan pamannya meninggalkan Aladin terkurung di dalam lubang bawah tanah. Aladin menjadi sedih, dan duduk termenung. Kini dia tau kalau sebenarnya laki-laki tersebut bukanlah pamannya, dan dia hanya diperalat oleh laki-laki itu. Aladin lalubmencari segala cara supaya dapat keluar dari gua, tetapi usahanya selalu sia-sia. “Aku sangat lapar, dan ingin bertemu ibuku, ya Tuhan, tolonglah hambamu ini !”, ucap Aladin.

Sambil berdoa, Aladin mengusap-usap lampu antik dan berpikir kenapa laki-laki penyihir itu ingin sekali memiliki lampu itu. Setelah digosok-gosok, tiba-tiba di sekelilingnya menjadi merah dan asap membumbung. Bersamaan dengan itu muncul seorang raksasa. Aladin sangat ketakutan. “Maafkan saya, karena telah mengagetkan Tuan”, saya adalah Jin penunggu lampu. Apa perintah tuan padaku?”, kata raksasa “Oh, kalau begitu bawalah aku pulang kerumah.” “Baik Tuan, naiklah kepunggungku, kita akan segera pergi dari sini”, kata Jin lampu. Dalam waktu singkat, Aladin sudah sampai di depan rumahnya. “Kalau tuan memerlukan saya, panggillah saya dengan menggosok lampu itu”.

Aladin menceritakan semua hal yang di alaminya kepada ibunya. “Mengapa penyihir itu menginginkan lampu kotor ini ya ?”, kata Ibu Aladin. “Ini adalah lampu ajaib Bu!”, jawab Aladin. Karena ibunya tidak percaya, maka Aladin lalu menggosok lampu itu. Dan setelah Jin lampu keluar, Aladin meminta untuk disiapkan makanan yang enak-enak. Taklama kemudian ibunya terkejur,karena hidangan yang sangat lezat sudah tersedia di depan mata.

Demikian hari, bulan, tahunpun berganti, Aladin hidup bahagia dengan ibunya. Aladin sekarang sudah menjadi seorang pemuda. Suatu hari lewat seorang Putri Raja di depan rumahnya. Ia sangat terpesona dan merasa jatuh cinta kepada Putri Cantik itu.

Aladin lalu menceritakan keinginannya kepada ibunya untuk memperistri putri raja. “Tenang Aladin, Ibu akan mengusahakannya”. Ibu pergi ke istana raja dengan membawa permata-permata kepunyaan Aladin. “Baginda, ini adalah hadiah untuk Baginda dari anak laki-lakiku.” Raja amat senang. “Wah…, anakmu pasti seorang pangeran yang tampan, besok aku akan datang ke Istana kalian dengan membawa serta putriku”. Setelah tiba di rumah Ibu segera menggosok lampu dan meminta Jin lampu untuk membawakan sebuah istana. Aladin dan ibunya menunggu di atas bukit. Tak lama kemudian jin lampu datang dengan Istana megah di punggungnya. “Tuan, ini Istananya”. Esok hari sang Raja dan putrinya datang berkunjung ke Istana Aladin yang sangat megah. “Maukah engkau menjadikan anakku sebagai istrimu ?”, Tanya sang Raja. Aladin sangat gembira mendengarnya. Lalu mereka berdua melaksanakan pesta pernikahan.

Tidak disangka, ternyata si penyihir ternyata melihat semua kejadian itu melalui bola kristalnya. Ia lalu pergi ke tempat Aladin dan pura-pura menjadi seorang penjual lampu di depan Istana Aladin. Ia berteriak-teriak, “tukarkan lampu lama anda dengan lampu baru !”. Sang permaisuri yang melihat lampu ajaib Aladin yang usang segera keluar dan menukarkannya dengan lampu baru. Segera si penyihir menggosok lampu itu dan memerintahkan jin lampu memboyong istana beserta isinya dan istri Aladin ke rumahnya.

Ketika Aladin pulang dari berkeliling, ia sangat terkejut karena istananya hilang. Aladin lalu teringat dengan cincin pemberian laki-laki penyihir. Digosoknya cincin tersebut, dan keluarlah Jin cincin. Aladin bertanya kepada Jin cincin tentang apa yang sudah terjadi dengan istananya. Jin Cincin kemudian menceritakan semuanya kepada Aladin. “Kalau begitu tolong bawakan istana dan istriku kembali lagi kepadaku”, seru Aladin. “Maaf Tuan, kekuatan saya tidaklah sebesar Jin lampu,” kata Jin cincin. “Kalau begitu, Tolong Antarkan aku ke tempat penyihir itu. Aku akan ambil sendiri”, seru Aladin. Sesampainya di Istana, Aladin menyelinap masuk mencari kamar tempat sang Putri dikurung. Putri lalu bilang kalau penyihir itu sedang tidur karena kebanyakan minum Bir. Setelah mengetahui kalau penyihir itu tidur, maka Aladin menyelinap ke dalam kamar laki-laki penyihir tersebut.

Setelah berhasil masuk dalam kamar, Aladin lalu mengambil lampu ajaibnya yang penyihir dan segera menggosoknya. “Singkirkan penjahat ini”, seru Aladin kepada Jin lampu. Penyihir terbangun, lalu menyerang Aladin. Tetapi Jin lampu langsung membanting penyihir itu dan melemparkan ke luar istana. “Terima kasih Jin lampu, bawalah kami dan Istana ini kembali ke tempatnya semula”. Sesampainya di Persia Aladin hidup bahagia. Ia mempergunakan sihir dari peri lampu untuk membantu orang-orang miskin dan kesusahan.

Dongeng “Aladin dan lampu ajaib” ini diceritakan kembali oleh kak Ghulam Pramudiana

 

Amatilah gambar peristiwa anak bermain ketapel, paman menimba dengan ember, dan pengrasin membuat gerabah berikut.

1. Anak bermain ketapel
Bermain ketapel dilakukan dengan menarik karet dan melepaskan karetnya. berhati-hatilah saat bermain ketapel. Jangan diarahkan kepada teman.

2. Paman menimba dengan ember
Paman menimba dengan menarik tali timba.

3. Pengrajin membuat gerabah
Gerabah dibuat dari tanah liat. Tanah dibentuk oleh pengrajin menjadi berbagai bentuk.

Bagaimana hubungan gerak dan gaya kaitannya dengan peristiwa di atas? Coba tuliskan dalam kotak-kotak berikut.

Hubungan gaya dan gerak pada peristiwa menimba adalah : gaya otot tangan menggerakan karet pengerek timba, mengangkat air di dalam timba ke permukaan.

Hubungan gaya dan gerak pada peristiwa bermain ketapel adalah : gaya otot tangan menarik pegas karet, kemudian ketika di lepaskan , gaya pegas melontarkan batu atau beban lainnya.

Hubungan gaya dan gerak pada peristiwa membuat gerabah adalah : gaya otot kaki atau tangan menggerakan alat pemutar pembuat gerabah, gaya otot tangan membentuk tanah liat sehingga akhirnya membentuk gerabah tersebut.

Untuk membuktikan adanya hubungan antara gaya dan gerak, praktikkan permainan ketapel. Bawalah ketapel dari rumah atau Bapak/Ibu Guru akan menyiapkan ketapel. Praktikkan bermain ketapel. Berhati-hatilah, jangan mengarahkan ketapel kepada teman atau oranglain. Buktikan adanya hubungan antara gaya dan gerak. Bapak/Ibu Guru akan memberikan penjelasan kepadamu.

Apa yang sudah kamu pelajari hari ini? Apakah kamu merasa senang dengan kegiatan yang kamu lakukan hari ini? Apakah kamu kesulitan dalam mengikuti kegiatan dalam pembelajaran hari ini? Coba renungkan! Tuliskan hasil renunganmu dalam kotak berikut.

Coba amati peristiwa yang berhubungan dengan gaya dan gerak di lingkungan tempat tinggalmu bersama orang tua atau kakakmu. Tuliskah peristiwa yang kamu amati. Tuliskan juga hubungan gaya dan gerak pada peristiwa itu. Tuliskan pada kolom berikut.

 

SD Kelas 4 Tema 8.3.1 – Daerah Tempat Tinggalku – Sub.Tema 3 – Bangga Terhadap Daerah Tempat Tinggalku

SD Kelas 4 Tema 8.3.1 – Daerah Tempat Tinggalku – Sub.Tema 3 – Bangga Terhadap Daerah Tempat Tinggalku

Pembelajaran 1.

Siti dan Lani bermain sepeda di taman dekat tempat tinggal mereka. Siti dan Lani bersyukur karena tempat tinggal mereka dekat dengan taman. Mereka bangga dengan lingkungan taman. Taman bersih terbebas dari sampah. Saat bermain sepeda, Siti memboncengkan Lani. Tiba-tiba ban sepeda Siti bocor. Lani pun turun dari boncengan sepeda. Mereka akan membawa sepeda ke bengkel. Siti menuntun sepeda dan Lani mendorong sepeda dari belakang. Sepeda pun bisa bergerak maju. Itulah contoh hubungan gaya dan gerak benda. Bagaimana contoh hubungan gaya dan benda yang lainnya?

Siti dan Lani mencari bengkel sepeda untuk menambal ban sepeda. Siti merasa lapar. Tiba-tiba terdengar suara, ting, ting, ting. Di seberang jalan terlihat penjual bakso dorong lewat. Penjual bakso mendorong gerobaknya dan sesekali berhenti untuk membunyikan mangkok sebagai tanda bahwa ada bakso. Siti dan Lani sepakat untuk makan bakso dahulu. Mereka memanggil penjual bakso.

Selesai melayani pesanan bakso Siti dan Lani, tukang bakso melanjutkan perjalanannya. Siti dan Lani memperhatikan gerobak bergerak maju karena dorongan tukang bakso. Begitu juga dengan sepeda, sepeda bergerak maju karena dituntun, didorong, dan dikayuh. Mendorong dan mengayuh merupakan gaya yang dapat menyebabkan gerobak dan sepeda bergerak. Berikut lebih lanjut pengetahuan tentang gaya dan gerak.

Masih ingatkah kamu dengan pembelajaran di sub tema 1 dan sub tema 2 yang membahas tentang gaya dan gerak? Untuk melakukan gaya kamu perlu tenaga. Bagimana hubungan gaya dan gerak dalam kehidupan sehari-hari? Dalam kehidupan sehari-hari banyak peristiwa yang menunjukkan bahwa ada hubungan antara gaya dan gerak. Berikut beberapa contoh hubungan gaya dan gerak.

 

1. Gaya memengaruhi benda diam menjadi bergerak.

Membuka dan menutup pintu.
kegiatan  di atas menunjukkan peristiwa pintu terbuka dan pintu menutup. Dengan adanya gaya berupa dorongan dan tarikan pintu bergerak membuka dan menutup.

 

2. Gaya memengaruhi benda bergerak menjadi diam.

Bus melaju kemudian berhenti, peristiwa itu  menunjukkan peristiwa bus dari melaju kemudian berhenti. Pada peristiwa itu pak sopir melakukan gaya dengan menginjak rem bus. Dengan gaya yang dilakukan pak sopir bus menjadi lambat, lalu berhenti.

 

3. Gaya memengaruhi perubahan bentuk benda.

Membentuk berbagai bentuk dari plastin.  Kegiatan ini menunjukkan peristiwa perubahan bentuk plastisin. Pada peristiwa itu anak bermain plastisin dengan melakukan gaya membentuk berbagai bentuk dari plastisin. Dengan gaya yang dilakukan maka plastisin menjadi berubah bentuk. Anak bermain plastisin dengan melakukan gaya membentuk berbagai bentuk dari plastisin. Dengan gaya yang dilakukan maka plastisin menjadi berubah bentuk.

 

4. Gaya memengaruhi perubahan arah gerak benda.

Melambungkan bola ke atas, lalu memukul bola ke depan. Kegiatan itu menunjukkan peristiwa perubahan arah gerak bola karena gaya yang diberikan pada bola. Pada peristiwa itu bola dilambungkan ke atas sehingga bola bergerak ke atas. Kemudian, bola di pukul ke depan sehingga bola bergerak ke arah depan.

Amatilah peristiwa di lingkunganmu yang berkaitan dengan hubungan antara gaya dan gerak. Tuliskan hasil pengamatanmu pada kotak berikut. Hasil Pengamatan berupa hubungan gaya dan gerak sesuai peristiwa.

 

Siti dan Lani sampai di bengkel sepeda. Sambil menunggu pekerja bengkel menambal ban sepeda, Siti dan Lani bercerita. Saat Siti asyik bercerita, tiba- tiba Lani berteriak sambil menunjuk ke atas. “Ada angsa terbang, cantik, ya” kata Lani. Siti menjadi teringat bahwa ia pernah membaca cerita fiksi tentang Angsa dan Telur Mas. Berikut cerita yang pernah di baca Siti.

 

Cerita Angsa dan Telur Mas Aesop.

Alkisah, ada seorang petani sederhana memiliki seekor angsa. Angsa yang dimiliki petani bukan sekadar angsa biasa, melainkan angsa yang cantik dan istimewa. Keistimewaannya adalah angsa milik petani menghasilkan telur emas. Petani senang memiliki angsa istimewa itu, karena setiap pagi petani bisa mengambil telur emas di kandang. Petani membawa telur emas dari angsa miliknya ke pasar. Petani menjual telur emas dengan harga tinggi. Dalam waktu singkat petani berubah menjadi kaya.
Kekayaan ternyata tidak membuat petani lebih bersyukur dan tetap rendah hati. Sebaliknya, kekayaan membuat petani serakah. Petani menginginkan angsa bisa menghasilkan telur emas lebih banyak lagi dalam waktu singkat. Petani tidak sabar ingin cepat menjadi orang yang kaya raya. Ketidaksabaran petani terhadap Angsa miliknya muncul karena Angsa hanya memberikan sebuah telur setiap hari. Petani merasa dia tidak akan cepat menjadi kaya dengan cara begitu.

Setiap hari sepulang dari pasar, petani menghitung uangnya. Suatu hari, setelah menghitung uangnya, sebuah gagasan muncul di kepala petani. Petani berpikir bahwa ia akan mendapatkan semua telur emas dalam diri Angsa sekaligus dengan cara memotong Angsa. Gagasan petani pun dilaksanakan. Betapa kaget dan sedihnya petani ketika tidak menemukan satu telur pun dalam perut angsa. Angsa istimewanya terlanjur mati dipotong. Hanya penyesalan yang bisa petani rasakan saat ini. Keinginan petani menjadi kaya raya semakin jauh dari angan-angannya.

Sumber: http://www.ceritakecil.com/cerita-dan-dongeng/Angsa-dan-Telur-Emas-54.

 

Dari cerita di atas kita dapat mengambil hikmah atau pembelajaran. Kita sebagai manusia harus mensyukuri yang sudah dimiliki. Jangan serakah hanya karena ingin cepat kaya, sesungguhnya Tuhan sudah mengatur rezeki manusia. “Barang siapa yang telah memiliki sesuatu dengan berlimpah, tetapi serakah dan menginginkan yang lebih lagi, akan kehilangan semua yang dimilikinya”.
Berdasarkan bacaan cerita “Angsa dan Telur Mas” di atas, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!

1. Apa inti dari teks cerita di atas?
2. Siapakah tokoh utama dalam cerita di atas?
3. Bagaimanakah sikap yang dimiliki tokoh utama?
4. Bagaimanakah seharusnya sikap tokoh utama atas nikmat yang sudah ia peroleh?
5. Apa yang akan kamu lakukan jika menjadi tokoh utama dalam cerita tersebut?

Pada dasarnya, cerita fiksi adalah cerita rekaan. Isi cerita fiksi dibuat berdasarkan hasil olahan imajinasi atau daya pikir pengarangnya secara artistik dan intens. Cerita fiksi diwarnai oleh kultur, pengalaman batin, filosofi, religiusitas, dan latar belakang pengarang lainnya. Selain itu, cerita fiksi diolah berdasarkan pandangan, tafsiran, kecerdikan, wawasan, dan penilaian pengarang terhadap berbagai peristiwa, baik peristiwa nyata maupun peristiwa hasil rekaan semata.

Banyak cerita fiksi yang dapat kamu baca di perpustakaan sekolah atau di toko-toko buku. Buatlah kelompok terdiri atas lima anak. Kemudian, setiap anak mencari lima judul cerita fiksi, baik di perpustakaan sekolah, di toko-toko buku, maupun dari internet. Mintalah pendampingan kakak atau orang tua pada saat mengakses internet. Cerita yang diperoleh setiap siswa, hendaknya dibaca oleh 4 anak anggota kelompok. Setelah kelima anak membaca cerita yang diperoleh, berdiskusilah mengenai inti cerita. Kemudian, tuliskan hasil diskusi pada kotak tabel berikut.

1. Judul Cerita : Angsa dan Petani Serakah , Tokoh : Petani ; Sifat : Serakah; Inti Cerita : Cerita tentang seorang petani yang memiliki  angsa istimewa. Angsa bertelur emas. Petani ingin angsanya banyak
bertelur supaya ia cepat kaya.

Ban sepeda siti selesai ditambal. Siti dan Lani lega. Karena hari sudah sore, Siti dan Lani pulang. Siti mengayuh sepeda sementara Lani membonceng di belakang. Siti mengayuh sepeda dengan santai, tidak tergesa-gesa ataupun lambat sehingga laju sepeda Siti pun sedang.

Kamu telah mempelajari hubungan gaya dan gerak. Apakah gaya dan gerak benda penting bagi kehidupanmu? Coba kamu renungkan dan beri alasan atas hasil renunganmu. Tuliskan hasil renungan beserta alasannya dalam bentuk kolom seperti berikut.

Kerja sama dengan orang tua :
Gaya sangat kamu butuhkan pada saat kamu akan memindahkan barang- barang berat di rumahmu, misalnya lemari, meja belajar, tempat tidur, dan barang-barang lainnya. Gaya yang sangat kamu butuhkan pada saat akan memindahkan barang-barang berat di rumah antara lain gerak otot menarik dan mendorong. Tuliskan tiga gaya yang sering kamu gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Apa yang dihasilkan dari gaya yang kamu lakukan. Bekerja samalah dengan anggota keluargamu untuk mengerjakan tugas ini. Tuliskan hasilnya pada kotak berikut.

 

SD Kelas 4 Tema 8.2.6 – Daerah Tempat Tinggalku – Sub.Tema 2 – Keunikan Daerah Tempat Tinggalku

SD Kelas 4 Tema 8.2. – Daerah Tempat Tinggalku – Sub.Tema 2 – Keunikan Daerah Tempat Tinggalku.

Pembelajaran 6.

Gambar di atas menunjukkan peta daerah Papua. Apa keunikan daerah Papua menurutmu? Tuliskan pada tempat di bawah ini.

Papua memiliki banyak keunikan dan daya tarik tersendiri. Gunung Jaya Wijaya yang terkenal dengan puncaknya tertutup salju terletak di Papua. Selain Gunung Jaya Wijaya, Papua juga memiliki banyak tempat wisata alam yang dapat memanjakan mata wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Tidak hanya itu, Papua memiliki jenis fauna yang terkenal yaitu burung cenderawasih.

Asal Usul Burung Cendrawasih.

Di suatu daerah di Papua tinggal seorang anak laki-laki bernama Kweiya. Kweiya tinggal bersama ibu dan adik-adik tirinya. Adik-adik tiri Kweiya tidak menyukai Kweiya. Mereka menjebak Kweiya sehingga dia tersesat di hutan.

Kweiya yang tersesat di hutan mencoba untuk bertahan hidup. Dia membangun rumah kayu sederhana dan berburu. Kulit binatang hasil buruannya dia pintal menjadi benang. Kweiya berencana untuk membuat sayap dari benang pintalannya.
Setelah Kweiya pergi, ibunya sangat sedih. Adik-adik Kweiya berbohong bahwa Kweiya pergi karena tidak mau tinggal bersama mereka lagi. Ibu Kweiya tidak percaya. Ibu Kweiya berusaha mencari tahu kebenarannya. Adik bungsu Kweiya yang jujur memberitahu ibu kebenarannya. ”Bu, kak Kweiya tidak meninggalkan kita. Dia dijebak oleh kakak-kakak sehingga tersesat di hutan.” Jelas adik bungsu Kweiya.
”Benarkah yang kau katakan itu anakku? Kalau begitu ibu harus mencari Kweiya,” sahut ibu Kweiya.
Ibu Kweiya segera pergi ke hutan. Dia berjalan tanpa kenal lelah sambut terus memanggil-manggil Kweiya sekuat tenaga. Tidak ada sahutan. Sampai akhirnya ibu Kweiya melihat seekor burung muncul dari pepohonan. Eee… eee… eee…. Begitu suara burung yang muncul di hadapan ibu Kweiya. Ibu Kweiya terkejut, ternyata burung itu adalah Kweiya yang menyelipkan pintalan benang di bawah lengannya. Kweiya telah berubah wujud menjadi seekor burung yang indah.
Ibu Kweiya mengikuti Kweiya dan mengambil sejumput pintalan benang. Ibu Kweiya menyelipkan pintalan benang di bawah lengannya seperti yang telah dilakukan Kweiya. Dalam sekejap, ibu Kweiya berubah menjadi seekor burung. Dia segera terbang bersama Kweiya. Adik-adik tiri Kweiya ternyata menyaksikan ibunya dan Kweiya yang telah berubah menjadi burung. Mereka menyesali perbuatan jahatnya. Namun, penyesalan itu telah terlambat. Kweiya dan ibunya telah berubah menjadi burung yang kini dikenal sebaga burung Cenderawasih.

Disadur dari: Dian. K, 100 Cerita Rakyat Nusantara, Jakarta: Bhuana Ilmu Populer, 2016.

Apalagi yang menjadikan Papua daerah unik? Ya, Papua memiliki kesenian yang terkenal di seluruh daerah di Indonesia berupa tarian dan lagu daerah yaitu ada tari Perang dan ada lagu Apuse.

Lagu Apuse di atas dapat digunakan untuk mengiringi gerak-gerak tari kreasi. Ayo mencoba melakukan gerak tari dengan iringan lagu Apuse.

Lihat Buku halaman 115.

Gerak 1a : Kepala menengok ke kanan bersamaan dengan kaki kanan melangkah ke samping kanan. kedua pergelangan tangan di tekuk ke atas.

Gerak 1b : Kepala menengok ke kiri bersamaan dengan kaki kiri merapat di samping kaki kanan. kedua pergelangan tangan ditekuk ke atas.

 

Dilakukan sampai membentuk lingkaran. Syair lagu: Wuf lenso baninema bakibase

 

Gerak 3a : Kedua telapak tangan ditepukkan ke samping kanan dan kiri paha.

Gerak 3b : Tangan kanan diluruskan ke depan, tangan kiri diluruskan ke belakang.
Badan dan pandangan ke arah samping kiri.

Kedua telapak tangan ditepukkan ke samping kanan dan kiri paha.

Tangan kiri diluruskan ke depan, tangan kanan diluruskan ke belakang. Badan dan pandangan ke arah samping kanan.

Syair lagu : Apuse kokondao Yarabe Sorendoreri

Berjalan Berputar ke kiri : dilakukan sampai membentuk lingkaran. Syair lagu : Wuf lenso baninema bakipase.

Berjalan berputar ke kanan secara lambat. Dilakukan sampai membentuk lingkaran. Syair lagu : Arafabye aswara.

 

 

 

 

SD Kelas 4 Tema 8.2.5 – Daerah Tempat Tinggalku – Sub.Tema 2 – Keunikan Daerah Tempat Tinggalku

SD Kelas 4 Tema 8.2. – Daerah Tempat Tinggalku – Sub.Tema 2 – Keunikan Daerah Tempat Tinggalku.

Pembelajaran 5.

Siswa siswi di kelasku berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Masing-masing daerah memiliki keunikan tersendiri.

Siswa siswi kelas IV akan mengadakan pertunjukan seni bersama. Mereka berdiskusi untuk menentukan pertunjukan yang akan ditampilkan. Siswa siswi kelas IV berasal dari daerah yang berbeda-beda. Setiap daerah memiliki keunikan tersendiri.
Salah satu keunikan suatu daerah terdapat pada tariannya. Setiap daerah memiliki tarian daerah berbeda. Ragam gerak tari dari berbagai daerah juga berbeda-beda. Masing-masing daerah memiliki ciri khas pada gerak tari. Sebagai contoh ciri-ciri gerak tari yang terdapat pada gerak tari Bali dan gerak tari Sumatra. Apa saja ciri-ciri gerak tari Bali dan Sumatra? Mari, simak penjelasan Dayu dan Beni berikut.

Dayu berasal dari Bali. Dayu menjelaskan mengenai ciri-ciri gerak tari Bali. Amatilah gambar berikut.

Tari Bali memiliki ciri-ciri khusus. Apa saja ciri-cirinya?

Ciri-ciri gerak tari Bali
a. Gerakan pada umumnya dilakukan secara lincah, enerjik, dinamis, dan cepat.
b. Tidak hanya kepala, tangan, dan kaki yang digerakkan, mata juga digerakkan.

Seperti Bali, Sumatra juga memiliki ciri-ciri khusus dalam gerak tari. Apa saja ciri khusus gerak tari dari
Sumatra?

Beni berasal dari Sumatra. Beni menjelaskan mengenai ciri-ciri gerak tari Sumatra. Amatilah gambar berikut.

Ciri-ciri gerak tari Sumatra
a. Pada umumnya dilakukan secara lincah dan gesit.
b. Gerak tari lebih menekankan pada gerakan-gerakan kaki.
c. Gerak lengan, tangan, jari, leher, dan kepala tidak beragam dan tidak rumit.

Keunikan gerak tari yang disampaikan Dayu dan Beni di atas adalah keunikan gerak tari daerah secara umum. Bagaimana keunikan gerak tari suatu daerah secara khusus? Salah satu contoh tari dari Sumatra yaitu tari Seudati dari Aceh. Bagaimana keunikan gerak tari Seudati dari Aceh? Mari, simak penjelasan berikut.
Seudati adalah tari kelompok yang berasal dari Aceh. Pertunjukan tari Seudati tidak menggunakan iringan berupa alat musik. Iringan tari Seudati berupa nyanyian yang dilantunkan dua orang.

Tarian tradisional Aceh satu ini menggambarkan keteguhan,
semangat, serta jiwa kepahlawanan seorang pria. Namanya adalah Tari Seudati.

Tari Seudati sangat dinamis. Langkah maju, mundur, ke samping kiri dan ke samping kanan, serta lari dengan angkatan kaki tinggi pada tari Seudati dilakukan secara cepat. Hal ini membuat tari Seudati sangat menarik. Tepukan dada yang menimbulkan suara keras dan dalam, serta jentikan jari bersuara lembut para penarinya membuat tari Seudati menjadi lebih menarik.
Kamu telah mengetahui keunikan gerak tari Seudati dari Aceh. Bagaimana dengan daerahmu?

Tari Barongan Sebagai penolak marabahaya yang ditimbulkan letusan Gunung Kelud. Selain Kethek Ogleng, masyarakat Blitar juga mengenal Tari Barongan sebagai kesenian pertunjukan yang lain. Pada dasarnya.Tari Barongan hampir sama den­gan yang ada pada kesenian Jaranan atau Kuda Lumping yang lain. Bedanya, jika dalam Jaranan tarian yang ada didominasi oleh penari yang membawa kuda- kudaan dari anyaman bambu, pada Barongan justru tarian ini yang paling mendominasi jalannya tarian secara keseluruhan. Barongan berasal dari Bahasa Jawa yang secara harfiah artinya hutan bambu, tarian ini disebut Barongan karena topeng yang digunakan pemain san­gat besar sehingga seperti hutan bambu berjalan. Bentuknya yang seperti hutan bambu ditambah permainannya yang sarat unsur mistik dipercaya masyarakat mampu menjadi pagar sehingga dapat menolak marabahaya yang ditimbulkan letusan Gunung Kelud.

Untuk tujuan ini, biasanya pertunjukan den­gan tari-tarian pembuka atau di tengah tarian, Mbah Warok, selaku pimpinan sekaligus tikoh spiritual kelompok penari mengajak para pemain dan penonton yang hadir untuk berdoa kepadaTuhan YME agar terhindarkan dari bahaya letu­san Gunung Kelud. Bagi masyarakat Blitar, Kediri,Tulungagung dan sekitarnya, sudah lazim dikenal bahwa Barongan selain berfungsi sebagai tarian pertunjukan untuk menghibur masyarakat juga dapat digu­nakan sebagai media spiritu­al guna memohon kepada TuhanYME agar terkabul segala hajat dan keinginan seperti menolak maraba­haya.

Tarian dari Jawa Timur :

  • Tari Reog Ponorogo.  Tari Reog berasal dari Ponorogo, Jawa Timur.
  • Tari Gandrung Banyuwangi.
  • Tari Wayang Topeng.
  • Tari Jaranan Buto.
  • Tari Remo.
  • Tari Glipang.
  • Tari Beskalan.

Lani dan teman-teman memiliki kegemaran berbeda. Ada anak gemar menyanyi. Ada anak gemar menari. Ada juga anak dengan kegemaran lain. Mereka bekerja sama untuk mengadakan pertunjukan seni bersama. Bagaimana denganmu dan teman-teman sekolahmu? Apa kegemaranmu dan teman-teman sekolahmu?

Setelah kamu mengetahui kegemaranmu dan teman-temanmu, lakukan diskusi untuk menjawab pertanyaan berikut.
1. Apa manfaat kegemaranmu bagi dirimu sendiri?
2. Apakah kegemaran temanmu memberi manfaat untukmu dan lingkungan sekitarmu? Jika ada manfaatnya, sebutkan manfaatnya?
3. Apakah kegemaranmu mengganggu orang lain? Bagaimana supaya kegemaranmu tidak mengganggu orang lain?
Tuliskan hasil diskusimu dalam kotak berikut. Kemukakan hasil diskusimu di depan guru dan teman-temanmu.

Siswa kelas IV sepakat untuk menampilkan berbagai gerak tari yang dirangkai menjadi tari kreasi. Mereka akan menggabungkan dengan iringan tari lagu Apuse. Lagu Apuse merupakan lagu daerah Papua. Lagu Apuse dinyanyikan dengan penuh semangat. Tahukah kamu, bahwa sikap semangat merupakan gambaran dari kehidupan rakyat Papua. Semangat saudara kita yang ada di Papua di antaranya dapat dilihat saat mereka berburu dan berperang melawan hal yang tidak baik.
Ada cerita rakyat Papua yang menggambarkan semangat perlawanan membela kebaikan. Bagaimana ceritanya? Mari, kita baca bersama.

 

Caadara.

Panglima Wire adalah panglima perang dari Desa Kramuderu yang gagah berani. Panglima Wire mempunyai seorang putra bernama Caadara. Caadara kecil memiliki bakat dalam ilmu bela diri dan ketangkasan. Panglima Wire melatih Caadara dengan harapan Caadara dapat menggantikannya kelak.
Caadara tumbuh menjadi pemuda tangkas dalam ilmu bela diri dan berburu. Panglima Wire ingin menguji kemampuan anaknya. Dia merasa sudah saatnya Caadara menjadi panglima perang menggantikan Panglima Wire. Panglima Wire mengutus Caadara untuk pergi berburu selama beberapa hari. Dia meminta Caadara membawa binatang hasil buruannya sebagai tanda bahwa Caadara telah menguasai semua ilmu yang diajarkan oleh Panglima Wire.

Caadara mematuhi perintah Panglima Wire. Dia segera berangkat ke hutan bersama beberapa temannya. Perjalanan mereka melewati hutan yang lebat dan bukit yang terjal. Setelah menempuh perjalanan berat, Caadara dan teman-temannya berhasil memperoleh binatang- binatang buruan. Mereka melanjutkan perjalan untuk pulang.

Saat perjalanan pulang, Caadara dan teman-temannya bertemu anjing pemburu. Anjing pemburu adalah penanda adanya sekelompok orang asing yang bisa mencelakai mereka. Caadara dan teman- temannya segera menyusun rencana, mereka bersembunyi sambil menyiapkan seluruh senjata yang mereka punya. Tidak lama berselang, terdengar pekikan tanda permusuhan. Ternyata benar, pekikan itu berasal dari suku Kuala yang mengajak berperang.

Caadara memerintahkan teman-temannya pergi ke bukit yang tinggi dan membentuk benteng pertahanan. Tetapi peperangan tidak terelakkan lagi. Caadara dan teman-temannya berperang dengan suku Kuala. Pekikan mengerikan di sela suara senjata-senjata yang beradu tidak henti-hentinya terdengar. Namun, Caadara tidak gentar. Dia berhasil mengalahkan pasukan suku Kuala. Berkat petunjuk Caadara, teman-temannya pun berhasil mengalahkan musuh.

”Kamu hebat Caadara. Kamu pantas menjadi panglima perang kami.” Kata teman Caadara.
”Kami akan mengusulkan kepada Panglima Wire untuk mengangkatmu menjadi panglima perang yang baru.” Sahut seorang teman Caadara lainnya.
”Jujur saja aku tidak mengincar jabatan, teman-teman. Aku hanya ingin melakukan yang terbaik untuk desa kita.” Kata Caadara rendah hati.
Caadara dan teman-temannya kembali ke Desa Kramuderu dengan selamat. Cerita tentang keberhasilan mereka mengalahkan suku Kuala segera terdengar oleh Panglima Wire. Panglima Wire sangat bangga kepada Caadara. Dia meminta Caadara menyusun siasat perang untuk berjaga-jaga jika suatu saat suku Kuala kembali menyerang mereka.
Caadara segera menyusun siasat perang. Siasat perang ini dinamakan Caadara Ura. Siasat perang Caadara Ura meliputi cara melempar senjata, menyerbu lawan, mempertahankan diri, dan seni bela diri jarak dekat. Caadara pun menggantikan ayahnya sebagai panglima perang Desa Kramuderu.

Disadur dari: Dian. K, 100 Cerita Rakyat Nusantara, Jakarta: Bhuana Ilmu Populer, 2016.

1. Tuliskan ringkasan cerita di atas pada kotak berikut.
2. Sebutkan tokoh-tokoh yang terdapat dalam cerita berjudul ”Caadara” di atas!
3. Menurutmu, apakah Caadara merupakan tokoh utama dalam cerita di atas? Jelaskan!
4. Sebutkan tokoh protagonis dalam cerita berjudul ”Caadara” di atas!
5. Apa yang dimaksud dengan tokoh antagonis? Menurutmu, siapa saja tokoh antagonis dalam cerita berjudul ”Caadara” di atas!

 

 

SD Kelas 4 Tema 8.2.4 – Daerah Tempat Tinggalku – Sub.Tema 2 – Keunikan Daerah Tempat Tinggalku

SD Kelas 4 Tema 8.2. – Daerah Tempat Tinggalku – Sub.Tema 2 – Keunikan Daerah Tempat Tinggalku.

Pembelajaran 4.

Tahukah kamu daerah dengan julukan kota 1000 industri?
Daerah dengan julukan kota 1000 industri adalah Kota Tangerang di Provinsi Banten. Apa Keunikan dari Kota tangerang? Mari, kita cari tahu.

Tangerang merupakan kota unik dilihat dari kegiatan ekonominya. Kegiatan ekonomi masyarakat di antaranya dapat dilihat dari hadirnya pasar tradisional yang terletak di jalan Kisamun pusat Kota Tangerang hingga berdirinya banyak pabrik di Tangerang.

Tangerang dijuluki kota 1000 industri karena merupakan pusat industri di Pulau Jawa yang berdiri lebih dari 1000 pabrik. Banyak perusahan-perusahaan internasional yang memiliki pabrik di kota ini. Selain keunikan di kegiatan ekonomi, Tangerang memiliki keunikan dari bangunan-bangunan lama yang masih berdiri sampai sekarang. Ayo, lakukan kegiatan berikut.

Kota Tangerang adalah sebuah kota yang terletak di Tatar Pasundan Provinsi Banten, Indonesia. Kota ini terletak tepat di sebelah barat ibu kota negara Indonesia, Jakarta. Kota Tangerang berbatasan dengan Kabupaten Tangerang di sebelah utara dan barat, Kota Tangerang Selatan di sebelah selatan, serta Daerah Khusus Ibukota Jakarta di sebelah timur. Tangerang merupakan kota terbesar di Provinsi Banten serta ketiga terbesar di kawasan Jabodetabek setelah Jakarta dan Bekasi di provinsi Jawa Barat.

Tempat-Tempat Bersejarah Di Kota Tangerang memang sangat banyak sekali, antara lain:
1. Reruntuhan Benteng.
Kota Tangerang sering disebut dengan sebagai Kota Benteng. Ceritanya berawal dari zaman VOC yang telah membangun sebuah benteng pertahanan di dekat Sungai Cisadane yang digunakan sebagai pertahanan Bupati Tangerang I (Aria Soetidilaga I) diri dari serangan Kesultanan Banten. Akan tetapi Benteng ini sejak tahun 1812 sudah tidak ada yang merawat lagi. Demikian laporan “Superintendant of Publik Building and Work” tertanggal 6 Maret 1816. Kini, di kawasan bekas benteng, didiami oleh kebanyakan keturunan etnis Tionghoa.

2. Pasar Lama Tangerang.
Pasar Lama Tangerang adalah salah satu ikon sejarah Kota Tangerang berada dekat Sungai Cisadane ini. Pasar ini ialah pasar tradisional tertua dan merupakan cikal bakal Kota dari keberadaan kota Tangerang. Tempat ini dipenuhi oleh etnis Tionghoa yang merupakan tempat bersejarah etnis Tionghoa di Tangerang.

3. Kelenteng Boen Tek Bio.
Kelenteng Boen Tek Bio TangerangKelenteng Boen Tek Bio berada di area Pasar Lama. Kelenteng Boen Tek Bio adalah kelenteng tertua di Tangerang yang berusia 300 tahun. Kelenteng ini mengalami renovasi sekali, yaitu pada tahun 1844. Klenteng ini merupakan salah satu dari ketiga kelenteng besar yang sudah tua di Tangerang. Dua kelenteng lainnya yaitu Boen Hay Bio dan Boen San Bio.

4. Vihara Padumuttara.
Tempet ibadah umat Budha ini berada di belakang kelenteng Boen Tek Bio. Vihara ini begitu besar dan selalu bersih. Anda bisa merasakan kesejukan udaranya ketika berada di dalam vihara.

5. Masjid Jami Kali Pasir
Masjid Jami Kali Pasir (masjid tua) ini lokasinya berdekatan dengan Kelenteng Boen Tek. Masjid dengan nuansa hijau putih tersebut sudah mengalami banyak perubahan, hanya dua sisi bangunan yang masih utuh dipertahankan hingga sekarang, yaitu empat tiang di dalam masjid, dan kubah kecil bermotif China yang berada di atas masjid. Bangunan masjid ini bernuansa Tionghoa, luas areanya mencapai 16×18 meter persegi ini berada di tengah pemukiman padat penduduk.

6. Museum Benteng Heritage.
Bangunan yang berada di tengah Pasar Lama ini, memiliki dua tingkat. Lantai satu dijadikan restoran, tempat gathering, penjualan suvenir, dan sebagainya. Sedangkan di lantai kedua dijadikan tempat koleksi museum. Museum ini adalah milik pribadi yaitu Udaya Halim adalah restorasi dari bangunan tua berarsitektur tradisional Tionghoa yang dibangun sekitar abad ke-17. Museum ini dijuluki Pearl of Tangerang banyak mendapatkan penghargaan. Yang pertama dalam ajang Federation Internationals des Administrateurs de Bien-Conselis Immobiliers (FIABCI) Indonesia, yang manjadi juara pertama untuk kategori Heritage pada tahun 2012. Sedangkan pada tahun 2013 di tingkat internasional yaitu FIABCI Prix d’excellent Award, museum ini memperoleh juara kedua.
7. Taman Makam Pahlawan Seribu dan Monumen Lengkong
Taman Makam Pahlawan Seribu dan Monumen Lengkong ini berada di BSD Serpong. Dinamakan seribu karena dulu kala terjadi pertempuran yang melibatkan ribuan orang dari laskar perlawanan rakyat Banten yang berasal dari daerah Tejo, Madja dan daerah sekitar Rangkas Bitung yang dipimpin oleh Kyai setempat. Sedangkan Monumen Lengkong di dedikasikan untuk mengenang peristiwa Lengkong pada waktu taruna Akedemi Militer Tangerang menyerbu dan merebut gudang senjata Belanda pimpinan Mayor Daan Mogot.

Bacalah teks fiksi mengenai Kota Tangerang. Kamu dapat memperoleh teks fiksi mengenai Kota Tangerang dari berbagai media. Mintalah pendampingan kepada guru, orang tua, atau orang dewasa jika kamu akan mengakses internet. Setelah kamu membaca teks fiksi mengenai kota Tangerang, tuliskan hal-hal berikut.

KOMPAS.com – Matahari baru saja menampakkan wajahnya yang bundar sempurna berwarna jingga pekat pagi itu. Seolah memberikan semangat pada saya yang hari itu akan melakukan sebuah perjalanan panjang menapaki sisa-sisa sejarah di kota tetangga, Tangerang.

Waktu baru menunjukkan pukul 05.50, tapi saya sudah sampai di Stasiun Cakung untuk melakukan perjalanan menuju ke Tangerangmenggunakan commuter line. Hari itu, Minggu (29/9/2013), saya dan komunitas Love Our Heritage (LOH) akan melakukan Jelajah Kota Tangerang selama sehari. Tak sabar rasanya bertemu mereka di Stasiun Tangerang nanti, tempat kami merencanakan pertemuan hari itu.

Sekitar pukul 06.00 kereta sudah datang. Artinya, saat itu pula perjalanan saya dimulai. Untuk sampai di Kota Tangerang saya harus melewati 17 stasiun dengan dua kali transit di Stasiun Manggarai dan Stasiun Duri. Senangnya melakukan perjalanan dengan commuter linedi hari Minggu, tidak banyak penumpang yang berjejalan di gerbong kereta. Bahkan gerbong kereta terasa amat lengang dan banyak tempat duduk yang masih kosong. Andai saja, kondisi ini bisa didapatkan setiap hari, pasti banyak masyarakat yang mau menggunakan moda transportasi umum ini.

Menempuh perjalanan selama dua jam lamanya, akhirnya saya menginjakkan kaki di kota Tangerang. Saat turun dari kereta saya langsung mencari teman-teman Komunitas LOH, tidak sabar rasanya menyusuri kekayaan sejarah kota Tangerang. Memang benar kata pepatah, kalau jodoh tak akan lari ke mana. Ternyata saya satu perjalanan dengan teman-teman LOH sejak dari Stasiun Duri, tapi sayangnya kami berada di gerbong yang berbeda.

Kemudian, kami pun berkumpul di peron untuk menunggu teman-teman lain yang masih dalam perjalanan menuju Tangerang. Sementara menunggu, kami dibagikan sinopsis perjalanan sebagai penduan wisata yang akan kami jalankan selama sehari.

Saatnya Memulai Perjalanan

Hari itu, kami akan menjelajahi kawasan Pasar Lama, Tangerang, dengan rute perjalanan Nasi Uduk Encim Sukaria, Sungai Cisadane, Kelenteng Boen Tek Bio, Masjid Jami Kalipasir, dan Museum Benteng Heritage. Untuk menjelajahi tempat-tempat tersebut, kami lakukan dengan berjalan kaki.

Suasana Pasar Lama, Tangerang, salah satu ikon sejarah Kota Tangerang yang berada dekat Sungai Cisadane. Pasar Lama Tangerang merupakan pasar tradisional tertua yang pernah ada dan merupakan cikal bakal Kota Tangerang.(KOMPAS.COM/TRI WAHYUNI)

Tapi, dari Stasiun Tangerang menuju Nasi Uduk Encim Sukaria, kami harus menggunakan angkutan umum karena jaraknya cukup jauh. Nasi Uduk Encim Sukaria merupakan salah satu kuliner terkenal di Tangerang yang terletak di jantung kota, yaitu di Jalan KH Soleh Ali. Sayangnya, kami belum bisa mencicipi lezatnya menu di sana karena warungnya tutup. Akhirnya kami pun sarapan di warung sekitar yang menawarkan soto mie, soto babat, soto daging, dan ada juga ketoprak.

Perut telah terisi, begitu juga dengan tenaga. Saatnya melanjutkan Jelajah Kota Tangerang. Tempat selanjutnya kami akan menuju Sungai Cisadane. Untuk bisa sampai ke Sungai Cisadane kami jalan kaki selama 10 menit.

Dalam perjalanan, Ferry, pemandu wisata dari Komunitas LOH, menjelaskan tentang sejarah Tangerang yang disebut sebagai Kota Benteng. Pada zaman penjajahan Belanda, dibangun benteng pertahanan di dekat Sungai Cisadane yang digunakan sebagai benteng pertahanan dari serangan Kesultanan Banten.

Itulah sebabnya mengapa warga yang tinggal di kawasan tersebut diberi julukan Cina Benteng. Selain berada di kawasan bekas benteng, kebanyakan warga di kawasan tersebut merupakan keturunan etnis Tionghoa yang menempati wilayah itu sejak lama.

Setelah melewati permukiman penduduk dan satu gang sempit, akhirnya kami pun sampai di tepi Sungai Cisadane. Sungai yang berhulu di Gunung Salak-Pangrango di sebelah selatan Kabupaten Tangerang ini, membentang kokoh membelah sebagian kota Tangerang.

Sungai Cisadane, yang berhulu di Gunung Salak-Pangrango di sebelah selatan Kabupaten Tangerang, membentang kokoh membelah sebagian kota Tangerang. Sejak dulu hingga kini Sungai Cisadane masih dijadikan sumber penghasila oleh warga setempat.(KOMPAS.COM/TRI WAHYUNI)

Dulu, Sungai Cisadane dimanfaatkan sebagai untuk pengairan dan bahan baku air minum PDAM setempat.  Kini, pemerintah setempat tampak serius menjaga kelestarian sungai dengan cara membersihkan sungai sebanyak tiga kali sebulan juga membangun ruang terbuka hijau di beberapa titik di bantaran sungai. Selain itu, Sungai Cisadanememiliki festival besar, yaitu Festival Perahu Naga atau Festival Pecun yang diselenggarakan tiap tahunnya.

Menyusuri Sudut Pasar Lama

Salah satu pusat sejarah Kota Tangerang yang masih menampakkan sisa-sisa masa lampau adalah kawasan Pasar Lama. Letaknya tidak jauh dari Sungai Cisadane. Pasar Lama Tangerang merupakan pasar tradisional tertua yang pernah ada dan merupakan cikal bakal Kota Tangerang.

Memasuki kawasan Pasar Lama, nuansa keberadaan etnis Tionghoa sangat terasa. Mulai dari bangunan rumah penduduk yang masih mempertahankan bentuk aslinya, sampai pada makanan yang dijual di sepanjang jalan. Sebagai tempat bernaung etnis Tionghoa, di kawasan ini terdapat Kelenteng Boen Tek Bio juga Museum Benteng Heritage yang merupakan sumber sejarah etnis Tionghoa di Tangerang.

Kelenteng Boen Tek Bio

Kelenteng Boen Tek Bio di Pasar Lama dikenal sebagai kelenteng tertua di Tangerang yang diperkirakan sudah berumur 300 tahun. Kelenteng yang hanya mengalami renovasi sekali pada tahun 1844 ini, merupakan salah satu dari ketiga kelenteng besar yang berpengaruh serta berusia tua di Tangerang. Dua kelenteng tua lainnya adalah Boen San Bio dan Boen Hay Bio yang berusia hampir sama.

Kelenteng Boen Tek Bio di Pasar Lama Tangerang dikenal sebagai kelenteng tertua di Kota Tangerang, Banten, yang berusia sekitar 300 tahun.(KOMPAS.COM/TRI WAHYUNI)

Memasuki kawasan kelenteng kami pun disambut dengan asap hio yang mengepul dari tempat peribadatan. Aromanya begitu khas. Saat itu, kelenteng memang dipenuhi warga Tionghoa yang sedang beribadah.

Di area belakang kelenteng Boen Tek Bio juga terdapat sebuah vihara yang bernama Vihara Padumuttara. Tempat peribadatan umat Buddha itu besar dan bersih. Anda bisa merasakan kesejukan ketika berada di dalam vihara.

Masjid Jami Kali Pasir

Tidak jauh dari Kelenteng Boen Tek Bio, terdapat tempat ibadah umat Islam yang juga merupakan bangunan tua, Masjid Jami Kali Pasir. Masjid dengan nuansa hijau putih tersebut sudah mengalami banyak perubahan dari kondisi awalnya. Hanya dua sisi bangunan yang masih utuh dipertahankan, yakni empat tiang di dalam masjid, dan kubah kecil bermotif China di atas masjid.

Masjid Jami Kali Pasir merupakan tua bernuansa Tionghoa yang terkenal di Tangerang. Masjid dengan luas 16×18 meter persegi ini berada di tengah pemukiman padat penduduk di kawasan Pasar Lama, Tangerang, Banten.(KOMPAS.COM/TRI WAHYUNI)

Saat ini posisi masjid terletak di tengah pemukiman penduduk yang begitu padat. Hal ini membuat masjid tidak mempunyai halaman. Itu pula yang menjadi salah satu alasan sulit untuk mengabadikan gambar utuh masjid ini.

Museum Benteng Heritage

Masih di kawasan Pasar Lama, kami kembali melanjutkan perjalanan. Tujuan kami berikutnya adalah Museum Benteng Heritage. Museum pribadi milik Udaya Halim ini merupakan hasil restorasi dari sebuah bangunan tua berarsitektur tradisional Tionghoa yang diduga dibangun pada sekitar abad ke-17. Bangunan ini juga merupakan bangunan tertua di Tangerang dengan unsur Tionghoa yang amat kental.

Bangunan yang berada di tengah Pasar Lama ini, memiliki dua tingkat. Lantai satu museum dijadikan sebagai restoran, tempat gathering, penjualan suvenir, dan sebagainya. Sedangkan di lantai dualah baru kita bisa menemukan berbagai barang antik koleksi museum. Museum ini menyimpan berbagai barang yang berkaitan dengan sejarah etnis Tionghoa di Indonesia serta berbagai artefak yang menjadi saksi bisu masa lalu.

Patung Buddha di Vihara Padumuttara yang terletak di belakang Kelenteng Boen Tek Bio kawasan Pasar Lama, Tangerang, Banten.(KOMPAS.COM/TRI WAHYUNI)

Museum yang mendapat julukan Pearl of Tangerang ini juga banyak mendapatkan penghargaan. Dalam ajang FIABCI (Federation Internationals des Administrateurs de Bien-Conselis Immobiliers) Indonesia, Museum Benteng Heritage mendapat juara pertama untuk kategori Heritage, mengalahkan Bank Indonesia, pada 2012 lalu. Tidak sampai di situ, di tingkat internasional FIABCI Prix d’excellent Award pun museum ini berhasil menyabet juara kedua dalam kategori yang sama tahun 2013.

Museum Benteng Heritage pun menjadi saksi perjalanan panjang kami membuka masa lalu kota Tangerang dalam Jelajah Kota Tangerangbersama Komunitas LOH. Tidak lupa momen bersejarah di tempat bersejarah juga harus diabadikan. Setelah berfoto di museum kami pun kembali pulang ke tempat masing-masing. Benar-benar perjalanan yang mengesankan…

Jemaah sedang menyalakan hio untuk beribadah di Kelenteng Boen Tek Bio, Pasar Lama, Tangerang, Banten.(KOMPAS.COM/TRI WAHYUNI)

 

1. Siapa saja yang bekerja di pabrik ban? Siapa saja yang bekerja di pabrik sepatu? Apakah ada pekerja yang sama pada kedua pabrik tersebut? Tuliskan pendapatmu pada kotak berikut.
2. Industri adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi. Barang hasil industri memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan. Adakah di sekitar tempat tinggalmu usaha berupa industri penghasil benda atau barang? Jika ada, sebutkan nama industri yang dijalankan. Siapa saja pekerjanya dan pekerjaannya. Tuliskan pada kotak berikut.
Di suatu tempat kerja seringkali kita jumpai banyak pekerja dengan berbagai spesialisasinya, sebagai contoh di rumah sakit. Di rumah sakit di antaranya ada dokter, perawat, ahli gisi, satpam, sopir, dan juru masak. Demikian juga di sekolah. Di sekolah di antaranya ada pekerja sebagai guru, petugas perpustakaan, satpam, dan tukang kebun, atau tukang bersih-bersih sekolah. Pekerja dan pekerjaan pada suatu tempat kerja tentu beragam. Bukan hanya pekerja dan pekerjaan, murid atau siswa pada suatu sekolah tentu juga beragam. Ada siswa yang suka berolah raga, ada siswa yang suka menari, ada siswa yang suka sains, ada siswa yang suka menggambar, ada anak yang suka membaca, dan masih banyak lagi. Setiap siswa juga mempunyai karakter yang berbeda. Ada anak yang pemalu, ada anak yang pendiam, ada anak yang berani, dan masih banyak lagi. keragaman siswa pada suatu sekolah hendaknya disikapi secara positif.

 

SD Kelas 4 Tema 8.2.3 – Daerah Tempat Tinggalku – Sub.Tema 2 – Keunikan Daerah Tempat Tinggalku

SD Kelas 4 Tema 8.2. – Daerah Tempat Tinggalku – Sub.Tema 2 – Keunikan Daerah Tempat Tinggalku.

Pembelajaran 3.

Hari itu, Dayu dan teman-teman berdiskusi mengenai berbagai pekerjaan sesuai lingkungan tempat tinggalnya. Mereka juga berdiskusi mengenai pekerjaan yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi. Dayu bercerita bahwa dia dan Ayahnya pernah berbincang dengan seorang bapak yang Pekerjaannya menjadi badut. Bapak itu bernama Pak Andi.Pak Andi bekerja di suatu mal dari pukul 15.00 sore sampai pukul 21.00 malam.

Pada Pagi hari, Pak Andi menjadi badut di sebuah tempat wisata berupa taman bermain yang letaknya tidak jauh dari mal. Sampai akhirnya, pembicaraan Dayu, Ayah Dayu, dan Pak Andi berlanjut dengan bertukar alamat. Ternyata, tempat tinggal Pak Andi tidak jauh dari mal yang Dayu kunjungi.

 

Buku di produksi di Pabrik, kemudian di jual di toko buku atau bursa buku (Distribusi), Buku di beli oleh siswa (Komsumsi).

 

Ingatkah kalian kegiatan tentang ekonomi? Kegiatan ekonomi terdiri atas produksi, distribusi, dan konsumsi. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.
1. Apakah yang dimaksud produksi dan produsen?  Produksi adalah proses untuk menghasilkan barang ; sedangkan produsen adalah orang yang membuat proses produksi tersebut.

2. Apakah yang dimaksud distribusi dan distributor? Distribusi atau proses menyampaikan barang produksi kepada pemakai, biasanya merupakan proses jual beli. Orang yang melakukan proses ini di sebut Distributor..

3. Apakah yang dimaksud konsumsi dan konsumen? Komsumsi adalah proses menggunakan barang hasil produksi dan telah di distributor. Orang  menggunakan hasil produksi ini disebut dengan konsumen.

4. Dalam memproduksi buku seorang produsen melibatkan banyak pekerja. Di antaranya ada penulis buku, ada yang menata isi buku, ada yang menggambar isi buku, ada yang mencetak, ada yang menjilid, ada yang menata buku dalam kardus, ada sopir yang mengantar ke toko-toko buku, dan lain sebagainya. Nah, pilih satu di antara pekerja yang ada pada produksi buku. Kemudian, cari tahu syarat menjadi pekerja sesuai pilihanmu dan tuliskan di tempat berikut.

Buku merupakan sumber ilmu. Sebagai pelajar tentu kita sangat membutuhkan buku untuk membuka cakrawala dunia. Berbicara mengenai pelajar, tahukah kamu kota dengan julukan Kota Pelajar? Kota dengan julukan Kota Pelajar adalah Yogyakarta.

Kota Yogyakarta memiliki banyak keunikan. Pada Pembelajaran 2 kamu sudah mengetahui keunikan Yogyakarta di antaranya dilihat dari tempat wisata, transportasi, dan adat istiadat berupa upacara adat. Tidak hanya itu, kota Yogyakarta juga memiliki keunikan di bidang pendidikan. Banyak sekolah dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi di Kota Yogyakarta. Oleh karena itu, banyak orang dari daerah lain bahkan dari mancanegara datang ke Yogyakarta untuk belajar. Tahukah kamu perguruan tinggi di Yogyakarta yang sangat terkenal? Perguruan tinggi itu adalah Universitas Gajah Mada yang disingkat UGM. Selain UGM, masih banyak lagi perguruan tinggi di Yogyakarta seperti Universitas Negri Yogyakarata, Universitas Ahmad Dahlan dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Oleh karena banyak perguruan tinggi di Yogyakarta maka banyak juga orang yang bekerja sebagai dosen atau guru.

Bagaimanakah karakteristik pelajar di kota Yogyakarta? Saat ini daerah Yogyakarta sudah dihuni banyak suku bangsa di Indonesia seperti suku Jawa, Sunda, Batak, serta etnis TiongHua. Oleh karena itu, karakteristik pelajar yang ada di Yogyakarta beragam. Di sekolah, setiap pelajar harus bisa menghormati keberagaman karakteristik di antaranya mau berteman dengan anak dari daerah lain tanpa memandang agama maupun sukunya. Begitu juga saat di lingkungan tempat tinggal, para pelajar dari berbagai daerah yang tinggal di satu lingkungan harus hidup rukun. Manusia harus hidup rukun di tengah- tengah perbedaan. Perbedaan adalah fitrah. Perbedaan merupakan sarana untuk saling mengenal. Sebagai contoh, pada saat di lingkungan tempat tinggal mengadakan kerja bakti membersihkan lingkungan, para pelajar dari berbagai daerah pun ikut serta dalam bekerja bakti.

Kamu di sekolah mempunyai banyak teman dengan keberagamannya. Ada teman dengan ciri fisik berbeda-beda. Ada teman berbeda agama. Ada juga teman dengan asal daerah tempat tempat tinggal berbeda. Bagaimana kamu menyikapi keberagaman karakteristik di sekolahmu? Tuliskan dalam kolom berikut.

Daerah tempat tinggal penduduk yogyakarta beragam. Ada daerah dataran tinggi, dataran rendah, pesisir, kota, dan desa. Di Yogyakarta juga banyak dijumpai sungai, di antaranya sungai Opak, sungai Code, sungai Kuning, sungai Progo, dan sungai Gajah Wong.
Ada cerita legenda di antara sungai yang disebutkan di atas. Sungai itu adalah sungai Gajah Wong. Penduduk Yogyakarta sering menyebut sungai dengan kali. Kali Gajah Wong adalah sebuah kali yang terletak di tengah-tengah kota kecamatan Kotagede. Panjang kali ini tidak lebih dari 20 kilometer. Pada Abad ke-17, kali ini merupakan kali yang kecil. Masyarakat di situ menyebutnya sebuah kalen, yang artinya kali kecil. Dan kebetulan airnyapun hanya gemercik mengalir sedikit sekali.

Kali Gajah Wong.

Hari itu, Ki Sapa Wira bersiul riang. Seperti biasa, ia akan memandikan gajah milik junjungannya, Sultan Agung, raja Kerajaan Mataram. Dengan hati-hati, Ki Sapa Wira menuntun gajah yang dinamai Kyai Dwipangga itu.
Mereka berjalan ke sungai yang terletak di dekat Keraton Mataram, dan mulailah ia memandikan gajah yang berasal dari negeri Siam itu.
“Nah, sekarang kau sudah bersih. Bulumu sudah mengkilat, sekarang ayo kembali ke kandangmu,” kata Ki Sapa Wira pada Kyai Dwipangga. Ki Sapa Wira memang memperlakukan Kyai Dwipangga seperti anaknya sendiri. Tak heran, Kyai Dwipangga amat patuh padanya.
Suatu hari, Ki Sapa Wira tak bisa memandikan Kyai Dwipangga. Ada bisul besar di ketiaknya, rasanya ngilu sekali. Badannya juga demam karena bisul itu. Ia meminta tolong pada adik iparnya, Ki Kerti Pejok, untuk menggantikannya memandikan Kyai Dwipangga. “Kerti, tolong aku ya. Aku benar-benar tak bisa bekerja hari ini,” kata Ki Sapa Wira.
“Tenang Kang, aku pasti akan membantumu. Tapi tolong beritahu, bagaimana caranya supaya gajah itu menurut padaku? Aku takut jika nanti ia malah marah dan menyerangku,” jawab Ki Kerti Pejok.

“Biasanya kalau ia mulai gelisah, pantatnya aku tepuk-tepuk, lalu aku tarik ekornya. Nanti ia akan kembali tenang dan berendam sendiri di sungai. Kau tinggal memandikannya,” jelas Ki Sapa Wira. Ki Kerti Pejok mengangguk-angguk tanda mengerti. Ia lalu berangkat ke sungai untuk memandikan Kyai Dwipangga.
Sepanjang perjalanan, Ki Kerti Pejok mengajak Kyai Dwipangga mengobrol. Ia juga membawa buah-buahan sebagai bekal dalam perjalanan. “Gajah gendut, kau mau makan kelapa?” tanyanya sambil melemparkan sebutir kelapa pada Kyai Dwipangga. Kyai Dwipangga menangkap kelapa itu dengan belalainya. Dengan mudah ia memecah kelapa itu dan memakannya.
“Sekarang kau sudah kenyang, kan? Ayo jalan lagi,” kata Ki Kerti Pejok sambil memukul pantat Kyai Dwipangga.
Sesampainya di sungai, Ki Kerti Pejok melaksanakan tugasnya dengan mudah. Digosoknya seluruh bagian tubuh Kyai Dwipangga sampai bersih dan berkilat. Setelah itu mereka pulang ke keraton Mataram. “Kang, hari ini aku sudah melaksanakan tugasku dengan baik. Apa besok Kakang masih memerlukan bantuanku?” tanya Ki Kerti Pejok pada Ki Sapa Wira.
“Jika kau tak keberatan, maukah kau memandikannya sekali lagi? Aku masih demam, sedangkan gajah itu harus dimandikan setiap hari,” jawab Ki Sapa Wira.
“Baik Kang, aku tidak keberatan. Toh gajah itu sangat penurut. Jadi, aku tak kesulitan saat memandikannya,” kata Ki Kerti Pejok.
“Terima kasih Kerti, lusa aku pasti sudah sembuh. Kau akan bebas dari tugas ini,” kata Ki Sapa Wira.
Keesokan harinya, Ki Kerti Pejok menjemput Kyai Dwipangga. Pagi itu hujan turun rintik-rintik, tapi sepertinya tak akan bertambah deras. Di sungai, Ki Kerti Pejok bimbang karena dilihatnya air sungai sedang surut.
“Wah, airnya dangkal sekali. Mana bisa gajah ini berendam? Aku sendiri saja tak bisa, apalagi gajah yang besar?” pikirnya dalam hati.
“Gajah gendut, kita cari sungai yang lain saja. Sungai ini dangkal, kau tak akan bisa berendam di sini.”

Ki Kerti Pejok menuntun Kyai Dwipangga ke hilir sungai. Di situ air tampaknya tinggi dan aliran juga cukup deras. “Nah, di sini sepertinya lebih asyik. Ayo, sana masuk, berendamlah. Aku akan menggosok punggungmu dengan daun kelapa ini,” kata Ki Kerti Pejok sambil memukul pantat Kyai Dwipangga. Sambil memandikan Kyai Dwipangga, Ki Kerti Pejok berpikir,
“Sebaiknya aku beritahu Kakang untuk memandikan gajahnya di sini. Disini airnya lebih dalam, arusnya juga cukup deras. Aneh, kok selama ini Kanjeng Sultan Agung tak tahu keberadaan sungai ini, ya?”
Saat ia sibuk berbicara sendiri, tiba-tiba dari arah hulu datanglah banjir bandang yang sangat besar. Banjir itu datang dengan sangat cepat. Ki Kerti Pejok dan Kyai Dwipangga bahkan tak menyadarinya.
Dalam sekejap, mereka terhempas dan terbawa arus. “Tolong… tolonggg…,” teriak Ki Kerti Pejok. Tapi tak ada yang mendengar. Sungguh menyedihkan nasib Ki Kerti Pejok dan Kyai Dwipangga. Mereka terseret arus dan hanyut sampai ke Laut Selatan.
Sungguh sangat disayangkan, mereka binasa dalam keganasan banjir bandang itu. Ki Kerti Pejok tak tahu bahwa selama ini Sultan Agung memang melarang para abdinya memandikan gajah di hilir sungai. Karena ia tahu bahaya bisa datang sewaktu-waktu di sana. Ki Sapa Wira berduka. Ia sangat sedih karena kehilangan adik ipar dan gajah kesayangannya.
Untuk mengenang kejadian itu, Sultan Agung menamakan sungai itu Kali Gajah Wong. Kali berarti sungai, gajah wong berarti gajah dan orang. Kali Gajah Wong ini terletak di sebelah timur Kota Yogyakarta.

Sumber: http://dongengceritarakyat.com/cerita-rakyat-yogyakarta-dongeng-candi-prambanan/

Jawablah pertanyaan berikut berdasarkan teks cerita di atas.

1. Siapa saja tokoh pada cerita di atas?

2. Adakah tokoh antagonis dan protagonis pada cerita? Siapakah tokoh itu?

 

 

SD Kelas 4 Tema 8.2.2 – Daerah Tempat Tinggalku – Sub.Tema 2 – Keunikan Daerah Tempat Tinggalku

SD Kelas 4 Tema 8.2. – Daerah Tempat Tinggalku – Sub.Tema 2 – Keunikan Daerah Tempat Tinggalku.

Pembelajaran 2.

Aku berasal dari Bali. Banyak orang bilang Bali sangatlah unik. Keunikan Bali di antaranya terlihat dari keragaman kesenian yang ada. Bagaimana keunikan Bali dilihat dari keseniannya berupa karya tari?

Dayu berasal dari Bali. Bali terkenal dan kaya akan ragam tari-tarian yang indah. Dayu sangat menyukai tari. Oleh sebab itu, Dayu rajin berlatih tari. Kali ini, Dayu berlatih tari Pendet.

Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa, yang tersebar di berbagai daerah. Setiap daerah memiliki jenis tarian dengan keunikan tersendiri. Misalnya, keunikan tari dari Bali di antaranya dalam penampilannya gerak- gerak tarinya dilakukan dengan enerjik dan dinamis. Selain Bali, daerah lain juga memiliki ragam tari daerah berbeda. Tarian apa sajakah itu? Ayo, kita cari tahu bersama.

Apa saja karya tari yang kamu ketahui? Dari daerah mana karya tari itu? Coba cari tahu berbagai karya tari dan daerah asalnya. Kemudian, tuliskan dalam kolom berikut.

  • Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Nangroe Aceh Darussalam diantaranya Tari Seudati, Tari Saman Meusekat dan lainnya.
  • Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Sumatera Barat diantaranya Tari Piring, Tari payung dan lainnya.
  • Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Sumatera Utara diantaranya Tari Serampang Dua Belas, Tari Tor-tor dan lainnya.
  • Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Riau diantaranya Tari Tandak, Tari Makan Sirih dan lainnya.
  • Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Kepulauan Riau diantaranya Tari Serampang Dua belas dan lainnya.
  • Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Bengkulu diantaranya Tari Andun, Tari Bidadari Teminang Anak dan lainnya.
  • Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Jambi diantaranya Tari Sekapur Sirih, Tari Selampir Delapan dan lainnya.
  • Tarian yang berasala dari daerah Provinsi Bangka Belitung diantaranya Tari Campak dan lainnya.
  • Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Sumatera Selatan diantaranya Tari Tanggai, Tari Putri Bekhusek dan lainnya.
  • Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Lampung diantaranya Tari Jangget, Tari Melinting dan lainnya.
  • Tarian yang berasal dari daerah Provinsi DKI Jakarta diantaranya Tari Topeng, Tari Yopong dan lainnya.
  • Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Banten diantaranya Tari Merak, Tari Cokek dan lainnya.
  • Tarian yang berasal dari daerah Provinsi DI Yogyakarta diantaranya Tari Serimpi Sanggu Pati, Tari Bedhaya dan lainnya.
  • Tarian yang berasal dari daeraha Provinsi Jawa Tengah diantaranya Tari Serimpi, Tari Blambang Cakil dan lainnya.
  • Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Jawa Barat diantaranya Tari Jaipong, Tari Topeng Kuncaran, Tari Merak dan lainnya.
  • Tarian yang berasal dari daerah Jawa Timur diantaranya Tari Rempong, Tari Reog Ponorogo dan lainnya.
  • Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Bali diantaranya Tari Legong, Tari Kecak, Tari Pendet dan lainnya.
  • Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur diantaranya Tari Perang, Tari Caci dan lainnya.
  • Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat diantaranya Tari Mpa Lenggogo, Tari Gandrung dan lainnya.
  • Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Kalimantan Barat diantaranya Tari Monong, Tari Zapin Tembung dan lainnya.
  • Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Kalimantan Utara diantaranya Tarian Kancet Ledo dan lainnya.
  • Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Kalimantan Selatan diantaranya Tari Baksa Kembang, Tari Radab Rahayu dan lainnya.
  • Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Kalimantan Tengah diantaranya Tari Tambun dan Bungai, Tari Balean Dadas dan lainnya.
  • Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Kalimantan Timur diantaranya Tari Gong, Tari Perang dan lainnya.
  • Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Sulawesi Selatan diantaranya Tari Kipas, Tari Bosara dan lainnya.
  • Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Sulawesi Tengah diantaranya Tari Lumense, Tari Moduai, Tari Peule Cinde dan lainnya.
  • Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Sulawesi Barat diantaranya Tari Toerang Batu dan lainnya.
  • Terian yang berasal dari daerah Provinsi Sulawesi Utara diantaranya Tari Maengket, Tari Polo dan lainnya.
  • Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Sulawesi Tenggara diantaranya Tari Balumpa, Tari Dinggu dan lainnya.
  • Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Gorontalo diantaranya Tari Saronde dan lainnya.
  • Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Maluku diantaranya Tari Lenso, Tari Cakelele dan lainnya.
  • Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Maluku Utara diantaranya Tari Perang, Tari Nahar Ilaa dan lainnya.
  • Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Papua diantaranya Tari Selamat Datang, Tari Musyoh dan lainnya.
  • Tarian yang berasal dari daerah Provinsi Papua Barat diantaranya Tari Suanggi, Tari Perang Papua dan lainnya.

Setiap tarian daerah memiliki keunikan tersendiri. Keunikan tari daerah terlihat dari unsur-unsur tari. Gerak merupakan unsur utama dalam tari. Unsur lain adalah busana, tata rias, iringan, dan properti atau perlengkapan tari. Gerak tari adalah serangkaian gerakan indah dari anggota tubuh yang dapat dinikmati oleh orang lain. Gerak tari nusantara sangat beragam. Gerak tari dari suatu daerah berbeda dengan daerah lain.

Carilah contoh gambar gerak tari dari berbagai daerah di Indonesia. Tunjukkan hasilnya di depan kelas.
Ada dua jenis karya tari, yaitu tari tradisional dan tari kreasi baru. Tahukah kamu, apa yang dimaksud dengan tari tradisional? Tari tradisional adalah tarian yang telah mengalami perjalanan sejarah cukup lama. Contoh tari tradisional yaitu tari Srimpi Sangopati dan tari Gambyong dari Jawa Tengah.

Carilah contoh tari tradisional yang ada di Indonesia. Tuliskan nama tari tradisional beserta daerah asalnya.

Tahukah kamu, apa yang dimaksud dengan tari kreasi baru? Tari kreasi baru sering disebut tari modern. Tari kreasi baru merupakan karya tari garapan baru. Contoh tari kreasi baru yaitu tari Manuk Rawe, Garuda Wisnu, dan Belibis dari Bali.
Carilah contoh tari kreasi baru yang ada di Indonesia. Tuliskan nama tari kreasi baru beserta daerah asalnya. Tuliskan dalam tabel di bawah ini.

1. Tari Nguri, Sumbawa Tari Nguri adalah contoh tari kreasi baru yang lahir dari lingkungan kerajaan Sumbawa. Tarian ini merupakan tarian yang dipentaskan untuk tujuan menghibur. Saat sang raja Sumbawa ditimpa kesulitan, tarian ini akan dimainkan para wanita istana untuk mengurangi kedukaan sang raja. Tari nguri kini sering dipertunjukan sebagai tarian penyambut tamu. Saat menerima kunjungan kerja dari pejabat terpandang dari Pusat, tari ini pasti akan dimainkan sebagai bentuk penghormatan.

2. Tari kuntulan adalah contoh tari kreasi baru yang lahir di awal abad 20-an dari kebudayaan masyarakat Pemalang, Jawa Tengah. Gerakan pada tarian ini identik dengan gerakan pencak silat bernuansa Islami karena memang terlahir di masa perjuangan kemerdekaan. Saat ini tari kuntulan masih sering dipentaskan pada acara-acara hajat atau saat upacara hari besar nasional.

3. Tari Merak, Jawa Barat Contoh tari kreasi baru selanjutnya adalah tari merak. Tarian ini adalah tari yang mengekspresikan keindahan burung merak. Berbagai gerakan di dalamnya diambil dari gerakan-gerakan burung merak wanita. Tarian ini diciptakan oleh Seniman Sunda, Raden Tjetje Somantri pada pertengahan abad ke-19.

4. Tari Rara Ngigel, Yogyakarta Tari Rara Ngigel adalah contoh tari kreasi baru yang diciptakan oleh Ida Wibowo, putri seniman tari kenamaan Bagong Kusudiarjo. Tarian yang menceritakan tumbuhnya seorang gadis yang beranjak dewasa ini juga merupakan contoh tari berpasangan, karena dalam pementasannya tarian ini diperagakan oleh sepasang pria dan wanita.

5. Tari Kupu-kupu, Bali Tari kupu-kupu adalah tari kreasi baru asal Bali yang mengekspresikan kehidupan kupu-kupu biru tua. Tarian ini sudah sangat dikenal oleh masyarakat mancanegara karena sering dipentaskan dalam festival-festival tari dunia. Dimainkan secara berkelompok oleh 5 orang wanita, tarian ini tampak begitu eksotis karena mengaplikasikan teknik gerakan gemulai dan pewarnaan eye catching pada busana yang digunakan.

6. Tari Manipuren, Jawa Tengah Tari manipuren adalah contoh tari kreasi baru yang dikembangkan dari koreografi dan gerakan tari Manipuri yang berasal dari daerah Manipur di India Timur. Tarian ini diciptakan oleh S. Maridi setelah ia berkunjung ke India dan menyaksikan pola kehidupan gadis-gadis desa yang tinggal di sekitar aliran sungai Gangga.

7. Tari Yapong, Jakarta Contoh tari kreasi baru selanjutnya berasal dari Jakarta. Tari Yapong, begitu ia disebut, merupakan tari yang sengaja diciptakan Bagong Kusudiarjo untuk dipentaskan dalam acara ulang tahun Jakarta yang ke 450 atau pada sekitar tahun 1977. Tarian yang mengekspresikan kehidupan masyarakat Betawi ini hingga kini masih sering dipentaskan dalam acara dan kegiatan serupa.

8. Tari Manuk Rawa, Bali Tari manuk rawa adalah tari kreasi baru yang dikembangkan dari bagian sendratari Mahabarata dalam lakon Bale Sigale-gale. Tari yang diciptakan oleh koreografer I Wayan Dibia dan komposer I Wayan Beratha pada tahun 1981 ini menggambarkan kehidupan burung rawa khas cerita Wanaparwa dalam Epos Mahabrata.

9. Tari Garuda Nusantara, – Contoh tari kreasi baru selanjutnya adalah tarian yang menceritakan keagungan, kegagahan, keindahan, dan kelincahan seekor burung garuda, lambang negara Indonesia. Tari Garuda Nusantara –begitu biasa disebut, adalah tari yang sarat dengan simbol ketegasan dan kewibawaan.

10. Tari Banjar Kemuning, Jawa Timur Tari Banjar Kemuning adalah tari kreasi baru yang diciptakan oleh Agustinus, S.Sn karena terinspirasi dari kehidupan masyarakat sebuah desa di wilayah Sidoarjo, Jawa Timur, Desa Banjar Kemuning. Tari Banjar kemuning mengekspresikan kehidupan istri-istri nelayan di desa itu. Ketegaran, kekuatan, dan keluesan menghadapi kehidupan yang sulit saat ditinggal suami berlayar tersirat jelas dalam setiap gerakannya.

Sumber: http://kisahasalusul.blogspot.com/2015/09/10-contoh-tari-kreasi-baru-dari.html
Disalin dari Blog Kisah Asal Usul.

SD Kelas 4 Tema 8.2.1 – Daerah Tempat Tinggalku – Sub.Tema 2 – Keunikan Daerah Tempat Tinggalku

SD Kelas 4 Tema 8.2. – Daerah Tempat Tinggalku – Sub.Tema 2 – Keunikan Daerah Tempat Tinggalku.

Pembelajaran 1.

Aku berasal dari Yogyakarta. Daerah asalku memiliki ragam keunikan tersendiri. Tahukah kamu, apa keunikan Yogyakarta? Yuk, kita telusuri bersama!

Siti berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Siti bercerita tentang daerah asalnya. Bersama Siti, mari kita cari tahu lebih lanjut mengenai keunikan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Di Yogyakarta ada Tugu Yogyakarta,   Candi Prambanan, dll.

Upaca Adat Grebeg Mulud,  transportasi ada Andong.

Setiap daerah pasti memiliki keunikan tersendiri. Termasuk daerah tempat tinggalmu. Tahukah kamu, apa keunikan daerah tempat tinggalmu? Tuliskan keunikan daerah tempat tinggalmu dalam kolom berikut. Keunikan yang kamu tulis dapat berupa keunikan fisik seperti sungai, gunung, sawah, dan bentuk rumah, Dapat juga berupa keunikan sosial budaya seperti adat istiadat, seni, dan bahasa.

Salah satu tempat wisata yang memiliki keunikan adalah Candi Prambanan. Candi Prambanan terletak di perbatasan provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Asal usul terjadinya Candi Prambanan diceritakan dalam sebuah cerita rakyat yang populer di Yogyakarta. Bagaimana isi cerita tersebut? Mari kita simak bersama.

Cerita Rakyat : Roro Jonggrang.

Roro Jonggrang adalah seorang putri dari kerajaan Prambanan. Raja Prambanan, ayah Roro Jonggrang gugur dalam pertarungan melawan Bandung Bondowoso dari Kerajaan Pengging. Akibatnya, Bandung Bondowoso menguasai Kerajaan Prambanan.

Bandung Bondowoso yang tamak menginginkan Roro Jonggrang sebagai permaisurinya. Roro Jonggrang yang tidak mau diperistri oleh Bandung Bondowoso pun mengajukan sebuah syarat.
”Aku bersedia menjadi permaisurimu, Bandung Bondowoso. Tetapi, ada syarat yang harus kau penuhi. Jika berhasil, aku akan menikah denganmu. Namun, jika kau gagal izinkan aku pergi,” kata Roro Jonggrang.

”Apa pun yang kau minta akan aku penuhi, Roro Jonggrang. Jika aku gagal memenuhinya, aku akan mengembalikan kerajaan ini kepadamu,” sahut Bandung Bondowoso angkuh.
”Aku minta kau membangun seribu candi untukku. Semua harus selesai sebelum matahari terbit esok.” Sahut Roro Jonggrang.

”Baiklah, aku pasti berhasil memenuhi syarat yang kau buat.” Jawab Bandung Bondowoso angkuh.
Bandung Bondowoso meminta bantuan pasukan jin untuk membangun seribu candi. Dalam sekejap, bangunan candi mulai tampak. Roro Jonggrang panik, dia mengadu kepada Bi Sumi, dayang kepercayaannya. Bi Sumi mempunyai ide untuk menggagalkan pekerjaan Bandung Bondowoso. Dia segera memerintahkan para dayang untuk menumbuk lesung dan membakar jerami.

Suara lesung bertalu-talu dan semburat api yang memerah di langit membuat suasana seperti pagi hari. Ayam-ayam jantan berkokok bersahut-sahutan. Mendengar kokok ayam jantan, pasukan jin terkejut. ”Hari sudah pagi, kami harus pergi.” Teriak pasukan jin sambil bergegas meninggalkan Bandung Bondowoso dan candi-candi yang telah mereka bangun.

Roro Jonggrang mendatangi Bandung Bondowoso. Roro Jonggrang segera menghitung candi-candi yang sudah selesai. ”Candi-candi ini hanya ada 999. Kurang satu candi.” Kata Roro Jonggrang kepada Bandung Bondowoso. Bandung Bondowoso tidak percaya dengan perkataan Roro Jonggrang. Dia segera menghitung banyak candi dan ternyata memang benar hanya ada 999 candi.
Bandung Bondowoso marah besar. ”Aku tidak akan kalah, Roro Jonggrang. Aku akan mendapatkan seribu candi seperti yang kau inginkan.”
”Kenyataannya candi yang kau buat kurang satu, Bandung Bondowoso.
Kau tetap harus menepati janjimu.” Sahut Roro Jonggrang. ”Kalau begitu, akan kuubah kau menjadi candi keseribu.”
Dengan kesaktiannya, Bandung Bondowoso mengubah Roro Jonggrang menjadi patung batu. Patung itulah yang menjadi candi keseribu. Candi-candi itu hingga kini masih berdiri tegak di wilayah Prambanan.

Disadur dari: Dian. K. 100 Cerita Rakyat Nusantara. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer.2016.

Cerita berjudul ”Roro Jonggrang” termasuk teks fiksi. Sebelumnya, kamu telah mempelajari tentang teks fiksi. Masih ingatkah kamu mengenai teks fiksi? Untuk mengukur pemahamanmu mengenai teks fiksi, jawablah pertanyaan berikut.

1. Apa yang dimaksud dengan teks fiksi? Jelaskan!

2. Sebutkan tokoh utama pada bacaan berjudul ”Roro Jonggrang” di atas!

3. Sebutkan tokoh tambahan pada bacaan berjudul ”Roro Jonggrang” di atas!

Candi Prambanan adalah salah satu tempat wisata yang selalu dipadati wisatawan. Oleh sebab itu, kebersihan kawasan Candi Prambanan harus selalu dijaga. Pengelola selalu mengupayakan kebersihan kawasan candi.

Saat Siti berwisata ke Candi Prambanan, dia melihat petugas kebersihan membersihkan kawasan candi. Mereka mendorong gerobak sampah untuk mengangkut sampah.

Gerakan mendorong atau menarik yang menyebabkan benda bergerak disebut gaya.

Gaya yang dikerjakan pada suatu benda akan memengaruhi benda tersebut. Pengaruh apa yang ditimbulkan gaya terhadap gerakan benda? Lakukan percobaan berikut untuk mengetahui macam pengaruh gaya terhadap gerakan benda.
Percobaan 1
Menendang dan Menghentikan Bola
Langkah kegiatan
1. Siapkan sebuah bola sepak.
2. Lakukan kegiatan berpasangan bersama temanmu.
3. Letakkan bola di lantai.
4. Tendang bola ke arah temanmu.
5. Minta temanmu menghentikan gerakan bola.

1. Apa yang terjadi pada bola yang ditendang? Jelaskan! Bola meluncur jauh karena adanya daya dorong  kaki.

2. Apa yang terjadi pada bola yang dihentikan? Jelaskan! Bola dari keadaan bergerak menjadi diam.

3. Kamu menggerakkan bola dengan gaya. Temanmu menghentikan gerakan bola dengan gaya. Kesimpulan apa yang kamu peroleh dari kegiatan ini?  Gaya dapat menjadikan benda diam menjadi bergerak, demikian juga bila benda bergerak dikenai gaya yang berbeda arah akan menjadi berhenti dan diam.

 

Percobaan 2

Langkah kegiatan 2: Menarik Mobil Mainan

1. Siapkan sebuah mobil mainan.
2. Ikat bagian depan mobil mainan dengan seutas tali.
3. Tarik mobil mainan perlahan, lalu semakin lama semakin cepat.
4. Tarik mobil mainan lurus ke depan, lalu belokkan arah mobil mainan.

1. Mobil mainan menjadi berjalan cepat ketika gaya tariknya semakin besar.
2. Perubahan apa yang terjadi pada mobil mainan yang digerakkan dari lambat ke cepat? Jelaskan! Menjadi lebih cepat.
3. Kamu menarik mobil mainan dari lambat ke cepat dengan gaya. Apa kesimpulan yang kamu peroleh dari kegiatan ini? bahwa gaya dapat mempengaruhi kecepatan gerak benda.
4. Apakah terdapat perubahan pada mobil mainan yang ditarik lurus kemudian dibelokkan? Benda berbelok.
5. Perubahan apa yang terjadi pada mobil mainan yang ditarik lurus kemudian dibelokkan? Jelaskan! mobil mainan berbelok karena di kenai gaya yang berbeda arah.
6. Kamu menarik mobil mainan dari lurus, lalu berbelok dengan gaya. Apa kesimpulan yang kamu peroleh dari kegiatan ini? Bila benda bergerak dikenai gaya ke arah samping maka gerak benda akan berubah searah dengan gaya tersebu.

Gaya dapat memengaruhi gerakan benda. Berikut beberapa macam pengaruh gaya terhadap gerakan benda. :
1. Gaya dapat memengaruhi benda diam menjadi bergerak.
2. Gaya dapat memengaruhi benda bergerak menjadi diam.
3. Gaya dapat memengaruhi benda bergerak lebih cepat atau lebih lambat.
4. Gaya dapat memengaruhi arah gerak suatu benda.

Kamu telah mengetahui beberapa macam pengaruh gaya terhadap gerakan benda. Sekarang, sebutkan contoh peristiwa yang menunjukkan gerakan benda akibat gaya.

  1. benda jatuh karena gaya tarik bumi.
  2. Dokar dan Andong bergerak karena gaya tarik kuda.
  3. Sepeda motor bergerak karena gaya yang dihasilkan oleh mesih bermotor.
  4. Sepeda motor berhenti karena di rem, rem menggunakan gaya gesek.
  5. ayunan bergerak karena adanya gaya dorong.

Asal Usul Nama Blitar.

Pada zaman dahulu, di wilayah Kabupaten Blitar ada sebuah kadipaten (Kabupaten) bernama Kadipaten Aryablitar. Adipati-nya (bupatinya) bernama Adipati Nila Suwarna. Adipati ini mempunyai seorang wakil bernama Ki Ageng Sengguruh.
Ki Ageng Sengguruh pada mulanya sangat patuh dan setia pada Adipati Nila Suwarna. Isteri Ki Ageng Sengguruh yang bernama Nyai Ageng Sengguruh tidak suka pada kepatuhan dan kesetiaan suaminya. Apalagi Nyai Ageng Sengguruh sudah lama ingin menjadi permaisuri seorang adipati. Nyai Ageng Sengguruh merayu Ki Ageng Sengguruh agar mau merebut kekuasaan Adipati Nila Suwarna.

Ki Ageng Sengguruh termakan rayuan Nyai Ageng Sengguruh. Dia menjadi manusia bermuka dua. Di depan Adipati Nila Suwarna, Ki Ageng Sengguruh selalu menampakkan kepatuhan dan kesetiaannya. Di belakang, Ki Ageng Sengguruh selalu menjelek-jelekkan Adipati Nila Suwarna. Ki Ageng Sengguruh juga berhasil merayu beberapa punggawa kadipaten untuk diajak mencari kesempatan merebut kekuasaan.
Kesempatan yang ditunggu-tunggu Ki Ageng Sengguruh untuk merebut kekuasaan pun datang. Saat itu, permaisuri Adipati Nila Suwarna yang bernama Dewi Rayungwulan sedang hamil. Dewi Rayungwulan pun mengidam. Ia ingin sekali makan ikan bader abang asisik kencana (bader merah bersisik emas). Dewi Rayungwulan menyampaikan keinginannya pada Adipati Nila Suwarna.
“Aku sangat senang Dinda hamil. Sudah lama kurindukan untuk mempunyai anak. Kini keinginku akan segera terwujud. Namun, permintaan Dinda ingin makan ikan bader merah bersisik emas sangat aneh. Tapi biarlah! Aku akan minta bantuan Paman Patih Ki Ageng Sengguruh untuk mencarinya,” kata Adipati Nila Suwarna pada Dewi Rayungwulan.

Adipati Nila Suwarna segera memanggil Ki Ageng Sengguruh. Adipati Nila Suwarna menceritakan tentang permintaan permaisurinya pada Ki Ageng Sengguruh.
“Tolonglah, Paman! Carikan ikan bader merah bersisik emas itu untuk permaisuriku! Apa pun syarat dan berapa pun biayanya akan aku penuhi!” pinta Adipati Nila Suwarna.
“Baiklah, Gusti Adipati! Hamba akan berusaha mencari ikan bader merah bersisik emas itu. Izinkan hamba sekarang juga berangkat mencarinya!”
Mula-mula Ki Ageng Sengguruh memang mencari ikan bader merah bersisik emas. Dia bertanya pada para pencari ikan. Mungkin ada di antara mereka yang pernah melihat ikan bader merah bersisik emas. Namun, para pencari ikan tak seorang pun yang tahu. Ki Ageng Sengguruh pun pulang dengan gontai.
Saat pulang, Ki Ageng Sengguruh melewati sebuah kedung (bagian sungai yang lebar dan dalam) bernama kedung Gayaran. Kedung Gayaran adalah kedung yang sangat angker. Siapa pun yang berani masuk ke air di kedung itu pasti akan tenggelam dan meninggal dunia. Para pencari ikan tak ada yang berani mencari ikan di kedung Gayaran.
Tiba-tiba terlintas akal licik Ki Ageng Sengguruh. Timbul niatnya untuk mencelakakan Adipati Nila Suwarna dan merebut kekuasaan Kadipaten Aryablitar. Ki Ageng Sengguruh pun mempergunakan kesaktiannya. Dia mengubah sumping (hiasan) daun telinga kanannya menjadi ikan bader merah bersisik emas. Ikan itu lalu dilepas di kedung Gayaran.
Ki Ageng Sengguruh bergegas kembali ke kadipaten menghadap Adipati Nila Suwarna. Ki Ageng Sengguruh melaporkan bahwa telah mengetahui keberadaan ikan bader merah bersisik emas itu.
“Tempatnya di kedung Gayaran, Gusti Adipati!” lapor Ki Ageng Sengguruh.
“Mengapa Paman Patih tidak menyuruh orang untuk menangkapnya dan membawa kemari?” Tanya Adipati Nila Suwarna.
“Maafkan hamba, Gusti Adipati! Tak seorang pun yang bernai mengambil ikan itu. Ikan itu dipercaya sebagai ikan peliharaan dewa. Hanya para raja atau adipati saja yang dapat menangkapnya. Untuk itu, Gusti Adipatilah yang harus menangkapnya sendiri.
“Baiklah! Aku yang akan menangkap sendiri. Sebenarnya, aku tidak bias berenang. Namun, demi memenuhi permintaan isteri dan calon anakku, apa pun akan kulakukan,” kata Adipati Nila Suwarna. “Ayo, Paman! Tunjukkan di mana kedung Gayaran tempat ikan itu berada!”
Adipati Nila Suwarna diiringi prajurit pengawal mengikuti Ki Ageng Sengguruh menuju kedung Gayaran. Sesampai di kedung Gayaran, Adipati Nila Suwarna memang melihat ada seekor ikan bader merah bersisik emas. Ikan itu sedang berenang ke sana kemari. Sisik emasnya memantulkan cahaya kemilauan terkena sinar matahari.

Hati Adipati Nila Suwarna sangat senang sekali. Dinda Rayungwulan pasti akan senang sekali karena keinginannya terkabul, pikir Adipati Nila Suwarna.
“Prajurit, siapkan jaring untuk menangkap ikan itu! Aku sendiri yang akan turun ke kedung untuk menangkapnya” perintah Adipati Nila Suwarna pada salah seorang prajurit pengawalnya. Prajurit itu segera memberikan jaring penangkap ikan pada Adipati Nila Suwarna. Sang Adipati pun berisap-siap terjun ke air kedung.

Adipati Nila Suwarna berenang di air kedung sambil membawa jaring. Dikejarnya ikan bader merah bersisik emas yang berenang ke sana kemari itu. Ikan itu ternyata gesit sekali. Berkali-kali Adipati Nila Suwarna berusaha menjaringnya. Namun, ikan itu behasil lolos.
Adipati Nila Suwarna menjadi kelelahan. Akhirnya, Adipati Nila Suwarna tak dapat menggerakkan badannya karena sangat lelah. Adipati Nila Suwarna pun tenggelam di kedung itu.
Ki Ageng Sengguruh segera menyuruh para prajurit pengawal menolong Adipati Nila Suwarna. Namun, terlambat sudah! Adipati Nila Suwarna sudah meninggal dunia. Jenazah Adipati Nila Suwarna dibawa kembali ke kadipaten dan dikuburkan dengan baik.
Ki Ageng Sengguruh kemudian mengambil alih kedudukan Adipati Nila Suwarna sebagai adipati di Kadipaten Aryablitar. Ia mengumumkan pada seluruh punggawa dan rakyat Kadipaten Aryablitar bahwa dialah sekarang yang menjadi adipati. Ia memakai gelar Adipati Nila Suwarna II.
Tak seorang pun yang berani membantah keputusan Ki Ageng Sengguruh. Dewi Rayungwulan yang tidak menyetujui keputusan Ki Ageng Sengguruh diusir dari kadipaten. Dewi Rayungwulan yang sedang hamil itu pun meninggalkan kadipaten dengan hati sedih. Dewi Rayungwulan tak tahu akan pergi ke mana.

Kesimpulan :
Cerita ini tergolong legenda. Nama Blitar konon diambil dari nama Kadipaten Aryablitar dahulu. Legenda ini sangat dikenal oleh masyarakat Blitar. Makam Adipati Nila Suwarna juga masih dapat dijumpai hingga sekarang. Tempatnya di Desa Blitar, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.
Cerita ini memberi pelajaran kepada kita agar jangan mudah percaya dengan perkataan orang lain. Apa yang dikatakan orang lain perlu dibuktikan sendiri kebenarannya. Jangan sampai kepercayaan kita dimanfaatkan orang lain yang berniat tidak baik.

Disadur dari:
Edy Santosa & Sunarko Budiman, 2004, Cerita Rakyat dari Blitar (Jawa Timur), Grasindo: Jakarta, hal. 1 – 6.

Untuk di ketahaui :

  • Protagonis (bahasa Yunani: protagonistes) adalah tokoh utama dalam buku, film, permainan video, maupun teater. Dalam literatur, protagonis adalah tokoh yang melawan antagonis. Protagonis sering merupakan seorang pemeran utama, kadang-kadang seorang jagoan atau hal lainnya yang merupakan konflik dengan antagonis.
  • Latar belakang adalah dasar atau titik tolak untuk memberikan pemahaman kepada pembaca atau pendengar mengenai apa yang ingin kita sampaikan. Latar belakang yang baik harus disusun dengan sejelas mungkin dan bila perlu disertai dengan data atau fakta yang mendukung.
  • Jenis atau macam-macam latar diantaranya sebagai berikut ini:

    1.Latar waktu

    Yaitu saat dimana tokoh ataupun si pelaku melakukan sesuatu pada saat kejadian peristiwa dalam cerita yang sedang telah terjadi. Seperti misalnya: Pagi hari, siang hari, sore hari, malam hari, di zaman dulu, dimasa depan, dan lain sebagainya.

    2. Latar tempat

    Yaitu dimana tempat tokoh atau si pelaku mengalami kejadian atau peristiwa didalam cerita. Seperti misalnya: Didalam bangunan tua, di sebuah gedung, di lautan, didalam hutan, di sekolah, di sebuah pesawat, di ruang angkasa, dan lain sebagainya.

    3. Latar suasana

    Yaitu situasi apa saja yang terjadi ketika saat si tokoh atau si pelaku malakukan sesuatu. Seperti misanya: saat galau, gembira, lelah, dan lain sebagainya.

    4. Latar alat

    Yaitu peralatan apa saja yang diperlukan atau dipakai si pelaku dalam suatu cerita. Seperti misalnya: Tombak, pistol, pedang, buku, pulpen, dan lain sebagainya.

  • Cerita atau karangan fiksi adalah cerita rekaan buatan yang dibuat pengarang, dimana cerita di dalamnya menjadi bermakna dikarenakan daya khayal, angan-angan atau fantasi olah fikir ide kreativitas si penulis.
  • Pengertian Fiksi  : *Fiksi* adalah cerita rekaan. Hasil olah imajinasi pengarang ini biasanya diwarnai oleh kultur, pengalaman batin, filosofi, pendidikan, religiusitas dan latar belakang pengarang lainnya.
    Semua karya sastra bersifat *fiktif*. Artinya semua cerpen, novel drama dan puisi adalah hail kreatifitas oleh ide/gagasan pengarang yang tertuang secara artistik dan intens. Walaupun bersifat fiktif karya sastra memiliki kebenaran faktual, misalnya karya-karya sastra bertema
    ketimpangan sosial, kebobrokan moral, keserakahan dan sebagainya.
    *Adapun bila diperinci ciri-ciri fiksi adalah :*
    1) Bersifat rekaan/hasil olah imajinasi pengarang.
    2) Memiliki kebenaran yang relatif.
    3) Bahasa bersifat konotatif.
    4) Tidak memiliki sistematika yang baku.
    5) Sasarannya emosi (perasaan) pembaca.
    6) Contoh : cerpen, novel dan drama.
    7) Biasanya memiliki amanat (pesan moral) tertentu.

    *Contoh karya fiksi :*
    a. *Cerpen* : Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (Idrus), Mereka Bilang Saya Monyet (Jenar Mahesa Ayu), Jatayu (NH. Dini)

    b. *Novel* : Cintaku di Kampus Biru (Ashadi Siregar), Para Priyayi (Umar Khayyam), Kabut Sutera ungu (Ike supomo).

    c. *Drama*: Mega-Mega (Arifin C. Noor), Opera Ikan asin (Nano Riantiarno), Konglomerat Burisrowo (WS Rendra).

    d. *Puisi* : Balada Terbunuhnya Atmo Karpo (WS Rendra), Cintaku Jauh di Pulau (Chairil Anwar), Sejuta Milyar Satu (Eko Budianta).

 

 

 

SD Kelas 4 Tema 8.1.6 – Daerah Tempat Tinggalku – Sub.Tema 1 Lingkungan Tempat Tinggalku.

SD Kelas 4 Tema 8 – Daerah Tempat Tinggalku – Sub.Tema 1 Lingkungan Tempat Tinggalku.
Pembelajaran 6.

Aku tinggal di Jakarta. Jakarta adalah ibukota Negara Republik Indonesia. Apa kamu tahu cerita rakyat dan lagu daerah yang berasal dari Jakarta? Ayo, cari tahu.

Lani merupakan keturunan Tionghoa. Lani dan keluarganya tinggal di Jakarta. Sebagai ibukota negara, tentu lingkungan tempat tinggal Lani padat penduduknya. Sebagian besar warga yang tinggal di Jakarta merupakan transmigran dari berbagai pulau di Indonesia. Mereka bekerja dan menetap di Jakarta. Selain penduduknya yang padat, di lingkungan tempat tinggal Lani juga terdapat gedung-gedung bertingkat. Gedung-gedung itu merupakan pusat pemerintahan dan pusat kegiatan penduduk, baik dalam bidang politik, ekonomi, sosial, maupun budaya.

Bagaimana keadaan lingkungan tempat tinggalmu? Ceritakan secara tertulis.

Pada tanggal 22 Juni mendatang warga Jakarta akan memperingati hari ulang tahun Jakarta. Di sekolah Lani akan diadakan perayaan dalam rangka ulang tahun tersebut. Lani dan teman-teman akan bermain peran dengan mengambil cerita rakyat Si Pitung. Siapakah Si Pitung itu? Si Pitung adalah seorang pendekar berasal dari Betawi. Si Pitung hidup pada masa pemerintahan Belanda. Bagaimana cerita Si Pitung?

Kelakuan Si Pitung ini tentu tidak disukai oleh tuan tanah dan juga pemerintah Belanda. Mereka mengeluarkan perintah untuk menangkap Si Pitung. Namun, Si Pitung amat cerdik. Dia selalu berpindah tempat sehingga pemerintah Belanda dan juga tuan tanah tidak bisa menangkapnya. Karena kesal, pemerintah Belanda menggunakan cara licik. Mereka menangkap Pak Piun, ayah Si Pitung dan Haji Naipin.

Salah satu pejabat pemerintah Belanda yang bernama Schout Heyne mengumumkan bahwa jika Si Pitung tak menyerah, Pak Piun dan Haji Naipin akan dihukum.
Si Pitung mendengar berita tentang penangkapan ayah dan gurunya itu. Kemudian, dia menghadap Schout Heyne dan menyerahkan diri. Dia tak mau ayah dan gurunya menderita.
”Pitung, kau telah meresahkan banyak orang dengan kelakuanmu itu. Untuk itu, kau harus dihukum tembak,” kata Schout Heyne.
”Kau tidak keliru? Bukannya kau dan tuan tanah itu yang meresahkan orang banyak? Aku tidak takut dengan ancamanmu!” jawab Si Pitung.
Schout Heyne benar-benar melaksanakan ancamannya. Si Pitung dihukum tembak. Hidup Si Pitung berakhir di ujung peluru. Namun, kisah kepahlawanannya tetap dikenang. Si Pitung, Si Pahlawan rakyat jelata.

Sumber: Dian K, 100 Cerita Rakyat Nusantara, Jakarta: Bhuana Ilmu Populer, 2014.

Identifikasilah cerita Si Pitung dengan menjawab soal-soal berikut.
1. Apa jenis cerita fiksi teks berjudul Si Pitung? Epos; Berikan alasanmu.

2. Sebutkan nama tokoh-tokoh dalam cerita tersebut?

3. Sebutkan tokoh utama dan tokoh tambahan pada cerita tersebut. Jelaskan.

4. Sebutkan tokoh protagonis dan tokoh antagonis pada cerita tersebut. Jelaskan.

Kemudian, ceritakan hasil identifikasimu di depan guru dan teman-temanmu

 

jenis-jenis Cerita Rakyat :

1. Epos adalah suatu kejadian yang menggambarkan cerita menarik yang sangat populer, Epos adalah cerita yang berkaitan dengan kepahlawanan.
Contoh : Si Pitung.
2. Sage adalah dongeng yang banyak mengandung unsur sejarah karena diceritakan dari mulut kemulut,lama kelamaan terdapat tambahan yang bersifat hayalan.
Contoh : ‘Tutur Tinular’.
3. Fabel (Inggris:fable) adalah cerita yang menceritakan kehidupan hewan yang berperilaku menyerupai manusia. Cerita tersebut tidak mungkin kisah nyata. Fabel adalah cerita fiksi, maksudnya khayalan belaka (fantasi). Kadang fabel memasukkan karakter minoritas berupa manusia.
Contoh : Kelinci Sombong dan Kura-kura.
4. dongeng adalah cerita rakyat yang tidak benar-benar terjadi, tidak terikat oleh ruang dan waktu. contoh: dongeng si kancil.
5. Mite adalah cerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi dan dianggap suci oleh empunya cerita
contoh: Dewi Sri (Dewi Padi).
6. Legenda adalah cerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi tetapi tidak dianggap suci oleh empunya cerita.
contoh: Legenda Malin Kundang.

 

Selain bermain peran, Lani dan teman-teman juga akan menyanyikan lagu Kicir-kicir. Lagu tersebut merupakan salah satu lagu daerah berasal dari Jakarta. Lagu Kicir-kicir sering dinyanyikan pada acara ulang tahun kota Jakarta. Biasanya, lagu tersebut dinyanyikan dengan diiringi alat musik tanjidor.

Nyanyikan lagu ”Kicir-Kicir” bersama teman satu kelas. Perhatikan terlebih dahulu cara gurumu menyanyikan lagu tersebut dengan benar.

Lagu : Kicir-kicir dari Jakarta.

Kicir kicir ini lagunya.
Lagu lama ya tuan dari Jakarta.
Saya menyanyi ya tuan memang sengaja.
Untuk menghibur menghibur hati nan duka.

Burung dara burung merpati.
Terbang cepat ya tuan tiada tara.
Bilalah kita ya tuan suka menyanyi.
badanlah sehat ya tuan hati gembira.

Buah mangga enak rasanya.
Si manalagi ya tuan paling ternama.
Siapa saya ya tuan rajin bekerja.
pasti menjadi menjadi warga berguna.

Tentu kamu sudah memahami tentang tempo dan tinggi rendah nada. Sekarang identifikasilah lagu ”Kicir-Kicir” tersebut.
1. Bagaimana tempo lagu ”Kicir-Kicir”?
2. Amatilah notasi angka lagu ”Kicir-Kicir”. Sebutkan suku kata atau kata yang dinyanyikan dengan nada tinggi. Salinlah notasi 2 baris kalimat lalu buatlah garis melodinya tanpa melihat notasi balok.
3. Amatilah notasi angka lagu ”Kicir-Kicir”. Sebutkan suku kata atau kata yang dinyanyikan dengan nada sedang. Tulislah alasanmu.
4. Amatilah notasi angka lagu ”Kicir-Kicir”. Sebutkan suku kata atau kata yang dinyanyikan dengan nada rendah. Tulislah alasanmu.

Carilah beberapa lagu daerah. Tulislah tempo lagu dan asal lagu daerah tersebut. Kemudian, bersama orang tuamu identifikasilah tinggi rendah nada lagu tersebut.

 

SD Kelas 4 Tema 8.1.5 – Daerah Tempat Tinggalku – Sub.Tema 1 Lingkungan Tempat Tinggalku.

SD Kelas 4 Tema 8 – Daerah Tempat Tinggalku – Sub.Tema 1 Lingkungan Tempat Tinggalku.
Pembelajaran 5.

Keluarga besar Beni berasal dari Medan, Sumatra Utara. Namun, Ayah dan Ibu Beni merantau dan menetap di Jakarta. Ada juga paman Beni yang merantau ke Jambi. Paman Beni bernama Tagor. Tahukah kamu pulau Sumatra?

Beni dan Keluarganya mengunjungi Paman Tagor. Paman Tagor tinggal di Jambi. Rumah Paman Tagor di lingkungan perkotaan. Meskipun di kota, lingkungan rumah Paman Tagor bersih dan asri. Masih banyak pohon di lingkungan tempat tinggal Paman Tagor.

Paman Tagor tinggal bersama istri dan kedua anaknya. Anak paman Tagor bernama Gultom dan Puspa.

Amatilah gambar di atas. Identifikasilah keragaman karakteristik individu pada gambar di atas. Tuliskan hasilnya pada kolom berikut.
Pada pembelajaran sebelumnya, kamu telah mempelajari tentang keragaman karakteristik individu. Kamu telah mempelajari karakteristik individu yang berupa keragaman fisik dan keragaman kegemaran di lingkungan keluarga. Sekarang, mari kita pelajari keragaman sifat individu? Apa saja sifat individu yang telah kamu ketahui? Amatilah gambar-gambar berikut.

 

 

Beni senang berlibur di rumah Paman Tagor. Paman Tagor memiliki banyak koleksi buku. Buku-bukunya disimpan di perpustakaan. Beni sering di ajak oleh Gultom dan Puspa untuk membaca buku di perpustakaan rumahnya. Mereka sangat senang membaca buku cerita. Salah satu buku cerita yang mereka sukai berjudul Kisah Putri Tangguk. Tahukah kamu tentang cerita tersebut? Bacalah cerita berikut.

 

Kisah Putri Tangguk.

Putri Tangguk tinggal bersama suami dan ketujuh anaknya di daerah Jambi. Putri Tangguk memiliki sepetak sawah yang ditanami padi. Anehnya, setiap selesai panen, padinya selalu muncul dan siap untuk dipanen kembali. Bahkan, ketujuh lumbung Putri Tangguk hampir penuh untuk menampung hasil panennya.
Saat panen terakhir, Putri Tangguk mengajak suami dan semua anaknya ke sawah. Mereka memasukkan hasil panen ke gerobak.
”Panen sudah selesai. Sepertinya, persediaan padi kita sudah cukup untuk beberapa bulan,” kata Putri Tangguk.
Kemudian, mereka mendorong gerobak bersama-sama. Di tengah perjalanan, Putri Tangguk jatuh terpeleset.
”Aduuuuh…,” teriak Putri Tangguk.
”Hati-hati, Bu. Semalam hujan deras. Jalannya menjadi licin,” kata suami Putri Tangguk sambil membantunya berdiri.
”Gara-gara hujan, jalannya licin. Perjalanan ke rumah masih jauh, bisa-bisa aku terjatuh lagi,” gerutu Putri Tangguk.
Putri Tangguk mengambil padi dari gerobaknya. Kemudian, padi ditebar di jalan. Melihat perilaku ibunya, si anak sulung pun bertanya.
”Apa yang Ibu lakukan? Mengapa Ibu membuang padi itu ke jalan?”
”Ibu tidak membuang padi. Padi ini Ibu gunakan sebagai pengganti pasir Ibu menebarnya agar jalan ini tidak licin lagi,” jawab Putri Tangguk.

”Istriku, bukankah padi itu untuk kita makan? Tidak baik rasanya jika membuang-buang makanan,” nasihat suami Putri Tangguk.
Putri Tangguk tidak mengindahkan nasihat suaminya. Bahkan, Putri Tangguk membantahnya.
”Masa bodoh. Bukankah padi kita sudah banyak. Apa kau mau aku terjatuh lagi dan tulangku patah?” bantah Putri Tangguk sambil terus menebar padi ke jalan.
Setelah panen terakhir, Putri Tangguk tidak pernah kembali ke sawah. Ia berada di rumah untuk merawat ketujuh anaknya. Suatu malam anak bungsu Putri Tangguk merengek karena lapar. Akhirnya, Putri Tangguk ke dapur untuk mengambil nasi. Alangkah terkejutnya ketika ia mendapati pancinya kosong.
”Mengapa panci ini kosong? Bukankah tadi masih tersisa sedikit nasi?” tanya Putri Tangguk dalam hati.
Karena si bungsu terus merengek, Putri Tangguk pun memutuskan untuk menanak nasi. Namun, Putri Tangguk kembali terkejut ketika mendapati beras yang ia simpan dalam kaleng juga menghilang.
”Ke mana perginya beras itu? Aku ingat masih banyak beras di sini sebelumnya. Jangan-jangan ada orang yang mencurinya,” kata Putri Tangguk.
Kemudian, Putri Tangguk membujuk anak bungsunya untuk tidur. Besok ia berencana untuk menumbuk padi yang disimpan di lumbungnya.
Pagi harinya Putri Tangguk terkejut mendengar teriakan suaminya. ”Istriku…istriku…cepat kemari,” teriak suami Putri Tangguk.
Putri Tangguk segera berlari menemui suaminya. Ia menghampiri suaminya yang berada di depan pintu lumbung. Ia pun bertanya kepada suaminya.
”Ada apa suamiku?” tanya Putri Tangguk dengan cemas.
”Aku tidak tahu, istriku. Lumbung ini sudah kosong saat aku membukanya,” jawab suami Putri Tangguk.
Putri Tangguk dan suaminya bergegas memeriksa lumbung yang lain. Betapa terkejutnya mereka ketika mendapati ketujuh lumbungnya telah kosong. Putri Tangguk pun menangis.
”Apa yang terjadi padaku? Tadi malam nasi dan beras hilang. Sekarang padi di lumbung pun juga ikut menghilang,” jerit Putri Tangguk.

”Jangan cemas, istriku. Bukankah kita masih memiliki sawah. Besok kita ke sawah. Siapa tahu padinya telah menguning,” hibur suami Putri Tangguk.
Keesokkan paginya Putri Tangguk mengikuti suaminya ke sawah dengan cemas. Setibanya di sawah, tangis Putri Tangguk semakin keras karena mendapati sawahnya telah berubah menjadi semak belukar.
Putri Tangguk menagis seharian. Bahkan, ia tidak mau pulang dan menunggui sawahnya hingga tertidur. Dalam mimpinya, Putri Tangguk didatangi segerombolan padi yang dapat berbicara.
”Hai, Putri Tangguk. Inilah buah dari kesombonganmu. Masih ingatkah engkau ketika membuang kami ke jalan?” tanya padi-padi itu.
”Kau telah menghina kami. Kau telah menjadikan kami pasir untuk alas jalanmu. Kami ini dipanen untuk dimakan, bukan untuk dibuang sembarangan. Dengan membuang kami, berarti kamu tidak membutuhkan kami untuk makananmu,” kata padi-padi itu lagi.
Putri Tangguk hanya bisa diam dan tidak menjawab. Ia menyesali kebodohannya. Ia pun memohon maaf kepada padi-padi itu.
”Tak bisakah kalian memafkanku? Aku telah menyesali perbuatanku,” kata Putri Tangguk sambil menangis.
”Sekarang kau dan keluargamu harus bekerja keras. Bersihkan sawah ini, bajaklah, lalu tanamlah kami kembali. Setelah tiga bulan, barulah kalian dapat memanen kami kembali,” jawab padi-padi itu.
Ketika Putri Tangguk ingin menjawab, ia tersentak bangun dari tidurnya. Putri Tangguk pun kembali pulang. Kemudian, ia menceritakan mimpinya kepada suaminya. Keesokan harinya keluarga Putri Tangguk bergotong royong membersihkan sawah dan menanam padi. Ia dan keluarganya merawat sawah dan menjaga padinya dengan baik. Mereka menunggu dengan sabar hingga padi yang mereka tanam siap dipanen. Putri Tangguk juga berjanji tidak akan menyia-nyiakan sebutir padi pun hasil panen dari sawahnya.

Disadur dari Kisah Putri Tangguk, http://dongengceritarakyat.com/cerita-rakyat-jambi-cerita-daerah-jambi-terbaik/.

Dalam sebuah cerita, terdapat tokoh yang bersifat baik hati. Tokoh seperti itu disebut tokoh protagonis. Ada pula tokoh yang bersifat jahat. Tokoh bersifat jahat disebut tokoh antagonis. Tahukah kamu siapa tokoh protagonis dan tokoh antagonis pada cerita di atas? Ayo, lakukan kegiatan berikut.

Tokoh protagonis : tokoh yang bersifat baik hati.
Tokoh antagonis : tokoh yang bersifat jahat.

Jawablah pertanyaan berikut berdasarkan cerita berjudul Kisah Putri Tangguk
di atas.
1. Apa jenis cerita fiksi berjudul Kisah Putri Tangguk?
2. Siapa saja tokoh dalam cerita berjudul Kisah Putri Tangguk?
3. Siapa tokoh utama dan tokoh tambahan dalam cerita di atas?
4. Siapa tokoh protagonis dalam cerita di atas? Jelaskan alasanmu.
5. Siapa tokoh antagonis dalam cerita di atas? Jelaskan alasanmu.

Saat sedang membaca, Gultom dan Puspa bercerita kepada Beni. Mereka menceritakan tentang kebiasaan ayah mereka. Paman Tagor dulu suka menggendong Gultom dan Puspa sambil menyanyikan lagu. Lagu yang dinyanyikan Paman Tagor berjudul ”Injit-Injit Semut”. Lagu tersebut merupakan lagu dari Jambi. Tahukah kalian tentang lagu tersebut? Ayo, nyanyikan bersama- sama.

Nyanyikan lagu ”Injit-Injit Semut” bersama teman satu kelas. Perhatikan terlebih dahulu cara gurumu menyanyikan lagu tersebut dengan benar.

Lagu Injit-injit Semut.


LAGU INJIT-INJIT SEMUT.

Jalan jalan ke Tanah Deli.
Sungguh indah tempat tamasya.
Kawan jangan bersedih.
Mari nyanyi bersama sama.

Kalau pergi ke Surabaya.
Naik prahu dayung sendiri.
Kalau hatimu sedih.
Ya rugi diri sendiri.

Naik prahu ke Pulau Sribu.
Sungguh malang nasibku.
Punya teman diambil orang.
Ramai sungguh Bandar Jakarta.
Tempat orang mengikat janji.
Walau teman tak punya hati.
Senang dapat bernyanyi.

Reff :
Injit injit semut.
Siapa sakit naik diatas.
Injit injit semut walau sakit.
Jangan dilepas.

 

Menyanyi dengan baik membutuhkan teknik seperti intonasi dan tempo. Intonasi merupakan cara bernyayi mencapai ketepatan bunyi tiap nada. Bunyi nada yang tepat akan menghasilkan suara yang tidak sumbang dan enak didengar. Untuk mendapatkan intonasi yang baik kamu dapat menyanyikan nada-nada berikut secara berulang tanpa mengandalkan otot-otot leher dan berteriak. Nada-nada tersebut dapat dinyanyikan dengan tempo lambat, sedang, dan cepat.

 

Kecepatan lagu diukur dengan alat pengukur yang disebut Metronome Maelzel atau disingkat MM. Metronome Maelzel ini yang akan memberikan petunjuk seberapa cepat atau lambatnya lagu dinyanyikan. Sebagai contoh lagu ”Timang-Timang Anakku Sayang” ditulis dengan tempo andante. Kecepatan tempo andante 72-76 MM, artinya lagu harus dinyanyikan dalam kecepatan 72-76 ketukan yang tetap dalam waktu satu menit. MM 72-76 termasuk tempo sedang.
Tempo lagu dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
a. tempo lambat, contoh lento = lambat (56-58 MM) ;
b. tempo sedang, contoh andante = seperti orang berjalan (72-76 MM);
c. tempo cepat, contoh allegro = cepat, hidup, dan riang (132-138 MM).

 

 

 

SD Kelas 4 Tema 8.1.4 – Daerah Tempat Tinggalku – Sub.Tema 1 Lingkungan Tempat Tinggalku.

SD Kelas 4 Tema 8 – Daerah Tempat Tinggalku – Sub.Tema 1 Lingkungan Tempat Tinggalku.
Pembelajaran 4.

 

Dayu dan Kak Gusti memiliki kegemaran olahraga berbeda. Dayu gemar bersepeda dan Kak Gusti gemar berlari. Keduanya sering berolahraga bersama. Bahkan, terkadang Kak Gusti membonceng Dayu apabila kecapaian. Dayu dengan senang hati membantu kakaknya.

Keragaman karakteristik individu tidak hanya keragaman fisik saja, namun juga dapat berupa kegemaran. Seperti Dayu dan Kak Gusti, mereka memiliki kegemaran berbeda. namun, keduanya dapat hidup rukun dan saling membantu. Bagaimana denganmu? Apa kamu juga memiliki kegemaran berbeda dengan anggota keluargamu? Ayo, lakukan kegiatan berikut.

1. Lakukan wawancara dengan anggota keluargamu.
2. Tanyakanlah mengenai kegemaran setiap anggota keluargamu.
3. Lengkapilah kolom berikut berdasarkan hasil wawancara yang telah kamu lakukan.
4. Apa manfaat keragaman kegemaran yang ada dalam keluargamu?

Lingkungan memengaruhi kegiatan ekonomi penduduk. Tahukah kamu tentang kegiatan ekonomi? Ayo, kita pelajari bersama.

Kegiatan ekonomi adalah kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan penghasilan, barang, atau jasa tertentu dengan tujuan mencapai kesejahteraan dalam hidupnya. Berikut macam-macam kegiatan ekonomi.
1. Produksi adalah kegiatan menghasilkan barang dan jasa. Orang yang melakukan kegiatan ini disebut produsen.
2. Distribusi adalah kegiatan menyalurkan barang hasil produksi dari produsen kepada konsumen. Orang yang melakukan kegiatan ini disebut distributor.
3. Konsumsi adalah kegiatan memakai barang-barang hasil produksi. Orang yang melakukan kegiatan ini disebut konsumen.

 

Kabupaten Tabanan.

Tabanan merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Bali. Kabupaten ini terletak di bagian selatan Pulau Bali. Daerah Tabanan didominasi oleh pegunungan dan pantai.
Sepertiga wilayah Kabupaten Tabanan digunakan sebagai lahan persawahan sehingga Kabupaten ini dikenal sebagai daerah agraris. Potensi unggulan Kabupaten Tabanan adalah bidang pertanian, karena sebagian besar mata pencahariannya adalah petani.
Hasil pertanian di Kabupaten Tabanan berupa padi dan sayuran. Sayuran dihasilkan di daerah bertopografi tinggi seperti Baturiti. Hasil sayuran digunakan untuk memenuhi kebutuhan hotel, restoran, dan supermarket di Bali.

Selain pertanian, ternak unggulan Kabupaten Tabanan adalah ayam. Peternakan ayam buras, petelur, dan pedaging berada di Desa Udu dan Bolangan, Kecamatan Penebel. Di Tabanan juga berkembang industri kerajinan, seperti anyaman bambu, keramik, gerabah, logam, dan perak. Industri ini berkembang di Desa Pejaten, Kecamatan Kediri.

Objek wisata di Kabupaten Tabanan juga berkembang pesat. Objek wisata tersebut antara lain Tanah Lot, Alas Kedaton, Bedugul, Ulun Danau Berantan, dan Kebun Raya Eka Karya. Perkembangan objek wisata ini mendukung berkembangnya usaha jasa seperti restoran, hotel, dan penginapan. Selain dimanfaatkan sebagai objek wisata, potensi kelautan Kabupaten Tabanan juga dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk menangkap ikan.

Jawablah pertanyaan berikut berdasarkan bacaan di atas.
1. Apa saja kegiatan ekonomi di Kabupaten Tabanan? Produksi …, distribusi …

2. Apa saja jenis pekerjaan yang terkait dengan kegiatan ekonomi di Kabupaten Tabanan? Produksi …, distribusi …

1. Amatilah lingkungan tempat tinggalmu.
2. Identifikasilah kegiatan ekonomi yang ada di lingkungan tempat tinggalmu.
3. Identifikasi pula jenis pekerjaan yang terkait dengan kegiatan ekonomi itu.
4. Tuliskan hasilnya pada kolom berikut.

Produksi : …

Distribusi : …

Komsumsi : …

 

b. Jenis pekerjaan yang terkait dengan kegiatan ekonomi di lingkungan tempat tinggalku : Produksi …, Distribusi…, Komsumsi …

Pada pembelajaran sebelumnya, kamu telah mempelajari tentang tokoh pada teks fiksi. Tokoh teks fiksi dibedakan menjadi dua, yaitu tokoh utama dan tokoh tambahan. Tokoh utama adalah tokoh yang memiliki peran penting dalam cerita, ditampilkan terus-menerus, dan mendominasi cerita. Tokoh tambahan adalah tokoh yang dimunculkan sekali atau beberapa kali saja. Tokoh ini biasanya untuk menghidupkan cerita atau sekedar pemanis cerita. Dapatkah kamu mengidentifikasi tokoh utama dan tokoh tambahan dalam sebuah teks fiksi? Ayo lakukan kegiatan berikut.

1. Bacalah kembali cerita berjudul “Asal Mula Bukit Catu” pada pembelajaran sebelumnya.
2. Identifikasilah tokoh utama dan tokoh tambahan pada cerita tersebut. Kemudian, jawablah pertanyaan berikut.
a. Siapa tokoh utama dalam cerita berjudul“Asal Mula Bukit Catu”?
b. Mengapa tokoh tesebut disebut tokoh utama? Jelaskan alasanmu.
c. Siapa tokoh tambahan dalam cerita berjudul“Asal Mula Bukit Catu”?
d. Mengapa tokoh tesebut disebut tokoh tambahan? Jelaskan alasanmu.

Apa yang dimaksud dengan tokoh utama?
Bagaimana seorang tokoh cerita dapat disebut tokoh utama? Apa yang dimaksud dengan tokoh tambahan?
Bagaimana seorang tokoh cerita dapat disebut tokoh tambahan?

Tokoh utama adalah tokoh yang memiliki peranan penting dalam suatu cerita. Tokoh ini merupakan tokoh yang paling banyak diceritakan, baik sebagai pelaku kejadian maupun yang dikenai kejadian. Bahkan pada novel-novel tertentu, tokoh utama senantiasa hadir dalam setiap kejadian dan dapat ditemui dalam tiap halaman buku cerita yang bersangkutan.

Carilah informasi tentang kegiatan ekonomi di lingkungan tempat tinggalmu. Apa pengaruh lingkungan terhadap kegiatan ekonomi masyarakat di lingkungan tempat tinggalmu? Diskusikan bersama orang tuamu.

 

SD Kelas 4 Tema 8.1.3 – Daerah Tempat Tinggalku – Sub.Tema 1 Lingkungan Tempat Tinggalku.

SD Kelas 4 Tema 8 – Daerah Tempat Tinggalku – Sub.Tema 1 Lingkungan Tempat Tinggalku.
Pembelajaran 3.

Hai, teman-teman. Namaku Dayu. Aku dan keluargaku berasal dari Bali. Saat di Bali, aku tinggal di daerah Tabanan. Bagaimana kondisi lingkungan tempat tinggalku? Ayo kita cari tahu!

Bali sangatlah terkenal hingga di luar negri sebagai ikon pariwisata Indonesia. Bali memiliki pariwisata seperti wisata alam serta wisata seni dan budaya. Provinsi Bali terbagi atas 8 kabupaten dan 1 kotamadya Tabanan merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Bali. Wilayah Kabupaten Tabanan didominasi oleh pegunungan dan pantai. Selain itu, Tabanan terkenal sebagai penghasil beras dan sayuran. Mayoritas penduduknya bermatapencaharian sebagai petani, namun penduduk yang tinggal di pantai bermatapencaharian sebagai nelayan. Keadaan alam suatu tempat memengaruhi mata pencaharian penduduknya. Ayo, kita cari tahu lebih lanjut.

Lingkungan memengaruhi mata pencaharian penduduk di suatu daerah. Mata pencaharian penduduk di suatu daerah berbeda dengan daerah lainnya. Mata pencaharian penduduk di daerah pesisir pantai berbeda dengan penduduk di daerah dataran rendah maupun di dataran tinggi. Simak penjelasan berikut.
1. Penduduk di daerah pantai bermatapencaharian sebagai nelayan, petani tambak, pedagang, petani garam, dan perajin.
2. Penduduk di daerah dataran rendah bermatapencaharian sebagai buruh, petani, pedagang, dan peternak.
3. Penduduk di daerah dataran tinggi bermata pencaharian sebagai petani, peternak, pedagang, dan pekerja perkebunan, misalnya teh, kopi, dan cengkeh.

Selain itu, penduduk yang tinggal di desa juga memiliki mata pencaharian yang berbeda dengan penduduk di kota. Penduduk di desa lebih banyak bermatapencaharian sebagai petani, peternak, perajin, pedagang, buruh tani dan perkebunan. Sedangkan penduduk di kota bermatapencaharian sebagai pekerja jasa (banker, konsultan, pengacara, sopir), karyawan, pedagang, dan buruh pabrik.

Diskusikan pertanyaan-pertanyaan berikut bersama teman sebangkumu. Tuliskan hasilnya pada tempat yang disediakan.

1. Mengapa mata pencaharian penduduk berbeda sesuai lingkungan tempat hidupnya? Karena penduduk memenuhi kebutuhannya dengan mengupayakan sumber daya alam yang ada disekitar mereka, sehingga keadaan lingkungan sangat menentukan pekerjaan pendudukan disuatu daerah.

2. Mengapa penduduk di desa dan di kota memiliki mata pencaharian yang berbeda? karena keadaan alam yang berbeda; didesa cocok untuk pertanian, sedangkan di kota untuk perindustrian, perdagangan.

3. Apa perbedaan petani di daerah dataran rendah dan petani di daerah dataran tinggi? petani di daerah dataran rendah bertanam tanaman yang cocok untuk dataran rendah, misal padi, jagung, dll. Sedangkan petani di dataran tinggi menanam sayur, teh, dan tanaman untuk dataran tinggi lainnya.

4. Apa yang dimaksud dengan pekerja jasa? Sebutkan contohnya. Yaitu melayani masyarakat atau konsumen dengan memberikan pekerjaan jasa,, bukan barang. misal : guru, dokter, tukang potong, dan lainnya.

 

1. Bentuklah kelompok terdiri atas 3 siswa. Pilihlah teman yang tempat tinggalnya dekat dengan rumahmu.
2. Amatilah keadaan lingkungan tempat tinggalmu. Apakah termaksut lingkungan kota, perdesaan, pesisir, atau pegunungan?
3. Amatilah pula penduduk di lingkungan sekitar tempat tinggalmu. Kemudian, catatlah mata pencaharian penduduk di lingkungan sekitarmu.
4. Buatlah laporan sederhana berdasarkan hasil pengamatanmu. Buatlah seperti contoh berikut.
5. Kumpulkan hasilnya kepada guru.

Laporan Hasil Pengamatan

Nama : Pascal
Kelas : 4c.
Alamat : Blitar.

1. Nama Daerah tempat tinggalku : Kota Blotar.

2. Tempat tinggalku termaksut daerah : Dataran Rendah.

3. Mata pencaharian penduduk di lingkungan tempat tinggalku : Macam-macam, ada guru, pedagang, dokter, service, pegawai negeri, tentara, dan lain-lain, petani juga ada.

4. Transpotasi penduduk di lingkungan tempat tinggalku : sepeda motor, sepeda, dan mobil.

5. Kesenian di lingkungan tempat tinggalku : Wayang, tari, jaranan.

 

 

Saat libur sekolah, Dayu dan keluarganya berlibur ke rumah nenek. Rumah nenek Dayu berada di Banjar Bukit Catu, Candikuning, Baturiti, Tabanan, Bali. Dayu senang menghabiskan waktu bersama neneknya. Nenek Dayu suka bercerita. Kali ini, nenek Dayu akan menceritakan tentang asal mula Bukit Catu. Bacalah cerita berikut.

 

Asal Mula Bukit Catu.

Di pedalaman Pulau Bali, terdapat sebuah desa yang subur. Di sana, tinggal sepasang suami istri. Mereka bekerja sebagai petani. Menjelang musim panen, Si suami berkata pada istrinya.

“Jika nanti hasil panen kita melimpah, buatlah tumpeng nasi yang besar. Kemudian, undanglah tetangga untuk makan bersama.”
Istrinya pun setuju. Kedua suami istri itupun berharap panen mereka melimpah.
Tak lama kemudian, harapan mereka terkabul. Si Istri menyiapkan tumpeng nasi dan mengundang seluruh penduduk desa untuk makan bersama.
Menjelang musim panen berikutnya, Si suami berkata lagi pada istrinya
“Semoga panen kita lebih banyak lagi, kalau bisa tiga kali lipat dari sebelumnya. Jika harapanku terkabul, buatkanlah tiga tumpeng nasi yang lebih besar dari sebelumnya.”
Kemudian, Si Istri membuat tiga tumpeng dan mengundang seluruh penduduk desa untuk berpesta kembali.

Beberapa hari kemudian, Si suami pergi ke sawah. Dalam perjalanan, ia melihat seonggok tanah yang berbentuk seperti catu. Catu adalah alat penakar nasi yang terbuat dari tempurung kelapa.
“Hmmm, aneh sekali. Sepertinya kemarin gundukan tanah ini tidak ada,” gumam Si suami.
Setelah pulang dari ladang, ia bercerita kepada istrinya. Kemudian, ia mengajukan usul kepada istrinya.
“istriku, bagaimana kalau kita membuat beberapa catu nasi? Siapa tahu, kalau kita membuatnya, hasil panen kita akan semakin melimpah.”
Sejak saat itu, Si istri rajin membuat catu nasi. Setiap catu nasi yang dibuatnya, ia niatkan untuk menambah hasil panennya.
Namun, ada keanehan yang terjadi. Saat pergi ke sawah, onggokan tanah yang ia temukan sebelumnya semakin membesar. Rupanya, setiap Si istri membuat catu nasi, saat itu pula onggokan tanah membesar.

Sepasang suami istri itu pun tak menyadarinya. Bahkan, Si istri membuat catu nasi yang lebih besar setiap harinya. Lama-kelamaan, onggokan tanah itu berubah menjadi sebuah bukit. Setelah Si petani dan istrinya berhenti membuat catu nasi, onggokan tanah itu pun juga berhenti membesar. Sejak saat itu, onggokan tanah itu disebut dengan Bukit Catu.

Disadur dari: Dian. K, 100 Cerita Rakyat Nusantara, Jakarta, Bhuana Ilmu Populer, 2016.

 

Dalam cerita di atas terdapat tiga tokoh. Tokoh merupakan pelaku dalam sebuah cerita. Tokoh merupakan salah satu unsur pembangun cerita. Tokoh mengemban peristiwa dalam sebuah cerita sehingga peristiwa tersebut mampu terjalin sebagai cerita. Selain itu, tokoh juga berfungsi sebagai pembawa pesan, amanat, moral atau sesuatu yang ingin disampaikan pengarang.

Jawablah pertanyaan berikut. Kemudian, bacakan hasil tulisan jawabanmu di depan kelas.

1. Siapa tokoh dalam cerita berjudul ”Asal Mula Bukit Catu” di atas?

2. Apa saja peranan tokoh dalam cerita di atas?

3. Apa pesan yang terdapat pada cerita di atas?

Dayu sangat senang mendengarkan cerita nenek. Bahkan seluruh keluarga Dayu juga suka mendengarkan cerita. Saat nenek bercerita, semua anggota keluarga berkumpul dan mendengarkan dengan tenang.

Keragaman berarti bermacam-macam atau berjenis-jenis. Pada manusia, keragaman yang dimaksud adalah perbedaan yang dimiliki oleh setiap individu. Perbedaan pada individu itu ada karena setiap manusia memiliki ciri khas tersendiri. Dengan demikian, keragaman karakteristik individu berarti perbedaan ciri-ciri khusus pada individu. Keragaman karakteristik individu dapat berupa keragaman fisik. Keragaman fisik dapat meliputi, warna kulit, jenis rambut, tinggi dan rendah badan serta berat badan. Selain keragaman fisik, juga terdapat keragaman kegemaran dan keragaman sifat.

1. Amatilah keragaman fisik dalam keluargamu.
2. Lengkapi tabel berikut sesuai hasil pengamatanmu.

No. Anggota Keluarga, Warna kulit, Jenis Rambut, Tinggi Badan, Berat Badan.
1. Ayah ,
2. Ibu ,
3. Kakak ,
4. Kamu ,
5. Adik .

Apa yang telah kamu pelajari hari ini? Dalam keluargamu, pasti terdapat keberagaman. Bagaimana keluargamu menyikapi keberagaman yang ada? Jelaskan alasannya.

Lakukan wawancara kepada kedua orang tuamu. Tanyakan mengenai cerita rakyat yang ada di daerahmu. Tulislah ceritamu dalam buku tugas. Bacakan hasilnya di depan teman-temanmu.

 

SD Kelas 4 Tema 8.1.2 – Daerah Tempat Tinggalku – Sub.Tema 1 Lingkungan Tempat Tinggalku.

SD Kelas 4 Tema 8 – Daerah Tempat Tinggalku – Sub.Tema 1 Lingkungan Tempat Tinggalku.
Pembelajaran 2.

Di mana kamu tinggal? Apakah kamu mengenal lagu daerah di lingkungan tempat tinggalmu? Keluarga besarku berasal dari Papua. Di lingkungan tempat tinggalku ada beberapa lagu daerah yang terkenal. Aku, Ayah, dan Ibuku senang menyanyikan lagu daerah. Apa lagu daerah yang sering aku nyanyikan bersama keluargaku?

Hari itu Edo mendapat tugas untuk menyiapkan sebuah lagu daerah. Lagu itu akan dinyanyikan di depan teman-teman sekelasnya. Edo dan keluarganya berasal dari Papua. Edo teringat lagu daerah di lingkungan tempat tinggalnya di Papua. Oleh karena itu, Edo akan menyanyikan lagu berjudul ”Yamko Rambe Yamko”.

Yamko Rambe Yamko.
dari : Papua / Irian Jaya.

 

Hee yamko rambe yamko.
aronawa kombe.
Hee yamko rambe yamko.
aronawa kombe.

Temino kibe kubano ko bombe ko.
Yuma no bungo awe ade.
Temino kibe kubano ko bombe ko.
Yuma no bungo awe ade.

Hongke hongke hongke riro.
Hongke jombe jombe riro.
Hongke hongke hongke riro.
Hongke jombe jombe riro.

Edo berhasil menyanyikan lagu ”Yamko Rambe Yamko” dengan baik. Saat bernyanyi, Edo memperhatikan tempo dan tinggi rendah nada. Apa kamu masih ingat tentang tempo dan tinggi rendah nada? Mari, mengingat kembali tentang tempo dan tinggi rendah nada.

Tempo adalah cepat lambatnya lagu dinyanyikan. Tempo dibedakan menjadi tiga macam, yaitu tempo cepat, tempo sedang, dan tempo lambat. Pemilihan tempo dalam suatu lagu harus disesuaikan dengan isi lagu. Sebagai contoh, lagu yang menggambarkan keriangan biasanya menggunakan tempo cepat. Lagu untuk menidurkan bayi biasanya menggunakan tempo sedang ataupun tempo lambat.

Sementara itu, tinggi rendah nada merupakan cara menyanyikan lagu sehingga menghasilkan nada tinggi ataupun nada rendah sesuai dengan notasi lagu. Berikut urutan tinggi rendah nada yang disebut tangga nada dengan notasi angka dan notasi balok.

Notasi Nada rendah di gambarkan dengan tanda titik (.) di bawah not,  nada sedang tanpa menggunakan tanda titik, untuk Nada tinggi menggunakan tanda titik di atas not angka tersebut.

Berbeda dengan not angka, pada not balok nada rendah berada paling bawah, nada normal pada garis-garis, sedangkan nada tinggi berada di atas garis normal. Lihat gambar di bawah ini.

Semakin ke kanan, nada semakin tinggi. Sebaliknya, semakin ke kiri, nada semakin rendah. Nada bertitik di bawah berarti nada rendah, nada tidak bertitik berarti nada sedang, dan nada bertitik di atas berarti nada tinggi.
Nada-nada yang bertitik di bawah disebut tangga nada oktaf rendah, nada- nada yang tidak bertitik disebut tangga nada oktaf sedang, dan nada-nada yang bertitik di atas disebut tangga nada oktaf tinggi. Tangga nada adalah urutan nada yang disusun secara berjenjang. Susunan nada yang berurutan itu naik atau turun disebut tangga nada. Tentu saja jarak antar nada yang berurutan itu naik atau turun tertentu pula 1 2 3 4 5 6 7 1  ( do, re, mi, fa, sol, la, si, doo).

Amatilah teks lagu “Yamko Rambe Yamko”. Identifikasi tinggi rendah nada dari notasi lagu di atas. Apa yang kamu temukan? …

Nyanyikan lagu ”Yamko Rambe Yamko” bersama gurumu sesuai dengan tempo atau kecepatan dan tinggi rendah nada. Gurumu akan memberikan aba-aba tempo  atau kecepatan dengan ketukan. Jelaskan tinggi rendah nada pada lagu ”Yamko Rambe Yamko”! Kamu dapat pula mengetuk tempo lagu yang dinyanyikan. Rasakan bila tempo itu di percepat. ? …

kamu dapat pula mengetuk tempo lagu yang dinyanyikan. Rasakan bila tempo lagu itu dipercepat.

Apa makna yang terkandung dari lagu ”Yamko Rambe Yamko”? Makna dari lagu ini sangat menyedihkan, bertemakan tentang peperangan. Lagu ini menceritakan tentang pertikaian yang terjadi di dalam negeri. Di dalam lagu ini, pelantun lagu ingin menjadi bunga bangsa atau pahlawan yang rela berkorban, bahkan sampai mati untuk mempertahankan Indonesia dari para penjajah.

Edo bernyanyi ”Yamko Rambe Yamko” dengan penuh semangat dan percaya diri. Tidak disangka setelah semua teman-teman bernyanyi, Ibu Guru bercerita mengenai cerita rakyat Papua. Edo merasa bangga karena lingkungan tempat tinggal keluarga besarnya kaya akan budaya. Ada lagu daerah dan juga cerita rakyat. Berikut cerita yang disampaikan Ibu Guru.

 

Cerita Rakyat. : Kasuari dan Dara Makota.

Kasuari memiliki badan besar dan sayap lebar. Dia mampu terbang tinggi. Namun, Kasuari amat serakah. Dia memetik banyak sekali buah- buahan yang telah masak. Buah-buahan itu disembunyikan di bawah sayapnya sehingga burung-burung lain tidak kebagian. Burung-burung lain mengetahui keserakahan Kasuari. Oleh karena itu, tidak seekor burung pun mau berteman dengannya. Meski demikian, Kasuari tidak memedulikannya.

Semakin lama keserakahan Kasuari semakin menjadi. Tidak hanya buah-buahan di pohon saja yang diambilnya, tetapi juga buah-buahan yang jatuh ke tanah. Burung-burung lain pun jengkel. Mereka mencari cara agar Kasuari sadar dari sifat serakahnya.

”Bagaimana jika lomba terbang? Siapa yang mampu terbang tinggi dan paling jauh, dialah pemenangnya. Kalau Kasuari kalah, dia tidak boleh mencurangi kita lagi,” usul Dara Makota.

”Siapa yang bisa melawan Kasuari? Badannya besar. Sayapnya lebar. Sekali mengepakkan sayap, dia pasti bisa terbang jauh. Kita tidak akan menang,” jawab Pipit pesimis.

”Ingat, kita harus menggunakan akal. Serahkan semuanya kepadaku. Aku akan melawannya dalam perlombaan ini,” kata Dara Makota sambil tersenyum. Dia berusaha meyakinkan teman-temannya.
Teman-teman Dara Makota saling berpandangan. Mereka bertanya- tanya dalam hati. Mungkinkah Dara Makota yang bertubuh kecil dapat mengalahkan Kasuari yang besar?
Dara Makota menyampaikan tantangannya kepada Kasuari. Kasuari menyetujui tantangan Dara Makota. Saat pertandingan tiba, semua burung hadir untuk menyaksikan.
Dengan sombongnya Kasuari menertawakan Dara Makota. ”Sudahlah, kamu menyerah saja daripada mendapat malu,” ejek Kasuari.
Dara Makota bergeming. ”Siapa yang tertawa belakangan, dia yang menang,” sahut Dara Makota.
Kasuari dan Dara Makota pun bertanding. Mereka melesat dengan kencang. Kasuari terbang cepat sekali. Sesekali Kasuari menoleh Dara Makota yang berada di belakangnya. Dia takut jika Dara Makota menyusulnya.

Saat asyik menoleh, tiba-tiba… BRAAK…. Kasuari menabrak batang pohon. Sebelah sayapnya pun patah. Semua yang hadir tertegun, tetapi Kasuari tak mau menyerah. Dia berusaha bangkit dan mengepak- ngepakkan sayapnya. Sayangnya, dia terus terjatuh dan menggelepar di tanah. Sementara itu, Dara Makota terus melesat jauh meninggalkan Kasuari.
Kasuari hanya dapat memandang Dara Makota dengan rasa malu. Sekarang dia baru tahu rasanya menjadi makhluk lemah. Selama ini dia selalu merasa menjadi burung terhebat. Namun, dalam sekejap dia tidak mampu terbang lagi.
Beberapa burung lain turun ke tanah. Mereka membantu Kasuari. Kasuari semakin malu karena selama ini dia telah mencurangi mereka.
Sejak saat itu, Kasuari sadar dan mengubah perilakunya. Namun sayang sekali, sejak saat itu pula Kasuari tidak bisa terbang lagi. Dia harus mencari makan di tanah.

Disadur dari: Dian K, 100 Cerita Rakyat Nusantara, Jakarta: Bhuana Ilmu Populer, 2014.

Pada pembelajaran 1 telah dijelaskan bahwa cerita Asal Mula Telaga Warna merupakan cerita fiksi. Cerita yang diceritakan Ibu Guru di atas juga merupakan cerita fiksi. Ayo, melakukan kegiatan berikut.

Siapa saja tokoh-tokoh dalam cerita di atas? Sebutkan tokoh-tokoh dalam cerita di atas. Kemudian, ceritakan secara lisan cerita di atas di depan teman- teman dan gurumu.

Ada berbagai jenis cerita fiksi, di antaranya cerita rakyat, cerpen, dan novel. Adapun jenis cerita rakyat antara lain cerita jenaka, mite, fabel, legenda, dan saga.

a. Cerita jenaka adalah  :  merupakan bagian cerita rakyat yang berunsur jenaka atau lucu yang dapat membangkitkan tawa . Bahan ceritanya didasarkan pada kehidupan masyarakat sehari-hari. Alur ceritanya berpusat pada kelakuan pelaku. Contoh cerita jenaka yang berkemabang dalam masyarakat Indonesia seperti Si Kebayan Sunda, Lebai Malang Sumatra, dan Pak Banjir Jawa.

b. Mite adalah : sering di sebut dengan Mitos, adalah cerita prosa rakyat yang ditokohi para dewa atau makhluk setengah dewa yang terjadi di dunia lain (kayangan) dan dianggap benar – benar terjadi oleh empunya cerita atau penganutnya. Mitos pada umumnya menceritakan tentang terjadinya alam semesta, dunia, bentuk khas binatang, bentuk topografi, petualangan para dewa, kisah percintaan mereka dan sebagainya. Mitos itu sendiri, ada yang berasal dari Indonesia dan ada juga yang berasal dari luar negeri.
Contoh: …

c. Fabel adalah  salah satu jenis dongeng mengenai dunia binatang, di mana binatang-binatang bahkan makhluk-makhluk yang tidak bernyawa bertindak seolah-olah sebagai manusia. Tokoh-tokoh cerita di dalam fabel semuanya binatang. Binatang tersebut diceritakan mempunyai akal, tingkah laku, dan dapat berbicara seperti manusia. Watak dan budi manusia juga digambarkan sedemikian rupa melalui tokoh binatang tersebut. Tujuan fabel adalah memberikan ajaran moral dengan menunjukkan sifat-sifat jelek manusia melalui simbol binatang-binatang. Melalui tokoh binatang, pengarang ingin mempengaruhi pembaca agar mencontoh yang baik dan tidak mencontoh yang tidak baik.
Contoh:

d. Legenda adalah cerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi yang ceritanya dihubungkan dengan tokoh sejarah, telah dibumbui dengan keajaiban, kesaktian, dan keistimewaan tokohnya.
Contoh: Misalnya, legenda terjadinya Danau Toba di Sumatra, Sangkuriang (legenda Gunung Tangkuban Parahu) di Jawa Barat, Rara Jonggrang di Yogyakarta dan Jawa Tengah, Ajisaka di Jawa Tengah.

e. Sage adalah cerita lama yang berhubungan dengan sejarah, yang menceritakan keberanian, kepahlawanan, kesaktian dan keajaiban seseorang. Beberapa contoh sage, adalah: Calon Arang, Ciung Wanara, Airlangga, Panji, Smaradahana, dll. Suatu saat, hiduplah seorang panglima perang bernama Wire.

f. Cerpen adalah : Cerpen atau dapat disebut juga dengan cerita pendek merupakan suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerpen cenderung singkat, padat, dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi lain yang lebih panjang, seperti novella dan novel.

Cerpen merupakan salah satu jenis karya sastra yang memaparkan kisah atau cerita mengenai manusia beserta seluk beluknya lewat tulisan pendek dan singkat. Atau pengertian cerpen yang lainnya yaitu sebuah karangan fiktif yang berisi mengenai kehidupan seseorang ataupun kehidupan yang diceritakan secara ringkas dan singkat yang berfokus pada suatu tokoh saja

Contoh:

 

Jenis cerita fiksi teks berjudul Kasuari dan Dara Makota adalah … jelaskan …

Jenis cerita fiksi teks berjudul Asal Mula Telaga Warna adalah …  jelaskan …

 

Kasuari dan Dara Mahkota dalam cerita di atas memiliki Sayap untuk terbang. Deangan terbang, mereka dapat menuju tempat tertentu. Demikian juga dengan manusia. Manusia untuk menuju tempat tertentu seringkali menggunakan sarana transpotasi, seperti sepeda, sepeda motor, mobil, pesawat, dan kapal.

Edo dan teman-teman sering bersepeda Edo pulang sekolah mengendarai sepeda. Di jalan cukup ramai, Edo mengurangi kekuatan saat mengayuh sepedanya. Laju sepeda menjadi lambat. Di jalan lengang, Edo menambah kekuatan saat mengayuh sepeda. Laju sepeda menjadi cepat.

Kekuatan mengayuh memengaruhi laju sepeda. Saat Edo mengurangi kekuatan dalam mengayuh sepeda, Edo telah mengurangi gaya. Sepeda pun bergerak lambat atau pelan. Sebaliknya, saat Edo menambah kekuatan dalam mengayuh sepeda, Edo telah menambah gaya. Sepeda pun bergerak cepat. Dengan demikian, gaya berpengaruh terhadap gerak benda.
Apa kamu masih ingat tentang gaya dan gerak?

 

Percobaan Mendorong meja.

  • Mengetahui perubahan gerak akibat gaya , dengan alat  meja.
  • Letakkan meja di tempat cukup luas.
  • Doronglah meja secara sendiri dengan kekuatan penuh.
    Perhatikan gerakan meja. Apa yang kamu rasakan?
  • Kemudian, doronglah meja bersama temanmu.
    Gunakan kekuatan penuh seperti saat mendorong sendirian. Perhatikan gerakan meja.
    Apa yang kamu rasakan?

Tulislah hasil percobaanmu dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut.
1. Apa perbedaan yang kamu rasakan saat mendorong meja sendiri dan berdua? berdua lebih ringan.
2. Bagaimana pergerakan meja saat didorong sendiri dan berdua? Berdua gerakan lebih cepat.
3. Apa kesimpulanmu dari percobaan ini?  Meja di dorong berdua lebih cepat, dan terasa lebih ringan.

Bertanyalah kepada orang tuamu tentang lagu daerah di lingkungan tempat tinggalmu. Apa saja lagu daerahmu? Kemudian, pilih satu lagu daerahmu. Mintalah orang tuamu untuk menyanyikannya. Tuliskan syair lagu yang dinyanyikan orang tuamu.

 

 

SD4.8.1.1-Daerah Tempat Tinggalku-Lingkungan Tempat Tinggalku

SD Kelas 4 Tema 8 – Daerah Tempat Tinggalku – Sub.Tema 1 Lingkungan Tempat Tinggalku.

Pembelajaran 1.

Kamu akan belajar mengenal berbagai matapencaharian penduduk kaitannya dengan kegiatan ekonomi di Indonesia. Selain itu, kamu akan mengenal berbagai karakteristik masyarakat Indonesia dan mengambil manfaatnya guna menjaga semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Ajaklah orang tuamu untuk menceritakan berbagai karakteristik yang ada lingkunganmu. Setelah itu, diskusikan manfaat perbedaan karakteristik, baik untuk dirimu maupun untuk masyarakat pada umumnya. Selain itu, Ajaklah orang tuamu untuk berdiskusi mengenai berbagai matapencaharian penduduk. Misalnya, “Mengapa lingkungan mempengaruhi matapencaharian penduduk?”

Kamu akan mengamati daerah lingkungan tempat tinggal dengan berbagai pengetahuan yang dapat dimanfaatkan untuk menambah wawasanmu.
Dari lingkungan, kamu akan mengetahui berbagai karya seni, berbagai karakteristik individu, dan berbagai legenda dalam teks fiksi.
Tempat tinggal adalah tempat manusia menetap untuk berteduh dari keadaan alam, serta tempat melaksanakan hak dan kewajibannya dalam menjalani hidup. Tempat tinggal manusia biasanya berwujud rumah. Tempat tinggal merupakan kebutuhan utama bagi manusia. Setiap manusia tentu menginginkan lingkungan tempat tinggal yang nyaman untuk kehidupannya.
Amatilah gambar di atas. Gambar tersebut menunjukkan bagian dari lingkungan tempat tinggal. Lingkungan yang ditunjukkan berupa beberapa rumah yang di sekitarnya masih banyak pohon. Pada gambar juga terlihat hamparan sawah dengan para petani yang sedang bekerja. Terlihat juga binatang berupa ayam dan sapi. Lingkungan tempat tinggal pada gambar lebih tepat dinamakan perdesaan. Di mana tempat tinggalmu? Bagaimana lingkungan tempat tinggalmu? Nyamankah kamu tinggal di lingkunganmu?

 

Aku dan keluargaku berasal dari Jawa Barat. Di Jawa Barat terdapat banyak tempat wisata, di antaranya Telaga Warna. Apa kamu pernah mendengar cerita Asal Mula Telaga Warna? Ayo, kita cari tahu.

Udin dan keluarga sedang berlibur di daerah asalnya, yaitu Jawa Barat. Di lingkungan tempat tinggal Udin di Jawa Barat terdapat tempat wisata Telaga Warna. Telaga Warna terletak di kawasan Puncak Bogor.
Saat Udin berwisata di Telaga Warna, ayah Udin menceritakan Asal Mula Telaga Warna. Cerita Asal Mula Telaga Warna merupakan cerita turun temurun yang terkenal di daerah tersebut. Bagaimana cerita Asal Mula Telaga Warna?

Asal Mula Telaga Warna.

 

Dahulu kala di Jawa Barat, ada Raja dan Permaisuri yang belum dikarunia anak. Padahal, mereka sudah bertahun-tahun menunggu. Akhirnya, Raja memutuskan untuk bertapa di hutan. Di sana Raja terus berdoa kepada Yang MahaKuasa. Raja meminta agar segera dikarunia anak. Doa Raja pun terkabul.
Permaisuri melahirkan seorang bayi perempuan. Raja dan Permaisuri sangat bahagia. Seluruh rakyat juga bersuka cita menyambut kelahiran Putri Raja. Raja dan Permaisuri sangat menyayangi putrinya. Mereka juga sangat memanjakannya. Segala keinginan putrinya pasti dituruti.

Tak terasa Putri Raja telah tumbuh menjadi gadis yang cantik. Hari itu dia berulang tahun ketujuh belas. Raja mengadakan pesta besar- besaran. Semua rakyat diundang ke pesta.
Raja dan Permaisuri telah menyiapkan hadiah istimewa berupa kalung. Kalung terbuat dari untaian permata berwarna-warni. Saat pesta berlangsung, Raja menyerahkan kalung itu.
”Kalung ini hadiah dari kami. Lihat, indah sekali, bukan? Kau pasti menyukainya,” kata Raja.
Raja bersiap mengalungkan kalung itu ke leher putrinya. Sungguh di luar dugaan, Putri menolak mengenakan kalung itu.

”Aku tak suka kalung ini, Ayah,” tolak Putri dengan kasar.
Raja dan Permaisuri terkejut. Kemudian, Permaisuri berusaha membujuk putrinya dengan lembut. Permaisuri mendekat dan hendak memakaikan kalung itu ke leher putrinya.
”Aku tidak mau! Aku tidak suka kalung itu! Kalung itu jelek!” teriak Putri sambil menepis tangan Permaisuri.

Tanpa sengaja, kalung itu terjatuh. Permata-permatanya tercerai- berai di lantai. Permaisuri sangat sedih. Permaisuri terduduk dan menangis. Tangisan Permaisuri menyayat hati. Seluruh rakyat yang hadir turut menangis. Mereka sedih melihat tingkah laku Putri yang mereka sayangi.
Tidak disangka, air mata yang tumpah ke lantai berubah menjadi aliran air. Aliran air menghanyutkan permata-permata yang berserakan. Air tersebut mengalir keluar istana dan membentuk danau. Anehnya, air danau berwarna-warni seperti warna-warna permata kalung Putri. Kini danau itu dikenal dengan nama Telaga Warna.

Disadur dari: Dian K, 100 Cerita Rakyat Nusantara, Jakarta: Bhuana Ilmu Populer, 2014.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut berdasarkan cerita di atas.
1. Siapa tokoh-tokoh yang terdapat dalam cerita?
2. Di mana Raja melakukan pertapaan?
3. Apa hadiah yang disiapkan Raja dan Permaisuri untuk ulang tahun putrinya?
4. Mengapa Permaisuri bersedih dan menangis?
5. Bagaimana sifat Putri dalam cerita tersebut?

Ceritakan kembali secara lisan dengan menyebutkan tokoh-tokoh yang ada dalam cerita Asal Mula Telaga Warna. Berceritalah di depan guru dan teman-temanmu.
Ceritakan dengan artikulasi jelas, ekspresif, intonasi tepat, dan penuh percaya diri.

Cerita Asal Mula Telaga Warna merupakan teks cerita fiksi. Cerita fiksi atau rekaan adalah cerita yang sengaja dikarang oleh pengarang. Cerita fiksi diolah berdasarkan pandangan, tafsiran, dan penilaian pengarang mengenai peristiwa-peristiwa, baik yang pernah terjadi secara nyata maupun hanya dalam khayalan pengarang. Cerita fiksi dinikmati pembaca sebagai sarana hiburan.

Carilah informasi tentang cerita fiksi dan ciri-cirinya dari berbagai sumber.
Lakukan kegiatan ini bersama teman sebangkumu. Diskusikanlah informasi yang kalian peroleh.
Kemudian, tulislah informasi yang kamu peroleh.

Apa yang dimaksud cerita fiksi ? Cerita atau karangan fiksi adalah cerita rekaan buatan yang dibuat pengarang, dimana cerita di dalamnya menjadi bermakna dikarenakan daya khayal, angan-angan atau fantasi olah fikir ide kreativitas si penulis.

Karangan Fiksi dan Nonfiksi :

  • Karangan Fiksi yaitu karangan yang berisi kisahan atau cerita yang dibuat berdasarkan khayalan atau imajinasi pengarang. Fiksi atau cerita rekaan biasanya berbentuk novel, dan cerita pendek (cerpen). Fiksi ilmiah fiksi ilmu pengetahuan adalah fiksi yang ditulis berdasarkan ilmu pengetahuan, teori, atau spekulasi ilmiah.
    Karangan fiksi berusaha menghidupkan perasaan atau menggugah emosi pembacanya. Itulah sebabnya, tulisan ini lebih dipengaruhi oleh subjektifitas pengarangnya.
    Bahasa tulisan fiksi selain bermakna denoktatif juga konotatif, dan asosiatif yaitu makna tidak sebenarnya. Selain itu juga bermakna ekspresif yaitu membanyangkan suasana pribadi pengarang. Bahasa tulisan fiksi juga sugestif yaitu bersifat mempengaruhi pembaca dan plastis yaitu bersifat indah untuk menggugah perasaan pembaca.
  • Karangan nonfiksi yaitu karangan yang dibuat berdasarkan fakta, realita, atau hal-hal yang benar-benar dan terjadi dalam keidupan kita sehari-hari. Tulisan nonfiktif biasanya berbentuk tulisan ilmiah dan ilmiah populer, laporan, artikel, feature, skripsi, tesis, desertasi, makalah, dan sebagainya.
    Karangan nonfiktif berusaha mencapai taraf objektifitas yang tinggi, berusaha menarik, dan menggugah nalar (pikiran) pembaca.
    Bahasa karangan nonfiktif bersifat denotative dan menunjukan pada pengertian yang sudah terbatas sehingga tidak bermakna ganda.

 

GAYA.

Di dekat rumah Udin di Jawa Barat juga terdapat taman bermain. Udin dan saudara-saudara sepupunya bermain di sana. Dita ingin bermain ayunan. Udin membantu Dita menarik dan mendorong ayunan.

Udin menarik ayunan. Kemudian, Udin mendorong ayunan. Udin telah memberikan gaya pada ayunan itu. Apakah yang dimaksud dengan gaya?

Gaya adalah suatu kekuatan yang mengakibatkan benda yang dikenainya dapat mengalami gerak, perubahan kedudukan, atau perubahan bentuk.
Gaya juga dapat diartikan sebagai tarikan atau dorongan yang dapat memengaruhi keadaan suatu benda.

Gaya yang diberikan Udin terhadap ayunan yaitu tarikan dan dorongan. Akibatnya, ayunan itu bergerak. Saat ditarik, ayunan bergerak ke belakang atau mendekati Udin. Saat didorong, ayunan bergerak ke depan atau menjauhi Udin. Apa yang dimaksud dengan gerak?

Gerak adalah perpindahan kedudukan suatu benda terhadap benda lainnya, baik perpindahan kedudukan yang mendekati maupun menjauhi suatu benda atau tempat asal akibat benda itu dikenai gaya.

Percobaan mendoroong dan menarik Meja.

Tulislah hasil percobaanmu dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut.
1. Apa yang terjadi pada meja saat didorong? Meja bergerak berpindah tempat sesusai dengan arah dorongan.
2. Ke mana arah meja saat didorong? Ke arah dorongan di lakukan.

3. Apa yang terjadi pada meja saat ditarik? Berpindah , bergerak menuju arah tarikan.

4. Ke mana arah meja saat ditarik? Ke Arah tarikan yang kita lakukan.

Bersama kelompokmu, diskusikan tentang perbedaan gaya dan gerak. Tuliskan hasil diskusi pada kolom berikut.
Perbedaan Gaya dan Gerak  : Gaya adalah suatu kekuatan yang mengakibatkan benda yang dikenainya dapat mengalami gerak, perubahan kedudukan, atau perubahan bentuk. Sedangkan Gerak adalah akibat dari Gaya yang diterapkan pada suatu benda tersebut.

Renungkan !

  • Apa yang kamu pahami tentang cerita fiksi?
  • Apa ciri-ciri cerita fiksi?
  • Apa yang dimaksud dengan gaya?
  • Apa yang dimaksud dengan gerak?
  • Apa yang membedakan gaya dan gerak?

Kerjasama dengan Orangtua !

Bekerja samalah dengan orang tuamu. Amati gaya tarikan dan dorongan yang kamu temui di lingkungan tempat tinggalmu. Diskusikan tentang gerak yang ditimbulkan akibat gaya tersebut. Tuliskan hasilnya pada kertas. Kemudian, ceritakan kepada guru dan teman-temanmu saat di sekolah.

 

Download Buku Tematik Revisi 2018

[wpb-random-posts]

 

Buku Tematik Revisi 2018; antara lain :

Buku Kelas 6 Rev 2018.

Buku Tematik SD Kelas 5,  Kelas 4 Tema 6, Tema 7, Tema 8,Tema 9 berdasarkan kurikulum 2013 Revisi 2016 & 2017.

SD Kelas 5 Semester 1 : Buku bisa di download disini ! :

SD Kelas 5 Semester 2 : Buku bisa di download disini ! :

SD Kelas 4 Semester 1 Revisi 2017 : bisa di download disini !

 

SD Kelas 4 Semester 2 : Buku bisa di download disini ! :

 

Download Buku Digital SD Kelas 1 Tema 5 buku siswa :