SD Kelas 4 Tema 8.3.2 – Daerah Tempat Tinggalku – Sub.Tema 3 – Bangga Terhadap Daerah Tempat Tinggalku

Pembelajaran 2.

Aku bangga sekali dengan daerah tempat tinggal keluarga besarku Yogyakarta. Di Yogyakarta ada kampung yang terkenal dengan kerajinan gerabah. Kampung itu dinamakan Kasongan. Kasongan terletak di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Gerabah merupakan satu di antara karya tiga dimensi. Selain gerabah, benda-benda ukiran juga merupakan karya tiga dimensi. Apakah kamu dapat menyebutkan karya tiga dimensi lainnya? Dapatkah kamu menggambar benda tiga dimensi?
Ayo, kita belajar bersama-sama.

Amatilah gambar benda-benda berikut.

Gambar : Patung 2 orang , teko dan cangkir, kendi, kursi, tempat nasi, vas bunga, patung ikan.

Benda-benda pada gambar di atas merupakan gambar benda tiga dimensi. Apakah yang dimaksud benda tiga dimensi? Tuliskan pendapatmu mengenai pengertian benda tiga dimensi pada kolom berikut.

Gambar adalah karya seni rupa dua dimensi. Karya seni rupa dua dimensi merupakan karya seni rupa yang memiliki ukuran panjang dan lebar. objek gambar adalah benda-benda tiga dimensi. Benda tiga dimensi adalah karya seni rupa yang memiliki volume panjang, lebar, dan tinggi, serta memiliki volume. Unsur volume inilah yang menjadi pembeda antara benda dua dimensi dan benda tiga dimensi. Benda tiga dimensi misalnya benda hias dan benda pakai digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Contohnya guci, vas bunga, meja, kursi, lemari, dan lampu hias.
Berdasarkan pengertian karya seni tiga dimensi di atas, dapat kamu pahami adanya ciri-ciri tiga dimensi sebagai berikut.
1. Mempunyai panjang, lebar, dan tinggi.
2. Dapat dinikmati keindahannya dari sudut pandang mana pun.
3. Memiliki volume.
Ditinjau dari jenis bendanya, ada tiga jenis benda yang biasa dituangkan dalam gambar tiga dimensi. Tiga jenis benda yang dimaksud sebagai berikut.
1. Benda Kubistis
Benda kubistis adalah benda-benda yang berbentuk menyerupai bangunan kubus atau balok. Contohnya kotak pensil, kotak tisu, meja, kursi, lemari, bak sampah, dan kulkas.
2. Benda Silindris
Benda silindris adalah benda-benda yang berbentuk menyerupai silinder (elips). Contohnya botol, gelas, piring, mangkuk, teko, dan guci.
3. Benda Bebas adalah benda-benda yang bentuknya tidak beraturan. Contohnya buah-buahan, pepohonan, batu-batuan, dan benda alam lainnya.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut, supaya kamu lebih memahami karya benda tiga dimensi.

1. Bagaimana ciri-ciri benda berbentuk tiga dimensi.

2. Apa saja jenis-jenis benda karya tiga dimensi?

3. Apa saja contoh lain benda tiga dimensi yang dapat ditemukan dalam lingkungan kehidupan sehari-hari?

4. Bagaimanakah teknik dasar menggambar benda tiga dimensi?

Kamu telah memahami jenis-jenis benda yang bisa kamu tuangkan dalam gambar tiga dimensi. Sekarang perhatikan gambar benda tiga dimensi berikut. Kelompokkan gambar-gambar yang ada berdasarkan jenisnya. Tuliskan dalam buku tugasmu ada berapa jenis benda dalam kelompok benda kubistis, kelompok benda silindris, dan kelompok benda bebas? Presentasikan di depan kelas secara bergantian.

Jenis benda tiga dimensi banyak bentuknya. Kamu bisa menemukan benda- benda tiga dimensi di lingkungan tempat tinggalmu. Adakah pengrajin atau penjual gerabah di tempat tinggalmu? Lakukan kegiatan berikut.

Bentuklah kelompok terdiri atas lima anak. Lakukan kunjungan secara kelompok ke tempat pengrajin atau penjual gerabah di lingkungan tempat tinggalmu. Amati gerabah yang dijual atau dibuat pengrajin. Tuliskan nama gerabah yang termasuk jenis benda yang biasa dituangkan dalam gambar tiga dimensi. Tuliskan sesuai tiga kelompok jenis benda tiga dimensi!

BACA JUGA :   SD Kelas 4 Tema 9.1.6 - Kayanya Negeriku - Subtema 1 Kekayaan Sumber Energi di Indonesia.

Teko merupakan benda tiga dimensi. Melihat teko, mengingatkan kita pada cerita “Aladin dan Lampu Ajaib”. Cerita Aladin dan Lampu Ajaib merupakan contoh cerita fiksi. Tahukah kamu cerita Aladin dan Lampu Ajaib? Coba, cari tahu mengenai cerita Aladin dan Lampu Ajaib.

1. Coba cari tahu mengenai cerita fiksi Aladin dan Lampu Ajaib dengan cara bertanya pada orang tua, kakak, guru, atau siapapun yang kamu anggap tahu. Kamu juga bisa mencari tahu melalui berbagai media. Jika kamu akan membuka internet, mintalah pendampingan dari orang tuamu atau orang dewasa.
2. Tuliskan kembali dengan singkat cerita Aladin dan Lampu Ajaib. Tuliskan juga tokoh-tokoh dan sifatnya. Tuliskan dalam kotak berikut.

Benda tiga dimensi berupa teko dapat dibuat dengan cara dibentuk dari tanah liat. karena pengaruh gaya saat membentuk, maka tanah liat yang tadinya tidak berbentuk menjadi bentuk teko. Masih ingatkah kamu dengan pelajaran 1 yang membahas tentang hubungan gaya dan gerak? Dapatkah kamu menemukan hubungan gaya dan gerak pada peristiwa di lingkungan tempat tinggal? Amatilah gambar peristiwa berikut.

Cerita Lampu Ajaib Aladin.

Aladin adalah seorang laki-laki yang berasal dari Negara Persia. Dia tinggal berdua dengan ibunya. Mereka hidup dalam kesederhanaan. Hingga pada suatu hari ada seorang laki-laki yang datang kerumah Aladin. Laki-laki itu berkata kalau dia adalah saudara laki-laki almarhum bapaknya yang sudah lama merantau ke Negara tetangga. Aladin dan ibunya sangat senang sekali, karena ternyata mereka masih memiliki saudara.

“Malang sekali nasibmu saudaraku”, kata laki-laki itu kepada aladin dan ibunya. “Yang penting kita masih bisa makan, paman”, jawab Aladin. Karena merasa prihatin dengan keadaan saudaranya tersebut, maka laki-laki itu bermaksud untuk mengajak Aladin ke luar kota. Dengan seijin ibunya,lalu Aladin mengikuti pamannya pergi ke luar kota.

Perjalanan yang mereka tempuh sangat jauh sekali, dan pamannya tidak mengijinkan Aladin untuk beristirahat. Saat Aladin meminta pamannya untuk berhenti sejenak, pamannya langsung memarahinya. Hingga akhirnya mereka sampai di suatu tempat di tengah hutan. Aladin lalu diperintahkan pamannya untuk mencari kayu bakar. “Nanti ya paman, Aladin mau istirahat dulu”, kata Aladin. Pamannya sangat marah setelah mendengar jawaban Aladin tersebut. “Berangkatlah sekarang, atau kusihir engkau menjadi katak”, teriak pamannya. Melihat pamannya sangat marah,lalu Aladin bergegas berangkat mencari kayu.

Setelah mendapatkan kayu, pamannya lalu membuat api dan mengucapkan mantera. Aladin sangat terkejut sekali, karena setelah pamannya membacakan mantera, tiba-tiba tanah menjadi retak dan membentuk lubang. Aladin mulai bertanya pada dirinya sendiri, “Apakah dia benar pamanku? Atau dia hanya seorang penyihir yang ingin memanfaatkan aku saja?”

“Aladin, turunlah kamu kelubang itu. Ambilkan aku lampu antic di dasar gua itu”, suruh pamannya. “Aku takut paman”, kata Aladin. Pamannya lalu memberikan cincin kepada Aladin. “Pakailah ini, cincin ini akan melindungimu”, kata pamannya. Kemudian Aladin mulai turun kebawah.
Setelah sampai di bawah, Aladin sangat takjub dengan apa yang dia lihat. Di dasar gua tersebut Aladin menemukan pohon yang berbuahkan permata dan banyak sekali perhiasan. “Cepat kau bawa lampu antiknya padaku, Aladin. Jangan perdulikan yang lain”, teriak pamannya dari atas.

Aladin lalu mengambil lampu antik itu, dan mulaimemanjat ke atas. Tetapi setelah hampir sampai di atas, Aladin melihat pintu gua sudah tertutup dan hanya terbuka sedikit. Aladinmulai berpikir kalau pamannya akan menjebaknya. “Cepat Aladin, lemparkan saja lampunya”, teriak pamannya. “Tidak, aku tidak akan memberikan lampu ini, sebelum aku sampai di atas”, jawab Aladin.

BACA JUGA :   SD4.7.4 - SD Kelas 4 Tema 7 - Indahnya Persatuan dan Kesatuan dalam Keragaman. Proyek

Setelah berdebat, paman Aladin menjadi tidak sabar dan akhirnya “Brak!” pintu lubang ditutup, dan pamannya meninggalkan Aladin terkurung di dalam lubang bawah tanah. Aladin menjadi sedih, dan duduk termenung. Kini dia tau kalau sebenarnya laki-laki tersebut bukanlah pamannya, dan dia hanya diperalat oleh laki-laki itu. Aladin lalubmencari segala cara supaya dapat keluar dari gua, tetapi usahanya selalu sia-sia. “Aku sangat lapar, dan ingin bertemu ibuku, ya Tuhan, tolonglah hambamu ini !”, ucap Aladin.

Sambil berdoa, Aladin mengusap-usap lampu antik dan berpikir kenapa laki-laki penyihir itu ingin sekali memiliki lampu itu. Setelah digosok-gosok, tiba-tiba di sekelilingnya menjadi merah dan asap membumbung. Bersamaan dengan itu muncul seorang raksasa. Aladin sangat ketakutan. “Maafkan saya, karena telah mengagetkan Tuan”, saya adalah Jin penunggu lampu. Apa perintah tuan padaku?”, kata raksasa “Oh, kalau begitu bawalah aku pulang kerumah.” “Baik Tuan, naiklah kepunggungku, kita akan segera pergi dari sini”, kata Jin lampu. Dalam waktu singkat, Aladin sudah sampai di depan rumahnya. “Kalau tuan memerlukan saya, panggillah saya dengan menggosok lampu itu”.

Aladin menceritakan semua hal yang di alaminya kepada ibunya. “Mengapa penyihir itu menginginkan lampu kotor ini ya ?”, kata Ibu Aladin. “Ini adalah lampu ajaib Bu!”, jawab Aladin. Karena ibunya tidak percaya, maka Aladin lalu menggosok lampu itu. Dan setelah Jin lampu keluar, Aladin meminta untuk disiapkan makanan yang enak-enak. Taklama kemudian ibunya terkejur,karena hidangan yang sangat lezat sudah tersedia di depan mata.

Demikian hari, bulan, tahunpun berganti, Aladin hidup bahagia dengan ibunya. Aladin sekarang sudah menjadi seorang pemuda. Suatu hari lewat seorang Putri Raja di depan rumahnya. Ia sangat terpesona dan merasa jatuh cinta kepada Putri Cantik itu.

Aladin lalu menceritakan keinginannya kepada ibunya untuk memperistri putri raja. “Tenang Aladin, Ibu akan mengusahakannya”. Ibu pergi ke istana raja dengan membawa permata-permata kepunyaan Aladin. “Baginda, ini adalah hadiah untuk Baginda dari anak laki-lakiku.” Raja amat senang. “Wah…, anakmu pasti seorang pangeran yang tampan, besok aku akan datang ke Istana kalian dengan membawa serta putriku”. Setelah tiba di rumah Ibu segera menggosok lampu dan meminta Jin lampu untuk membawakan sebuah istana. Aladin dan ibunya menunggu di atas bukit. Tak lama kemudian jin lampu datang dengan Istana megah di punggungnya. “Tuan, ini Istananya”. Esok hari sang Raja dan putrinya datang berkunjung ke Istana Aladin yang sangat megah. “Maukah engkau menjadikan anakku sebagai istrimu ?”, Tanya sang Raja. Aladin sangat gembira mendengarnya. Lalu mereka berdua melaksanakan pesta pernikahan.

Tidak disangka, ternyata si penyihir ternyata melihat semua kejadian itu melalui bola kristalnya. Ia lalu pergi ke tempat Aladin dan pura-pura menjadi seorang penjual lampu di depan Istana Aladin. Ia berteriak-teriak, “tukarkan lampu lama anda dengan lampu baru !”. Sang permaisuri yang melihat lampu ajaib Aladin yang usang segera keluar dan menukarkannya dengan lampu baru. Segera si penyihir menggosok lampu itu dan memerintahkan jin lampu memboyong istana beserta isinya dan istri Aladin ke rumahnya.

BACA JUGA :   SD Kelas 4 Tema 9.2.3 – LKS - Kayanya Negeriku – Pemanfaatan Kekayaan Alam di Indonesia

Ketika Aladin pulang dari berkeliling, ia sangat terkejut karena istananya hilang. Aladin lalu teringat dengan cincin pemberian laki-laki penyihir. Digosoknya cincin tersebut, dan keluarlah Jin cincin. Aladin bertanya kepada Jin cincin tentang apa yang sudah terjadi dengan istananya. Jin Cincin kemudian menceritakan semuanya kepada Aladin. “Kalau begitu tolong bawakan istana dan istriku kembali lagi kepadaku”, seru Aladin. “Maaf Tuan, kekuatan saya tidaklah sebesar Jin lampu,” kata Jin cincin. “Kalau begitu, Tolong Antarkan aku ke tempat penyihir itu. Aku akan ambil sendiri”, seru Aladin. Sesampainya di Istana, Aladin menyelinap masuk mencari kamar tempat sang Putri dikurung. Putri lalu bilang kalau penyihir itu sedang tidur karena kebanyakan minum Bir. Setelah mengetahui kalau penyihir itu tidur, maka Aladin menyelinap ke dalam kamar laki-laki penyihir tersebut.

Setelah berhasil masuk dalam kamar, Aladin lalu mengambil lampu ajaibnya yang penyihir dan segera menggosoknya. “Singkirkan penjahat ini”, seru Aladin kepada Jin lampu. Penyihir terbangun, lalu menyerang Aladin. Tetapi Jin lampu langsung membanting penyihir itu dan melemparkan ke luar istana. “Terima kasih Jin lampu, bawalah kami dan Istana ini kembali ke tempatnya semula”. Sesampainya di Persia Aladin hidup bahagia. Ia mempergunakan sihir dari peri lampu untuk membantu orang-orang miskin dan kesusahan.

Dongeng “Aladin dan lampu ajaib” ini diceritakan kembali oleh kak Ghulam Pramudiana

 

Amatilah gambar peristiwa anak bermain ketapel, paman menimba dengan ember, dan pengrasin membuat gerabah berikut.

1. Anak bermain ketapel
Bermain ketapel dilakukan dengan menarik karet dan melepaskan karetnya. berhati-hatilah saat bermain ketapel. Jangan diarahkan kepada teman.

2. Paman menimba dengan ember
Paman menimba dengan menarik tali timba.

3. Pengrajin membuat gerabah
Gerabah dibuat dari tanah liat. Tanah dibentuk oleh pengrajin menjadi berbagai bentuk.

Bagaimana hubungan gerak dan gaya kaitannya dengan peristiwa di atas? Coba tuliskan dalam kotak-kotak berikut.

Hubungan gaya dan gerak pada peristiwa menimba adalah : gaya otot tangan menggerakan karet pengerek timba, mengangkat air di dalam timba ke permukaan.

Hubungan gaya dan gerak pada peristiwa bermain ketapel adalah : gaya otot tangan menarik pegas karet, kemudian ketika di lepaskan , gaya pegas melontarkan batu atau beban lainnya.

Hubungan gaya dan gerak pada peristiwa membuat gerabah adalah : gaya otot kaki atau tangan menggerakan alat pemutar pembuat gerabah, gaya otot tangan membentuk tanah liat sehingga akhirnya membentuk gerabah tersebut.

Untuk membuktikan adanya hubungan antara gaya dan gerak, praktikkan permainan ketapel. Bawalah ketapel dari rumah atau Bapak/Ibu Guru akan menyiapkan ketapel. Praktikkan bermain ketapel. Berhati-hatilah, jangan mengarahkan ketapel kepada teman atau oranglain. Buktikan adanya hubungan antara gaya dan gerak. Bapak/Ibu Guru akan memberikan penjelasan kepadamu.

Apa yang sudah kamu pelajari hari ini? Apakah kamu merasa senang dengan kegiatan yang kamu lakukan hari ini? Apakah kamu kesulitan dalam mengikuti kegiatan dalam pembelajaran hari ini? Coba renungkan! Tuliskan hasil renunganmu dalam kotak berikut.

Coba amati peristiwa yang berhubungan dengan gaya dan gerak di lingkungan tempat tinggalmu bersama orang tua atau kakakmu. Tuliskah peristiwa yang kamu amati. Tuliskan juga hubungan gaya dan gerak pada peristiwa itu. Tuliskan pada kolom berikut.

 

SD Kelas 4 Tema 8.3.2 – Daerah Tempat Tinggalku – Sub.Tema 3 – Bangga Terhadap Daerah Tempat Tinggalku
Tag pada:                                        

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *