SD3-K3-1-Masyarakat

SD Kelas 3 – Pelajaran 3 – Masyarakat.

A. Pemimpin Masyarakat.
Mari berdoa : Bapa yang Mahakuasa. Dampingilah pemimpin masyarakat di lingkungan kami agar mereka dapat melaksanakan tugasnya dengan semangat cinta kasih. Amin.

Mari bernyanyi : 
Tuhan Yesus ajarilah kami,
hidup rukun saling menghormati.
Tuhan Yesus ajarilah kami,
saling cinta, saling mengasihi.
Tuhan Yesus ajarilah kami,
rendah hati tak sombongkan diri
Tuhan Yesus ajarilah kami,
saling jujur, saling memahami.

 

Mendengar Cerita !

Pak Lukas seorang yang sederhana, jujur dan pekerja keras. Ia sangat disenangi oleh tetangga – tetangganya. Maka tak heran Pak Lukas terpilih menjadi kepala desa. Sejak pak Lukas menjadi Kepala Desa Suka Ramai banyak perubahan yang ia lakukan. Sebulan sekali seluruh warganya dikerahkan untuk kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar rumah. Warga desa beramai-ramai membersihkan selokan, sehingga desa Suka Ramai menjadi desa yang lingkungannya bersih.
Bila sore hari, pak Lukas mengendarai sepeda mengunjungi warganya . Bila ia berjumpa dengan warganya yang sakit pak Lukas pun dengan suka cita membantunya.

Suatu hari turunlah hujan yang sangat lebat. Desa Suka Ramai kebanjiran. Pak Lukas sebagai kepala desa sangat sedih dengan bencana ini. pak Lukas membantu para korban banjir dengan perahu karet sumbangan pemerintah. Ia bekerja
siang dan malam demi menyelamatkan warganya. Pak Lukas bersama warganya membangun tenda darurat sebagai tempat penampungan bagi warga yang rumahnya terendam banjir. Setelah bencana berakhir, masyarakat desa Suka Ramai semakin kagum dan menyayangi pak Lukas , sang kepala desa yang selalu melayani rakyatnya.

 

BACAAN INJIL :  Mateus 20: 20-28.

Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepadanya. Kata Yesus: “Apa yang kau kehendaki?” Jawabnya: “Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.” Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: “Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus kuminum?” kata mereka kepada-Nya: “Kami dapat.” Yesus berkata kepada mereka: “Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.” Mendengar itu marahlah ke sepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: “Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.
Tidaklah demikian di antara kamu. Barang siapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barang siapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak manusia datang bukan untuk dilayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

RANGKUMAN :

  • Tuhan yesus mengajarkan bahwa seorang pemimpin adalah seorang pelayan masyarakat.
  • Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mau melayani.
  • Yesus berkata, “Aku datang untuk melayani, bukan untuk dilayani” Mateus 20:28)

 

B. TRADISI MASYARAKAT.

Tuhan berkatilah negriku. Limpahkanlah kasih-Mu,
Curahkanlah damai-Mu, agar aman tentram bersama-Mu,
Damai negriku tentram bangsaku, karna kasih Tuhan melimpah selalu.
Tuhan berkatilah bangsa-ku, hilangkan permusuhan,
Musnahkan kekerasan, karena Engkau sumber kedamaian,
Damai negriku tentram bangsaku, karna damai Tuhan melimpah selalu.

 

MENDENGAR CERITA :

Fahombo, biasa juga disebut dengan Lompat Batu. Tradisi ini berasal dari Pulau Nias, yang terletak di sebelah barat Sumatra, tepatnya di Desa Bawomataluo, di puncak bukit yang ada di Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan. Acara
ini merupakan ritual budaya sebagai simbol kedewasaan pemuda Nias. Jika seorang pemuda yang mampu melakukan lompatan dengan sempurna dianggap telah dewasa dan matang secara fisik. Karena itu hak dan kewajiban sosialnya sebagai orang dewasa sudah bisa dijalankan. Misalnya, memasuki pernikahan
dan untuk menjadi prajurit desa jika ada perang antar desa atau konflik dengan warga desa lain. Karena sekarang sudah tidak ada perang, maka lompat batu hanya dipertunjukkan untuk menyambut tamu, dan sebagai wisata andalan Pulau Nias.

BACA JUGA :   SD3-Tema5.1-Kewajiban Siswa

Mari mendengar Kitab Suci,
Lukas 2:41-52,

Tiap–tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah. Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu. Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui oleh orang tua-Nya. Karena mereka menyangka bahwa Ia ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah
mereka sehari perjalanan jauhnya, lalu mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan mereka. Karena mereka tidak menemukan Dia, kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia. Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia
di Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan  kepada mereka. Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasannya dan segala jawab
yang diberikan-Nya. Dan ketika orangtua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: “Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau.” Jawab-Nya kepada mereka: “Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam Rumah Bapa-Ku?” tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka. Lalu ia pulang bersama-sama mereka ke Nasaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan Ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya. Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.

RANGKUMAN :

  • Setiap suku atau daerah mempunyai tradisi yang berbeda.
  • Semua tradisi yang kita miliki merupakan kekayaan bangsa yang sangat membanggakan dan semua merupakan anugerah Tuhan.
  • Kita harus menjaga, melestarikan sekaligus menghormati tradisi –tradisi yang ada dalam masyarakat Indonesia.
  • Yesus sejak dari kecil dididik oleh orang tua-Nya dalam tradisi atau adat istiadat agama Yahudi.
  • Yesus pada umur 12 tahun diajak oleh Yusuf dan Maria untuk merayakan hari Paskah di Yerusalem.
  • Dalam masyarakat Indonesia terdapat enam agama yang diakui yakni: agama Islam, agama Katolik, agama Kristen, agama Budha, agama Hindu, dan agama Kong Hu Cu.
  • Semua agama percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa, pencipta manusia dan alam semesta.
  • Walaupun berbeda-beda keyakinan, kita tetap satu umat Tuhan yang hidup di bumi Indonesia tercinta.
  • Sebagai murid Yesus, kita diajarkan untuk saling memperhatikan, saling mengasihi, saling menjaga agar hidup bahagia dan sejahtera.

Renungkan : “ Sudahkah aku menghormati teman yang berbeda tradisi dan agama?

Untuk diingat : Semua tradisi yang kita miliki merupakan kekayaan bangsa yang sangat membanggakan dan semua merupakan anugerah Tuhan.

Mari berdiskusi dalam kelompok tentang hari raya agama-agama di Indonesia dan apa yang kamu lakukan apabila ada teman yang merayakan hari raya
keagamaannya?

6 Agama di Indonesia ; Berikut ini adalah 6 (enam) Agama yang diakui di Indonesia :

Agama Islam.
Nama Kitab Suci : Al-Qur’an.
Nama Pembawa : Nabi Muhammad SAW.
Permulaan : Sekitar 1400 tahun yang lalu
Tempat Ibadah : Masjid.
Hari Besar Keagamaan : Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Idul Adha, Tahun Baru Hijrah, Isra’ Mi’raj.

Agama Kristen Protestan.
Nama Kitab Suci : Alkitab.
Nama Pembawa : Yesus Kristus.
Permulaan : Sekitar 2000 tahun yang lalu.
Tempat Ibadah : Gereja.
Hari Besar Keagamaan : Hari Natal, Hari Jumat Agung, Hari Paskah, Kenaikan Isa Almasih.

Agama Katolik.
Nama Kitab Suci : Alkitab.
Nama Pembawa : Yesus Kristus.
Permulaan : Sekitar 2000 tahun yang lalu.
Tempat Ibadah : Gereja.
Hari Besar Keagamaan : Hari Natal, Hari Jumat Agung, Hari Paskah, Kenaikan Isa Almasih.

Agama Hindu.
Nama Kitab Suci : Weda.
Permulaan : Sekitar 3000 tahun yang lalu.
Tempat Ibadah : Pura.
Hari Besar Keagamaan : Hari Nyepi, Hari Saraswati, Hari Pagerwesi.

 

Agama Buddha.
Nama Kitab Suci : Tri Pitaka.
Nama Pembawa : Siddharta Gautama.
Permulaan : Sekitar 2500 tahun yang lalu.
Tempat Ibadah : Vihara.
Hari Besar Keagamaan : Hari Waisak, Hari Asadha, Hari Kathina.

 

BACA JUGA :   SD3-K2.6-Agama Katolik - Kasih

Agama Kong Hu Cu.
Nama Kitab Suci : Si Shu Wu Ching.
Nama Pembawa : Kong Hu Cu.
Permulaan : Sekitar 2500 tahun yang lalu.
Tempat Ibadah : Li Tang / Klenteng.
Hari Besar Keagamaan : Tahun Baru Imlek, Cap Go Meh.

 

C. Melestarikan Lingkungan Alam.

Mari berdoa :
Bapa yang Mahabaik. Engkau telah menyerahkan alam yang indah ini kepada kami untuk dijaga dan dikembangkan demi kabaikan kami. Terima kasih Tuhan atas karunia-Mu yang sangat indah dan berguna bagi kami. Amin.

Mari bernyanyi : 
Allah Mahakuasa, pencipta alam semesta,
Bapa yang Mahamurah, penyelenggara hidup kami,
Terimalah pujian, sembah syukur umat-Mu.
Seluruh jagat raya dan segala makhluk hidup
Bersama isi surga, bersujud dihadirat-Mu
Puji keagungan-Mu dan luhurkan nama-Mu.
Berkatilah, ya Bapa, negara dan bangsa kami
Jauhkanlah bencana dari keluarga kami,
Berilah kemakmuran, damai dan keadilan.

 

Mari mendengar cerita.

Desa Kopisan adalah desa yang sangat indah dan subur. Seluruh desa kelihatan hijau karena ditumbuhi berbagai tanaman dan pohon-pohon yang rindang. Setiap pagi terdengar kicauan burung. Penduduk desa menanam berbagai jenis sayur
untuk dijual ke kota. Di desa itu terdapat sebuah bukit dan di kaki bukit terdapat mata air yang menjadi sumber air bagi masyarakat. Pada musim kemarau mata air tersebut juga sangat membantu orang kota, karena mereka mengambil air di desa
tersebut.

Keadaan desa berubah beberapa tahun ini. Sayur yang ditanam banyak yang tidak bisa di panen, sehingga masyarakat tidak cukup membiayai kehidupan keluarga. Burung-burung tidak terdengar lagi kicauannya. Yang terdengar hanya suara
palsu burung yang direkam untuk memancing burung walet agar hinggap di rumah yang telah disiapkan. Mata air yang dulu tidak pernah berhenti mengalir, sekarang justru kering dan masyarakat mengalami kesulitan air pada musim kemarau.
Mengapa hal ini terjadi? Ternyata masyarakat mulai menebang pohon-pohon untuk di jual kepada pedagang-pedagang kayu dan mereka menjadi malas untuk mengurus kebun yang mereka miliki. Akhirnya desa itu menjadi gersang.

 

BACAAN INJIL : Kejadian 1:1-2:4.
Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong, hanya ada air di mana-mana. Seluruh permukaan bumi gelap. Maka berfirmanlah, “Jadilah terang.” Setelah itu Allah memisahkan terang dan gelap. Lalu
Allah menamakan terang itu siang dan gelap itu malam. Itulah hari pertama Allah mencipta.
Pada hari kedua, berfirmanlah Allah, “Jadilah cakrawala” maka tidak lama kemudian muncullah cakrawala dan Tuhan memisahkan air yang di bawah cakrawala itu dari air yang ada di bawahnya. Pada hari ketiga, Allah berfirman lagi, “Berkumpullah air pada satu tempat.” Lalu Allah menamai tanah yang kering itu darat dan kumpulan air itu dinamainya laut. Setelah itu Allah berfirman lagi, “Hendaknya tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon yang menghasilkan buah, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi. Maka tumbuhlah dari tanah itu bermacam-macam tumbuhan.
Hari keempat, berfirmanlah Allah, “Jadilah benda-benda penerang di cakrawala untuk memisahkan siang dan malam.” Maka jadilah matahari untuk menerangi siang, dan bulan untuk menerangi malam. Allah melihat semuanya itu baik.
Hari kelima, Allah berfirman lagi, “Hendaklah ikan berenang dalam air dan burung-burung berterbangan di atas bumi.”
Kemudian Allah memberkati ikan-ikan dan burung-burung itu supaya mereka berkembang biak dan menjadi banyak. Allah melihat semuanya itu baik.
Hari keenam, berfirmanlah Allah, “Hendaklah dari bumi muncul ternak dan binatang-binatang liar dan melata.” Maka muncullah kambing, domba, sapi, kerbau, kuda, kemudian muncul lagi singa, harimau, kucing, anjing, gajah, ular dan lainlain.
Setelah itu Allah berfirman, “Baiklah kita jadikan manusia menurut rupa Kita, supaya mereka menguasai segala ikan di laut, burung-burung di udara dan semua binatang.” Maka Allah menciptakan manusia laki-laki dan perempuan menurut
rupa Allah sendiri. Kepada manusia itu Allah bersabda, “beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah muka bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut, burung-burung di udara dan atas segala binatang jinak maupun
liar.” Maka jadilah demikian. Allah melihat semuanya itu baik. Demikianlah Allah menciptakan dunia dengan segala isinya. Pada hari ketujuh Allah berhenti mencipta dan beristirahat. Hari itu disebut hari Tuhan bagi manusia. Semua orang berkumpul
untuk memuliakan Tuhan.

BACA JUGA :   SD3-K2.2-Agama Katolik-Sakramen Ekaristi

 

MENDENGAR CERITA :

Santo Fransiskus Asisi.

Pada waktu itu di kota Gubbio hiduplah seekor serigala yang amat besar, mengerikan, dan ganas. Serigala itu tidak saja memakan binatang-binatang, tetapi juga manusia. Semua penduduk kota hidup dalam ketakutan dan tidak berani pergi
sendirian. Melihat situasi yang demikian Fransiskus merasa kasihan, sehingga ia mendamaikan serigala itu dengan penduduk kota Gubbio, sekalipun mereka melarangnya pergi.

Ketika Fransiskus memasuki daerah serigala itu bersama-sama sahabatnya, ia membuat tanda salib dan menaruh kepercayaan sepenuh-penuhnya pada Tuhan. Ketika saudara-saudara lain tidak mau pergi mendekati serigala itu, Fransiskus
berjalan terus menuju tempat serigala itu bersarang. Ketika serigala itu melihat Fransiskus, maka ia pun menyerbu kearahnya dengan cakar terbuka. Ketika serigala itu mendekat, Fransiskus membuat tanda salib di atasnya dan menyapanya, “kemarilah, saudara serigala. Demi nama Kristus aku memerintahkan kamu jangan menyerang aku.” Anehnya begitu Fransiskus membuat tanda salib, serigala yang ganaspun tunduk. Ia menaati Fransiskus. Serigala itu lalu membaringkan diri di kaki Fransiskus dengan lembut seperti seekor anak domba.
Fransiskus lalu mengajak serigala itu membuat suatu perjanjian dengan penduduk kota Gubbio. Dari pihak serigala, ia harus berjanji bahwa ia tidak akan mengganggu dan melakukan kejahatan dengan penduduk kota Gubbio lagi. Dari pihak penduduk Gubbio, mereka berjanji akan menyediakan makanan yang dibutuhkan serigala itu setiap hari. Dan sebagai jaminan bahwa perjanjian itu akan dilaksanakan dan ditepati, maka Fransiskus mengulurkan tangannya, dan serigala itu mengangkat kaki depannya dan menempatkannya dengan lembut ke dalam tangan Fransiskus, sebagai bukti kesetiaannya.

Mari Berdiskusi : Apa yang dapat diteladani dari cara hidup Santo Fransisikus Asisi dan bagaimana cara melestarikan lingkungan alam ini?

Rangkuman :

  • Tuhan menciptakan dunia dan segala isinya dalam keadaan baik.
  • Manusia mempunyai akal budi sehingga dapat berpikir dan mempunyai kemampuan untuk melestarikan ciptaan Tuhan yang indah.
  • Santo Fransiskus Asisi menjadi teladan dalam pelestarian lingkungan.
  • kita melibatkan diri untuk ambil bagian menata lingkungan sehingga menjadi tempat yang nyaman untuk ditempati.

Renungkan : Sudahkah aku melestarikan alam ciptaan Tuhan?

Untuk diingat : Manusia mempunyai akal budi sehingga dapat berpikir dan mempunyai kemampuan untuk melestarikan ciptaan Tuhan yang indah.

 

Mari berdoa :

Puji Tuhan Pencipta.
Pujilah Tuhan di surga.
Pujilah Tuhan, hai matahari dan bulan.
Pujilah Dia hai segala binatang.
Pujilah Dia hai langit yang mengatasi segala langit.
Dia mendirikan semua untuk seterusnya dan selamanya.
Dia memberi ketetapan yang tak dapat dilanggar.
Pujilah Tuhan di bumi.
Hai segenap samudra raya.
Pujilah Tuhan, hai api dan hujan es, salju, dan laut.
Pujilah Tuhan, hai gunung dan segala bukit.
Segala pohon buah-buahan.
Pujilah Tuhan, hai hewan dan burung bernyanyi.
Pujilah Tuhan, hai raja dan pemimpin.
Hai orangtua, hai kaum muda dan anak-anak.
Marilah kita memuji Tuhan.
Pencipta segala yang ada dan yang hidup di bumi. Amin.

 

Glosarium

  • Bait Allah : tempat ibadah orang Yahudi, terletak di kota Yerusalem.
  • Bertobat : menyesal dan berniat hendak memperbaiki perbuatan yang salah.
  • Dosa : keadaan atau situasi seseorang jauh atau terpisah dari Allah karena melanggar ketentuan atau kehendak Allah.
  • Dusun : Desa
  • Farisi : suatu golongan dari para rabi dan ahli Taurat yang sangat  berpengaruh. Mereka berpegang pada Taurat Musa dan pada adat istiadat
    nenek moyang. Seluruh hukum dan peraturan mereka taati secara mutlak.
  • Hidup Kristiani : hidup orang yang mengikuti teladan hidup Yesus Kristus.
  • Iman : sikap sungguh percaya pada Allah.
  • Liturgi : Ibadat resmi Gereja.
  • Minyak krisma : minyak yang digunakan pada penerimaan Sakramen Krisma; minyak zaitun yang telah diberkati oleh uskup menjadi tanda dan sarana penguatan oleh Roh Kudus.
  • Pemungut cukai : petugas pajak, dan merupakan salah satu jenis pekerjaan di masyarakat Yahudi waktu itu.
  • Tabernakel : tempat untuk menyimpan Hosti Kudus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *