Arsip Tag: bahasa indonesia

Bahasa Indonesia SMP Kelas 8 : Unsur-unsur Berita

Berita Seputar Indonesia.
A. Menentukan Unsur-Unsur Berita.
1. Unsur-Unsur Berita.

B. Meringkas dan Menyimpulkan Berita.
1. Ringkasan Berita.
2. Penyimpulan Isi Berita.
3. Tanggapan terhadap Isi Berita.

C. Menemukan Struktur dan Kaidah Berita.
1. Struktur Berita.
2. Kaidah-Kaidah Kebahasaan.

D. Menyampaikan Informasi dalam Bentuk Berita.
1. Pentingnya Berita.
2. Penyampaian Berita.
3. Penyuntingan Berita.


A. Menentukan Unsur-Unsur Berita :

Sepuluh hari menjelang Lebaran, Sabtu (15/11), Pelabuhan Penyeberangan Merak mulai dipadati truk. Truk-truk tersebut mengangkut barang nonsembilan bahan pokok (non sembako).

Tingginya arus truk dalam dua hari terakhir berkaitan dengan adanya larangan melintas bagi truk nonsembilan bahan pokok (non sembako) pada tanggal 21–25 November. Larangan tersebut berlaku bagi truk bersumbu lebih dari dua. Truk gandengan, truk tempelan, dan truk kontainer.

Penumpukan truk bersumbu dua tersebut seperti di Pelabuhan Merak menyebabkan antrean truk sekitar 100 meter dari pintu masuk kapal. Antrean terjadi di dermaga satu hingga dermaga empat. Tetapi, antrean tersebut masih dalam batas normal. Antrean belum membeludak ke luar area parkir pelabuhan. Akan akibat penumpukan truk itu, beberapa sopir truk mengaku harus menunggu sekitar dua hingga empat hari untuk bisa masuk kapal. (Sumber: Kompas dengan beberapa penyesuaian).

1. Peristiwa apa yang terjadi?
Di Pelabuhan Penyeberangan Merak.

2. Siapa yang mengalami peristiwa itu?
Truk-truk pengangkut barang nonsembako.

3. Di mana peristiwa itu terjadi?
Sepuluh hari menjelang Lebaran, Sabtu, (15/11).

4. Kapan peristiwa itu terjadi?
Sepuluh hari menjelang Lebaran, Sabtu, (15/11).

5. Mengapa peristiwa itu terjadi?
Adanya larangan melintas bagi truk nonsembako pada 21–25 November.

6. Bagaimana proses terjadinya peristiwa? Padatnya Pelabuhan Merak. Proses tersebut menyebabkan antrean truk di pintu masuk kapal.

Keenam pertanyaan itu terkerangka pada rumus 5W+1H. What (apa), who (siapa), where (di mana), when (kapan), why (mengapa), dan how (bagaimana). Keenam pertanyaan tersebut merupakan cara tepat menemukan unsur-unsur berita. Keenam unsur berita itu dapat disingkat dengan ADIKSIMBA untuk memudahkan di dalam mengingatnya: Apa, Di mana, Kapan, Siapa, Mengapa, Bagaimana.

 

Perbedaan Paragraf Narasi, Deskripsi, Eksposisi, Argumentasi dan Persuasi.

[wpb-random-posts]

Perbedaan Narasi, Deskripsi, Eksposisi, Argumentasi dan Persuasi.

sumber : http://rezkiiqkye.blogspot.com/2013/10/perbedaan-narasi-deskripsi-eksposisi.html

Paragraf adalah kesatuan pikiran yang mengungkapkan ide pokok yang berbentuk dalam rangkaian kalimat yang berkaitan dengan bentuk (kohesi) dan makna (koherensi).

Ditinjau dari jenisnya, paragraf dibedakan menjadi lima jenis, yakni:

  • Paragraf Narasi,
  • Paragraf Deskripsi,
  • Paragraf Eksposisi,
  • Paragraf Argumentasi,
  • Paragraf Persuasi.

Kali ini, saya akan memberi contoh masing-masing kelima paragraf tersebut dengan tema bahasan mengenai Pantai Parangtritis. Sengaja saya buat dengan tema yang sama agar pembaca lebih mudah mengetahui perbedaan dari kelima jenis paragraf tersebut.

A. Paragraf Narasi –> Menceritakan atau mengisahkan suatu kejadian atau peristiwa sehingga tampak seolah-olah pembaca mengalami sendiri peristiwa itu.

Contoh:
Tepat ketika tanggal 10 Maret, sekolahku libur selama sembilan hari dan akan berakhir pada tanggal 18 Maret. Aku dan seluruh keluargaku tidak menyia-nyiakan waktu ini untuk mengadakan liburan keluarga. Ketika itu aku memilih berlibur ke Pantai Parangtritis. Pagi-pagi aku telah berbenah dan menyiapkan semua perbekalan yang nantinya diperlukan. Sepanjang perjalanan, aku iringi dengan nyanyian lagu riang. Betapa senangnya aku ketika sampai di pantai tersebut. Dengan hati suka ria, aku sambut Pantai Parangtritis dengan senyumku. Pantai Parangtritis, pantai nan elok yang menjadi favoritku. Tanpa menyia-nyiakan waktu, aku mengajak kakakku untuk bermain air. Kuambil air dan aku ayunkan ke mukanya. Dengan canda tawa, kami saling berbalasan. Puas rasanya, terasa hilang semua kepenatan karena kesibukan tiap harinya. Di sana, aku dan seluruh keluargaku saling berfoto-foto untuk mengabadikan momen yang indah ini. Tak terasa waktu berjam-jam telah kuhabiskan disana. Hari pun mulai sore menandakan perpisahan dan kembali pulang. Tak rela rasanya kebahagiaan ini akhirnya selesai. Dalam benakku, aku kan kembali esok.

B. Paragraf Deskripsi –> Menggambarkan sesuatu (objek) secara terperinci atau mendetil sehingga tampak seolah-olah pembaca melihat, mendengar, dan merasakannya sendiri.

Contoh:
Masih melekat di mataku, pemandangan indah nan elok pantai Parang Tritis. Gelombang ombak bergulung-gulung datang silih berganti menyambutku serasa ingin mengajak bermain. Air yang jernih dan pasir putih lembut yang menghampar luas tanpa ada tumbuh-tumbuhan atau karang yang menghalangi membuatku ingin kembali lagi. Di sebelah kanan-kiri, aku bisa memandang air laut sejauh mata memandang, pandai dengan bukit berbatu, pesisir serta pemandangan bukit kapur di sebelah utara pantai. Kurasakan dingin membasuh kakiku karena ombah menghempas kakiku dan terasa asin air itu ketika bibirku terkena percikan. Sepanjang aku berjalan, hampir pinggiran pantai dipenuhi oleh pengunjung wisatawan. Kulihat ada yang berlari berkejar-kejaran di bibir pantai, bermain bola, bermain dengan air, berfoto-foto dengan latar sekitar pantai. Tapi yang paling membuatku tertarik, kulihat ada beberapa turis manca negara yang menikmati keindahan pantai ini dengan naik delman. Seperti apa yang aku lihat, pantai ini memang sangat ramai pengunjung. Tak pernah sunyi pantai Parang Tritis.

C. Paragraf Eksposisi –> Menjelaskan atau memaparkan tentang sesuatu dengan tujuan member informasi (menambah wawasan).

Contoh:
Parangtritis adalah nama desa di kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di desa ini terdapat pantai Samudera Hindia yang terletak kurang lebih 25 km sebelah selatan kota Yogyakarta. Parangtritis merupakan objek wisata yang cukup terkenal di Yogyakarta selain objek pantai lainnya seperti Samas, Baron, Kukup, Krakal dan Glagah. Parangtritis mempunyai keunikan pemandangan yang tidak terdapat pada objek wisata lainnya yaitu selain ombak yang besar juga adanya gunung-gunung pasir yang tinggi di sekitar pantai, gunung pasir tersebut biasa disebut gumuk. Objek wisata ini sudah dikelola oleh pihak pemda Bantul dengan cukup baik, mulai dari fasilitas penginapan maupun pasar yang menjajakan souvenir khas Parangtritis. Selain itu ada pemandian yang disebut parang wedang konon air di pemandian dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit diantaranya penyakit kulit, air dari pemandian tersebut mengandung belerang yang berasal dari pengunungan di lokasi tersebut. Air panas dari parang wedang dialirkan ke pantai parangtritis untuk bilas setelah bermain pasir dan juga mengairi kolam kecil bermain anak-anak. Di Parangtritis ada juga ATV, kereta kuda & kuda yang dapat disewa untuk menyusuri pantai dari timur ke barat. selain itu juga parangtritis sebagai tempat untuk olahraga udara/aeromodeling.

D. Paragraf Argumentasi –> mengungkapkan ide, gagasan, atau pendapat penulis dengan disertai bukti dan fakta

Contoh:
Pantai Parangtritis memang memiki keindahan eksotis yang membuat wisatawan ramai berkunjung, tetapi juga sering menelan korban. Yang disayangkan, sebagian masyarakat Indonesia masih saja menganggap peristiwa tersebut berkaitan dengan hal-hal mistis, yakni dikarenakan Ratu Pantai Selatan meminta tumbal. Padahal, ada penjelasan ilmiah di balik musibah tersebut. Para praktisi ilmu kebumian menegaskan bahwa penyebab utama hilangnya sejumlah wisatawan di Pantai Parangtritis, Bantul, adalah akibat terseret rip current. Dengan kecepatan mencapai 80 kilometer per jam, arus balik tidak hanya kuat, tetapi juga mematikan. Jadi, banyaknya korban tenggelam tidak ada kaitannya sama sekali dengan anggapan para masyarakat. Ali Susanto, Komandan SAR Pantai Parangtritis, juga menambahkan bahwa disepanjang Pantai Parangtritis juga banyak terdapat palung (pusaran air) yang tempatnya selalu berpindah-pindah dan sulit diprediksi. Kondisi inilah yang sering banyak menimbulkan korban mati tenggelam.

E. Paragraf Persuasi –> karangan yang bertujuan untuk meyakinkan dan membujuk seseorang agar melakukan sesuatu yang dikehendaki penulis.

Contoh:
Pantai Parangtritis memang memiki keindahan eksotis yang membuat wisatawan ramai berkunjung, tetapi juga sering menelan korban. Yang disayangkan, sebagian masyarakat Indonesia masih saja menganggap peristiwa tersebut berkaitan dengan hal-hal mistis, yakni dikarenakan Ratu Pantai Selatan meminta tumbal. Padahal, ada penjelasan ilmiah di balik musibah tersebut. Para praktisi ilmu kebumian menegaskan bahwa penyebab utama hilangnya sejumlah wisatawan di Pantai Parangtritis, Bantul, adalah akibat terseret rip current. Dengan kecepatan mencapai 80 kilometer per jam, arus balik tidak hanya kuat, tetapi juga mematikan. Jadi, banyaknya korban tenggelam tidak ada kaitannya sama sekali dengan anggapan para masyarakat. Ali Susanto, Komandan SAR Pantai Parangtritis, juga menambahkan bahwa disepanjang Pantai Parangtritis juga banyak terdapat palung (pusaran air) yang tempatnya selalu berpindah-pindah dan sulit diprediksi. Kondisi inilah yang sering banyak menimbulkan korban mati tenggelam. Oleh karena itu, selayaknya warga masyarakat tidak lagi percaya hal-hal gaib dan bisa mengedepankan penalaran logika atau akal sehat. Pemerintah daerah pun sebaiknya memberikan pemahaman yang benar mengenai penyebab bencana laut kepada warga di sekitar pantai. Informasi tersebut dapat diteruskan kepada wisatawan guna meningkatkan kewaspadaan mereka.

Jenis dan Macam Iklan




Pengertian Iklan : Sebuah informasi yang tujuannya untuk mendorong, menyampaikan sesuatu, membujuk/memberikan pengaruh kepada khalayak ramai atau banyak orang agar tertarik pada barang/jasa yang ditawarkan. Sebuah pengumuman yang berisi informasi produk dan di sebarkan kepada khalayak ramai. Mempromosikan sesuatu kepada pembaca. Tujuan Iklan : 1, Memberitahukan kepada khalayak ramai tentang suatu produk. 2, Mempengaruhi khalayak ramai tentang suatu produk. 3, Menyarankan seseorang untuk membeli suatu produk yang di iklankan. 4, Memberikan informasi tentang produk. 5, Menarik khalayak ramai. 6, Dan lain-lain. Sasaran Iklan : Secara umum iklan di tujukan kepada khalayak ramai, dan harus sesuai antara target pasar dengan produk yang ingin di tawarkan. Misalnya, jika ingin mengiklankan sebuah produk kendaraan, maka target orang yang akan melihat iklan tersebut adalah orang kalangan atas atau orang yang membutuhkan kendaraan. Syarat-syarat Iklan : Dari segi isi iklan : 1, Harus objektif dan jujur. 2, Singkat, jelas dan mudah dipahami. 3, Tidak menyinggung pihak lain. 4, Menarik perhatian orang banyak. 5, Informatif. 6, komunikatif. Dari segi bahasa iklan : 1, Menggunakan pilihan kata yang tepat, menarik, logis dan sopan. 2, Ungkapan/majas yang digunakan memikat dan memiliki daya sugesti bagi khalayak. 3, Bahasa disusun untuk menonjolkan informasi yang dipentingkan. 4, Teks iklan harus menuju sasaran. Jenis-jenis Iklan :
  • 1. Iklan Pemberitahuan/Pengumuman : Iklan yang bertujuan untuk memberitahukan sesuatu kepada khalayak. Salah satu contoh iklan pemberitahuan adalah iklan keluarga. contoh : kelahiran, ulang tahun, perkawinan, kematian, dsb.
  • 2. Iklan Undangan : Iklan yang berisi ajakan/himbauan untuk mendatangi suatu acara.
  • 3. Iklan Layanan Masyarakat : Iklan yang bertujuan memberikan penerangan/penjelasan kepada masyarakat. Contohnya adalah iklan KB dan iklan bahaya narkoba.
  • 4. Iklan Permintaan : Iklan yang berisi permintaan sesuatu, seperti lowongan kerja.
  • 5. Iklan Penawaran/ reklame : Iklan yang berisi menawarkann sesuatu seperti menawarkan suatu barang/ produk. Iklan ini dipasang oleh perusahaan-perusahaan. Contoh : barang-barang niaga. Misalnya : dikontrakkan rumah di Griya Asri Indah. Fasilitas lengkap. Hubungi (0342) 4-5-2-1-4-5-2.
  • 6. Iklan artikel : Iklan yang berisi informasi/ penawaran panjang yang diawali dengan perkenalan isi, keunggulan dan penutup.
Bentuk Iklan : 1. Bentuk Iklan baris Yaitu iklan kecil (singkat) berisi penawaran/ informasi tentang sesuatu yang terdiri atas beberapa baris saja, iklan baris disebut juga iklan kolom. Ciri iklan baris :
  • Menggunakan bahasa yang singkat, padat dan jelas.
  • Menggunakan bahasa yang memikat.
  • Menggunakan kaa konotasi positif.
  • Isi iklan berisi objektif, jujur, singkat, dan menarik perhatian.
  • Contoh iklan baris pada Koran.
2, Iklan kolom : Yaitu iklan yang muatannya memanfaatkan beberapa bagian kolom dari halanan surat kabar. Ciri iklan kolom :
  • Menyampaikan informasi secara jujur pada pembaca.
  • Menjelaskan karakteristik produk barang/ jasa yang ditawarkan.
  • Meyakinkan pembaca untuk meggunakan produk barang/ jasa yang ditawarkan.
  • Menarik dan mudah diingat oleh pembaca.
Contoh iklan kolom :
Berdasarkan penggunaannya media iklan dapat dogolongkan menjadi : 1, Iklan radio dengan menggunakan efek suara. 2, Iklan media cetak dengan menggunakan efek gambar atau teks. 3, Iklan televise dengan menggunakan efek gambar, suara dan teks. Manfaat Iklan : Adapun manfaat iklan yaitu : 1, Produk menjadi lebih terkenal di mata masyarakat. 2, Keuntungan yang diperoleh dalam bisnis dapat melonjak naik karena produk dipromosikan. Contoh Teks Iklan , Berikut contoh teks iklan.

Pengertian Sinonim dan Antonim

Pengertian Sinonim dan Antonim Serta Contohnya.

Pengertian Sinonim dan Antonim Serta Contohnya – Sinonim dan antonim adalah dua ragam kata yang ikut memperkaya kosakata bahasa Indonesia. Setiap kata dalam bahasa Indonesia memiliki sinonim beserta dengan antonimnya. Namun, Apakah yang dimaksud dengan sinonim dan antonim ? Bagaimanakah contoh – contohnya ? Marilah kita bahas materi sinonim dan antonim secara detail ini melalui artikel berikut ini.

Sinonim.

Sinonim adalah kata – kata yang memiliki bentuk yang berbeda, seperti tulisan maupun pelafalan, tetapi kata – kata tersebut memiliki makna yang mirip atau sama. Sinonim sering sekali disebut dengan persamaan kata atau padanan kata. Nah, berikut ini adalah contoh – contoh kalimat yang bersinonim dan daftar kata – kata umum beserta dengan sinonimnya.

Perhatikan contoh – contoh berikut ini:

Cerdas = Pintar = Pandai
Dani adalah anak yang cerdas.
Riki adalah anak yang pintar.
Shinta adalah anak yang pandai.

Hadir = Datang = Mampir
Pak guru hadir ke kelas kami tepat waktu.
Pak guru datang ke kelas kami tepat waktu.
Pak guru mampir ke kelas kami tepat waktu.

Melihat = Menonton
Aku melihat pertunjukan wayang bersama ibu kemarin malam.
Aku menonton pertunjukan wayang bersama ibu kemarin malam.

Gembira = Senang
Hari ini Shinta terlihat gembira.
Hari ini Shinta terlihat senang.

Dahaga = Haus
Setelah bekerja keras, aku sangat haus hingga menghabiskan air putih sebanyak delapan gelas.
Setelah bekerja keras, aku sangat dahaga hingga menghabiskan air putih sebanyak delapan gelas.

Berjumpa = bertemu
Kemarin malam aku berjumpa dengan Shinta di pasar malam.
Kemarin malam aku bertemu dengan Shinta di pasar malam.

Berikut ini adalah daftar kata – kata umum dan sinonimnya :

Tumbuhan = Flora
Binatang = hewan = fauna
Bohong = dusta
Baju = pakaian
Indah = Bagus
Pelit = kikir
Memohon = meminta
Kesal = marah
Memasak = menggoreng
Alami = tradisional
Mudah = gampang
Sulit = sukar
Menyukai = menyenangi
Mendengarkan = menyimak
Meminta = memohon
Lemah = Tidak berdaya
Mudah = gampang
Sulit = sukar
Pendek = rendah
Kosong = tidak berisi
Lunak = lembek
Kebut = Kencang

 

Antonim.

Antonim adalah kata – kata yang maknanya saling berlawanan satu sama lain. Antonim sering sekali disebut dengan lawan kata. Nah, berikut ini adalah contoh – contoh kalimat yang berantonim dan daftar kata – kata umum beserta dengan lawan katanya.

Perhatikan contoh – contoh berikut ini!

Tinggi = pendek
Bangunan yang baru didirikan itu sangat tinggi.
Bangunan yang beru didirikan itu cukup pendek.

Gelap = Terang
Ruangan ini sangat gelap.
Ruangan ini sangat terang.

Jauh = dekat
Jarak dari rumahku ke rumah Shinta sangat jauh.
Jarak dari rumahku ke rumah Shinta sangat dekat.

Lapar = kenyang
Aku sangat lapar hingga mampu menghabiskan nasi sebanyak 3 piring.
Aku sangat kenyang setelah menghabiskan nasi sebanyak 3 piring.

Datang = Pergi
Setelah menemui diriku, Adi datang ke tempat Danang.
Setelah pergi ke tempat diriku, Andi datang ke tempat Danang.

Baca Juga: Berbagai Contoh Kalimat Ambigu & Definisi Lengkap
Mengembalikan = Meminjam
Aku mengembalikan barang yang telah aku pinjam dari Budi.
Aku meminjam barang yang dimiliki oleh Budi.

Menjual = Membeli
Ayah menjual sepeda motornya yang sudah lama dia pakai.
Ayah membeli sepeda motor baru setelah mendapatkan rejeki.

Berikut ini adalah daftar kata – kata umum beserta dengan lawan katanya:

Berlari – Jalan
Kosong – Penuh
Indah – Jelek
Bodoh – pandai
Kurus – gemuk
Mateng – Mentah
Panas – dingin
banjir – kemarau
Baik – jahat
Dermawan – kikir
Dorong – tarik
Angkat – jatuhkan
Kotor – bersih
Sepi – ramai
Meminta – memberi
Mendatangi – menghindari
Menjauhi – mendekati
Menambahkan – mengurangi
Menggali – mengubur
Menang – kalah
Maju – mundur
Datang – pergi
Sedih – senang
Banyak – sedikit
Tarik – ulur
Gelar – Gulung
Menangis – tertawa
Diam – Berisik
Baru – lama
Tua – muda
Wanita – pria
Rapih – berantakan
Alami – buatan

 

Sumber : http://kakakpintar.com/pengertian-sinonim-dan-antonim-serta-contohnya/

 

Pengertian dan jenis-jenis Makna Kata dalam Bahasa

Makna adalah arti atau maksud yang tersimpul dari suatu kata, jadi makna dengan bendanya sangat bertautan dan saling menyatu. Jika suatu kata tidak bisa dihubungkan dengan bendanya, peristiwa atau keadaan tertentu maka kita tidak bisa memperoleh makna dari kata itu (Tjiptadi, 1984:19).

Bunga ternyata punya makna yang dalam …

Kata-kata yang bersal dari dasar yang sama sering menjadi sumber kesulitan atau kesalahan berbahasa, maka pilihan dan penggunaannya harus sesuai dengan makna yang terkandung dalam sebuah kata. Agar bahasa yang dipergunakan mudah dipahami, dimengerti, dan tidak salah penafsirannya, dari segi makna yang dapat menumbuhkan resksi dalam pikiran pembaca atau pendengar karena rangsangan aspek bentuk kata tertentu.

Ada beberapa istilah yang berhubungan dengan pengertian makna kata, yakni makna donatif, makna konotatif, makna leksikal, makna gramatikal.

Makna Denotatif.

Sebuah kata mengandung kata denotatif, bila kata itu mengacu atau menunjukan pengertian atau makna yang sebenarnya. Kata yang mengandung makna denotative digunakan dalam bahasa ilmiah, karena itu dalam bahasa ilmiah seseorang ingin menyampaikan gagasannya. Agar gagasan yang disampaikantidak menimbulkan tafsiran ganda, ia harus menyampaikan gagasannya dengan kata-kata yang mengandung makna denotative.

Makna denotatif ialah makna dasar, umum, apa adanya, netral tidak mencampuri nilai rasa, dan tidak berupa kiasan Maskurun (1984:10).

Makna denotatif adalah makna dalam alam wajar secara eksplisit maka wajar, yang berarti mkna kat ayang sesuai dengan apa adanya, sesuai dengan observasi, hasil pengukuran dan pembatasan (perera, 1991:69).

Makna denotatif didasarkan atas penunjukan yang lugas pada sesuatu diluar bahasa atau didasarkan atas konvensi tertentu (kridalaksana, 1993:40).

Berdasarkan pendapat diatas, maka penulis simpulkan bahwa makna denotative adalah makna yang sebenarnya, umum, apa adanya, tidak mencampuri nilai rasa, dan tidak berupa kiasan. Apabila seseorang mengatakan tangan kanannya sakit, maka yang dimaksudkan adalah tangannya yang sebelah kanan sakit.

 

Makna Konotatif.

Sebuah kata mengandung makna konotatif, bila kata-kata itu mengandung nilai-nilai emosi tertentu. Dalam berbahasa orang tidak hanya mengungkap gagasan, pendapat atau isi pikiran. Tetapi juga mengungkapakan emosi-emosi tertentu. Mungkin saja kata-kata yang dipakai sama, akan tetapi karena adanya kandungan emosi yang dimuatnya menyebabkan kata-kata yang diucapkan mengandung makna konotatif disamping makna denotatif.

Makna konotatif adalah makna yang berupa kiasan atau yang disertai nilai rasa, tambahan-tambahan sikap sosial, sikap pribadi sikap dari suatu zaman, dan criteria-kriteria tambahan yang dikenakan pada sebuah makna konseptual.

Seperti kata kursi, kursi disini bukan lagi tempat duduk, melaikan suatu jabatan atau kedudukan yang ditempati oleh seseorang. Kursi diartikan sebagai tempat duduk mengandung makna lugas atau makna denotatif. Kursi yang diartikan suatu jabatan atau kedudukan yang diperoleh seseorang mengandung makna kiasan atau makna konotatif.

 

Makna Leksikal.

Makna Leksikal ialah makna kata seperti yang terdapat dalam kamus, istilah leksikal berasal dari leksikon yang berarti kamus. Makna kata yang sesuai dengan kamus inilah kata yang bermakna leksikal. Misalnya : Batin (hati), Belai (usap), Cela (cacat).

Makna Gramatikal.

Makna gramatikal adalah makna kata yang diperoleh dari hasil perstiwa tata bahasa, istilah gramatikal dari kata grammar yang artinya tata bahasa. Makna gramatikal sebagau hasil peristiwa tata bahasa ini sering disebut juga nosi. Misalnya : Nosi-an pada kata gantungan adalah alat.

Makna Asosiatif.

Makna asosiatif mencakup keseluruhan hubungan makna dengan nalar diluar bahasa. Ia berhubungan dengan masyarakat pemakai bahasa, pribadi memakai bahasa, perasaan pemakai bahasa, nilai-nilai masyarakat pemakai bahasa dan perkembangan kata sesuai kehendak pemakai bahasa. Makna asositif dibagi menjadi beberapa macam, seperti makna kolokatif, makna reflektif, makna stilistik, makna afektif, dan makna interpretatif.

1. Makna Kolokatif .
Makna kolokatif lebih berhubungan dengan penempatan makna dalam frase sebuah bahasa. Kata kaya dan miskin terbatas pada kelompok farase. Makna kolokatif adalah makna kata yang ditentukan oleh penggunaannya dalam kalimat. Kata yang bermakna kolokatif memiliki makna yang sebenarnya.

2. Makna Reflektif.
Makna reflektif adalah makna yang mengandung satu makna konseptual dengan konseptual yang lain, dan cenderung kepada sesuatu yang bersifat sacral, suci/tabu terlarang, kurang sopan, atau haram serta diperoleh berdasarkan pengalaman pribadi atau pengalaman sejarah.

3. Makna Stilistika.
Makna stilistika adalah makna kata yang digunakan berdasarkan keadaan atau situasi dan lingkungan masyarakat pemakai bahasa itu. Sedangkan bahasa itu sendiri merupakan salah satu cirri pembeda utama dari mahluk lain didunia ini. Mengenai bahasa secara tidak langsung akan berbicara mempelajari kosa kata yang terdapat dalam bahasa yang digunakan pada eaktu komunikasi itu.

4. Makna Afektif.
Makna ini biasanya dipakai oleh pembicara berdasarkan perasaan yang digunakan dalam berbahasa.

5. Makna interpretatif .
Makna interpretatif adalah makna yang berhubungan dengan penafsiran dan tanggapan dari pembaca atau pendengar, menulis atau berbicara, membaca atau mendengarkan (parera,1991:72).

Sumber : https://www.kajianpustaka.com/2013/03/pengertian-dan-jenis-jenis-makna-kata.html

Daftar Pustaka :
Kridalaksana. 1993. Kamus Linguistik. Jakarta : PT Gramedia
Maskurun, 1984. Bahasa dan Sastra Indonesia. Jakarta Yudistira.
Parera. 1991. Sintaksis. Jakarta. Garamadia Utama.
Tjiptadi, Bambang.1984.Tata Bahasa Indonesia. Cetakan II. Jakarta: Yudistira.

SD Kelas 5 – Tema 1,2,3,4,5 – Bahasa Indonesia – Menentukan pokok pikiran dalam teks lisan dan tulis

SD Kelas 5 – Tema 1,2,3,4,5 – Bahasa Indonesia – Menentukan pokok pikiran dalam teks lisan dan tulis.

Menentukan pokok pikiran dalam teks lisan dan tulis.

MATERI.

  • Bacaan adalah kumpulan dari beberapa paragraph yang tergabung menjadi satu-kesatuan yang utuh.
  • Setiap paragraf dalam teks bacaan tersebut terdapat ide pokok / kalimat utama / pokok pikiran dan kalimat pengembang.
  • Kalimat utama adalah kalimat / gagasan yang dijadikan sebagai dasar untuk mengembangkan kalimat menjadi sebuah paragraf.
  • Kalimat pengembang adalah kalimat penjelas dari kalimat utama dalam paragraph. Biasanya kalimat pengembang ini terdapat lebih dari satu kalimat dalam sebuah paragraph. Sehingga setiap paragraph tersusun dari beberapa kalimat yang salah satunya adalah KALIMAT UTAMA.

 

Jenis-jenis paragraph berdasarkan letak kalimat utama adalah sebagai berikut:

1, Deduktif.

Paragraf deduktif adalah paragraf yang ide pokok atau kalimat utamanya terletak di awal paragraf dan selanjutnya di ikuti oleh kalimat kalimat penjelas untuk mendukung kalimat utama.
ciri-ciri paragraf deduktif :
a, kalimat utama berada di awal paragraf.
b, kalimat disusun dari pernyataan umum yang kemudian disusul dengan penjelasan.
c, Pola paragraph : “Umum ke Khusus” / “Kalimat utama ke Pengembang”
Contoh :
Indonesia adalah negara yang majemuk. Terdapat banyak agama dan kepercayaan dan selain itu suku budaya indonesia sangat beragam misalnya suku jawa, madura, batak, ambon dan masih banyak lagi suku – suku yang memiliki ciri khas masing-masing.

 

2, Induktif.

Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan kalimat yang berisi penjelasan- penjelasan kemudian diakhiri dengan kalimat utama.
Ciri-ciri paragraf induktif :
a, kalimat utama berada di akhir paragraph.
b, kalimat disusun dari uraian/penjelasan bersifat khusus diikuti dengan kalimat pernyataan umum.
c, Pola paragraph : “Khusus ke Umum” / “Kalimat Pengembang ke Utama”.
Contoh:
Suku jawa, suku madura, batak dan ambon adalah salah satu dari sekian banyak suku yang terdapat di Indonesia. Selain suku dan budaya yang beragam, terdapat pula berbagai agama dan kepercayaan maka dari itu Indonesia dikenal dengan negara yang majemuk.

 

3, Paragraf Campuran.

Paragraf campuran adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan kalimat utama dan diakhiri pula dengan kalimat utama. Kalimat utama yang terletak diakhir paragraf merupakan penegasan dari kalimat di awal paragraf.
Ciri-ciri Paragraf Campuran :
a, Pikiran utama terletak diawal atau diakhir paragraph.
b, Kalimat berikutnya berisi penjelasan dan uraian yang mendukung pikiran utama.
c, Akhir paragraf diakhiri dengan penegasan yang mendukung pikiran utama.
d, Pola Paragraf : Umum – Khusus – Umum.
Contoh :
Bunga melati cukup diminati banyak orang. Selain bunganya cantik, bunga melati juga sangat harum. bahkan bunga berwarna putih ini dijadikan sebagai simbol kesucian. Keharuman bunga ini sangat cocok untuk di tanam di dekat rumah dan cocok sebagai tanaman hias. Oleh karena itu, bunga ini menjadi salah satu bunga favorit bagi pecinta tanaman dan bunga.

 

4, Paragraf Ineratif.

Paragraf Ineratif adalah paragraf yang kalimat utamanya berada di tengah paragraf. Biasanya diawali dengan gagasan penjelas sebagai pengantar, lalu disajikan gagasan utama sebagai puncaknya. Setelah itu masih dilanjutkan dengan gagasan penjelas
Ciri-ciri paragraph ineratif :
Kalimat-kalimat penjelas terlebih dahulu, lalu diikuti kalimat utamanya, dan diakhiri dengan kalimat-kalimat penjelas lagi.
Contoh :
Manusia lahir ke dunia membutuhkan orang lain. Mereka juga makan membutuhkan orang lain. Bahkan mati pun masih membutuhkan orang lain. Hal ini menunjukan bahwa manusia adalah makhluk sosial. Kita tidak bisa hidup sendiri karena kita sangat membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidup di dunia ini. Tidak ada satu pun pekerjaan besar yang tidak membutuhkan orang lain. Bahkan orang terkaya sedunia yang memiliki segalannya pun tidak bisa hidup sendiri.

 

Tema : 2 ; Sub Tema : 1, 2, 3 ; Pembelajaran : 1 – 6

Kompetensi Dasar : Bahasa Indonesia.

Mengklasifikasi informasi yang didapat dari buku ke dalam aspek: apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana .

Kata Tanya :

Kata tanya adalah kata yang dipakai dalam kalimat tanya untk menanyakan sesuatu.
Kalimat tanya adalah kalimat yang di dalamnya terkandung pertanyaan kepada pihak lain, guna memperoleh jawaban.

Ciri-ciri kata tanya, yaitu:
1, Kata tanya selalu diikuti dengan tanda tanya (?) pada akhir kalimat.
2, Kata tanya terletak di awal sebuah kalimat tanya.
3, Seringkali ditambah dengan imbuhan sufiks –kah, seperti: apakah, siapakah, dimanakah.

Kata tanya terbagi menjadi 7 jenis, yaitu:
1, “Apa” untuk menanyakan benda.
2, “Siapa” untuk menanyakan orang.
3, “(Di, ke, dari) mana” untuk menanyakan tempat.
4, “Mengapa” untuk menanyakan sebab atau alasan.
5, “Bagaimana” menanyakan keadaan.
6, “Berapa” untuk menanyakan jumlah.
7, “Kapan” untuk menanyakan waktu.

Contoh penggunaan kata tanya dalam kalimat.
1, Apa yang harus kita lakukan supaya ketersediaan oksigen terjaga?
2, Siapakah nama presiden pertama Indonesia.
3, Di mana kamu tinggal?
4, Mengapa Indonesia dikatakan sebagai paru-paru dunia?
5, Bagaimana proses pengambilan oksigen oleh makhluk hidup?
6, Berapa tahun umur ayahmu?
7, Kapankah kamu akan berhenti merokok?

 

 

TEMA : 3 (MAKANAN SEHAT),
SUB TEMA : 1, 2, 3, 4.

BAHASA INDONESIA.
Menganalisis informasi yang disampaikan paparan iklan dari media cetak atau elektronik.

Pengertian Kata Kunci :
Kata kunci adalah kata atau frasa yang digunakan untuk mencocokkan iklan dengan istilah yang dicari/ dibaca oleh orang-orang.

 

Pengertian Iklan :

Sebuah informasi yang tujuannya untuk mendorong, menyampaikan sesuatu, membujuk/memberikan pengaruh kepada khalayak ramai atau banyak orang agar tertarik pada barang/jasa yang ditawarkan.
Sebuah pengumuman yang berisi informasi produk dan di sebarkan kepada khalayak ramai.
Mempromosikan sesuatu kepada pembaca.

Tujuan Iklan :
1, Memberitahukan kepada khalayak ramai tentang suatu produk.
2, Mempengaruhi khalayak ramai tentang suatu produk.
3, Menyarankan seseorang untuk membeli suatu produk yang di iklankan.
4, Memberikan informasi tentang produk.
5, Menarik khalayak ramai.
6, Dan lain-lain.

 

Sasaran Iklan :
Secara umum iklan di tujukan kepada khalayak ramai, dan harus sesuai antara target pasar dengan produk yang ingin di tawarkan.
Misalnya, jika ingin mengiklankan sebuah produk kendaraan, maka target orang yang akan melihat iklan tersebut adalah orang kalangan atas atau orang yang membutuhkan kendaraan.

Syarat-syarat Iklan :
Dari segi isi iklan :
1, Harus objektif dan jujur.
2, Singkat, jelas dan mudah dipahami.
3, Tidak menyinggung pihak lain.
4, Menarik perhatian orang banyak.
5, Informatif.
6, komunikatif.

Dari segi bahasa iklan :
1, Menggunakan pilihan kata yang tepat, menarik, logis dan sopan.
2, Ungkapan/majas yang digunakan memikat dan memiliki daya sugesti bagi khalayak.
3, Bahasa disusun untuk menonjolkan informasi yang dipentingkan.
4, Teks iklan harus menuju sasaran.

Jenis-jenis Iklan :

  • 1. Iklan Pemberitahuan/Pengumuman : Iklan yang bertujuan untuk memberitahukan sesuatu kepada khalayak. Salah satu contoh iklan pemberitahuan adalah iklan keluarga. contoh : kelahiran, ulang tahun, perkawinan, kematian, dsb.
  • 2. Iklan Undangan : Iklan yang berisi ajakan/himbauan untuk mendatangi suatu acara.
  • 3. Iklan Layanan Masyarakat : Iklan yang bertujuan memberikan penerangan/penjelasan kepada masyarakat. Contohnya adalah iklan KB dan iklan bahaya narkoba.
  • 4. Iklan Permintaan : Iklan yang berisi permintaan sesuatu, seperti lowongan kerja.
  • 5. Iklan Penawaran/ reklame : Iklan yang berisi menawarkann sesuatu seperti menawarkan suatu barang/ produk. Iklan ini dipasang oleh perusahaan-perusahaan. Contoh : barang-barang niaga. Misalnya : dikontrakkan rumah di Griya Asri Indah. Fasilitas lengkap. Hubungi (0342) xxxxxx.
  • 6. Iklan artikel : Iklan yang berisi informasi/ penawaran panjang yang diawali dengan perkenalan isi, keunggulan dan penutup.

 

Bentuk Iklan :

1. Bentuk Iklan baris
Yaitu iklan kecil (singkat) berisi penawaran/ informasi tentang sesuatu yang terdiri atas beberapa baris saja, iklan baris disebut juga iklan kolom.

Ciri iklan baris :

  • Menggunakan bahasa yang singkat, padat dan jelas.
  • Menggunakan bahasa yang memikat.
  • Menggunakan kaa konotasi positif.
  • Isi iklan berisi objektif, jujur, singkat, dan menarik perhatian.
  • Contoh iklan baris pada Koran.

2, Iklan kolom :

Yaitu iklan yang muatannya memanfaatkan beberapa bagian kolom dari halanan surat kabar.
Ciri iklan kolom :

  • Menyampaikan informasi secara jujur pada pembaca.
  • Menjelaskan karakteristik produk barang/ jasa yang ditawarkan.
  • Meyakinkan pembaca untuk meggunakan produk barang/ jasa yang ditawarkan.
  • Menarik dan mudah diingat oleh pembaca.

Contoh iklan kolom :

Berdasarkan penggunaannya media iklan dapat dogolongkan menjadi :
1, Iklan radio dengan menggunakan efek suara.
2, Iklan media cetak dengan menggunakan efek gambar atau teks.
3, Iklan televise dengan menggunakan efek gambar, suara dan teks.

Manfaat Iklan :
Adapun manfaat iklan yaitu :
1, Produk menjadi lebih terkenal di mata masyarakat.
2, Keuntungan yang diperoleh dalam bisnis dapat melonjak naik karena produk dipromosikan.

Contoh Teks Iklan , Berikut contoh teks iklan.

 

 

RANGKUMAN MATERI KELAS 5, TEMA : 4, SUB TEMA : 1, 2, 3.

 

KOMPETENSI DASAR :
Menggali isi dan amanat pantun yang disajikan secara lisan dan tulis dengan tujuan kesenangan.

A, PENGERTIAN PANTUN.
Pantun adalah jenis puisi lama yang tiap baitnya terdiri atas empak baris serta memiliki sampiran dan isi.

B, CIRI-CIRI PANTUN.
Jenis puisi lama yang asal bermula dari kata patuntun ini pada dasarnya diharapkan dapat menjadi penuntun hidup bagi orang yang mendengar maupun membacanya. Tidak hanya sekadar berisi nasihat dan imbauan, penyampaiannya pun memiliki cirri khas yang begitu kental, seperti berikut ini.

1, Tiap Bait Terdiri atas Empat Baris.
Puisi lama yang satu ini memiliki ciri khas kuat, yaitu tiap baitnya selalu terdiri atas empat baris. Barisan kata-kata pada pantun dikenal juga dengan sebutan larik.

2, Terdiri dari 8-12 Suku Kata di Tiap Baris.
Mulanya pantun cenderung tidak dituliskan, melainkan disampaikan secara lisan. Karena itulah, tiap baris pada pantun dibuat sesingkat mungkin, namun tetap padat isi. Oleh karena alasan inilah, tiap baris pada pantun umumnya terdiri atas 8—12 suku kata.

3, Memiliki Sampiran dan Isi.
Salah satu keunikan pantun yang membuatnya menjadi begitu mudah diingat adalah jenis puisi lama yang satu ini tidak hanya padat berisi, melainkan juga memiliki pengantar yang puitis hingga terdengar jenaka. Pengantar tersebut biasanya tidak berhubungan dengan isi, namun menjabarkan tentang peristiswa ataupun kebiasaan yang terjadi di masyarakat. Pengantar isi pantun inilah yang kerap dikenal sebagai sampiran.
Untuk masalah penempatannya di dalam pantun, sampiran akan selalu berada di baris pertama dan kedua. Sementara itu, isi pantun menyusul di posisi baris ketiga sampai keempat.

4, Berima a-b-a-b.
Rima atau yang juga biasa disebut dengan sajak adalah kesamaan bunyi yang terdapat dalam puisi. Biasanya, jenis-jenis puisi lama kental akan rima, termasuk dengan pantun. Khusus untuk pantun, jenis puisi yang satu ini memiliki ciri khas yang begitu kuat, yakni rimanya adalah a-b-a-b.
Yang dimaksud dengan rima a-b-a-b adalah ada kesamaan bunyi antara baris pertama dengan ketiga pantun dan baris kedua dengan baris keempat. Jadi, kesamaan bunyi pada pantun selalu terjadi antara sampiran dan isi.

 

C, JENIS-JENIS PANTUN.

1, Pantun Nasihat.
Pada dasarnya, pantun dibuat untuk memberi imbauan dan anjuran terhadap seseorang ataupun masyarakat. Karena itulah, tema isi pantun yang paling banyak dijumpai berjenis pantun nasihat. Pantun yang satu ini memiliki isi yang bertujuan menyampaikan pesan moral dan didikan.
Contoh:

Di jalan tak sengaja berjumpa daun sugi
Ingat manfaat, lantas cepat dibawa
Tiada belajar tiada yang rugi
Kecuali diri sendiri di masa tua

2, Pantun Jenaka.
Sesuai namanya, jenis pantun yang satu ini memang memiliki kandungan isi yang lucu dan menarik. Tujuannya tak lain untuk memberi hiburan kepada orang yang mendengar ataupun membacanya. Tidak jarang pula, pantun jenaka digunakan untuk menyampaikan sindiran akan kondisi masyarakat yang dikemas dalam bentuk ringan dan jenaka.

Contoh:
Hujan turun di hari sabtu.
Anak duduk makan bubur.
Melihat katak duduk termangu.
Bangau berjoged untuk menghibur.

3, Pantun Agama.
Jenis pantun yang satu ini memiliki kandungan isi yang membahas mengenai manusia dengan pencipta-Nya. Tujuannya serupa dengan pantun nasihat, yaitu memberikan pesan moral dan didikan kepada pendengar dan pembaca. Akan tetapi, tema di pantun agama lebih spesifik karena memegang nilai-nilai dan prinsip agama tertentu.

Contoh:

Kalau sudah duduk berdamai,
Jangan lagi diajak perang,
Kalau sunah sudah dipakai,
Jangan lagi dibuang-buang.
(Tenas Effendy)

4, Pantun Teka-teki.
Jenis pantun yang satu ini selalu memiliki ciri khas khusus di bagian isinya, yakni diakhiri dengan pertanyaan pada larik terakhir. Tujuan dari pantun ini umumnya untuk hiburan dan mengakrabkan kebersamaan.
Contoh:

Jikalau tuan tajuk cendana,
Ambil gantang jemurkan pala,
Jikalau tuan memang bijaksana,
Binatang apa ekor di kepala ?

 

5, Pantun Anak.
Tidak hanya untuk orang dewasa, pantun bisa juga disampaikan untuk anak-anak. Tentu saja isinya lebih ringan dan menyangkut hal-hal yang dianggap menyenangkan oleh si kecil. Tujuan awal dari jenis pantun yang satu ini adalah untuk mengakrabkan anak dengan pantun, sekaligus memberikan didikan moral bagi mereka.

Contoh:
Kita menari ke luar bilik,
Sembarang tari kita tarikan,
Kita bernyanyi bersama adik,
Sembarang lagi kita nyanyikan.

D, MENGENALI ISI PANTUN.
Bimbim mempunyai kebiasaan kurang baik. Ia sering jajan sembarangan. Ia sering membeli makan-makanan yang mengandung pewarna buatan dan bahan pengawet. Dia tidak suka makan sayur dan makanan yang dimasak ibunya sendiri. Akibatnya Bimbim sering sakit tifus dan dirawat di RS. Meskipun demikian, Bimbim tidak jera. Ia masih melakukan kebiasaan buruknya.

 

E, BERBALAS PANTUN.
Berbalas pantun dilakukan oleh laki-laki dan perempuan yang masing-masing mewakili pihak pria dan wanita. Dalam berbalas pantun, harus menyiapkan banyak pantun untuk diucapkan secara bergantian. Pantun satu dan lainnya saling berkaitan sehingga disebut pantun berkait atau disebut seloka. Seloka dapat berisi nasihat, tetapi terkadang juga berisi sindiran untuk menciptakan suasana gembira (kelucuan).

(1)
Menimbang barang dengan bejana,
Makan nasi lauknya ikan,
Tuntutlah ilmu sampai ke Cina,
Ilmu baik harus diamalkan.

(2)
Makan nasi lauknya ikan,
Manis rasanya buah mangga,
Ilmu baik harus diamalkan,
Biar jadi amalan berharga.

(3)
Manis rasanya buah mangga,
Buah yang bususk jangan dimakan,
Biar jadi amalan berharga,
Berbuat baik jangan bicarakan.

 

F, MENGUBAH CERITA MENJADI PANTUN.
Sebuah cerita dapat diubah menjadi pantun. Mengubah cerita menjadi pantun disebut memparafrasa. Memparafrasa adalah mengubak teks menjadi bentuk lain. Misalnya mengubah cerpen menjadi cerita. Cerpen juga dapat diparafrasa menjadi drama. Pantun dapat diparafrasa menjadi cerita. Begitu juga bentuk teks lain dapat diparafrasa bentuk lain.

CONTOH : Cerita drama diubah menjadi pantun.

Ke kebun binatang melihat badak,
Badak banyak jenisnya,
Berbakti kewajiban anak,
Sesuai tuntutan agama.

Anak mengejar layang-layang,
Layangan terbang ke angkasa,
Orang tua harus disayang,
Agar tidak jadi durhaka.

Pohon tumbang diatas bukit,
Burung terbang diangkasa,
Jika orang tua sakit,
Kewajiban anak merawatnya.

Si Dudung kakak Si Mimin,
Si Budi adik Si Wati,
Anak-anak berhak bermain,
Bermain untuk menghibur dir.i

 

 

 

RANGKUMAN MATERI KELAS 5.

TEMA : 5.
SUB TEMA : 1, 2, 3.

Ekosistem.

Semua makhluk hidup memerlukan lingkungan tertentu untuk memenuhi kebutuhannya. Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada di sekitar makhluk hidup. Sebuah lingkungan terdiri atas bagian yang hidup(biotik) dan bagian tak hidup (abiotik) Bagian yang hidup di sebuah lingkungan terdiri atas tumbuhan, hewan, dan makhluk hidup lainnya. Bagian lingkungan yang tak hidup terdiri atas cahaya matahari, air, udara dan tanah.

Cahaya matahari dapat menghangatkan udara, air, dan tanah agar mencapai suhu yang sesuai kebutuhan hidup makhluk hidup. Cahaya matahari juga membantu tumbuhan membuat makanan. Air dan tanah merupakan bagian penting dari sebuah lingkungan. Air yang turun dalam bentuk hujan, meresap ke dalam tanah. Air di dalam tanah ini akan dimanfaatkan oleh tumbuhan yang hidup di atasnya dan makhluk hiduk kecil lainnya yang hidup di dalam tanah.

Bagian hidup dan tak hidup di sebuah lingkungan saling berinteraksi dan saling bergantung satu sama lain. Interaksi antara makhluk hidup dan benda-benda tak hidup di sebuah lingkungan disebut ekosistem. Ekosistem tersusun atas individu, populasi, dan komunitas.

Individu adalah makhluk hidup tunggal, misalnya seekor kambing, seekor burung, dan sebuah pohon cemara. Tempat individu tinggal disebut habitat. Populasi adalah kumpulan individu sejenis yang menempati sesuatu daerah tertentu. Contoh, di sebuah kolam, terdapat populasi ikan, populasi tumbuhan teratai, dan populasi lumut. Sementara itu komunitas adalah populasi makhluk hidup di suatu daerah tertentu. Contoh komunitas adalah komunitas sungai dan komunitas padang rumput.
Berdasarkan bacaan di atas, temukan pokok pikiran utama dari setiap paragrapaf beserta informasi yang kamu anggap penting!

Setelah membaca teks bacaan, buatlah beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan teks bacaan tersebut.
Dalam menulis pertanyaan yang harus selalu diingat, menggunakan kata tanya yang tepat dan ejaan bahasa Indonesia yang benar.
Percakapan adalah dialog yang dilakukan dua orang atau lebih.

Menulis percakapan menggunakan kalimat langsung, yang penulisannya sebelum dan sesudah menulis kalimat diberi tanda petik
Terdapat titik dua (:) setelah menuliskan nama orang.

Membaca teks yang berjudul “Jenis-Jenis Ekosistem” pada buku siswa
Setelah membaca, temukan pikiran utama dari setiap paragraph beserta informasi yang dianggap penting.
Membaca teks “Mengenal Letak Geografis Indonesia” pada buku siswa Tema 5
Setelah membaca, temukan pikiran utama dari setiap paragraf beserta informasi yang dianggap penting.
Membaca teks “Indonesia sebagai Negara Maritim dan Agraris” pada buku siswa Tema 5
Setelah membaca, temukan pikiran utama dari setiap paragraf beserta informasi yang dianggap penting.

Membuat ringkasan berdasarkan bacaan.
Dalam menulis ringkasan yang harus diperhatikan adalah tanda baca, penggunaan huruf kapital yang tepat, dan penggunaan kata-kata baku dalam kalimat bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Menulis pertanyaan berdasarkan bacaan, menggunakan kata tanya mengapa, dan apa,
Kegiatan membaca tentang “Daur Hidup Hewan”
Kegiatan menulis tentang daur hidup hewan, tahapan tumbuh kembang hewan tersebut.
Membuat sebuah tulisan tentang hewan paling sedikit dalam tiga paragraf.
Menjelaskan beberapa informasi tentang hewan dan daur hidupnya.

Percakapan tentang beberapa jenis hewan langka di Indonesia yang dilakukan oleh tiga anak, yaitu Siti, Udin, dan Dayu.

Membaca teks : Setiap bacaan, tentunya memiliki ide pokok yang tertuang dalam pokok pikiran. Dengan mengetahui pokok pikiran yang ada, kita dapat mengetahui informasi penting yang terdapat dalam bacaan.

Sistem Irigasi Subak : Subak merupakan sekumpulan petani di Bali yang mengelola sistem irigasi yang ada di sebuah kawasan persawahan.
Sistem irigasi subak dipimpin oleh seorang pengatur yang disebut pekasih atau klean subak.

Para pekasih diangkat oleh petani, bukan oleh perangkat desa.
Subak tidak hanya memperhatikan sistem irigasi, tetapi juga memperhatikan asas kerja sama dan keadilan dengan menggunakan sistem memimpin air kepada anggotanya.
Setelah membaca bacaan yang berjudul “Sistem Irigasi Subak” temukan pikiran utama dari setiap paragraf beserta informasi yang dianggap penting.
Membuat ringkasa dalam satu paragraf dengan kalimatnya sendiri. Harus memperhatikan tanda baca , penggunaan huruf capital yang tepat, dan penggunaan kata-kata baku dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Membaca teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia:
Menentukan tokokh-tokoh yang terlibat di dalamnya, termasuk tokoh-tokoh yang terlibat pada peristiwa Rengasdengklok.
Bermain peran bersama teman sekelompok tentang peristiwa Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.
Membuat pertanyaan berdasarkan bacaan yang berjudul “Indahnya Kebun Teh di Puncak, Bogor
Menceritakan pengalaman berkunjung ke tempat wisata favorit keluarga.
Melakukan percakapan tentang kawasan puncak di Bogor
Melakukan wawancara tentang lingkungan sekolah dan rumah

Ekosistem dibagi menjadi 2 yaitu: ekosistem alami dan ekosistem buatan.
Ekosistem alami terdiri atas ekosistem air dan ekosistem darat.
Ekosistem air terdiri atas air tawar dan air asin
Ekosistem darat terdiri atas hutan, padang rumput, padang pasir, Tundra, dan Taiga
Ekosistem buatan adalah ekosistem hasil karya manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Contoh: sawah, bendungan, taman, dll
Bentuk teks bacaan ada 2 yaitu fiksi dan nonfiksi
Teks nonfiksi adalah teks yang berisikan hasil pengamatan, data-data, dan fakta serta bukan hasil imajinasi atau karangan yang dihasilkan dalam bentuk cerita yang nyata.
Teks fiksi adalah karangann tidak nyata hasil imajinasi manusia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bahasa Indonesia – SD Kelas 5 – Tema 2 – Kurikulum 2013 Rev 2017

Bahasa Indonesia – SD Kelas 5 – Tema 2 – Kurikulum 2013 Rev 2017.

 

RANGKUMAN MATERI.

 Tema                           : 2.

Sub Tema                    : 1, 2, 3.

Pembelajaran               : 1 – 6.

 

Kompetensi Dasar

Bahasa Indonesia

3.2     Mengklasifikasi informasi yang didapat dari buku ke dalam  aspek: apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana

Materi.

Kata Tanya.

Kata tanya adalah kata yang dipakai dalam kalimat tanya untk menanyakan sesuatu.

Kalimat tanya adalah kalimat yang di dalamnya terkandung pertanyaan kepada pihak lain, guna memperoleh jawaban.

Ciri-ciri kata tanya, yaitu:

  1. Kata tanya selalu diikuti dengan tanda tanya (?) pada akhir kalimat.
  2. Kata tanya terletak di awal sebuah kalimat tanya.
  3. Seringkali ditambah dengan imbuhan sufiks –kah, seperti: apakah, siapakah, dimanakah.

Kata tanya terbagi menjadi 7 jenis, yaitu:

  1. “Apa” untuk menanyakan benda.
  2. “Siapa” untuk menanyakan orang.
  3. “(Di, ke, dari) mana” untuk menanyakan tempat.
  4. “Mengapa” untuk menanyakan sebab atau alasan.
  5. “Bagaimana” menanyakan keadaan.
  6. “Berapa” untuk menanyakan jumlah.
  7. “Kapan” untuk menanyakan waktu.

Contoh penggunaan kata tanya dalam kalimat.

  1. Apa yang harus kita lakukan supaya ketersediaan oksigen terjaga?.
  2. Siapakah nama presiden pertama Indonesia.
  3. Di mana kamu tinggal?.
  4. Mengapa Indonesia dikatakan sebagai paru-paru dunia?.
  5. Bagaimana proses pengambilan oksigen oleh makhluk hidup?.
  6. Berapa tahun umur ayahmu?.
  7. Kapankah kamu akan berhenti merokok?.

 

Bahasa Indonesia – SD Kelas 5 – Tema 1 – Kurikulum 2013 Rev 2017

Bahasa Indonesia – SD Kelas 5 – Tema 1 – Kurikulum 2013 Rev 2017.

RANGKUMAN MATERI.

TEMA                         : 1.

SUB TEMA                : 1, 2, dan 3.

PEMBELAJARAN   : 1-6.

 

KOMPETENSI DASAR.

BAHASA INDONESIA.

3,1, Menentukan pokok pikiran dalam teks lisan dan tulis.

 

MATERI

  • Bacaan adalah kumpulan dari beberapa paragraph yang tergabung menjadi satu-kesatuan yang utuh.
  • Setiap paragraf dalam teks bacaan tersebut terdapat ide pokok / kalimat utama / pokok pikiran dan kalimat pengembang.
  • Kalimat utama adalah kalimat / gagasan yang dijadikan sebagai dasar untuk mengembangkan kalimat menjadi sebuah paragraf.
  • Kalimat pengembang adalah kalimat penjelas dari kalimat utama dalam paragraph. Biasanya kalimat pengembang ini terdapat lebih dari satu kalimat dalam sebuah paragraph. Sehingga setiap paragraph tersusun dari beberapa kalimat yang salah satunya adalah KALIMAT UTAMA.
  • Jenis-jenis paragraph berdasarkan letak kalimat utama adalah sebagai berikut:
  1. Deduktif

Paragraf deduktif adalah paragraf yang ide pokok atau kalimat utamanya terletak di awal paragraf dan selanjutnya di ikuti oleh kalimat kalimat penjelas untuk mendukung kalimat utama.

ciri-ciri paragraf deduktif :

  1. kalimat utama berada di awal paragraf.
  2. kalimat disusun dari pernyataan umum yang kemudian disusul dengan penjelasan.
  3. Pola paragraph : “Umum ke Khusus” / “Kalimat utama ke Pengembang”

Contoh :

Indonesia adalah negara yang majemuk. Terdapat banyak agama dan kepercayaan dan selain itu suku budaya indonesia sangat beragam misalnya suku jawa, madura, batak, ambon dan masih banyak lagi suku – suku yang memiliki ciri khas masing-masing.

 

  1. Induktif.

Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan kalimat yang berisi penjelasan- penjelasan kemudian diakhiri dengan kalimat utama.

Ciri-ciri paragraf induktif :

  1. kalimat utama berada di akhir paragraph
  2. kalimat disusun dari uraian/penjelasan bersifat khusus diikuti dengan kalimat pernyataan umum.
  3. Pola paragraph : “Khusus ke Umum” / “Kalimat Pengembang ke Utama”

Contoh:

Suku jawa, suku madura, batak dan ambon adalah salah satu dari sekian banyak suku yang terdapat di Indonesia. Selain suku dan budaya yang beragam, terdapat pula berbagai agama dan kepercayaan maka dari itu Indonesia dikenal dengan negara yang majemuk.

 

  1. Paragraf Campuran.

Paragraf campuran adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan kalimat utama dan diakhiri pula dengan kalimat utama. Kalimat utama yang terletak diakhir paragraf merupakan penegasan dari kalimat di awal paragraf.

Ciri-ciri Paragraf Campuran :

  1. Pikiran utama terletak diawal atau diakhir paragraph
  2. Kalimat berikutnya berisi penjelasan dan uraian yang mendukung pikiran utama
  3. Akhir paragraf diakhiri dengan penegasan yang mendukung pikiran utama
  4. Pola Paragraf : Umum – Khusus – Umum

Contoh :

Bunga melati cukup diminati banyak orang. Selain bunganya cantik, bunga melati juga sangat harum. bahkan bunga berwarna putih ini dijadikan sebagai simbol kesucian. Keharuman bunga ini sangat cocok untuk di tanam di dekat rumah dan cocok sebagai tanaman hias. Oleh karena itu, bunga ini menjadi salah satu bunga favorit bagi pecinta tanaman dan bunga.

 

  1. Paragraf Ineratif.

Paragraf Ineratif adalah paragraf yang kalimat utamanya berada di tengah paragraf. Biasanya diawali dengan gagasan penjelas sebagai pengantar, lalu disajikan gagasan utama sebagai puncaknya. Setelah itu masih dilanjutkan dengan gagasan penjelas

Ciri-ciri paragraph ineratif :

Kalimat-kalimat penjelas terlebih dahulu, lalu diikuti kalimat utamanya, dan diakhiri dengan kalimat-kalimat penjelas lagi.

Contoh :

Manusia lahir ke dunia membutuhkan orang lain. Mereka juga makan membutuhkan orang lain. Bahkan mati pun masih membutuhkan orang lain. Hal ini menunjukan bahwa manusia adalah makhluk sosial. Kita tidak bisa hidup sendiri karena kita sangat membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidup di dunia ini. Tidak ada satu pun pekerjaan besar yang tidak membutuhkan orang lain. Bahkan orang terkaya sedunia yang memiliki segalannya pun tidak bisa hidup sendiri.

 

 

 

SD4 – Bahasa Indonesia 1 – Peristiwa – Membuat Denah sesuai dengan petunjuk yang didengar

SD4 – Bahasa Indonesia 1 – Peristiwa.

A. Membuat Denah sesuai dengan petunjuk yang didengar.

1. Petunjuk Arah Mata Angin.

Dengarkan baik-baik penjelasan tentang mata angin yang akan ditunjukkan gurumu berikut ini! 

ARAH MATA ANGIN

Gambar ini disebut mata angin, yaitu petunjuk arah yang terdapat dalam peta, atlas, atau denah. Pada mata angin ini terdapat huruf U yang terletak di atas, S terletak di bawah, huruf B di samping kiri, dan huruf T di samping kanan. Masing-masing huruf itu melambangkan arah. U berarti arah utara. Arah utara pada peta terletak di atas. Jadi, jika ada peta atau denah dengan huruf U di atas, kalian dapat menemukan arah utara. Huruf S menunjukkan arah selatan. Arah selatan pada peta terletak di bawah. Jika ada peta atau denah dengan huruf S di bawah, kalian dapat menemukan arah selatan. Huruf B menunjukkan arah barat. Arah barat pada peta terletak di sebelah kiri. Jika ada peta atau denah dengan huruf B di sebelah kiri, kalian dapat menemukan arah barat. Sedangkan huruf T menunjukkan arah timur. Arah timur pada peta terletak di sebelah kanan. Jadi, jika kalian menemukan peta atau denah, maka sebelah kanan kalian adalah arah timur.

Setelah kalian paham tentang arah mata angin, bukalah buku atlasmu!
a. Sebutkan nama kota yang terletak di sebelah utara kotamu!
b. Sebutkan nama kota yang terletak di sebelah selatan kotamu!
c. Sebutkan nama kota yang terletak di sebelah barat kotamu!
d. Sebutkan nama kota yang terletak di sebelah timur kotamu!

 

2. Petunjuk Denah Suatu Tempat.

Perhatikan cerita di bawah ini!

Arif disuruh ibu untuk membeli obat merah. Aulia, adik Arif, kaki- nya terluka karena jatuh dari sepeda. Arif belum mengetahui letak apotek tersebut. Akhirnya, ibu menggambar denah dari rumah menuju apotek “Sehat”.

Berikut ini gambar denah yang dibuat ibu.

sd4 denah

Bagaimana menjelaskan letak apotek “Sehat” berdasarkan denah di atas?

Untuk sampai ke apotek “Sehat” dari rumah Arif naik sepeda ke arah utara melewati Jalan Garuda. Sampai di simpang empat, Arif belok ke kanan menuju arah timur melewati Jalan Merak. Letak apotek “Sehat” kira-kira 100 meter dari simpang empat itu, tepatnya di selatan Jalan Merak. Jadi, apotek itu menghadap ke utara.

3. Membuat Denah Sesuai Petunjuk.

Setelah mengetahui petunjuk membaca denah seperti contoh di atas, coba buatlah denah! Caranya, guru akan membacakan petunjuk berikut ini. Tutuplah buku ini dan dengarkan baik-baik! Setelah itu, buatlah denah berdasarkan petunjuk yang dibacakan gurumu ter- sebut! Kerjakan di buku tugasmu!

Dina disuruh ayah untuk ke rumah Pak Budi mengantar un- dangan rapat desa. Dina ke rumah Pak Budi dengan naik sepeda. Untuk sampai ke rumah Pak Budi, dari rumah Dina berjalan ke arah barat. Sampai di pertigaan, belok ke kanan menuju arah utara. Sampai di simpang empat belok kiri. Rumah Pak Budi bercat biru kira-kira 200 meter dari simpang empat.

 

B. Menjelaskan Tempat Sesuai Denah.

Dengarkanlah dengan saksama teks yang akan dibacakan oleh gurumu berikut ini!

Stadion Sriwedari (sekarang Stadion R. Maladi), tempat penye- lenggaraan PON I, terletak di Jl. Slamet Riyadi. Dari sini (Kartasura) ke arah timur kurang lebih 5 km. Letaknya bersebelahan dengan Loji Gandrung (rumah dinas Walikota Surakarta) serta di antara simpang empat Gendengan dan Ngapeman.

sd4 denah2

2. Menjelaskan Suatu Tempat.

a. Setelah mendengarkan petunjuk di atas, lakukan kegiatan berikut ini!

1) Carilah letak tempat berikut yang disebutkan dalam petunjuk!

  • a) Pasar Gede,
  • b) Pasar Klewer.

2) Buatlah petunjuk secara lisan untuk mencari tempat berikut!

  • a) Stasiun Balapan,
  • b) Kantor Pos Besar,
  • c) Pasar Gede,
  • d) Pasar Klewer.

b. Jelaskan secara lisan di depan kelas cara menuju tempat-tempat berikut ini! (Kamu dapat memilih salah satu).

  • 1) dari Terminal Lama Kartasura ke Stasiun Balapan
  • 2) dari Simpang Empat Gendengan ke Pasar Klewer
  • 3) dari Stasiun Balapan ke Pasar Gede.

 

C. Membaca Teks dan Menemukan Pikiran Pokok.

1. Membaca Sekilas. Bacalah teks di bawah ini dengan cepat!

Mengharumkan Sekolah.

Setiap hari Jumat sekolah kami mengadakan kegiatan Jumat Bersih. Untuk memperlancar kegiatan tersebut, para siswa diwajib- kan membawa alat-alat kebersihan, seperti sapu dan kemoceng. Ke- giatan Jumat Bersih minggu ini tidak hanya sekadar membersihkan lingkungan sekolah, tetapi juga mengadakan gerakan mengharum- kan sekolah.

Kegiatan mengharumkan sekolah dilakukan agar para guru dan siswa lebih kerasan dan kegiatan belajar di kelas berlangsung lancar. Oleh karena itu, para guru maupun siswa harus ber- tanggung jawab atas kebersihan dan harumnya sekolah.

Gerakan mengharumkan sekolah dimulai dengan meng- harumkan ruang kelas. Ini menjadi tanggung jawab para penghuni kelas. Setelah kelas disapu dan dipel, meja dan kursi ditata. Se- lanjutnya kelas dan ruang diberi pengharum ruangan. Selain itu, kamar kecil juga diharumkan.

(K. Darmadi, 2007).

2. Menjawab Pertanyaan.

Jawablah dengan benar di buku tugasmu!
a. Kapan kegiatan mengharumkan sekolah dilaksanakan?
b. Mengapa kegiatan tersebut dilaksanakan?
c. Bagaimana cara siswa melaksanakan gerakan tersebut?
d. Selain kelas, sebutkan tempat lain yang perlu diharumkan!
e. Mengapa kamar kecil perlu diharumkan?

3. Mencari Pikiran Pokok.

Pikiran pokok adalah ide utama dari sebuah paragraf. Pikiran pokok dalam suatu paragraf biasanya terdapat di awal paragraf, di akhir, atau di awal dan di akhir paragraf. Pikiran pokok pada umum- nya dijelaskan dengan kalimat-kalimat penjelas sebagai uraian dari pikiran pokok atau gagasan pokok.

Contoh :

Marpaung adalah anak yang rajin. Setiap ada PR dari guru di se- kolah, dia selalu mengerjakan dengan baik, bahkan dia mengerjakan lebih dahulu. Dia tidak pernah menunda-nunda pekerjaan. Begitu pula jika ada pekerjaan rumah dari orang tuanya. Dia juga mengerjakannya dengan rajin. Pekerjaan seperti memberi makan ayam dan membersih- kan ruang selalu dikerjakan dengan baik.

Pikiran pokok dari paragraf di atas adalah Marpaung anak yang rajin. Kata rajin dapat ditunjukkan dengan kalimat selalu mengerjakan PR, membantu pekerjaan orang tua, memberi makan ayam, dan lain sebagainya.

a. Tulislah di buku tugasmu gagasan pokok dari paragraf berikut ini!

  1. Setiap hari Senin di halaman sekolah diadakan upacara ben- dera. Upacara ini diikuti oleh semua guru dan murid. Pukul 07.00 anak-anak harus sudah siap di halaman sekolah.
  2. Hari ini siswa kelas IV berkumpul di halaman sekolah. Bapak Kepala Sekolah berdiri di depan dan memberi ceramah. Setelah itu para siswa dibubarkan. Dalam sambutannya, Ba- pak Kepala Sekolah menyampaikan beberapa pengumuman kepada siswa kelas IV.

b. Tentukan dan tulislah gagasan pokok yang terdapat dalam setiap paragraf bacaan “Mengharumkan Sekolah” di depan!

 

D. Melengkapi Teks Percakapan.

1. Membaca Teks Percakapan, Bacalah teks percakapan di bawah ini!

Lomba Baca Puisi.

Ketika istirahat tiba, Desi dan Rudi bercakap-cakap di dekat per- pustakaan. Saat itumereka hendak ke perpustakaan untuk meminjam buku bacaan.

Gambar 1.4 Desi dan Rudi sedang bercakap-cakap.

  • Rudi  : Des, aku dengar akan ada lomba baca puisi di sekolah kita, ya?
  • Desi   : Iya, bulan depan. Rudi : Dalam rangka apa?
  • Desi   : Lomba itu untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional. Rudi : Oh, baru tahu saya. Terus … kalau mau ikut, nanti mendaftar kepada siapa?
  • Desi : Kamu boleh mendaftar ke Bu Rini, guru Bahasa Indonesia, atau kepada ketua kelas masing-masing.
  • Rudi : Pesertanya dari kelas berapa?
  • Desi : Katanya sih, mulai dari kelas III sampai kelas VI.
  • Rudi : Oke, deh. Kalau begitu, aku mau ikut lomba nih.

 

2. Melengkapi Percakapan.

Setelah membaca contoh teks percakapan di atas, cobalah melengkapi percakapan di bawah ini! Kamu bebas melanjutkan isi percakapan tersebut. Tuliskan di buku tugas masing-masing!

Pemilihan Ketua Kelas.

Hari ini hari pertama Dina duduk di kelas IV SD Harapan. Teman-teman Dina, antara lain, Ika, Mela, Koko, Rudi, Santi, Winda, Tasya, Intan, Yoga, dan Hendra. Dina sedang bercakap-cakap dengan Tasya dan Yoga tentang pemilihan ketua kelas mereka.

  • Dina : Hai, Teman-Teman. Sekarang kita sudah kelas IV, tapi kita belum punya ketua kelas. Bagaimana kalau sekarang kita memilih ketua kelas?
  • Yoga : Iya, Din. Kita belum punya ketua kelas. Ayo, kita bicarakan bersama. Kalau kamu memilih siapa, Din?
  • Dina : Kalau aku, terserah teman-teman saja, siapa yang akan dipilih.
  • Tasya: Aku usul, gimana kalau Akbar saja. Dia ‘kan punya peng- alaman jadi ketua kelas sewaktu duduk di kelas III.
  • Yoga : Aku usul ya … gimana kalau Deswita. Dia ‘kan juara 1 di kelas III kemarin. Aku yakin dia mampu kok jadi ketua di kelas kita.
  • Dina : …
  • Tasya: …
  • Yoga : …
  • Dina : …
  • Yoga : …
  • Tasya: …
  • Dina : …
  • Tasya: …
  • Yoga : …

Selanjutnya, bentuklah kelompok serta perankan teks percakapan di atas bersama kelompokmu masing-masing! Peragakan di depan kelas secara bergantian dengan kelompok lain!

 

3. Menggunakan Kalimat Tanya.

Daftar Kata Tanya dan Maksud Pertanyaan :

  • Siapa  : Menanyakan orang (pelaku, penderita).
  • Di mana : Menanyakan tempat.
  • Ke mana : Menanyakan tujuan.
  • Dari mana : Menanyakan asal.
  • Mengapa : Menanyakan alasan.
  • Kapan : Menanyakan waktu.
  • Berapa : Menanyakan jumlah.

Contoh :

a. Siapa yang menjadi juara lomba baca puisi? (Amita).
b. Di mana ia bersekolah? (Di SD Utama 01).
c. Kapan ayah akan berangkat ke Bandung? (Besok sore).
d. Mengapa anak itu menangis? (Karena bukunya sobek).
e. Berapa biaya pendaftaran lomba itu? (Lima ribu rupiah).

Buatlah kalimat tanya dengan jawaban di bawah ini! Kerjakan di buku tugasmu!
a. Di rumah sakit Bakti Husada.
b. Ke perpustakaan sekolah.
c. Dari Kota Makassar.
d. Karena lupa membawa pensil.
e. Pada hari Senin.
f. Bu Rina, guru Bahasa Indonesia.
g. Pesertanya lima puluh anak.