SD4.2.5. Agama Katolik : Menghormati Hidup.

SD4.2.5. Agama Katolik : Menghormati Hidup.

Yesus menekankan sikap baru dalam memahami firman kelima “Jangan membunuh”. Pemahaman baru ini kembali menempatkan cinta kasih sebagai hukum utama. Membunuh dapat diartikan sebagai membuang sesama dari persaudaraan, dengan menghilangkan nyawanya, menyebut sesama sebagai kafir atau juga dengan membencinya. Bagi murid-murid Yesus, yang utama bukan tindakan tidak membunuh, tetapi mengasihi sesama sebagai saudara. Dengan mengasihi sesama, kita menghormatihidupdanmelestarikankehidupan.Karena“Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakahlebihnyadaripadaperbuatanoranglain?Bukankahorang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?” (Mat 5:46-47).

1. Kisah Kehidupan

Sepenggal Warisan Bunda Teresa

Ada warisan yang paling berharga yang pernah ditinggalkan oleh Bunda Teresa.

Teresa muda menulis dalam buku hariannya tentang tahun pertamanya memulai pekerjaan misionarisnya bersama orang miskin di Kalkuta, India pada 1948. Dia meninggalkan jubah Loreto (kebiaraannya) dengan sari katun sederhanaberwarnaputihdihiasidengan pinggiran biru. Dia juga berkisah tentang kesulitan dan penderitaanya. Ia tidak memiliki penghasilan dan harus memohon makanan dan persediaan. Teresa muda mengalami keraguan, kesepian dan godaan untuk kembali dalam kenyamanan kehidupan biara.
Ia menulis dalam buku hariannya:
“Tuhaninginsayamasukdalamkemelaratan.Hariinisayamendapat pelajaran yang baik. Kemelaratan para orang miskin pastilah sangat keras. Ketika saya mencari tempat tinggal, saya berjalan dan terus berjalansampailengandankakisayasakit. Sayabayangkanbagaimana mereka sakit jiwa dan raga, mencari tempat tinggal, makanan dan kesehatan.
Kemudian kenikmatan Loreto datang pada saya:”Kamu hanya perlu mengatakan dan semuanya akan menjadi milikmu lagi,” kata Sang Penggoda…Sebuah pilihan bebas, Tuhanku, cintaku untukmu, aku ingin tetap bertahan dan melakukan segala keinginan-Mu merupakan kehormatan bagiku. Aku tidak akan membiarkan satu tetes air mata jatuh karenanya”.

Pada 5 September 1997 Bunda Teresa meninggal. Warisannya bukan berbentuk materi. Tapi berupa sebuah gerakan kemanusiaan yang dahsyat. MisionarisCintaKasihyangdipimpinnya memiliki lebih dari 4.000 suster dan persaudaraandengan300anggotayang menjalankan 610 misi di 123 negara. Misionaris Cinta Kasih juga dibantu oleh wakil pekerja yang berjumlah lebih dari 1 juta pada tahun 1990-an untuk mengurusrumah-rumahpenampungan orang miskin dan tidak berdaya, rumah bagi penderita HIV/AIDS, kusta dan TBC, dapur umum, program konseling anak-anak dan keluarga, pembantu pribadi, panti asuhan, dan sekolah.

BACA JUGA :   SD Kelas 4 Tema 9.1.4 - Kayanya Negeriku - Subtema 1 Kekayaan Sumber Energi di Indonesia.

Namun, warisan yang paling dahsyat menurut saya adalah ketika BundaTeresa menulis beberapa bait tentang seluruh pengalamannya ketika memilih kesulitan, penderitaan, dan kesabaran untuk membela harkat dan martabat kemanusiaan.

Selalu antara Engkau dan Tuhan

Orang kerap kali tak bernalar, tak logis dan egois Biar begitu, maafkanlah mereka
Bila engkau baik, orang mungkin akan menuduhmu menyembunyikan motif egois
Biar begitu, tetaplah bersikap baik
Bila engkau jujur dan berterus terang, orang akan menipumu Biar begitu, tetaplah jujur dan berterus terang
Bila engkau sukses, engkau akan mendapati teman-teman palsu dan teman-teman sejati
Biar begitu, tetap lah meraih sukses
Apa yang engkau bangun selama bertahun-tahun, mungkin akan dihancurkan seseorang dalam semalam
Biar begitu, tetaplah membangun
Bila engkau menemukan ketenangan dan kebahagiaan, orang mungkin akan iri hati dan dengki
Biar begitu, tetaplah berbahagia dan temukan kedamaian hati Kebaikan yang engkau lakukan hari ini, mungkin akan dilupakan orang keesokan harinya
Biar begitu, tetaplah lakukan kebaikan
Berikan pada dunia milikmu yang terbaik, dan mungkin itu tak akan pernah cukup
Biar begitu, tetaplah berikan pada dunia milikmu yang terbaik Ketahuilah, pada akhirnya
Sesungguhnya ini semua adalah antara engkau dan Tuhan Tidak pernah antara engkau dan mereka”.
(Faizal Rizki dlm http://www.aktual.co/wisatahati/203134sepenggal-warisan-bunda-teresa)

Jawab pertanyaan berikut ini!
• Apa yang dikisahkan dalam cerita di atas?
• Apa yang paling berkesan dari cerita tentang Ibu Teresa?

Refleksi.

Catatan Harian Bunda Teresa

“Hidup adalah kesempatan, gunakan itu. Hidup adalah keindahan, kagumi itu. Hidup adalah mimpi, wujudkan itu. Hidup adalah tantangan, hadapi itu. Hidup adalah kewajiban, penuhi itu. Hidup adalah pertandingan, jalani itu. Hidup adalah mahal, jaga itu. Hidup adalah kekayaan, simpan itu. Hidup adalah kasih, nikmati itu. Hidup adalah janji, genapi itu. Hidup adalah kesusahan, atasi itu. Hidup adalah nyanyian, nyanyikan itu. Hidup adalah perjuangan, terima itu. Hidup adalah tragedi, hadapi itu. Hidup adalah petualangan, lewati itu. Hidup adalah keberuntungan, laksanakan itu. Hidup adalah terlalu berharga, jangan rusakkan itu. Hidup adalah HIDUP, berjuanglah untuk itu”
2. Panggilan untuk Menghormati Hidup
Simaklah teks Kitab Suci berikut ini!

BACA JUGA :   SD4 Semester 2 - Pendidikan Ramah Lingkungan - Energi Alternatif

Yesus dan Hukum Taurat
(Mat 5:21-24)

Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan keMahkamahAgamadansiapayangberkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu diatas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

Jawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
• Ayat-ayat yang mana yang menunjukkan bahwa Yesus menghormati hidup orang lain?
• Apa makna “menghormati hidup” menurut teks Kitab Suci di atas?
• Apa contoh tindakanmu yang menunjukkan sikap hormat terhadap hidup sesama?

3. Sikap untuk Menghormati Hidup
Jawablah pertanyaan berikut! Jika perlu diskusikan dengan teman sebangku atau kelompokmu!

• Apa saja usaha yang dapat kita lakukan untuk menghormati hidup?
Lengkapilah tabel jawaban berikut !

Tindakan yang tidak menghormati hidup :
1. Ketika sakit tidak mau minum obat,
2. Bersikap tidak hati-hati/ sembrono,
3. Tidak menjaga kebersihan badan.
4. Makan sembarangan
5. Mengucilkan teman.
6. …

Usaha-usaha yang menghormati hidup :
1. Ketika sakit mau minum obat.
2. Bersikap hati-hati.
3. Menjaga kebesihan anggota badan.
4. Makanjenis makanan yang sehat.
5. Bersahabat dengan semua orang.

Refleksi.

Sebuah syair lagu melukiskan bahwa “Hidup itu anugerah, hidup itu hadiah, Betapa bahagia yang menyadarinya, Betapa ringan langkah mereka”. (Bdk. Mat 6 : 26-34). Inilah gambaran bahwa Tuhan memberikan kehidupan kepada kita sebagai hadiah. Tuhanlah yang memiliki kehidupan, sehingga tidak ada orang atau pihak mana pun yang dapat mengambilnya, dengan alasan apa pun.
Sebagai hadiah Tuhan, hidup yang kita miliki harus kita rawat, kita jaga dan kita pelihara. Hal itu berlaku bagi semua makhluk hidup di muka bumi ini. Hal ini ditegaskan oleh Tuhan di dalam perjanjian lama “jangan membunuh” (kel 20:13 )

BACA JUGA :   SD3-Tema5.1-Simetri Lipat dan Putar

Lebih dalam dari itu, Yesus menekankan sikap baru dalam memahami firman kelima tersebut. Jangan membunuh bukan hanya larangan menghabisi nyawa orang lain atau bunuh diri, melainkan penekanan sikap hormat dan sikap kasih terhadap kehidupan. Hal itu tergambar dalam sabda Yesus: “jangan membunuh: siapa membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu, setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus diserahkan ke dalam api yang menyala-nyala” (Mat 5:21-22).

Pemahaman baru ini kembali menempatkan cinta-kasih sebagai hukum utama. Membunuh dapat diartikan sebagai membuang sesama dari persaudaraan, dengan menghilangkan nyawanya, menyebut sesama sebagai kafir atau juga dengan membencinya. Bagi murid-murid Yesus, yang utama bukan tindakan tidak membunuh, tetapi mengasihi sesama sebagai saudara. Dengan mengasihi sesama, kita menghormati hidup dan melestarikan kehidupan dengan segenap jiwa raga, bakat, dan perasaan.
Tuhan menghendaki kita agar kita ikut serta menawarkan kasih dan kebaikan-Nya kepada orang-orang di sekitar kita.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *