Arsip Tag: masyarakat

Pelajaran 6 – Panas dan Perpindahannya – SD Kelas 5 Tema 6 – Sub Tema 1 – K2013 Rev 2017


Panas dan Perpindahannya – SD Kelas 5 Tema 6. 

Sub Tema 1 : Suhu dan Kalor.

Pembelajaran 6. 

 

Perhatikanlah kedua gambar di atas dengan saksama! Apakah yang dapat kamu katakan mengenai kedua gambar di atas? Menurutmu apakah yang terjadi pada gambar pertama dan kedua? Apakah kamu pernah mengalami berada pada kedua situasi tersebut? Apakah yang kamu rasakan? Diskusikanlah hasil pengamatan dan pengalamanmu dengan teman sebangkumu!

Setiap warga yang tinggal dalam sebuah masyarakat tertentu, memiliki tanggung jawab sebagai anggota masyarakat tersebut. Demikian juga sebagai warga Negara Republik Indonesia. Apakah yang dimaksud dengan tanggung jawab? Simaklah bacaan berikut ini dengan saksama!

 

Judul Bacaan : Tanggung Jawab Warga Negara.

Pernahkah kamu mendengar kata-kata bijak berikut: “Maju mundur suatu bangsa tergantung tanggung jawab warga negaranya”? Apakah yang dimaksud dengan tanggung jawab? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, tanggung jawab adalah keadaan untuk menerima akibat dari perbuatan, baik yang dilakukan sendiri maupun yang dilakukan bersama dengan orang lain. Oleh karenanya, tanggung jawab warga negara berhubungan dengan perannya di dalam masyarakat.
Tanggung jawab warga negara terhadap bangsa dan negaranya, dilaksanakan dengan cara melakukan hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Pelaksanaan hak dan kewajiban warga negara harus sesuai dengan Undang-Undang dasar Negara Repulik Indonesia Tahun 1945. Apa saja tanggung jawab warga negara Indonesia? Warga negara Indonesia, antara lain mempunyai tanggung jawab untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai dalam sila-sila Pancasila. Warga negara Indonesia juga bertanggung jawab untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa agar tidak terpecah belah.

Sebagai seorang siswa, kamu pun memiliki tanggung jawab. Salah satunya adalah dengan menaati peraturan yang telah ditetapkan, baik oleh sekolah maupun oleh negara sesuai peranmu sebagain seorang siswa. Peraturan sekolah harus sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung di dalam sila-sila dalam Pancasila.

Peraturan sekolah juga harus sejalan dengan peraturan dan undang – undang yang berlaku di Indonesia.

Seorang siswa hendaknya bertanggung jawab untuk mengamalkan nilai-nilai dalam Pancasila. Nilai sila pertama, Ketuhanan yang Maha Esa, dengan menunjukkan rasa hormat kepada teman-teman yang berbeda keyakinan dan dengan menjalankan kegiatan keagamaan sesuai dengan keyakinannya. Nilai sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, dengan menunjukkan rasa peduli kepada sesama manusia di mana pun berada. Nilai pada sila ketiga, Persatuan Indonesia, dengan menjaga persatuan dan kesatuan dengan menghargai perbedaan yang ada di antara teman. Nilai sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dengan menunjukan sikap mau mendengarkan pendapat teman lain dalam kegiatan pembelajaran dan bekerja sama. Nilai sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, dengan menaati peraturan sekolah yang menjamin rasa keadilan di sekolah.

Bacalah kembali bacaan di atas dengan saksama untuk memahami isi bacaan. Tuliskan kata-kata kunci pada setiap paragraf. Lalu, tuliskan isi bacaan pada setiap paragrafnya!

Rangkailah isi-isi bacaan dari setiap paragraf di atas untuk menjelaskan isi bacaan secara keseluruhan. Tuliskanlah dalam satu paragraf pemahamanmu tentang bacaan dengan bantuan diagram di atas. Gunakanlah kalimat yang benar dan kata-kata baku dengan tepat.

 

A.Lengkapilah kalimat-kalimat berikut ini dengan menggunakan kata- kata yang tepat yang teersedia di dalam kotak!

1.Maju mundurnya sebuah negara tergantung kepada Tanggung Jawab warga negaranya.
2.Setiap warga negara juga memiliki Hak dan kewajiban sesuai perannya di dalam masyarakat.
3.Setiap warga negara Indonesia, mempunyai tanggung jawab untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai dalam Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia.
4.Tanggung jawab untuk menghormati perbedaan keyakinan teman dan anggota masyarakat sesuai dengan pengamalan nilai Pancasila sila Pertama.
5.Menghargai pendapat orang lain, merupakan salah satu cara untuk menjaga Persatuan dan Kesatuan bangsa yang juga merupakan pengamalan sila keempat Pancasila.

 

Perhatikanlah kembali gambar dan bacaan tentang Tanggung Jawab Warga Negara dengan saksama! Kamu tentu tahu bahwa banyak tanggung jawab, baik sebagai warga negara, maupun sebagai seorang siswa. Dengan menggunakan bacaan di atas, lakukanlah kegiatan berikut ini!

  • Bersama dengan teman sebangkumu, lengkapilah tabel berikut ini untuk menjelaskan dan memberikan contoh tanggung jawab yang dapat kamu lakukan sebagai warga negara Indonesia dan sebagai siswa.
  • Tunjukkanlah hasil pekerjaanmu kepada teman sekelompok yang terdiri atas empat orang termasuk teman sebangkumu. Bacakanlah contoh- contoh perbuatan yang telah kamu lakukan yang menunjukkan rasa tanggung jawabmu sebagai warga negara dan sebagai siswa.
  • Pilihlah salah satu perbuatan dan ceritakanlah lebih mendalam. Ceritakanlah dalam peristiwa apakah kamu melakukan perbuatan tersebut.
  • Kemudian, ceritakan juga perbuatan-perbuatan yang belum kamu lakukan. Kesulitan apa saja yang kamu hadapi untuk melaksanakannya. Mintalah saran temanmu untuk membantumu.
  • Buatlah kesimpulan tentang tanggung jawab yang kamu pahami melalui kegiatan di atas!

Tahukah kamu bahwa salah satu tanggung jawab kita sebagai warga negara Indonesia adalah melestarikan budaya bangsa? Banyak cara untuk memenuhi tanggung jawab tersebut, antara lain dengan mengenal dan melestarikan lagu-lagu daerah dari daerah asalmu sendiri. Yuk kita bernyanyi bersama!

Ayo Bernyanyi !

Kamu telah belajar menentukan tangga nada pada beberapa lagu daerah yang berasal dari daerah lain. Saatnya bagimu untuk mempelajari lagu daerahmu sendiri. Sebelum menyanyikan sebuah lagu, kamu perlu melakukan pemanasan. Pemanasan ini dilakukan untuk melatih pita suara dan organ tubuh lainnya yang digunakan pada saat menyanyi, seperti rongga mulut dan tenggorokan.
Setelah kamu melakukan pemanasan, lakukanlah kegiatan ini dalam kelompok!
1.Cari dan tentukan sebuah lagu daerah yang kamu kenal. Sebaiknya lagu dari daerahmu sendiri agar kamu lebih mengenal lagu daerahmu.
2.Salinlah lagu tersebut berikut notasi angkanya.
3.Pelajari tangga nada yang digunakan pada lagu tersebut.
4.Pelajari cara menyanyikan lagu tersebut agar mendapatkan kesan dari lagu tersebut.
5.Tulislah semua pekerjaanmu pada selembar kertas berukuran A3.
6.Gunakan tabel berikut untuk mencatat keterangan yang diperlukan.

Judul lagu : …
Asal lagu : …
Arti lagu  : …
Tangga nada yang digunakan : …
Kesan terhadap lagu yang di nyanyikan : …

7.Nyanyikanlah lagu daerah tersebut di depan kelompok yang lain. Jelaskan juga tentang isi lagu, arti, dan tangga nada yang digunakan berikut kesanmu terhadap lagu tersebut.
8.Tempelkanlah hasil pekerjaanmu di dinding kelas.

 

1.Apa saja hal menarik yang kamu dapatkan dari kegiatan pembelajaran kali ini?

2.Apa yang dapat kamu katakan tentang kegiatan pembelajaran pada minggu ini?

3.Adakah topik atau konsep yang ingin kamu dalami dari pembelajaran minggu ini?

4.Apa yang dapat kamu lakukan untuk meningkatkan semangat belajarmu pada kegiatan pembelajaran berikutnya?

Lihatlah kembali daftar tentang hak siswa yang kamu buat sebelumnya. Tentu banyak sekali peran orang tuamu dalam membantu mendapatkan hakmu sebagai siswa. Pikirkanlah untuk membuat sesuatu berupa surat, kartu ucapan, nyanyian, kerajinan atau karya yang lain sebagai sarana untuk mengucapkan terima kasih kepada orang tuamu!

 

SD Kelas 4-2 Agama Katolik – Bab 3 Masyarakat

SD Kelas 4-2 Agama Katolik – Bab 3 Masyarakat.

Pelajaran 3 : Masyarakat.

A. Hormat kepada Orang Tua.
B. Cinta Kepada Sesama.
C. Menghormati Hidup.
D. Menghormati milik orang lain.

A. Hormat Kepada Orang Tua.

  1. Orang tua adalah wakil Al-lah yang bertugas menjaga, menghidupi dan mendidik anak-anak hingga menjadi manusia.
  2. Perintah keempat dalam Sepuluh  Perintah Al-lah berbunyi : Hormatilah ibu bapamu.
  3. Jasa ibu dan ayah sangat besar bagi kita.
  4. Jasa Ibu :
    • Ibu mengandung kita selama 9 bulan.
    • Ibu mengurus dan membesarkan kita
    • Ibu membimbing dan mendidik kita.
    • Ibu membantu ayah bekerja untuk menghidupi keluarga.
  5. Jasa Ayah :
    • Ayah menjadi tulang punggung kehidupan keluarga.
    • Ayah bekerja untuk menghidupi kita.
    • Ayah menjamin rasa aman.
    • Ayah mengupayakan dan menjamin pendidikan kita.
  6. Sikap dan kewajiban kita terhadap orang tua, antara lain :
    1. Hormat terhadap orang tua, berwujud :
      1. Berbicara dengan sopan dan rendah hati.
      2. Tidak metertawakan atau menghina orang tua.
    2. Cinta terhadap orang tua, berwujud :
      1. Senang hati dalam menghibur, memperhatikan, berterima kasih kepada orang tua dan mendoakan mereka.
    3. Taat kepada orang tua, berwujud :
      1. Menaati orangtua secara lahir dan batin.
      2. Melaksanakan perintahnya dengan sepenuh hati tanpa menggerutu (marah).
    4. Membantu orang tua, berwujud :
      1. Selalu siap sedia membantu orang tua terlebih pada tuanya agar tidak kekurangan dan kesepian.
    5. Santo Paulus menasihati kita : “Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan”.
    6. Kita Suci yang berbicara tentang menghormati orang tua, yaitu :
      • Ulangan 5 : 16 : Hormatilah ayah dan ibumu sebagaimana TUHAN Al-lahmu telah memerintahkannya kepadamu. Jika kamu mengikutinya, kamu akan hidup lama dan segala sesuatu berjalan dengan baik bagimu di negeri yang diberikan TUHAN Al-lahmu kepadamu.
      • Sirak 3: 12-16 :
        Kewajiban terhadap orang tua :
        1 – Anak-anakku, dengarkanlah aku, bapamu, dan hendaklah berlaku sesuai dengan apa yang kamu dengar, supaya selamat.
        2 – Memang Tuhan telah memuliakan bapa pada anak-anaknya, dan hak ibu atas para anaknya diteguhkan-Nya.
        3 – Barangsiapa menghormati bapanya memulihkan dosa,
        4 – dan siapa memuliakan ibunya serupa dengan orang yang mengumpulkan harta.
        5 – Barangsiapa menghormati bapanya, ia sendiri akan mendapat kesukaan pada anak-anaknya pula, dan apabila bersembahyang, niscaya doanya dikabulkan.
        6 – Barangsiapa memuliakan bapanya akan panjang umurnya, dan orang yang taat kepada Tuhan menenangkan ibunya
        7 – serta melayani orang tuanya sebagai majikannya.
        8 – Anakku, hormatilah bapamu, baik dengan perkataan maupun dengan perbuatan, supaya berkat dari padanya turun atas dirimu.
        9 – Rumah tangga anak dikukuhkan oleh berkat bapa, tapi dasar-dasarnya dicabut oleh kutuk ibu.
        10 – Jangan membanggakan nista bapamu. Memang nista bapa bukan kehormatan bagi dirimu!
        11 – Sebaliknya kemuliaan seseorang terletak dalam menghormati bapanya, dan malu anak ialah ibu ternista.
        12 – Anakku, tolonglah bapamu pada masa tuanya, jangan menyakiti hatinya di masa hidupnya.
        13 – Pun pula kalau akalnya sudah berkurang hendaklah kaumaafkan, jangan menistakannya sewaktu engkau masih berdaya.
        14 – Kebaikan yang ditunjukkan kepada bapa tidak sampai terlupa, melainkan dibilang sebagai pemulihan segala dosamu.
        15 – Pada masa pencobaan engkau akan diingat oleh Tuhan, maka dosamu lenyap seperti air beku yang kena matahari.
        16 – Serupa penghujat barangsiapa meninggalkan bapanya, dan terkutuklah oleh Tuhan orang yang mengerasi ibunya.
      • Markus 7 : 10 –  Karena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! dan: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati.
      • Kolese 3:20 : Hai anak-anak, taatilah orang tuamu  dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan. 3:21 Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu 2 , supaya jangan tawar hatinya.
      • Efesus 6 : 1 : Hai anak-anak, taatilah  orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.  6:2 Hormatilah ayahmu dan ibumu–ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: 6:3 supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.

 

B. Cinta Kepada Sesama.

  • Cinta kasih merupakan hukum yang utama. Hukum yang diberikan Yesus bagi kita adalah hukum kasih.
  • Bunyi hukum kasih :
    • Pertama : Kasihilah Tuhan Al-lahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dengan segenap akal budimu, dan segenap kekuatanmu.
    • Kedua : Kasihilah sesamamu  manusia seperti dirimu sendiri.
  • Hukum kasih merupakan dasar hidup bagi umat kristiani, yaitu selalu mengasihi Al-lah dan sesama.
  • Yesus memberikan contoh kepada kita agar selalu mengasihi sesama. Misalnya : Kisah orang Samaria yang murah hati ( Lukas 10 : 25-37 ); Yesus menyembuhkan orang kusta (Markus 1 : 40-45).
  • Orang Samaria yang murah hati ;
    Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: “Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?” Jawab orang itu: “Kasihilah Tuhan, Al-lahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Kata Yesus kepadanya: “Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.” Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: “Dan siapakah sesamaku manusia?” Jawab Yesus: “Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati. Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan. 10:33 Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali. Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?” 10:37 Jawab orang itu: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.” Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!”
  • Markus 1 : 40-45 – Yesus menyembuhkan seorang yang sakit kusta.
    Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut  di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.”  Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: “Aku mau, jadilah engkau tahir.”  Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir.  Segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras:  “Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapapun,  tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam  dan persembahkanlah untuk pentahiranmu  persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka.” Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Ia tinggal di luar di tempat-tempat  yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru.

 

C. MENGHORMATI HIDUP.

  • Kehidupan manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan harus kita hormati. Semua mahluk mendapat kehidupan dari Al-lah, maka kita tidak boleh membunuh makhluk hidup. Karena yang mempunyai hak atas kehidupan hanya Tuhan Al-lah.
  • Menghormati hidup terdapat dalam sepuluh Perintah Al-lah yang keliha “Jangan membunuh”.
  • Yesus menegaskan bahwa membunuh adalah membuang seseorang dari persaudaranya. Sebab orang yang marah kepada saudaranya sudah dikatakan sebagai orang yang berdosa (Matius 5:21-22).
  • Membunuh mempunyai makna yang luas yaitu :
    • Menghilangkan nyawa seseorang.
    • Membuang sesama dari persaudaraan. Contoh sikap-sikap membunuh, yaitu : melukai hati atau perasaan sesama, membenci, tidak mau berteman, iri , dengki, mengejek teman, saling bertengkar, dan bermusuhan, mempermalukan dan memfitnah sesama , dan lain-lain.
  • Kitab suci yang berbisaca tentang menghormati hidup adalah :
    • Matius 5:21-22 –
    • Matius 5:42-47 –
    • Matius 5:23-24 –
  • Usaha-usaha untuk memelihara dan menghormati kehidupan : berdoa dan bersyukur atas hidup, berolah raga secara teratur, makan dan minum yang bergizi, istirahat yang cukup, memelihara kebersihan diri dan lingkungan, dan lain sebagainya.
  • Tindakan-tindakan yang dapat merusak kehidupan , antara lain : merokok, membuang sampah tidak pada tempatnya, berbicara kotor dan membiarkan lingkungan kotor, tidak membersihkan anggota tubuh, dan lain-lain.

 

D. MENGHORMATI MILIK ORANG LAIN.

  • Menghormati milik orang lain berhubungan dengan Sepuluh Perintah Allah yang ke-7 (Jangan mencuri) dan ke-10 ( Jangan mengingini milik sesamamu secara tidak adil). Memiliki sesuatu adalah hak seseorang. Kita wajib  menghormati milik orang lain.
  • Mencuri adalah perbuatan yang tidak baik karena dengan mencuri kita :
    • merampas milik atau barang orang lain.
    • berbuat tidak adil.
    • Tidak menghormati dan menghargai barang atau milik orang lain.
  • Perintah ke-7 dan ke-10 menjamin keadilan. Keadilan berarti memberikan kepada setiap orang, apa yang menjadi haknya. Keadilan adalah hak setiap orang.
  • Perbuatan-buatan yang termasuk mencuri atau merampas hak milik orang lain misalnya :
    • Mencuri uang atau barang orang lain.
    • memeras sesama.
    • makan riba (memeras sesama yang kurang mampu atau miskin).
    • Tidak membayar hutang dan,
    • Korupsi uang dan waktu.
  • Kitab suci berbicara tentang menghormati hak milik orang lain, antara lain :
    • Efesus 4:28,
    • Tesalonika 3:10-12,
    • Kolose 4:1.
  • Santo Paulus mengatakan :
    • Orang yang mencuri, janganlah mencuri lagi, bekerjalah dengan baik supaya dapat berbagi dengan orang yang berkekurangan (Efesus 4:28).
    • Jika orang tidak mau bekerja, janganlah ia makan ( 2 Tesalonika 3:10-12).
    • Tuan-tuan berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu karena kamu juga mempunyai tuan disurga. (Kolose 4:1).

 

 

SELAMAT BELAJAR .

SD4.2.4. Agama Katolik : Masyarakat – Cinta Kepada Sesama.

SD4.2.4. Agama Katolik : Masyarakat – Cinta Kepada Sesama.

Melalui kisah “Orang Samaria Yang Murah Hati” (Luk 10:25- 37), Yesus mengajarkan bahwa sesama adalah mereka yang menunjukkanbelaskasih,khususnyamerekayangmembutuhkan pertolongan. Melalui kisah itu, Yesus menegaskan bahwa sesama kita adalah semua orang. Dengan demikian, bagi kita tidak ada orang lain atau orang asing, karena semua orang adalah sesama kita, semua orang saudara kita. Apabila kita memandang semua orang sebagai saudara, kita patut menunjukkan belas kasih kepada semua orang. Kita diajak untuk belajar mencintai dan peduli kepada siapa pun tanpa membedakan latar belakang suku, agama, kaya, miskin, dan sebagainya.
Nyanyikanlah lagu berikut ini!

Saling Cinta

Ayah, ibu, saudara kami cinta
Teman dan orang lain, kami cinta
Kami saling membantu, kar’na cinta
Tolong siapa saja, kar’na cinta

Orang lain yang susah kami hibur
Siapa saja susah, kami bantu
Di dalam apa saja, kami rela
Tolong siapa saja, kar’na cinta

(Sumber, Hatiku Penuh Nyanyian, KKI, 2003)

1. Kisah Seorang Petani
Bacalah cerita di bawah ini!

Petani yang Dermawan.

Ada seorang petani tua yang berasal dari sebuah desa dan sangat kaya raya. Tanahnya berhektar- hektar, jagungnya selalu tumbuh subur dan buahnya sangat banyak. Panennya tak pernah gagal dan ia adalahsosokyangsangatdermawan. Ia selalu membagi-bagikan bibit jagung berkualitas baik kepada tetangga-tetangganya untuk ditanam, dan ia tak pernah memungut bayaran.

Suatu hari sebuah media massa datang untuk mewawancarai dirinya, pertanyaan demi pertanyaan ia jawab. Kemudian sampailah pada sebuah pertanyaan yang membuat si wartawan sempat kebingungan. “Mengapa Anda sering membagikan bibit jagung terbaik kepada tetangga Anda, Pak? Bukankah sangat mahal harganya? Apakah Anda tidak rugi?” tanya si wartawan.

Pak petani pun menjawab, “Apakah kamu tidak tahu, bahwa angin akan membawa serbuk sari dari satu pohon ke pohon lain. Jika serbuk sari jagung yang kualitasnya buruk membuahi jagung di ladangku, bagaimana aku bisa mendapat jagung dengan kualitas yang baik?”

Si wartawan termenung. Apa yang dilakukan pak tani sungguh luar biasa. Dengan uang yang dimilikinya, seharusnya ia bisa melakukan apa saja untuk tanamannya. Namun, ia memilih cara alami dengan menambahkan bibit kepedulian dan pupuk cinta di dalamnya.
(Sumber : vemale.com. inspiring. Lentera).

Jawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
• Mengapa Pak tani yang dikisahkan bisa menjadi orang yang kaya raya?
• Manfaat apa yang diperoleh dengan membagi-bagikan benih jagung terbaik, baik bagi dirinya maupun sesamanya?
• Apa pesan yang kamu pelajari dari kisah tersebut?
• Orangyang bagaimanakahyang biasanyadipedulikan? Mengapa demikian?

Pak tani di dalam kisah tersebut menjadi orang yang kaya raya karena hasil panennya selalu berlimpah. Hasil panen yang berlimpah itu dipengaruhi oleh lingkungan di sekitarnya. Bunga jagung yang baik, akan menghasilkan jagung yang bermutu jika mendapat penyerbukan dari benih jagung yang baik pula. Maka ia tak sungkan untuk membagi-bagikan benih jagung kepada sesamanya. Dengan demikian selain bermanfaat bagi sesamanya, juga sangat menunjang panen yang berlimpah bagi dirinya.
Kisah ini mengajarkan sikap peduli, sikap penuh cinta kepada sesama dan tidak mementingkan diri sendiri. Dengan sikap peduli kepada sesama, kita akan menuai cinta dan kepedulian dari sesama.
Pada umumnya, orang lebih mempedulikan orang-orang yang mereka kenal dan memiliki kesamaan latar belakang. Misalnya kesamaan suku bangsa, kesamaan ras, kesamaan agama, atau kesamaan daerah asal. Sedangkan orang-orang yang tidak mereka kenal atau tidak memiliki kesamaan latar belakang, kerap kurang mereka pedulikan, karena dianggap orang asing dan tidak memberikan keuntungan.
Pedulikah aku terhadap sesama yang membutuhkan bantuan?

2. Pesan Kitab Suci tentang Cinta pada Sesama

Orang Samaria yang Murah Hati
(Luk 10:25-37)

Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya:“Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperolehhidupyang kekal?” Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang

tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?”Jawab orang itu: “Kasihilah Tuhan, Al-lahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Kata Yesus kepadanya: “Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.”

Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepadaYesus: “Dan siapakah sesamaku manusia?”Jawab Yesus: “Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun- penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati. Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.

Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.

Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali. Siapakah di antaraketigaorangini, menurutpendapatmu, adalahsesamamanusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?”

Jawab orang itu: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.”KataYesuskepadanya:“Pergilah,danperbuatlahdemikian!”

Jawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
• Menurut kisah tersebut, apa yang harus diperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?
• Mengapa imam dan orang Lewi tidak disebut sebagai sesama?
• Mengapa Orang Samaria disebut sesama bagi orang yang dirampok?
• Bagaimana sikap kita terhadap sesama kita selama ini?
• Apa yang dapat kita lakukan sehingga kita pantas disebut sebagai sesama bagi semua orang?

Rangkuman.

• Cinta kasih merupakan hukum yang terutama. Hal itu merupakan isi hukum Taurat, sebagaimana dikatakan oleh ahli Taurat dalam percakapan dengan Yesus. “Kasihilah Tuhan, Al-lahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”. (Luk 10: 27). Itu merupakan satu cara untuk memperoleh hidup yang kekal.
• Ahli Taurat bertanya mengenai siapakah sesama manusia? Hal ini didasarkan pada pandangan Yahudi bahwa sesama adalah mereka yang sama-sama menjunjung adat istiadat Yahudi. Dia berharap Yesus memberi jawaban yang keliru, sehingga dapat dilaporkan kepada ahli Taurat lainnya dan ditangkap. Tetapi dengan mengisahkan orang Samaria yang murah hati, pertanyaan tersebut dijawab oleh dirinya sendiri. Sesama adalah orang yang telah menunjukkan belas kasihan.
• Yesus mengajak ahli Taurat tersebut untuk menemukan pola yang baru, yaitu pola cinta kasih. Di dalam pola ini, sesama lebih luas dari sekedar mereka yang memegang adat istiadat dan agama, sesama adalah semua orang tanpa memandang agama, adat istiadat, suku bangsa atau status sosial lainnya.
• Kesamaan sebagai manusia di hadapan Tuhan, menjadi dasar utama bagi kepedulian serta berbagi cinta kasih.