SD Kelas 6 – IPA – Hubungan Antara Suhu, Sifat Hantaran, dan Kegunaan Benda.
Pernahkah kamu membantu ibumu memasak di dapur? Apa saja peralatan masak yang kamu kenal? Terbuat dari bahan apakah alat-alat tersebut? Peralatan masak banyak yang terbuat dari logam. Bahan ini bersifat menghantarkan panas atau konduktor. Pada beberapa alat masak terdapat pegangan dari kayu. Misalnya, bagian kayu pada wajan dibuat agar panas dari api tidak terasa. Bagian kayu ini tidak menghantarkan panas atau isolator.
Bagaimanakah dengan benda-benda lain yang ada di sekitarmu, apakah termasuk konduktor atau isolator?
A. Benda-Benda yang Menghantar dan Tidak Menghantar Panas.
Benda-benda ada yang bersifat penghantar panas atau konduktor dan bukan penghantar panas atau isolator. Umumnya penghantar panas adalah benda padat. Untuk menentukan benda-benda yang merupakan konduktor atau isolator panas dapat dilakukan dengan kegiatan berikut ini.
Menurutmu benda-benda dari bahan apa yang bersifat konduktor panas? Dan benda dari bahan apa yang bukan konduktor panas?
Umumnya benda yang dibuat dari logam merupakan penghantar panas yang baik atau konduktor panas yang baik. Bahan bukan logam, misalnya kayu, plastik, karet, dan kertas adalah bukan konduktor panas atau disebut isolator panas.
Bagaimana dengan bahan-bahan yang terbuat dari kaca apakah bersifat konduktor atau isolator?
Bahan logam bersifat konduktor ( penghantar) panas, sedangkan bahan padat bukan logam pada umumnya bukan konduktor (bukan penghantar) panas.
B. Penggunaan Benda yang Bersifat Konduktor dan Isolator Panas.
Perhatikan benda-benda yang ada di rumahmu. Di mana yang pa- ling banyak terdapat benda-benda bersifat konduktor panas?
Coba tuliskan nama benda beserta bahan dan kegunaannya dalam tabel seperti berikut ini.
Bagaimana cara memegang bahan tersebut agar tangan kita tidak merasa panas?
Biasanya di dapur tersedia kain tebal untuk memegang alat-alat tersebut. Bentuknya dibuat macam-macam.
Adakah alat-alat yang dilengkapi bahan isolator sehingga dapat dipegang pada keadaan panas? Untuk mengamatinya lakukan kegiatan berikut.
Menyelidiki Suatu Benda yang Memiliki Bahan Konduktor dan Isolator Panas
Lakukan kegiatan ini di rumah dibantu kakak atau ibumu. Sediakan setrika dan panci atau wajan.
1.Nyalakan setrika, dengan hati-hati selama 3 menit.
2.Panaskan wajan di atas kompor yang menyala 3 menit.
3.Tunjukkan bagian-bagian yang panas dan yang tidak panas. Terbuat dari apa bagian-bagian tersebut? Catat hasil pengamatan dalam tabel seperti berikut ini.
1.Sumber energi apa yang digunakan untuk memanaskan benda- benda tersebut?
2.Apa kegunaan bagian benda yang memiliki bahan konduktor dan isolator pada masing-masing benda?
3.Bolehkah kamu bermain-main di dekat setrika yang sedang dipanaskan? Mengapa?
Bahan-bahan untuk alat yang bersifat konduktor umumnya terbuat dari logam. Bahan isolator yang digunakan misalnya plastik, kayu, atau keramik. Plastik yang digunakan harus bersifat tahan panas. Plastik digunakan karena ringan, warnanya macam-macam, dan cukup kuat.
Benda yang bersifat konduktor dan isolator panas banyak digunakan pada alat-alat rumah tangga.
Keramik mempunyai sifat tahan panas dan listrik sehingga cocok digunakan sebagai isolator alat-alat mesin yang sering panas. Pesawat ulang alik menggunakan lapisan keramik yang membuat para astronot tidak kepanasan saat berada di dalam pesawat tersebut.
Rangkuman!
1.Benda-benda yang dapat menghantarkan panas disebut konduktor panas.
2.Benda-benda yang tidak dapat menghantarkan panas disebut isola- tor panas.
3.Bahan yang dapat menghantarkan panas, contohnya logam dan kaca.
4.Bahan yang tidak dapat menghantarkan panas, contohnya kayu, kain, karet, dan kertas.
5.Kegunaan benda yang bersifat meng hantarkan panas at u konduktor, yaitu untuk memanaskan, memasak, dan menyetrika.
6.Untuk memudahkan pemakaian, ben d a-ben d a yang bersifat konduktor diberi bahan isolator.
Pada solder terjadi perubahan listrik menjadi energi panas. Ujung solder yang panas bisa melelehkan timah, tetapi pada pangkalnya tempat memegang solder tidak terasa panas. Apakah sebabnya ?
Berdasarkan kemampuannya dalam menghantarkan panas, benda dapat dikelompokkan menjadi dua. Kedua kelompok benda itu adalah konduktor dan isolator. Konduktor dan isolator banyak dimanfaatkan dalam kehidupan. Nah, sebelum mempelajarinya, kalian perlu mengetahui tentang perpindahan panas.
A, Perpindahan Panas.
Panas suatu benda tergantung pada suhu benda tersebut. Semakin tinggi suhu benda, maka benda semakin panas. Tahukah kalian bahwa panas dapat berpindah (mengalir)? Panas berpindah dari tempat yang bersuhu tinggi ke tempat bersuhu rendah. Perpindahan panas dapat dilakukan melalui tiga cara, yakni konveksi, radiasi, dan konduksi.
A-1, Konveksi.
Perpindahan panas secara konveksi terjadi melalui aliran zat. Misalnya, es batu yang mencair dalam air panas. Panas dari air panas berpindah ke es batu. Panas berpindah bersama mengalirnya air panas ke es batu. Panas tersebut menyebabkan es batu meleleh. Agar lebih memahaminya, lakukanlah percobaan pada rubrik Laboratoria berikut.
Menyelidiki perpindahan panas secara konveksi.
Alat dan bahan : Tabung Kaca, Air, Tinta merah, lampu spiritus, penjepit (statif).
Cara Kerja :
1, Masukkan air ke dalam kaca hingga penuh.
2, Jepitlah tabung kaca dengan penjepit seperti pada gambar.
3, Letakkan lampu di bawah tabung kaca. Nyalakan lampu untuk memanaskan tabung kaca.
4, Setelah air panas teteskan tinta merah ke dalam air. Apakah tinda bergerak? mengapa demikian? Diskusikan hal ini dengan teman-teman kalian. Selanjutnya, catatlah kesimpulan kalian dan sampaikan di depan kelas.
Air pada tabung dipanaskan menjadi panas. Selanjutnya, air panas tersebut bergerak naik menuju tempat yang bersuhu lebih rendah. Air panas ini mendesak air dingin yang beraba di bagian atas. Akibatnya air dingin di bagian atas bergerak turun. Tinta yang diteteskan ke dalam air ikut bergerak bersama air. Dengan adanya tinda, pergerakan air panas tersebut dapat diamati dengan jelas, Kejadian berulang sehingga tinta tampak berputar. Pada proses ini berlangsung, panas mengalir bersama air. Perpindahan panas seperti inilah yang disebut Konveksi. Jadi konveksi adalah perpindahan panas disertai perpindahan zat perantaranya.
Konveksi juga terjadi pada asap pembakaran yang membumbung. Saat pembakaran, udara di atas api menjadi panas. Udara panas kemudian naik. Tempat udara panas digantikan udara dari sekitar perapian. Udara panas yang naik membawa uap air. Uap air ini berada dalam bentuk asap. Air adalah zat cair, sedangkan asap adalah gans. Panas mengalir pada keduanya. Jadi Konveksi dapat terjadi pada gas dan zat cair.
A-2, Radiasi.
Ketika matahari bersinar di siang hari, kalian merasa gerah, bukan? Padahal, kalian berada jauh dari matahari. Demikian juga saat kalian duduk di dekat api unggun. Kalian akan merasakan hangatnya api unggun. Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi perpindahan panas. Perpindahan panas seperti ini disebut radiasi. Jadi, radiasi adalah perpindahan panas tanpa zat perantara. Untuk lebih jelasnya, lakukanlah kegiatan pada rubrik Laboratoria berikut.
Percobaan : Menyelidiki Perpindahan Panas secara Radiasi
Alat dan Bahan:
– Sendok makan 2 buah,
– Batang kayu 2 buah,
Cara Kerja:
1, Jemurlah sebuah sendok makan dan sebatang kayu di lantai. Lakukan ketika matahari telah bersinar. Lebih baik lagi jika dilakukan di tengah hari.
2, Simpan sendok dan batang kayu lainnya di tempat teduh.
3, Tunggulah kira-kira 5 menit.
4, Sentuhlah lantai tempat kalian menjemur sendok dan kayu.
5, Pegang sendok dan batang kayu yang dijemur.
6, Pegang sendok dan batang kayu yang disimpan di tempat teduh.
Apakah lantai yang kalian sentuh terasa panas? Bagaimana dengan sendok dan batang kayu yang dijemur? Mengapa bisa terjadi demikian? Diskusikan dengan teman-teman kalian. Selanjutnya, tulis kesimpulan kalian dan sampaikan di depan kelas.
A-3, Konduksi.
Konduksi adalah perpindahan panas melalui zat perantara. Namun, zat perantara tersebut tidak ikut berpindah (bergerak). Untuk memahaminya, lakukanlah kegiatan pada rubrik Jelajah berikut.
Siapkan lilin, penjepit, dan sebatang logam. Nyalakanlah lilin. Selanjutnya, jepitlah bagian tengah batang logam. Panaskan salah satu ujung logam pada nyala api lilin. Biarkan selama 5 menit. Setelah itu, sentuhlah ujung logam yang tidak dipanaskan. Lebih jelasnya, perhatikan gambar di samping. Jangan lupa, berhati-hatilah saat bekerja menggunakan benda panas.
Apa yang kalian rasakan? Mengapa hal itu dapat terjadi? Pikirkanlah jawabannya dan tuliskan dalam buku tugas kalian. Kumpulkan hasil kerja kalian kepada bapak atau ibu guru.
Pada kegiatan tadi, logam mula-mula tidak terasa panas. Selanjutnya, salah satu ujung logam dipanaskan. Ternyata, ujung logam yang tidak dipanaskan ikut panas. Hal ini terjadi karena adanya aliran panas. Panas mengalir sepanjang batang logam. Panas mengalir dari salah satu ujung
logam ke ujung lainnya. Akibatnya, bagian logam yang tidak dipanaskan menjadi terasa panas. Aliran panas ini memerlukan zat perantara. Akan tetapi, zat perantara tidak berpindah bersama aliran panas.
Peristiwa konduksi dapat kalian jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu contohnya seperti terlihat pada Gambar 4.3. Sebuah sendok logam dicelupkan ke dalam segelas air panas. Setelah beberapa saat, ujung sendok yang tidak tercelup menjadi terasa panas. Hal ini karena panas dari air mengalir sepanjang sendok logam.
Nah, sekarang kalian menjadi lebih paham tentang konduksi, bukan? Pada konduksi, panas mengalir melalui zat perantara atau penghantar. Namun, tidak semua benda dapat menjadi penghantar panas. Pada kegiatan di atas, batang logam dapat menghantarkan panas. Karenanya, batang logam disebut sebagai konduktor panas. Lalu, bagaimana jika logam diganti dengan plastik? Apakah panas dapat mengalir melalui plastik? Kalian akan menemukan jawabannya setelah mencermati uraian berikut.
B, Konduktor Panas.
Ujung solder yang terbuat dari besi dapat menghantarkan panas, Begitu pula dengan sterika. Bagian bawah sterika terbuat dari logam. Saat di aliri arus listrik, bagian bawah seterika menjadi panas. Karenanya, setrika dapat digunakan untuk merapikan pakaian.
Sekarang, perhatikan peralatan masak di dapur. Ambillah sebua sendok stainless steel. Jemurlah sendok tersebut di bawah terik matahari selama 15 menit. Setelah ini, sentuhlah sendok. Kalian tentunya merasakan panas, bukan? Hal ini juga terjadi pada wajan aluminium. Wajan aluminium dapat menghantarkan panas. Karenanya, wajan aluminium biasa digunakan untuk memasak. Stainless stekk dan aluminium merupakan bahan logam. Jadi, benda-benda yang terbuat dari logam dapat menghantarkan panas. Alat yang dapat menghantarkan panas disebut konduktor panas.
Saatnya berkemah! Kesempatan yang sangat jarang ini, disambut gembira oleh Siti dan teman-temannya. Kegiatan berkemah kali ini memang sebagai bagian kegiatan pramuka di sekolahnya. Malam itu, terlihat Siti, Dayu, Lani dan teman-temannya yang lain sedang berkumpul dekat api unggun yang telah disiapkan. Brrrr! Udara malam itu cukup dingin. Anak-anak dengan mengenakan baju hangat mereka masing-masing, duduk bercengkerama di sekitar api unggun sambil mengulurkan tangan mereka ke arah api unggun. Badan mereka pun terasa lebih hangat.
Siti : “Ini pertama kalinya aku mengikuti perkemahan di sekolah! Menyenangkan sekali!” Lani : ”Ini juga pengalaman pertamaku menikmati hangatnya api unggun bersama teman-temanku.” Siti : “Ya! Ternyata berada dekat api unggun seperti ini, dapat membantu menghangatkan tubuh, ya! Rasanya menyenangkan, karena dapat mengatasi hawa dingin di daerah ini. Mengapa bisa begitu, ya?” Dayu : “Pertanyaan itu juga yang dari tadi ada dalam pikiranku! Bagaimana bisa panas dari api unggun itu dapat kita rasakan meskipun kita berjarak dari sumber api itu. Pada jarak sejauh ini, kita sudah dapat merasakan panas yang berasal dari api unggun itu. Sepertinya jika kita semakin dekat ke sumber api, pasti kita akan merasa kepanasan, bukan? Tempat kita berada saat ini mungkin tempat yang paling nyaman karena jarak kita dengan api unggun cukup untuk membantu kita menghangatkan tubuh kita.” Siti : “Sepertinya pengamatanmu menarik, Dayu! Sebelumnya kita telah belajar tentang konduksi dan konveksi. Sepertinya apa yang kita alami sekarang ini, bukan contoh dari kedua cara perpindahan kalor itu. Mungkinkah ada cara perpindahan kalor yang lain?”
Judul Bacaan : Perpindahan Kalor secara Radiasi.
Bagaimana panas matahari dapat sampai ke bumi? Kalor dari panas matahari tidak dapat berpindah secara konduksi, karena udara yang terdapat dalam atmosfer termasuk konduktor yang paling buruk. Kalor dari matahari pun tidak dapat menghantar secara konveksi karena antara matahari dan bumi terdapat ruang hampa yang tidak menghantarkan kalor. Jadi, kalor dari matahari merambat ke bumi tanpa melalui zat perantara.
Proses perpindahan kalor yang tidak memerlukan zat perantara dinamakan ra- diasi. Dapatkah kamu mem- berikan contoh lainnya peram- batan kalor secara radiasi? Ketika kamu dan teman- temanmu pergi berkemah ke pegunungan, udara di pegunungan sangat dingin. Untuk menghangatkan badan, kamu perlu membuat api unggun. Nah, panas dari api unggun tersebut dapat sampai ke tubuhmu tanpa melalui zat perantara. Perpindahan panas seperti ini dikatakan secara radiasi.
Pernahkah kamu pergi ke luar rumah pada siang hari yang terik dengan menggunakan baju hitam? Apa yang kamu rasakan? Ketika kamu keluar rumah pada siang hari yang terik dengan menggunakan baju hitam, badanmu akan terasa panas. Hal ini disebabkan warna hitam merupakan penyerap kalor radiasi yang paling baik. Benda-benda berwarna hitam lebih banyak menyerap kalor dan memantulkan sebagian kalor jika dibandingkan dengan benda-benda yang berwarna putih dan berkilap. Sebaliknya, pada malam hari orang yang memakai baju hitam merasa lebih dingin daripada orang yang mengenakan baju putih. Tahukah kamu mengapa hal ini dapat terjadi? Hal tersebut dapat terjadi karena pakaian yang berwarna hitam menyerap kalor yang dikeluarkan tubuh.
Sumber Bacaan : IPA BSE Kelas 4dan 7, 2010, dengan penyesuaian.
Buatlah daftar hal-hal penting yang kamu temui pada setiap paragraf di dalam bacaan. Gunakan tabel berikut untuk menuliskannya. Gunakanlah kalimat lengkap dan kata-kata baku dengan tepat.
Lalu, buatlah sebuah diagram yang menjelaskan isi bacaan di setiap paragraf seperti yang telah dicontohkan pada pembelajaran kedua. Tentukanlah pokok pikiran dari setiap paragraf dalam bacaan. Buatlah garis dari judul bacaan yang mewakili pokok pikiran dari bacaan ke arah pokok pikiran dari masing- masing paragraf. Berilah keterangan bagaimana isi baca berhubungan dengan pokok pikiran di setiap paragrafnya. Lakukanlah bersama dengan teman sebangkumu! Buatlah diagrammu pada tempat yang disediakan di bawah ini.
Berdasarkan pemahamanmu terhadap bacaan di atas, jawablah pertanyaan berikut ini! 1.Apakah yang dimaksud dengan perpindahan panas secara radiasi? Perpindahan Kalor / panas, tanpa zat perantara.
2.Apakah perbedaan utama perpindahan panas secara radiasi dengan perpindahan panas secara konveksi? Konveksi membutuhkan zat perantara dan zat itu ikut berpindah, radiasi tidak membutuhkan sama sekali.
3.Apakah perbedaan utama perpindahan panas secara radiasi dengan perpindahan panas secara konduksi? Konduksi membutuhkan zat perantara dan zat itu tidak ikut berpindah, radiasi tidak membutuhkan sama sekali.
4.Jelaskan paling sedikit tiga contoh perpindahan panas secara radiasi yang kamu ketahui! sinar matahari, panas lampu, panas api unggun.
Jelaskanlah diagram yang kamu buat dengan menjelaskan hubungan setiap pokok pikiran yang kamu temukan di dalam bacaan tersebut di dalam kelompok kecil! Bandingkanlah hasil pekerjaan temanmu yang lain. Lakukanlah diskusi ketika ada pertanyaan di dalam kelompokmu. Lalu tuliskanlah pemahamanmu tentang isi bacaan dalam tulisan satu paragraf. Gunakan kalimat lengkap dan kata-kata baku.
Lakukanlah kegiatan berikut bersama dengan kelompokmu untuk membuktikan cara perpindahan panas secara radiasi. Persiapkanlah alat dan bahan yang diperlukan dan ikutilah langkah percobannya. Jangan lupa menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan kegiatan ini!
Alat dan Bahan: – satu batang lilin. – korek api. – penggaris.
Cara Kerja: 1.Nyalakan lilin dengan menggunakan korek api yang telah disiapkan.
2.Dekatkan tanganmu ke nyala api pada jarak 2 cm, gunakan penggaris untuk mengukur jarak (hati-hati jangan sampai menyentuh api). Apa yang kamu rasakan dan catatlah!
3.Pindahkan tanganmu pada jarak 4 cm dari nyala api. Apa yang kamu rasakan? Catatlah!
4.Pindahkan tanganmu pada jarak 8 cm dari nyala api. Apa yang kamu rasakan? Catatlah!
Pertanyaan: 1.Apa yang kamu rasakan ketika kamu mendekatkan tangan ke nyala api pada jarak 2 cm? Sangat Panas.
2.Apa yang kamu rasakan ketika kamu mendekatkan tangan ke nyala api pada jarak 4 cm? Berkurang Panasnya.
3.Apa yang kamu rasakan ketika kamu mendekatkan tangan ke nyala api pada jarak 8 cm? Hangat Saja.
4.Bagaimana panas dari nyala api bisa kamu rasakan? Indra peraba bisa membedakan suhu / panas, mestipun tidak sangat teliti bila dibandingkan termometer.
5 Apakah nama perpindahan panas yang terjadi pada percobaan di atas? radiasi, antara api dan tangan tidak ada zat perantara.
6. Sebutkan 3 contoh perpindahan panas lain secara radiasi yang terjadi di sekitar kita! panas matahari, panas api unggun, panas didekat kompor.
Percobaan tadi menarik sekali ya, Siti! Sejauh ini kita telah mempelajari tiga cara perpindahan kalor, ya! Konduksi, konveksi, dan radiasi!
Ya! Banyak hal yang dapat kita pelajari dari peristiwa kehidupan di sekitar kita ya! Dan selalu berguna untuk kehidupan kita. Termasuk janjimu untuk mengajariku beberapa pola lantai pada tari Bali itu, Dayu! Dapatkah kita melakukannya sekarang?
Masih ingatkah kamu dengan beberapa macam pola lantai yang digunakan penari pada beberapa tari daerah? Pelajari kembali contoh pola lantai tersebut. Cobalah untuk membedakan pola lantai tersebut berdasarkan jenis tari tunggal atau berkelompak dan ukuran tarian. Apakah ditarikan dalam kelompok kecil atau kolosal yang melibatkan lebih banyak orang?
Lakukanlah kegiatan berikut ini bersama dengan teman sekelompok yang terdiri atas 3 – 4 orang. 1, Pilihlah sebuah tari daerahmu yang paling kamu tahu. 2, Pelajari pola lantai yang digunakan pada tari tersebut. Apakah semua pola lantai yang kamu ketahui ada pada tari tersebut? 3, Perhatikanlah kembali gerakan-gerakan tari pada pola lantai tertentu. 4, Ubahlah pola lantai pada beberapa gerakan tari dengan pola lantai yang mungkin belum ada sebelumnya. Kamu juga dapat mengubah urutan pola lantai pada tari tersebut. 5, Cobalah pola lantai yang telah kamu ubah pada tari tersebut. Perhatikan apakah pola tersebut sesuai dengan yang kamu inginkan atau sesuai dengan rencana awalmu. Jika pola lantai tersebut kamu anggap tidak cukup baik diterapkan pada tari tersebut, kamu dapat melakukan perubahan kembali. 6, Demikian seterusnya hingga kamu dapat mencoba semua pola lantai yang kamu modifikasi dari tari tersebut. 7, Tunjukkan pola lantai yang telah kamu kembangkan pada tari daerah pilihanmu di depan kelas.
1, Apa saja sikap dan keterampilan yang kamu kembangkan pada kegiatan pembelajaran hari ini?
2, Apa saja tantangan yang kamu hadapi pada saat melakukan kegiatan pembelajaran hari ini? Bagaimana kamu mengatasinya?
3, Apa saja konsep yang ingin kamu dalami lebih lanjut? Bagaimana caramu melakukannya?
Bersama orang tuamu, buatlah gambar yang menunjukkan peristiwa radiasi pada kegiatan yang biasa kamu lakukan di rumah.
Masih ingatkah kamu, peristiwa terjadinya angin laut dan angin darat yang dimanfaatkan oleh para nelayan untuk melakukan kegiatan mereka? Perhatikanlah gambar di atas. Para nelayan Panti Ngrenehan, Gunung Kidul, Yogyakarta, kembali ke pantai ketika matahari telah naik pada siang hari. Mereka berangkat melaut pada malam dan dini hari, melaut ke tengah laut, dan menebarkan jala mereka untuk menangkap ikan. Ketika mereka telah menyentuh bibir pantai pada siang hari, mereka akan disambut oleh para nelayan lain untuk membantu menggeser perahu mereka ke daratan. Beberapa rekan nelayan lainnya, akan membantu nelayan penangkap ikan itu untuk menurunkan hasil tangkapannya, sedangkan nelayan yang lain membereskan peralatan menangkap ikan. Begitulah keseharian kegiatan para nelayan yang biasanya hidup berkelompok dalam sebuah perkampungan atau desa nelayan. Lalu, ke manakah hasil tangkapan ikan itu mereka bawa? Simaklah bacaan berikut ini dengan saksama.
Judul Bacaan : Kehidupan Nelayan Indonesia.
Perhatikanlah gambar di atas. Para nelayan dan pedagang ikan bertemu di sebuah tempat pelelangan ikan di salah satu tempat di Banda Aceh, Provinsi Nangroe Aceh Darusalam. Tempat pelelangan ikan merupakan tempat bertemunya para pembeli ikan dan para nelayan yang telah menangkap ikan. Para pembeli di pelelangan ikan, biasanya adalah para pedagang. Mereka akan menjual kembali hasil tangkapan para nelayan ini, kepada para konsumennya.
Tempat pelelangan ikan ramai setiap hari pada musim tangkap ikan. Akan tetapi, jika gelombang laut sedang besar dan cuaca buruk, tempat ini menjadi sepi. Para nelayan tidak dapat melaut, sehingga mereka tidak punya hasil tangkapan yang bisa dijual. Begitulah kehidupan para nelayan.
Para nelayan juga harus memelihara laut tempat mereka mencari ikan. Mereka tidak menggunakan zat berbahaya seperti racun dan bom ikan yang akan memusnahkan isi laut. Mereka menggunakan peralatan sederhana, seperti jala ikan biasa dan menggunakan perahu nelayan tradisional. Ketika perahu mereka telah penuh dengan muatan ikan, mereka akan kembali ke pantai untuk menjual tangkapan mereka. Mereka harus memastikan laut mereka tidak tercemar oleh zat-zat berbahaya yang dapat mengancam kehidupan biota laut dan kehidupan mereka sendiri.
Kehidupan para nelayan pun diwarnai dengan serangkaian kegiatan yang telah diturunkan dari nenek moyang mereka. Beberapa kegiatan seperti Perayaan Petik Laut dilakukan untuk memberikan ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Acara ini pun dimaksudkan agar mereka terlindung dari bahaya dan laut menghasilkan banyak ikan untuk ditangkap.
Sumber : diolah dari berbagai sumber.
Buatlah daftar hal-hal penting yang kamu temui pada setiap paragraf di dalam bacaan. Gunakan tabel berikut untuk menuliskannya. Gunakanlah kalimat lengkap dan kata-kata baku dengan tepat.
Lalu, buatlah sebuah diagram yang menjelaskan isi bacaan di setiap paragraf, seperti yang telah dicontohkan pada pembelajaran kedua. Tentukanlah pokok pikiran dari setiap paragraf dalam bacaan. Buatlah garis dari judul bacaan yang mewakili pokok pikiran dari bacaan ke arah pokok pikiran dari masing- masing paragraf. Berilah keterangan hubungan antara isi bacaan dengan pokok pikiran di setiap paragrafnya. Lakukanlah bersama dengan teman sebangkumu! Buatlah diagrammu pada tempat yang disediakan di bawah ini.
Garisbawahi pokok pikiran di setiap paragraf dari bacaan di atas. Lalu buatlah pertanyaan dengan menggunakan kata tanya yang sesuai. Kamu dapat menggunakan kata tanya: apa, siapa, mengapa, kapan, bagaimana, dan di mana.
Tuliskanlah pemahamanmu tentang isi bacaan dalam tulisan satu paragraf berikut.
Jelaskanlah diagram yang kamu buat dengan menjelaskan hubungan setiap pokok pikiran yang kamu temukan di dalam bacaan tersebut di dalam kelompok kecil. Bandingkanlah hasil pekerjaanmu dengan hasil pekerjaan temanmu yang lain. Lakukanlah diskusi jika ada pertanyaan di dalam kelompokmu.
Judul Bacaan : Kegiatan Pelelangan Ikan.
Kegiatan pelelangan ikan merupakan sebuah kegiatan pertemuan antara para nelayan penangkap ikan sebagai penjual ikan dengan para pembeli, yang biasanya adalah para pedagang ikan. Dalam pelelangan ikan, para pembeli akan melakukan penawaran secara langsung yang dibantu oleh juru lelang. Para juru lelang ini akan menawarkan harga, dari harga paling rendah yang ditentukan penjual. Lalu para pembeli akan melakukan penawaran. Pembeli dengan harga penawaran tertinggi akan mendapatkan barangnya.
Para penjual adalah para nelayan yang biasanya menangkap ikan di laut secara berkelompok. Hasil tangkapan ikan segar mereka, akan dibawa ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) untuk ditimbang, lalu diletakkan berjajar dengan hasil tangkapan nelayan yang lain. Setelah semua hasil tangkapan ikan diletakkan dan semua pembeli siap melakukan pelelangan, juru lelang akan memulai proses jual beli. Kegiatan pelelangan ini biasanya hanya berlangsung beberapa jam saja, karena ikan segar harus segera dipasarkan. Para nelayan penangkap ikan, berharap hasil tangkapannya akan mendapatkan harga yang layak untuk memenuhi hidup keluarganya. Hasil penjualan ikan ini pun, harus dibagi dengan nelayan dalam kelompoknya.
Tempat Pelelangan Ikan (TPI) biasanya dibangun di daerah pelabuhan ikan, dimana para nelayan biasa berlabuh untuk membawa hasil tangkapannya. TPI biasanya dibangun oleh pemerintah setempat dengan tujuan untuk melindungi para nelayan agar hasil tangkapannya mendapatkan harga yang baik untuk memenuhi kehidupan keluarganya.
Pembeli ikan di tempat pelelangan, biasanya adalah pedagang besar yang akan menjual kembali hasil lelang ikan ke pasar-pasar. Para pembeli ikan ini tidak hanya berasal dari daerah setempat, bisa juga berasal dari tempat yang lain. Para pedagang ikan ini, akan menjual hasil laut terutama ke daerah-daerah yang jauh dari pantai, seperti di kota atau di daerah pegunungan. Oleh karenanya, para pedagang ini memerlukan alat transportasi untuk membawa barang dagangannya ke daerah-daerah lain yang membutuhkan.
Kegiatan pelelangan ikan merupakan salah satu contoh kegiatan yang di dalam masyarakat melibatkan interaksi atau hubungan antara individu, kelompok dan kehidupan sosialnya. Apa saja yang terjadi dalam sebuah kegiatan pelelangan ikan? Simaklah bacaan berikut ini!
Perhatikan kembali gambar dan bacaan tentang kehidupan nelayan dan kegiatan pelelangan ikan di atas. Amatilah, siapa saja yang terlibat dalam kegiatan pelelangan ikan tersebut? Apakah mereka mempunyai peran yang sama dalam kegiatan tersebut? Bagaimana interaksi yang terjadi di antara mereka?
Bersama dengan teman sebangkumu, cobalah untuk menentukan peran setiap orang yang terlibat di dalam kegiatan pelelangan ikan tersebut. Tuliskanlah hasil identifikasi di dalam tabel di bawah ini.
Kesimpulan apa yang dapat kamu ambil dari hasil pengamatanmu?
Kamu tentu tahu bahwa setiap warga negara, apa pun kegiatannya, memiliki hak dan kewajiban tertentu. Setiap kegiatan yang dilakukan sebagai bentuk interaksi dengan lingkungannya, akan memberikan pengaruh secara ekonomi dan sosial budaya dalam masyarakat tersebut. Perhatikan kembali kehidupan nelayan dan kegiatan pelelangan ikan pada bacaan sebelumnya. Banyak orang yang terlibat dalam kegiatan itu. Setiap yang terlibat, memiliki peran yang berbeda agar kegiatan pelelangan itu berjalan sesuai tujuannya. Orang-orang yang mempunyai peran berbeda tersebut, juga memiliki hak dan kewajiban yang berbeda satu dengan yang lain. Bersama dengan teman sekelompokmu, lakukan pengamatan dan diskusi terhadap kegiatan pelelangan ikan tersebut. Tentukanlah peran setiap orang yang terlibat di dalamnya, juga hak dan kewajibannya. Gunakan peta pikiran berikut untuk menuliskan ide dan pendapatmu.
Kegiatan pelelangan ikan, merupakan salah satu contoh terjadinya interaksi masyarakat terhadap lingkungannya untuk membangun perekonomian dan kehidupan sosial budaya mereka. Kamu juga dapat mengamati bahwa setiap kegiatan dalam masyarakat, melibatkan pemenuhan hak dan kewajiban setiap orang di dalamnya.
Banyak kegiatan masyarakat yang dapat kamu amati di sekitarmu. Oleh karena itu, lakukanlah kegiatan berikut ini dalam kelompok. Setiap kelompok mendapatkan tugas mengamati kegiatan masyarakat di tempat yang berbeda. Jika kamu tidak dapat mengamati langsung kegiatan tersebut, kamu dapat mengamati melalui gambar.
Ikutilah langkah kegiatan sebagai berikut. 1, Bekerjalah dalam kelompok yang terdiri atas paling sedikit 3-4 orang. Setiap kelompok akan mengamati tempat-tempat berikut ini: Pasar; Balai Desa; Puskesmas; Kantor Pos.
2.Masing-masing kelompok diminta untuk membuat buku tentang hak dan kewajiban dalam masyarakat sesuai tempat yang diamati.
Buku tersebut berisi :
Halaman 1 : Sampul yang berisi tempelan gambar sesuai topik kelompok. Gambar dapat diperoleh dari majalah, koran, media lainnya atau bisa digambar sendiri.
Halaman 2 : Amati orang-orang yang terlibat dalam kegiatan di tempat-tempat tersebut, misalnya di pasar ada pedagang, penjual, pengangkut sampah. Catat peran orang-orang yang terlibat dalam kegiatan tersebut dalam pembangunan ekonomi di tempat tersebut.
Halaman 3 : Diskusikan dan catat hak dan kewajiban orang-orang sesuai peran mereka.
Halaman 4 : Buatlah sebuah peta pikiran yang mencakup semua hal penting yang dibahas dalam buku.
Bersama dengan kelompokmu presentasikan buku yang telah dibuat di depan kelas.
1.Apa saja hak dan kewajiban yang telah kamu ketahui dan lakukan pada pembelajaran hari ini?
2.Apa saja hak dan kewajiban yang dapat kamu lihat pada kegiatan pembelajaran di kelas hari ini? Adakah interaksi sosial yang terjadi? Apakah manfaatnya buatmu sebagai siswa?
Diskusikanlah dengan orang tuamu untuk mengidentifikasi hak dan kewajiban setiap anggota keluargamu di rumah.
Perhatikanlah kedua gambar di atas dengan saksama! Apakah yang dapat kamu katakan mengenai kedua gambar di atas? Menurutmu apakah yang terjadi pada gambar pertama dan kedua? Apakah kamu pernah mengalami berada pada kedua situasi tersebut? Apakah yang kamu rasakan? Diskusikanlah hasil pengamatan dan pengalamanmu dengan teman sebangkumu!
Setiap warga yang tinggal dalam sebuah masyarakat tertentu, memiliki tanggung jawab sebagai anggota masyarakat tersebut. Demikian juga sebagai warga Negara Republik Indonesia. Apakah yang dimaksud dengan tanggung jawab? Simaklah bacaan berikut ini dengan saksama!
Judul Bacaan : Tanggung Jawab Warga Negara.
Pernahkah kamu mendengar kata-kata bijak berikut: “Maju mundur suatu bangsa tergantung tanggung jawab warga negaranya”? Apakah yang dimaksud dengan tanggung jawab? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, tanggung jawab adalah keadaan untuk menerima akibat dari perbuatan, baik yang dilakukan sendiri maupun yang dilakukan bersama dengan orang lain. Oleh karenanya, tanggung jawab warga negara berhubungan dengan perannya di dalam masyarakat.
Tanggung jawab warga negara terhadap bangsa dan negaranya, dilaksanakan dengan cara melakukan hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Pelaksanaan hak dan kewajiban warga negara harus sesuai dengan Undang-Undang dasar Negara Repulik Indonesia Tahun 1945. Apa saja tanggung jawab warga negara Indonesia? Warga negara Indonesia, antara lain mempunyai tanggung jawab untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai dalam sila-sila Pancasila. Warga negara Indonesia juga bertanggung jawab untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa agar tidak terpecah belah.
Sebagai seorang siswa, kamu pun memiliki tanggung jawab. Salah satunya adalah dengan menaati peraturan yang telah ditetapkan, baik oleh sekolah maupun oleh negara sesuai peranmu sebagain seorang siswa. Peraturan sekolah harus sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung di dalam sila-sila dalam Pancasila.
Peraturan sekolah juga harus sejalan dengan peraturan dan undang – undang yang berlaku di Indonesia.
Seorang siswa hendaknya bertanggung jawab untuk mengamalkan nilai-nilai dalam Pancasila. Nilai sila pertama, Ketuhanan yang Maha Esa, dengan menunjukkan rasa hormat kepada teman-teman yang berbeda keyakinan dan dengan menjalankan kegiatan keagamaan sesuai dengan keyakinannya. Nilai sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, dengan menunjukkan rasa peduli kepada sesama manusia di mana pun berada. Nilai pada sila ketiga, Persatuan Indonesia, dengan menjaga persatuan dan kesatuan dengan menghargai perbedaan yang ada di antara teman. Nilai sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dengan menunjukan sikap mau mendengarkan pendapat teman lain dalam kegiatan pembelajaran dan bekerja sama. Nilai sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, dengan menaati peraturan sekolah yang menjamin rasa keadilan di sekolah.
Bacalah kembali bacaan di atas dengan saksama untuk memahami isi bacaan. Tuliskan kata-kata kunci pada setiap paragraf. Lalu, tuliskan isi bacaan pada setiap paragrafnya!
Rangkailah isi-isi bacaan dari setiap paragraf di atas untuk menjelaskan isi bacaan secara keseluruhan. Tuliskanlah dalam satu paragraf pemahamanmu tentang bacaan dengan bantuan diagram di atas. Gunakanlah kalimat yang benar dan kata-kata baku dengan tepat.
A.Lengkapilah kalimat-kalimat berikut ini dengan menggunakan kata- kata yang tepat yang teersedia di dalam kotak!
1.Maju mundurnya sebuah negara tergantung kepada Tanggung Jawab warga negaranya.
2.Setiap warga negara juga memiliki Hak dan kewajiban sesuai perannya di dalam masyarakat.
3.Setiap warga negara Indonesia, mempunyai tanggung jawab untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai dalam Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia.
4.Tanggung jawab untuk menghormati perbedaan keyakinan teman dan anggota masyarakat sesuai dengan pengamalan nilai Pancasila sila Pertama.
5.Menghargai pendapat orang lain, merupakan salah satu cara untuk menjaga Persatuan dan Kesatuan bangsa yang juga merupakan pengamalan sila keempat Pancasila.
Perhatikanlah kembali gambar dan bacaan tentang Tanggung Jawab Warga Negara dengan saksama! Kamu tentu tahu bahwa banyak tanggung jawab, baik sebagai warga negara, maupun sebagai seorang siswa. Dengan menggunakan bacaan di atas, lakukanlah kegiatan berikut ini!
Bersama dengan teman sebangkumu, lengkapilah tabel berikut ini untuk menjelaskan dan memberikan contoh tanggung jawab yang dapat kamu lakukan sebagai warga negara Indonesia dan sebagai siswa.
Tunjukkanlah hasil pekerjaanmu kepada teman sekelompok yang terdiri atas empat orang termasuk teman sebangkumu. Bacakanlah contoh- contoh perbuatan yang telah kamu lakukan yang menunjukkan rasa tanggung jawabmu sebagai warga negara dan sebagai siswa.
Pilihlah salah satu perbuatan dan ceritakanlah lebih mendalam. Ceritakanlah dalam peristiwa apakah kamu melakukan perbuatan tersebut.
Kemudian, ceritakan juga perbuatan-perbuatan yang belum kamu lakukan. Kesulitan apa saja yang kamu hadapi untuk melaksanakannya. Mintalah saran temanmu untuk membantumu.
Buatlah kesimpulan tentang tanggung jawab yang kamu pahami melalui kegiatan di atas!
Tahukah kamu bahwa salah satu tanggung jawab kita sebagai warga negara Indonesia adalah melestarikan budaya bangsa? Banyak cara untuk memenuhi tanggung jawab tersebut, antara lain dengan mengenal dan melestarikan lagu-lagu daerah dari daerah asalmu sendiri. Yuk kita bernyanyi bersama!
Ayo Bernyanyi !
Kamu telah belajar menentukan tangga nada pada beberapa lagu daerah yang berasal dari daerah lain. Saatnya bagimu untuk mempelajari lagu daerahmu sendiri. Sebelum menyanyikan sebuah lagu, kamu perlu melakukan pemanasan. Pemanasan ini dilakukan untuk melatih pita suara dan organ tubuh lainnya yang digunakan pada saat menyanyi, seperti rongga mulut dan tenggorokan.
Setelah kamu melakukan pemanasan, lakukanlah kegiatan ini dalam kelompok!
1.Cari dan tentukan sebuah lagu daerah yang kamu kenal. Sebaiknya lagu dari daerahmu sendiri agar kamu lebih mengenal lagu daerahmu.
2.Salinlah lagu tersebut berikut notasi angkanya.
3.Pelajari tangga nada yang digunakan pada lagu tersebut.
4.Pelajari cara menyanyikan lagu tersebut agar mendapatkan kesan dari lagu tersebut.
5.Tulislah semua pekerjaanmu pada selembar kertas berukuran A3.
6.Gunakan tabel berikut untuk mencatat keterangan yang diperlukan.
Judul lagu : …
Asal lagu : …
Arti lagu : …
Tangga nada yang digunakan : …
Kesan terhadap lagu yang di nyanyikan : …
7.Nyanyikanlah lagu daerah tersebut di depan kelompok yang lain. Jelaskan juga tentang isi lagu, arti, dan tangga nada yang digunakan berikut kesanmu terhadap lagu tersebut.
8.Tempelkanlah hasil pekerjaanmu di dinding kelas.
1.Apa saja hal menarik yang kamu dapatkan dari kegiatan pembelajaran kali ini?
2.Apa yang dapat kamu katakan tentang kegiatan pembelajaran pada minggu ini?
3.Adakah topik atau konsep yang ingin kamu dalami dari pembelajaran minggu ini?
4.Apa yang dapat kamu lakukan untuk meningkatkan semangat belajarmu pada kegiatan pembelajaran berikutnya?
Lihatlah kembali daftar tentang hak siswa yang kamu buat sebelumnya. Tentu banyak sekali peran orang tuamu dalam membantu mendapatkan hakmu sebagai siswa. Pikirkanlah untuk membuat sesuatu berupa surat, kartu ucapan, nyanyian, kerajinan atau karya yang lain sebagai sarana untuk mengucapkan terima kasih kepada orang tuamu!
Hari masih sangat pagi. Siti terbangun karena mendengar suara azan subuh dari musala. Siti segera menunaikan kewajibannya untuk sholat. Siti mengira ia orang pertama yang terbangun pada pagi hari itu. Ternyata ia melihat Ibu sudah berada di dapur.
Setelah melakukan sholat subuh, Siti menghampiri ibunya yang sedang menyalakan kompor. Siti melihat Ibu sedang memasak air pada dua panci yang berbeda. Panci pertama yang berukuran lebih besar berisi air setengah penuh. Air di panci pertama akan digunakan Ibu untuk merebus sayur. Panci kedua berukuran lebih kecil berisi air yang hampir penuh. Panci kedua akan digunakan Ibu untuk membuat teh. Siti menduga-duga, air dalam panci manakah yang akan mendidih lebih cepat. Diam-diam Siti melakukan pengamatan sambil membantu ibunya menyiapkan sarapan.
Pengamatan.
Tampak pada gambar A, panci besar, air penuh sedang di panasi. Tampak pada gambar B, panci kecil, air penuh, sedang di panasi.
Berdasarkan gambar di atas, jawablah beberapa pertanyaan berikut! 1.Bagaimana ukuran kedua panci tersebut? A lebih Besar dari pada B.
2.Manakah panci yang berisi air lebih banyak? A atau B? A Lebih banyak.
3.Jika kedua panci berisi air itu dididihkan, panci manakah yang akan memerlukan waktu lebih lama untuk mendidihkan air di dalamnya? Panci A lebih lama karena isinya lebih banyak.
4. Memasak air lebih banyak akan memerlukan waktu yang lebih lama, atau kalau mau lebih cepat maka apinya harus di besarkan.
5.Bagaimana hubungan antara energi panas yang dibutuhkan untuk mendidihkan air di dalam panci dengan suhu air di dalamnya? (Air mendidih pada suhu 100°C). Panas dari api mengalir ke panci dan memanaskan air di dalamnya. Makin besar panci dan airnya maka di butuhkan waktu yang lebih lama, ataupun api lebih besar.
6.Apakah kesimpulan yang kamu dapatkan dari kegiatan di atas? Panas dapat berpindah, dan memanaskan benda lain.
Berdasarkan kegiatan di atas, identifikasi kegiatan sehari-hari yang menunjukkan penggunaan energi panas. : Memasak, seterika, menyolder, menjemur pakaian, dan lain-lain.
Judul Bacaan : Perubahan Akibat Perubahan Suhu.
Suhu menunjukkan derajat panas benda. Semakin tinggi suhu suatu benda, semakin panas benda tersebut. Suhu menunjukkan energi yang dimiliki oleh suatu benda. Energi panas dapat mengubah benda. Beberapa benda akan mengalami pemuaian. Pemuaian panas adalah perubahan suatu benda yang dapat menjadi bertambah panjang, lebar, luas, atau berubah volumenya karena terkena kalor atau panas. Tetapi sebaliknya, benda dapat mengalami penyusutan. Penyusutan adalah perubahan suatu benda yang menjadi berkurangnya panjang, lebar, dan luas karena terkena suhu dingin. Pemuaian dan penyusutan bisa terjadi pada logam, udara, dan air. Berikut ini adalah beberapa contoh pemuaian dan penyusutan benda karena perubahan suhu dalam kehidupan sehari-hari.
1.Pemasangan Kaca Jendela Pernahkah kamu mengamati posisi kaca yang terpasang pada jendela? Atau mungkin kamu pernah melihat proses pemasangan kaca jendela yang dilakukan oleh tukang kayu. Para tukang kayu selalu merancang ukuran bingkai jendela yang sedikit lebih lebar dari ukuran sebenarnya. Mengapa harus demikian? Hal ini dilakukan oleh tukang kayu dengan tujuan untuk memberikan ruang pemuaian bagi kaca saat terkena panas. Jika bingkai jendela tidak diberi ruang pemuaian, maka ketika terkena panas akan mengakibatkan kaca menjadi retak atau bahkan pecah. Selain itu, untuk menghindari keretakan kaca saat ada bunyi yang menggelegar seperti ketika ada petir, atau bunyi keras lainnya.
2.Ban Sepeda/Motor dan Mobil Tahukah kamu apa yang terjadi ketika kamu memompa udara terlalu banyak ke dalam ban sepedamu? Jika ban sepeda, ban sepeda motor, dan ban mobil, diisi udara terlalu banyak, maka ban akan mengeras dan menjadi tidak nyaman dikendarai. Selain itu, mengisi udara terlalu penuh ke dalam ban sepeda atau mobil akan membahayakan pengemudinya. Ban yang diisi terlalu banyak udara dapat meletus dan dapat mengakibatkan kecelakaan. Hal ini disebabkan karena udara di dalam ban dapat memuai karena panas.
3.Kawat/kabel Listrik dan Telepon Apakah kamu memperhatikan bahwa kawat atau kabel telepon dan listrik terlihat mengendur dan tidak tegang? Hal ini dilakukan dengan tujuan agar kawat atau kabel tidak putus pada malam hari ketika mengalami penyusutan. Selain itu, agar kawat atau kabel tidak putus jika tertimpa pohon yang tumbang.
4.Pemuaian yang Terjadi pada Gelas Kaca Pernahkah kamu melihat sebuah gelas kaca yang tiba-tiba pecah atau retak ketika dituangi air panas? Hal ini terjadi karena adanya pemuaian yang tidak merata pada bagian gelas. Oleh karena itu, disarankan agar tidak menuangi gelas basah atau gelas dingin dengan air panas yang baru mendidih.
5.Pemuaian pada Sambungan Rel Kereta Api Sambungan pada rel kereta api, dibuat ada celah antara dua batang rel. Hal ini dilakukan untuk memberikan ruang muai sehingga saat terkena panas, rel tersebut tidak melengkung. Rel yang melengkung akan membahayakan gerbong kereta yang melewatinya.
6.Penggunaan Termometer Tahukah kamu cara menggunakan termometer klinis atau termometer badan? Termometer akan ditempelkan ke beberapa bagian tubuh seperti dalam mulut atau ketiak. Tujuannya adalah untuk mengukur suhu panas tubuh. Setelah beberapa lama, cairan di dalam termometer akan naik karena terjadi pemuaian setelah mendapatkan panas dari tubuh. Cairan akan berhenti pada angka tertentu untuk menunjukkan suhu tubuh. Ketika termometer tidak digunakan, akan kembali turun karena mengalami penyusutan.
Sumber: Scott Foresman dengan penyesuaian.
Bacalah kembali bacaan di atas dengan saksama. Jelaskanlah apa yang kamu ketahui dari setiap paragraf dalam bacaan di atas. Apa yang kamu ketahui tentang isi sebuah paragraf merupakan gagasan utama pada paragraf tersebut. Gunakan tabel berikut ini untuk membantumu.
Judul Bacaan:
Apakah yang kamu ketahui tentang paragraf-paragraf pada bacaan?
Dengan menggunakan tabel di atas, dapatkah kamu menjelaskan kesimpulan dari bacaan di atas? Tuliskanlah kesimpulanmu tentang bacaan di atas di tempat yang tersedia di bawah ini dengan menggunakan kata-kata baku yang tepat.
Perubahan suhu pada beberapa jenis logam ternyata dapat mengakibatkan logam itu memuai dan menyusut, ya! Wah, manusia sejak dulu telah mempelajari peristiwa tersebut sehingga dapat melakukan tindakan yang tepat! Seperti pada pemasangan rel kereta api.
Betul, Dayu! Hal yang lebih menarik lagi adalah nenek moyang kita dari dulu sudah mengetahui bahwa logam itu tidak hanya memuai, tetapi bisa di lebur juga! Tahukah kamu bagaimana para leluhur kita membuat bilah-bilah pada beberapa alat musik gamelan? Mereka mencampur bijih timah dan tembaga lalu memanaskannya hingga cair untuk dibentuk.
Sebelumnya, kamu telah mengetahui bahwa beberapa lagu daerah dimainkan dalam tangga nada pentatonis yaitu slendro dan pelog. Gamelan adalah salah satu alat musik yang digunakan untuk mengiringi lagu-lagu pada tangga nada pentatonis. Beberapa alat pada gamelan terbuat dari bilah besi. Seperti beberapa alat musik pada gamelan Jawa berikut ini.
Alat musik gamelan dibuat dari campuran tembaga dan timah dengan ukuran tertentu. Ukuran dan perbandingan antara kedua logam tersebut dapat menghasilkan suara yang berbeda. Campuran logam itu harus dipanaskan dengan suhu tinggi agar mencair dan mudah dibentuk. Proses ini disebut dengan peleburan. Paduan suara yang dihasilkan oleh alat-alat musik tersebut terdengar harmonis untuk mengiringi lagu-lagu yang dimainkan pada laras slendro atau pelog.
Perhatikanlah lagu daerah di bawah ini dengan saksama. Mintalah Guru untuk memperdengarkan lagu ini di kelas. Lalu tentukanlah tangga nada yang digunakan!
Cing cangkeling manuk cingkleung cindeten, Blos ka kolong bapak satar buleneng
Cing cangkeling manuk cingkleung cindeten, Blos ka kolong bapak satar buleneng
Kleung dengklek buah kopi raranggeuyan, Keun anu dewek ulah pati diheureuyan Cing cangkeling manuk cingkleung cindeten, Blos kakolong bapak satar buleneng
Kleung dengklek buah kopi raranggeuyan Keun anu dewek ulah pati diheureuyan, Cing cangkeling manuk cingkleung cindeten Blos kakolong bapak satar buleneng.
Nyanyikanlah lagu “Cing Cangkeling” dan beberapa lagu yang telah kamu pelajari sebelumnya. Nyanyikanlah secara berulang-ulang hingga kamu dapat menyanyikannya sendiri! Carilah arti lagu-lagu tersebut untuk membantumu memahami pesan yang disampaikannya.
1.Apa saja hal menarik yang kamu alami pada kegiatan pembelajaran hari ini?
2.Apa saja pertanyaan yang belum kamu temukan jawabannya hingga saat ini?
3.Bagaimana rencanamu untuk menemukan jawaban terhadap pertanyaanmu?
4.Bagaimana perasaanmu sepanjang mengikuti kegiatan pembelajaran hari ini?
Bersama dengan orang tuamu, carilah benda-benda di rumahmu yang dapat mengalami pemuaian saat diberikan panas. Tentukanlah cara untuk mengatasi pemuaian yang terjadi agar tidak terjadi kerusakan pada benda tersebut dan tidak membahayakan.
Pernahkah kamu melihat gambar di atas? Gambar tersebut merupakan pesan kepada masyarakat dalam bentuk papan iklan layanan masyarakat. Papan iklan tersebut, merupakan salah satu media yang digunakan untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat melalui media cetak. Pesan atau informasi apa saja yang kamu dapatkan dari papan iklan tersebut? Pernahkah kamu melihat papan iklan serupa?
Apa yang dapat kamu ceritakan tentang gambar-gambar di atas? Apakah kamu pernah menemuinya di lingkungan tempat tinggalmu? Bagaimana pendapatmu terhadap gambar tersebut? Menurutmu, hal-hal apa sajakah yang menyebabkan hal itu terjadi? Bagaimana hubungan atau interaksi manusia terhadap lingkungan yang tampak dari gambar tersebut?
Pengaruh Negatif Interaksi Manusia dengan Lingkungan Alamnya.
Manusia tidak dapat hidup tanpa mengandalkan lingkungan alamnya. Dari alam manusia memperoleh banyak manfaat untuk memenuhi kebutuhannya. Pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, merupakan bentuk-bentuk interaksi manusia dengan lingkungan alamnya untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya. Manusia memelihara alam sedemikian rupa, agar dapat dimanfaatkan dengan baik untuk memenuhi kebutuhan manusia dan mahluk hidup lainnya. Tetapi, tidak semua interaksi manusia dengan alam berdampak baik bagi alam. Perilaku masyarakat yang suka membuang sampah sembarangan misalnya, dapat merusak lingkungan alam di sekitarnya. Membuang sampah di sungai dan di laut, dapat merusak makhluk hidup lain yang ada di dalamnya. Tidak hanya itu, kerusakan lingkungan yang ditimbulkannya dapat membahayakan manusia sendiri.
Interaksi manusia dengan lingkungan yang kurang baik, juga dapat menyebabkan beberapa bencana yang merugikan manusia dan lingkungannya. Contohnya, terjadi banjir karena saluran air yang terganggu oleh sampah dari kegiatan manusia merupakan salah satu contohnya. Demikian juga dengan bencana tanah longsor, disebabkan karena manusia sering menebang pohon di tanah yang landai. Kebakaran hutan karena kecerobohan manusia pun, menyebabkan kerusakan dan kerugian yang sangat besar.
Sumber : Merdeka.com/dwi narwoko. Sumber : diolah dari berbagai sumber.
Berdasarkan bacaan di atas, jawablah beberapa pertanyaan berikut!
1, Dapatkah manusia hidup tanpa mengandalkan lingkungan alamnya? Tidak. Mengapa? Karena Manusia sangat membutuhkan alam lingkungannya untuk memenuhi kebutuhannya, bahkan kehidupan dasar manusia yaitu makan, minum, udara di dapat dari alam.
2, Jelaskanlah dua atau tiga contoh interaksi manusia dengan lingkungan alamnya yang terjadi di sekitarmu! – Manusia menanam padi, sayur di lingkungan alam sawah. – Manusia mengambil hasil tambah pasir di lingkungan alam sungai.
3,Sebutkan dan jelaskan contoh interaksi manusia dengan lingkungan alamnya yang merugikan manusia dan lingkungannya! – Manusia membuang sampah sembarangan sehingga menjadikan sungai meluap dan banjir yang akhirnya merugikan manusia sendiri. – Pembakaran hutan, menyebabkan polusi asap, yang merugikan kesehatan manusia.
4,Apa saja akibat interaksi negatif manusia terhadap lingkungan alamnya? Jelaskan! – Banjir, karena pembuangan sampah dan penebangan hutan liar. – Es dikutub mencair karena pemanasan global, karena proses pembakaran carbon. – Polusi udara di kota-kota atau kawasan industri.
5. Berdasarkan bacaan di atas, gunakan diagram berikut untuk menjelaskan apa yang telah kamu baca. Jelaskan dan tuliskanlah pemahamanmu pada setiap paragraf bacaan tersebut. Lalu tuliskanlah kata-kata kunci pada setiap paragraf yang kamu anggap penting.
6. Setelah melakukan kegiatan di atas, ceritakanlah kembali apa yang kamu ketahui tentang bacaan di atas dalam sebuah paragraf. Tuliskanlah penjelasanmu di bawah ini dengan menggunakan kata-kata baku yang tepat.
Dalam kelompok yang terdiri atas empat orang, tunjukkanlah hasil pekerjaanmu satu sama lain. Apakah teman-temanmu menceritakan hal yang sama pada setiap paragraf bacaan di atas? Mengapa?
Perhatikanlah masyakarat di sekitar tempat tinggalmu! Lakukanlah kegiatan berikut untuk mengamati interaksi masyarakat di sekitarmu terhadap lingkungan alam dan pengaruh negatifnya. Gunakan tabel berikut untuk membantumu!
Bentuk Kegiatan Interaksi; Pengaruh Negatif yang Terjadi ; Dan Usaha untuk Memperbaiki. – Penebangan liar, Banjir dan Kebakaran Hutan, usaha yaitu reboisasi. – Pembuangan sampah sembarangan; Banjir ; Penyuluhan dan penyediaan tempat sampah. – Pembakaran bahan bakar Fosil ; Pemanasan Global, es kutub mencair; Efisiensi penggunaan bahan bakar, dan mencari bahan bakar ramah lingkungan.
Perlihatkanlah hasil pengamatanmu kepada teman dalam kelompokmu. Presentasikanlah hasil temuanmu di dalam kelompok. Jawablah pertanyaan yang diberikan temanmu terhadap hasil presentasimu. Berikan juga tanggapan atas pekerjaan temanmu yang lain.
Beni : Mendapatkan manfaat dari lingkungan alam merupakan hak kita. Tetapi memeliharanya adalah kewajiban kita bersama!
Udin : Setuju sekali, Ben! Ada hak pasti ada kewajiban! Betul begitu, kan? Kita sebagai pelajar pun memiliki kewajiban yang harus kita lakukan selain hak yang seharusnya kita dapatkan! Apa saja kewajiban kita?
Bacalah artikel berikut ini untuk membantumu memahami makna kewajiban secara umum.
Kewajiban Warga Negara dan Siswa,
Apakah yang kamu rasakan jika sekolahmu dipenuhi dengan sarana belajar yang kotor, penuh coretan, dan rusak? Demikian juga dengan dinding sekolah yang penuh coretan, buku siswa yang sobek-sobek, kamar mandi sekolah yang kotor, dan bangku-bangku kelas yang penuh dengan tulisan-tulisan. Kamu tentu sedih dan prihatin, karena dengan demikian kamu tidak dapat belajar dengan baik.
Salah satu hak siswa adalah mendapatkan pendidikan yang layak. Tetapi pada saat yang sama siswa juga mempunyai kewajiban untuk menjaga sarana pendidikan agar haknya terpenuhi. Jika siswa tidak melakukan kewajiban tersebut, maka sarana belajarnya akan rusak sehingga kegiatan belajar akan terganggu.
Apakah yang dimaksud de- ngan kewajiban? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kewajiban berasal dari kata wajib yang berarti harus dilakukan atau diamalkan. Sehingga kewajiban adalah sesuatu yang wajib dilaksanakan. Kewajiban merupakan sesuatu yang harus dilakukan untuk menjamin haknya terpenuhi.
Semua siswa yang sedang belajar di Indonesia, wajib mengikuti peraturan yang ditetapkan Negara melalui undang-undang. Semua kewajiban ini, harus dilakukan untuk menjamin seorang siswa mendapatkan haknya. Seorang siswa berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Maka kewajiban siswa, antara lain menaati peraturan yang berhubungan dengan pendidikan, misalnya menaati peraturan sekolah.
Sumber bacaan : Sugiyono dkk, Pendidikan Kewarganegaraan Kelas IX, dengan penyesuaian.
Sebagai warga negara dan anggota masyarakat, kita perlu mengetahui hak dan kewajiban kita. Sebelumnya kamu telah mengetahui hak-hakmu sebagai siswa dan sebagai seorang anak. Bersama dengan teman sebangkumu, gunakan tabel di bawah ini, untuk menentukan hak-hakmu sebagai siswa. Setelah itu, kamu dapat menentukan kewajibanmu untuk mendapatkan hak- hakmu.
Setiap anak berhak untuk dicintai. Hal yang paling pertama harus diterima oleh anak dari orang tuanya, bahkan sejak dia dilahirkan, adalah rasa cinta. Seorang anak akan bisa merasakan cinta dan kasih sayang dari orang tuanya. Pelukan, ciuman dan ungkapan sayang melalui kata-kata sangat mereka butuhkan. Bahkan, jika Anda memiliki anak lebih dari satu, jangan pernah membeda-bedakan rasa cinta Anda. Tetap tunjukkan Anda mencintai anak yang lebih besar meski dia sudah punya adik, dan sebaliknya. Ini merupakan salah satu cara menjadi orang tua yang baik untuk anak. Dengan mengetahui bahwa orang tuanya sangat mencintainya, seorang anak akan bisa tumbuh dengan penuh kasih sayang dan cinta kepada lingkungan sekitarnya.
Anak berhak mendapat pendidikan yang baik. Hal berikutnya yang harus diterima oleh seorang anak adalah pendidikan yang baik. Pendidikan pasti diperlukan oleh anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Dengan pendidikan, anak bisa membedakan antara hal yang baik dan buruk, mengetahui bagaimana untuk melakukan sesuatu, dan lain-lain. Namun, ternyata pendidikan yang dibutuhkan anak tidak hanya berupa pengetahuan umum saja. Anak juga sangat membutuhkan pendidikan agama yang baik. Ini merupakan peran orang tua dalam mendidik anak yang sangat penting untuk dipenuhi, terutama di era globalisasi seperti saat ini. Jika dasar agama anak baik, maka anak akan lebih mudah terhindar dari kenakalan anak jaman sekarang.
Anak harus mendapat cukup perhatian. Menjadi orang tua bekerja pasti merupakan pilihan terbaik bagi semua orang tua. Mereka berdalih usaha mereka bekerja di luar rumah juga bertujuan untuk kebahagiaan anak di rumah. Namun, jangan sampai pekerjaan Anda mengganggu besarnya perhatian Anda untuk anak Anda di rumah. Anak tidak hanya membutuhkan kecukupan materi, namun lebih penting lagi mereka butuh perhatian orang tua mereka. Perhatian orang tua bisa dalam bentuk keberadaan untuk bercerita, pemberian apresiasi kepada anak, dan lain-lain. Memberi perhatian yang cukup pada anak bisa menjadi tips menghadapi anak nakal yang paling mendasar.
Anak berhak untuk didengarkan. Semua anak kecil pasti suka bercerita dan bertanya. Bahkan, tidak jarang mereka melempar pertanyaan atau cerita yang terkesan tidak masuk akal. Begitulah dunia anak-anak, penuh dengan imajinasi. Namun, jangan sampai hal itu membuat Anda malas mendengar ceritanya. Sebaiknya Anda tetap mendengarkan anak dengan penuh perhatian, serta jawablah segala pertanyaan anak dengan jujur dan masuk akal. Hal ini akan membantu anak mengembangkan pola pikirnya dan keberaniannya mengungkapkan pikiran.
Anak berhak untuk diterima sebagai individu yang berbeda. Mungkin Anda heran ketika melihat masing-masing anak Anda memiliki sifat dan karakter yang berbeda, padahal Anda mendidiknya dengan cara yang sama. Setiap kepribadian anak pasti berbeda. Tapi, sebaiknya jangan ada alasan yang menjadi penyebab orang tua pilih kasih terhadap anaknya. Ketahuilah bahwa setiap anak memang memiliki keunikan sendiri. Mereka berhak untuk diterima dengan segala keunikan mereka. Tugas Anda cukup meluruskan jika mereka berperilaku salah, bukan menyalahkan karena menjadi individu yang berbeda.
Anak Anda berhak mendapat kepercayaan. Setiap orang tua pasti ingin anaknya menjadi anak yang baik, pintar, berprestasi dan lain sebagainya. Namun, ada baiknya Anda memberi mereka kebebasan memilih dan kepercayaan. Anda bisa mengenalkan pada mereka konsekuensi dari setiap keinginan mereka, tapi biarkan mereka membuat keputusan mereka sendiri. Hal ini mungkin tampak mustahil, mengingat anak yang masih kecil dan tampak tidak bisa memilih hal yang benar. Tapi percayalah pada mereka dan jika mereka memang salah, mereka akan belajar dari kesalahannya.
Setiap anak berhak mendapat pujian. Ada banyak sekali orang tua di dunia ini yang banyak menuntut anaknya untuk melakukan ini-itu. Mereka beranggapan sudah sepantasnya anak berbuat sesuai keinginan orang tua. Hal ini kadang membuat orang tua lupa bahwa anak telah berusaha keras demi memenuhi keinginan orang tuanya. Anak mungkin tidak terlalu memikirkan dampak positif dari usaha yang telah mereka lakukan. Di pikiran mereka, rasa bangga orang tuanya lah yang menjadi motivasinya. Maka, tunjukkanlah pada mereka hal itu. Pujilah mereka atas usaha yang telah mereka lakukan. Bahkan, jika anak gagal, orang tua harus tetap memberi pujian pada anak untuk menjaganya tetap termotivasi dan tidak rendah diri.
Anak wajib berbakti pada orang tua. Terlepas dari segala perlakuan orang tua pada anak, seorang anak wajib berbakti pada orang tuanya. Ada banyak keutamaan berbakti kepada orang tua, yang akan membawa keberkahan daam hidup seorang anak. Bakti kepada orang tua bersifat sangat luas. Membantu kesulitan mereka, merawat orang tua, dan memenuhi perintah atau keinginan orang tua merupakan sedikit contoh sikap berbakti pada orang tua. Untuk membiasakannya, orang tua bisa memulai dengan memberi anak tugas rumah harian. Misalnya membantu membersihkan kamar, mencuci piring dan lain-lain. Bisa juga orang tua menceritakan kisah anak berbakti kepada orang tua. Lama-kelamaan anak akan tumbuh menjadi seseorang yang suka membantu dan peduli pada orang tua.
Anak harus berkata-kata baik pada orang tua. Tidak semua orang tua bisa bersikap baik kepada anaknya. Namun, kembali ke poin sebelumnya, anak wajib berbakti pada orang tua setiap saat. Salah satunya adalah berbicara kepada orang tua dengan bahasa yang baik dan lembut. Jangan pernah berkata dengan kata-kata kasar yang bisa menyakiti orang tua. Membentak orang tua juga sangat dilarang. Bahkan, berkata ‘ah’ kepada orang tua tidak boleh dilakukan oleh seorang anak. Ini merupakan salah satu adab terhadap orang tua. Orang tua wajib menegur anak dia berperilaku buruk pada mereka. Lakukan cara mengatasi anak pemarah. Hal ini sangat penting untuk membentuk anak yang menghormati orang tua. Selain itu, dengan terbiasa berkata baik pada orang tua, akan terbentuk karakter anak yang sopan dan berhati lembut.
Anak harus berterima kasih pada orang tua. Kasih sayang orang tua sepanjang jalan, sementara kasih sayang anak hanya sepanjang galah. Hal inilah yang sering kita dengar di pepatah. Orang tua telah membesarkan anak dengan sebaik mungkin. Memberi makan, pendidikan dan sebagainya telah diusahakan oleh orang tua. Maka, seorang anak wajib untuk berterima kasih pada orang tuanya.
Meminta izin dan restu dari orang tua adalah hal wajib. Bagi seorang anak, berkah Tuhan terletak di restu orang tuanya. Tidak baik bagi seorang anak melakukan sesuatu yang tidak direstui orang tuanya. Maka, anak harus meminta ijin dan restu orang tua saat akan melakukan sesuatu. Jika anak sudah terbiasa untuk meminta izin pada orang tua sebelum melakukan sesuatu, anak akan terbiasa menghargai keberadaan orang tua. Hal ini bisa memperkecil kemungkinan anak bersikap seenaknya pada orang tuanya.
Anak wajib mendoakan orang tua. Salah satu hal yang tidak terputus bagi orang tua yang sudah meninggal adalah doa anak yang sholeh. Setelah semua jasa orang tua yang telah mendidik dan membesarkan anak, seorang anak wajib mendoakan orang tuanya. Jika anak sedari kecil sudah terbiasa mendoakan orang tua, dia bisa melakukan cara berbakti kepada orang tua yang sudah meninggal suatu saat nanti.
Presentasikanlah hasil diskusimu di dalam kelompok kecil yang terdiri atas empat orang. Buatlah beberapa pertanyaan tentang presentasi yang dibuat teman-teman di dalam kelompokmu. Catatlah beberapa hal yang kamu anggap penting. Lalu, buatlah kesimpulan tentang makna kewajiban dari hasil diskusimu.
1.Apa saja hal menarik yang kamu temui pada kegiatan pembelajaran hari ini?
2.Sebutkanlah beberapa hal dari kegiatan belajar hari ini yang ingin kamu ketahui lebih lanjut!
3.Apa sikap yang harus dikembangkan untuk mendapatkan hakmu sebagai seorang siswa di sekolah?
Diskusikanlah dengan orang tuamu, tentang kewajiban apa saja yang telah kamu lakukan dan yang belum kamu lakukan. Mintalah saran orang tuamu agar kamu dapat melaksanakan kewajibanmu dengan baik.