Arsip Tag: isolator

SD6 – Kelas 6 – IPA – Suhu, Sifat Hantaran, dan Kegunaan Benda

SD Kelas 6 – IPA – Hubungan Antara Suhu, Sifat Hantaran, dan Kegunaan Benda.

Pernahkah kamu membantu ibumu memasak di dapur? Apa saja peralatan masak yang kamu kenal? Terbuat dari bahan apakah alat-alat tersebut? Peralatan masak banyak yang terbuat dari logam. Bahan ini bersifat menghantarkan panas atau konduktor. Pada beberapa alat masak terdapat pegangan dari kayu. Misalnya, bagian kayu pada wajan dibuat agar panas dari api tidak terasa. Bagian kayu ini tidak menghantarkan panas atau isolator.
Bagaimanakah dengan benda-benda lain yang ada di sekitarmu, apakah termasuk konduktor atau isolator?

 

A. Benda-Benda yang Menghantar dan Tidak Menghantar Panas.

Benda-benda ada yang bersifat penghantar panas atau konduktor dan bukan penghantar panas atau isolator. Umumnya penghantar panas adalah benda padat. Untuk menentukan benda-benda yang merupakan konduktor atau isolator panas dapat dilakukan dengan kegiatan berikut ini.

Menurutmu benda-benda dari bahan apa yang bersifat konduktor panas? Dan benda dari bahan apa yang bukan konduktor panas?
Umumnya benda yang dibuat dari logam merupakan penghantar panas yang baik atau konduktor panas yang baik. Bahan bukan logam, misalnya kayu, plastik, karet, dan kertas adalah bukan konduktor panas atau disebut isolator panas.
Bagaimana dengan bahan-bahan yang terbuat dari kaca apakah bersifat konduktor atau isolator?

Bahan logam bersifat konduktor ( penghantar) panas, sedangkan bahan padat bukan logam pada umumnya bukan konduktor (bukan penghantar) panas.

 

B. Penggunaan Benda yang Bersifat Konduktor dan Isolator Panas.

Perhatikan benda-benda yang ada di rumahmu. Di mana yang pa- ling banyak terdapat benda-benda bersifat konduktor panas?
Coba tuliskan nama benda beserta bahan dan kegunaannya dalam tabel seperti berikut ini.
Bagaimana cara memegang bahan tersebut agar tangan kita tidak merasa panas?
Biasanya di dapur tersedia kain tebal untuk memegang alat-alat tersebut. Bentuknya dibuat macam-macam.
Adakah alat-alat yang dilengkapi bahan isolator sehingga dapat dipegang pada keadaan panas? Untuk mengamatinya lakukan kegiatan berikut.

Menyelidiki Suatu Benda yang Memiliki Bahan Konduktor dan Isolator Panas
Lakukan kegiatan ini di rumah dibantu kakak atau ibumu. Sediakan setrika dan panci atau wajan.
1.Nyalakan setrika, dengan hati-hati selama  3 menit.
2.Panaskan wajan di atas kompor yang menyala  3 menit.
3.Tunjukkan bagian-bagian yang panas dan yang tidak panas. Terbuat dari apa bagian-bagian tersebut? Catat hasil pengamatan dalam tabel seperti berikut ini.

1.Sumber energi apa yang digunakan untuk memanaskan benda- benda tersebut?
2.Apa kegunaan bagian benda yang memiliki bahan konduktor dan isolator pada masing-masing benda?
3.Bolehkah kamu bermain-main di dekat setrika yang sedang dipanaskan? Mengapa?

Bahan-bahan untuk alat yang bersifat konduktor umumnya terbuat dari logam. Bahan isolator yang digunakan misalnya plastik, kayu, atau keramik. Plastik yang digunakan harus bersifat tahan panas. Plastik digunakan karena ringan, warnanya macam-macam, dan cukup kuat.

Benda yang bersifat konduktor dan isolator panas banyak digunakan pada alat-alat rumah tangga.

Keramik mempunyai sifat tahan panas dan listrik sehingga cocok digunakan sebagai isolator alat-alat mesin yang sering panas. Pesawat ulang alik menggunakan lapisan keramik yang membuat para astronot tidak kepanasan saat berada di dalam pesawat tersebut.

Rangkuman!
1.Benda-benda yang dapat menghantarkan panas disebut konduktor panas.
2.Benda-benda yang tidak dapat menghantarkan panas disebut isola- tor panas.
3.Bahan yang dapat menghantarkan panas, contohnya logam dan kaca.
4.Bahan yang tidak dapat menghantarkan panas, contohnya kayu, kain, karet, dan kertas.
5.Kegunaan benda yang bersifat meng hantarkan panas at u konduktor, yaitu untuk memanaskan, memasak, dan menyetrika.
6.Untuk memudahkan pemakaian, ben d a-ben d a yang bersifat konduktor diberi bahan isolator.

 

SD5 – Hantaran Panas pada Benda

SD Kelas 5 – Hantaran Panas pada Benda

Pada solder terjadi perubahan listrik menjadi energi panas. Ujung solder yang panas bisa melelehkan timah, tetapi pada pangkalnya tempat memegang solder tidak terasa panas. Apakah sebabnya ?

Berdasarkan kemampuannya dalam menghantarkan panas, benda dapat dikelompokkan menjadi dua. Kedua kelompok benda itu adalah konduktor dan isolator. Konduktor dan isolator banyak dimanfaatkan dalam kehidupan. Nah, sebelum mempelajarinya, kalian perlu mengetahui tentang perpindahan panas.

A, Perpindahan Panas.

Panas suatu benda tergantung pada suhu benda tersebut. Semakin tinggi suhu benda, maka benda semakin panas. Tahukah kalian bahwa panas dapat berpindah (mengalir)? Panas berpindah dari tempat yang bersuhu tinggi ke tempat bersuhu rendah. Perpindahan panas dapat dilakukan melalui tiga cara, yakni konveksi, radiasi, dan konduksi.

A-1, Konveksi.

Perpindahan panas secara konveksi terjadi melalui aliran zat. Misalnya, es batu yang mencair dalam air panas. Panas dari air panas berpindah ke es batu. Panas berpindah bersama mengalirnya air panas ke es batu. Panas tersebut menyebabkan es batu meleleh. Agar lebih memahaminya, lakukanlah percobaan pada rubrik Laboratoria berikut.

Menyelidiki perpindahan panas secara konveksi.

Alat dan bahan : Tabung Kaca, Air, Tinta merah, lampu spiritus, penjepit (statif).
Cara Kerja :
1, Masukkan air ke dalam kaca hingga penuh.
2, Jepitlah tabung kaca dengan penjepit seperti pada gambar.
3, Letakkan lampu di bawah tabung kaca. Nyalakan lampu untuk memanaskan tabung kaca.
4, Setelah air panas teteskan tinta merah ke dalam air. Apakah tinda bergerak? mengapa demikian? Diskusikan hal ini dengan teman-teman kalian. Selanjutnya, catatlah kesimpulan kalian dan sampaikan di depan kelas.

Air pada tabung dipanaskan menjadi panas. Selanjutnya, air panas tersebut bergerak naik menuju tempat yang bersuhu lebih rendah. Air panas ini mendesak air dingin yang beraba di bagian atas. Akibatnya air dingin di bagian atas bergerak turun. Tinta yang diteteskan ke dalam air ikut bergerak bersama air. Dengan adanya tinda, pergerakan air panas tersebut dapat diamati dengan jelas, Kejadian berulang sehingga tinta tampak berputar. Pada proses ini berlangsung, panas mengalir bersama air. Perpindahan panas seperti inilah yang disebut Konveksi. Jadi konveksi adalah perpindahan panas disertai perpindahan zat perantaranya.

Konveksi juga terjadi pada asap pembakaran yang membumbung. Saat pembakaran, udara di atas api menjadi panas. Udara panas kemudian naik. Tempat udara panas digantikan udara dari sekitar perapian. Udara panas yang naik membawa uap air. Uap air ini berada dalam bentuk asap. Air adalah zat cair, sedangkan asap adalah gans. Panas mengalir pada keduanya. Jadi Konveksi dapat terjadi pada gas dan zat cair.

A-2, Radiasi.

Ketika matahari bersinar di siang hari, kalian merasa gerah, bukan? Padahal, kalian berada jauh dari matahari. Demikian juga saat kalian duduk di dekat api unggun. Kalian akan merasakan hangatnya api unggun. Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi perpindahan panas. Perpindahan panas seperti ini disebut radiasi. Jadi, radiasi adalah perpindahan panas tanpa zat perantara. Untuk lebih jelasnya, lakukanlah kegiatan pada rubrik Laboratoria berikut.

Percobaan : Menyelidiki Perpindahan Panas secara Radiasi

Alat dan Bahan:
– Sendok makan 2 buah,
– Batang kayu 2 buah,

Cara Kerja:
1, Jemurlah sebuah sendok makan dan sebatang kayu di lantai. Lakukan ketika matahari telah bersinar. Lebih baik lagi jika dilakukan di tengah hari.
2, Simpan sendok dan batang kayu lainnya di tempat teduh.
3, Tunggulah kira-kira 5 menit.
4, Sentuhlah lantai tempat kalian menjemur sendok dan kayu.
5, Pegang sendok dan batang kayu yang dijemur.
6, Pegang sendok dan batang kayu yang disimpan di tempat teduh.

Apakah lantai yang kalian sentuh terasa panas? Bagaimana dengan sendok dan batang kayu yang dijemur? Mengapa bisa terjadi demikian? Diskusikan dengan teman-teman kalian. Selanjutnya, tulis kesimpulan kalian dan sampaikan di depan kelas.

 

A-3, Konduksi.

Konduksi adalah perpindahan panas melalui zat perantara. Namun, zat perantara tersebut tidak ikut berpindah (bergerak). Untuk memahaminya, lakukanlah kegiatan pada rubrik Jelajah berikut.

Siapkan lilin, penjepit, dan sebatang logam. Nyalakanlah lilin. Selanjutnya, jepitlah bagian tengah batang logam. Panaskan salah satu ujung logam pada nyala api lilin. Biarkan selama 5 menit. Setelah itu, sentuhlah ujung logam yang tidak dipanaskan. Lebih jelasnya, perhatikan gambar di samping. Jangan lupa, berhati-hatilah saat bekerja menggunakan benda panas.

Apa yang kalian rasakan? Mengapa hal itu dapat terjadi? Pikirkanlah jawabannya dan tuliskan dalam buku tugas kalian. Kumpulkan hasil kerja kalian kepada bapak atau ibu guru.

Pada kegiatan tadi, logam mula-mula tidak terasa panas. Selanjutnya, salah satu ujung logam dipanaskan. Ternyata, ujung logam yang tidak dipanaskan ikut panas. Hal ini terjadi karena adanya aliran panas. Panas mengalir sepanjang batang logam. Panas mengalir dari salah satu ujung

logam ke ujung lainnya. Akibatnya, bagian logam yang tidak dipanaskan menjadi terasa panas. Aliran panas ini memerlukan zat perantara. Akan tetapi, zat perantara tidak berpindah bersama aliran panas.

Peristiwa konduksi dapat kalian jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu contohnya seperti terlihat pada Gambar 4.3. Sebuah sendok logam dicelupkan ke dalam segelas air panas. Setelah beberapa saat, ujung sendok yang tidak tercelup menjadi terasa panas. Hal ini karena panas dari air mengalir sepanjang sendok logam.

Nah, sekarang kalian menjadi lebih paham tentang konduksi, bukan? Pada konduksi, panas mengalir melalui zat perantara atau penghantar. Namun, tidak semua benda dapat menjadi penghantar panas. Pada kegiatan di atas, batang logam dapat menghantarkan panas. Karenanya, batang logam disebut sebagai konduktor panas. Lalu, bagaimana jika logam diganti dengan plastik? Apakah panas dapat mengalir melalui plastik? Kalian akan menemukan jawabannya setelah mencermati uraian berikut.

 

B, Konduktor Panas. 

Ujung solder yang terbuat dari besi dapat menghantarkan panas, Begitu pula dengan sterika. Bagian bawah sterika terbuat dari logam. Saat di aliri arus listrik, bagian bawah seterika menjadi panas. Karenanya, setrika dapat digunakan untuk merapikan pakaian.

Sekarang, perhatikan peralatan masak di dapur. Ambillah sebua sendok stainless steel. Jemurlah sendok tersebut di bawah terik matahari selama 15 menit. Setelah ini, sentuhlah sendok. Kalian tentunya merasakan panas, bukan? Hal ini juga terjadi pada wajan aluminium. Wajan aluminium dapat menghantarkan panas. Karenanya, wajan aluminium biasa digunakan untuk memasak. Stainless stekk dan aluminium merupakan bahan logam. Jadi, benda-benda yang terbuat dari logam dapat menghantarkan panas. Alat yang dapat menghantarkan panas disebut konduktor panas.

 

Hubungan Antara Suhu, Sifat Hantaran, dan Kegunaan Benda

Pernahkah kamu membantu ibumu memasak di dapur? Apa saja peralatan masak yang kamu kenal? Terbuat dari bahan apakah alat-alat tersebut? Peralatan masak banyak yang terbuat dari logam. Bahan ini bersifat menghantarkan panas atau konduktor. Pada beberapa alat masak terdapat pegangan dari kayu. Misalnya, bagian kayu pada wajan dibuat agar panas dari api tidak terasa. Bagian kayu ini tidak menghantarkan panas atau isolator.

Bagaimanakah dengan benda-benda lain yang ada di sekitarmu, apakah termasuk konduktor atau isolator?

 

Benda-Benda yang Menghantar dan Tidak Menghantar Panas.

Benda-benda ada yang bersifat penghantar panas atau konduktor dan bukan penghantar panas atau isolator. Umumnya penghantar panas adalah benda padat. Untuk menentukan benda-benda yang merupakan kon-duktor atau isolator panas dapat dilakukan dengan kegiatan berikut ini.

Menentukan Benda yang Bersifat Konduktor dan Isolator .

1.Sediakan mangkuk, sendok logam, garpu logam, penggaris plastik, penghapus, dan kertas.
2.Siapkan air panas di dalam mangkuk (hati-hati kena badan).
3.Celupkan ujung benda ke dalam air panas kira-kira 5 menit, pegang ujung yang lainnya, rasakan oleh tanganmu.
4.Catat benda yang bersifat kon-duktor dan isolator.
5.Tuliskan bahan yang digunakan untuk membuat benda tersebut pada tabel seperti contoh berikut ini.

  • Benda apa yang bersifat konduktor panas?
  • Benda apa yang bersifat isolator panas?
  • Bahan apa yang bersifat konduktor panas?
  • Bahan apa yang bersifat isolator panas?

Menurutmu benda-benda dari bahan apa yang bersifat konduktor panas? Dan benda dari bahan apa yang bukan konduktor panas?

Umumnya benda yang dibuat dari logam merupakan penghantar panas yang baik atau konduktor panas yang baik. Bahan bukan logam, misalnya kayu, plastik, karet, dan kertas adalah bukan konduktor panas atau disebut isolator panas.

Bagaimana dengan bahan-bahan yang terbuat dari kaca apakah bersifat konduktor atau isolator?

Bahan logam bersifat konduktor (penghantar) panas, sedangkan bahan padat bukan logam pada umumnya bukan konduktor (bukan penghantar) panas.

 

B. Penggunaan Benda yang Bersifat Konduktor dan Isolator Panas.

Perhatikan benda-benda yang ada di rumahmu. Di mana yang pa-ling banyak terdapat benda-benda bersifat konduktor panas? Coba tuliskan nama benda beserta bahan dan kegunaannya dalam tabel seperti berikut ini.

Bagaimana cara memegang bahan tersebut agar tangan kita tidak merasa panas?
Biasanya di dapur tersedia kain tebal untuk memegang alat-alat tersebut. Bentuknya dibuat macam-macam.
Adakah alat-alat yang dilengkapi bahan isolator sehingga dapat dipegang pada keadaan panas? Untuk mengamatinya lakukan kegiatan berikut.

Menyelidiki Suatu Benda yang Memiliki Bahan Konduktor dan Isolator Panas

Lakukan kegiatan ini di rumah dibantu kakak atau ibumu. Sediakan setrika dan panci atau wajan.

  1. Nyalakan setrika, dengan hati-hati selama  3 menit.
  2. Panaskan wajan di atas kompor yang menyala  3 menit.
  3. Tunjukkan bagian-bagian yang panas dan yang tidak panas. Terbuat dari apa bagian-bagian tersebut? 

Bahan-bahan untuk alat yang bersifat konduktor umumnya terbuat dari logam. Bahan isolator yang digunakan misalnya plastik, kayu, atau keramik. Plastik yang digunakan harus bersifat tahan panas. Plastik digunakan karena ringan, warnanya macam-macam, dan cukup kuat.

Tugas  : Kalau ada yang kedinginan karena sakit demam, badannya biasa diberi penghangat, ada yang dari air panas atau penghangat listrik. Coba diskusikan cara penggunaannya. Apa yang merupakan konduktor dan isolatornya?

Benda yang bersifat konduktor dan isolator panas banyak digunakan pada alat-alat rumah tangga.

Keramik mempunyai sifat tahan panas dan listrik sehingga cocok digunakan sebagai isolator alat-alat mesin yang sering panas. Pesawat ulang alik menggunakan lapisan keramik yang membuat para astronot tidak kepanasan saat berada di dalam pesawat tersebut.

Rangkuman :

  1. Benda-benda yang dapat menghantarkan panas disebut konduktor panas.
  2. Benda-benda yang tidak dapat menghantarkan panas disebut isola-tor panas.
  3. Bahan yang dapat menghantarkan panas, contohnya logam dan kaca.
  4. Bahan yang tidak dapat menghantarkan panas, contohnya kayu, kain, karet, dan kertas.
  5. Kegunaan benda yang bersifat menghantarkan panas atau konduktor, yaitu untuk memanaskan, memasak, dan menyetrika.
  6. Untuk memudahkan pemakaian, benda-benda yang bersifat konduktor diberi bahan isolator.

 

Pengaruh Kalor – Panas pada Kehidupan – SD Kelas 5 Tema 6 – Sub Tema 3-2 – K2013 Rev 2017

 

Panas dan Perpindahannya – SD Kelas 5 Tema 6. 

Sub Tema 3 : Pengaruh Panas /  Kalor Terhadap Kehidupan

Pembelajaran 2.

Suatu pagi, Lani bergegas memasuki ruang kelas dengan membawa sebuah kotak. Ia segera menemui Dayu, yang saat itu sudah ada di kelas.
“Dayu! Coba lihat, saya bawa apa?” tanya Lani sambil menunjukkan sebuah kotak.
“Ah, kamu akhirnya mendapatkan botol minum tahan panas yang selama ini kamu idamkan, Lani! Bolehkah saya melihatnya?” timpal Dayu ikut senang.

“Tentu saja, Dayu. Saya senang sekali, akhirnya saya dapat menyimpan teh panas atau air dingin dari rumah agar saya masih bisa menikmatinya di sekolah. Nanti kita berbagi ya Dayu!” jawab Lani.
“Sebenarnya saya lebih penasaran dengan cara kerja benda itu, Dayu. Bahan apa saja yang digunakan benda itu untuk menjaga panas dari air teh panas tidak keluar sehingga tetap hangat. Dan kamu pun tetap dapat memegangnya tanpa kepanasan.” Jawab Dayu.

“Di dalam kotak ini ada brosur yang menggambarkan bagian-bagian benda ini. Nanti kita lihat ya! Tetapi saya bawa sebuah artikel yang kurasa juga menarik untuk kita ketahui. Sejarah termos! Benda ini pun sebenarnya hampir sama dengan termos yang biasa kita pakai untuk menyimpan air panas. Maukah kamu membaca bersama saya?” tanya Lani.
“Tentu saja!” jawab Dayu bersemangat.

 

Judul : Sejarah Termos.

Hampir semua keluarga memiliki termos di rumahnya. Termos memang sering digunakan untuk menyimpan air panas agar tetap panas saat digunakan. Biasanya keluarga yang memiliki bayi yang memerlukan susu setiap saat, menggunakan termos untuk menyimpan air panas. Termos adalah sebuah benda yang biasanya berbentuk tabung seperti botol yang mempunyai dinding berlapis. Benda ini dirancang berbentuk seperti kaca dengan bahan mengkilap yang dapat menyimpan cairan agar tetap memiliki suhu seperti semula. Dengan dinding dalam termos yang dirancang seperti kaca, maka kalor yang terdapat pada air panas tersebut tidak bisa berpindah dengan cepat. Panas yang dikeluarkan oleh air panas tadi, dapat ditahan oleh dinding dalam termos yang terbuat dari bahan mengkilap ini. Sehingga air panas di dalamnya akan tetap hangat hingga beberapa saat tergantung dari ketebalan dindingnya. Saat ini termos tidak hanya digunakan untuk menyimpan air panas, tetapi juga untuk menyimpan air dingin agar tetap dingin.

Pencipta termos pertama kali pada tahun 1902 adalah James Dewar. Penemuannya didorong oleh kebutuhannya untuk menjaga agar minuman bayinya tetap hangat. Tetapi saat itu, untuk menjaga suhu minuman agar tetap hangat merupakan hal yang sulit dilakukan, terutama dalam kondisi cuaca yang dingin seperti di Eropa.
Karena kebutuhan inilah, James Dewar menemukan cara membuat botol hampa udara. Botol hampa udara, merupakan wadah dari kaca berdinding ganda dengan ruang di antara dindingnya dikosongkan dan ditutup rapat untuk mencegah agar panas tidak menjalar. Sementara dinding sebelah dalam botol tersebut, dilapisi perak untuk mempertahankan panas. Botol hampa udara itulah yang kemudian menjadi cikal bakal lahirnya termos. Botol hampa udara buatan James Dewar dan penutup wol buatan mertuanya sampai sekarang dapat dilihat di Museum Ilmu Pengetahuan, di London.

Sumber : diolah dari berbagai sumber.

Berdasarkan bacaan di atas, tuliskanlah hal-hal penting pada setiap paragraf dengan menggunakan kalimat lengkap.

Rangkailah kalimat-kalimat yang berisi informasi penting dari paragraf di atas menjadi sebuah tulisan satu paragraf yang menggambarkan isi dari bacaan di atas. Gunakan kalimat yang lengkap, kata-kata baku dan ejaan yang tepat.

Jelaskanlah hasil pekerjaanmu kepada anggota kelompok yang telah dibentuk. Apakah kamu menemukan sesuatu yang menarik setelah kamu mendengarkan penjelasan dari teman-temanmu yang lain? Apakah kamu memiliki pemahaman yang sama tentang isi bacaan tersebut?
Setelah itu, jawablah pertanyaan berikut ini. Tuliskan jawabanmu dengan menggunakan kalimat yang lengkap dan kata-kata yang baku!

1.Apakah fungsi sebuah termos?

2.Apa saja bahan yang digunakan untuk membuat termos pada masa itu?

3.Gambarlah bagian-bagian termos sesuai bacaan di atas.

4.Apa saja benda di sekitarmu yang menggunakan prinsip yang hampir sama dengan termos?

Selain termos, tentu kamu pernah melihat benda-benda di sekitarmu yang menggunakan bahan isolator dan konduktor dengan berbagai kegunaannya. Bacalah bacaan berikut yang disadur dari sebuah buku pelajaran elektronik ini dengan saksama.

 

Penggunaan Benda Konduktor dan Isolator.

Kamu sudah tahu, bahwa panas dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain melalui konduksi, konveksi, dan radiasi. Ingat kembali, apa yang dimaksud dengan konduksi, konveksi, dan radiasi? Pikirkan bersama dalam kelompok kecil! Barang-barang dalam kehidupan sehari-hari banyak yang memanfaatkan sifat benda sebagai konduktor atau isolator. Benda apakah itu?

Selimut dan panci merupakan benda yang memanfaatkan sifat ini. Selimut memerangkap udara. Udara adalah isolator, sehingga tidak menghantarkan panas yang keluar dari tubuhmu. Dengan demikian, badanmu tetap terasa hangat.

Terbuat dari apakah panci? Panci terbuat dari bahan logam, misalnya aluminium. Aluminium merupakan penghantar panas yang baik. Panci akan menghantarkan panas ke makanan yang dimasak. Pegangan panci terbuat dari plastik. Plastik merupakan isolator sehingga kamu tidak akan kepanasan ketika memegangnya.

Mesin mobil dan motor terbuat dari bahan yang dapat menghantarkan panas. Mesin memerlukan panas untuk memperoleh kinerja mesin yang ideal. Karena itu, mesin dibuat dari bahan konduktor sebagai penghantar panas. Dari uraian di atas, kamu sudah tahu mana bahan yang bersifat konduktor dan isolator. Selain selimut, dan panci, tentu kamu dengan mudah menjumpai penggunaan benda yang bersifat konduktor dan isolator dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber : IPA BSE Kelas 6, Pusbuk, 2010.

Berdasarkan bacaan di atas, tuliskan hal-hal yang kamu pahami dari setiap paragraf pada bacaan dalam sebuah kalimat. Kalimat-kalimat tersebut akan mewakili isi dari bacaan yang kamu baca. Tuliskan pada tempat yang telah disediakan.

Berdasarkan kalimat-kalimat yang mewakili isi bacaan yang telah kamu tulis, buatlah sebuah diagram yang akan menjelaskan pemahamanmu terhadap bacaan di atas. Gunakan diagram berikut untuk membantumu! Tuliskanlah kalimat-kalimat yang menjadi pokok pikiran dari setiap paragraf dalam bacaan, ke dalam setiap kotak yang tersedia. Satu kotak tentu mewakili satu paragraf. Berilah keterangan hal-hal penting lain dalam paragraf yang mendukung pokok pikiran tersebut. Lakukanlah bersama dengan teman sebangkumu! Buatlah diagrammu pada tempat yang disediakan di bawah ini.

Tuliskanlah pemahamanmu tentang isi bacaan dalam bacaan dalam tulisan satu paragraf berikut.

Jelaskanlah diagram yang kamu buat! Jelaskan pada hubungan setiap konsep yang kamu temukan dalam bacaan tersebut di dalam kelompok kecil. Bandingkanlah hasil pekerjaanmu dengan yang dibuat temanmu yang lain. Lakukanlah diskusi ketika ada pertanyaan di dalam kelompokmu.

Amatilah benda-benda yang ada di sekolah dan rumahmu. Gunakan tabel berikut untuk mengidentifikasi sifat hantaran benda tersebut dan kegunaannya. Lalu buatlah kesimpulannya!

Presentasikan hasil pengamatanmu di dalam kelompok. Lalu, amatilah hasil pengamatan teman-teman pada kelompok. Catatlah hal menarik yang disampaikan teman-temanmu untuk memperkaya pengetahuanmu.

Buatlah kesimpulan terhadap kegiatan di atas.

Perhatikanlah kembali gambar yang telah kamu buat sebelumnya, tentang gambar bagian-bagian termos berdasarkan bacaan yang kamu baca. Apakah gambarmu menyerupai gambar di bawah ini?
Menggambar dengan menggunakan keterangan yang dibaca, merupakan salah satu kegiatan menggambar cerita. Apakah gambar cerita itu?
Gambar cerita adalah gambar yang menceritakan suatu adegan atau peristiwa. Fungsi gambar cerita antara lain untuk:
a.memperjelas alur atau isi cerita,
b.memperjelas isi pesan dalam promosi suatu barang,
c.menarik perhatian,
d.menambah nilai artistik/ keindahan,
e.sarana untuk mengungkapkan perasaan penggambarnya.

Gambar cerita sering juga ditemukan dalam buku cerita, majalah, dan buku
pelajaran. Poster dan brosur juga sering disertai gambar cerita agar menarik. Petunjuk cara penggunaan barang pun sering dilengkapi dengan gambar cerita untuk membantu pengguna menggunakannya.

Perhatikanlah gambar cerita berikut ini! Lengkapilah keterangan sesuai gambar cerita yang ditampilkan. Di manakah kamu menemukan gambar cerita tersebut? Kesan apa yang kamu rasakan pada saat mengamati gambar ilustrasi tersebut?

Gambar cerita dari: Buku pelajaran;

Ceritakan kesan yang kamu tangkap dari gambar cerita:

Menceritakan gambar seorang guru yang sedang berdiskusi dengan 6 siswanya tentang cita-cita mereka. Buku ini merupakan buku kegiatan belajar siswa.

Gambar cerita 2 : Surat Kecil Untuk Tuhan
Menceritakan Iklan tayanan Film ; yang menceritakan perjuangan seorang yang melawan sakit kanker; dan mempunyai pengharapan kepada Tuhan.

Gambar cerita 3 : Berani yuk Minum Obat.
Ajakan kepada adik-adik untuk mau minum obat saat sakit agar segera sembuh.

Bersama dengan teman sekelompok, buatlah sebuah kliping dengan mengumpulkan gambar-gambar cerita yang ada di berbagai media. Carilah gambar-gambar cerita yang ada pada buku pelajaran, buku cerita, koran, majalah, brosur, dan poster yang ada di sekitarmu. Berilah keterangan asal gambar cerita dan kesan yang kamu tangkap dari gambar tersebut seperti contoh di atas.

1.Apa saja keterampilan menurutmu yang diperlukan untuk memahami konsep-konsep pembelajaran hari ini?
2.Konsep manakah yang ingin kamu dalami lebih lanjut?
3.Bagaimana kamu memanfaatkan sumber informasi di sekitarmu?

Bersama orang tuamu, carilah beberapa gambar cerita yang menjelaskan cara penggunaan beberapa alat elektronik yang ada di rumahmu. Apakah kamu dapat memahami gambar cerita tersebut? Bagaimana saranmu?