SD4 1-2 – Bersyukur atas Keberagaman.

Pembelajaran 1.

Indonesia memiliki keberagaman adat istiadat, makanan, permainan tradisional, lagu, tarian, serta lainnya. Kita perlu mensyukurinya karena dapat menikmatinya.

Makanan tradisional Indonesia membutuhkan waktu dalam mengolahnya. Pembuatnya pun harus ahli membuatnya. Kamu akan belajar tentang seorang ibu pembuat dodol Betawi, makanan tradisional Betawi.

Siswa menyimak cerita tentang tentang seorang ibu pembuat dodol, makanan tradisional Betawi, yang dilisankan oleh guru.

Siswa diminta untuk menyimak dengan teliti, kemudian menemukan gagasan pokok dan gagasan pendukung dari setiap paragraf tersebut.

Dodol Betawi Mak Salmah.

Sebentar lagi kota Jakarta akan berulang tahun. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Mak Salmah menerima banyak pesanan. Mak Salmah adalah pembuat dodol tradisional betawi di kampungnya. Biasanya, ketika menyambut ulang tahun kota Jakarta banyak pertokoan yang
mengadakan Festival Betawi. Makanan betawi menjadi jajanan di festival. Kerak telor, bir pletok, dan dodol betawi menjadi primadona makanan dalam menyambut dirgahayu Jakarta.

Sudah sejak seminggu yang lalu Mak Salmah bekerja keras. Ia dan beberapa ibu-ibu tetangganya membuat adonan dodol. Ketan, gula merah, gula pasir, dan santan dicampur menjadi satu. Membuat dodol betawi membutuhkan kerja sama. Tidak hanya perempuan. Laki-laki pun terlibat dalam pembuatannya. Biasanya, Mak Salmah dan ibu-ibu menyiapkan bahan, memarut kelapa, dan menumbuk beras ketan. Adonan dituang kawa, lalu diaduk hingga kental. Proses mengaduk ini dilakukan terus menerus selama 8-12 jam. Pembuatannya memang berat dan lama. Oleh karena itu, pembuatan dodol betawi membutuhkan kerja sama.

Untuk memenuhi pesanannya, Mak Salmah selalu melibatkan tetangga- tetangganya. Mak Salmah ingin rejeki yang diperolehnya dari dodol betawi tidak dirasakannya sendiri. Mak Salmah juga ingin dodol betawi selalu dikenal. Ia ingin warga di sekitarnya juga ikut melestarikan makanan tradisional milik kampung sendiri. Dodol Betawi Mak Salmah ikut melestarikan budaya, memupuk kerja sama, serta menjalin keakraban antarwarga.

Indonesia yang kaya akan keragaman budaya, suku, agama dan kepercayaan, juga memiliki ribuan jenis makanan tradisional .
Makanan tradisional yang berasal dari berbagai suku bangsa di Indonesia juga merupakan bagian dari Identitas bangsa kita. Tentunya kita bangga dengan kekayaan budaya Indonesa. Salah satu wujud kebanggaan tersebut adalah dengan mempelajari dan mencoba beragam makanan tradisonal tersebut.

Aku suka sekali makan nasi uduk dengan irisan bawang goreng dan telur dadar. Itu makanan tradisional Betawi.

Apa makanan favorit daerahmu?

Apakah kamu juga menyukai makanan khas daerah lain? 

Bagaimana pendapatmu dengan beragamnya makanan khas negeri kita?

  1. Sega jamblang (nasi jamblang dalam bahasa Indonesia) adalah makanan khas dari Cirebon, Jawa Barat. Nama jamblang berasal dari nama daerah di sebelah barat Kota Cirebon.
  2. Nasi pecel adalah sarapan kesukaan masyarakat Madiun, Jawa Timur.
  3. Lontong sayur sangat mudah kamu temui di Jakarta dan Jawa Barat sebagai menu sarapan favorit.
  4. Nasi krawu adalah makanan khas Kota Gresik yang terbuat dari campuran nasi dan daging sapi dengan kadar minyak yang cukup tinggi.
  5. Nasi gudeg, atau dalam bahasa Jawa disebut sego gudeg, adalah makanan favorit di Yogyakarta.

sd4 masakan

 

Pernahkah kamu mencoba salah satu makanan tradisional?
Ceritakan pengalamanmu dalam bentuk tulisan. Tulisanmu dapat memuat tempat kamu makan, asal makanan tradisional, bagaimana makanan dibuat, siapa yang sering makan makanan tersebut.
Wah, banyak sekali ya makanan di Indonesia ini. Apa lagi yang ingin kamu ketahui tentang keberagaman makanan tradisional Indonesia?

Di beberapa daerah, makanan tradisional ditawarkan penjual dengan berkeliling kampung. Terkadang mereka berteriak atau membunyikan alat menawarkan makanan tersebut. Suaranya nyaring terdengar.

Ingatkah kamu bahwa bunyi memerlukan penghantar untuk bisa terdengar?
Media penghantar untuk perambatan bunyi adalah udara, zat cair, dan benda padat. Tahukah kamu sifat-sifat bunyi lainnya?

Percobaan Pemantulan dan Penyerapan Bunyi.

Tujuan:
Memahami macam-macam bunyi pantul melalui percobaan terhadap bunyi benda-benda sederhana dalam ruangan,

Alat dan bahan:
piring kaca, piring plastik, piring kaleng, gabus, dua tabung kertas, beberapa buku, dan arloji yang berdetak.
Langkah Kerja:
1. Susunlah dua baris buku dengan ketinggian yang sama.
2. Letakkan tabung-tabung di atas buku dengan hati-hati.
3. Pegang arloji di telingamu. Dengar baik-baik untuk meyakinkan bahwa kamu mendengar bunyi detak arloji.
4. Letakkan arloji ke dalam salah satu tabung. Dengarkan dari ujung tabung yang lain. Apakah kamu dapat mendengar bunyi detakan jarum arloji?
5. Minta temanmu untuk memegang piring atau benda lain di ujung tabung yang lain, seperti pada gambar. Apakah sekarang kamu dapat mendengar bunyi detakan jarum.

1. Apa yang terjadi dengan gelombang bunyi pada tabung kedua jika kamu meletakkan piring kaca.

2. Ketika piring kaca diganti dengan gabus yang empuk, apa yang terjadi? Jelaskan.

3. Apa yang terjadi pada gelombang bunyi pada tabung pertama?

Bunyi sebagai sebuah gelombang memiliki sifat dapat dipantulkan dan diserap. 

Bunyi akan dipantulkan dengan baik jika mengenai benda-benda yang keras, seperti permukaan dinding batu, semen, besi, kaca dan seng. Bunyi akan diserap jika mengenai benda-benda yang lunak, seperti gabus, kapas, dan spons.

 

PEMBELAJARAN 2.

Indonesia memiliki rumah Adat yang beragam. Kita harus mensyukurinya. Ayo, kita caritahu lebih lanjut.

Keberagaman Indonesia tercermin pada rumah adat. Kita harus mensyukuri keberagaman dan keindahan rumah adat tersebut.

Berikut adalah rumah adat dari berbagai provinsi di Indonesia.

sd4 rumah adat

  • Rumah Gadang (Rumah Adat Sumatera Barat/Sumbar),
  • Rumah Balai Batak Toba (Rumah Adat Sumatera Utara/ Sumut),
  • Baileo (Rumah Adat Provinsi Maluku),
  • Rumoh Aceh (Rumah Adat Nanggroe Aceh Darussalam),
  • Rumah Adat Tongkonan (Rumah Adat Provinsi Sulawesi Selatan/ Sulsel/Suku Toraja),
  • Rumah Adat Bangka Belitung.

Salah satu keunikah dari rumah adat Indonesia adalah bentuk sudut atapnya. Sudut-sudut pada segibanyak juga menjadi satu keunikan.

Guru menyampaikan bahwa Indonesia sangatlah kaya akan keberagaman
budaya. Rumah adat adalah salah satu keberagaman budaya Indonesia. Sudut
dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari untuk bangunan. Sudut-sudut pada rumah adat terlihat berbeda-beda. Hal itu adalah salah satu keunikannya. 

Guru meminta siswa untuk mengidentifikasi sudut-sudut yang ada di rumah adat. Guru menunjuk siswa secara bergantian.
Coba amati segibanyak berikut. Bisakah kamu mengelompokkan segi banyak beraturan dan tidak beraturan berdasarkan sudutnya.

Ya, segibanyak beraturan memiliki sudut dan sisi yang sama. Ayo kita cari tahu lebih lanjut tentang keunikan sudut pada segibanyak beraturan.
Amatilah segibanyak beraturan berikut.
Ukurlah besar setiap sudut pada segi banyak. Hitung pula jumlah besar seluruh sudutnya.

Apa yang dapat kamu simpulkan?

Segi banyak adalah bangun tertutup yang seluruh sisinya dibatasi oleh garis. Jumlah sudut yang ada sama banyak dengan jumlah sisi yang dimilikinya.

 

Mozaik Kreasi Bersama.

Lani duduk termenung di meja ruang tengah rumahnya. Di hadapannya terbentang sebuah karton besar. Masih kosong. Pak Burhan memberi tugas kepada anak-anak untuk membuat mozaik kreasi sendiri. Tugas tersebut harus dilakukan secara berpasangan. Lani berpasangan dengan Edo. Sejak kemarin Lani sudah mencari ide untuk tugas tersebut, tetapi ia belum menemukan yang sesuai.

“Ah, tunggu Edo saja,” pikir Lani.

Tugas bersama akan lebih baik hasilnya jika dikerjakan bersama.
Beberapa saat kemudian Edo datang. Benar saja dugaan Lani, Edo sudah mempunyai ide untuk mozaik mereka. Usul Edo adalah membuat mozaik rumah adat. Edo berasal dari Maluku, ia sudah punya contoh gambar rumah adat Maluku. Baileo namanya. Menarik. Lani pun memberi usul untuk membuat juga mozaik rumah adat dari daerah lain. Rumah Gadang dari Padang, Rumah Kebaya dari Betawi, Rumoh Aceh, Rumah Joglo dari Jawa, atau Rumah Limas dari Sumatera Selatan. Rumah adat daerah-daerah di Indonesia memang beragam dan unik.

Mozaik rumah adat akan menjadi kreasi yang menarik. Selain itu, ketika nanti teman-teman mencoba merangkai mozaik, mereka akan belajar juga tentang keragaman rumah adat Indonesia.

Pak Burhan memang sengaja memberikan tugas membuat mozaik secara berpasangan. Bukan hanya untuk mengasah kreativitas, tetapi juga memunculkan diskusi, mengasah kerja sama, serta memecahkan masalah bersama-sama. Sama seperti mozaik. Ketika keping-kepingnya digabungkan menjelma menjadi gambar yang indah.

1. Apa ide yang dimiliki Lani?
2. Apa ide yang dimiliki oleh Edo?
3. Bagaimana mereka menyikapi ide-ide berbeda?
4. Apakah ide mereka yang berbeda memberikan manfaat? Jelaskan
5. Kerjasama apa yang terlihat pada cerita di atas?
6. Apa manfaat kerjasama dalam keberagaman?
7. Hal baik apa yang bisa didapatkan ketika mereka bekerjasama dalam keberagaman?
8. Nilai-nilai apa yang dapat kita contoh dari cerita Lani di atas?

Coba ceritakan pengalamanmu,
1. Jenis kerjasama,
2. Perbedaan yang ada,
3. Manfaat dari kerjasama dalam perbedaan,
4. Nilai-nilai baik yang bisa kamu ambil.

Berlatihlah kembali Tari Bungong Jeumpa dengan formasi berdiri dan duduk. Jangan lupa gunakan iringan musik. Kamu akan tampil di depan kelas pada pertemuan ke 6. Pastikan bahwa kamu dan teman-teman kelompokmu hafal gerakannya.

Meskipun kita berbeda, kita harus bisa bekerjasama. Kerjasama dalam perbedaan itu akan semakin memperkaya kita.

 

BACA JUGA :   SD4.7.1 - SD Kelas 4 Tema 7 - Indahnya Keragaman di Negeriku - Sub Tema 1-2

PEMBELAJARAN 3.

Sebelumnya kamu telah belajar tentang permainan bakiak. 
Menarik, bukan? Kamu tentunya senang dapat mencobanya. Permainan tradisional lain yang cukup menarik adalah engklek. Tahukah kamu permainan ini? Ayo, kita coba bersama!

Pernahkan kamu bermain engklek? Permainan ini adalah permainan tradisional yang sangat banyak dimainkan oleh anak-anak di Indonesia. Engklek merupakan permainan lompat pada bidang datar yang digambar di atas tanah. Permainan engklek biasa dimainkan oleh dua sampai lima orang. Mau tahu cara bermainnya? Ayo, kita coba!

Permainan Engklek.
Jumlah Pemain: Dua sampai lima orang.
Peralatan:
• Gacuk /pecahan genting,
• Kapur/tepung untuk garis batas.
Cara Bermain:
• Lompatlah dengan menggunakan satu kaki di setiap petak-petak yang telah digambar.
• Siapkanlah gacuk sebelum bermain.
• Lemparlah gacuk ke salah satu petak.
• Petak yang ada gacuk-nya tidak boleh diinjak/ditempati oleh setiap pemain.
• Lompatlah ke petak berikutnya dengan satu kaki mengelilingi petak- petak yang ada.
• Pilihlah sebuah petak yang dijadikan sawah setelah menyelesaikan satu putaran. Petak itu boleh diinjak dengan dua kaki. Pemain lain tidak boleh menginjak petak itu selama permainan.
• Pemain yang memiliki sawah yang paling banyak adalah pemenangnya.

TAHUKAH KAMU?
Permainan Engklek memerlukan Keterampilan lokomotor, yaitu kemampuan untuk melakukan gerakan anggota tubuh sehingga seluruh tubuh berpindah tempat. Keterampilan lokomotor sangat penting untuk mengukur kemampuan motorikmu.

Beberapa keterampilan lokomotor dasar yang perlu kamu kuasai adalah:
• berjalan
• berlari
• melompat

Indonesia kaya akan keragaman permainan tradisional yang menarik dan menantang, salah satunya adalah Engklek. Dengan melakukan permainan Engklek, diharapkan siswa akan semakin terlatih dalam melakukan keterampilan dasar lokomotor Lompat.

Siswa diharapkan dapat melompat dengan menggunakan satu kaki sebagai tumpuan. 
Guru diharapkan dapat mempersiapkan pola bangun datar untuk permainan Engklek di area/lapangan tempat olahrga. Pola bangun datar ini bisa dibuat menggunakan kapur jika area permainan berupa lapangan keras/semen. Jika area permaianan berupa tanah lapang, maka pola tersebut bisa dibuat menggunakan tali yang dipancangkan pada sepotong kayu. Pola bangun datar bisa dibuat bervariasi. 

Jumlah pemain Engklek dalam satu pola bangun datar paling sedikit 2 hingga 5 pemain. Hindari jumlah pemain yang terlalu banyak karena siswa akan menjadi terlalu lama menunggu giliran untuk melompat.

Siswa berdoa sebelum melakukan kegiatan olahraga.
• Siswa melakukan pemanasan dengan mempraktikkan gerakan  nonlokomotor. Salah satu siswa diminta untuk memimpin pemanasan di
depan teman-teman yang lain.
• Siswa dibagi dalam kelompok sesuai kebutuhan.
• Guru memberikan penguatan tentang aturan permainan Engklek yang akan dilakukan.

Siswa dapat diberikan tantangan untuk berdiskusi menentukan sendiri pola bangun datar yang akan digunakan untuk permainan. Berikan motivasi pada siswa untuk berkreasi membuat pola yang unik seperti pesawat terbang, pola layangan, atau mungkin pola kupu-kupu.

Siswa juga dapat diminta untuk secara mandiri berdiskusi dan membuat kesepakatan bersama tentang aturan mainnya. Guru mengawasi jalannya diskusi dan dapat memberikan masukan agar kesepakatan yang dibuat cukup mudah untuk dilaksanakan.

Guru dapat menggunakan beberapa cara saat menentukan kelompok, seperti undian, atau berdasarkan nomor urut. Pastikan setiap kelompok memiliki anggota dengan kemampuan fisik yang berimbang.

Sungguh kaya budaya Indonesia. Sebagai anak Indonesia, kita harus bersyukur dengan kekayaan ini. Kita dapat mencicipi makanan beragam, bermain permainan tradisional yang berbeda dan tentunya mengenal kebiasaan- kebiasaan berbeda. Banyak hal yang kita bisa pelajari dari keanekaragaman itu.

Beberapa permainan tradisional membutuhkan teriakan pemainnya. Semakin banyak yang berteriak, semakin banyak pula suara yang kita dengar.

Pernahkah kamu mencoba berteriak di lapangan? Apa yang terjadi?
Bandingkan juga ketika kamu berteriak di kamar mandi. Apa perbedaannya?

Kita bisa menemui gendang di banyak wilayah di Indonesia. Pernahkah kamu memperhatikan bagaimana bunyi pada gendang? Gendang dapat berbunyi jika kulit gendang dipukul. Saat dipukul, kulit gendang bergetar. Getaran ini
menghasilkan bunyi. Bunyi tersebut masuk ke sebuah rongga yang terdapat dibawah kulit. Bentuk rongga memengaruhi bunyi yang dihasilkan. Makin kecil dan panjang rongga pada gendang, makin nyaring bunyi yang dihasilkan.

Pemantulan dan Penyerapan Bunyi.

Bunyi dapat dipantulkan dan diserap.
1. Pemantulan Bunyi
Sebuah kelereng yang kita lempar ke dinding yang keras akan mengalami pemantulan, demikian juga dengan bunyi. Bunyi juga dapat memantul, jika dalam perambatannya dihalangi oleh benda yang permukaannya keras, seperti kayu, kaca, dinding, atau besi.

2. Penyerapan Bunyi
Bunyi juga dapat diserap. Benda-benda yang dapat menyerap bunyi adalah benda yang permukaannya lunak. Benda yang demikian disebut peredam bunyi, misalnya karpet, goni, kertas, kain, busa, dan wol.
Benda-benda tersebut dapat digunakan untuk mencegah terjadinya gaung atau kerdam. Dinding dan langit-langit gedung pertemuan, studio rekaman, dan gedung bioskop dilapisi dengan bahan-bahan tersebut supaya tidak terjadi gaung atau kerdam.

Macam-Macam Bunyi Pantul : 
1. Gaung atau Kerdam : Gaung atau kerdam terjadi karena bunyi dipantulkan oleh dinding yang jaraknya tidak jauh dari sumber bunyi. Hal itu menyebabkan datangnya bunyi pantul bersamaan dengan bunyi asli yang belum selesai terucapkan. Akibatnya, bunyi pantul mengganggu bunyi asli sehingga suara yang terdengar tidak jelas.

2. Gema.
Gema terjadi karena bunyi dipantulkan oleh dinding yang jaraknya jauh dari sumber bunyi. Hal itu menyebabkan datangnya bunyi pantul setelah bunyi asli selesai terucapkan. Jadi, bunyi pantul yang terdengar lengkap sesudah bunyi asli.
Gema sering terjadi di gua-gua, lembah- lembah, dan bukit-bukit yang jaraknya jauh serta permukaannya keras dan rapat. Selain itu, gema juga dapat dipergunakan untuk mengukur kedalaman jurang atau gua.

Bersama teman kelompokmu, lakukan beberapa percobaan berikut.
1. Ambil beberapa botol atau alat lainnya yang menghasilkan bunyi seperti ember, gelas atau kaleng.
2. Bunyikan peralatan tersebut di dalam ruangan.
3. Bunyikan peralatan tersebut di luar ruangan
4. Catat hasilnya dan bandingkan.

 

BACA JUGA :   SD4 - Tema 1- SubTema 1 - Indahnya Kebersamaan

PEMBELAJARAN 4.

Siti dan teman- temannya selalu mengajarkan kita untuk tetap
bekerjasama dalam keberagaman. Ayo kita cari tahu cerita mereka.

Meskipun Siti dan teman-temannya berasal dari daerah yang berbeda, mereka tetap bekerja sama membantu sesama. Akhir- akhir ini, Bu Mimin, penjual makanan di kantin SDN 01 Nusantara, sering kali tampak sedih. Siti memberanikan diri bertanya kepada Bu Mimin tentang apa yang sedang terjadi padanya. Bu Mimin bercerita bahwa anaknya sedang sakit di rumah. Permasalahannya, Bu Mimin tidak dapat meninggalkan kantin sekolah. Ia membutuhkan biaya untuk membayar pengobatan anaknya dengan berjualan makanan.
Siti pun menemui teman-temannya dan mengajak mereka berdiskusi untuk membantu memecahkan masalah Bu Mimin. Mereka memutuskan akan bekerja sama membantu Bu Mimin dengan menjaga kantin sekolah pada jam itu.

Jika kamu menjadi Siti, apa yang akan kamu lakukan bersama teman- temanmu?
Diskusikan dalam kelompokmu!
Pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dapat membantumu.
• Jenis bantuan apa yang dapat kamu dan teman-temanmu berikan?
• Apa yang akan kamu lakukan saat berhadapan dengan para pembeli?
• Apa yang akan kamu lakukan terhadap makanan di kantin Bu Mimin agar disukai pembeli?
• Apa yang akan kamu lakukan terhadap uang hasil penjualannya?
• Sikap apa saja yang dapat kamu praktikkan ketika membantu Bu Mimin menjaga kantinnya?

Sekarang ceritakan kerjasamamu tadi.
• Apakah kamu sudah bisa bekerjasama dengan baik dengan Temanmu.
• Perbedaan pada kamu dan temanmu yang kamu lihat saat bekerjasama tadi?
• Hal-hal baik yang kamu dapat dari kerjasama.
• Hal yang sudah baik dari kamu
• Hal yang masih perlu diperbaiki dari dirimu
• Rencana perbaikan diri

Kamu sudah belajar sudut pada segibanyak beraturan. Sekarang, bagaimana sudut pada segitiga dan segi empat.
Pada saat pembuktian di pertemuan sebelumnya, kamu mengukur segitiga sama sisi. Berapakah besar sudutnya? Berapakah jumlah besar semua sudutnya? Apakah itu berlaku juga untuk segitiga yang lainnya? Ayo kita buktikan.
Ukurlah semua sudut dalam pada segitiga berikut.

Ya, semua segitiga mempunyai jumlah sudut 1800. Besar sudut pada segitiga juga mempengaruhi namanya.

 

PEMBELAJARAN 5.

Kamu telah belajar dan berlatih melakukan tari Bungong Jeumpa dari Aceh Sekarang kamu akan menampilkan tari tersebut secara berkelompok.

Sebelum kamu melakukan penampilan tari Bungong Jeumpa, diskusikan secara berkelompok keterampilan yang harus dilakukan ketika menari.

Apresiasi seni adalah merupakan suatu penilaian terhadap suatu karya seni, mulai dari mengenali, menilai, dan menghargai makna atau nilai- nilai yang terkandung dalam karya seni tersebut.

Kamu telah mengenal tentang keragaman sosial dan budaya pada pelajaran sebelumnya. Sekarang kamu akan menulis tentang keragaman sosial dan budaya yang ada di provinsimu.
Sebelum menulis, kamu dapat melakukan wawancara kepada masyarakat sekitar (teman, guru, dan orang tua). Selain itu, kamu juga dapat melengkapi hasil wawancara kamu dari berbagai sumber bacaan, seperti buku perpustakaan, surat kabar, atau berbagai sumber dari internet.

 

Pembelajaran 6.

Sebelumnya kamu telah mengenal dan berlatih bagaimana melakukan permainan engklek. Ayo, kita mengenal dan berlatih permainan tersebut.

Permainan tradisional merupakan salah satu bentuk keragaman budaya yang ada di Indonesia. Sebelumnya, kamu telah mengenal dan mempelajari permainan tradisional tersebut. Apakah kamu masih ingat
cara memainkannya? Ceritakan apa yang kamu ketahui kepada teman satu kelompok.

 

  • Permainan tradisional Engklek dapat dimainkan dengan beberapa cara yang berbeda? Permainan tradisional Engklek dikenal juga
    dengan istilah Angklek atau Ingkling. Permainan Engklek merupakan permainan berjalan atau melompat dengan menggunakan satu
    kaki pada bidang datar dengan peraturan yang disederhanakan dan disepakati oleh para pemainnya.
  • Permainan tradisional ini memiliki banyak variasi tergantung kesepakatan yang memainkannya.
  • Berdasarkan penelitian, ditemukan 43 jenis permainan Engklek, namanya pun berbeda-beda di tiap daerah. Istilah Engklek biasa digunakan di daerah Jawa. Pola petak Engklek ada 11 macam. Yang biasa digunakan di Jawa jenis Engklek Ebrek dan Engklek Gunungan.

Bagaimana di tempat tinggalmu? Apakah kamu juga menemukan permainan sejenis Engklek? Disebut apakah permainan Englek di lingkungan tempat tinggalmu?
Sebelumnya kamu juga telah belajar keterampilan dasar yang diperlukan dalam permainan engklek. Apa saja keterampilan dasar tersebut? Diskusikan secara berpasangan dan tuliskan hasilnya.

Salah satu alat yang digunakan dalam permainan Engklek adalah Gacuk.
Gacuk tersebut dilemparkan ke kotak- kotak tertentu pada kotak-kotak yang terdapat pada pola sesuai aturan bermain.

Pada permainan kali ini kamu akan mempraktikkan memindahkan Gacuk dengan menendang. Perhatikan penjelasan dan peragaan dari guru. Selain itu, kamu akan bermain Engklek dengan pola petak yang berbeda-beda.

Guru menyampaikan bahwa Tuhan Yang Maha Esa
menganugerahi kita keragaman, mulai dari keragaman suku, agama,
sosial dan budaya, hingga makanan tradisional. Keragaman tersebut
perlu kita hargai dan syukuri.
Selalu menunjukkan sikap yang santun dan peduli kepada orang yang
memiliki latar belakang yang berbeda dengan kita adalah merupakan
hal terpuji.

 

Sajian Berbeda dari Timur Indonesia.
Oleh Santi Hendriyeti.

Hari Minggu siang ini Udin, Dayu, dan Siti diundang Edo untuk berkumpul di rumahnya. Secara rutin Edo dan keluarga besar dari pihak ibunya berkumpul. Tempat berkumpul diatur bergantian. Hari ini giliran rumah Edo yang menjadi tempat kumpul saudara.
Edo memang sengaja mengundang teman-teman dekatnya itu. Ia ingin memperkenalkan aneka masakan khas Maluku, daerah asalnya keluarganya. Ketika kumpul keluarga, selalu makanan Maluku yang dihidangkan. Memang sengaja, supaya tradisi makanan keluarga besar tetap terjaga.
Di meja makan tersedia beragam makanan. Edo menunjukkan deret makanan ke teman-temannya singkong rebus, ubi rebus, pisang rebus, nasi jaha, ikan cakalang, gohu dan sambal colo-colo. Ternyata, masyarakat Maluku jarang makan lauk dengan nasi. Sumber karbohidrat bagi mereka biasanya sagu, singkong, ubi, pisang rebus, atau nasi jaha. Nasi Jaha adalah ketan atau beras yang dimasak dengan santan, dibungkus daun kelapa, dan dimasak dalam bambu. Lauknya adalah ikan cakalang bakar dan sambal Colo-Colo. Sambal Colo-Colo terbuat dari potongan cabai, tomat, bawang merah, serta ditaburi garam dan perasan jeruk nipis. Ada pula Gohu, yaitu campuran sayur dengan parutan kelapa dan dibubuhi perasan Lemon Cui. Mirip dengan sayur urap di Jawa.
Wah, hari itu Udin dan teman-teman terkesan dengan sajian berbeda dari Maluku, pulau rempah di bagian Timur Indonesia. Lagi-lagi mereka merasakan bukti bahwa Indonesia memang kaya.

 

 

Indahnya Negeriku.
Oleh Santi Hendriyeti.
Siapa yang tidak mengenal pulau Bali? Pulau yang diberi julukan Pulau Dewata, karena mencerminkan indahnya tempat tinggal para dewa dan dewi. Pulau Bali terkenal hingga ke mancanegara karena pantai- pantainya yang indah nan menawan. Namun, apakah hanya pantai di Pulau Bali yang mampu memikat hati. Apakah kamu pernah melihat ribuan pantai di kepulauan Indonesia lain?
Ternyata, Pulau Bali bukan satu-satunya pulau yang memiliki pantai- pantai memikat hati. Ketika liburan sekolah yang lalu, aku pergi berlibur dengan keluargaku ke Pulau Belitung. Pulau ini terletak di sebelah Timur Pulau Sumatera, tidak jauh dari pulau tetangganya, Pulau Bangka.
Dahulu, pulau ini terkenal dengan kekayaan mineral Timah dan Kaolin. Sekarang eksploitasi atas kekayaan mineral tersebut menyisakan danau bekas galian, Danau Kaolin. Walaupun seungguhnya danau ini merupakan bukti sisa eksploitasi yang tak terurus, warna biru Toska
yang jernih menjadikan danau tersebut sebagai salah satu obyek wisata di Pulau Belitung.

Ketika di sana, aku dan keluargaku sempat berwisata ke berbagai pantai. Tentu saja pertama-tama kami mengunjungi Pantai Tanjung Tinggi. Pasir putih serta batu granit hitam yang memikat berjajar mengelilingi pantai. Pantas saja, film terkenal, Laskar Pelangi, memilih tempat ini sebagai salah satu lokasi pengambilan gambarnya. Aku dan keluargaku juga berwisata dengan perahu untuk menyusuri pulau- pulau dengan ragam indah yang berbeda. Ada Pulau Pasir, sebuah pulau kecil yang dipenuhi dengan puluhan bintang laut. Ada juga Pulau Lengkuas yang memiliki sebuah mercu suar setinggi 50 meter di tengah pulau. Mercu suar ini dibangun pada tahun 1882. Dari jendela di sekeliling mercu suar, wisatawan mengabadikan keindahan laut dan pantai sekeliling pulau. Pokoknya, hampir semua pulau kecil yang kami singgahi memberikan pemandangan biru laut yang tak terlupakan.
Kami pun sempat melihat keindahan ragam penghuni lautan ketika melakukan snorkeling di tengah laut.
Tak tergambarkan indahnya makhluk penghuni laut yang beraneka bentuk dan warna. Sesungguhnya, aku belum menjelajah ke seluruh pelosok Belitung. Namun, dari perjalanan liburanku ke sana aku sudah melihat indahnya panorama alam Belitung. Aku semakin terpesona.
Betapa indah negeriku.

 

BACA JUGA :   SD4 1-4 Bacaan Uniknya Gendang Beleq dan lain-lain

Si Hijau dari Sumatera Selatan.
Oleh Santi Hendriyeti.

Hari ini di alun-alun kabupaten diadakan Pesta Budaya. Aku dan teman- teman senang sekali. Kami tidak pernah melewatkan kesempatan
untuk hadir di Pesta Budaya. Pesta Budaya selalu diadakan setiap tahun menjelang perayaan kemerdekaan Indonesia.
Berbeda dengan daerah lain yang merayakannya dengan berbagai lomba, sejak beberapa tahun lalu di daerahku selalu dimulai dengan Pesta Budaya. Tujuan diadakan acara ini adalah memperkenalkan budaya dari berbagai penjuru di Indonesia. Tiap anjungan budaya dikelola oleh orang-orang yang memang berasal dari daerah yang ditampilkannya. Di tiap anjungan akan ada informasi wilayah, pameran budaya, pameran karya seni, penampilan seni, dan tentu saja dijual juga makanan khas dari daerahnya. Nah,…makanan enak! Itulah yang membuat aku dan teman-teman selalu hadir di Pesta Budaya.
Sejak pagi tadi, aku dan teman-teman sudah hadir di alun-alun. Setelah menyaksikan upacara pembukaan yang menampilkan parade dari berbagai daerah, kami mulai berkeliling dari satu anjungan ke anjungan lain. Tepat sekali waktunya. Perutku mulai bereaksi, sepertinya ingin diisi makanan.
Ketika tiba di anjungan Sumatera Selatan, aku tertarik melihat deretan kue berwarna hijau bertabur kelapa. Menarik sekali warnanya! Selama ini, aku baru mengenal mpek-mpek dan tekwan sebagai makanan khas dari Sumatera Selatan. Aku baru pertama kali melihat kue hijau tersebut. Ibu penjual menjelaskan bahwa kue tersebut adalah kue lumpang. Bentuknya memang bulat berlubang seperti lumpang, wadah untuk menumbuk padi. Kue lumpang terbuat dari campuran tepung beras, santan, gula pasir, serta garam. Warna hijaunya berasal dari pewarna alami yaitu campuran air daun suji dan daun pandan. Pantas saja warnanya hijau cerah alami dan aromanya wangi memikat. Tak cukup bagiku makan satu kue lumpang. Aku makan tiga buah!
Hmm … rasanya manis bercampur gurih dari taburan kelapa. Berkali- kali aku datang ke Pesta Budaya, selalu saja aku menemukan makanan khas dari berbagai pulau yang memikat mata dan memuaskan lidah.
Warisan kuliner dari berbagai penjuru Indonesia merupakan salah satu bukti keragaman budaya. Aku dan teman-teman saja selalu terpikat oleh kekayaan kuliner Indonesia, apalagi wisatawan dari mancanegara. Indonesia memang kaya!

Pantang Menyerah Bermain Egrang.
Oleh Santi Hendriyeti.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, hari ini diadakan kumpul keluarga di sekolah setelah upacara menyambut kemerdekaan Indonesia. Semua siswa dan keluarga kelas 4, 5, dan 6 ikut dalam upacara penurunan bendera. Nah, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tema kumpul keluarga tahun ini adalah “Mengenal Permainan Rakyat Indonesia”.
Berbagai permainan diperkenalkan di berbagai penjuru halaman sekolah. Ada permainan yang menggunakan alat, ada pula permainan yang hanya membutuhkan kerja sama beberapa pemain. Ada pojok permainan rangku alu, egrang, congklak, cublak-cublak suweng, bakiak kayu, bakiak batok kelapa, becak-becakan, petak jongkok, benteng, galasin, dan masih banyak lagi permainan lain. Wah, tidak hanya siswa yang ingin mencoba, orang tua pun terlihat bersemangat.
Aku ingin mencoba bermain Egrang. Permainan ini menggunakan dua bilah bambu yang diberi pijakan. Pemain harus menjaga keseimbangan agar bisa menjalankan bambu yang dipijaknya. Menurut penjelasan
di pojok permainan egrang, permainan ini dijumpai di banyak daerah di Indonesia, walaupun dengan nama yang berbeda-beda. Tengkak-
tengkak di Sumatera Selatan, Jangkungan di Jawa Tengah, Batungkau di Kalimantan Selatan, Ingkau di Bengkulu, atau Egrang di Lampung.
Aku sudah lama ingin mencoba bermain egrang. Dulu, aku belum berani karena rasanya terlalu tinggi. Tetapi, aku sekarang sudah kelas 4, mudah-mudahan aku bisa. Ayah membantu memegang bilah bambu ketika aku naik di pijakan. Ibu pun bersiap di belakangku. Ia terlihat lebih cemas dari ayah. Begitulah ibu, selalu khawatir aku jatuh dan terluka. Setelah aku merasa cukup tenang berdiri di atas bambu, aku mencoba melangkahkan kaki kananku. Wah ,… bambu bergoyang- goyang tidak seimbang. Aku terhuyung,… hampir jatuh. Hup..ayah sigap menangkapku. Aku tidak menyerah. Aku naik lagi di atas pijakan. Aku langkahkan kaki kanan, kemudian kiri, kemudian kanan. Ayah mulai berani melepaskan pegangannya. Wah..ketika mulai yakin dan percaya diri aku pun terhuyung lagi. Kali ini aku benar-benar jatuh,
tertimpa pula dengan bambu! Terdengar teriak kecil ibu. Aku pun segera bangkit untuk menenangkan hati ibu. Walaupun lututku sakit, aku
tidak ingin menangis. Aku ingin mencoba lagi. Ibu khawatir, tetapi ibu selalu memberiku semangat. Ibu selalu begitu. Menjadi pendamping di setiap perjalanan belajarku dengan doanya. Ayah pun demikian. Ia membantuku bangkit dan naik lagi di pijakan Egrang. Satu..dua..tiga.. empat..lima langkah! Aku semakin mahir bermain Egrang.

Ternyata tidak mudah bermain Egrang. Butuh usaha, percaya diri, semangat dan pantang menyerah. Bagiku, belajar bermain Egrang terasa lebih mudah ketika ada ayah yang mendampingi dengan pegangan tangan dan ada ibu yang memberi semangat dengan usap sayang dan doanya.

 

 

 

 

SD4 1-3 Bersyukur atas Keberagaman
Tag pada:                                        

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *