SD4 1-2 – Kebersamaan dalam Keberagaman

SD4 1-2 – Kebersamaan dalam Keberagaman.

Pembelajaran 1.

Suku, budaya, dan agama yang berbeda tidak menghalangi Udin, Siti, Dayu, Beni, Lani, dan Edo menjalani kebersamaan. Mereka berbagi cerita tentang budaya masing-masing dan saling belajar. Hari-hari mereka penuh keceriaan dalam kebersamaan. Hari ini mereka berkumpul bersama untuk bekerjasama.

Bekerja sama dalam Keberagaman Edo dan kelima temannya mendapat tugas untuk melakukan percobaan tentang bunyi. Sepulang sekolah, mereka berkumpul di rumahnya.

Setiap orang sudah menyiapkan peralatan yang dibutuhkan. Lina dan Siti membawa beberapa kaleng yang sudah dilubangi. Udin dan Beni membawa benang kasur. Mereka berkumpul di halaman depan rumah. Keenam sekawan siap bekerja sama melakukan percobaan. 

Saat percobaan akan dimulai, tiba-tiba terdengar adzan. Siti dan Udin meminta izin teman-temannya untuk shalat.

Teman-temannya mengijinkan mereka untuk melakukan ibadah. Edo meminjamkan ruang makannya untuk digunakan Siti dan Udin Shalat. Meskipun Edo beragama Protestan, ia tidak keberatan rumahnya dipakai untuk shalat. Beni yang beragama Protestan, Dayu yang beragama Hindu, dan Lani yang beragama Budha menunggu dengan sabar temannya beribadah. Keenam sahabat selalu menghargai satu dengan yang lain.

Tiba saatnya keenam sekawan melakukan percobaan. Setiap orang menunjukkan tanggung jawabnya dalam bekerja. Tidak ada satu pun di antara mereka yang duduk diam atau memberi perintah saja. Semuanya ikut bagian dalam percobaan.

Saat Dayu membutuhkan pertolongan memotong benang, Udin datang membawakan gunting. Saat Edo kesulitan menalikan benang di kaleng, Siti ikut membantu. Keenam sahabat bekerjasama dengan semangat. Mereka hidup rukun, saling membantu meskipun berbeda agama.

 

Indera Pendengar (Telinga).

Sifat Bunyi Merambat : Bunyi merupakan gelombang yang perambatan arahnya sejajar dengan arah getarnya. Bunyi dapat terdengar jika memenuhi syarat berikut.
1. Ada sumber bunyi.
2. Ada media penghantar.
3. Ada pendengar.

Bunyi yang berasal dari sumber bunyi sampai kepada pendengar dengan cara merambat. Bunyi dapat merambat melalui media perantara: udara, zat cair, dan benda padat. Bunyi tidak dapat merambat tanpa adanya media perantara.
Bunyi yang merambat melalui benda padat dan zat cair akan terdengar lebih jelas dibandingkan bunyi yang merambat melalui udara.

Kita wajib bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah menciptakan bentuk tubuh yang paling sempurna. Salah satunya adalah kita diberi indera pendengar (telinga). Dengan menggunakan indra ini, kita bisa mendengar berbagai suara, seperti kicauan burung, suara air mengalir, dan musik. Apa saja bagian dan fungsi indera pendengar?

Hal apa yang perlu kita lakukan untuk merawatnya? Mari kita pelajari lebih jauh.

sd4 telinga

 

Bagaimana telinga merasakan getaran?

Semua bunyi membuat udara bergetar. Getaran bunyi mengenai gendang telinga yang berupa selembar kulit tipis. Saat itulah gendang telingamu juga mulai bergetar. Getaran dari gendang telingamu menjadi lebih besar di telinga tengahmu dan diubah menjadi pesan-pesan listrik di telinga dalammu.

Dengan indera pendengar, kita dapat mendengar bunyi- bunyi yang berbeda. Keanekaragaman bunyi yang berasal dari tempat ibadah dapat pula kita dengarkan.

Telinga sangat penting bagi kita. Dengan telinga kita dapat mendengar bunyi-bunyian. Kamu sudah melakukan percobaan tentang sumber bunyi. Kamu bisa mendengar alat musik tradisional karena telingamu berfungsi dengan baik. Oleh sebab itu, rawatlah telingamu dengan baik.

Nah, sekarang kamu akan melakukan percobaan tentang sumber bunyi seperti pembelajaran sebelumnya. Namun kali ini kamu harus mencari alat sendiri dan mencoba membunyikannya. Kamu bisa mencari berbagai peralatan seperti kertas, kayu, dan sebagainya.

Lakukanlah permainan bunyi bersama dengan teman kelompokmu. Secara bergantian kamu bisa menebak sumber bunyi yang dibunyikan temanmu.

Cara Merawat Telinga :

  • Hindari lingkungan yang bising, seperti tempat karaoke dan lainnya. Karena sering mendengar suara yang bising bisa membuat anda menjadi tuli, jika Anda berkerja di tempat yang bising maka gunakanlah perangkat pelindung telinga.
  • Bersihkanlah telinga secara teratur dengan menggunakan cutton bud, jangan terlalu kuat mendorong cutton bud kedalam telinga ketika sedang membersihkannya. Karena Membersihkan telinga dengan mendorong atau memasukkan cutton terlalu dalam kedalam bagian telinga bukannya akan mengeluarkan kotoran, tetapi justru akan mendorong kotoran masuk lebih jauh kedalam telinga. Hindari alat-alat yang dapat mendorong kotoran telinga masuk ke liang telinga, karena dapat menyebabkan cedera dan gangguan pendengaran.
  • Tidak bagus bagi kesehatan telinga kalau selalu mendengarkan lagu-lagu kesukaan dengan suara besar atau kecil dengan menggunakan earphone, ini juga bisa membuat kesehatan telinga anda berkurang dari batas normal pendengaran. Sebaiknya Anda mendengar lagu-lagu kesukaan Anda tanpa menggunakan earphone, Ini akan lebih baik apalagi orang lain disekitar Anda bisa mendengar dan menikmati lagu bersama Anda.

     

Tahukah kamu mengapa manusia dapat mendengar? Manusia dapat mendengar karena memiliki indra pendengaran. Telinga terdiri atas tiga bagian yaitu telinga luar, tengah, dan dalam.

a. Telinga bagian iuar
Telinga bagian luar terdiri dari daun telinga, lubang telinga, dan saluran telinga luar. Daun telinga berfungsi untuk menangkap bunyi dari lingkungan. Bunyi ini akan masuk melalui lubang telinga. Selanjutnya, bunyi diteruskan ke telinga bagian tengah melalui saluran telinga luar.

b. Telinga bagian tengah
Telinga bagian tengah terdiri dari gendang telinga, tulang-tulang pendengaran (tulang martil, landasan, sanggurdi), dan saluran eustachius. Setiap bagian telinga tersebut memiliki fungsinya masing-masing, diantaranya:.
Gendang telinga untuk menerima getaran bunyi yang ditangkap daun telinga.
Tulang-tulang pendengaran berfungsi untuk menghantarkan getaran dari gendang telinga ke telinga bagian dalam.
Saluran eustachius menghubungkan telinga bagian tengah dengan hidung dan tenggorokan. Saluran ini menjaga tekanan udara di dalam rongga telinga dan tekanan udara di luar agar selalu sama.

c. Telinga bagian dalam
Telinga bagian dalam terdiri dari tiga saluran setengah lingkaran, rumah siput, dan saraf-saraf pendengaran. Telinga bagian dalam memiliki fungsi sebagai berikut.
Tiga saluran setengah lingkaran berfungsi sebagai alat keseimbangan tubuh.
Di dalam rumah siput terdapat cairan dan rambut-rambut halus. Rambut rambut halus akan menyampaikan getaran ke ujung-ujung saraf pendengaran.
Saraf-saraf pendengaran berfungsi menyampaikan bunyi ke pusat saraf (otak).

Kelainan pada Telinga :
Telinga harus dirawat dan dijaga kebersihannya. Jika tidak dijaga, maka akan menimbulkan berbagai kelainan dan penyakit.

a. Tuli adalah kelainan pada telinga yang menyebabkan penderita tidak bisa
mendengar. Tuli biasanya dialami sejak lahir (cacat sejak lahir). Namun, ada pula orang yang tuli setelah dewasa. Hal ini karena kebiasaan yang sering mendengar bunyi terlalu keras. Akibatnya, fungsi telinga menjadi menurun.

b. Congek adalah keluarnya cairan berbau busuk dari dalam telinga. Hal ini
disebabkan adanya infeksi bakteri ke dalam telinga. Infeksi ini menyebabkan telinga bernanah dan berbau busuk. Orang yang menderita penyakit ini biasanya tidak menjaga kebersihan telinga.

Indonesia terdiri atas beragam agama. Perbedaan yang ada membutuhkan
toleransi di antara pemeluknya.

 

Belajar dari Cerita.

Pak Burhan selalu memulai kegiatan di kelas dengan berbagi cerita. Bukan Pak Burhan yang bercerita, tetapi anak-anak di kelas yang bergantian bercerita. Berbagi cerita selalu dinantikan oleh anak-anak. Semua ingin memperoleh kesempatan bercerita.

Pagi ini, Pak Burhan mengajak anak-anak berbagi cerita seputar hari raya. “Sehari sebelum hari Natal, yaitu di tanggal 24 Desember, aku dan keluarga berkumpul di rumah Opa.” ujar Edo. “Di hari itu, Oma pasti memasak makanan spesial yang jarang dimasaknya di hari lain. Papeda juga menjadi makanan spesial yang terhidang di malam Natal. Kami sekeluarga berkumpul hingga larut malam, dan mengakhiri malam dengan berdoa. “Nah, kalau di hari Natal, pada tanggal 25 Desember, kami sekeluarga pergi beribadah Natal di gereja.

“Wah, ternyata hampir sama seperti hari raya Idul Fitri ya” ujar Siti. “Kami pun di hari Idul Fitri selalu berkumpul dan saling memohon maaf dengan kerabat dan saudara setelah ibadah di Masjid,” tambahnya.

“Iya ya, sama seperti Edo pada hari Natal, saat Idul Fitri juga selalu ada makanan spesial, yaitu ketupat dan opor ayam.” Udin menambahkan komentar Siti.

“Di Bali, menjelang hari raya Galungan seluruh kampung selalu ramai dihiasi oleh penjor atau janur yang tinggi. Kami sekeluarga lebih sering pulang ke Bali menjelang hari raya Galungan agar bisa berkumpul dengan sanak saudara di sana. Sebelum merayakan bersama, keluarga melakukan kegiatan ibadah di Pura pada pagi hari,” kata Dayu.

“Ah, semua sudah bercerita. Aku juga mau bercerita, Pak. Boleh ya, hari ini banyak yang berbagi cerita.” pinta Lani.
Pak Burhan dan teman-teman sekelas tertawa.
“Tentu saja boleh, Lani. Ayo, sekarang giliranmu bercerita.” ujar Pak Burhan.
“Nah, kamu pasti belum pernah mendengar cerita tentang kebiasaan keluargaku di hari raya Waisak. Sebenarnya sih tidak banyak berbeda. Ibu dan nenekku biasanya juga membuat masakan spesial menjelang hari raya Waisak. Saat ini nenekku yang paling tua, jadi semua keluarga akan datang ke rumahku untuk berkumpul pada hari Waisak. Selain menyediakan makan untuk keluarga, pada hari tersebut biasanya kami pun berbuat kebaikan bagi orang lain yang membutuhkan. Vihara, rumah ibadah kami pun dipenuhi cahaya lilin dari umat yang hadir untuk menjalankan ritual ibadah di sana.” Lani mengakhiri ceritanya.

“Berbagi cerita memang selalu menyenangkan. Kita bisa belajar dari banyak cerita, juga belajar dari teman yang berbeda.” ujar Pak Burhan menutup kegiatan pagi ini.

Berdasarkan cerita di atas, jawablah pertanyaan berikut.

1. Apakah perbedaan yang dimiliki oleh enam sekawan menghalangi mereka untuk berteman dan bekerja sama? Jelaskan!

2. Bagaimana sikapmu jika kamu bermain dengan teman yang berbeda agama?

 

Pembelajaran 2.

Sebelumnya kita sudah banyak belajar tentang indahnya keberagaman budaya Indonesia. Bagaimana cara menjalin kebersamaan dalam keberagaman tersebut? Mari kita gali lebih jauh!

 

Tong Sampah Gotong Royong.

Ada yang berbeda setelah senam pagi pada hari Minggu ini. Warga berkumpul dengan berbagai peralatan dan perlengkapan di lapangan kampung. Beberapa drum kosong, bilah-bilah bambu, karung plastik bekas, dan ember bekas, tersusun di pojok kiri lapangan. Di pojok lain terlihat tumpukan kaleng cat, kuas, wadah cat, dan beberapa peralatan lain. Apa yang akan dikerjakan oleh warga hari ini?

Walaupun dini hari Pak Made dan keluarganya harus melakukan ibadah pagi di Pura, warga tetap bekerja sejak pagi bergotong royong menyiapkan tempat sampah baru. Udin, Siti, dan Edo membantu Pak Ismail dan beberapa warga lain menganyam bilah-bilah bambu menjadi keranjang sampah. Keranjang ini akan menjadi tempat sampah kebun, seperti daun-daun kering, batang, dan buah yang berjatuhan di bawah pohon. Lani memilih untuk membantu warga yang memoleskan cat dasar putih pada ember dan drum bekas. Ada juga warga yang menambal lubang-lubang di karung-karung plastik bekas, agar nantinya bisa dipakai kembali menjadi tempat sampah kering.

Kira-kira pukul 10.00, Pak Made, Dayu dan keluarganya sudah kembali dari kegiatan ibadah. Tong-tong sampah baru siap dihias! Pak Made, Ibu Made, dan Dayu berkeliling membuat pola hiasan di tempat-tempat sampah baru. Lani turut membantu Dayu. Setelahnya, warga bergotong- royong ng mengecat dan memperindah hiasan tempat sampah.

Sebelum matahari meninggi, sudah ada 12 tempat sampah baru yang dihasilkan warga secara bergotong royong. Drum bekas, ember bekas, karung plastik, keranjang anyam, sudah berubah menjadi tempat sampah kampung yang cantik.

Setelah kamu mengisi grafik di atas, Diskusikan pertanyaan berikut dengan temanmu.
1. Apa itu kerjasama?
2. Apa manfaat kerjasama?
3. Bagaimana cara kita supaya bisa bekerjasama dalam keberagaman?

Kerjasama merupakan usaha yang dilakukan oleh beberapa orang untuk mencapai tujuan bersama.

Bagaimana dengan warga di daerahmu? Apakah mereka juga bekerjasama dalam keberagaman. Ceritakan satu bentuk kerjasama yang di lakukan di tempat tinggalmu.

Kerjasama dalam keberagaman merupakan sikap yang harus dikembangkan.

Sikap tersebut akan semakin memupuk persatuan dan kesatuan. Jika setiap dari kita bekerjasama dengan baik, maka kebersamaan dalam keberagaman akan terus terjaga.

Keragaman budaya Indonesia juga terlihat dalam rumah adat. Rumah adat mencerminkan ciri khas suatu tempat. Mari amati rumah adat berikut.

sd4 rumah

Temukan sudut lancip, tumpul, dan siku-siku pada kedua rumah adat tadi dengan cara melingkari dan memberi nama tiap sudutnya!

Dua sinar garis yang memiliki titik pangkal yang sama akan membentuk suatu sudut. Titik pangkal yang sama itu disebut titik sudut, sedangkan dua sinar garis disebut kaki sudut.

Jenis-Jenis Sudut : 

1. Sudut Siku-Siku,
Suatu sudut disebut sudut siku-siku jika kaki-kaki sudutnya tegak lurus, yaitu ukurannya adalah 90 derajat.

2. Sudut Lancip,
Suatu sudut disebut sudut lancip jika ukuran sudutnya lebih kecil dari sudut siku-siku, yaitu antara 0 dan 90 derajat (0o < sudut lancip < 90o ). Sudut-sudut berikut adalah sudut lancip.

3. Sudut Tumpul.
Suatu sudut disebut sudut tumpul jika ukuran sudutnya lebih besar dari sudut siku-siku, yaitu antara 90 dan 180 derajat (90 derajat < sudut tumpul <180 derajat). Sudut-sudut berikut adalah sudut tumpul.

Bagaimana kita mengetahui besar sudut? Ayo kita mempelajarinya!

Menggunakan busur. 

Alat yang digunakan untuk mengukur sudut secara baku adalah busur. Sudut dilambangkan dengan “ /_ “.  Satuan sudut adalah derajat. Untuk mengukur sudut secara lebih akurat, mulai sekarang kamu dapat menggunakan busur derajat seperti gambar berikut.

sd4 sudut busur

Selain rumah adat, kita dapat menemukan sudut di sekitar kita. Bangunan di sekitar kita, termasuk tempat ibadah juga terdapat sudut.
Sudut-sudut yang ada menjadikan ciri khas tersendiri. Keberagamannya semakin menjadikannya unik.

Kamu sudah berlatih gerakan dasar tarian Bungong Jeumpa. Sekarang kamu
akan berlatih menarikan dengan menggunakan formasi.
Kamu akan dibagi dalam kelompok, satu kelompok 8 siswa.
Lakukan gerakan dengan hitungan dan iringan musik.

sd4 tari

sd4 tari2

PEMBELAJARAN 3.

Bekerja sama bisa dilakukan kapan saja. Saat kita bermain pun kita bisa bekerja sama. Tahukah kamu, bahwa kita dapat belajar bekerja sama dari permainan tradisional? 

Ayo, kita pelajari bersama.

Salah satu permainan tradisional Indonesia yang sangat menarik adalah permainan bakiak. Permainan ini berasal dari Sumatera Barat. Bakiak, atau biasa disebut Terompa Bakuak di Sumatera Barat merupakan permainan yang membutuhkan kekompakkan.

Sebelum melakukan permainan bakiak, kamu harus memperhatikan hal berikut.
1. Buatlah kelompok yang terdiri atas 3 orang.
2. Masukkan masing-masing kaki ke dalam tali bakiak.
3. Anggota ke dua memegang bahu anggota di depannya. Anggota ke tiga memegang bahu anggota di depannya.
4. Anggota paling depan memberi tanda kapan berjalan dan kapan berhenti.
5. Diskusikan kaki mana yang akan diangkat terlebih dahulu, kaki kanan atau kaki kiri.
6. Untuk menjaga kekompakkan, semua anggota bisa berteriak saat berjalan: kiri, kanan, kiri,…
7. Cobalah berkali-kali permainan ini dengan kelompokmu sampai terasa gerakan yang semakin baik dan kompak.
8. Kelompok yang pertama mencapai garis akhir adalah pemenangnya.

sd4 bakiak

Dalam kelompok terdiri dari beberapa anggota yang memiliki kemampuan beragam. Namun hal tersebut tidak menghalangi kita untuk tetap bekerja sama. Saling menghargai perbedaan dalam bekerja sama akan membantu tim mencapai tujuan.

Saat bermain bakiak, kamu tentunya harus mendengarkan peluit yang ditiupkan guru dan aba-aba temanmu. Kegiatan tersebut tentunya membutuhkan pendengaran yang baik.
Masih ingatkah kamu tentang pentingnya indra pendengar? Ayo, kita mengingatnya kembali.

PEMBELAJARAN 4.

Sebelumnya kita sudah banyak belajar tentang indahnya keberagaman budaya Indonesia. Bagaimana cara menjalin kebersamaan dalam keberagaman tersebut? Mari kita gali lebih jauh!

Dengan kerjasama maka kebersamaan dalam keberagaman akan semakin terjalin dengan baik. Seperti apa, ya, bentuk kerjasama yang lain?

Perbedaan Bukanlah Penghalang.

Tidak seperti biasa, hari Minggu ini sekolah terlihat ramai. Hari itu, semua siswa diminta datang ke sekolah untuk menghias kelas masing-masing. Hari Senin akan diadakan lomba menyambut hari
kemerdekaan. Bapak kepala sekolah berpesan, tiap kelas harus terlihat unik dengan kreasi anak-anak. Udin dan teman-teman sekelasnya juga datang ke sekolah. Pembagian tugas membuat hiasan telah dilakukan Udin dan teman-teman di hari Jumat yang lalu. Menghias kelas merupakan tanggung jawab bersama.

Pagi-pagi hampir semua siswa di kelas Udin sudah hadir. Hanya Edo dan Martha yang belum terlihat. Edo dan Martha sudah meminta izin pada teman-temannya untuk hadir terlambat. Mereka harus pergi ke Sekolah Minggu di gereja untuk melakukan ibadah pagi. Udin dan teman-teman lainnya tidak keberatan. Sebelum ke sekolah, Udin dan Siti mampir ke rumah Edo, lalu ke rumah Martha untuk mengambil bahan dan hiasan kelas yang telah disiapkan
Edo dan Martha. Udin dan teman-teman memahami bahwa hari Minggu pagi merupakan waktu ibadah bagi Edo dan Martha yang beragama Kristen Protestan. Perbedaan waktu dan cara beribadah tidak menghalangi niat kerja sama mereka.

Siang hari sekolah semakin ramai. Kelas-kelas sudah terlihat indah dan semarak dengan hiasan merah putih buatan siswa sekelas. Begitu pun kelas Udin. Edo dan Martha juga sudah terlihat di antara mereka.
Selesai ibadah pagi di gereja Edo dan Martha menyusul datang ke sekolah. Senang sekali Udin dan teman-teman berbagi tugas. Ada yang menggunting kertas, ada yang naik ke atas meja untuk menggantung lampion kertas, ada juga yang menghias pintu dengan pita kertas merah putih. Lelah tidak terasa. Ketika tiba waktu sholat Zuhur, Udin, Siti, serta teman-teman lain yang beragama Islam menjalankan ibadahnya. Edo, Martha, Dayu serta beberapa teman lain yang tidak menjalankan ibadah sholat melanjutkan pekerjaan menghias kelas.

Menjelang sore, pekerjaan sudah selesai. Kelas Udin sudah terlihat semarak. Walaupun berbeda-beda, bekerja sama selalu menyenangkan. Perbedaan tidak menjadi penghalang untuk bekerja sama.

 sd4 jam gadang

Tahukah kamu tentang Jam Gadang. Jam Gadang adalah menara jam yang terletak di pusat kota Bukittinggi, di Provinsi Sumatra Barat. Dinamai Jam Gadang karena menara ini memiliki jam dengan ukuran besar pada empat sisinya.

Pembelajaran 5.

Sebelumnya, kamu telah belajar teknik menari Bungong Jeumpa. Tari Bungong Jeumpa dapat ditampilkan dalam formasi duduk atau berdiri.
Ayo, menari dalam formasi duduk.

Salah satu cara menghargai keberagaman budaya adalah dengan mempelajari dan melestarikannya, seperti yang telah kamu lakukan ketika mempelajari tari Bungong Jeumpa.

Tahukan kamu bahwa Tuhan menciptakan budaya yang berbeda agar kita
saling mengenal dan saling menghargai? Tugas kita adalah menciptakan keselarasan di tengah-tengan perbedaan.

Masih ingat tangram yang telah kamu pelajari sebelumnya? Pada tangram tersebut juga terdapat bentuk yang berbeda-beda.
Coba kamu perhatikan kembali berbagai tangram berikut. Dengan bentuk yang berbeda-beda, kita bisa membentuk bangun atau gambar baru yang menarik dan kreatif.

Beri huruf (A, B, C, D, dan seterusnya) di setiap sudut pada tangram tersebut. Tulis taksiranmu untuk besar masing-masing sudut yang sudah kamu beri huruf pada tabel berikut.

Sekarang buktikah taksiranmu dengan mengukur menggunakan busur derajat dan tuliskan hasilnya pada tabel di atas.

Perbedaan itu indah, perbedaan itu anugerah. Kita harus mensyukurinya dengan menunjukkan sikap saling menghargai.

Apakah kamu pernah mengikuti atau melihat perayaan hari besar agama di sekitar tempat tinggalmu? Buatlah gambar yang berkaitan dengan perayaan hari besar agama tersebut.

Sekarang saatnya kamu menceritakan secara tertulis tentang perayaan hari besar keagamaan yang pernah kamu ikuti atau yang pernah kamu lihat di lingkungan tempat tinggalmu

Di sekitar rumahmu banyak perayaan keagamaan yang dilakukan oleh penganutnya. Diskusikan dengan kedua orang tuamu perayaan apa saja yang pernah dilakukan? Bagaimana pula kerja sama antarumat beragama di lingkungan rumahmu? Tuliskan hasil diskusi pada kolom berikut.

Bandingkan hasilnya dengan yang diperoleh temanmu pada pelajaran yang akan datang.

Pembelajaran 6.

Apakah kamu pernah bekerja sama dengan orang yang berbeda- beda? Sikap apa yang perlu kamu tunjukkan ketika bekerja sama? 

Udin, Edo, dan Beni merupakan sahabat dekat. Mereka berasal dari latar belakang budaya yang berbeda-beda. Mereka juga memeluk keyakinan yang berbeda pula. Udin beragama Islam, Edo beragama Katolik, sedangkan Beni beragama Kristen.

Perbedaan budaya dan agama bukanlah merupakan penghalang bagi mereka untuk bekerja sama. Mereka saling bahu-membahu mengerjakan tugas atau pekerjaan yang harus dikerjakan bersama- sama.

Pada peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang lalu, Udin, Edo, dan Beni mewakili kelasnya dalam perlombaan bakiak beregu. Sebelum berlomba mereka bersama-sama mendiskusikan dan merancang strategi agar mereka dapat meraih prestasi dalam lomba tersebut. Mereka pun secara bersama-sama menunjukkan usaha terbaik ketika lomba berlangsung. Alhasil, tim mereka meraih juara dalam lomba tersebut.

1. Bagaimana pendapatmu tentang persahabatan Udin, Edo, dan Beni?
2. Apakah kamu pernah mempunyai pengalaman bekerja sama dengan teman-teman yang berbeda agama? Jika pernah, ceritakan secara tertulis. Jika belum pernah, tuliskan sikapmu jika suatu hari mempunyai kesempatan bekerja sama dengan teman yang berbeda agama.
3. Apa yang dapat kamu pelajari dari cerita di atas?

Kamu akan mengikuti lomba bakiak secara berkelompok.
Apakah kamu masih ingat tentang gerak dasar yang diperlukan dalam bermain bakiak?
Diskusikan dan peragakan secara berpasangan gerak dasar tersebut.
Perhatikan kembali cara guru memperagakan gerakan dasar yang diperlukan dalam bermain bakiak.
Sebelum berlomba, berdiskusilah dengan anggota kelompokmu untuk menentukan strategi dan gerak dasar yang harus diterapkan agar kelompokmu bisa memenangkan pertandingan.

Cara Membuat Ringkasan adalah :

1. Membaca Naskah Asli
• Membaca naskah asli sekali atau dua kali, kalau perlu berulang kali hingga kamu paham.
• Mengetahui kesan umum (inti) tulisan.
• Mengetahui maksud dan sudut pandangan penulis naskah asli.

2. Mencatat Gagasan Utama
• Membaca tulisan bagian demi bagian sambil mencatat gagasan pokok.
• Menggunakan gagasan pokok yang untuk menyusun ringkasan.

3. Gunakan Kalimat Baru
• Menggunakan kesan umum (inti) untuk membuat ringkasan.
• Menyesuaikan urutan isi dengan naskah asli.
• Menggunakan kalimat baru dalam ringkasan.
• Menggambarkan tulisan asli dalam kalimat baru.

4. Ketentuan Tambahan
• Menyusun ringkasan dalam kalimat tunggal.
• Meringkas kalimat menjadi frasa, frasa menjadi kata.

Gerakan Tari Bungong Jeumpa dalam Posisi Duduk :

  • Tangan kanan di bahu dan tangan kiri di paha. Ditepuk dua kali secara
    bersamaan. Lakukan secara bergantian kanan dan kiri.
    Hitungan 4 x 8

  • Tangan kanan berdiri dan tangan kiri memegang siku. Tangan kiri berdiri
    dan tangan kanan memegang siku. Kemudian tepuk 2X. Dilakukan
    bergantian.
    Hitungan 2 x 8
  • Kedua tangan tepuk lurus ke depan. Tepuk ke tengah. Tepuk ke atas. Tepuk ke tengah. Ketika tepuk atas badan diangkat.
    Hitungan 4 x 8.
  • Kedua tangan memegang lantai lantai. serong ke kanan dan ke kiri. Ditarik ke atas tangan lurus serong ke kanan dan ke kiri. Bergantian.
    Hitungan 2 x 8.

 

BACA JUGA :   SD4 - Tema 1- SubTema 1 - Indahnya Kebersamaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *