SD3-K2.1- Agama Katolik – Sakramen Baptis – Free Audiobuku Pendidikan
Site Loader
Get a Quote

 

GEREJA.

A. Sakramen Baptis.

Kisah Yesus dibaptis di sungai Yordan.

Pada waktu itu Yesus berusia kira-kira tiga puluh tahun. Yosef sudah meninggal. Yesus tinggal bersama ibu-Nya, di Nasaret. Nasaret terkenal sebagai wilayah yang miskin dan tak berarti.

Pada suatu hari Yesus meninggalkan Nasaret dan pergi ke sungai Yordan tempat Yohanes pembaptis berkotbah dan membaptis orang yang bertobat. Ketika Yesus datang , berkatalah Yohanes, “Akulah yang perlu Engkau baptis, mengapa justru
Engkau yang datang kepadaku?”. Jawab Yesus, “Biarlah hal itu terjadi.” Setelah itu Yesus turun ke sungai dan dibaptis. Pada saat itu langit terbuka, dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Lalu terdengarlah suara dari Surga:”Inilah anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

Demikianlah pada hari itu Yesus dilantik menjadi Putra Allah, sebagai raja semesta alam. Dialah yang menyelamatkan kita. Ia rendah hati, maka Ia membiarkan diri-Nya dibaptis oleh Yohanes (Bdk. Lukas 3:21-22; Mateus 3: 13-17; Markus 1:9-11, Yohanes 1:32-34).

Dalam Sakramen Babtis ada lima simbol yang harus dipersiapkan.

Simbol –simbol tersebut adalah:
1. Air.
Air baptis membersihkan orang dari dosa-dosanya. Orang yang dibaptis dilahirkan kembali dalam hidup baru sebagai anak-anak Allah.

2. Nama Baptis.
Orang yang dibaptis akan menggunakan nama baptis. Nama baptis diambil dari nama Santo dan Santa, misalnya Yohanes, Bernadeta, Fransiskus, Lusia, Dominikus dan lain-lainnya. Oleh karena itu, kita harus mengenal riwayat hidup Santo dan Santa yang namanya kita ambil sebagai nama Baptis kita. Dengan
menggunakan nama para Santo dan santa, kita diharapkan meneladan sikap dan tindakannya. Kita dapat berdoa kepada Allah dengan perantaraan Santo dan Santa pelindung kita.

3. Minyak Krisma,
Minyak Krisma merupakan lambang Roh Kudus. Diurapi minyak Krisma berarti dikuatkan oleh Roh Kudus.

BACA JUGA :   SD Kelas 4 Tema 9-3-6 Pelestarian Kekayaan Sumber Daya Alam Indonesia

4. Lilin bernyala,
Dengan dibaptis kita telah menerima terang Kristus. Lilin bernyala sebagai lambang semangat baru. Pemberian lilin bernyala dimaksudkan agar semangat hidup baru itu dijaga agar tetap hidup seperti terang lilin itu.

5. Kain Putih,
Kain putih sebagai lambang hidup baru yang suci. Pemberian kain putih ini dimaksudkan agar semangat hidup baru tetap dijaga kesuciannya seperti kain putih yang tetap bersih.

Rangkuman.

• Dalam Gereja Katolik ada tujuh Sakramen yakni Baptis, Krisma, Ekaristi, Tobat, Imamat, Perkawinan, dan Peminyakan Suci.

• Rahmat Sakramen Baptis: dibersihkan dan disucikan, dipersatukan dengan Kristus, menjadi anggota Gereja.

• Lambang atau simbol yang digunakan dalam sakramen Baptis: air, lilin bernyala, minyak Krisma, kain putih, dan nama baptis.

• Tugas –tugas orang yang sudah dibaptis: hidup sebagai orang Katolik yang baik dan bersama Gereja turut membangun masyarakat.

 

 

 

Post Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *