SD3-K2.2-Agama Katolik-Sakramen Ekaristi

Mari mendengar cerita :

Ada seekor induk Pelikan yang tinggal di sebuah pulau kecil di tengah laut bersama dua anaknya yang masih kecil. Setiap hari, induk pelikan terbang jauh mencari makan dan sore hari dia baru pulang membawa makanan untuk anak-anaknya.  Suatu hari induk Pelikan sudah terbang ke mana-mana, tetapi dia tidak mendapatkan makanan. Dengan sedih dia mendekati sarangnya. Dari jauh sudah terdengar suara anak-anaknya bercericit meminta makan. Hati induk Pelikan itu tidak tega. Induk pelikan ingin mendapat makanan untuk anak-anaknya ia terbang
lebih tinggi dan lebih jauh. Namun ia tetap tidak mendapat makanan. Akhirnya ia pulang larut malam dengan tangan kosong. Suara anak-anaknya terdengar lemah dan menangis meminta makanan. Hati induk pelikan semakin sedih.

Induk pelikan sampai di sarang. Anak-anaknya menyambut gembira, karena mereka membayangkan ibunya membawa makanan yang banyak. Anak-anaknya sudah siap menengadahkan paruhnya dan membuka siap menerima makanan. Namun apa mau dikata, tidak ada makanan yang dapat diberikan induknya kepada mereka. Anak-anaknya makin menjerit dengan suara yang hampir habis. Induk pelikan menangis melihat anakanaknya dan tidak ingin mereka mati kelaparan. Ia memberikan dirinya sendiri kepada anak-anaknya. Karena sedih dan kelelahan
mencari makan untuk diberikan kepada anak-anaknya, akhirnya  Induk Pelikan itu mati dan anak-anaknya hidup.

Mateus 26: 17-19; 26-30.

Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: “Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?” jawab Yesus: “Pergilah ke kota kepada si Anu dan
katakan kepadanya: “Pesan Guru waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku.” Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah.

Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu. Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: “Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.” Sesudah itu mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: “Minumlah, kamu semua, dari cawan ini, sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. Akan tetapi Aku berkata kepadamu: mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari
Aku meminumnya, yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku. Kemudian Yesus berpesan, “Buatlah ini selalu sebagai peringatan akan Daku.”

BACA JUGA :   SD3-Tema5.1- Pencak Silat

Latihan Soal :

  1. Apa pesan Yesus kepada para Rasul pada perjamuan malam terakhir ?
  2. Apa lambang tubuh dan darah Kristus ?
  3. Apa pesan Yesus pada akhir perjamuan ?

Rangkuman!

  1. Setiap orang yang sudah babtis wajib mengikuti perayaan Ekaristi.
  2. Setiap kali mengikuti perayaan Ekaristi kita bertemu dengan Tuhan dan bersatu dengan sesama umat lainnya.
  3. Ekaristi adalah sumber kehidupan bagi orang Katolik. Dalam Perayaan Ekaristi ada bagian yang penting yang disebut komuni.  Komuni adalah saat umat menyambut tubuh dan darah Kristus.
  4. Dalam komuni kita dipersatukan dengan Kristus dan jemaat lainnya. Karena itu sebelum menerima komuni kita harus melakukan persiapan batin dengan berdoa yang baik dan juga menerima komuni dengan sikap yang baik.
  5. Perayaan Ekaristi adalah perayaan syukur, kenangan akan perjamuan malam terakhir.
  6. Perayaan Ekaristi yang selalu kita rayakan sekarang berasal dari pesan Yesus.
  7. Roti adalah Tubuh Kristus dan anggur adalah darah  Kristus.
  8. Komuni adalah penerimaan tubuh dan darah Kristus oleh umat.
  9. Komuni kudus mempersatukan kita dengan Tuhan dan umat beriman lainnya.
  10. Perayaan Ekaristi terdiri atas dua bagian pokok, yaitu liturgi Sabda dan liturgi Ekaristi. Kedua bagian ini masih dibagi menjadi empat bagian yang lebih
    kecil, yaitu:

    • pembukaan : Lagu pembuka, tobat, kemudian, doa pembuka,
    • liturgi Sabda : Bacaan Kitab Suci, Mazmur, Alleluya, Homili/Kotbah, Doa Umat.
    • liturgi Ekaristi : persembahan, Kudus, Doa Syukur Agung, Bapa Kami, Doa Damai, anak domba Allah, Komuni.
    • Penutup : Berkat Perutusan, Lagu Penutup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *