Agama Katolik – Yesus Kristus – Materi Pelajaran SD Kelas 5 Bab 2

Bab 2 – Agama Katolik – Yesus Kristus – Materi Pelajaran SD Kelas 5.

Bagian Pertama, tentang Perjanjian Lama.

Pada Bab pertama, kita telah mempelajari dan mendalami tentang pribadi dan lingkungan kita. Bab 2 ini akan mengajak kita untuk semakin mengenal Yesus Kristus. Untuk mengenal Yesus Kristus, terlebih dahulu kita harus mengetahui Perjanjian Lama, sebagai sejarah yang telah menubuatkan serta terarah pada kedatangan Yesus Kristus, yang secara khusus akan kita bahas pada bagian kedua, yaitu Perjanjian Baru.

Ketika duduk di kelas IV, kita telah mempelajari bagaimana Allah memilih dan mempersiapkan suatu bangsa, untuk menyelamatkan seluruh dunia. Pembebasan Bangsa Israel dari Tanah Mesir, direncanakan Allah hingga memasuki tanah terjanji. Di dalam karya-Nya itu, Allah telah memperlihatkan kepada manusia betapa besar cinta-Nya. Keagungan-Nya ditunjukkan-Nya melalui pemerintahan Daud dan Salomo. Demikian pula tokoh perempuan Israel, yaitu Ester, turut mewarnai perjuangan untuk tetap berdirinya kerajaan Israel sebagai bangsa terpilih dan kerajaan yang jaya.
Menurunnya kewibawaan pemerintahan raja-raja pengganti Daud dan Salomo, diakibatkan oleh ketidaksetiaan mereka terhadap ikatan perjanjian sebelumnya. Keserakahan, penyembahan berhala, dan ketidakadilan menyebabkan mereka semakin jauh dari Allah. Maka, runtuhlah Israel sebagai sebuah kerajaan yang besar. Namun cinta Allah serta rencana agung-Nya, tidak pernah sirna.

Bagian pertama dari bab 2 ini akan diuraikan ke dalam empat pokok bahasan, yaitu:
A, Daud Sang Pemimpin.
B, Salomo yang Bijaksana.
C, Ester Perempuan Pemberani.
D, Kejayaan dan Keruntuhan Israel.

Keempat pokok bahasan yang terkait dengan Sejarah Perjanjian Lama ini, akan mengantar kita untuk menyadari bahwa janji Tuhan dan rencana-Nya tetap ber- langsung, meskipun kerajaan Israel telah runtuh. Pemenuhan janji Allah tersebut akan kita bahas pada bagian II bab ini, yaitu Perjanjian Baru.

Marilah kita berdoa,

BACA JUGA :   Pribadi dan Lingkungan - SD Kelas 5 - Agama Katolik

Ya Allah Bapa yang Mahapenyayang, hari ini kami mau belajar tentang kesetiaan-Mu yang selalu menyertai Bangsa Israel, terutama melalui para pemimpin bangsa Israel.
Bantulah kami supaya memahami dan meneladani para pemimpin yang setia kepada-Mu,
dan menerima Engkau sebagai Allah kami. Demi Kristus Tuhan kami.
Amin.

1. Menemukan Nilai-Nilai Kepemimpinan.

Pangeran Bungsu yang Peduli.
Raja Suta Permana adalah pemimpin bagi rakyat di wilayah Jati Mandala. Ia sangat disayangi rakyatnya, dan disegani kerajaan-kerajaan di sekitarnya. Puluhan tahun, Raja Suta Permana telah memimpin Jati Mandala dengan bijaksana. Rakyat hidup sejahtera dan saling menghormati.
Menyadari dirinya sudah tua, Raja Suta Permana memanggil ketiga putranya. Kepada ketiga putranya, Raja Suta Permana menegaskan bahwa mereka memiliki hak yang sama untuk menggantikan dirinya sebagai raja. Tetapi ada satu syarat yang harus mereka penuhi, yaitu bahwa mereka harus membunuh seekor anak ayam di tempat tersembunyi, tanpa diketahui oleh manusia.
Setelah mereka mengetahui syaratnya, pengawal raja memberikan kepada mereka masing-masing
seekor anak ayam yang masih kecil.

Si sulung dengan hati-hati membawa anak ayam, ke atas menara kerajaan. Ia menyumpal paruh anak ayam itu dengan kain. Ia menyembelih anak ayam itu dengan pisau kecil. Setelah mati ia membungkusnya dengan kain.

Si tengah memilih gudang di bawah tanah sebagai tempat untuk menyembelih anak ayam tersebut. Setelah disembelih, anak ayam tersebut dimasukkannya ke dalam kotak. Sementara si bungsu masuk kandang ayam. Dekat dengan induknya, anak ayam tersebut berbunyi semakin keras seolah memanggil induknya. Di kandang ayam, si bungsu merasa kasihan. Ia pun mulai memikirkan perintah ayahnya untuk membunuh anak ayam ditempat tersembunyi tanpa diketahui oleh manusia. Ia menyadari bahwa jika ia membunuh anak ayam tersebut, ada lima orang yang akan mengetahuinya.

BACA JUGA :   Yesus dalam Perjanjian Baru - SD Kelas 5 Agama Katolik

Ayahnya, pengawal, kedua kakaknya dan dirinya sendiri. Ia pun melepaskan anak ayam itu. Anak ayam dan induknya, nampak sangat gembira.
Ketika mereka kembali menghadap ayahnya, ketiga pangeran melaporkan syarat untuk menggantikan ayahnya. Si Sulung dan Si Tengah dipuji ayahnya karena telah melakukan perintah ayahnya. Sementara si Bungsu diancam hukum gantung karena berani melawan perintah ayah sebagai raja. Tiang gantungan telah tersedia, rakyat telah berkumpul di alun-alun kerajaan, tetapi Si Bungsu melangkah tenang menuju tiang gantungan, siap menerima hukuman.

Raja pun bertanya: “Hai bungsu, mengapa kamu tidak melaksanakan titah ayah sebagai raja, untuk membunuh anak ayam itu?”. Si Bungsu pun menjawab: “Maaf ayah dan raja, hamba tidak melaksanakan titah ayah sebagai raja, karena hamba merasa kasihan terhadap anak ayam yang tidak berdaya dan induknya yang kehilangan anak- anaknya. Selanjutnya, jika hamba membunuh anak ayam tersebut, maka ada banyak orang yang akan mengetahui perbuatan hamba, yaitu hamba, raja, pengawal, kedua kakak, dan kini semua rakyat. Untuk itu, hamba siap menerima hukuman gantung, dari pada mengingkari hati nurani dan berbuat tidak adil terhadap anak ayam yang tidak berdaya.”
Mendengar jawaban tersebut, Raja Suta Permana memeluk Si Bungsu dengan berkata: “kamulah anakku yang berhak menggantikan ayah sebagai raja, karena kamu memiliki ketulusan, cinta kasih, dan hati nurani yang suci, kendati tiang gantungan telah disediakan untukmu”. Rakyatpun bersorak sorai menyambut Pangeran Bungsu menggantikan ayahnya sebagai raja. Mahkota kerajaanpun dikenakan kepadanya. Kerajaan Jati Mandala hidup penuh sukacita dibawah kepemimpinan Raja Bungsu. (sumber: Marianus Didi Kasmudi, SFK).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *