Arsip Tag: proklamasi

SD5 IPS Bab 8 – Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia

 

SD Kelas 5 IPS Bab 8 – Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

A Pendahuluan.

Kapan Proklamasi Kemerdekaan negara kita dilakukan? Tahukah kamu siapa yang memproklamasikan kemerdekaan Indonesia? Apa artinya proklamasi kemerdekaan bagi bangsa Indonesia?

Proklamasi memiliki makna yang begitu besar bagi bangsa Indonesia. Proklamasi merupakan puncak perjuangan bangsa Indonesia dan menandai lahirnya negara Indonesia. Dalam bab ini kita akan mempelajari tentang beberapa peristiwa yang terjadi menjelang proklamasi kemerdekaan dan peran tokoh-tokoh dalam peristiwa bersejarah tersebut. Setelah mempe- lajari bab ini diharapkan kamu memiliki kemampuan berikut.
1, Menyebutkan tokoh-tokoh dalam peristiwa Proklamasi Kemerdekaan.
2, Menyebutkan beberapa peristiwa menjelang Proklamasi.
3, Menceritakan peristiwa Proklamasi.
4, Berperilaku menghargai jasa-jasa tokoh-tokoh dalam peristiwa Proklamasi.

B Peristiwa-peristiwa Sekitar Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Menjelang proklamasi kemerdekaan, Indonesia berada dalam kekuasa- an Jepang. Saat itu Jepang mengalami kekalahan dalam perang melawan Sekutu. Pasukan Sekutu terdiri dari Amerika, Inggris, Belanda, dan Perancis. Kesempatan itu digunakan oleh bangsa Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaan. Ada beberapa pe- ristiwa sejarah menjelang Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang patut kita ketahui.

1, Pertemuan di Dalat.

Pada tanggal 12 Agustus 1945 tiga tokoh pergerakan nasional, yaitu Dr. Radjiman Wedyodiningrat, Ir. Sukarno, dan DRS. Mohammad Hatta memenuhi undangan Jenderal Terauchi di Dalat (Vietnam Selatan). Jenderal Terauchi adalah Panglima tentara Jepang di Asia Tenggara.

Dalam pertemuan itu, Jenderal Terauchi mengatakan pemerintah Jepang telah memutuskan untuk mem- berikan kemerdekaan kepada Indone- sia. Keputusan itu diambil setelah Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Jepang. Bom atom pertama di- jatuhkan di kota Hiroshima pada tang- gal 6 Agustus 1945. Bom kedua di- jatuhkan di kota Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945. Akibatnya, Jepang menyatakan menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945.

 

2, Menanggapi berita kekalahan Jepang.

Berita tentang kekalahan itu sangat dirahasiakan oleh Jepang. Semua radio disegel oleh pemerintah Jepang. Namun demikian, ada juga tokoh- tokoh pergerakan yang dengan sembunyi-sembunyi mendengar berita tentang kekalahan Jepang tersebut. Di antaranya adalah Sutan Syahrir.
Pada tanggal 14 Agustus 1945 sore, Sutan Syahrir sudah menunggu kedatangan Mohammad Hatta dari Dalat. Syahrir mendesak agar proklamasi jangan dilakukan oleh PPKI. Menurut Syahrir, Negara Indonesia yang lahir dengan cara demikian akan dicap oleh Sekutu sebagai negara buatan Je- pang. Syahrir mengusulkan agar proklamasi kemerdekaan dilakukan oleh Bung Karno saja sebagai pemimpin rakyat, atas nama rakyat lewat siaran radio.

Hatta setuju kemerdekaan Indonesia di- selenggarakan secepatnya. Namun, beliau ti- dak yakin proklamasi dapat dilakukan oleh Bung Karno saja sebagai pemimpin rakyat dan atas nama rakyat. Menurut Hatta, kalau Bung Karno bertindak seperti itu, berarti merampas hak PPKI. Hatta tidak yakin Bung Karno mau bertindak seperti usul Syahrir. Setelah terjadi perdebatan, akhirnya Hatta dan Syahrir pergi ke rumah Bung Karno. Syahrir menyatakan maksudnya. Bung Karno menjawab bahwa beliau tidak berhak bertindak sendiri. Mem- proklamasikan kemerdekaan adalah hak dan tugas PPKI.
Pada tanggal 15 Agustus 1945 sore, para pemuda kembali menemui Bung Hatta dan mendesak agar beliau jangan menyetujui proklamasi di hadapan PPKI, karena menurut mereka hal itu berbau Jepang. Malamnya, se- kitar pukul 20.00, golongan muda revolusio- ner mengadakan rapat di salah satu ruangan Lembaga Bakteriologi di Pegangsaan Timur. Rapat ini antara lain dihadiri oleh Chairul Saleh, Wikana, Margono, Armansyah, dan Kusnandar. Dalam rapat itu golongan muda menegaskan pendirian mereka. Mereka ber- pendirian bahwa kemerdekaan Indonesia ada- lah hak dan urusan rakyat Indonesia sendiri. Kemerdekaan tidak dapat digantungkan kepa- da orang lain dan negara lain. Rapat juga memutuskan tuntutan agar Proklamasi Kemer- dekaan dinyatakan oleh Ir. Sukarno pada keesokan harinya (16 Agustus 1945).

Keputusan rapat pada tanggal 15 Agustus 1945 sore, disampaikan oleh Wikana dan Darwis kepada Sukarno. Utusan golongan muda mengancam akan terjadi pertumpahan darah jika tuntutan golongan muda tidak di- laksanakan. Hal itu menimbulkan suasana ketegangan. Sukarno marah mendengar ancaman itu. Peristiwa menegangkan itu disaksikan oleh golongan tua, seperti Mohammad Hatta, Ahmad Subarjo, Dr. Buntaran, Dr. Sanusi, dan Iwa Kusumasumantri. Golongan tua tetap menekankan perlunya melakukan proklamasi kemerdekaan dalam rapat PPKI untuk menghindari pertumpahan darah.

 

3 Peristiwa Rengasdengklok.

Setelah mengetahui pendirian golongan tua, golongan muda meng- adakan rapat lagi menjelang pukul 24.00. Mereka melakukan rapat di Asra- ma Baperpi, Cikini 71, Jakarta. Rapat tersebut selain dihadiri mereka yang mengikuti rapat di Pegangsaan Timur, juga dihadiri oleh Sukarni, Jusuf Kunto, dr. Muwardi, dan Sodancho Singgih.
Dalam rapat itu diputuskan untuk mengungsikan Sukarno dan Hatta ke luar kota. Tempat yang dipilih adalah Rengasdengklok, sebuah kota kawedanan di sebelah timur Jakarta. Tujuan “penculikan” itu adalah men- jauhkan kedua pemimpin nasional itu dari pengaruh Jepang. Untuk meng- hindari kecurigaan dan tindakan yang dapat diambil oleh tentara Jepang, rencana itu diserahkan kepada Sodancho Singgih. Rencana itu berhasil dengan baik berkat dukungan Cudanco Latief Hendraningrat, berupa per- lengkapan tentara Peta.
Pagi-pagi buta sekitar pukul 04.00, tanggal 16 Agustus 1945, Sukarno- Hatta dibawa ke Rengasdengklok. Sehari penuh kedua pemimpin “ditahan” di Rengasdengklok. Selain untuk menjauhkan Sukarno-Hatta dari pengaruh Jepang, para pemuda bermaksud memaksa mereka agar segera mem- proklamasi kemerdekaan lepas dari segala sesuatu yang berkaitan dengan Jepang. Ternyata kedua tokoh ini cukup berwibawa. Para pemuda pun segan untuk mendesak mereka. Namun, Sodancho Singgih memberikan keterangan bahwa dalam pembicaraan berdua dengan Bung Karno, Bung Karno menyatakan bersedia melaksanakan proklamasi segera setelah kembali ke Jakarta. Berdasarkan hal itu, siang itu juga Singgih kembali ke Jakarta. Ia menyampaikan rencana Proklamasi kepada para pemimpin pemuda di Jakarta.
Sementara itu, di Jakarta, golongan tua dan golongan muda sepakat bahwa proklamasi kemerdekaan dilakukan di Jakarta. Golongan tua diwakili Mr. Ahmad Subarjo dan golongan muda yang diwakili Wikana. Laksamana Maeda, bersedia menjamin keselamatan mereka selama berada di rumah- nya. Maeda adalah seorang Perwira penghubung Angkatan Darat dan Ang- katan Laut Jepang.
Berdasarkan kesepakatan itu, Jusuf Kunto, dari pihak Pemuda mengantar Ahmad Subarjo ke Rengasdengklok pada hari itu juga. Mereka akan menjemput Sukarno-Hatta. Semula para pemuda tidak mau melepas Sukarno-Hatta. Ahmad Subarjo memberi jaminan bahwa proklamasi ke- merdekaan akan diumumkan pada tanggal 17 Agustus keesokan harinya, selambat-lambatnya pukul 12.00. Bila hal tersebut tidak terjadi, Ahmad Subarjo rela mempertaruhkan nyawanya. Dengan jaminan itu, komandan kompi Peta setempat, Cudanco Subeno, bersedia melepaskan Sukarno- Hatta kembali ke Jakarta.

4 Perumusan teks proklamasi.
Sesampai di Jakarta Sukarno-Hatta bersama Laksamana Maeda mene- mui Mayjen Nishimura untuk berunding. Nishimura tidak mengizinkan pro- klamasi kemerdekaan. Kemudian, mereka menuju rumah Laksamana Maeda di Jalan Imam Bonjol No. 1. Di tempat inilah naskah proklamasi dirumuskan. Para pemuka Indonesia yang hadir berkumpul dalam dua ruangan, ruang makan dan serambi depan. Perumusan teks proklamasi dilakukan di dalam ruang makan oleh Sukarno, Hatta, dan Mr. Ahmad Soebardjo. Sukarno menulis rumusan proklamasi tersebut.

Setelah selesai, teks proklamasi tersebut dibacakan di hadapan tokoh- tokoh peserta rapat. Setelah terjadi kesepakatan bersama, teks proklamasi selanjutnya diserahkan kepada Sayuti Melik untuk diketik. Teks proklamasi yang sudah diketik ditandatangani oleh Ir. Sukarno dan DRS. Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia. Naskah itulah yang dikenal sebagai naskah Proklamasi yang autentik .
Timbul persoalan tentang cara mengumumkan proklamasi. Sukarni mengatakan bahwa rakyat di sekitar Jakarta telah diberi tahu untuk datang berbondong-bondong ke lapangan Ikada pada tanggal 17 Agustus. Di sana mereka akan mendengarkan proklamasi kemerdekaan. Bung Karno meno- lak cara tersebut. Akhirnya, disepakati proklamasi kemerdekaan dilakukan di kediaman Sukarno di Jalan Pegangsaan Timur 56, pukul 10.00. Setelah itu, para tokoh bangsa yang hadir, keluar dari rumah Laksamana Maeda dan pulang ke rumah masing-masing. Sebelum semua pulang, Hatta ber- pesan kepada para pemuda yang bekerja pada pers dan kantor berita, terutama B.M Diah untuk memperbanyak teks proklamasi dan menyiar- kannya ke seluruh dunia.
Sementara itu, para pemuda tidak langsung pulang ke rumah masing- masing. Mereka dibagi dalam kelompok-kelompok. Setiap kelompok pemuda mengirim kurir untuk memberitahukan kepada masyarakat bahwa saat proklamasi telah tiba.

5. Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945
Pada tanggal 17 Agustus 1945 pagi banyak orang berkumpul di kediam- an Sukarno. Mereka adalah rakyat dan para pemuda. Sekitar pukul 10.00, Ir. Sukarno didampingi DRS. Mohammad Hatta memproklamasikan kemer- dekaan Indonesia. Berikut ini perkataan Sukarno pada pembacaan prokla- masi kemerdekaan:
“Saudara-saudara sekalian, saya telah meminta Saudara hadir di sini untuk menyaksikan suatu peristiwa maha penting dalam sejarah kita. Berpuluh-puluh tahun kita, bangsa Indonesia telah berjuang, untuk ke- merdekaan tanah air kita. Bahkan, telah beratus-ratus tahun. Gelom- bangnya aksi kita untuk mencapai kemerdekaan kita itu ada naiknya, ada turunnya, tetapi jiwa kita tetap menuju ke arah cita-cita. Juga di dalam zaman Jepang, usaha kita untuk mencapai kemerdekaan nasional tidak berhenti. Di dalam zaman Jepang ini tampaknya saja kita menyan- darkan diri kepada mereka. Tetapi pada hakikatnya, tetap kita menyusun tenaga kita sendiri, tetap kita percaya pada kekuatan sendiri. Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri, akan dapat berdiri dengan kekuatannya. Maka kami, tadi malam telah mengadakan musyawarah dengan pemuka-pemuka rakyat Indonesia dari seluruh Indonesia. Permusyawaratan itu seia sekata berpendapat, bahwa seka- ranglah datang saatnya untuk menyatakan kemerdekaan kita.
Saudara-saudara! Dengan ini kami menyatakan kebulatan tekad itu. Dengarkanlah proklamasi kami:
Proklamasi
Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indone- sia. Hal-hal yang mengenai pemindahan kekusaan d.l.l., diseleng- garakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat- singkatnya.
Jakarta, hari 17 bulan 8 tahun ’05 Atas nama Bangsa Indonesia Sukarno/Hatta
Demikianlah Saudara-saudara! Kita sekarang telah merdeka. Tidak ada satu ikatan lagi yang mengikat tanah air kita dan bangsa kita! Mulai saat ini kita menyusun negara kita! Negara merdeka, negara Republik Indonesia merdeka, kekal, dan abadi. Insya’ Allah, Tuhan memberkati kemerdekaan kita itu.”
Setelah pembacaan teks proklamasi selesai, upacara dilanjutkan dengan pengibaran bendera Merah Putih. Pengibaran Bendera Merah Putih dilakukan oleh S. Suhud dan Cudanco Latif, serta diiringi lagu Indonesia Raya. Bendera Merah Putih itu dijahit oleh Ibu Fatmawati Sukarno.
Pada saat Sang Saka Merah Putih dikibarkan, tanpa ada yang memberi aba-aba, para hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah pengibar- an Bendera Merah Putih, Wali kota Suwiryo dan dr. Mawardi memberikan sambutan. Kemudian mereka yang hadir saling bertukar pikiran sebentar lalu pulang ke rumah masing-masing.

Peristiwa yang sangat penting bagi Bangsa Indonesia ini berlangsung sekitar satu jam. Meski sangat sederhana, namun upacara itu dilakukan penuh kehikmatan. Peristiwa itu membawa perubahan yang luar biasa dalam kehidupan bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang merdeka. Bangsa baru telah lahir.

Peristiwa Sekitar Proklamasi Kemerdekaan 6-18 Agustus 1945

 

Tgl Pukul Peristiwa
Tanggal 6   Kota Hiroshima dibom atom.
Tanggal  7   Jendral Terauchi menyetujui pembentukan PPKI.
Tanggal  9   Kota Nagasaki dibom.
Tanggal  9-14   Sukarno, Hatta, dan Rajiman Wedyodiningrat ke Dalat menemui Jenderal Terauchi untuk membicarakan kemerdekaan Indonesia.
Tanggal 14 11.00 Sukarno, Hatta, Radjiman tiba di Jakarta dari Dalat.
  12,00 Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu.
  14.00 Syahrir menemui Hatta, lalu mereka menemui Sukarno. Syahrir meminta agar kemerdekaan diproklamasikan lepas dari dukungan Jepang.
Tanggal 15 pagi Sukarno, Hatta, Subarjo menemui Maeda untuk menanyakan kebenaran berita Jepang menyerah kepada Sekutu. Hatta memerintahkan anggota PPKI berkumpul besok jam 10.00 untuk memproklamasikan kemerdekaan.
  sore Hatta didesak supaya jangan menyetujui proklamasi dalam rapat PPKI.
  20.00 Rapat pemuda di Institut Bakterologi, di Pegangsaan Timur.
  22.00 – 23.30 Utusan pemuda, Darwis dan Wikana, menemui Sukarno. Mereka men- desak agar Sukarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan atas nama rakyat malam ini juga. Perundingan berjalan panas.
  24.00 Rapat pemuda di Cikini 71. Keputusannya, mereka akan mengamankan Sukarno-Hatta dari pengaruh Jepang.
Tanggal 16 04.30 Sukarno-Hatta dibawa oleh para pemuda ke Rengasdengklok.
  10.00 Anggota PPKI menuju gedung Volksraad untuk menghadiri proklamasi, tetapi mereka pulang karena Sukarno-Hatta tidak dapat hadir.
  ses. 12.00 Markas Besar Tentara Jepang di Saigon menginstruksikan pimpinan ten- tara Jepang di Jakarta tidak boleh mendukung proklamasi kemerdekaan Indonesia dan harus menjaga status quo.
  17.30 Mr. Subarjo tiba di Rengasdengklok untuk menjemput Sukarno dan Hatta supaya kembali ke Jakarta. Soebarjo menjamin bahwa proklamasi kemerdekaan akan dilaksanakan besok (17 Agustus 1945).
  20.00 Sukarno-Hatta dan Subarjo kembali ke Jakarta.
  22.00 Sukarno dan Hatta ke rumah Laksamana Maeda di Jalan Diponegoro 1.
  22.30 Sukarno-Hatta bersama Maeda menemui Mayjen Nishimura untuk me- rundingkan kemerdekaan. Keputusannya, Jepang mengikuti perintah Sekutu tidak mengubah status quo.
  24.00 Sukarno-Hatta ke rumah Maeda, bertemu dengan anggota PPKI, para pemuda, wartawan, dan beberapa orang   Jepang.
Tanggal 17 00.30 Perumusan naskah proklamasi di rumah Laksamana Maeda. Sukarno menulis konsep proklamasi, sementara Subardjo dan Hatta memberi-kan masukan. Setelah selesai, rumusan itu dibacakan di depan semua hadirin. Kemudian terjadi perdebatan tentang penandatanganan pro-klamasi.

Sayuti Melik (Sukarni?) mengusulkan kata-kata “Atas nama bangsa Indonesia” dan naskah ditandatangani oleh Sukarno-Hatta. Kemudian Sayuti Melik mengetik naskah yang telah diubah dan disetujui semua hadirin.

  10.00 Proklamasi Kemerdekaan di Pegangsaan Timur 56 Jakarta oleh Sukarno- Hatta atas nama bangsa Indonesia.
  sore Seorang opsir AL Jepang menemui Hatta melaporkan keberatan rakyat Indonesia Timur atas kata-kata dalam Piagam Jakarta.
Tanggal 18-22   Sidang PPKI berhasil mengesahkan UUD 1945, memilih Presiden, membentuk departeman, dan membagi wilayah Indonesia menjadi delapan provinsi.

 

C Tokoh-tokoh Penting dalam Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Ada banyak tokoh yang turut terlibat dalam peristiwa Proklamasi Ke- merdekaan 17 Agustus 1945. Tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa proklamasi dibagi menjadi dua golongan, yaitu golongan tua dan golongan muda. Kedua golongan ini sama-sama berjuang agar Indonesia segera merdeka
Sebagai warga negara Indonesia kita harus, menghargai jasa tokoh- tokoh yang terlibat dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan. Bagaimana kita menghargai jasa-jasa para tokoh tersebut? Penghargaan kita terhadap jasa para tokoh proklamasi kemerdekaan dapat kita wujudkan dengan me- lakukan beberapa hal berikut.
1, Berziarah ke makam para pahlawan yang terlibat dalam peristiwa pro- klamasi kemerdekaan dan mendoakan mereka.
2, Melakukan upacara peringatan kemerdekaan dengan penuh hikmat.
3, Mengisi kemerdekaan dengan sebaik-baiknya. Sebagai pelajar, kamu dapat mengisi kemerdekaan dengan belajar tekun supaya kelak bisa menjadi generasi penerus yang cerdas, terampil, dan berguna bagi bangsa dan negara.
4, Mempelajari riwayat para tokoh yang terlibat dalam proklamasi kemer- dekaan. Setelah kita mengetahui riwayat hidup para tokoh tersebut, kita bisa meneladani hal-hal positif yang telah mereka lakukan.
Selanjutnya, mari kita bahas beberapa tokoh penting yang berperan dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan.

 

1, IR. Sukarno (1901-1970).

Sukarno adalah tokoh sangat penting dalam peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Sebagai pemimpin Indonesia yang menonjol waktu itu, Bung Karno dipilih menjadi ketua PPKI. PPKI adalah badan yang diberi wewenang untuk mempersiapkan segala sesuatu yang menyangkut masalah ketatanegaraan bagi negara Indonesia baru. Sepak terjang Bung Karno pada saat-saat menjelang kemerdekaan tidak bisa dilepaskan dari kedudukan beliau sebagai ketua PPKI.

Bung Karno merupakan salah satu dari golongan tua yang menghendaki pelaksanaan proklamasi di dalam PPKI. Hal ini didasari pertimbangan untuk menghindari terjadinya pertumpahan darah. Karena pendapat ini, beliau harus berhadapan dengan para pemuda. Puncaknya adalah peristiwa Rengasdengklok. Bersama Bung Hatta Beliau diculik para pemuda dan diamankan di Rengasdengklok.

Sebagai Ketua PPKI, beliau mene- mui penguasa Jepang di Indonesia, yaitu Mayjen Nishimura. Mereka membicarakan kemerdekaan Indonesia. Beliau dan para pemimpin yang lain tetap melanjutkan tekad memproklamasikan kemerdekaan meskipun tanpa perse- tujuan penguasa Jepang.
Bung Karno bersama dengan Bung Hatta dan Ahmad Subarjo merumus- kan naskah Prklamasi. Bahkan rumusan awal naskah proklamasi adalah tulisan tangan Bung Karno. Setelah naskah diketik oleh Sayuti Melik, Bung Karno dan Hatta menandatanganinya atas nama Bangsa Indonesia.
Peran Bung Karno yang sangat menonjol adalah bersama Bung Hatta bertindak sebagai Proklamator. Bung Karnolah yang akhirnya dengan penuh keberanian dan kekhidmatan mem- proklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

 

2 DRS. Mohammad Hatta.

Peran DRS. Mohammad Hatta dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan sangat penting. Waktu itu, Bung Hatta dianggap sebagai pemimpin utama Bangsa Indonesia selain Bung Karno. Beberapa kali beliau menjadi perantara antara golongan muda dan golongan tua, terutama dengan Bung Karno. Ka- rena peran beliau, pendapat golongan tua dan golongan muda bisa dipertemukan. Beliau berdialog dengan golongan muda tentang cara memprokla- masikan kemerdekaan Indonesia.

Selain itu, Bung Hatta adalah salah seorang perumus naskah Proklamasi. Bersama Bung Karno, Bung Hatta bertindak sebagai proklamator kemerdekaan Indonesia. Selain menandatangani naskah Proklamasi, beliau mendampingi Bung Karno memprokla- masikan kemerdekaan Indonesia.
Bung Hatta juga sangat berjasa atas perubahan beberapa kata dalam Piagam Jakarta. Sebagai pemimpin bangsa beliau menerima aspirasi selu- ruh rakyat Indonesia. Beliau memikirkan keutuhan seluruh bangsa Indonesia.

 

3 Ahmad Subarjo,

Ahmad Subarjo adalah Penasihat PPKI. Beliau menjadi penengah golongan muda dan kedua pemimpin nasional, Sukarno-Hatta. Beliau mewakili golongan tua berunding dengan para pemuda ke- tika Sukarno-Hatta diculik dan diamankan ke Rengasdengklok. Setelah dicapai ke- sepakatan, beliau menjemput Sukarno- Hatta ke Rengasdengklok. Beliau meya- kinkan para pemuda bahwa pada tanggal 17 Agustus 1945 akan diumumkan Prokla- masi Kemerdekaan Indonesia.
Peran penting lain Subarjo adalah tu- rut merumuskan naskah Proklamasi Ke- merdekaan. Bersama Bung Karno dan Bung Hatta, Beliau merumuskan naskah Proklamasi di rumah Laksamana Maeda.

 

4 Ibu Fatmawati.

Sebagai istri pemimpin Bangsa Indonesia, Fatmawati turut mendampingi Bung Karno. Ibu Fatmawati dikenal sebagai tokoh wanita yang dekat dengan rakyat Indonesia yang sedang memperjuangkan kemerdekaan.
Jasa Ibu Fatmawati sangat menonjol dalam peristiwa Proklamasi. Beliau menjahit Bendera Pusaka, Merah Putih. Beliau menjahit Bendera Pusaka ini pada bulan Oktober 1944. Bendera ini dikibarkan setelah Bung Karno membaca Proklamasi.

 

5 Sutan Syahrir.

Sutan Syahrir adalah tokoh politik, pejuang kemerdekaan, dan perdana menteri pertama RI. Syahrir dilahirkan di Bukit Tinggi. Pada zaman Jepang, Syahrir memutuskan untuk tidak bekerja sama dengan pemerintah Jepang.

Beliau salah satu tokoh yang be- rani mengambil risiko mencari berita mendengarkan berita radio. Syahrir adalah salah satu tokoh yang paling awal mengetahui berita Jepang me- nyerah kepada Sekutu. Setelah beliau mengetahui berita tersebut beliau mendesak Sukarno-Hatta untuk mem- proklamasikan kemerdekaan Indonesia di luar rapat PPKI.

 

6 Laksamana Takasi Maeda.

Laksamana Maeda adalah seorang perwira penghubung Jepang. Beliau mendukung gerakan kemerdekaan Indonesia. Dukungannya telah tumbuh sejak beliau menjabat atase militer di Belanda. Di Belanda, beliau menjalin hubungan dengan sejumlah tokoh mahasiswa, misalnya Ahmad Subarjo.
Beliau menjamin keselamatan perencanaan proklamasi. Perumusan teks Proklamasi dilakukan di rumah beliau. Karena dukungannya terhadap persiapan proklamasi kemerdekaan Indonesia, beliau ditangkap oleh Sekutu dan dipenjarakan di Gang Tengah.

 

Rangkuman :

Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 sangat penting bagi bangsa Indonesia. Proklamasi Kemerdekaan menjadi puncak perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan. Proklamasi Kemerdekaan juga menandai lahirnya Negara Indonesia.

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dikuasai oleh Jepang. Namun kedudukan Jepang mulai terdesak oleh pasukan Sekutu. Akhirnya, Jepang menyerah tanpa syarat pada Sekutu pada tanggal 14 Agus- tus 1945. Ini merupakan kesempatan emas bagi Bangsa Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaan.

Namun, untuk memproklamasikan kemerdekaan negara bukanlah hal yang mudah. Tokoh-tokoh bangsa golongan muda dan golongan tua berbeda pendapat tentang cara memproklamasikan kemerdekaan. Golongan muda menginginkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilakukan di luar rapat PPKI. Karena mereka menganggap bahwa PPKI adalah lembaga buatan Jepang. Sementara golongan tua berpendapat sebaiknya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilakukan dalam rapat PPKI. Hal ini dilakukan untuk menghindari pertumpahan darah. Perten- tangan kedua golongan memuncak pada peristiwa penculikan. Sukarno- Hatta diculik oleh para pemuda dan dibawa ke Rengasdengklok.

Namun akhirnya terjadi juga kesepakatan, Proklamasi Kemerdekaan akan dilakukan tanggal 17 Agustus 1945 di Jakarta. Naskah Proklamasi pun dirumuskan di rumah Laksamana Maeda oleh Sukarno, Hatta, dan Ahmad Subarjo. Konsep naskah proklamasi ditulis oleh Sukarno. Setelah itu naskah itu diketik oleh Sayuti Melik.

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilakukan di kediaman Sukarno, yaitu di Jalan Pegangsaan Timur No. 56. Sekitar pukul 10.00 Bung Karno di dampingi Bung Hatta memproklamasi kemerdekaan Indonesia. Setelah itu, dilakukan pengibaran Sang Saka Merah Putih diiringi nyanyian lagu Indonesia Raya.

Banyak tokoh dalam peristiwa Proklamasi 17 Agustus 1945, antara lain Sukarno, Hatta, Ahmad Subarjo, Maeda, Fatmawati, Syahrir, B. M. Diah, dan lain-lain. Mereka telah berjasa dengan caranya masing-ma- sing. Sebagai generasi penerus bangsa, kita harus menghargai perjuang- an mereka memproklamasikan kemerdekaan negara kita.

 

SD5 Tema 7-2-5 Peristiwa Kehidupan – Peristiwa Kebangsaan Masa Proklamasi

SD5 Tema 7 Peristiwa Kehidupan – Sub Tema 2 : Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan.

Pembelajaran 5.

Peristiwa-peristiwa heroik banyak terjadi di daerah-daerah setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Para pejuang dengan gagah berani dan pantang menyerah berusaha mengusir Jepang dari Indonesia.

Semangat dan suka cita menyambut Proklamasi Kemerdekaan sangat terasa di seluruh penjuru Indonesia. Semangat tersebut diikuti oleh keinginan yang kuat untuk mengusir Jepang dari Indonesia. Seberapa pun kuatnya tentara Jepang yang dipersenjatai lengkap dan modern tidak menyurutkan nyali dan tekad pejuang-pejuang Indonesia. Dengan gagah berani dan jiwa pantang mundur yang berkobar-kobar, pejuang-pejuang Indonesia terus menentang dan melakukan berbagai macam perlawanan terhadap Jepang.
Ayo, rasakan semangat gagah berani dan pantang mundur para pejuang Indonesia tersebut dengan menyanyikan lagu “Maju Tak Gentar” berikut ini!

Bersama teman-temanmu, nyanyikan lagu berikut dengan nada dan tempo yang sesuai.

Setelah kamu dan teman-temanmu bernyanyi, cari tahu jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut!

1, Apa yang kamu rasakan saat menyanyikan lagu “Maju Tak Gentar”? Jelaskan!
2, Bagaimanakah nada dan tempo lagu “Maju Tak Gentar”? Jelaskan!
3, Apakah lirik lagu “Maju Tak Gentar” mencerminkan nilai-nilai kepah- lawanan? Jelaskan!

Dapatkah kamu memperagakan gerak tari dengan iringan lagu “Maju Tak Gentar”? Peragakan gerak tari berikut dengan iringan lagu “Maju Tak Gentar”. Kamu boleh membuat pola lantai lain yang berbeda dari gambar di bawah. Pasti kamu lebih kreatif.

Peragakan gerak berikut dengan semangat seperti para pejuang mem- pertahankan kemerdekaan Indonesia.

– Gerak 1 : Berjalan tegap ke depan.
– Gerak 2: Mengayunkan gendewa ke depan, lalu ditarik ke atas.

– Gerak 3 : Berlari-lari kecil, pandangan ke arah gendewa.
– Gerak 4 : Meluruskan tangan kanan ke atas, lalu menekuk. Pandangan menatap tajam ke depan, lalu kepala menengok ke kanan.

Sejak pembacaan teks Proklamasi oleh Soekarno-Hatta, gaung Proklamasi terdengar di mana-mana. Namun, belum lama menikmati kemerdekaan, bangsa Indonesia sudah dihadapkan dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Perjuangan itu dikarenakan Belanda ingin menjajah Indonesia lagi. Belanda datang ke Indonesia dengan membonceng tentara Sekutu pimpinan Inggris. Akibatnya, pertempuran terjadi di mana-mana. Korban pun banyak berjatuhan.

 

Judul Bacaan : Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan.

Ketika bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, banyak pihak asing yang tidak menyetujuinya. Pihak-pihak asing tersebut antara lain Sekutu, terutama Belanda dan Inggris. Demikian pula dengan Jepang. Banyak tentara Jepang yang masih tersisa di Indonesia belum mengetahui jika mereka telah kalah dan menyerah kepada Sekutu. Mereka juga belum tahu jika bangsa Indonesia telah merdeka.
Belanda datang kembali ke Indonesia dengan membonceng Inggris. Inggris merupakan perwakilan Sekutu di Asia Tenggara. Tentara Inggris ini diberi nama AFNEI di bawah pimpinan Jenderal Sir Philip Cristison. Inggris bertugas melucuti senjata tentara Jepang yang masih ada di Indonesia serta membebaskan tawanan perang Sekutu.
Kedatangan Inggris yang ternyata juga diboncengi tentara sipil Belanda yang disebut NICA ditentang oleh rakyat dan pemerintah Indonesia. Mereka tidak menghormati kedaulatan bangsa Indonesia. Perlawanan rakyat terjadi di mana-mana. Perjuangan rakyat dalam rangka mempertahankan kemerdekaan Indonesia dilakukan dengan dua cara, yakni perlawanan fisik dan diplomasi. Perlawanan fisik dilakukan dengan kontak senjata. Adapun perjuangan dengan diplomasi dilakukan melalui meja-meja perundingan. Perlawanan fisik dilakukan di berbagai daerah, antara lain sebagai berikut.

1, Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, yang kemudian setiap tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan. Berawal dari tewasnya Jenderal Mallaby, pimpinan Sekutu. Adapun tokoh yang terlibat adalah Bung Tomo, Gubernur Suryo, dan Kolonel Sungkono.

2, Palagan Ambarawa, terjadi pada tanggal 15 Desember 1945 di Ambarawa, Jawa Tengah. Kemudian, setiap tanggal 15 Desember diperingati sebagai Hari Infantri Nasional. Insiden ini bermula dari Sekutu mempersenjatai tawanan yang sudah dibebaskan. Sekutu juga membebaskan orang- orang Belanda secara sepihak. Adapun tokoh yang terlibat dalam peristiwa ini antara lain Kolonel Isdiman dan Kolonel Sudirman.

3, Bandung Lautan Api, terjadi pada tanggal 23 Maret 1946. Insiden ini bermula dari ultimatum Sekutu meminta senjata yang diperoleh
dari tentara Jepang untuk diserahkan kepada Sekutu. Namun, rakyat Bandung menolaknya, bahkan membakar Kota Bandung agar tidak dikuasai Sekutu. Tokoh yang terlibat antara lain Moh. Toha, Abdul Haris Nasution, dan Suryadi Suryadarma.

4, Medan Area, terjadi pada tanggal 10 Desember 1945 karena orang- orang Belanda menginjak-injak bendera Merah Putih. Tokoh yang terkenal adalah Ahmad Tahir.

5, Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta. Peristiwa ini dipicu Belanda yang menduduki Kota Yogyakarta dan mempropagandakan bahwa TNI telah hancur. Tokoh yang terlibat antara lain Letkol. Suharto dan Sultan Hamengkubuwono IX.

Perjuangan secara diplomasi juga dilakukan dari perundingan satu ke perundingan yang lain.
1, Perundingan Linggarjati.
Diadakan pada tanggal 10 November 1946 di Linggarjati, Cirebon, Jawa Barat. Dalam perundingan ini, Indonesia diwakili oleh Sutan Syahrir dan Belanda diwakili oleh Prof. Schermerhon. Hasil perjanjian ini sebagai berikut.
•Belanda hanya mengakui kekuasaan Republik Indonesia atas Jawa, Madura, dan Sumatra.
•Negara Indonesia Serikat terdiri dari Negara Republik Indonesia,
Negara Indonesia Timur, dan Negara Kalimantan.
•Negara Indonesia Serikat dan Belanda merupakan satu uni dengan nama Uni Indonesia-Belanda yang diketuai
Belanda. Namun, Belanda mengingkari perjanjian ini dan melancarkan Agresi Militer Belanda I pada tanggal 21 Juli 1947.

Gambar Gedung Perundingan Linggarjati.

2, Perjanjian Renville.

Perjanjian Renville diadakan pada tanggal 17 Januari 1948 di atas kapal USS Renville milik Amerika Serikat. Isi perjanjian ini sebagai berikut.
•Belanda hanya mengakui daerah Republik Indonesia atas Jawa Tengah, Yogyakarta, sebagian kecil Jawa Barat, dan Sumatra.
•Semua pasukan RI harus ditarik mundur dari wilayah-wilayah yang diduduki Belanda.
•Belanda tetap berdaulat di seluruh wilayah Indonesia sampai diserahkan kepada Republik Indonesia Serikat (RIS) yang akan segera dibentuk. Namun, Belanda lagi-lagi mengingkari isi Perjanjian Renville dan melakukan Agresi Militer Belanda II pada tanggal 19 Desember 1949.

3, Perjanjian Roem Royen.
Diadakan pada tanggal 17 April 1949 di Jakarta. Indonesia diwakili oleh Moh. Roem dan Belanda diwakili oleh Van Royen. Isi perjanjian ini sebagai berikut.
•Pemerintah Indonesia dikembalikan ke Yogyakarta.
•Menghentikan gerakan militer dan mengembalikan tawanan.
•Republik Indonesia sebagai bagian dari Negara Indonesia Serikat.
•Akan segera dilaksanakan Konferensi Meja Bundar.

Cari tahu jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
1, Mengapa bangsa Indonesia masih harus berjuang lagi mempertahankan kemerdekaannya?
2, Apa yang dimaksud perjuangan fisik dan diplomasi?
3, Apa yang melatarbelakangi peristiwa Pertempuran 10 November di Surabaya?
4, Apa isi Perjanjian Roem Royen?
5, Apa yang dimaksud agresi militer Belanda? Kapan terjadinya?

Perjuangan fisik dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia adalah bentuk perlawanan terhadap penjajah dengan kontak senjata. Pada waktu itu, senjata yang digunakan oleh pejuang-pejuang Indonesia masih tradi- sional seperti bambu runcing, keris, dan tombak. Jika memakai senapan api, itu pun hanya hasil dari rampasan. Sangat berbeda dengan senjata yang dimiliki Inggris, Belanda, ataupun Jepang. Mereka sudah menggunakan senjata modern, seperti meriam, pis- tol, bahkan bom.

Perjuangan para pahlawan waktu itu sungguh hebat. Mereka tetap semangat membara pantang menyerah walaupun para penjajah Indonesia menggunakan senjata modern. Tentu saja suhu udara saat itu sangat panas saat para penjajah menembakkan meriam dan mengebom.

Berbicara tentang panas, tentu kamu masih ingat akan kalor, termasuk perpindahan kalor dan kemampuan kalor mengubah suhu dan mengubah wujud benda. Pada pembelajaran yang lalu, telah kita buktikan melalui percobaan bahwa kalor dapat mengubah wujud benda melalui peristiwa mencair.
Sekarang, kita akan buktikan lagi kemampuan kalor mengubah wujud benda melalui peristiwa penguapan. Penguapan adalah peristiwa perubahan wujud dari cair menjadi gas melalui penyerapan kalor.

Pernahkah kamu mengamati ketika merebus air sampai mendidih? Apakah yang keluar dari cerek? Dari mulut cerek, keluar asap putih. Asap putih tersebut adalah air yang terkena panas berubah menjadi uap air.

Contoh lain perubahan wujud karena penguapan sebagai berikut.
1, Bensin dibiarkan di tempat terbuka lama-lama akan habis.
2, Minyak kayu putih dibiarkan di dalam botol terbuka dalam waktu lama akan berkurang isinya.
3, Baju basah akan kering ketika dijemur di bawah panas matahari.

 

PERCOBAAN 1 – Mengamati perubahan wujud benda.

Alat dan Bahan
1, Kompor spiritus.
2, Panci tertutup.
3, Dudukan pembakar.
4, Air secukupnya.

Cara Kerja
1, Tuangkan air ke dalam panci.
2, Siapkan kompor spiritus dan dudukan, kemudian nyalakan.
3, Panaskan air dalam panci tanpa tutup di atas kompor spiritus. Berilah tanda tinggi permukaan air pada dinding panci.
4,Tunggu beberapa saat sampai terlihat ada sesuatu yang keluar dari permukaan air bergerak melayang ke udara.
5, Setelah beberapa saat, tutuplah panci rapat-rapat.
6, Bukalah tutup panci dengan hati-hati. Lihatlah dan perhatikan sesuatu yang terdapat pada tutup panci.
7, Panaskan air dalam panci tanpa tutup lagi. Kemudian, bandingkan jumlah air dalam panci dengan jumlah air pada waktu awal sebelum dipanaskan (lihat tanda tinggi permukaan air pada dinding panci).

Ceritakan pengalamanmu dalam bekerja sama saat melakukan percobaan.
1, Ketika kamu menuangkan air ke dalam panci, benda berwujud apakah air itu?
2, Bagaimanakah suhu air sebelum dipanaskan dengan kompor spiritus?
3, Apa yang sedang terjadi pada saat air dalam panci itu diletakkan di atas kompor spiritus?
4, Setelah beberapa saat di atas kompor spiritus, apakah yang tampak keluar dari permukaan air dalam panci? Berwujud apakah benda itu?
5, Setelah ditutup dengan tutup kering, kemudian tutup dibuka, apa yang tampak pada permukaan tutup itu?
6, Dari manakah asal air yang ada ditutup panci itu?
7, Setelah air dipanaskan beberapa saat, bertambah atau berkurangkah air dalam panci? Jika berkurang, ke manakah air itu hilang?

Kesimpulan : Kegiatan yang telah kamu lakukan menunjukkan: dengan pemanasan, air akan berubah wujud menjadi gas yaitu uap air.

 

PERCOBAAN 2 – Mengamati perubahan wujud benda.

Alat dan Bahan :
1, Sapu tangan.
2, Air dalam mangkuk.

Cara Kerja :
1, Siapkan alat dan bahan.
2, Celupkan sapu tangan ke dalam air.
3, Jemur sapu tangan di bawah terik matahari.
4, Amati sapu tangan setelah dijemur.

  1. Menyiapkan alat dan bahan.
  2. Mencelupkan sapu tangan ke dalam air.
  3. Menjemur sapu tangan di bawah terik matahari.
  4. Mengamati keadaan sapu tangan setelah dijemur.

Percobaan : Sapu tangan basah karena mengandung air Saat dijemur, air pada
sapu tangan mengalami perubahan wujud menjadi gas.
Uap air bergerak ke udara yang suhunya lebih panas.
Setelah semua air berubah menjadi uap, sapu tangan kering.
Percobaan ini membuktikan dengan pemanasan  terjadi perubahan wujud benda dari benda cair  menjadi benda gas.

Beruntunglah kita memiliki pejuang-pejuang bangsa yang mempunyai semangat pengabdian dan keikhlasan dalam berjuang. Para pejuang tersebut merupakan putra putri pilihan, mempunyai kualitas diri yang baik, cakap di bidangnya, dan berbudi pekerti luhur. Mereka adalah pejuang-pejuang sejati yang patut kita teladani.
Nah, sekarang, kamu renungkan dan pikirkan. Apa manfaat dari mempelajari perjuangan mempertahankan kemerdekaan? Tulislah perilaku-perilaku keteladanan yang dimiliki dan ditunjukkan oleh para pejuang!
Apakah kehidupan sehari-harimu sudah mencerminkan sikap yang menghargai jasa para pejuang? Tuliskan semua jawabanmu pada kolom berikut.

Nyanyikan lagu “Maju Tak Gentar” di depan orang tua dan anggota keluargamu yang lain. Nyanyikan dengan nada dan tempo yang tepat. Jangan lupa, mintalah pendapat kepada orang tuamu!

 

SD5 Tema 7-2-3 Peristiwa Kehidupan – Peristiwa Kebangsaan Masa Proklamasi

SD5 Tema 7 Peristiwa Kehidupan – Sub Tema 2 : Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan.

Pembelajaran 3.

Seluruh rakyat Indonesia menyambut dengan suka cita Proklamasi Kemerdekaan.

Peristiwa-peristiwa heroik pun terjadi di berbagai daerah.
Pembacaan teks Proklamasi memicu semangat pejuang-pejuang bangsa mengusir penjajah.

Dalam peristiwa pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, ada dua tokoh penting yang mewakili seluruh rakyat Indonesia, yaitu IR Soekarno dan DRS Mohamad Hatta. Kedua tokoh tersebut dikenal sebagai Proklamator.

IR Soekarno merupakan Presiden Pertama Republik Indonesia (RI) dan Pahlawan Proklamator. Beliau menjadi Presiden RI sejak tahun 1945 sampai dengan 1967. IR Soekarno dikenal pandai berpidato dan menguasai beberapa bahasa asing sehingga dijuluki sebagai “Singa Podium”. IR Soekarno lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada tanggal 6 Juni 1901. Jenjang pendidikannya dimulai dari Indische School (IS) di Tulungagung. Setelah lulus, Soekarno melanjutkan pendidikannya di Europesche Lagene School (ELS) Mojokerto, Jawa Timur; Hogene Burger School (HBS) Surabaya; dan Technische Hogere School (THS), sekarang menjadi Institut Teknologi Bandung (ITB), di Bandung, Jawa Barat, dan memperoleh gelar insinyur.

DRS Mohammad Hatta adalah Wakil Presiden Pertama RI (1945-1957) dan Bapak Koperasi Indonesia. Beliau juga sangat berperan dalam upaya memperoleh pengakuan dari pemerintah Belanda terhadap kedaulatan RI. Mohammad Hatta lahir di Bukittinggi, Sumatra Barat pada tanggal 12 Agustus 1902. Jenjang pendidikannya ditempuh di Europoesche Lagere School (ELS) di Bukittinggi, Meer Uitgebreid Lagere Onderwijs (MULO) di Padang, dan Handels Middelsbare School (HMS) di Jakarta.

Pada tanggal 17 Agustus 1945, IR Soekarno dan DRS Mohamad Hatta beserta para tokoh lainnya memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. IR Soekarno membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan dan DRS Mohamad Hatta sebagai pendampingnya. Bahkan, dalam teks Proklamasi tersebut, tercantum nama dan tanda tangan mereka berdua atas nama bangsa Indonesia. Oleh karena itulah, IR Soekarno dan DRS Mohamad. Hatta diberi gelar sebagai Pahlawan Proklamator pada tahun 1986.

Pahamilah bacaan di atas! Tuliskan informasi penting dalam bacaan ke dalam kolom-kolom berikut dengan menggunakan prinsip: apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana!

1. Siapakah nama tokoh berikut? IR Soekarno. Proklamator RI.

2. Kapan dan di manakah beliau dilahirkan? 6 Juni 1901 , Di Surabaya.

3. Bagaimanakah riwayat pendidikannya? Insinyur.

4. Julukan apa yang diberikan kepadanya? Mengapa dijuluki seperti itu? Bapak Proklamator.

5. Apa saja yang sudah diperjuangkannya bagi bangsa dan negara Indonesia? Memperjuangkan Kemerdekaan, Tokoh Proklamasi, Menjadi Presiden RI di awal berdirinya Indonesia.

 

1. Siapakah nama tokoh berikut? Mohamad Hatta.

2. Kapan dan di manakah beliau dilahirkan? Bukit Tinggi, 12 Agustus 1902.

3. Bagaimanakah riwayat pendidikannya? Drs. / Sarjana.

4. Julukan apa yang diberikan kepadanya? Mengapa dijuluki seperti itu? Bapak Proklamator bersama IR Soekarno.

5. Apa saja yang sudah diperjuangkannya bagi bangsa dan negara Indonesia? Perjuangan kemerdekaan, Proklamator, Wakil Presiden 1, Perdana menteri. 

Pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan disambut dengan penuh suka cita oleh seluruh rakyat di berbagai penjuru daerah. Peristiwa pembacaan Proklamasi memberikan semangat untuk melakukan perlawanan mengusir penjajah di berbagai daerah.

 

Peristiwa Heroik di Yogyakarta / Serangan Umum 1 Maret 1949.

Perebutan kekuasaan di Yogyakarta dimulai pada tanggal 26 September 1945 sejak pukul 10.00 WIB. Para pegawai pemerintah dan perusahaan yang dikuasai Jepang melakukan aksi mogok. Mereka menuntut agar Jepang menyerahkan semua kantor kepada pihak Indonesia.

 

Peristiwa Heroik di Surabaya.

Terjadi insiden bendera di Hotel Yamato, Tunjungan, Surabaya. Orang Belanda mengibarkan bendera Merah Putih Biru di atap hotel. Rakyat kemudian menyerbu hotel, menurunkan, dan merobek warna biru bendera itu untuk dikibarkan kembali. Insiden ini terjadi pada tanggal 19 September 1945.

 

Peristiwa Heroik Semarang.
Pada tanggal 15 Oktober 1945, pasukan Jepang melakukan serangan ke Kota Semarang dan dihadapi oleh TKR dan laskar pejuang lainnya. Pertempuran berlangsung selama lima hari. Akibat pertempuran ini, ribuan pemuda gugur dan ratusan orang Jepang tewas. Untuk mengenang peristiwa itu, di Semarang didirikan Monumen Tugu Muda.

Peristiwa Heroik Aceh.
Pada tanggal 6 Oktober 1945, para pemuda dari tokoh masyarakat membentuk Angkatan Pemuda Indonesia (API). Anggota API kemudian merebut dan mengambil alih kantor-kantor pemerintahan. Di tempat-tempat yang telah mereka rebut, para pemuda mengibarkan bendera Merah Putih dan berhasil melucuti senjata tentara Jepang.

Peristiwa Heroik Bali.
Pada bulan Agustus 1945, pemuda Bali membentuk organisasi Angkatan Muda Indonesia (AMI) dan Pemuda Republik Indonesia (PRI). Upaya perundingan untuk menegakkan kedaulatan RI telah mereka upayakan, tetapi pihak Jepang selalu menghambat. Pada tanggal 13 Desember 1945, para pemuda merebut kekuasaan dari Jepang secara serentak, tetapi belum berhasil karena persenjataan Jepang masih kuat.

Peristiwa Heroik di Sumbawa.
Bentrokan fisik antara pemuda dan Jepang terjadi di Gempe, Sape, dan Raba.

Peristiwa Heroik di Kalimantan.
Rakyat Kalimantan juga berusaha menegakkan kemerdekaan dengan cara mengibarkan bendera Merah Putih, memakai lencana Merah Putih, dan mengadakan rapat-rapat. Namun, kegiatan ini dilarang oleh pasukan Sekutu yang sudah ada di Kalimantan. Rakyat tidak menghiraukan larangan Sekutu sehingga pada tanggal 14 November 1945 di Balikpapan (depan markas Sekutu) berkumpul lebih kurang 8.000 orang dengan membawa bendera Merah Putih.

Peristiwa Heroik di Palembang.
Adanya upacara pengibaran bendera Merah Putih pada tanggal 8 Oktober 1945 yang dipimpin oleh dr. A.K. Gani. Pada kesempatan itu, diumumkan bahwa Sumatra Selatan berada di bawah kekuasaan RI. Upaya penegakan kedaulatan di Sumatra Selatan tidak memerlukan kekerasan karena Jepang berusaha menghindari pertempuran.

Peristiwa Heroik di Makassar.
Gubernur Sam Ratulangi menyusun pemerintahan pada tanggal 19 Agustus 1945. Sementara itu, para pemuda bergerak untuk merebut gedung-gedung penting seperti stasiun radio dan tangsi polisi.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
1.Bagaimanakah reaksi rakyat Indonesia menyambut Proklamasi Kemerdekaan?
2.Apa yang terjadi di Hotel Yamato Surabaya pada tanggal 19 September 1945?
3.Peristiwa apa yang melatarbelakangi dibangunnya Tugu Muda di Semarang?
4.Mengapa pemuda Bali melakukan perlawanan terhadap Jepang?
5.Apa yang dilakukan oleh rakyat Kalimantan dalam menyambut Proklamasi Kemerdekaan?

Bersama dengan kelompokmu, tentukan kota-kota atau daerah-daerah yang melakukan tindakan heroik menyambut Proklamasi Kemerdekaan pada peta buta di bawah ini. Berilah tanda merah pada kota dan daerah yang kamu tunjuk!

 <gambar peta indonesia>

Mengapa rakyat di seluruh daerah di Indonesia sangat antusias mendengar dan menyambut berita mengenai Proklamasi Kemerdekaan Indonesia? Tuliskan cerita kalian pada kolom berikut.

Seluruh rakyat di berbagai daerah dari berbagai suku, agama, dan golongan penuh suka cita menyambut dan merayakan Proklamasi Kemerdekaan. Semua bersatu padu dan lebur saling bahu-membahu melakukan perlawan terhadap penjajah. Semua menunjukkan rasa persatuan dan kesatuan, tidak lagi memikirkan kedaerahan, suku, agama, dan golongan. Hanya ada satu identitas, yaitu Indonesia.

 

1.Indahnya Hidup Ber-bhinneka.

Perhatikan lambang negara kita, Burung Garuda. Lihatlah pita yang dicengkeramnya. Pada pita itu, tertulis kalimat “Bhinneka Tunggal Ika”. Kalimat ter- sebut diambil dari Kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular, yang memiliki arti  berbeda-beda  tetapi tetap satu. Kata-kata tersebut kemudian diberi makna yang lebih luas dan menjadi semboyan “meskipun berbeda-beda, tetapi tetap satu jua”. Semboyan itulah kemudian yang mengikat keberagaman bangsa menjadi satu kesatuan.
Cukupkah kamu mengerti artinya saja? Tentu tidak. Setelah memahami makna yang terkandung di dalamnya, kamu harus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kamu bergaul dengan teman dalam kehidupan sehari-hari, tentu kamu akan bertemu dengan keanekaragaman. Kamu akan berbeda dengan teman-temanmu. Mungkin kamu dengan temanmu berbeda dalam kepandaian, keterampilan, hobi, ukuran tubuh, warna kulit, kebiasaan, bahkan suku, golongan, budaya, dan agama. Lalu, bagaimana kamu harus bersikap?

Untuk menerapkan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika, kamu pun tidak perlu harus meniru temanmu atau orang lain agar terlihat sama. Kamu tidak harus seperti orang lain. Biarlah kamu berbeda dengan orang lain dan orang lain biarlah berbeda dengan dirimu.

Kamu harus menyadari perbedaan itu anugerah dari Tuhan Yan Maha Esa yang harus kita syukuri. Dengan demikian, kamu tidak perlu berselisih hanya karena adanya perbedaan. Kamu harus mensyukuri perbedaan dengan cara menghormati dan menghargai teman-temanmu. Dengan begitu, perbedaan itu justru membuat hidup makin indah.

2.Indahnya Hidup Bersatu dalam Perbedaan.

Kamu tidak dapat hidup sendiri. Kamu membutuhkan bantuan orang lain. Demikian pula, kamu juga dapat membantu orang lain. Dengan saling membantu di tengah masyarakat, hidup akan terasa aman, nyaman, dan tenteram.

Misalnya, dalam bidang keamanan masyarakat. Untuk menjaga keamanan masyarakat, setiap anggota masyarakat wajib melaksanakan ronda sesuai jadwal. Semua mendapat kewajiban yang sama, tidak memandang dia kaya atau miskin, tidak pula memandang asal suku dan agama. Dengan demikian, di masyarakat, akan tercipta keamanan dan ketertiban. Itulah salah satu arti pentingya persatuan dalam perbedaan.

Apa yang akan terjadi jika tidak ada persatuan di masyarakat? Tanpa persatuan, kerukunan di masyarakat sulit terwujud. Setiap orang akan hidup mementingkan dirinya sendiri. Di antara orang, akan muncul rasa saling curiga. Hidup tidak akan nyaman.

Salah satu wujud nyata adanya kerukunan dan persatuan di masyarakat adalah tradisi gotong royong. Misalnya, bergotong royong membangun rumah. Gotong royong melibatkan semua unsur masyarakat.

 

1.Ayo, amati berbagai keberagaman yang ada di kelasmu. Tuliskan pada tabel berikut.

2.Bagaimanakah menciptakan kerukunan dalam kelasmu? Tuliskan pada kolom berikut!
Nama dan Indentitas temanmu, Ciri Fisik , Suku , Agama, Warna Kulit, Bentuk Rambut, Ukuran Tubuh ,Jenis Kelamin.

 

Pentingnya Persatuan di Tempat Tinggalku

Untuk mengetahui pentingnya persatuan, kamu dapat mengamati masyarakat sekitar tempat tinggalmu. Kamu dapat melakukan kegiatan ini secara berkelompok.
Dengan bantuan anggota keluargamu, catatlah kegiatan-kegiatan yang melibatkan seluruh anggota masyarakat di sekitar tempat tinggalmu. Masukkan hasil pengamatanmu pada tabel di bawah ini.

Untuk mengetahui pentingnya persatuan, kamu dapat mengamati masyarakat sekitar tempat tinggalmu. Kamu dapat melakukan kegiatan ini secara berkelompok.

Dengan bantuan anggota keluargamu, catatlah kegiatan-kegiatan yang melibatkan seluruh anggota masyarakat di sekitar tempat tinggalmu. Masukkan hasil pengamatanmu pada tabel di bawah ini.

No. Nama Kegiatan Jenis Kegiatan Waktu Kegiatan Tempat Kegiatan Hasil Kegiatan
1. Kerja Bakti Membersihkan saluran air Hari Minggu, 29 Oktober

2017

Sepanjang jalan desa Saluran air menjadi lancar.

Tidak ada genangan air.

2. Pertemuan Warga   Pukul 8.30    
3.  Dan Seterusnya.        
4.          
5.          

Setelah tabel selesai kamu isi, buatlah penilaian sederhana dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut.
1.Apakah kegiatan tersebut berjalan dengan baik?
2.Adakah masalah yang menghambat untuk melaksanakan kegiatan itu?
3.Cara apa yang ditempuh oleh masyarakat untuk mengatasi hambatan itu?
4.Apakah persatuan masyarakat sangat menentukan keberhasilan kegiatan itu?
5.Apakah manfaat kegiatan itu dapat dirasakan oleh masyarakat? Manfaat apa sajakah itu?
Gunakan hasil pengamatanmu sebagai bahan untuk membuat laporan. Kemudian, presentasikan hasil laporanmu di depan guru dan teman-temanmu.

Laporan Hasil Pengamatan.

  • Nama Kegiatan : 
  • Hari/Tanggal :
  • Tempat :
  • Anggota :
  • Isikan Pengamatan :
  • Kesimpulan  Hasil Pengamatan.

Kamu telah mengetahui arti penting persatuan bagi dirimu dan bagi masyarakat secara luas. Ingatlah itu sebagai bekal kehidupanmu kelak.
Sekarang, kamu juga sadar bahwa kamu juga bisa hidup dalam keberagaman, bukan? Sebutkan bentuk-bentuk keberagaman yang ada di masyarakat sekitar tempat tinggalmu! Bagaimana caramu menyikapi keberagaman tersebut? Kemukakan pada kolom berikut!

Di dalam keluargamu, pastilah juga ada perbedaan. Kemukakan perbedaan yang ada di keluargamu! Kemudian, ceritakan cara keluargamu menyikapi perbedaan yang ada! Bagaimana pula orang tuamu mendidik untuk hidup rukun?

SD5 Tema 7-2-2 Peristiwa Kehidupan – Peristiwa Kebangsaan Masa Proklamasi

SD5 Tema 7 Peristiwa Kehidupan – Sub Tema 2 : Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan.

Pembelajaran 2.

Beni dan ayahnya di kebun cengkih milik Pak Rudi.
Beni : “Ayah, tadi sewaktu kita datang, di daun-daun cengkih dan rerumputan, terdapat titik-titik air. Ke mana perginya titik-titik air itu? Mengapa sekarang tidak ada lagi?”
Ayah : “Itu namanya embun. Tadi, ketika kita datang, masih pagi. Jadi, masih banyak kita jumpai embun di dedaunan. Sekarang sudah siang, embun- embun itu menguap terkena panas sinar matahari.”
“Peristiwa ini disebut penguapan. Proses penguapan embun terjadi dengan bantuan energi sinar matahari dan angin. Akibat panas dari sinar matahari, air menguap menjadi uap air.”

Beni : “Oh, begitu.”
Ayah : “Energi panas atau kalor memiliki peran utama dalam proses penguapan tersebut. Energi panas dapat mengubah suhu benda dan dapat mengubah wujud benda.”

Untuk menyelidiki bahwa kalor dapat menyebabkan perubahan wujud benda, lakukan percobaan berikut!

 

Percobaan.

Tujuan : Mengamati Perubahan Wujud Benda.

Alat dan Bahan : Es Batu;  Mangkuk; Palu/martil.

Cara Kerja : 
1, Siapkan alat dan bahan.
2, Pecahkan es hingga berukuran kecil-kecil.
3, Letakkan beberapa potong es di mangkuk.
4, Letakkan es tersebut di bawah panas terik matahari.
5, Biarkan es selama lima menit.
6, Amatilah perubahan pada es.

Peristiwa perubahan wujud benda padat menjadi benda cair karena adanya pemanasan disebut mencair. Contoh lain peristiwa mencair sebagai bentuk perubahan wujud benda karena kalor atau panas adalah sebagai berikut.
1.Mentega dipanaskan.
2.Logam dipanaskan pada suhu tinggi.
3.Lilin dipanaskan.

Untuk menyelidiki terjadinya peristiwa mencairnya suatu benda yang disebabkan oleh kalor atau panas, lakukan percobaan memanaskan mentega di atas kompor. Berhati-hatilah saat melakukan percobaan menggunakan kompor. Tuliskan prosedur percobaan seperti berikut.

  • Judul Percobaan :
  • Tujuan :
  • Alat dan Bahan:
  • Langkah Kerja :
  • Kesimpulan. 

Banyak peristiwa di sekitar kita yang menunjukkan perubahan wujud benda karena kalor. Bahkan, di sekitar rumah, kamu akan menjumpai peristiwa itu. Nah, bagaimanakah dengan peristiwa sebelum, saat, dan setelah pembacaan teks Proklamasi? Peristiwa apa sajakah yang terjadi? Mari, kita pelajari bersama.

Banyak peristiwa terjadi turut mengiringi peristiwa pembacaan teks proklamasi. Peristiwa yang terjadi menjadi catatan sejarah penting bagi bangsa Indonesia.

Judul Bacaan : Peristiwa Menjelang dan Sesudah Pembacaan Teks Proklamasi.

Setelah mendengar berita Jepang menyerah kepada Sekutu, bangsa Indonesia memper- siapkan dirinya untuk merdeka. Perundingan- perundingan diadakan di antara para pemuda dengan tokoh-tokoh tua, maupun di antara para pemuda sendiri. Walaupun demi- kian, antara tokoh pemuda dan golongan tua sering terjadi perbedaan pendapat. Akibatnya, terjadilah “Peristiwa Rengasdengklok”. Pada tanggal 16 Agustus pukul 04.00 WIB, Bung Hatta dan Bung Karno beserta Ibu Fatmawati dan Guntur Soekarno Poetra dibawa pemuda ke Rengasdengklok agar tidak terpengaruh oleh Jepang. Tujuannya mendesak golongan tua untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.

Setelah melalui perdebatan dan ditengahi Ahmad Soebardjo, menjelang malam hari, kedua tokoh, Bung Hatta dan Bung Karno, akhirnya kembali ke Jakarta. Rombongan Soekarno-Hatta sampai di Jakarta pada pukul 23.00 WIB. Soekarno dan Hatta setelah singgah di rumah masing masing, lalu bersama rombongan lainnya menuju rumah Laksamana Maeda di Jalan Imam Bonjol No. 1 Jakarta (tempat Ahmad Soebardjo bekerja). Di tempat itu, mereka akan merumuskan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Perumusan sampai dengan penandatanganan teks Proklamasi Kemer- dekaan baru selesai pada pukul 04.00 WIB dini hari pada tanggal 17 Agustus 1945. Pada saat itu juga, disepakati bahwa teks Proklamasi akan dibacakan di halaman rumah IR  Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta pada pukul 10.00 WIB.

 

Adapun peristiwa setelah dibacakannya teks Proklamasi Kemerdekaan sebagai berikut.

1, Penyebaran Berita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

  • Para pemuda menyebarkan berita Proklamasi melalui berbagai cara, antara lain menyebar pamflet, mengadakan pertemuan, dan menulis pada tembok-tembok.
  • Wartawan Kantor Berita Domei (sekarang Kantor Berita Antara), Syahruddin berhasil menyelundupkan teks Proklamasi dan diterima oleh Kepala Bagian Radio, Waidan B. Palenewen. Teks Proklamasi tersebut kemudian diberikan kepada F. Wuz untuk segera disiarkan melalui radio.
  • Berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia juga disebarkan melalui beberapa surat kabar. Harian Soeara Asia di Surabaya adalah koran pertama yang menyiarkan berita Proklamasi.
  • Pihak pemerintah Republik Indonesia juga menugaskan para gubernur yang telah dilantik pada tanggal 2 September 1945 untuk menyebarluaskan berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di wilayahnya.

2, Sambutan Rakyat di Berbagai Daerah terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Peristiwa penting yang menunjukkan dukungan rakyat secara spontan terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, antara lain sebagai berikut.

  • Rapat Raksasa di Lapangan lkada (Ikatan Atletik Djakarta) Jakarta pada tanggal 19 September 1945 menyambut kemerdekaan.
  • Usaha menegakkan kedaulatan juga terjadi di berbagai daerah dengan adanya tindakan heroik di berbagai kota yang mendukung Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, antara lain di Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Aceh, Bali, Palembang, Kalimantan, Bandung, Makassar, Lampung, Solo, Sumatra Selatan, dan Sumbawa.

Ayo, temukan kosakata baku dan tidak baku pada bacaan yang berjudul “Peristiwa Menjelang dan Sesudah Pembacaan Teks Proklamasi”. Kemudian, carilah arti katanya di Kamus Besar Bahasa Indonesia, bertanya kepada guru atau berdiskusi.

1.Jawablah pertanyaan-pertanyaan terkait Peristiwa Rengasdengklok berikut.

  • Kapan Peristiwa Rengasdengklok terjadi?
  • Siapakah yang diamankan pada Peristiwa Rengasdengklok?
  • Siapakah yang memelopori Peristiwa Rengasdengklok?
  • Apa yang terjadi di Rengasdengklok?
  • Apa tujuan Peristiwa Rengasdengklok?
  • Apa hasil kesepakatan pada Peristiwa Rengasdengklok?

2.Ceritakan kembali secara tertulis peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada kolom berikut.

A.Penyebarluasan Berita Pembacaan Teks Proklamasi Kemerdekaan
B.Reaksi Masyarakat Indonesia

Peristiwa pembacaan teks Proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945 merupakan tonggak sejarah yang menjadikan bangsa Indonesia merdeka dan berdaulat. Seluruh rakyat Indonesia pun menyambut dengan penuh kegembiraan. Ayo, tularkan semangat kemerdekaan dengan menyanyikan lagu berikut.

 

Lirik Lagu Hari Merdeka.

Tujuh belas agustus tahun empat lima.
Itulah hari kemerdekaan kita.
Hari merdeka, nusa dan bangsa.
Hari lahirnya bangsa Indonesia.
Merdeka.

Sekali merdeka tetap merdeka.
Selama hayat masih di kandung badan.
Kita tetap setia tetap setia.
Mempertahankan Indonesia.
Kita tetap setia tetap setia.
Membela negara kita.

Dapatkah kamu melakukan gerak tari diiringi lagu “Hari Merdeka” di atas? Gerak tari adalah serangkaian gerakan indah dari dalam tubuh manusia. Penampilan gerak tari akan terasa lebih indah jika ada iringan musiknya. Musik dan tari merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Musik dapat mengatur tempo gerak, sebagai pengiring, memberikan suasana, dan sebagai ilustrasi untuk mempertegas ekspresi gerak. Selain musik atau iringan tarinya, keindahan gerak tari juga dapat dilihat dari pola lantai saat penari memperagakan gerak tari. Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan pola lantai? Pola lantai adalah garis-garis di lantai yang dilalui oleh penari dari perpindahan tempat satu ke tempat lain pada saat melakukan gerak tari.

Menurut jenisnya, ada tiga bentuk karya tari yang perlu kamu ketahui sebelum kita lebih lanjut membahas tentang pola lantai. Ada bentuk karya tari tunggal, karya tari berpasangan, dan bentuk tari kelompok. Perhatikan gambar berikut.

Apakah kamu bisa membedakan ketiga bentuk karya tari tersebut? Ayo, diskusikan bersama teman sebangkumu.

Tampak gambar tari tunggal; tari berpasangan; tari berkelompok.

Diskusikan bersama teman sebangkumu.
1.Apa perbedaan bentuk karya tari tunggal, berpasangan, dan kelompok?
2.Bagaimana pola lantai pada karya tari tunggal, berpasangan, dan kelompok?

Tuliskan hasil diskusi kalian pada kolom berikut.

Dengan mengetahui peristiwa Proklamasi, kita menjadi makin mengetahui bahwa diperlukan usaha keras dan pengorbanan yang besar untuk meraih kemerdekaan dan membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pelajaran yang dapat kita petik adalah kepentingan bangsa dan negara adalah yang utama di atas kepentingan pribadi dan golongan. Dalam lingkup yang lebih kecil (dalam kehidupan bermasyarakat), kepentingan umum harus diutamakan daripada kepentingan pribadi.

Kamu adalah generasi penerus bangsa. Apa yang dapat kamu lakukan untuk mengisi kemerdekaan ini? Tuliskan pada kolom berikut.

Nyanyikan lagu “Hari Merdeka” dengan nada dan tempo yang benar di depan orang tua dan anggota keluargamu yang lain. Cobalah bernyanyi sambil bergerak dengan tegas dan semangat. Selesai bernyanyi dan bergerak, mintalah tanggapan orang tuamu. Tuliskan tanggapan orang tuamu atas kegiatan yang kamu lakukan pada kolom berikut!

 

SD5 Tema 7-2-1 Peristiwa Kehidupan – Peristiwa Kebangsaan Masa Proklamasi

SD5 Tema 7 Peristiwa Kehidupan – Sub Tema 2 : Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan.

Pembelajaran 1.

Bangsa Indonesia pernah mengalami masa penjajahan cukup lama. Selama penjajahan, bangsa Indonesia mengalami penderitaan. Oleh karena itu, bangsa Indonesia semangat untuk melepaskan diri dari penjajah. Namun, usaha untuk memperoleh kemerdekaan ternyata tidak mudah. Indonesia harus melalui berbagai rintangan dan peristiwa sejarah yang perlu dicatat dan menjadi pelajaran bagi kehidupan bangsa.

 

 

Tampak gambar peristiwa proklamasi Kemerderkaan Indonesia oleh Ir Sukarno.

Amatilah gambar pada halaman sebelumnya dan jawablah pertanyaan- pertanyaan berikut.

1, Peristiwa apakah yang tampak pada gambar di atas? Peristiwa Proklamasi.

2, Adakah hubungan peristiwa pada gambar dan kemerdekaan bangsa Indonesia? Proklamasi adalah pernyataan kemerdekaan bangsa Indonesia dan lepas dari penjajahan.

3, Apakah dengan adanya peristiwa pada gambar, Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk?  Ya terbentuk, mestipun penuh tantangan dan rintangan dan penuh perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan.

4.Apakah dengan adanya di peristiwa pada gambar, bangsa dan negara Indonesia terbebas dari penjajahan? Merupakan awal tonggak terbebas dari penjajahan, meskipun masih penuh perjuangan untuk bisa lepas dari penjajah.

Terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak hanya cukup dengan pembacaan naskah Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945. Namun, terbentuknya Negara
Kesatuan Republik Indonesia melalui berbagai tahapan dan peristiwa.

Tahapan dan peristiwa memperkukuh terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Saat ini pun, kita masih harus tetap mempertahankan kedaulatan negara.

Proklamasi menjadi peristiwa paling bersejarah bagi bangsa Indonesia. Proklamasi menjadi tonggak sejarah berdirinya bangsa Indonesia menjadi negara yang merdeka dan berdaulat. Proklamasi menjadikan bangsa Indonesia terlepas dari penjajahan. Proklamasi juga menjadi awal bagi bangsa Indonesia untuk menentukan nasibnya sendiri.

Pada akhir bulan Juli 1945, Jepang menyetujui pemberian kemerdekaan kepada Indonesia pada tanggal 7 September 1945. Namun, pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945, bom atom dijatuhkan Sekutu di kota Hiroshima dan Nagasaki. Peristiwa itu mendorong diubahnya tanggal pemberian kemerdekaan Indonesia menjadi 24 Agustus 1945.

Kemudian, pada tanggal 15 Agustus 1945, Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. Akibatnya, terjadi kekosongan kekuasaan di Indonesia. Kesempatan inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaan. Bacalah bacaan berikut dengan saksama.

 

Judul Bacaan : Peristiwa Pembacaan Teks Proklamasi.

Pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 17 Agustus 1945. Sejak pagi, telah dilakukan persiapan di rumah IR Soekarno, untuk menyambut Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Banyak tokoh pergerakan nasional beserta rakyat berkumpul di tempat itu. Mereka ingin menyaksikan pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Sesuai kesepakatan yang diambil di rumah Laksamana Maeda, para tokoh Indonesia menjelang pukul 10.30 waktu Jawa zaman Jepang atau pukul 10.00 WIB telah berdatangan ke rumah IR Soekarno. Mereka hadir untuk menjadi saksi pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Acara yang disusun dalam upacara di kediaman IR Soekarno itu, antara lain sebagai berikut.
a, Pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
b, Pengibaran bendera Merah Putih.
c, Sambutan Wali Kota Suwiryo dan dr. Muwardi.

Upacara Proklamasi Kemerdekaan berlangsung tanpa protokol. Latief Hendraningrat memberi aba-aba siap kepada semua barisan pemuda. Semua yang hadir berdiri tegak dengan sikap sempurna. Suasana menjadi sangat hening. IR Soekarno dan DRS Mohamad Hatta dipersilakan maju beberapa langkah dari tempatnya semula. IR Soekarno mendekati mikrofon. Dengan suaranya yang mantap, IR Soekarno didampingi DRS Mohamad Hatta membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang telah diketik oleh Sayuti Melik. Berikut teks Proklamasi yang diketik oleh Sayuti Melik.

PROKLAMASI.

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan Kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempo jang sesingkat- singkatnja.

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05 Atas nama bangsa Indonesia
Soekarno/Hatta.

Sesaat setelah pembacaan Proklamasi Kemerdekaan, dilanjutkan upacara pengibaran bendera Merah Putih. Bendera Sang Saka Merah Putih dijahit oleh Ibu Fatmawati Soekarno. Suhud mengambil bendera dari atas baki (nampan) yang telah disediakan dan mengibarkannya dengan bantuan Shodanco Latief Hendraningrat. Kemudian, Sang Merah Putih mulai dinaikkan dan hadirin yang datang bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya. Bendera dinaikkan perlahan-lahan menyesuaikan syair lagu Indonesia Raya. Seusai pengibaran bendera Merah Putih, acara dilanjutkan sambutan dari Wali Kota Suwiryo dan dr. Muwardi.

Berdiskusilah dengan teman sebangkumu mengenai bacaan di atas. Buatlah ulasan mengenai isi bacaan. Tuliskan pada kolom berikut.
1.Judul bacaan ?

2.Isi bacaan yang paling menarik ?

 

Ayo, temukan kosakata baku dan tidak baku pada bacaan yang berjudul “Peristiwa Pembacaan Teks Proklamasi”. Kemudian, carilah arti katanya di Kamus Besar Bahasa Indonesia, bertanya kepada guru, atau berdiskusi.
Perhatikan cara-cara menggunakan kamus.
1, Pilihlah sebuah kata dari daftar kosakata barumu. Misalnya: proklamasi
2, Bukalah kamusmu, carilah daftar kata-kata yang dimulai dengan huruf awal “p”. Ingat, setiap kata pada kamus selalu diurutkan berdasarkan urutan abjad.
3, Dalam daftar kata yang berhuruf awal “p” itu, carilah daftar kata yang dimulai dengan “pr”.
4, Carilah daftar kata yang dimulai dengan “pro”. Kata proklamasi akan kamu temukan di antara kata-kata itu. Selamat mencari!

Bacalah kembali bacaan Peristiwa Pembacaan Teks Proklamasi. Kemudian, tuliskan kembali peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia melalui kegiatan berikut.

1. Kapan teks Proklamasi Kemerdekaan dibacakan?
Jawaban:

2. Di mana teks Proklamasi dibacakan?
Jawaban:

3. Siapakah yang membuat dan membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan?
Jawaban:

4. Siapa sajakah tokoh yang hadir pada acara pembacaan teks Proklamasi?
Jawaban:

5. Apa saja susunan acara yang dilakukan pada pembacaan teks Proklamasi?
Jawaban:

 

Kita tahu bahwa teks Proklamasi dibacakan pada pukul 10.00 WIB. Bagaimanakah kira-kira cuaca dan suhu udara pada saat itu? Apa yang kamu rasakan saat ini pada pukul yang sama, yaitu 10.00 WIB? Bagaimanakah suhu udara saat ini? Panas ataukah dingin?

Suhu udara yang kita rasakan sangat terpengaruh oleh sinar matahari. Jika intensitas sinar matahari tinggi, suhu udara pun akan tinggi. Sebaliknya, jika intensitas sinar matahari rendah, suhu udara pun akan rendah. Hal tersebut juga berkaitan dengan perpindahan kalor secara radiasi dari sinar matahari.

 

Judul Bacaan : Kalor Mengubah Suhu Benda.

Kalor didefinisikan sebagai energi panas yang dimiliki oleh benda. Secara umum, mengetahui adanya kalor yang dimiliki oleh benda dapat dilakukan dengan cara mengukur suhu benda tersebut. Jika suhu benda tinggi, kalor yang dikandung oleh benda juga besar. Sebaliknya, jika suhu benda rendah, kalor yang dikandung oleh benda juga kecil.

Kalor yang dimiliki oleh suatu benda bisa berubah-ubah. Bisa naik, bisa juga turun karena kalor dapat berpindah dari suhu tinggi menuju suhu rendah.

Contoh bahwa kalor dapat mengubah suhu benda: Air panas memiliki suhu tinggi. Air dingin memiliki suhu rendah.
Apabila kedua air dicampur, campuran itu akan menghasilkan suhu baru.
Suhu rendah akan meningkat karena menerima panas yang bersuhu tinggi.

Percobaan :

Menyelidiki Kalor Dapat Mengubah Suhu Benda.

Alat :
1, Cerek.
2, Kompor.

Bahan
1, Air.

Cara Kerja :
1, Tuangkan air ke dalam cerek.
2, Letakkan cerek di atas kompor.
3, Nyalakan kompor.
4, Amati apa yang terjadi pada air.

Saat air dipanaskan, air yang semula dingin (bersuhu rendah) menerima panas dari kompor  melalui Cerek.
Air menerima panas, lama-kelamaan air menjadi panas dan mendidih (suhu meningkat).
Makin tinggi energi yang diterima, maka semakin cepat kenaikan suhunya.

 

Ayo, amatilah peristiwa-peristiwa dalam kehidupan sehari-hari yang menunjukkan adanya perubahan suhu benda yang disebabkan kalor. Indentifikasi dengan cara menuliskan perubahan suhu benda yang disebabkan oleh kalor pada tabel berikut!

Kemerdekaan seperti yang sekarang ini kita rasakan tidaklah terjadi begitu saja. Kemerdekaan terjadi melalui proses yang sangat panjang. Berbagai peristiwa, usaha, dan pengorbanan turut andil dalam mencapai kemerdekaan, khususnya peristiwa penyusunan dan pembacaan teks Proklamasi.

Tidak bisa dimungkiri bahwa peran dan jasa tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan sangatlah besar. Dengan segenap jiwa dan raga, mereka bersatu padu mempersiapkan proklamasi. Mereka bekerja sama, saling bahu-membahu, tanpa membedakan golongan.

Apakah sebagai generasi penerus bangsa, kamu akan merusak nilai-nilai perjuangan tersebut? Akankah kamu mampu meneruskan perjuangan tersebut? Apa yang dapat kamu lakukan untuk meneruskan perjuangan para pahlawan pendahulu? Ungkapkan pendapatmu!

Bacakan teks Proklamasi di depan orang tua dan anggota keluargamu yang lain. Selesai membaca teks Proklamasi, mintalah tanggapan kepada mereka dan tuliskan pada kolom berikut!