Buku Siswa Kelas 5 Tematik 6 Kurikulum 2013 Rev 2017, PDF bisa di download disini !
Tema 6 : Peristiwa dalam Kehidupan.
Buku Siswa Kelas 5 Tematik 6 Kurikulum 2013 Rev 2017, PDF bisa di download disini !
Tema 6 : Peristiwa dalam Kehidupan.
SD4.7.6 – SD Kelas 4 Tema 7 – Indahnya Keragaman di Negeriku.
Subtema 3: Indahnya Persatuan dan Kesatuan Negeriku – Pembelajaran 6.
Keragaman masyarakat di Indonesia seperti karya kolase atau mozaik.
Meskipun berbeda warna dan bentuk tetapi seluruhnya menjadi karya yang indah.
Buatlah satu karya mozaik atau aplikasi.
1. Untuk karya mozaik, kamu dapat menggunakan kertas warna-warni. Gunting kecil-kecil kertas warna-warni. Selanjutnya buatlah sketsa gambar, lalu tempelkan guntingan-guntingan kertas pada bidang gambar. Perhatikan komposisi warna supaya menarik.
2. Untuk karya aplikasi, siapkan benda yang akan kamu beri hiasan. Sebagai contoh kamu akan menghias sampul bukumu. Siapkan kertas warna sesuai warna yang kamu inginkan. Buatlah bentuk-bentuk gambar
pada kertas warna, lalu guntinglah. Tempelkan guntingan bentuk- bentuk gambar pada sampul bukumu. Atur komposisi gambar sesuai keinginanmu.
Cara membuat karya mozaik:
1. Buatlah gambar pada selembar kertas sesuai tema yang dipilih.
2. Siapkan bahan untuk kolase, misalnya kertas atau kain.
3. Potong-potong kain atau kertas menjadi potongan kecil-kecil.
4. Tempelkan potongan-potongan bahan pada gambar.
Cara membuat karya aplikasi:
1. Siapkan bahan untuk aplikasi, misalnya kain atau kertas (kertas berwarna atau kertas bekas kalender).
2. Rancanglah gambar pada selembar kertas sesuai dengan tema yang dipilih.
3. Potonglah kain atau kertas menjadi bentuk tertentu, misalnya daun, bunga, binatang, atau bentuk-bentuk lain sesuai dengan gambar rancangan.
4. Tempelkan potongan bentuk tersebut pada benda yang akan dihias. Tempelkan menggunakan lem atau dengan menjahit jika aplikasi menggunakan kain.
Bacalah teks berikut!
Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia.

Ki Hajar Dewantara diberi gelar sebagai Bapak Pendidikan Indonesia. Pemberian gelar itu ditetapkan pada tahun 1959 oleh Presiden Soekarno. Gelar itu diberikan kepada Ki Hajar Dewantara atas jasa beliau merintis pendidikan umum di Indonesia. Hari kelahiran Ki Hajar Dewantara tanggal 2 Mei ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional.
Ki Hajar Dewantara lahir dari keluarga ningrat di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889. Nama aslinya Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Namun, pada usia 40, beliau berganti nama menjadi Ki Hajar Dewantara. Beliau tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan Raden Mas, karena beliau ingin dekat dengan rakyat.
Beliau lulus dari ELS (Sekolah Dasar Belanda), lalu melanjutkan ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera) namun tidak selesai. Ki Hajar Dewantara menjadi wartawan di banyak surat kabar, yaitu Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, De Express, Poesara, Sedyotomo, dan Midden Jaya. Tulisan-tulisan beliau mampu membangkitkan semangat kebangsaan orang Indonesia.
Ki Hajar Dewantara juga aktif dalam kegiatan politik. Melalui organisasi Boedi Oetomo, beliau menyuarakan pentingnya persatuan dan kesatuan berbangsa dan bernegara. Pada tahun 1912 beliau bersama Douwes Dekker dan Cipto Mangunkoesomo mendirikan Indische Partij. Indische Partij merupakan partai yang bertujuan mencapai kemerdekaan Indonesia.
Pada tahun 1913, Ki Hajar Dewantara mengkritik perayaan 100 tahun bebasnya Belanda dari penjajahan Perancis. Akibatnya beliau dibuang ke negeri Belanda. Di sana beliau mempelajari pendidikan dan pengajaran.
Selanjutnya, pada tanggal 3 Juli 1932, Ki Hajar Dewantara kembali ke Indonesia. Beliau mendirikan Perguruan Nasional Taman Siswa. Dari sekolah inilah lahir konsep pendidikan nasional. Saat Indonesia merdeka dan menjadi republik, Ki Hajar Dewantara diangkat menjadi Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan Indonesia. Ki Hajar Dewantara wafat pada tanggal 28 April 1959. Jasanya terus dikenang oleh bangsa Indonesia.
(Sumber: http://kidnesia.com/Embed/Boleh-Tahu/Ilmu-Pengetahuan-Umum/Ki-Hajar-Dewantara-Bapak-Pendidikan-Indonesia diunduh 24 September 2016)
Bacalah teks “Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia”.
1. Tuliskan kata sulit pada teks, lalu carilah artinya.
2. Tuliskan gagasan pokok setiap paragraf pada teks “Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia”.
3. Tuliskan informasi baru yang kamu dapatkan dari teks tersebut.
4. Buatlah laporan tertulis tentang teks tersebut. Serahkan hasil tulisanmu kepada Bapak/Ibu guru.
SD4.7.5 – SD Kelas 4 Tema 7 – Indahnya Keragaman di Negeriku.
Subtema 3: Indahnya Persatuan dan Kesatuan Negeriku – Pembelajaran 5.
Kamu telah mengetahui karya seni rupa yang dibuat dengan teknik tempel. Ayo, cobalah membuat karya serupa.
Buatlah satu karya montase atau kolase.
1. Untuk montase, gunakan gambar-gambar dari majalah bekas atau koran bekas. Tempelkan membentuk komposisi gambar baru yang kamu inginkan. Jika perlu tambahkan gambar lain, lalu warnailah.
2. Untuk karya kolase, gunakan bahan-bahan yang mudah kamu peroleh. Kamu dapat menggunakan biji-bijian, daun-daun kering, kapas, atau kulit buah salak. Pertama, buatlah sketsa gambar pada kertas putih. Selanjutnya, tempelkan bahan-bahan yang sudah kamu siapkan. Perhatikan komposisi warna supaya terlihat menarik.
Cara membuat karya montase:
1. Tentukan tema karya, misalnya tentang keragaman budaya di Indonesia.
2. Buatlah rancangan karya montase pada selembar kertas.
3. Carilah gambar-gambar sesuai rancangan. Gambar-gambar dapat kamu peroleh dari buku bekas, majalah, atau koran bekas.
4. Guntinglah gambar-gambar yang kamu peroleh.
5. Rekatkan potongan gambar-gambar pada kertas sesuai rancangan.
6. Jika perlu, lengkapi dengan gambar dengan menggunakan pensil, lalu warnailah.
Cara membuat karya kolase:
1. Buatlah gambar pada selembar kertas sesuai tema yang dipilih.
2. Siapkan bahan untuk kolase, misalnya kertas, kain, kayu, atau biji-bijian.
3. Potong-potong bahan kolase, kecuali biji-bijian.
4. Tempelkan potongan-potongan bahan pada gambar.
Bacalah teks berikut!
Melaksanakan Sikap Toleransi.
Kita harus mempunyai sikap toleransi terhadap keragaman dalam masyarakat Indonesia, baik keragaman agama, suku dan ras, sosial budaya, maupun gender. Sikap toleransi dalam keragaman bangsa Indonesia sangat penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu, pentingnya sikap toleransi, antara lain sebagai berikut.
1. Membentuk persatuan bangsa.
2. Menciptakan kerukunan antarwarga masyarakat.
3. Memunculkan rasa nasionalisme dan bangga terhadap bangsa dan negara Indonesia.
4. Memperkukuh Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sikap toleransi hendaknya juga diterapkan dalam lingkungan kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, maupun bangsa dan negara. Berikut beberapa contoh penerapan sikap toleransi dalam berbagai lingkungan kehidupan sehari-hari.
1. Lingkungan Keluarga.
Contoh sikap toleransi dalam lingkungan keluarga seperti berikut.
a. Membantu pekerjaan orang tua di rumah.
b. Membantu adik saat kesulitan dalam belajar.
c. Menghargai perbedaan antaranggota keluarga.
d. Menjaga ketenangan saat jam tidur siang.
e. Mendengarkan dan menjalankan nasihat orang tua.
2. Lingkungan Sekolah.
Contoh sikap toleransi dalam lingkungan sekolah seperti berikut.
a. Menjaga ketenangan dalam kelas saat berlangsungnya proses belajar mengajar.
b. Menghargai perbedaan pendapat dengan teman.
c. Tidak membedakan suku, agama, dan ras teman dalam bergaul.
d. Tidak memaksakan agama kita kepada orang lain.
e. Mematuhi tata tertib sekolah.
3. Lingkungan Masyarakat.
Contoh sikap toleransi dalam lingkungan masyarakat seperti berikut.
a. Ramah kepada tetangga.
b. Mengikuti kegiatan sosial dalam kehidupan masyarakat.
c. Memberi kesempatan kepada tetangga untuk menjalankan ibadah.
SD4.7.3 – SD Kelas 4 Tema 7 – Indahnya Keragaman di Negeriku.
Subtema 3: Indahnya Persatuan dan Kesatuan Negeriku – Pembelajaran 2.
Keragaman budaya menghasilkan keragaman seni. Inilah salah satu contohnya.
Perhatikan gambar karya-karya seni rupa yang kreatif berikut ini.

Gambar 3.9 menunjukkan karya montase.
Menurutmu, bagaimana cara membuat karya montase?

Gambar 3.10 menunjukkan karya kolase.
Menurutmu, bagaimana cara membuat karya kolase?
Gambar 3.11 menunjukkan karya mozaik.
Menurutmu, bagaimana cara membuat karya mozaik? Apa perbedaannya dengan karya kolase?
Gambar 3.12 Hasil karya seni aplikasi kain pada tas
Gambar 3.12 menunjukkan hasil karya seni aplikasi.
Menurutmu, bagaimana cara membuat karya seni aplikasi?
Kamu telah mengamati contoh-contoh karya montase, kolase, mozaik, dan aplikasi. Apa perbedaan karya montase, kolase, mozaik, dan aplikasi? Coba diskusikan dengan teman-teman sekelompokmu. Selanjutnya, ceritakan hasil diskusimu kepada Bapak/Ibu guru dan kelompok lain.
Karya montase, kolase, aplikasi, dan mozaik merupakan karya seni rupa. Keempat jenis karya tersebut dibuat dengan teknik tempel. Bahan- bahan yang ditempelkan beragam.
Montase dibuat dengan menempelkan gambar-gambar yang sudah jadi. Gambar-gambar itu dapat diambil dari majalah bekas, surat kabar, atau media lainnya. Gambar-gambar itu kemudian disusun ulang membentuk gambar adegan baru sesuai yang kita inginkan.
Karya kolase dibuat menggunakan paduan aneka bahan (misalnya kertas, kain, kayu). Aneka bahan itu ditempelkan pada permukaan gambar.
Mozaik dibuat dengan menempelkan potongan-potongan bahan. Dibandingkan kolase, potongan-potongan bahan yang ditempelkan lebih kecil. Bahan yang digunakan sejenis, misalnya kertas saja, kaca saja, atau keramik saja. Namun, supaya lebih menarik, digunakan macam-macam warna.
Karya aplikasi dibuat dengan menempelkan suatu bentuk dari bahan tertentu. Karya aplikasi banyak diterapkan pada kerajinan kain.
Cara membuat karya montase:
1. Tentukan tema karya, misalnya tentang keragaman budaya di Indonesia.
2. Buatlah rancangan karya montase pada selembar kertas.
3. Carilah gambar-gambar sesuai rancangan. Gambar-gambar dapat kamu peroleh dari buku bekas, majalah, atau koran bekas.
4. Guntinglah gambar-gambar yang kamu peroleh.
5. Rekatkan potongan gambar-gambar pada kertas sesuai rancangan.
6. Jika perlu, lengkapi dengan gambar dengan menggunakan pensil, lalu warnailah.
Cara membuat karya kolase:
1. Buatlah gambar pada selembar kertas sesuai tema yang dipilih.
2. Siapkan bahan untuk kolase, misalnya kertas, kain, kayu, atau biji-bijian.
3. Potong-potong bahan kolase, kecuali biji-bijian.
4. Tempelkan potongan-potongan bahan pada gambar.
Cara membuat karya mozaik:
1. Buatlah gambar pada selembar kertas sesuai tema yang dipilih.
2. Siapkan bahan untuk kolase, misalnya kertas atau kain.
3. Potong-potong kain atau kertas menjadi potongan kecil-kecil.
4. Tempelkan potongan-potongan bahan pada gambar.
Cara membuat karya aplikasi:
1. Siapkan bahan untuk aplikasi, misalnya kain atau kertas (kertas berwarna atau kertas bekas kalender).
2. Rancanglah gambar pada selembar kertas sesuai dengan tema yang dipilih.
3. Potonglah kain atau kertas menjadi bentuk tertentu, misalnya daun, bunga, binatang, atau bentuk-bentuk lain sesuai dengan gambar rancangan.
4. Tempelkan potongan bentuk tersebut pada benda yang akan dihias. Tempelkan menggunakan lem atau dengan menjahit jika aplikasi menggunakan kain.
Bacalah teks berikut!
Percantik Dekorasi Ruang Tamu dengan Seni Mozaik
Mozaik merupakan seni dekorasi dengan merangkai kepingan-kepingan bahan berwarna, seperti keramik, batu, atau bahkan kertas. Kepingan-kepingan bahan itu disusun sehingga membentuk suatu gambar. Seorang desainer interior, Alexey Steshak sukses mempercantik tampilan dinding rumahnya dengan karya mozaik bergambar pohon.
Sebelum merangkai kepingan-kepingan keramik, Alexey Steshak terlebih dahulu membuat sketsa gambar pohon di dinding rumahnya. Ia kemudian menempelkan kepingan-kepingan keramik berbagai macam warna seperti hijau, oranye, dan cokelat hingga terbentuklah gambar pohon yang unik dan mempesona.
Sumber: http://lifestyle.liputan6.com/read/2165395/percantik-dekorasi-ruang-tamu-dengan-seni-mozaik diunduh 23 September 2016 Ayo Berdiskusi
Pengetahuan baru apa yang kamu dapat dari teks, ‘Percantik Dekorasi Ruang Tamu dengan Seni Mozaik”? Diskusikan dengan teman sebangkumu, lalu bacakan hasil diskusimu di depan Bapak/Ibu guru dan kelompok lain.
Karya kolase, montase, aplikasi, dan mozaik menggunakan aneka bahan. Bahan yang dapat digunakan, misalnya kertas, biji-bijian, bulu binatang, kain, kaca, atau keramik. Setiap jenis bahan akan menghasilkan tampilan berbeda. Tekstur karya juga berbeda. Ada yang bertekstur halus. Sebaliknya, ada pula yang bertekstur kasar.
Secara umum, ada dua macam tekstur permukaan benda yaitu kasar dan halus. Setiap jenis tekstur memiliki kelebihan dan kekurangan, tergantung peruntukannya. Kaca yang bertekstur halus bermanfaat supaya dapat memantulkan cahaya lebih baik. Sebaliknya, ban kendaraan bertekstur kasar.
1. Siapkan beberapa pulpen atau pensil. Kumpulkan benda itu sebanyak- banyaknya dari teman-temanmu.
2. Setelah terkumpul, rabalah permukaan setiap benda-benda itu, kemudian peganglah satu per satu. Peganglah dengan cara yang sama.
3. Bandingkan hubungan kelicinan permukaan benda dengan kemudahan memegang benda tersebut.
4. Catatlah hasil kegiatanmu.
Semakin licin permukaan suatu benda, semakin sulit benda tersebut untuk dipegang. Sebaliknya, benda mempunyai permukaan kasar semakin mudah untuk dipegang.
Kekasaran dan kelicinan permukaan benda memengaruhi nilai gaya gesek yang dihasilkan. Gaya gesek adalah gaya berlawanan arah yang dihasilkan oleh satu benda ke benda lain yang dipengaruhi oleh permukaan benda. Contoh gaya gesek misalnya gaya gesek antara telapak tangan dengan benda yang dipegang atau gaya gesek antara telapak kaki dengan lantai saat kita melangkah.
Diskusikan jawaban pertanyaan berikut bersama teman-teman sekelompokmu. Selanjutnya, bacakan hasil diskusi kalian di depan Bapak/Ibu guru dan kelompok lain.
1. Apa contoh gaya gesek dalam kehidupan sehari-hari dan manfaatnya bagi manusia?
2. Mengapa permukaan ban kendaraan dibuat kasar?
Ë Apa yang kamu pelajari pada hari ini?
Ë Apa persamaan karya kolase, montase, aplikasi, dan mozaik?
Ë Apa perbedaan karya kolase, montase, aplikasi, dan mozaik?
SD4.7.3 – SD Kelas 4 Tema 7 – Indahnya Keragaman di Negeriku.
Subtema 3: Indahnya Persatuan dan Kesatuan Negeriku – Pembelajaran 1.
Kamu telah mengetahui keragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia. Bagaimana sikapmu atas keragaman itu?
Supaya Tetap Rukun, Mari Lakukan Sikap Ini.
Negara Republik Indonesia memiliki keragaman adat, budaya, dan agama. Adat dan budaya setiap daerah unik dan berbeda dari daerah lain. Agama yang dianut penduduk pun beragam. Dengan perbedaan itu, bagaimana kita dapat menjaga kesatuan bangsa? Nah, untuk menjaga kesatuan bangsa dan supaya tetap rukun, mari kita lakukan sikap-sikap ini.
Salah satu sikap yang harus dilakukan yaitu adanya toleransi dan saling menghormati dalam menjalankan ibadah agama. Bagaimana perwujudannya?
Perwujudannya misalnya kita tidak boleh menghina teman yang berbeda agama. Selanjutnya, saat teman kita sedang beribadah kita tidak boleh mengganggu mereka.
Sikap lain yang harus dilakukan yaitu menghargai berbagai kebudayaan dari berbagai daerah di Indonesia. Negara kita kaya akan berbagai kebudayaaan daerah. Kita boleh membanggakan kebudayaan daerah sendiri. Namun, kita juga harus menghargai dan ikut melestarikan kebudayaan daerah lain.
Jadi, untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan NKRI, bagaimana sikap kita? Kita harus saling menghargai, menghormati, dan menyayangi orang lain meskipun berbeda agama, suku, dan budaya. Sikap itulah yang harus selalu kita tanamkan pada diri kita.
(Sumber: http://kidnesia.com/Boleh-Tahu/Serba-Serbi/Supaya-Tetap-Rukun-Hindari-Sikap-Ini-Yuk diunduh 24 September 2016)
Ceritakan hasil diskusi kelompokmu. Bandingkan dengan hasil diskusi kelompok lain. Apakah ada perbedaan?
“Keragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia menjadi magnet bagi para wisatawan.” Pernahkah kamu mendengar atau membaca kalimat seperti itu? Apa maksudnya? Maksud dari kalimat tersebut adalah bahwa keragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia menjadi daya tarik bagi wisatawan.
Mungkin kamu bertanya-tanya, apa hubungannya “magnet” dengan “daya tarik”. Nah, terlebih dahulu lakukan kegiatan berikut.
Lakukan kegiatan ini di dalam kelas.
1. Sediakan magnet batang atau magnet mainan (yang biasa ditempelkan pada pintu lemari pendingin).
2. Sediakan benda-benda kecil, seperti jarum pentul, peniti, pensil, kerikil, dan daun. Letakkan di atas meja.
3. Dekatkan magnet pada benda-benda kecil tersebut.
4. Catatlah hasil pengamatan kalian.
5. Ingat, berhati-hatilah saat bekerja dengan jarum pentul dan peniti. Pastikan tidak ada jarum pentul yang terjatuh di lantai. Pastikan juga peniti tidak terbuka. Setelah selesai digunakan, bereskan dan masukkan kembali jarum pentul dan peniti ke tempatnya.

Berdasarkan kegiatan di atas, diskusikan jawaban pertanyaan-pertanyaan berikut bersama teman-teman sekelasmu.
1. Apa yang terjadi saat magnet didekatkan pada benda-benda kecil yang kamu sediakan?
2. Benda apa yang dapat ditarik oleh magnet?
3. Benda apa saja yang tidak dapat ditarik oleh magnet?
Magnet mempunyai kemampuan dapat menarik benda-benda yang terbuat dari logam.

Lakukan kegiatan ini bersama teman sebangkumu.
1. Sediakan dua buah magnet batang, misalnya magnet I dan magnet II.
2. Tandai ujung dari setiap batang magnet, misalnya A dan B.
3. Dekatkan ujung A dari magnet I dengan ujung A magnet II. Apa yang terjadi?
4. Dekatkan ujung A dari magnet I dengan ujung B dari magnet II. Apa yang terjadi?
5. Dekatkan ujung B magnet I dengan ujung A magnet B. Apa yang terjadi?
6. Dekatkan ujung B magnet I dengan ujung B magnet II. Apa yang terjadi?
Catatlah hasil pengamatanmu dalam tabel seperti berikut, lalu jelaskan kepada Bapak/Ibu guru dan teman-temanmu.
Sebuah magnet mempunyai dua ujung berlawanan. Ujung magnet biasa disebut kutub. Dua kutub magnet yang berlawanan itu disebut kutub utara (U) dan kutub selatan (S).
Jika dua buah magnet didekatkan pada kutub yang sama, kedua magnet akan tolak menolak. Sebaliknya, jika dua buah magnet didekatkan pada kutub yang berbeda, kedua magnet tersebut akan tarik menarik.

Interaksi dua buah magnet (misalnya dengan didekatkan) akan menimbul- kan gaya. Gaya itu disebut gaya magnet. Jadi, gaya magnet adalah gaya yang dihasilkan ketika dua magnet atau lebih saling berinteraksi.
Gaya magnet dapat dimanfaatkan, misalnya dalam pembuatan kompas. Kompas adalah alat penunjuk arah utara dan selatan. Pada kompas terpasang sebuah magnet berbentuk jarum. Jika diletakkan mendatar, jarum kompas akan selalu menunjuk arah utara dan selatan.

Gambar 3.6 Kompas menggunakan magnet jarum
Kamu telah mengetahui bahwa jarum kompas selalu menunjuk arah utara selatan. Kini, bagaimana arah benda jika dijatuhkan dari ketinggian tertentu? Ayo, lakukan kegiatan berikut.
1. Siapkan sebuah uang logam.
2. Keluarlah dari dalam kelas menuju halaman sekolah atau lapangan yang lebih luas.
3. Pegang uang logam yang telah kamu persiapkan lalu lemparkan kuat- kuat ke atas. Perhatikan arah lemparan agar tidak mengenai teman atau bangunan yang dekat dengan kamu.
4. Apa yang terjadi setelah kamu melempar uang logam itu? Catatlah hasil dari kegiatanmu.
5. Ulangi sebanyak lima kali.
Diskusikan di dalam kelas bersama teman sekelompokmu, hasil dari kegiatanmu melempar uang logam di atas.
1. Apa yang terjadi setelah uang logam dilempar ke atas?
2. Mengapa hal itu bisa terjadi?
3. Bagaimana seandainya uang logam diganti bola, pensil, penghapus, dan kapas?
4. Selanjutnya, ceritakan hasil diskusi kelompokmu kepada Bapak/Ibu guru dan kelompok lain.
Uang logam yang dilempar kuat-kuat ke atas akan kembali ke bumi. Bayangkan jika uang itu tidak kembali lagi ke bumi dan terus terbang jauh ke angkasa. Kamu akan kehilangan uang logam itu.
Mengapa uang logam itu jatuh kembali lagi ke bumi? Uang logam dan benda apa pun yang kamu lemparkan ke atas akan kembali lagi ke bumi karena adanya gaya gravitasi. Gaya gravitasi adalah gaya yang disebabkan oleh gaya tarik yang dihasilkan oleh bumi. Gaya gravitasi ini akan menyebabkan semua benda yang berada di permukaan bumi selalu tertarik menuju bumi.
Jika tidak ada gaya gravitasi, semua benda yang kamu lemparkan ke atas dapat dengan mudah hilang karena melayang di angkasa. Bahkan, diri kamu sendiri dapat terbang dan sulit untuk kembali ke rumah. Oleh karena itu, gaya gravitasi sangat bermanfaat karena dapat menahan benda-benda agar tetap berada di bumi.
Contoh peristiwa sehari-hari menunjukkan gaya gravitasi adalah jatuhnya buah yang sudah matang dari dahan pohon ke tanah.
Benda-benda di rumahku yang dapat ditarik oleh magnet: besi, paku, dll.
SD4.7.1 – SD Kelas 4 Tema 7 – Indahnya Keragaman di Negeriku.
Subtema 2: Indahnya Keragaman Budaya Negeriku – Pembelajaran 5.
Kamu telah mengetahui keragaman rumah adat dan pakaian adat di Indonesia.
Adakah lagi keragaman budaya di Indonesia?
Ayo kita pelajari bersama.
Keragaman Kesenian Daerah di Indonesia.
Setiap daerah memiliki kekayaan kesenian yang berbeda-beda. Kesenian daerah ditunjukkan dalam bentuk tarian, musik, lagu, upacara adat, dan seni pertunjukan.
Seni tari yang berkembang di Indonesia begitu banyak dan beragam. Tarian daerah menggambarkan tradisi dan tata cara kehidupan penduduk di suatu daerah. Tarian biasanya menjadi ciri khas pertunjukan pada upacara adat atau peristiwa penting. Berikut beberapa tarian daerah di Indonesia.
Tabel 2.5 Tari Daerah di Indonesia.
1. Aceh dengan tari daerahnya : Tari Seudati, Tari Saman Meusekat.
2. Sumatra Utara dengan tari daerahnya : Tari Serampang Dua Belas, Tari Tor-tor.
3. Sumatra Barat dengan tari daerahnya : Tari Piring, Tari payung.
4. Riau dengan tari daerahnya : Tari Tandak, Tari Makan Sirih.
5. Kepulauan Riau dengan tari daerahnya : Tari Joget Lambak.
6. Jambi dengan tari daerahnya : Tari Sekapur Sirih, Tari Selampir Delapan.
7. Sumatra Selatan dengan tari daerahnya : Tari Tanggai, Tari Putri Bekhusek.
8. Bangka Belitung dengan tari daerahnya : Tari Campak.
9. Bengkulu dengan tari daerahnya : Tari Andun, Tari Bidadari Teminang Anak.
10. Lampung dengan tari daerahnya : Tari Jangget, Tari Melinting, Tari Badana.
11. DKI Jakarta dengan tari daerahnya : Tari Topeng, Tari Yapong.
12. Jawa Barat dengan tari daerahnya : Tari Jaipong, Tari Topeng Kuncaran, Tari Merak.
13. Banten dengan tari daerahnya : Tari Merak, Tari Cokek.
14. Jawa Tengah dengan tari daerahnya : Tari Serimpi, Tari Blambang Cakil, Tari Gambyong.
15. DI Yogyakarta dengan tari daerahnya : Tari Golek Menak, Tari Bedhaya.
16. Jawa Timur dengan tari daerahnya : Tari Remong, Tari Reog Ponorogo, Tari Padang Wulan.
17. Bali dengan tari daerahnya : Tari Legong, Tari Kecak, Tari Pendet.
18. Nusa Tenggara Barat dengan tari daerahnya : Tari Mpa Lenggogo, Tari Gandrung.
19. Nusa Tenggara Timur dengan tari daerahnya : Tari Perang, Tari Caci, Tari Gawi.
20. Kalimantan Utara dengan tari daerahnya : Tari Kancet Ledo.
21. Kalimantan Barat dengan tari daerahnya : Tari Monong, Tari Zapin Tembung.
22. Kalimantan Tengah dengan tari daerahnya : Tari Tambun dan Bungai, Tari Balean Dadas.
23. Kalimantan Selatan dengan tari daerahnya : Tari Baksa Kembang, Tari Radab Rahayu.
24. Kalimantan Timur dengan tari daerahnya : Tari Gong, Tari Perang.
25. Sulawesi Utara dengan tari daerahnya : Tari Maengket, Tari Polo.
26. Sulawesi Barat dengan tari daerahnya : Tari Toerang Batu.
27. Sulawesi Tengah dengan tari daerahnya : Tari Lumense, Tari Moduai, Tari Peule Cinde.
28. Sulawesi Tenggara dengan tari daerahnya : Tari Balumpa, Tari Dinggu.
29. Sulawesi Selatan dengan tari daerahnya : Tari Kipas, Tari Bosara.
30. Gorontalo dengan tari daerahnya : Tari Saronde.
31. Maluku dengan tari daerahnya : Tari Lenso, Tari Cakelele.
32. Maluku Utara dengan tari daerahnya : Tari Perang, Tari Nahar Ilaa.
33. Papua Barat dengan tari daerahnya : Tari Suanggi, Tari Perang Papua.
34. Papua dengan tari daerahnya : Tari Selamat Datang, Tari Musyoh.
Sumber: http://www.dosenpendidikan.com/34-nama-tarian-tradisional-di-indonesia-menurut-asal-daerahnya/, diunduh 26 Agustus 2016.
Ayo Bermain .
1. Sebelum bermain, siapkan bahan dan alat berupa: kertas HVS, gunting, dan spidol.
2. Gunting-guntinglah kertas berukuran 8 cm 4 cm. Tuliskan nama satu tarian atau alat musik daerah pada setiap guntingan kertas.
3. Masukkan seluruh guntingan kertas bertuliskan nama tarian dan alat musik daerah ke dalam suatu wadah.
4. Secara bergiliran dengan teman-temanmu, ambillah satu lembar guntingan kertas bertuliskan nama tarian atau alat musik daerah tanpa melihat ke dalam wadah.
5. Baca keras-keras tulisan pada guntingan kertas yang terambil. Lalu, sebutkan daerah asal tarian atau alat musik daerah itu.
6. Jika kamu salah menyebutkan daerah asal tarian atau alat musik daerah, kamu harus menyanyikan salah satu lagu daerah yang kamu ketahui.
Pada Pembelajaran 2, kamu telah mengamati pola gerak tari daerahmu. Sekarang lihatlah lagi peragaan tari daerahmu, baik secara langsung maupun melalui video tari.
1. Bagaimana gerak tangan penari?
2. Bagaimana gerak kaki penari?
3. Bagaimana gerak kepala penari?
Tuliskan hasil pengamatanmu, lalu ceritakan.
1. Dari peragaan tari yang telah kamu amati, peragakan gerak-gerak tari yang dilakukan penari. Lakukan secara perorangan, lalu lakukan berkelompok.
2. Tirukan gambar-gambar gerakan dasar tari berikut.


Kamu telah berlatih memperagakan gerak tari. Setiap tarian daerah di Indonesia memiliki gaya, iringan, busana, dan tata rias yang mungkin berbeda dari tarian daerah lain. Kamu bisa mempelajari tarian daerahmu. Namun, akan lebih baik lagi jika kamu juga ikut mempelajari tarian daerah lain. Coba, bacalah teks berikut.
Cinta Tanah Air, Anak PAUD Aceh Tampilkan Tarian Jawa.
Yayasan Sukma Bangsa Bireuen menggelar lomba seni tari kreasi nusantara. Lomba ini diikuti oleh sembilan grup tari dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Bireuen, Aceh. Anak-anak dari PAUD tampil lucu dengan seragam unik. Penampilan mereka benar-benar menyedot perhatian ratusan pengunjung.
Kebanyakan peserta lomba menampilkan tari daerah Aceh. Di antara peserta ada yang menampilkan tari Ranup Lam Puan, Bungong Jeumpa, dan Tarek Pukat. Namun, ada pula beberapa peserta menampilkan seni tari dari provinsi lain di Indonesia. Salah satu di antaranya yakni PAUD Tun Sri Lanang.
Anak-anak dari PAUD Tun Sri Lanang menyuguhkan tari Cublak-Cublak Suweng dari Jawa. Tujuh anak laki-laki menyajikan tarian. Mereka mengenakan kostum yang sederhana. Namun, gaya kocak anak-anak dalam menampilkan tarian berhasil memukau para penonton.
“Kita ingin menampilkan sajian yang berbeda. Kita juga ingin menunjukkan kebhinekaan tari di Indonesia,” kata Ibu Surya Murni, pendidik pada PAUD Tun Sri Lanang.
Menurut Ibu Surya Murni, anak usia PAUD seharusnya diperkenalkan dengan keragaman suku bangsa agar bisa melestarikannya kelak. “Tanpa mengesampingkan kearifan lokal, sewajarnya anak-anak ditanamkan rasa cinta tanah air dengan aneka ragam suku dan budaya yang ada di Indonesia,” tambah Ibu Surya Murni.
Lomba seni tari kreasi anak-anak PAUD merupakan pendekatan dasar agar anak cinta budaya bangsanya. Semoga ke depan banyak pihak yang menyelenggarakan acara lomba tari agar mendukung upaya mewarisi budaya- budaya Nusantara. Acara lomba tari sekaligus sebagai ajang kreativitas anak usia dini agar tampil percaya diri di hadapan banyak orang.
(Sumber: http://edukasi.kompas.com/ diunduh 20 September 2016)
SD4.7.1 – SD Kelas 4 Tema 7 – Indahnya Keragaman di Negeriku.
Subtema 2: Indahnya Keragaman Budaya Negeriku – Pembelajaran 3.
Salah satu keragaman di Indonesia adalah keragaman rumah adat. Apa nama rumah adat di daerahmu?
Rumah Adat Suku Manggarai
Suku bangsa Manggarai tinggal di Kabupaten Manggarai, Flores Barat, Nusa Tenggara Timur. Di wilayah Kabupaten Manggarai terdapat sebuah kampung adat bernama Waerebo. Waerebo terletak di sebuah lembah di barat daya kota Ruteng. Saat ini Waerebo menjadi tujuan wisata.
Di Waerebo terdapat tujuh rumah adat Manggarai, satu di antaranya rumah adat Gendang yang biasa disebut Mbaru Niang. Rumah Gendang berbentuk kerucut dengan ketinggian mencapai 15 meter. Dinding rumah terbuat dari kayu dan bambu. Atapnya terbuat dari ijuk yang disebut wunut. Setiap bagian rumah direkatkan dengan menggunakan rotan dan tanpa paku sama sekali.
Mbaru Niang terdiri atas lima lantai. Setiap lantai rumah Mbaru Niang memiliki ruangan dengan fungsi yang berbeda-beda sebagai berikut.
1. Tingkat pertama disebut lutur. Ruangan di tingkat ini digunakan sebagai tempat tinggal dan berkumpul dengan keluarga.
2. Tingkat kedua berupa loteng dan disebut lobo berfungsi untuk menyimpan bahan makanan dan barang-barang sehari-hari.
3. Tingkat ketiga disebut lentar. Tingkat ini digunakan untuk menyimpan benih-benih tanaman pangan, seperti benih jagung, padi, dan kacang- kacangan.
4. Tingkat keempat disebut lempa rae disediakan untuk menyimpan bahan makanan apabila terjadi kekeringan.
5. Tingkat kelima disebut hekang kode untuk tempat sesajian persembahan kepada leluhur.
Berdasarkan teks “Rumah Adat Suku Manggarai” di atas, tuliskan informasi baru yang kamu dapatkan. Lakukan tugas ini bersama teman sebangkumu, lalu bacakan di depan teman-temanmu. Kumpulkan tulisanmu kepada Bapak/ Ibu guru.
Bersama teman sekelompokmu, diskusikan jawaban pertanyaan-pertanyaan berikut.
1. Apa nama rumah adat di daerahmu?
2. Bagaimana bentuk rumah adat itu?
3. Apa bahan pembuatnya?
4. Apa keunikannya?
Ceritakan hasil diskusimu di depan Bapak/Ibu guru dan kelompok lain.
Bacalah dengan cermat teks berikut!
Keragaman Rumah Adat di Indonesia.
Keragaman suku bangsa juga berpengaruh terhadap bentuk rumah adat. Rumah adat umumnya dibangun menyesuaikan kondisi bentang alam wilayah setempat. Keragaman bentuk rumah adat mencerminkan kemampuan nenek moyang bangsa Indonesia sebagai arsitek andal. Tidak hanya unik, bentuk rumah adat mengandung makna dan simbol tertentu. Semua itu disesuaikan adat istiadat tiap-tiap daerah. Keragaman rumah adat di Indonesia sebagai berikut.
Tabel 2.1 Rumah Adat di Indonesia.
Daerah dan Rumah Adatnya :
1. Aceh dengan rumah adatnya : Rumoh Aceh, rumah Krong Bade.
2. Sumatra Utara dengan rumah adatnya : Rumah Balai Batak Toba, rumah Bolon
3. Sumatra Barat dengan rumah adatnya : Rumah Gadang
4. Riau dengan rumah adatnya : Balai Salaso Jatuh atau rumah Adat Selaso Jatuh Kembar, rumah Melayu Atap Belah Bubung, rumah Melayu Atap Lipat Kajang, dan rumah Melayu Atap Lontik
5. Kepulauan Riau dengan rumah adatnya : Rumah Melayu Atap Limas Potong
6. Jambi dengan rumah adatnya : Rumah Panggung.
7. Bengkulu dengan rumah adatnya : Rumah Bubungan Lima.
8. Sumatera Selatan dengan rumah adatnya : Rumah Limas.
9. Bangka Belitung dengan rumah adatnya : Rumah Rakit dan rumah Limas.
10. Lampung dengan rumah adatnya : Rumah Nuwou Sesat..
11. Jawa Barat dengan rumah adatnya : Rumah Kasepuhan.
12. Banten dengan rumah adatnya : Rumah Adat Baduy.
13. DKI Jakarta dengan rumah adatnya : Rumah Kebaya dan rumah Gudang.
14. Jawa Tengah dengan rumah adatnya : Rumah Joglo.
15. D.I. Yogyakarta dengan rumah adatnya : Rumah Joglo.
16. Jawa Timur dengan rumah adatnya : Rumah Joglo.
17. Kalimantan Barat dengan rumah adatnya : Rumah Panjang.
18. Kalimantan Tengah dengan rumah adatnya : Rumah Betang.
19. Kalimantan Utara dengan rumah adatnya : Rumah Baloy.
20. Kalimantan Timur dengan rumah adatnya : .Rumah Lamin
21. Kalimantan Selatan dengan rumah adatnya : Rumah Banjar.
22. Bali dengan rumah adatnya : Gapura Candi Bentar.
23. Sulawesi Utara dengan rumah adatnya : Laikas.
24. Gorontalo Rumah Adat Doloupa.
25. Sulawesi Tengah dengan rumah adatnya : Souraja atau rumah Raja atau rumah Besar, rumah Tambi.
26. Sulawesi Barat dengan rumah adatnya : Rumah Adat Mandar.
27. Sulawesi Selatan dengan rumah adatnya : Rumah Adat Tongkonan.
28. Sulawesi Tenggara dengan rumah adatnya : Rumah Adat Buton atau rumah Adat Banua Tada.
29. Nusa Tenggara Barat dengan rumah adatnya : Dalam Loka Samawa.
30. Nusa Tenggara Timur dengan rumah adatnya : Sao Ata Mosa Lakitana.
31. Maluku dengan rumah adatnya : Rumah Baileo.
32. Maluku dengan rumah adatnya : Utara Rumah Baileo.
33. Papua Barat dengan rumah adatnya : Honai.
34. Papua dengan rumah adatnya : Honai.
Begitu beragam rumah adat di Indonesia. Setiap rumah adat mempunyai keunikan yang berbeda dari rumah adat lain. Keragaman rumah adat di Indonesia menjadi kekayaan budaya yang dapat kita banggakan.
1. Perhatikan beberapa gambar rumah adat di Indonesia berikut.
2. Tuliskan nama provinsi asal setiap gambar rumah adat.
3. Tuliskan keunikan yang terlihat pada setiap rumah adat.
4. Ceritakan hasil tugasmu kepada Bapak/ibu guru dan teman-temanmu.
Rumah adat di Indonesia :
































SD4.7.1 – SD Kelas 4 Tema 7 – Indahnya Keragaman di Negeriku.
Subtema 2: Indahnya Keragaman Budaya Negeriku – Pembelajaran 1.
Kamu telah mengetahui bahwa di Indonesia terdapat beragam suku bangsa. Keragaman suku bangsa mengakibatkan keragaman budaya, termasuk cara hidup sehari-hari.
Bacalah dalam hati teks berikut!
Urang Kanekes, Si Suku Baduy
Banten merupakan sebuah provinsi di Pulau Jawa bagian barat. Provinsi Banten memiliki kekayaan alam dengan pemandangan indah, termasuk pegunungan dan pantai. Di pegunungan Kendeng dengan ketinggian 600 m dari permukaan air laut, tinggal masyarakat adat yang biasa kita sebut suku Baduy. Namun, masyarakat suku Baduy lebih senang menyebut diri mereka urang Kanekes. Dalam bahasa Sunda, urang berarti orang.
Masyarakat Kanekes dibagi menjadi dua kelompok, yaitu tangtu dan panamping. Kelompok tangtu dikenal sebagai Kanekes Dalam atau Baduy Dalam. Sebaliknya, kelompok panamping dikenal sebagai Kanekes Luar atau Baduy Luar.
Kelompok Kanekes Dalam atau Baduy Dalam tinggal di tiga desa, yaitu Cikertawana, Cikeusik, dan Cibeo. Masyarakat Kanekes dalam masih sangat teguh dalam memegang tradisi. Mereka tidak menggunakan alat-alat elektronika, tidak menggunakan alas kaki, tidak menggunakan kendaraan sebagai alat transportasi, serta mengenakan pakaian adat yang ditenun dan dijahit sendiri. Mereka menganut kepercayaan tradisional “sunda wiwitan” dan dipimpin oleh seorang Pu’un. Pu’un juga berkedudukan sebagai pemimpin masyarakat Kanekes.
Kelompok panamping sedikit berbeda dari masyarakat Kanekes Dalam. Masyarakat Kanekes Luar atau Baduy Luar telah mengenal teknologi dan alat elektronik. Mereka juga mengenakan pakaian modern. Namun, masyarakat Baduy Luar masih bisa dikenali dari ciri khas mereka, yaitu mengenakan ikat kepala berwarna hitam. (Sumber: http://m.detik.com).

Lihat Gambar suku baduy.
Bentuklah kelompok bersama 4-5 temanmu. Bacalah dalam hati teks ”Urang Kanekes, Si Suku Baduy”.
1. Adakah kesamaan cara hidup suku bangsa Baduy dengan suku bangsamu? Jika ada, dalam hal apa? Jika berbeda, apa perbedaannya?
2. Adakah kata sulit yang kalian temukan pada bacaan tersebut? Jika ada, tuliskan lalu carilah artinya. Tuliskan dalam bentuk tabel seperti berikut.
Ceritakan hasil diskusi kelompokmu. Bandingkan dengan hasil diskusi kelompok lain. Apakah ada perbedaan?
Dari teks “Urang Kanekes, Si Suku Baduy”, kamu mengetahui budaya suku Baduy. Adakah kesamaan budaya suku Baduy dengan budaya suku bangsamu?
Budaya setiap suku bangsa mungkin memiliki beberapa persamaan dan mungkin pula memiliki perbedaan. Jika kita amati lagi dari teks “Urang Kanekes, Si Suku Baduy”, ada sedikit perbedaan budaya suku Baduy Luar dan suku Baduy
Dalam. Masyarakat suku Baduy Luar sudah biasa menggunakan alat elektronik. Sebaliknya, masyarakat suku Baduy Dalam tidak boleh menggunakan alat elektronik.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita telah biasa dan bahkan mungkin tergantung pada alat-alat elektronik.
Lakukan kegiatan ini di dalam kelas.
1. Tutuplah pintu dan jendela ruang kelas serta gorden jika ada.
2. Nyalakan lampu di kelas dengan menekan saklar. Bagaimana kondisi ruang kelas?
3. Padamkan lampu dengan menekan saklar. Bagaimana keadaan di dalam ruang kelas?
4. Catatlah hasil pengamatan kalian.
Berdasarkan kegiatan tersebut, diskusikan jawaban pertanyaan-pertanyaan berikut bersama teman-teman sekelasmu.
1. Apa yang menyebabkan lampu menyala?
2. Apa yang menyebabkan lampu tidak menyala?
Bohlam dapat menyala karena ada aliran listrik. Arus listrik mengalir dari kutub positif menuju kutub negatif. Saat arus listrik mengalir melewati bohlam, bohlam akan menyala.
Lakukan kegiatan ini bersama teman sebangkumu.
1. Siapkan penggaris plastik.
2. Potonglah kertas kecil-kecil, lalu letakkan pada permukaan meja.
3. Dekatkan penggaris plastik pada potongan- potongan kertas.
4. Apa yang terjadi? Catatlah hasil pengamatanmu.
5. Gosok-gosokkan penggaris pada rambut kering, lalu dekatkan penggaris pada potongan-potongan kertas.
6. Apa yang terjadi? Catatlah hasil pengamatanmu.
7. Ulangi kegiatan di atas beberapa kali.
Setiap benda netral mempunyai dua muatan, yaitu muatan positif (proton) dan muatan negatif (elektron) dalam jumlah yang sama. Saat penggaris plastik digosok-gosokkan pada rambut kering, elektron dari rambut berpindah ke penggaris. Akibatnya, penggaris plastik kelebihan elektron dan menjadi bermuatan negatif.
Ketika penggaris plastik bermuatan negatif didekatkan pada potongan- potongan kertas, muatan negatif pada kertas menjauhi penggaris. Sisi kertas yang dekat penggaris menjadi bermuatan positif, sehingga potongan-potongan kertas akan tertarik oleh penggaris plastik.
Tarik-menarik antara muatan pada penggaris plastik dan potongan kertas ini merupakan salah satu bentuk gaya listrik.
Bacalah teks berikut!
Listrik Statis dan Listrik Dinamis
Muatan listrik yang terkandung pada penggaris setelah digosok pada rambut kering tidak mengalir, sehingga disebut listrik diam atau listrik statis. Gaya listrik statis pada penggaris listrik itu hanya berlangsung sementara. Selama potongan kertas menempel pada penggaris listrik, terjadi perpindahan muatan listrik. Setelah muatan listrik pada potongan kertas dan penggaris plastik sama, kedua benda itu akan saling menolak atau melepaskan diri.
Akibatnya, potongan-potongan kertas akan terlepas dari penggaris plastik.
Jika ada listrik statis, ada pula listrik dinamis. Pada listrik dinamis terjadi aliran muatan listrik. Listrik dinamis dapat diamati dari kegiatan mematikan atau menyalakan lampu dengan menekan sakelar. Saat sakelar ditekan dan lampu menyala, artinya pada saat itu terjadi aliran listrik. Sebaliknya, saat sakelar ditekan dan lampu mati, artinya tidak terjadi aliran listrik.
Kamu telah membaca teks “Listrik Statis dan Listrik Dinamis”. Pengetahuan apa yang kamu dapat dari teks tersebut? Tuliskan dengan bahasamu sendiri.
Listrik Statis ;
Listrik statis adalah suatu kumpulan muatan listrik dalam jumlah tertentu yang tidak mengalir atau tetap (statis), tapi jika terjadi pengosongan muatan akan memakan waktu yang cukup singkat. Atau definisi listrik statis yang lainnya yaitu suatu fenomena kelistrikan yang dimana muatan listriknya tidak bergerak dan biasanya terdapat pada benda yang bermuatan listrik.
Dapat dikatakan juga listrik statis timbul karena adanya fenomena dimana benda-benda yang memiliki aliran listrik saling berpautan tanpa adanya sumber daya listrik atau dengan kata lain benda tersebut dapat menghasilkan proton maupun elektron tanpa menggunakan elemen pembangkit energi listrik. Listrik statis dapat ditimbulkan oleh dua benda yang memiliki muatan listrik berbeda.
contoh dari listrik statis : Petir salah satu contoh dari fenomena listrik statis.
Apa itu proton dan elektron? Muatan listrik ada 2 macam diantaranya muatan positif (proton) dan muatan negatif (elektron). Benda yang memiliki muatan positif dan negatifnya sama disebut dengan benda netral. Ada juga benda yang memiliki muatan positif dan muatan negatif. Benda disebut bermuatan positif jika benda tersebut memiliki jumlah proton lebih banyak daripada jumlah elektorn, lalu benda disebut bermuatan negatif jika benda tersebut memiliki jumlah elektorn lebih banyak daripada jumlah proton.
Listrik Dinamis :
Salah satu contoh peristiwa timbulnya listrik statis yaitu penggaris plastik yang digosok-gosokanan pada rambut kering, lalu di dekatkan pada kertas yang sudah dirobek kecil-kecil maka kertas tersebut akan tertarik oleh penggaris jadi seolah-olah penggaris seperti magnet yang dapat menarik benda, padahal itu merupakan adanya listrik statis. Kenapa bisa seperti itu? sebab serpihan kertas yang asalnya bermuatan netral akan terinduksi akibat tertarik muatan negatif yang terdapat pada penggaris.
Listrik Dinamis adalah listrik yang dapat bergerak atau mengalir dalam rangkaian listrik. Arus listriknya merupakan aliran muatan listrik yang umumnya melewati kawat penghantar tiap satuan waktu. Arah dari arus listrik searah dengan arah gerak muatan positif dan banyaknya muatan listrik yang mengalir melalui penghantar setiap satuan waktu.
Contoh dari fenomena listrik dinamis salah satunya jika kalian memiliki mainan mobil-mobilan yang menggunakan batu baterai misalnaya seperti pada mainan Mini Empat WD. Dapat di perhatikan pada mobil-mobilan tersebut energi pada batu baterai digunakan untuk menggerakan motor listrik (kita lebih sering menyebutnya dengan dinamo padahal sebenarnya itu motor) sehingga mobil-mobilan tersebut dapat bergerak.
SD4.7.1 – SD Kelas 4 Tema 7 – Indahnya Keragaman di Negeriku.
Subtema 1: Keragaman Suku Bangsa dan Agama di Negeriku – Pembelajaran 6.

Pada tanggal 16 Agustus 2016 di Kabupaten Sintang, Kalimantan dilakukan karnaval untuk memperingati kemerdekaan RI. Karnaval diadakan di depan Pendopo Bupati Sintang. Karnaval itu diikuti oleh 46 regu terdiri atas para pelajar dan budayawan di Kabupaten Sintang.
Karnaval mini ini merupakan upaya edukasi bagi masyarakat. Karnaval ini diharapkan dapat meneguhkan kesadaran masyarakat bahwa di Indonesia ini terdapat keragaman suku bangsa. Keragaman itu terlihat dari kostum, atribut, dan lambang yang dikenakan para peserta karnaval.
Kabupaten Sintang dapat dikatakan merupakan Indonesia mini. Di Sintang tinggal masyarakat yang terdiri dari berbagai suku bangsa dengan aneka bahasa dan budaya. Bupati Sintang, Jarot Winarno, mengharapkan agar perbedaan yang ada menjadi suatu kekuatan bagi bangsa. Sikap saling menerima, saling menghormati, dan saling bekerja sama harus terus dikembangkan dalam mengisi kemerdekaan yang sudah diwariskan oleh para pahlawan.
(Sumber: http://pontianak.tribunnews.com/2016/08/16/karnaval-mini-wujud-syukur-menikmati-kemerdekaan diunduh 15 September 2016).
Bacalah teks “Karnaval Mini di Sintang”.
1. Tuliskan kata sulit pada teks, lalu carilah artinya.
2. Tuliskan gagasan pokok setiap paragraf pada teks “Karnaval Mini di Sintang”.
3. Tuliskan informasi baru yang kamu dapatkan dari teks tersebut. Serahkan hasil tulisanmu kepada Bapak/Ibu guru.
Pada Pembelajaran 4, kamu mendapat tugas untuk mencari satu cerita rakyat, lalu menuliskannya ke dalam bahasa daerahmu. Kini, secara bergantian, bacakan tulisanmu itu di depan Bapak/Ibu guru dan teman- temanmu.
Menggunakan bahasa daerah dalam berkomunikasi sehari-hari merupakan salah satu upaya melestarikan bahasa daerah. Dengan upaya itu diharapkan bahasa daerah tidak akan punah.
Salah satu cara dapat dilakukan untuk mengenal bahasa daerah lain adalah melalui lagu. Akibat keragaman bahasa dan suku bangsa, Indonesia memiliki banyak lagu daerah. Berikut beberapa contoh lagu daerah di Indonesia.
Tabel 1.3 Beberapa lagu daerah di Indonesia.
Lagu Daerah.
1. Aceh lagu daerahnya : Bungong Jeumpa, Lembah Alas, Piso Surit.
2. Sumatra Utara lagu daerahnya : Dago Inang Sarge, Sigulempong, Sinanggar Tulo.
3. Sumatra Barat lagu daerahnya : Ayam Den Lapeh, Kambanglah Bungo, Kampuang Nan Jauh Di Mato.
4. Riau lagu daerahnya : Lancang Kuning, Soleram, Laksmana Raja di Laut.
5. Kepulauan Riau lagu daerahnya : Pak Ngah Belek, Segantang Lada.
6. Jambi lagu daerahnya : Dodoi Si Dodoi, Injit-Injit Semut, Timang- Timang Anakku Sayang.
7. Sumatra Selatan lagu daerahnya : Cuk Mak Ilang, Dek Sangke, Kabile-Bile, Tari Tanggai.
8. Bangka Belitung lagu daerahnya : Yok Miak.
9. Bengkulu lagu daerahnya : Lalan Belek, Sungai Suci, Umang-umang.
10. Lampung lagu daerahnya : Adi-adi Laun Lambar, Sang Bumi Ghuwai Jughai, Penyandangan.
11. DKI Jakarta lagu daerahnya : Jali-Jali, Keroncong Kemayoran, Ondel-ondel.
12. Jawa Barat lagu daerahnya : Manuk Dadali, Pileuleuyan, Tokecang.
13. Banten lagu daerahnya : Dayung Sampan, Jereh Bu Guru, Tong Sarakah.
14. Jawa Tengah lagu daerahnya : Bapak Pucung, Gambang Suling, Gundhul Pacul.
15. DI Yogyakarta lagu daerahnya : Pitik Tukung, Suwe Ora Jamu, Te Kate Dipanah.
16. Jawa Timur lagu daerahnya : Cublak-cublak Suweng, Rek Ayo Rek, Tanduk Majeng.
17. Bali lagu daerahnya : Janger, Macepet Cepetan, Meyong-Meyong.
18. Nusa Tenggara lagu daerahnya : Barat Moree, Pai Mura Rame, Tutu Koda.
19. Nusa Tenggara Timur lagu daerahnya : Anak Kambing Saya, Bolelebo, Potong Bebek Angsa.
20. Kalimantan Utara lagu daerahnya : Bebalon, Pinang Sendawar, dan Tuyang.
21. Kalimantan Barat lagu daerahnya : Cik Cik Periuk, Aek Kapuas, Kapal Belon.
22. Kalimantan Tengah lagu daerahnya : Kalayar, Oh Indang Oh Apang, Tumpi Wayu.
23. Kalimantan Selatan lagu daerahnya : Ampar-Ampar Pisang, Paris Barantai, Saputangan Bapuncu Ampat.
24. Kalimantan Timur lagu daerahnya : Indung-Indung, Oh Adingkoh.
25. Sulawesi Utara lagu daerahnya : O Ina Ni Keke, Si Patokaan, Sitara Tillo.
26. Sulawesi Barat lagu daerahnya : Tenggang Tenggang Lopi.
27. Sulawesi Tengah lagu daerahnya : Tondok Kadadiangku, Tope Gugu.
28. Sulawesi Tenggara lagu daerahnya : Peia Tawa-Tawa, Tana Wolio.
29. Sulawesi Selatan lagu daerahnya : Anging Mamiri, Marencong-rencong, Pakarena.
30. Gorontalo lagu daerahnya : Tahuli Li Mama, Moholunga, Binde Biluhuta, Dabu-Dabu.
31. Maluku lagu daerahnya : Buka Pintu, Burung Kakatua, Waktu Hujan Sore-sore.
32. Maluku Utara lagu daerahnya : Una Kapita.
33. Papua Barat lagu daerahnya : Apuse, Yamko Rambe Yamko.
34. Papua lagu daerahnya : E Mambo Simbo, Sajojo sajojo.
– Di antara lagu-lagu daerah pada tabel di atas, lagu mana yang sudah kamu kenal?
– Apakah kamu senang menyanyikan lagu itu?
– Apa judul lagu yang ingin kamu pelajari untuk dinyanyikan? Mengapa?
– Bersama teman-teman sekelasmu, nyanyikan lagu dari daerahmu.
– Secara bergantian, nyanyikan lagu daerah lain yang kamu bisa.
Lagu : Jawa Barat/Sunda
Bubuy bulan,
Bubuy bulan sangray bentang,
Panon poe,
Panon poe disasate,
Unggal bulan, unggal bulan,
Unggal bulan abdi teang,
Unggal poe,unggal poe,
Unggal poe oge hade,
Situ Ciburuy,
laukna hese dipancing,
Nyeredet hate,
Ningali ngeplak caina,
Duh eta saha nu ngalangkung,
unggal enjing,
Nyeredet hate,
Ningali sorot socana.

Lagu daerah Kalimantan Selatan
Ampar ampar pisang,
Pisangku balum masak,
Masak bigi di hurung bari-bari,
Masak bigi di hurung bari-bari,
Manggalepak manggalepok,
Patah kayu bengkok,
Bengkok dimakan api,
apinya cang curupan,
Nang mana batis kutung,
Dikitipi dawang.
Nang mana batis kutung,
Dikitipi dawang.
Ampar ampar pisang,
Pisangku balum masak,
Masak bigi di hurung bari-bari,
Masak bigi di hurung bari-bari.

1. Perhatikan saat Bapak/Ibu guru menyanyikan lagu itu. Perhatikan tinggi rendah nada pada lagu.
2. Tandai nada tinggi dan nada rendah pada lagu menggunakan garis melodi.
3. Berdasarkan tanda tempo yang tertulis, bagaimana cara menyanyikan setiap lagu tersebut?
Coba perhatikan, ada berapa nada seluruhnya pada lagu “Bubuy Bulan”?
Pada lagu “Bubuy Bulan” seluruhnya ada lima nada. Oleh karena itu lagu “Bubuy Bulan” menggunakan tangga nada pentatonis, yaitu tangga nada yang menggunakan lima nada.
Nyanyikan lagu “Bubuy Bulan” atau “Ampar-Ampar Pisang”. Nyanyikan sesuai tinggi rendah nada dan tempo yang tepat. Nyanyikan dengan penghayatan yang baik. Lagu “Bubuy Bulan” bercerita tentang kesedihan seseorang yang ditinggalkan orang yang dicintainya.
Lagu “Ampar-Ampar Pisang” bercerita tentang kebiasaan masyarakat Kalimantan menjemur pisang untuk dijadikan makanan.
SD4.7.1 – SD Kelas 4 Tema 7 – Indahnya Keragaman di Negeriku.
Subtema 1: Keragaman Suku Bangsa dan Agama di Negeriku – Pembelajaran 5.
Kamu telah mengetahui keragaman suku bangsa dan bahasa di Indonesia.
Meskipun beragam suku bangsa dan bahasa, tetapi seluruh penduduk Indonesia merupakan satu bangsa, yaitu bangsa Indonesia. Hal itu juga tertuang dalam lagu ini.

Satu nusa,
Satu bangsa,
Satu bahasa kita,
Tanah air,
Pasti jaya,
Untuk Selama-lamanya.
Indonesia pusaka,
Indonesia tercinta,
Nusa bangsa,
Dan Bahasa,
Kita bela bersama.
1. Pada teks lagu “Satu Nusa Satu Bangsa”, tandailah syair lagu bernada tinggi dan syair lagu bernada rendah.
2. Cobalah menyanyikan lagu “Satu Nusa Satu Bangsa”. Perhatikan tinggi rendah nada.
3. Mintalah temanmu membunyikan alat musik bernada (misalnya: pianika atau seruling) sesuai notasi lagu “Satu Nusa Satu Bangsa”. Dengan mengikuti nada alat musik yang dimainkan temanmu itu, kamu akan lebih terbantu dalam menyanyikan sesuai nada yang benar. Lakukan bergantian hingga kamu dapat menyanyikan dengan tepat.
Tahukah kamu tinggi rendah nada?
Berikut adalah urutan tinggi rendah nada pada notasi angka.
Semakin ke kanan nada semakin tinggi.
Pada notasi not balok, semakin ke atas letak nada akan semakin tinggi bunyi nada tersebut.

Perhatikan notasi lagu “Satu Nusa Satu Bangsa”. Di bagian kiri atas lagu itu terdapat tulisan “Tempo = lambat.” Tanda tempo adalah tanda yang digunakan untuk menunjukkan cepat atau lambatnya sebuah lagu yang harus dinyanyikan. Secara umum lagu dinyanyikan dalam tiga tempo, yaitu: cepat, sedang, dan lambat. Berikut istilah tanda tempo.
| Tanda Tempo | Artinya | Keterangan |
| Allegro | Cepat | lebih dari 60 ketukan/menit |
| Moderato | Sedang | 60 ketukan/menit |
| Largo | Lambat | kurang dari 60 ketukan/menit |
Kamu telah menyanyikan lagu “Satu Nusa Satu Bangsa”. Dengan lagu itu, kamu semakin mengerti bahwa meskipun di Indonesia terdapat beragam suku, tetapi kita tetap satu bangsa Indonesia.
Selain keragaman suku bangsa dan bahasa, di Indonesia juga memiliki keragaman agama. Apa agamamu? Apa agama teman-teman di sekolahmu?
Keragaman Agama di Indonesia.
Letak geografis Indonesia di antara dua samudera dan dua benua menjadikan Indonesia sebagai pusat lalu lintas perdagangan internasional. Salah satu akibatnya, terjadilah persebaran agama dari para pedagang asing yang berdagang dan singgah di Indonesia. Pada awalnya masuk agama Hindu dan Buddha yang dibawa bangsa India. Selanjutnya, datang bangsa Gujarat membawa ajaran agama Islam, bangsa Eropa membawa ajaran agama Katolik dan Kristen, serta bangsa Cina membawa ajaran agama Konghucu. Jadi, keragaman agama telah ada sejak zaman dahulu. Dalam suasana keragaman beragama itu, setiap warga negara Indonesia dijamin haknya untuk memeluk keyakinan atau kepercayaan masing-masing. Di Indonesia terdapat enam agama/kepercayaan yang diakui negara. Keenam agama/kepercayaan itu yaitu Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, dan Konghucu.
Pemeluk agama diwajibkan menjalankan ajaran agama masing-masing. Setiap agama memiliki tata cara beribadat, kitab suci, dan tempat ibadah yang berbeda. Negara memberikan kebebasan bagi semua pemeluk agama untuk menjalankan ibadah sesuai ajarannya masing-masing.
Bersama teman sekelompokmu, carilah informasi-informasi berikut.
1. Nama kitab suci setiap agama di Indonesia
2. Tempat beribadah setiap agama di Indonesia.
3. Hari-hari besar setiap agama di Indonesia.
1. Agama Islam
Agama islam termasuk salah satu agama besar di dunia dan merupakan agama dengan jumlah penganut terbesar di Indonesia. Tempat ibadah bagi penganut agama Islam adalah Masjid. Setiap harinya mereka menjalankan sholat wajib sebanyak 5 kali di Masjid.
Hari raya : Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Idul
Adha, Tahun Baru Hijrah, Isra’ Mi’ra.

Contoh gambar Masjid
2. Agama Kristen Protestan
Agama Kristen juga merupakan agama yang besar dan memiliki jumlah pemeluk yang berjumlah besar di dunia. Tempat ibadah bagi pemeluk agama Kristen Protestan adalah Gereja.
Hari Raya Keagamaan : Hari Natal, Hari Jumat Agung, Hari Paskah, Kenaikan Isa Almasih

Contoh Gambar Gereja Kristen
3. Agama Katolik
Tempat ibadah bagi pemeluk agama Katolik adalah Gereja,Kapel.
Hari Raya Keagamaan : Hari Natal, Hari Jumat Agung, Hari Paskah, Kenaikan Isa Almasih

Contoh Gambar Gereja Katolik
4. Agama Hindu
Tempat ibadah bagi pemeluk agama Hindu adalah Pura.
Hari Raya : Hari Nyepi, Hari Saraswati, Hari Pagerwesi

Contoh Gambar Pura
5. Agama Buddha
Tempat ibadah bagi pemeluk agama Buddha adalah Vihara.
Hari Raya : Hari Waisak, Hari Asadha, Hari Kathina
Hari Waisak, Hari Asadha, Hari Kathina
Contoh Gambar Vihara
6. Agama Kong Hu Cu
Tempat ibadah bagi pemeluk agama Kong Hu Cu adalah Litang / Klenteng.
Hari Raya Keagamaan : Tahun Baru Imlek, Cap Go Meh

Contoh Gambar Klenteng
Itulah 6 agama yang diakui secara resmi di Indonesia beserta tempat ibadahnya. Meski, pada hakikatnya, masih banyak agama lain yang masih berkembang di Indonesia hingga saat ini.
Perhatikan kembali teks “Keragaman Agama di Indonesia”.
1. Tuliskan gagasan pokok dari setiap paragraf.
2. Tuliskan pengetahuan baru yang kamu dapat dari teks tersebut.
3. Tulislah kembali teks “Keragaman Agama di Indonesia” dengan bahasamu sendiri. Tulislah menggunakan ejaan yang tepat.
Serahkan hasil tugasmu kepada Bapak/Ibu guru.
Di Indonesia terdapat keragaman agama. Namun, negara menjamin kebebasan setiap pemeluk agama untuk menjalankan ibadah sesuai ajaran agamanya masing-masing. Apa yang kamu lakukan agar temanmu dapat menjalankan ibadah sesuai ajaran agamanya?
SD4.7.1 – SD Kelas 4 Tema 7 – Indahnya Keragaman di Negeriku.
Subtema 1: Keragaman Suku Bangsa dan Agama di Negeriku – Pembelajaran 4.
Selain keragaman suku bangsa, masih banyak keragaman di Indonesia. Salah satu keragaman tersebut ialah keragaman bahasa. Ayo, lakukan kegiatan berikut.
Bersama kelompokmu, tuliskan jawaban pertanyaan dan tugas berikut.
1. Di provinsi mana kamu tinggal?
2. Dalam berkomunikasi, bahasa apa yang biasa digunakan penduduk di provinsimu?
3. Tuliskan beberapa kata dalam bahasa daerah di tempat tinggalmu beserta padanannya dalam bahasa Indonesia.
Tuliskan hasil diskusimu dalam bentuk tabel seperti contoh di bawah.
Bahasa Daerah di Indonesia Terancam Punah.
Posisi pertama negara dengan bahasa terbanyak di dunia kini ditempati oleh Papua Nugini dengan jumlah bahasa mencapai 867 bahasa. Selanjutnya Indonesia menempati posisi kedua dengan jumlah bahasa sebanyak 742 bahasa.
Distribusi 742 bahasa di seluruh Indonesia rupanya berbanding terbalik antara jumlah bahasa dengan jumlah penduduk. Pulau Jawa dengan jumlah penduduk 123 juta orang memiliki tidak lebih dari 20 bahasa. Sebaliknya, Papua yang penduduknya berjumlah 2 juta orang memiliki jumlah bahasa mencapai 271 bahasa.
Kurangnya jumlah pengguna bahasa daerah akan berpengaruh pada kemungkinan kepunahan suatu atau beberapa bahasa daerah yang ada di Indonesia. Bahasa yang terancam punah adalah bahasa yang tidak memiliki generasi muda yang menggunakan bahasa ibu. Generasi dewasa adalah satu- satunya kelompok yang masih menjadi penutur fasih.
Bahasa daerah berperan dalam menjaga budaya daerah. Tata nilai budaya di Indonesia tersimpan dalam kosakata, pantun, cerita rakyat, mitos, legenda, dan ungkapan. Oleh karena itu, bahasa-bahasa yang tergolong berpotensi terancam punah perlu memperoleh perhatian khusus. Kita perlu melestarikan bahasa daerah sebelum benar-benar menghilang dari kehidupan berbangsa kita.
(Dikutip dari: http://nationalgeographic.co.id/berita/2016/08/ratusan-ragam-bahasa-di-indonesia-hadapi-ancaman-kepunahan diunduh 15 September 2016).
Ragam Bahasa Daerah di Indonesia.
Bahasa menjadi alat untuk berkomunikasi. Amatilah teman-teman di lingkungan sekitar tempat tinggalmu atau di kelasmu! Bagaimana cara mereka berkomunikasi? Adakah temanmu yang menggunakan dialek atau bahasa berbeda?
Di Indonesia terdapat beragam suku bangsa. Keragaman suku bangsa menghasilkan bahasa daerah yang beragam pula. Di antara bahasa-bahasa daerah itu terdapat perbedaan. Namun, perbedaan itu disatukan dengan penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.
Bahasa daerah yang berkembang di wilayah Indonesia berjumlah ratusan. Di suatu daerah seringkali berkembang lebih dari satu bahasa daerah. Berikut beberapa bahasa daerah yang berkembang di Indonesia.
Tabel 1.2 Bahasa Daerah di Indonesia.
Daerah dan Bahasa Daerahnya :
Dari data di atas kamu dapat mengetahui keragaman bahasa daerah di Indonesia. Bahkan, pada satu pulau/kepulauan terdapat beragam bahasa daerah. Meskipun terdapat keragaman bahasa daerah di Indonesia, tetapi kita mempunyai bahasa persatuan, yaitu Bahasa Indonesia.
Kamu telah mengetahui keragaman bahasa daerah di Indonesia. Kamu juga mengetahui bahwa bahasa daerah di Indonesia terancam punah.
Diskusikan dengan kelompokmu, kegiatan apa saja yang dapat dilakukan bangsa Indonesia untuk mencegah kepunahan bahasa daerah?
Bacakan hasil diskusi kalian di depan Bapak/Ibu guru dan kelompok lain.
Di antara kegiatan untuk mencegah kepunahan bahasa daerah, apa yang dapat kalian lakukan segera? Buatlah kesepakatan seluruh siswa dalam satu kelas, lalu laksanakan kesepakatan itu.
Carilah sebuah cerita rakyat, lalu tuliskan kembali ke dalam bahasa daerahmu. Pada Pembelajaran 6, kamu akan membacakan tulisanmu ini di depan teman- temanmu.
Apa yang dapat kamu lakukan untuk mencegah kepunahan keragaman bahasa daerah di Indonesia?
SD4.7.1 – SD Kelas 4 Tema 7 – Indahnya Keragaman di Negeriku.
Subtema 1: Keragaman Suku Bangsa dan Agama di Negeriku – Pembelajaran 3.
Mengapa di Indonesia terdapat berbagai suku bangsa?

Dari gambar peta Indonesia tersebut, diskusikan jawaban pertanyaan- pertanyaan berikut dengan kelompokmu.
1. Di pulau mana kalian tinggal?
2. Banyak atau sedikitkah pulau-pulau di Indonesia?
3. Menurut kamu, bagaimana jarak dari pulau satu ke pulau lain? Jauh atau dekat?
4. Bagaimana kondisi alam setiap daerah di Indonesia?
5. Samakah kondisi penduduk di seluruh wilayah Indonesia? Mengapa?
Bacakan hasil diskusi kelompokmu dengan kelompok-kelompok lain. Apa yang dapat kalian simpulkan?
Di Indonesia terdapat beragam suku bangsa. Apa penyebabnya?
Di Indonesia terdapat banyak suku bangsa. Apa sajakah faktor-faktor yang menjadi penyebabnya? Adakah hubungannya dengan kondisi wilayah Indonesia?
Diskusikan bersama kelompokmu, lalu bacakan hasil diskusimu di depan Bapak/Ibu guru dan kelompok lain.
Faktor Penyebab Keragaman Masyarakat Indonesia.
Di Indonesia terdapat banyak keragaman, misalnya suku bangsa, bahasa, agama, dan budaya. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya keragaman dalam masyarakat Indonesia. Beberapa faktor yang dimaksud seperti berikut.
1. Letak Strategis Wilayah Indonesia.
Letak Indonesia sangat strategis, yaitu berada di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Indonesia juga berada di antara Benua Asia dan Benua Australia. Letak strategis tersebut menjadikan Indonesia berada di tengah- tengah lalu lintas perdagangan. Para pedagang dari berbagai negara datang ke Indonesia. Mereka membawa agama, adat istiadat dan kebudayaan dari negaranya. Banyak pendatang menyebarkan agama, adat istiadat, dan kebudayaan negaranya, baik dengan sengaja maupun tidak sengaja.
2. Kondisi Negara Kepulauan.
Keadaan geografi Indonesia merupakan wilayah kepulauan yang terdiri atas 13.466 pulau (berdasarkan data dari http://www.bakosurtanal.go.id/ berita-surta/show/indonesia-memiliki-13-466-pulau-yang-terdaftar- dan-berkoordinat yang diunduh pada 5 Oktober 2016). Banyaknya pulau di Indonesia menyebabkan penduduk yang menempati satu pulau atau sebagian dari satu pulau tumbuh menjadi kesatuan suku bangsa. Tiap-tiap suku bangsa memiliki budaya sendiri. Oleh karena itu, di Indonesia banyak suku bangsa dengan budaya yang berbeda-beda.
3. Perbedaan Kondisi Alam.
Negara Indonesia sangat luas dan terdiri atas 13.466 pulau. Tiap-tiap pulau dibatasi oleh lautan. Selain itu, Indonesia merupakan negara vulkanis dengan banyak pegunungan, baik gunung berapi maupun bukan gunung berapi. Keadaan alam Indonesia tersebut memengaruhi keanekaragaman masyarakatnya.
Kehidupan masyarakat pantai berbeda dengan kehidupan masyarakat pegunungan. Masyarakat pantai lebih banyak memanfaatkan laut untuk mempertahankan hidupnya, yaitu dengan menjadi nelayan. Sebaliknya, masyarakat yang tinggal di lereng pegunungan memiliki upaya sendiri untuk mempertahankan hidupnya. Mereka lebih memilih mata pencaharian yang berkaitan dengan relief alam pegunungan, misalnya sebagai peternak atau petani sayur.
Bagaimana dengan masyarakat yang tinggal di kota? Masyarakat yang tinggal di kota tentu tidak akan menjadi nelayan. Masyarakat kota cenderung untuk membuka usaha, bekerja di kantor, atau bekerja di pabrik.
4. Keadaan Transportasi dan Komunikasi
Kemajuan dan keterbatasan sarana transportasi dan komunikasi dapat me- mengaruhi perbedaan masyarakat Indonesia. Kemudahan sarana transportasi dan komunikasi memudahkan masyarakat berhubungan dengan masyarakat lain. Sebaliknya, sarana yang terbatas akan menyulitkan masyarakat dalam berhubungan dan berkomunikasi dengan masyarakat lain. Kondisi ini menjadi penyebab keragaman masyarakat Indonesia.
5. Penerimaan Masyarakat terhadap Perubahan
Keterbukaan masyarakat terhadap sesuatu yang baru, baik yang datang dari dalam maupun luar masyarakat, membawa pengaruh terhadap perbedaan masyarakat Indonesia. Masyarakat perkotaan relatif mudah menerima orang asing atau budaya lain. Sebaliknya, masyarakat pedalaman sebagian besar sulit menerima sesuatu yang baru. Mereka tetap bertahan pada budaya sendiri dan sulit menerima budaya luar.
Itulah faktor-faktor yang enyebabkan terjadinya perbedaan dalam masyarakat Indonesia.
Bagaimana dengan kondisi di daerahmu? Faktor apa yang menyebabkan suku bangsa di daerahmu berbeda dengan daerah lain? Bagaimana sikap kita terhadap keragaman suku bangsa di Indonesia? Keragaman suku bangsa hendaknya menjadi kekayaan bangsa. Hendaknya kita dapat menerima adanya keragaman itu. Kita saling menghargai dan bekerja sama dengan semua suku bangsa di Indonesia. Dengan bekerja sama dan saling menghargai, kita akan hidup damai.
Dari bacaan “Faktor Penyebab Keragaman Masyarakat Indonesia” di atas, tuliskan informasi baru yang kamu dapatkan. Diskusikan bersama teman sebangkumu, lalu bacakan di depan teman-temanmu. Kumpulkan tulisanmu kepada Bapak/Ibu guru.
Di Indonesia ada ribuan suku bangsa yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Suku bangsa apa yang kamu lihat pada gambar di samping?
Keragaman Suku Bangsa di Indonesia.
Suku bangsa termasuk bagian dari keragaman bangsa Indonesia. Ada banyak suku bangsa yang mendiami wilayah kepulauan Indonesia. Dibandingkan dengan negara lain, jumlah suku bangsa Indonesia menjadi yang terbesar di dunia. Suku bangsa Indonesia tersebar di seluruh wilayah Indonesia, baik di pulau besar maupun pulau kecil. Berikut daftar suku bangsa di seluruh provinsi Indonesia.
No. Provinsi dan Suku Bangsa
Dari data di atas, terlihat betapa banyak suku bangsa di Indonesia. Dalam satu provinsi bisa terdapat lebih dari satu suku bangsa. Namun, semua suku bangsa dapat hidup berdampingan dalam persatuan dan kesatuan.
Bermain Peran :
SD4.7.1 – SD Kelas 4 Tema 7 – Indahnya Keragaman di Negeriku.
Subtema 1: Keragaman Suku Bangsa dan Agama di Negeriku – Pembelajaran 2.
Indonesia terdiri atas ribuan suku bangsa yang tersebar di berbagai daerah. Suku bangsa apa yang ada di daerahmu?
Salah satu suku bangsa di Indonesia adalah suku bangsa Papua. Suku bangsa Papua mayoritas tinggal di Pulau Papua. Ayo, mengenal salah satu lagu dari Papua.
Salah satu lagu terkenal dari Papua adalah “Apuse”. Lirik lagu “Apuse” menceritakan kisah perpisahan seseorang dengan kakek dan neneknya. Si cucu ini akan merantau ke negeri seberang. Perhatikan notasi lagu “Apuse” berikut. Dengarkan gurumu menyanyikan lagu ini.

APUSE
Apuse kokon dao
Yarabe soren doreri
Wuf lenso bani nema baki pase
Apuse kokon dao
Yarabe soren doreri
Wuf lenso bani nema baki pase
Arafabye aswarakwar
Arafabye aswarakwar
1. Dapatkah kamu rasakan naik turunnya nada pada lagu “Apuse”?
2. Pada bagian mana lagu dinyanyikan dengan nada tinggi?
3. Pada bagian mana lagu dinyanyikan dengan nada rendah?
4. Tuliskan syair lagu “Apuse”, lalu berikan tanda sesuai naik turunnya nada pada setiap suku kata lagu tersebut. Berikan tanda dengan menarik garis naik, rata, atau turun.

Ceritakan hasil diskusimu kepada teman-teman sekelasmu. Lakukan bergantian dengan kelompok lain.
Siti, Edo, Dayu, dan teman-teman menyanyikan lagu “Apuse” sambil menggerakkan kaki dan tangan. Mereka melangkah ke kanan, ke kiri, ke depan, lalu ke belakang sambil menggerakkan tangan. Gerakan mereka melibatkan otot kaki dan tangan.
Gerakan melangkahkan kaki juga termasuk gaya otot. Melangkahkan kaki menyebabkan tubuh berpindah tempat.
Lakukan kegiatan ini dengan teman sebangkumu.
1. Siapkan beberapa buah buku, lalu ajaklah teman sebangkumu untuk bertukar buku.
2. Catatlah kegiatan-kegiatan yang kamu lakukan ketika melakukan proses penukaran buku.
3. Tuliskan hasil dari kegiatan yang kamu lakukan.
4. Gaya apa yang digunakan dalam kegiatan penukaran buku ini?
Aktivitas bertukar buku tersebut merupakan salah satu contoh pemanfaatan gaya otot. Dengan memanfaatkan gaya otot, kita dapat memindahkan benda-benda ringan dengan mudah. Gaya otot sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Tuliskan contoh-contoh pemanfaatan gaya otot dalam kehidupan sehari-hari. Tuliskan dalam bentuk tabel seperti berikut ini. Diskusikan dengan teman- teman sekelompokmu, lalu bacakan hasilnya di depan Bapak/Ibu guru dan kelompok-kelompok lain.
Manfaat gaya otot dalam kehidupan sehari-hari: memasak. naik sepeda, berjalan, bekerja dan lain-lain.
SD4.7.1 – SD Kelas 4 Tema 7 – Indahnya Keragaman di Negeriku.
Subtema 1: Keragaman Suku Bangsa dan Agama di Negeriku

Bhinneka Tunggal Ika. Pernahkah kamu mendengar kalimat itu? Ya, kalimat itu terdapat pada Garuda Pancasila. Garuda Pancasila adalah lambang negara kita. Bhinneka Tunggal Ika berarti walau berbeda-beda tetapi tetap satu.
Kalimat “Bhinneka Tunggal Ika” terdapat dalam buku Sutasoma, karangan Mpu Tantular. Mpu Tantular hidup pada masa kerajaan Majapahit sekitar abad ke-14. Dalam buku Sutasoma, pengertian Bhinneka Tunggal Ika lebih ditekankan pada keanekaragaman agama dan kepercayaan di kalangan masyarakat Majapahit.
Perbedaan apa lagi yang ada di Indonesia? Suku, Agama, Adat, Bahasa Daerah, Warna Kulit dan lain-lain.
Bagaimana Sikapmu ? Menghargai perbedaan tersebut dan tetap hidup rukun.
Subtema 1: Keragaman Suku Bangsa dan Agama di Negeriku.
Bangsa Indonesia terdiri atas banyak suku bangsa. Suku bangsa apa sajakah itu?
Bacalah dalam hati teks berikut!
Suku Bangsa di Indonesia.
Sejak dahulu kala bangsa Indonesia hidup dalam keragaman. Kalimat Bhinneka Tunggal Ika pada lambang negara Garuda Pancasila bukan cuma slogan. Penduduk Indonesia terdiri atas beragam suku bangsa, agama, bahasa, adat, dan budaya tetapi semua dapat hidup rukun berdampingan.
Berdasarkan hasil sensus Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010, bangsa Indonesia terdiri atas 1.331 suku. Berdasarkan sensus itu pula, suku bangsa terbesar adalah Suku Jawa yang meliputi 40,2 persen dari penduduk Indonesia. Suku Jawa ini merupakan gabungan dari suku-suku bangsa di Pulau Jawa, yaitu: Jawa, Osing, Tengger, Samin, Bawean, Naga, dan suku-suku lainnya. Suku yang paling sedikit jumlahnya adalah Suku Nias dengan jumlah 1.041.925 atau hanya 0,44 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Namun, suku-suku Papua yang terdiri atas 466 suku, jumlahnya hanya 2.693.630 jiwa atau 1,14 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Sedangkan etnis Tionghoa jumlahnya sedikit lebih banyak, yaitu 2.832.510 atau 1,2 persen penduduk Indonesia.
(Sumber: http://bobo.kidnesia.com. diunduh 1 September 2016)

Suku Dani dari Papua, Suku Tengger, Suku Nias , dan lain-lain.
Bentuklah kelompok bersama 4-5 temanmu. Bacalah dalam hati teks ”Suku Bangsa di Indonesia”.
1. Adakah kata sulit yang kalian temukan pada bacaan tersebut? Jika ada, tuliskan lalu carilah artinya. Tuliskan dalam bentuk tabel seperti berikut.
2. Ada berapa paragraf pada teks “Suku Bangsa di Indonesia”? Tuliskan pokok pikiran dari setiap paragraf.
Cara menentukan pokok pikiran pada paragraf sebagai berikut.
1. Membaca seluruh kalimat dalam paragraf.
2. Menandai kalimat awal, akhir, atau kalimat awal dan kalimat akhir paragraf.
3. Menandai pikiran pokok yang terdapat di awal, akhir, atau kalimat awal dan akhir pada paragraf.
Ceritakan hasil diskusi kelompokmu. Bandingkan dengan hasil diskusi kelompok lain. Apakah ada perbedaan?
Dari kegiatan sebelumnya, kamu mengetahui bahwa di Indonesia terdapat ribuan suku bangsa. Setiap suku bangsa kemungkinan memiliki kebiasaan dan cara hidup berbeda. Salah satu contoh perbedaan cara hidup adalah transportasi. Pada zaman dahulu, alat transportasi menggunakan jasa hewan seperti gambar-gambar berikut.

Tampak Gambar Bendi, Gambar Pedati sapi, Pedati Kerbau.
Apakah di daerahmu masih dijumpai alat transportasi seperti pada gambar di atas? Coba, ceritakan kepada teman-temanmu. Apakah teman-temanmu juga menjumpai jenis alat transportasi seperti yang kamu sebutkan?
Perhatikan lagi gambar bendi, pedati sapi, dan pedati kerbau. Dapatkah kamu melihat persamaan dari ketiga alat transportasi tradisional tersebut? Ada banyak persamaan, salah satunya adalah ketiga alat transportasi tersebut menggunakan bianatang yang sama-sama menarik beban berupa bendi atau pedati.
Apa yang terjadi saat kuda menarik bendi? Kuda dan Bendi merupakan alat transportasi, Kuda dikendalikan oleh kusir, kuda harus dirawat dengan baik.
Apa yang terjadi pada Kerbau atau sapi saat menari pedati? Murapakan alat trasportasi tradisional, sapi atau kerbau perlu di rawat dengan baik.
Lakukan kegiatan-kegiatan sederhana berikut.
1. Dorong meja belajarmu pelan-pelan hingga bergeser sedikit, lalu tarik ke posisi semula.
2. Angkat tas sekolahmu, lalu letakkan lagi ke posisi semula.
3. Ambil selembar kertas tak terpakai, lalu lipat atau remaslah kertas tersebut.
Aktivitas yang telah kamu lakukan terhadap meja sehingga bergeser disebut gaya.
Aktivitas yang kamu lakukan terhadap tas sekolah yang kamu angkat disebut gaya.
Aktivitas yang kamu lakukan terhadap kertas sehingga bentuknya berubah disebut gaya.
Apa yang dimaksud dengan gaya? Gaya adalah dorongan atau tarikan yang dapat menyebabkan benda bergerak atau berubah bentuk.
Apa yang menyebabkan mobil di samping dapat bergerak? karena di dorong oleh seseorang.
Apa yang menyebabkan lampu dapat menyala? karena ada aliran listrik.
Apa yang menyebabkan jarum menempel pada batang magnet? karena ada daya tarik dari magnet.
Apa yang menyebabkan buah jatuh dari pohon? karena ada daya tarik dari bumi.
Apa yang menyebabkan kursi mudah dipindahkan? karena di dorong oleh seseorang.
Gaya mempunyai banyak jenis sesuai dengan sumber yang melakukan gaya. Macam-macam gaya antara lain: gaya otot, gaya listrik, gaya magnet, gaya gravitasi, dan gaya gesek.
Aktivitas menggunakan gaya otot ?
– tarik tambang, menggendong, membuat periuk, sapi menarik pedati.
Diskusikan jawaban pertanyaan-pertanyaan berikut dengan kelompokmu.
1. Apa yang dimaksud gaya otot?
2. Perhatikan gambar contoh-contoh gaya otot di atas. Apa pengaruh gaya otot terhadap benda yang dikenai gaya pada setiap gambar?
Tuliskan hasil diskusi kamu, bacakan di depan kelompok lain, lalu serahkan kepada Bapak/Ibu guru.
Kamu telah mengetahui salah satu jenis gaya, yaitu gaya otot. Salah satu contoh penggunaan gaya otot, yaitu pada pembuatan gerabah. Tahukah kamu, bahwa seni membuat gerabah tersebar di Indonesia?
Seni Gerabah di Indonesia.
Tahukah kamu, apa yang disebut gerabah? Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) gerabah, yaitu alat-alat dapur (untuk masak- memasak dan sebagainya) yang dibuat dari tanah liat yang kemudian dibakar (misalnya kendi, belanga). Memang, awalnya pembuatan gerabah untuk memenuhi kebutuhan alat-alat dapur. Namun, dalam perkembangannya seni kerajinan gerabah meluas dan menghasilkan beraneka macam benda.
Pembuatan gerabah secara tradisional tersebar di wilayah Nusantara. Di Jawa, tempat yang terkenal dengan pembuatan gerabah adalah Kasongan, Yogyakarta. Kasongan adalah nama daerah di Kecamatan Kasihan, Bantul kurang lebih 8 km di sebelah barat daya Yogyakarta. Gerabah Kasongan awalnya biasa saja. Perajin Kasongan dahulu hanya membuat barang-barang rumah tangga, seperti anglo, cobek, atau kendi. Namun, pada tahun 1970-an, Bapak Sapto Hudoyo, seorang seniman Yogyakarta mendidik pengrajin di sana. Mereka diajari cara membuat karya seni dari tanah liat. Sejak saat itu, seni gerabah semakin bermunculan. Para perajin membuat kendi yang lebih unik. Mereka juga membuat vas yang dilengkapi aneka hiasan. Semakin hari, pengetahuan dan keahlian perajin makin berkembang. Hasilnya, seperti yang kita lihat hari ini. Gerabah Kasongan menjadi terkenal dan banyak dicari.
Di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat ada sebuah daerah yang terkenal dengan seni pembuatan gerabah, yaitu di Banyumulek. Ada satu karya unik dari seni kerajinan gerabah dari Banyumulek ini, yaitu “kendi maling”. Umumnya, kendi (wadah air) mempunyai lubang di bagian atas untuk mengisi air. Namun, kendi dari Banyumulek ini mempunyai lubang untuk mengisi air pada bagian bawah. Konon, pada zaman dahulu, kendi ini dibuat untuk raja sebagai pengaman supaya “maling” yang berniat meracuni raja kebingungan mencari lubang di bagian atas kendi.
Masyarakat Pulau Ouw di Maluku Tengah juga membuat gerabah yang disebut sempeh. Mereka kebanyakan membuat sempeh untuk keperluan rumah tangga. Ada sempeh yang digunakan sebagai kompor, tempat memasak makanan, dan membuat obat-obatan tradisional. Ada pula sempeh yang digunakan sebagai wadah suguhan dan berfungsi seperti piring.
Di Papua, saat ini tradisi pembuatan gerabah ditemukan di pesisir utara Papua, tepatnya di Kampung Abar. Kampung Abar adalah salah satu kampung di Danau Sentani, Kabupaten Jayapura. Umumnya, pembuatan gerabah di Kampung Abar dilakukan wanita. Konsumen gerabah dari Kampung Abar adalah para wisatawan yang datang ke Danau Sentani. Bagi para wisatawan, gerabah Papua itu menarik karena dibuat dengan tangan kosong tanpa mengandalkan teknologi alat pemutar. Bentuknya yang tidak halus dengan motif-motif khas Sentani juga merupakan daya tarik gerabah Papua.
Diskusikan bersama teman sebangkumu, informasi-informasi baru yang kamu dapatkan dalam teks “Seni Gerabah di Indonesia”. Tuliskan hasilnya pada buku catatanmu, lalu kumpulkan kepada Bapak/Ibu Gurumu.