Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24119 | 18 Feb 2026
Klinis : DS: - Pasien mengeluh sulit tidur - Pasien mengatakan merasa cemas dan gelisah - Pasien mengatakan khawatir dengan kondisinya DO: - Ekspresi wajah tampak tegang - Tampak ontak mata kurang - Tampak tremor halus - Tampak eringat berlebih -Pasien sering bertanya tentang penyakitnya
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: 00009
Deskripsi Singkat: Ansietas adalah suatu keadaan dimana individu mengalami perasaan gelisah (suatu kekhawatiran yang tidak pasti) dan aktivasi sistem saraf otonom sebagai respons terhadap ancaman yang tidak spesifik atau samar-samar. Pada kasus ini, pasien menunjukkan baik keluhan subjektif (sulit tidur, merasa cemas, gelisah, khawatir) maupun tanda objektif (ekspresi tegang, kurang kontak mata, tremor, keringat berlebih, sering bertanya) yang mengarah pada diagnosis keperawatan ini.
Kode SLKI: 1300
Deskripsi : SLKI 1300 adalah "Kontrol Ansietas". Tujuan akhir dari intervensi keperawatan adalah agar pasien mampu mengendalikan perasaan cemasnya. Indikator dari SLKI ini meliputi: 1) Mengenali tanda dan gejala ansietas, 2) Mengidentifikasi penyebab atau pemicu ansietas, 3) Menggunakan strategi koping yang efektif untuk mengurangi ansietas, 4) Melaporkan penurunan tingkat ansietas baik secara subjektif (perasaan) maupun objektif (tanda fisik seperti tremor dan keringat berlebih), serta 5) Fungsi sehari-hari (seperti tidur) tidak lagi terganggu oleh ansietas. Dalam konteks pasien ini, target yang diharapkan adalah pasien dapat menyatakan perasaan cemasnya berkurang, menunjukkan ekspresi wajah yang lebih rileks, tremor berkurang, keringat normal, dan mampu tidur dengan lebih baik. Pasien juga diharapkan dapat mengidentifikasi bahwa kekhawatiran berlebihan terhadap penyakitnya adalah pemicu kecemasannya dan mulai menggunakan teknik untuk mengelola pikiran tersebut.
Kode SIKI: 6530, 5820, 5270, 5460
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk ansietas bersifat multidimensi, mencakup dukungan emosional, edukasi, dan terapi relaksasi. SIKI 6530: "Terapi Relaksasi" merupakan intervensi inti, dimana perawat mengajarkan dan mendampingi pasien melakukan teknik untuk mengurangi ketegangan fisik dan mental, seperti latihan napas dalam (deep breathing), relaksasi otot progresif, atau imajinasi terbimbing. Teknik ini langsung menargetkan gejala seperti ketegangan wajah, tremor, dan kesulitan tidur. SIKI 5820: "Pengurangan Ansietas" adalah intervensi spesifik yang meliputi menciptakan lingkungan yang tenang, mendengarkan dengan penuh perhatian ekspresi kekhawatiran pasien, memberikan validasi atas perasaannya, dan membantu pasien mengidentifikasi pemicu kecemasan (dalam hal ini, ketidakpastian tentang penyakitnya). SIKI 5270: "Dukungan Emosional" sangat relevan karena perawat memberikan keberadaan yang menenangkan, penerimaan, dan dorongan untuk mengekspresikan perasaan. Hal ini membantu mengurangi perasaan kesepian dan ketakutan pasien. Terakhir, SIKI 5460: "Edukasi: Proses Penyakit" berperan penting untuk mengatasi akar kecemasan pasien, yaitu kekhawatiran terhadap kondisinya. Perawat memberikan informasi yang jelas, jujur, dan sesuai kebutuhan tentang penyakit, rencana pengobatan, dan prognosis. Edukasi ini mengurangi ansietas yang bersumber dari ketidaktahuan dan membantu pasien merasa lebih memegang kendali atas situasinya. Kombinasi keempat intervensi ini dilakukan secara simultan dan berkelanjutan, dimulai dari membangun hubungan terapeutik, memberikan dukungan dan informasi, hingga melatih keterampilan koping praktis, dengan evaluasi terus-menerus terhadap respons pasien terhadap setiap intervensi yang diberikan.
-
Article No. 24120 | 18 Feb 2026
Klinis : Ny. J, ia mengatakan bahwa sekarang Tn. A sudah jarang cek gula darah karena merasa badannya sehat, Ny. J mengatakan, “Ya diceknya kalau lagi ga enak banget badannya mba, ga ada waktu rutin.” Keluarga belum memahami sepenuhnya pentingnya pengontrolan gula darah secara rutin dan pengobatan teratur. Ny. J mengatakan bahwa kadar gula darah suaminya sering tinggi, “Gula darah bapaknya normalnya pasti di atas 200 terus mba, kalau saya di bawah 200.” Ny. J menyampaikan bahwa suaminya tidak mau berobat ke puskesmas meskipun sudah dibujuk, “Bapaknya nggak mau ke puskesmas, ga tau itu kenapa ga mau, ditanyain kenapa juga bilang ‘wes emoh, nang apotek wae’.” Tn. A tidak mau minum obat karena merasa cukup dengan mengatur gaya hidup. Ny. J mengatakan, “Katanya cukup diatur pola makannya aja mba.” DO Riwayat penyakit kronis dalam keluarga (DM, hipertensi) Tn. A menderita diabetes melitus. Diketahui sejak 3 tahun yang lalu. Saat itu, kadar gula darah sewaktu Tn. A mencapai kisaran 500 mg/dL. Tn. A mulai memperhatikan makanan yang dikonsumsi dan mengurangi makanan dan minuman manis. Tn. A juga sibuk bekerja di luar kota, dan jarang pulang, sehingga Tn. A lebih memprioritaskan mencari nafkah dibandingkan memeriksakan kesehatannya. Kadar gula darah terakhir yang diketahui adalah kisaran di atas 200 mg/dL.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Sebagai seorang perawat profesional, berdasarkan data yang Anda berikan mengenai Tn. A dan Ny. J, berikut adalah diagnosa keperawatan beserta penjelasan SDKI, SLKI, dan SIKI yang relevan, disajikan dalam format HTML yang siap ditampilkan.
```html
Diagnosa Keperawatan, Luaran, dan Intervensi (SDKI - SLKI - SIKI)
Berdasarkan data yang terkumpul dari Ny. J mengenai kondisi Tn. A, ditemukan beberapa masalah keperawatan yang signifikan. Tn. A menunjukkan pola perilaku yang tidak sesuai dengan regimen pengobatan diabetes melitus yang direkomendasikan, didukung oleh kurangnya pemahaman keluarga dan prioritas yang keliru terhadap kesehatan. Oleh karena itu, diagnosa keperawatan utama yang paling tepat adalah **Ketidakpatuhan**.
1. Diagnosa Keperawatan (SDKI)
Kode: D.0127
Nama Diagnosa: Ketidakpatuhan
Definisi: Perilaku individu atau keluarga yang gagal mengikuti rencana perawatan atau pengobatan yang disepakati dengan pemberi layanan kesehatan.
Penyebab (Etiologi):
Ketidakpatuhan pada Tn. A berhubungan dengan:
- Kurang pengetahuan tentang regimen pengobatan dan manfaatnya: Tn. A merasa cukup dengan mengatur pola makan dan tidak mau minum obat, serta keluarga belum memahami sepenuhnya pentingnya pengontrolan gula darah secara rutin dan pengobatan teratur.
- Kurang motivasi: Tn. A merasa badannya sehat sehingga jarang cek gula darah, dan menolak berobat ke puskesmas.
- Hambatan struktural (kesibukan kerja): Tn. A sibuk bekerja di luar kota dan jarang pulang, memprioritaskan mencari nafkah dibandingkan memeriksakan kesehatan.
Data Mayor dan Minor (DS/DO) yang Mendukung:
Kategori Data
Data Pasien (Tn. A / Ny. J)
Data Subjektif (DS)
- Ny. J mengatakan Tn. A sudah jarang cek gula darah karena merasa badannya sehat.
- Ny. J mengatakan, “Ya diceknya kalau lagi ga enak banget badannya mba, ga ada waktu rutin.”
- Ny. J mengatakan keluarga belum memahami sepenuhnya pentingnya pengontrolan gula darah secara rutin dan pengobatan teratur.
- Ny. J mengatakan bahwa kadar gula darah suaminya sering tinggi, “Gula darah bapaknya normalnya pasti di atas 200 terus mba, kalau saya di bawah 200.”
- Ny. J menyampaikan bahwa suaminya tidak mau berobat ke puskesmas meskipun sudah dibujuk, “Bapaknya nggak mau ke puskesmas, ga tau itu kenapa ga mau, ditanyain kenapa juga bilang ‘wes emoh, nang apotek wae’.”
- Ny. J mengatakan Tn. A tidak mau minum obat karena merasa cukup dengan mengatur gaya hidup, “Katanya cukup diatur pola makannya aja mba.”
Data Objektif (DO)
Article No. 24121 | 18 Feb 2026 Klinis : DS: Ny. J mengatakan bahwa dalam keluarganya ada riwayat hipertensi, tetapi belum mengetahui bahwa hipertensi perlu dikontrol secara rutin dan bisa membutuhkan obat jangka panjang. Ny. J mengatakan, “Emang kalau darah tinggi itu harus dikontrol ya mba? Harus minum obat?” Ny. J mengatakan, “Ibu saya juga ada riwayat asam urat gitu mba, saya jadi pengen tahu asam urat saya, soalnya kalau cek di apotek gitu biasanya cuma gula aja, gula sih aman ya mba, asam urat sama kolesterol nih yang saya khawatir, soalnya katanya kan kalau tinggi kaki sama tangannya kemeng. Saya biasanya gitu.” Ny. J mengatakan, “Kalau asam urat kolesterol gitu harus ga boleh makan apa sih mba?” Ny. J mengaku jarang masak dan lebih sering beli sayur matang. Kalau pagi, biasanya anak-anak diberikan sarapan telur, siang dibelikan sayur sop, dan malam dibelikan bakso. Ny. J mengatakan, “Saya mah ga pernah olahraga gitu mba, olahraganya ya ini ngurus rumah, anak sama laundry, itu juga udah capek banget.” DO Ny. J juga memiliki kakak kandung yang menderita kanker payudara dan sudah meninggal dunia. Ny. J sendiri belum memahami faktor risiko terkena kanker di kemudian hari. Dalam kesehariannya, Ny. J jarang masak dan lebih memilih membeli. Gizi yang terkandung pun masih didominasi karbohidrat dan lemak tidak sehat.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: ```html
Diagnosa Keperawatan, Luaran, dan Intervensi (SDKI - SLKI - SIKI)
Berdasarkan data subjektif (Article No. 24123 | 18 Feb 2026
Klinis : pasein laki laki usia 78 tahun dengan keluhan badan lemas sehungga jalan merangkak, muntah tiap kali makan, batuk dan sesak kurang lebih 3 bulan ini, ada batuk darah kurang lebih 1 bulan ini dan demam 1 minggu ini
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SDKI: D.0017
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskular, interstitial, dan/atau intraselular yang tidak diinginkan.
Kode SLKI: L.03115
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit pasien terpenuhi. Ditandai dengan: 1) Tanda vital dalam rentang normal. 2) Turgor kulit baik. 3) Mukosa membran lembab. 4) Produksi urin adekuat. 5) Keseimbangan cairan (intake dan output) seimbang. 6) Kadar elektrolit dalam batas normal.
Kode SIKI: I.05069
Deskripsi : Manajemen cairan. Tindakan: 1) Monitor tanda-tanda dehidrasi atau kelebihan cairan (turgor kulit, mata cekung, edema, distensi vena jugularis). 2) Monitor tanda vital (tekanan darah, nadi, suhu, pernapasan) setiap 4-8 jam atau sesuai kondisi. 3) Monitor intake dan output cairan setiap 8 jam atau sesuai kondisi. 4) Kolaborasi pemberian cairan intravena sesuai program terapi. 5) Anjurkan peningkatan asupan cairan per oral sesuai toleransi dan kondisi. 6) Monitor hasil pemeriksaan laboratorium (elektrolit, hematokrit, BUN, kreatinin). 7) Timbang berat badan setiap hari dengan timbangan yang sama, pakaian yang sama, dan waktu yang sama. 8) Atur posisi pasien untuk meminimalkan edema atau memfasilitasi sirkulasi. 9) Ajarkan pasien/keluarga tanda-tanda ketidakseimbangan cairan dan pentingnya pencatatan intake-output. 10) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk regulasi diet dan cairan.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi jalan napas untuk mempertahankan kepatenan jalan napas.
Kode SLKI: L.03003
Deskripsi : Jalan napas pasien bersih dan paten. Ditandai dengan: 1) Suara napas bersih. 2) Tidak ada sianosis. 3) Tidak ada sesak napas. 4) Tidak ada suara napas tambahan (mengi, ronki, stridor). 5) Ekspansi dada simetris. 6) Laju napas dalam rentang normal. 7) Batuk efektif.
Kode SIKI: I.05010
Deskripsi : Manajemen jalan napas. Tindakan: 1) Auskultasi suara napas setiap 4-8 jam. 2) Monitor pola, kedalaman, dan usaha pernapasan. 3) Posisikan pasien semi fowler atau fowler tinggi untuk memudahkan ekspansi paru. 4) Ajarkan dan bantu latihan napas dalam dan batuk efektif. 5) Lakukan fisioterapi dada (postural drainage, perkusi, vibrasi) jika diperlukan. 6) Berikan oksigen sesuai program terapi dan monitor keefektifannya. 7) Lakukan penghisapan lendir (suction) jika diperlukan dengan teknik steril. 8) Anjurkan dan bantu pasien untuk meningkatkan asupan cairan (kecuali kontraindikasi) untuk mengencerkan sekret. 9) Monitor analisa gas darah (jika tersedia). 10) Kolaborasi pemberian obat bronkodilator, mukolitik, atau ekspektoran sesuai program. 11) Ajarkan pasien/keluarga tanda-tanda distress pernapasan dan cara melaporkannya.
Kondisi: Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0003
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: L.03038
Deskripsi : Kebutuhan nutrisi pasien terpenuhi. Ditandai dengan: 1) Berat badan dalam rentang normal. 2) Kadar albumin dalam batas normal. 3) Tidak ada tanda malnutrisi (rambut rontok, kulit kering, lesi di mulut). 4) Asupan makanan dan cairan sesuai kebutuhan. 5) Pasien menunjukkan nafsu makan yang baik.
Kode SIKI: I.05026
Deskripsi : Manajemen nutrisi. Tindakan: 1) Monitor asupan makanan dan cairan setiap hari. 2) Timbang berat badan secara teratur (2-3 kali seminggu). 3) Lakukan pemeriksaan antropometri (lingkar lengan atas, tebal lipat kulit trisep). 4) Berikan makanan dalam porsi kecil tapi sering sesuai toleransi. 5) Sajikan makanan dalam bentuk yang menarik, hangat, dan sesuai kesukaan pasien. 6) Ciptakan lingkungan yang nyaman dan bebas bau selama makan. 7) Berikan perawatan mulut sebelum dan sesudah makan. 8) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori dan jenis diet (tinggi protein, tinggi kalori, tekstur lunak/lembut). 9) Kolaborasi pemberian suplemen nutrisi atau nutrisi parenteral/enteral jika diperlukan. 10) Monitor hasil laboratorium (albumin, hemoglobin, limfosit total). 11) Ajarkan pasien/keluarga pentingnya nutrisi dan cara memenuhi kebutuhan di rumah.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0005
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: L.03048
Deskripsi : Pasien dapat melakukan aktivitas sesuai kemampuan. Ditandai dengan: 1) Pasien dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan bantuan sesuai kebutuhan. 2) Tanda vital stabil selama dan setelah aktivitas. 3) Pasien melaporkan peningkatan energi. 4) Tidak mengalami kelelahan yang berlebihan setelah aktivitas. 5) Kekuatan otot membaik.
Kode SIKI: I.05030
Deskripsi : Manajemen energi. Tindakan: 1) Monitor respons pasien terhadap aktivitas (denyut nadi, tekanan darah, pernapasan, warna kulit, keluhan lelah). 2) Bantu pasien dalam aktivitas sehari-hari (ADL) sesuai kebutuhan. 3) Rencanakan periode istirahat yang cukup sebelum dan sesudah aktivitas. 4) Ajarkan teknik penghematan energi (duduk saat melakukan aktivitas, istirahat teratur, prioritaskan aktivitas). 5) Tingkatkan aktivitas secara bertahap sesuai toleransi. 6) Bantu latihan rentang gerak (ROM) pasif/aktif. 7) Kolaborasi dengan fisioterapis untuk program latihan. 8) Atur lingkungan untuk meminimalkan upaya fisik pasien (barang dalam jangkauan, hindari kerumitan). 9) Berikan oksigen tambahan selama aktivitas jika diperlukan. 10) Edukasi pasien/keluarga tentang tanda kelelahan dan pentingnya keseimbangan aktivitas-istirahat.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0028
Deskripsi Singkat: Peningkatan risiko invasi dan multiplikasi patogen yang dapat menimbulkan respons infeksi.
Kode SLKI: L.03109
Deskripsi : Pasien bebas dari infeksi. Ditandai dengan: 1) Tanda vital dalam rentang normal. 2) Tidak ada tanda-tanda infeksi (demam, kemerahan, bengkak, nyeri, pus). 3) Hasil laboratorium (leukosit) dalam batas normal. 4) Luka bersih dan kering (jika ada).
Kode SIKI: I.05060
Deskripsi : Pencegahan dan Pengendalian Infeksi. Tindakan: 1) Cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan pada pasien. 2) Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan dan prinsip kewaspadaan standar. 3) Monitor tanda-tanda infeksi (suhu tubuh, leukosit, karakteristik sputum/dahak) setiap hari. 4) Lakukan perawatan luka dengan teknik aseptik (jika ada luka atau prosedur invasif). 5) Anjurkan dan bantu kebersihan diri (mandi, perawatan mulut) secara teratur. 6) Ajarkan etika batuk dan bersin yang benar (menutup mulut dengan lengan atas atau tisu). 7) Batasi pengunjung jika pasien sangat rentan. 8) Kolaborasi pemberian antibiotik sesuai program terapi. 9) Lakukan disinfeksi lingkungan dan peralatan pasien. 10) Edukasi pasien dan keluarga tentang tanda-tanda infeksi dan pentingnya kebersihan.
<Article No. 24124 | 18 Feb 2026
Klinis : sulit diajak komunikasi, tidak ada respon sejak 1 hari SMRS, diawali dengan dengan muntah-muntah sejak sore hari >10x sebelum akhirnya pasien tidak bisa berbicara dan tidak sadarkan diri. TelaahPasien datang dengan keluhan sulit diajak komunikasi, tidak ada respon sejak 1 hari SMRS. Keluhan diawali dengan dengan muntah-muntah sejak sore hari >10x sebelum akhirnya pasien tidak bisa berbicara dan tidak sadarkan diri. Lemah tubuh sisi kanan sudah 1 tahun ini, lemah tubuh sisi kiri sejak 1 bulan ini. Os bed rest (+). Sejak 1 harian ini tidak bisa makan/minum karena muntah terus menerus. BAB/K dbn Riwayat Penyakit DahuluRPT : AF NVR (paroxismal) CAD (POST NSTEMI) CHF (HFmrEF) HHD POST STROKE (TIA) OSens somnolen [E2VxM4] - kesan aphasia global VAS 3 TD 133/86 HR 77 RR 20 Temp 36.1 SpO2 97% (room air) STATUS LOKALISATA Mata : CA (-/-), SI (-/-), pupil isokor Mulut : coated tongue (-), faring hiperemis (-), T1/T1 Leher : TVJ R-2cmHg, lymphadenopathy (-), kaku kuduk (-) Thoraks : sp ves (+/+), rh (-/-), wh (-/-), BJ 1,2 reg, murmur (-) Abdomen : soepel, NTE (-), normoperistaltik, normothympani, H/L tidak teraba, CVA -/-, McBurney (-) Eks : akral hangat, CRT<2, t/v kuat, edem pretibial (-/-) Kesan hemiparese (+) jatuh sisi kanan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas
Kode SDKI: 0008
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya usaha napas atau ketidakmampuan membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan patensi jalan napas.
Kode SLKI: 0601
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif.
Kode SIKI: 3320
Deskripsi : Manajemen jalan napas. Intervensi untuk mempertahankan patensi jalan napas dan mencegah komplikasi. Penjelasan: Pada pasien dengan status kesadaran somnolen (E2VxM4) dan aphasia global, terdapat risiko tinggi terjadinya ketidakefektifan bersihan jalan napas. Penurunan kesadaran menyebabkan refleks batuk dan menelan yang terganggu, meningkatkan risiko aspirasi sekret, muntahan, atau benda asing ke dalam saluran napas. Riwayat muntah >10x sebelum penurunan kesadaran semakin memperkuat risiko ini. Pasien dengan kondisi ini tidak mampu mengelola sekresi oral dan trakeobronkial secara mandiri. Tujuan SLKI adalah memastikan jalan napas tetap paten, yang ditandai dengan suara napas bersih, tidak ada sianosis, dan saturasi oksigen (SpO2) dalam batas normal. Intervensi keperawatan (SIKI) yang utama adalah manajemen jalan napas, yang meliputi pemantauan tanda-tanda distress pernapasan (seperti stridor, wheezing, retraksi), posisi semi-Fowler atau lateral jika memungkinkan untuk mencegah aspirasi, penghisapan lendir (suction) secara rutin dan bila diperlukan, serta pemberian oksigen sesuai indikasi untuk mempertahankan SpO2 >95%. Selain itu, penting untuk memantau status neurologis secara berkala karena penurunan lebih lanjut dapat memperburuk fungsi jalan napas. Kerja sama dengan tim medis untuk pertimbangan pemasangan alat bantu jalan napas mungkin diperlukan jika terjadi penurunan status pernapasan. Pemantauan yang ketat dan intervensi proaktif sangat penting untuk mencegah komplikasi hipoksia dan pneumonia aspirasi pada pasien ini.
Kondisi: Risiko Aspirasi
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Risiko masuknya sekret oral, gastric, atau orofaringeal ke dalam trakea dan paru-paru.
Kode SLKI: 0701
Deskripsi : Aspirasi dicegah.
Kode SIKI: 1940
Deskripsi : Pencegahan aspirasi. Intervensi untuk mencegah masuknya sekret gastric atau orofaringeal ke dalam trakeobronkial. Penjelasan: Diagnosa ini sangat relevan mengingat pasien mengalami muntah berulang (>10x) sebelum penurunan kesadaran dan saat ini dalam keadaan somnolen dengan refleks protektif jalan napas yang sangat mungkin terganggu. Ketidakmampuan untuk berbicara dan menelan (disfagia) meningkatkan risiko material gastric atau sekret oral masuk ke paru-paru. Riwayat tidak bisa makan/minum karena muntah terus menerus juga menunjukkan adanya gangguan pada saluran cerna atas yang berkontribusi terhadap risiko ini. Tujuan SLKI adalah mencegah terjadinya aspirasi, yang ditandai dengan tidak adanya tanda-tanda distress pernapasan akut, suara napas bersih, dan tidak demam sebagai tanda pneumonia aspirasi. Intervensi keperawatan (SIKI) berfokus pada pencegahan aspirasi. Hal ini mencakup mempertahankan posisi kepala tempat tidur ditinggikan minimal 30 derajat jika kondisi hemodinamik memungkinkan, melakukan penghisapan sekret dari mulut dan orofaring dengan teknik steril secara teratur, serta memastikan tidak memberikan nutrisi atau minuman per oral (NPO) sesuai kondisi pasien. Pemantauan tanda-tanda aspirasi seperti batuk mendadak, sianosis, suara napas ronki atau wheezing, dan penurunan SpO2 harus dilakukan terus-menerus. Pada pasien dengan penurunan kesadaran, pemberian obat atau cairan melalui selang nasogastrik (jika dipasang) harus dilakukan dengan hati-hati, pastikan posisi duduk/head elevation dan memeriksa residu lambung. Edukasi kepada keluarga tentang pentingnya posisi dan bahaya memberikan makanan/minuman juga merupakan bagian dari intervensi ini.
Kondisi: Perfusi Serebral Tidak Efektif
Kode SDKI: 0020
Deskripsi Singkat: Penurunan suplai darah otak yang dapat mengganggu fungsi otak.
Kode SLKI: 0902
Deskripsi : Perfusi serebral membaik.
Kode SIKI: 4090
Deskripsi : Pemantauan neurologis. Pengumpulan dan analisis data pasien untuk mengatur terapi neurologis. Penjelasan: Pasien datang dengan gejala defisit neurologis fokal akut (tidak bisa bicara, tidak sadarkan diri/somnolen, aphasia global) yang didahului muntah proyektil. Riwayat penyakit POST STROKE/TIA, CAD, CHF, dan Hipertensi menunjukkan adanya faktor risiko vaskular yang berat untuk terjadinya gangguan perfusi serebral akut, seperti stroke iskemik atau hemoragik baru. Muntah hebat dapat menjadi gejala peningkatan tekanan intrakranial. Tujuan SLKI adalah meningkatkan perfusi serebral, yang ditandai dengan peningkatan tingkat kesadaran, fungsi kognitif/sensorik/motorik yang membaik, dan tanda-tanda vital yang stabil. Intervensi keperawatan utama (SIKI) adalah pemantauan neurologis ketat dan berkelanjutan. Ini meliputi pemantauan GCS (E2VxM4 harus dipantau perkembangannya), ukuran dan reaksi pupil, kekuatan motorik (hemiparese kanan dan kiri), serta fungsi bicara. Pemantauan tanda vital seperti tekanan darah (harus dikontrol dalam rentang yang ditentukan, tidak terlalu tinggi atau rendah), denyut nadi, dan pernapasan (pola Cheyne-Stokes dapat terjadi) sangat penting. Posisi kepala tempat tidur ditinggikan sekitar 15-30 derajat dengan kepala dalam posisi netral untuk memfasilitasi aliran darah vena otak. Meminimalkan stimulasi yang tidak perlu, menghindari manuver valsava (mengedan), dan memastikan kestabilan oksigenasi juga bagian dari intervensi. Kolaborasi pemberian terapi medis sesuai penyebab (antihipertensi, antiplatelet, dll) dan pemantauan respons terapi terhadap status neurologis adalah kunci.
Kondisi: Defisit Perawatan Diri: Mandi/Berhias, Makan, Toileting
Kode SDKI: 0010
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas mandi/berhias, makan, dan toileting secara mandiri.
Kode SLKI: 0501
Deskripsi : Perawatan diri terpenuhi.
Kode SIKI: 1800
Deskripsi : Bantuan perawatan diri. Membantu pasien untuk melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari. Penjelasan: Pasien dalam keadaan somnolen, aphasia global, dan mengalami kelemahan tubuh kedua sisi (kanan 1 tahun, kiri 1 bulan) sehingga sama sekali tidak mampu melakukan aktivitas perawatan diri dasar. Pasien juga bed rest total dan tidak dapat makan/minum secara oral. Ketergantungan total ini memerlukan bantuan penuh dari perawat dan keluarga. Tujuan SLKI adalah memastikan kebutuhan perawatan diri pasien terpenuhi dengan baik, yang ditandai dengan kebersihan tubuh terjaga, nutrisi dan hidrasi tercukupi melalui metode alternatif, serta eliminasi terkelola dengan baik. Intervensi keperawatan (SIKI) berupa bantuan perawatan diri secara komprehensif. Ini mencakup memandikan pasien di tempat tidur dengan teknik yang aman dan menghormati privasi, melakukan perawatan mulut untuk mencegah infeksi dan meningkatkan kenyamanan, serta mengganti pakaian dan linen secara teratur. Untuk kebutuhan nutrisi, kolaborasi diperlukan untuk pemberian nutrisi parenteral atau enteral melalui NGT (jika dipasang) dengan memantau toleransi. Untuk toileting, pasien akan menggunakan pampers atau kateter urine (jika dipasang) dengan perawatan area genital yang rutin untuk mencegah infeksi dan dekubitus. Perawat juga harus melatih dan melibatkan keluarga dalam perawatan dasar ini, serta memposisikan pasien secara ergonomis untuk kenyamanan dan pencegahan komplikasi immobilitas.
Article No. 24125 | 18 Feb 2026
Klinis : WAHAM
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: WAHAM
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Gangguan persepsi dan pikiran ditandai dengan keyakinan yang salah dan tidak dapat dikoreksi oleh fakta, yang bertahan setidaknya selama satu bulan.
Kode SLKI: 1601
Deskripsi : Pasien menunjukkan penurunan intensitas dan frekuensi waham. SLKI ini mengukur keberhasilan intervensi keperawatan dalam mengurangi dampak waham pada pasien. Tujuan akhirnya adalah agar pasien dapat mengidentifikasi bahwa pikirannya adalah waham dan tidak sesuai dengan realitas, serta dapat mengendalikan respons perilakunya terhadap pikiran tersebut. Indikator kemajuan dapat dilihat dari berkurangnya pembicaraan tentang tema waham, menurunnya kecemasan atau agitasinya ketika membahas waham, peningkatan kemampuan untuk menerima umpan balik dari orang lain tentang realitas, serta partisipasi dalam aktivitas yang tidak terkait dengan sistem wahamnya. Pencapaian SLKI ini bersifat gradual dan memerlukan pendekatan terapeutik yang konsisten, membangun hubungan saling percaya, dan tidak pernah menyangkal atau berdebat langsung tentang keyakinan waham pasien.
Kode SIKI: 4160, 4161, 4162, 4163, 4164
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk waham berfokus pada pendekatan terapeutik yang membangun kepercayaan, mengurangi kecemasan, dan meningkatkan keterikatan dengan realitas tanpa konfrontasi langsung. 4160: Manajemen Halusinasi/Waham – Intervensi inti yang meliputi pendekatan awal dengan memperkenalkan diri, menawarkan keberadaan, dan mengobservasi tanda-tanda waham. Perawat menggunakan komunikasi terbuka dan empatik untuk memahami pengalaman subjektif pasien tanpa menjustifikasi atau mendukung wahamnya. 4161: Terapi Realitas Orientasi – Membantu pasien untuk tetap terhubung dengan lingkungan nyata dengan menyebutkan waktu, tempat, dan orang secara rutin, serta mengajak pasien membicarakan topik-topik konkret dan netral. 4162: Terapi Aktivitas – Melibatkan pasien dalam aktivitas terstruktur, sederhana, dan berkelompok atau individu (seperti kerajinan tangan, olahraga ringan, mendengarkan musik) untuk mengalihkan perhatian dari pikiran waham dan meningkatkan interaksi dengan realitas. 4163: Psikoedukasi – Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang kondisi waham, gejala, pengobatan, dan strategi koping. Keluarga diajarkan cara merespons pasien dengan tenang, tidak memperdebatkan waham, serta mengenali tanda kekambuhan. 4164: Pelatihan Keterampilan Koping – Membantu pasien mengidentifikasi dan melatih teknik untuk mengelola kecemasan dan pikiran yang mengganggu, seperti teknik relaksasi, mengalihkan perhatian, atau menggunakan pernyataan positif untuk melawan pikiran waham. Keseluruhan intervensi ini dilakukan dengan prinsip membina hubungan terapeutik, validasi perasaan di balik waham (misalnya rasa takut), tetapi tidak validasi terhadap isi waham itu sendiri, sehingga pasien merasa diterima namun secara perlahan diarahkan untuk menguji realitas.
Article No. 24126 | 18 Feb 2026
Klinis : nyeri dada TD 150/83 nadi 73 riwayat UAP
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat, diperkirakan berakhir kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Kontrol Nyeri: Tindakan untuk mengontrol dan mengurangi nyeri. Pada pasien dengan keluhan nyeri dada dan riwayat Unstable Angina Pectoris (UAP), SLKI ini menjadi fokus utama. Tujuannya adalah memastikan pasien mencapai tingkat nyeri yang dapat ditoleransi atau bebas nyeri, yang ditandai dengan skala nyeri yang menurun, ekspresi wajah rileks, tanda-tanda vital yang stabil (seperti tekanan darah yang kembali ke rentang normal pasien, nadi teratur), dan kemampuan untuk beristirahat serta berpartisipasi dalam aktivitas perawatan diri yang diperlukan. Intervensi keperawatan diarahkan untuk meminimalkan faktor pemicu nyeri iskemik, memastikan kepatuhan terhadap terapi farmakologis (seperti nitrogliserin, analgesik, antiplatelet), serta memberikan teknik non-farmakologis seperti lingkungan yang tenang dan posisi yang nyaman.
Kode SIKI: I.08038
Deskripsi : Manajemen Nyeri: Tindakan keperawatan spesifik yang dilakukan untuk mencapai hasil SLKI Kontrol Nyeri. Untuk pasien nyeri dada dengan riwayat UAP, SIKI ini mencakup serangkaian tindakan yang sistematis dan kritis. Pertama, perawat melakukan pengkajian nyeri yang komprehensif menggunakan metode PQRST (Provocation/Palliation, Quality, Region/Radiation, Severity, Time) atau skala numerik, yang sangat penting untuk membedakan karakteristik nyeri iskemik (seperti dada terasa tertekan, menjalar ke lengan atau rahang) dari nyeri non-kardiak. Kedua, memantau dan mendokumentasikan tanda-tanda vital (TD 150/83, nadi 73) serta respons terhadap intervensi, karena peningkatan TD dan takikardia dapat menjadi respons terhadap nyeri atau iskemia itu sendiri. Ketiga, mengajarkan dan membantu pasien dalam teknik non-farmakologis seperti relaksasi napas dalam untuk mengurangi ansietas dan konsumsi oksigen miokard. Keempat, memberikan terapi farmakologis sesuai resep (misalnya, pemberian nitrogliserin sublingual, memantau efek samping hipotensi dan sakit kepala) dengan prinsip tepat waktu, tepat dosis, dan tepat cara. Kelima, mengatur posisi pasien (biasanya semi-Fowler) untuk memudahkan pernapasan dan mengurangi beban kerja jantung. Keenam, memberikan oksigen tambahan jika diresepkan untuk meningkatkan suplai oksigen ke miokard. Ketujuh, memastikan istirahat fisik dan emosional mutlak selama episode nyeri untuk mengurangi kebutuhan oksigen jantung. Kedelapan, melakukan edukasi kepada pasien tentang pentingnya melaporkan nyeri segera, mengenali tanda-tanda peringatan, dan menghindari aktivitas pemicu. Kesembilan, berkolaborasi dengan tim medis jika nyeri tidak terkontrol dengan intervensi awal, yang mungkin memerlukan penyesuaian terapi atau pemeriksaan lebih lanjut. Kesepuluh, mendokumentasikan semua aspek manajemen nyeri secara akurat untuk evaluasi berkelanjutan. Defisi dari SIKI ini adalah pelaksanaan tindakan yang tidak komprehensif, seperti pengkajian nyeri yang tidak terperinci, keterlambatan pemberian analgesik, kurangnya pemantauan efek samping obat, atau edukasi yang tidak memadai kepada pasien dan keluarga, yang dapat berakibat pada perburukan nyeri, peningkatan iskemia miokard, dan penundaan penanganan yang berpotensi fatal.
Article No. 24127 | 18 Feb 2026
Klinis : bicara celat dan sakit kepala TelaahYang dialami sejak semalam setelah os terjatuh dirumah, sakit kepala + luka os pada kening tampak sudah dijahit semalam, lebam daerah mata kiri mual +, muntah disangkal, pingsan disangkal, os tampak lemah, nyeri perut juga dialami os sudah 2 minggu dan nafsu makan menurun, oyong + RPT : Tidak jelas, pernah dirawat dimalahayati karena masalah perut Riwayat Penyakit Dahulu- OSens : CM KU: Lemah VAS: 7 TD: 178/91 HR: 68 RR: 20 Temp: 36,1 C SPO2: 98% Kepala : VL terhecting a/r frontalis+ Mata : hematoma a/r orbita sin + Thorax: Sp: Vesikuler +/+, ST : Rhonki-/-, Wheezing -/- Jantung : S1-S2 reguler, gallop-, murmur- Abdomen : Soepel, peristaltic + normal, nyeri tekan epigastrium dan umbilical +, timpani Ekstremitas: Akral hangat +/+, CRT < 2” Kekuatan motorik : 55555/55555 Kekuatan motorik bawah : 55555/55555
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Penurunan Perfusi Jaringan Otak
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan suplai darah yang mengancam kehidupan ke otak, yang dapat mengakibatkan kerusakan neurologis. Kondisi ini sangat relevan mengingat pasien mengalami cedera kepala (jatuh dengan luka di kening dan hematoma periorbital), bicara cadel, sakit kepala hebat (VAS 7), dan hipertensi (TD 178/91). Kombinasi tanda-tanda ini mengindikasikan kemungkinan peningkatan tekanan intrakranial atau perdarahan intrakranial yang mengancam perfusi otak.
Kode SLKI: 0901
Deskripsi : Perfusi jaringan otak membaik, ditandai dengan: 1) Tingkat kesadaran compos mentis dan tidak ada penurunan, 2) Tanda-tanda vital dalam batas yang diharapkan (terutama tekanan darah dan nadi), 3) Fungsi motorik dan sensorik tetap utuh (kekuatan motorik 5/5), 4) Tidak ada keluhan sakit kepala yang memberat, mual, atau muntah, 5) Bicara jelas dan terarah. Tujuan keperawatan adalah mempertahankan dan memantau status neurologis, mencegah deteriorasi lebih lanjut dengan intervensi tepat waktu, dan memastikan tekanan darah terkontrol untuk mendukung aliran darah otak yang adekuat.
Kode SIKI: 3501, 3502, 3503, 3510
Deskripsi : Intervensi keperawatan yang harus dilakukan meliputi: 1) Pemantauan Neurologis (3501): Melakukan pemantauan status neurologis secara ketat dan berkala (GCS, ukuran pupil, reaksi cahaya, kekuatan motorik, bicara) setiap 1-2 jam atau sesuai protokol untuk mendeteksi tanda-tanda penurunan dini. 2) Manajemen Jalan Napas (3502): Memastikan jalan napas paten dan siap dengan alat suction, serta memposisikan kepala tempat tidur 30 derajat (jika tidak ada kontraindikasi spinal) untuk meningkatkan drainase vena otak dan mengurangi tekanan intrakranial. 3) Manajemen Tekanan Darah (3503): Memantau tekanan darah secara ketat dan kolaborasi pemberian obat antihipertensi sesuai resep untuk mengontrol tekanan darah dan mencegah perdarahan lebih lanjut atau edema serebral. 4) Pemberian Oksigen (3510): Memberikan terapi oksigen sesuai kebutuhan untuk mempertahankan saturasi oksigen >95% dan memastikan suplai oksigen ke otak tetap adekuat. Intervensi lain yang relevan termasuk membatasi stimulasi, menghindari manuver valsava (mengedan), serta edukasi pada keluarga untuk segera melaporkan jika ada muntah proyektil, kejang, atau penurunan kesadaran.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset yang mendadak atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan diperkirakan berakhir dalam waktu 3 bulan. Pasien melaporkan sakit kepala dengan skala nyeri 7 (berat) dan nyeri perut di daerah epigastrium dan umbilikal yang sudah berlangsung 2 minggu. Nyeri kepala kemungkinan terkait cedera kepala, sementara nyeri perut terkait dengan riwayat masalah perut yang pernah dirawat sebelumnya.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Nyeri terkontrol, ditandai dengan: 1) Skala nyeri menurun menjadi ≤3 (ringan) atau 0 (tidak nyeri), 2) Ekspresi wajah rileks dan dapat beristirahat atau tidur dengan nyaman, 3) Tanda-tanda vital dalam rentang normal (terutama tekanan darah dan frekuensi nadi yang sebelumnya mungkin meningkat akibat nyeri), 4) Pasien mampu menunjukkan dan menggunakan metode non-farmakologis untuk mengatasi nyeri. Tujuannya adalah mengurangi intensitas nyeri hingga tingkat yang dapat ditoleransi pasien, meningkatkan kenyamanan, dan mencegah komplikasi akibat nyeri yang tidak terkontrol seperti peningkatan tekanan intrakranial.
Kode SIKI: 2820, 2830, 2840
Deskripsi : Intervensi keperawatan yang harus dilakukan meliputi: 1) Manajemen Nyeri (2820): Melakukan pengkajian nyeri komprehensif (PQRST) secara berkala, mengajarkan teknik non-farmakologis seperti relaksasi napas dalam dan distraksi, serta berkolaborasi dalam pemberian analgesik sesuai resep (dengan hati-hati memilih obat yang tidak menutupi gejala neurologis). Untuk nyeri kepala pasca cedera, perlu pemantauan ketat respons terhadap analgesik. 2) Terapi Lingkungan (2830): Menciptakan lingkungan yang tenang, redup cahaya, dan nyaman untuk mengurangi stimulasi yang dapat memperberat sakit kepala. Membatasi pengunjung dan kebisingan. 3) Terapi Musik (2840): Memutarkan musik yang disukai pasien dengan tempo lambat dan volume pelan untuk membantu relaksasi dan mengalihkan perhatian dari sensasi nyeri, baik di kepala maupun perut. Penting juga untuk memposisikan pasien dengan nyaman dan memberikan edukasi tentang pentingnya melaporkan nyeri.
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Tekanan Darah
Kode SDKI: 0026
Deskripsi Singkat: Risiko perubahan tekanan darah sistolik dan/atau diastolik dari rentang normal yang dapat mengancam kesehatan. Pasien memiliki tekanan darah yang sangat tinggi (178/91 mmHg) dalam konteks cedera kepala akut. Hipertensi ini bisa merupakan respons terhadap nyeri, stres, atau yang lebih mengkhawatirkan, merupakan kompensasi tubuh untuk mempertahankan tekanan perfusi otak (Cushing's Triad - meskipun nadi belum melambat) akibat peningkatan tekanan intrakranial. Ketidakstabilan ini berisiko memperburuk perdarahan intrakranial atau menyebabkan komplikasi vaskular lainnya.
Kode SLKI: 1001
Deskripsi : Tekanan darah stabil, ditandai dengan: 1) Tekanan darah sistolik dan diastolik dalam rentang yang diharapkan atau target yang ditetapkan (misalnya, <160/100 mmHg secara bertahap), 2) Tidak ada keluhan sakit kepala hebat, penglihatan kabur, atau epistaksis yang terkait hipertensi, 3) Denyut nadi stabil dan teratur. Tujuannya adalah mencapai dan mempertahankan tekanan darah pada tingkat yang aman untuk mencegah perdarahan lebih lanjut di otak sekaligus tetap memadai untuk perfusi organ vital, terutama otak.
Kode SIKI: 2120, 3503
Deskripsi : Intervensi keperawatan yang harus dilakukan meliputi: 1) Pemantauan Tekanan Darah (2120): Melakukan pemantauan tekanan darah non-invasif secara ketat dan berkala (setiap 15-30 menit hingga stabil, kemudian setiap jam) dengan teknik yang benar. Memantau tekanan darah di kedua lengan dan dalam berbagai posisi (jika memungkinkan) serta mencatat tren perubahannya. 2) Manajemen Tekanan Darah (3503): Berkolaborasi dengan dokter untuk pemberian obat antihipertensi intravena atau oral yang titrasi sesuai respon pasien. Penting untuk menurunkan tekanan darah secara perlahan dan terkontrol. Selain itu, intervensi pendukung termasuk memastikan pasien beristirahat total, mengurangi kecemasan (yang dapat meningkatkan TD), mengelola nyeri secara efektif, serta membatasi asupan natrium jika pasien sudah boleh makan. Edukasi pada pasien dan keluarga tentang pentingnya terapi dan pemantauan juga diperlukan.
Kondisi: Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: 0003
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh. Pasien mengalami penurunan nafsu makan, nyeri perut selama 2 minggu, dan mual (+). Riwayat pernah dirawat karena masalah perut juga mendukung adanya gangguan pada saluran cerna yang mempengaruhi asupan dan absorbsi nutrisi. Dalam kondisi cedera kepala, kebutuhan metabolik tubuh dapat meningkat, sehingga kekurangan nutrisi dapat menghambat proses penyembuhan.
Kode SLKI: 0601
Deskripsi : Kebutuhan nutrisi terpenuhi, ditandai dengan: 1) Asupan makanan dan cairan sesuai dengan kebutuhan tubuh (terlihat dari porsi makan yang habis atau meningkat dari baseline), 2) Berat badan stabil atau tidak terjadi penurunan yang signifikan, 3) Nilai laboratorium terkait nutrisi (seperti albumin, hemoglobin) dalam rentang normal atau menunjukkan perbaikan, 4) Keluhan mual dan nyeri perut berkurang sehingga tidak menghambat makan. Tujuannya adalah memastikan pasien mendapatkan asupan kalori, protein, dan mikronutrien yang cukup untuk mendukung penyembuhan jaringan otak dan tubuh secara keseluruhan.
<
Article No. 24128 | 18 Feb 2026
Klinis : Px mengatakan pusing berputar dan cenut-cenut
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah seperti cedera; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi dan durasi kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : SLKI L.08001: Kontrol Nyeri. Tujuan utama adalah pasien dapat mengontrol atau mengurangi pengalaman nyerinya. Kriteria hasilnya meliputi: 1) Pasien mampu mendemonstrasikan penggunaan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri (seperti relaksasi, distraksi, kompres hangat/dingin). 2) Pasien melaporkan penurunan skala nyeri setelah intervensi. 3) Pasien menunjukkan tanda-tanda fisiologis terkontrol (seperti penurunan frekuensi nadi, pernapasan lebih teratur, ekspresi wajah lebih rileks). 4) Pasien dapat mengidentifikasi faktor pemicu dan upaya pencegahan nyeri. 5) Pasien mematuhi regimen terapi farmakologis yang diresepkan jika ada. SLKI ini berfokus pada pemberdayaan pasien untuk terlibat aktif dalam manajemen nyerinya, tidak hanya sekadar penerima pasif obat pereda nyeri. Perawat berperan sebagai edukator dan fasilitator untuk membantu pasien menemukan metode yang paling efektif.
Kode SIKI: I.08039
Deskripsi : SIKI I.08039: Manajemen Nyeri. Intervensi keperawatan ini mencakup serangkaian tindakan komprehensif untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri. Langkah-langkahnya meliputi: 1) Melakukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk lokasi, karakteristik (seperti berdenyut, cenut-cenut, tajam), durasi, frekuensi, intensitas (menggunakan skala), dan faktor yang memperberat atau meringankan. 2) Mengobservasi tanda-tanda nonverbal dari nyeri (perilaku gelisah, ekspresi wajah meringis, postur tubuh melindungi area tertentu). 3) Memberikan terapi farmakologis sesuai resep dan memantau efektivitas serta efek sampingnya. 4) Menerapkan intervensi nonfarmakologis seperti terapi distraksi (mengajak bicara, mendengarkan musik), relaksasi napas dalam, imajinasi terbimbing, atau terapi dingin/panas sesuai indikasi. 5) Mengatur posisi pasien untuk kenyamanan maksimal. 6) Menciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman (pengaturan cahaya, kebisingan). 7) Mengajarkan pasien dan keluarga tentang teknik manajemen nyeri dan pentingnya melaporkan nyeri secara dini. 8) Mengevaluasi respons pasien terhadap intervensi yang diberikan dan mendokumentasikannya. Intervensi ini bersifat holistik, menggabungkan pendekatan biopsikososial untuk menangani tidak hanya sensasi fisik tetapi juga dampak emosional dan distress yang menyertai nyeri.
Article No. 24129 | 18 Feb 2026
Klinis : Px mengatakan pusing berputar dan cenut-cenut
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah seperti cedera; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi dan durasi kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : SLKI L.08001: Kontrol Nyeri. Tujuan utama adalah pasien dapat mengontrol atau mengurangi pengalaman nyerinya. Kriteria hasilnya meliputi: 1) Pasien dapat melaporkan terjadinya nyeri (lokal, skala, karakteristik). 2) Pasien dapat mengidentifikasi faktor yang memicu dan meredakan nyeri. 3) Pasien dapat mendemonstrasikan teknik nonfarmakologis untuk mengatasi nyeri. 4) Pasien dapat menggunakan analgesik sesuai program terapi. 5) Pasien dapat melaporkan penurunan skala nyeri setelah intervensi. SLKI ini berfokus pada pemberdayaan pasien untuk terlibat aktif dalam manajemen nyerinya, dari identifikasi hingga evaluasi efektivitas intervensi yang dilakukan, baik farmakologis maupun nonfarmakologis.
Kode SIKI: I.08041
Deskripsi : SIKI I.08041: Manajemen Nyeri. Intervensi keperawatan ini mencakup serangkaian tindakan komprehensif untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri. Langkah-langkahnya meliputi: 1) Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (PQRST: Provocation/Palliation, Quality, Region/Radiation, Severity, Time). Pada pasien dengan keluhan "pusing berputar (vertigo) dan cenut-cenut", pengkajian mendetail tentang lokasi, intensitas (skala 0-10), karakter (berdenyut/ cenut-cenut, tajam, tumpul), faktor yang memperberat dan meringankan, serta durasi sangat penting. 2) Monitor tanda-tanda vital dan respons nonverbal terhadap nyeri. 3) Kolaborasi pemberian farmakologis (analgesik) sesuai indikasi dan program dokter. 4) Ajarkan dan bantu pasien melakukan teknik nonfarmakologis seperti relaksasi napas dalam, distraksi, atau kompres. 5) Lakukan reposisi atau bantu pasien menemukan posisi yang nyaman, terutama untuk mengatasi pusing berputar. 6) Ciptakan lingkungan yang tenang (reduksi cahaya, kebisingan) untuk mengurangi stimulasi yang dapat memperberat pusing dan nyeri. 7) Edukasi pasien dan keluarga tentang penyebab nyeri, penggunaan obat, dan teknik penanganan mandiri. 8) Evaluasi dan dokumentasi respons pasien terhadap intervensi yang diberikan. Intervensi ini bersifat holistik, menggabungkan pendekatan biopsikososial untuk menangani tidak hanya sensasi nyeri tetapi juga distress yang menyertainya, dengan penyesuaian khusus untuk keluhan pusing yang menyertai.
Kondisi: Risiko Cedera
Kode SDKI: D.0026
Deskripsi Singkat: Peningkatan kerentanan terhadap cedera fisik yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: L.09121
Deskripsi : SLKI L.09121: Kontrol Risiko Cedera. Tujuannya adalah mencegah terjadinya cedera pada pasien. Kriteria hasilnya antara lain: 1) Pasien dapat mengidentifikasi faktor risiko cedera di lingkungannya. 2) Pasien dapat memodifikasi lingkungan untuk mengurangi risiko cedera. 3) Pasien dapat mendemonstrasikan penggunaan alat bantu dengan aman (jika diperlukan). 4) Pasien tidak mengalami cedera selama perawatan. 5) Keluarga atau pengasuh dapat menjelaskan langkah pencegahan cedera. SLKI ini menekankan pada pencapaian keselamatan fisik pasien melalui kesadaran dan tindakan preventif.
Kode SIKI: I.09170
Deskripsi : SIKI I.09170: Pencegahan Cedera. Intervensi ini dilakukan untuk meminimalkan risiko cedera akibat faktor internal (seperti pusing) dan eksternal. Tindakan spesifik meliputi: 1) Lakukan pengkajian faktor risiko cedera, terutama terkait keluhan pusing berputar yang dapat menyebabkan kehilangan keseimbangan dan jatuh. 2) Tempatkan pasien di lingkungan yang aman: pastikan area sekitar tempat tidur bebas dari barang berserakan, pasang side rail tempat tidur, dan pastikan pencahayaan adequate. 3) Instruksikan pasien untuk meminta bantuan ketika akan berpindah atau ambulating jika merasa pusing. 4) Bantu pasien dalam mobilisasi (duduk di tepi tempat tidur beberapa saat sebelum berdiri, dampingi saat berjalan). 5) Pastikan alat-alat yang diperlukan dalam jangkauan pasien (lampu panggil, air minum). 6) Gunakan alat pelindung seperti sabuk pengaman (restraint) hanya sebagai upaya terakhir dan dengan indikasi ketat sesuai kebijakan. 7) Edukasi pasien dan keluarga mengenai mekanisme terjadinya cedera terkait pusing dan langkah-langkah pencegahannya. 8) Pantau kondisi pasien secara berkala, terutama setelah perubahan posisi. Intervensi ini bersifat protektif dan antisipatif untuk menjaga integritas fisik pasien.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433