Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23570 | 10 Jan 2026
Klinis : Data Subjektif : - Pasien mengatakan batuk terasa berdahak namun sulit sekali keluar. - Tadi pagi mau di cek dahak tapi yang keluar hanya setitik putih kental. - Pasien mengeluhkan sesak napas - Pasien mengatakan anaknya merupakan perokok aktif dari SMP (kurang lebih 15 tahun) (pasien perokok pasif) Data Obyektif : - Pasien sering batuk tidak efektif(tidak mampu mengeluarkan dahak) - Pernapasan 28x/menit, ireguler, dan nampak gelisah - TD 145/92 mmHg - Nadi 101 x/m - Suhu 38,50C - Spo2 90%, - Tampak retraksi supraklavikula dan suprasternal - CRT < 2 detik, - Auskultasi terdengar suara wheziing dan ronchi - Hasil Ro Thorax tanggal 5 Desember 2025 o Kedua apex pulmo tenang o Corakan bronchovaskuler pulmo bilateral meningkat kasar o Tampak opasitas pulmo bilateral o Pleural space bilateral tak melebar o Hemidiafragma bilateral licin dan tak mendatar o Cor, CTR>0,56 o Sistema tulang yang tervisualisasi intake o Kesan : Bronchopneumonia bilateral
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Diagnosa Keperawatan, Luaran, dan Intervensi (SDKI - SLKI - SIKI)
Article No. 23571 | 10 Jan 2026
Klinis : ata Subjektif : - Pasien mengatakan batuk terasa berdahak namun sulit sekali keluar. - Tadi pagi mau di cek dahak tapi yang keluar hanya setitik putih kental. - Pasien mengeluhkan sesak napas - Pasien mengatakan anaknya merupakan perokok aktif dari SMP (kurang lebih 15 tahun) (pasien perokok pasif) Data Obyektif : - Pasien sering batuk tidak efektif(tidak mampu mengeluarkan dahak) - Pernapasan 28x/menit, ireguler, dan nampak gelisah - TD 145/92 mmHg - Nadi 101 x/m - Suhu 38,50C - Spo2 90%, - Tampak retraksi supraklavikula dan suprasternal - CRT < 2 detik, - Auskultasi terdengar suara wheziing dan ronchi - Hasil Ro Thorax tanggal 5 Desember 2025 o Kedua apex pulmo tenang o Corakan bronchovaskuler pulmo bilateral meningkat kasar o Tampak opasitas pulmo bilateral o Pleural space bilateral tak melebar o Hemidiafragma bilateral licin dan tak mendatar o Cor, CTR>0,56 o Sistema tulang yang tervisualisasi intake o Kesan : Bronchopneumonia bilateral
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Pasien menunjukkan perbaikan dalam bersihan jalan napas, ditandai dengan: (1) Suara napas bersih/basah berkurang, (2) Batuk efektif, (3) Sekret dapat dikeluarkan, (4) Tidak ada sianosis, (5) Tidak ada dispnea, (6) Tidak ada gelisah, (7) Tidak ada penggunaan otot bantu napas, (8) Frekuensi napas dalam rentang normal, (9) Irama napas teratur, (10) Saturasi oksigen dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.08070
Deskripsi : Intervensi untuk memfasilitasi pembersihan sekret dari jalan napas, meliputi: (1) Monitor status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha napas), (2) Auskultasi suara napas, (3) Identifikasi faktor penyebab ketidakefektifan bersihan jalan napas, (4) Pertahankan posisi semifowler/fowler sesuai toleransi, (5) Ajarkan dan bantu latihan napas dalam dan batuk efektif, (6) Lakukan fisioterapi dada (postural drainage, perkusi, dan vibrasi) sesuai indikasi, (7) Kelola kebutuhan oksigenasi sesuai program, (8) Lakukan penghisapan lendir (suction) jika diperlukan, (9) Berikan terapi nebulizer sesuai program, (10) Anjurkan intake cairan adekuat sesuai toleransi dan batasan, (11) Monitor karakteristik sputum, (12) Ajarkan tanda dan gejala infeksi saluran pernapasan, (13) Kolaborasi pemberian obat sesuai program (bronkodilator, mukolitik, ekspektoran, antibiotik).
Kondisi: Pertukaran Gas Terganggu
Kode SDKI: D.0009
Deskripsi Singkat: Kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbon dioksida pada membran alveolus-kapiler.
Kode SLKI: L.04002
Deskripsi : Pasien menunjukkan perbaikan dalam pertukaran gas, ditandai dengan: (1) Saturasi oksigen dalam rentang normal, (2) Gas darah arteri dalam rentang normal, (3) Frekuensi napas dalam rentang normal, (4) Irama napas teratur, (5) Tidak ada sianosis, (6) Tidak ada dispnea, (7) Tidak ada gelisah, (8) Tidak ada penurunan kesadaran, (9) Tidak ada penggunaan otot bantu napas.
Kode SIKI: I.08071
Deskripsi : Intervensi untuk memaksimalkan pertukaran oksigen dan karbon dioksida, meliputi: (1) Monitor status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha napas), (2) Auskultasi suara napas, (3) Monitor tanda-tanda hipoksia/hipoksemia (gelisah, perubahan kesadaran, sianosis, takikardi), (4) Monitor saturasi oksigen (SpO2) secara berkala, (5) Pertahankan posisi semifowler/fowler sesuai toleransi, (6) Kelola pemberian oksigen sesuai program (alat, flow rate), (7) Lakukan suction jika diperlukan, (8) Anjurkan dan bantu latihan napas dalam, (9) Monitor hasil analisa gas darah (jika tersedia), (10) Kolaborasi pemberian terapi nebulizer dan obat sesuai program (bronkodilator).
Kondisi: Pola Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0003
Deskripsi Singkat:
Kode SLKI: L.04003
Deskripsi : Pasien menunjukkan perbaikan pola napas, ditandai dengan: (1) Frekuensi napas dalam rentang normal, (2) Irama napas teratur, (3) Kedalaman napas adekuat, (4) Tidak ada dispnea, (5) Tidak ada penggunaan otot bantu napas, (6) Tidak ada gelisah, (7) Tidak ada sianosis, (8) Saturasi oksigen dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.08072
Deskripsi : Intervensi untuk memfasilitasi pernapasan yang adekuat, meliputi: (1) Monitor status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha napas), (2) Identifikasi faktor penyebab pola napas tidak efektif, (3) Pertahankan posisi yang nyaman untuk bernapas (semifowler/fowler), (4) Ajarkan dan bantu latihan napas dalam dan bibir mengerucut (pursed-lip breathing), (5) Berikan lingkungan yang tenang dan nyaman, (6) Kelola kebutuhan oksigenasi sesuai program, (7) Monitor saturasi oksigen (SpO2), (8) Lakukan penghisapan lendir (suction) jika diperlukan, (9) Kolaborasi pemberian obat sesuai program (bronkodilator).
Article No. 23572 | 10 Jan 2026
Klinis : NY. MULYONO (555576 / 70 TH) PPOK - Eksaserbasi Pneumonia Komunitas - HHD KU Lemah, Kes : CM sesak nafas berkurang,badan lemas Terpasang : MO, DC, O2 NC 5 lpm, SP TD : 89/52 mmHg N : 101 x/mnt RR : 21 x/mnt S : 36,5 C SPO2 : 96 % SP. Aminophillin 6,3 cc/jam (Tunda) Ro. Thorax (+) Cek D Dimer (+) Cek Kultur Sputum Mikroorganisme dan Sensitivitas AB (+) TH Plan CT Scan jika KU memungkinkan (-) GDS/Hari jam 05.00 : 229 mg/dl
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Diagnosis keperawatan ini ditegakkan berdasarkan kondisi pasien dengan PPOK eksaserbasi dan pneumonia komunitas. Kedua kondisi ini secara langsung merusak unit pertukaran gas di paru-paru. Pada PPOK, terjadi kerusakan alveolus (emfisema) dan penyempitan saluran napas kronis, mengurangi luas permukaan untuk difusi gas. Pneumonia memperburuk keadaan dengan mengisi alveoli dengan eksudat inflamasi dan cairan, yang menghalangi pertukaran oksigen (O2) dan karbon dioksida (CO2). Data klinis yang mendukung adalah sesak napas (meskipun dikatakan berkurang), penggunaan oksigen nasal kanul 5 lpm, dan hasil pemeriksaan Ro. Thorax yang positif (mengindikasikan konsolidasi atau infiltrat). Meskipun SpO2 96% dalam kondisi terapi oksigen, nilai ini merupakan kompensasi dari pemberian oksigen tambahan dan tidak menyingkirkan adanya gangguan pertukaran gas yang mendasarinya, terutama dengan latar belakang penyakit paru ganda. Tujuan utama adalah mempertahankan atau memperbaiki pertukaran gas untuk mencegah hipoksemia dan komplikasinya.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Luaran yang diharapkan adalah "Perbaikan Pertukaran Gas". Kriteria luaran ini mencakup beberapa indikator yang harus dipantau pada pasien. Pertama, status pernapasan harus menunjukkan frekuensi dalam rentang normal (16-20x/menit) dengan irama yang teratur, dan pasien melaporkan tidak ada atau berkurangnya sesak napas (dispnea). Kedua, status neurologis harus menunjukkan kesadaran yang compos mentis dan orientasi yang baik. Ketiga, status gas darah arteri harus dalam batas normal atau menunjukkan perbaikan, termasuk nilai PaO2, PaCO2, dan saturasi oksigen (SpO2 ≥95% pada udara ruangan atau dengan dosis oksigen yang semakin rendah). Pada kasus Ny. Mulyono, target jangka pendek mungkin mempertahankan SpO2 >94% dengan dosis oksigen yang dapat diturunkan secara bertahap, menurunkan frekuensi napas ke rentang normal, dan menghilangkan keluhan sesak. Pencapaian luaran ini menunjukkan bahwa intervensi keperawatan dan medis berhasil mengatasi gangguan pertukaran gas yang mendasarinya.
Kode SIKI: I.08229
Deskripsi : Intervensi keperawatan utama adalah "Manajemen Jalan Napas". Intervensi ini komprehensif untuk memastikan jalan napas paten dan mendukung pertukaran gas. Langkah-langkahnya meliputi: (1) Mempertahankan kepatenan jalan napas dengan teknik posisi (misalnya, semi-Fowler atau high-Fowler untuk memudahkan ekspansi paru), serta melakukan fisioterapi dada dan latihan napas dalam jika kondisi pasien memungkinkan untuk membantu mobilisasi sekret. (2) Memantau status pernapasan secara ketat setiap 2-4 jam, termasuk frekuensi, irama, kedalaman, penggunaan otot bantu, dan adanya suara napas abnormal (ronkhi, wheezing) yang dapat mengindikasisi penumpukan sekret atau bronkospasme. (3) Mengelola terapi oksigen sesuai order (NC 5 lpm) dan memantau efektivitasnya melalui SpO2 dan tanda klinis. (4) Memberikan obat bronkodilator (seperti Aminophillin yang diresepkan) tepat waktu dan memantau efek serta efek sampingnya. (5) Memfasilitasi pengambilan sampel diagnostik seperti kultur sputum dan mendukung rencana CT scan dengan mempersiapkan kondisi pasien. (6) Mendorong asupan cairan yang adekuat (jika tidak ada kontraindikasi) untuk mengencerkan sekret. Intervensi ini bersifat kolaboratif dan terus-menerus untuk mencegah memburuknya pertukaran gas.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0011
Deskripsi Singkat: Diagnosis ini terkait dengan ketidakmampuan pasien untuk melakukan aktivitas atau mobilitas yang diinginkan karena ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen. Pada Ny. Mulyono, intoleransi aktivitas disebabkan oleh multiple faktor. Gangguan pertukaran gas primer (PPOK dan Pneumonia) mengurangi suplai oksigen ke jaringan. Demikian pula, kondisi hemodinamik yang kurang stabil (TD 89/52 mmHg, Nadi 101x/mnt) menunjukkan kemungkinan penurunan curah jantung atau volume cairan yang tidak adekuat, yang juga menurunkan pengiriman oksigen. Hiperglikemia (GDS 229 mg/dl) dapat memperburuk kelelahan dan disfungsi seluler. Keluhan "badan lemas" dan "KU lemah" adalah manifestasi langsung dari intoleransi ini. Tubuh akan mengkompensasi dengan meningkatkan frekuensi jantung (takikardia), yang justru meningkatkan konsumsi oksigen miokard dan memperparah kelelahan. Tujuannya adalah meningkatkan toleransi aktivitas secara bertahap untuk mencegah kelemahan lebih lanjut dan memulihkan kemandirian.
Kode SLKI: L.09002
Deskripsi : Luaran yang diharapkan adalah "Peningkatan Toleransi Aktivitas". Kriteria luaran ini diukur melalui: (1) Kemampuan melakukan Aktivitas Kehidupan Sehari-hari (AKS) dengan tingkat bantuan yang semakin berkurang, dari total dependen menuju mandiri. (2) Tanda-tanda vital (denyut nadi, tekanan darah, frekuensi napas) yang stabil selama dan setelah aktivitas, tanpa takikardia atau desaturasi oksigen yang signifikan. (3) Pasien melaporkan penurunan perasaan lemas dan kelelahan. (4) Keseimbangan antara aktivitas dan istirahat tercapai. Pada pasien ini, target realistis mungkin mampu duduk di tepi tempat tidur atau melakukan perawatan diri sederhana (misal, mencuci muka) dengan bantuan minimal, tanpa menyebabkan peningkatan frekuensi napas >24x/menit atau penurunan SpO2 di bawah 92%. Pencapaian luaran ini menunjukkan peningkatan kapasitas fungsional dan efisiensi sistem kardiopulmonal.
Kode SIKI: I.09005
Deskripsi : Intervensi keperawatan yang tepat adalah "Manajemen Energi". Intervensi ini berfokus pada penghematan dan pengoptimalan penggunaan energi pasien. Langkah-langkahnya meliputi: (1) Menilai tingkat kelemahan dan toleransi aktivitas dasar. (2) Merencanakan dan menjadwalkan aktivitas dengan periode istirahat yang cukup di sela-sela aktivitas (teknik pacing). Misalnya, istirahat sebelum dan sesudah makan atau sesi fisioterapi. (3) Membantu pasien dalam aktivitas yang membutuhkan banyak energi, seperti ambulasi atau mandi, sambil mendorong partisipasi sesuai kemampuan. (4) Mengajarkan teknik penghematan energi, seperti duduk saat melakukan aktivitas (mandi, berpakaian), menggunakan alat bantu jika diperlukan, dan memprioritaskan aktivitas yang penting. (5) Memantau respons kardiopulmoner (nadi, tekanan darah, respirasi, SpO2) sebelum, selama, dan setelah aktivitas. (6) Memastikan lingkungan yang aman dan nyaman untuk mencegah jatuh akibat kelemahan. (7) Berkolaborasi dalam manajemen nyeri jika ada, karena nyeri dapat meningkatkan konsumsi energi. Intervensi ini bertujuan memutus siklus kelemahan dan meningkatkan kapasitas fungsional secara bertahap.
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SDKI: D.0186
Deskripsi Singkat: Diagnosis ini ditegakkan berdasarkan data GDS 229 mg/dl yang menunjukkan hiperglikemia. Meskipun tidak disebutkan riwayat diabetes mellitus, stres fisiologis yang berat akibat infeksi (pneumonia) dan penyakit kronis (PPOK, HHD) dapat menyebabkan resistensi insulin dan peningkatan hormon kontra-regulator (seperti kortisol dan katekolamin), yang memicu hiperglikemia stres. Hiperglikemia sendiri dapat memperburuk outcomes: mengganggu fungsi imun (menghambat penyembuhan infeksi), menyebabkan diuresis osmotik yang berisiko dehidrasi dan memperburuk hipotensi, serta memperburuk kondisi sistemik secara keseluruhan. Dengan kondisi hemodinamik yang cenderung hipotensi, fluktuasi glukosa darah dapat semakin mengganggu keseimbangan cairan dan elektrolit. Tujuannya adalah untuk mencegah komplikasi lebih lanjut dari ketidakstabilan glukosa darah, seperti ketoasidosis, sindrom hiperglikemik hiperosmolar, atau hipoglikemia iatrogenik jika terapi insulin diberikan.
Kode SLKI: L.18006
Deskripsi : Luaran yang diharapkan adalah "Kadar Glukosa Darah Terkendali". Kriteria luaran ini meliputi: (1) Nilai glukosa darah dalam rentang target yang ditetapkan (biasanya pra-prandial 140-180 mg/dL untuk pasien sakit kritis/rawat inap). (2) Tidak adanya tanda dan gejala hipoglikemia (berkeringat, gemetar, lemas, penurunan kesadaran) atau hiperglikemia berat (polidipsia, poliuria, dehidrasi, penurunan kesadaran). (3) Pasien dan keluarga (jika mungkin) memahami pentingnya pemantauan glukosa darah. Pada Ny. Mulyono, target awal adalah menurunkan dan menstabilkan kadar glukosa darah di bawah 200 mg/dl, kemudian menuju target yang lebih ketat, sambil memastikan tidak terjadi hipoglikemia, terutama mengingat status mak
Article No. 23552 | 09 Jan 2026
Klinis : 3 diagnosa Hirschsprung
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Hirschsprung (Penyakit Hirschsprung / Megakolon Kongenital)
Kode SDKI: D.0019
Deskripsi Singkat: Gangguan eliminasi fekal terkait tidak adanya sel ganglion parasimpatis pada pleksus mienterikus dan submukosa di segmen usus besar, yang mengakibatkan gangguan peristaltik dan obstruksi fungsional.
Kode SLKI: L.08006
Deskripsi : Eliminasi fekal kembali normal. Pasien atau keluarga mampu mendemonstrasikan manajemen eliminasi fekal yang tepat. Kriteria hasil meliputi: 1) Pasien menunjukkan pola eliminasi fekal yang teratur dan dapat diprediksi, dengan konsistensi feses yang lunak dan mudah dikeluarkan. 2) Tidak terdapat tanda-tanda obstruksi usus seperti distensi abdomen yang signifikan, muntah bilious, atau nyeri kolik yang hebat. 3) Keseimbangan cairan dan elektrolit terjaga, ditandai dengan turgor kulit baik, membran mukosa lembab, dan produksi urin adekuat. 4) Status nutrisi membaik atau terjaga, dengan pertumbuhan yang sesuai kurva pada anak dan tidak adanya penurunan berat badan yang tidak diinginkan. 5) Pasien dan keluarga melaporkan penurunan kecemasan terkait proses eliminasi dan perawatan kolostomi (jika ada). 6) Tidak terjadi komplikasi seperti enterokolitis terkait Hirschsprung (ditandai demam, distensi abdomen, diare berbau busuk), impaksi feses, atau dermatitis perianal/peristomal yang signifikan. 7) Keluarga atau pengasuh memahami tanda-tanda bahaya yang memerlukan penanganan medis segera.
Kode SIKI: I.08066
Deskripsi : Manajemen eliminasi fekal. Intervensi keperawatan difokuskan pada pengelolaan obstruksi, pencegahan komplikasi, dan edukasi keluarga. Tindakan meliputi: 1) Memantau tanda-tanda vital, distensi abdomen, dan pola eliminasi (baik melalui rektum maupun stoma) secara ketat untuk mendeteksi dini obstruksi atau enterokolitis. 2) Melakukan irrigasi rektum atau kolon dengan larutan fisiologis hangat sesuai instruksi dokter untuk mengeluarkan feses yang tertahan dan mencegah impaksi massif, dengan teknik steril dan hati-hati untuk mencegah perforasi. 3) Mempertahankan fungsi kolostomi jika telah dilakukan pembedahan, termasuk perawatan stoma yang tepat, pemilihan dan penggantian kantong kolostomi yang sesuai, serta perlindungan kulit peristomal dari iritasi enzim fekal. 4) Kolaborasi pemberian nutrisi yang adekuat, mungkin berupa diet tinggi kalori dan rendah serat residu untuk meminimalkan pembentukan feses yang besar dan keras, serta memastikan hidrasi yang optimal. 5) Mengajarkan dan mendukung orang tua/pasien dalam melakukan teknik irrigasi rektum, perawatan stoma, serta mengenali karakteristik feses normal pasca-irigasi atau dari stoma. 6) Memberikan edukasi komprehensif mengenai tanda-tanda enterokolitis (demam, distensi, direa berbau busuk, letargi) yang merupakan kegawatan dan harus segera dilaporkan. 7) Memfasilitasi kenyamanan pasien, termasuk perawatan kulit perianal yang rentan iritasi akibat feses encer atau seringnya dilakukan irrigasi. 8) Memberikan dukungan psikologis dan edukasi berkelanjutan kepada keluarga mengenai kondisi kronis, rencana penatalaksanaan jangka panjang, dan pentingnya follow-up bedah definitif (jika belum dilakukan). 9) Mendorong dan memfasilitasi konsultasi dengan ahli gizi, pekerja sosial, atau tim bedah anak sesuai kebutuhan untuk penatalaksanaan holistik.
Article No. 23553 | 09 Jan 2026
Klinis : integritas
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Integritas Kulit Terganggu
Kode SDKI: 00047
Deskripsi Singkat: Kerusakan epidermis dan/atau dermis.
Kode SLKI: 1901
Deskripsi : Integritas kulit membaik. Kriteria hasil: 1) Kulit utuh, 2) Kulit bersih, 3) Kulit lembab, 4) Kulit elastis, 5) Tidak ada tanda-tanda infeksi (rubor, kalor, dolor, tumor, functio laesa), 6) Tidak ada tanda-tanda kerusakan kulit (lecet, luka, eritema, ekskoriasi), 7) Turgor kulit baik, 8) Suhu kulit hangat, 9) Pasien dan keluarga menyatakan mampu merawat kulit, 10) Pasien dan keluarga menyatakan mampu mencegah kerusakan kulit.
Kode SIKI: 4201, 4202, 4203, 4204, 4205, 4206, 4207, 4208, 4209, 4210, 4211, 4212, 4213, 4214, 4215, 4216, 4217, 4218, 4219, 4220, 4221, 4222, 4223, 4224, 4225, 4226, 4227, 4228, 4229, 4230, 4231, 4232, 4233, 4234, 4235, 4236, 4237, 4238, 4239, 4240, 4241, 4242, 4243, 4244, 4245, 4246, 4247, 4248, 4249, 4250, 4251, 4252, 4253, 4254, 4255, 4256, 4257, 4258, 4259, 4260, 4261, 4262, 4263, 4264, 4265, 4266, 4267, 4268, 4269, 4270, 4271, 4272, 4273, 4274, 4275, 4276, 4277, 4278, 4279, 4280, 4281, 4282, 4283, 4284, 4285, 4286, 4287, 4288, 4289, 4290, 4291, 4292, 4293, 4294, 4295, 4296, 4297, 4298, 4299, 4300, 4301, 4302, 4303, 4304, 4305, 4306, 4307, 4308, 4309, 4310, 4311, 4312, 4313, 4314, 4315, 4316, 4317, 4318, 4319, 4320, 4321, 4322, 4323, 4324, 4325, 4326, 4327, 4328, 4329, 4330, 4331, 4332, 4333, 4334, 4335, 4336, 4337, 4338, 4339, 4340, 4341, 4342, 4343, 4344, 4345, 4346, 4347, 4348, 4349, 4350, 4351, 4352, 4353, 4354, 4355, 4356, 4357, 4358, 4359, 4360, 4361, 4362, 4363, 4364, 4365, 4366, 4367, 4368, 4369, 4370, 4371, 4372, 4373, 4374, 4375, 4376, 4377, 4378, 4379, 4380, 4381, 4382, 4383, 4384, 4385, 4386, 4387, 4388, 4389, 4390, 4391, 4392, 4393, 4394, 4395, 4396, 4397, 4398, 4399, 4400
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk diagnosa Integritas Kulit Terganggu (00047) sangat komprehensif dan mencakup aspek promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Rangkaian kode dari 4201 hingga 4400 menunjukkan luasnya tindakan yang dapat dilakukan. Secara umum, intervensi ini bertujuan untuk melindungi kulit, mempertahankan atau memulihkan keutuhannya, mencegah infeksi, dan meningkatkan pengetahuan serta kemandirian pasien/keluarga dalam perawatan kulit. Tindakan dimulai dengan pengkajian menyeluruh (misalnya, menilai kondisi kulit, faktor risiko seperti imobilisasi, inkontinensia, status nutrisi, dan penyakit sistemik seperti diabetes). Selanjutnya, perawat merencanakan dan melaksanakan perawatan kulit yang meliputi pembersihan kulit dengan teknik dan sabun yang tepat, menjaga kelembaban kulit dengan pelembab, dan melindungi area yang terancam kerusakan (seperti tumit, sakrum) dengan bantalan khusus atau perubahan posisi. Manajemen luka adalah inti dari intervensi kuratif, yang mencakup pemilihan balutan yang sesuai berdasarkan kondisi luka (misalnya, balutan hidrogel untuk luka nekrotik, balutan alginat untuk luka berdarah atau banyak eksudat), teknik debridemen yang tepat, dan pengendalian infeksi dengan antiseptik sesuai indikasi. Pencegahan tekanan ulkus (dekubitus) adalah bagian kritis, dengan intervensi seperti reposisi rutin setiap 2 jam, penggunaan kasur atau bantal tekanan khusus, dan meminimalkan gesekan serta geser saat memindahkan pasien. Manajemen nutrisi dan hidrasi juga vital untuk mendukung penyembuhan jaringan. Perawat berkolaborasi dengan ahli gizi untuk memastikan asupan protein, vitamin (terutama vitamin C dan A), mineral (seng), dan cairan yang adekuat. Edukasi kepada pasien dan keluarga merupakan intervensi utama untuk keberlanjutan perawatan. Materi edukasi meliputi cara merawat kulit, pentingnya nutrisi, teknik perubahan posisi, cara mengenali tanda-tanda infeksi atau kerusakan kulit baru, serta penggunaan alat bantu dengan benar. Selain itu, manajemen nyeri terkait luka juga dilakukan. Intervensi ini bersifat dinamis dan harus dievaluasi secara berkala. Pemilihan tindakan spesifik dari daftar kode yang sangat panjang tersebut disesuaikan dengan hasil pengkajian individu pasien, jenis dan tingkat keparahan kerusakan kulit, kondisi klinis pasien secara keseluruhan, serta sumber daya yang tersedia. Tujuannya adalah mencapai outcome yang tercantum dalam SLKI 1901, yaitu integritas kulit yang membaik dengan kriteria kulit utuh, bersih, lembab, elastis, bebas infeksi, dan pasien serta keluarga mampu merawat serta mencegah kerusakan kulit.
Article No. 23554 | 09 Jan 2026
Klinis : resiko defisit nutrisi
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Risiko Defisit Nutrisi
Kode ICD-10: Z91.81
Deskripsi Singkat : Kode Z91.81 mengindikasikan "Risiko defisit nutrisi" dan termasuk dalam bab "Faktor-faktor yang mempengaruhi status kesehatan dan kontak dengan pelayanan kesehatan". Ini adalah kode faktor risiko, bukan diagnosis penyakit. Kode ini digunakan ketika seorang pasien memiliki kondisi, situasi, atau faktor yang secara signifikan meningkatkan kemungkinan mereka mengalami kekurangan nutrisi di masa depan, tetapi defisit nutrisi yang aktual belum terdiagnosis. Faktor risiko ini dapat mencakup, namun tidak terbatas pada, kemiskinan, isolasi sosial, ketidakmampuan fisik untuk membeli atau menyiapkan makanan, disfagia (kesulitan menelan) yang belum terdiagnosis, gangguan kognitif yang mempengaruhi pola makan, atau kondisi medis yang meningkatkan kebutuhan metabolisme. Penggunaan kode ini penting dalam rekam medis untuk perencanaan perawatan proaktif, pemberian intervensi nutrisi dini (seperti rujukan ke ahli gizi), dan pemantauan. Kode ini membantu mengidentifikasi pasien yang memerlukan skrining nutrisi lebih ketat dan tindakan pencegahan untuk menghindari komplikasi kesehatan yang lebih serius seperti malnutrisi, penurunan fungsi kekebalan tubuh, penyembuhan luka yang buruk, atau kelemahan otot.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 23555 | 09 Jan 2026
Klinis : resiko defisit nutrisi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Defisit Nutrisi
Kode SDKI: B.1.1
Deskripsi Singkat: Risiko defisit nutrisi adalah keadaan di mana individu berisiko mengalami asupan nutrisi yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh. Risiko ini ditandai dengan adanya faktor-faktor yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan antara asupan dan kebutuhan nutrisi, seperti penurunan nafsu makan, gangguan menelan, peningkatan kebutuhan metabolik (misalnya karena penyakit atau penyembuhan luka), ketidakmampuan untuk mengakses atau menyiapkan makanan, serta kondisi psikologis seperti depresi atau ansietas. Diagnosa ini bersifat potensial, artinya masalah belum terjadi tetapi tanda-tanda risiko sudah ada, sehingga intervensi keperawatan difokuskan pada pencegahan. Tujuannya adalah untuk mempertahankan atau meningkatkan status nutrisi klien melalui identifikasi faktor risiko, pemantauan asupan, dan edukasi. Perawat berperan penting dalam mengkaji faktor risiko, kolaborasi dengan ahli gizi, dan merencanakan intervensi yang sesuai untuk mencegah terjadinya defisit nutrisi yang dapat berdampak pada pemulihan kesehatan, fungsi imun, dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Kode SLKI: L.1.1.1
Deskripsi : SLKI L.1.1.1 adalah "Mempertahankan asupan nutrisi sesuai kebutuhan". Luaran yang diharapkan adalah klien dapat mempertahankan atau mencapai status nutrisi yang adekuat dengan asupan makanan dan cairan yang sesuai kebutuhan tubuhnya. Indikator pencapaian luaran ini meliputi: klien menunjukkan berat badan dalam rentang normal atau sesuai target, tidak terjadi penurunan berat badan yang tidak diinginkan, asupan makanan dan cairan per hari memenuhi atau mendekati target yang ditetapkan (misalnya, menghabiskan >75% porsi yang disajikan), klien melaporkan peningkatan nafsu makan, serta nilai-nilai laboratorium terkait nutrisi (seperti albumin, hemoglobin, dan limfosit total) berada dalam batas normal. Perawat akan memantau dan mendokumentasikan asupan klien secara berkala, menimbang berat badan secara teratur, dan mengobservasi tanda-tanda klinis defisit nutrisi seperti kelemahan, lesu, atau penyembuhan luka yang lambat. Pencapaian luaran ini menunjukkan keberhasilan intervensi dalam mencegah terjadinya defisit nutrisi aktual dan mendukung proses penyembuhan serta kesehatan secara umum.
Kode SIKI: I.1.1.1
Deskripsi : SIKI I.1.1.1 adalah "Manajemen Nutrisi". Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan keperawatan yang terencana dan sistematis untuk memastikan asupan nutrisi yang adekuat dan mencegah defisit. Tindakan-tindakan spesifik meliputi: 1) Pengkajian komprehensif terhadap status nutrisi, termasuk riwayat diet, kebiasaan makan, faktor penghambat (fisik, ekonomi, psikologis), pengukuran antropometri (BB, TB, IMT), dan pemeriksaan fisik tanda-tanda malnutrisi. 2) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori, protein, dan zat gizi spesifik lainnya serta merencanakan diet yang sesuai. 3) Memfasilitasi lingkungan yang kondusif untuk makan, seperti memastikan posisi yang nyaman, kebersihan mulut sebelum makan, dan suasana yang tenang. 4) Memberikan makanan dalam porsi kecil namun sering jika klien mudah kenyang. 5) Memodifikasi tekstur makanan (misalnya menjadi lunak atau cair) jika ada gangguan mengunyah atau menelan. 6) Memantau dan mencatat asupan makanan dan cairan secara akurat (input-output chart). 7) Memberikan edukasi kepada klien dan keluarga tentang pentingnya nutrisi, pemilihan makanan yang kaya nutrisi, dan cara mengatasi hambatan makan. 8) Memberikan dukungan psikologis dan motivasi untuk meningkatkan nafsu makan. 9) Kolaborasi pemberian suplemen nutrisi oral atau rujukan untuk dukungan nutrisi enteral/parenteral jika diperlukan. Intervensi ini bersifat holistik, menggabungkan aspek teknis dan asuhan psikososial untuk mengatasi berbagai faktor risiko yang dapat menyebabkan defisit nutrisi.
Article No. 23556 | 09 Jan 2026
Klinis : resiko defisit nutrisi
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Risiko Defisit Nutrisi
Kode ICD-10: Z91.81
Deskripsi Singkat : Kode Z91.81 mengindikasikan "At risk for malnutrition (Z91.81)" atau "Risiko defisit nutrisi". Ini adalah kode dari Bab Faktor yang Mempengaruhi Status Kesehatan dan Kontak dengan Layanan Kesehatan (Z00-Z99), khususnya untuk riwayat pribadi lainnya yang menimbulkan risiko. Kode ini digunakan bukan untuk mendiagnosis malnutrisi aktif, tetapi untuk menandai pasien yang memiliki faktor risiko yang membuat mereka rentan mengalami kekurangan gizi di masa depan. Faktor risiko tersebut dapat mencakup kondisi medis kronis yang mempengaruhi penyerapan atau kebutuhan nutrisi (seperti penyakit ginjal, kanker, penyakit radang usus), disfagia, penurunan nafsu makan, isolasi sosial, kemiskinan, keterbatasan fisik yang menghambat kemampuan menyiapkan makanan, atau riwayat penurunan berat badan yang tidak diinginkan. Pencatatan risiko ini dalam rekam medis penting untuk perencanaan perawatan proaktif, memicu intervensi seperti konsultasi gizi, pemantauan berat badan rutin, atau pemberian suplemen nutrisi, dengan tujuan mencegah terjadinya malnutrisi yang dapat memperburuk hasil kesehatan, memperpanjang masa rawat inap, dan menurunkan kualitas hidup.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 23557 | 09 Jan 2026
Klinis : risiko defisit nutrisi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Defisit Nutrisi
Kode SDKI: B.1.1
Deskripsi Singkat: Risiko mengalami asupan nutrisi yang tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: L.03104
Deskripsi : Status nutrisi membaik. Intervensi keperawatan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya defisit nutrisi dan mempertahankan atau meningkatkan status gizi pasien. Kriteria hasilnya meliputi: 1) Pasien menunjukkan pemahaman tentang pentingnya nutrisi dan faktor risikonya. 2) Asupan makanan dan cairan sesuai dengan kebutuhan yang telah ditetapkan (misalnya, sesuai target kalori dan protein harian). 3) Tidak terjadi penurunan berat badan yang tidak diinginkan atau berat badan stabil/meningkat sesuai target. 4) Nilai-nilai biokimia terkait nutrisi (seperti albumin, hemoglobin) berada dalam rentang normal atau menunjukkan perbaikan. 5) Pasien mampu mengidentifikasi pilihan makanan yang sesuai dengan kondisi kesehatannya. 6) Tanda-tanda klinis defisit nutrisi (seperti kelemahan, kulit kering, rambut rontok) tidak muncul atau berkurang. Keberhasilan SLKI ini diukur melalui pemantauan berat badan, catatan asupan makanan, evaluasi laboratorium, dan observasi klinis.
Kode SIKI: I.05241
Deskripsi : Manajemen Nutrisi. Intervensi ini merupakan serangkaian tindakan sistematis untuk memastikan kecukupan nutrisi pasien yang berisiko. Penjelasan rinci meliputi: 1) **Pengkajian Komprehensif**: Melakukan skrining nutrisi awal (misalnya dengan NRS-2002 atau MUST) dan pengkajian mendalam yang meliputi riwayat diet, pola makan, kebiasaan, alergi, faktor sosio-ekonomi, dan pemeriksaan fisik (antropometri, status gigi dan mulut, kemampuan menelan). 2) **Kolaborasi Penetapan Kebutuhan**: Bekerja sama dengan ahli gizi dan dokter untuk menetapkan kebutuhan energi, protein, makro, dan mikronutrien spesifik pasien berdasarkan kondisi penyakit, usia, dan aktivitas. 3) **Fasilitasi Asupan**: Membantu pasien dalam memilih menu dari daftar makanan yang tersedia, menyiapkan lingkungan makan yang nyaman, membantu makan jika diperlukan (feeding assistance), dan memastikan makanan disajikan dalam bentuk yang sesuai (misalnya lunak atau cair jika ada gangguan menelan). 4) **Edukasi dan Motivasi**: Memberikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya nutrisi, pilihan makanan bergizi sesuai kondisi, dan strategi untuk mengatasi hambatan makan seperti mual atau nafsu makan berkurang. Memotivasi pasien dan keluarga untuk terlibat aktif. 5) **Pemantauan dan Dokumentasi**: Mencatat asupan makanan dan cairan secara akurat (misalnya dengan food record atau intake-output chart), memantau berat badan secara teratur, dan mengobservasi tanda-tanda defisit atau kelebihan nutrisi. 6) **Modifikasi Intervensi**: Menyesuaikan rencana nutrisi berdasarkan respons dan perkembangan pasien, serta berkolaborasi untuk pemberian nutrisi enteral atau parenteral jika asumsi oral tidak memungkinkan. 7) **Koordinasi Perawatan**: Berkomunikasi dengan tim multidisiplin (gizi, dokter, fisioterapi) untuk memastikan kesinambungan perawatan nutrisi. Inti dari SIKI ini adalah tindakan proaktif, terukur, dan terindividualisasi untuk mencegah manifestasi klinis defisit nutrisi, sehingga mendukung proses penyembuhan, kekebalan tubuh, dan kualitas hidup pasien.
Article No. 23558 | 09 Jan 2026
Klinis : Keluhan utama perut rasa Sebah ,nyeri terasa penuh,berdebar,aritmia
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Kenyamanan: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0018
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan perkiraan durasi berakhirnya.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : SLKI: Nyeri Terkontrol. Penjelasan: Tujuan keperawatan adalah agar nyeri pasien dapat terkontrol. Hal ini ditandai dengan: 1) Pasien melaporkan nyeri dapat ditoleransi atau hilang; 2) Skala nyeri menurun sesuai target yang ditetapkan; 3) Tanda-tanda vital dalam rentang normal; 4) Ekspresi wajah rileks; dan 5) Pasien dapat melakukan aktivitas sesuai kemampuan. Pada kondisi pasien dengan keluhan perut sebah, nyeri terasa penuh, berdebar, dan aritmia, tujuan spesifiknya adalah mengurangi sensasi tidak nyaman di perut dan dada hingga tingkat yang dapat ditoleransi pasien, serta menstabilkan tanda-tanda vital yang terkait dengan rasa tidak nyaman tersebut.
Kode SIKI: I.08059
Deskripsi : SIKI: Manajemen Nyeri. Penjelasan: Intervensi ini meliputi serangkaian tindakan keperawatan komprehensif untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri dan ketidaknyamanan. Pada kasus ini, tindakan yang dilakukan meliputi: 1) Melakukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk P (provokasi/palliative), Q (quality/kuualitas), R (region/radiasi), S (severity/skala), T (time/waktu) terhadap keluhan nyeri dan sebah di perut serta berdebar-debar. 2) Memantau tanda-tanda vital (denyut nadi, tekanan darah, frekuensi napas) secara berkala untuk mengidentifikasi hubungan antara ketidaknyamanan dengan kemungkinan aritmia atau respons stres. 3) Mengajarkan dan membantu teknik non-farmakologis seperti napas dalam dan relaksasi untuk mengurangi sensasi berdebar dan ketegangan. 4) Melakukan kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian analgesik atau terapi sesuai penyebab (misalnya, antasida jika terkait dispepsia, atau obat antiaritmia) dengan memantau efektivitas dan efek sampingnya. 5) Membantu posisi yang nyaman untuk mengurangi rasa penuh dan sebah di perut, seperti semi-Fowler. 6) Memberikan pendidikan kesehatan mengenai faktor pemicu (makanan, stres) yang dapat memperberat keluhan perut sebah dan berdebar. 7) Memonitor pola elektrolit dan hasil pemeriksaan penunjang lain (seperti EKG) yang dapat menjadi penyebab aritmia dan rasa berdebar. 8) Menciptakan lingkungan yang tenang untuk menurunkan ansietas yang dapat memperburuk persepsi nyeri dan palpitasi. 9) Mengevaluasi respons pasien terhadap intervensi yang diberikan dan menyesuaikan rencana tindakan sesuai kebutuhan. Intervensi ini bersifat holistik, tidak hanya berfokus pada sensasi nyeri di perut tetapi juga pada keluhan sistemik seperti berdebar dan aritmia yang saling berkontribusi terhadap gangguan kenyamanan secara keseluruhan.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282