Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24343 | 07 Mar 2026
Klinis : pasien penurunan kesadaran Rps : Pasien rujukan RS Hastuti datang dengan keluhan penkes,Lemas sejak 1 bulan yang lalu. Sulit BAB Riwayat mondok di Sarila Husada tgl 15 februari dengan keluhan lemas. Rontgen : BRPN, cardiomegali RPD: DM, HT, Kolesterol KU tampak sakit berat GCS: E1 V2 M5 TD: 111/61 mmhg N: 135 x/m RR: 37 x/m S: 37 derajat C SpO2: 92 dengan nrm 15 lpm Status Generalis Mata CA -/-, SI -/-, RC +/+, pupil isokor 3mm/3mm, dolls eye movement (-) Mulut : lidah kotor (-), mukosa bibir kering (-) Thorax : SDV +/+ rhonki +/+ , wheezing -/-, retraksi -/- Abdomen : supel, BU (+) dbn, timpani (+), nyeri tekan (+) epigastrium Eks. superior : akral dingin (+/+), oedem (-/-), ikterik (-/-), CRT <2 detik Eks. inferior : akral dingin (+/+), oedem (-/-), ikterik (-/-), CRT <2 detik Provokasi nyeri (-) Status Neurologis Sensorik sde Kekuatan motorik : sde Refleks fisiologis: +3/+3/+2/+2 Refleks patologis: (-) Blink to threat (-) Visual pursuit (-) Voluntary eye movement (-) Meningeal sign (-) FR: HT, DM NIHSS: 24 --> 24 komplikasi tirah baring: - - Infeksi: (+) pneumonia - Disfagia: - - Stress ulcer: - - DVT: - - Nutrisi: - - Muskuloskeletal: - - Komorbid: - (3/3/26) Lab: Darah Rutin Hemoglobin 11.05 Eritrosit 3.54 Hematokrit 33.6 Lekosit 26.11 (H) Trombosit 240 KIMIA KLINIK ELEKTROLIT Natrium (Na) 128 (L) Kalium (K) 5.5 Chlorida (Cl) 91 Calsium (Ca2+) 2.7 pH 7.57 Glukosa Darah Sewaktu 107 Fungsi Ginjal Ureum 122 Kreatinin 1.68 CKMB 19 RO thorax : Kesan : - Pulmo dan besar cor normal CT scan kepala non kontras: Kesan : Kesan : - Lacunar infark cerebri di periventrikel lateralis dextra cornu anterior - Atrofi cerebri - Tak tampak perdarahan intracerebri maupun intracerebelli
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran (GCS E1V2M5) dengan Komplikasi Pneumonia dan Gangguan Keseimbangan Cairan & Elektrolit
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan perfusi serebral berhubungan dengan gangguan regulasi tekanan intrakranial, iskemia serebral (Lacunar Infark), dan ketidakseimbangan elektrolit (Hiponatremia).
Kode SLKI: 0901
Deskripsi : Perfusi serebral membaik, ditandai dengan: 1) Tingkat kesadaran (GCS) mendekati atau mencapai nilai normal sesuai potensi pasien; 2) Tanda-tanda vital dalam rentang yang dapat diterima (tekanan darah, nadi, pernapasan); 3) Tidak ada atau berkurangnya tanda peningkatan tekanan intrakranial (seperti sakit kepala, muntah proyektil, perubahan pupil); 4) Keseimbangan cairan dan elektrolit (terutama natrium) dalam batas normal. Perawat akan memantau GCS secara ketat, menilai tanda neurologis fokal, memantau dan mencatat tanda-tanda vital (TD, N, RR, Suhu) secara berkala, mempertahankan posisi kepala tempat tidur 30 derajat (kecuali kontraindikasi), memantau asupan dan keluaran cairan, serta kolaborasi pemberian terapi untuk mengoreksi hiponatremia dan menangani infark serebri.
Kode SIKI: 3520
Deskripsi : Manajemen Perfusi Serebral. Intervensi keperawatan meliputi: 1) Memonitor status neurologis secara komprehensif dan berkala menggunakan GCS dan penilaian pupil; 2) Mempertahankan posisi kepala dan leher dalam posisi netral, kepala tempat tidur ditinggikan 30 derajat untuk memfasilitasi drainase vena; 3) Meminimalkan stimulasi yang dapat meningkatkan tekanan intrakranial (misalnya, menghindari manuver valsava, suctioning yang terlalu agresif); 4) Memonitor dan mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit, khususnya natrium, dengan ketat sesuai kolaborasi medis; 5) Mengatur pemberian oksigen sesuai resep untuk mempertahankan saturasi oksigen >95%; 6) Berkolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi farmakologis (seperti koreksi hiponatremia, terapi antiplatelet/antikoagulan, antibiotik untuk pneumonia); 7) Melakukan perawatan kebersihan jalan napas secara steril untuk mencegah komplikasi pneumonia lebih lanjut; 8) Mendokumentasikan semua temuan dan intervensi dengan akurat.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 0008
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan membersihkan sekresi atau obstruksi jalan napas untuk mempertahankan patensi jalan napas berhubungan dengan penurunan tingkat kesadaran (GCS rendah), kelemahan batuk, dan adanya infeksi (Pneumonia dengan rhonki).
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif, ditandai dengan: 1) Suara napas bersih (ronkhi berkurang/hilang); 2) Frekuensi dan irama pernapasan dalam rentang normal; 3) Tidak terdapat sianosis; 4) Saturasi oksigen (SpO2) dalam rentang normal (≥95%) dengan dosis oksigen yang semakin berkurang; 5) Sekresi jalan napas dapat dikeluarkan dengan bantuan atau batuk efektif. Perawat akan melakukan auskultasi suara napas tiap shift atau sesuai kebutuhan, memonitor saturasi oksigen secara terus menerus, melakukan fisioterapi dada dan suctioning sesuai indikasi dengan teknik steril, memposisikan pasien untuk optimalisasi pertukaran gas (misalnya, semi-fowler, posisi miring), serta memberikan oksigenasi yang adekuat sesuai terapi ordered.
Kode SIKI: 3180
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Intervensi keperawatan meliputi: 1) Posisikan pasien untuk memaksimalkan pertukaran gas (tinggikan kepala tempat tidur, perubahan posisi rutin); 2) Auskultasi suara napas sebelum dan setelah intervensi suctioning atau fisioterapi; 3) Lakukan suctioning pada jalan napas atas dan/atau bawah (dengan indikasi sekresi banyak dan batuk tidak efektif) menggunakan teknik steril; 4) Ajarkan/anjurkan latihan napas dalam jika pasien kooperatif; 5) Lakukan fisioterapi dada seperti perkusi, vibrasi, dan postural drainage sesuai kondisi pasien; 6) Monitor status pernapasan secara terus menerus (frekuensi, irama, kedalaman, upaya napas, penggunaan otot bantu); 7) Berikan humidifikasi oksigen yang diberikan; 8) Kolaborasi pemberian bronkodilator atau mukolitik jika diperlukan; 9) Lakukan oral hygiene rutin untuk mengurangi risiko aspirasi dan infeksi.
Kondisi: Risiko Infeksi (Penyebaran)
Kode SDKI: 0022
<>Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya respons terhadap patogen berhubungan dengan pertahanan primer tidak adekuat (imobilisasi, penurunan kesadaran, adanya infeksi pneumonia yang sudah terjadi, dan leukositosis tinggi 26.11).
Kode SLKI: 0702
Deskripsi : Infeksi terkontrol, ditandai dengan: 1) Tanda-tanda infeksi (demam, leukositosis) menurun atau hilang; 2) Hasil kultur negatif atau menunjukkan perbaikan; 3) Tidak terdapat tanda-tanda infeksi baru; 4) Luka (jika ada) menunjukkan proses penyembuhan. Perawat akan memantau tanda-tanda vital terutama suhu tubuh setiap 4-8 jam, memantau hasil laboratorium (hitung leukosit), melakukan perawatan luka atau akses infus dengan teknik aseptik ketat, menerapkan prinsip pencegahan infeksi (hand hygiene, APD), serta memastikan terapi antibiotik diberikan tepat waktu sesuai kolaborasi medis.
Kode SIKI: 6540
Deskripsi : Pengendalian Infeksi. Intervensi keperawatan meliputi: 1) Cuci tangan sebelum dan setelah kontak dengan pasien atau lingkungan pasien; 2) Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan dan prosedur; 3) Pertahankan teknik aseptik dan steril selama melakukan prosedur invasif (suctioning, perawatan luka); 4) Lakukan perubahan posisi pasien secara teratur untuk mencegah dekubitus dan infeksi kulit; 5) Lakukan perawatan kebersihan diri pasien (mandi, oral care, perawatan area perianal) secara rutin; 6) Pantau tanda-tanda sistemik dan lokal infeksi (kemerahan, bengkak, panas, nyeri, drainase purulen); 7) Kolaborasi pemberian antibiotik spektrum luas sesuai hasil kultur dan sensitivitas; 8) Anjurkan nutrisi tinggi protein dan vitamin untuk mendukung sistem imun jika pasien sudah dapat makan; 9) Batasi pengunjung jika diperlukan untuk mengurangi paparan kuman.
-
Article No. 24344 | 07 Mar 2026
Klinis : pasien amenore
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Pasien Amenore
Kode SDKI: D.0015
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakefektifan Koping
Kode SLKI: L.14013
Deskripsi : Koping pasien efektif ditandai dengan: 1) Mengidentifikasi strategi koping yang efektif, 2) Menggunakan strategi koping yang adaptif, 3) Melaporkan penurunan stres, 4) Mengungkapkan perasaan dan pikiran, 5) Mempertahankan hubungan yang mendukung.
Kode SIKI: I.01257
Deskripsi : Fasilitasi Koping. Tindakan: 1) Kaji persepsi pasien terhadap situasi dan kapasitas kopingnya. 2) Dengarkan dengan penuh perhatian ekspresi perasaan pasien seperti cemas, sedih, atau kecewa terkait amenore. 3) Berikan informasi yang akurat tentang amenore, penyebab yang mungkin, dan rencana pemeriksaan lebih lanjut untuk mengurangi ketidakpastian dan ansietas. 4) Identifikasi bersama pasien dan keluarga sumber dukungan sosial dan spiritual yang tersedia. 5) Bantu pasien mengidentifikasi kekuatan pribadi dan strategi koping positif yang pernah berhasil digunakan di masa lalu. 6) Libatkan keluarga dalam memberikan dukungan emosional. 7) Anjurkan teknik relaksasi sederhana untuk mengelola stres. 8) Rujuk ke profesional lain (seperti psikolog, konselor, atau kelompok dukungan) jika diperlukan. Rasional: Amenore, terutama jika diinginkan kehamilan atau dikhawatirkan sebagai tanda penyakit serius, merupakan stresor psikologis yang signifikan. Kondisi ini dapat mengancam identitas feminin, gambaran diri, rencana hidup, dan fungsi reproduksi. Pasien mungkin mengalami perasaan kehilangan, rendah diri, kecemasan, dan ketakutan akan infertilitas atau penyakit. Ketidakpastian diagnosis juga menjadi beban. Dukungan keperawatan yang berfokus pada penguatan koping sangat penting untuk membantu pasien menghadapi situasi ini secara adaptif, mengurangi distress emosional, dan mempertahankan kualitas hidup sambil menjalani proses diagnostik dan terapi. Intervensi ini bertujuan menciptakan lingkungan terapeutik agar pasien merasa didengar, didukung, dan diberdayakan untuk mengelola respons emosionalnya secara konstruktif.
-
Article No. 24345 | 07 Mar 2026
Klinis : Pasien penurunan kesadaran 3 Jam SMRS, muntah darah 10x, pusing bab cair. mual - R/ Stroke 2019, HT DM obat rutin KU lemah, GCS E1V1M2 TD : 207/120mmhg N : 114x/mnt RR 9x/mnt SPO2 98 % T 36,5 c Status generalis Mata CA +/+, SI -/-, RC +/+, pupil isokor 3mm/3mm, refleks kornea (+/+) Mulut : lidah kotor (-), mukosa bibir kering (-), bibir mencos ke kanan Thorax : SDV +/+ rhonki +/+ , wheezing -/-, retraksi -/- Jantung : BJ I-II reguler (+), murmur (-) Abdomen : supel, BU (+) dbn, timpani (+), nyeri tekan (-) Eks. superior : akral hangat (+/+), oedem (-/-), ikterik (-/-), CRT <2 detik Eks. inferior : akral dingin (+/+), oedem (-/-), ikterik (-/-), CRT <2 detik Status Neurologis Sensorik sde motorik sde Refleks fisIlogis: +4/+4 // +3/+3 Refleks patologis: Babinski (+) Meningeal sign:- Nistagmus: (-) Blink to threat (-) Visual pursuit (-) Voluntary eye movement (-) NIHSS: 24 FR: hipertensi Komplikasi tirah baring: - Infeksi: - - Stress ulcer: (+) - DVT: - - Disfagia: - - cemas: - Komorbid: hipertensi Lab 07/03 hb 6.51 (C) eritrosit 1.79 hmt 18.7 lekosit 6.23 trombosit 329 Ur: 59.9 Cr: 1.30 GDS 155 Elektrolit: Na: 139 K: 3.5 Cl: 104 Ca2+: 1.0 pH: 7.41 GDS 07/03: 216 CT Scan kepala non contrast 7/3 Kesan: -menunggu expertise RO Thorax PA 7/3 Kesan : - menunggu expertise
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Risiko terjadinya ketidakadekuatan darah yang dipompa oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.14001
Deskripsi : Curah jantung adekuat yang ditunjukkan dengan: tekanan darah dalam rentang yang diharapkan, nadi perifer teraba dan kuat, haluaran urin adekuat (≥ 0,5 mL/kgBB/jam), kulit hangat dan kering, status mental baik, tidak ada edema paru, dan tidak ada dispnea. Pada kasus ini, fokus intervensi adalah untuk mencegah penurunan lebih lanjut dengan memantau tanda-tanda vital yang sangat tidak stabil (TD 207/120 mmHg, Nadi 114x/mnt, RR 9x/mnt yang sangat lambat dan mengindikasikan depresi pernapasan), serta kondisi akral dingin pada ekstremitas inferior yang dapat mengindikasikan kompensasi vasokonstriksi perifer. Tekanan darah yang sangat tinggi meningkatkan afterload jantung secara signifikan, sementara frekuensi napas yang lambat dapat menyebabkan retensi CO2 dan asidosis respiratorik yang lebih lanjut menekan fungsi miokard. Tujuan SLKI adalah menstabilkan parameter hemodinamik melalui intervensi farmakologis dan pemantauan ketat untuk mencegah gagal jantung atau syok.
Kode SIKI: I.12080
Deskripsi : Pemantauan hemodinamik. Intervensi ini meliputi pengukuran dan analisis berkelanjutan terhadap tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) dan parameter terkait untuk mendeteksi dini perubahan status kardiovaskuler. Perawat akan: Memantau tekanan darah, nadi, frekuensi dan pola pernapasan setiap 15-30 menit atau sesuai protokol kondisi krisis. Mengobservasi karakteristik nadi (kuat/lemah, reguler/ireguler). Memantau saturasi oksigen (SpO2) secara terus-menerus, meskipun nilai 98%, pola pernapasan 9x/mnt sangat mengkhawatirkan dan memerlukan evaluasi gas darah arteri. Mengobservasi warna, suhu, dan kelembaban kulit (terutama temuan akral dingin). Memantau status neurologis (GCS) dan haluaran urin sebagai indikator perfusi organ akhir. Mendokumentasikan dan melaporkan setiap perubahan secara cepat, terutama kecenderungan penurunan kesadaran, takikardia, atau perubahan pola pernapasan. Kolaborasi dalam pemberian terapi antihipertensi emergensi dan oksigenasi sesuai kebutuhan.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0013
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas paten.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Jalan napas paten yang ditunjukkan dengan: suara napas bersih, tidak ada sianosis, frekuensi napas dalam rentang normal, mampu batuk efektif, dan tidak ada suara napas tambahan. Pada pasien ini dengan GCS E1V1M2 (total 4) dan RR 9x/mnt yang sangat rendah, risiko tinggi terjadi obstruksi jalan napas oleh lidah, aspirasi sekresi atau muntahan darah, serta ketidakefektifan batuk. Pola pernapasan yang lambat dan dangkal tidak adekuat untuk pertukaran gas optimal meski SpO2 masih normal, yang bisa disebabkan oleh kompensasi awal atau depresi pusat pernapasan akibat stroke batang otak. Tujuan SLKI adalah mempertahankan jalan napas paten dan mencegah hipoksia melalui posisi, suction, dan kesiapan alat bantu napas.
Kode SIKI: I.06001
Deskripsi : Manajemen jalan napas. Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan untuk memastikan jalan napas tetap terbuka dan bersih. Perawat akan: Menempatkan pasien dalam posisi lateral recovery atau semi-prone jika memungkinkan untuk mencegah aspirasi lidah dan sekresi. Melakukan penghisapan lendir (suction) jalan napas secara rutin dan bila diperlukan, dengan teknik steril. Memantau frekuensi, irama, dan kedalaman pernapasan serta penggunaan otot bantu. Mempersiapkan alat bantu jalan napas (nasopharyngeal/oropharyngeal airway) dan alat untuk intubasi endotrakeal di samping pasien. Melakukan fisioterapi dada sesuai toleransi (namun pada pasien penurunan kesadaran, lebih banyak bergantung pada posisi dan suction). Memantau suara napas (ronki +/+ menunjukkan kemungkinan adanya sekresi) sebelum dan setelah suction. Berkolaborasi dalam pemberian oksigen tambahan jika diperlukan dan mempersiapkan ventilasi mekanik jika terjadi kegagalan pernapasan.
Kondisi: Perfusi Serebral Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0135
Deskripsi Singkat: Penurunan atau terhentinya sirkulasi darah yang melewati jaringan otak.
Kode SLKI: L.09004
Deskripsi : Perfusi serebral adekuat yang ditunjukkan dengan: tingkat kesadaran baik (GCS 15), fungsi kognitif baik, tanda-tanda vital dalam rentang normal, dan tidak ada defisit neurologis fokal. Pada pasien ini, kondisi justru menunjukkan kegagalan perfusi serebral yang berat dengan GCS 4 (E1V1M2), NIHSS 24 (stroke berat), refleks patologis Babinski (+), dan hilangnya gerak mata volunter. Hipertensi emergensi (207/120 mmHg) mungkin merupakan respon kompensasi tubuh (kurva autoregulasi serebral terganggu) untuk mempertahankan aliran darah ke otak di tengah peningkatan tekanan intrakranial. Tujuan SLKI adalah meminimalkan kerusakan neurologis lebih lanjut dengan mempertahankan tekanan perfusi serebral yang adekuat dan mencegah edema otak.
Kode SIKI: I.09017
Deskripsi : Pemantauan neurologis. Intervensi ini melibatkan pengamatan dan penilaian sistematis terhadap fungsi sistem saraf untuk mendeteksi perubahan status neurologis. Perawat akan: Memantau dan mencatat skor GCS (Eye, Verbal, Motor) setiap jam atau lebih sering. Menilai ukuran, kesamaan, dan reaksi pupil terhadap cahaya (isokor 3mm/3mm, RC +/+). Memantau tanda-tanda vital, khususnya tekanan darah dan nadi (perhatikan tanda Cushing: hipertensi, bradikardia, yang mengindikasikan peningkatan TIK). Mengobservasi adanya tanda-tanda defisit neurologis fokal seperti deviasi bibir (mencos ke kanan) dan refleks patologis. Memantau dan mencegah peningkatan tekanan intrakranial dengan menempatkan kepala pada posisi netral elevasi 30 derajat, menghindari fleksi leher, dan meminimalkan stimulasi yang dapat meningkatkan TIK (seperti suction yang terlalu agresif). Mencatat dan melaporkan segera setiap penurunan GCS, perubahan pupil, atau munculnya gejala neurologis baru.
Kondisi: Risiko Perdarahan
Kode SDKI: D.0355
Deskripsi Singkat: Risiko mengalami kehilangan darah akibat pembuluh darah yang rusak.
Kode SLKI: L.15011
Deskripsi : Tidak terjadi perdarahan yang ditunjukkan dengan: tanda-tanda vital stabil, nilai hemoglobin dan hematokrit stabil dalam rentang normal, tidak ada tanda perdarahan aktif (hematemesis, melena, petekie), dan kulit serta membran mukosa tidak pucat. Pasien datang dengan riwayat muntah darah 10x dan hasil laboratorium menunjukkan anemia berat (Hb 6.51 g/dL, Hmt 18.7%). Perdarahan saluran cerna atas ini diduga sebagai komplikasi stress ulcer (tercatat +) pada pasien stroke berat. Tekanan darah yang sangat tinggi juga memperberat risiko perdarahan ulang atau perdarahan intraserebral transformasi hemoragik. Tujuan SLKI adalah mencegah perdarahan lebih lanjut dan menstabilkan kondisi hemodinamik dari akibat kehilangan darah.
Kode SIKI: I.15030
Deskripsi : Manajemen perdarahan. Intervensi ini mencakup tindakan untuk mengontrol atau mencegah kehilangan darah. Perawat akan: Memantau tanda-tanda vital secara ketat untuk mendeteksi syok hipovolemik (takikardia, hipotensi). Mengobservasi warna, jumlah, dan karakter muntahan atau drainase lainnya (feces) untuk mendeteksi perdarahan lanjutan. Memeriksa kulit dan membran mukosa untuk tanda pucat. Memantau nilai laboratorium serial (Hb, Hmt, trombosit). Melakukan tirah baring total untuk mengurangi risiko trauma. Kolaborasi dalam pemberian terapi untuk menurunkan tekanan darah secara terkontrol, pemberian proton pump inhibitor (PPI) intravena untuk mengurangi sekresi asam lambung, transfusi komponen darah jika indikasi, dan persiapan endoskopi jika diperlukan. Menghindari manipulasi nasogastric tube jika terpasang dengan kasar.
-
Article No. 24346 | 07 Mar 2026
Klinis : sesak nafas, ampeg, badan nyeri semua, badan gemetar Riw. CKD, HD 2 tahun seminggu 2x, DM, HT KU lemah, GCS E4V5M6 TD: 161/83 SB: 36,6 C HR: 96 x/m RR: 30 x/m SpO2: 98% on room air Status Generalisata Mata: CA +/+, SI -/- Leher:dbn Thorax: Simetris ka/ki Paru: Sdv +/+, Wh -/- RBH +/+ Abdomen: supel, BU (+), nyeri tekan epigastric (+) Genitalia : Tidak ada kelainan Extremitas Superior: Akral hangat +/+, CRT <2detik, edema -/- Extremitas Inferior: Akral hangat +/+, CRT <2detik,edema -/- Lab (05/03) --> (06/03) Post HD I Hb 11.33 --> 11.48 Hmt 34.8 --> 35.1 AE 4.29 --> 4.47 AT 251 AL 25.93 GDS 182 Ur 199 --> 91,3 CR 7.48 --> 5.09 Albumin (06/03) : 2.90 mg/dL GDS (06/03) : 124 mg/dL Elektrolit (05/03) --> (06/03) Na 134 --> 133 K 4.2 --> 3.3 Cl 99 --> 100 Ca 1.0 --> 1.1 pH 7.52 --> 7.48
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: D.0014
Deskripsi Singkat: Keadaan dimana terjadi ketidakseimbangan antara suplai oksigen dan kebutuhan tubuh atau ketidakmampuan tubuh untuk menghilangkan karbon dioksida, yang dapat mengakibatkan hipoksemia atau hiperkapnia.
Kode SLKI: L.14001
Deskripsi : Pertukaran gas membaik. Kriteria hasil: 1) Tidak ada sesak nafas, 2) Frekuensi pernafasan dalam rentang normal, 3) Suara nafas bersih, 4) Nilai analisis gas darah dalam rentang normal, 5) Saturasi oksigen dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.09010
Deskripsi : Manajemen jalan nafas. Intervensi: 1) Monitor status pernafasan (frekuensi, irama, kedalaman, upaya pernafasan, penggunaan otot bantu nafas), 2) Auskultasi suara nafas, 3) Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi (misalnya, semi fowler/fowler tinggi), 4) Ajarkan teknik batuk efektif dan napas dalam, 5) Berikan oksigen sesuai program, 6) Kolaborasi pemberian bronkodilator atau obat pernafasan lainnya sesuai indikasi, 7) Monitor hasil analisis gas darah dan saturasi oksigen, 8) Pertahankan jalan nafas paten.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0024
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang terjadi atau berlangsung kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Kontrol nyeri. Kriteria hasil: 1) Mengungkapkan nyeri berkurang atau hilang, 2) Ekspresi wajah rileks, 3) Tanda-tanda vital dalam rentang normal, 4) Dapat melakukan aktivitas dengan nyaman, 5) Menggunakan metode non-farmakologi untuk mengurangi nyeri.
Kode SIKI: I.11001
Deskripsi : Manajemen nyeri. Intervensi: 1) Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, intensitas dengan skala, dan faktor pencetus/pereda), 2) Observasi tanda-tanda nonverbal ketidaknyamanan (perubahan tanda vital, gelisah, ekspresi wajah, postur tubuh), 3) Ajarkan teknik non-farmakologi (distraksi, relaksasi napas dalam, pengalihan perhatian), 4) Atur posisi untuk kenyamanan, 5) Lakukan kolaborasi pemberian analgesik sesuai program dan evaluasi efektivitas serta efek sampingnya, 6) Ciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman, 7) Berikan informasi tentang penyebab nyeri dan penanganannya.
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SDKI: D.0185
Deskripsi Singkat: Risiko terjadinya variasi kadar glukosa darah dari rentang normal, yang dapat mengarah pada kondisi hiperglikemia atau hipoglikemia.
Kode SLKI: L.26001
Deskripsi : Pengendalian kadar glukosa darah. Kriteria hasil: 1) Kadar glukosa darah dalam rentang target, 2) Mengenali tanda dan gejala hiperglikemia/hipoglikemia, 3) Melakukan perawatan diri untuk mengontrol glukosa darah, 4) Tidak ada komplikasi akibat ketidakstabilan glukosa darah.
Kode SIKI: I.25001
Deskripsi : Pemantauan kadar glukosa darah. Intervensi: 1) Pantau kadar glukosa darah secara berkala sesuai kondisi pasien, 2) Observasi tanda dan gejala hiperglikemia (poliuri, polidipsi, lemas, penurunan kesadaran) dan hipoglikemia (lemas, gemetar, keringat dingin, lapar, penurunan kesadaran), 3) Kolaborasi pemberian terapi insulin atau obat hipoglikemik oral sesuai program dengan tepat dosis dan waktu, 4) Ajarkan pasien/keluarga tentang tanda-tanda darurat glikemik dan penanganan awal, 5) Anjurkan kepatuhan terhadap diet diabetes yang sesuai, 6) Monitor asupan nutrisi dan cairan, 7) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk penyesuaian diet.
Kondisi: Kelebihan Volume Cairan
Kode SDKI: D.0045
Deskripsi Singkat: Peningkatan retensi cairan isotonik yang dapat disebabkan oleh gangguan mekanisme regulasi cairan tubuh, seperti pada gagal ginjal, yang mengakibatkan kelebihan cairan di ruang intravaskular, interstitial, atau intraseluler.
Kode SLKI: L.06001
Deskripsi : Keseimbangan cairan. Kriteria hasil: 1) Tanda-tanda vital dalam rentang normal, 2) Tidak ada edema, 3) Berat badan stabil sesuai target, 4) Asupan dan haluaran seimbang, 5) Bunyi nafas bersih.
Kode SIKI: I.05001
Deskripsi : Manajemen kelebihan volume cairan. Intervensi: 1) Monitor status cairan (balance cairan, berat badan harian, tanda edema, tekanan vena sentral jika ada), 2) Auskultasi bunyi nafas (mencari tanda ronki/krekels akibat edema paru), 3) Monitor tanda-tanda vital (TD, HR, RR) dan saturasi oksigen, 4) Batasi asupan cairan sesuai program (sesuai output urin dan residu dialisis), 5) Batasi asupan natrium sesuai program, 6) Kolaborasi pemberian terapi diuretik jika diperlukan, 7) Edukasi pasien/keluarga tentang pentingnya pembatasan cairan dan diet rendah garam, 8) Posisikan semi fowler untuk memudahkan pernafasan, 9) Lakukan perawatan kulit pada area berisiko edema.
-
Article No. 24348 | 07 Mar 2026
Klinis : (Alloanamnesis): Lemas sejak 5 hari ini, memberat 1 hari ini os tidak merespon adekuat. Telaah(Alloanamnesis): Lemas sejak 5 hari ini, memberat 1 hari ini os tidak merespon adekuat. Os tidak mau makan sejak 1 hari ini. Nafsu makan sudah berkurang 5 hari ini. Mual dan muntah (+) 3 kali hari ini. Nyeri perut sesekali dikeluhkan os. Riw kedua kaki bengkak sudah 1 bulan ini, kaki kiri dijumpai sedikit lecet. Batuk kering (+). Riw sesak napas(+). Os bisa berbicara sesekali dirumah tetapi jarang berkomunikasi. Demam (-). BAK dan BAB kesan normal. Riw jatuh/trauma (-). Riwayat Penyakit DahuluElectrolyte imbalance, HFpEF HHD, SVT OTanda-tanda vital: Kesadaran : Somnolen, GCS : 10 (E3V3M4) TD : 147/65 mmHg HR : 94 x/menit, kuat, reguler RR : 24 x/menit, reguler Temp : 36.8 Spo2 : 90 RA VAS : 5 Pemeriksaan Fisik : Kepala: Normocephal (+) Mata : Pupil Isokor, RC +/+, CA +/+, SI -/- Leher: Pembesaran KGB(-), TVJ : R+/-2 cm H2O. Thoraks: Paru-paru: Simetris, Vesikuler +/+, rhonki-/-, wheezing-/- Jantung: S1/S2 regular, murmur (-), gallop (-) Abdomen: Simetris, Soepel, BU (+) Normoperistaltik, NTE (-), H/L ttb. Ekstremitas : Akral hangat, oedema pretibial +/+, CRT < 2 detik, sianosis (-), babinski sign (-), ekskoriatum (+) minimal a/r dorsal pedis (s)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Keadaan dimana seseorang mengalami penurunan dalam kemampuan untuk berespon terhadap rangsangan dari lingkungan, mulai dari kebingungan ringan hingga koma.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Tingkat kesadaran membaik. Kriteria hasil: 1) Respon membuka mata spontan atau terhadap rangsang suara/sentuhan. 2) Respon motorik sesuai perintah atau melokalisir nyeri. 3) Respon verbal tepat, dapat berkomunikasi. 4) Nilai GCS mendekati atau mencapai 15.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk penurunan kesadaran meliputi: 1) Mempertahankan jalan napas paten dengan posisi semi-fowler atau lateral, suction bila diperlukan. 2) Memonitor dan mendokumentasi status neurologis secara berkala (GCS, pupil, tanda vital). 3) Melindungi pasien dari cedera dengan memasang pengaman tempat tidur dan menjaga lingkungan aman. 4) Memenuhi kebutuhan dasar: kebersihan kulit, mulut, mata, nutrisi (bila mungkin), dan eliminasi. 5) Melakukan stimulasi sensori secara teratur seperti memanggil nama, sentuhan, dan orientasi waktu/tempat/orang. 6) Berkolaborasi dalam pemberian terapi oksigen (mengingat SpO2 90% RA) dan terapi medis sesuai penyebab. 7) Memfasilitasi komunikasi dengan keluarga dan melibatkan mereka dalam perawatan. Intervensi ini didasarkan pada data pasien dengan kesadaran somnolen (GCS 10), respons komunikasi yang minimal, dan adanya faktor risiko seperti kemungkinan hipoksia (SpO2 rendah) dan kondisi medis kronis (HFpEF, ketidakseimbangan elektrolit).
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Jalan napas paten. Kriteria hasil: 1) Suara napas vesikuler. 2) Tidak ada suara napas tambahan (ronkhi, wheezing). 3) Frekuensi napas dalam rentang normal. 4) Ekspansi dada simetris. 5) Mampu batuk efektif.
Kode SIKI: I.04002
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mempertahankan bersihan jalan napas meliputi: 1) Posisikan pasien dengan kepala lebih tinggi (semi-fowler/fowler) untuk memudahkan ekspansi paru. 2) Auskultasi suara napas tiap 2-4 jam untuk mendeteksi adanya penumpukan sekret. 3) Ajarkan dan bantu latihan napas dalam serta batuk efektif jika pasien kooperatif. 4) Lakukan fisioterapi dada (perkusi, vibrasi, dan postural drainage) jika diperlukan dan sesuai indikasi. 5) Lakukan suction jalan napas atas jika pasien tidak mampu mengeluarkan sekret sendiri (dengan mempertimbangkan status kesadaran somnolen). 6) Berikan terapi oksigen sesuai program (dikolaborasikan) untuk mempertahankan SpO2 >95%, mengingat data SpO2 90% pada udara ruangan. 7) Monitor status pernapasan (frekuensi, irama, usaha napas, saturasi oksigen) secara ketat. 8) Berikan hidrasi adekuat (sesuai toleransi dan kondisi jantung) untuk mengencerkan sekret. Intervensi ini relevan karena pasien mengalami sesak napas, batuk kering, saturasi oksigen rendah, dan penurunan kesadaran yang berisiko menyebabkan aspirasi dan retensi sekret.
Kondisi: Nutrisi Tidak Seimbang: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0030
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh, berisiko menyebabkan penurunan berat badan, lemah, dan gangguan fungsi tubuh.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Kebutuhan nutrisi terpenuhi. Kriteria hasil: 1) Asupan makanan dan cairan sesuai kebutuhan. 2) Berat badan stabil atau meningkat menuju ideal. 3) Tidak ada tanda malnutrisi (kelemahan, penurunan massa otot). 4) Nilai laboratorium terkait nutrisi dalam batas normal.
Kode SIKI: I.03003
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mengatasi nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh meliputi: 1) Kaji penyebab penurunan asupan (mual, muntah, lemas, sesak, penurunan kesadaran). 2) Timbang berat badan secara teratur. 3) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori dan protein. 4) Berikan makanan dalam porsi kecil tapi sering, dengan tekstur yang sesuai kemampuan menelan dan kesadaran pasien (misal: lunak/puree). 5) Ciptakan lingkungan makan yang nyaman, bebas bau yang memicu mual. 6) Berikan perawatan mulut sebelum dan sesudah makan untuk meningkatkan nafsu makan. 7) Atur posisi duduk/setengah duduk selama dan setelah makan untuk mencegah aspirasi. 8) Kolaborasi pemberian antiemetik untuk mengatasi mual dan muntah. 9) Pantau tanda-tanda dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit (riwayat electrolyte imbalance). 10) Pertimbangkan pemberian nutrisi enteral (NGT) jika asupan per oral sangat tidak adekuat dan aman dilakukan. Data pasien menunjukkan anoreksia, mual muntah, lemas, dan penolakan makan yang dapat menyebabkan defisit nutrisi dan memperburuk kelemahan serta proses penyembuhan.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0068
Deskripsi Singkat: Meningkatnya kerentanan terhadap invasi patogen yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: L.15001
Deskripsi : Tidak terjadi infeksi. Kriteria hasil: 1) Tanda-tanda vital dalam rentang normal. 2) Tidak ada tanda inflamasi lokal (kemerahan, bengkak, nyeri, panas, pus). 3) Hasil laboratorium penanda infeksi (leukosit) dalam batas normal.
Kode SIKI: I.15001
<Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mencegah infeksi meliputi: 1) Menerapkan prinsip aseptik dan antiseptik ketat dalam semua prosedur invasif (jika ada). 2) Mencuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan pasien. 3) Melakukan perawatan luka lecet di kaki kiri secara steril: bersihkan dengan cairan antiseptik, tutup dengan balutan kering dan steril, amati tanda infeksi setiap hari. 4) Mempertahankan integritas kulit: hindari tekanan berlebih pada area edema, ubah posisi pasien secara teratur. 5) Meningkatkan daya tahan tubuh dengan memenuhi kebutuhan nutrisi dan hidrasi. 6) Monitor tanda-tanda infeksi sistemik (demam, peningkatan leukosit) dan lokal di area luka. 7) Ajarkan keluarga tentang tanda infeksi dan pentingnya kebersihan. Risiko infeksi pada pasien ini tinggi karena adanya lesi kulit terbuka (ekskoriatum/lecet di kaki), edema yang dapat mengganggu sirkulasi dan penyembuhan luka, serta kondisi umum yang lemah dan kemungkinan malnutrisi yang menurunkan sistem imun.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk melanjutkan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : Toleransi aktivitas meningkat. Kriteria hasil: 1) Mampu melakukan aktivitas sehari-hari dengan bantuan minimal. 2) Tanda vital stabil selama dan setelah aktivitas. 3) Tidak mengeluh lemas, sesak, atau nyeri dada saat beraktivitas.
Kode SIKI: I.09001
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk intoleransi aktivitas meliputi: 1) Kaji respons fisiologis terhadap aktivitas (denyut nadi, tekanan darah, pernapasan, saturasi oksigen, kelelahan). 2) Rencanakan periode istirahat yang cukup sebelum dan sesudah aktivitas. 3) Bantu pasien dalam aktivitas perawatan diri sesuai toleransi, berikan bantuan penuh saat kondisi lemah/somnolen. 4) Latih aktivitas secara bertahap: rentang
Article No. 24323 | 06 Mar 2026
Klinis : Pasien beranggapan bahwa masalah bersumber dari orang-orang di sekitarnya, pasien menyalahgunakan hal di luar dirinya
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Resiko Perilaku Kekerasan
Kode SDKI: 0015
Deskripsi Singkat: Respon perilaku yang dapat menyebabkan kerusakan fisik, psikologis, seksual, atau materi pada diri sendiri, orang lain, atau lingkungan, yang ditandai dengan ekspresi kemarahan, permusuhan, agitasi, atau ancaman.
Kode SLKI: 4308
Deskripsi : Kontrol Perilaku Kekerasan. Definisi: Kemampuan untuk mengendalikan perilaku yang dapat menimbulkan bahaya fisik, psikologis, atau seksual pada diri sendiri, orang lain, atau lingkungan. Kriteria Hasil: 1) Mengidentifikasi pemicu perilaku kekerasan, 2) Mengungkapkan perasaan marah, frustasi, atau permusuhan dengan cara yang aman dan adaptif, 3) Menggunakan strategi koping untuk mengontrol impuls agresif, 4) Tidak menunjukkan perilaku atau ancaman yang dapat melukai diri sendiri atau orang lain, 5) Berpartisipasi dalam aktivitas yang menyalurkan energi secara konstruktif, 6) Mematuhi batasan dan aturan yang ditetapkan untuk keselamatan.
Kode SIKI: 6540
Deskripsi : Manajemen Perilaku Kekerasan. Definisi: Memberikan intervensi keperawatan untuk mencegah atau mengurangi perilaku kekerasan. Tindakan Keperawatan: 1) Lakukan pengkajian risiko kekerasan secara komprehensif, termasuk riwayat, pemicu, dan pola perilaku. 2) Ciptakan lingkungan yang aman dan tenang, minimalkan stimulus yang berpotensi memicu. 3) Jaga jarak personal yang aman dan posisi tubuh yang tidak mengancam. 4) Gunakan komunikasi terapeutik: berbicara dengan tenang, jelas, dan empatik; validasi perasaan pasien tanpa menyetujui perilaku kekerasan. 5) Bantu pasien mengidentifikasi perasaan marah dan sumber frustasinya secara objektif, alih-alih menyalahkan orang lain atau lingkungan. 6) Ajarkan dan dukung penggunaan teknik pengendalian diri seperti time-out, relaksasi napas dalam, atau pengalihan perhatian. 7) Bantu pasien mengidentifikasi konsekuensi dari perilaku kekerasan. 8) Kolaborasi dalam pemberian terapi modalitas sesuai indikasi (seperti terapi okupasi, psikoterapi). 9) Terapkan restraint atau seclusion HANYA sebagai upaya terakhir sesuai protokol dan regulasi untuk mencegah cedera, dengan pemantauan ketat. 10) Berikan pujian dan penguatan positif ketika pasien berhasil mengontrol perilakunya. 11) Edukasi keluarga tentang cara merespons tanda-tanda awal agitasi dan strategi de-eskalasi.
Article No. 24324 | 06 Mar 2026
Klinis : • Keluhan sakit kepala (memegang kepala bagian depan dan tengkuk). • TD: 173/120 mmHg. • Nadi: 93 x/menit. • Mata tampak merah. • Kolesterol: 270 mg/dL. • Tidak bisa tidur 3 hari. • Mengalami stres psikologis (demonstrasi mahasiswa, teror WA 1 bulan). • Pola makan tidak teratur, sering makan gorengan dan martabak. • Tidak olahraga. • Mengalami mimpi buruk dikejar mahasiswa.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Tekanan Darah
Kode SDKI: 00016
Deskripsi Singkat: Risiko peningkatan, penurunan, atau fluktuasi tekanan darah dari rentang normal yang telah ditetapkan, yang dapat mengakibatkan kerusakan pada organ tubuh.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Tekanan darah dalam rentang yang diharapkan. Penjelasan: Luaran yang diharapkan adalah tekanan darah pasien dapat dikendalikan dalam rentang target yang ditetapkan berdasarkan kondisi klinisnya (misalnya, <140/90 mmHg atau lebih ketat sesuai indikasi). Pada kasus ini, target utamanya adalah menurunkan tekanan darah dari 173/120 mmHg (krisis hipertensi) ke tingkat yang lebih aman dan stabil. Pencapaian luaran ini dinilai melalui pemantauan tekanan darah secara berkala, baik di fasilitas kesehatan maupun mandiri di rumah. Selain nilai tekanan darah, luaran juga mencakup tidak adanya gejala kerusakan organ target seperti sakit kepala hebat, nyeri dada, sesak napas, atau penurunan kesadaran. Stabilitas tekanan darah jangka panjang merupakan kunci untuk mencegah komplikasi seperti stroke, penyakit jantung, atau gagal ginjal.
Kode SIKI: 4320
Deskripsi : Manajemen Hipertensi. Penjelasan: Intervensi keperawatan ini mencakup serangkaian tindakan komprehensif untuk membantu pasien mengontrol tekanan darahnya. Pertama, dilakukan pemantauan tekanan darah yang akurat dan berkelanjutan untuk menilai tren dan respons terhadap terapi. Kedua, edukasi kesehatan menjadi pilar utama, meliputi penjelasan tentang hipertensi, faktor risiko (seperti pola makan tinggi lemak jenuh dari gorengan dan martabak, stres, dan kurang aktivitas), serta komplikasi yang mungkin terjadi. Perawat akan berkolaborasi untuk memastikan terapi farmakologis (obat antihipertensi) diberikan dan dipahami aturan minumnya oleh pasien. Intervensi non-farmakologis sangat ditekankan, termasuk konseling gizi untuk modifikasi diet: mengurangi garam, lemak jenuh, dan kolesterol, serta meningkatkan konsumsi serat. Manajemen stres psikologis juga kritis, mengingat pasien mengalami stres berat akibat teror WA dan demonstrasi, yang berkontribusi pada insomnia dan mimpi buruk. Teknik relaksasi, pernapasan dalam, atau rujukan ke konseling psikologis dapat dilakukan. Perawat akan mendorong inisiasi aktivitas fisik ringan dan bertahap sesuai toleransi. Selain itu, intervensi mencakup memfasilitasi istirahat dan tidur yang adekuat, mengatasi insomnia dengan menciptakan rutinitas tidur yang baik dan lingkungan yang kondusif. Semua tindakan ini didokumentasikan dan dievaluasi efektivitasnya secara berkala untuk mencapai luaran tekanan darah yang stabil.
Kondisi: Gangguan Pola Tidur
Kode SDKI: 00044
Deskripsi Singkat:
Kode SLKI: 0402
Deskripsi : Perilaku tidur memadai. Penjelasan: Luaran yang diharapkan adalah pasien dapat mencapai kuantitas dan kualitas tidur yang cukup untuk mendukung kesejahteraan fisik dan psikologis. Secara spesifik, pasien dapat tidur dengan durasi yang cukup (misalnya 6-8 jam per malam) tanpa terbangun berkali-kali, mengalami penurunan frekuensi mimpi buruk (seperti dikejar mahasiswa), dan bangun dengan perasaan segar. Pencapaian luaran ini dinilai dari laporan subjektif pasien tentang perbaikan pola tidur, observasi penurunan tanda-tanda kelelahan di siang hari, serta peningkatan kemampuan konsentrasi dan mood. Tidur yang memadai juga berperan penting dalam regulasi tekanan darah dan sistem stres tubuh.
Kode SIKI: 1850
Deskripsi : Peningkatan Tidur. Penjelasan: Intervensi keperawatan ini bertujuan untuk memfasilitasi tidur yang nyenyak dan istirahat yang cukup. Tindakan dimulai dengan pengkajian mendalam tentang pola tidur, kebiasaan sebelum tidur, dan faktor-faktor penyebab insomnia (stres psikologis, sakit kepala, mimpi buruk). Perawat akan menciptakan lingkungan tidur yang nyaman, tenang, gelap, dan sejuk. Edukasi tentang kebersihan tidur diberikan, seperti menetapkan jadwal tidur-bangun yang konsisten, menghindari kafein dan makanan berat mendekati waktu tidur, serta membatasi paparan gawai. Teknik manajemen stres dan relaksasi (seperti relaksasi otot progresif, guided imagery, atau mendengarkan musik yang menenangkan) diajarkan untuk mengurangi kecemasan dan ketegangan yang mengganggu tidur. Kolaborasi dengan tim medis mungkin diperlukan untuk mengatasi nyeri (sakit kepala) yang mengganggu tidur. Jika mimpi buruk terkait trauma psikologis terus berlanjut, rujukan ke tenaga kesehatan mental perlu dipertimbangkan. Perawat juga akan mendiskusikan pentingnya tidur bagi pemulihan kesehatan dan kontrol tekanan darah.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: 00094
Deskripsi Singkat: Kekurangan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: 0301
Deskripsi : Energi untuk aktivitas terpenuhi. Penjelasan: Luaran yang diharapkan adalah pasien memiliki cukup energi untuk melakukan aktivitas sehari-hari tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan, sesak napas, pusing, atau peningkatan tekanan darah yang signifikan. Pasien dapat secara bertahap meningkatkan tingkat aktivitasnya, dari aktivitas dasar perawatan diri hingga aktivitas ringan di rumah, tanpa menimbulkan gejala yang memberatkan. Toleransi aktivitas dinilai melalui respons tanda vital (terutama denyut nadi dan tekanan darah) sebelum, selama, dan setelah aktivitas, serta laporan subjektif pasien tentang tingkat kelelahannya.
Kode SIKI: 0200
Deskripsi : Manajemen Energi. Penjelasan: Intervensi ini berfokus pada pengaturan penggunaan energi untuk mencegah kelelahan dan mempertahankan fungsi. Perawat akan membantu pasien mengidentifikasi pola aktivitasnya dan mendorong untuk menyeimbangkan antara aktivitas dan istirahat. Pasien diajarkan untuk memprioritaskan aktivitas penting, menyebarkan tugas berat sepanjang hari, dan mengambil waktu istirahat yang cukup di sela aktivitas. Mengingat pasien tidak berolahraga dan dalam kondisi hipertensi berat, perawat akan merencanakan program latihan yang sangat bertahap dan aman, dimulai dari aktivitas ringan seperti jalan kaki santai selama beberapa menit, dengan pemantauan ketat respons tubuh. Edukasi tentang tanda-tanda intoleransi aktivitas (seperti sakit kepala memberat, jantung berdebar, lemas) sangat penting agar pasien tahu kapan harus berhenti. Intervensi ini juga terkait erat dengan manajemen hipertensi dan gangguan pola tidur, karena energi yang rendah dapat diperburuk oleh tidur yang tidak berkualitas dan kondisi hemodinamik yang tidak stabil.
Article No. 24325 | 06 Mar 2026
Klinis : pasien dengan stroke infark + dislipidemia + hipertensi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Stroke Infark dengan Dislipidemia dan Hipertensi
Kode SDKI: G.0016
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Serebral
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Perfusi Serebral: Tanda dan gejala perfusi serebral adekuat
Kode SIKI: I.01283
Deskripsi : Pemantauan Perfusi Serebral
Kondisi: Stroke Infark dengan Dislipidemia dan Hipertensi
Kode SDKI: G.0009
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakefektifan Jalan Napas
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Jalan Napas: Jalan napas bersih dan paten
Kode SIKI: I.01001
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas
Kondisi: Stroke Infark dengan Dislipidemia dan Hipertensi
Kode SDKI: G.0010
Deskripsi Singkat: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Jalan Napas: Jalan napas bersih dan paten
Kode SIKI: I.01002
Deskripsi : Posisi untuk Memaksimalkan Ventilasi
Kondisi: Stroke Infark dengan Dislipidemia dan Hipertensi
Kode SDKI: G.0019
Deskripsi Singkat: Kerusakan Mobilitas Fisik
Kode SLKI: L.06001
Deskripsi : Mobilitas: Kemampuan bergerak secara mandiri atau dengan bantuan terbatas
Kode SIKI: I.03001
Deskripsi : Manajemen Aktivitas
Kondisi: Stroke Infark dengan Dislipidemia dan Hipertensi
Kode SDKI: G.0022
Deskripsi Singkat: Defisit Perawatan Diri
Kode SLKI: L.10001
Deskripsi : Perawatan Diri: Kemampuan melakukan aktivitas perawatan diri
Kode SIKI: I.04001
Deskripsi : Bantuan Perawatan Diri
Kondisi: Stroke Infark dengan Dislipidemia dan Hipertensi
Kode SDKI: G.0083
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SLKI: L.15001
Deskripsi : Pengendalian Glukosa Darah: Kadar glukosa darah dalam rentang yang diharapkan
Kode SIKI: I.05201
Deskripsi : Manajemen Hiperglikemia
Article No. 24326 | 06 Mar 2026
Klinis : Pasien mengeluh nyeri dada kiri skala 3
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi dan durasi ≤ 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Kontrol Nyeri: Tindakan untuk mengontrol dan mengurangi nyeri. Intervensi keperawatan ini mencakup serangkaian tindakan yang komprehensif untuk mengelola pengalaman nyeri pasien. Pertama, perawat melakukan pengkajian nyeri yang menyeluruh dengan menggunakan skala yang sesuai (seperti numerik 0-10, wajah, atau deskriptif) untuk menentukan lokasi, karakteristik, intensitas (dalam kasus ini skala 3), durasi, dan faktor pemicu serta pereda nyeri. Perawat kemudian memantau dan mendokumentasikan respons pasien terhadap intervensi pengobatan nyeri, baik farmakologis maupun non-farmakologis. Tindakan non-farmakologis diajarkan dan difasilitasi, seperti teknik relaksasi napas dalam, distraksi, atau terapi musik. Perawat juga mengatur lingkungan untuk mendukung kenyamanan, seperti memastikan posisi yang nyaman dan mengurangi rangsangan yang tidak perlu. Edukasi diberikan kepada pasien dan keluarga tentang rencana manajemen nyeri, termasuk penggunaan obat analgetik yang aman dan tepat waktu. Kolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk penatalaksanaan nyeri yang optimal juga merupakan bagian penting dari intervensi ini. Tujuan akhirnya adalah mengurangi persepsi nyeri, meningkatkan tingkat kenyamanan, dan memulihkan fungsi pasien.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : Kontrol Nyeri: Tindakan untuk mengontrol dan mengurangi nyeri. Kriteria hasil yang diharapkan mencakup beberapa indikator. Pasien mampu melaporkan penurunan intensitas nyeri (misalnya, dari skala 3 menjadi skala 1 atau 0) menggunakan skala nyeri yang ditetapkan. Pasien menunjukkan perilaku yang menunjukkan pengurangan nyeri, seperti ekspresi wajah yang rileks, postur tubuh yang tenang, mampu beristirahat atau tidur dengan nyenyak, dan dapat berpartisipasi dalam aktivitas yang diinginkan. Pasien mendemonstrasikan pemahaman dan penggunaan teknik non-farmakologis yang diajarkan untuk mengatasi nyeri. Pasien juga mematuhi regimen terapi analgesik yang diresepkan dan melaporkan efek samping jika ada. Selain itu, pasien menyatakan puas dengan manajemen nyeri yang diterima. Pencapaian hasil ini menunjukkan bahwa intervensi keperawatan efektif dalam mengelola pengalaman nyeri akut pasien, meningkatkan kualitas hidup, dan mencegah komplikasi lebih lanjut yang mungkin timbul akibat nyeri yang tidak terkontrol, seperti peningkatan stres, takikardia, atau hambatan mobilisasi.
Article No. 24327 | 06 Mar 2026
Klinis : Pasien mengeluh nyeri dada kiri skala 3
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat, diperkirakan atau antisipasi berakhir dalam waktu singkat.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Kontrol Nyeri: Tindakan untuk mengontrol dan mengurangi nyeri. Intervensi keperawatan ini mencakup serangkaian tindakan komprehensif yang bertujuan untuk meminimalkan atau menghilangkan pengalaman nyeri akut yang dialami pasien. Fokus utamanya adalah pada penilaian nyeri yang komprehensif dan berkelanjutan, meliputi karakteristik (lokasi, kualitas, intensitas menggunakan skala yang valid), faktor pencetus, dan faktor yang memperberat atau meringankan. Perawat kemudian merencanakan dan melaksanakan intervensi farmakologis (seperti pemberian analgesik sesuai resep, memantau efektivitas dan efek samping) dan non-farmakologis (seperti teknik relaksasi, distraksi, terapi panas/dingin, reposisi, dan penciptaan lingkungan yang nyaman) berdasarkan hasil penilaian. Edukasi kepada pasien dan keluarga tentang manajemen nyeri, termasuk penggunaan skala nyeri dan pentingnya melaporkan nyeri, juga merupakan komponen kunci. Evaluasi keberhasilan intervensi dilakukan secara teratur dengan menilai kembali intensitas nyeri dan respons pasien terhadap terapi yang diberikan, serta menyesuaikan rencana perawatan sesuai kebutuhan untuk memastikan kenyamanan optimal pasien.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : Kontrol Nyeri: Kemampuan untuk mengontrol dan mengurangi nyeri. Kriteria hasil ini mengukur sejauh mana pasien mampu mencapai pengendalian nyeri yang memadai. Hasil yang diharapkan meliputi penurunan skala intensitas nyeri yang dilaporkan pasien (misalnya dari skala 3 menjadi ≤1 pada skala 0-10), penurunan tanda-tanda nonverbal nyeri (seperti wajah meringis, gelisah, postur tubuh melindungi), dan peningkatan kemampuan untuk beristirahat, tidur, serta berpartisipasi dalam aktivitas yang diinginkan. Pasien dan/atau keluarga dapat mendemonstrasikan pemahaman tentang rencana manajemen nyeri, termasuk penggunaan teknik non-farmakologis dan kapan harus meminta bantuan untuk nyeri yang tidak terkontrol. Pasien melaporkan kepuasan terhadap penanganan nyeri yang diterima. Pencapaian kriteria ini menunjukkan bahwa intervensi keperawatan efektif dalam memodulasi persepsi nyeri, mengurangi distress, dan meningkatkan kenyamanan serta kualitas hidup pasien selama episode nyeri akut, yang pada akhirnya dapat mempercepat pemulihan.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433