Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24367 | 08 Mar 2026
Klinis : Wawancara : Hasil wawancara dengan orang tua menunjukkan bahwa anak sering bermain di tepi sungai tanpa pengawasan karena sebagian besar orang tua bekerja sebagai buruh harian hingga sore hari. Orang tua juga mengatakan beberapa anak pernah jatuh, terluka, bahkan hampir tenggelam saat bermain di sekitar sungai. Selain itu, orang tua mengaku belum mengetahui cara pencegahan cedera pada anak dan belum pernah mendapatkan penyuluhan mengenai keselamatan anak. Ketua RT menyatakan bahwa belum pernah ada program keselamatan anak di wilayah tersebut, dan kader posyandu juga menyampaikan bahwa tidak tersedia area bermain khusus yang aman bagi anak di lingkungan tersebut. Angket/Data Sekunder : Berdasarkan survei komunitas menunjukkan bahwa terdapat sekitar 60 anak usia 5–10 tahun di wilayah tersebut, dengan 70% orang tua bekerja di luar rumah pada siang hingga sore hari sehingga pengawasan terhadap anak menjadi terbatas. Hasil survei juga menunjukkan bahwa sebanyak 33% anak mengalami cedera ringan hingga sedang dalam enam bulan terakhir, lima anak pernah dirujuk ke Puskesmas akibat cedera, dan dua anak pernah hampir tenggelam saat bermain di sungai. Observasi Wawancara : Hasil wawancara dengan orang tua menunjukkan bahwa anak sering bermain di tepi sungai tanpa pengawasan karena sebagian besar orang tua bekerja sebagai buruh harian hingga sore hari. Orang tua juga mengatakan beberapa anak pernah jatuh, terluka, bahkan hampir tenggelam saat bermain di sekitar sungai. Selain itu, orang tua mengaku belum mengetahui cara pencegahan cedera pada anak dan belum pernah mendapatkan penyuluhan mengenai keselamatan anak. Ketua RT menyatakan bahwa belum pernah ada program keselamatan anak di wilayah tersebut, dan kader posyandu juga menyampaikan bahwa tidak tersedia area bermain khusus yang aman bagi anak di lingkungan tersebut. Angket/Data Sekunder : Berdasarkan survei komunitas menunjukkan bahwa terdapat sekitar 60 anak usia 5–10 tahun di wilayah tersebut, dengan 70% orang tua bekerja di luar rumah pada siang hingga sore hari sehingga pengawasan terhadap anak menjadi terbatas. Hasil survei juga menunjukkan bahwa sebanyak 33% anak mengalami cedera ringan hingga sedang dalam enam bulan terakhir, lima anak pernah dirujuk ke Puskesmas akibat cedera, dan dua anak pernah hampir tenggelam saat bermain di sungai. Observasi Hasil observasi menunjukkan bahwa area sekitar sungai tidak memiliki pagar pengaman, permukaan tanah di sekitar sungai licin dan berbatu sehingga berisiko menyebabkan anak terpeleset. Tidak terdapat rambu peringatan bahaya di sekitar sungai maupun rambu lalu lintas di jalan lingkungan yang ramai kendaraan. Lingkungan juga tidak memiliki area bermain yang aman bagi anak serta tidak ditemukan media informasi atau poster mengenai keselamatan anak.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Cedera pada Anak
Kode SDKI: 0029
Deskripsi Singkat: Risiko meningkat terhadap respons fisiologis dan psikologis yang mengancam integritas seseorang akibat interaksi dengan lingkungan fisik yang berbahaya, kurangnya pengawasan, dan kurangnya pengetahuan tentang pencegahan cedera.
Kode SLKI: 4301
Deskripsi : Keamanan Lingkungan Fisik: Tindakan untuk memodifikasi lingkungan fisik untuk meminimalkan cedera dan meningkatkan keselamatan. Berdasarkan data, lingkungan fisik sangat berisiko dengan adanya sungai tanpa pagar pengaman, permukaan licin dan berbatu, tidak ada rambu peringatan, serta tidak tersedianya area bermain yang aman. SLKI ini akan fokus pada upaya kolaboratif dengan komunitas (orang tua, ketua RT, kader) untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman. Intervensi dapat mencakup advokasi untuk pemasangan pagar sementara atau rambu peringatan bahaya di area sungai, identifikasi dan pengadaan lahan untuk area bermain aman, serta sosialisasi pentingnya pengawasan terhadap bahaya lingkungan. Tujuannya adalah mengurangi akses langsung anak ke sumber bahaya (sungai) dan menyediakan alternatif tempat bermain yang lebih terkontrol.
Kode SIKI: 4410
Deskripsi : Edukasi Keselamatan: Memberikan informasi dan pelatihan untuk mencegah, mengenali, dan merespons faktor risiko di lingkungan. Data menunjukkan defisit pengetahuan yang signifikan: orang tua belum mengetahui cara pencegahan cedera dan belum pernah mendapat penyuluhan, tidak ada program keselamatan anak di wilayah, dan tidak ada media informasi. SIKI ini akan dilaksanakan melalui penyuluhan kelompok (misalnya di posyandu atau pertemuan warga) yang membahas bahaya bermain di sungai, pentingnya pengawasan aktif dan pengawasan oleh pengganti (saat orang tua bekerja), cara pencegahan cedera domestik dan lingkungan, serta teknik pertolongan pertama dasar. Materi edukasi akan disesuaikan dengan tingkat literasi orang tua dan menggunakan media yang mudah dipahami (poster, demonstrasi). Perawat juga akan melatih kader posyandu sebagai agen perubahan yang dapat terus mengingatkan warga. Edukasi bertujuan meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan orang tua serta pengasuh dalam melindungi anak dari cedera, sehingga dapat mengubah perilaku pengasuhan dan pengawasan.
-
Article No. 24368 | 08 Mar 2026
Klinis : masyarakat masih membuang sampah di sungai ataupun dibakar
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Gangguan Kesehatan Lingkungan dan Potensi Cedera pada Masyarakat akibat Praktik Pembuangan Sampah yang Tidak Aman
Kode SDKI: 0302
Deskripsi Singkat: Risiko Kerusakan Lingkungan
Kode SLKI: 4301
Deskripsi : Pengendalian Risiko Lingkungan
Kode SIKI: 4301A
Deskripsi : Mengidentifikasi faktor risiko lingkungan
Kode SIKI: 4301B
Deskripsi : Memantau faktor risiko lingkungan
Kode SIKI: 4301C
Deskripsi : Melindungi dari faktor risiko lingkungan
Kode SIKI: 4301D
Deskripsi : Mengurangi faktor risiko lingkungan
Kode SIKI: 4301E
Deskripsi : Mengevaluasi perkembangan pengendalian risiko lingkungan
Kondisi: Kurangnya Pengetahuan Masyarakat tentang Pengelolaan Sampah yang Benar dan Dampaknya terhadap Kesehatan
Kode SDKI: 0182
<>Deskripsi Singkat: Kurang Pengetahuan
Kode SLKI: 3210
Deskripsi : Peningkatan Pengetahuan
Kode SIKI: 3210A
Deskripsi : Menilai kesiapan belajar
Kode SIKI: 3210B
Deskripsi : Menentukan kebutuhan belajar
Kode SIKI: 3210C
Deskripsi : Menetapkan tujuan belajar
Kode SIKI: 3210D
Deskripsi : Melaksanakan pendidikan kesehatan
Kode SIKI: 3210E
Deskripsi : Mengevaluasi hasil belajar
Kondisi: Potensi Gangguan Pernapasan dan Iritasi pada Masyarakat akibat Polusi Udara dari Pembakaran Sampah
Kode SDKI: 0101
<>Deskripsi Singkat: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SLKI: 3101
Deskripsi : Pemeliharaan Bersihan Jalan Napas
Kode SIKI: 3101A
Deskripsi : Memantau status pernapasan
Kode SIKI: 3101B
Deskripsi : Memposisikan untuk memaksimalkan ventilasi
Kode SIKI: 3101C
Deskripsi : Mengajarkan batuk efektif dan latihan nafas dalam
Kode SIKI: 3101D
Deskripsi : Mengelola lingkungan untuk mengurangi polutan udara
Kode SIKI: 3101E
Deskripsi : Mengevaluasi perkembangan bersihan jalan napas
-
Article No. 24369 | 08 Mar 2026
Klinis : Defisit Kesehatan Komunitas (D.0110)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Defisit Kesehatan Komunitas
Kode SDKI: D.0110
Deskripsi Singkat: Suatu keadaan ketika komunitas atau kelompok masyarakat tidak mampu mencapai tingkat kesehatan yang optimal karena ketidakmampuan dalam mengidentifikasi, mengelola, dan/atau memanfaatkan sumber daya yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan kesehatan mereka. Defisit ini mencerminkan adanya kesenjangan antara status kesehatan aktual dengan potensi kesehatan yang dapat dicapai oleh komunitas tersebut.
Kode SLKI: L.01101
Deskripsi : Komunitas mampu mengidentifikasi masalah kesehatan. Perawat membantu komunitas dalam proses pengkajian untuk mengenali dan merumuskan masalah kesehatan yang mereka hadapi, termasuk faktor-faktor determinan sosial yang mempengaruhinya. Intervensi difokuskan pada peningkatan kesadaran, partisipasi dalam pengumpulan data sederhana (seperti wawancara atau observasi lingkungan), dan analisis bersama untuk memahami akar permasalahan. Tujuannya adalah membangun kesadaran kolektif bahwa suatu masalah kesehatan memang ada dan perlu ditangani secara bersama-sama.
Kode SIKI: I.01101
Deskripsi : Fasilitasi pengkajian komunitas. Perawat bertindak sebagai fasilitator dan mitra bagi komunitas. Kegiatan yang dilakukan meliputi: (1) Membangun kemitraan dan trust dengan tokoh masyarakat, kader, dan anggota komunitas. (2) Melakukan pengkajian partisipatif bersama komunitas, seperti pemetaan wilayah, transek jalan, diskusi kelompok terarah (FGD), atau wawancara mendalam. (3) Membantu komunitas mengumpulkan data tentang status kesehatan (misalnya, angka ISPA, diare, gizi kurang), lingkungan fisik (sumber air, sanitasi, pembuangan sampah), dan sumber daya yang dimiliki (manusia, kelembagaan, finansial). (4) Memfasilitasi analisis sederhana terhadap data yang terkumpul untuk mengidentifikasi pola, penyebab, dan dampak masalah kesehatan. (5) Memberikan pendidikan kesehatan tentang determinan kesehatan untuk meningkatkan pemahaman komunitas. (6) Mendokumentasikan temuan secara partisipatif sebagai bahan advokasi dan perencanaan. Intervensi ini menekankan prinsip pemberdayaan, di mana perawat tidak datang sebagai "ahli" yang memberi solusi instan, tetapi sebagai pendamping yang mengaktifkan kemampuan komunitas untuk memahami situasi mereka sendiri, sehingga proses pengkajian itu sendiri merupakan langkah awal pemberdayaan.
-
Article No. 24371 | 08 Mar 2026
Klinis : pasien dengan TBC
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Pasien dengan Tuberkulosis (TBC)
Kode SDKI: D.0008
Deskripsi Singkat: Risiko Infeksi
Kode SLKI: L.03104
Deskripsi : Pengendalian Infeksi
Kode SIKI: I.01224
Deskripsi : Edukasi Pasien
Penjelasan Lengkap SDKI, SLKI, dan SIKI:
Diagnosa Keperawatan (SDKI - D.0008: Risiko Infeksi):
Diagnosa keperawatan "Risiko Infeksi" dipilih untuk pasien Tuberkulosis karena penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Risiko infeksi dalam konteks ini memiliki dua dimensi utama. Pertama, risiko penyebaran infeksi dari pasien ke orang lain (infeksi nosokomial dan komunitas) karena kuman TBC ditularkan melalui udara (airborne). Kedua, risiko pasien mengalami infeksi sekunder atau komplikasi akibat status imunologisnya yang mungkin terganggu oleh penyakit atau faktor lain seperti malnutrisi yang sering menyertai TBC. Defisit utama yang mendasari diagnosa ini adalah ketidakmampuan tubuh untuk melawan agen patogen secara adekuat, ditambah dengan adanya agen infeksius yang virulen dan mudah menyebar. Fokus perawat adalah mencegah penularan dan melindungi pasien dari infeksi tambahan yang dapat memperburuk kondisinya.
Luaran Keperawatan (SLKI - L.03104: Pengendalian Infeksi):
Luaran "Pengendalian Infeksi" merupakan tujuan yang ingin dicapai dari intervensi keperawatan. Pada pasien TBC, luaran ini diharapkan tercapai dengan kriteria: (1) Pasien dan keluarga memahami dan menerapkan tindakan pencegahan penularan (seperti etika batuk, penggunaan masker, ventilasi udara yang baik). (2) Tidak terjadi penularan infeksi TBC kepada pengunjung, tenaga kesehatan, atau pasien lain. (3) Tanda-tanda vital pasien dalam batas normal, tidak menunjukkan tanda infeksi sekunder seperti demam yang memberat. (4) Hasil pemeriksaan dahak (BTA) menunjukkan konversi dari positif menjadi negatif setelah pengobatan fase intensif, menandakan bahwa infeksi telah terkendali. Pengukuran luaran ini dilakukan melalui observasi kepatuhan isolasi, pemeriksaan laboratorium, dan monitoring tanda klinis. Targetnya adalah memutus rantai penularan dan mencapai kesembuhan infeksi aktif.
Intervensi Keperawatan (SIKI - I.01224: Edukasi Pasien):
Intervensi utama yang krusial untuk menangani "Risiko Infeksi" pada pasien TBC adalah "Edukasi Pasien". Edukasi ini bersifat komprehensif dan meliputi beberapa aspek kunci: Pertama, edukasi tentang penyakit, meliputi penyebab, cara penularan, gejala, dan pentingnya pengobatan hingga tuntas untuk mencegah kekambuhan dan resistensi obat (TBC-MDR). Kedua, edukasi perilaku pencegahan penularan, yaitu mengajarkan etika batuk/bersin (menutup mulut dengan tisu atau lengan baju), pembuangan dahak dan tisu yang aman, pentingnya penggunaan masker terutama di tempat umum, serta menjaga ventilasi dan pencahayaan matahari di rumah. Ketiga, edukasi terkait pengobatan, yaitu penjelasan tentang jenis obat, dosis, efek samping (seperti gangguan penglihatan, hepatitis, neuropati), dan konsekuensi fatal jika berhenti minum obat sendiri. Perawat perlu memastikan pemahaman pasien tentang DOT (Directly Observed Treatment) dimana pengobatan harus disaksikan untuk memastikan kepatuhan. Keempat, edukasi tentang pola hidup sehat seperti nutrisi tinggi kalori dan protein untuk meningkatkan daya tahan tubuh, istirahat yang cukup, serta tidak merokok dan minum alkohol. Perawat juga mendukung secara psikologis untuk mengurangi stigma dan meningkatkan motivasi sembuh. Intervensi ini dilakukan secara berkelanjutan, disesuaikan dengan tingkat pendidikan pasien, dan melibatkan keluarga sebagai pendukung. Keberhasilan intervensi ini secara langsung berdampak pada pencapaian luaran Pengendalian Infeksi dan akhirnya menurunkan Risiko Infeksi.
-
Article No. 24372 | 08 Mar 2026
Klinis : • Pasien mengatakan pusing. • Pasien mengatakan pandangan agak kabur. • Pasien mengatakan merasa lemah dan letih. Data Objektif (DO): • Hb 5,9 g/dl • Konjungtiva tampak anemis • Pasien tampak pucat • TD 90/68 mmHg • Kulit tampak kering dan bersisik • Turgor kulit menurun • Kekuatan otot menurun pada ekstremitas
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Pengalaman ketidakcukupan energi fisik atau emosional untuk memenuhi atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diinginkan atau diperlukan.
Kode SLKI: L.03108
Deskripsi : Intoleransi aktivitas teratasi dengan kriteria hasil: 1) Pasien melaporkan peningkatan toleransi aktivitas. 2) Menunjukkan peningkatan kekuatan otot. 3) Tanda-tanda vital dalam rentang yang diharapkan selama dan setelah aktivitas. 4) Tidak mengalami kelelahan yang berlebihan setelah aktivitas. 5) Dapat melakukan aktivitas sehari-hari sesuai tingkat kemampuannya. Untuk mencapai hal ini, intervensi keperawatan difokuskan pada manajemen energi, memantau respons fisiologis terhadap aktivitas, dan edukasi pasien serta keluarga tentang teknik penghematan energi dan perencanaan aktivitas yang realistis berdasarkan kondisi anemia berat.
Kode SIKI: I.01224
Deskripsi : Manajemen Energi adalah intervensi keperawatan yang terencana untuk mengatur penggunaan energi guna memperlambat kelelahan dan meningkatkan fungsi. Tindakan ini meliputi: 1) Mengkaji faktor penyebab kelelahan (seperti anemia berat dengan Hb 5,9 g/dl). 2) Memantau tanda-tanda vital sebelum, selama, dan setelah aktivitas (TD 90/68 mmHg menunjukkan risiko hipotensi). 3) Mengatur lingkungan untuk menghemat energi pasien (menempatkan barang-barang yang sering digunakan dalam jangkauan, mengurangi kebisingan). 4) Menjadwalkan periode istirahat yang cukup sebelum dan setelah aktivitas. 5) Membantu pasien dalam mengidentifikasi prioritas aktivitas dan mendelegasikan tugas jika memungkinkan. 6) Mengajarkan teknik penghematan energi (duduk saat melakukan aktivitas, istirahat teratur). 7) Kolaborasi dengan tim gizi untuk memastikan asupan nutrisi yang adekuat guna mendukung produksi energi, dan dengan dokter untuk penatalaksanaan anemia (seperti pemberian transfusi darah atau suplementasi zat besi). 8) Memberikan dukungan emosional dan motivasi kepada pasien untuk meningkatkan partisipasinya dalam aktivitas secara bertahap. Intervensi ini bertujuan memutus siklus kelemahan-istirahat-kelemahan dengan meningkatkan kapasitas fungsional secara aman.
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SDKI: D.0002
Deskripsi Singkat: Risiko mengalami penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskular, interstitial, dan/atau intraselular.
Kode SLKI: L.03002
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit dipertahankan dengan kriteria hasil: 1) Tanda-tanda vital dalam rentang normal (TD 90/68 mmHg masih menunjukkan hipotensi yang perlu dipantau). 2) Turgor kulit membaik (saat ini menurun). 3) Membran mukosa lembab. 4) Tidak ada tanda dehidrasi atau kelebihan cairan. 5) Asupan dan haluaran cairan seimbang. Intervensi keperawatan diarahkan untuk memantau status hidrasi, memberikan cairan sesuai kebutuhan, dan mencegah komplikasi lebih lanjut dari hipovolemia yang mungkin terjadi bersamaan dengan anemia.
Kode SIKI: I.08020
Deskripsi : Pemantauan Cairan adalah pengukuran dan analisis terencana terhadap status cairan pasien untuk mencegah ketidakseimbangan. Tindakan ini meliputi: 1) Memantau tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan) secara berkala, mengingat TD 90/68 mmHg dan kondisi anemia yang dapat memperberat hipotensi. 2) Mengkaji turgor kulit, kelembaban membran mukosa, dan adanya rasa haus (kulit kering, bersisik, dan turgor menurun mengindikasikan dehidrasi). 3) Memantau asupan dan haluaran cairan secara akurat. 4) Menimbang berat badan harian dengan kondisi yang sama. 5) Mengobservasi adanya edema atau tanda kelebihan cairan. 6) Kolaborasi dalam pemberian terapi cairan intravena jika diperlukan, terutama jika pasien tidak dapat memenuhi kebutuhan oral atau jika ada indikasi syok hipovolemik. 7) Edukasi pasien dan keluarga tentang pentingnya asupan cairan yang adekuat sesuai toleransi dan kondisi jantung. 8) Memantau hasil laboratorium terkait (seperti hemoglobin, hematokrit, elektrolit). Intervensi ini krusial karena anemia berat dan dehidrasi dapat bersama-sama menurunkan volume darah efektif dan memperburuk gejala pusing, lemah, dan hipotensi.
Kondisi: Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0004
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
Kode SLKI: L.03060
Deskripsi : Status nutrisi membaik dengan kriteria hasil: 1) Asupan nutrisi oral meningkat sesuai kebutuhan. 2) Menunjukkan peningkatan nilai laboratorium yang terkait (seperti peningkatan kadar hemoglobin dari 5,9 g/dl). 3) Berat badan stabil atau meningkat sesuai target. 4) Tanda-tanda klinis defisiensi nutrisi berkurang (seperti konjungtiva tidak lagi anemis, kulit tidak kering dan bersisik). Intervensi keperawatan berfokus pada manajemen nutrisi, edukasi, dan kolaborasi untuk mengatasi penyebab dasar kurangnya asupan atau penyerapan nutrisi, khususnya zat besi dan vitamin.
Kode SIKI: I.01260
Deskripsi : Manajemen Nutrisi adalah intervensi untuk memantau dan meningkatkan asupan makanan dan cairan pasien. Tindakan ini meliputi: 1) Mengkaji pola makan, riwayat nutrisi, dan faktor yang menghambat asupan (misalnya, anoreksia, masalah finansial, pengetahuan). 2) Memantau berat badan dan nilai laboratorium (Hb 5,9 g/dl mengindikasikan anemia berat, seringkali terkait defisiensi besi). 3) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menyusun diet tinggi kalori, tinggi protein, dan kaya zat besi serta vitamin (seperti daging merah, hati, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan sumber vitamin C untuk meningkatkan penyerapan besi). 4) Memberikan makanan dalam porsi kecil namun sering untuk meningkatkan toleransi. 5) Menciptakan lingkungan makan yang nyaman. 6) Memberikan suplemen nutrisi oral sesuai resep (seperti tablet besi). 7) Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya diet seimbang dan makanan sumber zat besi. 8) Memantau efek samping terapi nutrisi (seperti konstipasi akibat suplementasi besi). 9) Memberikan perawatan mulut untuk meningkatkan nafsu makan. Intervensi ini fundamental karena anemia defisiensi besi yang mendasari sebagian besar gejala pasien (pusing, lemah, pucat, konjungtiva anemis) memerlukan koreksi jangka panjang melalui perbaikan nutrisi dan terapi medis.
-
Article No. 24373 | 08 Mar 2026
Klinis : Pengkajian Primer Airway Jalan napas pasien dipertahankan dengan endotracheal tube (ETT) yang terhubung ke ventilasi mekanik Ukuran ETT yang terpasang 7,5 Kedalaman ETT yang terpasang 22 cm Pasien dalam keadaan sedasi, sehingga refleks batuk dan kemampuan untuk mempertahankan jalan napas secara mandiri tidak dapat dinilai Respons verbal tidak dapat dinilai karena pasien menggunakan ETT Tidak ditemukan tanda-tanda obstruksi jalan napas Breathing Pasien bernapas dengan dukungan ventilasi mekanik dalam mode pSIMV dengan FiO₂ 50% dan dukungan tekanan 10 cmH₂O Frekuensi pernapasan pasien berkisar antara 22 kali per menit Saturasi oksigen pasien tercatat 99% dengan dukungan ventilator Ekspansi dada kanan dan kiri simetris Tidak ada penggunaan otot bantu napas Irama napas tidak reguler Pola napas dyspnea Tidak ditemukan adanya bunyi napas abnormal Tidak ada kelainan tulang dada Circulation Tekanan darah hingga 176/79 mmHg (hipertensi) MAP (Mean Arterial Pressure) 103 mmHg Denyut nadi pasien tercatat 103 kali per menit Nadi perifer (radialis) teraba kuat dan reguler CRT lebih dari 2 detik Akral teraba hangat di semua ekstremitas Turgor kulit normal Konjungtiva anemis Tidak ada bunyi jantung abnormal Pasien menerima terapi cairan Ringer Laktat melalui dua jalur IV perifer dengan kecepatan 83 cc/jam Pasien mengalami kehilangan darah 300 cc dan mendapatkan transfusi PRC 2 kolf Terpasang drainage abdomen (durante) untuk memantau perdarahan Disability Kesadaran pasien pada awal perawatan ICU berada di bawah pengaruh sedasi Pada evaluasi selanjutnya, pasien mulai menunjukkan respons dengan skor GCS E4M5Vett Respons verbal tidak dapat diukur karena pasien terpasang ETT Reflek cahaya positif di kedua mata Pupil isokor dan tidak ikterik Diameter pupil normal 2 mm Tidak ada kejang Tidak ada hemiparesis/plegia Tidak ditemukan adanya tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial Exposure Pasien tampak lemah pasca operasi gastrectomy dan splenectomy Suhu tubuh pasien tercatat 36°C Terdapat luka insisi di area abdomen Tidak ada tanda-tanda sianosis Tidak ada edema Pasien terpasang nasogastric tube (NGT), drainase perut, kateter urin, kateter epidural, infus di tangan kiri, ETT, serta ventilasi mekanik Pengkajian Sekunder Signs and Symptoms Tn. M merupakan pasien pasca operasi gastrectomy dengan diagnosis tersebut Tn. M didiagnosis tumor intraabdomen dengan kecurigaan tumor Gastrointestinal Stromal Tumor (GIST) disertai perdarahan kronis. Kondisi umum pasien tampak lemah (masih terpengaruh oleh sedasi), kesadaran E4M6Vett, terpasang ETT dengan Ventilasi Mekanik mode pSIMV dengan FiO2 50%. Pemeriksaan tanda-tanda vital didapatkan tekanan darah 176/79 mmHg, heart rate 103 kali per menit, respiratory rate 22 kali per menit, suhu tubuh 36°C, dan saturasi oksigen 99% on ventilasi mekanik. Allergy Tn. M tidak memiliki riwayat alergi obat-obatan dan makanan. Medication Bupivacaine epidural 0,125% Epidural Catheter Syringe Pump 3 cc/jam Midazolam Intravena Syringe Pump 2 mg/jam Morfin Intravena Syringe Pump 2 mg/jam Nicardipin 3 mg/jam Ampicillin sulbactam Intravena 1500 mg/6 jam Omeprazole Intravena 40 mg/12 jam Metoclopramide Intravena 10 mg/12 jam Calcium Gluconase 1 gram setiap 12 jam KSR 3x1 tablet per oral Cairan Ringer Laktat Intravena 83 cc/jam Packed Red Cell 2 kolf Past Illness Tn. M memiliki riwayat hipertensi sejak sekitar 2 tahun yang lalu, akan tetapi pasien tidak menjalani pengobatan secara rutin sehingga menyebabkan tekanan darah sering tidak terkontrol. Pasien tidak memiliki riwayat diabetes melitus tipe dan atau penyakit jantung. Last Meal Selama perawatan di ICU pasien tidak mendapatkan asupan makanan secara oral karena kondisi pasca operasi gastrectomy dan splenectomy. Pasien mendapatkan enteral nutrition melalui nasogastric tube, yaitu peptamen 1,5 sendok teh (50 ml) setiap 4 jam diberikan perlahan. Event Leading to Illness Sebelum dirawat di ICU, pasien mengeluh adanya benjolan di perutnya yang telah ada selama sekitar tiga tahun dan semakin membesar. Sekitar sebulan sebelum dirawat, keluhan tersebut memburuk, disertai mual, rasa penuh di perut, penurunan berat badan, dan kelemahan. Setelah dilakukan CT scan perut, ditemukan massa tumor di perut yang diduga sebagai tumor lambung atau Tumor Stroma Gastrointestinal (GIST), sehingga pasien dirujuk ke RSUP dr. Kariadi untuk perawatan lebih lanjut. Pasien kemudian menjalani gastrectomy dan splenectomy pada tanggal 4 Maret 2026. Setelah operasi selesai, pasien dipindahkan ke ICU untuk pemantauan hemodinamik, ventilasi, dan kemungkinan komplikasi pascaoperasi. Antropometri, Tanda-tanda Vital, dan Pemeriksaan Fisik Antropometri Tanggal Pemeriksaan : 5 Maret 2026 TL : 51 cm TB dari TL : 165 cm BB : 58 kg LLA : 25 cm IMT : 21,30 kg/m² LOSF : +2, MW +2 Tanda-tanda Vital Tanggal : 5 Maret 2026 RR : 24 x/menit on VM mode pSIMV pressure support 12 SpO2 : 99% on VM mode pSIMV pressure support 12 TD : 181/101 mmHg HR : 76 x/menit Suhu : 36,7°C Tanggal : 6 Maret 2026 RR : 85 x/menit on VM mode pSIMV pressure support 5 SpO2 : 99 % on VM mode pSIMV pressure support 12 TD : 137/70 mmHg HR : 85 x/menit Suhu : 36,6 °C hasil agd menunjukkan alkalosis metabolik kompensasi penuh respiratorik
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Jalan Napas
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko kerusakan klien dalam pembersihan sekret atau obstruksi jalan napas untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
Kode SLKI: L.03102
Deskripsi : Jalan napas paten. Kriteria hasil: 1) Jalan napas bersih dari sekret. 2) Bunyi napas vesikuler. 3) Tidak ada sianosis. 4) Tidak ada dispnea. 5) Tidak ada penggunaan otot bantu napas. 6) Saturasi oksigen dalam rentang yang diharapkan. 7) Ekspansi dada simetris. 8) Laju napas dalam rentang normal. 9) Batuk efektif. 10) Refleks muntah/menelan ada. 11) Tidak ada stridor/mengi.
Kode SIKI: I.05039
Deskripsi : Manajemen jalan napas. Tindakan keperawatan: 1) Monitor status pernapasan (pola, irama, kedalaman, usaha napas). 2) Auskultasi bunyi napas. 3) Posisikan untuk memaksimalkan ventilasi (mis. kepala tempat tidur 30-45 derajat jika tidak ada kontraindikasi). 4) Lakukan fisioterapi dada dan suction sesuai kebutuhan. 5) Pertahankan kepatenan jalan napas buatan (ETT/trakeostomi) dengan fiksasi yang aman, cek balon cuff pressure. 6) Berikan oksigen sesuai program. 7) Monitor analisa gas darah dan saturasi oksigen. 8) Ajarkan batuk efektif dan napas dalam bila klien kooperatif. 9) Kolaborasi pemberian bronkodilator, nebulizer, atau obat lain sesuai indikasi. 10) Siapkan alat emergensi jalan napas di dekat klien.
Kondisi: Ketidakefektifan Pola Napas
Kode SDKI: D.0011
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan klien dalam bernapas secara adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh, ditandai dengan perubahan frekuensi, kedalaman, dan pola napas.
Kode SLKI: L.03003
Deskripsi : Pola napas efektif. Kriteria hasil: 1) Laju napas dalam rentang normal sesuai usia. 2) Irama napas reguler. 3) Kedalaman napas adekuat. 4) Tidak dispnea. 5) Tidak ortopnea. 6) Tidak menggunakan otot bantu napas. 7) Saturasi oksigen dalam rentang yang diharapkan. 8) Analisa gas darah dalam batas normal. 9) Bunyi napas bersih. 10) Ekspansi dada simetris.
Kode SIKI: I.05009
Deskripsi : Manajemen pernapasan. Tindakan keperawatan: 1) Monitor frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha napas. 2) Auskultasi bunyi napas tiap shift atau sesuai kebutuhan. 3) Monitor saturasi oksigen secara terus menerus. 4) Posisikan untuk memaksimalkan ekspansi dada (semi fowler/fowler). 5) Bantu latihan napas dalam dan batuk efektif bila memungkinkan. 6) Lakukan suction jalan napas sesuai indikasi. 7) Kolaborasi pemberian oksigenasi dan terapi ventilasi sesuai program (monitor mode, setting, dan alarm ventilator). 8) Kolaborasi pemeriksaan analisa gas darah. 9) Berikan edukasi dan dukungan psikologis untuk mengurangi ansietas yang dapat memperburup pola napas.
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Tekanan Darah
Kode SDKI: D.0105
Deskripsi Singkat: Risiko perubahan tekanan darah sistolik dan/atau diastolik yang dapat mengancam kesehatan.
Kode SLKI: L.06004
Deskripsi : Tekanan darah terkontrol. Kriteria hasil: 1) Tekanan darah dalam rentang yang diharapkan. 2) Denyut nadi dalam rentang normal. 3) Nadi perifer teraba kuat dan sama. 4) Warna kulit normal (tidak pucat, sianosis). 5) Tidak pusing. 6) Kesadaran compos mentis. 7) Haluaran urin adekuat (>0,5 ml/kgBB/jam). 8) CRT < 2 detik.
Kode SIKI: I.08011
Deskripsi : Pemantauan hemodinamik. Tindakan keperawatan: 1) Monitor tekanan darah, nadi, MAP secara berkala dan terus menerus. 2) Monitor tanda-tanda perfusi perifer (warna, kehangatan, CRT, nadi perifer). 3) Monitor balance cairan (intake-output, balance setiap 24 jam). 4) Monitor status neurologis (kesadaran). 5) Kolaborasi pemberian terapi cairan dan obat-obatan vasoaktif (seperti Nicardipin pada pasien ini) sesuai program, evaluasi respons. 6) Pertahankan akses intravena yang paten. 7) Monitor hasil pemeriksaan laboratorium terkait (elektrolit, hemoglobin). 8) Lakukan tindakan untuk meminimalkan stimulasi yang dapat meningkatkan tekanan darah (mis. manajemen nyeri, kenyamanan lingkungan).
Kondisi: Risiko Defisit Volume Cairan
Kode SDKI: D.0025
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan volume cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intraselular yang dapat menyebabkan dehidrasi, hipovolemia, atau gangguan elektrolit.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Keseimbangan cairan. Kriteria hasil: 1) Tanda vital stabil. 2) Mukosa bibir lembab. 3) Turgor kulit baik. 4) CRT < 2 detik. 5) Haluaran urin adekuat. 6) Balance cairan seimbang. 7) Berat badan stabil. 8) Tidak ada rasa haus berlebihan. 9) Elektrolit dalam batas normal.
Kode SIKI: I.04001
Deskripsi : Manajemen keseimbangan cairan. Tindakan keperawatan: 1) Monitor tanda vital dan status hemodinamik. 2) Hitung balance cairan ketat (intake: infus, transfusi, enteral; output: urin, drain, perdarahan). 3) Monitor drainase abdomen (jumlah, warna, karakter). 4) Ukur haluaran urin per jam. 5) Monitor tanda klinis dehidrasi/kelebihan cairan (turgor, CRT, edema, bunyi paru). 6) Kolaborasi pemberian terapi cairan dan transfusi sesuai program. 7) Timbang berat badan harian jika memungkinkan. 8) Kolaborasi pemeriksaan laboratorium (Hb, Ht, elektrolit). 9) Lakukan perawatan luka dan drain untuk mencegah infeksi dan kehilangan cairan lebih lanjut.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0028
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat, intensitas ringan hingga berat, dengan durasi kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.10001
Deskripsi : Kontrol nyeri. Kriteria hasil: 1) Mengungkapkan nyeri berkurang/hilang. 2) Skala nyeri menurun. 3) Ekspresi wajah rileks. 4) Tanda vital stabil. 5) Dapat beristirahat/tidur dengan nyenyak. 6) Dapat melakukan aktivitas sesuai kemampuan.
Kode SIKI: I.11001
Deskripsi : Manajemen nyeri. Tindakan keperawatan: 1) Lakukan pengkajian nyeri komprehensif (lokasi, intensitas, karakter, faktor pencetus/pereda) menggunakan skala yang sesuai (mis. CPOT untuk pasien sedasi/non-verbal). 2) Monitor respons nonverbal nyeri (gelisah, ekspresi wajah, perubahan tanda vital). 3) Kolaborasi pemberian analgesik sesuai program (seperti Morfin dan Bupivacaine epidural pada pasien ini), evaluasi efektivitas dan efek samping. 4) Lakukan intervensi non-farmakologi: posisi nyaman, teknik relaksasi, distraksi, lingkungan tenang. 5) Lindungi area nyeri (luka operasi) dari tekanan atau trauma. 6) Edukasi klien dan keluarga tentang regimen pengobatan nyeri. 7) Evaluasi kembali skala nyeri setelah intervensi.
Kondisi: Ris
Article No. 24374 | 08 Mar 2026
Klinis : luka bernanah pada jari ke-5 kaki kanan yang sudah dialami 1 minggu ini SMRS. TelaahPasien datang dengan keluhan luka bernanah pada jari ke-5 kaki kanan yang sudah dialami 1 minggu ini SMRS. Awalnya seperti luka lecet terkelupas yang mudah berdarah. Os sudah stop pengencer darah 1 minggu ini. Sejak 4 hari ini sekalipun sudah ke faskes dan konsumsi antibiotik, luka meluas bernanah dan nyeri kemerahan disertai jari kaki yang terasa lembek. Demam (+), batuk/pilek (-). Mual (+), muntah (-). BAB/K dbn Riwayat Penyakit DahuluRPT : RPT : CAD, DM tipe 2 [tidak makan obat gula]. Radiculopathy lumbal OSens CM VAS 8 TD 124/75 HR 105 RR 20 Temp 38.5 SpO2 97% (room air) STATUS LOKALISATA Mata : CA (-/-), SI (-/-) Mulut : coated tongue (-), faring hiperemis (-), T1/T1 Leher : TVJ R-2cmHg, lymphadenopathy (-) Thoraks : sp ves (+/+), rh (-/-), wh (-/-), BJ 1,2 reg, murmur (-) Abdomen : soepel, NTE (+), normoperistaltik, normothympani, H/L tidak teraba, CVA -/-, McBurney (-) Eks : akral hangat, CRT<2, t/v kuat, edem pretibial (-/-) Digiti V pedis [R] : tampak ulcer 2 buah dengan pus (+), eritematous (+), oedem minimal (+), kesan deformitas (+)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi dan Gangguan Integritas Kulit
Kode SDKI: 0205
Deskripsi Singkat: Risiko peningkatan kerentanan terhadap invasi patogen yang dapat membahayakan kesehatan. Pada kasus ini, risiko telah menjadi aktual (infeksi nyata) yang ditandai dengan luka bernanah, demam, dan tanda inflamasi lokal.
Kode SLKI: 2006
Deskripsi : Tercapainya penyembuhan luka. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: (1) Menunjukkan penyembuhan jaringan (granulasi, epitelisasi) pada area luka; (2) Tidak ada tanda-tanda infeksi sistemik (demam, leukositosis) dan lokal (rubor, kalor, dolor, tumor, pus) pada area luka; (3) Menunjukkan perilaku untuk mencegah infeksi/penyebaran infeksi; (4) Nilai laboratorium terkait infeksi dalam batas normal.
Kode SIKI: 4201, 4202, 4203, 4204, 4205, 4206
Deskripsi : Intervensi keperawatan yang komprehensif untuk mengatasi infeksi dan gangguan integritas kulit meliputi: (1) 4201 - Manajemen Infeksi: Memantau tanda dan gejala infeksi sistemik dan lokal, memantau hasil laboratorium (seperti leukosit, kultur pus), serta melakukan perawatan luka steril dengan teknik aseptik. Kolaborasi pemberian antibiotik sesuai resep dan edukasi pentingnya kepatuhan. (2) 4202 - Manajemen Luka: Melakukan asesmen luka secara komprehensif (lokasi, ukuran, kedalaman, karakteristik eksudat/pus, jaringan sekitar), melakukan debridemen jika diperlukan (kolaboratif), memilih balutan yang tepat (misalnya balutan antimikroba, penyerap eksudat), dan mendokumentasikan perkembangan luka. (3) 4203 - Perawatan Luka: Secara teknis membersihkan luka dengan larutan steril (misalnya NaCl 0,9%), mengaplikasikan obat topikal sesuai instruksi, mengganti balutan secara teratur, dan menjaga kelembaban luka yang optimal untuk penyembuhan. (4) 4204 - Manajemen Nyeri: Mengkaji nyeri (skala, karakteristik), memberikan analgesik sesuai kolaborasi (mengingat riwayat penghentian pengencer darah), dan menerapkan intervensi non-farmakologis seperti posisi nyaman, distraksi, atau kompres dingin pada area sekitar untuk mengurangi inflamasi dan nyeri. (5) 4205 - Manajemen Hipertermia: Memantau suhu tubuh secara berkala, memberikan terapi kompres hangat/tepid sponge, meningkatkan asupan cairan (jika tidak terkontraindikasi), dan mengatur lingkungan yang nyaman. (6) 4206 - Edukasi Kesehatan: Memberikan pendidikan pada pasien dan keluarga tentang pentingnya perawatan luka di rumah, tanda-tanda infeksi yang harus diwaspadai, pentingnya kontrol gula darah pada pasien DM (karena pasien memiliki riwayat DM tipe 2 dan tidak makan obat, yang sangat mempengaruhi penyembuhan luka dan risiko infeksi), nutrisi tinggi protein dan vitamin untuk penyembuhan, serta cara mencegah trauma berulang pada kaki.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0719
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan diperkirakan berakhir dalam waktu kurang dari 3 bulan. Ditandai dengan laporan verbal pasien (VAS 8), perilaku melindungi area yang sakit, dan tanda fisiologis (HR meningkat: 105x/menit).
Kode SLKI: 0701
Deskripsi : Kontrol nyeri. Kriteria hasil meliputi: (1) Menyatakan nyeri berkurang/hilang; (2) Menunjukkan ekspresi wajah rileks; (3) Menunjukkan kemampuan untuk istirahat, tidur, dan beraktivitas dengan nyaman; (4) Tanda-tanda vital dalam rentang normal.
Kode SIKI: 2801, 2802, 2803
Deskripsi : Intervensi untuk mengatasi nyeri akut meliputi: (1) 2801 - Manajemen Nyeri: Melakukan asesmen nyeri yang komprehensif (PQRST: Provocation, Quality, Region, Severity, Time), mengobservasi respons nonverbal (ekspresi wajah, postur tubuh, gelisah), dan memantau tanda fisiologis (peningkatan HR, TD). Kolaborasi pemberian analgesik farmakologis sesuai resep dengan mempertimbangkan riwayat penghentian pengencer darah. (2) 2802 - Terapi Stimulasi Saraf Kulit: Menerapkan teknik non-farmakologis seperti kompres dingin pada area sekitar luka (bukan langsung pada luka terbuka) untuk mengurangi inflamasi, edema, dan sensasi nyeri. Kompres dingin dapat menyebabkan vasokonstriksi dan mengurangi konduksi impuls saraf. (3) 2803 - Distraksi: Membantu pasien mengalihkan perhatian dari nyeri melalui teknik seperti mengajak bicara tentang topik yang disukai, mendengarkan musik, atau teknik relaksasi napas dalam. Hal ini dapat membantu meningkatkan toleransi terhadap nyeri, terutama saat menunggu onset kerja analgesik atau selama prosedur perawatan luka.
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SDKI: 0731
Deskripsi Singkat: Risiko terhadap variasi kadar glukosa darah dari rentang normal. Pada kasus ini, risiko sangat tinggi karena pasien memiliki riwayat Diabetes Mellitus tipe 2 dan menyatakan "tidak makan obat gula". Hiperglikemia yang tidak terkontrol akan sangat memperburuk proses infeksi dan menghambat penyembuhan luka.
Kode SLKI: 1101
Deskripsi : Kontrol kadar glukosa darah. Kriteria hasil meliputi: (1) Kadar glukosa darah dalam rentang target yang ditetapkan; (2) Mengenali tanda dan gejala hipo/hiperglikemia; (3) Melakukan modifikasi gaya hidup sesuai program; (4) Mematuhi terapi yang diresepkan.
Kode SIKI: 4410, 4411
Deskripsi : Intervensi untuk mengelola risiko ketidakstabilan glukosa darah meliputi: (1) 4410 - Manajemen Hiperglikemia: Memantau kadar glukosa darah secara berkala (puasa, 2 jam postprandial, sewaktu). Mengobservasi tanda dan gejala hiperglikemia (poliuria, polidipsia, lemas, luka sulit sembuh). Berkolaborasi dengan tim medis untuk penatalaksanaan farmakologis (insulin atau OAD) dan penyesuaian dosis. Memberikan edukasi tentang hubungan langsung antara kontrol gula darah dengan proses penyembuhan luka dan pencegahan komplikasi infeksi. (2) 4411 - Edukasi Diabetes: Memberikan pendidikan kesehatan individual tentang penyakit Diabetes Mellitus, pentingnya kepatuhan pengobatan baik farmakologis maupun non-farmakologis (diet dan aktivitas fisik sesuai kemampuan), teknik perawatan kaki khusus penderita diabetes (foot care), dan pemantauan mandiri glukosa darah. Edukasi ini penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang dan mempercepat penyembuhan luka saat ini.
Article No. 24330 | 07 Mar 2026
Klinis : sesak, batuk, kejang
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida pada membran alveolus-kapiler.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Pertukaran gas membaik. Ditandai dengan: 1) Pernapasan dalam dan teratur. 2) Bunyi napas bersih. 3) Tidak ada sianosis. 4) Tidak ada penggunaan otot bantu napas. 5) Saturasi oksigen dalam rentang normal. 6) Analisis gas darah dalam rentang normal. 7) Kesadaran compos mentis. 8) Tidak ada kecemasan.
Kode SIKI: 3310
Deskripsi : Manajemen jalan napas. Tindakan: 1) Monitor status pernapasan (irama, kedalaman, usaha). 2) Posisikan untuk memaksimalkan ventilasi (mis., semi-Fowler, tinggi). 3) Pertahankan kebersihan jalan napas (batuk efektif, suction). 4) Kelola pemberian oksigen sesuai program. 5) Auskultasi bunyi napas. 6) Monitor status oksigenasi (SpO2, AGD). 7) Ajarkan teknik napas dalam dan batuk efektif. 8) Kolaborasi pemberian bronkodilator/obat sesuai program. 9) Monitor tingkat kecemasan.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi jalan napas untuk mempertahankan kebersihan jalan napas.
Kode SLKI: 0402
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif. Ditandai dengan: 1) Jalan napas paten. 2) Batuk efektif. 3) Suara napas bersih. 4) Sekresi jalan napas tidak ada atau minimal. 5) Tidak ada sianosis. 6) Saturasi oksigen dalam rentang normal. 7) Tidak ada bunyi napas abnormal (mengi, ronki).
Kode SIKI: 3310
Deskripsi : Manajemen jalan napas. Tindakan: 1) Monitor status pernapasan dan bunyi napas. 2) Ajarkan dan bantu latihan napas dalam dan batuk efektif. 3) Bantu pasien untuk perubahan posisi secara teratur. 4) Lakukan fisioterapi dada/ perkusi, vibrasi, dan postural drainage jika indikasi. 5) Lakukan suction jalan napas jika diperlukan. 6) Pertahankan hidrasi adekuat (cairan per oral atau intravena). 7) Kelola pemberian obat mukolitik, bronkodilator, atau nebulizer sesuai kolaborasi. 8) Ajarkan untuk menghindari iritan jalan napas (seperti asap rokok). 9) Monitor karakteristik sputum (warna, jumlah, konsistensi).
Kondisi: Risiko Cedera
Kode SDKI: 0018
Deskripsi Singkat: Kerentanan terhadap cedera fisik akibat kondisi internal atau eksternal yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: 1901
Deskripsi : Cedera tidak terjadi. Ditandai dengan: 1) Tidak ada tanda-tanda cedera fisik. 2) Lingkungan aman. 3) Menggunakan alat pelindung diri jika diperlukan. 4) Mematuhi protokol keselamatan.
Kode SIKI: 6490
Deskripsi : Pencegahan kejang. Tindakan: 1) Monitor faktor pemicu dan aura sebelum kejang. 2) Pertahankan lingkungan aman (bantalan pinggir tempat tidur, lantai empuk, jauhkan benda berbahaya). 3) Anjurkan pengawasan ketat selama dan setelah kejang. 4) Posisikan pasien untuk mempertahankan jalan napas (miring) selama kejang. 5) Jangan menahan gerakan atau memasukkan benda ke mulut selama kejang. 6) Longgarkan pakaian di area leher dan dada. 7) Monitor durasi dan karakteristik kejang (gerakan, kesadaran, inkontinensia). 8) Kolaborasi pemberian obat antikonvulsan sesuai program. 9) Edukasi keluarga tentang penanganan kejang di rumah dan kapan harus mencari bantuan darurat. 10) Dokumentasi kejadian kejang secara rinci.
Article No. 24331 | 07 Mar 2026
Klinis : Ny. N mengalami luka bakar derajat II (ditandai dengan adanya lepuhan/bula dan area kemerahan) yang cukup luas akibat terkena kuah panas bakso, meliputi paha hingga ujung kaki kiri, pergelangan hingga ujung kaki kanan, serta kedua tangan dengan skala nyeri 7/10
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Luka Bakar Derajat II pada Ekstremitas Bawah dan Atas
Kode ICD-10: T24.29
Deskripsi Singkat : Kondisi ini menggambarkan luka bakar derajat II (kedalaman parsial) yang luas pada ekstremitas bawah dan atas Ny. N akibat kontak dengan kuah panas. Luka bakar derajat II ditandai dengan kerusakan pada epidermis dan sebagian dermis, memunculkan gejala klinis seperti lepuhan/bula, area kemerahan (eritema), edema, dan nyeri hebat (skala 7/10). Lokasi cedera spesifik meliputi paha hingga kaki kiri, pergelangan hingga kaki kanan, serta kedua tangan. Kode ICD-10 T24.29 mengacu pada "Luka bakar dan korosi akibat cairan panas, benda panas, dan uap, derajat kedua, pada ekstremitas bawah, kecuali pergelangan kaki dan kaki". Kode ini dipilih karena cedera dominan pada ekstremitas bawah. Untuk kodifikasi lengkap, diperlukan kode tambahan dari bab XX (Faktor Eksternal) seperti X12.xxx (Kontak dengan cairan panas dari masakan) untuk menentukan penyebab, serta kode dari kategori T31/T32 untuk menentukan luas total permukaan tubuh yang terbakar (TBSA%), yang dalam kasus ini kemungkinan signifikan mengingat area yang terdampak. Penggunaan kode ini tepat untuk menggambarkan etiologi (cairan panas), kedalaman (derajat II), dan lokasi anatomis utama (ekstremitas bawah).
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 24332 | 07 Mar 2026
Klinis : Ny. N mengalami luka bakar derajat II (ditandai dengan adanya lepuhan/bula dan area kemerahan) yang cukup luas akibat terkena kuah panas bakso, meliputi paha hingga ujung kaki kiri, pergelangan hingga ujung kaki kanan, serta kedua tangan dengan skala nyeri 7/10
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut dan Kerusakan Integritas Kulit akibat Luka Bakar Derajat II
Kode SDKI: 0026
Deskripsi Singkat: Nyeri adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut. Pada kasus Ny. N dengan luka bakar derajat II yang luas, nyeri bersifat akut, intens (skala 7/10), dan disebabkan oleh kerusakan ujung saraf di dermis serta proses inflamasi. Nyeri ini dapat diperburuk oleh gerakan, perubahan suhu, dan prosedur perawatan luka. Respon nyeri bersifat subjektif dan multifaset, mencakup komponen fisiologis (seperti peningkatan denyut jantung dan tekanan darah), perilaku (gelisah, merintih), dan kognitif (persepsi ancaman, kecemasan). Manajemen nyeri yang efektif sangat penting tidak hanya untuk kenyamanan tetapi juga untuk mendukung proses penyembuhan, karena nyeri yang tidak terkontrol dapat menyebabkan stres fisiologis yang memperlambat penyembuhan dan meningkatkan risiko komplikasi.
Kode SLKI: 0730
Deskripsi : SLKI 0730 berfokus pada pengendalian nyeri. Tujuan utama adalah mengurangi atau menghilangkan nyeri yang dirasakan pasien. Intervensi keperawatan untuk mencapai ini meliputi: 1) Melakukan penilaian nyeri yang komprehensif dan berulang menggunakan skala yang valid (seperti Numeric Rating Scale) untuk mengevaluasi karakteristik, lokasi, intensitas, dan faktor pemicu serta pereda nyeri. 2) Mengelola farmakoterapi analgesik sesuai resep dokter (seperti analgesik opioid atau non-opioid) dengan prinsip tepat waktu, tepat dosis, dan tepat rute, serta memantau efek sampingnya. 3) Menerapkan intervensi non-farmakologis seperti teknik distraksi, relaksasi napas dalam, terapi musik, atau imajinasi terbimbing untuk membantu pasien mengatasi nyeri. 4) Memodifikasi lingkungan untuk mendukung kenyamanan (misalnya, mengatur posisi, menggunakan penyangga). 5) Melakukan edukasi pada pasien tentang pentingnya melaporkan nyeri, penggunaan teknik non-farmakologis, dan rencana manajemen nyeri. Keberhasilan SLKI ini diukur dengan penurunan skala nyeri yang dilaporkan pasien, penurunan tanda-tanda distress fisiologis dan perilaku, serta peningkatan kemampuan pasien untuk beristirahat dan berpartisipasi dalam perawatan.
Kode SIKI: 4501
Deskripsi : SIKI 4501 adalah intervensi spesifik untuk merawat luka bakar dan mempertahankan integritas kulit. Intervensi ini sangat krusial pada kasus Ny. N mengingat luasnya area luka bakar derajat II di ekstremitas. Langkah-langkahnya meliputi: 1) Melakukan asesmen luka secara sistematis: mencatat luas (dengan Rule of Nine atau diagram), kedalaman (derajat II dengan bula), lokasi, karakteristik eksudat, tanda infeksi (seperti kemerahan yang meluas, bau, pus), dan kondisi kulit di sekitar luka. 2) Melakukan perawatan luka steril dengan teknik aseptik: membersihkan luka menggunakan larutan pembersih yang sesuai (misalnya, NaCl 0,9%), melakukan debridemen lembut pada jaringan nekrotik jika diindikasikan, dan mengeringkan area sekitarnya. 3) Memilih dan menerapkan balutan yang tepat (dressing) sesuai kondisi luka, seperti balutan hidrokoloid, hidrogel, atau silver sulfadiazine untuk luka bakar derajat II, yang berfungsi menciptakan lingkungan lembab, mencegah infeksi, dan memfasilitasi epitelisasi. 4) Melakukan imobilisasi atau elevasi pada ekstremitas yang terluka (kaki dan tangan) untuk mengurangi edema dan meningkatkan sirkulasi. 5) Mencegah kontaminasi dan infeksi silang dengan cuci tangan yang ketat sebelum dan setelah prosedur. 6) Memantau status vaksinasi tetanus dan melaporkan kebutuhan booster. 7) Mendidik pasien dan keluarga tentang perawatan luka di rumah, tanda-tanda infeksi, dan pentingnya nutrisi tinggi protein dan vitamin untuk penyembuhan. Intervensi ini bertujuan untuk mencapai penyembuhan luka tanpa komplikasi (infeksi, kontraktur), mengurangi rasa sakit selama perawatan, dan memulihkan fungsi kulit sebagai barier protektif.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433