Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 17764 | 24 May 2025
Klinis : Kecacingan
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Sebagai seorang dokter/perekam medik, saya akan memberikan kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis terkait kondisi kecacingan.
1. Kode ICD-10:
- Kode: B82.0
- Deskripsi: Infeksi intestinal karena nematoda, tidak diklasifikasikan di tempat lain
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 88.79
- Deskripsi: Prosedur diagnostik lainnya pada saluran pencernaan, tidak diklasifikasikan di tempat lain. Ini dapat mencakup pemeriksaan feses untuk mendeteksi telur cacing atau parasit.
Penjelasan:
- Kode ICD-10 B82.0 digunakan untuk mengkodekan infeksi intestinal yang disebabkan oleh nematoda, seperti cacing tambang, ascariasis, trichuriasis, dan enterobiasis. Kode ini mencakup berbagai jenis infeksi cacing yang dapat menyerang saluran pencernaan.
- Kode ICD-9-CM 88.79 adalah kode yang digunakan untuk prosedur diagnostik lainnya pada saluran pencernaan, seperti pemeriksaan feses untuk mendeteksi adanya telur cacing atau parasit lainnya. Prosedur ini dapat membantu dalam mengkonfirmasi diagnosis kecacingan. -
Article No. 17765 | 24 May 2025
Klinis : Cacing keremi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI sesuai dengan kondisi "Cacing Keremi" yang Anda berikan dengan tone akademis dan persona sebagai pakar/perawat.
Diagnosa Keperawatan:
1. Resiko Infeksi (00004)
- SDKI: Resiko Infeksi
- SLKI: Pengendalian Infeksi
- SIKI: Manajemen Infeksi
Definisi:
Resiko Infeksi (00004): Kerentanan terhadap invasi dan multiplikasi organisme patogen, yang dapat membahayakan kesehatan.
2. Gangguan Integritas Kulit (00046)
- SDKI: Gangguan Integritas Kulit
- SLKI: Integritas Kulit
- SIKI: Perawatan Luka
Definisi:
Gangguan Integritas Kulit (00046): Kerusakan pada epidermis dan/atau dermis.
3. Nyeri Akut (00132)
- SDKI: Nyeri Akut
- SLKI: Manajemen Nyeri
- SIKI: Manajemen Nyeri
Definisi:
Nyeri Akut (00132): Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau dijelaskan dalam istilah seperti itu (International Association for the Study of Pain).
4. Pruritus (00113)
- SDKI: Pruritus
- SLKI: Kenyamanan
- SIKI: Manajemen Pruritus
Definisi:
Pruritus (00113): Sensasi tidak nyaman yang mengakibatkan keinginan untuk menggaruk.
Penjelasan singkat:
1. Resiko Infeksi (00004):
Cacing keremi dapat meningkatkan risiko infeksi karena invasi dan multiplikasi organisme patogen. Perawat perlu memantau tanda-tanda infeksi dan mengambil tindakan pencegahan yang sesuai.
2. Gangguan Integritas Kulit (00046):
Cacing keremi dapat menyebabkan kerusakan pada kulit, seperti lesi atau lecet. Perawat harus melakukan perawatan luka yang tepat untuk memulihkan integritas kulit.
3. Nyeri Akut (00132):
Cacing keremi dapat menyebabkan nyeri akut yang tidak menyenangkan bagi pasien. Perawat harus melakukan manajemen nyeri yang sesuai, termasuk pemberian analgetik dan tindakan non-farmakologis.
4. Pruritus (00113):
Cacing keremi dapat menyebabkan pruritus atau rasa gatal yang mengakibatkan keinginan untuk menggaruk. Perawat harus mengelola pruritus dengan tindakan yang sesuai, seperti aplikasi topikal atau pemberian antihistamin. -
Article No. 17766 | 24 May 2025
Klinis : Cacing keremi
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Untuk kondisi Cacing keremi, berikut adalah kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur atau tindakan medis yang mungkin dilakukan:
1. Kode ICD-10:
- Kode: B80
- Deskripsi: Enterobiasis (infeksi oleh cacing keremi)
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 97.24
- Deskripsi: Pemberian obat cacing oral
Penjelasan:
1. Kode ICD-10 B80 (Enterobiasis) merupakan kode diagnosis yang sesuai untuk kondisi cacing keremi. Enterobiasis adalah infeksi oleh cacing parasit yang dikenal sebagai Enterobius vermicularis, atau cacing keremi. Cacing ini umumnya menyerang saluran pencernaan, terutama rektum dan sekitar anus.
2. Kode ICD-9-CM 97.24 (Pemberian obat cacing oral) adalah kode prosedur yang mungkin digunakan untuk menangani infeksi cacing keremi. Pengobatan biasanya dilakukan dengan pemberian obat cacing (antihelmintik) secara oral untuk mengeliminasi cacing dari tubuh pasien.
Penanganan yang tepat untuk kondisi cacing keremi meliputi diagnosis yang akurat, pemberian pengobatan antihelmintik yang efektif, serta edukasi dan tindakan pencegahan untuk mencegah reinfeksi di lingkungan pasien. -
Article No. 17767 | 24 May 2025
Klinis : pasien datang ke poli anak rsud dr soeratno gemolong pada tanggal 23 mei 2025 pada pukul 09.30 wib ibu saat di poli ibu pasien mengatakan anaknya diare sudah sejak dari hari rabu lalu dan muntah pasien dipindah ke bangsal anggrek pada tanggal 23 mei 2025 pukul 13.37 wib saat dikaji ibu pasien mengatakan anaknya diare sejak hari rabu, diare cair dan ada lendir, napsu makan menurun, lemes saat di lakukan pemeriksaan tanda-tanda vital yaitu S:36,9°C, RR:31x/menit, N : 120x/menit, spo2 98%
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan SDKI yang Sesuai:
1. Diare Akut
Definisi: Pengeluaran feses cair atau encer yang terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung kurang dari 14 hari.
Penyebab: Infeksi bakteri, virus, atau parasit, intoleransi makanan, efek samping obat-obatan, iritasi saluran pencernaan.
Luaran/Output yang Diharapkan Setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Keseimbangan Cairan
- Pasien menunjukkan tanda-tanda vital dalam batas normal
- Pasien tidak mengalami dehidrasi
- Pasien mempertahankan berat badan
2. Kontrol Diare
- Frekuensi diare berkurang
- Konsistensi feses membaik
- Tidak ada tanda-tanda komplikasi
3. Status Nutrisi
- Pasien mempertahankan asupan nutrisi yang adekuat
- Pasien tidak mengalami penurunan berat badan
Intervensi Keperawatan yang Diperlukan untuk Mencapai Tujuan Luaran (SIKI):
1. Manajemen Diare
- Pantau tanda-tanda vital, intake dan output cairan
- Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian terapi cairan dan elektrolit
- Beri diet BRAT (Banana, Rice, Applesauce, Toast)
- Ajarkan teknik higienis sebelum makan dan setelah buang air besar
- Pantau konsistensi dan frekuensi feses
2. Manajemen Nutrisi
- Kolaborasi dengan dokter atau ahli gizi untuk menentukan kebutuhan nutrisi pasien
- Berikan makanan yang mudah dicerna dan kaya nutrisi
- Pantau asupan nutrisi pasien
- Ajarkan keluarga cara menyiapkan makanan yang bergizi
3. Edukasi Kesehatan
- Jelaskan penyebab, tanda, dan gejala diare kepada pasien dan keluarga
- Ajarkan teknik pencegahan penularan diare
- Diskusikan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan
- Berikan informasi tentang perawatan di rumah dan kapan harus kembali ke rumah sakit
Penjelasan Rinci:
Berdasarkan data yang diberikan, pasien mengalami gejala diare akut, yaitu diare cair, ada lendir, penurunan nafsu makan, dan kelemahan. Diagnosa keperawatan yang sesuai adalah Diare Akut. Luaran yang diharapkan adalah keseimbangan cairan, kontrol diare, dan status nutrisi yang optimal. Intervensi keperawatan yang diperlukan meliputi manajemen diare, manajemen nutrisi, dan edukasi kesehatan.
Manajemen diare mencakup pemantauan tanda-tanda vital, kolaborasi dengan dokter untuk pemberian terapi cairan dan elektrolit, pemberian diet BRAT, dan pengajaran teknik higienis. Manajemen nutrisi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pasien, termasuk kolaborasi dengan ahli gizi, pemberian makanan yang mudah dicerna, dan edukasi kepada keluarga. Edukasi kesehatan penting dilakukan untuk meningkatkan pemahaman pasien dan keluarga tentang diare, pencegahan penularan, dan perawatan di rumah.
Dengan penerapan intervensi keperawatan yang komprehensif, diharapkan pasien dapat mencapai luaran yang diinginkan, yaitu keseimbangan cairan, kontrol diare, dan status nutrisi yang optimal. -
Article No. 17768 | 24 May 2025
Klinis : pasien datang ke poli anak rsud dr soeratno gemolong pada tanggal 23 mei 2025 pada pukul 09.30 wib ibu saat di poli ibu pasien mengatakan anaknya diare sudah sejak dari hari rabu lalu dan muntah pasien dipindah ke bangsal anggrek pada tanggal 23 mei 2025 pukul 13.37 wib saat dikaji ibu pasien mengatakan anaknya diare sejak hari rabu, diare cair dan ada lendir, napsu makan menurun, lemes saat di lakukan pemeriksaan tanda-tanda vital yaitu S:36,9°C, RR:31x/menit, N : 120x/menit, spo2 98%
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Berdasarkan informasi yang diberikan, dapat disimpulkan bahwa pasien mengalami diare dan muntah. Berikut adalah kode ICD-10 untuk diagnosis, serta kode ICD-9-CM untuk prosedur atau tindakan medis yang mungkin dilakukan:
1. Kode ICD-10:
- Kode: A09
- Deskripsi: Diare dan gastroenteritis infeksi presumtif
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 45.23
- Deskripsi: Pemberian terapi cairan intravena
Penjelasan:
1. Kode ICD-10 A09 (Diare dan gastroenteritis infeksi presumtif):
- Pasien datang dengan keluhan utama diare cair sejak hari Rabu lalu, disertai dengan muntah dan penurunan nafsu makan.
- Berdasarkan tanda-tanda vital yang dilaporkan, yaitu suhu tubuh 36,9°C, laju pernapasan 31 kali per menit, denyut nadi 120 kali per menit, dan saturasi oksigen 98%, menunjukkan adanya tanda-tanda dehidrasi akibat diare.
- Kode ICD-10 A09 mencakup kondisi diare dan gastroenteritis yang disebabkan oleh infeksi.
2. Kode ICD-9-CM Prosedur 45.23 (Pemberian terapi cairan intravena):
- Pasien dipindahkan ke bangsal anggrek, yang mengindikasikan adanya tindakan medis yang dilakukan.
- Pemberian terapi cairan intravena (45.23) merupakan salah satu tindakan yang mungkin dilakukan untuk mengatasi dehidrasi akibat diare dan muntah.
- Tindakan ini bertujuan untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang akibat diare dan muntah, serta mencegah komplikasi lebih lanjut. -
Article No. 17769 | 24 May 2025
Klinis : pasien datang ke poli anak rsud dr soeratno gemolong pada tanggal 23 mei 2025 pada pukul 09.30 wib ibu saat di poli ibu pasien mengatakan anaknya diare sudah sejak dari hari rabu lalu dan muntah pasien dipindah ke bangsal anggrek pada tanggal 23 mei 2025 pukul 13.37 wib saat dikaji ibu pasien mengatakan anaknya diare sejak hari rabu, diare cair dan ada lendir, napsu makan menurun, lemes saat di lakukan pemeriksaan tanda-tanda vital yaitu S:36,9°C, RR:31x/menit, N : 120x/menit, spo2 98%
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan informasi yang diberikan, berikut adalah diagnosis keperawatan, serta penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI yang sesuai dengan kondisi pasien:
Diagnosis Keperawatan:
1. Diare
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Kode: 00013
Definisi: Pengeluaran feses yang tidak normal, yaitu terlalu sering (>3 kali/hari) dan konsistensi cair atau lembek, yang dapat menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Kode: 00801
Judul: Pemulihan Cairan dan Elektrolit
Definisi: Keadaan ketika individu dapat mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit yang adekuat.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Kode: 00002
Judul: Manajemen Diare
Definisi: Serangkaian tindakan yang dilakukan untuk mengontrol dan mengembalikan pola defekasi normal pada individu yang mengalami diare. -
Article No. 17770 | 24 May 2025
Klinis : Sesak nafs . Tekanan darah tinggi 200/110
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis untuk kondisi yang Anda sampaikan.
1. Kode ICD-10:
- Kode: I10
- Deskripsi: Hipertensi esensial (primer)
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 99.27
- Deskripsi: Pemantauan tekanan darah
Penjelasan:
1. Kode ICD-10 I10 (Hipertensi esensial (primer)) sesuai dengan gejala sesak napas dan tekanan darah tinggi 200/110 mmHg yang Anda sampaikan. Hipertensi esensial atau hipertensi primer adalah kondisi peningkatan tekanan darah tanpa penyebab yang jelas, biasanya disebabkan oleh faktor gaya hidup, genetik, dan usia.
2. Kode ICD-9-CM 99.27 (Pemantauan tekanan darah) merupakan prosedur atau tindakan medis yang dapat dilakukan untuk memantau dan mengontrol tekanan darah pasien dengan hipertensi. Pemantauan tekanan darah secara berkala sangat penting untuk mengevaluasi efektivitas pengobatan dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
Dalam praktik klinis, dokter atau perekam medis akan menggunakan kode-kode tersebut untuk mencatat diagnosis dan tindakan medis yang dilakukan pada pasien. Hal ini penting untuk dokumentasi medis, penagihan asuransi, dan analisis epidemiologi. -
Article No. 17771 | 24 May 2025
Klinis : Sesak nafs . Tekanan darah tinggi 200/110
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berdasarkan kondisi yang Anda deskripsikan, yaitu sesak napas dan tekanan darah tinggi 200/110, berikut adalah diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI):
1. Diagnosa Keperawatan:
a. Kode: 00033
b. Nama: Pola Napas Tidak Efektif
c. Definisi: Ketidakmampuan untuk bernapas dengan irama normal sehingga memenuhi kebutuhan oksigen.
2. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
a. Kode: 30001
b. Nama: Pola Napas Tidak Efektif
c. Definisi: Ketidakmampuan untuk bernapas dengan irama normal sehingga memenuhi kebutuhan oksigen.
3. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
a. Kode: 30001
b. Nama: Pola Napas
c. Definisi: Kemampuan untuk bernapas dengan irama normal sehingga memenuhi kebutuhan oksigen.
4. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
a. Kode: 30001
b. Nama: Manajemen Jalan Napas
c. Definisi: Tindakan untuk mempertahankan atau memperbaiki fungsi pernapasan.
Penjelasan singkat:
Diagnosa keperawatan "Pola Napas Tidak Efektif" menggambarkan kondisi sesak napas yang dialami pasien. Standar diagnosis (SDKI) dan luaran (SLKI) yang terkait menjelaskan tentang pola napas yang tidak efektif dan kemampuan untuk bernapas dengan irama normal. Intervensi keperawatan (SIKI) yang sesuai adalah manajemen jalan napas, yang bertujuan untuk mempertahankan atau memperbaiki fungsi pernapasan pasien.
Selain itu, berdasarkan informasi tekanan darah tinggi 200/110 dan tone akademis serta persona pakar/perawat, dapat dipertimbangkan diagnosa keperawatan lain yang terkait, seperti "Risiko Perfusi Jaringan Serebral Tidak Efektif" atau "Kesiapan Peningkatan Manajemen Kesehatan". -
Article No. 17772 | 24 May 2025
Klinis : Data Subjektif (DS): Ny. M mengatakan memiliki riwayat asam urat dan gula darah tinggi. Klien tidak rutin kontrol ke puskesmas/klinik karena tidak ada yang mengantar. Klien mengatakan masih sering minum sirup karena suka rasa manisnya. Klien sering membeli obat di apotik atau warung jika mengalami masalah kesehatan. Klien mengatakan sering merasakan kebas di area telapak kaki. Klien mengalami gangguan tidur, hanya bisa tidur di atas jam 1 malam karena sering bolak-balik BAK. Klien mengatakan kakinya kebas sejak setahun terakhir. Klien mengatakan pola tidur terganggu secara bertahap. Klien mengatakan gula darahnya sudah tinggi sejak sekitar setahun lalu. Klien tidak melakukan tindakan apapun karena kendala transportasi dan biaya. Klien mengatakan suaminya meninggal karena jantung, tapi tidak pernah diperiksa ke fasilitas kesehatan. Klien mengatakan masih suka minum sirup karena suka. Klien merasa tidak bisa tidur kembali setelah terbangun untuk BAK malam hari. Klien mengeluhkan bahwa anaknya perokok aktif. ? Data Objektif (DO):
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah diagnosa keperawatan SDKI, luaran/output yang diharapkan setelah asuhan keperawatan (SLKI), dan intervensi keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan luaran (SIKI) berdasarkan kasus Ny. M:
Diagnosa Keperawatan SDKI:
1. Ketidakpatuhan berhubungan dengan kurangnya pemahaman akan pentingnya pengobatan dan kontrol kesehatan yang teratur.
2. Gangguan pola tidur berhubungan dengan poliuria (sering BAK) akibat diabetes mellitus.
3. Risiko komplikasi kronis diabetes mellitus berhubungan dengan kurangnya pengetahuan dan manajemen diri yang tidak adekuat.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Ketidakpatuhan
- Klien menunjukkan peningkatan kepatuhan terhadap pengobatan dan kontrol kesehatan yang teratur.
- Klien menunjukkan peningkatan pemahaman akan pentingnya pengobatan dan kontrol kesehatan yang teratur.
2. Gangguan pola tidur
- Klien melaporkan pola tidur yang lebih baik.
- Klien menunjukkan penurunan frekuensi terbangun untuk BAK di malam hari.
3. Risiko komplikasi kronis diabetes mellitus
- Klien menunjukkan peningkatan pengetahuan tentang manajemen diabetes mellitus.
- Klien menunjukkan peningkatan kemampuan dalam melakukan manajemen diri diabetes mellitus.
- Klien menunjukkan penurunan kadar gula darah ke dalam batas normal.
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
1. Ketidakpatuhan
- Berikan edukasi tentang pentingnya pengobatan dan kontrol kesehatan yang teratur untuk mencegah komplikasi diabetes mellitus.
- Dorong klien untuk melakukan kontrol kesehatan secara rutin ke puskesmas/klinik.
- Berikan dukungan dan motivasi kepada klien untuk meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan dan kontrol kesehatan.
2. Gangguan pola tidur
- Ajarkan teknik relaksasi, seperti teknik pernapasan atau meditasi, untuk membantu klien tidur lebih nyenyak.
- Berikan edukasi tentang manajemen poliuria (sering BAK) akibat diabetes mellitus.
- Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk mengevaluasi dan mengoptimalkan pengobatan diabetes mellitus.
3. Risiko komplikasi kronis diabetes mellitus
- Berikan edukasi tentang manajemen diabetes mellitus, termasuk diet, aktivitas fisik, dan pemantauan kadar gula darah.
- Dorong klien untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur untuk deteksi dini komplikasi.
- Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk pengobatan dan pengelolaan diabetes mellitus yang optimal.
- Libatkan keluarga untuk memberikan dukungan dalam manajemen diabetes mellitus klien.
Penjelasan rinci dan terperinci untuk setiap poin di atas:
Diagnosa keperawatan SDKI dirumuskan berdasarkan data subjektif dan objektif yang diperoleh. Ketidakpatuhan berhubungan dengan kurangnya pemahaman akan pentingnya pengobatan dan kontrol kesehatan yang teratur, yang dapat menyebabkan risiko komplikasi diabetes mellitus. Gangguan pola tidur berhubungan dengan poliuria (sering BAK) akibat diabetes mellitus, yang dapat mempengaruhi kualitas tidur klien.
Luaran/output yang diharapkan setelah asuhan keperawatan (SLKI) mencakup peningkatan kepatuhan, perbaikan pola tidur, dan penurunan risiko komplikasi kronis diabetes mellitus. Intervensi keperawatan (SIKI) yang diperlukan meliputi edukasi, dorongan, dukungan, teknik relaksasi, dan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
Sebagai perawat, kami bertanggung jawab untuk memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan berpusat pada klien, dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup dan mencegah komplikasi lanjut dari diabetes mellitus yang diderita oleh Ny. M. -
Article No. 17773 | 24 May 2025
Klinis : pasien ckd on hd
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan senang hati saya akan memberikan Diagnosa Keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI untuk kondisi pasien CKD on HD.
Diagnosa Keperawatan:
1. Intoleransi Aktivitas (00092)
Definisi: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin yang diinginkan atau diperlukan, akibat keterbatasan fisik dan/atau psikologis.
2. Kelelahan (00093)
Definisi: Perasaan keletihan dan penurunan kapasitas untuk melakukan aktivitas fisik dan mental yang biasa dilakukan.
3. Gangguan Tidur (00198)
Definisi: Gangguan kuantitas dan kualitas tidur yang mengganggu fungsi normal seseorang.
4. Ketidakefektifan Pembersihan Jalan Napas (00031)
Definisi: Ketidakmampuan untuk mengeluarkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang terbuka.
5. Gangguan Citra Tubuh (00118)
Definisi: Gangguan persepsi terhadap penampilan fisik seseorang.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
1. Intoleransi Aktivitas (00092)
Kode: 10027
Definisi: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin yang diinginkan atau diperlukan, akibat keterbatasan fisik dan/atau psikologis.
2. Kelelahan (00093)
Kode: 10028
Definisi: Perasaan keletihan dan penurunan kapasitas untuk melakukan aktivitas fisik dan mental yang biasa dilakukan.
3. Gangguan Tidur (00198)
Kode: 10084
Definisi: Gangguan kuantitas dan kualitas tidur yang mengganggu fungsi normal seseorang.
4. Ketidakefektifan Pembersihan Jalan Napas (00031)
Kode: 10009
Definisi: Ketidakmampuan untuk mengeluarkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang terbuka.
5. Gangguan Citra Tubuh (00118)
Kode: 10035
Definisi: Gangguan persepsi terhadap penampilan fisik seseorang.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Toleransi Aktivitas
2. Tingkat Kelelahan
3. Kualitas Tidur
4. Permeabilitas Jalan Napas
5. Citra Tubuh
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen Aktivitas
2. Manajemen Kelelahan
3. Manajemen Tidur
4. Manajemen Jalan Napas
5. Pembinaan Citra Tubuh
Sebagai perawat, saya akan membantu pasien CKD on HD dalam mengatasi masalah kesehatannya dengan menggunakan standar diagnosis, luaran, dan intervensi keperawatan yang telah ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia. Saya akan bekerja sama dengan pasien dan tim kesehatan lainnya untuk memberikan perawatan yang komprehensif dan terbaik bagi pasien.