Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24471 | 14 Mar 2026
Klinis : pasien tampak gelisah riw dm + ht ku lemah, delirium T 131/68 N 92 R 22 SPo2 98 % ( Nasal canul ) GDS 90 selulitis akut on ckd hiperkalemia ringan hipoalbumin anemia
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Glukosa Darah
Kode SDKI: D.0017
Deskripsi Singkat: Risiko perubahan kadar glukosa darah dari rentang normal yang diinginkan.
Kode SLKI: L.03136
Deskripsi : Pasien mempertahankan kadar glukosa darah dalam rentang yang ditargetkan. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Kadar glukosa darah dalam rentang target yang ditetapkan (pada pasien ini, GDS 90 mg/dL dapat dianggap dalam batas normal/aman, namun riwayat DM memerlukan pemantauan ketat untuk mencegah hipo/hiperglikemia). 2) Mengenali tanda dan gejala hipoglikemia (seperti lemah, delirium, gelisah) dan hiperglikemia. 3) Melakukan tindakan yang tepat sesuai instruksi untuk mengelola kadar glukosa darah. 4) Mematuhi regimen terapi yang diresepkan. Perawat perlu memantau GDS secara berkala mengingat kondisi akut dan delirium yang dapat menyamarkan gejala gangguan glukosa.
Kode SIKI: I.05229
Deskripsi : Manajemen Hiperglikemia dan Hipoglikemia. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Memantau tanda dan gejala hipoglikemia (lemah, delirium, gelisah, takikardi) dan hiperglikemia. 2) Memantau kadar glukosa darah sesuai ketentuan (misal: sebelum makan dan sebelum tidur, atau sesuai kondisi akut). 3) Mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi kontrol glukosa seperti infeksi (selulitis), diet, dan fungsi ginjal (CKD). 4) Kolaborasi pemberian insulin atau agen antihiperglikemia oral sesuai resep dengan pertimbangan fungsi ginjal. 5) Memberikan pendidikan kesehatan pada pasien/keluarga tentang tanda-tanda gangguan glukosa dan tindakan yang harus diambil, dengan penyesuaian mengingat kondisi delirium pasien. 6) Memastikan asupan nutrisi yang adekuat dan sesuai untuk kondisi DM dan CKD.
Kondisi: Risiko Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0020
Deskripsi Singkat: Risiko tidak cukupnya darah yang dipompa oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.03004
Deskripsi : Pasien mempertahankan curah jantung yang adekuat. Kriteria hasil meliputi: 1) Tekanan darah dalam rentang yang dapat diterima (tekanan darah 131/68 mmHg pada pasien ini menunjukkan tekanan diastolik yang rendah, perlu waspada). 2) Denyut nadi dalam rentang normal (Nadi 92x/menit berada di batas atas normal/takikardi ringan, bisa merupakan kompensasi). 3) Status mental normal (pasien mengalami delirium, menunjukkan kemungkinan gangguan perfusi serebral). 4) Keseimbangan cairan. 5) Tidak menunjukkan tanda syok. Perawat harus memantau tren tekanan darah (terutama diastolik rendah), nadi, dan status mental secara ketat mengingat riwayat HT, CKD, dan kondisi akut.
Kode SIKI: I.05006
Deskripsi : Pemantauan Hemodinamik. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Memantau tekanan darah, nadi, frekuensi napas, dan saturasi oksigen secara teratur. 2) Mengkaji status mental dan tingkat kesadaran (delirium). 3) Memantau keseimbangan cairan (intake dan output). 4) Memantau hasil pemeriksaan laboratorium terkait (elektrolit khususnya hiperkalemia ringan yang dapat mempengaruhi irama jantung, kreatinin, Hb untuk anemia). 5) Mengkaji warna kulit, kelembaban, pengisian kapiler, dan suhu ekstremitas. 6) Kolaborasi dalam pemberian terapi cairan atau obat-obatan kardiovaskular sesuai resep dengan pertimbangan fungsi ginjal. 7) Memposisikan pasien untuk optimasi sirkulasi.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0008
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya kerentanan terhadap invasi patogen.
Kode SLKI: L.03123
Deskripsi : Pasien bebas dari tanda dan gejala infeksi. Kriteria hasil meliputi: 1) Tanda-tanda vital dalam rentang normal (pasien demam? data T tidak diberikan dalam °C, perlu dilengkapi). 2) Tidak ada tanda inflamasi lokal (padahal pasien memiliki selulitis, sehingga tujuan SLKI adalah mencegah penyebaran). 3) Hasil laboratorium penanda infeksi dalam batas normal. 4) Meningkatkan perilaku untuk mencegah infeksi. Pada pasien ini, fokusnya adalah mencegah penyebaran infeksi selulitis dan mencegah infeksi baru mengingat kondisi imunokompromais akibat CKD, hiperglikemia, dan hipoalbuminemia.
Kode SIKI: I.05131
Deskripsi : Manajemen Infeksi. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Memantau tanda-tanda vital, khususnya suhu. 2) Melakukan perawatan luka selulitis dengan teknik aseptik dan antiseptik. 3) Memantau karakteristik luka (kemerahan, bengkak, nyeri, panas, drainage). 4) Kolaborasi pemberian antibiotik sesuai resep dan evaluasi efektivitasnya. 5) Meningkatkan pertahanan tubuh dengan memastikan nutrisi adekuat (tantangan pada hipoalbumin dan anorexia pada CKD). 6) Melakukan edukasi pada pasien/keluarga tentang pentingnya kebersihan tangan dan perawatan luka. 7) Memantau hasil laboratorium seperti leukosit dan kultur.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0003
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme.
Kode SLKI: L.03048
Deskripsi : Status nutrisi pasien membaik. Kriteria hasil meliputi: 1) Berat badan stabil atau meningkat menuju target. 2) Nilai laboratorium terkait nutrisi dalam batas normal (peningkatan kadar albumin dari kondisi hipoalbumin). 3) Asupan makanan dan cairan mencukupi kebutuhan. 4) Tidak menunjukkan tanda malnutrisi. Pasien dengan CKD, infeksi akut (selulitis), dan kemungkinan anorexia memiliki risiko tinggi malnutrisi. Hipoproteinemia/hipoalbumin memperberat edema dan menghambat penyembuhan luka.
Kode SIKI: I.05118
Deskripsi : Manajemen Nutrisi. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Mengkaji asupan makanan dan cairan pasien. 2) Memantau berat badan secara teratur. 3) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan nutrisi khusus (diet renal, cukup kalori, pembatasan kalium karena hiperkalemia ringan, dan peningkatan protein bernilai biologis tinggi dengan pertimbangan fungsi ginjal). 4) Memberikan makanan dalam porsi kecil tapi sering. 5) Memantau kadar albumin, elektrolit (K), ureum, kreatinin. 6) Kolaborasi pemberian suplemen nutrisi atau albumin sesuai indikasi. 7) Menciptakan lingkungan makan yang nyaman.
Kondisi: Kebersihan Mulut Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0044
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan gigi dan jaringan mulut secara mandiri atau dengan bantuan.
Kode SLKI: L.03107
Deskripsi : Pasien mempertahankan kebersihan mulut yang baik. Kriteria hasil meliputi: 1) Mukosa mulut lembab, bersih, dan utuh. 2) Tidak ada bau mulut. 3) Gigi dan gusi bersih. 4) Pasien/keluarga mendemonstrasikan teknik perawatan mulut yang tepat. Kondisi pasien yang lemah, delirium, dan mungkin mengalami mual atau nafsu makan menurun meningkatkan risiko kebersihan mulut yang buruk, yang dapat menjadi sumber infeksi sekunder dan memperburuk keadaan umum.
Kode SIKI: I.05194
Deskripsi : Perawatan Mulut. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Mengkaji kondisi rongga mulut (mukosa, lidah, gusi) setiap hari. 2) Membersihkan rongga mulut pasien secara teratur (setelah makan dan sebelum tidur) dengan teknik yang tepat, menggunakan sikat lembut atau kasa. 3) Menggunakan cairan pembersih mulut yang sesuai (misal, klorheksidin encer jika diinstruksikan). 4) Memelihara kelembaban bibir dengan lip balm. 5) Mengajarkan keluarga cara melakukan perawatan mulut jika pasien tidak mampu. 6) Memantau dan melaporkan tanda-tanda infeksi atau iritasi di mulut.
-
Article No. 24472 | 14 Mar 2026
Klinis : Pasien wanita, usia 30 tahun, datang dengan Frekuensi nadi meningkat (110 x/menit) Nadi teraba lemah Tekanan darah menurun (90/60 mmHg) Tekanan nadi menyempit Turgor kulit menurun Bibir pucat Perdarahan di jalan lahir akibat retensio plasenta
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Hipovolemia
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Penurunan volume sirkulasi darah.
Kode SLKI: L.03114
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit tercapai.
Kode SIKI: I.01222
Deskripsi : Pemantauan tanda-tanda vital.
Kondisi: Risiko Syok Hipovolemik
Kode SDKI: D.0021
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan perfusi jaringan yang mengancam jiwa akibat kehilangan cairan atau darah.
Kode SLKI: L.03114
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit tercapai.
Kode SIKI: I.01222
Deskripsi : Pemantauan tanda-tanda vital.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset yang tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan diperkirakan berakhir dalam waktu kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.08011
Deskripsi : Kontrol nyeri.
Kode SIKI: I.08030
Deskripsi : Manajemen nyeri.
-
Article No. 24450 | 13 Mar 2026
Klinis : P/B datang dengan keluhan nyeri ulu hati menjalar ke dada kiri tembus ke belakang sejak 2jam yang lalu hilang timbul, disertai keringat dingin. BAB dan BAK dbn. Mual - muntah - KU Sedang, GCS E4V5M6 TD: 114/70 HR: 90x/m RR: 22x/m SB: 36.3 C SpO2: 99 % room air Mata : CA -/- SI -/- Mulut : dbn Thorax : Simetris ka/ki BJ I-II, irreguler, bising (-) Paru : SDV +/+ rbh -/- rbk -/-whz -/- Abdomen :supel, BU (+) lemah, NT (-) Genatalia : tidak ada kelainan Ekstremitas Superior dan inferior: akral hangat +/+, CRT <2 detik
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut (berkaitan dengan iskemia miokard)
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut (International Association for the Study of Pain); tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi dalam waktu kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : SLKI ini bertujuan untuk mengatasi nyeri akut yang dialami pasien. Tindakan keperawatan difokuskan pada pengurangan atau penghilangan nyeri hingga tingkat yang dapat ditoleransi pasien, yang ditandai dengan skala nyeri menurun, ekspresi wajah rileks, tanda-tanda vital dalam rentang normal, dan pasien melaporkan penurunan nyeri. Perawat akan melakukan pengkajian nyeri yang komprehensif meliputi lokasi (ulu hati menjalar ke dada kiri tembus belakang), karakteristik, intensitas (dapat menggunakan skala 0-10), faktor pencetus dan pereda, serta durasi (hilang timbul sejak 2 jam lalu). Pengkajian juga mencakup respons fisiologis (seperti keringat dingin, peningkatan HR dan RR) dan perilaku terhadap nyeri. Manajemen nyeri dilakukan dengan pendekatan farmakologis (kolaborasi pemberian analgetik seperti nitrogliserin, morfin sesuai protokol sindrom koroner akut) dan non-farmakologis (seperti teknik relaksasi napas dalam, menciptakan lingkungan yang tenang, posisi yang nyaman). Edukasi diberikan kepada pasien tentang pentingnya melaporkan nyeri, cara menggunakan skala nyeri, dan untuk tidak menahan nyeri karena dapat memperberat kondisi iskemia. Pemantauan terus-menerus terhadap respons terapi nyeri dan efek samping obat dilakukan untuk mengevaluasi keefektifan intervensi.
Kode SIKI: I.08006
Deskripsi : Intervensi ini merupakan tindakan spesifik untuk mengelola nyeri akut. Perawat akan: 1. Kaji nyeri secara komprehensif (PQRST: Provocation/Palliation, Quality, Region/Radiation, Severity, Time) segera dan setelah intervensi. 2. Monitor tanda-tanda vital dan respons fisiologis terhadap nyeri (seperti TD, HR, RR, keringat dingin). 3. Kolaborasi pemberian terapi farmakologis sesuai pesanan (analgetik, antiangina) dengan mempertimbangkan kontraindikasi dan memantau efek samping (seperti hipotensi dari nitrogliserin). 4. Lakukan intervensi non-farmakologis: ajarkan teknik distraksi dan relaksasi napas dalam untuk mengurangi ansietas yang memperberat nyeri. 5. Bantu pasien menemukan posisi yang nyaman, biasanya semi-Fowler, untuk mengurangi beban kerja jantung. 6. Berikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang sifat nyeri yang dialami (sebagai tanda peringatan iskemia jantung), pentingnya istirahat total untuk mengurangi konsumsi oksigen miokard, dan kapan harus melaporkan nyeri yang memberat. 7. Ciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman untuk mendukung istirahat. 8. Evaluasi efektivitas intervensi nyeri dengan menanyakan skala nyeri dan mengobservasi tanda klinis lainnya secara berkala. 9. Dokumentasikan semua temuan, intervensi, dan respons pasien secara akurat dan berkelanjutan.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas (berkaitan dengan ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen miokard)
Kode SDKI: D.0095
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk mempertahankan atau menyelesaikan aktivitas kehidupan sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : SLKI ini bertujuan agar pasien dapat berpartisipasi dalam aktivitas yang sesuai dengan kemampuan fisiologisnya, yang ditandai dengan tanda vital stabil selama aktivitas, tidak mengalami kelelahan berlebihan, dan dapat melakukan aktivitas perawatan diri bertahap. Mengingat pasien datang dengan gejala nyeri dada yang khas iskemia, aktivitas fisik dapat memperberat nyeri dan meningkatkan kebutuhan oksigen jantung yang sudah terganggu. Perawat akan mengkaji tingkat intoleransi aktivitas dengan memantau respons tanda vital (HR, RR, TD, SpO2) dan gejala (nyeri, sesak, keringat dingin) sebelum, selama, dan setelah aktivitas. Pasien akan diinstruksikan untuk tirah baring total selama fase akut untuk meminimalkan beban kerja jantung. Perawat akan membantu semua aktivitas perawatan diri (ADL) seperti mandi, makan, dan eliminasi. Rencana aktivitas ditingkatkan secara bertahap dan terukur sesuai kondisi klinis pasien dan protokol manajemen sindrom koroner akut. Edukasi diberikan tentang pentingnya membatasi aktivitas, mengenali tanda-tanda intoleransi (seperti pusing, lelah, nyeri dada, palpitasi), dan untuk segera melaporkan jika gejala tersebut muncul. Kolaborasi dengan tim medis dilakukan untuk menilai kemajuan dan menentukan batasan aktivitas yang aman.
Kode SIKI: I.09005
Deskripsi : Intervensi ini merupakan tindakan spesifik untuk mengelola intoleransi aktivitas. Perawat akan: 1. Kaji respons kardiopulmonal terhadap aktivitas (tanda vital, gejala iskemia, dyspnea, kelelahan). 2. Bantu pasien dalam memenuhi semua kebutuhan perawatan diri (ADL) selama fase akut. 3. Rencanakan periode istirahat yang cukup sebelum dan setelah aktivitas terbatas. 4. Ajarkan teknik penghematan energi, seperti melakukan aktivitas secara perlahan dan duduk saat melakukan aktivitas tertentu. 5. Tingkatkan aktivitas secara bertahap sesuai dengan protokol dan toleransi pasien, dimulai dari aktivitas pasif di tempat tidur, duduk di tepi tempat tidur, hingga berdiri dan berjalan jarak pendek dengan pengawasan. 6. Monitor dan batasi pengunjung untuk memastikan pasien cukup istirahat. 7. Kolaborasi dengan tim gizi untuk memastikan diet yang mudah dicerna dan tidak memberatkan kerja jantung. 8. Edukasi pasien dan keluarga tentang pembatasan aktivitas dan rencana peningkatan aktivitas bertahap. 9. Dokumentasi tingkat aktivitas dan respons pasien terhadap setiap peningkatan aktivitas.
Kondisi: Ansietas (berkaitan dengan ancaman terhadap status kesehatan dan perubahan dalam peran kehidupan)
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Perasaan tidak nyaman samar-samar atau takut disertai dengan respons otonom (sumbernya seringkali tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu); perasaan khawatir karena antisipasi bahaya. Merupakan sinyal peringatan akan adanya ancaman yang diketahui.
Kode SLKI: L.14001
Deskripsi : SLKI ini bertujuan untuk mengurangi tingkat ansietas pasien, yang ditandai dengan pasien dapat mengungkapkan perasaannya, menunjukkan tanda-tanda fisik ansietas menurun (seperti tidak berkeringat dingin), tanda vital stabil, dan mampu menggunakan strategi koping yang adaptif. Keadaan nyeri dada akut yang mengancam jiwa sering memicu respons ansietas yang tinggi, yang justru dapat memperburuk kondisi jantung karena meningkatkan katekolamin dan beban kerja jantung. Perawat akan mengkaji tingkat ansietas melalui observasi perilaku (ketegangan wajah, kegelisahan), laporan subjektif, dan respons fisiologis (peningkatan HR dan RR). Perawat memberikan pendekatan yang menenangkan, komunikasi terapeutik, dan memberikan informasi yang jujur namun meyakinkan tentang kondisi, prosedur, dan rencana perawatan untuk mengurangi ketidakpastian. Pasien didorong untuk mengekspresikan perasaan takut atau khawatirnya. Perawat juga akan melibatkan keluarga dalam memberikan dukungan emosional. Teknik relaksasi sederhana seperti napas dalam dan distraksi diajarkan untuk membantu pasien mengelola perasaan cemasnya. Lingkungan yang tenang dan suportif diupayakan untuk mengurangi stresor eksternal.
Kode SIKI: I.14029
Deskripsi : Intervensi ini merupakan tindakan spesifik untuk mengurangi ansietas. Perawat akan: 1. Kaji tingkat ansietas dan faktor penyebabnya (ketakutan akan kematian, prosedur, ketidaktahuan). 2. Temani pasien dan gunakan komunikasi terapeutik dengan suara tenang dan empatik. 3. Berikan informasi yang jelas, singkat, dan akurat tentang diagnosis, prosedur pemeriksaan (seperti EKG, enzim jantung), dan rencana perawatan. 4. Validasi perasaan pasien bahwa perasaan cemas adalah wajar dalam situasinya. 5. Ajarkan teknik relaksasi napas dalam dan pandu pasien untuk melakukannya. 6. Kurangi stimulasi lingkungan yang tidak perlu (misalnya, suara alarm, keributan) dengan memodifikasi lingkungan sekitar. 7. Kolaborasi pemberian terapi farmakologis untuk ansietas jika diperlukan sesuai pesanan dokter. 8. Libatkan keluarga untuk memberikan dukungan dan kehadiran yang menenangkan. 9. Bantu pasien mengidentifikasi mekanisme koping positif yang biasa digunakannya. 10. Evaluasi efektivitas intervensi dengan menilai penurunan tanda-tanda ansietas baik secara
Article No. 24451 | 13 Mar 2026
Klinis : Pasien datang dengan keluhan penurunan kesadaran dan sesak sejak 2 hari yang lalu, batuk, muntah 2 kali RPD/ TB, jantung, hipertensi, DM , riwayat mondok di rs ibnusina sejak tanggal 11 - 03-2026 KU lemah, E1V1M1 TD: 231/125 S: 36,5 N: 63 RR: 20 Status generalis Mata RC +/+, isokor 3mm/3mm, CA +/+ Thorax SDV +/+ RBH -/- RBK +/+ WHZ -/- Abdomen supel, BU (+), NT (-) Ext atas akral hangat , CRT < 2 detik, oedem -/- Ext Bawah akral hangat , CRT < 2 detik, oedem +/+ Status Neurologis Sensorik sde motorik sde Refleks fisiologis: +3/+3// +3/+3 Refleks patologis: (-) Nistagmus: (-) Parese NC. XII (-) Parese NC. VII (-) Blink to threat (-) Visual pursuit (-) Voluntary eye movement (-) Meningeal sign (-) NIHSS: 33 FR: DM, jantung, hipertensi Komplikasi tirah baring: - Infeksi: - - Stress ulcer: - - DVT: - - Disfagia: - - cemas: - Komorbid: TB, hipertensi, dm, jantung Hasil lab 12/3/26 Hemoglobin 12.35 Eritrosit 4.34 Hematokrit 35.3 (L) Lekosit 37.54 DUPLO L Trombosit 304 KIMIA KLINIK Natrium (Na) 141 Kalium (K) 5.9 Chlorida (Cl) 109 Calsium (Ca2+) 1.1 pH 7.47 Fungsi Ginjal Ureum 130.5 (H) Kreatinin 3.87 (H) Jantung CK-MB 75 (H) CT scan menunggu hasil Thorax menunggu hasil
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Risiko terjadinya ketidakadekuatan volume darah yang dipompa oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.03101
Deskripsi : Tekanan darah dalam rentang yang diharapkan. SLKI ini relevan sebagai tujuan untuk mengatasi masalah hipertensi berat yang menjadi faktor risiko utama penurunan curah jantung pada pasien ini. Data pasien menunjukkan krisis hipertensi (TD: 231/125) yang sangat memberatkan kerja jantung. Peningkatan afterload yang ekstrem ini dapat menyebabkan gagal jantung. Tujuan keperawatan adalah menurunkan dan menstabilkan tekanan darah secara bertahap ke rentang target melalui terapi farmakologis dan modifikasi gaya hidup, sehingga mengurangi beban kerja jantung dan mencegah komplikasi lebih lanjut seperti edema paru atau iskemia miokard. Pemantauan tekanan darah yang ketat, evaluasi respons terhadap terapi antihipertensi, dan edukasi pasien/keluarga tentang pentingnya kepatuhan pengobatan merupakan intervensi kunci untuk mencapai luaran ini.
Kode SIKI: I.05021
Deskripsi : Memonitor tekanan darah. Intervensi ini sangat krusial mengingat kondisi hipertensi emergensi pasien. Perawat akan melakukan pemantauan tekanan darah secara berkala (misalnya setiap 15-30 menit awal stabilisasi) dengan teknik yang akurat, mencatat trennya, dan melaporkan setiap perubahan signifikan. Pemantauan tidak hanya frekuensi tetapi juga memperhatikan gejala yang menyertai seperti nyeri dada, sesak napas, atau penurunan kesadaran lebih lanjut. Data ini digunakan untuk mengevaluasi efektivitas pemberian obat antihipertensi intravena dan menyesuaikan dosis sesuai protokol. Selain itu, memastikan lingkungan tenang, membatasi aktivitas, serta memposisikan pasien dengan nyaman juga bagian dari manajemen untuk membantu menurunkan tekanan darah.
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SDKI: D.0013
Deskripsi Singkat: Risiko variasi kadar glukosa darah dari rentang normal, yang dapat mengancam jiwa.
Kode SLKI: L.06020
Deskripsi : Kadar glukosa darah dalam rentang yang diharapkan. Pasien memiliki komorbid Diabetes Melitus (DM) dan datang dalam kondisi akut dengan penurunan kesadaran. Stres akibat kondisi akut (kemungkinan stroke, infeksi) dan hasil lab kalium tinggi (5.9) yang dapat terkait dengan status metabolik, sangat berisiko menyebabkan ketidakstabilan glukosa darah baik hiperglikemia maupun hipoglikemia. Hiperglikemia akut dapat memperburuk outcome neurologis pada stroke dan meningkatkan risiko infeksi. Tujuan keperawatannya adalah mempertahankan kadar glukosa darah dalam rentang target yang ditentukan melalui pemantauan berkala, terapi insulin sesuai protokol, dan memastikan kebutuhan nutrisi/nutrisi parenteral terpenuhi dengan tepat. Stabilitas glukosa darah mendukung penyembuhan dan mencegah komplikasi metabolik tambahan.
Kode SIKI: I.08013
Deskripsi : Memonitor kadar glukosa darah. Intervensi ini melibatkan pengukuran glukosa darah kapiler secara rutin (misalnya setiap 1-6 jam tergantung stabilitas) dengan alat yang terkalibrasi. Perawat harus mampu menginterpretasikan hasil, mengenali gejala hipo/hiperglikemia (terutama pada pasien dengan penurunan kesadaran dimana gejala tidak khas), dan mengambil tindakan sesuai protokol seperti pemberian insulin atau dekstrosa. Dokumentasi yang akurat tentang nilai glukosa, waktu, dosis insulin yang diberikan, serta respons pasien sangat penting. Koordinasi dengan tim medis untuk penyesuaian regimen terapi diabetes juga merupakan bagian integral dari intervensi ini.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Jalan napas paten. Meskipun RR 20 masih dalam rentang normal, pasien datang dengan keluhan sesak dan batuk, serta memiliki kondisi penurunan kesadaran (E1V1M1, NIHSS 33 sangat berat). Penurunan kesadaran sangat berisiko menyebabkan ketidakefektifan bersihan jalan napas akibat hilangnya refleks batuk, akumulasi sekret, dan risiko aspirasi. Tujuan keperawatan adalah mempertahankan kepatenan jalan napas dengan memastikan tidak ada sumbatan, suara napas bersih (ronkhi basah didapatkan pada pemeriksaan), dan saturasi oksigen adekuat. Ini dapat dicapai dengan posisi semi-fowler atau lateral jika aman, penghisapan lendir (suction) rutin, serta pemberian oksigen sesuai kebutuhan. Mencegah pneumonia aspirasi adalah tujuan kritis pada pasien dengan kondisi neurologis berat ini.
Kode SIKI: I.04003
Deskripsi : Manajemen jalan napas. Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan untuk memastikan jalan napas tetap terbuka dan fungsi pernapasan optimal. Pada pasien ini meliputi: pemantauan terus-menerus terhadap pola, kedalaman, dan usaha pernapasan serta saturasi oksigen; auskultasi suara napas secara berkala untuk mendeteksi adanya ronkhi atau wheezing; melakukan fisioterapi dada jika memungkinkan; melakukan suction orofaring/nasofaring dengan teknik steril sesuai indikasi berdasarkan adanya suara sekret atau penurunan saturasi; memposisikan pasien untuk memaksimalkan ekspansi paru dan drainase sekret; serta siap dengan alat bantu jalan napas (airway) dan alat suction di tempat tidur pasien. Edukasi kepada keluarga tentang tanda-tanda distress pernapasan juga penting.
Kondisi: Gangguan Eliminasi Urine
Kode SDKI: D.0028
Deskripsi Singkat: Gangguan dalam pengeluaran urine.
Kode SLKI: L.07006
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit. Data laboratorium menunjukkan gangguan fungsi ginjal yang berat (Ureum 130.5, Kreatinin 3.87) dan hiperkalemia (Kalium 5.9). Kondisi ini mengindikasikan kemungkinan gagal ginjal akut atau dekompensasi kronis, yang sangat mengganggu eliminasi urine dan keseimbangan elektrolit. Hipertensi maligna yang diderita pasien juga merupakan penyebab umum kerusakan ginjal. Tujuan keperawatan adalah mencapai dan mempertahankan keseimbangan cairan serta elektrolit serum mendekati normal. Ini memerlukan pemantauan ketat balance cairan (intake-output), pembatasan cairan dan kalium sesuai instruksi, serta kolaborasi untuk terapi seperti dialisis jika diperlukan. Mengontrol tekanan darah juga bagian penting untuk melindungi fungsi ginjal lebih lanjut.
Kode SIKI: I.07170
Deskripsi : Manajemen hiperkalemia. Intervensi ini spesifik ditujukan untuk menangani kadar kalium yang tinggi dan mengancam jiwa (5.9). Tindakan perawat meliputi: memantau tanda-tanda elektrokardiografi (EKG) perubahan yang terkait hiperkalemia (gelombang T meninggi, interval QRS melebar) karena risiko aritmia fatal; membatasi asupan makanan/obat yang mengandung kalium; mengadministrasikan terapi medis sesuai pesanan seperti kalsium glukonat untuk menstabilkan membran jantung, insulin dengan glukosa untuk mendorong kalium ke dalam sel, atau resin pengikat kalium; mempersiapkan dan membantu prosedur dialisis jika diperlukan; serta memantau hasil laboratorium ulang kalium setelah terapi. Edukasi kepada keluarga tentang kondisi dan pembatasan diet juga diberikan.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, yang timbul secara tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan diperkirakan berakhir dalam waktu 3 bulan.
Kode SLKI: L.100301
Deskripsi : Tingkat nyeri terkontrol. Pasien dengan penurunan kesadaran berat (E1V1M1) tidak dapat melaporkan nyeri secara verbal, namun terdapat beberapa indikator potensial nyeri seperti muntah dan hasil CK-MB tinggi (75) yang dapat mengindikasikan iskemia miokard. Nyeri kepala juga sangat mungkin terjadi pada krisis hipertensi dan stroke. Tujuan keperawatan adalah mencegah dan meminimalkan pengalaman nyeri dengan memantau tanda-tanda nyeri nonverbal (perubahan tanda vital, gelisah, ekspresi wajah), memberikan analgesia sesuai protokol (dengan hati-hati mengingat penurunan kes
Article No. 24452 | 13 Mar 2026
Klinis : Mual muntah 1 minggu Umur 58 Jenis kelamin laki laki
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Mual Muntah Kronis
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko ketidakseimbangan volume cairan berhubungan dengan kehilangan cairan aktif sekunder akibat muntah.
Kode SLKI: L.03114
Deskripsi : SLKI L.03114 berfokus pada pemantauan dan pemeliharaan keseimbangan cairan dan elektrolit. Pada pasien laki-laki usia 58 tahun dengan mual muntah selama 1 minggu, intervensi keperawatan diarahkan untuk mencegah dehidrasi dan komplikasi terkait. Langkah pertama adalah melakukan pengkajian menyeluruh terhadap tanda-tanda vital, khususnya tekanan darah (risiko hipotensi ortostatik), nadi (takikardia kompensasi), dan suhu. Pengkajian status hidrasi meliputi pemeriksaan turgor kulit, membran mukosa, dan produksi urin (output). Pemantauan intake dan output cairan secara ketat menjadi indikator utama. Perawat akan berkolaborasi dalam pemberian terapi cairan intravena sesuai resep dokter untuk mengatasi defisit volume, sekaligus memantau respons hemodinamik pasien. Pemantauan hasil laboratorium seperti elektrolit (natrium, kalium, klorida), BUN, dan kreatinin sangat penting untuk mendeteksi ketidakseimbangan. Edukasi pada pasien dan keluarga mengenai pentingnya asupan cairan sedikit-sedikit namun sering, serta tanda-tanda dehidrasi yang harus diwaspadai, juga merupakan bagian integral dari SLKI ini. Tujuannya adalah mempertahankan tekanan darah sistolik >90 mmHg, nadi 60-100x/menit, turgor kulit baik, mukosa lembab, dan balance cairan yang seimbang dalam 24 jam.
Kode SIKI: I.05229
Deskripsi : SIKI I.05229 adalah intervensi spesifik untuk mengatasi mual dan muntah. Pada kasus ini, intervensi dimulai dengan pengkajian karakteristik muntah (frekuensi, volume, warna, konsistensi) dan faktor pemicu atau pereda. Perawat menciptakan lingkungan yang nyaman, bebas dari bau menyengat yang dapat memperberat mual. Posisi tubuh pasien diatur untuk mencegah aspirasi, seperti setengah duduk atau miring jika harus berbaring. Manajemen diet dilakukan dengan kolaborasi ahli gizi, dimulai dengan pemberian cairan jernih dingin dalam jumlah kecil (misalnya, 30-60 ml setiap 15-30 menit), kemudian diet lunak jika muntah terkontrol. Teknik non-farmakologis seperti relaksasi napas dalam, distraksi, atau akupresur pada titik tertentu dapat diajarkan. Pemberian obat antiemetik sesuai resep dokter adalah tindakan kunci, dan perawat harus memantau efektivitas serta efek sampingnya. Perawat juga mengajarkan pasien untuk menghindari gerakan tiba-tiba yang dapat memicu mual. Monitoring ketat terhadap frekuensi dan volume muntah terus dilakukan untuk mengevaluasi keberhasilan intervensi dan mendeteksi komplikasi seperti perdarahan saluran cerna (muntah darah atau coffee ground). Intervensi ini bertujuan mengurangi frekuensi muntah hingga berhenti, memungkinkan asupan oral yang adekuat, dan meningkatkan kenyamanan pasien.
Article No. 24453 | 13 Mar 2026
Klinis : Data Subyektif: Keluarga mengatakan belum mengetahui secara jelas mengenai cara merawat pasien stroke di rumah. Keluarga menyatakan belum mengetahui latihan atau terapi yang dapat dilakukan untuk membantu pemulihan pasien. Keluarga mengatakan hanya melakukan perawatan seadanya sesuai kemampuan. Data Obyektif: Keluarga tampak kurang memahami proses rehabilitasi pasien stroke. Tidak terlihat adanya program latihan atau rehabilitasi yang dilakukan secara rutin pada pasien. Berdasarkan hasil pengkajian, keluarga belum pernah mendapatkan edukasi kesehatan terkait perawatan pasien stroke.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Kurangnya Pengetahuan Perawatan Pasien Stroke di Keluarga
Kode ICD-10: Z71.8
Deskripsi Singkat : Kode Z71.8 mengacu pada "Konseling dan saran medis lainnya, tidak diklasifikasikan di tempat lain". Dalam konteks ini, kode ini digunakan untuk menandai alasan kontak dengan layanan kesehatan, yaitu kurangnya pengetahuan dan pemahaman keluarga dalam merawat anggota keluarga pasca stroke. Kondisi yang digambarkan bukanlah penyakit pasien, melainkan situasi di mana keluarga (sebagai bagian dari sistem pendukung pasien) memiliki kesenjangan informasi yang kritis. Mereka tidak memahami proses rehabilitasi stroke, tidak melakukan program latihan rutin, dan hanya memberikan perawatan dasar seadanya karena belum pernah mendapatkan edukasi kesehatan yang memadai. Hal ini berisiko menghambat pemulihan fungsional pasien, meningkatkan kemungkinan komplikasi sekunder (seperti kontraktur atau pneumonia), dan memperburuk beban perawatan. Penggunaan kode Z ini penting dalam rekam medis untuk mendokumentasikan kebutuhan akan intervensi edukasi dan pelatihan perawatan mandiri (self-management) bagi keluarga, yang merupakan komponen esensial dari tata laksana stroke komprehensif pasca perawatan akut.***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 24454 | 13 Mar 2026
Klinis : sesak nafas 2 hari yll
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida pada membran alveolus-kapiler.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Pertukaran Gas. Tujuan: Pasien menunjukkan pertukaran gas yang adekuat, dibuktikan dengan kriteria hasil: 1) Status pernapasan dalam rentang normal yang diharapkan (frekuensi, irama, kedalaman). 2) Bunyi napas bersih/tidak ada suara tambahan. 3) Status mental dalam rentang normal yang diharapkan. 4) Warna kulit dan membran mukosa dalam rentang normal (tidak sianosis). 5) Keseimbangan asam-basa dalam rentang normal. 6) Gas darah arteri dalam rentang normal. 7) Saturasi oksigen dalam rentang normal. 8) Tidak dispnea atau ortopnea. 9) Tidak menggunakan otot bantu pernapasan. 10) Tidak gelisah.
Kode SIKI: 3320
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Intervensi: 1) Buka jalan napas, gunakan teknik chin lift atau jaw thrust jika diperlukan. 2) Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi (mis., posisi semi-Fowler atau Fowler tinggi). 3) Identifikasi pasien yang memerlukan alat bantu jalan napas. 4) Lakukan fisioterapi dada jika diperlukan. 5) Keluarkan sekret dengan batuk atau pengisapan. 6) Auskultasi bunyi napas, catat adanya bunyi tambahan. 7) Ajarkan batuk efektif dan latihan napas dalam. 8) Dorong istirahat dan batasi aktivitas untuk menurunkan konsumsi oksigen. 9) Pantau status pernapasan dan oksigenasi (frekuensi, irama, kedalaman, upaya pernapasan, saturasi oksigen). 10) Berikan terapi oksigen sesuai program. 11) Pantau respons pasien terhadap terapi oksigen. 12) Bantu perawatan dan/atau pemasangan alat bantu jalan napas (nasal/oral airway, ET tube, trakeostomi). 13) Lakukan penghisapan lendir jalan napas (suction) dengan teknik steril. 14) Berikan pelembab udara/oksigen. 15) Pantau hasil analisis gas darah arteri dan laporan laboratorium terkait. 16) Kolaborasi pemberian bronkodilator, mukolitik, atau obat lain sesuai program. 17) Anjurkan asupan cairan yang adekuat untuk mengencerkan sekret. 18) Monitor status neurologis dan tingkat kesadaran. 19) Ajarkan tanda dan gejala gangguan pertukaran gas yang harus dilaporkan. 20) Ciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman untuk mengurangi kebutuhan oksigen.
Article No. 24455 | 13 Mar 2026
Klinis : esak nafa sejak 2 hari dan memberat sejak satu hari yg lalu,
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Gangguan pertukaran gas adalah keadaan dimana individu mengalami kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida pada membran alveolus-kapiler. Kondisi ini ditandai dengan gejala seperti dispnea (sesak napas), takipnea, sianosis, gelisah, penurunan saturasi oksigen, dan perubahan hasil analisis gas darah. Pada pasien dengan keluhan sesak napas (esak nafa) yang memberat, gangguan pertukaran gas menjadi diagnosis keperawatan yang sangat relevan karena mengancam fungsi dasar kehidupan.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : SLKI 0401 adalah "Perbaikan Pertukaran Gas". Tujuan akhir dari intervensi keperawatan adalah memulihkan atau mempertahankan pertukaran gas yang adekuat. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Saturasi oksigen dalam rentang yang ditetapkan (biasanya >94% pada udara ruangan atau sesuai target terapi), 2) Nilai analisis gas darah (seperti PaO2, PaCO2, pH, dan HCO3) dalam batas normal atau mendekati normal sesuai kondisi pasien, 3) Pasien tidak menunjukkan tanda-tanda distress pernapasan seperti sesak napas, penggunaan otot bantu napas, atau cuping hidung, 4) Tingkat kesadaran baik (compos mentis) dan tidak gelisah, 5) Kulit dan membran mukosa berwarna normal (tidak sianosis), serta 6) Laju dan irama pernapasan dalam rentang normal sesuai usia. Pencapaian SLKI ini menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan efektif dalam mengatasi masalah oksigenasi tubuh pasien.
Kode SIKI: 3350
Deskripsi : SIKI 3350 adalah "Manajemen Jalan Napas". Intervensi ini merupakan tindakan keperawatan utama untuk mendukung perbaikan pertukaran gas. Deskripsi intervensinya meliputi serangkaian tindakan sistematis: 1) Pemantauan: Mengkaji frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha pernapasan; memantau suara napas (mengidentifikasi wheezing, ronki, stridor); memantau saturasi oksigen secara terus menerus; dan mengobservasi tanda sianosis. 2) Posisi: Menempatkan pasien pada posisi yang memudahkan ekspansi dada, seperti semi-Fowler atau Fowler tinggi, untuk memanfaatkan gravitasi membantu pernapasan. 3) Suction: Membersihkan jalan napas dari sekret secara steril jika diperlukan, untuk mempertahankan patensi jalan napas. 4) Terapi Oksigen: Memberikan terapi oksigen sesuai dengan instruksi dokter (nasal kanul, masker, dll) dan memastikan alat berfungsi dengan baik. 5) Latihan Pernapasan: Mengajarkan dan mendorong pasien untuk melakukan latihan napas dalam dan batuk efektif untuk mengoptimalkan ventilasi dan membersihkan jalan napas. 6) Manajemen Lingkungan: Menjaga lingkungan yang bersih, bebas dari alergen atau iritan yang dapat memperburuk pernapasan. 7) Kolaborasi: Berkolaborasi dengan tim kesehatan lain dalam pemberian nebulizer, obat bronkodilator, atau fisioterapi dada sesuai kebutuhan. 8) Edukasi: Memberikan pendidikan kesehatan kepada pasien dan keluarga tentang tanda-tanda distress pernapasan yang harus diwaspadai dan pentingnya kepatuhan terapi. Implementasi SIKI 3350 yang komprehensif dan tepat diharapkan dapat mencapai tujuan yang ditetapkan dalam SLKI 0401, sehingga masalah keperawatan Gangguan Pertukaran Gas (SDKI 0006) dapat teratasi atau terkontrol dengan baik.
Article No. 24456 | 13 Mar 2026
Klinis : DS: Ny J mengeluhkan sulit menahan apabila ingin berkemih secara tiba-tiba. Ny J mengeluhkan sering mengompol terutama pada malam hari setelah bangun tidur DO: Frekuensi berkemih 6-8x Jumlah urin relatif sedikit setiap berkemih Klien sering mengompol sehingga menggunakan popok
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Sebagai seorang perawat profesional, saya akan menganalisis kondisi Ny. J berdasarkan data yang tersedia dan merumuskan diagnosis keperawatan sesuai Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), serta merencanakan intervensi dan luaran menggunakan Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI).
Article No. 24457 | 13 Mar 2026
Klinis : Keluarga Tn. U yang tinggal di Desa Tumbang Panyahuan RT 02 terdiri dari Tn. U (60 tahun) sebagai kepala keluarga yang bekerja sebagai petani/pekebun dengan pendidikan terakhir SMP, Ny. R (51 tahun) sebagai istri, serta tiga orang anak yaitu Tn. A (23 tahun), An. F (17 tahun), dan An. R (15 tahun). Penghasilan keluarga sekitar Rp3.000.000 per bulan yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, pendidikan anak, listrik, air, dan kebutuhan lain. Tipe keluarga adalah keluarga inti dan hubungan antar anggota keluarga cukup baik serta komunikasi berlangsung terbuka.  Pada riwayat kesehatan keluarga, Ny. R diketahui menderita hipertensi dengan hasil pemeriksaan tekanan darah 183/128 mmHg, nadi 92x/menit, respirasi 20x/menit, dan suhu 36,2°C. Ny. R mengeluhkan gangguan penglihatan pada mata kanan yang tampak kabur serta konjungtiva sedikit anemis. Riwayat penyakit keturunan juga ditemukan karena ayah Ny. R memiliki riwayat hipertensi. Anggota keluarga lainnya dalam kondisi sehat dengan tanda vital dalam batas normal.  Keluarga hanya mengetahui bahwa Ny. R mengalami “darah tinggi”, namun pengetahuan keluarga mengenai hipertensi masih terbatas, termasuk mengenai penyebab, cara perawatan, diet, dan pencegahan komplikasi. Keluarga juga belum mengetahui cara merawat anggota keluarga yang menderita hipertensi secara benar. Dalam pengambilan keputusan kesehatan, keluarga biasanya hanya membawa Ny. R ke puskesmas apabila keluhan dirasakan berat atau jika Ny. R meminta diantar. Selain itu, keluarga sering membeli obat di warung dan belum memanfaatkan fasilitas kesehatan secara optimal karena jarak puskesmas cukup jauh dan keterbatasan kendaraan.  Dari segi pola hidup dan gizi keluarga, makanan sehari-hari cukup terpenuhi dan keluarga menyukai sayuran, namun keluarga belum mengetahui diet khusus untuk penderita hipertensi dan masih mengonsumsi garam secara berlebihan. Keluarga juga menganggap keluhan hipertensi sebagai masalah biasa yang tidak terlalu berbahaya sehingga cenderung melakukan penyangkalan terhadap risiko penyakit tersebut.  Lingkungan rumah cukup mendukung kesehatan, rumah milik sendiri dengan luas sekitar 60 m², ventilasi dan pencahayaan cukup, tersedia jamban dengan septik tank, serta lingkungan rumah relatif bersih. Keluarga juga memiliki dukungan sosial yang baik dari tetangga serta memanfaatkan BPJS kesehatan jika membutuhkan pelayanan kesehatan.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan Keluarga
Kode SDKI: 0003
Deskripsi Singkat: Suatu kondisi dimana keluarga mengalami atau berisiko mengalami ketidakmampuan dalam mengintegrasikan program terapeutik ke dalam aktivitas sehari-hari untuk mencapai tujuan kesehatan dan kesejahteraan.
Kode SLKI: 2002
Deskripsi : Manajemen program terapeutik keluarga efektif. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Keluarga mengidentifikasi program terapeutik yang dibutuhkan anggota keluarga; 2) Keluarga berpartisipasi dalam pelaksanaan program terapeutik; 3) Keluarga memodifikasi lingkungan untuk mendukung program terapeutik; 4) Keluarga memanfaatkan sumber daya yang tersedia untuk mendukung program terapeutik; 5) Keluarga memantau respons anggota keluarga terhadap program terapeutik; 6) Keluarga melaporkan hambatan dalam pelaksanaan program terapeutik; 7) Keluarga mengevaluasi efektivitas program terapeutik. Pada kasus keluarga Tn. U, fokus intervensi adalah mencapai kriteria 1, 2, 3, 4, dan 6 terkait manajemen hipertensi Ny. R.
Kode SIKI: 4201
Deskripsi : Fasilitasi manajemen program terapeutik. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Identifikasi bersama keluarga tentang program terapeutik yang dibutuhkan (penyebab, perawatan, diet, pencegahan komplikasi hipertensi); 2) Diskusikan dengan keluarga tentang pentingnya kepatuhan terhadap program terapeutik; 3) Bantu keluarga mengembangkan rencana untuk melaksanakan program terapeutik (jadwal minum obat, kontrol tekanan darah, diet rendah garam); 4) Ajarkan keluarga keterampilan yang diperlukan untuk melaksanakan program terapeutik (cara mengukur tekanan darah, memilih makanan rendah garam, mengenali tanda bahaya); 5) Bantu keluarga mengidentifikasi sumber daya yang tersedia (BPJS, dukungan tetangga, fasilitas kesehatan terdekat) dan cara mengaksesnya; 6) Bantu keluarga memodifikasi lingkungan rumah (misal: menyediakan tempat yang tenang untuk istirahat, menyusun menu keluarga) untuk mendukung program terapeutik; 7) Motivasi keluarga untuk berpartisipasi aktif dalam perawatan Ny. R; 8) Bantu keluarga mengidentifikasi dan mengatasi hambatan (jarak, transportasi, persepsi penyakit yang salah) dalam melaksanakan program terapeutik; 9) Anjurkan keluarga untuk membuat catatan perkembangan kesehatan dan kepatuhan terapi.
Kondisi: Kurang Pengetahuan tentang Penyakit, Prognosis, dan Pengobatan
Kode SDKI: 0007
<>Deskripsi Singkat: Suatu kondisi dimana keluarga mengalami atau berisiko mengalami kekurangan informasi kognitif terkait kondisi, prosedur, dan perawatan kesehatan.
Kode SLKI: 1803
Deskripsi : Pengetahuan: Pengelolaan penyakit. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Keluarga menyatakan pemahaman tentang penyakit (hipertensi); 2) Keluarga menyatakan pemahaman tentang faktor risiko dan penyebab (keturunan, diet garam); 3) Keluarga menyatakan pemahaman tentang tanda dan gejala (penglihatan kabur, tekanan darah sangat tinggi); 4) Keluarga menyatakan pemahaman tentang komplikasi yang mungkin terjadi (stroke, gangguan ginjal, jantung); 5) Keluarga menyatakan pemahaman tentang regimen pengobatan (kepatuhan obat, kontrol rutin); 6) Keluarga mendemonstrasikan perilaku perawatan diri yang tepat (diet, aktivitas, monitoring). Pada kasus ini, pengetahuan keluarga yang terbatas tentang hipertensi menjadi akar dari masalah manajemen yang tidak efektif.
Kode SIKI: 5520
Deskripsi : Pendidikan Kesehatan. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Kaji tingkat pengetahuan dan kesiapan belajar keluarga; 2) Jelaskan tentang hipertensi (pengertian, penyebab termasuk faktor keturunan, proses terjadinya); 3) Jelaskan tanda dan gejala hipertensi serta tanda bahaya (seperti tekanan darah 183/128 mmHg dan penglihatan kabur); 4) Jelaskan komplikasi jangka panjang hipertensi yang berbahaya untuk mengubah persepsi bahwa hipertensi adalah "masalah biasa"; 5) Ajarkan tentang prinsip diet hipertensi (membatasi garam, lemak, meningkatkan sayur & buah) dan beri contoh menu; 6) Jelaskan pentingnya obat antihipertensi rutin dan bahaya membeli obat sembarangan di warung; 7) Ajarkan cara memantau tekanan darah dan tanda-tanda klinis; 8) Diskusikan pentingnya kontrol kesehatan rutin ke fasilitas kesehatan meskipun jarak jauh, dengan memanfaatkan BPJS; 9) Berikan bahan pendidikan kesehatan (leaflet, poster) yang sesuai; 10) Evaluasi pemahaman keluarga dengan metode tanya jawab atau demonstrasi.
Kondisi: Risiko Perubahan Nutrisi: Lebih dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: 0002
Deskripsi Singkat: Suatu kondisi dimana keluarga mengalami atau berisiko mengalami asupan nutrisi yang melebihi kebutuhan metabolik.
Kode SLKI: 1602
Deskripsi : Status Nutrisi. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Keluarga mengidentifikasi faktor risiko terkait nutrisi lebih dari kebutuhan (konsumsi garam berlebihan); 2) Keluarga memilih jenis dan jumlah makanan sesuai kebutuhan (diet rendah garam); 3) Keluarga memantau asupan nutrisi; 4) Keluarga mencapai dan mempertahankan berat badan yang diinginkan. Fokus pada keluarga Tn. U adalah memastikan keluarga, khususnya Ny. R, dapat mengidentifikasi dan mengubah pola konsumsi garam yang berlebihan.
Kode SIKI: 5240
Deskripsi : Manajemen Berat Badan. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Diskusikan dengan keluarga hubungan antara konsumsi garam/natrium berlebihan dengan hipertensi; 2) Bantu keluarga mengidentifikasi kebiasaan makan yang tinggi garam (makanan olahan, penyedap rasa, cara memasak); 3) Ajarkan cara membaca label makanan untuk kandungan natrium; 4) Anjurkan dan latih keluarga dalam teknik memasak rendah garam (menggunakan bumbu alami seperti bawang, jahe, kunyit); 5) Anjurkan peningkatan konsumsi sayuran dan buah-buahan segar yang disukai keluarga; 6) Bantu keluarga menyusun perencanaan menu harian/mingguan yang rendah garam untuk seluruh anggota keluarga sebagai bentuk dukungan; 7) Anjurkan pembatasan konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan kolesterol; 8) Motivasi keluarga untuk memantau berat badan dan tekanan darah secara berkala sebagai umpan balik.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433