Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24504 | 17 Mar 2026
Klinis : Seorang laki-laki berusia 74 tahun tinggal di panti wredha sejak 3 tahun yang lalu. Klien mengalami penyakit diabetes mellitus yang telah dideritanya selama 5 tahun. Sejak istrinya meninggal satu tahun yang lalu, klien dibawa oleh anaknya ke panti wredha tersebut untuk tinggal. Klien mengatakan bahwa ia sering merasa kesepian karena anaknya sudah jarang berkunjung sejak 1 tahun yang lalu. Klien mengatakan bahwa ia jarang keluar rumah, tidak lagi mengikuti kegiatan pengajian di masjid, sering merasa tidak bersemangat, tidur sering terbangun di malam hari, dan merasa hidupnya sekarang “tidak seperti dulu”. Ketika ditanya mengenai agama, klien mengatakan ia beragama Islam dan masih percaya kepada Allah SWT tetapi jarang melakukan ibadah seperti sebelumnya.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Kesepian
Kode SDKI: D.0015
Deskripsi Singkat: Risiko mengalami ketidaknyamanan akibat perasaan kesendirian atau penurunan keterlibatan dengan orang lain yang diinginkan.
Kode SLKI: L.14017
Deskripsi : Klien dapat mengungkapkan perasaan terhubung dengan orang lain. Kriteria hasil: 1) Mengungkapkan perasaan kesepian. 2) Mengidentifikasi penyebab kesepian. 3) Mengidentifikasi dukungan sosial yang tersedia. 4) Melaporkan peningkatan interaksi sosial. 5) Melaporkan kepuasan dengan hubungan sosial.
Kode SIKI: I.01269
Deskripsi : Intervensi untuk memfasilitasi interaksi sosial yang bermakna. Tindakan keperawatan: 1) Kaji persepsi klien tentang penyebab kesepian, dukungan sosial yang ada, dan hambatan untuk bersosialisasi. 2) Dengarkan dengan penuh perhatian dan empati ungkapan perasaan kesepian klien. 3) Bantu klien mengidentifikasi sumber dukungan sosial (misal: keluarga, teman di panti, pengasuh, kelompok kegiatan). 4) Diskusikan dan rencanakan kegiatan sosial yang sesuai minat dan kemampuan klien (misal: mengikuti kegiatan kelompok di panti, menghadiri pengajian jika memungkinkan). 5) Fasilitasi komunikasi dengan keluarga (anak) untuk meningkatkan frekuensi kunjungan atau kontak (telepon/video call). 6) Kolaborasi dengan tim di panti wredha untuk mengikutsertakan klien dalam aktivitas terstruktur. 7) Ajarkan teknik untuk memulai percakapan sederhana dengan orang lain. 8) Berikan reinforcement positif atas setiap usaha klien untuk berinteraksi.
Kondisi: Berduka Disfungsional
Kode SDKI: D.0013
Deskripsi Singkat: Respon emosional, fisik, spiritual, sosial, dan intelektual yang berlebihan dan berkepanjangan terhadap suatu kehilangan yang mengganggu fungsi kehidupan.
Kode SLKI: L.14012
Deskripsi : Klien dapat mengekspresikan perasaan kehilangan dan melanjutkan kehidupan. Kriteria hasil: 1) Mengungkapkan perasaan terkait kehilangan. 2) Mengidentifikasi dampak kehilangan terhadap kehidupan. 3) Melaporkan penurunan gejala fisik dan emosional yang terkait dengan berduka. 4) Menunjukkan minat pada kegiatan saat ini dan rencana masa depan. 5) Mempertahankan hubungan dengan orang lain.
Kode SIKI: I.01265
Deskripsi : Intervensi untuk memfasilitasi proses berduka yang sehat. Tindakan keperawatan: 1) Kaji tahap berduka klien, gejala fisik/emosional, dan dampaknya terhadap fungsi sehari-hari. 2) Ciptakan lingkungan yang suportif dan menerima untuk ekspresi duka. 3) Bantu klien mengidentifikasi dan mengekspresikan perasaan seperti sedih, marah, rasa bersalah, atau kesepian atas kepergian istri dan perubahan hidup (tinggal di panti). 4) Normalisasi perasaan berduka sebagai respon yang wajar. 5) Bantu klien mengidentifikasi kekuatan dan mekanisme koping yang digunakan di masa lalu. 6) Diskusikan makna hubungan dengan almarhumah istri dan kenangan positif. 7) Dukung partisipasi dalam ritual atau praktik spiritual/keagamaan yang bermakna bagi klien untuk menghormati almarhumah. 8) Bantu klien mengeksplorasi peran dan identitas baru setelah kehilangan. 9) Kolaborasi dengan konselor atau tenaga spiritual jika diperlukan.
Kondisi: Koping Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0009
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk mengelola secara valid respons fisiologis atau psikologis terhadap stresor internal atau eksternal.
Kode SLKI: L.13004
Deskripsi : Klien dapat mendemonstrasikan koping yang efektif. Kriteria hasil: 1) Mengidentifikasi kekuatan pribadi dan sumber dukungan. 2) Mengidentifikasi strategi koping yang tidak efektif. 3) Mendemonstrasikan penggunaan strategi koping adaptif. 4) Melaporkan penurunan perasaan tidak berdaya dan putus asa. 5) Menunjukkan peningkatan partisipasi dalam aktivitas yang bermakna.
Kode SIKI: I.01229
Deskripsi : Intervensi untuk meningkatkan kemampuan beradaptasi terhadap stresor. Tindakan keperawatan: 1) Kaji persepsi klien terhadap situasi stres (kehilangan, penyakit kronis, isolasi) dan pola koping yang digunakan (menarik diri, tidak ibadah). 2) Bantu klien mengidentifikasi stresor spesifik dan reaksinya terhadap stresor tersebut. 3) Bantu klien mengevaluasi keefektifan dan konsekuensi dari strategi koping saat ini. 4) Bantu klien mengidentifikasi kekuatan pribadi, dukungan sosial, dan sumber spiritual yang dimiliki. 5) Ajarkan dan latih teknik relaksasi sederhana (napas dalam, relaksasi progresif). 6) Bantu klien mengembangkan strategi pemecahan masalah untuk mengatasi hambatan (misal: cara mengatasi rasa malas untuk ibadah atau bersosialisasi). 7) Fasilitasi pengembangan jadwal aktivitas harian yang terstruktur dan bermakna. 8) Berikan pendidikan tentang dampak stres terhadap kondisi diabetesnya. 9) Berikan pujian dan dukungan untuk setiap upaya positif dalam mengatasi masalah.
Kondisi: Kesiapan untuk Meningkatkan Spiritualitas
Kode SDKI: D.0028
Deskripsi Singkat: Pola pengalaman dan ekspresi yang terintegrasi untuk memperkuat hubungan dengan diri sendiri, orang lain, seni, musik, sastra, alam, dan/atau kekuatan yang lebih besar.
Kode SLKI: L.15004
Deskripsi : Klien dapat menunjukkan peningkatan kesejahteraan spiritual. Kriteria hasil: 1) Mengungkapkan penerimaan terhadap situasi hidup. 2) Melaporkan perasaan damai dan tenang. 3) Menunjukkan kemampuan untuk berdoa/melakukan ibadah sesuai keyakinan. 4) Melaporkan peningkatan makna dan tujuan hidup. 5) Menunjukkan keterhubungan dengan Tuhan, diri sendiri, dan orang lain.
Kode SIKI: I.01327
Deskripsi : Intervensi untuk memfasilitasi pengalaman spiritual. Tindakan keperawatan: 1) Kaji keyakinan, praktik spiritual/ibadah sebelumnya, dan perubahan yang terjadi serta penyebabnya. 2. Dengarkan dengan penuh perhatian ungkapan spiritual klien (perasaan "tidak seperti dulu", keyakinan pada Allah SWT). 3) Tunjukkan sikap menghargai dan tidak menghakimi terhadap keyakinan klien. 4) Fasilitasi akses untuk melakukan praktik ibadah (misal: menyediakan air wudhu, sajadah, Al-Qur'an dengan tulisan besar, jadwal sholat). 5) Kolaborasi dengan pemuka agama (ustadz/da'i) untuk memberikan dukungan dan bimbingan. 6) Bantu klien mengeksplorasi makna hidup dan penyakitnya dalam perspektif spiritual. 7) Anjurkan klien untuk mengingat dan mensyukuri kenangan positif bersama almarhumah istri sebagai bagian dari rasa syukur. 8) Fasilitasi partisipasi dalam kegiatan spiritual kelompok di panti (jika ada), seperti pengajian atau membaca Al-Qur'an bersama. 9) Bantu klien mengintegrasikan nilai-nilai spiritual (sabar, syukur, tawakkal) dalam menghadapi kondisi kesehariannya.
-
Article No. 24505 | 17 Mar 2026
Klinis : DS : Px mengatakan tidak nafsu makan sejak ±6 bulan terakhir. Px mengatakan berat badanya turun sebanyak 10 kg selama 1 tahun terakhir. Px mengatakan hanya makan 2 kali sehari (siang dan malam) dengan komposisi makanan sederhana berupa telur, tahu, tempe, dan terkadang sayuran seperti kangkung serta daun pepaya. Px mengatakan jarang mengonsumsi makanan selingan karena keterbatasan ekonomi. Px mengatakan tubuhnya sering terasa lemas dan mudah lelah. Px mengatakan pernah dirawat di rumah sakit karena diare berat sekitar 5 bulan setelah pulang dari umroh. DO : Berdasarkan dietary recall, asupan energi pasien sekitar 861,2 kkal/hari Px tampak lemas dan kurus Tinggi badan: 149 cm Berat badan: 35 kg Indeks Massa Tubuh (IMT): 15,76 kg/m² → underweight/ gizi buruk Lingkar Lengan (LILA) : 20 cm Mini Nutritional Assessment (MNA) : 16 → malnourished
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Gangguan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: B.1.1
Deskripsi Singkat: Status dimana individu mengalami atau berisiko mengalami asupan nutrisi yang tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: B.1.1.1
Deskripsi : Status nutrisi membaik.
Kode SIKI: B.1.1.1.1
Deskripsi : Monitor asupan makanan dan cairan. Intervensi ini melibatkan pengamatan dan pencatatan secara sistematis tentang jumlah, jenis, dan pola konsumsi makanan serta cairan oleh pasien. Perawat akan melakukan recall 24 jam, food diary, atau observasi langsung untuk mendapatkan data kuantitatif dan kualitatif asupan. Pada pasien ini, dietary recall telah mengungkap asupan energi yang sangat rendah (861,2 kkal/hari), jauh di bawah kebutuhan basalnya. Pemantauan ini menjadi dasar objektif untuk menilai keparahan defisit dan mengevaluasi efektivitas intervensi peningkatan nutrisi. Data yang dikumpulkan mencakup frekuensi makan, porsi, variasi kelompok makanan, dan kesulitan makan yang dialami pasien.
Kondisi: Kelelahan
Kode SDKI: A.1.3
<Deskripsi Singkat: Perasaan lelah yang luar biasa dan menetap serta penurunan kapasitas untuk kerja fisik dan mental yang tidak hilang dengan istirahat.
Kode SLKI: A.1.3.1
Deskripsi : Tingkat kelelahan menurun.
Kode SIKI: A.1.3.1.1
Deskripsi : Manajemen energi. Intervensi ini bertujuan untuk membantu pasien dalam mengatur dan menghemat penggunaan energi untuk aktivitas sehari-hari guna mengurangi rasa lelah. Perawat akan berkolaborasi dengan pasien untuk mengidentifikasi pola kelelahan, memprioritaskan aktivitas penting, dan menyusun jadwal aktivitas yang diselingi periode istirahat. Pada pasien dengan gizi buruk dan berat badan sangat rendah, kelelahan merupakan dampak langsung dari ketidakcukupan energi metabolik. Manajemen energi akan fokus pada penjadwalan aktivitas ringan, menghindari pemborosan energi, dan memastikan pasien tidak menghabiskan tenaga untuk aktivitas yang tidak esensial. Intervensi ini juga mencakup edukasi tentang hubungan antara asupan nutrisi, konservasi energi, dan perasaan lemas yang dialami.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: B.3.2
Deskripsi Singkat: Peningkatan kerentanan terhadap invasi patogen yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: B.3.2.1
Deskripsi : Risiko infeksi terkendali.
Kode SIKI: B.3.2.1.1
Deskripsi : Monitor tanda dan gejala infeksi. Intervensi ini melibatkan pengawasan yang cermat dan berkelanjutan terhadap manifestasi klinis yang mengindikasikan proses infeksi. Pada pasien dengan status gizi buruk (IMT 15,76 kg/m² dan MNA 16), sistem imunitas mengalami penurunan fungsi secara signifikan karena defisiensi protein, energi, dan mikronutrien penting. Perawat akan memantau parameter vital (suhu, nadi), kondisi kulit dan membran mukosa, serta tanda-tanda sistemik seperti malaise yang memberat. Riwayat diare berat yang pernah dialami pasien juga meningkatkan kewaspadaan terhadap infeksi saluran cerna berulang. Pemantauan yang ketat diperlukan untuk deteksi dini sehingga terapi dapat segera diberikan, mencegah komplikasi infeksi yang dapat memperburuk status katabolik dan gizi pasien.
Kondisi: Defisit Perawatan Diri: Makan
Kode SDKI: C.1.1.1
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas makan secara mandiri.
Kode SLKI: C.1.1.1.1
Deskripsi : Kemampuan perawatan diri: makan meningkat.
Kode SIKI: C.1.1.1.1.1
Deskripsi : Bantu pemenuhan kebutuhan nutrisi. Intervensi ini lebih dari sekadar menyediakan makanan; ini adalah proses asistif dan edukatif yang komprehensif untuk memastikan asupan nutrisi yang adekuat. Pada pasien ini, defisit ini bersifat fungsional dan ekonomi. Perawat akan membantu dengan: 1) Menyusun perencanaan makan dengan prinsip peningkatan bertahap (small frequent feeding) sesuai toleransi, mengatasi anoreksia. 2) Memodifikasi lingkungan makan yang nyaman dan bebas distraksi. 3) Memberikan edukasi tentang pemilihan makanan sumber protein dan energi tinggi dengan biaya terjangkau (seperti kacang-kacangan, hati ayam) untuk diversifikasi dari pola tahu-tempe-telur yang monoton. 4) Berkolaborasi dengan ahli gizi untuk menyusun menu dan mungkin dengan pekerja sosial terkait bantuan ekonomi. 5) Memberikan dukungan psikologis dan motivasi untuk makan. Tujuannya adalah mengembalikan kemampuan pasien dalam memenuhi kebutuhan nutrisinya sendiri secara optimal dalam batasan yang ada.
-
Article No. 24506 | 17 Mar 2026
Klinis : nyeri dada kiri berkurang, lemas KU lemah, CM TD : 115/77 HR : 75 RR : 16 S : 36,3 SPO2 : 98% on O2 NRM JVP 5+3 RBH -/- WHZ -/- edem -/- CKMB 44
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi dan durasi ≤ 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Kontrol Nyeri: Tindakan untuk mengontrol nyeri. Intervensi keperawatan ini mencakup serangkaian tindakan komprehensif yang bertujuan untuk mengurangi atau menghilangkan pengalaman nyeri pada pasien. Fokus utamanya adalah pada penilaian nyeri yang komprehensif dan berkelanjutan, meliputi lokasi, karakteristik, intensitas (menggunakan skala yang valid), faktor pencetus, dan faktor pereda. Perawat kemudian merencanakan dan melaksanakan intervensi farmakologis (seperti pemberian analgesik sesuai resep, memantau efektivitas dan efek samping) dan non-farmakologis (seperti teknik relaksasi, distraksi, terapi panas/dingin, reposisi, dan dukungan emosional). Edukasi kepada pasien dan keluarga tentang manajemen nyeri, termasuk penggunaan obat dan teknik non-obat, merupakan bagian integral. SLKI ini juga mencakup pemantauan respons pasien terhadap terapi, evaluasi keberhasilan intervensi, dan mendokumentasikan seluruh proses asuhan. Tujuannya adalah untuk mencapai tingkat kenyamanan yang dapat diterima oleh pasien, meningkatkan fungsi, dan mencegah komplikasi terkait nyeri yang tidak terkontrol.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : Kontrol Nyeri: Tindakan untuk mengontrol nyeri. Kriteria hasil ini mengukur keberhasilan intervensi keperawatan dalam mengelola nyeri akut. Hasil yang diharapkan ditandai dengan penurunan atau hilangnya laporan nyeri subjektif dari pasien, yang dapat dibuktikan dengan skala nyeri yang menurun (misalnya, dari skala 7 menjadi 2). Perilaku nonverbal yang menunjukkan nyeri (seperti wajah meringis, gelisah, postur melindungi) berkurang atau hilang. Pasien menunjukkan kemampuan untuk beristirahat, tidur, dan berpartisipasi dalam aktivitas yang diinginkan tanpa gangguan nyeri yang signifikan. Pasien dan/atau keluarga dapat mendemonstrasikan teknik non-farmakologis yang diajarkan untuk mengatasi nyeri. Selain itu, tanda-tanda fisiologis yang sering menyertai nyeri akut (seperti takikardia, hipertensi, peningkatan frekuensi pernapasan) kembali dalam rentang normal untuk pasien tersebut. Pasien juga melaporkan kepuasan terhadap manajemen nyeri yang diberikan. Pencapaian SLKI dinilai berdasarkan kombinasi dari laporan verbal pasien, observasi perilaku, dan data fisiologis yang objektif.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0092
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : Manajemen Energi: Tindakan untuk mempertahankan atau meningkatkan keseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen. Intervensi ini berfokus pada pengaturan aktivitas untuk menghemat energi dan mencegah kelelahan. Perawat melakukan penilaian terhadap tingkat kelemahan/kelelahan pasien, respons fisiologis terhadap aktivitas (seperti perubahan tanda vital, dyspnea, kelelahan), dan kapasitas fungsional dasar. Berdasarkan penilaian, perawat bersama pasien menyusun rencana aktivitas yang terstruktur dan bertahap, menyeimbangkan periode aktivitas dengan istirahat yang cukup. Perawat mendemonstrasikan dan mendorong teknik penghematan energi, seperti duduk saat melakukan aktivitas, memecah tugas menjadi langkah-langkah kecil, serta memprioritaskan aktivitas penting. Lingkungan diatur untuk meminimalkan pengeluaran energi (misalnya, menempatkan barang-barang yang sering digunakan dalam jangkauan). Dukungan juga diberikan untuk membantu aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan. Edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya keseimbangan aktivitas-istirahat dan mengenali tanda-tanda kelelahan yang berlebihan sangat ditekankan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan toleransi aktivitas secara bertahap tanpa menimbulkan beban fisiologis yang berbahaya.
Kode SIKI: I.09001
Deskripsi : Manajemen Energi: Tindakan untuk mempertahankan atau meningkatkan keseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen. Kriteria hasil ini mengevaluasi keberhasilan dalam mengatasi intoleransi aktivitas. Hasil yang diharapkan adalah pasien melaporkan penurunan perasaan lemas dan kelelahan. Pasien mampu melakukan aktivitas perawatan diri (seperti mandi, berpakaian) dengan bantuan minimal atau tanpa bantuan. Tanda-tanda vital (denyut jantung, tekanan darah, frekuensi pernapasan) tetap stabil dalam rentang yang dapat diterima selama dan setelah melakukan aktivitas yang direncanakan, tanpa munculnya dyspnea, nyeri dada, atau pusing yang berlebihan. Pasien dapat mengidentifikasi tanda-tanda kelelahan dan tahu kapan harus beristirahat. Pasien mendemonstrasikan penggunaan teknik penghematan energi dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Selain itu, terjadi peningkatan bertahap dalam durasi dan intensitas aktivitas yang dapat ditoleransi, sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Kualitas tidur dan istirahat pasien juga membaik, yang berkontribusi pada pemulihan energi. Pencapaian SLKI dinilai melalui laporan subjektif pasien, observasi kinerja aktivitas, pemantauan tanda vital, dan evaluasi kemandirian dalam aktivitas hidup sehari-hari.
-
Article No. 24507 | 17 Mar 2026
Klinis : Nyeri kepala (+), nyeri perut (+) bertambah TD : 105/58 HR : 94 RR : 25 SpO2 : 100 % on NC 3 lpm Secondary Survey: Kepala : hematom (-) , active bleeding (-), VE R. Zygoma (S) Mata : konjungtiva anemis (+/+) Hidung : rhinorrhea (-/-), dry blood (-/-), Telinga : ottorhea (-/-), dry blood (-), tragus pain (-/-) Wajah : t.a.k Leher : t.a.k Thorax : I : jejas (-), pengembangan dada kanan = kiri A : SDV (+/+), Rh (-/+), Wh (-/-) P : sonor/sonor P : fremitus raba kanan = kiri, NT (-) Abdomen : I : jejas (+), VE R. Epigastric, dinding dada = dinding perut A : BU (+) N P : timpani (+) P : supel, nyeri tekan (+) R. Lumbar (S) Ekstremitas : Akral dingin (-/-), ROM Bebas, CRT <2” Urogenital : terpasang DC dengan produk 150cc kuning jernih Lab RSSP Sragen (14/03/26) → (14/03/26 : 19:23) → (15/03/26 : 00:50) → (15/03/26 : 19.00) → (16/03/26 : 05.00) → (17/03/26 : 05.00) HB 12.44 → 11.82 → 10.74 → 10.35 → 9.80 → 8.47 HT 38 → 34.8 → 31.0 → 30.2 → 28.7 → 24.1 AL 32.89 → 51.56 → 55.13 → 40.55 → 36.86 → 26.18 AT 207→ 140 → 154 → 141 → 137 → 115 AE 4.80 → 4.21 → 3.77 → 3.86 → 3.75 → 3.06 PT 12.9 APTT 42.8 INR 1.17 Gol. Darah B GDS 194 Cr 1.24 Ur 27.8 Na 137 K 2.9 Cl 103 Ca2+ 1.1 Albumin 3.90 HbsAg NR HIV NR USG FAST - Tampak cairan bebas di perivesica _CT Scan Abdomen (16/07)_ Kesan : - Lesi hipodens di fossa hepatorenal , dan perivesica ,menyokong gambaran akumulasi cairan, DD : perdarahan intraabdomen - Lesi hipodens di proyeksi lien , curiga suatu laserasi lien - Tak tampak kelainan: Hepar, VF, Ren dextra et sinistra, VU, prostat maupun rectum. - Tak tampak limfadenopathy paraaorta, mesenterica, maupun parailiaca
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut dan Risiko Syok Hipovolemik pada Pasien dengan Trauma Abdomen dan Laserasi Lien
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Nyeri adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut. Pada kasus ini, nyeri diindikasikan oleh keluhan nyeri kepala dan nyeri perut yang bertambah, serta ditemukan nyeri tekan pada regio lumbar kanan pada pemeriksaan fisik. Nyeri ini disebabkan oleh trauma abdomen dengan laserasi lien dan perdarahan intraabdomen yang dibuktikan dengan temuan CT Scan. Nyeri bersifat akut dan merupakan respons fisiologis terhadap cedera jaringan dan iritasi peritoneum akibat darah bebas di rongga perut (cairan bebas perivesika).
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Luaran yang diharapkan adalah nyeri pasien dapat dikontrol, ditandai dengan: skala nyeri menurun, tanda vital dalam rentang normal, perilaku nyeri menurun, dan pasien melaporkan nyeri terkontrol. Pada pasien ini, tujuan utamanya adalah mengurangi tingkat keparahan nyeri akut yang dialami, mencegah peningkatan nyeri akibat pergerakan atau intervensi, dan memastikan kenyamanan pasien. Pengendalian nyeri juga penting untuk mengurangi respons stres simpatis yang dapat memperburuk kondisi hemodinamik. Intervensi keperawatan akan difokuskan pada pemberian analgesik sesuai instruksi, teknik non-farmakologis seperti posisi nyaman, serta meminimalkan faktor pemicu nyeri. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan skala nyeri secara berkala dan memantau respons fisiologis (seperti takikardia dan hipertensi yang dapat dipicu nyeri).
Kode SIKI: I.08041
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi ini meliputi serangkaian tindakan untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri. Implementasinya pada pasien ini meliputi: 1) Melakukan pengkajian nyeri komprehensif (PQRST: Provocation, Quality, Region, Severity, Time) secara berkala. 2) Memantau tanda vital (TD, HR, RR) sebagai indikator respons terhadap nyeri. 3) Kolaborasi pemberian analgesik sesuai protokol (misalnya, analgesik opioid dengan pemantauan efek samping). 4) Mengatur posisi pasien untuk kenyamanan, mungkin dengan kepala tempat tidur ditinggikan dan menopang lutut. 5) Memberikan lingkungan yang tenang dan mendukung untuk mengurangi kecemasan yang memperberat persepsi nyeri. 6) Edukasi pasien untuk melaporkan nyeri secara dini sebelum bertambah berat. 7) Mengkaji efektivitas intervensi farmakologis dan non-farmakologis yang diberikan. Intervensi ini harus dilakukan secara hati-hati mengingat status hemodinamik pasien yang rentan, dan pemberian obat harus tidak menutupi gejala memburuknya perdarahan intra-abdomen.
Kondisi: Nyeri Akut dan Risiko Syok Hipovolemik pada Pasien dengan Trauma Abdomen dan Laserasi Lien
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko Syok adalah keadaan rentan terhadap penurunan perfusi jaringan yang tidak adekuat yang dapat mengancam jiwa. Pada pasien ini, risiko syok hipovolemik sangat tinggi akibat perdarahan aktif dari laserasi lien. Hal ini didukung oleh data objektif: penurunan progresif nilai hemoglobin (12.44 → 8.47 g/dL) dan hematokrit (38% → 24.1%) dalam serial pemeriksaan, menunjukkan ongoing blood loss. Tanda klinis awal syok juga terlihat seperti takikardia (HR 94), hipotensi ringan (TD 105/58), dan adanya jejas serta nyeri pada abdomen. Selain itu, hasil laboratorium menunjukkan hipokalemia (K 2.9) yang dapat memperburuk disritmia jantung dalam situasi syok, dan nilai albumin yang rendah (3.90) dapat mempengaruhi tekanan onkotik dan memperburuk perpindahan cairan.
Kode SLKI: L.03002
Deskripsi : Status Sirkulasi. Luaran yang diharapkan adalah sirkulasi pasien membaik atau tetap adekuat, ditandai dengan: tekanan darah dalam rentang normal yang diharapkan, denyut nadi dalam rentang normal, pengisian kapiler ≤ 2 detik, haluaran urine adekuat (0.5-1 mL/kgBB/jam), dan status mental baik. Pada pasien ini, tujuan utamanya adalah mencegah progresi menjadi syok manifest dengan mempertahankan atau menstabilkan status hemodinamik melalui resusitasi cairan dan transfusi, serta mempersiapkan tindakan definitif (operasi atau embolisasi).
Kode SIKI: I.04001Deskripsi : Manajemen Syok. Intervensi ini meliputi tindakan untuk mencegah dan menangani syok. Implementasinya pada pasien ini meliputi: 1) Memantau tanda vital (TD, HR, RR, SpO2) secara ketat dan berkelanjutan (setiap 15-30 menit atau sesuai kondisi). 2) Memantau perfusi perifer (akral dingin, CRT) dan status neurologis (kesadaran). 3) Memonitor balance cairan ketat (input dan output), termasuk produksi urine melalui DC (saat ini 150cc/jam, perlu dipantau trend-nya). 4) Kolaborasi pemberian resusitasi cairan intravena (kristaloid) dan transfusi komponen darah (PRC) sesuai protokol dan hasil laboratorium. 5) Mempertahankan jalan napas paten dan pemberian oksigen tambahan (NC 3 lpm) untuk mempertahankan SpO2 optimal. 6) Memposisikan pasien secara trendelenburg atau sesuai kondisi hemodinamik. 7) Menjaga kehangatan tubuh pasien untuk mencegah hipotermia yang memperburuk koagulopati. 8) Kolaborasi persiapan tindakan pembedahan atau intervensi radiologi jika diperlukan. 9) Memantau hasil laboratorium serial (terutama Hb, Ht, elektrolit, dan fungsi koagulasi seperti PT/APTT).
Kondisi: Nyeri Akut dan Risiko Syok Hipovolemik pada Pasien dengan Trauma Abdomen dan Laserasi Lien
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Keseimbangan Volume Cairan Berisiko Tidak Sesuai Kebutuhan terkait dengan kehilangan cairan aktif. Defisini ini menggambarkan kerentanan terhadap penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskular, interstitial, atau intraselular. Pada pasien ini, risiko ketidakseimbangan volume cairan (defisit/hipovolemia) sangat nyata akibat kehilangan darah ke dalam rongga intraabdomen (perdarahan). Kehilangan volume intravaskular ini ditunjukkan oleh penurunan Hb/Ht, takikardia, dan berpotensi menyebabkan penurunan tekanan darah lebih lanjut dan penurunan perfusi organ (misalnya, ginjal dengan nilai kreatinin 1.24 yang sedikit meningkat).
Kode SLKI: L.06001
Deskripsi : Status Keseimbangan Cairan. Luaran yang diharapkan adalah keseimbangan cairan pasien membaik, ditandai dengan: tanda vital dalam rentang normal, turgor kulit baik, membran mukosa lembab, balance cairan seimbang, dan berat badan stabil. Tujuan pada pasien adalah mempertahankan volume sirkulasi yang adekuat untuk perfusi organ melalui resusitasi cairan yang tepat, mencegah overload cairan yang dapat menyebabkan edema paru, dan memastikan pemasukan serta pengeluaran cairan tercatat dengan akurat.
Kode SIKI: I.06015Deskripsi : Manajemen Cairan. Intervensi ini meliputi tindakan untuk mempromosikan keseimbangan cairan dan mencegah komplikasi akibat ketidakseimbangan. Implementasinya meliputi: 1) Melakukan pemantauan ketat intake dan output cairan setiap jam. 2) Mengkaji tanda-tanda dehidrasi/hipovolemia (turgor kulit, mukosa mulut, rasa haus). 3) Mengkaji tanda-tanda kelebihan cairan (edema, crackles paru, distensi vena leher). 4) Kolaborasi pemberian terapi cairan intravena sesuai resep dan kondisi hemodinamik. 5) Menimbang berat badan harian dengan metode yang sama (jika kondisi memungkinkan). 6) Memantau hasil pemeriksaan laboratorium terkait (elektrolit Na, K, Cl; ureum, kreatinin; albumin). 7) Mengatur kecepatan tetesan infus sesuai kondisi dan respon pasien. 8) Memelihara akses intravena yang paten dan aman.
-
Article No. 24508 | 17 Mar 2026
Klinis : Mual muntah> 5x terakhir semalam, pusing, lemas, demam, makan minum (-), dan sesak RPD : - Ku lemah Kes: E4V5M6 TD : 121/771 mmhg HR : 70x/mnt RR : 22x/mnt S : 36.6 c Spo2 : 95% on NK 3 lpm Status Generalisata Mata: CA +/+, SI -/- Leher:dbn Thorax: Simetris ka/ki Paru: Sdv +/+, Wh -/- RBH -/- Abdomen: supel, BU (+), nyeri tekan epigastric (+) Genitalia : Terpasang DC Extremitas Superior: Akral hangat +/+, CRT <2detik, edema -/- Extremitas Inferior: Akral hangat +/+, CRT <2detik,edema -/- Lab (16/03) Hb 7.18 AE 2.54 Hmt 21.4 AL 3.18 AT 268 GDS 68 Ur 68.5 Kr 2.10 SGOT 30 SGPT 20 GDS (16/03) : 98 g/dL
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intraselular yang tidak diinginkan.
Kode SLKI: L.03113
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit tercapai dengan kriteria hasil: 1) Tanda vital dalam rentang normal, 2) Turgor kulit baik, 3) Membran mukosa lembab, 4) Produksi urine adekuat, 5) Keseimbangan masukan dan haluaran, 6) Elektrolit dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.08020
Deskripsi : Intervensi untuk mempertahankan atau memulihkan keseimbangan cairan dan elektrolit, meliputi: 1) Monitor tanda-tanda dehidrasi atau kelebihan cairan (tanda vital, turgor kulit, membran mukosa, edema, balance cairan), 2) Monitor elektrolit (natrium, kalium, klorida), 3) Kolaborasi pemberian cairan intravena sesuai program, 4) Anjurkan intake oral sesuai toleransi dan program, 5) Atur posisi untuk meminimalkan dyspnea jika ada kelebihan cairan, 6) Kolaborasi pemberian obat antiemetik jika diperlukan, 7) Timbang berat badan setiap hari dengan skala yang sama.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0092
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk memenuhi atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: L.04012
Deskripsi : Toleransi aktivitas meningkat dengan kriteria hasil: 1) Melaporkan peningkatan energi, 2) Melakukan aktivitas sesuai kemampuan, 3) Tanda vital dalam rentang normal sebelum, selama, dan setelah aktivitas, 4) Tidak mengalami kelelahan berlebihan, 5) Tidak mengalami sesak napas.
Kode SIKI: I.10011
Deskripsi : Intervensi untuk meningkatkan toleransi aktivitas, meliputi: 1) Monitor respons terhadap aktivitas (tanda vital, dyspnea, kelelahan), 2) Bantu pasien mengidentifikasi aktivitas yang dapat ditoleransi, 3) Rencanakan periode istirahat yang cukup, 4) Bantu aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan, 5) Tingkatkan aktivitas secara bertahap, 6) Ajarkan teknik menghemat energi, 7) Atur lingkungan untuk meminimalkan energi yang dikeluarkan.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang terjadi atau berlangsung kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.03010
Deskripsi : Nyeri terkontrol dengan kriteria hasil: 1) Melaporkan nyeri berkurang atau hilang, 2) Ekspresi wajah rileks, 3) Dapat beristirahat atau tidur dengan nyenyak, 4) Tanda vital dalam rentang normal, 5) Dapat melakukan aktivitas sesuai kemampuan.
Kode SIKI: I.09001
Deskripsi : Manajemen nyeri, meliputi: 1) Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (P, Q, R, S, T), 2) Monitor tanda fisiologis dan perilaku nyeri, 3) Ajarkan teknik nonfarmakologi (napas dalam, distraksi, relaksasi), 4) Kolaborasi pemberian analgesik sesuai program, 5) Evaluasi efektivitas dan efek samping intervensi nyeri, 6) Atur posisi untuk kenyamanan, 7) Berikan lingkungan yang tenang.
Kondisi: Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0030
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: L.05010
Deskripsi : Status nutrisi membaik dengan kriteria hasil: 1) Berat badan dalam rentang normal, 2) Asupan makanan dan cairan adekuat, 3) Nilai laboratorium terkait nutrisi dalam rentang normal (Hb, Albumin), 4) Tidak ada tanda malnutrisi (rambut rontok, kulit kering).
Kode SIKI: I.11004
Deskripsi : Manajemen nutrisi, meliputi: 1) Monitor intake dan output, 2) Timbang berat badan secara teratur, 3) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan nutrisi, 4) Berikan makanan dalam porsi kecil dan sering, 5) Berikan makanan sesuai toleransi dan kesukaan pasien, 6) Kolaborasi pemberian antiemetik sebelum makan jika diperlukan, 7) Monitor nilai laboratorium (Hb, Albumin, GDS), 8) Berikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya nutrisi.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan kebersihan jalan napas.
Kode SLKI: L.01010
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif dengan kriteria hasil: 1) Suara napas bersih, 2) Tidak ada suara napas tambahan, 3) Mampu mengeluarkan sekret efektif, 4) Frekuensi dan irama napas dalam rentang normal, 5) Nilai gas darah dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.04001
Deskripsi : Manajemen jalan napas, meliputi: 1) Auskultasi suara napas, 2) Monitor status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, usaha napas), 3) Monitor saturasi oksigen, 4) Ajarkan dan bantu latihan napas dalam dan batuk efektif, 5) Atur posisi untuk memaksimalkan ventilasi (semi fowler/fowler), 6) Lakukan fisioterapi dada jika diindikasikan, 7) Kelola pemberian oksigen sesuai program, 8) Lakukan suction jika diperlukan.
-
Article No. 24509 | 17 Mar 2026
Klinis : keluhan: pasien tidak sadar (+), tidak dapat berkomunikasi, sesak berkurang Pemeriksaan fisis KU: Tampak sakit Berat, coma TD : 165/83 N : 80 S : 36,6 RR : 17 SPO2 : 95% qsofa: 1 (gcs) NEWS: 5 (Spo2 2, 3gcs) Kepala : wajah bengkak (-), edem (-) konjungtiva anemis (-/-) sklera ikterik (-/-) Leher : bengkak -/-, krepitasi (-), nyeri (-) kemerahan (-) JVP tidak meningkat, pembesaran limfadenopati (-) Dada: simetris, venektasi (-) Pulmo: I: pengembangan dada kanan sama dengan kiri, P: fremitus raba dada kanan sama dengan kiri P: sonor / sonor A: SDV +/+, rbk -/-, rbh-/-, wh -/-. egofoni -/- Cor : S1-2 reguler, murmur -, gallop - Abdomen : supel (+) nyeri tekan epigastrium (-), BU (+) dbn Genital : dbn Ext : oedem (-/-/-/-), akral hangat (+/+), CRT <2 dtk (12/3/26) Lab: Glukosa Darah Sewaktu 282 Darah Rutin Hemoglobin 12.35 Eritrosit 4.34 Hematokrit 35.3 Index Eritrosit MCV 81.4 MCH 28.5 MCHC 35 *Lekosit 37.54 DUPLO* Trombosit 304 RDW-CV 15.9 MPV 8.99 Hitung Jenis *Neutrofil 93.2* Limfosit 3.1 Monosit 2.3 Eosinofil 0.36 Basofil 0.1 Total Neutrofil 35.01 Total Lymphosit 1.18 Total Monosit 0.86 Total Eosinofil 0.96 Total Basofil 0.36 Gol. Darah (A B O) Golongan Darah A Natrium (Na) 141 *Kalium (K) 5.9* Chlorida (Cl) 109 Calsium (Ca2+) 1.1 pH 7.47 KIMIA KLINIK Fungsi Hati Bilirubin Total 0.7 AST (SGOT) 29 ALT (SGPT) 14 *Ureum 130.5* *Kreatinin 3.87* *CK-MB 75* (13/3/2026) Lab *Glukosa Darah Puasa 343* Cholesterol total 193 Cholesterol HDL 51 Cholesterol LDL 98 Trigliserida 130 *Asam Urat 9.6* (13/3/2026) ct scan toraks: Kesan : - Lacunar infark cerebri di periventrikel lateralis sinistra dan pons - Tak tampak perdarahan intracerebri maupun intracerebelli (13/3/2026) ro.toraks: Kesan : - Pneumonia dextra - Efusi pleura dextra - Besar cor normal tcm: negative
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Kesadaran (Koma) dengan Kompleksitas Multi-Sistem (Infark Serebri, Pneumonia, Gagal Ginjal Akut, Hiperglikemia, Hiperkalemia)
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan perfusi serebral berhubungan dengan gangguan suplai darah sekunder akibat infark lacunar dan status hemodinamik yang berubah.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Perfusi serebral membaik, ditandai dengan: 1) Tekanan darah dalam parameter yang ditetapkan; 2) Tidak ada tanda peningkatan tekanan intrakranial yang baru; 3) Status neurologis stabil (meskipun masih koma, tidak ada penurunan GCS). Untuk mencapai ini, perawat akan memantau tanda neurologis (GCS, pupil, refleks) secara ketat setiap jam, mempertahankan posisi kepala tempat tidur 30 derajat, memonitor dan mengatur tekanan darah agar tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah (target mungkin 140-160/80-100 mmHg berdasarkan kondisi stroke iskemik), memberikan terapi oksigen sesuai kebutuhan untuk menjaga SpO2 >95%, menghindari maneuver valsava, serta berkolaborasi dalam pemberian terapi medis seperti antihipertensi, antiplatelet/antikoagulan, dan manajemen cairan. Pemantauan ketat terhadap keseimbangan cairan dan elektrolit (terutama natrium dan kalium) juga penting untuk mencegah edema serebral atau aritmia yang memperburuk perfusi otak.
Kode SIKI: I.08002
Deskripsi : Intervensi keperawatan difokuskan pada pengawasan ketat dan tindakan untuk mengoptimalkan perfusi serebral serta mencegah komplikasi. Pertama, lakukan pemantauan neurologis lengkap (GCS, ukuran dan reaksi pupil, tonus otot, refleks) setiap jam dan catat setiap perubahan. Pertahankan posisi kepala tempat tidur 30 derajat dengan kepala dan leher dalam posisi netral untuk memfasilitasi aliran balik vena. Kelola pemberian oksigen sesuai order untuk mempertahankan saturasi oksigen >95%. Pantau dan catat tekanan darah, nadi, pernapasan, dan suhu setiap jam atau lebih sering jika tidak stabil. Berikan terapi obat sesuai kolaborasi (seperti antihipertensi, antiplatelet) tepat waktu dan amati efek serta efek sampingnya. Lakukan perawatan jalan napas karena pasien tidak sadar (suction, posisi), dan pertahankan kebersihan serta kelembaban jalan napas. Pantau balance cairan ketat (intake-output setiap jam), dan laporkan segera jika ada ketidakseimbangan. Lakukan perawatan kulit integral setiap 2 jam untuk mencegah dekubitus. Lakukan latihan rentang gerak pasif pada ekstremitas untuk mencegah kontraktur dan trombosis. Berikan nutrisi enteral melalui NGT sesuai program, dan pantau toleransinya. Edukasi keluarga tentang kondisi pasien, tujuan perawatan, dan cara berkomunikasi dengan pasien meski dalam keadaan koma.
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan konsolidasi alveolar dan efusi pleura sekunder akibat pneumonia.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Pertukaran gas membaik, ditandai dengan: 1) Saturasi oksigen (SpO2) ≥95% dengan terapi oksigen yang diberikan; 2) Frekuensi pernapasan dalam rentang normal (12-20x/menit); 3) Tidak ada sianosis atau penggunaan otot bantu napas; 4) Hasil analisis gas darah dalam parameter normal. Untuk mencapainya, perawat akan memantau status pernapasan (RR, usaha napas, SpO2) secara ketat, memberikan terapi oksigen sesuai protokol, melakukan fisioterapi dada (seperti posisi miring dan perkusi jika tidak terkontraindikasi), serta memastikan kebersihan jalan napas dengan suction yang steril dan tepat indikasi. Kolaborasi pemberian antibiotik dan terapi nebulizer juga esensial. Posisi semi-fowler atau miring ke sisi yang sehat (jika memungkinkan) akan dipertahankan untuk mengoptimalkan ekspansi paru. Pemantauan tanda-tanda distress pernapasan dan respons terhadap terapi dilakukan terus-menerus.
Kode SIKI: I.03003
Deskripsi : Intervensi keperawatan ditujukan untuk mempertahankan dan meningkatkan pertukaran gas. Kaji status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, usaha napas, bunyi napas) setiap 1-2 jam. Pantau saturasi oksigen secara terus menerus. Berikan oksigen melalui kanul nasal atau masker sesuai order dan protokol, pastikan alat berfungsi baik. Lakukan suction jalan napas atas dan bawah (dengan teknik steril) jika terdapat sekret yang tidak dapat dikeluarkan pasien. Ubah posisi pasien setiap 2 jam (posisi semi-fowler, miring kiri-kanan) untuk mencegah atelektasis dan memobilisasi sekret. Lakukan fisioterapi dada seperti perkusi, vibrasi, dan drainase postural jika kondisi neurologis pasien stabil dan tidak ada kontraindikasi peningkatan tekanan intrakranial. Bantu latihan napas dalam (jika pasien kooperatif) atau berikan ambu bag dengan teknik yang benar jika diperlukan. Kolaborasi pemberian antibiotik, bronkodilator, atau mukolitik melalui nebulizer atau intravena tepat waktu. Pantau hasil analisis gas darah dan lapor jika ada gangguan. Pastikan kelembaban udara yang adekuat. Ajarkan keluarga untuk mengenali tanda sesak atau distress pernapasan.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0028
Deskripsi Singkat: Risiko penyebaran infeksi berhubungan dengan adanya sumber infeksi (pneumonia) dan pertahanan tubuh yang tidak adekuat (leukositosis tinggi, koma).
Kode SLKI: L.14001
Deskripsi : Infeksi tidak menyebar, ditandai dengan: 1) Tanda-tanda vital (terutama suhu dan denyut nadi) dalam rentang normal; 2) Jumlah leukosit menurun atau kembali normal; 3) Tidak ada tanda sepsis baru (seperti hipotensi, penurunan kesadaran lebih lanjut); 4) Hasil kultur negatif atau menunjukkan respons terhadap antibiotik. Perawat akan memantau tanda-tanda sistemik infeksi (suhu, leukosit, prokalsitonin) secara ketat, melakukan semua prosedur aseptik dan steril (termasuk perawatan luka, suction, pemasangan selang), serta memastikan pemberian antibiotik spektrum luas sesuai jadwal dan durasi yang ditentukan. Pencegahan infeksi nosokomial seperti cuci tangan, perawatan kateter, dan oral hygiene sangat ditekankan. Isolasi protektif mungkin diperlukan mengingat neutrofil yang sangat tinggi juga dapat mencerminkan imunosupresi.
Kode SIKI: I.14001
Deskripsi : Intervensi keperawatan difokuskan pada pencegahan penyebaran infeksi dan pengendalian sumber infeksi. Pertama, pantau tanda-tanda infeksi setiap 4-8 jam: suhu tubuh, denyut nadi, leukosit, dan penanda inflamasi lainnya. Lakukan semua prosedur invasif (suction endotrakeal/trakeostomi, perawatan kateter, infus) dengan teknik aseptik ketat. Berikan antibiotik sesuai order tepat waktu, perhatikan interval pemberian untuk mempertahankan kadar terapeutik. Lakukan perawatan mulut (oral hygiene) setiap 4-6 jam dengan antiseptik untuk mengurangi kolonisasi bakteri. Lakukan perawatan kulit secara teratur untuk menjaga integritasnya sebagai pertahanan pertama. Ubah posisi pasien setiap 2 jam untuk mencegah pneumonia aspirasi dan dekubitus. Kelola nutrisi enteral yang adekuat untuk mendukung sistem imun. Batasi pengunjung dan gunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai. Edukasi pengunjung dan keluarga tentang pentingnya cuci tangan. Kumpulkan specimen kultur (sputum, darah jika diindikasikan) dengan teknik steril sebelum memulai antibiotik. Pantau respons terapi dan laporkan jika tidak ada perbaikan atau ada tanda sepsis (perubahan status mental, hipotensi, takikardia).
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Risiko ketidakstabilan kadar glukosa darah berhubungan dengan regulasi insulin yang tidak adekuat, dimanifestasikan oleh hiperglikemia (GDP 343 mg/dL).
Kode SLKI: L.15001
Deskripsi : Kadar glukosa darah stabil, ditandai dengan: 1) Kadar glukosa darah dalam rentang target yang ditetapkan (misalnya 140-180 mg/dL); 2) Tidak ada episode hipoglikemia; 3) Tidak ada tanda ketoasidosis diabetik atau status hiperglikemik hiperosmolar. Perawat akan memantau kadar glukosa darah secara teratur (setiap 4-6 jam atau sesuai protokol), memberikan terapi insulin sesuai sliding scale atau infus kontinu dengan akurat, serta memantau tanda-tanda hipo/hiperglikemia. Manajemen nutrisi enteral yang sesuai dengan kebutuhan kalori dan jadwal pemberian insulin juga sangat penting. Hidrasi yang adekuat akan dijaga untuk mencegah komplikasi hiperglikemia. Pemantauan ket
Article No. 24510 | 17 Mar 2026
Klinis : pasien dengan penurunan kesadaran RPD: HT (+) tidak terkontrol KU TSB, COMA TD : 156/80 N : 89 S : 37,6 RR : 12 SPO2 : 99% Status Generalis Mata CA -/-, SI -/-, RC +/-, pupil isokor 3mm/3mm, refleks kornea (+/+) Mulut : lidah kotor (-), mukosa bibir kering (+) Thorax : SDV +/+ rhonki -/- , wheezing -/-, retraksi -/- Jantung : BJ I-II reguler (+), murmur (-) Abdomen : supel, BU (+) dbn, timpani (+), nyeri tekan (+) Eks. superior : akral hangat (+/+), oedem (-/-), ikterik (-/-), CRT <2 detik Eks. inferior : akral hangat (+/+), oedem (-/-), ikterik (-/-), CRT <2 detik Status Neurologis Sensorik sde Kekuatan motorik sde Refleks fisiologis: +2/+2//+3/+3 Refleks patologis: (-) Parese NC VII (-) Meningeal sign (-) LAB 16/3/26 hb 13.22 eritrosit 4.58 hmt 39.2 lekosit 8.63 trombosit 175 Na 140 K 4.1 Cl 106 Ca2+ 1.1 pH 7.47 GDS 282 (H) SGOT 19 SGPT 11 ur 27.8 kr 0.77 CT scan Kesan : - Infark cerebri di lobus temporoparietalis sinistra - Atrophy cerebri - Sinusitis maxillaris dextra Ro Thorax Kesan : - Cardiomegali dan pulmo normal - Elongatio aortae dan aortosklerosis
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Penurunan Perfusi Jaringan Otak
Kode SDKI: D.0017
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan suplai darah ke jaringan otak yang dapat mengakibatkan ketidakpuasan kebutuhan oksigen dan nutrisi.
Kode SLKI: L.14016
Deskripsi : Perfusi jaringan otak membaik, ditandai dengan: 1) Tekanan darah dalam rentang yang diharapkan, 2) Status neurologis stabil/tidak memburuk, 3) Tanda-tanda vital dalam batas normal, 4) Tidak ada keluhan sakit kepala hebat, mual, muntah, 5) Tingkat kesadaran baik.
Kode SIKI: I.14066
Deskripsi : 1) Kaji faktor risiko penurunan perfusi serebral (hipertensi, riwayat stroke, diabetes). 2) Pantau tanda-tanda neurologis (GCS, pupil, kekuatan motorik, refleks) secara berkala. 3) Pantau tanda-tanda vital (TD, N, RR, S, SpO2). 4) Kolaborasi pemberian terapi sesuai indikasi (antihipertensi, antiplatelet, neuroprotektor). 5) Atur posisi kepala tempat tidur 30 derajat (kecuali kontraindikasi). 6) Hindari manuver valsava (mengejan, batuk kuat). 7) Berikan oksigen sesuai kebutuhan. 8) Monitor hasil pemeriksaan penunjang (CT scan, laboratorium). 9) Lakukan perawatan kulit, mobilisasi pasif, range of motion exercise. 10) Kolaborasi dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan patensi jalan napas.
Kode SLKI: L.03005
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif, ditandai dengan: 1) Suara napas bersih, 2) Tidak ada sianosis, 3) Frekuensi napas dalam rentang normal, 4) Ekspansi dada simetris, 5) Tidak menggunakan otot bantu napas, 6) Gas darah arteri dalam batas normal.
Kode SIKI: I.03027
Deskripsi : 1) Kaji fungsi pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, suara napas, penggunaan otot bantu). 2) Posisikan semi fowler atau lateral sesuai kondisi. 3) Lakukan fisioterapi dada (postural drainage, perkusi, vibrasi) jika memungkinkan. 4) Lakukan penghisapan lendir (suction) jika diperlukan. 5) Ajarkan batuk efektif (jika pasien kooperatif). 6) Berikan nebulizer/terapi inhalasi sesuai kolaborasi. 7) Lakukan perawatan oral hygiene untuk mencegah infeksi. 8) Monitor saturasi oksigen (SpO2) secara berkala. 9) Berikan oksigen sesuai program. 10) Auskultasi suara napas sebelum dan setelah intervensi.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0023
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya kerentanan terhadap invasi patogen yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: L.11001
Deskripsi : Risiko infeksi tidak terjadi, ditandai dengan: 1) Tanda-tanda vital dalam batas normal, 2) Tidak ada tanda-tanda infeksi (rubor, kalor, dolor, tumor, functio laesa), 3) Hasil laboratorium dalam batas normal, 4) Luka bersih, kering, tidak ada pus.
Kode SIKI: I.11017
Deskripsi : 1) Monitor tanda-tanda infeksi (suhu tubuh, leukosit, sekret). 2) Lakukan cuci tangan sebelum dan sesudah tindakan. 3) Pertahankan teknik aseptik dan antiseptik pada setiap prosedur invasif. 4) Lakukan perawatan kulit yang utuh. 5) Lakukan perawatan oral hygiene dan kebersihan diri pasien. 6) Atur sirkulasi udara yang baik di ruangan. 7) Batasi pengunjung jika diperlukan. 8) Kolaborasi pemberian antibiotik sesuai indikasi. 9) Berikan nutrisi adekuat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. 10) Edukasi keluarga tentang tanda-tanda infeksi dan pencegahannya.
Kondisi: Defisit Perawatan Diri: Mandi/Berhias, Makan, Toileting
Kode SDKI: D.0028
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas mandi, berhias, makan, dan toileting secara mandiri.
Kode SLKI: L.04001, L.04002, L.04003
Deskripsi : Kemandirian perawatan diri tercapai, ditandai dengan: 1) Kebutuhan mandi, berhias, makan, dan toileting dapat terpenuhi dengan bantuan sesuai kebutuhan, 2) Kebersihan diri dan lingkungan terjaga, 3) Asupan nutrisi dan hidrasi adekuat, 4) Eliminasi urine dan alvi teratasi dengan baik.
Kode SIKI: I.04001, I.04002, I.04003
Deskripsi : 1) Kaji tingkat ketergantungan pasien dalam ADL (Aktivitas Daily Living). 2) Bantu memenuhi kebutuhan kebersihan diri (mandi, ganti pakaian, oral hygiene). 3) Bantu memenuhi kebutuhan nutrisi dan hidrasi (pemberian makan via NGT sesuai program, perawatan NGT). 4) Bantu memenuhi kebutuhan eliminasi (pemasangan dan perawatan kateter jika diperlukan, penggantian popok, menjaga kebersihan area genital). 5) Libatkan keluarga dalam perawatan diri pasien. 6) Lakukan latihan rentang gerak (ROM) pasif untuk mempertahankan fungsi motorik. 7) Posisikan pasien dengan benar untuk mencegah dekubitus dan aspirasi. 8) Monitor kondisi kulit terutama area tekanan. 9) Berikan pujian untuk setiap usaha yang dilakukan pasien. 10) Rujuk ke fisioterapi atau okupasi terapi jika diperlukan.
Article No. 24511 | 17 Mar 2026
Klinis : Pasien tampak gelisah riw dm + ht ku: lemah , kes: cm TD; 118/95 HR: 78 S: 36,2 RR: 13 SPO2: 98 hasil Alb; 2,50 GDS 90
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Perasaan gelisah yang tidak jelas dan tidak nyaman atau takut disertai dengan respons otonom (sumber respons seringkali tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu); perasaan waspada karena antisipasi bahaya. Ini adalah sinyal peringatan akan ancaman yang akan datang, memungkinkan individu untuk mengambil tindakan untuk menghadapi ancaman tersebut.
Kode SLKI: 1438
Deskripsi : Tercapainya pengendalian ansietas. Kriteria hasil utama yang diharapkan adalah pasien dapat: 1) Mengenali tanda dan gejala ansietas, 2) Mengidentifikasi penyebab/pemicu ansietas, 3) Melaporkan penurunan perasaan cemas/gelisah, 4) Mendemonstrasikan teknik relaksasi untuk mengatasi ansietas, 5) Menunjukkan perilaku koping yang adaptif, dan 6) Fungsi fisiologis (seperti tanda-tanda vital) dalam rentang yang diharapkan sesuai kondisi. SLKI ini berfokus pada kemampuan pasien untuk mengelola respons ansietasnya secara mandiri dan efektif, mengurangi dampaknya terhadap kesejahteraan fisik dan psikologis.
Kode SIKI: 3540
Deskripsi : Manajemen Ansietas. Intervensi keperawatan ini meliputi: 1) Mengidentifikasi tingkat ansietas pasien (ringan, sedang, berat, panik) melalui observasi perilaku, verbalisasi, dan tanda fisiologis. 2) Menggunakan pendekatan yang tenang dan meyakinkan. 3) Mengakui perasaan ansietas pasien dan menyampaikan penerimaan. 4) Mendengarkan dengan penuh perhatian. 5) Menemani pasien untuk meningkatkan rasa aman. 6) Membantu pasien mengidentifikasi situasi yang memicu ansietas. 7) Mendorong pasien untuk mengekspresikan perasaan, persepsi, dan ketakutan. 8) Mengajarkan teknik relaksasi (seperti napas dalam, relaksasi otot progresif, distraksi, imajinasi terbimbing). 9) Membantu pasien mengembangkan mekanisme koping yang konstruktif. 10) Meminimalkan stimulus lingkungan yang dapat memperberat ansietas jika diperlukan. 11) Memantau tanda-tanda vital sebagai indikator fisiologis dari ansietas. Intervensi ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang suportif, meningkatkan kesadaran diri pasien terhadap kondisinya, dan membekali pasien dengan keterampilan praktis untuk mengurangi dan mengendalikan perasaan gelisah.
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Berisiko mengalami penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intraselular. (Status ini merujuk pada status keseimbangan cairan tubuh, elektrolit, dan asam-basa yang terganggu di mana risiko lebih disorot daripada masalah aktual).
Kode SLKI: 1403
Deskripsi : Pemeliharaan keseimbangan cairan. Kriteria hasil utama yang diharapkan adalah: 1) Tanda-tanda vital dalam rentang normal, 2) Denyut nadi perifer teraba kuat dan reguler, 3) Turgor kulit baik (kembali cepat saat dicubit), 4) Membran mukosa lembab, 5) Keseimbangan masukan dan haluan (intake dan output) seimbang, 6) Berat badan stabil, 7) Nilai laboratorium terkait (seperti albumin, elektrolit) dalam rentang normal atau menunjukkan perbaikan. SLKI ini menekankan pada pemantauan parameter fisiologis dan biokimia untuk memastikan status hidrasi dan keseimbangan cairan tubuh tetap adekuat.
Kode SIKI: 2080
Deskripsi : Manajemen Cairan/ Elektrolit. Intervensi keperawatan ini meliputi: 1) Memantau tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, suhu, pernapasan) secara teratur. 2) Memantau status hidrasi (turgor kulit, membran mukosa, rasa haus, produksi urin). 3) Mengukur dan mencatat masukan dan haluan cairan secara akurat. 4) Memantau berat badan harian dengan kondisi yang sama. 5) Kolaborasi pemberian terapi cairan intravena sesuai indikasi. 6) Memantau hasil pemeriksaan laboratorium (seperti albumin 2,50 g/dL yang menunjukkan hipoalbuminemia, elektrolit, hematokrit). 7) Memberikan edukasi pada pasien/keluarga tentang pentingnya asupan cairan dan nutrisi yang adekuat. 8) Mengatur kecepatan infus sesuai program terapi. 9) Mengidentifikasi faktor risiko yang dapat memperburuk ketidakseimbangan cairan. 10) Melakukan perawatan kulit untuk mencegah komplikasi akibat edema atau dehidrasi. Intervensi ini bersifat preventif, monitorif, dan suportif untuk mencegah terjadinya dehidrasi, overload cairan, atau gangguan elektrolit yang dapat memperburuk kondisi pasien.
Kondisi: Nutrisi Tidak Seimbang: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: 0003
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Status nutrisi memadai. Kriteria hasil yang diharapkan adalah: 1) Berat badan mencapai atau mendekati berat badan ideal/ target, 2) Nilai laboratorium indikator nutrisi (seperti albumin, hemoglobin) dalam rentang normal, 3) Memiliki kekuatan otot dan massa tubuh yang adekuat (tidak lemah), 4) Asupan makanan dan cairan dapat memenuhi kebutuhan harian, 5) Tidak menunjukkan tanda-tanda malnutrisi (seperti kelemahan, luka yang sulit sembuh). SLKI ini bertujuan untuk mengembalikan dan mempertahankan status gizi pasien pada tingkat yang optimal untuk mendukung penyembuhan dan fungsi tubuh.
Kode SIKI: 1100
Deskripsi : Manajemen Nutrisi. Intervensi keperawatan ini meliputi: 1) Memantau dan mencatat asupan makanan dan cairan pasien. 2) Menimbang berat badan secara teratur. 3) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori dan nutrisi. 4) Memantau hasil laboratorium terkait nutrisi (seperti albumin 2,50 g/dL yang rendah, menunjukkan defisit protein). 5) Memberikan makanan dengan porsi kecil namun sering sesuai toleransi. 6) Menyediakan lingkungan yang nyaman untuk makan. 7) Memberikan edukasi tentang pentingnya nutrisi dan pemilihan makanan tinggi protein dan kalori. 8) Kolaborasi pemberian suplemen nutrisi oral atau nutrisi parenteral jika diperlukan. 9) Memantau kemampuan menelan dan adanya mual/muntah. 10) Memberikan perawatan mulut sebelum dan sesudah makan untuk meningkatkan nafsu makan. Intervensi ini dirancang untuk mengatasi penyebab langsung maupun tidak langsung dari kurangnya asupan nutrisi, memastikan pasien menerima dukungan nutrisi yang diperlukan untuk pemulihan, terutama dalam konteks hipoalbuminemia yang dapat mempengaruhi tekanan darah dan penyembuhan luka.
Article No. 24512 | 17 Mar 2026
Klinis : Kontak (-) Primary survey_ A: Clear, Stable C-Spine B: Pengembangan dada kanan kiri simetris, RR: 20 x/menit, C:TD: 117/74 mmHg HR: 106 x/menit, SpO2: 99% on NRM 10lpm D: GCS E1V1M2, pupil isokor (3mm/3mm), RC (-/-), lateralisasi (-) - GCS (17/03/26) E1V2M3 E: T: 36.7°C _Status Lokalis_ R. Midfacial I: Vulnus laceratum uk 1 x 0.2 x 0.2 cm R. Frontalis, Vulnus laceratum uk 2 x 0.2 x 0.2 cm R. Supraorbitalis (S), VL uk 0. 2 x 0.2 x 0.2 cm R. Superior Labialis, perdarahan aktif (-), deformitas (-), step off (-) P: nyeri tekan s.d.e, hipoestesi infraorbita s.d.e. R. Intraoral I : Maloklusi s.d.e, trismus s.d.e, gigi tanggal (-) P : maksila goyang (-/-), gigi goyang (-/-) R. Mandibula I : Vulnus laceratum uk 0.5 x 0.2 x 0.2 cm, perdarahan aktif (-), deformitas (-), step off (-) P : nyeri tekan s.d.e, mandibula goyang (-/-) R. Clavicula (D) L: VE (+), hiperemis (-), ekimosis (-), swelling (+), deformitas unclear F: NT (+), krepitasi (+), NVD s.d.e, CRT < 2 detik M: ROM s.d.e _Lab RSSP 16/03/26_ Hb 13.22 AE 4.45 Hmt 38.6 *AL 16.22* AT 232 Goldar O GDS 144 PT 10.8 INR 0.98 APTT 35.3 Ur 32.1 Cr 0.83 HbsAg (-) Anti HIV NR
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Berisiko mengalami penurunan suplai darah otak yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan.
Kode SLKI: 0901
Deskripsi : Perfusi serebral membaik yang ditandai dengan: 1) Tingkat kesadaran sesuai kapasitas, 2) Fungsi motorik sesuai kapasitas, 3) Tanda-tanda vital dalam batas normal.
Kode SIKI: 3410
Deskripsi : Pemantauan neurologis: Mengumpulkan dan menganalisis data pasien tentang status neurologis untuk menentukan rencana tindakan. Intervensi ini mencakup pemantauan ketat terhadap tingkat kesadaran (GCS), ukuran dan reaksi pupil, tanda-tanda vital (terutama tekanan darah dan nadi), serta fungsi motorik/sensorik. Pada pasien dengan trauma kepala dan maksilofasial seperti ini, pemantauan neurologis berkelanjutan sangat kritis untuk mendeteksi secara dini tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial atau deteriorasi neurologis. Perawat akan mencatat skor GCS secara serial (dari E1V1M2 menjadi E1V2M3) dan mengamati setiap perubahan sekecil apapun. Pemantauan juga termasuk mengobservasi adanya sakit kepala, muntah proyektil, atau perubahan perilaku. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa perfusi darah ke otak tetap adekuat dan intervensi dapat segera diberikan jika terjadi penurunan status neurologis.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan perkiraan akhirnya.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Kontrol nyeri yang ditandai dengan: 1) Mengungkapkan nyeri terkontrol, 2) Menunjukkan postur rileks, 3) Tanda vital dalam rentang normal.
Kode SIKI: 0810
Deskripsi : Manajemen Nyeri: Tindakan untuk meringankan atau mengurangi nyeri hingga tingkat yang dapat ditoleransi pasien. Pada pasien dengan multiple vulnus laceratum di wajah, nyeri tekan pada regio midfacial dan mandibula, serta fraktur clavicula (dengan nyeri tekan dan krepitasi), manajemen nyeri menjadi prioritas. Intervensi ini meliputi penilaian nyeri komprehensif menggunakan skala yang sesuai (mengingat GCS yang menurun, digunakan skala perilaku), pemberian analgesik sesuai instruksi dokter dengan mempertimbangkan status neurologis, dan teknik non-farmakologis seperti reposisi yang nyaman, kompres dingin untuk mengurangi swelling, serta menciptakan lingkungan yang tenang. Penting untuk memantau efektivitas intervensi dan efek samping obat, serta mendokumentasikan respons nyeri pasien secara berkala untuk mengevaluasi keberhasilan manajemen nyeri.
Kondisi: Kerusakan Integritas Jaringan
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Kerusakan pada membran mukosa, kornea, integumen, atau jaringan subkutan.
Kode SLKI: 1101
Deskripsi : Penyembuhan luka yang ditandai dengan: 1) Tanda-tanda infeksi tidak ada, 2) Luka menyempit, 3) Jaringan granulasi tumbuh.
Kode SIKI: 4160
Deskripsi : Perawatan Luka: Pencegahan komplikasi luka dan mempercepat penyembuhan. Pasien memiliki beberapa luka robek (vulnus laceratum) di area frontal, supraorbital, labialis, dan mandibula. Intervensi keperawatan meliputi inspeksi dan pembersihan luka secara aseptik, perawatan balutan, dan memantau tanda-tanda infeksi seperti kemerahan, bengkak, panas, nyeri, atau pus. Perawat juga harus memperhatikan risiko kontaminasi dari area intraoral (meski tidak ada luka terbuka di dalam mulut, maloklusi dan trismus menunjukkan trauma) ke luka di sekitar mulut. Edukasi kepada pasien atau keluarga untuk tidak menyentuh luka dan menjaga kebersihan area wajah juga penting. Tujuannya adalah untuk mencapai penyembuhan luka tanpa infeksi dan meminimalisis jaringan parut, terutama di area wajah yang estetis.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Berisiko meningkatnya respons rentan terhadap patogen.
Kode SLKI: 0702
Deskripsi : Pengendalian infeksi yang ditandai dengan: 1) Tanda-tanda infeksi tidak ada, 2) Hasil laboratorium dalam batas normal, 3) Melakukan perilaku pencegahan infeksi.
Kode SIKI: 6550
Deskripsi : Proteksi Infeksi: Pencegahan dan deteksi dini infeksi pada pasien yang berisiko. Pasien dengan multiple luka terbuka (terutama di wajah yang dekat dengan rongga mulut dan hidung), serta trauma tulang (clavicula), memiliki risiko infeksi yang meningkat. Intervensi ini mencakup penerapan prinsip aseptik ketat selama perawatan luka, memantau tanda-tanda sistemik infeksi seperti demam, serta memantau hasil laboratorium seperti leukosit (dalam data ini AL 16.22 menunjukkan leukositosis yang dapat menjadi tanda respons stres atau awal infeksi). Perawat juga perlu memastikan status imunisasi tetanus pasien terkini dan memberikan edukasi tentang pentingnya kebersihan. Pencegahan infeksi nosokomial dengan cuci tangan yang benar juga merupakan bagian integral dari intervensi ini untuk melindungi pasien yang dalam kondisi rentan.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 0002
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas paten.
Kode SLKI: 0402
Deskripsi : Pemeliharaan jalan napas yang ditandai dengan: 1) Jalan napas paten, 2) Suara napas bersih, 3) Tidak ada sianosis, 4) Pernapasan efektif.
Kode SIKI: 3140
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas: Memfasilitasi patensi jalan napas dan memaksimalkan pertukaran oksigen. Meski saat ini pengembangan dada simetris dan SpO2 99%, pasien dengan trauma maksilofasial (maloklusi, trismus) dan penurunan kesadaran (GCS fluktuatif) memiliki risiko tinggi obstruksi jalan napas. Sekresi darah, edema, atau lidah yang jatuh dapat menyumbat jalan napas. Intervensi meliputi pemantauan ketat bunyi napas, usaha napas, dan saturasi oksigen secara terus-menerus. Posisi semi-Fowler atau lateral dapat membantu mempertahankan jalan napas. Perawat harus siap dengan alat penghisap (suction) untuk membersihkan sekresi dari mulut atau orofaring dan memastikan ketersediaan alat bantu jalan napas darurat. Edukasi kepada keluarga untuk segera melaporkan jika pasien terlihat sesak atau bersuara grogi juga penting.
Article No. 24513 | 17 Mar 2026
Klinis : nyeri dada hilang timbul, sesak napas (+) KU lemah, CM TD: 118/82 HR: 86 x/m RR: 22 x/m SB: 36.4 C SpO2: 98% on O2 NK JVP 5+3 RBH -/- WHZ -/-, S1S2 irregular, BJ (+) pansistolik edem -/- CKMB 47
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut dan Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: 0026 & 0029
Deskripsi Singkat: Berdasarkan data pasien dengan nyeri dada hilang timbul, sesak napas, bunyi jantung pansistolik, dan irama irregular, dua diagnosa keperawatan utama yang sangat relevan adalah Nyeri Akut (SDKI 0026) dan Penurunan Curah Jantung (SDKI 0029). Nyeri Akut didefinisikan sebagai pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, dengan onset yang tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan perkiraan akhir. Pada kasus ini, nyeri dada merupakan gejala utama yang memerlukan manajemen segera. Sementara itu, Penurunan Curah Jantung didefinisikan sebagai ketidakadekuatan darah yang dipompa oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh. Hal ini didukung oleh temuan klinis seperti kelemahan (KU lemah), sesak napas (dapat mencerminkan kongesti paru atau hipoksia), bunyi jantung pansistolik (mengindikasikan kemungkinan regurgitasi katup, seperti mitral atau trikuspid), dan irama jantung yang irregular (aritmia), yang semuanya dapat menurunkan efisiensi pompa jantung.
Kode SLKI: 1402 & 0402
Deskripsi : Untuk diagnosa Nyeri Akut (SDKI 0026), hasil yang diharapkan adalah Kontrol Nyeri (SLKI 1402), yang didefinisikan sebagai tindakan personal untuk mengontrol nyeri. Tujuannya adalah agar pasien dapat melaporkan penurunan intensitas nyeri, menunjukkan perilaku nyaman, dan mampu menggunakan teknik non-farmakologis untuk mengurangi nyeri. Untuk diagnosa Penurunan Curah Jantung (SDKI 0029), hasil yang diharapkan adalah Status Sirkulasi (SLKI 0402), yang didefinisikan sebagai perjalanan darah yang adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan tubuh. Tujuan spesifiknya termasuk tanda-tanda vital dalam rentang yang dapat diterima (TD, HR, RR), pengisian kapiler baik, haluaran urin adekuat, penurunan sesak napas, dan tidak adanya edema perifer. Pada pasien ini, targetnya adalah menstabilkan TD, mengontrol HR dan irama, mengurangi sesak napas, dan mempertahankan SpO2 yang adekuat tanpa bantuan oksigen berlebihan.
Kode SIKI: 3510 & 4201
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mencapai SLKI tersebut meliputi: Manajemen Nyeri (SIKI 3510) yang didefinisikan sebagai tindakan mencegah, mengontrol, atau mengurangi nyeri. Ini mencakup tindakan seperti: 1) Melakukan pengkajian nyeri komprehensif (PQRST), 2) Memberikan terapi farmakologis analgesik sesuai instruksi dokter dengan mempertimbangkan kondisi kardiovaskular, 3) Mengajarkan dan membantu teknik non-farmakologis seperti relaksasi napas dalam dan distraksi, 4) Memposisikan pasien untuk kenyamanan, dan 5) Memonitor efek samping terapi. Untuk mendukung Status Sirkulasi, intervensi utamanya adalah Manajemen Curah Jantung (SIKI 4201), yang didefinisikan sebagai upaya meningkatkan aliran darah dan tekanan untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh. Tindakannya meliputi: 1) Memonitor ketat tanda vital, status pernapasan, dan saturasi oksigen, 2) Mempertahankan pemberian oksigen sesuai kebutuhan (saat ini O2 NK), 3) Mengkaji bunyi jantung dan suara napas secara berkala, 4) Membatasi aktivitas fisik (tirah baring) untuk mengurangi beban kerja jantung sesuai kondisi KU lemah, 5) Memonitor balance cairan (masukan dan keluaran), 6) Memberikan obat-obatan kardiovaskular seperti diuretik, vasodilator, atau inotropik sesuai resep dokter, dan 7) Memberikan edukasi pada pasien untuk melaporkan segera jika nyeri dada atau sesak memberat. Intervensi ini dirancang untuk mengurangi beban jantung, meningkatkan efisiensi pompa, dan mengontrol gejala, sehingga curah jantung dapat membaik.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433