Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24573 | 25 Mar 2026
Klinis : Seorang laki-laki, berusia 47 tahun, mengalami kecelakaan lalu lintas dalam sebuah kecelakaan tunggal di jalan raya. Menurut saksi mata, korban merupakan pengendara minibus, dan membawa mobilnya sendirian tanpa penumpang. Saat kejadian saksi melihat mobil tsb melaju cepat, dan mulai kehilangan kendali, oleng tanpa sebab kemudian belok kearah bahu jalan dan menabrak pohon yang ada di pinggir jalan. Saksi menduga supir mengantuk. Pada saat korban selesai dievakuasi dan dilanjutkan dengan pengkajian awal, terlihat memar pada dada korban, pernapasan di dada kanan dan kiri tidak simetris dan tampak paradoksal breathing di bagian dada kanan korban. Korban sadar dan mengeluh nyeri hebat di area dada, dan sesak napas. Dari hasil kajian didapatkan Respirasi Rate (RR) = 33 – 35 x/menit; TD = 120/90 mmHg; HR= 110x/menit; T=35,6oC. Kemudian korban diberikan tindakan stabilisasi A, B dan C serta diberikan obat analgetic, dan dievakuasi ke IGD RS X. Di IGD, Korban (klien) dilakukan pemeriksaan fisik lebih lanjut dan dilakukan pemeriksaan foto thorax. Dari hasil rontgent terlihat terdapat segmen yang mengalami fraktur, pada costa didada kanan, dan terlihat adanya hematothorax. Klien direncanakan menjalani operasi. Sambil dilakukan persiapan operasi klien tetap diobservasi ketat. Hasil pemeriksaan tanda-tanda vital satu jam pertama di IGD, RR= 28-30x/menit, paradoksal breathing dada kanan (+); nyeri skala 6/10 (NRS); HR = 118 - 120 x/menit; saturasi oksigen 95% dengan tambahan oksigen via NRM 8 L/menit; TD=130/90 mmHg. Pasien kemudian diberikan analgetik tramadol dosis inisial diberikan 100 mg, dilanjutkan 50 mg setiap 10-20 menit dalam 1 jam pertama. Hasil observasi setelah 4 jam di IGD, didapatkan hasil pemeriksaan sebagai berikut: pasien gelisah, RR = 33-35x/menit; saturasi 92% dengan NRM 10 L/menit; TD=140/88 mmHg; HR= 120x/menit; T=37oC. Hasil pemeriksaan AGD: pH darah: 7,30 Bikarbonat (HCO3): 30 mEq/L Tekanan parsial oksigen (PaO2): 78 mmHg Tekanan parsial karbon dioksida (PaCO2): 50 mmHg Saturasi oksigen (SaO2): 90% (FiO2 menggunakan NRM 8 – 10 L/menit = 80%).
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas dan Nyeri Akut terkait Fraktur Costa Multipel dan Hematothorax pasca Trauma Dada
Kode SDKI: D.0005
Deskripsi Singkat: Diagnosa Keperawatan "Gangguan Pertukaran Gas" didefinisikan sebagai kondisi dimana terjadi kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida pada membran alveolus-kapiler. Pada kasus ini, gangguan pertukaran gas terjadi akibat kombinasi beberapa faktor patofisiologis. Fraktur multipel costa kanan (flail chest) menyebabkan pergerakan paradoksal dinding dada, mengganggu mekanika pernapasan yang normal sehingga ventilasi menjadi tidak adekuat. Hematothorax yang menyertai mengurangi ruang bagi paru untuk mengembang (kompresi), menurunkan kapasitas residu fungsional dan menyebabkan atelektasis. Kombinasi ini mengakibatkan ketidakseimbangan ventilasi-perfusi (V/Q mismatch). Data klinis yang mendukung adalah sesak napas, takipnea (RR 33-35x/menit), saturasi oksigen yang menurun (92-95%) meski dengan oksigen konsentrasi tinggi, dan hasil Analisis Gas Darah (AGD) yang menunjukkan hipoksemia (PaO2 78 mmHg) dan hiperkapnia respiratorik akut (PaCO2 50 mmHg) dengan pH asam (7.30), mengindikasikan gagal napas tipe II (hiperkapnik) yang belum terkompensasi secara metabolik (HCO3 30 mEq/L).
Kode SLKI: L.04013
Deskripsi : Luaran yang diharapkan (SLKI) adalah "Perbaikan Pertukaran Gas" dengan kriteria utama: frekuensi pernapasan dalam rentang normal, tidak ada sesak napas, saturasi oksigen dalam rentang normal, dan gas darah arteri dalam rentang normal. Pada konteks pasien ini, tujuan realistis dalam fase pra-operasi stabilisasi adalah mencapai perbaikan bertahap. Target luaran jangka pendek meliputi penurunan frekuensi pernapasan mendekati 24x/menit atau kurang, berkurangnya keluhan sesak, peningkatan saturasi oksigen menjadi ≥95% dengan dosis oksigen yang lebih rendah, dan perbaikan parameter AGD menuju nilai normal (PaO2 >80 mmHg, PaCO2 35-45 mmHg, pH 7.35-7.45). Pencapaian luaran ini dipersiapkan untuk menunjang kelancaran tindakan operasi. Intervensi keperawatan seperti pemberian oksigen, pemantauan ketat, serta persiapan dan asistensi untuk tindakan invasif seperti pemasangan WSD (Water Sealed Drainage) jika diperlukan, diarahkan untuk mencapai luaran ini.
Kode SIKI: I.08060
Deskripsi : Intervensi keperawatan "Manajemen Jalan Napas" adalah tindakan sistematis untuk mempertahankan patensi jalan napas dan mendukung ventilasi yang adekuat. Pada pasien trauma dada ini, implementasinya meliputi: 1) Memantau status pernapasan secara ketat (frekuensi, irama, kedalaman, penggunaan otot bantu, pergerakan dada paradoksal) dan saturasi oksigen secara terus menerus. 2) Mempertahankan pemberian oksigen sesuai order (NRM 8-10 L/menit) dan memastikan alat berfungsi baik. 3) Melakukan auskultasi bunyi napas secara berkala untuk mendeteksi adanya penurunan atau tidak adanya bunyi napas di area hematothorax. 4) Memposisikan pasien dalam posisi semi-Fowler atau duduk untuk memudahkan ekspansi dada dan meminimalkan tekanan isi abdomen pada diafragma. 5) Kolaborasi dalam pemberian analgesik yang adekuat (seperti tramadol) untuk mengontrol nyeri hebat, karena nyeri dapat membatasi pernapasan dalam dan batuk efektif, memperburuk atelektasis. 6) Mempersiapkan alat dan membantu prosedur emergensi seperti torakosentesis atau pemasangan WSD jika ada indikasi untuk mengeluarkan darah dari rongga pleura. 7) Memantau respons terhadap terapi dan siap melakukan resusitasi jika terjadi perburukan. Intervensi ini bersifat kolaboratif dan kritis dalam mencegah hipoksia jaringan yang dapat berakibat fatal.
Kondisi: Nyeri Akut terkait Fraktur Costa dan Trauma Jaringan Lunak Dada
Kode SDKI: D.0028
Deskripsi Singkat: Diagnosa Keperawatan "Nyeri Akut" didefinisikan sebagai pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang terjadi atau berlangsung sejak kurang dari 3 bulan. Pada pasien ini, nyeri akut bersifat berat dengan skala 6/10, disebabkan oleh fraktur tulang rusuk multipel, robekan otot interkostal, dan kemungkinan memar pada organ dalam. Nyeri dari fraktur costa sangat tajam dan diperberat oleh setiap gerakan pernapasan, batuk, atau perubahan posisi. Nyeri ini memiliki dampak signifikan secara fisiologis dan psikologis. Secara fisiologis, nyeri menyebabkan takipnea dangkal (breathing splinting) yang justru memperburuk ventilasi alveolar dan clearance sekret, berkontribusi pada gangguan pertukaran gas. Nyeri juga memicu respons stres sistemik yang ditandai dengan takikardia (HR 110-120x/menit) dan peningkatan tekanan darah. Secara psikologis, nyeri hebat menyebabkan kecemasan, ketidaknyamanan ekstrem, dan kegelisahan seperti yang terobservasi pada pasien. Kegelisahan ini dapat meningkatkan konsumsi oksigen dan memperburuk kondisi pernapasan. Oleh karena itu, manajemen nyeri yang efektif bukan hanya untuk kenyamanan, tetapi merupakan terapi penyelamatan untuk memperbaiki fungsi pernapasan.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Luaran yang diharapkan (SLKI) adalah "Kontrol Nyeri" dengan kriteria: nyeri berkurang atau hilang, pasien mampu menunjukkan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri, dan tanda-tanda vital dalam rentang normal. Target spesifik untuk pasien ini adalah menurunkan skala nyeri dari 6/10 menjadi ≤3/10 dalam waktu 1-2 jam setelah pemberian analgesik, mengurangi takikardia dan takipnea yang dipicu nyeri, serta mengurangi ketegangan dan kegelisahan pasien. Pengukuran luaran dilakukan dengan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) secara berkala, observasi perilaku nyeri (wajai mengerut, posisi tubuh protektif), dan pemantauan tanda vital. Pencapaian kontrol nyeri yang adekuat akan terlihat dari kemampuan pasien untuk bernapas lebih dalam, berkurangnya distres pernapasan, dan partisipasi yang lebih baik dalam perawatan.
Kode SIKI: I.11012
Deskripsi : Intervensi keperawatan "Manajemen Nyeri" meliputi serangkaian tindakan untuk mencegah, mengontrol, atau mengurangi nyeri. Implementasinya pada kasus ini: 1) Melakukan pengkajian nyeri komprehensif secara berkala menggunakan skala NRS, termasuk lokasi, karakter, faktor pencetus, dan pereda. 2) Memberikan analgesik sesuai kolaborasi (seperti tramadol) tepat waktu, memantau efektivitas, dan mengobservasi efek samping seperti depresi pernapasan (risiko yang harus diwaspadai pada pasien dengan gangguan pertukaran gas). 3) Menerapkan intervensi nonfarmakologis seperti teknik relaksasi napas dalam (jika memungkinkan), distraksi, dan penciptaan lingkungan yang tenang. 4) Membantu pasien menemukan posisi yang nyaman yang tetap mendukung fungsi pernapasan, misalnya dengan menyangga lengan di sisi yang sakit. 5) Memberikan edukasi singkat kepada pasien tentang pentingnya melaporkan nyeri dan tidak menahannya karena dapat memperburuk kondisi pernapasan. 6) Melakukan kolaborasi dengan tim medis untuk regimen analgesik yang optimal, mungkin mempertimbangkan modalitas seperti analgesia epidural atau blok nervus interkostal untuk nyeri berat pasca trauma dada. 7) Memantau dan mendokumentasikan respons pasien terhadap intervensi yang diberikan. Manajemen nyeri yang proaktif sangat penting untuk memutus siklus nyeri-takipnea-hipoksia.
-
Article No. 24574 | 25 Mar 2026
Klinis : Seorang laki-laki, berusia 47 tahun, mengalami kecelakaan lalu lintas dalam sebuah kecelakaan tunggal di jalan raya. Menurut saksi mata, korban merupakan pengendara minibus, dan membawa mobilnya sendirian tanpa penumpang. Saat kejadian saksi melihat mobil tsb melaju cepat, dan mulai kehilangan kendali, oleng tanpa sebab kemudian belok kearah bahu jalan dan menabrak pohon yang ada di pinggir jalan. Saksi menduga supir mengantuk. Pada saat korban selesai dievakuasi dan dilanjutkan dengan pengkajian awal, terlihat memar pada dada korban, pernapasan di dada kanan dan kiri tidak simetris dan tampak paradoksal breathing di bagian dada kanan korban. Korban sadar dan mengeluh nyeri hebat di area dada, dan sesak napas. Dari hasil kajian didapatkan Respirasi Rate (RR) = 33 – 35 x/menit; TD = 120/90 mmHg; HR= 110x/menit; T=35,6oC. Kemudian korban diberikan tindakan stabilisasi A, B dan C serta diberikan obat analgetic, dan dievakuasi ke IGD RS X. Di IGD, Korban (klien) dilakukan pemeriksaan fisik lebih lanjut dan dilakukan pemeriksaan foto thorax. Dari hasil rontgent terlihat terdapat segmen yang mengalami fraktur, pada costa didada kanan, dan terlihat adanya hematothorax. Klien direncanakan menjalani operasi. Sambil dilakukan persiapan operasi klien tetap diobservasi ketat. Hasil pemeriksaan tanda-tanda vital satu jam pertama di IGD, RR= 28-30x/menit, paradoksal breathing dada kanan (+); nyeri skala 6/10 (NRS); HR = 118 - 120 x/menit; saturasi oksigen 95% dengan tambahan oksigen via NRM 8 L/menit; TD=130/90 mmHg. Pasien kemudian diberikan analgetik tramadol dosis inisial diberikan 100 mg, dilanjutkan 50 mg setiap 10-20 menit dalam 1 jam pertama. Hasil observasi setelah 4 jam di IGD, didapatkan hasil pemeriksaan sebagai berikut: pasien gelisah, RR = 33-35x/menit; saturasi 92% dengan NRM 10 L/menit; TD=140/88 mmHg; HR= 120x/menit; T=37oC. Hasil pemeriksaan AGD: pH darah: 7,30 Bikarbonat (HCO3): 30 mEq/L Tekanan parsial oksigen (PaO2): 78 mmHg Tekanan parsial karbon dioksida (PaCO2): 50 mmHg Saturasi oksigen (SaO2): 90% (FiO2 menggunakan NRM 8 – 10 L/menit = 80%).
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas dan Gangguan Keseimbangan Asam-Basa (Asidosis Respiratori) terkait Fraktur Costa Multipel dan Hematothorax
Kode SDKI: D.0012
Deskripsi Singkat: Gangguan pertukaran gas adalah keadaan ketika terjadi ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen serta eliminasi karbon dioksida pada membran alveoli-kapiler. Pada kasus ini, gangguan disebabkan oleh trauma dada (fraktur costa dan hematothorax) yang mengakibatkan nyeri hebat, pernapasan paradoksal, dan penurunan ekspansi paru efektif. Hal ini menyebabkan hipoksemia (PaO2 78 mmHg, SaO2 90%) dan hiperkapnia (PaCO2 50 mmHg) yang memicu asidosis respiratori (pH 7.30). Meskipun bikarbonat meningkat sebagai kompensasi renal awal, kondisi tetap tidak terkompensasi sepenuhnya. Gangguan ini dimanifestasikan secara klinis dengan takipnea (RR 33-35x/menit), sesak napas, gelisah, dan saturasi oksigen yang turun meski dengan pemberian oksigen konsentrasi tinggi.
Kode SLKI: L.03113
Deskripsi : Pertukaran gas membaik. Luaran ini ditandai dengan tercapainya parameter pertukaran gas dalam rentang normal atau mendekati normal yang spesifik untuk klien. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: frekuensi pernapasan (RR) dalam rentang normal (16-20x/menit), tidak ada pernapasan paradoksal, saturasi oksigen (SpO2) ≥95% pada udara ruangan atau dengan terapi oksigen minimal, dan analisis gas darah (AGD) menunjukkan resolusi asidosis respiratori (pH 7.35-7.45, PaCO2 35-45 mmHg, PaO2 >80 mmHg). Selain itu, klien tidak mengeluh sesak napas, menunjukkan tingkat kesadaran yang baik (tidak gelisah), dan mampu melakukan aktivitas tanpa distress pernapasan. Pencapaian luaran ini memerlukan intervensi untuk menstabilkan dinding dada, mengatasi hematothorax, dan mengelola nyeri untuk memungkinkan ventilasi yang adekuat.
Kode SIKI: I.08220
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Intervensi ini merupakan serangkaian tindakan untuk mempertahankan patensi jalan napas dan memfasilitasi pertukaran gas yang adekuat. Pada kasus ini, intervensi meliputi: 1) Memantau status pernapasan secara ketat (frekuensi, irama, kedalaman, penggunaan otot bantu, simetri dada, dan saturasi oksigen). 2) Memposisikan klien dalam posisi semi-Fowler atau duduk untuk memaksimalkan ekspansi dada. 3) Memberikan terapi oksigen sesuai order (seperti NRM) dan memantau efektivitasnya. 4) Melakukan fisioterapi dada sesuai toleransi dan kondisi fraktur (seperti latihan napas dalam, batuk efektif dengan teknik splinting dada). 5) Berkolaborasi dalam persiapan dan pelaksanaan tindakan invasif jika diperlukan (seperti pemasangan chest tube untuk hematothorax atau persiapan operasi stabilisasi costa). 6) Memantau hasil AGD dan melaporkan perubahan. 7) Mengelola nyeri secara agresif dengan pemberian analgesik sesuai program (seperti tramadol) untuk mengurangi hambatan pernapasan akibat nyeri. 8) Mempersiapkan alat bantu jalan napas darurat. Tindakan ini bertujuan untuk mengoptimalkan oksigenasi, mengurangi kerja napas, dan mencegah memburuknya gagal napas.
Kondisi: Nyeri Akut terkait Trauma Jaringan dan Fraktur Tulang
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Nyeri akut adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak dan durasi terbatas. Pada klien ini, nyeri disebabkan oleh trauma fisik langsung berupa fraktur costa multipel dan hematothorax. Nyeri dada hebat ini merupakan faktor utama yang memperburuk gangguan pertukaran gas karena menghambat pernapasan dalam dan batuk efektif. Klien secara subjektif mengeluh nyeri dengan skala 6/10 (NRS). Secara objektif, nyeri ditandai dengan perubahan tanda vital (takikardia, takipnea, hipertensi), perilaku gelisah, ekspresi wajah kesakitan, dan pola pernapasan yang dangkal serta paradoksal. Nyeri ini bersifat protektif namun memerlukan penanganan segera untuk mencegah komplikasi pernapasan dan memfasilitasi penyembuhan.
Kode SLKI: L.03031
Deskripsi : Tingkat nyeri menurun. Luaran ini ditandai dengan berkurangnya atau hilangnya nyeri yang dialami klien. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: laporan klien tentang penurunan skala nyeri (misalnya, menjadi ≤3/10 pada skala NRS), durasi dan frekuensi nyeri berkurang, tanda-tanda vital kembali ke rentang normal (HR dan RR menurun), perilaku klien lebih tenang dan kooperatif (tidak gelisah), serta mampu melakukan napas dalam dan batuk efektif dengan lebih baik. Klien juga dapat beristirahat dengan cukup. Pengendalian nyeri yang adekuat secara langsung akan mendukung perbaikan status pernapasan.
Kode SIKI: I.08073
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi ini meliputi tindakan untuk meringankan atau mengurangi nyeri hingga tingkat yang dapat ditoleransi. Pada kasus ini, tindakan meliputi: 1) Melakukan pengkajian nyeri komprehensif secara berkala (PQRST: Provokasi, Kualitas, Radiasi, Skala, Waktu). 2) Memberikan farmakoterapi analgesik sesuai order (seperti pemberian tramadol intravena) dan mengevaluasi efektivitas serta efek sampingnya. 3) Menerapkan teknik non-farmakologi, seperti teknik relaksasi napas dalam (jika memungkinkan), distraksi, dan menciptakan lingkungan yang tenang. 4) Memposisikan klien dengan nyaman, mungkin dengan penyangga tambahan, dengan tetap memperhatikan stabilitas fraktur. 5) Mengajarkan dan membantu teknik splinting dada (memeluk bantal) saat batuk atau bergerak untuk mengurangi nyeri. 6) Berkolaborasi dengan tim medis untuk rencana analgesia pra, intra, dan pasca operasi. Tujuan intervensi adalah memutus siklus nyeri-takipnea-hiperkapnia, sehingga meningkatkan kepatuhan klien terhadap terapi pernapasan.
Kondisi: Risiko Syok Hipovolemik terkait Kehilangan Darah Aktif (Hematothorax)
Kode SDKI: D.0058
Deskripsi Singkat: Risiko syok hipovolemik adalah keadaan rentan dimana terdapat kemungkinan mengalami penurunan perfusi jaringan yang mengancam jiwa akibat penurunan volume sirkulasi darah yang efektif. Pada klien ini, faktor risikonya adalah kehilangan darah aktif ke dalam rongga pleura (hematothorax) yang dikonfirmasi dari hasil rontgen. Meskipun tanda vital awal (TD 130-140/90 mmHg) masih dapat dikompensasi, terdapat indikator awal distress seperti takikardia persisten (HR 118-120x/menit), takipnea, dan kegelisahan. Klien berada dalam fase kompensasi syok, dimana tubuh berusaha mempertahankan tekanan darah dengan meningkatkan denyut jantung dan vasokonstriksi. Namun, jika perdarahan berlanjut atau tidak ditangani (misalnya dengan chest tube atau operasi), risiko berkembang menjadi syok dekompensasi sangat tinggi, yang ditandai dengan hipotensi, penurunan kesadaran, dan kegagalan multi organ.
Kode SLKI: L.15012
Deskripsi : Status sirkulasi membaik. Luaran ini ditandai dengan terpeliharanya atau kembali stabilnya hemodinamik klien. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: tanda-tanda vital dalam rentang normal untuk klien (TD stabil, HR 60-100x/menit), pengisian kapiler < 3 detik, produksi urine adekuat (>0.5 mL/kg/jam), kulit hangat dan kering, status mental baik (sadar dan orientasi baik), serta tidak ada tanda perdarahan lebih lanjut. Pemantauan ketat terhadap drainase chest tube (jika dipasang) untuk jumlah dan karakter cairan juga merupakan bagian dari luaran ini. Tujuan akhir adalah mencegah progresi ke syok ireversibel.
Kode SIKI: I.09020
Deskripsi : Pemantauan Hemodinamik. Intervensi ini melibatkan pengukuran dan analisis berkelanjutan terhadap parameter yang mengindikasikan status sirkulasi darah. Tindakan spesifik meliputi: 1) Memantau tanda-tanda vital (TD, HR, RR, suhu) secara ketat dan berkesinambungan, mungkin dengan pemantauan invasif jika diperlukan. 2) Memantau status perfusi perifer (warna, kehangatan, pengisian kapiler). 3) Memantau haluaran urine setiap jam sebagai indikator perfusi ginjal. 4) Memantau tingkat kesadaran. 5) Memeriksa dan mendokumentasikan karakteristik drainase (pada hematothorax yang sudah didrainase). 6) Mempertahankan akses intravena yang adekuat untuk resusitasi cairan dan transfusi. 7) Berkolaborasi dalam pemberian terapi cairan dan produk darah sesuai order. 8) Mempersiap
Article No. 24575 | 25 Mar 2026
Klinis : Seorang laki-laki, berusia 47 tahun, mengalami kecelakaan lalu lintas dalam sebuah kecelakaan tunggal di jalan raya. Menurut saksi mata, korban merupakan pengendara minibus, dan membawa mobilnya sendirian tanpa penumpang. Saat kejadian saksi melihat mobil tsb melaju cepat, dan mulai kehilangan kendali, oleng tanpa sebab kemudian belok kearah bahu jalan dan menabrak pohon yang ada di pinggir jalan. Saksi menduga supir mengantuk. Pada saat korban selesai dievakuasi dan dilanjutkan dengan pengkajian awal, terlihat memar pada dada korban, pernapasan di dada kanan dan kiri tidak simetris dan tampak paradoksal breathing di bagian dada kanan korban. Korban sadar dan mengeluh nyeri hebat di area dada, dan sesak napas. Dari hasil kajian didapatkan Respirasi Rate (RR) = 33 – 35 x/menit; TD = 120/90 mmHg; HR= 110x/menit; T=35,6oC. Kemudian korban diberikan tindakan stabilisasi A, B dan C serta diberikan obat analgetic, dan dievakuasi ke IGD RS X. Di IGD, Korban (klien) dilakukan pemeriksaan fisik lebih lanjut dan dilakukan pemeriksaan foto thorax. Dari hasil rontgent terlihat terdapat segmen yang mengalami fraktur, pada costa didada kanan, dan terlihat adanya hematothorax. Klien direncanakan menjalani operasi. Sambil dilakukan persiapan operasi klien tetap diobservasi ketat. Hasil pemeriksaan tanda-tanda vital satu jam pertama di IGD, RR= 28-30x/menit, paradoksal breathing dada kanan (+); nyeri skala 6/10 (NRS); HR = 118 - 120 x/menit; saturasi oksigen 95% dengan tambahan oksigen via NRM 8 L/menit; TD=130/90 mmHg. Pasien kemudian diberikan analgetik tramadol dosis inisial diberikan 100 mg, dilanjutkan 50 mg setiap 10-20 menit dalam 1 jam pertama. Hasil observasi setelah 4 jam di IGD, didapatkan hasil pemeriksaan sebagai berikut: pasien gelisah, RR = 33-35x/menit; saturasi 92% dengan NRM 10 L/menit; TD=140/88 mmHg; HR= 120x/menit; T=37oC. Hasil pemeriksaan AGD: pH darah: 7,30 Bikarbonat (HCO3): 30 mEq/L Tekanan parsial oksigen (PaO2): 78 mmHg Tekanan parsial karbon dioksida (PaCO2): 50 mmHg Saturasi oksigen (SaO2): 90% (FiO2 menggunakan NRM 8 – 10 L/menit = 80%).
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas dan Nyeri Akut terkait Fraktur Costa dan Hematothorax pasca Trauma Dada
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Gangguan pertukaran gas adalah keadaan dimana terjadi ketidakseimbangan antara suplai oksigen dan kebutuhan oksigen tubuh, serta ketidakmampuan tubuh untuk mengeliminasi karbon dioksida secara adekuat. Pada kasus ini, gangguan disebabkan oleh trauma dada yang mengakibatkan fraktur costa multipel dan hematothorax. Fraktur costa menyebabkan nyeri hebat yang menghambat ekspansi dada dan pergerakan pernapasan efektif, serta dapat menyebabkan paradoksal breathing (gerakan dinding dada yang tidak normal saat inspirasi dan ekspirasi). Hematothorax (penumpukan darah di rongga pleura) secara fisik menekan jaringan paru, mengurangi kapasitas paru untuk mengembang (compliance), dan mengganggu proses difusi oksigen-karbon dioksida. Hal ini secara klinis dimanifestasikan dengan sesak napas, takipnea (RR >30x/menit), penurunan saturasi oksigen (92-95% dengan oksigen tinggi), dan hasil Analisis Gas Darah (AGD) yang menunjukkan hipoksemia (PaO2 78 mmHg) dan hiperkapnia respiratorik akut (PaCO2 50 mmHg) dengan pH asam (7.30), mengindikasikan gagal napas tipe II (hiperkapnik) yang memburuk. Kondisi ini merupakan ancaman jiwa yang memerlukan intervensi segera.
Kode SLKI: L.03110
Deskripsi : SLKI L.03110 adalah "Perbaikan pertukaran gas". Tujuan dari luaran ini adalah agar pertukaran gas klien kembali membaik, ditandai dengan parameter dalam rentang normal atau mendekati normal. Kriteria luaran yang diharapkan pada kasus ini meliputi: (1) Frekuensi pernapasan (RR) dalam rentang normal (12-20x/menit) tanpa bantuan otot pernapasan tambahan; (2) Pola pernapasan simetris dan efektif, paradoksal breathing teratasi; (3) Saturasi oksigen (SpO2) ≥95% dengan kebutuhan FiO2 yang semakin rendah; (4) Hasil Analisis Gas Darah (AGD) menunjukkan perbaikan: PaO2 >80 mmHg, PaCO2 35-45 mmHg, dan pH 7.35-7.45; (5) Klien tidak mengeluh sesak napas; (6) Bunyi napas vesikuler terdengar jelas di semua lapang paru. Pencapaian luaran ini sangat bergantung pada keberhasilan penanganan penyebabnya (stabilisasi dinding dada, drainase hematothorax, manajemen nyeri) dan terapi suportif oksigenasi.
Kode SIKI: I.08049
Deskripsi : SIKI I.08049 adalah "Manajemen jalan napas". Intervensi ini sangat krusial pada klien dengan trauma dada dan gangguan pertukaran gas. Pelaksanaannya meliputi serangkaian tindakan sistematis: (1) Mempertahankan patensi jalan napas dengan posisi semi-fowler atau fowler tinggi untuk memaksimalkan ekspansi paru. (2) Memantau status pernapasan secara ketat dan berkelanjutan (setiap 15-30 menit atau sesuai kebutuhan) meliputi frekuensi, irama, kedalaman, usaha napas, penggunaan otot bantu, dan adanya paradoksal breathing. (3) Memantau nilai saturasi oksigen secara terus menerus dengan pulse oximetry dan nilai AGD secara berkala untuk mengevaluasi efektivitas terapi. (4) Memberikan terapi oksigen sesuai kebutuhan dan resep (seperti via Non-Rebreathing Mask/NRM dengan aliran tinggi 8-10 L/menit seperti pada kasus) dan mengevaluasi respons klien. (5) Melakukan fisioterapi dada sesuai toleransi klien (seperti latihan napas dalam, batuk efektif) dengan memperhatikan manajemen nyeri terlebih dahulu. (6) Mempersiapkan dan membantu prosedur invasif jika diperlukan, seperti pemasangan chest tube untuk drainase hematothorax atau persiapan intubasi dan ventilasi mekanik jika gagal napas memburuk. (7) Berkolaborasi dengan tim medis dalam pemberian obat-obatan seperti analgesik (untuk mengurangi nyeri dan memungkinkan napas dalam) dan bronkodilator jika diperlukan. (8) Mendokumentasikan semua temuan dan tindakan yang diberikan secara akurat dan tepat waktu. Intervensi ini bertujuan untuk mendukung proses oksigenasi dan ventilasi sambil menunggu penanganan definitif penyebab gangguan.
Kondisi: Nyeri Akut terkait Kerusakan Jaringan Biomekanik (Fraktur Costa dan Trauma Dada)
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Nyeri akut adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang terjadi secara tiba-tiba atau berlangsung dalam waktu terbatas. Pada kasus ini, nyeri disebabkan oleh fraktur tulang rusuk (costa) dan trauma pada jaringan lunak dada. Nyeri fraktur costa bersifat sangat tajam, menusuk, dan diperberat oleh gerakan pernapasan, batuk, atau perubahan posisi. Nyeri ini bukan hanya menyebabkan penderitaan, tetapi juga menimbulkan komplikasi pernapasan yang serius. Klien secara refleks akan membatasi pernapasan dalam (splinting) untuk menghindari nyeri, yang mengakibatkan pernapasan menjadi dangkal, penurunan ventilasi alveolar, atelektasis, dan retensi sekret. Hal ini memperburuk gangguan pertukaran gas yang sudah ada. Data klinis menunjukkan nyeri dengan skala 6/10 (NRS), takipnea, gelisah, dan pola pernapasan paradoksal yang juga dipengaruhi oleh nyeri. Manajemen nyeri yang adekuat adalah landasan utama untuk memutus siklus nyeri-gangguan pernapasan dan mencegah komplikasi lebih lanjut seperti pneumonia.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : SLKI L.03001 adalah "Kontrol nyeri". Tujuan luaran ini adalah klien mencapai tingkat kenyamanan yang dapat diterima dengan berkurangnya atau hilangnya nyeri. Kriteria luaran yang diharapkan meliputi: (1) Skala nyeri klien menurun (dari 6/10 menjadi ≤3/10 atau sesuai target yang ditetapkan) baik pada saat istirahat maupun saat bergerak atau bernapas dalam. (2) Ekspresi wajah klien rileks, tidak lagi meringis atau menunjukkan tanda distress. (3) Klien dapat menunjukkan kemampuan untuk bernapas dalam dan batuk efektif dengan nyeri minimal. (4) Tanda-tanda vital (terutama frekuensi jantung dan pernapasan) menunjukkan tren perbaikan menuju rentang normal seiring dengan terkontrolnya nyeri. (5) Klien melaporkan peningkatan kenyamanan dan mampu beristirahat. (6) Klien kooperatif dalam menjalani tindakan keperawatan dan pemeriksaan. Pencapaian kontrol nyeri yang optimal akan secara langsung mendukung perbaikan parameter pernapasan dan pertukaran gas.
Kode SIKI: I.08029
Deskripsi : SIKI I.08029 adalah "Manajemen nyeri". Intervensi ini dilakukan secara komprehensif untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan kenyamanan klien. Tindakan yang dilakukan meliputi: (1) Melakukan pengkajian nyeri secara komprehensif dan berulang menggunakan skala yang valid (seperti NRS), mencakup lokasi, karakter, intensitas, faktor pencetus, dan faktor pereda. (2) Memberikan analgesik sesuai resep (seperti tramadol yang telah diberikan) secara tepat waktu, memantau efektivitasnya, dan mengobservasi efek samping (misalnya depresi pernapasan, terutama dengan opioid). (3) Menerapkan intervensi non-farmakologis untuk mengurangi nyeri dan ansietas, seperti teknik relaksasi napas dalam (jika memungkinkan), distraksi, dan penciptaan lingkungan yang tenang. (4) Membantu klien dalam posisi yang nyaman yang mendukung ekspansi dada namun tidak menambah nyeri, biasanya posisi semi-fowler dengan penyangga yang baik. (5) Melakukan stabilisasi eksternal dinding dada yang nyeri (misalnya dengan bantal atau penahan) untuk mengurangi pergerakan dan gesekan fragmen tulang selama bernapas atau bergerak. (6) Mengajarkan dan mendampingi klien untuk teknik splinting (menahan area nyeri dengan bantal atau tangan) saat akan batuk atau bergerak. (7) Meminimalkan faktor pencetus nyeri dengan membantu perawatan diri dan pergerakan dengan teknik yang tepat. (8) Mengevaluasi dan mendokumentasikan respons klien terhadap intervensi manajemen nyeri yang diberikan. Intervensi ini bersifat kolaboratif dan menjadi dasar untuk memungkinkan klien melakukan latihan pernapasan yang diperlukan.
Article No. 24556 | 24 Mar 2026
Klinis : bisul di bokong TelaahPasien datang dengan keluhan timbul bisul di bokong sebelah kanan, bernanah (+). demam (+) dijumpai dan kepala terasa berat sudah 3 hari ini. nyeri di ulu hati, menyesak. batuk dan pilek (+) dijumpai Riwayat Penyakit DahuluDM OKes : CM TD : 166/96 mmHg HR : 95 x/i RR : 20 x/i T : 39 C SpO2 : 99% on Room Air STATUS LOKALISATA Mata : CA (-/-), SI (-/-) Mulut : coated tongue (-), faring hiperemis (-), T1/T1 Leher : TVJ R-2cmHg, lymphadenopathy (-) Thoraks : sp ves (+/+), rh (-/-), wh (-/-), BJ 1,2 reg, murmur (-) Abdomen : soepel, NT (-), normoperistaltik, normothympani, H/L tidak teraba, Mcburney sign (-) Eks : akral hangat, CRT<2, t/v kuat, edem pretibial (-/-) Gluteus dex : abses kemerahan, nanah (+), nyeri (+), teraba panas
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi dan Ketidakefektifan Termoregulasi pada Pasien dengan Abses Gluteal dan Demam
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko Infeksi adalah keadaan dimana individu berisiko mengalami invasi oleh patogen patogenik.
Kode SLKI: L.08015
Deskripsi : Kontrol Infeksi: Kemampuan untuk mencegah, menghindari, dan mengurangi risiko infeksi. SLKI ini diukur dengan kriteria hasil seperti: perilaku cuci tangan dengan benar, menjaga kebersihan lingkungan, mempertahankan integritas kulit, tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi (seperti demam, kemerahan, bengkak, nyeri, pus), dan parameter laboratorium dalam batas normal. Pada pasien ini, fokus SLKI adalah mencegah penyebaran infeksi dari abses dan mencapai resolusi infeksi yang ditandai dengan hilangnya demam, reduksi ukuran abses, dan tidak adanya nanah.
Kode SIKI: I.08080
Deskripsi : Manajemen Infeksi: Tindakan untuk mencegah, memantau, dan mengobati infeksi. Intervensi keperawatan yang relevan meliputi: 1) Memantau tanda-tanda infeksi sistemik dan lokal (suhu, kemerahan, bengkak, nyeri, drainage). 2) Melakukan perawatan luka abses dengan teknik aseptik dan antiseptik sesuai protokol (misalnya, insisi dan drainase jika diperlukan, pemasangan drain, penutupan luka dengan balutan steril). 3) Mengajarkan dan mendorong perilaku cuci tangan pada pasien dan keluarga. 4) Kolaborasi pemberian terapi antibiotik sesuai resep dan memantau efek serta efek sampingnya. 5) Mengatur lingkungan untuk meminimalkan paparan patogen. 6) Memberikan pendidikan kesehatan tentang tanda-tanda infeksi yang perlu diwaspadai. 7) Memantau hasil laboratorium seperti leukosit. Intervensi ini bertujuan untuk mengendalikan infeksi lokal, mencegah sepsis, dan mendukung penyembuhan.
Kondisi: Risiko Infeksi dan Ketidakefektifan Termoregulasi pada Pasien dengan Abses Gluteal dan Demam
Kode SDKI: D.0028
Deskripsi Singkat: Ketidakefektifan Termoregulasi adalah ketidakmampuan mempertahankan suhu tubuh dalam batas normal.
Kode SLKI: L.14001
Deskripsi : Kontrol Suhu Tubuh: Kemampuan untuk mempertahankan suhu tubuh dalam batas normal. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: suhu tubuh dalam rentang normal (36,5 – 37,5°C), kulit hangat dan kering, tidak menggigil, tidak berkeringat berlebihan, dan tanda-tanda vital stabil. Pada pasien dengan suhu 39°C, tujuan SLKI adalah menurunkan suhu tubuh secara bertahap ke rentang normal dan menghilangkan gejala penyerta seperti kepala terasa berat.
Kode SIKI: I.14030
Deskripsi : Manajemen Hipertermia: Tindakan untuk mengurangi peningkatan suhu tubuh. Intervensi keperawatan yang dilakukan antara lain: 1) Memantau suhu tubuh secara berkala (setiap 2-4 jam atau sesuai kebutuhan). 2) Memberikan terapi kompres hangat/tepid sponge pada area lipatan (aksila, lipat paha) dan dahi untuk memfasilitasi pelepasan panas secara konduksi dan evaporasi. Hindari kompres dingin karena dapat menyebabkan menggigil yang justru meningkatkan produksi panas. 3) Meningkatkan asupan cairan untuk mencegah dehidrasi dan membantu termoregulasi. 4) Mengatur lingkungan yang nyaman (sirkulasi udara baik, suhu ruangan sejuk). 5) Memberikan terapi antipiretik sesuai kolaborasi/resep dan memantau efektivitasnya. 6) Memantau tanda-tanda kejang atau penurunan kesadaran akibat demam tinggi. 7) Mengajarkan pada pasien/keluarga tentang tindakan penurunan demam di rumah. Intervensi ini ditujukan untuk mengembalikan set point suhu di hipotalamus ke normal dan mencegah komplikasi hipertermia.
Kondisi: Nyeri Akut pada Abses Gluteal dan Keluhan Ulu Hati
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang terjadi atau berlangsung kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Kontrol Nyeri: Kemampuan untuk mengendalikan dan menoleransi pengalaman nyeri. Kriteria hasil mencakup: melaporkan nyeri berkurang (skala nyeri menurun), menunjukkan perilaku nyeri yang berkurang (tidak gelisah, ekspresi wajah rileks), tanda-tanda vital stabil, mampu melakukan aktivitas sesuai toleransi, dan tidur/istirahat cukup. Pada pasien, targetnya adalah mengurangi nyeri pada area abses dan ketidaknyamanan di ulu hati.
Kode SIKI: I.03006
Deskripsi : Manajemen Nyeri: Tindakan untuk mencegah, memantau, dan mengurangi nyeri. Intervensi keperawatan yang dilakukan: 1) Menilai karakteristik nyeri (lokasi, intensitas dengan skala, kualitas, durasi, faktor pencetus dan pereda) baik pada abses maupun ulu hati. 2) Memberikan analgesik sesuai kolaborasi/resep (baik untuk nyeri inflamasi abses maupun ketidaknyamanan ulu hati) dan evaluasi efeknya. 3) Menerapkan teknik non-farmakologis seperti reposisi/pengaturan posisi tubuh untuk mengurangi tekanan pada area bokong, distraksi, dan relaksasi napas dalam. 4) Melakukan perawatan luka dengan teknik yang tepat dan lembut untuk meminimalkan trauma. 5) Memantau respons terhadap terapi nyeri dan tanda-tanda komplikasi. 6) Memberikan pendidikan tentang penggunaan obat pereda nyeri dan teknik non-farmakologis. Intervensi ini bertujuan memutus siklus nyeri, mengurangi penderitaan, dan meningkatkan kenyamanan pasien.
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Glukosa Darah pada Pasien dengan Riwayat Diabetes Melitus (DM)
Kode SDKI: D.0182
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakstabilan Glukosa Darah adalah keadaan dimana individu berisiko mengalami variasi kadar glukosa darah dari rentang normal.
Kode SLKI: L.06023
Deskripsi : Kontrol Kadar Glukosa Darah: Kemampuan untuk mempertahankan kadar glukosa darah dalam batas normal atau target. Kriteria hasil yang diharapkan: kadar glukosa darah dalam rentang target yang ditetapkan, tidak menunjukkan gejala hipo/hiperglikemia, memahami dan menjalankan regimen pengelolaan DM, serta memiliki pola makan sesuai rencana. Mengingat pasien mengalami infeksi (abses dan demam) yang merupakan stresor fisik yang dapat meningkatkan kadar glukosa darah secara signifikan, SLKI ini sangat kritis untuk mencegah dekompensasi metabolik.
Kode SIKI: I.06031
Deskripsi : Manajemen Hiperglikemia: Tindakan untuk mencegah dan mengatasi peningkatan kadar glukosa darah. Intervensi keperawatan meliputi: 1) Memantau kadar glukosa darah secara berkala (misal, setiap 6 jam atau sesuai protokol). 2) Mengobservasi tanda dan gejala hiperglikemia (poliuri, polidipsi, lemas, penurunan kesadaran) dan hipoglikemia. 3) Berkolaborasi dalam pemberian terapi insulin atau obat anti-diabetes oral sesuai kondisi akut dan resep dokter. Dosis mungkin perlu penyesuaian selama sakit. 4) Memantau asupan nutrisi dan cairan, kolaborasi dengan ahli gizi untuk penyusunan diet sesuai kebutuhan metabolik selama infeksi. 5) Memberikan pendidikan kesehatan pada pasien tentang pentingnya pemantauan glukosa darah yang lebih ketat selama sakit dan penyesuaian terapi. 6) Memantau hasil laboratorium seperti glukosa darah puasa, postprandial, dan HbA1c jika diperlukan. Tindakan ini penting karena hiperglikemia dapat memperburuk proses infeksi dan menghambat penyembuhan luka.
Article No. 24557 | 24 Mar 2026
Klinis : mulas-mulas ingin melahirkan, hamil ketiga TelaahPasien datang dengan keluhan perut mulas mau melahirkan yang sudah dialami sejak 3 jam SMRS. Keluar lendir darah (-). Riwayat keguguran 1x (+). Ini merupakan kehamilan ketiga. Mual (-), muntah (-), oyong (-), riwayat kaki bengkak (-). Demam (-), batuk pilek (-). BAB dan BAK dbn. Riwayat SC sebelumnya 1x (+) HPHT : 25/06/2025 Riwayat Penyakit Dahulu- OKes : CM TD : 112/69 mmHg HR : 83 x/i RR : 20 x/i T : 36 C SpO2 : 99% on Room Air STATUS LOKALISATA Mata : CA (-/-), SI (-/-) Mulut : coated tongue (-), faring hiperemis (-), T1/T1 Leher : TVJ R-2cmHg, lymphadenopathy (-) Thoraks : sp ves (+/+), rh (-/-), wh (-/-), BJ 1,2 reg, murmur (-) Abdomen : soepel, NT fundus (+), normoperistaltik, normothympani, H/L tidak teraba, TFU = 33 cm, DJJ 135x/i Eks : akral hangat, CRT<2, t/v kuat, edem pretibial (-/-) Genitalia : pembukaan 1-2 cm
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Persalinan Kala I Fase Laten pada Pasien dengan Riwayat Seksio Sesarea
Kode SDKI: D.0131
Deskripsi Singkat: Risiko tinggi gangguan proses persalinan berhubungan dengan riwayat seksio sesarea sebelumnya.
Kode SLKI: L.15048
Deskripsi : Proses persalinan berlangsung normal. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Ibu menunjukkan tanda-tanda kemajuan persalinan (pembukaan serviks, penurunan kepala, his yang adekuat) sesuai dengan fase dan kala persalinan. 2) Tidak ada tanda-tanda bahaya seperti perdarahan, ruptur uteri, gawat janin, atau infeksi. 3) Denyut jantung janin dalam batas normal (120-160 x/menit) dengan variabilitas yang baik. 4) Ibu melaporkan nyeri dapat terkelola. 5) Ibu dan keluarga menunjukkan pemahaman tentang proses persalinan dan tanda bahaya. Pada kasus ini, fokusnya adalah mempertahankan proses persalinan yang aman dengan pemantauan ketat terhadap kemungkinan komplikasi terkait riwayat SC, seperti ruptur uteri pada bekas jaringan parut.
Kode SIKI: I.15230
Deskripsi : Manajemen persalinan kala I. Intervensi keperawatan yang harus dilakukan meliputi: 1) **Pemantauan Ketat**: Melakukan pemantauan berkelanjutan terhadap kondisi ibu dan janin, termasuk tanda vital ibu (TD, Nadi, RR, Suhu) setiap 1-2 jam, kontraksi uterus (frekuensi, durasi, intensitas), dan Denyut Jantung Janin (DJJ) setiap 30 menit atau menggunakan pemantauan elektronik terus-menerus. Pengawasan khusus terhadap tanda-tanda ruptur uteri (nyeri abdomen mendadak dan hebat, perdarahan vagina, perubahan kontur abdomen, syok) sangat krusial. 2) **Asesmen Kemajuan Persalinan**: Melakukan pemeriksaan dalam secara aseptik untuk menilai pembukaan serviks, penurunan bagian terbawah janin, dan keadaan ketuban secara berkala sesuai protokol, dengan mempertimbangkan riwayat SC. 3) **Dukungan dan Edukasi**: Memberikan dukungan psikologis dan fisik kepada ibu serta keluarga. Menjelaskan proses persalinan fase laten, tanda-tanda kemajuan, dan tanda bahaya yang harus segera dilaporkan (seperti perdarahan, nyeri hebat, atau janin tidak bergerak). Menganjurkan teknik non-farmakologis untuk mengatasi nyeri (napas dalam, perubahan posisi, masase). 4) **Kolaborasi dan Persiapan**: Berkolaborasi dengan bidan atau dokter dalam penatalaksanaan persalinan. Mempersiapkan segala keperluan untuk persalinan, termasuk persiapan untuk tindakan gawat darurat seperti seksio sesarea berulang jika ditemukan tanda-tanda gawat janin, ruptur uteri, atau persalinan tidak maju. Memastikan akses intravena dan darah tersedia. 5) **Pencatatan dan Dokumentasi**: Mendokumentasikan semua temuan asesmen, intervensi, dan respon ibu serta janin secara lengkap dan akurat. Intervensi ini bertujuan untuk mendeteksi dini komplikasi, memberikan dukungan, dan memastikan tindakan cepat dan tepat jika terjadi penyimpangan dari proses persalinan normal, mengingat adanya faktor risiko riwayat operasi pada uterus.
Article No. 24558 | 24 Mar 2026
Klinis : benjolan di selangkangan, sulit BAB, mual muntah Telaahpasien datang dengan keluhan timbul benjolan di selangkangan sebelah kiri. benjolan sudah dialami sejak lama, namun sebelumnya masih dapat masuk sendiri, 5 hari ini tidak dapat masuk sendiri. timbul mual muntha, dan sulit BAB Riwayat Penyakit Dahulu- OKes : CM TD : 158/93 mmHg HR : 102 x/i RR : 20 x/i T : 36 C SpO2 : 99% on Room Air STATUS LOKALISATA Mata : CA (-/-), SI (-/-) Mulut : coated tongue (-), faring hiperemis (-), T1/T1 Leher : TVJ R-2cmHg, lymphadenopathy (-) Thoraks : sp ves (+/+), rh (-/-), wh (-/-), BJ 1,2 reg, murmur (-) Abdomen : soepel, NT (-), normoperistaltik, normothympani, H/L tidak teraba, Mcburney sign (-) Eks : akral hangat, CRT<2, t/v kuat, edem pretibial (-/-)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Eliminasi Feses dan Risiko Defisit Volume Cairan pada Hernia Inguinalis Terinkarserata
Kode SDKI: D.0019
Deskripsi Singkat: Gangguan eliminasi feses adalah keadaan dimana individu mengalami atau berisiko mengalami perubahan pada pola, kebiasaan, atau karakteristik defekasi normal yang menyebabkan ketidaknyamanan, distensi abdomen, atau kesulitan mengeluarkan feses. Pada kasus ini, kondisi didukung oleh keluhan sulit BAB dan adanya hernia inguinalis yang terinkarserata (benjolan di selangkangan yang tidak dapat masuk kembali). Hernia yang terperangkap dapat menyebabkan obstruksi usus parsial atau total, yang secara mekanis menghambat perjalanan feses dan gas di dalam usus. Selain itu, nyeri dan ketidaknyamanan di area selangkangan serta abdomen dapat menghambat keinginan untuk mengejan atau kemampuan untuk buang air besar secara efektif. Kondisi ini diperberat dengan adanya mual dan muntah yang merupakan respons tubuh terhadap obstruksi dan distensi usus. Gangguan eliminasi ini bersifat akut dan terkait langsung dengan kondisi patologis yang mendasarinya, sehingga memerlukan intervensi segera untuk mencegah komplikasi lebih lanjut seperti strangulasi usus.
Kode SLKI: L.03115
Deskripsi : Eliminasi feses efektif. Kriteria hasil ini mencakup pencapaian pola defekasi yang kembali normal dan hilangnya tanda-tanda obstruksi. Secara spesifik, pasien diharapkan dapat: 1) Mendemonstrasikan kemampuan untuk buang air besar dengan frekuensi dan konsistensi yang normal untuk dirinya, tanpa rasa sakit atau kesulitan yang berlebihan. 2) Melaporkan hilangnya perasaan kembung, penuh, atau tidak nyaman di perut. 3) Menunjukkan bunyi bising usus (peristaltik) yang normal dalam frekuensi dan karakter. 4) Tidak mengalami mual dan muntah. 5) Mempertahankan asupan nutrisi dan cairan yang adekuat. 6) Memahami faktor-faktor penyebab dan tindakan pencegahan terkait kondisi hernianya. Pencapaian SLKI ini menandakan bahwa masalah obstruksi fungsional telah teratasi, baik melalui intervensi konservatif (seperti reposisi manual) maupun pembedahan, dan fungsi gastrointestinal telah pulih.
Kode SIKI: I.05249
Deskripsi : Manajemen Konstipasi. Intervensi keperawatan ini difokuskan untuk mengatasi kesulitan BAB dan mencegah komplikasi. Implementasinya meliputi: 1) Pengkajian menyeluruh meliputi riwayat eliminasi, karakteristik feses terakhir, bunyi bising usus, distensi abdomen, dan nyeri. 2) Kolaborasi dengan tim medis untuk pemeriksaan penunjang (seperti foto polos abdomen) dan pemberian terapi medis (obat analgesik, antiemetik, dan pertimbangan untuk operasi). 3) Memonitor tanda-tanda vital dan status hidrasi secara ketat mengingat adanya takikardia (HR 102x/menit) yang dapat mengindikasikan nyeri atau dehidrasi awal. 4) Memberikan edukasi pada pasien untuk menghindari mengejan yang kuat karena dapat memperburuk hernia. 5) Implementasi tindakan non-farmakologis jika aman dan sesuai instruksi dokter, seperti mobilisasi bertahap setelah tindakan reposisi atau pembedahan. 6) Memasang dan merawat nasogastric tube jika diperlukan untuk dekompresi lambung dan usus. 7) Memberikan dukungan psikologis dan informasi tentang rencana penatalaksanaan hernia. Intervensi ini bersifat kolaboratif dan kritis karena kondisi pasien berpotensi menjadi gawat darurat bedah.
Kondisi: Risiko Defisit Volume Cairan
Kode SDKI: D.0002
Deskripsi Singkat: Risiko defisit volume cairan adalah keadaan dimana individu berisiko mengalami penurunan volume sirkulasi intravaskular, interstitial, dan/atau intraselular. Pada pasien ini, risiko sangat tinggi terkait dengan kondisi hernia inguinalis yang terinkarserata. Mual dan muntah yang dialami pasien menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit secara aktif dari saluran cerna bagian atas. Selain itu, obstruksi usus yang terjadi mengakibatkan penumpukan cairan di dalam lumen usus (third spacing) yang tidak dapat diserap kembali, sehingga mengurangi volume cairan yang efektif bersirkulasi. Takikardia (HR 102x/menit) bisa menjadi tanda kompensasi awal tubuh terhadap penurunan volume cairan atau respon terhadap nyeri dan ansietas. Meskipun tekanan darah masih dalam batas normal tinggi (158/93 mmHg), hal ini perlu diwaspadai sebagai respons simpatis. Jika muntah berlanjut dan intake oral terhambat, pasien dapat dengan cepat mengalami dehidrasi dari ringan hingga berat, gangguan keseimbangan elektrolit (terutama hipokalemia dan hiponatremia), dan syok hipovolemik. Oleh karena itu, diagnosis ini menjadi prioritas untuk mencegah deteriorasi kondisi sistemik pasien.
Kode SLKI: L.03002
Deskripsi : Keseimbangan cairan. Kriteria hasil yang diharapkan adalah pasien mempertahankan status hidrasi yang adekuat. Indikatornya meliputi: 1) Tanda-tanda vital dalam rentang normal untuk pasien (tekanan darah stabil, denyut nadi <100x/menit, suhu tubuh normal). 2) Turgor kulit baik dan membran mukosa lembab. 3) Produksi urin adekuat (output >0.5 mL/kgBB/jam) dengan berat jenis urin normal. 4) Tidak ada keluhan rasa haus yang berlebihan. 5) Keseimbangan cairan intake dan output mendekati seimbang. 6) Nilai laboratorium (seperti hematokrit, natrium, kalium) dalam batas normal. 7) Tidak menunjukkan tanda dehidrasi lebih lanjut seperti mata cekung, penurunan kesadaran, atau hipotensi. Pencapaian SLKI ini menunjukkan bahwa resusitasi cairan dan pemantauan yang dilakukan telah efektif mencegah atau mengoreksi defisit volume cairan.
Kode SIKI: I.04068
Deskripsi : Manajemen Keseimbangan Cairan. Intervensi ini bertujuan untuk mempertahankan atau mengembalikan keseimbangan cairan dan elektrolit. Tindakan yang dilakukan meliputi: 1) Memonitor ketat tanda-tanda vital (TD, Nadi, RR) dan saturasi oksigen setiap 1-4 jam atau sesuai kondisi. 2) Mengukur dan mendokumentasikan intake dan output cairan secara akurat, termasuk volume muntah. 3) Melakukan pengkajian status hidrasi secara berkala (turgor kulit, capillary refill time, mata, membran mukosa). 4) Kolaborasi pemberian terapi cairan intravena sesuai resep dokter, baik jenis, jumlah, maupun kecepatannya, untuk mengatasi defisit dan kebutuhan pemeliharaan. 5) Memantau hasil pemeriksaan laboratorium terkait elektrolit dan fungsi ginjal. 6) Memposisikan pasien dengan nyaman, mungkin dengan kepala agak tinggi untuk mengurangi mual, jika tidak ada kontraindikasi. 7) Memberikan perawatan mulut untuk mengurangi rasa tidak nyaman akibat muntah dan puasa. 8) Kolaborasi pemberian obat antiemetik untuk mengontrol muntah. Intervensi ini bersifat fundamental dan terus-menerus hingga risiko defisit volume cairan dapat dikelola dengan baik dan kondisi obstruksi teratasi.
Article No. 24559 | 24 Mar 2026
Klinis : sesak nafas Telaahsesak nafas dialami os memberat dalam 5hari ini, sesak memberat jika os tidur terlentang, gampang capek jika aktivitas, kaki bengkak (-) perut terasa begah dan mual (+) muntah (-). BAK & BAB (+) N. sebelumnya os sudah berobat, namun keluhan tdk berkurang Riwayat Penyakit DahuluHT, lambung OSens : CM TD : 177/87 HR : 89x RR : 26x Temp : 36C SPO2 : 96% VAS : 8 DOE (+) NTE (+)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: 0007
Deskripsi Singkat: Kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida pada membran alveolus-kapiler.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Pertukaran Gas. Kriteria hasil yang diharapkan: 1. Klien menunjukkan perbaikan ventilasi dan oksigenasi jaringan yang adekuat, dibuktikan dengan analisis gas darah dalam rentang normal. 2. Klien menunjukkan perilaku mempertahankan jalan napas paten. 3. Klien menunjukkan bunyi napas bersih dan jernih pada auskultasi. 4. Klien menunjukkan pola napas dalam dan teratur, dengan frekuensi dalam rentang normal. 5. Klien menunjukkan tidak adanya sianosis. 6. Klien menunjukkan tidak adanya dispnea atau ortopnea. 7. Klien menunjukkan tidak adanya kelelahan otot pernapasan. 8. Klien menunjukkan status mental dalam rentang normal. 9. Klien menunjukkan nilai saturasi oksigen (SpO2) dalam rentang normal. 10. Klien menunjukkan tidak adanya tanda-tanda hipoksia.
Kode SIKI: 3310
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Intervensi keperawatan: 1. Monitor status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, dan upaya napas). 2. Auskultasi bunyi napas, catat area penurunan atau tidak adanya ventilasi dan adanya bunyi tambahan. 3. Monitor pola batuk dan sekret. 4. Posisikan klien untuk memaksimalkan ventilasi (misalnya, kepala tempat tidur tinggi, posisi semi-Fowler/Fowler). 5. Bantu klien latihan napas dalam dan batuk efektif. 6. Lakukan fisioterapi dada jika diindikasikan. 7. Berikan oksigen sesuai program terapi. 8. Monitor respons hemodinamik terhadap peningkatan beban kerja pernapasan. 9. Monitor status mental dan tanda-tanda awal hipoksia/hipoksemia. 10. Monitor nilai analisis gas darah (jika tersedia) dan saturasi oksigen (SpO2). 11. Kolaborasi pemberian obat bronkodilator, mukolitik, atau lainnya sesuai indikasi. 12. Ajarkan klien dan keluarga tentang teknik pernapasan dan batuk efektif. 13. Anjurkan istirahat untuk menurunkan konsumsi oksigen. 14. Atur lingkungan yang nyaman dan tenang untuk menurunkan kebutuhan oksigen.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: 0201
Deskripsi : Toleransi Aktivitas. Kriteria hasil yang diharapkan: 1. Klien melaporkan peningkatan toleransi aktivitas. 2. Klien menunjukkan penurunan keluhan sesak napas (dispnea) dan kelelahan saat aktivitas. 3. Klien menunjukkan tanda-tanda vital dalam rentang normal saat aktivitas. 4. Klien mampu melakukan aktivitas sehari-hari sesuai tingkat kemampuannya. 5. Klien menunjukkan keseimbangan antara aktivitas dan istirahat. 6. Klien menggunakan teknik penghematan energi selama melakukan aktivitas. 7. Klien mengidentifikasi faktor yang menyebabkan intoleransi aktivitas. 8. Klien mematuhi program aktivitas yang telah direncanakan.
Kode SIKI: 0201
Deskripsi : Manajemen Energi. Intervensi keperawatan: 1. Monitor respons klien terhadap aktivitas (perubahan TD, nadi, pernapasan, dan kelelahan). 2. Kaji faktor yang menyebabkan kelelahan. 3. Ajarkan teknik penghematan energi. 4. Bantu klien mengidentifikasi aktivitas yang dapat dilakukan. 5. Rencanakan kemajuan aktivitas bertahap sesuai toleransi. 6. Jadwalkan periode istirahat yang cukup sebelum dan sesudah aktivitas. 7. Bantu dalam aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan. 8. Atur lingkungan untuk memudahkan aktivitas klien. 9. Kolaborasi dengan tim gizi untuk memastikan asupan nutrisi yang adekuat. 10. Anjurkan aktivitas ringan yang disukai klien. 11. Berikan motivasi untuk meningkatkan partisipasi dalam aktivitas. 12. Ajarkan keluarga untuk membantu dan mendukung klien dalam aktivitas.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang terjadi atau berlangsung kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Kriteria hasil yang diharapkan: 1. Klien melaporkan penurunan intensitas nyeri (skala nyeri menurun). 2. Klien menunjukkan tanda-tanda vital dalam rentang normal. 3. Klien menunjukkan ekspresi wajah rileks dan dapat beristirahat atau tidur dengan nyaman. 4. Klien mampu melakukan aktivitas sesuai tingkat kemampuan tanpa dipengaruhi nyeri. 5. Klien mendemonstrasikan penggunaan teknik nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri. 6. Klien mengidentifikasi faktor pemicu dan pencetus nyeri. 7. Klien mematuhi regimen terapi nyeri yang ditentukan.
Kode SIKI: 0840
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi keperawatan: 1. Kaji nyeri secara komprehensif (lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas menggunakan skala nyeri, dan faktor pencetus). 2. Observasi tanda-tanda nonverbal ketidaknyamanan atau nyeri (perubahan tanda vital, ekspresi wajah, perilaku). 3. Evaluasi pengalaman nyeri sebelumnya dan strategi penanganannya. 4. Berikan lingkungan yang nyaman dan tindakan kenyamanan (reposisi, masase). 5. Ajarkan dan bantu penggunaan teknik nonfarmakologi (relaksasi napas dalam, distraksi, imajinasi terbimbing). 6. Lakukan kolaborasi pemberian analgesik sesuai program terapi, pantau efektivitas dan efek samping. 7. Evaluasi efektivitas intervensi pengendalian nyeri. 8. Berikan informasi tentang nyeri dan penanganannya kepada klien dan keluarga. 9. Kaji dampak nyeri terhadap fungsi dan kualitas hidup. 10. Dukung dan fasilitasi klien dalam mengekspresikan perasaan tentang nyeri yang dialami.
Article No. 24553 | 23 Mar 2026
Klinis : abortus
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Abortus
Kode SDKI: D.0019
Deskripsi Singkat: Risiko Perfusi Jaringan Perifer Tidak Efektif
Kode SLKI: L.03115
Deskripsi : Perfusi jaringan perifer membaik. Kriteria Hasil: 1) Kulit hangat, 2) Nadi perifer teraba, 3) Warna kulit normal, 4) Capillary refill time < 3 detik, 5) Tidak ada edema, 6) Tekanan darah dalam rentang normal, 7) Denyut nadi dalam rentang normal, 8) Tidak ada nyeri pada ekstremitas, 9) Sensasi utuh.
Kode SIKI: I.05280
Deskripsi : Manajemen Perdarahan. Tindakan Keperawatan: 1) Monitor tanda-tanda perdarahan (perdarahan aktif, perubahan warna kulit, perubahan tanda vital, penurunan kesadaran), 2) Monitor hasil pemeriksaan laboratorium (Hb, Ht, trombosit), 3) Atur posisi pasien sesuai kondisi (misalnya, trendelenburg), 4) Lakukan kompres dingin pada area perdarahan, 5) Kolaborasi pemberian cairan intravena, 6) Kolaborasi pemberian transfusi darah, 7) Kolaborasi pemberian terapi oksigen, 8) Kolaborasi pemberian terapi farmakologis (uterotonika, antibiotik), 9) Lakukan pemantauan intake dan output, 10) Berikan dukungan psikologis pada pasien dan keluarga.
Kode SDKI: D.0024
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SLKI: L.03004
Deskripsi : Keseimbangan cairan tercapai. Kriteria Hasil: 1) Tanda vital dalam rentang normal, 2) Mukosa bibir lembab, 3) Turgor kulit baik, 4) Balance cairan seimbang, 5) Tidak ada rasa haus berlebihan, 6) Produksi urine adekuat (0,5-1 ml/kgBB/jam), 7) Berat badan stabil.
Kode SIKI: I.04016
Deskripsi : Manajemen Keseimbangan Cairan. Tindakan Keperawatan: 1) Monitor tanda-tanda dehidrasi atau kelebihan cairan, 2) Monitor tanda vital (tekanan darah, nadi, suhu, pernapasan) tiap 1-2 jam atau sesuai kondisi, 3) Monitor intake dan output cairan secara ketat, 4) Monitor turgor kulit dan keadaan mukosa mulut, 5) Kolaborasi pemberian cairan intravena sesuai program, 6) Anjurkan intake oral sesuai toleransi dan program, 7) Timbang berat badan setiap hari, 8) Monitor hasil laboratorium (elektrolit, Hb, Ht).
Kode SDKI: D.0098
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Kriteria Hasil: 1) Melaporkan nyeri berkurang/hilang (skala 0-3), 2) Ekspresi wajah rileks, 3) Dapat beristirahat/tidur dengan nyenyak, 4) Tanda vital dalam rentang normal, 5) Dapat melakukan aktivitas sesuai kemampuan.
Kode SIKI: I.09080
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Tindakan Keperawatan: 1) Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (PQRST), 2) Ajarkan teknik non-farmakologi (nafas dalam, distraksi, relaksasi), 3) Atur posisi yang nyaman, 4) Berikan kompres hangat pada abdomen bawah (kecuali ada kontraindikasi seperti perdarahan aktif), 5) Kolaborasi pemberian analgesik sesuai program, 6) Evaluasi efektivitas intervensi nyeri.
Kode SDKI: D.0125
Deskripsi Singkat: Berduka
Kode SLKI: L.14001
Deskripsi : Koping Berduka. Kriteria Hasil: 1) Mengekspresikan perasaan kehilangan, 2) Mengidentifikasi sistem pendukung yang dimiliki, 3) Melaporkan penurunan distress emosional, 4) Melakukan aktivitas sehari-hari secara bertahap, 5) Memiliki harapan untuk masa depan.
Kode SIKI: I.14043
Deskripsi : Dukungan dalam Berduka. Tindakan Keperawatan: 1) Ciptakan lingkungan yang terapeutik dan empatik, 2) Bantu pasien/keluarga mengidentifikasi dan mengekspresikan perasaan kehilangan, kesedihan, dan rasa bersalah, 3) Validasi perasaan pasien sebagai respon normal, 4) Berikan informasi tentang proses berduka yang normal, 5) Anjurkan dukungan dari pasangan, keluarga, atau kelompok support jika ada, 6) Kolaborasi dengan konselor atau tenaga spiritual jika diperlukan, 7) Hargai mekanisme koping dan keyakinan budaya/spiritual pasien.
Article No. 24554 | 23 Mar 2026
Klinis : pasien dengan abortus
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Abortus
Kode ICD-10: O03.9
Deskripsi Singkat : Abortus (keguguran) adalah penghentian kehamilan secara spontan sebelum janin mencapai viabilitas, umumnya sebelum usia kehamilan 22 minggu. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti kelainan kromosom pada janin, masalah pada rahim atau serviks, infeksi, gangguan hormonal, atau penyakit kronis ibu. Kode ICD-10 O03.9 mengacu pada "Abortus spontan, tidak lengkap, tanpa komplikasi". Blok kode O00-O08 mencakup kehamilan yang berakhir dengan abortus. Kode ini digunakan untuk mencatat keguguran spontan di mana sebagian produk konsepsi (jaringan janin dan plasenta) masih tertinggal di dalam rahim, namun prosesnya tidak disertai komplikasi akut lain seperti infeksi berat, syok, atau perdarahan yang memerlukan transfusi. Dalam konteks pelatihan, pemilihan kode ini menekankan pentingnya ketelitian dalam membedakan jenis abortus (spontan vs. diinduksi), kelengkapannya, serta ada tidaknya komplikasi, karena setiap aspek tersebut memiliki kode ICD-10 yang berbeda dan implikasi klinis serta administratif yang spesifik.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 24555 | 23 Mar 2026
Klinis : pasien dengan abortus
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Pasien dengan Abortus
Kode SDKI: D.0019
Deskripsi Singkat: Risiko Perdarahan
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Perdarahan dapat dicegah
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : Pantau tanda-tanda perdarahan (tanda vital, pengisian kapiler, warna kulit dan membran mukosa, tingkat kesadaran, keluaran urin). Pantau jumlah dan karakteristik perdarahan (warna, konsistensi, jumlah pembalut yang digunakan, ada/tidaknya gumpalan). Anjurkan tirah baring sesuai indikasi. Kolaborasi pemberian terapi oksigen sesuai indikasi. Kolaborasi pemberian terapi cairan intravena sesuai indikasi. Kolaborasi pemberian obat uterotonika sesuai indikasi. Kolaborasi persiapan tindakan kuretase jika diperlukan. Ajarkan untuk melaporkan jika terjadi peningkatan perdarahan, nyeri hebat, atau demam.
Kondisi: Pasien dengan Abortus
Kode SDKI: D.0020
Deskripsi Singkat: Perdarahan
Kode SLKI: L.08002
Deskripsi : Perdarahan dapat dikendalikan
Kode SIKI: I.08002
Deskripsi : Pantau dan catat karakteristik perdarahan (jumlah, warna, frekuensi, ada/tidaknya gumpalan). Pantau tanda-tanda vital dan tanda-tanda syok hipovolemik (takikardia, hipotensi, pucat, kulit dingin dan lembab, penurunan kesadaran, penurunan keluaran urin). Pertahankan tirah baring. Lakukan tindakan untuk meminimalkan perdarahan (misalnya, kompres uterus). Kolaborasi pemberian terapi oksigen sesuai indikasi. Kolaborasi pemberian terapi cairan intravena dan transfusi darah sesuai indikasi. Kolaborasi pemberian obat uterotonika (oksitosin, misoprostol) sesuai indikasi. Kolaborasi persiapan dan bantu tindakan kuretase atau pembedahan jika diperlukan. Berikan dukungan psikologis untuk mengurangi kecemasan yang dapat memperburuk respons fisiologis.
Kondisi: Pasien dengan Abortus
Kode SDKI: D.0096
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Nyeri dapat dikendalikan
Kode SIKI: I.04001
Deskripsi : Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (lokasi, intensitas, skala, karakter, durasi, faktor pencetus dan pereda). Ajarkan dan anjurkan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri (teknik napas dalam, distraksi, relaksasi, posisi yang nyaman). Berikan lingkungan yang tenang dan nyaman. Kolaborasi pemberian analgesik sesuai program terapi (misalnya, antispasmodik atau analgetik sesuai indikasi). Evaluasi keefektifan intervensi pengelolaan nyeri. Pantau efek samping pemberian obat. Berikan informasi tentang penyebab nyeri dan penatalaksanaannya untuk mengurangi kecemasan.
Kondisi: Pasien dengan Abortus
Kode SDKI: D.0127
Deskripsi Singkat: Berduka
Kode SLKI: L.14001
Deskripsi : Proses berduka dapat dihadapi
Kode SIKI: I.14001
Deskripsi : Kaji respons psikologis dan emosional pasien serta pasangan/keluarga (syok, penyangkalan, marah, tawar-menawar, depresi, penerimaan). Tunjukkan sikap penerimaan, empati, dan dukungan tanpa menghakimi. Fasilitasi ekspresi perasaan (kesedihan, rasa bersalah, kemarahan) melalui komunikasi terapeutik. Validasi bahwa perasaan berduka adalah respons yang normal. Berikan kesempatan untuk melakukan ritual atau spiritual sesuai keyakinan pasien/keluarga (jika diinginkan). Kolaborasi dengan konselor spiritual atau psikolog jika diperlukan. Berikan informasi tentang kelompok pendukung (support group) jika tersedia. Lindungi dari komentar atau pertanyaan yang tidak sensitif dari orang lain. Bantu pasangan untuk berkomunikasi dan saling mendukung dalam proses berduka.
Kondisi: Pasien dengan Abortus
Kode SDKI: D.0180
Deskripsi Singkat: Risiko Infeksi
Kode SLKI: L.11001
Deskripsi : Infeksi dapat dicegah
Kode SIKI: I.11001
Deskripsi : Pantau tanda-tanda infeksi (demam, menggigil, takikardia, nyeri abdomen bertambah, cairan vagina berbau, leukositosis). Lakukan perawatan perineum dengan teknik aseptik (jika ada perdarahan). Ajarkan dan anjurkan kebersihan diri yang adekuat (cara membersihkan vulva dari arah depan ke belakang, mengganti pembalut secara teratur). Anjurkan untuk tidak melakukan hubungan seksual, douching, atau menggunakan tampon sesuai anjuran dokter. Kolaborasi pemberian antibiotik profilaksis atau terapi sesuai indikasi. Ajarkan untuk mengenali tanda-tanda infeksi dan segera melaporkan. Tingkatkan asupan nutrisi dan cairan untuk mendukung daya tahan tubuh.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433