Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24596 | 27 Mar 2026
Klinis : - Mengeluh nyeri O : Nyeri mulai dirasakan beberapa jam setelah operasi SC, tepatnya saat pengaruh obat bius mulai menghilang. P : Nyeri meningkat saat pasien mencoba bergerak, duduk, dan saat kerasa mules. Nyeri berkurang saat posisi terlentang dan setelah pemberian obat. Q : Pasien merasakan sensasi nyeri seperti melilit pada perut bagian bawah. R : Area nyeri di perut bagian bawah dan tidak menyebar ke area tubuh lain. S : Skala nyeri 7 dari 10 T : Nyeri luka operasi cenderung lebih sering muncul, sedangkan nyeri mules biasanya hilang timbul. DO - TTV TD : 134/88 mmHg Nadi : 82 x/mnt RR : 20 x/mnt Suhu : 36,2o C SpO2 : 100% - Tampak meringis - Bersikap protektif (posisi menghindari nyeri) - Terlihat gelisah
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat, diperkirakan atau antisipasi berakhir dalam waktu kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Kontrol Nyeri: Tindakan untuk mengontrol dan mengurangi nyeri. SLKI ini memiliki beberapa kriteria hasil, dan berdasarkan data pasien, fokusnya adalah pada pencapaian: 1) Menyatakan nyeri terkontrol, 2) Mengenali faktor pencetus, 3) Menggunakan metode nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri, dan 4) Melaporkan tidak adanya perilaku yang berhubungan dengan nyeri (seperti meringis, gelisah, postur protektif). Target yang diharapkan adalah penurunan skala nyeri menjadi ≤3 dari 10, serta hilangnya ekspresi dan perilaku nyeri yang diamati.
Kode SIKI: I.08039
Deskripsi : Manajemen Nyeri: Intervensi keperawatan yang komprehensif untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri, mencakup asesmen, pemberian analgesik, dan teknik nonfarmakologis. Penjelasan rinci: Berdasarkan data pasien pasca operasi SC dengan nyeri skala 7, intervensi keperawatan yang direncanakan harus sistematis. Pertama, lakukan asesmen nyeri yang komprehensif dan berkelanjutan menggunakan metode PQRST seperti yang telah dicontohkan, untuk memantau perkembangan dan efektivitas intervensi. Kedua, kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian analgesik farmakologis (seperti analgesik opioid atau non-opioid) sesuai protokol, dengan mempertimbangkan waktu puncak aksi obat dan sebelum aktivitas yang memicu nyeri (seperti mobilisasi). Ketiga, ajarkan dan bantu pasien dalam teknik nonfarmakologis, seperti posisi nyaman (misalnya, menggunakan bantal penyangga), teknik relaksasi napas dalam untuk mengatasi nyeri "mules" yang hilang timbul, dan distraksi. Keempat, lakukan manajemen luka dengan tepat untuk mencegah infeksi yang dapat memperberat nyeri. Kelima, edukasi pasien tentang sifat nyeri pasca operasi, pentingnya melaporkan nyeri secara dini, dan cara bergerak yang aman untuk mengurangi tekanan pada area luka (misalnya, teknik log roll untuk duduk). Keenam, ciptakan lingkungan yang tenang untuk mendukung istirahat pasien. Semua intervensi ini didokumentasikan dan dievaluasi secara berkala untuk mencapai outcome nyeri yang terkontrol, yang ditandai dengan penurunan skala nyeri, peningkatan kemampuan mobilisasi, dan tidak lagi ditemukan tanda perilaku nyeri seperti meringis atau gelisah.
-
Article No. 24597 | 27 Mar 2026
Klinis : Diagnosa Medis : Gastroenteritis and colitis of unspecified origin NO NAMA JENIS KELAMIN HUBUNGAN DENGAN KK TT/UMUR PENDIDIKAN Riwayat Kesehatan Keluhan uatama : Pasien datang dengan keluhan diare sejak ±2 hari yang lalu sebanyak 12x/hari, disertai rasa lemas dan pusing. Riwayat penyakit sekarang : Pasien datang sebagai pasien pindahan dari IGD dengan diagnosis medis Gastroenteritis Akut (GEA), mengeluh diare ±12 kali/hari dengan konsistensi cair disertai lemas, pusing, mual, muntah, dan demam yang naik turun sejak ±2 hari terakhir. Selain itu, pasien juga mengalami nyeri di ulu hati dengan skala 7, terasa seperti ditusuk-tusuk, dan semakin parah saat belum makan, Riwayat penyakit dahulu : Tidak ada Riwayat penyakit keluarga : Tidak ada Genogram : Pola Kesehatan Fungsional Persepsi kesehatan dan pola manajemen kesehatan : Pasien memiliki persepsi yang baik terhadap kesehatannya. Setiap mengalami keluhan, pasien cenderung langsung memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan penanganan. Pasien juga tidak memiliki kebiasaan mengonsumsi obat-obatan bebas yang dijual di warung tanpa anjuran tenaga kesehatan. Pola nutrisi metabolik : Sebelum sakit, pasien memiliki pola makan yang cukup baik dengan frekuensi makan 3 kali sehari dan porsi normal. Pasien juga memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan pedas serta makanan dari pedagang kaki lima seperti bakso, seblak, dan mie ayam. Selama sakit, pasien mengalami penurunan nafsu makan yang signifikan, di mana asupan makan hanya sekitar 2 sendok setiap kali makan, meskipun frekuensi makan tetap 3 kali sehari. Pola eliminasi : Sebelum sakit, pasien memiliki pola eliminasi yang teratur, dengan frekuensi BAK normal dan BAB sekitar 1–2 hari sekali. Setelah sakit, tidak terdapat gangguan pada pola BAK. Namun, pada pola BAB terjadi perubahan berupa peningkatan frekuensi hingga ±12 kali sehari dengan konsistensi feses cair. Pola aktivitas-latihan : Sebelum sakit, pasien mampu melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri tanpa bantuan. Setelah sakit, pasien mengalami penurunan kemampuan dalam beraktivitas karena kondisi lemas, sehingga memerlukan bantuan dalam beberapa aktivitas seperti membersihkan diri dan mengganti pakaian. Untuk eliminasi, pasien juga memerlukan bantuan saat pergi ke kamar mandi karena merasa sangat lemas. Pola istirahat-tidur : Sebelum sakit, pasien memiliki kebiasaan begadang. Setelah sakit, pasien berusaha memperbaiki pola tidurnya dengan tidur lebih awal. Namun, pasien sering terbangun sekitar pukul 03.00 pagi karena merasakan kedinginan hingga menggigil, sehingga istirahat malam menjadi terganggu. Meskipun demikian, pasien mengaku dapat tidur lebih pulas pada siang hari. Pola kognitif-persepsi : Tidak ada perubahan Pola konsep diri-persepsi diri : Pasien memandang kondisi dirinya secara cukup positif dan cenderung menerima keadaan yang sedang dialami. Pasien tidak menunjukkan penolakan terhadap penyakitnya dan tampak mampu beradaptasi dengan perubahan kondisi kesehatannya saat ini. Pola peran hubungan : Selama sakit dan menjalani perawatan di rumah sakit, pasien mendapatkan dukungan dari keluarga yang selalu mendampingi. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang baik antara pasien dengan keluarga serta dukungan sosial yang adekuat selama masa perawatan. Seksualitas : Belum menikah Pola toleransi stres-koping : Pasien cenderung menghadapi kondisi sakitnya dengan tidak terlalu memikirkan secara berlebihan dan lebih fokus pada proses pengobatan yang dijalani. Pasien tampak berusaha menerima keadaan dan tidak menunjukkan respons stres yang berlebihan terhadap penyakitnya. Pola nilai-keyakinan : Sebelum sakit, pasien biasa menjalankan ibadah secara mandiri dan rutin setiap hari. Namun sejak sakit, pasien belum dapat melaksanakan ibadah seperti biasanya karena merasa lemas dan mudah lelah. Pemeriksaan Fisik Keadaan umum : Compos mentis Tanda vital : Tekanan darah : 138/88 mmHg Pernapasan : 21x/menit Nadi : 116x/menit (teraba lemah) Suhu : 36 C SpO2 : 98 TB/BB : 158 cm/50 kg Kepala : Mata : simetris, konjungtiva normal, sklera anikterik Hidung/telinga : simetris, undischarge Mulut dan gigi : tidak sianosis, tidak ada karies, mukosa basah Thorak : Dinding dada : simetris, tidak ada retraksi dada, tidak ada jejas Inspeksi : simetris, tidak ada retraksi dada, tidak ada jejas Palpasi : ekspansi dada simetris, tidak ada nyeri tekan, dan tidak terdapat krepitasi. Perkusi : bunyi sonor pada kedua lapang paru Auskultasi : suara dasar vesikuler (paru-paru) dan Bunyi jantung S1 > S2, reguler, tidak terdengar murmur Abdomen : Inspeksi : tidak cembung dan tidak ada jejas Auskultasi : BU 30x/menit (hiperaktif) Perkusi : bunyi timpani Palpasi : tidak ada pembesaran organ dan tidak ada nyeri tekan Ekstremitas : tidak ada edema, akral agak dingin, CRT 2-3 detik Genitalia : tidak terpasang kateter Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan darah Pemeriksaan Hasil Interpretasi Satuan Nilai Normal Darah Lengkap N Hemoglobin 13.3 N g/dL 10.9-14.9 Leukosit 10140 N /mm3 4790-11340 Hematokrit 4 N % 34-45 Eritrosit 4.82 N 106/pL 4.11-5.55 Trombosit 224000 N /mm3 216000-451000 Hitung Jenis N Batang 0.7 L % 3.0-5.0 Segmen 78.1 H % 50.0-70.0 Limfosit 14.1 L % 20.4-44.6 Kreatinin 0.92 H mg/dL 0.00-0.90 Natrium 132 L mmol/L 136-145 Kalium 3.4 L mmol/L 3.5-5.1 Free T-4 0.77 L ng/dL 0.82-1.77 Pemeriksaan feses Pemeriksaan Hasil Interpretasi Satuan Nilai Normal Makroskopik N Warna Kuning muda ** - Coklat Konsistensi Cair ** - Lunak Mikroskopik N Sisa makanan Positif serat sayur ** - Negatif Lemak Tidak tampak ** - Tampak (18%) Terapi Ivfd RL 20 tpm Inf pct 1 gr/8 jam Inj omz 40 mg/24 jam Inj ondan 4 mg/8 jam Inj ciprofloxacin 2x400 mg Po new diatab 3x2 tab Po zinc 1x20 mg Po sukralfat 3x
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Gastroenteritis and colitis of unspecified origin
Kode ICD-10: A09.0
Deskripsi Singkat : Gastroenteritis dan kolitis yang tidak diketahui asalnya (A09.0) adalah diagnosis yang digunakan untuk peradangan akut pada lambung (gastro-) dan usus (-enteritis) serta usus besar (kolitis) yang penyebab pastinya tidak ditentukan atau tidak disebutkan. Kondisi ini ditandai dengan gejala khas seperti diare cair frekuensi tinggi (seperti 12x/hari pada kasus ini), mual, muntah, nyeri perut (ulu hati), demam, dan lemas akibat dehidrasi serta gangguan elektrolit (hiponatremia, hipokalemia). Kode A09.0 termasuk dalam bab 'Penyakit Infeksi dan Parasit' (A00-B99) dan digunakan ketika penyebabnya bukan bakteri, virus, atau parasit spesifik yang teridentifikasi, atau ketika penyebabnya diduga infeksi tetapi tidak dikonfirmasi. Dalam rekam medis, diagnosis ini sering diterapkan pada kasus gastroenteritis akut (GEA) dengan gejala khas setelah penyebab lain yang lebih spesifik disingkirkan. Penatalaksanaan umumnya bersifat suportif dengan rehidrasi, koreksi elektrolit, dan terapi simtomatik.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 24598 | 27 Mar 2026
Klinis : Diagnosa Medis : Gastroenteritis and colitis of unspecified origin NO NAMA JENIS KELAMIN HUBUNGAN DENGAN KK TT/UMUR PENDIDIKAN Riwayat Kesehatan Keluhan uatama : Pasien datang dengan keluhan diare sejak ±2 hari yang lalu sebanyak 12x/hari, disertai rasa lemas dan pusing. Riwayat penyakit sekarang : Pasien datang sebagai pasien pindahan dari IGD dengan diagnosis medis Gastroenteritis Akut (GEA), mengeluh diare ±12 kali/hari dengan konsistensi cair disertai lemas, pusing, mual, muntah, dan demam yang naik turun sejak ±2 hari terakhir. Selain itu, pasien juga mengalami nyeri di ulu hati dengan skala 7, terasa seperti ditusuk-tusuk, dan semakin parah saat belum makan, Riwayat penyakit dahulu : Tidak ada Riwayat penyakit keluarga : Tidak ada Genogram : Pola Kesehatan Fungsional Persepsi kesehatan dan pola manajemen kesehatan : Pasien memiliki persepsi yang baik terhadap kesehatannya. Setiap mengalami keluhan, pasien cenderung langsung memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan penanganan. Pasien juga tidak memiliki kebiasaan mengonsumsi obat-obatan bebas yang dijual di warung tanpa anjuran tenaga kesehatan. Pola nutrisi metabolik : Sebelum sakit, pasien memiliki pola makan yang cukup baik dengan frekuensi makan 3 kali sehari dan porsi normal. Pasien juga memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan pedas serta makanan dari pedagang kaki lima seperti bakso, seblak, dan mie ayam. Selama sakit, pasien mengalami penurunan nafsu makan yang signifikan, di mana asupan makan hanya sekitar 2 sendok setiap kali makan, meskipun frekuensi makan tetap 3 kali sehari. Pola eliminasi : Sebelum sakit, pasien memiliki pola eliminasi yang teratur, dengan frekuensi BAK normal dan BAB sekitar 1–2 hari sekali. Setelah sakit, tidak terdapat gangguan pada pola BAK. Namun, pada pola BAB terjadi perubahan berupa peningkatan frekuensi hingga ±12 kali sehari dengan konsistensi feses cair. Pola aktivitas-latihan : Sebelum sakit, pasien mampu melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri tanpa bantuan. Setelah sakit, pasien mengalami penurunan kemampuan dalam beraktivitas karena kondisi lemas, sehingga memerlukan bantuan dalam beberapa aktivitas seperti membersihkan diri dan mengganti pakaian. Untuk eliminasi, pasien juga memerlukan bantuan saat pergi ke kamar mandi karena merasa sangat lemas. Pola istirahat-tidur : Sebelum sakit, pasien memiliki kebiasaan begadang. Setelah sakit, pasien berusaha memperbaiki pola tidurnya dengan tidur lebih awal. Namun, pasien sering terbangun sekitar pukul 03.00 pagi karena merasakan kedinginan hingga menggigil, sehingga istirahat malam menjadi terganggu. Meskipun demikian, pasien mengaku dapat tidur lebih pulas pada siang hari. Pola kognitif-persepsi : Tidak ada perubahan Pola konsep diri-persepsi diri : Pasien memandang kondisi dirinya secara cukup positif dan cenderung menerima keadaan yang sedang dialami. Pasien tidak menunjukkan penolakan terhadap penyakitnya dan tampak mampu beradaptasi dengan perubahan kondisi kesehatannya saat ini. Pola peran hubungan : Selama sakit dan menjalani perawatan di rumah sakit, pasien mendapatkan dukungan dari keluarga yang selalu mendampingi. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang baik antara pasien dengan keluarga serta dukungan sosial yang adekuat selama masa perawatan. Seksualitas : Belum menikah Pola toleransi stres-koping : Pasien cenderung menghadapi kondisi sakitnya dengan tidak terlalu memikirkan secara berlebihan dan lebih fokus pada proses pengobatan yang dijalani. Pasien tampak berusaha menerima keadaan dan tidak menunjukkan respons stres yang berlebihan terhadap penyakitnya. Pola nilai-keyakinan : Sebelum sakit, pasien biasa menjalankan ibadah secara mandiri dan rutin setiap hari. Namun sejak sakit, pasien belum dapat melaksanakan ibadah seperti biasanya karena merasa lemas dan mudah lelah. Pemeriksaan Fisik Keadaan umum : Compos mentis Tanda vital : Tekanan darah : 138/88 mmHg Pernapasan : 21x/menit Nadi : 116x/menit (teraba lemah) Suhu : 36 C SpO2 : 98 TB/BB : 158 cm/50 kg Kepala : Mata : simetris, konjungtiva normal, sklera anikterik Hidung/telinga : simetris, undischarge Mulut dan gigi : tidak sianosis, tidak ada karies, mukosa basah Thorak : Dinding dada : simetris, tidak ada retraksi dada, tidak ada jejas Inspeksi : simetris, tidak ada retraksi dada, tidak ada jejas Palpasi : ekspansi dada simetris, tidak ada nyeri tekan, dan tidak terdapat krepitasi. Perkusi : bunyi sonor pada kedua lapang paru Auskultasi : suara dasar vesikuler (paru-paru) dan Bunyi jantung S1 > S2, reguler, tidak terdengar murmur Abdomen : Inspeksi : tidak cembung dan tidak ada jejas Auskultasi : BU 30x/menit (hiperaktif) Perkusi : bunyi timpani Palpasi : tidak ada pembesaran organ dan tidak ada nyeri tekan Ekstremitas : tidak ada edema, akral agak dingin, CRT 2-3 detik Genitalia : tidak terpasang kateter Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan darah Pemeriksaan Hasil Interpretasi Satuan Nilai Normal Darah Lengkap N Hemoglobin 13.3 N g/dL 10.9-14.9 Leukosit 10140 N /mm3 4790-11340 Hematokrit 4 N % 34-45 Eritrosit 4.82 N 106/pL 4.11-5.55 Trombosit 224000 N /mm3 216000-451000 Hitung Jenis N Batang 0.7 L % 3.0-5.0 Segmen 78.1 H % 50.0-70.0 Limfosit 14.1 L % 20.4-44.6 Kreatinin 0.92 H mg/dL 0.00-0.90 Natrium 132 L mmol/L 136-145 Kalium 3.4 L mmol/L 3.5-5.1 Free T-4 0.77 L ng/dL 0.82-1.77 Pemeriksaan feses Pemeriksaan Hasil Interpretasi Satuan Nilai Normal Makroskopik N Warna Kuning muda ** - Coklat Konsistensi Cair ** - Lunak Mikroskopik N Sisa makanan Positif serat sayur ** - Negatif Lemak Tidak tampak ** - Tampak (18%) Terapi Ivfd RL 20 tpm Inf pct 1 gr/8 jam Inj omz 40 mg/24 jam Inj ondan 4 mg/8 jam Inj ciprofloxacin 2x400 mg Po new diatab 3x2 tab Po zinc 1x20 mg Po sukralfat 3x
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Defisit Volume Cairan
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Kondisi individu yang berisiko mengalami penurunan volume cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intraselular.
Kode SLKI: L.03108
Deskripsi : Keseimbangan Cairan
Kode SIKI: I.01259
Deskripsi : Memantau tanda dan gejala defisit volume cairan
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0020
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat, dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi, dan durasi kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.04002
Deskripsi : Kontrol Nyeri
Kode SIKI: I.01202
Deskripsi : Melakukan pengkajian nyeri komprehensif
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Kondisi individu dengan ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk memenuhi atau mempertahankan kebutuhan aktivitas kehidupan sehari-hari.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : Kemampuan Aktivitas Fisik
Kode SIKI: I.05001
Deskripsi : Memantau kemampuan aktivitas fisik
Kondisi: Gangguan Pola Tidur
Kode SDKI: D.0011
Deskripsi Singkat: Kondisi terganggunya waktu, kualitas, dan kuantitas tidur (disritmia sirkadian) yang menyebabkan ketidaknyamanan atau mengganggu kehidupan yang diinginkan.
Kode SLKI: L.06001
Deskripsi : Kualitas Tidur
Kode SIKI: I.04001
Deskripsi : Memantau pola tidur
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0003
Deskripsi Singkat: Kondisi individu yang berisiko mengalami asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Status Nutrisi
Kode SIKI: I.01001
Deskripsi : Memantau asupan nutrisi dan cairan
-
Article No. 24599 | 27 Mar 2026
Klinis : Seorang laki-laki berusia 40 tahun dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) oleh petugas ambulans setelah mengalami kecelakaan lalu lintas sekitar 25 menit yang lalu. Menurut saksi, pasien mengendarai sepeda motor dan tertabrak kendaraan dari arah samping kiri, sehingga tubuh pasien terbentur keras pada bagian dada kiri. Saat tiba di IGD pasien tampak lemah, pucat, dan mengalami sesak napas berat. Pasien mengeluhkan nyeri hebat pada dada kiri yang semakin terasa saat bernapas. Pasien juga mengatakan merasa pusing dan sangat lemas. Pada inspeksi tampak memar luas pada hemithoraks kiri dan pasien bernapas cepat serta dangkal. Pengembangan dinding dada kiri terlihat lebih minimal dibandingkan sisi kanan. Hasil pengkajian awal di IGD diperoleh data sebagai berikut: Airway (A): Jalan napas terbuka, Pasien mampu menjawab pertanyaan namun suara terdengar lemah Breathing (B): Frekuensi napas: 36 kali/menit, SpO?: 86% tanpa oksigen, Pengembangan dada kiri menurun, Perkusi hemithoraks kiri redup/dullness, Auskultasi: suara napas sisi kiri sangat menurun Circulation (C): Tekanan darah: 85/60 mmHg, Nadi: 132 kali/menit, lemah, CRT: 4 detik, Kulit tampak pucat, dingin, dan berkeringat Disability (D): Kesadaran apatis (GCS 14), Pasien tampak gelisah Exposure (E): Memar luas pada dinding dada kiri, Nyeri tekan pada beberapa sela iga, Tidak ditemukan luka terbuka Petugas juga menemukan adanya pembengkakan pada area dada kiri serta tanda-tanda syok hipovolemik. Dokter jaga mencurigai adanya perdarahan intra thorax akibat trauma dada dan pasien segera diprioritaskan untuk penanganan di area resusitasi IGD.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: ```html
Diagnosa Keperawatan, Luaran, dan Intervensi Berdasarkan PPNI
Sebagai seorang perawat profesional, penegakan diagnosa keperawatan, penetapan luaran, dan perencanaan intervensi harus mengacu pada standar yang telah
Article No. 24601 | 27 Mar 2026
Klinis : Diabetes
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Diabetes Melitus
Kode SDKI: D.0063
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SLKI: L.03142
Deskripsi : Pasien mampu mempertahankan kadar glukosa darah dalam rentang yang ditargetkan, ditandai dengan: 1) Menyebutkan tanda dan gejala hipoglikemia dan hiperglikemia, 2) Melakukan pemantauan kadar glukosa darah secara mandiri sesuai program, 3) Menjelaskan rencana terapi nutrisi dan aktivitas fisik, 4) Menjelaskan regimen terapi farmakologis (jika ada), 5) Melakukan perawatan kaki secara mandiri, dan 6) Menyebutkan rencana tindak lanjut.
Kode SIKI: I.01290
Deskripsi : Manajemen Hiperglikemia dan Hipoglikemia. Intervensi keperawatan ini mencakup serangkaian tindakan komprehensif untuk mencegah, memantau, dan menangani ketidakstabilan kadar glukosa darah pada pasien Diabetes Melitus. Fokus utamanya adalah pada edukasi, pemantauan, dan kolaborasi. Perawat melakukan pengkajian menyeluruh terhadap pengetahuan pasien, riwayat kesehatan, pola makan, aktivitas fisik, dan kepatuhan pengobatan. Edukasi menjadi pilar utama, dimana perawat mengajarkan pasien dan keluarga tentang patofisiologi diabetes, faktor risiko, serta tanda dan gejala darurat hipoglikemia (seperti lemas, berkeringat dingin, gemetar, konfus) dan hiperglikemia (poliuri, polidipsi, pandangan kabur, lemas). Pasien dilatih untuk melakukan pemantauan glukosa darah mandiri (pemeriksaan gula darah sewaktu dan puasa) dengan teknik yang benar, mencatat hasilnya, dan memahami interpretasi hasil terhadap target yang ditetapkan. Perawat mendampingi pasien dalam menyusun rencana terapi nutrisi medis individual bersama ahli gizi, yang meliputi pemahaman tentang penghitungan karbohidrat, indeks glikemik, porsi makan, dan jadwal makan yang teratur. Intervensi juga mencakup perencanaan aktivitas fisik yang aman dan sesuai kondisi pasien, serta edukasi tentang penyesuaian makanan atau insulin terkait aktivitas. Untuk pasien yang menggunakan terapi farmakologis (insulin atau OAD), perawat mengajarkan teknik penyuntikan insulin yang benar (rotasi area, dosis), cara penyimpanan insulin, waktu pemberian, dan manajemen dosis sesuai hasil pemantauan. Perawat melakukan pemeriksaan kaki secara rutin untuk mendeteksi dini risiko ulkus diabetik, mengajarkan perawatan kaki sehari-hari (cuci, keringkan, periksa, lotion, alas kaki yang aman), dan menekankan pentingnya menghindari cedera. Kolaborasi dengan dokter dilakukan untuk penyesuaian regimen terapi. Perawat juga memfasilitasi dukungan psikososial dan motivasi untuk meningkatkan kepatuhan jangka panjang, serta memastikan pasien memiliki rencana tindak lanjut dan memahami kapan harus mencari bantuan medis. Seluruh intervensi didokumentasikan dan dievaluasi keberhasilannya berdasarkan pencapaian kriteria hasil dalam SLKI.
Article No. 24602 | 27 Mar 2026
Klinis : Obesitas
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Obesitas
Kode SDKI: D.0013
Deskripsi Singkat: Risiko peningkatan asupan energi dibandingkan dengan pengeluaran energi
Kode SLKI: L.14026
Deskripsi : Manajemen Berat Badan
Kode SIKI: I.01240
Deskripsi : Monitor Indeks Massa Tubuh (IMT)
Penjelasan Lengkap SDKI, SLKI, dan SIKI:
Diagnosis Keperawatan (SDKI - D.0013): Diagnosis keperawatan "Risiko peningkatan asupan energi dibandingkan dengan pengeluaran energi" (D.0013) merujuk pada kondisi di mana individu rentan mengalami ketidakseimbangan energi, di mana asupan kalori dari makanan dan minuman secara konsisten melebihi jumlah energi yang dikeluarkan melalui aktivitas fisik dan metabolisme basal. Pada konteks obesitas, risiko ini telah menjadi realitas, mengakibatkan akumulasi lemak tubuh berlebih yang dapat mengganggu kesehatan. Definisi ini menekankan pada inti masalah obesitas, yaitu disproporsi energi. Faktor penyebabnya multifaktorial, meliputi pola makan tinggi kalori, rendah serat, gaya hidup sedentari (kurang gerak), faktor genetik, psikologis (makan emosional), sosial-ekonomi, dan lingkungan. Perawat mengidentifikasi diagnosis ini melalui pengkajian menyeluruh, termasuk pengukuran antropometri (berat badan, tinggi badan, lingkar pinggang), wawancara pola makan dan aktivitas, serta riwayat kesehatan. Diagnosis ini menjadi landasan untuk merencanakan intervensi yang bertujuan memulihkan keseimbangan energi.
Luaran Keperawatan (SLKI - L.14026): Luaran "Manajemen Berat Badan" (L.14026) didefinisikan sebagai tindakan personal untuk mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat. Pada pasien obesitas, luaran ini adalah tujuan jangka panjang dan menengah dari seluruh asuhan keperawatan. Indikator pencapaian luaran ini tidak hanya sekadar penurunan angka di timbangan, tetapi mencakup perilaku dan pengetahuan yang berkelanjutan. Indikatornya meliputi: kemampuan mengidentifikasi berat badan ideal, memilih makanan sesuai kebutuhan kalori, meningkatkan aktivitas fisik secara teratur, memantau berat badan secara mandiri, serta menunjukkan peningkatan dalam parameter biokimia (seperti kadar gula darah dan kolesterol) dan antropometri (seperti penurunan lingkar pinggang). SLKI ini memiliki skala hasil, mulai dari tidak memadai (dimana individu tidak melakukan upaya manajemen berat badan), sebagian (melakukan beberapa upaya tetapi tidak konsisten), memadai (melakukan upaya sesuai anjuran), hingga cukup memadai (secara konsisten mencapai dan mempertahankan berat badan sehat). Peran perawat adalah memfasilitasi pasien untuk bergerak di sepanjang skala ini menuju kondisi "cukup memadai".
Intervensi Keperawatan (SIKI - I.01240): Intervensi "Monitor Indeks Massa Tubuh (IMT)" (I.01240) adalah salah satu tindakan spesifik dan terukur untuk mengevaluasi status berat badan dan efektivitas intervensi. IMT adalah alat skrining sederhana yang dihitung dari berat badan (kg) dibagi kuadrat tinggi badan (m²). Aktivitas intervensi ini meliputi: mengukur berat badan dan tinggi badan dengan teknik dan alat yang akurat, menghitung nilai IMT, menginterpretasikan hasil berdasarkan klasifikasi WHO/Asia (Kurus, Normal, Overweight, Obesitas I, II, III), mendokumentasikan hasil, serta mendiskusikan hasil dan implikasinya dengan pasien dan keluarga. Monitoring IMT dilakukan secara berkala (misalnya, setiap bulan atau sesuai rencana) untuk menilai tren perubahan. Intervensi ini bukan tindakan tunggal, tetapi bagian integral dari edukasi kesehatan. Dengan memonitor IMT, perawat dan pasien memiliki data objektif untuk mengevaluasi kemajuan, memotivasi perubahan perilaku, dan jika perlu, menyesuaikan rencana intervensi. Tindakan ini juga berfungsi sebagai deteksi dini jika terjadi plateau (stagnasi) dalam penurunan berat badan atau kenaikan kembali, sehingga memungkinkan intervensi lebih dini.
Keterkaitan: Ketiga komponen ini membentuk siklus asuhan keperawatan yang koheren. SDKI D.0013 (diagnosis) mengidentifikasi masalah inti yaitu ketidakseimbangan energi. SLKI L.14026 (luaran) menetapkan tujuan akhir, yaitu kemampuan pasien mengelola berat badannya sendiri. Untuk mencapai luaran tersebut, perawat melaksanakan berbagai intervensi, salah satu yang kritis adalah SIKI I.01240 (monitor IMT). Data dari monitoring IMT digunakan untuk mengevaluasi sejauh mana diagnosis telah teratasi dan seberapa dekat pasien mencapai luaran yang diharapkan. Dengan demikian, penerapan SDKI, SLKI, dan SIKI yang terstandarisasi ini memastikan asuhan keperawatan untuk pasien obesitas bersifat holistik, terarah, terukur, dan berbasis bukti, yang berfokus pada pemberdayaan pasien untuk perubahan perilaku berkelanjutan.
Article No. 24603 | 27 Mar 2026
Klinis : sesak napas, kaki bengkak KU lemah, CM TD : 201/111 HR : 89 RR : 23 S : 36.4 SpO2 99% on O2 NK JVP 5+3 RBH -/- WHZ -/- edem +/+
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana volume darah yang dipompa oleh ventrikel kiri per menit tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh atau memerlukan tekanan pengisian ventrikel yang meningkat.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Curah jantung membaik. Kriteria hasil: 1) Tekanan darah dalam rentang yang dapat diterima untuk klien, 2) Nadi perifer teraba, 3) Frekuensi jantung dan irama dalam rentang normal untuk klien, 4) Keseimbangan cairan, 5) Tidak ada edema paru, 6) Tidak ada dispnea atau ortopnea, 7) Tidak ada distensi vena leher, 8) Tidak ada edema perifer, 9) Waktu pengisian kapiler kurang dari 3 detik, 10) Haluaran urine adekuat, 11) Kulit hangat dan kering, 12) Status mental baik.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : Intervensi untuk meningkatkan curah jantung meliputi: 1) Monitor status hemodinamik termasuk tekanan darah, frekuensi jantung, tekanan vena sentral, dan tekanan arteri paru jika ada. 2) Kaji kualitas dan kekuatan nadi perifer. 3) Auskultasi bunyi jantung, catat adanya gallop S3 atau S4. 4) Kaji status pernapasan: adanya dispnea, ortopnea, batuk, dan bunyi napas (ronkhi, wheezing). 5) Kaji adanya edema perifer, sakral, dan ascites. 6) Pantau tanda peningkatan JVP (Jugular Venous Pressure). 7) Pantau haluaran urine dan berat jenis urine. 8) Berikan terapi oksigen sesuai indikasi. 9) Atur posisi semi-fowler atau fowler untuk memudahkan pernapasan. 10) Kolaborasi pemberian obat-obatan sesuai resep (seperti diuretik, inotropik, vasodilator). 11) Batasi asupan cairan dan natrium sesuai instruksi. 12) Pantau keseimbangan cairan intake dan output. 13) Berikan dukungan psikologis dan edukasi pada klien serta keluarga tentang kondisi dan penatalaksanaannya. 14) Anjurkan istirahat dan batasi aktivitas untuk mengurangi beban kerja jantung. 15) Monitor respons klien terhadap terapi dan laporkan adanya tanda-tanda memburuk.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0028
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana seseorang mengalami ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diinginkan atau diperlukan.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : Toleransi aktivitas membaik. Kriteria hasil: 1) Klien melaporkan peningkatan kemampuan dalam melakukan aktivitas, 2) Tanda vital dalam rentang normal selama dan setelah aktivitas (tekanan darah, nadi, pernapasan), 3) Tidak mengalami dyspnea, nyeri dada, kelemahan berlebihan, atau kelelahan setelah aktivitas, 4) Mampu melakukan aktivitas perawatan diri secara mandiri atau dengan bantuan minimal, 5) Keseimbangan antara aktivitas dan istirahat tercapai.
Kode SIKI: I.09001
Deskripsi : Intervensi untuk meningkatkan toleransi aktivitas meliputi: 1) Kaji respons fisiologis terhadap aktivitas (perubahan TD, HR, RR, dan dyspnea). 2) Kaji faktor penyebab kelelahan seperti kondisi medis, nyeri, gangguan tidur, atau efek pengobatan. 3) Bantu klien mengidentifikasi aktivitas yang dapat dan tidak dapat dilakukan. 4) Rencanakan periode istirahat yang cukup sebelum dan sesudah aktivitas. 5) Ajarkan teknik penghematan energi, seperti duduk saat melakukan aktivitas, mengatur peralatan dalam jangkauan, dan mengambil napas dalam-dalam secara teratur. 6) Bantu klien dalam aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan, dan kurangi bantuan secara bertahap seiring peningkatan kekuatan. 7) Anjurkan aktivitas ringan dan bertahap sesuai toleransi. 8) Kolaborasi dengan tim kesehatan lain seperti fisioterapi untuk program latihan. 9) Atur lingkungan untuk meminimalkan hambatan dan upaya yang dibutuhkan. 10) Monitor pola tidur dan upayakan kualitas tidur yang baik. 11) Berikan dukungan nutrisi yang adekuat untuk menyediakan energi. 12) Edukasi klien dan keluarga tentang pentingnya keseimbangan aktivitas dan istirahat, serta tanda-tanda kelelahan yang harus diwaspadai.
Kondisi: Kelebihan Volume Cairan
Kode SDKI: D.0013
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana seseorang mengalami peningkatan retensi cairan dan natrium yang berlebihan.
Kode SLKI: L.06001
Deskripsi : Keseimbangan cairan tercapai. Kriteria hasil: 1) Keseimbangan cairan (intake dan output) seimbang, 2) Tidak ada edema perifer, sakral, atau paru, 3) Berat badan stabil atau sesuai target, 4) Tekanan darah dalam rentang normal, 5) Denyut nadi dan pernapasan dalam rentang normal, 6) Tidak ada distensi vena leher (JVP normal), 7) Bunyi napas bersih, 8) Turgor kulit baik, 9) Kadar elektrolit dalam batas normal.
Kode SIKI: I.06001
Deskripsi : Intervensi untuk mengatasi kelebihan volume cairan meliputi: 1) Pantau keseimbangan cairan intake dan output secara akurat. 2) Timbang berat badan setiap hari dengan skala yang sama, waktu yang sama, dan pakaian yang sama. 3) Kaji adanya edema (pergelangan kaki, kaki, sakrum, tungkai), ukur lingkar ekstremitas jika perlu. 4) Auskultasi bunyi napas, perhatikan adanya krekels (rales) yang mengindikasikan edema paru. 5) Pantau tanda vital (TD, HR, RR) dan JVP. 6) Kaji turgor kulit dan adanya edema dependen. 7) Batasi asupan cairan dan natrium sesuai instruksi dokter. 8) Kolaborasi pemberian terapi diuretik sesuai resep dan pantau efek serta efek sampingnya (misal: hipokalemia). 9) Anjurkan posisi elevasi ekstremitas yang edema untuk meningkatkan venous return. 10) Ubah posisi klien secara teratur untuk mencegah penumpukan cairan di area dependen. 11) Pantau hasil laboratorium seperti elektrolit, BUN, kreatinin, dan albumin. 12) Berikan edukasi pada klien dan keluarga tentang pentingnya pembatasan cairan/garam, cara membaca label makanan, dan tanda-tanda kelebihan cairan yang harus dilaporkan. 13) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk penyusunan diet rendah garam dan sesuai kebutuhan kalori.
Article No. 24604 | 27 Mar 2026
Klinis : pasien rujukan dari Rizky Amalia dengan penkes KU lemah, somnolent TD : 174/104 N : 89 S : 36,7 RR : 28 SPO2: 100 Mata : CA -/- SI -/- refleks cahaya (+/+) Mulut : dbn leher: dbn Thorax : Simetris ka/ki BJ I-II, reguler, bising (-) Paru : SDV +/+ rbh -/- rbk -/- whz -/- Abdomen :supel, BU (+) , NT (-) Genitalia : tidak ada kelainan Ekstremitas Superior : akral hangat +/+, CRT <2 detik Ekstremitas Inferior : akral hangat +/+, CRT <2 detik NC HCTS Kesan : - Infark cerebri di frontotemporoparietalis dextra - Atrofi cerebri - Tak tampak perdarahan intracerebri maupun intracerebelli CXR Kesan : - Pulmo dan besar cor normal Lab Hemoglobin 15.45 Lekosit 16.53 Trombosit 248 Neutrofil 85.7 Limfosit 7.7 Natrium (Na) 135 Kalium (K) 3.9 Chlorida (Cl) 100 Calsium (Ca2+) 1.0 pH 7.70 Glukosa Darah Sewaktu 143 AST (SGOT) 26 ALT (SGPT) 8 Ureum 31.9 Kreatinin 1.68
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0018
Deskripsi Singkat: Risiko terjadinya ketidakadekuatan darah yang dipompa oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.03115
Deskripsi : Tekanan darah dalam rentang yang diharapkan. Kriteria hasil: 1) Tekanan darah sistolik dan diastolik dalam rentang yang diharapkan, 2) Denyut nadi dalam rentang yang diharapkan, 3) Tidak ada pusing, 4) Tidak ada perubahan status mental, 5) Haluaran urine adekuat, 6) Warna kulit dan kehangatan ekstremitas normal. Penjelasan: Pasien menunjukkan tekanan darah yang sangat tinggi (174/104 mmHg) yang jauh di atas rentang normal, menunjukkan ketidakadekuatan regulasi tekanan dan beban kerja jantung. Denyut nadi 89x/menit masih dalam batas normal, namun status mental somnolen (mengantuk, penurunan kesadaran) merupakan tanda perubahan status mental yang mengindikasikan gangguan perfusi serebral. Meskipun ekstremitas hangat dan CRT baik, tekanan darah yang sangat tinggi ini justru merupakan kompensasi atau disfungsi yang berisiko menyebabkan penurunan curah jantung lebih lanjut akibat peningkatan afterload, gagal jantung, atau kerusakan organ target seperti yang sudah terjadi pada otak (Infark cerebri). Tujuan SLKI ini adalah untuk mencapai dan mempertahankan tekanan darah yang terkontrol.
Kode SIKI: I.08039
Deskripsi : Memonitor tekanan darah. Penjelasan: Intervensi keperawatan yang kritis pada pasien ini adalah pemantauan tekanan darah secara ketat dan berkelanjutan. Hal ini mencakup pengukuran tekanan darah dengan teknik yang benar, mencatat tren tekanan darah sistolik dan diastolik, mengidentifikasi pola, serta segera melaporkan perubahan yang signifikan atau berbahaya. Pemantauan ini penting untuk menilai respons tubuh terhadap kondisi patologis (stroke), mengevaluasi efek dari terapi antihipertensi yang akan diberikan, dan mencegah komplikasi lebih lanjut seperti perdarahan intrakranial atau perluasan infark. Frekuensi pemantauan harus intensif, dapat setiap jam atau lebih sering sesuai kondisi, mengingat nilai tekanan darah yang masuk dalam kategori krisis hipertensi.
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Serebral
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko terjadinya penurunan sirkulasi darah ke otak yang dapat menyebabkan gangguan fungsi.
Kode SLKI: L.03102
Deskripsi : Perfusi jaringan serebral adekuat. Kriteria hasil: 1) Status neurologis dalam batas normal, 2) Tingkat kesadaran dalam batas normal, 3) Fungsi kognitif dalam batas normal, 4) Tanda-tanda vital dalam batas normal. Penjelasan: Pasien telah didiagnosa infark serebri (stroke iskemik) di area frontotemporoparietalis kanan, yang secara langsung menunjukkan ketidakefektifan perfusi jaringan otak yang telah terjadi. Kondisi klinis pasien, yaitu somnolen (penurunan kesadaran) dan kelemahan (KU lemah), merupakan bukti dari gangguan status neurologis dan tingkat kesadaran. Tanda vital, khususnya tekanan darah yang sangat tinggi (174/104 mmHg), merupakan faktor risiko sekaligus kompensasi untuk mempertahankan perfusi di area yang iskemik, namun juga berisiko menyebabkan edema otak atau transformasi hemoragik. Tujuan SLKI adalah mempertahankan dan mengoptimalkan perfusi serebral yang tersisa, mencegah perluasan area infark, dan meminimalkan defisit neurologis lebih lanjut.
Kode SIKI: I.08029
Deskripsi : Memonitor status neurologis. Penjelasan: Intervensi ini merupakan tindakan prioritas. Pemantauan status neurologis mencakup penilaian GCS (Glasgow Coma Scale) secara berkala untuk menilai tingkat kesadaran (saat ini somnolen), evaluasi kekuatan otot (KU lemah), ukuran dan reaksi pupil (pupil isokor, refleks cahaya positif), serta fungsi sensorik dan bicara. Pemantauan yang ketat dan terdokumentasi dengan baik (setiap 1-2 jam atau sesuai protokol stroke) sangat penting untuk mendeteksi secara dini adanya perburukan neurologis, seperti penurunan kesadaran yang lebih dalam atau peningkatan defisit motorik, yang dapat mengindikasikan perluasan infark, edema serebral, atau komplikasi lainnya. Data ini menjadi panduan utama dalam menentukan langkah terapi selanjutnya.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0007
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas paten.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif. Kriteria hasil: 1) Suara napas bersih, 2) Tidak ada sianosis, 3) Frekuensi napas dalam rentang normal, 4) Tidak menggunakan otot bantu napas, 5) Ekspansi dada simetris, 6) Gas darah arteri dalam rentang normal. Penjelasan: Meskipun dari pemeriksaan fisik paru dilaporkan SDV (+/+) dan tidak ada ronchi atau wheezing, pasien memiliki faktor risiko tinggi untuk ketidakefektifan bersihan jalan napas. Kondisi somnolen (penurunan kesadaran) sangat berisiko menyebabkan hilangnya refleks batuk dan proteksi jalan napas, sehingga sekresi dapat menumpuk dan menyebabkan obstruksi atau aspirasi. Frekuensi napas 28x/menit (takipnea) dapat menjadi tanda awal distress pernapasan atau kompensasi terhadap asidosis/basa (pH 7.70 menunjukkan alkalosis). Nilai SpO2 100% saat ini baik, tetapi dapat dengan cepat menurun jika terjadi obstruksi. Tujuan SLKI adalah mencegah komplikasi aspirasi dan mempertahankan pertukaran gas yang adekuat.
Kode SIKI: I.04120
Deskripsi : Manajemen jalan napas. Penjelasan: Intervensi ini meliputi tindakan untuk memastikan dan mempertahankan patensi jalan napas pada pasien dengan penurunan kesadaran. Tindakan yang harus dilakukan antara lain: memposisikan pasien dengan kepala tidur agak tinggi (jika tidak kontraindikasi) atau posisi lateral/recovery position untuk mencegah lidah jatuh ke belakang dan memfasilitasi drainase sekresi, melakukan penghisapan lendir (suction) secara rutin dan bila diperlukan, serta memantau suara napas dan upaya napas secara terus-menerus. Persiapan alat bantu jalan napas seperti airway atau alat suction harus selalu siap di dekat pasien. Intervensi ini bersifat preventif untuk menghindari hipoksia yang dapat memperburuk kerusakan jaringan otak yang sudah mengalami infark.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0028
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya kerentanan terhadap invasi patogen.
Kode SLKI: L.07001
Deskripsi :
Kode SIKI: I.07221
Deskripsi : Manajemen hipertermia. Penjelasan: Meskipun pasien saat ini tidak demam, intervensi ini relevan sebagai tindakan antisipatif mengingat adanya leukositosis. Intervensi mencakup pemantauan suhu tubuh secara berkala (setiap 4-6 jam atau lebih sering), memantau tanda-tanda infeksi lainnya, serta melakukan tindakan pencegahan infeksi seperti cuci tangan, perawatan luka jika ada, dan perawatan kateter (bila dipasang) secara steril. Jika suhu meningkat, tindakan yang dilakukan antara lain kompres hangat, pemberian terapi cairan, dan pemberian antipiretik sesuai instruksi dokter. Mengontrol suhu tubuh penting karena hipertermia pada pasien stroke dapat memperluas area kerusakan otak iskemik.
Article No. 24605 | 27 Mar 2026
Klinis : nyeri dada berkurang Ku lemah, CM TD : 165/80 N : 56 S : 36,7 RR : 13 SPO2 : 99% on O2 JVP 5+2 RBH -/- WHZ -/- edem -/
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 00032
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi dan durasi ≤ 3 bulan.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Indikator yang termasuk dalam luaran ini adalah: 1) Melaporkan nyeri hilang atau terkontrol; 2) Mengenali faktor-faktor penyebab; 3) Menggunakan metode farmakologis untuk mengurangi nyeri; 4) Menggunakan metode nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri; 5) Mempertahankan tingkat fungsi yang diinginkan; 6) Mengikuti regimen terapeutik; 7) Menunjukkan tanda-tanda vital dalam rentang yang diharapkan; 8) Menunjukkan tidak adanya atau penurunan perilaku yang berhubungan dengan nyeri (misalnya, gelisah, menangis, merintih, mengerang, mengernyit, postur tubuh melindungi diri).
Kode SIKI: 0840
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Tindakan keperawatan yang termasuk dalam intervensi ini adalah: 1) Kaji karakteristik nyeri: lokasi, kualitas, intensitas (skala 0-10), onset, durasi, faktor pencetus; 2) Kaji faktor-faktor yang memperberat dan meringankan nyeri; 3) Kaji dampak nyeri terhadap fungsi (misalnya, tidur, nafsu makan, aktivitas fisik, konsentrasi, hubungan personal); 4) Observasi tanda-tanda nonverbal ketidaknyamanan, terutama pada pasien yang tidak mampu berkomunikasi; 5) Pantau tanda-tanda vital sebelum, selama, dan setelah intervensi nyeri; 6) Ajarkan penggunaan skala nyeri yang sesuai; 7) Berikan analgetik sesuai program terapi; 8) Evaluasi efektivitas analgetik (skala nyeri, tanda vital, efek samping); 9) Lakukan tindakan nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri (misalnya, teknik relaksasi napas dalam, distraksi, imajinasi terbimbing, kompres hangat/dingin, posisi nyaman); 10) Atur posisi untuk kenyamanan dan fungsi optimal; 11) Kurangi rangsangan yang tidak perlu di lingkungan; 12) Dukung dan bantu pasien dalam menggunakan strategi koping yang efektif; 13) Kolaborasi dengan tim kesehatan lain sesuai kebutuhan.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433