Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24650 | 29 Mar 2026
Klinis : intervensi Risiko Infeksi
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Intervensi Risiko Infeksi
Kode ICD-10: Z29.8
Deskripsi Singkat : Kode Z29.8 mengindikasikan kontak dengan layanan kesehatan untuk tindakan pencegatif (profilaksis) lainnya yang tidak diklasifikasikan di tempat lain. Dalam konteks 'Intervensi Risiko Infeksi', ini merujuk pada situasi di mana seorang pasien mencari atau menerima perawatan medis bukan karena penyakit infeksi yang aktif, tetapi sebagai langkah pencegahan untuk mengurangi risiko infeksi. Ini mencakup konsultasi, edukasi, atau pemberian profilaksis (seperti antibiotik pasca paparan) pada individu yang berisiko tinggi karena faktor seperti paparan lingkungan, pekerjaan, rencana perjalanan, atau kondisi medis yang mendasari yang melemahkan sistem imun. Kode ini digunakan untuk mencatat alasan kontak dengan sistem kesehatan yang bersifat preventif, menekankan pada upaya menjaga kesehatan dan mencegah timbulnya penyakit infeksi sebelum terjadi. Penting untuk membedakannya dari kode untuk diagnosis infeksi itu sendiri.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 24651 | 29 Mar 2026
Klinis : Penggunaan pacu jantung - Pria 62 tahun, masuk CVCU dengan diagnosa medis STEMI inferior + RV Infark onset 3 jam TIMI 5/14, Total AV Blok e.c ACS, Hipertensi Stage I, DM Tipe 2 tidak terkontrol, AKI Stage I, dan CAP. Saat di IGD Pasien mengeluhkan nyeri dada sejak 3 jam sebelum masuk rumah sakit, Nyeri dada timbul secara tiba-tiba, saat mengendarai motor. Saat pengkajian didapatkan data Frekuensi nafas 18 kali/menit, batuk, pasien merasa sesak bila berpindah posisi, tidak ada penggunaan otot bantu nafas, pasien mengeluhkan tubuh terasa lemah dan mudah letih. Pasien merasa sesak saat berpindah posisi, dan juga batuk.pergerakan dinding dada simetris kiri dan kanan, SaO2 99% dan diberikan terapi O2 Binasal 4 liter/menit. Terpasang TPM mode standby off, tekanan darah 154/85 mmHg, suhu tubuh 36,70C, akral teraba hangat, denyut nadi 100 kali/menit, nadi perifer teraba kuat, CRT<3 detik, intake 2278 cc dan output 1165 cc (dalam 24 jam) dengan kateter. GCS : 15 (E4M6V5), kesadaran Composmentis, pupil isokor, ukuran pupil 2/2 mm, refleks pupil terhadap cahaya +/+, nyeri dada (-), pusing masih terasa. Gambaran EKG: Sinus Rythm, QRS Rate 100x/i, gelombang P normal, PR interval (0,36), QRS durasi (0,02), ST elevasi di lead II, III, aVF, ST depresi pada aVL. Pada ekstremitas kiri atas terpasang IV line NaCl 0,9% 500cc/24 jam, drip critical ill insulin 2 mcg/jam, ekstremitas kanan atas terpasang manset tensimeter dan tidak ada edema pada ektremitas Terdapat bekas insersi sheath di vena femoralis dextra. Luka tertutup balutan, tidak ada hematoma, tidak ada rembesan. Motoric tidak ada massalah. Pemeriksaan laboratorium Hb 12,6 g/dl, Leukosit 12.312 /mm3, Hematokrit 38%, GDS 443 mg/dl, kreatinin 1,7 mg/dl, ureum 39 mg/dl, Na. 134 Mmol/L, Kalium 4,3 Mmol/L, Troponin I 126 mg/ml, PH 7,493, PCO2 29,5 mmhg, PO2 83 mmhg, HCO3 228 mmol/l, BE -0,7 mmol/L. Hasil Angiografi : LM: Normal, LAD: Stenosis 70-75% di proximal, lesi tipe B, LCx: Stenosis 70-75% di OM1, lesi tipe B, RCA: Stenosis 90-95% di, lesi tipe C, Hasil: CAD3VD Pasien adalah perokok aktif, merokok sudah lebih dari 20 tahun, belum berhenti sampai sekarang. berat badan 70 Kg dan tinggi badan 165. Pasien bekerja sebagai pedagang yang dimulai jam 9 pagi sampai jam 10 malam No. Nama Obat Terapi Oral 1 Atorvastatin 1 x 40 mg 2 Laxadine 1x 10 cc 3 Aspilet 1x 160 mg 4 Ramipril 1x 1,25 mg 5 Brilinta 2x 90 mg Terapi Parenteral 1 IVFD NaCl 0,9% 500cc/ 24 jam 2 Drip critical ill insulin 2mcg/jam 3 Ranitidine 2x 50 mg 4 Ceftriaxone 1x 2 g 5 Novorapid 3x5 IU Terapi Inhalasi 1 Fluimucyl 2x 1 resp
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko terjadinya ketidakadekuatan darah yang dipompa oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.03139
Deskripsi : Curah jantung memadai.
Kode SIKI: I.01255
Deskripsi : Pemantauan tanda vital dan status hemodinamik; Pemantauan status pernapasan; Pemantauan status neurologis; Pemantauan status cairan; Pemantauan elektrolit; Pemantauan profil pembekuan darah; Pemantauan respons terhadap terapi; Pemantauan komplikasi; Pemantauan nyeri; Pemantauan kecemasan; Pemantauan efek samping obat; Pemantauan efek samping prosedur; Pemantauan efek samping alat kesehatan; Pemantauan efek samping terapi; Pemantauan efek samping pengobatan; Pemantauan efek samping tindakan; Pemantauan efek samping intervensi; Pemantauan efek samping perawatan; Pemantauan efek samping penatalaksanaan; Pemantauan efek samping manajemen; Pemantauan efek samping terapi medis; Pemantauan efek samping terapi keperawatan; Pemantauan efek samping terapi multidisiplin; Pemantauan efek samping terapi kolaboratif.
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Pola Napas
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Risiko terjadinya ketidakmampuan untuk bernapas secara adekuat untuk memenuhi kebutuhan oksigenasi tubuh.
Kode SLKI: L.03004
Deskripsi : Pola napas efektif.
Kode SIKI: I.01255
Deskripsi : Pemantauan tanda vital dan status hemodinamik; Pemantauan status pernapasan; Pemantauan status neurologis; Pemantauan status cairan; Pemantauan elektrolit; Pemantauan profil pembekuan darah; Pemantauan respons terhadap terapi; Pemantauan komplikasi; Pemantauan nyeri; Pemantauan kecemasan; Pemantauan efek samping obat; Pemantauan efek samping prosedur; Pemantauan efek samping alat kesehatan; Pemantauan efek samping terapi; Pemantauan efek samping pengobatan; Pemantauan efek samping tindakan; Pemantauan efek samping intervensi; Pemantauan efek samping perawatan; Pemantauan efek samping penatalaksanaan; Pemantauan efek samping manajemen; Pemantauan efek samping terapi medis; Pemantauan efek samping terapi keperawatan; Pemantauan efek samping terapi multidisiplin; Pemantauan efek samping terapi kolaboratif.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0028
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya kerentanan terhadap invasi patogen.
Kode SLKI: L.03021
Deskripsi : Bebas dari infeksi.
Kode SIKI: I.01255
Deskripsi : Pemantauan tanda vital dan status hemodinamik; Pemantauan status pernapasan; Pemantauan status neurologis; Pemantauan status cairan; Pemantauan elektrolit; Pemantauan profil pembekuan darah; Pemantauan respons terhadap terapi; Pemantauan komplikasi; Pemantauan nyeri; Pemantauan kecemasan; Pemantauan efek samping obat; Pemantauan efek samping prosedur; Pemantauan efek samping alat kesehatan; Pemantauan efek samping terapi; Pemantauan efek samping pengobatan; Pemantauan efek samping tindakan; Pemantauan efek samping intervensi; Pemantauan efek samping perawatan; Pemantauan efek samping penatalaksanaan; Pemantauan efek samping manajemen; Pemantauan efek samping terapi medis; Pemantauan efek samping terapi keperawatan; Pemantauan efek samping terapi multidisiplin; Pemantauan efek samping terapi kolaboratif.
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SDKI: D.0185
Deskripsi Singkat: Risiko terjadinya variasi kadar glukosa darah dari rentang normal.
Kode SLKI: L.03148
Deskripsi : Kadar glukosa darah dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.01255
Deskripsi : Pemantauan tanda vital dan status hemodinamik; Pemantauan status pernapasan; Pemantauan status neurologis; Pemantauan status cairan; Pemantauan elektrolit; Pemantauan profil pembekuan darah; Pemantauan respons terhadap terapi; Pemantauan komplikasi; Pemantauan nyeri; Pemantauan kecemasan; Pemantauan efek samping obat; Pemantauan efek samping prosedur; Pemantauan efek samping alat kesehatan; Pemantauan efek samping terapi; Pemantauan efek samping pengobatan; Pemantauan efek samping tindakan; Pemantauan efek samping intervensi; Pemantauan efek samping perawatan; Pemantauan efek samping penatalaksanaan; Pemantauan efek samping manajemen; Pemantauan efek samping terapi medis; Pemantauan efek samping terapi keperawatan; Pemantauan efek samping terapi multidisiplin; Pemantauan efek samping terapi kolaboratif.
Kondisi: Risiko Perfusi Perifer Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0020
Deskripsi Singkat: Risiko terjadinya penurunan nutrisi dan oksigenasi pada tingkat jaringan kapiler.
Kode SLKI: L.03008
Deskripsi : Perfusi perifer adekuat.
Kode SIKI: I.01255
Deskripsi : Pemantauan tanda vital dan status hemodinamik; Pemantauan status pernapasan; Pemantauan status neurologis; Pemantauan status cairan; Pemantauan elektrolit; Pemantauan profil pembekuan darah; Pemantauan respons terhadap terapi; Pemantauan komplikasi; Pemantauan nyeri; Pemantauan kecemasan; Pemantauan efek samping obat; Pemantauan efek samping prosedur; Pemantauan efek samping alat kesehatan; Pemantauan efek samping terapi; Pemantauan efek samping pengobatan; Pemantauan efek samping tindakan; Pemantauan efek samping intervensi; Pemantauan efek samping perawatan; Pemantauan efek samping penatalaksanaan; Pemantauan efek samping manajemen; Pemantauan efek samping terapi medis; Pemantauan efek samping terapi keperawatan; Pemantauan efek samping terapi multidisiplin; Pemantauan efek samping terapi kolaboratif.
-
Article No. 24652 | 29 Mar 2026
Klinis : 1. Di rumah 2 orang (bapak dan pak pur) 2. Ibu meninggal sakit paru-paru, sesak. 7 tahun yang lalu, tahun 2019, meninggal di rumah sakit. Yang membawa ke rumah sakit anaknya yang dibangil di suruh pulang lalu diantar ke rumah sakit 3. Keseharian : kadang cari mbalarak (kebun) 4. Kadang siang ngerumput (nendo) 5. Belum menikah, 6. 3 bersaudara nomer 2 (no 1 dan 2 sudah menikah semua) 1 : kulon kreke, 2 bangil jual bakso 7. Bapak masak nasi, sayur beli di mlijo depan kadang dikasih masnya yang rumahnya kulon krekel 8. Rumput buat makan nendo (kambing) 9. Umur tahun 1982 (44 tahun) 10. Terakhir sekolah SMP habis itu dirumah saja 11. Pertanyaan : di sekitar rumah apa ada pengajian? Jawabannya : Dulu woten mbak bibik kulo teng langgar, orangnya gak ikut pengajian di rumah karena aktanya sudah pernah mondok 1 tahun trus berhenti. Pasien tidak pernah ikut pengkajian di rumahnya 12. Yang merawat rumah bapak 13. Beras dapet dari panen di sawah sendiri, di selepkan sendiri manggil katanya dulu 4000 14. Pertayaan liburan kemana aja (jawaban mboten sanjang) dirumah saja 15. Penghasilan keluarga dikirim dari anak anaknya bapaknya pasaien 16. Punya kambing 5 17. Awalnya kerja ngerantau, suka ngelamun trus dianterkan pulang sama juragannya, lalu diantarkan ke pak bagyo. Sakit sudah mulai tahun 2008. Lulus smp tahun 1997 langsung ke jakarta jual bakso. Pindah-pindah ke jawa tengah, jakarta, purworejo. Naik kereta kalau jual bakso. Bakso dibikinkan ada bosnya, pasien tinggal menjajakan baksonya 18. Pasien kadang membantu ngerumput, tapi kalau kadang gamau ya gamau cuma dirumah saja 19. Pasien dulu pernah mukuli rumah rumah warga 20. Pas ditanya kenapa kok suka ngelamun, pasien jawab dulu di kasih syarat (asma) sama sepah trus kebuang, trus jadinya kepikiran 21. Pasien mengatakan di tempat kerja tidak ada teman yang jahat kepada pasien 22. Masak pake gas, air putih rebus sendiri. Di rumah punya sumur bor, ada tandon yang diarahkan ke rumah rumah 23. Bapak pasien mengatakn tidak pernah kerja hanya nunggu kiriman anaknya 24. Bapak pasien punya cucu 3 laki laki semua, dan anak 3 laki laki semua 25. pasien mengatakan mau sendiri saja ketika ditanya tentang menikah 26. pasien mengatakan pak adi kemarin ke rumah lalu diperiksa dan mengatkan semuanya normal 27. pasien sempat ikut kerja tetangganya, ikut aja gak jualan 28. pasien tidak mau kontrol ke puskesmas, tapi kalau didatangi perawat desa pasien mau diperiksa. 29. Pasien rutin minum obat sehari sekali sore aja : haloperidol, clozapine, risperidone, triocid 30. Keluarga pasien mengatakan biasanya masih suka tertawa sendiri, terakhir tadi pagi. Jika sendirian 31. Pasien mengatakan tidak ada bisikan, dan tidak melihat apapun yang tidak dilihat orang lain. 32. Pasien bisa mengatakan hari dengan benar yaitu hari jumat 33. Pasien mengetahui nama presiden saat ini prabowo tapi salah mengucap tahun, pasien mengatakan sekarang tahun 2006 34. Keluarga pasien mengatakan sudah tidak melamun, malam bisa tidur 35. Pasien mengatakan mandi sehari sekali, setiap mau dhuhur, dan ganti baju seminggu 1 kali. Keluarga pasien mengatakan sudah disuruh ganti baju tapi gak mau, keluarga pasien mengatakan pasien bisa mencuci baju sendiri 36. Pasien mengatakan tidak mau bekerja katanya maunya dirumah aja dulu, karena mau menikmati. 37. Keluarga pasien mengatakan jika berkomunikasi dengan lingkungan dan keluarga masih baik 38. Keluarga pasien mengatakan teman2 pasien semuanya pada merantau 39. Keluarga pasien mengatakan mondok 1 tahun di pakis saji, lalu pindah lagi ke bantur, yang mindah gurunya, dan tidak diberi tahu alasannya kenapa. Setelah lulus pasien langsung kerja jual bakso. 40. Pasien mengatakan teman2 waktu sekolah baik2 semua, di tempat kerja juga baik semua. 41. Dulu waktu kerja bayarannya 25k/20k, sehari. Persenan. 42. Keluarga pasien mengatakan bosnya baik, bosnya masih saudara dengan pasien 43. Pasien mengatakan kalau capek suka sendiri, pasien ketika ditanya gimana perasaannya kalau kumpul orang banyak, jawabannya biasa saja 44. Pasien mengatakan hari ini perasaannya biasa saja 45. Pasien mengatakan pada saat sekolah tidak ikut organisasi 46. Pasien mengatakan nilainya waktu sekolah bagus, danemnya 23. Pasien mengatakan suka matematika 47. Pasien tidak suka jalan2 ke pantai, lebih enak di rumah 48. Keluarga pasien mengatakan pasien tidak pernah cerita-cerita ke keluarga. Keluarga pasien juga sudah suruh lihat tv atau bagaimana tapi gak mau. Jadi kalau waktu luang kadang ya ngelamun atau tidur. 49. Pasien mengatakan kalau lihat tv itu capek 50. Keluarga pasien mengatakan pasien kadang ikut teraweh pas ramadhan, tapi tidak puasa. 51. Pasien mengatakan jarang mengaji dan tadurus 52. Keluarga pasien mengatakan pasien merokok dan kopi. Merokok biasanya habis 1 pack sehari. 53. Pasien mengatakan terakhir kumat sudah lama, tapi tadi pagi ketawa ketawa sendiri. Kadang ketawa2 sendiri setiap beberapa hari sekali 54. Pasien mengatakan sehari minum obat, sore saja. Pasien selalu ingat. 55. Pasien ditanya “kenapa kok anda disuruh minum obat? Apakah anda tahu sakit apa?” pasien menjawab “ dulu di kepanjen juga ditanya itu. Ya saya cerita kalau dulu dikasih asma trus kebucal itu” 56. Pasien mengatakan asmanya tidak dibuka, karena takut. Jadi asmanya dikasih lalu dibuang karena takut, tapi kemudian kepikiran. 57. Pasien mengatakan tidak kenal dengan yang kasih asma, yang kasih asmanya itu laki2 agak tinggi, rambutnya pendek. Jadi orang laki-lakinya ini lagi beli lalu dikasih tahu kalau minat nanti disuruh ke rumah nanti bisa 2x lipat. Dengan bayar 50 nanti hasil jualan bisa jadi 2x lipat. Katanya ada bedanya, di pikiran jadi enak. 58. Pasien mengatakan ke rumah orang laki-laki yang tadi itu 3x. pasien dikasih minum2 trus dipikiran enak tp lama2 dibuang. Tempatnya di jakarta, di tangerang. Jarak dari tempat jualan 1 km 59. Pasien mengatakan di rumah orang laki2 yang ngasih itu cuma sendiri, sepi katanya Cuma pasien aja yang dikasih. 60. Pasien mengatakan setelah buang katanya ada orang yang dari bojonegoro ajak cari pelaris. Orangnya bujangan tpi punya pacar, sekarang katanya sudah menikah di jakarta. 61. Pasien mengatakan kalau laris gara2 itu dapetnya 150 trus persenannya 300 62. Pasien mengatakan yang jual bakso di jawa tengah lalu pulang karena gak krasan, lalu diajak orang jualan ke jakarta 63. Setelah pulang dari jakarta pasien mengatakan kadang ambilin sandalnya orang2 di masjid, lalu sama keluarga pasien disuruh ngembalikan dan sudah dikembalikan. Sekarang sudah tidak. 64. Pasien mengatakan sekarang sudah tidak bingung 65. Pasien mengatakan tadi pagi ketawa2 sendiri katanya keinget lagi bercanda sama temannya yang dijakarta. Pasien mengatakan dijakarta temannya ada 12. Pasien mengatakan tidak dengar dan tidak lihat temannya jadi cuma keingat aja. 66. Keluarga pasien katanya dulu setelah pulang dari jakarta juga suka mukul2 rumah warga menggunakan batu, lalu dibilangkan pamong, dan dibawa ke pkm bantur. Kejadian itu sebelum ibu pasien meninggal. 67. Dan setelah ibunya meninggal pasien sudah membaik tidak tambah parah. 68. Keluarga pasien mengatakan pasien sering berkunjung ke makam ibunya 69. Keluarg pasien mengatakan pasien jika mandi di kamar mandi.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Skizofrenia Paranoid, Dalam Remisi Parsial
Kode ICD-10: F20.0
Deskripsi Singkat : Pasien laki-laki berusia 44 tahun dengan riwayat gangguan psikotik kronis sejak 2008, ditandai dengan gejala positif seperti waham (percaya diberi 'asma'/jimat untuk melipatgandakan penjualan, merasa diikuti), halusinasi auditori (mungkin, berdasarkan riwayat tertawa sendiri), dan perilaku kekerasan (memukul rumah warga). Gejala negatif menonjol: menarik diri sosial (tidak mau bekerja, lebih suka sendiri, jarang berinteraksi), penurunan fungsi perawatan diri (ganti baju seminggu sekali), avolisi (tidak ada minat/motivasi), dan afek datar. Pasien mendapat terapi pemeliharaan dengan antipsikotik kombinasi (Haloperidol, Clozapine, Risperidone) dengan kepatuhan baik. Saat ini, gejala positif tampak terkendali (pasien menyangkal ada bisikan/waham aktif, orientasi baik), tetapi gejala negatif dan disfungsi sosial masih persisten (tidak mau kerja, isolasi sosial, kebersihan diri minimal). Riwayat mondok di fasilitas psikiatri (Pakis Saji, Bantur) menguatkan diagnosis gangguan psikotik berat. Kode F20.0 mengindikasikan Skizofrenia Paranoid, subtipe yang ditandai dominasi waham dan halusinasi, dengan status remisi parsial karena gejala sisa dan disabilitas masih ada meski dengan pengobatan.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 24653 | 29 Mar 2026
Klinis : 1. Di rumah 2 orang (bapak dan pak pur) 2. Ibu meninggal sakit paru-paru, sesak. 7 tahun yang lalu, tahun 2019, meninggal di rumah sakit. Yang membawa ke rumah sakit anaknya yang dibangil di suruh pulang lalu diantar ke rumah sakit 3. Keseharian : kadang cari mbalarak (kebun) 4. Kadang siang ngerumput (nendo) 5. Belum menikah, 6. 3 bersaudara nomer 2 (no 1 dan 2 sudah menikah semua) 1 : kulon kreke, 2 bangil jual bakso 7. Bapak masak nasi, sayur beli di mlijo depan kadang dikasih masnya yang rumahnya kulon krekel 8. Rumput buat makan nendo (kambing) 9. Umur tahun 1982 (44 tahun) 10. Terakhir sekolah SMP habis itu dirumah saja 11. Pertanyaan : di sekitar rumah apa ada pengajian? Jawabannya : Dulu woten mbak bibik kulo teng langgar, orangnya gak ikut pengajian di rumah karena aktanya sudah pernah mondok 1 tahun trus berhenti. Pasien tidak pernah ikut pengkajian di rumahnya 12. Yang merawat rumah bapak 13. Beras dapet dari panen di sawah sendiri, di selepkan sendiri manggil katanya dulu 4000 14. Pertayaan liburan kemana aja (jawaban mboten sanjang) dirumah saja 15. Penghasilan keluarga dikirim dari anak anaknya bapaknya pasaien 16. Punya kambing 5 17. Awalnya kerja ngerantau, suka ngelamun trus dianterkan pulang sama juragannya, lalu diantarkan ke pak bagyo. Sakit sudah mulai tahun 2008. Lulus smp tahun 1997 langsung ke jakarta jual bakso. Pindah-pindah ke jawa tengah, jakarta, purworejo. Naik kereta kalau jual bakso. Bakso dibikinkan ada bosnya, pasien tinggal menjajakan baksonya 18. Pasien kadang membantu ngerumput, tapi kalau kadang gamau ya gamau cuma dirumah saja 19. Pasien dulu pernah mukuli rumah rumah warga 20. Pas ditanya kenapa kok suka ngelamun, pasien jawab dulu di kasih syarat (asma) sama sepah trus kebuang, trus jadinya kepikiran 21. Pasien mengatakan di tempat kerja tidak ada teman yang jahat kepada pasien 22. Masak pake gas, air putih rebus sendiri. Di rumah punya sumur bor, ada tandon yang diarahkan ke rumah rumah 23. Bapak pasien mengatakn tidak pernah kerja hanya nunggu kiriman anaknya 24. Bapak pasien punya cucu 3 laki laki semua, dan anak 3 laki laki semua 25. pasien mengatakan mau sendiri saja ketika ditanya tentang menikah 26. pasien mengatakan pak adi kemarin ke rumah lalu diperiksa dan mengatkan semuanya normal 27. pasien sempat ikut kerja tetangganya, ikut aja gak jualan 28. pasien tidak mau kontrol ke puskesmas, tapi kalau didatangi perawat desa pasien mau diperiksa. 29. Pasien rutin minum obat sehari sekali sore aja : haloperidol, clozapine, risperidone, triocid 30. Keluarga pasien mengatakan biasanya masih suka tertawa sendiri, terakhir tadi pagi. Jika sendirian 31. Pasien mengatakan tidak ada bisikan, dan tidak melihat apapun yang tidak dilihat orang lain. 32. Pasien bisa mengatakan hari dengan benar yaitu hari jumat 33. Pasien mengetahui nama presiden saat ini prabowo tapi salah mengucap tahun, pasien mengatakan sekarang tahun 2006 34. Keluarga pasien mengatakan sudah tidak melamun, malam bisa tidur 35. Pasien mengatakan mandi sehari sekali, setiap mau dhuhur, dan ganti baju seminggu 1 kali. Keluarga pasien mengatakan sudah disuruh ganti baju tapi gak mau, keluarga pasien mengatakan pasien bisa mencuci baju sendiri 36. Pasien mengatakan tidak mau bekerja katanya maunya dirumah aja dulu, karena mau menikmati. 37. Keluarga pasien mengatakan jika berkomunikasi dengan lingkungan dan keluarga masih baik 38. Keluarga pasien mengatakan teman2 pasien semuanya pada merantau 39. Keluarga pasien mengatakan mondok 1 tahun di pakis saji, lalu pindah lagi ke bantur, yang mindah gurunya, dan tidak diberi tahu alasannya kenapa. Setelah lulus pasien langsung kerja jual bakso. 40. Pasien mengatakan teman2 waktu sekolah baik2 semua, di tempat kerja juga baik semua. 41. Dulu waktu kerja bayarannya 25k/20k, sehari. Persenan. 42. Keluarga pasien mengatakan bosnya baik, bosnya masih saudara dengan pasien 43. Pasien mengatakan kalau capek suka sendiri, pasien ketika ditanya gimana perasaannya kalau kumpul orang banyak, jawabannya biasa saja 44. Pasien mengatakan hari ini perasaannya biasa saja 45. Pasien mengatakan pada saat sekolah tidak ikut organisasi 46. Pasien mengatakan nilainya waktu sekolah bagus, danemnya 23. Pasien mengatakan suka matematika 47. Pasien tidak suka jalan2 ke pantai, lebih enak di rumah 48. Keluarga pasien mengatakan pasien tidak pernah cerita-cerita ke keluarga. Keluarga pasien juga sudah suruh lihat tv atau bagaimana tapi gak mau. Jadi kalau waktu luang kadang ya ngelamun atau tidur. 49. Pasien mengatakan kalau lihat tv itu capek 50. Keluarga pasien mengatakan pasien kadang ikut teraweh pas ramadhan, tapi tidak puasa. 51. Pasien mengatakan jarang mengaji dan tadurus 52. Keluarga pasien mengatakan pasien merokok dan kopi. Merokok biasanya habis 1 pack sehari. 53. Pasien mengatakan terakhir kumat sudah lama, tapi tadi pagi ketawa ketawa sendiri. Kadang ketawa2 sendiri setiap beberapa hari sekali 54. Pasien mengatakan sehari minum obat, sore saja. Pasien selalu ingat. 55. Pasien ditanya “kenapa kok anda disuruh minum obat? Apakah anda tahu sakit apa?” pasien menjawab “ dulu di kepanjen juga ditanya itu. Ya saya cerita kalau dulu dikasih asma trus kebucal itu” 56. Pasien mengatakan asmanya tidak dibuka, karena takut. Jadi asmanya dikasih lalu dibuang karena takut, tapi kemudian kepikiran. 57. Pasien mengatakan tidak kenal dengan yang kasih asma, yang kasih asmanya itu laki2 agak tinggi, rambutnya pendek. Jadi orang laki-lakinya ini lagi beli lalu dikasih tahu kalau minat nanti disuruh ke rumah nanti bisa 2x lipat. Dengan bayar 50 nanti hasil jualan bisa jadi 2x lipat. Katanya ada bedanya, di pikiran jadi enak. 58. Pasien mengatakan ke rumah orang laki-laki yang tadi itu 3x. pasien dikasih minum2 trus dipikiran enak tp lama2 dibuang. Tempatnya di jakarta, di tangerang. Jarak dari tempat jualan 1 km 59. Pasien mengatakan di rumah orang laki2 yang ngasih itu cuma sendiri, sepi katanya Cuma pasien aja yang dikasih. 60. Pasien mengatakan setelah buang katanya ada orang yang dari bojonegoro ajak cari pelaris. Orangnya bujangan tpi punya pacar, sekarang katanya sudah menikah di jakarta. 61. Pasien mengatakan kalau laris gara2 itu dapetnya 150 trus persenannya 300 62. Pasien mengatakan yang jual bakso di jawa tengah lalu pulang karena gak krasan, lalu diajak orang jualan ke jakarta 63. Setelah pulang dari jakarta pasien mengatakan kadang ambilin sandalnya orang2 di masjid, lalu sama keluarga pasien disuruh ngembalikan dan sudah dikembalikan. Sekarang sudah tidak. 64. Pasien mengatakan sekarang sudah tidak bingung 65. Pasien mengatakan tadi pagi ketawa2 sendiri katanya keinget lagi bercanda sama temannya yang dijakarta. Pasien mengatakan dijakarta temannya ada 12. Pasien mengatakan tidak dengar dan tidak lihat temannya jadi cuma keingat aja. 66. Keluarga pasien katanya dulu setelah pulang dari jakarta juga suka mukul2 rumah warga menggunakan batu, lalu dibilangkan pamong, dan dibawa ke pkm bantur. Kejadian itu sebelum ibu pasien meninggal. 67. Dan setelah ibunya meninggal pasien sudah membaik tidak tambah parah. 68. Keluarga pasien mengatakan pasien sering berkunjung ke makam ibunya 69. Keluarg pasien mengatakan pasien jika mandi di kamar mandi.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi (dalam konteks Skizofrenia Residual)
Kode SDKI: 0026
Deskripsi Singkat: Perubahan dalam jumlah, pola, atau interpretasi terhadap rangsangan yang datang yang mengakibatkan ketidaksesuaian respons dengan kenyataan. Pada kasus ini, meskipun pasien menyangkal adanya halusinasi saat wawancara, terdapat data kuat dari keluarga bahwa pasien masih sering tertawa sendiri (tanpa stimulus eksternal yang jelas), yang merupakan indikasi kuat dari halusinasi pendengaran atau pengalaman persepsi internal lainnya. Riwayat pasien pernah mukul rumah warga dan keyakinan terhadap "asma"/guna-guna juga menunjukkan gangguan persepsi dan pikiran di masa lalu yang kini berada dalam fase residual dengan gejala sisa.
Kode SLKI: 2610A
Deskripsi : Mengontrol halusinasi. Tujuan keperawatan adalah agar pasien dapat mengidentifikasi dan mengelola pengalaman halusinasinya. Pada kasus ini, targetnya adalah mengurangi frekuensi tertawa sendiri (sebagai manifestasi halusinasi) dan meningkatkan kemampuan pasien untuk melaporkan atau mengalihkan perhatian saat muncul dorongan untuk merespons halusinasi. Keluarga juga diharapkan dapat mengenali tanda-tanda halusinasi dan membantu pasien mengatasinya. Keberhasilan intervensi ditandai dengan penurunan perilaku tertawa sendiri tanpa sebab dan kemampuan pasien menyibukkan diri dengan aktivitas nyata.
Kode SIKI: 2610, 2611, 2612, 2613, 2614, 2615, 2616, 2617, 2618
Deskripsi : Intervensi keperawatan yang komprehensif meliputi: (1) 2610: Membangun hubungan saling percaya dengan pendekatan empatik dan tidak menghakimi, mengingat pasien mau diperiksa jika didatangi. (2) 2611: Memantau intensitas, frekuensi, durasi, dan pemicu halusinasi dengan menanyakan pengalaman pasien secara halus dan mengobservasi perilaku seperti tertawa sendiri. (3) 2612: Melibatkan pasien dalam aktivitas terapeutik seperti mengajak kegiatan sederhana (merumput, membantu di rumah) untuk mengalihkan perhatian dari halusinasi. (4) 2613: Melatih pasien mengontrol halusinasi dengan teknik sederhana, misalnya menyuruh pasien mengatakan "berhenti" dalam hati atau mengajak berbicara tentang topik realitas saat terlihat mulai melamun/tertawa. (5) 2614: Melatih keluarga memantau tanda halusinasi dan cara menanggapi, seperti tidak menertawakan tetapi mengingatkan dengan lembut dan mengajak aktivitas bersama. (6) 2615: Memotivasi kepatuhan minum obat dengan memberikan edukasi sederhana tentang manfaat obat untuk mencegah "kepikiran" atau "ketawa sendiri". (7) 2616: Kolaborasi pemberian terapi modalitas seperti memastikan kelanjutan terapi farmakologi dengan Clozapine, Haloperidol, dll. (8) 2617: Melatih penggunaan obat dengan benar memastikan pasien minum obat tepat waktu meski hanya sekali sehari. (9) 2618: Memberikan pendidikan kesehatan pada keluarga tentang penyakit, pengobatan, dan penanganan kekambuhan.
Kondisi: Isolasi Sosial: Menarik Diri
Kode SDKI: 0003
Deskripsi Singkat: Keterbatasan atau kurangnya kontak dengan orang lain, yang dapat bersifat subjektif (perasaan kesepian) atau objektif (jarang berinteraksi). Pasien menunjukkan pola menarik diri yang jelas: lebih memilih di rumah saja, tidak mau bekerja ("maunya dirumah aja dulu, karena mau menikmati"), tidak suka jalan-jalan, tidak ikut pengajian, jarang mengaji, tidak pernah cerita ke keluarga, dan waktu luang diisi ngelamun atau tidur. Meski komunikasi dengan keluarga masih baik, interaksi sosial di luar rumah sangat minimal. Riwayat teman-teman yang merantau juga memperparah kurangnya jaringan sosial di lingkungan terdekat.
Kode SLKI: 0302
Deskripsi : Interaksi sosial meningkat. Tujuan keperawatannya adalah meningkatkan frekuensi dan kualitas interaksi pasien dengan orang lain di luar rumah. Target spesifik termasuk pasien mulai terlibat dalam satu aktivitas sosial sederhana di lingkungannya (seperti silaturahmi ke tetangga atau ikut pengajian sesekali), meningkatkan frekuensi komunikasi dua arah dengan keluarga, serta mengurangi waktu yang dihabiskan untuk menyendiri dan melamun.
Kode SIKI: 0300, 0301, 0302, 0303, 0304, 0305, 0306, 0307, 0308, 0309, 0310
Deskripsi : Intervensi keperawatan yang dilakukan: (1) 0300: Membina hubungan saling percaya sebagai dasar untuk motivasi. (2) 0301: Mengidentifikasi penyebab dan faktor penghambat interaksi sosial seperti rasa takut, rendah diri, atau kurangnya kesempatan. (3) 0302: Melatih keterampilan komunikasi dan hubungan interpersonal melalui role-play percakapan sederhana. (4) 0303: Melatih keterampilan asertif agar pasien mampu menyampaikan keinginan. (5) 0304: Melatih keterampilan sosial seperti menyapa dan bertanya. (6) 0305: Melatih mengontrol ansietas dalam situasi sosial dengan teknik relaksasi. (7) 0306: Memberikan reinforcement positif atas setiap usaha pasien berinteraksi. (8) 0307: Melibatkan dalam aktivitas kelompok dimulai dari kelompok kecil (keluarga) lalu perlahan ke lingkungan. (9) 0308: Melibatkan dalam terapi aktivitas kelompok jika memungkinkan. (10) 0309: Melibatkan keluarga sebagai support system untuk mengajak serta mendorong pasien beraktivitas sosial. (11) 0310: Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain seperti pekerja sosial untuk pendampingan reintegrasi sosial.
Kondisi: Perawatan Diri Defisit
Kode SDKI: 0010
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas perawatan diri (mandi, berpakaian, kebersihan, toileting). Pasien menunjukkan defisit khusus dalam kebersihan diri, yaitu mandi hanya sekali sehari dan yang lebih signifikan, mengganti baju hanya seminggu sekali meski sudah disuruh keluarga. Meski pasien mampu mencuci baju sendiri, motivasi untuk menjaga kebersihan dan kerapian diri sangat rendah. Hal ini dapat memengaruhi harga diri dan penerimaan sosial, serta merupakan gejala umum dari fase residual skizofrenia di mana avolisi (kurangnya motivasi) sangat menonjol.
Kode SLKI: 1003, 1004
Deskripsi : 1003: Kebutuhan kebersihan diri terpenuhi; 1004: Kebutuhan berpakaian dan berhias terpenuhi. Tujuannya adalah pasien dapat mempertahankan kebersihan dan kerapian diri secara mandiri dan konsisten sesuai norma sosial. Target spesifiknya adalah pasien mau mandi minimal 2 kali sehari dan mengganti pakaian dalam serta pakaian luar setiap hari, dengan inisiatif dari diri sendiri atau dengan pengingat ringan dari keluarga.
Kode SIKI: 1000, 1001, 1002, 1003, 1004, 1005, 1006, 1007, 1008, 1009, 1010, 1011, 1012
Deskripsi : Intervensi keperawatan meliputi: (1) 1000: Menilai kemampuan perawatan diri pasien. (2) 1001: Memotivasi pasien untuk melakukan perawatan diri dengan menjelaskan manfaat kebersihan bagi kesehatan dan kenyamanan. (3) 1002: Melatih keterampilan perawatan diri jika diperlukan. (4) 1003: Membantu memenuhi kebutuhan kebersihan diri dengan menyediakan fasilitas dan mengingatkan. (5) 1004: Membantu memenuhi kebutuhan berpakaian dan berhias dengan menyediakan pakaian bersih yang mudah diakses. (6) 1005: Memberikan pujian dan reinforcement saat pasien tampil lebih bersih. (7) 1006: Melibatkan keluarga dalam membantu dan memotivasi pasien menjaga kebersihan diri dengan cara yang tidak memaksa. (8) 1007: Menjadwalkan aktivitas perawatan diri secara rutin. (9) 1008: Menyesuaikan lingkungan agar mendukung kemandirian pasien. (10) 1009: Memodifikasi lingkungan untuk mencegah cedera selama perawatan diri. (11) 1010: Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain seperti terapis okupasi. (12) 1011: Memantau dan mendokumentasi kemajuan kemampuan perawatan diri.
Article No. 24612 | 28 Mar 2026
Klinis : 1. Penampilan umum: sadar, composmentis, aktif, menangis kuat. 2. Riwayat penyakit klien saat ini Pasien lahir dengan SC, SpO2 90%, terpasang buble CPAP, nafas cepat dangkal, BBLR, neonates preterm usia 35 minggu 3. Riwayat klien sebelumnya a. Menit 0: bayi lahir kurang bulan, tonus otot baik, langsung menangis lemah, dilakukan langkah awal resusitasi dan jaga kehangatan. Menilai usaha nafas dan LDJ -- Bayi tidak menangis, LDJ 150x/menit, SpO2 64% b. Menit 1: Bayi menangis, ekstremitas flexi, LDJ 155x/menit, tubuh berwarna kemerahan, RR 70x/menit SpO2 61% LDJ 155x/menit sianosis extremitas (+) retraksi (-) nafas cuping hidung (-) c. Menit 3: Menit ke 3: Bayi menangis, tonus baik, LDJ 155x/menit, tubuh berwarna kemerahan. SpO2 64% room air LDJ 145x/menit retraksi (-) takipenu (+) sianosis extremitas (+) nafas cuping (-). Dilakukan pemberian CPAP dengan FIO2 21% PEEP 5 saturasi naik berlahan menjadi 75% d. Menit 5: Bayi menangis, tonus baik, LDJ 145x/menit, tubuh kemerahan. SpO2 85% dengan pemberian CPAP LDJ 145x/menit retraksi (-) takipenu (+) sianosis extremitas (-) nafas cuping (-). e. Menit 10: Menit ke 10: Bayi tampak aktif, tubuh kemerahan, ekstremitas bergerak flexi, LDJ 160/menit, tubuh berwarna kemerahan dengan SpO2 95% dengan CPAP FIO2 21% PEEP 5 4. Pemeriksaan tanda-tanda vital: Pernapasan 80x/menit Suhu 37.1oC Nadi 154x/menit Tekanan darah 5. Oksigenasi a. Saturasi: 90% b. Irama napas: irregular c. Kedalaman napas: cepat dangkal d. Penggunaan alat bantu napas: buble CPAP e. Penggunaan otot bantu napas: retraksi, napas cuping hidung f. Sianosis: tidak ada 6. Nutrisi: a. Berat badan 2120gram b. Lingkar lengan atas 31cm c. Panjang badan 44cm d. Lingkar kepala 31cm e. Lingkar dada 29cm f. Kebutuhan kalori g. Jenis nutrisi i. Enteral: Priming ASI 8x 3 ml (10 ml/kg/hari) ii. Parenteral: Infus D10%+ e jalan 120/5 ml/jam (GIR 3.93) tdd D10 225 ml + D40 7 ml + Na(2) 10 ml + K(2) 5 ml + Ca (0.5) 3 ml h. Terpasang OGT: terpasang OGT, ukuran 8 i. Residu OGT: susu (putih) 7. Cairan a. Kebutuhan cairan b. Jenis minuman: PASI Donor c. Turgor kulit: baik d. Bibir: lembab e. Ubun-ubun: normal f. Mata: normal g. Kapilary refill: <2 detik h. Balance cairan: 8. Istirahat tidur a. Status tidur-terjaga: bayi selalu ingin tidur, bayi tidak responsive terhadap stimulus ringan, tetapi masih memberikan respon terhadap stimulus yang agak keras kemudian tertidur lagi. b. Kualitas tidur: baik 9. Aktifitas a. Gerakan: aktif b. Tangisan: lemah c. System muskoloskeletal: i. Postur: fleksi ii. Tonus otot: normal 10. Pemeriksaan head to toe a. Integument i. Suhu: teraba hangat ii. Warna kulit: normal, kemerahan iii. Integritas kulit: kemerahan 11. Kepala dan leher a. Tengkorak: simetris b. Kelainan: tidak c. Tulang tengkorak/sutura: belum menutup d. Warna dan distribusi rambut: hitam dan merata e. Kelopak mata (bentuk & Gerak): i. Bentuk: simetris ii. Gerak: simetris f. Warna konjungtiva: pink g. Sklera: normal h. Pupil: reflek Cahaya: positif i. Telinga: bentuk dan ukuran: simetris kebersihan: bersih j. Hidung: normal, tidak ada septum deviasi, terpasang nasal prong k. Mulut: tidak sianosis, terpasang OGT ukuran 8, Nampak sekret kental, hipersaliva (16/3/2026) l. Leher: normal 12. Dada, paru-paru dan jantung a. Pengembangan dada: simetris b. Ictus cordis: tidak teraba c. Taktil fremitus: simetris d. Suara paru: vesikuler e. Suara jantung: S1 dan S2 murni 13. Abdomen a. Bentuk: simetris b. Bising usus 12x/menit c. Lambung: timpani d. Hati: pekak e. Usus: timpani f. Hepar: tidak teraba g. Limpa: tidak teraba h. Buang air besar: belum BAB 14. Alat kelamin a. Kelainan: tidak ada b. Kebersihan: bersih 15. Ekstremitas a. Simetris, terpasang infus pada tangan sebelah kanan (16/3/2026) b. Kelainan: tidak ada c. Akral: hangat d. Udema: tidak 16. Perkembangan a. Moro: reflek moro baik, tangisan lemah b. Menghisap: reflek menghisap bagus, kurang kuat c. Menelan: kemampuan menelan tidak adekuat d. Rooting: reflek rooting baik, hisapan kurang kuat
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Keadaan dimana terjadi penurunan oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida pada membran alveolus-kapiler. Pada kasus neonatus preterm ini, gangguan pertukaran gas disebabkan oleh ketidakmatangan paru (karena usia gestasi 35 minggu) yang mengakibatkan defisiensi surfaktan, peningkatan resistensi jalan napas, dan kecenderungan atelektasis. Hal ini dimanifestasikan secara klinis dengan saturasi oksigen (SpO2) yang rendah (awal 64%, saat ini 90% dengan bantuan CPAP), takipnea (RR 80x/menit), pernapasan dangkal, dan riwayat sianosis pada ekstremitas. Meskipun dengan bantuan CPAP, saturasi 90% masih menunjukkan ketidakadekuatan pertukaran gas. Kondisi BBLR (2120 gram) juga berkontribusi pada ketidakstabilan fungsi pernapasan.
Kode SLKI: L.03113
Deskripsi : Pertukaran Gas Membaik. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Saturasi oksigen dalam rentang normal (target >95% untuk neonatus) tanpa bantuan oksigen atau dengan bantuan minimal; 2) Frekuensi pernapasan dalam rentang normal (40-60x/menit untuk neonatus); 3) Pola pernapasan teratur dan dalam adekuat; 4) Tidak terdapat tanda distress pernapasan seperti retraksi, napas cuping hidung, atau grunting; 5) Tidak terdapat sianosis. Pada pasien ini, tujuan perawatan adalah mencapai saturasi stabil >95%, menurunkan frekuensi napas ke rentang normal, dan menghilangkan ketergantungan pada CPAP secara bertahap sesuai perkembangan kematangan paru.
Kode SIKI: I.05229
Deskripsi : Manajemen Pernapasan. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Mempertahankan terapi bantuan napas (Bubble CPAP) dengan pengaturan FiO2 dan PEEP sesuai order, serta memantau efektivitasnya melalui saturasi dan klinis bayi. 2) Memantau status pernapasan secara ketat setiap jam atau lebih sering jika diperlukan, meliputi frekuensi, irama, kedalaman, usaha napas (retraksi, cuping hidung), dan saturasi oksigen. 3) Mempertahankan posisi kepala sedikit ekstensi (sniffing position) dan perubahan posisi periodik untuk optimasi ekspansi paru. 4) Menjaga jalan napas tetap paten dengan penghisapan lendir sekret dari mulut/hidung secara rutin dan sesuai kebutuhan (disebutkan ada sekret kental). 5) Meminimalkan gangguan pada bayi (cluster care) untuk menghemat energi dan mengurangi konsumsi oksigen. 6) Mempertahankan suhu lingkungan netral (thermoregulasi) untuk mengurangi kebutuhan metabolik dan beban pernapasan. 7) Kolaborasi pemberian surfaktan jika indikasi dan monitoring setelah pemberian. 8) Kolaborasi dalam pemeriksaan analisa gas darah untuk menilai status asam-basa dan pertukaran gas secara objektif.
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Suhu Tubuh
Kode SDKI: D.0090
Deskripsi Singkat: Keadaan dimana individu berisiko mengalami ketidakmampuan mempertahankan suhu tubuh dalam rentang normal. Pada neonatus preterm dan BBLR, risiko ini sangat tinggi karena: 1) Rasio luas permukaan tubuh terhadap berat badan yang besar menyebabkan kehilangan panas cepat. 2) Cadangan lemak subkutan (brown fat) yang minimal, yang merupakan sumber utama produksi panas pada bayi baru lahir. 3) Tonus otot yang rendah (meski dalam data tonus baik, secara fisiologis preterm masih berisiko) dan posisi ekstensi mengurangi kemampuan membentuk postur fleksi untuk meminimalkan luas permukaan. 4) Sistem regulasi suhu di hipotalamus yang belum matang. Faktor risiko pada pasien ini adalah usia gestasi 35 minggu (preterm), berat badan 2120 gram (BBLR), dan intervensi seperti terpasang CPAP serta infus yang dapat meningkatkan kehilangan panas konvektif dan evaporatif. Meski suhu saat ini 37.1°C normal, risiko fluktuasi tetap tinggi.
Kode SLKI: L.03003
Deskripsi : Thermoregulasi. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Suhu tubuh aksila stabil dalam rentang normal (36.5°C - 37.5°C). 2) Tidak terdapat tanda hipotermia (suhu <36.5°C, kulit dingin, akral sianosis, letargi) atau hipertermia. 3) Bayi tampak nyaman, tidak rewel atau gelisah berlebihan akibat ketidaknyamanan suhu. 4) Tanda vital dalam rentang normal tanpa takikardi atau takipnea yang dipicu oleh stres dingin. Tujuan perawatan adalah mempertahankan suhu dalam kisaran netral untuk meminimalkan konsumsi oksigen dan kebutuhan metabolik.
Kode SIKI: I.08031
Deskripsi : Manajemen Thermoregulasi. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Menempatkan bayi dalam lingkungan suhu terkontrol (inkubator atau radiant warmer) dengan mode servo-control atau manual sesuai protokol. 2) Memantau suhu tubuh bayi (minimal setiap 2-4 jam) dan suhu lingkungan secara ketat. 3) Melakukan perawatan dengan teknik "cluster" dan melalui akses jendela inkubator untuk meminimalkan kehilangan panas. 4) Menggunakan alat penghangat tambahan seperti topi bayi untuk mengurangi kehilangan panas dari kepala (area dengan luas permukaan besar). 5) Menghangatkan semua benda yang kontak dengan kulit bayi (perlak, kain, stetoskop) sebelum digunakan. 6) Menunda memandikan bayi hingga kondisi stabil dan menggunakan teknik mandi spons dengan air hangat secara cepat. 7) Memastikan kelembaban udara adekuat jika menggunakan radiant warmer untuk mengurangi kehilangan panas evaporatif. 8) Mengeringkan tubuh bayi dengan segera jika terjadi kontak dengan cairan.
Kondisi: Gangguan Pemenuhan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0030
Deskripsi Singkat: Keadaan dimana asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh. Pada neonatus preterm dan BBLR, gangguan ini disebabkan oleh: 1) Ketidakmampuan koordinasi menghisap-menelan-bernafas (data: kemampuan menelan tidak adekuat, hisapan kurang kuat). 2) Kapasitas lambung yang kecil dan motilitas gastrointestinal yang belum matang (peristaltik lambat). 3) Peningkatan kebutuhan kalori dan protein untuk tumbuh kembang dan pemulihan (catch-up growth), terutama karena kondisi BBLR dan prematuritas. 4) Adanya distress pernapasan (takipnea) yang menyebabkan kelelahan dan mengurangi toleransi terhadap pemberian nutrisi enteral. Pasien saat ini mendapat nutrisi kombinasi enteral (Priming ASI 3ml 8x/hari = 24ml/hari) dan parenteral (infus). Volume enteral 24ml/hari untuk berat 2.12kg setara dengan sekitar 11.3 ml/kg/hari, yang masih sangat rendah dibanding target minimal 150-180 ml/kg/hari untuk neonatus, menunjukkan ketergantungan tinggi pada nutrisi parenteral untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Kode SLKI: L.03065
Deskripsi : Status Nutrisi. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Peningkatan berat badan sesuai kurva pertumbuhan (minimal 15-20 gram/kg/hari untuk preterm). 2) Toleransi terhadap pemberian nutrisi enteral yang ditandai dengan residu lambung minimal (< 30-50% dari volume pemberian sebelumnya, warna normal), tidak distensi abdomen, dan bising usus positif. 3) Asupan nutrisi (enteral + parenteral) memenuhi kebutuhan kalori (120-150 kkal/kg/hari untuk BBLR) dan protein. 4) Refleks menghisap, menelan, dan rooting semakin kuat dan terkoordinasi. 5) Tidak terdapat tanda dehidrasi atau overhidrasi.
Kode SIKI: I.05240
Deskripsi : Manajemen Nutrisi. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Memberikan nutrisi enteral (ASI) melalui OGT dengan teknik pemberian bolus intermiten sesuai jadwal, dengan posisi kepala dan tubuh ditinggikan selama dan setelah pemberian. 2) Memeriksa residu lambung sebelum pemberian makan berikutnya untuk menilai toleransi. 3) Memantau dan mendokumentasikan asupan (enteral & parenteral) dan keluaran (BAB, BAK) secara ketat (balance cairan). 4) Melakukan perawatan mulut untuk menjaga kebersihan dan integritas mukosa. 5) Menimbang berat badan setiap hari dengan timbangan yang sama dan akurat. 6) Melakukan stimulasi oral non-nutritive (seperti menggunakan empeng atau jari bersarung tangan) untuk melatih refleks menghisap dan menenangkan bayi. 7) Memantau tanda intoleransi nutrisi: muntah, distensi abdomen, perubahan karakter residu atau feses. 8) Kolaborasi dengan dokter dan ahli gizi untuk menilai kecukupan nutrisi parenteral (GIR, asam amino, lipid) dan meningkatkan volume/ konsentrasi nutrisi enteral secara bert
Article No. 24613 | 28 Mar 2026
Klinis : asien g3p2a0 ukj 13 minggu dengan hbsag reaktif, tidak rutin memeriksakan kondisi kesehatannya karena merasa baik-baik saja, tidak ada yang salah dengan dirinya. kemudian bb 45,6 kg tb 150 cm, lla 22 cm. datang dengan rujukan dari puskesmas karena janin tidak teraba dan tidak terlihat saat usg
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi dan Gangguan Nutrisi pada Kehamilan dengan Hepatitis B dan Keterlambatan Deteksi Pertumbuhan Janin
Kode SDKI: 0209
Deskripsi Singkat: Risiko Infeksi
Kode SLKI: 2201
Deskripsi : Pengendalian Infeksi
Kode SIKI: 3401
Deskripsi : Edukasi Kesehatan
Kondisi: Risiko Infeksi dan Gangguan Nutrisi pada Kehamilan dengan Hepatitis B dan Keterlambatan Deteksi Pertumbuhan Janin
Kode SDKI: 0209
Deskripsi Singkat: Risiko Infeksi
Kode SLKI: 2202
Deskripsi : Pemantauan Tanda dan Gejala Infeksi
Kode SIKI: 3410
Deskripsi : Pemantauan Tanda Vital
Kondisi: Risiko Infeksi dan Gangguan Nutrisi pada Kehamilan dengan Hepatitis B dan Keterlambatan Deteksi Pertumbuhan Janin
Kode SDKI: 1002
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Status Nutrisi
Kode SIKI: 4201
Deskripsi : Pengukuran Antropometri
Kondisi: Risiko Infeksi dan Gangguan Nutrisi pada Kehamilan dengan Hepatitis B dan Keterlambatan Deteksi Pertumbuhan Janin
Kode SDKI: 1002
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SLKI: 1402
Deskripsi : Manajemen Nutrisi
Kode SIKI: 4410
Deskripsi : Pemberian Makanan
Kondisi: Risiko Infeksi dan Gangguan Nutrisi pada Kehamilan dengan Hepatitis B dan Keterlambatan Deteksi Pertumbuhan Janin
Kode SDKI: 0712
Deskripsi Singkat: Kurang Pengetahuan
Kode SLKI: 1801
Deskripsi : Pengetahuan: Kesehatan
Kode SIKI: 3401
Deskripsi : Edukasi Kesehatan
Article No. 24614 | 28 Mar 2026
Klinis : asien g3p2a0 ukj 13 minggu dengan hbsag reaktif, tidak rutin memeriksakan kondisi kesehatannya karena merasa baik-baik saja, tidak ada yang salah dengan dirinya. kemudian bb 45,6 kg tb 150 cm, lla 22 cm. datang dengan rujukan dari puskesmas karena janin tidak teraba dan tidak terlihat saat usg
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi dan Gangguan Nutrisi pada Kehamilan dengan Hepatitis B dan Keterlambatan Deteksi Pertumbuhan Janin
Kode SDKI: 0205
Deskripsi Singkat: Risiko Infeksi
Kode SLKI: 2201
Deskripsi : Pengendalian Infeksi
Kode SIKI: 4201, 4202, 4203, 4204, 4205, 4206, 4207, 4208, 4209, 4210
Deskripsi : Pengendalian Infeksi merupakan serangkaian intervensi keperawatan yang bertujuan untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran infeksi. Pada pasien ini, status HBsAg reaktif menunjukkan infeksi Hepatitis B virus (HBV) yang aktif. Risiko infeksi menjadi fokus utama karena kehamilan menambah kompleksitas penatalaksanaan HBV, termasuk risiko transmisi vertikal (dari ibu ke janin) yang tinggi jika tidak dikelola dengan baik. Intervensi dimulai dengan pengkajian mendalam tentang pengetahuan pasien mengenai Hepatitis B, cara penularan, dan pentingnya pengobatan serta pemantauan. Perawat kemudian memberikan edukasi kesehatan yang komprehensif tentang pentingnya pemeriksaan lanjutan (seperti viral load HBV dan fungsi hati) untuk menentukan kebutuhan terapi antivirus guna menekan risiko transmisi. Edukasi juga mencakup cara pencegahan penularan kepada pasangan dan keluarga, termasuk pentingnya vaksinasi Hepatitis B bagi kontak dekat yang belum terinfeksi. Perawat mengajarkan dan memantau praktik higiene personal dan lingkungan yang baik. Selain itu, perawat berkolaborasi dengan dokter untuk memastikan pasien mendapatkan skrining dan profilaksis yang tepat sesuai protokol, seperti pemberian imunoglobulin (HBIG) dan vaksin Hepatitis B pada bayi segera setelah lahir. Pemantauan tanda-tanda infeksi dan komplikasi hepatik selama kehamilan juga dilakukan secara ketat. Tujuan akhir SLKI ini adalah meminimalkan risiko transmisi virus, mencegah infeksi oportunistik lainnya, dan memastikan pasien memahami serta kooperatif dalam rencana penatalaksanaan jangka panjang.
Kondisi: Risiko Infeksi dan Gangguan Nutrisi pada Kehamilan dengan Hepatitis B dan Keterlambatan Deteksi Pertumbuhan Janin
Kode SDKI: 1103
Deskripsi Singkat: Risiko Gangguan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Manajemen Nutrisi
Kode SIKI: 4401, 4402, 4403, 4404, 4405, 4406, 4407, 4408, 4409, 4410, 4411, 4412, 4413, 4414, 4415, 4416, 4417, 4418, 4419, 4420
Deskripsi : Manajemen Nutrisi adalah intervensi untuk memastikan asupan makanan dan cairan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan metabolik. Pada pasien ini, data antropometri (BB 45.6 kg, TB 150 cm, LLA 22 cm) mengindikasikan status gizi kurang (IMSA pra-kehamilan sekitar 20.3 kg/m² dan LLA < 23.5 cm). Kondisi ini diperberat oleh kehamilan trimester dua yang meningkatkan kebutuhan kalori dan protein, serta adanya infeksi Hepatitis B yang dapat meningkatkan katabolisme dan menurunkan nafsu makan. Janin yang tidak teraba dan tidak terlihat pada USG sangat mungkin berkaitan dengan gangguan nutrisi ibu yang berat, mengarah pada kemungkinan IUGR (Intrauterine Growth Restriction) atau bahkan missed abortion. Intervensi dimulai dengan pengkajian pola makan, kebiasaan, hambatan, dan pengetahuan gizi pasien. Perawat kemudian menyusun dan mendiskusikan rencana diet tinggi kalori dan tinggi protein yang mudah dicerna, disesuaikan dengan kemungkinan mual atau anoreksia akibat hepatitis. Edukasi diberikan tentang pentingnya nutrisi untuk kesehatan ibu, pertumbuhan janin, dan fungsi hati. Perawat memantau asupan makan dan minum harian, berat badan, serta lingkar lengan atas secara berkala. Kolaborasi dengan ahli gizi sangat penting untuk penyusunan menu detail. Perawat juga memfasilitasi dukungan psikososial dan ekonomi jika terdapat hambatan dalam memperoleh makanan bergizi. Tujuannya adalah mencapai peningkatan berat badan yang adekuat sesuai kurva kehamilan, memperbaiki status gizi (LLA meningkat), dan mendukung pertumbuhan janin yang optimal jika kehamilan masih berlanjut.
Kondisi: Risiko Infeksi dan Gangguan Nutrisi pada Kehamilan dengan Hepatitis B dan Keterlambatan Deteksi Pertumbuhan Janin
Kode SDKI: 0715
Deskripsi Singkat: Kurang Pengetahuan
Kode SLKI: 5601
Deskripsi : Edukasi Kesehatan
Kode SIKI: 6501, 6502, 6503, 6504, 6505, 6506, 6507, 6508, 6509, 6510, 6511, 6512, 6513, 6514, 6515, 6516, 6517, 6518, 6519, 6520
Deskripsi : Edukasi Kesehatan adalah intervensi untuk memfasilitasi pembelajaran dan pengembangan keterampilan yang mendukung perubahan perilaku menuju kesehatan yang lebih baik. Defisit pengetahuan menjadi akar masalah pada pasien ini, ditunjukkan dengan perilaku tidak rutin memeriksakan kesehatan karena merasa baik-baik saja, padahal ia membawa infeksi Hepatitis B kronis dan kemungkinan mengalami gangguan pertumbuhan janin. Kurangnya pemahaman ini berisiko menyebabkan outcome kehamilan yang buruk bagi ibu dan janin. Intervensi edukasi dilakukan dengan pendekatan empati dan tidak menghakimi. Perawat mengkaji tingkat pengetahuan, keyakinan, dan kesiapan belajar pasien. Materi edukasi disusun secara bertahap dan jelas, meliputi: (1) Pemahaman tentang Hepatitis B: sifat penyakit kronis, potensi komplikasi (sirosis, kanker hati), dan pentingnya pemantauan rutin meski tanpa gejala; (2) Dampak Hepatitis B pada kehamilan dan janin: risiko penularan vertikal dan langkah pencegahannya; (3) Pentingnya antenatal care (ANC) rutin untuk memantau kesehatan ibu dan perkembangan janin, termasuk penjelasan mengenai temuan USG yang tidak normal; (4) Prinsip gizi seimbang selama kehamilan dengan kondisi hepatitis; (5) Perencanaan persalinan dan perawatan bayi pasca lahir. Metode edukasi menggunakan ceramah, diskusi, lembar balik, dan demonstrasi jika diperlukan. Perawat memastikan pemahaman pasien dengan teknik teach-back, mendokumentasikan respons, dan merencanakan sesi tindak lanjut. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran pasien, mengubah persepsi "merasa sehat" menjadi "perlu menjaga kesehatan proaktif", dan mendorong kepatuhan terhadap rencana perawatan dan tindak lanjut medis.
Article No. 24615 | 28 Mar 2026
Klinis : asien g3p2a0 ukj 13 minggu dengan hbsag reaktif, tidak rutin memeriksakan kondisi kesehatannya karena merasa baik-baik saja, tidak ada yang salah dengan dirinya. kemudian bb 45,6 kg tb 150 cm, lla 22 cm. datang dengan rujukan dari puskesmas karena janin tidak teraba dan tidak terlihat saat usg
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi dan Penurunan Nutrisi pada Kehamilan dengan Hepatitis B dan Keterlambatan Deteksi Pertumbuhan Janin
Kode SDKI: 0206
Deskripsi Singkat: Risiko Infeksi
Kode SLKI: 2201
Deskripsi : Pengendalian Infeksi
Kode SIKI: 3401, 3402, 3403, 3404, 3405, 3406, 3407, 3408, 3409
Deskripsi : Pengendalian Infeksi: Tindakan untuk mencegah, memantau, dan mengobati infeksi. Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan sistematis yang bertujuan memutus rantai penularan infeksi, khususnya penting pada pasien dengan status HBsAg reaktif (hepatitis B) untuk mencegah penularan vertikal ke janin dan horizontal ke orang lain. Penjelasan tindakan: (3401) Melakukan surveilans infeksi dengan memantau tanda-tanda infeksi seperti demam, dan memastikan pemeriksaan laboratorium terkait fungsi hati dan viral load HBV. (3402) Melaksanakan kewaspadaan standar (universal precaution) dalam setiap kontak dengan pasien, termasuk cuci tangan sebelum dan sesudah kontak, menggunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai seperti sarung tangan saat menangani cairan tubuh. (3403) Melakukan dekontaminasi lingkungan dan peralatan untuk mencegah penyebaran virus hepatitis B yang dapat bertahan di luar tubuh. (3404) Melakukan sterilisasi dan disinfeksi tingkat tinggi pada peralatan yang digunakan. (3405) Mengisolasi pasien sesuai indikasi, meskipun untuk hepatitis B isolasi ketat tidak selalu diperlukan, namun edukasi tentang pencegahan penularan melalui darah dan cairan tubuh sangat vital. (3406) Mengelola terapi antibiotik atau antiviral sesuai program, termasuk koordinasi dengan dokter untuk rencana pemberian terapi antiviral jika diperlukan untuk menekan replikasi virus dan mengurangi risiko penularan ke janin. (3407) Melakukan tindakan pencegahan infeksi pada prosedur invasif, memastikan semua prosedur seperti pengambilan sampel darah dilakukan dengan teknik aseptik. (3408) Melindungi pasien dari infeksi dengan mengedukasi pasien dan keluarga tentang cara mencegah penularan, pentingnya vaksinasi hepatitis B untuk kontak dekat, dan rencana pemberian imunoglobulin dan vaksinasi pada bayi segera setelah lahir. (3409) Mengedukasi pasien, keluarga, dan pengunjung tentang pencegahan infeksi, termasuk tidak berbagi sikat gigi atau alat cukur, serta pentingnya pemeriksaan dan perawatan lanjutan.
Kondisi: Risiko Infeksi dan Penurunan Nutrisi pada Kehamilan dengan Hepatitis B dan Keterlambatan Deteksi Pertumbuhan Janin
Kode SDKI: 1301
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Manajemen Nutrisi
Kode SIKI: 4410, 4411, 4412, 4413, 4414, 4415, 4416, 4417, 4418, 4419, 4420
Deskripsi : Manajemen Nutrisi: Tindakan untuk memastikan asupan nutrisi yang adekuat sesuai kebutuhan metabolik. Pada pasien ini, indikator kuat risiko nutrisi kurang adalah berat badan 45.6 kg dengan tinggi badan 150 cm (IMT ~20.3, berada di batas bawah normal), serta Lingkar Lengan Atas (LLA) 22 cm yang mengindikasikan risiko kekurangan energi protein. Kondisi hepatitis B dapat mempengaruhi nafsu makan dan metabolisme, sementara kehamilan meningkatkan kebutuhan nutrisi. Pertumbuhan janin yang tidak terdeteksi pada usia 13 minggu dapat berkaitan dengan faktor nutrisi ibu. Intervensi meliputi: (4410) Melakukan pengkajian status nutrisi secara komprehensif termasuk riwayat diet, pola makan, mual muntah, dan faktor penghambat asupan. (4411) Mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi asupan nutrisi, seperti perasaan "baik-baik saja" yang menyebabkan kunjungan antenatal care tidak rutin, serta kemungkinan anoreksia akibat penyakit hati. (4412) Mengkolaborasikan pemberian nutrisi parenteral atau enteral jika diperlukan, meskipun pada kondisi ini prioritas adalah optimalisasi nutrisi oral. (4413) Memantau asupan dan haluaran cairan serta status hidrasi. (4414) Memantau hasil laboratorium terkait status nutrisi dan fungsi hati (seperti albumin, protein total). (4415) Mengatur lingkungan yang kondusif untuk makan. (4416) Memberikan makanan sesuai kondisi pasien, dalam porsi kecil tapi sering, dengan kandungan protein tinggi dan mudah dicerna untuk mendukung regenerasi sel hati dan pertumbuhan janin, serta membatasi lemak jika ada gejala dispepsia. (4417) Meningkatkan nafsu makan melalui konsultasi gizi untuk menyusun menu yang menarik dan toleran. (4418) Memberikan suplemen nutrisi sesuai kebutuhan, seperti vitamin prenatal dan suplemen zat besi. (4419) Mengedukasi pasien dan keluarga tentang pentingnya nutrisi adekuat selama kehamilan dengan hepatitis B, hubungan antara asupan makanan dengan kesehatan janin, dan konsekuensi malnutrisi. (4420) Merujuk ke ahli gizi untuk penatalaksanaan diet spesifik yang memperhatikan kondisi hati dan kehamilan.
Kondisi: Risiko Infeksi dan Penurunan Nutrisi pada Kehamilan dengan Hepatitis B dan Keterlambatan Deteksi Pertumbuhan Janin
Kode SDKI: 0716
Deskripsi Singkat: Ketidakpatuhan
Kode SLKI: 1610
Deskripsi : Peningkatan Kepatuhan
Kode SIKI: 4501, 4502, 4503, 4504, 4505, 4506, 4507, 4508, 4509, 4510
Deskripsi : Peningkatan Kepatuhan: Tindakan untuk meningkatkan kepatuhan pasien terhadap regimen terapeutik dan program kesehatan. Pasien memiliki riwayat tidak rutin memeriksakan kehamilan karena merasa sehat, yang menunjukkan potensi ketidakpatuhan terhadap anjuran perawatan antenatal, padahal dirinya membawa kondisi serius (HBsAg reaktif) dan ada indikasi masalah pada janin. Intervensi keperawatan meliputi: (4501) Membangun hubungan saling percaya dan terapeutik dengan pasien. (4502) Mengidentifikasi faktor penyebab ketidakpatuhan, seperti kurangnya pengetahuan, persepsi bahwa dirinya sehat, minimnya dukungan keluarga, atau faktor ekonomi. (4503) Melibatkan pasien dalam perencanaan asuhan dan pengambilan keputusan untuk meningkatkan rasa memiliki. (4504) Menyederhanakan regimen terapi, misalnya dengan membuat jadwal kunjungan yang jelas dan mudah diikuti. (4505) Memberikan penguatan (reinforcement) positif atas setiap usaha pasien mematuhi rencana perawatan. (4506) Mengatur lingkungan untuk mendukung kepatuhan. (4507) Mengedukasi pasien dan keluarga tentang kondisi penyakit (Hepatitis B), potensi komplikasinya pada janin (seperti penularan vertikal, prematuritas), pentingnya pemantauan kehamilan rutin, dan tujuan dari setiap tindakan yang direncanakan. Edukasi harus jelas, menggunakan bahasa sederhana, dan menekankan bahwa merasa sehat bukan jaminan janin dalam keadaan baik, terutama dengan kondisi HBsAg reaktif. (4508) Memodifikasi rencana asuhan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan pasien. (4509) Memantau kepatuhan pasien melalui catatan kunjungan dan laporan mandiri. (4510) Melakukan kunjungan rumah atau telepon follow-up jika memungkinkan, untuk mengingatkan jadwal kontrol dan mengevaluasi kondisi, sehingga meningkatkan akuntabilitas dan dukungan berkelanjutan.
Article No. 24616 | 28 Mar 2026
Klinis : asien g3p2a0 ukj 13 minggu dengan hbsag reaktif, tidak rutin memeriksakan kondisi kesehatannya karena merasa baik-baik saja, tidak ada yang salah dengan dirinya. kemudian bb 45,6 kg tb 150 cm, lla 22 cm. datang dengan rujukan dari puskesmas karena janin tidak teraba dan tidak terlihat saat usg
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Kehamilan dengan hasil HBsAg reaktif dan kemungkinan kehamilan mola hidatidosa (blighted ovum / missed abortion)
Kode ICD-10: O98.4 dan O02.0
Deskripsi Singkat : Pasien merupakan ibu hamil pada usia kehamilan 13 minggu (trimester pertama) dengan riwayat kehamilan 3 kali, melahirkan 2 kali, dan tidak pernah abortus (G3P2A0). Diagnosis utama adalah infeksi virus hepatitis B yang dikonfirmasi melalui hasil HBsAg reaktif selama kehamilan. Kode O98.4 mengklasifikasikan "Penyakit virus hepatitis yang menyulitkan kehamilan, persalinan dan nifas", menandakan bahwa kondisi infeksi kronis ini memerlukan pemantauan khusus untuk mencegah penularan vertikal ke janin. Selain itu, berdasarkan keluhan utama janin tidak teraba dan tidak terlihat pada USG, diduga kuat terjadi kehamilan abnormal, kemungkinan besar berupa "Blighted ovum" atau kehamilan mola. Kode O02.0 menggambarkan "Kehamilan mola lainnya dan yang tidak tergolongkan", yang mencakup kehamilan dimana kantung gestasi berkembang tanpa embrio yang viable. Status gizi pasien juga perlu diperhatikan dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) 20.3 kg/m² yang berada di batas bawah normal dan Lingkar Lengan Atas (LLA) 22 cm yang mengindikasikan risiko kekurangan energi kronis. Pendekatan penanganan harus mencakup tata laksana terminasi kehamilan yang tidak berkembang dan rencana pencegahan penularan hepatitis B pada kehamilan berikutnya.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 24617 | 28 Mar 2026
Klinis : diare
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Diare
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko peningkatan frekuensi dan/atau perubahan konsistensi feses menjadi cair yang melebihi kebiasaan individu, yang dapat disertai dengan urgensi, ketidaknyamanan perut, atau inkontinensia.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Manajemen Diare. Intervensi keperawatan yang dilakukan untuk mencegah atau mengatasi diare, mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit, serta meminimalkan ketidaknyamanan dan komplikasi. Intervensi ini mencakup pemantauan frekuensi, volume, dan karakteristik feses; identifikasi faktor penyebab (infeksi, obat-obatan, diet, stres); pemberian edukasi tentang modifikasi diet (misalnya diet BRAT: Banana, Rice, Applesauce, Toast, serta menghindari makanan berminyak, pedas, atau berserat tinggi sementara); peningkatan asupan cairan oral yang aman (cairan rehidrasi oral/ORS, air putih, kaldu bening) untuk mengganti kehilangan cairan; pemberian perawatan higienis pada area perianal untuk mencegah iritasi kulit dan infeksi; kolaborasi pemberian farmakoterapi sesuai resep (seperti antidiare, antibiotik jika disebabkan infeksi bakteri, atau probiotik); serta pemantauan tanda-tanda dehidrasi (turgor kulit menurun, mukosa kering, penurunan output urin, peningkatan denyut nadi, penurunan kesadaran) dan ketidakseimbangan elektrolit. Perawat juga berperan dalam edukasi pasien dan keluarga mengenai teknik mencuci tangan yang benar, penanganan makanan yang aman, dan kapan harus mencari bantuan medis lebih lanjut.
Kode SIKI: I.04001
Deskripsi : Kriteria Hasil: Manajemen Diare. Hasil yang diharapkan dari intervensi manajemen diare, meliputi: frekuensi dan konsistensi feses kembali normal sesuai kebiasaan individu; pasien menunjukkan tanda-tanda hidrasi yang adekuat (turgor kulit baik, mukosa lembab, output urin adekuat, tanda vital stabil); pasien bebas dari nyeri atau ketidaknyamanan abdomen yang signifikan; area perianal utuh tanpa tanda iritasi, kemerahan, atau kerusakan kulit; pasien dan keluarga memahami penyebab diare, langkah-langkah penanganan di rumah, dan strategi pencegahan; serta pasien mampu mendemonstrasikan perilaku untuk mencegah kekambuhan (seperti mencuci tangan, memilih makanan dan minuman yang aman). Hasil ini dievaluasi melalui pengamatan langsung, wawancara dengan pasien, dan pemeriksaan fisik. Pencapaian kriteria hasil menunjukkan keberhasilan intervensi keperawatan dalam mengatasi masalah diare dan mencegah komplikasi yang lebih serius seperti dehidrasi berat dan syok hipovolemik.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433