Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24639 | 29 Mar 2026
Klinis : Tgl. Lahir 02-12-1952 (73Y 3M 27D) dialami sudah 4 hari ini, os merasakan tidak BAB sudah 4 hari ini namun flatus masih baik, os merasakan mual hingga muntah, os merasakan demam naik turun tak tentu waktu sejak semalam Riwayat Penyakit DahuluNeurogenic Bladder BPH HT HNP OKes:CM KU: sedang VAS: 8 TD:160/90 HR:102x/i RR:20x/i T:36.3 Spo2 :98% Pemeriksaan fisik Thorax: PUL: vesikuler (+/+) ronki (-), wheezing (-) COR: BJ I/II regular Abdomen:nyeri tekan epigastrium, distensi minimal,peristaltic baik Ekstremitas:akral hangat,CRT<2
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Konstipasi
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Konstipasi adalah keadaan individu yang mengalami atau berisiko mengalami statis pada usus besar, mengakibatkan eliminasi feses yang jarang atau sulit. Pada kasus ini, pasien lansia (73 tahun) dengan riwayat HNP dan neurogenic bladder (yang dapat mempengaruhi kontrol saraf otonom pada usus) mengalami tidak BAB selama 4 hari, disertai mual, muntah, demam, nyeri tekan epigastrium, dan distensi minimal. Kombinasi obstipasi (tidak BAB) dengan gejala mual, muntah, dan nyeri perut mengarah pada kemungkinan ileus atau obstruksi fungsional usus, yang merupakan komplikasi serius dari konstipasi yang tidak tertangani. Faktor usia, riwayat neurologis, dan gejala sistemik (demam) memperberat diagnosis ini.
Kode SLKI: L.03115
Deskripsi : SLKI untuk Konstipasi (L.03115) berfokus pada pemulihan dan pemeliharaan eliminasi feses yang normal. Intervensi keperawatan yang direncanakan meliputi: 1) Pengkajian Komprehensif: Memantau frekuensi, konsistensi, dan upaya BAB; mengkaji bunyi usus (dari data peristaltik baik, namun perlu pemantauan terus menerus untuk mendeteksi perubahan menjadi hiperaktif atau hipoaktif); mengkaji distensi abdomen dan nyeri (sudah ada nyeri tekan epigastrium dan distensi minimal). 2) Manajemen Diet dan Cairan: Kolaborasi untuk pemberian cairan intravena mengingat pasien muntah dan berisiko dehidrasi, serta perencanaan pemberian diet tinggi serat secara bertahap setelah obstipasi teratasi dan fungsi usus normal kembali. 3) Intervensi Farmakologis dan Terapeutik: Kolaborasi pemberian laksatif, supositoria, atau enema sesuai instruksi dokter setelah penyebab obstruksi mekanis disingkirkan. 4) Edukasi dan Latihan: Memberikan edukasi tentang pentingnya mobilisasi (disesuaikan kondisi HNP), respons terhadap dorongan defekasi, dan teknik relaksasi. Pada kasus ini, prioritas adalah mengatasi akumulasi feses dan mencegah komplikasi lebih lanjut seperti impaksi atau perforasi, sambil memantau ketat tanda-tanda obstruksi usus.
Kode SIKI: I.01279
Deskripsi : SIKI untuk Konstipasi (I.01279) mencakup kriteria hasil yang diharapkan setelah intervensi keperawatan. Kriteria tersebut adalah: 1) Eliminasi Feses Normal: Pasien mampu mengeluarkan feses lunak dengan frekuensi sesuai pola normal individu (minimal 3 kali per minggu) tanpa rasa tidak nyaman yang berlebihan. Pada pasien ini, target awal adalah terjadinya eliminasi feses. 2) Penurunan Gejala: Distensi abdomen berkurang atau hilang, bunyi usus normal (aktif dan reguler), serta nyeri tekan epigastrium menghilang. 3) Pemahaman dan Perilaku: Pasien dan keluarga memahami faktor penyebab konstipasi dan komplikasinya, serta dapat menyebutkan modifikasi gaya hidup dan diet untuk mencegah terulang kembali. 4) Tidak ada Komplikasi: Tidak terjadi peningkatan distensi, nyeri perut hebat, muntah fekulen, atau tanda-tanda syok septik yang mengindikasikan obstruksi atau perforasi usus. Mengingat adanya demam dan muntah, kriteria keberhasilan juga termasuk suhu tubuh normal dan tidak ada mual/muntah. Pencapaian SIKI ini menunjukkan resolusi dari kondisi akut dan pencegahan komplikasi serius.
-
Article No. 24640 | 29 Mar 2026
Klinis : pasien intra operatif amputasi bilateral tungkai kaki, perdarahan 150 cc, pasien mengeluhkan pusing dan mual
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Amputasi Traumatis Tungkai Bawah Bilateral, Perdarahan Pascaoperatif, Gejala Pusing dan Mual Pasca Anestesi/Operasi
Kode ICD-10: S88.01 (Amputasi traumatis pada tingkat lutut, tungkai bawah), Y92.240 (Ruang operasi sebagai tempat kejadian), R11.0 (Mual), R42 (Pusing dan kliyengan), T81.0 (Perdarahan dan hematom yang menyusul suatu prosedur, tidak diklasifikasikan di tempat lain)
Deskripsi Singkat : Kondisi ini menggambarkan pasien yang baru saja menjalani prosedur amputasi traumatis pada kedua tungkai bawah di tingkat lutut (bilateral) di ruang operasi, dengan komplikasi perdarahan intraoperatif sebanyak 150 cc. Pasien juga melaporkan gejala pusing dan mual pasca prosedur. Kode S88.01 secara spesifik mengklasifikasikan amputasi traumatis pada tingkat lutut. Kode Y92.240 mencatat lokasi kejadian (ruang operasi) yang relevan untuk data epidemiologi. Gejala pusing dan mual dikodekan secara terpisah sebagai R42 dan R11.0, yang umum terjadi sebagai efek samping anestesi, respons tubuh terhadap trauma bedah besar, atau hipovolemia ringan dari kehilangan darah. Perdarahan selama prosedur diklasifikasikan di bawah T81.0 sebagai komplikasi prosedur. Kodifikasi yang komprehensif seperti ini penting untuk merekam keseluruhan gambaran klinis, memungkinkan pelacakan hasil dan komplikasi, serta perencanaan perawatan lanjutan seperti manajemen nyeri, rehabilitasi, dan pemantauan tanda-tanda syok atau infeksi.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 24641 | 29 Mar 2026
Klinis : pasien intra operatif amputasi bilateral tungkai kaki, perdarahan 150 cc, pasien mengeluhkan pusing dan mual
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Syok Hipovolemik
Kode SDKI: 0002
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan volume sirkulasi darah yang dapat mengancam jiwa.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Tanda-tanda vital dalam rentang yang diharapkan. Tekanan darah sistolik pasien dipertahankan >90 mmHg (atau sesuai baseline pasien), denyut nadi 60-100 kali/menit dan teraba kuat, laju pernapasan 12-20 kali/menit, dan suhu tubuh 36,5-37,5°C. Haluaran urine dipertahankan >30 mL/jam, menunjukkan perfusi ginjal yang adekuat. Kulit hangat dan kering, pengisian kapiler < 3 detik. Tingkat kesadaran pasien compos mentis (GCS 15). Tidak ada keluhan pusing, mual, atau rasa haus yang berlebihan. Nilai laboratorium seperti hemoglobin dan hematokrit stabil dalam rentang normal.
Kode SIKI: 3510
Deskripsi : Pemantauan tanda-tanda vital dan status hemodinamik. Perawat mengukur dan mendokumentasikan tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu, dan saturasi oksigen secara berkala (misalnya setiap 15 menit) sesuai kondisi kritis pasien. Memantau warna, kehangatan, dan kelembaban kulit serta pengisian kapiler. Memantau haluaran urine setiap jam melalui kateter urine. Menilai tingkat kesadaran dan respons sensorik pasien secara terus-menerus. Memantau drainase luka dan memperkirakan jumlah perdarahan. Melakukan pemantauan elektrokardiografi (EKG) terus-menerus untuk mendeteksi aritmia akibat hipovolemia. Berkolaborasi dalam pemberian cairan intravena dan transfusi darah sesuai resep dokter untuk mengembalikan volume intravaskuler. Memposisikan pasien dengan elevasi tungkai (kecuali pada area amputasi) dan kepala datar (trendelenburg modified) untuk meningkatkan aliran darah ke otak. Menjaga kehangatan pasien dengan selimut untuk mencegah hipotermia yang dapat memperburuk koagulopati. Memberikan oksigen tambahan untuk mempertahankan saturasi oksigen >95%. Melakukan kolaborasi dan memantau hasil pemeriksaan laboratorium seperti hemoglobin, hematokrit, elektrolit, dan fungsi koagulasi. Memberikan edukasi dan penjelasan kepada keluarga tentang kondisi dan tindakan yang dilakukan.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, yang terjadi secara tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Kontrol nyeri. Pasien melaporkan penurunan skala nyeri (misalnya dari skala 7-8 menjadi ≤3 pada skala 0-10). Ekspresi wajah pasien rileks, tidak menyeringai atau mengerutkan dahi. Pasien dapat beristirahat dan tidur dengan cukup. Tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan) dalam rentang normal atau mendekati baseline pasien. Pasien mampu melakukan mobilisasi sesuai instruksi (misalnya mengubah posisi di tempat tidur) tanpa menunjukkan tanda-tanda distress nyeri yang berat. Pasien menunjukkan pemahaman tentang teknik non-farmakologis untuk mengatasi nyeri dan melaporkan kepuasan terhadap manajemen nyeri yang diberikan.
Kode SIKI: 2330
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Perawat melakukan pengkajian nyeri komprehensif termasuk lokasi, intensitas (menggunakan skala nyeri), karakter, durasi, dan faktor pemicu serta peredanya. Mengobservasi respons nonverbal terhadap nyeri seperti ekspresi wajah, postur tubuh, gelisah, dan menangis. Memberikan analgetik sesuai resep dokter (seperti opioid atau non-opioid) dengan tepat waktu, mempertimbangkan rute pemberian (intravena pada fase intra-operatif/pasca bedah segera). Menerapkan intervensi non-farmakologis seperti teknik distraksi, relaksasi napas dalam, sentuhan terapeutik, dan penciptaan lingkungan yang tenang. Melakukan reposisi pasien dengan teknik yang tepat untuk memberikan kenyamanan dan mengurangi tekanan pada area tertentu. Memberikan kompres dingin pada area sekitar amputasi (jika diindikasikan dan sesuai protokol) untuk mengurangi pembengkakan dan nyeri. Mengevaluasi keefektifan intervensi farmakologis dan non-farmakologis setelah pemberian (misalnya 30 menit setelah pemberian obat) dengan menilai kembali skala nyeri. Mendokumentasikan semua temuan, intervensi, dan evaluasi secara akurat. Berkolaborasi dengan tim medis jika nyeri tidak terkontrol dengan regimen yang ada. Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya melaporkan nyeri dan metode penatalaksanaannya.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya respons terhadap patogen.
Kode SLKI: 0901
Deskripsi : Kontrol Infeksi. Luka operasi/tempat insisi menunjukkan proses penyembuhan tanpa tanda-tanda infeksi seperti kemerahan (rubor), bengkak (tumor), panas (kalor), nyeri (dolor), dan adanya pus/drainase purulen. Suhu tubuh pasien tetap dalam rentang normal (36,5-37,5°C). Tidak ada tanda-tanda sepsis seperti takikardia, takipnea, atau penurunan kesadaran. Hasil pemeriksaan laboratorium seperti leukosit dalam batas normal. Pasien dan keluarga menunjukkan pemahaman dan mampu mendemonstrasikan teknik perawatan luka yang aseptik.
Kode SIKI: 6550
Deskripsi : Perawatan Luka. Perawat melakukan perawatan luka dengan teknik aseptik ketat, termasuk mencuci tangan sebelum dan setelah prosedur, menggunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai (sarung tangan steril). Membersihkan luka dengan larutan antiseptik sesuai protokol (misalnya NaCl 0,9% atau antiseptik yang ditentukan). Memperhatikan karakteristik luka termasuk jenis jaringan, adanya granulasi, epitelisasi, serta karakteristik drainase (jumlah, warna, konsistensi, bau). Melakukan perban/balutan luka dengan kasa steril dan teknik yang tepat untuk menyerap eksudat dan melindungi dari kontaminasi. Memantau dan mendokumentasikan kondisi luka setiap kali perawatan. Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang tanda-tanda infeksi dan pentingnya menjaga kebersihan luka. Menerapkan prinsip pencegahan infeksi nosokomial seperti kebersihan tangan, penggunaan jarum suntik sekali pakai, dan pembersihan lingkungan. Berkolaborasi dalam pemberian antibiotik profilaksis atau terapeutik sesuai resep dokter dan memantau efektivitas serta efek sampingnya. Memastikan nutrisi pasien adekuat (protein dan vitamin C) untuk mendukung penyembuhan luka.
Kondisi: Gangguan Citra Tubuh
Kode SDKI: 0012
Deskripsi Singkat: Perubahan persepsi terhadap tubuh yang mengakibatkan perubahan perilaku dan perasaan.
Kode SLKI: 1301
Deskripsi : Penerimaan terhadap citra tubuh. Pasien mulai mengakui dan menerima perubahan pada tubuhnya. Pasien dapat melihat, menyentuh, dan membicarakan area tubuh yang mengalami perubahan (lokasi amputasi) tanpa menunjukkan reaksi penolakan atau distress emosional yang berat. Pasien mulai berpartisipasi dalam perawatan diri yang melibatkan bagian tubuh yang berubah. Pasien mengungkapkan perasaan dan kekhawatiran tentang perubahan tubuhnya kepada perawat atau keluarga. Pasien menunjukkan minat untuk mempelajari tentang alat bantu (prostetik) dan adaptasi yang dapat dilakukan di masa depan.
Kode SIKI: 5220
Deskripsi : Peningkatan Citra Tubuh. Perawat membangun hubungan saling percaya dan memberikan lingkungan yang supportive serta empatik. Mendorong pasien untuk mengungkapkan perasaan, pikiran, dan kekhawatiran tentang perubahan tubuhnya. Memberikan informasi yang jujur dan realistis tentang prosedur amputasi dan perubahan yang terjadi. Membantu pasien untuk secara bertahap melihat dan menyentuh area yang diamputasi, dengan pendekatan yang sensitif dan tidak memaksa. Melibatkan pasien dalam perawatan luka secara bertahap sesuai kesiapan. Memberikan pujian atas keberhasilan kecil pasien dalam beradaptasi. Mengidentifikasi dan memperkuat kekuatan serta koping positif yang dimiliki pasien. Melakukan kolaborasi dengan tim rehabilitasi (fisioterapis, terapis okupasi) dan psikolog/psikiater jika diperlukan. Memberikan informasi tentang kelompok dukungan (support group) bagi penyandang amputasi. Melibatkan keluarga dalam proses penerimaan dan memberikan dukungan emosional.
-
Article No. 24642 | 29 Mar 2026
Klinis : Pasien berinisial Nn. R berusia 18 tahun merupakan seorang remaja yang baru lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA). Saat ini pasien sedang berada pada fase transisi menuju pendidikan yang lebih tinggi, namun pasien mengaku mengalami kebingungan dalam menentukan jurusan perkuliahan yang ingin dipilih. Pasien mengatakan bahwa ia sebenarnya memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, namun masih merasa ragu dan belum yakin dengan kemampuan maupun minat yang dimilikinya. Selain kebingungan dalam menentukan pilihan pendidikan, pasien juga menghadapi beberapa permasalahan dalam lingkungan keluarga yang turut memengaruhi kondisi psikologisnya. Pasien berasal dari keluarga yang orang tuanya telah bercerai sejak beberapa tahun yang lalu. Setelah perceraian tersebut, pasien lebih banyak tinggal bersama kakek dan neneknya di rumah keluarga yang berada di wilayah Jakarta barat. Ayah kandung pasien saat ini tidak lagi tinggal bersama dan diketahui tidak memberikan dukungan finansial terhadap kebutuhan pendidikan pasien. Saat dilakukan wawancara, pasien menyampaikan bahwa ibunya bekerja di luar kota dan satu-satunya pihak yang saat ini memberikan dukungan finansial. Pasien juga mengatakan bahwa kondisi ekonomi keluarga saat ini tergolong pas-pasan sehingga ia merasa khawatir mengenai biaya pendidikan apabila nantinya melanjutkan ke perguruan tinggi. Pasien yang saat ini tinggal bersama kakek dan neneknya yang sudah lanjut usia. Menurut pasien, kakek dan neneknya cenderung bersikap pasif. Pasien juga mengatakan bahwa ia merasa kurang nyaman untuk menceritakan perasaannya karena khawatir akan menambah beban pikiran kakek dan neneknya. Dari hasil pengamatan selama proses pengkajian, pasien tampak pendiam, berbicara dengan suara pelan, dan beberapa kali terlihat ragu ketika menjawab pertanyaan. Ekspresi wajah pasien terlihat murung dan sesekali menunduk saat membicarakan kondisi keluarganya. Pasien juga terlihat sedikit gelisah ketika membicarakan rencana masa depan dan pendidikan yang akan ditempuh.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: ```html
Diagnosa Keperawatan, Luaran, dan Intervensi Berdasarkan SDKI, SLKI, SIKI
Berdasarkan data pengkajian pada Nn. R (18 tahun), seorang remaja yang sedang dalam fase transisi pendidikan dan menghadapi berbagai stresor keluarga serta finansial, berikut adalah rumusan diagnosa keperawatan, luaran, dan intervensi yang relevan sesuai standar PPNI.
1. Diagnosa Keperawatan (SDKI)
Kode: D.0093
Nama Diagnosa: Koping Tidak Efektif
Definisi: Ketidakmampuan untuk membentuk penilaian yang valid tentang stresor, ketidakmampuan untuk memilih respons yang tepat, dan/atau ketidakmampuan untuk menggunakan sumber daya yang tersedia.
Rumusan Diagnosa Keperawatan:
Koping Tidak Efektif (D.0093) berhubungan dengan dukungan sosial tidak adekuat, krisis situasional, krisis maturasi, dan sumber daya tidak adekuat, ditandai dengan pasien mengungkapkan kebingungan dalam menentukan jurusan perkuliahan, ragu dengan kemampuan/minat, khawatir mengenai
Article No. 24643 | 29 Mar 2026
Klinis : Kelp V kasus 4 Kasus 4 Ny. L, 26 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 39 minggu diruang bersalin dengan keluahan nyeri kontraksi uterus sejak 14 jam yang lalu, skala nyeri 7, dan belum terjadi kemajuan persalinan. Pasien tampak kelelahan dan mengatakan ingin segera melahirkan. Hasil pengkajian: TD: 110/70 mmHg, N: 100 x/menit, RR: 24 x/menit, S: 37,2°C, kontraksi: kuat, frekuensi sering, DJJ: 165 x/menit, TBJ: 4000 gram, dilatasi serviks 6 cm (tidak maju dalam 4 jam), kepala janin belum turun, ketuban sudah pecah, dan partograf: garis waspada terlampaui.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut dan Kelelahan terkait Proses Persalinan Kala I Fase Aktif yang Memanjang (Prolonged Active Phase)
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang terjadi atau berlangsung kurang dari 3 bulan. Pada kasus Ny. L, nyeri dirasakan dengan skala 7 selama kontraksi uterus yang kuat dan sering, berlangsung selama 14 jam tanpa kemajuan persalinan yang adekuat.
Kode SLKI: L.03108
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Luaran yang diharapkan adalah nyeri pasien teratasi yang ditandai dengan: skala nyeri menurun, ekspresi nyeri menurun, tanda vital dalam rentang normal, mampu menggunakan teknik nonfarmakologis, dan melaporkan nyeri berkurang. Intervensi keperawatan diarahkan untuk mencapai luaran ini dengan memantau karakteristik nyeri, memberikan kenyamanan, mengajarkan teknik pernapasan dan relaksasi, serta kolaborasi pemberian analgesik jika diperlukan. Pada persalinan, penatalaksanaan nyeri sangat krusial karena nyeri yang tidak tertahankan dapat meningkatkan stres, kelelahan, dan menghambat kemajuan persalinan.
Kode SIKI: I.08021
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi spesifik ini meliputi: 1) Melakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, dan faktor pencetus). 2) Mengobservasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan. 3) Mengajarkan dan mendukung penggunaan teknik nonfarmakologis (pernapasan dalam, relaksasi, pengalihan, posisi yang nyaman, masase, kompres hangat di punggung bawah). 4) Menciptakan lingkungan yang tenang. 5) Memberikan informasi tentang kemajuan persalinan untuk mengurangi kecemasan yang memperberat nyeri. 6) Berkolaborasi dengan bidan atau dokter dalam pemberian farmakoanalgesia sesuai protokol. Implementasi SIKI ini harus terus menerus dievaluasi efektivitasnya melalui skala nyeri dan respons pasien.
Kondisi: Kelelahan terkait Proses Persalinan yang Lama dan Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Kelelahan adalah perasaan lelah yang sangat mengganggu secara fisik dan mental, serta berkepanjangan, yang mengurangi kapasitas untuk bekerja secara fisik dan mental. Ny. L mengalami kelelahan yang tampak secara fisik dan diungkapkan secara verbal setelah 14 jam kontraksi tanpa kemajuan persalinan (dilatasi mandek di 6 cm selama 4 jam, partograf melewati garis waspada). Kelelahan ini dapat menyebabkan inersia uteri dan menghambat proses persalinan lebih lanjut.
Kode SLKI: L.09031
Deskripsi : Status Energi. Luaran yang diharapkan adalah pasien memiliki energi yang memadai untuk aktivitas yang diharapkan, ditandai dengan: melaporkan peningkatan tingkat energi, mampu melakukan aktivitas yang diperlukan (mendorong saat persalinan nanti), tanda vital stabil, dan tampak istirahat cukup. Dalam konteks persalinan, tujuan utamanya adalah memulihkan energi pasien untuk menghadapi fase mengejan dan melahirkan. Tanpa energi yang cukup, partus dapat terhambat dan risiko intervensi obstetri meningkat.
Kode SIKI: I.10031
Deskripsi : Manajemen Energi. Intervensi ini meliputi: 1) Memonitor tingkat kelelahan secara subjektif dan objektif. 2) Mengatur jadwal aktivitas dan istirahat (memanfaatkan interval antar kontraksi untuk istirahat maksimal). 3) Membantu pasien dalam aktivitas perawatan diri untuk menghemat energi. 4) Menganjurkan asupan nutrisi dan cairan yang adekuat sesuai izin (biasanya cairan IV dan makanan ringan/cair). 5) Memposisikan pasien dengan posisi yang nyaman dan menghemat energi (misal, miring, semi-fowler). 6) Memberikan dukungan emosional untuk mengurangi beban psikologis yang menguras energi. 7) Meminimalkan gangguan lingkungan untuk memfasilitasi istirahat. Intervensi ini vital untuk memutus siklus kelelahan-persalinan tidak maju.
Kondisi: Risiko Tinggi Cedera pada Ibu dan Janin terkait Disproporsi Sefalopelvik dan Persalinan Macet
Kode SDKI: D.0022
Deskripsi Singkat: Risiko Cedera adalah keadaan rentan terhadap cedera fisik akibat kondisi internal atau eksternal, yang dapat membahayakan kesehatan. Pada kasus ini, faktor risiko sangat jelas: persalinan kala I fase aktif yang memanjang (prolonged active phase) dengan dilatasi serviks yang mandek, ketuban sudah pecah (risiko infeksi), kepala janin belum turun, dan perkiraan berat janin 4000 gram (makrosomia). Kombinasi ini mengindikasikan kemungkinan disproporsi sefalopelvik (CPD) atau inersia uteri, yang berisiko menyebabkan trauma jalan lahir, ruptur uteri, distosia bahu, asfiksia janin (DJJ 165 x/menit menunjukkan takikardia janin, mungkin tanda gawat janin), dan infeksi.
Kode SLKI: L.03132
Deskripsi : Status Keselamatan: Fisik. Luaran yang diharapkan adalah pasien bebas dari cedera, ditandai dengan: tidak ada tanda-tanda trauma/cedera, tanda vital dalam rentang normal, parameter janin (DJJ, pola kontraksi) dalam batas aman, dan komplikasi dapat dicegah atau terdeteksi dini. Tujuan keperawatan adalah mempertahankan keselamatan ibu dan janin melalui pemantauan ketat dan persiapan untuk tindakan eskalasi.
Kode SIKI: I.08246
Deskripsi : Pemantauan Keselamatan. Intervensi ini meliputi: 1) Memantau dan mendokumentasikan kontraksi uterus (frekuensi, durasi, kekuatan) serta respons janin (DJJ) secara ketat dan berkelanjutan. 2) Memantau tanda-tanda infeksi (suhu, cairan ketuban, leukosit) karena ketuban sudah pecah. 3) Memantau kemajuan persalinan (penurunan kepala, dilatasi serviks) dan melaporkan tidak adanya kemajuan. 4) Memantau tanda-tanda gawat janin (takikardia, bradikardia, deselerasi). 5) Memantau tanda-tanda distress ibu (perubahan tanda vital, nyeri abdomen abnormal). 6) Mempersiapkan pasien untuk kemungkinan tindakan obstetri seperti seksio sesarea (persiapan fisik, informed consent, dukungan psikologis). 7) Berkolaborasi dengan bidan/dokter dalam penilaian dan keputusan klinis lebih lanjut. Intervensi ini bersifat protektif dan antisipatif terhadap komplikasi yang mengancam jiwa.
Article No. 24644 | 29 Mar 2026
Klinis : Pasien berinisial Nn. R berusia 18 tahun merupakan seorang remaja yang baru lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA). Saat ini pasien sedang berada pada fase transisi menuju pendidikan yang lebih tinggi, namun pasien mengaku mengalami kebingungan dalam menentukan jurusan perkuliahan yang ingin dipilih. Pasien mengatakan bahwa ia sebenarnya memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, namun masih merasa ragu dan belum yakin dengan kemampuan maupun minat yang dimilikinya. Selain kebingungan dalam menentukan pilihan pendidikan, pasien juga menghadapi beberapa permasalahan dalam lingkungan keluarga yang turut memengaruhi kondisi psikologisnya. Pasien berasal dari keluarga yang orang tuanya telah bercerai sejak beberapa tahun yang lalu. Setelah perceraian tersebut, pasien lebih banyak tinggal bersama kakek dan neneknya di rumah keluarga yang berada di wilayah Jakarta barat. Ayah kandung pasien saat ini tidak lagi tinggal bersama dan diketahui tidak memberikan dukungan finansial terhadap kebutuhan pendidikan pasien. Saat dilakukan wawancara, pasien menyampaikan bahwa ibunya bekerja di luar kota dan satu-satunya pihak yang saat ini memberikan dukungan finansial. Pasien juga mengatakan bahwa kondisi ekonomi keluarga saat ini tergolong pas-pasan sehingga ia merasa khawatir mengenai biaya pendidikan apabila nantinya melanjutkan ke perguruan tinggi. Pasien yang saat ini tinggal bersama kakek dan neneknya yang sudah lanjut usia. Menurut pasien, kakek dan neneknya cenderung bersikap pasif. Pasien juga mengatakan bahwa ia merasa kurang nyaman untuk menceritakan perasaannya karena khawatir akan menambah beban pikiran kakek dan neneknya. Dari hasil pengamatan selama proses pengkajian, pasien tampak pendiam, berbicara dengan suara pelan, dan beberapa kali terlihat ragu ketika menjawab pertanyaan. Ekspresi wajah pasien terlihat murung dan sesekali menunduk saat membicarakan kondisi keluarganya. Pasien juga terlihat sedikit gelisah ketika membicarakan rencana masa depan dan pendidikan yang akan ditempuh.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: ```html
Diagnosa Keperawatan, Luaran, dan Intervensi Berdasarkan SDKI, SLKI, dan SIKI
Berdasarkan hasil pengkajian pada Nn. R, 18 tahun, ditemukan beberapa permasalahan yang signifikan terkait fase transisi, identitas diri, dukungan sosial, dan kondisi ekonomi keluarga. Analisis data mengarah pada penetapan diagnosa keperawatan utama sebagai berikut:
1. Diagnosa Keperawatan (SDKI)
Kode
Diagnosa Keperawatan
Definisi
D.0084
Gangguan Identitas Pribadi
Ketidakmampuan untuk membedakan diri dari orang lain atau lingkungan, atau ketidakmampuan untuk mengintegrasikan berbagai aspek diri menjadi satu kesatuan yang koheren.
Penjelasan Diagnosa Keperawatan:
Diagnosa Gangguan Identitas Pribadi (D.0084) sangat relevan dengan kondisi Nn. R. Pada usia 18 tahun, Nn. R berada pada fase krusial perkembangan remaja akhir menuju dewasa awal, di mana tugas perkembangan utamanya adalah pembentukan identitas diri yang kuat (Erikson: Identity vs. Role Confusion). Kebingungan dalam menentukan jurusan perkuliahan, keraguan terhadap kemampuan dan minat diri, serta kegelisahan akan masa depan, secara langsung mencerminkan kesulitan Nn. R dalam mengintegrasikan berbagai aspek dirinya dan menetapkan arah hidup.
Penyebab (Etiologi) yang Berhubungan:
- Krisis Maturasi: Transisi dari SMA ke perguruan tinggi pada usia 18 tahun merupakan krisis perkembangan yang menuntut individu untuk membuat keputusan besar tentang masa depan dan identitas profesional.
- Krisis Situasional: Perceraian orang tua, kurangnya dukungan finansial dari ayah, dan kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan menciptakan tekanan dan ketidakpastian yang signifikan.
- Kurang Dukungan Sosial: Tinggal bersama kakek-nenek yang pasif dan merasa tidak nyaman untuk berbagi perasaan, serta ibu yang bekerja di luar kota, menyebabkan Nn. R merasa kurang mendapatkan dukungan emosional yang dibutuhkan dalam menghadapi krisis ini.
Data Subjektif (DS) yang Mendukung:
-
Article No. 24645 | 29 Mar 2026
Klinis : Nyeri akut berhubungan dengan agen pecedera biologis (respon inflamasi billier) D.0077 hal.172
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Diagnosa Keperawatan, Luaran, dan Intervensi Berdasarkan SDKI, SLKI, SIKI
Berdasarkan data pengkajian An.S (1 tahun 4 bulan 17 hari) dengan kondisi stunting, berikut adalah diagnosa keperawatan prioritas beserta rencana luaran dan intervensi keperawatan yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).
Ringkasan Data Kunci Pasien An.S:
- Usia: 1 tahun 4 bulan 17 hari (sekitar 16.5 bulan).
- Status Gizi:
- BB/U:
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433