Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 20300 | 31 Jul 2025
Klinis : laki-laki 60 tahun gambaran ekg st elevasi II,III,aVf, nyeri ulu hati menjalar ke belakang, nyeri seperti tertekan, keringat dingin
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi yang diberikan, yaitu laki-laki berusia 60 tahun dengan gambaran EKG ST elevasi pada lead II, III, dan aVf, nyeri ulu hati menjalar ke belakang, nyeri seperti tertekan, dan keringat dingin, maka dapat ditetapkan beberapa diagnosa keperawatan sesuai dengan Sistem Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Sistem Klasifikasi Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Sistem Klasifikasi Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).
1. Diagnosa Keperawatan:
a. Nyeri akut (SDKI: 00132)
Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau digambarkan dalam istilah-istilah kerusakan tersebut.
b. Intoleransi aktivitas (SDKI: 00092)
Definisi: Ketidakmampuan untuk menyelesaikan aktivitas rutin hidup sehari-hari.
c. Risiko ketidakstabilan hemodinamik (SDKI: 00284)
Definisi: Berisiko mengalami perubahan pada tekanan darah, denyut jantung, curah jantung, atau resistensi pembuluh darah perifer yang dapat mengganggu sirkulasi darah ke seluruh tubuh.
2. Sistem Klasifikasi Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI):
a. Manajemen nyeri (SLKI: 1605)
b. Toleransi aktivitas (SLKI: 0005)
c. Stabilitas hemodinamik (SLKI: 0802)
3. Sistem Klasifikasi Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI):
a. Manajemen nyeri (SIKI: 1605)
Definisi: Tindakan memfasilitasi berkurangnya rasa nyeri yang dialami pasien.
b. Peningkatan toleransi aktivitas (SIKI: 0005)
Definisi: Tindakan meningkatkan kemampuan pasien untuk melakukan aktivitas sehari-hari tanpa mengalami kelelahan, sesak napas, atau gejala lain.
c. Pemantauan hemodinamik (SIKI: 0802)
Definisi: Tindakan pemeriksaan dan pencatatan parameter hemodinamik.
Kode-kode ini merupakan kode yang ditetapkan oleh PPNI untuk memudahkan penggunaan dalam sistem dokumentasi keperawatan. -
Article No. 20301 | 31 Jul 2025
Klinis : pasien mengatakan perutnya nyeri seperti diremqs remasnsejak kemarin, pasien juga mengatakan mual dn mutah hari ini lebih dari 5x, tidak bisa flatus hari in
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
1. Nyeri Akut (00132)
Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut.
2. Mual (00134)
Definisi: Sensasi tidak nyaman atau tidak enak di bagian belakang tenggorokan dan perut yang dapat mengarah pada keinginan untuk muntah.
3. Konstipasi (00011)
Definisi: Pengurangan frekuensi dan/atau kesulitan dalam defekasi.
Sistem Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI):
Kode dan definisi berdasarkan SDKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
1. Nyeri Akut (00132)
Definisi: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut.
2. Mual (00134)
Definisi: Sensasi tidak nyaman atau tidak enak di bagian belakang tenggorokan dan perut yang dapat mengarah pada keinginan untuk muntah.
3. Konstipasi (00011)
Definisi: Pengurangan frekuensi dan/atau kesulitan dalam defekasi.
Sistem Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI):
Kode dan definisi berdasarkan SLKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
1. Kontrol Nyeri (1605)
Definisi: Kemampuan individu untuk mengontrol sensasi nyeri.
2. Kontrol Mual (1618)
Definisi: Kemampuan individu untuk mengontrol sensasi mual.
3. Eliminasi Usus Teratur (0501)
Definisi: Pola eliminasi fekal yang teratur dan lancar.
Sistem Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI):
Kode dan definisi berdasarkan SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
1. Manajemen Nyeri (1400)
Definisi: Upaya untuk memfasilitasi kemampuan pasien dalam mengalami dan/atau mengontrol nyeri ke tingkat yang dapat diterima.
2. Manajemen Mual dan Muntah (1450)
Definisi: Upaya untuk mencegah, mengurangi, atau menghilangkan sensasi mual dan keinginan untuk muntah.
3. Manajemen Konstipasi (0420)
Definisi: Upaya untuk memfasilitasi eliminasi usus yang teratur dan lancar. -
Article No. 20302 | 31 Jul 2025
Klinis : pasien mengatakan perutnya nyeri seperti diremqs remasnsejak kemarin, pasien juga mengatakan mual dn mutah hari ini lebih dari 5x, tidak bisa flatus hari in
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Berdasarkan gejala yang dialami oleh pasien, yaitu nyeri perut, mual, muntah, dan tidak bisa flatus, kemungkinan diagnosis yang sesuai adalah:
1. Kode ICD-10:
- Kode: K56.0
- Deskripsi: Ileus paralitik
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 46.99
- Deskripsi: Prosedur lainnya pada usus, tidak diklasifikasikan di tempat lain, yang dapat mencakup intervensi untuk mengatasi ileus paralitik.
Penjelasan:
- Ileus paralitik adalah kondisi di mana terjadi perlambatan atau penghentian sementara pergerakan usus, sehingga menyebabkan gejala seperti nyeri perut, mual, muntah, dan tidak bisa flatus.
- Kode ICD-10 K56.0 secara spesifik menggambarkan kondisi ileus paralitik.
- Dalam penanganan ileus paralitik, dapat dilakukan prosedur lainnya pada usus, seperti pemberian cairan intravena, dekompresi usus, atau intervensi lainnya untuk mengatasi perlambatan pergerakan usus. Kode ICD-9-CM 46.99 mencakup prosedur-prosedur tersebut.
- Penanganan yang tepat sangat penting untuk mengatasi kondisi ileus paralitik dan mencegah komplikasi yang dapat terjadi. -
Article No. 20303 | 31 Jul 2025
Klinis : pasien mengatakan asi belum keluar, pasien hari pertama post partum anak pertama
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berdasarkan kondisi yang Anda berikan, diagnosis keperawatan yang dapat ditetapkan adalah:
1. Diagnosa Keperawatan:
Kode: 10027
Judul: Ketidakefektifan Menyusui
Definisi: Ketidakmampuan bayi atau ibu untuk mempertahankan atau memulai pola menyusui yang efektif.
2. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Kode: 10027
Judul: Ketidakefektifan Menyusui
Definisi: Ketidakmampuan bayi atau ibu untuk mempertahankan atau memulai pola menyusui yang efektif.
Faktor-faktor yang berkontribusi: Kurangnya pengalaman menyusui, Perubahan fisiologis, Ketidaknyamanan, Kecemasan, Pengetahuan yang kurang.
3. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Kode: 10041
Judul: Pengetahuan: Menyusui
Definisi: Tingkat pemahaman individu tentang proses menyusui.
Indikator: Memahami manfaat menyusui, Memahami teknik menyusui yang benar, Memahami cara mengatasi masalah dalam menyusui.
4. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Kode: 10022
Judul: Manajemen Laktasi
Definisi: Tindakan untuk memfasilitasi produksi dan pengeluaran ASI.
Aktivitas: Mengajarkan teknik menyusui yang benar, Memfasilitasi kontak kulit ke kulit, Memberikan dukungan emosional, Mengevaluasi produksi ASI.
Penjelasan singkat:
Pasien mengatakan ASI belum keluar, yang merupakan salah satu tanda dari diagnosis keperawatan "Ketidakefektifan Menyusui". Pada hari pertama post partum, produksi ASI belum optimal sehingga perlu dilakukan manajemen laktasi untuk memfasilitasi produksi dan pengeluaran ASI. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah mengajarkan teknik menyusui yang benar, memfasilitasi kontak kulit ke kulit, memberikan dukungan emosional, dan mengevaluasi produksi ASI. -
Article No. 20304 | 31 Jul 2025
Klinis : tubuh sering lemas, merasa kurang puas istirahat
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Baik, saya akan memberikan kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis berdasarkan kondisi yang Anda sampaikan, yaitu tubuh sering lemas dan merasa kurang puas istirahat.
1. Kode ICD-10:
- Kode: R53.83
- Deskripsi: Kelelahan
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Tidak ada kode ICD-9-CM prosedur yang spesifik untuk kondisi ini. Biasanya pasien dengan keluhan kelelahan akan dievaluasi secara klinis dan dilakukan pemeriksaan penunjang sesuai indikasi, seperti pemeriksaan darah untuk menilai profil hematologis dan biokimia, atau pemeriksaan penunjang lainnya untuk mengidentifikasi penyebab kelelahan.
Penjelasan:
Kode ICD-10 R53.83 (Kelelahan) merupakan kode yang sesuai untuk menggambarkan kondisi tubuh yang sering terasa lemas dan merasa kurang puas dengan istirahat. Kelelahan (fatigue) merupakan gejala umum yang dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, seperti gangguan tidur, anemia, penyakit kronis, atau stres psikologis.
Pada kasus ini, tidak ada tindakan medis spesifik yang tercatat dalam kode ICD-9-CM. Evaluasi dan penatalaksanaan pasien dengan keluhan kelelahan biasanya dilakukan secara komprehensif, termasuk anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang yang sesuai untuk mengidentifikasi penyebab dan memberikan penanganan yang tepat. -
Article No. 20305 | 31 Jul 2025
Klinis : tubuh sering lemas, merasa kurang puas istirahat
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat mengenai SDKI - SLKI - SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi tubuh sering lemas dan merasa kurang puas istirahat.
Diagnosa Keperawatan:
Kelelahan (00093)
Definisi SDKI:
Kelelahan adalah sensasi fisik dan mental yang berkepanjangan dan tidak menyenangkan akibat upaya yang terus-menerus, yang mengganggu kemampuan individu untuk berfungsi pada tingkat biasa.
Definisi SLKI:
Tujuan: Individu melaporkan peningkatan energi dan pemulihan.
Kriteria Hasil:
1. Melaporkan peningkatan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
2. Mendemonstrasikan pola istirahat/tidur yang adekuat.
3. Menunjukkan peningkatan motivasi untuk terlibat dalam aktivitas.
Definisi SIKI:
Intervensi Keperawatan:
1. Manajemen Energi (6230)
Definisi: Membantu individu untuk mengatur dan mengkonservasi energi.
2. Manajemen Istirahat (0022)
Definisi: Memfasilitasi periode istirahat dan tidur yang adekuat.
3. Dukungan Emosional (5270)
Definisi: Memberikan dukungan dan empati untuk memfasilitasi respon emosional yang efektif.
Kode:
SDKI: 00093
SLKI: -
SIKI: 6230, 0022, 5270
Dalam kondisi ini, pasien mengalami kelelahan yang ditandai dengan tubuh sering lemas dan merasa kurang puas dengan istirahat yang dilakukan. Diagnosa keperawatan yang sesuai adalah Kelelahan (00093). Tujuan keperawatan adalah agar pasien melaporkan peningkatan energi dan pemulihan, yang dicapai melalui intervensi manajemen energi, manajemen istirahat, dan dukungan emosional. -
Article No. 20306 | 31 Jul 2025
Klinis : tubuh sering lemas, merasa kurang puas istirahat
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah penjelasan rinci mengenai diagnosa keperawatan, luaran, dan intervensi keperawatan untuk kondisi tubuh sering lemas dan merasa kurang puas istirahat:
Diagnosa Keperawatan SDKI:
Diagnosa keperawatan yang sesuai untuk kondisi tersebut adalah "Kelelahan". Kelelahan didefinisikan sebagai sensasi yang berkepanjangan dan tidak menyenangkan yang mengganggu kemampuan individu untuk berfungsi pada tingkat biasa. Kelelahan ditandai dengan keluhan tubuh sering lemas dan merasa kurang puas istirahat.
Luaran/Output SLKI:
Setelah diberikan asuhan keperawatan, diharapkan pasien dapat mencapai luaran berikut:
1. Istirahat yang adekuat
- Pasien dapat beristirahat tanpa gangguan
- Pasien dapat tertidur dan terbangun dengan mudah
- Pasien melaporkan merasa segar setelah beristirahat
2. Tingkat energi yang memadai
- Pasien dapat melakukan aktivitas harian tanpa cepat lelah
- Pasien melaporkan tubuh tidak lemas atau mudah lelah
Intervensi Keperawatan SIKI:
Untuk mencapai luaran di atas, intervensi keperawatan yang diperlukan antara lain:
1. Manajemen Energi
- Identifikasi faktor-faktor yang menyebabkan kelelahan
- Atur pola istirahat dan aktivitas sehari-hari pasien
- Ajarkan teknik-teknik manajemen energi, seperti teknik relaksasi dan pengelolaan stres
2. Manajemen Tidur
- Kaji pola tidur pasien dan faktor-faktor yang mengganggu tidur
- Berikan edukasi mengenai tidur yang berkualitas
- Atur lingkungan tidur yang nyaman dan kondusif
- Berikan intervensi terapeutik untuk memperbaiki kualitas tidur, seperti terapi musik atau terapi kognitif-perilaku
3. Monitoring Tanda Vital
- Pantau tanda-tanda vital pasien secara berkala, seperti denyut nadi, tekanan darah, dan suhu tubuh
- Identifikasi adanya tanda-tanda penyakit yang menyebabkan kelelahan
Penjelasan di atas menggambarkan pendekatan komprehensif untuk mengatasi kondisi kelelahan yang dialami pasien, mulai dari identifikasi penyebab, pengaturan pola aktivitas dan istirahat, serta intervensi spesifik untuk meningkatkan kualitas tidur dan energi pasien. Pendekatan ini bertujuan untuk membantu pasien mencapai luaran yang diharapkan, yaitu istirahat yang adekuat dan tingkat energi yang memadai. -
Article No. 20307 | 31 Jul 2025
Klinis : Pasien pusing berputar disertai rasa mual dan muntah sejak 1 hari
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI sesuai dengan kondisi pasien yang Anda berikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Pusing (00077)
Definisi: Sensasi berputar atau bergoyang pada kepala atau badan.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
1. Pusing (00077)
Definisi: Sensasi berputar atau bergoyang pada kepala atau badan.
Kode: 00077
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Kontrol Pusing (1705)
Definisi: Kemampuan untuk mengontrol atau mengurangi sensasi berputar atau bergoyangnya kepala atau badan.
Kode: 1705
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen Pusing (6640)
Definisi: Tindakan untuk mengidentifikasi dan mengurangi penyebab serta gejala pusing.
Kode: 6640
Penjelasan Singkat:
Pasien mengalami pusing berputar disertai rasa mual dan muntah sejak 1 hari. Hal ini merupakan diagnosa keperawatan Pusing (00077) yang didefinisikan sebagai sensasi berputar atau bergoyang pada kepala atau badan.
Dalam SDKI, diagnosa ini memiliki kode 00077 dengan definisi yang sama. Tujuan keperawatan yang ingin dicapai adalah Kontrol Pusing (1705), yaitu kemampuan pasien untuk mengontrol atau mengurangi sensasi berputar atau bergoyangnya kepala atau badan.
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah Manajemen Pusing (6640), yaitu tindakan untuk mengidentifikasi dan mengurangi penyebab serta gejala pusing. Kode intervensi ini dalam SIKI adalah 6640. -
Article No. 20308 | 31 Jul 2025
Klinis : Pasien pusing berputar disertai rasa mual dan muntah sejak 1 hari
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: **Diagnosa Keperawatan dan Penjelasan SDKI - SLKI - SIKI untuk Pasien dengan Pusing Berputar, Mual, dan Muntah**
Berikut adalah diagnosa keperawatan yang relevan berdasarkan standar **SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia)**, **SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia)**, dan **SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia)** yang ditetapkan oleh **Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)**:
### **1. Diagnosa Keperawatan (SDKI)**
**Kode: D.0016** – **Gangguan Keseimbangan**
**Definisi**: Ketidakmampuan mempertahankan posisi tubuh akibat gangguan sistem vestibular, sensorik, atau motorik.
**Faktor yang Berhubungan**:
- Gangguan sistem vestibular (misalnya vertigo).
- Efek samping obat atau kondisi sistemik.
- Dehidrasi atau ketidakseimbangan elektrolit.
### **2. Luaran Keperawatan (SLKI)**
**Kode: L.14016** – **Keseimbangan Tubuh Membaik**
**Kriteria Evaluasi**:
- Pasien melaporkan penurunan sensasi berputar.
- Pasien mampu duduk/berdiri tanpa terjatuh.
- Tidak ada keluhan mual/muntah.
### **3. Intervensi Keperawatan (SIKI)**
**Kode: I.09116** – **Manajemen Vertigo**
**Tindakan**:
- Bantu pasien dalam posisi nyaman (misalnya *modified Epley maneuver* jika dicurigai BPPV).
- Monitor tanda vital dan gejala dehidrasi.
- Kolaborasi pemberian obat antiemetik atau vestibular suppressant sesuai resep.
**Kode: I.08004** – **Manajemen Mual dan Muntah**
**Tindakan**:
- Berikan cairan oral/IV untuk rehidrasi.
- Anjurkan diet kecil tapi sering (misalnya BRAT diet).
- Edukasi teknik relaksasi pernapasan untuk mengurangi mual.
### **Penjelasan Singkat**
- **SDKI (D.0016)**: Fokus pada penyebab pusing berputar (misalnya vertigo perifer/sentral).
- **SLKI (L.14016)**: Target luaran adalah stabilitas postural dan reduksi gejala.
- **SIKI (I.09116 & I.08004)**: Kombinasi intervensi non-farmakologis dan kolaborasi medis.
**Catatan Akademis**:
- Pastikan anamnesis mendetail (onset, durasi, faktor pencetus) untuk membedakan etiologi (misalnya BPPV vs neuritis vestibular).
- Pemantauan ketat diperlukan jika gejala disertai defisit neurologis (merujuk ke sindrom sentral).
Format ini memenuhi standar PPNI dan dapat dikembangkan sesuai hasil pemeriksaan fisik/laboratorium tambahan. -
Article No. 20309 | 31 Jul 2025
Klinis : Pasien pusing berputar disertai rasa mual dan muntah sejak 1 hari
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berdasarkan kondisi pasien yang Anda deskripsikan, berikut adalah diagnosa keperawatan, penjelasan singkat, serta kode dan definisi SDKI, SLKI, dan SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI):
Diagnosa Keperawatan:
1. Vertigo (00100)
Penjelasan Singkat:
Pasien mengalami persepsi palsu gerakan rotasi atau perputaran pada diri sendiri atau lingkungan sekitar, yang disertai dengan rasa mual dan muntah.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Kode: 00100
Definisi: Persepsi palsu gerakan rotasi atau perputaran pada diri sendiri atau lingkungan sekitar.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Kode: 10018
Definisi: Mencapai stabilitas postur tubuh dan koordinasi gerakan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Kode: 6810
Definisi: Tindakan untuk mengelola pasien yang mengalami vertigo, termasuk mengidentifikasi penyebab, mengurangi gejala, dan mempertahankan keseimbangan.
Tone: Akademis
Persona: Pakar/Perawat