Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24859 | 04 Apr 2026
Klinis : Seorang bayi berusia 10 bulan dibawa ke rumah sakit karena mengalami kejang yang disertai demam untuk pertama kalinya. Kejang berlangsung kurang lebih 20 menit dan terjadi lebih dari satu kali dalam waktu 24 jam. Orang tua juga menyampaikan bahwa anak mengalami muntah, tampak lemas, serta tidak mau minum seperti biasanya. Pada pemeriksaan ditemukan suhu tubuh 38,7°C dan ubun-ubun besar terlihat menonjol. Riwayat imunisasi anak belum lengkap, terutama imunisasi Hib dan pneumokokus. Berdasarkan kondisi tersebut, dilakukan pemeriksaan lanjutan termasuk pungsi lumbal. Hasil pemeriksaan cairan serebrospinal menunjukkan adanya peningkatan jumlah sel, kadar protein yang tinggi, serta kadar glukosa yang menurun. Berdasarkan hasil tersebut, anak didiagnosis mengalami meningitis bakterial yang disertai kejang demam pertama.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Serebral dan Risiko Syok Sepsis pada Meningitis Bakterial dengan Kejang Demam Kompleks
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan suplai darah ke otak yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan otak, terkait dengan peningkatan tekanan intrakranial (TIK) akibat proses infeksi dan inflamasi pada meningitis.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Perfusi serebral tetap adekuat, ditandai dengan: tekanan intrakranial dalam batas normal, status neurologis stabil atau membaik (tidak ada penurunan kesadaran, kejang terkontrol), tanda-tanda vital stabil, dan ubun-ubun tidak menonjol/tegang. Pada kasus ini, tujuan keperawatan adalah mencegah dan mendeteksi dini peningkatan TIK untuk mempertahankan perfusi otak yang adekuat. Intervensi difokuskan pada pemantauan ketat tanda-tanda neurologis (kesadaran, pupil, tonus otot, kejang), mempertahankan posisi kepala elevasi 15-30 derajat tanpa fleksi leher untuk memfasilitasi drainase vena, pemberian terapi cairan dan obat (antibiotik, antikonvulsan, osmotik seperti manitol jika diperlukan) secara tepat waktu sesuai resep, serta meminimalkan stimulasi yang dapat meningkatkan TIK (seperti menghindari mengejan, batuk, atau menangis berlebihan). Pemantauan ketat output urine dan keseimbangan cairan juga penting untuk mencegah overhidrasi yang dapat memperburuk edema serebral.
Kode SIKI: 4320
Deskripsi : Manajemen Perfusi Serebral. Intervensi ini meliputi serangkaian tindakan sistematis untuk mempertahankan aliran darah dan oksigenasi otak yang adekuat. Perawat akan: 1) Memantau dan mendokumentasikan status neurologis setiap jam atau sesuai protokol (GCS adaptasi bayi, reaksi pupil, fontanel, refleks, aktivitas kejang). 2) Mempertahankan posisi kepala dan leher dalam posisi netral dengan elevasi kepala tempat tidur. 3) Mengatur pemberian cairan intravena dengan ketat sesuai program untuk menjaga normovolemia dan menghindari overload cairan. 4) Berkolaborasi dalam pemberian obat-obatan seperti antibiotik dosis tinggi secara tepat waktu untuk mengatasi infeksi penyebab, antikonvulsan untuk mengontrol kejang, dan terapi osmotik jika ada tanda peningkatan TIK. 5) Meminimalkan gangguan dan menjaga lingkungan tenang (reduksi cahaya, kebisingan). 6) Memantau keseimbangan cairan dan elektrolit, khususnya natrium karena ketidakseimbangan dapat mempengaruhi edema serebral. 7) Melakukan perawatan dengan lembut, menghindari manuver yang menimbulkan nyeri atau mengejan. 8) Mengobservasi tanda-tanda syok sepsis (perubahan tanda vital, perfusi perifer, produksi urine) karena meningitis bakterial merupakan infeksi sistemik yang berat.
Kondisi: Hipertermia dan Ketidakseimbangan Nutrisi pada Proses Infeksi Akut
Kode SDKI: 0001
Deskripsi Singkat: Peningkatan suhu tubuh di atas rentang normal yang tidak terkontrol, terkait dengan proses infeksi bakteri pada meninges.
Kode SLKI: 1402
Deskripsi : Suhu tubuh dalam rentang normal, ditandai dengan: suhu aksila 36,5-37,5°C, tidak ada kejang berulang akibat demam, dan tanda-tanda vital stabil. Tujuan keperawatan adalah menurunkan suhu tubuh secara bertahap dan mencegah komplikasi kejang demam berulang. Intervensi meliputi pemantauan suhu tubuh secara berkala, pemberian antipiretik (seperti parasetamol) sesuai resep dan interval yang tepat, tindakan pendinginan konduktif (kompres hangat di aksila dan lipat paha, mandi air hangat, pakaian tipis), serta memastikan asupan cairan yang adekuat baik oral maupun parenteral untuk mengganti cairan yang hilang akibat demam dan muntah. Penting juga untuk mengedukasi orang tua tentang tata laksana demam di rumah dan kapan harus mencari pertolongan.
Kode SIKI: 3900
Deskripsi : Manajemen Hipertermia. Intervensi ini mencakup: 1) Mengukur suhu tubuh secara teratur dengan metode yang tepat (aksila/rektal). 2) Memberikan obat antipiretik sesuai resep, memperhatikan dosis berdasarkan berat badan dan interval pemberian. 3) Melakukan tindakan pendinginan fisik dengan prinsip konduksi dan evaporasi (mengompres, menyesuaikan suhu ruangan, tidak membedong berlebihan). 4) Meningkatkan asupan cairan untuk mencegah dehidrasi. 5) Memantau tanda-tanda kejang demam. 6) Mengobservasi respons terapi dan tanda-tanda syok (misalnya, hipotermi dan hipotensi pasca penurunan suhu drastis). 7) Mengedukasi keluarga tentang patofisiologi demam sebagai respon infeksi dan cara penanganan yang aman.
Kondisi: Risiko Infeksi Menyebar/Septikemia dan Kurang Pengetahuan Orang Tua
Kode SDKI: 0026
Deskripsi Singkat: Risiko penyebaran mikroorganisme patogen ke dalam aliran darah terkait dengan adanya infeksi bakteri invasif (meningitis) dan riwayat imunisasi yang tidak lengkap.
Kode SLKI: 1910
Deskripsi : Infeksi tidak menyebar, ditandai dengan: tanda-tanda vital dalam batas normal (terutama tidak ada takikardia atau hipotensi yang memberat), hasil laboratorium (seperti leukosit, CRP) menunjukkan perbaikan, tidak muncul tanda-tanda baru infeksi di lokasi lain, dan kesadaran anak membaik. Tujuan keperawatan adalah membatasi penyebaran infeksi, memberantas patogen, dan mencegah komplikasi sepsis. Intervensi utamanya adalah memastikan pemberian antibiotik intravena spektrum luas sesuai resep secara tepat waktu (time-critical antibiotic), memantau respons terapi melalui kondisi klinis dan laboratorium, menerapkan prinsip aseptik ketat dalam semua prosedur invasif (seperti perawatan akses IV), serta melakukan isolasi pernapasan jika diperlukan. Selain itu, penting untuk memberikan edukasi kepada orang tua tentang pentingnya menyelesaikan regimen antibiotik, pencegahan penularan, dan pentingnya melengkapi imunisasi dasar pasca pemulihan untuk mencegah infeksi ulang atau infeksi oleh patogen lain.
Kode SIKI: 6540
Deskripsi : Pengendalian Infeksi. Intervensi ini meliputi: 1) Pemberian terapi antibiotik empiris kemudian definitif berdasarkan hasil kultur dan sensitivitas dengan ketepatan dosis, waktu, dan cara pemberian. 2) Pemantauan tanda-tanda sistemik infeksi dan syok sepsis (suhu, nadi, tekanan darah, capillary refill time, produksi urine). 3) Melakukan cuci tangan secara rutin sebelum dan setelah kontak dengan pasien. 4) Menggunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai. 5) Memelihara sterilitas pada luka atau akses infus. 6) Mengajarkan orang tua dan pengasuh tentang teknik cuci tangan dan pembatasan pengunjung. 7) Berkolaborasi dengan tim imunisasi untuk memberikan rekomendasi jadwal imunisasi kejar setelah kondisi anak stabil. 8) Memberikan penjelasan tentang penyakit, pengobatan, tanda bahaya (seperti leher kaku, kejang, muntah proyektil, penurunan kesadaran), dan pentingnya kontrol ulang.
-
Article No. 24860 | 04 Apr 2026
Klinis : Seorang bayi berusia 10 bulan dibawa ke rumah sakit karena mengalami kejang yang disertai demam untuk pertama kalinya. Kejang berlangsung kurang lebih 20 menit dan terjadi lebih dari satu kali dalam waktu 24 jam. Orang tua juga menyampaikan bahwa anak mengalami muntah, tampak lemas, serta tidak mau minum seperti biasanya. Pada pemeriksaan ditemukan suhu tubuh 38,7°C dan ubun-ubun besar terlihat menonjol. Riwayat imunisasi anak belum lengkap, terutama imunisasi Hib dan pneumokokus. Berdasarkan kondisi tersebut, dilakukan pemeriksaan lanjutan termasuk pungsi lumbal. Hasil pemeriksaan cairan serebrospinal menunjukkan adanya peningkatan jumlah sel, kadar protein yang tinggi, serta kadar glukosa yang menurun. Berdasarkan hasil tersebut, anak didiagnosis mengalami meningitis bakterial yang disertai kejang demam pertama.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi Berat (Sepsis/Meningitis) dan Risiko Cedera pada Bayi dengan Meningitis Bakterial dan Kejang Demam
Kode SDKI: 0203
Deskripsi Singkat: Risiko Infeksi Berat (Sepsis/Meningitis) adalah keadaan dimana individu rentan mengalami invasi patogen ke dalam aliran darah (sepsis) atau selaput otak (meningitis) yang dapat mengancam jiwa, yang dapat dikompensasi.
Kode SLKI: 0203.2
Deskripsi : Tujuan keperawatan adalah infeksi berat (sepsis/meningitis) dapat dicegah atau ditangani dengan tepat. Indikator hasil yang diharapkan meliputi: (1) Tanda-tanda vital dalam batas normal sesuai usia, (2) Tidak ada tanda-tanda iritasi meningeal (kaku kuduk, fotofobia, ubun-ubun menonjol), (3) Tidak ada kejang berulang, (4) Hasil pemeriksaan penunjang (seperti analisis cairan serebrospinal) menunjukkan perbaikan, (5) Status kesadaran baik (responsif). Pada kasus ini, fokusnya adalah mencegah perburukan infeksi ke sepsis dan mengatasi meningitis yang sudah terjadi, serta mencegah komplikasi neurologis lebih lanjut.
Kode SIKI: 0203.2.1 - 0203.2.9 (Beberapa yang relevan)
Deskripsi : Intervensi keperawatan yang harus dilakukan bersifat komprehensif dan mendesak. Pertama, Memantau Tanda-Tanda Infeksi Sistemik dan Meningeal (0203.2.1) secara ketat dan berkelanjutan, termasuk pemantauan suhu tubuh setiap 1-2 jam (demam 38,7°C adalah fokus utama), mengobservasi adanya kaku kuduk, tonjolan ubun-ubun besar (seperti dalam kasus), perubahan kesadaran, dan tanda iritabilitas atau letargi. Pemantauan tanda-tanda syarat sepsis seperti takikardia, takipnea, dan perfusi perifer juga krusial. Kedua, Melakukan Tindakan untuk Mengontrol Suhu Tubuh (0203.2.4) seperti kompres hangat di aksila dan lipatan paha, memberikan terapi antipiretik sesuai resep, serta menjaga lingkungan yang nyaman. Ketiga, Memastikan Pemberian Terapi Antibiotik Intravena (IV) Sesuai Resep (0203.2.5) secara tepat waktu, dengan dosis dan interval yang akurat. Antibiotik adalah landasan terapi meningitis bakterial, dan keterlambatan atau miss-dosis dapat berakibat fatal. Perawat harus memantau patensi jalur IV dan respons terapi. Keempat, Melindungi dari Cedera Selama Kejang (0203.2.6) dengan memposisikan bayi miring untuk mencegah aspirasi, longgarkan pakaian, jangan menahan gerakan, dan amankan area sekitar tempat tidur. Kelima, Memantau Status Cairan dan Elektrolit (0203.2.7) karena adanya risiko ketidakseimbangan akibat demam tinggi, muntah, dan penurunan asupan minum. Pemberian cairan IV harus dihitung dengan cermat sesuai kebutuhan dan kondisi hemodinamik, sambil memantau tanda dehidrasi dan output urin. Keenam, Memberikan Dukungan Nutrisi (0203.2.8) sesuai toleransi, mungkin melalui NGT jika bayi tidak mau minum dan berisiko aspirasi. Nutrisi yang adekuat penting untuk proses penyembuhan. Ketujuh, Melakukan Isolasi (jika diperlukan) dan Menerapkan Kewaspadaan Universal (0203.2.9) seperti cuci tangan yang benar sebelum dan setelah kontak, untuk mencegah penyebaran infeksi. Kedelapan, Memberikan Pendidikan Kesehatan pada Orang Tua (0203.2.x) tentang kondisi anak, pentingnya terapi antibiotik lengkap, tanda-tanda bahaya yang harus diwaspadai (kejang, demam tinggi, lemas, muntah proyektil), dan pentingnya melengkapi imunisasi setelah kondisi stabil untuk mencegah infeksi berulang.
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Pola Napas pada Bayi dengan Meningitis dan Peningkatan Tekanan Intrakranial
Kode SDKI: 0406
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakefektifan Pola Napas adalah keadaan dimana individu rentan mengalami gangguan inspirasi dan/atau ekspirasi yang tidak memadai untuk mempertahankan pertukaran gas optimal.
Kode SLKI: 0406.2
Deskripsi : Tujuan keperawatan adalah pola napas tetap efektif. Indikator hasil yang diharapkan meliputi: (1) Frekuensi napas dalam batas normal sesuai usia, (2) Tidak ada tanda distress pernapasan (retraksi, napas cuping hidung, sianosis), (3) Gas darah arteri dalam batas normal atau sesuai target, (4) Suara napas bersih. Pada meningitis bakterial dengan ubun-ubun menonjol, terdapat risiko peningkatan tekanan intrakranial (TIK) yang dapat menekan pusat pernapasan di batang otak, menyebabkan pola napas tidak teratur (seperti Cheyne-Stokes atau apnea) hingga gagal napas.
Kode SIKI: 0406.2.1 - 0406.2.6 (Beberapa yang relevan)
Deskripsi : Intervensi keperawatan difokuskan pada pemantauan dan dukungan fungsi pernapasan. Pertama, Memantau Pola, Frekuensi, dan Kedalaman Pernapasan (0406.2.1) secara ketat dan terus menerus, mengidentifikasi setiap perubahan seperti pernapasan yang tidak teratur, periode apnea, atau pernapasan cepat dangkal. Kedua, Memantau Status Oksigenasi (0406.2.2) dengan menggunakan pulse oximetry secara kontinu untuk mendeteksi penurunan saturasi oksigen (SpO2) secara dini. Ketiga, Memposisikan untuk Memaksimalkan Ventilasi (0406.2.3) dengan kepala tempat tidur ditinggikan sekitar 15-30 derajat, posisi netral (tidak fleksi atau ekstensi berlebihan) untuk mempromosikan aliran udara dan membantu mengurangi tekanan intrakranial. Keempat, Melakukan Suction dengan Hati-hati (0406.2.4) jika terdapat sekret yang menghambat jalan napas, namun harus dilakukan secara steril dan cepat karena prosedur suction dapat meningkatkan TIK. Batasi durasi dan lakukan hiperoksigenasi sebelum dan sesudah jika memungkinkan. Kelima, Mempersiapkan dan Memelihara Alat Bantu Pernapasan (0406.2.5) seperti bag-valve-mask (Ambu bag) dan alat intubasi di dekat pasien, karena kondisi dapat memburuk dengan cepat menjadi gagal napas yang memerlukan bantuan ventilasi. Keenam, Mengelola Faktor yang Mempengaruhi Pernapasan (0406.2.6) seperti mengatasi nyeri (yang dapat menyebabkan pernapasan dangkal) dan memastikan kekuatan antibiotik bekerja untuk mengurangi inflamasi meningeal yang menjadi akar masalah peningkatan TIK.
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Serebral pada Bayi dengan Meningitis Bakterial
Kode SDKI: 0304
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Serebral adalah keadaan dimana individu rentan mengalami penurunan sirkulasi darah ke otak yang dapat mengancam jiwa.
Kode SLKI: 0304.2
Deskripsi : Tujuan keperawatan adalah perfusi jaringan serebral tetap adekuat. Indikator hasil yang diharapkan meliputi: (1) Tingkat kesadaran baik (responsif terhadap rangsang), (2) Tanda-tanda neurologis fokal tidak ada, (3) Tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial (seperti ubun-ubun menonjol, muntah proyektil) dapat teratasi, (4) Tanda-tanda vital stabil. Pada kasus ini, infeksi dan inflamasi pada meninges menyebabkan edema serebral dan peningkatan tekanan intrakranial, yang secara langsung mengancam perfusi darah ke otak. Jika tekanan intrakranial melebihi tekanan perfusi serebral, akan terjadi iskemia dan kerusakan otak permanen.
Kode SIKI: 0304.2.1 - 0304.2.6 (Beberapa yang relevan)
Deskripsi : Intervensi keperawatan bertujuan meminimalkan peningkatan TIK dan memaksimalkan aliran darah otak. Pertama, Memantau Status Neurologis (0304.2.1) secara komprehensif dan berkala menggunakan skala seperti Pediatric Glasgow Coma Scale (PGCS). Observasi tingkat kesadaran, reaksi pupil terhadap cahaya, tonus otot, dan aktivitas motorik. Penurunan kesadaran adalah tanda paling sensitif dari gangguan perfusi serebral. Kedua, Memantau Tanda-Tanda Peningkatan Tekanan Intrakranial (0304.2.2) seperti mengukur lingkar kepala, mengobservasi tonjolan dan ketegangan ubun-ubun besar (fontanel), adanya muntah proyektil, iritabilitas tinggi yang diikuti letargi, dan pola napas tidak teratur. Ketiga, Meminimalkan Stimulasi yang Dapat Meningkatkan TIK (0304.2.3) dengan menciptakan lingkungan tenang, mengurangi kebisingan
Article No. 24861 | 04 Apr 2026
Klinis : 1. Di rumah 2 orang (bapak dan pak pur) 2. Istri meninggal sakit paru-paru, sesak. 7 tahun yang lalu, tahun 2019, meninggal di rumah sakit. Yang membawa ke rumah sakit anaknya yang dibangil di suruh pulang lalu diantar ke rumah sakit 3. Keseharian : mencari rumput untuk makan kambing 4. 3 bersaudara nomer 2 (no 1 dan 2 sudah menikah semua) 1 : kulon kreke, 2 bangil jual bakso 5. Pasien masak nasi, sayur beli di mlijo depan kadang dikasih anaknya yang rumahnya kulon krekel 6. Beras dapet dari panen di sawah sendiri, di selepkan sendiri manggil katanya dulu 4000 7. Penghasilan keluarga dikirim dari anak anaknya bapaknya pasaien 8. Punya kambing 5 9. Masak pake gas, air putih rebus sendiri. Di rumah punya sumur bor, ada tandon yang diarahkan ke rumah rumah 10. pasien mengatakn tidak pernah kerja hanya nunggu kiriman anaknya 11. pasien punya cucu 3 laki laki semua, dan anak 3 laki laki semua 12. pasien 7 bersaudara no 3 meninggal yang no 1, yang perempuan Cuma 1. Istri 6 bersaudara no 2 yang meninggal 2 orang. 13. Istrinya kelahiran tahun 56, meninggal sekitar usia 60 an 14. Setelah istri meninggal di rumah hanya 2 orang sama anak. Awalnya merasa bingung, pasien juga merasa bingung bagaimana ngurusin anaknya yang skizo. Kadang juga pasien merasa capek merawat anaknya. Dulu awalnya pasien suka ngelamun setelah ditinggal, sekarang sudah tidak. 15. Pasien masih sering berhubungan dengan saudara-saudara dan anak-anaknya 16. Pasien mengatakan dalam keluarga tidak ada yang sakit skizo 17. Pasien merasa sama gusti allah di ganjar ujian dengan sakitnya anaknya 18. Pasien mengatakan anaknya sakit gila 19. Tensi : 159/101 20. Pasien mengatakan punya asam urat 21. Pasien mengatakan sering ke posyandu untuk periksa 22. Pasien mengatakan lututnya sakit, kalau dibuat jalan sakit 23. Pasien mengatakan kalau malam sering kebangun untuk ke kamar mandi dan pipis 3-4 kali, pasien mengatakan mungkin karena minumnya juga banyak. Pasien mengatakan pipisnya warnya bening, dan tidak merasa ngantukan 24. Pasien mengatakan sering mengkonsumsi mie instant 25. Pasien mengatakan ibunya punya darah tinggi 26. Pasien mengatakan harapan untuk anaknya adalah semoga bisa pulih kembali seperti dahulu 27. Pasien mengatakan tidak minum kopi karena punya lambung, pasien juga tidak merokok. Katanya dulu merokok tapi sudah berhenti dahulu. Sebelum istri meninggal sudah tidak merokok
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Tekanan Darah
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Risiko peningkatan, penurunan, atau fluktuasi tekanan darah dari rentang normal yang dapat mengancam kesehatan.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Tekanan darah dalam rentang yang diharapkan.
Kode SIKI: 3540
Deskripsi : Pemantauan Tekanan Darah. Tindakan keperawatan untuk mengukur dan mengevaluasi tekanan darah arteri sistolik dan diastolik, serta mengenali variasi dan tren. Intervensi ini meliputi: memastikan kondisi pasien tenang dan nyaman sebelum pengukuran; memilih manset dan alat ukur yang tepat (dikalibrasi); menentukan lokasi pengukuran yang tepat (biasanya lengan atas); mencatat hasil pengukuran dengan akurat (sistolik, diastolik, denyut nadi); membandingkan hasil dengan nilai normal dan hasil sebelumnya; mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi seperti aktivitas, emosi, nyeri, atau konsumsi obat; mendokumentasikan temuan secara lengkap; serta melaporkan hasil yang abnormal (seperti tekanan darah 159/101 yang termasuk hipertensi derajat 2) kepada tim kesehatan. Pemantauan berkala penting untuk menilai efektivitas terapi dan mencegah komplikasi.
Kondisi: Kelelahan Peran Pengasuh
Kode SDKI: 0024
Deskripsi Singkat: Kesulitan dalam melaksanakan peran sebagai keluarga atau pengasuh yang memberikan dukungan, bantuan, dan dorongan kepada anggota keluarga atau orang terdekat yang membutuhkan.
Kode SLKI: 1611
Deskripsi : Peran pengasuhan yang efektif.
Kode SIKI: 6540
Deskripsi : Dukungan Peran Pengasuh. Tindakan keperawatan untuk memberikan bantuan, informasi, dan dukungan emosional kepada individu yang memberikan perawatan kepada orang lain. Intervensi ini meliputi: mengkaji tingkat stres, kelelahan, dan beban yang dirasakan pengasuh (pasien mengaku capek merawat anaknya); mendengarkan keluhan dan perasaan pengasuh dengan empati; memberikan informasi tentang kondisi orang yang dirawat (penyakit skizofrenia) dan perawatan yang dibutuhkan; mengajarkan keterampilan perawatan dasar dan manajemen perilaku; membantu pengasuh mengidentifikasi dan memanfaatkan sumber dukungan sosial dari keluarga (anak-anak dan saudara) dan komunitas; mendorong pengasuh untuk menjaga kesehatannya sendiri dan menyediakan waktu untuk istirahat; serta merujuk ke kelompok dukungan atau layanan sosial jika diperlukan. Tujuannya adalah meningkatkan kapasitas pengasuhan dan mencegah burnout.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang terjadi atau berlangsung kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: 1101
Deskripsi : Kontrol nyeri.
Kode SIKI: 6540
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Tindakan keperawatan untuk meringankan atau mengurangi sensasi nyeri hingga tingkat kenyamanan yang dapat diterima pasien. Intervensi ini meliputi: melakukan pengkajian nyeri yang komprehensif (lokasi: lutut, karakteristik, intensitas, faktor pencetus dan pereda); memantau tanda-tanda vital dan respons nonverbal terhadap nyeri; memberikan terapi farmakologis sesuai instruksi (misal, obat asam urat atau analgesik) dan memantau efek samping; menerapkan terapi non-farmakologis seperti kompres hangat atau dingin pada lutut, teknik distraksi, atau relaksasi; mengajarkan pasien untuk menghindari aktivitas yang memberatkan sendi lutut; memberikan edukasi tentang hubungan antara asam urat, diet (hindari mie instan berlebihan), dan nyeri sendi; serta mengevaluasi efektivitas intervensi yang diberikan. Tujuannya meningkatkan kualitas hidup dan fungsi fisik pasien.
Kondisi: Pola Eliminasi Urine Tidak Efektif
Kode SDKI: 0012
Deskripsi Singkat: Gangguan dalam pengeluaran urine yang ditandai dengan frekuensi, urgensi, disuria, retensi, atau inkontinensia.
Kode SLKI: 0502
Deskripsi : Eliminasi urine yang adekuat.
Kode SIKI: 0580
Deskripsi : Manajemen Inkontinensia. Tindakan keperawatan untuk membantu pasien dalam mengendalikan atau menangani keluarnya urine yang tidak disengaja. Meski pasien tidak inkontinensia, intervensi ini dapat dimodifikasi untuk mengatasi pola nokturia (pipis 3-4 kali malam). Intervensi meliputi: mengkaji pola berkemih (frekuensi, volume, waktu, warna urine bening); mengidentifikasi faktor penyebab seperti asupan cairan berlebih sebelum tidur, hipertensi yang tidak terkontrol, atau masalah prostat (mengingat pasien laki-laki lanjut usia); memberikan edukasi untuk membatasi asupan cairan di malam hari, terutama yang mengandung kafein atau alkohol; menganjurkan untuk mengosongkan kandung kemih sepenuhnya sebelum tidur; memantau asupan dan haluaran cairan; serta mendorong konsultasi lebih lanjut untuk menyingkirkan penyebab medis seperti diabetes, infeksi saluran kemih, atau pembesaran prostat. Tujuannya meningkatkan kualitas tidur dan kenyamanan pasien.
Kondisi: Risiko Gangguan Nutrisi: Lebih dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: 0003
Deskripsi Singkat: Risiko asupan nutrisi yang melebihi kebutuhan metabolik.
Kode SLKI: 0601
Deskripsi : Status nutrisi adekuat.
Kode SIKI: 5240
Deskripsi : Manajemen Berat Badan. Tindakan keperawatan untuk memfasilitasi pemeliharaan atau pencapaian berat badan optimal yang sejalan dengan nilai dan konteks kesehatan pasien. Intervensi ini meliputi: mengkaji pola makan (sering konsumsi mie instan, sayur kadang-kadang), kebiasaan makan, dan aktivitas fisik (hanya mencari rumput, tidak pernah kerja); memantau berat badan dan indeks massa tubuh secara berkala; memberikan edukasi gizi seimbang tentang bahaya konsumsi mie instan berlebihan (tinggi natrium, lemak, rendah serat) terhadap tekanan darah dan asam urat; mengajarkan pemilihan makanan yang lebih sehat dengan memanfaatkan sumber daya yang ada (sayur dari anak, beras sendiri); mendorong peningkatan aktivitas fisik ringan yang aman untuk kondisi lututnya; serta menekankan pentingnya diet rendah garam dan rendah purin untuk mengelola hipertensi dan asam urat. Tujuannya mencegah komplikasi seperti penyakit kardiovaskular yang lebih berat.
Article No. 24862 | 04 Apr 2026
Klinis : Ny. SM, 27 tahun, G4P3A0 usia kehamilan 28 minggu, datang dengan keluhan pusing berat sejak 2 minggu disertai lemah, tidak bertenaga, dan nafsu makan menurun. Keluhan sudah dirasakan sejak awal kehamilan namun semakin memburuk, tanpa disertai mual, muntah, nyeri perut, maupun perdarahan. Riwayat kesehatan menunjukkan anemia pada kehamilan sebelumnya hingga pernah mendapat transfusi darah, dengan Hb trimester awal 9 g/dL. Pasien tidak patuh mengonsumsi tablet Fe karena mengalami konstipasi, meskipun rutin mengonsumsi vitamin kehamilan. Pada trimester I pasien sulit makan akibat mual muntah, namun saat ini pola makan sudah cukup baik meski konsumsi zat besi belum optimal. Riwayat reproduksi: menarche usia 12 tahun, siklus haid 28–30 hari, lama 5–7 hari, HPHT 28 April 2022 dan HPL 4 Februari 2023. Riwayat persalinan sebelumnya semua normal dengan tiga anak, dan tidak pernah menggunakan kontrasepsi. Pemeriksaan fisik menunjukkan keadaan umum compos mentis, tampak lemah dan pucat, dengan tanda vital TD 100/70 mmHg, nadi 98x/menit, RR 20x/menit, suhu 36,8°C. Pemeriksaan sistematis didapatkan wajah pucat, konjungtiva anemis, mukosa bibir pucat, leher dalam batas normal, serta jantung dan paru normal. Ekstremitas tidak edema namun kulit tampak pucat. Pemeriksaan obstetri menunjukkan TFU 26,7 cm, posisi janin memanjang dengan punggung kanan, presentasi kepala, dan DJJ 145x/menit. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb 7 g/dL, leukosit 8.900/mm³, trombosit 259.000/mm³, dan hematokrit 21,2%. Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan penunjang, pasien didiagnosis G4P3A0 usia kehamilan 28 minggu dengan anemia sedang. Penatalaksanaan meliputi terapi medis berupa tablet Fe (maltofer) 2x sehari dan parasetamol bila perlu, serta terapi non-medis berupa edukasi diet tinggi zat besi (daging merah, hati, sayuran hijau), konsumsi vitamin C untuk meningkatkan absorpsi, menghindari penghambat penyerapan zat besi (teh, susu, roti), meningkatkan asupan serat dan cairan untuk mencegah konstipasi, serta dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lanjutan oleh dokter spesialis kandungan.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Perfusi Jaringan Tidak Efektif dan Intoleransi Aktivitas terkait Anemia pada Kehamilan
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan suplai oksigen dan nutrisi ke sel akibat penurunan kapasitas pengangkutan oksigen darah (Hb rendah), yang dapat mengganggu fungsi fisiologis ibu dan pertumbuhan janin.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Perfusi jaringan adekuat ditandai dengan: tekanan darah dalam rentang normal untuk individu, nadi perifer teraba dan kuat/kuat, warna kulit dan membran mukosa normal (tidak pucat atau sianosis), tingkat kesadaran normal (compos mentis), ekstremitas hangat, haluaran urin adekuat (≥30 mL/jam), tidak ada nyeri dada atau dispnea, serta nilai laboratorium (seperti Hb dan Ht) dalam rentang normal. Pada konteks kehamilan, perfusi yang adekut juga ditunjukkan dengan pertumbuhan janin sesuai usia kehamilan (TFU sesuai) dan denyut jantung janin dalam rentang normal (120-160 kali/menit).
Kode SIKI: 2010
Deskripsi : Manajemen Anemia meliputi: memantau tanda dan gejala anemia (seperti kelemahan, pusing, pucat, takikardia, sesak napas), memantau tanda-tanda vital dan status hemodinamik secara teratur, memantau hasil pemeriksaan laboratorium (Hb, Ht, hitung darah lengkap), memberikan terapi suplementasi zat besi sesuai resep (seperti tablet Fe) dan memantau kepatuhan serta efek samping (misalnya konstipasi, mual), memberikan edukasi tentang pentingnya terapi suplementasi dan strategi untuk meningkatkan kepatuhan (misalnya, konsumsi dengan vitamin C, menghindari penghambat penyerapan), memberikan edukasi tentang pola diet tinggi zat besi dan sumber makanan yang kaya zat besi (seperti daging merah tanpa lemak, hati, sayuran hijau tua, kacang-kacangan), memberikan edukasi tentang manajemen efek samping suplementasi zat besi (seperti meningkatkan asupan serat dan cairan untuk mencegah konstipasi), mengatur keseimbangan aktivitas dan istirahat untuk mencegah kelelahan, memberikan oksigen tambahan jika diperlukan, melakukan kolaborasi untuk transfusi darah jika indikasi (seperti Hb sangat rendah atau gejala berat), serta merujuk ke tenaga kesehatan lain (dokter spesialis) untuk penanganan lebih lanjut sesuai kebutuhan.
Article No. 24863 | 04 Apr 2026
Klinis : Mrs. SM, 27 years old, is a pregnant woman who checked her health at the Lina Asep Clinic on November 12th, 2022. The patient came with complaints of severe dizziness for the last 2 weeks. In addition, patients also complain of weakness, weakness, no energy,and no appetite. Actually, all of these complaints have been felt since the beginning of pregnancy, but they were intermittent and then reappeared and got worse in the last 2 weeks. Denied complaints of nausea, vomiting, abdominal pain, and bleeding spots. The patient said that she was currently pregnant with her 4th child,aged 27-28 weeks, with active fetal movements. The patient's previous medical history had anemia,and blood transfusions were carried out at the hospital during a previous pregnancy. Examination of pregnancy at 12 weeks of gestation had an examination of hemoglobin (Hb) levels obtained at 9 mg/dl. Medical history of a new patient taking paracetamol for complaints of unbearable dizziness. The patient had been taking vitamins regularly since the beginning of her pregnancy but did not want to take iron tablets because she complained of constipation every time she took the drug. History of eating during the first trimester:Thepatient had difficulty eating due to severe nausea and vomiting, but starting from the second trimester until now, she has been able to eat normally. Every day,the patient feels that he has consumed food as he should, namely, the contents of his plate already consist of carbohydrates, protein, fat,and fiber. Consumption of red meat has also been carried out, although not routinely, but patients regularly consume vitamins and milk for pregnancy.History of first menstruation or menarche at the age of 12 years, menstrual cycles 28-30 days, menstrual duration 5-7 days, number of pads changed 3-5 times a day. The firstday of last menstruation (HPHT) is April28th,2022,and the estimated day of birth (HPL) is February 4th,2023. History of marriage:1 time in 7 years. History of childbirth:Thepatient gave birth to all her children through normal delivery. Thefirst child is a girl who is currently 6 years old with a birth weight (BW) of 3100 gr, the second child is a 3-year-old boy with a BWof 3200 gr, and the third child is a girl aged 20 months with a BW2500 gr. The patient had never used contraception before. The patient works as a housewife,and the husband works as a factory worker.From the physical examination obtained compos mentis awareness, the general condition of the patient looked mildly ill, blood pressure 100/70 mmHg, pulse 98x/minute, respiration 20x/minute, temperature 36.8°C, weight (BB) 58kg with a pre-pregnancy weight of 50kg, and height (TB) 156cm and mid-upper arm circumference (MUAC) 24 cm. The nutritional status of the patient before pregnancy has a body mass index (BMI) of 20.5 kg/m2, which is included in the normal BMI. The increase in weight up to the third trimester is still included in the normal weight gain according to the recommendations of the Institute of Medicine (IOM) 2009. Examination of the general status of the face looked pale, the eyes found anemic conjunctiva, and the sclera was not blue and not icteric. Ears,nose,throat within normal limits, mouth mucosa lips pale, thorax,heart,and lungs within normal limits. Examination of the extremities showed no edema but the skin was pale. Examination of the obstetrical status showed that the fundal height of the uterus (TFU) was 26.7 cm, the longitudinal position of the back was on the right, the head presentationand the fetal heart rate (FHR) was 145x/minute. A simple blood laboratory examination showed Hb 7 mg/dl, leukocytes 8900 mg/dl, platelets 259,000 mg/dl, and hematocrit 21.2%. Based on anamnesis physical examination and simple laboratory tests performed, the patient was diagnosed with G4P3A0,28 weeks pregnant,with moderate anemia. The management given to patients is in the form of medical and non-medical therapy. For medical therapy,the patient is given oral iron therapy with maltofer tablets 2x a day and 500 mg paracetamol tablets taken if necessary. Forpregnancy,vitamins that are routinely consumed,such as folamil genio and Cal95,can be continued. Non-medical in the form of education for diet modification by consuming foods high in iron content such as red meat, beef liver, chicken liver, fish and seafood, and green vegetables such as spinach, tofu,and beans with a varied menu so that patients don't get bored. Patients are advised to eat iron-containing foods with foods high in vitamin C together (such as tomatoes and oranges)to maximize iron absorption by the body. However, they are asked to avoid foods that can inhibit iron absorption, such as bread, tea, and milk. In addition, patients are expected to increase consumption of high-fiber foods and increase consumption of water to prevent constipation. The next step is that the patient is given a referral to the local hospital for further treatment and treatment with an obstetrician. ringkaskan kasusnya dan ubah ke bahasa indonesia. ringkaskan tetapi tetap masukkan data lab,riwayat kesehatan jika ada, riwayat reproduksi, pengkajian fisiknya pemeriksaan sistematis (kepala, wajah, leher, tengkuk, dada, payudara, punggung, ekstremitas, abdomen termasuk TFU dan Leopoid, genital jika ada) pemeriksaan patologi klinis, radiologi, dan terapinya
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Perfusi Jaringan Serebral Tidak Efektif dan Risiko Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh pada Ibu Hamil dengan Anemia Sedang
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Risiko Perfusi Jaringan Serebral Tidak Efektif adalah keadaan dimana seseorang berisiko mengalami penurunan sirkulasi darah ke otak yang dapat mengakibatkan gangguan nutrisi dan oksigenasi jaringan otak. Pada kasus Mrs. SM, risiko ini ditandai dengan keluhan utama pusing berat yang memberat dalam 2 minggu terakhir, riwayat anemia sebelumnya dengan transfusi darah, dan hasil pemeriksaan laboratorium Hb 7 mg/dl yang menunjukkan anemia sedang. Penurunan kapasitas pengangkutan oksigen akibat defisiensi besi (Hb rendah) berisiko menyebabkan hipoksia jaringan serebral, dimanifestasikan secara subjektif sebagai pusing, lemas, dan tidak bertenaga. Faktor risiko spesifik pada pasien ini adalah kehamilan (meningkatkan volume plasma dan kebutuhan zat besi), riwayat kepatuhan rendah terhadap terapi besi oral karena efek samping konstipasi, serta pola makan yang meskipun dianggap lengkap oleh pasien, mungkin tidak cukup dalam kandungan dan penyerapan zat besi.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : SLKI 0801 berfokus pada Pemantauan Perfusi Jaringan. Pada kasus ini, intervensi keperawatan meliputi: 1) Memantau tanda-tanda vital (TD 100/70 mmHg, nadi 98x/menit, pernapasan 20x/menit) dan status neurologis (kesadaran compos mentis, keluhan pusing) secara berkala untuk mendeteksi tanda awal penurunan perfusi serebral seperti takikardia, hipotensi, atau perubahan kesadaran. 2) Memantau hasil pemeriksaan laboratorium (Hb, leukosit, trombosit, hematokrit) sebagai indikator objektif kapasitas angkut oksigen darah. 3) Mengkaji faktor-faktor yang memperberat keluhan pusing (misalnya, perubahan posisi) dan mengajarkan manuver untuk mencegah cedera akibat pusing. 4) Memastikan terapi medikasi (tablet Maltofer, parasetamol sesuai kebutuhan) diberikan dan dikonsumsi dengan tepat untuk mengatasi penyebab dasar anemia dan gejala pusing. 5) Kolaborasi dalam pemberian terapi oksigen jika diperlukan dan mempersiapkan rujukan ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut oleh dokter spesialis obstetri.
Kode SIKI: 3501
Deskripsi : SIKI 3501 adalah Intervensi Manajemen Nutrisi. Intervensi ini sangat relevan karena anemia pada Mrs. SM berkaitan erat dengan asupan dan penyerapan zat besi. Implementasinya meliputi: 1) Melakukan pengkajian nutrisi komprehensif, termasuk riwayat asupan (pasien mengaku piring makan lengkap karbohidrat, protein, lemak, serat; konsumsi daging merah tidak rutin; konsumsi vitamin dan susu kehamilan rutin), riwayat efek samping suplemen besi (konstipasi), dan pemeriksaan antropometri (BB 58 kg, TB 156 cm, LILA 24 cm, kenaikan BB dalam batas normal). 2) Memberikan pendidikan kesehatan (edukasi) secara spesifik tentang modifikasi diet: a) Menganjurkan konsumsi makanan sumber besi heme (daging merah, hati sapi/ayam, ikan/seafood) dan non-heme (bayam, tahu, kacang-kacangan) dengan menu bervariasi. b) Mengajarkan strategi untuk meningkatkan penyerapan zat besi, yaitu mengonsumsi sumber vitamin C (tomat, jeruk) bersamaan dengan makanan kaya zat besi. c) Memberikan informasi tentang penghambat penyerapan zat besi (teh, susu, roti) dan anjuran untuk menghindari konsumsinya bersamaan dengan makanan utama/suplemen besi. d) Mengatasi masalah konstipasi dengan anjuran meningkatkan asupan serat dan air putih, serta mendiskusikan pilihan preparat besi yang mungkin memiliki efek samping konstipasi lebih rendah. 3) Memantau kepatuhan terhadap terapi suplementasi besi oral (Maltofer 2x sehari) dan memberikan dukungan untuk mengatasi kendala kepatuhan. 4) Kolaborasi dengan ahli gizi jika diperlukan untuk penyusunan menu terperinci. Tujuan intervensi ini adalah meningkatkan asupan dan absorpsi zat besi untuk menaikkan kadar hemoglobin, yang pada akhirnya akan memperbaiki perfusi jaringan, termasuk otak.
Ringkasan Kasus (dalam Bahasa Indonesia):
Identitas: Ny. SM, 27 tahun, ibu rumah tangga, suami pekerja pabrik.
Keluhan Utama: Pusing berat sejak 2 minggu, disertai lemas, tidak bertenaga, tidak nafsu makan. Keluhan hilang-timbul sejak awal kehamilan, memberat 2 minggu terakhir. Menyangkal mual, muntah, nyeri perut, bercak perdarahan.
Riwayat Kesehatan & Reproduksi:
- Obstetri: G4P3A0, hamil 27-28 minggu (HPHT 28 April 2022, HPL 4 Februari 2023). Persalinan sebelumnya normal. Anak 1 (P, 6th, BB Lahir 3100 gr), Anak 2 (L, 3th, BB Lahir 3200 gr), Anak 3 (P, 20 bln, BB Lahir 2500 gr). Belum pernah KB.
- Menstruasi: Menarche 12 tahun, siklus 28-30 hari, lama 5-7 hari, ganti pembalut 3-5x/hari.
- Riwayat Medis: Anemia pada kehamilan sebelumnya, pernah transfusi darah. Hb 9 mg/dl saat pemeriksaan kehamilan 12 minggu.
- Pengobatan: Rutin vitamin kehamilan (Folamil Genio, Cal95). Menolak tablet besi karena konstipasi. Parasetamol sesekali untuk pusing.
- Nutrisi: Trimester I sulit makan karena mual muntah. Trimester II-III mampu makan normal, mengklaim piring makan lengkap (karbo, protein, lemak, serat). Konsumsi daging merah tidak rutin. Rutin susu kehamilan.
Pemeriksaan Fisik Sistematis:
- Keadaan Umum: Tampak sakit ringan, compos mentis.
- Tanda Vital: TD 100/70 mmHg, Nadi 98x/menit, RR 20x/menit, Suhu 36.8°C.
- Antropometri: BB 58 kg (BB pra-hamil 50 kg), TB 156 cm, LILA 24 cm. IMT pra-hamil 20.5 (normal). Kenaikan BB sesuai rekomendasi IOM 2009.
- Kepala & Wajah: Tampak pucat.
- Mata: Konjungtiva anemis, sklera tidak ikterik.
- Telinga, Hidung, Tenggorokan: Dalam batas normal.
- Mulut: Mukosa bibir pucat.
- Leher & Tengkuk: Tidak ada pembesaran KGB atau kelainan.
- Dada & Payudara: Dalam batas normal.
- Jantung & Paru: Dalam batas normal.
- Punggung & Ekstremitas: Tidak edema, kulit pucat.
- Abdomen & Status Obstetri: TFU 26.7 cm, presentasi kepala, punggung kanan, DJJ 145x/menit. Leopold sesuai (tidak dijelaskan detail).
- Genital: Tidak dilakukan/tidak dilaporkan dalam data.
Pemeriksaan Patologi Klinis: Hb 7 mg/dl (Anemia Sedang), Leukosit 8900 mg/dl, Trombosit 259.000 mg/dl, Hematokrit 21.2%.
Pemeriksaan Radiologi: Tidak dilakukan.
Diagnosis Medis: G4P3A0, Hamil 28 minggu, Anemia Sedang.
Terapi:
- Medis: Tablet Maltofer (besi) 2x sehari, Parasetamol 500 mg jika perlu, lanjutkan vitamin kehamilan.
- Non-Medis/Edukasi: Modifikasi diet: konsumsi makanan tinggi zat besi (daging merah, hati, ikan, sayuran hijau), konsumsi bersama vitamin C (tomat, jeruk), hindari penghambat penyerapan besi (teh, susu, roti), tingkatkan serat dan air untuk cegah konstipasi.
- Rujukan: Dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut oleh dokter spesialis Obstetri.
Article No. 24864 | 04 Apr 2026
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas, hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi Tuberkulosis Paru
Kode SDKI: D.0017
Deskripsi Singkat: Risiko peningkatan kerentanan terhadap invasi patogen tuberkulosis (Mycobacterium tuberculosis), yang dapat mengancam kesehatan.
Kode SLKI: L.03104
Deskripsi : SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia) dengan kode L.03104 bertujuan untuk mencapai "Kontrol Infeksi". Luaran yang diharapkan adalah pasien mampu mencegah dan mengendalikan penyebaran infeksi. Pada konteks tuberkulosis paru, luaran ini dimanifestasikan melalui beberapa kriteria hasil yang esensial. Pertama, pasien menunjukkan pemahaman tentang sifat penyakit tuberkulosis yang menular melalui droplet udara saat batuk atau bersin. Kedua, pasien dan keluarganya kooperatif dalam menerapkan etika batuk yang benar, yaitu menutup mulut dan hidung dengan tisu atau lengan baju, serta membuang tisu bekas ke tempat sampah tertutup. Ketiga, pasien patuh menjalani pengobatan OAT (Obat Anti Tuberkulosis) secara lengkap dan tepat waktu sesuai jadwal yang ditetapkan, memahami konsekuensi serius dari putus obat seperti kekebalan kuman (MDR-TB). Keempat, pasien dan keluarga mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di rumah, seperti memastikan ventilasi udara yang baik dan pencahayaan matahari yang cukup untuk mengurangi konsentrasi kuman. Kelima, pasien dapat mengidentifikasi tanda-tanda infeksi berlanjut atau komplikasi yang memerlukan tindak lanjut medis, seperti demam yang tidak turun, batuk darah, sesak napas memberat, atau penurunan kesadaran. Pencapaian luaran ini sangat krusial untuk memutus rantai penularan, menyembuhkan pasien, dan mencegah kekambuhan.
Kode SIKI: I.05248
Deskripsi : SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) dengan kode I.05248 adalah "Manajemen Infeksi". Intervensi ini merupakan serangkaian tindakan keperawatan yang komprehensif untuk mencegah, mengendalikan, dan memantau infeksi. Pada pasien dengan dugaan tuberkulosis paru, intervensi dimulai dengan pengendalian sumber infeksi, yaitu dengan mengisolasi pasien di ruangan ber ventilasi baik atau menggunakan masker bedah khusus (masker N95 bagi petugas) dan mengajarkan etika batuk. Intervensi kunci berikutnya adalah memastikan kepatuhan terapi dengan memberikan edukasi yang mendalam tentang regimen pengobatan OAT: nama obat, dosis, waktu pemberian, durasi minimal 6 bulan, dan efek samping yang mungkin timbul (seperti gangguan penglihatan, warna urin kemerahan, mual, atau nyeri sendi) serta cara mengatasinya. Perawat berkolaborasi dengan tim kesehatan untuk memfasilitasi pengumpulan spesimen dahak untuk pemeriksaan BTA guna konfirmasi diagnosis dan evaluasi pengobatan. Intervensi juga mencakup dukungan nutrisi dengan merencanakan diet tinggi kalori dan protein untuk melawan infeksi dan memperbaiki status gizi yang sering terganggu. Perawat memantau tanda-tanda klinis dan vital secara berkala, seperti suhu, pola pernapasan, karakter batuk, dan adanya dahak darah. Selain itu, perawat melakukan tracing kontak erat pasien (keluarga serumah) untuk skrining tuberkulosis. Dukungan psikososial juga diberikan untuk mengatasi stigma, kecemasan, dan meningkatkan motivasi pasien dalam menjalani pengobatan jangka panjang. Semua intervensi ini terdokumentasi dan dievaluasi perkembangannya secara berkelanjutan untuk memastikan efektivitas penatalaksanaan dan pencegahan penularan.
Article No. 24865 | 04 Apr 2026
Klinis : kasus untuk 3S Salin roda ini ini kasusnya Seorang bayi (2 bulan) dibawa dengan keluhan batuk berdahak. Terdapat banyak sekret di jalan napas, frekuensi napas 50x/menit, dan terdengar suara gurgling
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 00031
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Bersihan jalan napas. Tujuan keperawatan adalah agar jalan napas pasien tetap paten dengan suara napas bersih, tidak ada suara tambahan (seperti gurgling, ronchi, wheezing), dan pasien mampu mengeluarkan sekret secara efektif. Pada bayi 2 bulan, kriteria keberhasilan meliputi frekuensi napas dalam rentang normal untuk usianya (30-40x/menit), tidak terdengar suara gurgling atau ronchi saat auskultasi, sekret dapat dikeluarkan dengan bantuan penghisapan lendir (suction) jika diperlukan, serta tidak menunjukkan tanda-tanda distress pernapasan seperti retraksi dinding dada, nasal flaring, atau sianosis. Pencapaian SLKI ini ditandai dengan penurunan frekuensi napas dari 50x/menit mendekati normal, berkurang atau hilangnya suara gurgling, dan jalan napas yang lebih bersih dari sekret.
Kode SIKI: 3210
Deskripsi : Manajemen jalan napas. Intervensi keperawatan ini mencakup serangkaian tindakan untuk memastikan patensi jalan napas dan pertukaran gas yang optimal. Pada kasus bayi 2 bulan dengan batuk berdahak, sekret banyak, dan suara gurgling, tindakan spesifik yang dilakukan meliputi: (1) Memposisikan bayi dengan kepala sedikit ekstensi (sniffing position) atau miring untuk memudahkan drainase sekret, menghindari posisi tengkurap jika tidak diawasi ketat. (2) Melakukan fisioterapi dada seperti perkusi dan vibrasi dengan teknik yang tepat dan lembut untuk membantu mengeluarkan dahak. (3) Melakukan penghisapan lendir (suction) pada jalan napas atas (hidung dan mulut) dan jika terindikasi serta terampil, pada jalan napas bawah (tracheal suction) dengan teknik steril, untuk membersihkan sekret yang tidak bisa dikeluarkan bayi. (4) Memonitor frekuensi, irama, dan usaha napas serta adanya suara napas tambahan setiap 1-2 jam atau sesuai kebutuhan. (5) Memberikan oksigen humidifikasi jika diperlukan untuk mengencerkan sekret dan mempertahankan saturasi oksigen. (6) Mempertahankan hidrasi adekuat dengan pemberian ASI atau cairan yang cukup untuk mengencerkan sekret. (7) Mengajarkan dan mendemonstrasikan kepada orang tua cara melakukan penghisapan lendir ringan di rumah dan mengenali tanda-tanda distress pernapasan yang memerlukan penanganan segera. (8) Kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian obat pengencer dahak atau bronkodilator jika diresepkan. Seluruh tindakan dilakukan dengan prinsip atraumatik, menjaga kenyamanan bayi, dan meminimalkan risiko infeksi.
Article No. 24866 | 04 Apr 2026
Klinis : Keluhan hari ini nyeri dada sudah berkurang, sesak napas dan berdebar disangkal ku lemah,kes.cm sesak nafas ,skala nyeri 4 TD: 152/91 mmHg N: 90 x/menit RR : 20 x/menit S:37,1 SPO2: 99
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat, diperkirakan berakhir dalam waktu kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Kontrol Nyeri: Tindakan untuk mengontrol nyeri. Intervensi keperawatan ini mencakup serangkaian tindakan komprehensif yang bertujuan untuk mengurangi atau menghilangkan pengalaman nyeri akut pada pasien. Fokusnya adalah pada penilaian nyeri yang komprehensif dan berkelanjutan, termasuk lokasi, karakteristik, onset, durasi, frekuensi, dan faktor pencetus serta peredanya. Perawat mengobservasi tanda-tanda verbal dan non-verbal ketidaknyamanan. Manajemen farmakologis dilakukan dengan pemberian analgesik sesuai resep, memantau efektivitas dan efek sampingnya, serta menerapkan prinsip pemberian obat tepat waktu, tepat dosis, dan tepat cara. Secara non-farmakologis, perawat dapat menerapkan teknik distraksi, relaksasi (seperti napas dalam dan guided imagery), terapi dingin atau panas, serta reposisi untuk meningkatkan kenyamanan. Edukasi kepada pasien dan keluarga tentang sifat nyeri, rencana penatalaksanaan, dan penggunaan skala nyeri juga merupakan bagian integral. Tujuan akhir adalah mempertahankan tingkat nyeri pada skala yang dapat ditoleransi pasien, meningkatkan kemampuan fungsional, dan mencegah komplikasi terkait nyeri yang tidak terkontrol seperti peningkatan stres, takikardia, dan hipertensi.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : Kontrol Nyeri: Tindakan untuk mengontrol nyeri. Kriteria hasil yang diharapkan mencakup penurunan skala nyeri yang dilaporkan pasien menjadi pada tingkat yang dapat ditoleransi (biasanya skala 0-3 pada skala 0-10). Pasien mampu mendemonstrasikan teknik non-farmakologis yang diajarkan untuk mengatasi nyeri, seperti teknik relaksasi napas. Pasien melaporkan peningkatan kenyamanan dan kemampuan untuk beristirahat atau beraktivitas sesuai tingkat kemampuan. Tanda-tanda vital (seperti tekanan darah dan denyut nadi) menunjukkan tren menuju rentang normal pasien, yang dapat mengindikasikan berkurangnya respons stres terhadap nyeri. Pasien dan keluarga memahami rencana penatalaksanaan nyeri dan dapat berpartisipasi aktif dalam pelaporannya. Selain itu, tidak terdapat tanda-tanda distress yang berat atau komplikasi yang timbul akibat nyeri yang tidak tertangani.
Kondisi: Risiko Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0020
Deskripsi Singkat: Risiko volume darah yang dipompa oleh ventrikel tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : Pemantauan Kardiovaskuler: Tindakan untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang kondisi kardiovaskuler pasien. Intervensi ini berfokus pada pengawasan ketat terhadap status hemodinamik pasien untuk mendeteksi dini tanda-tanda penurunan fungsi pompa jantung. Perawat secara teratur memantau dan mendokumentasikan tanda-tanda vital, khususnya tekanan darah (seperti hipertensi 152/91 mmHg yang dapat meningkatkan afterload), denyut nadi (90x/menit), dan saturasi oksigen (SpO2 99%). Perawat mengobservasi adanya gejala seperti dispnea, ortopnea, kelemahan, kelelahan, perubahan status mental, dan edema perifer. Pemeriksaan fisik jantung dan paru, seperti auskultasi bunyi jantung (gallop, murmur) dan suara napas (ronkhi, krekels), dilakukan secara berkala. Pemantauan balance cairan (intake dan output) serta berat badan harian juga penting untuk mendeteksi retensi cairan. Perawat memastikan kepatuhan terhadap terapi farmakologis seperti antihipertensi, dan mengedukasi pasien tentang pembatasan aktivitas, diet rendah garam, serta tanda-tanda perburukan yang harus dilaporkan. Tujuannya adalah mempertahankan curah jantung yang adekuat dengan parameter dalam batas normal, mencegah dekompensasi jantung, dan meminimalkan gejala.
Kode SIKI: I.09001
Deskripsi : Pemantauan Kardiovaskuler: Tindakan untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang kondisi kardiovaskuler pasien. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi tanda-tanda vital yang stabil dan berada dalam rentang yang dapat diterima untuk pasien (tekanan darah mendekati target, denyut nadi teratur dan tidak berlebihan). Pasien tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan curah jantung yang nyata seperti sesak napas (dispnea), ortopnea, kelemahan berlebihan, atau penurunan kesadaran. Status respirasi dan saturasi oksigen tetap adekuat. Tidak terdapat bukti retensi cairan yang signifikan (edema, peningkatan berat badan tiba-tiba, intake-output tidak seimbang). Pasien memahami pembatasan aktivitas dan dapat berpartisipasi dalam aktivitas sehari-hari tanpa menimbulkan distress kardiovaskuler. Laporan elektrokardiogram (jika dilakukan) tidak menunjukkan aritmia yang mengancam jiwa. Data pemantauan yang akurat dan lengkap tersedia untuk evaluasi perkembangan kondisi pasien.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0091
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: L.04005
Deskripsi : Manajemen Energi: Tindakan untuk mempertahankan energi dan meningkatkan toleransi aktivitas. Intervensi ini ditujukan untuk membantu pasien yang mengalami kelemahan (seperti yang dilaporkan "ku lemah") dalam mengatur penggunaan energinya agar seimbang dengan kemampuannya. Perawat melakukan penilaian terhadap tingkat kelemahan, pola napas, dan tanda vital sebelum, selama, dan setelah aktivitas. Perawat bersama pasien menyusun rencana aktivitas yang teratur dengan periode istirahat yang cukup di sela-sela aktivitas. Aktivitas dilakukan secara bertahap, dimulai dari perawatan diri sederhana di tempat tidur, duduk di sisi tempat tidur, hingga berjalan jarak pendek dengan bantuan sesuai kebutuhan. Perawat mengajarkan teknik penghematan energi, seperti duduk saat melakukan aktivitas, memecah tugas menjadi bagian-bagian kecil, dan menghindari aktivitas yang menahan napas (mengejan). Lingkungan diatur untuk meminimalkan energi yang dikeluarkan (misalnya, menempatkan barang-barang yang sering digunakan dalam jangkauan). Nutrisi dan hidrasi yang adekuat juga dipastikan untuk mendukung produksi energi. Edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya keseimbangan aktivitas dan istirahat sangat ditekankan.
Kode SIKI: I.04005
Deskripsi : Manajemen Energi: Tindakan untuk mempertahankan energi dan meningkatkan toleransi aktivitas. Kriteria hasil yang diharapkan adalah pasien melaporkan peningkatan tingkat energi dan penurunan perasaan lelah. Pasien mampu melakukan aktivitas perawatan diri yang direncanakan tanpa mengalami peningkatan distress yang signifikan, seperti sesak napas, nyeri dada, takikardia (denyut nadi meningkat >20x/menit dari baseline), atau hipotensi. Pasien mendemonstrasikan penggunaan teknik penghematan energi secara mandiri. Terjadi peningkatan bertahap dalam durasi dan intensitas aktivitas yang dapat ditoleransi. Tanda-tanda vital sebelum dan setelah aktivitas tetap stabil. Pasien dan keluarga dapat mengidentifikasi tanda-tanda kelelahan dan tahu kapan harus beristirahat. Kualitas hidup pasien terkait kemampuan fungsionalnya menunjukkan perbaikan.
Article No. 24867 | 04 Apr 2026
Klinis : Pasien datang dengan keluhan penurunan kesadaran sejak 30 menit SMRS. Keluarga pasien mengaku pasien tiba tiba pasien jatuh tidak sadarkan diri. Mual (+) muntah (+) Ku sedang, GCS E2V2M5 TD : 152/107 SB: 36.2 RR: 20 x/m HR: 91 x/m SpO2: 94% RA Status Generalis K/L: CA (-/-), SI (-/-) Thorax : vesikular (+/+), rh (-/-), wh (-/-) Abdomen : BU (+), soepel (+), nyeri tekan (-) Ekstremitas atas : akral hangat (+/+), edema -/-, CRT <2 Kekuatan otot sde Ekstremitas bawah : akral hangat (+/+), edema -/-, CRT <2, kekuatan otot sde
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran (GCS E2V2M5) dengan Hipertensi Berat
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Serebral
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Perfusi Serebral
Kode SIKI: 3510
Deskripsi : Pemantauan Neurologis
Penjelasan Lengkap SDKI, SLKI, dan SIKI:
Diagnosa Keperawatan (SDKI): Risiko Ketidakefektifan Perfusi Serebral (Kode 0004)
Definisi: Berisiko mengalami penurunan sirkulasi darah ke otak yang dapat mengakibatkan kerusakan jaringan. Pada kasus ini, kondisi pasien sangat mengarah pada risiko ini. Pasien datang dengan penurunan kesadaran mendadak (Glasgow Coma Scale/E2V2M5=9) yang merupakan tanda utama gangguan fungsi otak. Tekanan darah yang sangat tinggi (152/107 mmHg) menunjukkan adanya krisis hipertensi, yang merupakan faktor risiko utama untuk gangguan perfusi serebral seperti stroke hemoragik atau ensefalopati hipertensif. Keluhan mual dan muntah juga sering menyertai peningkatan tekanan intrakranial. Meskipun tanda vital lain dan status umum masih dalam batas relatif normal, kombinasi penurunan kesadaran dan hipertensi berat menciptakan situasi yang sangat rentan terhadap ketidakefektifan perfusi otak, baik berupa iskemia maupun perdarahan.
Luaran Keperawatan (SLKI): Perfusi Serebral (Kode 1401)
Definisi: Luaran ini mengukur tingkat keberhasilan dalam mempertahankan atau mengembalikan aliran darah yang adekuat ke otak. Tujuan utama dari intervensi keperawatan pada pasien ini adalah untuk mencapai luaran "Perfusi Serebral Tercapai". Indikator pencapaiannya meliputi: tingkat kesadaran yang membaik (GCS mendekati atau mencapai 15), tekanan darah yang terkontrol dalam rentang yang ditargetkan (biasanya sistolik <140 mmHg untuk kasus ini), tidak ada keluhan sakit kepala hebat, mual, atau muntah, serta fungsi motorik dan sensorik yang utuh. Pemantauan terhadap luaran ini harus dilakukan secara ketat dan berkelanjutan karena perubahan dapat terjadi dengan cepat. Target jangka pendek mungkin stabilisasi kondisi, sedangkan target jangka panjang adalah mencegah defisit neurologis permanen.
Intervensi Keperawatan (SIKI): Pemantauan Neurologis (Kode 3510)
Definisi: Pengumpulan dan analisis data pasien secara komprehensif untuk mencegah atau mendeteksi komplikasi sistem saraf. Pada pasien dengan risiko tinggi ini, intervensi Pemantauan Neurologis menjadi kritis. Intervensi ini harus dilaksanakan secara sistematis dan sering (misalnya, setiap 30 menit hingga 1 jam, atau sesuai protokol). Aktivitas yang termasuk dalam intervensi ini adalah: 1) Pengkajian GCS secara berkala dan teliti (membandingkan hasil E2V2M5 dengan data sebelumnya untuk mendeteksi perbaikan atau perburukan). 2) Pemeriksaan tanda vital, khususnya tekanan darah dan nadi, untuk menilai respon terhadap terapi dan mendeteksi fluktuasi berbahaya. 3) Pemeriksaan pupil (ukuran, kesamaan, reaksi terhadap cahaya) untuk mendeteksi tanda peningkatan tekanan intrakranial. 4) Pemeriksaan kekuatan motorik dan sensasi pada keempat ekstremitas (seperti yang telah dimulai dalam pengkajian) untuk mendeteksi kelemahan atau paralisis baru. 5) Memantau adanya kejang atau perubahan pola pernapasan (seperti Cheyne-Stokes). 6) Mendokumentasikan semua temuan dengan akurat dan melaporkan setiap perubahan negatif segera kepada tim medis. Selain itu, perawat juga harus melakukan pemantauan keselamatan karena penurunan kesadaran membuat pasien berisiko tinggi terhadap cedera, seperti jatuh dari tempat tidur atau aspirasi. Intervensi ini tidak berdiri sendiri tetapi berintegrasi dengan intervensi lain seperti manajemen hipertensi dan pemberian oksigen jika diperlukan, dengan tujuan akhir mencapai luaran perfusi serebral yang adekuat.
Article No. 24868 | 04 Apr 2026
Klinis : datang dengan keluhan tidak sadarkan diri sejak pukul 07:00 wib , sebelumnya pernah di rawat di RS sarila 1 minggu yang lalu. riwayat serangan stroke yang ke 3 KU lemah, Kes Sopor TD : 143/78 HR : 123 RR : 32 SPO : 95 dengan NRM 15lpm S : 36.8 Mata: CA -/-, SI -/-, reflex cahaya+/+ Leher: PKGB -/- Thorax: Simetris ka/ki, Paru: SDV +/+ , RBH +/+, wh-/- Abdomen: supel, BU (+) dbn, nyeri tekan epigastrium (-) Genitalia : Tidak ada kelainan Extremitas: Akral hangat +/+, CRT <2 detik, edema -/- sensorik: sulit dievaluasi motorik: lateralisasi (-) refleks fisiologis: +3/+1 // +1/+1 refleks patologis: (-/-// -/-) NIHHS : 29 Lab 04/04 Hemoglobin 12.34 Hematokrit 36.7 Lekosit 10.22 Trombosit 223 Neutrofil 84.2 Limfosit 10.7 Natrium (Na) 148 Kalium (K) 4.0 Chlorida (Cl) 119 Calsium (Ca2+) 1.2 pH 7.37 Glukosa Darah Sewaktu 136 Ureum 109.1 Kreatinin 1.43 Ro Thorax (4/4/26) Kesan : - Efusi pleura dextra - Besar cor tak valid dinilai CT Scan (4/4/26) Kesan : - Sinusitis maxillaris sinistra dan sphenoidales dextra - Multipel infark cerebri di lobus temporalis dextra dan di periventrikel dextra - Atrophy cerebri - Tak tampak EDH, SDH, SAH, maupun IVH pada Head CT Scan saat ini - Tak tampak gambaran herniasi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Perfusi Serebral
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Penurunan sirkulasi darah ke otak yang dapat mengakibatkan ketidakmampuan memenuhi kebutuhan metabolik otak. Pada pasien ini, didukung oleh riwayat stroke berulang (ke-3), kesadaran sopor, dan temuan CT Scan multipel infark cerebri serta nilai NIHSS yang sangat tinggi (29) yang mengindikasikan defisit neurologis berat.
Kode SLKI: L.14016
Deskripsi : Perfusi serebral membaik, ditandai dengan: 1) Tanda-tanda vital dalam rentang yang dapat diterima (TD, HR, RR, SpO2). 2) Tidak ada penurunan kesadaran lebih lanjut. 3) Tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial tidak ada/menurun. 4) Fungsi neurologis stabil atau membaik. Kriteria hasil ini harus dimodifikasi sesuai kondisi pasien yang kritis, dimana tujuan awal adalah stabilitas dan pencegahan memburuk. Pemantauan ketat GCS, tanda vital, dan tanda neurologis fokal adalah intervensi keperawatan utama untuk mengevaluasi pencapaian kriteria ini.
Kode SIKI: I.14095
Deskripsi : 1) Monitor status neurologis secara ketat dan berkelanjutan (tingkat kesadaran/GCS, ukuran dan reaksi pupil, kekuatan motorik, refleks) setiap jam atau sesuai protokol. 2) Monitor dan catat tanda-tanda vital (TD, Nadi, RR, Suhu, SpO2) setiap jam atau lebih sering jika tidak stabil. 3) Pertahankan posisi kepala tempat tidur 30 derajat dengan kepala dalam posisi netral untuk memfasilitasi aliran darah vena dari otak. 4) Kolaborasi pemberian terapi oksigen sesuai kebutuhan untuk mempertahankan SpO2 >95%. 5) Lakukan suction dengan teknik steril dan hati-hati jika diperlukan, batasi durasi untuk menghindari peningkatan tekanan intrakranial. 6) Kolaborasi dalam pemberian terapi medis (antihipertensi, neuroprotektor, terapi cairan) sesuai instruksi dokter dengan memantau efek dan respons pasien. 7) Minimalkan stimulasi yang tidak perlu (kebisingan, cahaya, manipulasi) yang dapat memicu peningkatan tekanan intrakranial. 8) Lakukan perawatan kulit, mobilisasi pasif, dan range of motion exercise dengan hati-hati untuk mencegah komplikasi imobilisasi. 9) Berikan edukasi dan dukungan emosional pada keluarga mengenai kondisi pasien dan rencana perawatan.
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Jalan Napas
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya ancaman obstruksi jalan napas atau ketidakmampuan membersihkan sekret. Pada pasien ini, risiko sangat tinggi karena kesadaran sopor (menurunnya refleks batuk dan kemampuan menelan), adanya efusi pleura yang dapat membatasi ekspansi paru, dan peningkatan sekret akibat temuan sinusitis serta RBH (+).
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Jalan napas tetap paten, ditandai dengan: 1) Suara napas bersih, tidak ada stridor atau mengi. 2) Frekuensi napas dalam rentang normal. 3) Tidak ada sianosis. 4) Ekspansi dada simetris. 5) Nilai analisa gas darah dalam rentang normal. Pada pasien dengan kesadaran menurun, pemantauan ketat bunyi napas, frekuensi, dan upaya napas adalah kunci untuk mendeteksi dini gangguan jalan napas.
Kode SIKI: I.09006
Deskripsi : 1) Posisikan pasien dengan posisi semi fowler atau lateral jika memungkinkan untuk mencegah aspirasi dan memaksimalkan ekspansi dada. 2) Auskultasi bunyi napas setiap 2-4 jam atau sesuai kebutuhan untuk mendeteksi adanya ronki, wheezing, atau penurunan bunyi napas. 3) Monitor pola, frekuensi, dan kedalaman pernapasan serta penggunaan otot bantu napas. 4) Lakukan fisioterapi dada (postural drainage, perkusi, vibrasi) jika diindikasikan dan kondisi pasien memungkinkan. 5) Lakukan suction jalan napas atas dan bawah dengan teknik steril, tepat indikasi, dan hati-hati untuk mencegah trauma mukosa dan hipoksia. 6) Kolaborasi pemberian oksigenasi yang adekuat (melalui kanul atau masker) sesuai hasil analisa gas darah dan saturasi oksigen. 7) Monitor produksi sputum (jumlah, warna, konsistensi). 8) Kolaborasi pemberian nebulizer atau obat bronkodilator sesuai program dokter. 9) Pertahankan kelembaban udara yang adekuat.
Kondisi: Gangguan Eliminasi Urine
Kode SDKI: D.0025
Deskripsi Singkat: Gangguan dalam proses pengeluaran urine. Pada pasien dengan stroke berat dan penurunan kesadaran, gangguan ini bersifat fungsional, yaitu ketidakmampuan untuk berkemih secara mandiri akibat kerusakan kontrol saraf pusat atau penurunan kesadaran. Hal ini berisiko menyebabkan retensi urine atau inkontinensia.
Kode SLKI: L.06005
Deskripsi : Eliminasi urine efektif, ditandai dengan: 1) Output urine dalam rentang normal (1-2 ml/kgBB/jam). 2) Kandung kemih tidak distensi. 3) Urine jernih, tidak berbau menyengat. 4) Tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi saluran kemih. Tujuan pada pasien ini adalah mempertahankan haluaran urine yang adekuat dan mencegah komplikasi seperti infeksi atau kerusakan ginjal lebih lanjut, yang didukung oleh nilai ureum dan kreatinin yang sudah meningkat.
Kode SIKI: I.06029
Deskripsi : 1) Monitor dan catat intake dan output cairan setiap 24 jam. 2) Palpasi daerah suprapubik secara berkala untuk mendeteksi distensi kandung kemih. 3) Lakukan kateterisasi urine sesuai indikasi (retenksi urine) dengan teknik steril, dan rawat kateter dengan baik untuk mencegah infeksi. 4) Jika tanpa kateter, lakukan toileting assistance atau pemasangan penampung urine (kondom urinal/pads) dengan menjaga kebersihan dan keutuhan kulit area genital. 5) Monitor karakteristik urine (warna, kejernihan, bau). 6) Kolaborasi monitor fungsi ginjal (ureum, kreatinin) secara berkala. 7) Berikan perawatan kulit periarea secara rutin untuk mencegah iritasi dan dekubitus.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433