Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24885 | 05 Apr 2026
Klinis : ganggua memori
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Memori
Kode SDKI: 00246
Deskripsi Singkat: Gangguan memori adalah ketidakmampuan untuk mengingat atau mengingat kembali informasi atau keterampilan yang sebelumnya dipelajari, yang dapat bersifat sementara atau permanen, dan memengaruhi fungsi sehari-hari.
Kode SLKI: 4401
Deskripsi : Kemampuan mengingat membaik. Kriteria hasil: 1) Klien mampu menyebutkan informasi faktual (nama, tempat, tanggal) dengan tepat. 2) Klien mampu mengingat instruksi atau informasi yang baru diberikan. 3) Klien mampu menggunakan alat bantu memori (contoh: catatan, pengingat elektronik). 4) Klien melaporkan penurunan frekuensi lupa dalam aktivitas sehari-hari. 5) Klien menunjukkan kemampuan dalam mengikuti percakapan tanpa pengulangan yang berlebihan. 6) Klien dapat melakukan rutinitas harian tanpa bantuan penuh terkait memori.
Kode SIKI: 4410
Deskripsi : Intervensi untuk meningkatkan memori. Tindakan keperawatan: 1) Lakukan orientasi realitas dengan menyebutkan nama perawat, tempat, waktu, dan tanggal secara konsisten pada setiap interaksi. 2) Gunakan alat bantu orientasi seperti jam, kalender, papan tulis informasi, dan foto keluarga di lingkungan klien. 3) Berikan informasi dengan cara yang jelas, singkat, dan menggunakan kalimat sederhana. Ulangi informasi penting jika diperlukan. 4) Anjurkan dan bantu klien untuk menggunakan alat bantu memori eksternal seperti buku catatan, agenda, daftar tugas, alarm, atau aplikasi pengingat di ponsel. 5) Lakukan latihan memori seperti mengingat daftar kata, bercerita tentang peristiwa masa lalu yang menyenangkan, atau permainan teka-teki sederhana sesuai kemampuan klien. 6) Terapkan teknik memori spesifik seperti teknik mnemonik, chunking (pengelompokan informasi), atau metode loci. 7) Ciptakan rutinitas harian yang terstruktur dan konsisten untuk mengurangi kebingungan dan membantu memori prosedural. 8) Libatkan keluarga dalam program stimulasi memori dan edukasi tentang cara berkomunikasi yang efektif dengan klien. 9) Kelola faktor-faktor yang dapat memperburuk memori seperti nyeri, kecemasan, gangguan tidur, atau efek samping obat dengan kolaborasi tim kesehatan. 10) Lakukan penilaian kognitif secara berkala (misalnya, dengan MMSE/Mini-Mental State Examination) untuk memantau perkembangan atau penurunan fungsi memori. 11) Anjurkan aktivitas yang merangsang kognitif secara umum seperti membaca, mendengarkan musik, atau hobi sesuai minat. 12) Pastikan keamanan lingkungan untuk mencegah cedera akibat kelupaan (contoh: lupa mematikan kompor).
-
Article No. 24887 | 05 Apr 2026
Klinis : Pasien laki laki 70 tahun, gelisah, tegang, wajah pucat, berorientasi pada masa lalu. Pasien memiliki riwayat hipertensi dan diabetes melitus tipe 2. apa intervensi ayng harus dilakukan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: 00007
Deskripsi Singkat: Ansietas adalah perasaan tidak nyaman atau ketakutan yang disertai dengan respons otonom (sumber respons seringkali tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu); perasaan tegang yang disebabkan oleh ancaman yang dirasakan terhadap diri.
Kode SLKI: 2001
Deskripsi : SLKI 2001: Kontrol Ansietas. Definisi: Tindakan untuk mengurangi atau menghilangkan perasaan gelisah, khawatir, ketakutan, atau ancaman yang dialami individu terkait dengan sumber yang tidak diketahui atau tidak spesifik. Penjelasan: Pada pasien laki-laki usia 70 tahun dengan manifestasi gelisah, tegang, wajah pucat, dan berorientasi pada masa lalu, tujuan utama adalah mencapai tingkat ansietas yang dapat dikelola oleh pasien. Hal ini ditandai dengan penurunan tanda-tanda fisiologis (seperti ketegangan dan pucat), peningkatan kemampuan untuk berfokus pada situasi saat ini, serta ekspresi perasaan yang lebih tenang. Intervensi keperawatan diarahkan untuk membantu pasien mengidentifikasi sumber kecemasan, menggunakan mekanisme koping adaptif, dan merasa aman serta didukung. Keberhasilan SLKI ini diukur dari penurunan skala ansietas yang dilaporkan pasien maupun yang diamati perawat, serta kemampuan pasien untuk berpartisipasi dalam perawatan dirinya.
Kode SIKI: 4218
Deskripsi : SIKI 4218: Manajemen Ansietas. Definisi: Meminimalkan ansietas, ketakutan, dan kekhawatiran. Penjelasan: Intervensi ini merupakan tindakan spesifik yang dilakukan perawat untuk membantu pasien mengatasi ansietasnya. Pada kasus ini, intervensi yang harus dilakukan meliputi: 1. Menciptakan lingkungan yang tenang dan aman, mengurangi stimulasi berlebihan, dan memastikan privasi. 2. Berkomunikasi dengan suara tenang, jelas, dan empatik; mendengarkan secara aktif kekhawatiran pasien. 3. Mengorientasikan pasien secara lembut pada realitas dan waktu saat ini (orang, tempat, waktu) untuk mengatasi disorientasi ke masa lalu, namun dengan tetap menghargai pengalaman hidupnya. 4. Mengajarkan teknik relaksasi sederhana seperti napas dalam dan perlahan. 5. Memantau tanda-tanda vital (terutama tekanan darah mengingat riwayat hipertensi) karena ansietas dapat memperburuk kondisi hipertensi. 6. Kolaborasi dengan tim medis untuk evaluasi kemungkinan penyebab organik (seperti hipoglikemia pada diabetes atau efek obat) yang dapat memicu ansietas dan gelisah. 7. Melibatkan keluarga untuk memberikan dukungan dan kehadiran yang menenangkan. 8. Membantu pasien mengidentifikasi pola pikir atau ingatan dari masa lalu yang memicu kecemasan dan mengarahkannya pada pemikiran yang lebih realistik pada saat ini. 9. Memastikan kebutuhan dasar seperti rasa nyaman dan istirahat terpenuhi. Semua intervensi ini dilakukan dengan pendekatan holistik, mempertimbangkan riwayat hipertensi dan diabetes pasien, di mana stres emosional dapat menyebabkan fluktuasi gula darah dan tekanan darah. Evaluasi keberhasilan intervensi dilihat dari perubahan perilaku dan subjektif pasien.
-
Article No. 24888 | 05 Apr 2026
Klinis : Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan depresi pusat pernapasan dibuktikan dengan RR: 8 x/menit irama yang tidak teratur dan ekspansi dada yang dangkal, terdapat suara nafas tambahan: Gurgling, terdapat otot bantu nafas: Retraksi interkostal dan penggunaan otot sternokleidomastoideus,penggunaan alat medis : OPA dan BVM (10-12 LPM),Spo2 : 88%
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Gagal Napas Akut dengan Hipoksemia
Kode ICD-10: J96.01
Deskripsi Singkat : Kondisi ini menggambarkan kegagalan sistem pernapasan akut yang ditandai dengan ketidakmampuan mempertahankan pertukaran gas yang adekuat, mengakibatkan hipoksemia (SpO2 < 90%). Pada kasus ini, kegagalan napas bersifat hipoventilasi (RR 8x/menit) dengan pola tidak teratur dan ekspansi dada dangkal, yang mengindikasikan depresi pada pusat pernapasan di batang otak. Depresi ini menyebabkan pengeluaran karbon dioksida yang tidak memadai (hiperkapnia) dan penurunan kadar oksigen dalam darah. Bunyi napas tambahan 'Gurgling' menunjukkan adanya sekret di saluran napas atas yang tidak mampu dibersihkan oleh pasien. Penggunaan otot bantu napas (retraksi interkostal dan sternokleidomastoideus) adalah upaya kompensasi tubuh yang tidak efektif untuk mengatasi beban kerja pernapasan yang meningkat. Penatalaksanaan darurat dengan Oropharyngeal Airway (OPA) dan Bag Valve Mask (BVM) dengan aliran oksigen tinggi diperlukan untuk membuka jalan napas dan memberikan ventilasi buatan serta oksigenasi. Kode ICD-10 J96.0 mengacu pada 'Gagal napas akut', dengan digit tambahan '.01' secara spesifik menunjukkan adanya hipoksemia. Kondisi ini mengancam jiwa dan memerlukan intervensi medis segera untuk mendukung fungsi pernapasan dan mencegah kerusakan organ akibat kekurangan oksigen.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 24889 | 05 Apr 2026
Klinis : Seorang pasien berusia 28 tahun dengan riwayat kehamilan G3P2002 pada usia kehamilan 34 minggu dirawat di ruang persalinan dengan diagnosis preeklampsia. Pasien ini sebelumnya pernah melahirkan secara spontan melalui jalan lahir tanpa komplikasi sebanyak dua kali. Usia kehamilannya ditentukan melalui USG pada usia kehamilan 8 minggu. Pasien diketahui menderita MG yang dikelola dengan pyridostigmine 30,0 mg secara oral, tiga kali sehari. Ia menjalani thymectomy enam tahun sebelum kehamilan ini. Ia memiliki perjalanan kehamilan yang tidak bermasalah. Tekanan darahnya selama kehamilan berkisar antara 108 hingga 132 mmHg sistolik dan 67 hingga 88 mmHg diastolik. Ia memiliki riwayat prehipertensi sebelumnya dan tidak sedang menjalani pengobatan antihipertensi. Saat tiba di rumah sakit, tekanan darah awal pasien berkisar antara 170–180 mmHg sistolik dan 100–110 mmHg diastolik. Dia tidak mengalami gangguan akut dan tidak melaporkan edema yang signifikan secara klinis, nyeri pada kuadran kanan atas, kelemahan, sesak napas, diplopia, atau ptosis. Gejala yang menonjol satu-satunya adalah sakit kepala ringan yang baru muncul. Dia membantah mengalami kontraksi, kebocoran cairan melalui vagina, atau perdarahan vagina, dan melaporkan gerakan janin yang normal. Pemeriksaan untuk preeklampsia menunjukkan rasio protein/kreatinin yang meningkat sebesar 0,7, asam urat yang sedikit meningkat sebesar 5,6 mg/dL, kreatinin sebesar 0,74 mg/dL, enzim hati normal (AST 26 U/L, ALT 11 U/L), dan hitung trombosit 152 × 10³/μL. Dia mulai diberikan levetiracetam intravena (1,0 g bolus intravena untuk pencegahan kejang). Dia diberikan beberapa dosis hidralazin intravena 5,0 mg untuk mengobati hipertensinya, yang memiliki efek minimal. Tekanan darahnya mencapai 229/117 mmHg. Pasien kemudian diberikan labetalol secara intravena, yang menghasilkan kontrol tekanan darah yang lebih baik tanpa adanya eksaserbasi MG yang tercatat. Dalam beberapa jam setelah masuk rumah sakit, pasien mengalami klonus ringan dan sakit kepalanya semakin parah. Serviks pasien pada tahap ini tidak menguntungkan, sehingga diputuskan untuk melakukan operasi caesar dengan anestesi spinal. Operasi dilakukan tanpa komplikasi, menghasilkan kelahiran bayi laki-laki sehat dengan berat lahir 1865 g dan skor APGAR 8 pada menit pertama dan 9 pada menit kelima. Bayi tersebut dipantau secara ketat dan tidak menunjukkan tanda-tanda MG neonatal sementara. Pada periode pascapersalinan, levetiracetam dilanjutkan dengan dosis 500 mg secara intravena setiap 12 jam dan dihentikan 2 hari pascapersalinan. Efek samping yang menonjol hanyalah kantuk dan kelelahan. Gejala-gejala ini hilang setelah penghentian levetiracetam. Hipertensi diobati dengan methyldopa dan hydralazine. Klonidin ditambahkan pada hari ke-2 pascapersalinan. Pasien dipulangkan ke rumah pada hari ke-4 pascapersalinan dalam kondisi stabil dengan tekanan darah dalam rentang prehipertensi, sambil tetap mengonsumsi metildopa dan klonidin. Pasien tidak mengalami krisis miastenia baik pada periode intrapartum maupun pascapersalinan. Ia dihentikan dari obat antihipertensi pascapersalinan dan memiliki tekanan darah normal pada kunjungan enam minggu pascapersalinan.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan suplai darah otak yang dapat mengakibatkan kerusakan neurologis.
Kode SLKI: 0710
Deskripsi : Perfusi Serebral: Tanda-tanda vital dalam rentang yang diharapkan, status neurologis stabil, tidak ada sakit kepala, pusing, atau perubahan penglihatan.
Kode SIKI: 3540
Deskripsi : Pemantauan Neurologis: Pengumpulan dan analisis data pasien untuk mencegah atau mendeteksi komplikasi neurologis.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0014
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat dan perkiraan akhir.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Kontrol Nyeri: Pasien melaporkan bahwa nyeri berkurang atau dapat dikelola, mampu beristirahat dan beraktivitas dengan nyaman.
Kode SIKI: 4500
Deskripsi : Manajemen Nyeri: Memberikan terapi untuk meredakan atau mengurangi rasa sakit atau ketidaknyamanan.
Kondisi: Risiko Cedera (Maternal & Fetal)
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya kerentanan terhadap cedera fisik pada ibu dan janin karena kondisi internal atau eksternal.
Kode SLKI: 1901
Deskripsi : Pencegahan Cedera: Bebas dari cedera fisik, tanda-tanda vital dan parameter fetal dalam batas normal, terhindar dari kejang.
Kode SIKI: 6540
Deskripsi : Proteksi terhadap Kejang: Mencegah atau meminimalkan risiko kejang pada pasien.
-
Article No. 24890 | 05 Apr 2026
Klinis : Seorang pasien berusia 28 tahun dengan riwayat kehamilan G3P2002 pada usia kehamilan 34 minggu dirawat di ruang persalinan dengan diagnosis preeklampsia. Pasien ini sebelumnya pernah melahirkan secara spontan melalui jalan lahir tanpa komplikasi sebanyak dua kali. Usia kehamilannya ditentukan melalui USG pada usia kehamilan 8 minggu. Pasien diketahui menderita MG yang dikelola dengan pyridostigmine 30,0 mg secara oral, tiga kali sehari. Ia menjalani thymectomy enam tahun sebelum kehamilan ini. Ia memiliki perjalanan kehamilan yang tidak bermasalah. Tekanan darahnya selama kehamilan berkisar antara 108 hingga 132 mmHg sistolik dan 67 hingga 88 mmHg diastolik. Ia memiliki riwayat prehipertensi sebelumnya dan tidak sedang menjalani pengobatan antihipertensi. Saat tiba di rumah sakit, tekanan darah awal pasien berkisar antara 170–180 mmHg sistolik dan 100–110 mmHg diastolik. Dia tidak mengalami gangguan akut dan tidak melaporkan edema yang signifikan secara klinis, nyeri pada kuadran kanan atas, kelemahan, sesak napas, diplopia, atau ptosis. Gejala yang menonjol satu-satunya adalah sakit kepala ringan yang baru muncul. Dia membantah mengalami kontraksi, kebocoran cairan melalui vagina, atau perdarahan vagina, dan melaporkan gerakan janin yang normal. Pemeriksaan untuk preeklampsia menunjukkan rasio protein/kreatinin yang meningkat sebesar 0,7, asam urat yang sedikit meningkat sebesar 5,6 mg/dL, kreatinin sebesar 0,74 mg/dL, enzim hati normal (AST 26 U/L, ALT 11 U/L), dan hitung trombosit 152 × 10³/μL. Dia mulai diberikan levetiracetam intravena (1,0 g bolus intravena untuk pencegahan kejang). Dia diberikan beberapa dosis hidralazin intravena 5,0 mg untuk mengobati hipertensinya, yang memiliki efek minimal. Tekanan darahnya mencapai 229/117 mmHg. Pasien kemudian diberikan labetalol secara intravena, yang menghasilkan kontrol tekanan darah yang lebih baik tanpa adanya eksaserbasi MG yang tercatat. Dalam beberapa jam setelah masuk rumah sakit, pasien mengalami klonus ringan dan sakit kepalanya semakin parah. Serviks pasien pada tahap ini tidak menguntungkan, sehingga diputuskan untuk melakukan operasi caesar dengan anestesi spinal. Operasi dilakukan tanpa komplikasi, menghasilkan kelahiran bayi laki-laki sehat dengan berat lahir 1865 g dan skor APGAR 8 pada menit pertama dan 9 pada menit kelima. Bayi tersebut dipantau secara ketat dan tidak menunjukkan tanda-tanda MG neonatal sementara. Pada periode pascapersalinan, levetiracetam dilanjutkan dengan dosis 500 mg secara intravena setiap 12 jam dan dihentikan 2 hari pascapersalinan. Efek samping yang menonjol hanyalah kantuk dan kelelahan. Gejala-gejala ini hilang setelah penghentian levetiracetam. Hipertensi diobati dengan methyldopa dan hydralazine. Klonidin ditambahkan pada hari ke-2 pascapersalinan. Pasien dipulangkan ke rumah pada hari ke-4 pascapersalinan dalam kondisi stabil dengan tekanan darah dalam rentang prehipertensi, sambil tetap mengonsumsi metildopa dan klonidin. Pasien tidak mengalami krisis miastenia baik pada periode intrapartum maupun pascapersalinan. Ia dihentikan dari obat antihipertensi pascapersalinan dan memiliki tekanan darah normal pada kunjungan enam minggu pascapersalinan.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Preeklampsia dengan fitur berat pada kehamilan dengan miastenia gravis
Kode ICD-10: O14.15
Deskripsi Singkat : Pasien ini didiagnosis dengan Preeklampsia Berat (O14.1) yang terjadi pada trimester ketiga kehamilan (minggu ke-34, ditunjukkan oleh digit tambahan '5' dalam kode O14.15). Preeklampsia adalah gangguan hipertensi spesifik kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi (pada kasus ini mencapai 229/117 mmHg) dan proteinuria (rasio protein/kreatinin 0.7). Meskipun fungsi hati dan trombosit normal, adanya gejala neurologis seperti sakit kepala hebat dan klonus, serta respons terbatas terhadap terapi antihipertensi awal, mengklasifikasikannya sebagai preeklampsia dengan fitur berat. Kode ini secara spesifik mencakup kondisi yang memerlukan terminasi kehamilan (dilakukan melalui operasi caesar) karena keparahan penyakit. Konteks unik kasus ini adalah koeksistensi dengan Miastenia Gravis (MG), sebuah penyakit autoimun yang memengaruhi transmisi neuromuskular. Meskipun MG merupakan komorbiditas signifikan yang memerlukan pertimbangan manajemen anestesi dan pengobatan, kode O14.15 secara primer mengkodekan komplikasi kehamilan yang mengancam jiwa (preeklampsia) yang menjadi alasan utama perawatan dan persalinan. Keberhasilan manajemen tanpa memicu krisis miastenia menunjukkan koordinasi perawatan yang tepat. Kode ini termasuk dalam bab 'Kehamilan, Persalinan dan Nifas' (O00-O9A) dan menekankan pada kondisi ibu sebagai penyebab morbiditas obstetri.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 24891 | 05 Apr 2026
Klinis : Seorang pasien berusia 28 tahun dengan riwayat kehamilan G3P2002 pada usia kehamilan 34 minggu dirawat di ruang persalinan dengan diagnosis preeklampsia. Pasien ini sebelumnya pernah melahirkan secara spontan melalui jalan lahir tanpa komplikasi sebanyak dua kali. Usia kehamilannya ditentukan melalui USG pada usia kehamilan 8 minggu. Pasien diketahui menderita MG yang dikelola dengan pyridostigmine 30,0 mg secara oral, tiga kali sehari. Ia menjalani thymectomy enam tahun sebelum kehamilan ini. Ia memiliki perjalanan kehamilan yang tidak bermasalah. Tekanan darahnya selama kehamilan berkisar antara 108 hingga 132 mmHg sistolik dan 67 hingga 88 mmHg diastolik. Ia memiliki riwayat prehipertensi sebelumnya dan tidak sedang menjalani pengobatan antihipertensi. Saat tiba di rumah sakit, tekanan darah awal pasien berkisar antara 170–180 mmHg sistolik dan 100–110 mmHg diastolik. Dia tidak mengalami gangguan akut dan tidak melaporkan edema yang signifikan secara klinis, nyeri pada kuadran kanan atas, kelemahan, sesak napas, diplopia, atau ptosis. Gejala yang menonjol satu-satunya adalah sakit kepala ringan yang baru muncul. Dia membantah mengalami kontraksi, kebocoran cairan melalui vagina, atau perdarahan vagina, dan melaporkan gerakan janin yang normal. Pemeriksaan untuk preeklampsia menunjukkan rasio protein/kreatinin yang meningkat sebesar 0,7, asam urat yang sedikit meningkat sebesar 5,6 mg/dL, kreatinin sebesar 0,74 mg/dL, enzim hati normal (AST 26 U/L, ALT 11 U/L), dan hitung trombosit 152 × 10³/μL. Dia mulai diberikan levetiracetam intravena (1,0 g bolus intravena untuk pencegahan kejang). Dia diberikan beberapa dosis hidralazin intravena 5,0 mg untuk mengobati hipertensinya, yang memiliki efek minimal. Tekanan darahnya mencapai 229/117 mmHg. Pasien kemudian diberikan labetalol secara intravena, yang menghasilkan kontrol tekanan darah yang lebih baik tanpa adanya eksaserbasi MG yang tercatat. Dalam beberapa jam setelah masuk rumah sakit, pasien mengalami klonus ringan dan sakit kepalanya semakin parah. Serviks pasien pada tahap ini tidak menguntungkan, sehingga diputuskan untuk melakukan operasi caesar dengan anestesi spinal. Operasi dilakukan tanpa komplikasi, menghasilkan kelahiran bayi laki-laki sehat dengan berat lahir 1865 g dan skor APGAR 8 pada menit pertama dan 9 pada menit kelima. Bayi tersebut dipantau secara ketat dan tidak menunjukkan tanda-tanda MG neonatal sementara. Pada periode pascapersalinan, levetiracetam dilanjutkan dengan dosis 500 mg secara intravena setiap 12 jam dan dihentikan 2 hari pascapersalinan. Efek samping yang menonjol hanyalah kantuk dan kelelahan. Gejala-gejala ini hilang setelah penghentian levetiracetam. Hipertensi diobati dengan methyldopa dan hydralazine. Klonidin ditambahkan pada hari ke-2 pascapersalinan. Pasien dipulangkan ke rumah pada hari ke-4 pascapersalinan dalam kondisi stabil dengan tekanan darah dalam rentang prehipertensi, sambil tetap mengonsumsi metildopa dan klonidin. Pasien tidak mengalami krisis miastenia baik pada periode intrapartum maupun pascapersalinan. Ia dihentikan dari obat antihipertensi pascapersalinan dan memiliki tekanan darah normal pada kunjungan enam minggu pascapersalinan.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Berisiko mengalami penurunan sirkulasi darah otak yang dapat menyebabkan gangguan neurologis.
Kode SLKI: 0900
Deskripsi : SLKI 0900: Pemantauan Neurologis. Tindakan keperawatan untuk mengkaji dan mendeteksi perubahan status neurologis. Pada kasus ini, fokusnya adalah pada pemantauan ketat tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial atau iritabilitas saraf pusat akibat hipertensi berat dari preeklampsia. Tindakan mencakup pengkajian tingkat kesadaran, sakit kepala (yang memberat pada pasien), refleks (adanya klonus), penglihatan, dan adanya kejang. Pemantauan tekanan darah yang terus menerus dan respons terhadap terapi antihipertensi (seperti hidralazin dan labetalol) merupakan bagian integral untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada perfusi serebral. Pemberian levetiracetam sebagai profilaksis kejang juga didukung oleh tindakan pemantauan ini untuk mengevaluasi efektivitas dan efek samping (kantuk, kelelahan).
Kode SIKI: 3500
Deskripsi : SIKI 3500: Manajemen Hipertensi. Tindakan keperawatan untuk mengontrol tekanan darah. Ini adalah intervensi kritis yang langsung menangani penyebab risiko perfusi serebral tidak efektif. Tindakan spesifik meliputi: pemberian obat antihipertensi intravena (hidralazin, labetalol) sesuai order dengan memantau respons dan efek samping (seperti takikardia atau hipotensi), kemudian transisi ke terapi oral (metildopa, klonidin) pada masa nifas. Perawat juga bertanggung jawab dalam memposisikan pasien dengan nyaman, mengurangi stimulasi lingkungan untuk meminimalkan pemicu peningkatan tekanan darah, serta edukasi tentang pentingnya terapi dan pemantauan tekanan darah. Keberhasilan intervensi ini ditunjukkan dengan terkendalinya tekanan darah menuju rentang prehipertensi sebelum pulang dan normal pada kunjungan enam minggu.
Kondisi: Risiko Cedera
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Berisiko mengalami cedera fisik akibat faktor internal atau eksternal.
Kode SLKI: 1900
Deskripsi : SLKI 1900: Pencegahan Kejang. Tindakan keperawatan untuk melindungi pasien dari cedera akibat kejang. Pada pasien preeklampsia berat dengan sakit kepala memberat dan klonus, risiko kejang eklamptik sangat tinggi. Tindakan keperawatan mencakup: memastikan pemberian obat antikejang profilaksis (levetiracetam), menyiapkan lingkungan yang aman (pagar tempat tidur terpasang, jalan napas bersih, alat suction siap pakai), serta meminimalkan rangsangan (cahaya redup, suara tenang). Pemantauan ketat tanda-tanda prodromal kejang seperti sakit kepala hebat, klonus, perubahan visus, atau nyeri epigastrium adalah bagian dari pencegahan ini. Tindakan ini berlanjut hingga pascapersalinan mengingat risiko kejang masih ada dalam 48 jam pertama pascapersalinan.
Kode SIKI: 6490
Deskripsi : SIKI 6490: Pengawasan Keselamatan. Tindakan keperawatan untuk mencegah cedera. Ini melengkapi pencegahan kejang dengan pendekatan lebih luas. Termasuk di dalamnya adalah pengawasan ketat selama periode kantuk dan kelelahan sebagai efek samping levetiracetam, mencegah pasien jatuh saat mobilisasi, serta memastikan keamanan selama prosedur (seperti pemasangan infus, persiapan operasi caesar). Pada konteks ini, pengawasan juga mencakup pemantauan terhadap potensi krisis miastenia (walaupun tidak terjadi) yang dapat menyebabkan kelemahan otot dan meningkatkan risiko cedera. Keamanan bayi juga menjadi pertimbangan tidak langsung, terutama dalam konteks pengaruh obat-obatan yang dikonsumsi ibu.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat.
Kode SLKI: 0800
Deskripsi : SLKI 0800: Manajemen Nyeri. Tindakan keperawatan untuk meringankan nyeri atau mengurangi persepsi nyeri. Nyeri pada pasien ini terutama dimanifestasikan sebagai sakit kepala yang ringan kemudian memberat, yang merupakan gejala serius dari preeklampsia. Tindakan keperawatan berfokus pada: pengkajian karakteristik sakit kepala (lokasi, intensitas, faktor yang memperberat atau meringankan), memantau responsnya terhadap terapi antihipertensi (karena sakit kepala berkaitan dengan hipertensi), serta memberikan intervensi non-farmakologis seperti lingkungan yang tenang, posisi yang nyaman, dan teknik relaksasi. Manajemen nyeri pasca operasi caesar juga menjadi bagian dari luaran ini, meskipun dalam kasus ini tidak disorot secara detail.
Kode SIKI: 1400
Deskripsi : SIKI 1400: Manajemen Medikasi. Tindakan keperawatan dalam pemberian obat untuk meringankan gejala. Dalam konteks nyeri kepala pada preeklampsia, manajemen medikasi utamanya adalah pemberian obat antihipertensi (seperti labetalol, hidralazin) untuk mengatasi penyebab dasar nyeri. Perawat bertanggung jawab memberikan obat dengan tepat, memantau efektivitasnya dalam menurunkan tekanan darah dan mengurangi keluhan sakit kepala, serta mengobservasi efek samping. Penting untuk dicatat bahwa analgesik konvensional mungkin memiliki keterbatasan atau kontraindikasi dalam preeklampsia, sehingga penurunan tekanan darah adalah terapi nyeri primer.
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Perasaan gelisah, ketegangan, atau kekhawatiran yang berasal dari antisipasi ancaman, sumbernya seringkali tidak diketahui atau tidak dikenali.
Kode SLKI: 2600
Deskripsi : SLKI 2600: Penurunan Kecemasan. Tindakan keperawatan untuk membantu mengurangi perasaan cemas. Pasien dengan kondisi darurat obstetri seperti preeklampsia berat yang memerlukan persalinan cepat dengan operasi caesar, ditambah dengan riwayat penyakit kronis (Myasthenia Gravis), sangat rentan mengalami ansietas. Ansietas dapat memperburuk tekanan darah. Tindakan keperawatan meliputi: memberikan informasi yang jelas dan jujur tentang kondisi, rencana penanganan (alasan operasi caesar), dan prognosis; mendengarkan kekhawatiran pasien; melibatkan pasien dalam pengambilan keputusan sejauh mungkin; serta memberikan dukungan emosional. Keberhasilan penanganan tim medis yang mencegah krisis miastenia dan melahirkan bayi sehat juga berkontribusi besar dalam menurunkan kecemasan.
Kode SIKI: 5240
Deskripsi : SIKI 5240: Dukungan Emosional. Tindakan keperawatan untuk memberikan rasa aman secara psikologis. Ini dilakukan dengan membangun hubungan saling percaya, hadir untuk pasien, memberikan validasi atas perasaannya, serta memfasilitasi dukungan dari keluarga. Pada periode pascapersalinan, dukungan emosional juga mencakup bimbingan mengenai perawatan bayi prematur dan penyesuaian menjadi ibu dengan kondisi kesehatan yang sedang dipulihkan. Mengurangi stres psikologis merupakan bagian penting dari manajemen holistik preeklampsia dan pemulihan pasca operasi.
Kondisi: Ketidakefektifan Manajemen Regimen Terapeutik
Kode SDKI: 0009
Deskripsi Singkat: Pola mengatur dan mengintegrasikan terapi penyakit dan urusan hidup sehari-hari yang tidak memuaskan untuk memenuhi tujuan kesehatan.
Kode SLKI: 1800
Deskripsi : SLKI 1800: Manajemen Kesehatan. Tindakan keperawatan untuk membantu individu mengelola kondisi kesehatannya. Pasien memiliki dua kondisi kronis: riwayat prehipertensi dan Myasthenia Gravis (MG). Kehamilan dan preeklampsia yang terjadi memerlukan penyesuaian manajemen yang kompleks. Tindakan keperawatan difokuskan pada: edukasi tentang preeklampsia, tanda-tanda bahaya (sakit kepala, gangguan penglihatan, nyeri ulu hati), pentingnya pemantauan tekanan darah, dan kepatuhan terhadap terapi antihipertensi pascapersalinan. Selain itu, koordinasi dengan tim medis untuk memastikan obat MG (pyridostigmine) dan anestesi (spinal) dikelola dengan aman tanpa memicu krisis, serta edukasi tentang tanda-tanda eksaserbasi MG pascapersalinan.
Kode SIKI: 5610
Deskripsi : SIKI 5610: Edukasi Kesehatan. Tind
Article No. 24892 | 05 Apr 2026
Klinis : Hipertensi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Hipertensi
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakstabilan Tekanan Darah
Kode SLKI: L.03119
Deskripsi : SLKI L.03119 berfokus pada upaya untuk mencapai dan mempertahankan tekanan darah dalam rentang target yang ditetapkan. Intervensi keperawatan dalam SLKI ini bersifat komprehensif dan mencakup pemantauan tekanan darah secara teratur dan akurat dengan teknik yang benar, termasuk memastikan pasien dalam posisi yang tepat, menggunakan manset ukuran sesuai, dan istirahat sebelum pengukuran. Perawat juga berperan dalam edukasi pasien dan keluarga mengenai hipertensi, mencakup pemahaman tentang penyakit, faktor risiko (seperti diet tinggi garam, stres, kurang aktivitas, obesitas), komplikasi jangka panjang (seperti stroke, penyakit jantung, gagal ginjal), dan pentingnya kepatuhan terapi. Manajemen obat-obatan menjadi aspek krusial, meliputi pemberian obat antihipertensi sesuai resep, memantau efek samping, serta mengajarkan pasien tentang nama, dosis, waktu minum, dan tujuan pengobatan. Perawat mendorong modifikasi gaya hidup dengan menyusun rencana diet rendah garam dan rendah lemak jenuh, meningkatkan konsumsi buah dan sayur, merencanakan program aktivitas fisik yang aman dan bertahap, serta strategi manajemen stres seperti teknik relaksasi. Kolaborasi dengan tim kesehatan lain, seperti dokter dan ahli gizi, juga dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas terapi dan menyesuaikan rencana perawatan. Tujuan akhir dari SLKI ini adalah tekanan darah yang terkontrol, yang mengurangi beban kerja jantung dan mencegah kerusakan organ target, sehingga meningkatkan kualitas hidup pasien.
Kode SIKI: I.01248
Deskripsi : SIKI I.01248 adalah intervensi spesifik untuk memantau dan mengelola tekanan darah pasien. Intervensi ini dimulai dengan pengukuran tekanan darah yang akurat pada kedua lengan saat kunjungan pertama untuk perbandingan, kemudian dilakukan pengukuran rutin pada lengan dengan tekanan yang lebih tinggi. Perawat memastikan lingkungan yang tenang dan nyaman sebelum pengukuran. Edukasi yang diberikan bersifat detail, termasuk cara membaca label makanan untuk menghindari natrium tersembunyi, merencanakan menu harian/mingguan, dan teknik memasak tanpa garam berlebih. Perawat mendemonstrasikan dan meminta pasien mengulangi cara mengukur tekanan darah sendiri di rumah (pengukuran mandiri) dan mencatatnya dalam buku catatan tekanan darah. Intervensi manajemen obat mencakup penataan pil menggunakan kotak obat atau pengingat, serta mendiskusikan cara mengatasi efek samping seperti pusing. Untuk aktivitas fisik, perawat membantu menyusun jadwal olahraga (misalnya jalan kaki 30 menit, 5 kali seminggu) dengan memperhatikan tanda-tanda bahaya seperti nyeri dada. Teknik manajemen stres seperti latihan napas dalam dan relaksasi otot progresif diajarkan dan dilatih. Perawat juga melakukan pemantauan tanda-tanda komplikasi seperti sakit kepala hebat, penglihatan kabur, nyeri dada, atau sesak napas. Dukungan psikososial diberikan dengan mendorong pasien bergabung dalam kelompok dukungan dan melibatkan keluarga dalam proses perawatan untuk meningkatkan dukungan dan kepatuhan. Intervensi ini bersifat dinamis, dievaluasi secara berkala, dan disesuaikan dengan respons dan kondisi terkini pasien untuk mencapai target tekanan darah yang optimal.
Article No. 24855 | 04 Apr 2026
Klinis : pasien g1p0a1, inpartu, kala 2 tak maju, dilakukan vacuum extraction
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko tinggi terhadap cedera pada ibu dan janin terkait dengan persalinan kala II lama dan intervensi vakum ekstraksi
Kode SDKI: 0028
Deskripsi Singkat: Risiko Cedera
Kode SLKI: 2105A
Deskripsi : Ibu dan janin bebas dari cedera selama proses persalinan.
Kode SIKI: 3901, 3902, 3903, 3904, 3905, 3906, 3907, 3908, 3909, 3910, 3911, 3912, 3913, 3914, 3915, 3916, 3917, 3918, 3919, 3920, 3921, 3922, 3923, 3924, 3925, 3926, 3927, 3928, 3929, 3930, 3931, 3932, 3933, 3934, 3935, 3936, 3937, 3938, 3939, 3940, 3941, 3942, 3943, 3944, 3945, 3946, 3947, 3948, 3949, 3950, 3951, 3952, 3953, 3954, 3955, 3956, 3957, 3958, 3959, 3960, 3961, 3962, 3963, 3964, 3965, 3966, 3967, 3968, 3969, 3970, 3971, 3972, 3973, 3974, 3975, 3976, 3977, 3978, 3979, 3980, 3981, 3982, 3983, 3984, 3985, 3986, 3987, 3988, 3989, 3990, 3991, 3992, 3993, 3994, 3995, 3996, 3997, 3998, 3999, 4000
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mengatasi risiko cedera ini sangat komprehensif dan mencakup aspek pemantauan, edukasi, dukungan, dan kolaborasi. Pertama, perawat secara ketat memantau kondisi ibu dan janin. Pada ibu, dilakukan pemantauan tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, suhu, pernapasan) untuk mendeteksi dini syok atau infeksi. Pemantauan kontraksi uterus (frekuensi, durasi, intensitas) dan kemajuan persalinan (pembukaan, penurunan bagian terendah) sangat penting untuk menilai efektivitas proses. Perawat juga mengobservasi tanda-tanda kelelahan ibu, dehidrasi, dan distress emosional. Pada janin, pemantauan denyut jantung janin (DJJ) secara kontinu atau intermiten adalah kunci untuk mendeteksi gawat janin, seperti takikardia, bradikardia, atau variabilitas yang menurun. Perawat mencatat dengan cermat setiap perubahan dan melaporkan temuan yang mengkhawatirkan kepada bidan atau dokter. Kedua, perawat memberikan edukasi dan dukungan psikologis yang intensif. Ibu dan keluarga dijelaskan tentang kondisi kala II yang tak maju, alasan perlunya vakum ekstraksi, prosedur yang akan dilakukan, serta risiko dan manfaatnya. Penjelasan ini mengurangi kecemasan dan meningkatkan kerja sama. Selama persalinan, perawat memberikan dukungan terus-menerus dengan teknik non-farmakologis seperti mengatur posisi yang nyaman (misalnya posisi setengah duduk atau miring), mengajarkan teknik pernapasan dan mengejan yang efektif, memberikan masase, serta memberikan dorongan semangat. Ketiga, perawat mempersiapkan dan membantu dalam prosedur vakum ekstraksi. Ini termasuk memastikan alat vakum ekstraktor steril dan berfungsi, membantu posisi ibu (lithotomi), mempersiapkan bidang steril, dan memberikan dukungan emosional selama prosedur berlangsung. Perawat juga memastikan dokter atau bidan yang melakukan prosedur telah memenuhi kriteria (misalnya, pembukaan lengkap, ketuban pecah, kepala janin sudah engaged) untuk meminimalkan risiko. Keempat, pasca ekstraksi, perawat melakukan pemantauan pasca persalinan yang ketat. Pada ibu, dilakukan observasi terhadap perdarahan postpartum, integritas jalan lahir (laserasi atau episiotomi), tanda-tanda hematoma, dan fungsi kandung kemih. Pada bayi baru lahir, dilakukan penilaian APGAR, observasi tanda-tanda trauma (seperti caput succedaneum, cephalhematoma, atau fraktur clavicula), serta pemantauan tanda-tanda vital dan adaptasi neonatal. Perawat juga memberikan asuhan pada bayi seperti perawatan tali pusat dan inisiasi menyusu dini jika kondisi memungkinkan. Kelima, perawat berkolaborasi dengan tim kesehatan lain. Komunikasi yang jelas dengan bidan, dokter obstetri, dan dokter anak sangat penting untuk penanganan yang terintegrasi. Perawat melaporkan kemajuan persalinan, hasil pemantauan DJJ, dan kondisi ibu secara berkala. Jika diperlukan, perawat membantu dalam persiapan tindakan lebih lanjut seperti seksio sesarea jika vakum ekstraksi gagal. Semua intervensi ini didokumentasikan dengan lengkap dan akurat. Tujuan akhir dari seluruh rangkaian intervensi ini adalah meminimalkan potensi cedera pada ibu (seperti laserasi luas, atonia uteri, fistula) dan pada janin (seperti asfiksia, trauma lahir, cedera plexus brachialis) sehingga outcome persalinan menjadi optimal bagi kedua belah pihak.
Article No. 24856 | 04 Apr 2026
Klinis : pasien g1p0a1, inpartu, kala 2 tak maju, dilakukan vacuum extraction. buatkan SDKI,SLKI, SIKI
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Perfusi Jaringan Tidak Efektif pada Ibu dan Janin
Kode SDKI: 0207
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan suplai oksigen dan/atau nutrisi pada tingkat kapiler yang dapat mengganggu fungsi seluler pada ibu dan/atau janin selama proses persalinan.
Kode SLKI: 2003
Deskripsi : Perfusi jaringan ibu dan janin efektif. Ditandai dengan: 1) Tanda vital ibu dalam batas normal (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu). 2) Denyut jantung janin dalam batas normal (120-160 dpm) dengan variabilitas yang baik dan tanpa deselerasi lambat atau variabel yang signifikan. 3) Kontraksi uterus adekuat dengan pola relaksasi yang baik di antara kontraksi. 4) Warna, kelembaban, dan suhu kulit ibu normal. 5) Produksi urine adekuat (>30 ml/jam). 6) Status mental ibu sadar dan kooperatif. 7) Kemajuan persalinan sesuai dengan fase dan kala yang diharapkan (pembukaan serviks, penurunan bagian terbawah janin).
Kode SIKI: 3520
Deskripsi : Pemantauan Perfusi Jaringan. Tindakan keperawatan yang meliputi: 1) Memantau dan mendokumentasikan tanda vital ibu (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) secara berkala sesuai kondisi atau protokol. 2) Memantau dan mendokumentasikan denyut jantung janin secara kontinu atau intermiten sesuai indikasi, mengidentifikasi pola dasar, variabilitas, serta ada/tidaknya akselerasi atau deselerasi. 3) Memantau karakteristik kontraksi uterus (frekuensi, durasi, intensitas, pola) dan waktu relaksasi di antaranya. 4) Mengobservasi kemajuan persalinan (pembukaan serviks, penurunan bagian terbawah janin, rotasi, dan moulding) melalui pemeriksaan dalam sesuai ketentuan dan indikasi. 5) Memantau tanda-tanda hipovolemia atau syok pada ibu (kulit pucat, dingin, lembab, capillary refill >2 detik, penurunan kesadaran, oliguria). 6) Memantau tanda-tanda gawat janin (takikardia/bradikardia janin, deselerasi lambat berulang, variabilitas menetap rendah, mekonium kental). 7) Memantau asupan dan haluaran cairan ibu, termasuk produksi urine. 8) Memberikan oksigen tambahan pada ibu jika diperlukan sesuai indikasi (misal: saat terjadi deselerasi pada DJJ). 9) Membantu dan mempersiapkan tindakan penolong persalinan operatif (seperti vacuum extraction) jika diperlukan untuk mempercepat persalinan dan mencegah komplikasi lebih lanjut. 10) Mengatur posisi ibu (misal: posisi lateral atau semi-Fowler) untuk meningkatkan aliran darah uteroplasenta. 11) Memberikan dukungan psikologis dan informasi kepada ibu serta keluarga mengenai kondisi dan tindakan yang dilakukan. 12) Berkolaborasi dengan bidan/dokter dalam penatalaksanaan persalinan kala II tak maju dan persiapan tindakan vakum ekstraksi.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0719
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, yang timbul secara mendadak atau berlangsung singkat, dengan durasi kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: 1403
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Ditandai dengan: 1) Melaporkan nyeri berkurang atau terkontrol pada skala yang dapat diterima. 2) Menunjukkan perilaku nyeri yang menurun (tampak rileks, mampu istirahat). 3) Tanda vital dalam batas normal atau kembali ke baseline. 4) Dapat berpartisipasi dalam aktivitas yang diperlukan, seperti mengejan selama kala II persalinan. 5) Menggunakan teknik non-farmakologis secara efektif untuk mengurangi nyeri.
Kode SIKI: 0840
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Tindakan keperawatan yang meliputi: 1) Melakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (lokasi, intensitas dengan skala, karakteristik, faktor pencetus, dan pereda). 2) Mengobservasi respons nonverbal terhadap nyeri (ekspresi wajah, postur tubuh, gelisah, menangis). 3) Memantau tanda vital sebagai respons fisiologis terhadap nyeri. 4) Memberikan informasi tentang penyebab nyeri dan penatalaksanaannya. 5) Mengajarkan dan mendukung penggunaan teknik non-farmakologis (teknik pernapasan dalam, relaksasi, distraksi, pengalihan perhatian, posisi yang nyaman, sentuhan terapeutik, kompres hangat atau dingin jika sesuai). 6) Membantu dalam pemberian analgesik sesuai resep dan memantau efektivitas serta efek sampingnya. 7) Mengatur lingkungan yang nyaman dan mendukung (penerangan, kebisingan, privasi). 8) Membantu dan mengajarkan posisi yang optimal untuk kenyamanan dan kemajuan persalinan. 9) Memberikan dukungan emosional dan dorongan selama kontraksi dan proses persalinan. 10) Mengevaluasi efektivitas intervensi pengurangan nyeri secara berkala.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: 0618
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya respons rentan terhadap patogen yang diakibatkan oleh prosedur invasif (vakum ekstraksi) yang merusak integritas kulit/jaringan dan paparan terhadap cairan tubuh selama persalinan.
Kode SLKI: 1102
Deskripsi : Kontrol Infeksi. Ditandai dengan: 1) Tanda-tanda infeksi tidak ada (tidak ada demam, kemerahan, bengkak, nyeri tekan, atau pus/sekret berbau pada lokasi episiotomi/laserasi atau luka vakum). 2) Hasil laboratorium dalam batas normal (leukosit, LED). 3) Luka bersih, kering, dan menunjukkan proses penyembuhan. 4) Melakukan perawatan luka dengan teknik aseptik sesuai instruksi. 5) Mengetahui tanda dan gejala infeksi yang perlu dilaporkan.
Kode SIKI: 6730
Deskripsi : Proteksi Infeksi. Tindakan keperawatan yang meliputi: 1) Menerapkan dan mempertahankan prinsip aseptik dan antiseptik ketat selama semua prosedur, terutama selama persiapan dan pelaksanaan vakum ekstraksi serta penjahitan luka. 2) Melakukan hand hygiene sebelum dan setelah kontak dengan pasien atau lingkungan pasien. 3) Memantau tanda-tanda vital, khususnya suhu tubuh, untuk deteksi dini infeksi. 4) Mengobservasi kondisi luka/perineum (lokasi episiotomi, laserasi, atau trauma dari vakum) terhadap tanda inflamasi atau infeksi (rubor, kalor, dolor, tumor, functio laesa). 5) Memberikan perawatan luka perineum dengan teknik yang benar (dari depan ke belakang) menggunakan air bersih dan antiseptik yang ditentukan. 6) Mengganti pembalut secara teratur dan menjaga area perineum tetap kering dan bersih. 7) Memberikan edukasi kepada ibu dan keluarga mengenai pentingnya kebersihan diri, teknik cuci tangan, dan perawatan luka perineum di rumah. 8) Mengedukasi tentang tanda dan gejala infeksi (demam, nyeri bertambah, kemerahan, bengkak, cairan berbau) yang harus segera dilaporkan. 9) Menganjurkan nutrisi yang adekuat (tinggi protein dan vitamin C) untuk mendukung penyembuhan jaringan. 10) Memastikan imunisasi TT (jika status tidak lengkap) untuk mencegah tetanus. 11) Berkolaborasi dalam pemberian antibiotik profilaksis atau terapi jika diresepkan.
Article No. 24857 | 04 Apr 2026
Klinis : pasien dengan diagnosa medis pneumonia dengan CKD imbalance elektrolit dengan kondisi klinis KU lemah, Tekanan darah : 98/62 mmHg, Nadi 62 x/m, SPO2 : 99% dengan 3 lpm nasal kanul, RR : 11 x/m, Suhu 36,2 C. Pasien memiliki hasil Rontgen Thorax Pneumonia. Hasil Ureum 99 mg/dL, Kreatinin 2.03 mg/dL.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0018
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan volume darah yang dipompa oleh ventrikel kiri per menit.
Kode SLKI: L.14001
Deskripsi : Curah jantung memadai ditunjukkan dengan: 1) Tekanan darah dalam rentang yang dapat diterima untuk klien, 2) Nadi perifer teraba, 3) Kulit hangat dan kering, 4) Haluaran urine adekuat (0,5-1,5 ml/kgBB/jam), 5) Status mental biasa, 6) Tidak ada dispnea atau ortopnea, 7) Tidak ada edema paru.
Kode SIKI: I.14021
Deskripsi : Intervensi untuk mempertahankan curah jantung meliputi: 1) Monitor tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan) dan saturasi oksigen, 2) Kaji kualitas dan kekuatan nadi perifer, 3) Kaji warna, suhu, dan kelembaban kulit, 4) Pantau haluaran urine setiap jam, 5) Kaji status neurologis (tingkat kesadaran, orientasi), 6) Auskultasi suara napas, 7) Kaji adanya edema, 8) Pertahankan akses intravena sesuai program terapi, 9) Berikan terapi oksigen sesuai program, 10) Atur posisi klien untuk memfasilitasi pernapasan dan sirkulasi (misalnya, semi-Fowler), 11) Kolaborasi pemberian terapi cairan dan obat-obatan sesuai program (seperti diuretik, inotropik), 12) Batasi aktivitas klien sesuai toleransi, 13) Ajarkan klien dan keluarga untuk melaporkan gejala seperti sesak napas, lelah, pusing, atau pembengkakan.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0005
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Jalan napas paten ditunjukkan dengan: 1) Suara napas bersih, 2) Tidak ada suara napas tambahan (mengi, ronki, stridor), 3) Mampu batuk efektif, 4) Ekspektorasi sputum dengan mudah, 5) Pernapasan dalam rentang normal dan irama teratur, 6) Saturasi oksigen dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.03005
Deskripsi : Intervensi untuk mempertahankan bersihan jalan napas meliputi: 1) Kaji frekuensi, irama, dan kedalaman pernapasan, 2) Auskultasi suara napas tiap 2-4 jam, 3) Kaji kemampuan batuk dan karakteristik sputum (jumlah, warna, konsistensi), 4) Pantau saturasi oksigen secara terus menerus, 5) Atur posisi semi-Fowler atau Fowler tinggi, 6) Ajarkan dan bantu latihan napas dalam dan batuk efektif, 7) Lakukan fisioterapi dada dan perkusi jika diperlukan, 8) Lakukan penghisapan lendir (suction) jika klien tidak mampu mengeluarkan sekret, 9) Berikan terapi oksigen sesuai program dan pantau keefektifannya, 10) Berikan nebulizer atau terapi inhalasi sesuai program, 11) Anjurkan intake cairan yang adekuat jika tidak ada kontraindikasi (pada CKD perlu pembatasan cairan), 12) Kolaborasi pemberian obat mukolitik, bronkodilator, atau antibiotik sesuai program, 13) Ajarkan klien dan keluarga tanda-tanda distress pernapasan.
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Cairan dan Elektrolit
Kode SDKI: D.0002
Deskripsi Singkat: Risiko mengalami perubahan kadar cairan dan/atau elektrolit dalam tubuh yang dapat mengganggu homeostasis.
Kode SLKI: L.06001
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit dipertahankan ditunjukkan dengan: 1) Tanda vital dalam rentang normal, 2) Turgor kulit elastis, 3) Membran mukosa lembab, 4) Keseimbangan masukan dan haluaran (balance cairan), 5) Berat badan stabil, 6) Nilai elektrolit (Na, K, Ca) dalam rentang normal, 7) Tidak ada edema, 8) Status mental biasa.
Kode SIKI: I.06041
Deskripsi : Intervensi untuk mencegah ketidakseimbangan cairan dan elektrolit meliputi: 1) Monitor tanda vital (terutama tekanan darah dan nadi) sebagai indikator volume cairan, 2) Kaji turgor kulit, kelembaban membran mukosa, dan adanya edema, 3) Pantau masukan dan haluaran cairan secara akurat setiap 24 jam, 4) Timbang berat badan harian dengan skala dan waktu yang sama, 5) Pantau hasil laboratorium (ureum, kreatinin, natrium, kalium, kalsium) dan laporkan abnormalitas, 6) Kaji status neurologis (letargi, kebingungan, kelemahan otot) yang dapat terkait dengan ketidakseimbangan elektrolit, 7) Atur dan batasi asupan cairan sesuai program (restriksi cairan pada CKD), 8) Kolaborasi pemberian terapi cairan intravena dengan hati-hati sesuai program, 9) Kolaborasi pemberian obat seperti diuretik atau pengikat fosfat sesuai program, 10) Anjurkan diet sesuai kondisi (rendah kalium, rendah natrium, rendah fosfor sesuai instruksi), 11) Ajarkan klien dan keluarga tentang tanda-tanda kelebihan cairan (edema, sesak napas) dan dehidrasi (haus, kulit kering), serta pentingnya pembatasan diet.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433