Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23011 | 26 Nov 2025
Klinis : pasien datang dengan penurunan kesadaran, gds awal 28
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Serebral
Kode SDKI: 0021
Deskripsi Singkat: Berisiko mengalami penurunan sirkulasi darah ke otak yang dapat menyebabkan gangguan metabolisme sel-sel otak.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Perfusi Serebral. Tujuan dari intervensi keperawatan adalah untuk mempertahankan atau meningkatkan perfusi serebral yang adekuat. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: tingkat kesadaran pasien membaik atau kembali normal (dari GCS 28 menuju GCS 15), pasien menunjukkan orientasi yang baik terhadap orang, tempat, dan waktu, tidak terdapat atau berkurangnya tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial seperti sakit kepala hebat, muntah proyektil, atau papiledema, tanda-tanda vital (terutama tekanan darah dan denyut nadi) stabil dan dalam rentang yang dapat diterima untuk mendukung perfusi otak, tidak terdapat atau berkurangnya defisit neurologis fokal seperti kelemahan anggota gerak, gangguan bicara, atau penurunan sensorik, serta fungsi kognitif seperti memori dan konsentrasi menunjukkan perbaikan. Pemantauan ketat terhadap status neurologis dan tanda-tanda vital merupakan indikator kunci keberhasilan SLKI ini.
Kode SIKI: 2610
Deskripsi : Pemantauan Neurologis. Intervensi ini melibatkan serangkaian tindakan sistematis dan berkelanjutan untuk mengumpulkan dan menganalisis data tentang fungsi sistem saraf pasien. Pada pasien dengan penurunan kesadaran dan GDS 28, pemantauan neurologis menjadi sangat kritis. Tindakan yang dilakukan meliputi: Memantau dan mendokumentasikan status neurologis secara komprehensif dan berkala menggunakan alat ukur standar seperti Glasgow Coma Scale (GCS). Pada kasus ini, GDS (Glasgow Depression Scale) kemungkinan adalah kesalahan penulisan atau interpretasi, dan yang dimaksud adalah GCS (Glasgow Coma Scale) dengan skor 28 yang tidak mungkin karena skor maksimal GCS adalah 15. Asumsinya adalah pasien datang dengan penurunan kesadaran yang signifikan (misalnya, GCS rendah). Pemantauan mencakup evaluasi tingkat kesadaran (apakah sadar penuh, somnolen, sopor, atau koma), pola pernapasan (apakah ada Cheyne-Stokes, ataupun lainnya yang mengindikasikan gangguan batang otak), reaksi pupil terhadap cahaya (ukuran, bentuk, kesamaan, dan reaksi), serta fungsi motorik dan sensorik (respon terhadap nyeri, kekuatan otot, dan refleks). Memantau tanda-tanda vital seperti tekanan darah (baik hipertensi maupun hipotensi dapat mempengaruhi perfusi otak), denyut nadi (apakah ada bradikardia yang dapat mengindikasikan peningkatan TIK), laju dan pola pernapasan. Memposisikan kepala tempat tidur dengan elevasi 30-45 derajat (jika tidak ada kontraindikasi seperti syok atau trauma spinal) untuk mempromosikan drainase vena dan menurunkan tekanan intrakranial. Meminimalkan stimulasi yang tidak perlu (seperti suara bising atau cahaya terang) dan menghindari manuver yang dapat meningkatkan tekanan intrakranial, misalnya menekan leher atau melakukan suction yang terlalu agresif. Memastikan jalan napas tetap paten dan oksigenasi yang adekutan dengan pemberian oksigen tambahan jika diperlukan, karena hipoksia dapat memperburuk kerusakan neurologis. Berkolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi farmakologi seperti osmotik diuretik (contohnya manitol) untuk menurunkan edema serebral, serta mempersiapkan dan membantu dalam prosedur diagnostik seperti CT-Scan atau MRI kepala. Dokumentasi yang akurat dan detail setiap perubahan status neurologis, sekecil apapun, sangat penting untuk mendeteksi deteriorasi secara dini dan mengevaluasi efektivitas intervensi yang diberikan.
-
Article No. 23012 | 26 Nov 2025
Klinis : pasien datang dengan penurunan kesadaran, gula darah awal 28
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Gula Darah
Kode SDKI: 0022
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakstabilan Kadar Gula Darah didefinisikan sebagai keadaan dimana seorang individu rentan mengalami variasi kadar glukosa darah dari rentang normal, yang dapat mengakibatkan komplikasi. Pada kasus ini, pasien datang dengan kondisi gula darah yang sangat rendah (hipoglikemia berat) yaitu 28 mg/dL, disertai penurunan kesadaran, yang merupakan manifestasi akut dan mengancam jiwa dari ketidakstabilan gula darah tersebut. Defisini ini menekankan pada kerentanan, dan data klinis pasien (gula darah 28 dan penurunan kesadaran) adalah bukti yang mendukung bahwa risiko ini telah menjadi masalah aktual yang memerlukan intervensi segera. Hipoglikemia berat seperti ini sering terjadi pada pasien diabetes yang menggunakan insulin atau obat penurun gula darah oral, di mana terjadi ketidakseimbangan antara asupan makanan, aktivitas fisik, dan dosis obat. Penurunan kesadaran (dari somnolen hingga koma) adalah tanda bahwa otak sudah mengalami krisis energi karena kekurangan glukosa yang merupakan sumber bahan bakar utama. Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, kondisi ini dapat menyebabkan kejang, kerusakan neurologis permanen, dan kematian. Diagnosa ini memfokuskan perhatian perawat pada pemantauan yang ketat, pemberian terapi untuk menormalkan gula darah, dan pendidikan kesehatan untuk mencegah terulangnya kejadian di masa depan.
Kode SLKI: 2125
Deskripsi : SLKI dengan kode 2125 berfokus pada Tindakan untuk Mengatasi Hipoglikemia. Tujuan utamanya adalah untuk menstabilkan kadar gula darah pasien ke dalam rentang yang aman dan memulihkan kesadarannya. Intervensi keperawatan yang kritis dan mendesak meliputi: pertama, pemberian glukosa intravena (seperti dextrose 40%) secara bolus sesuai protokol darurat medis. Ini adalah tindakan penyelamatan jiwa yang langsung menyediakan sumber glukosa ke dalam sirkulasi darah untuk segera digunakan oleh sel-sel otak. Kedua, pemantauan tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) dan status neurologis (tingkat kesadaran menggunakan skala GCS, respon pupil, adanya kejang) secara ketat dan berkelanjutan setiap 5-15 menit hingga kondisi stabil. Ketiga, setelah pasien sadar dan mampu menelan, pemberian karbohidrat sederhana dan kompleks secara oral (seperti jus buah dilanjutkan dengan roti atau biskuit) untuk mempertahankan kenaikan gula darah. Keempat, memastikan akses intravena tetap paten untuk pemberian cairan atau obat lain jika diperlukan. Kelima, kolaborasi dengan tim medis untuk mengevaluasi ulang regimen terapi diabetes pasien (dosis insulin atau obat oral) guna mencegah hipoglikemia berulang. Keberhasilan SLKI ini diukur dari peningkatan kadar gula darah menjadi >70 mg/dL dan perbaikan tingkat kesadaran pasien hingga kembali sadar sepenuhnya dan responsif.
Kode SIKI: 4501
Deskripsi : SIKI dengan kode 4501 adalah Pemantauan Kadar Gula Darah. Ini adalah intervensi fundamental dan berkelanjutan yang menjadi dasar evaluasi keberhasilan penanganan hipoglikemia dan pencegahan komplikasi lebih lanjut. Pada fase akut, pemantauan dilakukan dengan sangat intensif, yaitu setiap 15-30 menit setelah pemberian dextrose hingga kadar gula darah stabil di atas 70 mg/dL, kemudian dilanjutkan setiap 1-2 jam selama beberapa jam berikutnya, dan selanjutnya setiap 4-6 jam sesuai kondisi pasien. Perawat harus terampil dalam teknik pengambilan sampel darah kapiler menggunakan device glukometer yang terkalibrasi dengan benar, memastikan area tusukan bersih untuk menghindari infeksi dan mendapatkan hasil yang akurat. Selain mengukur angka, perawat juga harus jeli mengobservasi tanda-tanda klinis hipoglikemia lainnya seperti diaforesis (keringat dingin), tremor, palpitasi, lemah, dan lapar, meskipun pada pasien dengan penurunan kesadaran tanda-tanda ini mungkin tidak teramati. Dokumentasi yang akurat dan real-time terhadap setiap hasil pengukuran sangat krusial untuk melacak tren respons terapi dan menjadi bahan komunikasi dengan tim kesehatan lain. Pemantauan juga mencakup pengamatan terhadap kemungkinan "rebound hyperglycemia" (kenaikan gula darah yang berlebihan) sebagai respons pemberian dextrose atau mekanisme tubuh. Data dari pemantauan ini digunakan untuk menyesuaikan terapi, menentukan waktu pemberian nutrisi, dan sebagai dasar untuk memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya pemantauan mandiri di rumah serta mengenali gejala awal hipoglikemia.
-
Article No. 23013 | 26 Nov 2025
Klinis : DO : Ny. K tampak gelisah Ny. K bersikap protektif yaitu menghindari rasa sakit DS : Ny. K mengeluh nyeri hilang timbul. Ny, K mengatakan “Nyeri hilang timbul kalau lagi lelah atau capek” Ny. K mengatakan “Skala nyeri dari 0-10 itu 4”
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0007
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, yang muncul tiba-tiba atau berlangsung singkat, dengan durasi kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Pasien mampu mengendalikan nyeri dengan kriteria hasil: 1) Mendemonstrasikan penggunaan metode nonfarmakologis yang tepat untuk mengatasi nyeri, 2) Menggunakan analgesik sesuai resep untuk mengontrol nyeri, 3) Melaporkan bahwa nyeri berkurang atau hilang setelah intervensi, 4) Mempertahankan tingkat nyeri pada skala yang dapat ditoleransi (misalnya, skala nyeri 0-3), 5) Menunjukkan tanda-tanda vital dalam rentang normal, 6) Dapat beristirahat dan tidur dengan cukup, 7) Dapat melakukan aktivitas sehari-hari sesuai tingkat kemampuan, 8) Menunjukkan ekspresi wajah yang rileks dan postur tubuh yang normal, 9) Tidak menunjukkan perilaku gelisah atau protektif karena nyeri, 10) Mengungkapkan pemahaman tentang faktor pemicu dan cara mengelola nyeri.
Kode SIKI: I.08065
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi keperawatan yang dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri, mencakup tindakan-tindakan: 1) Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif meliputi lokasi, karakteristik, onset, durasi, frekuensi, kualitas, dan intensitas nyeri (menggunakan skala 0-10). 2) Observasi tanda-tanda non-verbal ketidaknyamanan atau distress (ekspresi wajah, postur tubuh, gelisah). 3) Kaji faktor yang memperberat dan meringankan nyeri (seperti kelelahan atau aktivitas berlebihan yang dialami Ny. K). 4) Ajarkan dan bantu pasien menggunakan teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri, seperti distraksi (mendengarkan musik, menonton TV), relaksasi (napas dalam, imajinasi terbimbing), dan teknik sentuhan terapeutik (kompres hangat atau dingin pada area nyeri jika tepat). 5) Kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian analgesik sesuai indikasi dan evaluasi efektivitas serta efek sampingnya. 6) Lakukan reposisi atau bantu pasien dalam menemukan posisi yang nyaman untuk mengurangi tekanan pada area yang sakit. 7) Lingkungan yang tenang dan nyaman untuk mendukung istirahat dan mengurangi stimulasi yang dapat memperberat nyeri. 8) Ajarkan pasien dan keluarga tentang penggunaan skala nyeri untuk memantau efektivitas intervensi. 9) Anjurkan teknik manajemen energi dan keseimbangan aktivitas-istirahat untuk mencegah kelelahan yang memicu nyeri. 10) Berikan edukasi tentang rencana terapi nyeri dan pentingnya melaporkan nyeri secara proaktif sebelum nyeri menjadi berat. 11) Evaluasi respons pasien terhadap intervensi manajemen nyeri yang telah dilakukan dan dokumentasikan secara berkala. 12) Berikan dukungan emosional dan yakinkan pasien bahwa nyerinya sedang ditangani dengan serius.
-
Article No. 23014 | 26 Nov 2025
Klinis : gula darah 350 mg/dL
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Hiperglikemia
Kode ICD-10: R73.9
Deskripsi Singkat : Hasil pengukuran gula darah sebesar 350 mg/dL menunjukkan kondisi hiperglikemia, yang merupakan istilah medis untuk kadar glukosa (gula) dalam darah yang abnormally tinggi. Nilai ini jauh di atas kisaran normal (biasanya di bawah 140 mg/dL setelah makan) dan menandakan gangguan dalam regulasi gula darah tubuh. Kode ICD-10 R73.9 mengacu pada "Peningkatan kadar glukosa darah, tidak spesifik". Kode ini digunakan ketika terdapat bukti objektif kadar gula darah tinggi (seperti dari pemeriksaan darah), tetapi penyebab pastinya belum ditentukan atau belum diklasifikasikan di bawah kode yang lebih spesifik. Hiperglikemia sering dikaitkan dengan diabetes mellitus, baik tipe 1 maupun tipe 2, di mana tubuh tidak memproduksi cukup insulin atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Namun, kondisi ini juga dapat dipicu oleh faktor lain seperti stres berat, penyakit akut, infeksi, konsumsi obat-obatan tertentu (seperti kortikosteroid), atau asupan karbohidrat yang berlebihan. Hiperglikemia yang tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk ketoasidosis diabetik (pada diabetes tipe 1) atau keadaan hiperglikemik hiperosmolar (pada diabetes tipe 2), yang keduanya merupakan keadaan darurat medis. Penanganan biasanya melibatkan pemberian insulin, penyesuaian obat, dan modifikasi gaya hidup. Penting untuk dicatat bahwa kode R73.9 bersifat sementara; setelah diagnosis pasti seperti diabetes mellitus ditegakkan, kode yang lebih spesifik dari kategori E08-E13 harus digunakan.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 23015 | 26 Nov 2025
Klinis : SIKI manajemen hiperglikemia
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Manajemen Hiperglikemia
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko ketidakstabilan kadar glukosa darah
Kode SLKI: L.03132
Deskripsi : Manajemen Hiperglikemia: Tindakan keperawatan untuk mengontrol kadar glukosa darah pada pasien dengan hiperglikemia. Intervensi ini mencakup pemantauan kadar glukosa darah secara teratur, baik melalui pemeriksaan laboratorium seperti GDP, 2JPP, dan HbA1c, maupun pemantauan mandiri di rumah. Perawat berkolaborasi untuk pemberian terapi insulin atau obat hipoglikemik oral sesuai resep, memastikan dosis, waktu, dan teknik pemberian yang tepat, serta memantau efek samping seperti hipoglikemia. Edukasi pasien dan keluarga menjadi komponen krusial, meliputi pemahaman tentang kondisi hiperglikemia, faktor pemicu (seperti stres, infeksi, atau pola makan), gejala (poliuria, polidipsia, pandangan kabur, lemas), dan komplikasi jangka panjang (neuropati, nefropati, retinopati). Perawat juga mendukung modifikasi gaya hidup dengan menyusun rencana diet seimbang bersama ahli gizi, yang berfokus pada kontrol karbohidrat, pemilihan makanan dengan indeks glikemik rendah, dan pengaturan porsi makan. Promosi aktivitas fisik rutin yang aman dan sesuai kondisi pasien juga dijalankan, dengan memperhatikan waktu pemberian insulin untuk mencegah hipoglikemia pasca-latihan. Manajemen stres dan dukungan psikososial diberikan untuk membantu pasien beradaptasi dengan kondisi kronisnya. Selain itu, perawat melakukan pemantauan ketat terhadap tanda-tanda komplikasi akut seperti Ketoasidosis Diabetik (DKA) atau Status Hiperglikemik Hiperosmolar (HHS), serta mendidik pasien tentang perawatan kaki untuk mencegah ulkus diabetik. Tindakan ini bertujuan mencapai dan mempertahankan kadar glukosa darah dalam rentang target, mencegah komplikasi, serta meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup pasien.
Kode SIKI: I.01221
Deskripsi : Pemantauan Glukosa Darah: Tindakan keperawatan untuk mengobservasi dan mengevaluasi kadar glukosa darah pasien. Intervensi ini dimulai dengan persiapan alat yang akurat, seperti glukometer yang telah dikalibrasi, strip tes yang belum kedaluwarsa, dan lancet steril. Perawat memilih lokasi penusukan yang tepat (biasanya ujung jari) dan memastikan teknik aseptik untuk mencegah infeksi. Sampel darah diambil dengan volume yang sesuai untuk alat yang digunakan, dan pembacaan hasil dilakukan dengan cermat. Hasil pemantauan dicatat secara detail, termasuk tanggal, waktu, nilai glukosa darah, hubungannya dengan waktu makan (puasa, sebelum makan, setelah makan, atau sebelum tidur), aktivitas fisik yang dilakukan, serta dosis obat atau insulin yang diterima. Perawat menganalisis pola hasil pemantauan untuk mengidentifikasi tren hiperglikemia atau hipoglikemia, serta faktor pemicunya. Berdasarkan analisis ini, perawat dapat memberikan rekomendasi penyesuaian terapi, pola makan, atau aktivitas kepada tim medis dan pasien. Edukasi kepada pasien dan keluarga tentang teknik pemantauan mandiri yang benar merupakan bagian integral dari intervensi ini, mencakup cara menggunakan glukometer, interpretasi hasil, dan tindakan yang harus diambil berdasarkan hasil tersebut (misalnya, mengonsumsi karbohidrat sederhana jika hipoglikemi atau menghubungi tenaga kesehatan jika hiperglikemi berat). Pemantauan juga mencakup pengamatan tanda dan gejala klinis yang menyertai fluktuasi glukosa darah, seperti perubahan status mental, keringat dingin, gemetar (pada hipoglikemia), atau poliuria dan dehidrasi (pada hiperglikemia). Tindakan ini sangat penting untuk mengevaluasi efektivitas terapi, mencegah komplikasi akut dan kronis, serta memberdayakan pasien dalam mengelola penyakitnya secara mandiri.
-
Article No. 23016 | 26 Nov 2025
Klinis : Saat dikaji Tn.C telah menggunakan ventilator selama 2 hari, dengan mode PSIMV FiO2 35% PEEP 5, PIP 5, PS 5, Trigger flow 2, dan RR mesin 8 dengan VTE 355. Pola nafas reguler, lambat, dalam dengan RR 13x/menit dan SpO2 98% Tn.S terpasang trakeostomi, terdapat sekret berlebih dengan konsistensi kental pada bagian ETT dan air liur pada bagian mulut. Saat dilakukan auskultasi terdengar suara vesikuler pada kedua lapang paru. Tampak luka kemerahan pada kepala bagian dahi, pelipis kanan, kaki kanan, punggung tangan kanan dan kiri. Tampak jejas pada bagian klavikula kanan. Luka pada pelipis kanan telah dilakukan penjahitan luka. Pada bagian mata, kedua mata tidak dapat dibuka dengan kulit sekitarnya berwarna biru kehitaman. Pada kedua daun telinga juga terdapat jejas berwarna kebiruan. Hasil pemeriksan tanda-tanda vital didapatkan tekanan darah 132/62 mmHg, HR 64x/menit dengan hasil nilai AGD alkalosis metabolik tidak terkompensasi.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0004
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan kebersihan jalan napas.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Kebersihan jalan napas kembali adekuat, ditandai dengan: suara napas bersih, tidak ada suara napas tambahan, irama dan frekuensi napas normal, batuk efektif, sekret dapat dikeluarkan, nilai GDA dalam batas normal, dan tanda-tanda vital dalam batas normal. Secara spesifik, perawat akan melakukan pemantauan frekuensi, irama, dan kedalaman pernapasan; memantau bunyi napas; memantau status oksigenasi; memantau kemampuan batuk; melakukan fisioterapi dada; melakukan penghisapan lendir (suction) jalan napas atas dan bawah; mengatur posisi untuk memaksimalkan ventilasi; mendemonstrasikan batuk efektif; mengajarkan napas dalam; memberikan cairan per oral atau intravena sesuai kebutuhan; serta mempertahankan kebersihan dan kelembaban jalan napas buatan (seperti trakeostomi).
Kode SIKI: I.04001
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk meningkatkan bersihan jalan napas meliputi: memantau status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha napas); mengauskultasi bunyi napas setiap 2-4 jam atau sesuai kebutuhan; memantau saturasi oksigen secara terus menerus dan nilai gas darah arteri (AGD); memantau warna kulit dan membran mukosa; memantau kemampuan serta efektivitas batuk; melakukan fisioterapi dada dan latihan napas dalam; melakukan penghisapan sekret dari jalan napas atas (orofaring/nasofaring) dan bawah (trakea/ETT) secara steril berdasarkan indikasi seperti adanya suara ronki, sekret yang terlihat, atau penurunan saturasi oksigen; memastikan cuff pressure pada ETT/trakeostomi dalam batas normal; memberikan humidifikasi pada oksigen atau jalan napas buatan; mengatur posisi semi-fowler atau fowler untuk memudahkan ekspansi paru; memberikan cairan intravena sesuai order untuk mengencerkan sekret; memberikan obat-obatan seperti bronkodilator atau mukolitik sesuai order dokter; serta melakukan oral hygiene secara teratur untuk mencegah infeksi dan akumulasi sekret di mulut. Pada kasus Tn.C, fokusnya adalah pada penghisapan sekret yang kental pada ETT/trakeostomi, mempertahankan kelembaban jalan napas, dan memantau bunyi napas vesikuler yang masih normal agar tetap terjaga.
Kondisi: Pola Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0005
Deskripsi Singkat: Inspirasi dan/atau ekspirasi yang tidak memberikan ventilasi adekuat.
Kode SLKI: L.05001
Deskripsi : Pola napas kembali efektif, ditandai dengan: frekuensi, irama, dan kedalaman pernapasan dalam batas normal, tidak ada pernapasan paradoksal, tidak menggunakan otot bantu pernapasan, suara napas vesikuler pada seluruh lapang paru, status oksigenasi dalam batas normal (SpO2 >94%), dan nilai AGD dalam batas normal. Perawat akan melakukan pemantauan pola, frekuensi, dan kedalaman pernapasan; memantau bunyi napas; memantau penggunaan otot bantu napas; memantau status oksigenasi; mempertahankan jalan napas paten; mengajarkan napas dalam dan batuk efektif; mengatur posisi untuk memaksimalkan ventilasi; serta mempertahankan kerja ventilator (jika terpasang) sesuai parameter yang ditetapkan.
Kode SIKI: I.05001
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mengoptimalkan pola napas meliputi: memantau frekuensi, irama, kedalaman, dan pola pernapasan (seperti adanya takipnea, bradipnea, atau pernapasan Cheyne-Stokes); mengauskultasi bunyi napas setiap 2-4 jam; memantau saturasi oksigen secara terus menerus; memantau tanda-tanda hipoksia (seperti sianosis, gelisah); memantau penggunaan otot aksesori pernapasan dan adanya retraksi dada; mempertahankan posisi fowler atau semi-fowler untuk memudahkan ekspansi paru; mendemonstrasikan dan mendorong latihan napas dalam; memastikan kerja ventilator berjalan optimal dengan memantau parameter seperti mode (PSIMV), FiO2, PEEP, Pressure Support (PS), dan Volume Tidal Ekspirasi (VTE); memantau respons pasien terhadap ventilator (seperti upaya trigger sendiri dengan RR 13x/menit); melakukan suction rutin untuk menjaga kebersihan jalan napas; memberikan oksigen sesuai kebutuhan; memantau hasil AGD dan melaporkan adanya ketidaknormalan (seperti alkalosis metabolik); serta berkolaborasi dengan tim medis untuk menyesuaikan setting ventilator atau terapi oksigen berdasarkan hasil pemantauan. Pada Tn.C, meskipun pola napas reguler dan SpO2 baik, intervensi difokuskan pada mempertahankan kondisi ini dan memantau dampak alkalosis terhadap pola napas.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0064
Deskripsi Singkat: Peningkatan risiko untuk diinvasi oleh patogen.
Kode SLKI: L.64001
Deskripsi : Risiko infeksi dapat dicegah atau dikendalikan, ditandai dengan: tidak ada tanda-tanda infeksi (demam, kemerahan, bengkak, nyeri, pus), tanda-tanda vital dalam batas normal, hasil laboratorium (seperti leukosit) dalam batas normal, dan luka bersih tidak ada tanda infeksi. Perawat akan melakukan pemantauan tanda-tanda infeksi; mempertahankan teknik aseptik dan steril pada setiap prosedur invasif (seperti suction, perawatan luka, perawatan trakeostomi); melakukan cuci tangan sebelum dan setelah kontak dengan pasien; memantau suhu tubuh; memberikan perawatan luka secara steril; serta memberikan pendidikan kesehatan tentang pencegahan infeksi.
Kode SIKI: I.65001
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mencegah infeksi meliputi: memantau tanda-tanda sistemik infeksi (seperti peningkatan suhu tubuh, takikardia, leukositosis); memantau tanda-tanda lokal infeksi pada setiap luka (kemerahan, bengkak, nyeri, panas, adanya drainage/nanah); melakukan cuci tangan dengan teknik yang benar sebelum dan setelah melakukan tindakan; menggunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai; mempertahankan teknik aseptik ketat pada semua prosedur invasif (penghisapan jalan napas, perawatan trakeostomi, perawatan luka, pemasangan infus); melakukan perawatan luka terbuka (seperti luka jahitan di pelipis) dengan teknik steril dan mengganti balutan secara teratur; memberikan perawatan kebersihan diri yang optimal kepada pasien (termasuk oral hygiene untuk mencegah pneumonia aspirasi); memastikan semua alat medis yang digunakan, terutama yang bersentuhan dengan jalan napas, dalam kondisi steril; melakukan rotasi dan perawatan pada area-area tekanan; serta berkolaborasi dengan dokter mengenai kebutuhan terapi antibiotik profilaksis jika diperlukan. Pada Tn.C, risiko infeksi sangat tinggi karena adanya beberapa luka terbuka, pemasangan jalan napas buatan (trakeostomi), dan kondisi immobil.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau menggambarkan kondisi kerusakan (International Association for the Study of Pain); timbulnya tiba-tiba atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat dan berakhir diperkirakan kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.29001
Deskripsi : Nyeri dapat dikendalikan, ditandai dengan: laporan nyeri hilang atau berkurang, skala nyeri menurun, tanda-tanda vital dalam batas normal, tidak ada perilaku yang menunjukkan nyeri (seperti gelisah, menangis, meringis), dan pasien dapat melakukan aktivitas dengan nyaman. Perawat akan melakukan pemantauan tingkat nyeri dengan menggunakan skala nyeri yang sesuai; memantau faktor-faktor yang memperberat dan memperingan nyeri; memantau respons fisiologis terhadap nyeri (perubahan tanda vital, berkeringat); memberikan terapi farmakologi (analgesik) sesuai program; serta memberikan terapi non-farmakologi untuk mengurangi nyeri.
Kode SIKI: I.52001
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk menangani nyeri akut meliputi: melakukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, dan intensitas (menggunakan skala nyeri perilaku seperti Critical-Care Pain Observation Tool/CPOT karena pasien tidak dapat berkomunikasi verbal); mengobservasi petunjuk non-verbal dari nyeri (perilaku gelisah, meringis, postur tubuh menolak
Article No. 23017 | 26 Nov 2025
Klinis : Saat dikaji Tn.C telah menggunakan ventilator selama 2 hari, dengan mode PSIMV FiO2 35% PEEP 5, PIP 5, PS 5, Trigger flow 2, dan RR mesin 8 dengan VTE 355. Pola nafas reguler, lambat, dalam dengan RR 13x/menit dan SpO2 98% Tn.S terpasang trakeostomi, terdapat sekret berlebih dengan konsistensi kental pada bagian ETT dan air liur pada bagian mulut. Saat dilakukan auskultasi terdengar suara vesikuler pada kedua lapang paru. Tampak luka kemerahan pada kepala bagian dahi, pelipis kanan, kaki kanan, punggung tangan kanan dan kiri. Tampak jejas pada bagian klavikula kanan. Luka pada pelipis kanan telah dilakukan penjahitan luka. Pada bagian mata, kedua mata tidak dapat dibuka dengan kulit sekitarnya berwarna biru kehitaman. Pada kedua daun telinga juga terdapat jejas berwarna kebiruan. Hasil pemeriksan tanda-tanda vital didapatkan tekanan darah 132/62 mmHg, HR 64x/menit dengan hasil nilai AGD alkalosis metabolik tidak terkompensasi.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan kebersihan jalan napas.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Kebersihan jalan napas pasien dapat dipertahankan, ditandai dengan: suara napas bersih, tidak terdapat suara napas tambahan, batuk efektif, sekret dapat dikeluarkan, frekuensi napas dalam rentang normal, irama napas reguler, dan tidak terdapat sianosis. Perawat akan memonitor status pernapasan, posisi pasien untuk memaksimalkan pertukaran udara, ajarkan teknik batuk efektif, lakukan fisioterapi dada jika diperlukan, kelola kebutuhan oksigen, dan lakukan suction jika dibutuhkan.
Kode SIKI: I.08060
Deskripsi : Manajemen jalan napas, meliputi: mempertahankan kepala pasien pada posisi netral, hiperekstensi atau menggunakan bantal guling untuk menjaga jalan napas tetap terbuka, melakukan penghisapan lendir (suction) pada jalan napas buatan (seperti ETT/trakeostomi) dan jalan napas alami (mulut/hidung) dengan teknik steril, memberikan oksigen sesuai program, memberikan nebulizer, memantau dan mencatat bunyi napas sebelum dan sesudah penghisapan, memantau status respirasi (frekuensi, irama, kedalaman, upaya napas), memantau tanda-tanda hipoksia, serta memantau dan mencatat karakteristik sputum. Pada kasus Tn.C, intervensi ini sangat krusial karena adanya trakeostomi dan sekret yang berlebih serta kental, yang merupakan faktor risiko utama untuk obstruksi jalan napas. Posisi kepala yang tepat dan suction yang teratur dengan teknik steril diperlukan untuk mencegah komplikasi infeksi dan memastikan jalan napas tetap patent.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0020
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, yang muncul tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan diperkirakan berlangsung kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Kontrol nyeri, ditandai dengan: pasien melaporkan bahwa nyeri teratasi, skala nyeri menurun, tanda-tanda vital dalam rentang normal, tidak terdapat perilaku yang menunjukkan nyeri (seperti gelisah, menangis, merintih), dan mampu melakukan aktivitas sesuai kemampuan. Perawat akan melakukan pengkajian nyeri yang komprehensif (lokasi, karakteristik, intensitas, faktor pencetus dan pereda), ajarkan teknik non-farmakologi untuk mengurangi nyeri, kolaborasi pemberian analgetik, evaluasi keefektifan intervensi nyeri, dan ciptakan lingkungan yang nyaman.
Kode SIKI: I.09001
Deskripsi : Manajemen nyeri, meliputi: kaji nyeri (lokasi, karakteristik, onset, durasi, frekuensi, kualitas, dan intensitas nyeri), kaji faktor yang memperberat dan meringankan nyeri, observasi petunjuk perilaku dan fisiologis dari nyeri (seperti pada pasien non-verbal), ajarkan tentang penggunaan skala nyeri, lakukan tindakan untuk mengurangi nyeri (seperti reposisi, kompres hangat/dingin, distraksi, relaksasi), kolaborasi pemberian farmakologi dan non-farmakologi, evaluasi keefektifan kontrol nyeri, dan pantau efek samping terapi nyeri. Pada Tn.C, yang memiliki multiple injury seperti luka di dahi, pelipis, kaki, tangan, jejas klavikula, dan hematoma periorbital, manajemen nyeri sangat penting. Terutama karena ia mungkin tidak dapat berkomunikasi secara verbal akibat penggunaan ventilator dan trakeostomi, sehingga pengkajian melalui observasi perilaku dan tanda fisiologis menjadi kunci.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0056
Deskripsi Singkat: Peningkatan risiko terhadap invasi oleh patogen yang dapat membahayakan.
Kode SLKI: L.15001
Deskripsi : Kontrol infeksi, ditandai dengan: tidak terdapat tanda-tanda infeksi (seperti kemerahan, bengkak, nyeri, panas, drainase purulen pada area luka; demam; leukositosis), hasil kultur negatif, dan kepatuhan terhadap tindakan pencegahan infeksi. Perawat akan mempertahankan teknik aseptik dan steril selama perawatan luka dan prosedur invasif, monitor tanda-tanda infeksi sistemik dan lokal, lakukan perawatan luka dengan tepat, kelola terapi antibiotik sesuai kolaborasi, dan edukasi pasien/keluarga tentang pencegahan infeksi.
Kode SIKI: I.08080
Deskripsi : Pengendalian infeksi, meliputi: lakukan cuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan pasien, gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan, lakukan perawatan luka dengan teknik steril, lakukan perawatan pada area invasif (seperti trakeostomi, IV line) dengan teknik steril, pantau tanda-tanda infeksi (suhu, drainase luka, hasil laboratorium), lakukan isolasi jika diperlukan, dan edukasi pasien/keluarga tentang pentingnya pencegahan infeksi. Pada Tn.C, risiko infeksi sangat tinggi karena adanya multiple laserasi dan luka terbuka (termasuk luka jahitan), serta adanya jalur invasif utama yaitu trakeostomi. Trakeostomi merupakan pintu masuk langsung bagi kuman ke paru-paru, dan sekret yang kental dapat menjadi media pertumbuhan yang baik. Oleh karena itu, perawatan trakeostomi dan luka dengan teknik steril mutlak diperlukan.
Kondisi: Kerusakan Integritas Jaringan
Kode SDKI: D.0066
Deskripsi Singkat: Kerusakan pada membran mukosa, kornea, atau integumen (kulit).
Kode SLKI: L.10001
Deskripsi : Perawatan luka, ditandai dengan: luka bersih, tidak terdapat tanda infeksi, jaringan granulasi tumbuh, ukuran luka mengecil, dan kulit di sekitar luta utuh. Perawat akan membersihkan luka dengan teknik dan larutan yang tepat, memilih balutan yang sesuai, memantau kemajuan penyembuhan luka, mencegah tekanan berlebih pada area luka, dan memastikan nutrisi yang adekuat untuk penyembuhan jaringan.
Kode SIKI: I.08017
Deskripsi : Perawatan luka, meliputi: kaji luka (lokasi, ukuran, kedalaman, warna jaringan, adanya drainase, bau), lakukan pembersihan luka dengan teknik aseptik, lakukan debridemen jika diperlukan, pilih dan aplikasikan balutan yang sesuai, lakukan perawatan drain luka, ganti balutan sesuai jadwal atau jika basah/kotor, dan dokumentasikan karakteristik luka dan perawatan. Pada Tn.C, diagnosa ini langsung terkait dengan berbagai luka yang tampak, seperti luka kemerahan di beberapa area dan luka jahitan di pelipis kanan. Perawatan yang sistematis dan teratur diperlukan untuk masing-masing luka guna mencegah infeksi dan mempromosikan penyembuhan.
Kondisi: Keseimbangan Cairan dan Elektrolit
Kode SDKI: D.0015
Deskripsi Singkat: Gangguan pada fungsi fisiologis keseimbangan cairan dan elektrolit.
Kode SLKI: L.06001
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit dapat dipertahankan, ditandai dengan: tanda-tanda vital dalam rentang normal, turgor kulit baik, membran mukosa lembab, tidak terdapat edema, keseimbangan masukan dan haluaran, dan hasil elektrolit dalam rentang normal. Perawat akan memantau tanda-tanda vital, keseimbangan cairan, status hidrasi (turgor kulit, membran mukosa), kolaborasi pemantauan elektrolit, atur pemberian cairan intravena, dan edukasi tentang pentingnya hidrasi.
Kode SIKI: I.08040
Deskripsi : Manajemen keseimbangan cairan, meliputi: pantau tanda-tanda vital, pantau status hidrasi (turgor kulit, membran mukosa, mata cekung), pantau masukan dan haluaran cairan, timbang berat badan harian, pantau hasil pemeriksaan laboratorium (elektrolit, BUN, kreatinin, hematokrit), kolaborasi pemberian terapi cairan, dan atur kecepatan infus sesuai program. Pada Tn.C, kondisi ini relevan untuk dipantau meskipun tidak ada data langsung tentang intake-output. Statusnya yang kritis dan adanya luka multiple memerlukan pemantauan ketat terhadap keseimbangan cairan untuk mendukung perfusi jaringan dan proses peny
Article No. 23018 | 26 Nov 2025
Klinis : “Pak Budi, kami memahami bahwa Bapak ingin mengikuti ritual pengobatan dengan ramuan daun dari dukun kampung. Kami dapat memberi waktu Bapak untuk melakukan ritual tersebut, selama kaki tetap dibersihkan dan ditutup kain bersih agar tidak bertambah infeksi.”
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: 0026
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya pertumbuhan dan invasi patogen patogenik.
Kode SLKI: 4025
Deskripsi : Kontrol Infeksi: Tindakan untuk mengurangi atau mencegah infeksi nosokomial.
Kode SIKI: I-04025
Deskripsi : Pantau tanda dan gejala infeksi. Pantau suhu tubuh. Pantau hasil pemeriksaan laboratorium yang mengindikasikan infeksi. Lakukan cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan pada pasien. Gunakan sarung tangan steril atau bersih sesuai kebutuhan. Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai dengan jenis tindakan. Lakukan perawatan luka dengan teknik aseptik atau steril. Bersihkan luka dari kotoran. Lakukan perawatan kulit di sekitar luka. Ganti balutan secara teratur. Ajarkan pasien dan keluarga tentang tanda dan gejala infeksi. Ajarkan pasien dan keluarga tentang teknik mencuci tangan. Ajarkan pasien dan keluarga tentang perawatan luka di rumah. Kolaborasi pemberian terapi antibiotik sesuai indikasi. Batasi pengunjung jika diperlukan. Lakukan disinfeksi pada peralatan dan lingkungan pasien.
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Perasaan gelisah yang samar atau tidak menyenangkan sebagai respons terhadap antisipasi yang tidak spesifik terhadap ancaman yang dirasakan.
Kode SLKI: 4414
Deskripsi : Pengurangan Ansietas: Meminimalkan kekhawatiran, ketakutan, antisipasi akan ancaman atau situasi yang tidak diketahui atau tidak pasti.
Kode SIKI: I-04414
Deskripsi : Identifikasi tingkat ansietas. Dengarkan dengan penuh perhatian. Gunakan pendekatan yang tenang dan meyakinkan. Hargai mekanisme koping yang digunakan pasien. Dorong pasien untuk mengekspresikan perasaan, ketakutan, dan persepsi. Berikan informasi akurat tentang diagnosis, prognosis, dan rencana pengobatan. Jelaskan semua prosedur termasuk sensasi yang akan dialami. Libatkan pasien dalam membuat rencana perawatan dan dalam kegiatan sehari-hari sesuai kemampuan. Ajarkan penggunaan teknik relaksasi. Kurangi rangsangan lingkungan yang tidak diperlukan. Kolaborasi pemberian terapi farmakologi untuk mengurangi ansietas sesuai indikasi. Fasilitasi akses kepada konselor atau dukungan spiritual jika diperlukan.
Kondisi: Konflik Keputusan
Kode SDKI: 0009
Deskripsi Singkat: Kondisi ketidakpastian tentang pilihan tindakan ketika pilihan tersebut melibatkan risiko, kehilangan, atau tantangan terhadap nilai-nilai dan keyakinan pribadi.
Kode SLKI: 4510
Deskripsi : Pengambilan Keputusan: Kemampuan untuk membuat pilihan di antara alternatif tindakan.
Kode SIKI: I-04510
Deskripsi : Bantu pasien mengidentifikasi keputusan yang perlu dibuat. Berikan informasi yang akurat dan lengkap tentang kondisi kesehatan, pilihan pengobatan, risiko, dan manfaat. Jelaskan proses pengambilan keputusan. Fasilitasi pasien untuk mengeksplorasi keyakinan dan nilai pribadi yang relevan dengan keputusan. Bantu pasien mengevaluasi pro dan kontra dari setiap pilihan. Dukung pasien untuk melibatkan keluarga atau orang terdekat dalam proses pengambilan keputusan jika diinginkan. Hormati preferensi dan otonomi pasien dalam pengambilan keputusan. Bantu pasien mengidentifikasi sumber daya yang tersedia untuk mendukung keputusan. Berikan waktu yang cukup bagi pasien untuk mempertimbangkan pilihannya tanpa tekanan. Validasi perasaan pasien terkait kesulitan dalam mengambil keputusan. Kolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk memberikan informasi yang konsisten.
Article No. 23019 | 26 Nov 2025
Klinis : Di sebuah lokasi tambang di Kalimantan selatan, seorang pekerja bernama Budi mengalami luka robek di kaki akibat terkena alat kerja. Ketika dibawa ke klinik tambang, Pak Budi menolak tindakan penjahitan dan pemberian antibiotik, karena menurut kepercayaan budayanya, luka harus terlebih dahulu diobati dengan ramuan daun tertentu oleh dukun kampung agar terhindar dari “gangguan roh”.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Konflik Keputusan Perawatan Berbasis Budaya
Kode SDKI: D.0184
Deskripsi Singkat: Gangguan proses pengambilan keputusan terkait perawatan kesehatan yang dipengaruhi oleh sistem nilai, kepercayaan, dan praktik budaya yang dianut individu atau kelompok, yang berpotensi menghambat penerimaan intervensi medis yang direkomendasikan.
Kode SLKI: L.03138
Deskripsi : Pasien menerima dan berpartisipasi dalam perawatan kesehatan yang mempertimbangkan nilai budaya. Perawat bertindak sebagai fasilitator untuk menjembatani kebutuhan medis dengan keyakinan budaya pasien. Tujuan utamanya adalah mencapai resolusi konflik yang menghormati otonomi pasien sekaligus memastikan keselamatan klinis. Intervensi keperawatan difokuskan pada membangun hubungan saling percaya melalui komunikasi terapeutik, menunjukkan rasa hormat yang tulus terhadap sistem kepercayaan pasien tanpa menghakimi. Perawat akan berkolaborasi dengan pemimpin spiritual atau dukun yang diakui pasien untuk menciptakan rencana perawatan yang terintegrasi, memungkinkan dilakukannya praktik budaya tradisional (seperti penggunaan ramuan daun tertentu) sejauh tidak membahayakan, sambil secara bertahap dan edukatif memperkenalkan manfaat intervensi medis standar (penjahitan luka dan antibiotik). Perawat akan mendokumentasikan preferensi pasien dan upaya kolaborasi yang dilakukan, memastikan informed consent atau penolakan didasarkan pada pemahaman yang komprehensif tentang risiko dan manfaat dari semua opsi yang tersedia.
Kode SIKI: I.01264
Deskripsi : Intervensi diawali dengan membangun hubungan terapeutik yang kuat, dimulai dengan pendekatan komunikasi yang empatik dan tidak menghakimi. Perawat mengakui dan memvalidasi keyakinan Budi dengan berkata, "Saya menghargai keyakinan dan kepercayaan Anda terhadap pengobatan dari dukun kampung." Selanjutnya, perawat melakukan asesmen mendalam tentang praktik budaya spesifik yang akan dilakukan, termasuk jenis daun yang digunakan, cara pengaplikasian, dan tujuan spiritualnya. Perawat kemudian berkolaborasi dengan tim medis untuk mengevaluasi keamanan praktik tradisional tersebut; misalnya, menilai apakah ramuan daun tertentu memiliki sifat antiseptik atau justru berisiko menyebabkan infeksi. Langkah kritis adalah memfasilitasi pertemuan atau komunikasi antara Budi, dukun, dan tim kesehatan untuk mendiskusikan rencana perawatan hibrida. Sebagai contoh, menegosiasikan agar luka dibersihkan secara steril di klinik sebelum ramuan daun dioleskan, atau menunda penjahitan selama beberapa jam sambil memantau ketat tanda-tanda infeksi, dengan kesepakatan bahwa jika ada tanda bahaya, intervensi medis akan segera dilakukan. Pendidikan kesehatan diberikan dengan sensitif budaya, menjelaskan proses infeksi dan bagaimana antibiotik bekerja melawan "roh jahat" (kuman) yang tidak terlihat oleh mata, dengan menggunakan analogi yang mudah dipahami. Perawat mendokumentasikan seluruh diskusi, negosiasi, dan persetujuan atau penolakan yang diinformasikan oleh Budi. Jika Budi bersikeras menolak, perawat memastikan dia memahami tanda-tanda darurat infeksi (seperti kemerahan, bengkak, nanah, demam) dan kapan harus segera kembali ke klinik, sambil tetap menghormati otonomi keputusannya.
Article No. 23020 | 26 Nov 2025
Klinis : Di sebuah lokasi tambang di Kalimantan selatan, seorang pekerja bernama Budi mengalami luka robek di kaki akibat terkena alat kerja. Ketika dibawa ke klinik tambang, Pak Budi menolak tindakan penjahitan dan pemberian antibiotik, karena menurut kepercayaan budayanya, luka harus terlebih dahulu diobati dengan ramuan daun tertentu oleh dukun kampung agar terhindar dari “gangguan roh”.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Konflik Keputusan Perawatan Berbasis Budaya
Kode SDKI: D.0023
Deskripsi Singkat: Konflik Keputusan adalah keadaan ketika seseorang, keluarga, atau komunitas mengalami kesulitan dalam memilih, menyetujui, atau bertindak atas suatu keputusan yang berhubungan dengan kesehatan, yang dipengaruhi oleh perbedaan nilai, kepercayaan, budaya, atau informasi.
Kode SLKI: L.03131
Deskripsi : Pasien dapat menyelesaikan konflik keputusan. Kriteria hasil: 1) Mengidentifikasi sumber konflik. 2) Mengekspresikan perasaan tentang konflik yang dialami. 3) Mengidentifikasi nilai, kepercayaan, dan faktor budaya yang mempengaruhi keputusan. 4) Mengeksplorasi pilihan keputusan yang tersedia. 5) Membuat keputusan tentang perawatan kesehatan. 6) Melaporkan kepuasan dengan keputusan yang diambil.
Kode SIKI: I.01270
Deskripsi : Intervensi untuk mengatasi konflik keputusan melibatkan serangkaian tindakan sistematis yang berfokus pada fasilitasi proses pengambilan keputusan yang kolaboratif dan menghormati nilai-nilai pasien. Pertama, perawat harus membangun hubungan terapeutik yang didasarkan pada rasa percaya, empati, dan tanpa menghakimi. Lingkungan yang aman dan mendukung ini memungkinkan Pak Budi untuk terbuka tentang kepercayaan dan kekhawatirannya. Kedua, lakukan asesmen mendalam untuk mengidentifikasi sumber konflik. Ini termasuk mengeksplorasi keyakinan budaya spesifik tentang "gangguan roh" dan peran ramuan daun serta dukun kampung dalam proses penyembuhan. Asesmen juga harus mencakup pemahaman Pak Budi tentang risiko medis dari luka robek yang tidak dijahit dan tidak diberikan antibiotik, seperti infeksi, sepsis, atau luka yang tidak sembuh dengan baik. Ketiga, fasilitasi komunikasi yang terbuka. Dengarkan secara aktif kekhawatiran Pak Budi dan validasi perasaannya. Jelaskan prosedur medis (penjahitan dan antibiotik) dengan bahasa yang mudah dipahami, menyampaikan manfaat, risiko, dan konsekuensi dari penolakan tindakan tersebut. Keempat, kolaborasi dan negosiasi adalah kunci. Daripada menyangkal kepercayaannya, perawat dapat berperan sebagai jembatan antara sistem medis dan sistem budaya. Tanyakan apakah ada kemungkinan untuk mengintegrasikan kedua pendekatan tersebut. Misalnya, apakah penjahitan luka dapat dilakukan setelah ritual tradisional? Atau apakah pemberian antibiotik dapat disetujui jika ramuan daun telah digunakan? Diskusikan opsi ini dengan tenaga medis lainnya untuk menemukan solusi yang aman dan dapat diterima. Kelima, berikan dukungan emosional selama proses pengambilan keputusan yang sulit ini. Tegaskan bahwa hak otonomi Pak Budi untuk mengambil keputusan tentang tubuhnya sendiri dihormati, terlepas dari pilihan akhirnya. Jika memungkinkan, libarkan keluarga atau pemimpin komunitas yang memahami konteks budayanya untuk memberikan dukungan. Terakhir, dokumentasikan seluruh proses, keputusan yang diambil, dan rencana tindak lanjut secara rinci. Intervensi ini bertujuan untuk memberdayakan Pak Budi sehingga ia merasa didengar, dihormati, dan secara aktif terlibat dalam perjalanan kesehatannya sendiri, yang pada akhirnya meningkatkan kepatuhan dan hasil kesehatan.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433